<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Pembelajaran</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (ridwan)</managingEditor><pubDate>Sat, 5 Jul 2025 23:23:29 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">70</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><copyright>ridwan</copyright><itunes:keywords>penyakit</itunes:keywords><itunes:summary>blog saya sangat bermanfaat buat anda</itunes:summary><itunes:subtitle>pembelajaran</itunes:subtitle><itunes:category text="Games &amp; Hobbies"><itunes:category text="Automotive"/></itunes:category><itunes:author>ridwan</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>muhammadrdwn200@gmail.com</itunes:email><itunes:name>ridwan</itunes:name></itunes:owner><item><title>Penyakit Hepatitis</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-hepatitis_16.html</link><category>Penyakit Hepatitis</category><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 13:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-6189275561930842858</guid><description>&lt;h3 class="post-title"&gt;   	      &lt;/h3&gt;Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia. Hepatitis diketegorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepetitis A,B,C,D,E,F dan G. Di Indonesia penderita penyakit Hepatitis umumnya cenderung lebih banyak mengalami golongan hepatitis B dan hepatitis C. namun disini kita akan membahas pada fokus artikel penyakit Hepatitis A,B dan C.&lt;span class="fullpost" dragover="true"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Penyakit Hepatitis A&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian, Virus hepatitis A (VHA=Virus Hepatitis A) penyebarannya melalui kotoran/tinja penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkomtaminasi, bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah. Sebagai contoh, ikan atau kerang yang berasal dari kawasan air yang dicemari oleh kotoran manusia penderita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit Hepatitis A memiliki masa inkubasi 2 sampai 6 minggu sejak penularan terjadi, barulah kemudian penderita menunjukkan beberapa tanda dan gejala terserang penyakit Hepatitis A.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Gejala Hepatitis A&lt;br /&gt;
Pada minggu pertama, individu yang dijangkiti akan mengalami sakit seperti kuning, keletihan, demam, hilang selera makan, muntah-muntah, pusing dan kencing yang berwarna hitam pekat. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis A&lt;br /&gt;
Penderita yang menunjukkan gejala hepatitis A seperti minggu pertama munculnya yang disebut penyakit kuning, letih dan sebagainya diatas, diharapkan untuk tidak banyak beraktivitas serta segera mengunjungi fasilitas pelayan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan dari gejala yang timbul seperti &lt;em&gt;paracetamol&lt;/em&gt; sebagai penurun demam dan pusing, &lt;em&gt;vitamin&lt;/em&gt; untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan serta obat-obatan yang mengurangi rasa mual dan muntah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkah langkah-langkah yang dapat diambil sebagai usaha pencegahan adalah dengan mencuci tangan dengan teliti, dan suntikan imunisasi dianjurkan bagi seseorang yang berada disekitar penderita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Penyakit Hepatitis B&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya didunia, Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. Seperti hal Hepatitis C, kedua penyakit ini dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati. Proses penularan Hepatitis B yaitu melalui pertukaran cairan tubuh atau kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis B.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun beberapa hal yang menjadi pola penularan antara lain penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan, hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik, maupun penggunaan alat kebersihan diri (sikat gigi, handuk) secara bersama-sama. Hepatitis B dapat menyerang siapa saja, akan tetapi umumnya bagi mereka yang berusia produktif akan lebih beresiko terkena penyakit ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Gejala Hepatitis B&lt;br /&gt;
Secara khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis B yang akut adalah demam, sakit perut dan kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera). Namun bagi penderita hepatitis B kronik akan cenderung tidak tampak tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain menjadi lebih beresiko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B&lt;br /&gt;
Penderita yang diduga Hepatitis B, untuk kepastian diagnosa yang ditegakkan maka akan dilakukan periksaan darah. Setelah diagnosa ditegakkan sebagai Hepatitis B, maka ada cara pengobatan untuk hepatitis B, yaitu pengobatan telan (oral) dan secara injeksi. &lt;br /&gt;
a. Pengobatan oral yang terkenal adalah ; &lt;br /&gt;
- Pemberian obat &lt;em&gt;Lamivudine&lt;/em&gt; dari kelompok nukleosida analog, yang dikenal dengan nama 3TC. Obat ini digunakan bagi dewasa maupun anak-anak, Pemakaian obat ini cenderung meningkatkan enzyme hati (ALT) untuk itu penderita akan mendapat monitor bersinambungan dari dokter. &lt;br /&gt;
- Pemberian obat Adefovir dipivoxil (&lt;em&gt;Hepsera&lt;/em&gt;). Pemberian secara oral akan lebih efektif, tetapi pemberian dengan dosis yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap fungsi ginjal.&lt;br /&gt;
- Pemberian obat Baraclude (&lt;em&gt;Entecavir&lt;/em&gt;). Obat ini diberikan pada penderita Hepatitis B kronik, efek samping dari pemakaian obat ini adalah sakit kepala, pusing, letih, mual dan terjadi peningkatan enzyme hati. Tingkat keoptimalan dan kestabilan pemberian obat ini belum dikatakan stabil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Pengobatan dengan injeksi/suntikan adalah ;&lt;br /&gt;
Pemberian suntikan &lt;em&gt;Microsphere&lt;/em&gt; yang mengandung partikel radioaktif pemancar sinar ß yang akan menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Injeksi &lt;em&gt;Alfa Interferon&lt;/em&gt; (dengan nama cabang INTRON A, INFERGEN, ROFERON) diberikan secara subcutan dengan skala pemberian 3 kali dalam seminggu selama 12-16 minggu atau lebih. Efek samping pemberian obat ini adalah depresi, terutama pada penderita yang memilki riwayat depresi sebelumnya. Efek lainnya adalah terasa sakit pada otot-otot, cepat letih dan sedikit menimbulkan demam yang hal ini dapat dihilangkan dengan pemberian paracetamol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit Hepatitis B adalah pemberian vaksin terutama pada orang-orang yang beresiko tinggi terkena virus ini, seperti mereka yang berprilaku sex kurang baik (ganti-ganti pasangan/homosexual), pekerja kesehatan (perawat dan dokter) dan mereka yang berada didaerah rentan banyak kasus Hepatitis B.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Penyakit Hepatitis C&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC). Proses penularannya melalui kontak darah {transfusi, jarum suntik (terkontaminasi), serangga yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya}. Penderita Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker (cancer) hati. Sejumlah 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Gejala Hepatitis C&lt;br /&gt;
Penderita Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Namun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah ; Lelah, Hilang selera makan, Sakit perut, Urin menjadi gelap dan Kulit atau mata menjadi kuning yang disebut "jaundice" (jarang terjadi). Pada beberapa kasus dapat ditemukan peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine, namun demikian pada penderita Hepatitis C justru terkadang enzyme hati fluktuasi bahkan normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis C&lt;br /&gt;
Saat ini pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan pemberian obat seperti &lt;em&gt;Interferon alfa, Pegylated interferon alfa&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Ribavirin&lt;/em&gt;. Adapun tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati. Pengobatan pada penderita Hepatitis C memerlukan waktu yang cukup lama bahkan pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong, untuk itu perlu penanganan pada stadium awalnya.&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit AIDS</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-aids.html</link><category>Penyakit AIDS</category><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 13:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-555170906659945554</guid><description>Kali ini saya akan mencoba membahas mengenai pengertian penyakit AIDS, penyebab penyakit AIDS, Pola atau cara penularan penyakit AIDS serta penanganan dan pengobatan yang diberikan kepada penderita penyakit HIV+ atau AIDS.&lt;span class="fullpost" dragover="true"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit AIDS yaitu suatu penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia, yang mana virus ini menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh. Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Virus HIV menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembang biak Virus HIV baru, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sebagaimana kita ketahui bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita diserang penyakit, Tubuh kita lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit dan akibatnya kita dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika tubuh manusia terkena virus HIV maka tidaklah langsung menyebabkan atau menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Cara Penularan virus HIV AIDS&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
1. Melalui darah. misalnya ; Transfusi darah, terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Melalui cairan semen, air mani (sperma atau peju Pria). misalnya ; seorang Pria berhubungan badan dengan pasangannya tanpa menggunakan kondom atau pengaman lainnya, oral sex, dsb&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Melalui cairan vagina pada Wanita. misalnya ; Wanita yang berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dsb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Melalui Air Susu Ibu (ASI). misalnya ; Bayi meminum ASI dari wanita hiv+, Pria meminum susu ASI pasangannya, dsb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun cairan tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ antara lain Saliva (air liur atau air ludah), Feses (kotoran atau tinja), Air mata, Air keringat&lt;br /&gt;
serta Urine (Air seni atau air kencing).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Tanda dan Gejala Penyakit AIDS&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
Seseorang yang terkena virus HIV pada awal permulaan umumnya tidak memberikan tanda dan gejala yang khas, penderita hanya mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh saat mendapat kontak virus HIV tersebut. Setelah kondisi membaik, orang yang terkena virus HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan perlahan kekebelan tubuhnya menurun/lemah hingga jatuh sakit karena serangan demam yang berulang. Satu cara untuk mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun tanda dan gejala yang tampak pada penderita penyakit AIDS diantaranya adalah seperti dibawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Saluran pernafasan. Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tidak jarang diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Saluran Pencernaan. Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Berat badan tubuh. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. System Persyarafan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. System Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau carar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah 'pelvic inflammatory disease (PID)' dan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Penanganan dan Pengobatan Penyakit AIDS&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
Kendatipun dari berbagai negara terus melakukan researchnya dalam mengatasi HIV AIDS, namun hingga saat ini penyakit AIDS tidak ada obatnya termasuk serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS. Adapun tujuan pemberian obat-obatan pada penderita AIDS adalah untuk membantu memperbaiki daya tahan tubuh, meningkatkan kualitas hidup bagi meraka yang diketahui terserang virus HIV dalam upaya mengurangi angka kelahiran dan kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita semua diharapkan untuk tidak mengucilkan dan menjauhi penderita HIV karena mereka membutuhkan bantuan dan dukungan agar bisa melanjutkan hidup tanpa banyak beban dan berpulang ke rahmatullah dengan ikhlas.&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit Kolera (Cholera)</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-kolera-cholera.html</link><category>Penyakit Kolera (Cholera)</category><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 13:09:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-172197667062612925</guid><description>Penyakit kolera (cholera) adalah penyakit infeksi saluran usus bersifat akut yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae, bakteri ini masuk kedalam tubuh seseorang melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Bakteri tersebut mengeluarkan enterotoksin (racunnya) pada saluran usus sehingga terjadilah diare (diarrhoea) disertai muntah yang akut dan hebat, akibatnya seseorang dalam waktu hanya beberapa hari kehilangan banyak cairan tubuh dan masuk pada kondisi dehidrasi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila dehidrasi tidak segera ditangani, maka akan berlanjut kearah hipovolemik dan asidosis metabolik dalam waktu yang relatif singkat dan dapat menyebabkan kematian bila penanganan tidak adekuat. Pemberian air minum biasa tidak akan banyak membantu, Penderita (pasien) kolera membutuhkan infus cairan gula (Dextrose) dan garam (Normal saline) atau bentuk cairan infus yang di mix keduanya (Dextrose Saline).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Penyebaran Penularan Penyakit Kolera&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kolera dapat menyebar sebagai penyakit yang endemik, epidemik, atau pandemik. Meskipun sudah banyak penelitian bersekala besar dilakukan, namun kondisi penyakit ini tetap menjadi suatu tantangan bagi dunia kedokteran modern. Bakteri Vibrio cholerae berkembang biak dan menyebar melalui feaces (kotoran) manusia, bila kotoran yang mengandung bakteri ini mengkontaminasi air sungai dan sebagainya maka orang lain yang terjadi kontak dengan air tersebut beresiko terkena penyakit kolera itu juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalnya cuci tangan yang tidak bersih lalu makan, mencuci sayuran atau makanan dengan air yang mengandung bakteri kolera, makan ikan yang hidup di air terkontaminasi bakteri kolera, Bahkan air tersebut (seperti disungai) dijadikan air minum oleh orang lain yang bermukim disekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Gejala dan Tanda Penyakit Kolera&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada orang yang feacesnya ditemukan bakteri kolera mungkin selama 1-2 minggu belum merasakan keluhan berarti, Tetapi saat terjadinya serangan infeksi maka tiba-tiba terjadi diare dan muntah dengan kondisi cukup serius sebagai serangan akut yang menyebabkan samarnya jenis diare yg dialami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi pada penderita penyakit kolera ada beberapa hal tanda dan gejala yang ditampakkan, antara lain ialah :&lt;br /&gt;
- Diare yang encer dan berlimpah tanpa didahului oleh rasa mulas atau tenesmus.&lt;br /&gt;
- Feaces atau kotoran (tinja) yang semula berwarna dan berbau berubah menjadi cairan putih keruh (seperti air cucian beras) tanpa bau busuk ataupun amis, tetapi seperti manis yang menusuk.&lt;br /&gt;
- Feaces (cairan) yang menyerupai air cucian beras ini bila diendapkan akan mengeluarkan gumpalan-gumpalan putih.&lt;br /&gt;
- Diare terjadi berkali-kali dan dalam jumlah yang cukup banyak.&lt;br /&gt;
- Terjadinya muntah setelah didahului dengan diare yang terjadi, penderita tidaklah merasakan mual sebelumnya.&lt;br /&gt;
- Kejang otot perut bisa juga dirasakan dengan disertai nyeri yang hebat.&lt;br /&gt;
- Banyaknya cairan yang keluar akan menyebabkan terjadinya dehidrasi dengan tanda-tandanya seperti ; detak jantung cepat, mulut kering, lemah fisik, mata cekung, hypotensi dan lain-lain yang bila tidak segera mendapatkan penangan pengganti cairan tubuh yang hilang dapat mengakibatkan kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kolera&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penderita yang mengalami penyakit kolera harus segera mandapatkan penaganan segera, yaitu dengan memberikan pengganti cairan tubuh yang hilang sebagai langkah awal. Pemberian cairan dengan cara Infus/Drip adalah yang paling tepat bagi penderita yang banyak kehilangan cairan baik melalui diare atau muntah. Selanjutnya adalah pengobatan terhadap infeksi yang terjadi, yaitu dengan pemberian antibiotik/antimikrobial seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tetrasiklin, Doxycycline&lt;/span&gt; atau golongan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vibramicyn&lt;/span&gt;. Pengobatan antibiotik ini dalam waktu 48 jam dapat menghentikan diare yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kondisi tertentu, terutama diwilayah yang terserang wabah penyakit kolera pemberian makanan/cairan dilakukan dengan jalan memasukkan selang dari hidung ke lambung (sonde). Sebanyak 50% kasus kolera yang tergolang berat tidak dapat diatasi (meninggal dunia), sedangkan sejumlah 1% penderita kolera yang mendapat penanganan kurang adekuat meninggal dunia. (massachusetts medical society, 2007 : Getting Serious about Cholera).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Pencegahan Penyakit kolera&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pencegahan dan memutuskan tali penularan penyakit kolera adalah dengan prinsip sanitasi lingkungan, terutama kebersihan air dan pembuangan kotoran (feaces) pada tempatnya yang memenuhi standar lingkungan. Lainnya ialah meminum air yang sudah dimasak terlebih dahulu, cuci tangan dengan bersih sebelum makan memakai sabun/antiseptik, cuci sayuran dangan air bersih terutama sayuran yang dimakan mentah (lalapan), hindari memakan ikan dan kerang yang dimasak setengah matang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila dalam anggota keluarga ada yang terkena kolera, sebaiknya diisolasi dan secepatnya mendapatkan pengobatan. Benda yang tercemar muntahan atau tinja penderita harus di sterilisasi, searangga lalat (vektor) penular lainnya segera diberantas. Pemberian vaksinasi kolera dapat melindungi orang yang kontak langsung dengan penderita.&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit Darah Rendah (Hipotensi)</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-darah-rendah-hipotensi.html</link><category>Penyakit Darah Rendah (Hipotensi)</category><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 13:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-6881162583179373342</guid><description>Penyakit darah rendah atau Hipotensi (Hypotension) adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang turun dibawah angka normal, yaitu mencapai nilai rendah 90/60 mmHg. Telah dijelaskan pada artikel sebelumnya (&lt;a href="http://penyakit-pengobatan.blogspot.com/2008/01/penyakit-darah-tinggi-hipertensi.html"&gt;Penyakit darah tinggi&lt;/a&gt;) bahwa nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, beberapa orang mungkin memiliki nilai tekanan darah (tensi) berkisar 110/90 mmHg atau bahkan 100/80 mmHg akan tetapi mereka tidak/belum atau jarang menampakkan beberapa keluhan berarti, sehingga hal itu dirasakan biasa saja dalam aktivitas kesehariannya. Apabila kondisi itu terus berlanjut, didukung dengan beberapa faktor yang memungkinkan memicu menurunnya tekanan darah yang signifikan seperti keringat dan berkemih banyak namun kurang minum, kurang tidur atau kurang istirahat (lelah dengan aktivitas berlebihan) serta haid dengan perdarahan berlebihan (abnormal) maka tekanan darah akan mencapai ambang rendah (hipotensi) 90/60 mmHg.