<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>addsindo.blogspot.com</title><description>Pro rakyat</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</managingEditor><pubDate>Thu, 12 Sep 2024 22:56:19 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://addsindo.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>Pro rakyat</itunes:subtitle><itunes:category text="Technology"><itunes:category text="Gadgets"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>BELAJAR HTML</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2013/04/belajar-html.html</link><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Tue, 16 Apr 2013 01:01:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-558747289875750723</guid><description>materi Bu HANA klick &amp;nbsp;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?imd00lsdpn22maj"&gt;download&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://addsindo.blogspot.com/2013/01/blog-post.html</link><category>Tugas Keamanan Komputer</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Sun, 27 Jan 2013 20:55:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-5678368397154925542</guid><description>materi keamanan komputer&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
terjemahan presensi materi FIREWALL AND HONEYPOTS&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mediafire.com/view/?3pesvrga6e3w4ry"&gt;DOWNLOAD&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>MATERI JARINGAN NIRKABEL</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2012/11/materi-jaringan-nirkabel.html</link><category>JARINGAN NIRKABEL</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Tue, 20 Nov 2012 06:48:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-6542556534862756464</guid><description>MATERI JARINGAN NIRKABEL download &lt;a href="http://www.mediafire.com/view/?bhfp8rr3qn853sn"&gt;Di Sini&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>MATERI SPK</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2012/11/materi-spk.html</link><category>MATERI SPK</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Tue, 13 Nov 2012 03:40:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-7537473802681715951</guid><description>MATERI SPK &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/view/?7oqsat9l158q33b"&gt;download here&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Virus Komputer, Trojan dan perkembangannya</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2012/10/virus-komputer-trojan-dan.html</link><category>Tugas Keamanan Komputer</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Tue, 16 Oct 2012 11:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-8762670743101753896</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;Virus Komputer dan perkembangannya &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
By Mas Adi Prasetyo S&lt;br /&gt;
1001550099&lt;br /&gt;
B1 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
virus komputer pertama kalinya tercipta bersamaan dengan komputer. 
Pada tahun 1949, salah seorang pencipta komputer, John von Newman, yang 
menciptakan Electronic Discrete Variable Automatic Computer (EDVAC), 
memaparkan suatu makalahnya yang berjudul “Theory and Organization of 
Complicated Automata”. Dalam makalahnya dibahas kemungkinan program yang
 dapat menyebar dengan sendirinya. Perkembangan virus komputer 
selanjutnya terjadi di AT&amp;amp;T Bell Laboratory salah satu laboratorium 
komputer terbesar di dunia yang telah menghasilkan banyak hal, seperti 
bahasa C dan C++.1 Di laboratorium ini, sekitar tahun 1960-an, setiap 
waktu istirahat para peneliti membuat permainan dengan suatu program 
yang dapat memusnahkan kemampuan membetulkan dirinya dan balik menyerang
 kedudukan lawan. Selain itu, program permainan dapat memperbanyak 
dirinya secara otomatis. Perang program ini disebut Core War, yaitu 
pemenangnya adalah pemilik program sisa terbanyak dalam selang waktu 
tertentu. Karena sadar akan bahaya program tersebut, terutama bila bocor
 keluar laboratorium tersebut, maka setiap selesai permainan, program 
tersebut selalu dimusnahkan. Sekitar tahun 1970-an , perusahaan Xerox 
memperkenalkan suatu program yang digunakan untuk membantu kelancaran 
kerja. Struktur programnya menyerupai virus, namun program ini adalah 
untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin dan pada waktu yang 
bersamaan dua tugas dapat dilakukan. Pada tahun 1980-an, perang virus di
 dunia terbuka bermula atas pemaparan Fred Cohen, seorang peneliti dan 
asisten profesor di Universitas Cincinati, Ohio. Dalam pemaparannya, 
Fred juga mendemonstrasikan sebuah program ciptaannya, yaitu suatu virus
 yang dapat menyebar secara cepat pada sejumlah komputer. Sementara 
virus berkembang, Indonesia juga mulai terkena wabah virus. Virus 
komputer ini pertama menyebar di Indonesia juga pada&lt;br /&gt;
tahun 1988. Virus yang begitu menggemparkan seluruh pemakai komputer di 
Indonesia, saat itu, adalah virus ©Brain yang dikenal dengan nama virus 
Pakistan.
&lt;br /&gt;
Pengertian Virus Komputer&lt;br /&gt;

Istilah virus komputer tak asing lagi bagi kalangan pengguna komputer
 saat ini. Padahal, sekitar 12 tahun yang lalu, istilah ini telah 
dikenal oleh masyarakat pengguna komputer. Baru pada tahun 1988, muncul 
artikel-artikel di media massa yang dengan gencar memberitakan mengenai 
ancaman baru bagi para pemakai komputer yang kemudian dikenal dengan 
sebutan ‘virus komputer’. Virus yang terdapat pada komputer hanyalah 
berupa program biasa, sebagaimana layaknya program-program lain. Tetapi 
terdapat perbedaan yang sangat mendasar pada virus komputer dan program 
lainnya. Virus dibuat oleh seseorang dengan tujuan yang bermacam-macam, 
tetapi umumnya para pembuat virus hanyalah ingin mengejar popularitas 
dan juga hanya demi kesenangan semata. Tetapi apabila seseorang membuat 
virus dengan tujuan merusak maka tentu saja&lt;br /&gt;
akan mengacaukan komputer yang ditularinya.&lt;br /&gt;

Kemampuan Dasar Virus Komputer&lt;br /&gt;

Definisi umum virus komputer adalah program komputer yang biasanya 
berukuran kecil yang dapat meyebabkan gangguan atau kerusakan pada 
sistem komputer dan memiliki beberapa kemampuan dasar, diantaranya 
adalah :&lt;br /&gt;

Kemampuan untuk memperbanyak diri&lt;br /&gt;
Yakni kemampuan untuk membuat duplikat dirinya pada file-file atau 
disk-disk yang belum ditularinya, sehingga lama-kelamaan wilayah 
penyebarannya semakin luas.&lt;br /&gt;

Kemampuan untuk menyembunyikan diri&lt;br /&gt;
Yakni kemampuan untuk menyembunyikan dirinya dari perhatian user, antara lain dengan cara-cara berikut :&lt;br /&gt;
a.&amp;nbsp;Menghadang keluaran ke layar selama virus bekerja, sehingga pekerjaan virus tak tampak oleh user.&lt;br /&gt;
b.&amp;nbsp;Program virus ditempatkan diluar track2 yang dibuat DOS (misalkan track 41)&lt;br /&gt;
c.&amp;nbsp;Ukuran virus dibuat sekecil mungkin sehingga tidak menarik kecurigaan.&lt;br /&gt;

Kemampuan untuk mengadakan manipulasi&lt;br /&gt;
Sebenarnya rutin manipulasi tak terlalu penting. Tetapi inilah yang sering mengganggu. Biasanya rutin ini dibuat untuk :&lt;br /&gt;
a.&amp;nbsp;Membuat tampilan atau pesan yang menggangu pada layer monitor&lt;br /&gt;
b.&amp;nbsp;Mengganti volume label disket&lt;br /&gt;
c.&amp;nbsp;Merusak struktur disk, menghapus file-file&lt;br /&gt;
d.&amp;nbsp;Mengacaukan kerja alat-alat I/O, seperti keyboard dan printer&lt;br /&gt;

Kemampuan untuk mendapatkan informasi&lt;br /&gt;
Yakni kemampuan untuk mendapatkan informasi tentang struktur media 
penyimpanan seperti letak boot record asli, letak table partisi, letak 
FAT3, posisi suatu file, dan sebagainya.&lt;br /&gt;

Kemampuan untuk memeriksa keberadaan dirinya&lt;br /&gt;
Sebelum menyusipi suati file virus memeriksa keberadaan dirinya dalam 
file itu dengan mencari ID (tanda pengenal) dirinya di dalam file itu. 
File yang belum tertular suatu virus tentunya tidak mengandung ID dari 
virus yang bersangkutan. Kemampuan ini mencegah penyusupan yang 
berkali-kali pada suatu file yang sama.&lt;br /&gt;

2.4 Jenis-jenis virus komputer&lt;br /&gt;

Berikut ini akan dibahas jenis-jenis virus yang penulis simpulkan 
dari berbagai sumber, baik sumber pustaka maupun sumber dari internet.&lt;br /&gt;

2.4.1 Berdasarkan Teknik Pembuatannya&lt;br /&gt;

a. Virus yang dibuat dengan compiler&lt;br /&gt;
Adalah virus yang dapat dieksekusi karena merupakan virus yang telah di 
compile sehingga menjadi dapat dieksekusi langsung. Virus jenis ini 
adalah virus yang pertama kali muncul di dunia komputer, dan sampai 
sekarang terus berkembang pesat. Biasanya virus jenis ini dibuat dengan 
bahasa pemrograman tingkat rendah yang disebut dengan assembler, karena 
dengan menggunakan assembler program yang dihasilkan lebih kecil dan 
cepat, sehingga sangat cocok untuk membuat virus. Tetapi tidak tertutup 
kemungkinan untuk membuat virus dengan menggunakan bahasa pemrograman 
lainnya seperti C dan Pascal baik dilingkungan DOS maupun Windows .&lt;br /&gt;
Mungkin virus jenis ini adalah virus yang paling sulit untuk dibuat 
tetapi karena dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman dan berbentuk
 bahasa mesin maka keunggulan dari virus ini adalah mampu melakukan 
hampir seluruh manipulasi yang mana hal ini tidak selalu dapat dilakukan
 oleh virus jenis lain karena lebih terbatas.&lt;br /&gt;

b. Virus Macro&lt;br /&gt;

Banyak orang salah kaprah dengan jenis virus ini, mereka menganggap 
bahwa virus Macro adalah virus yang terdapat pada program Microsoft 
Word. Memang hampir seluruh virus Macro yang ditemui merupakan virus 
Microsoft Word. Sebenarnya virus Macro adalah virus yang memanfaatkan 
fasilitas pemrograman modular pada suatu program aplikasi tertentu 
seperti Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft PowePoint, Corel 
WordPerfect, dan sebagainya. Tujuan dari fasilitas pemrograman modular 
ini adalah untuk memberikan suatu kemudahan serta membuat jalan pintas 
bagi&lt;br /&gt;
aplikasi tersebut. Sayangnya fungsi ini dimanfaatkan oleh 
pembuat-pembuat virus untuk membuat virus didalam aplikasi tersebut. 
Walaupun virus ini terdapat didalam aplikasi tertentu tetapi bahaya yang
 ditimbulkan tidak kalah berbahanya dari virus-virus yang lain.&lt;br /&gt;

c. Virus Script/ Batch&lt;br /&gt;

Pada awalnya virus ini lebih dikenal dengan virus batch karena dulu 
terdapat pada file batch yang terdapat pada DOS, sekarang hal ini telah 
berganti menjadi script. Virus script biasanya sering didapat dari 
Internet karena kelebihannya yang fleksibel dan bisa berjalan pada saat 
kita bermain internet, virus jenis ini biasanya menumpang pada file HTML
 (Hype Text Markup Language) dibuat dengan menggunakan fasilitas script 
seperti Javascript, VBscript,4 maupun gabungan antara script yang 
mengaktifkan program Active-X dari Microsoft Internet Explorer.&lt;br /&gt;

Berdasarkan yang dilakukan&lt;br /&gt;

a. Virus Boot Sector&lt;br /&gt;
Virus Boot Sector adalah virus yang memanfaatkan gerbang hubungan antara
 komputer dan media penyimpan sebagai tempat untuk menularkan virus. 
Apabila pada boot sector terdapat suatu program yang mampu menyebarkan 
diri dan mampu tinggal di memory selama komputer bekerja, maka program 
tersebut dapat disebut virus. Virus boot sector terbagi dua yaitu virus 
yang menyerang disket dan virus yang menyerang disket dan tabel partisi.&lt;br /&gt;
b. Virus File&lt;br /&gt;
Virus file merupakan virus yang memafaatkan suatu file yang dapat 
diproses langsung pada editor DOS, seperti file berekstensi COM, EXE, 
beberapa file overlay, dan file BATCH. Virus umumnya tidak memiliki 
kemampuan untuk menyerang di semua file tersebut. Virus file juga 
dikelompokkan berdasarkan dapat atau tidaknya tingga di memory.&lt;br /&gt;
c. Virus System&lt;br /&gt;
Virus sistem merupakan virus yang memanfaatkan file-file yang dipakai 
untuk membuat suatu sistem komputer. Contohnya adalah file dengan 
berekstensi SYS, file IBMBIO.COM, IBMDOS.COM, atau COMMAND.COM.&lt;br /&gt;
d. Virus Hybrid&lt;br /&gt;
Virus ini merupakan virus yang mempunyai dua kemampuan biasanya dapat 
masuk ke boot sector dan juga dapat masuk ke file. Salah satu contoh 
virus ini adalah virus Mystic yang dibuat di Indonesia.&lt;br /&gt;
e. Virus Registry WIndows&lt;br /&gt;
Virus ini menginfeksi operating system yang menggunakan Windows 95/98/NT
 biasanya akan mengadakan infeksi dan manipulasi pada bagian registry 
Windows sebab registry adalah tempat menampung seluruh informasi 
komputer baik hardware maupun software. Sehingga setiap kali kita 
menjalankan Windows maka virus akan dijalankan oleh registry tersebut.&lt;br /&gt;
f. Virus Program Aplikasi&lt;br /&gt;
Virus ini merupakan virus Macro, menginfeksi pada data suatu program 
aplikasi tertentu. Virus ini baru akan beraksi apabila kita menjalankan 
program aplikasi tersebut dan membuka data yang mengandung virus.&lt;br /&gt;

