<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>MARANTAU</title><description>MARANTAU- sosial, politik, ekonomi dan budaya.</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Sun, 6 Oct 2024 22:01:26 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">152</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>MARANTAU- sosial, politik, ekonomi dan budaya.</itunes:subtitle><itunes:category text="News &amp; Politics"/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Prabowo, Pintu Lain Rothschild Kuasai Tambang di Indonesia</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2014/05/prabowo-pintu-lain-rothschild-kuasai.html</link><category>Internasional</category><category>pertambangan</category><category>perusahaan</category><category>tokoh</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 May 2014 20:54:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-5059949936238955587</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
REP | 31 March 2014 |&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa sangka, di belakang tokoh yang gembar-gembor mengusung ekonomi kerakyatan bernama Prabowo Subianto, calon presiden RI dari Partai Gerindra (apabila kuota Presidential Threshold memenuhi), ada kepentingan keluarga Rothschild untuk tujuan penguasan tambang-tambang di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana bisa? Bukankah Rothschild selalu mengedepankan kebebasan pasar, investasi asing dan pemangkasan kekuasaan negara atas capital?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saya ke melancong ke Bali akhir tahun 2013, seorang teman dari Amerika Serikat, beliau bekerja bersama George Friedman dalam lembaga bernama Strategic Forecast atau yang lebih dikenal sebagai Stratfor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau katakan, para global bankers (termasuk Rothschild) menerapkan pola kebebasan pasar untuk menaklukkan negara-negara Barat. Alasannya, karena Barat adalah tempat mereka berasal, para global bankers itu, sehingga siapapun yang menduduki kekuasaan jangan sampai menghalangi kompetisi para pemilik modal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlakuan berbeda diterapkan pada negara-negara Timur, khususnya yang pernah dekat dengan ideologi Kiri atau Komunisme. Mereka, para global bankers itu belajar pada kasus Rusia. Barat berhasil mendemokratisasi Uni Soviet, memecah belah negara-negara di dalamnya, tetapi mereka tidak mampu memenangkan sepenuhnya kompetisi di kawasan eks-Uni Soviet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dengan mendemokratisasi dan memberikan kebebasan pasar, maka kekuatan modal pribumi juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi dan berkongsi dagang, sehingga pada akhirnya penguasaan penuh tidak dapat dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, pada negara-negara eks-komunis atau yang terpengaruh pada ideologi kiri seperti Indonesia, terdapat karakter yang mendorong wacana nasionalisasi atau wacana yang menolak produk-produk asing. Khususnya ketika senjang ekonomi masyarakat sudah semakin jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapitalis Barat juga belajar dari beberapa negara Amerika Latin yang berhasil menasionalisasi sejumlah aset-aset Barat yang berarti kerugian maha besar bagi para Global Bankers.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belajar dari kasus Uni Soviet dan Amerika Latin, para global bankers melihat perlunya dilakukan adaptasi terhadap pola untuk penguasaan negara-negara berkarakter kiri tersebut. Solusinya adalah, perlunya mengunci industri pada kekuasaan negara dan investasi asing dibuka secara selektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa artinya ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pasar yang eksklusif. Hanya investor yang menjadi “Sahabat atau Strategic Partnership” kekuasaan negara saja yang bisa melakukan investasi. Pola ini berhasil diterapkan para Global Bankers di China. Dengan sistem investasi selektif seperti China, tidak semua investor bisa investasi di China, sehingga hanya beberapa saja yang bisa mengolah pasar China atau memproduksi disana dengan murah lalu menjualnya ke seluruh dunia dengan selisih / laba yang lebih besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut rekan Stratfor tersebut, pola yang sama menjadi salah satu opsi bagi para Global Bankers untuk Indonesia. Alasannya jelas, Indonesia memiliki sumber daya melimpah, batubara, CPO, emas, tembaga, timah, minyak, gas bumi dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membiarkan Indonesia terbuka secara pasar terlalu luas tidak menguntungkan. Mereka, para Global Bankers itu, lebih menyukai jika Indonesia tidak terbuka pasarnya dan dikuasai negara, sehingga hanya segelintir investor Strategis (Strategic Partnership) yang menjalin hubungan erat dengan kekuasaan Indonesia saja yang diizinkan mengolah sumber daya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pola ini, ujar rekan Stratfor tersebut, akan bermunculan tokoh-tokoh yang menjual isu “Nasionalisme” namun sebenarnya mereka ini tidak lain hanya boneka asing untuk penguasaan aset secara eksklusif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itulah mengapa Rothschild mendukung Prabowo sebagai salah satu opsi. Untuk tujuan penguasaan tambang secara eksklusif di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungan Prabowo Subianto dengan keluarga Rothschild dilakukan melalui Hashim Djojohadikusumo (adik kandung Prabowo) yang memang menjadi pendana utama gerakan Prabowo melalui Gerindra, Tidar dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hashim Djojohadikusumo merupakan pendiri Arsari Group yang berkantor pusat di Mid Plaza (Intercontinnental Hotel). Semua keuangan bisnisnya Hashim, pendanaan Gerindra, Prabowo dan lainnya diatur dari salah satu lantai tertutup di gedung tersebut.&lt;br /&gt;
Hashim dulu menjadi pemilik tambang batubara Adaro Indonesia sebelum diambil alih dengan skema keuangan licik oleh Edwin Suryajaya melalui bonekanya Sandiaga Uno, pemilik Saratoga Group. Sandiaga Uno bekerja sama dengan Bank Mandiri dipimpin Agus Martowardoyo dan Deutsche Bank untuk merebut paksa saham Adaro Indonesia dengan skema Hostile Takeover (pengambilalihan paksa).&lt;br /&gt;
Kehilangan Adaro Indonesia yang merupakan salah satu tambang tunggal batubara terbesar di Indonesia, membuat Hashim lebih banyak main minyak di luar negeri. Salah satunya Nation’s Energy yang memiliki ladang minyak di negara-negara bekas Uni Soviet seperti Kazakhztan dan sebagainya.&lt;br /&gt;
Di Rusia, Hashim cukup dekat dengan kelompok penguasa tambang Rusia seperti bangsawan Rusia Oleg Deripaska dan Reuben Brothers (investor Yahudi global asal London). Oleg Deripaska dan Reuben Brothers bersama Nat Rothschild dan Peter Mandelson (politikus Rusia) berinvestasi bersama di United Company Rusia Aluminium (Rusal).&lt;br /&gt;
Melalui pertemanannya dengan Reuben Brothers dan Oleg Deripaska, Hashim juga diperkenalkan dengan Robert Friedland, seorang Yahudi pemain tambang legendaris asal AS. Robert Friedland memiliki tambang emas dan tembaga raksasa di kawasan Mongolia dan menjual hasil tambangnya salah satunya ke Rusia, sehingga Robert Friedland juga dekat dengan Oleg Deripaska dan Reuben Brothers.&lt;br /&gt;
Robert Friedland kemudian memperkenalkan Hashim kepada Nat Rothschild untuk keperluan mengambil alih tambang batubara di Indonesia. Robert Friedland diminta bantuan oleh Nat Rothschild untuk mengumpulkan investor untuk membentuk konsorsium dalam rangka akuisisi tambang-tambang di Indonesia.&lt;br /&gt;
Pada September 2012, Hashim dipertemukan dengan Nat Rothschild oleh Robert Friedland di London. Nat Rothschild mempresentasikan konsepnya untuk penguasaan tambang di Indonesia. Nat Rothschild juga menyebutkan kalau kerjasama dengan Hashim ini akan menjadi kerjasama strategis jangka panjang, karena Prabowo Subianto, kakak Hashim sedang maju Pilpres 2014.&lt;br /&gt;
Seperti biasa, Rothschild selalu berbisnis apabila juga didukung kekuatan politik. Contoh, ketika membentuk British Petroleum (BP), Rothschild bekerja sama dengan kerajaan Inggris. Ketika Rothschild membentuk Royal Dutch Shell untuk menggali ladang minyak di Sumatera, Indonesia satu abad lalu, Rothschild menggandeng Kerajaan Belanda. Begitu pula ketika membentuk Rusal bersama Reuben Brothers, mereka menggandeng Oleg Deripaska dari barisan kebangsawanan Rusia.&lt;br /&gt;
Di Indonesia, Rothschild telah memiliki hubungan dengan Partai Demokrat dan Presiden SBY melalui Hillary Clinton. Pasangan Bill Clinton dan Hillary Clinton di AS didukung secara pendanaan oleh Lynn Forester de Rothschild, pemilik sekaligus Chairman di majalah The Economist.&lt;br /&gt;
Namun, mendukung Partai Demokrat saja tidak cukup, karena SBY banyak digoyang oleh kompetitor utamanya seperti Partai Golkar dan PDIP. Rothschild sempat merapat ke keluarga Bakrie untuk 2 alasan. Pertama, menjalin bisnis untuk menguasai tambang-tambangnya Bakrie. Kedua, menjalin hubungan politik mengingat Ical hendak maju sebagai Capres Golkar.&lt;br /&gt;
Sayangnya, rencana itu gagal dan dibatalkan juga karena 2 alasan. Pertama, Ical dinilai sulit menang karena banyak masalah mulai dari utang, Lapindo, pajak, konflik internal Golkar dan sebagainya. Kedua, perusahaan Bakrie dinilai Rothschild terlalu banyak bermain skema-skema keuangan berisiko tinggi, sehingga tidak aman.&lt;br /&gt;
Akan tetapi, keluarga Rothschild tetap menginginkan tambang-tambang yang dikuasai Bakrie Group, khususnya PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Berau Coal Tbk (BRAU) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Namun pengambilalihan tidak dapat dilakukan dengan kerjasama strategis karena alasan di atas. Maka harus dicari jalan lain.&lt;br /&gt;
Dari dunia internasional, Rothschild mengangkat dosa-dosa keuangan Bakrie untuk menghantam saham-saham Bakrie agar bisa dibeli murah. Dari sisi nasional, Rothschild perlu dukungan dari kandidat yang potensial menang untuk nantinya menggoyang tambang-tambang, termasuk tambangnya Bakrie melalui penataan ulang regulasi pertambangan. Rothschild perlu ‘boneka politik’ yang bisa menang dan mampu menggoyang regulasi tambang.&lt;br /&gt;
