<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;CUMGQnY-eip7ImA9WhdXF00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547</id><updated>2011-08-30T04:23:43.852-07:00</updated><category term="Berjilbab" /><category term="Motivasi Islami" /><category term="Gearakan Infaq" /><category term="Pendidikan Islam" /><category term="Shodaqoh" /><category term="Mutiara Hikmah" /><title>Gerakan Infaq</title><subtitle type="html" /><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/IEFTD" /><feedburner:info uri="blogspot/ieftd" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>blogspot/IEFTD</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;DkMER3s-eCp7ImA9WxFUEkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-8357552681985142660</id><published>2010-06-22T14:50:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T15:06:46.550-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-22T15:06:46.550-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Shodaqoh" /><title>Perbedan Dan Pengertian Zakat, Infaq, Shodaqoh</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TCEv04KnD4I/AAAAAAAAAGA/GUd9Hxz0Fhk/s1600/images2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TCEv04KnD4I/AAAAAAAAAGA/GUd9Hxz0Fhk/s320/images2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Istilah Shadaqah, Zakat dan Infaq menunjuk kepada satu pengertian yaitu sesuatu yang dikeluarkan. Zakat, Infaq dan Shadaqah memiliki persamaan dalam peranannya memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengentasan kemiskinan. Adapun perbedaannya yaitu zakat hukumnya wajib sedangkan infaq dan Shadaqah hukumnya sunnah. Atau Zakat yang dimaksudkan adalah sesuatu yang wajib dikeluarkan, sementara Infaq dan Shadaqah adalah istilah yang digunakan untuk sesuatu yang tidak wajib dikeluarkan. Jadi pengeluaran yang sifatnya sukarela itu yang disebut Infaq dan Shadaqah. Zakat ditentukan nisabnya sedangkan Infaq dan Shadaqah tidak memiliki batas, Zakat ditentukan siapa saja yang berhak menerimanya sedangkan Infaq boleh diberikan kepada siapa saja.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Perbedaannya juga dapat dicermati antara lain yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Zakat,&lt;/b&gt; sifatnya wajib dan adanya ketentuannya/batasan jumlah harta yang harus zakat dan siapa yang boleh menerima.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Infaq,&lt;/b&gt; sumbangan sukarela atau seikhlasnya (materi). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Shadaqah, &lt;/b&gt;lebih luas dari infaq, karena yang disedekahkan tidak terbatas pada materi saja.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Pengertian &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Shadaqah, Zakat dan Infaq :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;1. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Shadaqah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Shadaqah berasal dari kata &lt;i&gt;shadaqa &lt;/i&gt;yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. Adapun secara terminologi syariat shadaqah makna asalnya adalah &lt;i&gt;tahqiqu  syai'in bisyai'i, &lt;/i&gt;atau menetapkan/menerapkan sesuatu pada sesuatu. Sikapnya sukarela dan tidak terikat pada syarat-syarat tertentu dalam pengeluarannya baik mengenai jumlah, waktu dan kadarnya. Atau pemberian sukarela yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain, terutama kepada orang-orang miskin setiap kesempatan terbuka yang tidak ditentukan jenis, jumlah maupun waktunya, sedekah tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja tetapi juga dapat berupa jasa yang bermanfaat bagi orang lain. Bahkan senyum yang dilakukan dengan ikhlas untuk menyenangkan orang lain termasuk kategori sedekah. Shadaqoh mempunyai cakupan yang sangat luas dan digunakan Al-Qur'an untuk mencakup segala jenis sumbangan. Shadaqah ialah segala bentuk nilai kebajikan yang tidak terikat oleh jumlah, waktu dan juga yang tidak terbatas pada materi tetapi juga dapat dalam bentuk non materi, misalnya menyingkirkan rintangan di jalan, menuntun orang yang buta, memberikan senyuman dan wajah yang manis kepada saudaranya, menyalurkan syahwatnya pada istri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Sedekah berarti memberi derma, termasuk memberikan derma untuk mematuhi hukum dimana kata zakat digunakan didalam Al-Qur'an dan Sunnah. Zakat telah disebut pula sedekah karena zakat merupakan sejenis derma yang diwajibkan sedangkan sedekah adalah sukarela, zakat dikumpulkan oleh pemerintah sebagai suatu pengutan wajib, sedegkan sedekah lainnya dibayarkan secara sukarela. Jumlah dan nisab zakat di tentukan, sedangkan jumlah sedekah yang lainya sepenuhnya tergantung keinginan yang menyumbang.&lt;br /&gt;
Pengertian sedekah sama dengan pengertian infaq, termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. Hanya saja shadaqoh mempunyai makna yang lebih luas lagi dibanding infaq. Jika infaq berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas, menyangkut juga hal yang bersifat nonmateriil. &lt;br /&gt;
Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah menyatakan : &lt;i&gt;"jika tidak mampu bersedekah dengan harta, maka membaca tasbih, takbir, tahmid, tahlil, berhubungan suami-istri, atau melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar adakah sedekah".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Dalam hadist Rasulullah memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang banyak bershadaqah dengan hartanya, beliau bersabda : &lt;i&gt;"Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap amar ma'ruf adalah shadaqah, nahi munkar shadaqah dan menyalurkan syahwatnya kepada istri shadaqah". &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR.  Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;2. Zakat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Zakat secara bahasa &lt;i&gt;(lughat)&lt;/i&gt;, berarti : tumbuh, berkembang dan berkah &lt;b&gt;(HR. At-Tirmidzi)&lt;/b&gt; atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan &lt;b&gt;(QS. At-Taubah : 10)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
Seorang yang membayar zakat karena keimanannya nicaya akan memperoleh kebaikan yang banyak. Allah SWT berfirman : &lt;i&gt;"Pungutlah zakat dari sebagian kekayaan mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka".&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS : At-Taubah : 103)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sedangkan menurut terminologi syari'ah (istilah syara') zakat berarti kewajiban atas harta atau kewajiban atas sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu. &lt;br /&gt;
Zakat juga berarti derma yang telah ditetapkan jenis, jumlah dan waktu suatu kekayaan atau harta yang wajib diserahkan dan pendayagunaannya pun ditentukan pula, yaitu dari umat Islam untuk umat Islam. Atau Zakat adalah nama dari sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu (nishab) yang diwajibkan Allah SWT untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula &lt;b&gt;(QS. 9:103 dan QS. 30:39)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ulama' Hanafiyyah mendefinisikan zakat dengan menjadikan hak milik bagian harta tertentu dan harta tertentu untuk orang tertentu yang telah ditentukan oleh Syari' karena Allah.&lt;br /&gt;
Demikian halnya menurut mazhab Imam Syafi'i zakat adalah sebuah ungkapan keluarnya harta atau tubuh sesuai dengan secara khusus. Sedangkian menurut mazhab Imam Hambali, zakat ialah hak yang wajib dikeluarkan dari harta yang khusus untuk kelompok yang khusus pula, yaitu kelompok yang disyaratkan dalam Al-Qur'an. Zakat mempunyai fungsi yang jelas untuk menyucikan atau membersihkan harta dan jiwa pemberinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;3. Infaq&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Infaq berasal dari kata &lt;i&gt;anfaqa&lt;/i&gt; yang berarti mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu. Menurut terminologi syariat, infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan Islam. Jika zakat ada nishabnya, infaq tidak mengenal nishab.&lt;br /&gt;
Infaq dikeluarkan setiap orang yang beriman, baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah, apakah ia di saat lapang maupun sempit &lt;b&gt;(QS. 3:134)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika zakat harus diberikan pada mustahik tertentu (8 asnaf), maka infaq boleh diberikan kepada siapapun. Misalnya, untuk kedua orang tua, anak-yatim, dan sebagainya &lt;b&gt;(QS. 2:215) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Infaq adalah pengeluaran sukarela yang di lakukan seseorang, setiap kali ia memperoleh rizki, sebanyak yang ia kehendakinya. Allah memberi kebebasan kepada pemiliknya untuk menentukan jenis harta, berapa jumlah yang yang sebaiknya diserahkan.&lt;br /&gt;
Terkait dengan infak ini Rasulullah SAW bersabda : &lt;i&gt;ada malaikat yang senantiasa berdo'a setiap pagi dan sore : &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Ya Allah SWT berilah orang yang berinfak, gantinya. Dan berkata yang lain : "Ya Allah jadikanlah orang yang menahan infak, kehancuran".&lt;/i&gt; &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR. Bukhori)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-8357552681985142660?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/s_zxp2aUsPc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/8357552681985142660/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/perbedan-dan-pengertian-zakat-infaq.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/8357552681985142660?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/8357552681985142660?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/s_zxp2aUsPc/perbedan-dan-pengertian-zakat-infaq.html" title="Perbedan Dan Pengertian Zakat, Infaq, Shodaqoh" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TCEv04KnD4I/AAAAAAAAAGA/GUd9Hxz0Fhk/s72-c/images2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/perbedan-dan-pengertian-zakat-infaq.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkECQHY_fSp7ImA9WxFUEkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-2893370097184151317</id><published>2010-06-22T14:04:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T14:04:21.845-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-22T14:04:21.845-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Islam" /><title>Membuat Otak Anak Jadi Jenius</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TCEjJ7H2J4I/AAAAAAAAAF4/6pgYzLyyvgQ/s1600/22222222.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TCEjJ7H2J4I/AAAAAAAAAF4/6pgYzLyyvgQ/s320/22222222.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setiap orang tua selalu mengharapkan anaknya cerdik, pandai dan arif melebihi anak lain. Para pakar menyatakan, sekalipun kearifan seorang anak sangat erat hubungannya dengan genetika bawaan, namun banyak sekali penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembinaan setelah lahir juga merupakan faktor sangat penting yang tidak boleh diabaikan. Merangsang Pertumbuhan dengan Pendidikan dalam Kandungan&lt;br /&gt;
Para dokter menyatakan, bayi dalam kandungan usia tiga bulan sudah mempunyai perasaan, empat bulan sudah mampu merasakan suara dari luar. Suara dari luar ini akan terus merangsang organ indera anak dalam kandungan dan mendorong pertumbuhannya, mempunyai peran yang penting bagi pertumbuhan intelegensi. Pada dasarnya cerebral cortex (bagian otak yang penting untuk mengingat, memperhatikan, menyadari, berpikir, mengerti bahasa dan lain sebagainya) bayi dalam kandungan sudah terbentuk pada usia 5–6 bulan, bila pada masa ini diperdengarkan musik ataupun dilakukan pemijatan lembut pada bagian perut akan dapat meningkatkan pertumbuhan intelegensi sang anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Fondasi Perkembangan Intelegensi Ditentukan pada Masa Anak-Anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sejak bayi dilahirkan, orang tua sudah mempunyai peran penting untuk mengajarkan pengetahuan dasar kepadanya. Kalau saja orang tua pada tahap ini dapat membimbing sang anak dengan murah hati, hormat dan penuh kasih sayang, maka bukan saja dapat meletakkan dasar kepribadian yang unik bagi sang anak, bahkan dapat membuat anak memiliki kemampuan belajar dan sikap bergaul yang baik. Dengan demikian, peran orang tua bukan hanya membesarkan, bahkan juga memikul tanggung jawab besar sebagai “guru pribadi”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pakar menyatakan : “Anak-anak pada rentang usia 4 sampai dengan 13 tahun, karena belum banyak mengecap asam garam dunia, hatinya masih murni, merupakan masa dengan daya ingat yang paling kuat selama hidupnya. Jika pada masa keemasan ingatan ini memperoleh pendidikan yang baik, akan sangat bermanfaat bagi sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah 9 Rahasia cara untuk membina dan meningkatkan Intelligence Quotient (IQ) agar anak menjadi Pandai/Jenius.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Belajar Musik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan Intelligence Quotient (IQ) dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Beri minum Air Susu Ibu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Tingkatkan Kesehatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tim peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan antara kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. Bahkan penelitian dari Oppenheimer Funds menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Permainan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Menolak Junk Food&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
6. Memupuk Rasa Ingin Tahu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang mengarahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Membaca&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Makan pagi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pepatah yang mengatakan burung yang bangun pagi akan mendapatkan makanan bukanlah tanpa dasar. Jauh sejak 1970, penelitian ilmiah menemukan seorang anak yang sarapan pada pagi hari memiliki ingatan yang lebih baik, lebih mampu berkonsentrasi dan juga mampu belajar lebih cepat. Dari pada sama sekali tidak makan pagi, makanlah sepotong kue atau minum segelas susu, hal ini akan sangat membantu dalam belajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Bermain Permainan Pengasah Otak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bermain catur, teka-teki silang atau permainan lain dapat merangsang intelegensi. Games Sudoku malah dapat memupuk cara berpikir yang bijaksana dan memupuk kemampuan memecahkan masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain hal-hal di atas, pada saat seorang anak masih sangat muda harus sering diajak bercengkrama, mintalah anak mengingat perbendaharaan kata yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari ataupun mintalah anak menghafal, semua ini merupakan jurus piawai untuk membantu anak memupuk Intelligence Quotient (IQ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pakar menyatakan : “Matikan tv, mintalah anak keluar rumah, mendekatkan diri dengan alam dan mengolah tubuh, merupakan salah satu metode terbaik untuk melatih anak menjadi pandai cekatan dan bertubuh sehat".&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-2893370097184151317?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/fkgSzZWFrz8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/2893370097184151317/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/membuat-otak-anak-jadi-jenius_22.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/2893370097184151317?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/2893370097184151317?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/fkgSzZWFrz8/membuat-otak-anak-jadi-jenius_22.html" title="Membuat Otak Anak Jadi Jenius" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TCEjJ7H2J4I/AAAAAAAAAF4/6pgYzLyyvgQ/s72-c/22222222.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/membuat-otak-anak-jadi-jenius_22.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE4GSX8yeyp7ImA9WxFUEk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-6580885348792884558</id><published>2010-06-22T10:15:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T10:15:28.193-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-22T10:15:28.193-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Shodaqoh" /><title>Keutamaan Shodaqoh</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TCDvalScPYI/AAAAAAAAAFk/iiAY7fNF9Ws/s1600/123456.