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="post-body"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Tanda dan Gejala Tekanan Darah Rendah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Seseorang yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, bahkan mengalami pingsan yang berulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Penyebab Penyakit Darah Rendah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa terjadinya penurunan tensi darah, hal ini dapat dikategorikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung), semakin tinggi tekanan darah. Seseorang yang memiliki kelainan/penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung maka berdampak pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh organ tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Volume (jumlah) darah berkurang. Hal ini dapat disebabkan oleh perdarahan yang hebat (luka sobek,haid berlebihan/abnormal), diare yang tak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Kapasitas pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah (dilatasi) menyebabkan menurunnya tekanan darah, hal ini biasanya sebagai dampak dari &lt;a href="http://nurse-ocha.blogspot.com/2007/07/management-of-shock.html" target="new"&gt;syok septik&lt;/a&gt;, pemaparan oleh panas, diare, obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Penanganan dan Pengobatan Darah Rendah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan darah renda (hipotensi), diantaranya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas keseharian, selain itu dokter hanya akan memberikan vitamin (suport/placebo) serta beberapa saran yang dapat dilakukan bagi penderita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah. Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal keseluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat oxygen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat (anemia), pusing (oxygen yang di angkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kasus Hipotensi yang benar-benar diperlukan pemberian obat, biasanya ada beberapa jenis obat yang biasa dipakai seperti fludrocortisone, midodrine, pyridostigmine, nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), caffeine dan erythropoietin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit Hepatitis</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-hepatitis.html</link><category>Penyakit Hepatitis</category><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 13:06:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-4019025784975621178</guid><description>Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia. Hepatitis diketegorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepetitis A,B,C,D,E,F dan G. Di Indonesia penderita penyakit Hepatitis umumnya cenderung lebih banyak mengalami golongan hepatitis B dan hepatitis C. namun disini kita akan membahas pada fokus artikel penyakit Hepatitis A,B dan C.&lt;span class="fullpost" dragover="true"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li dragover="true"&gt;Penyakit Hepatitis A&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian, Virus hepatitis A (VHA=Virus Hepatitis A) penyebarannya melalui kotoran/tinja penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkomtaminasi, bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah. Sebagai contoh, ikan atau kerang yang berasal dari kawasan air yang dicemari oleh kotoran manusia penderita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit Hepatitis A memiliki masa inkubasi 2 sampai 6 minggu sejak penularan terjadi, barulah kemudian penderita menunjukkan beberapa tanda dan gejala terserang penyakit Hepatitis A.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Gejala Hepatitis A&lt;br /&gt;
Pada minggu pertama, individu yang dijangkiti akan mengalami sakit seperti kuning, keletihan, demam, hilang selera makan, muntah-muntah, pusing dan kencing yang berwarna hitam pekat. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis A&lt;br /&gt;
Penderita yang menunjukkan gejala hepatitis A seperti minggu pertama munculnya yang disebut penyakit kuning, letih dan sebagainya diatas, diharapkan untuk tidak banyak beraktivitas serta segera mengunjungi fasilitas pelayan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan dari gejala yang timbul seperti &lt;em&gt;paracetamol&lt;/em&gt; sebagai penurun demam dan pusing, &lt;em&gt;vitamin&lt;/em&gt; untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan serta obat-obatan yang mengurangi rasa mual dan muntah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkah langkah-langkah yang dapat diambil sebagai usaha pencegahan adalah dengan mencuci tangan dengan teliti, dan suntikan imunisasi dianjurkan bagi seseorang yang berada disekitar penderita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Penyakit Hepatitis B&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya didunia, Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. Seperti hal Hepatitis C, kedua penyakit ini dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati. Proses penularan Hepatitis B yaitu melalui pertukaran cairan tubuh atau kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis B.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun beberapa hal yang menjadi pola penularan antara lain penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan, hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik, maupun penggunaan alat kebersihan diri (sikat gigi, handuk) secara bersama-sama. Hepatitis B dapat menyerang siapa saja, akan tetapi umumnya bagi mereka yang berusia produktif akan lebih beresiko terkena penyakit ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Gejala Hepatitis B&lt;br /&gt;
Secara khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis B yang akut adalah demam, sakit perut dan kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera). Namun bagi penderita hepatitis B kronik akan cenderung tidak tampak tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain menjadi lebih beresiko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B&lt;br /&gt;
Penderita yang diduga Hepatitis B, untuk kepastian diagnosa yang ditegakkan maka akan dilakukan periksaan darah. Setelah diagnosa ditegakkan sebagai Hepatitis B, maka ada cara pengobatan untuk hepatitis B, yaitu pengobatan telan (oral) dan secara injeksi. &lt;br /&gt;
a. Pengobatan oral yang terkenal adalah ; &lt;br /&gt;
- Pemberian obat &lt;em&gt;Lamivudine&lt;/em&gt; dari kelompok nukleosida analog, yang dikenal dengan nama 3TC. Obat ini digunakan bagi dewasa maupun anak-anak, Pemakaian obat ini cenderung meningkatkan enzyme hati (ALT) untuk itu penderita akan mendapat monitor bersinambungan dari dokter. &lt;br /&gt;
- Pemberian obat Adefovir dipivoxil (&lt;em&gt;Hepsera&lt;/em&gt;). Pemberian secara oral akan lebih efektif, tetapi pemberian dengan dosis yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap fungsi ginjal.&lt;br /&gt;
- Pemberian obat Baraclude (&lt;em&gt;Entecavir&lt;/em&gt;). Obat ini diberikan pada penderita Hepatitis B kronik, efek samping dari pemakaian obat ini adalah sakit kepala, pusing, letih, mual dan terjadi peningkatan enzyme hati. Tingkat keoptimalan dan kestabilan pemberian obat ini belum dikatakan stabil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Pengobatan dengan injeksi/suntikan adalah ;&lt;br /&gt;
Pemberian suntikan &lt;em&gt;Microsphere&lt;/em&gt; yang mengandung partikel radioaktif pemancar sinar ß yang akan menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Injeksi &lt;em&gt;Alfa Interferon&lt;/em&gt; (dengan nama cabang INTRON A, INFERGEN, ROFERON) diberikan secara subcutan dengan skala pemberian 3 kali dalam seminggu selama 12-16 minggu atau lebih. Efek samping pemberian obat ini adalah depresi, terutama pada penderita yang memilki riwayat depresi sebelumnya. Efek lainnya adalah terasa sakit pada otot-otot, cepat letih dan sedikit menimbulkan demam yang hal ini dapat dihilangkan dengan pemberian paracetamol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit Hepatitis B adalah pemberian vaksin terutama pada orang-orang yang beresiko tinggi terkena virus ini, seperti mereka yang berprilaku sex kurang baik (ganti-ganti pasangan/homosexual), pekerja kesehatan (perawat dan dokter) dan mereka yang berada didaerah rentan banyak kasus Hepatitis B.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Penyakit Hepatitis C&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC). Proses penularannya melalui kontak darah {transfusi, jarum suntik (terkontaminasi), serangga yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya}. Penderita Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker (cancer) hati. Sejumlah 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Gejala Hepatitis C&lt;br /&gt;
Penderita Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Namun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah ; Lelah, Hilang selera makan, Sakit perut, Urin menjadi gelap dan Kulit atau mata menjadi kuning yang disebut "jaundice" (jarang terjadi). Pada beberapa kasus dapat ditemukan peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine, namun demikian pada penderita Hepatitis C justru terkadang enzyme hati fluktuasi bahkan normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis C&lt;br /&gt;
Saat ini pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan pemberian obat seperti &lt;em&gt;Interferon alfa, Pegylated interferon alfa&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Ribavirin&lt;/em&gt;. Adapun tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati. Pengobatan pada penderita Hepatitis C memerlukan waktu yang cukup lama bahkan pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong, untuk itu perlu penanganan pada stadium awalnya.&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit Pneumonia</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-pneumonia.html</link><category>Penyakit Pneumonia</category><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 13:05:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-6894057893878574228</guid><description>&lt;h3 class="post-title" dragover="true"&gt;   	      &lt;/h3&gt;Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi "inflame" dan terisi oleh cairan. Pneumonia dapat juga disebabkan oleh iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau terlalu banyak minum alkohol. Namun penyebab yang paling sering ialah serangan bakteria streptococcus pneumoniae, atau pneumokokus.&lt;span class="fullpost" dragover="true"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit Pneumonia sering kali diderita sebagian besar orang yang lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki penyakit kronik sebagai akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh (Imun), akan tetapi Pneumonia juga bisa menyerang kaula muda yang bertubuh sehat. Saat ini didunia penyakit Pneumonia dilaporkan telah menjadi penyakit utama di kalangan kanak-kanak dan merupakan satu penyakit serius yang meragut nyawa beribu-ribu warga tua setiap tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Terjadinya Penyakit Pneumonia&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara penularan virus atau bakteri Pneumonia sampai saat ini belum diketahui pasti, namun ada beberapa hal yang memungkinkan seseorang beresiko tinggi terserang penyakit Pneumonia. Hal ini diantaranya adalah :&lt;br /&gt;
1. Orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS dan para penderita penyakit kronik seperti sakit jantung, diabetes mellitus. Begitupula bagi mereka yang pernah/rutin menjalani kemoterapy (chemotherapy) dan meminum obat golongan Immunosupressant dalam waktu lama, dimana mereka pada umumnya memiliki daya tahan tubuh (Immun) yang lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Perokok dan peminum alkohol. Perokok berat dapat mengalami irritasi pada saluran pernafasan (bronchial) yang akhirnya menimbulkan secresi muccus (riak/dahak), Apabila riak/dahak mengandung bakteri maka dapat menyebabkan Pneumonia. Alkohol dapat berdampak buruk terhadap sel-sel darah putih, hal ini menyebabkan lemahnya daya tahan tubuh dalam melawan suatu infeksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Pasien yang berada di ruang perawatan intensive (ICU/ICCU). Pasien yang dilakukan tindakan ventilator (alat bantu nafas) 'endotracheal tube' sangat beresiko terkena Pneumonia. Disaat mereka batuk akan mengeluarkan tekanan balik isi lambung (perut) ke arah kerongkongan, bila hal itu mengandung bakteri dan berpindah ke rongga nafas (ventilator) maka potensial tinggi terkena Pneumonia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Menghirup udara tercemar polusi zat kemikal. Resiko tinggi dihadapi oleh para petani apabila mereka menyemprotkan tanaman dengan zat kemikal (chemical) tanpa memakai masker adalah terjadi irritasi dan menimbulkan peradangan pada paru yang akibatnya mudah menderita penyakit Pneumonia dengan masuknya bakteri atau virus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Pasien yang lama berbaring. Pasien yang mengalami operasi besar sehingga menyebabkannya bermasalah dalah hal mobilisasi merupakan salah satu resiko tinggi terkena penyakit Pneumonia, dimana dengan tidur berbaring statis memungkinkan riak/muccus berkumpul dirongga paru dan menjadi media berkembangnya bakteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Tanda dan Gejala Penyakit Pneumonia&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala yang berhubungan dengan pneumonia termasuk batuk, sakit dada, demam, dan kesulitan bernafas. Sedangkan tanda-tanda menderita Pneumonia dapat diketahui setelah menjalani pemeriksaan X-ray (Rongent) dan pemeriksaan sputum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Penanganan dan Pengobatan Penyakit Pneumonia&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penanganan dan pengobatan pada penderita Pneumonia tergantung dari tingkat keparahan gejala yang timbul dan type dari penyebab Pneumonia itu sendiri.&lt;br /&gt;
1. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri akan diberikan pengobatan antibiotik. Pengobatan haruslah benar-benar komplite sampai benar-benar tidak lagi adanya gejala atau hasil pemeriksaan X-ray dan sputum tidak lagi menampakkan adanya bakteri Pneumonia, jika tidak maka suatu saat Pneumonia akan kembali diderita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Pneumonia yang disebabkan oleh virus akan diberikan pengobatan yang hampir sama dengan penderita flu, namun lebih ditekankan dengan istirahat yang cukup dan pemberian intake cairan yang cukup banyak serta gizi yang baik untuk membantu pemulihan daya tahan tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Pneumonia yang disebabkan oleh jamur akan mendapatkan pengobatan dengan pemberian antijamur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping itu pemberian obat lain untuk membantu mengurangi nyeri, demam dan sakit kepala. Pemberian obat anti (penekan) batuk di anjurkan dengan dosis rendah hanya cukup membuat penderita bisa beristirahat tidur, Karena batuk juga akan membantu proses pembersihan secresi mucossa (riak/dahak) diparu-paru.&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit Gagal Ginjal</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-gagal-ginjal.html</link><category>Penyakit Gagal Ginjal</category><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 12:50:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-4073061541169654593</guid><description>Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.&lt;span class="fullpost" dragover="true"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Penyebab Gagal Ginjal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang didedrita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak kerusakan ginjal diantaranya :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menderita penyakit kanker (cancer)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
Adapun penyakit lainnya yang juga dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal apabila tidak cepat ditangani antara lain adalah ; Kehilangan carian banyak yang mendadak ( muntaber, perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan dan Amiloidosis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan kearah yang semakin buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu bekerja sebagaimana funngsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Tanda dan Gejala Penyakit Gagal Ginjal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal yang dialami penderita secara akut antara lain : Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan tanda dan gejala yang mungkin timbul oleh adanya gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C. Penentuan Diagnosa Gagal Ginjal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Dokter setelah menanyakan riwayat kesehatan penderita dan tanda serta gejala yang timbul, untuk menentukan adanya/terjadinya kegagalan fungsi ginjal maka Beliau akan melakukan pemeriksaan fisik yang difokuskan pada kemungkinan pembesaran organ ginjal atau pembengkakan sekitar ginjal. Apabila dicurigai terjadinya kerusakan fungsi ginjal, maka penderita akan dikonsultasikan kepada seorang ahli ginjal (Nephrologist).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium baik darah ataupun urine guna melihat kadar elektrolit sodium dan potassium/kalium. Pada kasus-kasus tertentu tim medis mungkin melakukan pemasangan selang kateter kedalam kantong urine (bladder) untuk mengeluarkan urine. Bila diperlukan, Tim medis akan menyarankan pemeriksaan pengambilan gambar struktur ginjal dengan metode Ultrasound, Computed tomography (CT) scans atau dengan cara Magnetic Resonance Imaging (MRI) scans. Bahkan ada kemungkinan dilakukannya tindakan biopsy, yaitu pengambilan contoh (sample) jaringan ginjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D. Pengobatan dan Penanganan Gagal Ginjal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penanganan serta pengobatan gagal ginjal tergantung dari penyebab terjadinya kegagalan fungsi ginjal itu sendiri. Pada intinya, Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Sebagai contoh, Pasien mungkin perlu melakukan diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan. Bila diketahui penyebabnya adalah dampak penyakit lain, maka dokter akan memberikan obat-obatan atau therapy misalnya pemberian obat untuk pengobatan hipertensi, anemia atau mungkin kolesterol yang tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang mengalami kegagalan fungsi ginjal sangat perlu dimonitor pemasukan (intake) dan pengeluaran (output) cairan, sehingga tindakan dan pengobatan yang diberikan dapat dilakukan secara baik. Dalam beberapa kasus serius, Pasien akan disarankan atau diberikan tindakan pencucian darah {Haemodialisa (dialysis)}. Kemungkinan lainnya adalah dengan tindakan pencangkokan ginjal atau transplantasi ginjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E. Tindakan Pencegahan Terserang Penyakit Ginjal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita yang dalam kondisi "merasa sehat" setidaknya diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kedokter/kontrol/laboratorium. Sedangkan bagi mereka yang dinyatakan mengalami gangguan Ginjal, baik ringan atau sedang diharapkan berhati-hati dalam mengkonsumsi oabat-obatan seperti obat rematik, antibiotika tertentu dan apabila terinfeksi segera diobati, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik. Semoga artikel ini berguna bagi Anda yang membutuhkan, Terima kasih.&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit Menular dan Tidak Menular</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-menular-dan-tidak-menular.html</link><category>Penyakit Menular dan Tidak Menular</category><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 12:48:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-2797282889846707265</guid><description>&lt;h3 class="post-title" dragover="true"&gt;   	      &lt;/h3&gt;Dewasa ini tingkat angka kematian baik di Indonesia maupun di dunia secara globalnya relatif meningkat pertahunnya, hal ini baik disebabkan kecelakaan, proses penuaan yang menyebabkan kelamahan fungsi organ tubuh ataupun karena menderita berbagai macam penyakit. Kita mengenal berbagai macam nama penyakit dan istilahnya baik itu penyakit menular maupun penyakit tidak menular.&lt;span class="fullpost" dragover="true"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit menular yang juga dikenal sebagai penyakit infeksi dalam istilah medis adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh sebuah agen biologi (seperti virus, bakteria atau parasit), bukan disebabkan faktor fisik (seperti luka bakar dan trauma benturan) atau kimia (seperti keracunan) yang mana bisa ditularkan atau menular kepada orang lain melalui media tertentu seperti udara (TBC, Infulenza dll), tempat makan dan minum yang kurang bersih pencuciannya (Hepatitis, Typhoid/Types dll), Jarum suntik dan transfusi darah (HIV Aids, Hepatitis dll).