<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6943329112678975118</id><updated>2024-11-05T18:44:41.560-08:00</updated><category term="Petrologi"/><category term="Batuan Sedimen"/><category term="Ebook"/><category term="Minyak Bumi"/><category term="Pengukuran"/><category term="Peta"/><category term="Remote Sensing"/><category term="Tips"/><title type='text'>Belajar Geologi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://geologiminyak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14331973432552089404</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6943329112678975118.post-3365371769697368729</id><published>2014-11-01T00:45:00.002-07:00</published><updated>2014-11-01T00:45:30.972-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips"/><title type='text'>10 Tanaman Bisa Dimakan Saat Tersesat diHutan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR3ZEu7w9LmyH9dBttNAIHNgCRZc7IVz4Tr6eFWJVg30oos2GsEfK_O_fseumL1nipNU0MeIoqb0dv6LzuutSOzHNp9zxLtohfK_gQy_l73-Uyxl8bXBGNEcJ00iaNavFiktFCrTpJAU5q/s1600/Paku+Sayur-1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR3ZEu7w9LmyH9dBttNAIHNgCRZc7IVz4Tr6eFWJVg30oos2GsEfK_O_fseumL1nipNU0MeIoqb0dv6LzuutSOzHNp9zxLtohfK_gQy_l73-Uyxl8bXBGNEcJ00iaNavFiktFCrTpJAU5q/s1600/Paku+Sayur-1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Siapa sih yang mau tersesat di hutan pastinya setiap petualang di dunia ini tidak menginginkan jika tersesat di hutan. Biasanya jika tersesat di hutan dalam waktu yang sangat lama persedian makanan pun biasa akan habis nah dalam kondisi ini kamu harus mencari makanan yang bisa dimakan. Dihutan sendiri terdapat banyak tanaman yang bisa kamu konsumsi jika kehabisan makanan. Nah berikut ini ada beberapa tanaman di hutan yang bisa kamu konsumsi ketika tersesat di dalam hutan mau tahu makanan apa aja itu simak 10 Tanaman Yang Bisa Dimakan Ketika Terseat di Hutan berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;1. Daun semanggi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanaman ini biasanya lebih sering digunakan sebagai lalapan, yaitu dimakan bersama dengan sambal. Mungkin Anda pernah melihat ada rumput kecil di bawah tanah, dan memiliki daun mirip yang berbentuk seperti hati. Inilah daun semanggi atau biasa disebut clover.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak sulit untuk menemukan rumput clover. Rumput ini termasuk kosmopolit atau mudah ditemukan di dataran, termasuk hutan Indonesia. Nah, saat tersesat, tanaman inilah yang paling mudah Anda cari untuk bahan makanan. Ambil saja daunnya dan bersihkan kemudian konsumsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;2. Nanas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah nanas tidak hanya bisa ditemukan di pekarangan rumah atau ladang saja. Tumbuhan yang masuk dalam suku Bromeliaceae atau nanas-nanasan ini bisa ditemukan di beberapa hutan yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika melihat ada buah nanas yang sudah cukup matang, Anda bisa memakan bagian buahnya. Keluarkan pisau lipat Anda, dan potong kecil-kecil daging buah. Jika membawa garam, nanas sebaiknya direndam dulu di air garam untuk meminimalisir getah. Walaupun Nanas ini cukup besar buahnya, tetapi mengkonsumsi nanas perlu dihindari mengingat nanas dapat menurunkan kekebalan tubuh, dari pengalaman setelah makan nanas di hutan kita akan rentan terhadap penyakit, yang sering terjangkit akibat mengkonsumsi buah nanas adalah sakit malaria, tetapi tidak ada salahkanya mengkonsumsi buah ini jika sudah keadaan yang sangat mendesak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;3. Begonia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda tahu tanaman begonia? Biasanya tanaman ini dipajang di depan rumah sebagai hiasan. Nah, ternyata begonia juga banyak ditemukan di dalam hutan. Ciri-cirinya adalah tumbuhan ini berbulu di bagian tangkai hingga daun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski tanaman berbulu biasanya tidak layak dikonsumsi, begonia bisa Anda manfaatkan sebagai bahan makanan jika sedang tersesat di hutan. Potonglah daun dan tangkainya kecil-kecil sebelum dimakan. Jika Anda membawa alat masak, sebaiknya direbus dulu sebelum dikonsumsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;4. Pisang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, siapa yang tidak kenal dengan pisang? Buah yang berasal dari famili Musaceae ini biasanya bisa Anda temukan di dalam hutan yang banyak dihuni monyet atau kera. Cukup ambil buahnya yang sudah matang, Anda pun mengonsumsinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana kalau pohon pisang yang Anda temukan, belum berbuah? Jangan khawatir, belahlah batang pisang tersebut. Ambil batang muda di bagian paling tengah batang pisang. Batang muda itu bisa dimakan, walaupun rasanya tawar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;5. Pohpohan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pohpohan adalah salah satu tumbuhan yang sudah biasa dijadikan lalapan di rumah-rumah. Tumbuhan berdaun lebar ini ternyata banyak ditemukan di hutan Indonesia. Biasanya, bagian pohpohan yang sering dikonsumsi adalah bagian daun mudanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF6mK63yBJWH_8HTOp_kIBtLB_ePUSlii5pwkSs87ugqLn0yCbdODtxj1wgNVf_CzoBAtmRkG9N9u8C99VsyRqca552jh5Uj7_Cc4XQ-_bkMfS3AbtbuSt34-dwhPMiNnEI_znfZX55P5T/s1600/Paku+Sayur-2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF6mK63yBJWH_8HTOp_kIBtLB_ePUSlii5pwkSs87ugqLn0yCbdODtxj1wgNVf_CzoBAtmRkG9N9u8C99VsyRqca552jh5Uj7_Cc4XQ-_bkMfS3AbtbuSt34-dwhPMiNnEI_znfZX55P5T/s1600/Paku+Sayur-2.jpg&quot; height=&quot;212&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong&gt;6. Paku sayur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu tumbuhan yang banyak ditemukan di dalam hutan, terutama hutan Indonesia adalah jenis paku-pakuan. Tanaman paku memiliki ciri daun bergerigi, dan biasanya ada banyak kantung spora seperti bintik-bintik hitam di bagian bawah daun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, jika Anda bertemu tanaman seperti ciri-ciri di atas, berarti Anda dihadapkan dengan tanaman paku. Tanaman ini juga biasa dijadikan lalapan, sehingga disebut paku sayur. Sama seperti pohpohan, bagian tumbuhan paku yang bisa dinikmati adalah daun mudanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;7. Rotan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, selain paku tumbuhan lain yang banyak ditemukan di hutan Indonesia adalah rotan. Biasanya rotan hutan menjadi musuh utama para pendaki karena duri yang menyelimuti seluruh batangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ternyata tumbuhan ini bisa menjadi sahabat ketika Anda tersesat. Buah dari rotan yang masih muda aman untuk dimakan langsung. Sedangkan batangnya menyimpan air yang bisa untuk diminum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;8. Buah lo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Anda