<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Linguist</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Study Cycle)</managingEditor><pubDate>Tue, 1 Oct 2024 14:51:49 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://language-literature.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Peribahasa dengan kata "ada"</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2011/02/peribahasa-dengan-kata-ada.html</link><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Tue, 8 Feb 2011 20:46:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-6724488157296900298</guid><description>&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;  Ada gula ada semut.&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;  Orang akan berdatangan ke tempat yang menyenangkan.&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;  Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan.&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;  Susah dan senang ditanggung bersama.&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;  Ada udang di balik batu.&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;  Mempunyai maksud tersembunyi, biasanya maksud yang picik. &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Ada batang, ada cendawan, ada cendawan tumbuh.&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;  Di mana kita berada, selalu ada rezeki.&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt; Ada asap ada api.&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Ada sebab tentu ada akibatnya.&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;   Ketika ada jangan dimakan, telah habis baru dimakan.&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt; Memiliki simpanan yang digunakan bila tak ada penghasilan tetap.&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt; Ada ubi ada talas, ada budi ada balas.&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt; Setiap perbuatan baik selalu ada ganjaran kebaikannya.&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt; Asal ada, kecilpun pada&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt; Walaupun hanya sedikit, tetapi cukup juga.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Peribahasa dengan kata "abun"</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2011/02/peribahasa-dengan-kata-abun.html</link><category>peribahasa</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Tue, 8 Feb 2011 20:45:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-4384668950684367532</guid><description>&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;  Gila di abun-abun&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt; • Mengangankan sesuatu yang tak mungkin diperoleh.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Peribahasa dengan kata "abu"</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2011/01/peribahasa-dengan-kata-abu.html</link><category>peribahasa</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Sat, 29 Jan 2011 17:32:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-6010984771436554799</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsie-e0EhuNBc-wAXI6Sg_35rd1uBCxGh1S06quknOV_Vsz-mZHGghkwtkJtswvWoN1y_9t61OqN17f8VrIfsOf3L665UPn2RluMvgOWA7NWjmRfMkUSWmuhORo_m09MAKwXOUP1qBCLw9/s1600/abu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 125px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsie-e0EhuNBc-wAXI6Sg_35rd1uBCxGh1S06quknOV_Vsz-mZHGghkwtkJtswvWoN1y_9t61OqN17f8VrIfsOf3L665UPn2RluMvgOWA7NWjmRfMkUSWmuhORo_m09MAKwXOUP1qBCLw9/s200/abu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567794149288808050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;   Seperti abu di atas tunggul.&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;   Kedudukan yang tidak kuat&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;  Sudah jadi abu arang.&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;  Telah rusak sama sekali (tak dapat diperbaiki lagi).&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt; Telentang sama makan abu, tertelungkup sama makan tanah.&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;  Sama-sama setia dalam suka dan duka, seia sekata.&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;  Terpegang di abu hangat.&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;  Baru memulai suatu pekerjaan sudah mendapatkan kesusahan.&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;  Kalah jadi abu menang jadi arang.&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;  Yang kalah dan yang menang sama-sama rugi, sama-sama rusak.&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;  Berdiang di abu dingin.&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;  Mengharapkan pertolongan kepada orang yang lemah.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsie-e0EhuNBc-wAXI6Sg_35rd1uBCxGh1S06quknOV_Vsz-mZHGghkwtkJtswvWoN1y_9t61OqN17f8VrIfsOf3L665UPn2RluMvgOWA7NWjmRfMkUSWmuhORo_m09MAKwXOUP1qBCLw9/s72-c/abu.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Apakah hipernim sinonim kata umum?</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2011/01/apakah-hipernim-sinonim-kata-umum.html</link><category>hipernim</category><category>hiponim</category><category>kata khusus</category><category>kata umum</category><category>semantik</category><category>sinonim</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Fri, 21 Jan 2011 22:13:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-8373421606063531864</guid><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Tanggapan terhadap "&lt;a href="http://www.studycycle.net/2009/12/kata-umum-kata-khusus.html"&gt;Kata Umum dan Kata Khusus&lt;/a&gt;")&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Ku suka bahasa Indonesia.     Apakah hipernim itu sinonimnya kata umum?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebenarnya kata umum bukan sinonim hipernim, tapi kata umum &lt;strong&gt;dapat dianggap&lt;/strong&gt; sinonim hipernim, agar anak-anak mudah mempelajarinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beda antara kata umum dan hipernim adalah pada tinjauannya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Hipernim berada dalam tinjauan "relasi makna".&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kata umum dan kata khusus berada dalam tinjauan kategorisasi kata berdasarkan citra.