<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978</id><updated>2024-11-01T16:40:33.392+07:00</updated><category term="MAKALAH"/><category term="ARTIKEL"/><category term="SKRIPSI DAN PENELITIAN"/><category term="GAME DAN SOFWERE"/><category term="LAIN-LAIN"/><category term="PENGETAHUAN UMUM"/><category term="RPP"/><category term="ALL ABOUT BLOG"/><category term="DOWNLOAD FILM"/><title type='text'>Exceptional Education</title><subtitle type='html'>Blogs That Discuss About The World Of Education, Special Education Was Exceptional</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>119</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-3077571320390947816</id><published>2016-12-16T09:11:00.000+07:00</published><updated>2016-12-20T02:10:06.867+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PENGETAHUAN UMUM"/><title type='text'>Sistem Pendidikan Amerika  Serikat (USA)</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://i.ytimg.com/vi/QGiJFumHUPo/maxresdefault.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://i.ytimg.com/vi/QGiJFumHUPo/maxresdefault.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sistem pendidikan Amerika Serikat dipengaruhi berbagai faktor seperti faktor sejarah,geografi clan demografi. Negara yang berpenduduk nomor tiga di dunia ini terdiri dari 50 negara bagian , penduduk asli Amerika Indian. Dalam pemerintahan Presiders Ronald Reagen dimulai pengurangan bantuan dana serta campur tangan pemerintahan federal terhadap pendidikan, clan menyerahkan tanggung jawab kepada negara-negara bagian&lt;br /&gt;
Ciri khas sistem pendidikan di Amerika Serikat adalah Desentralisasi, yaitu tidak bersifat nasional, karena pemerintah pusat (federal) tidak memiliki kewenangan mengontrol atau mengadakan pendidikan untuk masyarakat. Hal tersebut justeru menjadi tanggung jawab Negara bagian.
Tujuan system pendidikan di Amerika Serikat antara lain:&lt;br /&gt;
•Untuk mencapai klesatuan dalam kebhinekaan;&lt;br /&gt;
•Untuk mengembangkan cita-cita dan praktek demokrasi;&lt;br /&gt;
•Untuk membantu pengembangan individu;&lt;br /&gt;
•Untuk memperbaiki kondisi social masyarakat; dan&lt;br /&gt;
•Untuk mempercepat kemajuan nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendidikan di Amerika Serikat wajib wajib bagi anak-anak dan remaja usia 6/7 tahun. Sedangkan pola struktur pendidikan di Amerika Serikat adalah :&lt;br /&gt;
•TK + SD = 1-8 Tahun + 4 Tahun SLTA&lt;br /&gt;
•TK + SD = 1-6 Tahun + 3 Tahun SLTP + 3 Tahun SLTA&lt;br /&gt;
•TK + SD = 1-4 Tahun + 4 Tahun SLTP + 4 Tahun SLTA&lt;br /&gt;
•Tingkat Akademi 2 Tahun&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usia tamat pendidikan siswa di Amerika Serikat berkisar 17-18 Tahun, yaitu 12 Tahun di dasar sampai Menangah ditambah 2 tahun di pendidikan tingkat akademi (Junior, Community atau Technical College).
Pada Tingkat pendidikan tinggi, struktur dan jenjang pendidikan dikelompokkan dalam tiga jenis, yaitu:&lt;br /&gt;
•Pendidikan Tinggi 2 tahun disebut Junior, Community atau Technical College (memberikan sertifikat,dan gelar AA / Associate of Arts.&lt;br /&gt;
•Pendidikan Tinggi 4 Tahun disebut Undergraduate (S1) dengan
gelar BA/Bachelor of Arts atau BS/Bachelor of Science. Universitas dengan program; Diploma, S1, S2 clan S3 serta Postdoctoral Work and Research. Gelar S2; MA/Master of Arts, MS/ Master of Science clan gelar S3; Ph.D/Doctor of Philosophy, ED.D/Doctor Of Education, MD/Doctor of Medicine, LLD/Doctor Of Low, DD/Doctor of Divinity serta MBA/Master of Business Administration.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MANAJEMEN PENDIDIKAN&lt;br /&gt;
Otorita; Menjadi tanggung jawab Negara bagian dan masyarakat setempat.&lt;br /&gt;
Personalia; (a) Dosen dan (b) Guru Pendidikan Dasar dan Menengah.&lt;br /&gt;
Pendanaan; berasal dari daerah kabupaten dan sumber-sumber lokal lainnya.&lt;br /&gt;
Kurikulum; dan Metodologi Pengajaran tidak ada kurikulum nasional yang resmi, tetapi memberikan peluang kepada daerah untuk menampung kekhususan lokal dan perbedaan individu. Metodologi pengajaran yang berorientasi pada perhatian yang bersifat intelek, social, fisik clan emosional dan perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan individu.&lt;br /&gt;
Kenaikan kelas, ujian dan sertifikasi; boleh tinggal kelas -dan mengulang, jika performasinya tidak memuaskan. Berlaku ujian resmi dan penilaian yang dikelola oleh badan yang ternama; National Assessment Of Education Progress.&lt;br /&gt;
Penilaian; mencakup perbaikan system pengajaran (buku dan bahan pelajaran) juga software computer.
Akreditasi; terdiri dari (a) akreditasi institusional. (b) akreditasi bidang studi. (c) akreditasi pendidikan tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ISU-ISU DAN REFORMASI PENDIDIKAN&lt;br /&gt;
Angka perceraian yang tinggi; anak tinggal dengan satu orang tua.
Kualitas pendidikan menurun; kekerasan dan anak putus sekolah meningkat.&lt;br /&gt;
Dampak sekularisasi dibidang pendidikan di AS adalah runtuhnya nilai-nilai moral dan agama, termasuk terjadinya hal¬hal yang kontrapoduktif dengan sikap dan kebiasaan berpikir anak, terutama dalam belajar. Dampak perceraian orang tua juga berakibat pada; 
hilangnya perlindungan dan phisik anak. 
menurunya kepercayaan diri anak, seperti frustasi dan terbebani dengan tugas-tugas sekolah. 
kredibilitas dan kewibawaan orang tua menurun dan 
anak semakin tidak terkontrol, seperti munculnya kekerasan dan putus sekolah, termasuk waktu menonton televisi (25.000 jam) yang porsinya lebih besar dan belajar (12.000 jam).