belum pernah mendengar namanya. Ini adalah buah yang dihasilkan dari pohon elow. Beberapa daerah menyebutnya dengan nama buah lo atau elow. Sama seperti tanaman lain, buah lo banyak ditemukan di dalam hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah ini berbentuk bulat dengan kulit hijau sedikit mengkilap. Jika dibelah, Anda bisa melihat bagian dalam buah yang diisi banyak biji-biji kecil, seperti bagian dalam buah nangka. Buah lo bisa dimakan mentah atau direbus. Saat mentah buah ini terasa agak asam, namun setelah direbus buah ini terasa manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;9. Bambu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat tersesat dan kehabisan bahan makanan, tengoklah ke sekitar Anda, kali saja ada pohon bambu. Jika ada ambil bagian pangkal bambu muda yang biasa disebut rebung. Potong-potong hingga kecil dan konsumsi bagian yang tidak terasa pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;10. Selaginella&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu lagi tumbuhan yang banyak ditemukan di hutan, yaitu selaginella. Ini adalah tanaman berdaun kecil seperti jenis paku-pakuan lainnya. Ya, selaginella memang masuk dalam kelompok paku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umumnya, daun selaginella berwarna hijau, tapi jangan kuatir jika melihat daun ini berwarna biru atau kemerahan. Selaginella memang bisa berfungsi sebagai penentu kada asam basa tanah. Cara mengonsumsinya harus sedikit berhati-hati, cuci daunnya dan potong kecil-kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai tips saja semua makanan yang di makan oleh monyet juga bisa dimakan ketika tersesat di hutan.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiminyak.blogspot.com/feeds/3365371769697368729/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/2014/11/10-tanaman-bisa-dimakan-saat-tersesat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default/3365371769697368729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default/3365371769697368729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/2014/11/10-tanaman-bisa-dimakan-saat-tersesat.html' title='10 Tanaman Bisa Dimakan Saat Tersesat diHutan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR3ZEu7w9LmyH9dBttNAIHNgCRZc7IVz4Tr6eFWJVg30oos2GsEfK_O_fseumL1nipNU0MeIoqb0dv6LzuutSOzHNp9zxLtohfK_gQy_l73-Uyxl8bXBGNEcJ00iaNavFiktFCrTpJAU5q/s72-c/Paku+Sayur-1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6943329112678975118.post-270887362825570431</id><published>2014-11-01T00:14:00.000-07:00</published><updated>2014-11-01T00:14:31.912-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ebook"/><title type='text'>Ebook Geologi Tambang</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzruTLUS4XtGDfJHfb-OPNWh3_xLrDjCHN7oGmdbw_SA1j4F7yLyukLBxPR5667sCWAf94b4QqeM_eT_x9kUZXaFKXi5E-Sp63t8MOWYxIrEAxNFLh2WWmnH6knOVB4jYfMPKpUW1hi-G3/s1600/ebook.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzruTLUS4XtGDfJHfb-OPNWh3_xLrDjCHN7oGmdbw_SA1j4F7yLyukLBxPR5667sCWAf94b4QqeM_eT_x9kUZXaFKXi5E-Sp63t8MOWYxIrEAxNFLh2WWmnH6knOVB4jYfMPKpUW1hi-G3/s1600/ebook.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
1. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/cJIlGIDH/28815_SNI_7568-2010__Glosarium.html%0A&quot;&gt;SNI 7568-2010 (Glosarium Eksplorasi Mineral dan Batubara)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/VzPMcq05/Baker_Hughes_INTEQ_-_Well_Site.html&quot;&gt;Baker Hughes INTEQ - Well Site Geology&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/JsMrfdVQ/Engineering_Geology_for_Underg.html%0A&quot;&gt;Engineering Geology for Underground Rocks&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/uWy4JViY/SNI_4691_1998.html%0A&quot;&gt;SNI 4691-1998 (Penyusunan Peta Geologi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/DYudFElH/Kamus_Tambang.html%0A&quot;&gt;Kamus Tambang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/C3PJUJZ0/Kamus_Paleontologi.html%0A&quot;&gt;Kamus Paleontologi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/yIMs1sVM/Kamus_Geologi.html&quot;&gt;Kamus Geologi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/7j38Y25L/PENGENALAN_PETA_TOPOGRAFI.html&quot;&gt;Pengenalan Peta Topografi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/HrkQClvW/Pemerian_Batubara.html&quot;&gt;Pemerian Batubara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/kxWl1KTg/SNI_BATUBARA_13-6011-1999.html%0A&quot;&gt;SNI 6011-1999 (Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan Batubara)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/file/JAJgCrCq/Struktur_Sedimen.html%0A&quot;&gt;Struktur Sedimen&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/hZXf9eSi/BATUAN-SEDIMEN.html%0A&quot;&gt;Batuan Sedimen&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/file/BUgXG3ZR/GPS4Dummies.html&quot;&gt;GPS for Dummies&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/8tPldDnk/GIS_For_Dummies.html%0A&quot;&gt;GIS for Dummies&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/_3T2Zniw/HackingGoogleMapsAndGoogleEart.html&quot;&gt;Hacking Google Maps and Google Earth&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/file/kv44tWi-/Tutorial_Acad_LD.html&quot;&gt;Tutorial AutoCAD&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/WSr2kj4l/Pengantar_Geologi__Lengkap_.html&quot;&gt;Pengantar Geologi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
18. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/nZ8EyKr_/Bell_F_-_Engineering_Geology_S.html&quot;&gt;Engineering Geology&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19. Agak keluar dikit nih dengan judul postingannya tapi menurut saya juga sangat penting nih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/K0VwYp31/Permen_Diknas_No_46_Th_2009_Tt.html%0A&quot;&gt;Permen Diknas No 46 Th 2009 ttg Ejaan Bahasa Indonesia yg Disempurnakan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20. Spesifikasi Teknis Alat Berat (Excavator, Loader, Carrier, dll) Berbagai Merk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/file/q7JTn8S8/Daewoo.html&quot;&gt;Daewoo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/file/-7yxayx5/Doosan.html&quot;&gt;Doosan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/UQicJeC-/PerformanceHandbookEnglishNew_.html&quot;&gt;Caterpillar (Edition 40)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/OT0V6EhK/Handbook-Komatsu-Edition27.html&quot;&gt;Komatsu (Edition 27)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/wGVXf73M/Kumpulan_Hitachi.html%0A&quot;&gt;Hitachi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
21. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/RKtMaOh5/KAMUS_PERTAMBANGAN__BAHASA_IND.html&quot;&gt;Kamus Pertambangan (Bahasa Indonesia)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
22. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/EnWtgLah/PEMINDAHAN_TANAH_MEKANIS_-KOMP.html&quot;&gt;Pemindahan Tanah Mekanis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
23. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/document/lYf121it/DASAR_MEKANIKA_TANAH_-KOMPLIT-.html&quot;&gt;Dasar Mekanika Tanah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
24. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/file/rDs81O6c/ASTM_COAL_-_2002.html%0A&quot;&gt;Metode Sampling dan Lab Batubara (ASTM Coal - 2002)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lihat daftar isinya &lt;a href=&quot;http://geofisika-unmul.blogspot.com/2011/08/astm-batubara-2002-metode-sampling-dan.html&quot;&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
25. &lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/file/lFBpovpj/SNI_Batubara.html%0A&quot;&gt;Kumpulan SNI Batubara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lihat daftar isinya &lt;a href=&quot;http://geofisika-unmul.blogspot.com/2011/08/daftar-sni-batubara.html&quot;&gt;di sini&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiminyak.blogspot.com/feeds/270887362825570431/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/2014/11/ebook-geologi-tambang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default/270887362825570431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default/270887362825570431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/2014/11/ebook-geologi-tambang.html' title='Ebook Geologi Tambang'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzruTLUS4XtGDfJHfb-OPNWh3_xLrDjCHN7oGmdbw_SA1j4F7yLyukLBxPR5667sCWAf94b4QqeM_eT_x9kUZXaFKXi5E-Sp63t8MOWYxIrEAxNFLh2WWmnH6knOVB4jYfMPKpUW1hi-G3/s72-c/ebook.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6943329112678975118.post-6350043446979180499</id><published>2014-10-31T23:40:00.000-07:00</published><updated>2014-10-31T23:40:27.951-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peta"/><title type='text'>Peta Geologi dan Pengertian peta Geologi</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Pada umumnya ada beberapa macam bagian peta geologi yang sering digunakan untuk laporan, baik dalam study kelapangan atau dalam misi untuk mengetahui kandungan&amp;nbsp; mineral di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: left; text-indent: 27pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Peta  geologi memberikan petunjuk tentang susunan lapisan batuan dan pada  umumnya memberikan informasi tentang formasi apa saja yang ada di daerah  yang dipetakan. Dasar untuk peta geologi biasanya adalah peta  topografi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: left; text-indent: 27pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Jadi apa definisi Peta geologi itu sendiri ?&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;u&gt;Peta  geologi&lt;/u&gt; adalah bentuk ungkapan data dan informasi geologi suatu daerah /  wilayah / kawasan dengan tingkat kualitas yang tergantung pada skala  peta yang digunakan dan menggambarkan informasi sebaran, jenis dan sifat  batuan, umur, stratigrafi, struktur, tektonika, fisiografi dan potensi  sumber daya mineral serta energi yang disajikan dalam bentuk gambar  dengan warna, simbol dan corak atau gabungan ketiganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: left; text-indent: 27pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Sedangkan Pengertian Pemetaan Geologi Adalah suatu &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;pekerjaan atau kegiatan pengumpulan data geologi, baik darat maupun laut, dengan berbagai metoda&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Adapun jeni-jenis peta Geologi dan peta lainnya yang berkaitan dengan geologi adalah sebagi berikut: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=7835257401903415127&amp;amp;postID=506576897695820388&quot; name=&quot;more&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Peta geologi permukaan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt; (&lt;i&gt;surface geological map&lt;/i&gt;), adalah      peta yang memberikan berbagai formasi geologi yang langsung  terletak di      bawah permukaan. Skala peta ini bervariasi antara 1 :  50.000 dan lebih      besar, berguna untuk menentukan lokasi bahan  bangunan, drainase, pencarian      air, pembuatan lapangan terbang,  maupun pembuatan jalan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-top: 6pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Peta singkapan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt; (&lt;i&gt;outcrop map&lt;/i&gt;), adalah peta yang      umumnya berskala besar, mencantumkan lokasi  ditemukannya batuan padat,      yang dapat memberikan sejumlah  keterangan dari pemboran beserta sifat      batuan dan kondisi  strukturalnya. Peta ini digunakan untuk menentukan      lokasi, misalnya  material yang berupa pecahan batu, dapat ditemukan      langsung di  bawah permukaan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Peta ikhtisar geologis&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;, adalah peta yang memberikan informasi      langsung berupa  formasi-formasi yang telah tersingkap, mapun ekstrapolasi      terhadap  beberapa lokasi yang formasinya masih tertutup oleh lapisan       Holosen. Peta ini kadang agak skematis, umumnya berskala sedang atau       kecil, dengan skala 1 : 100.000 atau lebih kecil.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Peta struktur&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;, adalah peta dengan garis-garis      kedalaman yang dikonstruksikan pada  permukaan sebuah lapisan tertentu yang      berada di bawah permukaan.  Peta ini memiliki skala sedang hingga besar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;u&gt;Peta  geologi sistematik&lt;/u&gt; adalah peta yang menyajikan data geologi pada peta  dasar topografi atau batimetri dengan nama dan nomor lembar peta yang  mengacu pada SK Ketua Bakosurtanal No. 019.2.2/1/1975 atau SK  penggantinya&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;u&gt;Peta  geologi tematik&lt;/u&gt; adalah peta yang menyajikan informasi geologi dan/atau  potensi sumber daya mineral dan/atau energi untuk tujuan tertentu&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;u&gt;Peta  topografi&lt;/u&gt; adalah peta ketinggian titik atau kawasan yang dinyatakan  dalam bentuk angka ketinggian atau kontur ketinggian yang diukur  terhadap permukaan laut rata-rata.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Peta isopach&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;,  yaitu peta yang menggambarkan      garis-garis yang menghubungkan  titik-titik suatu formasi atau lapisan      dengan ketebalan yang sama.  Dalam peta ini tidak ditemukan konfigurasi      struktural. Peta ini  berskala sedang hingga besar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-top: 6pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Peta fotogeologi&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;, adalah peta yang dibuat berdasarkan      interpretasi foto udara. Peta  fotogeologi harus selalu disesuaikan dengan      keadaan yang  sesungguhnya di lapangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-top: 6pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Peta hidrogeologi&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;, adalah peta yang menunjukkan kondisi      airtanah pada daerah yang  dipetakan. Pada peta ini umumnya ditunjukkan      formasi yang permeabel  dan impermeabel.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin-top: 6pt; text-indent: 27pt;&quot;&gt;
