<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882</id><updated>2024-11-01T03:33:05.931-07:00</updated><category term="10 Kualitas Pribadi yang Disukai"/><category term="25-Menjadi Majikan Bagi Nasib Diri Sendiri"/><category term="6 Tip Motivasi"/><category term="Apa Kamu Bisa?"/><category term="Bagaimana Mengemas Hidup"/><category term="Bekerja Sepenuh Hati"/><category term="Bunga Mawar Di Hati Kita"/><category term="Esensi Kehidupan Adalah Memberi"/><category term="Ikhlas Itu Indah"/><category term="Ikhlas untuk Memaafkan"/><category term="Ingin sukses berbisnis? Jauhi Sifat-Sifat Ini"/><category term="Kebencian Hari Ini"/><category term="Malaikat Kecil Ku"/><category term="Menuju Kemakmuran Selanjutnya"/><category term="Menyikapi Masalah"/><category term="Mereka Saudara Kita"/><category term="Nilai Sebuah Kegagalan"/><category term="Orang Yang Merugi dan Kecewa"/><category term="Pantang Mengeluh"/><category term="Pelajaran Satu Juta Dolar"/><category term="Pemenang Dalam Diri"/><category term="Perjalanan"/><category term="Petaka Esok Hari"/><category term="Sayangi Mereka"/><category term="Suara Hati Seorang Ibu"/><category term="Surat Dari Emak"/><title type='text'>CERITA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-6602082173269633626</id><published>2012-03-30T16:21:00.000-07:00</published><updated>2012-03-30T16:21:45.840-07:00</updated><title type='text'>Ayah, Terima Kasih</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/10/sayang-ayah.jpeg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;sayang ayah&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-1422&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/10/sayang-ayah.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-color: rgb(213, 213, 213); border-style: none; border-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;sayang ayah&quot; width=&quot;152&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Tak ada kata yang pantas terucap untukmu ayah. Mungkin engkau bukan orang terdekat. Mungkin engkau juga bukan yang selalu berada disampingku, saat aku bahagia, kecewa bahkan saat aku bersedih hingga meneteskan air mata.&lt;br /&gt;
Saat anak-anak pergi sekolah dengan ayahnya yang juga pergi bekerja, kita tidak pernah melakukanya karena kau yang harus berangkat lebih dulu saat matahari belum menampakan cahayanya.&lt;br /&gt;
Saat anak-anak menunggu kepulangan ayahnya untuk bermain bersama, tidak dengan aku yang selalu terlelap saat menunggu kepulanganmu yang begitu larut. Andai dapat ku beli waktu kerjamu kala itu, aku rela membayarnya dengan uang jajanku untuk bisa bermain bersamamu.&lt;span id=&quot;more-1206&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Kita mungkin bukan pasangan yang baik. Kau sibuk dengan urusanmu, sedangkan aku bermain dengan semua khayalanku.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;    &lt;br /&gt;
Saat aku mulai tumbuh besar, kita mulai punya waktu untuk bersama. Tapi bukan untuk bermain melainkan melakukan pekerjaan yang tidak aku inginkan. Seolah kau menindasku, aku jadi tidak suka denganmu. Aku membenci semua tentangmu. Kau marahi aku jika melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan maumu. Kau buat aku merasa lemah dengan ucapan-ucapan kasarmu. Ingin rasanya kau segera tiada dari duniaku, mengakhiri semua penderitaan dalam kehidupanku.&lt;br /&gt;
Pernah sekali aku menyalahkanmu atas apa yang terjadi dalam hidupku. Kusadari kau menangis saat ku terbangun sejenak dari tidur lelapku. Lama setelah itu, kupandangi wajahmu saat tertidur lelap, terbayang kerja keras yang kau lakukan untuk membesarkanku. Terbayang letih yang tersimpan dalam dirimu atas kerja keras yang kau lakukan untuk memenuhi kebutuhanku. Seakan tak tahu apa jadinya diri ini jika tanpa kehadiranmu. Tak ingin rasanya kehilanganmu dari sisiku.&lt;br /&gt;
Kini aku telah dewasa. Tumbuh menjadi seorang pemuda mandiri yang juga tidak dapat melupakan kasih sayang keluarganya. Kau ajarkan aku menjadi seorang yang siap menjalani kerasnya hidup tanpa melupakan kelembutan hati. Kau ajarkan padaku bagaimana menjadi pribadi yang kuat tanpa melupakan setiap orang punya kelemahan. Kau tanamkan padaku mencapai keberhasilan tanpa melupakan kalau setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Kau buat aku berdiri di jalan yang penuh dengan hambatan dan rintangan agarku dapat menaklukan kerasnya kehidupan. Kau jadikan aku sebagai seorang pemimpin yang sanggup memimpin dirinya sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain. Dan yang jauh lebih penting dari itu semua adalah kau membuat aku merasa bangga atas semua yang telah kau lakukan untukku.&lt;br /&gt;
Karena itulah, aku selalu berdoa ”semoga Tuhan selalu memberi yang terbaik untukmu”&lt;br /&gt;
Untuk setiap detak yang terjadi dalam nadi dan jantungku, hatiku berkata ”Terima Kasih Ayah”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6rNFd&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/6602082173269633626/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/ayah-terima-kasih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/6602082173269633626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/6602082173269633626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/ayah-terima-kasih.html' title='Ayah, Terima Kasih'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-6419999654423378872</id><published>2012-03-30T16:16:00.000-07:00</published><updated>2012-03-30T16:16:38.109-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Orang Yang Merugi dan Kecewa"/><title type='text'>Orang Yang Merugi dan Kecewa</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dalam suatu riwayat, dulu Rosululloh SAW pernah ketika beliau menaiki tangga mimbar, beliau pada tangga pertama mengucap “Amin”, pada tangga kedua beliau juga mengucap ” Amin “, dan pada tangga ketga pun beliau juga mengucap kata ” Amin”.&lt;br /&gt;
Setelah selesai khotbah, sahabat bertanya kepada beliau kenapa beliau tadi mengucap Amin tiga kali sewaktu menaiki tangga mimbar.&lt;br /&gt;
Ternyata ada tiga sebab pula kenapa beliau mengucap tiga kata Amin…:&lt;br /&gt;
1. Pada Amin yang pertama, kata Rosululloh: Jibril berkata alangkah Merugi&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/10/love-muhammad.jpeg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cinta muhammad&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-1403&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/10/love-muhammad.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-bottom-color: rgb(213, 213, 213); border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-color: rgb(213, 213, 213); border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-color: rgb(213, 213, 213); border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-color: rgb(213, 213, 213); border-top-style: none; border-top-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;love muhammad&quot; width=&quot;128&quot; /&gt;&lt;/a&gt;dan Kecewanya seseorang yang mendengar kata Muhammad tapi dia tidak bersholat atas beliau.&lt;br /&gt;
Rosululloh amat mencintai umatnya begitupun kita sebagai umatnya wajib mencintai beliau.Dan salah satu wujud kecintaan kita kepada Nabi Muhammad adalah bersholawat atas beliau.&lt;br /&gt;
2. Pada Amin yang kedua , kata Rosululloh : Jibril berkata alangkah Merugi dan Kecewanya seorang anak yang berkumpul dengan orang tuanya tapi tidak mendapatkaan surga dari keberkumpulannya dengan orang tunya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/09/berbakti.jpeg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Berbakti pada orang tua &quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-1400&quot; height=&quot;117&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/09/berbakti.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-bottom-color: rgb(213, 213, 213); border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-color: rgb(213, 213, 213); border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-color: rgb(213, 213, 213); border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-color: rgb(213, 213, 213); border-top-style: none; border-top-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;berbakti&quot; width=&quot;177&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;    Banyak sekali perintah yang menyuruh kita sebagai anak untuk berbakti kepada orang tua.Bahkan ada doa khusus untuk kedua orang tua kita.Di AlQuran pun kita bicara ” Ah ” kepada orang tua dilarang.&lt;br /&gt;
Selama orang tua kita masih hidup mari kita berbakti dan taat kepada kedua orang tua kita selama tidak melanggar perintah Alloh SWT. Dan kalau orang tua kita sudah meninggal mai kita doakan mereka untuk mendapatkan ampunan Alloh , karena doa seorang anak yang sholeh kepada orang tuanya merupakan sedekah buat orang tua.&lt;br /&gt;
3. Dan pada Amin yang ketiga, kata Rosululloh : Jibril brkata alangkah Merugi dan Kecewanya seorang yang keluar dari bulan suci Romadhon tapi tdak mendapat ampunan dari Alloh SWT.&lt;br /&gt;
Bulan suci Romadhon merupakan bulanpenuh rohmat barokah dan juga ampunan dari Alloh.Jika seorang keluar dari bulan Romadhon tapi dia kembali kehabitat sebelumnya, sering bermaksiat lagi, kembali jarang ke masjid, atau sering melakukan hal-hal yang dilarang Alloh, alangkah meruginya orang tersebut.&lt;br /&gt;
Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung dunia dan akherat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6rMlG&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/6419999654423378872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/orang-yang-merugi-dan-kecewa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/6419999654423378872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/6419999654423378872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/orang-yang-merugi-dan-kecewa.html' title='Orang Yang Merugi dan Kecewa'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-1437871757460450580</id><published>2012-03-30T16:11:00.000-07:00</published><updated>2012-03-30T16:11:07.350-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Suara Hati Seorang Ibu"/><title type='text'>Suara Hati Seorang Ibu</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/09/foto.jpg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kasih sayang ibu&quot; class=&quot;alignleft size-medium wp-image-1392&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/09/foto-257x300.jpg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-color: rgb(213, 213, 213); border-style: none; border-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;Kasih sayang ibu&quot; width=&quot;171&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Sahabat, ini adalah petikan suara hati seorang umi. Umi adalah nama lain dari ibu.&amp;nbsp; Taukah sahabat? mungkin suara hati ini tidak cuman suara hati perseorangan, namun mungkin ini juga merupakan suara hati ibu kita. Ibu dari ibu-ibu yang ada di permukaan bumi ini. Selamat menyimak..&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Anakku yang ku kasihi…&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tanpa disadari oleh kita masa berlalu terlalu cepat dan kau yang ketika dulu masih kecil, manja dalam pelukan umi, kini telah menjadi gadis remaja dan telah mula belajar arti kehidupan. Zaman yang kau lalui dan alami kini adalah zaman yang penuh pancaroba, penuh dugaan dan cobaan. Cobaan yang sering mengganggu iman dan hatimu, perasaan dan nafsumu, kewibawaan dan tugas-tugasmu. Ketika inilah kau, kau ingin m&lt;a href=&quot;http://zoneprinter.com/&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Printer Service, Printer Tips&quot;&gt;e&lt;/a&gt;rasakan semua keadaan, semua kenikmatan hidup. Kau ingin menjadi manusia yang dipuja dan disanjung banyak orang.Kau ingin disayangi dan menyayangi.&lt;span id=&quot;more-1385&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Anakku sayang,&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Jika tiada iman, niscaya lunturlah segala kekuatan, hancurlah segala kebaikan. Oleh itu, umi berpesan agar engkau berhati-hati dalam berfikir dan bertindak, batasilah kehendakmu dengan rasa takut pada Allah karena tidak ada orang yang tidak dicatat amal dosanya, tidak ada orang yang dikecualikan, termasuk kau. Pernah seorang soleh berkata,”seorang remaja jika dapat melalui cobaan hidupnya dengan baik, tenang dan penuh kebaikan, mampu menolak kehendak-kehendak nafsu, maka percayalah dia manusia yang paling sukses selama hidupnya. Manakala seorang pemuda yang gagal menggunakan masa remajanya untuk mencari kebaikan, rugilah ia dan celakalah hidupnya esok dan yang akan datang”.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Wahai anakku sayang..&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Seringkali umi menangis, melihat perubahan pada dirimu. Dulu, kau tidak begini. Engkau seorang yang taat pada perintah ibu, yang malu bila auratmu terbuka, walaupun tertiup angin. Kau amat teliti dan hati-hati dalam menjaga sholat-sholatmu dan kau suka bila umi ceritakan tentang ketokohan wanita-wanita dahulu. Anakku sayang.. ibu tanam satu harapan padamu, kiranya bila kau besar nanti, kau akan menjadi orang solehah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Wahai Anakku…&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Wanita itu dijadikan Allah dengan dipenuhi keindahan, unik dan menakjubkan. Pandai-pandailah kau hargai nikmat yang telah diberikan itu. Jikapun kau cantik, jangan biarkan kau dikuasai rasa takjub, bangga atas keindahan wajahmu. Masih banyak orang yang mempunyai kelebihan diatas mu. Jangan kau permainkan perasaan lelaki atas kejelitaan wajahmu. Jagalah, syukurilah dan takutlah kepada Allah atas balasan azab yang dijanjikan untuk mereka yang berdosa. Jagalah auratmu sentiasa terutama apabila berurusan dengan lelaki. Tanamkan rasa malu di hatimu. Tanamkan sifat sombong dan penakut pada lelaki yang bukan muhrimmu. Biarlah kau dipandang mata tidak secantik bunga lily yang bangun bagai pelangi di cakrawala asalkan kau dapat pertahankan sebutan sebagai wanita solehah di sisi Allah. Dan tentunya kau dipandang paling cantik di sampingNya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Anakku sayang…&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saat kau berpakaian, maka sebenarnya untuk menutup kulitmu, untuk melindungi bentuk badanmu daripada pandangan lelaki jalanan. Oleh itu, pakaianmu hendaklah longgar, tidak tipis dan satu lagi anakku, pakaian mu itu tidak menyerupai pakaian wanita-wanita yang dihatinya tidak ada rasa takut akan adzab Allah. Perhatikan hadith ini…”Sesungguhnya antara penduduk neraka ialah wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang(pakaiannya tidak berfungsi sebagai alat untuk menutup aurat), perempuan-perempuan yang condong kepada maksiat dan berusaha menarik orang lain melakukan maksiat. Mereka ini tidak mungkin akan masuk surga selama-lamanya dan tak akan dapat mencium baunya selama-lamanya. Jangan kau merasa dirimu terlalu gagah hingga kau sanggup melanggar hukum-hukum Allah dengan sengaja. Apatah lagi jika melanggar peraturannya dengan rasa bangga dan sombong, ingkarmu terhadap hukum-hukum itu, samalah maknanya kau melawan Tuhanmu, sedangkan kau cuma seorang hamba dan Allah itu Tuhanmu, Maha Memiliki segala isi langit dan bumi.