<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383</atom:id><lastBuildDate>Sat, 30 Jul 2011 19:42:41 +0000</lastBuildDate><category>cerita</category><title>BLOG</title><description>berisi beberapa cerita yang mengispirasi, memotivasi, dan dapat memberikan pelajaran mengenai kehidupan</description><link>http://sakit-ginjal.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/QmVj" /><feedburner:info uri="blogspot/qmvj" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:feedFlare href="http://add.my.yahoo.com/rss?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fblogspot%2FQmVj" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif">Subscribe with My Yahoo!</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.newsgator.com/ngs/subscriber/subext.aspx?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fblogspot%2FQmVj" src="http://www.newsgator.com/images/ngsub1.gif">Subscribe with NewsGator</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://feeds.my.aol.com/add.jsp?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fblogspot%2FQmVj" src="http://o.aolcdn.com/favorites.my.aol.com/webmaster/ffclient/webroot/locale/en-US/images/myAOLButtonSmall.gif">Subscribe with My AOL</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.bloglines.com/sub/http://feeds.feedburner.com/blogspot/QmVj" src="http://www.bloglines.com/images/sub_modern11.gif">Subscribe with Bloglines</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.netvibes.com/subscribe.php?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fblogspot%2FQmVj" src="http://www.netvibes.com/img/add2netvibes.gif">Subscribe with Netvibes</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://fusion.google.com/add?feedurl=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fblogspot%2FQmVj" src="http://buttons.googlesyndication.com/fusion/add.gif">Subscribe with Google</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.pageflakes.com/subscribe.aspx?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fblogspot%2FQmVj" src="http://www.pageflakes.com/ImageFile.ashx?instanceId=Static_4&amp;fileName=ATP_blu_91x17.gif">Subscribe with Pageflakes</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.plusmo.com/add?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fblogspot%2FQmVj" src="http://plusmo.com/res/graphics/fbplusmo.gif">Subscribe with Plusmo</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.thefreedictionary.com/_/hp/AddRSS.aspx?http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fblogspot%2FQmVj" src="http://img.tfd.com/hp/addToTheFreeDictionary.gif">Subscribe with The Free Dictionary</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.bitty.com/manual/?contenttype=rssfeed&amp;contentvalue=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fblogspot%2FQmVj" src="http://www.bitty.com/img/bittychicklet_91x17.gif">Subscribe with Bitty Browser</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.live.com/?add=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fblogspot%2FQmVj" src="http://tkfiles.storage.msn.com/x1piYkpqHC_35nIp1gLE68-wvzLZO8iXl_JMledmJQXP-XTBOLfmQv4zhj4MhcWEJh_GtoBIiAl1Mjh-ndp9k47If7hTaFno0mxW9_i3p_5qQw">Subscribe with Live.com</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://mix.excite.eu/add?feedurl=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fblogspot%2FQmVj" src="http://image.excite.co.uk/mix/addtomix.gif">Subscribe with Excite MIX</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.webwag.com/wwgthis.php?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fblogspot%2FQmVj" src="http://www.webwag.com/images/wwgthis.gif">Subscribe with Webwag</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.podcastready.com/oneclick_bookmark.php?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fblogspot%2FQmVj" src="http://www.podcastready.com/images/podcastready_button.gif">Subscribe with Podcast Ready</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.wikio.com/subscribe?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fblogspot%2FQmVj" src="http://www.wikio.com/shared/img/add2wikio.gif">Subscribe with Wikio</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.dailyrotation.com/index.php?feed=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fblogspot%2FQmVj" src="http://www.dailyrotation.com/rss-dr2.gif">Subscribe with Daily Rotation</feedburner:feedFlare><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-4106283209525933384</guid><pubDate>Thu, 11 Mar 2010 22:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-13T21:55:02.691+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Tawa Di Tengah Hujan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak perempuan baru saja diajak belanja ibunya di Mall.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umurnya sekitar 6 tahun, dengan rambut merah yang indah dan wajah yang manis. Hujan sangat deras tercurah dari langit memaksa kami berteduh di bawah atap awning di dekat pintu keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menunggu hujan reda. Ada yang sabar ada juga yang gusar karena mereka harus buru-buru meneruskan perjalanannya. Saya selalu terpukau saat melihat hujan turun. Saya selalu melihat langit yang mencurahkan air menghapus debu dan kotoran di bumi. Ingatan saya juga kembali waktu masih anak-anak bermain hujan di luar rumah. Ingatan yang sejenak menghapus segala kekhawatiran hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah bermacam perasaan dari kelompok orang yang menunggu hujan reda, suara gadis kecil itu memecah keheningan yang segera menyedot perhatian dari semua orang, "Ma, ayo kita menerobos hujan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa?" kata ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo kita menerobos hujan!" kata gadis kecil itu mengulangi permintaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak sayang. Kita akan menunggu sampai hujan sedikit reda," jawab ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis kecil itu menunggu beberapa saat dan berkata lagi, "Ma, ayo kita menerobos hujan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita bisa basah kuyup," kata ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, kita tidak akan basah kuyup Ma. Itu tidak seperti yang Mama katakan tadi pagi," kata gadis kecil itu sambil menarik tangan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pagi ini? Kapan Mama bilang kalau kita menerobos hujan nanti tidak akan basah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa Mama lupa? Waktu bicara sama Ayah, Mama bilang, "Jika Tuhan menolong kita melewati masalah ini, maka Tuhan akan menolong kita melewati masalah apa pun!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang yang yang sedang berteduh mendadak terdiam. Saat itu kami tidak mendengar suara apa pun kecuali bunyi hujan yang turun. Sunyi senyap. Tidak ada yang beranjak dalam beberapa menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Ibu terhenyak beberapa saat mendengar perkataan anak perempuannya. Orang akan menertawakannya jika dia mendebat perkataan itu. Mungkin yang lain akan mengabaikannya. Tetapi ini adalah saat yang sangat menentukan dalam kehidupan seorang anak, dimana kepercayaan yang sudah diajarkan kepadanya diuji. Apabila kepercayaan ini terbukti, akan berbuah menjadi sebuah keyakinan hidup nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang, kamu benar sekali. Ayo kita lari menerobos hujan. Jika TUHAN menginjinkan kita basah kuyup, yang kita perlukan hanyalah mandi dan mencuci baju," kata ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua lalu berlari menembus hujan. Kami semua mengamati, tersenyum dan akhirnya tertawa saat melihat mereka berlari menuju ke mobil melewati hujan dan genangan air. Mereka menutupi kepala dengan tas plastik belanjaan, tetapi tetap saja tubuh mereka basah kuyup. Tetapi di tengah suara hujan, sepanjang pelarian menuju mobilnya, kami mendengar suara teriakan dan tawa mereka seperti saat anak-anak bermain hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya saya pun mengikuti jejak mereka. Saya berlari menembus hujan. Yang saya butuhkan hanyalah mandi dan mencuci baju ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan dan lingkungan dapat merampas apa yang anda miliki, mereka mengambil uang anda dan mereka mengambil kesehatan anda. Tetapi tidak ada seorang pun yang dapat merampas kenangan berharga anda … Jadi, jangan lupa untuk menciptakan waktu dan mengambil kesempatan membuat kenangan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-4106283209525933384?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/dK-gii42B6g/tawa-di-tengah-hujan-seorang-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/tawa-di-tengah-hujan-seorang-anak.