Contoh peta geologi dan beberapa simbol yang digunakan dapat dilihat pada Gambar 1., Gambar 2., dan Gambar 3&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjH46kUwAsIIm-9OT3Ey2Zn2SqhOLMErmkcHt30Wh9XtdwLgYdD7DNlu5YPSuG-f3BRHnNI2N0MYP5X7BebLaGrqhKeAjEUg3gioVIoajMIUqRR6TMhzt1kqAFsOVMaY9qDjT4WQ-974UHi/s1600/Peta+Geologi+1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjH46kUwAsIIm-9OT3Ey2Zn2SqhOLMErmkcHt30Wh9XtdwLgYdD7DNlu5YPSuG-f3BRHnNI2N0MYP5X7BebLaGrqhKeAjEUg3gioVIoajMIUqRR6TMhzt1kqAFsOVMaY9qDjT4WQ-974UHi/s640/Peta+Geologi+1.jpg&quot; height=&quot;624&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Peta Geologi 1&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin-top: 6pt; text-align: center; text-indent: 27pt;&quot;&gt;
Gambar struktur Geologi di daerah lipatan : Gambar 1&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKclLI2Gju6VYvi064p1SzUn-uDZi9wKMfXBFEvGbDVrXWXjLCbHbbcbIiBZUtGinpyVaJ5eXbf9jGZ5DuN_q6kWwGzC79fpzkSw6tU1PTZ8jhE2UDtGa7LERoI4ubfhLh3zWN35GThqej/s1600/Peta+Geologi+2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKclLI2Gju6VYvi064p1SzUn-uDZi9wKMfXBFEvGbDVrXWXjLCbHbbcbIiBZUtGinpyVaJ5eXbf9jGZ5DuN_q6kWwGzC79fpzkSw6tU1PTZ8jhE2UDtGa7LERoI4ubfhLh3zWN35GThqej/s640/Peta+Geologi+2.jpg&quot; height=&quot;640&quot; width=&quot;392&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Peta Geologi 2&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin-top: 6pt; text-align: center; text-indent: 27pt;&quot;&gt;
Gambar 2 :&amp;nbsp; Peta Struktur Geologi dengan Penampang Melintang&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOpIjtsbtcbl9i0QYirUiaj67eJKQmSHG8zWkWYVOtybgJfoUQTsKOWIv5VMgsO3EK5Bo-M2tbLGMFg70E-7F-B0FXbbWEx0r1Lz7rG8jWkRBQN3E97QQJlCcmLDxTG41QU3QF3hKvOlir/s1600/Peta+Geologi+3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOpIjtsbtcbl9i0QYirUiaj67eJKQmSHG8zWkWYVOtybgJfoUQTsKOWIv5VMgsO3EK5Bo-M2tbLGMFg70E-7F-B0FXbbWEx0r1Lz7rG8jWkRBQN3E97QQJlCcmLDxTG41QU3QF3hKvOlir/s640/Peta+Geologi+3.jpg&quot; height=&quot;640&quot; width=&quot;568&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Peta Geologi 3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin-top: 6pt; text-align: left; text-indent: 27pt;&quot;&gt;
Gambar :3&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Simbol -simbol yang sering digunakan dalam Peta Geologi &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; margin-top: 6pt; text-align: left; text-indent: 27pt;&quot;&gt;
Dalam membuat peta kita harus memakai skala peta apakah skala peta itu?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin-top: 6pt; text-align: left; text-indent: 27pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Skala  peta adalah perbandingan jarak yang tercantum pada peta dengan jarak  sebenarnya yang dinyatakan dengan angka atau garis atau gabungan  keduanya, Jangan lupa menentukan titik koordinat peta, dan selalu teliti karena dalam mebuat peta memang di butuhkan ketelitian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiminyak.blogspot.com/feeds/6350043446979180499/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/2014/10/peta-geologi-dan-pengertian-peta-geologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default/6350043446979180499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default/6350043446979180499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/2014/10/peta-geologi-dan-pengertian-peta-geologi.html' title='Peta Geologi dan Pengertian peta Geologi'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjH46kUwAsIIm-9OT3Ey2Zn2SqhOLMErmkcHt30Wh9XtdwLgYdD7DNlu5YPSuG-f3BRHnNI2N0MYP5X7BebLaGrqhKeAjEUg3gioVIoajMIUqRR6TMhzt1kqAFsOVMaY9qDjT4WQ-974UHi/s72-c/Peta+Geologi+1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6943329112678975118.post-5893748896605456289</id><published>2014-10-31T22:22:00.001-07:00</published><updated>2014-10-31T22:22:38.733-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengukuran"/><title type='text'>Pengukuran Waterpas Tambang</title><content type='html'>1. Tujuan dari pengukuran waterpas :&lt;br /&gt;
Menetapkan ketinggian titik-titik pada jalur penampang topografi yang&lt;br /&gt;
diukur..&lt;br /&gt;
Yang diukur adalah : a. Panjang jalur penampang topografi antar titik ukur&lt;br /&gt;
b. Beda tinggi antar titik ukur&lt;br /&gt;
2. Gunannya Pengukuran waterpas adalah :&lt;br /&gt;
a. Untuk membuat kerangka peta penampang dari peta penampang&lt;br /&gt;
b. Pengukuran titik-titik ketinggian pada daerah tertentu&lt;br /&gt;
c. Pengukuran ketinggian peta penampang topografi pada daerah lubang&lt;br /&gt;
bukaan (daerah pertambangan, terowongan jalan kereta api), peta&lt;br /&gt;
penampng topografi jalur irigasi, jalan kereta api, jalan raya dan lain&lt;br /&gt;
sebagainya. .&lt;br /&gt;
3. Bentuk Pengukuran Waterpas.&lt;br /&gt;
Bentuk pengukuran waterpas ada 2 macam :&lt;br /&gt;
3.1. Bentuk pengukuran waterpas tertutup&lt;br /&gt;
3.2. Bentuk pengukuran waterpas terbuka&lt;br /&gt;
3.1. Bentuk Pengukuran Waterpas Tertutup&lt;br /&gt;
Pada pengukuran waterpas tertutup, titik awal akan menjadi titik akhir&lt;br /&gt;
pengukuran (lihat gambar 2.1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwhyphenhyphenh3fmhUDmfFREm78PldtJ4kEq-Cl860mKlq_k9GIdOV8ZJBJ_t0tj9532jrJkwCvvv8ZZY2Pq6tMFQCKoEDiqOcmHqLTUEkft1yDREgzDHm_ktamIxz_gsNcM-FcISamBVIovE7IbN_/s1600/Bentuk+pengukuran+waterpas+tambang.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwhyphenhyphenh3fmhUDmfFREm78PldtJ4kEq-Cl860mKlq_k9GIdOV8ZJBJ_t0tj9532jrJkwCvvv8ZZY2Pq6tMFQCKoEDiqOcmHqLTUEkft1yDREgzDHm_ktamIxz_gsNcM-FcISamBVIovE7IbN_/s1600/Bentuk+pengukuran+waterpas+tambang.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Keterangan:&lt;br /&gt;