Berdasarkan media penyebarannya&lt;br /&gt;

a. Penyebaran dengan media fisik&lt;br /&gt;
Media yang dimaksudkan bisa dengan disket, CD-ROM (Compact Disc Read 
Only Memory), harddisk, dan sebagainya. Untuk CD-ROM, walaupun media ini
 tidak dapat dibaca tetapi ada kemungkinan suatu CD-ROM mengandung virus
 tertentu, walaupun kemungkinannya kecil, tetapi seiring dengan 
berkembangnya alat CD-R/CD-RW yang beredar dipasaran maka kemungkinan 
adanya virus didalam CD-ROM akan bertambah pula. Untuk saat ini virus 
jenis ini yang menjadi dominan dari seluruh virus yang ada. Virus ini 
akan menular pada komputer yang masih belum tertular apabila terjadi 
pengaksesan pada file/media yang mengandung virus yang diikuti dengan 
pengaksesan file/media yang masih bersih, dapat juga dengan mengakes 
file/media yang masih bersih sedangkan di memori komputer terdapat virus
 yang aktif.&lt;br /&gt;

b. Penyebaran dengan Media Internet&lt;br /&gt;
Akhir-akhir ini virus yang menyebar dengan media sudah semakin banyak, 
virus ini biasanya menyebar lewat e-mail ataupun pada saat kita 
mendownload suatu file yang mengandung virus. Juga ada beberapa virus 
yang secara otomatis akan menyebarkan dirinya lewat e-mail apabila 
komputer memiliki hubungan ke jalur internet&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Trojan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;div class="post-header"&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class="post-body entry-content" id="post-body-6209765163051315335"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;Pengertian Sejarah Virus Trojan atau Trojan Horse&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="article-header" style="-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: black; display: table; font-family: 'Walter Turncoat'; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; width: 750px; word-spacing: 0px;"&gt;
&lt;h1 class="title entry-title" style="color: #333333; display: table-cell; font-family: 'Helvetica Neue Light', HelveticaNeue-Light, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 20px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 40px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: middle; width: 710px;"&gt;
&lt;a href="http://adyazp.blogspot.com/2011/11/sejarah-dan-pengertian-trojan-horse.html" rel="bookmark" style="-webkit-transition-delay: initial; -webkit-transition-duration: 0.3s; -webkit-transition-property: color; -webkit-transition-timing-function: initial; color: #333333; font-family: 'Helvetica Neue Light', HelveticaNeue-Light, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="article-content entry-content" style="-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; clear: both; color: #333333; font-family: 'Walter Turncoat'; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 1.4; margin-bottom: 5px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 10px; orphans: 2; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ7I3a55n-lI3_OFepd67ym8GzCNAck-LWWpaldj7K9QUMtdSW6DQIiRY3nvkDHwVetvp04e8p5U6TipHPHocrxKbiiZkLG7xZf_h9DzpohUa-NUsXIFV7SCtLdIE8Qk6XSZ2ycNsbldbb/s1600/trojan-horse.jpg" style="-webkit-transition-delay: initial; -webkit-transition-duration: 0.3s; -webkit-transition-property: color; -webkit-transition-timing-function: initial; color: #7b5341; display: inline; font-family: 'Helvetica Neue Light', HelveticaNeue-Light, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; margin-left: 1em; margin-right: 1em; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" height="255" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ7I3a55n-lI3_OFepd67ym8GzCNAck-LWWpaldj7K9QUMtdSW6DQIiRY3nvkDHwVetvp04e8p5U6TipHPHocrxKbiiZkLG7xZf_h9DzpohUa-NUsXIFV7SCtLdIE8Qk6XSZ2ycNsbldbb/s320/trojan-horse.jpg" style="-webkit-border-image: url(data:image/png; background-color: white; border-bottom-style: none; border-bottom-width: 9px; border-color: initial; border-left-style: none; border-left-width: 9px; border-right-style: none; border-right-width: 9px; border-top-style: none; border-top-width: 9px; border-width: initial; display: inline-block; height: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 10px; max-width: 100%; padding-bottom: 8px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 8px;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi08OIslYNX73U8GUpXUbvXwTgmiD2yI_tApcCwKp-gTujEwzcvPl7M4S0ePfVQg6slZ-JvG6ad00-hihMapNNYMdzvqucVhlvC7ELdfIzlUoi6qDyk2ngCgAmL1HrUnzkPyHBIOooErFiZ/s1600/trojan-horse9.jpg" style="-webkit-transition-delay: initial; -webkit-transition-duration: 0.3s; -webkit-transition-property: color; -webkit-transition-timing-function: initial; color: #7b5341; display: inline; font-family: 'Helvetica Neue Light', HelveticaNeue-Light, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; margin-left: 1em; margin-right: 1em; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://japanlyricsong.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Virus Trojan&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;atau&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Trojan Horse&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mungkin sudah pada sering dengar atau pernah melihat antivirus komputer kita mendeteksi virus yang diidentifikasi sebagai &lt;a href="http://howto-programminglanguages.blogspot.com/2011/11/perbedaan-ilmu-komputer-teknik.html"&gt;virus Trojan&lt;/a&gt;.
 Mungkin ada yang mengira trojan adalah nama suatu virus komputer 
layaknya seperti nama-nama virus komputer lain misalnya virus kangen, 
virus Brontok dan lain-lain.&lt;br /&gt;
Trojan Horse atau bisa disebut Trojan sebenarnya adalah suatu jenis/golongan virus bukan nama suatu virus. Istilah&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Trojan Horse&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;diambil dari legenda Yunani Kuno yaitu kisah&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://google.com/"&gt;&lt;b&gt;Trojan War&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;atau&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Perang Troya/Troy&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
Kisahnya begini, (dongeng dulu) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alkisah Putra Mahkota Kerajaan Troya yang bernama&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="teks"&gt;Paris
 terlibat perselingkuhan dengan Helen istri pejabat di Yunani. Hal itu 
membuat pihak kerajaan Yunani marah dan menyerang kerajaan Troya. Namun 
benteng pertahanan Troya kuat sekali dikepung 10 tahun tidak juga 
menyerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="teks"&gt;Pasukan Yunani yang sudah putus asa akhirnya 
menggunakan taktik licik, mereka pura-pura meninggalkan kota Troya dan 
bersembunyi di balik bukit, namun mereka meninggalkan patung kuda besar 
dari kayu yang diisi dengan pasukan elit Yunani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="teks"&gt;Penduduk Troya bersukaria mengetahui pasukan Yunani 
sudah mundur, dan patung kuda yang bagus peninggalan pasukan Yunani itu 
diarak masuk kota Troya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada malam hari saat penduduk dan pasukan Troya terlelap maka pasukan 
elit di dalam patung kuda troya keluar, sebagian membukakan gerbang 
untuk pasukan Yunani yang bersembunyi di luar gerbang, sebagian 
menyerang obyek-obyek vital kerajaan Troya. Maka hancurlah kerajaan 
Troya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, karena ada virus komputer mempunyai karakter yang mirip kisah Kuda 
Troya/ Trojan Horse maka beberapa virus tersebut digolongkan menjadi 
virus Trojan Horse.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Virus Trojan adalah program yang terdiri dari 2 bagian yaitu: program 
yang disusupkan ke komputer korban dengan segala tipu daya, dan yang 
satunya program yang dijalankan komputer hacker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hacker berhasil menyusupkan program ke komputer korban, maka hacker
 bisa mengintai dan mengendalikan (me-remote) aktivitas komputer korban 
dari komputer hacker.&lt;br /&gt;
Virus Trojan sangat berbahaya bagi pengguna komputer yang tersambung 
jaringan komputer atau internet, karena bisa jadi hacker bisa mencuri 
data-data sensitif misalnya password email, internet banking, paypal, 
e-gold,kartu kredit dan lain-lain. Jika anda sering melakukan aktifitas 
keuangan online maka harus dipastikan bahwa komputer anda aman bebas 
dari virus.&lt;br /&gt;
Untuk mencegah dan menghapus virus Trojan pastikan anda memasang 
antivirus yang selalu ter-update, mengaktifkan Firewall baik bawaan dari
 Windows atau dari luar juga mengurangi resiko komputer kita diintai 
atau dikendalikan dari komputer lain.&lt;br /&gt;
Selalu waspadalah jika komputer anda mengalami sesuatu kejanggalan, 
seandainya antivirus tidak mampu menanggulangi virus, format saja 
komputer dan install ulang sistem operasi dan sofware-sofwarenya. 
Hindari penggunaan sofware ilegal/bajakan karena sering tanpa kita 
sadari software itu disusupi virus Trojan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ7I3a55n-lI3_OFepd67ym8GzCNAck-LWWpaldj7K9QUMtdSW6DQIiRY3nvkDHwVetvp04e8p5U6TipHPHocrxKbiiZkLG7xZf_h9DzpohUa-NUsXIFV7SCtLdIE8Qk6XSZ2ycNsbldbb/s72-c/trojan-horse.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>GAS HALON</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2012/10/tugas-keamanan-komputer-mas-adi.html</link><category>Tugas Keamanan Komputer</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Tue, 16 Oct 2012 10:43:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-4303026070623181982</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;TUGAS KEAMANAN KOMPUTER&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;MAS ADI PRASETYO SADEWO&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;1001550099&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;GAS HALON&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gas Hallon&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Halon merupakan salah satu kelompok Bahan Perusak Ozon 
(BPO) yang diatur produksi dan konsumsinya dalam Protokol Montreal. 
Terdapat 3 jenis Halon yaitu Halon 1211, 1301 dan 2402. Di Indonesia 
jenis yang digunakan adalah Halon 1211 untuk Alat Pemadam Api Ringan 
(APAR) dan Halon 1301 untuk fixed system. Halon-1211 berpotensi merusak 
lapisan ozon 6 kali lebih besar dibandingkan dengan CFC dan halon-1301 
merusak 10 kali lebih besar dibandingkan CFC.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Halon sudah dihentikan impornya ke Indonesia sejak tahun 1998.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Penggunaan Halon pada beberapa kegiatan khusus yang disebut
 sebagai “Critical Use” masih belum dapat digantikan karena belum 
tersedia alternatifnya yang layak secara teknis/ekonomis. Contoh 
critical use adalah sektor penerbangan, yang memerlukan halon untuk 
pengamanan di ruang kabin, ruang mesin dan ruang kargo.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Dengan masih adanya kebutuhan khusus tersebut maka perlu 
dilakukan upaya pengumpulan dan pemulihan kualitas (reclamation) Halon 
dari peralatan/sistem pemadam api yang sudah ada di Indonesia sehingga 
Halon hasil reclamation dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan 
kritis. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.
 2 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Halon, penggunaan Halon untuk 
kebutuhan kritis harus mendapat persetujuan dari Menteri Lingkungan 
Hidup berdasarkan rekomendasi Panel Penasehat Halon yang beranggotakan 
tenaga ahli di bidang bahan pemadam api. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pada Tahun 1997, Executive Committee (ExCom) Multilateral 
Fund (MLF) Protokol Montreal menyetujui pemberian bantuan hibah untuk 
pengembangan Bank Halon di Indonesia. Fungsi Bank Halon adalah sebagai 
pengelola sisa persediaan halon di dalam negeri secara terencana dan 
tepat guna sehingga dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan kritis.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pada tahun 2000, disepakati kerjasama dengan PT. GMF untuk pengembangan Bank Halon Indonesia.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Halon Bank Indonesia dikelola oleh Garuda Maintenance 
Facility (GMF) AeroAsia dibawah manajemen PT. Garuda Indonesia. Kegiatan
 utama Bank Halon adalah  mengumpulkan halon yang sudah tidak digunakan,
 melakukan pemulihan kualitas Halon sesuai dengan standar kualitas yang 
berlaku serta menyalurkan Halon hasil pemulihan kualitas kepada pengguna
 kritis. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pembangunan sarana Bank Halon Indonesia telah diselesaikan dan diresmikan tahun 2003.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sampai saat ini Bank Halon Indonesia telah mengumpulkan dan
 mengelola Halon 1211 sebesar 1.569 kg dan Halon 1301 sebesar 28.719 kg.
 &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;IHB telah mendapat Ozone Award dari Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2008.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Bank Halon Indonesia menjadi salah satu rujukan pengelolaan
 Halon di wilayah Asia. IHB telah menerima kunjungan studi banding Tim 
Militer dari Srilanka dan India serta Ozon Unit dari Timor Leste. Selain
 itu narasumber IHB juga telah dilibatkan dalam berbagai pertemuan 
tingkat regional yang dilaksanakan oleh UNEP. Dari artilel &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Gas Pengganti hallon&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai
 ganti bahan hallon maka kami gunakan 141B sehingga lebih ramah terhadap
 lingkungan. Dan ada jenis gas pengganti halon lainnya seperti Halon 
1211, halon 1301, halon 2402, CFC (dalam bentuk gas) sebagai bahan aktif
 pemadam api&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>MATERI SCM 1-5</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2012/10/materi-scm-1-5.html</link><category>MATERI SCM</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Thu, 4 Oct 2012 08:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-6668427832336691008</guid><description>Download materi SCM pertemuan 1-5 &lt;a href="http://www.mediafire.com/?omxh2nj3s7v3c1f"&gt;KLICK DISINI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengertian Content Managemet System (CMS)</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2012/09/pengertian-content-managemet-system-cms.html</link><category>Tips dan Trick Ngeblog</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Mon, 3 Sep 2012 03:09:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-3217120289714419426</guid><description>&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt;
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves&gt;false&lt;/w:TrackMoves&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0cm;
 mso-para-margin-right:0cm;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
