<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title> TAUBAT ITU INDAH </title><description>السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 00:58:39 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">662</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>ISTRI mantan seorang PELACUR</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2015/10/istri-mantan-seorang-pelacur.html</link><category>ADAB</category><category>CINTA</category><category>FIQIH WANITA</category><category>KISAH PENUH HIKMAH</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 14 Oct 2015 02:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-8737853689631238069</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAX5KTvKwLZs3MS8HCvz-NJXq3q7ccuoFDBiKUkzDXSszxA1P2wKwfMwUmw84qxUpbB_CbnLQanFxdClS5jbq4eJZ_4ILLK1P0zRsukXFrF6mds_CJzz42klUIHOsBPLUjFN4TBYD4gyo/s1600/TAUBAT.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAX5KTvKwLZs3MS8HCvz-NJXq3q7ccuoFDBiKUkzDXSszxA1P2wKwfMwUmw84qxUpbB_CbnLQanFxdClS5jbq4eJZ_4ILLK1P0zRsukXFrF6mds_CJzz42klUIHOsBPLUjFN4TBYD4gyo/s1600/TAUBAT.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang istri sesenggukan di hadapan suami nya, sambil berkata lirih: 
“Mas, tolong mas ya, jangan hukumi aku dengan masa laluku, aku sudah tak
 di sana lagi. Saat ini aku di sini denganmu untuk meniti jalan menuju 
masa depan. Dulu saya memang orang tidak benar. Sekarang saya adalah di 
jalan yang benar dan ingin tetap benar di jalan kebenaran bersama 
dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang suami terus saja marah dan merasa tertipu oleh 
wanita yang dikenalkan temannya, seorang aktifis sebuah majelis 
pengajian, yang kemudian menjadi istrinya itu. Suaminya kaget dan marah 
setelah tahu bahwa sang istri adalah mantan “wanita malam” yang dulunya 
memiliki banyak penggemar. Pikirannya berkecamuk, berdebat sendiri 
antara menceraikan istrinya dan menerimanya apa adanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman 
yang mengenalkannya dipanggil untuk dimintai pertanggungjawaban mengapa 
memilihkan wanita dengan masa lalu tidak bagus. Temannya menjawab:”Bukan
 tugasku mengorek masa lalu seseorang, saya tak memiliki data 
kehidupannya dari waktu ke waktu. Bagiku, orang yang aktif ibadah dan 
mengaji adalah orang-orang yang memiliki masa depan. Memang baik 
memiliki istri yang masa lalunya sebaik masa kini dan masa depannya. 
Namun masih lebih baik wanita dengan masa lalu tak baik tapi masa kini 
dan depannya baik dibandingkan dengan wanita yang masa lalunya baik 
namun semakin tua semakin bermasa depan rusak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang teman itu 
balik bertanya dari mana si suami itu tahu masa depan istrinya itu. Sang
 suami kaget dengan pertanyaan tak terduga itu. Gagap dia untuk menjawab
 namun tak berani dia untuk berbohong. Dia menjawab: “Semalam saya 
bertemu dengan teman akrab istri saya yang masih ada di kompleks maksiat
 itu. Setelah saling cerita, barulah saya tahu siapa dulunya istri 
saya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temannya berkata: “Istrimu masih lebih baik dari dirimu 
yang masih selalu berbuat dosa. Harusnya istrimu yang menyesal 
bersuamikan kamu, bukan kamu yang menyesal memperistrikan dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah kehidupan. Kadang kita keras pada orang lain, namun lemah pada diri sendiri. Lebih dari itu ada hikmah di balik kisah ini: “tidak mengetahui semua hal kadang lebih membahagiakan dibandingkan mengetahui segala hal.” &lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAX5KTvKwLZs3MS8HCvz-NJXq3q7ccuoFDBiKUkzDXSszxA1P2wKwfMwUmw84qxUpbB_CbnLQanFxdClS5jbq4eJZ_4ILLK1P0zRsukXFrF6mds_CJzz42klUIHOsBPLUjFN4TBYD4gyo/s72-c/TAUBAT.jpg" width="72"/></item><item><title>Dengan Mubahalah Penghina Istri Nabi Hancur</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2015/08/dengan-mubahalah-penghina-istri-nabi.html</link><category>Kisah-kisah Penting</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 8 Aug 2015 07:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-4517645456222271415</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="entry-header" style="background-color: 0; border: 0px; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; font-stretch: inherit; line-height: 19.5px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;h1 class="entry-title" style="border: 0px; font-family: 'Roboto Condensed', sans-serif; font-size: 3rem; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 1.25em; margin: 0px 0px 1.2rem; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div class="entry-meta" style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin-bottom: 0.875em; overflow: hidden; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="entry-content hyphenate" style="background-color: 0; border: 0px; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; font-stretch: inherit; line-height: 19.5px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin-bottom: 0.875em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Fenomena mencela para sahabat dalam ajaran Syi’ah sepertinya sudah bukan isapan jempol. Dalam literatur klasik mereka bisa dengan mudah ditemukan riwayat-riwayat pelecehan dan penghinaan kepada para sahabat termasuk di antaranya adalah Aisyah Ummul Mukminin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin-bottom: 0.875em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Di Mesir ada sosok yang bernama Hasan Shahatah (10 November 1946 – 24 Juni 2013). Menurut pengakuannya, sejak kecil orang tuanya sudah mengenalkan kepemimpinan Ali bin Abi Thalib. Keluarganya termasuk penganut Syi’ah hanya saja masih menganutnya secara taqiyah. Adapun Hasan Syahatah mengumumkan kesyi’ahannya pada tahun 1996. Dalam ceramah-ceramahnya sudah mulai menyeru kepada paham Syi’ah dan sudah berani menghujat para sahabat yang mulia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin-bottom: 0.875em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Di antara sahabat yang dihujat, dicaci dan dilaknat adalah Abu Bakar, Umar bin Khaththtab, Utsman bin Affan dan para sahabat lainnya yang termasuk dalam kategori sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Bahkan dengan berani dia pun melaknat Aisyah istri Rasulullah&amp;nbsp;&lt;em style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin-bottom: 0.875em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Dengan sikapnya yang arogan dalam melecehkan dan melaknat para sahabat yang mulia. Maka salah seorang yang bernama Abu Masyari menantangnya untuk melakukan mubahalah berkaitan dengan tuduhannya terhadap Aisyah Ummul Mukminin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin-bottom: 0.875em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Dalam mubahalahnya, Abu Masyarai di hadapan Hasan Syahatah menyatakan: “&lt;em style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Dalam rangka membela kehormatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, saya tidak ada masalah jika saya harus mati. Saya keluar atas daya dan kekuatan Allah. Begitu juga saya masuk kepada daya dan kekuatan Allah. Aisyah Ummul Mukminin adalah sosok yang telah diridhai Allah dan Rasul-Nya. Beliau bukan sosok yang kriminal (mujrimah), bukan sosok yang fasik (fasiqah), bukan sosok munafiq (munafiqah). Dan kamu, Hasan Syahatah adalah seorang yang fajir, fasiq dan munafiq. Jika aku yang berdusta maka pasti Allah akan melaknatku”.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin-bottom: 0.875em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Kemudian Hasan Syahatah menjawab tantangan mubahalah tersebut dengan menyatakan:&amp;nbsp;&lt;em style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Saya keluar atas daya dan kekuatan Allah dan saya masuk kepada daya dan kekuatan Allah. Saya menyatakan bahwa Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang yang fasiq (fasiqah), kriminal (mujrimah), menentang Allah dan RasulNya, menyakiti keluarga Nabi dan telah membunuh kaum muslimin secara dzalim. Maka baginya laknat Allah baik di dunia maupun akhirat dan bagiku laknat Allah jika aku yang berdusta.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin-bottom: 0.875em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Apa yang terjadi setelah&amp;nbsp;&lt;em style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;mubahalah&lt;/em&gt;? Tidak lama dari peristiwa&lt;em style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;mubahalah&lt;/em&gt;, Hasan Syahatah dirundung beragam penyakit. Sebagaimana dituturkan Abu Masyari dalam televisi canel Al Hikmah. Pada hari Ahad 23 Juni 2013 ketika Hasan Syahatah mengunjungi desa Abu Muslim di Provinsi Giza dalam rangka merayakan hari kelahiran Imam yang kedua belas yaitu Imam Mahdi. Dalam acara tersebut juga diadakan acara nikah mut’ah massal sebagaimana yang dituturkan warga setempat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin-bottom: 0.875em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Dengan cara yang baik-baik, warga meminta agar acara tersebut dibubarkan. Namun kalangan syi’ah bertindak arogan sehingga menyulut emosi warga. Dalam peristiwa tersebut sosok pencela dan pelaknat Aisyah Umul Mukminin beserta dua saudaranya dan salah satu pengawalnya mati dalam keadaan terhina. Selain itu, warga juga menolak penguburan Hasan Syahatah di kuburan kaum muslimin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin-bottom: 0.875em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Dengan demikian, Hasan Syahatah telah binasa dan ini merupakan bagian dari jawaban Allah atas&amp;nbsp;&lt;em style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;mubahalah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;yang dilakukannya. Peristiwa ini sudah seharusnya menjadikan pelajaran bagi kalangan Syi’ah untuk berhenti dari mencela para sahabat Rasulullah&lt;em style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Namun ironisnya kalangan Syi’ah bukannya sadar dan kembali kepada pangkuan Islam. Justru mereka memberikan gelar&amp;nbsp;&lt;em style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;as syahid&amp;nbsp;&lt;/em&gt;kepada sosok penghina istri Rasulullah&amp;nbsp;&lt;em style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_59904" style="border: 0px; clear: both; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px auto 0.875em; max-width: 100%; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline; width: 278px;"&gt;
&lt;a href="http://www.kiblat.net/files/2014/10/1002927_592774477424462_599083223_n.jpg" rel="fancybox" style="-webkit-transition: all 0.25s; border-bottom-color: rgb(237, 50, 55); border-bottom-style: dotted; border-width: 0px 0px 1px; color: #ed3237; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: none; transition: all 0.25s; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;img alt="Hasan Syahatah, Pelaknat Ummul Mukminin Aisyah yang tewas mengenaskan. Jasadnya tidak diterima oleh masyarakat." class="size-full wp-image-59904" src="http://www.kiblat.net/files/2014/10/1002927_592774477424462_599083223_n.jpg" height="188" style="border: 0px none; display: block; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; height: auto !important; line-height: inherit; margin: 0px; max-width: 100%; padding: 0px; vertical-align: baseline;" width="268" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="wp-caption-text" style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: 1.2em; margin-top: 5px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Hasan Syahatah, Pelaknat Ummul Mukminin Aisyah yang tewas mengenaskan. Jasadnya tidak diterima oleh masyarakat.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin-bottom: 0.875em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Allah telah meridhai&amp;nbsp;&lt;em style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ummul Mukminin&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Aisyah&amp;nbsp;&lt;em style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/em&gt;dan telah menurunkan ayat berkaitan dengan terbebasnya beliau dari tuduhan keji. Maka bagi kalangan yang masih suka mencela Istri Rasulullah&amp;nbsp;&lt;em style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&amp;nbsp;hendaknya merenungkan firman Allah dalam An Nur ayat 11;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin-bottom: 0.875em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;em style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita yang amat dusta itu ialah segolongan dari kalangan kamu janganlah kamu menyangka (berita yang dusta) itu buruk bagi kamu, bahkan ia baik bagi kamu. Tiap-tiap seorang di antara mereka akan beroleh hukuman sepadan dengan kesalahan yang dilakukannya itu, dan orang yang mengambil bahagian besar dalam menyiarkannya di antara mereka, akan beroleh seksa yang besar (di dunia dan di akhirat).&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin-bottom: 0.875em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Dan renungkan juga firman-Nya dalam Surat al Baqarah ayat 39:&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin-bottom: 0.875em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;em style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Dan orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat keterangan Kami, mereka itu ialah ahli neraka, mereka kekal di dalamnya.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin-bottom: 0.875em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Para pencela sahabat dan Istri Rasulullah&amp;nbsp;&lt;em style="border: 0px; font-family: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&amp;nbsp;seperti Hasan Syahatah telah hancur dan binasa, maka kita menunggu kehancuran para pencela lainnya seperti gembong Syi’ah yang berasal dari Kuwait Yasir al Habib dan orang-orang yang sejenisnya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description></item><item><title>Arnoud Van Doorn, Sang Pembuat Film Penghina Islam itu Naik Haji</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2015/08/arnoud-van-doorn-sang-pembuat-film.html</link><category>KISAH PENUH HIKMAH</category><category>Kisah-kisah Penting</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 8 Aug 2015 07:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-3353178785904883908</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;h1 class="entry-title" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Oswald, sans-serif; line-height: 1.1; margin: 10px 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div class="entry-meta" style="background-color: white; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; box-sizing: border-box; color: #999999; font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 0.85em; margin-bottom: 0.5em;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="entry-intro" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18.5714282989502px;"&gt;
&lt;div style="box-sizing: border-box; margin-bottom: 9px;"&gt;
Arnoud Van Doorn adalah salah satu pemimpin Partai Kebebasan yang ikut memproduksi film penghujatan terhadap Rasulullah, “Fitna”. Selasa, 23 April 2013, dia menyatakan memeluk Islam dan berangkat umrah&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="entry-image" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #333333; float: left; font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18.5714282989502px; margin-bottom: 1em; width: 620px;"&gt;
&lt;img alt="Arnoud Van Doorn, Sang Pembuat Film Penghina Islam itu Naik Haji" src="http://www.hidayatullah.com/files/bfi_thumb/Arnoud-Van-Doom1-2xoca7ornl3j2e2w9pj5kw.jpg" style="border: 0px; box-sizing: border-box; vertical-align: middle; width: 620px;" /&gt;&lt;div class="credit" style="box-sizing: border-box; color: #999999; font-size: 0.6em; text-align: right; text-transform: uppercase;"&gt;
OKAZ&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 1.1em;"&gt;Arnoud Van Doorn, mantan politisi Belanda, sekaligus eks anggota terkemuka partai sayap kanan yang dipimpin Geert Wilders, yang dulu anti-Islam dan sempat menjadi produser film kontroversial “Fitna”, &amp;nbsp;ikut menunaikan ibadah haji tahun ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 1.1em;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/28296/25/04/2013/mantan-pendukung-geert-wilders-yang-%27anti-islam%27-menangis-di-depan-makam-nabi-.html" rel="nofollow" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; box-sizing: border-box; color: #990000; font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 1.1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;strong style="box-sizing: border-box;"&gt;Sebelumnya, di tahun 2013, ia bahkan telah menjadi muallaf dan melakukan perjalanan umroh mengunjungi makan Rasulullah Muhammad di Madinah&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 1.1em;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="entry-content" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 1.1em;"&gt;
&lt;div style="box-sizing: border-box; margin-bottom: 9px;"&gt;
Arnoud Van Doorn, pernah ikut terlibat membuat film yang melecehkan sosok Nabi Muhammad beberapa tahun lalu. Dia termasuk mantan anggota Partai Liberal yang dipimpin tokoh rasis Belanda Geert Wilders.&lt;/div&gt;
&lt;div style="box-sizing: border-box; margin-bottom: 9px;"&gt;
Rupanya, hidayah Allah justru datang setahun lalu setelah ia menjadi Muslim, padahal selama bertahun-tahun dia melakukan propaganda menentang Islam. Arnoud mengaku menyesal telah mengambil bagian dalam produksi film yang menyebarkan kebencian itu. Dan dia berada di tanah suci untuk bertobat atas kesalahannya sebelum menjadi mualaf.&lt;/div&gt;
&lt;div style="box-sizing: border-box; margin-bottom: 9px;"&gt;
“Saya menemukan diri saya di antara hati-hati yang yakin. Saya berharap air mata penyesalan saya mengeluarkan semua dosa-dosa setelah pertaubatan saya,” kata Van Doorn dikutip Saudi Gazette, Jumat (18/10/2013).&lt;/div&gt;
&lt;div style="box-sizing: border-box; margin-bottom: 9px;"&gt;
Ia mengatakan, sebagai tanda penebusan doa, dirinya akan memproduksi sebuah film baru yang akan menunjukkan esensi sejati dari Islam dan kepribadian yang benar Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="box-sizing: border-box; margin-bottom: 9px;"&gt;
Van Doorn menggaambarkan film “Fitnah” benar-benar salah, yang berisi banyak informasi yang menyesatkan dan tidak benar yang tidak ada hubungannya dengan agama mulia Islam dan Rasulullah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="box-sizing: border-box; margin-bottom: 9px;"&gt;
Ia mengatakan bahwa sejak kedatangannya di tanah suci, ia telah menjalani hari terbaik dalam hidupnya dan ia berharap bahwa ia bisa menghabiskan lebih banyak waktu di Madinah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="box-sizing: border-box; margin-bottom: 9px;"&gt;
Van Doorn mengatakan, sejak kedatangannya di Tanah Suci, ia telah menjalani hari terbaik dalam hidupnya dan ia berharap bisa menghabiskan lebih banyak waktu di Madinah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="box-sizing: border-box; margin-bottom: 9px;"&gt;
“Saya merasa malu berdiri di depan makam Nabi. Saya pikir kesalahan besar yang telah saya buat dengan memproduksi film tercela itu. Saya berharap bahwa Allah akan mengampuni saya dan menerima tobat saya,” tutur katanya.*&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description></item><item><title>Wahai Calon Imamku Jadikanku Seindah Wanita Solehah</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2015/04/wahai-calon-imamku-jadikanku-seindah.html</link><category>AKHLAK</category><category>FIQIH WANITA</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 15 Apr 2015 20:49:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-8138027877527657071</guid><description>&lt;h3 class="post-title entry-title" style="background-color: white; font-family: verdana, helvetica, arial, sans-serif; margin: 0px; padding: 0px 0px 10px; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #666666; font-family: Arial; font-weight: normal; line-height: 15px;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class="post-header" style="background-color: white; font-family: verdana, helvetica, arial, sans-serif; font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;
&lt;div class="post-header-line-1" style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="post-body entry-content" style="background-color: white; font-family: verdana, helvetica, arial, sans-serif; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; font-size: 11px; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbDGwGg46CTpQW1w6h-10yhW7lDuFAaT-Okb55IBJ9Z6BRTUZT15OmAemzMhIgBE7Skh_5JCAEXsffK__zHV3yncHLIzgSj6OdQLC-v_QHr6X8QfGQevHGKblcVKXsN7Tok47xIDBm-wA/s1600/YUYU.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbDGwGg46CTpQW1w6h-10yhW7lDuFAaT-Okb55IBJ9Z6BRTUZT15OmAemzMhIgBE7Skh_5JCAEXsffK__zHV3yncHLIzgSj6OdQLC-v_QHr6X8QfGQevHGKblcVKXsN7Tok47xIDBm-wA/s1600/YUYU.jpg" height="400" width="246" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="margin: 0px; padding: 0px;" trbidi="on"&gt;
&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="color: #666666; font-family: Arial; line-height: 15px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;اَلْحَمْدُلِلّهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="font-size: 11px;"&gt;Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="font-size: 11px;"&gt;•Yaa Rabbi•&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px;" trbidi="on"&gt;
*´Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAamiin ya Rabbal'alamiin...&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Indahnya perkataanmu wanita solehah yang berjuang disisi mujahid soleh.....“Seindah indahnya perhiasan dunia adalah wanita yang sholehah,”&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Kumulakan warkah ini dengan bait indah yang ditinggalkan Rasulullah saw kepada seisi alam. Wanita solehah! Idaman semua muslimin di alam maya ini..&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Alhamdulillah, itulah anjuran Islam yang kita cintai, pilihlah wanita yang mampu menyejukkan pandanganmu dan juga baitul muslim yang bakal dibina ketika sampai saat itu, insya Allah.&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;”Dinikahi seorang wanita itu karena empat perkara hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah hal keagamaannya, maka beruntunglah kedua-dua tanganmu..”&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Wanita solehah idaman mujahid soleh yang malunya menjadi perisai dirinya yang zikirnya menjadi penawar dirinya tak gentar di goda duniawi karena dia rindukan harumnya syurgawi dia berpegang pada janji yang terpatri di lubuk hati....&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Telah dinukilkan panduan sepanjang zaman, itulah lirikan utama buatmu memilih calon isteri. Tiap baris itu telah menjadi hafalanku sejak aku mengenali dunia baligh ini.&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Jika harta yang kau idamkan, ketahuilah diriku tidak punya apa-apa harta di dunia ini melainkan ilmu agama yang telah dititipkan buatku oleh umi dan abah. Tiada harta untuk kupersembahkan...hanya ketenangan yang mampu aku sediakan buatmu karena aku pernah terbaca kata-kata ...&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;b&gt;"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang.¨ (lah-Rum: 21)&lt;/b&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Jika keturunan yang mulia itu yang kau dambakan, ketahuilah jua aku di bawah pengawasan Allah sebagai penjaga mutlak diriku. Aku adalah keturunan mulia, ayahanda Nabi Adam as dan bonda Hawa as, sama seperti mu.&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;b&gt;”... maka bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya Allah mengasihi orang yang bertawakal kepadaNya. Jika Allah menolong kamu maka, tiada seseorangpun yang boleh menghalang kamu, dan jika ia mengecewakan kamu, maka siapakah yang dapat menolong kamu sesudah Allah (menetapkan demikian) ? dan ingatlah kepada Allah jualah hendaknya orang yang beriman itu berserah diri...” (Ali Imran : 159-160)&lt;/b&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Kecantikan, itulah pandangan pertama setiap insan. Malah aku meyakini bahawa kau juga tidak terlepas seperti insan yang lain. Ketahuilah, jika kecantikan itu yang kau inginkan daripada diriku, kau telah tersalah langkah. Tiada kecantikan yang tidak terbanding untuk kupertontonkan padamu. Telah aku hijabkan kecantikan diriku ini dengan amalan ketaatan kepada tuntutan agama yang kucintai. Kau hanya membuang masa jika kau menginginkan kecantikan lahiriah semata-mata.&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Aku memerlukan engkau untuk bersama-samaku menegakkan dakwah islamiyyah ini, dan aku merelakan diri ini menjadi penolongmu untuk membangunkan sebuah markas dakwah dan tarbiyyah ke arah jihad hambaNya kepada Penciptanya yang agung. Pendirianku...pernikahanku akan ku jadikan medan pencarian ilmu agama sebagai risalah demi meneruskan perjuangan Islam. Aku masih kekurangan ilmu agama, tetapi berbekalkan ilmu agama yang telah dibekalkan ini. Aku ingin menjadi isteri yang senantiasa mendapat keridhaan Allah dan suamiku untuk memudahkan aku membentuk usrah muslim antara aku, suamiku dan anak-anak untuk dikuatkan dengan ketaatan kepada Allah Yang Maha Esa. Aku bercita-cita bergelar pendamping solehah, seperti mana yang dijanjikan Rasul,&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;" Semoga Allah memberi rahmat kurnia kepada lelaki yang bangun di tengah malam lalu dia sembahyang dan membangunkan isterinya, maka sekiranya enggan juga bangun untuk bersembahyang, dia merenjiskan air ke mukanya. Semoga Allah memberi rahmat kurnia kepada wanita yang bangun di tengah malam lalu bersembahyang dan membangunkan suaminya. Maka jika dia enggan, dia mencipratkan air kemukanya." (Riwayat Abu Daud dengan Isnad yang sahih)&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;b&gt;Renungilah Firman Allah SWT ini, lalu kau akan tahu hakikat diriku dan dirimu dipertemukan oleh Allah atas namanya pertemuan.&lt;/b&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;b&gt;“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan lelaki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An Nisaa’ : 1)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;" Kaum lelaki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh kerana Allah telah melebihkan sebahagian mereka (lelaki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan kerana mereka (lelaki) telah menafkahkan sebahagian&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;dari harta mereka".(An-Nissa':34)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Membenarkan seperti apa yang telah Dia katakan dalam QalamNya yang mulia. Aku meyakini bahwa engkau adalah pemimpin untukku. Jadikanlah suatu pernikahan itu sebagai asas pembangunan iman dan bukannya untuk memuaskan bisikan syaitan yang menjadikan ikatan pernikahan sebagai tunjang nafsu semata-mata. Moga diriku dan dirimu senantiasa didampingi kerahmatan dan keridhaanNya. Lakukanlah tanggung\jawabmu itu dengan syura kesabaran, qanaah ketabahan moga kita akan menjadi salah satu daripada jemaah saf menuju ke syurga insyaAllah.&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Aku tidak menginginkan hantaran bersusun, mas kawin yang hanya akan menyebabkan hatiku buta dalam menilai arti kita dipertemukan oleh Allah atas dasar agama. Cukuplah seandainya, maharku sebuah Qalam Mulia, Al-Quran, karena aku meyakini Qalam itu mampu memimpin rumah tanggaku dalam meraih keridhaanNya bukan kekayaan dunia yang bersifat sementara. Bantulah aku dalam memakmurkan agama Allah, karena ia adalah cara untuk aku menyempurnakan separuh daripada agamaku, insyaAllah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="margin: 0px; padding: 0px;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="font-size: 11px;"&gt;Akhlakmu yang terdidik indah oleh ibu bapa dan orang sekelilingmu,itulah yang aku harapkan daripada kekayaan duniawi yang kau sediakan.&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="font-size: 11px;"&gt;"Tidak lagi wujud keborosan dan kebakhilan kerana semuanya berada di dalam udara Qana'ah (berpuas hati dengan apa yang ada), ridha dan yakin bahawa dunia ini bukanlah negara Janatunna'im. Lihatlah rumahtangga Rasulullah s.a.w kadang-kadang berlalu sebulan demi sebulan, pernah dapurnya tidak berasap kerana tidak ada bahan makanan yang dapat dimasak.Walaupun demikian susahnya,rumah tangga Rasulullah s.a.w tetap menjadi rumahtangga yang paling bahagia yang tidak ada bandingnya hingga ke hari ini.&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="font-size: 11px;"&gt;Ya Allah,gembirakan kami dengan ridha-Mu&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="font-size: 11px;"&gt;♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="font-size: 11px;"&gt;Hak cipta adalah milik Allah SWT semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="font-size: 11px;"&gt;Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih &amp;amp; benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="font-size: 11px;"&gt;Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="font-size: 11px;"&gt;Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="font-size: 11px;"&gt;Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="font-size: 11px;"&gt;Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br style="color: #666666; font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 15px;" /&gt;&lt;span style="color: #666666; font-family: Arial; line-height: 15px;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="color: #666666; font-family: Arial; line-height: 15px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&amp;nbsp;وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbDGwGg46CTpQW1w6h-10yhW7lDuFAaT-Okb55IBJ9Z6BRTUZT15OmAemzMhIgBE7Skh_5JCAEXsffK__zHV3yncHLIzgSj6OdQLC-v_QHr6X8QfGQevHGKblcVKXsN7Tok47xIDBm-wA/s72-c/YUYU.jpg" width="72"/></item><item><title>CIRI-CIRI WANITA SOLEHAH        </title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2015/04/ciri-ciri-wanita-solehah.html</link><category>AKHLAK</category><category>FIQIH WANITA</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 15 Apr 2015 20:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-4024756274833393773</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieJwkbioKtyAkjq8QnjLmR4baUl3Pg9_p3SP_VolBx-wrV42Ukah-zkvlDb2EiRF0-JGmkpFbI0qKRz7Sq37rYOCK6uFQ26ykAo-Cvn8nmSqXulTSTFlVh3mFJTXxvBVMEnyq0xHTX4_Y/s1600/gfhdf.