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun penyakit yang tidak menular adalah penyakit yang diderita pasien yang pada umumnya disebakan bawaan/keturunan, kecacatan akibat kesalahan proses kelahiran, dampak dari berbagai penggunaan obat atau konsumsi makanan serta minuman termasuk merokok, kondisi stress yang mengakibatkan gangguan kejiwaan. Lebih lanjut akan kita bahas satu persatu berbagai macam penyakit baik itu yang menular ataupun penyakit tidak menular yang kerap diderita manusia, termasuk gajala dan proses penanganan atau pengobatannya baik dari obat-obatan medis (kimia) maupun obat-obatan tradisional.&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit Cacar (Herpes)</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-cacar-herpes.html</link><category>Penyakit Cacar (Herpes)</category><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 12:44:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-7664644274055213783</guid><description>                          Penyakit Cacar atau yang disebut sebagai 'Herpes' oleh kalangan medis adalah penyakit radang kulit yang ditandai dengan pembentukan gelembung-gelembung berisi air secara berkelompok. Penyakit Cacar atau Herpes ini ada 2 macam golongan, Herpes Genetalis dan Herpes Zoster.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Herpes Genetalis adalah infeksi atau peradangan (gelembung lecet) pada kulit terutama dibagian kelamin (vagina, penis, termasuk dipintu dubur/anus serta pantat dan pangkal paha/selangkangan) yang disebabkan virus herpes simplex (VHS), Sedangkan Herpes Zoster atau dengan nama lain 'shingles' adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster yang menimbulkan gelembung cairan hampir pada bagian seluruh tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Herpes zoster juga dikatakan penyakit infeksi pada kulit yang merupakan lanjutan dari pada chickenpox (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cacar air&lt;/span&gt;) karena virus yang menyerang adalah sama, Hanya terdapat perbedaan dengan cacar air. Herpes zoster memiliki ciri cacar gelembung yang lebih besar dan berkelompok pada bagian tertentu di badan, bisa di bagian punggung, dahi atau dada. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Cara Penularan Penyakit Cacar (Herpes)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum, seluruh jenis penyakit herpes dapat menular melalui kontak langsung. Namun pada herpes zoster, seperti yang terjadi pada penyakit cacar (chickenpox), proses penularan bisa melalui bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke atas gelembung/lepuh yang pecah. Pada penyakit Herpes Genitalis (genetalia), penularan terjadi melalui prilaku sex. Sehingga penyakit Herpes genetalis ini kadang diderita dibagian mulut akibat oral sex. Gejalanya akan timbul dalam masa 7-21 hari setelah seseorang mengalami kontak (terserang) virus varicella-zoster. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang pernah mengalami cacar air dan kemudian sembuh, sebenarnya virus tidak 100% hilang dari dalam tubuhnya, melainkan bersembunyi di dalam sel ganglion dorsalis sistem saraf sensoris penderita. Ketika daya tahan tubuh (Immun) melemah, virus akan kembali menyerang dalam bentuk Herpes zoster dimana gejala yang ditimbulkan sama dengan penyakit cacar air (chickenpox). Bagi seseorang yang belum pernah mengalami cacar air, apabila terserang virus varicella-zoster maka tidak langsung mengalami penyakit herpes zoster akan tetapi mengalami cacar air terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Tanda dan Gejala Penyakit Cacar (Herpes)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanda dan gejala yang timbul akibat serangan virus herpes secara umum adalah demam, menggigil, sesak napas, nyeri dipersendian atau pegal di satu bagian rubuh, munculnya bintik kemerahan pada kulit yang akhirnya membentuk sebuah gelembung cair. Keluhan lain yang kadang dirasakan penderita adalah sakit perut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Penanganan dan Pengobatan Penyakit Cacar (Herpes)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada penderita penyakit cacar hal yang terpenting adalah menjaga gelembung cairan tidak pecah agar tidak meninggalkan bekas dan menjadi jalan masuk bagi kuman lain (infeksi sekunder), antara lain dengan pemberian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bedak talek&lt;/span&gt; yang membantu melicinkan kulit. Penderita apabila tidak tahan dengan kondisi hawa dingin dianjurkan untuk tidak mandi, karena bisa menimbulkan shock.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obat-obatan yang diberikan pada penderita penyakit cacar ditujukan untuk mengurangi keluhan gejala yang ada seperti nyeri dan demam, misalnya diberikan paracetamol. Pemberian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Acyclovir tablet&lt;/span&gt; (Desciclovir, famciclovir, valacyclovir, dan penciclovir) sebagai antiviral bertujuan untuk mengurangi demam, nyeri, komplikasi serta melindungi seseorang dari ketidakmampuan daya tahan tubuh melawan virus herpes. Sebaiknya pemberian obat Acyclovir saat timbulnya rasa nyeri atau rasa panas membakar pada kulit, tidak perlu menunggu munculnya gelembung cairan (blisters).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kondisi serius dimana daya tahan tubuh sesorang sangat lemah, penderita penyakit cacar (herpes) sebaiknya mendapatkan pengobatan terapy infus (IV) Acyclovir. Sebagai upaya pencegahan sebaiknya seseorang mendapatkan imunisasi vaksin varisela zoster. Pada anak sehat usia 1 - 12 tahun diberikan satu kali. Imunasasi dapat diberikan satu kali lagi pada masa pubertas untuk memantapkan kekebalan menjadi 60% - 80%. Setelah itu, untuk menyempurnakannya, berikan imunisasi sekali lagi saat dewasa. Kekebalan yang didapat ini bisa bertahan sampai 10 tahun.&lt;/span&gt;    </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-darah-tinggi-hipertensi.html</link><category>Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)</category><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 12:43:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-4182775079286962704</guid><description>                          Penyakit darah tinggi atau Hipertensi (&lt;a href="http://nurse-ocha.blogspot.com/2007/03/primary-pulmonary-hypertension.html" target="new"&gt;Hypertension&lt;/a&gt;) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat diwaktu beraktifitas atau berolahraga.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur (rutin), maka hal ini dapat membawa si penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja extra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Penyakit hypertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung (&lt;a href="http://nurse-ocha.blogspot.com/2007/06/myocardial-infarction-heart-attack.html" target="new"&gt;Heart attack&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit darah tinggi atau Hipertensi dikenal dengan 2 type klasifikasi, diantaranya Hipertensi Primary dan Hipertensi Secondary :&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Hipertensi Primary&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
Hipertensi Primary adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan. Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi. Begitu pula sesorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stressor tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi, termasuk orang-orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.prodia.co.id/m_informasi_terkini.html" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Hipertensi Secondary&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
Hipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalami/menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau &lt;a href="http://nurse-ocha.blogspot.com/2007/06/diabetes-mellitus-dm.html" target="new"&gt;kerusakan sistem hormon&lt;/a&gt; tubuh. Sedangkan pada Ibu hamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal atau gemuk (gendut).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pregnancy-induced hypertension (PIH), ini adalah sebutan dalam istilah kesehatan (medis) bagi wanita hamil yang menderita hipertensi. Kondisi Hipertensi pada ibu hamil bisa sedang ataupun tergolang parah/berbahaya, Seorang ibu hamil dengan tekanan darah tinggi bisa mengalami Preeclampsia dimasa kehamilannya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Preeclampsia adalah kondisi seorang wanita hamil yang mengalami hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, muka yang membengkak, kurang nafsu makan, mual bahkan muntah. Apabila terjadi kekejangan sebagai dampak hipertensi maka disebut Eclamsia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Penyebab Hipertensi&lt;br /&gt;
Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi. Stop menjadi &lt;a href="http://nurse-ocha.blogspot.com/2006/12/alcohol-treatment.html" target="new"&gt;alcoholic&lt;/a&gt;!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Penanganan dan Pengobatan Hipertensi&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;a. Diet Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)
&lt;li&gt;Kandungan garam (Sodium/Natrium)&lt;/li&gt;
Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi asin-asinan garam, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan diet sodium/natrium ini ;
- Jangan meletakkan garam diatas meja makan
- Pilih jumlah kandungan sodium rendah saat membeli makan
- Batasi konsumsi daging dan keju
- Hindari cemilan yang asin-asin
- Kurangi pemakaian saos yang umumnya memiliki kandungan sodium

&lt;li&gt;Kandungan Potasium/Kalium&lt;/li&gt;
Suplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu penurunan tekanan darah, Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buah-buahan dan sayuran. Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk di konsumsi penderita tekanan darah tinggi antara lain semangka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang dan bawang putih. Selain itu, makanan yang mengandung unsur omega-3 sagat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah (hipertensi).

Pengobatan hipertensi biasanya dikombinasikan dengan beberapa obat;
- Diuretic {Tablet Hydrochlorothiazide (HCT), Lasix (Furosemide)}. Merupakan golongan obat hipertensi dengan proses pengeluaran cairan tubuh via urine. Tetapi karena potasium berkemungkinan terbuang dalam cairan urine, maka pengontrolan konsumsi potasium harus dilakukan.

- Beta-blockers {Atenolol (Tenorim), Capoten (Captopril)}. Merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah.

- Calcium channel blockers {Norvasc (amlopidine), Angiotensinconverting enzyme (ACE)}. Merupakan salah satu obat yang biasa dipakai dalam pengontrolan darah tinggi atau Hipertensi melalui proses rileksasi pembuluh darah yang juga memperlebar pembuluh darah.&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit Diabetes Mellitus (DM)</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-diabetes-mellitus-dm.html</link><category>Penyakit Diabetes Mellitus (DM)</category><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 12:41:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-733810598115084920</guid><description>Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="post-body" dragover="true"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 - 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)&lt;br /&gt;
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)&lt;br /&gt;
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)&lt;br /&gt;
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)&lt;br /&gt;
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya&lt;br /&gt;
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan &amp;amp; kaki&lt;br /&gt;
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu&lt;br /&gt;
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba&lt;br /&gt;
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya&lt;br /&gt;
10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2, umumnya mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka mungkin tidak mengetahui telah menderita kencing manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Tipe Penyakit Diabetes Mellitus&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Diabetes mellitus tipe 1&lt;br /&gt;
Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Diabetes mellitus tipe 2&lt;br /&gt;
Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Kadar Gula Dalam Darah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Normalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70 - 150 mg/dL {millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4 - 8 mmol/l {milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, kadar gula tentu saja terjadi peningkatan setelah makan dan mengalami penurunan diwaktu pagi hari bangun tidur. Seseorang dikatakan mengalami hyperglycemia apabila kadar gula dalam darah jauh diatas nilai normal, sedangkan hypoglycemia adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami penurunan nilai gula dalam darah dibawah normal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diagnosa Diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa mencapai level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2 jam setelah puasa (minimal 8 jam) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara random (sewaktu) dapat membantu diagnosa diabetes jika nilai kadar gula darah mencapai level antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL, terlebih lagi bila dia atas 200 mg/dl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak alat test gula darah yang diperdagangkan saat ini dan dapat dibeli dibanyak tempat penjualan alat kesehatan atau apotik seperti Accu-Chek, BCJ Group, Accurate, OneTouch UltraEasy machine. Bagi penderita yang terdiagnosa Diabetes Mellitus, ada baiknya bagi mereka jika mampu untuk membelinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Pengobatan dan Penanganan Penyakit Diabetes&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penderita diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi insulin (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan, selain itu adalah dengan berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada penderita diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila tablet tidak mengatasi pengontrolan kadar gula darah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-demam-berdarah-dengue-dbd.html</link><category>Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)</category><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 12:39:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-536402649763624690</guid><description>Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.&lt;span class="fullpost" dragover="true"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya seperti Bidan dan Pak Mantri ;-) seringkali salah dalam penegakkan diagnosa, karena kecenderungan gejala awal yang menyerupai penyakit lain seperti Flu dan Tipes (Typhoid).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Tanda dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue, Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 - 40 derajat Celsius).&lt;br /&gt;
2. Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan.&lt;br /&gt;
3. Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), Mimisan (Epitaksis), Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lendir bercampur darah (Melena), dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;
4. Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).&lt;br /&gt;
5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.&lt;br /&gt;
6. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 - 7 terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi).&lt;br /&gt;
7. Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.&lt;br /&gt;
8. Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi.&lt;br /&gt;
9. Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian.&lt;br /&gt;
10.Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Proses Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebaran penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya serangan penyakit DBD akan mungkin ada penderita lainnya bahkan akan dapat menyebabkan wabah yang luar biasa bagi penduduk disekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Pengobatan Penyakit Demam Berdarah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fokus pengobatan pada penderita penyakit DBD adalah mengatasi perdarahan, mencegah atau mengatasi keadaan syok/presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum sekitar 1,5 sampai 2 liter air dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penambahan cairan tubuh melalui infus (intravena) mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Selanjutnya adalah pemberian obat-obatan terhadap keluhan yang timbul, misalnya :&lt;br /&gt;
- Paracetamol membantu menurunkan demam&lt;br /&gt;
- Garam elektrolit (oralit) jika disertai diare&lt;br /&gt;
- Antibiotik berguna untuk mencegah infeksi sekunder&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lakukan kompress dingin, tidak perlu dengan es karena bisa berdampak syok. Bahkan beberapa tim medis menyarankan kompres dapat dilakukan dengan alkohol. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena dan peningkatan nilai trombosit darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Pencegahan Penyakit Demam Berdarah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk diwaktu pagi sampai sore, karena nyamuk aedes aktif di siang hari (bukan malam hari). Misalnya hindarkan berada di lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD nya. Beberapa cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD melalui metode pengontrolan atau pengendalian vektornya adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat. perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah.&lt;br /&gt;
2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air kolam, dan bakteri (Bt.H-14).&lt;br /&gt;
3. Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion).&lt;br /&gt;
4. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit Malaria</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-malaria.html</link><category>Penyakit Malaria</category><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 12:36:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-7698283502321955550</guid><description>                          Penyakit Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit yang merupakan golongan Plasmodium, dimana proses penularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles. Protozoa parasit jenis ini banyak sekali tersebar di wilayah tropik, misalnya di Amerika, Asia dan Afrika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada empat type plasmodium parasit yang dapat meng-infeksi manusia, namun yang seringkali ditemui pada kasus penyakit malaria adalah Plasmodium falciparum and Plasmodium vivax. Lainnya adalah Plasmodium ovale dan Plasmodium malariae.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="post-body" dragover="true"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;li dragover="true"&gt;Tanda dan Gejala Penyakit malaria&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Masa tunas / inkubasi penyakit ini dapat beberapa hari sampai beberapa bulan yang kemudian barulah muncul tanda dan gejala yang dikeluhkan oleh penderita seperti demam, menggigil, linu atau nyeri persendian, kadang sampai muntah, tampak pucat / anemis, hati serta limpa membesar, air kencing tampak keruh / pekat karena mengandung Hemoglobin (Hemoglobinuria), terasa geli pada kulit dan mengalami kekejangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, tanda yang klasik ditampakkan adalah adanya perasaan tiba-tiba kedinginan yang diikuti dengan kekakuan dan kemudian munculnya demam dan banyak berkeringat setelah 4 sampai 6 jam kemudian, hal ini berlangsung tiap dua hari. Diantara masa tersebut, mungkin penderita merasa sehat seperti sediakala. Pada usia anak-anak serangan malaria dapat menimbulkan gejala aneh, misalnya menunjukkan gerakan / postur tubuh yang abnormal sebagai akibat tekanan rongga otak. Bahkan lebih serius lagi dapat menyebabkan kerusakan otak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Penggolongan Manifestasi Penyakit Malaria&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa bentuk manifestasi penyakit malaria, antara lain :&lt;br /&gt;
- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malaria tertiana&lt;/span&gt;, disebabkan oleh Plasmodium vivax, dimana penderita merasakan demam muncul setiap hari ketiga.&lt;br /&gt;
- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malaria quartana&lt;/span&gt;, disebabkan oleh Plasmodium malariae, penderita merasakan demam setiap hari keempat.&lt;br /&gt;
- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malaria serebral&lt;/span&gt;, disebabkan oleh Plasmodium falciparum, penderita mengalami demam tidak teratur dengan disertai gejala terserangnya bagian otak, bahkan memasuki fase koma dan kematian yang mendadak.&lt;br /&gt;
- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malaria pernisiosa&lt;/span&gt;, disebabkan oleh Plasmodium vivax, gejala dapat timbul sangat mendadak, mirip Stroke, koma disertai gejala malaria yang berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Menegakkan Diagnosa Penyakit Malaria&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan adanya tanda dan gejala yang dikeluhkan serta tampak oleh Tim kesehatan, maka akan segera dilakukan pemeriksaan laboratorium (khususnya pemeriksaan darah) untuk memastikan penyebabnya dan diagnosa yang akan diberikan kepada penderita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Pengobatan Penyakit Malaria&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan pemeriksaan, baik secara langsung dari keluhan yang timbul maupun lebih berfokus pada hasil laboratium maka dokter akan memberikan beberapa obat-obatan kepada penderita. Diantaranya adalah pemberian obat untuk menurunkan demam seperti paracetamol, vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh sebagai upaya membantu kesembuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan obat antimalaria biasanya yang dipakai adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chloroquine&lt;/span&gt;, karena harganya yang murah dan sampai saat ini terbukti efektif sebagai penyembuhan penyakit malaria di dunia. Namun ada beberapa penderita yang resisten dengan pemberian Chloroquine, maka beberapa dokter akan memberikan antimalaria lainnya seperti Artesunate-Sulfadoxine/pyrimethamine, Artesunate-amodiaquine, Artesunat-piperquine, Artemether-lumefantrine, dan Dihidroartemisinin-piperquine.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Pencegahan Penyakit Malaria&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk, atau upaya pencegahan dengan pemberian obat Chloroquine bila mengunjungi daerah endemik malaria.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit Tuberkulosis (TBC)</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-tuberkulosis-tbc.html</link><category>Penyakit Tuberkulosis (TBC)</category><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 12:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-8861735337442651903</guid><description>&lt;h3 class="post-title"&gt;   	      &lt;/h3&gt;Penyakit TBC adalah merupakan suatu penyakit yang tergolong dalam infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Penyakit TBC dapat menyerang pada siapa saja tak terkecuali pria, wanita, tua, muda, kaya dan miskin serta dimana saja. Di Indonesia khususnya, Penyakit ini terus berkembang setiap tahunnya dan saat ini mencapai angka 250 juta kasus baru diantaranya 140.000 menyebabkan kematian. Bahkan Indonesia menduduki negara terbesar ketiga didunia dalam masalah penyakit TBC ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="post-body"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Penyebab Penyakit (TBC)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa, Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Jenis bakteri ini pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bernama Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, Untuk mengenang jasa beliau maka bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan &lt;a href="http://nurse-ocha.blogspot.com/2006/10/pulmonary-tuberculosis.html"&gt;penyakit TBC&lt;/a&gt;pada paru-paru pun dikenal juga sebagai Koch Pulmonum (KP).&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXGMTiyJZtPLVsU5wtBYRmoiA_4J2-KZ0hh17BeSYxQ42YSft_tTyTxsOywcFBYfTBmDVy7qgx4wfxDxBHTxwV65B7dSGmIoxNAfGTmUsppRNVm5tY_1QLV01TRrhiwTYu2UNigW_w9xKA/s1600-h/Penyakit+TBC.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142485651735465906" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXGMTiyJZtPLVsU5wtBYRmoiA_4J2-KZ0hh17BeSYxQ42YSft_tTyTxsOywcFBYfTBmDVy7qgx4wfxDxBHTxwV65B7dSGmIoxNAfGTmUsppRNVm5tY_1QLV01TRrhiwTYu2UNigW_w9xKA/s400/Penyakit+TBC.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Cara Penularan Penyakit TBC&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penularan penyakit TBC adalah melalui udara yang tercemar oleh Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan/dikeluarkan oleh si penderita TBC saat batuk, dimana pada anak-anak umumnya sumber infeksi adalah berasal dari orang dewasa yang menderita TBC. Bakteri ini masuk kedalam paru-paru dan berkumpul hingga berkembang menjadi banyak (terutama pada orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah), Bahkan bakteri ini pula dapat mengalami penyebaran melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening sehingga menyebabkan terinfeksinya organ tubuh yang lain seperti otak, ginjal, saluran cerna, tulang, kelenjar getah bening dan lainnya meski yang paling banyak adalah organ paru.&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.sghhealth4u.com.sg/Health4U/respiratory/images/rccm_tuberculosis_body.gif"&gt;&lt;/a&gt;Masuknya Mikobakterium tuberkulosa kedalam organ paru menyebabkan infeksi pada paru-paru, dimana segeralah terjadi pertumbuhan koloni bakteri yang berbentuk bulat (globular). Dengan reaksi imunologis, sel-sel pada dinding paru berusaha menghambat bakteri TBC ini melalui mekanisme alamianya membentuk jaringan parut. Akibatnya bakteri TBC tersebut akan berdiam/istirahat (dormant) seperti yang tampak sebagai tuberkel pada pemeriksaan X-ray atau photo rontgen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang dengan kondisi daya tahan tubuh (Imun) yang baik, bentuk tuberkel ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Lain hal pada orang yang memilki sistem kekebelan tubuh rendah atau kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Sehingga tuberkel yang banyak ini berkumpul membentuk sebuah ruang didalam rongga paru, Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (riak/dahak). Maka orang yang rongga parunya memproduksi sputum dan didapati mikroba tuberkulosa disebut sedang mengalami pertumbuhan tuberkel dan positif terinfeksi TBC.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkembangnya penyakit TBC di Indonesia ini tidak lain berkaitan dengan memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Hal ini juga tentunya mendapat pengaruh besar dari daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Gejala Penyakit TBC&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala penyakit TBC digolongkan menjadi dua bagian, yaitu gejala umum dan gejala khusus. Sulitnya mendeteksi dan menegakkan diagnosa TBC adalah disebabkan gambaran secara klinis dari si penderita yang tidak khas, terutama pada kasus-kasus baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Gejala umum (Sistemik)&lt;br /&gt;
- Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.&lt;br /&gt;
- Penurunan nafsu makan dan berat badan.&lt;br /&gt;
- Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).&lt;br /&gt;
- Perasaan tidak enak (malaise), lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Gejala khusus (Khas)&lt;br /&gt;
- Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara "mengi", suara nafas melemah yang disertai sesak.&lt;br /&gt;
- Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.&lt;br /&gt;
- Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.&lt;br /&gt;
- Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada penderita usia anak-anak apabila tidak menimbulkan gejala, Maka TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Sekitar 30-50% anak-anak yang terjadi kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Penegakan Diagnosis pada TBC&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila seseorang dicurigai menderita atau tertular penyakit TBC, Maka ada beberapa hal pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk memeberikan diagnosa yang tepat antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya.&lt;br /&gt;
- Pemeriksaan fisik secara langsung.&lt;br /&gt;
- Pemeriksaan laboratorium (darah, dahak, cairan otak).&lt;br /&gt;
- Pemeriksaan patologi anatomi (PA).&lt;br /&gt;
- Rontgen dada (thorax photo).&lt;br /&gt;
- dan Uji tuberkulin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Pengobatan Penyakit TBC&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengobatan bagi penderita penyakit TBC akan menjalani proses yang cukup lama, yaitu berkisar dari 6 bulan sampai 9 bulan atau bahkan bisa lebih. Penyakit TBC dapat disembuhkan secara total apabila penderita secara rutin mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter dan memperbaiki daya tahan tubuhnya dengan gizi yang cukup baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama proses pengobatan, untuk mengetahui perkembangannya yang lebih baik maka disarankan pada penderita untuk menjalani pemeriksaan baik darah, sputum, urine dan X-ray atau rontgen setiap 3 bulannya. Adapun obat-obtan yang umumnya diberikan adalah &lt;em&gt;Isoniazid dan rifampin&lt;/em&gt; sebagai pengobatan dasar bagi penderita TBC, namun karena adanya kemungkinan resistensi dengan kedua obat tersebut maka dokter akan memutuskan memberikan tambahan obat seperti &lt;em&gt;pyrazinamide dan streptomycin sulfate atau ethambutol HCL&lt;/em&gt; sebagai satu kesatuan yang dikenal 'Triple Drug'.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXGMTiyJZtPLVsU5wtBYRmoiA_4J2-KZ0hh17BeSYxQ42YSft_tTyTxsOywcFBYfTBmDVy7qgx4wfxDxBHTxwV65B7dSGmIoxNAfGTmUsppRNVm5tY_1QLV01TRrhiwTYu2UNigW_w9xKA/s72-c/Penyakit+TBC.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Mengenal Rangka Tubuh Manusia</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/mengenal-rangka-tubuh-manusia.html</link><category>rangka tubuh</category><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 12:29:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-7232277343751355502</guid><description>&lt;strong&gt;Mengenal Rangka Tubuh Manusia&lt;/strong&gt; – Sahabat &lt;a href="http://pustakasekolah.com/" target="_blank" title="Pustaka Sekolah"&gt;Pustaka&lt;/a&gt; sekalian, kali ini saya akan berbagi tentang mengenal rangka tubuh manusia. Rangka tubuh atau skeleton merupakan bagian tubuh yang keras. skeleton berfungsi mendukung tubuh secara fisik, melindungi bagian tubuh yang lunak, memberi bentuk pada tubuh dan sebagai tempat perlekatan otot. Rangka merupakan rabgkaian tulang-tulang yang saling berhubungan melalui &lt;a href="http://pustakasekolah.com/mengenal-persendian-pada-manusia.html" title="Baca Juga: Mengenal Persendian Pada Manusia"&gt;persendian&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
Pada manusia dan hewan, skeleton dibagi menjadi skeleton aksial dan skeleton apendikular. skeleton aksial adalah skeleton yang merupakan sumbu tubuh, sedangkan skeleton apendikular meliputi tungkai atas dan tungkai bawah. Bentuk dan letak tulang tubuh pada manusia di tunjukkan pada gambar dibawah ini:&lt;a href="http://pustakasekolah.com/wp-content/uploads/2011/04/mengenal-rangka-tubuh-manusia.gif"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-285" height="300" src="http://pustakasekolah.com/wp-content/uploads/2011/04/mengenal-rangka-tubuh-manusia-254x300.gif" title="mengenal rangka tubuh manusia" width="254" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Pada hewan tingkat rendah (inventebrata), seperti insecta, echinodermata, mollusca, dan cnidaria (coelenterata), skeletonnya mengandung zat kaitin dan berada di luar tubuh. Rangka skeleton yang demikian dinamakan eksoskeleton. Biasanya, eksoskeleton mengandung CaCO3. Pada hewan tingkat tinggi, seperti vertebrata, skeletonnya terdapat di dalam tubuh, yang dinamakan endoskeleton.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Skeleton Aksial&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Skeleton aksial terdiri atas beberapa bagian. skeleton aksial meliputi tengkorak, tulang vertebra, tulang dada, dan tulang rusuk.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;1. Tulang Tengkorak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Tulang tengkorak merupakan bagian teratas dari rangka aksial. Tulang tengkorak tersusun atas 28 buah tulang. Tulang tenkorak berfungsi melindungi otak, mata, dan bagian telinga. Fungsi tulang tengkorak yang lain adalah membentuk wajah, seperti tulang hidung (nasalis), tulang pipi (zigomatikus), tulang rahang atas (maksila), tulang rahang bawah (mandibularis), tulang mata (etmoid), tulang baji (sfenoid), dan tulang pelipis (temporalis).&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;2. Tulang vertebrata&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Tulang vertebrata dimiliki oleh semua hewan yang termasuk kerdata. Ketika embrio, tulang ini bulat memanjang tanpa segmen. Struktur tersebut dinamakan notokord (kordadorsalis). Tulang vertebrata terdiri atas &lt;a href="http://pustakasekolah.com/jaringan-tulang-rawan.html" title="Baca Juga: Jaringan Tulang Rawan"&gt;tulang rawan&lt;/a&gt; dan jaringan ikat.&lt;br /&gt;
Pada awal pembemtukan embrio, jumlah ruas tulang vertebrata terdiri dari 33 buah. Akan tetapi setelah dewasa jumalahnya menjadi 26 buah. Hal ini disebabkan adanya fusi lima ruas tulang selangkang (sakrum) menjadi 1 ruas dan 4 ruas tulang ekor (koksigea) menjadi 1 ruas juga.&lt;br /&gt;
Tulang vertebrata pada orang dewasa tersusun atas 7 ruas tulang leher (vertebra sevikalis), 12 ruas tulang punggung (vertebra torikalis), 5 ruas tulang pinggang (vertebra lumbalis), 1 ruas tulang kemaluan (sakrum) dan 1 ruas tulang ekor (koksigea).&lt;br /&gt;
&lt;!-- Quick Adsense WordPress Plugin: http://techmilieu.com/quick-adsense --&gt; &lt;div style="float: none; margin: 10px 0pt; text-align: center;"&gt; &lt;!-- Include the Google Friend Connect javascript library. --&gt; &lt;script src="http://www.google.com/friendconnect/script/friendconnect.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- Define the div tag where the gadget will be inserted. --&gt; &lt;div class="gadgets-gadget-container" id="div-2224017256606807702" style="visibility: visible; width: 468px;"&gt;&lt;div id="gfc_iframe_476830470_0_body"&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" height="60" id="gfc_iframe_476830470_0" name="gfc_iframe_476830470_0" scrolling="no" style="width: 100%;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- Render the gadget into a div. --&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;
google.friendconnect.container.setParentUrl('/' /* location of rpc_relay.html and canvas.html */);
google.friendconnect.container.renderAdsGadget(
 { id: 'div-2224017256606807702',
   height: 60,
   site: '15783996605588242027',
   'prefs':{"google_ad_host":"pub-6518359383560662","google_ad_client":"ca-pub-9590373681552758","google_ad_slot":"7623785384","google_ad_format":"468x60"}
 });
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;Bagian tulang vertebra paling atas berhubungan dengan tengkorak. Bagian tulang vertebra ini dinamakan tulang atlas, sedangkan persendiannya dinamakan sendi atlas. sendi atlas memungkinkan gerakan pada kelapa, eh salah kepala.&lt;br /&gt;
Satu ruas tulang vertebra terdiri atas korpus (badan=centrum), prosesus spinalis, prosesus tranversus, prosesus anterior, dan prosesus posterior. Selain itu, ada bagian yang berlubang dan berisi sumsum tulang vertebra. Setiap ruas tulang vertebra dilindungi oleh lapisan tulang rawan yang disebut diskus intervertebra.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;3. Tulang Dada (Sternum)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Tukang dada terdiri atas bagian kepala atau hulu (manubrium), badan (korpus), dan taju pedang (prosesus xifoideus). pada tulang dada, ada bagian tulang lain yang melekat padanya, yakni tulang selangka dan tulang rusuk.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;4. Tulang Rusuk (Costae)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Bagian ujung dari tulang rusuk belakang melekat pada tulang vertebra. Sementara itu, bagian ujung mukanya ada yang melekat pada tulang dada, tulang rusuk lainnya, dan ada pula yang tidak melekat pada tulang yang lain. Oleh karena itu, tulang rusuk dikelompokkan menjadi 3 kelompok berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tulang Rusuk sejati, yakni tulang rusuk bagian ujung mukanya menempel pada tulang dada. Tulang rusuk sejati berjumlah 7 pasang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang Rusuk palsu, yakni tulang rusuk yang bagian ujung mukanya menempel pada tulang rusuk lainnya. Tulang rusuk ini berjumlah 3 pasang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang rusuk melayang, yakni tulang rusuk yang bagian ujung mukanya tidak menempel pada tulang mana pun. Tulang ini berjumlah 2 pasang.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;strong&gt;Skeleton Apendikular&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Skeleton apendikular terdiri atas tungkai atas (tulang anggota gerak atas) dan tungkai bawah (tulang anggota gerak bawah). Berikut penjelasannya:&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;1. Tungkai Atas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Tungkai atas terdiri atas tulang bahu, tulang lengan atas, dan tulang lengan bawah. Tulang bahu terdiri atas tulang selangka (klavikula) dan tulang belikat (skapula).&lt;br /&gt;
Tuang klavikula bagian depan melekat pada bagian kepala tulang dada. pada skapula, melekat tulang lengan atas (humerus). Tulang lengan bawah berhubungan dengan humerus yang tersusun atas tulang hasta (ulna) dan tulang pengumpil (radus). Tulang ulna dan tulang radius berhubungan dengan tulang pergelangan tangan (karpal). Tulang karpal kemudian berhubungan dengan tulang telapak tangan (metakarpal) dan tulang jari (falangs).&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;2. Tulang bawah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Pada tungkai bawah, ada tulang panggul (koksa) yang terdiri atas ilium, pubis, dan ischium. pada tulang koksa ada lelukan yang disebut asetabulum, yakni tempat melekatnya tulang paha (femur). Tulang femur berhubungan dengan tulang betis (fibula) dan tulang kering (tibia).&lt;br /&gt;
Pada persendian antara femur, tibia dan fibula, ada tulang tempurung lutut (patela). Tibia dan fibula berhubungan dengan tulang pergelangan kaki (tarsal). Tulang tarsal kemudian berhubungan dengan tulang telapak kaki (metatarsal) dan tulang jari (falangs). Pada tulang telapak kaki ada 1 tulang yang berukuran besar, dinamakan tulang tumit (kalkaneus).&lt;br /&gt;
