<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385</atom:id><lastBuildDate>Wed, 06 Nov 2024 03:07:37 +0000</lastBuildDate><category>Journey</category><category>Activity</category><category>Membaca Alkitab Secara Urutan Kronologis</category><category>Renungan</category><category>Book</category><category>Study Alkitab</category><category>Choir</category><category>Songs</category><category>History</category><category>Motivation</category><category>Study Kata</category><category>Menjadi Garam</category><category>RH GLOW</category><category>artikel</category><category>Ask and Answer</category><category>Cuplikan</category><category>EFESUS</category><category>Meditation</category><category>Anugerah</category><category>Games</category><category>More Than Just Life</category><category>Pemikiran</category><category>Pray</category><category>Profile</category><category>Tips</category><category>Video</category><category>Waktu</category><category>parenting</category><category>Iman</category><category>Kamus</category><category>Pernikahan</category><category>Sacrifice</category><category>Tahun Baru</category><category>Umum</category><category>akhir zaman</category><category>english version</category><category>movie</category><title>Life is good</title><description>Hidup adalah sebuah pertanggung jawaban. Hidup itu indah untuk dinikmati. Life is good. Enjoy your life! Blog ini berisi pemikiran, analisa, renungan alkitab, yang adalah Firman Tuhan untuk sehari-hari, sejarah, motivasi, aktifitas.</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>392</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-6098483581434273910</guid><pubDate>Wed, 16 Jul 2014 07:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-16T14:18:22.970+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Budaya Aneh</title><description>Belakangan ini banyak sekali tersebar isu-isu budaya. Mungkin kita tidak bisa lagi menyadarinya, karena kita ada di dalamnya, kita menjadi bagian dari budaya tersebut. Seakan kita tidak dapat keluar dari situ dan ketika kita bercermin pada Firman Tuhan sekalipun, budaya itu masih menjadi kubu-kubu yang menghalangi kita bertemu dengan esensi Firman Tuhan yang sebenarnya. Maksud saya adalah intepretasi terhadap Firman Tuhan itulah yang justru menjadi kubu-kubu yang menghalangi kita dapat mengerti Firman Tuhan yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak sekali isu-isu budaya yang sering dikecam di panggung gereja tapi sebenarnya kita adalah salah satu dari pelakunya. Misalnya, budaya panik. Mengapa saya katakan &quot;budaya&quot;? Mari kita perhatikan di jalan raya, saat macet. Hanya karena kita panik, ngikutin kendaran di depan kita aja, tanpa melihat rambu apakah sudah waktunya jalan atau belum. Akibatnya macet total. Sebenarnya jika kita tidak mengembangkan budaya panik dan budaya &quot;belum tau dia siapa gw&quot;, pastilah kemacetan dapat terurai. Saya tidak bermaksud merendahkan para pengendara motor, namun kenyataannya motor adalah kendaraan yang paling tidak tertib berlalu-lintas. Kami juga kadang harus naik motor untuk jarak tempuh yang jauh nan macet, karena kepraktisan di ibu kota. Kami sering memperhatikan pengendara motor yang suka nyempil di sebelah kanan, berjalan lambat, minta dihormati, dan sesuka hati mengambil jalur. Mari kita saling menjaga ketertiban berlalu-lintas. Mari kita juga menjaga hati kita masing-masing. Hati kita adalah tanggung jawab kita, bukan tanggung jawab orang lain, sehingga kita tidak dapat lagi berkata &quot;abis dia bikin gw emosi sih&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu masih di satu segmen kecil saja. Masih banyak lagi area budaya yang aneh. Misalnya dalam hidup berumah tangga. Dalam hidup sehari-hari kita mendengar bahwa istri harus melayani suami, sehingga suami berprilaku seenaknya terhadap istri. Namun kita belajar dari Firman Tuhan tidaklah demikian seharusnya. Suratan Efesus menjelaskan bahwa suami istri harus saling submit, artinya harus saling melayani. Belum lagi soal menghormati orangtua. Dalam budaya kita sehari-hari, kita mendengar bahwa orang tua harus ditaati. Padahal Firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus menghormati orang tua. Bedanya adalah ketika kita masih dalam tudung orang tua, kita memang harus hormat dan taat kepada orang tua, tetapi saat kita membangun rumah tangga sendiri, kita tetap harus hormat kepada orang tua, dan taat kepada orang tua itu adalah pilihan, bukan keharusan. Mengapa begitu? Karena saat kita berumah tangga kita membentuk peraturan yang baru, seperti negara baru, dimana suami-istri yang menentukan peraturan itu bukan dari pihak luar, termasuk orang tua. Memang budaya yang satu ini berat untuk dilakukan tetapi kedua belah pihak antara orang tua dan anak harus saling mengerti. Suami adalah pemimpin yang menjadi penentu apakah saran orang tua harus diikuti atau tidak. Namun halnya menghormati, mamang tidak ada pilihan, menghormati orang tua itu adalah suatu keharusan, dalam batasan Firman Tuhan. Maksudnya ketika ortu meninggal tidak perlu diberikan penghormatan berlebihan seperti berdoa di pusaranya ataupun yang berkaitan denan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Budaya lainnya seperti lebih mengutamakan pelayanan gerejawi dari pada pelayanan di dalam keluarga sendiri. Saya suka miris liat hamba-hamba Tuhan yang dipakai luar biasa namun tidak akur di rumah sendiri, antara suami-istri dan anak-anak. Sebaiknya dalam hal ini kita mengatur prioritas kita. Jika semuanya adalah prioritas maka sebenarnya tidak ada prioritas. Jika semuanya jadi terpenting maka semua jadi tidak penting. So.. mari kita ijinkan juga pendeta kita atau hamba Tuhan yang kita undang melayani untuk berkata &quot;tidak&quot; ketika kita undang. Kita juga belajar untuk berkata &quot;tidak&quot; jika diperhadapkan dengan &quot;pelayanan besar&quot; dengan &quot;sudah lama tidak bertemu bercengkrama dengan keluarga&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal lainnya, banyak sekali anak-anak yang baru pulang dari luar negeri atau bersekolah di sekolah internasional memanggil orang yang lebih tua darinya dengan sebutan nama langsung tanpa ada kata &quot;bapak&quot;, &quot;ibu&quot;, &quot;kakak&quot;, &quot;abang&quot;, &quot;om&quot;, &quot;tante&quot;. Well.. kita tinggal di Indonesia, walaupun sepertinya keren untuk bisa langsung menyebut nama orang tersebut, namun secara Indonesia, kita menjadi orang yang tidak sopan. Lebih baik tanyakan dahulu, lawan bicara kita itu mau dipanggil dengan sebutan apa. Memang ada beberapa orang yang lebih suka langsung dipanggil nama, apalagi orang bule. Di dalam Alkitab, kita juga dapat menemukan Yesus menyebut ibunya dengan sebutan &quot;Perempuan&quot; atau &quot;Wanita&quot;, atau &quot;Woman&quot;. Memang terdengar kasar. Tetapi kita harus mengembalikannya kepada konteks pada saat itu. Dalam Yoh 2, belum waktunya bagi Yesus untuk melakukan mujizat namun ibunya memaksa, Maria sudah menunggu waktu ini bertahun-tahun.Ia menyimpan segala perkara dalam hatinya, artinya Maria selalu mengingat janji Tuhan itu (Luk 2:19;51). Ketika Maria mengharapkan Yesus sebagai Mesias yang harus membuat mujizat saat itu, maka Yesus pun bertindak sebagai Mesias dan menegur Maria dengan keras. Walaupun demikian, Yesus kembali merendahkan hatiNya, melakukan apa yang menjadi keinginan Maria, ibuNya. So.. dalam hal ini, kita tidak dapat menyetarakannya dengan budaya kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal lain yang patut kita perhatikan adalah &quot;budaya ngikut&quot;. memang baik sekali untuk mengikuti pemimpin kita, pendeta kita, gembala sidang kita. Namun, mereka juga adalah manusia, kita harus mempelajari Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, sehingga jika kotbah yang kita dengar tidak tepat dengan apa yang FT katakan, kita bisa tidak mengikutinya. Kita juga harus mendoakan gembala sidang kita supaya mendapat pewahyuan dari Tuhan. Saya tidak menyalahkan hamba Tuhan, pendeta, gembala sidang, namun saya melihat suatu keseragaman yang agaknya salah kaprah yang hampr menyeluruh di beberapa gereja, walaupun mereka beda sinode. Kenapa hal ini bisa terjadi. Seperti tidak dapat dibilangin lagi, sudah seperti kubu-kubu, benteng pertahanan yang sangat kokoh yang tidak dapat ditembus.Dalam hal ini saya tidak berniat untuk menyerang pendeta tertentu. Saya hanya bicara secara umum. Saya mendengarkan siaran radio rohani, media televisi siaran rohani, namun isinya sama saja. Saya juga pernah baca sumbernya, tetapi intepretasi FT yang diberitakan jauh dari konteks, tetapi banyak pengikut intepretasi tersebut. Aduh.. mungkin lebih famous membaca intisari renungan harian, buku tafsiran alkitab daripada alkitab itu sendiri. Semua orang pasti pernah salah mengintepretasikan, namun ada Roh Kudus. Ketika Roh Kudus menegur, kita harus mendengarkan.Biasakan mendengar suara Roh Kudus dari hal-hal kecil, agar ketika kita dalam hal-hal besar kita bisa mendengarkanNya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya pikir masih banyak budaya aneh di sekitar kita. Aneh banget. Mari kita memulai dari diri sendiri, membangun budaya baru yang sesuai dengan Firman Tuhan. Mari belajar Firman Tuhan lebih lagi.&lt;br /&gt;
</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/07/budaya-aneh.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-7806395192368568936</guid><pubDate>Sat, 07 Jun 2014 01:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-06-07T08:35:45.921+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Activity</category><title>Apakah ini Pesan Tuhan?</title><description>Pagi ini saya terbangun dengan &quot;membawa&quot; ayat Alkitab menempel di kepala saya. walaupun masih mengantuk, buru-buru saya lihat ke hp saya, karena di situ ada Alkitab elektroniknya, dan melihat apa bunyinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya saya pikir, &quot;akh paling juga ayat supaya saya pribadi tidak kuatir&quot;, karena saya memang mengenal perikop itu, tidak asing bagi saya. (ayat 5 nya sangat populer) Tapi setelah saya baca, sepertinya ini bukan hanya buat saya saja. Sejujurnya, saya belum tau apa maksudnya. Tuhan ga pake prolog ataupun penjelasan. Dan saya juga ga tau apakah ini benar pesan Tuhan atau sekadar lewat dari alam bawah sadar saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ga mau melemparkan ayat ini ke fb, atau twitter ataupun instagram ataupun path, karena sekarang ini banyak sekali black campaign yang menjelekkan kubu lawan. Ya... maklum lah sudah dekat pemilu capres dan cawapres.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak tau politik dan tidak berniat terjun ke politik ataupun ikut2 campur mengompori orang2 untuk memilih apa yang jadi pilihan saya nantinya. Saya melihat akhir2 ini orang kristen pake-pake ayat untuk kemenangan partai yang dia dukung. Apalagi klo sampai dia menjelekkan kubu lawannya, sungguh disayangkan, seharusnya itu tidak menjadi sikap kristen sesungguhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini ayat yan saya dapatkan Maz 37:14. saya tidak akan menambahi apa-apa. Saya juga tidak biasa dengan random verse, tetapi apapun yang saya dapat dari mimpi ataupun &quot;sepertinya ini suara Tuhan&quot; tetap saya perhatikan, pelajari dan jaga baik. Mari kita lihat juga ayat sebelum dan sesudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Psa 37:12&lt;i&gt; &amp;nbsp;Orang fasik merencanakan kejahatan terhadap orang benar dan menggertakkan giginya terhadap dia;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Psa 37:13&lt;i&gt; &amp;nbsp;Tuhan menertawakan orang fasik itu, sebab Ia melihat bahwa harinya sudah dekat.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Psa 37:14&lt;i&gt; &amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;b style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Orang-orang fasik menghunus pedang dan melentur busur mereka untuk merobohkan orang-orang sengsara dan orang-orang miskin, untuk membunuh orang-orang yang hidup jujur;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Psa 37:15&lt;i&gt; &amp;nbsp;&lt;b&gt;tetapi pedang mereka akan menikam dada mereka sendiri, dan busur mereka akan dipatahkan.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Well... saya tidak bermaksud untuk menghubung-hubungkan dengan situasi sekarang ini, tetapi FT selalu baik bagi kita.Tetapi &quot;kuatir&quot; adalah kondisi umum bangsa kita waktu-waktu ini. Percaya kepada Tuhan yang selalu memberikan kita perlindungan. Oleh sebab itu, kita perlu menjaga lidah kita, prilaku kita, status sosial media kita, agar kita berkenan kepada Tuhan sehingga Tuhan selalu menolong kita. Ga perlu menjelekkan orang lain agar kita menang, hanya jaga perilaku kita jujur di hadapan Tuhan.</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/06/apakah-ini-pesan-tuhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-1466910086216009710</guid><pubDate>Wed, 28 May 2014 16:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-05-28T23:27:01.006+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><title>Kehendak Bebas - Free Will</title><description>Apa yang akan saya tuliskan di sini tidak bersifat absolut. Saya masih belajar, dan tentu saja saya masih muda, pikiran ini liar dan tidak bisa mempercayai sesuatu tanpa tanda-tanda logis. Dalam hal logis juga masih mempertimbangkan beberapa hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya belajar dari segala sesuatu yang saya baca, saya lakukan, orang lain lakukan, peristiwa-peristiwa di sekitar saya, peristiwa terhadap orang lain. Saya belajar juga dari para pembicara baik preacher ataupun pembicara motivasi, dari perilaku, diskusi dengan teman-teman dan bagaimana sikap orang menanggapi segala sesuatu. Saya memang bukan pembelajar yang cepat. Mungkin saya harus mengamati sesuatu bertahun-tahun. Namun dalam waktu-waktu itu tidak akan saya biarkan berlalu begitu saja tanpa menghasilkan pernyataan-pernyataan terhadap apa yang saya amati itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saya belum mencapai usia 20 tahun saya sering terlibat perdebatan doktrin, yang sebenarnya adalah sia-sia dan memalukan. Namun bagi saya, sekalipun terhadap teman baik, kita harus punya sikap terhadap pemikiran yang kita punyai masing-masing. Kita berteman bukan karena pemikiran kita sama, tetapi karena kita manusia yang saling membutuhkan. Begitu juga dengan saya dan pasangan hidup saya. Tidaklah harus setiap hari kita bertegang pikiran, karena setiap manusia begitu unik cara berpikirnya. Kadang kala statement awal kita berbeda tetapi kesimpulannya bisa sama. Makanya jangan sering menyerang orang yang berbeda, karena di endingnya belum tentu maksud kita berbeda. Hal yang paling penting adalah bagaimana kita dapat menyampaikan pendapat kita itu dan bersabar terhadap pendapat orang lain. Selama masih ada langit yang kita junjung dan bumi yang kita injak, kita dapat berkomentar apa saja, asalkan tidak agresif. Segala sesuatu yang tidak sama tidak dapat diperdebatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu juga dengan suatu topik di dunia gereja dan teologi yang ga asing lagi di telinga kita, yaitu tentang &quot;kehendak bebas&quot; vs &quot;predestinasi&quot;. Atau di dunia sekuler dikenal sebagai &quot;kehendak bebas&quot; vs &quot;determinasi&quot;. Topik mengenai &quot;kehendak bebas&quot; ini memang sangat jelimet dan butuh kesabaran. Coba aja kita googling dan berpikir secara netral tanpa memperdulikan diri kita sendiri ada di paham teologia mana. Kita akan menemukan pendapat akhir yang hampir sama, padahal di awal ada yang menyatakan &quot;saya tidak percaya dengan free will, karena Tuhan yang berdaulat atas segala sesuatu&quot;, atau pihak yang lain berkata &quot;free will itu ada, karena kita bukan robot&quot;. Di satu sisi ada yang bilang &quot;saya tidak percaya dengan free will&quot; --&amp;gt; berarti dia predestinasi, dalam bahasannya mereka membahas free will, dan mengatakan bahwa dengan free will manusia tidak bebas secara mutlak, walaupun ada free will bukan berarti manusia dapat melakukan apa yang dikehendakinya (mis manusia ingin terbang tapi kan ga bisa), walaupun ada free will manusia tidak dapat memilih karena segala sesuatu sudah ditentukan Allah. Semua yang manusia lakukan karena ketetepan Allah melalui keputusannya sendiri (mis klo ditodong, ia harus memilih mau kasih duitnya untuk tetap hidup atau ia mati). Pendapat yang lain berkata &quot;Allah tidak memaksa/ memprogram manusia untuk percaya kepadanya. Dia juga tidak mengatur seseorangpun untuk menolak Allah. Iman/ kepercayaan manusia kepada-Nya sama sekali tidak dipaksakan oleh Allah. Maka, iniah kehendak bebas itu&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sini walaupun berbeda ada persamaannya, walaupun dalam bahasa yang berbeda, pada kenyataannya manusia bisa memilih dan membuat keputusannya sendiri. Dan kedua kubu di sini menggunakan kata &quot;robot&quot; dan &quot;memprogram, which is itu merujuk kepada robot juga. Masalahnya adalah istilah &quot;robot&quot; pada saat kedua statement ini dilontarkan berbeda dengan istilah &quot;robot&quot; kita tau sekarang. Untuk mengenal kata &quot;robot&quot; kita harus bersentuhan dengan dunia teknologi informasi. Dulu, perintah kepada robot hanya bisa klo &quot;ya&quot; dan &quot;tidak&quot;, atau secara nyata kita lihat pada mobil remote control anak-anak, yang bisa disetir ke kiri atau ke kanan, maju atau mundur. Kenyataannya sekarang di antara &quot;kiri dan kanan&quot; atau &quot;manju dan mundur&quot; banyak sekali opsi yang dapat ditambahkan atau diprogram. Dulu pemrograman sangat sederhana sekali, zaman sekarang lebih kompleks dari itu, dan masing-masing pemrogram harus kreatif sehingga dapat menghasilkan program yang kreatif. Hal nyatanya dapat kita lihat pada film Robocop. walaupun hanya film tetapi hayalan si pembuat film sedang bergerak ke dunia nyata. Bahwa manusia akan mampu membuat robot yang punya kehendak, yang diatur oleh penciptanya. Ada ntah berapa triliun logika yang dapat dihasilkan robot tersebut dengan memasukkan sistem persamaan yang dapat mengatur misalnya seribu input. Sistem persamaan matematika itulah yang menentukan seberapa jauh output robot dapat dihasilkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya begitu merasa stupid ketika dalam suatu diskusi saat saya melontarkan suatu pernyataan &quot;Saat manusia belum jatuh dalam dosa, free will belum ada&quot;, tetapi secara jujur saya menyatakan saya tidak dapat menjawab dan menjelaskan &quot;free will&quot; itu. Karena semua makhluk gerejawi zaman sekarang hanya mikir yang namanya &quot;free will ada karena kita bukan robot&quot;. Berarti walaupun di tangan mereka tergolek teknologi masa kini, tetapi pikiran mereka masih program yang hanya bisa menampilkan huruf demi huruf dengan bahasa program segambreng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya mengingat waktu dulu mengerjakan tugas akhir, dengan sok saya menggunakan mikrokontroler, sepertinya canggih namun saat digunakan, baru bisa menampilkan satu huruf saja, rasanya bangga. Untuk menampilkan satu huruf di layar monitor, lumayan panjang bahasa program yang harus dituliskan. Itupun, zaman itu adalah IC yang terbaik untuk dapat membuat tulisan berjalan di layar. Saya juga mengingat waktu pertama kali masuk lab, untuk belajar menggunakan IC yang dapat menyalakan dan mematikan 1 lampu led saja rasanya dah bangga. Namun itulah cara berpikir kita tentang robot, masih ke &quot;kiri kanan&quot;, &quot;hidup mati&quot;, &quot;atas bawah&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat diskusi berlangsung alot, dan saat saya terdiam dan tidak dapat menjawab, ada seorang teman yang menjawab, dan jawabannya sangat bagus sekali, &quot;seperti halnya robocop, saat dia melakukan apa yang ia tidak tau sebenarnya itu hanyalah ilusi&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diskusi kami ini dimulai dari Eden ada dimana? dibumi atau tidak. Kemudian berlanjut dengan mengapa ada pohon pengetahuan yang baik dan jahat dan juga pohon kehidupan, sementara Tuhan tau kalau manusia jatuh dalam dosa. Umumnya orang akan menjawab &quot;Tuhan mau test Adam apakah Adam menuruti perintahNya atau tidak. Iman harus ada test&quot;, ataupun ada yang menjawab &quot;kasih jika tidak dibuktikan, itu bukan kasih&quot;. Whatsoever. Tapi, sesuai dengan nama tengah saya &quot;unik&quot; atau &quot;aneh&quot;, saya tidak begitu saja ikut arus, saya punya jawaban sendiri. Sesuai dengan Why 2:7, bahwa pohon kehidupan akan diberikan kepada siapa yang menang. Sejak peristiwa Adam dan Hawa makan buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat itu, tidak ada lagi riwayat tentang pohon pengetahuan yang baik dan jahat itu di Alkitab. Tapi, riwayat temennya ada, yaitu riwayat tentang pohon kehidupan. Which is I think ya kurang lebih sama lah, daripada jawaban ngarang, lebih baik jawaban sesuai bible toh. Alkitab juga menjelaskan bahwa Tuhan tidak adakan mencobai manusia, tapi ada tertulis Tuhan menguji, dan mengijinkan &quot;pencobaan&quot; --&amp;gt; dengan berat hati. So... ntah karena ini faktor bahasa Indonesia aja, kata &quot;mencobai&quot; lebih ke arah negatif dan kata &quot;menguji&quot; lebih ke positif. Walaupun tertulis juga tentang iblis yang mau mencobai Ayub, asumsi dan intepretasi orang mengatakan bahwa Tuhan mencobai manusia, padahal di sini Tuhan sebenarnya sangat melindungi Ayub sehingga iblis harus kulon nuwon ke Tuhan karena tidak bisa menembus benteng perlindungan dari Tuhan itu. Jadi gw sebenarnya tidak mau terlibat dalam intepretasi lebih jauh jika masih ada ayat lain yang dapat menerangkan alasan yang lebih kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari diskusi alot nan panjang itu, gw punya usulan klo &quot;sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, belum ada yang namanya free will&quot;. Gw ga asal nyablak. Ini berdasarkan study dari Surat Paulus ke Roma dan Efesus. Banyak sekali kata-kata predestinasi di sana. Dan kita harus menggali dengan hati-hati segala &quot;rahasia&quot; yang sejak dahulu kala itu. Bagaimana caranya? Kita harus liat bagaimana awalnya Tuhan membuat suatu rencana. Rencana Tuhan atas bumi dan manusia itu sudah ada sebelum Lucifer jatuh ke dalam dosa. Tuhan Maha Tau. Sejak itu pun Tuhan sudah menyusun segala rencana. Ia tau kalau Lucifer alias iblis akan mengobrak-abrik apa yang sudah direncanakan itu. Kitab Yehezkiel mengatakan bahwa Lucifer itu putera fajar, sempurna. Predikat itu hanya dimiliki Yesus. So... ada satu waktu predikat kesempurnaan itu melekat di diri Sang Putera, yaitu Yesus, dan juga Lucifer. Mereka seperti bersaudara. Tetapi tentunya Bapa tau ketika Lucifer dipuji karena keagungan dan keberhasilannya, ia ingin lebih tinggi dari Bapa. Sejak saat itu juga atributnya dicopot dan dilemparkan dan diusir keluar dari sorga. (Menurut Pawson,) Yesus, Sang Putera Tunggal Bapa, ingin mempunyai saudara yang banyak di sorga. Bapa kemudian membuat suatu perencanaan, memilih Israel sebagai modelnya. Pastinya di sini tidak ada free will, karena kedaulatan Allah yang berlaku sepenuhnya. Dan Israel sama sekali tidak tau mau memilih hal yang lain di luar kedaulatan Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Adam dan Hawa ada di taman Eden, mereka sebenarnya tidak punya pilihan lain, karena memang mereka tidak tau. Kehendak yang mereka punyai begitu murni hanya untuk Allah Bapa. Sampai ketika iblis menawarkan suatu &quot;kehendak&quot;, yang dapat dipilih. Awal mula manusia mempunyai kehendak bebas adalah ketika manusia sudah jatuh dalam dosa. Awalnya ketika diciptakan mereka sama sekali tidak tau mengapa mereka telanjang, karena tidak ada pembandingnya. Dan sebenarnya mereka tidak telanjang, karena mereka ditutupi oleh kemuliaan Tuhan, saat kemuliaan Tuhan itu diambil atau terlepas dari mereka, mereka mulai dapat membedakan dua keadaan itu, sehingga mereka tau kalau mereka telanjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam diskusi kami, Josh sangat membantu saya mengutarakan hal ini, sulit sekali saat itu untuk menjelaskan free will. Ntah karena otakku lagi eror. actually saya ga selalu pintar, saya butuh orang lain untuk membuat saya lebih pintar. Josh bilang gini &quot;iblis berhasil memasukkan sebuah keinginan dalam diri manusia, instead kebutuhan. Seperti halnya manusia di zaman modern sekarang, orang membeli yang mereka inginkan dibandingkan yang mereka butuhkan. Tidak ada keinginan manusia sebelumnya untuk menjadi seperti Allah, tetapi hal tersebut berhasil disusupkan dalam hati Hawa. Dan itulah yang membuat dia memetik dan memakannya&quot;. Sebelumnya Josh menjelaskan tentang proses Robocop &quot;Saat visor/ penutup kepada Robocop terbuka, ia sepenuhnya mengendalikan tubuh mesinnya, setelah visornya turun, seluruh kemanusiaannya &amp;nbsp;ditidurkan. Manusia merasa ia mengendalikan tubuh robotnya, padahal komputer atau mesin meninabobokkan kesadaran manusia. Manusia dibuat seolah-olah mengendalikan mesin (menembak lebih tepat, lebih akurat, membuat keputusan yang lebih cepat, dll). Ini hanyalah ilusi kehendak bebas. Robocop ,erasa ia mengendalikan mesin padahal sebenarnya dialah yang disetir&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan pendapat Josh, sebenarnya dengan konstrusi kepala kita yang di dalamnya ada otak dan neuron-neuron yang terbatas, kita sudah bisa tau bahwa walaupun kita diberikan kehendak bebas namun kita terbatas. Kita terbatas ruang dan waktu. Buktinya nanti ketika mengenakan tubuh kemuliaan, ketika Yesus datang, maka tubuh kita berubah menjadi tubuh kemuliaan yang tidak terbatas ruang (1Tes 4:13-17; 1Kor 15:40-46), seperti ketika Yesus yang baru bangkit, Ia dapat menembus tembok (Yoh 20:19).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di atas kita telah bahas tentang dua kubu yang percaya free will (alias berpaham predestinasi) dan juga yang tidak percaya free will. Which is keduanya benar, namun pertanyaannya &quot;kapan?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya hanya berpendapat bahwa &quot;ketika manusia belum jatuh ke dalam dosa, free will belum ada, semuanya masih dalam kedaulatan Tuhan. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, free will itu diberikan kepada manusia, dan manusia harus bertanggung jawab penuh&quot;. Pertanyaan yang timbul adalah &quot;apakah Adam tidak perlu bertanggung jawab terhadap Firman Tuhan?&quot; Tentu saja harus bertanggung jawab, hanya saja, Adam tidak tau bagaimana caranya untuk tidak bertanggung jawab sampai ia jatuh ke dalam dosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi kesimpulannya sampai saat ini, (apakah ini akan menjadi hipotesa atau akan terus menjadi kesimpulan), bahwa kehendak bebas yang kita punya adalah hasil olahan dari input yang kita terima di dalam hidup kita. Begitu juga halnya yang terjadi akibat &quot;kecanduan&quot;. Kecanduan karena manusia memasukkan input hal-hal yang membuat nyandu. Bagaimana manusia bisa kecanduan obat terlarang? Bagaimana orang bisa kecanduan pornografi, jika ia tidak tau apa itu obat terlarang, apa itu pornografi. Apa yang sifatnya psikologis akan terus tercatat dalam pikiran dan tidak bisa menghilangkannya. Bagaimana cara memutuskan hubungan atau berhenti dari kecanduan obat terlarang, pornografi, sex bebas, klepto, merokok, gila shopping atau apapun yang menggerus hati nurani kita? Seperti halnya orang yang sakit jiwa tidak dapat disembuhkan, namun bisa dikontrol, sehingga ia dapat hidup normal. Demikian juga hal-hal tersebut di atas memang tidak dapat dihilangkan namun dapat dikontrol agar manusia itu dapat hidup normal. Caranya adalah ganti kebiasaannya, sehingga hal-hal negatif itu tidak perlu dikeluarkan lagi. Cari alasan yang lebih kuat kenapa kebiasaan positif lebih dipertahankan daripada yang negatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/05/kehendak-bebas-free-will.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-8328380798872679332</guid><pubDate>Fri, 23 May 2014 17:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-05-24T00:30:33.713+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Intimacy - Keintiman</title><description>Hai apa kabar para pembaca. Hmm... senang sekali bisa menggoreskan sesuatu di blog ini lagi. Judul yang dipilih penulis kali ini bukan karena penulis begitu berpengalaman. Penulis hanya merenungkan dan mengomentari serta ingin berbagi saja. Untuk urusan keintiman saya pribadi jauh dari sempurna, namun setiap orang punya level-level belajar dalam hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai dengan judulnya &quot;keintiman&quot;, bahasa ini akrab sekali didengar dalam rumah tangga. Ataupun gereja juga sudah mengadopsi bahasa ini untuk menggambarkan hubungan dengan Tuhan. Ya memang itu yang Alkitab katakan, bahwa hubungan gereja dengan Kristus itu digambarkan dengan hubungan suami istri. Banyak orang kristen tidak dapat mengerti ini karena mereka tidak pernah melihat keharmonisan dalam keluarganya, ataupun tidak melihat keharmonisan di antara papa mama dalam rumah. Kita sebenarnya tidak perlu menyalahkan iblis, secara dia dah salah. I meant dengan mengkambinghitamkan apapun membuat diri kita melepaskan tanggung jawab. Kita sudah tau dan sadar bahwa iblis adalah musuh kita. Anehnya ketika kita tau ada musuh di dekat kita, kita justru bukan melawannya atau mengusirnya, tapi justru menyalahkan dan betah dengan prinsip-prinsip musuh. Aneh bukan? Intinya di sini adalah &quot;kesadaran&quot;. Jika kita ga sadar maka kita ga tau harus berbuat apa. Ayat yang berkata &quot;Berjaga-jaga dan berdoalah...&quot;, maksudnya adalah sadarlah, jangan mabok, jangan terbuai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita ingat kembali bagaimana pertama kali sikap manusia ketika jatuh ke dalam dosa. Adam melepaskan tanggung jawab dan menyalahkan Hawa, dan Hawa menyalahkan ular. Bagaimana manusia bisa jatuh ke dalam dosa? Iblis memakai Firman Tuhan, sehingga menarik perhatian Hawa untuk berkomunikasi dengannya. Kemudian iblis membelokkan &quot;sekali-kali kamu tidak akan mati&quot;. Di sini Hawa seperti masuk ke alam yang membuainya, ia tidak sadar, hanya karena ia tidak tau Firman Tuhan secara lengkapnya. Hawa tertipu. Walaupun Hawa yang mengulurkan tangannya memngambil buah terlarang dan memberikannya kepada Adam, namun Kej 3:9 (IBIS, KJV,ESV, NLT) mengatakan bahwa Allah mencari Adam, meminta pertanggungjawabannya. Adam tau buah apa yang disodorkan oleh Hawa. Adam tau apa yang dilakukan Hawa namun Adam seperti terbuai dan tidak sadar dan mulai menyalahkan. Ini seperti &quot;sudah dari sononya&quot;, manusia itu menyalahkan iblis dan melepas tanggung jawabnya. Ini tidak dibenarkan sama sekali, sehingga ada perintah yang mengatakan&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;&quot;&lt;b&gt;Berjaga-jagalah dan berdoa&lt;/b&gt;&amp;nbsp;supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah&quot;&lt;/i&gt; Matius 26:41; Markus 14:38&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&quot;&lt;b&gt;Sadarlah dan berjaga-jagalah&lt;/b&gt;! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya&quot;&lt;/i&gt; 1Petrus 5:8&lt;/blockquote&gt;