Prabowo sebagai tokoh yang gembar-gembor isu nasionalisme menjadi sasaran empuk bagi Rothschild. Dengan isu nasionalisme, tentu akan mudah menggoyang regulasi tambang sehingga Rothschild bisa merebut tambang-tambang itu lewat kapal-kapalnya yang lain nantinya.&lt;br /&gt;
Sebagai informasi, Rothschild sebetulnya sudah memiliki kaki di Indonesia sejak lama. Bahkan sebelum negara ini berdiri. Pada pemerintahan Orde Baru, hubungan dagang juga tidak dapat dibangun secara politik karena persoalan Suharto yang anti Yahudi.&lt;br /&gt;
Hubungan Rothschild dengan tanah Nusantara sebetulnya sudah berlangsung lebih dari 100 tahun. Demam bisnis minyak pada paruh kedua abad 19 (tahun 1.800-an) dipicu oleh kesuksesan Standard Oil milik John D Rockefeller yang didirikan tahun 1870 di Amerika Serikat. Kesuksesan Rockefeller mendorong Rothschild ikutan mengincar bisnis minyak.&lt;br /&gt;
Baku Oil di Rusia adalah bisnis minyak Rothschild yang pertama. Kemudian pada tahun 1885, Royal Dutch milik kerajaan Belanda menemukan minyak di Sumatera, Hindia Belanda. Sayangnya, Belanda sebagai penjajah berkarakter Agraris kurang menguasai bisnis minyak. Rothschild yang melihat “peluang” itu lantas mengakuisisi perusahaan jual beli kerang dan jasa angkut laut bernama Shell Transport and Trading Company (didirikan tahun 1833) milik Samuel Marcus. Shell yang semula perusahaan jual beli kerang dan jasa angkut laut, kemudian disulap menjadi perusahaan minyak&lt;br /&gt;
Melalui jaringan kuat Rothschild di kerajaan-kerajaan Eropa, termasuk Belanda, kemudian terbentuklah Royal Dutch Shell, kongsi bisnis minyak Rothschild dengan pemerintah Belanda untuk mengeruk minyak Sumatera.&lt;br /&gt;
Royal Dutch Shell juga menjadi perusahaan minyak pertama yang memiliki kapal angkut minyak untuk melalui Terusan Suez. Terusan Suez adalah kanal yang dibangun oleh dana Rothschild untuk mengangkut minyak dari Baku Oil di Rusia, juga milik Rothschild.&lt;br /&gt;
Tanpa Terusan Suez, biaya angkut minyak Rothschild dari Rusia ke Eropa jauh lebih mahal karena harus memutar Afrika. Besarnya biaya angkut Rothschild sebelum adanya Terusan Suez membuat bisnis minyak Rothschild kalah dari Rockefeller. Dengan adanya Terusan Suez, biaya angkut minyak Rothschild dari Baku Oil di Rusia dan Shell di Sumatera menjadi jauh lebih murah. Kombinasi Baku Oil di Rusia - Shell di Sumatera dan Terusan Suez menjadikan Rothschild sejajar dengan Rockefeller di bisnis minyak.&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, Rothschild juga ikut serta dalam pembentukan British Petroleum, kongsi bisnis minyak antara Rothschild dengan pemerintah Inggris. Jadi jangan heran kalau Rothschild bisa begitu berkuasa di dunia modern ini, beliau termasuk di antara sedikit orang yang mengendalikan bisnis minyak dunia.&lt;br /&gt;
Pada sektor tambang, Rothschild juga tercatat sebagai pemilik Rio Tinto yang dibelinya pada tahun 1880. Rio Tinto merupakan raksasa tambang, termasuk yang mengendalikan bisnis batubara Australia bersama BHP Biliton yang juga dikendalikan oleh Rothschild.&lt;br /&gt;
Lantas apa hubungannya dengan Indonesia masa kini?&lt;br /&gt;
Sangat jelas. Rothschild melalui kepemilikannya di British Petroleum, Rio Tinto dan BHP Biliton sempat menguasai aset-aset batubara nasional, terutama sebelum memasuki era milenium. Tambang batubara Kaltim Prima Coal (KPC) sebelum diambil alih grup Bakrie dimiliki oleh British Petroleum dan Rio Tinto, masing-masing memiliki 50% saham, sedangkan tambang Arutmin Indonesia juga dimiliki oleh BHP Biliton dan Yayasan Ekakarsa Yasakarya, sebelum dibeli oleh grup Bakrie.&lt;br /&gt;
Ketika masa konsesi KPC di bawah Rio Tinto dan British Petroleum serta konsesi Arutmin di bawah BHP Biliton habis, grup Bakrie melalui Bumi Resources mengambil alih tambang tersebut dari tangan asing, lebih tepatnya Rothschild. Akuisisi grup Bakrie terhadap 2 perusahaan tambang ini tuntas pada tahun 2004.&lt;br /&gt;
Hengkang dari batubara di Indonesia tak membuat Rothschild urungkan niat untuk kembali ke Indonesia. Apalagi, bisnis batubaranya di Rio Tinto dan BHP Biliton tengah terancam. Krisis pasar modal global 2008 yang disebabkan oleh kekacauan kredit rumah berisiko tinggi (Subprime Mortgage), menghantam ekonomi barat.&lt;br /&gt;
Negara-negara Barat tak lagi mampu memborong habis batubara yg dijual BHP Biliton dan Rio Tinto milik Rothschild. Rothschild sempat wacanakan merger Rio Tinto dan BHP Biliton untuk mengatasi krisis keuangan, tapi batal. Rothschild melihat, BHP Biliton dan Rio Tinto yang tambangnya ada di Australia, memerlukan pembeli batubara di Asia. Pembeli batubara Rio Tinto dan BHP Biliton yang semua negara-negara Barat mengalami penurunan daya beli akibat krisis 2008.&lt;br /&gt;
China, India, Jepang yang menjadi pembeli batubara besar di kawasan Asia menjadi sasaran perubahan target pasar Rio Tinto dan BHP Biliton. Sayangnya, China, India dan Jepang tak mau beli batubara Rio Tinto dan BHP Biliton yang ada di Australia. Akan ada pembengkakan ongkos angkut jika China, Jepang dan India membeli dari Australia (Rio Tinto dan BHP Biliton). Rio Tinto dan BHP Biliton milik Rothschild pun tak mampu menekan harga menghadapi harga pembelian batubara di Asia. Sementara China, India dan Jepang sudah nyaman membeli batubara dari Indonesia.&lt;br /&gt;
Tahukah kamu, 25% batubara Jepang dibeli dari Bumi Resources milik Bakrie?&lt;br /&gt;
Jadi kalau Bumi Resources bangkrut, seperempat Jepang mati lampu. Harga jual batubara Indonesia ke India, China dan Jepang juga lebih murah karena ongkos kirim lebih rendah. Batubara Rothschild, Rio Tinto dan BHP Biliton tak mampu menyaingi harga jual batubara Indonesia ke China, Jepang dan India. Rothschild akhirnya putuskan harus menguasai tambang batubara di Indonesia secara langsung. Agar batubara Rio Tinto dan BHP Biliton dapat dipasok dan dijual melalui tambang di Indonesia. Selain itu, kartel harga tentunya.&lt;br /&gt;
Rothschild lalu membentuk Vallar Plc untuk investasi (baca : rebut tambang2 strategis) di Indonesia. Selain Vallar Plc, Nat Rothschild juga membentuk Vallares Plc untuk mengambil migas-migas Indonesia. Vallar dan Vallares. Sepasang kekasih karya Nat Rothschild untuk menguasai tambang di Indonesia.&lt;br /&gt;
Gagal berkongsi dengan Bakrie yang dinilai kurang berpotensi menang dan bisnisnya dijalankan dengan risiko tinggi, Rothschild pilih jalan lain, menggandeng Hashim Djojohadikusumo untuk agenda penguasaan tambang di Indonesia.&lt;br /&gt;
Melalui perkenalan yang diperantarai Robert Friedland, orang yang ditunjuk Rothschild menjadi pemimpin konsorsium tersebut, Nat Rothschild pun menawarkan kerjasama bisnis dan politik tersebut kepada Hashim. Pada Oktober 2012 (satu bulan setelah presentasi Rothschild kepada Hashim di London), Hashim memberikan persetujuan atas proposal tersebut.&lt;br /&gt;
Dimulailah kongsi Rothschild sebagai perwakilan Global Bankers / Investor dengan Hashim Djojohadikusumo sebagai perwakilan bisnis sekaligus mewakili kakaknya Prabowo Subianto untuk agenda penguasaan tambang-tambang di Indonesia.&lt;br /&gt;
Mari kita simak pernyataan Hashim sebelum dan sesudah bergabung dengan Nat Rothschild, di bawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisnis Indonesia : 1 Maret 2012 (Sebelum Hashim Berkongsi dengan Rothschild)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kompas, Kontan dan Okezone : 19 Februari 2013 (setelah Hashim bergabung dengan Rothschild)&lt;br /&gt;
http://politik.kompasiana.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>"PRAHARA DI TUBUH PDI-P PASCA 'MASUKNYA' JK"</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2014/05/prahara-di-tubuh-pdi-p-pasca-masuknya-jk.html</link><category>demokrasi</category><category>indonesia</category><category>pemilu</category><category>pemimpin</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 May 2014 20:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-8709323316557790594</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
Fb @MATANEWS.com&lt;br /&gt;
Kita bahas gejolak di PDIP terkait penetapan JK sbg cawapres Jokowi ..&lt;br /&gt;
1. PDIP bergejolak, ancaman perpecahan timbul, lebih parah dibandingkan saat Megawati enggan capreskan Jokowi Maret lalu&lt;br /&gt;
2. Gejolak perpecahan PDIP disebabkan penetapan JK sbg cawapres Jokowi. Kubu Faksi Partai Kristen Indonesia (Parkindo) tidak setuju. Protes&lt;br /&gt;
3. PDIP merupakan partai fusi (hasil gabungan) Partai Kristen Indonesia (Parkindo), Partai Nasional Indonesia (PNI), Murba, dan partai lain&lt;br /&gt;
4. PDIP selama ini dianggap sebagai RUMAH BESAR partai nasionalis dan kristen. Di PDIP ada faksi2 atau kubu2 yg selama ini akur harmonis&lt;br /&gt;
5. Secara ideologis, PDIP partai tengah kiri (nasionalis, sosialis komunis, kristen). Komposisi pengurus harian DPP PDIP kombinasi unsur2&lt;br /&gt;
6. Dari 27 pengurus Harian DPP PDIP : 13 islam, 13 non islam, 1 Megawati. Seimbang. Megawati dan alm TK menjaga keseimbangan itu&lt;br /&gt;
7. Sejak awal PDIP kurang kompak dalam mengusung Jokowi, kubu nasionalis (dipimpin Puan Maharani) tdk setuju dgn pencapresan Jokowi&lt;br /&gt;
8. Pasalnya, Jokowi diorbitkan popularitas dan elektabilitasnya melalui rekayasa faksi Parkindo (kristen) yang diotaki James Riady cs&lt;br /&gt;
9. Puan cs (faksi terbesar di PDIP), khawatir Jokowi hanya dijadikan boneka dan batu loncatan faksi kristen utk menggusur dinasti Bung Karn0&lt;br /&gt;
10. Namun, Puan &amp;amp; Mega akui bahwa akibat bantuan James Riady - Stanley B Greenberg - China Connection - Arkansas Connection, PDIP berjaya&lt;br /&gt;
11. Promosi besar2an Jokowi dgn biaya triliunan rupiah, dibantu oleh Greenberg ahli pollster dan konsultan politik No. 1 dunia, efektif&lt;br /&gt;
12. Kubu Parkindo / Kristen di PDIP sudah di atas angin dan merasa akan dengan mudah memenangkan pilpres dgn usung Jokowi. Namun, tiba2 …&lt;br /&gt;
13. Tiba2 JK dan kubu katolik manuver dengan meminta bantuan Paus Fransiskus untuk mendesak Obama, tekan James Riady, buka akses ke Jokowi&lt;br /&gt;