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Wahai Anakku Sayang…&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sabarlah dalam melaksana perintah-perintah Allah biarpun kau merasakan&amp;nbsp; beratnya. Setiap petunjuk Allah itu tak ada yang sia-sia. Sesungguhnya Allah tak pernah memberati hambaNya apalagi menzaliminya. Sabar yang kau lakukan niscaya dilihat Allah, dan Dia pastinya akan mengurniakan buatmu ganjaran pahala yang besar. Tanamkan rasa kasih pada Allah wahai anakku. Bila kau menyayangi seseorang, tentunya segala perintahnya akan kau turuti tanpa bantahan. Begitulah dengan perintah Allah, turutilah wahai anakku, ikutilah tanpa protes. Moga kau dikurniakan kekuatan untuk mengikut langka-langkah yang diredhai Allah. Itulah doa dan harapan umi wa abi.&lt;a href=&quot;http://zoneprinter.com/&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Printer Tips, Printer Tutorials, Printer service&quot;&gt;.&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6rMDt&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Dari seorang ibu yang sangat mencintai anaknya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/1437871757460450580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/suara-hati-seorang-ibu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/1437871757460450580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/1437871757460450580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/suara-hati-seorang-ibu.html' title='Suara Hati Seorang Ibu'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-4581453908844377299</id><published>2012-03-30T16:07:00.000-07:00</published><updated>2012-03-30T16:07:09.941-07:00</updated><title type='text'>Keberanian mengubah kehidupan</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/07/brave-cat.jpg&quot; style=&quot;color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;keberanian&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-1316&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/07/brave-cat.jpg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-bottom-color: rgb(213, 213, 213); border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-color: rgb(213, 213, 213); border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-color: rgb(213, 213, 213); border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-color: rgb(213, 213, 213); border-top-style: none; border-top-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;brave-cat&quot; width=&quot;168&quot; /&gt;&lt;/a&gt;“Tears will not erase your sorrow; hope does not make you successful; courage will get you there.”&lt;br /&gt;
– Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana. Johni Pangalila&lt;br /&gt;
Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu dalam skala kecil maupun besar. Bila kita cukup berani, maka peluang-peluang tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar. Sebab keberanian akan menimbulkan aksi yang signifikan.&lt;br /&gt;
Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Aristotle mengatakan bahwa, “The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menaklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan.”&lt;span id=&quot;more-1311&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, “Fortune favors the bold. – Keberuntungan menyukai keberanian.” Marilah kita belajar dari para tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu Carl Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya. Mereka mempunyai keberanian yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran akan keterbatasan dalam diri mereka. Karena itulah mereka mampu berprestasi di bidang olah raga dan tampil sebagai tokoh yang berkarakter.&lt;br /&gt;
Kita juga mempunyai peluang yang sama besar di bidang yang sama ataupun di bidang lain, misalnya di bidang seni, politik, bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya. Tetapi apakah kita sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang yang datang setiap hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup?&lt;br /&gt;
Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar? Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu visi (vision), tindakan nyata (action), dan semangat (passion). Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.&lt;br /&gt;
Berdasarkan visi atau tujuan yang ingin kita capai, satu hal yang terpenting adalah kita harus menciptakan kemajuan. Menurut Vince Lombardi, seorang pelatih rugby ternama di dunia, upaya menciptakan kemajuan akan berjalan secara bertahap. Adanya perubahan menjadikan diri kita berani membuat kemajuan yang lebih besar. Karena itu Anthony J. D’Angelo menegaskan, “Don’t fear change, embrace it. – Jangan pernah takut pada perubahan, tetapi peluklah ia erat.” Maka perjelas visi, supaya berpengaruh signifikan terhadap keberanian.&lt;br /&gt;
Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak terduga. Samuel Johnson mengatakan bahwa, “Whatever enlarges hope will also exalt courage. – Apapun yang dapat memperbesar harapan, maka ia juga akan meningkatkan keberanian.” Artinya, tindakan kerja untuk mengubah peluang akan meningkatkan harapan sekaligus keberanian memikirkan kemungkinan-kemungkinan terbaik atau menanggung resiko kegagalan sekalipun. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.&lt;br /&gt;
Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah semangat (passion). Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang olah ragawan Carl Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan mengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat yang tinggi. Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati bermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas diantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2 dari Pan America Games.&lt;br /&gt;
Ayahnya adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu. Ayahnya adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan motivasi. Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987 akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu medali emas dari perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya. Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali itu. Semangat Carl Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus halangan, hingga ia&amp;nbsp; kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian.&lt;br /&gt;
Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja. Mereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Ekhorutomwen E.Atekha menerangkan, “All you need to keep moving is your ability to keep being courageous. – Segala sesuatu yang menggerakkan dirimu adalah kemampuanmu untuk memacu keberanian.” Mereka senantiasa&amp;nbsp; mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karena mereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar biasa.*&lt;br /&gt;
Sumber: Keberanian yang Dapat Mengubah Kehidupan oleh &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6rLt8&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Andrew H&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/4581453908844377299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/keberanian-mengubah-kehidupan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/4581453908844377299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/4581453908844377299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/keberanian-mengubah-kehidupan.html' title='Keberanian mengubah kehidupan'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-9056735083092186653</id><published>2012-03-29T16:24:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T16:24:35.683-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ingin sukses berbisnis? Jauhi Sifat-Sifat Ini"/><title type='text'>Ingin sukses berbisnis? Jauhi Sifat-Sifat Ini</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/07/pengusaha.jpeg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tips Pengusaha&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-1307&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/07/pengusaha.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-bottom-color: rgb(213, 213, 213); border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-color: rgb(213, 213, 213); border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-color: rgb(213, 213, 213); border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-color: rgb(213, 213, 213); border-top-style: none; border-top-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;pengusaha&quot; width=&quot;225&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Menjadi seorang pengusaha bukan hal yang mudah. Selain skill, anda perlu memiliki mental yang kuat sehingga usaha anda mampu terus bertahan dan berkembang.&lt;br /&gt;
Berdasarkan studi, hampir kebanyakan usaha runtuh dalam kurun waktu lima tahun pertama.Ketidakmampuan bisnis-bisnis itu bertahan dalam lima tahun pertama antara lain disebabkan karakteristik-karakteristik mental para pemiliknya, yang perlu anda pahami dengan baik dan jauhkan dari diri anda.&lt;span id=&quot;more-1303&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tidak Sabar dan Meledak-ledak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengusaha yang memiiki sifat tidak sabaran dan meledak-ledak akan bertindak sembrono. Orang-orang seperti ini adalah contoh orang yang tidak memiliki ketenangan dalam tingkat yang membahayakan usaha. Mereka tidak memiliki kewaspadaan dan mengambil keputusan hanya berdasarkan reaksi sesaat. Ketika menemui masalah, orang yang memiliki sifat ini tidak berupaya melakukan penyesuaian-penyesuaian, tetapi mengambil jalan pintas untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Padahal, untuk bisnis yang masih dalam tahap inkubasi, diperlukan langkah-langkah yang hati-hati, pelan tapi pasti.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;    &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Terlalu Percaya Diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengusaha yang terlalu percaya diri tidak mampu melihat kemampuan dirinya secara nyata dalam menggerakkan dan menjaga kesinambungan perkembangan bisnisnya. Mereka juga tidak memiliki kewaspadaan dan mengabaikan peringatan-peringatan karena merasa terlalu percaya bahwa tidak ada satupun masalah yang dapat mengganggu usahanya. Pengusaha seperti ini juga terlalu berlebihan menilai kekuatan rencana bisnisnya, kemampuannya untuk mendapatkan dana, dan berlebihan memperkirakan permintaan atas produk atau jasanya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Masa Bodoh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa pengusaha tidak memiliki patokan yang jelas dari mana mereka harus memulai usahanya. Hasilnya, mereka tidak terbiasa dengan pasar tidak berpengalaman menjalankan sebuah bisnis dan masa bodoh mengenai kebutuhan-kebutuhan kewirausahaan seperti kondisi keuangan, ketahanan fisik dan sikap emosionalnya. Anda tidak boleh masa bodoh, mau tidak mau anda harus benar-benar mempelajari setiap aspeknya sekecil apapun. Tahukah anda, kegagalan mengetahui secara pasti setiap aspek dari usaha bisnis, atau kegagalan menimbang investasi pribadi yang dibutuhkan adalah kesalahan yang kelak harus anda bayar mahal.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mental Tempe&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengusaha yang memiliki “mental tempe” mudah menyerah ketika menghadapi tantangan atau kemunduran. Mereka tidak memiliki ketangguhan untuk terus berjalan dalam keadaan sulit sekalipun. Inilah yang membedakan antara pengusaha sukses dan pengusaha gagal. Dalam sejarah, hampir setiap pengusaha yang sukses melewati masa-masa sulit sebelumnya. Mereka yang tetap berada dalam bahtera dan melanjutkan mimpi-mimpinya adalah mereka yang berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6op1c&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/9056735083092186653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/ingin-sukses-berbisnis-jauhi-sifat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/9056735083092186653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/9056735083092186653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/ingin-sukses-berbisnis-jauhi-sifat.html' title='Ingin sukses berbisnis? Jauhi Sifat-Sifat Ini'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-4223714656271173160</id><published>2012-03-29T16:21:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T16:21:03.773-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ikhlas untuk Memaafkan"/><title type='text'>Ikhlas untuk Memaafkan</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/06/memberi-maaf.jpeg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-1271&quot; height=&quot;156&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/06/memberi-maaf.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-bottom-color: rgb(213, 213, 213); border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-color: rgb(213, 213, 213); border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-color: rgb(213, 213, 213); border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-color: rgb(213, 213, 213); border-top-style: none; border-top-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;memberi maaf&quot; width=&quot;192&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Ikhlas memaafkan kesalahan&amp;nbsp; orang lain adalah suatu perbuatan yang tidak mudah, apalagi jika kesalahan yang dibuatnya adalah suatu kesengajaan untuk menyakiti hati kita. Tapi percayalah keikhlasan kita memaafkan orang yang berbuat salah pada kita akan membuat kita lebih tenang dalam menjalani kehidupan ini.&lt;br /&gt;
Sembilan tahun yang lalu aku adalah seorang ibu muda yang masih belajar untuk mengendalikan emosi dalam menjalani hidup berumah tangga. Aku dikaruniai seorang putri. Kami tinggal disalah satu kompleks perumahan yang rata2 dihuni oleh pasangan muda yang masing2 juga punya anak yang sebaya.&lt;br /&gt;
Mungkin ada saja orang yang selalu merasa lebih kaya, lebih alim, dan lebih pintar dari kita. Aku adalah orang yang bisa dibilang disepelekan oleh salah satu tetangga. Sering tahu2 diam dan nggak mau menyapa tanpa tahu aku salah apa, dan anakku selalu menangis jika bermain dan disitu ada anaknya dia.&lt;span id=&quot;more-1022&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   &lt;br /&gt;
Kubesarkan hati untuk selalu menyapanya, memberinya sesuatu untuk menghilangkan kebenciannya meski aku tak pernah tahu apa yang membuatnya marah atau membenciku, berdoa adalah kunci kekuatan hatiku, karena aku tahu Allah itu tidak pernah tidur, Allah maha melihat, juga maha mendengar.&lt;br /&gt;
Kadang aku bertanya pada diriku sendiri mungkinkah karena aku termasuk orang yang tidak mampu saat itu, tapi sudahlah kukubur semua prasangka burukku,karena aku nggak mau prasangkaku akan menjadi bumerang padaku dan keluargaku. Aku hanya yakin satu hal bahwa aku masih punya Tuhan yang tidak pernah meninggalkanku yang selalu akan mendengar doa2 setiap hambanya.&lt;br /&gt;
Waktu terus berlalu, dan Tuhan pun menjawab doaku. Suatu hari dia datang dan meminta maaf padaku. Meski aku tahu mungkin masih ada perasaan malu untuk mengakui kesalahannya. Aku rasanya berada di ujung langit yang begitu tinggi, karana aku telah menundukkannya dengan dia datang ke rumah dan mengucap kata maaf di depanku.&lt;br /&gt;
Semula susah sekali melupakan begitu saja kesalahan2 dan sikap2 nya yang selalu menyepelekanku apalagi terhadap anakku. Meski sampai sekarang aku tak pernah tahu apa yang membuatnya bersikap begitu. Apakah karena dia merasa lebih dan lebih di bandingkan aku, aku tak pernah menanyakannya. Dan bagiku itu tak perlu kutanyakan.&lt;br /&gt;