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/3077571320390947816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2016/12/sistem-pendidikan-amerika-serikat-usa.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/3077571320390947816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/3077571320390947816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2016/12/sistem-pendidikan-amerika-serikat-usa.html' title='Sistem Pendidikan Amerika  Serikat (USA)'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-5862540257385444135</id><published>2011-10-27T02:16:00.002+07:00</published><updated>2011-10-27T02:23:49.456+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><title type='text'>Perkembangan Bahasa Pada Masa Bayidan Hambatan Perkembangan Bahasa Pada Masa Bayi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaSp5zolk-OR_kyQOaZvrRz2xR0YT-YV-xyOzfXKc0-AncyEr3ImhopKHjR0rLhWAaP1LQVYmu89dVwfpdGa-n9prnqh9L3MoaO9ruxPxEEFtEiUfIPIqpuw7u6izNVR-U_MwdPYYxMH1i/s1600/perkembangan+bahasa+bayi.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;183&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaSp5zolk-OR_kyQOaZvrRz2xR0YT-YV-xyOzfXKc0-AncyEr3ImhopKHjR0rLhWAaP1LQVYmu89dVwfpdGa-n9prnqh9L3MoaO9ruxPxEEFtEiUfIPIqpuw7u6izNVR-U_MwdPYYxMH1i/s320/perkembangan+bahasa+bayi.jpeg&quot; width=&quot;275&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style=&quot;color: red;&quot;&gt;Perkembangan Bahasa Pada Masa Bayi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Bahasa bayi adalah bahasa yang khas digunakan anak-anak yang belum mampu mengekspresikan dirinya dalam ungkapan kata-kata yang benar. Bahasa adalah segala bentuk komunikasi dimana pikiran dan perasaan manusia disimbolisasikan agar dapat menyampaikan arti pada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Interaksi pada seorang anak, yang merupakan awal dari tahapan bicara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; · Pada usia 4-5 bulan harus terihat mencari sumber suara &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; · Pada usia 6-7 bulan bayi akan menikmati permainan seperti &quot;ciluk ba&quot; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; · Usia 9 bulan bayi mulai menggunakan tangannya untuk melakukan kegiatan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; · sederhana seperti &quot;melambaikan tangan&quot; sebagai ekspresi interaksi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; · sosial &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; · Pada usia 9-12 bulan bayi memperlihatkan keinginannya pada suatu obvek &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; · dengan meraih , atau menangis bila tidak mendapatkannya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; · Pada usia 10-12 bulan bayi mulai menggunakan jarinya untuk menunjuk &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; · sesuatu yang menarik sambil berbagi pada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red; text-align: justify;&quot;&gt;Ada sekitar 9 tanda yang dipakai bayi untuk mengekspresikan perasaan bayi sebelum bayi bisa bicara yaitu : &lt;/div&gt;· Tertarik akan sesuatu,tampak bayi memperhatikan dengan melihat dan &lt;br /&gt;
· mendengar sesuatu (biasanya alis matanya akan sedikit tertarik ke &lt;br /&gt;
· bawah atau ke atas) &lt;br /&gt;
· Menikmati, bayi tersenyum sambil membuka bibir &lt;br /&gt;
· Surprise, wajah disertai alis terangkat, mata lebih lebar dengan mulut &lt;br /&gt;
· membentuk huruf &quot;o&quot; &lt;br /&gt;
· Distrese, bayi tampak menangis, alis berkerut, dengan sudut mulut ke &lt;br /&gt;
· bawah &lt;br /&gt;
· Marah, muka bayi tampak lebih merah, mata mengecil &lt;br /&gt;
· Takut, kulit bayi tampak lebih pucat, dingin, bergetar atau bulu &lt;br /&gt;
· berdiri &lt;br /&gt;
· Malu, diperlihatkan dengan bulumata yang lebih tertarik ke bawah, &lt;br /&gt;
· tonus otot di wajah dan leher berkurang yang menyebabkan kepala bayi &lt;br /&gt;
· tertarik ke bawah &lt;br /&gt;
· Jijik, diperlihatkan dengan mulut dan lidah berkerut &lt;br /&gt;
· Tak suka bau tertentu,mulut dan hidung bayi terangkat dengan kepala &lt;br /&gt;
· sedikit manjauh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: red;&quot;&gt;Usia Kemampuan &lt;/div&gt;· 0-1 bulan Respons bayi saat mendengar suara dengan melebarkan mata &lt;br /&gt;
· atau perubahan irama pernafasan atau kecepatan menghisap susu &lt;br /&gt;
· 2-3 bulan Respons bayi dengan memperhatikan dan mendengar orang yang &lt;br /&gt;
· sedang bicara &lt;br /&gt;
· 4 bulan Menoleh atau mencari suara orang yang namanya &lt;br /&gt;
· dipanggil &lt;br /&gt;
· 6-9 bulan Babbling, mengerti bila namanya disebut &lt;br /&gt;
· 9 bulan Mengerti arti kata &quot;jangan&quot; &lt;br /&gt;
· 10-12 bulan Imitasi suara, mengucapkan mama/papa dari tidak berarti &lt;br /&gt;
· sampai berarti kadang meniru 2-3 kata Mengerti perintah sederhana &lt;br /&gt;
· seperti &quot;Ayo berikan pada saya&quot; &lt;br /&gt;
· 13-15 bulan Perbendaharaan 4-7 kata, 20% bicara mulai dimengerti orang &lt;br /&gt;
· lain &lt;br /&gt;
· 16-18 bulan Perbendaharan 10 kata, beberapa ekolalia (meniru kata yang &lt;br /&gt;
· diucapkan orang lain), 25% dapat dimengerti orang lain &lt;br /&gt;
· 22-24 bulan Perbendaharan 50 kata, kalimat 2 kata, 75% dapat &lt;br /&gt;
· dimengerti orang lain &lt;br /&gt;
· 2-2,5 tahun Perbendaharan &amp;gt; 400 kata, termasuk nama, kalimat 2-3 kata, &lt;br /&gt;
· mengerti 2 perintah sederhana sekaligus &lt;br /&gt;
· 3-4 tahun Kalimat dengan 3-6 kata ; bertanya, bercerita, berhubungan &lt;br /&gt;
· dengan pengalaman, hamper semua dimengerti orang lain &lt;br /&gt;
· 4-5 tahun Kalimat degan 6-8 kata, menyebut 4 warna, menghitung &lt;br /&gt;
· sampai 10 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: red;&quot;&gt;Perkembangan Kemampuan Berbicara dan Bahasa Pada Usia 0 - 8 Minggu&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada masa awal, seorang bayi akan mendengarkan dan mencoba mengikuti suara yang didengarnya. Sebenarnya tidak hanya itu, sejak lahir ia sudah belajar mengamati dan mengikuti gerak tubuh serta ekspresi wajah orang yang dilihatnya dari jarak tertentu. Meskipun masih bayi, seorang anak akan mampu memahami dan merasakan adanya komunikasi dua arah dengan memberikan respon lewat gerak tubuh dan suara. Sejak dua minggu pertama, ia sudah mulai terlibat dengan percakapan, dan pada minggu ke-6 ia akan mengenali suara sang ibu, dan pada usia 8 minggu, ia mulai mampu memberikan respon terhadap suara yang dikenalinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: red;&quot;&gt;8 - 24 Minggu&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak lama setelah seorang bayi tersenyum, ia mulai belajar mengekspresikan dirinya melalui suara-suara yang sangat lucu dan sederhana, seperti ‘eh’, ‘ah’, ‘uh’, ‘oh’ dan tidak lama kemudian ia akan mulai mengucapkan konsonan seperti ‘m’, ‘p’, ‘b’, ‘j’ dan ‘k’. Pada usia 12 minggu, seorang bayi sudah mulai terlibat pada percakapan “tunggal” dengan menyuarakan ‘gaga’, ‘ah goo’, dan pada usia 16 minggu, ia makin mampu mengeluarkan suara seperti tertawa atau teriakan riang, dan bublling. Pada usia 24 minggu, seorang bayi akan mulai bisa menyuarakan ‘ma’, ‘ka’, ‘da’ dan sejenisnya. Sebenarnya banyak tanda-tanda yang menunjukkan bahwa seorang anak sudah mulai memahami apa yang orang tuanya atau orang lain katakan. Lucunya, anak-anak itu akan bermain dengan suaranya sendiri dan terus mengulang apa yang didengar dari suaranya sendiri. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: red;&quot;&gt;28 Minggu - 1 Tahun &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Usia 28 minggu seorang anak mulai bisa mengucapkan ‘ba’, ‘da’, ‘ka’ secara jelas sekali. Bahkan waktu menangis pun vokal suaranya sangat lantang dan dengan penuh intonasi. Pada usia 32 minggu, ia akan mampu mengulang beberapa suku kata yang sebelumnya sudah mampu diucapkannya. Pada usia 48 minggu, seorang anak mulai mampu sedikit demi sedikit mengucapkan sepatah kata yang sarat dengan arti. Selain itu, ia mulai mengerti kata “tidak” dan mengikuti instruksi sederhana seperti ‘bye-bye’ atau main ‘ciluk-baa’. Ia juga mulai bisa meniru bunyi binatang seperti ‘guk’, ‘kuk’, ‘ck’..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: red;&quot;&gt;1 Tahun - 18 Bulan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada usia setahun, seorang anak akan mampu mengucapkan dua atau tiga patah kata yang punya makna. Sebenarnya, ia juga sudah mampu memahami sebuah obyek sederhana yang diperlihatkan padanya. Pada usia 15 bulan, anak mulai bisa mengucapkan dan meniru kata yang sederhana dan sering didengarnya untuk kemudian mengekspresikannya pada porsi/ situasi yang tepat. Usia 18 bulan, ia sudah mampu menunjuk obyek-obyek yang dilihatnya di buku dan dijumpainya setiap hari. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;b&gt;Hambatan Dalam Perkembangan Bahasa Dan Bicara Pada Masa Bayi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Perkembangan bahasa adalah suatu yang sangat rumit. Ada beberapa kendala yang terjadi yaitu:&lt;br /&gt;
- Anak menangis&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menangis berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada fisik dan psikis. Dari segi fisik, gangguan ini berupa kurangnya energi sehingga otomatis kondisi tubuh tidak fit. Dari segi psikis, gangguan yang muncul adalah perasaan ditolak dan tidak dicintai karena sikap orang tua.&lt;/div&gt;- Memahami bicara orang lain&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Disebabkan oleh pembendaharaan kata anak masih terbatas atau karena orang dewasa berbicara terlalu cepat. Bisa juga anak sulit memahami bicara orang lain karena bilingual.&lt;/div&gt;- Bilingualisme&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bilingualisme adalah kemampuan untuk menggunakan dua bahasa, satu bahasa ibu (yang lebih dominan) dan yang satunya lagi bahasa asing, baik secara lisan maupun tulisan.&lt;/div&gt;- Cluttering&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cluttering adalah jenis kesulitan bicara yang pada dasarnya akibat anak selalu berbicara sebelum ide dalam pikirannya selesai terbentuk. Kurangnya koordinasi antara ide dan pengucapannya ini terjadi karena kelambatan kontrol motorik dan perkembangan kemampuan bicara anak juga lambat&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/5862540257385444135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/10/perkembangan-bahasa-pada-masa-bayi-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/5862540257385444135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/5862540257385444135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/10/perkembangan-bahasa-pada-masa-bayi-dan.html' title='Perkembangan Bahasa Pada Masa Bayidan Hambatan Perkembangan Bahasa Pada Masa Bayi'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaSp5zolk-OR_kyQOaZvrRz2xR0YT-YV-xyOzfXKc0-AncyEr3ImhopKHjR0rLhWAaP1LQVYmu89dVwfpdGa-n9prnqh9L3MoaO9ruxPxEEFtEiUfIPIqpuw7u6izNVR-U_MwdPYYxMH1i/s72-c/perkembangan+bahasa+bayi.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-6542597398578244839</id><published>2011-10-27T01:52:00.002+07:00</published><updated>2011-10-27T02:21:37.726+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><title type='text'>Media Pembelajaran Bagi Anak Tunanera, Tunarungu, dan Tunadaksa</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMSfYNa9NiOT1fQ3BVW0LTjihhnONoEBE5RJykXzX4gTVPcC3nnDPn0slpqqH0mYfLlWFt5ZT0n2xnnuPRLR3UpptendmROjJphiSg2DrcsVd71OMH0hC_aRylw7XlHBxNrWgwKknd7-BL/s1600/media+tunanetra.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMSfYNa9NiOT1fQ3BVW0LTjihhnONoEBE5RJykXzX4gTVPcC3nnDPn0slpqqH0mYfLlWFt5ZT0n2xnnuPRLR3UpptendmROjJphiSg2DrcsVd71OMH0hC_aRylw7XlHBxNrWgwKknd7-BL/s320/media+tunanetra.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Media Pembelajaran Untuk Anak Tuna Netra&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Seperti yang kita ketahui Anak Tuna Netra mempunyai keterbatasan dalam indera penglihatannya sehingga mereka memerlukan pelayanan khusus serta media pembelajaran yang khusus juga agar mereka mendapatkan ilmu pengetahuan dan mencapai cita-citanya seperti anak-anak normal lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Salah satu contoh media pembelajran bagi tuna netra adalah tulisan Braille serta buku-buku yang ada tulisan braillenya agar anak dapat belajar secara maxsimum. Dalam pembelajaran bahasa indonesia anak memakai tulisan Braille dan pada saat membaca juga mempergunakan buku yang ada tulisan braillenya, sedangkan dalam pembelajaran IPA anak diberikan miniatur binatang untuk menambah pengetahuan anak dan menyamakan persepsi mereka namun dalam hal ini guru juga harus menjelaskan bahwa miniatur tersebut adalah bentuk kecil dari binatang yang sedang pelajari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Dalam pembelajaran IPS, misalnya dalam penggunaan Peta, Peta yang digunakan untuk anak Tuna Netra adalah peta timbul agar anak dapat merabanya dan mengetahui apa dan dimana letak suatu pulau. Selain itu dengan meraba peta timbul dan menerima sensasi raba, siswa diharapkan akan lebih memahami pelajaran yang diberikan, karena mereka telah mengalami perabaan pada media tersebut. Pengalaman tersebut akan lebih mudah tersimpan dalam memori siswa tunanetra. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam pembelajaran Kesenian, anak juga disuruh meraba bentuk-bentuk alat musik yang telah disediakan serta guru menejaskan nama dan cara penggunaan alat musik tersebut dan not-not yang dipergunakan dalam bermain musik juga menggunakan not Braille.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sedangkan dalam pembelajram Matematika saat mempelajari tentang konsep bangun ruang, anak disuruh meraba bentuk bangun ruang yang telah disediakan oleh guru. Tujuan media ini agar anak mengetahui bentuk bangun ruang juga mengetahui berapa jumlah sisi yang ada pada masing-masing bangun ruang.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi, baik dalam teori maupun yang ada dilapangan, media yang digunakan untuk Anak Tuna Netra lebih spesifik atau lebih mengutamakan media yang bisa mereka raba guna menyamakan persepsi mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;b&gt;Media Pembelajaran Untuk Anak Tuna Rungu &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anak Tuna Rungu memiliki keterbatasan dalam berbicara dan mendengar, media pembelajaran yang cocok untuk Anak Tuna Rungu adalah media visual dan cara menerangkannya dengan bahasa bibir/gerak bibir.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Media pembelajaran yang dapat digunakan untuk Anak Tuna Rungu dalam sebuah makalah yang berjudul “Media Pembelajaran Bina Komunikasi &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Persepsi Bunyi Dan Irama ( BKPBI) adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red;&quot;&gt;Media Stimulasi Visual&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a. Cermin artikulasi, yang digunakan untuk mengembangkan feed back visual, dengan melihat/ mengontrol gerakan organ artikulasi diri siswa itu sendiri, maupun dengan menyamakan gerakan/ posisi organ artikulasi dirinya dengan posisi organ artikulasi guru. &lt;/div&gt;b. Benda asli maupun tiruan&lt;br /&gt;
c. Gambar, baik gambar lepas maupun gambar kolektif.&lt;br /&gt;
d. Pias kata&lt;br /&gt;