Ayat di atas adalah peringatan supaya kita jagan terbuai, karena iblis memang selalu memantau, berjalan berkeliling, ga jauh. Namun jika kita mengahabiskan waktu untuk ngurusin musuh, maka kita bisa lupa tujuan awal kita. Dan kehabisan tenaga untuk melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. So... apa yang harus kita lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;&quot;Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, ber&lt;b&gt;ikatpinggang&lt;/b&gt;kan kebenaran dan ber&lt;b&gt;bajuzirah&lt;/b&gt;kan keadilan,kakimu ber&lt;b&gt;kasut&lt;/b&gt;kan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;dalam segala keadaan pergunakanlah &lt;b&gt;perisai iman&lt;/b&gt;, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,dan terimalah &lt;b&gt;ketopong keselamatan&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;pedang Roh&lt;/b&gt;, yaitu firman Allah,&lt;/i&gt;&lt;i&gt;dalam segala &lt;b&gt;doa&lt;/b&gt; dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&quot; &lt;/i&gt;Efesus 6:13-18&lt;/blockquote&gt;
Senjata yang pertama kali disebut adalah ikat pinggang. Prajurit Roma terlebih dahulu mengenakan ikat pinggang yang lebarnya sekitar 6-9 inci. Gunanya untuk menyantelkan perlengkapan yang lainnya di tubuhnya. Dan lagi ingat kah kita ketika Petrus dalam penjara, kemudian malaikat melepaskan belenggunya. Ketika Petrus sudah bangun, perintah selanjutnya adalah &quot;ikatlah pinggangmu...&quot;. Jenis fashion ini memang asing bagi kita. Baik orang Yahudi, Roma dan Yunani mengerti akan jenis fashion ini sehingga kita untuk mengerti konteks ini dapat membayangkan juga apa yang terjadi pada zaman itu. Hal yang kita mengerti zaman sekarang adalah &quot;pinggang adalah pusat kekuatan, sehingga Roh Kudus melalui Paulus menuliskan hal ini untuk orang Efesus dan juga untuk kita&quot;. Okelah itu juga bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikat pinggang kebenaran. Firman Tuhan adalah kebenaran. Dalam terjemahan TSI dikatakan &quot;ajaran yang benar&quot;. Artinya kita mengikatkan kebenaran itu di pinggang kita sebagai kekuatan. Bedanya Adam pertama (which is Adam sendiri) dengan Adam kedua (which is Yesus) ketika mereka dalam pencobaan, Yesus menggunakan Firman Tuhan (Mat 4, Luk 4 -- Pencobaan di gurun). Dengan begitu kita harus belajar Firman Tuhan. Membaca Firman Tuhan adalah jalan mengenal Tuhan lewat tulisan, agar kita dapat intim dengan Tuhan. Usaha untuk &amp;nbsp;intim itu sudah datang dari Tuhan sendiri, namun kita juga harus menyambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia diberikan otak sebalah kiri yang lebih logis, dan otak sebelah kanan yang lebih perasa. belajar Firman Tuhan dimulai dengan otak sebelah kiri, kemudian sensitifitas yang diproduksi di otak sebelah kanan dapat membuat kita dapat merasakan kehadiran Tuhan itu. Kedua belah otak ini haruslah digunakan. Orang yang hanya memakai otak sebelah kirinya akan menjadi sangat kaku, sebaliknya orang yang menggunakan otak sebelah kanannya saja akan dangkal.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;knowledge without intimecy, cold. &lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;intimecy without knowledge, shallow.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
Sebenarnya hal dapat mendengar suara Tuhan, tidak perlu terlalu dibesar-besarkan, ya karena memang seharusnya. kalau saudara merasa belum pernah mendengar suara Tuhan, mungkin Saudara belum mengasah kemampuan otak sebelah kanan saja. Jika saudara merasa selalu mendengar suara Tuhan dan tidak dapat mendengar teguran saudara-saudari rohani, bapak rohani, mungkin saudara belum mengasah kemampuan otak sebelah kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa minggu yang lalu saya mendengar kotbah &quot;jangan batasi keintiman dengan Tuhan hanya dengan membaca alkitab dan berdoa saja&quot;. Ya saya setuju. Karena kadang-kadang Tuhan mengintervensi kita saat kita sedang beraktifitas dan meminta waktu kita untuk mendengarkan Dia. Saya punya pengalaman, ketika sedang di bioskop menonton film action, saya diintervensi dan Tuhan bicara sesuatu, sehingga saya harus nonton ulang agar ngerti filmnya. Akibatnya saya addict ke bioskop, kali aja Tuhan mau bicara lagi.... hahahaha... *just kidding*.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar, beberapa perwujudan intim dengan Tuhan itu melalui baca alkitab dan berdoa (terutama berdoa). Tapi jika saudara membatasi pengertian Saudara dengan hal ini saja, maka coba kita telaah. Kita sering membaca status fb orang yang pengen disebut orang rohani, &quot;abis doa puasa nih&quot;, atau &quot;waktunya untuk berdoa&quot;, bayangkan orang mau berhubungan intim bilang-bilang. Hah... tujuannya opo??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keintiman kita dengan Tuhan juga dapat nyata dalam hubungan dalam rumah tangga. (Well.... ini khusus untuk yang sudah menikah, maaf ya yang belum menikah, jangan lakukan hubungan intim di luar pernikahan). Kita juga semakin mengerti bagaimana keinginan Tuhan ketika kita mengerti keinginan pasangan kita. Jika komunikasi di antara suami istri saja bisa garing, apalagi komunikasi dengan Tuhan, akibatnya berdoa, komunikasi dengan Tuhan hanyalah upacara keagamaan saja. Ketika suami sistri ga ngomongan lebih dari satu hari, apalagi berhari-hari pernikahan dalam keadaan bahaya. Begitu juga dengan komunikasi kita dengan Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita sering mendengar orang-orang dalam doa &quot;penuhi kami Tuhan, puaskan kami&quot;. Kadang-kadang dalam hubungan intim suami istri juga sering terjadi seperti ini. Salah satu pihak ingin dipuaskan terus menerus tanpa melihat kebutuhan pasangannya. Sepertinya hubungan berjalan baik-baik saja, tetapi seringkali ada yang mengganjal. Memang Tuhan tidak akan ngambek ketika kita meminta terus, tetapi hal tersebut membuat kita ga dewasa dan dalam hal lainnya kita sering merengek-rengek saja, teriak-teriak &quot;kenapa Tuhan... kenapa ini terjadi&quot;. Marilah kita bersikap dewasa, mempunyai hati untuk memberi, ga hanya mau meminta saja. Saudara yang sudah menikah dan sudah dewasa pasti mengerti akan hal ini &quot;memberi tidak hanya meminta&quot;. Ga hanya suami yang harus dilayani, ga hanya istri yang harus dilayani. Jika kita dapat mengerti ini, maka kita dapat memuji Tuhan ketika keadaan apapun yang kita alami. Berkat, bukan satu-satunya yang kita kejar. Keintiman dalam rumah tangga lebih dari sekadar harta yang harus dikumpulkan. Kebahagiaan akan dicapai ketika keintiman itu tercapai. Ketika keintiman suami istri tercapai, maka keduanya dapat memuji Tuhan dengan bebas, dapat melayani dengan hati sukacita dan damai sejahtera, keduanya juga tidak perlu memusatkan pikiran kepada harta saja, tetapi pastinya berkat-berkat itu akan datang bersama dengan kebahagiaan rumah tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tau bahwa saya tidak begitu pintar dalam hal keintiman, hubungan, I&#39;m not people oriented. Tetapi setiap orang harus belajar. Apa yang kita lihat di bumi ini demikianlah di sorga. jika kita dapat mengelola hubungan, keintiman suami istri, kita juga tidak sulit mengelola keintiman dengan Tuhan. Apa saja yang tidak kita kelola cenderung hilang. Apa yang saya tulis di sini juga menjadi bukti bahwa saya juga mengelola hubungan suami istri kami dalam rumah tangga. Tidak mudah tetapi bisa. Kata kuncinya adalah &quot;sadar&quot;. Ketika kita ga sadar, ada orang-orang yang akan menyadarkan kita. Klo belum sadar juga, Tuhan pasti akan menyadarkan kita. Klo Tuhan dah bicara audible, berarti klo ga karena kita bandel atau kita harus memperingatkan orang lain yang bandel supaya sadar. Intinya jangan pernah hiraukan suara hati nuranimu jika ingin mendengar Tuhan bicara audible.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Saudara merasa Tuhan tidak mau bicara dengan Saduara, mungkin Saudara harus belajar beberapa hal sebelum mendengar suara Tuhan secara langsung. Coba perhatikan para nabi yang mendengar suara Tuhan, ada dari mereka yang ga bisa makan, ada yang gemeteran. Bayangkan Saudara adalah Maria, tiba-tiba didatengin malaikat, bagaimana perasaan Saudara. Pastinya Maria saat itu takut. Bagaiamana jika Saudara disuruh Tuhan menyampaikan pesan untuk pendetamu, klo nyeri di bagian dadanya harus segera diperiksakan ke dokter, Tuhan mau agar ia menjaga kesehatannya. Hmm... saya mengenal seorang anak berusia 10 tahun, sekitar 23 tahun yang lalu, yang mendapat penglihatan tentang gembalanya, tetapi karena ia sangat takut ia tidak pernah menyampaikan hal itu. Tetapi 11 tahun kemudian Tuhan bicara hal yang sama melalui pendoa syafaat di gerejanya dan pendoa tersebut menyampaikan hal itu ke gembalanya, dan gembalanya memberitakannya di mimbar. anak itupun ketakutan dan mengingat kembali penglihatan tersebut dan gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keintiman dengan Tuhan, sulit didefenisikan, tetapi ketika kita berjalan dengan Tuhan, kita mengerti bahwa Tuhan ga mau jauh dari kita, Ia ingin selalu beromunikasi dengan kita. Tuhan ga hanya ingin menemui kita saat kita ada di ruang doa kita (walaupun berdoa berlama-lama di ruang doamu itu juga penting). Tuhan selalu ingin mengintervensi saat kita sedang kesulitan dan kesusahaan, namun Ia ingin melatih kita untuk dewasa. Salah satu cara mengenal Tuhan adalah dengan membaca alkitab. Ketika kita sibuk merengek minta dengar suara Tuhan, sebenarnya Tuhan ingin kita membaca surat cinta-Nya dulu sebelum akhirnya Ia memperdengarkan suara-Nya. Bacalah Alkitab!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/05/intimacy-keintiman.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-9141900218064101674</guid><pubDate>Mon, 05 May 2014 08:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-05-05T15:31:10.223+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Activity</category><title>Pertolongan Tuhan Sungguh Nyata</title><description>* Ini hanyalah cerita hidup gw. Semoga memberkati pembaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hari ini, dan juga jika mau lihat jauh ke belakang, Tuhan sangat menolong kami berdua dalam rumah tangga kami. Hal ini memang sudah berjalan 6 bulanan namun betapa bodohnya kami, karena kami baru bisa menyadari hal ini beberapa hari ini. Cerita ini akan saya mulai dengan kejadian yang terjadi dalam sepuluh hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai latar belakang cerita ini, kami di-hire oleh salah satu lembaga kristen untuk membantu mempromote salah satu terjemahan baru Alkitab dalam bahasa Indonesia. So... caranya adalah dengan siaran di radio. Kami menjalaninya atas dasar kami mengasihi Tuhan dan ingin turut dalam pekerjaan Tuhan. Secara finance sebenarnya tidaklah besar, dan kami tidak fokus kepada duit. Kami memang butuh uang tetapi uang bukanlah satu-satunya yang dapat memuaskan jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari sabtu yang lalu, di salah satu gedung bilangan jalan besar jakarta diadakan seminar. Seorang pembicara yang luar biasa datang, dan kami tidak mau ketinggalan untuk mengikuti seminar tersebut. Saya sebagai manusia yang kurang gape berbahasa inggris masih tertolong oleh penterjemah yang membantu menterjemahan sehingga saya bisa mengerti apa isinya. Tetapi pada hari seninnya, ga da penterjemah. Itu adalah momen yang paling nyiksa dalam hidup gw. Gw tuh sudah lama ga dengerin orang bule membawakan kuliah so... sangat sulit bagi saya untuk menangkap kata demi katanya. Teman-teman lain yang jago berbahasa Inggris aje pada ga ngerti apa isi seminarnya, apalagi gw yg ga terlalu mengerti bahasa Inggris. Well memang saya merekam tetapi belum sempat mendengarkannya lagi. Ada beberapa hal yang dapat saya tangkap dan ternyata hal itu menjadi perdebatan di antara beberapa teman. Inti yang mau saya ceritakan sebenarnya bukan isi seminarnya, ya walaupun nanti di akhir tulisan ini saya berharap dapat menuliskannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari sabtu itu, rasanya gw sedih karena melihat hp kesayangan gw pecah. Dan gw ga tau pecahnya kpan. Karena ga pernah jatuh dalam waktu dekat sebelumnya. jadi aneh aja koq bisa tiba2 pecah. Apakah ada iblis yang memecahkannya, no... bukan itu maksud saya. Secara gw memang mau mengganti hp ini, karena sudah penuh secara memori internal. Software Alkitab aja ga bs ditambah lagi. Tapi sayang aja. Secara ekonomis belum layak diganti. Karena dah niat ganti makanya budget juga sudah tersedia. Namun belakangan ini, dua bulan terakhir ini, kami harus lebih banyak mengunjungi rumah sakit, dan dua minggu sekali harus ke lab. Biayanya begitu menguras dompet dan kesabaran. haha. Jutjut pasti ada seminggu. Sementara saat ini... ya begitulah. Akhh... kami hanya berusaha untuk tidak memikirkannya. Okey... so saya berpikir untuk mengalokasikan budget beli hp baru untuk biaya RS. Namun secara hati nurani, sepertinya ga bisa, karena saya seperti sudah berkomitmen bahwa uang yang ini harus dilokasikan untuk beli hp. Tapi untuk beli hp baru dalam kondisi gini juga ga layak. Akh sudahlah... hp hanya pecah layarnya maih bisa digunakan, hanya saja gambarnya tidak begitu jelas. haha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari minggunya, keesokan harinya... sepulang gereja, kami mencari makan siang di luar kompleks gereja. Kami mencari bakmi di daerah cikini, karena perubahan-perubahan di tubuh ini minta makan bakmi sehari sekali... haha. So... sepulang dari makan bakmi, eh... kami diserempet oleh bus pariwisata yang membawa mahasiswa. Dan si penyerempet dan kepala rombongan mahasiswa itu justru menyalahkan kami. Rasanya pengen marah dan melanjutkan pada jalur hukum. Namun saya berpikir, si sopir aja ga tau klo dia salah, dan serombongan masiswa yang ga memakai logikanya juga menyalahkan kami. so... ngapain harus bertegang leher dengan orang bodoh, nanti tambah bodoh. So kami released aja mereka, dan kami harus menanggung kerusakan mobil kami. Which is pintu mobil di sebelah kanan tidak dapat dibuka. If you there dan pake logika, tidak mungkin kami yang salah, karena kami jalan di jalur kami. Tetapi klo orang2 yang hanya mikirin diri sendiri pastilah nyalahin kami. Beberapa orang teman yang tau cerita ini ikut merasa panas pengen nonjok. Ya... secara manusia juga kami pengen nonjok. sempat dalam pikiran gw, klo aja ini adalah daerah dimana saya dibesarkan, pastilah si sopir dan ketua rombongan mahasiswa itu tidak tidur di rumah malam itu. Tapi saya berusaha meredam emosi saya dan menenangkan my spouse. Intinya gini, ini hanyalah kejadian yang &quot;noel sedikit&quot;, ga da artinya jika dibandingkan dengan apa yang akan kami sampaikan pada siaran minggu malam. Waduh.. ini seperti pesan paskah ya, &quot;pederitaan yang kamu alami ga sebanding dengan kemuliaan yang akan datang&quot;. Sungguh menyakitkan... hikss. Rasa panas dan kesal itu hilang di bawa tidur siang waktu kami kembali ke rumah. So... klo dipikir-pikir lagi, gimana jadinya klo saat itu maksa diri bahwa kami yang benar, dan mereka yang salah, trus pukul-pukulan, telepon temen untuk bantuin, deuuhh... pastinya sampe hari ini rasa kesal itu masih ada. Kebenaran itu walaupun tak terlihat bukan berarti ga ada. Yesus aja ga mempertahankan kebenaran, sampe Dia mati karena dianggap salah. Emas walaupun ga kelihatan, ga berubah jadi batu. Kebenaran akan tetap benar, dan kebenaran tidak butuh pembelaan. apakah kami berasal dari dunia ini sehingga kamu minta pembelaan dari dunia ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*jiahhh... gw seperti orang berhikmat ya... hahha. Gitu deh klo kita kena masalah. Klo ga nambah bijak ya nambah bego. Tinggal pilih aja teman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari seninnya... kami ikut seminar. Dan gw merasa jadi bego banget. &quot;Ya Tuhan kiranya minta perpanjangan waktu supaya gw bisa belajar bahasa inggris lagi&quot;. Tuhan mengirim beberapa ekspat ke komsel kami, dan sudah setahun lebih, gw baru bisa dengerin mereka aja belum bisa nyela pembicaraan mereka. Hikss... sedih banget. Apa gw harus tinggal di LN ya setahun gtu. Sedih banget.. hiiikkss.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari selasa... gw memutuskan untuk &amp;nbsp;melirik isi rekening gw, ternyata isinya... masih cukup untuk berpartisipasi dalam persembahan khusus yang diadakan gereja. Okelah saya langsung transfer sebelum waktunya selesai. Ya... tertinggal sedikit saja untuk beli pulsa. Memang kami tidak bisa beri banyak, sperti teman-teman yang lain. Tapi kami punya iman bahwa Tuhan bakal terus memelihara hidup kami. Memang ada beberapa orang yang bilang ke kami &quot;kalau kalian butuh apa-apa bilang aja ke saya&quot;, justru orang-orang seperti itu akan kami hindari. Biasanya itu ga betul. Nah... setelah kami menunaikan persembahan khusus kami di siang hari, tentu saja saya berdoa dulu, ehh... ga nyangka ada orang yang mau membayarkan biaya mobil kami. Puji Tuhan. Sampe sekarang mobil belum dibawa ke bengkel karena masih dibutuhkan. klo ke bengkel harus nginep paling ga seminggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup berjalan seperti biasa.... tetep ke lab, ke RS, seek doctors. Hari minggu... kami pergi siaran lagi. Dan sepulang dari siaran, ban mobil dikempesin orang. Padahal di gedung itu ada satpam 2 orang. Ckckk. Kami harus melalui tol, jadi kebiasaan mengecek ban mobil sebelum berangkat itu sangat membantu. sehingga kami langsung ke pom bensin yang ada tambah anginnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well... walaupun kita berbuat baik, tetap aja kita disalahkan, atau ada hal yang bisa membuat kita celaka. So kita harus berhati-hati. Memang benar kebenaran akan menang, tapi ga sekarang. nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan menolong kami dengan dasyat. Thanks God. Makasih juga buat orang-orang yang berkomitmen mendoakan kami&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/05/pertolongan-tuhan-sungguh-nyata.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-7518710629143708237</guid><pubDate>Fri, 25 Apr 2014 10:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-25T17:10:32.352+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Activity</category><title>Lagi  Pengen Nulis Aja</title><description>Beberapa hari ini sebenarnya pengen sekali bisa membaca buku atau research tentang sesuatu, namun apa daya tubuh ga sanggup. Sesi hidup kali ini bener-bener jadi orang pemalas sejagat raya. Ga bisa berbuat banyak hal, kebanyakan bed rest. Akibatnya diriku hanya mampu menjadi pengamat kehidupan saja.&amp;nbsp;&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sepotongan lagu Mandarin mengatakan &quot;hidup ini adalah sekolah tanpa dinding&quot;. Ya... jika kita mau lebih memperhatikan detail kehidupan maka kita akan menjadi bijak. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya bahwa seorang pembicara hebat bisa terlihat sangat hebat ketika ia meluangkan waktu untuk duduk dan berpikir, sehingga ia menciptakan kata-kata yang indah. Coba perhatikan saja, kadang kala saat seorang pembicara atau motivator atau preacher berbicara kadang kala mereka hanya memberitahukan kita informasi yang umum, yang sudah pernah kita tau. Namun ia terlihat hebat dan wow ketika ia menyampaikan pesannya. Dan kita akan mendapatkan informasi yang baru dari indormasi yang umum yang ia sampaikan kalau kita mau memperhatikan dengan jeli dan detail, pasti kita akan mendapat sesuatu yang baru. Katakanlah sebuah kotbah &quot;5 roti 2 ikan&quot;, hal itu bukan hal baru, sudah kita dengar ratusan kali. Tetapi ntah kenapa ketika saya mau belajar, duduk diam dan tidak membiarkan pikiran ini berkomentar, saya mendapatkan jauh lebih banyak dari apa yang sudah pernah saya tau. Misalnya kita bisa belajar bagaimana cara menyampaikannya supaya keren, oh no.... bukan sekadar keren tetapi supaya nyampe ke tujuan. Kita bisa aja ngoceh tentang &quot;5 roti 2 ikan&quot; namun jemaat pulang dengan kosong, ga bawa apa-apa. See... Kadang kala juga melalui pembicara/ pengkotbah itu Tuhan membuka wawasan kita lebih besar lagi, sehingga ada memori-memori pikiran yang muncul yang tentu saja berhubungan dengan kotbah tersebut. Begitulah orang Yahudi belajar. Intinya perhatikanlah orang yang berbicara.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Saya kadang suka kesal kepada orang yang nanya ga serius. Mengapa membuang waktu untuk bertanya, jika tidak mau mendengarkan jawabannya? Hal ini seringkali terjadi di komsel. Saat komsel kita kedatangan teman baru, agar kita terlihat orang yang care, peduli, &amp;nbsp;ramah, maka kita pun mulai bertanya tentang kehidupan teman baru tersebut. Tanpa sadar, kita ga peduli dengan jawabannya, hanya mengangguk-angguk saja. Hal ini juga bukan untuk orang baru di komsel aja, tapi ketika seseorang bertanya kepada orang yang ga terlalu ia suka, dalam hati sebenarnya ia bilang &quot;errgg.. kenapa dia datang&quot;. Come on, klo ga mau denger jawaban seseorang mendingan jangan bertanya. Orang pendiam itu bukan berarti dia merasa kesepian klo ga ditanyain, tetapi dia juga ingin privasi untuk diam aja, karena ia tidak terlalu nyaman berbicara.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Mari kita renungkan ini, kita ingin sekali menjadi garam dan terang dunia, namun kita ga mampu untuk menjadi jawaban kepada orang-orang yang datang kepada kita. aneh kan. Batalkan saja niatmu.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Seorang yang mau jadi garam dunia, sadar ga sadar harus menjadi leader bagi orang lain. Gampangnya gini... Misalnya aja, Saudara mempunyai seorang karyawan yang ketahuan mencuri. Jika Saudara adalah leader, bukan hanya bos, pastinya saudara tidak memecatnya, tetapi menasehatinya sehingga ia tidak mencuri lagi. Ia tidak hanya tidak mencuri tetapi ia mampu menasehati temannya yang lain agar tidak mencuri. Saat karyawan tersebut bisa menasehati temennya itu, ia sedang menjalankan fungsinya sebagai garam, tetapi di saat yang bersamaan, Saudara sedang menjalankan fungsi sebagai terang. Bayangkan jika karyawan tersebut Saudara pecat begitu aja, maka dosanya tetap dan ia tidak berubah, dan Saudara tidak menjadi pengaruh apapun untuk orang lain. Okelah ini contoh bagi orang yang punya karyawan. Contoh lain. Dari kisah nyata. Saya mengenal seseorang, ia mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat, passion dan tujuan hidup yang jelas. Ya tentu saja setiap orang kristen ingin menjadi garam dan terang dunia. Katakan saja nama teman saya ini adalah Mas Ari. Mas Ari sedang masuk ke ruang tunggu keberangkatan pesawat. Ia melihat seorang bapak yang merokok di tempat umum. Ia menegur bapak ini &quot;Pak, tidak baik Bapak merokok di sini, lihat di sebelah Bapak ada bayi, ada orang tua yang turut menghirup asap rokok Bapak. Di sebelah sana ada ruang khusus merokok. Terima kasih Pak&quot;. Nah... saat Mas Ari menegur orang yang merokok, ia menjalankan fungsinya sebagai garam dunia. Saat orang itu mau mendengar perkataan Mas Ari dan menegur temannya yang lain yang merokok dalam ruangan itu, atau orang lain yang melihat perbuatan Mas Ari itu mematikan rokoknya, maka perokok pertama sedang menjalankan fungsi sebagai garam, dan Mas Ari sudah menjadi terang dunia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sebenarnya dalam kehidupan kita bisa menjadi lebih bijak ketika kita bisa menjadi jawaban atas orang lain. Respon kita terhadap sekeliling kita bisa membuat tujuan kita tercapai. Mungkin kita ga bisa menjadi spiderman yang menolong kota, tetapi kita bisa menjadi diri kita sendiri dan mulai memperhatikan detail-detail kehidupan. Jawab pertanyaan dengan jawaban yang tepat bukan dengan emosi dan mengambil keuntungan. Seperti halnya beberapa waktu ini kita dikejutkan dengan berita dari sekolah internasional. Coba pikirkan dengan jeli apa masalah yang sebenarnya di sini? Menurut pendapat saya, masalah sebenarnya adalah outsourcing. Kalau saja pihak sekolah tidak mengambil tenaga outsource, tetapi melatih karyawannya sedemikian menurut visi misinya, maka kemungkinan peristiwa ini terjadi akan menurun. Kemungkinan bisa terjadi masalah ini tanpa outsource juga ada, tetapi pastinya perbandingan lebih kecil dibandingkan dengan outsource tersebut. Kita malas untuk melatih orang lain sehingga percaya aja sama pihak ketiga. Sekarang ini hal yang disoroti adalah hal ijin, dlsb hanya karena sekolah internasional. Saya tidak bermaksud untuk membela sekolah internasional. Saya seorang guru, saya pernah mengajar anak-anak internasional, memang secara inteligen mereka pintar, bahasa Inggrisnya juga cas cis cus... mantap deh, tetapi secara moral, sopan santun beegghh... kacau balau. Bahkan mereka dengan santai untuk mengejek Indonesia, sama sekali tidak mempunyai nasionalisme. Jika kita hidup di Indonesia, masih makan dari Indonesia, mengapa harus mengejek Indonesia. Ini sama seperti pasukan doa para (katanya) hamba Tuhan, abis doa puasa, sambil makan buka puasa, mereka merendahkan Indonesia, sementara ketika mereka di dalam ruang doa nangis kenceng untuk keselamatan Indonesia. Hah... &amp;nbsp;tinggalkan saja niatmu!!&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Contoh lain lagi perusahaan yang malas melatih karyawan bau kencur, sehingga harus hire karyawan yang sudah jadi dengan gaji rendah, atau hire dari perusahaan head hunter. Kita harus sadar bahwa kita punya visi sendiri, dan orang lain yang ada bersama kita tidak akan tau visi kita jika tidak ditraining. Masalah-masalah seperti ini sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak awal, tetapi ada yang peduli ada yang tidak. Saya kagum sama perusahaan-perusahaan yang mau menerima karyawan yang baru sama sekali, masih &quot;bau kencur&quot;, &quot;masih hijau&quot;, dan mereka melatih sedemikian sehingga orang tersebut dapat memenuhi tujuan perusahaan. Indonesia bisa berubah jika banyak dari pemimpin-pemimpin yang mau melatih juniornya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Belakangan ini saya tidak banyak study bible, hanya membacanya saja.. Tetapi saya mengingat beberapa prinsip-prinsip FT dan membandingkannya dengan budaya. upss... maksudnya saya menemukan keganjilan dengan budaya dan melihat kepada FT. Seperti begini, saya dapat broadcast nasihat untuk suami istri dan keluarga. Kebetulan banget belum lama kami membahas tentang keluarga di radio. Bagian akhir broadcastnya kira-kira begini, &quot;para istri/ suami... ingatlah bahwa rejeki suami/ istrimu adalah rejeki mertuamu&quot;, dimana cerita pendahulannya seorang ibu yang menghitung berapa biaya ASI yang sudah ia keluarkan, biaya susu, dlsb. Ini budaya umum yang terjadi di bangsa kita. Tetapi mari kita berefleksi sama FT apakah hal itu yang dikatakan oleh FT? Di bagian awal Alkitab, which is di kitab Kejadian 2:24 mengatakan bahwa &quot;seorang laki-laki akan meninggalkan bapak ibunya dan bersatu dengan istrinya menjadi satu daging&quot;. Pengertian FT menjadi kabur karena kebanyakan orang lebih peduli kepada budaya daripada FT. Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak bisa berbagi rejeki dengan orang tua. Bahkan Yesus sendiri menyindir orang Farisi, bahwa sorang Farisi lebih peduli membayar perpuluhan selasih daripada mengurus orang tuanya. Dan ayat inipun dianggap bahwa di zaman Perjanjian Baru tidak perlu membayar persepuluhan. Bukan itu maksudnya. Bukan juga berarti kita tidak bisa mengurus orang tua. Tetapi ketika kita dipersimpangan jalan, kita harus memilih siapa yang kita dahulukan istri/ suami atau orangtua/ mertua? Jelas berdasarkan Kej 2:24 ini, kita harus mendahulukan pasangan istri/ suami. Tetapi kita juga bisa mengurus ortu kita berdasarkan kesepakatan antara suami dan istri. Hati-hati dengan budaya. Budaya Indonesia baik, tetapi kita harus mengutamakan FT daripada budaya, right? Dan sebenarnya kita harus tau budaya tersebut datang darimana. Kita harus bijak berjalan di dunia ini.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Well... rasanya saya puas sudah bisa mengetikkan semua ini. hehehe.&lt;/div&gt;
</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/04/lagi-pengen-nulis-aja.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-4989904245853993268</guid><pubDate>Fri, 11 Apr 2014 07:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-11T14:54:45.028+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Activity</category><title>Hidup Gw</title><description>Senang bisa menulis lagi... Setelah sekian lama &quot;mabok&quot;. I&#39;m back! Sejak awal Maret banyak banget yang mengejutkan gw, apalagi pas masuk bulan April. Pas banget deh sama tema Paskah, &quot;penderitaan&quot;. Bedanya sama gw, klo Paskah, kita dah tau awal cerita sampai akhirnya. Ya... tentang pengorbanan Yesus di kayu salib demi ngajak kita-kita yang percaya untuk nantinya ada bareng-bareng di sorga. Klo gw, krn suatu alasan, gw harus periksa darah, hal yang paling ga gw suka dan harus menerima kenyataan klo gw kelebihan hb. Emang sih, gw ga merasa hal ganjil apapun, hidup berjalan seperti biasanya, tapi... menurut dokter, hal itu bisa parah, karena bisa mengakibatkan &amp;nbsp;struk ataupun jantung koroner. Dokter bertanya &quot;pasti kamu sering pusing&quot;, gw jawab &quot;ngga&quot;, trus dokter blg &quot;ooo... mungkin karena kamu sudah terbiasa&quot;, gw &quot;ooo&quot;. &amp;nbsp;Dan tentu saja untuk jangka pendek ini, bisa mengakibatkan gw bisa kehilangan.... But I trust in Christ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aniway, jelas keadaan gw beda banget sama Paskah. Gw harus siaga iman, karena belum tau endingnya gmn. Gw ga blh kuatir, dan emang kenyataannya gw ga kuatir. Gw belajar dari anak-anak penderita hemofili, yang hidupnya sangat rentan, fragile baget deh, kapan aja mereka bisa kena resiko. Setiap kali mereka kejedot, jatuh ataupun kesenggol apapun mereka bisa yang langsung pendarahan. Setiap minggu mereka harus transfusi darah untuk menyambung hidup. But mereka survive, ga ngeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika harus berefleksi kepada Firman Tuhan, bahwa penderitaan-penderitaan yang kita alami tidak berbanding dengan kemuliaan yang akan kita terima. Tapi penderitaan-penderitaan yang dimaksud kan penderitaan karena Kristus yang ada di dalam kita, sehingga kita ditolak. Penderitaan yang dimaksud bukan penderitaan karena kesalahan yang kita buat. Kadang2 kita menjadi bau wangi untuk orang yang mau menerima kita ketika kita menceritakan tentang Kristus, atau kita bisa menjadi bau kematian bagi orang yang menolak kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penderitaan gw juga bukan karena kesalahan gw sih... gw jaga kesehatan gw sedemikian, makan ga sembarangan, olah raga setiap hari, puasa paling ga sebulan sekali, bisa lebih #songong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaampun beberapa hari ini panasnya minta ampun yaahhh.. pake AC juga ga berasa, apalagi yang hidup di jalanan yak. Udah akh curhatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;I just want to say... God is good. Semua warning yang kita terima itu, in the end of the day pastilah untuk kebaikan kita. Namun kita harus bisa mengerti warning tersebut. Jika kita tidak mengenal si peberi warning, warningnya pun kita ga bisa kenali. Misalnya aja kita baca tweet dari BMG, akan terjadi tsunami, maka kita aware. Tapi klo kita baca tweet dari temen kita yang suka tipu2, ngejokes, bercanda, maka kita ga akan semudah itu percaya. So... kenalilah si peberi warning, maka kita akan mengerti isi warningnya.</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/04/hidup-gw.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-149911626209174792</guid><pubDate>Fri, 04 Apr 2014 04:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-04T11:16:05.175+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Activity</category><title>Memperhatikan Kehidupan</title><description>&lt;br /&gt;