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieJwkbioKtyAkjq8QnjLmR4baUl3Pg9_p3SP_VolBx-wrV42Ukah-zkvlDb2EiRF0-JGmkpFbI0qKRz7Sq37rYOCK6uFQ26ykAo-Cvn8nmSqXulTSTFlVh3mFJTXxvBVMEnyq0xHTX4_Y/s1600/gfhdf.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="position: relative; top: 5px;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:&lt;br /&gt;1. Taat kepada Allah dan RasulNya&lt;br /&gt;2. Taat kepada suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Taat kepada Allah dan RasulNya&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?&lt;br /&gt;- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.&lt;br /&gt;- Wajib menutup aurat&lt;br /&gt;- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah&lt;br /&gt;- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya&lt;br /&gt;- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa&lt;br /&gt;- Berbuat baik kepada ibu &amp;amp; bapa&lt;br /&gt;- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang&lt;br /&gt;- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa&lt;br /&gt;- Bersikap baik terhadap tetangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Taat kepada suami&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Memelihara kewajipan terhadap suami&lt;br /&gt;- Sentiasa menyenangkan suami&lt;br /&gt;- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.&lt;br /&gt;- Tidak cemberut di hadapan suami.&lt;br /&gt;- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur&lt;br /&gt;- Tidak keluar tanpa izin suami.&lt;br /&gt;- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami&lt;br /&gt;- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran&lt;br /&gt;- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.&lt;br /&gt;- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik &amp;amp; kecantikannya serta rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor tersebut ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Lupa mengingat Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;" Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya."&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w.: artinya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan."&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Riwayat Tarmizi)&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.&lt;br /&gt;Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An'am: artinya:&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;" Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir."&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3) Mudah terpedaya dengan syahwat&lt;br /&gt;4) Lemah iman&lt;br /&gt;5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk.&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieJwkbioKtyAkjq8QnjLmR4baUl3Pg9_p3SP_VolBx-wrV42Ukah-zkvlDb2EiRF0-JGmkpFbI0qKRz7Sq37rYOCK6uFQ26ykAo-Cvn8nmSqXulTSTFlVh3mFJTXxvBVMEnyq0xHTX4_Y/s72-c/gfhdf.jpg" width="72"/></item><item><title>Menjadi Kekasih Allah</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2015/04/menjadi-kekasih-allah.html</link><category>AKHLAK</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 15 Apr 2015 20:16:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-3491198825865087582</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9BFN0H35Gd6aFbuDRI8A5NiY-0TgX-elcRo7ThbBxXES0JQTsU4kAMaqqXoShYsvqapAJqBC_iFPY7pvwG0LbY7KMVf9TjcznyGasHqdeL2OjD93V1Yeg9B4a-UhCxbGhHIQSMd2JHCY/s1600/yudha000001.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9BFN0H35Gd6aFbuDRI8A5NiY-0TgX-elcRo7ThbBxXES0JQTsU4kAMaqqXoShYsvqapAJqBC_iFPY7pvwG0LbY7KMVf9TjcznyGasHqdeL2OjD93V1Yeg9B4a-UhCxbGhHIQSMd2JHCY/s1600/yudha000001.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;Sebuah Keniscayaan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Bicara tentang kekasih, identik dengan berbicara tentang cinta. Sesuatu yang dicintai dan dikasihi, dimakhlumi sebagai kekasih.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Nabiyullah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Ibrahim mendapat julukan&amp;nbsp;&lt;em&gt;Kholilullah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(Kekasih Allah), artinya beliau mendapatkan cinta dan kasih sayang-Nya. Cinta yang hakiki-murni-sejati adalah cinta pada Dia, Dzat Maha Suci yang secara realitas telah memberi segala yang kita rasakan sekarang. Cinta hakiki adalah cinta pada dzat yang mencintai kita.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Betapa tidak, hanya dialah yang memberikan segalanya pada kita. Tengok saja segala yang kita miliki, semuanya berasal dari Allah SWT. Semua yang kita gunakan adalah milik-Nya, lalu atas dasar kasih-Nya Dia mengijinkan kita untuk menggunakan semua itu. Hakekatnya, badan, tanah, rumah, kendaraan, kekayaan, jabatan dan segala hal yang kita gunakan bukanlah milik hakiki kita. Itu adalah milik Allah SWT yang atas cinta-Nya dibolehkan untuk kita gunakan sehingga menjadi ‘milik' kita didunia. Bukti konkret bahwa semua itu bukan milik hakiki kita, hanya ‘milik' sementara saja, adalah ketika siapapun meninggal maka semua itu tidak dibawanya. Badan hancur lebur dimakan bakteri; tanah, rumah, kendaraan, dan kekayaan tidak ikut dikubur, semuanya diwariskan. Jabatan juga hanya tinggal sebutan. Satu-satunya jabatan yang melekat adalah : MAYAT&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Semua yang kita punya berasal dari Allah SWT. Saya percaya, anda pernah berpikir mengapa anda dapat membaca buku ini ? sebab, anda punya energi yang diolah dari makanan beserta indera yang dimiliki. Padahal, proses terbentuknya energi dari makanan itu melalui suatu proses metabolisme yang canggih. Siapakah yang menjadikan proses metabolisme sejak lahir dalam diri kita ? kitakah? Bukan! Allah SWT. Dengan penuh cinta memberikannya kepada kita sejak bayi. Tanpa metabolisme, kita tak berdaya apa-apa. Organ tubuh kita dengan fungsinya masing-masing, kitakah yang membuatnya? Tentu, bukan! Allah SWT. Menciptakannya untuk kita gunakan. Kita makan nasi, siapakah yang membuat padinya? Petani ? kita, tentu, akan mengatakan : “bukan, petani hanyalah menanam”. Allah SWT. Memang sengaja menciptakan padi untuk kita makan. Dia telah berjanji memberi rizki pada setiap makhluknya. Pakaian yang kita kenakan berasal dari benang, dan benang berasal dari kapas, siapakah yang menjadikan pohon kapas? Bukan siapapun melainkan Allah SWT. Setiap apapun yang kita gunakan, terang sekali ciptakan Allah SWT. Tak ada sesuatu apapun yang kita miliki dan gunakan kecuali berasal dari Allah Dzat Maha Sayang. Kita tak punya daya dan upaya tanpa Allah SWT,&amp;nbsp;&lt;em&gt;la hawla wa la quwwata illa billah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;.&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;Semua itu merupakan wujud sifat kasih sayang Allah SWT (&amp;nbsp;&lt;em&gt;Ar rahman&amp;nbsp;&lt;/em&gt;) yang dia berikan kepada kita.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Realitas menunujukkan tidak ada siapapun yang mencintai kita memberi segala yang kita punyai dan kita butuhkan selain Allah Pencipta kita. Kecintaan Allah SWT. Nampak begitu nyata. Bila demikian, maka sangat rasional bila saya, anda, dan siapapun ingin menjadi kekasih-Nya. Ingin menumpahkan cinta kita kepada-Nya. Kehendak menjadi kekasih Allah SWT. Dan mencurahkan kecintaan kepada-Nya sungguh merupakan keniscayaan bagi mereka yang menyadari sebagai hamba Allah Dzat Maha Pemberi.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;Wujud Nyata&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Wujud cinta tersebut umumnya teraplikasi setidaknya dalam tiga bentuk.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Pertama,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;lebih mementingkan perintah kekasihnya dari pada perintah yang lain;&amp;nbsp;&lt;em&gt;kedua,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;lebih mementingkan pertemuan dengan kekasihnya dibanding dengan yang lain; dan&amp;nbsp;&lt;em&gt;ketiga,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;lebih mementingkan mendapat keridhoan kekasihnya dari pada mendapatkan keridhoan yang lainnya. Karenanya, untuk mengecek apakah kita sudah menjadikan Allah SWT sebagai kekasih sejati atau belum mestinya kita mengecek sudahkah kita selalu taat pada perintah-Nya ? sudahkah selalu ingin bertemu dengan-Nya dalam peribadatan? Sudahkah mengharapkan keridhoan hanya dari-Nya? Kepada hukum Allah ataukah hukum&amp;nbsp;&lt;em&gt;thaghut?&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Jika jawabannya belum, maka tidak salah bila saat ini nurani anda bergumam: “hipokrit engkau wahai jiwaku!” sekalipun demikian, sampai sekarangpun belum terlambat untuk menjadikan-Nya&amp;nbsp;&lt;em&gt;al-Mahbub&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(yang dicintai). Yakinlah, kita dapat menjadi kekasih-Nya hingga nama kita senantiasa disebut-sebut di kalangan para malaikat.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Satu hal yang penting dicatat, tidak mungkin Allah SWT menyayangi dan mengasihi kita dalam keridhoan-Nya bila kita sendiri tidak mencintai-Nya. Inilah kiat pertama yang mutlak dilakukan:” Jadikanlah Allah sebagai kekasih kita, niscaya kita akan menjadi kekasih-Nya”.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Katakanlah:”Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&amp;nbsp;&lt;/em&gt;. Begitu firman Allah SWT dalam surat Ali ‘Imron [3] ayat 31.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Seorang muslim, apalagi pengemban dakwah, sudah sepatutnyalah menjadikan cinta tertingginya untuk Allah SWT. Karena dia adalah penyebar ajaran-ajaran-Nya. Dengan demikian ia akan menjadi&amp;nbsp;&lt;em&gt;uswah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dan&amp;nbsp;&lt;em&gt;qudwah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;bagi masyarakat obyek dakwahnya. Sulit dibayangkan seseorang mengajak orang lain untuk mencintai Allah SWT bila dia yang mengajaknya tidak menjadikan Allah SWT sebagai kekasihnya. Jadi, keimanan dan tanggung jawab ini akan mendorong setiap mukmin pengemban dakwah terus berusaha untuk mencintai sekaligus dicintai oleh Allah. Demikian pula muslim pada umumnya.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;Langkah Menjadi Kekasih-Nya&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Siapapun yang men-&amp;nbsp;&lt;em&gt;tadabburi kalamullah,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;akan menemukan beberapa sifat yang harus dimiliki agar menjadi hamba yang dicintai&amp;nbsp;&lt;em&gt;Khaliq-&amp;nbsp;&lt;/em&gt;nya. Beberapa karakteristik tersebut diantaranya :&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
1.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Beriman&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Adanya iman pada seseorang, merupakan syarat mutlak bagi hamba yang berhasrat dicintai Allah. Tanpa ini, jangan harap ada cinta dari-Nya. pada ayat 18 al-Fath, yang memberikan gambaran&amp;nbsp;&lt;em&gt;baiatur Ridwan,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Allah menjelaskan hal tersebut. Seorang mukmin, terlebih-lebih para pengemban dakwah betul-betul memiliki keimanan yang mantap disertai dengan pembuktiannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia senantiasa bergetar hatinya apabila disebut nama Allah (artinya disebut ayat-ayat Allah) sebagai lambang kerinduan kepada-Nya, bahkan iapun berusaha selalu memahami ayat-ayat Allah dengan mendalam sehingga keimanannya makin bertambah setiap dibacakan ayat-ayat-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT :&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
“&amp;nbsp;&lt;em&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman (orang yang sempurna imannya) itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakkal.” (&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Qs. Al-Anfaal [8]:2&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
penampakan keimanan yang lainnya, ia senantiasa khusyu' dalam sholatnya. Sebagaimana firman Allah SWT:&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
“&amp;nbsp;&lt;em&gt;(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya.”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;( Qs. Al-Mukminuun[23] : 2 )&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
saat melakukan sholat, pikirannya tertuju pada makna bacaan, lidahnya membaca dan hatinya menghayati apa yang dibacanya itu. Ia dapat khusyu' seperti ini karena betul-betul meyakini akan pertemuannya dengan Allah dan ia pun yakin bahwa ia pasti akan kembali dan bertemu dengan-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT :&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
“&amp;nbsp;&lt;em&gt;(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Qs. Al-Baqarah [2] : 46&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Keimanan yang seperti ini akan juga membuahkan amal-amal yang menjauhkan diri dari perkataan yang tidak berguna. Sebagaimana firman Allah SWT:&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
“&amp;nbsp;&lt;em&gt;Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Qs. Al-Mukminuun[23]:3&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Demikian pula ia mengeluarkan zakat, menjaga&amp;nbsp;&lt;em&gt;arji-&amp;nbsp;&lt;/em&gt;nya dari berzina, selalu memegang teguh dan menyampaikan amanat, menepati janji, dan selalu menjaga sholatnya agar tidak terbengkalai. Sebagaimana firman Allah SWT :&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;em&gt;“Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan sembahyangnya.”(&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Qs. Al-Mukminun [23]:4-9&amp;nbsp;&lt;em&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Dalam kitab&amp;nbsp;&lt;em&gt;Nashooihul ‘Ibad,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Ibnu Hajar al-Atsqolani mengutip sebuah hadist Rasulullah SAW yang berkaitan dengan tanda-tanda keimanan :&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;em&gt;“Suatu hari Rasulullah berjumpa dengan beberapa sahabat, beliau bertanya: ‘Apa kabar kalian pagi ini?' mereka menjawab: ‘kami tetap beriman kepada Allah.' Apa tanda iman kalian?' tanyanya, mereka pun menjawab: ‘kami tabah menghadapi cobaan, bersyukur atas kehidupan yang enak dan kami ridho kepada ketentuan Allah SWT.' Mendengar jawaban itu beliau bersabda: “Demi Rabb penguasa ka'bah, kalian benar-benar beriman.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;em&gt;&lt;/em&gt;2.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Bertaqwa&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
“&amp;nbsp;&lt;em&gt;(Bukan demikian) sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuatnya) dan bertaqwa maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa.” (&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Qs. Ali Imron [3] :76&amp;nbsp;&lt;em&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;em&gt;“Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrik, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil Haram (perjanjian Hudaibiyah) ? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa.” (&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Qs. At-Taubah [9]:7&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Para ulama mendefinisikan taqwa sebagai melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan demikian, seorang pengemban dakwah akan senantiasa memaksa dan memacu dirinya untuk terikat dengan seluruh aturan Allah SWT (syariat Islam) dalam setiap keadaan apapun. Sebagaimana sabda Rasul SAW:&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;em&gt;“Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada.” (&amp;nbsp;&lt;/em&gt;HR. Tirmidzi&amp;nbsp;&lt;em&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
taqwa tidak melekat begitu saja pada seseorang. Ia lebih merupakan suatu hasil kerja terus menerus dengan amal Islami. Karenanya, taqwa perlu dibina, disuburkan dan diistiqamahkan. Kehidupan duniawi laksana seseorang yang mengendarai kuda. Bila lalai mengatur kendalinya, tak tahu kuda lari kemana dan kita bernasib bagaimana. Yang jelas kita akan tersesat dalam kondisi sesesat-sesatnya. Dalam hidup di dunia, taqwa itulah kendalinya.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Sayidina Utsman bin Affan ra pernah mengungkap lima hal penting sebagai wujud taqwa pada seseorang yaitu :&amp;nbsp;&lt;em&gt;suka bergaul dengan orang yang baik dalam agamanya serta dapat mengekang nafsu syahwat dan lisannya; bila ditimpah musibah keduniaan yang besar dia menganggapnya sebagai ujian; bila ditimpah urusan kecil mengenai keagamaan dia merasa untung karenanya; tidak menjejali perutnya walaupun dengan makanan yang halal karena takut tercampur dengan barang haram; dan pada pandangannya orang lain sudah berhasil membersihkan dirinya sedangkan dirinya merasa masih kotor.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
3.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Berbuat Ihsan&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Al Fadhil Ibn ‘Iyadh berkata :&amp;nbsp;&lt;em&gt;“Sesungguhnya sesuatu perbuatan apabila benar tetapi tidak ikhlas maka amal itu tidak diterima. Demikian pula apabila dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar (showab) maka amal itupun tidak diterima, jadi harus ikhlas dan benar. Ikhlas artinya hanya karena Allah, dan benar artinya sesuai dengan sunnah Rasul Allah SAW.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Dengan demikian dengan dua syarat tadi mudahlah mengukur amal kita, termasuk amal yang ihsan (baik) atau tidak&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Berkaitan dengan seruan berbuat baik, Allah SWT telah menegaskan dalam firman-Nya :&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;em&gt;“Dan belanjakanlah (harta bendamu) dijalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Qs. Al-Baqarah [2]: 195&amp;nbsp;&lt;em&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;em&gt;“Menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Qs. Ali Imron [3] : 134&amp;nbsp;&lt;em&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Selain itu, disaat melakukan suatu perbuatan tujuannya harus betul-betul dalam rangka beribadah kepada Allah SWT; dengan seakan-akan kita melihat-Nya dan apabila kita tidak dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Allah melihat kita. Inilah definisi&amp;nbsp;&lt;em&gt;ihsan&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dalam beribadah menurut Rasul SAW yang tercantum dalam sebuah hadist riwayat Imam Muslim. Apabila kita sudah bersikap seperti ini (ihsan) niscaya dalam setiap melakukan perbuatan akan selalu ikhlas dan benar.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Banyak sekali amal kebaikan yang dapat dilakukan, baik yang berhubungan dengan Allah seperti sholat, membaca Al qur'an, shaum, berhubungan dengan diri sendiri seperti berakhlakul karimah, berpakaian rapi, menjaga diri dari makanan haram, ataupun berhubungan dengan sesama manusia dalam&amp;nbsp;&lt;em&gt;bermuamalah dan uqubat.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Jangan sekali-kali menganggap remeh suatu amal kebaikan. Sekecil apapun lakukanlah perbuatan baik tersebut, tinggalkanlah perbuatan dosa. Ingat pula, jangan menunda-nunda amal ! Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata: “&amp;nbsp;&lt;em&gt;jika engkau di waktu sore janganlah engkau menunggu pagi, dan jika engkau di waktu pagi janganlah engkau menunggu sore. Pergunakanlah sehatmu untuk beramal sebelum sakit, dan pergunakanlah hidupmu sebelum mati.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Sementar itu, Khalifah Ali Karamaallahu Wajhah berpesan ; “&amp;nbsp;&lt;em&gt;jadilah kamu sebaik-baik manusia disisi Allah dan anggaplah kamu sejelek-jelek manusia menurut dirimu sendiri dan jadilah kamu orang yang berguna di Masyarakat.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
4.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Selalu Sabar&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Seperti halnya dalam kehidupan yang lain, dalam medan da'wah pun tidak luput dari tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan. Semua itu pada hakekatnya merupakan ujian. Maka sabar merupakan pakaian para pengemban dakwah dimanapun berada dan kondisi apapun yang tengah dihadapinya. Sabar tidaklah harus berarti berdiam diri melainkan harus berusaha juga sekuat tenaga untuk menghadapinya. Mereka yang tidak sabar termasuk orang yang merugi, ia akan cepat frustasi, marah-marah, stress, bahkan bisa jadi menyalahkan Allah SWT.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Naudzu billahi min dzalik.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Sabar bukanlah paket yang disediakan secara&amp;nbsp;&lt;em&gt;Inheren&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dalam penciptaan manusia. Sabar hanya akan ada pada mereka yang mengupayakannya. Anda dapat sabar ataukah tidak, terserah pilihan anda. Begitu pula saya atau dia. Bagi kita yang hendak menanam kesabaran diri ada beberapa pengalaman yang dapat dijadikan cermin untuk meraihnya upaya tersebut antara lain :&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;em&gt;Pertama,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;pahamilah bahwa hidup ini adalah ujian. Sesungguhnya Allah SWT menciptakan hidup dan mati itu merupakan ujian bagi seluruh hamba-Nya (Al-Muluk:2). Berbagai bentuk ujian akan senantiasa mengiringi kehidupan seorang muslim. Apakah itu berupa ketakutan, rasa lapar, dan kekurangan harta (Al-Baqarah:155) namun ada juga berupa perkara yang baik-baik (Al-Anfal:17). Ujian akan berakhir dengan tibanya ajal. Siapa yang siap hidup harus siap menghadapi ujian.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;em&gt;Kedua,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;sadarilah bahwa seluruh ujian yang ada, sekaligus sebagai pengecek kekuatan iman seseorang (Al-Ankabut:2). Semakin kuat keimanan seseorang maka semakin banyak dan berat juga ujian hidup yang akan dialaminya. Justru, bagi seorang muslim yang mengaku beriman tetapi belum pernah diuji, mestinya bertanya pada dirinya sudah sejauh manakah kadar keimanannya. Ada seorang teman pernah ketakutan, “saya mah justru tidak akan tebal iman dan banyak taat, sebab nanti akan banyak ujian. Saya takut tidak tahan, saya tidak akan sabar menghadapi ujian, apalagi makin tinggi iman maka ujian pun semakin sulit,” ungkapnya kepada saya. Saat itu saya tidak banyak memberikan komentar. Saya hanya bercerita kepadanya. Dulu, ada orang yang mengatakan kepada saya saat masih SD bahwa ujian di SMP itu sulit. Kesulitannya jauh dibandingkan dengan ujian SD, demikian pula ujian SMU. Wah, sulit sekali, tambahnya, kesulitannya tidak bisa dibayangkan oleh tingkatan SD. Apalagi di Perguruan tinggi. “Wah, apalagi pada waktu sidang skripsi. Susah bukan main. Mana dosennya sering kali sulit ditemui, lagi”. Dan, kelak bila melanjutkan S2 lebih sulit Lagi. Bagaimana sikap anda terhadap cerita ini ? saya percaya, kita tidak akan menyimpulkan:”Wah, dari pada mendapat ujian sulit lebih baik sekolah cukup sampai SD saja. Tidak perlu SMP, apalagi SMU atau sarjana.” Benar, makin tinggi tngkat pendidikan, makin sukar ujian. Tapi, buktinya, toh tetap juga dapat dilalui dengan baik. Persoalan ujian yang berkolerasi erat dengan keimanan pun demikian. Semakin tinggi keimanan seseorang, akan semakin deras ujiannya, dan yakinlah, dia akan semakin memiliki kemampuan dan kesabaran untuk mengunggulinya seiring dengan meningginya keimanan dan ketaatan.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;em&gt;Ketiga,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;sabar itu merupakan salah satu tanda keberhasilan (Al-Imron:200). Betapa banyak kaum terdahulu yang terbinasa karena ketidak sabarannya. Orang yang tidak sabar akan suatu perkara sebenarnya telah kehilangan kesempatan untuk mengungguli perkara tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;em&gt;Keempat,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang sabar (Al-Imron:146)&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Memang kesabaran bukanlah perkara yang mudah. Sebab, kesabaran memerlukan ketulusan dan kesungguhan tingkat tinggi. Agar berhasil memilikinya, biasakanlah dan perbanyaklah do'a: artinya “&amp;nbsp;&lt;em&gt;Ya Rabb kami, curahkanlah kesabaran kepada kami, dan matikanlah kami dalam keadaan muslim.” (&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Qs. AL-A'raf:222&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
5.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Tawakkal&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Satu ciri lain orang yang dicintai Allah SWT adalah orang yang tawakkal. Kaum mukminin di perintahkan untuk menyerahkan segala urusannya (tawakkal) hanya kepada Allah SWT (Ali-Imron:122; Al-Maidah:11). Sebelum melakukan segala sesuatu, kita harus menyerahkan segala macam urusan kita kepada Allah SWT. Jadi bukan berusaha lalu bertawakkal kepada Allah SWT dalam setiap urusan jauh-jauh sebelumnya baru berusaha menghadapi sekuat tenaga&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
6.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Mencintai Allah SWT&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Agar kita dicintai Allah SWT, kita harus mencintai-Nya. Wujud cinta kepada Allah adalah cinta kepada sesama muslim dan keras kepada orang kafir (bukan sebaliknya), siap berjihad, dan tidak takut terhadap selaan orang yang mencela. Demikian disebutkan dalam surat Al-Maidah ayat 54. mencintai Allah SWT dilakukan dengan cara mengikuti jejak langkah Rasulullah SAW dalam segala peri kehidupannya (Ali-Imron:31). Lembut terhadap sesama muslim dilakukan dengan cara mencintai mereka sebagaimana mencintai diri kita sendiri, tidak menyakitinya, tidak mendzaliminya, tidak mengganggu hartanya dan memelihara kehormatannya, sedangkan keras terhadap orang kafir, terutama dalam hal-hal yang menyangkut hukum islam. Tidak ada toleransi dalam beragama, yang ada kerukunan antar umat umat beragama dibawah nauangan kehidupan Islam, dimana Islamlah yang berkuasa dibumi ini. Adapun jihad merupakan perang untuk meninggikan kalimat Allah SWT. Seorang pengemban dakwah harus merelakan dirinya untuk mati&amp;nbsp;&lt;em&gt;fi sabilillah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;karena diri orang mukmin telah dibeli oleh Allah SWT (At-Taubah:111). Demikian pula sang istri harus ridho melepas suami dan anak-anaknya kemedan pertempuran demi tegaknya dinul Islam saat kaum imperalis menggunakan senjata untuk memporakporandakan Islam, umat dan negeri-negerinya. Selain itu, Pengemban da'wah harus tahan terhadap celaan yang dilontarkan kepadanya karena celaan itu sebenarnya muncul dari orang-orang yang tidak suka kepada Islam&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
7.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Bertaubat, membersihkan diri dan jiwa&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Taubat harus menjadikan kebiasaan sehari-hari (At-Taubah:112) suatu kebahagiaan bila kita terbiasa taubat seperti terbiasanya sarapan. Taubat pun bukan hanya sesaat melainkan harus dilakukan dengan benar-benar sehingga menjadi&amp;nbsp;&lt;em&gt;taubatan nasuha&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(At-Tahrim:8). Setidaknya, agar terwujud&amp;nbsp;&lt;em&gt;taubatan nasuha,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;seorang Muslim harus menyesali perbuatan dosanya, memohon ampunan kepada Allah SWT dan berniat sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya. Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali, dalam&amp;nbsp;&lt;em&gt;Minhajul ‘Abidin&amp;nbsp;&lt;/em&gt;menjelaskan bahwa pembersihan dosa seseorang, tergantung kepada jenis dosa tersebut.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Pertama,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;bila kesalahan tersebut karena kelalaian atas kewajiban dari Allah SWT, maka ia harus beristighfar dan berusaha mengqada segala kelalaiannya itu.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Kedua,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;bila dosa itu terhadap sesama manusia, maka ia harus berusaha sekuat tenaga untuk meminta kemanfaatan dan keridhaan orang tersebut.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Ketiga,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;bila dosa tersebut karena kedzaliman diri sendiri (tidak berhubungan dengan orang lain) maka ia harus memperbanyak amal shalih agar kelak, amalan buruknya akan terkalahkan banyaknya oleh amal shalehnya.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Rasulullah yang&amp;nbsp;&lt;em&gt;ma'sum,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;tidak kurang dari tujuh puluh kali sehari bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Bagaimana dengan kita yang penuh dosa dan tidak dilindungi dari kesalahan ?&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;Renungan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Itulah beberapa hal yang dapat membimbing kita untuk menjadi kekasih Allah SWT. Siapapun yang telah mencurahkan cintanya kepada Allah SWT dan berhasil menjadi kekasih-Nya, niscaya hasilnya akan kembali kepada dirinya sendiri. Ini adalah janji Allah SWT yang disampaikan oleh Nabi SAW.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Suatu waktu Rasulullah SAW bersabda bahwasannya Allah Ta'ala berfirman :”&amp;nbsp;&lt;em&gt;Barangsiapa yang memusuhi kekasih-Ku maka aku menyatakan perang kepadanya. Sesuatu yang paling kusukai dari apa yang dikerjakan oleh hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku adalah bila ia mengerjakan oleh apa yang telah Kuwajibkan kepadanya. Seseorang itu akan senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan kesunatan-kesunatan sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya maka Aku merupakan pendengaran yang ia pergunakan untuk mendengarnya, Aku merupakan penglihatan yang ia pergunakan untuk melihatnya, Aku merupakan tangan yang ia pergunakan untuk menyerangnya, dan Aku merupakan kaki yang ia pergunakan `untuk berjalan. Seandainya ia bermohon kepada-Ku pasti Aku akan mengabulkannya dan seandainya ia berlindung diri kepada-ku paasti aku akan melindunginya.” (&amp;nbsp;&lt;/em&gt;HR.Bkuhari&amp;nbsp;&lt;em&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Semoga kita diberi kemudahan untuk menjadi kekasih Allah Pencipta Alam&lt;/div&gt;