Pada manusia, tubuh disangga oleh tungkai bawah (bipedal). Sementara&amp;nbsp; pada bebrapa jenis mammalia, penyangga tubuhnya adalah tungkai bawah (kuadripedal).. Wedew.. capek juga ngetiknya, tapi akhirnya selesai juga &lt;img alt=":D" class="wp-smiley" src="http://pustakasekolah.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" /&gt;  [ps]</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Bagian Bagian Rangka Manusia</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/bagian-bagian-rangka-manusia.html</link><category>Biologi</category><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 12:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-125295866487586339</guid><description> &lt;div class="postedby" style="text-align: center;"&gt; &lt;div class="post-status"&gt; &lt;span class="post-author vcard"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;/div&gt;&lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span class="post-labels"&gt; &lt;script src="http://www.sentra-edukasi.com/feeds/posts/default/-/Biologi?alt=json-in-script&amp;amp;callback=related_results_labels&amp;amp;max-results=50" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/span&gt;Tulang-tulang tersusun sedemikian rupa dengan sistem tertentu sehingga membentuk rangka. Lihat Gambar 4.5. Lalu, apa sebenarnya fungsi rangka bagi makhluk hidup? Rangka manusia dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu skeleton aksial dan skeleton apendikuler. Perhatikan Gambar 4.5 berikut.&lt;div style="float: left; margin-top: 1px; padding-left: 4px;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div dragover="true" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_tpuX6mb6E3rMIR986HEP5bXK4hwzc0dRPKFhq2FgDGjpbkgYT1aznB82WIz5OQ3MFRyZB-oPCQIyicqDYzzU0f_aq3e7huZZ4qafawmg5G7JhuAfftAIurxH39NZzj-vdMLewY9gPbM/s1600/gambar4.5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" dragover="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_tpuX6mb6E3rMIR986HEP5bXK4hwzc0dRPKFhq2FgDGjpbkgYT1aznB82WIz5OQ3MFRyZB-oPCQIyicqDYzzU0f_aq3e7huZZ4qafawmg5G7JhuAfftAIurxH39NZzj-vdMLewY9gPbM/s1600/gambar4.5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Skeleton Aksial&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skeleton aksial yaitu skeleton yang merupakan sumbu tubuh. Rangka ini meliputi tengkorak, ruas-ruas tulang belakang dan tulang ekor, tulang dada, serta tulang iga atau rusuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiloYQXIC28GS4VecXONU0mqTNj43TX7mi9AU284Zo5zl5yZs3GBE0Y1Hf33zo_UJXPOjqsQzcdJiDIJ8xpOlluykUHYxa66gZWOmh2pTrHbUXrMUdDMKkSnFkaTb6pYAC1cMQqHRnAjY/s1600/gambar4.6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiloYQXIC28GS4VecXONU0mqTNj43TX7mi9AU284Zo5zl5yZs3GBE0Y1Hf33zo_UJXPOjqsQzcdJiDIJ8xpOlluykUHYxa66gZWOmh2pTrHbUXrMUdDMKkSnFkaTb6pYAC1cMQqHRnAjY/s1600/gambar4.6.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Tulang Tengkorak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulang tengkorak terdiri atas 28 buah tulang. Lihat Gambar 4.6. Tulang tengkorak berfungsi melindungi otak, mata, dan telinga dalam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulang-tulang pembentuk tengkorak dibedakan atas tulang tengkorak wajah (muka) dan tengkorak pelindung otak (kubah). Ingat kembali pelajaran tentang rangka manusia di SMP. Coba sebutkan tulang-tulang penyusun tengkorak wajah dan tengkorak pelindung otak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hubungan tulang yang terdapat pada tengkorak kepala bersifat suture yaitu tidak dapat digerakkan. Kesatuan susunan tengkorak yang tegak seolah ”terletak” seimbang di atas ruas teratas (pertama) tulang belakang adalah tulang atlas. Sendi yang menghubungkan tengkorak dengan tulang belakang ini disebut sendi atlas (sendi putar), sehingga memungkinkan gerak kepala mengangguk ke depan dan ke belakang, menggeleng ke kiri dan ke kanan, bahkan berputar ke kiri dan ke kanan dengan wajah tetap menghadap ke depan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Ruas-Ruas Tulang Belakang (Vertebrae) dan Tulang Ekor&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOClWBZUmQ7gnxAtIDrKZCyV8Wl-Qf6zS-w5ZHkeQWRzFNw7209vc121I6l0TsWd1_QExcyl6IEzzEa7VCdKNEhTu7xExHsnF7f5455-Z6XTpzYJGRtuevB6xgHaHTc6LRSb9LaE-NAO4/s1600/gambar4.7.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOClWBZUmQ7gnxAtIDrKZCyV8Wl-Qf6zS-w5ZHkeQWRzFNw7209vc121I6l0TsWd1_QExcyl6IEzzEa7VCdKNEhTu7xExHsnF7f5455-Z6XTpzYJGRtuevB6xgHaHTc6LRSb9LaE-NAO4/s320/gambar4.7.jpg" width="229" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ruas-ruas tulang belakang (vertebrae) terdiri atas 33 buah ruas tulang yang terbagi menjadi beberapa bagian yang dapat terlihat pada Gambar 4.7. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiap vertebrae dilindungi oleh lapisan tulang rawan yang disebut diskus intervertebrae. Sementara itu, tulang sakrum maupun tulang ekor telah menyatu sejak embrio. Tulang belakang selain untuk menyangga tengkorak merupakan tempat perlekatan tulang-tulang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;rusuk yang membentang ke kiri dan ke kanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tulang belakang terjadi perlengkungan karena berfungsi sebagai penyangga berat dan memungkinkan manusia melakukan berbagai jenis posisi gerak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3) Tulang Rusuk dan Tulang Dada (Sternum)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulang dada terdiri dari bagian kepala (manubrium), badan (corpus), dan ekor (processus xiphoideus) yang berupa tulang rawan. Pada tulang dada melekat tulang rusuk (costae).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulang rusuk terdiri dari 12 pasang. Ujung belakangnya melekat pada ruas-ruas tulang belakang. Tulang rusuk dapat dibedakan menjadi tiga macam sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) Tulang rusuk sejati berjumlah tujuh pasang. Ujung belakangnya melekat pada ruas-ruas tulang belakang, sedangkan ujung depan melekat pada tulang dada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) Tulang rusuk palsu berjumlah tiga pasang. Ujung belakang melekat pada tulang belakang dengan ujung depan melekat pada tulang rusuk di atasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c) Tulang rusuk melayang berjumlah dua pasang. Ujung belakang melekat pada tulang belakang, sedangkan ujung depan bebas tidak melekat. Tulang rusuk dan tulang dada seperti terlihat pada Gambar 4.8 berfungsi untuk melindungi jantung dan paru-paru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifTs0iVCk_WR41Us_pmwggIgl2Qk11l9Uz8R35-Z17pHs-bQiiRIZpD_idPUP9xSAPyOUP_lF6fMhFBCdiIMsNmhVeIsZbCY6pr7J6x7NM0Vo-JavyzAbhf4xh6sk37fjikZazW-eOJRk/s1600/Gambar4.8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifTs0iVCk_WR41Us_pmwggIgl2Qk11l9Uz8R35-Z17pHs-bQiiRIZpD_idPUP9xSAPyOUP_lF6fMhFBCdiIMsNmhVeIsZbCY6pr7J6x7NM0Vo-JavyzAbhf4xh6sk37fjikZazW-eOJRk/s1600/Gambar4.8.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Skeleton Apendikuler&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skeleton apendikuler terdiri atas tungkai atas (tulang anggota depan) dan tungkai bawah (tulang anggota belakang).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2fuEL-9pKJ7KerlkbdyEGE-NaD1Kk9TELLMMkR1RxW3v_cf3ArhkPgZQXvLdK6z-eE3K9JeSAmwZq_aHX9bossq6ICPAXjATHa9CDRdUYNDwL6WeQwHrBbEsUzmyxy5eOhiNXwBml3Is/s1600/Gambar4.9.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2fuEL-9pKJ7KerlkbdyEGE-NaD1Kk9TELLMMkR1RxW3v_cf3ArhkPgZQXvLdK6z-eE3K9JeSAmwZq_aHX9bossq6ICPAXjATHa9CDRdUYNDwL6WeQwHrBbEsUzmyxy5eOhiNXwBml3Is/s1600/Gambar4.9.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tungkai atas berhubungan dengan tulang aksial pada bahu. Bahu manusia tersusun atas tulang selangka dan tulang belikat. Tungkai atas dan tungkai bawah tersusun atas beberapa tulang seperti Gambar 4.9. Coba sebutkan tulang-tulang pembentuk tungkai atas dan tungkai bawah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tungkai bawah berhubungan dengan tulang aksial pada gelang panggul. Gelang panggul terdiri atas tulang sakrum yang merupakan persatuan enam ruas tulang, yaitu sepasang tulang usus kiri kanan, sepasang tulang duduk, dan sepasang tulang kemaluan. Coba perhatikan Gambar 4.10. Mengapa bentuk tulang panggul pria dan wanita tidak persis sama?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0vhl-Rk2V26ZgOtRmzMxgTUbe-l34S9hcRNSkyIVdSPOm6RIQw0JVUuJtODMhrWPLEBm4hYTOlFeHBE1ZLn-cvM8CfqG_j3-vYAvF68d_nJgxaZBjWf2PMCWFfY9nd58R3QTrPaBXy7c/s1600/gambar+4.10.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0vhl-Rk2V26ZgOtRmzMxgTUbe-l34S9hcRNSkyIVdSPOm6RIQw0JVUuJtODMhrWPLEBm4hYTOlFeHBE1ZLn-cvM8CfqG_j3-vYAvF68d_nJgxaZBjWf2PMCWFfY9nd58R3QTrPaBXy7c/s1600/gambar+4.10.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Struktur tulang panggul sesuai untuk berdiri tegak di atas kedua kaki. Hewan dengan tubuh yang disangga oleh kedua tungkai bawah disebut bipedal. Pada hewan berkaki empat, tubuh disangga oleh tungkai atas dan tungkai bawah, disebut kuadripedal.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_tpuX6mb6E3rMIR986HEP5bXK4hwzc0dRPKFhq2FgDGjpbkgYT1aznB82WIz5OQ3MFRyZB-oPCQIyicqDYzzU0f_aq3e7huZZ4qafawmg5G7JhuAfftAIurxH39NZzj-vdMLewY9gPbM/s72-c/gambar4.5.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Rangka Manusia”</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/rangka-manusia.html</link><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 12:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-9202777619077739627</guid><description>&lt;h2&gt; 				Suatu kebesaran Tuhan sebagai Maha Pencipta sehingga manusia mempunyai rangka yang terdiri dari berbagai jenis&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry"&gt; tulang yang bentuknya bermacam-macam. Tulang ada yang berbentuk pipih, pendek, dan panjang.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;A. Struktur Rangka Manusia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="frame-outer aligncenter size-medium wp-image-54"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://blog.unnes.ac.id/aeila91/files/2010/11/7.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-54" height="397" src="http://blog.unnes.ac.id/aeila91/files/2010/11/7-273x300.jpg" width="362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Gambar 1.1 Rangka manusia&lt;br /&gt;
Rangka manusia terbagi atas tiga bagian, yaitu rangka kepala, rangka badan, dan rangka anggota gerak. Apakah bentuk tulangnya sama? Coba bandingkan bentuk rangka kepala, rangka badan, dan rangka anggota gerak. Apa fungsi masing-masing?&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;1. Rangka Kepala&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span class="frame-outer aligncenter size-medium wp-image-55"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://blog.unnes.ac.id/aeila91/files/2010/11/8.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-55" height="238" src="http://blog.unnes.ac.id/aeila91/files/2010/11/8-300x172.jpg" width="415" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Rangka kepala dikenal dengan nama tengkorak. Amati Gambar 1.2. Rangka tulang kepala berbentuk bulat, disusun oleh tulang-tulang yang berbentuk pipih. Tulang-tulang ini bersatu membentuk sendi, tetapi tidak dapat digerakkan. Tulangnya keras, gunanya untuk melindungi otak. Otak merupakan bagian tubuh manusia yang amat penting dan sangat lunak.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;2. Rangka Badan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="frame-outer aligncenter size-medium wp-image-56"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://blog.unnes.ac.id/aeila91/files/2010/11/9.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-56" height="223" src="http://blog.unnes.ac.id/aeila91/files/2010/11/9-300x161.jpg" width="415" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Gambar 1.3 Rangka badan&lt;br /&gt;
Rangka badan disusun oleh berbagai macam tulang, yaitu sebagai berikut.&lt;br /&gt;
a. Ruas-ruas tulang belakang. Sambungan antartulang ini dapat digerakkan. Coba gerakkan tubuhmu ke depan atau membungkuk ke depan, atau gerakkan tubuhmu ke pinggir. Kamu dapat membungkukkan tubuhmu karena adanya tulang-tulang belakang.&lt;br /&gt;
b. Tulang dada. Sambungan tulang-tulang ini tidak dapat digerakkan.&lt;br /&gt;
c. Tulang-tulang rusuk. Sambungan tulang-tulang ini dapat digerakkan. Tulang rangka badan ada yang berbentuk pipih, misalnya pada tulang rusuk dan belikat. Ada juga yang bentuknya pendek, misalnya pada ruas-ruas tulang belakang. Rangka badan membentuk rongga dada sehingga berfungsi untuk melindungi paru-paru, jantung, hati, dan lambung.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;3. Rangka Anggota Gerak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Rangka anggota gerak pada manusia terdiri atas rangka tangan dan rangka kaki. Coba perhatikan Gambar 1.4 berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;span class="frame-outer aligncenter size-medium wp-image-57"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://blog.unnes.ac.id/aeila91/files/2010/11/10.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-57" height="217" src="http://blog.unnes.ac.id/aeila91/files/2010/11/10-300x157.jpg" width="415" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Gambar 1.4 Rangka anggota gerak&lt;br /&gt;
Bentuk rangka tangan dan rangka kaki yang memanjang disusun oleh tulang-tulang yang berbentuk pipa dan keras. Masing-masing tulang dihubungkan dengan sendi sehingga dapat bergerak. Gerakan pada tangan dan kaki berbeda-beda.&lt;br /&gt;
Coba gerakkan lenganmu! Kamu dapat memutarkan lengan ke segala arah.&lt;br /&gt;
Sendi yang membantu gerakan ini disebut sendi peluru. Coba gerakkan kakimu, apakah kamu dapat memutarkan kakimu? Coba gerakkan lengan bagian siku dan kaki bagian lutut. Apakah dapat&lt;br /&gt;
diputar? Kaki dan tanganmu dapat ditekuk.&lt;br /&gt;
Gerakan menekuk dapat dilakukan karena pada siku dan lutut terdapat sendi engsel. Coba kamu tekuk kakimu, apakah sendinya sama dengan sendi pada lenganmu?&lt;br /&gt;
Setelah mengenal masing-masing struktur rangka kepala, badan, dan anggota gerak. Apa guna rangka tubuh? Coba amati apa yang menempel pada tulang tubuhmu? Rangka tubuh manusia berguna untuk:&lt;br /&gt;
a. menentukan bentuk tubuh;&lt;br /&gt;
b. menegakkan tubuh;&lt;br /&gt;
c. melekatnya otot atau daging;&lt;br /&gt;
d. melindungi bagian-bagian tubuh yang penting dan lunak.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;B. Perawatan Rangka Dalam Kehidupan Sehari-hari&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Badan kita bisa dibungkukkan dan bisa diluruskan karena tulang kita dihubungkan oleh sendi-sendi. Tubuh yang tegap dan kuat akan tampak gagah. Kebiasaan-kebiasaan tertentu dapat memengaruhi struktur rangka tubuhmu. Cara duduk yang terus-menerus&lt;br /&gt;
membungkuk mengakibatkan tulang&lt;br /&gt;
belakang melengkung. Peragakan olehmu&lt;br /&gt;
cara duduk yang benar.&lt;br /&gt;
Bagaimana cara berdiri yang benar?&lt;br /&gt;
Berdiri tegap dengan dada sedikit&lt;br /&gt;
dibusungkan ke depan, tetapi jika berdiri&lt;br /&gt;
dengan cara membungkuk, dadanya tidak&lt;br /&gt;
tegap. Mengapa dada harus tegap?&lt;br /&gt;
Selain cara duduk dan cara berdiri&lt;br /&gt;
harus benar, kita juga harus memerhatikan&lt;br /&gt;
kebiasaan cara tidur.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>TULANG RANGKA MANUSIA</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/tulang-rangka-manusia.html</link><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 12:17:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-5813513752776854074</guid><description> 									&lt;div class="postcomments"&gt;&lt;a href="http://slemgaul.wordpress.com/2009/12/10/klasifikasi-hewan/#comments" title="Comment on TULANG RANGKA MANUSIA"&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://slemgaul.files.wordpress.com/2009/12/rangka1.jpeg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-full wp-image-140" height="118" src="http://slemgaul.files.wordpress.com/2009/12/rangka1.jpeg?w=107&amp;amp;h=118" title="RANGKA" width="107" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
RANGKA (SKELETON) MANUSIA TERDIRI ATAS :&lt;br /&gt;
A.  Tengkorak :&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://slemgaul.files.wordpress.com/2009/12/kpl.jpeg"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-141" height="100" src="http://slemgaul.files.wordpress.com/2009/12/kpl.jpeg?w=118&amp;amp;h=100" title="KPL" width="118" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
1. Bagian kepala :&lt;br /&gt;
– 1 tulang dahi (os.frontale)&lt;br /&gt;
– 2 tulang ubun-ubun (os.parientale)&lt;br /&gt;
– 1 tulang kepala belakang (os.occipetal)&lt;br /&gt;
– 2 tulang baji (os.spenoidale)&lt;br /&gt;
– 2 tulang pelipis (os.temporale)&lt;br /&gt;
– 2 tulang tapis (os.etmoidale)&lt;br /&gt;
2. Bagian muka/wajah :&lt;br /&gt;
– 2 tulang rahang atas (maxilla)&lt;br /&gt;
– 2 tulang rahang bawah (mandibula)&lt;br /&gt;
– 2 tulang pipi (os.zigomaticum)&lt;br /&gt;
– 2 tulang langit-langit (pallatum)&lt;br /&gt;
– 2 tulang hidung (os.nasale)&lt;br /&gt;
– 2 tulang air mata (os.lacrimale)&lt;br /&gt;
– 1 tulang lidah (os.hyoideum)&lt;br /&gt;
&lt;span id="more-124"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
B. Badan :&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://slemgaul.files.wordpress.com/2009/12/bdn.jpeg"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-142" height="73" src="http://slemgaul.files.wordpress.com/2009/12/bdn.jpeg?w=115&amp;amp;h=73" title="BDN" width="115" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
1. Ruas tulang belakang :&lt;br /&gt;
– 7 ruas tulang leher (vertebrae sevicale)&lt;br /&gt;
– 12 ruas tulang punggung (vertebrae dorsales)&lt;br /&gt;
– 5 ruas tulang pinggang (vertebrae lumbales)&lt;br /&gt;
– 5 ruas tulang kelangkang (os.cacrum)&lt;br /&gt;
– 4 ruas tulang ekor (vertebrae cocigeus)&lt;br /&gt;
2. Tulang dada (sternum) :&lt;br /&gt;
– Hulu (manubrium sterni)&lt;br /&gt;
– Badan (corpus sterni)&lt;br /&gt;
– Taju pedang (proccesus xyphoideus)&lt;br /&gt;
3. Tulang rusuk (costae) :&lt;br /&gt;
– 7 pasang tulang rusuk sejati (costa vera)&lt;br /&gt;
– 3 pasang tulang rusuk palsu (costa sporia)&lt;br /&gt;
– 2 pasang tulang rusuk melayang (costa fluctuantes)&lt;br /&gt;
4. Tulang gelang bahu :&lt;br /&gt;
– 2 tulang belikat (scapula)&lt;br /&gt;
– 2 tulang selangka (clavicula)&lt;br /&gt;
5. Tulang gelang panggul :&lt;br /&gt;
– 2 tulang usus (os.ilium)&lt;br /&gt;
– 2 tulang duduk (os.ichium)&lt;br /&gt;
– 2 tulang kemaluan (os.pubis)           &lt;br /&gt;
C.Tulang anggota badan/gerak :&lt;br /&gt;
1. Tulang lengan :&lt;br /&gt;
– 2 tulang lengan atas (humerus)&lt;br /&gt;
– 2 tulang hasta (ulna)&lt;br /&gt;
– 2 tulang pengumpil (radius)&lt;br /&gt;
– 2 X 8 tulang pergelangan tangan (carpus)&lt;br /&gt;
– 2 X 5 tulang telapak tangan (metacarpus)&lt;br /&gt;
– 2 X 14 ruas tulang jari tangan (phalanges)&lt;br /&gt;
2. Tulang tungkai :&lt;br /&gt;
– 2 tulang paha (femur)&lt;br /&gt;
– 2 tulang tempurung lutut (patella)&lt;br /&gt;
– 2 tulang kering (tibia)&lt;br /&gt;
– 2 tulang betis (fibula)&lt;br /&gt;
– 2 X 7 tulang pergelangan kaki (tarsus)&lt;br /&gt;
– 2 X 5 tulang telapak kaki (metatarsus)&lt;br /&gt;
– 2 X 14 ruas tulang jari kaki (phalanges)</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>RANGKA (SKELETON) MANUSIA TERDIRI ATAS :</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/rangka-skeleton-manusia-terdiri-atas.html</link><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 12:15:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-6012886158401882938</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCgA93QL55Tnd7kWakMyJ3UrYf-rrzhe0TaBthPo1ka64quVrKbh_lgVQKVYScN2C2XACeaEMh8p5qpxMxEElTHeDbE5M5GwwrS6yyLoTbN57yUBMAUy7sUUHzKADyKETTzkq7eATVHSJW/s1600/badan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;I.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tengkorak :&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;1. Bagian kepala :&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 1 tulang dahi (os.frontale)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang ubun-ubun (os.parientale)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 1 tulang kepala belakang (os.occipetal)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang baji (os.spenoidale)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang pelipis (os.temporale)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang tapis (os.etmoidale)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;2. Bagian muka/wajah :&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang rahang atas (maxilla)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang rahang bawah (mandibula)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang pipi (os.zigomaticum)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang langit-langit (pallatum)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang hidung (os.nasale)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang air mata (os.lacrimale)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 1 tulang lidah (os.hyoideum)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;II. Badan :&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;1. Ruas tulang belakang :&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 7 ruas tulang leher (vertebrae sevicale)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 12 ruas tulang punggung (vertebrae dorsales)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 5 ruas tulang pinggang (vertebrae lumbales)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 5 ruas tulang kelangkang (os.cacrum)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 4 ruas tulang ekor (vertebrae cocigeus)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;2. Tulang dada (sternum) :&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- Hulu (manubrium sterni)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- Badan (corpus sterni)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- Taju pedang (proccesus xyphoideus)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;3. Tulang rusuk (costae) :&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 7 pasang tulang rusuk sejati (costa vera)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 3 pasang tulang rusuk palsu (costa sporia)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 pasang tulang rusuk melayang (costa fluctuantes)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;4. Tulang gelang bahu :&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang belikat (scapula)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang selangka (clavicula)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;5. Tulang gelang panggul :&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang usus (os.ilium)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang duduk (os.ichium)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang kemaluan (os.pubis)&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;III.Tulang anggota badan/gerak :&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;1. Tulang lengan :&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang lengan atas (humerus)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang hasta (ulna)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang pengumpil (radius)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 X 8 tulang pergelangan tangan (carpus)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 X 5 tulang telapak tangan (metacarpus)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 X 14 ruas tulang jari tangan (phalanges)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;2. Tulang tungkai :&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang paha (femur)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang tempurung lutut (patella)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang kering (tibia)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 tulang betis (fibula)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 X 7 tulang pergelangan kaki (tarsus)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 X 5 tulang telapak kaki (metatarsus)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;- 2 X 14 ruas tulang jari kaki (phalanges)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TRANFUSI DARAH&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Donor&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;: orang yang memberikan darah.