e. Gambar disertai tulisan, dsb.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: red;&quot;&gt;Media Stimulasi Auditoris&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a. Speech Trainer, yang merupakan alat elektronik untuk melatih bicara anak dengan hambatan sensori pendengaran&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b.  Alat musik, seperti: drum, gong, suling, piano/organ/ harmonika, rebana, terompet, dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;c. Tape recorder untuk memperdengarkan rekaman bunyi- bunyi latar belakang, seperti : deru mobil, deru motor, bunyi klakson mobil maupun motor, gonggongan anjing dsb.&lt;/div&gt;d.  Berbagai sumber suara lainnya , antara lain : &lt;br /&gt;
• Suara alam : angin menderu, gemercik air hujan, suara petir,dsb.&lt;br /&gt;
• Suara binatang : kicauan burung, gongongan anjing, auman harimau, ringkikan kuda,dsb.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;• Suara yang dibuat manusia : tertawa, batuk, tepukan tangan, percakapan,   bel, lonceng, peluit, dsb. &lt;/div&gt;e. Sound System, yaitu suatu alat untuk memperkeras suara.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;f.  Media dengan sistem amplifikasi pendengaran, antara lain ABM, Cochlear Implant dan loop system.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di lapangan media yang digunakan,misalnya dalam mata pelajaran matematika dengan tema mengenalkan jam,guru membawa tiruan jam dinding sambil menerangkan dengan bahasa bibir guru  juga menuliskannya di papan tulis agar anak dapat lebih memahami apa yang guru jelaskan. Dalam pembelajaran IPA, PPKN, Guru juga mempergunakan gambar. Dalam pembelajaran IPS pun demikian, menggunakan media gambar dalam materi kenampakkan dari permukaan bumi dari gambar tersebut guru menjelaskan kepada anak sehingga anak dapat memahami bagaimana bentuk kenampakkan dari permukaan bumi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Media Pembelajara Untuk Anak Tuna Daksa&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anak Tuna Daksa dari segi mental dan otaknya normal hanya saja mereka memiliki keterbatasan fisik sehingga memerlukan layanan khusus dan alat bantu gerak , agar mereka bisa melakukan aktifitas sehari-hari tanpa adanya bantuan dari orang lain. Media pembelajaran yang digunakan untuk anak tuna daksa sama dengan anak-anak normal lainnya hanya saja disesuaikan dengan materi dan kecacatan bagian yang mana dialami oleh anak. Agar terciptanya proses belajar mengajar yang kondusif.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/6542597398578244839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/10/media-pembelajaran-bagi-anak-tuna-netra.html#comment-form' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/6542597398578244839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/6542597398578244839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/10/media-pembelajaran-bagi-anak-tuna-netra.html' title='Media Pembelajaran Bagi Anak Tunanera, Tunarungu, dan Tunadaksa'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMSfYNa9NiOT1fQ3BVW0LTjihhnONoEBE5RJykXzX4gTVPcC3nnDPn0slpqqH0mYfLlWFt5ZT0n2xnnuPRLR3UpptendmROjJphiSg2DrcsVd71OMH0hC_aRylw7XlHBxNrWgwKknd7-BL/s72-c/media+tunanetra.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-1588330769211265252</id><published>2011-10-27T01:32:00.003+07:00</published><updated>2011-10-27T02:22:28.145+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><title type='text'>Perkembangan Intelektual Pada Masa Bayi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBGaubAGfsHDrg9Uh-KXq2nAoBmWl3rMdWEtsSja58cnLmsnHUuI01MM_0grHUmTleCo8CIa39LMRpcze4lKidPi2d5TKgmmizzPwAr-vkMsANt9zwTwc6DYVIWR1dv0MhB7Ltu2j4Otlv/s1600/intelektual+bayi.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;199&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBGaubAGfsHDrg9Uh-KXq2nAoBmWl3rMdWEtsSja58cnLmsnHUuI01MM_0grHUmTleCo8CIa39LMRpcze4lKidPi2d5TKgmmizzPwAr-vkMsANt9zwTwc6DYVIWR1dv0MhB7Ltu2j4Otlv/s320/intelektual+bayi.jpeg&quot; width=&quot;253&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;b&gt;Intelegensi&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; cara belajar bayi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; manusia dilahirkan dengan kemampuan untuk belajar. Bayi belajar dari dari apa yang mereka lihat, dengar, cium, raba, dan kecap. Dengan menggunakan daya pikirnya bayi dapat membedakan rangsangan yang dating dari berbagai panca indra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; teori  perkembangan intelektual  menurut j. piaget pada masa bayi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; menurut j. piaget perkembangan berfikir bayi berada pada periode sensomotorik dimulai sejak lahir sampai usia 2 tahun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Tahap pertama 0-1 bulan, disebut tahap modifikasi berbagai reflek. Pada tahap ini bayi memperkuat, merealisasikan dan membadakan tingkah laku yang berawal dari reflek atau skema. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Tahap kedua 1-4 bulan pada tahap ini perilaku mengulang- ulang sehingga membentuk kebiasan, misalnya mengisap jari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Pada usia 4-8 bulan pada tahap ini bayi merespon rangsangan dari luar, sepeti bunyi kerincing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Usia 8-12 bulan anak berada pada tahap koordinasi skema, anak telah mampu mengkombinasikan beberapa skema kedalam bentuk yang sangat majemuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Usia 12-18 bulan pada tahap ini anak senang bereksperiman dengan lingkungan serta  anak menyukai  benda-benda yang punya potensi untuk di manfaatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Pada usia 18-24 bulan anak berfikir sebelum berbuat. Eksplorasi eksternal pada masa ini akan memberikan jalan bagi eksplorasi mental yang bersifat internal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Hambatan dalam perkembangan sensorik emosi masa bayi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Bayi basanya marah karena secara fisik ia merasa tidak nyaman, dihambat untuk bergerak, dimandikan atau dipakaikan baju .selain itu bayi juga bias marah bila ia kurang mendapat perhatian.hal yang membuat bayi takut adalah suara sura keras, ruangan yang gelap, dipindahkan dari tempatnya secara tiba-tiba, ditinggal sendiri serta wajah dan tempat yang asing baginya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/1588330769211265252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/10/intelegensi-adalah-keseluruhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/1588330769211265252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/1588330769211265252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/10/intelegensi-adalah-keseluruhan.html' title='Perkembangan Intelektual Pada Masa Bayi'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBGaubAGfsHDrg9Uh-KXq2nAoBmWl3rMdWEtsSja58cnLmsnHUuI01MM_0grHUmTleCo8CIa39LMRpcze4lKidPi2d5TKgmmizzPwAr-vkMsANt9zwTwc6DYVIWR1dv0MhB7Ltu2j4Otlv/s72-c/intelektual+bayi.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-3020540511730509150</id><published>2011-10-27T01:24:00.000+07:00</published><updated>2011-10-27T01:24:02.517+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SKRIPSI DAN PENELITIAN"/><title type='text'>Sistematika Penulisan Proposal Skripsi (Penelitian  Kuantitatif)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBrQeusygN65Kn3R-Pn17t84Kw5_xVx1k65vKcxllutc6HLhv20XUu7DOxhBvaCmb_VZgJ87z2bJE84wqlpUyDk_6pgISE6oWKBdILU4uTn6-EUWZXDymX7x_oHQrUdkOPyVH6CaPOhSMk/s1600/penelitian+kwantitatif.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;288&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBrQeusygN65Kn3R-Pn17t84Kw5_xVx1k65vKcxllutc6HLhv20XUu7DOxhBvaCmb_VZgJ87z2bJE84wqlpUyDk_6pgISE6oWKBdILU4uTn6-EUWZXDymX7x_oHQrUdkOPyVH6CaPOhSMk/s320/penelitian+kwantitatif.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;HALAMAN JUDUL&lt;br /&gt;