- See more at: http://www.dudung.net/artikel-islami/menjadi-kekasih-allah.html#sthash.J6RQZOsL.dpuf</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9BFN0H35Gd6aFbuDRI8A5NiY-0TgX-elcRo7ThbBxXES0JQTsU4kAMaqqXoShYsvqapAJqBC_iFPY7pvwG0LbY7KMVf9TjcznyGasHqdeL2OjD93V1Yeg9B4a-UhCxbGhHIQSMd2JHCY/s72-c/yudha000001.jpg" width="72"/></item><item><title>KISAH TAUBAT YG SANGAT INDAH</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/10/kisah-taubat-yg-sangat-indah.html</link><category>IMAN</category><category>KISAH PENUH HIKMAH</category><category>Kisah-kisah Penting</category><category>TAUBAT</category><category>TAUHID</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Thu, 30 Oct 2014 13:39:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-710796206021924060</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrydizxCkdsn-ibsnkSIQCZicVpxqOwB8NbSZkpJNnMz_dxrbEK1MFf0QybtPCoq0hnY8_w6ZNnYCe5gjIh2zuHucWwTpiIPZK6QDiwxv8_L8plyBnOj0K1w2WhiYRYFyYJ871sTtpyYk/s1600/taubat2-257x300.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrydizxCkdsn-ibsnkSIQCZicVpxqOwB8NbSZkpJNnMz_dxrbEK1MFf0QybtPCoq0hnY8_w6ZNnYCe5gjIh2zuHucWwTpiIPZK6QDiwxv8_L8plyBnOj0K1w2WhiYRYFyYJ871sTtpyYk/s1600/taubat2-257x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu hari Rasulullah duduk di dalam masjid, sementara para sahabat beliau duduk mengitari beliau. Beliau mengajari, mendidik dan mensucikan (hati) mereka.&lt;br /&gt;
Majelis tersebut dipenuhi oleh sahabat besar Nabi .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba datanglah seorang wanita berhijab masuk ke pintu masjid. Kemudian Rasul pun diam, dan diam pula para sahabat beliau .&lt;br /&gt;
Wanita tersebut menghadap dengan perlahan, dia berjalan dengan penuh gentar dan takut, dia lemparkan segenap penilaian dan pertimbangan manusia, dia lupakan aib dan keburukan, tidak takut kepada manusia, atau mata manusia dan apa yang akan dikatakan oleh manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga dia sampai kepada Rasulullah , kemudian dia berdiri di hadapan beliau, dan mengabarkan kepada beliau bahwa dia telah berzina!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah melakukan (maksiat yang mewajibkan adanya) hukuman had (atasku), maka sucikanlah aku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang diperbuat oleh Rasulullah ?!&lt;br /&gt;
Apakah beliau meminta persaksian dari para sahabat atas wanita tersebut?&lt;br /&gt;
Tidak, bahkan memerahlah wajah beliau hingga hampir-hampir meneteskan darah. Kemudian beliau mengarahkan wajah beliau ke arah kanan, dan diam, seakan-akan beliau tidak mendengar sesuatu. Rasulullah berusaha agar wanita ini mencabut perkataannya, akan tetapi wanita tersebut adalah wanita yang istimewa, wanita yang shalihah, wanita yang keimanannya telah menancap di dalam hatinya. Maka Nabi bersabda kepadanya: “Pergilah, hingga engkau melahirkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berlalulah bulan demi bulan, dia mengandung putranya selama 9 bulan, kemudian dia melahirkannya. Maka pada hari pertama nifasnya, diapun datang dengan membawa anaknya yang telah diselimuti kain dan berkata: “Wahai Rasulullah, sucikanlah aku dari dosa zina, inilah dia, aku telah melahirkannya, maka sucikanlah aku wahai Rasulullah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka Nabipun melihat kepada anak wanita tersebut, sementara hati beliau tercabik-cabik karena merasakan sakit dan sedih, dikarenakan beliau menghidupkan kasih sayang terhadap orang yang berbuat maksiat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang akan menyusui bayi tersebut jika ibunya mati? Siapakah yang akan mengurusi keperluannya jika had (hukuman) ditegakkan atas ibunya?&lt;br /&gt;
Maka Nabi bersabda: “Pulanglah, susuilah dia, maka jika engkau telah menyapihnya, kembalilah kepadaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka wanita itupun pergi ke rumah keluarganya, dia susui anaknya, dan tidaklah bertambah keimanannya di dalam hatinya kecuali keteguhan, seperti teguhnya gunung. Tahunpun bergulir berganti tahun. Kemudian wanita itu datang dengan membawa anaknya yang sedang memegang roti. Dia&lt;br /&gt;
berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah menyapihnya, maka sucikanlah aku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dan keadaannya sungguh sangat menakjubkan! Iman yang bagaimanakah yang membuatnya berbuat demikian. Tiga tahun lebih atau kurang, yang demikian tidaklah menambahnya kecuali kekuatan iman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi mengambil anaknya, seakan-akan beliau membelah hati wanita tersebut dari antara kedua lambungnya. Akan tetapi ini adalah perintah Allah, keadilan langit, kebenaran yang dengannya kehidupan akan tegak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi bersabda: “Siapa yang mengkafil (mengurusi) anak ini, maka dia adalah temanku di sorga seperti ini…” Kemudian beliau memerintahkan agar wanita tersebut dirajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sebuah riwayat bahwa Nabi memerintahkan agar wanita itu dirajam, kemudian beliau menshalatinya. Maka berkatalah Umar : “Anda menshalatinya wahai Nabi Allah, sungguh dia telah berzina.” Maka beliau bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;“Sungguh dia telah bertaubat dengan satu taubat, seandainya taubatnya itu dibagikan kepada 70 orang dari penduduk Madinah, maka taubat itu akan mencukupinya. Apakah engkau mendapati sebuah taubat yang lebih utama dari pengorbanan dirinya untuk Allah ?” (HR. Ahmad)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya ini adalah rasa takut kepada Allah. Sesungguhnya itu adalah perasaan takut yang terus menerus berada pada diri wanita mukminah tersebut saat dia terjerumus ke dalam jerat-jerat syetan, dia menjawab jerat-jerat tersebut pada saat lemah. Ya, dia telah berbuat dosa, akan tetapi dia&lt;br /&gt;
berdiri dari dosanya dengan hati yang dipenuhi oleh iman, dan jiwa yang digerakkan oleh panasnya maksiat. Ya, dia telah berdosa, akan tetapi telah berdiri pada hatinya tempat pengagungan terhadap Dzat yang dia bermaksiat kepada-Nya. Sesungguhnya ini adalah taubat sejati wahai hamba-hamba Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, inilah taubat nashuha wahai hamba-hamba Allah.&lt;br /&gt;
" Semoga saja kita semua yang membaca artikel ini terinspirasi dan benar2 memperbaiki taubatannya masing2 terutama diri saya pribadi ....dan semoga saja Allah menjadikan kita semua sebagai orang2 yang selalu bertaubat kepadaAllah "&lt;br /&gt;
----=== o0O " YUDHA MY SAQ " O0o ===-----</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrydizxCkdsn-ibsnkSIQCZicVpxqOwB8NbSZkpJNnMz_dxrbEK1MFf0QybtPCoq0hnY8_w6ZNnYCe5gjIh2zuHucWwTpiIPZK6QDiwxv8_L8plyBnOj0K1w2WhiYRYFyYJ871sTtpyYk/s72-c/taubat2-257x300.jpg" width="72"/></item><item><title>Sabar , Ikhlas dalam perjalanan kepada Sang Maha Agung</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/10/sabar-ikhlas-dalam-perjalanan-kepada.html</link><category>AQIDAH</category><category>IMAN</category><category>SABAR</category><category>TAQWA</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Thu, 23 Oct 2014 16:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-5857647169961773848</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="background-color: #f9cb9c;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9BFN0H35Gd6aFbuDRI8A5NiY-0TgX-elcRo7ThbBxXES0JQTsU4kAMaqqXoShYsvqapAJqBC_iFPY7pvwG0LbY7KMVf9TjcznyGasHqdeL2OjD93V1Yeg9B4a-UhCxbGhHIQSMd2JHCY/s1600/yudha000001.jpg" imageanchor="1" style="background-color: #f9cb9c; margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9BFN0H35Gd6aFbuDRI8A5NiY-0TgX-elcRo7ThbBxXES0JQTsU4kAMaqqXoShYsvqapAJqBC_iFPY7pvwG0LbY7KMVf9TjcznyGasHqdeL2OjD93V1Yeg9B4a-UhCxbGhHIQSMd2JHCY/s1600/yudha000001.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: #f9cb9c;"&gt;&lt;br style="color: #cccccc; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20.7900009155273px;" /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: #f9cb9c; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Sepedih apapun engkau menangis,engkau tak akan menemukan sebuah senyuman jika engkau tak ikhlas utk rasa yang engkau jalani...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #f9cb9c;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: #f9cb9c; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Setegar apapun dirimu, engkau tak akan merasa bahagia jika ternyata dalam ketegaranmu tak ada pula keikhlasan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #f9cb9c;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: #f9cb9c; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Semampu apapun engkau berusaha utk keindahan pada hatimu,jika dalam berusaha ternyata keikhlasanmu hanyakiasan,keindahan hatimu tetap tak akan engkau rasakan.”Ikhlas lah pada kehendak-Nya dan ingatlah siapa diri ini...yang tak mungkin berada dalam dunia,bila &lt;b&gt;ALLAH AZZA WA JALLA&lt;/b&gt; tak mencintaimu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #f9cb9c;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: #f9cb9c; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Semua yg Allah SWT berikan kepada kita ,baik nikmat-Nya atau ujian-Nya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #f9cb9c; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Semata mata utk menguji keikhlasan hatimu.”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #f9cb9c;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b style="background-color: #f9cb9c;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Dalam kesakitan teruji kesabaran,&lt;/span&gt;&lt;br style="font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span style="font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Dalam perjuangan teruji keikhlasan,&lt;/span&gt;&lt;br style="font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span style="font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Dalam ukhuwah teruji ketulusan,&lt;/span&gt;&lt;br style="font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span style="font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Dalam tawakkal teruji keyakinan..&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #f9cb9c;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: #f9cb9c; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Hidup ini amat indah jika &lt;b&gt;ALLAH AZZA WA JALLA&lt;/b&gt; menjadi tujuan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #f9cb9c;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br style="line-height: 18px;" /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;Ya Robb....&lt;/span&gt;&lt;br style="line-height: 18px;" /&gt;&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;Ajari kami utk tersenyum meski berat pundak memikul beban.&lt;/span&gt;&lt;br style="line-height: 18px;" /&gt;&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;Ajari kami utk berlapang dada meski banyak yg menyesakkan jiwa.&lt;/span&gt;&lt;br style="line-height: 18px;" /&gt;&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;Ajari kami utk terus berusaha meski butuh waktu utk menggapai mimpi...&lt;/span&gt;&lt;br style="line-height: 18px;" /&gt;&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;Ajari kami utk rendah hati karena Engkaulah Yang Maha Tinggi....&lt;/span&gt;&lt;br style="line-height: 18px;" /&gt;&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;Bantu kami utk tidak takut gagal meski tantangan ada di depan mata...&lt;/span&gt;&lt;br style="line-height: 18px;" /&gt;&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;Sungguh kerasnya kehidupan ini...Semoga sebanding dengan manisnya hasil di akhir perjuangan nanti...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif; font-size: large;"&gt;&lt;br style="line-height: 18px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="background-color: #f9cb9c; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;.“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="background-color: #f9cb9c; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&amp;nbsp;(HR. Ibnu Abi Ashim, diambil dari kitab Shahih al-Jami’no.7988)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9BFN0H35Gd6aFbuDRI8A5NiY-0TgX-elcRo7ThbBxXES0JQTsU4kAMaqqXoShYsvqapAJqBC_iFPY7pvwG0LbY7KMVf9TjcznyGasHqdeL2OjD93V1Yeg9B4a-UhCxbGhHIQSMd2JHCY/s72-c/yudha000001.jpg" width="72"/></item><item><title>ASAMNYA BUAH JERUK AKAN TERASA MANIS</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/10/asamnya-buah-jeruk-akan-terasa-manis.html</link><category>IMAN</category><category>SABAR</category><category>TAQWA</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 21 Oct 2014 16:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-8388835482001103398</guid><description>&lt;br /&gt;
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbDGwGg46CTpQW1w6h-10yhW7lDuFAaT-Okb55IBJ9Z6BRTUZT15OmAemzMhIgBE7Skh_5JCAEXsffK__zHV3yncHLIzgSj6OdQLC-v_QHr6X8QfGQevHGKblcVKXsN7Tok47xIDBm-wA/s1600/YUYU.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbDGwGg46CTpQW1w6h-10yhW7lDuFAaT-Okb55IBJ9Z6BRTUZT15OmAemzMhIgBE7Skh_5JCAEXsffK__zHV3yncHLIzgSj6OdQLC-v_QHr6X8QfGQevHGKblcVKXsN7Tok47xIDBm-wA/s1600/YUYU.jpg" height="200" width="123" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT telah menjadikan hubungan antara manusia dengan dunia ini sebagai hubungan imtihan (ujian) dan ibtila' (coba'an). Dengan ujian dan coba'an ini kehidupan manusia menjadi lebih bermakna, dengan ujian dan coba'an ini manusia dapat diketahui kadar kesabarannya, dan dengan coba'an inilah Allah SWT mengangkat derajat orang-orang yang sabar ketika menjalani kehidupannya di dunia yang penuh dengan hayalan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak diragukan lagi bahwa sifat sabar adalah perbuatan yang dianjurkan oleh syare'at. Akan tetapi sabar mempunyai arti atau makna bermacam-macam. Kebanyakan ulama mengartikan sabar dengan: "Menahan jiwa dari segala hal yang tidak disukai". Ini adalah arti yang sangat bagus, akan tetapi menahan jiwa dari semua hal yang tidak disukai, jika ditafsirkan dengan: selalu menerima kepahitan dalam kenyata'an ini dan selalu merasakan sakitnya kekejian dalam kenyata'an, bisa berakhir dengan keada'an jelek seperti kesedihan dan kebodohan atau minder.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan mungkin kesabarannya akan terkalahkan oleh hawa nafsu setelah dirinya membanding-bandingkan antara coba'an yang tidak dia sukai ini dengan apa yang dia cintai dan dia inginkan, ini adalah akhir dari sakitnya coba'an yang dia rasakan, sehingga ketika dia tersesat dalam kegelapan coba'an ini, dia tidak ingin mencari cahaya yang dapat menolong dirinya, atau mencari seorang penolong yang dapat menyelamatkan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agama islam dalam hal ini berperan sebagai perubah kesabaran menjadi ridha (kerela'an) akan&lt;br /&gt;
tetapi selama masih dalam garis yang dibolehkan, nafsu manusia tidak akan mencoba dinginnya&lt;br /&gt;
ridha jika syare'at mengeluarkan perintah yang beku, atau mewajibkan suatu hal yang sulit, tidak mungkin...! Karena dalam suatu perintah membutuhkan dua hal penting, pertama: kelembutan dengan jiwa, kedua: dapat meluluhkan hati yang diperintah, jika tidak ada dua hal ini maka tiada guna kita mengatakan: "Aku telah ridha", sedangkan diri kita masih kelihatan susah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama ynag dianjurkan oleh agama islam ketika datang coba'an ini adalah dengan menghadapkan perasa'an kita ke arah cobaan yang terjadi. Kita coba lihat kembali coba'an yang menerpa kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa tahu? Mungkin dalam kesusahan &amp;nbsp;ini terdapat manfa'at, siapa tahu juga badan yang sehat&lt;br /&gt;
dan selamat dari berbagai penyakit akan tetapi membahayakan dirinya di suatu hari, siapa tahu coba'an akan menjadi anugrah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang tahu? Dalam kelelahan dalam coba'an yang kita alami di dunia ini adalah sebuah pintu menuju kebaikan yang tidak disangka-sangka, maka jika saja kita menjalaninya dengan penuh dengan kesabaran dan ridha niscaya kita akan bebas menikmati masa depan yang lebih baik. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(( وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (216))) [البقرة/216]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak&lt;br /&gt;
mengetahui". Qs Al-Baqarah:216&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebanyakan diantara kita telah tenggelam oleh keada'an sekitar kita, kadang-kadang kekurangan, atau krisis dan diharamkannya sebagian nikmat dalam hidup kita berlipat-lipat ganda, tahukah anda bahwa kelelahan dan coba'an dalam hidup ini adalah bagaikan sebuah debu dimana darinyalah terlahir biji-biji kejantanan. Tidaklah terlahir keahlian orang-orang mulia kecuali ditengah setumpuk kelelahan dan pengorbanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal ini "Deel Karnejy" mengatakan: "Setiap bertambahnya semangatku dalam mempelajari pekerja'an beratku yang telah dilaksanakan sebagian orang-orang pintar aku bertambah percaya bahwa semua pekerja'an ini tidaklah sempurna kecuali karena hasil dari merasa selalu kurang; perasa'an inilah yang telah memberi semangat kepada mereka sehingga mereka dapat melaksanakan pekerja'an-pekerja'an berat dan memperoleh buah hasilnya. Memang benar, mungkin saja seorang penya'ir bernama "Mylthon" tidak akan membuat puisi indahnya itu tersohor, kalau bukan karena kebuta'annya, "Beet Hoven" tidak akan membuat permainan musiknya menjadi terkenal, kalau bukan karena kebisuannya".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang telah tertimpa coba'an ini tidak membuat coba'an yang mrnimpa mereka sebagai suatu hal yang menghalangi dirinya untuk maju kedepan, sehingga membuat mereka terjatuh dihadapan coba'an-coba'an ini dengan penuh kesedihan. Mereka juga tidak membiarkan mulut mereka menelan pahitnya kenyata'an yang menimpa mereka dari berbagai ujian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi mereka berhasil menerima kenyata'an yang harus mereka alami, kemudian merekapun menyerahkan beban berat tersebut kepada keahlian yang mereka miliki sehingga dapat merubah coba'an dan ujian mereka menjadi sebuah anugrah yang besar, serta merubah kekeruhan dan debu-debu kotor menjadi sebuah mawar indah dan bunga yang harum mewangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah kuncinya keberhasilan, atau inilah yang dinamakan dengan mejadikan lemon masam menjadi sebuah minuman manis menyegarkan, sebagaimana dikatakan oleh "Deel Karnejy". atau sebagaimana yang telah dinukilnya dari "Emerson" dalam kitabnya yang berjudul "Kemampuan untuk melaksanakan". Dimana dia bertanya-tanya: "Dari manakah datangnya pikiran yang mengatakan: sesungguhnya kehidupan sejah tera dan penuh dengan ketenangan yang terbebas dari kesulitan dan coba'anlah yang menciptakan orang-orang paling bahagia dan tersohor?bukan, akan tetapi sebaliknya. Orang yang terbiasa dengan kesulitan dan coba'an akan terus merasa dalam kesulitan dan coba'an, meskipun mereka telah tidur di atas kain sutera. Sejarah membuktikan bahwa sukses dan kebahagiaan telah menyerahkan kendalinya kepada orang-orang dari berbagai lingkungan yang berbeda-beda; lingkungan dimana disitu terdapat orang-orang baikdan juga orang-orang jahat; disitu juga tidak dapat &amp;nbsp;dibedakan siapa diantara mereka yang baik dan mana yang jelek. Pada lingkungan inilah tumbuhnya orang-orang sukses yang mampu mengemban tanggung jawab di atas pundak mereka, dan tidak meninggalkan tanggung jawab tersebut di belakang punggung mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi tidak semua manusia diberi kemampuan untuk merubah bagian dirinya yang tidak menyenangkan menjadi harapan yang menyenangkan dirinya yang juga berharga, karena penggemar kekejian dan kedengkian serta pecandu keluhan adalah orang yang paling tidak berhasil dalam menyelipkan arti kebahagiaan dalam hidup mereka, atau dengan ibarat lain, jika mereka belum mendapatkannya sesuai dengan apa yang mereka inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi lain dengan orang-orang penggemar kebaikan, mereka menerima bagian dari kehidupan mereka dengan penuh lapang dada dan apa adanya sebelum mereka tertimpa hal yang tidak mereka inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana tubuh kita mengeluarkan zat tertentu untuk melawan penyakit dan &amp;nbsp;kuman-kuman yang menyerang tubuh kita, orang-orang tersebut juga memengeluarkan makna-makna khusus yang bercampur dengan keada'an hidup dan kelelahannya, kemudian memberikannya tempat dan alamat baru. Dengarkanlah perkataan Ibnu Taimiah ketika dia berkata : "Sesungguhnya penjaraku ini adalah sebagai pertapaan, pengasinganku ini adalah sebuah liburan, dan membunuhku adalah sebuah syahadah (mati syahid)...!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba'an-coba'an ini menurut orang berakal tinggi akan berubah menjadi beberapa kenikmatan&lt;br /&gt;
yang akan dia terima dengan penuh senyum indah, tidak dengan rasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari dulu telah dikenal bahwa cita-cita orang berlainan, sesui dengan kemampuan seseorang dalam memanfa'atkan kesulitan yang menerpanya, serta mengambil untung dari keada'an yang tidak menyenangkan; atau bisa dikatakan: "Yang paling penting dalam kehidupan kita ini bukanlah mendapatkan pekerjaan yang membuahkan hasil, karena orang dungupun dapat melakukannya, akan tetapi suatu yang paling penting dalam kehidupan kita ini adalah merubah kerugian yang telah menimpa kita menjadi sebuah keuntungan, hal ini membutuhkan kepintaran&lt;br /&gt;
dan kejelian, dari sinilah bisa dibedakan antara orang yang berharga dan orang yang tidak berharga".&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
Ini adalah betul-betul kebenaran, lihatlah beberapa contoh dari merubah kerugian menjadi sebuah keuntungan di bawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Abdullah Bin Abbas kehilangan kedua matanya, dan dia telah tahu bahwa dia akan menjalani sisa-sisa hisupnya dengan kebutaan, terpenjara dibelakang sel kebutaan tanpa melihat makhluk hidup dan kehidupan nyata ini. Dia tidak membiarkan dirinya mengeluh dengan bagian yang telah dia terima dan coba'an ang telah menimpanya, akan tetapi dia menerima bagian yang harus dia ambil itu, kemudian diapun menambahkan dalam kehidupannya suatu yang dapat meringankan korban dari coba'an &amp;nbsp;dan dapat menghadirkan kerelaan atau Ridha, kemudian dia berkata:&lt;br /&gt;
========================================================&lt;br /&gt;
Jika Allah telah mengambil cahaya pada kedua mataku&lt;br /&gt;
Maka pada lisan dan pendengaranku masih ada cahaya&lt;br /&gt;
Hatiku cerdas, dan akalku tidaklah lemah&lt;br /&gt;
Dalam lisanku tajam bagaikan pedang&lt;br /&gt;
========================================================&lt;br /&gt;
Tidak diragukan lagi bahwa menerima kepahitan dan kelelahan dalam hidup dengan hati yang penuh optimis seperti ini, dengan kekuatan untuk mengulang kembali dalam kehidupan selanjutnya, berusaha untuk mengalahkan kesulitan-kesulitan yang menerpa adalah lebih baik dan lebih berharga dari pada memperdalam rasa keputus asa'an dan mundur dari kenyataan yang telah dilakukan oleh kebanyakan orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style="background-color: white; box-sizing: border-box; clear: both; color: #141412; font-family: Bitter, Georgia, serif; font-size: 22px; line-height: 1.3; margin: 22px 0px;"&gt;
وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ&lt;/h3&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbDGwGg46CTpQW1w6h-10yhW7lDuFAaT-Okb55IBJ9Z6BRTUZT15OmAemzMhIgBE7Skh_5JCAEXsffK__zHV3yncHLIzgSj6OdQLC-v_QHr6X8QfGQevHGKblcVKXsN7Tok47xIDBm-wA/s72-c/YUYU.jpg" width="72"/></item><item><title>السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/10/blog-post.html</link><category>DOSA</category><category>SYAIR</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 21 Oct 2014 14:19:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-4025239767304000754</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhb1AlFU7-ibzftl-avP73GR7Sof925pubbeZ0mX-F_ZZzDgLSSJcXum49HICbSp2VNcZB7N8SvHeCvAaiYj0Q55bpnOuUQN7kJTs2Imdy-pOdxJ7b6Yq6CD-kHIAhVj0Yb9xEjFHyvrQ/s1600/TsulutsKaligrafi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhb1AlFU7-ibzftl-avP73GR7Sof925pubbeZ0mX-F_ZZzDgLSSJcXum49HICbSp2VNcZB7N8SvHeCvAaiYj0Q55bpnOuUQN7kJTs2Imdy-pOdxJ7b6Yq6CD-kHIAhVj0Yb9xEjFHyvrQ/s1600/TsulutsKaligrafi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px; text-align: right;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Malam yg gelap dan pekat disaat Sebagian dari insan di muka bumi ini terlelap dalam mimpi diperaduannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Ku tengadahkan kedua telapak tangan ini ya Allah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Ku hinakan diriku dihadapan-MU yang Maha Agung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="text_exposed_show" style="display: inline;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Ku bersimpuh mengiba cinta-MU&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="text_exposed_show" style="background-color: white; color: #141823; display: inline; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; text-align: right;"&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 6px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Meski hamba tahu...betapa hina diri ini&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Betapa nista diri ini bahkan lebih nista dari pada yang nista didunia ini&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Juga kotor dan menjijikan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Lebih kotor dari jelaga&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Meski hamba ini tertatih dan terengah untuk meraih cinta-MU&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Ya Allah.. maafkan hamba bila meminta berlebih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Maafkan hamba yang bodoh dan serba kekurangan ini&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Ya Allah kuatkan iman islam hamba-MU yang lemah ini&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Agar senantiasa menjaga kecintaanku pada-MU&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Bila berharap syurga MU ,mungkin itu sangat berlebih bagi hamba&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Biarkanlah hamba terus berharap cinta dan ridho MU&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Walau hamba harus berjalan tertatih menghampiri MU&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Untuk mengiba cinta kepada MU&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhb1AlFU7-ibzftl-avP73GR7Sof925pubbeZ0mX-F_ZZzDgLSSJcXum49HICbSp2VNcZB7N8SvHeCvAaiYj0Q55bpnOuUQN7kJTs2Imdy-pOdxJ7b6Yq6CD-kHIAhVj0Yb9xEjFHyvrQ/s72-c/TsulutsKaligrafi.jpg" width="72"/></item><item><title>Zainab binti Jahsy ra, ( Ummul Mukminin.)</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/09/zainab-binti-jahsy-ra-ummul-mukminin.html</link><category>KISAH PENUH HIKMAH</category><category>Kisah-kisah Penting</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 10 Sep 2014 03:39:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-1499952049366607123</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkDki0QE68sD8ThQjfglXEbr_6VMVXSXO1qM7oCvpdlwKIKxYr_VCDqQ2v9ga3HFe4Klo0nQ-NDGWdDdSvbTt7bRxtFC5yE6ZD3W7e8WbFVeuAGgu-KILXjyhYNtS1DclqoQY6UxYKsTA/s1600/99999.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkDki0QE68sD8ThQjfglXEbr_6VMVXSXO1qM7oCvpdlwKIKxYr_VCDqQ2v9ga3HFe4Klo0nQ-NDGWdDdSvbTt7bRxtFC5yE6ZD3W7e8WbFVeuAGgu-KILXjyhYNtS1DclqoQY6UxYKsTA/s1600/99999.gif" height="88" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ummul Masakin, Ibu dari orang-orang yang miskin, itulah sebutan buat 
Ibunda Zainab binti Jahsy, karena kemurahannya dalam bersedekah kepada 
orang-orang yang miskin. Beliau adalah seorang wanita cantik, yang 
tumbuh di tengah keluarga Quraisy yang terhormat, putri dari bibi 
Rasulullah SAW, yaitu Umaimah binti Abdul Munthalib.&amp;nbsp;Nama lengkapnya 
adalah Zainab binti Jahsy bin Ri’ab bin Ya’mar bin Sharah bin Murrah bin
 Kabir bin Gham bin Dauran bin Asad bin Khuzaimah. Sebelum menikah 
dengan Rasulullah, namanya adalah Barrah, kemudian diganti oleh 
Rasulullah menjadi Zainab setelah menikah dengan beliau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Ibunda Zainab binti Jahsy r.ha&amp;nbsp; wanita pilihan Allah dan RasulNya 
demi memberi petunjuk kepada sekalian umat Muhammad.&amp;nbsp; Diriwayatkan, pada
 saat Rasulullah&amp;nbsp;&lt;i&gt;Sallallahu Alaihi wa Sallam melamarnya&lt;/i&gt;&amp;nbsp;buat&amp;nbsp;&lt;i&gt;maula&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(bekas
 hamba) baginda, Zaid bin Haritsah, hal ini&amp;nbsp; menjadi sebuah kesempitan 
kepada wanita ini. Bagaimana mungkin dia harus menerima pernikahan yang 
tidak seimbang ini?&amp;nbsp;Bagaimana mungkin dia harus melangsungkan pernikahan
 dengan salah seorang&amp;nbsp;&lt;i&gt;maula&amp;nbsp;&lt;/i&gt;padahal dia seorang wanita terhormat serta memiliki keturunan yang sangat mulia?&lt;br /&gt;

