<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832627311201994913</id><updated>2024-10-07T13:04:50.813+07:00</updated><category term="Taujih"/><category term="Kiprah"/><category term="Liputan Media"/><category term="Tsaqofah"/><title type='text'>Tamam</title><subtitle type='html'>Ku tunggu aspirasimu dan lihatlah kiprahku</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>tamam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292289304570555459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832627311201994913.post-2051574401664385400</id><published>2007-10-06T15:19:00.000+07:00</published><updated>2007-10-06T15:29:10.889+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Liputan Media"/><title type='text'>LMDH Ikuti Reses Anggota Dewan</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://radartegal.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=17618&amp;amp;Itemid=22&quot;&gt;Radartegal.com&lt;/a&gt;, 4 Oktober 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PEMALANG - Sejumlah anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan ( LMDH) mengikuti acara reses anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Muhtamam Hasani di Balai Desa Kuta, Kecamatan Bantarbolang (3/10) kemarin. Acara reses ini berlangsung menarik karena selain membicarakan peran serta LMDH juga terjadi dialog antar anggota dewan dengan LMDH.&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu Muhtamam mengatakan, saat ini masih terjadi mis komunikasi dan koordinasi antara perhutani dan pemerintah daerah. Akibatnya, juga terjadi lemahnya pemerintah daerah dalam mendukung program- program peningkatan dan pelestarian hutan yang berada di wilayah Kabupaten Pemalang. Disamping itu, lanjut Muhtamam, nasib para mitra tanam yang tergabung dalam LMDH menjadi tidak jelas akibat lemahnya pemerintah daerah dalam mendukung program-program peningkatan dan pelestarian hutan yang berada di Pemalang. Padahal mereka ini justru yang berjasa besar dalam menjaga kelestarian dan keberlangsungan hutan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Apalah jadinya kalo masyarakat desa hutan kurang handarbeni terhadap hutan kita, karena pencurian kayu dan penebangan liar masih saja terjadi. Dengan peran serta mereka hal semacam ini dapat dieliminir karena mereka akan mendapatkan sharing (bagi hasil) dari perhutani. &quot;tutur Tamam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waka Administratur perhutani Pemalang, Ir Anton Budi penggagas LMDH yang hadir dalam acara tersebut juga membenarkan kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap LMDH. Penyebabnya tidak lain karena beberapa pejabat di pemkab Pemalang menganggap, bahwa LMDH adalah milik Perhutani. Padahal, LMDH bukanlah milik perhutani. Akan tetapi lembaga swadaya masyarakat desa sekitar hutan, perhutani sifatnya hanya menfasilitasi saja. Kemudian acara dilanjutkan dengan dialog. Dalam dialog tersebut, sejumlah warga mengeluhkan tentang kualitas jalan yang cepat rusak. Seperti terjadi Dukuh Panjang dan jalan antar desa lainnya. Mereka kepada anggota dewan meminta pemerintah segera melakukan perbaikan dan peningkatan jalan. Di akhir acara, para LMDH dan sejumlah warga melakukan buka puasa bersama. Mereka pun bergembira karena dapat bertemu dengan salah satu anggota dewan untuk menjelaskan berbagai informasi seputar kegiatan para anggota dewan. (tat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://add.my.yahoo.com/rss?url=http://feeds.feedburner.com/blogspot/KcNW&quot; title=&quot;Tamam-Anggota DPRD&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif&quot; alt=&quot;&quot; style=&quot;border:0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/feeds/2051574401664385400/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4832627311201994913/2051574401664385400?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/2051574401664385400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/2051574401664385400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/2007/10/lmdh-ikuti-reses-anggota-dewan.html' title='LMDH Ikuti Reses Anggota Dewan'/><author><name>tamam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292289304570555459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832627311201994913.post-5623473713937526440</id><published>2007-10-04T17:27:00.000+07:00</published><updated>2007-10-04T17:31:28.621+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kiprah"/><title type='text'>Waktunya Masyarakat Hutan diberdayakan</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;color: rgb(255, 0, 0);&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dari hasil tatap muka dengan LMDH se kecamata Bantarbolang di desa Kuta (3 Oktober 2007) dalam rangka reses II tahun 2007 anggota DPRD .&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sebagai Wakil Rakyat hal yang membahagiakan buat saya,&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;adalah ketika bertemu dengan komunitas masyarakat tertentu tanpa melihat status dan dari manakah mereka berasal. Petani hutan adalah komunitas yang acap kali dilupakan oleh pemerintah daerah karena bagi daerah masalah hutan bukanlah menjadi kewenangannya. Inilah barangkali yang menjadikan persoalan-persoalan terkait hutan kurang mendapat porsi yang cukup baik kebijakan, regulasi maupun alokasi anggaran. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Lepas dari siapa yang berwenang dan siapa yang bertanggung jawab sebenarnya pemerintah daerah memiliki kepentingan yang besar terhadap kondisi hutan, karena hutan disamping memiliki nilai ekonomis yang tinggi juga sangat erat kaitannya dengan kelestarian alam, keseimbangan ekosistem dan pencegahan bencana alam. &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;LMDH &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;(Lembaga Masyarakat Desa Hutan) sebagai lembaga mitra perhutani dalam mensukseskan program PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) memiliki fungsi yang sangat strategis dalam mempertahankan dan menjaga fungsi hutan bagi daerah di sekitarnya. Keberadaan LMDH sebagai wadah para mitra tanam (dulu pesanggem) atau petani hutan nampaknya perlu untuk diberdayakan dan mendapatkan perhatian serius mengingat fungsi hutan yang begitu vital bagi ketersediaan air , oksigen serta flora dan fauna yang ada di dalamnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kita akan sangat tercengang ketika kita coba menelusuri hutan kita yang ternyata semakin parah kondisinya sekian ribu hektare hutan di pemalang sudah rata dengan tanah, sebut saja gongseng misalnya satu desa terpencil di perbatasan pemalang tegal yang mata pencahariannya penduduknya hidup dari hutan, “kini mereka kehilangan mata pencaharian karena tidak ada lagi pohon yang bisa mereka tebang”, &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;hal ini disampaikan sdr. Momo sekdes desa gongseng beberapa waktu yang lalu ketika saya berkesempatan ke &lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;sana&lt;/st1:city&gt;, Masyarakat di &lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tidak merasa bahwa apa yang mereka lakukan adalah merusak hutan dan melanggar hukum. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Melihat kondisi seperti itu kita juga tidak bisa menyalahkan seratus persen kepada mereka karena gongseng adalah daerah terisolir.Masyarakat gongseng harus &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;menempuh jalan memutar ke kota Pemalang untuk menuju kota kecamatan Randudongkal, padahal kalo dibuatkan jalan gongseng randudongkal maka itu akan sangat membantu lebih dekat dan alhamdulillah sudah dua tahun ini jalan itu sudah mulai di buka dan tahun ini gongseng akan terhubung dengan desa kejene setelah pekerjaan jembatan selesai dibangun. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;LMDH menurut hemat saya adalah lembaga penyadaran bagi masyarakat desa hutan sehingga mereka merasa memiliki hutan disekelilingnya. Mereka secara otomatis akan ikut menjaga hutannya karena hutan adalah lahan mata pencahariannya, sehingga mereka adalah garda terdepan dalam menjaga hutan dari pencurian kayu yang seringkali justru yang mendapat keuntungan besar dari praktek ini mereka yang sama sekali tidak ikut andil dalam menanam maupun memelihara tanaman hutan. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;LMDH akan mendapatkan Sharing atau bagi hasil ketika tanaman hutan yang meraka lakukan mulai menghasilkan, dan mereka diberi kewenangan untuk memanfaatkan lahan hutan selama tidak merusak tanaman pokok hutan. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Oleh karenanya pemerintah daerah perlu memberikan perhatian dan porsi yang memadahi bagi masyarakat desa hutan dalam rangka menjaga kelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://add.my.yahoo.com/rss?url=http://feeds.feedburner.com/blogspot/KcNW&quot; title=&quot;Tamam-Anggota DPRD&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif&quot; alt=&quot;&quot; style=&quot;border:0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/feeds/5623473713937526440/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4832627311201994913/5623473713937526440?isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/5623473713937526440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/5623473713937526440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/2007/10/waktunya-masyarakat-hutan-diberdayakan_04.html' title='Waktunya Masyarakat Hutan diberdayakan'/><author><name>tamam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292289304570555459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832627311201994913.post-287807040801507517</id><published>2007-09-28T21:33:00.002+07:00</published><updated>2007-09-28T21:55:00.470+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Liputan Media"/><title type='text'>Rekanan Banting Harga Lelang : Kualitas Proyek Bencana Alam Diragukan</title><content type='html'>&lt;table class=&quot;contentpaneopen&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;createdate&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;Nirmalapost.com , Kamis, 27 September 2007    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan=&quot;2&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;     &lt;strong&gt;PEMALANG (NP)&lt;/strong&gt; - Sejumlah kalangan meragukan kualitas bangunan proyek bencana alam di Kabupaten Pemalang yang akan mulai dikerjakan bulan depan. Penyebabnya, sejumlah rekanan melakukan banting harga saat mengikuti proses tender (lelang) di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat. Hal tersebut dikhawatirkan akan merugikan Pemkab karena dimungkinkan proyek itu dikerjakan asal-asalan tanpa memikirkan kualitasnya.