<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8304562050631720026</atom:id><lastBuildDate>Thu, 19 Dec 2024 03:18:52 +0000</lastBuildDate><category>Essai</category><category>Cerpen</category><category>Resensi Buku</category><category>Catatan Harian</category><category>Catatan Perjalanan</category><category>Catatan Ringan</category><category>Tentang Saya</category><title>Adam Abdullah</title><description>Silahkan dibaca dan komentari jika perlu</description><link>https://adam-abdullah.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (adam)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Silahkan dibaca dan komentari jika perlu</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8304562050631720026.post-891739796757504143</guid><pubDate>Thu, 09 May 2019 04:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2019-05-09T11:52:06.873+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan Ringan</category><title>Guyonan yang Tidak Lucu </title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhA5xe6lRPJaRY1YsekTZE0npeG2Fo-3bq6na1-w7OCmKKJOpAo7FwNQhuGFih81IQ1MMdHJiXQ9H57WZFkcqdlw11SECIgikj0Vkicy_7zi1_XOzIv_7ruuCeXnQuA1sHuUUkyax3TgHSf/s1600/kamu-yang-pergi-5ab8c1b416835f781811cd23.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="356" data-original-width="760" height="298" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhA5xe6lRPJaRY1YsekTZE0npeG2Fo-3bq6na1-w7OCmKKJOpAo7FwNQhuGFih81IQ1MMdHJiXQ9H57WZFkcqdlw11SECIgikj0Vkicy_7zi1_XOzIv_7ruuCeXnQuA1sHuUUkyax3TgHSf/s640/kamu-yang-pergi-5ab8c1b416835f781811cd23.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Sudah lama saya berhenti menulis, beberapa alasan selain malas sempat terpikir, dan itu yang saya jadikan alasan utama saya berhenti jika ditanya. Tapi kali ini saya tidak akan memakai alasan apapun untuk menulis lagi kecuali perasaan yang entah apa namanya dalam diri saya setelah seorang teman dekat saya benar-benar pergi. Tidak lama sebelum saya menulis ini, saya membaca “Awal dan Akhir” karya Naguib Mahfouz yang baru saja saya hentikan pada bagian pemakaman ayah Hasan sebelum kabar kepergian itu datang. Orang bisa menilai itu sebuah pertanda, tapi tetap saja bagiku kabar yang tiba-tiba itu mengejutkan sekali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebelumnya saya belum pernah merenungkan kematian sedekat ini. Meskipun sering memikirkan bagaimana rasanya jika tiba-tiba itu datang kepadaku saat tua nanti. Saya membayangkan itu seolah-olah saya akan hidup selama itu hingga terus-menerus mengejar hal-hal yang nantinya tidak akan berarti lagi ketika kematian datang. Dulu kau selalu menunjukkan kepadaku sesuatu yang baru kau pelajari, bahkan setelah kepergianmu kau masih mencoba menunjukkan aku sesuatu yang berharga berupa kesadaran.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa tahun lalu, di awal pertemuan kita semua, teman-teman dengan perawakan ‘unik’, kau mungkin yang paling wajar perawakannya sehingga kami belum menemukan julukan yang pas untukmu. Hingga kami anak-anak nakal yang menamakan diri sebagai penemu nama binatang buas merasa gagal atas hal itu. Semoga kau mau memaafkan kami atas itu, juga atas kenakalan kami terhadapmu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seingatku di antara banyak kenakalan kami yang kurang dewasa itu, kau salah satu anak yang tergolong dewasa, untuk tidak mengikuti kebiasaan kami yang menganggap kenakalan adalah wajar bagi laki-laki. Lalu satu persatu peraturan di pesantren kami coba langgar satu-persatu, dan kau tetap pada dirimu seolah sudah lebih dulu tau. Beberapa dari kami melompati pagar pesantren untuk sekedar ke warung atau main PS, sedangkan kau cukup ijin dan keluar dengan tenang lewat pintu gerbang. Seandainya tidak sengaja kau melanggar peraturan pesantren, dengan alasan apapun kau mudah sekali dipercaya oleh pengurus karena citra baikmu, tidak seperti kami. Kelaki-lakian kami memang konyol. Sering menyebut sebuah kerepotan adalah tantangan sebagai lelaki, padahal yang dibutuhkan tidak lain hanyalah kepercayaan, sedang yang kami lakukan adalah perjuangan yang tidak ada gunanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adakah sebelum kepergianmu, wajah-wajah kami serta kebodohan kami yang mungkin meringankan kepergianmu dengan sedikit tawa? Semoga saja ingatan tentang kami tetap kau bawa dan sekali-kali mendatangi kami untuk membalas guyonan yang belum sempat kau balas dulu. Apalah artinya bercanda jika kau tidak membalasnya, bukankah kita selalu belajar untuk bercanda?
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;i&gt;Untuk Nuris&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://adam-abdullah.blogspot.com/2019/05/guyonan-yang-tidak-lucu.html</link><author>noreply@blogger.com (adam)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhA5xe6lRPJaRY1YsekTZE0npeG2Fo-3bq6na1-w7OCmKKJOpAo7FwNQhuGFih81IQ1MMdHJiXQ9H57WZFkcqdlw11SECIgikj0Vkicy_7zi1_XOzIv_7ruuCeXnQuA1sHuUUkyax3TgHSf/s72-c/kamu-yang-pergi-5ab8c1b416835f781811cd23.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8304562050631720026.post-5849553810076362216</guid><pubDate>Mon, 04 Dec 2017 06:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-12-04T13:19:18.805+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Essai</category><title>Kopi dengan Cinta</title><description>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBy4z_O__mT2XkKL2xnRzcQBLqhfhffChE1PHhyBu8AQZKbJQjmQDQpgFcrdKGTU54TiyW8dcp0P7e8veZP_yq0-A8J9_GMvW7fjePFqxYg4R4ovIm0j_AY9ZqRgalT8vYvlNUIdF6FPxy/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="225" data-original-width="225" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBy4z_O__mT2XkKL2xnRzcQBLqhfhffChE1PHhyBu8AQZKbJQjmQDQpgFcrdKGTU54TiyW8dcp0P7e8veZP_yq0-A8J9_GMvW7fjePFqxYg4R4ovIm0j_AY9ZqRgalT8vYvlNUIdF6FPxy/s640/images.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Sulit ditemui lagi seorang wanita
yang mau membuatkan kopi di pagi hari sebelum suaminya bangun tidur. Meski
sebenarnya bangun pagi bukan perkara mudah bagi siapapun. Seakan-akan kesetiaan
seorang istri tidak lagi diukur dari kepatuhannya terhadap suami, tapi cukup
dengan kemauannya untuk tidur satu rumah. Dengan omongan yang diumbar
orang-orang bule tentang kesetaraan &lt;i&gt;gender&lt;/i&gt;
membuat wanita menjadi semakin sulit untuk patuh. Apalagi dengan suami yang
sama-sama lulusan kampus pinggiran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Itulah salah satu sebabnya saya
tidak mengharapkan beristri seorang yang mengaji buku-buku bule. Mengetahui
bahwa wanita diajarkan untuk merasa ditindas dan direndahkan derajatnya jika
mau menuruti kemauan suaminya begitu saja. Termasuk membuatkan kopi. Dilihat
dari kemampuannya membuat kopi kadang tidak semua istri mampu membuat lebih
enak dari janda di warung remang. Namun saya sungguh tidak percaya jika wanita
akan ambil diam mengetahui suaminya tidak absen di warung tiap malam. Kadang
tuntutan wanita terdengar lucu jika menginginkan suaminya &lt;i&gt;kerasan &lt;/i&gt;di rumah. Tapi ketika minta dibuatkan kopi malah menolak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Saya tidak memungkiri, terkadang
kopi buatan wanita memang tidak selalu enak. Tapi mengetahui kopi itu dibuatkan
saat sedang dibutuhkan, bukan lagi enak tidak enak yang dinilai. Kadang
kepekaan wanita dan ketulusannya yang menjadi tolak ukur laki-laki kerasan.
Juga sebuah penghargaan tersendiri dengan pekerjaan suami yang tidak seberapa
hasilnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Dalam buku-buku itu menjelaskan
fenomena semacam itu sebagai dominasi laki-laki pada kebudayaan yang beredar
saat ini. Padahal dalam sejarahnya, tidak ada satupun diantara dua &lt;i&gt;gender&lt;/i&gt; ini mempermasalahkan kesetaraan
seperti sekarang ini. Seperti saat Sinta yang menyebabkan dua kerajaan
bertempur hebat karena memperebutkan dirinya. Atau ketika Tribhuwana Tunggadewi
dilantik menjadi ratu Majapahit. Malah sebenarnya yang mendominasi adalah
wanita, mengingat bahwa dengan segala sifat kewanitaannya dia patut untuk
dipertahankan meski dengan perang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Gender &lt;/i&gt;yang seharusnya mencakup kelamin dan kodrat, berubah menjadi
sebatas konstruksi sosial yang dibentuk masyarakat untuk memperkuat bahwa
sebenarnya laki-laki dan perempuan sama dalam hal apapun. Apa yang coba
dibentuk oleh buku-buku ini adalah ketidak-percayaan terhadap perbedaan hak.
Jadi bukan sebuah kesalahan jika wanita berkata kasar terhadap suaminya, karena
keharusan wanita berkata halus kepada suami hanyalah konstruksi sosial. Jika
perkara suami membentak istri maka istri seharusnya membentak balik, sebab antara
laki-laki dan wanita adalah sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Saya sempat membayangkan kejadian
ini, jika seorang istri yang menganggap hak-haknya dikendalikan oleh konstruksi
masyarakat. Dan menganggap bahwa kodrat seorang wanita adalah sama dengan
laki-laki. Bagaimana gaya hubungan badan nantinya jika keduannya sama-sama
menginginkan posisi diatas. Sedangkan dalam kegiatan ini memerlukan kekompakan
khusus dengan tipe gaya apapun, dalam artian tidak ada kesamaan posisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Dalam kehidupan desa di hampir
keseluruhan Jawa, saya kira tidak ada wanita yang mempermasalahkan kesetaraan
seperti ini. Tidak seperti kehidupan priyayi di Jawa seperti era Kartini. Dalam
kehidupan desa yang terbatas, seorang wanita tidak mempermasalahkan &lt;i&gt;nyambi &lt;/i&gt;keja dan mengatur rumah tangga
sekaligus. Jika terus menerus menolak tentang konstruksi masyarakat lalu siapa
lagi yang akan mengerjakan perihal rumah tangga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pada hakikatnya konstruksi
masyarakat tidak lain adalah semacam pembagian tugas dalam berumah tangga.
Ibaratnya kewajiban seorang suami adalah melakukan segala hal dalam kehidupan
rumah tangga, termasuk bekerja untuk keluarga dan bertanggung jawab atas segala
hal dalam rumah. Sedangkan istri yang diibaratkan tulang rusuk hanya sebatas
mendampingi bukan menopang atau bertanggung jawab. Mendampingi suami juga bisa
berarti banyak seperti meringankan pekerjaan suami dengan ikut andil dalam
sebagian kewajiban suami atau patuh terhadap suami. Memang dipandang dari segi
apapun hal ini tidak bisa setara seperti kodrat seorang wanita yang bisa
melahirkan dan laki-laki yang tidak. seperti halnya kodrat wanita yang bisa
menyusui dan laki-laki tidak bisa, meski sama-sama memilki puting. Apakah hal
semacam ini akan kita tuntut?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Di era sekarang yang mengukur
kesuksesan berdasarkan gaji juga berdampak pada tuntutan yang berbeda
dibandingkan tuntutan kesetaraan hak pendidikan yang dikoar-koarkan beberapa
puluh tahun yang lalu. Karena jika wanita memiliki gaji lebih tinggi daripada
suaminya, bukan lagi kesetaraan yang diharapkan, tapi dominasi dalam rumah
tangga. Tidak lagi buat kopi untuk diri sendiri tapi, “buatin kopi mas”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://adam-abdullah.blogspot.com/2017/12/kopi-dengan-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (adam)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBy4z_O__mT2XkKL2xnRzcQBLqhfhffChE1PHhyBu8AQZKbJQjmQDQpgFcrdKGTU54TiyW8dcp0P7e8veZP_yq0-A8J9_GMvW7fjePFqxYg4R4ovIm0j_AY9ZqRgalT8vYvlNUIdF6FPxy/s72-c/images.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8304562050631720026.post-2962482489681777932</guid><pubDate>Sun, 28 May 2017 03:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-28T10:20:23.126+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Essai</category><title>Buang Kotorannya Penulis</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDuslfN79SCyqJ0QCEhUpbTD7QPvyqSTS7idypCWThx0BoJJ9jN7pA9ycnmw7RSn8iEW39Sa7BVGax0dgeHZzf_VI8xmQ6742TDaR9eQxdmQsnwl7nBOCyTAKF6DcVeT_Mbk2XSwRih-LF/s1600/menulis.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="836" data-original-width="1280" height="418" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDuslfN79SCyqJ0QCEhUpbTD7QPvyqSTS7idypCWThx0BoJJ9jN7pA9ycnmw7RSn8iEW39Sa7BVGax0dgeHZzf_VI8xmQ6742TDaR9eQxdmQsnwl7nBOCyTAKF6DcVeT_Mbk2XSwRih-LF/s640/menulis.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Menulis adalah
hal yang tidak saya sukai sejak beberapa tahun lalu saya mengenal kepenulisan.
Menurut saya menulis adalah hal yang paling tidak bebas, kita harus ditentukan
oleh berbagai aturan sistematika atau hal semacam aturan menulis yang&lt;/span&gt; baik dan&lt;span lang="EN-US"&gt; benar. Tapi
anehnya saya selalu tertarik oleh gaya bicara seorang penulis yang unik –
ketika tidak berbicara tentang kepenulisan tentunya. Itulah yang membuat saya
selalu “terjebak” untuk harus menulis. Penulis manapun yang saya kagumi selalu
saja menjurus pada perintah menulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada awal menulis saya salah sangka, menulis adalah hal yang paling
bebas. Kira-kira Gus Mus pernah mengatakan ketika ditanya mengapa ia menulis
“Sastrawan itu tidak pernah salah, pembacalah yang menyalahkan dirinya sendiri
ketika tidak dapat memahami tulisan seorang sastrawan”. Sadar atau tidak, ada
kebebasan menulis dalam perkataan itu. Apapun yang ditulis oleh sastrawan,
sedikit banyak pastilah berpengaruh kepada pembaca. Orang sadar hal tersebut,
“sastrawan tidak pernah salah” meskipun kadang beberapa pembaca mempunyai sudut
pandang yang berbeda, tapi bukankah perbedaan itu bukan &lt;/span&gt;sebuah &lt;span lang="EN-US"&gt;kesalahan?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; text-align: justify;"&gt;
Lama hidup dengan orang-orang yang bisa menulis dengan baik, saya mengerti
kebebasan menulis ini baik untuk si penulis. Tapi bisa jadi tidak untuk si
pembaca. Malah ada ungkapan “jika gelisah maka menulislah”. Si penulis
senang-senang saja mempunyai teman berbicara meski dengan berbicara satu arah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; text-align: justify;"&gt;
Terkadang dalam menuliskan kegelisahan kita seakan “diperas” baik rasa
gelisah itu maupun ingatan-ingatan yang sebenarnya tidak penting untuk diingat.
Tapi terkadang ingatan itulah solusinya. Itupun jika si penulis menemukan
solusinya, jika tidak, bersabarlah pembaca kalau memang harus mengkonsumsi
tulisan kegelisahan. Istilahnya menulis itu seperti buang kotoran, yang didapat
si penulis dari mengamati atau sekedar membaca. Bisa jadi dari pengamatan
terhadap keadaan sekitarnya penulis menemukan kejanggalan atau aturan yang
membatasi yang menjadikannya gelisah. Biasanya seorang penulis adalah seorang
yang mudah bosan, termasuk dengan aturan-aturan. Itulah penyebab dia menulis
hal-hal yang sebenarnya adalah pelanggaran dalam kehidupan sosial. Seperti
menggambarkan perasaan membunuh seseorang atau sekedar mengencingi gedung
pemerintahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; text-align: justify;"&gt;
Masalahnya, jika menulis adalah pelampiasan kegelisahan, betapa sial nasib
pembacanya. Apalagi jika memang tulisan itu berpengaruh bagi kehidupan pembaca.
Dalam kasus ini, banyak juga kawan saya yang mengaku-ngaku dirinya sebagai
Annelies usai membaca roman Bumi Manusia. Itu mungkin kasus yang tidak
prinsipil, tapi anggap saja itu contoh kecil dari pengaruh tulisan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Karya tulis adalah salah satu media yang dianggap paling berpengaruh
akhir-akhir ini. Bahkan mungkin sejak manusia mengenal tulis-menulis. Membaca
mungkin adalah pekerjaan paling mudah, pekerjaan itu cukup dilakukan
disela-sela waktu, tidak butuh banyak energi untuk berpikir. Setidaknya banyak
yang menganggap seperti itu. Tapi sadar atau tidak bahwa pembaca adalah yang
penikmat. Seperti halnya makanan, apapun yang dimakan pasti akan berpengaruh
terhadap tubuh atau bahkan perilaku. Jika tulisan adalah gambaran dari
kegelisahan penulis, bukankah itu sedikit berarti sampah pikiran? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Membaca tidak sebegitu sederhana, membaca berarti mencerna, membaca juga
berarti belajar memposisikan diri. Tidak asal menelan mentah-mentah suatu
bacaan juga tidak menolak begitu saja karena berbeda dengan pendirian kita. Setidaknya
seburuk-buruknya tulisan bisa kita ambil sedikit hal baik darinya untuk diri
sendiri. Apakah kita lupa bahwa ilmu bisa datang dari mana saja, termasuk
setan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Dengan begini tulisan yang berpengaruh “liar” pada pembaca bisa sedikit
diminimalisir. Pengaruh yang ditimbulkan tulisan saat ini biasa menjadi
pengaruh baik maupun buruk. Jangan bilang bila baik dan buruk adalah relatif,
itu adalah pikiran purba. Sejak jaman Sokrates kebenaran umum sudah ditetapkan
layak adanya, bukankah begitu? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Jika tulisan berupa karya sastra narasi atau deskriptif berpengaruh, lalu
bagaimana jika tulisan berupa puisi yang pembaca saja kadang tidak paham?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://adam-abdullah.blogspot.com/2017/05/buang-kotorannya-penulis.html</link><author>noreply@blogger.com (adam)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDuslfN79SCyqJ0QCEhUpbTD7QPvyqSTS7idypCWThx0BoJJ9jN7pA9ycnmw7RSn8iEW39Sa7BVGax0dgeHZzf_VI8xmQ6742TDaR9eQxdmQsnwl7nBOCyTAKF6DcVeT_Mbk2XSwRih-LF/s72-c/menulis.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8304562050631720026.post-1610497030535764358</guid><pubDate>Sun, 28 May 2017 03:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-12-04T13:14:50.193+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Essai</category><title>Recehan dan Do'a Naik Haji</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioegReqDgfzDzw_DPZN7ZbpLqPVFXCQLlzENeX5ythey-2yqSkq7eIVbVSl52fOCyeRhjAayf_DpQT_zAb_Era9EhpaV49ccH7YRYWzq0IKYfLzfSrnNeO1SGTn9D_P9NrKL3A25hmar-A/s1600/MataUang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="476" data-original-width="658" height="462" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioegReqDgfzDzw_DPZN7ZbpLqPVFXCQLlzENeX5ythey-2yqSkq7eIVbVSl52fOCyeRhjAayf_DpQT_zAb_Era9EhpaV49ccH7YRYWzq0IKYfLzfSrnNeO1SGTn9D_P9NrKL3A25hmar-A/s640/MataUang.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Baru-baru ini surat kabar di
Indonesia dihebohkan dengan datangnya bule yang mengemis. Kabarnya, orang-orang
merasa iba melihatnya tidak bisa kembali ke negara asalnya, karena banyak yang
iba banyak juga pendapatan bule ini. Lalu beberapa minggu kemudian orang mulai
tau bahwa, pengemis yang beberapa hari sebelumnya sempat disorot oleh surat
kabar ini ternyata membohongi mereka. Beberapa orang mulai percaya bahwa
peraturan yang melarang mengemis itu ada benarnya juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sebenarnya lucu juga melihat
orang mengumpat karena rasa iba mereka. Bagaimana tidak, pengemis yang hanya
duduk di pinggir jalan dengan memamerkan penyakitnya mereka anggap mengganggu
ketertiban. Sebab beberapa pengendara berhenti dan mencoba membantunya. Lalu
mereka merasa rugi telah membantunya, karena seperti yang diketahui, pengemis
itu menggunakan uangnya untuk bersenang-senang. Bisa jadi mereka merasa rugi
karena telah berempati a tau mereka merasa rugi karena telah bersimpati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Aneh bukan, jika orang harus marah
karena seharusnya mereka berempati karena sukarela. &lt;i&gt;Wong&lt;/i&gt; pengemisnya saja tidak minta, dia hanya menengadahkan tangan,
seharusnya orang tidak memberikan uang secara terpaksa bukan? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Seperti halnya berdo’a, dalam
etika meminta sesuatu seharusnya seorang tidak patut untuk menampakkan dirinya
tidak butuh akan hal yang diminta. Meski dalam hubungan kita dengan Tuhan kita
tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari-Nya. Seperti istilah Abu Nawas, penyair
timur yang “menipu” Tuhan dengan pujian dan doa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sebenarnya saya hanya
menyampaikan ada kemiripan antara keduanya, meski saya tidak berani mengartikan
bahwa berdoa sama dengan mengemis. Tetapi apakah iya mengemis sebegitu
bersalahnya, sampai-sampai dibuatkan aturan tersendiri yang melarang mengemis,
bahkan memberi uang pada pengemis? Padahal sebenarnya mengemis adalah pilihan
terakhir seorang dalam menghadapi masalahnya. Maksud saya adalah mengemis dalam
berbagai tipe, seperti pencalonan, promosi, atau pengajuan proposal dan
lain-lain. Boleh orang menganggap bahwa pencalonan itu buruk, lalu bagaimana
jika tidak ada yang mau mencalonkan diri umpamanya. Kita seakan gegabah menilai
keburukan, sedangkan kita lupa memposisikan diri kita sendiri. Atau pengemis
dalam artian sebenarnya, ada yang bilang pengemis mengganggu ketertiban, yang
lain bilang pengemis itu sebetulnya kaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Suatu kali saya pernah juga
berfikiran seperti itu, hingga akhirnya teman saya menyarankan saya untuk hidup
di jalanan beberapa hari. Saya sanggupi saran itu untuk memenuhi kebutuhan
empirik dan kepuasan saya pribadi menemukan sesuatu yang saya cari. Hampir
setengah hari saya berjalan kaki, karena waktu itu dini hari dan jalanan sudah
tidak ada kendaraan. Karena sudah merasa lelah dan waktu itu sedang di daerah
persawahan saya memutuskan berhenti dan menunggu kendaraan lewat. Usai beberapa
jam, saya mendapatkan tumpangan meski sebelumnya tidak ada kendaraan yang
menggubris saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dia memotong cerita saya disini,
lalu bertanya “bagaimana rasanya saat kamu butuh lalu orang lain tidak
menggubrismu?”. Jujur saya, sebenarnya saya mengumpat dalam hati dengan kekikiran
mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Barangkali orang-orang sudah
lupa, kita hidup tidak lepas dari permohonan, mengemis dengan segala
kesamaannya. Yang pandai&amp;nbsp; minta
dihormati, yang kaya minta disegani, yang bodoh minta dihargai, yang miskin
minta dikasihi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pernah saya &lt;i&gt;nesu&lt;/i&gt; karena diberi uang saku sedikit oleh ayah, lalu ayah
mengatakan “&lt;i&gt;mending &lt;/i&gt;memberi uang
kepada pengemis, cukup recehan tapi dapat doa naik haji”.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://adam-abdullah.blogspot.com/2017/05/recehan-dan-doa-naik-haji.html</link><author>noreply@blogger.com (adam)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioegReqDgfzDzw_DPZN7ZbpLqPVFXCQLlzENeX5ythey-2yqSkq7eIVbVSl52fOCyeRhjAayf_DpQT_zAb_Era9EhpaV49ccH7YRYWzq0IKYfLzfSrnNeO1SGTn9D_P9NrKL3A25hmar-A/s72-c/MataUang.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8304562050631720026.post-3985644634975531588</guid><pubDate>Wed, 12 Oct 2016 17:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2019-05-09T11:44:38.811+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Essai</category><title>Menabung Pangkal Kaya?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimXpyXXija77DNVvbUIbCGK30hhBTujh4gbGc0uzrWiJUD8CJcsV8lETRiZnvgKaXUn6W5jK-fdW7JEPVLxNHwVWouDc4aqCRUyPxN0n2Jxo7cwguJqWSZGdiLEQsmWY4whY8vgA3hQt66/s1600/IMG_1660.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimXpyXXija77DNVvbUIbCGK30hhBTujh4gbGc0uzrWiJUD8CJcsV8lETRiZnvgKaXUn6W5jK-fdW7JEPVLxNHwVWouDc4aqCRUyPxN0n2Jxo7cwguJqWSZGdiLEQsmWY4whY8vgA3hQt66/s640/IMG_1660.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Sewaktu belajar&lt;i&gt; tasawuf&lt;/i&gt; di pondok, saya sering mendengar istilah&lt;i&gt; tawakal&lt;/i&gt; beserta penjelansanya, namun setelah itu hampir semua teman sekelas melakukannya. Bahkan, saat itu &lt;i&gt;tawakal&lt;/i&gt; menjadi budaya di pondok saya. Tapi, budaya ini berbeda dengan yang diajarkan guru SD saya.  Jika guru SD menganjurkan para siswanya agar rajin menabung, malah di pondok, saya menjalankan sebaliknya.
