<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Jurnal Secience</title><description>Pusat Berita Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terbaru dan Terlengkap</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Jurnal Secience)</managingEditor><pubDate>Thu, 5 Feb 2026 20:13:05 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">656</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><copyright>JS INFO</copyright><itunes:image href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/7chv0XZGGWglVCdBZtf2T-TGXuqMUvqTIKAKylo3PAU?feat=directlink"/><itunes:summary>Terima Kasih Sudah Bergabung Jurnal Ssecience</itunes:summary><itunes:subtitle>JS</itunes:subtitle><itunes:category text="Science &amp; Medicine"/><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>livejurnal69.com@gmail.com</itunes:email><itunes:name>infoJS</itunes:name></itunes:owner><item><title>Flu Burung Jenis Baru Bisa Menjadi Pandemi Flu Global</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2013/04/flu-burung-jenis-baru-bisa-menjadi.html</link><category>Health</category><category>Penyakit</category><pubDate>Sun, 14 Apr 2013 02:59:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-6079477308325373466</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUvlLaMN61v3HKJ0pIAtP6vor5AvN0qW-8MeMVuIr7wrZVx57mW6Zga0d846hDlKFf2ANJ42pkEXIIbMCIs1YXflSZqL3nj8QJKB_ItCzWCiKhSLZOaw8d4RvCRGlW8jjNFFlU1tX7mg/s1600/Flu+Burung+Jenis+Baru+Bisa+Menjadi+Pandemi+Flu+Global.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUvlLaMN61v3HKJ0pIAtP6vor5AvN0qW-8MeMVuIr7wrZVx57mW6Zga0d846hDlKFf2ANJ42pkEXIIbMCIs1YXflSZqL3nj8QJKB_ItCzWCiKhSLZOaw8d4RvCRGlW8jjNFFlU1tX7mg/s1600/Flu+Burung+Jenis+Baru+Bisa+Menjadi+Pandemi+Flu+Global.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;JurnalSecience&lt;/b&gt; - Sebuah analisis genetik dari virus flu burung yang bertanggung jawab untuk setidaknya sembilan kematian manusia di China menggambarkan virus berkembang untuk beradaptasi dengan sel manusia, meningkatkan kekhawatiran tentang potensi untuk memicu pandemi flu global baru&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sebuah penelitian gabungan yang dilakukan oleh sebuah lembaga yang di pimpin oleh Masato Tashiro dari Influenza Virus Research Center, National Institute of Infectious Diseases, and Yoshihiro Kawaoka of the University of Wisconsin-Madison and the University of Tokyo yang hasil temuaanya di terbitkan pada 11 april 2013 di journal Eurosurveillance.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Temuan, yang diambil dari urutan genetik disimpan oleh para peneliti Cina ke sebuah database internasional, memberikan beberapa petunjuk molekular pertama tentang strain baru mengkhawatirkan flu burung, kasus manusia pertama yang dilaporkan pada tanggal 31 Maret oleh Pusat Cina untuk Pengendalian Penyakit dan Pencegahan. Sejauh ini, virus baru telah muak setidaknya 33 orang, menewaskan sembilan. Walaupun terlalu dini untuk memprediksi potensi untuk menyebabkan pandemi, tanda-tanda bahwa virus tersebut beradaptasi dengan mamalia dan, khususnya, host manusia jelas, kata Kawaoka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Virus influenza tergantung pada kemampuannya untuk menempel dan menyita sel-sel hidup dari inangnya untuk meniru dan menyebar secara efisien. Avian influenza jarang menginfeksi manusia, tapi kadang-kadang dapat beradaptasi dengan orang, berpose risiko yang signifikan bagi kesehatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Virus ini memiliki ciri-ciri beberapa virus influenza mamalia, yang mungkin berkontribusi terhadap kemampuan mereka untuk menginfeksi manusia dan meningkatkan kekhawatiran mengenai potensi pandemi mereka," menyimpulkan Kawaoka dan rekan-rekannya dalam laporan Eurosurveillance.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;Journal Reference: Kageyama T, Fujisaki S, Takashita E, Xu H, Yamada S, Uchida Y, Neumann G, Saito T, Kawaoka Y, Tashiro M. &lt;strong&gt;Genetic analysis of novel avian A(H7N9) influenza viruses isolated from patients in China, February to April 2013&lt;/strong&gt;. &lt;em&gt;Eurosurveillance&lt;/em&gt;, 2013; [&lt;a href="http://www.eurosurveillance.org/ViewArticle.aspx?ArticleId=20453" target="_blank"&gt;link&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUvlLaMN61v3HKJ0pIAtP6vor5AvN0qW-8MeMVuIr7wrZVx57mW6Zga0d846hDlKFf2ANJ42pkEXIIbMCIs1YXflSZqL3nj8QJKB_ItCzWCiKhSLZOaw8d4RvCRGlW8jjNFFlU1tX7mg/s72-c/Flu+Burung+Jenis+Baru+Bisa+Menjadi+Pandemi+Flu+Global.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="13242" type="image/jpeg" url="http://4.bp.blogspot.com/-KIg3W8lpE6c/UWm3ApHY61I/AAAAAAAABpE/Og8iIGoEcSY/s1600/Flu+Burung+Jenis+Baru+Bisa+Menjadi+Pandemi+Flu+Global.jpg"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>JurnalSecience - Sebuah analisis genetik dari virus flu burung yang bertanggung jawab untuk setidaknya sembilan kematian manusia di China menggambarkan virus berkembang untuk beradaptasi dengan sel manusia, meningkatkan kekhawatiran tentang potensi untuk memicu pandemi flu global baruSebuah penelitian gabungan yang dilakukan oleh sebuah lembaga yang di pimpin oleh Masato Tashiro dari Influenza Virus Research Center, National Institute of Infectious Diseases, and Yoshihiro Kawaoka of the University of Wisconsin-Madison and the University of Tokyo yang hasil temuaanya di terbitkan pada 11 april 2013 di journal Eurosurveillance. Temuan, yang diambil dari urutan genetik disimpan oleh para peneliti Cina ke sebuah database internasional, memberikan beberapa petunjuk molekular pertama tentang strain baru mengkhawatirkan flu burung, kasus manusia pertama yang dilaporkan pada tanggal 31 Maret oleh Pusat Cina untuk Pengendalian Penyakit dan Pencegahan. Sejauh ini, virus baru telah muak setidaknya 33 orang, menewaskan sembilan. Walaupun terlalu dini untuk memprediksi potensi untuk menyebabkan pandemi, tanda-tanda bahwa virus tersebut beradaptasi dengan mamalia dan, khususnya, host manusia jelas, kata Kawaoka. Virus influenza tergantung pada kemampuannya untuk menempel dan menyita sel-sel hidup dari inangnya untuk meniru dan menyebar secara efisien. Avian influenza jarang menginfeksi manusia, tapi kadang-kadang dapat beradaptasi dengan orang, berpose risiko yang signifikan bagi kesehatan manusia. "Virus ini memiliki ciri-ciri beberapa virus influenza mamalia, yang mungkin berkontribusi terhadap kemampuan mereka untuk menginfeksi manusia dan meningkatkan kekhawatiran mengenai potensi pandemi mereka," menyimpulkan Kawaoka dan rekan-rekannya dalam laporan Eurosurveillance. Journal Reference: Kageyama T, Fujisaki S, Takashita E, Xu H, Yamada S, Uchida Y, Neumann G, Saito T, Kawaoka Y, Tashiro M. Genetic analysis of novel avian A(H7N9) influenza viruses isolated from patients in China, February to April 2013. Eurosurveillance, 2013; [link http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>JurnalSecience - Sebuah analisis genetik dari virus flu burung yang bertanggung jawab untuk setidaknya sembilan kematian manusia di China menggambarkan virus berkembang untuk beradaptasi dengan sel manusia, meningkatkan kekhawatiran tentang potensi untuk memicu pandemi flu global baruSebuah penelitian gabungan yang dilakukan oleh sebuah lembaga yang di pimpin oleh Masato Tashiro dari Influenza Virus Research Center, National Institute of Infectious Diseases, and Yoshihiro Kawaoka of the University of Wisconsin-Madison and the University of Tokyo yang hasil temuaanya di terbitkan pada 11 april 2013 di journal Eurosurveillance. Temuan, yang diambil dari urutan genetik disimpan oleh para peneliti Cina ke sebuah database internasional, memberikan beberapa petunjuk molekular pertama tentang strain baru mengkhawatirkan flu burung, kasus manusia pertama yang dilaporkan pada tanggal 31 Maret oleh Pusat Cina untuk Pengendalian Penyakit dan Pencegahan. Sejauh ini, virus baru telah muak setidaknya 33 orang, menewaskan sembilan. Walaupun terlalu dini untuk memprediksi potensi untuk menyebabkan pandemi, tanda-tanda bahwa virus tersebut beradaptasi dengan mamalia dan, khususnya, host manusia jelas, kata Kawaoka. Virus influenza tergantung pada kemampuannya untuk menempel dan menyita sel-sel hidup dari inangnya untuk meniru dan menyebar secara efisien. Avian influenza jarang menginfeksi manusia, tapi kadang-kadang dapat beradaptasi dengan orang, berpose risiko yang signifikan bagi kesehatan manusia. "Virus ini memiliki ciri-ciri beberapa virus influenza mamalia, yang mungkin berkontribusi terhadap kemampuan mereka untuk menginfeksi manusia dan meningkatkan kekhawatiran mengenai potensi pandemi mereka," menyimpulkan Kawaoka dan rekan-rekannya dalam laporan Eurosurveillance. Journal Reference: Kageyama T, Fujisaki S, Takashita E, Xu H, Yamada S, Uchida Y, Neumann G, Saito T, Kawaoka Y, Tashiro M. Genetic analysis of novel avian A(H7N9) influenza viruses isolated from patients in China, February to April 2013. Eurosurveillance, 2013; [link http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>Health, Penyakit</itunes:keywords></item><item><title>Penyakit Mental Berhubungan Erat Dengan Penggunaan Ganja</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2013/04/penyakit-mental-berhubungan-erat-dengan.html</link><category>Health</category><pubDate>Wed, 3 Apr 2013 02:43:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-4391227683212077747</guid><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWRlcK2N2zSlovKWT1bNbcHPjrPp_etzeb17oGF2H_fu4gPBj4GsBp1RHiiTw34DDcpw_h13nJ3vK_zTbrNtzBsXPrYDs8U_p3ARQ-rOXPVhz1csBNHNUzkY_uJic9Mk28F3JqXiwkiA/s1600/130402124817-large.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWRlcK2N2zSlovKWT1bNbcHPjrPp_etzeb17oGF2H_fu4gPBj4GsBp1RHiiTw34DDcpw_h13nJ3vK_zTbrNtzBsXPrYDs8U_p3ARQ-rOXPVhz1csBNHNUzkY_uJic9Mk28F3JqXiwkiA/s200/130402124817-large.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;(Credit: © lunamarina / Fotolia)&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jurnal Secience - Orang dengan penyakit mental yang lebih dari tujuh kali lebih mungkin untuk menggunakan ganja mingguan dibandingkan dengan orang tanpa penyakit mental, menurut para peneliti dari Pusat Kecanduan dan Kesehatan Mental (CAMH)&amp;nbsp; AS.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;Ganja adalah zat terlarang yang paling banyak di gunakan orang di dunia, berdasarkan laporan ada sekitar 203 juta jiwa orang yang menggunakannya. Meskipun peneliti telah menemukan hubungan antara pengguna ganja dan penyakit mental, jumlah yang tepat dan relevansi pengguna ganja belum diselidiki.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Kita ketahui bahwa orang yang menderita penyakit mental akan mengkonsumsi ganja berlebihan, mungkin ini sebagai cara untuk mengobati gejala kejiwaan, namun dara ini menunjukkan kepada kita tingkat korelasi pengguna ganja,penyalahgunaan dan penyakit mental," kata Dr Shaul lev (dari CAMH).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Para peneliti mengungkapkan bahwa orang dengan penyakit mental 10 kali lebih mungkin juga sebagai pengguna ganja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Studi ini di terbitkan dalam sebuah jurnal "Comprehensive Psychiatry, CAMH researchers analyzed data from face-to-face interviews with over 43,000 respondents over the age of 18 from the National Epidemiologic Survey on Alcohol and Related Conditions." dengan menggunakan kuesioner yang terstruktur para peneliti menilai pengguna ganja serta berbagai penyakit mental yang termasuk didalamnya depresi, kecemasan obat dan gangguan pengguna alkohol dan gangguan kepribadian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Secara total 4,4 persen dari individu-individu dengan penyakit mental dalam 12 bulan terakhir dilaporkan menggunakan ganja, dibandingkan dengan 0,6 persen diantara&amp;nbsp; individu tampa penyakit mental.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penelitian ini didanai melalui SAMI Training Program of the Canadian Institutes of Health Research (CIHR).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sumber artikel dapat dilihat di : &lt;a href="http://www.camh.ca/en/hospital/about_camh/newsroom/news_releases_media_advisories_and_backgrounders/current_year/Pages/CAMH-study-shows-mental-illness-associated-with-heavy-cannabis-use-.aspx" target="_blank"&gt;Centre for Addiction and Mental Health. &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; 



&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWRlcK2N2zSlovKWT1bNbcHPjrPp_etzeb17oGF2H_fu4gPBj4GsBp1RHiiTw34DDcpw_h13nJ3vK_zTbrNtzBsXPrYDs8U_p3ARQ-rOXPVhz1csBNHNUzkY_uJic9Mk28F3JqXiwkiA/s72-c/130402124817-large.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="29547" type="image/jpeg" url="http://3.bp.blogspot.com/-9EJTZ-YEqgo/UVsuPjldeII/AAAAAAAABok/wtzzHqyjES4/s1600/130402124817-large.jpg"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>(Credit: © lunamarina / Fotolia) Jurnal Secience - Orang dengan penyakit mental yang lebih dari tujuh kali lebih mungkin untuk menggunakan ganja mingguan dibandingkan dengan orang tanpa penyakit mental, menurut para peneliti dari Pusat Kecanduan dan Kesehatan Mental (CAMH)&amp;nbsp; AS. &amp;nbsp;Ganja adalah zat terlarang yang paling banyak di gunakan orang di dunia, berdasarkan laporan ada sekitar 203 juta jiwa orang yang menggunakannya. Meskipun peneliti telah menemukan hubungan antara pengguna ganja dan penyakit mental, jumlah yang tepat dan relevansi pengguna ganja belum diselidiki. "Kita ketahui bahwa orang yang menderita penyakit mental akan mengkonsumsi ganja berlebihan, mungkin ini sebagai cara untuk mengobati gejala kejiwaan, namun dara ini menunjukkan kepada kita tingkat korelasi pengguna ganja,penyalahgunaan dan penyakit mental," kata Dr Shaul lev (dari CAMH). Para peneliti mengungkapkan bahwa orang dengan penyakit mental 10 kali lebih mungkin juga sebagai pengguna ganja. Studi ini di terbitkan dalam sebuah jurnal "Comprehensive Psychiatry, CAMH researchers analyzed data from face-to-face interviews with over 43,000 respondents over the age of 18 from the National Epidemiologic Survey on Alcohol and Related Conditions." dengan menggunakan kuesioner yang terstruktur para peneliti menilai pengguna ganja serta berbagai penyakit mental yang termasuk didalamnya depresi, kecemasan obat dan gangguan pengguna alkohol dan gangguan kepribadian. &amp;nbsp; Secara total 4,4 persen dari individu-individu dengan penyakit mental dalam 12 bulan terakhir dilaporkan menggunakan ganja, dibandingkan dengan 0,6 persen diantara&amp;nbsp; individu tampa penyakit mental. &amp;nbsp; Penelitian ini didanai melalui SAMI Training Program of the Canadian Institutes of Health Research (CIHR). &amp;nbsp; Sumber artikel dapat dilihat di : Centre for Addiction and Mental Health. http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>(Credit: © lunamarina / Fotolia) Jurnal Secience - Orang dengan penyakit mental yang lebih dari tujuh kali lebih mungkin untuk menggunakan ganja mingguan dibandingkan dengan orang tanpa penyakit mental, menurut para peneliti dari Pusat Kecanduan dan Kesehatan Mental (CAMH)&amp;nbsp; AS. &amp;nbsp;Ganja adalah zat terlarang yang paling banyak di gunakan orang di dunia, berdasarkan laporan ada sekitar 203 juta jiwa orang yang menggunakannya. Meskipun peneliti telah menemukan hubungan antara pengguna ganja dan penyakit mental, jumlah yang tepat dan relevansi pengguna ganja belum diselidiki. "Kita ketahui bahwa orang yang menderita penyakit mental akan mengkonsumsi ganja berlebihan, mungkin ini sebagai cara untuk mengobati gejala kejiwaan, namun dara ini menunjukkan kepada kita tingkat korelasi pengguna ganja,penyalahgunaan dan penyakit mental," kata Dr Shaul lev (dari CAMH). Para peneliti mengungkapkan bahwa orang dengan penyakit mental 10 kali lebih mungkin juga sebagai pengguna ganja. Studi ini di terbitkan dalam sebuah jurnal "Comprehensive Psychiatry, CAMH researchers analyzed data from face-to-face interviews with over 43,000 respondents over the age of 18 from the National Epidemiologic Survey on Alcohol and Related Conditions." dengan menggunakan kuesioner yang terstruktur para peneliti menilai pengguna ganja serta berbagai penyakit mental yang termasuk didalamnya depresi, kecemasan obat dan gangguan pengguna alkohol dan gangguan kepribadian. &amp;nbsp; Secara total 4,4 persen dari individu-individu dengan penyakit mental dalam 12 bulan terakhir dilaporkan menggunakan ganja, dibandingkan dengan 0,6 persen diantara&amp;nbsp; individu tampa penyakit mental. &amp;nbsp; Penelitian ini didanai melalui SAMI Training Program of the Canadian Institutes of Health Research (CIHR). &amp;nbsp; Sumber artikel dapat dilihat di : Centre for Addiction and Mental Health. http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>Health</itunes:keywords></item><item><title>Penemuan Pertama kali Di Dunia Huntsman Spider Tanpa Mata</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/08/penemuan-pertama-kali-di-dunia-huntsman.html</link><category>Antropologi</category><category>Biologi</category><pubDate>Fri, 10 Aug 2012 23:36:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-1164721001112636953</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjktZJzNETRA6gF82f2sayIjX1QRzf2eKJIrXhgnUSPC93pWqvk79uqNYm1Qr9oDn-ukbFrei4rSpqJQNNhNcP-AaIiLBfO0eUqT_lU-qfk9NLv_Q958nGs9KunGHeAPhZWZ9vkpBdV_Q/s1600/laba+laba+tanpa+mata.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjktZJzNETRA6gF82f2sayIjX1QRzf2eKJIrXhgnUSPC93pWqvk79uqNYm1Qr9oDn-ukbFrei4rSpqJQNNhNcP-AaIiLBfO0eUqT_lU-qfk9NLv_Q958nGs9KunGHeAPhZWZ9vkpBdV_Q/s320/laba+laba+tanpa+mata.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;em style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 15px; text-align: left;"&gt;(Credit: © Senckenberg)&lt;/em&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Seorang ilmuwan dari Senckenberg Research Institute di Frankfurt telah menemukan laba-laba pemburu tanpa mata pertama di dunia. Studi yang menyertainya telah dipublikasikan oleh jurnal Zootaxa ilmiah.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; 



&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan rentang kaki hanya enam sentimeter dan ukuran tubuh sekitar dua belas milimeter, laba-laba Sinopoda scurion tentu bukan salah satu wakil terbesar dari laba-laba pemburu, yang mencakup lebih dari 1100 spesies. Namun, itu adalah yang sangat luar biasa dan pertama dari jenisnya di dunia tanpa mata.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Saya menemukan laba-laba di sebuah gua di Laos, sekitar 100 kilometer jauhnya dari Bang Xe" laporan Peter Jäger, kepala bagian arachnology di Senckenberg Research Institute di Frankfurt. "Kami sudah tahu laba-laba dari genus ini dari gua-gua lain, tetapi mereka selalu memiliki mata dan pigmentasi lengkap Sinopoda scurion adalah pemburu pertama laba-laba tanpa mata.."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div&gt;
Regresi mata disebabkan hidup secara permanen tanpa siang hari. Adaptasi ini juga diamati pada gua lain yang tinggal spesies laba-laba oleh arachnologist Frankfurt. "Spesies Sinopoda dijelaskan menunjukkan semua jenis transisi untuk adaptasi gua - dari delapan mata berfungsi untuk formulir dengan lensa enam, empat dan dua, sampai laba-laba buta," jelas Jager.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Laba-laba baik dalam perusahaan: ikan, kalajengking dan kepiting yang telah beradaptasi dengan gua telah ditemukan di gua-gua Laos.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Para peneliti Frankfurt secara total telah menjelaskan sembilan
spesies baru dari genus Sinopoda. Fakta bahwa semua spesies telah ditemukan di
gua-gua menegaskan preferensi binatang 'untuk habitat bawah tanah. Karena
daerah kecil di mana spesies laba-laba dapat ditemukan adalah mungkin untuk
mempelajari penyesuaian mereka ke gua sebagai sebuah hunian - jumlah mata
sekarang dan fakultas visual yang mungkin dapat menjelaskan waktu penyelesaian.
"Selain itu, laba-laba dapat digunakan sebagai indikator untuk ancaman
terhadap habitatnya. Ini sering terancam oleh pariwisata atau eksploitasi batu
kapur untuk membuat semen," kata Jäger.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Para pemburu tanpa mata laba-laba ini dinamakan
"Scurion" perusahaan Swiss yang membuat lampu depan untuk gua.
"Sinopoda scurion adalah spesies pertama yang saya nama sebuah perusahaan
di konteks Pembina untuk program Keanekaragaman Hayati," jelas Jager.
"Lampu depan oleh Scurion membantu saya untuk menerangi sudut-sudut paling
gelap di perjalanan gua saya, dan dengan demikian mengakui bahaya seperti ular
berbisa dan kalajengking, tetapi juga menemukan organisme sangat kecil."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjktZJzNETRA6gF82f2sayIjX1QRzf2eKJIrXhgnUSPC93pWqvk79uqNYm1Qr9oDn-ukbFrei4rSpqJQNNhNcP-AaIiLBfO0eUqT_lU-qfk9NLv_Q958nGs9KunGHeAPhZWZ9vkpBdV_Q/s72-c/laba+laba+tanpa+mata.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="13656" type="image/jpeg" url="http://1.bp.blogspot.com/-RwclXoLnwYg/UCU37C9XPBI/AAAAAAAABoM/sTMBx0A6JNo/s1600/laba+laba+tanpa+mata.jpg"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>(Credit: © Senckenberg) Seorang ilmuwan dari Senckenberg Research Institute di Frankfurt telah menemukan laba-laba pemburu tanpa mata pertama di dunia. Studi yang menyertainya telah dipublikasikan oleh jurnal Zootaxa ilmiah. Dengan rentang kaki hanya enam sentimeter dan ukuran tubuh sekitar dua belas milimeter, laba-laba Sinopoda scurion tentu bukan salah satu wakil terbesar dari laba-laba pemburu, yang mencakup lebih dari 1100 spesies. Namun, itu adalah yang sangat luar biasa dan pertama dari jenisnya di dunia tanpa mata. "Saya menemukan laba-laba di sebuah gua di Laos, sekitar 100 kilometer jauhnya dari Bang Xe" laporan Peter Jäger, kepala bagian arachnology di Senckenberg Research Institute di Frankfurt. "Kami sudah tahu laba-laba dari genus ini dari gua-gua lain, tetapi mereka selalu memiliki mata dan pigmentasi lengkap Sinopoda scurion adalah pemburu pertama laba-laba tanpa mata.." Regresi mata disebabkan hidup secara permanen tanpa siang hari. Adaptasi ini juga diamati pada gua lain yang tinggal spesies laba-laba oleh arachnologist Frankfurt. "Spesies Sinopoda dijelaskan menunjukkan semua jenis transisi untuk adaptasi gua - dari delapan mata berfungsi untuk formulir dengan lensa enam, empat dan dua, sampai laba-laba buta," jelas Jager. Laba-laba baik dalam perusahaan: ikan, kalajengking dan kepiting yang telah beradaptasi dengan gua telah ditemukan di gua-gua Laos. Para peneliti Frankfurt secara total telah menjelaskan sembilan spesies baru dari genus Sinopoda. Fakta bahwa semua spesies telah ditemukan di gua-gua menegaskan preferensi binatang 'untuk habitat bawah tanah. Karena daerah kecil di mana spesies laba-laba dapat ditemukan adalah mungkin untuk mempelajari penyesuaian mereka ke gua sebagai sebuah hunian - jumlah mata sekarang dan fakultas visual yang mungkin dapat menjelaskan waktu penyelesaian. "Selain itu, laba-laba dapat digunakan sebagai indikator untuk ancaman terhadap habitatnya. Ini sering terancam oleh pariwisata atau eksploitasi batu kapur untuk membuat semen," kata Jäger. Para pemburu tanpa mata laba-laba ini dinamakan "Scurion" perusahaan Swiss yang membuat lampu depan untuk gua. "Sinopoda scurion adalah spesies pertama yang saya nama sebuah perusahaan di konteks Pembina untuk program Keanekaragaman Hayati," jelas Jager. "Lampu depan oleh Scurion membantu saya untuk menerangi sudut-sudut paling gelap di perjalanan gua saya, dan dengan demikian mengakui bahaya seperti ular berbisa dan kalajengking, tetapi juga menemukan organisme sangat kecil." http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>(Credit: © Senckenberg) Seorang ilmuwan dari Senckenberg Research Institute di Frankfurt telah menemukan laba-laba pemburu tanpa mata pertama di dunia. Studi yang menyertainya telah dipublikasikan oleh jurnal Zootaxa ilmiah. Dengan rentang kaki hanya enam sentimeter dan ukuran tubuh sekitar dua belas milimeter, laba-laba Sinopoda scurion tentu bukan salah satu wakil terbesar dari laba-laba pemburu, yang mencakup lebih dari 1100 spesies. Namun, itu adalah yang sangat luar biasa dan pertama dari jenisnya di dunia tanpa mata. "Saya menemukan laba-laba di sebuah gua di Laos, sekitar 100 kilometer jauhnya dari Bang Xe" laporan Peter Jäger, kepala bagian arachnology di Senckenberg Research Institute di Frankfurt. "Kami sudah tahu laba-laba dari genus ini dari gua-gua lain, tetapi mereka selalu memiliki mata dan pigmentasi lengkap Sinopoda scurion adalah pemburu pertama laba-laba tanpa mata.." Regresi mata disebabkan hidup secara permanen tanpa siang hari. Adaptasi ini juga diamati pada gua lain yang tinggal spesies laba-laba oleh arachnologist Frankfurt. "Spesies Sinopoda dijelaskan menunjukkan semua jenis transisi untuk adaptasi gua - dari delapan mata berfungsi untuk formulir dengan lensa enam, empat dan dua, sampai laba-laba buta," jelas Jager. Laba-laba baik dalam perusahaan: ikan, kalajengking dan kepiting yang telah beradaptasi dengan gua telah ditemukan di gua-gua Laos. Para peneliti Frankfurt secara total telah menjelaskan sembilan spesies baru dari genus Sinopoda. Fakta bahwa semua spesies telah ditemukan di gua-gua menegaskan preferensi binatang 'untuk habitat bawah tanah. Karena daerah kecil di mana spesies laba-laba dapat ditemukan adalah mungkin untuk mempelajari penyesuaian mereka ke gua sebagai sebuah hunian - jumlah mata sekarang dan fakultas visual yang mungkin dapat menjelaskan waktu penyelesaian. "Selain itu, laba-laba dapat digunakan sebagai indikator untuk ancaman terhadap habitatnya. Ini sering terancam oleh pariwisata atau eksploitasi batu kapur untuk membuat semen," kata Jäger. Para pemburu tanpa mata laba-laba ini dinamakan "Scurion" perusahaan Swiss yang membuat lampu depan untuk gua. "Sinopoda scurion adalah spesies pertama yang saya nama sebuah perusahaan di konteks Pembina untuk program Keanekaragaman Hayati," jelas Jager. "Lampu depan oleh Scurion membantu saya untuk menerangi sudut-sudut paling gelap di perjalanan gua saya, dan dengan demikian mengakui bahaya seperti ular berbisa dan kalajengking, tetapi juga menemukan organisme sangat kecil." http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>Antropologi, Biologi</itunes:keywords></item><item><title>Ikan Hiu Saling Memangsa di Lautan Australia</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/02/ikan-hiu-saling-memangsa-di-lautan.html</link><category>Biologi</category><pubDate>Thu, 9 Feb 2012 02:20:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-8422301516925811576</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhO8xq2KcXIL1Z4nnLrQda4MpbZEJsOrOUnzBJ8n9QiPxjHDCQmg0qXGyzuacdTwkFIbJ4SN9QEsXv0VSGl085CMHQEF6HRSz3AOtkLgzyqUJVz-VLqxM8mCqvNnLfwp8gdA_BpbWFBmA/s600/Ikan%2520Hiu%2520Saling%2520Memangsa%2520di%2520Lautan%2520Australia.jpg%0A" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Ikan Hiu Saling Memangsa di Lautan Australia" border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhO8xq2KcXIL1Z4nnLrQda4MpbZEJsOrOUnzBJ8n9QiPxjHDCQmg0qXGyzuacdTwkFIbJ4SN9QEsXv0VSGl085CMHQEF6HRSz3AOtkLgzyqUJVz-VLqxM8mCqvNnLfwp8gdA_BpbWFBmA/s600/Ikan%2520Hiu%2520Saling%2520Memangsa%2520di%2520Lautan%2520Australia.jpg%0A" style="border-color: -moz-use-text-color; border-style: none; border-width: 0px; display: inline;" title="Ikan Hiu Saling Memangsa di Lautan Australia" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;JurnalScience&lt;/b&gt; - Ini adalah dunia hiu-makan-ikan hiu di luar sana. Atau jadi peneliti dari ARC Centre of Excellence untuk Coral Reef Studies menemukan penyelaman sementara di Great Barrier Reef.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka menemukan hiu wobbegong tasselled (Eucrossorhinus dasypogon) menyelipkan menjadi makanan ikan hiu lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wobbegongs biasanya berada di dasar laut mereka memangsa ikan atau invertebrata yang lewat dan berenang  dan kemudian menyergap mangsanya. Yang satu ini beruntung dengan hiu bambu coklat-banded (Chiloscyllium punctatum), dan dalam proses menelannya utuh dan kepala pertama. Nafsu makan wobbegong untuk makan besar dibantu oleh dislocating gape nya, rahang besar dan belakang-menunjuk gigi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara wobbegongs makan hiu telah direkam sebelumnya dari isi perut, ini adalah pertama kalinya telah difoto dalam tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sen per Tiga belas dari gigitan ikan hiu terhadap manusia adalah dari wobbegongs kecil. Ini gigitan bukan hiu mencari makan siang - mereka biasanya akibat dari mereka yang diinjak-injak, sehingga asal-usul nama panggilan mereka, hiu karpet.&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a href="http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/review-penjualan-tablet-dan-e-readers.html" rel="dofollow" title="Ikan Hiu Saling Memangsa di Lautan Australia"&gt;Coral Reefs&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhO8xq2KcXIL1Z4nnLrQda4MpbZEJsOrOUnzBJ8n9QiPxjHDCQmg0qXGyzuacdTwkFIbJ4SN9QEsXv0VSGl085CMHQEF6HRSz3AOtkLgzyqUJVz-VLqxM8mCqvNnLfwp8gdA_BpbWFBmA/s72-c/Ikan%2520Hiu%2520Saling%2520Memangsa%2520di%2520Lautan%2520Australia.jpg%0A" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">47</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="115322" type="image/jpeg" url="https://lh4.googleusercontent.com/-m0OCZxsGcfg/TzLIWcQgoVI/AAAAAAAABnk/xRQ2F3rvoHc/s600/Ikan%2520Hiu%2520Saling%2520Memangsa%2520di%2520Lautan%2520Australia.jpg%0A"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>JurnalScience - Ini adalah dunia hiu-makan-ikan hiu di luar sana. Atau jadi peneliti dari ARC Centre of Excellence untuk Coral Reef Studies menemukan penyelaman sementara di Great Barrier Reef. Mereka menemukan hiu wobbegong tasselled (Eucrossorhinus dasypogon) menyelipkan menjadi makanan ikan hiu lain. Wobbegongs biasanya berada di dasar laut mereka memangsa ikan atau invertebrata yang lewat dan berenang dan kemudian menyergap mangsanya. Yang satu ini beruntung dengan hiu bambu coklat-banded (Chiloscyllium punctatum), dan dalam proses menelannya utuh dan kepala pertama. Nafsu makan wobbegong untuk makan besar dibantu oleh dislocating gape nya, rahang besar dan belakang-menunjuk gigi. Sementara wobbegongs makan hiu telah direkam sebelumnya dari isi perut, ini adalah pertama kalinya telah difoto dalam tindakan. Sen per Tiga belas dari gigitan ikan hiu terhadap manusia adalah dari wobbegongs kecil. Ini gigitan bukan hiu mencari makan siang - mereka biasanya akibat dari mereka yang diinjak-injak, sehingga asal-usul nama panggilan mereka, hiu karpet. Sumber: Coral Reefshttp://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>JurnalScience - Ini adalah dunia hiu-makan-ikan hiu di luar sana. Atau jadi peneliti dari ARC Centre of Excellence untuk Coral Reef Studies menemukan penyelaman sementara di Great Barrier Reef. Mereka menemukan hiu wobbegong tasselled (Eucrossorhinus dasypogon) menyelipkan menjadi makanan ikan hiu lain. Wobbegongs biasanya berada di dasar laut mereka memangsa ikan atau invertebrata yang lewat dan berenang dan kemudian menyergap mangsanya. Yang satu ini beruntung dengan hiu bambu coklat-banded (Chiloscyllium punctatum), dan dalam proses menelannya utuh dan kepala pertama. Nafsu makan wobbegong untuk makan besar dibantu oleh dislocating gape nya, rahang besar dan belakang-menunjuk gigi. Sementara wobbegongs makan hiu telah direkam sebelumnya dari isi perut, ini adalah pertama kalinya telah difoto dalam tindakan. Sen per Tiga belas dari gigitan ikan hiu terhadap manusia adalah dari wobbegongs kecil. Ini gigitan bukan hiu mencari makan siang - mereka biasanya akibat dari mereka yang diinjak-injak, sehingga asal-usul nama panggilan mereka, hiu karpet. Sumber: Coral Reefshttp://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>Biologi</itunes:keywords></item><item><title>Google Chrome Meluncur di platform Android</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/02/google-chrome-meluncur-di-platform.html</link><category>Android</category><category>Internet</category><category>Smartphone</category><pubDate>Thu, 9 Feb 2012 01:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-3908472674661407025</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0Bdvn1DfUBh2YDUwOyghJZLeMwM7N0ow43tvHlArCnfciwPfvftDLMuaomddGkYrQGK7eE3ZupgO9VTYNUekIMmThQ31VX_r_d6gEE2IMJuene1FWdyY5BOa8CiAhPK04_fMovJtcjA/s128/Google%20Chrome%20Meluncur%20di%20platform%20Android.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Google Chrome  platform Android" border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0Bdvn1DfUBh2YDUwOyghJZLeMwM7N0ow43tvHlArCnfciwPfvftDLMuaomddGkYrQGK7eE3ZupgO9VTYNUekIMmThQ31VX_r_d6gEE2IMJuene1FWdyY5BOa8CiAhPK04_fMovJtcjA/s128/Google%20Chrome%20Meluncur%20di%20platform%20Android.jpg" style="border-color: -moz-use-text-color; border-style: none; border-width: 0px; display: inline;" title="Google Chrome Meluncur di platform Android" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;JurnalScience - &lt;a href="http://www.google.co.id/" rel="dofollow" title="Google"&gt;Google&lt;/a&gt; telah menciptakan sebuah versi dari browser Web-nya Chrome khusus untuk platform Android. Chrome untuk Android memiliki fitur sinkronisasi untuk tab sharing dan bookmark di perangkat. Google telah membawa &lt;b&gt;Chrome browser &lt;/b&gt;Web-nya ke &lt;a href="https://market.android.com/details?id=com.google.android.apps.chrometophone" rel="dofollow" title="Google Chrome Meluncur di platform Android"&gt;Android Market&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