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, suatu kata membutuhkan kata lain untuk bisa disebut hipernim. Tapi untuk disebut kata umum, suatu kata tidak perlu kata lain. Bila sudah memenuhi syarat "tidak spesifik" atau tidak memunculkan suatu citra dalam pikiran atau citra dalam pikiran pembaca berbeda-beda dengan perbedaan yang luas, maka sudah bisa digolongkan kata umum. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai contoh kata "kendaraan" saja bisa langsung disebut kata umum. Kita tidak perlu kata lain untuk dapat menggolongkan kata "kendaraan" sebagai kata umum. Kata "kendaraan" dikategorisasikan kata umum karena citra yang terbayang dalam pikiran begitu membaca atau mendengar kata umum itu sangat beragam di kalangan pembaca/ pendengar. Ada yang membayangkan pesawat terbang, becak, mobil, sepeda, dan ada yang bahkan tidak bisa membayangkan sama sekali. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Untuk dapat menggolongkan kata "kendaraan" sebagai hipernim, maka kata "kendaraan" harus dihubungkan dengan kata lain. Sebutlah misalnya kata "mobil". Lalu pertanyakan, apakah kata "mobil" tercakup dalam kata "kendaraan"? Apabila jawabannya adalah "ya", maka barulah kita dapat menyimpulkan bahwa kata kendaraan adalah hipernim dari kata "mobil".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila kata "kendaraan" dan kata "mobil" dipandang bukan dari ketercakupannya tapi dipandang dari mana yang memberikan citra yang lebih spesifik, maka kita dapat menyatakan bahwa kata "mobil" relatif lebih khusus daripada kata "kendaraan" dan kata "kendaraan" relatif lebih umum daripada kata "mobil". Dari sini kita dapat mengetahui bahwa selain penggolongan kata umum dan kata khusus, juga ada penggolongan kata umum relatif dan kata khusus relatif. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kata yang sama dapat disebut hipernim atau kata umum tergantung dari tinjauannya. Bila ditinjau dari relasi makna, maka kata yang maknanya mencakup makna kata-kata lain disebut hipernim. Bila ditinjau dari citranya, maka kata yang tidak menimbulkan citra dalam pikiran atau yang menimbulkan citra yang beraneka ragam dalam pikiran pendengar/ pembaca disebut kata umum.&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pekan Raya</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/11/pekan-raya.html</link><category>Kahlil Gibran</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Wed, 17 Nov 2010 09:30:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-6075977557793818518</guid><description>&lt;p&gt;Seorang gadis dari desa pergi ke kota mengunjungi pekan raya. Parasnya molek. Wajahnya mengandung seri bunga Bakung dan Mawar. Rambutnya bak matahari senja. Fajar bagai merekah pada bibirnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu muncul gadis desa yang cantik itu, dalam sekejap mata pemuda-pemuda mendekat dan mengerumuninya. Ada yang ingin menari dengannya, ada yang ingin memotong kue untuk menghormatinya. Dan semua ingin mencium pipinya. Bukankah itu dalam pekan raya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi gadis itu kaget dan terhenyak; ia berprasangka buruk terhadap pemuda-pemuda itu. Ia memaki-maki, bahkan menampar muka satu dua orang, lalu lari menjauh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam perjalanan pulang malam itu, ia berkata dalam hati, "Aku muak. Laki-laki tak sopan dan kurang ajar. Sialan!"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setahun lewat sudah, dan selama itu gadis yang amat molek itu sering terkenang akan pekan raya dan anak-anak muda. Maka pergilah ia berkunjung lagi ke pekan raya, dengan wajah mengandung seri bunga Bakung dan Mawar, rambut bak matahari senja, dan fajar merekah pada bibir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi anak-anak muda yang melihatnya langsung berpaling muka. Sepanjang hari, gadis itu tak ada yang mendekatinya sehingga kesepian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sore itu, sepanjang jalan pulang, ia menangis dalam hati, "Aku muak. Laki-laki tak sopan dan kurangajar. Sialan." (Khalil Gibran)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Orang Ketiga Pengamat</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/11/orang-ketiga-pengamat.html</link><category>sudut pandang</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 07:53:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-4789536751970261878</guid><description>&lt;p&gt;Direktori&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://language-literature.blogspot.com/2010/11/sudut-pandang-penceritaan.html"&gt;Sudut Pandang Penceritaan&lt;/a&gt; &gt; Orang Ketiga Pengamat&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Pencerita berfungsi sebagai pengamat terhadap pemunculan pada pelaku serta tidak tahu mengenai apa yang ada dalam batin para pelaku atau tahu apa yang ada dalam batin pelaku hanya sampai batas tertentu (tidak serba tahu). Sebagai seorang peninjau/ pengamat, dia hanya menceritakan dalam batas yang terindra (teramati mata, terdengar telinga, dsb). Cerita mengenai suasana batin lebih terbatas. Pencerita mengisahkan tokoh-tokoh dalam kisahnya menggunakan kata ganti orang ketiga ("ia", "dia", "mereka") atau nama. &lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Bahkan andai pun cerita yang disampaikanya adalah kisah nyata dan si pencerita terlibat langsung di dalam kejadian sesungguhnya yang diceritakannya, si pencerita tetap akan menggunakan kata ganti "dia" untuk dirinya sendiri atau menyebut namanya &lt;em&gt;seolah-olah&lt;/em&gt; dia sedang menceritakan orang lain, meski sebenarnya dia sedang menceritakan dirinya sendiri. &lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Sudut pandang ini adalah sudut pandang yang terbatas, karena apa yang disampaikan terbatas pada apa yang teramati oleh indera dan pada suasana batin yang diceritakan pun hanya sampai batas-batas tertentu, tidak seleluasa sudut pandang maha tahu.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Contoh sudut pandang ini dapat kita temukan pada cerita-cerita yang diangkat dari kisah nyata yang ditulis oleh si pelaku kisah nyata itu sendiri, misal "Sayap-Sayap Patah" karya Khalil Gibran.