 mso-fareast-language:EN-US;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Pengertian Content Managemet System (CMS)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;(CMS)&lt;/strong&gt; – &lt;em&gt;Content Management System atau sering disebut dengan CMS adalah&lt;/em&gt; aplikasi web yang berisikan &lt;em&gt;template &lt;/em&gt;untuk mengelola isi halaman web secara mudah. Penggunaan &lt;strong&gt;Content Management System&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;tidak memerlukan pengetahuan pemrograman web yang handal karena proses instalasi dan cara penggunaannya sudah user friendly. CMS sendiri ada yang dibuat khusus menyesuaikan kasus yang ada dan biasanya berbayar dan ada yang berupa template instan yang fungsionalitasnya dibuat dengan menyeuaikan pada beberapa proses bisnis yang ada didunia nyata yang dapat digunakan secara gratis.&lt;br /&gt;
Aplikasi &lt;em&gt;Content Management System&lt;/em&gt;&amp;nbsp;instant yang banyak terdapat di internet saat ini kebanyakan dibuat menggunakan &lt;em&gt;scripting language PHP &lt;/em&gt;dan database-nya adalah MySQL. Saat ini perkembangan &lt;u&gt;Content Management System&lt;/u&gt; cukup pesat, banyak vendor yang membuat CMS instant yang didistribusikan secara gratis. Perkembangan CMS instant ini juga dipicu oleh perkembangan web 2.0 yang memungkinkan interaksi dalam arti yang cukup luas antara pengelola web dan pengunjung web.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5M-xx7GhqnwMsMAjx1TRx3Tbcb8y1j7AwRxFVOzuGWPXwELymihTd5wOTEklJkb0hl2ke7ORGKUE4sqVnudXAlCmwkfWFXfkAEbck8i-g4v2N1mNcIaWlQ7wDvm6kOIhXi8LEGAoyaMBr/s1600/cms2.jpg+thumb=1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5M-xx7GhqnwMsMAjx1TRx3Tbcb8y1j7AwRxFVOzuGWPXwELymihTd5wOTEklJkb0hl2ke7ORGKUE4sqVnudXAlCmwkfWFXfkAEbck8i-g4v2N1mNcIaWlQ7wDvm6kOIhXi8LEGAoyaMBr/s320/cms2.jpg+thumb=1.jpg" width="315" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;/span&gt;Selain perkembangan teknologi web dan infrastruktur internet, perkembangan pesat &lt;em&gt;Content Management System&lt;/em&gt; juga dipicu oleh kebutuhan masyarakat dan pelaku bisnis yang menginginkan web dapat mendukung kegiatan bisnis mereka secara mudah dalam hal pengelolaan content, cepat dalam pembuatan web, serta murah dalam pengadaannya.&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;/span&gt;Bahkan saat ini, pengembangan aplikasi web CMS sudah banyak yang menggunakan konsep freamework. Dengan konsep ini, sangat dimungkinkan untuk melakukan modifikasi terhadap beberapa fitur &lt;b&gt;Content Management System&lt;/b&gt; instant tersebut karena semuanya dibuat lebih modular. Berikut adalah beberapa contoh web CMS instant yang dibuat oleh vendor dan dapat digunakan secara gratis dan scripting language yang digunakan adalah PHP dengan database server MySQL.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Ada beberapa jenis-jenis &lt;b&gt;Content Management System&lt;/b&gt; atau&amp;nbsp;CMS, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;CMS untuk membuat personal      blog, contohnya WordPress.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;CMS untuk membuat web      e-Commerce, contohnya PrestaShop, OsCommerce, Opencart, Drupal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;CMS untuk membuat web      e-Learning, contohnya Moodle.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;CMS untuk membuat personal web,      contohnya joomla!, Mambo.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;CMS untuk membuat e-Office,      contohnya katanya (Kantor Maya).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;CMS untuk membuat web e-Forum,      contohnya phpBB, &lt;a href="http://kentos.web.id/cara-install-forum-mybb-di-hosting-gratis/" target="_blank" title="Cara Install Forum MyBB di Hosting Gratis"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;MYBB&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,Vbulletin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Berikut adalah beberapa jenis framework berbasis scripting language PHP :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Code Igniter (CI).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;RubyOnRail (RoR).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;CakePHP.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;FuseBox.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Sekian dulu untuk &lt;i&gt;Pengertinan Content Management System (CMS)&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;beberapa Jenis – Jenis CMS beserta Contohnya&lt;/i&gt;. Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5M-xx7GhqnwMsMAjx1TRx3Tbcb8y1j7AwRxFVOzuGWPXwELymihTd5wOTEklJkb0hl2ke7ORGKUE4sqVnudXAlCmwkfWFXfkAEbck8i-g4v2N1mNcIaWlQ7wDvm6kOIhXi8LEGAoyaMBr/s72-c/cms2.jpg+thumb=1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>about me !!!!!!!!!!</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2012/07/about-me.html</link><category>about me</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Wed, 18 Jul 2012 06:51:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-6879125914713490244</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip6MxLo8XS6bBwoIEHZhJn5voe4lzNVBf8U3htCwPgXSor2wdUAW4wdSs50JqKCHQlPI6aiVH0uGkDssKzuUO_cpzRlUX-9eSpPJ4mw_Q857A_mYICPl7LJF9sfOI7IQV3hqWr3-BB7aaI/s1600/FILE044.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip6MxLo8XS6bBwoIEHZhJn5voe4lzNVBf8U3htCwPgXSor2wdUAW4wdSs50JqKCHQlPI6aiVH0uGkDssKzuUO_cpzRlUX-9eSpPJ4mw_Q857A_mYICPl7LJF9sfOI7IQV3hqWr3-BB7aaI/s320/FILE044.jpg" width="184" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Nama &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : Mas Adi Prasetyo Sadewo&lt;br /&gt;
Tempat/Tgl lahir : Sidoarjo, 29 Mei 1990&lt;br /&gt;
Alamat &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : jl. Tunggul wulung no 371&amp;nbsp; des. Puri&amp;nbsp; kec. Pati&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Kota Pati&lt;br /&gt;
Hobi &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : Sepakbola dan Karate INKAI&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Membaca buku tentsng IT&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Pendidikan &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : SDN Pucang 2 sidoarjo&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; SMP PGRI 9 Sidoarjo&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; SMA N 1 Mejobo Kudus&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; D1 Magistra utama Semarang- Teknisi Komputer&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S1 Sistem informasi- UNISBANK SEMARANG&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; -sekarang&lt;br /&gt;
Minat &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : All about japan, English conversation, electronika&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; komputer hardware, desain web dan aplikasi.&lt;br /&gt;
Moto &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : Ora et Labora dan bekerja lebih pintar bukan lebih&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; keras</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip6MxLo8XS6bBwoIEHZhJn5voe4lzNVBf8U3htCwPgXSor2wdUAW4wdSs50JqKCHQlPI6aiVH0uGkDssKzuUO_cpzRlUX-9eSpPJ4mw_Q857A_mYICPl7LJF9sfOI7IQV3hqWr3-BB7aaI/s72-c/FILE044.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>mysql connector ODBC</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2012/06/mysql-connector-odbc.html</link><category>Connector ODBC</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Thu, 21 Jun 2012 02:37:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-7848471551267460169</guid><description>&lt;a href="http://www.mediafire.com/?x1lw9tw40q0y9y2"&gt;DWONLOAD CONNECTOR ODBC&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jurnal PO</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2012/06/jurnal-po.html</link><category>Jurnal</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Fri, 8 Jun 2012 19:38:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-4532111131810008526</guid><description>&lt;a href="http://www.mediafire.com/?wou6qmt5jq2qu9e"&gt;Download di sini!!!&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>MYSQl tugas</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2012/05/mysql-tugas.html</link><category>SQL</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Thu, 31 May 2012 19:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-6185199617076681518</guid><description>&lt;a href="http://www.mediafire.com/view/?uyarhp5ftg1bvd3"&gt;DOWNLOAD &lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PPT SKB</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2012/05/ppt-skb.html</link><category>skb.ppt</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Wed, 16 May 2012 06:25:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-1555074796006951933</guid><description>download skb.ppt klick &lt;a href="http://www.mediafire.com/view/?bn5nwo10jw783yi"&gt;DOWNLOAD&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Komponen Jaringan Komputer</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2012/03/komponen-jaringan-komputer.html</link><category>Jarkom</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Mon, 19 Mar 2012 08:12:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-8575289389930055626</guid><description>A. Repeater&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;a href="" name="BLOGGER_PHOTO_ID_5498598095284456210"&gt;&lt;/a&gt; &lt;img align="BOTTOM" border="0" height="206" name="graphics1" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiXvj21e08Sl9kmJevamdAhC9UkMMSk6cpfp_Z85aGCLdjZbhhxAcN3oAu50MpzEUYVWfAZIz3djbK8qBFAu_cBqbMkjgP1fFtXhQTkDp231wCFCQSUm5NpOJ4Sc7WvoNQbeIAQ-rde7Q/s320/Repeater-schema.png" width="306" /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;&lt;a href="" name="more-442"&gt;&lt;/a&gt;Repeater adalah perangkat elektronik yang menerima sinyal dan mentransmisikannya kembali pada tingkat dan/atau kekuatan yang lebih tinggi, atau ke sisi lain dari suatu penghalang, sehingga sinyal dapat melewati jarak yang lebih jauh.&lt;br /&gt;
Istilah “repeater” berasal dari bidang telegrafi dan dirujuk ke perangkat elektromekanik yang digunakan untuk meregenerasi sinyal telegraf. Penggunaan istilah ini telah berlanjut di telepon dan komunikasi data.&lt;br /&gt;
Dalam telekomunikasi, repeater istilah memiliki arti standar berikut:  &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;1. Sebuah perangkat analog yang menguatkan sinyal input apapun sifatnya (analog atau digital).&lt;br /&gt;
2. Sebuah perangkat digital yang menguatkan, membentuk ulang, retimes, atau melakukan kombinasi dari salah satu fungsi pada sinyal input digital untuk pengiriman ulang.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;Karena repeater bekerja dengan sinyal fisik yang sebenarnya, dan tidak menginterpretasikan data yang dikirim, maka mereka beroperasi pada physical layer, lapisan pertama dari model OSI.&lt;/div&gt;Digipeater&lt;br /&gt;
Sebuah digipeater (digital repeater), biasanya digunakan khusus dalam radio amatir. Store dan digipeaters maju umumnya menerima transmisi radio paket dan kemudian memancarkan kembali pada frekuensi yang sama, tidak seperti repeater yang menerima pada satu dan transmisi pada frekuensi lain.&lt;br /&gt;
Repeater sering digunakan dalam kabel komunikasi trans-benua dan kabel komunikasi bawah laut, karena redaman (rugi sinyal) dalam jarak seperti itu akan diterima tanpa mereka. Repeater digunakan di kedua kabel tembaga-kawat yang membawa sinyal-sinyal listrik, dan serat optik yang membawa cahaya.&lt;br /&gt;
Ketika memberikan link telekomunikasi point-to-point dengan menggunakan radio di luar saling berhadapan, satu menggunakan repeater di relay radio gelombang mikro. Sebuah reflektor, sering di puncak gunung, yang relay sinyal seperti di sekitar hambatan, disebut sebuah repeater pasif atau Pasif Pembelokan Radio Link. Sebuah repeater microwave dalam komunikasi satelit disebut sebuah transponder.&lt;br /&gt;
Dalam komunikasi optik dengan repeater istilah digunakan untuk menggambarkan sebuah peralatan yang menerima sinyal optik, mengubah sinyal itu menjadi salah satu listrik, melahirkan kembali, dan kemudian mentransmisikan kembali sinyal optik. Sejak alat tersebut mengubah sinyal optik menjadi salah satu listrik, dan kemudian kembali ke sinyal optik, mereka sering dikenal sebagai Optical-Listrik-Optik (OEO) repeater.&lt;br /&gt;
Sebelum penemuan penguat elektronik, mekanik ditambah mikrofon karbon digunakan sebagai penguat dalam repeater telepon. Penemuan tabung Audion dibuat praktis telepon antar benua. Pada 1930 repeater tabung vakum menggunakan kumparan hibrida menjadi biasa, yang memungkinkan penggunaan kawat tipis. Pada tahun 1950-an perangkat memperoleh impedansi negatif yang lebih populer, dan versi transistorized disebut repeater E6 adalah tipe utama akhir yang digunakan dalam Sistem Bell sebelum rendahnya biaya transmisi digital membuat semua repeater voiceband usang. Repeater frogging Frekuensi yang biasa di frekuensi-division multiplexing sistem dari pertengahan hingga akhir abad 20.&lt;br /&gt;
&lt;a href="" name="BLOGGER_PHOTO_ID_5500816981201470178"&gt;&lt;/a&gt;B. Hub&lt;br /&gt;
&lt;img align="BOTTOM" border="0" height="188" name="graphics2" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2HYyRCdhQZBlBzL7dVUp9DnQapsizkDFe1oFDNkkzYn960_FVEzj8w3JB9WGy2DqqJK77OhaeC_00O_1ufqHY-JJOx9xf3MP8NyZhILMWea6KVFnA8iMhTxgxdG9i5jA1Sr02_8m83Oc/s200/s-hub_800.jpg" width="200" /&gt; &lt;br /&gt;
Sebuah Ethernet Hub, Active Hub, Network Hub, Repeater Hub atau Hub adalah perangkat untuk menghubungkan beberapa twisted pair atau serat optik Ethernet perangkat bersama dan membuat mereka bertindak sebagai segmen jaringan tunggal. Hub bekerja pada lapisan fisik (lapisan 1) dari model OSI. Perangkat ini merupakan bentuk multiport repeater. Repeater hub juga berpartisipasi dalam deteksi tabrakan, forwarding sinyal selai untuk semua port jika mendeteksi tabrakan.&lt;br /&gt;
Hub juga sering datang dengan BNC dan / atau konektor AUI untuk memungkinkan sambungan ke 10BASE2 atau 10BASE5 warisan atau segmen jaringan. Ketersediaan jaringan switch harga rendah umumnya telah diberikan hub usang tapi mereka masih terlihat di instalasi lama dan aplikasi yang lebih khusus.&lt;br /&gt;
Technical Information&lt;br /&gt;
Sebuah hub adalah perangkat jaringan siaran yang cukup canggih. Hub tidak mengelola semua lalu lintas yang datang melalui mereka, dan setiap paket memasukkan port disiarkan keluar di semua port lain. Karena setiap paket sedang dikirim melalui semua port lain, tabrakan paket-hasil yang sangat menghambat kelancaran arus lalu lintas.&lt;br /&gt;