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TCDvalScPYI/AAAAAAAAAFk/iiAY7fNF9Ws/s320/123456.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Nabi SAW bersabda : &lt;i&gt;“Ketika seorang hamba berada pada waktu pagi, dua malaikat akan turun kepadanya, lalu salah satu berkata, ‘Ya Allah, berilah pahala kepada orang yang menginfakkan hartanya.’ Kemudian malaikat yang satu berkata, ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil”. &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Muttafaq ‘Alaih)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Umamah R.A, Nabi SAW bersabda : &lt;i&gt;“Wahai anak Adam, seandainya engkau berikan kelebihan dari hartamu, yang demikian itu lebih baik bagimu. Dan seandainya engkau kikir, yang demikian itu buruk bagimu. Menyimpan sekadar untuk keperluan tidaklah dicela, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu”. &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR. Muslim)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Abu Hurairah R.A, &lt;i&gt;ia berkata bahwa seseorang telah bertanya kepada Nabi SAW, “Ya Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling besar pahalanya?” Rasulullah SAW bersabda : “Bersedekah pada waktu sehat, takut miskin dan sedang berangan-angan menjadi orang yang kaya. Janganlah kamu memperlambatnya sehingga maut tiba, lalu kamu berkata, ‘Harta untuk Si Fulan sekian dan untuk Si Fulan sekian, padahal harta itu telah menjadi milik Si Fulan (ahli waris)”.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Bukhari-Muslim)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Hurairah R.A, Rasulullah SAW bersabda : &lt;i&gt;“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Allah SWT akan menambah kemuliaan kepada hamba-Nya yang pemaaf dan bagi hamba yang tawadhu’ karena Allah SWT, AllahSWT akan mengangkat (derajatnya)". &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR. Muslim)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Hurairah R.A, berkata bahwa Nabi SAW bersabda : &lt;i&gt;“Ketika seseorang sedang berada di padang pasir, tiba-tiba ia mendengar suara dari awan, ‘Curahkanlah ke kebun Fulan’ Maka bergeraklah awan itu, kemudian turun sebagai hujan di suatu tanah yang keras berbatuan. Lalu, salah satu tumpukan dari tumpukan bebatuan tersebut menampung seluruh air yang baru saja turun, sehingga air mengalir ke suatu arah. Ternyata, air itu mengalir di sebuah tempat di mana seorang laki-laki berdiri di tengah kebun miliknya sedang meratakan air dengan cangkulnya. Lalu orang tersebut bertanya kepada pemilik kebun, “Wahai hamba Allah, siapakah namamu?” Ia menyebutkan sebuah nama yang pernah didengar oleh orang yang bertanya tersebut dari balik mendung, Kemudian pemilik kebun itu balik bertanya kepadanya, “Mengapa engkau menanyakan nama saya?” Orang itu berkata, “Saya telah mendengar suara dari balik awan, ‘Siramilah tanah Si Fulan’ dan saya mendengar namamu disebut. Apakah sebenarnya amalanmu (sehingga mencapai derajat seperti itu)?” Pemilik kebun itu berkata, “Karena engkau telah menceritakannya, saya pun terpaksa menerangkan bahwa dari hasil (kebun ini), sepertiga bagian langsung saya sedekahkan di jalan Allah SWT, sepertiga bagian lainnya saya gunakan untuk keperluan saya dan keluarga saya dan sepertiga bagian lainnya saya pergunakan untuk keperluan kebun ini”.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Muslim)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Hurairah R.A, Nabi SAW bersabda : &lt;i&gt;“Seorang wanita pezina telah diampuni dosanya karena ketika dalam perjalanan, ia melewati seekor anjing yang menengadahkan kepalanya sambil menjulurkan lidahnya hampir mati karena kehausan. Maka, wanita tersebut menanggalkan sepatu kulitnya, lalu mengikatkannya dengan kain kudungnya, kemudian anjing tersebut diberi minum olehnya. Maka dengan perbuatannya tersebut, ia telah diampuni dosanya.” Seseorang bertanya, “Adakah pahala bagi kita dengan berbuat baik kepada binatang?” Beliau saw. menjawab, “Berbuat baik kepada setiap yang mempunyai hati (nyawa) terdapat pahala”.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Muttafaq ‘alaih)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersodaqoh pahalanya sepuluh, memberi hutang (tanpa bunga) pahalanya delapan belas, menghubungkan diri dengan kawan-kawan pahalanya dua puluh dan silaturrahmi (dengan keluarga) pahalanya dua puluh empat. &lt;b&gt;(HR. Al Hakim)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uqbah bin Harits R.A, ia berkata : &lt;i&gt;“Saya pernah shalat Ashar di belakang Nabi SAW di Madinah Munawwarah. Setelah salam, beliau berdiri dan berjalan dengan cepat melewati bahu orang-orang, kemudian beliau masuk ke kamar salah seorang istri beliau, sehingga orang-orang terkejut melihat perilaku beliau 'SAW'. Ketika Rasulullah SAW keluar, beliau merasakan bahwa orang-orang merasa heran atas perilakunya, lalu beliau bersabda : ‘Aku teringat sekeping emas yang tertinggal di rumahku. Aku tidak suka kalau ajalku tiba nanti, emas tersebut masih ada padaku sehingga menjadi penghalang bagiku ketika aku ditanya pada hari Hisab nanti. Oleh karena itu, aku memerintahkan agar emas itu segera dibagi-bagikan”. &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR. Bukhari)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Allah SWT berfirman (di dalam hadits Qudsi) : &lt;i&gt;“Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu”.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Muslim)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat orang berpuasa yang tidak pernah berbuka. &lt;b&gt;(HR. Bukhari)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. &lt;b&gt;(HR. Ahmad)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. &lt;b&gt;(Mutafaq’alaih)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. &lt;b&gt;(HR. Ath-Thabrani)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. &lt;b&gt;(HR. Ahmad)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. &lt;b&gt;(HR. Muslim)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya : &lt;i&gt;“Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi SAW menjawab : “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh”. Mereka bertanya lagi, Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab : “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya : “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab : “Menyuruh berbuat ma’ruf.” Mereka bertanya : “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab : “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh”.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sodaqoh paling afdhol ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi. &lt;b&gt;(HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barangsiapa diberi Allah harta dan tidak menunaikan zakatnya kelak pada hari kiamat dia akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua lidah yang melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, “Aku hartamu, aku pusaka simpananmu”. Kemudian nabi SAW membaca firman Allah Surat Ali Imran ayat 180 : “Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka, Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka, Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi”. &lt;b&gt;(HR. Bukhari)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham. Para sahabat bertanya : &lt;i&gt;“Bagaimana itu?” Nabi Saw menjawab : “Seorang memiliki (hanya) dua dirham, Dia mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya dan seorang lagi memiliki harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disodaqohkannya".&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. An-Nasaa’i)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada sasaran yang benar dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. &lt;b&gt;(HR. Bukhari)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah mengkhususkan pemberian kenikmatanNya kepada kaum-kaum tertentu untuk kemaslahatan umat manusia. Apabila mereka membelanjakannya (menggunakannya) untuk kepentingan manusia maka Allah akan melestarikannya namun bila tidak, maka Allah akan mencabut kenikmatan itu dan menyerahkannya kepada orang lain. &lt;b&gt;(HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Dzar R.A, berkata bahwa beberapa sahabat Rasulullah SAW berkata : &lt;i&gt;“Ya Rasulullah, orang-orang yang banyak hartanya memperoleh lebih banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat dan berpuasa sebagaimana kami berpuasa dan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi SAW lalu berkata : “Bukankah Allah telah memberimu apa yang dapat kamu sedekahkan? Tiap-tiap ucapan tasbih adalah sodaqoh, takbir sodaqoh, tahmid sodaqoh, tahlil sodaqoh, amar makruf sodaqoh, nahi mungkar sodaqoh, bersenggama dengan isteri pun sodaqoh”. Para sahabat lalu bertanya : “Apakah melampiaskan syahwat mendapat pahala?” Nabi menjawab : “Tidakkah kamu mengerti bahwa kalau dilampiaskannya di tempat yang haram bukankah itu berdosa? Begitu pula kalau syahwat diletakkan di tempat halal, maka dia memperoleh pahala".&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Muslim)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu.&lt;b&gt; (HR. Ahmad)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Hurairah R.A, berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda :&lt;i&gt; “Seorang laki-laki dari Bani Israil telah berkata : ‘Saya akan bersedekah’ Maka pada malam hari ia keluar untuk bersedekah dan ia telah menyedekahkannya (tanpa sepengetahuannya) ke tangan seorang pencuri. Pada keesokan harinya, orang-orang membicarakan peristiwa itu, yakni ada seseorang yang menyedekahkan hartanya kepada seorang pencuri. Maka orang yang bersedekah itu berkata : “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, sedekah saya telah jatuh ke tangan seorang pencuri” Kemudian ia berkeinginan untuk bersedekah sekali lagi. Kemudian ia bersedekah secara diam-diam dan ternyata sedekahnya jatuh ke tangan seorang wanita (ia beranggapan bahwa seorang wanita tidaklah mungkin menjadi seorang pencuri). Pada keesokan paginya, orang-orang kembali membicarakan peristiwa semalam, bahwa ada seseorang yang bersedekah kepada seorang pelacur. Orang yang memberi sedekah tersebut berkata : “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, sedekah saya telah sampai ke tangan seorang pezina”. Pada malam ketiga, ia keluar untuk bersedekah secara diam-diam, akan tetapi sedekahnya sampai ke tangan orang kaya. Pada keesokan paginya, orang-orang berkata bahwa seseorang telah bersedekah kepada seorang kaya. Orang yang telah memberi sedekah itu berkata : “Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Sedekah saya telah sampai kepada seorang pencuri, pezina, dan orang kaya”. Pada malam berikutnya, ia bermimpi bahwa sedekahnya telah dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam mimpinya, ia telah diberitahu bahwa wanita yang menerima sedekahnya tersebut adalah seorang pelacur dan ia melakukan perbuatan yang keji karena kemiskinannya. Akan tetapi, setelah menerima sedekah tersebut, ia berhenti dari perbuatan dosanya. Orang yang kedua adalah orang yang mencuri karena kemiskinannya, Setelah menerima sedekah tersebut, pencuri tersebut berhenti dari perbuatan dosanya. Orang yang ketiga adalah orang yang kaya, tetapi ia tidak pernah bersedekah. Dengan menerima sedekah tersebut, ia telah mendapat pelajaran dan telah timbul perasaan di dalam hatinya bahwa dirinya lebih kaya daripada orang yang memberikan sedekah tersebut. Ia berniat ingin memberikan sedekah lebih banyak dari sedekah yang baru saja ia terima. Kemudian, orang kaya itu mendapat taufik untuk bersedekah”.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Kanzul-‘Ummâl)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-6580885348792884558?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/RXJwvd799kU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/6580885348792884558/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/keutamaan-shodaqoh.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/6580885348792884558?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/6580885348792884558?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/RXJwvd799kU/keutamaan-shodaqoh.html" title="Keutamaan Shodaqoh" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TCDvalScPYI/AAAAAAAAAFk/iiAY7fNF9Ws/s72-c/123456.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/keutamaan-shodaqoh.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkQGQHg-fip7ImA9WxFVFUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-1510337666687040571</id><published>2010-06-14T14:18:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T14:18:41.656-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-14T14:18:41.656-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi Islami" /><title>Orang Yang Berfikir Positif</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TBabFbLsIoI/AAAAAAAAAFc/il1h9BVXGPY/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TBabFbLsIoI/AAAAAAAAAFc/il1h9BVXGPY/s320/1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seperti apakah ciri orang yang berpikir positif? Kesalahan kita dalam memahaminya bisa merugikan kita. Sebagai contoh, ada yang mengatakan bahwa kita tidak perlu memiliki pikiran positif. Ada juga yang mengatakan bahwa pikiran positif saja tidak perlu untuk sukses. Jelas, orang ini belum paham dengan apa yang dimaksud berpikir positif. Langkah pertama untuk memahaminya ialah kita harus memahami terlebih dahulu tentang definisi berpikir positif. Kata kunci dalam berpikir positif adalah “keyakinan”. Silahkan baca dan pahami arti berfikir positif.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan pengertian yang dijelaskan diatas, maka ciri utama seseorang yang memiliki pikiran positif adalah memiliki optimisme yang tinggi. Optimisme adalah sebuah pemikiran penuh harapan dan percaya diri bahwa apa yang ditujunya akan tercapai. Optimisme adalah pandangan yang penuh harap. Sebuah sikap optimis bisa lahir saat seseorang memiliki keyakinan yang kuat bahwa dia bisa mencapai apa yang dia harapkan. Inilah ciri orang yang berpikir positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sebagian orang yang mengeluh &lt;i&gt;"Bagaimana saya bisa optimis? Saya memiliki banyak kekurangan”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Optimisme tidak ada hubungannya dengan kekurangan. Orang yang optimis akan yakin bahwa dia juga mampu mengatasi semua kekurangan yang ada. &lt;i&gt;Tidak punya modal untuk bisnis,&lt;/i&gt; Dia yakin bahwa dia akan mendapatkan modal tersebut. &lt;i&gt;Tidak bisa bahasa Inggris untuk mendapatkan kerja,&lt;/i&gt; Orang optimis yakin bahwa dia bisa mempelajari bahasa Inggris. Kekurangan, sama sekali tidak mempengaruhi optimisme. Ciri orang yang berpikir positif tetap yakin meski dia banyak kekurangan, karena dia yakin selalu ada jalan keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita membaca literatur barat yang ditulis oleh mereka yang bukan beragama Islam, mereka mengatakan bahwa sumber keyakinan kita hanya berasal dari potensi dan kekuatan pikiran kita. Memang benar, bahwa kita sudah diberikan postensi yang besar oleh Allah SWT, tetapi sumber keyakinan itu bukan hanya berasal dari potensi diri kita atau pikiran kita. Tetapi,yang utama adalah kita yakin karena Allah SWT akan menolong, membantu, memberikan petunjuk, dan mengabulkan do’a kita.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-1510337666687040571?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/-kKE2uVNPIg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/1510337666687040571/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/orang-yang-berfikir-positif.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/1510337666687040571?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/1510337666687040571?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/-kKE2uVNPIg/orang-yang-berfikir-positif.html" title="Orang Yang Berfikir Positif" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TBabFbLsIoI/AAAAAAAAAFc/il1h9BVXGPY/s72-c/1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/orang-yang-berfikir-positif.