Artinya, diantara teman kami percaya bila tidak ada uang yang sifatnya pribadi. Semua bisa memakai uang kiriman seseorang bila sedang butuh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bukan hanya itu saja, untuk urusan makan, beberapa diantara kami percaya pada prinsip ”makan bareng, gak makan bareng”. Akibat budaya ini, uang saku yang dijatah oleh orang tua untuk satu bulan bisa ludes dalam dua minggu saja. Suatu ketika, saat seluruh teman saya sedang kere, saya kebetulan baru menerima jatah mingguan dari paman yang mengajar di pondok. Teman teman saya juga tau hari itulah jatah uang mingguan saya datang, karena mereka juga hafal tanggal jatah uang saku satu sama lain.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Jam itu kok mirip piring, &lt;i&gt;ya&lt;/i&gt;? Jadi ingat rasanya pecel,” sindir salah satu teman.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Uang ini untuk biaya pulang,” jawab saya ketus.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Halah itukan urusan masa depan. Gak usah dipikir lah. Semua sudah ada yang
&lt;i&gt;ngurus&lt;/i&gt;.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Belum sempat saya menjawab, kawan saya sudah menodong saya dengan pertanyaan, “Kamu lebih percaya bila uang yang bisa membuat kamu pulang?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah kejadian itu saya tidak pernah menunjukkan uang yang saya miliki di depan teman-teman saya agar tak ada yang tau kalau saya punya uang lebih. Selain itu, saya menghemat agar dapat
menabung untuk bersenang-senang di kemudian hari. Beberapa hari kemudian, tanpa diduga uang yang saya simpan telah hilang. Memang saya tak koar-koar bila baru kehilangan uang. Karena sejak awal di pondok, saya sering kehilangan barang.

Suatu ketka saat semua santri sedang liburan. Saya berada di pondok dengan teman yang kemarin memaksa dibelikan makanan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Saya tau masalahmu, jangan terlalu dipikirkan. Dia tidak akan kembali karena kau pikirkan,” ucap kawan saya serius.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Maaf saya tidak bermaksud tidak mau menolongmu kemarin,” jawabku sekenanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Saya tidak mempermaslahkan hal itu, tapi saya harap kamu belajar dari masalahmu. Saya tau uang sakumu kemarin lebih dari cukup untuk sekedar biaya pulang. Kamu pernah ikut yasinan di kampung?”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Iya, kenapa?”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Di kampung biasanya setelah yasinan pasti ada beberapa makanan yang berbeda di bagikan kepada orang-orang yang menghadirinya. Saat kamu menginginkan salah satu makanan dari beberapa makanan yang dibagikan, tapi ternyata makanan itu jauh dari tempatmu duduk. Apa kamu masih memaksakan keinginanmu terpenuhi? Padahal sudah ada makanan di depanmu, hanya saja tidak sesuai dengan yang kau inginkan. Kau paham yang aku bicarakan?”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Sebenarnya saya bingung sejak tadi.” \&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”&lt;i&gt;Haduh&lt;/i&gt;, intnya jangan khawatir karena kehilangan sesuatu kau tidak akan dapat gantinya. Apalagi jika kau kehilangan karena kebaikan. Misalnya menolong temanmu. Mulailah belajar agar tidak berkeinginan berlebih. Masa depan yang tidak kau tau kejelasannya tidak usah kau pikirkan. Cukup belajarlah dari apa yang terjadi untuk merubah masa depanmu.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebenarnya &lt;i&gt;tawakal&lt;/i&gt; yang saya ceritakan tadi tidak mengajarkan tentang menghambur-hamburkan uang. Saya akui memang terlihat sepert itu, tapi di sisi lain, dengan kebiasaan ini kami belajar tentang hakikat uang. Bahwasanya kegunaan uang bukan untuk disimpan. Tetapi dengan membiasakan hidup seperti itu, kita tidak akan terlalu menyesali keadaan jika suatu saat terjadi musibah. Sayang, dalam maknanya, tawakal hanya berarti pasrah. Inilah yang menyebabkan banyak orang mengira kalau pasrah dengan keadaan adalah tawakal. 
Sebenarnya isitlah tersebut hanya boleh digunakan setelah berusaha atau berikhtar. Menurut para ahli ekonomi modern, ada tiga motif seorang menyimpan uang: motif transaksi, motif berjaga-jaga, motif spekulasi. Diantara ketiga motif tersebut, hanya motif nomor tiga saja yang benar-benar dilarang. Karena memlipat-gandakan uang melalui bunga bank. Sedangkan motif pertama dan kedua
hanya cara seseorang mengatur penggunaan uang. Selain itu, karena gaji yang diperoleh bukanlah gaji harian.

Budaya menabung yang diterapkan ketika SD dapat berakibat fatal bagi anak. Ada kalanya seorang anak akan sangat menyukai hal yang baru pertama diketahuinya. Apalagi mendapat dorongan dari seorang guru. Padahal jika seorang anak yang masih sepenuhnya minta uang kepada orang tua dilatih untuk menabung, maka dia akan meminta jatah dua kali jatah biasanya. Serta dalam memenuhi kebutuhan sekolah pun dia tidak mau jika sampai saldo uangnya berkurang banyak. 
Secara tidak langsung dia diajarkan cinta pada uang dan menjadi anak yang kikir. Lain halnya apabila seseorang diajarkan untuk&lt;i&gt; tawakal&lt;/i&gt;. Metode ini dianggap tepat karena dapat melatih seseorang agar
menjadi seorang yang mawas diri. Serta tidak mudah terlarut dalam kesedihan jika mendapatkan suatu musibah. Dalam konteks ini, istilah ”menabung pangkal kaya” adalah doktrin usia dini yang membuat anak seusia mereka menjadi egois. Padahal anggapan bila ”kaya selalu diukur berdasarkan
banyaknya tabungan” adalah pikiran yang sempit. Karena, menurut saya, kaya bisa berarti banyak hal.&lt;/div&gt;
</description><link>https://adam-abdullah.blogspot.com/2016/10/menabung-pangkal-kaya.html</link><author>noreply@blogger.com (adam)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimXpyXXija77DNVvbUIbCGK30hhBTujh4gbGc0uzrWiJUD8CJcsV8lETRiZnvgKaXUn6W5jK-fdW7JEPVLxNHwVWouDc4aqCRUyPxN0n2Jxo7cwguJqWSZGdiLEQsmWY4whY8vgA3hQt66/s72-c/IMG_1660.JPG" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8304562050631720026.post-776051836807316437</guid><pubDate>Wed, 12 Oct 2016 16:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-10-12T23:55:58.759+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Essai</category><title>Sarjana Pengangguran</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQTXOdGl5nsP6E7p-0yPY5W7qBXAwS3H7uozTIMO_JcRc3e4bQgcs_yuqmmSaAZp5m8c-0bw4I4uYIVAxPc4lD2XJTCHlH9dfSv0fkXMD9CC19fgvAeM3qWnfG84RekHxUuE_JIBq12YJR/s1600/Untitled-2.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQTXOdGl5nsP6E7p-0yPY5W7qBXAwS3H7uozTIMO_JcRc3e4bQgcs_yuqmmSaAZp5m8c-0bw4I4uYIVAxPc4lD2XJTCHlH9dfSv0fkXMD9CC19fgvAeM3qWnfG84RekHxUuE_JIBq12YJR/s320/Untitled-2.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Sampai saat ini pengangguran masih menjadi permasalahan yang sulit dipecahkan. Meskipun sebagian besar lembaga pendidikan formal, terutama perguruan tinggi memiliki visi menjadikan lulusannya siap kerja, namun masih saja solusi tersebut tidak mengurangi angka pengangguran secara signifikan. Ironisnya, dalam beberapa kasus, lulusan perguruan tinggi malah menambah jumlah pengangguran.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Memang, ada bagusnya jika pendidikan menerapkan sistem penjurusan seperti pada perguruan tinggi. Namun, lain lagi ceritanya jika penjurusan tersebut mengacuhkan bidang keilmuan di luar jurusan yang ditempuh. Sebab, banyak mahasiswa yang terkadang bingung dalam menentukan pekerjaan apa yang cocok dengan jurusannya. Karena kebingungan ini, pekerjaan yang digelutinya pun melenceng dari cabang keilmuan yang ditempuhnya. Itu pun hanya dapat tercapai jika orang tersebut memiliki kemampuan dan keterampilan yang memadai.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Anehnya, banyak mahasiswa tidak sadar akan hal tersebut. Mereka menganggap kuliah cukup membantu memperoleh pekerjaan. Padahal dengan hanya mempelajari satu cabang keilmuan saja seseorang akan sulit menerima pandangan dari cabang keilmuan yang lain. Tanpa mereka sadari kuliah tidak menyediakan banyak hal. Di tangan anak didik sendirilah kemampuan tambahan tersebut bisa didapat. Misalnya melalui organisasi, ajang kompetisi, dan pergaulan dengan teman dari berbagai jurusan yang lain.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hal ini mengingat bahwa dalam perkuliahan hanya menyediakan materi kuliah. Sedang kelulusan hanya didasarkan pada absensi menghadiri kuliah dan nilai ujian yang tak lebih dari sebuah hafalan: Bukan pemahaman. Dalam konteks kuliah sudah terlihat bagaimana perkembangan mahasiswa jika hanya berputar-putar pada rutinitas tersebut. Kuliah, pulang, ujian, IPK keluar, liburan, kuliah lagi, ujian lagi, dan seterusnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bahkan salah satu dosen Sastra Inggris pun pernah mengakui hal ini. ”Di Indonesia setahu saya budaya keilmuaannya mengiblat pada budaya Barat, tetapi sebenarnya berbeda sekali. Sebab disana mahasiswa diharuskan mengembangkan tema bukan menghafal tema yang diajarkan”. Begitu kritiknya setelah beberapa tahun bersekolah di Australia. Bahkan lucunya dia juga mengatakan bahwa mahasiswa S2 dari sini sekelas dengan mahasiswa S1 disana.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;Apalagi di Indonesia memiliki sedikit lowongan pekerjaan. Sebaliknya, investasi asing menguasai negeri kita. Maka wajar saja jika lulusan perguruan tinggi yang hanya fokus pada perkuliahan akan kesulitan dalam mencari pekerjaan. Karena selain butuh yang terbaik, perusahaan juga butuh seseorang yang berpengalaman dalam bidangnya, bukan yang sekadar tahu akan bidangnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika seorang lulusan Ilmu Komunikasi melamar sebagai fotografer di sebuah penerbitan, wajar saja jika perusahaan yang bersangkutan membutuhkan orang berpengalaman dengan bukti nyata di lapangan. Dan seandainya orang itu hanya fokus pada kuliahnya saja paling tidak dia hanya menggunakan kamera setahun dua kali; saat UTS dan UAS. Sedangkan untuk menjadi fotografer setidaknya dia menggunakan kamera 2 jam setiap harinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lain lagi ceritanya dengan mahasiswa Agroekoteknologi. Mahasiswa jurusan ini tidak perlu mencemaskan tentang praktek karena hampir setiap mata kuliahnya seringkali melaksanakan praktikum. Tetapi tetap saja, perlu adanya pengalaman yang mumpuni dalam bidang studi ini, mengingat seorang dosen kebanyakan hanya mengacu pada buku bacaan, sementara kondisi tanah pertanian setiap daerah berbeda-beda.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;Dengan mempelajari banyak hal, dan tidak hanya terpaku pada program studi sendiri dapat meningkatkan pengalaman dan relasi yang lebih banyak. Dengan begitu, mahasiswa mampu belajar di luar perkuliahan formal melalui pertemanan dan pengalamannya sendiri. Sebab belajar dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dan pada siapa saja!

&lt;/div&gt;
</description><link>https://adam-abdullah.blogspot.com/2016/10/sarjana-pengangguran.html</link><author>noreply@blogger.com (adam)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQTXOdGl5nsP6E7p-0yPY5W7qBXAwS3H7uozTIMO_JcRc3e4bQgcs_yuqmmSaAZp5m8c-0bw4I4uYIVAxPc4lD2XJTCHlH9dfSv0fkXMD9CC19fgvAeM3qWnfG84RekHxUuE_JIBq12YJR/s72-c/Untitled-2.png" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8304562050631720026.post-8169406937616747640</guid><pubDate>Wed, 12 Oct 2016 16:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-10-13T00:05:20.869+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Resensi Buku</category><title>Sedikit tentang 'Cerita dari Digul'</title><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-5yzirrw0apFyBQQKpbbyrbN5bLDa1eJyJd8fH_s400SE5It1R7VX1q40EI-Nv6ucHWiRdshjNa0p40kwcQSZOqavNbJhaL6ADiTF5ah7T-8Liui2QHCUNieJsTkotH_aEm7TBp4dKOUX/s1600/digul.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-5yzirrw0apFyBQQKpbbyrbN5bLDa1eJyJd8fH_s400SE5It1R7VX1q40EI-Nv6ucHWiRdshjNa0p40kwcQSZOqavNbJhaL6ADiTF5ah7T-8Liui2QHCUNieJsTkotH_aEm7TBp4dKOUX/s400/digul.jpg" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;Judul &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : Cerita Dari Digul&lt;br /&gt;
Penyunting &amp;nbsp;: Pramoedya Ananta Toer&lt;br /&gt;
Harga &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : Rp. 60.000&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama Digul bagi angkatan muda saat ini tidak banyak dikenal apalagi kisah-kisah tentang tempat tersebut. Padahal bagi beberapa penulis dulu Digul merupakan salah satu tempat persemaian kemerdekaan, sebab beberapa tokoh perintis kemerdekaan Indonesia pernah diasingkan di tempat ini seperti Moh. Hatta dan Sjahrir. Maka terimakasih kepada Pramoedya karena telah berusaha mengumpulkan beberapa cerita dan menyunting buku ini menjadi potongan cerita Digul yang lebih mudah dikenal angkatan muda sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, tempat pengasingan Digul (Tanahmerah) ini dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda untuk mengasingkan orang-orang merah atau diduga terlibat dalam pemberontakan PKI tahun 1926. Bahkan hukuman tersebut diberikan tanpa adanya keputusan pengadilan. Pramoedya dalam pengantarnya menilai tempat pengasingan ini adalah salah satu skandal Belanda. Karena mereka ingin membuka keasisten-residenan Belanda di Digul dengan menggunakan orang-orang yang dianggap mengancam kekuasaan Belanda serta mulai menghentikan pengasingan ke luar negeri. Tetapi awalnya Belanda merasa collapse dengan kebijakan ini sebab dengan membukanya wilayah baru berarti belum adanya fasilitas apa-apa dan pemerintah mengirim segala kebutuhan tahanan melalui kapal dari Jawa. Hingga akhirnya volksraad memutuskan untuk memulangkan sebagian tahanan yang dianggap tidak terlalu berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pramoedya memandang beberapa cerita dari Digul ini sebagai sejarah Bangsa maupun Bahasa Indonesia yang tidak seharusnya dilupakan. Tetapi dia hanya menyantumkan tulisan para eks-digulis yang memang pernah menjadi tahanan disana. Bahkan salah satunya adalah cerita yang mengandung unsur psikologi pertama, menurut Pram dalam sejarah sastra Indonesia sejak Sumpah Pemuda. 
</description><link>https://adam-abdullah.blogspot.com/2016/10/sedikit-tentang-cerita-dari-digul.html</link><author>noreply@blogger.com (adam)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-5yzirrw0apFyBQQKpbbyrbN5bLDa1eJyJd8fH_s400SE5It1R7VX1q40EI-Nv6ucHWiRdshjNa0p40kwcQSZOqavNbJhaL6ADiTF5ah7T-8Liui2QHCUNieJsTkotH_aEm7TBp4dKOUX/s72-c/digul.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8304562050631720026.post-2810084470163127697</guid><pubDate>Wed, 12 Oct 2016 05:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-10-12T12:22:51.053+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen</category><title>Cerita tentang Kebahagiaan dan Kesedihan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNZlZOVlr8bXYg_0TKyJ3Cup18zH7noj9EN3pZUy_PxokFLNWnESef8g1y_r2Q6wjR_tnWPoh0aL6wa4_pmTu21bIfvwSf9zd0QppQRGSifq7lGg9NwwAbaHkTNxmXWxA9YgBud3LjMmG9/s1600/Untitled-1.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNZlZOVlr8bXYg_0TKyJ3Cup18zH7noj9EN3pZUy_PxokFLNWnESef8g1y_r2Q6wjR_tnWPoh0aL6wa4_pmTu21bIfvwSf9zd0QppQRGSifq7lGg9NwwAbaHkTNxmXWxA9YgBud3LjMmG9/s400/Untitled-1.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;Semua orang punya luka, entah nampak entah kasat mata. Di rumah, luka selalu mendapat perhatian bisa jadi hanya sekedar pertanyaan atau perawatan. Hingga seakan-akan tidak ada yang mempunyai luka di rumah. Orang selalu bersimpati dengan luka orang lain sekiranya orang itu berada di rumah. Lucunya, luka selalu bisa disembunyikan di rumah, bahkan itu sering terjadi hingga menjadi sebuah norma; rumah tempat berbahagia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di suatu malam, bulan tampak lebih besar daripada biasanya, cahayanya meremang kuning seperti di warung-warung kopi pangku. Beberapa kali awan mencoba menutupi cahayanya yang mengalahkan lampu-lampu jalanan, tapi seketika pula angin menyingkirkannya. Comberan air bekas hujan di lubang-lubang jalan yang jelek seakan ikut menikmati bulan yang tidak biasa. Pantulannya mengingatkan saya dengan mata bulat kecil yang mendambakan gemerlapan cahaya. Pantulan mata yang dimiliki oleh seorang perempuan yang saya kagumi.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Peraturan rumah yang mengharuskan saya pergi keluar, kesedihan saya tidak boleh mempengaruhi penghuni lain. Kegelapan malam tambah mengingatkan saya dengan momen-momen saat kami menghabiskan malam di jalanan. Warna hitam di antara bintik gemerlap bintang serta lampu yang silau tidak juga menghilangkan memori saya yang seharusnya sudah usang. Saya terbayang senyummu yang tak tampak serta kebahagiaan malam dulu yang menurutmu perbuatan setan. Cahaya seperti enggan memerhatikan kami yang berdosa selain cahaya api korek dan bara rokok. Tapi kami tetap berbahagia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Bukankah kebahagiaan sangat mudah didapat, lalu untuk apa orang-orang mencarinya sampai mati,” gumam saya. Tapi saya keluar rumah juga untuk mencarinya dan membagikan kepada penghuni rumah. Yang terpenting kebahagiaan ini untuk mengobati  kesedihan saya, supaya saya bisa segera kembali ke rumah. “Luka karena perempuan mungkin juga harus diobati dengan perempuan,” seakan kata ini muncul begitu saja dalam pikiran saya. Mungkin ini yang namanya wahyu, saya girang memikirkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Belum lama pikiran itu membahagiakan saya, dalam perjalanan saya bertemu seorang perempuan yang pernah cukup meninggalkan kesan dalam kebahagiaan saya. Sayangnya dia bahkan membuang muka terhadap saya. Saya takut sapaan tidak akan mendapat tanggapan maka saya diam dan berlalu begitu saja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
***&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dia dikenal dengan perempuan yang ceria, senyumnya sangat memikat bagi saya. Kami mengenal beberapa hari sebelum akhirnya kami benar-benar dekat. Keceriaannya yang mengingatkan saya untuk tidak sering  keluar rumah untuk mencari kebahagiaan. Saya cukup mendapatkannya dari gambar wajahnya yang lucu dan tulisan-tulisannya yang menghibur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sekali waktu, dalam pertunjukan teater dia pernah bercerita tentang kehidupannya. Saya tidak tertarik dengan ceritanya tentang impiannya yang kosong dan pertunjukan yang tidak sempat saya tonton. Saya hanya tertarik dengan wajahnya saat berbicara, pipinya yang cembung beberapa kali naik dan mendesak matanya menjadikannya terlihat sipit. Di tengah pertunjukan yang membosankan kami saling diam, mungkin dia terlalu cepat bercerita hingga ceritanya habis. Beberapa kali dia memberi isyarat pada saya untuk menceritakan sesuatu. Tapi saya tetap diam dan pura-pura tidak memahami isyaratnya. Saya khawatir jika menceritakan sesuatu saat diluar rumah yang keluar hanyalah ungkapan kesedihan. Dia terlihat kecewa malam itu, tapi saya rasa ini adalah hal yang benar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa hari setelah malam itu dia tidak lagi mengirimkan tulisannya, hiburan saya hilang, saya tidak bisa terus menyembunyikan kesedihan di rumah, maka saya keluar dari rumah. Di luar, saya tak juga mendapatkan kebahagiaan untuk saya bawa pulang, sebab saya masih juga terbebani perasaan bersalah kepada dia. Hari-hari setelahnya saya lihat dia tidak lagi ceria terhadap saya, tapi iya terhadap orang lain. Saya merasa kebahagiaan saya direnggut oleh orang-orang itu. Apakah hanya sebatas ini kesan yang saya berikan kepadanya terbalas, saya kecewa kebahagiaan bisa hilang begitu cepat dan saya menyesal telah mencarinya selama ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
***&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jalanan yang rusak tidak memindahkan memori saya dari kenangan-kenangan yang sempat saya lupakan karena kebahagiaan dan kesedihan yang lain. Comberan air yang tergenang dalam lobang jalan muncrat dari roda motor seperti air mancur di taman kota. Saya tidak peduli orang-orang mengumpat karena terkena cipratan itu, saya kesal terhadap semua orang yang menuntut kebahagiaan. Saya pikir semua orang pasti seperti itu, juga orang-orang di rumah, maka saya ciprat saja semuanya. Biar mereka sadar kebahagiaan mereka selama berada di jalan hilang sekejap karena marah terkena comberan air jalan. Biar mereka sadar, sembari saya terus berlalu menjauhi rumah.
