<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7869893326041791666</atom:id><lastBuildDate>Sun, 27 Nov 2011 23:32:51 +0000</lastBuildDate><category>Konservasi Energi</category><category>Otomotif</category><title>Pojok-Teknologi</title><description>sharing with u!</description><link>http://portalteknikmesin.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (@bdulAziz's blog)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/RgxV" /><feedburner:info uri="blogspot/rgxv" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Technology/Tech News</media:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>sharing with u!</itunes:subtitle><itunes:category text="Technology"><itunes:category text="Tech News" /></itunes:category><creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/</creativeCommons:license><image><link>http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/</link><url>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</url><title>Some Rights Reserved</title></image><feedburner:emailServiceId>blogspot/RgxV</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7869893326041791666.post-4903336413831104627</guid><pubDate>Sat, 15 May 2010 12:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-15T19:35:14.420+07:00</atom:updated><title /><description>Dasar Aliran Fluida&lt;br /&gt;Aliran fluida itu rumit dan tidak selalu tunduk pada analisa matematis yang pasti. Tidak seperti pada benda-benda solid, elemen-elemen fluida yang mengalir bisa bergerak pada kecepatan-kecepatan yang berbeda dan bisa mengalami percepatan-percepatan yang berbeda. Tiga konsep penting dalam aliran fluida adalah:&lt;br /&gt;1. Prinsip kekasaran dinding permukaan  massa, dari mana di kembangkan persamaan kontinuitas.&lt;br /&gt;2. Prinsip energi kinetik darimana diturunkan persamaan-persamaan aliran tertentu.&lt;br /&gt;3. Prinsip momentum, dari mana persamaan yang menghitung gaya dinamik yang dikerjakan fluida yang mengalir bisa ditentukan.&lt;br /&gt;Aliran fluida itu bisa stabil atau tidak stabil, merata atau tak merata laminar atau turbulen dua dimensi atau iga dimensi dan ratasional atau tak ratasional.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7869893326041791666-4903336413831104627?l=portalteknikmesin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RgxV/~3/rlbwlagwaU8/dasar-aliran-fluida-aliran-fluida-itu.html</link><author>noreply@blogger.com (@bdulAziz's blog)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://portalteknikmesin.blogspot.com/2010/05/dasar-aliran-fluida-aliran-fluida-itu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7869893326041791666.post-8569720571875286985</guid><pubDate>Sat, 15 May 2010 12:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-15T19:18:59.069+07:00</atom:updated><title>Beberapa Harga Kekasaran Permukaan Pipa</title><description>Untuk menentukan koefisien gesekan yang terjadi pada dinding pipa dalam merencanakan instalasi perpipaan kita harus mengetahi terlebih dahulu harga kekasaran permukaan pipa.&lt;br /&gt;Sebagai referensi untuk harga-harga e, harus dicermantai bahwa harga-harga yang diberikan di sini adalah untuk pipa baru dan pipa-pipa bersih, bahkan untuk kasus-kasus tertentu harus mempertimbangkan variasi-variasi dari harga ini. Sebagai konsekuensinya, dalam ksusk-kasus praktis harga dari faktor gesekan f mempunyai error ¬+ 5% untuk pipa-pipa halus, dan sebesar + 10% untuk pipa-pipa kasar. Untuk pipa-pipa tua harga e bisa lebih lagi, tetapi tidak ada variasi pertambahan derajat kekasaran dinding permukaan  pipa sejalan dengan bertambahnya umur pipa, karena masih banyak tergantung pada kondisi jenis fluida yang dipindahkan.&lt;br /&gt;Tabel 2.1 Harga kekasaran relatif pada beberapa permukaan dinding pipa&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q2SVcaZ0-tI/S-6QAc99e5I/AAAAAAAAACA/WfCeyi3Dluw/s1600/table.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 261px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q2SVcaZ0-tI/S-6QAc99e5I/AAAAAAAAACA/WfCeyi3Dluw/s320/table.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471468934752205714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7869893326041791666-8569720571875286985?l=portalteknikmesin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RgxV/~3/F13Gk7lAPYk/blog-post_15.html</link><author>noreply@blogger.com (@bdulAziz's blog)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_Q2SVcaZ0-tI/S-6QAc99e5I/AAAAAAAAACA/WfCeyi3Dluw/s72-c/table.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://portalteknikmesin.blogspot.com/2010/05/blog-post_15.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7869893326041791666.post-8560460438431587093</guid><pubDate>Mon, 19 Jan 2009 12:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-19T19:27:18.292+07:00</atom:updated><title>Rekayasa Minyak Pelumas dari bahan Botol Plastik Bekas</title><description>Sebagian besar penduduk di dunia memanfaatkan plastik dalam menjalankan aktivitasnya. Berdasarkan data Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat, pada tahun 2001, penduduk Amerika Serikat menggunakan sedikitnya 25 juta ton plastik setiap tahunnya. Belum ditambah pengguna plastik di negara lainnya. Bukan suatu yang mengherankan jika plastik banyak digunakan. Plastik memiliki banyak kelebihan dibandingkan bahan lainnya. Secara umum, plastik memiliki densitas yang rendah, bersifat isolasi terhadap listrik, mempunyai kekuatan mekanik yang bervariasi, ketahanan suhu terbatas, serta ketahanan bahan kimia yang bervariasi.Selain itu, plastik juga ringan, mudah dalam perancangan, dan biaya pembuatan murah.