Kebutuhan untuk host untuk dapat mendeteksi tabrakan membatasi jumlah hub dan ukuran total dari jaringan yang dibangun menggunakan hub (jaringan switch menggunakan built tidak memiliki keterbatasan ini). Selama 10 Mbit / jaringan s, sampai 5 segmen (4 hub) yang diperbolehkan antara dua stasiun akhir. Untuk 100 Mbit / s jaringan, membatasi dikurangi menjadi 3 bagian (2 hub) antara dua stasiun akhir, dan bahkan yang hanya diperbolehkan jika hub adalah varietas delay rendah. Beberapa hub memiliki khusus (dan umumnya spesifik produsen) stack port yang memungkinkan mereka untuk digabungkan dengan cara yang memungkinkan hub lebih dari chaining sederhana melalui kabel Ethernet, tetapi meskipun demikian, jaringan Fast Ethernet besar kemungkinan akan memerlukan switch untuk menghindari batas chaining dari hub.&lt;br /&gt;
Kebanyakan hub mendeteksi masalah-masalah khas, seperti tabrakan berlebihan dan mengobrol di pelabuhan individu, dan partisi pelabuhan, memutuskan hubungan dari media bersama. Jadi, hub berbasis Ethernet umumnya lebih kuat dari kabel Ethernet berbasis koaksial (seperti 10BASE2, thinnet), di mana perangkat nakal dapat mempengaruhi seluruh domain yang tabrakan. Bahkan jika tidak dipartisi secara otomatis, hub membuat masalah lebih mudah karena lampu status dapat menunjukkan sumber masalah yang mungkin atau, sebagai pilihan terakhir, perangkat dapat terputus dari satu hub pada waktu yang jauh lebih mudah daripada kabel koaksial. Mereka juga menghapus kebutuhan untuk memecahkan masalah kesalahan pada kabel besar dengan beberapa PDAM.&lt;br /&gt;
Hub diklasifikasikan sebagai perangkat Layer 1 (Physical Layer) dalam model OSI. Pada lapisan fisik, hub sedikit dukungan di jalan jaringan canggih. Hub tidak membaca data yang lewat melalui mereka dan tidak menyadari sumber atau tujuan. Pada dasarnya, sebuah hub hanya menerima paket yang datang, meregenerasi sinyal listrik, dan siaran paket ini ke semua perangkat lain di jaringan.&lt;br /&gt;
Dual-speed Hub&lt;br /&gt;
Pada hari-hari awal Fast Ethernet, Ethernet switch adalah perangkat yang relatif mahal. Hub menderita dari masalah yang jika ada perangkat 10Base-T terhubung maka seluruh jaringan yang diperlukan untuk berjalan pada 10 Mbit / s. Oleh karena itu merupakan kompromi antara hub dan switch dikembangkan, yang dikenal sebagai dual-speed hub. Perangkat ini terdiri dari dua-port switch internal, membagi 10Base-T (10 Mbit / s) dan 100Base-T (100 Mbit / s) segmen. Perangkat biasanya akan terdiri dari lebih dari dua port fisik. Ketika perangkat jaringan menjadi aktif pada salah satu port fisik, perangkat akan menempel ke salah satu segmen 10Base-T atau segmen 100Base-T, yang sesuai. Ini untuk mencegah kebutuhan untuk migrasi semua-atau-apa-apa dari 10Base-T untuk jaringan 100Base-T. Alat ini hub karena lalu lintas antara perangkat yang terhubung dengan kecepatan yang sama tidak diaktifkan.&lt;br /&gt;
Uses&lt;br /&gt;
Secara historis, alasan utama untuk pembelian hub bukan switch adalah harga mereka. Ini umumnya telah dieliminasi oleh penurunan harga switch, tapi hub masih bisa berguna dalam keadaan khusus:&lt;br /&gt;
* Untuk memasukkan penganalisis protokol ke dalam koneksi jaringan, hub adalah sebuah alternatif untuk sebuah keran jaringan atau port mirroring.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;Beberapa cluster komputer setiap komputer  memerlukan anggota untuk menerima semua lalu lintas akan cluster.  [Rujukan?] Sebuah hub akan melakukan ini secara alami; menggunakan  saklar memerlukan konfigurasi khusus.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;Ketika saklar bisa diakses bagi pengguna akhir  untuk membuat sambungan, misalnya, di ruang rapat, seorang pengguna  tidak berpengalaman atau ceroboh (atau penyabot) dapat menurunkan  jaringan dengan menghubungkan dua pelabuhan bersama-sama,  menyebabkan lingkaran. Hal ini dapat dicegah dengan menggunakan hub,  di mana loop akan istirahat pengguna yang lain pada hub, tetapi  bukan sisa jaringan. (Hal ini juga dapat dicegah dengan membeli  saklar yang dapat mendeteksi dan menangani loop, misalnya dengan  menerapkan Spanning Tree Protocol.)   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;Hub A dengan port 10BASE2 dapat digunakan untuk  menghubungkan perangkat yang hanya mendukung 10BASE2 ke jaringan  modern. Hal yang sama berlaku untuk menghubungkan segmen jaringan di  thicknet tua menggunakan port AUI pada hub (perangkat individu yang  ditujukan untuk thicknet bisa dihubungkan dengan Ethernet modern  dengan menggunakan transceiver AUI-10Base-T).   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;&lt;a href="" name="BLOGGER_PHOTO_ID_5500810286711600098"&gt;&lt;/a&gt;C. Network Bridge&lt;br /&gt;
&lt;img align="BOTTOM" border="0" height="181" name="graphics3" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoaEt_-_qNgvyTAN5TYigckyD3H8hmJEXCOe2vdfw9ftwwFvBMfoY4MDIrUv3QGNxaxB8DeGm6tDYzb1L2C4DIsEnSHZeIVTmJNZKqJ-iMxF9ifehWdsKma2KFwqQ-GMdYyzsKajPVo9M/s320/bridge.jpg" width="320" /&gt; &lt;br /&gt;
Network Bridge adalah sebuah komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan. Bridge jaringan beroperasi di dalam lapisan data-link pada model OSI. Bridge juga dapat digunakan untuk menggabungkan dua buah media jaringan yang berbeda, seperti halnya antara media kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP) dengan kabel serat optik atau dua buah arsitektur jaringan yang berbeda, seperti halnya antara Token Ring dan Ethernet. Bridge akan membuat sinyal yang ditransmisikan oleh pengirim tapi tidak melakukan konversi terhadap protokol, sehingga agar dua segmen jaringan yang dikoneksikan ke jembatan tersebut harus terdapat protokol jaringan yang sama (seperti halnya TCP/IP). Bridge jaringan juga kadang-kadang mendukung protokol Simple Network Management Protocol (SNMP), dan beberapa di antaranya memiliki fitur diagnosis lainnya.&lt;/div&gt;Terdapat tiga jenis jemabatan jaringan yang umum dijumpai:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jembatan Lokal: sebuah Jembatan yang dapat menghubungkan  segmen-segmen jaringan lokal.   &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jembatan Putar: dapat digunakan untuk membuat sebuah  sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah Wide Area Network.   &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jembatan Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan  jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.   &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;Bridging adalah teknik forwarding digunakan dalam jaringan komputer packet-switched. Tidak seperti routing, bridging tidak membuat asumsi tentang di mana dalam suatu jaringan alamat tertentu berada. Sebaliknya, itu tergantung pada pemeriksaan banjir dan alamat sumber dalam header paket yang diterima untuk menemukan perangkat yang tidak dikenal. Setelah perangkat telah ditemukan, lokasi dicatat dalam sebuah tabel di mana alamat MAC disimpan sehingga menghalangi kebutuhan untuk menyiarkan lebih lanjut. Kegunaan bridging dibatasi oleh ketergantungannya pada banjir, dan dengan demikian hanya digunakan dalam jaringan area lokal.&lt;/div&gt;Bridging umumnya mengacu pada Transparan menjembatani atau Belajar operasi jembatan yang dominan di Ethernet. Bentuk lain dari bridging, rute Sumber bridging, dikembangkan untuk jaringan token ring.&lt;br /&gt;
Sebuah bridge yang menghubungkan jaringan beberapa segmen jaringan pada layer data link (Layer 2) dari model OSI. Pada jaringan Ethernet, bridge istilah resmi berarti alat yang berperilaku sesuai dengan standar IEEE 802.1D. Sebuah bridge dan saklar yang sangat mirip; saklar menjadi bridge dengan banyak port. Switch atau Layer 2 switch sering digunakan bergantian dengan jembatan.&lt;br /&gt;
Bridge mirip dengan repeater atau hub jaringan, perangkat yang menghubungkan segmen jaringan pada layer fisik (layer 1) dari model OSI, namun, dengan bridging, lalu lintas dari satu jaringan dikelola bukan sekedar rebroadcast ke segmen jaringan yang berdekatan. Bridge lebih kompleks dibandingkan hub atau repeater. Bridge dapat menganalisis data paket yang datang untuk menentukan apakah jembatan tersebut mampu mengirim paket diberikan ke segmen jaringan.&lt;br /&gt;
Transparent Bridging Operation&lt;br /&gt;
Bridge menggunakan database forwarding untuk mengirim frame di segmen jaringan. Database forwarding awalnya kosong dan entri dalam database dibangun sebagai jembatan menerima frame. Jika sebuah entri alamat tidak ditemukan dalam database forwarding, frame banjir untuk semua port lain bridge, forwarding frame untuk semua segmen kecuali alamat sumber. Dengan cara ini bingkai siaran, jaringan tujuan akan menanggapi dan entri forwarding database akan dibuat.&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, perhatikan tiga host, A, B dan C dan bridge. Bridge ini memiliki tiga port. Terpasang ke bridge port 1, port B terhubung bridge 2, C terhubung ke bridge 3 port. A mengirimkan frame ditujukan kepada B untuk bridge. Bridge memeriksa alamat sumber dari frame dan menciptakan alamat dan nomor port masuk untuk A dalam tabel forwarding nya. Bridge memeriksa alamat tujuan dari frame dan tidak menemukannya dalam tabel forwarding nya sehingga banjir ke semua port lain: 2 dan 3. Bingkai diterima oleh tuan B dan C. Host C memeriksa alamat tujuan dan mengabaikan bingkai. Host B mengakui pertandingan alamat tujuan dan menghasilkan suatu respon ke A. Pada jalan kembali, bridge menambahkan alamat dan port entri nomor untuk B ke tabel forwarding nya. Bridge sudah memiliki A alamat dalam tabel forwarding sehingga ke depan hanya respon ke port 1. Host C atau host lain di 3 port tidak dibebani dengan jawaban. Komunikasi dua arah sekarang mungkin antara A dan B tanpa banjir lebih lanjut.&lt;br /&gt;
Perhatikan bahwa baik sumber dan alamat tujuan yang digunakan dalam algoritma ini. Sumber alamat dicatat dalam entri di dalam tabel, sedangkan alamat tujuan dicari dalam tabel dan cocok untuk segmen yang tepat untuk mengirim bingkai.&lt;br /&gt;
Teknologi ini awalnya dikembangkan oleh Digital Equipment Corp di tahun 1980-an.&lt;br /&gt;
Penyaringan database&lt;br /&gt;
Untuk menerjemahkan antara dua segmen, bridge kerangka membaca tujuan alamat MAC dan memutuskan untuk baik maju atau filter. Jika bridge menentukan bahwa tujuan adalah node pada segmen lain pada jaringan, ke depan itu (mentransmisikan kembali) paket ke segmen itu. Jika alamat tujuan milik segmen yang sama sebagai sumber address, bridge filter (membuang) frame. Sebagai node mengirimkan data melalui bridge, bridge ini membuat database penyaringan (juga dikenal sebagai tabel forwarding) alamat MAC dikenal dan lokasi mereka pada jaringan. Bridge ini menggunakan database penyaringan untuk menentukan apakah sebuah paket harus diteruskan atau disaring.&lt;br /&gt;
Keuntungan dari jembatan jaringan :&lt;br /&gt;
* Self-configuration&lt;br /&gt;
* Bridge yang sederhana bernilai murah&lt;br /&gt;
* Mengisolasi terjadinya domain collision&lt;br /&gt;
* Mengurangi terjadinya domain collision dengan microsegmentation di jaringan non-switched&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Transparan untuk protokol di atas lapisan MAC   &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memungkinkan pengenalan manajemen / kinerja informasi dan  kontrol akses   &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;LAN saling terpisah, dan kendala fisik seperti jumlah  stasiun, repeater dan panjang segmen tidak berlaku   &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Membantu mengurangi penggunaan bandwidth   &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;Kekurangan jembatan jaringan :&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tidak dapat membatasi cakupan siaran domain broadcast [tidak  dapat dikendalikan]   &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tidak dapat mengukur skala ke jaringan yang sangat besar   &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Buffer dan proses selalu mengalami penundaan   &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bridge lebih mahal daripada repeater atau hub   &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;Sebuah topologi jaringan yang kompleks dapat  menimbulkan masalah bagi transparent bridge. Sebagai contoh,  beberapa jalur bridge antara transparan dan LAN dapat mengakibatkan  bridge loops. Spanning tree protocol membantu mengurangi masalah  dengan topologi yang kompleks.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;Bridging versus routing&lt;br /&gt;
Bridging dan routing keduanya melakukan proses kontrol data, tetapi bekerja melalui metode yang berbeda. Bridging berlangsung pada model OSI Layer 2 (lapisan data-link), sedangkan routing terjadi pada model OSI Layer 3 (lapisan jaringan). Perbedaan ini berarti bahwa bridge mengarahkan frame sesuai dengan alamat MAC perangkat keras ditugaskan, sementara router membuat keputusan yang sesuai dengan sewenang-wenang Alamat IP yang ditetapkan. Sebagai akibatnya, bridge tidak peduli dan tidak mampu membedakan jaringan sementara router bisa.&lt;/div&gt;Ketika merancang sebuah jaringan, kita dapat memilih untuk menempatkan beberapa segmen menjadi satu jaringan bridge atau membagi ke dalam jaringan yang berbeda saling berhubungan dengan router. Jika sebuah host yang secara fisik dipindahkan dari satu area jaringan lain dalam jaringan dialihkan, ia harus mendapatkan alamat IP yang baru, jika sistem ini bergerak dalam jaringan bridge, tidak perlu mengkonfigurasi ulang apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;a href="" name="BLOGGER_PHOTO_ID_5500817688074709762"&gt;&lt;/a&gt;D. Switch&lt;br /&gt;
&lt;img align="BOTTOM" border="0" height="200" name="graphics4" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW3-1J1uAjCdh_IyJHTANXpmqhfhR_P3lsPi9m5arp2bCl6-7wbbbd9u1Nm7zhiIrUmuDXmYTO-NdT6Ci6lZVfkdybLZhqYVKx9kmjaJ7h5H-mt2KJ4nSZttMRaCqRLZV2oebHM9R2LvI/s200/Switch%20-%20hub%2016%20ports.jpg" width="200" /&gt; &lt;br /&gt;
Switch jaringan (atau switch untuk singkatnya) adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC).&lt;br /&gt;
Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge.&lt;br /&gt;
Cara kerja switch&lt;br /&gt;
Switch dapat dikatakan sebagai multi-port bridge karena mempunyai collision domain dan broadcast domain tersendiri, dapat mengatur lalu lintas paket yang melalui switch jaringan. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan komputer atau router ke hub. Switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan hub yang sudah terpasang pada jaringan.&lt;br /&gt;
Type Switch&lt;br /&gt;
Ada beberapa jenis Switch yang beredar di pasaran, yang bekerja di Layer 2 dan Layer 3 pada lapisan OSI.&lt;br /&gt;
* ATM Switch&lt;br /&gt;
* ISDN Switch : ISDN (Integrated Services Digital Network) Switch atau yang dikenal sebagai istilah Frame relay switch over ISDN yang biasanya terdapat pada Service Provider bekerja seperti halnya switch, tapi memiliki perbedaan yaitu interface yang di gunakan berupa ISDN card atau ISDN router.&lt;br /&gt;