P1 = Titik awal dan akhir pengukuran&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Symbol, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;sub style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Georgia, Times, serif; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif;&quot;&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Symbol, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Symbol, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;sub style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Georgia, Times, serif; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif;&quot;&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&amp;nbsp;= Sudut titik ukur poligon&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Georgia, Times, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;•&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;P&lt;/span&gt;&lt;sub style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Georgia, Times, serif; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif;&quot;&gt;1&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Symbol, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;P&lt;/span&gt;&lt;sub style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Georgia, Times, serif; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif;&quot;&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&amp;nbsp;= Titik ukur polygon&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Georgia, Times, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;•&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Symbol, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: &#39;Showcard Gothic&#39;, &#39;Courier New&#39;, fantasy; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;•&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;d&lt;/span&gt;&amp;nbsp;= Titik tempat berdiri alat ukur&lt;br /&gt;
Δ = Titik trianggulasi (diketahui koordinat dan ketinggiannya dari muka air laut&lt;br /&gt;
= Garis ukur poligon&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiykFgaJWQJz_3YohuFpLrkDcxuo8xInihw-1opF4rdG2EtbPm7sbftrgbykbmOUFAS3XUAddf2c9tbpwTmMa13E0675EYaNTgYNbaYuvVZ3WkBrDVjoE8G5dGY5QPxwbTtMPHF6kOzvs5D/s1600/Bentuk+pengukuran+waterpas+tambang+tertutup.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiykFgaJWQJz_3YohuFpLrkDcxuo8xInihw-1opF4rdG2EtbPm7sbftrgbykbmOUFAS3XUAddf2c9tbpwTmMa13E0675EYaNTgYNbaYuvVZ3WkBrDVjoE8G5dGY5QPxwbTtMPHF6kOzvs5D/s1600/Bentuk+pengukuran+waterpas+tambang+tertutup.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keterangan:&lt;br /&gt;
P1 = Titik awal dan akhir pengukuran&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Georgia, Times, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;•&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;P&lt;/span&gt;&lt;sub style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Georgia, Times, serif; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif;&quot;&gt;1&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Symbol, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;P&lt;/span&gt;&lt;sub style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Georgia, Times, serif; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif;&quot;&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&amp;nbsp;= Titik ukur polygon&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Georgia, Times, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;•&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Symbol, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: &#39;Showcard Gothic&#39;, &#39;Courier New&#39;, fantasy; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;•&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;d&lt;/span&gt;&amp;nbsp;= Titik tempat berdiri alat ukur&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;&lt;sub style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Georgia, Times, serif; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif;&quot;&gt;1&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Symbol, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;d&lt;/span&gt;&lt;sub style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-family: Georgia, Times, serif; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&amp;nbsp;= Pembacaan benang tengah pada rambu ukur&lt;br /&gt;
Biasanya pengukuran waterpas tertutup ini dilakukan pada titik-titik pengukuran polygon yang sudah diukur, untuk menentukan ketinggian titik ukur dalam rangka untuk pembuatan peta:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pemetaan daerah waduk/danau,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemetaan daerah pertambangan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemetaan daerah komplek perumahan,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemetaan daerah pengairan dan lain sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiminyak.blogspot.com/feeds/5893748896605456289/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/2014/10/pengukuran-waterpas-tambang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default/5893748896605456289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default/5893748896605456289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/2014/10/pengukuran-waterpas-tambang.html' title='Pengukuran Waterpas Tambang'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwhyphenhyphenh3fmhUDmfFREm78PldtJ4kEq-Cl860mKlq_k9GIdOV8ZJBJ_t0tj9532jrJkwCvvv8ZZY2Pq6tMFQCKoEDiqOcmHqLTUEkft1yDREgzDHm_ktamIxz_gsNcM-FcISamBVIovE7IbN_/s72-c/Bentuk+pengukuran+waterpas+tambang.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6943329112678975118.post-2996209003534578678</id><published>2014-10-31T22:10:00.000-07:00</published><updated>2014-10-31T22:10:22.512-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Batuan Sedimen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Petrologi"/><title type='text'>Korelasi Batuan</title><content type='html'>Suatu batuan sedimen akan dikorelasikan dengan batuan lain yang letaknya berjauhan, maka yang menjadi sarana untuk korelasinya adalah&lt;br /&gt;
a. kesamaan ukuran butir batuan&lt;br /&gt;
b. kesamaan mineral penyusun batuan&lt;br /&gt;
c. kesamaan struktur sedimen&lt;br /&gt;
d. kesamaan lingkungan pengendapan&lt;br /&gt;
e. kesamaan kandungan fosil&lt;br /&gt;
apa sih korelasi batuan itu?&lt;br /&gt;
sesuai hukum stratigrafi yang dicetuskan Nicolas Steno, yaitu Hukum Kontinuitas Lateral, lapisan sedimen itu tersebar dalam area yang luaaaaaas di permukaan bumi. jadi lapisan batubara yang ditemukan di suatu tempat di Kalimantan Barat bisa jadi merupakan kelanjutan dari lapisan batubara lain yang ketemu di kalimantan Timur. atau lapisan batupasir di daerah Malang sebenarnya melampar sampai ke Jawa Tengah. Ini sangat mungkin sekali dalam geologi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Teman -teman, menghubungkan batuan di satu tempat dengan tempat lain yang berjauhan letaknya bukan perkara gampang juga. Kita cuma bisa menghubungkan dua lapisan batuan yang terletak di lokasi berjauhan jika mereka: 1) jenis batuannya sama 2) (ini yang paling penting) UMURNYA SAMA.&lt;br /&gt;