Kutanggapi permintaan maafnya dengan senyuman, meski dalam dadaku berkecamuk perasaan yang tidak karuan, antara ya dan tidak. Karena sembilan tahun bukanlah waktu yang singkat untuk kita bersabar menghadapi kelakuannya padaku dan anakku.&lt;br /&gt;
Untuk memunculkan keikhlasan dalam diriku tidaklah mudah. Beberapa malam susah pejamkan mata, susah khusyuk dalam sholat. Kusembunyikan p erasaan gundahku dari pandangan suamiku. Sampai suatu hari kusadari bahwa aku harus benar2 ikhlas memaafkannya, baru kurasakan ketenangan dalam hidup. Kuhilangkan perasaanku yang merasa menang atas permintaan maafnya padaku.&lt;br /&gt;
Aku yakin jika kita selalu ikhlas memaafkan kesalahan orang lain, kita akan selalu menemukan kemudahan, paling tidak untuk ketenangan batin kita, agar tidak selalu diselimuti oleh dendam.&lt;br /&gt;
Dan satu yang paling penting adalah kekuatan doa dan kesabaran adalah kunci dari keikhalasan untuk memaafkan setiap kesalahan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6oodI&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/4223714656271173160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/ikhlas-untuk-memaafkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/4223714656271173160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/4223714656271173160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/ikhlas-untuk-memaafkan.html' title='Ikhlas untuk Memaafkan'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-7967557713480770774</id><published>2012-03-29T16:17:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T16:17:20.919-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perjalanan"/><title type='text'>Perjalanan</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/kehidupan.jpeg&quot; style=&quot;color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;motivasi kehidupan&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-887&quot; height=&quot;124&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/kehidupan.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-color: rgb(213, 213, 213); border-style: none; border-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;kehidupan&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Terbang dengan merentang kedua sayap membujur diantara hembusan angin yang menerpa,sesekali mengepak sayap memacu bersama tiupan angin, melayang-layang di bentangan alam. Bulu-bulunya begitu halus,sehalus kain sutra, seindah bintang di langit yang memancarkan kemilauan cahaya. Kepakan sayapnya membelah rintangan yang menghadangnya, mengarungi lautan kebebasan, melesat laksana anak panah yang terlepas dari busur, melintasi jazirah alam. Sayap kanan di sanggga oleh tulang-tulang dilapisi kulit yang indah sehingga di gelari Keagungan, sedangkan sayap kiri ikut menopang untuk menjaga keseimbangan dan diberi nama Kebenaran&lt;br /&gt;
Membongkar sendi-sendi yang telah diletakan&lt;br /&gt;
Perjalanan telah menghantar&lt;br /&gt;
Ke depan pintu pengertian&lt;br /&gt;
Putaran bumi yang diikuti&lt;br /&gt;
Menuntun ke tempat bersarangnya pengetahuan&lt;br /&gt;
Yang telah dibalut&lt;br /&gt;
dengan lapisan tipis&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;    &lt;br /&gt;
Yang terukir pada dinding&lt;br /&gt;
Dan terpahatkan pada tembok&lt;br /&gt;
Dan menjadi mahkota di kepala&lt;br /&gt;
Tempat terang terbenam&lt;br /&gt;
Belum cukup menjadi persinggahan&lt;br /&gt;
Tetesan embun pagi belum cukup mengenyangkan&lt;br /&gt;
Liang yang di gali menjadi tempat menimbun&lt;span id=&quot;more-1230&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Saat petang datang menghampiri di penghabisan usia, dan mengunjungi di ujung tarikan nafas&lt;br /&gt;
Akan kamu berlari menyelamatkan&lt;br /&gt;
Akan kamu menyembunyikan&lt;br /&gt;
Menyisiri pesisir pantai melepaskan kegirangan dengan bermain bersama ombak yang bergulung-gulung bagaikan gerombolan anak rusa yang turun dari pegunungan, deburan ombak terasa akrab bagaikan saudaranya.&lt;br /&gt;
Masuklah ke dalam lautan dunia ini agar dapat melihat dasarnya&lt;br /&gt;
Hingga cukup ringan muncul ke atas&lt;br /&gt;
Pandanglah alam ini…&lt;br /&gt;
Jangan membawa masuk melainkan keluar&lt;br /&gt;
Lepaskan ikatan&lt;br /&gt;
Agar menjadi bagiannya&lt;br /&gt;
Tak terasa telah terbang ,melakukan maneuver dengan kelincahan sayap-sayapnya ,langit turut gembira menyasikkan kemahiran, nafas bumi dam sepoi angin turut membantu gerakannya,putaran bumi telah melewati separoh hari, saat itu cakrawala memperlihatkan wajahnya dengan rona kejinggahan di ufuk barat, mengisyaratkan segera pulang menuju tempat yang menjadi perlindungan di waktu malam&lt;br /&gt;
Perjalanan pulang ke batas perpisahan di iringi senyum kemerahan di kaki perbatasan&lt;br /&gt;
Berjubah kelabu,menyertai kepergian dan terbaring dalam pangkuan kaki bumi&lt;br /&gt;
Pasukan malam menyambut penuh girang menghias malam di setiap lipatan langit&lt;br /&gt;
Dari punggung gunung lolongan anak serigala membelah kesunyian&lt;br /&gt;
sampai menyusup belahan dinding pegunangan hingga lenyap di dasar lembah&lt;br /&gt;
Memberikan kabut sebagai selimut malam mendampingi saat terbuai dalam tidur&lt;br /&gt;
Datang berselubung kelam&lt;br /&gt;
Membungkus lapisan langit dalam halimun&lt;br /&gt;
Tak akam beranjak&lt;br /&gt;
Sebelum embun diatas daun meninggalkan jejak diatas permukaan bumi&lt;br /&gt;
Dari situ, berdiri diantara gunung-gunung dengan wajah yang berseri-seri, dari raut mukanya memancarkan garis sinar kemerahan menyapu ke gugusan pegunungan, sementara itu berkas cahaya naik ke atas mengikuti sumbu bumi, bergerak terus ke atas menuju telaga ,percikan air dari telaga memecah keheningan hingga ke dinding tebing,walaupun kabut di sekeliling telaga belum beranjak dari permukaan ,hembusan angin dari cela gunung memisahkan kabut dari telaga, saat itu cahaya menembus celah tebing meluluhkan kebekuan kabut agar segera menghilang.&lt;br /&gt;
Benih yang jatuh di pinggir jalan tak akan sia-sia&lt;br /&gt;
Disitu ada kekuatan yang tumbuh&lt;br /&gt;
Bersatu pada bagian dalam dengan bagian luar&lt;br /&gt;
Disitu tidak ada lagi yang lain&lt;br /&gt;
Karena bagian dalam dan bagian yang luar menyatu&lt;br /&gt;
Semua itu dalam keadaan nyata dan sadar&lt;br /&gt;
Itulah keindahan yang paling indah&lt;br /&gt;
Bergerak mengikuti dorongan kekuatan cahaya&lt;br /&gt;
Berjalan mengikuti keinginan akan cintatidak dapat di jaring oleh pikiran ataupun di jerat oleh ungkapan, akan tetapi dapat menggerakan, memainkan melodi indah , gerakan ini menimbulkan gelombang yang akan megeluarkan hasrat untuk melihat keindahan, dan menghasilkan percikan api yang menghidupkan semangat dan menerima kenyataan ini dalam kesederhanaan.Kenallah dalam kesederhanaanya, sebab dengan demikian akan mengajari untuk memeluk keindahan yang tidak memiliki batas, masuk dengan jiwa suci dan tinggal disitu hingga dorongan perasaan akan menangkap makna kebenaran yang di rasakan dan membawa pergi dalam kekuatan yang akan tumbuh terus dan tak akan pernah mati,karna memiliki kekuatan yang tak terbatas,tak termakan oleh waktu,wajahnya akan berubah-ubah,akan tetapi meliki jalan sendiri untuk menyatatakan dan memberi warna yang lahir dari ketulusan jiwa, , apa yang ada di sana adalah apa yang ada di sini, tidak pergi kesana untuk di bawa kemari melainkan , beranjak dari sini,saat ini juga,apa yang ada didalam jauh lebih besar dari apa yang pernah dibayangkan karna tidak dapat ditulis,ataupun diukir dalam kata-kata, apa yang di dalam membuka gerbang pengetahuan untuk melihat semuanya dan tidak meninggalkan seorang diri di dalam dunia ini,akan tetapi menemani dalam segala wujud,demikian wujud yang di dalam akan bergerak mengikuti cahaya,dunia tidak dapat mengenalnya karna tidak berasal dari dunia ini melainkan dari dalam, dunia tidak dapat melihatnya karna kabut menutupi penghihatan,dunia tidak dapat menerima wujudnya karena dunia ada seperti lembaran kain yang terbentang ..&lt;br /&gt;
Sudah ada sebelum dunia ini diciptakan&lt;br /&gt;
Memanggil sejak dalam kandungan&lt;br /&gt;
Memberi wujud dalam kehidupan&lt;br /&gt;
tidak memberi dan tidak juga mengambil&lt;br /&gt;
tidak memiliki satu warna namun mewakili semua warna dan pengejewantahan di dalam kehidupan&lt;br /&gt;
Agar memiliki makna, memiliki arti&lt;br /&gt;
Tidak memiliki motif&lt;br /&gt;
Satu-satunya keinginan adalah menjadi dirinya apa-adanya&lt;br /&gt;
Sebab tempatnya kekal&lt;br /&gt;
rumahnya abadi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6ooKQ&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/7967557713480770774/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/perjalanan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/7967557713480770774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/7967557713480770774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/perjalanan.html' title='Perjalanan'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-4958732030417702200</id><published>2012-03-29T16:13:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T16:13:59.955-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pantang Mengeluh"/><title type='text'>Pantang Mengeluh</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma, verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/03/pantang-menyerah.jpeg&quot; style=&quot;color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-1152&quot; height=&quot;188&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/03/pantang-menyerah.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-color: rgb(213, 213, 213); border-style: none; border-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;pantang menyerah&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Sebagai manusia, wajarlah jika sesekali kita mengeluh dengan keadaan yang tidak sesuai keinginan. Tetapi, tidak pantas rasanya jika setiap kali kita menemukan hal yang melenceng saja dari apa yang kita inginkan dihadapi dengan mengeluh.&lt;br /&gt;
Mengeluh sepertinya sudah menjadi “tren”. Contohnya saja dengan adanya jejaring sosial yang memungkinkan untuk kita bisa share apapun yang kita alami. Ini secara tidak langsung dapat menjadi hal pelancar mengeluh. Pentingkah menceritakan semua yang menimpa kita kepada semua orang? Apakah dengan menceritakan semuanya dapat menghilangkan masalah itu? Tentu tidak.&lt;span id=&quot;more-1148&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Memang, mengeluh sah-sah saja untuk mencari solusi masalah kita. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   Yang terjadi ketika kita mengeluh, apakah kita berpikir untuk menemukan solusi? Kebanyakan kita tidak berpikir jauh seperti itu. Secara tersirat, tujuannya hanya ingin orang mendengarkan keluh kesah kita&lt;br /&gt;
Sebenarnya, dengan atau tanpa mengeluh hidup tetaplah hidup. Yang harus dijalani walaupun lelah, yang harus dihadapi walaupun berat, yang harus dimengerti walaupun rumit. Memperlihatkan kelemahan kita justru akan menjadi negatif.&lt;br /&gt;
Sebegitu susahkah untuk bersyukur?&lt;br /&gt;
Kiriman sahabat&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Esti Gumansuci&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/1ULd7&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/4958732030417702200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/pantang-mengeluh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/4958732030417702200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/4958732030417702200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/pantang-mengeluh.html' title='Pantang Mengeluh'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-1603372270201804586</id><published>2012-03-29T16:09:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T16:09:37.421-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemenang Dalam Diri"/><title type='text'>Pemenang Dalam Diri</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma, verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/01/singa-bertarung.jpeg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-1026&quot; height=&quot;152&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/01/singa-bertarung.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-color: rgb(213, 213, 213); border-style: none; border-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;singa bertarung&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Sore hari di tengah telaga, ada dua orang yang sedang memancing. Mereka adalah ayah dan anak yang sedang menghab&lt;a href=&quot;http://zoneprinter.com/&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot; title=&quot;printer review&quot;&gt;i&lt;/a&gt;skan waktu mereka disana. Dengan perahu kecil, mereka sibuk mengatur pancing dan umpan.&amp;nbsp; Air telaga bergoyang perlahan dan membentuk riak-riak kecil di air. Gelombangnya mengalun menuju tepian, menyentuh sayap-sayap angsa yang sedang berjalan beriringan. Suasana begitu tenang, hingga terdengar sebuah percakapan.&lt;br /&gt;
“Ayah.”&lt;br /&gt;
“Hmm..ya..” Sang ayah menjawab pelan. Matanya tetap tertuju pada ujung kailnya yang terjulur.&amp;nbsp; “Tadi malam ini,aku berm&lt;a href=&quot;http://zoneprinter.com/&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot; title=&quot;Printer review&quot;&gt;i&lt;/a&gt;mpi aneh.&amp;nbsp; Dalam mimpiku, ada dua ekor singa yang sedang berkelahi. Gigi-gigi mereka, terlihat runcing dan tajam. Keduanya sibuk&amp;nbsp; mencakar dan menggeram, saling ingin menerkam. Mereka tampak ingin saling menjatuhkan.” ucap sang anak.&lt;br /&gt;
&lt;span id=&quot;more-1024&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Anak muda ini terdiam sesaat. Lalu, mulai melanjutkan cerita, “singa yang pertama, terlihat baik dan tenang. Geraknya perlahan namun pasti. Badannya pun kokoh dan bulunya teratur. Walaupun suaranya keras, tapi terdengar menenangkan buatku.”&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   &lt;br /&gt;
Ayah mulai menolehkan kepala, dan meletakkan pancingnya di pinggir haluan.”Tapi, singa yang satu lagi tampak menakutkan buatku. Geraknya tak beraturan, sibuk menerjang kesana-kemari. Punggungnya pun kotor, dan bulu yang koyak. Suaranya parau dan menyakitkan.”&lt;br /&gt;
“Aku bingung, maksud dari mimpi ini apa?. Lalu, singa yang mana yang akan memenangkan pertarungan itu, karena sepertinya mereka sama-sama kuat?”&lt;br /&gt;
Melihat anaknya yang baru beranjak dewasa itu bingung, sang Ayah mulai angkat bicara. Dipegangnya punggung pemuda di depannya. Sambil tersenyum, ayah berkata, “pemenangnya adalah, yang paling sering kamu beri makan.”&lt;br /&gt;
Ayah kembali tersenyum, dan mengambil pancingnya. Lalu, dengan satu hentakan kuat, di lontarkannya ujung kail itu ke tengah telaga. Tercipta kembali pusaran-pusaran air yang tampak membesar. Gelombang riak itu kembali menerpa sayap-sayap angsa putih di tepian telaga.&lt;br /&gt;
=========&lt;br /&gt;
Sahabat&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://resensi.net/&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot; title=&quot;Kumpulan cerita motivasi&quot;&gt;Resensi&lt;/a&gt;,&amp;nbsp; setiap diri kita memiliki “singa” saling bertolak belakang. Masing-masing ingin menjadi pemenang, dengan menjatuhkan salah satunya. Singa-singa itu adalah gambaran dari sifat yang kita miliki. Kebaikan dan keburukan. Dua sifat ini sama-sama memiliki peluang untuk menjadi pemenang dan kita pun dapat mengambil sikap untuk memenangkan salah satunya. Semua tergantung dengan singa mana yang sering kita beri makan.&lt;br /&gt;