HALAMAN PENGESAHAN&lt;br /&gt;
DAFTAR ISI&lt;br /&gt;
DAFTAR TABEL&lt;br /&gt;
DAFTAR GAMBAR&lt;br /&gt;
DAFTAR LAMPIRAN&lt;br /&gt;
BAB I : PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;
Rumusan Masalah&lt;br /&gt;
Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;
Kegunaan Penelitian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BAB  II  : TINJAUAN PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Teori dan Konsep (yang mendukung variabel Penelitian)&lt;br /&gt;
1...........................&lt;br /&gt;
2. ..........................&lt;br /&gt;
3. .........................&lt;br /&gt;
dst..............................&lt;br /&gt;
Definisi Konsepsional&lt;br /&gt;
Operasionalisasi Variabel&lt;br /&gt;
Hipotesis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BAB III  : METODOLOGI PENELITIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jenis Penelitian&lt;br /&gt;
Tempat dan Waktu Penelitian&lt;br /&gt;
Populasi dan Sampel&lt;br /&gt;
Teknik Pengumpulan Data&lt;br /&gt;
Alat Pengukur Data&lt;br /&gt;
Teknik Analisis Data&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
LAMPIRAN&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;CONTOH  SISTEMATIKA PROPOSAL SKRIPSI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(Penelitian  Kuantitatif)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
HUBUNGAN ANTARA KINERJA ORGANISASI DENGAN KUALITAS  PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN  SAMARINDA  ILIR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;HALAMAN JUDUL&lt;br /&gt;
HALAMAN PENGESAHAN&lt;br /&gt;
DAFTAR ISI&lt;br /&gt;
DAFTAR TABEL&lt;br /&gt;
DAFTAR GAMBAR&lt;br /&gt;
DAFTAR LAMPIRAN&lt;br /&gt;
BAB I : PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;
Rumusan Masalah&lt;br /&gt;
Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;
Kegunaan Penelitian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BAB  II  : TINJAUAN PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Teori Dan Konsep &lt;br /&gt;
a. Kinerja Organisasi&lt;br /&gt;
a. Pengertian Organisasi&lt;br /&gt;
b. Manajemen Organisasi&lt;br /&gt;
c.  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Organisasi&lt;br /&gt;
1). Faktor Internal&lt;br /&gt;
2). Faktor Eksternal&lt;br /&gt;
2.   Pelayanan Publik&lt;br /&gt;
a. Pegawai Sebagai Abdi Masyarakat &lt;br /&gt;
b. Jenis Pelayanan Publik&lt;br /&gt;
c. Pelayanan Prima&lt;br /&gt;
d. Pelayanan Berorientasi Keadilan&lt;br /&gt;
Definisi Konsepsional&lt;br /&gt;
Operasionalisasi Variabel&lt;br /&gt;
Hipotesis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BAB III  : METODOLOGI PENELITIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jenis Penelitian&lt;br /&gt;
Tempat dan Waktu Penelitian&lt;br /&gt;
Populasi dan Sampel&lt;br /&gt;
Teknik Pengumpulan Data&lt;br /&gt;
Alat Pengukur Data&lt;br /&gt;
Teknik Analisis Data&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
LAMPIRAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/3020540511730509150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/10/sistematika-penulisan-proposal-skripsi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/3020540511730509150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/3020540511730509150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/10/sistematika-penulisan-proposal-skripsi.html' title='Sistematika Penulisan Proposal Skripsi (Penelitian  Kuantitatif)'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBrQeusygN65Kn3R-Pn17t84Kw5_xVx1k65vKcxllutc6HLhv20XUu7DOxhBvaCmb_VZgJ87z2bJE84wqlpUyDk_6pgISE6oWKBdILU4uTn6-EUWZXDymX7x_oHQrUdkOPyVH6CaPOhSMk/s72-c/penelitian+kwantitatif.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-1022194738489574376</id><published>2011-07-29T03:08:00.005+07:00</published><updated>2011-08-01T00:21:34.214+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><title type='text'>Cara Mendiagnosa Anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigtt8q764jceZNTGsqTQhESQRYPAKOTFSppgM7wVbYzuAZO2w6mh72PzZZ43f9CzCccriC-vCowGX8HIRvO8k9_NPJ5ZgwWVOGUBBeymOIGW40Yt74GXL7vs5VsEe7YXYEguA5Je9bP384/s1600/child-with-adhd.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigtt8q764jceZNTGsqTQhESQRYPAKOTFSppgM7wVbYzuAZO2w6mh72PzZZ43f9CzCccriC-vCowGX8HIRvO8k9_NPJ5ZgwWVOGUBBeymOIGW40Yt74GXL7vs5VsEe7YXYEguA5Je9bP384/s320/child-with-adhd.jpg&quot; width=&quot;254&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kepanjangan ADHD&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Attention Deficit Hyperactivity Disorder.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pengertian&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gangguan perkembangan mental (developmental disorder) yang ditandai dengan adanya gangguan pemusatan perhatian dan tingkah laku yang hiperaktif.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Etiologi (Penyebab)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Faktor lingkungan/psikososial, seperti:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a. Konflik keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b. Sosial ekonomi keluarga yang tidak memadai.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;c. Jumlah keluarga yang terlalu besar.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;d.  Orang tua terkena kasus kriminal.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;e. Orang tua dengan gangguan jiwa (psikopat).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;f. Anak yang diasuh di penitipan anak.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;g. Riwayat kehamilan dengan eklampsia, perdarahan antepartum, fetal distress, bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, ibu merokok saat hamil, dan alkohol.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 2. Faktor genetic&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Terdapat mutasi gen pengkode neurotransmiter dan reseptor dopamin (D2 dan D4) pada kromosom 11p.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 3. Gangguan otak dan metabolisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; a. Trauma lahir atau hipoksia yang berdampak injury pada lobus frontalis di otak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; b. Pengurangan volume serebrum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; c. Gangguan fungsi astrosit dalam pembentukan dan penyediaan laktat serta gangguan fungsi oligodendrosit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Gambaran Klinis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 1. Gangguan pemusatan perhatian (inattention)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; a. Jarang menyelesaikan perintah sampai tuntas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; b. Mainan, dll sering tertinggal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; c. Sering membuat kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; d. Mudah beralih perhatian (terutama oleh rangsang suara).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; e. Sulit menyelesaikan tugas atau pekerjaan sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 2. Hiperaktivitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; a. Banyak bicara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; b. Tidak dapat tenang/diam, mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; c. Sering membuat gaduh suasana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; d. Selalu memegang apa yang dilihat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; e. Sulit untuk duduk diam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; f. Lebih gelisah dan impulsif dibandingkan dengan mereka yang seusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 3. Impulsivity&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; a. Sering mengambil mainan teman dengan paksa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; b. Tidak sabaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; c. Reaktif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; d. Sering bertindak tanpa dipikir dahulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 4. Sikap menentang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; a. Sering melanggar peraturan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; b. Bermasalah dengan orang-orang yang memiliki otoritas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; c. Lebih mudah merasa terganggu, mudah marah (dibandingkan dengan mereka yang seusia).