coba perhatikan ilustrasi berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;CENTER&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfrNRUfowy-p0rC3FLJYBbF-2FFHRek13qSnqihdGCOBynhOwD2DwikxsJZ6ZwsrWRgXtW-9mk8FRjiZdcI7JFPDVbtfgQ6LAzq8xgwsMAbuvgav6gSGpXVJMr4wfDVjwtmN1uJQRL2JpQ/s1600/uncon.jpg&quot;&gt;&lt;img align=&quot;BOTTOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfrNRUfowy-p0rC3FLJYBbF-2FFHRek13qSnqihdGCOBynhOwD2DwikxsJZ6ZwsrWRgXtW-9mk8FRjiZdcI7JFPDVbtfgQ6LAzq8xgwsMAbuvgav6gSGpXVJMr4wfDVjwtmN1uJQRL2JpQ/s320/uncon.jpg&quot; height=&quot;246&quot; name=&quot;graphics1&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
di sisi kiri, kita jumpai sebuah tebing dengan perlapisan batupasir (A), batulempung (B), dan batulanau (C), batupasir (D), batulempung (E), dan batulanau (F). di sisi kanan yang 500 meter jauhnya  ada tebing lain yang lebih pendek, terdiri atas lapisan batupasir, batulempung, dan batulanau.&lt;br /&gt;
ayo kita coba korelasikan.&lt;br /&gt;
Syarat pertama: jenis batuannya harus sama. Batupasir cuma bisa dihubungkan dengan batupasir. Batulempung dengan batulempung. batulanau dengan batulanau.&lt;br /&gt;
tapi kita punya masalah disini! batu pasir di tebing kanan harus dihubungkan dengan batupasir (A) atau (D) di kiri? batulempung di kanan berhubungan dengan (B) atau (E)? Batu lanau di kiri dengan (C) atau (F)? kita lihat syarat berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syarat kedua: umurnya harus sama. kita harus menghubungkan batupasir di tebing kanan dengan batupasir di kiri yang UMURNYA SAMA. Lah, bagaimana caranya tahu umur batuan ?? tentusaja dengan KANDUNGAN FOSIL DONG! ingat, berdasarkan hukum Suksesi Fauna, setiap kurun waktu geologi punya perwakilan fosil yang khas (fosil indeks). Jadi, kita teliti saja kandungan fosil di lapisan batu pasir di tebing kanan, batupasir (A) dan batupasir (D). Kita lihat, lapisan mana: (A) atau (D) yang kandungan fosilnya menandakan waktu yang sama dengan fosil yang ada di batupasir di tebing sebelah kanan. Eh ternyata nih, fosil indeks di batupasir tebing kanan sama dengan fosil indeks di batupasir (D)! jadi batupasir D -lah yang merupakan kelanjutan dari batupasir di tebing kanan. Anda sudah sukses mengkorelasi batu pasir!</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiminyak.blogspot.com/feeds/2996209003534578678/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/2014/10/korelasi-batuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default/2996209003534578678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default/2996209003534578678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/2014/10/korelasi-batuan.html' title='Korelasi Batuan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfrNRUfowy-p0rC3FLJYBbF-2FFHRek13qSnqihdGCOBynhOwD2DwikxsJZ6ZwsrWRgXtW-9mk8FRjiZdcI7JFPDVbtfgQ6LAzq8xgwsMAbuvgav6gSGpXVJMr4wfDVjwtmN1uJQRL2JpQ/s72-c/uncon.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6943329112678975118.post-7609875938209383887</id><published>2014-10-31T21:23:00.000-07:00</published><updated>2014-10-31T21:23:44.092-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Petrologi"/><title type='text'>Unsur unsur pembentuk batuan beku</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaT8Jjt_Hugz6lKTO5MxvCsohOv5xN1PBaHtKtRBepYiXzQ0AzWVvXf0zJciW2GRY_NRfSFTkcRWgqk6I91iCApC_0VklDrWYIHAB5F_JdbsiTPwHO9oY4oZRBl1sHmMBFNqEzEWxU8fKl/s1600/Batuan+Beku.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaT8Jjt_Hugz6lKTO5MxvCsohOv5xN1PBaHtKtRBepYiXzQ0AzWVvXf0zJciW2GRY_NRfSFTkcRWgqk6I91iCApC_0VklDrWYIHAB5F_JdbsiTPwHO9oY4oZRBl1sHmMBFNqEzEWxU8fKl/s1600/Batuan+Beku.png&quot; height=&quot;300&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Unsur utama pembentuk batuan beku adalah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Oksigen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Silica&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aluminium&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Besi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalsium&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sodium&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Potasium&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;dam Magnesium&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Dan mineral utama pembentuk batuan beku adalah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Feldspar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Olivin&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Piroksen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Amfibol&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kwarsa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;dan Mika&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiminyak.blogspot.com/feeds/7609875938209383887/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/2014/10/unsur-unsur-pembentuk-batuan-beku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default/7609875938209383887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default/7609875938209383887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/2014/10/unsur-unsur-pembentuk-batuan-beku.html' title='Unsur unsur pembentuk batuan beku'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaT8Jjt_Hugz6lKTO5MxvCsohOv5xN1PBaHtKtRBepYiXzQ0AzWVvXf0zJciW2GRY_NRfSFTkcRWgqk6I91iCApC_0VklDrWYIHAB5F_JdbsiTPwHO9oY4oZRBl1sHmMBFNqEzEWxU8fKl/s72-c/Batuan+Beku.png" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6943329112678975118.post-6006635550930030352</id><published>2014-10-31T21:07:00.000-07:00</published><updated>2014-10-31T21:07:17.590-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Minyak Bumi"/><title type='text'>Eksplorasi Minyak Bumi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTHmbzmJoqCouTnaPJULT1AQZNj2q8TQu8EhyphenhyphenS_DaObagCp1AVJDuCbB1x2XE9AhWjMKwqhM6oQMYB7atxcwK-N0RQbj_yQkPiC0funIMlPnUilRdG_xiqQbxMsuWRDG5doJnPKt8JEJ4g/s1600/bor-minyak+bumi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTHmbzmJoqCouTnaPJULT1AQZNj2q8TQu8EhyphenhyphenS_DaObagCp1AVJDuCbB1x2XE9AhWjMKwqhM6oQMYB7atxcwK-N0RQbj_yQkPiC0funIMlPnUilRdG_xiqQbxMsuWRDG5doJnPKt8JEJ4g/s1600/bor-minyak+bumi.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Eksplorasi, disebut juga penjelajahan atau pencarian, adalah tindakan mencari atau melakukan perjalanan dengan tujuan menemukan sesuatu. Dalam dunia perminyakan, eksplorasi atau pencarian minyak bumi merupakan suatu kajian panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian kebumian dan ilmu eksak. Untuk kajian dasar, riset dilakukan oleh para geologis, yaitu orang-orang yang menguasai ilmu kebumian. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab atas pencarian hidrokarbon tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara ilmu geologi, untuk menentukan suatu daerah mempunyai potensi akan minyak bumi, maka ada beberapa kondisi yang harus ada di daerah tersebut dalam eksplorasi minyak bumi hal ini disebut kajian geologi. Jika salah satu saja tidak ada maka daerah tersebut tidak potensial atau bahkan tidak mengandung hidrokarbon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi itu adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Batuan Sumber (Source Rock), yaitu batuan yang menjadi bahan baku pembentukan hidrokarbon. biasanya yang berperan sebagai batuan sumber ini adalah serpih (Shale). batuan ini kaya akan kandungan unsur atom karbon (C) yang didapat dari cangkang – cangkang fosil yang terendapkan di batuan itu. Karbon inilah yang akan menjadi unsur utama dalam rantai penyusun ikatan kimia hidrokarbon&lt;br /&gt;