Lantas, beliau bersuara, ”&lt;i&gt;Wahai Rasulullah, aku tidak meridhainya 
bagiku, karena aku seorang wanita Quraisy yang belum menikah”. 
Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ”Tetapi aku meridhainya
 bagimu&lt;/i&gt;”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Atas peristiwa ini, turunlah wahyu dari langit: ”&lt;i&gt;Dan tidaklah 
patut bagi lelaki yang mukmin dan wanita yang mukminah, apabila Allah 
dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka 
pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan, barangsiapa mendurhakai 
Allah dan RasulNya, maka sungguhlah dia telah sesat, dengan sesat yang 
nyata&lt;/i&gt;” [QS Al-Ahzab:36].&lt;br /&gt;

Atas dasar itu, Zainab tidak mempunyai alasan untuk menyalahi 
perintah Allah dan RasulNya. Akhirnya Zainab menikah dengan Zaid sebagai
 pelaksanaan atas perintah Allah, meskipun sebenarnya Zainab tidak 
menyukai Zaid. Melalui pernikahan itu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam 
ingin menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan di antara manusia kecuali 
dalam ketakwaan dan amal perbuatan mereka yang baik. Pernikahan itu pun 
bertujuan untuk menghilangkan tradisi jahiliyah yang senang membanggakan
 diri dan keturunan. Akan tetapi, Zainab tetap tidak dapat menerima 
pernikahan tersebut karena ada perbedaan yang jauh di antara mereka 
berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui hikmah di balik segala yang 
terjadi. Hubungan yang semakin tidak harmonis membuat&amp;nbsp; Zaid menemui 
Rasulullah untuk mengadukan&amp;nbsp; permasalahan rumahtangganya. Berkali-kali 
Zaid meminta persetujuan baginda untuk menceraikan Zainab, tetapi 
dijawab oleh Rasulullah dengan sabdanya, ”&lt;i&gt;Tahanlah isterimu dan bertaqwalah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;kepada Allah&lt;/i&gt;!” Sementara itu. telah disampaikan melalui Jibril, bahwa Zainab akan menjadi isteri Rasulullah dan Allah&amp;nbsp;&lt;i&gt;Subhanahu wa Taala&lt;/i&gt;&amp;nbsp;akan memutuskan &amp;nbsp;pernikahan Zainab dan Zaid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Hal ini menimbulkan keresahan di hati Rasulullah&amp;nbsp;&lt;i&gt;Sallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sebagai
 manusia biasa yang pasti akan berhadapan dengan celaan masyarakat 
jahiliyyah ketika itu, &amp;nbsp;lantaran beliau &amp;nbsp;akan menikahi bekas isteri anak
 angkatnya. Dimana pada jaman itu kedudukan&amp;nbsp; anak angkat seperti anak 
kandung, termasuk di dalamnya bekas istri anak angkat tidak boleh 
dikawini oleh ayah &lt;span class="skimlinks-unlinked"&gt;angkatnya.Lalu&lt;/span&gt; &amp;nbsp;Allah&amp;nbsp;&lt;i&gt;Subhanahu wa Taala&lt;/i&gt;&amp;nbsp;menegur Rasulullah&amp;nbsp;&lt;i&gt;Sallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;berkaitan
 dengan hal ini terkandung di dalam surah Al-Ahzab ayat&amp;nbsp; 37. Tujuannya 
tidak lain untuk menghapus segala tradisi anak angkat dan hukum-hukum 
jahiliyyah yang berakar di dalam masyarakat ketika itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Tatkala telah selesai masa iddahnya, Rasulullah&amp;nbsp; melamarnya Ibunda Zainab buat beliau.. Ibnu Abbas&lt;i&gt;&amp;nbsp;r hu&lt;/i&gt;&amp;nbsp;berkata, &lt;b&gt;”&amp;nbsp;&lt;i&gt;Setelah Zainab diberitahu bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam ingin menikahi beliau, maka dia pun bersujud&lt;/i&gt;”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;b&gt;Ibunda Zainab binti Jahsy, &amp;nbsp;wanita yang penuh keutamaan, inilah tutur&amp;nbsp; kata beliau kepada Nabi, “&lt;i&gt;Sesungguhnya
 aku benar-benar akan menunjukkan kepadamu tiga perkara yang tidak 
seorang pun di antara isterimu yang memilikinya; sesungguhnya kakekmu 
dan kakekku adalah satu, aku dinikahkan Allah denganmu dari langit 
ketujuh dan melalui utusannya, Jibril”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Hal ini&amp;nbsp; diakui&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp;&lt;i&gt;Ummuhatul Mukminin&lt;/i&gt;, Aisyah&amp;nbsp;&lt;i&gt;r ha&lt;/i&gt;,“&lt;i&gt;Semoga
 Allah merahmati Zainab binti Jahsy. Dia telah mendapat kemuliaan di 
dunia ini, yang tidak disaingi oleh kemuliaan orang lain. Sesungguhnya 
Allah menikahkannya dengan NabiNya di dunia dan menurunkannya di dalam 
Al-Quran&lt;/i&gt;” . Dan Aisyah r ha juga berkata “&lt;i&gt;Zainab binti Jahsy 
sering membanggakan kedudukanku di sisi Rasulullah. Padahal aku tidak 
pernah melihat seorang wanita yang lebih baik agamanya selain Zainab. 
Dia juga lebih bertakwa kepada Allah, lebih jujur perkataannya, paling 
banyak menyambung hubungan kekeluargaan, paling banyak sedekahnya dan 
paling banyak berkorban untuk hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah
 Subhanahu wa Taala&lt;/i&gt;.”&lt;br /&gt;