Edisi beta dari browser tersedia dari app shop sekarang gratis, tapi karena operasinya terbatas pada versi terbaru dari sistem operasi mobile, &lt;b&gt;Android 4.0&lt;/b&gt; (Es Sandwich Cream), hanya sekitar 1 persen dari jutaan pengguna Android akan dapat mengambil perangkat lunak untuk test drive.&lt;br /&gt;
Selain kecepatan dan kesederhanaan, Chrome beta untuk Android memiliki fitur sinkronisasi yang memungkinkan pengguna untuk dengan mulus mengakses tab dan bookmark di perangkat. Misalnya, tab yang terbuka di desktop Chome dapat diakses di Android Chrome. Namun, karena fitur yang memiliki implikasi privasi, itu dimatikan secara default.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Privasi di browser tidak ketinggalan jaman, tetapi sesuatu yang dipertimbangkan oleh tim desain dari awal proyek, Wakil Presiden Senior Google untuk Chrome dan aplikasi Sundar Pichai menjelaskan. Seperti desktop alter ego, mobile Chrome memiliki mode private browsing, yang disebut "Incognito", dan kemampuan untuk menyempurnakan pilihan privasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dibangun Dari Awal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chrome untuk Android dirancang dari awal untuk mengakomodasi keterbatasan layar kecil dan untuk mengambil keuntungan dari kemajuan teknologi dalam arsitektur Sandwich Es Krim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim mendesain reimagined tab sehingga mereka cocok alami pada ponsel layar kecil, Pichai mencatat. Flipping atau menggesekkan antara jumlah yang tidak terbatas tab juga dirancang untuk menjadi intuitif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Browser juga menanggulangi gangguan dari penyadapan link di layar kecil. Ia memiliki fitur Preview Link yang memperbesar link dan membuat memilih yang tepat lebih mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Double Tab &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti di desktop Chrome, address bar di browser ponsel berfungsi sebagai bar pencarian. Ini tidak hanya menghemat, tetapi juga dapat membantu mengurangi mengetik karena browser membuat rekomendasi - yang diperoleh dari berbagai sumber, termasuk cache browser Anda - saat Anda mengetik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Handphone Chrome juga memiliki dukungan kuat untuk HTML5, termasuk cara video yang dikirim itu. Itu penting karena browser tidak mendukung Adobe Flash untuk ponsel. HTML5 juga berkontribusi terhadap kinerja browser lebih cepat, menghilangkan lamanya kita untuk mengakses sebuah laman web.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, Google memperkenalkan dalam alat-alat browser debugging yang diharapkan akan mempermudah penciptaan konten web interaktif dan melakukan debugging pada beberapa situs Web mobile.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;'Terbaru dan Terbesar'&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedatangan Chrome di Android adalah tanda lain bahwa Google berniat untuk menggunakan Android sebagai platform untuk semua produk, menurut Yankee Group Direktur Riset Carl Howe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan Chrome untuk pengguna Sandwich Es Krim masuk akal. "Ini keputusan praktis," katanya kepada LinuxInsider. "Mereka ingin menggunakan kode mereka terbaru dan terbesar."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Selain itu," tambahnya, "Google bukan jenis perusahaan yang terlihat kembali dan bertanya, 'Bagaimana dengan pelanggan warisan kita?'"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Handphone Chrome juga merupakan cara bagi Google untuk mempersiapkan diri untuk era pasca-PC ditandai dengan pertumbuhan penggunaan &lt;a href="http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/review-penjualan-tablet-dan-e-readers.html" rel="dofollow" title="Google Chrome Meluncur di platform Android"&gt;smartphone dan tablet&lt;/a&gt;, diamati ABI Research Mobile Devices Analis Michael Morgan. "Mereka menggunakan browser ini untuk menjembatani kesenjangan antara desktop, smartphone dan tablet," katanya kepada LinuxInsider.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna adalah pemenang besar dalam siaran baru, diamati Rob Enderle, Presiden dan analis utama untuk Enderle Group. "Pengguna ingin satu pengalaman browser," katanya kepada LinuxWorld. "Yang tidak ingin pengalaman beberapa browser pada perangkat yang berbeda."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dari perspektif pengguna, pengumuman ini adalah kebaikan semua," katanya. "Mereka mendapatkan yang lebih baik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0Bdvn1DfUBh2YDUwOyghJZLeMwM7N0ow43tvHlArCnfciwPfvftDLMuaomddGkYrQGK7eE3ZupgO9VTYNUekIMmThQ31VX_r_d6gEE2IMJuene1FWdyY5BOa8CiAhPK04_fMovJtcjA/s72-c/Google%20Chrome%20Meluncur%20di%20platform%20Android.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="5261" type="image/jpeg" url="https://lh5.googleusercontent.com/-PKR5srvuTsg/TzLCcFtKf7I/AAAAAAAABnM/bcG2TusXSQE/s128/Google%20Chrome%20Meluncur%20di%20platform%20Android.jpg"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>JurnalScience - Google telah menciptakan sebuah versi dari browser Web-nya Chrome khusus untuk platform Android. Chrome untuk Android memiliki fitur sinkronisasi untuk tab sharing dan bookmark di perangkat. Google telah membawa Chrome browser Web-nya ke Android Market. Edisi beta dari browser tersedia dari app shop sekarang gratis, tapi karena operasinya terbatas pada versi terbaru dari sistem operasi mobile, Android 4.0 (Es Sandwich Cream), hanya sekitar 1 persen dari jutaan pengguna Android akan dapat mengambil perangkat lunak untuk test drive. Selain kecepatan dan kesederhanaan, Chrome beta untuk Android memiliki fitur sinkronisasi yang memungkinkan pengguna untuk dengan mulus mengakses tab dan bookmark di perangkat. Misalnya, tab yang terbuka di desktop Chome dapat diakses di Android Chrome. Namun, karena fitur yang memiliki implikasi privasi, itu dimatikan secara default. Privasi di browser tidak ketinggalan jaman, tetapi sesuatu yang dipertimbangkan oleh tim desain dari awal proyek, Wakil Presiden Senior Google untuk Chrome dan aplikasi Sundar Pichai menjelaskan. Seperti desktop alter ego, mobile Chrome memiliki mode private browsing, yang disebut "Incognito", dan kemampuan untuk menyempurnakan pilihan privasi. Dibangun Dari Awal Chrome untuk Android dirancang dari awal untuk mengakomodasi keterbatasan layar kecil dan untuk mengambil keuntungan dari kemajuan teknologi dalam arsitektur Sandwich Es Krim. Tim mendesain reimagined tab sehingga mereka cocok alami pada ponsel layar kecil, Pichai mencatat. Flipping atau menggesekkan antara jumlah yang tidak terbatas tab juga dirancang untuk menjadi intuitif. Browser juga menanggulangi gangguan dari penyadapan link di layar kecil. Ia memiliki fitur Preview Link yang memperbesar link dan membuat memilih yang tepat lebih mudah. Double Tab Seperti di desktop Chrome, address bar di browser ponsel berfungsi sebagai bar pencarian. Ini tidak hanya menghemat, tetapi juga dapat membantu mengurangi mengetik karena browser membuat rekomendasi - yang diperoleh dari berbagai sumber, termasuk cache browser Anda - saat Anda mengetik. Handphone Chrome juga memiliki dukungan kuat untuk HTML5, termasuk cara video yang dikirim itu. Itu penting karena browser tidak mendukung Adobe Flash untuk ponsel. HTML5 juga berkontribusi terhadap kinerja browser lebih cepat, menghilangkan lamanya kita untuk mengakses sebuah laman web. Selain itu, Google memperkenalkan dalam alat-alat browser debugging yang diharapkan akan mempermudah penciptaan konten web interaktif dan melakukan debugging pada beberapa situs Web mobile. 'Terbaru dan Terbesar' Kedatangan Chrome di Android adalah tanda lain bahwa Google berniat untuk menggunakan Android sebagai platform untuk semua produk, menurut Yankee Group Direktur Riset Carl Howe. Tujuan Chrome untuk pengguna Sandwich Es Krim masuk akal. "Ini keputusan praktis," katanya kepada LinuxInsider. "Mereka ingin menggunakan kode mereka terbaru dan terbesar." "Selain itu," tambahnya, "Google bukan jenis perusahaan yang terlihat kembali dan bertanya, 'Bagaimana dengan pelanggan warisan kita?'" Handphone Chrome juga merupakan cara bagi Google untuk mempersiapkan diri untuk era pasca-PC ditandai dengan pertumbuhan penggunaan smartphone dan tablet, diamati ABI Research Mobile Devices Analis Michael Morgan. "Mereka menggunakan browser ini untuk menjembatani kesenjangan antara desktop, smartphone dan tablet," katanya kepada LinuxInsider. Pengguna adalah pemenang besar dalam siaran baru, diamati Rob Enderle, Presiden dan analis utama untuk Enderle Group. "Pengguna ingin satu pengalaman browser," katanya kepada LinuxWorld. "Yang tidak ingin pengalaman beberapa browser pada perangkat yang berbeda." "Dari perspektif pengguna, pengumuman ini adalah kebaikan semua," katanya. "Mereka mendapatkan yang lebih baikhttp://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>JurnalScience - Google telah menciptakan sebuah versi dari browser Web-nya Chrome khusus untuk platform Android. Chrome untuk Android memiliki fitur sinkronisasi untuk tab sharing dan bookmark di perangkat. Google telah membawa Chrome browser Web-nya ke Android Market. Edisi beta dari browser tersedia dari app shop sekarang gratis, tapi karena operasinya terbatas pada versi terbaru dari sistem operasi mobile, Android 4.0 (Es Sandwich Cream), hanya sekitar 1 persen dari jutaan pengguna Android akan dapat mengambil perangkat lunak untuk test drive. Selain kecepatan dan kesederhanaan, Chrome beta untuk Android memiliki fitur sinkronisasi yang memungkinkan pengguna untuk dengan mulus mengakses tab dan bookmark di perangkat. Misalnya, tab yang terbuka di desktop Chome dapat diakses di Android Chrome. Namun, karena fitur yang memiliki implikasi privasi, itu dimatikan secara default. Privasi di browser tidak ketinggalan jaman, tetapi sesuatu yang dipertimbangkan oleh tim desain dari awal proyek, Wakil Presiden Senior Google untuk Chrome dan aplikasi Sundar Pichai menjelaskan. Seperti desktop alter ego, mobile Chrome memiliki mode private browsing, yang disebut "Incognito", dan kemampuan untuk menyempurnakan pilihan privasi. Dibangun Dari Awal Chrome untuk Android dirancang dari awal untuk mengakomodasi keterbatasan layar kecil dan untuk mengambil keuntungan dari kemajuan teknologi dalam arsitektur Sandwich Es Krim. Tim mendesain reimagined tab sehingga mereka cocok alami pada ponsel layar kecil, Pichai mencatat. Flipping atau menggesekkan antara jumlah yang tidak terbatas tab juga dirancang untuk menjadi intuitif. Browser juga menanggulangi gangguan dari penyadapan link di layar kecil. Ia memiliki fitur Preview Link yang memperbesar link dan membuat memilih yang tepat lebih mudah. Double Tab Seperti di desktop Chrome, address bar di browser ponsel berfungsi sebagai bar pencarian. Ini tidak hanya menghemat, tetapi juga dapat membantu mengurangi mengetik karena browser membuat rekomendasi - yang diperoleh dari berbagai sumber, termasuk cache browser Anda - saat Anda mengetik. Handphone Chrome juga memiliki dukungan kuat untuk HTML5, termasuk cara video yang dikirim itu. Itu penting karena browser tidak mendukung Adobe Flash untuk ponsel. HTML5 juga berkontribusi terhadap kinerja browser lebih cepat, menghilangkan lamanya kita untuk mengakses sebuah laman web. Selain itu, Google memperkenalkan dalam alat-alat browser debugging yang diharapkan akan mempermudah penciptaan konten web interaktif dan melakukan debugging pada beberapa situs Web mobile. 'Terbaru dan Terbesar' Kedatangan Chrome di Android adalah tanda lain bahwa Google berniat untuk menggunakan Android sebagai platform untuk semua produk, menurut Yankee Group Direktur Riset Carl Howe. Tujuan Chrome untuk pengguna Sandwich Es Krim masuk akal. "Ini keputusan praktis," katanya kepada LinuxInsider. "Mereka ingin menggunakan kode mereka terbaru dan terbesar." "Selain itu," tambahnya, "Google bukan jenis perusahaan yang terlihat kembali dan bertanya, 'Bagaimana dengan pelanggan warisan kita?'" Handphone Chrome juga merupakan cara bagi Google untuk mempersiapkan diri untuk era pasca-PC ditandai dengan pertumbuhan penggunaan smartphone dan tablet, diamati ABI Research Mobile Devices Analis Michael Morgan. "Mereka menggunakan browser ini untuk menjembatani kesenjangan antara desktop, smartphone dan tablet," katanya kepada LinuxInsider. Pengguna adalah pemenang besar dalam siaran baru, diamati Rob Enderle, Presiden dan analis utama untuk Enderle Group. "Pengguna ingin satu pengalaman browser," katanya kepada LinuxWorld. "Yang tidak ingin pengalaman beberapa browser pada perangkat yang berbeda." "Dari perspektif pengguna, pengumuman ini adalah kebaikan semua," katanya. "Mereka mendapatkan yang lebih baikhttp://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>Android, Internet, Smartphone</itunes:keywords></item><item><title>Kemiripan Jaringan Sosial Modern dengan Jaringan Sosial Kuno</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/kemiripan-jaringan-sosial-modern-dengan.html</link><category>Physiology</category><category>Sosial</category><pubDate>Fri, 27 Jan 2012 01:33:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-2413128394872913648</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/kemiripan-jaringan-sosial-modern-dengan.html" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Neuron Azheimer dari Sel Induk" border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieyl78mWzu0xGAMVcxStZRbiG4EkDqL2p8Al7PUrQ01gZCVFr22G9halhc8rKXtD1nh_6Zq8QArNFiofw6k-Q9WfJpXqdvhNrHoTWbEdfbJGvO1GkDKNhpclh6sk6RUi3TIZrQGiRR0Q/s128/Kemiripan%252520Jaringan%252520Sosial%252520Modern%252520dengan%252520Jaringan%252520Sosial%252520Kuno.jpg" style="border-color: -moz-use-text-color; border-style: none; border-width: 0px; display: inline;" title="Suku Hadza di Tanzania (Credit: Courtesy of Coren Apicella/Harvard Medical School)" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;JurnalScience&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;M&lt;/span&gt;anusia kuno&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; mungkin tidak memiliki kemewahan memperbarui status Facebook, tapi jaringan sosial tetap merupakan komponen penting dari kehidupan mereka, sebuah studi baru menunjukkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Temuan penelitian ini menjelaskan elemen-elemen struktur jaringan sosial yang mungkin telah ada di awal sejarah manusia, menyarankan bagaimana nenek moyang kita mungkin telah terbentuk hubungan dengan kedua kerabat dan non-keluarga berdasarkan sifat bersama, termasuk kecenderungan untuk bekerja sama. Menurut paper itu, jaringan sosial mungkin memberikan kontribusi terhadap evolusi kerjasama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"Hal yang mengejutkan adalah bahwa jaringan sosial manusia&amp;nbsp; kuno begitu sangat mirip dengan apa yang kita lihat hari ini," kata Nicholas Christakis, profesor sosiologi medis dan kedokteran di Harvard Medical School dan profesor sosiologi di Fakultas Harvard Seni dan Ilmu Pengetahuan, dan penulis senior studi tersebut. "Dari saat mereka sedang di api unggun dan memiliki kata-kata melayang di udara, untuk saat ini ketika kita memiliki paket digital mengambang melalui eter, kami telah membuat jaringan yang&amp;nbsp; pada dasarnya jenis yang sama."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"Kami menemukan bahwa apa yang orang modern lakukan dengan jaringan sosial online adalah apa yang selalu kita lakukan - bukan hanya sebelum Facebook, tapi sebelum pertanian," kata studi penulis James Fowler, profesor genetika medis dan ilmu politik di Universitas California, San Diego, yang, dengan Christakis, telah menulis sejumlah studi seminalis&amp;nbsp; jaringan sosial manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Temuan akan dipublikasikan 26 Januari di Nature.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Akar dari altruisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Bertahan dari kerasnya seleksi alam dan dengan tetap memiliki sisi kelembutan. Sementara individu bersaing sengit untuk tetap bertahan dan mengembangkan garis keturunan mereka, ini berlaku pada manusia dan termasuk juga hewan yang pada akhirnya melahirkan kerjasama dalam bertindak. Para peneliti bertanya tanya apakah jaringan sosial manusia adalah produk dari gaya hidup moderen atau jika mereka dapat muncul kondisi yang di hadapi nenek moyang kita. Pertanyaanya telah menjadi tantangan bagi teori evolusi klasi untuk dapat menjelaskan ini semua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"Jika Anda bisa mendapatkan kooperator untuk cluster bersama dalam ruang sosial, kerjasama dapat berkembang," kata Coren Apicella, sebuah pos-doktoral penelitian sesama dalam Kebijakan Kesehatan di Harvard Medical School dan penulis pertama di atas kertas. "Jaringan sosial memungkinkan ini terjadi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Meskipun tidak mungkin untuk kuis nenek moyang kita tentang persahabatan mereka atau kebiasaan berbagi dan berkolaborasi, tim peneliti dari Harvard Medical School, University of California, San Diego, dan University of Cambridge telah ditandai struktur jaringan sosial di antara suku Hadza, kelompok etnis di wilayah Danau Eyasi Tanzania, salah satu kelompok yang masih hidup terakhir pemburu mengumpulkan. (Ada kurang dari 1.000 meninggalkan suku Hadza yang hidup dengan cara tradisional).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Gaya hidup suku Hadza mendahului penemuan pertanian. Suku Hadza makan berbagai macam makanan liar, mencari makan untuk umbi-umbian, kacang-kacangan, dan buah-buahan dan berburu berbagai macam binatang, termasuk flamingo, Tikus, dan jerapah. Madu adalah salah satu makanan favorit mereka, yang dikenal oleh setengah lusin nama yang berbeda di Hadzane, bahasa utama mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Apicella memimpin dalam mengumpulkan data untuk penelitian, mewawancarai 205 suku Hadza dewasa selama dua bulan, mengukur kecenderungan mereka untuk bekerja sama dan pemetaan persahabatan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Apicella, Fowler dan Christakis merancang penelitian dan percobaan, bekerja dengan Frank Marlowe, dosen di Departemen Arkeologi dan Antropologi dari University of Cambridge, dan penulis buku etnografi panjang hanya pada suku Hadza dalam bahasa Inggris.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Mengumpulkan data itu tidak mudah. suku Hadza berkeliaran lebih dari 4.000 kilometer persegi . Apicella dan asisten risetnya melakukan perjalanan begitu jauh perjalanan untuk dapat melihat secara dekat kehidupan dari suku ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam rangka untuk membangun jaringan sosial, Apicella dan rekan-rekannya mengambil pendekatan ganda. Pertama, mereka meminta orang dewasa suku Hadza untuk mengidentifikasi individu mereka akan lebih memilih untuk tinggal bersama di perkemahan mereka berikutnya. Kedua, mereka memberikan setiap tiga sedotan dewasa madu dan diberitahu bahwa mereka bisa memberikan sedotan ini sebagai hadiah kepada siapa pun di kamp mereka. Hal ini menghasilkan hubungan campmate 1.263 dan 426 hubungan hadiah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam kegitan terpisah, para peneliti mengukur tingkat kerjasama mereka denga memberikan tambahan sedotan madu suku Hadza yang bisa menjaga mereka baik untuk diri sendiri atau dapat memberikan ke kelompoknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika jaringan sosial ini dipetakan dan dianalisis, para operator dan bukan kooperator terbentuk cluster yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Para peneliti juga mengukur keterkaitan orang dengan ketinggian tingkat kerjasama, usia, kekuatan pegangan dan lain lain. Struktur dan dinamika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Struktur dan dinamika jaringan sosial suku Hadza&amp;nbsp; pada dasarnya dibedakan dari data yang ada pada jaringan sosial yang diambil dari masyarakat modern.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Bagi para peneliti, suku Hadza memberikan bukti baru yang kuat bahwa jaringan sosial adalah benar benar bagian dari masyarakat kuno yang mungkin terpisahkan dari cerita manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Penelitian ini didanai oleh National Institute on Aging and by the Science of Generosity Initiative of the University of Notre Dame.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber: &lt;a href="http://hms.harvard.edu/" rel="dofollow" title="Kemiripan Jaringan Sosial Modern dengan Jaringan Sosial Kuno"&gt;Harvard Medical School&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber Jurnal: Coren L. Apicella, Frank W. Marlowe, James H. Fowler, Nicholas A. Christakis. &lt;a href="http://dx.doi.org/10.1038/nature10736" rel="dofollow" title="Kemiripan Jaringan Sosial Modern dengan Jaringan Sosial Kuno"&gt;Social networks and cooperation in hunter-gatherers&lt;/a&gt;. Nature, 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieyl78mWzu0xGAMVcxStZRbiG4EkDqL2p8Al7PUrQ01gZCVFr22G9halhc8rKXtD1nh_6Zq8QArNFiofw6k-Q9WfJpXqdvhNrHoTWbEdfbJGvO1GkDKNhpclh6sk6RUi3TIZrQGiRR0Q/s72-c/Kemiripan%252520Jaringan%252520Sosial%252520Modern%252520dengan%252520Jaringan%252520Sosial%252520Kuno.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author></item><item><title>Neuron Azheimer dari Sel Induk Berpotensi Majemuk Sebgai Sumber Penyebab</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/neuron-azheimer-dari-sel-induk.html</link><category>Biologi</category><category>bioteknologi</category><pubDate>Fri, 27 Jan 2012 01:18:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-7633443629033434782</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/neuron-azheimer-dari-sel-induk.html" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Neuron Azheimer dari Sel Induk" border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKEjHMkPwY9anAia-qqp1Kk6-vzBNPUQFgjf3zz5CqCT8GQI9XQ0SNEHaiyhuwJaN38xWao4wzqwsCy6vRp0ih-GASl7b_6wB1hIw0lPagx406m84Mh2AyVXkndEnAYQmmU6g_eEpilA/s128/Neuron%252520Azheimer%252520dari%252520Sel%252520Induk%252520Berpotensi%252520Majemuk%252520Sebgai%252520Sumber%252520Penyebab.jpg" style="border-color: -moz-use-text-color; border-style: none; border-width: 0px; display: inline;" title="Stem sel yang diturunkan dari neuron, yang dibuat dari pasien dengan penyakit Alzheimer, menyediakan alat baru untuk mengungkap mekanisme yang mendasari penyakit neurodegenerative. Dalam gambar ini, DNA ditampilkan dalam warna biru, dendrit dan badan sel dalam spidol merah dan endosomal Rab5 dan EEA1 hijau dan oranye, masing-masing. (Credit:UC San Diego School of Medicine)" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;JurnalScience&lt;/b&gt; - Dipimpin oleh para peneliti di University of California, San Diego School of Medicine, para ilmuwan telah, untuk pertama kalinya, induk menciptakan sel yang diturunkan, dalam model in vitro penyakit Alzheimer sporadis dan turun-temurun (AD), menggunakan sel pluripoten induk diinduksi dari pasien dengan gangguan yang banyak ditakuti neurodegeneratif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;“menciptakan dengan sangat murni dan fungsional neoron Alzheimer manusia ke dalam sbuah piringan – adalah sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” kata penulis senior Lawrence Goldstein, PhD, profesor di Jurusan kedokteran Seluler dan Molekuler, Howard Hughes Medical Institute&amp;nbsp; Investigator and director of the UC San Diego Stem Cell Program.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;“ ini merupakan langkah pertama dan bukan sebuah model yang sempurna dan ini adalah sebuah konsep. Tapi sekarang kita tahu bagaimana membuat mereka. Hal ini membutuhkan perawatan yang luar bisa dan sebuah ketekunan, menerapkan kualitas kontrol yang ketat untuk mendorong prilaku yang konsisten, tapi kita bisa melakukannya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Hasil dari penelitian ini diterbitkan secara Online di Journal Nature dalam edisi 25 januari, ini merupakan metode baru untuk memperlajari AD, suatu demensia progresif yang menimpa sekitar 5,4 juta orang di amerika. Lebih penting lagi menyediakan alat alat yang sebelumnya belum pernah terjadi dan untuk mengembangkan dan mengobati gangguan penyakit tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;“ Kami sedang berhadapan dengan otak manusia. Anda tidak bisa hanya melakukan biopsi pada pasien hidup,” kata Goldstein. “Sebaiknya, para peneliti harus bekerja ekstra ketat, untuk meniru beberapa aspek dari penyakit non-saraf sel manusia atau hewan dengan menggunakan model pendekatan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Goldstein dan rekan melakukan diekstraksi fibroblast primer dari jaringan kulit yang di ambil dari dua pasien AD Familial, dua pasien AD sporadis dan dua orang dengan tidak ada masalah neurologis. Mereka memprogramkan fibroblas menjadi sel induk pluripoten diinduksi (iPSCs) yang kemudian dibedakan menjadi neuron kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;iPSC-neuron yang berasal dari pasien Alzheimer menunjukkan aktivitas elektrifisiologi normal, terbentuk kotak sinaptik fungsional dan kritis. Indikator AD yang ditampilkan menceritakan kisah. Secara khusus, mereka memiliki tingkat yang lebih tinggi dari protein normal yang terkait dengan gangguan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan di vitro neuron Alzheimer, para ilmuan dapat lebih menyelidiki tentang bagaimana AD dimulai dan grafis proses biokimia yang akhirnya menghancurkan sel-sel otak yang berhubungan dengan fungsi kognitif seperti memori unsur. Saat ini, penelitian AD sangat tergantung pada studi post-mortem jaringan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;“ Perbedaan antara neuron-neuron sehat dan Alzheimer sangat tipis sekali,” kata Goldstein.”Ini pada dasarnya bermuara pada tinggi rendahnya kerusakan yang terakumulasi dalam waktu yang sangat lama.