&lt;span class="fullpost"&gt;Sayangnya, di balik segala kelebihannya, limbah plastik menimbulkan masalah bagi lingkungan. Penyebabnya tak lain sifat plastik yang tidak dapat diuraikan dalam tanah. Untuk mengatasinya, para pakar lingkungan dan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu telah melakukan berbagai penelitian dan tindakan. Salah satunya dengan cara mendaur ulang limbah plastik. Namun, cara ini tidaklah terlalu efektif. Hanya sekitar 4% yang dapat didaur ulang, sisanya menggunung di tempat penampungan sampah.&lt;br /&gt;Masalah itulah yang mendasari Miller dan rekan-rekannya melakukan penelitian ini. Sebagian besar plastik yang digunakan masyarakat merupakan jenis plastik polietilena. Ada dua jenis polietilena, yaitu high density polyethylene (HDPE) dan low density polyethylene (LDPE). HDPE banyak digunakan sebagai botol plastik minuman, sedangkan LDPE untuk kantong plastik. Dalam penelitiannya yang akan dipublikasikan dalam Jurnal American Chemical Society bagian Energi dan Bahan Bakar (Energy and Fuel) edisi 20 Juli 2005, Miller memanaskan polietilena menggunakan metode pirolisis, lalu menyelidiki zat hasil pemanasan tersebut. Ternyata, ketika polietilena dipanaskan akan terbentuk suatu senyawa hidrokarbon cair. Senyawa ini mempunyai bentuk mirip lilin (wax). Banyaknya plastik yang terurai adalah sekitar 60%, suatu jumlah yang cukup banyak. Struktur kimia yang dimiliki senyawa hidrokarbon cair mirip lilin ini memungkinkannya untuk diolah menjadi minyak pelumas berkualitas tinggi. Sekedar informasi, minyak pelumas yang saat ini beredar di pasaran berasal dari pengolahan minyak bumi. Minyak mentah (crude oil) hasil pengeboran minyak bumi di dasar bumi mengandung berbagai senyawa hidrokarbon dengan titik didih yang berbeda-beda. Kemudian, berbagai senyawa hidrokarbon yang terkandung dalam minyak mentah ini dipisahkan menggunakan teknik distilasi bertingkat (penyulingan) berdasarkan perbedaan titik didihnya. Selain bahan bakar, seperti bensin, solar, dan minyak tanah, penyulingan minyak mentah juga menghasilkan minyak pelumas. Sifat kimia senyawa hidrokarbon cair dari hasil pemanasan limbah plastik mirip dengan senyawa hidrokarbon yang terkandung dalam minyak mentah sehingga dapat diolah menjadi minyak pelumas. Pengubahan hidrokarbon cair hasil pirolisis limbah plastik menjadi minyak pelumas menggunakan metode hidroisomerisasi. Miller berharap minyak pelumas buatan ini dapat digunakan untuk kendaraan bermotor dengan kualitas yang sama dengan minyak bumi hasil penyulingan minyak mentah, ramah lingkungan, sekaligus ekonomis. Sebenarnya, usaha pembuatan minyak sintetis dari senyawa hidrokarbon cair ini bukan suatu hal baru. Pada awal 1990-an, perusahaan Chevron telah mencoba mengubah senyawa hidrokarbon cair menjadi bahan bakar sintetis untuk tujuan komersial. Hanya saja bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan senyawa hidrokarbon cair berasal dari gas alam (umumnya gas metana) melalui proses katalitik yang dikenal dengan nama proses Fischer-Tropsch. Pada proses Fischer-Tropsch ini, gas metana diubah menjadi gas sintesis (syngas), yaitu campuran antara gas hidrogen dan karbon monoksida, dengan bantuan besi atau kobalt sebagai katalis. Selanjutnya, syngas ini diubah menjadi senyawa hidrokarbon cair, untuk kemudian diolah menggunakan proses hydrocracking menjadi bahan bakar dan produk minyak bumi lainnya, termasuk minyak pelumas. Senyawa hidrokarbon cair hasil pengubahan dari syngas mempunyai sifat kimia yang sama dengan polietilena.&lt;br /&gt;Gas alam yang digunakan berasal dari Amerika Serikat. Belakangan, daerah lepas laut Timur Tengah menjadi sumber gas alam karena di sana harga gas alam lebih murah. Minyak pelumas dari gas alam ini untuk sementara dapat menjadi alternatif minyak pelumas hasil pengolahan minyak bumi. Pada masa mendatang, cadangan gas alam di dunia diperkirakan akan segera menipis. Di lain pihak, kebutuhan akan minyak pelumas semakin tinggi. Kini, dengan adanya penemuan ini, pembuatan minyak pelumas nampaknya tidak lagi memerlukan gas alam. Cukup dengan memanfaatkan limbah botol plastik, jadilah minyak pelumas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber artikel klik di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7869893326041791666-8560460438431587093?l=portalteknikmesin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RgxV/~3/S9Zt5Jl0Zmg/sebagian-besar-penduduk-di-dunia.html</link><author>noreply@blogger.com (@bdulAziz's blog)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://portalteknikmesin.blogspot.com/2009/01/sebagian-besar-penduduk-di-dunia.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7869893326041791666.post-2589974301354693933</guid><pubDate>Tue, 13 Jan 2009 09:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-13T16:42:42.734+07:00</atom:updated><title>Ambil Palu, Cara Terbaik Menghapus Data di Komputer</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt;     Satu-satunya cara menghilangkan data-data penting aga terhindar dari kejahatan dunia maya adalah mengambil palu dan menghantamkannya ke komputer anda. Itulah saran dari satu majalah konsumen di Inggris. Untuk menghilangkan data yang tidak diinginkan dalam komputer tidak cukup dengan menekan tombol “delete”. Hal ini karena para penjahat dunia maya masih tetap bisa menelusuri data-data yang dihapus bahkan sampai ke foto-foto keluarga, data bank, sampai kartu kredit.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Editor majalah “Which?” Sarah Kidner menyatakan, dengan menggunakan perangkat lunak untuk memperbaiki data, sangat mudah memunculkan kembali data-data yang dihapus dalam hard drive komputer. “Meskipun sudah dihapus seluruh file, anda akan terkejut bagiamana mudahnya memanggil lagi data pribadi anda.”  