*artikel ini hanya kisah hidup gw beberapa hari ini (1703 - 2303)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ga ada yang menarik sebenarnya kisah hidup gw beberapa hari ini, selain Tuhan memang tetap beserta dengan gw dan jagain hidup gw. Sudah sejak hari senin lalu gw sakit, tapi selasa malam gw mulai total ga bisa jalan. Masalahnya sepele sih... asam urat turunan itu kumat, semenatar gw ga boleh makan obat karena alasan yang lainnya. Gw dah setahun ini menjaga pola makan, menghindari makanan yang ga seharusnya gw makan. Sejak November 2012 gw ketahuan ada asam urat. Sebelumnya juga sudah ada tapi ga tau. Gw mulai memperhatikan &quot;khoser&quot;, walaupun ga secara total. I meant, gw masih makan makhluk haram itu tapi sangat memperhatikan berapa banyak dan harus diseimbangkan dengan apa, dan gw juga rajin berolah raga degnan rutin. Setahun ini gw jaga makan, jaga badan, dengan alasan yg agak muluk &quot;jaga kesehatan demi kemuliaan Tuhan&quot;. Klo temen bule gw bilang &quot;for the Kingdom&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya dalam seminggu ini, gw hanya bisa tiduran (krn duduk juga bikin kaki gw aduhai sakit nian), minum air putih minimal 3 liter sehari, nonton tv. Rada agak tersiksa, karena membaca buku juga ga bisa konsen. Okey... hidup gw seminggu ini ditemani oleh sosial media, tv, youtube, cemilan, air putih. Ga buka alkitab, ga ke gereja, ga kemana-mana. Gw memang bukan people oriented, tapi gw tersiksa kalau ga ketemu orang. Gw lebih suka dalam keramaian daripada harus ngendon sendiri di rumah... terus-terusan. Gw coba untuk berdamai dengan ego gw, karena sesi kayak gini bakal panjang. Gw coba berteman dengan orang-orang di sosial media. Gw gangguin status fb temen yang gw kenal deket ataupun yang hanya sekadar bereteman di fb. Haha. Akibatnya gw memperhatikan beberapa hal dari sikap orang, respon orang terhadap sesuatu ataupun mencoba merenungkan diri gw, keadaan gw, dan juga keadaan dunia. mantap ga sih... gw dah kayak politikus yang lagi nyaleg.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gw punya banyak komentar tentang banyak hal dari kehidupan sekitar gw, termasuk di sosial media. Gw tiba-tiba punya ide ngawur waktu liat video &quot;Brave Miss World&quot;.Gw sangat kagum dengan Miss world dari Israel yang berani mengakui &quot;noda&quot; yang pernah dialaminya. Bahkan pengakuannya itu membawa perubahan kepada banyak wanita lain yang mempunyai pengalaman yang serupa. Ide gw dari hasil perenungan ini, gw berpikir tentang caleg ataupun capres yang lagi kampanye, mereka melakukan &quot;segala hal&quot; agar mereka bisa diterima di masyarakat. Gw hanya mikir, bagaimana ia dapat menjanjikan dan menyelesaikan &quot;segala hal&quot; dalam kurun waktu 5 tahun. Ga mungkin lah. Gimana klo ambil 1-2 segmen aja. Seperti halnya miss world dari Israel ini, mengusung 1 tema, &quot;pemerkosaan&quot;. Ceritanya kan dua minggu sebelum ia terpilih jadi miss world, ia mengalami pemerkosaan. Biasanya perempuan yang mengalami hal itu akan sangat minder. Dari tema besar tentang &quot;wanita&quot;, ia hanya mengusung 1 tema saja. Dan apa yang ia suarakan berhasil mengubahkan banyak hidup perempuan yang pernah diperkosa untuk bangkit. Begitu juga dengan caleg, capres dalam parpol masing-masing yang sedang berkampanye, mendingan memberikan 1-2 visi yang jelas agar kita-kita nih bisa mantau. Klo mereka berjanji 1-2 hal aja, tapi kenyataannya dapat memberikan 10 hal, rakyat akan lebih senang, daripada janji 10, satupun janji tak terpenuhi. Tapi ini hanya opini gw.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru beberapa menit yang lalu saya juga berkomentar di atas status fb seorang teman, yang sebenarnya gw ga kenal, hanya berteman di fb.. haha. Dia bercerita panjang lebar tentang keresahannya terhadap gereja, kesatuan gereja, dll. Ya walaupun tidak seluruhnya saya setuju namun saya mendukungnya. Gw ga mau berkomentar banyak apalagi mematahkan semangatnya. Gw juga belajar menulis dulu dari keresehan gw terhadap gereja, prakteknya dan hal-hal lain yang rasanya ga sesuai. Gw mendukungnya hanya karena gw suka &amp;nbsp;caranya menyampaikan opininnya. Dalam beropini kita ga harus benar tetapi kita harus menyampaikan pikiran kita sejujurnya. Tentunya kita harus banyak belajar supaya opini kita ga cupu atau gampang dihajar orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sbnarnya msh byk yg mau gw ceritai, tapi apa daya... ga sanggup&lt;br /&gt;
</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/04/memperhatikan-kehidupan.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-7598745491936090682</guid><pubDate>Wed, 19 Mar 2014 06:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-05-28T23:27:36.349+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Activity</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><title>Mengasihi dan Tujuan</title><description>Mungkin ini bukan artikel yang fenomenal bagus, tapi gw berusaha untuk membuat tulisan ini seperti tulisan yang fenomenal. haha. *ngarep*. Ngga sih... ini hanya pemikiran gw selama beberapa hari terakhir ini. Gw hanya merenungkan suatu pemikiran yang agak &quot;mengganggu&quot;. Dan karena pemikiran ini bertahan lebih dari dua minggu, dia layak untuk dituliskan. Mana tau ini beneran fenomenal. Kalau pembaca tidak setuju dengan saya, ya ga masalah, saya juga masih berhipotesa dan mencocokkannya dengan beberapa hal. Ingat apa yang pernah saya tuliskan tahun lalu, mengapa para pembicara internasional bisa terlihat sangat keren dengan pemikiran-pemikirannya? ya karena mereka punya waktu untuk duduk dan memikirkannya, berhipotesa, menguji hipotesanya, dan pada akhirnya mengambil kesimpulan. Walaupun sudah mengambil kesimpulan mereka tetap terbuka terhadap hipotesa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini yang gw pikirkan, yaitu hubungan antara Cinta dan Tujuan. menurut gw, cinta tidak dapat dijadikan tujuan ataupun alasan untuk melakukan sesuatu. Dalam hal ini gw mau membandingkan dua hal:&lt;br /&gt;
1. Hubungan Tuhan dengan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
2. Hubungan antara laki-laki dengan perempuan dalam pernikahan&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Agak sulit untuk menjelaskan pemikiran ini karena gw belum jadi pembicara internasional. haha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kali gw menyadari hal ini waktu gw memfasilatasi suatu kelas belajar alkitab. Gw memang bukan bagian grup Roma, tetapi gw hanya membantu mengarahkan group ini. Ketika membantu mereka, gw hanya cerita latar belakang dari awal penciptaan, sebenarnya gw pelajari ini ketika belajar Surat Efesus.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;Dengan menciptakan polemik dalam group ini,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Gw hanya bertanya,&amp;nbsp;&quot;napa sih Yesus mau turun ke dunia ini?&quot;.&lt;br /&gt;
Kemudian mereka menjawab &quot;karena Yesus mengasihi dunia&quot;, &quot;untuk menyelamatkan manusia dari dosa&quot;&lt;br /&gt;
Gw jawab, &quot;dunia identik dengan sesuatu yang jahat, berosa. Inget ga waktu Yesus disalib, bapa memalingkan muka sehingga Yesus berteriak &quot;Bapa kenapa Engkau meninggalkan Aku?&quot;, dan juga Yesus bilang dalam kitab Yohanes, kalau Yesus tidak berdoa untuk dunia. Kata dunia di sini adalah &#39;kosmos&#39; yang identik dengan dunia yang jahat&quot;.&lt;/blockquote&gt;
Gara-gara gw memakai kata &#39;kosmos&#39; membandingkannya dengan &#39;ge&#39; secara luas tempat, gw pernah direject paling ga oleh 2 penterjemah alkitab... haha. Tapi itupun mereka tidak menolak secara total, karena biasanya kata &#39;kosmos&#39; digunakan untuk menyatakan hal yang jahat, bukan dinyatakan secara luasnya tempat. Tapi menurut gw, pengetahuan itu berlapis dan terus berkembang, so... gw rasa gw bs bertanggung jawab atas pendapat gw itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Okey, mari kita melanjutkan cerita memfasilitasi group Roma di kelas belajar alkitab. Gw menceritakan latar belakang penciptaan dunia. Ini yang gw ceritakan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama: &lt;i&gt;&lt;b&gt;Hubungan Tuhan dengan manusia.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Kenapa Yesus turun ke dunia? apakah karena mengasihi dunia? Apakah Yesus mau turun ke dunia untuk menyelamatkan manusia yang berdosa? Emangnya rencana penyelamatan itu adalah plan B-nya Tuhan? Kira-kira... apakah Lucifer tau rencana penciptaan dunia ketika ia masih di sorga? Mereka menjawab &quot;tau&quot;.&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Ketika dunia diciptakan, jauh sebelum penciptaan, Allah Tri Tunggal sudah merencanakan penciptaan ini sebelum Ia menjadikan apapun. Yesus adalah Anak Tunggal-Nya yang sangat dikasihi-Nya. Yesus ingin mempunyai banyak saudara. Allah Tri Tunggal pun menciptakan manusia. Ketika rencana itu dibicarakan, Lucifer pun mendengar rencana ini dan ingin menjadi pusat perhatian. Lucifer pun diusir dari sorga karena ia menjadi sombong. Ketika ia diusir dari sorga, maka ia pun mengacau proses penciptaan bumi (Kej 1:1). Sebelum hal itu terjadi pun, Allah Tri Tunggal sudah mengetahui hal ini, dan sudah menyiapkan Yesus sebagai korban tebusan untuk merebut manusia yang mau menginginkan Yesus, yang mau bersatu dengan Yesus. Karena Bapa sudah melihat gelagat Lucifer yang akan memberontak dan sudah menyiapkan apa yang harus dilakukan kalau Lucifer mengacau rencana Tuhan itu. Jadi tujuan utama Allah Tri Tunggal bukan lah untuk menebus manusia dari dosa. Kerena pada mulanya Allah Tri Tunggal merencanakan untuk menciptakan manusia yang amat sangat baik, sempurna adanya. So.. dosa tidak pernah direncanakan sejak awalnya. Tetapi sejak awal sudah direncanakan bagaimana menebus manusia yang jatuh dalam dosa.&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Yesus ingin punya banyak saudara. Walaupun kenyataannya manusia itu fragile dan jatuh dalam dosa, Yesus rela untuk mengorbankan segalanya untuk memperoleh kembali manusia, agar Ia dapat berkumpul bersama banyak sodara di sorga. Dan Yesus rela berbagi warisanNya dengan manusia yang mau percaya kepadaNya dan mau bersatu dengan Dia. Dan Ia juga akan menjadi yang sulung diantara banyak saudara.&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;Dan jika kita adalah anak, maka&lt;b&gt; kita juga adalah ahli waris&lt;/b&gt;, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;Roma 8:17 (ITB)&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang&lt;b&gt; sulung&lt;/b&gt; di antara banyak saudara. &lt;/i&gt;&lt;b&gt;Roma 8:29 (ITB)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;
Surat Yohanes mencatat bahwa Allah itu kasih.So... Ia bukan saja mengasihi tetapi sebagai subjek, Ia adalah Pengasih. Jadi Ia dapat dikatakan Pengasih yang mengasihi. Ia ingin membagikan kasih-Nya kepada siapapun yang menginginkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita telaah cerita di atas. Kita dapat menemukan bahwa alasan atau tujuan Yesus menyelamatkan manusia bukan hanya karena Dia adalah kasih sehingga Ia ingin membagikan kasih-Nya tetapi Ia didorong oleh tujuan utamanya adalah karena Ia ingin mengumpulkan banyak saudara untuk berkumpul dengan Dia di sorga. Sehingga walaupun manusia itu jatuh dalam dosa, Yesus rela untuk berkorban untuk menyelamatkan manusia itu. Syaratnya hanyalah mau percaya kepada Yesus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Hubungan antara
laki-laki dengan perempuan dalam pernikahan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;margin-bottom: 5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Jika kita mempelajari hubungan laki-laki dan
perempuan dalam pernikahan, kitab Efesus menggambarkannya seperti hubungan
Kristus dengan jemaat. Ada banyak hal yang dapat dipelajari di sini.Termasuk
bagaimana Krisus meminang gereja, mengangkat cawan dengan darah-Nya sendiri
(biasanya anggur), memandikan gereja, kemudian menyediakan tempat untuk gereja
agar ketika Kristus datang kembali, Ia dapat menjemput sang mempelai wanita,
gereja, untuk bersama-sama dengan Dia di sorga.Tetapi fokus yang mau saya
angkat di sini adalah &quot;Hubungan antara laki-laki dengan perempuan dalam
pernikahan&quot;. Walaupun laki-laki itu disebutkan bahwa ia harus seperti
Kristus, namun ia bukan Kristus, artinya ia bukan kasih. Laki-laki hanya bisa
mencontoh Kristus untuk melakukan kasih, namun laki-laki bukan kasih itu
sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;margin-bottom: 5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Jadi kita melihat di sini bahwa kasih adalah
tools untuk melakukan tujuan. Kasih bukan tujuannya. Di dalam berumah tangga,
tujuan pengantin untuk bersatu bukan untuk mengasihi. Tujuan utama laki-laki
dan perempuan dipersatukan dalam rumah tangga adalah sebagai gambaran Kristus
dan jemaat, umat Tuhan dapat melihat Kristus di dalam rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;margin-bottom: 5pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Jika tujuan berumah tangga adalah mengasihi atau
memperoleh kasih, maka akan sangat mudah rumah tangga itu pecah, bercerai. Mari
kita perhatikan alasan orang bercerai, artis ataupun orang biasa, baik di media
televisi atau media lainnya, alasannya adalah &quot;sudah tidak cinta ngapain
dilanjutkan&quot;. Kalau kita dapat menyadari hal ini, kita ini walaupun kita
sudah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, namun sekali lagi, kita bukan kasih,
kapan saja persediaan kasih kita bisa habis. Kita sangat bergantung kepada
sumber kasih, yaitu Tuhan Yesus Kristus sendiri, dan sekarang diwakilkan oleh
Roh Kudus di bumi. Ketika kita terpisah dari sumber kasih itu maka persediaan
kasih itu akan cenderung menurun dan habis. Apa yang dapat kita sombongkan dari
tubuh fana ini. Kenyataannya kita tidak dapat terpisah dari Tuhan Yesus Kristus
itu. Penterjemah TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia) dangat tepat menggunakan
kata &quot;bersatu dengan Kristus&quot;, ketika kita percaya kepada Kristus.
Tentu saja proses &quot;percaya&quot; itu bersifat&amp;nbsp;&lt;i&gt;keep in going&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;&lt;i&gt;keep
in believing&lt;/i&gt;. Ketika seseorang berhenti percaya maka Efesus 5: 32
mengatakan Roh Kudus akan berduka.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Jadi dari kedua contoh
di atas kita dapat melihat bahwa &quot;mengasihi&quot; itu bukan
&quot;tujuan&quot;. &quot;Mengasihi&quot; itu adalah tools untuk mencapai
tujuan. Seringkali kita senang dan bangga ketika kita baru akan menggapai
toolsnya. Bahkan belum mencapai tujuan sama sekali.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;*artikel ini masih
diuji. Saya merenungkan hal ini ketika membaca kitab Efesus, Yohanes dan Roma.
I know who I am, jadi jika Saudara pembaca tidak setuju, saya tidak keberatan,
jika Saudara ingin mengembangkannya juga silahkan. I don&#39;t mind. Artikel ini
juga seharusnya sudah diluncurkan 2 hari lalu, but... saya mengalami sakit kaki
yang membuat saya ga bisa jalan, sangat mengganggu, dan tidak boleh minum obat.
Saya sangat berusaha untuk bisa duduk untuk menuliskan ini, semoga artikel ini
tidak sia-sia ya. hehe.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;
</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/03/mengasihi-dan-tujuan.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-8966326355993991836</guid><pubDate>Sun, 16 Mar 2014 17:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-03-17T00:37:45.266+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Activity</category><title>Trip To Jogja</title><description>* Tulisan ini hanya berisi cerita hidup gw beberapa hari ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Alkitab TSI PB lauching juga di Jogja. Kami diundang untuk turut menghadiri acara ini, padahal hanya untuk bicara selama 7 menit saja. Tetapi inti dari kehadiran kami adalah turut mendukung TSI dan turut mensupport Bapak penggagas terciptanya TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia). Dalam beberapa bulan ini, kami siaran di 100.6 Heartline FM (semoga kontrak semakin diperpanjang lagi) untuk memperkenalkan terjemahan TSI kepada masyarakat kristen. Kerinduan kami adalah agar orang kristen yang berbahasa Indonesia, yang ga terlalu paham bahasa Inggris, mempunyai terjemahan pembanding untuk memperkaya pengertiannya akan Alkitab. TSI adalah alkitab terjemahan dinamis yang berdasarkan makna. Jika dibandingkan dengan Terjemahan Baru, yaitu Alkitab yang kita pakai biasanya, TSI lebih ke arah terjemahan bebas tetapi tetap mempertahankan makna, sedangkan TB, merupakan terjemahan dinamis juga tetapi lebih ke arah harfiah. So... dengan melihat posisinya dalam aturan penterjemahan, bahasa yang digunakan TSI lebih kekinian daripada TB. Kehadiran TSI tidaklah menggantikan TB. TSI diharapkan lebih mudah dimengerti oleh masyarakat karena bahasanya yang ringan dan mudah dicerna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Jogja kami bertemu dengan teman-teman baru, mereka mendukung TSI juga. Mereka berasal dari PBT (Pioneer Bible Translator) Texas Amerika. Banyak hal unik yang bisa kami pelajari dari mereka. Kami juga dapat bertemu dengan seorang Jim Yost, dan beliau banyak berceria tentang pelayanan beliau.Memang tidak semua prinsip-prinsip yang dipaparkan oleh beliau dapat kami terima, tetapi ada banyak hal-hal menarik yang dapat dipelajari. Salah satu yang saya suka dari perkataan beliau &quot;Jangan ajarkan jemaat tentang kebenaran, tetapi ajarkanlah mereka bagaimana cara mencari kebenaran&quot;. Prinsip ini mirip dengan prinsip &quot;menggali harta karun&quot; yang kami siarkan di radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berangkat ke Jogja, kami menggunakan jasa penerbangan yang cukup terkenal.... dengan delay. Saya suka untuk mencari pesawat yang paling pagi dengan alasan tidak mungkin mereka delay. Tetapi hari itu kami mengmbil jadwal yang 7.35, penerbangan kedua. Kami mengalami delay. Lumayan lama dan bosan menunggu sampai jam 10 baru berangkat. Untuk berangkat jam 7.35, kami sudah bangun jam 3 pagi, mandi, persiapan. Berhubung karena tol masih macet jam 5-6 pagi, kami naik taxi yang jam 4.30. Bisa bayangkan dong, tidur malam jam 12, karena masih ada kelas, dan harus bangun jam 3 pagi, lumayan terhuyung-huyung, ehh... sampe di sana didelay 2,5 jam. Sudah didelay, ehh... hanya dikasih kompensasi roti yang sudah keras dan tak termakan. Hati ini lumayan terusik dan kesal, tetapi berusaha untuk cool.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ada suara di hati, &quot;pasti ini untuk kebaikan&quot;. Ya sudah akhirnya kami memutuskan untuk tidak mengeluh dan menikmati saja apa yang terjadi. kemudian saya mulai mengingat, apa ada berhubungan dengan doa gw ya. Ohya... sebelum berangkat saya berdoa agar Tuhan lindungi selamat sampai tujuan, pesawat ga goyang-goyang, maksudnya ga ada badai, ataupun turbulence. Well... rupany pesawat yang akan kami tumpangi lagi rusak secara teknis, so kami harus menunggu pesawat yang sudah berangkat ke Jogja tadi pagi untuk kembali ke Jakarta. Akibatnya kami dipindahkan ke pesawat yang lebih besar, dan perjalanan menyenangkan. Praise God. Ternyata doa yang sederhana ini didengarkan Tuhan. Namun ketika Tuhan menjawab doa kita, ya kita harus bersabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu juga ketika Jogja-Jkt, mungkin karena gw terlalu recok minta doa yang serupa, akibatnya harus delay 1 jam juga, karena alasan cuaca. Hmmm... Tuhan perhatiin kita ya. So sebelum mengeluh coba ingat-ingat akan doa kita ataupun perkataan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya teringat waktu gw berdoa pagi seminggu yang lalu...saya berdoa untuk banyak hal, tetapi tiba-tiba terinterupsi ketika mendoakan seseorang. Seseorang ini akan pergi untuk menjemput kekasih hatinya di negeri nan jauh, ga tau dimana. Orang-orang sekelilingnya pasti sangat kehilangan dia, mengingat prestasinya, dan apa yang dia buat sangatlah berarti. Saya juga tidak mengerti kenapa saya bisa mendapatkan hal ini. Sejauh yang saya mengerti, kadang-kadang Tuhan hanya ingin memberitahu saja, tanpa kita harus berbuat apa-apa. Aniway, saya hanyalah manusia yang kurang rohani, mungkin saya bisa salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya bukan ahlinya untuk &quot;doa&quot;, namun sudah selayaknya kita orang-orang yang percaya harus berdoa. Cara kita berkomunikasi dengan Tuhan pastilah tidaksama satu dengan yang lainnya. Tetapi Tuhan dapat mengerti kita sedemikian sehingga kita juga seharusnya dapat memahami bagaimana Tuhan menjawab doa kita. Tapi seringkali kita gagal untuk memahami kehendak Tuhan. Ayo coba lagi, jangan menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita perhatikan betul-betul pola-pola doa kita, kita seringkali berdoa hanya untuk melegakan hati kita untuk mengambil keputusan. Jadi doa itu tidak bisa menjadi solusi hidup kita. Kenapa? karena jika kita menganggap doa adalah solusi hidup kita maka kita kebanyakan memaksakan kehendak kita, dan tidak mau untuk dewasa. Padahal kan kita sering mendengungkan untuk mengikuti kehendak Tuhan. Mari kita bangun konsep yang jelas, agar hidup kita ga oleng, ga mudah tertipu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sering bilang ke teman-teman bahwa &quot;Tuhan ga punya fesbuk&quot;. Bukan berarti saya tidak percaya dengan kemahakuasaan Tuhan yang mengerti dan maha hadir. Tetapi mari kita perhatikan Firman Tuhan yang berkata kalau kamu berdoa masuk kamar dan kunci pintu, berbicaralah kepada BapaMu di tempat tersembunyi. Di bagian lain dari alkitab juga menjelaskan bahwa seorang Yahudi yang berdoa keras-keras di pinggir jalan supaya semua orang mendengar doanya dan mengetahui betapa religiusnya dia. Bukankah dengan menuliskan doamu di FB tidak berbeda dengan yang dilakukan oleh orang Yahudi ini? Apakah dengan menuliskan doamu di FB membuat banyak orang diselamatkan? Well... saya tidak mengerti apa yang dilakukan orang kristen zaman ini. Tapi sudahlah mungkin saya tidak mengerti, tapi Tuhan mengerti. haha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong soal doa, walaupun saya mengatakan bahwa kebanyakan orang berdoa hanya untuk mengesahkan apa yang akan dilakukannya, namun ketika kita berdoa berarti kita datang ke hadirat Tuhan. Coba aja kita bayangkan, jika Tuhan ingin berkomunikasi atau ingin memberikan berkat atau ingin menceritakan rahasia-Nya kepada manusia, siapa yang mau dicari-Nya? apakah manusia yang sering datang ke hadirat-Nya atau Tuhan akan memilih secara random siapa yang akan diberkati-Nya. Pernyataan ini bukan juga berarti &quot;banyak berdoa, banyak berkat&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudara.... kita harus mengerti kehendakTuhan. Bukan memaksakan kehendak kita kepada Tuhan. Sulit memang untuk dapat mengerti pribadi yang bukan diri kita. Jika kita ingin menjadi partner Tuhan, seseorang yang bisa dititipin rahasia-Nya, atau diberitahukan hal-hal rohani, paling ga... kita harus dewasa secara rohani. Orang dewasa dapat mengerti pribadi lain yang bukan dirinya sendiri. Jangan tanya Tuhan &quot;kenapa aku ga bisa denger suara Tuhan&quot; jika masih merengek memaksakan kehendak kita ke Tuhan. Dalam hal ini saya juga ga berkata bahwa kita tidak dapat meminta keinginan-keinginan kita, tetapi kita harus mengerti pribadi Tuhan itu sendiri, kemauanNya apa, bagaimana pola Tuhan bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak mengatakan bahwa saya sudah dewasa rohani. Saya tidak banyak mengerti tentang berdoa, tapi saya hanya melakukannya saja. Saya sangat terkesan dengan doa seorang hamba Tuhan yang mendoakan kami &quot;Tuhan mengurapi kalian.... dengan urapan ini kalian akan naik terus dan tidak turun, kalian akan menjadi pemenang&quot;. Tidak ingat perkataannya semua, tapi beliau juga mendoakan janin dalam kandungan, dari dalam rahim sudah mengenal Tuhan, bayi ini akan lahir sehat sempurna, pintar. Awesome. Ada bagian doa yang saya tidak pernah pikir sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well... saya tidak merencanakan untuk nulis tentang doa. Sebenarnya saya hanya mau cerita-cerita saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Doa menjadi begitu penting, bukan hanya karena kita menyampaikan daftar keinginan kita tetapi dengan berdoa kita terkoneksi dengan Tuhan. Dengan kita terhubung dengan Tuhan, maka segala yang kita inginkan dan butuhkan tersinkron dengan sendirinya, asalkan daftar keinginan itu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/03/trip-to-jogja.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-3536566940337670278</guid><pubDate>Thu, 06 Mar 2014 17:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-03-07T00:53:08.590+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Activity</category><title>Cerita Kehidupan</title><description>*artikel ini hanya berisi cerita kehidupan beberapa hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ntah mau mulai dari mana, tetapi cerita kehidupanku dalam minggu-minggu ini terasa sangat seru. Ada yang sangat menggembirakan, ada yang sangat sedih, ada yang perlu iman besar, ada juga nasehat dari teman. Beberapa hari ini kami menjadi sangat dibutuhkan hanya karena &quot;cerita&quot;. Walaupun demikian, kami hanya menjalani hidup kami sebagaimana adanya. Menjadi seorang pelayan Kristus yang berusaha lebih baik hari demi hari. Ada yang berterima kasih dengan tulus, ada juga yang yahh... begitulah. Kami hanyalah orang biasa, yang punya rasa, dan juga harus menjaga rasa itu agar tidak menyakitkan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami mendadak bingung ketika salah seorang komsel menelpon dan memberikan kabar yang tidak baik. Kami berusaha mensupport dia, syukurlah seluruh anggota komsel juga punya hati yang sama untuk teman yang sedang kemalangan ini. Jangankan dia yang sedang dalam masalah yang sebenarnya, kami yang mensupport juga merasakan ketar-ketir. Kami tidak sempat menceritakan kepada banyak orang, hanya urusan dalam negeri saja lah. Tapi Tuhan itu baik, menunjukkan arahan, memberikan kedamaian kepada kami sehingga kami mampu bertindak.Ia memberikan arahan seperti tiang api pada waktu malam dan tiang awan pada waktu siang, sehingga kami bisa bertindak. Kami pun tidak menyadari apa yang kami lakukan itu sebenarnya luar biasa. Kami hanya melakukan support kepada teman, anggota &quot;keluarga kedua&quot; kami. Kami tidak menyadari impact nya akan sangat besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal lainnya lagi, sudah sebulan ini kami menjalankan kelas study bible, dan kami juga terperangah akan hasil, feedback dari para peserta. Kami merasakan senang, bangga dan sukacita, ketika melihat banyak orang yang mau membaca alkitab mereka lagi. bukan sekadar membaca tetapi study, artinya mereka membacamya berulang kali sampai mereka bisa memahami isinya. Bukankah itu luar biasa? Kalau bukan karena Tuhan, bagaimana itu bisa terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarin kami mengunjungi seorang teman, which is anggota komsel juga. Dan ia sangat terbuka untuk bercerita banyak hal. Kami hanya menjadi pendengar yang baik dan belajar banyak darinya. Ada perkataan yang sangat mengena sekali, dia bilang &quot;klo kamu pengen mimpimu jadi kenyataan, kamu hanya butuh 3 orang untuk mencapai hal itu&quot;. Intinya ia sedang bicara soal networking, environment yang membuat hidup kita move from the level to next level. Ya tentu saja gw langsung memikirkan seseorang yang ingin saya ajak berdiskusi. haha...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm... itu hanya sedikit cerita seru di minggu-minggu ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/03/cerita-kehidupan.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-5496523535147283415</guid><pubDate>Fri, 28 Feb 2014 17:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-03-01T00:46:06.947+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Activity</category><title>Apa yang Mau Kita Ajarkan?</title><description>I know seharusnya kami ada di gereja tadi. But I&#39;m so sorry klo kami memilih ada di tempat lain. Memang &quot;lebih baik satu hari di pelataran Tuhan dari pada di tempat lain&quot;, namun sehubuah &quot;hubungan&quot; juga harus dimaintaince. Selama beberapa minggu ini, dari senin sampe minggu lagi ngurusin urusan gereja terus. Hari ini mau menikmati karya dari sesama manusia, ngurusin urusan duniawi dulu. We&#39;re go to watching movie. Setelah sekian lama ga ngebioskop berdua. Biasanya nonton juga sih... either klo ga nonton tv acara musik atau nonton youtube liatin bule kotbah, kali-kali aje gw langsung gape bahasa inggrisnye... hehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terakhir nonton bioskop tuh Desember, nonton The Hobbit2. Itupun barengan temen-temen. Idiihh.. kayak pacaran anak SMA jaman dulu ye... mesti dikawal ma temen-temen... Jangankan liburan ke LN, nonton bioskop aja ga sempet cuy. Ngarep bisa liburan ke LN. Boleh dong.. haha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami nonton &quot;NON STOP&quot;. Gw ga jago mereview film, tetapi gw mau ceritain pelajaran berharga apa yang gw dapetin waktu nonton film. Gw sebenernya ga niat untuk belajar apapun waktu mau nonton, tapi atas jasa neuron-neuron yang mau membangun jembatan di pikiran gw, makanya gw berhasil mempelajari sesuatu. Film ini bercerita tentang seorang air marshall (Bill Mark) yang dijebak dalam pembajakan sebuah pesawat. Daripada bertanya-tanya, lihat aja review filmnya &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Non-Stop_(film)&quot;&gt;klik di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang gw pelajari di sini? Gini, kami lagi mengharapkan, berdoa dan memohon kepada Tuhan Yesus agar kami dikaruniakan anak dalam keluarga. Setiap kali ada anak-anak di dalam hati seperti ada pertanyaan sanggup ga kami membesarkan anak, gimana cara kami membesarkan anak kelak, gimana cara mendidik anak. Pertanyaan ini sering muncul apalagi ketika melihat anak yang seperti tidak dididik oleh ortunya. Tapi kami juga tidak bisa menghakimi karena belum pernah mendidik anak sendiri. Mendidik anak sendiri sama anak orang pastilah berbeda. Ketika menonton film tersebut, langsung ku berpikir tentang satu hal penting. Seperti hal nya Bill yang dijebak, disalahkan, dijelekkan oleh orang yang dendam, demikian juga siapapun bisa diperlakukan hal yang sama. Bagaimana kita dapat mengatasi hal ini jika terjadi pada diri kita? Bagaimana rasanya jika seseorang yang kita anggap bisa menolong kita justru membuat kita punya lebih banyak masalah. Bagaimana rasanya ketika kita harus tetap menghormati orang yang menjelekkan kita, menjatuhkan harga diri kita, menipu kita. Dapatkah kita menjaga keoriginalan kita sebagai anak kerajaan? Apa yang mau kita ajarkan kepada anak-anak kita, apakah kita melarang mereka bergaul di luar rumah, karena di dunia luar itu jahat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia kita sekarang sudah corrupt, rusak. Gw juga diingetin sama lirik dari reff lagu &quot;infected&quot; by 12 Stones:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
I Feel Weak&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
I Feel Numb&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Had Enough&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Of This Poison We&#39;ve Injected&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Living In This World Infected&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Out, Let Me Out&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Tell Me How&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
We All Got So Disconnected&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Sick Of Living In This World Infected&lt;/blockquote&gt;
&lt;/blockquote&gt;