14. Umat Katolik terutama elit katolik Indonesia merasa resah dengan dominasi dan kendali James Riady cs dan Faksi Kristen terhadap Jokowi&lt;br /&gt;
15. James Riady, agen China Millatary Intelligence dan sahabat karib Clinton, anggota arkansas connection adalah penganut kristen evangelis&lt;br /&gt;
16.James masuk kristen evangelis pada tahun 1990, dibina langsung oleh Pat Robertson, tokoh evangelis, kristen fundamentalis No. 1 di AS,&lt;br /&gt;
17. Pengaruh James Riady di AS sangat kuat, dia donatur utama Presiden Clinton dan Obama melalui China Global Resources Ltd di Hongkong&lt;br /&gt;
18. Ingat skandal Lippo Gate di AS yang menggoncang dunia dimana James Riady ketahuan menyumbang jutaan US$ Ilegal utk kampanye Clinton ?&lt;br /&gt;
19. Sumbangan ilegal ke kampanye Clinton (lippogate) itu berasal dari China Global Resources Ltd (perusahaan kedok Intelijen militer china)&lt;br /&gt;
20. Meski dihukum denda US$ 8.6 juta dan dilarang masuk ke AS selama 2 thn, Clinton kemudian memberikan amnesti kepada James Riady&lt;br /&gt;
21. James sangat kuat lobi dan pengaruhnya di Partai Demokrat AS, apalagi pemerintahan Obama didominasi elit Arkansas Connection&lt;br /&gt;
22. Lobi &amp;amp;pengaruh James Riady juga cukup kuat di Partai Republik karena Pat Robertson, mentor kristen evangelis James adalah tokoh Republik&lt;br /&gt;
23. Teman kami yang juga deputi BIN Malaysia, pernah mengatakan, “James Riady ada manusia paling berbahaya di dunia”&lt;br /&gt;
24. Pada diri James Riady bersatu dua kepentingan raksasa dunia : China dan AS. Pemilu Malaysia tahun lalu jg tdk terlepas dari peran James&lt;br /&gt;
25. James juga yang mempertemukan Megawati dan Gus Dus (didampingi alm Matori Abdul Djalil) dengan Madeline Albragiht Menlu AS thn 1999 lalu&lt;br /&gt;
26. Saat itu, pertemuan di Singapore, AS melalui menlu Albright menyatakan dukungannya thdp Gus Dur - Mega sebagai capres dan cawapres RI&lt;br /&gt;
27. Pada tahun 2012 lalu, kembali James Riady bersama2 Faksi Partai Kristen Indonesia (Sabam, Ara dst) menggalang kekuatan utk dukung Jokowi&lt;br /&gt;
28. James direstui antony salim (anak konglo terkaya RI, sudono salim / Liem Sioe Liong) menggalang konglo2, mafia, koruptor BLBI utk Jokowi&lt;br /&gt;
29. Dibantu skenario dan strategi oleh Stanley Berhard Greenberg, hasil kolaborasi china - AS - mafia cina RI ini sungguh luar biasa !&lt;br /&gt;
30. Jokowi yang tdk jelas asal usulnya, disulap dalam sekejap menjadi tokoh idaman, pujaan, bak nabi dan malaikat dari surga utk Indonesia&lt;br /&gt;
31. Hampir semua tokoh mengatakan :&lt;br /&gt;
“Jokowi is unstoppable !”&lt;br /&gt;
“Jokowi pasti jadi presiden (boneka) !”&lt;br /&gt;
32. Jokowi disupport kekuatan politik, uang, jaringan, media dll yang luar biasa besar. “Kolaborasi asing - aseng - antek”&lt;br /&gt;
Kami pun gelisah&lt;br /&gt;
33. Republik ini tdk boleh jatuh ke tangan boneka dan jongos asing - aseng - antek. Itu harga mati !&lt;br /&gt;
Kami mendesak SBY bertindak.&lt;br /&gt;
34. Kami mendesak Presiden SBY bertindak menyelamatkan negara dari ancaman neokolonial melalui penciptaan Jokowi sbg capres boneka&lt;br /&gt;
35. Kami tanpa kenal lelah dan tdk kenal waktu mendatangi dan melobi satu per satu para tokoh bangsa, menyadarkan betapa bahayanya NKRI&lt;br /&gt;
36. Alhamdulillah, puji tuhan, syukur tiada terhingga, Presiden SBY bertindak, tokoh2 bertindak, dan elit katolik bergerak cepat&lt;br /&gt;
37. SBY melalui jenderal jusuf iskan mantan Ka Bais mengatakan “belum pernah dlm sejarah, komunitas cina indonesia sesolid sekarang””&lt;br /&gt;
38. Elit Katolik Indonesia melobi Paus Fransiskus berhasil mengundang Obama ke Vatikan usai lawatannya ke Ukraina pada 27/3/2014 lalu&lt;br /&gt;
39. Paus menyampaikan keprihatinan rakyat RI khususnya umat Katolik Indonesia thdp dukungan luar biasa AS (arkansas connection) thdp Jokowi&lt;br /&gt;
40. Paus mencemaskan masa depan umat Katolik Indonesia jika Jokowi dikendalikan dan di bawah hegemoni kristen fundamentalis Indonesia&lt;br /&gt;
41. Obama menyerap aspirasi Paus Fransiskus dan berjanji akan mendiskusinya kembali pada 15/4/2014 setelah diadakan pertemuan di Jakarta&lt;br /&gt;
42. Pertemuan di Jakarta, utk mendapatkan informasi dan aspirasi rakyat Indonesia seutuhnya diprakarsai dubes vatikan utk Indonesia&lt;br /&gt;
43. Semula, Jokowi - Mega - Dubes AS utk RI akan diundang Dubes Vatikan sbg tindaklanjut pertemuan Paus - Obama di Vatikan&lt;br /&gt;
45. Namun, rencana tsb dibatalkan, terlalu riskan jika dubes vatikan bertindak sbg pengundang dan tuan rumah. Umat Islam RI akan antipati&lt;br /&gt;
44. Namun, rencana tsb dibatalkan, terlalu riskan jika dubes vatikan bertindak sbg pengundang dan tuan rumah. Umat Islam RI akan antipati&lt;br /&gt;
45. Untuk menghindari kehancuran popularitas Jokowi jika tuan rumah adalah dubes vatikan, maka sesuai kesepakatan dubes dan tokoh2 katolik,&lt;br /&gt;
46. ..pertemuan di lakukan di rumah Jacob Soetoyo, pengusaha katolik, penyantun CSIS. Sbg saksi sekaligus pengelabuan, diundang dubes2 lain&lt;br /&gt;
47. Dubes Meksiko diundang sebagai representasi komunitas katolik dunia, Nowergia - Denmark mewakili uni eropa, Turki netral&lt;br /&gt;
48. Mahatir diundang hadir atas permintaan JK. JK dekat dgn Mahatir. Mahatir diharapkan punya pengaruh utk perjuangkan kepentingan islam RI&lt;br /&gt;
49. Hasil diskusi dan penyampaian aspirasi umat Katolik kepada dubes AS di rumah Jacob Soetojo itu, Dubes AS teruskan ke Presiden Obama.&lt;br /&gt;
50. Presiden Obama terlibat diskusi dengan Paus Fransikus pada 15/4/ 2014. Hasil dari pembicaraan dua tokoh dunia itu diteruskan ke Jakarta&lt;br /&gt;
51. Dapat diduga, Obama akhirnya meminta James Riady mundur, kurangi kendali thdp Jokowi, buka akses utk elit Katolik ke Jokowi&lt;br /&gt;
52. Dapat dipahami besarnya kekecewaan James Riady cs yang telah mempersiapkan Jokowi sbg capres boneka sejak awal 2012 lalu&lt;br /&gt;
53. Demikian juga dengan elit2 kristen (sabam, ara, panda cs) sekutu James Riady di PDIP, sangat kecewa karena ditelikung JK &amp;amp; Katolik&lt;br /&gt;
54. Ibarat kata pepatah “ Pacaran nan di awak, kawin nan di urang” ..pacaran sama saya, kawin sama orang lain..itulah nasib james, sabam cs&lt;br /&gt;
55. Kekecewaan kubu / faksi kristen di PDIP atas restu Obama terhadap Jokowi - JK, meski hanya restu setengah hati, merembet ke akar rumput&lt;br /&gt;
56. Pendukung Jokowi dari akar rumput/massa kristen dipelopori aktivis2 kristen fundamentalis seperti Bara JP, Pro Jok, dll senyap seketika&lt;br /&gt;
57. Semula pendukung Jokowi dari para aktifis kristen fundamentalis ini sangat militan, solid dan fanatik dukung Jokowi. Hidup mati Jokowi&lt;br /&gt;
58. Namun sejak Obama mendesak James cs mundur dan Katolik dibuka akses ke Jokowi, kubu kristen kecewa. Mereka skrg tiarap. Tggu perintah&lt;br /&gt;
59. Apalagi dana dan logistik yang semula deras mengalir ke kubu Projok, Bara JP dari konglo2 dan mafia cina, tiba2 terhenti. Kran ditutup&lt;br /&gt;
60. Antony Salim dgn Grup Salim dan Bank Mega - nya (Trans Corp) terpaksa deal ulang dng SBY. Antony tarik dukungan dari Jokowi&lt;br /&gt;
61. CT proxy Antony dijadikan Menko. TW yg masih sumbang jokowi dan main dua kaki, diberi pesan tegas dgn pengusutan Sentul City oleh KPK&lt;br /&gt;
62. Konglo2 cina yg masih membandel mau kuasai RI via si boneka Jokowi diberi pesan tegas melalui kasus BCA oleh KPK. Mafia Cina Skak mat !&lt;br /&gt;
63. Dari 27 ormas cina di Indonesia, minggu lalu 17 sdh menarik diri dari Jokowi. Kemarin hanya tinggal 3 ormas cina yg dukung Jokowi - JK&lt;br /&gt;
64. Ormas komunitas cina yang dukung Jokowi hanya tinggal ormas berbasis Katolik, dgn panglimanya Sofyan - Rudi - Jusuf Wanandi cs&lt;br /&gt;
65. Kubu Kristen di internal PDIP terlihat kecewa berat dan terwakili melalui pernyataan2 Sabam Sirait yang cetuskan ingin mundur dari PDIP&lt;br /&gt;
66. Ibarat lagu “kemesraan ini janganlah cepat berlaluu… “ Ara, James dan faksi kristen masih kendalikan penuh Jokowi&lt;br /&gt;
67. Sekarang Jokowi malah mesra dengan Jacob Soetoyo, tuan rumah proxy dubes vatikan hehe&lt;br /&gt;
68. Apakah Jokowi akan tetap begini? Apakah James tetap jadi majikan Jokowi pasca perseteruan Katolik - Kristen?&lt;br /&gt;
69. Akhirnya Jokowi kembali ke pangkuan JK. Akankah Jokowi jadi jongos Jk? Atau bakal dilipat habis oleh JK?&lt;br /&gt;
70. Mana suara pendukung Jokowi ? Masak balik badan hanya gara2 Jokowi dikendalikan JK - Wanandi - CSIS ? Loyal donk&lt;br /&gt;
71. Jokowi emang diperlu dibina, masak capres nekad plagiat tulisan Romo Benny.... Aduuh biyuuung !! Jok jok !&lt;br /&gt;
71. Pendukung Jokowi yakinlah, kalian tdk akan ditipu lagi..mereka ini semua sudah tobat nasuha kok hehehe&lt;br /&gt;
72. Gimana Mas Andy ? Masih setia dukung Jokowi kan? Jgn lupa pesan Bapak ya ! Jaga NKRI dengan jiwa dan raga !&lt;br /&gt;
73. BY THE WAY kami kangen juga dgn bos jasmev &amp;amp; partaisocmed si KartikaDjoemadi .. Rindu dgn twit2nya yg lucu hehe&lt;br /&gt;
74. Pada kemana ribuan akun Jasmev (jokowi advance socmed volunteer) ya? Apa blm dapat sponsor dari Vatikan ya Dee?&lt;br /&gt;
75. Kepada JK kami ucapkan terima kasih. Anda hebat, bs kalahkan James Riady.. Ruaar biasa ! Tp jgn kesehatan ya pak&lt;br /&gt;
76. Kepada Bang Luhut dan Bang Edo (AMHP) ..tetap semangat ya ..selamat berjuang meski abang berdua ga bisa jd presiden bayangan&lt;br /&gt;