* DSLAM Switch&lt;br /&gt;
* Ethernet Switch&lt;br /&gt;
Port uplink&lt;br /&gt;
Port uplink adalah sebuah port dalam sebuah hub atau [[switch jaringan]|switch]] yang dapat digunakan untuk menghubungkan hub/switch tersebut dengan hub lainnya di dalam sebuah jaringan berbasis teknologi Ethernet. Dengan menggunakan uplink port, hub-hub pun dapat disusun secara bertumpuk untuk membentuk jaringan yang lebih besar dengan menggunakan kabel Unshielded Twisted Pair yang murah. Jika memang hub yang digunakan tidak memiliki port uplink, maka kita dapat menggunakan kabel UTP yang disusun secara crossover.&lt;br /&gt;
&lt;a href="" name="BLOGGER_PHOTO_ID_5500817875150264610"&gt;&lt;/a&gt;E. Router&lt;br /&gt;
&lt;img align="BOTTOM" border="0" height="200" name="graphics5" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhn9KkEVoQDOdHimh39JXy-Q5cVnvxozn_UFXK1qz4Gi8mQvE5inf37B6be8LW2d10p2Bx-tqDCB2CVm1jcHf5Dn_dZ-0DCOZyt2FVfHDmQls2tx1_0Q9-ZUW3vGJT0wM4Sz31qsMhRlaI/s200/router1.jpg" width="198" /&gt; &lt;br /&gt;
Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.&lt;br /&gt;
Fungsi router&lt;br /&gt;
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.&lt;br /&gt;
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.&lt;br /&gt;
Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.&lt;br /&gt;
Jenis-jenis router&lt;br /&gt;
Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;static router (router statis): adalah sebuah router yang  memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh  para administrator jaringan.   &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang  memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu  lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router  lainnya.   &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiXvj21e08Sl9kmJevamdAhC9UkMMSk6cpfp_Z85aGCLdjZbhhxAcN3oAu50MpzEUYVWfAZIz3djbK8qBFAu_cBqbMkjgP1fFtXhQTkDp231wCFCQSUm5NpOJ4Sc7WvoNQbeIAQ-rde7Q/s72-c/Repeater-schema.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Menganalisa dan Service Laptop</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2011/08/cara-menganalisa-dan-service-laptop.html</link><category>Servis Laptop</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Wed, 17 Aug 2011 04:36:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-3714592051652086956</guid><description>Memperbaiki laptop adalah menganalisa gejala masalah secara akurat.  Sebagai contoh, beberapa orang akan terburu-buru dan segera membeli  baterai baru ketika ber asumsi rusak. Bisa saja hanya masalah kabel atau  konektor yang buruk pada kabel listrik, padahal bisa diperbaiki dengan  sedikit solder atau isolasi. Mari kita simak bersama....&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Demikian pula, apabila layar LCD mati, bisa menjadi kegagalan mainboard  atau adaptor video, inverter buruk atau lampu lcd neon terbakar. LCD  yang perlu diganti, biasanya terjadi karena retak fisik di kaca atau  blok dari pixel mati. Jika CD atau DVD drive tidak bekerja lagi,  pastikan Anda sudah mencoba pilihan mencoba kit pembersih sebelum  mengganti drive, dan selalu mengecek koneksi sebelum membuang drive yang  lama. Adalagi yang akan mengidentifikasi diri mereka sebagai kerusakan  adalah hard drive semakin keras atau dari waktu ke waktu hidup baterai  semakin berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: blue;"&gt;Permasalahan Power /Power failure&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses pemecahan masalah selalu dimulai dengan mengidentifikasi apa yang  berfungsi. Jika masalah berhubungan dengan power, ( baterai adalah  salah satu penyebab laptop tidak mau menyala) langkah pertama adalah  memastikan power terkontribusi ke laptop.. Ini berarti memeriksa bahwa  LED pada transformator baterai menyala, dan jika tidak (atau tidak  memiliki LED), pastikan ac adapter dicolokkan ke stopkontak listrik yang  baik.. Anda dapat memeriksa bahwa dengan mencabut ac adapter dan hanya  mencolokkan lampu atau dapat memeriksana dengan alat penguji arus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan berikutnya adalah apakah tidak ada status lampu LED kecil di  lampu laptop dengan daya terpasang masuk .Bahkan model tertua biasanya  memiliki status kekuatan cahaya yang baik.. Jika Anda memiliki status  daya positif dan notebook juga tidak akan menyala, cek berikutnya adalah  baterai. Beberapa model notebook tidak akan beroperasi tanpa baterai  terpasang baik, cari tahu di internet apakah model laptop Anda akan  beroperasi dengan baterai mati atau hilang. . Jika daya baterai sudah  tidak menjadi masalah dan laptop tetap tidak menyala dengan kekuatan  status baik , itu bisa terjadi masalah dengan power regulator, atau  lebih besar kemungkinan peraturan tenaga listrik (ic power  component)atau mainboard. Mengatasi masalah regulasi atau motherboard  memerlukan peralatan pengujian atau papan luang untuk swap, dan berada  di luar ruang lingkup artikel ini. (kita akan bahas bahagian ini lebih  terperinci di lain sesi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sedikit perbedaan yang sangat antara troubleshooting Laptop Dell,  Toshiba Satellite, Sony Vaio, IBM Thinkpad, HP Pavilion (dan Compaq)  atau bahkan Powerbook Apple atau iBook. . Desain dasar dari semua laptop  yang sama, walaupun satu model menggunakan CPU Intel, yang lainnya AMD  ada pula PowerPC dan Transmeta rendah. Seorang teknisi troubleshooting  laptop Toshiba mungkin lebih suka memulai dengan baterai, seperti yang  terkenal lemah, seperti masalah HP dan notebook Compaq sering dimulai  dengan RAM. Namun, tidak semua model dapat ditandai mempunyai kelemahan  pada permasalahan yang sama. bukan mengikuti proses logis dari  eliminasi. Hanya karena satu model dari Dell cenderung bercak biru pada  layar ketika usia tertentu bahwa notebook Dell terus memproksi dengan  masalah yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IBM dan Sony dan Apple laptop umumnya dipandang sebagai kualitas yang  lebih tinggi daripada merek populer lainnya, tetapi mereka semua  mengalami permasalahan serupa karena terlalu panas, keausan, dan  sesekali menjalankan komponen yang buruk. Baterai adalah subset khusus  masalah daya yang banyak terjadi . The NiCd baterai yang lebih tua  secara khusus rentan terhadap masalah. Jika tidak sempurna dalam  pengisian, sel baterai mulai mencatat level sebelumnya sebagai sebagai  level maksimum yang baru, dan beberapa sel-sel individual bahkan mungkin  sebaliknya . Ni-MH (Nickel Metal Hidrida Baterai) yang menggantikan  NiCd (Nickel Cadmium) untuk model standar yang agak lebih baik, tetapi  mereka tidak bisa melawan buruknya sirkuit kontrol pengisian atau  buruknya pengendalian software .. Semua baterai laptop, apa pun bentuk,  terdiri dari sejumlah sel tegangan rendah dihubungkan secara parallel  atau seri untuk mencapai tegangan operasi yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;
Beberapa notebook yang lebih tua mengharuskan Anda mengsiklus baterai  terus-menerus, hanya bekerja pada listrik AC selama yang dibutuhkan  untuk mengisi ulang baterai . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak model-model baru harus diisi penuh baterainya sekitar seminggu  sekali, tapi selain tidak kuatir meninggalkannya terpasang dalam waktu  yang lama, dan desain terbaru tidak peduli apa yang Anda lakukan selama  laptop benar-benar mendapatkan pengisian pada baterai untuk persentase  waktu yang wajar. Jika Anda berpikir baterai Anda berjalan turun terlalu  cepat, pastikan Anda telah mengaktifkan mode penghematan daya agresif  dalam perangkat lunak (biasanya diakses melalui Control Panel atau ikon  produsen) yang redup layar, memperlambat CPU, dan membiarkan hard drive  spin down saat tidak digunakan. Juga, perlu diingat bahwa tingkat  estimasi ketahanan sisa baterai yang menyebabkan alarm pada layar dapat  diatur oleh pengguna, dan jika pengaturan default Anda sangat  konservatif (antara 10% dan 20%), Anda mungkin ingin bereksperimen  dengan yang lebih rendah level (antara 3% dan 5%) yang masih akan  memberikan Anda waktu untuk menyimpan pekerjaan Anda dan mematikan  sebelum masuk ke laptop hibernasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Video Failure&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama untuk memeriksa dalam permasalahan video , seperti yang  dijelaskan di atas. Jika Anda selalu bisa mendengar kipas laptop Anda  ketika Anda menghidupkan laptop dan sekarang Anda tidak dapat  mendengarkannya itu bukan masalah vga , itu masalah power atau  mainboard..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah pemecahan masalah berikutnya adalah untuk menghubungkan monitor  eksternal dengan konektor VGA standar, apakah CRT atau LCD. Jika  notebook anda tetap tidak menyala ke monitor eksternal, itu sangat  mungkin bahwa salah satu motherboard component atau adaptor video  internal (jika itu bukan bagian dari mainboard) telah rusak. Kemungkinan  kerusakan motherboard component pada analisa diatas adalah p.a  Vga…p.a.procesor…ic epromer…mboard chips..power modul…power ic  component:jika lead tidak menyala sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika monitor eksternal bekerja dengan baik,beberapa permasalahan terjadi  pada subsistem video laptop, yang biasanya terkandung sepenuhnya pada  layar / perakitan tutup(flif). Atau salah satu bundel kabel/lcd cable  (sinyal video atau power) yang beroperasi melalui engsel untuk subsistem  video telah gagal,kecuali permasalahan jelas pada Tabung Lcd,(layar  retak, memudar di sudut, gambar samar, piksel buruk).Untuk penggantian  LCD Anda tetap harus membuka bagian utama laptop untuk memeriksa  koneksi. Masalah yang paling mudah untuk mengidentifikasi perasalahan  dengan jelas adalah(kerusakan fisik) LCD retak, Mengganti LCD adalah  hampir sama pada kebanyakan notebook.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kecerahan layar Anda tampaknya menyala atau kadang-kadang terang  dan kadang-kadang hampir memudar (membayang)atau sepenuhnya gelap,  (jangan tertipu oleh modus penghemat daya), maka Anda mungkin memiliki  permasalahan backlight atau inverter.. Antara dua, inverter beberapa  kali lebih mungkin untuk bermasalah, berfungsi sebagai ballast padat di  lampu neon modern. Lampu latar sendiri adalah CCFL (Cold Cathode  Fluorescent Lamp) dengan waktu yang akan sangat lama untuk rusak/putus,  sementara seluruh generasi inverter sama pada beberapa model laptop,  Anda dapat dengan mudah menemukan sparepart pengganti ,baik yang  original ataupun yang compatible.(metoda penggantian inverter kita bahas  di lain sesi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Permasalahan Fan(cooler system)&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permasalahan umum yang sering dihadapi adalah masalah panas,  bagaimanapun juga panas adfalah musuh utama dari laptop, hampir 75 %  trouble yg dihadapi adalah disebabkan panas yang berlebih. Apalagi di  dalam casing laptop hampir tidak ada ruang kosong semuanya dipenuhi  dengan komponen. Permasalahan kebanyakan dari cooler system adalah  tersumbatnya lobang pembuangan panas pada heatsink(tertutup debu) yang  menyebabkan panas yang seharusnya dikeluarkan kembali memantul kedalam  laptop,sehingga temperature didalam ruangan yang sangat sempit bertambah  panas.Hal ini dapat menyebabkan over heating pada VGA chip,Procesor  chip dan component motherboard yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permasalahan kepada kipas(fan)ditandai dengan suara laptop yang berisik,  menandakan fan bearing sudah aus atau fan mati ,yang dapat membahayakan  motherboard component.Sebaiknya Anda tidak menunggu sampai adanya  kerusakan akibat panas (over heat) untuk menggantikan kipas angin.&lt;br /&gt;
&lt;u style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
Port dan Konektor Power&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laptop kadang-kadang terganggu oleh permasalahan internal dari konektor  fisik, seperti modem atau port jaringan tampaknya terlepas dalam kasus  ini, sehingga sulit untuk mendapatkan koneksi yang baik, atau solder  konektor power terhubung dengan masa(induksi).. Satu-satunya cara untuk  memperbaiki masalah ini adalah untuk membuka casing laptop, menentukan  apa yang telah rusak, dan melakukan yang terbaik untuk mengembalikannya  ke kondisi asli, bukan hanya mengkludgingnya . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah dengan kludging apa pun di notebook mempunyai toleransi yang  begitu ketat yang kludge Anda mungkin gagal setelah Anda memasang  casingnya kembali. Ketika melakukan solder pada papan laptop, gunakan  ujung besi halus dan tidak terlalu panas jangan ambil resiko dengan  panas solder yang tinggi.hal ini dapat merusak sircuit pada PCB(Papan  circuit board) Gunakan pengisap solder yang layak untuk cepat  membersihkan sisa sisa timah solder . dan jika Anda merasa  mengerjakannya terlalu lama.sebaiknya berhenti sejenak,dan biarkan semua  dingin sebelum mencoba lagi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;i&gt;sumber : udiware.wordpress.com&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Service Sound Card Laptop yang Rusak</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2011/08/cara-service-sound-card-laptop-yang.html</link><category>Servis Laptop</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Wed, 17 Aug 2011 04:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-7977218759159619888</guid><description> Mungkin anda pernah menghadapi masalah sound card laptop yang rusak  ini. Dan Cara Service Sound Card Laptop yang Rusak ini boleh dibilang  cukup mudah dan murah. Mari kita simak bersama.&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sebelum memutuskan sound card rusak, yang perlu anda cek pertama kali adalah :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Cek dan update atau install ulang drivernya dengan driver asli dari vendor.&lt;br /&gt;
2. Cek speakernya, mungkin rusak, coba dengan menghubungkannya ke speaker aktif.&lt;br /&gt;
3. Jika masih tidak keluar suaranya berarti memang sound cardnya rusak di ic chipnya. Kasus inilah yang akan kita bahas.&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;
Cara Service Sound Card Laptop yang Rusak :&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