&lt;/div&gt;
</description><link>https://adam-abdullah.blogspot.com/2016/10/cerita-tentang-kebahagiaan-dan-kesedihan.html</link><author>noreply@blogger.com (adam)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNZlZOVlr8bXYg_0TKyJ3Cup18zH7noj9EN3pZUy_PxokFLNWnESef8g1y_r2Q6wjR_tnWPoh0aL6wa4_pmTu21bIfvwSf9zd0QppQRGSifq7lGg9NwwAbaHkTNxmXWxA9YgBud3LjMmG9/s72-c/Untitled-1.png" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8304562050631720026.post-5282417977879637702</guid><pubDate>Sat, 06 Feb 2016 16:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-10-12T23:58:05.080+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tentang Saya</category><title>Kulo Mbeling Gusti...</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dulu, saya masih mengingat betapa ceria dan bahagianya saya meski jika saya lihat kembali bekas-bekas masa saya dulu saya merasa jijik dan malu. Begitulah masanya pikirku, masa bagi yang muda bersenang-senang tanpa sadar batas. Tidak terkecuali saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Saat itulah saya merasa telah membuat satu belokan berarti terhadap hidup saya. Tepatnya sejak saya akan keluar dari pesantren. Lompatan yang menjadikan saya sangat merasakan bahwa memang kiamat sudah dekat sekali. Entah mengapa saat menjelang lulus saya tengah menggandrungi sesuatu yang dulunya saya anggap nista. Mulai merokok, keluar malam dengan cewek, hobi nonton film blue, sampai menirunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Selain kesenangan melakukan hal yang terakhir, dengan itupula saya seringkali tidak memandang rendah orang lain, karena bagi saya yang paling rendah adalah saya karena tidak dibolo ilmu. Ini hal yang saya tau seharusnya tidak saya lakukan tetapi tetap saya lakukan. Bukan saya membanggakan dosa yang telah saya perbuat atau membenarkan yang salah. Inilah bentuk penyesalan saya atau bisa saja disebut tebusan supaya yang seperti ini cuma saya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Lagipula dengan kelakuan itu juga saya sadar bahwa menjadi pandai bukanlah anugerah yang mudah. Saya lebih suka menyebut cobaannya orang pandai. Selebihnya saya yakin kalau saya sangat tidak pantas menjadi pandai. Bagaimana tidak, wong jaga diri sendiri saja tidak bisa, apalagi untuk mengajarkan kepada orang lain. Jangan jauh-jauh mengajarkan, menginsafkan diri saya sendiri saya lo ndak berani, saya benar-benar takut jika ingkar. Meski saya tau sebesar-besarnya dosa manusia, ampunan Gusti Allah jauh lebih besar, tapi saya sungkan, apa yang dilarang Gusti Allah saya lakukan dengan sengaja, masak saya minta Gusti Allah memaafkan saya. Saya hanya berani bilang kulo mbeling Gusti..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://adam-abdullah.blogspot.com/2016/02/kulo-mbeling-gusti.html</link><author>noreply@blogger.com (adam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8304562050631720026.post-6611950855119474621</guid><pubDate>Wed, 27 Jan 2016 17:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-28T00:12:05.220+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen</category><title>Nasihat Ghaib</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;
&lt;img alt="" height="320" src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/4QAqRXhpZgAASUkqAAgAAAABADEBAgAHAAAAGgAAAAAAAABHb29nbGUAAP/bAIQAAwICCAsLCwsICgoKCAgLCgoKCggKCggKCAoKCwgKCAoICgoLCgoLCwgICAoKCgoKCgoKCgoLCAsNCggNCAgKCAEDBAQCAgIJAgIJCAICAggICAgICAgICAgICAgICAgICAgICAgICAgICAgICAgICAgICAgICAgICAgICAgICAgI/8AAEQgA8ACgAwERAAIRAQMRAf/EAB0AAAEFAQEBAQAAAAAAAAAAAAcABAUGCAMCCQH/xABBEAACAQIEAwUGBAQFAwQDAAABAhEDIQAEEjEFBkEHEyJRYQgyQnGBkRQjUqFiscHwFSQzcuFDgvEWorPRCVOS/8QAFAEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAP/EABQRAQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAD/2gAMAwEAAhEDEQA/APlVgFgFgFgP1Em2A0p2ceytl6uQpZvPZmpRq5s1HoUKQpktQVu7SpUD+Ne8dKrLaGp904kPOAp+f7JuGozKc3VsYHgA6xeQP30j5YCOr9k1AT+bUt/CtxNiPSLehj4WViDKr2ZUxtUYj5L+87TED+IEGJEhGjkC8Fm+w/af0/EDcdAcAbPZ69mDhPFC+SrcRqZHjdTV+BFemjZHPNB00e8WKlOrMWM60M0w5BQALu0TsQr8PzVbJZ/VTzuVfRVQaWUSFZGQrqZ0qU2V0ZVgggHS0qAhKfIiRdnn1CoJ/wC6/wCwwHWn2f0z/wBRvopb+QwDpezJOhrN8kVf54DvlOyaT7uYjzFOwv1JWPpOAtHDOwCi4LM+YVViSyIm/wDuA/5wEtU9nTIGBTzOYLtsAlKpcbghDNsBJ0/YxqFQwrOoMf6qKgvtGlnN/XACvtX7JmyITXrJqEiTpKmBPhK9fMHpGAG+AWAWAWAtPZnyLUzmao5dAYrONbKJ7ukL1qnX/Tphje0gDrgNu841MuDCKgCqtKmiXbu6ahKSs6nU0KokC7EmSTJIArnzlJ6mqKb0yJK+E0gGH8EWHqbjAQWVzj6YcfmU/CwO6xvMxKxcEkCIEkSFD3TTVsI3tPu7SRN+n7BWJ0hsB6q5aRDWIsDvt7vrKxa4YfCSBGA4ZvhVRhvDAghlOnxC6srCCHRrgiGBubycAeOH9rtLj1FeGca7ilxvL0wnDOM1yadbM1FI7vh/FasQ1PMrKUq9UgCr3Z0942ohnjinCatKo9KvRNDM0XanVpVVK1EdfDUQ/wCndDewIggixBwDjIgR4nH7ny8nJ+0YCx8MzWWHwaj+pw/1tMffAXXg+Up1CNNaohsQAbD0VdIX9xgCNwPlavo15dxmdTaCr1jT0kdIKulvocAy4pxKrRk1+FOhSQz0lV1I21MaLL9yZIjAeeFc4ZGsrGjS1Mto1VldJBkx3pMAixhgB1jABT2ogDQoEd6B3rDTUYMohN1OhTJG8lvmcBnDALALALAbB9kzs0WllXzuZc02zn5VEKJqDLo01XA6CvUQKPSnquGEgQOI8wrT1fhh3ajZiNdV4NjLTEfQDbAD7i/MNSoWV6hYrdRAa/xLa0xMxq9dO2Ao3GckdXeU/ei4J8NVLEqd5IiUbdTMRfAR2dRtPeUjCfEPipnYhxFx6xpmxBAOkGeVzpP++JH8QG+nz9VJt0iRgJXK55p2v1nraIg7kDo2lo2PXAN+KUUrbgBkBGo3HkVYG0H9LjfZjYME1y69LM6KPFqtWm4/LpZ4Bsw9NbeHMpK1MxSQSyg1FrKNWjvAVChO8+didbJtTLVMvm8nmJOWzeXbvcvmVSA/c1YVldLd7QqAVKLSGkGmageeEcp6vchW8nsD9Vgf+0/PyD1W4RXpnwqQw/T4T9Ds2/mpOAI3Z9xPMBaio5DRrh10uY306kMz5Q/1wBP4dzlUPdswSqGs6qBSrJG8qrGk4gXJ0kG2kEjAVXnDkLI1napRUrVaTqSErUmvdkDIXAN48pwGffav5f7qjQ/OrVPzSsVwoIhLkQAYbpJNowGaMAsAsAefZi7DKedd8xm5/C5ZlVaYFsxVjWyu3RKSFDUES+tFFtcBpvinFaRcIRCoBdYWmDBCqkCYpjYLYwPD0wFZ4nxHLEFnfw0wdEzBPQKoMk+p8S4AXO4LsygmTdqllk7QAR7vmbnquAaVa2kwxlWPhOwU9QNrEmSYEG3XARz5qG8JhvuCPIjYg33nAM+J8BJlqakgAF0Fym/jp+YXoVIZN77EGuTzs2qav90eIAW8czqXzIgDqtKwAWvIcJAEtBkEAgwfTSTN/wCB5BwErw3hwUE1AGSIWwj1Ug2UzureE7iIwFn4PxVqKsKBXumKs+XzCGtl6zKAB39FyCYkhWBVlE6K9PVgLxR/wytfJl8rnYGvIZlmr0KoJUFuHZmoJgEz+GzTmrEmnWrhdGAgc7xOmlTTURoIIYEGQw94aWuNJnYMBfzWQ/eGcZeme8y01FWxT4gnUX3A6q3/AGtT2wBE4HlspmXnKVno5gjVGlqbyN1qq40ON1BMsQSQ62OAgOOZ/OajTzGXWq6EjvKI7moun3iNTaTaCUJBHw1GuQAG9rDiDNRy6s7MEqNpWqpSokqZnV4onbxEeU4DM2AWAUYDf1XjdLLUaGUyShUoUkTTbVUdhNarVdY1PUqa6haIGohRpUFQryJqcrSXvKpuxU6qdNP4yZTTMiWIWRALmZBhxXgoBIdxUcC52UbeEblhFgCEUdFYRIVXj+bpj32HgtE/sAIET5WwFH4pzZQvux67tPp/e2AhsvzK0mEPd2hm3AG8nqBNjgL9wHjaPEMFboQYift9cB34tykGGumNNSZjZahGzIRdW9L6ha48ICLyHFXQ2FphkYQJvZkvpgizLKzY7zgLvwXPo4EH0KGCwn9JMh1n4SbCI07YCRzGRDEaWhRYg7eoVveSZP5b+Ez6YCI4tkh0Pu32jTHu6lPuejDUnmL4Dhl+0N6sU80AwSEp1UULWpoLEHbvlAgKG1EDaoq6QAd1srVRTWy9UVaW4rUTPdkR4ao3pn5x0IZsBJ0OaadYL+J106i2WvTYoVYbFwLhpsWP1m+Anstz/nqGhc4fxWWJPd5pBqZAdN3IkmAPdmDHhCzpwAp9qXmGpUy+XV3FVe+d0qA6pXRGkzLAr1UkgdMBmvALATPJtBWzFBXAZGr0QynZlLoGB2swMHAar4urNUdQY8bBnA9Fm43ALQRuWCqLAkARszxnJZHL6fdaoFJXVqqO366zTdmHw7KPCtowAKXjmdz9Y5fh9GpXrOZ0UFJaLwWOygeZIHrgDVyJ/wDj/wA3UGvjFd6CsCRSy0v1jTVzDLoUzvpmP1eYaR7NPY84RQprUy2Sp1SpKtVzdY1XBBFxTYaSF94sDYW0tgLTz57P+SzcJmcnTqUQjBKmUGmrTOytT06aggg+Fl0mZIM4DBnbV7LOd4cWr5ZKz5QEg66TI9MxOmop/Ups48JM3tgKhypzxKmmwGnyY3Eb3PkfLAW/i/JoqJ3lPcT4xdh5CpsWX+KCRtDAxgBnnaVai0MsRGxgMOhS9idwJhuhwFnyvNDtEtrItqECoPMMJCuBsQTqG0YBvxjilveE9Cs+Hyt7yeoIIwELw+iZ8QjVfVFh5M0THoyyP1DAWjljmvM5SqKuUqd3UKlXLKtWjmKZ99K1Jwy1KbwAxA1DcKDBAPeYM5Qq1O8oUxlGe700c1Mvr69zOplpsQYQlu7kidIUgOOR5trUjpCgKYLU28VOso6oTYEiRMg32wA37cuIUKlKk1ElW7xg9I20nTYwJG1pk7YAM4BYB/y/xEU6tKowJFKpTcgbkIysQPUgWwGpP8ZFJy12lywnfVA0zEi/vEiZnpgIPKcr5zP1jp90uELGygmCVWSQNIO//GA252S8j5Xh1FaWUJV2g1KiVVWrVaLlj3ZVQbaVPhUAgN4owBa5e52qS0PpUES9SmK5ZujQppkeZ0qJ3wF3pcYqRqfOZc+7Jq5VtBnYf6rMPqDfoNwDLjnLjNT72kqMy3/ydemabbXNGvpZbXsT+2ArVfN5woBUyzVZgqCVJ0+RDOFI8iCwudt8Bnftu9kLL5od/laLcMz0MfzV/wAnmWFwrOhZEY7B1JH6h8QDMNPOZ3h9ZspxGlUy+Zp6SVYqVZWur03VmpVadRTKVKbsjSAGkEAL0aWVzdGH0hrw1rFgNjBgkj3WBU7EHoAH5p5er5epu2mfCwBIIHQxcz1X3vKdsBIcG4mr3Y/meYjUPWRMi+9xgJrI0IPTztYEeZAup9VIB8sBzqvBOm/mjXDfKBc2sUOr+EYCOqZqWhLE/C3xfIyFcqRsSrj9QwErT5hYKFdQ9OfHSeRfzR7NTqEbSb7xW3wA47YKdLTTNFm0ljNOrarSOnZrAMD0dbHrBtgBdgFgFgNIZPmZK5FRdOlm1StgCblIGnSySAyRYaWHhNMkNN+yZll/DVCReo9RzDLTsGiO8N7kRpWC3TAFfmOnTszUiKdMAu9VCygN7oT3XNh7xfAR9LjeVIAo1XpFTGmgDV1j4TDOx2G2qBgLJwPiVUXpcQpKx3pZrKEJG4OsVWOqd/DvgJfOcv8AGGRmQ8KII97vqlBvnApiJt1+p2wERkslxVwO8p0a2mVAo5qnqMbhQWUv5jUZG03wHjM891Msv5y53IJUW1StT1ZasNvzI10aiSfEhqehGArHa5wLhPEqCUc+tJHpqxy+dyLVB+GaCT+VqqU1pVAxLoioHHi1IxwGGuP5bM8MzBpPVp1qc/l16BL0qyXEkGLkRqDCV9QcBZMtzZTzC6aij0G4P+0zAj/xgKTxvlfum1UmgyDpIgi+/wAX3+6mSyhIUOaqbLpfw1RswMAnyI6Ex7pmRtbARtep+oiH9118SHzELcGeovgI+vmnUw4iYiYKt5aTIV9rbVB54CQynM6FdD+JRuDJZfqQWUea1VanEaiRJwFU7TmXu6ehtSayRsCAV2sWWBt4Wj0GAG+AWAWALPZtT/y5JuHrsIA0kaKdCTrFxPeCwMWMi4wH0K9kLkyoMrRKSobvH1vpkB3fYkMLeE3WW1CMBovjXIXEEA0FnJUN7qGLGdJAMsJ0zopwWH6TICvN8Bp1Khy3EEXKZgKGFVkomsrtMFn0iUIXcMp3scB4zvs1cRpqr5fP5SoCJGui1wbwXVm3F9h5zgKtxbsv5jAKl8pUpmCNGYqACCD7vdyYiYnAPeH8pcfAiimVqhV8dOnVKM+xlWqIigqRfxrOA8ZnnLjuTSczlqtPK6STTzVN62VIgCzUxVplWYn3mK6vgIvgIDh2b4VmW1MuSywqliPw2Y7gU3OnVNNczlvACS1gdiNABBINO0jsUfMp3SLT4jQKzTbLwa1MxKMuio7EwfEpYkgCEqqDUwGIue+zjPcPdg9Ooqg/9VQpHUSATpb01Cf0jAMMrzilQaasyBuDpI/8YCD4hVYHwww822YHow+XXzvbAcMhngbUyQDc03IbSeuiSCQTf3gw6A4CVrHMqL0y1PqIaI8yrAN9VDfMYCPTNo11N/JjtOwp1IkbWD/XAV/mmoYCmRcmGBB23MHQ0z7wvgK3gFgFgDt7M/JeY4hV/B0g2kVEqM8HTRV4WuzGYBZaa6V0k1CsE2AwH0FzXM1PKPTo0G/Iy2lAzEINKBfEQbgsRLat2mABgNEdmvapQqks1UaAsK7+KXGkkDaACNwAB0nAEXinEqNamwUUK502LrpbpY1BBuCRqEQem8AFeYteTeoqK6MJZkJ10yIBOh9caqYMgCGj9UGQG1XtE1KRKqLGTINraVAIgRt9sB24FxGmSGbM1KbkwBTplpMbgFWnyMKfKROAv/BeyjjTkdzna6UXbUD+XRc+GdZV1IXeLgNpCgCZGAl877PPEmH55fMJbUj0uD1Xe0EB69BlkyZLKRANpYEBWe0nsh4dlaQarw6lRMwKncZXK1WMCF77hFdCoZhP5tAoWvKDUMBk/tKoHMAqrvURfD3Vdu8emN1FNyAWF4UuxUm0obYDIPaD2fNRYmPATCssx56SNwVi6m4v5WCld+y2M6dsA3Ned+nWwwD7LcWrranUeP0gmP8A+SfLyjAfud40zWrIr9CY0P8AcaT9w3zwEVx2spC6S+58LxI22IsfK4BwELgFgFgNxewDzTWyeWz1akrN+LrU6JEAqfwtNmWDOqQc+dQI0kFL2eAKDZStqapVoOwYsWVoXvC1wQxANj0FlHXADan2wZzLsVWUIaQGMypmB8ojY+hwF/5Z7beIWipBE/EFF/eMg2ABvvBJEXwBZ7PO1avURqebYvI8BVuoshiwIQWURIWQLYCYyvZ1S73x7xqKzpHQkapm/wAsBIcD5yoZPWaNIO6gajPuRIjUR06QcBdMl7WCqFZCBAAqU2UbAbhpBBG0gTFztgGHMPtzVtLdzTpi0K9zJjdPFBBYG3QGDMYAIc8dvnEs4gd175SoWCR4DJDAIoJgmNheB5CAGvEnVmvZgCVZZDjV5j9APmQAfInAVznzklip1rM/EwkOAJXUu6tIF7+G2Azbx/lAozyp0ExMHwncAk2tO/XAVavy1vpO3ngIipQZfen6f0wDj/ECYDgP5atwDtpO8/UYD1zNRpClTCAh9R1SwebWgwG+9sBVcAsAsBtf2ROYq+V4drpLFQ5nOVaZqKCrq1HJUkcBhBCVsvVWdiwIBlcAP+ZeJVqtSvVzNSpWdpHeAsyK72JaZAIsLGwAwDHnrgNTKFWWtZyomGqIFMAyratQAkkKJmdtyHXkrtjSTSzAAkHTUpagrQT8Bhl840wJg6IwGg+S+bFOk0XBUldRJ1EiwkEDrteYwFz4/wBr9VJYtOqwmDpFh13wFG5g7VRcq3jfUd5kkXtMCYn0nAC7j3aK5B0jxEwQTYkREfbAM+F9pFVYlZ394k6bRYWA9IwBK5K7ZWUGT1EWA2MgSPM9ZtgCbyLx/JVnQZjSw8SnTCMUcnwargQ15IJnqNwBrodnOUr0B40EeAgDQpYXQX912kFgCwE+8xJOAzt2k9lFMNV2anMdSQREGIGq4JnyIwGeeb+y6pT8YH5Zgj5EWJPTxCI3m0YAdZ3h6+LUDvH16xgKlm8quo6RedvKMBHcwodKzuSfsLYCBwCwCwG7uzPhiLkuH0YQs2XSqCAbGs1Ss8l5M6m0kCF7wGLEEhI8X4NSC1lqqVasrKwI0yTFyIswIsROACPG8xmEpnLkJmMsDKaxD0/RdjA2iNsAKs9wZg8hSIJjTaL9Pl088AX+xHPv3hQMboxYQYBGxjoWNj5nAT/P/Gqp3VlKi9yVJM9Yj/nADDP8cIBJay/e/rgIkcddvdMR/dp/fAdOC5d6jAGq1yb+Iqv+2CJ3+W2AjeJVqlMsadeCjEEePUQACG90pBmANQfzUCTgJ3k3tRzCRruvRxKmet5j9sAceVfaXrhfA7AGJBIBO2/w7f0wBi5b9pCjXKpmQIWwgDxKYU6gb/lxYjpM4Cw868i5d1Y0T+SwIS0SYQnzEyfCLRgM5dqfZC6gvl5AYA6SCBaS4nYR+5wAK4lyvUQ6nB+cExPrtacBUObqEAfP+4wFYwCwEly7wVq9WnRTSKlepTpIXkKGqMqKWIBMAteATHQxgPtVwbsNqZuhSNHQ1NaZ7vLoKOXeiKcLTWvmShql3ZZYItAXGljJOABPa3RyR1KXC5qmQtSnUqV+9plbMCta0BhZw51b3nAZi4xUoiQwdieu/wBbav5jAVahwCpUIFNXmRsATuYn+/vgNo+yh7ISnXX4gf8AURWCBtJvdJKwRAEwJ36nAaM7VPZQyL5RlFU0tVNVC6abeIAHXrYB1WYldLufhN7B8mu2Ps+r5Ku+XqqQUNjBAdfFpIJ8xG3rgKZw/LNZliALqwkH+W/7YCY4Px16Tg6JXyWD9sB75wp0at6dNlqH+HcHcN6i30wEBTyPhCkxB23uf5YCQyKsog3n+eAvfKXK+cYd9R8I2BKvf0EKRc+t8BqfsY5grCkEzAq1mJIYNroUaYgQQxAAIIvALEbeeAm6uapsrLmGLkyAVaS1iSsKSqKdxJ1EeRnAUDnjlKmabEJqBEXAOkgAoVvfyJwGQe1vg4VFYCAarADy8M/+MALsAsBK8p8wtl69Cuqq7ZatSrBXnS5pOrhWggwxWDBBiYIwH2Q4b2h1qRRwQFYFUBfTTKTAWFkaiws0XG1gDgHfaj2XcN4nTFR6bVM0I8dMMGMidJcGGBvDtvBJGAANf2GKtRyKdKDeVYsSoOxJB0bXs22AMPZV7EtPLgPmXHepJ7pD7jAeEm/i9J9bYA/dmXKdR1CqPGXJL3VAqiFXSPPf0+V8BTO3Di5FQLDgrAhnmmFB0lU06rjqWZov4VOACXbD2d5HP5TwUw+bSdVS7VRt7sEgiLBbxuShmQxtx7sLzlBe8Ck05uApLhRfUREbbgEnffAWXsw5Ey2Y0glPGdOotpWfIkEFT5SsYAw5f2LFqSVp1mQANNJ9VgdLX1ELtIBIHUsoOAqvMHsdUx48vTqVKanS7LFRqJ8q1JXZ1aPECJDi6jYkJDg3sZo4VqIeqgI70ljTqJAnS9M+IA+qgjyGAlueuSKVNwcoCtMQFXIPUr1AwAnUtQMPeDFoEKbeoCN5f4tmR48vmQ4WO810aS1U6eNGaLTBYA6f3wE/WzTuCXLd9JDq661aQxDL3YCFDO4GpIM2IwFW5hy9YI5MgKIa0gEWtPTzYjAZP7Zs4O5pLuWqu7bWtpUW9BOAEOAWAWA+pvs7860c3l8tXdQVq0kSsojw16