77. Kepada Bu Mega, kami maklum pilihan anda sulit. Anda sudah lakukan yang terbaik, demi bangsa, demi rakyat, demi PDIP. Terima kasih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Deklarasi Koalisi Jokowi, PDIP, Nasdem dan PKB ~ 14 Mei 2014</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2014/05/deklarasi-koalisi-jokowi-pdip-nasdem.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 19 May 2014 13:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-8662709048973846949</guid><description>&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="270" src="//www.youtube.com/embed/u1SC2asNO2A" width="480"&gt;&lt;/iframe&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Politik Indonesia - Politisiana  Setelah Sutan Bhatoegana, Siapa yang akan Menyusul?</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2014/05/politik-indonesia-politisiana-setelah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 18 May 2014 02:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-7056372971273173945</guid><description>&lt;a href="http://politikindonesia.com/index.php#.U3h5G2861Os.blogger"&gt;Politik Indonesia - Politisiana  Setelah Sutan Bhatoegana, Siapa yang akan Menyusul?&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Megawati Ragukan Komitmen Jokowi? - INILAH.com</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2014/05/megawati-ragukan-komitmen-jokowi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 17 May 2014 20:02:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-4741857088703858548</guid><description>&lt;a href="http://nasional.inilah.com/read/detail/2100996/megawati-ragukan-komitmen-jokowi#.U3giqRXgb2w.blogger"&gt;Megawati Ragukan Komitmen Jokowi? - INILAH.com&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dialog Magnet Jokowi Dan Jusuf Kalla </title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2014/04/dialog-magnet-jokowi-dan-jusuf-kalla.html</link><category>pemilu</category><category>pemimpin</category><category>presiden</category><category>tokoh</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 16 Apr 2014 01:56:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-4740919616153305905</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="//www.youtube.com/embed/rtGTQRpEoZo" width="560"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pasang spanduk</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2014/04/pasang-spanduk.html</link><category>bisnis</category><category>pengusaha</category><category>perusahaan</category><category>spanduk</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 9 Apr 2014 02:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-6302648145361627658</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="//www.youtube.com/embed/JpqJ6Ew5N9Y" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kampanye Partai Nasdem Palembang</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2014/04/kampanye-partai-nasdem-palembang.html</link><category>demokrasi</category><category>indonesia</category><category>partai</category><category>politik</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 5 Apr 2014 20:16:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-4595884537601895458</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="//www.youtube.com/embed/dumxZ_py4Aw" width="560"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jalan Pramuka</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2014/04/jalan-pramuka.html</link><category>jakarta</category><category>kemacetan</category><category>rakyat</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 5 Apr 2014 17:25:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-373527400683201965</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="//www.youtube.com/embed/kompl4UhMGA" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>KAWAN LAMA: apel pancasila</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2014/04/kawan-lama-apel-pancasila.html</link><category>partai</category><category>pemilu</category><category>politik</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 5 Apr 2014 17:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-5169278815882379657</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;a href="http://ancumumin.blogspot.com/2014/04/apel-pancasila.html?spref=bl"&gt;KAWAN LAMA: apel pancasila&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>NasDem Incar 15 Persen Suara di Jawa Timur  </title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2014/03/nasdem-incar-15-persen-suara-di-jawa.html</link><category>indonesia</category><category>partai</category><category>pemilu</category><category>politik</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 31 Mar 2014 02:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-4719954269625541952</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: opensans, Tahoma, Geneva, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 15.996000289916992px; text-transform: uppercase;"&gt;SENIN, 31 MARET 2014 | 14:50 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: opensans, Tahoma, Geneva, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 15.996000289916992px; text-transform: uppercase;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: opensans, Tahoma, Geneva, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 15.996000289916992px; text-transform: uppercase;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://statik.tempo.co/data/2014/03/17/id_272818/272818_620.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://statik.tempo.co/data/2014/03/17/id_272818/272818_620.jpg" height="183" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: opensans, Tahoma, Geneva, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 15.996000289916992px; text-transform: uppercase;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: opensans, Tahoma, Geneva, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 15.996000289916992px; text-transform: uppercase;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;strong&gt;TEMPO.CO&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;strong&gt;Surabaya&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;- Partai Nasional Demokrat menargetkan perolehan suara di Jawa Timur mencapai 15 persen dari 87 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur yang diperebutkan dalam Pemilihan Umum 2014.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;"Kami optimistis target tersebut diraih, apalagi kantong-kantong massa NasDem merata di sebelas daerah pemilihan Jawa Timur," kata Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat ditemui wartawan di Hotel JW Marriott Surabaya, Ahad, 30 Maret 2014.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Sebagai partai baru, Surya mengakui bahwa NasDem mempunyai obsesi besar untuk meraih hasil optimal dalam pemilu legislatif 2014. Partai ini harus berhadapan dengan para kompetitor yang memiliki jam terbang tinggi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Ada partai dengan ketua umum seorang presiden atau kepala pemerintah. Belum lagi prasarana dukungan lain seperti banyaknya menteri, gubernur, bupati/wali kota, dan anggota fraksi di kabupaten/kota yang terlibat langsung mengkampanyekan partai masing-masing. "Sedangkan NasDem tidak punya apa-apa. Tapi partai baru ini rupanya ada harapan di tengah lorong kegelapan, ada cahaya," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Berbalut gerakan "Restorasi untuk Indonesia", Surya ingin menawarkan sejumlah perubahan jika nantinya terpilih. Di antaranya melakukan amandemen Undang-Undang Dasar 1945; memikirkan dan mengkaji ulang penyelenggaraan pemilihan kepala daerah; serta memperkokoh kearifan lokal, budaya, dan adat istiadat.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Kehadiran Surya Paloh di Surabaya dalam rangka kampanye terbuka di Gelora 10 Nopember, Ahad, 30 Maret 2014. Ribuan simpatisan dari Jawa Timur menghadiri kampanye tersebut. Turut mendampingi Surya Paloh yaitu Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai NasDem Jawa Timur Laksamana (purnawirawan) Tedjo Edhy Purdjianto, Wakil Ketua NasDem Jawa Timur Mufti Mubarak, dan Ketua DPP NasDem pusat Bidang Agama dan Adat Hasan Aminuddin.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;" /&gt;&lt;strong style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;AGITA SUKMA LISTYANTI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Marzuki: Jika terbukti, anggota DPR harus dibui</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2014/03/marzuki-jika-terbukti-anggota-dpr-harus.html</link><category>dpr</category><category>korupsi</category><category>kpk</category><category>pengusaha</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 1 Mar 2014 21:56:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-4312812774064255742</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Minggu, 02 Maret 2014 

&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://photo.kontan.co.id/photo/2013/10/22/1393981364p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://photo.kontan.co.id/photo/2013/10/22/1393981364p.jpg" height="179" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JAKARTA. Ketua DPR Marzuki Alie angkat bicara mengenai kabar anggota dan pimpinan Komisi VII DPR mendapatkan uang dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurut Marzuki, bila terbukti maka mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Ya harus masuk penjara, ya kalau terbukti KPK urusannya, bukan Marzuki Alie. Pokoknya kalau itu terbukti, ya silahkan saja KPK harus tindak lanjut," kata Marzuki, Minggu (2/3/2014).
Marzuki enggan berkomentar terlalu jauh mengenai informasi tersebut. Ia mengatakan menyerahkan semuanya kepada proses hukum.
"Saya enggak mau komentari, masalah penegak hukum. Masalah hukum yaa gak usah kita intervensi lah.
Dalam keterangannya di sidang Tipikor Jakarta, Selasa (25/2/2014), kemarin, Mantan Kepala Biro Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Didi Dwi Sutrisno mengaku pernah diminta Sekretaris Jenderal (Sekjen) ESDM saat itu, Waryono Karno, agar menyiapkan dana untuk pimpinan hingga semua anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Uang sekitar 140 ribu dolar AS itu menurut pengakuan  Didi berasal dari seseorang bernama Hardiyono dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Uang itu dibagikan kepada empat pimpinan Komisi VII, 43 anggota Komisi VII, sekretariat Komisi VII, dan sisanya untuk perjalanan dinas Komisi VII. Didi pun menyiapkan amplop tersebut dengan sejumlah kode. Untuk anggota komisi dan sekretariat masing-masing mendapat 2.500 dollar AS, sedangkan untuk pimpinan Komisi VII sebesar 7.500 dollar AS.
"Setelah itu kami masukkan ke dalam amplop-amplop berinisialkan pimpinan P, untuk anggota A, dan sekretariat S," terangnya.
Adapun pimpinan Komisi VII adalah Sutan Bhatoegana. Dalam kasus ini, Sutan disebut menerima uang dari Rudi melalui anggota Komisi VII DPR Tri Yulianto. Rudi pun mengakui memberikan uang 200.000 dollar AS kepada Tri untuk Sutan sebagai tunjangan hari raya (THR).