1. Cara pertama ini sulit dilakukan, yaitu dengan mengganti chip sound card laptop yang rusak dengan yang sejenis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Cara kedua cukup praktis yaitu dengan memasang sound card usb yaitu  tinggal colok dan pasang driver. Jika cara ini kurang rapi anda dapat  mencoba cara ketiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Cara ketiga yaitu dengan memodifikasi sound card usb yang kita pasang di dalam casing laptop. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Info : Harga sound card USB sekitar 40rb – 60rb, lebih murah daripada harus mengganti chipset sound card laptopnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: blue;"&gt;Berikut Cara Service Sound Card Laptop yang Rusak dengan memodifikasi sound card usb yang kita pasang di dalam body laptop :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Buka casing Sound Card USB yang anda beli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Buka casing laptop sehingga jalur mainboard kelihatan dan cari jalur port USB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Hubungkan USB sound card dengan jalur port USB dengan menggunakan  kabel. Jadi kita menggantinya yang biasanya kita colokkan ke port usb,  kali ini kita langsung sambung dengan kabel ke port usbnya. Gunakan  solder untuk menyambungnya.&lt;br /&gt;
Penting : jalur USB ada 4 kabel : positif 5v, data +, data -, dan ground. Jangan sampai terbalik dalam menyambungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzkyeOsLqrsnQ8wid5Nbe6slcHK5ZP2rcRQR2uCQUKt6ytSyWUsfD8IpmamkwLkhfTiyVMVXxIYHs9a5sRt2_ZRKumGn4qAZ5eLSFKYfETK45crgiXCOIjQCNg27PNU86sWQV2GxLncig/s1600/USB_Sound_Card.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzkyeOsLqrsnQ8wid5Nbe6slcHK5ZP2rcRQR2uCQUKt6ytSyWUsfD8IpmamkwLkhfTiyVMVXxIYHs9a5sRt2_ZRKumGn4qAZ5eLSFKYfETK45crgiXCOIjQCNg27PNU86sWQV2GxLncig/s400/USB_Sound_Card.jpg" width="350" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgw0ZeOutLTkl9uYOokaE-LCfnjBZRS_Wco1RfPl_MtlioFrBUci42-NrJfVDzkkAtqqHTrJKlJ_VXL4nJctVcF-eDhnsOFluFeXQonDTQ7c9YBImyIIB4Zzc4gp3t_6daVnPh2UNz0n-o/s1600/img02_05-04-2011.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgw0ZeOutLTkl9uYOokaE-LCfnjBZRS_Wco1RfPl_MtlioFrBUci42-NrJfVDzkkAtqqHTrJKlJ_VXL4nJctVcF-eDhnsOFluFeXQonDTQ7c9YBImyIIB4Zzc4gp3t_6daVnPh2UNz0n-o/s400/img02_05-04-2011.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
4. Hubungkan jalur jack Sound card USB dengan speaker laptop anda dengan menggunakan kabel yg di solder.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Tempatkan sound card USBnya di tempat yang kosong (tiap laptop  berbeda layoutnya), kemudian rapikan kabelnya. Dan pastikan sound card  tidak bergerak di dalam casing laptop, gunakan lakban atau sekrup jika  perlu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Souncard laptop yang tadinya rusak siap di coba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian Cara Service Sound Card Laptop yang Rusak, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i style="color: #666666;"&gt;sumber : http://www.udiware.com&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzkyeOsLqrsnQ8wid5Nbe6slcHK5ZP2rcRQR2uCQUKt6ytSyWUsfD8IpmamkwLkhfTiyVMVXxIYHs9a5sRt2_ZRKumGn4qAZ5eLSFKYfETK45crgiXCOIjQCNg27PNU86sWQV2GxLncig/s72-c/USB_Sound_Card.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Servis Monitor LG 505G mati bunyi tik tik Cara Servis Monitor LG 505G mati bunyi tik tik tik</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2011/08/cara-servis-monitor-lg-505g-mati-bunyi.html</link><category>Servis Monitor</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Wed, 17 Aug 2011 04:33:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-6920231135487082238</guid><description>Monitor LG 505G sering sekali mengalami mati total dengan bunyi tik tik  tik .... Bunyi ini sebenarnya menandakan bahwa bagian power supply  primer tidak mengalami masalah, hanya saja kerjanya terblokir oleh  rangkaian sekunder Power supply yang mengalami masalah.&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Cara Servis Monitor LG 505G mati bunyi tik  tik tik :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Buka tutup monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Cari trafo Power supply yang paling besar sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Cari jalur sekunder trafo yang outputnya 5 volt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tegangan  5 volt ini digunakan untuk menggerakkan IC Utama dari LG 505G ini.  Kalau tegangan ini berubah sedikit saja pasti monitor akan mati dan  berbunyi tik tik tik .... karena IC bekerja tidak sempurna sehingga  rangkain power saving akan tidak normal. Berubahnya tegangan 5 volt ini  disebabkan oleh Elco filter / regulator yang kering / aus. Hanya saja  biasanya kerusakan tidak terlihat secara fisik sehingga terkadang  menyulitkan untuk mengetahui letak kerusakan.&lt;br /&gt;
Anda tidak usah bingung, lepas saja elco untuk regulator 5 volt ini dan ganti dengan yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Nyalakan monitor. dan OK&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Berhasil&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat mencoba.&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Membuang Muatan Listrik / Setrum di Elco Besar dan Flyback</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2011/08/cara-membuang-muatan-listrik-setrum-di.html</link><category>Servis Monitor</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Wed, 17 Aug 2011 04:25:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-6543570699961615163</guid><description>&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;b&gt;Ada yang pernah kesetrum pas bongkar Monitor ?,padahal uda gak ada tegangan listrik nya ?.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;simak artikel berikut&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Ada beberapa komponen elektronik yang bisa menyimpan setrum / listrik :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Elco&lt;/b&gt; : semua elco bisa menyimpan listrik, semakin besar  kapasitas elco (Farad) dan tegangan elco semakin besar pula daya simpan  listriknya. Misal elco 200uF/400v : bisa menyimpan listrik sebesar  200-300v (sama dengan PLN) dan bisa membuat kita sangat shock.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Flyback&lt;/b&gt; : Tidak semua flyback bisa menyimpan setrum. Hanya &lt;b style="color: blue;"&gt;flyback pada TV&lt;/b&gt; yang menyimpan setrum sedangkan flyback pada monitor tidak menyimpan setrum pada kop ANODA nya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Cara Membuang Muatan Listrik / Setrum di Elco Besar :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Cara I &lt;/b&gt;:&amp;nbsp; Cara ini biasa dilakukan oleh banyak orang, yaitu  dengan mengkonsletkan kedua kaki elco dengan obeng atau ujung solder.  Cara ini sangat tidak di rekomendasikan, karena selain dapat membuat  kita terkejut karena bunyinya juga dapat membuat solder rusak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Cara II&lt;/b&gt; : dengan menggunakan lampu bolam 100W. Jangan lupa  bolam di pasang dalam Fitingnya dan kasih kabel secukupnya. Cara  membuang muatan&amp;nbsp; setrum elconya dengan menghubungkannya ke kedua kaki  elco, bolak balik tidak masalah. Cara ini sangat aman. Lampu bolam akan  nyala sebentar dan kemudian mati karena setrum di elco sudah habis. Cara  ini biasa Kang Eko lakukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Cara III&lt;/b&gt; : dengan menghubungkan kedua kaki elco dengan sebuah  resistor 30 - 50 Kohm / 2 Watt. Jika memperbaiki power suply dengan  problem gagal bekerja, maka biasanya  resistor ini untuk sementara disolder langsung pada kaki-kaki&amp;nbsp; elco  besar. Dan jika problem sudah OK, resistor baru dilepas. Cara ini Kang  Eko dapatkan dari Pak Guru Marsono (marsonotv.blogspot.com). Dengan  menyolder resistor langsung di kedua kaki elconya,&amp;nbsp; pada waktu listrik  PLN tercabut, maka secara otomatis setrum listrik di elco akan terbuang.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2fg974vFPyYbK0D1ES2LbCncLW8k-if0OcOrecedgnT3T_6cGQAaWKLk2hZD04um1MYwYGL22KJw1K4ILUxylh6euoO9od6TU6ZQgJriYrjHhn8YaMZL1i2cxnrY_b0kZIDM3jEEJCPw/s1600/1162531_panasonic_electrolytic_capacitor.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="247" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2fg974vFPyYbK0D1ES2LbCncLW8k-if0OcOrecedgnT3T_6cGQAaWKLk2hZD04um1MYwYGL22KJw1K4ILUxylh6euoO9od6TU6ZQgJriYrjHhn8YaMZL1i2cxnrY_b0kZIDM3jEEJCPw/s320/1162531_panasonic_electrolytic_capacitor.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;Cara Membuang Muatan Listrik / Setrum di Flyback TV :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ambil satu kabel dari multitester.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hubungkan ujung kabel satunya dengan ground TV.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemudian ujung satunya dimasukkan ke kop karet Anoda Flyback di  bagian atas tabung. Hati-hati jangan sampai tangan anda menempel ke kop  anoda flyback karena tegangannya sangat tinggi, sekitar 26 ribu volt.  Akan terdengar loncatan bunga api listrik di dalam kop karet anoda  flyback.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ulangi beberapa kali sampai tidak terdengar loncatan bunga api listrik pertanda setrumnya sudah habis.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhor-qaWCoqSHjEzQyYe7k5oy4FaHhRy7ICDN2PE-wv0oX-tlhQBPgRzoZGft9YjhkMbYLU-_sL5ScKZlmMlZt583zBuV7x-Vq5aObUMwZ8piaW1Nex6d4BeQ7gkgM7D0NUP7MZm-bHmmc/s1600/monitor3.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="378" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhor-qaWCoqSHjEzQyYe7k5oy4FaHhRy7ICDN2PE-wv0oX-tlhQBPgRzoZGft9YjhkMbYLU-_sL5ScKZlmMlZt583zBuV7x-Vq5aObUMwZ8piaW1Nex6d4BeQ7gkgM7D0NUP7MZm-bHmmc/s400/monitor3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Demikian Cara Membuang Muatan Listrik / Setrum di Elco Besar dan Flyback.&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber. Ekohasan.blogspot.com </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2fg974vFPyYbK0D1ES2LbCncLW8k-if0OcOrecedgnT3T_6cGQAaWKLk2hZD04um1MYwYGL22KJw1K4ILUxylh6euoO9od6TU6ZQgJriYrjHhn8YaMZL1i2cxnrY_b0kZIDM3jEEJCPw/s72-c/1162531_panasonic_electrolytic_capacitor.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Membuat Menu Drop Down</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2011/08/membuat-menu-drop-down.html</link><category>Tips dan Trick Ngeblog</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Wed, 17 Aug 2011 03:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-3691916050319638822</guid><description>&lt;span class="”fullpost”"&gt;Pada &lt;b&gt;Tutorial Blog&lt;/b&gt; Sebelumnya ,Blog &lt;b&gt;Website Nokia Center&lt;/b&gt; Sudah menjelaskan Pada Sobat Tentang Bagaimana &lt;b&gt;Cara Memasang Toolbar Canggih Wibiya&lt;/b&gt;   &lt;/span&gt;Dan Pada Tutorial Blog Kali Ini Juga Saya akan Menjelaskan Pada Sobat Tentang Bagamana &lt;b&gt;Cara Membuat Menu Drop Down Horizontal Dibawah Header Blog&lt;/b&gt;.Membuat  Menu Drop Down Horizntal Ini Bertujuan Untuk Memudahkan Pengunjung Blog  Sobat Agar Mereka Yg Mengunjungi Blog Sobat Dengan Mudah Memilih Menu  Yg Diinginkannya,Menu Drop Down Horizontal Ini Juga Bertujuan Untuk  Memperindah Blog Sobat. &lt;br /&gt;
Contoh Menu Drop Down Bisa Sobat Liat Gambar Diatas Atau Juga Bisa Sobat Liat&amp;nbsp; Menu Yg Ada Di Blog &lt;b&gt;Website Nokia Center Ini&lt;/b&gt;.Menu Drop Down Ini Saya Pasang Bertujuan Untuk Memperindah &lt;b&gt;Blog&lt;/b&gt; saya.&lt;br /&gt;
Y Udah&amp;nbsp; Dari Pada Kelamaan, Langsung Ja Sob Saya Memulai Langkah Demi Langkahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Login Ke akun Blog Sobat&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada Halaman Dasbor Sobat Pilih&amp;nbsp; Rancangan/Tata Letak/Design --&amp;gt; Edit HTML&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Cari Kode &lt;b style="color: red;"&gt;]]&amp;gt;&amp;lt;/b:skin&amp;gt;&lt;/b&gt; (Tekan CTRL F/F3 untuk Mempermudah Pencarian)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masukan Kode Berikut Tepat Diatas Kode &lt;b style="color: red;"&gt;]]&amp;gt;&amp;lt;/b:skin&amp;gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div style="-moz-border-radius: 10px 10px 10px 10px; background: none repeat scroll 0% 0% rgb(0, 0, 0); border-color: rgb(212, 54, 33) rgb(31, 156, 10) rgb(31, 156, 10) rgb(212, 54, 33); border-style: solid; border-width: 4px; color: white; height: 500px; line-height: 1.5em; overflow: auto; padding: 5px; width: 400px;"&gt;#catmenucontainer{&lt;br /&gt;
height:33px;&lt;br /&gt;
width:1000px;&lt;br /&gt;
margin:0 auto;&lt;br /&gt;
background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLST7HiNMOEpxAFNFJsAnaysqowJEIqj-IyFopcLZSahsTt0zlyRsCWqAdJfQbtf01hCxNMulwWP3NieOX_AB1B464Z9Hkdd_FqHjSo0wD1b4wsNONmh4L-cgameWC_PJnglu-lAcdMGEy//) repeat-x;&lt;br /&gt;
display:block;&lt;br /&gt;
padding:0px 0 0px 0px;&lt;br /&gt;
font-size:12px;&lt;br /&gt;
font-family:"Segoe UI",Calibri,"Myriad Pro",Myriad,"Trebuchet MS",Helvetica,Arial,sans-serif;&lt;br /&gt;
font-weight:normal;&lt;br /&gt;
border-top:1px solid #252424;&lt;br /&gt;
}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#catmenu{&lt;br /&gt;
margin: 0px;&lt;br /&gt;
padding: 0px;&lt;br /&gt;
width:1000px;&lt;br /&gt;
background:#252525 url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLST7HiNMOEpxAFNFJsAnaysqowJEIqj-IyFopcLZSahsTt0zlyRsCWqAdJfQbtf01hCxNMulwWP3NieOX_AB1B464Z9Hkdd_FqHjSo0wD1b4wsNONmh4L-cgameWC_PJnglu-lAcdMGEy//) repeat-x;&lt;br /&gt;
height:33px;&lt;br /&gt;
}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#catmenu ul {&lt;br /&gt;
float: left;&lt;br /&gt;
list-style: none;&lt;br /&gt;
margin: 0px;&lt;br /&gt;
padding: 0px;&lt;br /&gt;
}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#catmenu li {&lt;br /&gt;
float: left;&lt;br /&gt;
list-style: none;&lt;br /&gt;
margin: 0px;&lt;br /&gt;
padding: 0px;&lt;br /&gt;
}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#catmenu li a, #catmenu li a:link, #catmenu li a:visited {&lt;br /&gt;
color: #fae7df;&lt;br /&gt;
display: block;&lt;br /&gt;
margin: 0px;&lt;br /&gt;
padding: 9px 10px 10px 10px;&lt;br /&gt;
}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#catmenu li a:hover, #catmenu li a:active {&lt;br /&gt;
background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8x5wO0APVroCA3KOeoOUBJa9UvDIkFNy2CEv_rL-VKmnsZqRWO3cduLrqXbr6q4hfATOJLmKdcZ3AACQReCjAkiVdyrxoVHMpYcHYphOLKrYMpt8mZxqT9Tk_UMTdkJERyjZgDV9n-EZL//) repeat-x;&lt;br /&gt;
color: #fff;&lt;br /&gt;
margin: 0px;&lt;br /&gt;
padding: 9px 10px 10px 10px;&lt;br /&gt;
text-decoration: none;&lt;br /&gt;
}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#catmenu li li a, #catmenu li li a:link, #catmenu li li a:visited {&lt;br /&gt;
background:#ED4A05;&lt;br /&gt;
width: 150px;&lt;br /&gt;
color: #fae7df;&lt;br /&gt;
font-family:Tahoma,century gothic,Georgia, sans-serif;&lt;br /&gt;
font-weight: normal;&lt;br /&gt;
float: none;&lt;br /&gt;
margin: 0px;&lt;br /&gt;
padding: 9px 10px 10px 10px;&lt;br /&gt;
border-bottom: 1px solid #FF7800;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#catmenu li li a:hover, #catmenu li li a:active {&lt;br /&gt;
background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8x5wO0APVroCA3KOeoOUBJa9UvDIkFNy2CEv_rL-VKmnsZqRWO3cduLrqXbr6q4hfATOJLmKdcZ3AACQReCjAkiVdyrxoVHMpYcHYphOLKrYMpt8mZxqT9Tk_UMTdkJERyjZgDV9n-EZL//) repeat-x;&lt;br /&gt;