Salah satu santapan dari singa yang buruk adalah sinetron. Sinetron memiliki naskah yang&amp;nbsp; dangkal, emosional berlebihan, pendidik yang baik dalam hal kekerasan, kelicikan, alur cerita yang dipanjang-panjangkan, yang makin hari makin tidak berkualitas. Sinetron yang baik bisa dihitung dengan jari.&lt;br /&gt;
Belum lagi, kita juga disuguhkan oleh tayangan gosip, yang membuka-buka aib orang lain. Juga tayangan yang mempertontonkan keburukan dan kekerasan.&lt;br /&gt;
Ingat, keburukan yang koar-koarkan akan menghasilkan keburukan yang serupa.&lt;br /&gt;
Sahabat,&lt;br /&gt;
&lt;em style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Katakanlah, “Aku berlindung kepada Rabb (Tuhan yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Ilaah (sembahan) manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
Al Qur’an Surat An-Nas.&lt;br /&gt;
Setiap dari kita merindukan tayangan yang berkualitas, yang menengok pribadi-pribadi yang tangguh dalam berjuang tuk mencapai prestasi. Tayangan yang santun, tayangan yang mengajak untuk&amp;nbsp; lebih dekat dengan Tuhannya.&lt;br /&gt;
Apa yang kita baca dan apa yang kita lihat, adalah makanan bagi pikiran kita. Apa yang terpikirkan, itulah yang akan tersikap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6onbN&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/1603372270201804586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/pemenang-dalam-diri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/1603372270201804586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/1603372270201804586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/pemenang-dalam-diri.html' title='Pemenang Dalam Diri'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-8270905533031855310</id><published>2012-03-29T16:02:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T16:02:50.700-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pelajaran Satu Juta Dolar"/><title type='text'>Pelajaran Satu Juta Dolar</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/02/sopir-taksi.jpg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-1077&quot; height=&quot;132&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/02/sopir-taksi.jpg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-color: rgb(213, 213, 213); border-style: none; border-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;sopir taksi&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Cerita motivasi&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;kali ini disadur dari buku A Million Dollar Lesson yang dikarang oleh Petey Parker.&amp;nbsp; Petey Parker adalah seorang memberikan dasar-dasar bisnis inti melalui konsultasi dan seminar untuk semua kalangan. Dia membawa sebuah perspektif yang jujur sebagai pengamat, memberikan wawasan strategis, dan membantu perusahaan dalam menemukan solusi akan program dan agenda perusahaan. Berikut adalah ceritanya..&lt;br /&gt;
Seorang sopir taxi di Dallas telah mengajarkan saya bagaimana memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan. Sebuah pelajaran seharga satu juta Dollar. Mungkin anda harus mengeluarkan ribuan Dollar untuk membayar seorang keynote atau pembicara profesional dalam sebuah seminar atau pelatihan motivasi untuk karyawan perusahaan. Tapi kali ini saya hanya cukup mengeluarkan ongkos taxi seharga 12 Dollar saja.&lt;span id=&quot;more-1076&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   &lt;br /&gt;
Berikut ceritanya: Suatu hari saya terbang ke Dallas untuk bertemu seorang klien. Waktu sangat sempit, karena saya harus segera kembali ke airport. Saya menghentikan sebuah taxi. Begitu berhenti, dengan segera sopir taxi membuka pintu mobil untuk saya, dan memastikan bahwa saya telah duduk dengan nyaman di dalamnya.&lt;br /&gt;
Begitu saya duduk di belakang kemudi, dia menunjuk sebuah koran Wall Street Journal yang terlipat rapi di samping saya untuk dibaca. Kemudian dia menawarkan beberapa kaset, dan menanyakan jenis musik apa yang saya sukai. “Wow,” saya cukup terperanjat dengan pelayanannya. Saya menoleh ke sekeliling. Mungkin ada program “Candid Camera” yang ingin menjebak dan mengolok-olok saya. Dengan penasaran saya memberanikan bertanya pada sopir taxi itu, “Wah, kelihatannya anda sangat senang sekali dengan pekerjaan anda. Tentunya anda punya cerita yang panjang mengenai pekerjaan anda ini”&lt;br /&gt;
“Anda salah,” jawabnya, “Dulu saya bekerja di Corporate America (Perlu diketahui ini adalah sebuah perusahaan besar di Amerika). Tetapi saya merasa letih karena berapa pun kerasnya usaha untuk menjadi yang terbaik dalam perusahaan itu, ternyata tidak pernah memuaskan hati saya. Kemudian saya memutuskan untuk menemukan sebuah langkah dalam kehidupan saya dimana saya bisa merasa bangga dan puas karena mampu menjadi diri saya yang terbaik.”&lt;br /&gt;
“Saya tahu,” lanjutnya, “Saya takkan pernah bisa menjadi seorang ilmuwan roket, tetapi saya suka sekali mengendarai mobil dan memberikan pelayanan pada orang lain. Saya ingin merasa bahwa saya telah melakukan pekerjaan yang terbaik setiap harinya. Lalu, saya merenungi apa yang jadi kelebihan diri saya, dan wham.. saya menjadi seorang sopir taxi.”&lt;br /&gt;
“Satu hal yang saya yakini, supaya saya meraih keberhasilan dalam usaha saya ini, saya hanya perlu memenuhi kebutuhan penumpang saya. Tetapi agar bisnis saya ini menjadi luar biasa, saya harus melebihi harapan penumpang saya. Tentu saja saya ingin meraih hasil yang luar biasa, ketimbang yang biasa-biasa saja.”&lt;br /&gt;
Waw, ini adalah sebuah pelajaran nyata yang luar biasa. Menurut anda, apakah saya memberinya tip yang besar atas pelayanan yang diberikannya? Anda salah! Keluarnya dia adalah kerugian bagi CorporateAmerica, tetapi teman perjalanan yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kata kata bijak motivasi&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;kali ini&lt;br /&gt;
Bahagia bukanlah disebabkan oleh penghasilan dan jabatan tinggi, namun bahagia adalah karena suatu hal yang kita merasa bangga dan puas telah melakukannya (Resensi.net)&lt;br /&gt;
Jika ingin usaha berhasil, penuhi kebutuhan customer. Jika ingin usaha luar biasa, lebihi apa yang menjadi harapan customer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : d&lt;a href=&quot;http://adf.ly/6omuu&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ari sini &lt;/a&gt; &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/8270905533031855310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/pelajaran-satu-juta-dolar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/8270905533031855310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/8270905533031855310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/pelajaran-satu-juta-dolar.html' title='Pelajaran Satu Juta Dolar'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-2185814085862168687</id><published>2012-03-29T15:52:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T15:52:41.530-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="10 Kualitas Pribadi yang Disukai"/><title type='text'>10 Kualitas Pribadi yang Disukai</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketulusan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang=&quot;id-ID&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kerendahan Hati&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang&lt;br /&gt;
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa&lt;br /&gt;
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya&lt;br /&gt;
tidak merasa minder.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;    &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot; lang=&quot;id-ID&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span id=&quot;more-297&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang=&quot;id-ID&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;b&gt;Kesetiaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;Kesetiaan sudah menjadi barang langka &amp;amp; sangat tinggi harganya. Orang yang&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang=&quot;id-ID&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;b&gt;Positive Thinking&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang=&quot;id-ID&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;b&gt;Keceriaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang=&quot;id-ID&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;b&gt;Bertanggung jawab&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang=&quot;id-ID&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;b&gt;Percaya Diri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang=&quot;id-ID&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;b&gt;Kebesaran Jiwa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.&lt;br /&gt;
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang=&quot;id-ID&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;b&gt;Easy Going&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang=&quot;id-ID&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;b&gt;Empati&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;id-ID&quot;&gt;pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div lang=&quot;id-ID&quot; style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Artikel dikutip dari Kartu Pintar produksi Visi Victory Bandung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6omB8&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/2185814085862168687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/10-kualitas-pribadi-yang-disukai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/2185814085862168687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/2185814085862168687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/10-kualitas-pribadi-yang-disukai.html' title='10 Kualitas Pribadi yang Disukai'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-3445246605528663058</id><published>2012-03-29T08:53:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T08:53:56.756-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Apa Kamu Bisa?"/><title type='text'>Apa Kamu Bisa?</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/01/juara.jpg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-1040&quot; height=&quot;124&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/01/juara.jpg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-color: rgb(213, 213, 213); border-style: none; border-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;juara&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Dulu, Dulu banget… saat saya baru duduk di bangku kelas 1 SMU,&amp;nbsp; ada sebuah audisi untuk sebuah majalah sekolah,&amp;nbsp; tentunya di sekolah yang baru saya duduki bangkunya tadi. Karena saya suka nekat dan ingin mencari suatu kegiatan baru (selain main gitar dirumah selepas pulang sekolah), saya putuskan untuk ambil bagian didalamnya.&amp;nbsp; Layaknya remaja pada umumnya, semangat saya sangat menggebu-gebu saat itu, langsung saja tawaran itu saya jawab dengan jari telunjuk mengacung keatas,&amp;nbsp; “Saya mau!” dan saat itu saya orang pertama dikelas yang mengajukan diri.&lt;br /&gt;
&lt;span id=&quot;more-1039&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Tak&amp;nbsp; selang beberapa lama, Guru Bahasa Indonesia dengan senyum kecut nya, menunda pencatatan diri saya di daftar calon anggota majalah sekolah itu. Hal yang paling mendasar dan mungkin bisa diterima, adalah syaratnya yang sangat eksklusif,&amp;nbsp; ‘Calon Peserta Adalah Siswa Rangking 1 dan 2, atau Memiliki Danem Tinggi’,&amp;nbsp; sontak saya terkejut sembari menahan malu,&amp;nbsp; karena kenyataanya, saya sama sekali tidak masuk kategori.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;
Guru itu lantas mencari kandidat baru, dengan alasan, saya adalah cadangan jika tidak ada lagi calon dikelas itu. Tindakan itu adalah cambuk buat saya, sehina itukah saya?se elegan itukah majalah sekolah? Karena tidak satupun mau, keputusan pun jatuh pada saya dan seorang lagi siswi cantik dengan nilai tinggi. “Okky, apa kamu bisa?kamu goblok gitu,” oloknya didepan 50 siswa. Dengan santai saya jawab, “Orang tua saya tidak pernah meragukan saya saat saya belajar jalan, jadi kenapa saya harus ragu?” jawab saya tegas.&lt;br /&gt;
‘Pertempuran’ pun dimulai, satu tahun pertama, saat itu masih anggota junior, saya berhasil mengumpulkan artikel saya jauh sebelum tanggal deadline, satu tahun kedua, saya berhasil dipilih mnenjadi ketua baru, atau bahasa keren-nya, Pimpinan Redaksi. Sejumlah perubahan saya lakukan, mulai penggunaan bahasa baku, rekrutmen yang tidak lagi mementingkan nilai, pengakuan kemampuan personal, hingga look majalah yang baru. Saya berhasil melampaui siswi cantik dengan nilai terbaik itu.&lt;br /&gt;
Prestasi Jurnalis SMA Terbaik, berhasil saya raih, dan kepercayaan teman-teman, guru, kepala sekolah, hingga guru pematah semangat tersebut, beralih pada saya, siswa bodoh dan bahan olokan.&lt;br /&gt;
Lepas dari pendidikan Putih Abu-abu tersebut, selang beberapa tahun tentunya, saya putuskan untuk meneruskan hobi saya sebagai Jurnalis dengan melamar sebagai wartawan di media lokal. Dengan semangat olokan dulu, saya berhasil menjadi Koordinator Liputan, Redaktur, hingga Humas dalam 2 tahun masa kerja saya.&lt;br /&gt;
Bukan Prestasinya yang menjadi inti tulisan ini, tapi saya berhasil menaklukan momok ejekan yang selalu menjadi ganjalan selama ini. Guru pematah semangat itu sekarang berbalik malu saat melihat saya di reuni sekolah. Tapi tanpa saya sadari, Guru itu sudah berubah menjadi Guru Pembakar Semangat saya. Saya peluk dia, dan saya katakan, “Terima kasih atas ejekan ibu dulu.”&lt;br /&gt;
Hari ini saya megajak anda untuk melakukan apa yang ingin anda lakukan. Sekecil apapun itu, serendah apapun diri anda, jika kemauan itu dapat merubah hidup anda menjadi lebih baik, Lakukanlah!&lt;br /&gt;
Jadikan ejekan, hinaan, dan hambatan sebagai batu lompatan. Niat anda lebih berharga dari sebuah angka akademis, prestasi nilai, taraf hidup, kekurangan fisik, minoritas suku, dan apapun yang membuat anda berbeda dengan lingkungan anda.&lt;br /&gt;
Hidup kita mahal, karena pembuatnya adalah maestro terhebat, Ilmuan dari segala ilmuan, dan tidak ada yang boleh merendahkan anda didunia ini, karena Tuhan menciptakan anda dengan Sempurna.&lt;br /&gt;
Salam Damai,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6o0Zj&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/3445246605528663058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/apa-kamu-bisa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/3445246605528663058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/3445246605528663058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/apa-kamu-bisa.html' title='Apa Kamu Bisa?'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-4927277816522456243</id><published>2012-03-29T08:50:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T08:50:12.902-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bekerja Sepenuh Hati"/><title type='text'>Bekerja Sepenuh Hati</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/01/tukang-ledeng.jpeg&quot; style=&quot;color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-1018&quot; height=&quot;176&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2011/01/tukang-ledeng.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-color: rgb(213, 213, 213); border-style: none; border-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;tukang ledeng&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Suatu Ketika Mercedez Benz owner memiliki masalah dengan kran air di kamar mandi dalam rumahnya. Kran tersebut selalu bocor sampai Big Bos Marcedez itu khawatir akan keselamatan anaknya yang mungkin saja dapat terpeleset dan jatuh.&lt;br /&gt;