Bumi kita sudah terinfeksi dengan dosa. Seorang anak yang lahir di dunia ini langsung terinfeksi virus dosa turunan. So.. artinya manusia siapa saja yang hidup di bumi ini sudah terinfeksi dengan dosa. Kita memang tidak bisa menghindari dari tipuan seorang teman, ciuman seorang sahabat, mungkin kita hanya bisa meminimalisir saja. Kita tidak bisa mengurung diri di rumah agar hal-hal tersebut tidak terjadi pada diri kita, namun kita harus tau bagaimana cara meresponi dengan tetap menjaga integritas kita sebagai anak-anak kerajaan Sorga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidakkah kita menyadari semakin hari semakin banyak kata &quot;jangan&quot; di negeri ini? Larangan memang baik buat kita, tetapi jika larangan tersebut justru mematikan fungsi kita, jati diri kita, larangan tersebut tidaklah baik. Gw memperhatikan beberapa tidnakan ortu yang mendidik anak. Misalnya... ada ortu yang senang ketika anaknya bisa menari di bawah hujan, tetapi ada ortu yang melarang anaknya untuk kena hujan sedikit pun. Keduanya baik, keduanya juga membuat anak belajar. tetapi kita harus melihat alasan ortu memberi larangan tersebut. Ada ortu yang ingin anaknya senang, dan dapat belajar resiko. Sepanjang ortu dapat mengontrol resiko tersebut, ortu mengijinkan anak melakukan hal-hal yang terlihat ekstrim sekalipun. Artinya di sinni, ortu tidak lepas tangan. Tetapi ada ortu &amp;nbsp;yang ga mau repot dengan resiko, seolah melindungi anak tetapi seringkali anak jadi tidak belajar untuk mengendalikan resiko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well... sebenarnya gw ga lagi ngomongin tentang parenting tetapi gw mau share tentang how to handle the risk. Kita kan dah tau klo kita tinggal di dunia yang &quot;rusak&quot;, so kita harus bersiap tentang resiko apapun yang akan terjadi, misalnya ditipu orang, dijelekkan orang, dihina orang. jika hal-hal itu terjadi kita ga perlu teriak-teriak ke Tuhan dan bertanya &quot;mengapa Tuhan?&quot;. Kita memang harus meminimalisasikan kebodohan, tetapi sepintar-pintarnya tupai melompat pasti jatuh juga kan. Dengan kita belajar mengendalikan resiko, kita juga bisa mengajarkan kepada generasi berikutnya bagaimana kita harus bijak hidup di dalam dunia yang jahat ini. Sekalipun orang-orang yang kita hormati justru mereka yang menjatuhkan kita, kita bisa stay cool, be humble dan tetap menjaga integritas sebagai anak-anak Allah. Emas, jatuh di selokan paling bau pun tetap kualitasnya emas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu aja deh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/03/apa-yang-mau-kita-ajarkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-6799626012788367676</guid><pubDate>Fri, 28 Feb 2014 08:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-28T15:51:49.506+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>MARANATHA... Mesias akan Segera Datang!</title><description>Sebenarnya artikel ini seharusnya terbit sebelum natal 2013 tiba, tetapi saya terlalu banyak alasan sehingga tidak menuliskannya. Bukan hanya artikel ini tetapi banyak sekali artikel-artikel yang tidak sempat terbit, hanya terbang-terbang di pikiran dan lenyap bersama dengan memory pikiran yang menguap, alias LUPA. Hal yang paling disesali ketika melewati tahun 2013 lalu adalah saya hanya merelease 23 artikel saja di tahun 2013. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2013 adalah rekor paling buruk. Hmm... penyesalan selalu datang terlambat, karena jika terlalu dini datang namanya warning.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun ini, hal yang paling ingin saya pelajari adalah pelajaran tentang akhir zaman. Dulu memang saya suka pelajaran tentang akhir zaman, sampai akhirnya saya menemukan banyak orang menjadi takut dan tidak mau berkarya lagi, maka saya kesampingkan terlebih dahulu pelajaran tentang akhir zaman. Tetapi... karena terlalu banyak yang sudah saya lupakan, saya harus mengingatnay kembali. Saya harus belajar lagi. Dukung saya!! haha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bicara soal akhir zaman tidak terlepas dengan &quot;nubuatan&quot;. Yohanes sebagai penulis kitab Wahyu, ia menuliskan tentang masa depan dengan gaya bahasa zaman dia hidup. Gimana pun juga ia harus memperluas pengetahuannya secara cepat, mendeskripsikan sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ga heran jika ia tercengang, bergidik, kerignat dingin, tidak bisa tidur, tidak bisa makan. Jika kita berpikir logis, mengetahui apa yang di depan kita, masa depan, terlebih dahulu tidak selalu menyenangkan, karena kita dituntut berpikir lebih luas, lebih jauh dari yang biasanya. Saya masih terkagum dengan Yohanes, bagaimana ia mendeskripsikan masa depan dengan bahasanya sendiri (dengan gaya bahasa masa lampau, dan bahasanya itu harus relevan di segala zaman). Bayangkan bagaimana seseorang yang hidup di tahun 1981 menjelaskan perkembangan internet di zaman ini (tahun 2014).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang ingin mempunyai karunia bernubuat, menjadi nabi (mungkin karena Alkitab mengatakan &quot;jangan banyak diantara kamu yang mau jadi guru&quot;) dan senang untuk mengatakan &quot;Tuhan berkata kepada saya... ini itu...&quot;. Klo sudah Tuhan yang berkata, ya kita sdh tidak dapat berbuat apa-apa. Saudaraku... saya hanya mau bilang, setiap orang Kristen sudah seharusnya dapat mendengar suara Tuhan. Tetapi apapun yang kita dengar dari Tuhan itu, ada tujuannya masing-masing. Seorang nabi pun harus dapat mendengar nabi lainnya, tidak seharusnya ada kekacauan. Suara nubuatan haruslah berlandaskan Firman Tuhan, yaitu berlandaskan Firman yang tertulis di dalam buku Alkitab. Suara nubuatan juga harus ada dukungan dari suara nubuatan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa waktu ini, mulai dari akhir tahun, pembukaan awal tahun, hingga kini, Indonesia diguncang oleh bencana. Kalau dulu bencana tsunami Aceh, orang bisa bilang karena Tuhan marah supaya banyak bertobat. Sekarang bencana banjir Menado, orang tidak bisa memberi alasan yang jelas lagi. Tidak kah aneh ada banjir di gunung? Orang kristen harus banyak belajar, jangan cepat bereaksi, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan yang hanya memberi makan jiwa, sedangkan secara logika tidak dapat diterima sama sekali. Mari kita belajar secara logis. Mari kita ajarkan generasi ini untuk berpikir, bukan haya menerima &quot;berita cenayang&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Btw saya tidak menentang nubuat, saya hanya mau mengajak teman-teman muda untuk mengumpulkan data secara logis terlebih dahulu sebelum mengintepretasikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya belajar &amp;nbsp;skema ini:&lt;br /&gt;
Hermeneutika -&amp;gt; Eskatology -&amp;gt; Eklesialogy -&amp;gt; Hermeneutika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hermeneutika itu ilmu tafsir, intepretasi&lt;br /&gt;
Eksatology itu ilmu tentang akhir zaman&lt;br /&gt;
Eklesialogy itu adalah ilmu tentang gereja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi dari skema itu Penafsiran kita menentukan bagaimana kita dapat mengerti tentang akhir zaman. Pengertian kita tentang akhir zaman menentukan hidup kita dalam bergereja. Hidup bergereja akan menetukan penafsiran kita. So... ini seperti rantai yang tak terputus. Sebelum kita menafsirkan/ mengintepretasikan sesuatu harus ada data. Jika kita terlalu cepat untuk mengintepretasi, pengertian kita tentang akhir zaman pun akan sangat dangkal. Pengertian yang dangkal tentang akhir zaman akan membuat dangkal juga pengertian kita sebagai gereja, sehingga kita hanya berpikir &quot;yang penting gw dah selamat&quot;, &quot;mengutamakan &#39;grace&#39; dan melupakan tujuan untuk &#39;melakukan perbuatan baik&#39; &quot;. Gereja seharusnya menjadi terang, tetapi masih end up menjadi garam. Akibatnya intepretasi ketika membaca alkitab pun menjadi sangat dangkal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama ini memang ada gereja yang kuat di hermeneutika, tetapi lemah di eskatology, berarti ada yang nyangkut di hermeneutika. Ada juga yang menganggap diri kuat di eskatology tetapi sebenarnya output di eklesialogy sangat lemah, jadi sebenarnya input hermeneutikanya lemah. Ada juga gereja yang kuat di hermeneutika tetapi langsung cut off ke eklesiology, sehingga kita tau ada input yang kurang dari eskatology sehingga ekelsialogy (masih bisa berdiri tapi) kurang komplit. Aniway blum ada gereja yang sempurna, tetapi kita harus bekerja sesempurna mungkin, nanti &quot;grace&quot; yang akan membuat komplit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menanggapi soal bencana global, cuaca ekstrim tidak menentu, banyak orang kristen yang mulai menjadi cenayang, I meant mencari-cari hal-hal yang nge-roh, karena tidak mampu menjawab secara logis. Tidak ada yang salah untuk menilik beberapa nubuat dari beberapa orang yang berkarunia nabi, namun kita tidak perlu mengkultuskannya. Seolah-olah Mesias mau datang besok, akibatnya pekerjaan rutinnya menjadi terbengkalai. Ketakutan, heroic, reaktif. Artinya hanya cari Tuhan ketika lagi ada bencana aja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belakangan ini sangat banyak nubuat yang muncul ketika kematian Ariel Sharon. Banyak sekali broadcast link melalui bbm seperti&amp;nbsp;http://dunia.news.viva.co.id/news/read/472669-kematian-ariel-sharon-dan-ramalan-kedatangan-al-masih. Masih banyak lagi. Okey.. saya tidak mau ketinggalan untuk menuliskan ini, walaupun sebenarnya sudah terlebih dahulu dituliskan oleh blog &quot;Glory of God Ministries&quot; (http://sonnyelizaluchu.blogspot.com/2014/01/rabi-kaduri-ariel-sharon-nubuatan.html). Saya tidak akan membahas ayat-ayat yang sudah dibahas di blog &quot;Glory of God Ministries&quot;. Silahkan Saudara membacanya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya akan membahas tentang nubuatan Mesias akan segera datang. Kenyataannya Mesias akan datang untuk kedua kalinya, apakah ada yang menubuatkannya dalam masa ini ataupun tidak ada. Ada nubuatannya pun tidak perlu dirisaukan dan menjadi takut. Mari kita menyikapi setiap nubuatan berdasarkan apa yang Alkitab katakan. Makanya perlu untuk membaca Alkitab dan mengerti tentang apa yang dibaca itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang telah disinggung di atas, banyak orang yang membahas tentang Kaduri. Yitzhak Kaduri adalah seorang Yahudi Kabalah. Informasi singkatnya, Kabalah adalah paham Yahudi yang menganut mistisme, berpikir secara mistis. Sebelum akhir hidupnya, Kaduri berpesan bahwa sesudah kematian Ariel Sharon maka akan terungkap tentang Mesias. Ariel Sharon meninggal Sabtu 11 Januari 2014. Kaduri meninggal &amp;nbsp;28 Januari 2006. Sebelum meninggal ia menitipkan surat pesan singkat untuk pengikutnya. Ia meminta agar surat tersebut dibuka setelah 1 tahun kematiannya. Dimana sebelum ia meninggal, katanya sih ia sudah bertemu dengan Mesias. Isi suratnya:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Reishei-Tivot of Mashiach:&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;b&gt;Y&lt;/b&gt;arim &lt;b&gt;H&lt;/b&gt;a&#39;am &lt;b&gt;V&lt;/b&gt;eyojiakh&lt;b&gt; Sh&lt;/b&gt;edvaro &lt;b&gt;V&lt;/b&gt;etorato &lt;b&gt;O&lt;/b&gt;modim&lt;/blockquote&gt;
Ini adalah huruf inisial yang menunjuk ke &lt;b&gt;Yeshoshua&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;Yeshua&lt;/b&gt;. Mengingat bahwa sebagian orang Yahudi tidak percaya Yesus sebagai Mesias, maka pesan Kaduri ini begitu penting bagi orang Yahudi pada zaman sekarang ini. Bagi orang yang sudah percaya kepada Yesus sebagai Mesias, pesan ini agaknya menjadi pesan yang lain, yaitu tentang kedatangan Mesias kedua kali. Padahal Kaduri di sini menunjuk bahwa Yehosua (Yesus) yang sudah datang itu adalah Mesias. Pesan ini semakin memuncak ketika muncul teori Four Blood Moon yang akan terjadi nanti pada saat Paskah 2014 dan 2015. Seolah-olah pesan ini menyatakan bahwa Mesias akan datang setelah peristiwa Four Blood Moon ini. Adapun &amp;nbsp;tanggal yang agak beragam di sini Four Blood Moon akan terjadi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Passover 15/4/2014&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sukkot 8/10/2014&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adar 29 Nissan 1 20/3/2015&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Passover 4/4/2015&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sukkot 28/9/2015&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Beberapa orang ahli menyatakan bahwa ini adalah penggenapan dari Yoel 2, dan ini bukan gerhana bulan yang biasa, tetapi suatu badai antariksa karena tabrakan benda langit, atau jatuhnya meteor yang sangat besar, sehingga menimbulkan gempa besar dan pengaruh kepada warna benda langit lainnya. Hal yang memuat ini menjadi menarik adalah ini akan terjadi saat Paskah. Dari kalangan Ilmuwan menyatakan bahwa ini hanya gerhana bulan biasa. Tentu saja ini mendatangkan kebingungan di antara orang Kristen. Ada orang Kristen yang menyatakan bahwa kita sudah hidup di Perjanjian Baru, jadi tidak perlu lagi melakukan ritual Perjanjian Lama. tetapi ada golongan Kristen yang menganggap ini penting, berhubung karena &quot;tanda-tanda&quot; itu penting untuk orang Yahudi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebanrnya tentang ke-Mesias-an Yesus lebih mudah diterima oleh orang yang belum mengenal Taurat sebelumnya (Yes 9:1). Menurut orang Yahudi, Yes 53:1 itu bukan menunjuk kepada Yesus. Hal ini yang membuat mereka sulit untuk menerima Yesus sebagai Mesias. Rabi Kaduri telah bertemu dengan Mesias sebelum ia meninggal, itulah pengakuannya. Dan ia ingin agar pengikutnya menjadi percaya kepada Yesus sebagai Mesias, dan tidak perlu menunggu lagi Mesias yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada orang bijak yang mengatakan bahwa &quot;Mempunyai persiapan, rencana, menyatakan bahwa orang tersebut mempunyai iman&quot;. Ya tentu ini benar sekali. Dalam hal ini, kita harus mengerti tentang nubuatan dan tidak perlu takut. Jika kita merasa hidup kita lagi ga bener, ya harus bertobat dan dibenerin. Para kaum Mesianic sedang mempersiapkan diri dengan versinya mereka untuk segera bertemu dengan Mesias. Persiapan apa yang sudah kita lakukan untuk bertemu dengan Mesias? Kita hanya perlu percaya dan bersatu dengan Dia, Mesias, Kristus itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah kapan Mesias akan datang, tidak seorang pun yang mengetahuinya. Hal yang dapat kita lakukan adalah mempersiapkan diri dengan tetap percaya kepada-Nya. Kitab Yohanes ditulis agar para pembacanya dapat percaya, dan terus percaya kepada Kristus Yesus Tuhan. Dalam kitab Yohanes juga dapat kita temukan karakteristik &quot;percaya&quot;. Apa yang Yohanes pikirkan ketika menulis injil ini adalah agar pembacanya dapat keep on believing. Sehingga ketika Yesus datang kembali ke bumi, kita dapat dijemput-Nya sebagai mempelai yang berlayak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Yesus memberikan tubuh dan darahnya, yang kita peringati dalam perjamuan kudus (1 Kor 11:23), Ia sedang meminang gereja-Nya degnan darah-Nya sendiri. Kebiasaan orang Yahudi ketika meminang mempelai perempuan, ia akan meminangnya dengan segelas anggur. Ketika itu sah disaksikan oleh orang-orang sebagai saksi, maka ia pulang ke rumah untuk mempersiapkan segala sesuatu. Menyampaikan maksudnya kepada orangtua dan keluarganya. Sementara mempelai perempuan harap-harap cemas menantikan kapan datangnya mempelai pria untuk melangsungkan pernikahan. Demikian juga kedatangan Kristus. Kita sebagai gereja, mempelai perempuan harus menyiapkan diri untuk menyongsong kedatangan mempelai pria, Kristus, untuk menjemput kita di bawa ke rumah-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So... apapun nubuatan orang-orang tentang kedatangan Mesias, kita tidak peru takut. Persiapkan diri saja. Nanti akan banyak orang yang berkata, Mesias ada di sini.. di sana... Tetapi kita perlu untuk keep on believing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman-teman, kitatidak hidup karena perkataan manusia. Mari kita mulai pelajari Alkitab dan temukan kebenarannya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/02/maranatha-mesias-akan-segera-datang.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-4795195301836745123</guid><pubDate>Thu, 27 Feb 2014 10:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-03-05T16:09:08.908+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Study Alkitab</category><title>Berbuah</title><description>Dalam Alkitab Perjanjian Baru kita mengenal beberapa prinsip berbuah, seperti:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Benih yang ditanam di tanah subur (Mat 13)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pohon Ara (Mat 21; Luk 13)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pokok Anggur (Yoh 15)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Injil (Kol 1:16)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pohon Kehidupan (Wahyu 22)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Dari antara kelima hal yang berbuah di atas, yang paling nyata dan dapat diselidiki adalah Pohon Ara dan Pokok Anggur. Jadi prinsip berbuah dapat kita pelajari dari kedua pohon ini. Memang kita kreatif banget, karena kedua pohon ini tidak terlalu populer di negeri kita, kita menggantinya dengan pohon jambu atau pohon mangga, atau pohon beringin yang mirip dengan pohon ara. Mari kita pelajari tentang pohon ara, pohon beringin dan pokok anggur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena saya bukan ahli biologi, maka saya mengutip beberapa artikel dari beberapa sumber untuk dipergunakan sebagai data di artikel ini. adapun sumber yang saya gunakan adalah&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;merdeka.com&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;alkitab.sabda.org&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;id.wikipedia.org&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Pohon ara&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tin atau Ara (&lt;i&gt;Ficus Carica L&lt;/i&gt;.) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan yang berasal dari Asia Barat. Buahnya bernama sama. Nama &quot;Tin&quot; diambil dari bahasa Arab, juga dikenal dengan nama &quot;Ara&quot; (buah ara / pohon ara) sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fig (common fig; &quot;pohon ara umum&quot;), sebenarnya masih termasuk kerabat pohon beringin dari dari genus yang sama, yaitu Ficus. Pohon ara (Ficus) kebanyakan hijau sepanjang tahun dan dapat tumbuh di berbagai daerah ekologi, sebagian merupakan spesies deciduous yang tumbuh di daerah di luar wilayah tropis dan di dataran tinggi. (sumber id.wikipedia.org)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa kontroversi tentang buah ara ini, karena buah ara dikenal sebagai buah yang tidak dapat dimakan. Tetapi jika kita melihat konteks di kitab Injil ketika Yesus mencari buah ara, pastilah ini buah ara yang bisa dimakan. Di Arab, buah ara ini dikenal sebagai buah Tin. Dan beberapa orang mengklaim bahwa buah Tin yang dapat dimakan bukan buah ara. Tetapi jika kita mengecek bahasa Ibrani dari ara ini adalah &quot;Tenah&quot;, populer disebut dengan &quot;Ten&quot; atau &quot;Tin&quot;. Selanjutnya yang kita bicarakan di sini adalah buah ara yang dapat dimakan.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaj7rSjijvezQwACyLhvG6bMd3U0tYRAGb-MqaXnMZ4KSQk2zlT05tbLZwGumW17cSiHI1BFyjK-Hd00bAp-EXDbrDwK8P__cSg9a81_lnc_j-vGhP2nE9Ozr17M4lVhH7jg2WCTtaL1w/s1600/Buah+ara.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaj7rSjijvezQwACyLhvG6bMd3U0tYRAGb-MqaXnMZ4KSQk2zlT05tbLZwGumW17cSiHI1BFyjK-Hd00bAp-EXDbrDwK8P__cSg9a81_lnc_j-vGhP2nE9Ozr17M4lVhH7jg2WCTtaL1w/s1600/Buah+ara.jpg&quot; height=&quot;160&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(buah ara/ buah tin -- sumber merdeka.com)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIX3ay6dWFWq4DXjRL3VFEsa-if6wGFBG_k_J9YZFxH83inOwXxPLuQGeWtKzq9iTXReQEve1vlVmX1iqdGqJH7sTLbacrn5yPdqM9KYwtkqQyH8iM3XRiPXsCMEwQsUKuz1lF6rrEYWk/s1600/pohon+ara+di+australia.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIX3ay6dWFWq4DXjRL3VFEsa-if6wGFBG_k_J9YZFxH83inOwXxPLuQGeWtKzq9iTXReQEve1vlVmX1iqdGqJH7sTLbacrn5yPdqM9KYwtkqQyH8iM3XRiPXsCMEwQsUKuz1lF6rrEYWk/s1600/pohon+ara+di+australia.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
(pohon ara di australia sumber: wikipedia.org)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
-000-&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Keterangan tentang Pohon ara dari Alkitab (dikutip dari&lt;a href=&quot;http://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=Pohon%20Ara&quot;&gt; http://alkitab.sabda.org/&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol class=&quot;no_number&quot; style=&quot;font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 13px; list-style: none; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: -20px;&quot;&gt;
&lt;li&gt;1. Menghasilkan buah yang manis dan baik.&lt;/li&gt;
Hak 9:11&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;2. Tidak terdapat di padang gurun.&lt;/li&gt;
Bil 20:5&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;3. Terdapat banyak di:&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;ol class=&quot;no_number&quot; style=&quot;list-style: none; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;li&gt;3.1 Mesir.&lt;/li&gt;
Mazm 105:33&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;3.2 Kanaan.&lt;/li&gt;
Bil 13:23;&amp;nbsp;Ul 8:8&lt;/ol&gt;
&lt;li&gt;4. Kadang-kadang tumbuh di hutan.&lt;/li&gt;
Am 7:14&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;5. Kadang-kadang ditanam di kebun anggur.&lt;/li&gt;
Luk 13:6&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;6. Diperbanyak oleh orang Yahudi.&lt;/li&gt;
Am 4:9&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;7. Perlu dicangkul di sekelilingnya.&lt;/li&gt;
Luk 13:8&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;8. - mulai berbuah setelah musim dingin.&lt;/li&gt;
Kid 2:11,13&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;9. Ranting-rantingnya bertunas, sebagai tanda bahwa musim panas&lt;/li&gt;
sudah hampir.&lt;br /&gt;Mat 24:32&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;10. Boleh berharap akan mendapat buah - apabila berdaun banyak.&lt;/li&gt;
Mr 11:13&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;11. Buah - :&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;ol class=&quot;no_number&quot; style=&quot;list-style: none; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;li&gt;11.1 Dapat dimakan langsung dari pohonnya.&lt;/li&gt;
Mat 21:18,19&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;11.2 Dikumpulkan dan disimpan dalam keranjang-keranjang.&lt;/li&gt;
Yer 24:1&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;11.3 Dikeringkan dan dibuat kue.&lt;/li&gt;
1Sam 30:12&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;11.4 Yang pertama kali masak yang paling dihargai.&lt;/li&gt;
Yer 24:2;&amp;nbsp;Hos 9:10&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;11.5 Dipakai untuk menyembuhkan Hizkia secara ajaib.&lt;/li&gt;
2Raj 20:7;&amp;nbsp;Yes 38:21&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;11.6 Dijual di pasar-pasar.&lt;/li&gt;
Neh 13:15&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;11.7 Dikirim sebagai hadiah.&lt;/li&gt;
1Sam 25:18;&amp;nbsp;1Taw 12:40&lt;/ol&gt;
&lt;li&gt;12. Suatu jenis - mengeluarkan buah yang busuk dan tidak dapat dimakan.&lt;/li&gt;
Yer 29:17&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;13. Daun - dipakai oleh Adam sebagai penutup.&lt;/li&gt;
Kej 3:7&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;14. Memberi naungan yang teduh.&lt;/li&gt;
Yoh 1:48,50&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;15. Sering tidak berbuah.&lt;/li&gt;
Luk 13:7&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;16. Kalau tidak menghasilkan buah, suatu malapetaka yang besar.&lt;/li&gt;
Hab 3:17&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;17. Orang Yahudi dihukum dengan cara:&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;ol class=&quot;no_number&quot; style=&quot;list-style: none; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;li&gt;17.1 - dibinasakan oleh Allah.&lt;/li&gt;
Hos 2:11&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;17.2 Tidak mendapatkan buah - .&lt;/li&gt;
Yer 8:13;&amp;nbsp;Hag 2:20&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;17.3 Musuh-musuh makan buah - .&lt;/li&gt;
Yer 5:17&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;17.4 Dikelupas kulitnya dan dimakan oleh belalang.&lt;/li&gt;
Yoel 1:4,7,12;&amp;nbsp;Am 4:9&lt;/ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;18. Melukiskan:&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;ol class=&quot;no_number&quot; style=&quot;list-style: none; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;li&gt;18.1 (Tidak berbuah) orang yang hanya mengaku beragama&lt;/li&gt;
tetapi tidak percaya sungguh-sungguh.&amp;nbsp;Mat 21:19;&amp;nbsp;Luk 13:6,7&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;18.2 (Duduk di bawah pohon - masing-masing) ketenteraman&lt;/li&gt;
dan kesejahteraan.&amp;nbsp;1Raj 4:25;&amp;nbsp;Mi 4:4&lt;/ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;19. Buah - melukiskan:&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;ol class=&quot;no_number&quot; style=&quot;list-style: none; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;li&gt;19.1 Perbuatan baik.&lt;/li&gt;
Mat 7:16&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;19.2 (Yang baik) orang-orang kudus.&lt;/li&gt;
Yer 24:2,3&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;19.3 (Yang tidak baik) orang fasik.&lt;/li&gt;
Yer 24:2,3-8&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;19.4 (Yang pertama kali masak) para bapa jemaat Yahudi.&lt;/li&gt;
Hos 9:10&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;19.5 (Sebelum waktunya sudah gugur) orang fasik yang sudah&lt;/li&gt;
waktunya dihukum.&amp;nbsp;Yes 34:4;&amp;nbsp;Nah 3:12;&amp;nbsp;Wahy 6:13&lt;/ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;-000-&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pohon ara mempunyai genus dari &lt;i&gt;Ficus&lt;/i&gt;. Jadi seringkali ketika bicara soal Ficus, bicara juga soal pohon ara (Ficus carica) ataupun pohon beringin (Ficus benjamina) dan juga sejumlah spesies Ficus. Tetapi species dari Ficus yang mempunyai buah dan buahnya bisa dimakan adalah pohon ara.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVWajBW5ftVRq9se71bh0t_CDK3Z5gM3bwm3Q25eYeO60hR1wFTMu8XBUbH89nyWM-eX629sxwFnn_RuXln9fyk-v6Tw7Om4tAEuLaQLtVKqWBB_CnGtnZKXp6PJ5aYbiDaf-k-m-YAQE/s1600/klasifikasi+ficus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: medium; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; text-indent: 0px;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVWajBW5ftVRq9se71bh0t_CDK3Z5gM3bwm3Q25eYeO60hR1wFTMu8XBUbH89nyWM-eX629sxwFnn_RuXln9fyk-v6Tw7Om4tAEuLaQLtVKqWBB_CnGtnZKXp6PJ5aYbiDaf-k-m-YAQE/s1600/klasifikasi+ficus.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-indent: -20px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.200000762939453px; margin-bottom: 0.5em; margin-top: 0.4em; text-align: center; text-indent: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; margin-bottom: 0.5em; margin-top: 0.4em; text-align: left; text-indent: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Pohon Beringin &amp;nbsp;(Ficus Benjamina)&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;Seringkali ketika membahas tentang pohon ara, pikiran kita langsung mengarah ke Pohon Beringin, karena pohon ara tidaklah populer di Indonesia. Pohon Beringin sangatlah populer di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;Beringin, yang disebut juga waringin atau (agak keliru) ara (ki ara, ki berarti “pohon”), dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Pemulia telah mengembangkan beringin berdaun loreng (variegata) yang populer sebagai tanaman hias ruangan. Beringin juga sering digunakan sebagai objek bonsai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;Beringin (Ficus benjamina dan beberapa jenis (genus) Ficus lain dari suku ara-araan atau Moraceae) sangat akrab dengan budaya asli Indonesia. Tumbuhan berbentuk pohon besar ini sering kali dianggap suci dan melindungi penduduk setempat. Sesaji sering diberikan di bawah pohon beringin yang telah tua dan berukuran besar karena dianggap sebagai tempat kekuatan magis berkumpul. Beberapa orang menganggap tempat di sekitar pohon beringin adalah tempat yang “angker” dan perlu dijauhi. Pohon bodhi sering dipertukarkan dengan beringin, meskipun keduanya adalah jenis yang berbeda. (sumber: id.wikipedia.org).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;Pohon beringin senidiri sebenerarnya mempunyai buah, namun bukan buahnya yang banyak dimanfaatkan. Daunnya yang banyak dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Akarnya dimanfaatkan untuk mencegah erosi, dlsb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQh9hIA2tzwseVR3TMMl4VbWC0hrt1MwDQkDRY-_DD0aUtVdQlX6geGa6XP2JyczBf4Pc9IY5aBQARlT8DvdDd8LdUBgH9l4h1yJi027f2ScIpsOQfVCdvg9WEoW9UIZ35mOVrXirZpVU/s1600/buah+pohon+beringin.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: medium; line-height: normal; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; text-indent: -20px;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQh9hIA2tzwseVR3TMMl4VbWC0hrt1MwDQkDRY-_DD0aUtVdQlX6geGa6XP2JyczBf4Pc9IY5aBQARlT8DvdDd8LdUBgH9l4h1yJi027f2ScIpsOQfVCdvg9WEoW9UIZ35mOVrXirZpVU/s1600/buah+pohon+beringin.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(sumber: ud.wikipedia.org)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;Fakta lain dari beringin, saya kutip dari http://sulur.wordpress.com/. Tapi kemungkinan penulisnya sedang membicarakan beringin secara umum, which is Ficus, dan lebih mengarah ke pohon ara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small; line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;Beringin (Ficus spp) adalah pohon yang memiliki nilai khusus bagi orang Timur, dikenal sebagai pohon kehidupan, simbol kekuasaan yang melindungi. Arsitektur pohon beringin yang besar, rimbun dan melebar, merupakan tempat yang nyaman untuk berlindung dan sekaligus lahan mencari makan bagi berbagai jenis burung dan mamalia. Tuhan menciptakan beringin sebagai lumbung makanan bagi berbagai jenis burung pemakan buah di hutan alam. Beringin merupakan sedikit dari pohon hutan yang mampu memproduksi buah dalam jumlah besar (hingga jutaan), masak dalam waktu yang cepat dan biasanya terjadi secara serempak. Saat musim buah tiba, suasana pagi hari di seputar pohon beringin begitu riuh-rendah oleh suara burung, layaknya sebuah pasar, ramai oleh lalu lintas burung yang hilir-mudik mengambil buah. Uniknya, produksi buah beringin tidak mengikuti aturan musim, beringin terus berbuah, ketika pohon-pohon lain berhenti berbuah. Karena itu, buah beringin berperan sebagai ’jaring pengaman sosial’ bagi burung pemakan buah. Bukan hanya jumlahnya yang melimpah, kandungan gisinyapun tinggi. Buah beringin kaya akan gula, juga kalsium yang sangat dibutuhkan burung untuk pembentukan tulang dan cangkang telur. Buah beringin disukai burung karena mudah dicerna. Burung menggantungkan sekitar 70 – 85 % jenis pakannya dari beringin. Kelimpahan (jumlah) pohon beringin di dalam suatu blok ekosistem hutan tropika, karena itu, menentukan kelimpahan jenis burung pemakan buah di wilayah blok tersebut. Sedikitnya ada empat puluh jenis pohon beringin di hutan-hutan alam Sulawesi. Keragaman jenis beringin di suatu hutan, berbanding lurus dengan keragaman jenis lebah penyerbuknya (wasps). Uniknya, setiap jenis lebah penyerbuk, hanya mampu membantu proses penyerbukan beringin jenis tertentu saja. Sehingga apabila suatu jenis lebah punah, akan diikuti oleh kepunahan suatu jenis beringin pula. Hal ini menunjukkan betapa tingginya keterkaitan dan ketergantungan antara tumbuhan dan satwa. Implikasinya, konservasi keragaman hayati di hutan tropika harus dilakukan berdasarkan pendekatan ekosistem. Sebuah hutan yang satwanya habis oleh kegiatan perburuan, secara perlahan akan diikuti oleh kehancuran hutannya, karena kelangkaan agen penyerbuk maupun penyebar biji. Demikian pula sebuah hutan yang telah gundul, akan diikuti oleh kelangkaan satwanya, karena lenyapnya tempat berteduh (shelter) dan lumbung makanan. Konservasi jenis, seperti konservasi anoa, tarsius, kuskus, rangkong, barung rangkong, kupu-kupu, kayu kuku dan sebagainya, karena itu tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus dilakukan dengan mempertahankan keutuhan ekosistem hutan secara menyeluruh! ***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small; line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small; line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;&amp;nbsp;Kembali ke beringin. Dari pertumbuhannya dikenal dua jenis beringin. Beringin yang langsung tumbuh dari biji yang bersemai langsung di tanah dan besar sebagai pohon yang mandiri. Kedua adalah beringin pencekik (strangling fig) yang mengawali hidup sebagai parasit (hidup menumpang dari) pohon lain, kemudian setelah besar mematikan pohon inangnya dengan cara mencekik. Kehidupan beringin pencekik ini berawal dari biji yang dibawa oleh monyet atau burung, biji tersebut kemudian terjatuh dan menyangkut di tajuk sebuah pohon. Setelah bersemai, kemudian menjadi parasit yang menempel di cabang pohon. Sebagai parasit, awalnya beringin kecil ini, memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya dari mengisap zat hara dari pohon inangnya. Setelah akarnya tertancap kuat pada inangnya, beringin secara perlahan mulai membangun kekuatan, akar-akar sulurnya tumbuh kebawah dengan merambat dan membelit pohon inangnya, untuk mendapatkan asupan makanan secara langsung dari tanah hutan. Seiring dengan perjalanan waktu, ukuran akar beringinpun semakin besar dan daya cekiknya juga semakin kuat. Kematian pohon inang biasanya disebabkan oleh, (1) belitan akar-akar beringin; (2) terampasnya aliran sumber makanan oleh akar-akar beringin; (3) ternaunginya tajuk pohon inang oleh kerimbunan tajuk beringin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small; line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Pokok Anggur&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;Pohon/pokok anggur seringkali disebutkan bersamaan dengan pohon ara. Ternyata kita dapat menemukan bahwa pokok ara ada di ladang anggur pada Luk 13:6 &quot;Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: &quot;Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya&quot;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;Anggur, &amp;nbsp;tidak selalu dibicarakan secara denotasi, tetapi kadang juga dipakai sebagai gambaran kata. Yesus berkata dalam Yoh 15 &quot;Akulah pokok Anggur yang benar...&quot;. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Tuhan Yesus, pernahkah kita membayangkan tentang pokok anggur?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.200000762939453px; margin-bottom: 0.5em; margin-top: 0.4em; text-indent: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPb6g8x2wcqz79cqiKEpH2YRxmbWkPeQOihyphenhyphen2SoKs3dVrA0QS_BThe4p6prI4GgChIole2uCPURoTWASdzv7gKMDKIH7203ZnbEWWWXK3AcQq8FfjGjmCAKn4cwc4N1Ncbi9hpkC_VoTY/s1600/anggur.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPb6g8x2wcqz79cqiKEpH2YRxmbWkPeQOihyphenhyphen2SoKs3dVrA0QS_BThe4p6prI4GgChIole2uCPURoTWASdzv7gKMDKIH7203ZnbEWWWXK3AcQq8FfjGjmCAKn4cwc4N1Ncbi9hpkC_VoTY/s1600/anggur.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; margin-bottom: 0.5em; margin-top: 0.4em; text-align: center; text-indent: 0px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;