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0MGQ3c7cSp7ImA9WxFVEE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-6591526520908979508</id><published>2010-06-08T11:22:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T11:23:42.909-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-08T11:23:42.909-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mutiara Hikmah" /><title>Nabi Muhammad SAW</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TA6BP5lrAMI/AAAAAAAAAFU/dRY0RYGLf7o/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TA6BP5lrAMI/AAAAAAAAAFU/dRY0RYGLf7o/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Allah mengutus Rasul dan Nabi-Nya secara berselang-seling agar mereka memenuhi janji-janji penciptaan-Nya, mengingatkan mereka akan nikmat-nikmat-Nya yang terlupakan, dan menjadikan Rasul dan Nabi-Nya sebagai hujjah-Nya terhadap makhluk-makhluk agar tidak tertinggal suatu alasan bagi manusia. Muhammad Rasulullah Saw diutus oleh-Nya, sementara tidak ada seorangpun dikalangan orang arab yang membaca Kitab-Nya maupun menerima kenabiannya, sementara Beliau ingin mengantarkan mereka menuju keselamatan dan bergegas dengan mereka agar azab tidak mendahului mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau adalah pelita-pelita yang menerangi kegelapan dan sumber-sumber hikmah, tidak ada seorangpun yang lebih dekat kepada musuh darapada Beliau. Allah dan Malaikat-Nya tetap bershalawat kepada Beliau, walaupun setiap kali umatnya lalai bershalawat kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Beliau membuka dirinya sedemikian rupa sehingga semua orang sama dihadapannya. Beliau mengetahui sesungguhnya Allah menyingkirkan dunia darinya untuk mengutamakannya dan melapangkannya bagi selain dirinya untuk menghinakannya. Beliau menyukai bila perhiasan dunia itu menjauh dari pandangan matanya, agar Beliau tidak mengambil kekayaan darinya atau mengharapkan tinggal didalamnya. Sesungguhnya bersabar itu bagus kecuali berpisah dari Nabi Saw.Sesungguhnya ketidak sabaran itu benar-benar buruk kecuali atas kematian Nabi Saw. Sesungguhnya tertimpa musibah dengan kematian Nabi saw adalah suatu hal yang besar, dan bahwasanya sepeninggal Nabi Saw benar-benar sesuatu yang amat berat".&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;Ali bin Abi Thalib r.a&lt;/b&gt;)&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rasulullah Saw bersabd&lt;b&gt;a&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; :&lt;/b&gt; &lt;i&gt;"Perumpamaan-ku dan perumpamaan para Nabi adalah seperti perumpamaan seseorang yang membangunkan sebuah rumah. Beliau membinanya dengan baik dan sempurna, tetapi masih ada satu tempat yang belum diletakkan bata. Ramai orang yang masuk ke dalam rumah tersebut dan mereka mengaguminya seraya berkata: Alangkah lebih baik jika kekurangan itu disempurnakan. kemudian Rasulullah Saw bersabda: Aku diibaratkan sebagai bata tersebut dimana kedatangan aku adalah sebagai penutup para Nabi".&lt;/i&gt; (HR. Bukhari, Muslim)&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rasulullah Saw bersabd&lt;b&gt;a &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;: &lt;/b&gt;&lt;i&gt;"Perumpamaan Allah Azza Wa Jalla mengutusku menyampaikan petunjuk dan ilmu adalah seperti tetesan hujan yang telah membasahi bumi, maka bumi tersebut sebagian tanahnya ada yang subur hingga dapat menyerap air serta menumbuhkan rerumputan dan sebagian lagi berupa tanah-tanah keras yang dapat menahan air, lalu Allah memberi manfaat kepada manusia hingga mereka dapat meneguk air, memberi minum dan menggembala ternaknya ditempat itu. Ada juga titisan air hujan tersebut jatuh di tanah yang lain, yaitu tanah gersang yang sama sekali tidak dapat menahan air dan tidak dapat menumbuhkan rumput rampai. Maka itu semua adalah perumpamaan orang yang bijak pandai tentang agama Allah dan memanfaatkannya setelah aku diutus oleh Allah. Maka Beliau tahu dan mau mengajarkan apa yang diketahuinya dan juga perumpamaan orang yang keras kepala yang tidak mau menerima petunjuk Allah yang karenanya aku diutus".&lt;/i&gt; (HR. Bukhari, Muslim)&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rasulullah Saw bersabd&lt;b&gt;a &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;:&lt;/b&gt; &lt;i&gt;"Aku diutus dengan membawa kalimat-kalimat yang global (Al-Qur’an) dan aku diberi pertolongan dengan perasaan takut, dan pada suatu hari ketika aku sedang tidur, aku diberi kunci semua perbendaharaan, lalu diletakkan ditanganku".&lt;/i&gt; (HR. Syaikhan)&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Diriwayatkan oleh Buraidah r.a&lt;/b&gt; berkata : &lt;i&gt;"Rasulullah Saw telah mengikuti peperangan sebanyak sembilan belas kali dan Beliau turut bertempur sebanyak delapan kali".&lt;/i&gt; (HR. Bukhari, Muslim)&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rasulullah Saw bersabd&lt;b&gt;a &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;:&lt;/b&gt; &lt;i&gt;"Sesungguhnya Jibril as telah berkata kepadaku: ketahuilah, aku membawa kabar gembira kepadamu, sesungguhnya Allah SWT telah berfirman: barangsiapa membaca shalawat atasmu dan barangsiapa mengucapkan salam kepadamu, maka Aku (Allah SWT), mengucapkan salam kepadanya". &lt;/i&gt;(HR. Ahmad&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rasulullah Saw bersabd&lt;b&gt;a &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;:&lt;/b&gt; &lt;i&gt;"Sepeninggal-ku nanti akan muncul pemimpin-pemimpin yang kalian tidak sukai. Para Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah! Apakah yang anda akan perintahkan sekiranya perkara itu terjadi kepada kami?. Rasulullah Saw menjawab dengan bersabda: Penuhilah kewajiban yang telah diberikan kepada kalian dan mohonlah hak-mu kepada Allah".&lt;/i&gt; (HR. Bukhari, Muslim&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;)&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rasulullah Saw bersabd&lt;b&gt;a&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; :&lt;/b&gt; &lt;i&gt;"Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra berkata : Sesungguhnya Rasulullah Saw tinggal di Mekah selama tiga belas tahun. Beliau wafat pada usia enam puluh tiga tahun".&lt;/i&gt; (HR. Bukhari, Muslim)&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rasulullah Saw bersabd&lt;b&gt;a&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; :&lt;/b&gt; &lt;i&gt;"Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra berkata: Sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan wahyu kepada Rasulullah Saw sebelum tiba hari kematian Beliau hingga Beliau wafat. Wahyu yang paling banyak diturunkan adalah pada hari kematian Rasulullah SAW".&lt;/i&gt;&amp;nbsp; (HR. Bukhari, Muslim&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rasulullah Saw bersabda : &lt;/b&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya aku ini mempunyai beberapa nama; Aku adalah Muhammad, Aku adalah Ahmad, Aku adalah penghapus yang dengannya Allah menghapuskan kekufuran. Aku adalah pembangkit dimana orang-orang akan dibangkitkan dihadapan kaki-ku dan Aku adalah penutup".&lt;/i&gt; (HR. Muslim&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang, adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang kepada (agama)-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya".&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(&lt;b&gt;04:An Nisaa’ : 174~175&lt;/b&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan&lt;/i&gt;". (&lt;b&gt;02:Al Baqarah : 119&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah kami beri al-kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui".&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;02:Al Baqarah : 146&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang".&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;16:An Nahl : 82&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya".&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;33:Al Ahzab : 56&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Saw adalah seorang yang sederhana, teduh, optimistis, bersemangat tinggi, perasaannya hidup, dan ringan kaki. Beliau dekat dengan hati masyarakat, dengan dengan sesama karena kharismanya, sederhana dalam keagungannya, murah senyum, dicintai dengan segala budi pekertinya, dikenal oleh orang jauh dan dekat. Dari sudut Akhlak, sangatlah sempurna, rona mukanya selalu berseri, pandai membaca gelagat orang yang diajak bicara. Beliau senang dengan pemberian Allah, sehingga tidak pernah mengenal putus asa, dan selalu dapat keluar dari tekanan jiwa yang berkenaan dengan umatnya maka Beliau tidak mengenal putus asa. Beliau tidak menyukai hal yang berbelit-belit, hal yang dibuat-buat. Beliau mengusung prinsip-prinsip hidup, teladan dan guru bagi seluruh generasi sampai hari kiamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada disisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung&lt;/i&gt;". &lt;b&gt;(07:Al A’raaf : 157)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta ala&lt;i&gt;m&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;".&lt;/i&gt; (21:Al Anbiyaa’ : 107)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Dan yang menghambat risalah-risalah Beliau adalah kepalsuan ahli logika, kebodohan ahli tasawuf, keangkuhan orang-orang yang sombong, sikap memanjakan para penyair dan penyanyi, serta kesenangan buta para pemuja kehidupan dunia".&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;`Aidh Al-Qarni&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi Muhammad Saw, yang diutus pada sebaik-baik masa, ketika kekafiran merajalela, rahmat bagi hamba-hamba-Nya, sebagai pemberian atas karunia-Nya kepada umat manusia dan sebagai penutup para Nabi-Nya. Seorang pemimpin yang menjelaskan dalih-dalih kepada hamba-hambanya, memberi pelajaran dan nasehat, bekerja keras, mengasihani dengan segala keyakinan belas kasih, ikhlas, penolong dan suci dari dosa. Beliau mengambil bagian paling sedikit dari dunia, Beliau adalah yang paling kosong perutnya, dunia ditawarkan kepada Beliau, tetapi Beliau menolaknya, bilamana Allah membenci sesuatu maka Beliau-pun membencinya, bila Allah memandang rendah sesuatu, maka hal itupun menjadi rendah dihadapan Beliau. Baginya rahmat dan salam, berkah dan kemuliaan dari Tuhan yang Maha Pengasih, Maha Penyayang dan yang Maha Dekat untuk menjawab hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syariat Nabi Ibrahim adalah ketundukan dan penyerahan diri. Syariat Nabi Musa adalah kerinduan terhadap keindahan Allah yang Maha Mulia. Syariat Nabi Isa adalah zuhud dan pengosongan hati. Syariat Nabi Muhammad Saw adalah kefakiran sejati yang dicemburui oleh orang yang berhati sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ambillah fatwa-fatwa kebaikan dari para guru, karena mengambil fatwa mereka sama dengan menerima dari-Nya. Nabi Muhammad Saw dibimbing oleh firman-Nya, para wali dibimbing oleh haditsnya, dan suara-suara hati yang menjadi pembimbing dalam perbuatan-perbuatan mereka sebagai pewaris Nabi Saw. Tasawuf adalah mengosongkan hati kemudian mengisinya hanya dengan Allah dan merendahkan yang selain Allah, karena segala sesuatu selain Allah tidak ada yang dapat mendatangkan manfaat maupun mudharat. Sufi adalah orang yang bersih dari kotoran, dipenuhi ajaran untuk taat kepada Allah dan Nabi Muhammad Saw dan menyamakan emas dengan tanah liat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-6591526520908979508?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/zooq8NTSffs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/6591526520908979508/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/nabi-muhammad-saw.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/6591526520908979508?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/6591526520908979508?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/zooq8NTSffs/nabi-muhammad-saw.html" title="Nabi Muhammad SAW" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TA6BP5lrAMI/AAAAAAAAAFU/dRY0RYGLf7o/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/nabi-muhammad-saw.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkcDR3k7eip7ImA9WxFWFU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-3456191760153129063</id><published>2010-06-02T11:32:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T11:41:16.702-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-02T11:41:16.702-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mutiara Hikmah" /><title>Allah SWT</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAajX78g2yI/AAAAAAAAAEE/ttaAbpBsh3Q/s1600/22222.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAajX78g2yI/AAAAAAAAAEE/ttaAbpBsh3Q/s320/22222.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Segala puji bagi Allah yang keadaan-Nya yang satu tidak mendahului keadaan-Nya yang lain, maka tiadalah Dia menjadi yang awal sebelum Dia menjadi yang akhir, atau yang zahir sebelum Dia menjadi yang bathin. Buah Surga adalah `La Ilaha Illallah` (tidak ada Tuhan kecuali Allah) dengan syarat ikhlas. Pokok agama adalah makrifat tentang Allah, kesempurnaan makrifat tentang-Nya adalah dengan membenarkan terhadap-Nya, dan kesempurnaan tauhid kepada-Nya dengan ikhlas kepada-Nya, bila menduakan-Nya berarti sama dengan memilah-milah Dzat-Nya.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
`Inna Lillahi` (Sesungguhnya kita adalah milik Allah) merupakan pengakuan atas diri kita adalah milik Allah, sedangkan `Inna Ilaihi Raji’un` (kepada-Nya-lah kita kembali) merupakan pengakuan atas diri kita akan datangnya kematian.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Kesempurnaan keikhlasan kepada-Nya adalah dengan meniadakan segala sifat dari-Nya, sebab setiap sifat adalah berlainan dengan yang disifati, dan setiap yang disifati bukanlah persamaan dari sifat yang menyertainya. Dia-lah yang benar lagi yang menjelaskan segala sesuatu menurut hakekat yang sebenarnya, yang lebih benar dan lebih jelas daripada yang dilihat oleh mata. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak dapat dicapai oleh akal, tidak dapat disamakan dengan sesuatu, tidak dapat diserupakan, dahi-dahi bersujud kepada-Nya, lidah-lidah mentauhidkan-Nya, Dia  membatasi  segala   sesuatu   saat penciptaannya. Dia tidak dilalui masa, maka keadaan-Nya tidak pernah berbeda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah berada dalam suatu tempat yang mengharuskan-Nya berpindah tempat. Dia maha mengetahui rahasia yang ada didalam hati yang tersembunyi, bisikan orang-orang yang berbisik dan kecenderungan seseorang dalam hatinya. Hanya hati yang dipenuhi dengan hakekat keimanan sajalah yang dapat mencapai-Nya.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan menyaingi Allah dalam keagungan-Nya dan menyerupai kesombongan-Nya, karena Dia akan menghinakan setiap orang yang angkuh dan merendahkan setiap orang yang sombong. Sungguh mengherankan orang yang ragu terhadap Allah, padahal mereka melihat ciptaan-Nya, dan sungguh mengherankan mereka hanya melihat ciptaan-Nya tetapi tidak melihat dengan pengelihatan-Nya. Inilah orang yang melihat dengan lemak, berbicara dengan daging, mendengar dengan tulang dan bernapas dengan lubang hidung. Syukur dan wara’ (kehati-hatian dalam beragama) adalah tameng yang menjelaskan perkataan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-Nya yang dikaruniakan dan pujilah Dia atas cobaan yang ditimpakan-Nya kepadamu, karena syukur adalah hiasan kekayaan, dimana kebaikan setiap orang yang memiliki kenikmatan adalah dalam menghindarkan diri dari hal-hal yang merusak kenikmatan itu. Bagi yang melalaikan nikmat akan lenyap segala nikmat dari-Nya, dan bagi yang mensyukuri akan bertambah nikmat dari-Nya. Tidak akan ada seorang penghitung yang mampu menghitung nikmat-nikmat-Nya, dan tidak akan ada seorang ahli ibadah yang dapat memenuhi hak-Nya. Pujilah Dia atas kesempurnaan nikmat-Nya, penyerahan diri atas keagungan-Nya, memohon pertolongan-Nya dari kemaksiatan kepada-Nya dan memohon pertolongan sebagai hamba-Nya yang fakir yang mengharapkan kecukupan dari-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-hamdulillah (segala puji bagi Allah) adalah bahwasanya Allah menjadikannya sebagai pembuka kitab-Nya (Al-Qur’anul Karim) dan penutup doa para penghuni Surga-Nya. Qadha’ dan Qadar merupakan jalan yang gelap, Allah menjadikan segala sesuatu ada kadarnya dan pada tiap-tiap kadar ada masanya, dan pada tiap-tiap masa ada ketetapannya. Segala perkara tunduk pada takdir, bahkan termasuk kematian yang telah direncanakan-Nya. Jika telah datang takdir maka gugurlah kehati-hatian. Sesungguhnya bersama setiap orang ada dua Malaikat yang menjaganya, maka jika telah datang takdir (kematian), kedua Malaikat itu membiarkannya antara dia dengan takdirnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Siapa saja yang hanya butuh kepada Allah, niscaya orang-orang akan butuh kepadanya, karena itu mintalah pertolongan hanya kepada Allah, karena Dia pemberi pertolongan yang paling cukup. Menghilangkan sebuah gunung lebih mudah daripada menghilangkan kefakiran, maka bermohonlah kepada-Nya dengan sabar karena bumi ini adalah milik-Nya yang akan dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Jika memiliki suatu  kebutuhan kepada-Nya, mohonlah kepada-Nya agar memilihkan yang terbaik dalam urusan-urusanmu, sebab Dia tidak akan menelantarkan orang-orang yang mencari perlindungan kepada-Nya dan tidak akan merugikan orang yang memohon pilihan kepada-Nya. Maka sandarkan dirimu dalam semua urusan kepada-Nya, karena sesungguhnya engkau menyandarkannya pada tempat berlindung yang kokoh dan dengan penjagaan yang kuat".