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-2195772876101093871</guid><pubDate>Thu, 11 Mar 2010 22:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-13T21:55:21.023+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Orang Bodoh Dan Orang Pintar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya di bisnis.Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang Pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka di suruh orang Pintar untuk membuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). oleh Karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang- Undangnya orang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu Orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang Pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang Pintar "meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap di berikan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan Waktu  untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh Menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Bill Gates (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTANYAAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jadi mending jadi orang pinter atau orang bodoh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.&lt;br /&gt;• Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.&lt;br /&gt;• Kata kunci nya adalah "resiko" dan "berusaha", karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang pinter perpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut. Dan mengabdi pada orang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-2195772876101093871?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/7lZ1koHfkgg/orang-bodoh-dan-orang-pintar-1_12.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/orang-bodoh-dan-orang-pintar-1_12.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-4262859202347568058</guid><pubDate>Thu, 11 Mar 2010 22:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-12T05:08:36.734+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;ALASAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah cafe, sepasang muda-mudi sedang berpacaran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadilah percakapan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cewek: "Mengapa kamu menyukai saya? Mengapa kamu mencintaiku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cowok: "Aku tidak bisa memberitahu alasannya ... tapi aku benar-benar mencintaimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cewek: "Tuh kan! Kamu bahkan tidak bisa menceritakan alasannya ... bagaimana kamu bisa bilang kamu menyukai aku? Bagaimana kamu bisa bilang kamu mencintaiku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cowok: "Aku benar-benar tidak tahu alasannya, tapi aku bisa membuktikan bahwa aku mencintaimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cewek: "BUKTI? TIDAK! Aku ingin kamu menceritakan alasannya. Pacarnya temanku aja bisa mengatakan padanya mengapa dia mencintainya tetapi kenapa kamu tidak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cowok: "Ok .. ok! Ehm ... karena kamu cantik, karena suara kamu lembut, karena kamu perhatian, karena kamu mencintai aku, karena kamu bijaksana, karena senyummu, karena setiap sentuhanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Cewek merasa sangat puas dengan jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, beberapa hari kemudian, si Cewek mengalami sebuah kecelakaan dan menjadi koma. Si Cowok kemudian meletakkan sebuah surat di sisinya, dan berikut adalah isi suratnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Darling, karena suara manis kamulah, aku mencintaimu ... Sekarang Kamu bisa bicara? Tidak! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintai kamu. Karena perhatian dan kepedulian kamu, aku suka padamu. Sekarang kamu tidak dapat menunjukkannya lagi, maka aku tidak bisa mencintai kamu. Karena senyumanmu, karena sentuhanmu, aku mencintaimu. Sekarang bisakah kamu tersenyum? Sekarang bisakah kamu bergerak? Tidak, oleh karena itu aku tidak bisa cinta padamu. Jika cinta butuh alasan, seperti sekarang, tidak ada alasan bagiku untuk mencintai kamu lagi. Apakah cinta butuh alasan? TIDAK! Oleh karena itu, aku masih mencintaimu dan cinta tidak memerlukan alasan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang yang terbaik dan hal-hal yang paling indah di dunia tidak dapat dilihat, tidak bisa disentuh, tetapi dapat dirasakan dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-4262859202347568058?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/8tun07o6xyM/alasan-di-sebuah-cafe-sepasang-muda.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/alasan-di-sebuah-cafe-sepasang-muda.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-7354422487848427901</guid><pubDate>Tue, 09 Mar 2010 12:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-12T05:08:17.753+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Kehidupan itu seperti bawang bombay&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kado bagi yang telah menikah:&lt;br /&gt;Semoga mensyukuri kehidupan pernikahan&lt;br /&gt;————————————————–&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang istirahat suatu kursus pelatihan, sang pengajar mengajak para peserta untuk melakukan suatu permainan. ‘Siapakah orang yang paling penting dalam hidup Anda?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajar meminta bantuan seorang peserta maju ke depan kelas. ” Silakan tulis 20 nama yang paling dekat dengan kehidupan Anda saat ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta perempuan itu pun menuliskan 20 nama di papan tulis. Ada nama tetangga, teman sekantor, saudara, orang-orang terkasih dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pengajar itu menyilakan memilih, dengan mencoret satu nama yang dianggap tidak penting. Lalu siswi itu mencoret satu nama, tetangganya. Selanjutnya pengajar itu menyilakan lagi siswinya mencoret satu nama yang tersisa, dan siswi itu pun melakukannya, sekarang ia mencoret nama teman sekantornya. Begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada akhirnya di papan tulis hanya tersisa 3 nama. Nama orang tuanya, nama suami serta nama anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi. Semua peserta pelatihan mengalihkan pandangan ke pengajar. Menebak-nebak apa yang selanjutnya akan dikatakan oleh pengajar itu. Ataukah, selesai sudah tak ada lagi yang harus di pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dikeheningan kelas sang pengajar berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Coret satu lagi !!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perlahan dan agak ragu siswi itu mengambil spidol dan mencoret satu nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silakan coret satu lagi !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak siswi itu larut dalam permainan ini. Ia gelisah. Ia mengangkat spidolnya tinggi - tinggi dan mencoret nama yang teratas dia tulis sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itupun pecah isak tangis di kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah suasana sedikit tenang, pengajar itu lalu bertanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang terkasih Anda bukan orang tua dan anak Anda? Orang tua yang melahirkan dan membesarkan Anda. Anda yang melahirkan anak. Sedang suami bisa dicari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Anda memilih sosok suami sebagai orang yang paling penting dan sulit dipisahkan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua mata tertuju pada siswi yang masih berada di depan kelas. Menunggu apa yang hendak dikatakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Waktu akan berlalu, orang tua akan pergi meninggalkan saya. Anakpun demikian. Jika ia telah dewasa dan menikah, ia akan meninggalkan saya juga. Yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……………………………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan itu bagaikan bawang bombay.&lt;br /&gt;Ketika di kupas selapis demi selapis, akan habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adakalanya kita dibuat menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-7354422487848427901?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/jpB0bWmrR6Y/kehidupan-itu-seperti-bawang-bombay.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/kehidupan-itu-seperti-bawang-bombay.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-4370321347110208101</guid><pubDate>Tue, 09 Mar 2010 11:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-09T18:37:27.189+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Siapa yang KAYA, Siapa yang MISKIN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari, seorang ayah yang berasal dari keluarga kaya membawa anaknya dalam satu perjalanan keliling negeri dengan tujuan memperlihatkan pada si anak bagaimana miskinnya kehidupan orang-orang disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lalu menghabiskan beberapa hari di sebuah rumah pertanian yang dianggap si ayah dimiliki keluarga yang amat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kembali dari perjalanan mereka, si ayah menanyai anaknya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana perjalanannya nak?