&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;KN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang dihimpun NP, Kamis (27/9), di lingkungan DPU menyebutkan, dari lima jenis proyek senilai Rp 6 miliar yang belakangan jadi rebutan antar-rekanan itu, sebagian besar mengalami penurunan harga yang tidak masuk akal. Proyek pengaman tebing Sungai Comal misalnya. Proyek senilai Rp 1,5 miliar yang berlokasi di Desa Kendaldoyong Petarukan dan Desa Kandang Comal tersebut, mengalami penurunan harga hingga 40 persen dari pagu anggaran. Penawar terendah yang mengikuti proses lelang menawar proyek ini sebesar Rp 800 juta. Penurunan harga yang tak jauh berbeda juga terjadi pada proses lelang proyek lainnya.&lt;br /&gt;Kondisi tersebut mengundang keprihatinan dari Anggota Komisi B DPRD Pemalang Mutammam Hasani. Politisi asal PKS ini mencium adanya ketidakberesan dalam proses lelang proyek bencana alam di DPU. “Sepertinya rekanan yang ikut lelang tidak lagi memikirkan kualitas hasil pekerjaan nantinya. Tapi, mereka hanya asal mendapatkan proyek demi mengalahkan rival-rivalnya,” ujar Tamam.&lt;br /&gt;Tammam mengaku heran dengan keberanian rekanan yang menawar hingga mengalami penurunan harga sebesar 40 persen itu. “Lha mereka itu ngitungnya dari mana. Kalau ditawar serendah itu, apa mungkin rekanan tersebut mampu mengerjakan proyek sesuai bestek? Saya kok sangat tidak yakin, pasti hasil pekerjaannya ancur-ancuran,” kata dia.&lt;br /&gt;Keprihatinan yang sama disampaikan Drs Nasihin Thosim, Anggota Komisi B DPRD Pemalang rekan Tammam. Meski ada sisa anggaran yang akan kembali ke Pemkab lantaran turunnya penawaran lelang, namun menurut dia, dalam waktu panjang Pemkab justru akan mengalami kerugian yang lebih besar. Pasalnya, hasil pekerjaan tersebut hampir dipastikan tidak sesuai lagi dengan perencanaan semula yang tersusun dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB). “Contohnya, proyek yang sebenarnya direncanakan akan awet selama sepuluh tahun dalam kurun waktu tak lama rusak. Berarti kan Pemkab justru akan mengalami kerugian lebih besar. Salah satu penyebabnya ya akibat ulah rekanan yang asal-asalan nawar ketika proyek,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terendah Tak Harus Menang&lt;br /&gt;Tamam dan Nasihin meminta, panitia lelang di DPU untuk jeli, teliti dan hati-hati dalam mengambil keputusan pemenang tender yang akan menggarap proyek bencana alam tersebut. “Dalam aturan jelas, penawar terendah tidak mesti harus dimenangkan. Apalagi kalau penawarannya tidak realistis. Asal benar dan bekerja sesuai aturan dan mekanisme, panitia lelang tak perlu takut,” tandas Tammam.&lt;br /&gt;Menurut Kepala DPU Pemalang Ir Asiq Waluyo, sebelum mengambil keputusan, panitia lelang pengadaan barang dan jasa akan melakukan cek administrasi dan klarifikasi terlebih dahulu kepada semua rekanan yang mengikuti tender. “Kalau memang penawar terendah itu wajar dan tidak ada kesalahan baik administrasi maupun teknis lain, otomoatis ya harus kita menangkan dong. Mau gimana lagi, aturan dalam Keppres kan begitu. Yang penting dalam pelaksanan nanti kami akan melakukan pengawasan secara ketat,” tandas Asiq&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://add.my.yahoo.com/rss?url=http://feeds.feedburner.com/blogspot/KcNW&quot; title=&quot;Tamam-Anggota DPRD&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif&quot; alt=&quot;&quot; style=&quot;border:0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/feeds/287807040801507517/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4832627311201994913/287807040801507517?isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/287807040801507517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/287807040801507517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/2007/09/rekanan-banting-harga-lelang-kualitas_3597.html' title='Rekanan Banting Harga Lelang : Kualitas Proyek Bencana Alam Diragukan'/><author><name>tamam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292289304570555459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832627311201994913.post-8873363208909475454</id><published>2007-09-20T21:23:00.000+07:00</published><updated>2007-09-20T21:25:51.376+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kiprah"/><title type='text'>Pembahasan APBD Formalitas Belaka</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Saat sekarang kami di DPRD lagi bahas Perubahan APBD 2007, agak bertele memang karena pembahsannya mesti bertahap sesuai dengan permendagri 13/2006 yang mengatur tentang pengelolaan keuangan daerah. Sesuai dengan permendagri pembahasan diawali dengan pembahasan Kebijakan Umum APBD Perubahan, dilanjutkan kemudian pembahasan Prioritas Plafon Anggaran yang semuanya dibahas oleh TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) bersama Panitia Anggaran DPRD. Selanjutnya KUA dan PPA ini dijadikan acuan dalam pembahasan perubahan APBD tahun berjalan. &lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hal yang cukup mengganjal dalam pikiran saya karena ternyata pembahasan ini meski bertahap akan tetapi materi pembasannya hampir sama sehingga pembahasan APBD di tingkat komisi terkesan formalitas. Bukan salah siapa-siapa karena memang sistemnya begitu. Kini dalam pembahsan APBD di tingkat komisi relatif tidak dapat merubah baik itu menambah ataupun mengurangi program apalagi merubah angka angka di &lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, inilah yang kemudian disoroti oleh banyak teman-teman Anggota permendagri 13/2006&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;telah mengkebiri fungsi anggota DPRD yang salah satunya dalah fungsi anggaran. Pembahasan anggaran (KUA dan PPA) hanya terjadi di Panitia Anggaran bersama TAPD (pasal 86). Saya yang duduk dalam panitia anggaran DPRD pun merasa keberadaannya kurang memiliki power dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, karena ketika pembahasan KUA kita disodori sekian banyak program per Satuan Kerja yang mestinya kalo mengacu pada permendagri 13/2006 tidak serinci dan sedetil itu. Pembahasan KUA adalah pembahasan kebijakan umum dan pagu indikatif dari program-program yang akan dilaksanakan kedepan, akan tetapi yang terjadi kemarin kita panitia anggaran sudah disuguhi dengan program-program yang sudah rinci sehingga dalam pembahasannya terjebak pada detil program yang cenderung teknis bukan kebijakan umumnya. Sehingga ketika pembahasan PPA pun materinya relatif&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;sama hanya beda istilah saja. Kalo saya coba buka lampiran permendagri 13/2006 ternyata betul bahwa materi yang disodorkan oleh eksekutif saat membahas Kebujakan Umum APBD terlalu rinci hingga 6 digit padahal mestinya cukup 3 digit sampai pada program kegiatan. Ya kita memang masih perlu banyak menyesuaikan dengan aturan-aturan baru yang terkadang membingungkan antara peraturan yang satu dengan peraturan lainnya yang kadang tidak sinkron. Lebih parah lagi ketika kita baru saja belajar dan memahami aturan yang ada kita sudah mendengar akan ada revisi dari permendagri 13/2006 ini. &lt;b style=&quot;&quot;&gt;Itulah &lt;st1:country-region st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; Raya &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://add.my.yahoo.com/rss?url=http://feeds.feedburner.com/blogspot/KcNW&quot; title=&quot;Tamam-Anggota DPRD&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif&quot; alt=&quot;&quot; style=&quot;border:0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/feeds/8873363208909475454/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4832627311201994913/8873363208909475454?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/8873363208909475454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/8873363208909475454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/2007/09/pembahasan-apbd-formalitas-belaka.html' title='Pembahasan APBD Formalitas Belaka'/><author><name>tamam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292289304570555459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832627311201994913.post-1359362104917806694</id><published>2007-09-20T20:21:00.001+07:00</published><updated>2007-09-20T22:52:41.778+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Taujih"/><title type='text'>Binatangpun Berpuasa</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i241.photobucket.com/albums/ff102/mamatum/221f.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px;&quot; src=&quot;http://i241.photobucket.com/albums/ff102/mamatum/221f.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Puasa Ramadhan adalah Madrasah Tarbiyah bagi kaum muslimin. Karena di bulan inilah kita dididik dan dilatih oleh Allah untuk menjadi insan-insan muttaqin. Maka di dalam Ramadhan amalan-amalan yang dianjurkan atau di sunnahkan melatih kita menjadi pribadi muslim yang bertaqwa, demikian juga larangan-larangan di bulan penuh rahmat ini melatih kita untuk terbisa meninggalkannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Puasa adalah cara ampuh untuk&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;;font-size:100%;&quot; &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;melawan syahwat&lt;b&gt; &lt;/b&gt;karena puasa termasuk amal yang tersembunyi dan amal batin yang tidak bisa dilihat orang lain sehingga tidak mudah disusupi riya. Puasa sebagai cara untuk menundukkan musuh Allah. Karena, sarana yang dipergunakan musuh adalah sahwat. Sahwat bisa menjadi kuat karena makanan dan minuman. Selagi lahan sahwat tetap subur, maka setan bisa bebas berkeliaran di tempat gembalaan yang subur itu. Tetapi, jika sahwat ditinggalkan, jalan ke sana juga menjadi sempit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Satu hal yang menarik dalam bulan puasa adalah shlat malam menjadi budaya, silaturrahim menjadi marak, infaq dan shodaqoh saling berlomba yang biasanya di luar bulan Ramadhan sangat jarang dilakukan. Hal ini bisa terjadi karena Allah SWT melipat gandakan pahala bagi siapa saja yang&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;;font-size:100%;&quot; &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;melaksanakan. Semua mukmin bersepakat untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Akan tetapi itu semua hanya dapat dirasakan oleh orang orang beriman yang menyambut Ramadhan dengan suka cita “Imanan wah tisaban”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Puasa