&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Ali bin Abi Thalib r.a)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rasulullah Saw bersabda :&lt;/b&gt; &lt;i&gt;"Aku terus menerus mohon syafa'at kepada Tuhanku Azza wa Jalla, dan Dia memberi syafa'at kepadaku, sehingga aku berkata : Wahai Tuhan, berilah aku syafa'at untuk orang-orang yang mengatakan, `Tiada Tuhan Kecuali Allah`. Allah berfirman : Ini bukan untuk kamu wahai Muhammad dan bukan untuk siapa-siapa, ini untuk Aku dan demi keagungan-Ku, kemulian-Ku dan kasih sayang-Ku, Aku tidak meninggal kan di Neraka seorangpun yang mengucapkan `Tiada Tuhan Kecuali Allah".&lt;/i&gt; (HR. Ibnu Abu 'Ashim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rasulullah Saw bersabda :&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;"Allah SWT berfirman: Aku sekutu yang (sama sekali) tidak butuh persekutuan, barangsiapa yang mengerjakan sesuatu perbuatan disertai dengan menyekutukan selain Aku (kepada-Ku), Aku tinggalkan dia dan yang dijadikan sekutu".&lt;/i&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rasulullah Saw bersabda :&lt;/b&gt; &lt;i&gt;"Allah SWT berfirman: Hai Muhammad, sesungguhnya Aku bila menetapkan sesuatu ketetapan, tidak dapat ditolak (ditarik kembali)".&lt;/i&gt; (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rasulullah Saw bersabda :&lt;/b&gt; &lt;i&gt;"Maukah engkau aku tunjukkan kepada kalimat yang dari bawah Arasy, dari suatu gudang dari beberapa gudang Surga. Katakanlah: `Tidak Ada Daya Upaya Dan Tidak Ada Kekuatan, Kecuali Dengan Kehendak Allah`. Maka Allah yang Maha Gagah dan Maha Agung berfirman: Hamba-Ku telah menyerah dan tunduk".&lt;/i&gt; (HR.Hakim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan Semesta Alam".&lt;/i&gt;&lt;b&gt; (28:Al Qashash:30)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat".&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(02:Al Baqarah:186)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu".&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;(02:Al Baqarah:29)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya : `Jadilah`. lalu jadilah ia".&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(02:Al Baqarah:117)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at disisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat  memelihara  keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar".&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(02:Al Baqarah:255)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. setiap waktu Dia dalam kesibukan".&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(55: Ar Rahman:29)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal diatas bahtera akan menyeru `Ya Allah`. Ketika musibah menimpa, bencana melanda dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru `Ya Allah`. Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah `Ya Allah`. Ketika semua cara tak lagi mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus dan semua jalan pintas membuntu, merekapun menyeru `Ya Allah`. Ketika bumi terasa menyempit kerana himpitan persoalan kehidupan, dan jiwa seolah tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus dipikul, maka menyerulah `Ya Allah`. Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundah gulanakan hati, adalah hanya pantas ditujukan kehadirat-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap dinihari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arah-Nya untuk memohon pertolongan. Ketika  lidah  bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya. Maka hati akan tenang , jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang dan iman kembali bergelora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;`Allah`&lt;/b&gt; adalah nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah, ungkapan yang paling tulus dan kata yang sangat berharga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;`Allah`&lt;/b&gt; yang memiliki semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, kemampuan dan hikmah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;`Allah`&lt;/b&gt; darinya semua kasih sayang, perhatian, cinta dan kebaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;`Ya Allah`&lt;/b&gt;, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan ini awal dari kesenangan, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;`Ya Allah`&lt;/b&gt;, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa ini dengan air keimanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;`Wahai Rabb`&lt;/b&gt;, anugrahkan kepada mata yang tak dapat terpejam ini, rasa kantuk dari-Mu yang akan menentramkan, tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian, dan ganjarlah dengan kemenangan yang nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;`Wahai Rabb`&lt;/b&gt;, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini pada cahaya-Mu, bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-Mu yang lurus, dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu  merapat ke hidayah-Mu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;`Ya Allah`&lt;/b&gt;, sirnakan keraguan pada fajar yang pasti datang dengan pancaran cahayanya, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentara-Mu. Kami berlindung kepada-Mu dari setiap  rasa takut yang  mendera,  hanya  kepada-Mu kami bersandar dan bertawakkal, hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu semua pertolongan, cukuplah Engkau sebagai pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik pelindung dan penolong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memaafkan merupakan bukti ketulusan hati terhadap perilaku orang yang menyakiti. Sedangkan keinginan hati untuk diperlakukan dengan baik merupakan tingkatan yang lebih tinggi. Dan yang paling penting ialah ketika ia bisa membalasnya dengan kebaikan. Caranya adalah dengan mulai meredam emosi, tidak membalas kepada orang yang menyakiti, dan memaafkan kesalahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan (ihsan)".&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(03:Al Imran:134)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada".&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(24:An Nuur:22)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keyakinan terhadap qadha, artinya harus menyadari bahwa tidak menyakiti kecuali merupakan ketentuan qadha dan qadar Allah. Penghapusan dosa, artinya harus menyadari bahwa kejahatan yang dilakukan orang lain yang ditimpakan kepada anda sebenarnya adalah penghapus dosa-dosa, keburukan-keburukan yang dileburkan, kesalahan-kesalahan yang dimaafkan dan kenaikan derajat iman. (`Aidh Al-Qarni)&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-3456191760153129063?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/jb90Uk1q9_k" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/3456191760153129063/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/segala-puji-bagi-allah-yang-keadaan-nya.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/3456191760153129063?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/3456191760153129063?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/jb90Uk1q9_k/segala-puji-bagi-allah-yang-keadaan-nya.html" title="Allah SWT" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAajX78g2yI/AAAAAAAAAEE/ttaAbpBsh3Q/s72-c/22222.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/segala-puji-bagi-allah-yang-keadaan-nya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0UNRXw7eCp7ImA9WxFWFU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-327021687444352389</id><published>2010-06-01T10:49:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T12:01:34.200-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-02T12:01:34.200-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berjilbab" /><title>Inilah 8 Keutamaan Berjilbab</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAapaXj6y9I/AAAAAAAAAEM/NjQ8Pa9HtUI/s1600/11111.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAapaXj6y9I/AAAAAAAAAEM/NjQ8Pa9HtUI/s320/11111.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sesungguhnya seorang wanita muslimah akan menemukan dalam hukum Islam perhatian yang sangat tinggi terhadap dirinya, agar dapat menjaga kesuciannya, menjadi wanita mulia dan memiliki kedudukan yang tinggi. Dan syarat-syarat yang diwajibkan pada pakaian dan perhiasannya tidak lain adalah untuk mencegah kerusakan yang timbul akibat tabarruj (berhias diri). Inipun bukan untuk mengekang kebebasannya akan tetapi sebagai pelindung baginya agar tidak tergelincir pada lumpur kehinaan atau menjadi sorotan mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daftar&amp;nbsp; &lt;a href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/kewajiban-berjilbab-bagi-muslimah.html"&gt;Keutamaan Berjilbab&lt;/a&gt; berikut semoga dapat menjadi pengingat dan pedoman kita besama sebagai upaya agar kita selalu berada di jalan Allah setiap saat.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jilbab Itu Ketaatan Kepada Allah Dan Rasul.&lt;/b&gt; Allah telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman : &lt;i&gt;&lt;i&gt;“&lt;/i&gt;Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;”.&lt;/i&gt; &lt;/i&gt;(QS. Al-Ahzab : 36)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan Jilbab sebagaimana firman Allah : &lt;i&gt;&lt;i&gt;“&lt;/i&gt;Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung&lt;i&gt;”. &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;(QS. An-Nur : 31)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Allah berfirman : &lt;i&gt;“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.”&lt;/i&gt; (Q.S. Al-Ahzab: 53)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): &lt;i&gt;“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”&lt;/i&gt; (Q.S. Al-Ahzab: 59)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: &lt;b&gt;“Wanita itu aurat”&lt;/b&gt; maksudnya adalah bahwa ia harus menutupi tubuhnya dengan menggunakan jilbab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jilbab Itu 'Iffah (Kemuliaan). &lt;/b&gt;Allah menjadikan kewajiban menggunakan Jilbab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat). Allah berfirman : &lt;i&gt;“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu”.&lt;/i&gt; (QS. Al-Ahzab : 59)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), “karena itu mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan berupa fitnah dan kejahatan bagi mereka.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jilbab Itu Kesucian. &lt;/b&gt;Allah berfirman : &lt;i&gt;“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka”. &lt;/i&gt;(QS. Al-Ahzab : 53)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Jilbab sebagai kesucian bagi hati orang-orang mu’min, laki-laki maupun perempuan. Karena mata bila tidak melihat maka hatipun tidak berhasrat. Pada saat seperti ini, maka hati yang tidak melihat akan lebih suci. Ketiadaan fitnah pada saat itu lebih nampak, karena hijab itu menghancurkan keinginan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya, Allah berfirman : &lt;i&gt;“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya”. &lt;/i&gt;(QS. Al-Ahzab : 32)  &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jilbab Itu Pelindung. &lt;/b&gt;Rasulullah bersabda : &lt;i&gt;“Sesungguhnya Allah itu Malu dan Melindungi serta Menyukai rasa malu dan perlindungan”.&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Sabda beliau yang lain : &lt;i&gt;“Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jilbab Itu Taqwa. &lt;/b&gt;Allah&amp;nbsp; berfirman : &lt;i&gt;“Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik”.&lt;/i&gt; (QS. Al-A’raaf : 26)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jilbab Itu Iman. &lt;/b&gt;Allah tidak berfirman kecuali kepada wanita-wanita beriman :&lt;i&gt;“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman”.&lt;/i&gt; (QS. An-Nur : 31) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah&amp;nbsp; juga berfirman :&lt;i&gt; “Dan istri-istri orang beriman”&lt;/i&gt;. (QS. Al-Ahzab : 59)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika wanita-wanita dari Bani Tamim menemui Ummul Mu’minin, Aisyah radhiyallahu anha dengan pakaian tipis, beliau berkata : “Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu”.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jilbab Itu Haya’ (Rasa Malu). &lt;/b&gt;Rasulullah bersabda : &lt;i&gt;“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt; Sabda beliau yang lain :&lt;i&gt; “Malu itu adalah bagian dari iman dan iman itu di surga”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;Sabda Rasul yang lain :&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;       &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jilbab Itu Perasaan Cemburu.&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Jilbab itu selaras dengan perasaan cemburu yang merupakan fitrah seorang laki-laki sempurna yang tidak senang dengan pandangan-pandangan khianat yang tertuju kepada istri dan anak wanitanya. Berapa banyak peperangan terjadi pada masa Jahiliyah dan masa Islam akibat cemburu atas seorang wanita dan untuk menjaga kehormatannya. Ali bin Abi Thalib Radiyallahu ‘anhu berkata : “Telah sampai kepadaku bahwa wanita-wanita kalian berdesak-desakan dengan laki-laki kafir orang ‘ajam (non Arab) di pasar-pasar, tidakkah kalian merasa cemburu? Sesungguhnya tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak memiliki perasaan cemburu”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa Syarat Hijab Yang Harus Terpenuhi:&lt;br /&gt;