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perjalanan yang hebat, yah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahkah kamu melihat betapa miskinnya orang-orang hidup?,” Si bapak bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“O tentu saja,” jawab si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang ceritakan, apa yang kamu pelajari dari perjalanan itu,” kata si bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak menjawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya kolam renang yang panjangnya sampai pertengahan taman kita, tapi mereka punya anak sungai yang tidak ada ujungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mendatangkan lampu-lampu untuk taman kita, tapi mereka memiliki cahaya bintang di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teras tempat kita duduk-duduk membentang hingga halaman depan, sedang teras mereka adalah horizon yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya tanah sempit untuk tinggal, tapi mereka punya ladang sejauh mata memandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya pembantu yang melayani kita, tapi mereka melayani satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita beli makanan kita, tapi mereka menumbuhkan makanan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya tembok disekeliling rumah untuk melindungi kita, sedangkan mereka punya teman-teman untuk melindungi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah si anak hanya bisa bungkam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu si anak menambahkan kata-katanya : “Ayah, terima kasih sudah menunjukkan betapa MISKIN-nya kita”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah itu adalah perspektif yang sangat indah?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat anda bertanya-tanya apa yang akan terjadi bila kita semua mengucap syukur untuk semua yang kita miliki, daripada kuatir tentang apa yang tidak kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hargailah setiap hal yang anda miliki. Hargai setiap teman anda dan tolong mereka dengan memberi kesegaran baru pada cara pandang dan paradigma mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini terlalu singkat dan teman-teman (sebanyak apapun) terlalu sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-4370321347110208101?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/tziafL80y1g/siapa-yang-kaya-siapa-yang-miskin-satu.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/siapa-yang-kaya-siapa-yang-miskin-satu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-5248743965604977682</guid><pubDate>Tue, 09 Mar 2010 11:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-09T18:37:48.118+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Memaafkan Sahabat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku dan menyuruh memaku satu batang aku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk&lt;br /&gt;menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar. Akhirnya tiba hari ketika dia tidakperlu lagimemaku di pagar,dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata : Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.&lt;br /&gt;Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan&lt;br /&gt;luka seperti pada pagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai mereka. Kirim surat ini kepada mereka yang kau anggap teman, walaupun berarti kau mengembalikannya kepada yang mengirimkannya kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pesan ini kembali padamu, itu berarti bahwa kau mempunyai lingkaran teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengakhiri : Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu&lt;br /&gt;dapat mempercayakan rahasia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-5248743965604977682?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/IG4SqybrtgY/memaafkan-sahabat-pernah-ada-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/memaafkan-sahabat-pernah-ada-anak.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-5860345320281161506</guid><pubDate>Sat, 06 Mar 2010 12:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-09T18:38:01.162+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SUARA YANG PALING INDAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seorang tua yang tak berpendidikan tengah mengunjungi suatu kota besar untuk pertama kali dalam hidupnya.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dia dibesarkan di sebuah dusun di pegunungan yang terpencil, bekerja keras membesarkan anak-anaknya, dan kini sedang menikmati kunjungan perdananya ke rumah anak-anaknya yang modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, sewaktu dibawa berkeliling kota, orang tua itu mendengar suara yang menyakitkan telinga. Belum pernah dia mendengar suara yang begitu tidak enak didengar di dusunnya yang sunyi. Dia bersikeras mencari sumber bunyi tersebut. Dia mengikuti sumber suara sumbang itu, dan dia tiba di sebuah ruangan di belakang sebuah rumah, di mana seorang anak kecil sedang belajar bermain biola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngiiik! Ngoook!” berasal dari nada sumbang biola tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dia mengetahui dari putranya bahwa itulah yang dinamakan “biola”, dia memutuskan untuk tidak akan pernah mau lagi mendengar suara yang mengerikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya, di bagian lain kota, orang tua ini mendengar sebuah suara yang seolah membelai-belai telinga tuanya. Belum pernah dia mendengar melodi yang begitu indah di lembah gunungnya, dia pun mencoba mencari sumber suara tersebut. Ketika sampai ke sumbernya, dia tiba di ruangan depan sebuah rumah, di mana seorang wanita tua, seorang maestro, sedang memainkan sonata dengan biolanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika, si orang tua ini menyadari kekeliruannya. Suara tidak mengenakkan yang didengarnya kemarin bukanlah kesalahan dari biola, bukan pula salah sang anak. Itu hanyalah proses belajar seorang anak yang belum bisa memainkan biolanya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kebijaksanaan polosnya, orang tua itu berpikir bahwa mungkin demikian pula halnya dengan agama. Sewaktu kita bertemu dengan seseorang yang menggebu-gebu terhadap kepercayaannya, tidaklah benar untuk menyalahkan agamanya. Itu hanyalah proses belajar seorang pemula yang belum bisa memainkan agamanya dengan baik. Sewaktu kita bertemu dengan seorang bijak, seorang maestro agamanya, itu merupakan pertemuan indah yang menginspirasi kita selama bertahun-tahun, apa pun kepercayaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ini bukanlah akhir dari cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ketiga, di bagian lain kota, si orang tua mendengar suara lain yang bahkan melebihi kemerduan dan kejernihan suara sang maestro biola. Menurut Anda, suara apakah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melebihi indahnya suara aliran air pegunungan pada musim semi, melebihi indahnya suara angin musim gugur di sebuah hutan, melebihi merdunya suara burung-burung pegunungan yang berkicau setelah hujan lebat. Bahkan melebihi keindahan hening pegunungan sunyi pada suatu malam musim salju. Suara apakah gerangan yang telah menggerakkan hati si orang tua melebihi apa pun itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu suara sebuah orkestra besar yang memainkan sebuah simfoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi si orang tua, alasan mengapa itulah suara terindah di dunia adalah, pertama, setiap anggota orkestra merupakan maestro alat musiknya masing-masing; dan kedua, mereka telah belajar lebih jauh lagi untuk bisa bermain bersama-sama dalam harmoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin ini sama dengan agama,” pikir si orang tua. “Marilah kita semua mempelajari hakikat kelembutan agama kita melalui pelajaran- pelajaran kehidupan. Marilah kita semua menjadi maestro cinta kasih di dalam agama masing-masing. Lalu, setelah mempelajari agama kita dengan baik, lebih jauh lagi, mari kita belajar untuk bermain, seperti halnya para anggota sebuah orkestra, bersama-sama dengan penganut agama lain dalam sebuah harmoni!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah suara yang paling indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-5860345320281161506?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/AEt1Z7tkufA/suara-yang-paling-indah-seorang-tua.