Kidner mengakui, saran menghancurkan hard drive dengan merusaknya dengan palu memang terdengar ekstrim, tapi ini jalan yang seratus persen aman agar data yang dihapus tidak bisa dilacak lagi.”  Soerang ahli peretas identitas duni maya profesor Ross Anderson dari Universitas Cambridge mengamini langkah ini, karena menghancurkan hard drive satu-satunya melindungi data diri kita.  “Jika anda mempunyai informasi yang sensitif dalam hard drive, jangan pernah membiarkan difungsikan ulang. Menghancurkan hard drive adalah jalan yang terbaik,” ujar Andersoon. “Jika kamu ingin mendonasikan komputer anda ke anak-anak Afrika, lebih baik kirim cek Rp 10 juta, akan lebih aman.”  Dalam investigasinya, Majalah Which? Mampu membuka akses data 22 ribu file dari komputer bekas yang dijual di toko internet eBay.   Sumber : Tempointeraktif &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7869893326041791666-2589974301354693933?l=portalteknikmesin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RgxV/~3/UHXsVt3P30Y/ambil-palu-cara-terbaik-menghapus-data.html</link><author>noreply@blogger.com (@bdulAziz's blog)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://portalteknikmesin.blogspot.com/2009/01/ambil-palu-cara-terbaik-menghapus-data.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7869893326041791666.post-2864706354348056127</guid><pubDate>Fri, 09 Jan 2009 13:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-09T20:36:34.050+07:00</atom:updated><title>Menghemat BBM dengan "Brown Energy"</title><description>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Bahan bakar dari air—disebut gas Brown—ketika dialirkan dalam mesin kendaraan bermotor bisa menghemat bahan bakar minyak hingga 59 persen. Gas Brown yang dinamakan sesuai dengan penemunya, Yull Brown, yang berkebangsaan Australia, sesungguhnya adalah campuran gas hidrogen-hidrogen-oksigen yang dihasilkan dari sistem elektrolisa atau pengurai cairan. Dalam tabung elektrolisa itu dipasang kumparan magnetik untuk memecahkan campuran air destilasi dan soda kue hingga menjadi campuran gas hidrogen-hidrogen-oksigen (HHO). &lt;span class="fullpost"&gt;Hidrogen bersifat eksplosif dan oksigen yang mendukung pembakaran.Gas HHO ini dalam tabung elektrolisa yang dialirkan lewat selang masuk ke ruang bakar mesin dan akan bercampur dengan gas hidrokarbon dari BBM. Dengan cara ini BBM dapat dihemat dalam tingkat yang signifikan.Poempida Hidayatullah dan Futung Mustari, perekayasa sistem yang telah dikembangkan empat tahun lalu itu, menguji cobanya pada 30 kendaraan bermotor roda empat dari berbagai jenis, baik yang berbahan bakar bensin maupun solar. Hasilnya, BBM yang ada dapat mencapai rasio jarak tempuh rata-rata 1:25 kilometer. Penghematan BBM- nya hingga 59 persen.Salah satu uji coba adalah touring kendaraan roda empat Jakarta-Cikarang yang menempuh jarak 112 kilometer, Sabtu (14/6). Untuk jarak itu, konsumsi BBM tidak lebih dari 5 liter.Seperti dilaporkan dalam buku mereka, Rahasia Bahan Bakar Air, uji coba pada Toyota Avanza, Mei lalu, menunjukkan efisiensi bahan bakar bisa sampai 40 persen atau 1 liter untuk 18 kilometer. Pada Mitsubishi L300 penghematannya sampai 94 persen atau dengan 1 liter bisa mencapai 23,3 kilometer.Soda kueBila Poempida-Futung menghasilkan bahan bakar air (BBA) dengan mengelektrolisa larutan campuran air destilasi dan soda kue, Djoko Sutrisno menggunakan kalium hidroksida (KOH). Dibandingkan dengan KOH, menurut Poempida, soda kue lebih mudah didapat, ramah lingkungan, dan lebih murah.Rekayasa yang dihasilkan Djoko ini dapat mencapai efisiensi sampai 80 persen. Teknisi bengkel kendaraan dari Yogyakarta ini menemukan metode tersebut pada tahun 2005.Djoko menjelaskan proses elektrolisa menggunakan prinsip ledakan hidrogen yang terpantik api dari busi untuk menambah energi hasil pembakaran BBM pada kendaraan. Di dalam tabung plastik dengan volume setengah liter diisi air suling dicampur garam atau KOH. Kemudian, tabung elektroda itu dilengkapi penghubung kabel yang dilengkapi lampu indikator dan dioda penyearah untuk mendapatkan arus listrik dari aki sebagai proses elektrolisa, yaitu proses memisahkan hidrogen dan oksigen dari air.”Hidrogen yang membentuk gelembung udara lalu disalurkan ke manipol dan bercampur dengan bensin yang sudah dikabutkan oleh karburator menuju ruang pembakaran,” ujarnya.Pembakaran yang terjadi dengan tambahan gas hidrogen ini ternyata makin kuat, yang berdampak pada penghematan BBM. Djoko pada kesempatan itu juga membuktikan adanya ledakan hidrogen dengan cara mengaliri tabung berisi air dan kalium hidroksida untuk menghasilkan hidrogen.Gas hidrogennya lalu dimasukkan ke larutan air sabun supaya membentuk gelembung udara yang berisi hidrogen. Saat gelembung itu disulut dengan api, ledakan cukup keras terjadi.&lt;br /&gt;Sumber : Kompas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7869893326041791666-2864706354348056127?l=portalteknikmesin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RgxV/~3/rDaCAOIV6jE/menghemat-bbm-dengan-brown-energy.html</link><author>noreply@blogger.com (@bdulAziz's blog)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://portalteknikmesin.blogspot.com/2009/01/menghemat-bbm-dengan-brown-energy.