AWlmAoFlDsgqKreJabJuGDOGk8pzrlaGkWNMeIsrXMW0wsAwptJvEYCn9qntVKmmnw9TUzdYhESkmpmLWVVUHVLGLGw++AlOy7so5pVkzHFswlOhVGn8Kp7yuuqSgqMDp/LLHwgHTDanIAgNTdnXATTQ6vdEAKd1Kgq09CSdiPMicABfaT5so1KhQ/9NVBZlOsAamKbSklgSGWTYnTIUBj/mHmsUqjClVILbRM2gFGnwamBKjQb+u+AM3ZdzAzCmYXvTAIrDUAxhSGMgwymIvawB6BI9pfsK8PzGjMZOoMpna/vBFWnQapdmDghgAQIRoVT4pYm2AAvMPZHxjIv+fkcxmKSkANl0yucpkkkIWFCqYJK2DUwYN9OAXDMrxl9GaRky60WKkF4r0FJ8X5QkjSQAF8SXuBdgFh5g544tnirV6aU2pQqcQSKbGkPCVqKpXXRZ28R0EJJOpBBIV3/wBPpRIZHq5fNODqc1RmKFZpOoqGGpZtu9wRvbAM+P8AMJDKc1SptTqgBqmlPyqhDpKkAwKyQRb3/im2A88AziANl6jCnpbVRdrFQwmnPwskRTa1pM4Cq9pnOHc0KnibvavgVZ1glzDGTYhBebR4fLAY/wCfqRgEmSXNtgLbD0GApeAWAWA0t7F/aU1PMnJMfy89JpeSZgIf/mprpPXWlICJbAan7XsxnMnRmrqUn4Wmm15KsNQnTa1owER7BOcSrxQ1s2NVU0mfL94RFNiVBc6o/wCmGiwILA9MB9HedOdk94sOq01BEFwV712kAABdIXUTMGAdUYBrX7QWp0WWkfHUNnBDd2GO5GoKIW5IIglvCMABuK9mVXiGYWi5NQMASy+EUaYs8tqKsxsNRUgVGCqHmwT3PXsy5I5UU8xllpUQppoVbSaLqCe8RyAWaqSG1aRrcGbYDJfZ7xSvw7iDZHM1TUVgGoVCYFamTElWIiokaYBmdomMBrvJc5U6mXNOsymlcqUdqdVT8UaQzXjTcGREkBRIVjM8fWgClMsZBvXpU9TKR4UB0kKREkpcnQW7ticAIuPLlSxqhdDOSwVaz02c3HjdCwUz5eLz2wFC452gFBoQ03pOw00gzKtCoTBKpcFahHiGne8mbBG1+ZxUXucwfEVMd2J2mV0rdgpAIBggRYRgID/H0dEUy6OlSgylmaCxHdMAZIhgGH6WkdScBS8xzK6APcaluSSSCQwfSDsr/p3VowFQ4xn2qNL7CdIjzAn7xfACntHqyFjbV/TAUXALALAdctmWUgqSGBBDKSCpBBBBGxBEg9DBEEYD6GZXt9/x/gYTMsDxjhCH8QSBT/EUm1CjWpKGLNqVB+ICBUStrJWmlSguAluWeT/wOTGbTw5h6mikf006QBax31kCfORgCJyX2w181lTURGIonVmEVi5o6vdqD4u7bSQGiFIIJsCQguZPaQWnK6iFN48W4mdj98B77J/bTp5Z6latUC6kNNFd4KiQbDV5gRqBgdAb4B3zf7ev4qaf4lWQsGKqVCt5BBEAJ8x1M3wGUO2bnZs1U/GUqkNlnWmgvJnxErfZTY73wBk7KfaHd6U1GGtQFdWsNt4AG/pJPUYAhZLtSy4kgSWknUCw1G5K9Jn4jJwEVzBzZQZXOhSWB8RMk/K9tPQRvvOACfFOYu7mI8YOo6VnR/A0WYHrvgKTU4my1Zp1GJ1WYnxEESLg9diYBOAnULGszGdKnU5mATCQyx8Wre298BA8Xz2t9GwSYXeNyZwDOtw9ywVQxYkAKo3mNvvvgBh2mVKYARSGZKjaiu20WPznAD/ALALALAWTkHnJ8pXp1qZI0nTUAAOui/hr0yG8LCrSLIQY33BggPoN2qcWnLUFW1OkhIAIcEmQfPqLx++5AG8O5gq0dNbL1KlGvSogK9JijSIJ8SwYYkyuxi4OAonMHNeZzD/5iqzs8lnhVdibyxAEyxJO2+ApGb4IAx6z9cBxp012O8TsPvgLHl+A1GoFxJpoZsDA6bC09Sem28jAe+EcTak6st439R1/48sARE5yfSDSaxHU7Ebg9cBH5ztAc2NhYel9/r/TAMM1xqpU9422n5bYDnwnIhqjMTamRJNwANvXfpgJvJcyC82EmPnO/wAsAzyCanNQ76t/od4GAs+ezxpZavmUgMlJgjCPeeUUAwZhmBv5emAy1xfKvpDmysxAB62kn+nzwEPgFgFgFgP1RgPopxjjWRGSyuYzmYOiu9Cmwo0x4TXoiqK1QkqFpNJAIplQQRfAVjm3kfKUQ+oZhUQae8Ap1FYP46LqAVGhgbNJBG0xYAbxDh1AEsKywZA1AqR/uB2++Ar1cLHhKsTtG43jzPT6YBcK4EXYKglnm52XzJ2+nngDXT4nQp0BlVcBCJqnTLkkbWOwJMDYYANcZygRiFNh6RI6W/ngGNHjTCSNjGpYtPmD0+2A71+NGNp1bf388BI0M+wMkCLW+3pa87YCwxoFQRc6Wf5sBpH3JOAb5SftMHATuSvc7KPo3p5/2cBx7SuZE/DU8sthXqCo4H/66WrSsW3dpFrwMAE+dGOlR8KsQsiDHSTsTG/UeuAqGAWAWAWA9UmvgNZdg+cGe4dWy9U6qmUTR4nOo0lLVMuZP6VNSggBgU6aKAoCgAy5g5BzirTGXr1mypAJpvU+Deoi6pEwCqWK6itgBgB9zBwt6bVE7qqaTsTS78AuovEmmSCY2j7dMBBtyVUasgSjWYtOqmFcMLHaASbXIGwE2gjAXLhXZbxjVNLKZruwAwJpsZ1NpQg3JBawuZuItgL0/JnHcvRnN8NcUCdyqhiWUNqfQWqICG8JcAEyLYAW8z6g5Dq6W92osFRaADN/Q4Blw6lKRa8/36fPAcq+UEKP4gN56r/94C0cPyY1At7uoH9ySMBcsxkqfdl9UmuEJHUEMw/YRgKyGAaBJiBf1AM/fAdOIcYpqLkwgJP8R6KPlacAN+IccdqhL/FsP0joB9Nz0OAbc6gdxT8zUY/SMBRsAsAsAsAsAevYq4dr4mAwLUxRqd4q2LIz0UgfJ3Vj6AnpgNHdqXJ+YyrvTA1U5LqIK6A4Ed35BgCGU9fpIVTlDIcQoOlcUKlvdLaTbpaZFrA9PMYAycZ9pTjVTUy5dadVmZ6lYUqaVPEQ1TTUPj0u4mARYsLhiMAO+NdpfEE097mGKMysKSMdAZfc1wyiELHSoYadwZJOAYcS5tr1V012hZBgPb5jpebwCfMkmcALO1PgtJgpomSoBsdVvmAY+WAonD3MADbf+frgGG+kepOAs+RcdbQZkX6YCUznE4VR+gW28ul/4sBVeN8aAPS33wFez2dL+JtvLaDuD8489vLAN2zAF2v5A/FgGHNPDnFNalQ3doC+SgTboJPT6mTgKrgFgFgFgFgCr7NPNlPL59DVZkSulShrR2p927rNFm0kSvfoisGMKDrglFGA+i+X50oVqXccQlqtu6raVYMQqqsn3hPvNJnrN7gIe0TOGnXpFDUWkwK1FU2QxKsu+pWIsdicAKObedawPgql1sQG9Nw3kfl6YAeZjmCvclrE7SSAPIgdPI/XAftLjZYadUjzYyVt067i2AmeW6akNMVCo6EJCx+5HQTgK/zaaKkNSaS06kjYgdD/AMYCF4SSRqiBsPt0+uAcpmjF/vgOOb4s3S/kIj0v9PXAV/MKSbkecYD9rVAqXv5+ZPpgOfDcrqOpxYQYJgR0/wCcAw5u4yakBVC06ZgQIkkb/wA4wFawCwCwCwCwH6GwG6eynm78XlaNUVNVRFWlmAxUulZRpLFVi2YCiorab6iJJRiQjec+L5g0jpbUKVwp8TFFMOF1baG6LGkR54AN81NW1W0iVVgIixAN73PmcBDhDF4g+W/qMA64dypVqRoEA/ExiPOD8umAl+Mct08v8bS0Fm2VtpCGfvInyBwFR41oY+Hz36mdy2A/OGrUA0wdJPrb1tOAdcRygpkqzqdrg+e1t8BHU7SP+CcBHZlok7RvP0j74CKoS5kgwNsA7zuaPuCY6x1MGIt52jAT/aByC2WylBqsCrVqMSvVRpJUMOlun164AaYBYBYBYBYBYAj9iHa8/Ds0tbQa2Xbw5jLFtC5hIYC99NSkW10njwuNN1eorhqjnjmHh+bQZvglanFVVFbI1nV81R75X/EKqwrgUzTdSfzU06WVnRgzAy515KBSlmQytlqi92pqLBoOJ1UawI1JpgqGPhOqmy7wAo/G+UzlTceFhKgw+lSx0nUCVYFQGVgb3sIOAhc9zHTAkE6oiwifRgMBSeJ16lWBDlCbfESfv/PAdsjyw2qW0EKLh5Jn5KViPKfvgHuezRVQocSuwUKgj5rgK1VebkCfSf39cBxrZn7bYCCrsXMDYfMfPAd0rKLDYfvgC/2Wdn+nTmcyo1WajTYQFi61qouSQSIB3F9xgGntI5tmo0ixLHvmuZHwbAG/y9IGAz/gFgFgFgFgFgP1WwHulmGBBUkMpBBFiCNiCLgg7HcYC2ZDte4milBmqrU2gaaxGYCwS35ffB+7OpiSaekkm5OAOHC+0GsclTPEtVYkk0UpUwCtBtLKXqe4C0lhTW+nRqBLGAotbnzJ6rZaoSTA1sjbbbAD5zOAlv8A1BT031UyfhAt/wC0g9dsBA8T4xNgZHoIwEN+Im39cB5G1/U4CMzDaj1g7RgPOZGkaRc/e/8Aew6n0wBQ7P8AsrCFa2dALGDToH4Nir1hbxQZWmwtYtuIApVUZi0mfIb22P8Au6RsF2GAGvtH0Iy2Xnc1Wm8n3LT/APWAzzgFgFgFgFgFgFgFgFgLNytzRUVlRizUZP5ZbwgkXKBpCsYEkQWtJMCAufFOAj3lQrtuwJ+wwHnM8Oa298B+1OXevywDLMIq77j1n+5wEbUrFjHTAONIVdRtMgfSZM/SwjAE/sq7P1pqM1XWazn/AC9N9ki5qsDaTPhBnecBfaWXJu123BN4+vUzMk3JnASfCcmu9UnSTcgkHcb2mOgHrgBz7VeepHLZZac+Gq02hfcsB6gb4DMuAWAWAWAWAWAWAWAWA90XIMjcXGAPXDuO5J6SlKoLCNVMgh1EfpvZTZiCVmILAjAdMvxLLvbvFtYEk7dBtbAS9TgMKW3WJmNx0kbCOnmMAM+aMu3rHQXkef3wHjKcLB0qLMfl6f0wF15S5O76qRpmjloJ/S7G1OmTtLMpLD9MgxrEgXc1RJImyJ4BquD5kC152MdRgJyhwZY1EWEQDa3r5T1PW2AZ1s8qkAeI3PWJP93wAe9p7P1Go0dagAVWIO+6Cw9P64DOuAWAWAWAWAWAWAWAWAQOAmeBcyNR1aAh1gKxZZMAzCkEMJO4BAMDeBgCH2dZHLZquoSnUFVRq0Fg6vH6SAjG5mNNpA8UFiBP4/xlaVFpUqXGkqXkapAtMRbacAKs1zHrkASoAv1F+sWPpGAs/I/ACys0GW8CsZEWlyCR0SR6NG2AOHLPBFp0wiCFAVmJv4m1XP6mCgR6nATI4eqXaJWPDZzeLAHcnzi3rgI7jvFpgEk+SL18tRA/rbywEemYdoCxTncUxrawG+AE3tQUAKNCGYnvWnX/ALBtgM54BYBYBYBYBYBYBYBYBYBYCX5Y489GotRNxYxMlTvEEXG4/iAmRIIWHjvaS1VYbUxPxMRq/a37YCP4LzQizrRiCIhSPrM+eAJeQ7e8rTphKeXqAKsAlkNywZz/ANxGAtmU9rLKLtla3mJenExEkR0UADywDPNe1PlyZ7iuCTc60n5A7D7YBvX9p7LxC5aqD08aifmbk4BsvtJUIhqFWJmEZUB/3QZP1OAo3al2m0s2iLSotT0OXJcqSZULFvLAf//Z" width="213" /&gt; &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kelas tampak riuh ramai seperti biasanya, jam istirahat selalu membuat anak-anak tertarik untuk bermain sepakbola di halaman sekolah dan kejar-kejaran satu sama lain. Meski hari sedang terang dan panas seperti ini mereka seakan menghiraukannya. Bahkan kerikil yang sejak tadi terkena sinar matari pun mereka injak-injak dengan kaki telanjang tanpa ragu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesekali saya amati mereka dari ruang kelas yang berada di atas mereka. Senang rasanya melihat mereka tertawa lepas, apalagi jika salah satu dari mereka beraksi konyol setelah mencetak gol yang sangat tidak berkesan. Saya juga ikut tertawa lepas melihat tingkah mereka, tapi kesenangan mereka lalu dibuyarkan oleh seorang tua yang biasa mengangkuti sampah di sekitar sekolah lewat di tengah lapangan seketika itu pula mereka berhenti tertawa dan membuka jalan untuknya. Inilah yang membuatku suka terhadap mereka, tidak ada seorang jompo pun yang dijadikan mereka &lt;i&gt;guyonan&lt;/i&gt;. Mereka menghormati setiap orang tua, sebab bagi mereka orang tua adalah orang yang lebih lama hidup, maka pasti lebih pandai dari mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lalu secara tidak sadar saya seperti mengingat tapi melihat seorang tua yang sedang koma yang juga belum pernah saya temui sebelumnya. Dia layaknya orang tua pada umumnya. Rambutnya telah putih merata, begitu juga kulitnya yang keriput hanya di hiasi dengan bercak-bercak hitam tahi lalat yang terhitung banyak. Tubuhnya lelah, banyak disampingnya mesin-mesin kedokteran yang saya tidak tau namanya juga nama orang tua itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari sekitar, jelas ini bukan rumah sakit, tetapi seorang perawat wanita menggenggam semacam balon yang dihubungkan ke hidung pak tua itu dan ke tabung oksigen disampingnya. Sesekali dadanya mengembang saat perawat menekan balonnya dan mengempis setelahnya. Saat itu juga saya tau pak tua itu sudah tidak bisa bernafas sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Entah karena apa, saya mendengar suara orang tua. Awalnya saya kaget mendengarnya, sebab semua perawat adalah wanita. Juga terlihat olehku tidak ada seorang yang menghiraukannya, lalu kulihat lagi wajah pak tua itu untuk memastikan. Ternyata wajahnya masih tenang dan tidak berubah sejak awal saya melihatnya. Lalu saya coba untuk memotong ucapannya dengan pertanyaan, ”siapa itu? Siapa?”. Tapi percuma saja, suara itu seakan juga tidak mendengarku. Lalu aku dengarkan saja ucapan orang tua itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Ampuni saya Tuhan, ampuni saya. Saya pikir dengan kerja keras saya sendiri saya akan bisa mengajari anak-anak saya mandiri dan dapat membuktikan bahwa dengan ketekunan bekerja seperti ini saya bisa sukses. Saya menyesal menjadi kaya seperti ini Tuhan,” suaranya putus-putus karena isaknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Suaranya hampir seperti menggema dalam ruangan ini tapi tetap saja, sepeti hanya saya saja yang mendengarnya. Tidak lama setelahnya saya dikagetkan dengan suara ribut diluar, terdengar seperti pertengkaran dan tangis seorang wanita dari salah satunya. Perawat yang sejak tadi terlihat mengantuk pun juga ikut terperanjat karena mendengarnya. Saya yang merasa asing ditempat itu segera mencari tempat untuk sembunyi yang bisa untuk melihat kejadian selanjutnya. Karena bingung saya tidak menyadari, suara orang tua itu juga ikut diam mengetahui suara ribut tadi mendekat. Setelah kudapati tempat sembunyi dibalik kelambu jendela yang cukup panjang, saya tidak mendengar pintu ruangan ini terbuka, tetapi suara ribut tadi tak kunjung menjauh malah rasanya mereka ada di depan ruangan ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Jangan bertengkar terus, kasian bapak kalau mendengar kalian seperti ini,” sekali terdengar agak jelas suara perempuan yang menangis diluar melerai mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Dia sudah sekarat!” bentak seorang laki-laki, ”menghabiskan uang saja jika bapak terus seperti ini, tidak bakal dia akan hidup kembali, dimana-mana sudah tidak sanggup merawat dia,” ucapnya keras.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Begitu kasar kau dengan bapak, aku telah jual mahar kawinku untuk bantu kau. Apa hartamu habis separoh karena bapak, ha?” balas lelaki satunya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Ini hasil keringatku sendiri, dia punya hasil keringatnya”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesekali masih terdengar tangisan perempuan tadi tanpa melerai.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Siapa ajari kau bicara semacam itu?”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Bapakmu”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Kau akui bapak pun sudah tidak mau, lalu kau tuduh bapak bicara semacam itu?” balasnya geram&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Dia pernah berkata, hasil kerja kerasku akan aku nikmati sendiri nantinya,” jawabnya sinis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Dangkal sekali otakmu”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Kau tidak salah bicara, ingat kau dulu kalau punya ibu dan adik?” dia menahan amarah hingga menangis ”Sudah terlalu manis hidupmu dan Ersa dengan uangnya.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Samar-samar juga terdengar suara tangis orang tua itu ditahan dan akhirnya lepas juga sedannya. Ya Tuhan, ucapnya sambil terisak, ”tolong sudahi siksa seperti ini,” sejenak dia berhenti, ”tolonglah nak jangan melanjutkan kebodohan ayahmu,” ucapnya mantap, ”kalau saja kalian tidak ada yang kaya,  tidaklah wajib kalian membiayai bapak.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
”Ya Tuhan izinkan saya berbicara dengan anak saya saat ini.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tidak terdengar olehku jawaban dari permohonan pak tua itu lantas dia tetap melanjutkan saja. ”Nak, menjadi kaya bukanlah sukses, kaya hanyalah jalan menuju sukses yang sejati.” Saya mencoba mendekat karena tertarik dengan ucapannya. ”Segiat apapun kalian mencari kebahagiaan disini, kalian tidak akan menemukannya. Kebahagiaan disini fana, tidaklah panjang umurnya, begitu juga kita.
