<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;CUcBSX4zeip7ImA9WhVTFE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7701911128132961858</id><updated>2012-02-27T20:24:18.082-08:00</updated><title>Komunikasi Terapeutik</title><subtitle type="html" /><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://hambatankomtersandi.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://hambatankomtersandi.blogspot.com/" /><author><name>sandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12590534221125127041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/LDpcr" /><feedburner:info uri="blogspot/ldpcr" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;D0YAQng7eSp7ImA9WxJaFko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7701911128132961858.post-7462828270746306859</id><published>2009-08-07T12:58:00.000-07:00</published><updated>2009-08-07T12:59:03.601-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-07T12:59:03.601-07:00</app:edited><title>Hambatan komunikasi terapeutik</title><content type="html">Hambatan komunikasi terapeutik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hambatan dari Proses Komunikasi&lt;br /&gt;•Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang&lt;br /&gt;akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau&lt;br /&gt;pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau&lt;br /&gt;situasi emosional sehingga mempengaruhi motivasi,&lt;br /&gt;yaitu mendorong seseorang untuk bertindak sesuai&lt;br /&gt;dengan keinginan, kebutuham atau kepentingan. Banyak&lt;br /&gt;pihak yang bermaksud untuk membantu program&lt;br /&gt;rekonstruksi. Namun, tidak semua pihak tersebut&lt;br /&gt;tanpa maksud dan tujuan tertentu. Ada kepentingan&lt;br /&gt;yang berbeda-beda dalam keterlibatan banyak pihak di&lt;br /&gt;dalam proses ini. Banyak ‘bendera’ yang dikibarkan&lt;br /&gt;dalam membantu proses ini, ada yang berasal dari&lt;br /&gt;partai, lembaga non profit/LSM baik dari dalam&lt;br /&gt;maupun luar negeri, golongan agama dan lain-lin.&lt;br /&gt;Misalnya: keterlibatan dalam proses rekontsruksi&lt;br /&gt;karena ingin mendapat dukungan dalam proses&lt;br /&gt;pemilihan kepala daerah.&lt;br /&gt;•Hambatan dalam penyandian/simbol&lt;br /&gt;Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan&lt;br /&gt;tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu,&lt;br /&gt;simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan&lt;br /&gt;penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan&lt;br /&gt;terlalu sulit.&lt;br /&gt;•Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam&lt;br /&gt;penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara&lt;br /&gt;radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat&lt;br /&gt;mendengarkan pesan. Pada situasi pasca gempa&lt;br /&gt;tersebut jaringan listrik dan telekomunikasi terputus&lt;br /&gt;sehingga untuk menyampaikan dan menyalurkan pesan&lt;br /&gt;baik dari para korban kepada pemerintah/tim&lt;br /&gt;rekonstruksi maupun sebaliknya.&lt;br /&gt;•Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi&lt;br /&gt;dalam menafsirkan sandi oleh si penerima&lt;br /&gt;•Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya&lt;br /&gt;perhatian pada saat menerima / mendengarkan pesan,&lt;br /&gt;sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak&lt;br /&gt;mencari informasi lebih lanjut.&lt;br /&gt;•Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang&lt;br /&gt;diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan&lt;br /&gt;tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu&lt;br /&gt;atau tidak jelas dan sebagainya.&lt;br /&gt;2. Hambatan Fisik&lt;br /&gt;Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang&lt;br /&gt;efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain,&lt;br /&gt;misalnya: a) gangguan kesehatan karena banyak&lt;br /&gt;masyarakat menjadi korban baik luka berat maupun ringan&lt;br /&gt;akibat tertimpa reruntuhan serta kondisi mereka yang&lt;br /&gt;masih berada di tenda-tenda darurat sehingga keadaan&lt;br /&gt;fisik mereka tidak terjamin, b) sehubungan dengan&lt;br /&gt;teputusnya jaringan listrik dan telekomunikasi pasca&lt;br /&gt;gempa di beberapa wilayah di DIY-Jateng menyebabkan&lt;br /&gt;komunikasi terganggu&lt;br /&gt;3. Hambatan Semantik.&lt;br /&gt;Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadangkadang&lt;br /&gt;mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas&lt;br /&gt;atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima,&lt;br /&gt;dengan kata lain bahasa yang digunakan berbeda.&lt;br /&gt;4. Hambatan Psikologis&lt;br /&gt;Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang&lt;br /&gt;mengganggu komunikasi. Dalam musibah ini komunikan&lt;br /&gt;masih trauma dengan musibah yang menimpa mereka.&lt;br /&gt;Bencana yang yang telah mengambil keluarga dan harta&lt;br /&gt;benda mereka menimbulkan dampa traumatik yang sangat&lt;br /&gt;tinggi sehingga pada saat diajak untuk berkomunikasi&lt;br /&gt;menjadi ‘tidak nyambung’ bahkan ketidakmampuan mereka&lt;br /&gt;dalam menghadapi bencana ini menimbulkan stress yang&lt;br /&gt;berkepanjangan. Faktor psikis komunikan ini yang&lt;br /&gt;membuat proses rekonstruksi menjadi sulit.