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7869893326041791666.post-3308453751868839199</guid><pubDate>Sat, 03 Jan 2009 07:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-09T14:10:14.817+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Otomotif</category><title>Teknologi Variable Valve Timing Intelligent</title><description>&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q2SVcaZ0-tI/SV8ZPY3ZLaI/AAAAAAAAABo/MtW2oiiA61U/s1600-h/522.5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 220px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q2SVcaZ0-tI/SV8ZPY3ZLaI/AAAAAAAAABo/MtW2oiiA61U/s320/522.5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286972239719771554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Teknologi Variable Valve Timing-Intelligent (VVT-i ) adalah salah satu teknologi yang digunakan pada kenderaan berukuran.Teknologi ini mengatur agar pembukaan dan penutupan katup dapat terjadi secara maksimal. Karena selama ini sistim katup konvensional telah terjadi overlapping. Mestinya katup belum menutup pada langkah isap, pada sistem lama sudah menutup sehingga pemasukan bahan bakar tidak maksimal, al hasil tenaga mesin tidak optimal. Demikian pula dengan katup buang yang sudah menutup padahal sisa pembakaran belum habis dikeluar.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Pada sistim VVT-i, poros cam (camshaft) yang selama ini kita kenal sebagai komponen penekan katup mengalami perubahan besar. Dulu poros cam dipasang menyatu tidak bergerak terhadap gigi poros cam. Sekarang, poros cam didesain bisa bergerak untuk jarak tertentu terhadap poros cam. Sebagai contoh dimana pengaruh perubahan teknologi dapat memperbesar tenaga mesin. Besar mesin Soluna 1500 cc, demikian pula mesin Vios sama-sama 1500 cc. Akan tetapi bedanya sangat nyata. Tenaga maksimum Soluna hanya 92 PS dan dengan teknologi VVT-i, Vios bisa meningkat menjadi 109 PS, atau naik sebesar 12 %.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;/span&gt;Cara kerjanya cukup sederhana. Untuk menghitung waktu buka tutup katup (valve timing) yang optimal, ECU (Electronic Control Unit) menyesuaikan dengan kecepatan mesin, volume udara masuk, posisi throttle (akselerator) dan temperatur air. Agar target valve timing selalu tercapai, sensor posisi chamshaft atau crankshaft memberikan sinyal sebagai respon koreksi. Jadi konsep dasar teknologi teknologi VVT-i adalah mengoptimalkan torsi mesin pada setiap kecepatan dan kondisi pengemudian yang menghasilkan konsumsi BBM yang efisien dan tingkat emisi bahan bakar yang sangat rendah.Perbedaan mendasar yang dimiliki oleh sistem VVT-i adalah perputaran intake cam tidak perlu sama persis dengan perputaran mesin. Pada mobil tanpa system VVT-i, intake cam hanya mempunyai satu pola bukaan katup sehingga membuat mesin tidak dapat memaksimalkan tenaga mesin pada saat tenaga besar dibutuhkan dan tidak dapat meminimalkan bahan bakar yang dipergunakan ketika tenaga yang dibutuhkan tidak besar.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7869893326041791666-3308453751868839199?l=portalteknikmesin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RgxV/~3/vfNLkOx8SNQ/teknologi-variable-valve-timing.html</link><author>noreply@blogger.com (@bdulAziz's blog)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_Q2SVcaZ0-tI/SV8ZPY3ZLaI/AAAAAAAAABo/MtW2oiiA61U/s72-c/522.5.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://portalteknikmesin.blogspot.com/2009/01/teknologi-variable-valve-timing.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7869893326041791666.post-2506517853820415833</guid><pubDate>Fri, 02 Jan 2009 11:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-09T14:08:28.933+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Konservasi Energi</category><title>SeaGen : pembangkit listrik arus laut terbesar di dunia mulai dipasang</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q2SVcaZ0-tI/SV39OXovYnI/AAAAAAAAABQ/OKCmH6rry84/s1600-h/230.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 261px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q2SVcaZ0-tI/SV39OXovYnI/AAAAAAAAABQ/OKCmH6rry84/s320/230.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286659960907719282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Proyek pembuatan sekaligus pemasangan turbin yang memanfaatkan pasang surut laut sudah d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;imulai di perairan pantai Utara Irlandia. &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;SeaGen, produksi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;&lt;a class="links" href="http://www.marineturbines.com/"&gt;Marine Current Turbine, Ltd&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; berkapasitas 1,2 megawatt, yang dipasang di selat Stangford tersebut akan menjadi pembangkit listrik arus laut komersial di dunia. SeaGen mulai dikembangkan sejak tahun 2005. &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Dua buah rotor kembar berdiameter 16 meter akan bekerja selama 18 hingga 20 jam seharinya dan akan mampu memasok listrik bagi 1000 rumah. &lt;/span&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;SeaGen merupakan pembangkit listrik arus laut yang memiliki ukuran empat kali lebih besar dibandingkan dengan pembangkit yang sama di dunia. &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Sebelumnya pada tahun 2003, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;&lt;a class="links" href="http://www.marineturbines.com/"&gt;Marine Current Turbine, Ltd&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; pernah membuat SeaFlow yang hanya menghasilkan daya sebesar 300kW. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7869893326041791666-2506517853820415833?l=portalteknikmesin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RgxV/~3/n5ieVI_4Uw0/seagen-pembangkit-listrik-arus-laut.html</link><author>noreply@blogger.com (@bdulAziz's blog)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_Q2SVcaZ0-tI/SV39OXovYnI/AAAAAAAAABQ/OKCmH6rry84/s72-c/230.