&lt;/div&gt;
</description><link>https://adam-abdullah.blogspot.com/2016/01/nasihat-ghaib.html</link><author>noreply@blogger.com (adam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8304562050631720026.post-713908169464117553</guid><pubDate>Thu, 14 Jan 2016 03:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-16T21:29:38.264+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Essai</category><title>Wakil</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" height="212" src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBxQTEhQUEhQVFBQVFxcUFRUVFxQVGBgVFBUWFxcYFxcYHCggGBolHBQUITEhJSkrLi4uFx8zODMsNygtLiwBCgoKBQUFDgUFDisZExkrKysrKysrKysrKysrKysrKysrKysrKysrKysrKysrKysrKysrKysrKysrKysrKysrK//AABEIALcBEwMBIgACEQEDEQH/xAAcAAABBQEBAQAAAAAAAAAAAAACAAEDBAYFBwj/xAA7EAABAwIEAwYEBQMEAgMAAAABAAIRAyEEEjFBBVFxImGBkbHwBhOhwTJCUtHhI3LxB2KCwjOSFUOy/8QAFAEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAP/EABQRAQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAD/2gAMAwEAAhEDEQA/ANpKbMmCYsQO5yq1nKw5qrPCAQkSnARBqCu8qWmLIXsUlNBG9Q5irFQIaDRnaDufOL+gQZP/AFP4eR8iuy7qQE/8Z/dZvEcTFWkDvC9F4xVD8zXXBXlfGuGuw7iW3pE/+pP/AFQc+sVVcVM906KAlATXI5lRBPKAnFRKUlAWoAzI2VYQuaghB1MPiN9F1qNfS45z6LL3Cu0MTGvcg2eFxEBpG2oXcw2KBHevP6PENO6x8eS7GC4gSL/sg1fzxMD+UqtXbeYCzv8A8gZi3VdPg4Lzm/K3Tvcg71JymzKqxSSgeo5VHlTOKgcgjJTFyTkyBw5MSihMgaUkSSDXBFCctRAII3Ku9ituCruKAGtTkJwEeVBXc1RlWHhQlqCIlZjgXEjieI1yD/TwtFzGCdalRwaX9YDx4rocf4wylTqZSC4NIsbAmwHVYT/TfF5a+I5ua0+Tnfug2eNr9orn4iHAgidj0VjEOkqq9BkOMcDcyX0gXU9S3Us/dvouKF6QzmFzOJ/DDKsuokU6mpH5Hdf0nv0QYpOVLisM6m8sqNLHjUH1HMd6hJQOnbKGUbUD5wNUwqtOxR/J3OisYXBuqODabSSbAASSghFIHT6qanw2q4S2lUeNJY1zr9QF6L8L/wCngs7Env8AlNP/AO3fYL1nhOEbSY1jGhjWizW2AQfOOA+FMbVI+Xha7urC0eboU1TgmIo1DSqZWPaYcC6Q0kA7TsQvp9hleD/E2JZUxmIcZE1XQ4GbN7AMcuygh4f8LtADqlX5k7Ms0+OpWgpsAADQABYAbLMUMdUoHmw7bHvadl3+H8Qp1PwmD+k2KC4AiATuCcBBE8KAhWXhQEIIXoQiehQEEgEKdqCTKkiCdBr8qctUrQnIQVXhRZVbqMss7xT4lwuHkVKrc36W9p30QdYBSQvOeJ/6l6jD0v8AlUP/AFCx/FvivE15D6rsv6W9keQQevcV+IsLR/HVbmH5W9s/TRYDjXxpVrkspf0qZ5HtEd526LFCfE6q1RQdHGYr+ll56qr8J18mJ/uaR9ZUWIfZVMK/LUa4bFB6Y50qNyq4XEZgCrIKAmBXsMFSYr2D1QScR4JTxLMtQafhcPxNPMHl3Lzbj/AquFflqCWk9ioPwu7jyd3L0/E8apUJzmXASWtGYi2/JUOI/EwqsLDh2OYYBa85oB3LRsg8qyqzg8K+octNpce778loB8O0nPzZnBpcQWsgtbAmCSc0Lr8NoOpACkWG0wKcNMH9QNj1lBU4R8HOdBrOj/a3Xz2XoPAeCMpCKbA3v38SqXC+NUg7JXb8siO1+Jl9JOrfFbnh+GBAc0hwNwRBB6HdA+Awy69NsBBQpQrDWoKHH+JDDYatWP5GHKObzZo8yF4MKTiBudbQZnu15r0L/WTiVqGGafxE1n/2s7LB5knwXnRFvYQMKpbI05giR5FP853MDo0A+CP5x3M9xh3ql82PytH/ABCBM4xVp2DiQf1drwuuhg/idxs9gJ2y2k8lysYC9sE97bAQVzGONtj90G4ocfovF3Fh/wBw+4Vxjw67SCO4ysHW2ds7pZ24RYStlOpaDuLQdjbvQbd4QALM0+MVmmHOzR+q/wBRddHDccBBzNg75TNucFB1E4KrUMdTdo4eNvVWIlA2dOhLUkGo4p8S4XDz82q2f0M7bvIaeKyHFf8AVCJGHo/86p/6j7leYvrE+9VC5yDvcW+KsTiJ+ZWfl/S05G+TVw3PQOTNQO4pmCfD1QuKnY2BCBAKZqjARCUCqmyhZrCKoU1HVBqeB17RyXfp3WS4S+HkLUtrNa0ucYA1KC00Rc2AuSbADmTss3xn4nLpp4ZwYLh1X8x7mDYd+vRc7jfFqlc5RLKY/Lu7vd+y5jbahB3eFNHy2luYHtdo3BcdXOPOZ1XSoMEE6AhpztuXeAGn7rl8GcPl6xDtDoZmAORJ9F3cEwk37Ly0iYJY2DyJHPSyCenSuJt27ZZMz+uBznyuVeo4ewDoZIeBTbBDgORgGY2HNTYXDa5RB7DnOIJa7YxfWB4SNV0MPQ2YLZ3ioXl0i1y2RBvHdyQRYfC9mXH5TAGSYlzbxDiJBGg8SmxfGTw6s12HaflFzhWoOIykg/8AkpCTkm5n6XXSbVbQp52w55YzLXcRD2F1xmbqd9IuvOPiI1aji4kkd+/eYsg+g+AcYo4ukKtB0tOo3a79LhsV02hfMfwr8TV8BXFSmSWm1SmdHt+x719AYf4npVsE/F0XS1tNziN2ua09l3Iyg8Z+OeJmvxCvUB7LHfKZf8tO3rKq064I/CL/AN37rnYMSS9175j/ALnGTHqrIeZk+P8AHRBYFRv6PIu+6IVG7N83FL5R7r8yAl8ofqb5z9kAGr+lrRytJ+q5WOpw7Ns6+m67BY0fmN/0t18Sq+KpgtIAIOoJN7dwQUMKZDm87t/uH7iVFulTcWkEdx8Qpa8ZjFgbjob/AHQFUu0Hcdk94/KfUIaVWCCPfcnw5BMbOGXz0PnCiNvC3kgtVRBBGhuPuPAyreExrhZriDq3lPIhUqTpaRy7Q/7fuhYUHZHGqm4ZPRJURldckA79UkGNcdkmpIj/ACgBI+/siaLpiUCptvPJSgJ2MgQiIQDCTjCIqEuvfRABRt2KFw2TsKDs8Npkvkabn7d5XbxuDc8Aus0aN2Hee9VfhmiXVJ2AEdea1GLpWQYythYXMxLYNlpMa26zuMMFB0+BT8s6E5jANr236StFwposAYBLgWnV86xO2/ms7wggURImS6w/Fe0DrHctFw4OMOa1zwHul2UHIACDlA1O3ig7tGiCztM7GQf0coLgWnbKTO1ui72Dw4DmuqOiHn5YGYTLCcr9nGzu4dQsphOO4ZlQU3Vw1+VzfmVW5S0yCGkEXB7iB2VqxXY+m5uFqNe6o5jajw45RmGUOYD2TfKIGk3ugrvw5r/1HDKxpDGUxEB0HPJFngeSVb4fDxZaqvw1rKGRggMMeN5PUkk+KpYCpeCg86458HEAkCFj6OMr4d1SjTeWtrD5dRuzm8yOfevd+NNGQ6aLwjitTNinxtZBepaAflFh+/ipVHRMDuKnba+50QIw22vM8iUXRV4R0apHLkD3oJ4lP8rnA6mITOJO/wBfe6Cf5/lBQxlGHGLg3Bg+V1C8dlp5Sw+o9forFbEscYac0akadAVGxshw7sw/4+ygrt6q1XgkH9Qnx0P1VN9irbHSzvaZH9rrH6geaA6DoIPLXexsZ8ERZBI3B1QUdVaq7HmPqLfsgrFgSUwKSDItbJhI3RtFj5fumQMNOtlE+plIMSFOW6BCWIHpYlrt/spJVF2HnRWKdLKNZ9EBuM+9lGnBTkIGCUJijBQbX4Hg5hvE/ZaTGCyyHwNWy1suzg5v0kei2GPOqDK8TbBKzWNubXJ0Wn4odVT4PgwSXuEzIbyEak+cILHC8IWta384E2gFw5SdpgT3Lf8Aw5gWkN+ZdjwKbmQHCXXdmIuBEiTbTmspgKMncZSJMCXAXJtoD9lvvh+kW0nFuWm17S7OOzUNQwfwkROUXm9kHlXxpw/PinugBogEC4G1jFxZbb4IqhrQywfROamHZWsc94EDMRMnS27lQ4lgic9QC7iSGzGYOIOZwIkGZ81X4HiCyqwiHNF4Iky09kNG9wYm9kHreD4iys1zYy1GwX0zq2R9RI1XFxbcr1O3Dl+SozOHPOfOS0Gm2M2Rw3ZILYvEqPir5Ad6Gfrugpcdx8UXdD6LxLDAuqOdzcT9V6F8W4/LScO6PNYLhjCPXzQdSkOqdzr28uSRjQf5Qh3NAxGke+aCo6em33KKqYEb79FHP+UBvxDmgQ3MdNYA6qs6k58Z3ZuTRZo8N/FWAYE+439UmDfZAqtPQ8wDa19D6KOlZwJ2N+mhup3NlneHEeDh/BUDmhBXr0wCRyMeSPCXMbHs+en1R4kaHXMAfK32CjpWMjqgsUm6R4q6W9noY/8AYfwoC2Ces+d1ZY6Q7pPkQf3QQliSNJBjyNPeqTB+/kmdukHa+SBpSaNUDXgyjBQOE+tuSZzUkAwnHLnp1T9N/VMgZJnJIoUHZ+Hq+Sq136XA+Rv9Fv8AilSJXmuCqXHPQrZYvGTSaebRPUWPog4/E6+qt4QAMY0wQQC0EE9q7iTtrBHRcDHVpMczHmVoWnUS4A/mkW07I32QdjhDC51spqCGuJDgIJBcB4X6wvQsBRDqXYb80u/q03O7VJrm9jsuA7JguNu9YDg1UhwdDpbP9MFvbmw7jpbRenYeAGtLg2TmosZLHE02lzmkzDgeVggzXG8G3J2TeCRWytcMrnyabXb6C3QrIMEPBcCwyCSDANyGtLt9RbovQeMYYubAYMsM/oAM/pEkkuc6YIkgwP0mJlZFmF/MJqs1FpcSH3ILiBAj6INhwSoSwD+m3EOESWuINJj/AMJNj+F3PUnUKPirmhhNOBTEtaA0sylhyuEQLSLQIRcNpuDDTmp2801A5oNKQIA3jlrEmVD8S1CaLnnM35bsgBIIeDAzwOkX70HmHxbip7M6lc/CjKB9E2NqfMq8w2T48lI339EEpSm0nT7oSfL3dC9/lsgFz09IT03QNb5qvWc6mZ/E068x+4QWnm/L3onpHw71E2qHXBmd1IbR3oJi/wAAoHEpMJR1X2A5XPXkgjfdo/2u35HT0TUhefBHSbII3j0KNgugsxYGNvSyloG4EayPMQo2js7a+oTsJEdUAFiSeqCCeqSDHAp3C31SKdwv0QUycru46q2oa7E+FfNjqPRBYaPfegCNM731QMHc9E2VIhPr4eiAJQuROTBBNhHQQtFUqf0o5adD7KzVHVd916U+CDjNM1Wf3D6GVoGEW0gwWCDrcyeX+VnqH/lbvEmOcArQgk2k3m8jsmwgckHX4bVIcDbOMoe6HaC8D/2kcpW94L8QUxRIzZKbmuc57c/zMxMZmggx5crLzii821BBMXHaEb8xc9Fbo13DtDNMNGSRa/lPrCD0zE8Vp2zHV7QwsnNUhn/3Q3udY2t4Li16uZ09j5xZYgVCwNzfv4yuJhsQQfzEEkmSIZbTpIFtir+GNskviGkVMwkmees+FwUHewrqZbUjJ8qanzwWuucom24iJsZVP4qe0YasXZJyOdQic2VoY4jrlHlbZTYWuRL4f2M8U25e3pBjeYtcRN1x/j7HmnharSXE1uwAQIphwAy20Gp3uUHmuEM3PNXmA6BVsKICuNsJ393QRvO3mo6g5KQoD6IGaYv5fugJTvcm1QVjhnBwdTMCe0OY7lOXInO5aIQ3c7IDzwLan77qWpTA03gqFrd/cKZxkDxHl/lA1GJ972Ri2wtZRM7lZcLn7oDYLG3LbvTO00+qKnv0P1QnS8ygOu0lxMm8eiSmYAQOgSQYlqSTUmoEW2Kpu7JlXjooKtOUEzXAi2hRCyqYWpBynQ6K2R/KAXN2KHQoiJEeXRMgTgg6KQe+qBwQIFd/h0upub3Ss83X1Xc4HVh0eqDl05+cI17+q7dKMs2yHUQdS7fxXOr0IxJAm1x0XYoaTBmAC2RaTr19UEoNxMZu0WmDa2/fp1VrDG9oDxlDiWmCPHx6SqmgiTBmXZhbuHLeOUK5S1AMiD2Tm/FA3HLVB1MO9oaXAAMh5e3IcxJ7t9D1kFdGnlEBwbklgY0NNiLjppI0hcvCuOsEvDQCzMIu7fadYPcuxhjBkSQ4nN2hDIHLYSNNtUFyjV/sNcNcWzmADXO37oDZ71ivjjGh9UU2EGHFz4JPb0i+mmi1WIqFrC3M8QGxV7BJvcdbXto5ecYqsa1dzuboHQWQWsOLdyme6/0996cC3vVCRzQDEnv5IXe9ronGOvoOSA6SekoIiYTk296Iu8qGJKAmpy6TAuNPFDUfsNTvyCVEQRogJp0Uw/D0I+qga1TUtDpp6f5QOwdPf2UpOnT36KKfdlJNhpugkoHteB9CgBRUX9oW3UcoL1F3ZED1STYar2Rb696SDF7J0KJqAihASRSgp16atYermHfukWqtOR07GxQWgk/nzTkpgUDJFshKPNPO6CJyu8Nqw4Ko4KXDGCg73EMPNZlT9bIEjRzf4IVhjeUB0tDrG4jbztyUuDcKlLLcEaEaidT1UlRp7xBMCR2gBy5FBRMRIjIRplMyTuNfBW6ZvBgntZDExA3PP1URmZgzYFsiB7nxUjBtJykE5sw56A+iDqYUzoRn7IcS03Gsd++9iunQxDcpcIDO2Xy10k77TsZteVy8PJIFxBkXHaAG/ncd0qyaxDc8OzQB8sFu515SL+AKCn8U40MpFpyhvZFJokXA08Nll+GNi+59FY+JsRLg2SQTPQCLCNv5SwTbe/JBaTiIk6epRMZJt7CB7p0005II3991GB5e9UZdqmcPA79eSACZ09/yhNr/AE705F1G4ye7T+UCLNDzmfNJqMi2m/qEP7IDOp77qSlr3QZ280J26Sipi/vdA09xRg28fsoxrvy8kbR2ehH3QHRddvVBmTUjcdU0oLuHHZH7nmkhw5blGp19UkGROyJqjKIaIDARIAU8oCUdSmCFIPfvxSagr4V8dk+CmKjxNLcai48E9J+Yd/JAfvwShIJ/ugYjbySZqmckDN99/wB0Gl4DV0C6T2TyzhpLTlMAEx7us/wd8OC1LTmlpkCWw4EAncju/wAoOc9t5ESDDrG8D7c01NrYEgZDlgZTqTMn3ZWMSHEzBkT2ZADhNvS3JNBBkSZIm4ta5+xHegnYbwYzgOcwwbDSetxMa3QYjEaxlzjKHmDpEwOepjqoySAWS6I/HImST4yqHFMQcp1blJ3HaEW8DP0QcVzg+qS3ST5k3K7FBtrdP5XH4drO5Xfo04bO50/dA77CN9/2UD9VISgLPL3ogAmPshKIvUbnx9kCI280AUtPUe9kDSgTdD4FNlhFTNj0Kbx3QEW2b4hO0Rz9wmLra7+N0gUCeLnqU7DZ0Ttv1Sqan7oWGx8PVAVM3HVC5yVMiR4oCbbIL1F3ZCSgboOiSDMFOCnSQOCjJSSQOd0bSkkgYiVTqtLDmGm6SSCzrok331SSQM9Mwx90kkHS4cYcPotbhe1EgGbtkaEAie7VJJAokkSPmNDQ4wdD2rX67quS27hlDe0X2MyLT9L80kkEOIDRAIGXshgg66/YQuDxmtoHRmvpOhPf4JJIJOG0oEnQXK6DXb++iSSAvYUdQxb3KSSCF3M7KMnfmJ/hJJBJTNx16bpObBPUj3CSSB6X7/dCdE6SBT2T4H1Qwkkgep+yjLrHwSSQDTqXCZrrJJILDqh9PRJJJB//2Q==" width="320" /&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;”Fasilitas mewah harus terpenuhi untuk menunjang kinerja para wakil rakyat termasuk mobil, rumah dan pelayanan,” kata seorang sakit jiwa&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Orang berfikir sesuatu yang mewah pastilah nyaman. Padahal rasa nyaman dapat membuat seseorang abai pada kewajibannya. Namun, jika tujuan segala fasilitas itu untuk menunjang kinerja pemerintah, maka pertanyaannya: kinerja macam apa yang perlu ditunjang?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kalau hanya masalah tepat waktu, di Jakarta seseorang lebih baik memakai sepeda motor karena tidak butuh banyak ruang di jalan raya. Sedang mobil, semewah apapun masih membutuhkan dua kali luas ruang yang dibutuhkan. Dan lagi-lagi soal fasilitas membuat saya bertanya: bagaimana bekerja dengan baik bila para dewan sering terlambat ngantor dan bahkan sering bolos? Kepentingan siapa yang mereka perjuangkan: individu dan golongan atau kepentingan rakyat?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai pribadi,  kepentingan individu adalah lumrah. Tapi dalam konteks wakil rakyat, sikap mementingkan diri sendiri sangat merugikan rakyat selaku orang yang diwakili. Sebab, wakil rakyat adalah pengayom rakyat dan penyelenggara kepentingan bersama. Artinya kesalahan seorang wakil rakyat bukan hanya dia pribadi yang menanggung, tapi seluruh rakyat.  Banyak orang beranggapan bahwa “keinginan” adalah salah sesuatu yang wajib dipenuhi. Padahal, seorang wakil rakyat yang benar-benar teguh dengan keinginannya dapat menjadi seorang yang ambisius. Sedang seorang yang ambisius akan mengupayakan keinginannya dengan segala cara.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seharusnya, seorang wakil rakyat adalah orang yang mampu mengesampingkan kepentingan pribadi. Karena pada hakikatnya seorang wakil rakyat adalah pelayan bagi rakyat. Dan pelayan itu seharusnya bekerja untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Selain itu, wakil rakyat yang baik harus ikut menanggung beban hidup rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebenarnya wakil rakyat yang bisa berlaku layaknya pelayan, akan mendapat apresiasi rakyatnya. Tetapi sekarang, seakan wakil rakyat harus dipenuhi kebutuhan dan keinginannya tanpa harus memberikan pelayanan yang layak kepada rakyatnya. Bahkan tren saat ini, yang paling diutamakan adalah kebutuhan pribadi seorang wakil rakyat dan golongannya saja ketimbang kebutuhan rakyat. Sedangkan di lain pihak, untuk kebutuhan makan sehari-hari, banyak rakyatnya kerepotan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Wakil rakyat layaknya sopir angkutan umum dan anggotanya adalah penumpang. Wakil rakyat mengantarkan ke tujuan yang diinginkan penumpang tetapi tetap pada jalur yang telah ditetapkan. Meski dia pemegang otoritas tertinggi tetapi tidak sah hukumnya menentukan tujuan tanpa persetujuan dari keseluruhan penumpang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Wakil rakyat yang baik tidak mencalonkan tetapi dicalonkan. Dengan begitu, setidaknya dalam memilih antar calon wakil rakyat ada hubungan emosional antar calon wakil rakyat dan rakyatnya. Sehingga sedikit banyak terdapat beberapa orang yang mengenal betul pimpinannya. Dengan begitu, akan dapat diketahui  mana yang paling layak menjadi wakil rakyat. Juga memilih seorang yang sudah benar-benar tercukupi segala kebutuhannya hingga tak ada keinginan untuk menambah kekayaannya lagi. Lalu, jika sewaktu-waktu terdapat kesalahan padanya dia akan mudah dibenarkan karena dia telah mendapat kepercayaan penuh sebelumnya. Selain itu,  sebaiknya seorang wakil rakyat pernah merasakan kesengsaraan karena sewajarnya jika dia sudah pernah merasakan susahnya hidup sengsara maka dia tidak akan memberikan kesengsaraan pada orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebaliknya, jika calon wakil rakyat mencalonkan dirinya sendiri bukankah itu mengindikasikan bahwa dia telah yakin dirinya pantas memimpin. Sedangkan orang yang merasa dirinya pantas hanyalah orang yang sulit untuk berkembang. Maka dia tidak pantas memimpin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Sistem yang Salah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mungkin sebab kesalahan kecil dari sistem yang berlaku di Indonesia saat ini, menjadikan wakil rakyat kita selalu tidak bisa melakukan  sesuatu yang maksimal. Karena, dalam sebuah pemilu, kita tidak benar-benar memilih calon wakil rakyat. Melainkan, semua calon wakil rakyat kita, adalah pilihan dari partainya masing-masing. Sedangkan partai yang boleh mengikuti pilpres hanya partai yang telah menduduki 25 persen kursi DPR. Dalam artian, kita dipilihkan calon yang akan kita pilih.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
  &lt;o:RelyOnVML/&gt;
  &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;
   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;
   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0cm;
 mso-para-margin-right:151.2pt;
 mso-para-margin-bottom:48.0pt;
 mso-para-margin-left:0cm;
 text-align:justify;
 text-indent:36.0pt;
 line-height:150%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-ansi-language:EN-US;
 mso-fareast-language:EN-US;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kenyataannya&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;, partai hanya
menjadi sarana pengumpulan massa dan pembaharuan bendera selain merah putih.