Rudi saat itu menjabat Kepala SKK Migas. Uang itu merupakan bagian yang diterima Rudi dari bos Kernel Oil Widodo Ratanachaitong. Rudi mengaku memberikan uang yang dimasukkan dalam tas ransel hitam kepada Tri di toko buah All Fresh, Jakarta, pada 26 Juli 2013. (Ferdinand Waskita)
Editor: Dikky Setiawan
SUMBER: TRIBUNNEWS.COM&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Laporan banjir Jakarta &amp; sekitarnya 18 Januari</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2014/01/laporan-banjir-jakarta-sekitarnya-18.html</link><category>banjir</category><category>jakarta</category><category>pemimpin</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 20 Jan 2014 18:03:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-439135890263449554</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="//www.youtube.com/embed/RTtSw37U6L8" width="560"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>batavia de stas</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2013/12/batavia-de-stas.html</link><category>Belanda</category><category>indonesia</category><category>jakarta</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 29 Dec 2013 00:17:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-8907680205415604669</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="//www.youtube.com/embed/o6RF4-kzSOg" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>How to Master Your Creative Writing Process</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2013/12/how-to-master-your-creative-writing.html</link><category>creative</category><category>method</category><category>writing</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 5 Dec 2013 22:48:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-4156989742831965445</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px;"&gt;Posted by&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.writingforward.com/author/melissa" rel="author" style="background-color: white; color: #003366; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px;" title="Posts by Melissa Donovan"&gt;Melissa Donovan&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px;"&gt;&amp;nbsp;·&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.writingforward.com/wp-content/uploads/2007/08/creative-writing-process.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://www.writingforward.com/wp-content/uploads/2007/08/creative-writing-process.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
What steps do you take to get a&lt;strong&gt;creative writing&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;project completed? Is your method sheer madness?&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
One day, many years ago, I was working in an&amp;nbsp;&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_12" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;office&lt;/span&gt;. The executives were having a meeting to discuss new procedures. It was a&amp;nbsp;&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_5" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;hot day&lt;/span&gt;&amp;nbsp;and the&amp;nbsp;&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_3" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;conference room&lt;/span&gt;&amp;nbsp;was small and crowded, so the door was open. As I passed by on my way to the filing room, I overheard my boss saying, “Melissa can handle that. She’s very methodical.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;Methodical&lt;/em&gt;. I tried it on and decided yes, it fit. “I am methodical,” I declared, and went about my&amp;nbsp;&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_9" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;business&lt;/span&gt;.&lt;span id="more-372"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
And it was true, too. I was organized to a fault, always looking for systems and&amp;nbsp;&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_13" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;processes&lt;/span&gt;&amp;nbsp;that would streamline the&amp;nbsp;&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_8" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;workflow&lt;/span&gt;&amp;nbsp;and make business more efficient and therefore more effective. The clothes in my closet were organized by season, length, and color. I didn’t have to flip through my hangers to find an article of clothing. Everything was neatly filed in its place.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #222222; float: right; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; margin: 5px 10px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="250" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://ad.z5x.net/st?ad_type=iframe&amp;amp;ad_size=300x250&amp;amp;site=1723563&amp;amp;section_code=007&amp;amp;pub_url=${PUB_URL}" width="300"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="color: #222222; font-family: Georgia; font-size: 20px; font-style: italic; font-weight: normal; letter-spacing: 0.025em; margin: 0px 0px 10px; padding: 0px 0px 5px;"&gt;
Selling the Method&lt;/h2&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
Writing gurus and&amp;nbsp;&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_19" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;mentors&lt;/span&gt;&amp;nbsp;often want us to believe that there is only one true writing process. It usually goes something like this:&lt;/div&gt;
&lt;ol style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; margin: 0px 0px 0px 15px; padding: 0px 0px 10px;"&gt;
&lt;li style="line-height: 21px; margin: 0px 0px 0px 20px; padding: 0px 0px 10px;"&gt;Brainstorm&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 21px; margin: 0px 0px 0px 20px; padding: 0px 0px 10px;"&gt;Outline and&amp;nbsp;&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_15" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;research&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 21px; margin: 0px 0px 0px 20px; padding: 0px 0px 10px;"&gt;&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_6" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;Rough draft&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 21px; margin: 0px 0px 0px 20px; padding: 0px 0px 10px;"&gt;Revise (repeat, repeat, repeat, repeat)&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 21px; margin: 0px 0px 0px 20px; padding: 0px 0px 10px;"&gt;Edit, proof, and polish&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
This is a good system–it absolutely works. But does it work for everyone?&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="color: #222222; font-family: Georgia; font-size: 20px; font-style: italic; font-weight: normal; letter-spacing: 0.025em; margin: 0px 0px 10px; padding: 0px 0px 5px;"&gt;
Assessing the Creative Writing Process&lt;/h2&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
I’ve been thinking a&amp;nbsp;&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_20" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;lot&lt;/span&gt;&amp;nbsp;about the&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;creative writing&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;process. Lately, I’ve found myself working on all types of projects–&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_18" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;web&lt;/span&gt;&amp;nbsp;pages, blog posts, a&amp;nbsp;&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_7" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;science fiction&lt;/span&gt;&amp;nbsp;trilogy, and a children’s chapter book.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
How do I tackle all these different projects without some kind of plan or system?&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
I’ve thought about the steps I take with my own writing and realized that the writing process I use varies from project to project and depends on the level of difficulty, the length and&amp;nbsp;&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_10" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;scope&lt;/span&gt;of the project, and even my state of mind. If I’m feeling super creative, a&amp;nbsp;&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_4" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;blog post&lt;/span&gt;&amp;nbsp;or an article will come flying out of my head. If I’m tired, hungry, or unmotivated, or if the project is complicated, then it’s a struggle and I have to work a little harder. Brainstorming and outlining can help. A lot.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
It occurred to me that I don’t have one creative writing process. I have several. And I always use the one that’s best suited for a particular project.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="color: #222222; font-family: Georgia; font-size: 20px; font-style: italic; font-weight: normal; letter-spacing: 0.025em; margin: 0px 0px 10px; padding: 0px 0px 5px;"&gt;
March to the Beat&lt;/h2&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
One of my favorite sayings has to do with marching to the beat of your own drum. I like that saying because that’s how I walk–to my own rhythm. If I didn’t, then I probably never would have started my own business or believed that I could make it as a writer. In fact, I probably wouldn’t be a writer at all.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
Some writers can sit down and pound out an article, a short story, or even a novel without ever planning or outlining. Others have to follow a strict writing process or they get lost and confused, tangled up in their own words.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