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://portalteknikmesin.blogspot.com/2009/01/seagen-pembangkit-listrik-arus-laut.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7869893326041791666.post-6381315425523777385</guid><pubDate>Mon, 29 Dec 2008 15:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-09T14:12:00.307+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Konservasi Energi</category><title>Solar Hijau, Bahan Bakar Alternatif Buatan Dr Hafnan setelah Penelitian Enam Tahun (2-Habis)</title><description>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Harus Berkali-kali Tes, Sekali Tes Rp 200 Juta &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada yang sangat yakin, solar hijau bisa menjadi bahan bakar alternatif yang lebih memiliki nilai ekonomis. Tapi, ada juga yang masih meragukan.&lt;br /&gt;ENAM tahun melakukan penelitian, bagi Dr Ir M. Hafnan MEng bukanlah waktu lama. ”Di Jepang, orang yang menemukan karburator mesin mini, butuh waktu meneliti hingga 20 tahun,” kata pria 48 tahun yang sempat tinggal di Jepang bersama keluarga selama 10 tahun ini. ”Karena itu, kalau saya meneliti hanya enam tahun, itu tidak ada apa-apanya,” ujar bapak tiga anak yang mendalami combustion engine (motor bakar) di Ritsumeikan University Kyoto, Jepang itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Bagi Hafnan, yang menjadi kendala dalam melakukan penelitian bukanlah soal waktu, tapi lebih pada soal dana. Itu karena sebelum akhirnya menemukan formula solar hijau, Hafnan harus melakukan beberapa kali tes. ”Untuk diuji di laboratorium, biayanya mahal,” katanya. Hafnan lantas mencontohkan, untuk menguji performance formulanya di PLN selama satu bulan, butuh anggaran antara Rp 100 juta – Rp 200 juta. ”Itu baru satu kali tes. Padahal, temuan saya harus berkali-kali dites,” lanjutnya. Beruntung, beberapa pihak bersedia mendanai penelitian Hafnan. ”Di antara yang membantu saya adalah Pak Slamet Wahyudi dari Gresik,” tuturnya.&lt;br /&gt;Selain terbentur soal anggaran, mencari objek yang mau menjadi ajang uji coba juga tidak mudah. ”Rata-rata mereka beralasan takut mesinnya rusak kalau dijadikan uji coba,” ujarnya.&lt;br /&gt;Setelah mencari ke sejumlah daerah, Hafnan akhirnya berhasil menemukan tempat untuk menguji solar hijau. Yakni, di mesin diesel milik PLTD (Pusat Listrik Tenaga Diesel) Sungai Kupang, di Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan. Uji coba tersebut dilaksanakan pada Februari 2006.&lt;br /&gt;Spesifikasi mesin yang dijadikan alat uji coba saat itu adalah Diesel Engine Deutz BF8 (1996), 8 cylinder V Engine, 280 kVA, 1.500 rpm.&lt;br /&gt;Hafnan lantas menunjukkan selembar kertas yang diteken Kepala Kantor Pembangkit PLTD Sungai Kupang, yang berisi penjelasan hasil uji coba solar hijau. Hasilnya menyebutkan antara lain, emisi gas buang menjadi bersih. Selain itu, tidak terjadi gangguan kinerja maupun kerusakan mesin, dan tidak terjadi pemborosan bahan bakar.&lt;br /&gt;Dari hasil uji coba di PLTD tersebut, Hafnan yakin, jika mau menggunakan solar hijau untuk bahan bakar mesin pembangkit listriknya, PLN akan bisa menghemat anggaran pembelian solar. Dia lantas memberi gambaran, dari data yang dia peroleh, kebutuhan solar untuk mesin pembangkit listrik PLN se-Indonesia sekitar 40 juta liter per hari. ”Dengan menggunakan solar hijau, akan bisa menghemat solar 4 juta liter per hari,” katanya, yakin.&lt;br /&gt;John S. Karamoy, praktisi perminyakan tanah air, ketika mendengarkan paparan Hafnan soal solar hijau di Kantor Ditjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Departemen ESDM Jumat pekan lalu, menyatakan ketertarikannya. ”Apa yang dipaparkan Hafnan sangat masuk akal. Bagi saya, ini sebuah karya yang butuh pengakuan dari instansi yang berwenang untuk dikembangkan lebih lanjut penerapannya,” kata John yang mantan President Director PT Medco Energy International itu.&lt;br /&gt;Hafnan berharap, melalui Dirjen Migas, solar hijau bisa mendapatkan spesifikasi khusus sebagai bahan bakar yang bisa dijual di pasaran. Tapi, untuk menuju ke sana, menurut Dirjen Migas Dr Ing Evita H. Legowo, harus melewati beberapa tahapan.&lt;br /&gt;Sebagai tahap awal, bisa saja spesifikasi khusus itu diberikan, asal lebih dulu melewati tahap uji lain serta pemakaian terbatas. Misalnya, solar hijau itu digunakan di lingkungan industri tertentu, dengan catatan, pihak pemakai lebih dulu memberikan pernyataan bahwa mereka tidak keberatan menggunakan solar hijau dan siap dengan risiko yang terjadi.&lt;br /&gt;Kepada koran ini Jumat (12/12) lalu, Evita mengatakan, pihaknya melalui Direktorat Hilir Migas hingga kini masih mempelajari temuan yang dipresentasikan Tim Solar Hijau tersebut.&lt;br /&gt;Dia menambahkan, hingga kini pihaknya belum bisa menilai apakah teknologi solar hijau memang feasible dan layak dikembangkan secara komersial. ’’Masih dipelajari mendalam, tapi belum ada laporan akhirnya,’’ ujarnya.&lt;br /&gt;Di bagian lain, formula solar hijau karya Hafnan itu juga ditanggapi beberapa ahli kimia. Salah satunya, Lisminto, ketua DPP Aprobi (Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia). ”Yang perlu diperhatikan di sini adalah air itu bukan sumber energi. Jadi, jangan sekali-kali menganggap air bisa menggantikan fungsi bahan bakar,” kata alumni Teknik Kimia ITB angkatan 1977 itu.&lt;br /&gt;Lisminto mengaku sudah bertemu Hafnan dan berdiskusi panjang lebar seputar solar hijau. ”Terus terang, saya masih ragu dengan temuan Pak Hafnan,” kata peraih ASEAN engineering award ini.