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Para peneliti telah menghasilkan beberapa temuan mengejutkan. “Dalam karya ini kami menunjukkan bahwa salah satu perubahan awal dalam neuron Alzheimer dianggap kejadian awal dalam perjalanan penyakit ternyata ini tidak signifikan,” kata Goldstein, menambahkan bahwa mereka menemukan sebuah peristiwa awal yang berbeda memainkan peran yang lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Para ilmuan juga menemukan bahwa neuron yang berasal dari salah satu dari dua orang pasien dengan AD sporadis menunjukkan perubahan biokimia yang mungkin hal ini terkait dengan penyakit. Penemuan ini menunjukkan bahwa mungkinada dua sub kategori dari gangguan tersebut dan bahwa, terapi yang potensial dimasa depan di targetkan untuk para pasien dengan penyakit AD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Tentang penyakit Alzheimer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Sekitar 5,4 juta orang Amerika menderita penyakit Alzheimer, menurut Asosiasi Alzheimer. Dua-pertiga adalah perempuan. Pada tahun 2050, sebanyak 16 juta orang Amerika yang diproyeksikan untuk memiliki penyakit. Pada tahun 2011, biaya ekonomi dari merawat pasien Alzheimer melebihi $ 183.000.000.000, diproyeksikan meningkat menjadi $ 1,1 triliun pada tahun 2050. Alzheimer adalah penyebab utama kematian keenam di Amerika Serikat, membunuh lebih dari 75.000 orang Amerika setiap tahunnya. Saat ini, tidak ada obat untuk mencegah, mengubah atau menyembuhkan penyakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Pendanaan untuk penelitian ini berasal dari, California Institute for Regenerative Medicine, the Weatherstone Foundation, the National Institutes of Health, the Hartwell Foundation, the Lookout Fund and the McDonnell Foundation.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Sebuah aplikasi paten telah diajukan pada teknologi ini oleh University of California, San Diego. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: techtransfer.universityofcalifornia.edu/NCD/22199.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKEjHMkPwY9anAia-qqp1Kk6-vzBNPUQFgjf3zz5CqCT8GQI9XQ0SNEHaiyhuwJaN38xWao4wzqwsCy6vRp0ih-GASl7b_6wB1hIw0lPagx406m84Mh2AyVXkndEnAYQmmU6g_eEpilA/s72-c/Neuron%252520Azheimer%252520dari%252520Sel%252520Induk%252520Berpotensi%252520Majemuk%252520Sebgai%252520Sumber%252520Penyebab.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author></item><item><title>Review Penjualan Tablet dan E-Readers</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/review-penjualan-tablet-dan-e-readers.html</link><category>Tablets</category><pubDate>Tue, 24 Jan 2012 18:47:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-7492919922234980255</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqs01UTedSEK1LDtZ510X8wYwnUdQ-oidDlWTxOodmLKgy9agOVxHpD01fByevg-Lck0F8rb-gUSqM0vmc-u6XNNQ3k0W1B0lpiyTEhOGfRenB8WrdhGVWwShxkA0mlIWMmmVjnDgXAA/s1600/favorite-ereaders-tablets.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqs01UTedSEK1LDtZ510X8wYwnUdQ-oidDlWTxOodmLKgy9agOVxHpD01fByevg-Lck0F8rb-gUSqM0vmc-u6XNNQ3k0W1B0lpiyTEhOGfRenB8WrdhGVWwShxkA0mlIWMmmVjnDgXAA/s320/favorite-ereaders-tablets.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;JurnalScience&lt;/b&gt; – Penjualan &lt;b&gt;Komputer Tablet dan E-readers&lt;/b&gt; meledak di musim liburan 2011 dengan angka yang sangat dramatis, menurut Pew Research Center. Pew tidak pernah melihat lonjakan pertumbuhan ini yang begitu dahsatnya dalam kurun waktu 11 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Lebih dari seperempat orang dewasa di Amerika Serikat sekarang memilki komputer tablet maupun e-readers. Penjualan perangkat ini relatif baru meledak selama musim liburan, ini menurut sebuah studi dari &lt;b&gt;Pew Research Center.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Pada pertengahan Desember, sebanyak 10 persen dari penduduk AS memiliki tablet. Menurut penelitian&amp;nbsp; Pada awal januari, jumlah itu hampir dua kali lipat menjadi 19 persen. Kepemilikan E-reader dilacak dari nomor yang sama, bergerak dari angka 10 persen menjadi 19 persen selama musim liburan hal ini diduga diberikan sebagai hadiah. Persentase orang yang memiliki baik itu tablet maupun E-reader melonjak dari 19 persen menjadi 29 persen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhf8mTtUPzdkvU1UHXz5-m6Lso9utHSlqxkU71o8az-OkuBOwk-_E3Q2StzUvXgCc7RjRkdyf78K5eTfYgBFQB8lPrKojGYvtCxJV_DdtuAppn3Ym3GvUGZTvLCph_x3x2TeePqlg9oQA/s1600/tablets-ereaders-sales.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="235" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhf8mTtUPzdkvU1UHXz5-m6Lso9utHSlqxkU71o8az-OkuBOwk-_E3Q2StzUvXgCc7RjRkdyf78K5eTfYgBFQB8lPrKojGYvtCxJV_DdtuAppn3Ym3GvUGZTvLCph_x3x2TeePqlg9oQA/s320/tablets-ereaders-sales.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Studi yang dilakukan oleh pew meliputi tiga survei: survei pra liburan yaitu antara tanggal 16 November sampai 21 Desember dengan audien sebanyak 2.986 orang dewasa, kemudian studi pasca liburan dengan audien sebanyak 1000 orang yang dilakukan antara tanggal 5 januari dan 8, dan yang terakhir adalah dengan melakukan pemungutan suara dari 1.008 orang dari tanggal 12 januari sampai 15 januari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Angka yang Mengejutkan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Apa yang terjadi di pasar bahkan membuat para peneliti tidak bisa mengantisipasi pesatnya laju pertumbuhan penjualan Tablet dan E-reader. “ kami terkejut dengan jumlah keseluruhan&amp;nbsp; dan ini telah banyak didengungkan di berbagai media Bisnis mengenai kedua perangkat tersebut menjadi hadiah yang paling populer selama musim liburan,” kata Lee Rainie, direktur Internet Pew Research Center &amp;amp; American Life Project, melalui E-commerce Times.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Pew belum pernah melihat lonjakan pertumbuhan yang seperti ini dalam kurun waktu 11 tahun, kata Rainie. “ Lebih dari seperempat orang dewasa Amerika sekarang memiliki salah satu perangkat tersebut”, kedatangan mereka di pasaran telah menjadi gangguan besar bagi setiap perusahaan media. Tambah nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masa Depan Tablet&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Pertumbuhan pangsa pasar tablet dimasa depan bisa bertahan beberapa tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;“ Tablet akan menjadi sebuah kategori produk yang signifikan dalam dirinya sendiri, di samping smartphone dan PC netbook,” kata Peter King, direktur Touchscreen Tablet dan Strategi Analytics, E-Commerces Time. “ Kami memiliki hampir menelisik permukaan dari tablet apa yang dapat dan akan dilakukan di pasar vertikal dan perusahaan Plus, akan ada adopsi konsumen yang signifikan.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Lebih banyak orang akan memilih tablet lebih dari komputer tradisional, publikasi cetak atau televisi, King mengharapkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"Tablet adalah cara untuk mendapatkan headline berita cepat dan membaca panjang-bentuk materi," kata King.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masa Depan untuk e-Book Readers&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti untuk e-pembaca, biaya semakin terjangkau perangkat yang membantu untuk mendorong penjualan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"Titik-titik harga yang relatif rendah, dan pembaca mendapatkan digunakan untuk mengkonsumsi konten dengan cara ini," kata Roger Kay, pendiri dan pokok Endpoint Technologies, E-Commerce Times. "E-pembaca yang nyaman dan memberikan kepuasan instan." Tradeoff adalah bahwa Anda tidak mendapatkan pengalaman buku taktil bahwa beberapa orang seperti, katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Harga yang rendah pada e-reader&amp;nbsp; yang diproduksi oleh penyedia konten seperti Amazon (Nasdaq: AMZN) dan Barnes &amp;amp; Noble (NYSE: BKS) bisa menghalangi pengembangan e-reader dari non-penyedia konten.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Distributor Konten "memiliki ekonomi yang tepat untuk mendukung platform," kata Kay. "Tergantung pada bagaimana lisensi berhasil, meskipun, aplikasi e-reader dapat tersedia pada hampir platform apapun."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Shakeout adalah datang untuk pasar e-reader, menurut Raja. Para pemenang kemungkinan akan mencakup Amazon dan Barnes &amp;amp; Noble, karena mereka adalah pemimpin saat ini dan karena mereka dapat mengimbangi biaya produksi dengan penjualan konten.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"Hari ini ada mungkin 30-ditambah e-reader produsen, tetapi hanya dua dari mereka memiliki dua digit pangsa pasar secara global," kata Raja. "Kami berharap untuk melihat kontrak e-reader pasar daripada memperluas, sebagai generasi baru dari e-reader&amp;nbsp; tablet cannibalizes pasar e-reader khusus."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqs01UTedSEK1LDtZ510X8wYwnUdQ-oidDlWTxOodmLKgy9agOVxHpD01fByevg-Lck0F8rb-gUSqM0vmc-u6XNNQ3k0W1B0lpiyTEhOGfRenB8WrdhGVWwShxkA0mlIWMmmVjnDgXAA/s72-c/favorite-ereaders-tablets.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="36543" type="image/jpeg" url="http://4.bp.blogspot.com/-9zXZoskU0aQ/Tx6ZdB-m_VI/AAAAAAAABmg/ipkq4P9KfY0/s1600/favorite-ereaders-tablets.jpg"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>JurnalScience – Penjualan Komputer Tablet dan E-readers meledak di musim liburan 2011 dengan angka yang sangat dramatis, menurut Pew Research Center. Pew tidak pernah melihat lonjakan pertumbuhan ini yang begitu dahsatnya dalam kurun waktu 11 tahun. Lebih dari seperempat orang dewasa di Amerika Serikat sekarang memilki komputer tablet maupun e-readers. Penjualan perangkat ini relatif baru meledak selama musim liburan, ini menurut sebuah studi dari Pew Research Center. Pada pertengahan Desember, sebanyak 10 persen dari penduduk AS memiliki tablet. Menurut penelitian&amp;nbsp; Pada awal januari, jumlah itu hampir dua kali lipat menjadi 19 persen. Kepemilikan E-reader dilacak dari nomor yang sama, bergerak dari angka 10 persen menjadi 19 persen selama musim liburan hal ini diduga diberikan sebagai hadiah. Persentase orang yang memiliki baik itu tablet maupun E-reader melonjak dari 19 persen menjadi 29 persen. Studi yang dilakukan oleh pew meliputi tiga survei: survei pra liburan yaitu antara tanggal 16 November sampai 21 Desember dengan audien sebanyak 2.986 orang dewasa, kemudian studi pasca liburan dengan audien sebanyak 1000 orang yang dilakukan antara tanggal 5 januari dan 8, dan yang terakhir adalah dengan melakukan pemungutan suara dari 1.008 orang dari tanggal 12 januari sampai 15 januari. Angka yang Mengejutkan Apa yang terjadi di pasar bahkan membuat para peneliti tidak bisa mengantisipasi pesatnya laju pertumbuhan penjualan Tablet dan E-reader. “ kami terkejut dengan jumlah keseluruhan&amp;nbsp; dan ini telah banyak didengungkan di berbagai media Bisnis mengenai kedua perangkat tersebut menjadi hadiah yang paling populer selama musim liburan,” kata Lee Rainie, direktur Internet Pew Research Center &amp;amp; American Life Project, melalui E-commerce Times. Pew belum pernah melihat lonjakan pertumbuhan yang seperti ini dalam kurun waktu 11 tahun, kata Rainie. “ Lebih dari seperempat orang dewasa Amerika sekarang memiliki salah satu perangkat tersebut”, kedatangan mereka di pasaran telah menjadi gangguan besar bagi setiap perusahaan media. Tambah nya. Masa Depan Tablet Pertumbuhan pangsa pasar tablet dimasa depan bisa bertahan beberapa tahun. “ Tablet akan menjadi sebuah kategori produk yang signifikan dalam dirinya sendiri, di samping smartphone dan PC netbook,” kata Peter King, direktur Touchscreen Tablet dan Strategi Analytics, E-Commerces Time. “ Kami memiliki hampir menelisik permukaan dari tablet apa yang dapat dan akan dilakukan di pasar vertikal dan perusahaan Plus, akan ada adopsi konsumen yang signifikan.." Lebih banyak orang akan memilih tablet lebih dari komputer tradisional, publikasi cetak atau televisi, King mengharapkan. "Tablet adalah cara untuk mendapatkan headline berita cepat dan membaca panjang-bentuk materi," kata King. Masa Depan untuk e-Book Readers Seperti untuk e-pembaca, biaya semakin terjangkau perangkat yang membantu untuk mendorong penjualan. "Titik-titik harga yang relatif rendah, dan pembaca mendapatkan digunakan untuk mengkonsumsi konten dengan cara ini," kata Roger Kay, pendiri dan pokok Endpoint Technologies, E-Commerce Times. "E-pembaca yang nyaman dan memberikan kepuasan instan." Tradeoff adalah bahwa Anda tidak mendapatkan pengalaman buku taktil bahwa beberapa orang seperti, katanya. Harga yang rendah pada e-reader&amp;nbsp; yang diproduksi oleh penyedia konten seperti Amazon (Nasdaq: AMZN) dan Barnes &amp;amp; Noble (NYSE: BKS) bisa menghalangi pengembangan e-reader dari non-penyedia konten. Distributor Konten "memiliki ekonomi yang tepat untuk mendukung platform," kata Kay. "Tergantung pada bagaimana lisensi berhasil, meskipun, aplikasi e-reader dapat tersedia pada hampir platform apapun." Shakeout adalah datang untuk pasar e-reader, menurut Raja. Para pemenang kemungkinan akan mencakup Amazon dan Barnes &amp;amp; Noble, karena mereka adalah pemimpin saat ini dan karena mereka dapat mengimbangi biaya produksi dengan penjualan konten. "Hari ini ada mungkin 30-ditambah e-reader produsen, tetapi hanya dua dari mereka memiliki dua digit pangsa pasar secara global," kata Raja. "Kami berharap untuk melihat kontrak e-reader pasar daripada memperluas, sebagai generasi baru dari e-reader&amp;nbsp; tablet cannibalizes pasar e-reader khusus." http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>JurnalScience – Penjualan Komputer Tablet dan E-readers meledak di musim liburan 2011 dengan angka yang sangat dramatis, menurut Pew Research Center. Pew tidak pernah melihat lonjakan pertumbuhan ini yang begitu dahsatnya dalam kurun waktu 11 tahun. Lebih dari seperempat orang dewasa di Amerika Serikat sekarang memilki komputer tablet maupun e-readers. Penjualan perangkat ini relatif baru meledak selama musim liburan, ini menurut sebuah studi dari Pew Research Center. Pada pertengahan Desember, sebanyak 10 persen dari penduduk AS memiliki tablet. Menurut penelitian&amp;nbsp; Pada awal januari, jumlah itu hampir dua kali lipat menjadi 19 persen. Kepemilikan E-reader dilacak dari nomor yang sama, bergerak dari angka 10 persen menjadi 19 persen selama musim liburan hal ini diduga diberikan sebagai hadiah. Persentase orang yang memiliki baik itu tablet maupun E-reader melonjak dari 19 persen menjadi 29 persen. Studi yang dilakukan oleh pew meliputi tiga survei: survei pra liburan yaitu antara tanggal 16 November sampai 21 Desember dengan audien sebanyak 2.986 orang dewasa, kemudian studi pasca liburan dengan audien sebanyak 1000 orang yang dilakukan antara tanggal 5 januari dan 8, dan yang terakhir adalah dengan melakukan pemungutan suara dari 1.008 orang dari tanggal 12 januari sampai 15 januari. Angka yang Mengejutkan Apa yang terjadi di pasar bahkan membuat para peneliti tidak bisa mengantisipasi pesatnya laju pertumbuhan penjualan Tablet dan E-reader. “ kami terkejut dengan jumlah keseluruhan&amp;nbsp; dan ini telah banyak didengungkan di berbagai media Bisnis mengenai kedua perangkat tersebut menjadi hadiah yang paling populer selama musim liburan,” kata Lee Rainie, direktur Internet Pew Research Center &amp;amp; American Life Project, melalui E-commerce Times. Pew belum pernah melihat lonjakan pertumbuhan yang seperti ini dalam kurun waktu 11 tahun, kata Rainie. “ Lebih dari seperempat orang dewasa Amerika sekarang memiliki salah satu perangkat tersebut”, kedatangan mereka di pasaran telah menjadi gangguan besar bagi setiap perusahaan media. Tambah nya. Masa Depan Tablet Pertumbuhan pangsa pasar tablet dimasa depan bisa bertahan beberapa tahun. “ Tablet akan menjadi sebuah kategori produk yang signifikan dalam dirinya sendiri, di samping smartphone dan PC netbook,” kata Peter King, direktur Touchscreen Tablet dan Strategi Analytics, E-Commerces Time. “ Kami memiliki hampir menelisik permukaan dari tablet apa yang dapat dan akan dilakukan di pasar vertikal dan perusahaan Plus, akan ada adopsi konsumen yang signifikan.." Lebih banyak orang akan memilih tablet lebih dari komputer tradisional, publikasi cetak atau televisi, King mengharapkan. "Tablet adalah cara untuk mendapatkan headline berita cepat dan membaca panjang-bentuk materi," kata King. Masa Depan untuk e-Book Readers Seperti untuk e-pembaca, biaya semakin terjangkau perangkat yang membantu untuk mendorong penjualan. "Titik-titik harga yang relatif rendah, dan pembaca mendapatkan digunakan untuk mengkonsumsi konten dengan cara ini," kata Roger Kay, pendiri dan pokok Endpoint Technologies, E-Commerce Times. "E-pembaca yang nyaman dan memberikan kepuasan instan." Tradeoff adalah bahwa Anda tidak mendapatkan pengalaman buku taktil bahwa beberapa orang seperti, katanya. Harga yang rendah pada e-reader&amp;nbsp; yang diproduksi oleh penyedia konten seperti Amazon (Nasdaq: AMZN) dan Barnes &amp;amp; Noble (NYSE: BKS) bisa menghalangi pengembangan e-reader dari non-penyedia konten. Distributor Konten "memiliki ekonomi yang tepat untuk mendukung platform," kata Kay. "Tergantung pada bagaimana lisensi berhasil, meskipun, aplikasi e-reader dapat tersedia pada hampir platform apapun." Shakeout adalah datang untuk pasar e-reader, menurut Raja. Para pemenang kemungkinan akan mencakup Amazon dan Barnes &amp;amp; Noble, karena mereka adalah pemimpin saat ini dan karena mereka dapat mengimbangi biaya produksi dengan penjualan konten. "Hari ini ada mungkin 30-ditambah e-reader produsen, tetapi hanya dua dari mereka memiliki dua digit pangsa pasar secara global," kata Raja. "Kami berharap untuk melihat kontrak e-reader pasar daripada memperluas, sebagai generasi baru dari e-reader&amp;nbsp; tablet cannibalizes pasar e-reader khusus." http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>Tablets</itunes:keywords></item><item><title>Proses Pendaftaran Gmail baru disodorkan ke Google+</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/proses-pendaftaran-gmail-baru.html</link><category>Teknologi Informasi</category><pubDate>Tue, 24 Jan 2012 02:51:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-658255151290816697</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlfi_mRU_SWO1BLkqvCkrxtDIXtpkN4p8dk9l5tYp7cuyHPkuIArTGNmsMnPwMKmp_t_sd-6jVTn9cEGAEz6cRWs5Hqj2SHQnAydCLQdj8hmhE-lJe1GYD35vuGaNeB3VVgNfelwpU9A/s1600/google-Proses+Pendaftaran+Gmail+baru+disodorkan+ke+Google%252B.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlfi_mRU_SWO1BLkqvCkrxtDIXtpkN4p8dk9l5tYp7cuyHPkuIArTGNmsMnPwMKmp_t_sd-6jVTn9cEGAEz6cRWs5Hqj2SHQnAydCLQdj8hmhE-lJe1GYD35vuGaNeB3VVgNfelwpU9A/s200/google-Proses+Pendaftaran+Gmail+baru+disodorkan+ke+Google%252B.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;JurnalScience&lt;/b&gt; - Pengguna yang ingin membuat akun &lt;a href="https://mail.google.com/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Gmail &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;baru kini juga akan diminta untuk mendaftar ke Google +, jaringan sosial perusahaan. Proses baru mengharuskan pengguna untuk membuat kedua account Gmail dan profil Google. Dari sana, dia bergabung otomatis &lt;a href="https://plus.google.com/u/0/?tab=TX" target="_blank"&gt;Google +&lt;/a&gt;. Sistem ini kemungkinan akan memompa Pengguna Google + tapi ini&amp;nbsp; bisa mengganggu mereka yang mencari cara sederhana dan mudah untuk membuat account email baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.google.com/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;G&lt;/b&gt;oogle &lt;/a&gt;(Nasdaq: GOOG) adalah menggabungkan jaringan sosial, Google +, di hampir setiap bagian dari kerajaan online - termasuk, yang paling baru, sistem Gmail nya. Sekarang, pengguna baru yang ingin account Gmail juga harus mendaftar untuk Google +.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Hal itu belum tentu langkah baru untuk Google. Perusahaan telah mengintegrasikan produk-produknya untuk tahun, dari Picasa ke &lt;a href="http://www.youtube.com/" target="_blank"&gt;YouTube&lt;/a&gt; ke Blogger untuk mungkin alat produktivitas yang paling populer, Gmail.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Namun, upaya untuk meningkatkan nya Google + basis pengguna Gmail bisa membuktikan melalui kisi untuk beberapa pengguna yang sangat sensitif tentang privasi, atau untuk orang hanya ingin menepuk sebuah akun email baru tanpa banyak repot.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Proses baru mengharuskan pengguna untuk membuat kedua account Gmail dan profil Google. Dari sana, dia bergabung otomatis Google +. Bentuk baru ini juga meminta informasi tambahan, seperti gender dan nomor telepon seluler, meskipun yang terakhir ini tidak wajib diisi. Sebelumnya, semua orang butuhkan adalah sebuah alamat email untuk mendapatkan account Gmail.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Perubahan dalam prosedur pertama kali dilaporkan oleh blog Google Operating System. Google mulai menggelar Akun ini sign-up aliran pada bulan November, juru bicara Chris Gaither. "Kami belum mengubah Account Google&amp;nbsp; lebih dari tujuh tahun jadi karena untuk perlu refresh," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Alasan untuk perubahan, menurut sebuah pernyataan yang Gaither, adalah bahwa Google ingin mengembangkan aliran sign-up yang konsisten seluruh produk yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"Melanjutkan integrasi Google jelas merupakan suatu faktor utama dari pertumbuhan dalam jaringan sosial," kata Gabe Donnini, solusi data insinyur di Chitika, TechNewsWorld.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"Jika Anda menggabungkan ini mendorong integrasi mulus dengan reputasi Google dan pengakuan merek nama, mudah untuk melihat bagaimana hal ini mengemudi tidak hanya pengguna saat ini ke Google + tapi juga menciptakan ketergantungan dengan produk lainnya mereka tidak mungkin telah mencoba atau digunakan yang sering," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Apakah pengguna akan terganggu karena harus membuat profil akan tergantung sepenuhnya pada bagaimana mereka melihat langkah, ia menambahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"Meskipun tidak seolah-olah Google mensyaratkan bahwa pengguna Gmail menjadi pengguna aktif Google + jika mereka ingin menjaga account mereka," katanya. "Seorang pengguna dapat mendaftar untuk jaringan dan kemudian lupa itu ada."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlfi_mRU_SWO1BLkqvCkrxtDIXtpkN4p8dk9l5tYp7cuyHPkuIArTGNmsMnPwMKmp_t_sd-6jVTn9cEGAEz6cRWs5Hqj2SHQnAydCLQdj8hmhE-lJe1GYD35vuGaNeB3VVgNfelwpU9A/s72-c/google-Proses+Pendaftaran+Gmail+baru+disodorkan+ke+Google%252B.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">8</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="7572" type="image/jpeg" url="http://4.bp.blogspot.com/-Qkg75IS7gSw/Tx25wCA4c-I/AAAAAAAABmY/8ns0Nc8DRU0/s1600/google-Proses+Pendaftaran+Gmail+baru+disodorkan+ke+Google%252B.jpg"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>JurnalScience - Pengguna yang ingin membuat akun Gmail baru kini juga akan diminta untuk mendaftar ke Google +, jaringan sosial perusahaan. Proses baru mengharuskan pengguna untuk membuat kedua account Gmail dan profil Google. Dari sana, dia bergabung otomatis Google +. Sistem ini kemungkinan akan memompa Pengguna Google + tapi ini&amp;nbsp; bisa mengganggu mereka yang mencari cara sederhana dan mudah untuk membuat account email baru. Google (Nasdaq: GOOG) adalah menggabungkan jaringan sosial, Google +, di hampir setiap bagian dari kerajaan online - termasuk, yang paling baru, sistem Gmail nya. Sekarang, pengguna baru yang ingin account Gmail juga harus mendaftar untuk Google +. Hal itu belum tentu langkah baru untuk Google. Perusahaan telah mengintegrasikan produk-produknya untuk tahun, dari Picasa ke YouTube ke Blogger untuk mungkin alat produktivitas yang paling populer, Gmail. Namun, upaya untuk meningkatkan nya Google + basis pengguna Gmail bisa membuktikan melalui kisi untuk beberapa pengguna yang sangat sensitif tentang privasi, atau untuk orang hanya ingin menepuk sebuah akun email baru tanpa banyak repot. Proses baru mengharuskan pengguna untuk membuat kedua account Gmail dan profil Google. Dari sana, dia bergabung otomatis Google +. Bentuk baru ini juga meminta informasi tambahan, seperti gender dan nomor telepon seluler, meskipun yang terakhir ini tidak wajib diisi. Sebelumnya, semua orang butuhkan adalah sebuah alamat email untuk mendapatkan account Gmail. Perubahan dalam prosedur pertama kali dilaporkan oleh blog Google Operating System. Google mulai menggelar Akun ini sign-up aliran pada bulan November, juru bicara Chris Gaither. "Kami belum mengubah Account Google&amp;nbsp; lebih dari tujuh tahun jadi karena untuk perlu refresh," katanya. Alasan untuk perubahan, menurut sebuah pernyataan yang Gaither, adalah bahwa Google ingin mengembangkan aliran sign-up yang konsisten seluruh produk yang berbeda. "Melanjutkan integrasi Google jelas merupakan suatu faktor utama dari pertumbuhan dalam jaringan sosial," kata Gabe Donnini, solusi data insinyur di Chitika, TechNewsWorld. "Jika Anda menggabungkan ini mendorong integrasi mulus dengan reputasi Google dan pengakuan merek nama, mudah untuk melihat bagaimana hal ini mengemudi tidak hanya pengguna saat ini ke Google + tapi juga menciptakan ketergantungan dengan produk lainnya mereka tidak mungkin telah mencoba atau digunakan yang sering," katanya. Apakah pengguna akan terganggu karena harus membuat profil akan tergantung sepenuhnya pada bagaimana mereka melihat langkah, ia menambahkan. "Meskipun tidak seolah-olah Google mensyaratkan bahwa pengguna Gmail menjadi pengguna aktif Google + jika mereka ingin menjaga account mereka," katanya. "Seorang pengguna dapat mendaftar untuk jaringan dan kemudian lupa itu ada." http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>JurnalScience - Pengguna yang ingin membuat akun Gmail baru kini juga akan diminta untuk mendaftar ke Google +, jaringan sosial perusahaan. Proses baru mengharuskan pengguna untuk membuat kedua account Gmail dan profil Google. Dari sana, dia bergabung otomatis Google +. Sistem ini kemungkinan akan memompa Pengguna Google + tapi ini&amp;nbsp; bisa mengganggu mereka yang mencari cara sederhana dan mudah untuk membuat account email baru. Google (Nasdaq: GOOG) adalah menggabungkan jaringan sosial, Google +, di hampir setiap bagian dari kerajaan online - termasuk, yang paling baru, sistem Gmail nya. Sekarang, pengguna baru yang ingin account Gmail juga harus mendaftar untuk Google +. Hal itu belum tentu langkah baru untuk Google. Perusahaan telah mengintegrasikan produk-produknya untuk tahun, dari Picasa ke YouTube ke Blogger untuk mungkin alat produktivitas yang paling populer, Gmail. Namun, upaya untuk meningkatkan nya Google + basis pengguna Gmail bisa membuktikan melalui kisi untuk beberapa pengguna yang sangat sensitif tentang privasi, atau untuk orang hanya ingin menepuk sebuah akun email baru tanpa banyak repot. Proses baru mengharuskan pengguna untuk membuat kedua account Gmail dan profil Google. Dari sana, dia bergabung otomatis Google +. Bentuk baru ini juga meminta informasi tambahan, seperti gender dan nomor telepon seluler, meskipun yang terakhir ini tidak wajib diisi. Sebelumnya, semua orang butuhkan adalah sebuah alamat email untuk mendapatkan account Gmail. Perubahan dalam prosedur pertama kali dilaporkan oleh blog Google Operating System. Google mulai menggelar Akun ini sign-up aliran pada bulan November, juru bicara Chris Gaither. "Kami belum mengubah Account Google&amp;nbsp; lebih dari tujuh tahun jadi karena untuk perlu refresh," katanya. Alasan untuk perubahan, menurut sebuah pernyataan yang Gaither, adalah bahwa Google ingin mengembangkan aliran sign-up yang konsisten seluruh produk yang berbeda. "Melanjutkan integrasi Google jelas merupakan suatu faktor utama dari pertumbuhan dalam jaringan sosial," kata Gabe Donnini, solusi data insinyur di Chitika, TechNewsWorld. "Jika Anda menggabungkan ini mendorong integrasi mulus dengan reputasi Google dan pengakuan merek nama, mudah untuk melihat bagaimana hal ini mengemudi tidak hanya pengguna saat ini ke Google + tapi juga menciptakan ketergantungan dengan produk lainnya mereka tidak mungkin telah mencoba atau digunakan yang sering," katanya. Apakah pengguna akan terganggu karena harus membuat profil akan tergantung sepenuhnya pada bagaimana mereka melihat langkah, ia menambahkan. "Meskipun tidak seolah-olah Google mensyaratkan bahwa pengguna Gmail menjadi pengguna aktif Google + jika mereka ingin menjaga account mereka," katanya. "Seorang pengguna dapat mendaftar untuk jaringan dan kemudian lupa itu ada." http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>Teknologi Informasi</itunes:keywords></item><item><title>Senyawa dalam Teh Menginduksi Kematian Pada Sel Kanker Usus Besar</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/senyawa-dalam-teh-menginduksi-kematian.html</link><category>Kanker</category><category>kesehatan</category><pubDate>Tue, 24 Jan 2012 02:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-3837215799352160403</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;JurnalScience&lt;/b&gt; – Mampukan sebuah senyawa dalam &lt;a href="http://jurnalsecience.blogspot.com/2011/12/pengobatan-menggunakan-teh-putih.html" target="_blank"&gt;teh&lt;/a&gt; dapat mencegah &lt;a href="http://jurnalsecience.blogspot.com/2011/12/tanning-booths-tingkatkan-risiko-kanker.html" target="_blank"&gt;penyakit kanker&lt;/a&gt; usus besar? Dalam studi terbaru di &lt;u&gt;&lt;b&gt;Universitas illinois&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;, para ilmuan menunjukkan bahwa sel-sel kanker&amp;nbsp; usus besar manusia mati ketika mereka terkena senyawa bioaktif yang terdapat didalam secangkir minuman yang telah lama di konsumsi oleh masyarakat Amerika Selatan. “ Derivatif kafein yang terdapat didalam teh tidak hanya membunuh pasangan induksi didalam sel kanker usus besar manusia, tetapi mereka juga mengurangi tanda penting peradangan” kata Elvira de mejia, Seorang profesor kimia makanan dan toksikologi makanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Ini adalah sangat penting dikarenakan peradangan dapat memicu pertumbuhan sel sel kangker katanya. Dalam studi in vitro, e Mejia dan Sirima Puangpraphant mengisolasi, memurnikan dan kemudian mengobati kanker usus besar manusia dengan caffeoylqunic (CQA) yaitu turuan asam dari mate tea. "Secara sederhana, sel kanker diri destruct karena DNA-nya telah rusak," katanya kemudia dia menjelaskan bahwa Kemampuan untuk menginduksi apoptosis, atau sel mati, adalah taktik yang menjanjikan untuk intervensi terapi pada semua jenis kanker.