color: #fff;&lt;br /&gt;
padding: 9px 10px 10px 10px;&lt;br /&gt;
}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#catmenu li ul {&lt;br /&gt;
z-index: 9999;&lt;br /&gt;
position: absolute;&lt;br /&gt;
left: -999em;&lt;br /&gt;
height: auto;&lt;br /&gt;
width: 170px;&lt;br /&gt;
margin: 0px;&lt;br /&gt;
padding: 0px;&lt;br /&gt;
}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#catmenu li li {&lt;br /&gt;
}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#catmenu li ul a {&lt;br /&gt;
width: 140px;&lt;br /&gt;
}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#catmenu li ul a:hover, #catmenu li ul a:active {&lt;br /&gt;
}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#catmenu li ul ul {&lt;br /&gt;
margin: -34px 0 0 170px;&lt;br /&gt;
}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#catmenu li:hover ul ul, #catmenu li:hover ul ul ul,&lt;br /&gt;
#catmenu li.sfhover ul ul, #catmenu li.sfhover ul ul ul {&lt;br /&gt;
left: -999em;&lt;br /&gt;
}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#catmenu li:hover ul, #catmenu li li:hover ul,&lt;br /&gt;
#catmenu li li li:hover ul, #catmenu li.sfhover ul,&lt;br /&gt;
#catmenu li li.sfhover ul, #catmenu li li li.sfhover ul {&lt;br /&gt;
left: auto;&lt;br /&gt;
}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#catmenu li:hover, #catmenu li.sfhover {&lt;br /&gt;
position: static;&lt;br /&gt;
}&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5.Setelah itu copy kode dibawah ini dan paste tepat dibawah kode &lt;b style="color: red;"&gt;&amp;lt;div id='content-wrapper'&amp;gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="-moz-border-radius: 10px 10px 10px 10px; background: none repeat scroll 0% 0% rgb(0, 0, 0); border-color: rgb(212, 54, 33) rgb(31, 156, 10) rgb(31, 156, 10) rgb(212, 54, 33); border-style: solid; border-width: 4px; color: white; height: 500px; line-height: 1.5em; overflow: auto; padding: 5px; width: 400px;"&gt;&amp;lt;div id='catmenucontainer'&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div id='catmenu'&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;ul&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='http://NAMA LINK BLOG ANDA/'&amp;gt;Home&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-1&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;ul class='children'&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-1-1&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-1-2&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-1-3&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/ul&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-2&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;ul class='children'&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-2-1&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-2-2&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-2-2&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-2-3&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/ul&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-3&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;ul class='children'&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-3-1&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-3-2&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-3-3&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/ul&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-4&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-5&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;ul class='children'&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-5-1&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-5-2&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-5-3&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-5-4&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/ul&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-6&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;ul class='children'&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-6-1&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-6-2&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/ul&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-7&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href='Your-Link-Here' title='Link-Title'&amp;gt;Link-Name-8&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/ul&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div class='clear'/&amp;gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; 6.Simpan Templatenya Dan Lihat Hasilnya&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;SELAMAT MENCOBA SEMOGA BERHASIL&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Mengatasi Head Buntu pada Printer Epson</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2011/08/cara-mengatasi-head-buntu-pada-printer.html</link><category>Servis Printer</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 07:22:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-4767164269574620590</guid><description>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;Penyebab Head Buntu pada Printer Epson :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Printer epson jarang di gunakan.&lt;br /&gt;
2. Printer epson jarang dilakukan perawatan ( misalnya print head cleaning ).&lt;br /&gt;
3. Sering berganti ganti jenis dan merk tinta epson&lt;br /&gt;
4. Terlambat untuk mengisi ulang tinta, sehingga terjadi overheat / kepanasan di head printer epson.&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;
Peralatan untuk Mengatasi Head Buntu pada Printer Epson :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Cairan pembersih head (head cleaner), merk terserah anda.&lt;br /&gt;
2. Suntikan dilengkapi dengan selang untuk nozzle head epson &lt;br /&gt;
3. Tissue&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: blue;"&gt;Berikut ini Cara Mengatasi Head Buntu pada Printer Epson :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Siapkan suntikan berisi 5ml cairan pembersih head dan tissue yang sudah di lipat, lalu pasang nozzle karet pada suntikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibVYSLlo2mnOfmi2eGRVqPdp3pjVVIyIJl2ZVwku5lO8pBMM4xqjPibvv60eWNZOZLUSS7D4fSFO6zxqRYpctTaNWEZJImyIW0GzFqpBnDYvaYhExuEIXwlH2SY7jOb_A5xzyWrKWpI7k/s1600/epson-head-cleaner-3in.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="370" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibVYSLlo2mnOfmi2eGRVqPdp3pjVVIyIJl2ZVwku5lO8pBMM4xqjPibvv60eWNZOZLUSS7D4fSFO6zxqRYpctTaNWEZJImyIW0GzFqpBnDYvaYhExuEIXwlH2SY7jOb_A5xzyWrKWpI7k/s400/epson-head-cleaner-3in.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
2. Posisikan head unit ke tengah printer dgn software atau manual, lalu ambil catridge dan cabut kabel power printer.&lt;br /&gt;
3. Geser Head ke pinggir, lalu pasang tissue secara merata di depan roll kertas printer.&lt;br /&gt;
4. Tancapkan selang pada tiang nozzle printer epson yang headnya buntu,  lalu tarik suntikkan hingga 10ml, tekan suntikan perlahan lahan hingga  cairan habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicNEEwb4rO2e6pR5vyFdQ-hMMwNaHk6CjMG2-V5Y_4YpvPH2Rpia7wUKh7M5YmFvQTde9Wok3Vk5rFNlC0RRrUZQT4-Trpqw6aRqrmGtxwDbK82_cxT4W2lI7xn3E_j5s-60XogXBIaSc/s1600/epson-1400-unbox-retail5.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicNEEwb4rO2e6pR5vyFdQ-hMMwNaHk6CjMG2-V5Y_4YpvPH2Rpia7wUKh7M5YmFvQTde9Wok3Vk5rFNlC0RRrUZQT4-Trpqw6aRqrmGtxwDbK82_cxT4W2lI7xn3E_j5s-60XogXBIaSc/s400/epson-1400-unbox-retail5.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
5. Jika tinta beku yang menyumbat yang mengakibatkan head buntu pada  nozzle sudah keluar pada tissue, maka proses pembersihan nozzle telah  berhasil.&lt;br /&gt;
6. Pasang kembali catridge epson yang sudah terisi tinta , Lakukan head  cleaning dan print Nozzle check pattern secara software / manual. Dan  head buntu pada epson sudah teratasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian penjelasan tentang Cara Mengatasi Head Buntu pada Printer Epson, semoga bermanfaat!&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibVYSLlo2mnOfmi2eGRVqPdp3pjVVIyIJl2ZVwku5lO8pBMM4xqjPibvv60eWNZOZLUSS7D4fSFO6zxqRYpctTaNWEZJImyIW0GzFqpBnDYvaYhExuEIXwlH2SY7jOb_A5xzyWrKWpI7k/s72-c/epson-head-cleaner-3in.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Service Canon iP2770 dan MP258 Error B200 :</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2011/08/cara-service-canon-ip2770-dan-mp258.html</link><category>Servis Printer</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 07:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-3870556648787705414</guid><description>&lt;span id="fullpost"&gt;Demikian, jadi kesimpulannya Cara Service Canon iP2770 dan MP258 Error B200 adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ganti power suply printer canon iP2770 atau MP258 anda. Dan masalah error B200 pada iP2770 dan MP258 akan segera terselesaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjocZqCc-FcfOC1bkm75i_dsr-qLZazztW3W2OAEYIJ0eCKqshJbnywRdCzNfApns9B092qazieAcW7Zs7gn4b85hkSyw2ue1vRKXzF8Xa07MbR0TNVsuQ5ehsPPPio5_3A_IZwBvwmxlA/s1600/power+supply+mp145.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjocZqCc-FcfOC1bkm75i_dsr-qLZazztW3W2OAEYIJ0eCKqshJbnywRdCzNfApns9B092qazieAcW7Zs7gn4b85hkSyw2ue1vRKXzF8Xa07MbR0TNVsuQ5ehsPPPio5_3A_IZwBvwmxlA/s400/power+supply+mp145.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;gambar ini hanya ilustrasi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga tulisan tentang error B200 dan cara servicenya ini bermanfaat bagi semuanya.&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjocZqCc-FcfOC1bkm75i_dsr-qLZazztW3W2OAEYIJ0eCKqshJbnywRdCzNfApns9B092qazieAcW7Zs7gn4b85hkSyw2ue1vRKXzF8Xa07MbR0TNVsuQ5ehsPPPio5_3A_IZwBvwmxlA/s72-c/power+supply+mp145.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara ek Kerusakan RAM</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2011/08/cara-ek-kerusakan-ram.html</link><category>Servis Komputer</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 06:23:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-5480248814104867651</guid><description>RAM adalah komponen penting pada PC ataupun laptop. Jika RAM bermaslah  maka komputer akan bermasalah. Berikut ini , Mas Adi akan berbagi  tentang cara cek kondisi RAM / memory, yaitu RAM itu baik atau rusak.  Mari kita simak bersama....&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #3333ff; font-weight: bold;"&gt;Cara Cek Kerusakan RAM / Memory Komputer :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Caranya adalah dengan software yang bisa kita dapatkan dari &lt;a href="http://www.memtest.org/"&gt;http://www.memtest.org/&lt;/a&gt;.  Software ini sebenarnya sudah disertakan dalam kebanyakan CD linux,  yaitu pada tampilan booting pertama biasanya ada pilihan. Tapi jika anda  belum punya CD linux, anda bisa langsung download programnya.&lt;br /&gt;
Program memtest ini ukurannya kecil cuma 70kb, dan program ini sifatnya bootable, jadi dia berjalan sendiri tanpa windows.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Download softwarenya &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/11109224/mt410.zip.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Software ini formatnya zip, anda extract dulu jadi ISO, kemudian bakar dengan NERO ataupun Ashampoo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.  Jalankan Program MEMTEST ini dengan memakainya sebagai booting awal,  karena CD ini bootable. Jadi atur BIOSnya agar CDROOM booting pertama  kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Program cek RAM ini akan langsung berjalan otomatis melakukan cek terhadap RAM anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Ada 8 test yg akan dijalani oleh RAM anda, anda tinggal menunggu sampai selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.  Jika RAM rusak maka akan keluar hasil dengan warna tulisan merah  seperti gambar dibawah ini. Berarti RAM perlu diganti. Kalau nggak  diganti bisa menyebabkan bluescreen ataupun restart sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3i6K40C8cjXlqqIzK-eSL0PIrYt6XFG9Hq4aauJZjAzlAJPEqrB1GDQVUI-OWE9t56ZM8XBA1jkZItGTbFB3kmhOwjJLBzvijtONrOdUqiTWA0hbBe9v6AnBITNZXV3jJNNBDlOYb_cA/s1600/ram+rusak.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502226518818361362" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3i6K40C8cjXlqqIzK-eSL0PIrYt6XFG9Hq4aauJZjAzlAJPEqrB1GDQVUI-OWE9t56ZM8XBA1jkZItGTbFB3kmhOwjJLBzvijtONrOdUqiTWA0hbBe9v6AnBITNZXV3jJNNBDlOYb_cA/s400/ram+rusak.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
7.  Jika RAM bagus maka tidak akan keluar hasil apa-apa di kolom hasil.  Berarti menunjukkan bahwa tidak ada bagian RAM yg rusak / cacat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD45VJ7nR3fx8TcUehyMwpPcoqOAjYDoQ_c70U4ZV66UoekF2UWqoY7plwI92x71_IIklrAKMEvFKcZzxjbrynGb9zzL5C1jlqEpKZ-MT1IepvBOOLw0udfczaoeoISjrnT0qWgK-_Nm8/s1600/ram+ok.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502226521466649826" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD45VJ7nR3fx8TcUehyMwpPcoqOAjYDoQ_c70U4ZV66UoekF2UWqoY7plwI92x71_IIklrAKMEvFKcZzxjbrynGb9zzL5C1jlqEpKZ-MT1IepvBOOLw0udfczaoeoISjrnT0qWgK-_Nm8/s400/ram+ok.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Begitu kira2x....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat .........&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3i6K40C8cjXlqqIzK-eSL0PIrYt6XFG9Hq4aauJZjAzlAJPEqrB1GDQVUI-OWE9t56ZM8XBA1jkZItGTbFB3kmhOwjJLBzvijtONrOdUqiTWA0hbBe9v6AnBITNZXV3jJNNBDlOYb_cA/s72-c/ram+rusak.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cek HDD Cepat Dan Akurat !</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2011/08/cek-hdd-cepat-dan-akurat.html</link><category>Servis Komputer</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 06:19:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-2380517824149491234</guid><description>&lt;span id="fullpost"&gt;Mungkin diantara anda pernah mengalami windows  rusak, kemudian windows anda install ulang lagi dari awal dan kelihatan  windows berjalan dengan normal tanpa masalah. Akan tetapi setelah  sekitar 1 minggu atau bahkan kurang, windows anda rusak lagi, padahal  baru di install. Jika anda menemui hal ini, kemungkinan kerusakan adalah  di harddisk yang sudah berkurang kondisi fisiknya. Ciri–ciri lainnya  adalah windows berjalan lambat bahkan sangat lambat, walaupun  spesifikasi mainboard, processor dan ram cukup memadai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;u style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;ini cara cepat cek hardisk na gan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;Download program HDD Sentinel &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;versi DOS, karena lebih cepat prosesnya dan bisa  untuk cek harddisk SATA. File hasil download berbentuk iso, jadi anda  bisa langsung burning file tersebut ke CD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;Link HDD Sentinel versi DOS :&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/14915487/hdsdos_cd.zip.html"&gt;http://www.ziddu.com/download/14915487/hdsdos_cd.zip.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;u style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Cara Cek harddisk dengan HDD Sentinel :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