&lt;br /&gt;Selain itu faktor Prasangka: merupakan penilaian yang&lt;br /&gt;sejak awal sudah tertanam dalam diri komunikan terhadap&lt;br /&gt;komunikator. Biasanya prasangka ini terlalu besar dan&lt;br /&gt;negatif, sehingga menjadi hambatan paling berat dalam&lt;br /&gt;komunikasi. Dalam keadaan membutuhkan akan bantuan&lt;br /&gt;baik berupa tenda, obat-obatan dan lain sebagainya,&lt;br /&gt;korban gempa terkadang mempunyai prasangka yang&lt;br /&gt;negatif terhadap pihak-pihak yang akan membantu karena&lt;br /&gt;adanya orang-orang yang tidak mereka kenal masuk ke&lt;br /&gt;wilayah mereka. Sehingga muncul dalam pikiran mereka&lt;br /&gt;untuk berhati-berhati terlebih dahulu terhadap orangorang&lt;br /&gt;asing/dari luar daerahnya. Misalnya: pada saat&lt;br /&gt;situasi pasca gempa ini banyak terjadi tindak pencurian,&lt;br /&gt;perampokan dan lain-lain yang mersahkan masyarakat.&lt;br /&gt;Banyak orang yang tidak merkea kenal keluar masuk&lt;br /&gt;daerah merekea tanpa alasan jelas. Untuk itu masyarakat&lt;br /&gt;menjadi berhati-hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7701911128132961858-7462828270746306859?l=hambatankomtersandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DCT0YLyAkzFDF2ZPZfiKQXk5xlE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DCT0YLyAkzFDF2ZPZfiKQXk5xlE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DCT0YLyAkzFDF2ZPZfiKQXk5xlE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DCT0YLyAkzFDF2ZPZfiKQXk5xlE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/LDpcr/~4/Jwu5L-ejjeI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://hambatankomtersandi.blogspot.com/feeds/7462828270746306859/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://hambatankomtersandi.blogspot.com/2009/08/hambatan-komunikasi-terapeutik.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7701911128132961858/posts/default/7462828270746306859?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7701911128132961858/posts/default/7462828270746306859?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/LDpcr/~3/Jwu5L-ejjeI/hambatan-komunikasi-terapeutik.html" title="Hambatan komunikasi terapeutik" /><author><name>sandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12590534221125127041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://hambatankomtersandi.blogspot.com/2009/08/hambatan-komunikasi-terapeutik.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkIMQXo6fCp7ImA9WxJbEkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7701911128132961858.post-5285382596881158949</id><published>2009-07-21T22:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T22:29:40.414-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-21T22:29:40.414-07:00</app:edited><title>Hambatan-Hambatan Komunikasi</title><content type="html">Hambatan-Hambatan Komunikasi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam praktek berkomunikasi biasanya seseorang akan menemui berbagai macam hambatan yang jika tidak dapat ditanggapi dan disikapi secara tepat akan membuat proses komunikasi yang terjadi menjadi sia-sia karena pesan tidak tersampaikan atau yang sering terjadi adalah terjadinya penyimpangan. Adapun hal-hal yang sering terjadi adalah karena ketidakmampuan seorang penyampai pesan dalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Berkomunikasi sesuai tingkatan bahasa para pendengarnya.&lt;br /&gt;      Seorang pedagang makanan yang hanya lulusan SMP tentunya akan kesulitan mengerti pembicaraan seorang sarjana teknik yang berbicara menggunakan istilah-istilah tekniknya.&lt;br /&gt;    * Mengerti keinginan arah pembicaraan dari para pendengarnya.&lt;br /&gt;      Sekelompok remaja SMA tentunya wajar jika tidak tertarik pada pembicaraan mengenai permasalahan bagaimana merawat dan mendidik balita yang disampaikan seorang ibu rumah tangga.&lt;br /&gt;    * Mengerti kelas sosial para pendengarnya.&lt;br /&gt;      Sekelompok petani didesa tentunya tidak mengerti dan tidak tertarik pada pembicaraan seorang pialang mengenai perdagangan saham.&lt;br /&gt;    * Memahami latar belakang serta nilai-nilai yang dipegang teguh para pendengarnya.&lt;br /&gt;      Seorang ahli presentasipun akan sangat kesulitan menembus dan merubah "kekebalan" (kekeras-kepalaan) pendapat seorang individu apalagi kelompok masyarakat yang mengkonsumsi makanan pokok nasi menjadi gandum, kentang atau lainnya walaupun didukung "bukti-bukti dan alasan yang kuat dan benar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adalah pendengar yang menentukan bagaimana sebaiknya sebuah pesan dimengerti".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana dan seperti apa sudut maupun cara pandang seseorang terhadap apa yang didengar, dilihat atau dimengerti sangatlah di bentuk oleh latar belakang dan pengalaman pribadi perorangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh karena itu dalam berkomunikasi apalagi mengenai masalah Tao, adalah sangat bijak jika seorang Taoyu-pun dapat mengkomunikasikan Tao-nya dengan baik (benar dan tepat) dengan fleksibilas yang tinggi (kemampuan yang sangat luwes) sesuai takaran-takarannya secara proporsional (sesuai pada orang lain dan sesuai diri sendiri).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikian pembahasan masalah berkomunikasi ini secara singkat. Semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat bagi semuanya. Tentunya masih banyak lagi, hal mengenai permasalahan komunikasi yang dapat dibahas pada kesempatan yang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7701911128132961858-5285382596881158949?l=hambatankomtersandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cs49x5FqueDRkX0PetDxyEuvkXo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cs49x5FqueDRkX0PetDxyEuvkXo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cs49x5FqueDRkX0PetDxyEuvkXo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cs49x5FqueDRkX0PetDxyEuvkXo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/LDpcr/~4/hrjCJoFSDEY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://hambatankomtersandi.blogspot.com/feeds/5285382596881158949/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://hambatankomtersandi.blogspot.com/2009/07/hambatan-hambatan-komunikasi.