Mengikuti rekomendasi temannya, Mr. Benz menghubungi tukang ledeng agar memperbaiki kran miliknya. Akhirnya dibuat perjanjian untuk memperbaiki yaitu 2 hari kemudian. Karena si tukang ledeng cukup sibuk. Sama sekali si Tukang ledeng tidak mengetahui bahwa si penelpon adalah&amp;nbsp; termasuk orang penting, pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman.&lt;br /&gt;
&lt;span id=&quot;more-1017&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Setelah ditelpon, satu hari kemudian si tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menyampaikan ucapan terima kasih karena telah bersedia menunggu hingga satu hari lagi.&lt;br /&gt;
Mr. Benz-pun kagum atas pelayanan si tukang ledeng dan cara berbicaranya.&lt;br /&gt;
Hari berikutnya pada hari yang telah ditentukan, si tukang ledeng datang untuk memperbaiki kran yang bocor di rumah Mr. Benz.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;    &lt;br /&gt;
Setelah diutak-atik, akhirnya kran pun selesai diperbaiki dan setelah menerima pembayaran atas jasanya, si tukang ledeng pulang .&lt;br /&gt;
Sekitar 2(dua) minggu kemudian setelah hari itu, si tukang ledeng menelpon Mr. Benz untuk menanyakan apakah kran yang telah diperbaiki sudah benar-benar beres dan tidak ada masalah yang timbul? Ternyata Mr. Benz puas akan kerja si tukang ledeng dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan si tukang ledeng. Mr. Benz berpikir, bahwa orang ini pasti orang yang hebat walaupun hanya tukang ledeng.&lt;br /&gt;
Beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya. Tahukah Anda siapa namanya?&lt;br /&gt;
Ya, dialah Christopher L. Jr. Saat ini jabatannya adalah General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz !&lt;br /&gt;
========&lt;br /&gt;
Sahabat Resensi.net, tahukah anda apa makna dari cerita diatas. Cerita diatas memberikan motivasi kepada kita untuk memberikan yang terbaik di kehidupan ini apapun posisi kita saat ini. Kita tidak tahu, sebenarnya posisi kehidupan kita dimana, namun dengan memberikan yang terbaik, kita tidak akan menoleh kebelakang melihat goresan cerita kehidupan kita dengan kekecewaan. Yang ada hanyalah senyum kepuasan akan apa yang telah kita lakukan.&lt;br /&gt;
Kehidupan ini hanyalah panggung sandiwara, maka sebaik-baik pemain adalah yang bermain sebaik mungkin dengan kesadaran bahwa perannya hanya sementara.&lt;br /&gt;
Ada naskah dan skenario Sang Pencipta yang tidak kita tahu.&lt;br /&gt;
Dibalik kebahagiaan, terkadang skenario selanjutnya adalah kesediihan, begitu pula terkadang dibalik kesedihan, skenario selanjutnya adalah kebahagiaan.&lt;br /&gt;
Hanya 2 hal yang dapat kita lakukan, yaitu meyakini bahwa skenario yang Allah berikan adalah yang terbaik dan berbuat yang terbaik dalam melalui setiap peristiwa kehidupan kita.&lt;br /&gt;
Maka jika Sahabat dalam kesedihan, kegalauan hati, keresahan jiwa, ingatlah bahwa itu hanya sementara…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6o06u&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/4927277816522456243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/bekerja-sepenuh-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/4927277816522456243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/4927277816522456243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/bekerja-sepenuh-hati.html' title='Bekerja Sepenuh Hati'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-4032808858793357094</id><published>2012-03-29T08:47:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T08:47:56.737-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="25-Menjadi Majikan Bagi Nasib Diri Sendiri"/><title type='text'>25-Menjadi Majikan Bagi Nasib Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img align=&quot;left&quot; alt=&quot;diri sendiri dan tantangan &quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2007/01/sendiri.jpg&quot; style=&quot;border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-style: none; border-top-width: 0px; max-width: 100%; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot; title=&quot;diri sendiri dan tantangan &quot; /&gt;“Miskin dan kaya adalah nasib ” ini adalah mitos yang berlaku di dalam masyarakat, khususnya di negara berkembang. Tak terkecuali di negara kita, Indonesia.&lt;br /&gt;
Kita sering mendengar, bahkan mungkin termasuk di antara kita pernah berucap; miskin sudah merupakan nasib kita. Bagaimanapun kita bekerja keras, tidak mungkin berubah, karena ini sudah suratan takdir. Sebaliknya, kalau nasib kita sudah ditentukan kaya dari “sononya”, maka usaha apa pun, bahkan kerja “seenaknya” bisa menjadikan kita sukses dan kaya.&lt;br /&gt;
Mitos seperti ini, sadar atau tidak, sudah diterima secara dogmatis di dalam masyarakat kita. Ditambah dengan mitos-mitos modern yang destruktif, seperti; bila kita berpendidikan rendah (hanya lulusan SMA/SMP/bahkan SD) maka spontan yang timbul di benak kita; kita sulit maju, sulit sukses dan kaya.&lt;span id=&quot;more-80&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dengan persepsi seperti ini, jelas kita telah terkena penyakit mitos yang menyesatkan. Hal ini akan mempengaruhi sikap mental dalam praktek di kehidupan nyata, sehingga menghasilkan kualitas hidup “ala kadarnya” atau sekedar hidup. Jika mitos ini dimiliki oleh mayoritas masyarakat kita, bagaimana mungkin kita bisa mengentaskan kemiskinan untuk menuju pada cita cita bangsa , yaitu; masyarakat adil-makmur dan sejahtera.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;
Kemiskinan sering kali merupakan penyakit dari pikiran dan hasil dari ketidaktahuan kita tentang prinsip hukum kesuksesan yang berlaku. Bila kita mampu berpikir bahwa kita bisa sukses dan mau belajar, serta menjalankan prinsip-pinsip hukum kesuksesan, mau membina karakteristik positif, yaitu; punya tujuan yang jelas, mau kerja keras, ulet, siap belajar, dan berjuang, maka akan terbuka kemungkinan-kemungkinan atau aktifitas-aktifitas produktif yang dapat merubah nasib gagal menjadi sukses. Miskin menjadi kaya! Seperti pepatah dalam bahasa Inggris “character is destiny”, kharakter adalah nasib.&lt;br /&gt;
Tidak peduli bagaimana Anda hari ini, dari keturunan siapa, berwarna kulit apa, atau apa latar belakang pendidikan Anda. Ingat, Anda punya hak untuk sukses!!!&lt;br /&gt;
Seperti kata-kata mutiara yang saya tulis; Kesuksesan bukan milik orang-orang tertentu. Sukses milik Anda, milik saya, dan milik siapa saja yang benar-benar menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;
Hancurkan mitos “miskin adalah nasib saya!”&lt;br /&gt;
Bangun karakter dan mental sukses!!!&lt;br /&gt;
Karena kita adalah penentu masa depan kita sendiri!&lt;br /&gt;
Majikan bagi nasib kita sendiri!&lt;br /&gt;
Sekali lagi, coh che chi ming yuin tek cu ren. Jadilah majikan bagi nasib diri sendiri.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Demikian dari saya &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6nzo7&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Andrie Wongso&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Action &amp;amp; Wisdom Motivation Training&lt;br /&gt;
Success is my right&lt;br /&gt;
Salam sukses luar biasa!!&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/4032808858793357094/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/25-menjadi-majikan-bagi-nasib-diri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/4032808858793357094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/4032808858793357094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/25-menjadi-majikan-bagi-nasib-diri.html' title='25-Menjadi Majikan Bagi Nasib Diri Sendiri'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-7267146025176368227</id><published>2012-03-29T08:44:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T08:44:37.093-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menyikapi Masalah"/><title type='text'>Menyikapi Masalah</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/12/elang1.jpeg&quot; style=&quot;color: black; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-1000&quot; height=&quot;153&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/12/elang1.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-color: rgb(213, 213, 213); border-style: none; border-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;elang&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Sahabat Resensi.net, dalam mengarungi kehidupan ini, adakalanya kita dihadapkan pada badai kehidupan. Ada hal yang dapat kita ambil pelajaran dari seekor elang.&lt;br /&gt;
Elang mampu terbang tinggi dengan melewati angin yang kencang dan badai menerpanya.&amp;nbsp; Apakah sahabat tau apa yang dilakukan elang saat badai menghampirinya? Ada hal yang menarik disini yang dapat kita pelajari.&lt;br /&gt;
Elang akan terbang ke tempat yang tinggi dan menunggu angin dan badai sambil membuka lebar-lebar sayapnya. Ketika badai datang, maka angin akan mengambil dan mengangkat tubuh elang ke atas badai. Sementara badai mengamuk di bawah, elang ini melonjak di atasnya.&lt;span id=&quot;more-979&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Elang tidak luput badai. Ini adalah cara sederhana untuk memanfaatkan badai untuk mengangkat tubuhnya lebih tinggi. Elang terbang tinggi bersama angin yang membawa badai.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Ketika badai kehidupan datang kepada kita – dan kita semua akan mengalami&lt;br /&gt;
seperti yang elang alami – kita dapat naik di masalah dengan menetapkan pikiran kita dan keyakinan kita bahwa kita akan melewati masalah itu. Badai tidak harus kita atasi. Tapi kita punya pilihan untuk memanfaatkan&amp;nbsp; masalah untuk meningkatkan kualitas kita.&lt;br /&gt;
Masalah bukanlah beban yang memberatkan kehidupan kita, namun ini adalah pelajaran dan pendidikan dari Allah, ini adalah cara untuk menaikkan kualitas kita. dan pelajaran&amp;nbsp; bagaimana menangani masalah dengan berbekal keyakinan dan kemantapan hati. Bukan dengan keputusasaan dan ketakutan.&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Tidaklah masalah&amp;nbsp; menimpa suatu kaum, melebihi kemampuan kaum itu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Saat masalah itu datang, lebarkan hati dan katakan, selamat datang masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6nzOh&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/7267146025176368227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/menyikapi-masalah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/7267146025176368227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/7267146025176368227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/menyikapi-masalah.html' title='Menyikapi Masalah'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-6397068900325064545</id><published>2012-03-29T08:36:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T08:36:52.695-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menuju Kemakmuran Selanjutnya"/><title type='text'>Menuju Kemakmuran Selanjutnya</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/12/kemakmuran.jpeg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-992&quot; height=&quot;149&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/12/kemakmuran.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-color: rgb(213, 213, 213); border-style: none; border-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;kemakmuran&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Memang sangat menyedihkan bila mendengar tentang nasib orang yang menyerah di tengah jalan – karena tidak tahan terhadap tantangan.&amp;nbsp; Namun ada hal yang lebih tragis, yaitu orang yang menyerah – justru setelah memenangkan pertarungan.&lt;br /&gt;
Saat kemakmuran tiba – hendaknya jangan hal itu menjadikan anda lemah.&amp;nbsp; Nikmati datangnya setiap hari, baik dalam susah maupun senang.&amp;nbsp; Jadikan setiap bagian hidup anda berarti.&amp;nbsp; Dan untuk itu anda harus tetap bertekun.&amp;nbsp; Sekalipun dalam keadaan berkecukupan.&lt;span id=&quot;more-991&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Apakah anda yakin dapat mencapai keadaan dimana anda tidak perlu lagi pergi kerja…?&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  Tentu saja, sangat menyenangkan bila anda tidak perlu lagi menunggu-nunggu tanggal gajian.&amp;nbsp; Tetapi hal itu seharusnya tidak mengubah anda untuk TETAP membuat perubahan dalam hidup.&amp;nbsp; Hidup anda menjadi berarti – bukan dengan cara melarikan diri dari tantangan dan tanggung jawab, melainkan dari membuat tantangan yang lebih besar dan lebih berarti.&lt;br /&gt;
Jangan jadikan kemakmuran sebagai alasan untuk menyerah atau berleha-leha – melainkan gunakan hal itu sebagai pijakan untuk mencapai hal yang lebih tinggi.&amp;nbsp; Tantang diri anda.&amp;nbsp; Tetaplah sibuk – bekerja dan berusaha.&amp;nbsp; Buat perbedaan.&amp;nbsp; Karena anda tidak ingin kalah setelah menang.&lt;br /&gt;
Dari &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6nyWL&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Milist Sarapan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/6397068900325064545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/menuju-kemakmuran-selanjutnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/6397068900325064545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/6397068900325064545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/menuju-kemakmuran-selanjutnya.html' title='Menuju Kemakmuran Selanjutnya'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-6948894189767583485</id><published>2012-03-29T08:32:00.001-07:00</published><updated>2012-03-29T08:33:26.053-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kebencian Hari Ini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Petaka Esok Hari"/><title type='text'>Kebencian Hari Ini, Petaka Esok Hari</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/12/ranjau-darat.jpeg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-985&quot; height=&quot;124&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/12/ranjau-darat.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-bottom-color: rgb(213, 213, 213); border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-color: rgb(213, 213, 213); border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-color: rgb(213, 213, 213); border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-color: rgb(213, 213, 213); border-top-style: none; border-top-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;ranjau darat&quot; width=&quot;219&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Sahabat&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&lt;/span&gt;, percayakah anda, sebuah dendam dan kebencian yang ditebar hari ini membuahkan celaka bagi generasi mendatang? Mari kita tengok.&lt;br /&gt;
Berapa sering kita mendengar banyaknya korban akibat ranjau yang ditanam saat perang puluhan tahun silam. Di Rusia, Cina, Kolombia, Kamboja, Jenewa, Irak, Afganistan,&amp;nbsp; negara-negara Afrika, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
Ranjau-ranjau itu adalah sisa-sisa amarah, bekas-bekas angkara, dan jejak-jejak amuk, dan bekas-bekas kebencian. Kebencian atas penindasan dan ketidak adilan. Kebencian akan perilaku adikuasa.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;