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/suara-yang-paling-indah-seorang-tua.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-853668945036129906</guid><pubDate>Sat, 06 Mar 2010 12:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-09T18:38:18.679+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Bagaimana Kita Menemukan Kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon pada suatu waktu, Tuhan memanggil tiga malaikatnya. Sambil memperlihatkan sesuatu Tuhan berkata.&lt;span class="fullpost"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Ini namanya Kebahagiaan. Ini sangat bernilai sekali. Ini dicari dan diperlukan oleh manusia. Simpanlah di suatu tempat supaya manusia sendiri yang menemukannya. Jangan ditempat yang terlalu mudah sebab nanti kebahagiaan ini disia-siakan. Tetapi jangan pula di tempat yang terlalu susah sehingga tidak bisa ditemukan oleh manusia. Dan yang penting, letakkan kebahagiaan itu di tempat yang bersih”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat perintah tersebut, turunlah ketiga malaikat itu langsung ke bumi untuk meletakkan kebahagiaan tersebut. Tetapi dimana meletakkannya? Malaikat pertama mengusulkan, “Letakan dipuncak gunung yang tinggi”. Tetapi para malaikat yang lain kurang setuju. Lalu malaikat kedua berkata, “Latakkan di dasar samudera”. Usul itupun kurang disepakati. Akhirnya malaikat ketiga membisikkan usulnya. Ketiga malaikat langsung sepakat. Malam itu juga ketika semua orang sedang tidur, ketiga malaikat itu meletakkan kebahagiaan di tempat yang dibisikkan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hari itu kebahagiaan untuk manusia tersimpan rapi di tempat itu. Rupanya tempat itu cukup susah ditemukan. Dari hari ke hari, tahun ke tahun, kita terus mencari kebahagiaan. Kita semua ingin menemukan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingin merasa bahagia. Tapi dimana mencarinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mencari kebahagiaan sambil berwisata ke gunung, ada yang mencari di pantai, Ada yang mencari ditempat yang sunyi, ada yang mencari ditempat yang ramai. Kita mencari rasa bahagia di sana-sini: di pertokoan, di restoran, ditempat ibadah, di kolam renang, di lapangan olah raga, di bioskop, di layar televisi, di kantor, dan lainnya. Ada pula yang mencari kebahagiaan dengan kerja keras, sebaliknya ada pula yang bermalas-malasan. Ada yang ingin merasa bahagia dengan mencari pacar, ada yang mencari gelar, ada yang menciptakan lagu, ada yang mengarang buku, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya semua orang ingin menemukan kebahagiaan. Pernikahan misalnya, selalu dihubungkan dengan kebahagiaan. Orang seakan-akan beranggapan bahwa jika belum menikah berarti belum bahagia. Padahal semua orang juga tahu bahwa menikah tidaklah identik dengan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga kekayaan sering dihubungkan dengan kebahagiaan. Alangkah bahagianya kalu aku punya ini atau itu, pikir kita. Tetapi kemudian ketika kita sudah memilikinya, kita tahu bahwa benda tersebut tidak memberi kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingin menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan itu diletakkan oleh tiga malaikat secara rapi. Dimana mereka meletakkannya? Bukan dipuncak gunung seperti diusulkan oleh malaikat pertama. Bukan didasar samudera seperti usulan malaikat kedua. Melainkan di tempat yang dibisikkan oleh malaikat ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah tempatnya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menuliskan sepenggal kisah perjalanan hidup saya untuk berbagi rasa dengan teman-teman semua, bahwa untuk mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan itu tidaklah mudah. Perlu perjuangan. Ibarat sebuah berlian, dimana untuk mendapatkan kilauan yang cemerlang, harus terus diasah dan ditempa sehingga kemilauan yang dihasilkan terpancar dari dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga hidup ini. Kita harus rendah hati. Seringkali kita merasa minder dengan keberadaan diri kita. Sering kali kita berkata, ach… gue mah belum jadi orang. Tinggal aja masih ama ortu, ngontrak, TMI dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus ingat, bahwa yang menentukan masa depan kita adalah Tuhan. Dan kita harus menyadari bahwa jalan Tuhan bukan jalan kita. Tuhan akan membuat semuanya INDAH pada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menurut buku yang Saya baca ada 7 faktor (mental, spiritual, pribadi, keluarga, karir, keuangan dan fisik) yang menentukan sukses seseorang, mengapa tidak kita coba untuk mencapainya semua itu? Setelah kita mencapainya, bagaimana kita membuat ke-7 faktor&lt;br /&gt;tersebut menjadi seimbang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting disini adalah hikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang bijaksana dapat mencapai kebahagiaan dan kesuksesan di dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya…, dimanakah para malaikat menyimpan kebahagiaan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI HATI YANG BERSIH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-853668945036129906?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/StMjKcDpjqQ/bagaimana-kita-menemukan-kebahagiaan.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/bagaimana-kita-menemukan-kebahagiaan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-8412863588947260281</guid><pubDate>Fri, 05 Mar 2010 22:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-06T19:25:28.704+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Pay It Forward&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film “PAY IT FORWARD” bisa menjadi pendorong yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: “PAY IT FORWARD”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaanpun dimulai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor. Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya “PAY IT FORWARD, MOM”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi kerumah ibunya (nenek si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan :”PAY IT FORWARD,MOM”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek berpesan : “PAY IT FORWARD, SON”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan kepada ayah si gadis kecil : “PAY IT FORWARD, SIR”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah si gadis kecil yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan: “PAY IT FORWARD”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah “PAY IT FORWARD” tersebut, jiwa kewartawanannya mengajak dia untuk menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor bisa tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak kecil ini. Saat kesempatan untuk tampil di Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua pemirsa yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia ini menjadi dunia yang penuh kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor, betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul dihalaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan didalam hidup kita, dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawaban Tuhan hanya sesederhana ini: “PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-8412863588947260281?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/S-fnZq8lhrk/pay-it-forward-saat-terlintas-keraguan.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/pay-it-forward-saat-terlintas-keraguan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-7312180706884438118</guid><pubDate>Fri, 05 Mar 2010 22:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-09T18:38:38.923+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Buang Beban Yang Ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, ada seorang guru yang meminta murid-muridnya untuk membawa satu kantung plastik bening ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ia meminta setiap anak untuk memasukkan beberapa kentang di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak, diminta untuk memasukkan sebuah kentang, untuk setiap orang yang tak mau mereka maafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka diminta untuk menuliskan nama orang itu, dan mencantumkan tanggal di dalamnya. Ada beberapa anak yang memiliki kantung yang ringan, walau banyak juga yang memiliki plastik kelebihan beban. Mereka diminta untuk membawa kantung bening itu siang dan malam. Kemana saja, harus mereka bawa, selama satu minggu penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantung itu, harus ada di sisi mereka kala tidur, di letakkan di meja saat belajar, dan ditenteng saat berjalan. Lama-kelamaan kondisi kentang itu makin tak menentu. Banyak dari kentang itu yang membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Hampir semua anak