&lt;br /&gt;Solar hijau temuan Hafnan, lanjutnya, tidak bisa dimanfaatkan pada kondisi mesin diesel yang pembakarannya ideal. ”Solar hijau baru bisa digunakan jika pembakaran mesin tidak ideal,” tambahnya.&lt;br /&gt;Lisminto lantas menerangkan, pada pembakaran ideal, dihasilkan CO2 + H2O. ”Pada kondisi ini, penambahan air (H2O) tidak akan berguna,” katanya.&lt;br /&gt;Pada kondisi pembakaran tidak ideal, selain menghasilkan CO2 + H2O, juga menghasilkan CO + C. ”Pada kondisi seperti inilah, penambahan air dan zat aditif bisa berguna,” ujarnya. Yakni, menyempurnakan pembakaran. ”Penambahan air bisa mengubah CO + C menjadi CO2,” lanjutnya. ”Ini yang saya maksud, solar hijau hanya bisa digunakan untuk mesin yang sistem pembakarannya tidak ideal,” tandasnya.&lt;br /&gt;Meski demikian, Lisminto mengaku sangat respek dengan hasil penelitian Hafnan. ”Saya menghargai penelitiannya,” lanjutnya.&lt;br /&gt;Merespons pendapat Lisminto, Hafnan mengatakan, perlu didiskusikan kembali tentang definisi pembakaran ideal. ”Pembakaran ideal yang menghasilkan CO2 dan H2O seperti yang disampaikan Pak Lisminto, dalam kenyataannya sangat sulit ditemui pada mesin-mesin dewasa ini, meski kondisi mesinnya masih baru sekali pun. Karena itu, hanya ada pada tataran teoretis,” terangnya. Itu terjadi karena sangat terkait dengan mutu bahan bakar.&lt;br /&gt;Pembakaran ideal, kata Hafnan, bahan bakarnya harus mengandung O2 (oksigen) yang cukup. ”Padalah, bahan bakar yang ada sekarang, hampir tak ada yang mengandung O2, tapi memang mudah mengikat O2,” katanya.&lt;br /&gt;Dari sinilah, solar hijau bisa dimanfaatkan. ”Temuan saya ini prinsipnya adalah men-treatment bahan bakar,” katanya.&lt;br /&gt;Meski demikian, Hafnan tetap menghargai pendapat Lisminto. ”Saya siap mempresentasikan solar hijau di depan para ahli agar saya bisa menerima masukan sebanyak-banyaknya,” kata dosen combustion engine (pembakaran mesin) di Universitas Trisakti itu.&lt;br /&gt;Hafnan memang sangat terbuka kepada siapa saja yang ingin tahu lebih banyak soal solar hijau temuannya. Termasuk, dia juga siap berdiskusi dengan pihak-pihak yang meragukan temuannya. ”Nawaitu (niat) saya adalah mencari bahan bakar alternatif yang lebih memiliki nilai ekonomis dan lebih ramah lingkungan,” lanjutnya. (ditambahkan owi)&lt;br /&gt;Sumber : radar jogja&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7869893326041791666-6381315425523777385?l=portalteknikmesin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RgxV/~3/1ynNJwQemGU/solar-hijau-bahan-bakar-alternatif_29.html</link><author>noreply@blogger.com (@bdulAziz's blog)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://portalteknikmesin.blogspot.com/2008/12/solar-hijau-bahan-bakar-alternatif_29.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7869893326041791666.post-4386011606665669993</guid><pubDate>Mon, 29 Dec 2008 15:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-09T14:14:38.716+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Konservasi Energi</category><title>Solar Hijau, Bahan Bakar Alternatif Buatan Dr Hafnan</title><description>&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;Terinspirasi Eropa yang Campurannya seperti Susu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Setelah enam tahun meneliti, Dr Ir M Hafnan MEng akhirnya menemukan sebuah racikan zat aditif yang bisa mencampurkan solar dengan air. Formula yang dia beri nama solar hijau itu diklaim lebih ramah lingkungan dan bisa menghemat penggunaan solar. &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Laporan KURNIAWAN MUHAMMAD, Jakarta&lt;br /&gt;Jumat pekan lalu (5/12), Hafnan bersama timnya mempresentasikan temuannya itu di Kantor Ditjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ikut mendengarkan dalam presentasi tersebut, Dirjen Migas Dr Ing Evita H Legowo serta beberapa pejabat di kantor tersebut. Di antaranya, Ir Saryono Hadiwidjoyo SE (Direktur Pengembangan Hilir Gas dan Minyak) dan Ir Suyartono MSc (direktur di Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Selain para pejabat di lingkungan Departemen ESDM, hadir pula John S Karamoy, mantan praktisi perminyakan yang pernah menjadi President Director PT Medco Energy International dan Slamet Wahyudi, salah satu sponsor dalam penelitian Hafnan yang juga pencinta lingkungan dari Gresik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam presentasinya, Hafnan menyatakan bahwa apa yang dia lakukan dengan mencampurkan solar dengan air secara prinsip sesungguhnya sudah dilakukan di luar negeri sejak 1980-an, terutama di beberapa negara di Eropa dan AS. ’’Di Eropa dikenal dengan nama water blend diesel fuel,’’ ungkap pria yang mendalami combustion engine (motor bakar) di Ritsumeikan University Kyoto, Jepang, tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa beda temuan Hafnan dengan water blend diesel fuel (WBDF)? Menurut Hafnan, WBDF adalah campuran solar dengan air berbentuk milky (seperti cairan susu). ’’Kalau bentuknya seperti susu, rasanya kurang enak kalau dibuat bahan bakar,’’ ujar pria yang sehari-hari menjabat Ketua Pusat Studi Teknologi Industri Tepat Guna (PS-TITG) di Universitas Trisakti, Jakarta, itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’’Formula saya, setelah dicampur solar, air akan menyatu dengan solar, setelah ditambahkan zat aditif tertentu. Formula dari zat aditif itu adalah temuan saya,’’ paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPNN yang ikut dalam presentasi di Kantor Ditjen Migas itu menyaksikan Hafnan memamerkan formulanya. Pertama, dia mengambil air di dalam tabung, lalu dicampurkan dalam tabung yang sudah berisi solar. Dengan sebuah alat, campuran air dan solar itu diaduk, kemudian ditambahkan zat aditif. Tak lama berselang, setelah alat pengaduk dihentikan, warna campuran cairan tersebut sama seperti warna solar semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’’Seberapa stabil campuran itu? Jangan-jangan nanti antara air dan solarnya misah?’’ tanya salah seorang staf di Ditjen Migas yang menyaksikan demo tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’’Saya menjamin kestabilan cairannya. Di laboratorium saya ada campuran seperti ini yang saya bikin sejak 2003. Sampai sekarang masih menyatu dengan baik. Jadi, nggak akan misah antara air dan solarnya,’’ tegas Hafnan yang pernah tinggal di Jepang selama 10 tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan lain formula Hafnan tersebut, jika digunakan sebagai bahan bakar, akan bisa menurunkan emisi hingga 40 persen. ’’Jika di Eropa, bisa menurunkan emisi 20 persen,’’ katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mampu menurunkan emisi lebih banyak, formula campuran solar dan air dianggap sebagai bahan bakar ramah lingkungan. ’’Karena itu, formula ini saya namakan solar hijau,’’ ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafnan menambahkan, solar hijau sudah dites di Laboratorium Motor Bakar dan Sistem Propulsi (LMBSP) Departemen Teknik Mesin ITB pada 12–14 Juli 2005 dan 1–4 Agustus 2005. Sertifikat hasil pengujian ITB itu ditunjukkan dalam presentasi tersebut. ’’Hasil tes di ITB menunjukkan bahwa pada pembakaran dengan solar hijau, terjadi penurunan emisi gas buang NOx maksimal 42 persen; CO maksimal 22,6 persen; dan opasitas maksimal 3,2 persen,’’ paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pada sertifikat yang ditandatangani Kepala LMBSP ITB Dr Iman K Reksowardojo itu disebutkan bahwa penggunaan solar hijau bisa menghemat bahan bakar maksimal 12 persen pada beban mesin tinggi (80 persen). Disebutkan pula, pemakaian solar hijau tidak mengganggu kinerja mesin maupun merusak mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa komposisi formula solar hijau? Hafnan menjelaskan komposisinya, solar 75 persen, zat aditif 15 persen, dan air 10 persen. ’’Zat aditifnya dari crude oil dan bahan kimia,’’ ucap pria 48 tahun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut soal zat aditif itu, kata Hafnan, dirinya meracik dari empat unsur. Yang tiga unsur merupakan produk komersial, diambil dari produk olahan yang tersedia dalam negeri. Unsur keempat, kata dia, adalah unsur turunan dari minyak mentah (crude oil) yang sementara ini diambil dari Cina (Petrochina). ’’Keempat unsur itu saya racik, saya formulakan, kemudian menjadi sebuah karya yang sudah saya patenkan,’’ tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti, salah satu unsur untuk zat aditifnya berasal dari Cina? Itu diakui Hafnan. ’’Kalaupun kita datangkan dari sana (Cina), harganya relatif murah,’’ ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, lanjut dia, di Indonesia juga ada. ’’Itu sangat bergantung pada Pertamina. Sebab, mereka sebenarnya punya bahan baku untuk zat aditif itu,’’ ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Pertamina tak memanfaatkannya? Hafnan menyatakan karena tak ada permintaan. ’’Petrochina mau memproduksi dan mengolahnya karena ada permintaan untuk digunakan sebagai stabilizer,’’ kata bapak tiga anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Riau pos&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7869893326041791666-4386011606665669993?l=portalteknikmesin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RgxV/~3/A556mVanTAY/solar-hijau-bahan-bakar-alternatif.html</link><author>noreply@blogger.com (@bdulAziz's blog)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://portalteknikmesin.blogspot.com/2008/12/solar-hijau-bahan-bakar-alternatif.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7869893326041791666.post-4636414008082339610</guid><pubDate>Mon, 29 Dec 2008 15:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-09T14:17:35.216+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Konservasi Energi</category><title>Pembangkit dari Jerami</title><description>&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q2SVcaZ0-tI/SVjp2IE0_xI/AAAAAAAAAAM/LeSUmn-bH1E/s1600-h/jerami.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 188px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q2SVcaZ0-tI/SVjp2IE0_xI/AAAAAAAAAAM/LeSUmn-bH1E/s320/jerami.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285231278809218834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Medan, Kompas - Perusahaan asal Rusia, JSC PromSviaz Automatika, akan membangun pembangkit listrik menggunakan limbah tanaman padi, jerami, dan sekam di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pembangkit memiliki kapasitas 10 megawatt hingga 20 megawatt tergantung ketersediaan jerami dan sekam. Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (24/10), menandatangani nota kesepahaman tentang pembangunan pembangkit listrik itu. Penandatanganan dilakukan dengan perwakilan JSC PromSviaz, PLN Wilayah Sumatera Utara, dan perwakilan Babcock and Brown, lembaga finansial asal Australia yang rencananya mendanai pembangunan proyek itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Menurut Sahat M Sinaga, perwakilan Xoma Power Nusantara, perusahaan yang akan menggandeng JSC PromSviaz dan Babcock and Brown, pembangkit listrik menggunakan sumber energi dari jerami dan sekam padi adalah baru di Indonesia. Pembangkit sejenis sudah ada di Thailand dan Rusia. ”Jerami dan sekam padi punya kandungan 3.180 kalori per kilogram. Dengan teknologi yang dimiliki Rusia, pembakaran jerami dan sekam pada suhu tertentu bisa memanaskan tungku boiler untuk menggerakkan turbin,” kata Sahat. Sekadar perbandingan, batu bara yang dijadikan sumber energi listrik memiliki 5.000 hingga 6.000 kalori per kilogram. 