Ummul Mukminin, Ummu Salamah&amp;nbsp;&lt;i&gt;r ha&lt;/i&gt;&amp;nbsp;juga tidak ketinggalan memberikan pujian . Beliau memuji ketakwaan dan ibadahnya dengan berkata,&amp;nbsp;“&lt;i&gt;Dia adalah wanita yang solehah, banyak berpuasa dan sholat malam&lt;/i&gt;”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Ibunda Zainab binti Jahsy, meskipun beliau senantiasa bersaing dengan
 Aisyah r.ha dalam mendapatkan kedudukan istimewa di sisi Rasulullah, 
tetapi hal ini&amp;nbsp; tidak menjadikan beliau lantas memfitnah saat beliau 
ditanya Rasulullah&amp;nbsp; tentang Aisyah yang sedang ditimpa fitnah. 
Al-Bukhari meriwayatkan kesaksian kebaikan ini di dalam salah sebuah 
hadis Aisyah yang panjang tentang&amp;nbsp; fitnah tersebut. Sebagian perkataan 
Aisyah dinukilkan sebagai berikut,&lt;br /&gt;

&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“&lt;i&gt;Rasulullah Sallahu alaihi wa Sallam bertanya kepada Zainab binti 
Jahsy tentang urusanku. Baginda bertanya,’Wahai Zainab, apa yang engkau 
ketahui atau apa pendapatmu berkaitan Aisyah’. Beliau menjawab, ’Wahai 
Rasulullah, aku memelihara pendengaran dan penglihatanku. Aku tidak 
mengetahui kecuali yang baik&lt;/i&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Itulah Ibunda Zainab binti Jahsy, dengan segala keutamaannya, yang 
terkenal dengan kedermawanannya, senantiasa bersedekah dengan harta yang
 diperoleh dari hasil menyamak kulit dan menjahit., Bahkan sifat ini 
beliau perlihatkan di saat-saat terakhir beliau di dunia, inilah 
kisahnya, &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“&lt;i&gt;Aku sudah menyiapkan kain kafanku, dan boleh jadi Umar 
akan mengirimkan kain kafan kepadaku. Jika dia mengirimkan kain kafan, 
maka sedekahkanlah salah satu di antaranya. Jika kalian mampu 
menjulurkan kain kafan hingga menutupi jasadku, lalu kalian 
menyedekahkan kain selimutku, maka lakukanlah&lt;/i&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau adalah istri Rasulullah yang pertama kali wafat menyusul 
beliau, yaitu pada masa kekhalifahan Umar bin Khaththab, dalam usianya 
yang ke-53, dan dimakamkan di Baqi (ummu Yahya).&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkDki0QE68sD8ThQjfglXEbr_6VMVXSXO1qM7oCvpdlwKIKxYr_VCDqQ2v9ga3HFe4Klo0nQ-NDGWdDdSvbTt7bRxtFC5yE6ZD3W7e8WbFVeuAGgu-KILXjyhYNtS1DclqoQY6UxYKsTA/s72-c/99999.gif" width="72"/></item><item><title>HINDUN Binti Suhail , Ummu SALAMAH ra ( Ummul Mu'minin )</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/09/hindun-binti-suhail-ummu-salamah-ra.html</link><category>KISAH PENUH HIKMAH</category><category>Kisah-kisah Penting</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 10 Sep 2014 03:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-5592451576542894126</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifpPd-eV_iooCI-chXq0nZyDieiyGbzmc4yUVoAVu1OiV83qLSZ4cAWhD44D35tXm2s2Qb6Pix6Os0Z_ix02wzFH2SSG3ILkcpiZZqngfoAM2VtUrysEdggUaS-7wKsLZdAHXYytpoYnY/s1600/anigif.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifpPd-eV_iooCI-chXq0nZyDieiyGbzmc4yUVoAVu1OiV83qLSZ4cAWhD44D35tXm2s2Qb6Pix6Os0Z_ix02wzFH2SSG3ILkcpiZZqngfoAM2VtUrysEdggUaS-7wKsLZdAHXYytpoYnY/s1600/anigif.gif" height="126" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namanya adalah Hindun binti Suhail, 
dikenal dengan nama Ummu Salamah. Ia dibesarkan di lingkungan bangsawan 
dari Suku Quraisy. Ayahnya bernama Suhail bin Mughirah bin Makhzurn. Di 
kalangan kaumnya, Suhail dikenal sebagai seorang dermawan sehingga 
dijuluki Dzadur-Rakib (penjamu para musafir) karena dia selalu menjamu 
setiap orang yang menyertainya dalam perjalanan. Dia adalah pemimpin 
kaumnya yang terkaya dan terbesar wibawanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sementara Hindun sendiri dikenal kaumnya 
selain karena kecantikannya yang mampu&amp;nbsp; meluluhkan setiap orang yang 
melihatnya juga karena keelokan pribadinya yang memang telah tertanam 
sejak kecil.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Banyak pemuda Mekah yang ingin 
mempersunting Hindun. Namun yang akhirnya berhasil menikahinya adalah 
Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal, seorang penunggang kuda terkenal dari
 pahlawan-pahlawan suku Bani Quraisy yang gagah berani. Ibunya bernama 
Barrah binti Abdul-Muththalib bin Hasyim, bibi Nabi saw. Abdullah adalah
 saudara sesusuan Nabi dari Tsuwaibah, budak Abu Lahab.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hindun dan Abdullah hidup bahagia. Rumah 
tangga mereka diliputi kerukunan dan kesejahteraan. Tak lama setelah 
itu, dakwah Islam menarik hati mereka sehingga mereka memeluk Islam. 
Dengan demikian mereka &amp;nbsp;menjadi orang-orang pertama yang masuk Islam. 
Maka mulailah mereka berjuang dalam mempertahankan keimanan dan hidup 
mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagaimana kita pahami, orang-orang 
Quraisy selalu mengganggu dan menyiksa kaum muslimin generasi awal agar 
mereka mau meninggalkan agama Islam dan kembali ke agama nenek moyang 
mereka. Melihat kondisi ini, Rasulullah saw mengizinkan kaum Muslimin 
untuk hijrah ke Habasyah. Raja Habasyah saat itu adalah seorang pemeluk 
taat Nasrani yang mengakui Muhammad saw sebagai rasul. Raja tersebut 
adalah Najasyi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di kemudian hari, kelompok orang yang 
berhijrah ke negri ini disebut sebagai kaum Muhajirin yang pertama. 
Hindun dan Abdullah adalah satu diantaranya. Di Habasyah inilah Hindun 
melahirkan anak-anaknya, yaitu Zainab, Salamah, Umar, dan Durrah. Sejak 
itu Hindun dikenal dengan nama Ummu Salamah atau ibunya Salamah. Dan 
Abdullah disebut dengan Abu Salamah, ayahnya Salamah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa lama kemudian mendengar 
keislaman tokoh-tokoh besar Mekah seperti Umar bin Khattab ra dan Hamzah
 bin Abdul Mutthalb, para Muhajirin pertama inipun tertarik untuk pulang
 kampung. Namun ternyata harapan mereka meleset. Kaum Muslimin masih 
tetap ditekan dan disiksa orang-orang Quraisy. Beruntung sebagian besar 
penduduk Yatsrib ketika itu telah berbait hingga akhirnya Rasulullahpun 
berani mengizinkan mereka untuk hijrah ke Yatsrib, nama lama Madinah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun tampaknya bukan hal yang mudah 
untuk berhijrah. Orang-orang Quraisy dengan kejam terus berusaha 
menghalangi mimpi umat islam untuk hidup tentram sambil menjalani agama 
baru mereka. Ditengah perjalanan kaum Bani Makhzum (kaumnya Ummu 
Salamah) mencegat dan menyandera Ummu Salamah. Sementara bani Asad, 
baninya Abu Salamah menculik anak-anaknya.&amp;nbsp;Abu Salamah terpaksa 
&amp;nbsp;merelakan keluarganya dan meneruskan perjalanan hijrahnya tanpa 
orang-orang yang amat dikasihinya itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keadaan demikian berjalan kurang lebih 
setahun lamanya. Ummu Salamah terus-menerus menangis karena kecewa atas 
perbuatan kaumnya. Akhirnya ada seorang laki-laki dari kaumnya yang 
merasa iba dan membiarkan Ummu Salamah menyusul suaminya ke Madinah. 
Bani Asad juga akhirnya menyerahkan kembali putranya, Salamah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun kehidupan di Madinah bukanlah tanpa
 perjuangan. Perang demi perang terus berlangsung. Abu Salamah ikut 
serta dalam Perang Badar dan perang Uhud. Dalam perang Dzil Asyirah yang
 terjadi pada tahun kedua hijriyah, Rasulullah menunjuknya untuk 
&amp;nbsp;mewakili beliau di Madinah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada perang Uhud, Abu Salamah mengalami 
luka parah dan nyaris meninggal. Namun tak lama kemudian ia pulih 
kembali. Bahkan pada perang berikutnya ketika bani Asad dikabarkan akan 
menyerang umat Islam di Madinah, Rasulullah menunjuk sepupu sekaligus 
saudara susunya ini untuk memimpin penyerangan. Pasukan Abu Salamah 
mengalami kemenangan yang gemilang. Mereka pulang dengan membawa harta 
rampasan perang yang banyak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun luka-luka Abu Salamah kembali 
kambuh. Ia jatuh sakit. Rasullah beberapa kali menjenguk dan 
mendoakannya. Sementara itu Ummu Salamah selalu mendampingi, merawat dan
 menjaganya siang dan malam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Suatu hari, demam Abu Salamah menghebat. Dengan perasaan duka yang mendalam, Ummu Salamahpun berkata kepada suaminya, “&lt;em&gt;Aku
 mendapat benita bahwa seorang perempuan yang ditinggal mati suaminya, 
kemudian suaminya masuk surga, istrinya pun akan masuk surga jika 
setelah itu istrinya tidak menikah lagi. Kemudian Allah akan 
mengumpulkan mereka nanti di surga. Demikian pula jika si istri yang 
meninggal dan suaminya tidak menikah lagi sepeninggalnya. Untuk itu, 
mari kita berjanji bahwa engkau tidak akan menikah lagi sepeninggalku. 
Dan aku berjanji untukmu untuk tidak menikah lagi sepeninggalmu.” &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Abu Salamah berkata pelan, “&lt;em&gt;Maukah engkau menaati perintahku?”.&lt;/em&gt; Ummu Salamah&amp;nbsp; menjawab, &lt;em&gt;“Adapun aku bermusyawarah hanya untuk taat.”&lt;/em&gt; Abu Salamahpun melanjutkan perkataannya, “&lt;em&gt;Seandainya aku mati, maka menikahlah.”&lt;/em&gt; Lalu dia berdoa kepada &lt;em&gt;Allah
 ”Ya Allah, kurniakanlah kepada Ummu Salamah sesudahku seseorang yang 
lebih baik dariku, yang tidak akan menyengsarakan dan menyakitinya.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada detik-detik akhir hidupnya, 
Rasulullah saw selalu berada di samping Abu Salamah dan senantiasa 
memohon kesembuhannya kepada Allah. Akan tetapi, Allah berkehendak lain.
 Beberapa saat kemudian maut datang menjemput. Rasulullah menutupkan 
kedua mata Abu Salamah dengan tangannya yang mulia dan bertakbir 
sembilan kali. Di antara yang hadir ada yang berkata, “&lt;em&gt;Ya Rasulullah, apakah engkau sedang dalam keadaan lupa?”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rasulullah menjawab, &lt;em&gt;“Aku sama sekali tidak dalam keadaan lupa, sekalipun bertakbir untuknya seribu kali, dia berhak atas takbir itu&lt;/em&gt;.” Kemudian beliau menoleh kepada Ummu Salamah dan bersabda, &lt;em&gt;“Barang
 siapa yang ditimpa suatu musibah, maka ucapkanlah sebagaimana yang 
telah dperintahkan oleh Allah, ‘Sesungguhnya kita milik Allah, dan 
kepada-Nyalah kita akan dikembalikan. Ya Allah, karuniakanlah bagiku 
dalam musibahku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya, maka 
Allah akan melaksanakannya untuknya.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah itu Rasulullah saw berdo’a: &lt;em&gt;“Ya
 Allah, berilah ketabahan atas kesedihannya, hiburlah dia dari musibah 
yang menimpanya dan berilah pengganti yang lebih baik untuknya.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Abu Salamah wafat setelah berjuang 
menegakkan Islam, dan dia telah memperoleh kedudukan yang mulia di sisi 
Rasulullah. Sepeninggal Abu Salamah, Ummu Salarnah diliputi rasa sedih. 
Dia menjadi janda dan ibu bagi anak-anak yatim.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah wafatnya Abu Salarnah, para 
pemuka dari kalangan sahabat bersegera meminang Ummu Salamah. Hal ini 
mereka lakukan sebagai tanda penghormatan terhadapat suaminya dan untuk 
melindungi diri Ummu Salamah. Suatu hal yang lazim dilakukan masa itu. 
Maka Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khaththab meminangnya, tetapi
 Ummu Salamah menolaknya. Ia terus hidup dalam kesedihan yang mendalam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akhirnya Rasulullah saw mendatanginya dan berkata kepadanya, &lt;em&gt;“Mintalah kepada Allah agar Dia memberimu pahala pada musibahmu serta menggantikan untukmu (suami) yang lebih baik.&lt;/em&gt;” Ummu Salamah bertanya, “&lt;em&gt;Siapa yang lebih baik dan Abu Salamah, wahai Rasulullah?”.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Atas pertanyaan tersebut Rasulullahpun 
terus berpikir. Tidakkah kedua sahabatnya, yaitu&amp;nbsp; Abu Bakar dan Umar 
lebih baik dari Abu Salamah? Namun mengapa Ummu Salamah tetap menolak 
lamaran keduanya? Akhirnya Rasulullah menyadari bahwa Allah swt telah 
menunjuk dirinya agar menanggung beban derita perempuan yang telah 
begitu banyak berkorban dalam Islam ini. Rasulullahpun segera 
melamarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di kemudian hari, setelah menjalani 
kehidupan sebagai salah satu Umirul Mukminin, Ummu Salamah ra dikenang 
tetap istiqomah. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa wahyu yang datang 
sebelum pernikahan rasulullah dengan Ummu Salamah ra sering terjadi 
dikamar Aisyah ra. Hal ini yang sering dibanggakan istri Rasulullah 
termuda tersebut. Namun sejak pernikahan dengan Ummu Salamah, wahyu 
lebih sering datang di kamar Ummu Salamah. Untuk diketahui, Rasullah 
menempatkan Ummu Salamah di kamar Zainab binti Khuzaimah, istri nabi 
yang telah meninggal dan digelari Ummul-Masakiin (ibu bagi orang-orang 
miskin) karena tingkat kepeduliannya yang amat tinggi terhadap orang 
miskin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Disamping itu, Ummu Salamah juga dikenal 
karena sifatnya yang bijak. Suatu ketika pada tahun ke 6 setelah hijrah,
 Rasulullah mengajak para sahabat untuk melaksanakan umrah ke Mekkah. 
Ketika itu sebagian besar kaum Quraisy penduduk Mekkah belum mau 
menerima ajaran Islam bahkan sangat memusuhi ajaran tersebut.&amp;nbsp; Oleh 
sebab itu mereka tidak mengizinkan Rasulullah beserta para pengikutnya 
masuk ke kota tersebut walaupun hanya untuk sekedar melaksanakan umrah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebenarnya sebagian besar sahabat ketika 
itu tidak mau menerima sikap ini. Mereka merasa bahwa mereka berniat 
melakukan sesuatu yang di-ridhoi Allah SWT dan pasti Allah akan membela 
mereka. Jadi mereka berkesimpulan mereka harus mengambil jalan 
kekerasan. Namun apa yang dilakukan Rasulullah? Beliau justru menyetujui
 untuk menanda-tangani sebuah kesepakatan yang intinya mereka tidak 
mungkin melaksanakan umrah saat itu dan mereka harus mundur dan kembali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian setelah kesepakatan tercapai, 
Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk menyembelih hewan kurban 
bawaan mereka serta bercukur layaknya orang yang telah menunaikan ibadah
 umrah. Ternyata walaupun Rasulullah telah mengulangi perintah tersebut 
hingga 3 kali tidak seorangpun sahabat yang mentaatinya. Sesuatu yang 
sebelumnya tidak pernah terjadi. Mungkin para sahabat benar-benar kecewa
 atas keputusan yang diambil Rasulullah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rasulullah akhirnya mengeluhkan hal 
tersebut kepada Ummu Salamah yang ketika&amp;nbsp; itu mendapat giliran untuk 
menemani Rasulullah menjalankan tugas. Ummu Salamah kemudian menghibur&amp;nbsp; 
Rasulullah agar tidak usah terlalu kecewa atas sikap para sahabat. 
Menurutnya lebih baik Rasulullah langsung menyembelih kurban dan 
bercukur tanpa harus menunggu reaksi para sahabat. Dan memang benar 
ternyata para sahabat segera meniru perbuatan Rasulullah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada hari tuanya, melalui surat yang 
ditata dengan kata yang indah, Ummu Salamah juga pernah mengingatkan 
Aisyah ra agar tidak turut campur dalam peperangan (perang Jamal dll) 
yang terjadi akibat fitnah pada masa pembunuhan Ustman bin Affan ra.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;em&gt;“Dari Ummu Salamah, Istri Nabi shallallahu alaihi wassalam., untuk Aisyah Ummul-Mu’ minin.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;em&gt;Sesungguhnya aku memuji Allah yang tidak ada ilah (Tuhan) melainkan Dia. &amp;nbsp;Amma ba’du.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;em&gt;Engkau sungguh telah merobek pembatas
 antara Rasulullah shallallahu alaihi wassalam dan umatnya yang 
merupakan hijab yang telah ditetapkan keharamannya.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;
Sungguh Al-Qur’an telah memberimu kemuliaan, maka jangan engkau 
lepaskan. Dan Allah telah menahan suaramu, maka janganlah engkau 
niengeluarkannya. Serta Allah telah tegaskan bagi umat ini seandainya 
Rasulullah shallallahu alaihi wassalam mengetahui bahwa kaum wanita 
memiliki kewajiban jihad (berperang) niscaya beliau berpesan kepadamu 
untuk menjaganya.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;em&gt;Tidakkah engkau tahu bahwasanya 
beliau melarangmu melampaui batas dalam agama, karena sesungguhnya tiang
 agama tidak bisa kokoh dengan campur tangan wanita apabila tiang itu 
telah miring, dan tidak bisa diperbaiki oleh wanita apabila telah 
hancur. Jihad wanita adalah tunduk kepada segala ketentuan, mengasuh 
anak, dan mencurahkan kasih sayangnya”.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="_mcePaste" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;em&gt;” Hai isteri-isteri 
Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu 
bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga 
berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah 
perkataan yang baik&amp;nbsp;dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah 
kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang 
dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta`atilah Allah dan 
Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari 
kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;(&lt;span class="skimlinks-unlinked"&gt;QS.Al-Ahzab(33):32-33&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ummu Salamah wafat dalam usia 84 tahun 
pada tahun 59 H. Ia dishalatkan oleh Abu Hurairah r.a. dan dikuburkan di
 al-Baqi’ di samping makam&amp;nbsp; Ummirul-Mukminin lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Wallahu’alam bish shawab.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifpPd-eV_iooCI-chXq0nZyDieiyGbzmc4yUVoAVu1OiV83qLSZ4cAWhD44D35tXm2s2Qb6Pix6Os0Z_ix02wzFH2SSG3ILkcpiZZqngfoAM2VtUrysEdggUaS-7wKsLZdAHXYytpoYnY/s72-c/anigif.gif" width="72"/></item><item><title>Ummu Habibah ra ( Ummul Mu'minun )</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/09/ummu-habibah-ra-ummul-muminun.html</link><category>KISAH PENUH HIKMAH</category><category>Kisah-kisah Penting</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 10 Sep 2014 03:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-5851703314083087381</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFQ-eHmaIGxFhidUSfxipDumZNgzXK0bXW1KKl5b_AQIl7ZuNQ1lSEnZCnZTlqhDxEQtDZmEz7FNwnDrLkrytGYh6Q1KVOE6WL4lyPGAkl4MbvhGX1ItMogjPNZ8RCaRyZa6ydisYv-KI/s1600/OMAR.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFQ-eHmaIGxFhidUSfxipDumZNgzXK0bXW1KKl5b_AQIl7ZuNQ1lSEnZCnZTlqhDxEQtDZmEz7FNwnDrLkrytGYh6Q1KVOE6WL4lyPGAkl4MbvhGX1ItMogjPNZ8RCaRyZa6ydisYv-KI/s1600/OMAR.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama aslinya adalah Ramlah binti Abu 
Sufyan. Ayahnya, yaitu Abu Sufyan adalah seorang pemuka dan pembesar 
Quraisy yang sangat dienggani dan ditakuti masyarakatnya. Ia bahkan baru
 masuk Islam setelah Fathu Makkah. Sebelumnya ia adalah salah seorang 
yang amat memusuhi Islam. Hanya karena keyakinannya yang begitu kuat 
terhadap kebenaran Islam, Ramlah berani mengambil resiko dimusuhi dan 
dibuang keluarga besarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk menghindari&amp;nbsp; paksaan keluarganya 
agar ia kembali musyrik, bersama sejumlah sahabat Ramlah beserta 
suaminya rela ikut berhijrah ke Habasyah meninggalkan segala yang 
dicintainya di Makkah. Tatkala itu kekejaman orang-orang musyrik &amp;nbsp;atas 
kaum muslimin telah mencapai puncaknya, Di negri inilah ia melahirkan 
seorang anak perempuan yang diberi nama Habibah hingga akhirnya ia lebih
 dikenal dengan nama Ummu Habibah. Sebaliknya di negri ini pula, ia 
diuji dengan sebuah cobaan yang lebih berat lagi.&amp;nbsp; Suaminya murtad dan 
selanjutnya ia terus menerus mendesak Ummu Habibah agar mengikuti 
jejaknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan keteguhannya ia bertahan bahkan 
dengan penuh kesabaran ia berusaha menyadarkan suaminya agar kembali ke 
jalan yang benar. Rupanya daya tarik syaitan lebih menarik hati suaminya
 hingga akhirnya ia meninggal dunia karena terlalu banyak mengkonsumsi 
khamr. Alangkah sedihnya Ummu Habibah. Ia yang ketika mudanya terbiasa 
hidup bergelimang kekayaan dan kemewahan serta dimanja ayah-ibunya, kini
 harus hidup sendiri di negri orang sambil menanggung seorang anak yang 
masih balita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun Ummu Habibah begitu yakin dengan adanya ayat 2 surat At-Thalaq bahwa Allah swt pasti akan memberinya jalan keluar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;em&gt;“&lt;strong&gt;Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar&lt;/strong&gt;. Dan memberikan rezki dari arah yang tiada &lt;span class="skimlinks-unlinked"&gt;disangka-sangkanya.Dan&lt;/span&gt;
 berangsiapa yang telah bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan 
mencukupkan (keperluan)nya.Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang 
dikehendaki)-Nya. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu&lt;/em&gt;”.( QS. At-Thalaq(65):2-3).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Atas kehendak-Nya, suatu ketika ia 
bermimpi bahwa Rasulullah melamarnya. Dan hal ini memang benar-benar 
terjadi. Beberapa saat setelah masa iddahnya, melalui raja Habasyah yang
 telah memeluk Islam,&amp;nbsp; yaitu raja&amp;nbsp; Najasyi, Rasulullah mengajukan 
lamaran terjadap dirinya. Bahkan raja ini dengan suka hati menawarkan 
uang sejumlah 400 dinar bagi Ummu Habibah sebagai mahar pernikahan mulia
 tersebut. Rasulullah sendiri baru bertemu dengan Ummu Habibah usia 
perang Khaibar pada akhir tahun 6 H. Maka pada usia 40 tahun, Ummu 
Habibah resmi menjadi salah satu Ummul Mukminin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ummu Habibah adalah seorang yang dikenal 
sangat wara’ (loyalitas hanya untuk Allah dan Rasul-Nya bukan untuk 
seorangpun selaiin keduanya). Hal tersebut dibuktikan dengan sikapnya 
terhadap ayahnya, Abu Sufyan, tatkala suatu ketika ayahnya itu datang 
dan masuk ke rumahnya di Madinah. Sang ayah datang untuk meminta 
bantuannya agar menjadi perantara antara dirinya dengan Rasulullah saw 
dalam rangka memperbaharui perjanjian Hudaibiyah yang telah dikhianati 
sendiri oleh orang-orang musyrik. Abu Sufyan ingin duduk diatas tikar 
Rasulullah, namun tiba-tiba dilipat oleh Ummu Habibah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka Abu Sufyan bertanya dengan penuh keheranan: “&lt;em&gt;Wahai putriku aku tidak tahu mengapa engkau melarangku duduk di tikar itu, apakah engkau melarang aku duduk diatasnya?”.&lt;/em&gt; Ummu Habibah &amp;nbsp;menjawab dengan keberanian dan ketenangan tanpa ada rasa takut terhadap kekuasaan dan kemarahan ayahnya: &lt;em&gt;“Ini adalah tikar Rasulullah. Sedangkan engkau adalah orang musyrik yang najis, aku tidak ingin engkau mengotorinya”.&lt;/em&gt;
 Bahkan ketika kemudian Abu Sufyan melaknati putrinya tersebut, ia 
dengan segera menjawab bahwa apa yang disembah ayahnya hanyalah patung 
yang sama sekali tidak dapat memberi baik manfaat maupun mudharat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa tahun kemudian setelah 
Rasulullah menghadap ar-Rafiiqul A’la, Ummu Habibah lebih lagi menekuni 
&amp;nbsp;ibadahnya. Ia tidak keluar rumah kecuali untuk shalat dan&amp;nbsp; tidak 
meninggalkan Madinah kecuali untuk haji hingga wafatnya di usia &amp;nbsp;70 
tahun-an. Tampak bahwa&amp;nbsp; ia betul-betul memahami isi Al-Quranul Karim.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;” &lt;em&gt;Dan barangsiapa di antara kamu 
sekalian (isteri-isteri Nabi) tetap taat pada Allah dan Rasul-Nya dan 
mengerjakan amal yang saleh, niscaya Kami memberikan kepadanya pahala 
dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezki yang mulia………dan hendaklah kamu tetap di rumahmu
 dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang 
Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan 
ta`atilah Allah dan Rasul-Nya………&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;”&lt;/b&gt;.(&lt;span class="skimlinks-unlinked"&gt;QS.Al-Ahzab(33):31-33&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Wallahu’alam bishawab.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFQ-eHmaIGxFhidUSfxipDumZNgzXK0bXW1KKl5b_AQIl7ZuNQ1lSEnZCnZTlqhDxEQtDZmEz7FNwnDrLkrytGYh6Q1KVOE6WL4lyPGAkl4MbvhGX1ItMogjPNZ8RCaRyZa6ydisYv-KI/s72-c/OMAR.jpg" width="72"/></item><item><title>Khadijah binti Khuwailid ra (Ummul Mu'minun )</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/09/khadijah-binti-khuwailid-ra-ummul.html</link><category>KISAH PENUH HIKMAH</category><category>Kisah-kisah Penting</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 10 Sep 2014 03:23:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-2636567797690130974</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
           
    