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 5. Cemas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; a. Banyak mengalami rasa khawatir dan takut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; b. Cenderung emosional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; c. Sangat sensitif terhadap kritikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; d. Mengalami kecemasan pada situasi yang baru atau yang tidak familiar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; e. Terlihat sangat pemalu dan menarik diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 6. Problem sosial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; a. Hanya memiliki sedikit teman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; b. Sering memiliki rasa rendah diri dan tidak percaya diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Gambaran klinis di atas senada dengan rekomendasi dari AMERICAN ACADEMY OF PEDIATRICS (2000) tentang ADHD adalah sbb:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Pada anak berusia 6-12 tahun dengan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 1. inattention&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 2. hyperactivity&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 3. impulsivity&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 4. academic underachievement&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 5. behavior problems&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Maka dokter sebaiknya menyiapkan evaluasi untuk ADHD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Sekadar tambahan, pada sebagian anak yang mengalami gangguan perilaku, terdapat komorbid atau tumpang tindih dengan gangguan lainnya (Desvi Yanti, 2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Komorbiditas biasanya juga terjadi dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorders). Szatmari, Offord, dan Boyle (dalam Grainger 2003) menyebutkan sebanyak 20-40% anak penderita ADHD juga didiagnosis mengalami gangguan perilaku. Sejalan hal ini, Stewart, Cummings, Singer, dan DeBlois (dalam Grainger, 2003) menemukan bahwa 3 dari 4 anak dengan gangguan perilaku agresif ternyata juga hiperaktif, dan 2 dari 3 anak hiperaktif juga mengalami gangguan perilaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Secara akademis, anak yang mengalami masalah dengan perilaku biasanya mengalami kesulitan untuk dididik di lingkungan kelas yang “tradisional” sehingga prestasi akademiknya rendah dan mereka seringkali didiagnosis mengalami kesulitan belajar. Riset juga menunjukkan gangguan perilaku berhubungan dengan tingkat membolos dan drop out (DO) dari sekolah (Jimerson, et.al., 2002).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Riwayat yang Diduga ADHD:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 1. Masa baby – infant&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Anak serba sulit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Menjengkelkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Serakah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Sulit tenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Sulit tidur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Tidak ada nafsu makan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 2. Masa prasekolah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Terlalu aktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Keras kepala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Tidak pernah merasa puas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Suka menjengkelkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Tidak bisa diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Sulit beradaptasi dengan lingkungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 3. Usia sekolah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Sulit berkonsentrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Sulit memfokuskan perhatian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Impulsif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 4. Adolescent&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Tidak dapat tenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Sulit untuk berkonsentrasi dan mengingat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; o Tidak konsisten dalam sikap dan penampilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Penatalaksanaan/penanganan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 1. Farmakoterapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; a. Methylphenidate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; b. Amphetamine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; c. Atomoxetine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; d. Pemoline&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; e. Nortriptyline&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 2. Terapi behaviour&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Terapi cognitive behaviour untruk membantu anak dengan ADHD untuk beradaptasi skill dan memperbaiki kemampuan untuk memecahkan masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 3. Kombinasi 1 dan 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 4. Rutin komunitas care&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Sekarang mari kita lanjutkan pembahasan tentang autisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Menurut Adriana S. Ginanjar (2008) di dalam presentasi “Penanganan Terpadu Bagi Anak Autis”:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; *  Autisme pertama kali diteliti oleh Leo Kanner (1943) yang mengamati 11 anak dengan ciri-ciri khusus. Disimpulkan bahwa terdapat 2 ciri penting anak autis adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 1. Extreme alones&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 2. Keinginan untuk mempertahankan kesamaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; *  Berdasarkan DSM-IV-TR (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder) autis merupakan salah satu Pervasive Developmental Disorder.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; * Tiga ciri utama autisme:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 1. Gangguan interaksi sosial,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 2. Gangguan komunikasi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 3. Pola tingkah laku/minat yang repetitif dan stereotip.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Gejala di atas telah muncul sebelum anak berusia 3 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Berikut ini penjelasannya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 1. Gangguan Interaksi Sosial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; • Gangguan yang jelas pada perilaku non-verbal (kontak mata terbatas, ekspresi wajah datar, tidak menoleh jika dipanggil).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; • Tidak mau bermain dengan teman sebaya dengan cara yang sesuai (wajar).