&lt;div align="justify"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menutupi seluruh anggota tubuh wanita -berdasarkan pendapat yang paling kuat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hijab itu sendiri pada dasarnya bukan perhiasan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tebal dan tidak tipis atau trasparan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Longgar dan tidak sempit atau ketat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak memakai wangi-wangian.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak menyerupai pakaian laki-laki.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak bermaksud memamerkannya kepada orang-orang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-327021687444352389?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/TTPnJoxaxtE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/327021687444352389/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/8-keutamaan-berjilbab_2092.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/327021687444352389?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/327021687444352389?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/TTPnJoxaxtE/8-keutamaan-berjilbab_2092.html" title="Inilah 8 Keutamaan Berjilbab" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAapaXj6y9I/AAAAAAAAAEM/NjQ8Pa9HtUI/s72-c/11111.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/8-keutamaan-berjilbab_2092.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4AQHg4fip7ImA9WxFWFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-6283474926843562165</id><published>2010-06-01T07:39:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T06:22:21.636-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-02T06:22:21.636-07:00</app:edited><title>Kewajiban Berdakwah</title><content type="html">&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAZZ5A6R__I/AAAAAAAAACg/T89YDuOv9Yk/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" src="http://quranterjemah.com/image_quran/3_104.gif" /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. &lt;/i&gt;&lt;b&gt;QS. Ali Imran : 104&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAZaMFeQvII/AAAAAAAAACo/G4jKUG-Rsm4/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAZaYh3L4bI/AAAAAAAAACw/4w7w4Wfkd-Q/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAZaYh3L4bI/AAAAAAAAACw/4w7w4Wfkd-Q/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cukup banyak ayat-ayat yang menyerukan kewajiban dakwah kepada umat muslim, salah satu diantaranya ayat di atas. Seruan tersebut menegaskan bahwa Setiap muslim adalah Da'i, yaitu seseorang yang menyampaikan pesan-pesan tentang ajakan menuju jalan Allah (amar ma'ruf nahi munkar) kepada umat. Sebab, setiap muslim berkewajiban untuk melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar. Sayang sekali pemahaman kewajiban dakwah pada umumnya dipahami hanya untuk orang tertentu saja, yakni para ustad atau kiai, sehingga seringkali kita jumpai ungkapan seseorang yang apabila melihat kemaksiatan berkata : "Itu bukan urusan saya, tapi urusan ustad atau kiai." Padahal merujuk ayat di atas jelas bahwa dakwah merupakan kewajiban bagi setiap orang. Hal ini ditegaskan pula dalam hadits. Dari Abu Said Al-Khudri ra berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Barang siapa melihat kemunkaran dilakukan dihadapannya maka hendaklah ia mencegah dengan tangannya, jika tidak mampu cegahlah dengan lidahnya, jika tidak mampu maka hendaklah dia merasa benci di dalam hatinya, dan ini selemah-lemahnya iman" (HR. Muslim).&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dakwah tidak mengenal tempat dan sasaran tertentu, dakwah harus terus dilakukan baik di negeri-negeri yang mayoritas muslim, maupun di negara-negara yang mayoritas non muslim seperti Australia. Dakwah juga ditujukan kepada seluruh manusia baik muslim maupun non muslim, dakwah kepada non muslim bertujuan untuk mengajak masuk kepada Islam, sedangkan dakwah kepada muslim bertujuan untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam. Jumlah populasi muslim yang terus meningkat, serta kesadaran untuk menjalankan ajaran Islam di Australia adalah disebabkan adanya orang-orang yang senantiasa sadar akan kewajiban dakwah dan selalu melaksanakan aktifitas dakwah dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari hal di atas, maka sudah saatnya kita ikut serta berperan aktif dalam segala bentuk aktifitas dakwah. Tidak ada dalih bahwa "saya belum sempurna," ataupun alasan "saya masih belajar." Karena menurut Imam Said bin Jubair, "Jika seseorang tidak mau mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah kemunkaran sehingga keadaan dirinya sempurna, maka tidak akan ada seorangpun yang akan mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah kemunkaran." Iman Malik mendukung pendapat Imam Said bin Jubair ini, dan beliau sendiri menambahkan, "Dan siapakah diantara kita yang lengkap dan sempurna?".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah SAW melaksanakan tugas dakwah tidak menunggu seluruh wahyu selesai. Rasulullah SAW juga menyuruh seorang sahabat yang baru bersyahadat dan mendapatkan pengajaran tentang syahadat untuk mengajarkan kalimat syahadat yang telah dipelajarinya kepada orang disekitarnya. Begitu juga dengan diri kita dituntut untuk senantiasa menyampaikan apa yang telah kita pahami dan kita laksanakan, serta senantiasa berusaha memperbaiki diri dari waktu ke waktu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-6283474926843562165?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/12c7MbzYVTQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/6283474926843562165/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/kewajiban-berdakwah.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/6283474926843562165?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/6283474926843562165?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/12c7MbzYVTQ/kewajiban-berdakwah.html" title="Kewajiban Berdakwah" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAZaYh3L4bI/AAAAAAAAACw/4w7w4Wfkd-Q/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/kewajiban-berdakwah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak4FSXc8eip7ImA9WxFWFEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-4826312426183567629</id><published>2010-06-01T07:28:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T12:01:58.972-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-01T12:01:58.972-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berjilbab" /><title>Kewajiban Berjilbab Bagi Muslimah</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYYILGnoI/AAAAAAAAABg/DAZpgIP0J4w/s1600/112.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYYILGnoI/AAAAAAAAABg/DAZpgIP0J4w/s1600/112.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Akhir-akhir ini banyak sekali kita jumpai kaum Muslimah, baik remaja maupun dewasa mengenakan pakaian Muslimah dengan berbagai warna, corak dan model. Jika kita cermati, tidak semua kaum Muslim memiliki pandangan yang jelas tentang pakaian Muslimah. Faktanya, banyak wanita yang mengenakan kerudung hanya menutupi rambut saja, sedangkan leher dan sebagian lengan masih tampak. Ada juga yang berkerudung tetapi tetap memakai busana yang ketat, misalnya, sehingga lekuk tubuhnya tampak. Yang lebih menyedihkan adalah ada sebagian kalangan yang masih ragu terhadap pensyariatan Islam tentang pakaian Muslimah ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;img alt="" src="http://quranterjemah.com/image_quran/24_31.gif" /&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Dari Penjelasan di atas dapat diketahui bahwa jilbab dituntut untuk dipakai ketika wanita keluar rumah. Jadi seorang wanita tidak boleh keluar rumah kalau tidak memakai jilbab. Dan yang namanya jilbab ialah pakaian muslim yang menutupi mulai dari ujung rambut hingga telapak kaki. Seorang muslimah tidaklah halal dilihat oleh laki-laki yang bukan mahromnya, kecuali bila dia mengenakan khimar, disamping juga jilbab, hingga terutup rapat kepala dan lehernya. Khimar, yang dimaksud disini adalah tutup kepala, Syaikh Albani telah memeriksa pendapat para ulama salaf maupun khalaf mengenai definisi khimar, beliau mencatat lebih dari dua puluh nama ulama, yang mereka adalah para imam dan hafizh. Diantara mereka ada Abul Walid Al-Baji (wafat 474 H) yang memberikan tambahan keterangan mengenai khimar ini, semoga Alloh membalas dia dengan kebaikan, dengan perkataannya: “Tidak ada yang nampak darinya, kecuali lingkaran wajahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila ada seorang wanita itu memakai jilbab, bisa dimengerti bahwa dia adalah seorang wanita yang bersih, menjaga diri dan berperilaku baik. Sehingga orang-orang fasik tidak berani menggodanya dengan perkataan-perkataan yang kurang sopan. Berbeda halnya kalau dia keluar dengan membuka auratnya. Tentu dalam keadaan semacam itu dia akan menjadi incaran dan sasaran orang-orang fasik, sebagaimana yang kita saksikan dimana-mana. Sehingga kita sulit membedakan antara wanita muslimah dengan wanita-wanita kafir. Demikian, adalah wajib bagi seluruh kaum wanita, baik yang merdeka, maupun yang budak untuk menutupkan jilbab ke seluruh tubuhnya ketika mereka keluar rumah. Maka wahai saudariku, kenakanlah jilbab sebagai bentuk keta’atanmu kepada Alloh dan RasulNya. Sungguh, perintah Alloh ta’ala akan memuliakanmu, menghindarkan dirimu dari kerusakan, menahanmu dari maksiat, melindungimu agar tidak tergelincir kepada kehinaan. Allohu’alam&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-4826312426183567629?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/v7KXw8U_tN0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/4826312426183567629/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/kewajiban-berjilbab-bagi-muslimah.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/4826312426183567629?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/4826312426183567629?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/v7KXw8U_tN0/kewajiban-berjilbab-bagi-muslimah.html" title="Kewajiban Berjilbab Bagi Muslimah" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYYILGnoI/AAAAAAAAABg/DAZpgIP0J4w/s72-c/112.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/06/kewajiban-berjilbab-bagi-muslimah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUQHSX47eSp7ImA9WxFWFUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-1864998121878219574</id><published>2010-05-31T11:30:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T12:28:58.001-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-03T12:28:58.001-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Islam" /><title>Pendidikan Islam Anak Usia 4 Tahun</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAgCRjqtdpI/AAAAAAAAAEc/PhWtpLqIL9g/s1600/02.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAgCRjqtdpI/AAAAAAAAAEc/PhWtpLqIL9g/s320/02.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Umumnya, pada usia 4 tahun ini si kecil baru mulai masuk TK (Taman Kanak-kanak). Baik TK yang biasa atau TK Al Quran yang dikenal dengan TKA (Taman Kanak-kanak Al Quran) atau TPQ (Taman Pendidikan Al Quran). Itu artinya, sebagian tanggung jawab pendidikan anak terlimpahkan pada para guru TK tersebut. Namun demikian, adalah salah besar apabila orang tua menyerahkan pendidikan anak 100% pada lembaga pendidikan. Kegagalan pendidikan kepribadian anak kebanyakan karena kegagalan pendidikan dalam rumah; yakni pendidikan orang tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam konteks pendidikan orang tua, ibulah yang paling memegang peranan penting. Oleh karena itu, sukses tidaknya masa depan anak dan baik buruknya kepribadiannya, akan sangat tergantung seberapa peran ibu dalam proses pendidikannya. Terutama dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) yakni usia 0 – 6 tahun dan 6 – 16 (usia SD SMP). Tentu saja peran ayah tak kalah pentingnya, terutama dalam proses pembangunan kepribadian (character building).&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Berikut beberapa tips untuk menstimulasi kemampuan intelektual dan sosial anak usia 4 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, bacakan buku, khususnya buku Islam untuk anak-anak, setiap hari dan dorong mereka untuk melihat bukunya sendiri. Beri bahan bacaan alternatif dari iklan koran, kotak susu, dan lain-lain. Dorong mereka bercerita pada yang lebih muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, ajarkan akhlak atau etika bersosial yang baik menurut Islam. Saat dia merebut mainan temannya, ingatkan untuk meminjam secara baik-baik. Saat temannya berbagi mainan, ajarkan untuk berterima kasih. Saat dia melakukan kesalahan, ajarkan untuk meminta maaf. Ketiga konsep ini tidak saja harus diajarkan, tapi juga mesti dicontohkan oleh kedua orang tua. Bagaimanapun, keteladanan orang tua adalah guru terbaik bagi si kecil. Al Quran berulang kali menekankan betapa pentingnya keteladanan dalam menuju suksesnya pendidikan akhlak (QS 33:21; Al Mumtahanah 60:4, 6). Apa yang ingin dilakukan oleh anak, hendaknya dilakukan juga oleh orang tua. Apa yang tidak ingin dilakukan anak, hendaknya orang tua tidak melakukannya juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, apabila sang ayah ingin anaknya tidak merokok, maka ia hendaknya juga tidak merokok; berhenti merokok apabila asalnya seorang perokok; atau setidak-tidaknya tidak merokok di depan anak-anaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, ajarkan kesadaran multikultural dan toleransi terhadap keragaman dan perbedaan. Baik keragaman adanya berbagai golongan dalam Islam maupun di luar Islam. Hal ini dapat dilakukan melalui representasi boneka, gambar dan buku. Seperti boneka orang-orang dari berbagai suku, bangsa dan agama. Gambar masjid, gereja, pagoda, dan buku-buku tentang perayaan masing-masing. Bagi seoang muslim, agama terbaik adalah Islam (QS Ali Imron 3:19). Pada waktu yang sama seorang muslim dituntut untuk mengakui dan mengapresiasi perbedaan pilihan (QS Al Hujurat 49:13). Toleransi dan menghormati perbedaan, dengan demikian, menjadi salah satu nilai pokok (core value) Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, anak usia 4 tahun memiliki kebutuhan kuat untuk dianggap penting dan berharga. Pujilah pencapaian yang diraihnya, dan berikan hadiah berupa kesempatan untuk merasakan kebebasan dan kemandirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tak kalah pentingnya, orang tua, terutama ibu, harus rajin mengasah kemampuan. Dengan cara banyak membaca bacaan seputar pendidikan anak dan berkonsultasi dengan ahlinya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-1864998121878219574?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/7iTRBcA2LgM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/1864998121878219574/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/pendidikan-islam-anak-usia-4-tahun.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/1864998121878219574?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/1864998121878219574?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/7iTRBcA2LgM/pendidikan-islam-anak-usia-4-tahun.html" title="Pendidikan Islam Anak Usia 4 Tahun" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAgCRjqtdpI/AAAAAAAAAEc/PhWtpLqIL9g/s72-c/02.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/pendidikan-islam-anak-usia-4-tahun.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4FQX88eSp7ImA9WxFWFUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-7934993238431266707</id><published>2010-05-31T11:28:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T12:38:30.171-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-03T12:38:30.171-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Islam" /><title>Pendidikan Islam Anak Usia 3 Tahun</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAgEdk8DGDI/AAAAAAAAAE0/ZKMCNevlOIY/s1600/06.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAgEdk8DGDI/AAAAAAAAAE0/ZKMCNevlOIY/s320/06.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tanpa terasa usia anak tersayang sudah mencapai 3 tahun. Kemampuan anak, baik fisikal, sosial maupun intelektual, juga sudah meningkat drastis. Namun pada saat yang sama, problema pun juga semakin bertambah. Apalagi, kalau anak laki-laki yang relatif lebih bandel dibanding anak perempuan. Hal penting bagi orang tua dalam pendidikan anak adalah hindari mempermalukan anak terutama di depan orang lain. Apalagi sampai menyebutnya sebagai anak nakal atau bodoh. Rasulullah sendiri selalu memperlakukan putrinya, Fatimah, dengan penuh kasih sayang. Beliau juga memperlakukan anak-anak lain dengan penuh respek. Pernah seorang Sahabat Nabi membawa putranya yang masih kecil ke masjid dalam suatu halaqah dengan Nabi. Nabi membawa dan mendudukkan anak tersebut di depan beliau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, tips berikut mungkin membantu orang tua meningkatkan daya kemampuan intelektual dan sosial anak usia 3 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Beri mereka buku untuk dibaca, dan bacakan buku yang sama pada mereka. Pastikan buku-buku Islami menjadi bacaan utama. Dorong anak untuk mengulang suatu cerita dan membahas ide-ide dan kejadian di dalamnya. Baca judul cerita, tunjukkan kata-kata penting pada halaman dan tanda-tanda jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ulangi bacaan doa-doa pendek yang biasa dibaca sebelum dan sesudah melakukan sesuatu. Seperti doa sebelum dan sesudah makan. Sebelum dan sesudah bangun tidur, dsb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sering-seringlah berbicara dengan anak; pakailah kalimat pendek, ajukan pertanyaan dan dengarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Motivasi agar mereka suka membaca dan menulis dengan cara memberikan daftar belanja atau catatan lain. Beri mereka kertas, notebook kecil dan spidol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tambahkan informasi baru pada kata yang diucapkan anak. Apabila anak mengatakan “bola”, maka tambahkan, “Ya, bola berwarna kuning.