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Resipien &lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;: orang yang menerima darah.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;PENENTUAN GOLONGAN DARAH&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Alat dan bahan :&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;1.jarum&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;2.kaca objek&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;3.kapas dan alcohol&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;4.serum anti A (aglutinin a) dan serum anti B (aglutinin b)&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;5.pengaduk (tusuk gigi) dan pipet&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Langkah kegiatan :&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1.Pilih orang yang sehat untuk sampel percobaan.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2.Bersihkan ujung jari tengah orang tersebut dengan kapas yang dibasahi dengan alcohol 70 %.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;3.Usaplah jarum dengan kapas beralkohol 70 %, kemudian tusukkanlah jarum tersebut ke ujung&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jari tengah orang tersebut perlahan-lahan. Pijit ujung jari agar darah mudah keluar, kemudian teteskan darah yang keluar pada kaca objek A dan teteskan pula pada kaca objek B.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;4.Apabila darah sudah diteteskan, bersihkan ujung jari dengan alcohol 70 % lagi, agar tidak terjadi infeksi.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;5.Berilah setetes serum anti A pada darah di kaca A dan serum anti B pada darah di kaca B.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;6.aduklah tetesan darah yang telah ditetesi serum dengan tusuk gigi.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;7.Amati hasilnya, apakah terjadi penggumpalan darah atau tidak.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tentukan golongan darah berdasarkan keterangan berikut :&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;darah di A menggumpal sedangkan di B tidak, maka termasuk golongan darah A&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;darah di A tidak menggumpal sedangkan di B menggumpal, maka termasuk golongan darah B&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;darah di A dan di B menggumpal, maka termasuk golongan darah AB&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-radang-usus-buntu-appendicitis.html</link><category>Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)</category><pubDate>Sun, 14 Aug 2011 04:42:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-5937061233083884760</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small; line-height: 19px;"&gt;Sebelum dibahas lebih jauh mengenai radang usus buntu yang dalam bahasa medisnya disebut Appendicitis, maka lebih dulu harus difahami apa yang dimaksud dengan usus buntu. Usus buntu, sesuai dengan namanya bahwa ini merupakan benar-benar saluran usus yang ujungnya buntu. Usus ini besarnya kira-kira sejari kelingking, terhubung pada usus besar yang letaknya berada di perut bagian kanan bawah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small; line-height: 19px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="post-body"&gt;&lt;br /&gt;
Usus buntu dalam bahasa latin disebut sebagai Appendix vermiformis, Organ ini ditemukan pada manusia, mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Pada awalnya Organ ini dianggap sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi, tetapi saat ini diketahui bahwa fungsi apendiks adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu kekebalan tubuh) dimana memiliki/berisi kelenjar limfoid.&lt;span class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFd59bUiqR-VLEdaxW76IAddp2WTA_2H0czKjKMNZYOztnajocpZTZ3LIOktYGA8uyMMHg6rwwJeABpx29izreyi31ySvdZZnqJoqGXUaupds2V0kaqSUetiqbsvV9kX3luBHk-40MkusY/s1600-h/Penyakit+Usus+Buntu.jpg" style="color: #6699cc;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249310141295921954" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFd59bUiqR-VLEdaxW76IAddp2WTA_2H0czKjKMNZYOztnajocpZTZ3LIOktYGA8uyMMHg6rwwJeABpx29izreyi31ySvdZZnqJoqGXUaupds2V0kaqSUetiqbsvV9kX3luBHk-40MkusY/s400/Penyakit+Usus+Buntu.jpg" style="border-bottom-color: rgb(192, 192, 192); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-color: initial; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(192, 192, 192); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; border-width: initial; cursor: pointer; display: block; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti organ-organ tubuh yang lain, appendiks atau usus buntu ini dapat mengalami kerusakan ataupun ganguan serangan penyakit. Hal ini yang sering kali kita kenal dengan nama Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Penyebab Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit radang usus buntu ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, namun faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti. Di antaranya faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) appendiks oleh timbunan tinja/feces yang keras (fekalit), hyperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, cancer primer dan striktur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara beberapa faktor diatas, maka yang paling sering ditemukan dan kuat dugaannya sebagai penyabab adalah faktor penyumbatan oleh tinja/feces dan hyperplasia jaringan limfoid. Penyumbatan atau pembesaran inilah yang menjadi media bagi bakteri untuk berkembang biak. Perlu diketahui bahwa dalam tinja/feces manusia sangat mungkin sekali telah tercemari oleh bakteri/kuman Escherichia Coli, inilah yang sering kali mengakibatkan infeksi yang berakibat pada peradangan usus buntu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makan cabai bersama bijinya atau jambu klutuk beserta bijinya sering kali tak tercerna dalam tinja dan menyelinap kesaluran appendiks sebagai benda asin, Begitu pula terjadinya pengerasan tinja/feces (konstipasi) dalam waktu lama sangat mungkin ada bagiannya yang terselip masuk kesaluran appendiks yang pada akhirnya menjadi media kuman/bakteri bersarang dan berkembang biak sebagai infeksi yang menimbulkan peradangan usus buntu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang mengalami penyakit cacing (cacingan), apabila cacing yang beternak didalam usus besar lalu tersasar memasuki usus buntu maka dapat menimbulkan penyakit radang usus buntu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Gambaran Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peradangan atau pembengkakaan yang terjadi pada usus buntu menyebabkan aliran cairan limfe dan darah tidak sempurna pada usus buntu (appendiks) akibat adanya tekanan, akhirnya usus buntu mengalami kerusakan dan terjadi pembusukan (gangren) karena sudah tak mendapatkan makanan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://bms.brown.edu/pedisurg/images/ImageBank/Appendix/Acute.jpg" style="color: #6699cc;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://bms.brown.edu/pedisurg/images/ImageBank/Appendix/Acute.jpg" style="border-bottom-color: rgb(192, 192, 192); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-color: initial; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(192, 192, 192); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; border-width: initial; cursor: pointer; display: block; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;Pembusukan usus buntu ini menghasilkan cairan bernanah, apabila tidak segera ditangani maka akibatnya usus buntu akan pecah (perforasi/robek) dan nanah tersebut yang berisi bakteri menyebar ke rongga perut. Dampaknya adalah infeksi yang semakin meluas, yaitu infeksi dinding rongga perut (Peritonitis).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Tanda dan Gejala Penyakit Radang Usus Buntu&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala usus buntu bervariasi tergantung stadiumnya;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Penyakit Radang Usus Buntu akut (mendadak).&lt;br /&gt;
Pada kondisi ini gejala yang ditimbulkan tubuh akan panas tinggi, mual-muntah, nyeri perut kanan bawah, buat berjalan jadi sakit sehingga agak terbongkok, namun tidak semua orang akan menunjukkan gejala seperti ini, bisa juga hanya bersifat meriang, atau mual-muntah saja.&lt;/li&gt;

&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Penyakit Radang Usus Buntu kronik.&lt;br /&gt;
Pada stadium ini gejala yang timbul sedikit mirip dengan sakit maag dimana terjadi nyeri samar (tumpul) di daerah sekitar pusar dan terkadang demam yang hilang timbul. Seringkali disertai dengan rasa mual, bahkan kadang muntah, kemudian nyeri itu akan berpindah ke perut kanan bawah dengan tanda-tanda yang khas pada apendisitis akut yaitu nyeri pd titik Mc Burney (istilah kesehatannya).&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Penyebaran rasa nyeri akan bergantung pada arah posisi/letak usus buntu itu sendiri terhadap usus besar, Apabila ujung usus buntu menyentuh saluran kencing ureter, nyerinya akan sama dengan sensasi nyeri kolik saluran kemih, dan mungkin ada gangguan berkemih. Bila posisi usus buntunya ke belakang, rasa nyeri muncul pada pemeriksaan tusuk dubur atau tusuk vagina. Pada posisi usus buntu yang lain, rasa nyeri mungkin tidak spesifik begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Pemeriksaan diagnosa Penyakit Radang Usus Buntu&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh Tim Kesehatan untuk menentukan dan mendiagnosa adanya penyakit radang usus buntu (Appendicitis) oleh Pasiennya. Diantaranya adalah pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiology ;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Pemeriksaan fisik.&lt;br /&gt;
Pada appendicitis akut, dengan pengamatan akan tampak adanya pembengkakan (swelling) rongga perut dimana dinding perut tampak mengencang (distensi). Pada perabaan (palpasi) didaerah perut kanan bawah, seringkali bila ditekan akan terasa nyeri dan bila tekanan dilepas juga akan terasa nyeri (Blumberg sign) yang mana merupakan kunci dari diagnosis apendisitis akut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tindakan tungkai kanan dan paha ditekuk kuat / tungkai di angkat tinggi-tinggi, maka rasa nyeri di perut semakin parah. Kecurigaan adanya peradangan usus buntu semakin bertambah bila pemeriksaan dubur dan atau vagina menimbulkan rasa nyeri juga. Suhu dubur (rectal) yang lebih tinggi dari suhu ketiak (axilla), lebih menunjang lagi adanya radang usus buntu.&lt;/li&gt;

&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Pemeriksaan Laboratorium.&lt;br /&gt;
Pada pemeriksaan laboratorium darah, yang dapat ditemukan adalah kenaikan dari sel darah putih (leukosit) hingga sekitar 10.000 – 18.000/mm3. Jika terjadi peningkatan yang lebih dari itu, maka kemungkinan apendiks sudah mengalami perforasi (pecah).&lt;/li&gt;

&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Pemeriksaan radiologi.&lt;br /&gt;
foto polos perut dapat memperlihatkan adanya fekalit. Namun pemeriksaan ini jarang membantu dalam menegakkan diagnosis apendisitis. Ultrasonografi (USG) cukup membantu dalam penegakkan diagnosis apendisitis (71 – 97 %), terutama untuk wanita hamil dan anak-anak. Tingkat keakuratan yang paling tinggi adalah dengan pemeriksaan CT scan (93 – 98 %). Dengan CT scan dapat terlihat jelas gambaran apendiks.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Penanganan dan Perawatan Penyakit Radang Usus Buntu&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila diagnosis sudah pasti, maka penatalaksanaan standar untuk penyakit radang usus buntu (appendicitis) adalah operasi. Pada kondisi dini apabila sudah dapat langsung terdiagnosa kemungkinan pemberian obat antibiotika dapat saja dilakukan, namun demikian tingkat kekambuhannya mencapai 35%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembedahan dapat dilakukan secara terbuka atau semi-tertutup (laparoskopi). Setelah dilakukan pembedahan, harus diberikan antibiotika selama 7 – 10 hari. Selanjutnya adalah perawatan luka operasi yang harus terhindar dari kemungkinan infeksi sekunder dari alat yang terkontaminasi dll.&lt;/span&gt;&lt;div style="clear: both; padding-bottom: 0.25em;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFd59bUiqR-VLEdaxW76IAddp2WTA_2H0czKjKMNZYOztnajocpZTZ3LIOktYGA8uyMMHg6rwwJeABpx29izreyi31ySvdZZnqJoqGXUaupds2V0kaqSUetiqbsvV9kX3luBHk-40MkusY/s72-c/Penyakit+Usus+Buntu.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis)</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-gondongan-mumps-atau-parotitis.html</link><category>Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis)</category><pubDate>Sun, 14 Aug 2011 04:40:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-3727319540016792706</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small; line-height: 19px;"&gt;Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis) adalah suatu penyakit menular dimana sesorang terinfeksi oleh virus (Paramyxovirus) yang menyerang kelenjar ludah (kelenjar parotis) di antara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small; line-height: 19px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="post-body"&gt;&lt;br /&gt;
Penyakit gondongan tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik, Gangguan ini cenderung menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun. Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya.&lt;span class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun mereka yang beresiko besar untuk menderita atau tertular penyakit ini adalah mereka yang menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk menekan hormon kelenjar tiroid dan mereka yang kekurangan zat Iodium dalam tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Penularan Penyakit Gondongan&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit Gondong (Mumps atau Parotitis) penyebaran virus dapat ditularkan melalui kontak langsung, percikan ludah, bahan muntah, mungkin dengan urin. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit gondongan sangat jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun, hal tersebut karena umumnya mereka masih memiliki atau dilindungi oleh anti bodi yang baik. Seseorang yang pernah menderita penyakit gondongan, maka dia akan memiliki kekebalan seumur hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Tanda dan Gejala Penyakit Gondongan&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak semua orang yang terinfeksi oleh virus Paramyxovirus mengalami keluhan, bahkan sekitar 30-40% penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit (subclinical). Namun demikian mereka sama dengan penderita lainnya yang mengalami keluhan, yaitu dapat menjadi sumber penularan penyakit tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa tunas (masa inkubasi) penyakit Gondong sekitar 12-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari. Adapun tanda dan gejala yang timbul setelah terinfeksi dan berkembangnya masa tunas dapat digambarkan sdebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Pada tahap awal (1-2 hari) penderita Gondong mengalami gejala: demam (suhu badan 38.5 – 40 derajat celcius), sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil balik adalanya terjadi pembengkakan buah zakar (testis) karena penyebaran melalui aliran darah.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Diagnosis Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis, termasuk keterangan adanya kontak dengan penderita penyakit gondong (Mumps atau Parotitis) 2-3 minggu sebelumnya. Selain itu adalah dengan tindakan pemeriksaan hasil laboratorium air kencing (urin) dan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Pemeriksaan Laboratorium&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relative, didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika penderita tidak menampakkan pembengkakan kelenjar dibawah telinga, namun tanda dan gejala lainnya mengarah ke penyakit gondongan sehingga meragukan diagnosa. Dokter akan memberikan order untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut seperti serum darah. Sekurang-kurang ada 3 uji serum (serologic) untuk membuktikan spesifik mumps antibodies: Complement fixation antibodies (CF), Hemagglutination inhibitor antibodies (HI), Virus neutralizing antibodies (NT).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Komplikasi Akibat Penyakit Gondongan&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir semua anak yang menderita gondongan akan pulih total tanpa penyulit, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk setelah sekitar 2 minggu. Keadaan seperti ini dapat menimbulkan komplikasi, dimana virus dapat menyerang organ selain kelenjar liur. Hal tersebut mungkin terjadi terutama jika infeksi terjadi setelah masa pubertas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah ini komplikasi yang dapat terjadi akibat penanganan atau pengobatan yang kurang dini :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Orkitis ; peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang terkena mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testis yang permanen sehingga terjadi kemandulan.&lt;/li&gt;

&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Ovoritis : peradangan pada salah satu atau kedua indung telus. Timbul nyeri perut yang ringan dan jarang menyebabkan kemandulan.&lt;/li&gt;

&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Ensefalitis atau meningitis : peradangan otak atau selaput otak. Gejalanya berupa sakit kepala, kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang. 5-10% penderita mengalami meningitis dan kebanyakan akan sembuh total. 1 diantara 400-6.000 penderita yang mengalami enserfalitis cenderung mengalami kerusakan otak atau saraf yang permanen, seperti ketulian atau kelumpuhan otot wajah.&lt;/li&gt;

&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Pankreatitis : peradangan pankreas, bisa terjadi pada akhir minggu pertama. Penderita merasakan mual dan muntah disertai nyeri perut. Gejala ini akan menghilang dalam waktu 1 minggu dan penderita akan sembuh total.&lt;/li&gt;

&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam jumlah yang banyak&lt;/li&gt;