mengeluh dengan pekerjaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, waktu satu minggu itu selesai. Dan semua anak, agaknya banyak yang memilih untuk membuangnya daripada menyimpannya terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, pekerjaan ini, setidaknya, memberikan hikmah spiritual yang besar sekali buat anak-anak. Suka-duka saat membawa-bawa kantung yang berat, akan menjelaskan pada mereka, bahwa, membawa beban itu, sesungguhnya sangat tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaafkan, sebenarnya, adalah pekerjaan yang lebih mudah, daripada membawa semua beban itu kemana saja kita melangkah. Ini adalah sebuah perumpamaan yang baik tentang harga yang harus kita bayar untuk sebuah kepahitan yang kita simpan, dan dendam yang kita genggam terus menerus. Getir, berat, dan meruapkan aroma yang tak sedap, bisa jadi, itulah nilai yang akan kita dapatkan saat memendam amarah dan kebencian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita berpikir, memaafkan adalah hadiah bagi orang yang kita beri maaf. Namun, kita harus kembali belajar, bahwa, pemberian itu, adalah juga hadiah buat diri kita sendiri. Hadiah, untuk sebuah kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan dari rasa tertekan, rasa dendam, rasa amarah, dan kedegilan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-7312180706884438118?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/EBLGOjLo2sU/buang-beban-yang-ada-suatu-ketika-ada.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/buang-beban-yang-ada-suatu-ketika-ada.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-8736449477478119501</guid><pubDate>Wed, 03 Mar 2010 16:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-03T23:41:40.010+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Air dan Kopi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi : “Janganlah kamu meremehkan secangkir kopi kecil seperti saya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hargaku cukup mahal. Orang yang minum saya mendapatkan hasil menakjubkan. Jiwa mereka jadi enteng dan rasa lelah pun akan hilang sehingga tidak lagi ngantuk”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bir : “Mana bisa kopi dibandingkan dengan air seperti saya. Bir adalah minuman terbaik di dunia. Setelah minum, orang akan menjadi bersahabat dan romantis. Selain itu, bir lebih mahal dari kopi, bisa 8x lipat dari harga kopi. Belum termasuk tip lho!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi : “Oke.. Walaupun saya bukan yang terbaik, saya lebih baik dari yang lain. Paling tidak saya harus bertanya kepada segelas air jernih untuk lebih meyakinkan. Ia hanya minuman gratis di meja ini. Ia tidak berharga sama sekali. Haha.. Menggelikan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air jernih : ” Jangan memandang rendah saya. Walaupun saya lebih tak berharga dibanding kalian dalam restoran ini, di gurun pasir saya adalah minuman yang paling menyenangkan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh : “Air jernih masuk akal. Ijinkanlah saya, teh spesial tjap SEPEDA BALAP memberikan penjelasan. Di dunia ini, tidak ada perbedaan nyata atas segala sesuatu yang berharga. Segalanya berharga dan indah apa adanya. Dalam batas-batas nilai uang, teh yang bagus, seperti diriku berharga Rp 50.000.-/ons. Saya tidaklah lebih murah dari kalian berdua. Banyak orang tak peduli pada kopi dan bir, tapi mempunyai minat khusus pada diriku. Dalam menulis dan berpikir, secangkir kopi adalah teman yang baik. Saat bergaul dan perayaan, segelas bir yang baik akan terasa begitu menyenangkan. Dan untuk menghilangkan haus dan menambah cairan tubuh, air jernih adalah yang penting sebagai penyelamat hidup. Maka itu, segala sesuatu di dunia ini memiliki kualitas unik masing-masing. Tak perlu membandingkan dirimu dengan orang lain. Bila kamu air, perankanlah air sebaik-baiknya. Bila kamu kopi, perankanlah kopi sebaik-baiknya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Segala sesuatu adalah diri sendiri, tak perlu memutuskan baik vs buruk. Jika kamu adalah segelas air jernih, jangan merasa rendah diri. Air mempunyai artinya sendiri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-8736449477478119501?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/0tAq-573K4o/air-dan-kopi-kopi-janganlah-kamu.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/air-dan-kopi-kopi-janganlah-kamu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-4028216968487557618</guid><pubDate>Wed, 03 Mar 2010 16:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-03T23:41:40.014+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Nikmatilah Kopinya, Bukan Cangkirnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis - dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah - dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan ”Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja”.&lt;br /&gt;Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami. Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain.&lt;br /&gt;Sekarang perhatikan hal ini: Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita. ”Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi nikmatilah kopinya, jangan cangkirnya. Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan anda. Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri anda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-4028216968487557618?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/lmi4fCf8Z4U/nikmatilah-kopinya-bukan-cangkirnya.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/nikmatilah-kopinya-bukan-cangkirnya.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-3888335753985654647</guid><pubDate>Wed, 03 Mar 2010 15:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-03T23:41:40.021+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;PERANGKAP TIKUS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??”&lt;br /&gt;Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak&lt;br /&gt;"Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mendatangi ayam dan berteriak "ada perangkap tikus"&lt;br /&gt;Sang Ayam berkata "Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata "Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yangbisa aku lakukan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.&lt;br /&gt;" Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata&lt;br /&gt;"Ahhh... Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilikrumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan. Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam (kaki ayam) oleh suaminya (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam).&lt;br /&gt;Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat. Dari kejauhan…. sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat perangkap tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi... KALAU SUATU HARI KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA... PIKIRKANLAH SEKALI LAGI!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-3888335753985654647?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/NNJll9gqrb0/perangkap-tikus-sepasang-suami-dan_03.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/perangkap-tikus-sepasang-suami-dan_03.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-7743788880549661200</guid><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-03T09:38:11.640+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;The Winner and The Looser&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai,&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;tiba-tiba datang seekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci itu berkata : " kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi didalam lubang kelinci, yang kalah akan jadi santpan yang menang, dan saya yakin saya akan menang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang rubah jantan merasa tertantang, : Dimanapun jadi, masa sih kelinci bisa menang melawan aku? " Mereka pun masuk kedalam sarang kelinci,sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kelinci kembal ibersantai sambil memakai kaca mata hitam dan topi pantai. Tiba-tiba datang se-ekor srigala besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci berkata : " Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, yang kalah akan menjadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang". Sang serigala merasa tertantang, " Dimanapun jadi, masa sih kelinci bisa menang melawan aku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun masuk kedalam sarang kelinci, lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha serigala dan melahapnya dengan nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kelinci kembali bersantai, sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri di atas pasir, tiba-tiba datang seekor beruang besar yang hendak memangsanya.