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyanyikan lagu sederhana yang dapat membantu anak mengenal nama-nama. Termasuk nama-nama salat lima waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minta anak membantu pekerjaan rumah seperti menaruh baju kotor di mesin cuci, sampah di tempat sampah, menyiram bunga, dsb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermain sepakbola atau bola basket mini, tunjukkan pada mereka bagaimana cara menyepak dan memasukkan bola basket ke tempatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Motivasi mereka untuk menggambar. Jangan ditanya menggambar apa. Anak usia 3 tahun hanya tertarik pada proses menggambar, bukan apa yang digambar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ajari menghitung benda-benda di sekitar; seperti kue, gelas, mainan. Apabila mungkin, pindah satu-satu saat menghitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bantuan buku referensi, jelaskan dengan bahasa sederhana mengapa dan bagaimana sesuatu itu terjadi. Beri penjelasan yang benar dna konsisten, jangan berbohong. Sikap konsisten sangat penting agar anak tidak bingung. Dan agar perilaku negatif tersebut tidak ditiru anak.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-7934993238431266707?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/O1-YsWggitY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/7934993238431266707/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/pendidikan-islam-anak-usia-3-tahun.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/7934993238431266707?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/7934993238431266707?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/O1-YsWggitY/pendidikan-islam-anak-usia-3-tahun.html" title="Pendidikan Islam Anak Usia 3 Tahun" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAgEdk8DGDI/AAAAAAAAAE0/ZKMCNevlOIY/s72-c/06.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/pendidikan-islam-anak-usia-3-tahun.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUIMRHg_cSp7ImA9WxFWFUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-3802259835134166500</id><published>2010-05-31T11:21:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T12:33:05.649-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-03T12:33:05.649-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Islam" /><title>Pendidikan Islam Anak Usia 2 Tahun</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAgC-VjBV_I/AAAAAAAAAEk/dEjaj6uZO9w/s1600/05.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAgC-VjBV_I/AAAAAAAAAEk/dEjaj6uZO9w/s320/05.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Perkembangan non-fisikal anak usia 2 tahun secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu perkembangan sosial / emosional dan perkembangan intelektual. Secara intelektual, anak pada usia 2 tahun sudah memiliki kemampuan untuk mendengarkan lagu, sajak dan cerita sederhana; senang melihat buku-buku, mengulangi kata-kata, mengucapkan 2-3 kata dan kalimat; tertarik belajar bagaimana menggunakan benda-benda di sekitarnya; serta mencoba bersenandung dan bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara dalam segi perkembangan sosial dan emosional anak sudah memiliki kemampuan untuk bersosialisasi, bermain dan berdekatan dengan anak-anak lain yang relatif sebaya serta meniru perilaku orang-tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Dari berbagai kemampuan itu, kita dapat memberikan pendidikan dan aktivitas yang sesuai untuk menstimulasi kemampuan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, membaca buat anak (QS Al Alaq 96:1-5). Bacakan buku anak-anak bergambar dengan suara keras setiap hari. Bacakan dengan penuh ekspresi dan coba jelaskan gambar-gambar yang tercetak dalam buku. Ekspresikan perasaan tokoh dalam cerita buku tersebut secara sederhana dan ajak si anak untuk meniru ekspresi-ekspresi ini. Cari buku anak-anak yang jalan ceritanya pendek-pendek dan bagus gambarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tak kalah pentingnya, carilah buku anak-anak yang bernuansa Islami agar pola pikir (mindset) keislaman tertanam sejak dini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, tugas rumah. Ajari anak beberapa tugas kecil dan biarkan dia melakukannya sendiri tetapi jangan lupa mengawasinya. Biarkan mereka membantu Anda dengan tugas-tugas rumah yang sederhana seperti mengumpulkan mainan atau meletakkan baju cucian di keranjang. Dorong mereka untuk menyebut nama sesuatu yang sedang Anda atau dia gunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, biasakan perilaku keseharian orang tua se-islami mungkin, karena ketauladanan adalah guru terbaik (QS Al Ahzab 33:21). Misalnya, mengucapkan bismillah setiap kali akan melakukan sesuatu, seperti makan, minum, dsb. Memegang sesuatu dengan tangan kanan. Motivasi dan ingatkan anak untuk melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, orang tua harus sabar. Anak usia ini gampang frustrasi dan suka marah. Apapun situasinya, orang tua jangan sampai ikut-ikutan marah. Baik marah karena sikap anak atau marah karena faktor lain. Apalagi sampai memukul anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetaplah kalem, berbicaralah dengan nada yang tenang. Letakkan tangan Anda dengan lembut di tangan anak apabila mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian keempat ini salah satu hal terpenting dan mungkin tersulit. Terutama bagi orang tua yang temperamental atau sedang dalam kondisi tidak stabil secara emosianal karena sejumlah faktor umum seperti depresi, stress, dan lain-lain. Apabila Anda sedang dalam kondisi tersebut, usahakan saat melepaskan kemarahan tidak berada di depan anak atau diketahui anak.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-3802259835134166500?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/5WlReGMoZgY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/3802259835134166500/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/pendidikan-islam-anak-usia-2-tahun.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/3802259835134166500?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/3802259835134166500?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/5WlReGMoZgY/pendidikan-islam-anak-usia-2-tahun.html" title="Pendidikan Islam Anak Usia 2 Tahun" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAgC-VjBV_I/AAAAAAAAAEk/dEjaj6uZO9w/s72-c/05.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/pendidikan-islam-anak-usia-2-tahun.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUANQX44fyp7ImA9WxFWFUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-1131140602290125145</id><published>2010-05-31T11:19:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T12:36:30.037-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-03T12:36:30.037-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Islam" /><title>Pendidikan Islam Anak Usia 1 Tahun</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAgEBNgnO8I/AAAAAAAAAEs/Bh10FW8iH04/s1600/02.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAgEBNgnO8I/AAAAAAAAAEs/Bh10FW8iH04/s320/02.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam sebuah Hadits disebutkan bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimah. Dan itu harus dimulai dari sejak seorang anak baru dilahirkan sampai ajal menjemput kehidupan (min al Mahd ilal Lahd). Karena seorang bayi tidak dapat belajar sendiri, maka adalah kewajiban orang tua untuk memberikan ilmu-ilmu yang dapat diterimanya. Mendidik bayi tentu saja berbeda dengan mendidik orang dewasa. Dalam hal ini orang tua, yang menjadi satu-satunya guru sang anak dalam usia ini, harus mampu mengenali perkembangan anak dan apa saja ilmu yang dapat diberikan dan dicerna anak. Arnold Gesell dalam bukunya The First Five Years of Life (Lima Tahun Pertama Kehidupan) mengatakan bahwa usia lima tahun pertama merupakan usia paling penting dalam pendidikan seorang anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dapat diajarkan pada anak baru lahir sampai usia 1 tahun? Pada prinsipnya, sejak lahir anak sudak dapat mencerna dan memahami situasi di sekitarnya. Karena itu orang tua harus berhati-hati dalam bersikap, karena semua perilaku orang tua akan terekam dengan baik di benak sang anak.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Misalnya, hindari mengeluarkan kata-kata kotor dan kasar di depan anak. Juga hindari bertengkar di depan anak. Biarkan anak mencerna dan meniru perilaku terbaik dari kedua orangtuanya. Selain itu, biasakan bagi ibu untuk tidak berganti baju di depan anak laki-lakinya; dan bagi ayah di depan putrinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hal penting lain yang perlu jadi prioritas dalam mendidik anak muslim begitu lahir sampai usia 1 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, senandungkan adzan di kuping kanan dan iqamah di kuping kiri bayi beberapa saat setelah anak lahir ke dunia. Hal ini selain berdasarkan Hadith Nabi, juga bertujuan untuk memperkenalkan bayi pada Pencipta sebenarnya, yaitu Allah (QS Asy Syuro 42: 49-50). Dengan cara ini, bayi telah menerima kehangatan dan cinta kasih Allah. Diharapkan dia akan mengingat pelajaran pertama ini sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, cerita atau bacakan kisah-kisah dalam Al Quran. Juga bacakan kisah dan keagungan pribadi Nabi Muhammad. Pastikan, bahwa Nabi Muhammad adalah tokoh idola pertama sang anak sampai ia dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, pada saat usia mencapai 11 – 12 bulan dan sudah mulai dapat berjalan, biasakan membawa anak ke masjid untuk salat berjamaah setidaknya sekali sehari. Dengan cara ini, anak akan menyadari penting dan wajibnya manusia beribadah kepada Allah (QS Luqman 31:13). Juga tentang perlunya tidak berisik (khusuk) pada saat-saat tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, pada usia ini, anak sudah mengerti kata perintah dan larangan. Usahakan tidak melarang anak kecuali kalau memang perlu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, katakan pada anak apa yang boleh dan tidak boleh dia lakukan dengan nada dan penjelasan yang penuh cinta dan kasih sayang. Seperti, “Ayo kita shalat bersama, supaya kita disayang Allah.” Atau, “Kamu tidak boleh bermain dengan benda ini, nanti kamu terluka.” Walaupun Anda berfikir dia tidak akan langsung mengerti yang dimaksud, pengulangan kata-kata akan membantu anak memahami apa yang Anda katakan dan perilaku yang harus atau tidak boleh dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-1131140602290125145?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/axjTmP5wjpw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/1131140602290125145/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/pendidikan-islam-anak-usia-1-tahun.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/1131140602290125145?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/1131140602290125145?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/axjTmP5wjpw/pendidikan-islam-anak-usia-1-tahun.html" title="Pendidikan Islam Anak Usia 1 Tahun" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAgEBNgnO8I/AAAAAAAAAEs/Bh10FW8iH04/s72-c/02.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/pendidikan-islam-anak-usia-1-tahun.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEINQn05fip7ImA9WxFWFU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-8571956978956134474</id><published>2010-05-31T11:17:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T12:23:13.326-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-02T12:23:13.326-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Islam" /><title>Pendidikan Islam Anak Pralahir/Dalam Kandungan</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAauNpnxzsI/AAAAAAAAAEU/nwX_JeVf0Qg/s1600/ibu-hamil1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAauNpnxzsI/AAAAAAAAAEU/nwX_JeVf0Qg/s320/ibu-hamil1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menurut penelitian ilmiah terbaru, anak-anak dapat dididik sejak masih dalam kandungan, karena selama dalam kandungan, otak dan indra pendengaran anak sudah mulai berkembang, mereka dapat merasakan apa yang terjadi di luar kehidupan mereka, sementara yang mempengaruhi otak dan indera pendengaran bayi di dalam kandungan antara lain emosi dan kejiwaan ibu, rangsangan suara yang terjadi di sekitar ibu, juga nutrisi yang ibu konsumsi, harus terjaga agar selama hamil, tidak stress, karena stress dapat berpengaruh terhadap bayi yang sedang dikandung. Ibu hamil yang stress dapat melahirkan bayi yang bermasalah, juga asupan gizi yang tidak sehat akan dapat mempengaruhi otak janin, hal tersebut dapat terlihat setelah dilahirkan, atau ketika ia tumbuh besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap ibu dipastikan menginginkan bayinya lahir dengan selamat, tumbuh dengan sehat dan cerdas, maka untuk mendapatkan hal itu, seorang ibu bisa memulainya dengan &lt;a href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/pendidikan-islam-anak-usia-1-tahun.html"&gt;mendidik bayi&lt;/a&gt; dalam kandungan.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
William Sallenbach (1998) yang menyimpulkan bahwa periode pralahir merupakan masa kritis bagi perkembangan fisik, emosi dan mental bayi. Ini adalah suatu masa di mana kedekatan hubungan antara bayi dan orangtua mulai terbentuk dengan konsekuensi yang akan berdampak panjang terutama berkaitan dengan kemampuan dan kecerdasan bayi dalam kandungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Islam memperkuat pandangan perlunya pendidikan pralahir. Tidak hanya itu, pendidikan pralahir menurut Islam harus dimulai dari sejak sebelum terciptanya janin. Yakni :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penciptaan janin harus berasal dari pasangan yang sah. Bukan hubungan perzinahan (QS Al Isra’ 17:32).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam melakukan hubungan biologis, hendaknya dimulai dengan doa, setidaknya dengan baca basmallah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah terjadinya proses nuthfah (sperma), berlanjut menjadi ‘alaqah dan kemudian mudghah (segumpal daging) (QS Al Mu’minun 23:12-14), maka dimulailah kehidupan seorang anak dalam rahim. Dari tahap ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan sang ibu, sebagai guru pertama seorang anak, untuk mendidik anak yang masih dalam kandungan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Pada dasarnya pendidikan dalam kandungan/pralahir berarti mendidik ibu yang sedang mengandung bayinya yang secara garis lurus akan tertuju pada bayi yang sedang di kandung. Berikut ini beberapa point pendidikan dalam kandungan yang dapat dijalani semua ibu yang sedang mengandung maupun yang belum, diantaranya :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berpikir positif dan berperang melawan emosi diri sendiri. &lt;/span&gt;Ibu yang berfikir positif membantu janin belajar lebih baik di dalam rahim. Basis lingkungan sosial janin adalah sang ibu dan pendidikan yang benar dimulai dengan ibu yang sehat dalam segala hal. Untuk itu kondisi fisik dan kejiwaan sang ibu harus prima selama mengandung serta berusaha menjaga keharmonisan dengan pasangan dan berusaha menghindari konflik dengan pasangan, dengan demikian diharapkan akan melahirkan bayi-bayi yang kuat. Sebaliknya bila ibu berpikir negatif dan tidak berusaha menghindari konflik, maka akan lahir bayi-bayi yang lemah dan akan berpengaruh pada emosi kejiwaan mereka.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stimulasi kandungan dengan elusan dan tepukan halus. &lt;/span&gt;Hal ini bisa dilakukan ketika si janin mulai menendang perut ibu, balaslah dengan tepukan halus dimana ia menendang. Hal ini akan mengajarkan kepadanya bahwa setiap tindakannya akan mendapat respon dari ibunya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selalu mengajak bayi berbicara. &lt;/span&gt;Semakin ibu komunikatif, semakin cepat bayi belajar untuk mengerti setiap kata yang ibu sampaikan, karena di dalam perut ibu, indera pendengaran bayi sudah mulai berfungsi. Hal ini dapat dilakukan dengan memperdengarkan musik bernuansa Islami agar anak terdidik mengenal Allah sejak dini. Memperdengarkan musik klasik juga dapat menstimulasi kecerdasannya dan bahkan dapat mempertinggi kemampuan pengembangan bahasanya kelak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perbanyak berdoa. &lt;/span&gt;Ini merupakan hal terpenting dalam kehidupan kita, apalagi bila ibu sedang mengandung, ada kehidupan lain di dalam perut ibu, hanya Tuhan yang mampu memberikan itu semua, perbanyaklah ibadah, sering-seringlah mengaji, baik untuk ketenangan bayi yang ada dalam kandungan ibu atau untuk ketenangan ibunya sendiri. Alunan suara ibu yang sedang mengaji, akan membuat bayi tenang juga menstimulasi otak dan pendengarannya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Perbanyak belajar.