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Orang Ketiga Maha Tahu</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/11/orang-ketiga-maha-tahu.html</link><category>sudut pandang</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 07:52:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-3774435947371824094</guid><description>&lt;p&gt;Direktori&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://language-literature.blogspot.com/2010/11/sudut-pandang-penceritaan.html"&gt;Sudut Pandang Penceritaan&lt;/a&gt; &gt; Orang Ketiga Maha Tahu&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Pengarang menjadi pengamat dari para pelaku, tetapi juga merupakan pengisah yang serba tahu, termasuk tahu apa yang ada dalam pikiran orang-orang yang diceritakannya. Pengisah menyebut nama-nama pelaku dengan menggunakan kata ganti orang ketiga ("ia", "dia", "mereka"). Dia bisa berada di dalam cerita sebagai orang ketiga tapi bisa juga berada di luar cerita seperti seorang dalang. &lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Dia tidak terlibat secara langsung dalam keseluruhan satuan dan jalinan cerita, tapi dia tahu segala sesuatu mengenai pelaku, maupun kemungkinan kadar nasib yang bakal dialami para pelaku. Narator jenis ini dapat menceritakan apa yang ada dalam batin pelaku (sudut pandang maha tahu), tapi bisa juga tidak (sudut pandang obyektif).&lt;/p&gt;     Contoh penggunaan sudut pandang ini adalah "Opera van Java". Narator (Parto) selaku dalang sering menggunakan teknik bercerita ini. Kadang menempatkan diri di luar cerita, tapi terkadang menempatkan diri di dalam cerita sebagai tokoh yang terkesan tak penting (tambahan).</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Orang Pertama Pengamat</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/11/orang-pertama-pengamat.html</link><category>sudut pandang</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 07:49:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-2266005416127345166</guid><description>&lt;p&gt;Direktori&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://language-literature.blogspot.com/2010/11/sudut-pandang-penceritaan.html"&gt;Sudut Pandang Penceritaan&lt;/a&gt; &gt; Orang Pertama Pengamat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Pencerita tidak menjadi tokoh utama. Dia berada dalam cerita tapi hanya sebagai tokoh tambahan. Melalui mata si tokoh tambahan ini pembaca diajak untuk melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam cerita. Suasana batin yang diceritakan sebatas si "aku", sedangkan suasana batin tokoh lain terbatas.&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Orang Pertama Maha Tahu</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/11/orang-pertama-maha-tahu.html</link><category>sudut pandang</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 07:44:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-5943990794698021745</guid><description>&lt;p&gt;Direktori&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://language-literature.blogspot.com/2010/11/sudut-pandang-penceritaan.html"&gt;Sudut Pandang Penceritaan&lt;/a&gt; &gt; Orang Pertama Maha Tahu&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Pencerita juga berfungsi sebagai pelaku cerita sehingga menjadi penutur yang serba tahu tentang apa yang ada dalam benak pelaku utama dan apa yang ada pada benak para pelaku yang lain, baik secara fisik maupun psikologis. Itulah sebabnya disebut Pencerita Maha Tahu. Dalam sudut pandang ini, pencerita menyebut pelaku utama dengan menggunakan kata ganti orang pertama ("saya", "aku", dsj). &lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Contoh penggunaan sudut pandang ini antara lain pada cerpen-cerpen remaja. &lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sudut Pandang Penceritaan</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/11/sudut-pandang-penceritaan.html</link><category>intrinsik</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 07:43:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-6675158669917449856</guid><description>&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;(Serial Unsur Intrinsik Teknik Bercerita, Unsur Intrinsik Sastra)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;table border="1" width="100%"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="34%"&gt;&lt;center&gt;       &lt;strong&gt;      Narator      &lt;/strong&gt;     &lt;/center&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="33%"&gt;&lt;center&gt;       &lt;strong&gt;      Omniscient (Maha Tahu)      &lt;/strong&gt;     &lt;/center&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="33%"&gt;&lt;center&gt;       &lt;strong&gt;      Observer (Pengamat)      &lt;/strong&gt;     &lt;/center&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Orang pertama ("Aku", Saya") &lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://language-literature.blogspot.com/2010/11/orang-pertama-maha-tahu.html"&gt;Orang Pertama Maha Tahu&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://language-literature.blogspot.com/2010/11/orang-pertama-pengamat.html"&gt;Orang Pertama Pengamat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;p&gt;Orang ketiga ("dia", "mereka", nama) &lt;/p&gt;     &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://language-literature.blogspot.com/2010/11/orang-ketiga-maha-tahu.html"&gt;Orang Ketiga Maha Tahu, disebut juga narrator observer omniscient&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://language-literature.blogspot.com/2010/11/orang-ketiga-pengamat.html"&gt;Orang Ketiga Pengamat &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;  &lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>be held back a class=tinggal kelas, tidak naik kelas</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/11/be-held-back-classtinggal-kelas-tidak.html</link><category>Idiom</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Sun, 14 Nov 2010 18:43:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-493594140036964108</guid><description>&lt;p&gt;Contoh:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;I live in England, where being &lt;em&gt;held back a  class&lt;/em&gt; is extremely  rare, particulary in state schools (non-paying schools). &lt;p&gt;Saya tinggal di Inggris, dimana sangat jarang terjadi kejadian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tinggal kelas&lt;/span&gt; (tak naik kelas), khususnya di sekolah-sekolah negeri (sekolah gratis).