&lt;br /&gt;Lalu kelinci berkata " Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di lubang kelinci, yang kalah akan menjadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang. " sang beruang merasa tertantang " Dimanapun jadi, masa sih kelinci bisa menang melawan aku? " Mereka pun masuk ke sarang kelinci, tiga puluh menit keudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha beruang dan melahapnya dengan nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kelapa melambai-lambai, lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktu bersantai, sang kelinci melongok kedalam lubang kelinci sambil melambai " Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarlah seekor harimau dari lubang itu, sangatbesar badannya. Sambil menguap Harimau berkata : "Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The winner selalu berpikir mengenai kerjasama sementara the looser berpikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membentuk ikatan persahabatan dan persaudaraan harus ada kerendahan hati dan keikhlasan bekerjasama, meskipun dengan seseorang yang kelihatannya tidak lebih baik dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-7743788880549661200?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/XA4p_WrAoo0/winner-and-looser-seekor-kelinci-sedang.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/winner-and-looser-seekor-kelinci-sedang.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-200395024518260074</guid><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-03T09:38:11.642+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Berani Mencoba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?" "Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?" "Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?" "Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?""Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan :&lt;br /&gt;Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat.&lt;br /&gt;Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-200395024518260074?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/ZoJdqL6LFcY/berani-mencoba-alkisah-seorang-pembuat.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/berani-mencoba-alkisah-seorang-pembuat.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-7081500312104563166</guid><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-03T09:38:11.643+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Bersyukurlah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika populasi bumi berkurang hingga menjadi sebuah desa dengan hanya 100 orang penduduk, &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;seperti apakah profil desa kecil yang beragam ini, jika seluruh perhitungan rasio kependudukan dianggap masih berlaku ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Philip M.Hartner, MD dari Fakulltas Kedokteran Stanford University Amerika serikat, mencoba menemukan jawaban atas pertanyaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan analisanya, desa kecil bumi akan terdiri dari :&lt;br /&gt;57 orang Asia&lt;br /&gt;21 orang Eropa&lt;br /&gt;14 orang berasal dari belahan bumi sebelah barat&lt;br /&gt;8 orang Afrika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52 perempuan&lt;br /&gt;48 laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80 bukan kulit putih&lt;br /&gt;20 kulit putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;89 heteroseksual&lt;br /&gt;11 homoseksual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita merenungkan analisa Hartner dan mulai dari hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anda tinggal di rumah yang baik, memiliki banyak makanan dan dapat membaca, anda adalah bagian dari kelompok terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anda memiliki rumah yang baik, makanan, dapat membaca dan memiliki komputer, anda bagian dari kelompok elit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anda bangun pagi ini dan merasa sehat , anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup minggu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara, kesakitan karena penyiksaan, atau kelaparan, anda berada selangkah lebih maju dibandingkan 500 juta orang di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anda dapat menghadiri pertemuan politik atau keagamaan tanpa merasa takut dilecehkan, ditangkap, disiksa, atau mati, anda beruntung, karena lebih dari 3 milyar orang di dunia tidak dapat melakukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anda memiliki makanan di lemari pendingin, baju-baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang menaungi tempat anda beristirahat, anda lebih kaya dari 75% penduduk di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anda memiliki uang di Bank, di dompet, dan mampu membelanjakan sebagian uang untuk menikmati hidangan di restoran, anda merupakan anggota dari 8% kelompok orang-orang kaya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika orang tua anda masih hidup dan menikmati bahagianya kehidupan pernikahan mereka, maka anda termasuk salah satu dari kelompok orang yang dikatagorikan langka, terutama di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anda mampu menegakan kepala dengan senyuman dibibir dan merasa benar-benar bahagia, anda memiliki keistimewaan tersendiri, karena sebagian besar orang tidak memperoleh kenikmatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anda dapat membaca pesan ini, anda baru saja menerima karunia ganda, karena seseorang memikirkan anda, dan anda jauh lebih beruntung dibandiingkan lebih dari 2 milyar orang yang tidak dapat membaca sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga anda menikmati hari yang indah ini. Hitunglah karunia keberuntungan anda, dan sampaikan hal ini kepada orang lain untuk mengingatkan bahwa sebenarnya, kita adalah orang-orang yang sangat beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-7081500312104563166?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/mhyduYpaQVo/bersyukurlah-jika-populasi-bumi.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/bersyukurlah-jika-populasi-bumi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-4222970789137339806</guid><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-03T09:38:11.645+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Garam dan Telaga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak hanya mendengarkannya dengan seksama.&lt;br /&gt;Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan.&lt;br /&gt;Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya ujar pak tua itu. Pahit...pahit sekali, jawab sang tamu, sambil meludah ke samping. Pak tua itu sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak tua itu lalu kembali menaburkan segenggam garam kedalam telaga itu. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air mengusik ketenangan telaga itu.&lt;br /&gt;Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah!Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak tua berkata lagi, Bagaimana rasanya?Segar, sahut tamunya. Apakah kamu merasakan garam dalam air itu? tanya pak tua lagi. Tidak, jawab si anak muda.&lt;br /&gt;Dengan bijak, pak tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.&lt;br /&gt;Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu sama dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya.&lt;br /&gt;Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.Pak tua itu lalu kembali memberikan nasehat. Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak tua si orang bijak itu kembali menyimpan segenggam garam untuk anak muda yang lain yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-4222970789137339806?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/o4NW9pGds8E/garam-dan-telaga-suatu-ketika-hiduplah.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/garam-dan-telaga-suatu-ketika-hiduplah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-2932483014754100470</guid><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 16:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-03T09:40:05.587+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Operator Telepon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Waktu saya masih amat kecil, ayah sudah memiliki telepon di rumah kami.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Inilah telepon masa awal, warnanya hitam, di tempelkan di dinding, dan kalau mau menghubungi operator, kita harus memutar sebuah putaran dan minta disambungkan dengan nomor telepon lain. Sang operator akan menghubungkan secara manual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu singkat, saya menemukan bahwa, kalau putaran di putar, sebuah suara yang ramah, manis, akan berkata : "Operator". Dan si operator ini maha tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tahu semua nomor telepon orang lain!