&lt;/b&gt; Carilah kegiatan belajar sendiri, apapun itu. Walaupun janin tidak akan belajar secara langsung dari aktifitas sang ibu, akan tetapi perilaku mental ibu yang sehat akan menjadi kenyamanan dan keamanan tersendiri bagi janin dan hal itu akan memberinya fondasi perilaku yang positif terhadap pembelajaran setelah dia lahir.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Peran (calon) ayah dalam hal ini tidak kalah pentingnya. Karena tidak sedikit perilaku mental (calon) ibu yang tertekan ditimbulkan oleh perilaku ayah yang kurang menunjukkan dukungan moral pada ibu yang sedang mengandung. Istri yang hamil secara fisik umumnya kurang fit. Adalah tugas suami untuk memberi dukungan penuh untuk menjamin kondisi mental istri dalam kondisi stabil sampai janin lahir ke dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila segala usaha sudah dijalankan secara maksimal (QS Al Anfal 8:60), maka tawakkal adalah pola pikir paling positif yang disukai Allah (QS Ali Imron 3:159) sambil menunggu kelahiran sang buah hati.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-8571956978956134474?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/4FZDWF9aXvc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/8571956978956134474/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/pendidikan-islam-anak-pralahirdalam.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/8571956978956134474?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/8571956978956134474?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/4FZDWF9aXvc/pendidikan-islam-anak-pralahirdalam.html" title="Pendidikan Islam Anak Pralahir/Dalam Kandungan" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAauNpnxzsI/AAAAAAAAAEU/nwX_JeVf0Qg/s72-c/ibu-hamil1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/pendidikan-islam-anak-pralahirdalam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0ABSHo6cSp7ImA9WxFWFU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-1279942079449567757</id><published>2010-05-31T11:14:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T12:09:19.419-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-02T12:09:19.419-07:00</app:edited><title>Memilih Pasangan Dalam Islam</title><content type="html">&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAZdvd-LuiI/AAAAAAAAAC4/OolQNhZdypE/s1600/10.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAZdvd-LuiI/AAAAAAAAAC4/OolQNhZdypE/s320/10.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;“Aku menyukaimu karena kebaikanmu. Karena kejujuranmu dan karena keindahan karakter dan kebenaran kata-katamu.”&lt;/i&gt; Kalimat tersebut adalah kutipan ungkapan Siti Khadijah pada Nabi Muhammad saat Rasulullah menerima tawaran Khadijah untuk menikah dengannya seperti diceritakan dalam salah satu kitab biografi Nabi yaitu Siratu Rasulillah karya Ibnu Ishaq.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siti Khadijah adalah salah satu dari tokoh bangsawan Makkah yang selain kaya juga memiliki wawasan intelektual yang luas pada zamannya. Ia– seorang janda yang ditinggal mati dua suami terdahulu–tahu betul bahwa betapa pentingnya memilih pasangan yang tepat dan benar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya ada tiga pelajaran yang dapat kita petik dari kisah pernikahan Nabi Muhammad dan Siti Khadijah dan alasannya memilih Nabi sebagai pasangan hidupnya yang terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, pernikahan adalah hubungan persahabatan antara seorang laki-laki dan perempuan yang diharapkan akan berlangsung seumur hidup. Suatu hubungan persahabatan tidak akan berjalan dengan lancar dan harmonis apabila salah satu atau kedua pasangan tidak memiliki karakter yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karakter baik dan buruk seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum menjatuhkan pilihan, antara lain, watak bawaan, lingkungan keluarga , lingkungan sekitar, lingkungan pendidikan dan wawasan keagamaan. Di antara semuanya, faktor watak bawaan dan wawasan spiritual adalah dua hal yang paling penting. Dan di antara dua hal ini, wawasan keagamaan hendaknya menjadi faktor penentu untuk menikahi seseorang. Rasulullah mengatakan bahwa seorang laki-laki yang menikahi wanita karena kesalihan wanita itu (fadzfar li dzatiddin) , maka dia akan beruntung (taribat yadaka). Nabi sangat tidak menganjurkan memilih pasangan hanya karena faktor harta atau fisik (cantik atau tampan) dengan tanpa melihat kesalihan sebagai pertimbangan utama. Quran bahkan menegaskan haramnya menikah dengan pria atau wanita nakal (QS Annur 24:3). Karena selain berdampak pada ketidakharmonisan dalam rumah tangga, juga berakibat kurang baik dalam proses pendidikan anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, pendidikan anak dimulai dari saat keputusan kita dalam memilih pasangan. Karena, menurut sejumlah ahli psikologi, kepribadian seseorang banyak dipengaruhi oleh dua faktor: keturunan dan lingkungan. Karakter warisan orang tua menjadi batas-batas kepribadian yang dapat dikembangkan. Sedang lingkungan—yakni sosial, budaya dan faktor situasional—akan mempengaruhi perkembangan aktual kepribadian anak dalam lingkup batas-batas tersebut.&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, Andi adalah seorang anak yang orangtuanya dikenal pemarah, maka tidak heran apabila watak dasar Anda pemarah juga. Akan tetapi sifat pemarahnya jauh berkurang karena dia berteman dengan Budi yang penyabar. Namun, sesabar-sabar Andi, tentu tidak dapat melebihi kesabaran Budi, dst.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, sudah dimaklumi bahwa untuk mencari pasangan hidup yang ideal kita harus mengenal karakter yang sebenarnya dari calon pasangan kita. Dari kisah Siti Khadijah ini, kita tahu bahwa untuk mengenal kepribadian calon pasangan, tidak diperlukan proses pacaran atau “ta’aruf” terlebih dahulu. Yang diperlukan adalah penilaian orang-orang yang tahu betul perilaku calon pasangan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang dilakukan Siti Khajijah. Untuk mengenal Muhammad secara lebih dekat, Khadijah berkonsultasi dengan sepupunya Waraqah yang juga seorang pendeta Nasrani. Dia juga bertanya pada pembantu laki-lakinya yang bernama Maysarah yang menyertai Nabi dalam ekspedisi bisnis ke Suriah. Ia pun meminta tolong sahabat wanitanya bernama Nufaysah untuk mengutarakan niatnya pada Muhammad. Yang oleh Muhammad diterima dengan tangan terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap Khadijah yang mengadakan pendekatan lebih dulu ini juga patut dicontoh kaum perempuan. Apabila seorang wanita sudah merasa menemukan pasangan idealnya, tidak ada salahnya ia mengadakan pendekatan lebih dahulu. Tentu melalui seorang perantara, seperti melalui orang tuanya atau tokoh yang dihormati, sebagaimana dicontohkan oleh Siti Khadijah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-1279942079449567757?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/4nUeK9vltDY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/1279942079449567757/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/memilih-pasangan-dalam-islam.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/1279942079449567757?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/1279942079449567757?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/4nUeK9vltDY/memilih-pasangan-dalam-islam.html" title="Memilih Pasangan Dalam Islam" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAZdvd-LuiI/AAAAAAAAAC4/OolQNhZdypE/s72-c/10.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/memilih-pasangan-dalam-islam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkcCQX06eSp7ImA9WxFWFUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-6493557236658879210</id><published>2010-05-31T11:10:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T12:41:00.311-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-03T12:41:00.311-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Islam" /><title>Filsafat Pendidikan Islam</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAgFIiCxehI/AAAAAAAAAE8/jt7BWsSaOqU/s1600/images1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAgFIiCxehI/AAAAAAAAAE8/jt7BWsSaOqU/s320/images1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebagian orang cenderung ‘alergi’ dengan istilah filsafat. Hal ini langsung atau tidak tentu ada kaitannya dengan kritikan pedas Imam Ghazali dalam kitab Tahafut al Falasifah (Kerancuan Filsafat) kepada para filsuf. Namun kalau diteliti secara seksama isi kitab tersebut, kritik Al Ghazali itu sebenarnya tertuju pada filsafat teologi (ilmu kalam) yang merupakan cabang dari filsafat agama (philosophy of religion)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan filsafat yang lain.[1] Dan bukan pada filsafat itu sendiri. Karena filsafat itu pada dasarnya hanyalah alat. Dan setiap alat bersifat netral. Ini perlu ditekankan di sini supaya kita tidak salah kaprah dan apriori pada semua yang namanya filsafat.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Secara kronologi historik asal mula kata filsafat berasal dari bahasa Yunani philosophos, philosophi. Kata ini kemudian dipakai dalam bahasa Latin philosophia dan Prancis klasik filosofie. Lalu diadopsi dalam bahasa Inggris abad pertengahan menjadi philosophie dan kemudian philosophy. Dalam bahasa Arab diadaptasi menjadi falsafah (jamak, falasifah) dan dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai filsafat atau filosofi. Yang artinya cinta kebijakan (love of wisdom).[2]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya ada 8 makna filsafat secara terminologis (istilah). Namun yang paling relevan dengan tulisan ini adalah “a set of ideas or beliefs relating to a particular field or activity; an underlying theory” (ide pokok yang menjadi landasan suatu aktifitas atau keilmuan tertentu). [3] Dengan definisi ini, ketika dikatakan “filsafat pendidikan Islam”, maka maksudnya adalah apa saja kerangka ide utama suatu sistem pendidikan itu disebut Islami atau berada dalam koridor keislaman. Dan apa tujuan utama dari suatu sistem pendidikan Islam. Tulisan singkat ini hanya akan menggarisbawahi sejumlah filosofi pendidikan Islam di mata kalangan edukator muslim berpengaruh, baik yang klasik maupun kontemporer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendidikan Islam ideal, kata Wan M. Nor Wan Daud, harus meliputi dua kategori ilmu tradisional, dan hubungan hirarki keduanya.[4] Yakni ilmu wahyu yang dapat dicapai melalui ilmu-ilmu agama (QS At Taubah 9:122). Dan ilmu umum yang dapat digali melalui ilmu rasional, intelektual dan filosofis. (QS Ali Imron 3:190).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seyyed Hossein Nasr menyatakan bahwa dalam konsep tauhid, ilmu bersifat holistik (menyeluruh). Tidak ada pembagian ilmu menjadi ilmu agama dan ilmu umum. Karena kedua tipe keilmuan itu sama-sama ikut berkontribusi dalam memperkuat iman. Ilmu agama memperkuat keimanan melalui wahyu sementara ilmu umum melalui kajian ilmu humanitas dan alam secara sistematik dan seksama.[5]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syed Muhammad Naguib al-Attas menyebut pendidikan Islam sebagai ta’dib (dari kata, adab). Dia mendefinisikan istilah ini sebagai kedisiplinan fisik, pikiran dan jiwa yang memungkinkan manusia untuk mengenal dan mengakui posisi yang pantas dalam hubungannya dengan dirinya, keluarganya dan komunitasnya. Kepantasan posisi atau derajat seseorang adalah berdasarkan pada kriteria intelektual, ilmu dan kesalihan (ihsan). Dengan pengertian ini, adab adalah refleksi kearifan (hikmah) dan kedilan (‘adl).[6]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al Attas bukanlah “inventor” pertama yang memperkenalkan istilah adab dalam konsep pendidikan Islam. Adalah sastrawan Arab legendaris Amr bin Bahr al-Jahiz (wafat 869 M) yang mempopulerkan istilah ini pertama kali. Al Jahiz mengartikan adab sebagai sistem pendidikan menyeluruh dari seorang muslim yang berbudaya yang menjadikan seluruh isi dunia sebagai obyek ilmu dan rasa keingintahuan. Di mana pada gilirannya pendidikan yang holistik akan memengaruhi perkembangan moral seseorang ke arah yang lebih baik.[7]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan serupa juga diungkapkan oleh seorang edukator muslim asal Turki Fethullah Gülen. Menurutnya filsafat pendidikan Islam adalah sistem pendidikan holistik, menyeluruh dan tidak terpisah—antara ilmu agama dan ilmu umum– yang bertujuan untuk memperkaya pemikiran spiritual dan kritis baik bagi laki-laki dan perempuan. Bagi Gulen, pendidikan adalah alat untuk melatih jiwa dan raga dalam rangka melaksanakan kehendak Allah di muka bumi. Menurutnya pelatihan yang tepat dari seluruh aspek kondisi manusia akan membuahkan hasil yang holistik bagi seseorang baik secara spiritual, moral, rasional dan psikologis.[8]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gulen tidak sependapat adanya garis pemisah antara ilmu agama (religious sciences) dan ilmu umum (secular sciences). Pemisahan ilmu menjadi ilmu agama dan ilmu umum adalah pandangan tidak holistik atas ilmu Allah. Dia menyadari pentingnya menguasai ilmu-ilmu sains dan menekankan bahwa tak ada pemisahan kognitif antara kebenaran spiritual dan penelitian saintifik, dan oleh karena itu dia meyakini bahwa tidak ada ketidakcocokan (disharmoni) antara prinsip-prinsip Islam dan metodologi saintifik.[9]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pandangan sejumlah edukator muslim di atas, dapat digarisbawahi bahwa filosofi atau kerangka besar (grand design) pendidikan Islam memiliki beberapa tujuan dasar penting sebagai berikut, pertama, bahwa pendidikan bertujuan untuk mendidik raga, pikiran dan jiwa untuk semakin bertakwa dan beriman kepada Allah yang pada gilirannya akan tergambar pada perilaku salih (ihsan) dan arif (hikmah) serta adil. Dengan demikian, seluruh proses belajar mengajar dan pelatihan harus mengarah ke tujuan peningkatan keimanan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, dalam konsep tauhid ilmu agama dan ilmu umum bukanlah sesuatu yang berbeda karena keduanya sama-sama ilmu Allah dan dapat berpotensi sebagai alat untuk meningkatkan keimanan dan pengembangan kepribadian moral, spiritual dan psikologis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, bahwa kriteria yang pantas bagi seseorang untuk menempati suatu posisi hendaknya berdasarkan pada tiga elemen yaitu intelektual, ilmu dan kesalihan. Dan ini harus menjadi kesadaran inheren anak didik sejak dini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pendidik hendaknya merevisi kembali sistem dan kurikulum pendidikannya, apabila ternyata hasil dari proses pendidikan tidak memenuhi tiga prinsip pendidikan Islam di atas. Terutama saat keilmuan yang diperoleh tidak membuat perbaikan dari segi moral dan spiritual anak didik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-6493557236658879210?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/7zsVLCKXN-I" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/6493557236658879210/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/filsafat-pendidikan-islam.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/6493557236658879210?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/6493557236658879210?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/7zsVLCKXN-I/filsafat-pendidikan-islam.html" title="Filsafat Pendidikan Islam" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAgFIiCxehI/AAAAAAAAAE8/jt7BWsSaOqU/s72-c/images1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/filsafat-pendidikan-islam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A04CR3w4cSp7ImA9WxFWEk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-2459378152727120278</id><published>2010-05-30T10:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T10:19:26.239-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-30T10:19:26.239-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gearakan Infaq" /><title>Profil</title><content type="html">&lt;div style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;Yayasan Gerakan Infaq adalah merupakan Organisasi Sosial, yang mencakup bidang kerohanian serta pembinaan dan pemberdayaan di lingkungan yang kurang mampu khususnya dan lingkungan umumnya, termasuk di dalamnya Anak-anak Yatim, Piatu, Yatim Piatu, Kaum Dhuafa, Anak Jalanan serta Pelayanan Kesehatan Gratis bagi orang-orang kurang mampu. Yayasan Gerakan Infaq Didirikan Pada Tanggal 26 Juni 2007 dengan Akta Notaris Drs. H. Taufiq Kurniawan, SH No. 3 Tanggal 6 Agustus 2007 dan di sahkan oleh MENKUNHAM No. B-2907.HT.02.08 TH 2007 NPWP : 02.316.874.8-004.008&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Latar Belakang Berdirinya :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Untuk memenuhi Pasal 34 UUD '45 yang mengatakan bahwa "Fakir Miskin dan Anak-anak Terlantar dipelihara oleh Negara". Tetapi pada kenyataanya Pemerintah belum dapat memenuhinya, maka didirikanlah Yayasan Gerakan Infaq yang bertujuan untuk turut berpartisipasi dalam mengatasi berbagai masalah sosial yakni Membina Mental, Spiritual, Mengaentaskan Kemiskinan dan meningkatkat Kesejahteraan Kehidupan Bangsa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Tujuan :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Yayasan Gerakan Infaq bertujuan untuk merealisasikan pembangunan dan saling tolong menolong dalam Kebajikan dan Taqwa, guna mencapai kehidupan yang layak baik lahir dan batin bagi manusia terutama masyarakat Islam dalam arti yang seluas-luasnya untuk meraih Ridho Allah SWT. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Yayasan Gerakan Infaq mengelola secara maksimal beragam sumber daya bagi kepentingan Dakwah, Pendidikan Dan Sosial, antara lain melalui :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Rumah Bersalin Gratis&lt;br /&gt;