sumber:&amp;nbsp;:http://dunia-buah-buahan.blogspot.com&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.200000762939453px; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;Tanaman anggur dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah, terutama di tepi-tepi pantai, dengan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan. Pohon anggur adalah tanaman yang Tumbuh rendah dan menjalar. Pohonnya tidak terlihat terlalu kokoh, tetapi ia mampu menahan buah-buah anggur yang berat. Tanah yang baik untuk tanaman anggur adalah mengandung pasir, lempung berpasir, subur dan gembur, banyak mengandung humus dan hara yang dibutuhkan. Derajat keasaman tanah yang cocok untuk budidaya anggur adalah 7 (netral).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;Dari data-data di atas mari kita menganalisa tentang berbuah. Konsep berbuah yang di Alkitab yang palig mungkin adalah prinsip berbuah &quot;Pohon Ara&quot; dan &quot;Pohon Anggur&quot;. Jika ditinjau dari segi quantitas berbuah, maka kita bisa belajar dari pohon ara yang selalu berbuah tidak memandang musim. Tetapi secara kualitas, atau bagaimana cara menghasilkan buah, kita dapat belajar dari pohon/ pokok anggur. Daripada kita salah paham, mari kita baca Yohanes 15:1-11 (ITB).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;1 Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.&quot; 9 Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;Jika kita memperhatikan pohon anggur yang mana cabangnya lembut. Jika bagian cabangnya tidak mempunyai buah, maka cabang tersebut mengering. Bagian cabang yang mengering tersebut perlu dibersihkan agar tumbuh lagi cabang baru yang bisa menghasilkan buah. Prinsip pohon yang merambat ini hampir sama seperti pohon timun yang merambat. Bedanya, timun tidak tumbuh pada zaman Yesus dulu. Tanaman yang paling populer, pada zaman itu adalah anggur. Jadi perumpamaan yang dipakai adalah pokok anggur. Dan kesamaan ini hanya untuk prinsip menjalar dan pembersihan cabang-cabangnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;Jadi sudah bisa kita bayangkan, tentang prinsip berbuah ini. Dari pohon ara kita dapat belajar bahwa kita diharapkan unuk selalu berbuah. Dan kita sekarang dapat mengerti mengapa Tuhan Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah, yaitu karena ia tidak menemui destinynya, ia tidak berfungsi sebagaimana seharusnya. Seharusnya seperti namanya &quot;ara&quot; ia harus berbuah terus tanpa mengenal musim, tetapi ia tidak berbuah. Dari pokok anggur kita dapat belajar bahwa kita hanyalah cabang, dan Yesus adalah pokok anggur itu, Bapa pengusahanya. Ketika cabang itu tidak berbuah, berarti cabang itu tidak mengalirkan nutrisi, akibatnya layu, kering dan mati. Memang penting bagi kita untuk terhubung dengan Tuhan Yesus, namun ketika hidup kita tidak memberikan nilai (buah) kepada lingkungan sekitar kita, berarti kita tidak mengalirkan nutrisi dari Kristus itu kepada lingkungan sekitar kita. Akibat dari orang yang tidak mengalirkan nutrisi atau tidak memberi dampak tersebut adalah menjadi layu, kering dan mati. Jika cabang yang mati itu tidak segera disingkirkan maka akan mengganggu pertumbuhan cabang lain yang seharusnya bisa menghasilkan buah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.200000762939453px;&quot;&gt;Apakah prinsip ini dapat masuka akal bagi Saudara? Mari kita tetap berbuah, memberikan dampak bagi lingkungan sekitar kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.200000762939453px; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/02/berbuah.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaj7rSjijvezQwACyLhvG6bMd3U0tYRAGb-MqaXnMZ4KSQk2zlT05tbLZwGumW17cSiHI1BFyjK-Hd00bAp-EXDbrDwK8P__cSg9a81_lnc_j-vGhP2nE9Ozr17M4lVhH7jg2WCTtaL1w/s72-c/Buah+ara.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-501055257975603259</guid><pubDate>Fri, 21 Feb 2014 17:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-24T13:16:05.827+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Activity</category><title>Gerah</title><description>Belakangan ini gw gerah dengan org yg sok rohani. Maaf kan saya temans, saya jg mgkn dianggap sok rohani, tetapi please... Tolong yuk kita berlogika. Berhenti membohongi kristen baru bertobat. Jangan berikan mereka harapan palsu. Kenapa hrs mengatakan hal yg spertinya hebat tetapi sebenarnya membuat org kecewa. Ada pula yg suka memamerkan doanya d sosial media. Sangkin kesalnya saya sering nyeletuk kasih komentar &quot;Tuhan ga punya fb, kenapa berdoa di sini?&quot;. Ada juga orang yg mengajarkan kristen baru dengan segala kelihaian pengetahuan kitab wahyu, akhir zaman sehingga membuat kristen baru menjadi takut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Helooo... Bukankah para pengikut Kristus itu harus digembalakan, diajar tahap demi tahap agar mereka mengerti akan Tuhan dan dekat dengan Tuhan. Kitab Wahyu, Daniel, Yehezkiel memang sulit. Klo gitu cari yg paling mudah. Kejadian, Keluaran, Injil, yg bentuknya cerita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tdk anti dengan org berdoa, saya tdk anti dengan nubuatan, penglihatan, saya tdk anti dengan kotbah pengajaran, saya suka semua itu san saya melakukannya. Saya berdoa sekian waktu. Saya suka kotbah pengajaran yg keras. Tapi jemaat muda perlu makanan yg bisa dicerna dengan pencernaan mereka yg &quot;muda&quot;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya hanya ingin petobat2 baru, atau kristen muda belajar tahap demi tahap. Tdk perlu ditakut-takuti. Tuntun mereka kepada kesadaran untuk mengenal Kristus lebih dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Maafkan saya jika harus berkata &quot;doa tidak mengubah segala hal&quot;, karena memang kita tdk bisa memaksakan kehendak kita kpd Tuhan. Dia Tuhan, kita manusia yg diangkat jadi anak. Kristus, Anak-Nya sendiri rela berbagi warisan dengan kita. Apakah kamu merasa lebih berhak daripada Anak-Nya sendiri? Doa membuat hati tenang, sehingga kita bisa bertindak melakukan hal yg mustahil. Jika kamu mengatakan &quot;doa dapat mengubahkan segala hal&quot;, ketika doamu tdk sesuai dengan kenyataan, sdh pasti kamu akan merengek dan bertanya &quot;mengapa Tuhan?&quot;. Kenapa mau tinggal jadi anak kecil?? Dewasalah!!&lt;br /&gt;
Jadi kristen yg realistis, nginjek bumi, kasih pengaruh baik kpd lingkungan. &lt;br /&gt;
Saya jg merasa aneh denger kotbah ttg waktuNya Tuhan. Maafkan saya Pak Pendeta, ga bermaksud utk menghakimi tapi please... Liat konteks di Pengkotbah 3 itu, apakah lagi biacara ttg waktu Tuhan?? Memang saya mengerti tujuan kotbahnya memaksudkan intervensi Tuhan dalam kehidupan, tetapi kenapa harus kutip Pengkotbah 3:11?? Oh.. Noo..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ga bs membayangkan generasi 5-10 tahun mendatang... Masih ada yg mau baca alkitab?? Atau lebih seneng didongengin dari depan mimbar??&lt;br /&gt;
Ini masih 2 hal. Actually masih byk hal2 aneh lainnya. Ayolahh kita baca alkitab kita. Jangan biarkan berdebu. Coba cek di gadget kita, kapan terakhir buka software alkitab. &lt;br /&gt;Maafkan saya... Hanya hati ini tdk tahan... Hikss. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sent from my BlackBerry®
&lt;br /&gt;powered by Sinyal Kuat INDOSAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/02/gerah.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-4369202437826555648</guid><pubDate>Fri, 21 Feb 2014 08:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-24T13:09:15.869+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Study Alkitab</category><title>Come and See</title><description>&lt;div class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Dalam beberapa hari ini, karena lagi dalam memfasilitasi kelas belajar Alkitab dan ada di dalam group Yohanes, saya memikirkan tiga kata ini &quot;come and see&quot;. Beberapa kali memfasilitasi group Yohanes rasanya dapat ilmu baru terus, selalu dapat yang baru. Dan betapa senangnya ketika mendapat pop up tiga kata ini. Okey, I know ga yang terlalu fenomenal, tapi kita perlu belajar yang detail setelah dapat rangka besarnya. Mari kita melihat detail apa yang kita dapet dari tiga kata penting ini.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ini dari terjemahan AMP, ngutipin kata &quot;come and see&quot; dari seluruh alkitab yang dikanonkan.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Joh 1:39&lt;/b&gt; &amp;nbsp;He said to them, &lt;i&gt;&lt;b&gt;Come and see&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. So they went and saw where He was staying, and they remained with Him that day. It was then about the tenth hour (about four o&#39;clock in the afternoon).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Joh 1:46&lt;/b&gt; &amp;nbsp;Nathanael answered him, [Nazareth!] Can anything good come out of Nazareth? Philip replied, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Come and see&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;!&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Joh 11:34&lt;/b&gt; &amp;nbsp;And He said, Where have you laid him? They said to Him, Lord,&lt;b&gt;&lt;i&gt; come and see&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Php_1:27&lt;/b&gt; &amp;nbsp;Only be sure as citizens so to conduct yourselves [that] your manner of life [will be] worthy of the good news (the Gospel) of Christ, so that whether I [do] &lt;i&gt;&lt;b&gt;come and see&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; you or am absent, I may hear this of you: that you are standing firm in united spirit and purpose, striving side by side and contending with a single mind for the faith of the glad tidings (the Gospel).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Psa_66:5&lt;/b&gt; &amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Come and see&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; the works of God; see how [to save His people He smites their foes; He is] terrible in His doings toward the children of men.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Isa_66:18&lt;/b&gt; &amp;nbsp;For I know their works and their thoughts. And the time is coming when I will gather all nations and tongues, and they will &lt;i&gt;&lt;b&gt;come and see&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; My glory.&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
Saya lebih memfokuskan pembahasan ini dalam kitab Yohanes, sedangkan ayat yang lain hanya pendukungnya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yoh 1:39 ada di dalam cerita Yohanes dan Andreas, kedua murid Yohanes Pembaptis yang disuruh gurunya untuk mengikuti &quot;Anak Domba Allah&quot;. Kata &quot;come and see&quot; ini berawal dari keputusan kedua murid Yohanes Pembaptis yang mengikuti kata-kata gurunya. Tetapi bagaimana mungkin mereka bisa mengikuti kata-kata gurunya? Power apa yang mendorongnya? apakah karena mereka taat dengan perkataan guru (the power of &quot;follow me&quot;)? atau keingintahuan mereka terhadap pribadi &quot;Anak Domba Allah&quot;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita sebelum Yohanes Pembaptis menunjuk &quot;Lihat Anak Domba Allah&quot;, beberapa imam dan orang-orang Lewi datang kepada Yohanes Pembaptis untuk menanyakan tentang Mesias. (Golongan imam saat itu adalah orang Saduki, dan orang Lewi adalah golongan imam pada zaman PL. Sepertinya beberapa orang Lewi itu adalah dari golongan Farisi, pada zaman itu. Orang Saduki hanya percaya kitab Taurat Musa saja. Expektasi mereka terhadap Mesias adalah Mesias sebagai imam besar. Perhatikan jawaban Yohanes di sini, &quot;aku adalah orang yang berseru-seru... seperti yang dikatakan nama Yesaya&quot;. Hanya orang Farisi yang mengerti ini, sementara orang Saduki hanya punya 5 kitab Musa). Pikiran kedua orang murid ini adalah Mesias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian latar belakang Yoh 1:46 (di ITB nya ayat 47), Setelah Andreas bertemu &quot;diterima&quot; oleh Yesus di rumah-Nya, kemudian Andreas menceritakan tentang Mesias kepada Simon, saudaranya. Kemudian dari Nazaret, Yesus ke Gallilea (ntah sebelah mananya Galilea, kemungkinan ibukotanya, karena Nazaret juga ada di Galilea) untuk mencari Filipus. Filipus hanya menerima pesan &quot;Ikutlah Aku&quot;. Tidak diceritakan bagaimana mungkin Yesus bisa mencari Filipus, apakah karena Andreas yang sekampung dengan Filipus menceritakan tentang Filipus kepada Yesus. Tetapi sudah pasti ada the power of &quot;follow me&quot; yang mendorong Filipus mengikuti Yesus. Setelah Filipus percaya atau yakin dengan Yesus, kemudian ia berkata kepada Natanael &quot;come and see&quot;. Kemudian Yesus mendatangi sendiri Natanael agar Natanael bertemu Yesus sendiri. Sama seperti Simon yang mengenal Yesus melalui Andreas, kemudian Yesus menemui Simon secara langsung dan mengubah nama Simon menjadi Kefas. Simon artinya alang-alang (tidak punya pendirian), kemudian diubah menjadi petros (= kefas dalam bahasa Ibrani) yang berarti batu kecil (bukan &#39;petra&#39; yang punya arti batu besar), batu itu kokoh sehingga bisa dikatakan artinya berpendirian).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Yesus bertemu dengan Natanael, ia sedang berada di bawah pohon ara. Biasanya orang Yahudi berdoa di bawah pohon ara. Mereka biasanya berdoa tentang kedatangan Mesias. Makanya waktu Yesus bilang ke Natanael &quot;Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara&quot;, perkataan inilah yang membuat Natanael percaya seketika sehingga ia dapat berkata, &quot;Rabi, Engkau anak Allah, engkau Raja orang Israel&quot;. karena bagi Natanael, kedatangan Yesus di sini adalah jawaban doanya di bawah pohon ara. Bayangkan sebelum Yesus bertemu secara fisik dengan Natanael, Yesus sudah bertemu dengan Natanael didalam doa. (Nama Natanael tidak ada dalam deretan 12 murid, ya... memang dengan Natanael memang tidak ada, bagaimana jika ia pakai nama Bartolomeus? Natanael dan Bartolomeus adalah orang yang sama).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada lagi tuh hal menarik, Yesus menyebut Natanael adalah orang Israel sejati yang tidak mungkin menipu. Dan di akhir Yohanes 1, Yesus mengatakan bahwa &quot;kamu akan melihat langit terbuka dan malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia&quot;. Sementara kita tau bahwa yang pernah liat malaikat naik turun itu adalah Yakub. yakub artinya penipu. jadi seolah Yesus bilang Yakub si penipu itu aja bisa lihat malaikat naik turun, apalagi kamu Israel sejati. Selain itu nama Natanael sebagai Bartolomeus pun hanya ada di daftar murid Yesus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum artikel ini ntah kemana-mana, mari kita kembali.... [ke jalan yang benar]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari 2 ayat yang kita bahas dari Injil Yohanes, kita bisa melihat ketika Yesus mengatakan &quot;come and see&quot;, berarti juga Yesus membuka diri mengijinkan lawan bicaranya itu untuk masuk ke dalam kehidupannya. dapat kita buktikan juga pada Yoh 11:34 Marta mengijinkan Yesus agar Yesus masuk dalam permasalahannya. Kata &quot;come and see&quot; ini seperti membuka pintu kehidupannya dan mengijinkan orang lain untuk menikmatinya. Jika Yesus yang mengatakan &quot;come and see&quot; berarti Yesus sedang mengatakan &quot;mari masuk, yuuukkk ke rumahku, semua yang kamu butuhkan ada di sini&quot;, sehingga keluar dari rumahnya rasa sukacita, kayak baru keluar dari istana raja, yang diijinkan untuk makan apa aja, menikmati semua fasilitas yang ada di situ, dan mengajak orang lain untuk merasakannya juga &quot;come and see&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ada yang aneh di sini... dari antara yang langsung ditemui Yesus langsung, hanya &amp;nbsp;2 orang yang jadi inner cirle murid Yesus: Simon Petrus, dan Yohanes. Kemana Filipus?? Kemana Natanael (Bartolomeus)?? Kemana Andreas?? [untuk hal ini ane ga tau jawabannye gan... ane masih belajar].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Btw, ketika alkitab mengatakan &quot;murid-murid Yesus&quot;, kita harus dapat memetakannya:&lt;br /&gt;
1. ada 3 orang inner circle: Simon Petrus, Yohanes, Yakobus&lt;br /&gt;
3. ada 9 orang (12 orang - 3 orang) dari 12 murid&lt;br /&gt;
3. ada 70 murid (Luk 10:1)&lt;br /&gt;
4. murid-murid yang datang dan pergi, bisa 5000 orang, bisa lebih, kayak orang Farisi, Saduki, dll. Intinya orang-orang lain (termasuk kita sekarang) di luar dari 70 orang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artikel ini sepertinya panjang (supaya keren doang... hahaha)... sebenarnya pesan singkat dari artikel ini adalah Yesus sedang mengundang kita untuk datang dan melihat sendiri kemuliaan-Nya, tanpa perantaraan orang lain. Ia ingin memperkenalkan pribadi-Nya sendiri. Walaupun awalnya kita mengenal Yesus dari orang lain, tetapi Ia sendiri membuka diri agar kita dapat mengenal-Nya secara pribadi. Ia sedang membuka diri &quot;come and see&quot;. Ia ingin agar kita merasakan kehadiran-Nya dimanapun kita berada. Merasakan kehadiran-Nya dalam hidup kita, kita tau dengan istilah IMMANUEL, tetapi kita harus tau konsep Immanuel di Yes 6-9, Immanuel bukan hanya berarti kita senang karena Yesus ada dan kita dapat melakukan apa saja, tetapi karena ada Yesus beserta kita maka kita harus hidup sesuai kehendak-Nya, jangan hidup seenaknya, kita harus jaga integritas sebagai anggota kerajaan Allah. Kita harus jaga integritas sebagai anak Raja. Ga mudah, tetapi karena ada Roh Kudus, menjadikan hal itu menjadi mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal lainnya dari pesan di atas adalah ini seperti prinsip penyerahan tongkat estafet kepada next generation. Mari kita melihat bagaimana pola Yesus ketika memanggil beberapa murid di Yohanes 1 ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus -- Yohanes&lt;br /&gt;
Yesus -- Andreas -- Simon Petrus&lt;br /&gt;
Yesus -- Simon Petrus&lt;br /&gt;
Yesus -- Filipus -- Natanael&lt;br /&gt;
Yesus -- Natanael&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama Yohanes menganjurkan kedua muridnya, Yohanes dan Andreas, untuk mengikut Yesus, &quot;Lihatlah Anak Domba Allah&quot;. Mereka mengikuti Yesus dengan bertanya-tanya dalam hati. Kemudian Yesus mengundang Yohanes dan Andreas ke rumah-Nya, dan Ia mengatakan &quot;come and see&quot;. Kemudian ketika Andreas pulang ke rumahnya, ia buru-buru mencari Simon dan menceritakan &quot;kami sudah bertemu Mesias&quot;. Di antara percaya ga percaya, Simon dibawa kepada Yesus. Yesus mengubah namanya yang &quot;alang-alang&quot; menjadi batu kecil (petros = stone). Besoknya Yesus mencari Filipus dan mengatakan &quot;ikutlah Aku!&quot;. Filipus bertemu dengan Natanael kemudian ia berkata &quot;come and see&quot; Tidak lama Yesus langsung menyatakan diri-Nya kepada Natanael. Dari kelima murid ini, 2 menjadi murid yang paling dekat dengan Yesus, 3 lainnya tergolong sebagai 12 murid saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang menarik? Andreas dan Filipus cepat untuk percaya, dan segera &quot;memuridkan&quot; orang lain. mereka sudah masuk dan merasakan hadirat dari Mesias, kemudian baru menceritakan kepada orang lain. Apa yang mereka terima, mereka bagikan juga kepada orang lain. Yohanes dan Simon Petrus mungkin membutuhkan waktu untuk dapat percaya. [Mungkin itu yang menjadi sebab mereka dibawa lebih dekat (menjadi 3 murid terdekat), supaya kepercayaan mereka tentang ke-Mesias-an Yesus menjadi kokoh. (akhh.. ini hanya hipotesis, ane blm bisa buktiin)]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Yoh 6 juga, kita bisa melihat Yesus ingin mengetahui seberapa percaya Filipus terhadap Yesus. Tetapi justru Andreas yang mengambil tindakan, walaupun sebenarnya kepercayaannya juga masih belum kokoh, &lt;i&gt;&quot;di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak itu?&quot;.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan Yesus ingin agar setiap orang yang sudah percaya kepada-Nya tetap percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungannya dengan &quot;prinsip tongkat estafet&quot; adalah kita bisa mengajarkan kepada orang lain tentang apa yang kita percaya hanya jika kita benar-benar &amp;nbsp;mengalami, telah merasakan bertemu dengan Dia secara pribadi dan melihat betapa Dia luar biasa yang tidak dapat &amp;nbsp;diungkapkan kata-kata. Pelajaran penting lainnya, &quot;dapatkan sebanyak mungkin pelajaran berharga dari guru-guru kita, leaders kita, dari orang-orang yg kita hormati, kemudian lakukan nasehat-nasehat yang mereka berikan, kemudian bagikan kepada orang lain&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin kita bukan bagian &quot;3 murid yang paling dekat&quot; kepada pemimpin-pemimpin kita, guru-guru kita, mentor kita. Mungkin kita hanya bagian dari yang 5000 orang. Jika kita mempunyai hati dan mengasihi Tuhan maka pastilah kita rela belajar baik-baik dari mentor, pemimpin, guru kita, kemudian melakukan nasehat-nasehat merekas, kemudian membagikan kepada 5000 berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luar biasa bukan? :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/02/come-and-see.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-4418845124579853735</guid><pubDate>Fri, 07 Feb 2014 17:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-08T00:11:45.438+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Activity</category><title>Be Angry! and..</title><description>&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
I called it Arcturus. Gugusan-gugusan yang menertawakan dan menari di atas kesederhanaan. Mengapa mereka tidak bisa berhenti, mengapa. Wahai... tembok abu yang tinggi. Ya.. engkau memang akan semakin tinggi tetapi akan semakin sendiri.&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih baik diam. Oh no... Aku ga bisa mengatakan apa-apa. *Belajar untuk mengendalikan diri*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya ga terima diperlakukan begini. Sakit hati, marah, tetapi... Ya kata &quot;tetapi&quot; itu dah pasti arti sebaliknya. Selalu ada kata &quot;tetapi&quot; dalam keadaan yang tidak menyenangkan. Keadaan tidak selalu baik. Perasaan tidak selalu dimanja oleh situasi, tetapi keputusan yang didorong oleh kehendak harusnya melebihi perasaan. Jika perasaan yang mengatur hidup kita, maka tempatnya ada di bagian paling atas dari tubuh manusia. That&#39;s why otak ada di bagian paling atas, di situ juga tempat berlogika.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu. (&lt;/i&gt;Efesus 4:26 ITB)&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;BE ANGRY&lt;/b&gt;, AND yet DO NOT SIN ; do not let the sun go down on your anger, (&lt;/i&gt;Eph 4:26 NASB)&lt;/blockquote&gt;
Minggu lalu di siaran Radio Heartline 100.6 FM, kami bicara soal &quot;marah&quot;. Well, sebenarnya ga bermaksud untuk membahas itu lebih dalam, hanya untuk menyinggung sedikit saja, karena kan topik saat itu Efesus 4:16-32. Hmm... memang tidak seenak membicarakannya saat kita ada dalam situasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita bahas sedikit saja. Beberapa terjemahan yang harfiah seperti KJV, NASB, menuliskan &quot;Marahlah... dan jangan berbuat dosa&quot;. Artinya kita memang boleh marah. Bukan sekadar boleh marah tetapi disuruh marah, saat memang harus marah. Kita tidak boleh menahan-nahan kemarahan sehingga menumpuknya menjadi kepahitan. Hanya dua pilihannya, pertama lepaskan pengampunan dan berdamai atau yang kedua sok cool, menahan amarah, tetapi juga menimbun kepahitan. Akibatnya kita akan membenci lebih dalam. Iblis senang dengan orang yang terperangkap dalam kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya hanya menasehatkan teman-teman muda, &quot;jangan pernah tidur dalam keadaan marah&quot;. Ada ayat yang mengatakan &quot;Tuhan memberkati kita saat kita tidur&quot;, tetapi ada juga ayat yang mengatakan saat kita tidur, ada juga yang menaburkan benih yang jahat. Jadi saat seseorang tidur dalam kemarahan, benih jahat yang ditaburkan mendapat tanah yang subur. Bisa saja benih jahat ditaburkan saat tidur, tetapi kalau ia tidak bertemu dengan tanah yang subur, maka benih itu tidak akan bertumbuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa tahun lalu saya pernah berkomitmen untuk ga marah, hmm.. hanya berhasil selama 2 tahun saja, dan akhirnya pecah juga kemarahan itu.. haha. Mulai dari saat itulah saya belajar bahwa marah itu perlu juga ya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa perlunya marah? Sebenarnya marah adalah luapan emosi akibat kekesalan, atau bisa juga untuk memperingati orang. Jika kita menyimpan amarah kita ketika seharusnya memang kita marah, akibatnya anggota tubuh Kristus lain menganggap kita baik-baik saja, padahal kita sedang marah dengan dia. Akibatnya ada &quot;jembatan&quot; yang terputus. pastinya ktia berusaha menjauhkan diri kepada orang yang mengesalkan kita itu. Akibat pastinya adalah tubuh Kristus tidak berfungsi dengan baik. It&#39;s bad friends. Padahal tujuan hidup kita kan untuk memenuhi rencana Tuhan. Rencana Tuhan itu pengen klo tubuh-Nya itu berfungsi dengan baik di bumi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Marah di sini bukan berarti teriak-teriak ga karuan. Meluapkan emosi sejadi-jadinya. Ya ga gitu juga kalee. Saya pernah menulis ini di twitter saya... (saya ingat-ingat dulu yaa... so tua lei), &quot;ketika kita marah, orang yang dimarahi itu harus tau tujuan kita marah. Jika mereka tidak mengerti, maka berhenti saja, karena ga guna&quot;. Jadi marah itu bukan hanya untuk meluapkan emosi yang terperangkap, tetapi juga menyampaikan maksud, agar apa yang kita kerjakan bisa berjalan seperti seharusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya itu saja cerita singkat tentang siaran radio dengan topik &quot;marah&quot;. Yups.. kurang heroik sehh. Dan terlihat kurang rohani ya. Koq ada sih orang yang nyuruh &quot;marah&quot;. Ya.. silahkan lanjutkan ayatnya &quot;..dan jangan berbuat dosa&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemaren, rasanya gw tuh esmosi begete deh. Gw rasanya dicurangi abis. Kesal, pengen meledak. Memang gw ga langsung menyampaikan rasa marah itu ke orang tersebut. Hampir juga terperangkap dalam emosi kemarahan itu. Gw hanya bisa bilang ke Tuhan, &quot;Tuhan gw kesal... marah.. kenapa begini.. kenapa begitu..&quot;. You know... doa gw isinya marah2 aja. Tapi thanks God, Tuhan ga mengkotbahi gw dengan segala Firman-Nya yang sudah tertulis. Dia menerima semua keluhan-keluhanku aja. Pffiiuuhh... bersyukur banget punya Tuhan yang sabar banget dan penuh pengertian. Ada ruang kemarahan yang tersedia, tanpa harus dihakimi. Akhirnya gw diem sendiri. Dan mulai klak klik handphone gw yg lumayan smart. Liat-liat fb orang, dan berhenti pada satu status fb kira-kira isinya gini &quot;masalah terbesar sebenarnya bukan masalah itu, tetapi bagaimana kita meresponinya&quot;. Ya... gw juga pernah nulis ttg hal itu, dan sekarang diingatkan lagi. Trus gw uraikan lagi masalah yang buat gw marah... deuhh... klo dipikir-pikir ga masalah-masalah banget sih. Tapi karena gw merasa orang ini menusuk gw lah, apalah.. merendahkan gw lahh... nah.. di situlah masalah itu jadi gede.