80 ton jerami Sahat mengungkapkan, untuk menghasilkan listrik 10 megawatt diperlukan kurang lebih 80.000 ton jerami dan sekam. ”Saat ini kami tengah memproses studi kelayakan penggunaan jerami dan sekam di Serdang Bedagai dan kabupaten sekitarnya,” katanya. Bupati Serdang Bedagai T Erry Nuradi mengatakan, dengan total luas panen 78.000 hektar per tahun, daerahnya mampu memasok kebutuhan jerami dan sekam untuk pembangkit listrik tersebut. Dari 78.000 hektar luas panen, dihasilkan sekitar 400.000 ton jerami dan 80.000 ton sekam. Belum lagi dari daerah sekitar seperti Deli Serdang, Batu Bara, dan Simalungun. General Manager PLN Wilayah Sumut Manarep Pasaribu menyambut baik kerja sama itu. Apalagi mayoritas pembangkit di Sumut berbahan bakar minyak. Di Sulawesi Selatan, krisis listrik membuat khawatir Wali Kota Makassar Andi Herry Iskandar, terkait pelaksanaan pilkada di kota itu Rabu pekan depan. Dia meminta jaminan PLN agar tidak terjadi pemadaman listrik selama proses pemungutan suara. Empat kabupaten lain yang melaksanakan pilkada Rabu pekan depan adalah Sidenreng Rappang, Pinrang, Luwu, dan Wajo, sementara pilkada Jeneponto pada Selasa (28/10). (BIL/ROW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Harian&lt;a href="http://kompas.com/"&gt; Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/25/0108371/pembangkit.dari.jerami"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7869893326041791666-4636414008082339610?l=portalteknikmesin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RgxV/~3/nIZ13KHONfw/pembangkit-dari-jerami.html</link><author>noreply@blogger.com (@bdulAziz's blog)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_Q2SVcaZ0-tI/SVjp2IE0_xI/AAAAAAAAAAM/LeSUmn-bH1E/s72-c/jerami.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://portalteknikmesin.blogspot.com/2008/12/pembangkit-dari-jerami.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7869893326041791666.post-7578701695871520319</guid><pubDate>Mon, 29 Dec 2008 15:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-03T16:43:11.205+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Konservasi Energi</category><title>Pembangkit Listrik Tenaga Angin</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia di alam, Pembangkit Listrik Tenaga Angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Cara kerjanya cukup sederhana, energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan. Secara sederhana sketsa kincir angin adalah sebagai berikut : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Indonesia, negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km merupakan wilayah potensial untuk pengembangan pembanglit listrik tenaga angin, namun sayang potensi ini nampaknya belum dilirik oleh pemerintah. Sungguh ironis, disaat Indonesia menjadi tuan rumah konfrensi dunia mengenai pemanasan global di Nusa Dua, Bali pada akhir tahun 2007, pemerintah justru akan membangun pembangkit listrik berbahan bakar batubara yang merupakan penyebab nomor 1 pemanasan global. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Syarat - syarat dan kondisi angin yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik dapat dilihat pada tabel berikut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Angin kelas 3 adalah batas minimum dan angin kelas 8 adalah batas maksimum energi angin yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi terbarukan yang paling berkembang  saat ini. Berdasarkan data dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://www.wwindea.org/home/index.php" target="_blank"&gt;WWEA&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; (World Wind Energy Association), sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik yang dihasilkan oleh turbin angin mencapai 93.85 GigaWatts, menghasilkan lebih dari 1% dari total kelistrikan secara global. Amerika, Spanyol dan China merupakan negara terdepan dalam pemanfaatan energi angin. Diharapkan pada tahun 2010 total kapasitas pembangkit listrik tenaga angin secara glogal mencapai 170 GigaWatt. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Di tengah potensi angin melimpah di kawasan pesisir Indonesia, total kapasitas terpasang dalam sistem konversi energi angin saat ini kurang dari 800 kilowatt. Di seluruh Indonesia, lima unit kincir angin pembangkit berkapasitas masing-masing 80 kilowatt (kW) sudah dibangun. Tahun 2007, tujuh unit dengan kapasitas sama menyusul dibangun di empat lokasi, masing-masing di Pulau Selayar tiga unit, Sulawesi Utara dua unit, dan Nusa Penida, Bali, serta Bangka Belitung, masing-masing satu unit. Mengacu pada kebijakan energi nasional, maka pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) ditargetkan mencapai 250 megawatt (MW) pada tahun 2025. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="font-family: arial;" src="http://www.jurnalinsinyurmesin.com/images/image006.gif" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;Sumber : Green and Clean Energy for Indonesia&lt;/em&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7869893326041791666-7578701695871520319?l=portalteknikmesin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RgxV/~3/DnopYnx_Geg/pembangkit-listrik-tenaga-angin.html</link><author>noreply@blogger.com (@bdulAziz's blog)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://portalteknikmesin.blogspot.com/2008/12/pembangkit-listrik-tenaga-angin.html</feedburner:origLink></item><language>en-us</language><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