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;De Mejia&lt;/i&gt; mengatakan bahwa mereka mampu mengidentifikasi mekanisme yang menyebabkan kematian sel. Derivatif tertentu &lt;b&gt;CQA&lt;/b&gt; menurun drastis beberapa penanda peradangan, termasuk &lt;b&gt;NF-kappa-B&lt;/b&gt;, yang mengatur banyak gen yang mempengaruhi proses melalui produksi enzim penting. Pada akhirnya sel-sel kanker mati dengan induksi dua enzim spesifik, &lt;b&gt;caspase-3&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;caspase-8&lt;/b&gt;, jelas de Mejia. "Jika kita dapat mengurangi aktivitas NF-kappa-B, penanda penting yang menghubungkan peradangan dan kanker, kita akan lebih mampu mengontrol transformasi sel normal menjadi sel kanker," tambahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Hasil dari penelitian ini Kami sangat menyarankan bahwa derivatif kafein yang terdapat di dalam teh memiliki potensi sebagai agen anti kanker dan juga dapat membantu untuk penyakit yang lainnya yang masih berhubungan dengan peradagan katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Tapi, karena &lt;b&gt;mikroflora&lt;/b&gt; usus besar dan yang memainkan peran utama dalam penyerapan dan metabolisme kafein-senyawa terkait, efek anti-inflamasi dan anti-kanker teh pasangan mungkin paling berguna dalam usus besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Para ilmuwan telah selesai dan akan segera mempublikasikan hasil studi yang membandingkan perkembangan kanker usus besar pada tikus yang meminum teh pasangan sebagai satu-satunya sumber air mereka dengan kelompok kontrol yang hanya minum air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber: &lt;a href="http://aces.illinois.edu/" target="_blank"&gt;University of Illinois College of Agricultural, Consumer and Environmental Sciences&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author></item><item><title>Penelitian Memerangi Agen Saraf Mendapatkan Dana Hibah $7.5 M</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/penelitian-memerangi-agen-saraf.html</link><category>kesehatan</category><category>Kimia</category><category>teknologi</category><pubDate>Mon, 23 Jan 2012 00:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-6357634461377409234</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoqYHzzFw2_uHLCWSeItAmHaroPxGOxpAPJuRBfVPLwLoInUDEwTiSiTDq_QxVrD8XJs-tFX-IgxFjufKok9VI5wF-wkJIXYXVg1ZM4KY19nGQFsiBbVaA9pZr2FB2Br2w58fclVeOzA/s1600/Penelitian+Memerangi+Agen+Saraf+Mendapatkan+Dana+Hibah+%25247.5+M.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoqYHzzFw2_uHLCWSeItAmHaroPxGOxpAPJuRBfVPLwLoInUDEwTiSiTDq_QxVrD8XJs-tFX-IgxFjufKok9VI5wF-wkJIXYXVg1ZM4KY19nGQFsiBbVaA9pZr2FB2Br2w58fclVeOzA/s320/Penelitian+Memerangi+Agen+Saraf+Mendapatkan+Dana+Hibah+%25247.5+M.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span class="hps"&gt;Menggunakan kimia&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;komputasi untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;membantu mengembangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penangkal&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;baru untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;agen saraf&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Christopher&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Hadad&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Ph.D.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;profesor kimia&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di The Ohio&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;State University&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Ohio Supercomputer Center&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;leveraged&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sumber daya untuk menciptakan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;model&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dinamika molekul&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;paraoxonase&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;terikat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ligan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;(kredit&lt;/span&gt;&lt;span&gt;:&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Hadad&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;/&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;OSU&lt;/span&gt;&lt;span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;JurnalScience&lt;/b&gt; –&lt;i&gt; Dr. Hadad merupakan salah satu kelompok riset yang konsisten sebagai pengguna terbesar di pusat siklus komputasi, kata Ashok Krishnamurthy, yang sementara menjabat sebagai wakil direktur ekskutif OSC (&lt;b&gt;Ohio Supercomputer Center&lt;/b&gt;). “ sangat menyenangkan bagi OSC untuk dapat memberikan sumber daya yang membantu memformalkan seperti kolaborasi penting. Mudah-mudahan, hal ini akan menyebabkan langkah-langkah signifikan terhadap pencegahan agen-agen beracun.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Agen saraf adalah bahan kimia yang menyerang sitem saraf yang menyebabkan kelumpuhan dan kejang-kejang yang pada akhirnya menyebabkan kematian pasien dengan gejala sesak nafas. Mereka melakukannya dengan ikatan enzim acetylcholinesterase sehingga tidak dapat mengirim pesan-pesan kimiawi dari otak ke seluruh tubuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Jika agen saraf ini melekat pada enzim, maka agen saraf tidak dapat dihapus, jelas Magliery. Jadi para peneliti memfokuskan diri pada bagaimana cara untuk menghentikan kimia mematikan tersebut sebelum mereka dapat menyerang enzim. Mereka telah merekayasa souped-up versi enzim alami manusia yang akan mencari agen saraf dari aliran darah. Tidak ada tes yang melibatkan agen saraf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"Agen seperti gas sarin saraf, dan pestisida bahkan berhubungan, merupakan ancaman signifikan di tangan teroris, dan kami benar-benar kurang dalam cara-cara untuk mengobati korban massal," kata Magliery, wakil pimpinan pusat Ohio. "Untungnya, sudah&amp;nbsp; ada enzim dalam darah manusia yang dapat menonaktifkan agen ini. Kita hanya perlu insinyur untuk dapat&amp;nbsp; menjadikan ini&amp;nbsp; lebih efisien, dan kita harus mampu menghasilkan dan merumuskan mereka sebagai obat. "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Hadad memimpin upaya untuk pembuatan model struktur kimia&amp;nbsp; calon&amp;nbsp; enzim dalam sistem superkomputer yang kuat dan diparalel di OSC, sementara Magliery memproduksi versi sintetis dari enzim baru untuk pengujian lebih lanjut dan evaluasi praklinis oleh Angkatan Darat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"Hasil awal dari putaran pertama hibah ini menunjukkan bahwa enzim ini dapat direkayasa untuk memiliki aktivitas yang cukup untuk digunakan sebagai agen terapeutik," kata Magliery. "Tapi masih ada tantangan di depan. Ada banyak agen terkait, dan ada beberapa enzim yang digunakan sebagai obat hari ini. "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"Hasil awal dari putaran pertama hibah ini menunjukkan bahwa enzim ini dapat direkayasa untuk dapat memiliki aktivitas yang cukup untuk digunakan sebagai agen terapeutik," kata Magliery. "Tapi masih ada tantangan di depan. Ada banyak agen terkait, dan ada beberapa enzim yang digunakan sebagai obat hari ini. "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Hadad menguraikan salah satu tantangan utama. "Di alam, masing-masing enzim pada umumnya hanya memiliki satu fungsi - satu hal bahwa hal itu sangat baik," katanya. "Tapi kita memerlukan enzim yang akan menonaktifkan banyak agen saraf yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"Kami butuh satu molekul yang dapat melakukan semuanya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Magliery menambahkan bahwa enzim yang ideal akan tetap aktif selama beberapa hari atau minggu pada satu waktu, menarik zat-zat beracun dari tubuh berulang-ulang. Hal ini dapat diberikan sebagai penangkal segera setelah serangan, atau sebagai inokulasi terhadap serangan di masa depan. Tentara dan responden pertama adalah salah satu penerima kemungkinan seperti dosis pencegahan, tapi begitu juga orang-orang yang pekerjaan rutin mengekspos mereka untuk agen saraf, bahkan dalam jumlah kecil. Sebagai contoh, 300.000 pekerja pertanian Amerika menderita keracunan pestisida setiap tahun, menurut US Environmental Protection Agency. Pestisida rumah tangga menimbulkan bahaya yang sama, sehingga obat enzimatik bisa menyelamatkan nyawa di pusat-pusat kendali racun juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.osc.edu/" rel="dofollow" title="Penelitian Memerangi Agen Saraf Mendapatkan Dana Hibah $7.5 M"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Ohio Supercomputer Center&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoqYHzzFw2_uHLCWSeItAmHaroPxGOxpAPJuRBfVPLwLoInUDEwTiSiTDq_QxVrD8XJs-tFX-IgxFjufKok9VI5wF-wkJIXYXVg1ZM4KY19nGQFsiBbVaA9pZr2FB2Br2w58fclVeOzA/s72-c/Penelitian+Memerangi+Agen+Saraf+Mendapatkan+Dana+Hibah+%25247.5+M.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="72883" type="image/jpeg" url="http://1.bp.blogspot.com/-YjBJ6zOfQH4/TxxH87AHbDI/AAAAAAAABmQ/qpED7s6_XMs/s1600/Penelitian+Memerangi+Agen+Saraf+Mendapatkan+Dana+Hibah+%25247.5+M.jpg"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>Menggunakan kimia komputasi untuk membantu mengembangkan penangkal baru untuk agen saraf, Christopher Hadad, Ph.D., profesor kimia di The Ohio State University, Ohio Supercomputer Center leveraged sumber daya untuk menciptakan model dinamika molekul paraoxonase terikat ligan. (kredit: Hadad / OSU) JurnalScience – Dr. Hadad merupakan salah satu kelompok riset yang konsisten sebagai pengguna terbesar di pusat siklus komputasi, kata Ashok Krishnamurthy, yang sementara menjabat sebagai wakil direktur ekskutif OSC (Ohio Supercomputer Center). “ sangat menyenangkan bagi OSC untuk dapat memberikan sumber daya yang membantu memformalkan seperti kolaborasi penting. Mudah-mudahan, hal ini akan menyebabkan langkah-langkah signifikan terhadap pencegahan agen-agen beracun. Agen saraf adalah bahan kimia yang menyerang sitem saraf yang menyebabkan kelumpuhan dan kejang-kejang yang pada akhirnya menyebabkan kematian pasien dengan gejala sesak nafas. Mereka melakukannya dengan ikatan enzim acetylcholinesterase sehingga tidak dapat mengirim pesan-pesan kimiawi dari otak ke seluruh tubuh. Jika agen saraf ini melekat pada enzim, maka agen saraf tidak dapat dihapus, jelas Magliery. Jadi para peneliti memfokuskan diri pada bagaimana cara untuk menghentikan kimia mematikan tersebut sebelum mereka dapat menyerang enzim. Mereka telah merekayasa souped-up versi enzim alami manusia yang akan mencari agen saraf dari aliran darah. Tidak ada tes yang melibatkan agen saraf. "Agen seperti gas sarin saraf, dan pestisida bahkan berhubungan, merupakan ancaman signifikan di tangan teroris, dan kami benar-benar kurang dalam cara-cara untuk mengobati korban massal," kata Magliery, wakil pimpinan pusat Ohio. "Untungnya, sudah&amp;nbsp; ada enzim dalam darah manusia yang dapat menonaktifkan agen ini. Kita hanya perlu insinyur untuk dapat&amp;nbsp; menjadikan ini&amp;nbsp; lebih efisien, dan kita harus mampu menghasilkan dan merumuskan mereka sebagai obat. " Hadad memimpin upaya untuk pembuatan model struktur kimia&amp;nbsp; calon&amp;nbsp; enzim dalam sistem superkomputer yang kuat dan diparalel di OSC, sementara Magliery memproduksi versi sintetis dari enzim baru untuk pengujian lebih lanjut dan evaluasi praklinis oleh Angkatan Darat. "Hasil awal dari putaran pertama hibah ini menunjukkan bahwa enzim ini dapat direkayasa untuk memiliki aktivitas yang cukup untuk digunakan sebagai agen terapeutik," kata Magliery. "Tapi masih ada tantangan di depan. Ada banyak agen terkait, dan ada beberapa enzim yang digunakan sebagai obat hari ini. " "Hasil awal dari putaran pertama hibah ini menunjukkan bahwa enzim ini dapat direkayasa untuk dapat memiliki aktivitas yang cukup untuk digunakan sebagai agen terapeutik," kata Magliery. "Tapi masih ada tantangan di depan. Ada banyak agen terkait, dan ada beberapa enzim yang digunakan sebagai obat hari ini. " Hadad menguraikan salah satu tantangan utama. "Di alam, masing-masing enzim pada umumnya hanya memiliki satu fungsi - satu hal bahwa hal itu sangat baik," katanya. "Tapi kita memerlukan enzim yang akan menonaktifkan banyak agen saraf yang berbeda. "Kami butuh satu molekul yang dapat melakukan semuanya." Magliery menambahkan bahwa enzim yang ideal akan tetap aktif selama beberapa hari atau minggu pada satu waktu, menarik zat-zat beracun dari tubuh berulang-ulang. Hal ini dapat diberikan sebagai penangkal segera setelah serangan, atau sebagai inokulasi terhadap serangan di masa depan. Tentara dan responden pertama adalah salah satu penerima kemungkinan seperti dosis pencegahan, tapi begitu juga orang-orang yang pekerjaan rutin mengekspos mereka untuk agen saraf, bahkan dalam jumlah kecil. Sebagai contoh, 300.000 pekerja pertanian Amerika menderita keracunan pestisida setiap tahun, menurut US Environmental Protection Agency. Pestisida rumah tangga menimbulkan bahaya yang sama, sehingga obat enzimatik bisa menyelamatkan nyawa di pusat-pusat kendali racun juga. Sumber: Ohio Supercomputer Center http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>Menggunakan kimia komputasi untuk membantu mengembangkan penangkal baru untuk agen saraf, Christopher Hadad, Ph.D., profesor kimia di The Ohio State University, Ohio Supercomputer Center leveraged sumber daya untuk menciptakan model dinamika molekul paraoxonase terikat ligan. (kredit: Hadad / OSU) JurnalScience – Dr. Hadad merupakan salah satu kelompok riset yang konsisten sebagai pengguna terbesar di pusat siklus komputasi, kata Ashok Krishnamurthy, yang sementara menjabat sebagai wakil direktur ekskutif OSC (Ohio Supercomputer Center). “ sangat menyenangkan bagi OSC untuk dapat memberikan sumber daya yang membantu memformalkan seperti kolaborasi penting. Mudah-mudahan, hal ini akan menyebabkan langkah-langkah signifikan terhadap pencegahan agen-agen beracun. Agen saraf adalah bahan kimia yang menyerang sitem saraf yang menyebabkan kelumpuhan dan kejang-kejang yang pada akhirnya menyebabkan kematian pasien dengan gejala sesak nafas. Mereka melakukannya dengan ikatan enzim acetylcholinesterase sehingga tidak dapat mengirim pesan-pesan kimiawi dari otak ke seluruh tubuh. Jika agen saraf ini melekat pada enzim, maka agen saraf tidak dapat dihapus, jelas Magliery. Jadi para peneliti memfokuskan diri pada bagaimana cara untuk menghentikan kimia mematikan tersebut sebelum mereka dapat menyerang enzim. Mereka telah merekayasa souped-up versi enzim alami manusia yang akan mencari agen saraf dari aliran darah. Tidak ada tes yang melibatkan agen saraf. "Agen seperti gas sarin saraf, dan pestisida bahkan berhubungan, merupakan ancaman signifikan di tangan teroris, dan kami benar-benar kurang dalam cara-cara untuk mengobati korban massal," kata Magliery, wakil pimpinan pusat Ohio. "Untungnya, sudah&amp;nbsp; ada enzim dalam darah manusia yang dapat menonaktifkan agen ini. Kita hanya perlu insinyur untuk dapat&amp;nbsp; menjadikan ini&amp;nbsp; lebih efisien, dan kita harus mampu menghasilkan dan merumuskan mereka sebagai obat. " Hadad memimpin upaya untuk pembuatan model struktur kimia&amp;nbsp; calon&amp;nbsp; enzim dalam sistem superkomputer yang kuat dan diparalel di OSC, sementara Magliery memproduksi versi sintetis dari enzim baru untuk pengujian lebih lanjut dan evaluasi praklinis oleh Angkatan Darat. "Hasil awal dari putaran pertama hibah ini menunjukkan bahwa enzim ini dapat direkayasa untuk memiliki aktivitas yang cukup untuk digunakan sebagai agen terapeutik," kata Magliery. "Tapi masih ada tantangan di depan. Ada banyak agen terkait, dan ada beberapa enzim yang digunakan sebagai obat hari ini. " "Hasil awal dari putaran pertama hibah ini menunjukkan bahwa enzim ini dapat direkayasa untuk dapat memiliki aktivitas yang cukup untuk digunakan sebagai agen terapeutik," kata Magliery. "Tapi masih ada tantangan di depan. Ada banyak agen terkait, dan ada beberapa enzim yang digunakan sebagai obat hari ini. " Hadad menguraikan salah satu tantangan utama. "Di alam, masing-masing enzim pada umumnya hanya memiliki satu fungsi - satu hal bahwa hal itu sangat baik," katanya. "Tapi kita memerlukan enzim yang akan menonaktifkan banyak agen saraf yang berbeda. "Kami butuh satu molekul yang dapat melakukan semuanya." Magliery menambahkan bahwa enzim yang ideal akan tetap aktif selama beberapa hari atau minggu pada satu waktu, menarik zat-zat beracun dari tubuh berulang-ulang. Hal ini dapat diberikan sebagai penangkal segera setelah serangan, atau sebagai inokulasi terhadap serangan di masa depan. Tentara dan responden pertama adalah salah satu penerima kemungkinan seperti dosis pencegahan, tapi begitu juga orang-orang yang pekerjaan rutin mengekspos mereka untuk agen saraf, bahkan dalam jumlah kecil. Sebagai contoh, 300.000 pekerja pertanian Amerika menderita keracunan pestisida setiap tahun, menurut US Environmental Protection Agency. Pestisida rumah tangga menimbulkan bahaya yang sama, sehingga obat enzimatik bisa menyelamatkan nyawa di pusat-pusat kendali racun juga. Sumber: Ohio Supercomputer Center http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>kesehatan, Kimia, teknologi</itunes:keywords></item><item><title>Obat Anti-Malaria disintesis Dengan Bantuan Oksigen dan Cahaya</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/obat-anti-malaria-disintesis-dengan.html</link><category>kesehatan</category><category>Penyakit</category><pubDate>Sun, 22 Jan 2012 21:35:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-531598370181256639</guid><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwenPqq67u0FnPrp7OOcpobsGIsnbyB36agdhuhPdhIR4SlvZAyTb-ia8Ywp0Rxpo17h8CwEFGPTH8BmNIInjW38HrBKGaotkjfKTu78GnuserRoUVJh9M10h7tIjCfzE1xvbV7vg-kA/s1600/Obat+Anti-Malaria+disintesis+Dengan+Bantuan+Oksigen+dan+Cahaya.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwenPqq67u0FnPrp7OOcpobsGIsnbyB36agdhuhPdhIR4SlvZAyTb-ia8Ywp0Rxpo17h8CwEFGPTH8BmNIInjW38HrBKGaotkjfKTu78GnuserRoUVJh9M10h7tIjCfzE1xvbV7vg-kA/s1600/Obat+Anti-Malaria+disintesis+Dengan+Bantuan+Oksigen+dan+Cahaya.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;(Credit: © Peter H. Seeberger)&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;JurnalScience &lt;/b&gt;– Sebuah penelitian baru menunjukkan dimasa depan itu seharusnya bisa memproduksi obat anti malaria yang terbaik, artemisinin, lebih ekonomis&amp;nbsp; dan dalam jumlah volume yang cukup untuk semua pasien.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Obat anti malaria yang paling efektif sekarang dapat diproduksi dengan murah dan dalam jumalah yang besar. Ini berarti bahwa itu akan memungkinkan untuk memberikan obat obatan kepada hampir 225 juta pasien penderita penyakit malaria yang rata rata berada di negara berkembang dengan harga yang terjangkau. Para peneliti di institut Max Planck dan Antarmuka di Potsdam dan Freie Unversitas Berlin telah mengembangkan proses sederhana yang sangat sederhana untuk sintesis artemisinin. Para ahli kimia menggunakan produk limbah dari produksi artemisinin saat ini sebagai substansi awal mereka . Zat ini juga dapat diproduksi oleh biotechnologically dalam ragi, yang para ilmuan ubah menjadi bahan aktif dengan menggunakan metode sederhana namun sangat cerdik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Ada pengobatan yang efektif terhadap penyakit malaria, tetapi tidak dapat diakses oleh kebanyak orang yaitu lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia yang terkena dampak penyakit malaria tersebut. Jutaan orang, terutama yang berda di negara berkembang&amp;nbsp; tidak mampu melakukan persiapan kombinasi obat, yang terutama terdiri dari artemisinin. Selain itu, harga obat tersebut bervariasi, karena zat ini diisolasi dari apsintus manis (Artemisia annua) yang terutama tumbuh di cina dan vietnam, dan bervariasi musim sehingga berakibat kepada ketersediaanya. Untuk membuat obat obatan yang terjangkau, setidak nya bagi pasien di negara negara berkembang , yayasan Clinton, misalnya memberikan subsidi biaya jutaan dolar pertahun. Namun demikian, lebih dari satu juta orang meninggal karena malaria setiap tahunnya yang hal ini diakibatkan oleh ketidak mampuan memperoleh obat yang efektif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Semua ini mungkin berubah, kata Peter H. Seeberger, Direktur Max Planck Institute of Colloids and Interfaces in Potsdam and Professor of Chemistry at the Freie Universität Berlin dan rekannya Francois Levesque telah menemukan cara yang sangat sederhana untuk mensinteis molekul artemisinin, yang dikenal sebagai anti malaria dari pengobatan Tradisional China dan memiliki struktur kimia yang sangat komnpleks. “ Produksi obat tidak lagi bergantung kepada bahan aktif yang terdapat pada tanaman,” kata Peter Seeberger.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;“kami berasumsi bahwa 800 dari photoreactors sederhana kami akan mencukupi untuk menutupi kebutuhan global terhadap artemisinin, “ kata Peter. Dan itu semua bisa terjadi sangat cepat. Peter memperkirakan bahwa proses sintesis bisa siap dalam hitungan enam bulan. Hal ini, akan mengurangi kekurangan global akan artemisinin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Referensi Jurnal : &lt;/span&gt;François Lévesque, Peter H. Seeberger. &lt;a href="http://dx.doi.org/10.1002/anie.201107446" target="_blank"&gt;Continuous-Flow Synthesis of the Anti-Malaria Drug Artemisinin&lt;/a&gt;. Angewandte Chemie International Edition, 2012&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwenPqq67u0FnPrp7OOcpobsGIsnbyB36agdhuhPdhIR4SlvZAyTb-ia8Ywp0Rxpo17h8CwEFGPTH8BmNIInjW38HrBKGaotkjfKTu78GnuserRoUVJh9M10h7tIjCfzE1xvbV7vg-kA/s72-c/Obat+Anti-Malaria+disintesis+Dengan+Bantuan+Oksigen+dan+Cahaya.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="14759" type="image/jpeg" url="http://3.bp.blogspot.com/-6fYEp70dl0U/TxweK8y8SkI/AAAAAAAABmI/e6CJZQFrokg/s1600/Obat+Anti-Malaria+disintesis+Dengan+Bantuan+Oksigen+dan+Cahaya.jpg"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>(Credit: © Peter H. Seeberger) JurnalScience – Sebuah penelitian baru menunjukkan dimasa depan itu seharusnya bisa memproduksi obat anti malaria yang terbaik, artemisinin, lebih ekonomis&amp;nbsp; dan dalam jumlah volume yang cukup untuk semua pasien.Obat anti malaria yang paling efektif sekarang dapat diproduksi dengan murah dan dalam jumalah yang besar. Ini berarti bahwa itu akan memungkinkan untuk memberikan obat obatan kepada hampir 225 juta pasien penderita penyakit malaria yang rata rata berada di negara berkembang dengan harga yang terjangkau. Para peneliti di institut Max Planck dan Antarmuka di Potsdam dan Freie Unversitas Berlin telah mengembangkan proses sederhana yang sangat sederhana untuk sintesis artemisinin. Para ahli kimia menggunakan produk limbah dari produksi artemisinin saat ini sebagai substansi awal mereka . Zat ini juga dapat diproduksi oleh biotechnologically dalam ragi, yang para ilmuan ubah menjadi bahan aktif dengan menggunakan metode sederhana namun sangat cerdik. Ada pengobatan yang efektif terhadap penyakit malaria, tetapi tidak dapat diakses oleh kebanyak orang yaitu lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia yang terkena dampak penyakit malaria tersebut. Jutaan orang, terutama yang berda di negara berkembang&amp;nbsp; tidak mampu melakukan persiapan kombinasi obat, yang terutama terdiri dari artemisinin. Selain itu, harga obat tersebut bervariasi, karena zat ini diisolasi dari apsintus manis (Artemisia annua) yang terutama tumbuh di cina dan vietnam, dan bervariasi musim sehingga berakibat kepada ketersediaanya. Untuk membuat obat obatan yang terjangkau, setidak nya bagi pasien di negara negara berkembang , yayasan Clinton, misalnya memberikan subsidi biaya jutaan dolar pertahun. Namun demikian, lebih dari satu juta orang meninggal karena malaria setiap tahunnya yang hal ini diakibatkan oleh ketidak mampuan memperoleh obat yang efektif. Semua ini mungkin berubah, kata Peter H. Seeberger, Direktur Max Planck Institute of Colloids and Interfaces in Potsdam and Professor of Chemistry at the Freie Universität Berlin dan rekannya Francois Levesque telah menemukan cara yang sangat sederhana untuk mensinteis molekul artemisinin, yang dikenal sebagai anti malaria dari pengobatan Tradisional China dan memiliki struktur kimia yang sangat komnpleks. “ Produksi obat tidak lagi bergantung kepada bahan aktif yang terdapat pada tanaman,” kata Peter Seeberger. “kami berasumsi bahwa 800 dari photoreactors sederhana kami akan mencukupi untuk menutupi kebutuhan global terhadap artemisinin, “ kata Peter. Dan itu semua bisa terjadi sangat cepat. Peter memperkirakan bahwa proses sintesis bisa siap dalam hitungan enam bulan. Hal ini, akan mengurangi kekurangan global akan artemisinin. Referensi Jurnal : François Lévesque, Peter H. Seeberger. Continuous-Flow Synthesis of the Anti-Malaria Drug Artemisinin. Angewandte Chemie International Edition, 2012 http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>(Credit: © Peter H. Seeberger) JurnalScience – Sebuah penelitian baru menunjukkan dimasa depan itu seharusnya bisa memproduksi obat anti malaria yang terbaik, artemisinin, lebih ekonomis&amp;nbsp; dan dalam jumlah volume yang cukup untuk semua pasien.Obat anti malaria yang paling efektif sekarang dapat diproduksi dengan murah dan dalam jumalah yang besar. Ini berarti bahwa itu akan memungkinkan untuk memberikan obat obatan kepada hampir 225 juta pasien penderita penyakit malaria yang rata rata berada di negara berkembang dengan harga yang terjangkau. Para peneliti di institut Max Planck dan Antarmuka di Potsdam dan Freie Unversitas Berlin telah mengembangkan proses sederhana yang sangat sederhana untuk sintesis artemisinin. Para ahli kimia menggunakan produk limbah dari produksi artemisinin saat ini sebagai substansi awal mereka . Zat ini juga dapat diproduksi oleh biotechnologically dalam ragi, yang para ilmuan ubah menjadi bahan aktif dengan menggunakan metode sederhana namun sangat cerdik. Ada pengobatan yang efektif terhadap penyakit malaria, tetapi tidak dapat diakses oleh kebanyak orang yaitu lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia yang terkena dampak penyakit malaria tersebut. Jutaan orang, terutama yang berda di negara berkembang&amp;nbsp; tidak mampu melakukan persiapan kombinasi obat, yang terutama terdiri dari artemisinin. Selain itu, harga obat tersebut bervariasi, karena zat ini diisolasi dari apsintus manis (Artemisia annua) yang terutama tumbuh di cina dan vietnam, dan bervariasi musim sehingga berakibat kepada ketersediaanya. Untuk membuat obat obatan yang terjangkau, setidak nya bagi pasien di negara negara berkembang , yayasan Clinton, misalnya memberikan subsidi biaya jutaan dolar pertahun. Namun demikian, lebih dari satu juta orang meninggal karena malaria setiap tahunnya yang hal ini diakibatkan oleh ketidak mampuan memperoleh obat yang efektif. Semua ini mungkin berubah, kata Peter H. Seeberger, Direktur Max Planck Institute of Colloids and Interfaces in Potsdam and Professor of Chemistry at the Freie Universität Berlin dan rekannya Francois Levesque telah menemukan cara yang sangat sederhana untuk mensinteis molekul artemisinin, yang dikenal sebagai anti malaria dari pengobatan Tradisional China dan memiliki struktur kimia yang sangat komnpleks. “ Produksi obat tidak lagi bergantung kepada bahan aktif yang terdapat pada tanaman,” kata Peter Seeberger. “kami berasumsi bahwa 800 dari photoreactors sederhana kami akan mencukupi untuk menutupi kebutuhan global terhadap artemisinin, “ kata Peter. Dan itu semua bisa terjadi sangat cepat. Peter memperkirakan bahwa proses sintesis bisa siap dalam hitungan enam bulan. Hal ini, akan mengurangi kekurangan global akan artemisinin. Referensi Jurnal : François Lévesque, Peter H. Seeberger. Continuous-Flow Synthesis of the Anti-Malaria Drug Artemisinin. Angewandte Chemie International Edition, 2012 http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>kesehatan, Penyakit</itunes:keywords></item><item><title>Ajang Kontes Robot di Politeknik Negeri Batam</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/ajang-kontes-robot-di-politeknik-negeri.html</link><category>robot</category><category>teknologi</category><pubDate>Sun, 22 Jan 2012 19:24:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-3426678858151790999</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFLW04S-wDAqDKtyVWr1297f-P0Z_YiXik5LRfWW5OJOoKH1hFeQUTVma05ytCu8pWxGaw75rCuo_H4Lr7x4LutU9aaU1TArdD7s5ca2fMg1ETGQEnrjVa3NyJ1nyiDzPZryvhsfVP1A/s1600/PRC+2012.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFLW04S-wDAqDKtyVWr1297f-P0Z_YiXik5LRfWW5OJOoKH1hFeQUTVma05ytCu8pWxGaw75rCuo_H4Lr7x4LutU9aaU1TArdD7s5ca2fMg1ETGQEnrjVa3NyJ1nyiDzPZryvhsfVP1A/s1600/PRC+2012.