For example, when I am involved in a copywriting or nonfiction project, I find that&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_17" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;brainstorming&lt;/span&gt;&amp;nbsp;and outlining are essential. I need to organize my thoughts and make sure I cover the subject matter thoroughly. But with creative writing projects, such as fiction and poetry (and even the novel I wrote for NaNoWriMo back in 2008), I just start typing and let the ideas flow. Conversely, the NaNoWriMo project I did this year had a full, detailed outline.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="color: #222222; font-family: Georgia; font-size: 20px; font-style: italic; font-weight: normal; letter-spacing: 0.025em; margin: 0px 0px 10px; padding: 0px 0px 5px;"&gt;
Listen to Your Own Rhythm&lt;/h2&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
We all start with interesting&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.writingforward.com/writing-ideas/questions-curiosity-and-writing-ideas" style="color: #003366;" title="creative writing ideas"&gt;creative writing ideas&lt;/a&gt;&amp;nbsp;and hope to finish with a completely riveting piece of writing.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
That day I overheard my boss saying that I was methodical was a long time ago. Since then, I’ve loosened up my methods. Oh, I can still whip up a streamlined procedure and implement it. I have to do that for my own business all the time, whether it involves maintaining my client contact list or managing my quotes and invoices–using a system for that stuff is extremely helpful.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
But my&amp;nbsp;&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_14" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;closet&lt;/span&gt;&amp;nbsp;no longer looks like it’s maintained by Martha Stewart. It’s still pretty organized, but not by color and season. It helps to know when a system works and when it’s all hype. The first few times I tried to write a novel, I did so using the exact same writing process that I used for writing essays in college, and it simply did not work. It wasn’t until I totally changed the process that I was able to succeed and complete that massive creative writing project.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
Writing processes are good. The reason our predecessors developed these processes and shared them, along with a host of other&amp;nbsp;&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_2" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;writing tips&lt;/span&gt;, was to help us be more productive and produce better writing. Techniques and strategies can be helpful, but it’s our responsibility to know what works for us as individuals and as creative writers and to know what will cause us to infinitely spin our wheels.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="color: #222222; font-family: Georgia; font-size: 20px; font-style: italic; font-weight: normal; letter-spacing: 0.025em; margin: 0px 0px 10px; padding: 0px 0px 5px;"&gt;
I Showed You Mine&lt;/h2&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
…now you show me yours.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 14px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-right: 10px; padding: 0px;"&gt;
What’&lt;span class="tcv1t" id="tcv1t_11" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: blue; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;s&lt;/span&gt;&amp;nbsp;your creative writing process? Do you have one? Do you ever get stuck in the writing process? How do you get unstuck?&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Online Social Networking - powered by FeedBurner</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2013/12/online-social-networking-powered-by.html</link><category>komunikasi</category><category>pemimpin</category><category>pesan</category><category>seni</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 5 Dec 2013 22:30:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-6633481437855883414</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/online-social-networking/YgET#.UqFu-lFg-Lc.blogger"&gt;Online Social Networking - powered by FeedBurner&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Korupsi Sapi  : Sengman utusan SBY ? ( bgn 1)</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2013/12/korupsi-sapi-sengman-utusan-sby-bgn-1.html</link><category>korupsi</category><category>politik</category><category>presiden</category><category>tokoh</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 5 Dec 2013 20:37:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-1465497903019155748</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="360" src="//www.youtube.com/embed/7TFZhl0h-ys" width="480"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Proyek JSS Tak Bisa Groundbreaking 2014</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2013/11/proyek-jss-tak-bisa-groundbreaking-2014.html</link><category>indonesia</category><category>pengusaha</category><category>perusahaan</category><category>selat sunda</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 12 Nov 2013 05:34:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-8035833645991798327</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;a href="http://www.suarapembaruan.com/"&gt;http://www.suarapembaruan.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: grey; font-family: helvetica, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;Senin, 29 Juli 2013 | 12:00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: grey; font-family: helvetica, verdana, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div id="bodytext" style="background-color: white; color: #232323; font-family: helvetica, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; list-style: none outside none; margin-bottom: 4px; padding: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.suarapembaruan.com/media/images/medium2/20120403082032780.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.suarapembaruan.com/media/images/medium2/20120403082032780.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="bodytext" style="background-color: white; color: #232323; font-family: helvetica, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; list-style: none outside none; margin-bottom: 4px; padding: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="bodytext" style="background-color: white; color: #232323; font-family: helvetica, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; list-style: none outside none; margin-bottom: 4px; padding: 0px;"&gt;
[JAKARTA] Pemerintah pesimistis pembangunan proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) dapat dikonstruksi atau&amp;nbsp;&lt;em style="list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;groundbreaking&amp;nbsp;&lt;/em&gt;pada 2014, karena belum ada kejelasan mengenai studi kelayakan (&lt;em style="list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;feasibility study&lt;/em&gt;/FS). Apalagi, studi kelayakan proyek senilai Rp 200 triliun tersebut dijadwalkan rampung pada tahun depan. &lt;br /&gt;
&lt;br style="list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah harus memastikan studi kelayakan pembangunan JSS ini&amp;nbsp;&lt;em style="list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;clear and clear&lt;/em&gt;sebelum dilakukan&amp;nbsp;&lt;em style="list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;groundbreaking&amp;nbsp;&lt;/em&gt;pada tahun ini. "Saya pesimistis megaproyek pembangunan JSS bisa&lt;em style="list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;groundbreaking&lt;/em&gt;&amp;nbsp;2014, karena waktu saya habis dua tahun hanya untuk membahas studi kelayakan khususnya soal pendanaan," ujar dia di Jakarta, akhir pekan lalu. &lt;br /&gt;
&lt;br style="list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;
Hatta mengatakan, pemerintah juga harus realistis dalam menetapkan target pembangunan JSS ini karena akan berdampak pada pemerintahan yang akan datang. Menurut dia jika proyek pembangunan JSS ini dianggap penting, pada tahun ini pemerintah harus segera memastikan bahwa studi kelayakan sudah ada kejelasan. &lt;br /&gt;
&lt;br style="list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;
Menurut dia, saat ini sudah ada dua opsi yang ditetapkan Tim Tujuh untuk studi kelayakan pembangunan JSS, yaitu didanai sepenuhnya oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau didanai badan usaha milik negara (BUMN) dengan konsorsium pemrakarsa PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS). &lt;br /&gt;
&lt;br style="list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;
Hatta mengatakan berdasarkan hasil rapat yang dilakukan baru-baru ini dengan Tim Tujuh, sebagian besar dari tim lebih memilih agar proyek JSS didanai oleh BUMN dan konsorsium pemrakarsa. Namun, keputusan itu belum final karena dalam rapat tersebut Menteri Keuangan Chatib Basri tidak hadir. &lt;br /&gt;
&lt;br style="list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;
Hatta juga menegaskan bahwa studi kelayakan pembangunan JSS masih dibahas dan ditargetkan selesai pada 2014. Anggaran yang dibutuhkan untuk studi kelayakan itu cukup besar, yakni berkisar Rp 1,5 triliun. Sedangkan untuk pembangunan jembatan yang menghubungkan Jawa dan Sumatera tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp 200 triliun. &lt;br /&gt;
&lt;br style="list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;
"Studi pembangunan JSS ini sudah lama dilakukan, bahkan sejak zaman Presiden Bung Karno, dan memang sangat layak. Tugas kita sekarang harus merealisasikan pembangunannya," tandas dia. &lt;br /&gt;
&lt;br style="list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;
Sementara itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak sebelumnya menuturkan, proyek JSS diharapkan dapat menumbuhkan delapan klaster kawasan ekonomi di sekitar wilayah proyek tersebut. Kedelapan klaster tersebut menjadi bagian dari kawasan strategis dan masuk tata ruang wilayah nasional. &lt;br /&gt;
&lt;br style="list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;