    &lt;br /&gt;
&lt;div class="entry"&gt;
     &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5FVUWPD0AVuatfX3GrQNeCYJaQ97U7MVX4EY5HIYqxaDIBtix__oMf_IytdspEKl2PTWe63IRXOpoz6LioTv8yoF_nFLtogBJYjZI3gqufk-SkM7aK39Fv7dea0W__mHkjJyetARJEdI/s1600/8.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5FVUWPD0AVuatfX3GrQNeCYJaQ97U7MVX4EY5HIYqxaDIBtix__oMf_IytdspEKl2PTWe63IRXOpoz6LioTv8yoF_nFLtogBJYjZI3gqufk-SkM7aK39Fv7dea0W__mHkjJyetARJEdI/s1600/8.gif" height="213" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;hadijah
 binti Khuwailid ra&lt;/b&gt; adalah seorang perempuan dari kalangan elite Quraisy
 yang dikenal sebagai sosok yang dermawan, jujur dan luhur budi 
pekertinya. Oleh karenanya ia dijuluki Ath-Thahirah (perempuan suci). Ia
 adalah seorang perempuan yang cerdas yang menguasai ilmu perniagaan 
dengan sangat baik. Ia adalah seorang saudagar perempuan sukses yang 
sangat dihormati dan amat dikenal. Ketertarikannya kepada Muhammad muda 
bermula ketika ia mendengar berita bahwa Muhammad adalah seorang yang 
jujur dan tidak suka menghamburkan waktunya sebagaimana umumnya 
pemuda-pemuda Quraisy kala itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Ketika
 akhirnya mereka menikah, ketertarikan ini makin hari makin meningkat 
menjadi kekaguman, kecintaan, dan penghormatan yang tinggi walaupun usia
 Rasullullah jauh lebih muda dari dirinya sendiri. ( Usia Rasulullah saw
 ketika menikah adalah 25 tahun sementara Khadijah sendiri berusia 40 
tahun ). Khadijah mempercayakan seluruh urusan perniagaan ke tangan sang
 suami tercinta yang dengan kejujurannya berhasil mengembangkan 
urusannya hingga mengalami perkembangan yang pesat. Khadijah sendiri 
selanjutnya dapat berkonsentrasi mengurusi urusan rumah tangga serta 
merawat dan membesarkan putra putrinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Selama
 usia pernikahan mereka yang 25 tahun itu, Allah swt mengaruniai 
pasangan istimewa ini dengan 4 orang putri dan 2 orang putra, yaitu 
Zaynab, Ruqayah, Ummi Kultsum , Fathimah, Abdullah&amp;nbsp; dan Al-Qasim. Hanya 
Khadijahlah satu-satunya istri Rasulullah yang mendapat kepercayaan 
dari-Nya untuk mengandung, melahirkan dan membesarkan putra-putrinya. 
Namun Allah berkehendak bahwa kedua putra Rasulullah wafat ketika mereka
 masih bayi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Sementara
 itu di waktu-waktu luangnya, Khadijah mendapati bahwa sang suami sering
 merenung dan berusaha berpikir siapakah sebenarnya Sang Pencipta yang 
patut disembah dan diagungkan. Muhammad muda senantiasa menjauhkan diri 
dari ritual penyembahan berhala yang lazim dilakukan kaumnya yang dalam 
kesesatan. Semua ini tak terlepas dari pengamatan Khadijah. Hal ini 
menimbulkan kekaguman dan kesan mendalam di hati sang istri tercinta. 
Oleh karenanya ia tidak pernah menghalangi kepergian suaminya bermunajat
 di gua Hira dalam rangka merenung dan memikirkan penciptaan bumi, 
langit beserta seluruh isinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Itu sebabnya ketika sang suami dengan menggigil ketakutan pulang ke rumah sambil menceritakan bahwa ia telah didatangi &lt;em&gt;’mahluk yang memenuhi langit’ &lt;/em&gt;(
 malaikat Jibril as), Khadijah tidak mencemoohkannya bahkan langsung 
mempercayainya. Beliaulah orang yang pertama beriman dan langsung 
mempercayai kerasulan Muhammad saw disaat yang lain masih mengingkari 
dan mencemoohnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;”&lt;em&gt;Demi
 bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula 
keliru dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan 
hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan 
(kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat&lt;/em&gt; ”.&lt;span style="color: red;"&gt;(&lt;span class="skimlinks-unlinked"&gt;QS.An-Najm&lt;/span&gt; (53) : 1-5).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Khadijah
 segera menyelimuti dan menghibur sang suami dengan kata-kata yang 
menyejukkan dan menenangkan hati. Dalam keadaan inilah turun ayat 
berikut : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Hai
 orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam
 hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau 
kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu&lt;strong&gt;. &lt;/strong&gt;Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. ” . &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;(&lt;span class="skimlinks-unlinked"&gt;QS.Al-Muzzammil(73):1-4&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Maka
 sejak saat itu,&amp;nbsp; Khadijahpun selalu bersiap diri rela mengorbankan 
waktu, jiwa serta seluruh hartanya untuk dakwah Rasullullah Muhammad 
saw,&amp;nbsp; sang suami tercinta. Demikian pula ketika kaum Quraisy memboikot 
Rasul dan para pengikutnya di lorong sempit rumah beliau selama kurang 
lebih 2 tahun, Khadijah senantiasa mendampingi dan menghibur Rasul 
dengan penuh kesetiaan. Hingga akhirnya pada usianya yang ke 65 tahun 
Allah swt memanggil beliau untuk kembali kepada-Nya. Inna lillahi wa 
inna ilaihi roji’un. Tahun tersebut di kemudian hari dikenang dengan 
sebutan ‘Amul-Huzn atau Tahun Duka Cita karena pada tahun yang sama 
tersebut paman Rasulullah , Abu Thalib juga berpulang ke rahmatullah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Yang
 juga patut dicatat, selama Khadijah masih hidup Rasulullah tidak pernah
 sekalipun memadu sang istri tercinta. Untuk itu Rasulullah pernah 
bersabda : &lt;em&gt;“Demi Allah, sungguh Allah tidak memberikan kepadaku ganti yang lebih baik dari padanya”&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Rasulullah juga bersabda : “&lt;em&gt;Wanita
 terbaik di semesta ini adalah Maryam binti ‘Imran, ‘Asiyah binti 
Muzahim, Khadijah binti Khuwailid dan Fathimah binti Muhammad”&lt;/em&gt; ( &lt;span class="skimlinks-unlinked"&gt;HR.At&lt;/span&gt; Tirmidzi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="DE" style="font-family: Arial;"&gt;Wallahu’alam bishawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5FVUWPD0AVuatfX3GrQNeCYJaQ97U7MVX4EY5HIYqxaDIBtix__oMf_IytdspEKl2PTWe63IRXOpoz6LioTv8yoF_nFLtogBJYjZI3gqufk-SkM7aK39Fv7dea0W__mHkjJyetARJEdI/s72-c/8.gif" width="72"/></item><item><title>MUSHAB Bin UMAIR</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/09/mushab-bin-umair.html</link><category>KISAH PENUH HIKMAH</category><category>Kisah-kisah Penting</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 10 Sep 2014 03:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-3532272093555974554</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibkbk8bq23jSuF-RIrRd3DUn-vbctx_i6DAPQqj9DPalDBeM99LGoSnYZuXEzKrLNb9RmPSYK49m9PG5D6Ih3cQWnP2j-QWoS735aPMsItnGochnYAhHS4wo03dLGbWumiC5th1v5Ch5M/s1600/TAUHID.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibkbk8bq23jSuF-RIrRd3DUn-vbctx_i6DAPQqj9DPalDBeM99LGoSnYZuXEzKrLNb9RmPSYK49m9PG5D6Ih3cQWnP2j-QWoS735aPMsItnGochnYAhHS4wo03dLGbWumiC5th1v5Ch5M/s1600/TAUHID.jpg" height="150" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 14pt;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;ush’ab
 bin Umair adalah salah satu sahabat yang memeluk Islam pada masa awal 
keislaman. Ia lahir dan dibesarkan dalam kesenangan. Pada waktu remaja 
ia menjadi buah bibir gadis-gadis Mekah dikarenakan wajahnya yang 
rupawan, kekayaan, otak yang cerdas dan akhlaknya yang baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
Suatu 
hari ia mendengar berita mengenai Muhammad SAW dan apa yang 
diajarkannya. Iapun tertarik dan memutuskan untuk  pergi ke Darul Arqom,
 suatu tempat dimana kaum Muslim berkumpul dan belajar. Disana ia 
mendengar ayat-ayat Al-Qur’an yang begitu mempesona. Hatinya menjadi 
tenang dan damai mendengar untaian ayat-ayat  tersebut. Maka  Mush’abpun
 memutuskan untuk memeluk ajaran baru ini. Namun ibunda Mush’ab adalah 
seorang yang berkepribadian kuat, pendiriannya tidak dapat 
ditawar-tawar. Oleh sebab itu Mush’ab memutuskan untuk sementara 
menyembunyikan keislamannya. Namun tak lama kemudian ibundanya 
mengetahui hal tersebut. Iapun berusaha membujuk agar Mush’ab mau 
kembali memeluk ajaran leluhurnya namun Mush’ab menolak sehingga 
akhirnya ia putus asa dan menghentikan pemberian keuangan serta 
mengurung Mush’ab di kamarnya dan melarangnya keluar rumah.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
Beberapa
 waktu kemudian Mush’ab mendengar berita bahwa beberapa orang Muslim 
hijrah ke Habasyi (Ethiopia). Segera Mushabpun memutuskan untuk 
melarikan diri dan ikut bergabung bersama orang-orang Muslim untuk 
hijrah ke Habasyi. Beberapa waktu kemudian karena terdengar desas-desus 
bahwa pihak Quraisy telah mengurangi tekanan terhadap Muslim, mereka 
memutuskan untuk kembali ke Mekah, begitu pula Mush’ab. Mereka segera 
menemui Rasulullah dan para sahabat. Demi melihat Mush’ab, Rasulullah 
menitikkan airmata, penampilan Mush’ab sungguh berbeda, ia berpakaian 
usang dengan tambalan disana-sini. Rasulullah menatapnya dengan penuh 
kasih sayang dan bersabda: “ &lt;em&gt;Dahulu aku lihat Mush’ab ini tak ada 
yang mengimbangi dalam hal memperoleh kesenangan dari orang-tuanya, 
kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan 
RasulNya”.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;em&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHvr6s2a9KTgATZJJpFfViXIbMmkQmoTFMcLd60anz0Bwrze15SGdCFnxD8JpXHnztBy-jeXhISRtGx0mVRxrOJMMo3fuAizSwhmASIO87PlYKmhE0L3rt48hgwrs-wQ4jcN2B9TW4Vsw/s1600/5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHvr6s2a9KTgATZJJpFfViXIbMmkQmoTFMcLd60anz0Bwrze15SGdCFnxD8JpXHnztBy-jeXhISRtGx0mVRxrOJMMo3fuAizSwhmASIO87PlYKmhE0L3rt48hgwrs-wQ4jcN2B9TW4Vsw/s1600/5.jpg" height="149" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Setelah
 peristiwa baiat Aqabah ke 1 pada  tahun ke 11 kenabian, Mush’ab 
ditugasi Rasulullah sebagai duta Muslim ke Madinah untuk mengajarkan 
Al-Quran dan berbagai pengetahuan lain mengenai Islam kepada penduduk 
disana. Berkat kecerdasan, kesabaran dan kebesaran jiwanya ia berhasil 
mengajak sebagian besar masyarakat kota itu untuk memeluk Islam. Itulah 
sebabnya   ia dikenal dengan panggilan  Muqri’ul Madinah ( Nara sumber 
Madinah). Dan sejak itu pula setiap orang yang mengajarkan Al-Qur’an 
disebut “Mush’ab”. Kemudian pada musim haji tahun berikutnya Mush’ab 
berhasil mengajak lebih dari 70 kaum Muslimin ke Mekkah dimana kemudian 
terjadi perjanjian Aqabah 2. Sejak saat itu Mush’ab tidak pernah absen 
menyertai Rasulullah berperang.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
Dalam 
perang Uhud Mush’ab dipercaya Rasulullah sebagai pembawa bendera 
pasukan. Peperangan berlangsung sengit. Mulanya pasukan Muslim bisa 
menguasai keadaan namun ketika pasukan pemanah yang ditugasi untuk 
bertahan diatas bukit melanggar perintah dikarenakan tergiur oleh 
banyaknya ghonimah ( pampasan perang ) yang tertinggal di hadapan 
mereka, keadaan menjadi berubah terbalik. Tanpa diduga pasukan kafir 
yang dipimpin Khalid bin Walid yang waktu itu belum memeluk Islam 
menyerang-balik  dari balik bukit sehingga pasukan Muslim kocar-kacir. 
Mush’ab sungguh terkejut. Ia sangat mengkhawatirkan keselamatan 
Rasulullah. Bila Rasulullah sampai terbunuh di perang tersebut 
bagaimana&amp;nbsp;nasib kelanjutan ajaran Islam yang baru saja tumbuh itu ??&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
Lalu iapun segera meneriakkan “ &lt;em&gt;Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul&lt;/em&gt;
 ” sambil mengacungkan bendera tinggi-tinggi dan bertakbir sembari 
menyerang musuh dengan gagah berani. Namun kemudian pihak musuh berhasil
 menebas tangannya hingga putus. Mush’ab segera memindahkan bendera ke 
tangan kirinya namun kali inipun ia tidak berhasil menghindar serangan 
lawan sehingga tangan kirinya juga ditebas pedang musuh. Mush’ab segera 
membungkuk kearah bendera lalu dengan kedua pangkal lengannya meraihnya 
ke dada sambil terus bertakbir. Namun kali ini lawan menyerangnya dengan
 menusukkan tombak ke dada Mush’ab. Mush’abpun gugur sebagai seorang 
syuhada yang gagah berani. Ironisnya, wajah Mush’ab yang memang mirip 
Rasulullah itu justru menjadi penyebab berita bahwa Rasulullah telah 
terbunuh! Hingga membuat pasukan Muslim semakin kacau dan panik.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
Diakhir
 perang, Rasulullah beserta para sahabat meninjau medan perang dan 
mendapati jasad Mush’ab. Tak sehelaipun kain untuk menutupinya selain 
sehelai burdah yang andai ditaruh di atas kepalanya terbukalah kedua 
kakinya. Sebaliknya bila ditutup kakinya maka terbukalah kepalanya. Maka
 Rasulullah bersabda : ” &lt;em&gt;Tutupkanlah ke bagian kepalanya , kakinya tutuplah dengan rumput idzkir!”.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Itulah
 akhir perjuangan Mush’ab bin Umair dalam menegakkan agama yang dengan 
tidak gentar menghadapi musuh-musuh Allah, yaitu orang-orang yang enggan
 mengakui bahwa “&lt;em&gt;Tiada Tuhan yang patut disembah  melainkan Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah&lt;/em&gt;”( Laa ilaaha illaLLAH wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;em&gt;“ 
Katakanlah: “Ta`atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka 
sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.(QS. Ali 
Imran(3):32).&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;em&gt; &lt;/em&gt;
 Itulah kalimat Tauhid, kalimat yang mampu mengantarkan manusia menuju 
ridho Sang Khalik, karena memang Dialah yang menciptakan manusia, langit
 dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya. Dialah Zat satu-satunya 
yang memegang jiwa dan hidup seseorang.  Itulah kalimat Syahadat yang 
merupakan pintu gerbang ke-Islam-an seseorang. Sebuah pengakuan yang 
akan mengantarkannya kepada kebebasan dan kemerdekaan dari penyembahan, 
kepatuhan dan ketundukan kepada selain Allah SWT.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“Katakanlah
 (hai orang-orang mu’min): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang 
diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, 
Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan 
Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak 
membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh 
kepada-Nya”&lt;/span&gt;.(&lt;span class="skimlinks-unlinked"&gt;QS.Al-Baqarah(2):136&lt;/span&gt;).&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
Syahadat
 adalah inti ajaran Islam yang mengajarkan keadilan dan persamaan hak. 
Manusia disisi Allah adalah sama hanya ketakwaan yang membedakannya .&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;em&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;“
 Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian 
pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah 
telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam 
memeluk agama Islam”.&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;(&lt;span class="skimlinks-unlinked"&gt;QS.Al-Baqarah(2):132&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Seorang
 Muslim minimal 5 kali dalam sehari dalam shalatnya mengikrarkan  sebuah
 janji melalui doa Iftitah, yang mustinya diikuti dengan pelaksanaan 
janji tersebut bahwa hidup dan matiku hanyalah untukMu, Yaa Allah.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“ 
Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku 
hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan 
demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang 
pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;(&lt;span class="skimlinks-unlinked"&gt;QS.Al-An’aam(6):161-163&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibkbk8bq23jSuF-RIrRd3DUn-vbctx_i6DAPQqj9DPalDBeM99LGoSnYZuXEzKrLNb9RmPSYK49m9PG5D6Ih3cQWnP2j-QWoS735aPMsItnGochnYAhHS4wo03dLGbWumiC5th1v5Ch5M/s72-c/TAUHID.jpg" width="72"/></item><item><title>Tata Cara Manasik Umroh </title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/09/tata-cara-manasik-umroh.html</link><category>HAJJI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 5 Sep 2014 14:46:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-3789433354309196541</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;h3 class="post-title entry-title" itemprop="name"&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;div class="post-header"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmKuAcnCGGC7iFyFNdq4xagMKy4spJmLElIZODg9TTQA0u0DIBTZmiUBpJ3m6KoZAln_dLM21fu_Mr0zwNQf5XEelH7JmUIYOnPKjnYIweSo0WfVUnRvNMFnC0HBVAPHY0ZErjaqPH_kE/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmKuAcnCGGC7iFyFNdq4xagMKy4spJmLElIZODg9TTQA0u0DIBTZmiUBpJ3m6KoZAln_dLM21fu_Mr0zwNQf5XEelH7JmUIYOnPKjnYIweSo0WfVUnRvNMFnC0HBVAPHY0ZErjaqPH_kE/s1600/2.jpg" height="153" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Khudzuu ‘anniy manaasikakum&lt;/i&gt;”, Ambillah manasik (tatacara haji) kalian dariku. (HR. &amp;nbsp;MUSLIM). Berikut ini adalah prosesi manasik umroh&amp;nbsp;yang dilakukan di tanah suci Makkah dan Madinah. Ada baiknya kita melakukan &lt;a href="http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;persiapan umroh&lt;/u&gt; &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;dengan baik sehingga rukun, sunnah, urutan langkah-langkah ibadah bisa kita jalani dengan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Berangkat menuju Miqat.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Miqat adalah sebuah tempat dimana kita memulai niat Umroh dan mulai mengenakan pakaian Ihram.&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://draft.blogger.com/null" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Miqat ada dua macam:&lt;br /&gt;
Miqat Zamani (Waktu): Yaitu bulan-bulan Syawwal, Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah sampai dengan 9 Dzul Hijjah.&lt;br /&gt;
Miqat Makani (Tempat): Tempat-tempat yang ditentukan untuk memulai berniat melaksanakan ibadah umrah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ihram juga merupakan satu keadaan yang perlu dimasuki orang Islam untuk  melakukan Haji atau Umrah. Pakaian Ihram dapat kita pakai semenjak kita  berada di Madinah, akan tetapi untuk memulai niat Umroh diharuskan  berada pada tempatnya yaitu di Bir Ali. Ketika berpakaian Ihram setelah  niat maka selanjutnya melaksanakan Shalat Sunnah Ihram Sebanyak 2  raka'at.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Niat Umroh : "Labaikallohumma Umrotan"&lt;br /&gt;
Artinya : "Saya penuhi panggilanMU Yaa Allah untuk melaksanakan Umroh"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Larangan dalam berihram.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setelah kita berpakaian Ihram dan berniat umroh, kita tidak diperbolehkan untuk:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Memakai wangi-wangian (deodorant),&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mandi menggunakan sabun,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sikat gigi dengan memakai odol,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memakai kopiah (topi) atau pakaian yang lainnya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan tidak boleh berhubungan suami istri (melakukan sex)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Doa Talbiyah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketika perjalanan menuju ke Mekah, harus dibarengi (sambil dilaksanakan) membaca Doa Talbiyah sebanyak-banyaknya (semampunya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Doa Talbiyah : "Labaikallumma Labaik, Labbaikala Sayarikalakalabaik, Innal hamda wanni'mata laka wal mulk, Laa syarikalah"&lt;br /&gt;
Artinya : "Aku penuhi panggilanMU Yaa Allah, Aku penuhi panggilanMU,  tidak ada sekutu bagiMU, aku penuhi panggilanMU. Sesungguhnya segala  pujian dan kenikmatan adalah milikMU dan juga kerajaan tidak ada sekutu  bagiMU"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Thawaf&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketika kita sampai di Masjidil Haram (Mekah) kita harus melakukan Thawaf mengelilingi Ka'bah 7 putaran.&lt;br /&gt;
Putaran kesatu sampai ketiga dilakukan dengan berlari - lari kecil&lt;br /&gt;
Putaran keempat sampai ketujuh dilakukan dengan berjalan saja.&lt;br /&gt;
Tempat memulai Tawaf : garis lurus antara pintu ka'bah dan tanda lampu yang letaknya berada di sisi mesjid.&lt;br /&gt;
Ketika sampai pada garis lurus ini kita diharuskan menghadap Ka'bah dan melambaikan tangan sebanyak 3 kali dan mengucapkan &amp;nbsp;:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Bissmillah, Allahu Akbar"&lt;br /&gt;
Artinya : "Dengan nama Allah, Allah Maha Besar."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepanjang tawaf ini kita diharuskan membaca doa, untuk memudahkannya  bisa dengan hanya membaca doa : "Robbana atina fiddunya hasanah, wafil  akhiroti hasanah, waqina adza bannar."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Melakukan Shalat 2 raka'at di depan Maqam Nabi Ibrohim Alaihissalaam.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Meminum air zam - zam.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7.Sa'i&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Melakukan Sa'i antara Shofa dan Marwa, sebanyak 7 Kali pulang pergi.  Urutan untuk memudahkan cara menghitungnya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Dari bukit Shofa menuju bukit Marwa (1)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari bukit Marwah menuju bukit Shofa (2)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari bukit Shofa menuju bukit Marwa (3)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari bukit Marwah menuju bukit Shofa (4)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari bukit Shofa menuju bukit Marwa (5)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari bukit Marwah menuju bukit Shofa (6)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari bukit Shofa menuju bukit Marwa (7)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Tahalul (bercukur)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Melakukan Tahalul ( cukur rambut ), Bisa dicukur sebagian atau semuanya.  Sangat disarankan untuk dicukur semua. Kegiatan Tahalul ini biasanya  dilakukan saat kita selesai sa'i, sampai di bukit Marwa, sebagai simbol  selesainya pelaksanaan kegiatan Umroh.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmKuAcnCGGC7iFyFNdq4xagMKy4spJmLElIZODg9TTQA0u0DIBTZmiUBpJ3m6KoZAln_dLM21fu_Mr0zwNQf5XEelH7JmUIYOnPKjnYIweSo0WfVUnRvNMFnC0HBVAPHY0ZErjaqPH_kE/s72-c/2.jpg" width="72"/></item><item><title>Dalil dan Kewajiban Pelaksanaan Haji Bagi Umat Islam </title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/09/dalil-dan-kewajiban-pelaksanaan-haji.html</link><category>HAJJI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 5 Sep 2014 14:36:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-7916534578589217726</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="title1"&gt;
            &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYWgx0lYtoKs0zicB5QE5WgGX9POSqLsTjl132wd-V9-1WGoNHHh_xT2tJ5LuE8Q_pVZtq9UvmTo3tkrBmrJiJL3IcH1K704bcEvMLZv14_KkDwrwNhfiymu_Bp7x2uSDo3j5CbH4g1CA/s1600/kljl;jlkbkhk.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYWgx0lYtoKs0zicB5QE5WgGX9POSqLsTjl132wd-V9-1WGoNHHh_xT2tJ5LuE8Q_pVZtq9UvmTo3tkrBmrJiJL3IcH1K704bcEvMLZv14_KkDwrwNhfiymu_Bp7x2uSDo3j5CbH4g1CA/s1600/kljl;jlkbkhk.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;hr color="#e7e7e7" size="3" /&gt;
                
        	&lt;b&gt;Pengertian Haji&lt;/b&gt;Ibadah haji adalah ibadah yang wajib 
dilakukan oleh umat islam yang mampu atau kuasa untuk melaksanakannya 
baik secara ekonomi, fisik, psikologis, keamanan, perizinan dan 
lain-lain sebagainya. Pergi haji adalah ibadah yang masuk dalam rukun 
islam yakni rukun islam ke lima yang dilakukan minimal sekali seumur 
hidup.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat Sah Haji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Agama Islam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dewasa / baligh&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak gila / waras&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Bukan budak (merdeka)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persyaratan Muslim yang Wajib Haji&lt;/b&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Beragama Islam (Bukan orang kafir/murtad)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Baligh / dewasa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Waras / berakal&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merdeka (bukan budak)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mampu melaksanakan ibadah haji&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat “Mampu” dalam Ibadah Haji&lt;/b&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Sehat
 jasmani dan rohani tidak dalam keadaan tua renta, sakit berat, lumpuh, 
mengalami sakit parah menular, gila, stress berat, dan lain sebagainya. 
Sebaiknya haji dilaksanakan ketika masih muda belia, sehat dan gesit 
sehingga mudah dalam menjalankan ibadah haji dan menjadi haji yang 
mabrur.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Memiliki uang yang cukup untuk ongkos naik haji (onh) 
pulang pergi serta punya bekal selama menjalankan ibadah haji. Jangan 
sampai terlunta-lunta di Arab Saudi karena tidak punya uang lagi. Jika 
punya tanggungan keluarga pun harus tetap diberi nafkah selama berhaji.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keamanan
 yang cukup selama perjalanan dan melakukan ibadah haji serta keluarga 
dan harta yang ditinggalkan selama berhaji. Bagi wanita harus didampingi
 oleh suami atau muhrim laki-laki dewasa yang dapat dipercaya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rukun Haji&lt;/b&gt;Rukun
 haji adalah hal-hal yang wajib dilakukan dalam berhaji yang apabila ada
 yang tidak dilaksanakan, maka dinyatakan gagal haji alias tidak sah, 
harus mengulang di kesempatan berikutnya.&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Ihram&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wukuf&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Thawaf&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sai&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tahallul&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dalil Kewajiban Haji&lt;/b&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Allah
 Ta’ala berfirman:وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ 
اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ 
الْعَالَمِينَ“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, 
yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. 
Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha 
Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran: 97)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari
 Ibnu Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi
 wasallam bersabda:بُنِيَ الإسلامُ عَلَى خَمْسٍ: شهادةُ ألا إله إلا 
اللهُ وَأَنَّ محمداً رسولُ اللهِ، وَإِقامُ الصلاةِ وإِيْتاءُ الزَّكاةِ، 
وَحَجُّ الْبَيْتِ، وَصَوْمُ رَمَضانَ“Islam dibangun di atas lima 
perkata: Persaksian Laa ilaha illallah dan Muhammad Rasulullah, 
menegakkan shalat, menunaikan zakat, berhaji di Makkah, dan berpuasa di 
bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari 
Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi
 wasallam berkhutbah dan bersabda:يا أَيُّها النّاسُ قَدْ فُرِضَ 
عَلَيْكُمُ الْحَجُّ فَحَجُّوا. فَقالَ رَجُلٌ: أَفِي كُلِّ عامٍ يا رسولَ 
اللهِ؟ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَها ثَلاَثاً، فقال: لَوْ قُلْتُ: نعم، 
لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ“Wahai sekalian manusia, sungguh telah 
diwajibkan atas kalian berhaji maka berhajilah kalian. Lalu ada seorang 
yang bertanya, “Apakah wajib setiap tahun wahai Rasulullah?” beliau lalu
 terdiam. Sampai ketika orang itu bertanya pada kali yang ketiga beliau 
menjawab, “Seandainya saya katakan ‘ya’ maka haji akan menjadi wajib 
setiap tahunnya dan kalian pasti tidak akan sanggup melakukannya.” (HR. 
Muslim no. 1337)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYWgx0lYtoKs0zicB5QE5WgGX9POSqLsTjl132wd-V9-1WGoNHHh_xT2tJ5LuE8Q_pVZtq9UvmTo3tkrBmrJiJL3IcH1K704bcEvMLZv14_KkDwrwNhfiymu_Bp7x2uSDo3j5CbH4g1CA/s72-c/kljl;jlkbkhk.jpg" width="72"/></item><item><title>HATI YANG BENING</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/09/hati-yang-bening.html</link><category>ADAB</category><category>AKHLAK</category><category>HATI MANUSIA</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 5 Sep 2014 13:38:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-7497404265035169836</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9wmpXMjljWBt8KyJNSTX9-93IFvMTwCly5WzWkCChVM7CN29y5yGw3atheel08D-tZiRxfUVV050OHU1xCjql4cQY52wLYC6CbCQCVrZV3yD0N7ClkWFIhbt5SQinezF1UTAyhO23CaE/s1600/6.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9wmpXMjljWBt8KyJNSTX9-93IFvMTwCly5WzWkCChVM7CN29y5yGw3atheel08D-tZiRxfUVV050OHU1xCjql4cQY52wLYC6CbCQCVrZV3yD0N7ClkWFIhbt5SQinezF1UTAyhO23CaE/s1600/6.gif" height="198" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bila
 disikapi secara sehat dan proporsional, pujian bisa memotivasi kita 
untuk meraih pencapaian-pencapaian baru. Namun, kenyataannya, pujian 
justru lebih sering membuat kita lupa daratan. Semakin sering orang lain
 memuji, semakin besar potensi kita untuk terlena dan besar kepala. 
Sebab itulah, Sayyidina Ali Rodhiyallahu’Anh berkata, “Kalau ada yang 
memujimu di hadapanmu, akan lebih baik bila kamu melumuri mulutnya 
dengan debu daripada terbuai oleh ucapannya.”&lt;/div&gt;
Agar dapat menyikapi pujian secara sehat, Rasulullah 
Shollallahu’alayhi wa sallam memberikan 3 kiat yang menarik untuk 
diteladani.&lt;span id="more-2063"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, selalu mawas diri supaya tidak terbuai oleh
 pujian orang lain. Oleh karena itu, setiap kali ada yang memuji beliau,
 Rasulullah Shollallahu’alayhi wa sallam menanggapinya dengan doa, “Ya 
Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan oleh 
orang-orang itu.” (HR Bukhari).&lt;br /&gt;

Lewat doa ini, Rasulullah Shollallahu’alayhi wasallam mengajarkan 
bahwa pujian adalah perkataan orang lain yang potensial menjerumuskan 
kita. Ibaratnya, orang lain yang mengupas nangka, tapi kita yang kena 
getahnya.&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, menyadari hakikat pujian sebagai topeng dari 
sisi gelap kita yang tidak diketahui orang lain. Karena, ketika ada yang
 memuji kita, itu lebih karena ketidaktahuannya akan sisi gelap kita. 
Oleh sebab itu, kiat kedua Rasulullah Shollallahu’alayhi wa sallam dalam
 menanggapi pujian adalah dengan berdoa, “Ya Allah, ampunilah aku dari 
apa yang tidak mereka ketahui (dari diriku).” (HR Bukhari).&lt;br /&gt;

Dan &lt;strong&gt;ketiga&lt;/strong&gt;, kalaupun sisi baik yang dikatakan orang 
lain memang benar ada dalam diri kita, Rasulullah shollallahu’alayhi 
wasallam mengajarkan agar memohon kepada Allah SWT untuk dijadikan lebih
 baik lagi. Maka, kalau mendengar pujian seperti ini, Rasulullah 
kemudian berdoa, “Ya Allah, jadikanlah aku lebih baik dari apa yang 
mereka kira.” (HR Bukhari).&lt;br /&gt;

Tiga kiat yang dicontohkan Rasulullah Shollallahu’alayhi wa sallam di
 atas, hakikatnya mengisyaratkan betapa hati manusia sangat rentan 
terhadap provokasi dari luar. Alih-alih pujian yang dilontarkan dengan 
tulus, pujian yang tujuannya untuk menjilat pun bisa dengan mudah 
membuat manusia terbuai.&lt;br /&gt;