&lt;br /&gt;Ia tahu nomor telepon restoran, rumah sakit, bahkan nomor telepon toko kue di ujung kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman pertama dengan sang operator terjadi waktu tidak ada seorangpun dirumah, dan jempol kiri saya terjepit pintu. Saya berputar putar kesakitan dan memasukkan jempol ini kedalam mulut tatakala saya ingat .... Operator!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saya putar bidai pemutar dan menanti suaranya.&lt;br /&gt;" Disini operator..."&lt;br /&gt;" Jempol saya kejepit pintu..." kata saya sambil menangis. Kini emosi bisa meluap, karena ada yang mendengarkan.&lt;br /&gt;" Apakah ibumu ada di rumah ? " tanyanya.&lt;br /&gt;" Tidak ada orang "&lt;br /&gt;" Apakah jempolmu berdarah ?"&lt;br /&gt;" Tidak , cuma warnanya merah, dan sakiiit sekali "&lt;br /&gt;" Bisakah kamu membuka lemari es? " tanyanya.&lt;br /&gt;" Bisa, naik di bangku. "&lt;br /&gt;" Ambillah sepotong es dan tempelkan pada jempolmu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu saya selalu menelpon operator kalau perlu sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu tidak bisa menjawab pertanyaan ilmu bumi, apa nama ibu kota sebuah Negara, tanya tentang matematik. Ia juga menjelaskan bahwa tupai yang saya tangkap untuk dijadikan binatang peliharaan , makannya kacang atau buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, burung peliharaan saya mati.&lt;br /&gt;Saya telpon sang operator dan melaporkan berita duka cita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mendengarkan semua keluhan, kemudian mengutarakan kata kata hiburan yang biasa diutarakan orang dewasa untuk anak kecil yang sedang sedih. Tapi rasa belasungkawa saya terlalu besar. Saya tanya : " Kenapa burung yang pintar menyanyi dan menimbulkan sukacita sekarang tergeletak tidak bergerak di kandangnya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata pelan : " Karena ia sekarang menyanyi di dunia lain..." Kata - kata ini tidak tau bagaimana bisa menenangkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain kali saya telpon dia lagi.&lt;br /&gt;" Disini operator "&lt;br /&gt;" Bagaimana mengeja kata kukuruyuk?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini berlangsung sampai saya berusia 9 tahun. Kami sekeluarga kemudian pindah kota lain. Saya sangat kehilangan " Disini operator "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tumbuh jadi remaja, kemudian anak muda, dan kenangan masa kecil selalu saya nikmati. Betapa sabarnya wanita ini. Betapa penuh pengertian dan mau meladeni anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, saat jadi mahasiswa, saya studi trip ke kota asal.&lt;br /&gt;Segera sesudah saya tiba, saya menelpon kantor telepon, dan minta bagian "&lt;br /&gt;operator "&lt;br /&gt;" Disini operator "&lt;br /&gt;Suara yang sama. Ramah tamah yang sama.&lt;br /&gt;Saya tanya : " Bisa ngga eja kata kukuruyuk "&lt;br /&gt;Hening sebentar. Kemudian ada pertanyaan : "Jempolmu yang kejepit pintu sudah sembuh kan ?"&lt;br /&gt;Saya tertawa. " Itu Anda.... Wah waktu berlalu begitu cepat ya "&lt;br /&gt;Saya terangkan juga betapa saya berterima kasih untuk semua pembicaraan waktu masih kecil. Saya selalu menikmatinya. Ia berkata serius : " Saya yang menikmati pembicaraan dengan mu. Saya selalu menunggu nunggu kau menelpon "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ceritakan bahwa , ia menempati tempat khusus di hati saya. Saya bertanya apa lain kali boleh menelponnya lagi. " Tentu, nama saya Saly "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan kemudian saya balik ke kota asal. Telpon operator. Suara yang sangat beda dan asing. Saya minta bicara dengan operator yang namanya Saly.&lt;br /&gt;Suara itu bertanya " Apa Anda temannya ?"&lt;br /&gt;" Ya teman sangat lama "&lt;br /&gt;" Maaf untuk kabarkan hal ini, Saly beberapa tahun terakhir bekerja paruh waktu karena sakit sakitan. Ia meninggal lima minggu yang lalu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya meletakkan telepon, tiba tiba suara itu bertanya : "Maaf, apakah Anda bernama Paul ?"&lt;br /&gt;"Ya "&lt;br /&gt;" Saly meninggalkan sebuah pesan buat Anda. Dia menulisnya di atas sepotong kertas, sebentar ya....."&lt;br /&gt;Ia kemudian membacakan pesan Saly :&lt;br /&gt;" Bilang pada Paul, bahwa IA SEKARANG MENYANYI DI DUNIA LAIN... Paul akan mengerti kata kata ini...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meletakkan gagang telepon. Saya tahu apa yang Saly maksudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sekali sekali mengabaikan, bagaimana Anda menyentuh hidup orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-2932483014754100470?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/U3qjTSLUNxA/operator-telepon-waktu-saya-masih-amat.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/operator-telepon-waktu-saya-masih-amat.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-4701731647436557195</guid><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 16:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-03T09:40:05.589+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Bersama Kita Bisa Melewati Semuanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bob Butler kehilangan kedua kakinya karena ledakan ranjau saat perang Vietnam tahun 1965.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pulang sebagai seorang pahlawan perang. Dua puluh tahun kemudian, dia membuktikan bahwa heroisme itu datang dari dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butler sedang bekerja di dalam garasi di sebuah kota kecil di Arizona pada suatu hari di musim panas. Saat itu dia mendengar teriakan histeris seorang wanita dari belakang rumah tetangganya. Dia mengayuh kursi rodanya ke rumah itu dan menuju ke halaman belakang. Tetapi ada pagar terkunci yang tidak memungkinkan kursi roda itu lewat. Veteran itu kemudian turun dari kursi, melompati pagar dengan kedua tangannya dan merayap dengan secepatnya melewati semak dan rerumputan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya harus segera sampai ke sana ,” katanya. “Tidak peduli apakah itu akan menyakitkan dan melukai tubuhku sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Butler sampai di belakang rumah, dia mengikuti teriakan itu sampai ke kolam renang, dimana ada seorang anak perempuan berumur tiga tahun yang tergeletak di dasar kolam. Anak itu lahir dengan tidak memiliki kedua lengan, jatuh ke kolam renang dan tidak bisa berenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya berdiri di tepi kolam sambil berteriak histeris. Butler segera menyelam ke dasar kolam renang dan membawa Stephanie keluar. Wajahnya telah kebiruan, tidak ada detak jantung dan tidak bernafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butler segera memberi nafas buatan saat ibu Stephanie menelpon departemen pemadam kebakaran (911). Dia bilang semua petugas pemadam kebakaran sedang bertugas keluar, dan tidak ada petugas di kantor. Dengan tanpa harapan, dia menangis dan memeluk bahu Butler .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil meneruskan memberi nafas buatan, Butler menenangkan ibunya Stpehanie. “Jangan kuatir,” katanya. “Saya sudah menjadi tangannya untuk membawanya keluar dari kolam. Dia akan baik-baik saja. Sekarang saya sedang menjadi paru-parunya. Bersama kita akan bisa melewatinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua menit kemudian gadis kecil itu batuk-batuk, siuman kembali dan mulai menangis. Ketika mereka berpelukan dan bersyukur, ibunya Stephanie bertanya bagaimana Butler bisa tahu bahwa semua akan bisa diatasi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kedua kaki saya meledak di perang Vietnam, saya seorang diri di tengah lapangan,” Butler bercerita. “Tidak ada seorang pun yang mau datang untuk menolong, kecuali seorang anak perempuan Vietnam. Dengan susah payah dia menyeret tubuh saya ke desa, dan dia berbisik dengan bahasa Inggrisnya yang terpatah-patah, ‘Semuanya OK. Kamu bisa hidup. Saya menjadi kakimu. Bersama kita bisa melewati semuanya.’ ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang ini giliran saya,” kata Butler kepada ibunya Stephanie, “Untuk membalas semua yang sudah saya terima.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua adalah malaikat-malaikat bersayap sebelah. Hanya bila saling membantu, kita semua dapat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-4701731647436557195?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/RBSs3fx8I1Q/bersama-kita-bisa-melewati-semuanya-bob.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/bersama-kita-bisa-melewati-semuanya-bob.