Kita tak pernah tahu kapan semua itu akan tersapu bersih. Meski damai telah dijabattangankan, siapa bisa menjamin tak ada penyesalan di kemudian hari? Betapa mahalnya sebuah kebencian.&lt;span id=&quot;more-983&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini mengajarkan pada kita untuk tidak hanya mempertimbangkan apa yang terjadi pada esok hari akibat perbuatan kita hari ini. Ketika kita membenci sesuatu, maka kebencian itu akan beranak pinak, dan akan kembali kepada kita sebesar kebencian yang kita tebarkan.&lt;br /&gt;
Mari tanyakan pada diri sendiri, buat apa kebencian ini? Adakah manfaatnya? Adakah akibat diesok hari buat diri kita dan anak cucu kita? Adakah jalan yang lebih baik? Karena ranjau-ranjau kebencian itu akan melukai orang yang membenci, juga orang yang dibenci. Dua-duanya sama-sama terluka.&lt;br /&gt;
Namun ada yang harus digaris bawahi, bahwa kebencian tidaklah sama dengan ketegasan sikap dalam menegakkan aturan dan batas-batas norma kehidupan. Kebencian lebih condong mengarah pada subjek, sedang ketegasan lebih mengacu pada perilaku dan perbuatan.&lt;br /&gt;
Semakin jauh kita memandang ke depan, semestinya semakin besar nilai perbuatan kita hari ini bagi kemanusiaan.&amp;nbsp; Semakin berhati-hati dalam menentukan langkah dalam bertindak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/eitn&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/6948894189767583485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/kebencian-hari-ini-petaka-esok-hari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/6948894189767583485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/6948894189767583485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/kebencian-hari-ini-petaka-esok-hari.html' title='Kebencian Hari Ini, Petaka Esok Hari'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-3543599560105865906</id><published>2012-03-29T08:11:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T08:11:35.444-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Surat Dari Emak"/><title type='text'>Surat Dari Emak</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/12/surat-emak.jpg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-medium wp-image-949&quot; height=&quot;104&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/12/surat-emak-300x157.jpg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-color: rgb(213, 213, 213); border-style: none; border-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;surat emak&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Film pendek ini bermula dari sebuah surat yang dibaca sepulang berkunjung/ bertakziah ke makam ibu dari dua orang anak yang telah sukses di kehidupan mereka.&lt;br /&gt;
Surat tersebut bercerita tentang kerinduan seorang emak kepada dua putra dan putrinya, Si adek dan Alung.&lt;br /&gt;
15 tahun sebelumnya. Emak merawat kedua putranya dengan tumpahan kasih sayang. Yang siap menjadi dokter, kapanpun dibutuhkan, yang mendorong kedua putranya untuk belajar rajin. Alung si sulung, yang bercita-cita menjadi fotografer, dan sibungsu ingin menjadi dokter, suka dengan permainan dokter-dokteran.&amp;nbsp; “Ade akan belajar rajin, nanti kalau besar ingin jadi dokter. Kalau emak sakit, kapanpun ade bisa obatin emak”. kata si adek&lt;span id=&quot;more-940&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Beranjak dewasa, dua orang buah hatinya yang telah mandiri, dan sibuk hingga mereka melupakan kerinduan emak. Setiap ditelpon, yang ada jawaban dari si adek sibuk,&amp;nbsp;&amp;nbsp; sedang ditunggu pasien.&amp;nbsp; Begitu pula dengan si Alung. Hingga hal&amp;nbsp; ini menimbulkan keraguan emak untuk menceritakan kondisi kesehatannya kepada kedua buah hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Sahabat, apa yang kita capai di hari ini, tidak terlepas dari perjuangan mereka. Bapak dan ibu kita, terkhusus lagi ibu kita. Oleh&amp;nbsp; karenanya selagi masih ada kesempatan, berikan kasih sayang kita, dengan memberikan sedikit waktu untuk bersama mereka.&lt;br /&gt;
Mumpung masih ada waktu, gunakanlah kesempatan yang ada. Jangan sampai penyesalan yang menutup akhir cerita kebersamaan kita dengan mereka.&lt;br /&gt;
Hargailah mereka karena sebahagian dari kita tidak pernah merasakan kehadiran mereka.&lt;br /&gt;
Mereka, orang yang sangat mencintai kita…&lt;br /&gt;
===&lt;br /&gt;
Bila ingin mendownload dan menyimpannya, supaya dapat dibuka setiap saat agar hati kita kembali basah, &lt;i style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;b&gt;silahkan &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6nv22&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;klik sini&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;
By M.Masruchan - Salatiga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6nutP&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/3543599560105865906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/surat-dari-emak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/3543599560105865906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/3543599560105865906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/surat-dari-emak.html' title='Surat Dari Emak'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-1761535504179278797</id><published>2012-03-29T07:55:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T07:55:58.716-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Esensi Kehidupan Adalah Memberi"/><title type='text'>Esensi Kehidupan Adalah Memberi</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/motivasi-memberi.jpeg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-920&quot; height=&quot;183&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/motivasi-memberi.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-bottom-color: rgb(213, 213, 213); border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-color: rgb(213, 213, 213); border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-color: rgb(213, 213, 213); border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-color: rgb(213, 213, 213); border-top-style: none; border-top-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;motivasi memberi&quot; width=&quot;275&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Jika kita tau siapa diri kita,darimana berasal,untuk apa hidup didunia,setelah itu mau kemana lagi melangkah/melanjutkan hidup,rasanya jika tiap diri ini sadar akan semua hal itu tak akan banyak kita temui keluh kesah dalam menjalani kehidupan ini.&lt;br /&gt;
Kehidupan ini sendiri adalah pemberian dari Sang Maha Pemberi. Saat kita dilahirkan ke dunia ini, kita pun mendapat pemberian kasih sayang dari orang tua. Bayangkan jika kita lahir tanpa ada orang yang memberi kasih sayang itu, niscaya kita tak kan ada sampai saat ini. Semua hal yang kita manfaatkan dalam hidup ini adalah pemberian(taken for granted). Apa yang diberikan itu tanpa pamrih. Tanpa mengharap balasan.&lt;span id=&quot;more-918&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;
Saat ini kita telah dewasa, atau lebih dari kata dewasa itu sendiri. Sudah saatnya untuk tidak hanya menerima, tapi memberi. Memberi apa yang kita punya dan kita sanggup untuk memberikannya. Tidak perlu muluk-muluk, hal-hal yang sederhana saja. Memberikan senyuman ke orang yang berpapasan dengan kita, memberikan kasih sayang dan perhatian ke orang tua kita. Membuatkan minuman mungkin, memberikan salam saat pergi ataupun pulang, atau juga memberikan ciuman di tangan beliau.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Adanya kehidupan kita saat ini tidaklah secara tiba-tiba, dan tidaklah dengan sendirinya tanpa ada tanpa campur tangan orang lain. Orang-orang disekeliling kita sangat berperan akan keberadaan kita. Tapi mengapa banyak yang tidak menyadarinya? Oleh karenanya, saatnya untuk memberi.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Banyak hal yang ingin kita capai,seperti pekerjaan,cita-cita,jodoh kita dan lain sebagainya,sebelum kita dapatkan harus ada perjuangan, yakni tenaga ,pikiran dan waktu. Ada pepatah berilah, maka kau akan menerima lebih. Hal ini bukan berarti apa yang dilakukan adalah berpamrih, mengharapkan imbalan. Memberi merupakan tolak ukur kesadaran dan keikhlasan. Jika memberi dengan diiringi keinginan untuk suatu balasan, dan penerima pun mengabulkannya, maka itu bukanlah pemberian yang utuh. Namun sebuah&amp;nbsp; negosiasi. Negosiasi berkutat antara untung dan rugi. Bukan lagi mendasarkan pada hati nurani.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Setiap pemberian pasti ada balasannya, akan dilipat gandakan. Jika anda tidak percaya, cobalah dan lakukanlah. Lihat dan hitunglah dengan objektif. Balasan itu tidak hanya berupa nominal angka mata uang, tidak juga barang, namun juga bisa berupa hadirnya kesempatan, terjaganya kesehatan, bertambahnya ilmu pengetahuan dan masih banyak lagi manfaat yang didapatkan. Belum lagi bertambahnya pahala.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Jika tiap orang sadar dan faham arti memberi ini,mungkin tidak akan kita temukan istilah pelit, sengsara atau miskin. tiap orang yang sadar hidupnya adalah pemberian akan memberikan lagi kepada orang lain baik itu moril atau materil. Kembali kepadanya dalam bentuk lain, sehingga seperti sebuah siklus..&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kiriman sahabat Naya (nssurya35@gmail.com) dengan pengeditan seperlunya. Terima kasih sahabat..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6nt4G&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/1761535504179278797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/esensi-kehidupan-adalah-memberi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/1761535504179278797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/1761535504179278797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/esensi-kehidupan-adalah-memberi.html' title='Esensi Kehidupan Adalah Memberi'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-7344255725646728353</id><published>2012-03-29T07:47:00.001-07:00</published><updated>2012-03-29T07:49:47.780-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mereka Saudara Kita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sayangi Mereka"/><title type='text'>Sayangi Mereka, Mereka Saudara Kita</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Tahoma,verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/pemulung-anak.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;165&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/pemulung-anak.jpeg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mereka jarang tersenyum bukan karena mereka enggan untuk tersenyum. Tapi hidup dan waktu seolah menuntut mereka untuk menghabiskan sebagian besar kehidupan untuk bekerja keras sehingga terkadang mereka lupa bahwa ada waktu untuk tersenyum. Seolah dunia begitu keras menuntut mereka hingga mereka lupa untuk tertawa. Lihatlah teman….bahkan mereka tidak punya waktu untuk tersenyum. Apa mereka lupa cara tersenyum? Atau karena mereka tak pernah menerima senyuman, makanya mereka tak tahu lagi bagaimana caranya tersenyum?&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span id=&quot;more-747&quot;&gt;&lt;/span&gt;Terkadang aku melihat dunia memang terlalu keras pada mereka. Bukan dunia sebagai objek, tapi dunia dengan manusianya. Bagaimana jika sesekali kita tidak menghabiskan waktu di tempat-tempat yang indah? Kenapa kita tak meluangkan waktu sejenak untuk memperhatikan mereka? Jika tak mau atau tak mampu membantu mereka dengan materi, tidak ada salahnya juga kita menghargai mereka dengan sebuah senyuman ikhlas dari wajah kita. Bukankah mereka juga saudara kita???&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/anak-anak.jpeg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-906&quot; height=&quot;199&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/anak-anak.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-bottom-color: rgb(213, 213, 213); border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-color: rgb(213, 213, 213); border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-color: rgb(213, 213, 213); border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-color: rgb(213, 213, 213); border-top-style: none; border-top-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;anak-anak&quot; width=&quot;254&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Teman,,, andai kita punya waktu untuk memperhatikan kehidupan mereka yang begitu sederhana. Maka kita akan menemukan kehidupan yang begitu indah. Di sana kita sadar betapa lebih beruntungnya kita….&lt;br /&gt;
Teman… tidak ada salahnya sesekali kita berjalan kaki sendirian di tengah keramaian sambil memperhatikan lingkungan kita. Cobalah luangkan waktu sedikit saja untuk itu. Sekali lagi, jika tak dapat memberi pada mereka, paling tidak kita bisa sadar dan lebih memahami lagi hidup kita.&lt;br /&gt;
Aku bangga pada mereka. Mereka hebat. Dengan kehidupan yang begitu keras, mereka tetap bisa menjalaninya. Meski tak tahu dengan apa hidup ini akan dilanjutkan esok hari dan dengan apa perut mereka akan diisi, mereka tetap menanti datangnya mentari pagi. Mereka bilang kalau mereka percaya bahwa selama mereka masih hidup, maka rezeki dari Allah akan tetap ada untuk mereka,rezeki akan tetap ada selama mereka masih percaya dan mau berusaha serta berdo’a.&lt;br /&gt;
Mereka dengan kesederhaannya selalu bahagia dan bersyukur ketika mendapatkan sejumlah uang. Jika orang kaya yang menerima uang sejumlah itu, mungkin mereka menganggap uang itu tak berarti apa-apa. Tapi mereka tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca ketika mendapatkannya. Mengapa harus ada perbedaan seperti itu?&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/anak-tidur.jpeg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-914&quot; height=&quot;146&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/anak-tidur.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-bottom-color: rgb(213, 213, 213); border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-color: rgb(213, 213, 213); border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-color: rgb(213, 213, 213); border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-color: rgb(213, 213, 213); border-top-style: none; border-top-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;anak tidur&quot; width=&quot;254&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Jika si miskin datang ke rumah si kaya, sangat jarang atau bahkan tak akan ada sambutan hangat bagi mereka. Tapi, ketika si kaya yang datang ke rumah si miskin, maka si miskin terlihat begitu menghargai. Seolah mereka didatangi oleh tamu agung di rumahnya. Sekali lagi, mengapa harus ada perbedaan seperti itu?&lt;br /&gt;
Jika suatu ketika si miskin dengan pakaiannya yang tampak lusuh dan kotor terjatuh, maka si kaya tak akan menghiraukan karena mungkin bagi mereka tidak akan menimbulkan manfaat apa-apa bagi dirinya. Yang ada paling hanya akan mengotori pakaiannya, mungkin itulah yang ada di fikirannya. Tapi, si miskin masih tetap berbeda dengan si kaya. Ketika keadaan berbalik, maka si miskin akan tetap membantu. Si miskin begitu penghiba. Hati mereka begitu lembut, sehingga tak mampu membiarkan orang lain dalam kesusahan karena mereka tahu bagaimana rasanya kesusahan itu.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/kerasnya-jalanan.jpeg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-907&quot; height=&quot;181&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/kerasnya-jalanan.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-bottom-color: rgb(213, 213, 213); border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-color: rgb(213, 213, 213); border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-color: rgb(213, 213, 213); border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-color: rgb(213, 213, 213); border-top-style: none; border-top-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;kerasnya jalanan&quot; width=&quot;278&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Ya Rabb….saudara-saudaraku itu mungkin di dunia tidak seberuntung yang lainnya. Mereka tidak dapat memiliki apa-apa yang mereka impikan. Tapi semoga mereka tetap bahagia dan penuh rasa syukur pada_Mu Rabb..&lt;br /&gt;