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang-kadang perlakuan jahat yang dilakukan orang yang dekat dengan kita membuat kita merasa lebih sakit daripada yang dilakukan orang yang jauh dengan kita. seperti yang dikatakan dalam Efesus 4:30 ITB &quot;&lt;i&gt;Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan&quot;&lt;/i&gt;. Roh Kudus berduka karena yang mendukakanNya itu dekat denganNya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So.. apa yang saya lakukan dengan kemarahan saya tadi? Saya melepaskan pengampunan saja. Saya memang ga mau sok rohani, tetapi ini yang saya lakukan, saya melepaskan pengampunan. Terlepas dari apapun yang orang lain lakukan terhadap saya. Saya terbebas. Respon &quot;marah&quot; itu tidak terperangkap dalam hati saya lagi. Tadinya memang saya mau marah ke orang tersebut langsung, karena secara.. gw yang bener. Gw punya bukti. Tetapi gw inget-inget nih... Yesus aja, Sang Benar, tidak mempertahankan kebenaran itu, toh Ia rela mati di kayu salib demi orang yang ga benar itu. Dan saya juga mengingat bahwa saya belum mampu mengontrol emosi saya, ya.. saya datang saja ke Tuhan dan mengungkapkan semuanya kekesalan saya. Dalam waktu yang sama juga saya minta Tuhan ajarkan saya bagaimana melepaskan kemarahan agar ga terjadi berantakan. Saya juga minta ke Tuhan agar memberikan saya jalan keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well... saya memang belum melakukannya dengan empurna, aniway.. I&#39;m doing good, right? haha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam ini, yang masih nyimpen kemarahan, jangan bobo dulu yaa... selesaikan dulu kemarahan itu. Jangan berikan lahan subur bagi benih yang jahat untuk tumbuh subur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, &lt;b&gt;tetapi engkau harus berkuasa atasnya&lt;/b&gt;.&quot; &lt;/i&gt;Kejadian 4:7 ITB.&lt;/blockquote&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/02/be-angry-and.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-2194516786043709067</guid><pubDate>Fri, 31 Jan 2014 17:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-01T00:53:45.757+07:00</atom:updated><title>&quot;What you want in family?&quot;</title><description>*hanya cerita-cerita&lt;p&gt;Sepertinya nge-gym hari ini terlalu berat, pinggangku rasa mau copot. Padahal hanya 1,5 jam sahaja. Haha... Apa kabar my cyber friends. Gong xi fat choi. &lt;p&gt;Spt biasa, saat nge-gym telinga ini selalu disumpel dgn earphone. Membiasakan diri denger org bule ngomong. If you know me.. Bahasa Inggris gw payah bgt, ngarepnya dengerin org bule ngomong inggris, inggris gw bs better lah. Paling ga breakthru utk thn 2013 gw dah bs ngertiin 80% dari apa yg org bule ngomongin. Lumayanlah ada peningkatan 20-30% dari thn sblmnya.. Haha.. *Bangga lagi*. &lt;p&gt;Tadi itu gw dengerin seseorg yg bicara soal humility. He said humility is dependent, confidence is independent from God. Beliau bercerita tentang kerendahan hati Yesus yg mau ikut ibunya ke pesta Kana. Hmm.. Gw berpikir iya juga ya, pria umur 30 tahun mau menemani ibu ke pesta. Do you know what a big fear of 30 years old single man when he go to the feast? Hmmm... Mungkin Saudara sudah tau dan jika saudara adalah salah satu dari pria sinle itu, sdh mulai ketakutan. Yuupp.. Ketakutan akan satu pertanyaan aneh &amp;quot;Kapan..??&amp;quot;. Klo yg nanya adalah ibu2 tua, pengen ngejawab &amp;quot;ee.. Iyaa... Tante kapaaann...?&amp;quot;. Tentu saja kedua pertanyaan &amp;quot;kapan&amp;quot; itu punya maksud yg berbeda. &amp;quot;Kapan&amp;quot; yg pertama nanya &amp;quot;kapan nikah, kenapa masih single, anak tante aja dah punya anak 2, kamu kapan nyusul&amp;quot; *kepo*. Sedangkan &amp;quot;kapan&amp;quot; kedua, jawaban kesal &amp;quot;kapan nyusul yg dah brgkt ke alam lain&amp;quot;. &lt;p&gt;Gw jadi ngebayangin dan bertanya mengapa Yesus mau diajak ke pesta itu, bersama dgn Maria, ibuNya. Saat itu Ia adalah seorg pria dewasa yg bs menolak, atau mempunyai keputusan sendiri. Bokap gw pernah ngeluh krn anak2nya ga da lg mau diajak ke pesta menemaninya. Di pesta nikah memang byk pilihan makanan yg enak2. Tapi klo yg namanya pesta kawin, selain menyuguhkan makanan enak, ada juga prosesi2 yg panjang dan menyebalkan. Apalagi di daerah, sdh pasti ada acara adat dari pasangan yg menikah dan ada juga speech yg kita ga ngerti. Itu menyiksa!&lt;p&gt;Yesus merendahkan hatiNya dan mau jadi &amp;quot;anak mami&amp;quot;. Karena kerendahan hatiNya itu maka kita dpt menyaksikan kepedulian Allah Bapa pada lembaga pernikahan. Walaupun tertulis bahwa belum waktunya Yesus melakukan mujizat, tetapi krn kerendahan hatiNya dan kepedulianNya sehingga Bapa mau mengijinkan Yesus utk melakukan mujizat di pernikahan. Saya tdk mau berspekulasi apa jadinya jika Yesus tdk mau melakukan mujizatNya di pernikahan di Kana. Apakah mujizat pertama tetap terjadi di pernikahan atau dmn. Hal yg saya yakini adalah Yesus mengasihi manusia, shg Ia mau mati utk manusia yg menolakNya. Seringkali kita dengar Yoh 3:16 menyebutkan Allah Bapa mengasihi dunia. No.. &amp;quot;Dunia&amp;quot; selalu identik hal jahat. Ketika Yesus diliputi oleh dosa &amp;quot;dunia&amp;quot;, Allah Bapa memalingkan muka thdNya dan meninggalkanNya. Artinya Bapa tdk bs bersentuhan dgn &amp;quot;dunia&amp;quot; krn dosa. Hal yg benar adalah Yesus mengasihi dunia, maka Allah Bapa mau mengasihi dunia, melalui Yesus. Oleh sebab itu perlu bersatu dengan Yesus agar dpt bertemu dgn Allah Bapa. Ketika Bapa memalingkan wajahNya thd manusia, tetapi manusia itu mau bersatu dgn Kristus Yesus, maka Bapa tdk lagi melihat dosa manusia tsb, tetapi melihat kesempurnaan Yesus sehingga membenarkan (sanctification n glorified) dan menerima manusia tersebut. &lt;p&gt;Okey.. Sebenarnya saya bukan mau membahas ttg humility. Ketika saya mendengarkan preaching ttg humility ada hal yg menarik perhatian saya. The preacher menyebutkan Yesus hidup di kondisi dan tempat yg ngga banget, yg ga menyenangkan, seperti Ia ditolak oleh saudara2Nya, anak2 ibuNya. Mereka memang bukan satu ayah, tetapi paling ga satu ibu. Jadi mereka saudara tiri. Mereka tdk menerima Yesus. Perkataan ini membawa saya untuk berpikir bahwa &amp;quot;hal apa yg paling kita inginkan ketika kita ada dalam keluarga?&amp;quot;. &lt;p&gt;Hal yg membuat saya ada di kota ini adalah karena perkataan seseorg yg saya hormati, he just said &amp;quot;**** is home&amp;quot;. Dan yg membuat saya bs ngomong di depan umum adalah perkataan &amp;quot;go make a mistake&amp;quot;. Dan yg membuat kami kuat adalah tepukan pundak dari seorg pemimpin dan dukungan doa dari beliau. Dan hal yg membuat saya berkembang adalah org2 sekeliling saya yg menerima saya seperti seadanya saya. I meant saya bs mengeluarkan semua potensi saya semaksimal mungkin. Ketika seorg pemimpin mengatakan &amp;quot;go make a mistake&amp;quot;, memberikan saya ijin utk bebas melakukan apa aja yg saya mau, namun dlm hati saya berjanji tdk akan mengecewakan beliau. Pada akhirnya saya mengerti, walaupun saya menganggap diri sdh melakukan yg terbaik, ternyata bagi beliau msh jauuuuhh dari sempurna, dan saya mengerti bahwa beliau mengijinkan ketidak sempurnaan versi beliau, bagi beliau saya pasti melakukan mistake. Haha. Ketika seorg yg saya hormati mengatakan &amp;quot;**** is home&amp;quot; membuat saya nyaman, ohh.. Ada toh rumah bagi saya. Rumah artinya ada tempat pulang dari semua kesuksesan ataupun kegagalan. Rumah adalah tempat utk salah, utk dipuji, utk memulai segala sesuatu, utk menelurkan ide, utk belajar, utk dimentori, dimarahi, diangkat lagi. Mgkn beliau yg mengatakan hal ini sdh lupa. Lupa dgn perkataannya yg membangkit semangat seorg gw yg ga mikir lagi utk ada di &amp;quot;rumah&amp;quot; atau dmn whatever. Bisa saja beliau tdk mengingat gw sama sekali. It&amp;#39;s ok. But.. Ketaatan beliau kpd Tuhan, memberi contoh dan teladan. &lt;p&gt;Saat kami lagi down, ada seorg pemimpin yg menepuk pundak dan menyebut nama, bersedia mendoakan, *agak lebay neh* tapi itu sgt berarti bagi org2 yg lg down *gile mau nangis neh nyeritainnye, ga sanggup gw ngelanjutin ceritanye*. Ketahuilah saudara2, saya bkn org yg gampang nangis. &lt;p&gt;Mungkin saya begitu buruk menyampaikan hal ini shg pembaca tdk mengerti mksdnya. Mksd saya menceritakan ini adalah alangkah bahagianya kita menjadi diri kita sendiri di antara org2 sekeliling kita. Ketika kita di rumah, ayah kita mengakui kita sebagai ahli IT, atau saudara laki2 kita mengakui kita sebagai teknisi, atau sbg negosiator ulung, dsb. Tetapi bayangkan... Yesus ditolak oleh keluargaNya. Ia tdk dapat melakukan mujizat apapun di Nazaret. Itu menyakitkan bro. Saat akan pergi ke suatu pesta, Yesus tdk bs pergi bersama-sama dgn saudara2Nya, Ia harus pergi sendiri secara diam2. Itu menyakitkan bro. Terasing di dalam rumah sendiri. Bisa dibayangkan ketika Yesus pulang dari pantai, atau setelah berkeliling Galilea seharian atau setelah berhari-hari baru plg, tidak ada yg menyambutNya. Tdk ada yg membuatkanNya kopi atau teh atau apalah namanya itu minuman khas Timur Tengah. (Upss... Mgkn klo Maria ga lagi arisan bersama Elisabet sepupunya, mgkn ia akan membuatkan kopi utk Yesus. Tentu saja, krn saudara2 perempuan Yesus sedang berkumpul bersama dgn org Yahudi lainnya, mgkn lagi membahas kitab Yesaya). Bahkan ketika Yesus plg membawa dua murid Yohanes Pembaptis yg bakal jadi muridNya, plg ke rumah. Adakah yg menanyai mereka? Bgmn wibawa Yesus ketika membawa plg tamu dan tdk ada yg menanyai mrk, tdk ada yg menyambut mereka. Semoga saja Maria ada di sana sehingga Yesus tdk perlu malu thd kedua temanNya yg dtg ke rmhNya itu. (Well... Ini hanya skenario yg saya bayangkan, membuat kata2 yg tertulis di Alkitab menjadi lebih hidup dan nyata. Jika Saudara2 tdk setuju, I don&amp;#39;t mind). &lt;p&gt;Hal yg paling menyenangkan di dalam hidup adalah kita bisa menjadi diri sendiri. Saat kita menjadi diri sendiri, ada yg mendukung. Hmm.. Itu benar2 di bumi seperti d sorga ya. Walaupun telah menikah, kebebasan utk menjadi diri sendiri, akan melebarkan/ meluaskan hati utk dpt mengasihi pasangan, shg kebahagiaan RT dpt tercapai. Intinya saat kita menjadi diri sendiri, hati jadi senang, jiwa pun terasa bebas utk dpt melakukan apa saja dgn maximal. &lt;p&gt;Saudara/i, mari kita renungkan seberapa sering kita mempersilahkan Yesus menjadi Tuhan dlm hidup kita. Ya tentu saja kita sbg org Kristen telah mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tetapi bgmn dlm keseharian kita. Apakah kita mengatur Yesus utk melakukan segala sesuatu sesuai dgn jadwal kita, atau menyesuaikan jadwal kita dgn kehendak Tuhan. Alkitab mengajarkan kita confidence tetapi menyeimbangkannya dgn humility shg setelah kita mengenal diri kita, kita juga mau menaklukkan diri di bawah tangan Tuhan. &lt;p&gt;Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita bersatu dengan Kristus, sehingga kita sdh masuk dlm &amp;quot;rumah-Nya&amp;quot;, walaupun tubuh kita masih di bumi. Di bumi ini kita masuk dlm satu komunitas yaitu gereja. Gereja seharusnya menjadi rumah utk kita bs &amp;quot;makan&amp;quot; bersama (communion), bersekutu bersama, ketawa bareng, sedih bareng. Gereja adalah sarana tubuh Kristus dpt bersatu, dibangun. Gereja adalah tempat kita bisa &amp;quot;pulang&amp;quot;. Di sana kita bersatu dgn org2 lain yg bersatu dgn Kristus. Bisa saja diantara mereka yg masih suka nyolot, atau terlalu pintar, atau yg ga ramah kyk saya (haha... Maaf atas ketidakramahannya.. Saya lg blajar utk jd ramah), ada juga yg penuh kasih, suka menolong. Marilah kita sebagai gereja dpt menerima Yesus seperti adanya Dia, sebagai Tuhan, sehingga Ia bebas melakukan apa saja. Ia bebas menyusun batu demi batu. Ntah saya ditempatkan di sebelah batu yg suka menolong, baik hati, pintar dan suka berbagi *ngarep*.  Ntah sodara ditempatkan di sebelah batu yg agak krg pintar, suka nyolot, suka marah, ga mau diatur (maaf ya... Batu yg baik2 ada di sebelah saya.. Hehe). Biarkan Tuhan Yesus melakukan apa saja sesuai kehendakNya di rumahNya.        &lt;br&gt;Ketika kita Yesus diperlakukan sebagai Tuhan, maka mujizat demi mujizat pun akan terjadi. Mari kita menjadikan Yesus sebagai Tuhan, sebagaimana Ia kehendaki, sehingga kita kecipratan mendapatkan segala sesuatu yg baik. &lt;p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sent from my BlackBerry&amp;#174;&lt;br&gt;powered by Sinyal Kuat INDOSAT</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/02/what-you-want-in-family.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-3192066778040346144</guid><pubDate>Sat, 18 Jan 2014 16:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-18T23:08:47.025+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Activity</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel</category><title>Generasi Baru</title><description>*artikel ini hanya diary hari ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengisi malam minggu dengan mengetik sebuah artikel. Sebenarnya badan ini lelah, ngantuk, kepala pusing tapi rasanya kekuatan masih ada, mau dikemanakan adrenalin yg berlebih ini klo ga mengerjakan sesuatu yang disukai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini sangat luar biasa. Rasanya puas bisa berbagi dengan anak-anak sekolah. Bangun kepagian, membangunkan alrm yang jam 4an itu. Kemudian cerita ini dimulai....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami memberikan training leadership di satu sekolah internasional, dan saya nyempil menggantikan beberapa teman yang ga bisa keluar rumah karena kebanjiran. Pengalaman yg luar biasa. Memang bagi sebagian orang bukan sesuatu yang luar biasa banget tetapi bagiku pengalaman ini luar biasa. Dengan latar belakangku yang pelit bicara di depan public, hari ini jadi pribadi yang berbeda dari biasanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya kebagian di &quot;Post Pancasila&quot;. Bukan post yang membuat &quot;wow&quot;, saat mendengarnya. Tugas anak-anak hanya menyusun kata-kata yang dipotong2 menjadi susunan butir-butir pancasila. Hmm... ga nyangka klo mereka bias menyelesaikannya hanya dalam waktu 2-3 menit saja. Kemudian kami berdiskusi tentang Pancasila. Jawaban dari anak-anak SMU yang ga pernah disangka-sangka. Sebelumnya kami mendengar bahwa biasanya anak-anak internasional mempunyai semangat nasionalisme yang payah banget. Tetapi di sini kami dapat menyaksikan mereka punya semangat nasionalisme yang lumayan okey. Dari mulut anak-anak muda ini (*perasaan dah tua), saya bias mendengar opini mereka tentang negeri ini. Karena waktu masih tersisa banyak, sementara permainan sebenarnya sudah berakhir, maka saya pun berimprovisasi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan provokasi kepada mereka. Tujuan saya hanya mengajak mereka berpikir. Misalnya &quot;apa yang ingin kamu sampaikan kepada Pak&amp;nbsp;Jokowi klo kamu bertemu dengan beliau?&quot;. Jawaban-jawaban simple yang mereka lontarkan &quot;Pak terima kasih&quot;, atau ada juga yang bilang &quot;Pak tolong dong kemacetannya dikurangi&quot;. Kemudian saya tanya lagi &quot;kamu punya ide apa untuk mengurangi kemacetan?&quot;. Ada jawaban yang sangat bagus &quot;pengguna mobil dikurangi, harga mobil dimahalin, trus pada naik bus aja&quot;. Trus saya tanya kepada seluruh peserta yang ada di dalam grup (1 grup 10 orang), &quot;emangnya kamu mau pergi ke sekolah naik bus?&quot;. Haha... 80% menjawab &quot;mau&quot;. Wow.... luar biasa kan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang provokatif untuk mengajak mereka berpikir, tentang banjir, korupsi, dunia, dll. Dari jawaban mereka membuat saya belajar dan berefleksi diri. Anak muda butuh teman untuk berpikir. Mereka sangat suka untuk diajak berpikir oleh orang dewasa. Mereka hanya butuh dianggap dewasa, mereka ingin didengerin aja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamis lalu, ketika komsel, ada pertanyaan yang bagus dari seorang teman &quot;siapa sih next generation&amp;nbsp;itu?&quot;. Sebelum pertanyaan itu dilontarkan, kami sudah berdiskusi tentang apa yang kita lakukan sehari-hari yang berdampak bagi the next generation. Menurut saya next generation adalah generasi yang akan menggantikan posisi kita nantinya. Well mungkin saudara ga setuju dengan saya, it&#39;s ok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga hari lalu saya merayakan 11 tahun datangnya saya ke kota ini (haha.. ga penting ya). Pesen gembala saya sebelum pergi &quot;tetap ke gereja ya&quot;. Tetapi sebelumnya beliau bilang, klo mau pergi harus siapin dulu orang pengganti kamu sebelum kamu pergi. Artinya saya harus nyiapin pengganti saya sebelum pergi. Well... saya termasuk orang yg ga berhasil mempersiapkan secara langsung pengganti saya. Paling ga saya berhasil mempromosikan beberapa orang untuk &quot;naik&quot;&amp;nbsp; supaya mereka bisa lebih gila lagi dalam berprestasi. Intinya saya berhasil mempromosikan mereka (di kota asal saya) agar saya juga bisa mengejar mimpi saya. So... paling ga di kota asal saya, saya telah melihat&amp;nbsp;my next generation (in music, banner dance, dll), bahkan mereka bisa lebih baik dari saya, membuat saya bahagia. apakah dengan demikian saya mendapat penghargaan, I don&#39;t care. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita melihat dunia, sekeliling, semua sedang sibuk mempersiapkan generasi baru, tunas muda. Lihat saja di tv. Mari kita membantu generasi di atas kita agar hikmat mereka bisa tersalur (dan tetap hidup) di generasi berikutnya. Jangan pernah takut kehilagan ide, jangan pernah takut kehilangan power. Justru&amp;nbsp; ketika kita merasa kehilangan power, segera... sesegera mungkin membangun generasi yang melanjutkan power itu. Dengan membangun generasi baru, mereka akan menghormati kita, sehingga power itu tetap ada. Hal yang saya titipkan kepada teman-teman anak-anak SMU, saya katakan &quot;kita orang muda harus mengembangkan kreatifitas kita&quot;.&amp;nbsp; Karena saya selalu belajar kreatifitas dari orang muda, dan belajar hikmat dari orang tua. Saya sering mengamati bagaimana kreatifnya anak2 belasantahun ini. Makanya saya sangat bersemangat ketika diajak untuk memfasilitasi anak SMU.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya adalah produk &quot;generasi baru&quot; dari generasi sebelum saya. Saya sangat berterima kasih kepada mereka yang ga menolak saya ketika saya datang ke beliau-beliau dan saya katakan saya mau belajar. Sampe sekarang pun ada generasi sebelum saya yang mau ditanya, mau mementori, dengan senang hati berbagi ilmu. Kamsia bapa-bapa katua. hehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ok deh... saya hanya ingin bilang please... kiranya kita tidak menolak the next generation yang sksd (sok kenal sok dekat), yg ingin belajar dari kita. Kita harus mengingat tujuan besarnya... God&#39;s purpose. Semoga saya berkenan mengajak saudara-saudari untuk mempersiapkan generasi berikutnya... hanya dengan sekadar mendengar, berbagi, menyemangati, bercerita &quot;uhuukk..uhukk... opa dulu.. berjuang.... tapi Tuhan tolong... uhukk..uhuukk&quot;. Hehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/01/generasi-baru.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-3496071513833760295</guid><pubDate>Thu, 09 Jan 2014 05:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-09T12:36:15.141+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">EFESUS</category><title>&quot;ONE&quot; Efesus 2</title><description>Suatu hari, beberapa saat setelah siaran selesai mengudara, ada sms masuk yg mengatakan &quot;thanks buat siarannya, gw jadi mau ke gereja lagi&quot;. Begitulah kira-kira isi smsnya. Kami jadi saling bertanya &quot;emangnya kita blg apa ya?&quot;. Kami tidak tau apakah sms itu beneran atau fiktif,tapi apapun itu artinya ada respon yg mau sms. That&#39;s great.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari itu kami siaran tentang Efesus 4. Dan saya tutup dengan ayat favorit saya dalam versi TSI, Ef 4:16 &lt;i&gt;&quot;&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;Dialah
 yang mengatur supaya semua anggota disusun dan disatukan dengan 
sempurna, supaya kita seperti tubuh yang bisa bergerak dan bertumbuh 
karena ada sendi-sendi dan anggota-anggota tubuh yang lain. &lt;b&gt;Ketika 
tiap-tiap anggota berfungsi dengan teratur, kita seperti tubuh yang 
sehat, karena saling menguatkan dan saling mengasihi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;Sayang sekali belum menjelaskan secara jelas, siaran sudah berakhir...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;Efesus 4 adalah bagian dari pengaplikasian dari doktrin. Ef 1-3 adalah doktrin/ dasar, sementara Ef 4-6 adalah bagian dari pengaplikasian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;Pada bagian Ef 2, dalam dua sesi kami membahas tentang kesatuan. Ada hal yang sangat mengantol di pikiran saya, dan membuat saya berpikir bahwa kesatuan itu tidak mudah. Kita berpikir kesatuan adalah ngumpun-ngumpul antar denominasi, atau paling ga satu youth dalam satu gereja bisa ngumpul bareng, ntah nonton bola bareng, ntah buat acara KKR, atau doa bareng. Saya agaknya kurang setuju dengan defenisi seperti itu. Sudah sejak lama. Namun karena sulit untuk menjelaskan alasannya, saya tidak bisa menerompetkan pendapat saya. Setelah baca EFESUS, banyak paradigma saya yang terbuka. Saya menemukan dasar-dasar untuk berpijak, menemukan alasan-alasan yang tepat. Tidak salah para sarjana teologi mengatakan bahwa Efesus adalah queen of epistle. Suratan ini tidak hanya menggambarkan kekinian, tetapi juga membeberkan tujuan penciptaan dunia, sehingga kita tidak mengatakan bahwa &quot;Yesus lahir untuk mati bagi kita&quot;. Jika Anda setuju bahwa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;&quot;Yesus lahir untuk mati bagi kita&quot;, itulah yang membuat Anda hidup sembarangan ketika Anda sudah yakin Anda diselamatkan. Sadarkah Anda bahwa orang yang buat rusuh di dunia justru orang Kristen yang mengatakan bahwa mereka anak Raja? Ya benar kita diadopsi menjadi anak Raja, dengan demikian kita seharusnya sadar tanggung jawab sebagai anak raja, bukan justru sebaliknya hidup asal-asalan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;Kesatuan yang dibahas di EFESUS adalah tentang satu tubuh, satu darah, satu bangunan, dan satu pengharapan. Pernahkah kita renungkan bagaimana orang di sebelah Anda menjadi orang yang sedarah, artinya menjadi saudara serumah. Bagaimana dengan rekan bisnis Anda yang menyebalkan itu menjadi teman satu rumah?? Saya sering mendengar seorang yang sangat cantik dipuji-puji orang. Hmm... pujian itu bagus. Saya hanya bergumam dalam hati bukan karna iri lohh &quot;dia cantik kalau ga serumah dengan Anda, kalau dia serumah dengan Anda... silahkan nikmati lah&quot;. Kita memnag hanya tau tampilan orang dari luar. Ketika kita dekat dengan mereka kita mulai merasakan sifatnya, karakternya, kemarahannya, kekesalannya. Coba bayangkan bagaimana orang dengan temperamen tinggi dapat serumah, sedarah dengan Anda, mampukah Anda? Bukankah kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik, bukan karena kecantikan, kebodohan, kemalasan, ketidaktelitian, dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;Bagaimana dengan menjadi satu bangunan? Dalam bangunan berarti masing-masing bagian haruslah berfungsi. Bagaimana jika semen kehilangan fungsinya sebagai perekat? Atau bagaimana semen dapat merekatkan tanpa air? Coba perhatikan saudara-saudara kita serumah, apakah mereka semua berfungsi? Mungkin Saudara yang ga berfungsi. Bagaimana jika adik/kakak/abang kita bermalas-malasan di atas sofa sambil nonton tv, sementara Anda berjuang mati-matian membersihkan ruang tamu, dapur, mencuci baju, mencuci mobil, setrika, dll. Kenyataan kecil yang kita hadapi dalam keluarga kita saja rasanya sudah membuat kita mau meledak. Bagaimana kita mampu&amp;nbsp; meresponi keadaan ketika kita harus bekerja keras, sementara teman serumah Anda tidak melakukan apa-apa? Marilah kita sadari diri kita masing-masing agar kita berfungsi sesuai tujuan keluarga kita masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;Kenyataan yang paling nyata, manusia tidak suka melihat orang yang hanya bisa ngomong, tetapi ingin melihatnya untuk action juga. Ketika kita mendengar kotbah Pak Pendeta bahwa kita semua harus saling mengasihi, kita ingin melihat beliau memberi makan anak yatim atau membantu korban banjir atau paling ga kita melihatnya senyum kepada semua orang setiap saat. Namun, kita harus sadari bahwa ada beberapa orang yang sangat berusaha untuk tersenyum, ketika ia lelah, ia tidak tersenyum lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;Bagaimana seharusnya kita bersikap, ketika teman-teman, keluarga atau orang-orang di sekitar kita (ring 1) tidak berfungsi? Mari kita memulai dari diri kita untuk berfungsi untuk mengurangi kekesalan orang-orang dekat kita. Kadang-kadang memang kita harus bersabar terhadap orang dekat kita yang tidak berfungsi semestinya, beri kesempatan kepada mereka, tolong mereka membuat perubahan kecil, hargai perubahan itu. Tidak mudah memang, tetapi kita diselamatkan tidak sampai di situ aja, tetapi kita didesign untuk melakukan perbuatan baik. Look... ketika kita diselamatkan, seketika itu kita menjadi keluarga kerajaan sorga, kita boleh duduk disorga, namun untuk memperoleh warisan kerajaan sorga itu kita harus melakukan perbuatan baik yang telah Allah tetapkan bagi kita. Seorang anak dalam kerajaan mempunyai tanggung jawab menjadi duta bagi kerajaan tersebut. Secara sikap, karakter, performance, semuanya dilihat orang. Mereka tidak mampu melihat hati Saudara yang bersinar, mereka hanya mampu melihat perbuatan Saudara saja. Seseorang bisa keluar masuk hotel, tetapi untuk diwariskan hotel, mereka harus mengerjakan tanggung jawab mereka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;Memang sulit bagi kita untuk mengerti ini, karena zaman sekarang, seorang anak tidak melakukan pekerjaan bapaknya aja bisa mendapat warisan. Saya tidak habis pikir ketika mendengar jawaban seorang anak SMU yang ditanya &quot;mau jadi apa nanti klo sekolah aja malas&quot;, dia menjawab &quot;mau nerusin usaha papa&quot;. Bahkan apa yang dikerjakan bapaknya aja dia tidak tau. how come? Zaman sekarang itu sepertinya sudah umum jika kekayaan itu hancur ditangan cucu, atau bahkan anak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;Bersatu di sini adalah ketika masing-masing orang dapat berfungsi dengan baik, bukan seragam, tetapi justru dalam perbedaan tugas itu dapat mencapai tujuan. Mari kita membantu orang-orang didekat kita agar mereka mau berfungsi. Dan yang paling penting... mari kita masing-masing berfungsi!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;verse v16&quot; data-usfm=&quot;EPH.4.16&quot;&gt;&lt;span class=&quot;content&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/01/one-efesus-2.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-4131522048470120372</guid><pubDate>Sun, 05 Jan 2014 10:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-05T17:26:43.278+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tahun Baru</category><title>Refleksi diri dan Rencana</title><description>&lt;i&gt;&quot;Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana&quot;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Psa 90:12&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat Tahun Baru para pembaca yang budiman! Saya senang blog saya masih ada pengunjungnya. Tidak jarang rasanya saya ingin melenyapkan blog ini dan membuat yang baru. Tetapi seperti ada suara dari dalam hati yang berkata &quot;jangan, supaya kamu bisa belajar&quot;. I think it&#39;s God voice. Karena saya agaknya terobsesi untuk mendengar suara Tuhan, saya akan memulai dengan menghargai suara hati nurani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senang sekali rasanya bisa sampai ke tahun 2014. Tahun 2014 adalah tahun yang banyak ditakuti oleh para pelaku bisnis. Bagaimana tidak, wong belum belum juga dolar sudah melambung tinggi. Ga lama lagi juga akan diadakan pemilu. Belum lagi isu &quot;pemotongan&quot; rupiah. Tanda-tanda ini terbaca oleh para pelaku bisnis, sehingga mereka tidak terburu-buru melakukan investasi. Akibatnya harga barang pada naik. Baru saja memasuki tahun baru, ibu-ibu rumah tangga sudah dikagetkan dengan biaya kebutuhan rumah yang meningkat drastis. Seperti keluhan seorang teman yang tinggal di Aceh, gas tabung 12 kg sudah mencapai 150rb rupiah. Di Medan, biasanya harga gas hanya 75rb, sekarang sudah 95rb. Kondisi ini menakutkan. Belum lagi jenis barang yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang saya suka memperhatikan orang-orang. Semakin ia tahu dan dapat membaca keadaan, semakin ia takut. Kalau kita perhatikan, hanya anak-anak dan orang-orang yang ga berpikir yang tidak merasakan ketakutan. Lihat lah anak-anak yang riang menikmati momen natal. Mereka lari ke sana-sini, mereka tertawa gembira, mereka bersukacita menerima kado tahun baru dan kado natal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada kelompok ketiga yang ga merasakan ketakutan. Seharusnya kelompok anak Tuhan, yang mengaku sudah berada dalam Kristus, orang-orang yang bersatu dengan Kristus dapat mengatasi ketakutannya atau kekuatirannya. Bukan berarti kelompok ketiga ini tidak takut. Ketakutan/ kekuatiran kadang merupakan suatu warning untuk antisipasi terjadinya sesutau. Walaupun ketakutan itu seperti orang yang kuatir terhadap akan terjadinya sesuatu, padahal hal itu belum tentu terjadi. Klo dilihat dari gambaran besarnya, ketakutan sebenarnya hanya menghabiskan waktu dan mengikis perasaan saja. Tapi... harus kita akui, kita juga punya ketakutan ataupun kekuatiran. Hanya saja, orang yang bijak menjadikan kekuatiran itu sebagai suatu masa persiapan dan dapat mengatasi/ menguasai kekuatirannya itu, karena tau rasa aman itu ada dimana. Kita dapat berharap kepada Kristus. Dengan bersatu dengan Kristus, kita punya harapan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggal 31 Desember 2013 lalu, saya pulang kampung. Di gereja, di kota saya dibesarkan, mempunyai tradisi untuk keluarga2 datang ke gereja berdoa bersama, setelah itu kami dapat mencabut ayat. Sebelumnya tentu saja, Pak Pendeta berkotbah singkat dulu. Dalam kotbah Pak pendeta di gereja, dibacakan Mazmur 90, dan diberi penekanan pada ayat 12 &lt;i&gt;&quot;Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana&quot;. &lt;/i&gt;Seperti kebiasaan orang Berea (Kis 17:11), saya tidak menerima begitu saja, tetapi membaca berulang dan memeriksa beberapa kata Yunani dalam ayat tersebut. Upss.. bukan berarti saya tidak percaya apa kata Pak Pendeta lohh... tapi saya percaya pasti ada hal istimewa lain yang tersirat di dalam ayat ini. Sesuatu yang sangat istimewa. Tentu saja saya menemukannya. Saya menjadikan hal-hal tersebut seperti pesan Tuhan yang khusus buat saya, dan juga untuk saya tuliskan di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita memeriksa akar kata dari &quot;menghitung hari-hari&quot;, dalam Ibrani-nya digunakan kata &lt;i&gt;manah&lt;/i&gt;, yang bukan saja berarti&amp;nbsp; menghitung, menandai momen-momen berharga, tetapi mengatur, mengatakan, mempersiapkan hari-hari. So... di sini bukan saja berarti kita bersyukur akan apa yang telah terjadi tetapi mempersiapkan hal-hal yang akan terjadi. Kita tidak hanya larut dalam apa yang akan terjadi tetapi kita mempersiapkan diri akan apa yang akan&amp;nbsp; terjadi. Pada umumnya manusia tidak tau apa yang akan terjadi, tetapi manusia dapat belajar dari sekitarnya. Sebenarnya kita dapat mempersiapkan diri, ntah kita tau membaca kondisi, ntah kita tidak tau membaca kondisi (tetapi lebih baik jika kita paham membaca situasi dan kondisi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengerti situasi dan kondisi, apalagi mengetahui masa depan tidak lah selalu enak. Itulah sebabnya tidak banyak orang-orang yang mengetahui tentang masa depan. Tuhan tidak memperlihatkan masa yang akan datang, (atau Tuhan memperlihatkannya juga tetapi dalam bentuk yang tersirat) supaya kita tidak menjadi kuatir dan tidak tau apa yang harus dilakukan. Ada orang-orang tertentu yang diberikan gift untuk bisa melihat masa depan, dan mereka juga diberi kekuatan extra supaya mereka bisa bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya dapat membayangkan bagaimana Rasul Yohanes ketika ia mendapatkan penglihatan di Pulau Patmos. Mungkin ia menjadi tidak enak makan, tidak enak tidur. Itulah sebabnya kitab Injil Yohanes dituliskan setelah kitab Wahyu ditulis. Injil Yohanes mempunyai kekhasan sendiri, di situ ada tertulis apa yang tidak ada di ketiga injil sinopsis, seperti &quot;Pernikahan di Kana&quot;. Konsep pernikahan Anak Domba di Wahyu diadopsi dan dituliskan dalam bentuk yang lebih ringan agar orang-orang percaya dapat mengerti konsep tentang pernikahan. Selain itu, Yohanes juga menulikskan 3 surat (1Yohanes, 2Yohanes dan 3Yohanes), kita dapat melihat kesamaan kekhasan surat Yohanes dengan Injil Yohanes melalui tema &quot;kasih&quot;. Injil Yohanes bukan hanya bertemakan &quot;percaya&quot; tapi juga tentang &quot;kasih&quot;. Makanya jika kita membaa terlebih dahulu surat Yohanes kemudian baru Injil Yohanes kita mendapat fokus yang benar dari Yohanes 3:16. Sering kali kita mendengar bahwa orang memfokuskan Yoh 3:16 pada &quot;kasih Allah akan dunia&quot;, di sini fokusnya adalah dunia. Padahal klo kita meneruskan pembacaan sampai Yoh 17, Yesus tidak berdoa untuk dunia. Kemudian kita jadi berpikir apakah ini kontradiksi. Tentu saja menjadi kontradiksi jika kita memfokuskan &quot;kasih Allah akan dunia&quot;. Pahadal yang sebenarnya Allah memfokuskan kasihnya pada Yesus Kristus, Anak-Nya yang dikasihi-Nya, sehingga Allah Bapa mau mengasihi dunia. Allah mau mengasihi dunia karena Yesus mengasihi dunia. Dunia ini identik dengan dosa, sedangkan Allah tidak dapat bertemu dengan dosa. Nah... oleh karena itu, manusia yang berdosa harus lah bersatu dengan Kristus, jika ia ingin diselamatkan. Kebenaran kita, kelakuan kita, kesabaran kita, kebejatan kita, kelemahlembutan kita tidak akan mampu membawa kita ke sorga, karena kita manusia yang tidak sempurna. Allah mau menyelamatkan dunia, hanya jika &quot;dunia&quot; mau bersatu dengan Kristus, sehingga Allah melihat Kristus yang sempurna dan tidak melihat noda &quot;dunia&quot;. (Dunia yang dikutip di sini hanya orang-orang yang mau percaya kepada Kristus).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita kembali ke kondisi, situasi...&lt;br /&gt;