Kedelapan klaster itu di antaranya kawasan Paninmbang di Banten disiapkan menjadi wilayah pengembangan pariwisata, Cilegon sebagai kawasan industri, Serang sebagai pusat perdagangan, dan Maja dialokasikan sebagai wilayah permukiman. Adapun Lampung selatan dan Lampung Timur dijadikan wilayah pertanian dan perkebunan, Bandar Lampung sebagai pusat pemasaran, dan Pringsewu menjadi wilayah produksi hasil pertanian dan industri pengolahan. &lt;br /&gt;
&lt;br style="list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;
Kedelapan klaster tersebut dinilai memiliki kriteria untuk dikembangkan sebagai kawasan strategis nasional dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi. Adapun kriteria itu antara lain memiliki potensi ekonomi cepat tumbuh, memiliki sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional, memiliki potensi ekspor, serta didukung jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. &lt;br /&gt;
&lt;br style="list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;
“Selain itu, memiliki kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi, serta berfungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan nasional dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional,” papar Hermanto. &lt;br /&gt;
&lt;br style="list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;
Guna mendorong pertumbuhan kawasan-kawasan ekonomi di Lampung dan Banten itu, Hatta melanjutkan, pemerintah telah memprogramkan pembangunan tiga jalan tol di Sumatera, yakni di Lampung, Palembang, dan Dumai. "Anggaran untuk pembangunan tiga jalan tol tersebut mencapai Rp5 triliun, dan Rp 2 triliun di antaranya akan kami serahkan tahun ini kepada BUMN, sedangkan Rp 3 triliun sisanya diberikan pada 2014," ujarnya. [ID/H-12]&lt;/div&gt;
&lt;br style="background-color: white; font-family: helvetica, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-color: white; border-top-color: rgb(238, 238, 238); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; float: right; font-family: helvetica, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 5px 0px 0px; width: 650px;"&gt;
&lt;div class="addthis_toolbox addthis_default_style" style="float: right; list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;
&lt;a class="addthis_button_facebook_like at300b" fb:like:layout="button_count" href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6038939343682745709" style="cursor: pointer; float: left; list-style: none outside none; margin: 0px; outline: none; padding: 0px 2px;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="fb-like fb_edge_widget_with_comment fb_iframe_widget" data-action="like" data-font="arial" data-href="http://www.suarapembaruan.com/ekonomidanbisnis/proyek-jss-tak-bisa-groundbreaking-2014/39170" data-layout="button_count" data-ref=".UoIs3Do5-TI.like" data-send="false" data-show_faces="false" data-width="90" fb-xfbml-state="rendered" style="display: inline-block; list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px; position: relative;"&gt;
&lt;a class="addthis_button_facebook_like at300b" fb:like:layout="button_count" href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6038939343682745709" style="cursor: pointer; float: left; list-style: none outside none; margin: 0px; outline: none; padding: 0px 2px;"&gt;&lt;span style="display: inline-block; height: 20px; list-style: none outside none; margin: 0px; padding: 0px; position: relative; text-align: justify; width: 72px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a class="addthis_button_facebook_like at300b" fb:like:layout="button_count" href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6038939343682745709" style="cursor: pointer; float: left; list-style: none outside none; margin: 0px; outline: none; padding: 0px 2px;"&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: black; font-family: helvetica, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 17px; list-style: none outside none; margin: 5px 0px; orphans: auto; padding: 0px; text-align: center; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rahmat Internasional wildlife Museum &amp; Gallery</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2013/11/rahmat-internasional-wildlife-museum.html</link><category>gallery</category><category>indonesia</category><category>museum</category><category>rahmat</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 10 Nov 2013 20:52:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-7196524783727948955</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="//www.youtube.com/embed/uIaV7YNx3NM" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wisata Berburu Cikidang Plantation Estate</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2013/11/wisata-berburu-cikidang-plantation.html</link><category>berburu</category><category>fauna</category><category>hutan</category><category>wisata</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 10 Nov 2013 20:43:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-3264066488941306560</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="//www.youtube.com/embed/RynliR4HV9A" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;ata&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bukan Empat Mata 12 Juni 2013.</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2013/11/bukan-empat-mata-12-juni-2013.html</link><category>artis</category><category>jakarta</category><category>lagu</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 9 Nov 2013 21:57:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-508819381460696430</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="//www.youtube.com/embed/lHon0Vjl7nw" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Konferensi Meja Bundar</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2013/11/konferensi-meja-bundar.html</link><category>imperialisme</category><category>indonesia</category><category>kemerdekaan</category><category>kmb</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 9 Nov 2013 17:42:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-6166326063507586413</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="//www.youtube.com/embed/y_uSSbbG6Pg" width="560"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>H. Anif Shah: Ikon Baru Pengusaha Sum-Ut</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2013/11/h-anif-shah-ikon-baru-pengusaha-sum-ut.html</link><category>pengusaha</category><category>perkebunan</category><category>real estate</category><category>sawit</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 7 Nov 2013 16:29:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-4908758684326501911</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="post uncustomized-post-template" style="background-color: white; color: #444444; font-family: trebuchet, arial, verdana, sans-serif; margin: 0px; padding: 0px 0px 1.5em;"&gt;
&lt;div class="post-body" style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;
&lt;span class="date-header" style="font-weight: bold; margin: 5px 0px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Copyright ©&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://pengusaha-medan.blogspot.com/" style="color: #444444; font-weight: normal; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;"&gt;Pengusaha Medan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="date-header" style="font-weight: bold; margin: 5px 0px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="date-header" style="font-weight: bold; margin: 5px 0px 0px; padding: 0px;"&gt;Selasa, 16 Februari 2010&lt;/span&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihLSlvcQZxPETie029rsa6Xddn9ubZAI9MUDRr2K2Jmaj13J3mbtFHPyCfa5xncB1A8hbvdegVV3T1niUU0ziVGwXmXeqEz8EpT8IMG5fR34JRY36m89op22_eYDh9Xo4jLV_KkKaoEKBa/s400/Image074.jpg" style="border: 1px solid rgb(170, 170, 170); cursor: pointer; float: left; margin: 0px 10px 10px 0px; padding: 3px; width: 100px;" /&gt;Bagi masyarakat Sumatera Utara, nama Anif Shah dikenal cukup luas, terutama karena kedermawanan dan kesuksesannya sebagai pengusaha. Anif adalah pengusaha sekaligus pemilik Grup Anugerah Langkat Makmur (Alam) yang bisnisnya mencakup bidang perkebunan dan pabrik kelapa sawit, properti, kompos, SPBU, sarang burung walet, dll. Anif dan keluarganya juga aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan Sum-Ut.&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost" style="display: inline; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;
Tonggak popularitas Anif, antara lain, sukses membangun megaperumahan mewah di Medan, Kompleks Cemara Asri dan Cemara Abadi. Maklum, kompleks perumahan ini terbilang paling mewah di Medan, selain Kompleks Setiabudi, dengan harga per unit di atas Rp 2,5 miliar. “Kami punya sekitar 300 hektare tanah di kompleks ini, tetapi yang dibuka baru 130 ha,” kata Musa Rajecksjah, putra Anif yang ditugasi sebagai Dirut Alam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anif mulai menggeluti bisnis perkebunan sawit tahun 1982. “Waktu itu perkebunan sawit di Sum-Ut belum populer. Tanah masih murah dan pemainnya sedikit,” ujar Musa yang juga pembalap dan Ketua IMI Sum-Ut itu. Anif mulai membuka usaha perkebunan dengan skala kecil. Awalnya hanya sekitar 1.500 ha di Langkat. Namun, dari situ terus dikembangkan. Mulanya hanya punya lahan di Langkat, kini sudah punya di Deli Serdang, Mandailing Natal dan Riau. “Total lahan kami sekitar 30 ribu ha,” kata Musa yang mulai dilibatkan mengelola bisnis sawit keluarga pada 2004. Yang jelas, meski sudah punya pabrik pengolahan kelapa sawit di Langkat, Alam berencana membangun empat pabrik lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu yang menonjol dari perkebunan Grup Alam dibanding perkebunan swasta lainnya ialah soal manajemen plasma dan kemitraan dengan petani. Alam memang ingin maju bersama petani di lingkungan kebunnya. Tak mengherankan, di Mandailing Natal Alam punya 3.000 petani plasma dan di Langkat memiliki 233 KK. Sementara perusahaan perkebunan lain, sesuai dengan aturan pemerintah, memberi lahan ke petani plasma per KK seluas 2 ha, Alam memberi lahan seluas 3 ha per KK. “Karena itu, di kebun kami hubungan dengan petani sangat baik dan kami beberapa kali mendapatkan penghargaan dari pemerintah,” papar Musa yang juga menjelaskan, kebun dan pabriknya pernah dijadikan studi banding oleh Kementerian Pertanian Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musa yang biasa dipanggil Ijeck bertekad mengembangkan bisnis perkebunan keluarganya dan ke depan bisnis perkebunan akan menjadi inti, selain pengembangan perumahan. Tak aneh, meski perusahaan daerah, pihaknya serius belajar manajemen modern dengan mengundang konsultan ISO dunia, TÃœV Rheinland Group. “Awalnya hanya ingin belajar dari mereka, tidak tahunya mereka menyarankan sekalian sertifikasi dan audit,” tutur penggemar Harley-Davidson ini seraya menjelaskan, perusahaannya telah mendapatkan ISO 9001:2000.