juga ternyata mampu melahirkan sosok makhluq baru, pribadi baru dan semangat baru. Dan ternyata puasa ini juga dilakukan oleh hamba-hamba Allah yang lain seperti Ular, kupu-kupu dan beberapa binatang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Ular dalam kurun waktu tertentu melakukan puasa. Dan setelah berpuasa sekian hari maka terjadilah proses bergantian kulit atau orang jawa bilang “nlungsumi”. Maka lahirlah penampilan baru dari sang ular lebih muda dan lebih segar. Kulitnya telah berganti menjadi lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Begitu juga pada kupu-kupu atau ulat. Sang ulat setelah memakan dedaunan maka dia kan mengambil posisi yang aman dan kemudian berubah menjadi kepompong. Selama proses ini sang ulat berpuasa selanjutnya terjadi metamorfosa dari makhluk yang bernama ulat berubah menjadi kupu-kupu. Sosok yang benar-benar baru dari tampilan sebelumnya. Ia rela berpuasa sekian lama untuk dirinya sehingga yang tadinya orang tadinya jijik melihatnya berubah menjadi makhluk yang indah dan enak dipandang &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;;font-size:100%;&quot; &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;itulah kupu kupu dengan keindahan sayapnya dan memberikan banyak manfaat bagi tanaman disekitarnya lain dari sosok sebelumya yang merusak karena memakan dedaunan. Dan masih banyak lagi fenomena alam yang mengantakan kepada kita untuk lebih memahami hikmah dari puasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Alangkah indahnya hasil akhir dari puasa. Dari orang yang tadinya banyak bermaksiat di Ramadhan ini dilatih atau ditarbiyah untuk menghentikannya. Yang tadinya suka menggunjing berubah menjadi manusia yang senang bersilaturahmi, yang tadinya malas ke masjid dan majlis taklim menjadi orang yang rajin beribadah dan haus ilmu.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;;font-size:100%;&quot; &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Telah lahir sosok baru menjadi manusia-manusia bertaqwa yang senantiasa menebar manfaat dan kebaikan sebagaimana kupu-kupu yang indah dipandang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Wallahu a’lam bishowab&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://add.my.yahoo.com/rss?url=http://feeds.feedburner.com/blogspot/KcNW&quot; title=&quot;Tamam-Anggota DPRD&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif&quot; alt=&quot;&quot; style=&quot;border:0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/feeds/1359362104917806694/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4832627311201994913/1359362104917806694?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/1359362104917806694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/1359362104917806694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/2007/09/binatangpun-berpuasa_20.html' title='Binatangpun Berpuasa'/><author><name>tamam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292289304570555459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832627311201994913.post-5359074732652064656</id><published>2007-09-12T11:12:00.000+07:00</published><updated>2007-09-12T11:21:15.704+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tsaqofah"/><title type='text'>Fiqih Puasa</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 32.2pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Ta’rif&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Shiyam dan Masyru’iyyahnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-indent: 0.25in;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Shiyam adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar sampai terbenam matahari disertai dengan niat. Allah mewajibkan puasa Ramadhan kepada kaum muslimin ini pada tahun kedua hijriyah, tanggal 2 Sya’ban. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt;&quot;&gt;Hukum shiyam ini disampaikan dalam tiga tahap, yaitu: &lt;/p&gt;        &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tahap pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: Puasa diwajibkan dengan pilihan, siapa yang mau berpuasa dipersilahkan dan siapa yang tidak mau dipersilahkan pula, meskipun mampu, dengan membayar fidyah. Itulah firman Allah: QS. 2: 184, artinya Bagi orang yang tidak mampu puasa dan tidak berpuasa, ia wajib memberi makan seorang miskin, menggantikan puasa sehari&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tahap Kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: puasa diwajibkan tanpa pilihan, dan diberikan rukhshah bagi orang yang sakit. Musafir berbuka dan berpuasa setelah ramadhan menggantikan hari yang ditinggalkan. Itulah firman Allah: QS. 2: 185&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tahap Ketiga:&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; diperbolehkan makan minum dan hubungan suami isteri, sejak terbenam matahari hingga terbit fajar hari berikutnya. Pada dua marhalah sebelumnya jika orang yang berpuasa sudah tidur maka ia haram makan minum dan hubungan suami isteri sampai hari berikutnya, seshingga hal ini memberatkan kaum muslimin, maka turunlah ayat QS.2:187 Diahallkan bagimu……sampai firman Allah…dan makan minumlah sehingga jelas bagimu benang putih dari benang merah… &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt;&quot;&gt;Ulama Islam telah berijma tentang kewajiban puasa di bulan Ramadhan, yang merupakan salah satu rukun Islam, dan mengingkarinya dianggap murtad.&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 32.2pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Syarat-syarat shiyam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;Syarat siyam ada dua macam yaitu: &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-indent: -21.8pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;syarat wajib shiyam, artinya syarat yang membuat puasa wajib bagi seseorang, yaitu: Islam, Mukallaf (akil baligh) dan mampu berpuasa. Puasa tidak diwajibkan pada yang tidak muslim, tidak wajib pula pada muslim yang belum mukallaf, seperti orang gila, anak-anak, walaupun anak-anak disuruh puasa sebagai latihan, bahkan dipukul jika tidak puasa ketika sudah berusia 10 tahun, dan telah dianggap shah puasanya ketika sudah masuk usia mumayyiz (kurang lebih tujuh tahun). Sebagaimana tidak wajib puasa atas orang yang tidak mampu sama sekali, seperti orang tua, orang sakit berat, hanya wajib fidyah. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-indent: -21.8pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;syarat pelaksanaan atau keabsahan. Yaitu syarat yang harus dipenuhi agar puasanya sah dan diterima, yaitu: Islam, Mumayyiz (bagi anak-anak) bersih dari haidh dan nifas. Orang yang sedang haidh dan nifas wajib berpuasa, tapi tidak sah puasanya sehingga keduanya bersuci, keduanya tidak puasa selama masa haidh dan nifasnya, sehingga ketika keduanya suci ia wajib puasa menggantiak hari yang ditinggalkan. Sebagaimana disyaratkan bagi sahnya puasa itu, harus pada hari-hari yang tidak dilarang berpuasa, seperti hari ied dll.&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-indent: -21.8pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Furudhusshiyam (rukun siyam) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.2pt; text-indent: -21pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;niat, karena niatlah yang membedakan antara ibadah dengan selainnya. Tidak disyaratkan melafalkan niat, karena niat terletak dalam hati, maka barang siapa yang makan sahur untuk puasa, ia telah dianggap orang berniat puasa, dan barang siapa yang berazam meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa karena Allah, maka azamnya itu adalah niat. Waktu niat ada di sepanjang malam sehingga terbit fajar. Hal ini berlaku untuk puasa ramadhan dan qadha puasa ramadhan di hari lain, puasa nazar, puasa kifarat. Maka ketika sudah terbit fajar dan belum niat puasa, puasanya tidak sah. &lt;a style=&quot;&quot; href=&quot;#_ftn1&quot; name=&quot;_ftnref1&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Hal ini didasarkan pada hadits Hafshah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang tidak mengumpulkan niat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya. HR. Ahmad dan Ashabussunan, disahihkan oleh Ibnu Huzaimah dan Ibnu Hibban.&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sedangkan untuk puasa sunnah maka disahkan berniat sebelum matahari bergeser (zuhur) menurut Hanafi dan Syafii. Didasarkan pada hadits Aisyah ra, berkata: Rasulullah saw suatu hari masuk ke rumahku, dan bertanya: Adakah kamu punya sesuatu? Saya jawab: Tidak ada. Nabi bersabda: Maka aku berpuasa. HR Muslim dan Abu Daud&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.2pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Meninggalkan hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Dan yang membatalkannya ada empat macam:&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 71.2pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Segala sesuatu yang masuk ke dalam rongga melewati mulut, berupa makanan atau minuman yang menjadi konsumsi fisik atau tidak menjadi konsumsi fisik. Sedangkan yang menjadi konsumsi fisik tapi tidak masuk melalui mulut, seperti jarum infus dll, dianggap tidak membatalkan puasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 71.2pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Sengaja muntah, sedang yang tidak sengaja maka tidak membatalkan. Rasulullah saw bersabda: Barang siapa yang terpaksa muntah, maka ia tidak wajib qadha’ sedangakan yang sengaja maka ia wajib qadha’. HR. Ahamad, Abu Daud, At Tirmidziy, Ibnu Hibban AD DAru Quthni dan Al Hakim. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 71.2pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;istimna’, yaitu ssengaja mengeluarkan sperma, baik karena ciuman dengan isteri, atau sentuhan tangan maka hukumnya batal. Sedangkan jika karena melihat saja, atau berfikir saja maka tidak membatalkan. Demikian juga keluarnya madzi, tidak mempengaruhi puasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 71.2pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;al jima’, karena Allah swt berfirman tidak memperbolehkannya kecuali di waktu malam QS. 2:187&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt;&quot;&gt;Semua hal yang membatalkan ini disyaratkan harus dilakukan dengan ingat jika ia sedang berpuasa. Maka jika ia makan, minum, istimna’ atau muntah, atau berhubungan suami isteri dalam keadaan lupa maka tidak membatalkan puasanya, baik dalam bulan ramadhan atau di luar ramadhan. Baik dalam puasa wajib atau puasa sunnah, karena Rasulullah saw bersabda:” Barang siapa lupa ia sedang puasa, lalu ia makan atau minum, maka hendalkah ia sempurnakan puasanya, karena Allah yang memberinya makan dan minum”. HR Al jama’ah&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Hukum Berbuka di Bulan Ramadhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt;&quot;&gt;Berbuka di bulan Ramadhan dapat digolongkan dalam enam macam:&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Wajib berbuka atas orang yang haidh atau nifas, bahkan ia haram puasa, dan wajib qadha saja. Artinya ia wajib puasa menggantikan hari-hari yang ditinggalkan. Aisyah ra. Berkata: “Kami haidh di masa Rasulullah saw, lalu kami disuruh mengkodho puasa, dan tidak disuruh mengkodho’ shalat”. HR. Al Bukhariy dan Muslim&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Diperbolehkan berbuka bagi orang yang sakit dan musafir. Keduanya hanya wajid qadha. Sedangkan puasa dalam perjalanan lebih diutamakan jika tidak membahayakan yang bersangkutan, tetapi jika membahayakan, maka berbuka lebih baik baginya. Abu Said Al Khudzriy ra meriwayatkan: Kami berperang bersama Rasulullah saw di bulan ramadhan, di antara kami ada yang berpuasa, dan di antara kami ada pula yang tidak berpuasa, dan orang yang puasa tidak mencela yang tidak berpuasa, dan yang tidak berpuasa juga tidak mencela yang berpuasa. Bagi yang mampu dan berpuasa maka itu baik baginya, dan yang lemah lalu berbuka maka itu baik baginya. &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;HR. Ahmad dan Muslim. Syarat diperbolehkan puasa di perjalanan hendaklah jaraknya sejarak diperbolehkan mengqashar shalat, dan berangkat sebelum fajar. Jika ia mukim dan telah niat puasa, terbit fajar di tempatnya lalu ia bepergian, maka ia tidak boleh berbuka. Sedang jika ia musafir, lalu niat puasa dari malam, kemudian ia ingin berbuka di siang hari, maka hal itu diperbolehkan baginya. Sedangkan bagi orang sakit yang dengan puasa menambah sakitnya, atau lambat sembuhnya, jika ia puasa, sah puasanya tapi makruh, karena ia meninggalkan rukhshah yang Allah cintai. Sedang wanita hamil dan menyusui keduanya boleh berbuka, dan hanya wajib qadha saja, dianalogikan dengan orang yang sakit.&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Diperbolehkan berbuka bagi orang tua dan orang sakit yang sudah tidak ada harapan sembuh, keduanya tidak wajib qadha’ hanya wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra berkata: “Diberikan rukhshah bagi orang tua untuk berbuka dan ia memberi makan setiap harinya pada seorang miskin dan tidak ada qadha atasnya”. HR Ad Daruquthniy, Al Hakim, dan keduanya mensahihkannya.&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Orang yang dengan sengaja tidak dengan berhubungan suami isteri, seperti orang yang makan, minum, sengaja muntah, atau keluar mani, demikian juga orang yang berbuka tanpa sengaja seperti orang yang menduga bahwa fajar belum terbit, lalu ia sahur, kemudian ternyata fajar telah terbit. Atau orang yang menduga telah terbenam matahari lalu ia makan, ternyata matahari belum terbenam, atau orang yang pingsan. Semuanya wajib qadha tanpa kifarat. Berbeda dengan orang yang makan karena lupa yang tidak wajib qadha. Orang yang berbuka tanpa sengaja ia tidak berdosa, sedangkan orang yang sengaja berbuka maka dosanya sangat besar, seperti sabda Rasulullah saw: Barang siapa yang berbuka satu hari dari bulan ramadhan, tidak bias digantikannya puasa setahun penuh, meskipun ia berpuasa.” HR. Ahmad dan Ad Darimiy.&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;e.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;barang siapa yang berhubungan suami isteri dengan sengaja , maka ia wajib menahan diri pada sisa hari itu, mengqadha, dan kifarat atas yang laki-laki (sesuai dengan kesepakatan ulama), perbedaan pandapat terjadi tentang kifarat, apakah wajib atas wanita atau tidak? Wajib atas wanita pula menurut madzhab Hanafiy, tidak wajib menurut Syafi’iy.&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt;&quot;&gt;Kifaratnya adalah memerekakan budak wanita, jika tidak mampu maka berpuasa dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu maka memberi makan enam puluh orang miskin dengan makanan sedang yang biasa diberikan untuk keluarganya. Berurutan dalam penerapan kifarat adalah sesuatu yang wajib menurut jumhurul ulama. Tidak boleh menggunakan kifarat kedua kecuali jika tidak mampu kifarat yang pertama. Sesuai dengan hadits masyhur ini. Bahwa seseorang datang kepada Nabi Muhammad saw lalu berkata: Aku telah binasa Ya Rasulullah. Nabi bertanya : Apa yang membinasakanmmu? Ia menjawab: Aku jatuh di atas isteriku pada bulan ramadhan. Nabi bertanya: Adakah budak yang kau bisa merdekakan? Ia menjawab: Tidak ada. Nabi bertanya lagi: Mampukan kau berpuasa dua bulan berturut-turut? Ia menjawab: Tidak. Nabi bertanya lagi: Adakah yang bisa kau gunakan memberik makan enam puluh orang miskin? Ia menjawab: Tidak. Kemudian ia duduk. Lalu Rasulullah datang dengan membawa segantang kurma, dan bersabda: Bersedekahlah dengannya! Ia bertanya: Kepada yang lebih miskin dari kami? Karena tidak ada orang yang tinggal di antara dua batu ini (Madinah) lebih membutuhkannya daripada kami. Rasulullah kemudian tersenyum sehingga tampak gigi taringnya dan bersabda: Pulanglah dan berikan makan keluargamu”. HR. Al Jama’ah&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt;&quot;&gt;Dan orang yang berulang-ulang melakukan hubungan suami isteri dalam sehari, ia hanya wajib membayar kifar sekali. Sedang yang mengulanginya di hari lain maka setiap hari satu kifarat, kecuali menurut madzhab Hanafi yang hanya mewajibkan sekali kifarat, kecuali jika sudah membayar kifarat lalu mengulang lagi, maka ia wajib kifarat lagi, meskipun masih di bulan ramadhan yang sama.&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;f.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;orang gila sehingga sembuh, anak kecil sehingga baligh, dan orang kafir sehingga muslim, mereka tidak wajib qadha tidak juga fidyah.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Mengqadha Puasa yang Terlewatkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-indent: 0.25in;&quot;&gt;Mengqadha puasa yang ditinggalkan adalah kewajiban yang longggar, sehingga bertemu dengan ramdhan berikutnya menurut kesepakatan ulama. Mengqadha puasa jumlahnya sama dengan puasa yang ditinggalkan, orang yang meninggalkan tiga hari puasa ia wajib mengqadha tiga hari pula. Ia tidak diharuskan bersambung dalam mengqadha’nya, boleh puasa tiga hari dengan terpisah-pisah, akan tetapi bersambung lebih utama, karena lebih menyerupai puasa ramadhan. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-indent: 0.25in;&quot;&gt;Dan jika sudah masuk ramadhan berikutnya dan belum mengqadha’ karena udzur, maka ia mengakhirkan qadha’nya setelah melaksanakan ramadhan tahun itu tanpa ada tambahan fidyah. Tetapi jika penundaan itu tanpa ada udzur ia wajib mengqadha setelah ramdhan dan membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin untuk setiap hari puasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-indent: 0.25in;&quot;&gt;Jika seseorang meninggal dengan berhutang puasa, maka disunnahkan bagi walinya untuk berpuasa menggantikannya, sesuai dengan hadits: “Barang siapa yang mati dan ia berkewajiban puasa, maka walinya yang menggantikan puasanya”. HR. Asysyaikhani. Menurut madzhab Syafi’iy wali dari mayit itu dipersilahkan memilih antara puasa dan fidyah. Sedangkan menurut jumhurul ulama, yaitu dengan memberi makan seorang miskin untuk setiap harinya, sesuai dengan hadits: “Barang siapa mati dan ia berhutang puasa, maka diganti dengan memberi makan seorang miskin setiap harinya”. HR At Tirmidziy, mauquf Ibnu Umar. &lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Mubahatushshiyam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt;&quot;&gt;Orang yang sedang berpuasa diperbolehkan melakukan hal-hal berikut ini:&lt;/p&gt;  &lt;ol style=&quot;margin-top: 0in;&quot; start=&quot;1&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;Masuk      ke air, berendam di dalamnya, mandi. Diriwaytakan bahwa Rasulullah saw      menuangkan air ke atas kepalanya sedang ia berpuasa karena haus dan panas”      HR. Ahmad, Malik, Abu Daud dengan sanad sahih. Jika masuk air ke dalam      rongga tanpa sengaja, maka puasanya tetap sah, menyerupai orang yang lupa.&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;Mengenakan      sipat mata dan meneteskan obat mata, meskipun ada rasa pahit di      tenggorokan, sebab mata bukanlah saluran ke dalam rongga. Demikian juga      tetes telinga. Sedang yang masuk melalui mulut dan telinga maka itu      membatalkan. &lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;berkumur      dan mengisap air hidung dengan tidak ditekan, dan jika ada air yang tanpa      sengaja masuk rongga tidak membatalkanny, karena serupa dengan orang yang      lupa.&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;Mencium      isteri bagi orang yang mampu menahan diri. Tidak dibedakan antara orang      tua atau muda, sebab yang penting adalah kemampuan mengendalikan diri,      barang siapa yang biasanya tergerak nafsunya ketika mencium maka makruh      baginya. Dalam hadits sahih disebutkan bahwa Rasulullah saw mencium      isterinya sedang ia berpuasa. (Muttafaq alaih). Dan sesungguhnya Umar      ibnul Kahaththab ra suatu hari mencium isterinya, kemudian menemui      Rasulullah saw dan menyatakan: Hari ini aku melakukan dosa besar, aku      mencium isteriku sedang aku berpuasa. Rasulullah bertanya: Bagaimana      pendapatmu jika engkau berkumur dengan air sedang engkau berpuasa? Umar      menjawab: Tidak apa-apa. Sabda Nabi: Lalu mengapa dengan mencium (kenapa      bertanya?) HR Ahmad dan Abu Daud. &lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;bekam,      yaitu mengambil darah dari kepala, atau dari organ tubuh lainnya.      Rasulullah saw seperti yang diriwayatkan Al Bukahriy: melakukan bekam      dalam keadaan puasa.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Namun jika      bekam membuat yang berpuasa lemah, maka hukumnya makruh. &lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;Menggunakan      suntikan untuk mengeluarkan kotoran tubuh, karena yang masuk ke dalam      tubuh adalh obat bukan makanan, disamping masuknya juga bukan dari saluran      yang normal. &lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;Diperbolehkan      bagi yang berpuasa menghirup sesuatu yang tak terhindarkan seperti      keringat, debu jalanan, sebagaimana aroma sedap yang lain. Diperbolehkan      pula dalam keadaan darurat untuk mencicipi makanan, kemudian      mengeluarkannya sehingga tidak masuk ke dalam rongga. &lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;Diperbolehkan      pula bagi orang yang berpuasa bangun tidur dalam keadaan junub karena      mimpi atau hubungan suami isteri. Namun yang utama mandi terlebih dahulu      setelah berhubungan sebelum tidur. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh      Aisyah dan Ummu Salamah ra Bahwasannya Rasulullah saw pernah bangun pagi      dalam keadaan junub kemudian mandi dan berpuasa. Hadits Muttafaq alaih.&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;Diperbolehkan      meneruskan makan sehingga terbit fajar, dan ketika sudah terbit fajar dan      masih ada makanan di mulut maka harus dikeluarkan. Jika demikian sah      puasanya, namun jika dengan sengaja ia telah yang ada di mulutnya maka      batal puasanya. Dan yang lebih utama berhenti makan sebelum terbit fajar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;6.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;&quot;&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Adab dan Sunnah Puasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;ol style=&quot;margin-top: 0in;&quot; start=&quot;1&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;Sahur.      Rasulullah saw bersabda: Bersahurlah, karena sahur itu ada berkahnya.      Hadits Muttafaq alaih. Dan sudah dianggap sahur meskipun hanya dengan      setegk air. Waktu sahur dimulai dari sejak tengah malam sampai terbit      fajar, dan disunnahkan mengakhirkannya.&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;Mensegerakan      berbuka setelah terbukti maghrib, disunnahkan berbuka dengan kurma segar      atau kurma matang dengan bilangan ganjil. Jika tidak ada maka dengan air      putih, kemudian shalat maghrib, setelah itu dilanjutkan dengan meneruskan      makanan yang diinginkan, kecuali jika makanan sudah tersaji maka tidak      apa-apa jika makan dahulu baru kemudian shalat. &lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;berdoa      ketika berbuka dengan doa Rasulullah saw “ Dahaga telah sirna, keringat      telah membasah, dan pahala telah didapat Insyaallah” HR Abu Daud dan An      Nasa’iy, disampign doa makan yang sudah terkenal: Ya Allah berkailah bagi      kami pada rizqi yang Kau berikan pada kami, dan jagalah kami dari siksa      neraka” HR Ibnu As Sinniy&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;meninggalkan      hal-hal yang akan menghilangkan nilai puasa seperti berdusta, bergunjing,      adu domba, berbicara sia-sia dan jorok, serta larangan-larangan Islam      lainnya sehingga terbentuk ketaqwaan, inilah tujuan puasa. Rasulullah saw      bersabda: Tidaklah puasa itu hanya dengan meninggalkan makan dan minum,      tetapi puasa itu dari perkataan sia-sia dan jorok. Dan jika ada yang      memakimu maka katakana: Sesungguhnya aku sedang puasa. HR Hakim dll. Dan      di kesempatan lain Nabi bersabda: Barang siapa yang tidak bisa      meninggalkan uacapan dan perbuatan dusta maka Allah tidak membutuhkan ia      tinggalkan makan dan minumnya. HR Al Jamaah, kecuali Muslim&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;memperbanyak      amal shalih terutama tilawah Al Qur’an dan infaq fi sabilillah. Rasulullah      adalah orang yang paling dermawan, dan lebih dermawan lagi jika di bulan      Ramadhan, ketika berjumpa dengan Jibril, yang menemuinya setiap malam      bulan Ramadhan untuk mengulang bacaan Al Qur’an” HR Asy Syaikhani&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;Bersungguh-sungguh      dalam beribadah, memelihara sunnah, terutama shalat tarawih, sabda      Rasulullah: Barang siapa yang melaksanakan qiyam ramadhan dengan iman dan      berharap Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah berlalu” Muttafaq      alaih&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;memelihara      siwak,&lt;a style=&quot;&quot; href=&quot;#_ftn2&quot; name=&quot;_ftnref2&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; sesuai dengan hadits      Amir ibn rabi’ah berkata: Aku melihat tak terhitung bersiwaknya sedang ia      dalam keadaan berpuasa. HR Al Bukhariy&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;meninggalkan      hal-hal mubah yang telah disebutkan di atas kecuali dalam keadaan darurat,      terutama bekam, mencicipi makanan, dan menunda mandi junub hingga setelah      fajar.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;      &lt;div style=&quot;&quot;&gt;&lt;hr align=&quot;left&quot; size=&quot;1&quot; width=&quot;33%&quot;&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style=&quot;&quot; id=&quot;ftn1&quot;&gt;  &lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a style=&quot;&quot; href=&quot;#_ftnref1&quot; name=&quot;_ftn1&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Menurut madzhab Hanafi, disahkan niat puasa bulan ramadhan setelah terbit fajar sebelum zuhur, dan yang afdhal dilakukan sejak malam&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style=&quot;&quot; id=&quot;ftn2&quot;&gt;  &lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a style=&quot;&quot; href=&quot;#_ftnref2&quot; name=&quot;_ftn2&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; menurut Syafiiyyah, bersiwak setalah matahri bergeser (zuhur) hukumnya makruh karena hadits : Sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum dari pada misk.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://add.my.yahoo.com/rss?url=http://feeds.feedburner.com/blogspot/KcNW&quot; title=&quot;Tamam-Anggota DPRD&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif&quot; alt=&quot;&quot; style=&quot;border:0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/feeds/5359074732652064656/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4832627311201994913/5359074732652064656?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/5359074732652064656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/5359074732652064656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/2007/09/fiqih-puasa.html' title='Fiqih Puasa'/><author><name>tamam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292289304570555459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832627311201994913.post-1389727397338938097</id><published>2007-09-06T20:41:00.000+07:00</published><updated>2008-12-13T19:52:34.747+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kiprah"/><title type='text'>Oleh Oleh dari Blitar</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYn33ov1XyXuAnsSA1lOVy02TKGFuXESkZZ8EYgmDs8lAfWUIAPABikdI5OjbqpddJrQ1qaVC7tRvk4qVWuD3I1vkVRgccCsX2NAin7I4rIcMAACQUBV8LOTwQxjcb8-9CNlsGIcqEUbk/s1600-h/image_00278.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYn33ov1XyXuAnsSA1lOVy02TKGFuXESkZZ8EYgmDs8lAfWUIAPABikdI5OjbqpddJrQ1qaVC7tRvk4qVWuD3I1vkVRgccCsX2NAin7I4rIcMAACQUBV8LOTwQxjcb8-9CNlsGIcqEUbk/s200/image_00278.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5107190318420612850&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Berkunjung ke Blitar tentu kita akan teringat sang Proklamator Ir. Sukarno, ya disanalah &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;Presiden&lt;/st1:city&gt;  &lt;st1:state st=&quot;on&quot;&gt;RI&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; pertama itu dimakamkan, akan tetapi kunjungan komisi B bersama Dinas Pekerjaan Umum ke Blitar tanggal 4-6 /09 bukan dalam rangka berziarah ke makam beliau meskipun kami sempat berziarah kesana. &lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;Ada&lt;/st1:city&gt; hal yang cukup menarik bagi komisi B dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pemalang berkunjung kesana karena prestasi perolehan penghargaan adipura oleh Pemerintah Pusat karena kebersihan &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; berikut&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;pengelolaan sampahnya. &lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sampah memang dimana-mana mendatangkan persoalan yang cukup komplek tak terkecuali Pemalang. Oleh karenanya kita perlu berguru atau ngangsu kaweruh kepada daerah-daerah yang telah berhasil menanganinya dan ternyata Blitar memang layak untuk dicontoh dalam penanganannya. &lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; beberapa hal yang menarik untuk bisa kita jadikan bahan masukan dan bahan pertimbangan kita dalam menangani persampahan di Pemalang.&lt;/p&gt;   &lt;ol style=&quot;margin-top: 0in;&quot; start=&quot;1&quot; type=&quot;1&quot;&gt; &lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;Satuan      Kerja &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;yang menangganinya &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in;&quot;&gt;Dengan diberlakukannya SOTK yang berjalan efektif satu tahun yang lalu, nampaknya perlu dikaji ulang tentang siapa yang lebih pas menanganinya. Menurut hemat saya Bidang Tata Kota dan Pedesaan yang sebelumnya Subdin Kebersihan dan Pertamanan tidak relevan lagi menangani persampahan karena nama itu menggambarkan tupoksinya, sehingga Bidang tata kota dan pedesaan dapat lebih optimal dan fokus dalam pengendalian dan penataan kota dan desa, sedang sampah akan lebih tepat dikelola oleh Lingkungan Hidup (LH) karena sampah erat kaitannya dengan pencemaran dan dampak lingkungan.