“Namun, bagi orang-orang yang menjaga kebeningan hati, setiap pujian 
akan membuatnya sadar bahwa hanya secuil itulah kelebihan yang 
dimilikinya, di antara sekian banyak kekurangan yang tidak Allah 
tampakkan kepada orang lain,” kata Ibnu al-Mubarak sebagaimana dinukil 
al-Ghazali dalam Ihya ‘Ulumiddin.&lt;br /&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9wmpXMjljWBt8KyJNSTX9-93IFvMTwCly5WzWkCChVM7CN29y5yGw3atheel08D-tZiRxfUVV050OHU1xCjql4cQY52wLYC6CbCQCVrZV3yD0N7ClkWFIhbt5SQinezF1UTAyhO23CaE/s72-c/6.gif" width="72"/></item><item><title>SEJARAH HADRAMAWT</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/09/sejarah-hadramawt.html</link><category>KISAH NABI</category><category>KISAH PENUH HIKMAH</category><category>Kisah-kisah Penting</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 5 Sep 2014 13:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-2847885845519818328</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Hadramaut adalah suatu daerah yang terletak di Timur 
Tengah, tepatnya di kawasan seluruh pantai Arab Selatan dari mulai Aden 
sampai Tanjung Ras al-Hadd. Menurut sebagian orang Arab, Hadramaut 
hanyalah sebagian kecil dari Arab Selatan, yaitu daerah pantai di antara
 pantai desa-desa nelayan Ain Ba Ma’bad dan Saihut beserta daerah 
pegunungan yang terletak di belakangnya. Penamaan Hadramaut menurut 
penduduk adalah nama seorang anak dari Qahthan bin Abir bin Syalih bin 
Arfahsyad bin Sam bin Nuh yang bernama Hadramaut, yang pada saat ini 
nama tersebut disesuaikan namanya dengan dua kata arab hadar dan maut 
(menurut sebagian versi).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="" class="alignleft" height="158" src="http://hadhramaut.info/app_images/large/assoom_hood_2012-6-28-4.jpg" width="211" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Nabi
 Hud merupakan salah satu nabi yang berbangsa Arab selain Nabi Saleh, 
Nabi Ismail dan Nabi Muhammad SAW. Nabi Hud diutus kepada kaum ‘Ad yang 
merupakan generasi keempat dari Nabi Nuh, yakni keturunan Aus bin Aran 
bin Sam bin Nuh. Mereka tinggal di Ahqaf yakni jalur pasir yang panjang 
berbelok-belok di Arab Selatan, dari Oman di Teluk Persia hingga 
Hadramaut dan Yaman di Pantai Selatan Laut Merah. Dahulu Hadramaut 
dikenal dengan Wadi Ahqaf, Sayidina Ali bin Abi Thalib berkata bahwa 
al-Ahqaf adalah al-Khatib al-Ahmar. Makam Nabi Hud secara tradisional 
masih ada di Hadramaut bagian Timur dan pada tanggal 11 Sya’ban banyak 
dikunjungi orang untuk berziarah ke makam tersebut dengan membaca tiga 
kali surah Yasin dan doa nisfu Sya’ban.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Ziarah nabi Hud pertama kali dilakukan oleh 
al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin Ali dan setelah beliau wafat, ziarah 
tersebut dilakukan oleh anak keturunannya. Habib Abdullah bin Alwi 
al-Haddad semasa hidupnya sering berziarah ke makam Nabi Hud. Beliau 
sudah tiga puluh kali berziarah ke sana dan beliau lakukan pada setiap 
bulan Sya’ban. Dalam ziarah tersebut beliau berangkat bersama semua 
anggota kerabat yang tinggal di dekatnya. Beliau tinggal (di dekat 
pusara Nabi Hud) selama beberapa hari hingga maghrib menjelang malam 
nisfu sya’ban. Beliau menganjurkan kaum muslimin untuk berziarah ke 
sana, bahkan beliau mewanti-wanti, “Barangsiapa berziarah ke (makam) 
Nabi Hud dan di sana ia menyelenggarakan peringatan maulid Nabi Muhammad
 SAW, ia akan mengalami tahun yang baik dan indah.” Menurut sebagian 
ulama kasyaf, makam Nabi Hud merupakan tempat penobatan para 
waliyullah.Setibanya di syi’ib Nabi Hud (lembah antara dua bukit tempat 
pusara nabi Hud), Imam al-Haddad bertemu dengan beberapa orang sayyid 
dan waliyullah, sehingga pertemuan itu menjadi majlis pertukaran ilmu 
dan pandangan.&lt;br /&gt;
&lt;span id="more-1687"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dalam bahasa Ibrani asal nama Hadramaut adalah ‘Hazar Maweth’ yang 
berdasarkan etimologi, rakyat mengaggapnya berhubungan dengan gagasan 
“hadirnya kematian” yaitu berkaitan dengan hadirnya Nabi Saleh as ke 
negeri itu, yang tidak lama kemudian meninggal dunia. Pengertian lain 
kata Hadramaut menurut prasasti penduduk asli Hadramaut adalah “panas 
membakar”, sesuai dengan pendapat Moler dalam bukunya Hadramaut, 
mengatakan bahwa Hadramaut sebenarnya berarti negeri yang panas 
membakar. Sebuah legenda yang dipercayai masyarakat Hadramaut bahwa 
negeri ini diberi nama Hadramaut karena dalam negeri tersebut terdapat 
sebuah pohon yang disebut al-Liban semacam pohon yang baunya menurut 
kepercayaan mereka sangat mematikan. Oleh karena itu, setiap orang yang 
datang (hadar) dan menciumnya akan mati (maut).&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&amp;nbsp;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpxOD9reQvL_407wv5u4KMkthyphenhyphenb-EeapvUKVYTZf0yCIxADJaDpJk_SO-SDhru0DLlZi9qkQq7Zh5rUfuaUbDylmTwOhMjZum9veBa6SmZ4RsWAxP6FBMLijSikg9IG2QgJxoT6yd1tPQ/s1600/hetdagimukalla.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpxOD9reQvL_407wv5u4KMkthyphenhyphenb-EeapvUKVYTZf0yCIxADJaDpJk_SO-SDhru0DLlZi9qkQq7Zh5rUfuaUbDylmTwOhMjZum9veBa6SmZ4RsWAxP6FBMLijSikg9IG2QgJxoT6yd1tPQ/s1600/hetdagimukalla.jpg" height="207" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;Kota-kota di Hadramaut.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Di antara pelabuhan yang cukup penting di pantai 
Hadramaut adalah al-Syihir dan al-Mokalla. Asy-Syihir merupakan bandar 
penting yang melakukan perdagangan dengan pantai Afrika Timur, Laut 
Merah, Teluk Persia, India dan pesisir Arab Selatan terutama Moskat, 
Dzofar dan Aden serta perdagangan dengan bangsa Eropa dan bangsa-bangsa 
lainnya. Kota Syibam merupakan salah satu kota penting di negeri itu. 
Syibam merupakan kota Arab terkenal yang dibangun menurut gaya 
tradisional. Di kota ini terdapat lebih dari 500 buah rumah yang 
dibangun rapat, bertingkat empat atau lima. Orang Barat menjulukinya 
‘Manhattan of the Desert’. Kota tua ini telah menjadi ibukota Hadramaut 
sejak jatuhnya Syabwah (pada abad ke 3 sampai abad ke 16). Karena 
dibangun di dasar wadi yang agak tinggi, kota ini rentan terhadap 
banjir, seperti yang dialaminya tahun 1532 dan 1533. Kota-kota besar di 
sebelah Timur Syibam adalah al-Gorfah, Seiyun, Taribah, al-Goraf, 
al-Sowairi, Tarim, Inat dan al-Qasm.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px;"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="Seiyun" height="300" src="http://indo.hadhramaut.info/App_images/Large/1saiyun.jpg" title="Seiyun" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="wp-caption-text"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="wp-caption-text"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="wp-caption-text"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Seiyun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Seiyun merupakan kota terpenting di Hadramaut pada abad ke 19, kota 
terbesar yang merupakan ibukota protektorat terletak 320 km dari 
Mokalla’. &amp;nbsp;Ia juga sering dijuluki ‘Kota Sejuta Pohon Kurma’ karena 
luasnya perkebunan kurma di sekitarnya.&lt;br /&gt;

Kota lain di sebelah Timur Syibam adalah Tarim, yang terletak sekitar
 35 km di Timur Saiun. Di satu sisi kota ini terlindungi oleh 
bukit-bukit batu terjal, di sisi lain di kelilingi oleh perkebunan 
kurma. Sejak dulu, Tarim merupakan pusat Mazhab Syafi’i. Antara abad ke 
17 dan abad ke 19 telah terdapat lebih dari 365 masjid. Kota Tarim atau 
biasa dibaca Trim termasuk kota lama. Nama Tarim, menurut satu riwayat 
diambil dari nama seorang raja yang bernama Tarim bin Hadramaut. Dia 
juga disebut dengan Tarim al-Ghanna atau kota Tarim yang rindang karena 
banyak pepohonan dan sungai. Kota tersebut juga dikenal dengan kota 
al-Shiddiq karena gubernurnya Ziyad bin Lubaid al-Anshari ketika menyeru
 untuk membaiat Abu Bakar sebagai khalifah, maka penduduk Tarim adalah 
yang pertama mendukungnya dan tidak ada seorang pun yang membantahnya 
hingga khalifah Abu Bakar mendoakan penduduk Tarim dengan tiga 
permintaan: (1) agar kota tersebut makmur, (2) airnya berkah, dan (3) 
dihuni oleh banyak orang-orang saleh. Oleh karena itu, Syaikh Muhammad 
bin Abu Bakar Ba’abad berkata bahwa: “al-Shiddiq akan memberikan 
syafa’at kepada penduduk Tarim secara khusus”.&lt;br /&gt;

&lt;div class="wp-caption alignleft" style="width: 356px;"&gt;
&lt;img alt="Kota Tarim" height="259" src="http://pecintahabibana.files.wordpress.com/2013/01/img_3229.jpg?w=346&amp;amp;h=259" title="Kota Tarim" width="346" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;
Kota Tarim&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Menurut suatu catatan dalam kitab al-Ghurar yang ditulis oleh Syaikh 
Muhammad bin Ali bin Alawi Khirid, bahwa keluarga Ba’alawi pindah dari 
Desa Bait Jubair ke kota Tarim sekitar tahun 521 hijriyah. Setelah 
kepindahan mereka kota Tarim dikenal dengan kota budaya dan ilmu. 
Diperkirakan, pada waktu itu di kota Tarim ada sekitar 300 orang ahli 
fiqih, bahkan pada barisan yang pertama di masjid agung kota Tarim 
dipenuhi oleh ulama fiqih kota tersebut. Adapun orang pertama dari 
keluarga Ba’alawi yang hijrah ke kota Tarim adalah Syaikh Ali bin Alwi 
Khali’ Qasam dan saudaranya Syaikh Salim, kemudian disusul oleh keluarga
 pamannya yaitu Bani Jadid dan Bani Basri.&lt;br /&gt;
Diceritakan bahwa pada kota Tarim terdapat tiga keberkahan: (1) 
keberkahan pada setiap masjidnya, (2) keberkahan pada tanahnya, (3) 
keberkahan pada pergunungannya. Keberkahan masjid yang dimaksud adalah 
setiap masjid di kota Tarim pada waktu sesudah kepindahan Ba’alawi 
menjadi universital-universitas yang melahirkan ulama-ulama terkenal 
pada masanya. Di antara masjid-masjid di kota Tarim yang bersejarah 
ialah masjid Bani Ahmad yang kemudian dikenal dengan masjid Khala’ Qasam
 setelah beliau berdomisili di kota tersebut. Masjid tersebut dibangun 
dengan batu, tanah dan kayu yang diambil dari desa Bait Jubair karena 
tanah dari desa tersebut dikenal sangat bagus, kemudian masjid tersebut 
dikenal dengan masjid Ba’alawi. Bangunan masjid Ba’alawi nyaris sebagian
 tiangnya roboh dan direnovasi oleh Muhammad Shahib Mirbath. Pada awal 
abad ke sembilan hijriyah, Syaikh Umar Muhdhar merenovasi kembali bagian
 depan dari masjid tersebut.&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Naqib dan Munsib&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

Di lembah yang terletak antara Syibam dan Tarim dengan Saiun di 
antaranya terdapat lebih dari sepertiga penduduk Hadramaut. Dari sini 
pula kebanyakan orang Arab di Indonesia. Di antara penduduk Hadramaut 
terdapat kaum Alawiyin yang lebih dikenal dengan golongan Sayid. 
Golongan Sayid sangat besar jumlah anggotanya di Hadramaut terutama di 
kota Tarim dan Saiun, mereka membentuk kebangsawanan beragama yang 
sangat dihormati, sehingga secara moral sangat berpengaruh pada 
penduduk. Mereka terbagi dalam keluarga-keluarga (qabilah), dan banyak 
di antaranya yang mempunyai pemimpin turun temurun yang bergelar munsib.&lt;br /&gt;

Munsib merupakan perluasan dari tugas ‘Naqib’ yang mulai digunakan 
pada zaman Imam Ahmad al-Muhajir sampai zaman Syekh Abu Bakar bin Salim.
 Seorang ‘naqib’ adalah mereka yang terpilih dari anggota keluarga yang 
paling tua dan alim, seperti Syekh Umar Muhdhar bin Abdurahman 
al-Saqqaf. Ketika terpilih menjaga ‘naqib’, beliau mengajukan beberapa 
persyaratan, diantaranya:&lt;br /&gt;

Kepala keluarga Alawiyin dimohon kesediaannya untuk menikahkan 
anak-anak perempuan mereka dari keluarga kaya dengan anak laki-laki dari
 keluarga miskin, begitu pula sebaliknya untuk menikahkan anak laki-laki
 dari keluarga kaya dengan anak perempuan dari keluarga miskin.&lt;br /&gt;
Menurunkan besarnya mahar pernikahan dari 50 uqiyah menjadi 5 uqiyah, sebagaimana perintah shalat dari 50 waktu menjadi 5 waktu.&lt;br /&gt;

Tidak menggunakan tenaga binatang untuk menimba air secara berlebihan.&lt;br /&gt;
Setelah Syekh Umar Muhdhar wafat, jabatan ‘naqib’ dipegang oleh Syekh 
Abdullah Alaydrus bin Abu Bakar al-Sakran, Syekh Abu Bakar al-Adeni 
Alaydrus, Sayid Ahmad bin Alwi Bajahdab, Sayid Zainal Abidin Alaydrus.&lt;br /&gt;
Menurut Syekh Ismail Yusuf al-Nabhani dalam kitabnya ‘Al-Saraf 
al-Muabbad Li Aali Muhammad’ berkata: “Salah satu amalan yang khusus 
yang dikerjakan oleh keluarga Rasulullah, adanya ‘naqib’ yang dipilih di
 antara mereka”. Naqib dibagi menjadi dua, yaitu:&lt;br /&gt;
Naqib Umum ( al-Naqib al-Am ), dengan tugas:&lt;br /&gt;
Menyelesaikan pertikaian yang terjadi di antara keluarga&lt;br /&gt;
Menjadi ayah bagi anak-anak dari keluarga yatim&lt;br /&gt;
Menentukan dan menjatuhkan hukuman kepada mereka yang telah membuat suatu kesalahan atau menyimpang dari hukum agama.&lt;br /&gt;
Mencarikan jodoh dan menikahkan perempuan yang tidak punya wali.&lt;br /&gt;

Naqib khusus (al-Naqib al-khos), dengan tugas:&lt;br /&gt;
Menjaga silsilah keturunan suatu kaum&lt;br /&gt;
Mengetahui dan memberi legitimasi terhadap nasab seseorang.&lt;br /&gt;
Mencatat nama-nama anak yang baru lahir dan yang meninggal.&lt;br /&gt;
Memberikan pendidikan akhlaq kepada kaumnya.&lt;br /&gt;
Menanamkan rasa cinta kepada agama dan melarang untuk berbuat yang tidak baik.&lt;br /&gt;
Menjaga keluarga dari perbuatan yang dilarang oleh ajaran agama.&lt;br /&gt;
Menjaga keluarga bergaul kepada mereka yang mempunyai akhlaq rendah demi kemuliaan diri dan keluarganya.&lt;br /&gt;
Mengajarkan dan mengarahkan keluarga tentang kebersihan hati&lt;br /&gt;
Menjaga orang yang lemah dan tidak menzaliminya.&lt;br /&gt;
Menahan perempuan-perempuan mereka menikah kepada lelaki yang tidak sekufu’.&lt;br /&gt;
Menjaga harta yang telah diwakafkan dan membagi hasilnya berdasarkan ketentuan yang berlaku.&lt;br /&gt;
Bertindak tegas dan adil kepada siapa saja yang berbuat kesalahan.&lt;br /&gt;
Dewan naqabah terdiri dari sepuluh anggota yang dipilih. Setiap anggota 
mewakili kelompok keluarga atau suku dan dikukuhkan lima orang sesepuh 
suku itu dan menjamin segala hak dan kewajiban yang dibebankan atas 
wakil mereka. Dewan yang terdiri dari sepuluh anggota ini mengatur 
segala sesuatu yang dipandang perlu sesuai kepentingan, dan bersesuaian 
pula dengan ajaran syari’at Islam serta disetujui oleh pemimpin umum. 
Apabila keputusan telah ditetapkan maka diajukanlah kepada pemimpin umum
 (naqib) untuk disahkan dan selanjutnya dilaksanakan.&lt;br /&gt;

Dari waktu ke waktu tugas ‘naqib’ semakin berat, hal itu disebabkan 
banyak keluarga dan mereka menyebar ke berbagai negeri yang memerlukan 
perjalanan berhari-hari untuk bertemu ‘naqib’ jika mereka hendak bertemu
 untuk menyelesaikan masalah yang timbul. Untuk meringankan tugas 
‘naqib’ tersebut, maka terbentuklah ‘munsib’. Para munsib berdiam di 
lingkungan keluarga yang paling besar atau di tempat asal keluarganya. 
Jabatan munsib diterima secara turun menurun, dan di antara tugasnya 
selalu berusaha mendamaikan suku-suku yang bersengketa, menjamu tamu 
yang datang berkunjung, menolong orang-orang lemah, memberi petunjuk dan
 bantuan kepada mereka yang memerlukan. Sebagaian besar munsib Alawiyin 
muncul pada abad sebelas dan abad ke dua belas hijriyah, diantaranya 
keluarga bin Yahya mempunyai munsib di al-Goraf, keluarga al-Muhdar di 
al-Khoraibah, keluarga al-Jufri di dzi-Asbah, keluarga al-Habsyi di 
khala’ Rasyid, keluarga bin Ismail di Taribah, keluarga al-Aidrus di 
al-Hazm, Baur, Salilah, Sibbi dan ar-Ramlah, keluarga Syekh Abu Bakar di
 Inat, keluarga al-Attas di al-Huraidah, keluarga al-Haddad di al-Hawi 
dan keluarga Aqil bin Salim di al-Qaryah.&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Keluarga golongan sayid.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Keluarga golongan Sayid yang berada di Hadramaut adalah:&lt;br /&gt;
Aal-Ibrahim&lt;br /&gt;
Al-Ustadz al-A’zhom&lt;br /&gt;
Asadullah fi Ardih&lt;br /&gt;
Aal-Ismail&lt;br /&gt;
Aal-Bin Ismail&lt;br /&gt;
Al-A’yun&lt;br /&gt;
Aal-Albar&lt;br /&gt;
Aal-Battah&lt;br /&gt;
Aal-Albahar&lt;br /&gt;
Aal-Barakat&lt;br /&gt;
Aal-Barum&lt;br /&gt;
Aal-Basri&lt;br /&gt;
Aal-Babathinah&lt;br /&gt;
Aal-Albaiti&lt;br /&gt;
Aal-Babarik&lt;br /&gt;
Aal-Albaidh&lt;br /&gt;
Al-Turobi&lt;br /&gt;
Aal-Bajahdab&lt;br /&gt;
Jadid&lt;br /&gt;
Al-Jaziroh&lt;br /&gt;
Aal-Aljufri&lt;br /&gt;
Jamalullail&lt;br /&gt;
Aal-Bin Jindan&lt;br /&gt;
Al-Jannah&lt;br /&gt;
Aal-Junaid&lt;br /&gt;
Aal-Aljunaid Achdhor&lt;br /&gt;
Aal-Aljailani&lt;br /&gt;
Aal-Hamid&lt;br /&gt;
Aal-Alhamid&lt;br /&gt;
Aal-Alhabsyi&lt;br /&gt;
Aal-Alhaddad&lt;br /&gt;
Aal-Bahasan&lt;br /&gt;
Aal-Bahusein&lt;br /&gt;
Hamdun&lt;br /&gt;
Hamidan&lt;br /&gt;
Aal-Alhiyyid&lt;br /&gt;
Aal-Khirid&lt;br /&gt;
Aal-Balahsyasy&lt;br /&gt;
Aal-Khomur&lt;br /&gt;
Aal-Khaneiman&lt;br /&gt;
Aal-Khuun&lt;br /&gt;
Aal-Maula Khailah&lt;br /&gt;
Aal-Dahum&lt;br /&gt;
Maula al-Dawilah&lt;br /&gt;
Aal-Aldzahb&lt;br /&gt;
Aal-Aldzi’bu&lt;br /&gt;
Aal-Baraqbah&lt;br /&gt;
Aal-Ruchailah&lt;br /&gt;
Aal-Alrusy&lt;br /&gt;
Aal-Alrausyan&lt;br /&gt;
Aal-Alzahir&lt;br /&gt;
Aal-Alsaqqaf&lt;br /&gt;
Al-Sakran&lt;br /&gt;
Aal-Bin Semith&lt;br /&gt;
Aal-Bin Semithan&lt;br /&gt;
Aal-Bin Sahal&lt;br /&gt;
Aal-Assiri&lt;br /&gt;
Aal-Alsyatri&lt;br /&gt;
Aal-Syabsabah&lt;br /&gt;
Aal-Alsyili&lt;br /&gt;
Aal-Basyamilah&lt;br /&gt;
Aal-Syanbal&lt;br /&gt;
Aal-Syihabuddin&lt;br /&gt;
Al-Syahid&lt;br /&gt;
Aal-Basyaiban&lt;br /&gt;
Al-Syaibah&lt;br /&gt;
Aal-Syaikh Abi Bakar&lt;br /&gt;
Aal-Bin Syaichon&lt;br /&gt;
Shahib al-Hamra’&lt;br /&gt;
Shahib al-Huthoh&lt;br /&gt;
Shahib al-Syubaikah&lt;br /&gt;
Shahib al-Syi’ib&lt;br /&gt;
Shahib al-Amaim&lt;br /&gt;
Shahib Qasam&lt;br /&gt;
Shahib Mirbath&lt;br /&gt;
Shahib Maryamah&lt;br /&gt;
Al-Shodiq&lt;br /&gt;
Aal-Alshofi Alsaqqaf&lt;br /&gt;
Aal-Alshofi al-Jufri&lt;br /&gt;
Aal-Basuroh&lt;br /&gt;
Aal-Alshulaibiyah&lt;br /&gt;
Aal-Dhu’ayyif&lt;br /&gt;
Aal-Thoha&lt;br /&gt;
Aal-Al thohir&lt;br /&gt;
Aal-Ba’abud&lt;br /&gt;
Al-Adeni&lt;br /&gt;
Aal-Al atthas&lt;br /&gt;
Aal-Azhamat Khan&lt;br /&gt;
Aal-Aqil&lt;br /&gt;
Aal-Ba’aqil&lt;br /&gt;
Aal-Ba’alawi&lt;br /&gt;
Aal-Ali lala&lt;br /&gt;
Aal-Ba’umar&lt;br /&gt;
Aal-Auhaj&lt;br /&gt;
Aal-Aydrus&lt;br /&gt;
Aal-Aidid&lt;br /&gt;
Al-Ghozali&lt;br /&gt;
Aal-Alghozali&lt;br /&gt;
Aal-Alghusn&lt;br /&gt;
Aal-Alghumri&lt;br /&gt;
Aal-Balghoits&lt;br /&gt;
Aal-Alghaidhi&lt;br /&gt;
Aal-Fad’aq&lt;br /&gt;
Aal-Bafaraj&lt;br /&gt;
Al-Fardhi&lt;br /&gt;
Aal-Abu Futaim&lt;br /&gt;
Al-Faqih al-Muqaddam&lt;br /&gt;
Aal-Bafaqih&lt;br /&gt;
Aal-Faqih&lt;br /&gt;
Aal-Bilfaqih&lt;br /&gt;
Al-Qari’&lt;br /&gt;
Al-Qadhi&lt;br /&gt;
Aal-Qadri&lt;br /&gt;
Aal-Quthban&lt;br /&gt;
Aal-Alkaf&lt;br /&gt;
Kuraikurah&lt;br /&gt;
Aal-Kadad&lt;br /&gt;
Aal-Karisyah&lt;br /&gt;
Aal-Mahjub&lt;br /&gt;
Al-Muhdhar&lt;br /&gt;
Aal-Almuhdhar&lt;br /&gt;
Aal-Mudhir&lt;br /&gt;
Aal-Mudaihij&lt;br /&gt;
Abu Maryam&lt;br /&gt;
Al-Musawa&lt;br /&gt;
Aal-Almusawa&lt;br /&gt;
Aal-Almasilah&lt;br /&gt;
Aal-Almasyhur&lt;br /&gt;
Aal-Masyhur Marzaq&lt;br /&gt;
Aal-Musyayakh&lt;br /&gt;
Aal-Muzhahhir&lt;br /&gt;
Al-Maghrum&lt;br /&gt;
Aal-Almaqdi&lt;br /&gt;
Al-Muqlaf&lt;br /&gt;
Aal-Muqaibil&lt;br /&gt;
Aal-Maknun&lt;br /&gt;
Aal-Almunawwar&lt;br /&gt;
Al-Nahwi&lt;br /&gt;
Aal-Alnadhir&lt;br /&gt;
Al-Nuqa’i&lt;br /&gt;
Aal-Abu Numai&lt;br /&gt;
Al-Wara’&lt;br /&gt;
Aal-Alwahath&lt;br /&gt;
Aal-Hadun&lt;br /&gt;
Aal-Alhadi&lt;br /&gt;
Aal-Baharun&lt;br /&gt;
Aal-Bin Harun&lt;br /&gt;
Aal-Hasyim&lt;br /&gt;
Aal-Bahasyim&lt;br /&gt;
Aal-Bin Hasyim&lt;br /&gt;
Aal-Alhaddar&lt;br /&gt;
Aal-Alhinduan&lt;br /&gt;
Aal-Huud&lt;br /&gt;
Aal-Bin Yahya&lt;br /&gt;

Keluarga Alawiyin di atas adalah keturunan dari Alwi bin Ubaidillah 
bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali al-Uraidhi, sedangkan yang bukan 
dari keturunan Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin 
Ali al-Uraidhi, adalah:&lt;br /&gt;
Aal-Hasni&lt;br /&gt;
Aal-Barakwan&lt;br /&gt;
Aal-Anggawi&lt;br /&gt;
Aal-Jailani&lt;br /&gt;
Aal-Maqrabi&lt;br /&gt;
Aal-Bin Syuaib&lt;br /&gt;
Aal-Musa al-Kadzim&lt;br /&gt;
Aal-Mahdali&lt;br /&gt;
Aal-Balakhi&lt;br /&gt;
Aal-Qadiri&lt;br /&gt;
Aal-Rifai&lt;br /&gt;
Aal-Qudsi&lt;br /&gt;