Ya Rabb…. Sayangi saudara-saudaraku itu. Jangan biarkan mereka jauh dari_Mu. Ingatkan mereka selalu bahwa ada Engkau yang tetap menyayangi dan menjaga mereka. Dan berikanlah selalu semangat bagi mereka.&lt;br /&gt;
Ya Rabb… Berikan hati yang lembut pada mereka. Jangan biarkan kerasnya perlakuan yang mereka dapat menjadikan hati mereka ikut keras. Tapi jadikan kekerasan yang mereka terima itu sebagai bahan untuk lebih membuat hati mereka jernih melihat segala sesuatu.&lt;br /&gt;
Ya Rabb…Jangan biarkan rasa rendah diri melekat pada diri mereka akibat cemooh yang mereka terima. Tapi biarkan rasa rendah hati bersemayam pada diri mereka. Jagalah mereka agar tetap yakin akan kuasa_Mu dan agar mereka tetap beribadah kepada_Mu sehingga mereka dapat bertemu dengan kebahagiaan yang hakiki bersama_Mu.&lt;br /&gt;
Mungkin benar bahwa aku tak dapat berbuat apa-apa. Aku hanya seorang anak yang bahkan sampai saat ini masih bergantung pada orang tuaku. Lalu apa yang dapat aku lakukan??? Ya…kalian boleh mengatakan bahwa aku tak bisa apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/kesedihan-jalanan.jpeg&quot; style=&quot;color: #990000; font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-916&quot; height=&quot;157&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/kesedihan-jalanan.jpeg&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; border-bottom-color: rgb(213, 213, 213); border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-color: rgb(213, 213, 213); border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-color: rgb(213, 213, 213); border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-color: rgb(213, 213, 213); border-top-style: none; border-top-width: 0px; float: left; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; max-width: 100%; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 5px; text-align: left;&quot; title=&quot;kesedihan jalanan&quot; width=&quot;236&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Tapi mereka tetap saudaraku. Dan sekarang, aku hanya bisa berdo’a untuk mereka semua, di manapun mereka berada. Meski tak tahu apa-apa tentang mereka, yang jelas, satu hal yang sangat aku tahu bahwa MEREKA ADALAH SAUDARAKU……&lt;br /&gt;
Maaf jika terlintas pemikiran bahwa tampaknya aku terlihat lebih berpihak pada si miskin. Tapi, jujur, bagaimana pun juga aku memang lebih menyayangi si miskin. Namun, bukan berarti pula aku membenci si kaya karena aku juga tahu bahwa Allah tidak pernah membenci seseorang karena dia kaya atau miskin. Hanya saja, tulisan ini ku buat ketika aku melihat apa yang ku ceritakan saat ini. Dan bukan berarti hal ini harus terjadi selamanya.&lt;br /&gt;
Yang jelas, aku sangat berharap, kaya atau miskinkah, yang terpenting adalah bagaimana kita menghargai amanah yang diberikan kepada kita…&lt;br /&gt;
MAAf jika aku terlihat sok tahu. Bukan maksud mengurui karena aku sadar bahwa tak pantas diri ini menjadi seorang guru. Jika menemukan kebenaran, maka ambillah. Tuhan selalu menginginkan hamba Nya memperoleh kebenaran karena kebenaran itu niscaya hanya dari Nya. Tapi, jika hanya ada kesalahan dan keburukan dari tiap untaian kata, mungkin itu karena si penulis ini yang tak mengerti apa-apa atau masih terlalu bodoh memaknai kehidupan…&lt;br /&gt;
_vivi ardi_&lt;br /&gt;
vie.zahrasyavie@gmail.com&lt;br /&gt;
Terima kasih atas kiriman artikelnya sahabat.. semoga artikel ini menggugah hati kita. Sebagai bangsa yang besar yang peduli akan sesamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6nsKr&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/7344255725646728353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/sayangi-mereka-mereka-saudara-kita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/7344255725646728353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/7344255725646728353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/sayangi-mereka-mereka-saudara-kita.html' title='Sayangi Mereka, Mereka Saudara Kita'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-8553496030742650650</id><published>2012-03-29T07:31:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T07:31:43.946-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bunga Mawar Di Hati Kita"/><title type='text'>Bunga Mawar Di Hati Kita</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/kehidupan.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;124&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/kehidupan.jpeg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu ketika, ada seseorang pemuda yang mempunyai sebuah bibit mawar. Ia ingin sekali menanam mawar itu di kebun belakang rumahnya. Pupuk dan sekop kecil telah disiapkan. Bergegas, disiapkannya pula pot kecil tempat mawar itu akan tumbuh berkembang. Dipilihnya pot yang terbaik, dan diletakkan pot itu di sudut yang cukup mendapat sinar matahari. Ia berharap, bibit ini dapat tumbuh dengan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disiraminya bibit mawar itu setiap hari. Dengan tekun, dirawatnya pohon itu. Tak lupa, jika ada rumput yang menganggu, segera disianginya agar terhindar dari kekurangan makanan. Beberapa waktu kemudian, mulailah tumbuh kuncup bunga itu. Kelopaknya tampak mulai merekah, walau warnanya belum terlihat sempurna. Pemuda ini pun senang, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Diselidikinya bunga itu dengan hati-hati. Ia tampak heran, sebab tumbuh pula&lt;br /&gt;
duri-duri kecil yang menutupi tangkai-tangkainya. Ia menyesalkan mengapa&lt;br /&gt;
duri-duri tajam itu muncul bersamaan dengan merekahnya bunga yang indah ini. Tentu, duri-duri itu akan menganggu keindahan mawar-mawar miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pemuda tampak bergumam dalam hati, “Mengapa dari bunga seindah ini, tumbuh banyak sekali duri yang tajam? Tentu hal ini akan menyulitkanku untuk merawatnya nanti. Setiap kali kurapihkan, selalu saja tanganku terluka. Selalu saja ada ada bagian dari kulitku yang tergores. Ah pekerjaan ini hanya membuatku sakit. Aku tak akan membiarkan tanganku berdarah karena duri-duri penganggu ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lama kelamaan, pemuda ini tampak enggan untuk memperhatikan mawar miliknya. Ia mulai tak peduli. Mawar itu tak pernah disirami lagi setiap pagi dan petang. Dibiarkannya rumput-rumput yang menganggu pertumbuhan mawar itu. Kelopaknya yang dahulu mulai merekah, kini tampak merona sayu. Daun-daun yang tumbuh di setiap tangkai pun mulai jatuh satu-persatu. Akhirnya, sebelum berkembang dengan sempurna, bunga itu pun meranggas dan layu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahabat, kisah tadi memang sudah selesai. Tapi, ada ada satu pesan moral yang bisa kita raih didalamnya. Jiwa manusia, adalah juga seperti kisah tadi. Di dalam setiap jiwa, selalu ada ‘mawar’ yang tertanam. Allah lah yang meletakkan kemuliaan itu di setiap kalbu kita. Layaknya taman-taman berbunga, sesungguhnya di dalam jiwa kita, juga ada tunas mawar dan duri yang akan merekah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun sayang, ada sebagian dari kita yang hanya melihat “duri” yang tumbuh. Merasakan hanya kelemahan yang ada pada dirinya. Merasa hanya menjadi beban bagi orang lain. Banyak dari saudara kita yang hanya melihat sisi buruk, sehingga dalam menjalani kehidupan ini dipenuhi dengan kepesimisan seolah menolak keberadaan mereka sendiri. Saudara kita itu sering kecewa dengan dirinya dan tidak mau menerimanya. Mereka berpikir bahwa hanya hal-hal yang melukai yang akan tumbuh dari nya. Sehingga menolak untuk “menyirami” hal-hal baik yang sebenarnya telah adadan tak pernah memahami potensi yang dimilikinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka juga sebenarnya memiliki mawar yang indah di dalam jiwa. Banyak orang yang tak menyadari, adanya mawar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahabat, jika kita bisa menemukan “mawar-mawar” indah yang tumbuh dalam jiwa itu,&lt;br /&gt;
kita akan dapat mengabaikan duri-duri yang muncul. Kita, akan terpacu untuk&lt;br /&gt;
membuatnya merekah, dan terus merekah hingga berpuluh-puluh tunas baru akan muncul. Pada setiap tunas itu, akan berbuah tunas-tunas kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, yang akan memenuhi taman-taman jiwa kita. Kenikmatan yang terindah adalah saat kita berhasil untuk menunjukkan pada mereka akan keberadaan mawar-mawar itu, dan mengabaikan duri-duri yang muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semerbak harumn mawar pada hati mereka akan menghiasi hari-hari kita. Aroma keindahan yang ditawarkannya, adalah layaknya ketenangan air telaga yang menenangkan keruwetan hati. Mari, kita temukan “mawar-mawar” ketenangan, kebahagiaan, kedamaian itu  dalam jiwa-jiwa kita, dan kembali kita bagikan pada mereka yang merasa tersisih dan tersingkir. Mungkin, ya, mungkin, kita akan juga berjumpa dengan onak dan duri, tapi janganlah itu membuat kita berputus asa. Mungkin, tangan-tangan kita akan tergores dan terluka, tapi janganlah itu membuat kita bersedih nestapa. Kebahagiaan kita adalah saat kita menemukan mereka, jiwa-jiwa yang tersisih, jiwa-jiwa yang pesimis, tersenyum bahagia, seolah menemukan udara disaat mereka akan kehabisan oksigen&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat berkebun!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
by Irfan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diposting ulang dengan pengeditan seperlunya, untuk sahabat-sahabat yang sedang menumbuhkan kepercayaan diri, berada digaris depan memotivasi anak-anak yang sedang  terkena musibah gunung merapi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6nq5r&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/8553496030742650650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/bunga-mawar-di-hati-kita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/8553496030742650650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/8553496030742650650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/bunga-mawar-di-hati-kita.html' title='Bunga Mawar Di Hati Kita'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-7632385846578314353</id><published>2012-03-29T07:28:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T07:28:11.852-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="6 Tip Motivasi"/><title type='text'>6 Tip Motivasi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/images.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/images.jpeg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tulisan ini saya tujukan untuk memotivasi diri saya sendiri. Semoga dapat memberi manfaat kepada sahabat yang telah secara rutin dan berkala berkunjung ke halaman-halaman pada web ini ataupun yang kebetulan mampir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6 Tips motivasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara ringkas, motivasi adalah semangat pendorong untuk melakukan sesuatu. Berikut ini adalah beberapa tips motivasi yang semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
1.  Selalu bersyukur akan apa yang kita dapatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin hal ini adalah sederhana, namun sangat memotivasi diri kita saat kita terpukul atau terjatuh dengan target-target yang dinanti-nanti dan diharapkan untuk terjadi, tapi faktanya meleset. Pengungkapan syukur melalui 3 cara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati. Lihatlah sekeliling kita yang ada dibawah kita. Yakin hal ini akan membuat hati kita lembut dan mensyukuri akan nikmat-nikmat yang oleh sebagian orang tidak dapat menikmatinya.&lt;br /&gt;
Dengan lisan, dengan ucapkan alhamdulillah. Nikmat yang kita rasakan tidak akan kita peroleh tanpa seijin dari pemilik tubuh kita, pemilik jasad kita, juga pemilik ruh kita. Trus kita ini siapa? Kita adalah makhluk yang diberi pinjaman untuk dapat berkarya, dan membagikan kebahagiaan kepada orang lain.&lt;br /&gt;
Dengan perbuatan. Syukur dengan membagikan kebahagiaan kepada orang lain. Rasakanlah kebahagiaan yang timbul saat kita dapat melihat kebahagiaan yang muncul melalui tangan kita. Ada rasa menyeruak dalam dada merasakan bahagia meski buliran air mata mengalir tidak terasa. Jika kita pernah merasakannya, ulangi ulangi dan ulangi.&lt;br /&gt;
2. Lakukan apa yang kita minati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini akan memotivasi kita untuk melakukannya. Karena dengannya kita merasa enjoy, dan dengannya tak kan ada rasa bosan dan letih. Banyak dari saudara kita yang mereka bekerja karena tuntutan, bukan karena mereka menyukainya. Dari hasilnya kita akan tahu mana yang bekerja karena menyukainya, atau bekerja karena tuntutan. Orang bekerja dengan diikuti rasa senang, akan menambahkan detil-detil secara sukarela.&lt;br /&gt;
3. Jika tidak seperti yang kita inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakinkan pada diri sendiri, jika posisi ini adalah step awal menuju yang kita inginkan. Tentunya ada hikmahnya. Apapun keadaanannya. Tetap lakukan yang terbaik yang kita bisa, karena itu memperlihatkan kualitas kita.&lt;br /&gt;
4. Cermati, perhitungkan, dan tangkap peluang yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kita memiliki peluang-peluang menuju sukses. Namun hanya sedikit orang yang mampu memanfaatkan peluang itu. Terkadang kita melihat ada peluang, namun memiliki keterbatasan, misal keterbatasan modal, keterbatasan keahlian dan lain-lain. Itulah gunanya bermasyarakat, adanya berinteraksi, bersosialisasi, dan bertolong-menolong. Dengan bekerja sama tentu akan  menghasilkan yang positif sesuai target dan keinginan bersama. Asah terus kemampuan untuk melihat peluang.&lt;br /&gt;
5. Berkumpul dengan orang yang bermotivasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prinsip ini sama dengan istilah penjual minyak wangi akan berbau wangi dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
6. Selalu dekatkan diri pada Allah. &lt;br /&gt;