&lt;/p&gt;   &lt;ol style=&quot;margin-top: 0in;&quot; start=&quot;2&quot; type=&quot;1&quot;&gt; &lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;Tempat      Pembuangan Akhir&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in;&quot;&gt;Karena sampah ini dikelola oleh Bidang yang menurut saya kurang tepat menjadikan pengelolaan sampah menjadi tidak integreted. TPA kita, mungkin karena namanya sebagai tempat pembuangan akhir maka tidaklah kemudian memikirkan dampak lingkungan disekitarnya, ketika sampah sudah terbuang di TPA maka selesailah pekerjaan kita, padahal dari sampah banyak hal yang harus dikelola baik dari dampak lingkungan hingga pemanfaatannya sebagai kompos dan lain sebagainya. Oleh karenanya apa yang dilakukan di Blitar perlu kita contoh mengubah nama menjadi Tempat Pengolahan Akhir disingkat TPA. Karena tempat pengolahan maka sampah itu diperlakukan sebagaimana bahan &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; sebuah produk. Sehingga sampah itu dikelola menjadi sesuatu yang berguna dan dapat menyerap banyak tenaga kerja seperti kompos, bahan daur ulang dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;   &lt;ol style=&quot;margin-top: 0in;&quot; start=&quot;3&quot; type=&quot;1&quot;&gt; &lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;Kerjasama      dengan Pihak Ketiga&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in;&quot;&gt;Kini telah banyak teknologi tepat guna untuk mengolah sampah, mengapa kita tidak berfikir bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelolanya, hal ini tentu akan berdampak pada efisiensi anggaran dan penyediaan sumber daya manusianya. &lt;/p&gt;   &lt;ol style=&quot;margin-top: 0in;&quot; start=&quot;4&quot; type=&quot;1&quot;&gt; &lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;Alokasi      Anggaran&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in;&quot;&gt;Perlu ada pengalokasian anggaran yang memadahi dalam mengelola kebersihan dan persampahan ini sehingga &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang bersih yang kita cita citakan dapat kita wujudkan. Bayangkan saja pemkot Blitar menyediakan anggaran kurang lebih 8 M untuk mengelola sampah ini, hal ini menunjukan keseriusan pemkot Blitar untuk mewujudkan Kota Bersih dan Sehat sesuai dengan Visinya. &lt;/p&gt;   &lt;ol style=&quot;margin-top: 0in;&quot; start=&quot;5&quot; type=&quot;1&quot;&gt; &lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;Peran      serta Masyarakat&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in;&quot;&gt;Pemerintah &lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;kota&lt;/st1:city&gt; Blitar telah berhasil melakukan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat untuk berpartisipasi menciptakan &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang bersih. Di awal program pemkot memilih satu kecamatan sebagai pilot project dalam program partisipasi masyarakat mewujudkan &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; bersih. Pengelolaan sampah ternyata telah dilakukan sejak dari produksen sampah yaitu rumah tangga. Masing-masig rumah dibagi kantong plastik secara gratis dua warna, satu warna untuk sampah basah dan satu warna lagi untuk sampah kering selama satu bulan penuh. Langkah ini ternyata membuahkan hasil sehingga diterapkan pada kecamatan-kecamatan lainnya dan sekarang masyarakat mengadakan kantong plastik secara swadaya. Saya kira langkah cerdas ini perlu ditiru oleh pemda Pemalang. &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ol style=&quot;margin-top: 0in;&quot; start=&quot;6&quot; type=&quot;1&quot;&gt; &lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;Kerjasama      Semua Pihak&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in;&quot;&gt;Saya kira faktor yang terakhir inilah sebagai penentu dari sebuah keinginan bersama yang menyamakan gerak langkah bersama, tidak saling berpangku dan menyalahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://add.my.yahoo.com/rss?url=http://feeds.feedburner.com/blogspot/KcNW&quot; title=&quot;Tamam-Anggota DPRD&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif&quot; alt=&quot;&quot; style=&quot;border:0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/feeds/1389727397338938097/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4832627311201994913/1389727397338938097?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/1389727397338938097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/1389727397338938097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/2007/09/oleh-oleh-dari-blitar.html' title='Oleh Oleh dari Blitar'/><author><name>tamam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292289304570555459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYn33ov1XyXuAnsSA1lOVy02TKGFuXESkZZ8EYgmDs8lAfWUIAPABikdI5OjbqpddJrQ1qaVC7tRvk4qVWuD3I1vkVRgccCsX2NAin7I4rIcMAACQUBV8LOTwQxjcb8-9CNlsGIcqEUbk/s72-c/image_00278.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832627311201994913.post-5264342999940417712</id><published>2007-09-06T20:33:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T21:00:48.898+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kiprah"/><title type='text'>Korupsi ? nanti dulu</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Memberantas korupsi di negara kita bukanlah perkara mudah, hal ini karena korupsi sudah menjadi budaya yang terstruktur dan sistematis. Oleh karenanya saya mengambil langkah “Ibda’ bi nafsik” mulailah dari dirimu. Ada 3 prasyarat yang menjadi pertimbangan saya untuk menerima sesuatu setelah menjadi anggota dewan, karena jabatan itu melekat sehingga kalau tidak hati hati bisa masuk kategori risywah “suap” atau juga korupsi.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Tiga hal tersebut adalah pertama apa yang saya terima haruslah halal secara syar’i , artinya tidak ada larangan atau nash yang mengharamkannya. Sehingga kalo itu bukan hak saya pasti akan saya tolak. Kedua benar secara prosedural, maka akan saya lihat bagaimana undang-undang atau peraturan yang lain mengaturnya tentang keberadaan uang yang akan saya terima, ketiga aman secara politis, ini juga menjadi pertimbangan saya untuk menerima sesuatu. Sehingga ketika saya disodori sesuatu selalu saya tanya dulu ini uang apa, dari mana dan untuk apa. Ketika dari tiga aspek ini terpenuhi maka saya akan ambil uang itu. &lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Uang Gedogan itu..&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sehabis pembahasan APBD dan kemudian disyahkan atau istilahnya di “dog” biasanya ada yang namanya uang gedogan atau uang tokcer (ditok langsung cair). Budaya ini sudah berlangsung lama, nah saya dan seorang lagi teman saya mempertanyakan uang itu sehingga akhirnya kami tidak mengambilnya dan menolaknya, sampai akhirnya berita itu &lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;tercium oleh wartawan dan sempat diblow up oleh beberapa media baik lokal maupun regional. Karuan saja saya dan seorang teman saya itu di “kuyo-kuyo sama sesama anggota” …nolak ya nolak tapi mbok jangan ngomong dikoran. Nah sejak kejadian itu teman-teman lebih berhati-hati dalam urusan uang yang tak jelas itu. Uang Gedogan tentu tidak ada dalam anggaran APBD, sehingga benar saja ketika laporan tahuan yang diperiksa BPK uang itu diminta untuk dikembalikan bagi yang menerimanya. Alhamdulillah budaya itu sekarang sudah tidak ada.&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;Pesan Sponsor&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Praktek seperti ini masih sering juga dilakukan, pernah suatu ketika saya disodori amplop dari seorang pengusaha, kemudian saya tanya maksudnya apa, dari jawaban yang disampaiakn saya berkesimpulan ini pesan sponsor sehingga dengan tegas saya menolaknya karena ini sudah kategori risywah. &lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;Ampop Lebaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Lebaran bagi anggota dewan adalah suatu hal yang perlu modal besar, bagaimana tidak dia harus menjaga kostituennya agar tetap mendukungnya dengan bingkisan lebaran atau parsel. Dari kebutuhan yang besar inilah membuka peluang bagi anggota dewan untuk “ngasab” ke beberapa relasi atau instansi (meskipun tidak semuanya seperti itu) tapi ini memang memicu untuk seperti itu. Suatu ketika saya mendapat tiga amplop lebaran dari notulis saya dan saya tanya dari mana, kemudian amplop itu saya terima dan selanjutnya saya kembalikan kepada sang pemberi amplop, karena saya melihat ini tidak aman secara politis karena sadar maupun tidak &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;akan mempengaruhi sikap saya dalam mengkritisi kebijakan-kebijakan eksekutif.&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Itulah beberapa cerita saya tentang korupsi yang saya awali dari diri saya.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://add.my.yahoo.com/rss?url=http://feeds.feedburner.com/blogspot/KcNW&quot; title=&quot;Tamam-Anggota DPRD&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif&quot; alt=&quot;&quot; style=&quot;border:0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/feeds/5264342999940417712/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4832627311201994913/5264342999940417712?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/5264342999940417712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/5264342999940417712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/2007/09/korupsi-nanti-dulu.html' title='Korupsi ? nanti dulu'/><author><name>tamam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292289304570555459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832627311201994913.post-2823646352905901827</id><published>2007-09-01T15:42:00.001+07:00</published><updated>2007-09-04T05:44:21.295+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Taujih"/><title type='text'>Konsekuensi Iman</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i241.photobucket.com/albums/ff102/mamatum/sholat.png&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px;&quot; src=&quot;http://i241.photobucket.com/albums/ff102/mamatum/sholat.png&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 16.6pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Makna iman dalam perspektif Islam bukanlah sekadar percaya melainkan harus melingkupi tiga aspek yang kesemuanya ada pada manusia yakni qalb (hati), lisan dan amal shaleh. Artinya seseorang yang beriman harus meyakini dalam hatinya dengan sesungguh-sungguhnya tentang semua hal yang harus diyakininya. &lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Kemudian menjelaskan dengan lisannya sebagai sebuah pernyataan keimanan yang membawa konsekuensi-konsekuensi tertentu. Dan akhirnya dijabarkan dan dibuktikan secara kongkrit dalam amal perbuatannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 16.6pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Tidak bisa dikatakan beriman seseorang, bila ia tidak memenuhi tiga kriteria kelengkapan iman tersebut. Misalnya seperti paman Nabi saw. yakni Abu Thalib, yang sebenarnya di lubuk hatinya meyakini kebenaran risalah yang dibawa kemenakannya dan sikap serta perilakunya menunjukkan bahwa ia selalu siap menjaga dan melindungi Rasulullah. Namun karena beliau tidak juga kunjung mau melafalkan keimanannya, maka beliau mati tetap dalam keadaan kafir dan dikatakan kelak masuk neraka, walaupun dengan hukuman teringan. Hal yang sebaliknya justru ada pada tokoh munafik yakni Abdullah bin Ubay bin Salul. Sosok ini menggembor-gemborkan lafas keimanannya dan menunjukkan sikap serta amalan selaku seorang muslim, tetapi hatinya mengingkari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 16.6pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Selanjutnya tipe ketiga, yakni tipe orang