&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Pengobatan Penyakit Gondongan&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengobatan ditujukan untuk mengurangi keluhan (simptomatis) dan istirahat selama penderita panas dan kelenjar (parotis) membengkak. Dapat digunakan obat pereda panas dan nyeri (antipiretik dan analgesik) misalnya Parasetamol dan sejenisnya, Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena memiliki resiko terjadinya sindroma Reye (&lt;a href="http://118.97.48.164:8796/public/publikasi/infopom0803.pdf" style="color: #6699cc;" target="new&amp;quot;"&gt;Pengaruh aspirin pada anak-anak&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada penderita yang mengalami pembengkakan testis, sebaiknya penderita menjalani istirahat tirah baring ditempat tidur. Rasa nyeri dapat dikurangi dengan melakukan kompres Es pada area testis yang membengkak tersebut. Sedangkan penderita yang mengalami serangan virus apada organ pancreas (pankreatitis), dimana menimbulkan gejala mual dan muntah sebaiknya diberikan cairan melalui infus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemberian kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis. Terhadap virus itu sendiri tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba, sehingga Pengobatan hanya berorientasi untuk menghilangkan gejala sampai penderita kembali baik dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit gondongan sebenarnya tergolong dalam "self limiting disease" (penyakit yg sembuh sendiri tanpa diobati). Penderita penyakit gondongan sebaiknya menghindarkan makanan atau minuman yang sifatnya asam supaya nyeri tidak bertambah parah, diberikan diet makanan cair dan lunak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika pada jaman dahulu penderita gondongan diberikan blau (warna biru untuk mencuci pakaian), sebenarnya itu secara klinis tidak ada hubungannya. Kemungkinan besar hanya agar anak yang terkena penyakit Gondongan ini malu jika main keluar dengan wajah belepotan blau, sehingga harapannya anak tersebut istirahat dirumah yang cukup untuk membantu proses kesembuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Pencegahan Penyakit Gondongan (Mumps/Parotitis)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemberian vaksinasi gondongan merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak, yaitu imunisasi MMR (mumps, morbili, rubela) yang diberikan melalui injeksi pada usia 15 bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imunisasi MMR dapat juga diberikan kepada remaja dan orang dewasa yang belum menderita Gondong. Pemberian imunisasi ini tidak menimbulkan efek apanas atau gejala lainnya. Cukup mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar Iodium, dapat mengurangi resiko terkena serangan penyakit gondongan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis)</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-kaki-gajah-filariasis-atau.html</link><category>Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis)</category><pubDate>Sun, 14 Aug 2011 04:38:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-7974415005659916943</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small; line-height: 19px;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjz7r4TiFfoGn-HKJsb6GhkkP4Xp4MrWOuVLHUf388hozIOqe7rE2pV2lcqH6D1omycO8Hcyzqal57y_MmcPdgeZROd1aCUbYnCyKwGM3wPzS0KyPXY-QBSOGoGGLhfyEijoQC_UnkN-a-y/s1600-h/Penyakit+kaki+gajah+%28Elephantiasis%29.jpg" style="color: #6699cc;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287056115021194546" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjz7r4TiFfoGn-HKJsb6GhkkP4Xp4MrWOuVLHUf388hozIOqe7rE2pV2lcqH6D1omycO8Hcyzqal57y_MmcPdgeZROd1aCUbYnCyKwGM3wPzS0KyPXY-QBSOGoGGLhfyEijoQC_UnkN-a-y/s400/Penyakit+kaki+gajah+%28Elephantiasis%29.jpg" style="border-bottom-color: rgb(192, 192, 192); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-color: initial; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(192, 192, 192); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; border-width: initial; cursor: pointer; float: left; height: 148px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0pt; margin-right: 10px; margin-top: 0pt; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px; width: 136px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small; line-height: 19px;"&gt;Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis) adalah golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Setelah tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar dan ketika sampai pada jaringan sistem lympa maka berkembanglah menjadi penyakit tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small; line-height: 19px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="post-body"&gt;&lt;br /&gt;
Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit Kaki Gajah bukanlah penyakit yang mematikan, namun demikian bagi penderita mungkin menjadi sesuatu yang dirasakan memalukan bahkan dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.&lt;span class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit Kaki Gajah umumnya banyak terdapat pada wilayah tropis. Menurut info dari WHO, urutan negara yang terdapat penderita mengalami penyakit kaki gajah adalah Asia Selatan (India dan Bangladesh), Afrika, Pasifik dan Amerika. Belakangan banyak pula terjadi di negara Thailan dan Indonesia (Asia Tenggara).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="display: inline;"&gt;Penularan Penyakit Kaki Gajah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghisap darah orang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti Malaria dan Demam berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes &amp;amp; Armigeres. Karena inilah, Filariasis dapat menular dengan sangat cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Tanda dan Gejala Penyakit Kaki Gajah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang terinfeksi penyakit kaki gajah umumnya terjadi pada usia kanak-kanak, dimana dalam waktu yang cukup lama (bertahun-tahun) mulai dirasakan perkembangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkEoHTI37oRP1Mp42vd8IlQbEHNaY9pEfs8FR-b30TnUoq1LBnXbB4U3CRz4F5gvpPGUCop3mA6v8LiGkwsnLVwKuZvAYTyRfnPnyosutkMx6xqGf-wvVdliJ4IAzAQsPgLi-KOKhH1NCq/s1600-h/Penyakit+kaki+gajah.jpg" style="color: #6699cc;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287055194879607058" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkEoHTI37oRP1Mp42vd8IlQbEHNaY9pEfs8FR-b30TnUoq1LBnXbB4U3CRz4F5gvpPGUCop3mA6v8LiGkwsnLVwKuZvAYTyRfnPnyosutkMx6xqGf-wvVdliJ4IAzAQsPgLi-KOKhH1NCq/s400/Penyakit+kaki+gajah.jpg" style="border-bottom-color: rgb(192, 192, 192); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-color: initial; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(192, 192, 192); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; border-width: initial; cursor: pointer; display: block; height: 222px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px; text-align: center; width: 295px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Adapun gejala akut yang dapat terjadi antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;ul style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 20px; margin-left: 30px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis)&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
Sedangkan gejala kronis dari penyakit kaki gajah yaitu berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Pemeriksaan Diagnostik Penyakit Kaki Gajah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit kaki gajah ini umumnya terdeteksi melalui pemeriksaan mikroskopis darah, Sampai saat ini hal tersebut masih dirasakan sulit dilakukan karena microfilaria hanya muncul dan menampilkan diri dalam darah pada waktu malam hari selama beberapa jam saja (nocturnal periodicity).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, berbagai methode pemeriksaan juga dilakukan untuk mendiagnosa penyakit kaki gajah. Diantaranya ialah dengan system yang dikenal sebagai Penjaringan membran, Metode konsentrasi Knott dan Teknik pengendapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode pemeriksaan yang lebih mendekati kearah diagnosa dan diakui oleh pihak WHO adalah dengan jalan pemeriksaan sistem "Tes kartu", Hal ini sangatlah sederhana dan peka untuk mendeteksi penyebaran parasit (larva). Yaitu dengan cara mengambil sample darah sistem tusukan jari droplets diwaktu kapanpun, tidak harus dimalam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kaki Gajah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan utama dalam penanganan dini terhadap penderita penyakit kaki gajah adalah membasmi parasit atau larva yang berkembang dalam tubuh penderita, sehingga tingkat penularan dapat ditekan dan dikurangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dietilkarbamasin {diethylcarbamazine (DEC)} adalah satu-satunya obat filariasis yang ampuh baik untuk filariasis bancrofti maupun malayi, bersifat makrofilarisidal dan mikrofilarisidal. Obat ini tergolong murah, aman dan tidak ada resistensi obat. Penderita yang mendapatkan terapi obat ini mungkin akan memberikan reaksi samping sistemik dan lokal yang bersifat sementara dan mudah diatasi dengan obat simtomatik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dietilkarbamasin tidak dapat dipakai untuk khemoprofilaksis. Pengobatan diberikan oral sesudah makan malam, diserap cepat, mencapai konsentrasi puncak dalam darah dalam 3 jam, dan diekskresi melalui air kemih. Dietilkarbamasin tidak diberikanpada anak berumur kurang dari 2 tahun, ibu hamil/menyusui, dan penderita sakit berat atau&lt;br /&gt;
dalam keadaan lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun pada kasus penyakit kaki gajah yang cukup parah (sudah membesar) karena tidak terdeteksi dini, selain pemberian obat-obatan tentunya memerlukan langkah lanjutan seperti tindakan operasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Pencegahan Penyakit Kaki Gajah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi penderita penyakit gajah diharapkan kesadarannya untuk memeriksakan kedokter dan mendapatkan penanganan obat-obtan sehingga tidak menyebarkan penularan kepada masyarakat lainnya. Untuk itulah perlu adanya pendidikan dan pengenalan penyakit kepada penderita dan warga sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemberantasan nyamuk diwilayah masing-masing sangatlah penting untuk memutus mata rantai penularan penyakit ini. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan hal terpenting untuk mencegah terjadinya perkembangan nyamuk diwilayah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjz7r4TiFfoGn-HKJsb6GhkkP4Xp4MrWOuVLHUf388hozIOqe7rE2pV2lcqH6D1omycO8Hcyzqal57y_MmcPdgeZROd1aCUbYnCyKwGM3wPzS0KyPXY-QBSOGoGGLhfyEijoQC_UnkN-a-y/s72-c/Penyakit+kaki+gajah+%28Elephantiasis%29.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Penyakit Gagal Jantung</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/penyakit-gagal-jantung.html</link><category>Penyakit Gagal Jantung</category><pubDate>Sun, 14 Aug 2011 04:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-5140974990319036360</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small; line-height: 19px;"&gt;Penyakit Gagal Jantung yang dalam istilah medisnya disebut dengan "&lt;a href="http://www.nurse-ocha.com/2007/06/myocardial-infarction-heart-attack.html" style="color: #6699cc;"&gt;Heart Failure atau Cardiac Failure&lt;/a&gt;", merupakan suatu keadaan darurat medis dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung seseorang setiap menitnya {curah jantung (cardiac output)} tidak mampu memenuhi kebutuhan normal metabolisme tubuh.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small; line-height: 19px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="post-body"&gt;&lt;br /&gt;
Dampak dari gagal jantung secara cepat berpengaruh terhadap kekurangan penyediaan darah, sehingga menyebabkan kematian sel akibat kekurangan oksigen yand dibawa dalam darah itu sendiri. Kurangnya suplay oksigen ke otak (Cerebral Hypoxia), menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran dan berhenti bernafas dengan tiba-tiba yang berujung pada kematian.&lt;span class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gagal jantung kongestif pada bayi dan anak merupakan kegawatdaruratan yang sangat sering dijumpai oleh petugas kesehatan dimanapun berada. Keluhan dan gejala sangat bervariasi sehingga sering sulit dibedakan dengan akibat penyakit lain di luar jantung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi pada penyakit gagal jantung bukanlah berarti bahwa jantung stop bekerja (cardiac arrest), melainkan jantung tidak lagi mampu memompakan darah sebagaimana tugasnya sehari-hari bagi tubuh seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVL2xDtwF4tzEbd9_aCPMTmWerbPVdUuooU3drS13uQ914nBOj_btm_dL0mlqcdx2KVZitv6ESQZCmG2Pk1r68YOpb879ytcG6KtYyTPtSEehc1g5bd_Nzg_J5P3EH2sr4AXfNib48XS5m/s1600-h/Anatomi+Jantung.jpg" style="color: #6699cc;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354140251107037874" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVL2xDtwF4tzEbd9_aCPMTmWerbPVdUuooU3drS13uQ914nBOj_btm_dL0mlqcdx2KVZitv6ESQZCmG2Pk1r68YOpb879ytcG6KtYyTPtSEehc1g5bd_Nzg_J5P3EH2sr4AXfNib48XS5m/s400/Anatomi+Jantung.jpg" style="border-bottom-color: rgb(192, 192, 192); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-color: initial; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(192, 192, 192); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; border-width: initial; cursor: pointer; display: block; height: 331px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Klasifikasi Penyakit Gagal Jantung&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang Jantung terbagi atas empat ruang yaitu Serambi kanan dan serambi kiri yang dipisahkan oleh septum intratrial, kemudian Bilik kanan dan bilik kiri yang dipisahkan oleh septum interventrikular.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gagal jantung dapat terjadi pada salah satu sisi bagian jantung, misalnya gagal jantung bagian sisi kiri atau gagal jantung bagian sisi kanan saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Penyebab Penyakit Gagal Jantung&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gagal jantung dapat disebabkan oleh gangguan primer otot jantung itu sendiri atau beban jantung yang berlebihan ataupun kombinasi keduanya. Secara garis besar, faktor kemungkinan yang menyebabkan penyakit gagal jantung adalah orang-orang yang memiliki penyakit&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.infopenyakit.com/2008/01/penyakit-darah-tinggi-hipertensi.html" style="color: #6699cc;"&gt;hipertenisi&lt;/a&gt;, hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi),&lt;a href="http://www.infopenyakit.com/2008/06/penyakit-kanker-paru-paru.html" style="color: #6699cc;"&gt;perokok&lt;/a&gt;, diabetes (&lt;a href="http://www.infopenyakit.com/2008/03/penyakit-diabetes-mellitus-dm.html" style="color: #6699cc;"&gt;kencing manis&lt;/a&gt;), obesitas (kegemukan) dan seseorang yang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung serta tentunya pola hidup yang tidak teratur dan kurang ber-olah raga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.heartpoint.com/images/myo.gif" style="color: #6699cc;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.heartpoint.com/images/myo.gif" style="border-bottom-color: rgb(192, 192, 192); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-color: initial; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(192, 192, 192); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; border-width: initial; cursor: pointer; display: block; height: 247px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px; text-align: center; width: 360px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Tanda dan Gejala Penyakit Gagal Jantung&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanda serta gejala penyakit gagal jantung dapat dibedakan berdasarkan bagian mana dari jantung itu yang mengalami gangguan pemompaan darah, lebih jelasnya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="display: inline;"&gt;Gagal jantung sebelah kiri ; menyebabkan pengumpulan cairan di dalam paru-paru (edema pulmoner), yang menyebabkan sesak nafas yang hebat. Pada awalnya sesak nafas hanya dirasakan saat seseorang melakukan aktivitas, tetapi sejalan dengan memburuknya penyakit maka sesak nafas juga akan timbul pada saat penderita tidak melakukan aktivitas. Sedangkan tanda lainnya adalah cepat letih (fatigue), gelisah/cemas (anxity), detak jantung cepat (tachycardia), batuk-batuk serta irama degub jantung tidak teratur (Arrhythmia).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;

&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="display: inline;"&gt;Sedangkan Gagal jantung sebelah kanan ; cenderung mengakibatkan pengumpulan darah yang mengalir ke bagian kanan jantung. Sehingga hal ini menyebabkan pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, tungkai, perut (ascites) dan hati (hepatomegaly). Tanda lainnya adalah mual, muntah, keletihan, detak jantung cepat serta sering buang air kecil (urin) dimalam hari (Nocturia).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Diagnosa Penyakit Gagal Jantung&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, diagnosa ditegakkan berdasarkan tanda dan gejala yang dikeluhkan ataupun yang terlihat langsung saat dilakukan pemeriksaan. Untuk memperkuat diagnosa, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan, misalnya ;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="display: inline;"&gt;Pemeriksaan fisik, adanya denyut nadi yang lemah dan cepat, tekanan darah menurun, bunyi jantung abnormal, pembesaran jantung, pembengkakan vena leher, cairan di dalam paru-paru, pembesaran hati, penambahan berat badan yang cepat, pembengkakan perut atau tungkai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="display: inline;"&gt;Pemeriksaan Rontgen atau X-ray (ronsen), pada bagian dada bisa menunjukkan adanya pembesaran jantung dan pengumpulan cairan di dalam paru-paru.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="display: inline;"&gt;Pemeriksaan ekokardiografi (menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan jantung) dan elektrokardiografi (menilai aktivitas listrik dari jantung).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Pengobatan Penyakit Gagal Jantung&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam penatalaksanaan atau perawatan pasien dengan kasus penyakit gagal jantung, ada tiga hal mendasar yang menjadi acuan, diantaranya ; Pengobatan terhadap Gagal jantung sendiri, Pengobatan terhadap penyakit yang mendasari dan Pengobatan terhadap faktor pencetus.&lt;br /&gt;
Termasuk dalam pengobatan medikamentosa yaitu mengurangi retensi cairan dan garam, meningkatkan kontraktilitas dan mengurangi beban jantung. Sedangkan penanganan secara umum meliputi istirahat, pengaturan suhu dan kelembaban, oksigen, pemberian cairan dan diet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemberian obat-obatan, seperti obat inotropik (digitalis, obat inotropik intravena), obat vasodilator (arteriolar dilator : hidralazin), venodilator (nitrat, nitrogliserin), mixed dilator (prazosin, kaptopril, nitroprusid), diuretik serta obat-obatan disritmia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tindakan pembedahan, hal ini biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit jantung bawaan (paliatif, korektif) dan penyakit jantung didapat (valvuloplasti, penggantian katup).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://www.blogblog.com/tictac/tictac_orange.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 6px; background-repeat: no-repeat no-repeat; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 3px; padding-left: 14px;"&gt;Pencegahan Penyakit Gagal jantung&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Anda yang merasakan adanya tanda dan gejala seperti yang disebutkan diatas, sebaiknya segera memeriksaakan diri ke dokter. Mengurangi faktor yang dapat menyebabkan kondisi gagal jantung, berhenti merokok, kurangi konsumsi makanan berlemak, upayakan melakukan olah raga, pola atau haya hidup yang teratur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentunya bagi mereka yang mengalami atau menderita penyakit yang dapat berakibat menimbulkan serangan gagal jantung sebaiknya rutin meng-kontrolkan diri ke dokter, misalnya penderita darah tinggi (Hypertension), kencing manis (Diabetes), penumpukan plak (kolesterol atau lainnya) pada pembuluh darah jantung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVL2xDtwF4tzEbd9_aCPMTmWerbPVdUuooU3drS13uQ914nBOj_btm_dL0mlqcdx2KVZitv6ESQZCmG2Pk1r68YOpb879ytcG6KtYyTPtSEehc1g5bd_Nzg_J5P3EH2sr4AXfNib48XS5m/s72-c/Anatomi+Jantung.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Gejala Penyakit hati atau Liver</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/gejala-penyakit-hati-atau-liver.html</link><category>penyaki hati</category><pubDate>Sun, 14 Aug 2011 04:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-551354716614893380</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #748669; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;gejala Penyakit liver adalah suatu istilah untuk sekumpulan kondisi-kondisi, penyakit-penyakit dan infeksi-infeksi yang mempengaruhi sel-sel, jaringan-jaringan, struktur dan fungsi dari hati.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #a6b79b; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="postentry" style="clear: both; color: #748669; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 2px; padding-right: 2px; padding-top: 0px; text-align: justify; width: 472px;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Fungsi Hati&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Hati adalah suatu organ penting terletak di kwadran kanan atas abdomen. Dia bertanggung jawab untuk:&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;* Menyaring darah&lt;br /&gt;