&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;I can't remember  exactly what his punishment was, but he lost rank and got &lt;em&gt;held back a  class&lt;/em&gt; in school. &lt;p&gt;Aku tak dapat ingat persisnya apa hukumannya, tapi dia kehilangan ranking kelasnya dan tinggal kelas di sekolah.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Air Mata dan Gelak Tawa</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/09/air-mata-dan-gelak-tawa.html</link><category>Kahlil Gibran</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Wed, 29 Sep 2010 01:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-5218023647854475793</guid><description>&lt;p&gt;Suatu senja di tepi Sungai Nil, bertemulah seekor dubuk dengan seekor buaya; keduanya berhenti dan saling memberi salam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dubuk berkata, "Apa kabar, Tuan?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buaya menjawab, "Buruklah nasibku. Terkadang dalam penderitaan dan kesedihan, aku menangis. Tapi semua makhluk selalu mengatakan 'Itu hanya air mata buaya'. Tiada terkira kata-kata itu melukai hatiku."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dubuk menyahut, "Tuan mengatakan perihal penderitaan dan kesedihanmu, tapi pikirkan juga barang sejenak pengalamanku. Aku suka memandang keindahan dunia, keanehan, dan keajaibannya, dan karena begitu sukacita, aku tertawa seperti dunia yang lagi bersukaria. Tapi semua penghuni hutan berkata 'Itu hanya gelak tawa dubuk'."&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Elang dan Nuri</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/08/elang-dan-nuri.html</link><category>Kahlil Gibran</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Tue, 17 Aug 2010 04:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-1188682178443362481</guid><description>&lt;p style="text-indent:2em"&gt;Nuri dan Elang bertemu di atas batu sebuah bukit. Nuri menyapa,&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;"Mat Pagi, Tuan." &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;Elang menatapnya dan menjawab pendek,&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;"Mat Pagi."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;Nuri melanjutkan,&lt;/p&gt;&lt;pstyle="text-indent:2em"&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;"Baik-baik saja, Tuan?"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;"Hai," jawab Elang, "Baik saja. Tapi tak tahukah kamu bahwa aku raja semua burung, sehingga tidak boleh menyapa sebelum aku mengucapkan sesuatu?"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;Kata Nuri, &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;"Saya kira kita sekeluarga."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;Elang memandangnya dengan cemooh, ujarnya, &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;"Siapa yang pernah mengatakan bahwa kamu dan aku sekeluarga?"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;Nuri berkata lagi, &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;"Tapi ingatlah, saya dapat terbang tinggi setinggi terbang Tuan, lagi pula saya dapat menyanyi serta memberi kesenangan kepada makhluk lain di bumi ini. Sedangkan Tuan tidak."&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;Elang marah, serunya, &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;"Kesenangan dan kegembiraan! Kamu makhluk kecil dan lancang! Dengan sekali patukan paruh aku dapat membinasakanmu. Kamu cuma sebesar kakiku."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;Nuri itu terbang, selanjutnya hinggap di atas punggung Elang dan mencabuti bulunya. Elang marah, melesat terbang membubung agar dapat melepaskan burung kecilitu dari punggung. Tapi tak berhasil. Akhirnya ia turun kembali ke atas batu di bukit semula. Ia makin marah karena makhluk kecil itu masih tetap bertengger di punggungnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;Saat itu datanglah kura-kura. Ia mendekat dan tertawa melihatnya. Begitu keras ia tertawa sehingga tubuhnya nyaris terbalik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;Elang menatap kura-kura dan ujarnya, &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;"Hai, Perangkak Lamban, apa gerangan yang kamu tertawakan?"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;Jawab kura-kura, &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;"Ternyata burung kecil itu lebih unggul darimu."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent:2em"&gt;Elang menyahut, "Jangan campur tangan! Ini urusan keluarga antara aku dan kakakku, Nuri.&lt;/p&gt;&lt;/pstyle="text-indent:2em"&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Lagu Cinta</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/07/lagu-cinta_28.html</link><category>Kahlil Gibran</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Wed, 28 Jul 2010 21:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-7672393789916407464</guid><description>&lt;p&gt;Seorang penyair pernah menggubah lagu cinta yang indah. Lagu itu  diperbanyak, dikirimkannya kepada teman dan kenalan, pra dan wanita, dan  juga kepada seorang wanita muda yang baru saja dikenalnya — wanita muda  yang tinggal di seberang bukit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sehari atau dua hari kemudian, balasan surat wanita itu datang. Dalam  surat itu tertulis, "Izinkan aku meyakinkan bahwa aku sangat terharu  oleh lagu cinta yang kaugubah untukku. Datanglah, temuilah bapak dan  ibuku, selanjutnya kita mempersiapkan pertunangan." &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Si penyair menjawab surat itu, tulisnya, "Kawan, itu hanya sebuah  lagu cinta yang lahir dari kalbu penyair, dinyanyikan oleh setiap pria  dan wanita." &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wanita itu menulis surat lagi, bunyinya, "Munafik, pendusta! Sejak hari ini sampai mati aku membenci semua penyair." &lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Kahlil Gibran)&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Lagu Cinta</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/07/lagu-cinta.html</link><category>Kahlil Gibran</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Wed, 28 Jul 2010 21:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-6897956840106785844</guid><description>&lt;p&gt;Seorang penyair pernah