2. Layanan Ambulance Gratis&lt;br /&gt;
3. Santunan Anak Yatim&lt;br /&gt;
4. Pembangun Masjid Dan Renovasi Masjid&lt;br /&gt;
5. Membangun Perpusatakaan Di Lingkungan Masjid Maupun Mushola&lt;br /&gt;
6. Mendirikan Pesantren Wirausaha&lt;br /&gt;
7. Aksi Tanggap Bencana&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Dasar Pemikiran :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;QS. Al Baqarah : 245&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;      &lt;img alt="" src="http://www.quranterjemah.com/image_quran/2_245.gif" /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;QS.   Al Baqarah : 261&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;      &lt;img alt="" src="http://www.quranterjemah.com/image_quran/2_261.gif" /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui".&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;QS.  Al Baqarah : 265 &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;      &lt;img alt="" src="http://www.quranterjemah.com/image_quran/2_265.gif" /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat". &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Visi Dan Misi :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Visi :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menjadi Lembaga Dana Sosial yang mengakar di Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah yang ikut berperan serta di Tingkat Nasional serta menjadi pelopor dalam Mengarusutamakan, Menghimpun dan menggunakan Zakat, Infaq, Shodaqoh, Hibah, Wakaf dan Dana Sosial lainnya untuk pemberdayaan umat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Misi :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membangun kesadaran berzakat, berinfaq dan bershodaqoh.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membangun kepedulian antar sesama umat muslim.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membangun kesadaran kemandirian dalam berusaha.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengarusutamakan zakat, infaq, shodaqoh, hibah, wakaf dan dana sosial lainnya sebagai sumber daya untuk pemberdayaan umat melalui sosialisasi dan pendidikan publik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menghimpun zakat, infaq, shodaqoh, hibah, wakaf dan dana sosial lainnya secara profesiaonal, transparan dan akuntabel.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mendayagunakan zakat, infaq, shodaqoh, hibah, wakaf dan dana sosial lainnya secara tepat sasaran dan mengedepankan kemitraan profesioanal.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Struktur Organisasi :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dewan Pendiri :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
DR. H. M. Muhammad Supriyanto, M. Ag.&lt;br /&gt;
Ustadz Ahmad Faqih, M. Ag.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dewan Pembina :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
H. Rully Notowiguno, S.E.&lt;br /&gt;
Spd. Sultan Ahmad&lt;br /&gt;
Ustadz Zulkifli, M. Ag.&lt;br /&gt;
Nova Zunanta, S.T.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dewan Pengurus :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Irwan Gunawan, M.M.&lt;br /&gt;
Basuki Ahmad Imron, S.E.&lt;br /&gt;
Ghafar Rahman, S.H., M.Hum.&lt;br /&gt;
Lailathul Fitri, S.H.&lt;br /&gt;
Tri Wahyudianto Budiarga, S.E.&lt;br /&gt;
Atikah Nur Aini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dewan Pengawas :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Salahuddin Ahmid&lt;br /&gt;
Saiful Hadi, S.H.&lt;br /&gt;
Didin Jaenudin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dewan Pelaksana :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rony Kurnianto, S.E.&lt;br /&gt;
Moh. Nazir Warman&lt;br /&gt;
Endah Sri Mulyani, S.E.&lt;br /&gt;
Agung Prasetyo Nugroho, S.T.&lt;br /&gt;
Antono Ajie&lt;br /&gt;
Octadipura Suprojo&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-2459378152727120278?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/mt26o83mrgI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/2459378152727120278/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/profil_2754.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/2459378152727120278?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/2459378152727120278?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/mt26o83mrgI/profil_2754.html" title="Profil" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/profil_2754.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4NRH08fSp7ImA9WxFWE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-1469387187079606243</id><published>2010-05-30T07:39:00.001-07:00</published><updated>2010-05-31T11:36:35.375-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-31T11:36:35.375-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gearakan Infaq" /><title>Donatur</title><content type="html">&lt;b&gt;Nabi -&lt;i&gt;Shallallahu alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, beliau bersabda :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt; "Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo’akan kebaikan baginya".&lt;/i&gt; [HR. Muslim dalam &lt;b style="font-weight: normal;"&gt;&lt;i&gt;Kitab Al-Washiyyah &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(4199)]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-1469387187079606243?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/y5AiQcR7nc4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/1469387187079606243/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/donatur.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/1469387187079606243?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/1469387187079606243?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/y5AiQcR7nc4/donatur.html" title="Donatur" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/donatur.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4NRH08fSp7ImA9WxFWE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-1551397912241725196</id><published>2010-05-29T12:23:00.001-07:00</published><updated>2010-05-31T11:36:35.375-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-31T11:36:35.375-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gearakan Infaq" /><title>Download</title><content type="html">&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-1551397912241725196?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/8nk39RJsEpM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/1551397912241725196/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/download.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/1551397912241725196?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/1551397912241725196?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/8nk39RJsEpM/download.html" title="Download" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/download.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4NRH08fSp7ImA9WxFWE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-2778358337702416899</id><published>2010-05-29T12:06:00.001-07:00</published><updated>2010-05-31T11:36:35.375-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-31T11:36:35.375-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gearakan Infaq" /><title>Benner</title><content type="html">&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-2778358337702416899?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/hHTaHMxokl4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/2778358337702416899/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/benner.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/2778358337702416899?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/2778358337702416899?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/hHTaHMxokl4/benner.html" title="Benner" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/benner.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEAHQXg_cCp7ImA9WxFWFEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-7138312570952838272</id><published>2010-05-27T07:10:00.003-07:00</published><updated>2010-06-01T11:25:30.648-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-01T11:25:30.648-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gearakan Infaq" /><title>CONTACT US</title><content type="html">&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-7138312570952838272?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/p5os1EDQnhs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/7138312570952838272/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/contact-us.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/7138312570952838272?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/7138312570952838272?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/p5os1EDQnhs/contact-us.html" title="CONTACT US" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/contact-us.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0cCQno9eCp7ImA9WxFWE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7258210312233059547.post-1855757867067004472</id><published>2010-05-27T06:29:00.001-07:00</published><updated>2010-05-31T11:37:43.460-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-31T11:37:43.460-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gearakan Infaq" /><title>PROGRAM</title><content type="html">&lt;div style="background-color: white; color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;Berinfaq maupun Berzakat tidak perlu menunggu Nishob. Cukup Dengan Rp.1.000/hari atau Rp.30.000/bulan, anda telah ikut berperan serta dalam Tujuh Program Sosial Dari Yayasan Gerakan Infaq. Ketujuh Program tersebut meliputi :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Rumah Bersalin Gratis&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Program Rumah Bersalin Gratis yang dilaksanakan ditujukan untuk meningkatkan kualitas ibu dan anak dan meringankan beban masyarakat dhuafa dan juga untuk menarik minat masyarakat dhuafa terhadap pentingnya Pemeliharaan Kesehatan kehamilan, Persalinan, Pasca Persalinan dan Perencanaan Keluarga. Layanan yang diberikan oleh Program Rumah Bersalin Gratis antara lain Persalinan Normal, Pemeriksaan Kandungan, Pemerikasaan dan Pengobatan Umum Untuk Ibu dan Anak serta Konsultasi Gizi Ibu dan Anak.&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Layanan Ambulance Gratis&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;Program Layanan Ambulance Gratis adalah program yang diperuntukan bagi masyarakat yang membutuhkan jasa ambulance. ambulan ini memiliki 2 (dua) fungsi yaitu sebagai layanan mengantar jenazah dan layanan mengantar orang sakit.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Santunan Anak Yatim&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;Santunan Anak Yatim diberikan kepada anak-anak yatin untuk meringankan beban hidup mereka. Pemberian santunan biasanya kami adakan menjelang Lebaran yang oleh sebagian masyarakat dikenal dengan sebutan Lebaran Anak Yatim. Selain itu, ada santunan dalam bentuk Sembako dan Beasiswa karena dengan belajar diharapkan mereka menjadi para pemimpin bangsa dimasa depan.&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4.Pembangun Masjid Dan Renovasi Masjid&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;Program Pembangun Masjid Dan Renovasi Masjid dimaksudkan agar daerah-daerah tertinggal yang belum ada tempat beribadah dapat segera mempunyai tempat beribadah dan renovasi masjid akan dilakukan hanya sebagai pelangkap tempat beribadah seperti tempat Wudhu dan toilet.&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Membangun Perpusatakaan Di Lingkungan Masjid Maupun Mushola&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;Pembangunan perpustakaan untuk menghimpun informasi tentang Dunia keislaman serta untuk menciptakan masyarakat terpelajar dan terdidik, terbiasa membaca, berbudaya tinggi serta mendorong terciptanya pendidikan sepanjang hayat. pesputakaan didisaign dengan nuansa keislaman yang sangat kuat.&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Mendirikan Pesantren Wirausaha&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tujuan dari Pesantern Wirausaha adalah untuk menciptakan dan mengembangkan kepribadian muslim, yaitu kepribadian yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat atau berkhidmat kepada masyarakat. Dengan adanya Pesantren Wirausaha diharapkan santri tidak hanya mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku sekolah atau Pondok Pesantren, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bukan sibuk untuk mencari lapangan pekerjaan yang semakin terbatas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;7. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;Aksi Tanggap Bencana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;Akasi Tanggap Bencana adalah individu-individu yang memiliki komitmen dan kontribusi yang lebih memfokuskan aktifitasnya pada program penanganan bencana, baik bencana alam maupun bencana sosisal. Dengan tujuan dan sasaran utama tahap ini adalah membantu memenuhi kebutuhan pokok hidup sehari-hari para korban agar tidak semakin menderita dan mampu bertahan hidup sampai keadaan kembali pulih. Karena itu, kegiatan utama pada tahap ini adalah penyaluran bantuan kemanusiaan dalam bentuk penyediaan pangan dan sandang, tempat penampungan sementara (darurat), pelayanan kesehatan, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7258210312233059547-1855757867067004472?l=gerakaninfaq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/IEFTD/~4/7rcTx3Da2zU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/feeds/1855757867067004472/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/program.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/1855757867067004472?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7258210312233059547/posts/default/1855757867067004472?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/IEFTD/~3/7rcTx3Da2zU/program.html" title="PROGRAM" /><author><name>Gerakan Infaq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07967976807331162990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="29" src="http://3.bp.blogspot.com/_6ZfSwGrY0co/TAVYfiNFzKI/AAAAAAAAACA/2C9CR0g33N4/S220/a.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gerakaninfaq.blogspot.com/2010/05/program.html</feedburner:origLink></entry></feed>