* Membuat empedu, suatu zat yang membantu pencernaan lemak&lt;br /&gt;
* Memproses dan mengikat lemak pada pengangkutnya (protein) termasuk kolesterol. Gabungan lemak dan protein disebut lipoprotein (Chylomicron, VLDL, LDL, HDL), menyimpan gula dan membantu tubuh untuk mengangkut dan menghemat energi.&lt;br /&gt;
* Membuat protein-protein penting, seperti kebanyakan yang terlibat pada pembekuan darah&lt;br /&gt;
* Memetabolisme banyak obat-obatan seperti barbiturates, sedatives, and amphetamines&lt;br /&gt;
* Menyimpan besi, tembaga, vitamin A dan D, dan beberapa dari vitamin B&lt;br /&gt;
* Membuat protein-protein penting seperti albumin yang mengatur pengakutan cairan didalam darah dan ginjal&lt;br /&gt;
* Membantu mengurai dan mendaurulang sel-sel darah merah Jika hati menjadi radang atau terinfeksi, maka kemampuannya untuk melaksanakan fungsi-fungsi ini jadi melemah. Penyakit hati dan infeksi-infeksi adalah disebabkan oleh suatu kondisi yang bervariasi termasuk infeksi virus, serangan bakteri, dan perubahan kimia atau fisik didalam tubuh. Penyebab yang paling umum dari kerusakan hati adalah kurang gizi (malnutrition), terutama yang terjadi dengan kecanduan alkohol.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Gejala – gejala penyakit hati mungkin akut, terjadi tiba-tiba, atau kronis, berkembang perlahan melalui suatu periode waktu yang lama. Penyakit hati kronis adalah jauh lebih umum dari pada yang akut. Angka dari penyakit hati kronis dari laki-laki adalah dua kali lebih tinggi dari wanita. Penyakit hati dapat menjangkau dari ringan sampai berat tergantung dari tipe penyakit yang hadir.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Tanda dan&amp;nbsp;&lt;em&gt;Gejala Penyakit liver&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Gejala-gejala sebagian tergantung dari tipe dan jangkaun penyakit hatinya. Pada banyak kasus, mungkin tidak terdapat gejala. Tanda-tanda dan gejala – gejala yang umum pada sejumlah tipe-tipe berbeda dari penyakit hati termasuk:&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;* Jaundice atau kekuningan kulit&lt;br /&gt;
* Urin yang coklat seperti teh&lt;br /&gt;
* Mual&lt;br /&gt;
* Hilang selera makan&lt;br /&gt;
* Kehilangan atau kenaikan berat tubuh yang abnormal&lt;br /&gt;
* Muntah&lt;br /&gt;
* Diare&lt;br /&gt;
* Warna tinja (feces)yang pucat&lt;br /&gt;
* Nyeri abdomen (perut) pada bagian kanan atas perut&lt;br /&gt;
* Tidak enak badan (malaise) atau perasaan sakit yang kabur&lt;br /&gt;
* Gatal-gatal&lt;br /&gt;
* Varises (pembesaran pembuluh vena)&lt;br /&gt;
* Kelelahan&lt;br /&gt;
* Hipoglikemia (kadar gula darah rendah)&lt;br /&gt;
* Demam ringan&lt;br /&gt;
* Sakit otot-otot&lt;br /&gt;
* Libido berkurang (gairah sex berkurang)&lt;br /&gt;
* Depresi&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Suatu bentuk parah yang jarang dari infeksi hati disebut acute fulminant hepatitis, menyebabkan gagal hati. Gejala – gejala dari gagal hati termasuk:&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;* Aplastic anemia, suatu keadaan dimana sumsum tulang (bone marrow) tidak dapat membuat sel-sel darah&lt;br /&gt;
* Ascites, terkumpulnya cairan didalam abdomen&lt;br /&gt;
* Edema atau bengkak dibawah kulit&lt;br /&gt;
* Encephalopathy, kelainan yang mempengaruhi fungsi-fungsi otak&lt;br /&gt;
* Hati yang membesar dan perih (sakit)&lt;br /&gt;
* Limpa membesar&lt;br /&gt;
* Perubahan dalam status mental atau tingkat kesadaran&lt;br /&gt;
* Rentan terhadap perdarahan&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Penyebab dan Risiko Penyakit&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Penyakit hati dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang bervariasi. Penyebab-penyebabnya termasuk:&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;* Kerusakan-kerusakan bawaan sejak lahir atau kelainan-kelainan hati yang hadir pada kelahiran&lt;br /&gt;
* Kelainan-kelainan metabolisme atau kerusakan dalam proses dasar tubuh&lt;br /&gt;
* Infeksi-infeksi virus atau bakteri&lt;br /&gt;
* Alkohol atau keracunan oleh racun&lt;br /&gt;
* Obat-obat terentu yang merupakan racun bagi hati&lt;br /&gt;
* Kekurangan Gizi (nutrisi)&lt;br /&gt;
* Trauma atau luka&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Penyakit-penyakit hati yang kemungkinan besar terjadi pada anak-anak termasuk:&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;* Alagille’s syndrome, suatu kondisi dimana saluran empedu menyempit dan memburuk, terutama pada tahun pertama kehidupan&lt;br /&gt;
* Alpha 1- antitrypsin deficiency, suatu penyakit hati genetik pada anak yang dapat menuju ke hepatitis dan sirosis hati&lt;br /&gt;
* Biliary atresia, suatu kondis dimana saluran empedu yang terbentang dari hati ke usus halus adalah terlalu kecil penampangnya atau sama sekali tidak ada&lt;br /&gt;
* Galactosemia, suatu penyakit keturunan dimana tubuh tidak dapat mentoleransi gula-gula tertentu didalam susu. Gula-gula ini dapat memperluas, menyebabkan kerusakan yang serius terhadap hati dan organ-organ lainnya dari tubuh.&lt;br /&gt;
* Hemorrhagic telangiectasia, suatu kondisi dimana pembuluh darah yang tipis mengizinkan perdarahan yang mudah dan sering dari kulit dan saluran pencernaan&lt;br /&gt;
* Hepatitis aktif kronis, suatu peradangan hati yang menyebabkan luka yang meninggalkan parut dan gangguan fungsi hati&lt;br /&gt;
* Kanker hati, yang dapat berasal dari kanker pada bagian tubuh lainnya yang telah menyebar ke hati&lt;br /&gt;
* Neonatal hepatitis, adalah hepatitis pada bayi baru lahir yang terjadi pada beberapa bulan pertama kelahiran&lt;br /&gt;
* Reye’s syndrome, suatu kondisi yang menyebabkan meluasnya lemak di hati. Pada beberapa kasus kondisi ini dikaitkan dengan penggunaan aspirin, terutama yang berhubungan dengan chickenpox, influenza, atau penyakit-penyakit lainnya dengan demam&lt;br /&gt;
* Thalassemia, satu grup dari anemia yang diwariskan, atau jumlah darah merah yang rendah&lt;br /&gt;
* Tyrosinemia, suatu kelainan yang menyebabkan persoalan serius dengan metabolisme hati&lt;br /&gt;
* Wilson’s disease, suatu kondisi warisan (keturunan) yang menyebabkan meluasnya dari mineral tembaga didalam hati&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Penyakit-penyakit hati yang kemungkinan besar terjadi pada orang dewasa termasuk:&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;* Batu empedu, yang mungkin dapat menyumbat saluran empedu&lt;br /&gt;
* Hemochromatosis, suatu kondisi yang menyebabkan tubuh menyerap dan menyimpan terlalu banyak besi. Penumpukan dari besi menyebabkan kerusakan hati dan organ-organ lainnya&lt;br /&gt;
* Hepatitis, suatu peradangan dan infeksi dari hati disebabkan oleh salah satu dari beberapa virus-virus&lt;br /&gt;
* Penyakit cystic dari hati, yang menyebabkan luka-luka dan massa-massa yang terisi cairan di hati&lt;br /&gt;
* Porphyria, suatu kondisi yang menyebabkan kesalahan fungsi dalam bagaimana tubuh menggunakan porphyrins. Porphyrins adalah sangat penting pada pembuatan haemoglobin didalam sel darah merah, untuk mengangkut oksigen keseluruh tubuh&lt;br /&gt;
* Primary sclerosing cholangitis, suatu kondisi yang menyebabkan saluran empedu dari hati menyempit karena peradangan dan luka goresan&lt;br /&gt;
* Sarcoidosis, suatu penyakit yang menyebabkan suatu perluasan dari luka-luka di hati dan organ-organ lainnya dari tubuh&lt;br /&gt;
* Sirosis, suatu kondisi serius yang menyebabkan jaringan dan sel-sel hati diganti oleh jaringan parut&lt;br /&gt;
* Type I glycogen storage disease, yang menyebabkan persoalan pada pengontrolan gula darah ketika sesorang sedang puasa&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Penyakit hati yang berhubungan dengan alkohol termasuk:&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;* Hepatitis alkoholik&lt;br /&gt;
* Penyakit fatty liver yang menyebabkan pembesaran hati&lt;br /&gt;
* Sirosis alkoholik&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Pencegahan Penyakit&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Beberapa tapi tidak semua penyakit hati dapat dicegah. Contohnya, hepatitis A dan hepatitis B dapat dicegah dengan vaksinasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Cara-cara lain untuk mengurangi risiko penyakit infeksi hati termasuk:&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;* Mempraktekan kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan setelah menggunakan toilet atau mengganti diapers&lt;br /&gt;
* Menghindari meminum atau memakai air kran jika berpergian ke luar negri&lt;br /&gt;
* Menghindari memakai obat terlarang, terutama penggunaan bersama alat suntik&lt;br /&gt;
* Melakukan hubungan sex yang aman&lt;br /&gt;
* Menghindari penggunaan bersama alat-alat kesehatan pribadi seperti alat cukur atau gunting kuku&lt;br /&gt;
* Menghindari bahan racun dan konsumsi alkohol berlebihan&lt;br /&gt;
* Gunakan bat-obatan seperti yang dianjurkan&lt;br /&gt;
* Gunakan kehati-hatian pada produk-produk kimia industri&lt;br /&gt;
* Makanlah diet yang berimbang baik menurut petunjuk piramid dari makanan&lt;br /&gt;
* Dapatkan satu suntikan dari immune globulin sesudah terpapar pada hepatitis A&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Diagnosis Penyakit&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Dokter dapat menentukan apakah gejala, sejarah kesehatan, dan tes fisik cocok dengan penyakit hati. Hepatomegaly, suatu hati yang membesar dan mengeras dan tanda-tanda lainnya dari penyakit hati dapat ditemukan pada tes-tes yang dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Banyak tes-tes lanjutan juga dapat digunakan untuk mendukung diagnosis. Ini termasuk tes-tes darah, seperti:&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;* Abdominal CT scan atau abdominal MRI, yang menyajikan lebih banyak informasi tentang struktur dan fungsi hati&lt;br /&gt;
* ERCP, atau endoscopic retrograde cholangiopancreatography. Suatu tabung kecil yang disebut endoscope digunakan untuk melihat berbagai struktur didalam dan sekitar hati&lt;br /&gt;
* Pemeriksaan USG, untuk melihat ukuran dari organ abdomen (perut) dan kehadiran dari massa&lt;br /&gt;
* Pemeriksaan X-rays abdomen&lt;br /&gt;
* Perhitungan darah lengkap, yang melihat pada tipe dan jumlah dari sel-sel darah didalam tubuh&lt;br /&gt;
* Scan hati dengan radiotagged substances untuk menunjukan perubahan-perubahan struktur hati&lt;br /&gt;
* Studi GI atas, yang dapat mendeteksi kelainan-kelainan di esophagus yang disebabkan oleh penyakit hati&lt;br /&gt;
* Tes fungsi hati, adalah tes darah yang memeriksa enzim-enzim hati yang sangat bervariasi dan produk-produk sampingannya&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Pada beberapa kasus, jalan satu-satunya untuk mendiagnosis secara pasti kehadiran dari suatu penyakit hati tertentu adalah dengan biopsi hati. Prosedur ini melibatkan pengambilan sedikit dari jaringan hati untuk pemeriksaan dibawah mikroskop. Biopsi hati mungkin perlu dilakukan beberapa kali untuk melihat kemajuan penyakit dan responnya terhadap perawatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Efek Jangka Panjang Penyakit&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Efek-efek jangka panjang tergantung dari kehadiran tipe penyakit hatinya. Contohnya, hepatitis kronis dapat menjurus ke:&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;* Gagal hati&lt;br /&gt;
* Penyakit-penyakit pada bagian lain tubuh, seperti kerusakan ginjal atau jumlah darah yang rendah&lt;br /&gt;
* Sirosis hati&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Efek-efek jangka panjang lainnya dapat termasuk:&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;* Encephalopathy, adalah memburuknya fungsi otak yang dapat berlanjut ke koma&lt;br /&gt;
* Gastrointestinal bleeding (perdarahan gastrointestinal). Ini termasuk perdarahan esophageal varices, yang merupakan pembesaran vena yang abnormal di esophagus dan/atau didalam perut&lt;br /&gt;
* Kanker hati&lt;br /&gt;
* Peptic ulcers, yang mengikis lapisan perut/lambung&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Risiko Pada Orang Lain&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Beberapa penyakit hati sangat menular dan mengemukakan risiko pada orang lain. Contohnya, beberapa bentuk dari hapatitis adalah sangat menular melalui hubungan sexual atau makanan dan minuman yang terkontaminasi. Penyakit-penyakit hati lainnya tidak menular seperti biliary atresia.&lt;br /&gt;
Perawatan Penyakit&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Perawatan untuk penyakit liver termasuk:&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;* Istirahat di tempat tidur&lt;br /&gt;
* Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi&lt;br /&gt;
* Hindari obat-obatan yang tidak perlu&lt;br /&gt;
* Hindari alkohol&lt;br /&gt;
* Makan diet yang berimbang untuk penyakit hati&lt;br /&gt;
* Minum obat anti mual jika diperlukan&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Perawatan lanjutan tergantung dari tipe dan luasnya penyakit. Contohnya, merawat hapatitis B, hepatitis C dan hepatitis D dapat melibatkan penggunaan obat-obatan seperti obat-obatan anti virus (antiviral) alpha interferon. Obat-obat lain yang digunakan untuk merawat penyakit hepatitis dapat termasuk ribavirin, lamivudine, steroids, dan antibiotik-antibiotik.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Acute fulminant hepatitis dapat menyebabkan gagal hati yang mengancam nyawa. Ini memerlukan tinggal di rumah sakit dan perawatan untuk kelainan perdarahan, encephalopathy, dan persoalan-persoalan nutrisi.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Biliary atresia mungkin dirawat dengan suatu prosedur yang disebut Kasai surgery, suatu prosedur dimana dokter operasi menggantikan saluran empedu dengan bagian dari usus halus bayi.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Hemochromatosis dirawat dengan cara mengeluarkan 0,5 liter darah satu atau dua kali dalam seminggu untuk beberapa bulan sampai satu tahun, tergantung dari keparahan kondisinya. Ini akan menghabiskan secara efektif kelebihan zat besi.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Supplemen vitamin dan mineral diberikan untuk mencegah komplikasi dari primary biliary cirrhosis. Ini termasuk vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, dan kalsium. Cholestyramine dapat juga diberikan untuk meringankan gatal-gatal.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Untuk merawat Wilson’s disease dokter dapat meresepkan obat trientine atau penicillamine. Jika obat-obat ini tidak dapat ditoleransi oleh pasien, maka dia mungkin diminta untuk minum obat zinc acetate.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Efek Samping Perawatan&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Efek-efek samping akan tergantung dari perawatan-perawatan ynag digunakan untuk penyakit hati. Antibiotik dapat menyebabkan gangguan lambung atau reaksi alergi. Efek-efek samping dari interferon termasuk penyakit yang seperti flu, dengan demam dan seluruh tubuh sakit.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Suatu transplantasi hati dapat menyebabkan banyak komplikasi-komplikasi, termasuk kegagalan atau penolakan dari hati yang baru. Sesudah transplantasi hati, seseorang perlu meminum obat anti penolakan yang kuat selama hidupnya. Karena obat-obatan ini bertentangan dengan fungsi normal sistim imun, mereka meningkatkan risiko seseorang untuk infeksi-infeksi dan tipe-tipe tertentu dari kanker.&lt;br /&gt;
Yang Terjadi Setelah Perawatan&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Apa yang terjadi setelah perawatan akan tergantung dari tipe penyakit hatinya dan respon terhadap perawatan. Sebagai contoh, seseorang dengan hepatitis A umumnya tidak memerlukan obat-obatan setelah penyakitnya sembuh. Mereka dapat kembali ke gaya kehidupan normal ketika gejala – gejala penyakitnya telah hilang, walaupun mereka masih mempunyai sedikit jaundice (kulit berwarna kuning).&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Seseorang dengan hepatitis B, hepatitis C atau hepatitis D memerlukan untuk dimonitor untuk efek-efek samping maupun keuntungan-keuntungannya selama dan sesudah perawatan dengan interferon. Perawatan dengan alpha interferon mungkin harus diulangi lagi jika penyakitnya kambuh lagi. Seseorang yang telah menerima transplantasi hati akan diperiksa untuk penyakit lainnya dan juga fungsi hati barunya.&lt;br /&gt;
Monitor Penyakit&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; margin-top: 1.2em;"&gt;Memonitor penyakit akan tergantung dari tipe penyakit. Tes-tes fungsi hati dapat dilakukan selama periode kunjungan ke dokter, untuk memonitor penyakitnya dan melihat kerja hatinya. Suatu gejala yang baru atau yang memburuk harus dilaporkan ke dokter. Status dari hati mungkin memerlukan biopsi hati yang berulang. Keputusan-keputusan untuk perawatan lanjutan atau transplantasi hati sering dibuat atas dasar tes-tes ini.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item><item><title>Ibu Positif HIV Bisa Berikan ASI Eksklusif Pada Bayinya</title><link>http://penyakittubuhmanusia.blogspot.com/2011/08/ibu-positif-hiv-bisa-berikan-asi.html</link><category>Ibu Positif HIV Bisa Berikan ASI Eksklusif Pada Bayinya</category><pubDate>Sat, 13 Aug 2011 23:41:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2786204426302988572.post-7788198016597723472</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #efefdf; font-family: Arial, Verdana, Geneva, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="node" style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.5em; padding-bottom: 1.5em;"&gt;&lt;div class="content" style="color: dimgrey; font-size: 12px; line-height: 1.4; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.5em;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.5em;"&gt;Ibu yang telah didiagnosa positif HIV biasanya tidak mau memberikan ASI pada anaknya karena takut si bayi tertular virus tersebut. Tapi ibu yang memberikan ASI eksklusif pada bayinya justru bisa mencegah penularan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.5em;"&gt;Ibu yang mengidap HIV cenderung tidak ingin memiliki anak dan kalaupun punya anak tidak mau menyusuinya karena tidak ingin si anak tertular penyakitnya. Namun Badan kesehatan dunia (WHO) pada 1 Desember 2009 menyatakan bahwa ibu yang positif HIV bisa menyusui anaknya secara eksklusif.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.5em;"&gt;"Ibu yang positif HIV bisa menyusui anaknya secara eksklusif asalkan si ibu mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) sejak awal kehamilannya," ujar dr Henny Hendiyani Zainal seorang konselor AIMI dalam acara coffee morning Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) di Restoran Sambara, Jakarta, Senin (21/12/2009).&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.5em;"&gt;Jika ibu yang positif HIV, maka sejak awal kehamilannya harus sudah mengonsumsi obat ARV agar virus yang ada dalam tubuh ibu tidak ditularkan pada anaknya. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap ibu yang positif HIV di Afrika Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.5em;"&gt;"Didapatkan bayi yang mendapat ASI eksklusif menunjukkan hasil negatif terhadap virus HIV hingga bayi tersebut berusia 2 tahun dan tidak didapatkan penurunan daya tahan tubuh (imunitas) dari anak tersebut," ungkap dr Henny.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.5em;"&gt;dr Henny menuturkan hal ini kemungkinan di dalam tubuh ibu yang positif HIV sudah terbentuk antibodi secara alami, sehingga antibodi inilah yang akan masuk ke tubuh si anak untuk melindunginya dari penyakit HIV.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.5em;"&gt;Namun penelitian yang dilakukan di Afrika Selatan ini baru sebatas melihat efek jika bayi diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, dalam arti bayi tidak mendapatkan asupan lain selain air susu ibunya saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.5em;"&gt;Untuk itu bagi ibu yang sudah dinyatakan positif tertular HIV tidak salahnya untuk memberikan ASI eksklusif pada sang buah hati, tapi dengan syarat si ibu tetap mengonsumsi obat ARV sejak masa kehamilannya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>muhammadrdwn200@gmail.com (ridwan)</author></item></channel></rss>