Padahal, Indonesia sudah memiliki ideologinya, bendera, rakyatnya sendiri. Lalu
mengapa harus perlu mendirikan partai-partai yang juga memiliki ideologinya,
benderanya, massanya? Bukankah sama saja kita merelakan berdiri negara dalam
negara kita?&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0cm -2.25pt 0.0001pt 0cm; text-indent: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://adam-abdullah.blogspot.com/2016/01/wakil.html</link><author>noreply@blogger.com (adam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8304562050631720026.post-2479904941980892540</guid><pubDate>Tue, 03 Feb 2015 03:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-03T10:09:49.213+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Essai</category><title>Iblis</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;img class="irc_mi" src="http://fc08.deviantart.net/fs24/f/2008/014/1/4/Puppet_Not_by_JustinvZ.jpg" height="320" style="margin-top: 0px;" width="240" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Banyak orang berkata bahwa Iblis adalah sosok yang paling “buruk” di alam semesta. Jika ada seorang manusia yang berbuat dosa, dia pasti yang pertama disalahkan. Padahal, tanpa digoda pun manusia akan mengikuti jalannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Mungkin pendapat mereka tentang Iblis cukup berasalan. Berangkat dari sesat pikir bila iblis adalah makhluk durhaka yang ditugaskan menggoda manusia, sehingga iblis serta-merta dituduh sebagai aktor utama segala keburukan duniawi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Selain itu, Iblis juga digambarkan sebagai makhluk yang sikap sombongnya kelewat batas. Iblis memang buruk dalam penampilan, tapi dia mampu menyamar sebagai seorang atau sesuatu yang menarik sesukanya. Tapi, apakah masuk akal jika hanya karena itu Iblis pantas menjadi makhluk paling buruk?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Manusia juga punya andil tersendiri untuk melakukan kesalahan tanpa godaan iblis sekalipun. Maka apologi paling ampuh untuk mentolelir kesalahan manusia adalah dengan meng-kambing-hitamkan Iblis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Alkisah, Iblis dan malaikat adalah penghuni sorga. Mereka berdua diciptakan dari sesuatu yang sama: cahaya. Hanya saja cahaya si Iblis membakar sedangkan cahaya malaikat tidak. Tapi, ketentraman tersebut tidak bertahan lama, hingga Allah menciptakan seorang makhluk dari sesuatu yang remeh: tanah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Saat itu terjadi banyak perdebatan antara malaikat dan Allah saat proses penciptaan manusia. Sebab, malaikat khawatir bila, selain punya sifat baik, manusia juga punya segudang sifat buruk. Tetapi karena malaikat termasuk makhluk yang penurut, dia pun diam setelah Allah berkata, ”Aku tau apa yang kalian tidak tau.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Lalu datanglah perintah dari Allah kepada penghuni surga untuk bersujud kepada manusia sebagai masterpiece ciptaan-Nya. Dalam momen seperti ini, hanya Iblis makhluk yang menolak untuk bersujud. Iblis merasa dirinya lebih baik dari manusia. Sebab dia diciptakan dari api sedang manusia dari tanah. Meski dia mempunyai alasan, tetapi dia telah durhaka dengan perintah yang seharusnya wajib ia laksanakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bahkan, ada yang beranggapan bahwa sebenarnya iblis menolak bersujud karena mentauhidkan-Nya. Karena bersujud kepada selain Allah adalah haram hukumnya. Tetapi jika dilihat dari konteksnya terasa tidak mungkin jika Allah memerintahkan melakukan sesuatu yang dilarang karena Dia Yang Maha Benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Akibat pelanggaran tersebut, Iblis menerima hukuman dilaknat oleh Allah. Karena hal itu, mungkin tidak dimungkinkan baginya mendapat ampunan. Tapi, sejak saat itu Iblis meminta dipanjangkan umurnya dan ingin mengabdikan dirinya sebagai penggoda manusia sampai hari akhir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dalam segi keimanan pun dia tidak kalah meskipun dengan seorang nabi. Bagaimana tidak, tugas Iblis adalah menggoda manusia dan dia sukses dalam hal itu. Lagipula, dia masih iman atau percaya kepada Allah, dia sadar bahwa hanya dengan Kun-Nya dia akan hancur seketika. Sedangkan Nabi Musa, dia akan mampu beriman sepenuhnya jika sudah melihat Dzat-Nya. Meskipun beliau hanya melihat sebagian dari Dzat-Nya beliau pingsan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bahkan dalam sumber lain mengisahkan bahwa dahulu Iblis merupakan makhluk yang paling dikasihi oleh Allah. Sedang nama Iblis sendiri baru diperoleh setelah dia membangkang perintah-Nya. Bahkan, malaikat yang diciptakan untuk taat pun kagum kepadanya karena seluruh do’a Iblis dikabulkan. Dan sebab ketaatannya pula dia pernah diangkat menjadi pemimpin para malaikat. Karena anugerah yang begitu melimpah dia mulai lupa diri dan sombong.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Saya percaya bila apa yang terjadi di surga merupakan skenario keakraban Allah pada setiap makhluk. Ada yang bertugas meluruskan jalannya manusia dan ada yang menggoda manusia. Hal ini merupakan bahasa Allah dalam menciptakan sebuah keseimbangan dalam kehidupan manusia. Dan dengan kesetiaan iblis menggoda manusia sampai akhir jaman dan kerelaan Iblis untuk menjadi tokoh antagonis dapat menunjukkan bila Iblis pun taat pada hukum Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dari segi keimanan, ketaatan dan catatan historis, Iblis merupakan makhluk yang “lebih” dari kebanyakan manusia. Tetapi, manusia yang ditugaskan untuk menjadi pemimpin, malah merusak dan menindas satu sama lain. Kekhawatiran malaikat dan iblis dulu saat proses penciptaan cukup beralasan karena dia tau kalau manusia mempunyai potensi untuk melakukan hal itu. Hanya saja, Iblis teguh akan pendiriannya untuk tidak percaya pada sifat Ilmu-Nya Allah. Artinya dalam konteks dan situasi tertentu, Iblis masih lebih baik dari manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Maka pertanyaannya kemudian adalah: siapa yang lebih “Iblis” dari Iblis?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://adam-abdullah.blogspot.com/2015/02/iblis.html</link><author>noreply@blogger.com (adam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8304562050631720026.post-7977765931064154295</guid><pubDate>Thu, 15 Jan 2015 04:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-16T21:15:21.646+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Resensi Buku</category><title>Resensi Buku "Jalan Raya Pos, Jalan Daendels"</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" height="320" src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBxQSEhUUExQVFRQXGBQXFxcYFxwVGBQVFBcWFhcXFBgaHCggGRolGxgUITEhJSkrLi4uFx8zODMsNygtLiwBCgoKDg0OGxAQGzAkHyUsNC8sLCwsNCwsLC8sNSwtLCwsLCwsNCwsLC8sLCwsLywsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLP/AABEIARYAtQMBIgACEQEDEQH/xAAcAAAABwEBAAAAAAAAAAAAAAAAAQIDBAUGBwj/xAA/EAACAQIEAwYDBgUDBAIDAAABAhEAAwQSITEFQVEGEyJhcZEygaEUFUJSsdEHI2LB8DNy4UOCkvEksnOiwv/EABoBAAIDAQEAAAAAAAAAAAAAAAACAQMEBQb/xAAyEQACAgECBQAJAwQDAAAAAAAAAQIRAxIhBBMxQVEFImFxgZGhwfAj0eEVQrHxFENS/9oADAMBAAIRAxEAPwDGsup9aUoq8ucAEnx8/wAv/NGOAj85/wDH/muRzYeT1NFFFHFXg4EPzn2pX3Gv5z7Cp5sSChijir5eBL+Y+wpX3Ev52+lHNiBn8tGRV+OBL+ZvpR/cSfmb6ftRzYgZ8ikkVom4En5m+n7UX3En5m+n7VHNiFGeiiitF9xp+Z/p+1F9x2+r+4/ap5sQoz0UAK0P3Jb6t7j9qP7kt9X9x+1HNiRRnaOK0B4Lb6t7/wDFH9zW/wCr3/4o5sQoz0UVaL7nt/1e/wDxQ+5rfRvf/ijmxCjOUZFaH7nt/wBXvShwe35+9HNiFGdIpMVpTwe30b/yovue30b/AMqlZYkmdFCtIOD2uh96FHNiFFi+5ouVHe3NENqwoYKjopoxTEEjB21ZwrMVBMSBmidtJGlXNzgC981hLpN1RIDJlVzlDZQ2YkGD05VR4X41/wBy/qK12PuJYx9y+7r4dVQSXZjbCgHSANZmauxxi1uu/wBDNmlJSqL7P57GYXBXIkW3+Sk6e1MxWkwCXb2GTIfF9oZviiBkDGJMmNTA1qs4iwv4lu7EB3AXSN4Ex5nX51E8aSTXcaGVttPsV7IRuCNAfkdQaF7DspGZWWdsylZHUTV52ltSLNwKVBUpBER3RIX3Ur7U7jrPe4WyBq9s20/7b6gr/wDtpRyt2vALNtF+evs/GZ58M4UMVYKdmIIU+hiDSjgLuXP3bZYmY5fm9PPatRiLS3rmBXQ2yHUdCttyB7hR71QDHt9p72fF3k/KYy+kaR0qZY1H8937kQyyl0X5bX2IuHwNxxmS27L1Clh8yBTg4bdzZe6uZoBy5TMHnETGhq+vYRU+321IVQbUTMAF5jQHrFMcEUrjbSZswVSAdxDWmfwnpLGKblJNJ/m9C89tNrsr+if3KO/griCWRgNpI0npPWg2BuKneFGCGIaNDPQ86suyxzXu5PwXVdWHLRSwPqCN6VwOL1u5hmaJ/mWydQjIPF8is+1RGCl8f8jSySjd9q+RVYjBugBZSA208x1HUedN3LJESIkAjzBnX00qRiHN26Ao0OVEHRdFUevXzJq27Q281q04iEL2NCD4UOa3OU75ZqNFptdieY04p9zOGjHyomFHNVlwIoD50DRgVKAMNQoqFTRIq9uaSNqVe3NJWq0AKKjoqCUScFlzrnbKoIJMFttdhVh2jxNu7fa7bYkPBgqVKwoX57VVWrZYhQNSQB5kmBVzxW2jWrb2yCEJtMQCJ3ZGMjcy9OrcGiqVLIn8PYKwvEEt2ECue9S73sZTHwhcs0q5fsd69xXZQwcquQ+F3UjrsCSfamcHhUuW0AAF6WKydLgB+A9D09qjvYDXmWAqhmn+lFJJ+gptUqXQrUY2+ve/z87j9jE2zhjadiG7zOsLIGmUgmeY/SpCcWS2bmQlle0iCVyxcthQjbnmCagcTsBLvhjI2V05jK2sa7gGR8qmYzDW4u3LQGVfCynU23zhQVn8JE+ntUpyXwIkoPrdP+BF7iaKmG7tm7ywWOqwrZmzROblqPOmjfsd73vijNn7rLrmmcueYyzz3jlRcPIKXfAhKW8wJWTmNxBJnyJEVHwQVrhd1Atr42GuWJ0XSTBJA9KNTdE6Ur67fff7kyxxNGTEd6z575U+FAQuVs3NhPSOVPcLv2rVy26reYKGJPdiXZlKgDxQFA8zzqp4lhe7usvIHwnqp1U/MRVhwy67WcTqxi3bA38IFxIA6aCmjJ3T7f7FnBabXR/fYaw+LSxnNvO10qVDMoTuw2hIAYy0acomm+CYtLVwu+b4WUBQD8alZJJG00eB/mNcZvG4tkoDrmYFRJH4iFzGPKk41R3VpiArsXkREoMuVivqWHnFRb6rsNS3i+/X88COHXrdu4WYuQA2SAJzEEKxBbloY8qewWNtixdtOHOdlZSAIUrOup5gxT/G7GWYSBFomLYQLNtSYcbyxOn7aPDDA4dSEBfuSYyAMYukd4GGpIUARzBmmUWm14FcotJvvX7meNGDREedGBVBpD+VAUKAqUAKFGKFMAq8NTSFGlPXtzTaiqkSJmhFHQqQF2brKZUlT1Bg0sYl4Kh2ynUiTBPmOdNCjio3DYX3zEAZjA2EnT06UBdYSQxE76nWd560mKFAbC2vsYlm8Pw6nwx06U21xpJJJnfXf160ZFEBRQbBrcImCRO8GJ9etNq5AIkwdxO/rS4osppkmQ2gnZjqST6maCOdgSB6xRhD50YtnoammRaGhI2o2adTv50soeh9qBtnpU6WRqQ2xPU+9AMfOli2eh9q0nYWypxBLjUKSkjnIk+sTTwxuUkivJljCLkZu5YYbqR6gj9aKK7FicRaHhuMmv4WI1nTY1z3tVwcWLoNv4HkgflI3HpqIq3LwzgrW5nwcasj0tUZ8tQBFOd23T6UBZP5T7VSoS8GvXHyIAoU4LR6H2NCp0S8Brj5N4cIk/Au/wCUUoYNI+FfYUTPqfWnbOo3rtOKPPKb8jL4ZPyr7Cmjh1/KPYVONo8qS1nQ6iahJINTK5rKjUge1Nlh+UewqxNj/JqNfw8HTWrIuPgrkpeSKzKBqBRhweVK7obxSilO3ERKTAqilAHlQVaetp0qqUjRGAURRmnSnpSe7M1XaGojXUphlqx7vkaL7MOdPFruLLV2Kl2jeo7CauruEFRjYA5VojOJnlCT6lOVM0aWjVp3FLWwKs5hS8e5R8RuCzae658KKzMdzAE+9ZzsbxXE8QF1hct2hbKlLRQsCHkeJpkfDuOfKp38Wr/dYBlmDde3b+uc/RTXNeC8SuWDNp2SVg5TGYDWKqya8iag6fYeEIxfrI7bh8MTMiGBhhvB0O/MQQQehFShharuE443MZdIUizdt2XtNyJVFzQeZhln/bWjKUmHPKUE5daLXhjexUPYoVY3LdCtKyFbxEwW96etW6Kf1pxXrna7NekWBTbwaHe/+qaa7MRRZFDiqDtNRr4gk+lPFvOoeKu+RNOlZD2I2ckexpvOQNT6UHaREgCkI8aU6iRqJCAxrT1ltabRppxR0qictzRGLokq+u1PLNQDd5U+Lh0/z3qERJEoikMtMXsVBiP2pi7fkU6K2PX3I5TTAuyOVK+0U04B15yPpTWkFNhzRBtdxSAx6ep8qlWIMU3MEeM5l/E3DX8WyWxrYVzGVZdrqqQ2pMECY2GvOs5i+w+Itf6YuXFGQHwqDmdA+XLJJMECuh8XweMS+LlsI1i2XuDWCVbMxVhuTLMPQCiwHFL6WmdpzXIhoALEKFUIgJJBA0OszXLnxWfHK2dKHC4px2SfxMLwj7TgMuKW0txELBlllZQSVbMNQNQfnFdd7Ncat42wL1qYOhB3Vhup9xWA4RhsVduXbKorrqLgZlm2bzFgXEyD8ZjU7aCuq4TDrbUKoAAAEAAD2Fa8ObLNPmL3Moz4oQl6jEm3Qp7LQq7Uymhnn86XOlImgW0rKmWtBZaQ7UqaTTKQtDLTTGIuQNpqQ1R7prTjdlGREUGdxr+lKCg86auGgsjetGi0UxnTJttfangKiLej/JpYvjzn0rNLE7Niyqh9j60SsRsP1NGhqSLQil0UQ52R2cU01ot5dKmm1/m1IxGIVFLOQFEanYSQo+pFLZGxGQEaNSRc8UVVYrtng1vNZa/bW4GywxgHw5vi28vWOtTuH8Ws3lm269CsjMGG4I3mqpS3LIq1aJIkEk/MDpUK72gsKxGdjG4CMQI8wIqTiAcrbCQda5Ri+MhlIUNJ0BMaVRlyzi0oo38JwsMyk5vodD4v2jP2e864bENbyN48mVAGEAkk7a1guIcUAwNjJmGIuZ1uOGbMttDsktFvMInLEwa7Vwy+nEMApaCt60VcdGIKuPk01wHi2Be1cazckvZJTboZ0G0GSfQjSrcqqnYnDJTcklTXb6Fl2B7Q/Y7l05M6XAgPiCkFS2oJ0b4jXSMH24wrfEXtn+tT9CsiPOuWYPhwZAzPlkwBE/m8/Ie56VYcAv2wjK5XU6Btto3rNPipRtx7djox4DBNb3fsOxYDHW7y5rbq6zEqZ16HofKhVH2MWLbZAAkiI2J1zf2oVsw5tcFJo42fEseRxXRF4WpBpwjejy6UtWJYwDRU4y02wplEi0NOKhYhtKXiL0GIamrryK2YY0Zc0rITXKS94j+9FdNMua3Uc/U0yVaxE9OfM1JV1/wnpNVo+Wm2gp60NIj6CqpQL45C4w766AaaHWanowqms3I+m0VNGI1EdD+oj+9ZpwNEZomPeHWsZ/ES/eNh7aZDbuqF+LIyaHNnkEOhECJBnrOkHtH2tuox+y2hdQfG8ka/0CNY61jMR2hN7xEkk/m/D5AcvWsGXK/+vc6ODhk3+q69nkzF3g91CPgbKR4QRKgHSdJ6e9JxwNwF5h1brBliCfrJHrV6mMRQZjn89zvudz71VFVuXBuoYqJI033poTk3chcuOEFUH17Ens72txWHYqbrujKylLjFxtGZJ1UinsQYVT0I9jVTjsODaJG6y089TH9vrTuDxZeyAdwVH1qcsLqSH4DPo1Y336fA7L/BrjcG5hGO83bfroLij6N/5Un+MXZ+GTFoNDCXf9w+Bj6/DPktc44Rj2sXkuoYdGDL8uR8iND616HsXLXEcHMTbvJBHMToR5MD9RSw9eLh3XQv4lcjMs66Pr+fU8+piWC5JOXp77e/6dKbwRmfU1N43wt8JeuWbnxIdD+ZT8LD1FQOHHT5msjVJnfwyi5xce6bOv8A8OtcJ6XHH6H+9Cof8PL+XDPp/wBVv/qlCunw8W8UfceZ9INLiZ+810VXccxzWVTJBLPGXckFW1UDXQ5anl9TWO7X44d4pUnNbIG/wk5TGm2hX61RN0jLJ7Grw2KDoGQhhqOmoMH0gg1neJ8bvJdyZEWWGrsCCgmSI1ExpPnVlbxfeYZWtOEZlDZio3nxyBpvM+tYvinaA3DlYBsrTnCw0AmI122960QSKZSNqbqssgETyYFToY1B1qvxNyha4kLlsOYWeRO3r6ef0pf2YtWvHSVmbI3LoQyZpLbVYfYqg8Qt5QPGFjWDGoG9Xc1FHLY1J6f570+twjl9f+arrdwwZb4XK+zQNt5qTyknT6UKSkDTiSvtUbyTyHOo+K4iURyQQTMGMwgCdOW078waTYZYlYIPPr86Z4jaLpAbLzJmJAB0kT16GkyxuOw+OdS3Od4Y3bT+NFZgCFY6xmWIUzEEU0nCGuXVVZs94WBY+Jc6qzgDKCZKg+1aKx3YQksS4BGQiVIkAGecUxj+J3WRWU5nsul1dACMhA0jeQWX0I+XNWFRlZ0nxLlDSzO3sEcK38+02adDvMQdJ15ilW0Z7gZhkBEIOk8z5mtL20ZbmGVg0jw3LY0BVbkyschsR/6rP3lPdI861TmVPbubuErJH3FXirLI7K2zae5H7fWqe3dyZlOsMcsafWtbx2zmtq46VkbwVskaBifQEKo/WatwT1wM3HYOTlpdHujRcNuFrYaTzHnz3rpX8Ke0ncXvs11v5V0yhOyXY2nlmH1A61zLsfj7Nt2t4lMyMYzBoNt10kdQ1dVs9jMKyi4rQNGB73bnOg0rJlnPHk2i37joQz4cvDKGR7/fyaL+KvAEvYY4gELcsgmTpmt81PnzHnpzrjPDDKzEAkn5VvO23bUXrP2G0e82F66NVKrqEBI1YkCTWQsW9lHkP2ozzi+i3Zs9D4sijqk/VV1+eDoHYtsuGHm7n9B/ahSuG2jbtqn5dPXQE/UmhXd4fG1iijzHHcSp8ROSezf+i6+/LTMVDgEHnpWH7Solu66oTpkLCIynff8AENtfOmsdxUuAZAyk7DYGBAHKTNMcbxme4W2kLprqAdOetcqpdAWTUty3w3EQuFSWLjMVKgAZRJZRIEySs86qxjhauBkAMHbkSJX5wCfLUVBsYoqogaGSRJhp0EjbQjQ+dMpq24GsztoN60uCezKnKzoHDeKK90rlXKAMrCInnkEDQAkbTC61fJBE6VzHD2WyfBMjQg6iCARtzEiJrQJxolYzZtNZGoykdR4iBm9YFUzyuHRbewmMi5u4+cynwycqjSTpqTm0jzpHEMOQigkTl0zEawNQxnTlqPpWcu48zJg7+UDeBppy8zVnf4+7LACwAAZBZw2gmPn+tTjyv+4LXciWcaoLK4Ib4gw8UEwGEzzYMRrHiqXdwyMmbUg7SAQNQIga6HlyqpvcbLPqvjth5IIUtDZyBpoNNtaabineDxIqqAAIJMITBjXVt9fOrY5NNrx9xZJE3hxytcB8OskclO2nlt7GpuIcBSfI/PSqnDYhc9wgQuhHKYbT6R/k0t8UAFJ53B//AAdem7e1WQ4nbSxXiv1kUWKQTlHU7nSes+lMYdW3UkHUaT0iNOsx86dxhOZhsczCJO5J3/zkKTbcr12jpoZ36yOdVp2th2Vv/Qu2iZNvbqE3TL5eLX/bTWCObDsDqRSuOkqouBYgZG38akDU9YMEetDhC5kYDY7Vk4nZHV9Gu20Tkt58MB0rG4rD5SVI5kr5Hf8Az0rd8JXwFTyrMdocJ/MB6GqOFyVklE3+ksOvBHIuqM5sDOkOB7ya6P2O4fi+JE2LTm0iKBdua6A7LHNjHtWBuwwYRzG3Xl/euy/wf47h8Ph3ts47wvLg6HMSqLvusR6BHNb513ODCTVkTiPAvsSvhr4Q5bZu2b6jLmAMFWnnMCPTrpnuD3rD96bxuQoBXJE6MJJnntHzrqfEuzi8RvG9ezd3kyW12CqCTnjfMSZ8tOlc44vwY4W9dsk5s1q7lYfiAUt4hybT6Vgnh0tyXf6HewcZzMXKbrb5/m3vL5e1GH/Mw3/AevlNHWIAkBtpGvqKOtsfSMoqqRjn6Fi3epl7aVWcDNpMsOShjEDzH7Uxjr4chv6UnTQEKoMfOfenMUzO2YkA6iIEwSIEc4I0WmFwV65vbuSTv3ba5iTMAaD96SMrna6HL0OKphIkp6PEDoRIE/JqnYTIzAXcwRSZygZlEQND5j5TzpvC8PuEMDbYKLqSSDAgOPEekkAnzq74L2ev94LwRbiycyI4a5bBJ1KNvzEa7EHWRVqT+ojRNs8EDA3HD27ZXMLYIzImUSczA7DXUagnprXtgVuf6N+AZgXvCfhAMOBHlr5H003aHE3GtsuHt3HZgbTL3TWxZtiZzZ+ZB22j01wN1GQ/zLLIQYiCkxuNRvt9KrkpeB6QvE8LxCQWtuoJADfhJ2GVtjp58qO3cHd+euYb+HTXrvNXPDuIn7M4ckW1IgZtMx2A0mJC78zPUVFx9uySCYJUqbigQ13OTmKsusZSp8R5+5q1LfYh4/BQJcIZYMGZnkuuhOmvOjuZcxIgifl8hV3juCWXJ+y3SSIIS4QC3M5WIA0E6Hz1NU10eGSpDhpJzRmB2EfI61YpRe/wF0sSW36np/c04mJ8WYnUMCfPnr0oWbKODPhhTJEancEiNRuDG2lR7eGnQsBsZg6A6an51TKN2MpUO4lyzFhO8nzLdOuk+9EcxWSpCxoYn5E7xAqRdRAhDkl4JAGmUj1AMROnlTNojIQeQ08pJjnHMe9NGTSVFcnuNYpla2xOUnLEa6QoGs/Ft8qo+DYoYZwl4Hu3+F+nrVtiVti20Mc8AAb6tIOu0AfUipuG4clywLdwSDz5qeoPI1RxeWMVUujOt6NwTm3OHVdP2YWHAW74TKsNDTHaDCgGeoqPY4ZewrqARdtTpBhh8jp9af7RXneAqEHlmIA+hNYor9ROLteTrSy/pOM4tPx+3kxl3C5WMcvEfLkvz5/Ktd/DHhQxGNmNFAk+tUdzClFIOpOrHqf2rqn8DcAMly5H4oHyrqqWpUcLJi0et9DqzIEtwNABXn3j/FTd4o0HwjvEHztuv967f2x4j3GEuvzykD1OlebeF3c2Ktued63P/cwB+hqM2+3sDhk7smWj/LT0/sKFP2rXhC8wIP1H9qKsL6noJcRppexf4RoOK4aP5maVZXZQvihix8LsdoBE7bijs8TNzMFyjwj8JDHu11IAYkE6zrqY9KhYyYFvaIDAnZgJMjlrO2hpnB4dkhwSp1iOYOkyK6j0RqvieTuTN9w3tRh1wQUMEuPnLW1JIDMQAZMsGAAj+4irXsOii27qe8ushztoQpguqnWTMkltidK5TZwofQGTrMRJ/v1rW8MwmKtpNs72HzAA6IpUeGJDXCM8HUCSKXXvVE7nS7/EhbsG/d8EKdDOhOirG5O1c5/iAgvMlyxlZHtzowyzbPiEz8QDr4d6lYvhKm5YW9irl4XA7nvG+G2EJBUMSFYnTlselUvE+9h7SsrqxY5xbAa7JiCw01GmgGw6ChTTB9CDwxy2HNsTnLMwBAOZZs7BtPeluLjFnHhFsAZokMMuUL88rgcpA2qVg8XdxLJYVLNtlh0yyDlA1GaSD4YPlHlTuPuFlyXMTYHicmA57wu4uEMVXKYbptS6vILdFfjeB3GfwAHOGdACQcvxRqBLAMOdLwOLKpkvoRbUOZyEMzqSQCSN5ET689RrMM9y+uc4m3ltMH+Du8kKdTKgxlJ02/Ss3xzjrJeH2e73gMFmgqGeAsEGJEBffWq4ZLdDuNKxT4rC+GbSs/4yt1wpZoJ201EenOpmB4Vh/iNglYL6YpGgAa6HWrLii4axaV3DM7oB3C6EySxa6d4BLDMflWQxeNW86rh8OEKj4UzXHY9ZiSDK76CDS6rYzikiZxcYe9cVcJauZ+YjNmBmTBnXbnEUZ7PnKTeIsToAzjqCfiIO4mYO9bIYPB2DZW9atpeNos5A3YKucQsySc0CNYMVgu02Hi9cezm7nMxVvIhfCFJkBTIGm1MtT2XzFcY9WH2o4Ras2FK30dmK5Vt6qVUwSWAidtJmpfDsMMiHyFVV3h7uAr5R/wDHN9MviJ3Chis6sQd+oGm1TuA40PaWNxoa53pCMtKO36Kkkmkx7iFmdtxVVfwxZpber+9EE1mvt4ztJrHgcn07HRytVuROI4aQetdL/go0Ydl6M36muc43EKQY10pHCe3tzhiQiB2d8wkwAogNMayeVdbhXI5HHRSgdc/i6T9heCJ3+XMR6VwLC3Qrp1zofSGFdH4928s8WwLqim1iFUE22IbMQQT3Z0zaDTn5VzKwJkjUjX5itU+rMnDy2pG4w+Glrn+9v1NCpeHGr/72/Wf70K4c8j1M7uPFcUxGKxy3LjLHdjUJbthmUNtJAIMmeWnlyqw7O4Bmtl/tZRLUgoq+LbMdCIGpOsNsayCcQZZ0QzEkoCdCToeR1332ptsSxmTvv111OvU11+Y+iOEuBy3bo1OF447OSLjtJUr3miBrZDgDJ0IH4SDzA2Mq52qtsrtibV03GC627rJacoTlyDcLMkwTvIislax7KIGWNNxOg5a8qaGJYNmBgzMjTXyip5m5H/Ay+UaHCcaGdSluFEAJbDZmIM5mdmJJ0+tSr3F7pUqrN3YIAUrkcbQXg7wNxPyrJ275BkRpt5TT/wB43IIka6fCJjpMTG+nmaWU97Qf0/L5Xz/gs73Dyn+pIchmgggwNZDLO4NMXcZk0tFhMBZOsA84kHb+9QGxjGdtYnQD4YAA6DQbdKQl9htGvkNamM//AEH9PyeV+fAvMBxbLbuI5PjVlncuSdZ+uvmKrbdrOcoBzkgLOg8RAgnlqT71Fe+T09gKIYhgQZ1BBB6EGRTJw6jR4HIlVolHFEqPEZy5RzOVeh3HpU6zxL7NdS5ZGZkfMlwggspXKbbqdJidufWdKU326852A+lA32Jk7+g/ajXHrQz4PJVWi4fit67cztLu06AsGbNJ0gyIBOmnLfm+OMf6atBEDPK75tmjSdP1rPi+w2JHPTTWCJ9ifeh3zZcs+GZjzgD9APahTiuwn/ByeUWox3dt8WeFa38RSFQqykbT+If4KqGuNYctaJyTt/hM0TGY8tBS85IgnT/OdJkcZLoX8Pw2THO7JeJ7Rh7fRqfw3AhcXMCcxE+WtUzYZfyip1niFxBCuQNuW1ZZYWl+lsdKE001kV+Coe7kJBnQxrVZx45lU9D+o/4FX19A5JYSTqT1NNNhEIgqI6Vrg0mmzFlwymnFPYzvAQe+Q9NfbWrDAkqYPOasrWDtqZVFB6gU53C9BTyyplWLg5Qd2afC4jwz1yn3RDQqgF5tpPL6AD9AKFc18LbuzrRy6VQwxpQ2pJowK1lKFTTli0XYKIkkASQok9SdBTQqz4Hwy5fcm2ubu8tx4IkIGUEgc99hUpWRJ0rY3xDhF2ze7h1AuyoyBlYy8ZQcpIkyNPMU7e4HeTE/ZWULelVylgBmcBlGaY1kc9zWl7SWs3EsbiAHa1ZiWRc2W4baWljUCVYlt/8Apmp3FLBvYjhWLRXIudwrkrBzWLglmAmJWT6LT6UZ+c6XtX1qzCcQwTWLjWrkZ0MMAQ0EbiRpIp3F8Iu2rVq86xbvZu7M75Y3HLfSav8AjfZzEYjHYkpbYIb7DOQQD3lyBl08WhzaaAAk1YYgDFcOxKW1uzhr6XEV1gqmXujbUCfhUSRvtUKPUnnbL4X8TLYvs5ft9xmCZcRHdPnUo0xHiBgbjfrVfcw+VyhZZByls0rMxObp510Dgl0MbeAxYKI6YW7h2cEd3ftohKieTQQR1kbtXPr1ss5VQSSxAA1JJOgAFDSXQnHNttMtcX2UxFtrqkIXsqHuorhnRCAc0cxBB0neouB4Ldu2r15FBt2QC5JjQ/lHOBqfKuk9phmucSFhcmJKWTnkk4jDG2i3FtgkgMCCDlGsAb1UdkbYs3rWEupcBv4e8Lm2SMQM2ZhEyFS2szoZFO4qyqOeThff+LZjzwO59m+1TbNrOLZIYllc8mUDTTX5jqKXa7P3WxIwqG210mNG8CmJIZiNCOfnpvpWi7DW7ttsbh3UFRZdsrCV+02WU2YnSTqQOYUdKqOEZrNpsU63GLXLaqVYBsyv3rMZB3dEXbWWFLS2H1ytr5fHoUeLw7W3e22jIzIw/qUlT9RVxh+y91lsMHsxiMwsjOwLshhl1SAQdNSNamfxGwoXGNdX4LwS4PJioDqejAiSP6qsMZjmw+A4ZcVLbXLRxJl8x7pnuBkOVXAkjUZgdqKSbsHkbjFx7/s/uZpODXSLrNFtLJyXGeYVycoQBQSzTOgHKlN2fvC4ieE94neo4JKNaCli8xMAAyInSI2q4tY04nh161ObE/ahiGX8V1XXKzKPxEMdQNhU1uIMjcPtWLlsYjDWLxYsQUzuM/cO0gA5VIOuhIEjkUiHkn0/OnUyGLwGREuC5buI5ZQULSpTKSHDKCphgR1qHFbLtCLeLSwRh7WFxdy93bKCER0IEXWH4RnIEnfXU1leI4NrN17TxmtsyNBkSpgwelQ1Rbjnq69SOaMUVClLQzQoqFACWpSnSktRrSgg6ew4ef5ebNH4ZmOe2sUyK0XYEN9vwzAGO8AJExqraE+cbeVMlboibqLZRm285IbMTGWDJJ5Zd6O1ZuMSFV2I3ABJEaagbdK0vDcR3WNv4kuqm1fYKXJgs91sw2OvdLeHzFaHhuD7ntAQvwXBdurGzLdss/tmze1Mo38ymWar27Wc1uAgwZBGhBkEHoQdqWcO8quR8zQVGUywbYqNzPlUjhWF724ub/TzDvHMwFANx5I55Fc/KtP23fv8LhMYGUsA+HuMkgBrZLoBIB+HNyqErVjSnUlHyZH7FdLFBbuFxqVyMWA6lYkDUe9ItYdnOVFZm/KoLHTfQa10niLrjRevqQuJwf2u3djQ3cPkvJbYeYMA/PqKxHZI/wDzcL/+az/9xUuO6Fjlbi3XQr8TgbluO8tuk7Z0KyR0kUhMMxVmCEosZmCkquYwMx2EnTWt3aVWucaW5/pAXX11C3hdbuiP6pkedDsbbVrT4IugbE4e4+TxZu+ID2TOXLHdqrfFPi2qdG9C86ldeP3MVY4VedQyWbjrsGW2zLO0AgRNKXhd4l/5N2bfx/y2m3pPj08OmutangHdfddwYgutr7daz5AMwHdpO5Hz56aVG4Fxq7hr93ENLRaSA29ywb1lFBJ1MpoCfI1GlbE8yW9LoZxOHXSqstp8rHKrBTDN+VTEE76UrE8KvWgTcs3EAgEsjLE7SSNJrS9seG27IsNYYHD37l29Zj8KsuHBU9CGBHpHStBdCnjmNFz/AEe5bvp27v7Pa+L/ALstTo7C87uvDfyo59a4LiHVWWxdZG0VghKsegMQTRW+EXzny2bh7skXIQ/yyNw/5fnWq4ebH3VhvtOfu/tjzkjfuz8XPLvOXXpTXZ7vO44p32bvPs1otm+L+nN55Y3160aUTzXv7H96MrgLFxmm0pLLDTAIWCIJnQaxvziix1m4jsLoZbm7B5zSwzS066zPzq/7Nutm1dOKwz3MJeFrMynKyFWfu3XUHLOcToJETyMbtbhbaXLRs3Xu2blm29ouIdLZLKEbQbZTHlHSlrax1P16KOhQoClLgxRUKFBIgmjXakmlKaggFWXDOO4jDqVs3CisQxGVW8SiAwLA5THMRVaKANFg0nsyWeIXDb7osDbzZ4yrOc/iLRmJ5b1OHafFZ1ud940XIjBLYKp+VfBoP+etU4oTRbIcIvqi1XtFiQmQXAEhhlFu2FhxDaBI1G9M2eMXltdyr/ygwfIVQjOPxGV1Og1+VV80ZqbZGiPgmXOLXjce53hz3FZHYQM6uIYMAIMjemcHintOLltsrrqrAAkHqJG9MGhNBNInYvi966CLlxmBbORoAz/mYAAMfM0v77xHei93rd6BlD6BgsRAMdNPSq6aFTuRpj4LJeP4kAqLz5WYuRpBc/iIjU+dIbjF8m4Tdcm6ALhJk3ABADdRAHtUCjFRbDRHwPrjLgCAO0WyzIJ0QsQWKjlJANPYvjF+6CLl644aMwLE5o2zdY86gk0QoCkWVjjWIRQi3rioplVDEBT1A5HzorXGMQucreug3DLw58ZPN9fF86gTRii2GmPgnNxnEFixvXSxUKSXJlFJIUydVBJ021qJiMQ1xizsWYxqTJ00A9AOVN0IoslRS6Ao6KhNQMHRUdFQA21KFQr3EbY/FPprUd+MiPCpPqYp1jk+xRLicUerLWaAqgucUuHYgeg/eotzEM27E/OrFgfczy4+C6KzSXMSi7sB8/7VGucXtjaT6D96z9CnWCPczy4+b6JIuH43+VPc/tUd+L3DtlHy/c1X0dWLHFdiiXE5X3JD4+4fxn5afpSQ1xgzZmIXLJzHTMYUb7nX2NM1bcK40LCrFnM6s7hi8KWZMilkCycoJiGGpO002lFbySfVsq1LEEjMQurHU5QSAJ6akD50gXOh+tbvhPbINmtv3dlWCKzEXG7xc/wqiGBCsw8RadMxOpqpxGPXEIEvX7IZEYLca1cLMWYEqWQ5ZP5yumXehtIFGTTfj2mdF1hsx9zTiYtxs7e5P61ZWsLg+7Vnv3A/iDW0tliOSnO0KdTPop2NQuKWbKPFi6bqQNSrKQYEyCo5ztOg3opMG3F7MNOJ3B+KfUCnk4y3NVPpI/eq2gaV44vsPHiMi6SZd2+NLzVh7GpKcStn8QHrp+tZqjpXhiy6PG5F13Narg7EH01oyayIMbaVIt4+4uzH56/rVbwPsy+PpBf3I0xNCao7fGW/EoPppUq3xdDvmX5T+lI8Ul2NMeLxS7lnNCoyYy2dnX3j9aFV6X4L1kj5M1kpSrQoV0DzgCtFloUKABlostChQAMtDLQoUAAikxQoUABaMNyoqFACstDLQoUAGFoylChQAWShkoUKABlo8lChQAClIK0KFSgHVShQoVJB/9k=" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="208" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
Tema&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : Sejarah&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Judul&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : Jalan Raya Pos, Jalan Daendels&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
Penulis &amp;nbsp; : Pramoedya Ananta Toer&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
Penerbit : Lentera Dipantara&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
Tebal &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;: 147 Halaman + 2 lembar sampul&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;“Indonesia adalah negeri budak. Budak diantara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain.” –&lt;/i&gt;Pramoedya Ananta Toer&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Buku ini adalah sebuah kesaksian tentang genosida (kejahatan) kemanusiaan paling mengerikan dibalik pembangunan Jalan Raya Pos atau biasa dikenal Jalan Daendels. Jalan yang membentang kurang lebih 1000 km sepanjang pantai utara Jawa, dari Anyer sampai Panurukan. Inilah satu dari sekian kisah kerja paksa terbesar sepanjang sejarah di Hindia Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Buku ini juga bercerita banyak tentang sejarah tempat yang dilalui Jalan Raya Pos. Saat membaca buku ini seakan pembaca juga diajak mencari refrensi buku lain yang terkait dengan sejarah daerah yang dilalui Jalan Pos. – (bukan tentang Jalan Daendels). Karena penulis menjelaskan lebih banyak sejarah daerah-daerah pesisir utara Pulau Jawa yang dilewati Jalan Raya ini daripada menjelaskan Jalan Raya itu sendiri. Seperti pada sub-bab Blora-Rembang, penulis menyisipkan sedikit sejarah penyerangan pertama Demak-Bintoro kepada Portugis di Malaka. Tapi dengan begitu pembaca akan mendapatkan sedikit wawasan dan memudahkan untuk mencari refrensi sejarah lainnya. Maka judul Jalan Raya Pos, Jalan Daendels serasa kurang pas untuk buku ini, jika tidak hanya menguak sejarah ataupun cerita pembangunan jalan tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dalam buku, penerbit juga menyisipkan biografi singkat Herman Williem Daendels dan watak kerasnya. Dengan wataknya, Daendels menimbulkan banyak pemberontakan pribumi. Hal itu karena keikutsertaannya mengurus peraturan internal kerajaan/kesultanan serta kurangnya diplomasi dengan penguasa pribumi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Selain pemberontakan antara pihak Jendral Gubernur – kekuasaan tertinggi di Nusantara saat itu – pemberontakan juga terjadi di dalam kerajaan yang diawali dari hasutan pihak-pihak lain. Kejadian yang seperti ini jelas menimbulkan goncangan yang dapat meruntuhkan kerajaan-kerajaan kecil secara tidak langsung dan menjadikan pemerintahan Belanda menjadi penguasa mutlak di Nusantara. Sampai-sampai dalam penentuan raja pun Belanda yang menentukan, dengan kriteria tertentu pastinya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Di sistem politik era sekarang, kejadian semacam ini telah menjadi bumbu yang dipokokan. Seperti halnya dalam peralihan orde lama ke orde baru. Orang yang sebenarnya bapak revolusi telah dikambing-hitamkan karena dianggap menganut aliran kiri yang katanya, tidak sesuai dengan pancasila. Selanjutnya seorang mahapatih yang maju menjadi raja sebagai pahlawan yang membereskan krisis ekonomi. Tetapi pada akhirnya krisis ekonomi terselesaikan dengan tumbal rakyat sendiri dan berpindah menjadi krisis politik, budaya dan sosial yang juga berakibat pada krisis ekonomi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Maka wajib bagi warga Indonesia membaca asal-usul negara sendiri, setidaknya mengetahui jatidiri bangsa secara umum dan kesalahan dari masa-masa terdahulu yang masih terjadi sampai sekarang. Supaya kita tidak mudah dibohongi dengan iming-iming masyarakat yang sejahtera dengan bantuan uang. Karena jika sistem tidak dirubah maka sama dengan kita berjalan ditempat dan pancasila hanya akan menjadi mim&lt;/span&gt;pi.&lt;/div&gt;
</description><link>https://adam-abdullah.blogspot.com/2015/01/resensi-buku-jalan-raya-pos-jalan.html</link><author>noreply@blogger.com (adam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8304562050631720026.post-3974143806454229116</guid><pubDate>Mon, 15 Dec 2014 06:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-02T20:33:21.936+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan Perjalanan</category><title>Bersuluk</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;img class="irc_mi" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRgMaPbrye6NwnQoRxibreqsr9k4blNL97vtWKiIQsBgyslpJhd7vk3fLAyMPELT48BjHuTKegOvDyuiOjMo9Jm4crpt5oPkUchlbH9xuH2sO3rh_qwY1nlH7GF3yKRIrNaBv2z60RjsI/s1600/semar01.jpg" height="270" style="margin-top: 28px;" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Hidup adalah pilihan. Katanya, tapi apa kita diberi pilihan untuk dilahirkan dari rahim seorang ksatria atau paria, tidak bukan? Pastilah semua orang menginginkan kesejahteraan hidupnya maupun keluarganya. Bahkan ada banyak orang yang rela melakukan segala cara untuk mencapai kata sejahtera.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Jalan-jalan merupakan hal yang tidak asing lagi, bagi banyak orang jalan-jalan mungkin diartikan sebagai refresing. Tidak lagi untuk jalan-jalan kami sekarang, disini kami melakukan perjalanan untuk mengubah pola pandang kita terhadap orang lain supaya kami mengetahui permasalahan masyarakat terkini. Kota Surabaya tujuan kami. Bukan seluruh tempat hiburan disini tetapi hanya beberapa tempat yang telah ditentukan senior untuk pembelajaran kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kota ini memang cocok untuk orang magang seperti kami, apalagi yang sedang butuh banyak pengalaman terutama dibidang sosial. Untuk kejutan, kita hanya diberi satu tempat dan beberapa tugas yang harus kami lakukan disana (yang awalnya kutahu hanya satu). Diawal perjalanan setelah matahari sedikit condong ke barat, kami jalan kaki untuk mencapai jalur angkutan umum menuju pelabuhan Kamal. Jarak beberapa meter dari kampus, aku merasa disinggung oleh seorang pemulung dengan pakaian compang-camping. Mungkin karena orang ini telah mengetahui perannya, orang ini seakan tidak mempedulikan orang yang lewat disekitarnya dengan hanya fokus terhadap sampahnya. Meski dia tidak digaji oleh pemerintah dia mau mengumpulkan sampah yang dia butuhkan untuk kebutuhan hidupnya. Padahal perannya sangat fatal jika ditiadakan, jika seorang pemulung atau tukang sampah tidak lagi mau bekerja seperti itu. Bagaimana tidak, bayangkan saja jika semua orang sudah merasa tidak pantas untuk bersinggungan dengan sampah apa bakal jadinya pulau ini, mungkin akan tumbuh pula gunung-gunung baru atau mungkin bangsa yang dikenal dengan 70% wilayahnya lautan berkurang menjadi 60% sebab tumpukan sampah yang tak terurus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bukan hanya orang-orang disekitar kami yang tidak peduli dengan keberadaan pemulung itu kamipun demikian. Jika aku harus peduli aku juga tidak tau bagaimana cara aku peduli terhadap orang itu. Dengan terus melangkah kami terus menjauh dari orang itu, semakin jauh aku melihat pemandangan lagi. Berkumpul mahasiswa-mahasiswi dengan memakai jas almamater keorganisasiannya. Mereka pun juga seperti aku, bingung dengan pedulinya terhadap orang yang tidak jauh dari tempat mereka berkumpul tetapi dengan tanpa sedikitpun memandang bapak pemulung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Setelah dekat dengan mereka aku memperjelas pandangan dan pendengaran. Ternyata tidak lain hanya sekedar berkumpul dan mengobrol dengan teman masing-masing. Tidak jelas bagiku untuk apa perkumpulan mereka saat itu tetapi akupun juga tidak mau tau. Tidak jauh kemudian kami sampai pada jalur yang biasa dilewati angkutan umum. Lumayan lama kami menunggu akhirnya datang sebuah angkutan yang lumayan penuh. Karena kami terburu-buru tidak jadi masalah jika hanya duduk berdesakan sebentar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sampai di pelabuhan, kami segera menuju loket karcis untuk membeli 4 karcis dengan uang yang sudah kami kumpulkan kepada salah satu teman kami. Setelah semua karcis di tangan, kami langsung menuju ke kapal tanpa menunggu senior kami yang sedang berunding-mungkin untuk membeli karcis. Mengetahui kami yang berjalan tanpa pembimbing salah satu dari mereka segera menyusul kami. Lalu seorang pengemis kecil yang masih belum genap lima tahun umurnya-kiraku, meminta dengan agak memaksa dengan merengek dan mengikuti salah satu dari teman kami yang cewek. Karena temanku menolak untuk memberi, lalu anak itu berpindah ke teman kami yang lain hingga dia diberi uang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Aneh aku pikir jika anak sekecil itu sudah mendapat keharusan mencari uang untuk makanannya atau malah untuk keluarganya. Tambah keraguanku terhadap kata ‘hidup adalah pilihan’ jika melihat pemandangan seperti itu. Apa memang benar dia punya pilihan, kalaupun punya aku yakin dia lebih memilih hanya bermain dengan teman-temannya di pelabuhan daripada harus bekerja. Meski ada perasaan iba, tetapi aku tidak memberi dia sepeserpun uang sebuah dosa tersendiri bagiku. Sebenarnya ‘dosaku’ itu beralasan, jika dia dipekerjakan orang lain orang itu akan mempekerjakan anak kecil terus-menerus sebab merasa diuntungkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dengan yakin aku terus berjalan melewati anak kecil yang juga menjauhi kami setelah mendapatkan uang yang dimintanya. Sampai di kapal aku melihat beberapa orang yang kebanyakan telah pantas memiliki cucu tetapi mereka masih menghidupi dirinya sendiri. Lalu dimana semua orang yang telah berusia kerja? Jika yang bekerja hanya orang lanjut usia dan anak-anak. Mungkin mereka memiliki harga diri lebih tinggi dan menyerahkan pekerjaan semacam itu kepada orang tua. Entahlah!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kapal sudah meninggalkan dermaga meski matahari tambah melengseng ke barat, tanda hari telah menjelang maghrib.sampai di pulau Jawa, kami segera mencari bis jurusan TP (Tunjungan Plaza). Sembari menunggu di dalam bis, aku melihat beberapa anak-anak kecil bermain di terminal yang terdapat di pelabuhan, mereka tampak senang begitupun orang tuanya, meski barang dagangannya tidak terlihat laku banyak, apalagi di kanan-kirinya terdapat pesaing yang juga terlihat akrab meski bersaing dibidang perdagangan tapi tak pernah nampak olehku mereka berebut pelanggan. Agak aneh bukan? Di toko-toko komersil, mereka seakan berebut pelanggan dengan tetangganya sendiri malah terkesan menjatuhkan usaha pesaingnya. Tidak seperti pedagang toko kecil disini, mereka terlihat percaya dengan kata ‘rezeki sudah diatur’. Betapa tawakkal orang-orang yang disini, tempat yang dianggap orang pergaulannya yang buruk. Tetapi pedagang yang disini malah menunjukan sifat religi yang tinggi dibandingkan orang-orang di kota yang menganggap dirinya beradab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Setiba di TP, kami segera diberi pengarahan oleh senior yang membimbing kita selama perjalanan. Usai pengarahan dan penugasan kami langsung masuk ke gedung 10 lantai tersebut untuk segera menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Di dalam gedung megah itu, kami segera pencar berkelompok untuk mendapatkan data yang maksimal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pertama aku mencoba bertanya kepada salah seorang pengunjung yang masih muda, dia seperti orang yang curiga dan berusaha menolak berbicara denganku. Lelaki berkulit putih itu hanya menjawab dengan seadanya lalu beranjak pergi tanpa pamit. Sejak itu aku tidak lagi mencari narasumber yang muda dan beralih mencari orang dengan umur yang tidak muda dan terlihat bersahabat. Setelah keliling sebentar aku tertarik mencoba untuk bertanya kepada penjual yang masih muda dan elok dipandang. Lagipula kebanyakan penjual yang ada disini seorang yang muda dan rupawan serta memasang raut wajah yang terkesan pura-pura bersahabat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ternyata benar perkiraanku, kalau raut wajah penjual yang bersahabat hanya topeng untuk menarik pelanggan. Terbukti saat aku mencoba bertanya dia malah melemparkan pertanyaanku kepada satpam seakan tidak mau mendengarkan pertanyaanku selanjutnya dia langsung menghindar dari aku. Mungkin karena faktor materi dan rupa aku tidak dianggap oleh wanita penjual tersebut. Biarlah dia juga punya urusan yang juga belum aku tau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Supaya tidak mengulur waktu aku segera mencari narasumber lain, karena kesulitan jika menghadapi penjual aku coba mewawancarai seorang pengunjung yang sudah cukup umur untuk dikatakan bapak dan terlihat ramah. Awalnya aku bertanya hanya sekedar basa-basi, ternyata memang orang itu ramah dan mau diajak berbicara. Hanya saja aku yang tidak tau seni dalam berbicara dan hasilnya pun kurang memuaskan untuk pengalamanku. Bapak berkumis itu hanya sempat menjawab hal-hal pribadinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Di tempat ini sangat berbeda dari pelabuhan dan kapal tadi. Disini kebanyakan tidak dijual oleh orang lanjut usia tetapi disini mengandalkan orang yang rupawan dan ‘sok ramah’. Menurutku, meski disini lebih nyaman dan bersih dari tempat-tempat di pelabuhan, tetapi disini mematok harga yang 4 kali bahkan 5 kali lebih mahal dari harga standarku dan tidak menjamin rasanya 4 kali atau 5 kali lebih enak dari standarku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tempat ini hanya mengandalkan sampul saja dan terbukti hanya beberapa tempat makan disini yang ramai dan banyak yang tanpa pengunjung meski terdapat seorang salesman yang mirip dengan pedagang asongan di kapal. Waktu kita telah habis setelah berkeliling hampir ke semua lantai di mal itu. Kita semua belum mendapat hasil yang memuaskan karena memang kita tidak pernah bergaul dengan orang-orang borjuis. Memang ini adalah tantangan bagi kami untuk berbaur dengan semua kalangan sosial tapi tetap saja kami belum mampu untuk memaksimalkan tugas ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Selesai tidak selesai kita harus kembali kepada senior yang menunggu kita diluar. Mereka menugaskan kita untuk ke tempat selanjutnya dengan dampingan mereka sekaligus target-target yang harus kami penuhi untuk tugas selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Taman Bungkul tujuan kita selanjutnya, yang pernah aku dengar tentang taman ini adalah terdapat makam salah satu waliyullah yang dimakamkan di sekitar taman. Memang aneh jika taman yang menjadi favorit para kaum remaja yang berpacaran atau sekedar nongkrong di tempatkan di sekitar area makam. Itu juga yang buat aku tambah penasaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Membutuhkan waktu sekitar 25 menit perjalanan dari TP ke Taman Bungkul menggunakan angkutan umum. Saat perjalanan jalanan diramaikan oleh beberapa komunitas sepeda motor dan beberapa pasangan muda yang seperti sudah menikah. Melihat hal itu aku baru ingat kalau hari ini adalah malam minggu, malam yang paling ditunggu seorang untuk berlibur. Tidak menciutkan mentalku hanya karena hal ini, malah aku ingin tau kota Surabaya jika malam minggu. Apalagi kami diwajibkan untuk mencari informasi tentang tempat yang kami