menggubah lagu cinta yang indah. Lagu itu  diperbanyak, dikirimkannya kepada teman dan kenalan, pra dan wanita, dan  juga kepada seorang wanita muda yang baru saja dikenalnya — wanita muda  yang tinggal di seberang bukit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sehari atau dua hari kemudian, balasan surat wanita itu datang. Dalam  surat itu tertulis, "Izinkan aku meyakinkan bahwa aku sangat terharu  oleh lagu cinta yang kaugubah untukku. Datanglah, temuilah bapak dan  ibuku, selanjutnya kita mempersiapkan pertunangan." &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Si penyair menjawab surat itu, tulisnya, "Kawan, itu hanya sebuah  lagu cinta yang lahir dari kalbu penyair, dinyanyikan oleh setiap pria  dan wanita." &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wanita itu menulis surat lagi, bunyinya, "Munafik, pendusta! Sejak hari ini sampai mati aku membenci semua penyair." &lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Kahlil Gibran)&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pakaian</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/07/pakaian.html</link><category>Kahlil Gibran</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Mon, 12 Jul 2010 23:28:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-8320123537775402739</guid><description>&lt;p&gt;Suatu hari si Cantik dan si Buruk bertemu di pantai. Keduanya saling  mengajak, "Mari kita mandi di laut." &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keduanya menanggalkan pakaian, kemudian berenang. Tak berapa lama si  Buruk kembali ke pantai, lalu mengenakan pakaian si Cantik, lantas  pergi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Si Cantik pun kembali ke pantai. Ia tak dapat menemukan pakaiannya;  karena malu telanjang, dikenakanlah pakaian si Buruk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai kini kita tak dapat mengenali mereka masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun ada juga yang dapat mengenali wajah si Cantik, meski pakaiannya  demikian. Dan ada pula yang dapat mengenali wajah si Buruk, karena  pakaiannya tak dapat menyembunyikannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Kahlil Gibran) &lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sang Musafir</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/07/sang-musafir.html</link><category>Kahlil Gibran</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Mon, 12 Jul 2010 23:21:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-5374474484855922313</guid><description>&lt;p&gt;Aku berjumpa dia di perempatan – seorang lelaki yang hanya berjubah  dan bertongkat, dengan kerudung penderitaan pada wajahnya. Kami saling  mengucapkan salam, lalu aku berkata padanya, "Singgahlah ke rumahku  sebagai tamu."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia pun ikut aku pulang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Istri dan anakku menyongsong kami di ambang pintu; orang itu  tersenyum pada mereka, dan mereka pun menyambut hangat kedatangannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kami duduk makan bersama. Kami pun merasa    akrab bersama dia, yang  berwajah sunyi dan gaib.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah makan, kami berkumpul dekat pendiangan. Kami bertanya perihal  pengembaraannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malam itu ia bercerita panjang kepada kami, begitu pula esok harinya.  Wajahnya ramah, tapi tersirat jejak penderitaannya. Kisahnya mengenai  derita dan kepedihan sepanjang perjalanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan bila ia meninggalkan kami tiga hari kemudian, kami pun lebih  merasa bahwa seorang di antara kami masih berada di halaman dan belum  masuk ke dalam rumah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Kahlil Gibran)  &lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kutipan Tak Langsung</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/06/kutipan-tak-langsung.html</link><category>Kutipan</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Mon, 21 Jun 2010 01:37:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-3270300372370322619</guid><description>&lt;p&gt;Kutipan tak langsung adalah suatu &lt;a href="http://language-literature.blogspot.com/2010/06/kutipan.html" target="_blank"&gt;kutipan&lt;/a&gt; di mana dalam kutipan tersebut seorang  penulis mengutip pokok pikiran penulis lain, tapi si penulis tersebut  memasukkan pemikiran penulis lain itu ke dalam tulisannya dengan  menggunakan kata-kata sendiri, dan bukannya mengutip secara literal,  agar pemikiran tersebut lebih mudah ditangkap, dimengerti, dan dipahami  oleh segmen pembacanya. Di samping itu, kutipan tidak langsung juga  digunakan agar kutipan tersebut terintegrasi penuh ke dalam teks yang  sedang ditulis dan agar tulisan tersebut jadi mengalir, sehingga lebih  enak dan lebih mudah dibaca. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kutipan tak langsung dilakukan dengan menggunakan dua teknik, yaitu &lt;a href="http://language-literature.blogspot.com/2010/06/parafrase_04.html" target="_blank"&gt;parafrase&lt;/a&gt; dan meringkas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penulisan kutipan tak langsung dalam teks yang sedang ditulis oleh  seorang penulis tidak perlu dituliskan di dalam tanda kutip ganda. Meski  demikian, penulis masih perlu untuk menuliskan sumber dari kutipan tak  langsungnya itu, karena, meskipun penyampaiannya menggunakan kata-kata  sendiri, namun pokok pemikirannya berasal dari penulis lain. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam bahasa-bahasa modern, kutipan tak langsung tidak dituliskan di  dalam tanda kutip ganda dan diakhir dengan teks sumber yang dikutip itu  beserta tahunnya. Dalam tata bahasa Yunani kuno, semisal dalam naskah  kuno Injil, tidak adaaturan tata bahasa semacam itu. Kutipan tidak  langsung dari kitab-kitab Alkitab Perjanjian Lama banyak digunakan, tapi  tidak disertai tahun sumber dan tidak selalu disertai dikutip dari  kitab apa. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh kutipan tidak langsung (bandingkan dengan contoh &lt;a href="http://language-literature.blogspot.com/2010/06/kutipan-langsung.html"&gt;kutipan  langsung&lt;/a&gt;) &lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kumpulan dan susunan pikiran kita itu disebut skemata, itu yang  Rumelhart bilang (1981: 33).