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-3288968984310763025</guid><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 16:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-03T09:40:05.592+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Aku Menangis untuk Adikku 6 Kali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ...Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya?&lt;br /&gt;Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga di universitas. Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab,tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu,ia berusia 20. Aku 23.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku."Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.&lt;br /&gt;"Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-3288968984310763025?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/-umK6M_bCTI/aku-menangis-untuk-adikku-6-kali-aku.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/aku-menangis-untuk-adikku-6-kali-aku.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-852668860243282135</guid><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 16:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-03T09:40:05.595+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Menghukum tanpa Kekerasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berikut ini adalah cerita masa muda Dr. Arun Gandhi (cucu dari Mahatma Gandhi)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu Arun masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua disebuah lembaga yang didirikan oleh kakeknya yaitu Mahatma Gandhi, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika selatan. Mereka tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tidak heran bila Arun dan dua saudara perempuannya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ayah Arun meminta Arun untuk mengantarkan ayahnya ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan Arun sangat gembira dengan kesempatan ini. Tahu bahwa Arun akan pergi ke kota, ibunya memberikan daftar belanjaan untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, ayahnya juga minta untuk mengerjakan pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, "Ayah tunggu kau disini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama. ". Segera Arun menyelesaikan pekerjaan yang diberikan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Arun pergi ke bioskop, dan dia benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung Arun berlari menuju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayahnya yang sudah menunggunya sedari tadi. Saat itu sudah hampir pukul 18:00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gelisah ayahnya menanyakan Arun "Kenapa kau terlambat?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arun sangat malu untuk mengakui bahwa dia menonton film John Wayne sehingga dia menjawab "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu". Padahal ternyata tanpa sepengetahuan Arun, ayahnya telah menelepon bengkel mobil itu. Dan kini ayahnya tahu kalau Arun berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Ayahnya berkata, "Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran kepada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik- baik.".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Ayahnya dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata. Arun tidak bisa meninggalkan ayahnya, maka selama lima setengah jam, Arun mengendarai mobil pelan-pelan dibelakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayahnya hanya karena kebodohan bodoh yang Arun lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu Arun tidak pernah akan berbohong lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Pernyataan Arun:*&lt;br /&gt;"Sering kali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran. Seandainya Ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa kekerasan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-852668860243282135?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/EaHTpgAtbbk/menghukum-tanpa-kekerasan-berikut-ini.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/menghukum-tanpa-kekerasan-berikut-ini.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4530015721651599383.post-7782433446627120814</guid><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 16:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-03T09:40:05.597+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita</category><title /><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Sapu tangan yang lusuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malam bintang terang. Namun, cahaya itu tidak seterang kasih seorang ibu. Kasihnya tidak akan pernah usai sepanjang hayat kepada anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya sehari-hari adalah seorang penjaga kantin di sebuah SMP swasta di Bekasi. Dia juga membuat nasi uduk dan kue yang dititipkan di kantin dan warung-warung lain. Bangun pukul setengah empat pagi, baru beranjak ke peraduan pukul sebelas malam. Begitu terus, hidupnya dijalani tanpa mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan bapak yang tidak seberapa ditopang oleh hasil jualan ibu. Sejak SD sampai SMA, dari hasil jual kue itulah, saya dan adik-adik dapat uang saku. Saya jadi teringat Ibu A. Yani (janda alm. Jend. Ahmad Yani). Setelah Pak Yani meninggal karena dibunuh pada 1 Oktober 1965, Ibu Yani menghidupi keluarganya dari berjualan minyak tanah. Namun, beliau tak pernah malu atau gengsi. Justru, anak-anaknya kelak menjadi orang yang berhasil dalam pendidikan dan karir mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang menjadi kebanggaan saya terhadap sosok bunda. Gurat wajahnya yang telah mengerut menampakkan bahwa dia terlampau akrab dengan kerja kerasnya. Tangannya dipenuhi otot yang tampak ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarang saya melihat dia pakai bedak, apalagi make-up. Seumur-umur, saya baru melihat bunda pakai make-up pada saat saya sudah beranjak dewasa. Itu pun pada saat saya diwisuda bersama ribuan wisudawan Unesa di Islamic Center, Surabaya sekian tahun yang lampau. Dia bilang ingin tampil cantik pada momen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, kami sudah jarang bertemu. Saya memilih untuk menetap di Surabaya. Dalam setahun, kadang cuma sekali saya pulang ke Bekasi. Itu pun pas libur Lebaran atau Natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meretas cinta itu tak pernah habis. Itulah ibu. Ketika berjanji untuk memperkenalkan calon pendamping hidup saya, saya berkesempatan bertemu dengan ibu lagi di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau memberi sapu tangan kain lusuh kepada saya. Sampai di situ, saya masih belum mengerti makna yang tersingkap dari pemberian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda bilang bahwa sapu tangan itulah yang dia gunakan untuk mengompres saya saat mengalami kecelakaan motor yang membuat kaki saya patah pada 31 Desember 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya harus berpisah dengan orang tua pada akhir Agustus 1999 untuk kuliah di Surabaya, ternyata sapu tangan tersebut masih disimpan oleh bunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesibukan menjalani hari-hari pada masa kuliah seolah membuat saya menjadi jarang berkomunikasi dengan keluarga di Bekasi. Namun tidak dengan bunda. Sapu tangan itu tetap dia simpan untuk memendam kangennya pada saya. Hanya, saya sama sekali tidak menyangka sampai seperti itu. Saya sendiri baru tahu dua minggu lalu, saat memperkenalkan pujaan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkisah, bunda memberikan sapu tangan itu kepada saya dan merestui hubungan kami. Saya seakan tidak bisa berkata sepatah kata pun. Lidah ini terasa kaku. Hati bergetar karena terharu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin bahwa sapu tangan yang sudah lusuh itu masih disimpan sekian tahun hanya untuk memendam kangen pada anaknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan kata-kata, tapi dengan sapu tangan lusuh itulah bunda menohok saya dengan cinta yang sederhana. Cinta tulus yang tak pernah berharap balasan dari siapa maupun anaknya sendiri sekalipun. Bintang itu terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat sapu tangan lusuh tersebut, zaman boleh berubah. Tapi, cinta dan kerinduan seorang ibu tak bisa digerus waktu. Ia ada sampai kapan pun. Tak bisa dibalas dengan apa pun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4530015721651599383-7782433446627120814?l=sakit-ginjal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/QmVj/~3/VWUU0Tjxh_w/sapu-tangan-yang-lusuh-malam-bintang.html</link><author>noreply@blogger.com (p3r1h-n1km4t)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sakit-ginjal.blogspot.com/2010/03/sapu-tangan-yang-lusuh-malam-bintang.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