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; • Tidak mau (enggan) berbagi minat dengan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; • Kurang mampu melakukan interaksi sosial timbal-balik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 2. Gangguan Komunikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; • Terlambat bicara atau tidak bisa bicara tanpa kompensasi penggunaan gesture (isyarat, gerak-bahasa tubuh).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; • Mereka yang bisa bicara biasanya tidak dapat memulai dan mempertahankan percakapan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; • Penggunaan bahasa yang berulang, stereotipik atau tidak dapat dimengerti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; 3. Perilaku dan Minat yang Terbatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; •Minat yang terbatas dan abnormal dalam intensitas dan fokus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; • Terikat secara kaku pada ritual yang kelihatannya tidak memiliki fungsi khusus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; • Gerakan yang stereotipik dan berulang (flapping, gerakan jari-jari, bertepuk tangan, menyentuh benda-benda, rocking)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; • Preokupasi pada bagian dari benda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Demikian penjelasan kami. Semoga bermanfaat. Jika ada hal lebih lanjut yang ingin diketahui/ditanyakan, silakan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, dokter psikiater anak, dokter, atau psikolog terdekat di kota Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://netsains.com/&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/1022194738489574376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/07/kepanjangan-adhd-attention-deficit.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/1022194738489574376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/1022194738489574376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/07/kepanjangan-adhd-attention-deficit.html' title='Cara Mendiagnosa Anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigtt8q764jceZNTGsqTQhESQRYPAKOTFSppgM7wVbYzuAZO2w6mh72PzZZ43f9CzCccriC-vCowGX8HIRvO8k9_NPJ5ZgwWVOGUBBeymOIGW40Yt74GXL7vs5VsEe7YXYEguA5Je9bP384/s72-c/child-with-adhd.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-8574713775724543507</id><published>2011-06-02T13:03:00.001+07:00</published><updated>2011-06-02T13:04:44.401+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><title type='text'>Gangguan Seks dan Kepribadian</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjClnOpkOgjtyvqJ8JNsYvliQfs-xsVJDM_O1UcTRHYbM60t1sDKrewLDjP_cKvIX1Hu_ptLOzWpVxyRxL4MSYcQVJ3JsiVlbrhFMD1TZNQfdudrpt0IHN3Jj8i4IyuphtJFXlqkW1_4kCJ/s1600/sex.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;181&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjClnOpkOgjtyvqJ8JNsYvliQfs-xsVJDM_O1UcTRHYbM60t1sDKrewLDjP_cKvIX1Hu_ptLOzWpVxyRxL4MSYcQVJ3JsiVlbrhFMD1TZNQfdudrpt0IHN3Jj8i4IyuphtJFXlqkW1_4kCJ/s320/sex.jpg&quot; width=&quot;293&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seks adalah wilayah salah satu perilaku yang melibatkan keseluruhan penuh emosi, kognisi, sosialisasi, sifat, keturunan, dan perilaku yang dipelajari dan diperoleh. Dengan mengamati hal seks seseorang dan bertindak, para psikoterapis terlatih dan diagnostik dapat belajar banyak tentang pasien.&lt;br /&gt;
Tak pelak, seksualitas pasien dengan gangguan kepribadian adalah digagalkan dan terhambat. Dalam Paranoid Personality Disorder, seks adalah depersonalized dan mitra seksual dehumanized. The paranoid ini dikepung oleh delusi persecutory dan menyamakan keintiman dengan kerentanan yang mengancam jiwa, sebuah &quot;pelanggaran dalam pertahanan&quot; seperti itu. seks menggunakan paranoid untuk meyakinkan dirinya bahwa ia masih memegang kendali dan untuk memadamkan adalah kecemasan.&lt;br /&gt;
Pasien dengan skizoid Personality Disorder adalah aseksual. The skizofrenia tidak tertarik dalam mempertahankan setiap jenis hubungan dan menghindari interaksi dengan orang lain - termasuk hubungan seksual. Dia lebih suka kegiatan kesendirian dan soliter pada setiap hubungan seks kegembiraan dapat menawarkan.&lt;br /&gt;
The schizotypal Personality Disorder dan Avoidant Personality Disorder memiliki efek yang sama pada pasien, tetapi untuk alasan yang berbeda: schizotypal ini akut tidak nyaman dengan keintiman dan menghindari hubungan yang erat di mana oddness dan eksentrisitas akan terungkap dan, pasti, mengejek atau mencela. The Avoidant tetap menyendiri dan pertapa dalam rangka untuk menyembunyikan kekurangan dia sendiri dirasakan dan kekurangan. avoidant Parahnya ketakutan penolakan dan kritik. aseksualitas itu skizofrenia adalah hasil dari ketidakpedulian - dan avoidant di schizotypal&#39;s, hasil dari kecemasan sosial.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Pasien dengan munafik Personality Disorder (kebanyakan wanita) leverage tubuh mereka, penampilan, daya tarik seks, dan seksualitas untuk mendapatkan pasokan narsistik (perhatian) dan untuk mengamankan lampiran, namun sekilas. Seks digunakan oleh seni drama untuk menopang harga diri mereka dan untuk mengatur rasa labil mereka harga diri. Seni drama, oleh karena itu, &quot;tidak tepat menggoda&quot; dan memiliki penghubung seksual dan mitra.&lt;br /&gt;
Perilaku seksual seni drama hampir tidak bisa dibedakan dari bahwa dari narsisis somatik (pasien dengan Narcissistic Personality Disorder) dan psikopat (pasien dengan antisosial Personality Disorder). Tetapi sementara munafik adalah terlalu-emosional, diinvestasikan dalam keintiman, dan self-mendramatisir (&quot;drama queen&quot;), sang narsisis somatik dan psikopat adalah dingin dan perhitungan.&lt;br /&gt;
Para narsisis somatik dan psikopat yang menggunakan tubuh pasangan mereka &#39;untuk melakukan masturbasi dengan dan penaklukan seksual mereka melayani hanya untuk menopang bimbang rasa percaya diri (narsisis somatic) atau untuk memenuhi kebutuhan fisiologis (psikopat). Para narsisis psikopat somatik dan tidak memiliki teman bermain seksual - mainan seksual saja. Setelah menaklukkan target, mereka membuang itu, menarik dan bergerak pada perasaan.&lt;br /&gt;
Sang narsisis cerebral tidak dapat dibedakan dari skizofrenia: ia aseksual dan lebih memilih kegiatan dan interaksi yang menekankan kecerdasan intelektual atau prestasi. narsisis cerebral Banyak selibat bahkan ketika menikah.&lt;br /&gt;
Pasien dengan Borderline Personality Disorder dan Dependent Personality Disorder baik menderita dari kegelisahan ditinggalkan dan pemisahan dan menempel, menuntut, dan emosional labil - tetapi perilaku seksual mereka dibedakan. perbatasan menggunakan seksualitasnya untuk memberi penghargaan atau menghukum pasangannya. Ini tergantung menggunakannya untuk &quot;memperbudak&quot; dan kondisi kekasihnya atau pasangan. Perbatasan seks menahan atau penawaran itu sesuai dengan pasang surut hubungan nya penuh gejolak dan vicissitudinal. kodependen ini mencoba untuk membuat pasangannya kecanduan merek tertentu nya seksualitas: penurut, samar-samar masokis, dan eksperimental.&lt;br /&gt;