Ternyata... bisa mengetahui ending cerita tidaklah selalu baik. Hal paling penting adalah dengan siapa kita menjalani cerita itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika pembaca belum juga memahami hal ini, saya akan menceritakan cerita sederhana... Beberapa kali saya mendapatkan pewahyuan tentang hidup orang-orang. Tidak mudah bagi saya untuk menerima hal ini. Menerima kenyataan bahwa saya &quot;akan&quot; kehilangan teman baik, orang-orang yang saya kenal baik, itu tidak mudah. Bahkan saya dapat mengetahuinya jauh sebelum orang yang bersangkutan mengetahuinya. Rasanya ga enak. Pernah saya tidak tidur beberapa hari karena hal ini. Kepada beberapa orang yang pernah saya &quot;lihat&quot; ini saya sampaikan secara terus-terang kondisi hidupnya, kepada yang lain saya hanya doakan saja, atau memberitahukan kepada mentor saya aja, atau kepada orang-orang yang saya hormati. Untuk menyampaikan berita yang kurang bahagia, itu tidak mudah bagi saya. Bahkan saya harus bergumul dan ingin membantah kenyataan. Pada akhirnya apa yang saya &quot;lihat&quot; itu terjadi, membuat saya menjadi lemas dan tidak tau harus berkata apa. Well... tidak terus-terusan saya mendapat penglihatan, hanya ketika gift itu aktif saja saya harus taat. (Dan saya tidak menganggap diri lebih rohani dari orang lain, justru saya sedang mencari orang yang lebih rohani agar saya tidak tersesat... haha).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Okelah... di tahun yang baru ini, marilah kita merefleksikan diri akan apa yang sudah terjadi dan mempersiapkan diri akan apa yang akan terjadi. Terhadap keluhan-keluhan hidup, marilah kita pelajari apa yang membuat kita mengeluh, apa sih yang kurang. Mari kita memperbaiki diri untuk lebih baik lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hari ini, secara tidak sengaja saya mendengarkan keluhan-keluhan tentang pelayanan, ada juga keluhan tentang kesehatan, ada keluhan tentang disiplin, dll. Saya tidak dapat memberikan solusi apapun, karena sebenarnya orang yang mengeluh itu pada umumnya dia tau solusinya. Mereka hanya perlu telinga yang mau mendengarkan. Kemudian saya berpikir, orang yang berdoa juga seperti orang yang mengeluh, curhat. Orang yang berdoa sebenarnya mengajukan solusinya kepada Tuhan. Kalau gtu... kenapa berdoa klo dah tau solusinya? Berarti orang yang berdoa hanya memerlukan keamanan untuk bertindak. Ia butuh dukungan dari Tuhan untuk melakukan sesuatu. Berarti juga berdoa itu membuat orang yang berdoa menjadi damai dan tentram. Saya tidak bermaksud menyalahkan orang yang berdoa dengan model yang demikian. Saya hanya mengidentifikasikan. Tuhan juga tidak menyalahkan orang yang berdoa dengan menawarkan solusinya kepada Tuhan. Tetapi doa yang dijawab Tuhan adalah doa yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Jadi kita perlu mengetahui kehendak Tuhan agar doa kita dijawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum saya bercerita terlalu jauh, sementara artikel ini berjudul &quot;Refleksi Diri dan Rencana&quot;, saya mengajak pembaca untuk mengingat-ingat peristiwa-peristiwa apa yang membuat diri kita menjadi lebih bijaksana. Keluhan-keluhan apa yang membuat kita tampak bodoh? Mari kita belajar dari keberhasilan dan kegagalan kita. Hendaklah kita ga terlalu membanggakan keberhasilan dan menyalahkan diri atas kegagalan tetapi kita bisa bersyukur atas penyertaan Tuhan dalam tahun 2013 ini.&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2014/01/refleksi-diri-dan-rencana.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-3952110913873455368</guid><pubDate>Tue, 24 Dec 2013 19:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-25T02:11:02.553+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Activity</category><title>Greatful for This Year</title><description>Tulisan kali ini hanyalah pengungkapan rasa syukur penulis akan apa yang telah terjadi sepanjang tahun 2013 ini. Ada tawa, ada tangis, ada kesal, ada senang, ada pahit, ada manis, ada kekurangan, ada kelimpahan dan berkat besar. Ada berantem hebat, ada kerukunan hebat juga, bahkan romantisme dalam rumah tangga. Ada hal-hal yang direncanakan terjadi, ada hal-hal yang ga direncanakan terjadi, ada hal-hal yang di luar dugaan terjadi. What a year! Tuhan begitu hebat melindungi dan menjaga kami, Ia melimpahkan segala sesuatu yang baik kepada kami. Secara.. Tuhan ga punya stok hal jahat apapun yang mau dikasih ke kita, Ia hanya punya stok segala sesuatu yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gw kadang suka iri sama orang yang ga ngaku ga pernah kesal. Agak aneh bagiku, ntah karena ga ngaku atau memang pengendalian dirinya yang kuat. Okey.. mari ambil positifnya, pengendalian diri yang kuat. Sebelum berkomentar lebih banyak, mari kita lihat apa yang Alkitab katakan tentang hal ini. Mari kita lihat bagian dari suratan Paulus yang disebut juga dengan queen of epistle, yaitu Efesus.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;1 Kamu dahulu sudah &lt;b&gt;mati&lt;/b&gt; karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2 Kamu &lt;b&gt;hidup&lt;/b&gt; di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati &lt;b&gt;penguasa kerajaan angkasa&lt;/b&gt;, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(Efesus 2:1-3 ITB)&lt;/blockquote&gt;
Singkatnya ayat ini bicara soal kematian rohani karena mentaati penguasa kerajaan angkasa. Dalam bahasa Inggris disebut &lt;i&gt;prince of the power of the air, &lt;/i&gt;which is iblis. Atau disebut juga dengan penguasa udara. Sehingga dapat masuk akal ketika terjemahan The Message mengatakan &lt;i&gt;&quot;kamu memenuhi paru-parumu dengan polusi ketidakpercayaan, dan menghembuskan udara ketidaktaatan&quot;&lt;/i&gt;. Kalau mau ga terpolusi dari udara yang dikuasai si iblis, ya check out. Dari awal kejatuhan iblis, ia sudah mengacau. Makanya dalam PB kata &quot;dunia&quot; - kosmos (bhs Yunani), selalu melambangkan sesuatu yang jahat.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;It wasn’t so long ago that you were mired in that old stagnant life of sin. You let the world, which doesn’t know the first thing about living, tell you how to live. &lt;b&gt;You filled your lungs with polluted unbelief, and then exhaled disobedience.&lt;/b&gt; We all did it, all of us doing what we felt like doing, when we felt like doing it, all of us in the same boat. &lt;/i&gt;(Eph 2:1-3 The Message).&lt;/blockquote&gt;
Jika kita perhatikan lebih dalam lagi ada 2 hal yang bertentangan tetapi dalam dunia yang pararel, yaitu mati-hidup. ayat 1 dikatakan &quot;kamu sudah mati...&quot;, tetapi ayat 2 disebut &quot;kamu hidup di dalamnya&quot;, berarti jika digabungkan menjadi &quot;kamu hidup di dalam kematian karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa&quot;. Pelanggaran itu berarti sudah tau salah tapi dilanggar. Dosa itu berarti melenceng dari hukum Allah. So... keadaan seperti ini pastinya sudah menjauh dari Tuhan, atau melenceng tetapi sudah pasti arahnya bukan ke Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali kepada &quot;gw iri..&quot;. Saya terlihat kurang rohani karena mengakui hal ini. Ya.. saya mengakui hatiku cepat bereaksi terhadap keadaan sekitar, sehingga cepat kesal dan cepat reda pula jika ada penangkalnya. Gw perlu alasan yang jelas untuk meredakan rasa iri ataupun menenangkan sesuatu yang bergejolak di hati. &amp;nbsp;Intinya gw pengen lebih baik lagi. Gw ingin ga cepat kesal, gw ingin terlihat lebih perfect. Ya... dalam hidup ini gw dah banyak melakukan kesalahan ini itu, lupa ini, teledor di sana sini, agak semberono, agak nekad. Gw pernah merenungkan hal ini, duduk diam sendiri, dan menemukan beberapa indikasi mengapa &quot;gw iri&#39;, sehingga terlihat tidak rohani. Pertama, gw &lt;b&gt;membandingkan diri&lt;/b&gt; dengan orang yang lebih perfect, orang yang lebih haati-hati. Poin pertama adalah &quot;membandingkan diri&quot;. Kedua, gw punya alasan untuk melakukan hal pertama, yaitu gw pengen &lt;b&gt;perfect.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Walaupun spouse gw blg dia benci hal-hal yang terlalu detail dari diri gw, terlalu ingin sempurna, tapi klo gw lihat diri gw, sebenarnya gw masih banyak kurang ini dan itu. Misalnya aja dalam menulis sebuah artikel. Ketika gw menulis, rasanya ingin menambahkan poinnya lebih banyak lagi, ingin mendetailkannya lagi, ya... gw memang lakukan itu. Seketika selesai menulis, rasanya perfect. Tapi besok hari ketika bangun pagi, langsung teringat... aduh.. seharusnya ada poin ini... seharusnya bagian itu ditambah itu. Begitu juga setiap habis siaran, rasanya ada aja yang kurang. Ketiga, gw pengen perect, karena gw terinspirasi dengan kotbah &lt;b&gt;&quot;sudah selesai&quot;&lt;/b&gt;, gw lupa siapa yang mengkotbahkan ini tapi pastinya di gereja tempat gw bergereja sekarang ini. Gw pengen ketika gw mati nanti, gw bener-bener sudah menyelesaikan tugas di bumi ini secara perfect. Alasan keempat adalah setiap anggota tubuh Kristus harusnya &lt;b&gt;berfungsi&lt;/b&gt;, yaitu dapat mengerjakan bagiannya dengan tepat, untuk orang lain.Gw sangat suka dengan ayat ini&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;Dialah yang mengatur supaya semua anggota &lt;b&gt;disusun dan disatukan&lt;/b&gt; dengan sempurna, supaya kita seperti tubuh yang bisa bergerak dan bertumbuh karena ada sendi-sendi dan anggota-anggota tubuh yang lain. Ketika &lt;b&gt;tiap-tiap anggota berfungsi dengan teratur, kita seperti tubuh yang sehat, karena saling menguatkan dan saling mengasihi.&lt;/b&gt; &lt;/i&gt;(Efesus 4:16 TSI - copy from&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.bible.com/bible/320/eph.4.tsi&quot;&gt;https://www.bible.com/bible/320/eph.4.tsi&lt;/a&gt;)&lt;/blockquote&gt;
Dalam hal &quot;detail&quot;, gw belum punya solusi. Menurut gw, itu adalah kekuatan gw, ya... kekuatan gw yang belum berfungsi dengan sempurna. Tetapi kekuatan gw itu agaknya mengganggu orang yang paling dekat dengan gw. So... gw harus mencari suatu cara agar gw tetap bisa mengembangkan kekuatan gw (yang gw pikir masih kurang baik), tanpa mengganggu ketenangan hidup orang yang paling dekat dengan gw.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well... dengan membaca beberapa paragraf tentang gw yang suka dengan kesempurnaan, sepertinya tidak mudah untuk jadi my spouse ya. Haha... tapi sebenarnya gw blum sesempurna itu. Hanya saja, standar kami berbeda. Perbedaan itu kadang indah, kadang bencana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa bulan ini, apalagi mulai september oktober, kami dalam pergumulan yang lumayan berat. Rasanya ingin meledak. Dan akhirnya memang meledak dalam pertengkaran. Tetapi syukur kepada Tuhan, semuanya masih di bawah kontrol Tuhan. Tuhan yang baik itu menyelamatkan hidup pribadi kami masing-masing dan pernikahan kami. Ketika kami bersama-sama belajar Firman Tuhan, kami berkomitmen sendiri-sendiri untuk mengikuti apapun yang Firman Tuhan katakan, akhirnya masing-masing dari kami berubah. Memang berat untuk membuang ego, pride dan standar pribadi sendiri, tapi saya pribadi mengingat tujuan gw hidup, sehingga gw mau berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika gw belajar kitab Efesus, gw sampai kepada satu kata yang mengingatkan prinsip hidup gw, yaitu &quot;telestai&quot; artinya &quot;sudah selesai&quot;. Bagi gw, lebih penting tujuan daripada ego, pride, standar hidup. Gw juga mengingat pelajaran tentang tulang itu penting untuk rangka, tetapi tulang yang kuat itu harus dilindungi dengan kulit yang lebih lentur. Artinya kasih itu lebih penting dibandingkan dengan prinsip-prinsip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjalanan hidup kami dimulai dari dua tahun yang lalu. Kami baru menikah 2,5 tahun, tetapi milestone yang paling jelas bagi kami berdua adalah dua tahun lalu. Sepertinya aku masih bisa mengenang kotbah natal dua tahun lalu. Rasanya &lt;i&gt;mak jleb&lt;/i&gt; banget. Mulai dari saat itulah gw belajar untuk merendahkan hati. Ga selalu berhasil, tetapi beberapa keberhasilan terjadi secara significant, walaupun belum luar biasa banget. Misalnya... gw paling benci untuk mengakui kesalahan gw. Gw paling benci klo harus share tentang hidup gw, apalagi itu tentang kekurangan. Gw paling benci menerima, karena gw lebih suka memberi. Dari kecil, gw dah dikasih label sinterklas. Dan gw suka dengan label itu, gw ga terluka. Gw terluka saat gw ga bisa memberi, berbagi. Sampai gw menemukan diri gw sombong karena ga mau dibantu. Dan bertekad, what should I do untuk bertobat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ini aneh bagi sebagian orang, tetapi gw berjuang untuk mengalahkan ego gw, pride gw ketika Tuhan mengajarkan tentang menerima. Ada ayat yang mengatakan &quot;lebih baik memberi daripada menerima&quot;. Bukan berarti menerima itu buruk, bukan?? Belajar untuk menerima, bukan hanya soal duit, tetapi juga gw juga belajar menerima diri sendiri, dan banyak hal lainnya yang gw ga bisa lukiskan di sini.Upss.. dengan belajar menerima, bukan berarti juga gw mengambil kesempatan dengan menceritakan kesusahan-kesusahan gw. Nggaaa!! Prinsip gw tetap sama &quot;lebih baik memberi daripada menerima&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gw ga pernah bisa lupa, saat kami kecelakaan... memang duit terbatas. Tiba-tiba seseorang membuka dompet dan memberikan sejumlah uang. Dalam hati memang bergejolak.. ga terima... ga terima.. Tetapi dengan menerima pemberian orang, berarti kita memberi kesempatan berkat Tuhan mengalir ke orang yang memberi itu. Saat menerima uang itu, gw berjanji untuk tidak menggunakan uang tersebut dengan sembarangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun ini, Tuhan juga mengajarkan tentang melepaskan hak. Ketika kami harus melepaskan hak atas anak yang masih berusia 7w4d dalam kandungan. Tidak mudah rasanya, tetapi Tuhan juga mengingatkan melalui kotbah bahwa Tuhan tidak punya sesuatupun yang jahat untuk diberikan kepada kita. Dia hanya punya segala sesuatu yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan juga mengajarkan kami untuk bersabar, dan stay on the wall. Ga kebetulan juga kami mendengar kotbah itu dari seorang pendeta tamu. Saat kami difitnah, saat ada orang yang manburkan berita jahat tentang kami, tidak mudah untuk stay on the wall. Rasanya hati ini kesal, dan pengen bales, tetapi Roh Kudus selalu mengingatkan untuk tetap menjaga sikap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun ini pun Roh Kudus masih memberitahukan hal-hal yang tersembunyi bagi kami. Saat kami taat, ketika hal itu terjadi, rasanya sukacita, tetapi saat ga mau denger, ya akibatnya menyesal. Beberapa hari lalu, saat siaran di radio. Gw dah pengen pake kaos aja dan pake celana pendek, karena sepanjang hari sudah pelayanan di gereja dan saya pikir di radio ini tidak ada yang lihat. Tetapi hal sederhana, Roh Kudus ingatkan untuk memakai pakaian yang sopan dan rapi. Saya nurut ajah. Akhirnya ketaatan itu berbuah manis, ternyata pas di studio ada orang-orang yang akan siaran juga yang memakai baju rapi, dengan jas dan dasi. Untungnya mau nurut klo ga kan perkataan kami tidak didengar. haha. Dan saat siaran, ada suatu bagian yang pengen saya sampaikan, rasanya dah nyangkut nih di leher, tetapi tertahan. Sepertinya Roh Kudus membisikkan supaya saya mengendalikan diri, tenang dan mengurungkan niat saya untuk menyampaikan bagian itu. Akibatnya... saat kami selesai siaran, ada orang lain yang siaran, yang bertentangan dengan apa yang ingin saya sampaikan. Saya tidak mengatakan saya benar dan mereka salah, tetapi cara mentafsirkan ayat yang disampaikan beliau sepertinya tidak seharusnya begitu deh. Nah... klo saya mengikuti ego saya, maka saya akan terdengar menyalahkan mereka. Intinya saya tidak menginginkan perpecahan dalam tubuh Kristus. Seberapa benarpun (kita pikir) diri kita, tidak menjadi solusi bagi banyak orang, jika kita memaksakan kehendak kita. Yesus sendiri walaupun Dia adalah kebenaran itu, tetapi Ia tidak memaksakan kebenaran itu. Dia hanya menawarkannya. Perhatikan prinsip tulang dan kulit di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun ini, kami mendapatkan kesempatan untuk melayani di Palu. Rasanya senang sekali bisa melayani orang-orang yang lebih tua. Ya.. memang sudah seharusnya orang muda melayani orang yang lebih tua. Tapi dalam hal ini, kami boleh mengajar orang yang lebih tua, itu suatu previlege. Secara masih di Indo, orang yang belum putih rambutnya ga blh ngajar. haha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun ini juga gw dapet kesempatan untuk menyampaikan sharing secara oral which is 5 min preaching, dari tulisan gw yang udah ditulis sejak tahun 2008. Haha... ga pernah nyangka. Kirain gw hanya berfungsi seperti dr.Lukas saja. Haha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir tahun 2013 ini juga, seperti Tuhan bukakan keran-keran berkat. Paling ga 80% dari resolusi yang gw tulis awal tahun sudah tercapai. Termasuk melangsingkan tubuh. Haha. Gw nge-gym, renang dan mengurangi makan sejak bulan Juni awal. Lumayan lah bisa membangun habit baru. Gw juga berhasil membaca Alkitab PB dalam 2 minggu. Walaupun hal itu ga buat gw lebih holy, tetapi membuat gw lebih bertahan untuk membaca dan berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun depan, gw pengen lebih baik lagi. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan Yesus yang begitu baik bagi kami dan orang-orang sekeliling kami.&lt;br /&gt;
Merry Christmas semuanya... God bless you.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2013/12/greatful-for-this-year.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-6408307501916427532</guid><pubDate>Thu, 28 Nov 2013 09:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-11-28T16:01:48.303+07:00</atom:updated><title>Efesus 2:1-3 Hidup di Bumi</title><description>Efesus 2 ini adalah sambungan dari pasal Efesus 1. Secara bahasa yang harfiah, Ef 2 diawali dengan kata &amp;quot;dan&amp;quot;, dalam bahasa Yunani disebut &amp;quot;kai&amp;quot;, yg berati &amp;quot;dan&amp;quot;. Kata sambung &amp;quot;dan&amp;quot; adalah jembatan antara bagian pertama dan bagian selanjutnya. Kata &amp;quot;dan&amp;quot; juga membuat bagian pertama dan bagian kedua adalah setara. &lt;p&gt;Hal yg paling gampang kita temui di alkitab tentang kata sambung &amp;quot;dan&amp;quot; ini (sebenarnya banyak, tetapi ini adalah salah satunya, yg menurut penulis paling gampang untuk diingat), Kis 1:8 kamu akan menjadi saksi... mulai dari yerusalem &amp;quot;dan&amp;quot; yudea &amp;quot;dan&amp;quot; samaria &amp;quot;dan&amp;quot; sampai ke ujung bumi. Kata sambung &amp;quot;dan&amp;quot; membuat yerusalem, yudea, samaria, ujung bumi, itu sama pentingnya. &lt;p&gt;Jadi, Ef pasal 2 ini sama pentingnya dengan pasal 1. Pasal 1 ditutup dengan &amp;quot;kuasa&amp;quot;, which is kuasa yg dimaksud adalah dunamis. Kuasa tsb adalah kuasa yg dipakai Bapa utk membangkitkan Yesus dari kematian, menaikkan-Nya ke sorga dan juga mendudukkan-Nya di sebelah kanan Bapa di sorga. Kuasa yg sama itu juga yg diberikan kepada kita yg percaya, yaitu yg bersatu dengan Kristus.  &lt;p&gt;Pasal 1 itu merincikan kepemilikan kita di dalam Kristus, pasal 2 menekankan posisi kita di dalam Kristus. Posisi menetukan kepemilikan dan otoritas. Pasal 2 ini juga mempunyai garis besar sbb:&lt;br&gt;1. Ayat 1-3 adalah keadaan manusia yg jatuh dalam dosa&lt;br&gt;2. Ayat 4 adalah kondisi pembalik, mengenalkan kekuasaan Ilahi, ada intervensi ilahi. Di sini juga ada kata kunci yg penting, yaitu &amp;quot;but&amp;quot;, &amp;quot;tetapi&amp;quot;. Kata sambung &amp;quot;tetapi&amp;quot; ini dikenal sebagai pembalik kondisi sebelumnya. &lt;br&gt;3. Ayat 5-22 adalah kondisi hidup yg baru, yg telah dibalikkan dari kondisi sebelumnya. &lt;p&gt;Ketika saya melihat 3 poin di atas sebagai garis besar efesus pasal 2, maka pikiran saya langsung teringat kepada suatu peristiwa penting di alkitab, yaitu peristiwa penciptaan. Ketika kita melihat kondisi yang acak-kadut, carut-marut pada ayat 1-3 (), kita akan mengingat Kej 1:2a &amp;quot;bumi belum berbentuk - without form (tohu) dan kosong - void (bohu)&amp;quot;. Dan Efesus 2:4 ada kondisi yg membalikkan hal itu, yg pararel dengan Kej 1:2b &amp;quot;Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air&amp;quot;. Kata &amp;quot;melayang-layang&amp;quot; itu dalam bahasa Ibrani &amp;quot;rachaph&amp;quot; yg berarti &amp;quot;to brood&amp;quot;, seperti mengerami, mengendalikan. Jadi di sini Roh Allah mengintervensi kondisi yg sdh carut-marut itu. So.. Kita bisa percaya bahwa Tuhan tetap mengontrol keadaan. Kemudian Ef 2:5-22 pararel dengan Kej 1:3-31 dimana Allah menciptakan isi bumi ini -- karena bumi diciptakan utk ditempati -- di sini Allah membuat ciptaan, dimana Ef 2:5-22 juga kita yg bersatu dengan Kristus telah menjadi ciptaan baru. &lt;p&gt;Mari kita membahas satu bagian saja... Ef 2:2 jemaat di Efesus (bukan hanya mereka tetapi kita juga) diingatkan bahwa dulu kita mengikuti jalan dunia ini, mentaati penguasa kerajaan angkasa.. Kata &amp;quot;penguasa kerajaan angkasa&amp;quot; berarti juga penguasa udara. Dalam KJV disebut &amp;quot;the prince of the power of the air&amp;quot;, atau di NIV &amp;quot;the ruler of the kingdom of the air&amp;quot;. Kita tau bahwa yg disebut &amp;quot;penguasa udara&amp;quot; adalah iblis. &lt;p&gt;Dulu saya agak confused dan protes kenapa di Mat 4:8 disebut bahwa iblis menawarkan Yesus semua kerajaan dunia untuk dituker dengan penyembahan thd dirinya. Dan dalam Mat 28:18 Yesus hanya diberikan kekuasaan dalam skop (secara ukuran) lebih kecil dari dunia yg ditawarkan iblis kepada Yesus. Akhirnya saya bisa mengerti, bahwa ketika bumi ini diciptakan, ada yg mengacau di sana, sehingga menjadi nyata bahwa Lucifer menjadi penguasa udara. Memang di Yeh 28 dan Yes 14, dalam terjemahan ITB disebutkan bahwa Lucifer dibuang ke bumi, tetapi sebenarnya bumi diciptakan bukan utk dihancurkan oleh Lucifer, dan Lucifer sbnarnya diusir dari sorga, tdk tau ntah kemana dia mau pergi, tapi akhirnya dia ke bumi yg baru diciptakan utk mengacau. Justru karena Allah sdh tau Lucifer bakal mengacau nantinya ketika bumi diciptakan utk manusia, maka Allah Bapa menyiapkan Kristus utk menebus, sbg pembela manusia yg berdosa itu. &lt;p&gt;Dari Kej 1:2a kita bisa tau bahwa ketika kejatuhan iblis itu, dan mempengaruhi Hawa untuk menyerahkan otoritas utk menguasai bumi itu, sehingga iblis dapat menjadi &amp;quot;penguasa udara&amp;quot;. So.. Dengan mengerti hal ini, kita dapat tau bahwa di dalam dunia ini pasti penuh dengan kejahatan, karena di di kuasai oleh iblis. Kematian Yesus di kayu salib merebut kembali org 2 yg dikuasai iblis itu. (Dosa yg dilakukan manusia adalah pindah payung dari Allah kepada iblis. Di sini perlu intervensi Allah, karena manusia tdk dapat keluar sendiri dari kondisi kehancuran, terjebak di kekuasaan iblis, tanpa campur tangan dari luar dirinya, which is Allah Bapa). &lt;p&gt;Kondisi manusia, dalam kehancuran, dosa dan di bawah murka Allah ini (Ef 2:1-3) disebabkan oleh dunia, daging dan iblis. Makanya di PB (di PL juga, tapi gw baru pelajari yg di PB) setiap kali kita temukan kata &amp;quot;dunia&amp;quot; which is &amp;quot;kosmos&amp;quot; pasti mengarah kepada makna sesuatu yg jahat. (Saya sering membandingkan menurut ukuran antara &amp;quot;kosmos&amp;quot; dan &amp;quot;ge&amp;quot; yg keduanya berarti dunia, tetapi selalu diprotes karena &amp;quot;kosmos&amp;quot; biasanya diartikan sebagai sesuatu yg jahat. Seperti halnya kita menyebutkan &amp;quot;ihh... Duniawi banget dia ya&amp;quot;). &lt;p&gt;Istilah &amp;quot;penguasa dunia&amp;quot; ini membuat kita mengerti bahwa orang baik pun dapat mengalami hal yg tidak baik, karena kita masih tinggal di dunia yg jahat ini. Kita sering bertanya &amp;quot;mengapa orang baik bisa sakit parah, apa Tuhan tidak peduli?&amp;quot;. No.. Dunia ini memang susah terkorupsi, sdh terpengaruh yg jahat2, itulah tugas kita manusia sbg terang utk memperbaiki keadaan itu, bukan utk terpengaruh, mengeluh. Kita masih ada di dalam dunia, siapa saja bisa sakit apa saja, karena kita masih mengihirup udara yg mana kita tau siapa penguasa udara itu. Ya.. Siapa yg ga mau terkontaminasi dengan hal yg jahat, ya silahkan check out dari dunia ini. Intinya marilah kita hidup bijaksana walaupun kita hidup di tempat yg tidak baik. &lt;p&gt;Dalam hidup kita, kita bisa saja harus bekerja dengan org yg menyakiti kita, mengatakan hal yg jahat tentang kita, tetapi karena kita tau tujuan (purpose) dari apa yg kita kerjakan makanya kita harus bijaksana hidup berdampingan dengan org seperti itu. Saya masih belajar dalam hal ini, dan kagum terhadap org2 yg mampu berpegang pada integritasnya, demi tujuan bersama yg indah, mereka rela bekerjasama dengan org2 yg telah menyakiti mereka. Ya.. Memang seharusnya begiu. Yesus pun harus hidup di dunia selama 33 tahun utk tujuan (purpose) menebus manusia berdosa. Yesus juga tdk hidup mulus tanpa dijelekin, tanpa dijahatin, tanpa dimaki. Tetapi Dia, dengan integritas-Nya, Ia sadar bahwa Ia adalah agen sorga yg punya tugas khusus, sehingga dapat bertahan 33 tahun di dunia ini. Ia mengikuti semua proses di dalam dunia ini. &lt;p&gt;Mari kita belajar dari Yesus utk tetap jaga integritas demi mencapai purpose menjadi garam dan terang dunia, sambil menantikan kedatangan Kristus kedua kali. &lt;br&gt;Sent from my BlackBerry&amp;#174;&lt;br&gt;powered by Sinyal Kuat INDOSAT</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2013/11/efesus-21-3-hidup-di-bumi.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-3288583224868062479</guid><pubDate>Mon, 25 Nov 2013 08:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-11-25T15:50:25.284+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Study Alkitab</category><title>Kuciptakan... Kubentuk... Kujadikan</title><description>Apakah pembaca merasakan sepertinya waktu begitu cepat bergulir. Ini saja dalam menulis artikel ini, tiba-tiba sudah 2.30 pm, padahal ide ini rasanya baru saja muncul, saat nge-gym jam 10 tadi. Oh..no... artinya artikel ini akan dibuat sedemikian singkat saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa kabar semua? Kemaren kami baru saja siaran radio pertemuan yang ke-4, dengan topik&lt;i&gt; &quot;Grace meets Faith&quot;&lt;/i&gt;. Kalau saja pendengarnya masih belasan tahun, pastinya gw dah melantur membuat drama kisah cinta antara Grace dan Faith. Dalam siaran ini harus lebih fokus dan mengontrol diri, ga pake idealisme, tapi berdasarkan pesan sponsor saja. haha. Di blog inilah saya dapat mengumbar idealisme.. upss... walaupun demikian harus kontrol diri juga. Btw, kemaren itu adalah sesi yang agak berat. Bukan secara materi tetapi dalam hal lainnya. Dalam perjalanan ke tempat siaran, kami mengalami little accident, but thanks God, semuanya dapat teratasi dengan baik. Dan mulai dari sabtu malam kami tidak dapat tidur sampae jam 2 pagi, akibatnya tidak dapat ke gereja pagi, dan harus gereja siang. Macetnya ampun. Dan dalam perjalanan ada teman yang butuh pertolongan, kami memilih untuk menolong, karena menurut kami, tidak akan tenang duduk di gereja jika ada teman yang butuh pertolongan namun tidak dapat ditolong. Lenkaplah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan dari siaran sesi ke-4 ini adalah supaya ada yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Bukan menerima kristen sebagai agama, itu hal yang berbeda. Secara singkatnya keselamatan adalah pertemuan antara faith and grace. Pembaca dapat melihatnya nanti di sesi Efesus 2:1-10. Sampai artikel ini ditulis, sesi yang bagian itu belum dituliskan.Saat mempersiapkan materi Efesus 2:1-10 itu saya mendapatkan gambaran (dari seorang penulis yang ahli) bahwa Efesus 2:1-3 itu pararel dengan Kejadian 1:2a, yaitu keadaan yang kacau balau (cheos), saya tidak terlalu ngehh.. dan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa aja. Namun saat siaran baru nyadar akan banyak hal yang bisa digali dari situ. This is amaze me. Benar-benar seperti dapet harta karun. haha... Itulah tujuan artikel yang ini ditulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita mulai... Kata &quot;menciptakan&#39; yang paling kita ingat pastinya Kej 1:1.&lt;br /&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;--&quot;/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;
   &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;&quot;&gt;Pada mulanya Allah &lt;b&gt;menciptakan&lt;/b&gt; langit dan bumi. Bumi belum berbentuk
dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang
di atas permukaan air. (Kej 1:1-2 ITB)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;&quot;&gt;In the beginning God &lt;b&gt;created&lt;/b&gt;
the heavens and the earth. Now the earth was formless and empty, darkness was
over the surface of the deep, and the Spirit of God was hovering over the
waters. (Gen 1:1-2 NIV)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;&quot;&gt;In the beginning God &lt;b&gt;created&lt;/b&gt;
the heaven and the earth. And the earth was without form, and void; and
darkness &lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt;was&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; upon the face of the deep.