Adakalanya dalam berusaha mengalami pasang surut. Hambatan dan rintangan dalam melangkah. Pastikan pada diri sendiri bahwa semua itu ada hikmahnya. Mungkin sajakan itu adalah cara Allah untuk mendidik kita. Kita tidak akan dididik seperti di bangku sekolah, tapi kita dididik melalui peristiwa-peristiwa. Kita akan mendapatkan pelajaran dari universitas yang skalanya lebih besar. yaitu universitas kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat memberi manfaat kepada orang lain.  Semoga Allah mengijinkannya.. Amin..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidaklah sesuatu berubah jika tidak mulai bertindak, dan kapankah waktu yang paling sesuai untuk memulainya jika bukan saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/Ah5u&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/7632385846578314353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/6-tip-motivasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/7632385846578314353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/7632385846578314353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/6-tip-motivasi.html' title='6 Tip Motivasi'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-6349797464806814897</id><published>2012-03-29T07:24:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T07:24:25.322-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Malaikat Kecil Ku"/><title type='text'>Malaikat Kecil Ku</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/buku-lusuh.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/11/buku-lusuh.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Jika dilihat dari bentuknya buku itu terlihat sangat sederhana dan lusuh. Aku yakin sang pemilik selalu membawanya kemanapun ia pergi. Meskipun wujudnya lusuh dan lecek, isinya ternyata kisah-kisah tulus yang luar biasa. Sungguh seperti cermin indah diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malaikat kecil itu muridku di kelas 5 sekolah dasar. Dia sangat baik, pintar, sedikit pendiam dan suka menulis. Tapi aku tidak pernah menyangka ia akan menulis sebuah buku untukku. Buku itu dia tulis selama hampir 2 tahun, bercerita tentang semua aktivitas dikekolah, teman-teman, guru dan perasaannya. Dia menulis semua dengan bahasa yang indah dan detil, bahkan hari dan tanggal kejadiannya. Dia berniat menjadikan buku itu hadiah akhir tahun untukku dan partner guruku.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memberikan buku itu menjelang hari kenaikan kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari lembar pertama yang kubaca aku mulai menangis. Satu hal yang membuatku sangat terharu. Dia mengganti namaku dan partnerku dengan “MALAIKATKU” disemua kisah yang ia tulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lembar partama buku itu tertulis : “Aku senang sekali berada di kelas 5. Terimakasih Allah Engkau memberiku 2 malaikat cantik yang selalu tersenyum untukku dan mengajariku banyak hal. Tolong lindungi dan sayangi mereka Ya Allah”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membaca isi buku itu tanpa ada yang terlewatkan. Masih dengan butiran-butiran lembut yang mengalir dari mataku. Walaupun ia tak berharap balasan. Tapi aku ingin sekali membalasnya, walau tidak sebanding dengan apa yang ia berikan selama ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku menulis sebuah surat untuknya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wahai malaikat kecilku…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mungkin tidak sehebat dan sempurna seperti malaikat impianmu. Karena&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya punya dua mata, yang dapat menatapmu hangat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku cuma punya satu mulut, yang hanya bisa tersenyum untukmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya punya dua telinga, yang sanggup mendengarkan kisah-kisahmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku juga punya dua tangan kecil, yang dapat merengkuhmu kapanpun kau mau&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan aku punya satu hati, yang menyimpanmu disudutnya yang dalam dan hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malaikat kecilku….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terimakasih atas perhatianmu selama ini. Aku yakin suatu hari nanti kau akan jadi malaikat bagi orang-orang disekelilingmu. Kepakkan sayapmu setinggi yang kau mau. Tak perlu khawatir kau kesepian, karna hamparan bintang-bintang akan selalu menemanimu di tiap langit cakrawala”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya ia datang padaku. Dengan mata berkaca-kaca ia berkata : “terimakasih ya bu, suratnya indaaah banget”. Aku menarik tubuh mungil itu dalam pelukanku : “sama-sama, tapi buku yang kamu tulis jauuh lebih indah. Terus menulis ya…”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artikel kiriman saudari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://adf.ly/6np1H&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Eka Susilawati&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita yang indah. Terima kasih atas kirimannya sahabat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6npCy&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/6349797464806814897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/malaikat-kecil-ku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/6349797464806814897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/6349797464806814897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/malaikat-kecil-ku.html' title='Malaikat Kecil Ku'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-9058132689415089210</id><published>2012-03-29T07:18:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T07:18:51.300-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bagaimana Mengemas Hidup"/><title type='text'>Bagaimana Mengemas Hidup</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/10/mengemas-hidup.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;168&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/10/mengemas-hidup.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bagi sebagian orang pemasaran identik dengan sales/tenaga penjual. Apabila mendengar kata pemasaran, pikiran langsung melayang pada sosok sales, membawa barang dagangan di kanan kiri motor, menawarkan produk sana sini, dikejar-kejar target,wuah, pasti dalam hati langsung berkata “No!!!!masa sekolah tinggi-tinggi hanya jadi sales”. Hal ini didukung dengan para orang tua yang menanamkan bahwa pendidikan yang diberikan kepada anak-anak mereka nantinya sebagai bekal menjadi orang kantoran, duduk di belakang meja, ruangan ber-ac plus gaji gede. Wuah, impian semua orang kalau memang harapan tersebut bisa semuanya terkabul. Tapi ??benarkah kenyataan itu dirasakan. Banyak sekali keluhan-keluhan yang mampir di telinga penulis. “Pekerjaan hanya di kantor, ruangan ac tapi kenapa gak bosan-bosannya aku dihinggapi rasa cemas ??” seorang teman datang sambil mengeluh. “ Perlu refreshing, mungkin bisa membuatmu tenang!!” saran saya. “Sama saja, lagian mana ada waktu buat refreshing toh sepulang dari refreshing juga kayak gini lagi”. Senyum dan doa semoga kawan saya tersebut menemukan solusi yang tepat bagi dirinya sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Sedikit kejam mungkin sebagai kawan saya tidak membantu apa-apa, sekedar saran refreshing semua orang pasti bisa. Satu hal yang perlu diperhatikan bahwa saya berharap kawan saya menemukan solusi yang tepat bagi dirinya sendiri merupakan hal yang paling tidak mudah. Tapi itu adalah kunci dari semua yaitu DIRI SENDIRI.&lt;br /&gt;
Coba kita renungkan. Saat kita bayi, bukankah belajar tengkurap adalah kemauan kita sendiri karena ingin punya variasi gerak selain telentang sambil terkekeh kekeh apabila ayah dan ibu menggoda dengan mainan kesukaan kita. Kemudian ketika kita belajar berjalan, itu juga kemauan kita sendiri. Mulai dari berpegangan pada tepian meja lalu berdiri kemudian berjalan, tiba-tiba Gubrakk!!ibu menjerit. Tapi kita tetap pantang menyerah, terus dan terus belajar hingga bisa berlari menikmati luasnya dunia ini. Masih banyak lagi hal-hal yang seringkali tidak kita sadari telah kita lakukan hingga saat ini. Saya rasa tentang diri sendiri cukup anda sendiri yang bisa memahami. Ada baiknya kita kembali ke topik pemasaran. Ternyata sebagian besar hidup kita, terdiri atas peristiwa yang berkaitan dengan pemasaran. Entah anda setuju atau tidak sebagai contoh kawan saya tadi, dia menjual kemampuan dan ilmu pengetahuannya untuk pekerjaan di kantor, ruangan ber-ac, gaji gede bahkan menjual waktu refreshingnya demi mendapatkan satu kata cemas. Kadang saya sendiri juga bingung, kalau dikategorikan sukses, saya bukan orang sukses. Kalau dikategorikan sebagai penulis, saya cuma iseng-iseng saja di waktu longgar. Tapi apakah saya juga harus kejam pada hidup saya, haruskah saya menjual hidup dan hanya mendapatkan kecemasan. Anda mungkin juga sependapat dengan saya, semoga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau begitu dalam keseharian kita jadi pemasar??jadi sales dong??kalau saya jawab bukan,jelas saya pembohong publik dan saya tidak mau jadi pembohong yang menjual rayuan. Pasti anda berkata dalam hati, menjual lagi, menjual lagi. Apa benar sehari-hari menjadi sales bagi diri kita sendiri ?? Mungkin itu jawaban yang lebih bijak buat kita semua sehingga pandangan tentang pemasaran tidak lagi mengarah hanya pada sales (tenaga penjual) tapi lebih kepada aplikasi dalam kehidupan yang lebih luas cakupannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan penulis ingin memberikan pledoi terhadap pemasaran tetapi apa yang dibahas di atas hanya untuk membukakan cakrawala tentang pemasaran sehingga nantinya kita tidak lagi menjual hidup kita pada hal-hal yang tidak perlu bahkan mungkin merusak diri kita sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;span id=&quot;goog_1050504477&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1050504478&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Penulis memberi judul artikel ini HOW to PACKAGE (Bagaimana Mengemas) sehingga kita bisa mengatur hidup lebih bermakna bukan sekedar kemas jual. Semua orang bisa mengemas tapi mengemas yang berkualitas belum tentu semua orang mampu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sudut pandang/cakrawala yang telah terbuka luas kita dapat meraba-raba hidup kita mulai dari bangun tidur, beraktivitas sampai dengan tidur lagi. Percaya atau tidak dalam rangkaian satu hari beraktivitas anda dan saya banyak melakukan kegiatan mengemas dan tentunya menjual. Sebagai contoh saat bangun tidur kemudian mandi dan berganti baju, ini adalah contoh sederhana yang menjadi rutinitas kita sehari-hari. Kegiatan sesederhana itu kita lakukan bukan tanpa tujuan, salah satunya agar kita tampak menarik. Usaha untuk tampak menarik adalah cara kita mengemas diri kita sehingga apabila nanti berkomunikasi dengan kawan atau orang-orang sepanjang perjalanan kita tampil penuh percaya diri tanpa rasa cemas. Lagi-lagi kata cemas, tapi jujur bila mengakui lebih sering hidup kita, kita jual pada kecemasan. Dengan kegiatan mengemas kita tampil percaya diri. Mengemas sendiri mendapatkan percaya diri. Simpel dan tidak ada kata-kata cemas di sana. Bukankah itu lebih baik. Secara sederhana memang gampang diuraikan tapi hidup kan bukan sekedar mandi, dandan terus pergi aktivitas ? mungkin itu yang menjadi pertanyaan anda. Tanpa perlu melotot, daripada bola mata mencolot. Coba kita cermati, bukankah dengan hal sesederhana itu kita bisa menikmati aktivitas kita. Bukankah dengan berdandan kita tampil percaya diri bahkan bila di kaca sering kita merasa paling tampan/cantik (bila di kaca). Itu baru yang sederhana untuk aktivitas biasa, bagaimana jika kita tiba-tiba mendapatkan kesempatan bertemu dengan Bapak Presiden. Pasti heboh luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata kunci mengemas hidup adalah hal-hal kecil yang kita lakukan untuk diri kita sendiri dalam menghadapi kehidupan, seperti yang saya utarakan berupa doa untuk kawan saya tadi. How to Package your life, It’s all about yours. Bagaimana mengemas hidup anda, semuanya tergantung anda sendiri. Pilihannya mau menjual hanya kepada kecemasan atau pada percaya diri yang anda mulai dari diri sendiri. Saya hanya mengingatkan hal yang besar akan tiba jika anda mampu mengemas sendiri hal yang kecil dengan kualitas nomor 1, dipadu dengan rasa syukur kepada Tuhan menjadikan semuanya luar biasa. salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih kepada sahabat &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6noLy&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Dans Nugros&lt;/a&gt; yang telah mengirimkan artikel ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6noUg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/9058132689415089210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/bagaimana-mengemas-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/9058132689415089210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/9058132689415089210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/bagaimana-mengemas-hidup.html' title='Bagaimana Mengemas Hidup'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7661042947929679882.post-3516377204109921567</id><published>2012-03-29T07:11:00.000-07:00</published><updated>2012-03-29T07:11:54.292-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ikhlas Itu Indah"/><title type='text'>Ikhlas Itu Indah</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/10/ikhlas.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;149&quot; src=&quot;http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/10/ikhlas.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hujan rintik-rintik membasahi bumi, udara berhembus terasa segar. Seorang pemuda telah selesai menunaikan sholat dzuhur berjamaah di masjid. Pandangannya menyapu ke arah halaman masjid, tidak jauh darinya ada seorang perempuan tua yang duduk ditengah lapangan menarik perhatiannya. Tiba-tiba sebuah tas kecil dari tempat nenek itu terbang tertiup angin kencang. Segera pemuda itu memperhatikan teriakan nenek itu minta tolong, ingin tasnya diambilkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa terpanggil pemuda itu segera berlari mengejar tas kecil, terlihat tas itu telah melesat jauh, dia berlari dengan terengah-engah kelelahan. Berlarilah pemuda itu sekuat tenaga dan tas kecil itu berhasil juga dipegangnya. Nampak keringat bercucuran, dengan hati penuh kebahagiaan dia berlari kecil mengantarkan tas kecil. Terlintas didalam hatinya lelah yang dirasakan tentunya akan disambut dengan senyuman dan ucapan terima kasih sang nenek sudah cukup sebagai balasan atas kebaikan yang telah dilakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;br /&gt;
Namun diluar didugaannya, sang nenek segera merebut tas kecil itu dan membalikkan tubuhnya dengan wajah yang cemberut, sepintas seperti marah. Pemuda terkejut bukan main. Jangankan senyuman dan ucapan terima kasih, wajah ramahpun tidak terlihat. Pemuda itu kebingungan. ‘Apa dosaku ya?’ ucapnya lirih. Dia tak bisa bergerak, malu, kesal, kecewa tercampur aduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkali-kali pemuda istighfar, siang itu dirinya menemukan pelajaran yaitu makna ikhlas. Ya tentang keikhlasan. Keikhlasan berarti tidak pernah berharap apapun, bahkan balasan walaupun berupa senyuman dari yang kita perbuat. Lakukanlah segala perbuatan baik semata-mata karena Allah. Itulah yang disebut dengan ikhlas. Siang itu dihalaman masjid, pemuda itu mendapatkan pelajaran bahwa ikhlas itu indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka, tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakan.’ (QS. At-Thuur : 21).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber : &lt;a href=&quot;http://adf.ly/6nngq&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ferdiansyah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/feeds/3516377204109921567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/ikhlas-itu-indah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/3516377204109921567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7661042947929679882/posts/default/3516377204109921567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://cerita-mastole.blogspot.com/2012/03/ikhlas-itu-indah.html' title='Ikhlas Itu Indah'/><author><name>Rodli fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06237417683853813209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>