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jurnalsecience – Sebuah ajang kompetisi Robot akan digelar di Politeknik batam yang sedianya akan diselenggarakan pada tanggal 18 februari 2012. Ajang kompetisi robot kali ini mengambil Tema “Dengan Makna Agar Melalui Kontes Ini, Para Peserta Yaitu Siswa-Siswi Slta Sederajat Se-Kepulauan Riau Akan Semakin Memupuk Rasa Persahabatan Sebagai Saudara Satu Bangsa” dan Acara ini sendiri bernama Polibatam Robotic Contest (PRC) 2012.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Politekni Negeri Batam Merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang terletak di kepulauan Riau. Sebagai mahasiswa yang mana salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat yang mana dalam hal ini masayarat di daerah tersebut Polibatam merasa terpanggil untuk mengadakan ajang kontes robot yang mana peserta ditujukan untuk tingkat SMK/SMU sederajat. Tujuanya tidak lain adalah untuk menumbuh kembangkan kreativitas dan inovasi para generasi muda penerus bangsa dan tidak terpaku kepada wacana teorotis saja tetapi harus dilatih untuk mengimplementasikan ilmu dan ide ide brilian ke dunia nyata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ajang kontes robot ini merupakan contes robot yang diselenggarakan untuk yang ke-4 kalinya, dimana ajang ini di mulai sejak tahun 2009 sukses diselenggarakan oleh tim Divisi Robotika Program Studi Teknik Elektro. PRC 2012 diharapkan mampu menjadi wadah unjuk prestasi dan kreasi dalam dunia robotika. Sehingga nantinya akan bermunculan bibit-bibit unggul calon-calon tim robot masa depan yang akan mewakili Kepri dalam ajang bergengsi di level regional, nasional maupun internasional.&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href="http://batamprc.wordpress.com/" target="_blank"&gt;BatamPRC&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFLW04S-wDAqDKtyVWr1297f-P0Z_YiXik5LRfWW5OJOoKH1hFeQUTVma05ytCu8pWxGaw75rCuo_H4Lr7x4LutU9aaU1TArdD7s5ca2fMg1ETGQEnrjVa3NyJ1nyiDzPZryvhsfVP1A/s72-c/PRC+2012.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="41784" type="image/png" url="http://2.bp.blogspot.com/-OUUp1_kT9do/Txv_qry9j4I/AAAAAAAABmA/g1phiBQilZ0/s1600/PRC+2012.png"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>Jurnalsecience – Sebuah ajang kompetisi Robot akan digelar di Politeknik batam yang sedianya akan diselenggarakan pada tanggal 18 februari 2012. Ajang kompetisi robot kali ini mengambil Tema “Dengan Makna Agar Melalui Kontes Ini, Para Peserta Yaitu Siswa-Siswi Slta Sederajat Se-Kepulauan Riau Akan Semakin Memupuk Rasa Persahabatan Sebagai Saudara Satu Bangsa” dan Acara ini sendiri bernama Polibatam Robotic Contest (PRC) 2012. Politekni Negeri Batam Merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang terletak di kepulauan Riau. Sebagai mahasiswa yang mana salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat yang mana dalam hal ini masayarat di daerah tersebut Polibatam merasa terpanggil untuk mengadakan ajang kontes robot yang mana peserta ditujukan untuk tingkat SMK/SMU sederajat. Tujuanya tidak lain adalah untuk menumbuh kembangkan kreativitas dan inovasi para generasi muda penerus bangsa dan tidak terpaku kepada wacana teorotis saja tetapi harus dilatih untuk mengimplementasikan ilmu dan ide ide brilian ke dunia nyata. Ajang kontes robot ini merupakan contes robot yang diselenggarakan untuk yang ke-4 kalinya, dimana ajang ini di mulai sejak tahun 2009 sukses diselenggarakan oleh tim Divisi Robotika Program Studi Teknik Elektro. PRC 2012 diharapkan mampu menjadi wadah unjuk prestasi dan kreasi dalam dunia robotika. Sehingga nantinya akan bermunculan bibit-bibit unggul calon-calon tim robot masa depan yang akan mewakili Kepri dalam ajang bergengsi di level regional, nasional maupun internasional. Sumber : BatamPRC http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>Jurnalsecience – Sebuah ajang kompetisi Robot akan digelar di Politeknik batam yang sedianya akan diselenggarakan pada tanggal 18 februari 2012. Ajang kompetisi robot kali ini mengambil Tema “Dengan Makna Agar Melalui Kontes Ini, Para Peserta Yaitu Siswa-Siswi Slta Sederajat Se-Kepulauan Riau Akan Semakin Memupuk Rasa Persahabatan Sebagai Saudara Satu Bangsa” dan Acara ini sendiri bernama Polibatam Robotic Contest (PRC) 2012. Politekni Negeri Batam Merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang terletak di kepulauan Riau. Sebagai mahasiswa yang mana salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat yang mana dalam hal ini masayarat di daerah tersebut Polibatam merasa terpanggil untuk mengadakan ajang kontes robot yang mana peserta ditujukan untuk tingkat SMK/SMU sederajat. Tujuanya tidak lain adalah untuk menumbuh kembangkan kreativitas dan inovasi para generasi muda penerus bangsa dan tidak terpaku kepada wacana teorotis saja tetapi harus dilatih untuk mengimplementasikan ilmu dan ide ide brilian ke dunia nyata. Ajang kontes robot ini merupakan contes robot yang diselenggarakan untuk yang ke-4 kalinya, dimana ajang ini di mulai sejak tahun 2009 sukses diselenggarakan oleh tim Divisi Robotika Program Studi Teknik Elektro. PRC 2012 diharapkan mampu menjadi wadah unjuk prestasi dan kreasi dalam dunia robotika. Sehingga nantinya akan bermunculan bibit-bibit unggul calon-calon tim robot masa depan yang akan mewakili Kepri dalam ajang bergengsi di level regional, nasional maupun internasional. Sumber : BatamPRC http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>robot, teknologi</itunes:keywords></item><item><title>Menghitung Teoretikus Gesekan dari Grafena</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/menghitung-teoretikus-gesekan-dari.html</link><category>Nanoteknologi</category><category>teknologi</category><pubDate>Sun, 22 Jan 2012 19:17:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-8784111906130346595</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNDt6F5q2mdY2_6QW1v5lLLup4VutomeT-9fWlgE_9JnISbs5oloR2spPTIhtSbEgJVXMEy88l0bzQVBN-9IjbgJEaMBpIo4EwPDe3dRagpXpdjwDc_UaaoGaLaN9h0SS-XJ_ruuZkwA/s1600/Menghitung+Teoretikus+Gesekan+dari+Grafena.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNDt6F5q2mdY2_6QW1v5lLLup4VutomeT-9fWlgE_9JnISbs5oloR2spPTIhtSbEgJVXMEy88l0bzQVBN-9IjbgJEaMBpIo4EwPDe3dRagpXpdjwDc_UaaoGaLaN9h0SS-XJ_ruuZkwA/s1600/Menghitung+Teoretikus+Gesekan+dari+Grafena.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;JurnalScience-Serupa dengan trotoar jalan, melunak oleh terik matahari, akan memperlambat mobil, graphene - lembaran satu-atom-tebal karbon dengan sifat yang menakjubkan - melambat obyek meluncur di permukaannya. Tapi tumpukan lembaran dan graphene akan lebih licin, teori ini diungkap&amp;nbsp; di Institut Nasional Standar dan Teknologi (NIST), yang mengembangkan software baru untuk mengukur gesekan material.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"Saya tidak berpikir siapa pun mengharapkan graphene untuk berperilaku seperti permukaan dari bahan tiga dimensi, tetapi simulasi kami untuk pertama kalinya menjelaskan perbedaan pada skala atom," kata NIST peneliti postdoctoral Alex Smolyanitsky, yang menulis program pemodelan dan co-menulis sebuah jurnal baru tentang penelitian. "Jika orang ingin menggunakan graphene sebagai pelumas padat atau bahkan sebagai bagian dari elektroda yang fleksibel, ini adalah pekerjaan penting."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan kapasitas yang akan dilipat, digulung atau ditumpuk, graphene adalah super-kuat dan memiliki sifat elektronik dan optik yang tidak biasa. Materi yang mungkin digunakan dalam aplikasi mulai dari sirkuit elektronik untuk sel surya untuk "mengoles" bagian yang bergerak dalam perangkat nano.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Gesekan adalah gaya yang tahan geser dari dua permukaan terhadap satu sama lain. Belajar gesekan pada skala atom merupakan tantangan, diatasi hanya dalam beberapa tahun terakhir. Perangkat lunak NIST mensimulasikan mikroskop kekuatan atom (AFM) menggunakan teknik dinamika molekuler. Program ini digunakan untuk mengukur apa yang terjadi ketika ujung AFM simulasi bergerak melintasi tumpukan 1-4 lembaran graphene (lihat gambar) pada tingkat pemindaian yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Para peneliti menemukan bahwa graphene mengalihkan bawah dan di sekitar ujung AFM. Warping, lokal sementara menciptakan gesekan rolling atau perlawanan, kekuatan yang diberikannya tarik pada objek melingkar bergulir sepanjang permukaan. Smolyanitsky membandingkan efek sinar matahari mencair dan pelunakan trotoar di negara di mana dia mendapatkan gelar doktornya, Arizona, menyebabkan ban mobil untuk tenggelam dalam sedikit dan memperlambat. Hasil NIST konsisten dengan eksperimen graphene terbaru oleh kelompok penelitian lain, tetapi menyediakan data kuantitatif baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Paling signifikan, studi NIST menunjukkan mengapa gesekan jatuh dengan setiap lembar dari graphene ditambahkan ke stack (pemindaian cepat juga memiliki efek pada gesekan). Dengan sedikit lapisan, lapisan atas mengalihkan lebih, dan gesekan per unit AFM kontak kekuatan meningkat. Permukaan atas dari stack menjadi kurang menghasilkan dan lebih licin sebagai lapisan graphene yang ditambahkan. Sebaliknya, gesekan tiga-dimensi seperti grafit-bahan hampir tidak terpengaruh oleh deformasi dan gesekan bergulir, dan bukan karena panas yang diciptakan oleh ujung bergerak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber Referensi :&amp;nbsp; A. Smolyanitsky, J. Killgore, V. Tewary. &lt;a href="http://dx.doi.org/10.1103/PhysRevB.85.035412" target="_blank"&gt;Effect of elastic deformation on frictional properties of few-layer graphene&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNDt6F5q2mdY2_6QW1v5lLLup4VutomeT-9fWlgE_9JnISbs5oloR2spPTIhtSbEgJVXMEy88l0bzQVBN-9IjbgJEaMBpIo4EwPDe3dRagpXpdjwDc_UaaoGaLaN9h0SS-XJ_ruuZkwA/s72-c/Menghitung+Teoretikus+Gesekan+dari+Grafena.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="16660" type="image/jpeg" url="http://2.bp.blogspot.com/-sQkBHWXHMog/Txv94IOv7PI/AAAAAAAABl4/uZQFJRjKaOw/s1600/Menghitung+Teoretikus+Gesekan+dari+Grafena.jpg"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>JurnalScience-Serupa dengan trotoar jalan, melunak oleh terik matahari, akan memperlambat mobil, graphene - lembaran satu-atom-tebal karbon dengan sifat yang menakjubkan - melambat obyek meluncur di permukaannya. Tapi tumpukan lembaran dan graphene akan lebih licin, teori ini diungkap&amp;nbsp; di Institut Nasional Standar dan Teknologi (NIST), yang mengembangkan software baru untuk mengukur gesekan material. "Saya tidak berpikir siapa pun mengharapkan graphene untuk berperilaku seperti permukaan dari bahan tiga dimensi, tetapi simulasi kami untuk pertama kalinya menjelaskan perbedaan pada skala atom," kata NIST peneliti postdoctoral Alex Smolyanitsky, yang menulis program pemodelan dan co-menulis sebuah jurnal baru tentang penelitian. "Jika orang ingin menggunakan graphene sebagai pelumas padat atau bahkan sebagai bagian dari elektroda yang fleksibel, ini adalah pekerjaan penting." Dengan kapasitas yang akan dilipat, digulung atau ditumpuk, graphene adalah super-kuat dan memiliki sifat elektronik dan optik yang tidak biasa. Materi yang mungkin digunakan dalam aplikasi mulai dari sirkuit elektronik untuk sel surya untuk "mengoles" bagian yang bergerak dalam perangkat nano. Gesekan adalah gaya yang tahan geser dari dua permukaan terhadap satu sama lain. Belajar gesekan pada skala atom merupakan tantangan, diatasi hanya dalam beberapa tahun terakhir. Perangkat lunak NIST mensimulasikan mikroskop kekuatan atom (AFM) menggunakan teknik dinamika molekuler. Program ini digunakan untuk mengukur apa yang terjadi ketika ujung AFM simulasi bergerak melintasi tumpukan 1-4 lembaran graphene (lihat gambar) pada tingkat pemindaian yang berbeda. Para peneliti menemukan bahwa graphene mengalihkan bawah dan di sekitar ujung AFM. Warping, lokal sementara menciptakan gesekan rolling atau perlawanan, kekuatan yang diberikannya tarik pada objek melingkar bergulir sepanjang permukaan. Smolyanitsky membandingkan efek sinar matahari mencair dan pelunakan trotoar di negara di mana dia mendapatkan gelar doktornya, Arizona, menyebabkan ban mobil untuk tenggelam dalam sedikit dan memperlambat. Hasil NIST konsisten dengan eksperimen graphene terbaru oleh kelompok penelitian lain, tetapi menyediakan data kuantitatif baru. Paling signifikan, studi NIST menunjukkan mengapa gesekan jatuh dengan setiap lembar dari graphene ditambahkan ke stack (pemindaian cepat juga memiliki efek pada gesekan). Dengan sedikit lapisan, lapisan atas mengalihkan lebih, dan gesekan per unit AFM kontak kekuatan meningkat. Permukaan atas dari stack menjadi kurang menghasilkan dan lebih licin sebagai lapisan graphene yang ditambahkan. Sebaliknya, gesekan tiga-dimensi seperti grafit-bahan hampir tidak terpengaruh oleh deformasi dan gesekan bergulir, dan bukan karena panas yang diciptakan oleh ujung bergerak. Sumber Referensi :&amp;nbsp; A. Smolyanitsky, J. Killgore, V. Tewary. Effect of elastic deformation on frictional properties of few-layer graphene http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>JurnalScience-Serupa dengan trotoar jalan, melunak oleh terik matahari, akan memperlambat mobil, graphene - lembaran satu-atom-tebal karbon dengan sifat yang menakjubkan - melambat obyek meluncur di permukaannya. Tapi tumpukan lembaran dan graphene akan lebih licin, teori ini diungkap&amp;nbsp; di Institut Nasional Standar dan Teknologi (NIST), yang mengembangkan software baru untuk mengukur gesekan material. "Saya tidak berpikir siapa pun mengharapkan graphene untuk berperilaku seperti permukaan dari bahan tiga dimensi, tetapi simulasi kami untuk pertama kalinya menjelaskan perbedaan pada skala atom," kata NIST peneliti postdoctoral Alex Smolyanitsky, yang menulis program pemodelan dan co-menulis sebuah jurnal baru tentang penelitian. "Jika orang ingin menggunakan graphene sebagai pelumas padat atau bahkan sebagai bagian dari elektroda yang fleksibel, ini adalah pekerjaan penting." Dengan kapasitas yang akan dilipat, digulung atau ditumpuk, graphene adalah super-kuat dan memiliki sifat elektronik dan optik yang tidak biasa. Materi yang mungkin digunakan dalam aplikasi mulai dari sirkuit elektronik untuk sel surya untuk "mengoles" bagian yang bergerak dalam perangkat nano. Gesekan adalah gaya yang tahan geser dari dua permukaan terhadap satu sama lain. Belajar gesekan pada skala atom merupakan tantangan, diatasi hanya dalam beberapa tahun terakhir. Perangkat lunak NIST mensimulasikan mikroskop kekuatan atom (AFM) menggunakan teknik dinamika molekuler. Program ini digunakan untuk mengukur apa yang terjadi ketika ujung AFM simulasi bergerak melintasi tumpukan 1-4 lembaran graphene (lihat gambar) pada tingkat pemindaian yang berbeda. Para peneliti menemukan bahwa graphene mengalihkan bawah dan di sekitar ujung AFM. Warping, lokal sementara menciptakan gesekan rolling atau perlawanan, kekuatan yang diberikannya tarik pada objek melingkar bergulir sepanjang permukaan. Smolyanitsky membandingkan efek sinar matahari mencair dan pelunakan trotoar di negara di mana dia mendapatkan gelar doktornya, Arizona, menyebabkan ban mobil untuk tenggelam dalam sedikit dan memperlambat. Hasil NIST konsisten dengan eksperimen graphene terbaru oleh kelompok penelitian lain, tetapi menyediakan data kuantitatif baru. Paling signifikan, studi NIST menunjukkan mengapa gesekan jatuh dengan setiap lembar dari graphene ditambahkan ke stack (pemindaian cepat juga memiliki efek pada gesekan). Dengan sedikit lapisan, lapisan atas mengalihkan lebih, dan gesekan per unit AFM kontak kekuatan meningkat. Permukaan atas dari stack menjadi kurang menghasilkan dan lebih licin sebagai lapisan graphene yang ditambahkan. Sebaliknya, gesekan tiga-dimensi seperti grafit-bahan hampir tidak terpengaruh oleh deformasi dan gesekan bergulir, dan bukan karena panas yang diciptakan oleh ujung bergerak. Sumber Referensi :&amp;nbsp; A. Smolyanitsky, J. Killgore, V. Tewary. Effect of elastic deformation on frictional properties of few-layer graphene http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>Nanoteknologi, teknologi</itunes:keywords></item><item><title>Para ilmuwan memberi cahaya baru pada Kaitan Antara 'Sel Pembunuh' dan Diabetes</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/para-ilmuwan-memberi-cahaya-baru-pada.html</link><category>Diabetes</category><category>kesehatan</category><pubDate>Tue, 17 Jan 2012 23:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-2535839421268900652</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JurnalScience&amp;nbsp; -&amp;nbsp; sebuah sel yaitu T-sel Pembunuh yang terdapat di dalam tubuh manusia yang membantu melindungi kita dari penyakit secara tidak sengaja dapat merusak sel-sel yang memproduksi insulin. Studi ini memberikan bukti pertama dari mekanisme dalam tindakan bisa menawarkan pemahaman baru tentang penyeban diabetes tipe 1.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoppHaUfFxdhyilk6vZ7GHbvBkbGTsXX5T7s7FLAqLeqlSeLQbLdRIQG9DPx94yxGr1Dy0KCIDhxyUTWyTr4hPhRgbAOwEs90mh3AcBfUu-hZECZU3zdVVPEhWRiHdiKTyJZtHjeThvQ/s1600/Para+ilmuwan+memberi+cahaya+baru+pada+Kaitan+Antara+%2527Sel+Pembunuh%2527+dan+Diabetes.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoppHaUfFxdhyilk6vZ7GHbvBkbGTsXX5T7s7FLAqLeqlSeLQbLdRIQG9DPx94yxGr1Dy0KCIDhxyUTWyTr4hPhRgbAOwEs90mh3AcBfUu-hZECZU3zdVVPEhWRiHdiKTyJZtHjeThvQ/s320/Para+ilmuwan+memberi+cahaya+baru+pada+Kaitan+Antara+%2527Sel+Pembunuh%2527+dan+Diabetes.jpg" width="285" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;(Credit: Image courtesy of Susan Wong and Maja Wallberg)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Profesor Andy Sewell, serorang ahli dalam Human T-sel dari Cardiff University's School of Medicine bekerjasama dengan ahli diabetes dari King College London untuk lebih memahami peran T-sel dalam perkembangan diabetes tipe 1.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tim terisolasi T-sel dari pasien dengan diabetes tipe 1 untuk melihat interaksi molekul yang unik yang menghasilkan pembunuhan sel yang memprodusi insulin di pankreas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Diabetes tipe 1 adalah hasil dari sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel dalam pankreas yang memproduksi hormon insulin. Insulin mengontrol kadar gula darah dan kurangnya insulin adalah fatal jika tidak diobati, “ kata Profesor Sewel.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Co-penulis studi, Profesor Mark Peakman dari Institut Nasional untuk Riset Kesehatan (NIHR) Pusat Penelitian Biomedist di King College London dan Guy dan St Thomas ‘NHS Foundation Trust mengatakan: “ Ini pandangan pertama tentang bagaimana T-sel Pembunuh melakukan kontal dengan sel-sel yang membuat insulin sangat mencerahkan, dan meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana diabetes tipe 1 mungkin timbul.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Pengetahuan ini akan digunakan dimasa depan untuk membantu kami memprediksi yang mungkin mendapatkan penyakit dan juga untuk mengembngkan pendekatan baru untuk mencegah hal itu. Tujuan kami adalah untuk mendeteksi lebih awal penyakit sebelum terlalu banyak sel tersebut.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tim sekarang berharaf bahwa dengan mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari proses ini akan menempatkan mereka pada posisi yang lebih kuat untuk menemukan cara cara baru atau bahkan menghentikan penyakit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian, yang didanai oleh Bioteknologi Inggris dan Biological Sciences Research Council (BBSRC), bekerjasam dengan Jubenile Diabetes Research (JDRF) menggunakan fasilitas di Diamond Light Source dan diterbitkan Nature Immunology, menunjukkan bahwa T-sel reseptor menggunakan metode abnormal mengikat dalam rangka untuk mengenali sel-sel yang memproduksi insulin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hasil karya dari Dr Sewell ini memberikan wawasan baru sebagai kunci pategenesis T1D” kata Teodora Staeva, Direktur JDRF.” JDRF senang untuk mendukung jenis penelitian yang akan mempercepat pengembangan biomarker dan terapi pencegahan untuk diabetes tipe 1.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Struktur reseptor T-sel pembunuh terikat pada peptida insulin menunjukkan bahwa interaksi sangat terfokus hanya pada sebagian kecil dari molekul.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemampuan untuk mengikat peptida dengan banyak bentuk yang berbeda dapat memberikan petunjuk bagaimana penyakit autoimun yang dimuali, ada kemungkinan bahwa sel T ini dibesarkan untuk melawan infeksi melalui salah satu dari 1,3 juta peptida lain dapat mengenali tapi kemudian insulin yang secara tidak sengaja juga diakui sekali itu untuk diletakkan pada ‘siaga merah’ oleh infeksi ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyakit diabetes menjelaskan dimana seseorang memiliki gula darah yang tinggi. pengobatan diabetes dan komplikasinya merupakan beban kesehatan utama dan kontribusi pada 10% anggaran tahunan pelayan kesehatan nasional US.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber Referensi :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wooldridge, J. Ekeruche-Makinde, H. A. van den Berg, A. Skowera, J. J. Miles, M. P. Tan, G. Dolton, M. Clement, S. Llewellyn-Lacey, D. A. Price, M. Peakman, A. K. Sewell. A Single Autoimmune T Cell Receptor Recognizes More Than a Million Different Peptides. Journal of Biological Chemistry, 2011; 287 (2): 1168 &lt;a href="http://dx.doi.org/10.1074/jbc.M111.289488" target="_blank"&gt;DOI: 10.1074/jbc.M111.289488&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoppHaUfFxdhyilk6vZ7GHbvBkbGTsXX5T7s7FLAqLeqlSeLQbLdRIQG9DPx94yxGr1Dy0KCIDhxyUTWyTr4hPhRgbAOwEs90mh3AcBfUu-hZECZU3zdVVPEhWRiHdiKTyJZtHjeThvQ/s72-c/Para+ilmuwan+memberi+cahaya+baru+pada+Kaitan+Antara+%2527Sel+Pembunuh%2527+dan+Diabetes.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">19</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="21246" type="image/jpeg" url="http://4.bp.blogspot.com/-4xGqZkqBP_Q/TxWaGob21FI/AAAAAAAABlg/GK7ohcG6IBQ/s1600/Para+ilmuwan+memberi+cahaya+baru+pada+Kaitan+Antara+%2527Sel+Pembunuh%2527+dan+Diabetes.jpg"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>JurnalScience&amp;nbsp; -&amp;nbsp; sebuah sel yaitu T-sel Pembunuh yang terdapat di dalam tubuh manusia yang membantu melindungi kita dari penyakit secara tidak sengaja dapat merusak sel-sel yang memproduksi insulin. Studi ini memberikan bukti pertama dari mekanisme dalam tindakan bisa menawarkan pemahaman baru tentang penyeban diabetes tipe 1. (Credit: Image courtesy of Susan Wong and Maja Wallberg) Profesor Andy Sewell, serorang ahli dalam Human T-sel dari Cardiff University's School of Medicine bekerjasama dengan ahli diabetes dari King College London untuk lebih memahami peran T-sel dalam perkembangan diabetes tipe 1. Tim terisolasi T-sel dari pasien dengan diabetes tipe 1 untuk melihat interaksi molekul yang unik yang menghasilkan pembunuhan sel yang memprodusi insulin di pankreas. “Diabetes tipe 1 adalah hasil dari sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel dalam pankreas yang memproduksi hormon insulin. Insulin mengontrol kadar gula darah dan kurangnya insulin adalah fatal jika tidak diobati, “ kata Profesor Sewel. Co-penulis studi, Profesor Mark Peakman dari Institut Nasional untuk Riset Kesehatan (NIHR) Pusat Penelitian Biomedist di King College London dan Guy dan St Thomas ‘NHS Foundation Trust mengatakan: “ Ini pandangan pertama tentang bagaimana T-sel Pembunuh melakukan kontal dengan sel-sel yang membuat insulin sangat mencerahkan, dan meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana diabetes tipe 1 mungkin timbul. “Pengetahuan ini akan digunakan dimasa depan untuk membantu kami memprediksi yang mungkin mendapatkan penyakit dan juga untuk mengembngkan pendekatan baru untuk mencegah hal itu. Tujuan kami adalah untuk mendeteksi lebih awal penyakit sebelum terlalu banyak sel tersebut.” Tim sekarang berharaf bahwa dengan mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari proses ini akan menempatkan mereka pada posisi yang lebih kuat untuk menemukan cara cara baru atau bahkan menghentikan penyakit. Penelitian, yang didanai oleh Bioteknologi Inggris dan Biological Sciences Research Council (BBSRC), bekerjasam dengan Jubenile Diabetes Research (JDRF) menggunakan fasilitas di Diamond Light Source dan diterbitkan Nature Immunology, menunjukkan bahwa T-sel reseptor menggunakan metode abnormal mengikat dalam rangka untuk mengenali sel-sel yang memproduksi insulin. “Hasil karya dari Dr Sewell ini memberikan wawasan baru sebagai kunci pategenesis T1D” kata Teodora Staeva, Direktur JDRF.” JDRF senang untuk mendukung jenis penelitian yang akan mempercepat pengembangan biomarker dan terapi pencegahan untuk diabetes tipe 1.” Struktur reseptor T-sel pembunuh terikat pada peptida insulin menunjukkan bahwa interaksi sangat terfokus hanya pada sebagian kecil dari molekul. Kemampuan untuk mengikat peptida dengan banyak bentuk yang berbeda dapat memberikan petunjuk bagaimana penyakit autoimun yang dimuali, ada kemungkinan bahwa sel T ini dibesarkan untuk melawan infeksi melalui salah satu dari 1,3 juta peptida lain dapat mengenali tapi kemudian insulin yang secara tidak sengaja juga diakui sekali itu untuk diletakkan pada ‘siaga merah’ oleh infeksi ini. Penyakit diabetes menjelaskan dimana seseorang memiliki gula darah yang tinggi. pengobatan diabetes dan komplikasinya merupakan beban kesehatan utama dan kontribusi pada 10% anggaran tahunan pelayan kesehatan nasional US. Sumber Referensi : &amp;nbsp;Wooldridge, J. Ekeruche-Makinde, H. A. van den Berg, A. Skowera, J. J. Miles, M. P. Tan, G. Dolton, M. Clement, S. Llewellyn-Lacey, D. A. Price, M. Peakman, A. K. Sewell. A Single Autoimmune T Cell Receptor Recognizes More Than a Million Different Peptides. Journal of Biological Chemistry, 2011; 287 (2): 1168 DOI: 10.1074/jbc.M111.289488 http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>JurnalScience&amp;nbsp; -&amp;nbsp; sebuah sel yaitu T-sel Pembunuh yang terdapat di dalam tubuh manusia yang membantu melindungi kita dari penyakit secara tidak sengaja dapat merusak sel-sel yang memproduksi insulin. Studi ini memberikan bukti pertama dari mekanisme dalam tindakan bisa menawarkan pemahaman baru tentang penyeban diabetes tipe 1. (Credit: Image courtesy of Susan Wong and Maja Wallberg) Profesor Andy Sewell, serorang ahli dalam Human T-sel dari Cardiff University's School of Medicine bekerjasama dengan ahli diabetes dari King College London untuk lebih memahami peran T-sel dalam perkembangan diabetes tipe 1. Tim terisolasi T-sel dari pasien dengan diabetes tipe 1 untuk melihat interaksi molekul yang unik yang menghasilkan pembunuhan sel yang memprodusi insulin di pankreas. “Diabetes tipe 1 adalah hasil dari sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel dalam pankreas yang memproduksi hormon insulin. Insulin mengontrol kadar gula darah dan kurangnya insulin adalah fatal jika tidak diobati, “ kata Profesor Sewel. Co-penulis studi, Profesor Mark Peakman dari Institut Nasional untuk Riset Kesehatan (NIHR) Pusat Penelitian Biomedist di King College London dan Guy dan St Thomas ‘NHS Foundation Trust mengatakan: “ Ini pandangan pertama tentang bagaimana T-sel Pembunuh melakukan kontal dengan sel-sel yang membuat insulin sangat mencerahkan, dan meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana diabetes tipe 1 mungkin timbul. “Pengetahuan ini akan digunakan dimasa depan untuk membantu kami memprediksi yang mungkin mendapatkan penyakit dan juga untuk mengembngkan pendekatan baru untuk mencegah hal itu. Tujuan kami adalah untuk mendeteksi lebih awal penyakit sebelum terlalu banyak sel tersebut.” Tim sekarang berharaf bahwa dengan mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari proses ini akan menempatkan mereka pada posisi yang lebih kuat untuk menemukan cara cara baru atau bahkan menghentikan penyakit. Penelitian, yang didanai oleh Bioteknologi Inggris dan Biological Sciences Research Council (BBSRC), bekerjasam dengan Jubenile Diabetes Research (JDRF) menggunakan fasilitas di Diamond Light Source dan diterbitkan Nature Immunology, menunjukkan bahwa T-sel reseptor menggunakan metode abnormal mengikat dalam rangka untuk mengenali sel-sel yang memproduksi insulin. “Hasil karya dari Dr Sewell ini memberikan wawasan baru sebagai kunci pategenesis T1D” kata Teodora Staeva, Direktur JDRF.” JDRF senang untuk mendukung jenis penelitian yang akan mempercepat pengembangan biomarker dan terapi pencegahan untuk diabetes tipe 1.” Struktur reseptor T-sel pembunuh terikat pada peptida insulin menunjukkan bahwa interaksi sangat terfokus hanya pada sebagian kecil dari molekul. Kemampuan untuk mengikat peptida dengan banyak bentuk yang berbeda dapat memberikan petunjuk bagaimana penyakit autoimun yang dimuali, ada kemungkinan bahwa sel T ini dibesarkan untuk melawan infeksi melalui salah satu dari 1,3 juta peptida lain dapat mengenali tapi kemudian insulin yang secara tidak sengaja juga diakui sekali itu untuk diletakkan pada ‘siaga merah’ oleh infeksi ini. Penyakit diabetes menjelaskan dimana seseorang memiliki gula darah yang tinggi. pengobatan diabetes dan komplikasinya merupakan beban kesehatan utama dan kontribusi pada 10% anggaran tahunan pelayan kesehatan nasional US. Sumber Referensi : &amp;nbsp;Wooldridge, J. Ekeruche-Makinde, H. A. van den Berg, A. Skowera, J. J. Miles, M. P. Tan, G. Dolton, M. Clement, S. Llewellyn-Lacey, D. A. Price, M. Peakman, A. K. Sewell. A Single Autoimmune T Cell Receptor Recognizes More Than a Million Different Peptides. Journal of Biological Chemistry, 2011; 287 (2): 1168 DOI: 10.1074/jbc.M111.289488 http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>Diabetes, kesehatan</itunes:keywords></item><item><title>Bagian Lidah yang Pekan Terhadap Rasa Lemak Telah Di Identifikasi</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/bagian-lidah-yang-pekan-terhadap-rasa.html</link><category>kesehatan</category><category>Obesity</category><pubDate>Sat, 14 Jan 2012 02:17:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-8579448701005177922</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7_E2OICuOafEdMWQxl2An3gyj2XSQ4kf6F21ihV3OQY_2qzv41vaasZ4LH-3BBBRF_amG3vI0YoifPQrxjh1Xl3JNqA0b84O2Id3JGncIKIa8QkypQx6LjVsth_DvmnVAtgfGgV0AJw/s1600/Bagian+Lidah+yang+Pekan+Terhadap+Rasa+Lemak+Telah+Di+Identifikasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="182" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7_E2OICuOafEdMWQxl2An3gyj2XSQ4kf6F21ihV3OQY_2qzv41vaasZ4LH-3BBBRF_amG3vI0YoifPQrxjh1Xl3JNqA0b84O2Id3JGncIKIa8QkypQx6LjVsth_DvmnVAtgfGgV0AJw/s320/Bagian+Lidah+yang+Pekan+Terhadap+Rasa+Lemak+Telah+Di+Identifikasi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;JurnalScience&lt;/b&gt; – Salahkah selera anda untuk sangat menyukai Lemak atau mengapa kita sangat gemar akan makan makanan yang mengandung lemak? Untuk hal ini anda mungkin saja bisa menyalahkan &lt;i&gt;indera penyecap&lt;/i&gt; kita. Dimana ternyata lidah kita mampu untuk mengenali dan memiliki afinitas untuk lemak. Ini di ungkap para peneliti di &lt;b&gt;Wasington University School of Medicine di St Lois&lt;/b&gt;. Mereka telah menemukan bahwa Variasi di dalam Gen dapat membuat orang untuk sangat menggemari atau tidak terhadap lemak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Studi yang di kerjakan ini adalah pertama untuk mengidentifikasi reseptor manusia yang bisa mencicipi lemak dan menunjukkan bahwa beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap kehadiran lemak dalam makanan. Penelitian ini tersedia secara online di Journal of Lipid Research.