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena implementasi konsep manajemen modern pula, ketika harga CPO pernah jatuh tahun 2008, pihaknya bisa selamat. “Waktu itu kami sempat rugi tiga bulan. Cuma karena kami bisa mengelola cadangan dana, kami bisa selamat,” ujarnya. Ini berbeda dari para petani lain yang banyak gulung tikar karena tidak mengelola dana cadangan dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain perkebunan, properti dan SPBU, Grup Alam juga sudah mulai memasuki bisnis pembuatan kompos dengan mengolah limbah CPO. Adapun bisnis walet gua di pinggiran Sum-Ut lebih banyak dimanfaatkan untuk membantu masyarakat di tiga desa di sekitar gua, baik untuk mendirikan sekolah, menaikkan haji petani maupun memberi beasiwa. “Bisnis walet sudah tidak kami konsolidasikan keuangannya ke Grup karena bapak saya maunya untuk kegiatan sosial saja,” tutur Musa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Musa, ayahandanya memang banyak berderma sebagai bagian dari syukur karena diberi kemurahan rezeki oleh Yang di Atas. “Orang tua saya dulu orang susah. Pernah karena nggak punya beras, lalu beras yang ada dijadikan bubur supaya bisa dibagi banyak orang, 9 anak,â€&#157; ujarnya mengenang sang ayahn. â€œBapak saya merasa tersayat untuk bangkit ketika anaknya harus nonton teve tetangga karena kami belum memiliki televisi,â€&#157; lanjutnya tentang kejadian masa kecil puluhan tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini, jangankan nonton teve, membeli stasiun teve pun, rasanya Anif mampu. Namun Musa, sang putra mahkota, memilih tidak membeli stasiun teve, melainkan membangun sirkuit balap mobil. Tak lama lagi dia juga akan menjadi distributor Harley-Davidson di Sum-Ut. “Ah, itu cuma untuk menyalurkan hobi saya,â€&#157; tutur pria berdarah Arab itu kalem.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="clear: both; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="post-footer" style="margin: 5px 0px; padding: 0px; text-transform: uppercase;"&gt;
&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1" style="padding: 2px 0px;"&gt;
&lt;span class="post-author" style="background-image: url(http://i974.photobucket.com/albums/ae221/themescook/xclearfam/user.png); background-position: initial initial; background-repeat: no-repeat no-repeat; padding: 2px 0px 0px 19px;"&gt;DIPOSKAN OLEH NEWSONLINE&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="post-timestamp" style="padding: 0px 6px 0px 0px;"&gt;DI&amp;nbsp;&lt;a class="timestamp-link" href="http://pengusaha-medan.blogspot.com/2010/02/h-anif-shah-ikon-baru-pengusaha-sum-ut.html" style="color: #16387c; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;" title="permanent link"&gt;09.39&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="post-comment-link"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="post-backlinks post-comment-link"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="post-icons"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2" style="padding: 2px 0px;"&gt;
&lt;span class="post-labels" style="background-image: url(http://i974.photobucket.com/albums/ae221/themescook/xclearfam/tag_blue.png); background-position: initial initial; background-repeat: no-repeat no-repeat; padding: 2px 6px 0px 19px;"&gt;LABEL:&amp;nbsp;&lt;a href="http://pengusaha-medan.blogspot.com/search/label/medan" rel="tag" style="color: #16387c; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;"&gt;MEDAN&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://pengusaha-medan.blogspot.com/search/label/pengusaha" rel="tag" style="color: #16387c; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;"&gt;PENGUSAHA&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://pengusaha-medan.blogspot.com/search/label/perkebunan" rel="tag" style="color: #16387c; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;"&gt;PERKEBUNAN&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://pengusaha-medan.blogspot.com/search/label/real%20estate" rel="tag" style="color: #16387c; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;"&gt;REAL ESTATE&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://pengusaha-medan.blogspot.com/search/label/sawit" rel="tag" style="color: #16387c; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;"&gt;SAWIT&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-3" style="padding: 2px 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="comments" id="comments" style="background-color: white; clear: both; color: #444444; font-family: trebuchet, arial, verdana, sans-serif; margin: 10px 0px 0px; padding: 0px;"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6038939343682745709" name="comments" style="color: #16387c; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h4 style="background-image: url(http://i974.photobucket.com/albums/ae221/themescook/xclearfam/comment_edit.png); padding: 0px 6px 0px 19px; text-transform: uppercase;"&gt;
2 KOMENTAR:&lt;/h4&gt;
&lt;dl id="comments-block" style="margin: 0px;"&gt;
&lt;dt class="comment-author " id="c865201141654060298" style="font-weight: bold; height: 15px; padding: 5px 0px 0px 22px;"&gt;&lt;div class="comment-au1" style="float: left; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6038939343682745709" name="c865201141654060298" style="color: #16387c; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/profile/00450870516812885337" rel="nofollow" style="color: #16387c; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;"&gt;madan sagala&lt;/a&gt;&amp;nbsp;mengatakan...&lt;/div&gt;
&lt;div class="comment-au2" style="float: right; margin: 0px; padding: 2px 0px 0px; text-align: right;"&gt;
&lt;span class="comment-timestamp"&gt;&lt;a href="http://pengusaha-medan.blogspot.com/2010/02/h-anif-shah-ikon-baru-pengusaha-sum-ut.html?showComment=1317364405804#c865201141654060298" style="color: #16387c; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;" title="comment permalink"&gt;29 September 2011 23.33&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/dt&gt;
&lt;dd class="comment-body" style="background-color: #fdfcf2; background-image: url(http://i974.photobucket.com/albums/ae221/themescook/protonema/comment-triangle2-1.gif); background-position: 0% 0%; margin: 0px; padding: 15px 10px 5px;"&gt;semoga segala usaha yang bapak lakukan berbuah&amp;nbsp;&lt;b&gt;kesuksesan&lt;/b&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd class="comment-footer" style="border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin: 0px;"&gt;&lt;/dd&gt;
&lt;dt class="comment-author " id="c3475242473292683339" style="font-weight: bold; height: 15px; padding: 5px 0px 0px 22px;"&gt;&lt;div class="comment-au1" style="float: left; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6038939343682745709" name="c3475242473292683339" style="color: #16387c; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/profile/12297821489286654855" rel="nofollow" style="color: #16387c; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;"&gt;pristi.one2&lt;/a&gt;&amp;nbsp;mengatakan...&lt;/div&gt;
&lt;div class="comment-au2" style="float: right; margin: 0px; padding: 2px 0px 0px; text-align: right;"&gt;
&lt;span class="comment-timestamp"&gt;&lt;a href="http://pengusaha-medan.blogspot.com/2010/02/h-anif-shah-ikon-baru-pengusaha-sum-ut.html?showComment=1371003352879#c3475242473292683339" style="color: #16387c; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;" title="comment permalink"&gt;11 Juni 2013 19.15&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/dt&gt;
&lt;dd class="comment-body" style="background-color: #fdfcf2; background-image: url(http://i974.photobucket.com/albums/ae221/themescook/protonema/comment-triangle2-1.gif); background-position: 0% 0%; margin: 0px; padding: 15px 10px 5px;"&gt;Kalau semua pengusaha di indonesia seperti bapak pasti Negara ini akan Sejahtera,makmur...lanjutkan terus pak....&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihLSlvcQZxPETie029rsa6Xddn9ubZAI9MUDRr2K2Jmaj13J3mbtFHPyCfa5xncB1A8hbvdegVV3T1niUU0ziVGwXmXeqEz8EpT8IMG5fR34JRY36m89op22_eYDh9Xo4jLV_KkKaoEKBa/s72-c/Image074.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rahmat Shah - DR. H. Rahmat Shah : Anggota DPD Perwakilan Sumatra Utara</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2013/11/rahmat-shah-dr-h-rahmat-shah-anggota.html</link><category>diplomat</category><category>indonesia</category><category>pengusaha</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 7 Nov 2013 05:47:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-5578803450103664292</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;a href="http://rahmatshah.com/read/2013/09/08/1/7/4/Rahmat-Shah#.UnuZ2J2-6pM.blogger"&gt;Rahmat Shah - DR. H. Rahmat Shah : Anggota DPD Perwakilan Sumatra Utara&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Inilah Kaleidoskop Presiden SBY 2012 - INILAH.com</title><link>http://tinggalahkampuang.blogspot.com/2013/10/inilah-kaleidoskop-presiden-sby-2012.html</link><category>indonesia</category><category>presiden</category><category>sejarah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 25 Oct 2013 22:22:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6038939343682745709.post-4223698377731276201</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;a href="http://nasional.inilah.com/read/detail/1939781/inilah-kaleidoskop-presiden-sby-2012#.UmtRZIyoAfg.blogger"&gt;Inilah Kaleidoskop Presiden SBY 2012 - INILAH.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>