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya nyatakan kepada anda, skemata itu konstrak (Rumelhart, 1981:  33).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Dengan membandingkan antara kutipan tidak langsung dan kutipan  langsung itu, kita dapat melihat bahwa contoh nomor satu adalah kutipan  tidak langsung dalam suatu tulisan yang dikemas secara ringan dengan  segmen orang yang agak enggan berpikir berat, sedang kutipan tidak  langsung dalam contoh kedua disampaikan dalam tulisan yang memberi kesan  suatu diskusi panas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kutipan tidak langsung selalu terkait dengan konteks, baik itu  konteks internal (teks) maupun konteks internal (pembaca). &lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kutipan Langsung</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/06/kutipan-langsung.html</link><category>Kutipan</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Mon, 21 Jun 2010 00:51:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-1265661686565460457</guid><description>&lt;p&gt;Kutipan langsung adalah &lt;a target="_blank" href="http://language-literature.blogspot.com/2010/06/kutipan.html"&gt;kutipan &lt;/a&gt;yang dikutip oleh seorang penulis  secara literal huruf demi huruf, kata demi kata, atau kalimat demi  kalimat dari teks lain dan dimasukkan secara persis sama ke dalam teks  yang ditulisnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kutipan langsung juga dapat dikutip dari sumber tertulis dan dari  sumber lisan atau sumber tak tertulis. Pengutipan dengan menggunakan  sumber tak tertulis lebih lemah daripada kutipan dari sumber tertulis.  Untuk memperkuat kutipan lisan, penulis dapat menyalin kutipan langsung  dan meminta pengesahan dari si pembicara lisan itu bahwa memang dia yang  mengucapkan kata-kata tersebut. Pengesahakan dapat dilakukan  menggunakan paraf, tanda tangan, atau bahkan segel atau materai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam bahasa-bahasa modern, kutipan langsung dituliskan di dalam  tanda kutip ganda ("...")  dan diakhir dengan teks sumber yang dikutip  itu beserta tahunnya bila dimasukkan dalam kalimat atau ditampilkan  dalam bentuk blok, bila berdiri sendiri. Dalam bahasa-bahasa kuno,  aturan tata bahasa semacam itu tidak ada, karena tanda baca semacam  tanda kutip ganda belum dikenal. Dalam naskah Injil kuno, kutipan  langsung juga tidak dibedakan dari kutipan tidak langsung, karena dalam  bahasa Yunani Kuno tidak dikenal sama sekali tanda baca, bahkan spasi  antar kata pun belum dikenal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh kutipan langsung:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kenyataannya, Rumelhart  menyatakan bahwa skemata adalah  "benar-benar blok konstruksi kognisi" (1981: 33).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya berani  menyatakan kepada anda bahwa skemata adalah  "benar-benar blok konstruksi kognisi" (Rumelhart, 1981: 33).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tapi, apakah sebenarnya skemata itu?&lt;blockquote&gt;Skemata adalah  benar-benar blok konstruksi kognisi" (Rumelhart, 1981: 33).&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Biasanya, kutipan yang dijadikan blok tersendiri adalah kutipan yang  panjangnya lebih dari 3 baris. Namun dalam kasus-kasus tertentu semisal  dalam situs ini, kebiasaan tersebut tidak diikuti. Bahkan kutipan 1  kalimat pun dibuat menjadi blok kutipan dan bahkan diberi warna untuk  mencuri perhatian pembaca secara lebih lagi dan untuk memisahkan antara  tegas antara kutipan dan bukan kutipan.&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kutipan</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/06/kutipan.html</link><category>Kutipan</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Sat, 12 Jun 2010 11:04:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-4897600542969600934</guid><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Definisi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengutip adalah tindakan berbicara atau menuliskan suatu bagian dari  perkataan atau tulisan pihak lain. Hasil dari tindakan mengutip tersebut  disebut kutipan. Sehingga, kutipan adalah hasil dari tindakan berbicara  atau menuliskan suatu bagian dari perkataan atau tulisan pihak lain.  Kutipan merupakan pinjaman perkataan atau tulisan pihak lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tujuan kutipan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;menegaskan isi uraian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;membuktikan apa yang dikatakan   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;menunjang apa yang diungkapkan &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mengapa kutipan diperlukan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meneliti kembali apa yang telah diteliti oleh banyak ahli adalah  tindakan pemborosan sumber daya, baitu itu sumber daya waktu, dana,  maupun manusia. Karena itu,  mengutip hasil penelitian yang telah  diselidiki oleh orang lain atau oleh banyak orang lain   secara mendalam  diperbolehkan sebagai bukti. Hasil penelitian orang lain itu  diasumsikan/ diyakini benar. Dengan cara ini, ilmu pengetahuan dapat  berkembang pesat seperti sekarang. Suatu penelitian didasarkan pada  hasil penelitian orang lain, dan pada gilirannya, penelitian itu sendiri  nantinya akan dijadikan dasar bagi penelitian selanjutnya. Isaac Newton  merumuskan hal ini dengan ungkapan "berdiri di atas pundak raksasa". &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;If I have seen further than other   men, it is because I  have stood upon the shoulders of giants.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika telah melihat jauh ke depan dibandingkan orang lain, itu karena  aku berdiri di atas pundak para raksasa (Letter to Robert Hooke, 15  February 1676   (5 February 1675 kalender Julian)) &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jenis Kuipan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kutipan terdiri dari 2 jenis, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kutipan langsung (kutipan literal) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kutipan tidak langsung. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Parafrase</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/06/parafrase_04.html</link><category>Kutipan</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Fri, 4 Jun 2010 08:37:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-5347777275134770304</guid><description>&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;Parafrase adalah&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;(kata benda) kutipan yang diperoleh  dengan cara menceritakan kembali substansi pesan dari apa yang  dikutipnya tersebut dengan menggunakan kata-kata sendiri agar jadi lebih  mudah dipahami oleh segmen masyarakat yang menjadi audiensnya. &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;(kata  kerja) mengutip dengan cara menceritakan kembali substansi pesan dari  apa yang dikutipnya tersebut dengan menggunakan kata-kata sendiri agar  jadi lebih mudah dipahami oleh segmen masyarakat yang menjadi  audiensnya.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;p&gt;Contoh:&lt;/p&gt;&lt;table border="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" width="50%"&gt;&lt;b&gt;Kutipan literal&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="50%"&gt;&lt;b&gt;Parafrase/ Kutipan parafrasistik&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Lebih  sulit mendeskripsikan plagiatisme apabila ringkasan dan parafrase  terlibat, karena meskipun keduanya berbeda, namun batas-batas antara  keduanya kabur, dan penulis mungkin tidak mengetahui bahwa dia telah  menyeberangi perbatasan, dari ringkasan ke parafrase, dari parafrase ke  plagiatisme. Apapun niatnya, parafrase yang dekat dengan pernyataan  aslinya adalah plagiatisme, bahkan ketika sumbernya dikutip. Misalnya,  paragraf di bawah ini akan dihitung sebagai plagiatisme terhadap  paragraf ini (Booth, Colomb, dan Williams, 169). &lt;/td&gt;&lt;td&gt;Karena sulit  untuk membedakan batas antara ringkasan dan parafrase, penulis dapat  melintas batas menuju ke plagiatisme tanpa menyadarinya, bahkan ketika  penulis mengutip sumbernya dan tidak pernah bermaksud untuk melakukan  plagiat. Banyak orang dapat mempertimbangkan paragraf ini sebagai sebuah  parafrase yang melintasi perbatasan plagiarisme (Booth, Colomb, dan  Williams, 169). &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;Meskipun pilihan kata  parafrase berbeda dengan pilihan kata kutipan literal, namun pokok  informasinya sama. Itulah sebabnya, memparafrasekan suatu karya ilmiah  sudah tergolong dalam tindakan plagiatisme.&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Majas Antropomorfisme</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/04/majas-antropomorfisme.html</link><category>Majas perbandingan</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Sat, 24 Apr 2010 00:39:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-7590331026280519560</guid><description>&lt;p&gt;Secara etimologis, istilah "antropomorfisme" berasal dari kombinasi  bahasa Yunani kata  Ανθρωπος (anthropos), "manusia" dan μορφή (morphe),  "bentuk" atau   "bentuk". &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span title="Anthropomorphism is the attribution of human    characteristics to, or, some would argue[1][2], recognition of human    characteristics in, non-human creatures and beings, phenomena, material    states and objects or abstract concepts."&gt;Majas antropomorfisme adalah    metafora yang mengatribusikan karakteristik manusia kepada entitas  selain manusia, seperti misal alam, tumbuhan, pohon, fenomena, negara,  konsep abstrak, obyek, &lt;/span&gt;&lt;span title="Examples include   animals  and plants and forces of nature such as winds, rain or the sun    depicted as creatures with human motivation able to reason and    converse."&gt;angin, hujan atau matahari&lt;/span&gt;&lt;span title="The term  derives   from the combination of the Greek ἄνθρωπος (ánthrōpos),    'human' and μορφή (morphē), 'shape' or   'form'."&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Dengan  menggunakan majas antropomorfisme, entitas bukan manusia tersebut  diceritakan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;seolah-olah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; berbicara, berpikir,  bersikap, bertingkah laku, merasa, dan bertindak seperti manusia, meski  tentu entitas tersebut dalam makna harfiah tidak seperti manusia. Dengan  kata lain, majas antropomorfisme adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;interpretasi &lt;/span&gt;terhadap entitas  bukan manusia dengan menggunakan istilah-istilah manusia atau dengan menggunakan istilah-istilah karakteristik manusia yang dikenal manusia agar entitas  bukan manusia tersebut dapat lebih mudah dipahami oleh manusia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai suatu metafora, majas antropomorfisme sebenarnya menggunakan  perbandingan analogi sebagai inti pokok logikanya dengan tidak  menyertakan kata-kata pembanding seperti misal "bagai", "bagaikan",  "ibarat", "seperti", "seumpama", "bak", "laksana", "umpama", dsj. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Majas antropomorfisme sangat produktif sekali penggunaannya dalam  kitab-kitab suci (termasuk Alkitab dan Al Qur'an) untuk menceritakan  mengenai Tuhan — konsep abstrak entitas non manusia yang mustahil dapat  dipahati (terlebih dihayati) bila tidak diceritakan dengan menggunakan  majas antropomorfisme. Contoh penggunaan majas antropomorfisme untuk  Tuhan meliputi pensifatan (atribusi) Tuhan yang dikisahkan melihat,  mendengar, cemburu, setia, mengetahui, adil, bijaksana, bersemayam,  mendekat, sabar, pengasih, penyayang,  berbicara/ berfirman, perkasa,  dsb. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Index</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/04/index.html</link><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Thu, 22 Apr 2010 06:23:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-3423640208848337820</guid><description>&lt;script style="" src="http://www.abu-farhan.com/script/daftarisiblogger/blogtoc-min.js"&gt;&lt;/script&gt;Please &lt;a href="http://www.studycycle.net/2010/02/activate-javascript-on-mozilla-firefox.html"&gt;activate javascript&lt;/a&gt; your browser to see this page.