1. Masukkan CD Hdd Sentinel ke CDROOM&lt;br /&gt;
2. Setting BIOS komputer anda agar CDROM bisa booting di urutan pertama, kemudian simpan dan keluar dari BIOS.&lt;br /&gt;
3. Kemudian komputer akan langsung booting dari CD dan HDD Sentinel akan langsung melakukan cek harddisk anda.&lt;br /&gt;
4. Hasil akan langsung terlihat dalam prosentase. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbPiaG5TDp4GvTfJjPs4L4YGQamJhkCXB7_n-Zpk2jQHjI_TnXtEAxJf7MGg9j1CpfU2xQnBrs66l6zq-MLf2xXTI5iHjGsy-QMiAhNt_PrNCWSaiSN4UQp23PUFuYC2APdqdqmVwdFYU/s1600/hdsdos1005.gif" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbPiaG5TDp4GvTfJjPs4L4YGQamJhkCXB7_n-Zpk2jQHjI_TnXtEAxJf7MGg9j1CpfU2xQnBrs66l6zq-MLf2xXTI5iHjGsy-QMiAhNt_PrNCWSaiSN4UQp23PUFuYC2APdqdqmVwdFYU/s400/hdsdos1005.gif" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6d9qbdeK2AzY8Q2Sf27lEXs7mXajn7-VZF6SVBQAlJNM7zJoDcVwXCRL5pCS11gBB4caPKDPANkLYQomj8KcERxVTBMYvjGALYKXACGDt6Sh4bZOslYOwwVT1vuuzn4O8celIPvQS4Fg/s1600/hdsdos.gif" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="222" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6d9qbdeK2AzY8Q2Sf27lEXs7mXajn7-VZF6SVBQAlJNM7zJoDcVwXCRL5pCS11gBB4caPKDPANkLYQomj8KcERxVTBMYvjGALYKXACGDt6Sh4bZOslYOwwVT1vuuzn4O8celIPvQS4Fg/s400/hdsdos.gif" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: blue;"&gt;Health&lt;/b&gt; : kalau angkanya di bawah 100%,  biasanya harddisk sudah mengalami masalah (mau rusak) dan biasanya  windows sudah tidak stabil dan lambat. Jadi anda dapat menyarankan ke  konsumen atau diri anda sendiri, untuk segera membackup data dalam  harddisk tersebut, karena harddisk sudah rawan rusak dan data bisa  hilang. Dan sebisa mungkin harddisk segera diganti dengan yg OK.  Harddisk yg bagus kondisi Health : 100%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Perf&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;: adalah kondisi file simpanan di harddisk tersebut, jadi bukan kondisi fisiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: blue;"&gt;Power On&lt;/b&gt; : menunjukkan berapa lama harddisk itu sudah digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: blue;"&gt;Temp&lt;/b&gt; : menunjukkan suhu harddisk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oya, program hdd sentinel ini dilengkapi juga dengan indikator warna :&lt;br /&gt;
&lt;b style="background-color: lime; color: black;"&gt;Hijau&lt;/b&gt; : kondisi bagus.&lt;br /&gt;
&lt;b style="background-color: yellow;"&gt;Kuning&lt;/b&gt; : kondisi waspada / kurang bagus.&lt;br /&gt;
&lt;b style="background-color: red; color: black;"&gt;Merah&lt;/b&gt; : kondisi rusak  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian cara cek harddisk secara cepat dan akurat, semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbPiaG5TDp4GvTfJjPs4L4YGQamJhkCXB7_n-Zpk2jQHjI_TnXtEAxJf7MGg9j1CpfU2xQnBrs66l6zq-MLf2xXTI5iHjGsy-QMiAhNt_PrNCWSaiSN4UQp23PUFuYC2APdqdqmVwdFYU/s72-c/hdsdos1005.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Servis Komputer yang sering restart</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2011/08/cara-servis-komputer-yang-sering.html</link><category>Programming</category><category>Servis Komputer</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 06:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-5865197725546960722</guid><description>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;Penyebab Komputer sering restart antara lain :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;b style="color: blue;"&gt;1. Komputer sering restart karena Processor overheating (terlalu panas).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Cara cek processor yang overheating (terlalu panas) :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
* Melihat kondisi temperatur pada menu Hardware Monitor di BIOS&lt;br /&gt;
* Menggunakan program monitoring temperatur seperti misalnya CPUID Hardware Monitor&lt;br /&gt;
* Mengecek secara manual yaitu dengan membuka casing CPU dan meraba sendiri temperatur pada bagian Pendingin (Cooler) Processor.&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penyebab Processor yang overheating (terlalu panas):&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; &lt;br /&gt;
* Putaran kipas / fan pendingin Processor yang sudah menurun (putaran pelan).&lt;br /&gt;
* Menumpuknya debu pada sirip-sirip Pendingin Processor, ini adalah hal  yang sering terjadi terutama apabila ruangan tempat penyimpanan komputer  berdebu.&lt;br /&gt;
* Sudah keringnya atau bahkan tidak adanya thermal paste yang merekatkan antara Processor dan Pendinginnya.&lt;br /&gt;
* Kondisi ruangan tempat penyimpanan komputer yang memang panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Cara Service Komputer yang Sering Restart akibat overheating / kepanasan :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
* Bersihkan debu yang terdapat dalam Casing CPU dan Pendingin Processor  secara berkala dengan kuas kecil atau gunakan blower jika ada.&lt;br /&gt;
* Lapisi ulang processor dengan thermal paste, sebelumnya buang / kerik  thermal paste kering yang nempel di processor / pendinginnya.&lt;br /&gt;
* Tempatkan komputer di ruangan yang tidak terlalu panas (lebih baik ber-AC), gunakan kipas tambahanan jika perlu&lt;br /&gt;
* Gunakan program monitoring temperatur, misalnya &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/15273337/HWMonitor.zip.html"&gt;CPUID Hardware Monitor&lt;/a&gt; untuk mengetahui secara dini kondisi overheat pada Processor. Program ini dapat Anda &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/15273337/HWMonitor.zip.html"&gt;download di sini.&lt;/a&gt; Screenshootnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgludbfzDx5GRhFi6qeIMehCK7yNmlVHiQohLAZEpEcjpdGWPk2WFLYoqSjAs0QNpGc5xffJiqFDWMwY3Bcn76F-ma4UdUaynKIFWU4Xbc19n74ybXlCs4X1_T0wtAvqtEla9vCtp5TI8U/s1600/hwmonitor.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="358" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgludbfzDx5GRhFi6qeIMehCK7yNmlVHiQohLAZEpEcjpdGWPk2WFLYoqSjAs0QNpGc5xffJiqFDWMwY3Bcn76F-ma4UdUaynKIFWU4Xbc19n74ybXlCs4X1_T0wtAvqtEla9vCtp5TI8U/s400/hwmonitor.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: blue;"&gt;2. Komputer sering restart karena Power Supply yang kekurangan daya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kurangnya daya Power Supply dapat menyebabkan komputer sering restart. &lt;br /&gt;
Penyebab power suply kurang daya adalah menurunnya putaran kipas atau  matinya Kipas power supply, sehingga terjadi overheat pada komponen  Power Supply itu sendiri. Apabila anda merasa curiga dengan performa  Power Supply yang terpasang sebaiknya ganti dulu bagian power Supply ini  dengan Power Supply yang terbukti berfungsi baik. Semakin besar daya /  watt power suply semakin bagus.&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;
3. Komputer sering restart karena VGA Card rusak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Komputer sering restart sendiri juga bisa terjadi karena rusaknya bagian  VGA Card yang terpasang pada slot AGP atau PCI. Biasanya VGA Card yang  rusak akan terasa cepat panas pada bagian pendinginnya, selain itu  tampilan gambar pada layar monitorpun menjadi rusak. Untuk itu apabila  komputer Anda sering restart ada baiknya juga untuk mengecek komponen  tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: blue;"&gt;4. Komputer sering restart karena Hardisk bad sector&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebuah hardisk yang rusak atau bahkan terdapat bad sector didalamnya  dapat menjadi penyebab komputer menjadi hang, muncul pesan bluescreen of  deadth atau komputer ga bisa booting dan me-restart terus. Untuk  mencegah kerusakan sekaligus memperbaiki hardisk tersebut kita bisa  menjalankan program scandisk/checkdisk, men-defrag hardisk secara  teratur dan pastikan selalu mematikan komputer dengan menekan tombol  shutdown. Untuk cek kondisi harddisk silahkan &lt;a href="http://ekohasan.blogspot.com/2011/05/cara-cek-harddisk-secara-cepat-dan.html"&gt;klik di sini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNdj2gW6TsuXuZDcU1kG7dy-td8eHhby2fwvn7dBRrlxzSHA_inIzwwX-a3JboxmKOIvnNnKl38tZOeZ6TNg4jfAsmSE2pXXgzMyzZOZAiNCoJs7_9RaOrCgS35I2jCi0CjKumB0uR7LQ/s1600/hdsentinel.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="291" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNdj2gW6TsuXuZDcU1kG7dy-td8eHhby2fwvn7dBRrlxzSHA_inIzwwX-a3JboxmKOIvnNnKl38tZOeZ6TNg4jfAsmSE2pXXgzMyzZOZAiNCoJs7_9RaOrCgS35I2jCi0CjKumB0uR7LQ/s400/hdsentinel.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;
5. Komputer sering restart karena RAM rusak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
RAM yang rusak juga bisa menyebabkan komputer sering restart, hal ini  pernah saya alami beberapa waktu yang lalu. Saat itu komputer selalu  restart ketika dinyalakan meskipun saya telah memastikan tidak ada  masalah dengan hardware yang lain, komputer tetap tidak bisa booting dan  selalu restart meskipun masuk ke windows safe mode. Saya kemudian  mengganti RAM yang terpasang, dan akhirnya komputer bisa berjalan normal  kembali. Untuk cara cek RAM yang rusak &lt;a href="http://ekohasan.blogspot.com/2010/08/cara-cek-kerusakan-ram-memory-komputer.html"&gt;klik di sini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWx519CuELQmxzdnTMKD9jHtvIeYBHyj4lBzdSpG1JMrf5W3W7mul5eDdQmVsw92N1-Oroiq8gIj8zv_0fc8A0zIjM-_TtOcJ2S-zK4YcwtZssSrGQolj14QAQVlDWVn9ig7pzX4EUsBE/s1600/memtestFail.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="222" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWx519CuELQmxzdnTMKD9jHtvIeYBHyj4lBzdSpG1JMrf5W3W7mul5eDdQmVsw92N1-Oroiq8gIj8zv_0fc8A0zIjM-_TtOcJ2S-zK4YcwtZssSrGQolj14QAQVlDWVn9ig7pzX4EUsBE/s400/memtestFail.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Demikian cara service komputer yang sering restart.&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="color: #666666;"&gt;sumber : www.catatanteknisi.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgludbfzDx5GRhFi6qeIMehCK7yNmlVHiQohLAZEpEcjpdGWPk2WFLYoqSjAs0QNpGc5xffJiqFDWMwY3Bcn76F-ma4UdUaynKIFWU4Xbc19n74ybXlCs4X1_T0wtAvqtEla9vCtp5TI8U/s72-c/hwmonitor.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Array</title><link>http://addsindo.blogspot.com/2011/07/array.html</link><category>Programming</category><category>Servis Komputer</category><author>noreply@blogger.com (Elsa Rizki Maharani)</author><pubDate>Fri, 29 Jul 2011 06:25:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7428816181750304303.post-1596254502859287863</guid><description>&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;this program basic Array.&lt;/div&gt;you can download this explaination. And you must try in your home. &lt;span class="" id="result_box" lang="en"&gt;&lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;This&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;course material&lt;/span&gt;&lt;span class="" title="Click for alternate translations"&gt;, which I&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;share with&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;you who&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;want to learn&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;about&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;java&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;programming&lt;/span&gt;&lt;span class="" title="Click for alternate translations"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="en"&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;hopefully&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;you&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;can&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;help&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;the novice&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;or&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;students&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;to&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;reproduce&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;a reference&lt;/span&gt;&lt;span class="" title="Click for alternate translations"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;And&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;I expect&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;you&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;to share&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;your&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;knowledge&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;with us&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;to&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;petrify&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;metreka&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;that&lt;/span&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;requires knowledge&lt;/span&gt;&lt;span class="" title="Click for alternate translations"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="en"&gt; &lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;may be useful.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="en"&gt;&lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;download but in indonesian language&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/15864862/Pertemuan_2_Array.ppt.html"&gt;ARRAY.PPT&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt;&amp;nbsp;this String and try for get output this program&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt;public class array2&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt;{&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; public static void main (String [] args)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt;&amp;nbsp; {&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;  int[] x = new int [80];&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  int i;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  for(i=1; i&amp;lt;x.length; i++);&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt;&amp;nbsp;  {&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   x[i]= i;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   System.out.println( x[i]);&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt;  } &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt; }&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm; margin-left: 0.1cm; margin-top: 0cm;"&gt;}&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>