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Peneliti menemukan bahwa orang dengan Variasi tertentu dari &lt;b&gt;gen CD36&lt;/b&gt; jauh lebih sensitif terhadap kehadiran lemak dalam makanan dibandingkan dengan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;”Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami persepsi kita terhadap lemak di dalam makanan yang juga dapat mempengaruhi apa saja makanan yang kita konsumsi&amp;nbsp; dan jumlah lemak yang kita konsumsi, “ kata peneliti Senior Nada A. Abumrad, PhD, Dr Robert A. Atkins Profesor Kedokteran dan Obesitas. “ Dalam studi ini kami menemukan satu alasan potensi individu di dalam pengertian bagaimana orang gemuk, seperti di tunjukkan baru baru ini, bahwa orang dengan tingkat konsumsi lemak yang tinggi, mereka menjadi kurang sensitif untuk itu dan membutuhkan asupan yang lebih untuk memenuhi kepuasannya. Apa yang akan perlu kita tentukan untuk menemukan di masa depan adalah menemukan kemampuan kita untuk mendeteksi lemak dalam makanan yang mempengaruhi asupan lemak kita, yang jelas akan berdampak pada obesitas.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Orang-orang yang memiliki lebih banyak protein CD36 dengan mudah untuk mendeteksi kehadiran lemak, bahka dalam studi ditemukan sebagian besar orang dengan CD36 yang tinggi memiliki potensi delapan kali lebih sensitif terhadap kehadiran lemak dari pada yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Para peneliti mempelajari dengan sampel 21 orang dengan indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih, yang di anggap Obesitas. Beberapa peserta memiliki variasi genetik yang menyebabkan produksi CD36 lebih banyak dan beberapa di antaranya lebih sedikit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam penelitian ini peserta diminta untuk mencicipi solusi makanan dari tiga piring yang berbeda. Satu berisikan jumlah minyak lemak yang sedikit. Dua yang lainnya berisi makanan yang mirip tekstur lemak tetapi bebas lemak. Subjek diminta untuk memilih piring yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;“ Kami melakukan tiga kali tes yang sama terhadap tiga piring tersebut dengan masing masing subjek, beberapa di antara untuk mempelajari batas dimana individu untuk dapat mengidentifikasi lemak di dalam piring tersebut, “ Jelas Penulis pertama&lt;i&gt; M. Yanina Pepino&lt;/i&gt;, PhD asisten profesor pada penelitian ini.” Jika kita bertanya, ‘apakah rasanya seperti lemak?’ ini adalah sangat subjektif jadi kita mencoba untuk objektif mengukur dimana orang bisa mendeteksi perbedaan konsentrasi lemak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Penemuan CD36 ditemukan pada penelitian lain yang mana digunakan tikus sebagai objek uji. Para ilmuan telah belajar bahwa ketika hewan secara rekayasa genetik tanpa gen CD36, mereka tidak menampilkan preferensi untuk makanan berlemak. Selain itu, hewan yang tidak memproduksi CD36 mengalami kesulitan mencerna lemak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Abumrad adalah orang yang pertama kali mengidentifikasi CD36 sebagai protein yang mempunyai peranan dalam memfasilitasi penyerapan asam lemak. Dia mengatakan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana protein bekerja dan ini mungkin penting untuk perang melawan obesitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk lebih memahami hasil dari penelitian ini anda dapat melihat referensi jurnal ini di link berikut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Referensi Jurnal: M. Y. Pepino, L. Love-Gregory, S. Klein, N. A. Abumrad. The fatty acid translocase gene, CD36, and lingual lipase influence oral sensitivity to fat in obese subjects. The Journal of Lipid Research, 2011; &lt;a href="http://dx.doi.org/10.1194/jlr.M021873" rel="dofollow" title="The fatty acid translocase gene, CD36, and lingual lipase influence oral sensitivity to fat in obese subjects"&gt;DOI: 10.1194/jlr.M021873&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
(Foto by: http://inimu.com)&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7_E2OICuOafEdMWQxl2An3gyj2XSQ4kf6F21ihV3OQY_2qzv41vaasZ4LH-3BBBRF_amG3vI0YoifPQrxjh1Xl3JNqA0b84O2Id3JGncIKIa8QkypQx6LjVsth_DvmnVAtgfGgV0AJw/s72-c/Bagian+Lidah+yang+Pekan+Terhadap+Rasa+Lemak+Telah+Di+Identifikasi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="32242" type="image/jpeg" url="http://1.bp.blogspot.com/-87An2xx14yQ/TxCEcgQmz2I/AAAAAAAABlY/nyzaY2ZxKng/s1600/Bagian+Lidah+yang+Pekan+Terhadap+Rasa+Lemak+Telah+Di+Identifikasi.jpg"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>JurnalScience – Salahkah selera anda untuk sangat menyukai Lemak atau mengapa kita sangat gemar akan makan makanan yang mengandung lemak? Untuk hal ini anda mungkin saja bisa menyalahkan indera penyecap kita. Dimana ternyata lidah kita mampu untuk mengenali dan memiliki afinitas untuk lemak. Ini di ungkap para peneliti di Wasington University School of Medicine di St Lois. Mereka telah menemukan bahwa Variasi di dalam Gen dapat membuat orang untuk sangat menggemari atau tidak terhadap lemak. Studi yang di kerjakan ini adalah pertama untuk mengidentifikasi reseptor manusia yang bisa mencicipi lemak dan menunjukkan bahwa beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap kehadiran lemak dalam makanan. Penelitian ini tersedia secara online di Journal of Lipid Research. Peneliti menemukan bahwa orang dengan Variasi tertentu dari gen CD36 jauh lebih sensitif terhadap kehadiran lemak dalam makanan dibandingkan dengan yang lain. ”Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami persepsi kita terhadap lemak di dalam makanan yang juga dapat mempengaruhi apa saja makanan yang kita konsumsi&amp;nbsp; dan jumlah lemak yang kita konsumsi, “ kata peneliti Senior Nada A. Abumrad, PhD, Dr Robert A. Atkins Profesor Kedokteran dan Obesitas. “ Dalam studi ini kami menemukan satu alasan potensi individu di dalam pengertian bagaimana orang gemuk, seperti di tunjukkan baru baru ini, bahwa orang dengan tingkat konsumsi lemak yang tinggi, mereka menjadi kurang sensitif untuk itu dan membutuhkan asupan yang lebih untuk memenuhi kepuasannya. Apa yang akan perlu kita tentukan untuk menemukan di masa depan adalah menemukan kemampuan kita untuk mendeteksi lemak dalam makanan yang mempengaruhi asupan lemak kita, yang jelas akan berdampak pada obesitas.” Orang-orang yang memiliki lebih banyak protein CD36 dengan mudah untuk mendeteksi kehadiran lemak, bahka dalam studi ditemukan sebagian besar orang dengan CD36 yang tinggi memiliki potensi delapan kali lebih sensitif terhadap kehadiran lemak dari pada yang lainnya. Para peneliti mempelajari dengan sampel 21 orang dengan indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih, yang di anggap Obesitas. Beberapa peserta memiliki variasi genetik yang menyebabkan produksi CD36 lebih banyak dan beberapa di antaranya lebih sedikit. Dalam penelitian ini peserta diminta untuk mencicipi solusi makanan dari tiga piring yang berbeda. Satu berisikan jumlah minyak lemak yang sedikit. Dua yang lainnya berisi makanan yang mirip tekstur lemak tetapi bebas lemak. Subjek diminta untuk memilih piring yang berbeda. “ Kami melakukan tiga kali tes yang sama terhadap tiga piring tersebut dengan masing masing subjek, beberapa di antara untuk mempelajari batas dimana individu untuk dapat mengidentifikasi lemak di dalam piring tersebut, “ Jelas Penulis pertama M. Yanina Pepino, PhD asisten profesor pada penelitian ini.” Jika kita bertanya, ‘apakah rasanya seperti lemak?’ ini adalah sangat subjektif jadi kita mencoba untuk objektif mengukur dimana orang bisa mendeteksi perbedaan konsentrasi lemak. Penemuan CD36 ditemukan pada penelitian lain yang mana digunakan tikus sebagai objek uji. Para ilmuan telah belajar bahwa ketika hewan secara rekayasa genetik tanpa gen CD36, mereka tidak menampilkan preferensi untuk makanan berlemak. Selain itu, hewan yang tidak memproduksi CD36 mengalami kesulitan mencerna lemak. Abumrad adalah orang yang pertama kali mengidentifikasi CD36 sebagai protein yang mempunyai peranan dalam memfasilitasi penyerapan asam lemak. Dia mengatakan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana protein bekerja dan ini mungkin penting untuk perang melawan obesitas. Untuk lebih memahami hasil dari penelitian ini anda dapat melihat referensi jurnal ini di link berikut. Referensi Jurnal: M. Y. Pepino, L. Love-Gregory, S. Klein, N. A. Abumrad. The fatty acid translocase gene, CD36, and lingual lipase influence oral sensitivity to fat in obese subjects. The Journal of Lipid Research, 2011; DOI: 10.1194/jlr.M021873 (Foto by: http://inimu.com) http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>JurnalScience – Salahkah selera anda untuk sangat menyukai Lemak atau mengapa kita sangat gemar akan makan makanan yang mengandung lemak? Untuk hal ini anda mungkin saja bisa menyalahkan indera penyecap kita. Dimana ternyata lidah kita mampu untuk mengenali dan memiliki afinitas untuk lemak. Ini di ungkap para peneliti di Wasington University School of Medicine di St Lois. Mereka telah menemukan bahwa Variasi di dalam Gen dapat membuat orang untuk sangat menggemari atau tidak terhadap lemak. Studi yang di kerjakan ini adalah pertama untuk mengidentifikasi reseptor manusia yang bisa mencicipi lemak dan menunjukkan bahwa beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap kehadiran lemak dalam makanan. Penelitian ini tersedia secara online di Journal of Lipid Research. Peneliti menemukan bahwa orang dengan Variasi tertentu dari gen CD36 jauh lebih sensitif terhadap kehadiran lemak dalam makanan dibandingkan dengan yang lain. ”Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami persepsi kita terhadap lemak di dalam makanan yang juga dapat mempengaruhi apa saja makanan yang kita konsumsi&amp;nbsp; dan jumlah lemak yang kita konsumsi, “ kata peneliti Senior Nada A. Abumrad, PhD, Dr Robert A. Atkins Profesor Kedokteran dan Obesitas. “ Dalam studi ini kami menemukan satu alasan potensi individu di dalam pengertian bagaimana orang gemuk, seperti di tunjukkan baru baru ini, bahwa orang dengan tingkat konsumsi lemak yang tinggi, mereka menjadi kurang sensitif untuk itu dan membutuhkan asupan yang lebih untuk memenuhi kepuasannya. Apa yang akan perlu kita tentukan untuk menemukan di masa depan adalah menemukan kemampuan kita untuk mendeteksi lemak dalam makanan yang mempengaruhi asupan lemak kita, yang jelas akan berdampak pada obesitas.” Orang-orang yang memiliki lebih banyak protein CD36 dengan mudah untuk mendeteksi kehadiran lemak, bahka dalam studi ditemukan sebagian besar orang dengan CD36 yang tinggi memiliki potensi delapan kali lebih sensitif terhadap kehadiran lemak dari pada yang lainnya. Para peneliti mempelajari dengan sampel 21 orang dengan indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih, yang di anggap Obesitas. Beberapa peserta memiliki variasi genetik yang menyebabkan produksi CD36 lebih banyak dan beberapa di antaranya lebih sedikit. Dalam penelitian ini peserta diminta untuk mencicipi solusi makanan dari tiga piring yang berbeda. Satu berisikan jumlah minyak lemak yang sedikit. Dua yang lainnya berisi makanan yang mirip tekstur lemak tetapi bebas lemak. Subjek diminta untuk memilih piring yang berbeda. “ Kami melakukan tiga kali tes yang sama terhadap tiga piring tersebut dengan masing masing subjek, beberapa di antara untuk mempelajari batas dimana individu untuk dapat mengidentifikasi lemak di dalam piring tersebut, “ Jelas Penulis pertama M. Yanina Pepino, PhD asisten profesor pada penelitian ini.” Jika kita bertanya, ‘apakah rasanya seperti lemak?’ ini adalah sangat subjektif jadi kita mencoba untuk objektif mengukur dimana orang bisa mendeteksi perbedaan konsentrasi lemak. Penemuan CD36 ditemukan pada penelitian lain yang mana digunakan tikus sebagai objek uji. Para ilmuan telah belajar bahwa ketika hewan secara rekayasa genetik tanpa gen CD36, mereka tidak menampilkan preferensi untuk makanan berlemak. Selain itu, hewan yang tidak memproduksi CD36 mengalami kesulitan mencerna lemak. Abumrad adalah orang yang pertama kali mengidentifikasi CD36 sebagai protein yang mempunyai peranan dalam memfasilitasi penyerapan asam lemak. Dia mengatakan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana protein bekerja dan ini mungkin penting untuk perang melawan obesitas. Untuk lebih memahami hasil dari penelitian ini anda dapat melihat referensi jurnal ini di link berikut. Referensi Jurnal: M. Y. Pepino, L. Love-Gregory, S. Klein, N. A. Abumrad. The fatty acid translocase gene, CD36, and lingual lipase influence oral sensitivity to fat in obese subjects. The Journal of Lipid Research, 2011; DOI: 10.1194/jlr.M021873 (Foto by: http://inimu.com) http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>kesehatan, Obesity</itunes:keywords></item><item><title>Atmosfer Tercemar Oleh Merkuri</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/atmosfer-tercemah-oleh-merkuri.html</link><category>Lingkungan</category><pubDate>Wed, 11 Jan 2012 01:29:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-5830362173078637525</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGAxaNqflWzJlxheWut3otcLimdi5MqM89IP1LRFzr5NiZiAGuOdXpY3plpb9VwaPAivDiGu1IEHCVv0WRBMabTZyn1MFoGdnU-4FgQN8Ed6cH8QSfqozP_Fc32WyBLCWJvl2IlwOVSA/s1600/Pengaruh+Resesi+Gelobal+Pada+Emisi+Karbon+Dunia.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGAxaNqflWzJlxheWut3otcLimdi5MqM89IP1LRFzr5NiZiAGuOdXpY3plpb9VwaPAivDiGu1IEHCVv0WRBMabTZyn1MFoGdnU-4FgQN8Ed6cH8QSfqozP_Fc32WyBLCWJvl2IlwOVSA/s320/Pengaruh+Resesi+Gelobal+Pada+Emisi+Karbon+Dunia.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;JurnalScience &lt;/b&gt;– Demi untuk mengehar kekayaan dan energi , selama kurun waktu 5000 tahun terakhir ini, manusia telah melepaskan lebih dari 385.000 ton merkuri ke lingkungan.ini merupakan sebuah masalah untuk kesehatan, menurut sebuah studi baru yang menantang gagasan bahwa pelebasan logam di lingkungan mengalami penurunan. Laporan ini muncul untuk pertama kalinya di ACS Jurnal Lingkungan ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;David dan rekannya menjelaskan bahwa manusia telah memasukkan merkuri ke atmosfer melalui pembakaran bahan bakar fosil dan melalui penambangan dan proses industri. Merkuri terdapat di dalam batubara dan Orc yang digunakan untuk mengekstrak emas dan perak. Ada banyak informasi tentang rilis terbaru dari merkuri, tetapi hanya sedikit informasi tentang pencemaran pada era dahulu. Untuk mengetahui berapa banyak orang memiliki dampak selama berabad abad itu, para ilmuan melakukan direkonstruksi penambahan merkuri ke atmosfer oleh manusia dengan menggunakan data historis dan model komputer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Penelitian ini menunjukkan bahwa emisi merkuri memuncak selama Amerika Utara melakukan penambangan besar besaran emas dan perak di akhir tahun 1800, tetapi mengalami penurunan di pertengahan abad ke 20, dan yang membuat lonjakan kenaikan adalah kontribusi dari pemakaian batubara. Mereka melaporkan Asia telah menyusul Eropa dan Amerika sebagai penyumbang terbesar merkuri. Data terakhir menunjukkan bahwa konstrasi merkuri di atmosfer menurun, dan ini bertolak belakang&amp;nbsp; dengan kesimpulan mereka dengan trus meningkatnya emisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Mengubah kondisi atmosfer mungkin merupakan tanggung jawab kita bersama, tetapi hal ini hanya dipahami dalam bentuk pengurangan merkuri dalam bentuk pembuangan barang seperti baterai dan termometer.hal ini tidak lah cukup, para peneliti memprediksi merkuri dilepaskan dari pertambangan dan bahan bakar yang telah dilakukan selama 2000 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Referensi Jurnal :&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;David G. Streets, Molly K. Devane, Zifeng Lu, Tami C. Bond, Elsie M. Sunderland, Daniel J. Jacob. &lt;a href="http://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/es202765m" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;All-Time Releases of Mercury to the Atmosphere from Human Activities. Environmental Science &amp;amp; Technology&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, 2011; 45 (24): 10485 &lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGAxaNqflWzJlxheWut3otcLimdi5MqM89IP1LRFzr5NiZiAGuOdXpY3plpb9VwaPAivDiGu1IEHCVv0WRBMabTZyn1MFoGdnU-4FgQN8Ed6cH8QSfqozP_Fc32WyBLCWJvl2IlwOVSA/s72-c/Pengaruh+Resesi+Gelobal+Pada+Emisi+Karbon+Dunia.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="23021" type="image/jpeg" url="http://4.bp.blogspot.com/-hPKTeEEwvOU/Twx-9eaRbWI/AAAAAAAABlI/hI6aXDk4kSs/s1600/Pengaruh+Resesi+Gelobal+Pada+Emisi+Karbon+Dunia.JPG"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>JurnalScience – Demi untuk mengehar kekayaan dan energi , selama kurun waktu 5000 tahun terakhir ini, manusia telah melepaskan lebih dari 385.000 ton merkuri ke lingkungan.ini merupakan sebuah masalah untuk kesehatan, menurut sebuah studi baru yang menantang gagasan bahwa pelebasan logam di lingkungan mengalami penurunan. Laporan ini muncul untuk pertama kalinya di ACS Jurnal Lingkungan ilmu pengetahuan dan teknologi. David dan rekannya menjelaskan bahwa manusia telah memasukkan merkuri ke atmosfer melalui pembakaran bahan bakar fosil dan melalui penambangan dan proses industri. Merkuri terdapat di dalam batubara dan Orc yang digunakan untuk mengekstrak emas dan perak. Ada banyak informasi tentang rilis terbaru dari merkuri, tetapi hanya sedikit informasi tentang pencemaran pada era dahulu. Untuk mengetahui berapa banyak orang memiliki dampak selama berabad abad itu, para ilmuan melakukan direkonstruksi penambahan merkuri ke atmosfer oleh manusia dengan menggunakan data historis dan model komputer. Penelitian ini menunjukkan bahwa emisi merkuri memuncak selama Amerika Utara melakukan penambangan besar besaran emas dan perak di akhir tahun 1800, tetapi mengalami penurunan di pertengahan abad ke 20, dan yang membuat lonjakan kenaikan adalah kontribusi dari pemakaian batubara. Mereka melaporkan Asia telah menyusul Eropa dan Amerika sebagai penyumbang terbesar merkuri. Data terakhir menunjukkan bahwa konstrasi merkuri di atmosfer menurun, dan ini bertolak belakang&amp;nbsp; dengan kesimpulan mereka dengan trus meningkatnya emisi. Mengubah kondisi atmosfer mungkin merupakan tanggung jawab kita bersama, tetapi hal ini hanya dipahami dalam bentuk pengurangan merkuri dalam bentuk pembuangan barang seperti baterai dan termometer.hal ini tidak lah cukup, para peneliti memprediksi merkuri dilepaskan dari pertambangan dan bahan bakar yang telah dilakukan selama 2000 tahun. Referensi Jurnal : David G. Streets, Molly K. Devane, Zifeng Lu, Tami C. Bond, Elsie M. Sunderland, Daniel J. Jacob. All-Time Releases of Mercury to the Atmosphere from Human Activities. Environmental Science &amp;amp; Technology, 2011; 45 (24): 10485 http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>JurnalScience – Demi untuk mengehar kekayaan dan energi , selama kurun waktu 5000 tahun terakhir ini, manusia telah melepaskan lebih dari 385.000 ton merkuri ke lingkungan.ini merupakan sebuah masalah untuk kesehatan, menurut sebuah studi baru yang menantang gagasan bahwa pelebasan logam di lingkungan mengalami penurunan. Laporan ini muncul untuk pertama kalinya di ACS Jurnal Lingkungan ilmu pengetahuan dan teknologi. David dan rekannya menjelaskan bahwa manusia telah memasukkan merkuri ke atmosfer melalui pembakaran bahan bakar fosil dan melalui penambangan dan proses industri. Merkuri terdapat di dalam batubara dan Orc yang digunakan untuk mengekstrak emas dan perak. Ada banyak informasi tentang rilis terbaru dari merkuri, tetapi hanya sedikit informasi tentang pencemaran pada era dahulu. Untuk mengetahui berapa banyak orang memiliki dampak selama berabad abad itu, para ilmuan melakukan direkonstruksi penambahan merkuri ke atmosfer oleh manusia dengan menggunakan data historis dan model komputer. Penelitian ini menunjukkan bahwa emisi merkuri memuncak selama Amerika Utara melakukan penambangan besar besaran emas dan perak di akhir tahun 1800, tetapi mengalami penurunan di pertengahan abad ke 20, dan yang membuat lonjakan kenaikan adalah kontribusi dari pemakaian batubara. Mereka melaporkan Asia telah menyusul Eropa dan Amerika sebagai penyumbang terbesar merkuri. Data terakhir menunjukkan bahwa konstrasi merkuri di atmosfer menurun, dan ini bertolak belakang&amp;nbsp; dengan kesimpulan mereka dengan trus meningkatnya emisi. Mengubah kondisi atmosfer mungkin merupakan tanggung jawab kita bersama, tetapi hal ini hanya dipahami dalam bentuk pengurangan merkuri dalam bentuk pembuangan barang seperti baterai dan termometer.hal ini tidak lah cukup, para peneliti memprediksi merkuri dilepaskan dari pertambangan dan bahan bakar yang telah dilakukan selama 2000 tahun. Referensi Jurnal : David G. Streets, Molly K. Devane, Zifeng Lu, Tami C. Bond, Elsie M. Sunderland, Daniel J. Jacob. All-Time Releases of Mercury to the Atmosphere from Human Activities. Environmental Science &amp;amp; Technology, 2011; 45 (24): 10485 http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>Lingkungan</itunes:keywords></item><item><title>Hybrid  Sutera dari Ulat Sutera dan Sutera Laba-Laba Hasikan Sutera yang Kuat</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/hybrid-sutera-dari-ulat-sutera-dan.html</link><category>Biologi</category><category>bioteknologi</category><category>Genetika</category><pubDate>Wed, 11 Jan 2012 00:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-8393859518269780570</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFMDCFIE8rFj56Y3WQeycmF-p4HOZ010csBxN6gKf_CnOBm1KoStSgWEjnkaPRYrMtfNrWrbtjaUJWDJyJZEUjmdZMZQWy4SUL0qHjyZhV_Me7rhRmd0KiWyNR5wbgmiaiQZJG6z2ZIg/s1600/ulatsutera.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFMDCFIE8rFj56Y3WQeycmF-p4HOZ010csBxN6gKf_CnOBm1KoStSgWEjnkaPRYrMtfNrWrbtjaUJWDJyJZEUjmdZMZQWy4SUL0qHjyZhV_Me7rhRmd0KiWyNR5wbgmiaiQZJG6z2ZIg/s320/ulatsutera.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ulat Sutera&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;JurnalScience&lt;/b&gt; – Sebuah penemuan baru yang menghasilakn sebuah sutera yang sangat kuat dan elastis. Sutera yang dihasilkan mungkin mampu untuk dibuat menjadi jahitan dan parasut. Penelitian ini dihasilkan di laboratorium Malcolm Fraser Jr, Profesor ilmu biologi di Universitas Notre Dame. Sutera yang dihasilkan merupakan rekayasa transgenecally dari ulat sutera dan di gabungkan dengan kekuatan dan elastisitas dari sutera laba-laba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil penemuan ini mereka publikasikan dalam Prosiding National Academy of Sciences. “ini merupakan sesuatu yang baru dan belum seorangpun yang melakukannya, “kata Fraser. Proyek yang digunakan vektor piggyBac Fraser untuk menciptakan transgenik ulat sutra dengan sutera Laba-laba dan protein, ini merupakan kolaborasi yang unik yang di buat di Laboratorium bersama sama dengan Donald Jarvis dan Ranolph Lewis dari Universitas Wyoming. Jarvin membuat plasmid transgen di laboratoriumnya, sementara Fraser membuat ulat sutera trasgenik dan Lewis menganalisa serat dari ulat sutera. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa serat ulat sutera lebih keras dan khas sementara serat sutera yang dihasilkan oleh laba laba lebih elastis, ini menunjukkan ulat sutera dapat direkayasa untuk menghsilkan serat yang di inginkan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang mereka temukan ini merupakan hasil penelitian yang mereka upayakan selama 10 tahun lama nya. Dengan penghargaan internal dari Notre Dame ke Fraser untuk mengembangkan kemampuan transgenik ulat. Apa yang mereka kerjakan ini tidak lah mudah dan mememrlukan dana yang besar pula, hampir&amp;nbsp; selama hampir dua tahun R21 NIH hibah yang diberikan kepada Jarvis, Lewis dan Fraser dan selama beberapa tahun dana tambahan diberikan oleh Laboratorium Kraig BioCraft. Keberhasilan yang dicapai dari penelitian panjang ini akan mustahil tanpa kemampuan untuk melakukan transgenesis ulat, dan ini dikuasai oleh Bong hee Sohn dan Young soo Kim di Lab Fraser di Notre Dame.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kraig Biocraft Laboratories Inc bersama-sama dengan Fraser, Lewis dan Jarvin sedang mengevaluasi peluang bisnis dari serat generasi pertama yang mereka hasilkan yang bisa digunakan untuk tekstil dan non tekstil. Para peneliti akhirnya berharap untuk memperbaiki produk dari generasi pertama untuk membuat serat yang lebih kuat lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Referensi Jurnal:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;F. Teule, Y.-G. Miao, B.-H. Sohn, Y.-S. Kim, J. J. Hull, M. J. Fraser, R. V. Lewis, D. L. Jarvis.” &lt;b&gt;Silkworms transformed with chimeric silkworm/spider silk genes spin composite silk fibers with improved mechanical properties&lt;/b&gt;”. Proceedings of the National Academy of Sciences, 2012; &lt;a href="http://www.pnas.org/content/early/2012/01/02/1109420109" target="_blank"&gt;DOI: 10.1073/pnas.1109420109&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFMDCFIE8rFj56Y3WQeycmF-p4HOZ010csBxN6gKf_CnOBm1KoStSgWEjnkaPRYrMtfNrWrbtjaUJWDJyJZEUjmdZMZQWy4SUL0qHjyZhV_Me7rhRmd0KiWyNR5wbgmiaiQZJG6z2ZIg/s72-c/ulatsutera.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="23184" type="image/jpeg" url="http://4.bp.blogspot.com/-ybjlN-ObcX0/Twx0XRAh8mI/AAAAAAAABlA/KSpQgMlJ0Hs/s1600/ulatsutera.jpg"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>Ulat Sutera JurnalScience – Sebuah penemuan baru yang menghasilakn sebuah sutera yang sangat kuat dan elastis. Sutera yang dihasilkan mungkin mampu untuk dibuat menjadi jahitan dan parasut. Penelitian ini dihasilkan di laboratorium Malcolm Fraser Jr, Profesor ilmu biologi di Universitas Notre Dame. Sutera yang dihasilkan merupakan rekayasa transgenecally dari ulat sutera dan di gabungkan dengan kekuatan dan elastisitas dari sutera laba-laba. Hasil penemuan ini mereka publikasikan dalam Prosiding National Academy of Sciences. “ini merupakan sesuatu yang baru dan belum seorangpun yang melakukannya, “kata Fraser. Proyek yang digunakan vektor piggyBac Fraser untuk menciptakan transgenik ulat sutra dengan sutera Laba-laba dan protein, ini merupakan kolaborasi yang unik yang di buat di Laboratorium bersama sama dengan Donald Jarvis dan Ranolph Lewis dari Universitas Wyoming. Jarvin membuat plasmid transgen di laboratoriumnya, sementara Fraser membuat ulat sutera trasgenik dan Lewis menganalisa serat dari ulat sutera. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa serat ulat sutera lebih keras dan khas sementara serat sutera yang dihasilkan oleh laba laba lebih elastis, ini menunjukkan ulat sutera dapat direkayasa untuk menghsilkan serat yang di inginkan tersebut. Apa yang mereka temukan ini merupakan hasil penelitian yang mereka upayakan selama 10 tahun lama nya. Dengan penghargaan internal dari Notre Dame ke Fraser untuk mengembangkan kemampuan transgenik ulat. Apa yang mereka kerjakan ini tidak lah mudah dan mememrlukan dana yang besar pula, hampir&amp;nbsp; selama hampir dua tahun R21 NIH hibah yang diberikan kepada Jarvis, Lewis dan Fraser dan selama beberapa tahun dana tambahan diberikan oleh Laboratorium Kraig BioCraft. Keberhasilan yang dicapai dari penelitian panjang ini akan mustahil tanpa kemampuan untuk melakukan transgenesis ulat, dan ini dikuasai oleh Bong hee Sohn dan Young soo Kim di Lab Fraser di Notre Dame. Kraig Biocraft Laboratories Inc bersama-sama dengan Fraser, Lewis dan Jarvin sedang mengevaluasi peluang bisnis dari serat generasi pertama yang mereka hasilkan yang bisa digunakan untuk tekstil dan non tekstil. Para peneliti akhirnya berharap untuk memperbaiki produk dari generasi pertama untuk membuat serat yang lebih kuat lagi. Referensi Jurnal: F. Teule, Y.-G. Miao, B.-H. Sohn, Y.