And the Spirit of God moved upon the face of the waters. (Gen 1:1-2 KJV)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
Dalam bahasa Inggris disebut &quot;created&quot;, kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia, menjadikan, membuat, mewujudkan. Kata Ibrani yang digunakan dalam Kej 1:1 untuk &quot;created&quot; adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;bara&quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Menurut WordStudy dari e-sword, kata &lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;bara&quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; ini hanya digunakan oleh Tuhan saat menciptakan langit dan bumi dan isinya, manusia. Hanya Tuhan lah yang menjadi subject dalam menggunakan kata &lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;bara&quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; ini. Menurut kamus BDB (Brown-Driver-Briggs), kata &lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;bara&quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; ini adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;to create, shape, form&quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (to shape, fashion, create (always with God as subject) of heaven and earth, of individual man, of new conditions and circumstances, of new conditions and circumstances). Menurut BDB, selain Tuhan sebagai subject yang memakai kata ini, &lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;bara&quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; juga bisa dipakai oleh Tuhan atau manusia untuk to be created of heaven and earth, of birth, of something new, of miracles.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara singkat, defenisi dari BDB ini membawa kita ke Yesaya 43:7, yang memuat ketiga kata &lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;to create, shape, form&quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;--&quot;/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;
   &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;&quot;&gt;semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang &lt;b&gt;Kuciptakan&lt;/b&gt; untuk
kemuliaan-Ku, yang &lt;b&gt;Kubentuk&lt;/b&gt; dan yang juga &lt;b&gt;Kujadikan&lt;/b&gt;!&quot; (Yes 43:7 ITB)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 4.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 4.5pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 4.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 4.5pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;&quot;&gt;everyone
who is called by my name, whom I created for my glory, whom I formed and
made.&quot; (Isa 43:7 NIV)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 4.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 4.5pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 4.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 4.5pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: grey; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;&quot;&gt;Even&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;&quot;&gt; every one that is called&lt;sup&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;by my name:&lt;sup&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;for
I have &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;created&lt;/b&gt; &lt;span style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;(H1254 bara)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt; him for my glory,I have &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;formed&lt;/b&gt; &lt;span style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;(H3335 yatsar)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;
him; yea,&lt;sup&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;I have &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;made&lt;/b&gt; &lt;span style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;(H6213 asah)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt; him. (Isa 43:7 KJV)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;

&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ok dehh.. artikel ini harus pending, tanpa tau apa isinya... maaf.. nanti di sambung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2013/11/kuciptakan-kubentuk-kujadikan.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303423268700921385.post-4165676517851445336</guid><pubDate>Thu, 21 Nov 2013 05:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-11-21T14:49:27.767+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">EFESUS</category><title>Efesus 1:1-2 &quot;Salam&quot;</title><description>&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Untuk membahas kedua ayat pembuka ini, mari kita melihat dalam 3 versi, masing-masing dari versi Literal, Persamaan Dinamis, dan Bebas. Untuk terjemahan Literal saya memilih KJV, untuk terjemahan Persamaan Dinamis -- atau dengan kata lain, terjemahan dengan persamaan makna -- saya memakai ITB (walaupun sebenarnya ITB masih berada di tengah2 antara Literal dan Persamaan Dinamis), kemudian supaya lebih lengkap saya gunakan NIV, IBIS dan TSI. Untuk terjemahan Bebas saya gunakan The Message.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Terjemahan Literal&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;KJV&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1 Paul, an apostle of Jesus Christ by the will of God, to the saints which are at Ephesus, and to the faithful in Christ Jesus: 2 Grace be to you, and peace, from God our Father, and from the Lord Jesus Christ.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Transisi anatara Terjemahan Literal dan Persamaan Dinamis&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ITB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. 2 &amp;nbsp;Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Terjemahan Literal dan Persamaan Dinamis&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;NIV&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1 Paul, an apostle of Christ Jesus by the will of God, To the saints in Ephesus, the faithful in Christ Jesus: 2 Grace and peace to you from God our Father and the Lord Jesus Christ.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;TSI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1Kepada yang kekasih saudara-saudari saya seiman [jemaat Efesus]— yaitu kalian yang percaya kepada Kristus Yesus dan yang disucikan-Nya: Salam dari Paulus, rasul Kristus Yesus, yang menjadi rasul karena kehendak Allah. 2Doa saya, Allah Bapa dan Tuhan kita Kristus Yesus akan selalu baik hati kepada kalian masing-masing dan menjagamu supaya kamu hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Tuhan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;IBIS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1 &amp;nbsp;Umat Allah di Efesus, yang setia kepada Kristus Yesus! 2 &amp;nbsp;Saya, Paulus, rasul Kristus Yesus atas kehendak Allah, mengharap semoga Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus memberi berkat dan sejahtera kepada kalian.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Terjemahan Bebas&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;The Message&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1-2 I, Paul, am under God’s plan as an apostle, a special agent of Christ Jesus, writing to you faithful believers in Ephesus. I greet you with the grace and peace poured into our lives by God our Father and our Master, Jesus Christ.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Mari kita membahasnya... Pada ayat 1 dan 2 ini, masing-masing terjemahan agak bervariasi untuk memulai pembukaannya. Misalnya saja KJV, ITB, NIV dan The Message memulainya dengan &quot;Paulus sebagai Rasul&quot;. Tetapi IBIS dan TSI memulainya dengan identitas penerima surat, Efesus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&quot;Paul, an apostle of Jesus Christ by the will of God&quot; &lt;b&gt;KJV&lt;/b&gt; (Literal)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&quot;Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah&quot; &lt;b&gt;ITB&lt;/b&gt; (transisi Literal ke Persaman Dinamis)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&quot;Paul, an apostle of Christ Jesus by the will of God&quot; &lt;b&gt;NIV&lt;/b&gt; (Persamaan Dinamis)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&quot;Paul, am under God’s plan as an apostle, a special agent of Christ Jesus&quot; &lt;b&gt;The Message&lt;/b&gt; (Bebas)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Keempat terjemahan di atas, walaupun berasal dari 4 kelompok penterjemahan yang berbeda, namun menyoroti hal yang sama, yaitu Paulus, seorang rasul yang tidak memilih pekerjaannya sendiri, atau tidak mengangkat diri sendiri sebagai rasul tetapi ia menjadi rasul karena kehendak Allah. Bukan berarti juga terjemahan IBIS dan TSI tidak menyoroti tentang Paulus ini, tetapi karena secara urutan, Paulus bukanlah yang menjadi yang pertama. Bahkan terjemahan IBIS menempatkannya pada ayat kedua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Paulus, dulunya bernama Saulus atau Saul. Seperti yang kita tahu, Saul adalah raja pertama Israel. Berasal dari suku Benyamin. Tentara Benyamin terkenal sebagai prajurit yang tegas, lantang, gagah berani, temperamental dan tangguh. Saulus dilahirkan di Tarsus sebagai seorang warga negara Romawi yang bebas, ia dididik dalam budaya Helenistik dan memiliki pelatihan Farisi oleh Gamaliel sendiri. Sementara, Paulus itu artinya kecil. Seperti sejak ia bertemu dengan terang Kristus, hidupnya berubah secara ekstrim.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Paulus dengan pelatihan Farisi, pastinya membuatnya sangat pintar, berlogika tinggi. Tugasnya untuk menangkap dan membinasakan orang Kristen pada saat itu, memberitahukan kita bahwa ia juga seorang yang tangguh secara fisik. Tetapi justru setelah ia bertemu dengan Kristus, segala yang ia banggakan itu dianggap sampah saja. Kemampuannya beretorika juga tidaklah dibanggakannya lagi (1 Kor 2:4-5 &quot;Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan...&quot;). Kristus sajalah yang dibanggakannya sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Saya disunat ketika berumur delapan hari. Saya lahir sebagai seorang Israel, dari suku bangsa Benyamin; saya orang Ibrani asli. Dalam hal ketaatan pada hukum-hukum agama Yahudi, saya adalah anggota golongan Farisi. Saya malah begitu bersemangat sehingga saya menganiaya jemaat. Kalau dinilai dari segi hukum agama Yahudi, saya seorang baik yang tidak bercela. Tetapi karena Kristus, maka semuanya yang dahulu saya anggap sebagai sesuatu yang menguntungkan, sekarang menjadi sesuatu yang merugikan. Bukan saja hal-hal tersebut; tetapi malah segala sesuatu saya anggap sebagai hal-hal yang hanya merugikan saja. Yang saya miliki sekarang ini adalah lebih berharga: yaitu mengenal Kristus Yesus, Tuhanku. Karena Kristus, maka saya sudah melepaskan segala-galanya. Saya anggap semuanya itu sebagai sampah saja, supaya saya bisa mendapat Kristus, dan betul-betul bersatu dengan Dia. Hubungan yang baik dengan Allah tidak lagi saya usahakan sendiri dengan jalan taat kepada hukum agama. Sekarang saya mempunyai hubungan yang baik dengan Allah, karena saya percaya kepada Kristus. Jadi, hubungan yang baik itu datang dari Allah, dan berdasarkan percaya kepada Yesus Kristus.&lt;/i&gt; (Fil 3:5-9 IBIS).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ini ayat yang luar biasa.Saulus setelah diconvert menjadi Paulus, sepertinya ia baru saja memasuki suatu ruangan yang mengubahkan segala hidupnya. Semuanya berubah. Ia menemukan suatu harta karun yang sangat berharga, sehingga tidak segan-segan menjual semua miliknya untuk mendapatkan Kristus, harta karun yang sangat berharga, yang sebenarnya yang ia cari-cari ketika menjalankan ibadahnya. Seperti di otak Paulus dipasang satu komponen elektronika yang bernama konverter. Komponen konverter itu bertugas untuk mengubahkan 0 menjadi 1 atau 1 menjadi 0. Terang yang begitu menyilaukan dan suara yang begitu memekakkan itu meng-convert. seluruh hidupnya. Ia rela menjadi kecil supaya Kristus menjadi besar. Jika kita hidup di zamannya Paulus, pastilah kita mengatakan ia gila, karena melepaskan segala kepopuleran. Semua yang diinginkan orang pada zaman itu ada di Saulus. Bayangkan bagaimana kecewanya para fans Saulus ketika ia menjadi Paulus. Jagoan retorika pada zaman itu pastilah sangat populer, bukan hanya di kalangan Yahudi namun di kalangan Yunani, ilmunya itu sangat wow. Tapi Paulus melepaskan semua itu hanya karena Kristus. Hanya Kristus yang paling berharga baginya. Paulus rela menjadi kecil, rela menjadi hina, dijadikan tontonan, disorakin dunia, hanya karena Kristus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Karena menurut pendapat saya, kami rasul-rasul, sudah dijadikan oleh Allah sebagai tontonan di depan manusia dan para malaikat. Kami seperti orang-orang hina yang dijatuhi hukuman mati di depan umum dan disorak-soraki oleh dunia&lt;/i&gt; (1 Kor 4:9 IBIS).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Paulus menjadi rasul hanya karena kehendak Allah saja. Dia adalah rasul keduabelas, bukan karena membuang undi – seperti Matias yang tidak tercatat lagi namanya setelah Kis 1:23-26. Paulus juga bukan karena diutus oleh gereja, tetapi karena kehendak Allah (Kis 9:15), bagian dari Rencana besar Allah yang sudah ada sebelum dasar dunia dijadikan. Terjemahan The Message mengatakan bahwa Paulus adalah special agent of &amp;nbsp;Christ Jesus. Paulus tidak memilih pekerjaannya sendiri untuk mendirikan Gereja! Surat ini akan membawa kita berhadapan dengan kedaulatan Allah dan misteri kehendak-Nya (6X di Efesus).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kehendak Allah dinyatakan melalui rencana-Nya. Rencana Allah lah yang membuat langit dan bumi ini ada. Sejak dahulu kala, bapa-bapa Israel, dan nabi-nabi-Nya bekerja sama untuk melakukan rencana Allah itu. Walaupun sebenarnya mereka tidak mengerti secara utuh apa yan mereka beritakan, namun mereka hanya percaya kepada apa yang Tuhan suruh untuk mereka katakan. Tema besar EFESUS adalah Rencana Allah (God&#39;s Purpose). Secara garis besar, Efesus dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Efesus 1-3: bicara tentang doktrin dasar &quot;Siapa kita di dalam Kristus&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Efesus 4-6: bicara tentang tanggung jawab kita dalam meresponi panggilan kita di dalam Kristus, bagaimana menjalankan peran kita &quot;di dalam Kristus&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jadi, dalam membahas surat Efesus ini kita perlu menghubungkannya dengan God&#39;s purpose, agar kita mempunyai gambaran besar, agar kita dapat mengerti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ada hal yang menarik lagi yang dapat kita gali dari 2 ayat ini, mari kita perhatikan sebutan untuk Yesus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;KJV&lt;/b&gt; -- &amp;nbsp;Jesus Christ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;ITB&lt;/b&gt; -- Kristus Yesus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;NIV&lt;/b&gt; -- Chirst Jesus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;IBIS&lt;/b&gt; -- Kristus Yesus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;TSI&lt;/b&gt; -- Kristus Yesus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;The Message&lt;/b&gt; -- Christ Jesus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pada umumnya menggunakan &quot;Kristus&quot; dulu baru &quot;Yesus&quot;, &quot;Kristus Yesus&quot;. Kata &quot;Kristus&quot; artinya adalah Mesias. Mesias adalah suatu jabatan, &quot;Yesus&quot; adalah nama. Jadi penggunaan &quot;Kristus Yesus&quot; menjadi lebih tepat. Seperti halnya menyebutkan &quot;Jendral Sudirman&quot; -- Jabatan dulu disebut baru namanya. Atau seperti Rabi Daniel, atau Presiden Obama. Sekali lagi, Kristus adalah jabatan, Yesus adalah nama. Berati penyebutan &quot;Krsitus Yesus&quot; di sini adalah memanggil atau menyebut dengan penuh hormat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;KJV&lt;/b&gt; “… to&lt;b&gt;&lt;i&gt; the saints &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;which are at Ephesus, and to the faithful in Christ Jesus”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;ITB&lt;/b&gt; “… kepada &lt;b&gt;&lt;i&gt;orang-orang kudus&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;NIV&lt;/b&gt; “To&lt;b&gt;&lt;i&gt; the saints&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; in Ephesus,[a] the faithful[b] in Christ Jesus”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;TSI&lt;/b&gt; “Kepada &lt;i&gt;&lt;b&gt;yang kekasih saudara-saudari saya seiman&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; [jemaat Efesus]— &lt;i&gt;&lt;b&gt;yaitu kalian yang percaya kepada Kristus Yesus dan yang disucikan-Nya&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;IBIS&lt;/b&gt; “&lt;i&gt;&lt;b&gt;Umat Allah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; di Efesus, &lt;i&gt;&lt;b&gt;yang setia&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;kepada Kristus Yesus&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;…”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;The Message&lt;/b&gt; “… writing to you &lt;i&gt;&lt;b&gt;faithful believers&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; in Ephesus”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Surat Efesus ini ditujukan kepada orang kudus di Efesus. Beberapa sebutan untuk orang kudus membuat kita dapat mengerti siapa orang kudus yang dimaksud itu, seperti berikut: The saint…. Orang-orang kudus …. The saints … yang kekasih saudara-saudari seiman – yaitu kalian yang percaya kepada Kristus Yesus dan yang disucikan-Nya … umat Allah … Faithful believers. Jadi berdasarkan hipotesa awal kita dapat mengatakan the saints itu adalah umat Allah, faithful believers (orang-orang percaya yang setia), orang kudus, saudara-saudari seiman yang kekasih, yaitu kalian yang percaya kepda Kristus Yesus dan yang disucikan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Orang kudus adalah bukan orang yang tidak berdosa, bukan gereja yang membuat mereka menjadi orang-orang kudus tetapi Allah yang membuat mereka menjadi kudus. Secara sederhana orang kudus adalah “dipisahkan”, yang berarti orang berdosa yang diselamatkan. Orang kudus itu disebut orang Kristen, artinya pengikit Kristus. Kristen juga disebut murid (Kis 9:1, 10, 19, 25, 26, 36, 38) dan juga disebut juga sebagai orang-orang “pengikut Jalan Tuhan” (Kis 9:2).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;at Ephesus… di Efesus… in Ephesus… [jemaat Efesus]… di Efesus… in Ephesus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Surat kepada Jemaat di Efesus adalah surat edaran untuk gereja-gereja pada hari itu. Dia tidak menulis di sini untuk Gereja lokal seperti untuk gereja pada umumnya, yaitu tubuh, orang percaya yang tidak kelihatan. Dalam beberapa salinan kuno dalam bahasa Yunani -- Kodeks Sinaiticus dan Kodeks Vaticanus (naskah paling awal yang diakui berisikan teks Perjanjian Baru) -- tidak terdapat kedua kata ini [en Epheso]. Ada yang mengatakan, Paulus tidak menulis untuk gereja lokal saja seperti untuk gereja pada umumnya, tetapi tubuh, yaitu orang percaya yang tidak kelihatan. Surat ini adalah ensiklik (surat edaran) - meliputi semua gereja dan ditulis setelah Kolose dan dikirim oleh Tikhikus ( Kol 4:15). Efesus adalah penerima pertama dari surat dan kemudian di edarkan ke gereja-gereja lainnya. Efesus itu bak gereja pusat yang kompleks. Secara geografis Efesus sebagai pintu gerbang penerima surat Paulus, kemudian disebarkan ke gereja-gereja lain seperti 7 gereja yang ada Wahyu dan juga gereja beberapa gereja yang dibangun Paulus: Troas , Assos , Adramyttium (Kis 27:2), Miletus , Trogyllium (Kis 20:15), Hierapolis , dan Kolose.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Grace and Peace&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;KJV &quot;&lt;/b&gt;Grace be to you, and peace, from God our Father, and from the Lord Jesus Chris&quot;t.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;ITB&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&quot;Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu&quot;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;NIV &lt;/b&gt;&quot;Grace and peace to you from God our Father and the Lord Jesus Christ&quot;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TSI&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&quot;Doa saya, Allah Bapa dan Tuhan kita Kristus Yesus akan selalu baik hati kepada kalian masing-masing dan menjagamu supaya kamu hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Tuhan kita&quot;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;IBIS&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&quot;Saya, Paulus, rasul Kristus Yesus atas kehendak Allah, mengharap semoga Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus memberi berkat dan sejahtera kepada kalian&quot;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;The Message&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&quot;I greet you with the grace and peace poured into our lives by God our Father and our Master, Jesus Christ&quot;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Efesus 1:2 ini adalah salam Paulus yang paling khas, yaitu &lt;i&gt;“grace and peace”&lt;/i&gt;. Jika kira search di searach engine aplikasi alkitab apapun, kita akan menemukan grace and peace pada semua surat Paulus, mulai dari Roma sampai Filemon. Salam ini sangat unik, jika kita ulik grace dalam bahasa Yunani (charis) artinya halo, dan peace dalam bahasa Ibrani (shalom) artinya halo. Jadi kedua kata ini adalah salam ketika bertemu. Jadi paling tidak salam ini diberikan kepada orang Yunani dan Ibrani sekaligus. Walaupun Paulus diutus untuk orang bukan Yahudi (Ibrani) tetapi di antara orang-orang Yunani itu ada juga orang Ibrani yang berbahasa Yunani, sehingga mereka dapat mengerti salam Paulus ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Grace and Peace”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah suatu kondisi ideal yang seharusnya, seperti kata-kata positif yang diberikan Paulus sebagai salam. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Grace&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; juga berarti cheer up, bergembira. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Peace&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; juga berarti harmoni. Jadi ini adalah kondisi yang didambakan semua orang, kondisi ideal. Bayangkan, Paulus ketika menulis beberapa surat-suratnya dalam keadaan di penjara, dalam kondisi yang tidak enak tetapi ia menyampaikan salam yang mengharapkan orang yang menerima salam mendapatkan kondisi ideal. Jadi sesuatu ideal itu bukan karena pengalaman yang sedang kita alami, baik kondisi ga enak, ataupun kondisi yang enak. Kita perlu mengatakannya dan melakukannya. Walaupun perkataan salam itu sangat simple, tetapi sesuatu yang simple itu sangat berarti, applicable. Ada pepatah yang mengatakan &lt;i&gt;less is more&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Dalam terjemahan &lt;b&gt;TSI&lt;/b&gt;, langsung memberikan makna untuk &lt;i&gt;grace and peace&lt;/i&gt;, Paulus member salam tetapi sebenarnya salamnya itu berupa doa, ia mengharapkan Kristus Yesus akan selalu baik hati dan menjaga supaya kita hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Tuhan kita. Dengan membaca terjemahan ini kita menjadi mengerti kondisi ideal yang sebenarnya yang Tuhan kehendaki. Bukan hanya kita yang menerima surat yang mendapatkan kondisi ideal ini, tetapi sebenarnya Paulus mengajarkan kepada semua penerima suratnya agar dapat melakukan hal yang sama yang ia telah lakukan. Paulus sedang membangun suatu &lt;i&gt;culture&lt;/i&gt; baru agar di bumi ini tercipta &lt;i&gt;grace and peace&lt;/i&gt;. Paulus sebenarnya sedang membangun brand image, dalam kondisi apapun kita harus dapat menyampaikan atau memberikan &lt;i&gt;grace and peace&lt;/i&gt; kepada semua orang. Dan sebelum memberikan atau menyampaikan g&lt;i&gt;race and peace&lt;/i&gt; ini tentunya kita harus merasakannya terlebih dahulu. &lt;i&gt;Brand image &lt;/i&gt;yang dibangun itu harus meliputi seluruh hidup kita. Misalnya, kondisi ideal yang kita inginkan adalah “kota yang bersih”, berarti image bersih itu harus ditularkan kepada semua orang di sekitar kita. Dalam membangun &lt;i&gt;image&lt;/i&gt; ini perlu integritas untuk melakukannya, baik ada orang yang melihat atau tidak melihat tetap dilakukan, baik oleh kita sendiri atau orang yang telah kita tularkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Dalam terjemahan &lt;b&gt;The Message&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;grace and peace&lt;/i&gt; poured into our lives by God our Father and our Master, Jesus Christ. Jadi &lt;i&gt;grace and peace&lt;/i&gt; itu, kebaikan hati Allah dan perasaan tenang itu dicurahkan oleh Allah sendiri. Kata &lt;i&gt;peace&lt;/i&gt; dalam bahasa Yunani &lt;i&gt;eirene&lt;/i&gt;, berarti health, welfare, prosperity, every kind of good, &quot;the way of peace&quot; means the way of happiness. Peace juga berarti memberikan pelukan yang menenangkan. Ketika kita dibenarkan melalui iman dalam Kristus kita mendapatkan peace juga.&lt;i&gt; “Therefore, since we have been justified through faith, we have peace with God through our Lord Jesus Chris”&lt;/i&gt; (Rom 5:1 NIV).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Peace&lt;/i&gt; juga berarti semua persoalan bisa cepet beres. Jika engkau berbuat begitu, dan hal itu diperintahkan Allah kepadamu, engkau akan mampu melakukan tugasmu, dan semua orang akan pulang dengan puas karena persoalan mereka cepat dibereskan.&quot; (Kel 18:23 IBIS).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Dalam &lt;b&gt;Kel 14:14&lt;/b&gt; adalah ayat favorit orang Kristen, “Tuhan berperang untuk kita dan kita diam saja”. Mari kita lihat versi lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;The LORD will fight for you; you need only to be still.&amp;nbsp;&lt;b&gt;NIV&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;GOD will fight the battle for you. And you? You keep your mouths shut! &lt;b&gt;The Message&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;The Lord himself will fight for you. Just stay calm. &lt;b&gt;NLT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;The Lord will fight for you, and you shall hold your peace and remain at rest. &lt;b&gt;Amplified Bible&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Banyak sekali orang yang mengartikannya bahwa kita hanya duduk-duduk saja, tidak melakukan apa-apa tiba-tiba berkat datang. Bukan seperti itu. Jika kita melihat di sini isunya adalah hati kita harus dalam keadaan damai dalam melakukan segala pekerjaan kita, jangan grusa-grusu, ngomong sana-sini, sangkin stressnya jadi gossip sana-sini. Sebenarnya yang kita perlu adalah be still, keep your mouths shut, stay calm, your peace and remain at rest. Tuhan pasti tolong kita, akan menepuk pundak kita, memeluk kita supaya kita tetap dapat mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan kita dengan sebaik mungkin. Dalam keadaan hati damai, persoalan apapun sebenarnya kita mampu menyelesaikannya. Masalah yang besar hanya perlu di break down, kemudian diidentifikasi, kemudian diselesaikan satu-satu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://motivationarea.blogspot.com/2013/11/efesus-11-2-salam.html</link><author>noreply@blogger.com (Daily GLOW)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>