yang meyakini keimanan dalam hatinya, melafalkannya namun enggan melaksanakan konsekuensi-konsekuensi keimanannya tersebut. Orang-orang seperti ini dikategorikan orang-orang “&lt;i&gt;fasiq&lt;/i&gt;”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 16.6pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Kemudian hal-hal apa saja yang harus diimani? Obyek yang harus diimani adalah semua yang termasuk dalam rukun iman yang enam, seperti yang tercantum dalam QS Al-Baqarah ayat 285 dan kemudian hadist Jibril yang terkenal. Keenam rukun iman tersebut ialah iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, takdir yang baik dan buruk serta hari kiamat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 16.6pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Keimanan seseorang terhadap rukun iman tersebut membawa konsekuensi-konsekuensi logis yang harus dijalaninya. Iman kepada Allah seyogianya membuat seseorang menjadi taat kepada-Nya, menjalankan semua yang diperintahkan-Nya dan menjauhi semua yang dilarang-Nya serta selalu bersandar dan memohon pertolongan kepada-Nya, takut kepada ancaman dan neraka-Nya dan rindu serta mengharapkan ampunan, pahala dan syurga-Nya. Di samping itu tentu saja selalu ingat dan bersyukur kepada-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 16.6pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Iman kepada malaikat membawa konsekuensi kita berhati-hati dalam sikap, perkataan, dan perbuatan karena di kanan dan di kiri kita ada Raqib dan Atid yang siap mencatat segala yang baik maupun yang buruk yang kita kerjakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 16.6pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Iman kepada kitab-kitab-Nya membuat kita mengimani semua kitab suci yang berasal dari-Nya. Namun kitab-kitab suci terdahulu adalah sesuatu yang sudah habis masa berlakunya dan telah dikoreksi dan disempurnakan di dalam kitab yang terakhir yaitu Al-Qur’an. &lt;/span&gt;Sehingga Al-Qur’an sajalah yang menjadi sumber acuan kita dalam segala aspek kehidupan. &lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 16.6pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Iman kepada nabi-nabi membawa konsekuensi kita harus meneladaninya. Dan tidak membeda-bedakannya (QS 2:285). Namun tentu saja uswah dan panutan utama kita adalah Rasulullah Muhammad SAW (QS 33:21)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 16.6pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Iman kepada takdir yang baik dan buruk membuat kita akan selalu berusaha, berikhtiar optimal dan kemudian bertawakal atau berserah diri kepada Allah. Jika berhasil, itu berarti takdir baik berupa karunia Allah yang haus disyukuri dan bila gagal atau terkena musibah, itu berarti taqdir buruk berupa cobaan yang harus diterima dengan sabar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 16.6pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Dan akhirnya iman kepada hari akhir atau kiamat akan menyebabkan kita selalu waspada dan berhitung atau mengkalkulasi pahala dan dosa kita serta mempersiapkan bekal untuk hari kiamat itu (QS 59:18) berupa ketakwaan karena segala sesuatunya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. &lt;i&gt;Wallahu’alam bishowab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://add.my.yahoo.com/rss?url=http://feeds.feedburner.com/blogspot/KcNW&quot; title=&quot;Tamam-Anggota DPRD&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif&quot; alt=&quot;&quot; style=&quot;border:0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/feeds/2823646352905901827/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4832627311201994913/2823646352905901827?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/2823646352905901827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/2823646352905901827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/2007/09/konsekuensi-iman.html' title='Konsekuensi Iman'/><author><name>tamam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292289304570555459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832627311201994913.post-1258077079998584720</id><published>2007-08-28T14:00:00.000+07:00</published><updated>2007-09-04T05:31:14.702+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Taujih"/><title type='text'>Air  Kehidupan</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i168.photobucket.com/albums/u178/TiengMuaDdem/Rain.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px;&quot; src=&quot;http://i168.photobucket.com/albums/u178/TiengMuaDdem/Rain.gif&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;Air adalah sumber kehidupan, ungkapan ini tidaklah berlebihan bahkan mendekati kebenaran karena manusia tanpa air adalah petaka dan kematian. Namun akhir-akhir ini kehadiran air hujan yang mengguyur justru menimbulkan bencana baik itu banjir maupun tanah longsor, mengapakah Allah menciptakan air ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;Allah menciptakan air tidak lain dalam rangka untuk “menghidupkan dan kehidupan” sebagaiman firmanya dalam Al Quran :&quot;dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?&quot; (Qs 21:30) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;At Thabari dalam menafsiri ayat ini menyatakan seolah Allah menyatakan &quot;Kami menghidupkan segala sesuatu dengan air yang kami turunkan dari langit. Sedang Ibnu Katsir berpendapat bahwa Allahlah yang menciptakan asal segala kehidupan dari air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;&quot; Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: &quot;Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?&quot; Tentu mereka akan menjawab: &quot;Allah&quot;, Katakanlah: &quot;Segala puji bagi Allah&quot;, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya). (QS 29:63).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;Dari beberapa penelitian, kajian dan analisis Ilmiyah telah disimpulkan bahwa air adalah unsur dominan yang dikandung dalam&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;tubuh manusia, hewan dan tumbuhan. &lt;/span&gt;&lt;span  lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;Dalam tubuh manusia dan hewan kandungan airnya sekitar 80%,sedang pada tumbuhan rata-rata mencapai 55% hingga 70%. Itu artinya bahwa manusia, hewan dan&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;tumbuhan tidak akan mampu bertahan hidup tanpa air, apabila terjadi kekuarang air dalam tubuhnya maka ia akan mengalami dehidrasi dan apabila tubuh tidak segera mendapatkan suplai air maka ia akan mengalami kematian. Mungkin manusia masih bisa bertahan menahan lapar berhari-hari tapi ia tidak akan mampu menahan rasa haus&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;dalam waktu yang lama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;Begitu juga hewan yang dicipta Allah dari air : &quot;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.&quot; (Qs 24:45).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;Air Hujan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;Allah menurunkan air hujan juga dalam rangka keberlangsungan kehidupan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;&quot;dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu&quot; (Qs 2:22), dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. (Qs 25:48-49), &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;Dalam menurunkan air hujan dari langit kekuasaan Allah SWT menjadikan ukuran air tidak berlebih ataupun berkuarang, kandungan air yang ada dalam bumi kita dalam ukuran yang sangat serasi dan proposional : &quot;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.&quot; (Qs 23:18). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;Imam Qurthubi menjelaskan bahwa &quot;biqadarin&quot; atau &quot;dengan ukuran&quot; maksudnya adalah &quot;dengan ukuran yang memberi kebaikan dan manfaat&quot;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;karena kalau air diturunkan terlalu banyak pasti akan berakibat pada suatu kehancuran. Sayyid Quthb menyatakan Allah menurunkan air hujan dari langit berdasarkan suatu alasan dan dengan ukuran yang proposional. Kadarnya tidak terlalu banyak sehingga menimbulkan banjir dan kerusakan juga tidak terlalu sedikit sehingga menimbulkan kekeringan dan ketandusan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;Lalu mengapakah terjadi banjir, tanah longsor dan kekeringan, jawabnya tentu karena ulah dan tingkah polah manusia sendiri.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&quot;Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).(Qs 42:30)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Tahoma;&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bishowab &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://add.my.yahoo.com/rss?url=http://feeds.feedburner.com/blogspot/KcNW&quot; title=&quot;Tamam-Anggota DPRD&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif&quot; alt=&quot;&quot; style=&quot;border:0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/feeds/1258077079998584720/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4832627311201994913/1258077079998584720?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/1258077079998584720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/1258077079998584720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/2007/08/air-kehidupan.html' title='Air  Kehidupan'/><author><name>tamam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292289304570555459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832627311201994913.post-2148848452119117680</id><published>2007-08-28T13:57:00.000+07:00</published><updated>2007-09-04T05:44:21.296+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Taujih"/><title type='text'>Keseimbangan Hidup</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Allah SWT menciptakan alam semesta ini semuanya dalam porsi yang harmonis dan seimbang. Lihatlah alam semesta sebagai hasil karyanya begitu serasi dan seirama, semuanya berjalan dalam ukuran-ukuran/porsi yang sangat seimbang.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;“&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang . Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS : 67:2) . Apalah jadinya jika alam ini berubah tidak seimbang, maka bencana demi bencana akan senantiasa datang silih berganti, kekacauan dan malapetaka bahkan hancurnya alam jagad raya ini. Sedetik saja matahari berhenti berputar dari porosnya atau bumi yang kita diami saat ini bergeser sedikit saja &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;gaya&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; gravitasinya maka dapat dipastikan bencana akan terjadi, bergesernya lapisan tanah bumipun dapat kita lihat dampaknya terjadilah gempa, tsunami dan lain sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;Manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;Manusia sebagai makhluk ciptaaNya, juga diciptakan oleh Allah dalam keseimbangan. “ Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, (QS : 82 : 7). Dalam penciptaanNYA manusia terdiri dari tiga unsur yaitu : &lt;i style=&quot;&quot;&gt;jasadiyah &lt;/i&gt;(fisik), &lt;i style=&quot;&quot;&gt;Fikriyah&lt;/i&gt; (akal) dan &lt;i style=&quot;&quot;&gt;Ruhiyyah&lt;/i&gt; (ruh).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;Sebagaimana alam semesta, maka akan terjadi goncangan yang hebat pada diri manusia bila terjadi ketidak seimbangan dari tiga unsur ini yaitu fisik, akal dan ruh kita. Ketiga unsur ini harus senantiasa kita jaga keseimbangannya sesuai dengan fitrah ciptaannya. Masing-masing memiliki hak yang harus kita penuhi kebutuhannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;Fisik kita tentu butuh makan untuk tetap hidup dan sehat, demikian juga akal dan ruh kita membutuhkan hal yang sama. Makanan bagi akal kita adalah ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan tentu ada yang baik untuk akal dan juga ada yang justru merusak akal kita, sebagaimana makanan bagi fisik kita, maka pandai pandailah kita dalam memilih ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk akal kita dan menambah nutrisi pada otak kita. &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Demikian juga dengan Ruh kita, juga butuh makanan untuk tetap hidup dan sehat. Makanan bagi ruh adalah dzikir dan doa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Kebutuhan makanan atau nutrisi bagi ketiga unsur ini harus senantiasa kita penuhi dengan seimbang dalam porsi yang memadahi. Apabila hal ini tidak kita perhatikan dengan baik maka akan terjadi kegoncangan atau ketidak seimbangan pada diri manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Bisa jadi fisik kita sehat otak kita cerdas tapi jiwa atau ruh kita sakit, kering dan labil. Atau jiwa kita kuat tapi jasadnya sakit-sakitan sehingga ibadahnya menjadi tidak optimal. atau juga jiwa kita kuat, jasad pun sehat tapi kita tak berilmu dan berwawasan sehingga kita akan banyak menemui kesulitan dalam menjalani kehidupan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Kenikmatan lahir dan batin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Ketika manusia telah mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan jasad, akal dan ruh berupa makanan, ilmu pengetahuan dan senantiasa ingat (zdikir) kepada Allah maka akan manusia akan mendapatkan kenikmatan lahir dan batin. Allah telah menyiapkan semua keperluan dan fasilitas yang dibutuhkan manusia. ”Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah Telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan”. (QS 31:20)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Kenikmatan lahir dan batin saling berkaitan, keduanya diperoleh dengan mendekatkan diri kepada Islam. Kenikmatan lahir diperoleh karena terpenuhinya kebutuhan fisik, tetapi fisik yang sakit tidak dapat menikmati ilmu yang diperoleh, demikian sebaliknya manusia yang tidak berilmu tidak akan bernilai walaupun fisiknya sehat. &lt;i style=&quot;&quot;&gt;Wallahua’lam bishowab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://add.my.yahoo.com/rss?url=http://feeds.feedburner.com/blogspot/KcNW&quot; title=&quot;Tamam-Anggota DPRD&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif&quot; alt=&quot;&quot; style=&quot;border:0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/feeds/2148848452119117680/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4832627311201994913/2148848452119117680?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/2148848452119117680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/2148848452119117680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/2007/08/keseimbangan-hidup.html' title='Keseimbangan Hidup'/><author><name>tamam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292289304570555459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832627311201994913.post-3295846725980689044</id><published>2007-08-27T20:47:00.000+07:00</published><updated>2007-09-04T05:44:21.296+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Taujih"/><title type='text'>No Way Maksiat</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;st1:street st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:address st=&quot;on&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Heading1Char&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 16pt;&quot;&gt;No Way&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:Street&gt;&lt;span class=&quot;Heading1Char&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 16pt;&quot;&gt; Maksiat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style=&quot;font-size: 8.5pt; font-family: Verdana; color: rgb(56, 56, 56);&quot;&gt;Pada suatu hari Ibrahim bin Adham didatangi oleh seorang lelaki yang gemar melakukan maksiat. Lelaki tersebut bernama Jahdar bin Rabi&#39;ah. Ia meminta nasehat kepada Ibrahim agar ia dapat menghentikan perbuatan maksiatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata, &quot;Ya Aba Ishak, aku ini seorang yang suka melakukan perbuatan maksiat. Tolong berikan aku cara yang ampuh untuk menghentikannya!&quot;&lt;br /&gt;Setelah merenung sejenak, Ibrahim berkata, &quot;Jika kau mampu melaksanakan &lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; syarat yang kuajukan, aku tidak keberatan kau berbuat dosa.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja dengan penuh rasa ingin tahu yang besar Jahdar balik bertanya, &quot;Apa saja syarat-syarat itu, ya Aba Ishak?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Syarat pertama, jika engkau melaksanakan perbuatan maksiat, janganlah kau memakan rezeki Allah,&quot; ucap Ibrahim.&lt;br /&gt;Jahdar mengernyitkan dahinya lalu berkata, &quot;Lalu aku makan dari mana? Bukankah segala sesuatu yang berada di bumi ini adalah rezeki Allah?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Benar,&quot; jawab Ibrahim dengan tegas.&lt;br /&gt;&quot;Bila engkau telah mengetahuinya, masih pantaskah engkau memakan rezeki-Nya, sementara Kau terus-menerus melakukan maksiat dan melanggar perintah-perintahnya?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Baiklah,&quot; jawab Jahdar tampak menyerah.&lt;br /&gt;&quot;Kemudian apa syarat yang kedua?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Kalau kau bermaksiat kepada Allah, janganlah kau tinggal di bumi-Nya,&quot; kata Ibrahim lebih tegas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat kedua membuat Jahdar lebih kaget lagi. &quot;Apa? Syarat ini lebih hebat lagi. Lalu aku harus tinggal di mana? Bukankah bumi dengan segala isinya ini milik Allah?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Benar wahai hamba Allah. Karena itu, pikirkanlah baik-baik, apakah kau masih pantas memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sementara kau terus berbuat maksiat?&quot; tanya Ibrahim.&lt;br /&gt;&quot;Kau benar Aba Ishak,&quot; ucap Jahdar kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Lalu apa syarat ketiga?&quot; tanya Jahdar dengan penasaran.&lt;br /&gt;&quot;Kalau kau masih bermaksiat kepada Allah, tetapi masih ingin memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempar bersembunyi dari-Nya.&quot;&lt;br /&gt;Syarat ini membuat lelaki itu terkesima. &quot;Ya Aba Ishak, nasihat macam apa semua ini? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Bagus! Kalau kau yakin Allah selalu melihat kita, tetapi kau masih terus memakan rezeki-Nya, tinggal di bumi-Nya, dan terus melakukan maksiat kepada-Nya, pantaskah kau melakukan semua itu?&quot; tanya Ibrahin kepada Jahdar yang masih tampak bingung dan terkesima. Semua ucapan itu membuat Jahdar bin Rabi&#39;ah tidak berkutik dan membenarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Baiklah, ya Aba Ishak, lalu katakan sekarang apa syarat keempat?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Jika malaikat maut hendak mencabut nyawamu, katakanlah kepadanya bahwa engkau belum mau mati sebelum bertaubat dan melakukan amal saleh.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahdar termenung. Tampaknya ia mulai menyadari semua perbuatan yang dilakukannya selama ini. Ia kemudian berkata, &quot;Tidak mungkin... tidak mungkin semua itu aku lakukan.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Wahai hamba Allah, bila kau tidak sanggup mengundurkan hari kematianmu, lalu dengan cara apa kau dapat menghindari murka Allah?&quot;&lt;br /&gt;Tanpa banyak komentar lagi, ia bertanya syarat yang kelima, yang merupakan syarat terakhir. Ibrahim bin Adham untuk kesekian kalinya memberi nasihat kepada lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Yang terakhir, bila malaikat Zabaniyah hendak menggiringmu ke neraka di hari kiamat nanti, janganlah kau bersedia ikut dengannya dan menjauhlah!&quot;&lt;br /&gt;Lelaki itu nampaknya tidak sanggup lagi mendengar nasihatnya. Ia menangis penuh penyesalan. Dengan wajah penuh sesal ia berkata, &quot;Cukup...cukup ya Aba Ishak! Jangan kau teruskan lagi. Aku tidak sanggup lagi mendengarnya. Aku berjanji, mulai saat ini aku akan beristighfar dan bertaubat nasuha kepada Allah.&quot;&lt;br /&gt;Jahdar memang menepati janjinya. Sejak pertemuannya dengan Ibrahim bin Adham, ia benar-benar berubah. Ia mulai menjalankan ibadah dan semua perintah-perintah Allah dengan baik dan khusyu&#39;.&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://add.my.yahoo.com/rss?url=http://feeds.feedburner.com/blogspot/KcNW&quot; title=&quot;Tamam-Anggota DPRD&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif&quot; alt=&quot;&quot; style=&quot;border:0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/feeds/3295846725980689044/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4832627311201994913/3295846725980689044?isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/3295846725980689044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832627311201994913/posts/default/3295846725980689044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggota-dprd.blogspot.com/2007/08/no-way-maksiat.html' title='No Way Maksiat'/><author><name>tamam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292289304570555459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>