Sedangkan yang tidak berada di Indonesia kurang lebih berjumlah 40 
qabilah, diantaranya qabilah Abu Numai al-Hasni yaitu leluhur Almarhum 
Raja Husein (Yordania) dan sepupunya Almarhum Raja Faisal (mantan raja 
Iraq) dan qabilah al-Idrissi, yaitu leluhur mantan raja-raja di Tunisia 
dan Libya.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpxOD9reQvL_407wv5u4KMkthyphenhyphenb-EeapvUKVYTZf0yCIxADJaDpJk_SO-SDhru0DLlZi9qkQq7Zh5rUfuaUbDylmTwOhMjZum9veBa6SmZ4RsWAxP6FBMLijSikg9IG2QgJxoT6yd1tPQ/s72-c/hetdagimukalla.jpg" width="72"/></item><item><title>WANITA DI HADRAMAWT</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/09/wanita-di-hadramawt.html</link><category>ADAB</category><category>AKHLAK</category><category>WANITA</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 5 Sep 2014 13:29:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-4424499268839128987</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1SPdUxrFN-zVI5CD2l8HEV0_iYcbKr5ojOsxCDVnZe-u8TY1GWm0N77a08qVCPJGivpF6sN0JPwgbMiqJ16B1dOvs3KBcFW8X1zR2pTkqzSOaLy6f1BjiJgi3p90qoYdIkaxjzUBrG9M/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1SPdUxrFN-zVI5CD2l8HEV0_iYcbKr5ojOsxCDVnZe-u8TY1GWm0N77a08qVCPJGivpF6sN0JPwgbMiqJ16B1dOvs3KBcFW8X1zR2pTkqzSOaLy6f1BjiJgi3p90qoYdIkaxjzUBrG9M/s1600/3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MENGENAI wanita di kota Tarim Hadramaut 
itu, jauh berbeda dengan sebagian besar wanita wanita muslimah didunia, 
bahkan di wilayah wilayah lain di kota kota yg juga di hadramaut pun 
sudah banyak yg pudar ketegasan syariahnya, wanita wanita Tarim itu 
terbiasa dari sejak kecil dibesarkan dilingkungan ulama, siang malam 
mereka adalah obrolan majelis ilmu, alqur’an, adab, akhlak, tasawwuf, 
demikian mereka dibesarkan, mereka dibesarkan tdk kenal musik, tidak 
kenal kebiadaban, tidak kenal wajah orang fasiq, bahkan para wanitanya 
itu tidak pernah melihat lelaki selain kakaknya dan pamannya.
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
saat mereka menikah, ketika ditanya pada 
istri apa sih kesannya saat awal berjumpa?, ia menjawab : saya bingung, 
seumur hidup saya belum pernah melihat lelaki selain kakak kandung saya,
 lalu ini ada lelaki asing duduk di kamar saya.&amp;nbsp;demikian keadaan mereka,
 mereka tak pernah menyusahkan suaminya, demikian pula suami pd 
istrinya, bila susu habis misalnya, atau beras, atau apasaja yg perlu 
dibeli, mereka tak berani bicara pd suaminya, karena takut suaminya 
sedang tdk ada uang, atau sedang sibuk, maka mereka taruh lah bungkus2 
kosong itu kira2 ditempat yg sekiranya menyolok dan terlihat oleh 
suaminya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhT3wxcwPS4fNf_MPArdKcyIUqNZRFGsy468KP0l55tCn6jpbil7SSpMZyf1KBK-pKtq-LV593u318jWBvYEMiEogb0PGYbfgI_ukOD06ioHwyLs9CxExaRc723Zs2A_VdFWED2X7togPs/s1600/5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhT3wxcwPS4fNf_MPArdKcyIUqNZRFGsy468KP0l55tCn6jpbil7SSpMZyf1KBK-pKtq-LV593u318jWBvYEMiEogb0PGYbfgI_ukOD06ioHwyLs9CxExaRc723Zs2A_VdFWED2X7togPs/s1600/5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span id="more-19"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
demikian pula suami, seluruh hajat pasar,
 sayur dan lainnya suami yg belanja, istrinya boleh boleh saja keluar ke
 pasar kaum wanita, misalnya belanja baju, atau barang barang khusus 
wanita, kalau urusan dapur, sayur, beras dll itu tugas suami atau 
pembantu. istri selalu membuat kamar tidur wangi, bila suaminya pulang 
maka pastilah kamar sudah ditata rapih dan sangat wangi, pakaian suami 
sudah pasti wangi, kamar mandi wangi, semua ditata serapi mungkin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Istri tak pernah mengangkat suara pd 
suami, tak pernah marah, tak pernah cemberut, bila mereka kesal mereka 
menangis dan mengadu pd suaminya dg lirih.. itulah marah 
mereka.&amp;nbsp;demikian pula suami, tak pernah marah pd istri, apalagi mencaci,
 bila sudah sangat kesal atas sesuatu, suami tulis surat pd istri lalu 
pergi atau tidur, nanti istri menjawab pula, lalu suami menjawab pula, 
akhirnya keduanya tertawa bersama.&amp;nbsp;masih banyak lagi keunikan dan seni 
budi pekerti Muhammad saw dalam rumah tangga nabawiy yg sulit kita 
temukan di masa kini&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1SPdUxrFN-zVI5CD2l8HEV0_iYcbKr5ojOsxCDVnZe-u8TY1GWm0N77a08qVCPJGivpF6sN0JPwgbMiqJ16B1dOvs3KBcFW8X1zR2pTkqzSOaLy6f1BjiJgi3p90qoYdIkaxjzUBrG9M/s72-c/3.jpg" width="72"/></item><item><title>UNGKAPAN HATI SEORANG ISTRI</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/09/ungkapan-hati-seorang-istri.html</link><category>AKHLAK</category><category>AQIDAH</category><category>FIQIH WANITA</category><category>HATI MANUSIA</category><category>SYAIR</category><category>WANITA</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Thu, 4 Sep 2014 01:45:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-8460501117832226384</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgC_IDAKr3YAmei5rl2asz-bYccn6cMob_PF9vEUc-Gtpe-OyD8Eus7aktQZ6BgPbWc3VGi1hPm1viQo4Kf6ON4TUgncgHutI5s79rP3VJ5REK2ytI_CKiJtJgOEH_JfgoS6A2p_7gB3es/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgC_IDAKr3YAmei5rl2asz-bYccn6cMob_PF9vEUc-Gtpe-OyD8Eus7aktQZ6BgPbWc3VGi1hPm1viQo4Kf6ON4TUgncgHutI5s79rP3VJ5REK2ytI_CKiJtJgOEH_JfgoS6A2p_7gB3es/s1600/2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 
Duhai Suamiku .. dada inilah yang selalu memelukku hangat dengan penuh 
kasih sayang...............&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;Si Istri mengelus dan mencium dada suaminya 
......&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kemudian sambil membasuh tangan suaminya , si isteripun berucap ........&lt;br /&gt; Subhanalloh.....Tangan inilah yang  selalu kau gunakan mengais rizki untuk ku dan anak2 kita ........&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kemudian si istri membasuh kaki suaminya ... sambil berucap ......kedua Kaki inilah yang engkau gunakan untuk berjalan menuj&lt;span class="text_exposed_show"&gt;u
 tempat kau bekerja untuk menafkahi kami.juga untuk menuju Masjid ... 
dan kaki inipun tak pernah berjalan menuju tempat maksiat....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kemudian si istri kembali menatap wajah suaminya ... sambil berucap..&lt;br /&gt;
 Suamiku , matamulah yg selalu meneduhkan hatiku ini ... yang selalu 
memandangku dengan ketulusan dan kasih sayang ..... bibirmu selalu 
mengecup keningku saat kau bangun dari tidur .... telingamu.. selalu 
mendengarkan keluh kesah dan ucapan cintaku ...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Terima kasih 
suamiku .. kaulah yang telah membimbingku juga anak2 kita menjadi 
sekarang ini... memiliki keimanan dan ketaqwaan yg indah....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 
Aku janji padamu dan pada All&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;a&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;h .. ku akan menjadi yang kau impikan.. 
yaitu istri yang soleha ......aku akan mendidik anak2 kita agar mereka 
menjadi soleh dan soleha&lt;br /&gt; Suamiku.... nantikan aku di pintu syurga ....&lt;br /&gt; Jemput aku saat aku berpulang menyusulmu ...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ya Allah.. tempatkanlah suamiku ini dalam pelukan cinta dan sayangMU Kaulah tempat terbaik bagi kami untuk berpulang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Itulah kisah seorang istri soleha disisi jasad mayat seorang suami yang soleh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt; &lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="userContent" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;b&gt;يا الله، تجعلنا الزوج&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;الزوج والزوجة دارما وسولى قبل&lt;/b&gt;&lt;span style="background-color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span class="userContent" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="background-color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="background-color: red;"&gt; &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;&lt;b&gt;ya Allah , jadikanlah kami suami dan istri yang soleh dan soleha dihadapan Engkau&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgC_IDAKr3YAmei5rl2asz-bYccn6cMob_PF9vEUc-Gtpe-OyD8Eus7aktQZ6BgPbWc3VGi1hPm1viQo4Kf6ON4TUgncgHutI5s79rP3VJ5REK2ytI_CKiJtJgOEH_JfgoS6A2p_7gB3es/s72-c/2.jpg" width="72"/></item><item><title>PERMOHONAN TERAKHIR SEORANG IBU</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/09/permohonan-terakhir-seorang-ibu.html</link><category>ADAB</category><category>AKHLAK</category><category>DOSA</category><category>FIQIH WANITA</category><category>WANITA</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 3 Sep 2014 15:41:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-6831904903887013436</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMLDEerm43Hn1ucVv54dj0fGbZVJ6AFHahC5MV8wOjeFm3aG58gGpVQjl73HYxPkLCV56sWjAg0gejuDy7wq3QQmS-zI_ANXIveyK-bun2Uu_D2rPRgsR_bqe9hL0ST1Srs5zN7RpJ2qE/s1600/YUT.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMLDEerm43Hn1ucVv54dj0fGbZVJ6AFHahC5MV8wOjeFm3aG58gGpVQjl73HYxPkLCV56sWjAg0gejuDy7wq3QQmS-zI_ANXIveyK-bun2Uu_D2rPRgsR_bqe9hL0ST1Srs5zN7RpJ2qE/s1600/YUT.jpg" height="149" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div id="adsense_singlepost_top_square"&gt;




&lt;/div&gt;
Saat&amp;nbsp; ketika dia berbicara dengan ibunya, ibunya hanya ingin dia
 pulang, “Pulanglah nak, ibu rindu padamu.” tutur seorang laki-laki muda
 di Rumah Amalia. “Ibu, aku tidak bisa pulang. Dikantor aku banyak 
kerjaan.” ucapnya dan ditutup handphone karena sedang assembly dengan 
klien. Namun rupanya permintaan ibunya tidak pernah disadari bahwa itu 
adalah permintaan terakhir kalinya, ibunya mendapat serangan jantung 
tanpa pernah sadarkan diri dan keesokan harinya meninggal tanpa dia ada 
disisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama dua tahun setelah meninggalnya sang ibu, rasa bersalah, 
penyesalan dan kepedihan menguasai dirinya, dia mengasigkan diri dari 
pergaulan, berganti-ganti pekerjaan, pindah tempat, mencoba mencari 
kesibukan baru tetapi tidak satupun dapat meringankan beban hidupnya. 
Sampai kesempatan dihari minggu bisa bermain dan belajar bersama 
anak-anak Rumah Amalia telah membuat hatinya menangis, “Mas Agus, saya 
merasakan betapa beban hidup saya seolah terasa diangkat oleh Allah.”&amp;nbsp; 
Allah mendengarkan doanya dan menyembuhkan hatinya yang remuk. Sampai 
akhirnya menemukan sebuah harapan untuk melanjutkan hidupnya. Tak lama 
kemudian menikah dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Subhanallah.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMLDEerm43Hn1ucVv54dj0fGbZVJ6AFHahC5MV8wOjeFm3aG58gGpVQjl73HYxPkLCV56sWjAg0gejuDy7wq3QQmS-zI_ANXIveyK-bun2Uu_D2rPRgsR_bqe9hL0ST1Srs5zN7RpJ2qE/s72-c/YUT.jpg" width="72"/></item><item><title>SUAMI YANG IKHLAS</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/09/suami-yang-ikhlas.html</link><category>ADAB</category><category>AKHLAK</category><category>HATI MANUSIA</category><category>Keluarga Sakinah</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 3 Sep 2014 15:37:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-5150580689346712706</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNNlbVV7RmsPG5DgkIslvTN624y0cBuUvrpCgvtJS6Av8SymRkgSty63PYS9DS2kkciabrJcFeB_P2Y6Kc8_vhya5HXP7pXUcc9H60yB-w57InfrmhB2tebR3TrvuOLdHAoLLVer4sT-Q/s1600/taubat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNNlbVV7RmsPG5DgkIslvTN624y0cBuUvrpCgvtJS6Av8SymRkgSty63PYS9DS2kkciabrJcFeB_P2Y6Kc8_vhya5HXP7pXUcc9H60yB-w57InfrmhB2tebR3TrvuOLdHAoLLVer4sT-Q/s1600/taubat.jpg" height="200" width="132" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata keikhlasan seorang suami menjadi terasa indah ketika sedang 
diuji oleh Allah, Apakah cintanya terhadap pasangan hidupnya dilandasi 
karena kecintaannya kepada Allah? Sungguh begitu indahnya atmosphere 
mata kebahagiaan seorang suami yang tulus mencintai istrinya karena 
Allah. Itulah yang terjadi pada seorang bapak yang diuji oleh Allah 
dengan istrinya sakit. Sampai suatu ketika istrinya mengeluh, dia ada 
yang dirasakan sakit untuk buang atmosphere karena itulah ia mengajak 
untuk ke dokter, begitu diperiksa dokter meminta untuk diopname karena 
istrisakit kanker usus. Dan dikatakan oleh dokter, istri tercinta 
hidupnya tidak lama lagi, ‘astaghfirullah..’dalam hening dirinya berdoa,
 Ya Allah, cobaan apa yang Engkau berikan kepada kami?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Dalam kondisi sakit seperti itu istrinya mengatakan bahwa kebahagiaan 
itu hadir sebab karena sakit inilah malah membuat kami sekeluarga rajin 
beribadah dan malah dekat kepada Allah Sampai akhirnya istri yang 
tercinta menjalani operasi, ia menyaksikan langsung gumpalan darah yang 
sebesar telur ayam telah dikeluarkan dalam jumlah banyak. Ia berusaha 
menguatkan hati ketika senyum istri menghiasi wajahnya dan mengatakan, 
‘ayah sabar ya..semuanya serahkan kepada Allah.’&lt;br /&gt;


Padahal hatinya terasa diiris-iris oleh pisau, sakit dan tidak karuan. 
Dalam kondisi seperti itu istrinya mengatakan ingin menunaikan ibadah 
umrah bersamanya. Masya Allah…walaupun hati dibuat tegar namun 
airmatanya tak mampu ditahan, airmata itu mengalir begitu saja dengan 
derasnya. Setelah operasi dokter hanya mengatakan, hanya Allahlah yang 
akan memberikan keajaiban. Itulah sebabnya ia dan anak-anak selalu 
mengajak ke Rumah Amalia, berniat untuk bershodaqoh, memohon kepada 
Allah untuk kesembuhan istrinya.
&lt;br /&gt;


Lima bulan setelah operasi, berat tubuhnya menjadi naik. Dokter 
menyarankan agar istrinya mempertahankan berat tubuhnya. dokter yang 
menangani istrinya geleng-geleng kepala, dokter itu mengatakan hal ini 
sungguh keajaiban. Dirinya dan keluargana menangis bahagia karena 
bersyukur kehadirat Allah. ‘Iman saya makin kuat, saya jadi tambah yakin
 dengan KemahabesaranNya, hanya mengabdi hidup dan mati saya untuk 
Allah. Bagi saya hanya satu, doa dapat mengubah yang buruk bisa menjadi 
baik dan yang salah menjadi indah dalam hidup ini.’ Begitu tuturnya, 
tutur seorang suami yang penuh keikhlasan menjaga istrinya diketika 
sakit. Subhanallah..
&lt;br /&gt;


–&lt;br /&gt;
Barang siapa menggembirakan hati istri, maka seakan-akan menangis takut 
kepada Allah. Barang siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah 
mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami istri 
saling memperhatikan, maka Alloh memperhatikan mereka berdua dengan 
penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri 
(diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami  istri itu dari 
sela-sela jarinya. [HR. Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi' dari Abu Sa'id 
Al-Khudzri].</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNNlbVV7RmsPG5DgkIslvTN624y0cBuUvrpCgvtJS6Av8SymRkgSty63PYS9DS2kkciabrJcFeB_P2Y6Kc8_vhya5HXP7pXUcc9H60yB-w57InfrmhB2tebR3TrvuOLdHAoLLVer4sT-Q/s72-c/taubat.jpg" width="72"/></item><item><title>KEINDAHAN SEBUAH TAQDIR</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/08/keindahan-sebuah-taqdir.html</link><category>CERPEN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sun, 31 Aug 2014 03:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-7304237808447055819</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5tK-QmLYE_Y8XjFPK-Rkhb9wMnzU2_HvJQSoH6JYece9IZ4qZHuCJ01IQAb3B8OoR5uKFO2yaEuuz8CNtYaHtfJPNnOFsub_9q2JrNR7higiOaODe_Lq6tYMwVCpV05oFtjcDX9J2dTs/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5tK-QmLYE_Y8XjFPK-Rkhb9wMnzU2_HvJQSoH6JYece9IZ4qZHuCJ01IQAb3B8OoR5uKFO2yaEuuz8CNtYaHtfJPNnOFsub_9q2JrNR7higiOaODe_Lq6tYMwVCpV05oFtjcDX9J2dTs/s1600/3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu dengan nya tanpa disengaja, 
tanpa aku yang mencarinya ataupun dia yang merencanakannya. Berteman 
dengannya tanpa disengaja, tanpa aku yang mendahului untuk ada suatu 
ikatan dengannya ataupun dia yang menginginkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Semua yang kulakukan padanya selama ini bukanlah karena perbuatanku 
yang dibuat – buat agar mendapat simpati darinya karena memang ia adalah
 temanku, aku pun tak tau apa yang di fikirannya, namun yang ku tau 
sampai saat waktu itu tidak ada yang special untuk nya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Runtutan ketidak sengajaan ini terjadi lagi – lagi dan lagi. Ku 
berfikir tiada yang special dari nya, aku dan dirinya pun biasa saja, 
bahkan waktu jua memberikan jarak nya padaku serta dirinya. Hingga waktu
 pun mempertemukan kami kembali dalam sebuah ketidak sengajaan yang 
membuat aku sedikit berarti dalam masa penting nya, ya aku berada pada 
masa yang tepat untuknya, semoga tepat juga untuk ku. Hingga sampai saat
 itu masih tiada yang special ku alami, hati ini masih netral dan tak 
berbagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lalu ketidak sengajaan itu ku alami, tak sengaja ku berjalan melewati 
lorong sekret tempat nya, ku dengar sayup – sayup irama yang jelas ku 
ketahui itu adalah bacaan Al- Qur’an, terdiam ku sejenak lalu kemudian 
berlalu, hal ini bukan aku ataupun dia yang merencanakannya. Berlalu ku 
beranjak meninggalkan ia, rasa kagum ku kemudian tumbuh bagaimana bisa 
ia menjadi beda, melawan arus kehidupan muda yang ia jalani saat ini, di
 saat orang lain leyeh – leyeh ataupun malas mengenal Tuhan, sedikit 
rasa kagumku tumbuh. Kemudian lagi tak sengaja mata ini menangkap 
bayangan ia dari balik bilik tempatku sholat, memandang ia penuh dengan 
khusyu nya berdoa shalat sunnah nya, mata ini tak sengaja menangkap 
bayangan dirinya, aku pun yakin dia pun tidak merencanakannya atau pun 
dibuat – buat. Bertambahlah setingkat ke kagumananku akan dirinya. Lalu 
di saat ku membantu membuat tentang skripsinya tak sengaja ku tangkap 
bau nafas yang tak sedap darinya, ya saat itu di sore hari, ku beranikan
 diri untuk bertanya “Apa kamu sedang puasa”. Akhirnya ku pun tau 
setidaknya saat ini ia menjaga dirinya dengan puasa sunnah, ibadah yang 
dia dan Tuhan yang tau. Ya Allah…. Kekagumanku bertambah dan sedikit 
rasa aku ingin memilikinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu ku sadari ada yang tak biasa dengan ku, 
dengan hati, dengan jiwaku. Dengan berjalannya waktu ku coba menetralkan
 kembali semuanya, namun ternyata namanya terselip dalam do’aku, dalam 
daftar yang ingin ku miliki, dalam azam ku. Masih diam dan tak berbisik,
 semua berjalan dengan biasa. Sampai saat itu tak satu pun yang tau, 
bahkan aku pun masih ragu untuk tetap menginginkannya utuh, karena ku 
tak tahu apa ia juga sama seperti aku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Perlahan tapi pasti semua sudah berkembang cantik seiring waktu. Ku 
jalani semua dengan tersembunyI, tak ada yang tau. Sampai suatu saat ia 
mengirimkan pesan singkat yang ku tau juga tak biasa “mau bangetlah, 
apalagi sampai pelaminan”. Pertanyaan terbesar ku “apakah ini sebuah 
candaan atau serius atau aku hanya rangkaian permainannya”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan dan semua rasa seperti tersembunyi, ia 
menyatakan sukanya padaku, tanpa berbalas yang sama kepadanya, yang ku 
berikan adalah kata – kata penuh makna yang mungkin menjadi ambigu 
baginya. Yang ku fikir saat ini apakah ini adalah ujian atas iman ku 
atau memang ia adalah calon imam ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibir ini kelu untuk menyatakan yang ingin kau dengar&lt;br /&gt;Jari ini kaku untuk mengetik pesan yang ingin kau baca&lt;br /&gt;Tak tau bagaimana harus ku ungkap atau ku balas pertanyaan dari mu&lt;br /&gt;Yang bisa ku lakukan saat ini adalah memasukan mu dalam do’aku&lt;br /&gt;Ikhtiarku adalah penantian setia nan suci untuk mu&lt;br /&gt;Menunggu mu untuk datang dan mengucapkan pernyataan yang malaikan kan saksikan&lt;br /&gt;Yang semua orang kan dengar kan&lt;br /&gt;Yang kan menjadi saksi bahwa aku milikmu utuh&lt;br /&gt;Yang Tuhan kita pun kan me Ridhoi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang berharap dalam sunyi dalam diam…&lt;br /&gt;Ku harap mengertilah&lt;br /&gt;Kau yang ku butuh untuk ku menjalani hitam putihnya hidup sampai alam keabadian… &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5tK-QmLYE_Y8XjFPK-Rkhb9wMnzU2_HvJQSoH6JYece9IZ4qZHuCJ01IQAb3B8OoR5uKFO2yaEuuz8CNtYaHtfJPNnOFsub_9q2JrNR7higiOaODe_Lq6tYMwVCpV05oFtjcDX9J2dTs/s72-c/3.jpg" width="72"/></item><item><title>" Renungan Pagi "</title><link>http://yudha-muhammadyusuf.blogspot.com/2014/08/renungan-pagi.html</link><category>AKHLAK</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 30 Aug 2014 17:16:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-420729143614823920.post-1077135137231081910</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9BFN0H35Gd6aFbuDRI8A5NiY-0TgX-elcRo7ThbBxXES0JQTsU4kAMaqqXoShYsvqapAJqBC_iFPY7pvwG0LbY7KMVf9TjcznyGasHqdeL2OjD93V1Yeg9B4a-UhCxbGhHIQSMd2JHCY/s1600/yudha000001.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9BFN0H35Gd6aFbuDRI8A5NiY-0TgX-elcRo7ThbBxXES0JQTsU4kAMaqqXoShYsvqapAJqBC_iFPY7pvwG0LbY7KMVf9TjcznyGasHqdeL2OjD93V1Yeg9B4a-UhCxbGhHIQSMd2JHCY/s1600/yudha000001.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="text_exposed_root text_exposed" id="id_540262ec01c718487512477"&gt;
&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Seorang ayah mampu menafkahi sepuluh anak anaknya&lt;br /&gt; Seorang ibu mampu mengurus sepuluh anak-anaknya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sepuluh orang anak belum tentu ikhlas menafkahi seorang ayahnya&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;br /&gt; Sepuluh orang anak belum tentu mampu untuk mengurus seorang ibunya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Cobalah , dipagi yg indah dan dirahmati Allah ini&lt;br /&gt; Kita semua mengingat sedikit saja masa masa lalu kita....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Disaat seorang ibu senang dan ikhlas menjaga kandungannya ... menjaga keselamatan janin calon bayinya...&lt;br /&gt;
 Begitu juga seorang ayah..... dengan bangga dan semangat mencari biaya 
untuk persiapan biaya kelahiran calon putra atau putrinya ke dunia......&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Disaat kita masih bayi...&lt;br /&gt; Tak mampu untuk membalikkan badan kita sendiri...&lt;br /&gt; Bahkan tak mampu untuk mengusir nyamuk yg hinggap ditubuh kita yg masih mungil itu.....&lt;br /&gt; Siapakah yang mengurus dan menjaga kita saat itu...?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Disaat kita tak mampu membersihkan hadast kita dari tubuh kita sendiri&lt;br /&gt; Disaat kita tak mampu untuk mengunyah makanan bahkan untuk berdiri pun tak punya daya upaya....&lt;br /&gt; Air susu siapakah yang kita minum....&lt;br /&gt; Lengan siapakah yang membersihkan hadast kita....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Namun disaat kamu dewasa.... disaat ibu dan ayah telah renta dan sakit2an&lt;br /&gt; Kamu ada dimanaaaaaaaa ?&lt;br /&gt; Kamu sedang apaaaaaaaa ?&lt;br /&gt; Kamu sedang tertawa terbahak bahak ... kamu lupa bahkan sengaja melupakan mereka ......&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Mari kita pertanyakan pada hati kita......&lt;br /&gt; Adakah ibu kita dan ayah kita mengeluh... &lt;br /&gt; Adakah ibu dan ayah kita menghindar dari kita...&lt;br /&gt; Disaat kita terbangun malam &lt;br /&gt; Disaat kita dengan tubuh mungil tanpa daya dan upaya.....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 " Mari sejenak buang keangkuhanmu, mari kita do'akan mereka .... selagi
 Allah memberikan kita kesempatan menitikan airmata dihadapan Allah 
untuk kedua orang tua kita "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="userContentSecondary fcg"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9BFN0H35Gd6aFbuDRI8A5NiY-0TgX-elcRo7ThbBxXES0JQTsU4kAMaqqXoShYsvqapAJqBC_iFPY7pvwG0LbY7KMVf9TjcznyGasHqdeL2OjD93V1Yeg9B4a-UhCxbGhHIQSMd2JHCY/s72-c/yudha000001.jpg" width="72"/></item></channel></rss>