datangi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sampai di Bungkul kami langsung berkeliling sebentar untuk mencari senior-senior kami yang telah menunggu. Hampir seluruh area taman sudah kami kelilingi tetapi tidak satupun dari senior kami tampak berada di taman. Setelah hampir 10 menit kami mencari akhirnya kami menemukan mereka berkumpul di daerah depan taman. Kami ditugaskan untuk mencari tau beberapa hal tentang Taman Bungkul serta tentang orang-orang di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tidak menunggu lama kami seegera berpencar dan berkelompok seperti yang telah ditentukan. Aku dan temanku Rinda segera menuju ke makam Sunan Bungkul, karena menurut kami jauh sebelum taman ini ada pastilah makam itu sudah ada. Setelah masuk ke area makam aku langsung mencoba berbincang-bincang dengan orang disana tapi disana aku tidak mendapat jawaban yang diharapkan. Mereka seakan tidak ingin ditanya lebih jauh tentang taman ini, dengan menjawab alakadarnya saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Supaya tidak membuang waktu aku segera berpamit dan mencari sumber-sumber lain. Kami mencari sosok pedagang yang sudah terlihat lama berada disini untuk mengetahui tentang sejarah tempat ini. Sambil mencari kami melihat-lihat area taman ini, aneh memang tempat religi yang harusnya di hormati secara agama tetapi dibangun tempat semacam ini. Banyak kami jumpai beberapa remaja yang berpelukan dengan pasangannya dan beberapa dari mereka ada yang menggunakan busana mini. Mungkin saja cara hormat mereka berbeda dengan cara orang agamis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Aku melihat sosok orang tua yang begitu kalem sepertinya orang itu cocok untuk dimintai sumber. Percakapan kami berlangsung lama, tetapi orang yang telah berkepala lima itu tampak senang bercerita kepada kami. Dia menceritakan banyak hal termasuk sejarah taman ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tidak cukup hanya dengan satu sumber memuaskan, kami memutuskan mencari beberapa sumber lain untuk di evaluasi hasilnya. Pandangan kami tertuju pada sesosok ibu yang sedang bermain dengan anak-anaknya, segera kami mencoba bertanya-tanya tentang beliau dan keluh-kesah tentang taman ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Meski beberapa orang telah kami ajak berbincang tapi ada satu orang yang membuat aku puas dengan cerita-ceritanya. Seorang penjual muda, dia bercerita banyak sekali mulai dari masa kecilnya di taman ini hingga keadaan keluarganya yang lumayan rumit. Dari ceritanya aku berpikir panjang, ternyata hidup memang tidak selalu mulus. Masa kecilnya yang terampas kebahagiaannya karena tuntutan bekerja. Sedangkan aku hanya bersenang-senang dengan uang yang saat itu aku tidak tau datangnya dari siapa. Apalagi umur kita sama dan dia telah memiliki keluarga kecilnya. Kemana saja aku dari dulu, aku merasa sangat kecil di dunia ini karena belum tau apa-apa tentangnya dan aku tidak mencarinya sejak dulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Lama berkeliling kami memutuskan untuk menyudahi dan segera menemui senior kami untuk evaluasi. Data yang menurut kami sudah banyak ini ternyata masih belum memuaskan para senior. Untung saja disana kami juga mendapatkan pelajaran dari Mas Citra, untuk tidak mencari sebuah eksistensi berlebihan meski itu adalah kebutuhan manusia. Dengan eksistensi yang berlebih kita mungkin akan lupa diri dan tidak akan berkembang secara maksimal dalam berproses.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Usai sudah perjalanan kami mengelilingi Taman Bungkul lalu kami dipersilahkan untuk istirahat sejenak dan mengobrol santai yang bertepatan saat itu kami juga dikunjungi oleh salah satu alumni SM. Lama bercakap-cakap kami segera diajak untuk melanjutkan perjalanan yang tidak diberitahukan kepada kita sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Saat itu tengah malah telah lewat, tapi Kota ini masih sangat ramai dan menyenangkan. Duapuluh menit kami jalan kaki untuk sampai ke tempat yang sudah aku duga sebelumnya yakni Stasiun Wonokromo, tempat praktek prostitusi. Sampai disana aku merasa lega, karena tugas utama kita untuk masuk ke dunia pelacuran ternyata ditunda karena terdapat razia rutin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tidak lama aku merasa lega karena kami tidak harus mendapat perintah seperti itu senior kami memutuskan, agar kami mencari informasi lewat warung-warung disekitar stasiun. Disana aku mencari beberapa warung yang aman dari gerombolan preman-preman karena aku khawatir jika statusku diketahui mereka. Ada satu warung yang terlihat sepi, dengan satu orang tua dan satu anak muda. Aku beranikan diri untuk mendatangi warung tersebut dan mencari informasi tentang tempat prostitusi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Lama aku ngobrol dengan bapak yang ada di warung berukuran 2x4 meter itu ternyata aku tidak berhasil mendapatkan informasi tentang tempat pelacuran tersebut. Mereka tidak membocorkan tempat itu supaya kami tidak mendatanginya karena saat itu aku mengaku siswa SMA.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Akhirnya aku putuskan untuk menyudahi percakapan kami dan menemui senior kami yang sedari tadi menunggu kami di depan untuk penugasan selanjutnya. Karena tempat pelacuran itu sudah ramai kembali, kami ditugaskan untuk mencari info kepada salah satu PSK dengan cara menawar harga yang telah mereka patok untuk dirinya. Karena aku tidak pernah mendatangi tempat seperti ini kekhawatiranku semakin tinggi dan aku memutuskan untuk tidak berkelompok karena dapat menimbulkan kecurigaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Setelah berkeliling sambil mencari sasaran, aku menemukan seorang wanita yang tidak terlihat wajahnya sedang merokok di salah satu rel kereta api. Aku mantapkan dan mengumpulkan keberanianku mendekatinya untuk meminjam korek, setelah dekat aku tatap wajahnya, memang dia tidak seberapa cantik tetapi dia mampu mengimbangi bahasaku yang tampak kaku. Kami berbincang lama sampai salah satu dari preman-preman itu mendekati wanita yang ada di sebelahku. Dia seperti memberi isyarat untuk menjauh dari aku dan memberi ancaman terhadapnya. Aku yang juga merasa terancam tidak berlama-lama disana supaya tidak mencurigakan, apalagi jika salah satu temanku datang mendekati aku, pasti dia juga dalam posisi membahayakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Untuk mengurangi resiko aku segera keluar dari area itu menuju jalan raya lalu menghubungi teman-temanku dari jauh. Aku baru ingat jika telepon genggamku sudah tidak bisa dinyalakan lagi karena kehabisan daya. Aku sudah tidak bisa berpikir jernih karena bingung, untunglah temanku dari kelompok lain ada yang menuju jalan raya juga. Tanpa berpikir panjang aku segera meminta mereka agar segera menghubungi temanku supaya menuju jalan raya untuk menghindari area itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tidak lama kemudian dia datang menghampiri kami dan di belakangnya tampak pendamping perjalanan kami yang merupakan senior kami juga. Dengan agak buru-buru kami segera diperintahkan agar ke tempat para senior kami berkumpul untuk evaluasi tugas kali ini. Pada evaluasi kali ini kami menceritakan satu-persatu apa saja yang telah kami dapatkan disana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Setelah semua dari kami bercerita, kami di tugaskan kembali ke tempat selanjutnya yakni pasar Waru Sidoarjo. Disini kami diwajibkan untuk melihat-lihat sekaligus berinteraksi dengan orang-orang yang ada dipasar. Tidak jelas berapa menit perjalanan kesana, karena aku tidur saat itu untuk mengurangi pusing karena angin malam. Sampai disana kami berubah strategi, kami tidak lagi berkelompok melainkan kami berpencar untuk mendapatkan info yang lebih banyak. 

Setelah semua penjelasan dirasa cukup kami segera berpencar hingga batas waktu yang telah ditentunkan. Pertama aku ingin mengelilingi tempat ini untuk mencari orang yang terlihat bersahabat untuk diajak bicara. Hampir tiga kali aku mengelilingi tempat yang sama, aku menyakinkan diri pada seorang wanita yang sudah cukup tua dan berjualan sendiri dengan barang dagang yang cukup banyak. Dengan lagak sok sopan aku duduk disampingnya dan menjelaskan maksud kedatanganku kepada beliau. Dengan ramah beliau mempersilahkanku, tapi tidak lama kemudian dagangannya menjadi sangat ramai, hal itu mempersulitku untuk menanyakan sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Banyaknya pertanyaanku seperti membuat raut wajahnya berubah. Sementara aku hanya diam dan sesekali membantu karena khawatir jika orang itu tidak nyaman terhadap keberadaanku disini. Sesekali aku menanyakan sambil membantu untuk mengetahui sedikit tentang pasar meski ada rasa sungkan karena agak menganggu pelayanan terhadap pelanggannya. Begitupun pelanggannya mereka tampak aneh melihatku yang berpenampilan tidak seperti penduduk setempat, beberapa dari mereka juga menyanyakan ‘sinten niku mik?’ dijawab oleh penjual dengan tenang ‘yugo kulo buk, ganteng ya?’ sambil tertawa kecil melirikku. Lalu kami sedikit berbincang-bincang tentang kebiasaannya di pasar dan sedikit tentang kegiatannya diluar pasar. Tidak lama kemudian aku melihat salahsatu temanku berjalan keluar pasar bertanda waktu telah habis dan harus segera kembali untuk melanjutkan agenda selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Lalu aku mencari cara agar bisa segera menyudahi percakapan kami yang belum menemukan titik akhir. Dengan alasan yang aku buat-buat aku segera berpamitan tapi saat bersalaman beliau menyelipkan beberapa lembar uang kepada aku sambil minta maaf karena tidak bisa membantu banyak. Sebuah etika yang sangat berbeda jika dilihat dari segi budaya, antara pasar modern (mall) dengan pasar tradisional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Memang setiap sesuatu mempunyai pengecualian tetapi jika dipandang secara umum aku dapat menyimpulkan perbedaan yang terlihat. Di pasar ini hubungan antara penjual satu dengan yang lainnya seperti seorang kerabat atau tetangga berbeda dengan di mall, disana para penjual akan mencari cara untuk menjadi yang paling laris diantara penjual lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ketika evaluasi kami mendapat banyak hal dari salah satu alumni SM. Disana kami diajari untuk tidak memandang orang dengan ‘katanya’. Jika ingin menilai maka lihatlah dengan matamu sendiri, jika telah melihat maka pahamilah. Sebab dengan memahami kita tidak mudah menyalahkan orang dan memandang rendah orang lain. Usai evaluasi kami diajak ke tempat selanjutnya yakni Terminal Purabaya (Bungurasih).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Saat itu matahari sudah mulai terang dan kami belum juga mendapatkan waktu istirahat yang memuaskan. Kami membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai di terminal dengan jalan kaki, sekaligus mencari para senior kami yang sudah menunggu disana. Tanpa mengelilingi terminal kami telah menemukan mereka di salah satu warung di pojok terminal. Saat penugasan kami ditegaskan untuk mengerjakan tugas lebih baik dari 4 tugas sebelumnya sebagai kelonggaran mereka memberi waktu tiga jam untuk memaksimalkan tugas kami. Tapi karena kelelahan kami hanya menggunakan sepertiga dari waktu yang telah ditentukan. Sehingga data yang kami dapatkan pun sangat tidak memuaskan karena pertanyaan yang kami gunakan untuk mencari sumber hanya pertanyaan yang menyangkut seputar terminal saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kecewa sudah jelas, hanya karena kami ingin beristirahat semua yang diharapkan senior kami tidak terpenuhi. Akhirnya kami dipersilahkan istirahat sambil menunggu tamu dari Jogja yang juga salah satu anggota PPMI. Karena lama menunggu, aku tidur untuk menghilangkan keinginan yang sudah aku pendam sejak tadi. Dan baru aku tau bahwa kedatangan tamu dari jogja itu bohong untuk memberi waktu istirahat sejenak setelah semalam suntuk tidak tidur. Setelah semua dirasa cukup kami pulang dengan sedikit pengalaman yang seharusnya kami dapatkan di tempat-tempat liburan kami kali ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://adam-abdullah.blogspot.com/2014/12/bersuluk.html</link><author>noreply@blogger.com (adam)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRgMaPbrye6NwnQoRxibreqsr9k4blNL97vtWKiIQsBgyslpJhd7vk3fLAyMPELT48BjHuTKegOvDyuiOjMo9Jm4crpt5oPkUchlbH9xuH2sO3rh_qwY1nlH7GF3yKRIrNaBv2z60RjsI/s72-c/semar01.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8304562050631720026.post-6069277384821233838</guid><pubDate>Sun, 14 Sep 2014 16:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-02T20:47:32.886+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan Harian</category><title>14 September 2014</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;img class="irc_mi" height="320" src="https://pbs.twimg.com/profile_images/475994190438875137/k6qKAek-.jpeg" style="margin-top: 0px;" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Di kerumunan mahasiswa yang umumnya anak-seni wajar jika aku merasa asing meski mencoba membaur dengan berpenampilan nyentrik. Tujuanku tidak lain hanya sekedar ingin tau seperti apa sebenarnya pementasan. Kebetulan saat aku berniat untuk sekdar ngobrol dengan kawan-kawan di UKM Nanggala ternyata mereka mendapatkan undangan untuk menghadiri pementasan oleh UKM seni dari Fakultas Ekonomi yang bertepatan dilaksanakan malam ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Meski aku bukan salah satu anggota UKM mereka terpaksa mengikut-sertakan aku juga, sebab aku ada bersama mereka sekarang. Dari sekilas menonton pementasan tersebut muncul pikiran bahwa ternyata pementasan sangatlah membosankan tidak seperti yang selama ini terbayang olehku. Entah sebab aku tidak tau pementasan sebenarnya seperti apa atau memang pementasan adalah seperti itu. setidaknya masih ada hak padaku untuk merasa bosan meski tak aku ungkapkan dalam forum karena keterbatasan pengetahuanku tentang pementasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sebuah pesan masuk di telepon genggamku membuyarkan kebosananku sebentar dan sempat terpikir mungkin ini seorang cewek yang memohon menjadi kekasihku. Terbaca salah satu nama yang telah aku daftarkan ke dalam telepon genggamku. 'SM' yah meski sedikit kecewa tapi ada sebuah kesenangan tersendiri karena ini adalah pesan pertama sejak aku diterima dari tes wawancara dari UKM yang ingin aku tekuni.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;"Diharap besok berkumpul di sekret pada pukul 05.00 pagi". Kaget memang mengetahui diharuskan berkumpul se-pagi itu bahkan semenjak aku berpindah ke pulau Madura belum pernah aku bangun se-pagi itu. Belum lagi perjalanan yang kira-kira memakan waktu 15 menit dengan sepeda motor. apalagi besok sepeda motor yang biasa aku pinjam akan digunakan pukul 7 dan aku mengira tidak bakal pertemuan yang diadakan se-pagi ini akan selesai cepat. Tanpa sepeda motor tidak mungkin aku jalan kaki dengan mata masih sayu dan dengan barang bawaan lebih kurang 5 kg. Ini bukan waktunya berlelah-lelah masa ospek telah lalu sekarang saatnya sekolah santai pikirku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dengan sedikit ragu kubalas juga pesan itu, "Mas, boleh aku nginep di sekret malam ini? Soalnya kosku jauh". Laporan pun datang lebih cepat daripada  saat aku berpikir akan mengirim pesan ini atau tidak. Mungkin jika aku lahir di dua abad yang lalu berkirim pesan seperti sekarang pasti akan sangat rugi. Bagaimana tidak, untuk mengirim saja butuh utusan itupun hanya dimiliki para satria sedang sudra seperti aku pasti menunggu suasana perut sedang baik dan energi yang cukup untuk mengirim pesan. Beruntung saja aku diposisikan di zaman yang serba mudah ini. Globalisasi kalau benar nama zaman ini, untuk manusia yang hidup di zaman ini aku belum mengerti betul apa makna dan maksud kata itu tapi setidaknya aku cukup menikmati zaman ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Balasan tak kunjung datang aku sendiri juga merasa canggung jika harus tidur di tempat yang belum akrab sama sekali denganku. Sedikit lama akhirnya datang juga sebuah balasan singkat. "iya, kamu datang aja ke sekret". Aku anggap itu sebagai respon hangat yang disampaikan kepada pendatang sepertiku untuk sedikit menghilangkan kegugupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Setelah pementasan itu selesai, buru-buru aku kembali ke kos untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk kemudian bermalam kampus. Memang sebelumnya aku tidak pernah terpikir akan tidur dikampus tapi akhirnya terjadi juga. Lumayan banyak barang yang kubawa karena aku juga membawa buku-buku untuk kuliah supaya tidak lagi aku kembali ke kos untuk sekedar mengambil buku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sampai di kampus keraguan untuk masuk ke sekret timbul kembali apalagi terpikir olehku. "Bagaimana aku mengawali pembicaraan sedang kita tidak saling kenal? Kembalipun juga salah karena aku sudah izin, apalagi sudah tidak ada yang mengantarkan aku kembali ke kos". Benar saja sampai di sekret temanku langsung kembali ke kos tanpa menunggu aku diusir atau tidak tapi sedikit banyak hal itu memberi sedikit keberanian kepadaku untuk masuk ke sekret LPM-SM sebab tidak mungkin aku kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dengan langkah bimbang sampai juga aku di dalam ruangan yang kurang lebih berukuran 15 meter persegi itu. Di dalamnya sedang ada 5 orang laki-laki dan 2 orang perempuan cukup sesak memang dengan ukuran ruangan yang seluas ini dan semuanya saja sedang mengerjakan sesuatu yang aku tidak tau. Hanya saja beberapa diantaranya sedang membaca buku yang aku melihat sampulnya pun tak pernah. Sebentar aku duduk sambil mengawasi lalu aku juga meniru apa yang bisa aku tiru ; membaca. Kebetulan juga saat itu aku juga membawa buku yang telah aku beli beberapa hari lalu dan belum banyak yang telah terbaca olehku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://adam-abdullah.blogspot.com/2014/09/14-september-2014.html</link><author>noreply@blogger.com (adam)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>