-S. Kim, J. J. Hull, M. J. Fraser, R. V. Lewis, D. L. Jarvis.” Silkworms transformed with chimeric silkworm/spider silk genes spin composite silk fibers with improved mechanical properties”. Proceedings of the National Academy of Sciences, 2012; DOI: 10.1073/pnas.1109420109 http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>Ulat Sutera JurnalScience – Sebuah penemuan baru yang menghasilakn sebuah sutera yang sangat kuat dan elastis. Sutera yang dihasilkan mungkin mampu untuk dibuat menjadi jahitan dan parasut. Penelitian ini dihasilkan di laboratorium Malcolm Fraser Jr, Profesor ilmu biologi di Universitas Notre Dame. Sutera yang dihasilkan merupakan rekayasa transgenecally dari ulat sutera dan di gabungkan dengan kekuatan dan elastisitas dari sutera laba-laba. Hasil penemuan ini mereka publikasikan dalam Prosiding National Academy of Sciences. “ini merupakan sesuatu yang baru dan belum seorangpun yang melakukannya, “kata Fraser. Proyek yang digunakan vektor piggyBac Fraser untuk menciptakan transgenik ulat sutra dengan sutera Laba-laba dan protein, ini merupakan kolaborasi yang unik yang di buat di Laboratorium bersama sama dengan Donald Jarvis dan Ranolph Lewis dari Universitas Wyoming. Jarvin membuat plasmid transgen di laboratoriumnya, sementara Fraser membuat ulat sutera trasgenik dan Lewis menganalisa serat dari ulat sutera. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa serat ulat sutera lebih keras dan khas sementara serat sutera yang dihasilkan oleh laba laba lebih elastis, ini menunjukkan ulat sutera dapat direkayasa untuk menghsilkan serat yang di inginkan tersebut. Apa yang mereka temukan ini merupakan hasil penelitian yang mereka upayakan selama 10 tahun lama nya. Dengan penghargaan internal dari Notre Dame ke Fraser untuk mengembangkan kemampuan transgenik ulat. Apa yang mereka kerjakan ini tidak lah mudah dan mememrlukan dana yang besar pula, hampir&amp;nbsp; selama hampir dua tahun R21 NIH hibah yang diberikan kepada Jarvis, Lewis dan Fraser dan selama beberapa tahun dana tambahan diberikan oleh Laboratorium Kraig BioCraft. Keberhasilan yang dicapai dari penelitian panjang ini akan mustahil tanpa kemampuan untuk melakukan transgenesis ulat, dan ini dikuasai oleh Bong hee Sohn dan Young soo Kim di Lab Fraser di Notre Dame. Kraig Biocraft Laboratories Inc bersama-sama dengan Fraser, Lewis dan Jarvin sedang mengevaluasi peluang bisnis dari serat generasi pertama yang mereka hasilkan yang bisa digunakan untuk tekstil dan non tekstil. Para peneliti akhirnya berharap untuk memperbaiki produk dari generasi pertama untuk membuat serat yang lebih kuat lagi. Referensi Jurnal: F. Teule, Y.-G. Miao, B.-H. Sohn, Y.-S. Kim, J. J. Hull, M. J. Fraser, R. V. Lewis, D. L. Jarvis.” Silkworms transformed with chimeric silkworm/spider silk genes spin composite silk fibers with improved mechanical properties”. Proceedings of the National Academy of Sciences, 2012; DOI: 10.1073/pnas.1109420109 http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>Biologi, bioteknologi, Genetika</itunes:keywords></item><item><title>Misteri Jubah Film Harry Potter</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/misteri-jubah-film-harry-potter.html</link><category>fisika</category><category>teknologi</category><pubDate>Sat, 7 Jan 2012 04:01:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-7516100033262111740</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;JurnalScience&lt;/b&gt; - Membicarakan &lt;b&gt;film Harry Potter&lt;/b&gt; adalah sangat tidak asing lagi bagi anda semua, begitu juga dengan jubah yang dimiliki mampu untuk membuat nya hilang dan dari semua itu tentunya anda berfikir itu semua akibat kehebatan sihir yang dimilikinya. Dimata para ilmuan itu tidak berlaku, seperti yang di tunjukkan oleh para peneliti Cornell menunjukkan “&lt;b&gt;Jubah Temporal&lt;/b&gt; dengan model dengan skala kecil dalam informasi transfortasi oleh sinar cahaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://api.ning.com/files/pkIMBlji3wsMgHaiZVND*27EbgOGB3zR1h6sRQ05mdlkOd*Hdqt0wSsOAjrkFdsigQlYl5R2ZE3q52mAvSdjgseoxnSu4KQ2/MisteriJubahFilmHarryPotter.jpg?width=450&amp;amp;height=192"&gt;&lt;img alt="Jubah Harry Potter" border="0" height="300" src="http://api.ning.com/files/pkIMBlji3wsMgHaiZVND*27EbgOGB3zR1h6sRQ05mdlkOd*Hdqt0wSsOAjrkFdsigQlYl5R2ZE3q52mAvSdjgseoxnSu4KQ2/MisteriJubahFilmHarryPotter.jpg?width=450&amp;amp;height=192" style="border-color: -moz-use-text-color; border-style: none; border-width: 0px; display: inline;" title="Demonstration of temporal cloaking" width="328" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Caranya adalah dengan menciptakan celah dalam berkas cahaya, persitiwa terjadi tersembunyi sebagai celah berlalu dan kemudian menjahit balok kebali bersama sama. &lt;i&gt;Alexander Gaeta&lt;/i&gt;, profesor Cornell dan rekayasa fisika terapan dan rekan rekan nya merilis temuan ini dengan judul &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Demonstration of temporal cloaking”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; pada 5 januari 2012 di Journal Nature.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para peneliti menciptakan apa yang mereka sebut ” lensa waktu” yang dapat memanipulasi dan fokus sinyal pada waktunya, analog dengan cara lensa kaca memfokuskan cahaya dalam ruang. Mereka menggunakan teknik yang disebut four-wave mixing, dimana dua berkas cahaya yang disebut “signal“ dan “pump” dikirim secara bersamaan melalui serat optik. Kedua balok berinteraksi dan mengubah panjang gelombang sinyal. Untuk memulai membuat celah waktu, pertama benturan sinyal panjang gelombang, kemudian dengan membalikkan dan memompa sinar panjang gelombang dan benturan itu mengarah ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian balok melewati yang lain merenggangkan serat optik. Cahaya melewati bahan transparan untuk memperlambat, jadi semula panjang gelombang yang rendah akan berubah menjadi tinggi, meninggalkan celah. Kemudian balok dibagi melewati serat optik dengan komposisi yang berbeda, direkayasa untuk memperlambat panjang gelombang yang lebih rendah. Sinyal panjang gelombang yang lebih tinggi sekarang yang menangkap sinyal yang lebih rendah, untuk menutup celah tersebut. Akhirnya empat gelombang membawa kedua bagian kembali ke panjang gelombang asli, dan balok muncul tanpa jejak dan tidak ada bukti dari sinyal yang menganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Celah yang dibuat pada penelitian ini adalah 15 picoseconds panjang dan memungkinkan sampai 10 nanodetik, kata Gaeta. Tapi teknik ini bisa memiliki aplikasi dalam serat optik pada transmisi data dan pengelolaan data, ia menambahkan. Sebagai contoh, mungkin memungkinkan memasukkan sinyal darurat tanpa menganggu aliran data utama, atau multitasking operasi di komputer fotonik, di mana sinar cahaya pada sebuah chip menggantikan kabel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percobaan itu terinspirasi oleh proposal teoritis untuk jubah ruang-waktu atau "editor sejarah" diterbitkan oleh Martin McCall, profesor fisika di Imperial College di London, dalam Journal of Optik pada November 2010. "Tapi metodenya diperlukan suatu respon optik dari bahan yang tidak ada Sekarang kita sudah melakukannya dalam satu dimensi spasial.. Memperluas ke dua [yaitu, bersembunyi sebentar di seluruh adegan] tidak keluar dari dunia Semua kemungkinan kemajuan harus mulai dari suatu tempat,. "kata Gaeta.&lt;br /&gt;
Penelitian ini didanai oleh : &lt;i&gt;The Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) and by the Cornell Center for Nanoscale Systems, which is supported by the National Science Foundation and the New York State DiviFunding for the research: The Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) and by the Cornell Center for Nanoscale Systems dan di dukung oleh the National Science Foundation and the New York State Divi.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author></item><item><title>Kabel Ultra Tipis Revolusi Komputer</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/kabel-ultra-tipis-revolusi-komputer.html</link><category>elektronika</category><category>teknologi</category><pubDate>Sat, 7 Jan 2012 02:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-5871608517378656953</guid><description>&lt;a href="http://api.ning.com/files/cFDi9eCzP2A9jxDzDYotnU3yQnkrTmjOygq1WO6Jj4lYkuoilOx7xAJEOOu3PG34Goz52gQIIo8evIh4N1MgcfJIEMY-ASoV/KabelUltraTipisMampuMerevolusiKomputer.jpg?width=278&amp;amp;height=225"&gt;&lt;img alt="Kabel Ultra Tipis Revolusi Komputer" border="0" height="300" src="http://api.ning.com/files/cFDi9eCzP2A9jxDzDYotnU3yQnkrTmjOygq1WO6Jj4lYkuoilOx7xAJEOOu3PG34Goz52gQIIo8evIh4N1MgcfJIEMY-ASoV/KabelUltraTipisMampuMerevolusiKomputer.jpg?width=278&amp;amp;height=225" style="border-color: -moz-use-text-color; border-style: none; border-width: 0px; display: inline;" title="Nano wire" width="328" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;JurnalScience&lt;/b&gt; – Dengan ukuran atom dapat mengakibatkan &lt;b&gt;kable elektronik &lt;/b&gt;yang sangat kecil dan komputer kuantum. Para ilmuan mengatakan bahwa mereka telah merancang kabel yang sangat kecil yaitu sekitar 10.000 kali lebih tipis dari rambut manusia, tetapi dengan &lt;b&gt;kapasitas listrik&lt;/b&gt; yang sama seperti kabel tembaga. Ini merupakan sebuah langkah besar menuju suatu bangunan yang kuat dalam mencapai revolusi komputer yang sangat kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemajuan program ini dijelaskan dalam jurnal Science Amerika Serikat, mereka mengabarkan bahwa untuk pertam kali nya mampu membuat kabel dengan ukuran satu atom untuk tingginya dan lebar 4 atom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ditemukan dapat ini dapat menghasilakn perangkat elektronik mungil, bahkan untuk masa depan akan menuju komputasi kuantum, sebuah industri yang masih dalam masa pertumbuhan yang akan menciptakan sebuah komputer yang kuat yang bisa menyaring sejumlah data yang besar dengan cepat dari pada komputer digital yang ada sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Michelle Simmons&lt;/i&gt; dari &lt;b&gt;University of New South Wales&lt;/b&gt;,Sydney Australia mengatakan “ Didorong oleh industri semikonduktor, komponen chip komputer terus menyusut dalam hal ukuran yang lebih kecil memungkinkan komputer untuk lebih kuat”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita berada pada ambang pembuatan transistor dan keluar dari atom individu tetapi untuk membangun sebuah komputer kuantum yang praktis kita harus mengakui bahwa kabel untuk iterkoneksi sistem dan sirkuit harus menyusut dalam skala atom.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para ilmuan mampu membuat kabel dengan ukuran atom dengan menggunakan teknik yang disebut scanning tunneling microscopy, dimana mereka menempatkan rantai atom fosfor dalam sebuah kristal silikon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nano Kabel yang mereka ciptakan ini berkisar 1,5 -11 nanometer tebalnya. Meskipun sirkuitnya lebih kecil, tetapi para ilmuan tidak kesulitan mengamatinya serta untuk meningkatkan kemampuan memuat muatan listrik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author></item><item><title>Pengaruh Viagra Terhadapa Gagal Jantung</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/pengaruh-viagra-terhadapa-gagal-jantung.html</link><category>Jantung</category><category>kesehatan</category><category>Penyakit</category><pubDate>Tue, 3 Jan 2012 02:57:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-4300043898578852060</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://i901.photobucket.com/albums/ac217/livejurnal69/Januari%202012/d2d2f26d.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Pengaruh Viagra Terhadapa Gagal Jantung" border="0" height="200" src="http://i901.photobucket.com/albums/ac217/livejurnal69/Januari%202012/d2d2f26d.jpg" style="border-color: -moz-use-text-color; border-style: none; border-width: 0px; display: inline;" title="Pengaruh Viagra Terhadapa Gagal Jantung" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;JurnalScience&lt;/b&gt; – Bagaimanakah &lt;b&gt;sildenafil&lt;/b&gt; suatu bahan aktif yang terkandung di dalam &lt;b&gt;Viagra&lt;/b&gt;, dapat meringankan masalah jantung dan ini tentunya tidak masuk akal, tetapi hal ini berbeda dari apa yang yang para peneliti sampaikan dalam journal Circulation. Para peneliti mempelajari anjing yang mengalami gagal jantung diastolik, suatu kondisi dimana ruang pada jantung tidak mendapatkan suplay darah dengan cukup. Para peneliti menunjukkan bahwa sidenafil yang kaku menjadi lebih elastis. Obat mengaktifkan enzim yang menyebabkan protein Titin raksasa di sel-sel miokard untuk lebih rilex.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami telah mengembangkan terapi pada model hewan untuk yang pertama kalinya dan ini memberikan harapan untuk keberhasilan penyembuhan pasien” kata Prof Dr Wolfgang Linke dari Institut Fisiologi RUB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sildenafil menghambat enzim tertentu (phosphodiesterase 5 A) , yang menyebabkan peningkatan pembentukan zat pembawa pesan (cGMP). Zat ini mengaktifkan enzim kinase protein G, yang melekat gugus fosfat pada protein tertentu. Ini yang disebut fosforilasi yang menyebabkan pembuluh darah rilex. Para peneliti Bochum dan Rochester menemukan bahwa otot jantung titin protein juga terfosforikasi melalui mekanisme yang sama. “ Molekul-molekul titin mirip dengan karet gelang” Ahli Fisiologi Bochum menjelaskan. “ Mereka berkontribusi untuk kekakuan dari dinding jantung.” Aktivitas protein kinase G menyebabkan Titin untuk lebih rilek. Hal ini membuat dinding jantung lebih elastis. Efeknya terjadi dalam beberapa menit dari pemberian obat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obat Gagal Jantung Saat ini Tidak Cukup&lt;br /&gt;
“ Dari semua pasien yang berusia 60 tahun yang berada di rumah sakit karena serangan lemah jantung, separuhnya menderita gagal jantung diastolik “ jelas Linke. “meskipun&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Kita tahu bahwa penurunan distensibility dinding jantung adalah sebagai penyebabnya, dan penyakit ini belum bisa di obati dengan baik dengan obat yang terdapat sekarang. “Dalam studi yang disebut “RELAX”&amp;nbsp; study of the Heart Failure Network, jika saja kemanjuran sildenafil bisa diwujutkan pada manusia untuk pertam kalinya, kita sudah memiliki mekanisme molekuler di tangan untuk bisa menjelaskan efek tersebut.” Kata Linke.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber Referensi : &lt;a href="http://dx.doi.org/10.1161/CIRCULATIONAHA.111.048520" rel="dofollow" title="Pengaruh Viagra Terhadapa Gagal Jantung"&gt;Sildenafil and B-Type Natriuretic Peptide Acutely Phosphorylate Titin and Improve Diastolic Distensibility In Vivo&lt;/a&gt; K. Bishu, N. Hamdani, S. F. Mohammed, M. Kruger, T. Ohtani, O. Ogut, F. V. Brozovich, J. C. Burnett, W. A. Linke, M. M. Redfield.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://i901.photobucket.com/albums/ac217/livejurnal69/Januari%202012/th_d2d2f26d.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">7</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author></item><item><title>Petunjuk baru mengapa Daya ingat Lansia Berkurang</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/petunjuk-baru-mengapa-daya-ingat-lansia.html</link><category>kesehatan</category><pubDate>Tue, 3 Jan 2012 02:51:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-4281681278466560519</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://i901.photobucket.com/albums/ac217/livejurnal69/Januari%202012/669a1d92.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Petunjuk baru mengapa daya ingat lansia berkurang" border="0" height="200" src="http://i901.photobucket.com/albums/ac217/livejurnal69/Januari%202012/669a1d92.jpg" style="border-color: -moz-use-text-color; border-style: none; border-width: 0px; display: inline;" title="Petunjuk baru mengapa daya ingat lansia berkurang" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jurnalscience&lt;/b&gt; – makin tua usia manusia semakin tinggi tingkat kehilangan akan sebagian daya ingat (memori) dan ini sebuah fakta yang bisa kita jumpai dimana saja di lingkungan kita. Atas dasar tersebut sebuah penelitian diadakan untuk mencari solusinya, penelitian baru yang mencari hubungan “silent strokes” atau bintik-bintik kecil dari sel-sel otak yang mati. silent strokes ini ditemukan 1 dari empat lansia yang mengalami hilangnya daya ingatan mereka. Hasil dari studi ini diterbitkan pada 3 januari 2012 Jurnal media dari American Academy of Neurology.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aspek baru dari studi ini adalah bahwa ia meneliti silent strokes dan penyusutan hipokampus secra bersama sama. Kata penulis studi Adam M. Brickman, PhD dari institut Taub untuk penelitian penyakit Alzheimer dan Penuaan Otak di Colombia University Medical Center di New York.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada penelitian ini sebanyak 658 orang yang berusia 65 tahun atau yanglebih tua, dan bebas dari demensia, otak mereka di scan MRI. Peserta juga harus menjalani tes yang mengukur memori merka, bahasa, kecepatan pengolahan informasi dan persepsi visual. Sebanyak 164 peserta mengalami silent strokes.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Studi ini menemukan orang dengan silent strokes tercatat memiliki memori yang sangat buruk bila dibandingkan mereka yang tidak mengalami, berdsarkan hasil tes memori. Mengingat bahwa kondisi seperti penyakit akzheimer yang di defenisikan pada masalah memori, hasil yang kami dapatkan serta memberikan gambaran lebih dalam apa yang menyebabkan gejala dan pengembangan intervensi baru untuk pencegahan. Karena silent strokes dan volume hipokampus tampaknya memiliki hubungan dengan hilangnya daya ingat, &amp;nbsp;secara terpisah hasil dari studi ini memberikan dukungan kepada kami untuk mencegah stoke sebagai sarana untuk staving masalah memori, kata Brickman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber: &lt;a href="http://www.aan.com/" rel="dofollow" title="Petunjuk baru mengapa Daya ingat Lansia Berkurang"&gt;American Academy of Neurology&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://i901.photobucket.com/albums/ac217/livejurnal69/Januari%202012/th_669a1d92.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="3313" type="image/jpeg" url="http://i901.photobucket.com/albums/ac217/livejurnal69/Januari%202012/669a1d92.jpg"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>Jurnalscience – makin tua usia manusia semakin tinggi tingkat kehilangan akan sebagian daya ingat (memori) dan ini sebuah fakta yang bisa kita jumpai dimana saja di lingkungan kita. Atas dasar tersebut sebuah penelitian diadakan untuk mencari solusinya, penelitian baru yang mencari hubungan “silent strokes” atau bintik-bintik kecil dari sel-sel otak yang mati. silent strokes ini ditemukan 1 dari empat lansia yang mengalami hilangnya daya ingatan mereka. Hasil dari studi ini diterbitkan pada 3 januari 2012 Jurnal media dari American Academy of Neurology. Aspek baru dari studi ini adalah bahwa ia meneliti silent strokes dan penyusutan hipokampus secra bersama sama. Kata penulis studi Adam M. Brickman, PhD dari institut Taub untuk penelitian penyakit Alzheimer dan Penuaan Otak di Colombia University Medical Center di New York. Pada penelitian ini sebanyak 658 orang yang berusia 65 tahun atau yanglebih tua, dan bebas dari demensia, otak mereka di scan MRI. Peserta juga harus menjalani tes yang mengukur memori merka, bahasa, kecepatan pengolahan informasi dan persepsi visual. Sebanyak 164 peserta mengalami silent strokes. Studi ini menemukan orang dengan silent strokes tercatat memiliki memori yang sangat buruk bila dibandingkan mereka yang tidak mengalami, berdsarkan hasil tes memori. Mengingat bahwa kondisi seperti penyakit akzheimer yang di defenisikan pada masalah memori, hasil yang kami dapatkan serta memberikan gambaran lebih dalam apa yang menyebabkan gejala dan pengembangan intervensi baru untuk pencegahan. Karena silent strokes dan volume hipokampus tampaknya memiliki hubungan dengan hilangnya daya ingat, &amp;nbsp;secara terpisah hasil dari studi ini memberikan dukungan kepada kami untuk mencegah stoke sebagai sarana untuk staving masalah memori, kata Brickman. sumber: American Academy of Neurology http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>Jurnalscience – makin tua usia manusia semakin tinggi tingkat kehilangan akan sebagian daya ingat (memori) dan ini sebuah fakta yang bisa kita jumpai dimana saja di lingkungan kita. Atas dasar tersebut sebuah penelitian diadakan untuk mencari solusinya, penelitian baru yang mencari hubungan “silent strokes” atau bintik-bintik kecil dari sel-sel otak yang mati. silent strokes ini ditemukan 1 dari empat lansia yang mengalami hilangnya daya ingatan mereka. Hasil dari studi ini diterbitkan pada 3 januari 2012 Jurnal media dari American Academy of Neurology. Aspek baru dari studi ini adalah bahwa ia meneliti silent strokes dan penyusutan hipokampus secra bersama sama. Kata penulis studi Adam M. Brickman, PhD dari institut Taub untuk penelitian penyakit Alzheimer dan Penuaan Otak di Colombia University Medical Center di New York. Pada penelitian ini sebanyak 658 orang yang berusia 65 tahun atau yanglebih tua, dan bebas dari demensia, otak mereka di scan MRI. Peserta juga harus menjalani tes yang mengukur memori merka, bahasa, kecepatan pengolahan informasi dan persepsi visual. Sebanyak 164 peserta mengalami silent strokes. Studi ini menemukan orang dengan silent strokes tercatat memiliki memori yang sangat buruk bila dibandingkan mereka yang tidak mengalami, berdsarkan hasil tes memori. Mengingat bahwa kondisi seperti penyakit akzheimer yang di defenisikan pada masalah memori, hasil yang kami dapatkan serta memberikan gambaran lebih dalam apa yang menyebabkan gejala dan pengembangan intervensi baru untuk pencegahan. Karena silent strokes dan volume hipokampus tampaknya memiliki hubungan dengan hilangnya daya ingat, &amp;nbsp;secara terpisah hasil dari studi ini memberikan dukungan kepada kami untuk mencegah stoke sebagai sarana untuk staving masalah memori, kata Brickman. sumber: American Academy of Neurology http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>kesehatan</itunes:keywords></item><item><title>Penyelamat Sekaligus Ancaman</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/penyelamat-sekaligus-ancaman.html</link><category>Geologi</category><category>Metreologi dan Geofisika</category><pubDate>Tue, 3 Jan 2012 02:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-8016543489813328880</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://i901.photobucket.com/albums/ac217/livejurnal69/Januari%202012/dbee454e.png" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Penyelamat Sekaligus Ancaman" border="0" height="200" src="http://i901.photobucket.com/albums/ac217/livejurnal69/Januari%202012/dbee454e.png" style="border-color: -moz-use-text-color; border-style: none; border-width: 0px; display: inline;" title="Penyelamat Sekaligus Ancaman" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;b&gt;(BPPT-JurnalScience)&lt;/b&gt; Sumber bahaya utama letusan Gunung Ijen adalah air kawahnya yang bervolume besar dan kadar keasaman yang tinggi. Ini berbeda dengan gunung api lain yang bahaya langsungnya dari awan panas, lava, atau hujan abu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SR Wittiri dan Sri Sumarti dalam artikel ”Kawah Ijen, Penghasil Belerang Terbesar” di Warta Geologi Volume III Nomor 4 Tahun 2008 menuliskan, Gunung Ijen berasal dari gunung api sangat besar yang tercabik-cabik akibat letusan besar dalam tiga periode sejak 3.500 tahun silam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Letusan itu menghasilkan lubang besar di bagian atas berukuran 22 kilometer x 25 kilometer. Lubang itu dikenal sebagai Kaldera Ijen. Di tengah kaldera terdapat kawah yang menjadi pusat aktivitas vulkanik Gunung Ijen. Bibir kawah berukuran 1.600 meter x 1.160 meter, sedangkan permukaan air danau berukuran 960 meter x 600 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedalaman kawah mencapai 250 meter (penghitungan tahun 1938), dan 182 meter (penghitungan tahun 1996). Jarak antara permukaan air danau dan bibir kawah 300 meter dengan kemiringan dinding kawah 45 derajat-60 derajat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penghitungan volume air kawah tahun 1930 menyebut jumlah 36 juta meter kubik. Tahun 1996, tinggal 30 juta meter kubik (setara 12.000 kali air kolam renang standar olimpiade).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono, Jumat (30/12), mengatakan, air ini berfungsi efektif sebagai pendingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aktivitas vulkanik Gunung Ijen meningkat, temperatur dari dapur magma akan meningkat tajam. Hal ini berdampak pada naiknya tekanan dari dalam Bumi, kemudian memicu letusan gunung api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, banyaknya air di kawah membuat suhu dari dalam perut Bumi turun dan tekanannya ikut turun. Akibatnya, gunung tak jadi meletus. ”Air kawah menjadi penyelamat sekaligus ancaman,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadar keasaman air kawah Ijen sangat tinggi, antara nol (tidak terukur) dan 0,8.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai perbandingan, derajat keasaman air aki 2-3. Adapun air layak sentuh minimal 5 dan air layak minum 6-7.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Api Ijen disebutkan, air kawah bersumber dari siklus hidrologi, mulai dari air hujan, air permukaan, dan air bawah tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada musim penghujan, permukaan air kawah akan naik dan dikeluarkan melalui dam. Cara ini terakhir dilakukan tahun 1976. Hal ini menunjukkan makin susutnya air kawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Susutnya air kawah berdampak pada keluarnya air kawah melalui celah bebatuan di dasar kawah. Air kawah itu bergerak menuju laut melalui Kali Banyupahit-Banyuputih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali Banyupahit-Banyuputih yang terentang dari Bondowoso ke Situbondo membelah permukiman, persawahan, perkebunan, dan kawasan industri. Akibatnya, air minum sumur warga terasa pahit, menimbulkan gatal-gatal dan merusak gigi. Komponen logam mudah berkarat dan tanaman tidak tumbuh sempurna. Hal itu diketahui dari penelitian yang dilakukan PVMBG tahun 2006.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aktivitas Ijen meningkat, air kawah bisa tumpah. Letusan kecil yang membuat air kawah terlontar hingga ketinggian 20 meter dari permukaan danau akan membuat air kawah terlempar keluar bibir kawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Surono, sejumlah rekomendasi pernah ditawarkan untuk menyelamatkan penduduk di lereng bawah Gunung Ijen dari bahaya air kawah. Hal itu antara lain penaburan kapur, pembuangan air kawah langsung ke laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja tidak ekonomis menaburi 30 juta meter kubik air kawah dengan kapur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembuatan terowongan untuk membuang langsung air kawah ke laut juga sulit dilakukan. Proses pengeboran akan mencipratkan air kawah yang membahayakan pekerja. Peralatan pengeboran juga akan cepat rusak akibat karat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, mengevakuasi penduduk di kaki Gunung Ijen, khususnya di sepanjang bantaran Kali Banyupahit-Banyuputih, menjadi langkah utama. Saat Gunung Ijen meletus, 9.000 penduduk di daerah rawan bencana harus segera diungsikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Hidup di daerah bencana tak perlu membuat masyarakat ketakutan. Hal yang harus dilakukan adalah menciptakan masyarakat yang mampu hidup harmonis dengan ancaman bencana,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dikutip dari :&lt;a href="http://www.ristek.go.id/" rel="nofollow" title="Penyelamat Sekaligus Ancaman-JurnalScience"&gt;Ristek News&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://i901.photobucket.com/albums/ac217/livejurnal69/Januari%202012/th_dbee454e.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="31742" type="image/png" url="http://i901.photobucket.com/albums/ac217/livejurnal69/Januari%202012/dbee454e.png"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>(BPPT-JurnalScience) Sumber bahaya utama letusan Gunung Ijen adalah air kawahnya yang bervolume besar dan kadar keasaman yang tinggi. Ini berbeda dengan gunung api lain yang bahaya langsungnya dari awan panas, lava, atau hujan abu. SR Wittiri dan Sri Sumarti dalam artikel ”Kawah Ijen, Penghasil Belerang Terbesar” di Warta Geologi Volume III Nomor 4 Tahun 2008 menuliskan, Gunung Ijen berasal dari gunung api sangat besar yang tercabik-cabik akibat letusan besar dalam tiga periode sejak 3.500 tahun silam. Letusan itu menghasilkan lubang besar di bagian atas berukuran 22 kilometer x 25 kilometer. Lubang itu dikenal sebagai Kaldera Ijen. Di tengah kaldera terdapat kawah yang menjadi pusat aktivitas vulkanik Gunung Ijen. Bibir kawah berukuran 1.600 meter x 1.160 meter, sedangkan permukaan air danau berukuran 960 meter x 600 meter. Kedalaman kawah mencapai 250 meter (penghitungan tahun 1938), dan 182 meter (penghitungan tahun 1996). Jarak antara permukaan air danau dan bibir kawah 300 meter dengan kemiringan dinding kawah 45 derajat-60 derajat. Penghitungan volume air kawah tahun 1930 menyebut jumlah 36 juta meter kubik. Tahun 1996, tinggal 30 juta meter kubik (setara 12.000 kali air kolam renang standar olimpiade). Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono, Jumat (30/12), mengatakan, air ini berfungsi efektif sebagai pendingin. Saat aktivitas vulkanik Gunung Ijen meningkat, temperatur dari dapur magma akan meningkat tajam. Hal ini berdampak pada naiknya tekanan dari dalam Bumi, kemudian memicu letusan gunung api. Namun, banyaknya air di kawah membuat suhu dari dalam perut Bumi turun dan tekanannya ikut turun. Akibatnya, gunung tak jadi meletus. ”Air kawah menjadi penyelamat sekaligus ancaman,” katanya. Kadar keasaman air kawah Ijen sangat tinggi, antara nol (tidak terukur) dan 0,8. Sebagai perbandingan, derajat keasaman air aki 2-3. Adapun air layak sentuh minimal 5 dan air layak minum 6-7. Dalam Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Api Ijen disebutkan, air kawah bersumber dari siklus hidrologi, mulai dari air hujan, air permukaan, dan air bawah tanah. Pada musim penghujan, permukaan air kawah akan naik dan dikeluarkan melalui dam. Cara ini terakhir dilakukan tahun 1976. Hal ini menunjukkan makin susutnya air kawah. Susutnya air kawah berdampak pada keluarnya air kawah melalui celah bebatuan di dasar kawah. Air kawah itu bergerak menuju laut melalui Kali Banyupahit-Banyuputih. Kali Banyupahit-Banyuputih yang terentang dari Bondowoso ke Situbondo membelah permukiman, persawahan, perkebunan, dan kawasan industri. Akibatnya, air minum sumur warga terasa pahit, menimbulkan gatal-gatal dan merusak gigi. Komponen logam mudah berkarat dan tanaman tidak tumbuh sempurna. Hal itu diketahui dari penelitian yang dilakukan PVMBG tahun 2006. Saat aktivitas Ijen meningkat, air kawah bisa tumpah. Letusan kecil yang membuat air kawah terlontar hingga ketinggian 20 meter dari permukaan danau akan membuat air kawah terlempar keluar bibir kawah. Menurut Surono, sejumlah rekomendasi pernah ditawarkan untuk menyelamatkan penduduk di lereng bawah Gunung Ijen dari bahaya air kawah. Hal itu antara lain penaburan kapur, pembuangan air kawah langsung ke laut. Tentu saja tidak ekonomis menaburi 30 juta meter kubik air kawah dengan kapur. Pembuatan terowongan untuk membuang langsung air kawah ke laut juga sulit dilakukan. Proses pengeboran akan mencipratkan air kawah yang membahayakan pekerja. Peralatan pengeboran juga akan cepat rusak akibat karat. Karena itu, mengevakuasi penduduk di kaki Gunung Ijen, khususnya di sepanjang bantaran Kali Banyupahit-Banyuputih, menjadi langkah utama. Saat Gunung Ijen meletus, 9.000 penduduk di daerah rawan bencana harus segera diungsikan. ”Hidup di daerah bencana tak perlu membuat masyarakat ketakutan. Hal yang harus dilakukan adalah menciptakan masyarakat yang mampu hidup harmonis dengan ancaman bencana,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho.&amp;nbsp; Dikutip dari :Ristek News http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>(BPPT-JurnalScience) Sumber bahaya utama letusan Gunung Ijen adalah air kawahnya yang bervolume besar dan kadar keasaman yang tinggi. Ini berbeda dengan gunung api lain yang bahaya langsungnya dari awan panas, lava, atau hujan abu. SR Wittiri dan Sri Sumarti dalam artikel ”Kawah Ijen, Penghasil Belerang Terbesar” di Warta Geologi Volume III Nomor 4 Tahun 2008 menuliskan, Gunung Ijen berasal dari gunung api sangat besar yang tercabik-cabik akibat letusan besar dalam tiga periode sejak 3.500 tahun silam. Letusan itu menghasilkan lubang besar di bagian atas berukuran 22 kilometer x 25 kilometer. Lubang itu dikenal sebagai Kaldera Ijen. Di tengah kaldera terdapat kawah yang menjadi pusat aktivitas vulkanik Gunung Ijen. Bibir kawah berukuran 1.600 meter x 1.160 meter, sedangkan permukaan air danau berukuran 960 meter x 600 meter. Kedalaman kawah mencapai 250 meter (penghitungan tahun 1938), dan 182 meter (penghitungan tahun 1996). Jarak antara permukaan air danau dan bibir kawah 300 meter dengan kemiringan dinding kawah 45 derajat-60 derajat. Penghitungan volume air kawah tahun 1930 menyebut jumlah 36 juta meter kubik. Tahun 1996, tinggal 30 juta meter kubik (setara 12.000 kali air kolam renang standar olimpiade). Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono, Jumat (30/12), mengatakan, air ini berfungsi efektif sebagai pendingin. Saat aktivitas vulkanik Gunung Ijen meningkat, temperatur dari dapur magma akan meningkat tajam. Hal ini berdampak pada naiknya tekanan dari dalam Bumi, kemudian memicu letusan gunung api. Namun, banyaknya air di kawah membuat suhu dari dalam perut Bumi turun dan tekanannya ikut turun. Akibatnya, gunung tak jadi meletus. ”Air kawah menjadi penyelamat sekaligus ancaman,” katanya. Kadar keasaman air kawah Ijen sangat tinggi, antara nol (tidak terukur) dan 0,8. Sebagai perbandingan, derajat keasaman air aki 2-3. Adapun air layak sentuh minimal 5 dan air layak minum 6-7. Dalam Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Api Ijen disebutkan, air kawah bersumber dari siklus hidrologi, mulai dari air hujan, air permukaan, dan air bawah tanah. Pada musim penghujan, permukaan air kawah akan naik dan dikeluarkan melalui dam. Cara ini terakhir dilakukan tahun 1976. Hal ini menunjukkan makin susutnya air kawah. Susutnya air kawah berdampak pada keluarnya air kawah melalui celah bebatuan di dasar kawah. Air kawah itu bergerak menuju laut melalui Kali Banyupahit-Banyuputih. Kali Banyupahit-Banyuputih yang terentang dari Bondowoso ke Situbondo membelah permukiman, persawahan, perkebunan, dan kawasan industri. Akibatnya, air minum sumur warga terasa pahit, menimbulkan gatal-gatal dan merusak gigi. Komponen logam mudah berkarat dan tanaman tidak tumbuh sempurna. Hal itu diketahui dari penelitian yang dilakukan PVMBG tahun 2006. Saat aktivitas Ijen meningkat, air kawah bisa tumpah. Letusan kecil yang membuat air kawah terlontar hingga ketinggian 20 meter dari permukaan danau akan membuat air kawah terlempar keluar bibir kawah. Menurut Surono, sejumlah rekomendasi pernah ditawarkan untuk menyelamatkan penduduk di lereng bawah Gunung Ijen dari bahaya air kawah. Hal itu antara lain penaburan kapur, pembuangan air kawah langsung ke laut. Tentu saja tidak ekonomis menaburi 30 juta meter kubik air kawah dengan kapur. Pembuatan terowongan untuk membuang langsung air kawah ke laut juga sulit dilakukan. Proses pengeboran akan mencipratkan air kawah yang membahayakan pekerja. Peralatan pengeboran juga akan cepat rusak akibat karat. Karena itu, mengevakuasi penduduk di kaki Gunung Ijen, khususnya di sepanjang bantaran Kali Banyupahit-Banyuputih, menjadi langkah utama. Saat Gunung Ijen meletus, 9.000 penduduk di daerah rawan bencana harus segera diungsikan. ”Hidup di daerah bencana tak perlu membuat masyarakat ketakutan. Hal yang harus dilakukan adalah menciptakan masyarakat yang mampu hidup harmonis dengan ancaman bencana,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho.&amp;nbsp; Dikutip dari :Ristek News http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>Geologi, Metreologi dan Geofisika</itunes:keywords></item><item><title>Robot Bisa Jalan Jalan Di Pantai</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/robot-bisa-jalan-jalan-di-pantai.html</link><category>robot</category><category>teknologi</category><pubDate>Mon, 2 Jan 2012 03:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-2701453406855794744</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://i901.photobucket.com/albums/ac217/livejurnal69/Januari%202012/5268148a.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Robot Bisa Jalan Jalan Di Pantai" border="0" height="200" src="http://i901.photobucket.com/albums/ac217/livejurnal69/Januari%202012/5268148a.jpg" style="border-color: -moz-use-text-color; border-style: none; border-width: 0px; display: inline;" title="Robot Bisa Jalan Jalan Di Pantai" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;JurnalScience&lt;/b&gt; – Sebuah padang pasir di planet yang asing &lt;b&gt;Robot Neurotik C-3PO&lt;/b&gt; dalam film Star Wars memiliki bakat yang sangat luar biasa dimana ia mampu untuk mengurangi kesedihannya dengan cara berjalan jalan di pantai yang berpasir lembut. Tetapi itu hanya sebuah animasi dalam sebuah film dan apakah memang benar benar bisa diwujutkan di alam nyata? Sebuah tanda tanya besar tentunya di kepala kita semua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berjalan jalan di gurun atau di pantai bagi robot itu akan sangat sulit, karena kedua kaki nya pasti akan tenggelam di dalam pasir dan slip di atas partikel pasir. Hal ini akan mengganggu sistem keseimbangan robot, dimana ia menganggap bahwa hal itu yang di injak adalah permukaan yang keras. Hal ini akan membingungkan ketika informasi dari akselerometer robot menunjukkan kaki robot tersebut yang goyah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Nah untuk mengatasi permasalahan yang timbul, dan dari hanya sebuah khayalan dalm film, para insinyur yang di pimpin oleh Shunsuke Komizunai dari Jepang Tohoko University di sendai, meneliti bagaimana menyeimbangkan sistem yang bisa menyeimbangkan karakteristik yang tidak biasa seperti di pasir. Untuk melakukannya, mereka membuat satu model kaki robot dengan ukuran yang sama dengan kaki manusia dewasa dan membuat tapak dengan berbagai tingkatan kemudian mengujia dalam sebuah kotak yang penuh pasir untuk mewakili robot robot dengan ukuran yang berbeda. Pada bulan lalu mereka mempresentasikan hasil yang telah mereka kumpulkan dari akselerometer dan sensor lain dalam konfrensi internasional “conference on flow dynamics”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tim ini berencana akan mensimulasikan robot humanoid yang berjalan di pasir kemudian menyesuaikan kontrol perangkat lunaknya untuk mengatasi berbagai jenis pasir atau tanah yang gembur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a "rel="dofollow" gcoe="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3191413159900014579" http:="" icfd2011="" icfd="" title="Robot Bisa Jalan Jalan Di Pantai" www.ifs.tohoku.ac.jp=""&gt;The Eighth International Conference on Flow Dynamics&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://i901.photobucket.com/albums/ac217/livejurnal69/Januari%202012/th_5268148a.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="6487" type="image/jpeg" url="http://i901.photobucket.com/albums/ac217/livejurnal69/Januari%202012/5268148a.jpg"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>JurnalScience – Sebuah padang pasir di planet yang asing Robot Neurotik C-3PO dalam film Star Wars memiliki bakat yang sangat luar biasa dimana ia mampu untuk mengurangi kesedihannya dengan cara berjalan jalan di pantai yang berpasir lembut. Tetapi itu hanya sebuah animasi dalam sebuah film dan apakah memang benar benar bisa diwujutkan di alam nyata? Sebuah tanda tanya besar tentunya di kepala kita semua. Berjalan jalan di gurun atau di pantai bagi robot itu akan sangat sulit, karena kedua kaki nya pasti akan tenggelam di dalam pasir dan slip di atas partikel pasir. Hal ini akan mengganggu sistem keseimbangan robot, dimana ia menganggap bahwa hal itu yang di injak adalah permukaan yang keras. Hal ini akan membingungkan ketika informasi dari akselerometer robot menunjukkan kaki robot tersebut yang goyah. Nah untuk mengatasi permasalahan yang timbul, dan dari hanya sebuah khayalan dalm film, para insinyur yang di pimpin oleh Shunsuke Komizunai dari Jepang Tohoko University di sendai, meneliti bagaimana menyeimbangkan sistem yang bisa menyeimbangkan karakteristik yang tidak biasa seperti di pasir. Untuk melakukannya, mereka membuat satu model kaki robot dengan ukuran yang sama dengan kaki manusia dewasa dan membuat tapak dengan berbagai tingkatan kemudian mengujia dalam sebuah kotak yang penuh pasir untuk mewakili robot robot dengan ukuran yang berbeda. Pada bulan lalu mereka mempresentasikan hasil yang telah mereka kumpulkan dari akselerometer dan sensor lain dalam konfrensi internasional “conference on flow dynamics” Tim ini berencana akan mensimulasikan robot humanoid yang berjalan di pasir kemudian menyesuaikan kontrol perangkat lunaknya untuk mengatasi berbagai jenis pasir atau tanah yang gembur. Sumber: The Eighth International Conference on Flow Dynamics http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>JurnalScience – Sebuah padang pasir di planet yang asing Robot Neurotik C-3PO dalam film Star Wars memiliki bakat yang sangat luar biasa dimana ia mampu untuk mengurangi kesedihannya dengan cara berjalan jalan di pantai yang berpasir lembut. Tetapi itu hanya sebuah animasi dalam sebuah film dan apakah memang benar benar bisa diwujutkan di alam nyata? Sebuah tanda tanya besar tentunya di kepala kita semua. Berjalan jalan di gurun atau di pantai bagi robot itu akan sangat sulit, karena kedua kaki nya pasti akan tenggelam di dalam pasir dan slip di atas partikel pasir. Hal ini akan mengganggu sistem keseimbangan robot, dimana ia menganggap bahwa hal itu yang di injak adalah permukaan yang keras. Hal ini akan membingungkan ketika informasi dari akselerometer robot menunjukkan kaki robot tersebut yang goyah. Nah untuk mengatasi permasalahan yang timbul, dan dari hanya sebuah khayalan dalm film, para insinyur yang di pimpin oleh Shunsuke Komizunai dari Jepang Tohoko University di sendai, meneliti bagaimana menyeimbangkan sistem yang bisa menyeimbangkan karakteristik yang tidak biasa seperti di pasir. Untuk melakukannya, mereka membuat satu model kaki robot dengan ukuran yang sama dengan kaki manusia dewasa dan membuat tapak dengan berbagai tingkatan kemudian mengujia dalam sebuah kotak yang penuh pasir untuk mewakili robot robot dengan ukuran yang berbeda. Pada bulan lalu mereka mempresentasikan hasil yang telah mereka kumpulkan dari akselerometer dan sensor lain dalam konfrensi internasional “conference on flow dynamics” Tim ini berencana akan mensimulasikan robot humanoid yang berjalan di pasir kemudian menyesuaikan kontrol perangkat lunaknya untuk mengatasi berbagai jenis pasir atau tanah yang gembur. Sumber: The Eighth International Conference on Flow Dynamics http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>robot, teknologi</itunes:keywords></item><item><title>Evolusi Mamalia Amerika Utara Dilacak Dengan Pengaruh Perubahan Iklim</title><link>http://jurnalsecience.blogspot.com/2011/12/evolusi-mamalia-amerika-utara-dilacak.html</link><category>evolusi</category><category>fosil</category><category>Lingkungan</category><pubDate>Fri, 30 Dec 2011 04:01:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3191413159900014579.post-7804196766381514647</guid><description>&lt;span class="fullpost"&gt; 



&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2O5WHGbQxidsl5U3rG2wvqZihC2oAOQqZNBzSO0EFyivhRqgqi9ylPwB-lC521HwN9LL4Vxk4blTEs5x452igBz9cnt5fnP51zfhmFeuekRY-S3SoefuolbbKWyUER00ovom6qcfVzg/s1600/Evolusi+Mamalia+Amerika+Utara+Dilacak+Dengan+Pengaruh+Perubahan+Iklim.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2O5WHGbQxidsl5U3rG2wvqZihC2oAOQqZNBzSO0EFyivhRqgqi9ylPwB-lC521HwN9LL4Vxk4blTEs5x452igBz9cnt5fnP51zfhmFeuekRY-S3SoefuolbbKWyUER00ovom6qcfVzg/s200/Evolusi+Mamalia+Amerika+Utara+Dilacak+Dengan+Pengaruh+Perubahan+Iklim.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;JurnalScience&lt;/b&gt; - Perubahan iklim sangat mempengaruhi naik turunnya
dari enam yang berbeda, gelombang keragaman spesies mamalia di Amerika Utara
selama 65 juta tahun terakhir, menunjukkan analisis statistik baru yang
dipimpin oleh ahli biologi evolusi Universitas Brown. Periode pemanasan dan
pendinginan, dalam dua kasus dikacaukan oleh migrasi spesies, menandai transisi
dari satu kelompok dominan ke yang berikutnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sejarah sering tampak kontras
dengan bentuk gelombang fashion dan selera musik dan ini membalikkan setiap
dekade dan kerajaan memberikan jalan untuk yang baru, ini berlangsung selama
berabad-abad. Pola yang serupa pula yang mencirikan 65 juta tahun terakhir dari
sejarah alam di Amerika Utara, di mana analisis kuantitatif baru mengidentifikasi
sebanyak enam yang berbeda, gelombang keanekaragaman spesies mamalia atau “Evolusi
Fauna.” Apa kekuatan sejarah menentukan nasib pengelompokan ini? Sebuah angga
mengatakan itu umumnya perubahan iklim.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“Meskipun secara umum selalu
dikenal bahwa mamalia selalu menanggapi perubahan iklim dari waktu ke waktu,
ada kontroversi mengenai apakah hal ii dapat dibuktikan secara kuantitatif,”
kata christine Janis, Profesor Evolusi Biologi di Brown University.” Kami
menunjukkan bahwa naik turunnya fauna ini memang berkorelasi dengan perubahan
iklim, naik atau jatuhnya paleotemperatures global dan juga dipengaruhi oleh
gangguan lain yang lebih lokal seperti migrasi”&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Secara khusus dari enam gelombang
keanekaragaman spesies yang di sampaikan di Prosiding Natioal Academy of
Sciences, empat dari enam menunjukkan kolerasi statistik signifikan dengan
perubahan besar dalam suhu. Kedua transisi yang menunjukkan kolerasi yang lemah
tetapi masih jelas dengan pola sesuai dengan periode ketika mamalia dari benua
lainnya terjadi penyerangan dalam jumlah yang besar, kata janis.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Penelitian sebelumnya tentang
potensi hubungan antara perubahan iklim dan evolusi spesies mamalia telah
menghitung keanekaragaman total spesies pada catatan fosil selama periode waktu
yang sama. Namun dalam analisis ini, yang di pimpin oleh Borja Figueirido, para
ilmuan bertanya apakah ada pola dalam keragaman spesies yang mungkin
signifikan. Mereka dipandu oleh metode yang sama dalam sebuah studi tentang “evolusi
fauna” dalam invertebrata laut yang dirintis oleh almarhum suaminya Jack Janis ‘Sepkoski
yang merupakan seorang Ahli Paleontologi di University of Chicago.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Apa yang penulis temukan adalah
enam kelompok berbeda dan berturut turut spesies mamalia yang berbagi kenaikan
umum,puncak, dan penuruan dalam jumlah mereka. Misalnya, “fauna Paleosen”
sebagian besar telah memberikan cara untuk “awal-tengah Fauna Eosen” oleh
sekitar 50 juta tahun yang lalu. Selain itu penulis menemukan bahwa transfer
dominasi berkolerasi dengan pergeseran suhu sebagaimana tercermin dalam data
tentang tingkat terakhir oksigen atmosfer (ditentukan dari isotop dama
sisa-sisa fosil mikroorganisme laut dalam).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Dengan bukti angka, peneliti
menunjukkan kolerasi antara kenanekaragaman spesies dan perubahan suhu. Mereka juga
memberikan narasi tentang bagaimana ciri ciri spesies yang khas dalam setiap
gelombang dengan masuk akal mengingat perubahan dalam vegetasi yang diikuti
perubahan iklim. Sebagai contoh setelah episode pemanasan sekitar 20 juta tahun
di zaman Miosen awal, vegetasi yang dominan di alihkan dari hutan ke padang
rumput savana. Hal ini, tidak mengherankan karena bahwa banyak herbivora yang
terdiri atas “fauna Miosen” yang dapat dilihat dari gigi mereka tentang sumber
makannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sejauh bahwa penelitian ini
membantu memperjelas pemahaman para ilmuwan evolusi di tengah perubahan iklim,
tidak melakukannya untuk sejauh bahwa mereka dapat membuat prediksi spesifik
tentang masa depan, kata Janis. Tapi tampaknya semua lebih jelas bahwa
perubahan iklim telah berulang kali memiliki efek yang berarti selama jutaan
tahun.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
"Gangguan tersebut, terkait
dengan perubahan iklim antropogenik, saat ini menantang fauna dunia saat ini,
menekankan pentingnya catatan fosil bagi pemahaman kita tentang bagaimana
peristiwa masa lalu mempengaruhi sejarah diversifikasi fauna dan kepunahan, dan
karenanya bagaimana masa depan perubahan klimaks mungkin terus mempengaruhi kehidupan
di bumi, "para penulis menulis di koran.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Penelitian ini di danai dari Grants
from the Fulbright program, the Bushnell Foundation (to Brown) and the Spanish
Ministry of Science and Innovation funded the research.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sumber: &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Brown University&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sumber Materi :”&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Cenozoic climate change influences
mammalian evolutionary dynamics&lt;/b&gt;” Borja Figueirido, Christine M. Janis, Juan
A. Pérez-Claros, Miquel De Renzi, and Paul Palmqvist&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2O5WHGbQxidsl5U3rG2wvqZihC2oAOQqZNBzSO0EFyivhRqgqi9ylPwB-lC521HwN9LL4Vxk4blTEs5x452igBz9cnt5fnP51zfhmFeuekRY-S3SoefuolbbKWyUER00ovom6qcfVzg/s72-c/Evolusi+Mamalia+Amerika+Utara+Dilacak+Dengan+Pengaruh+Perubahan+Iklim.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><author>livejurnal69.com@gmail.com (infoJS)</author><enclosure length="34574" type="image/jpeg" url="http://3.bp.blogspot.com/-YwDiqXnby5w/TvzUyKvf1II/AAAAAAAABks/AjxDv5nEVbM/s1600/Evolusi+Mamalia+Amerika+Utara+Dilacak+Dengan+Pengaruh+Perubahan+Iklim.jpg"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>JurnalScience - Perubahan iklim sangat mempengaruhi naik turunnya dari enam yang berbeda, gelombang keragaman spesies mamalia di Amerika Utara selama 65 juta tahun terakhir, menunjukkan analisis statistik baru yang dipimpin oleh ahli biologi evolusi Universitas Brown. Periode pemanasan dan pendinginan, dalam dua kasus dikacaukan oleh migrasi spesies, menandai transisi dari satu kelompok dominan ke yang berikutnya. Sejarah sering tampak kontras dengan bentuk gelombang fashion dan selera musik dan ini membalikkan setiap dekade dan kerajaan memberikan jalan untuk yang baru, ini berlangsung selama berabad-abad. Pola yang serupa pula yang mencirikan 65 juta tahun terakhir dari sejarah alam di Amerika Utara, di mana analisis kuantitatif baru mengidentifikasi sebanyak enam yang berbeda, gelombang keanekaragaman spesies mamalia atau “Evolusi Fauna.” Apa kekuatan sejarah menentukan nasib pengelompokan ini? Sebuah angga mengatakan itu umumnya perubahan iklim. “Meskipun secara umum selalu dikenal bahwa mamalia selalu menanggapi perubahan iklim dari waktu ke waktu, ada kontroversi mengenai apakah hal ii dapat dibuktikan secara kuantitatif,” kata christine Janis, Profesor Evolusi Biologi di Brown University.” Kami menunjukkan bahwa naik turunnya fauna ini memang berkorelasi dengan perubahan iklim, naik atau jatuhnya paleotemperatures global dan juga dipengaruhi oleh gangguan lain yang lebih lokal seperti migrasi” Secara khusus dari enam gelombang keanekaragaman spesies yang di sampaikan di Prosiding Natioal Academy of Sciences, empat dari enam menunjukkan kolerasi statistik signifikan dengan perubahan besar dalam suhu. Kedua transisi yang menunjukkan kolerasi yang lemah tetapi masih jelas dengan pola sesuai dengan periode ketika mamalia dari benua lainnya terjadi penyerangan dalam jumlah yang besar, kata janis. Penelitian sebelumnya tentang potensi hubungan antara perubahan iklim dan evolusi spesies mamalia telah menghitung keanekaragaman total spesies pada catatan fosil selama periode waktu yang sama. Namun dalam analisis ini, yang di pimpin oleh Borja Figueirido, para ilmuan bertanya apakah ada pola dalam keragaman spesies yang mungkin signifikan. Mereka dipandu oleh metode yang sama dalam sebuah studi tentang “evolusi fauna” dalam invertebrata laut yang dirintis oleh almarhum suaminya Jack Janis ‘Sepkoski yang merupakan seorang Ahli Paleontologi di University of Chicago. Apa yang penulis temukan adalah enam kelompok berbeda dan berturut turut spesies mamalia yang berbagi kenaikan umum,puncak, dan penuruan dalam jumlah mereka. Misalnya, “fauna Paleosen” sebagian besar telah memberikan cara untuk “awal-tengah Fauna Eosen” oleh sekitar 50 juta tahun yang lalu. Selain itu penulis menemukan bahwa transfer dominasi berkolerasi dengan pergeseran suhu sebagaimana tercermin dalam data tentang tingkat terakhir oksigen atmosfer (ditentukan dari isotop dama sisa-sisa fosil mikroorganisme laut dalam). Dengan bukti angka, peneliti menunjukkan kolerasi antara kenanekaragaman spesies dan perubahan suhu. Mereka juga memberikan narasi tentang bagaimana ciri ciri spesies yang khas dalam setiap gelombang dengan masuk akal mengingat perubahan dalam vegetasi yang diikuti perubahan iklim. Sebagai contoh setelah episode pemanasan sekitar 20 juta tahun di zaman Miosen awal, vegetasi yang dominan di alihkan dari hutan ke padang rumput savana. Hal ini, tidak mengherankan karena bahwa banyak herbivora yang terdiri atas “fauna Miosen” yang dapat dilihat dari gigi mereka tentang sumber makannya. Sejauh bahwa penelitian ini membantu memperjelas pemahaman para ilmuwan evolusi di tengah perubahan iklim, tidak melakukannya untuk sejauh bahwa mereka dapat membuat prediksi spesifik tentang masa depan, kata Janis. Tapi tampaknya semua lebih jelas bahwa perubahan iklim telah berulang kali memiliki efek yang berarti selama jutaan tahun. "Gangguan tersebut, terkait dengan perubahan iklim antropogenik, saat ini menantang fauna dunia saat ini, menekankan pentingnya catatan fosil bagi pemahaman kita tentang bagaimana peristiwa masa lalu mempengaruhi sejarah diversifikasi fauna dan kepunahan, dan karenanya bagaimana masa depan perubahan klimaks mungkin terus mempengaruhi kehidupan di bumi, "para penulis menulis di koran. Penelitian ini di danai dari Grants from the Fulbright program, the Bushnell Foundation (to Brown) and the Spanish Ministry of Science and Innovation funded the research. Sumber: Brown University Sumber Materi :”Cenozoic climate change influences mammalian evolutionary dynamics” Borja Figueirido, Christine M. Janis, Juan A. Pérez-Claros, Miquel De Renzi, and Paul Palmqvisthttp://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:subtitle><itunes:author>infoJS</itunes:author><itunes:summary>JurnalScience - Perubahan iklim sangat mempengaruhi naik turunnya dari enam yang berbeda, gelombang keragaman spesies mamalia di Amerika Utara selama 65 juta tahun terakhir, menunjukkan analisis statistik baru yang dipimpin oleh ahli biologi evolusi Universitas Brown. Periode pemanasan dan pendinginan, dalam dua kasus dikacaukan oleh migrasi spesies, menandai transisi dari satu kelompok dominan ke yang berikutnya. Sejarah sering tampak kontras dengan bentuk gelombang fashion dan selera musik dan ini membalikkan setiap dekade dan kerajaan memberikan jalan untuk yang baru, ini berlangsung selama berabad-abad. Pola yang serupa pula yang mencirikan 65 juta tahun terakhir dari sejarah alam di Amerika Utara, di mana analisis kuantitatif baru mengidentifikasi sebanyak enam yang berbeda, gelombang keanekaragaman spesies mamalia atau “Evolusi Fauna.” Apa kekuatan sejarah menentukan nasib pengelompokan ini? Sebuah angga mengatakan itu umumnya perubahan iklim. “Meskipun secara umum selalu dikenal bahwa mamalia selalu menanggapi perubahan iklim dari waktu ke waktu, ada kontroversi mengenai apakah hal ii dapat dibuktikan secara kuantitatif,” kata christine Janis, Profesor Evolusi Biologi di Brown University.” Kami menunjukkan bahwa naik turunnya fauna ini memang berkorelasi dengan perubahan iklim, naik atau jatuhnya paleotemperatures global dan juga dipengaruhi oleh gangguan lain yang lebih lokal seperti migrasi” Secara khusus dari enam gelombang keanekaragaman spesies yang di sampaikan di Prosiding Natioal Academy of Sciences, empat dari enam menunjukkan kolerasi statistik signifikan dengan perubahan besar dalam suhu. Kedua transisi yang menunjukkan kolerasi yang lemah tetapi masih jelas dengan pola sesuai dengan periode ketika mamalia dari benua lainnya terjadi penyerangan dalam jumlah yang besar, kata janis. Penelitian sebelumnya tentang potensi hubungan antara perubahan iklim dan evolusi spesies mamalia telah menghitung keanekaragaman total spesies pada catatan fosil selama periode waktu yang sama. Namun dalam analisis ini, yang di pimpin oleh Borja Figueirido, para ilmuan bertanya apakah ada pola dalam keragaman spesies yang mungkin signifikan. Mereka dipandu oleh metode yang sama dalam sebuah studi tentang “evolusi fauna” dalam invertebrata laut yang dirintis oleh almarhum suaminya Jack Janis ‘Sepkoski yang merupakan seorang Ahli Paleontologi di University of Chicago. Apa yang penulis temukan adalah enam kelompok berbeda dan berturut turut spesies mamalia yang berbagi kenaikan umum,puncak, dan penuruan dalam jumlah mereka. Misalnya, “fauna Paleosen” sebagian besar telah memberikan cara untuk “awal-tengah Fauna Eosen” oleh sekitar 50 juta tahun yang lalu. Selain itu penulis menemukan bahwa transfer dominasi berkolerasi dengan pergeseran suhu sebagaimana tercermin dalam data tentang tingkat terakhir oksigen atmosfer (ditentukan dari isotop dama sisa-sisa fosil mikroorganisme laut dalam). Dengan bukti angka, peneliti menunjukkan kolerasi antara kenanekaragaman spesies dan perubahan suhu. Mereka juga memberikan narasi tentang bagaimana ciri ciri spesies yang khas dalam setiap gelombang dengan masuk akal mengingat perubahan dalam vegetasi yang diikuti perubahan iklim. Sebagai contoh setelah episode pemanasan sekitar 20 juta tahun di zaman Miosen awal, vegetasi yang dominan di alihkan dari hutan ke padang rumput savana. Hal ini, tidak mengherankan karena bahwa banyak herbivora yang terdiri atas “fauna Miosen” yang dapat dilihat dari gigi mereka tentang sumber makannya. Sejauh bahwa penelitian ini membantu memperjelas pemahaman para ilmuwan evolusi di tengah perubahan iklim, tidak melakukannya untuk sejauh bahwa mereka dapat membuat prediksi spesifik tentang masa depan, kata Janis. Tapi tampaknya semua lebih jelas bahwa perubahan iklim telah berulang kali memiliki efek yang berarti selama jutaan tahun. "Gangguan tersebut, terkait dengan perubahan iklim antropogenik, saat ini menantang fauna dunia saat ini, menekankan pentingnya catatan fosil bagi pemahaman kita tentang bagaimana peristiwa masa lalu mempengaruhi sejarah diversifikasi fauna dan kepunahan, dan karenanya bagaimana masa depan perubahan klimaks mungkin terus mempengaruhi kehidupan di bumi, "para penulis menulis di koran. Penelitian ini di danai dari Grants from the Fulbright program, the Bushnell Foundation (to Brown) and the Spanish Ministry of Science and Innovation funded the research. Sumber: Brown University Sumber Materi :”Cenozoic climate change influences mammalian evolutionary dynamics” Borja Figueirido, Christine M. Janis, Juan A. Pérez-Claros, Miquel De Renzi, and Paul Palmqvisthttp://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&amp;amp;start-index=1&amp;amp;max-results=500</itunes:summary><itunes:keywords>evolusi, fosil, Lingkungan</itunes:keywords></item></channel></rss>