&lt;br /&gt;Mohon &lt;a href="http://www.studycycle.net/2010/02/mengaktifkan-javascript-pada-mozilla.html"&gt;aktifkan javascript&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;browser &lt;/span&gt;anda untuk melihat halaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Code "a" : in English&lt;br /&gt;Kode "b" : dalam bahasa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;script src="http://language-literature.blogspot.com/feeds/posts/default?max-results=9999&amp;amp;alt=json-in-script&amp;amp;callback=loadtoc"&gt;&lt;/script&gt;QQ</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Campur kode (code mixing)</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/04/campur-kode-code-mixing.html</link><category>sosiolinguistik</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Sat, 17 Apr 2010 09:19:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-3819631025586957444</guid><description>&lt;div class="post-header-line-1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div class="post-body" id="post-7875220448424645177"&gt;&lt;style&gt;#fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; &lt;table align="right"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!-- google_ad_client = "pub-9057009114110650"; google_ad_host = "pub-1556223355139109"; google_ad_host_channel="00000"; /* 200x200, dibuat 09/12/27 */ google_ad_slot = "5625976972"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //--&gt; &lt;/script&gt; &lt;script src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt; &lt;/script&gt;&lt;script&gt;google_protectAndRun("ads_core.google_render_ad", google_handleError, google_render_ad);&lt;/script&gt;&lt;ins style="display: inline-table; border: medium none; height: 200px; margin: 0pt; padding: 0pt; position: relative; visibility: visible; width: 200px;"&gt;&lt;ins style="display: block; border: medium none; height: 200px; margin: 0pt; padding: 0pt; position: relative; visibility: visible; width: 200px;"&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" hspace="0" id="google_ads_frame3" marginheight="0" marginwidth="0" name="google_ads_frame" src="http://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pub-9057009114110650&amp;amp;output=html&amp;amp;h=200&amp;amp;slotname=5625976972&amp;amp;w=200&amp;amp;lmt=1271517378&amp;amp;host=pub-1556223355139109&amp;amp;h_ch=00000&amp;amp;flash=10.0.22&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.studycycle.net%2F2010%2F02%2Fcampur-kode-code-mixing.html&amp;amp;dt=1271521064872&amp;amp;shv=r20100331&amp;amp;prev_slotnames=9226195458%2C2490234368&amp;amp;correlator=1271521064777&amp;amp;pv_h_ch=00000&amp;amp;frm=0&amp;amp;ga_vid=1047015717.1271491543&amp;amp;ga_sid=1271521053&amp;amp;ga_hid=1616458346&amp;amp;ga_fc=1&amp;amp;u_tz=420&amp;amp;u_his=1&amp;amp;u_java=0&amp;amp;u_h=864&amp;amp;u_w=1152&amp;amp;u_ah=864&amp;amp;u_aw=1152&amp;amp;u_cd=24&amp;amp;u_nplug=15&amp;amp;u_nmime=72&amp;amp;biw=1135&amp;amp;bih=677&amp;amp;ref=http%3A%2F%2Fwww.studycycle.net%2F&amp;amp;fu=0&amp;amp;ifi=3&amp;amp;dtd=6&amp;amp;xpc=HB6ra6zaeR&amp;amp;p=http%3A//www.studycycle.net" style="left: 0pt; position: absolute; top: 0pt;" vspace="0" width="200" frameborder="0" height="200" scrolling="no"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;Campur kode (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;code mixing&lt;/span&gt;)  terjadi apabila seorang penutur menggunakan suatu bahasa secara dominan  untuk mendukung suatu tuturan yang disisipi dengan unsur bahasa lainnya.  Gejala campur kode ini biasanya terkait dengan karakteristik penutur,  misal, latar belakang sosil,  pendidikan, kepercayaan, dsb.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam keseharian, masyarakat Indonesia yang multilangual, kita sering  sekali mendengar peristiwa campur kode ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt;, dia  selamat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau sudah mengisi formulir itu, tekan tombol &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Enter&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Percayalah kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allah&lt;/span&gt; dengan segenap hatimu. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Contoh 1 dan 3 tersebut menunjukkan campur kode bahasa Arab  ke dalam bahasa Indonesia, sedangkan contoh 2 menunjukkan campur kode  bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Interferensi Bahasa</title><link>http://language-literature.blogspot.com/2010/04/interferensi-bahasa.html</link><category>sosiolinguistik</category><author>noreply@blogger.com (Study Cycle)</author><pubDate>Sat, 17 Apr 2010 09:17:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2695213275577507925.post-3584296379223495229</guid><description>&lt;p&gt;Interferensi ialah masuknya unsur suatu bahasa ke   dalam bahasa lain  yg mengakibatkan pelanggaran kaidah bahasa yg   dimasukinya baik  pelanggaran kaidah fonologis, gramatikal, leksikal   maupun semantis.  Dalam peristiwa interferensi terjadi transfer, yaitu penggunaan kaidah  bahasa tertentu pada bahasa lainnya.&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;   Jenis interferensi meliputi: &lt;/dl&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Interferensi progesif &lt;p&gt;Interferensi terjadi dalam bentuk  masuknya unsur   bahasa yang  dikuasai lebih dulu ke bahasa yang  dikuasai kemudian. Interferensi jenis ini banyak ditemukan dalam Injil  dan kitab-kitab lain dalam Alkitab Perjanjian Baru, karena Alkitab  Perjanjian Baru ditulis dengan menggunakan bahasa Yunani oleh orang  Ibrani yang berbahasa ibu Aram dan Ibrani.&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Interferensi regresif &lt;p&gt;Interferensi regresif adalah masuknya unsur bahasa yang dikuasai  kemudian ke   bahasa yang sudah dikuasai lebih dulu.&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Interferensi hanya dapat terjadi bila seseorang dapat berbicara dalam  2 bahasa atau lebih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya    interferensi, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;faktor kontak bahasa. &lt;p&gt;Bahasa-bahasa yang  digunakan dalam masyarakat itu saling berhubungan   sehingga perlu  digunakan alat pengungkap gagasan. Karena faktor tersebut   maka  terdapat interferensi performansi atau interferensi sistemis.&lt;/p&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;kemampuan berbahasa yang akan mengakibatkan    interferensi belajar muncul. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>