Tekanan dan Temperatur, untuk mengubah fosil tersebut menjadi hidrokarbon, tekanan dan temperatur yang tinggi di perlukan. Tekanan dan temperatur ini akan mengubah ikatan kimia karbon yang ada dibatuan menjadi rantai hidrokarbon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2 Migrasi, Hirdokarbon yang telah terbentuk dari proses di atas harus dapat berpindah ke tempat dimana hidrokarbon memiliki nilai ekonomis untuk diproduksi. Di batuan sumbernya sendiri dapat dikatakan tidak memungkinkan untuk di ekploitasi karena hidrokarbon di sana tidak terakumulasi dan tidak dapat mengalir. Sehingga tahapan ini sangat penting untuk menentukan kemungkinan eksploitasi hidrokarbon tersebut.&lt;br /&gt;
Reservoir, adalah batuan yang merupakan wadah bagi hidrokarbon untuk berkumpul dari proses migrasinya. Reservoar ini biasanya adalah batupasir dan batuan karbonat, karena kedua jenis batu ini memiliki pori yang cukup besar untuk tersimpannya hidrokarbon. Reservoar sangat penting karena pada batuan inilah minyak bumi di produksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3 Caps Rock, Minyak dan atau gas terdapat di dalam reservoir, untuk dapat menahan dan melindungi fluida tersebut, maka lapisan reservoir ini harus mempunyai penutup di bagian luar lapisannya. Sebagai penutup lapisan reservoir biasanva merupakan lapisan batuan yang rnempunyai sifat kekedapan (impermeabel), yaitu sifat yang tidak dapat meloloskan fluida yarg dibatasinya. Jadi lapisan penutup didefinisikan sebagai lapisan yang berada  dibagian atas dan tepi reservoir yang dapat dan melindungi fluida yang berada di dalam lapisan di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4 Perangkap Reservoir (Reservoir Trap), Merupakan unsur pembentuk reservoir sedemikian rupa sehingga lapisan beserta penutupnya merupakan bentuk yang konkap ke bawah, hal ini akan mengakumulasikan minyak dalam reservoir. Jika perangkap ini tidak ada maka hidrokarbon dapat mengalir ketempat lain yang berarti ke ekonomisannya akan berkurang atau tidak ekonomis sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5 Kajian geologi merupakan kajian regional, jika secara regional tidak memungkinkan untuk mendapat hidrokarbon maka tidak ada gunanya untuk diteruskan. Jika semua kriteria di atas terpenuhi maka daerah tersebut kemungkinan mempunyai potensi minyak bumi atau pun gas bumi. Sedangkan untuk menentukan ekonomis atau tidaknya diperlukan kajian yang lebih lanjut yang berkaitan dengan sifat fisik batuan. Maka penelitian dilanjutkan pada langkah berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6 Setelah kajian secara regional dengan menggunakan metoda geologi dilakukan, dan hasilnya mengindikasikan potensi hidrokarbon, maka tahap selanjutnya adalah tahapan kajian geofisika. Pada tahapan ini metoda – metoda khusus digunakan untuk mendapatkan data yang lebih akurat guna memastikan keberadaan hidrokarbon dan kemungkinannya untuk dapat di ekploitasi. Data-data yang dihasilkan dari pengukuran pengukuran merupakan cerminan kondisi dan sifat-sifat batuan di dalam bumi. Ini penting sekali untuk mengetahui apakan batuan tersebut memiliki sifat – sifat sebagai batuan sumber, reservoir, dan batuan perangkap atau hanya batuan yang tidak penting dalam artian hidrokarbon. Metoda-metoda ini menggunakan prinsip-prinsip fisika yang digunakan sebagai aplikasi engineering.&lt;br /&gt;
Metoda tersebut adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpVza09PJVqrWEVaLq6z8uW-JiYP9ohF_djwHoAC_lGT5uMQOQRxYeMn3R2D3Vt6Flu4r1WvQV7726oWtThyUVf46L_mMd31PyALeqrG-gUMZUVAnqmyI2QH9sI9PsMJ5gbLqvbHHD2RD3/s1600/arine.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpVza09PJVqrWEVaLq6z8uW-JiYP9ohF_djwHoAC_lGT5uMQOQRxYeMn3R2D3Vt6Flu4r1WvQV7726oWtThyUVf46L_mMd31PyALeqrG-gUMZUVAnqmyI2QH9sI9PsMJ5gbLqvbHHD2RD3/s1600/arine.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
1. Survey Geologi Permukaan, pemetaan geologi pada permukaan secara detail dapat dilakukan jika memang terdapat singkapan. Pemetaan dilakukan pada rintisan dan juga di sepanjang sungai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Eksplorasi seismik, Ini adalah ekplorasi yang dilakukan sebelum pengeboran. kajiannya meliputi daerah yang luas. dari hasil kajian ini akan didapat gambaran lapisan batuan di dalam bumi. Untuk survey detail, metode seismik merupakan metode yang paling teliti dan dewasa ini telah melampaui kemampuan geologi permukaan. Metode yang digunakan adalah khusus metode refleksi. Walaupun pemetaan geologi detail terhadap tutupan telah dilakukan, pengecekan seismik selalu harus dilaksanakan, untuk penentuan kedalam objektif pemboran serta batuan dasar dan juga lapisan yang akan menghasilkan minyak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Data resistivity, prinsip dasarnya adalah bahwa setiap batuan berpori akan diisi oleh fluida. Fluida ini bisa berupa air, minyak atau gas. Membedakan kandungan fluida di dalam batuan salah satunya dengan menggunakan sifat resistan yang ada pada fluida. Fluida air memiliki nilai resistan yang rendah dibandingkan dengan minyak, demikian pula nilai resistan minyak lebih rendah dari pada gas. dari data log kita hanya bisa membedakan resistan rendah dan resistan tinggi, bukan jenis fluida karena nilai resitan fluida berbeda beda dari tiap daerah. sebagai dasar analisa fluida perlu kita ambil sampel fluida di dalam batuan daerah tersebut sebagai acuan kita dalam interpretasi jenis fluida dari data resistiviti yang kita miliki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Data porositas&lt;br /&gt;
Data berat jenis, data ini diambil dengan menggunakan alat logging dengan bantuan bahan radioaktif yang memancarkan sinar gamma. Pantulan dari sinar ini akan menggambarkan berat jenis batuan. Dapat kita bandingkan bila pori batuan berisi air dengan batuan berisi hidrokarbon akan mempunyai berat jenis yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai tambahan semua propek yang telah dipilih serta dinilai dalam suatu sistem penilaian, kemudian dipih untuk dilakukan pemboran eksplorasi terhadapnya. Maka semua prospek ini haruslah diberi prognosis. Yang dimaksud Prognosis adalah rencana pemboran secara terperinci serta ramalan-ramalan mengenai apa yang akan ditemui waktu pemboran dan pada kedalaman berapa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prognosis meliputi ;&lt;br /&gt;