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7701911128132961858/posts/default/5285382596881158949?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7701911128132961858/posts/default/5285382596881158949?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/LDpcr/~3/hrjCJoFSDEY/hambatan-hambatan-komunikasi.html" title="Hambatan-Hambatan Komunikasi" /><author><name>sandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12590534221125127041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://hambatankomtersandi.blogspot.com/2009/07/hambatan-hambatan-komunikasi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUEBQ3w9fCp7ImA9WxJUGEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7701911128132961858.post-9109985824082138303</id><published>2009-07-16T23:53:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T23:54:12.264-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-16T23:54:12.264-07:00</app:edited><title>Hambatan komunikasi terapeutik</title><content type="html">1. RESISTEN :upaya klien utk tetap tdk mengakui penyebab kecemasan dlm dirinya dlm rangka melawan atau menyangkal ungkapan perasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk – bentuk resisten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supresi&lt;br /&gt;Gejala penyakit semakin mencolok&lt;br /&gt;Pesimis&lt;br /&gt;Berperilaku tidak wajar&lt;br /&gt;Menolak untuk berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Resisten1. Perawat berfokus pada diri sendiri2. Belum terbina hubungan saling percaya3. Perawat terlalu banyak membuka diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. TRANSFERENCE &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merup. perilaku tak sadar pasien terhadap perawat&lt;br /&gt;berhubungan dengan pengalaman masa lalunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- bila berlarut – larut bisa membuat pasien menjadi sangat&lt;br /&gt;bergantung pada perawat atau sangat benci pada perawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Contoh : Pasien sangat benci pada perawat karena perawat&lt;br /&gt;mirip dengan mantan suaminya yang telah menyakitinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mengatasi resisten dn transference ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritakan pengalaman anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. COUNTER TRANSFERENCE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan RESPON EMOSIONAL perawat… terpancing oleh sikap pasien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love and caring berlebihan, benci dan marah berlebihan, cemas dan rasa bersalah yg muncul berulang2, tdk mampu berempati,perasaan tertekan selama atau setelah interaksi, memaksa pasien, berdebat dengan pasien, melamunkan pasien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemas dan pusing setelah interaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 cara mencegah/mengatasi counter transference (CT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar yg sama dalam melayani&lt;br /&gt;Latihan menjalin hubungan terutama ketika klien menentang atau mengkritik&lt;br /&gt;Kaji sumber masalah&lt;br /&gt;Latih diri untuk mengontrol C T&lt;br /&gt;Minta bantuan kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Give Giving (hadiah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masalah yang kontroversial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menurut anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian hadiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon perawat thd pemberian hadiah tergantung pada waktu, situasi, dan konteks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap orientasi, dpt merusak hubungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada terminasi bisa&lt;br /&gt;menimbulkan perasaan bersalah, menunda proses terminasi, atau merubah hubungan menjadi hub. sosial&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7701911128132961858-9109985824082138303?l=hambatankomtersandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2bGSacCENxJVioINYVpT0TiYnC8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2bGSacCENxJVioINYVpT0TiYnC8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2bGSacCENxJVioINYVpT0TiYnC8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2bGSacCENxJVioINYVpT0TiYnC8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/LDpcr/~4/m6NB5HN507o" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://hambatankomtersandi.blogspot.com/feeds/9109985824082138303/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://hambatankomtersandi.blogspot.com/2009/07/hambatan-komunikasi-terapeutik.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7701911128132961858/posts/default/9109985824082138303?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7701911128132961858/posts/default/9109985824082138303?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/LDpcr/~3/m6NB5HN507o/hambatan-komunikasi-terapeutik.html" title="Hambatan komunikasi terapeutik" /><author><name>sandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12590534221125127041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://hambatankomtersandi.blogspot.com/2009/07/hambatan-komunikasi-terapeutik.html</feedburner:origLink></entry></feed>