1 Lokasi Yang Tepat, lokasi ini biasanya harus diberikan dalam koordinat. Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam lokasi titik terhadap tutupan struktur, sebaliknya semua koordinat lokasi tersebut penentuannya dilakukan dari pengukuran seismik, terutama jika tutupan ditentukan oleh metode seismik. Jika hal ini terjadi di laut misalnya, maka pengukuran harus dilakukan dari pelampung (buoy) yang sengaja ditinggalkan di laut pada pengukuran seismik, juga dari titik pengukuran radar di darat. Setidak-tidaknya pengukuran lokasi itu harus teliti sekali sebab kemelesetan beberapa ratus meter dapat menyebabkan objektif tidak diketemukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2 Kedalaman Akhir, kedalaman Akhir pemboran eksplorasi biasanya merupakan batuan dasar cekungan sampai mana pemboran itu pada umumnya direncanakan. penntuan kedalaman akhir ini sangat penting karena dengan demikian kita dapat memperkirakan berapa lama pemboran itu akan berlangsung dan dalam hal ini juga untuk berapa lama alat bor itu kita sewa. Penentuan kedalaman akhir ini diasarkan atas data seismik, setelah dilakukan korelasi dengan semua sumur yang ada dan juga dari kecepatan rambat reflektor yang ditentukan sebagai batuan dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3Latar Belakang Geologi, alasan untuk pemboran didsarkan atas latar belakang geologi. Maka harus disebutkan keadaan geologi daerah tersebut, alasan pemboran eksplorasi dilakukan di daerah tersebut, jenis tutupan prospek dan juga struktur yang diharapkan dari prospek tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4 Objektif Atau Lapisan Reservoir Yang Diharapkan, ini biasanya sudah ditentukan dan stratigrafi regional dan juga diikat dengan refleksi yang didapat dari seismik. Objektif lapisan reservoir ini harus ditentukan pada tingginya kedalaman yang diharapkan akan dicapai oleh pemboran, dimana diperoleh dari perhitungan kecepatan rambat seismik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5 Kedalaman Puncak Formasi Yang Akan Ditembus, juga dalam prognosis ini harus kita tentukan formasi-formasi mana yang akan dilalui bor, maka kedalaman puncak (batas) formasi ini harus ditentukan dari data seismik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6 Jenis Survey Lubang Bor Yang Akan Dilaksanakan, pada setiap Pemboran eksplorasi selalu dilakukan survey lubang bor. Survey meliputi misalnya peng-Logan lumpur, Peng-Logan Cutting, Peng-Logan Listrik, Peng-Logan Radioaktif, dan sebagainya. Sebaiknya pada pemboran eksplorasi dilakukan survey yang lengkap , selain itu juga harus direncanakan apakah akan dilakukan pengambilan batu inti (coring) atau tidak.&lt;br /&gt;
Dalam pembuatan prognosis ini juga ahli geologi harus bekerja sama dengan bagian eksploitasi dan bagian pemboran. Dengan demikian diharapkan diperoleh hasil yang sangat baik dalam pengembangan suatu lapangan nantinya.&lt;a href=&quot;http://iatmismmigas.wordpress.com/2011/12/22/eksplorasi-minyak-bumi/&quot;&gt;.&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiminyak.blogspot.com/feeds/6006635550930030352/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/2014/10/eksplorasi-minyak-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default/6006635550930030352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default/6006635550930030352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/2014/10/eksplorasi-minyak-bumi.html' title='Eksplorasi Minyak Bumi'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTHmbzmJoqCouTnaPJULT1AQZNj2q8TQu8EhyphenhyphenS_DaObagCp1AVJDuCbB1x2XE9AhWjMKwqhM6oQMYB7atxcwK-N0RQbj_yQkPiC0funIMlPnUilRdG_xiqQbxMsuWRDG5doJnPKt8JEJ4g/s72-c/bor-minyak+bumi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6943329112678975118.post-7229168562872288827</id><published>2014-10-31T21:03:00.001-07:00</published><updated>2014-10-31T21:03:04.630-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Remote Sensing"/><title type='text'>Apakah itu Remote Sensing</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8x5TzfWeojg9OhUo6GpmF-1wcoJ6_cc2M6vAH4qMw8BoNI_nPZTun_4eBtb3Rqv5f_8IePXuV1XM_UDsCZkeKk-wjFvns3LViAkj6jPgQE4ucW5QXaH_Hnw_O8kQTNUSo_qdup_9KAP8p/s1600/remote+sensing+pengenalan.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8x5TzfWeojg9OhUo6GpmF-1wcoJ6_cc2M6vAH4qMw8BoNI_nPZTun_4eBtb3Rqv5f_8IePXuV1XM_UDsCZkeKk-wjFvns3LViAkj6jPgQE4ucW5QXaH_Hnw_O8kQTNUSo_qdup_9KAP8p/s1600/remote+sensing+pengenalan.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah itu Remote Sensing?&lt;br /&gt;
Remote sensing adalah suatu ilmu mendapatkan atau mengumpulkan data ataupun informasi tentang suatu obyek atau benda tanpa menyentuhnya, dilakukan dari suatu &#39;platfrom&#39; jauh ataupun dekat di atas permukaan bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Remote sensing mencakup penggunaan teknik-teknik fotografi dan nonfotografi, pengumpulan data dengan teknikfotografi lazim disebut &#39;Conventional Photography&#39; yang beroperasi pada spektrum elektromegnetik lebih sempit dari yang digunakan dalam teknik non fotografi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan penggunaan data remote sensing adalah mempercepat mendapatkan data atau informasi tentang suatu daerah yang luas. Penyelidikan alam dengan remote sensing umunya bertahap. Berbagai skala potret maupun citra akan cocok untuk berbagai tahap penyelidikan bumi. Orang mengenal tahap perintis (Exploratory), tahap peninjauan (Reconnaissance), tahap terperinci (Systematic, Detailed), dan tahap Khusus (Specific Detailed Study). Potret udara yang berlainan skalanya mempunyai peranan yang berlainan pula dalam tiap tahap penyelidikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peranan kemajuan dalam teknologi juga berkembang dalam kemajuan pengumpulan data serta generasi informasi atas data tersebut sudah barang tentu dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan, demikian pula sebaliknya. Remote sensing ( Penginderaan jauh) sebagai komponen ilmu pengetahuan industri teknologi menghasilkan potret maupun citra yang lazim disebut &#39;aerospace imagery&#39;. data remote sensing ini telah berperan dalam berbagai cabang ilmu, Misalnya :Geology, Pertanian, kehutanan, pengairan dan lain sebagainya.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiminyak.blogspot.com/feeds/7229168562872288827/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/2014/10/apakah-itu-remote-sensing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default/7229168562872288827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6943329112678975118/posts/default/7229168562872288827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiminyak.blogspot.com/2014/10/apakah-itu-remote-sensing.html' title='Apakah itu Remote Sensing'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8x5TzfWeojg9OhUo6GpmF-1wcoJ6_cc2M6vAH4qMw8BoNI_nPZTun_4eBtb3Rqv5f_8IePXuV1XM_UDsCZkeKk-wjFvns3LViAkj6jPgQE4ucW5QXaH_Hnw_O8kQTNUSo_qdup_9KAP8p/s72-c/remote+sensing+pengenalan.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>