Sam Vaknin (samvak.tripod.com) adalah penulis Diri ganas Love - Narcissism Revisited dan Setelah Hujan - Bagaimana Hilang Barat Timur. Ia menjabat sebagai kolumnis untuk Eropa Tengah Review, Global Politikus, PopMatters, eBookWeb, dan Bellaonline, dan sebagai United Press International (UPI) Senior Koresponden Bisnis. Dia adalah editor dari kesehatan mental dan Timur Tengah Eropa kategori dalam The Open Directory dan Suite101.&lt;a href=&quot;http://www.disabled-world.com/disability/sexuality/personality-disorders.php&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/8574713775724543507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/06/gangguan-seks-dan-kepribadian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/8574713775724543507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/8574713775724543507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/06/gangguan-seks-dan-kepribadian.html' title='Gangguan Seks dan Kepribadian'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjClnOpkOgjtyvqJ8JNsYvliQfs-xsVJDM_O1UcTRHYbM60t1sDKrewLDjP_cKvIX1Hu_ptLOzWpVxyRxL4MSYcQVJ3JsiVlbrhFMD1TZNQfdudrpt0IHN3Jj8i4IyuphtJFXlqkW1_4kCJ/s72-c/sex.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-8420704567355620520</id><published>2011-06-02T12:56:00.000+07:00</published><updated>2011-06-02T12:56:31.313+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><title type='text'>Gangguan Seksual</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin8KvsBouOF9QJOQQB-a4Oon2DiPZiiiUWg7MAg_YdCKF8M4Qlzh8ar3w6G2LPSIdWTHgmDXYOszMTpSIS-84g853KOW6vabLcPKvP_jzNLnPJ9HThosDN1dyWvsHSxbHWj1cHraYHLXV6/s1600/ganguan+seksual.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;195&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin8KvsBouOF9QJOQQB-a4Oon2DiPZiiiUWg7MAg_YdCKF8M4Qlzh8ar3w6G2LPSIdWTHgmDXYOszMTpSIS-84g853KOW6vabLcPKvP_jzNLnPJ9HThosDN1dyWvsHSxbHWj1cHraYHLXV6/s320/ganguan+seksual.jpg&quot; width=&quot;258&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Gangguan seks, kadang-kadang disebut sebagai gangguan diferensiasi seks, adalah istilah-istilah medis mengacu pada &quot;kondisi bawaan di mana perkembangan kromosom, gonad, atau seks anatomis adalah atipikal. Lee et al. mengusulkan sistem tata nama berdasarkan &quot;gangguan pembangunan seks &quot;untuk penggunaan klinis, mencatat bahwa&quot; istilah-istilah seperti interseks , pseudohermaphroditism , hermafroditisme , pembalikan seks, dan gender label diagnostik berbasis sangat kontroversial, &quot;dapat dianggap sebagai merendahkan, dan membingungkan para praktisi dan orang tua sama. Dalam &quot;Kami Digunakan untuk Call Mereka hermafrodit,&quot; Vilain membuat penulis jelas bahwa &quot;Gangguan seks&quot; bukan sinonim untuk intersexuality ; itu menggantikan istilah medis berdasarkan &quot;hermaprodit&quot;&lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Disorders_of_sex_development&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Meskipun sebagian besar disfungsi seksual mungkin memiliki dasar fisik hal ini cocok untuk menyebutkan beberapa gangguan seksual di sini karena disfungsi, apakah terutama disebabkan oleh penyebab fisik atau psikologis, dapat mengakibatkan marabahaya. Sebagai contoh, individu dengan kelainan seksual mungkin menderita kecemasan terkait dan frustrasi seksual yang pada gilirannya menyebabkan insomnia, dan insomnia yang mungkin keluhan yang datang ke GP. dekat hubungan individu ini mungkin menderita dan ketegangan bisa membangun dalam keluarga secara keseluruhan.&lt;br /&gt;
Menurut DSM-IV (Psychiatric Association&#39;s klasifikasi sistem Amerika itu) ada selusin atau gangguan seksual begitu. Semua harus menyebabkan distres ditandai atau kesulitan interpersonal untuk menilai sebagai gangguan. Sebuah gambaran singkat berikut:&lt;br /&gt;
1. Hypoactive gangguan seksual &lt;br /&gt;
Sebuah terus mengurangi dorongan seksual atau libido, tidak disebabkan oleh depresi di mana ada keinginan berkurang, aktivitas seksual dan fantasi seksual berkurang.&lt;br /&gt;
2. Gangguan keengganan seksual &lt;br /&gt;
Sebuah menghindari atau keengganan untuk menghubungi seksual kelamin&lt;br /&gt;
3. Female gangguan gairah seksual &lt;br /&gt;
Sebuah kegagalan gairah dan pelumasan / respon pembengkakan.&lt;br /&gt;
4. Male gangguan ereksi &lt;br /&gt;
Ketidakmampuan untuk memperoleh ereksi atau ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi setelah telah terjadi.&lt;br /&gt;
5. Female gangguan orgasmik &lt;br /&gt;
Penundaan panjang atau tidak adanya orgasme setelah fase rangsang memuaskan. GP harus mempertimbangkan umur pasien, pengalaman seksual sebelumnya dan kecukupan rangsangan seksual.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
6. Male gangguan orgasmik &lt;br /&gt;
Penundaan panjang atau tidak adanya orgasme berikut eksitasi normal, ereksi dan stimulasi yang memadai.&lt;br /&gt;
7. Ejakulasi dini &lt;br /&gt;
Ejakulasi terjadi dengan hanya stimulasi minim, baik sebelum penetrasi atau segera setelah itu, dalam kedua kasus ceratinly sebelum pasien keinginan itu. Sekali lagi GP harus memperhitungkan umur pasien, pengalaman seksual sebelumnya, tingkat rangsangan seksual dan &#39;kebaruan&#39; dari pasangan seksual.&lt;br /&gt;
8. Dispareunia (bukan akibat kondisi medis umum) &lt;br /&gt;
nyeri berulang yang berhubungan dengan hubungan seksual, tetapi pada wanita tidak karena vaginismus, pelumasan miskin, dan pada perempuan dan laki-laki bukan karena obat atau penyebab fisik lainnya&lt;br /&gt;
9. Vaginismus &lt;br /&gt;
Atau persisten kejang spontan otot-otot ketiga luar vagina, sekali lagi tidak disebabkan efek fisiologis penyebab fisik. Vaginismus dapat berupa seumur hidup atau terakhir; umum untuk semua pertemuan seksual atau khusus untuk mitra tertentu atau situasi.&lt;br /&gt;
10. Sekunder disfungsi seksual &lt;br /&gt;
hypothyrodism Disfungsi sekunder misalnya penyakit untuk, misalnya depresi gangguan mental, atau obat-obatan misalnya fluoextine.&lt;br /&gt;
11. Paraphilias &lt;br /&gt;
Eksibisionisme (pemaparan alat kelamin kepada orang asing). Fetisisme (menemukan benda-benda tak hidup perempuan misalnya pakaian erotis). Paedophilia. Frotteurism (fantasi, mendesak atau behviour berpusat di sekitar menggosok diri terhadap non-menyetujui lainnya). Seksual masokisme dan sadisme. Transvestic festishism (cross-dressing untuk kesenangan erotis). Voyeurisme (fantasi, mendesak atau behviour berpusat di sekitar menonton-menyetujui orang lain yang tidak membuka baju, atau berhubungan seks).&lt;br /&gt;
12. Gangguan identitas jenis kelamin &lt;br /&gt;
Kuat dan gigih identifikasi diri dengan jenis kelamin lain. Persistent ketidakpuasan dengan seks sendiri. Keinginan untuk berpartisipasi dalam permainan stereotip dan hiburan seks yang berlawanan. Preferensi untuk cross-dressing. Mei bersikeras bahwa mereka adalah jenis kelamin yang salah. Mungkin terjadi pada anak-anak, remaja dan dewasa, (Green, 1985). Tidak bersamaan dengan kondisi interseks fisik. Etiologi dianggap melibatkan pengkondisian psikologis menyimpang, tapi identitas gender mungkin lebih ditentukan oleh sebab-sebab organik di otak ( sebagai teman kerja Swaab telah menyarankan ), dari lingkungan postnatal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
penyebab fisik dispareunia yang harus dikecualikan&lt;br /&gt;
Perempuan:&lt;br /&gt;
-Kegagalan pelumasan vagina&lt;br /&gt;
-Kegagalan vasocongestion&lt;br /&gt;
-Kegagalan elevasi uterus dan balon vagina selama gairah&lt;br /&gt;
-Kekurangan Estrogen menyebabkan vaginitis atrofi&lt;br /&gt;
-Radioterapi untuk keganasan&lt;br /&gt;
-infeksi vagina misalnya Trichomonas atau herpes&lt;br /&gt;
-iritasi vagina misalnya kepekaan terhadap krim atau deodoran&lt;br /&gt;
-Nada abnormal otot panggul&lt;br /&gt;
-Parut setelah episiotomi atau operasi&lt;br /&gt;
-Kelenjar Bartholin kista / abses&lt;br /&gt;
-Kaku selaput dara, introitus kecil&lt;br /&gt;
Pria:&lt;br /&gt;
-Menyakitkan pencabutan dari kulup&lt;br /&gt;
-Herpes dan infeksi lain&lt;br /&gt;
-Asimetris ereksi karena fibrosis atau Penyakit Peyronie&lt;br /&gt;
-Hipersensitivitas dari glans penis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana umum adalah gangguan seksual?&lt;br /&gt;
Sebagian besar orang dewasa dapat mengingat kali dalam hidup mereka ketika mereka bermasalah dengan keinginan rendah atau masalah dengan orgasme. Gairah kesulitan meningkat dengan usia. Disfungsi seksual mungkin timbul dalam yang paling baik disesuaikan dan puas dari pasangan. Pada 100 pasangan muda berpendidikan Frank et al (1978) menemukan bahwa 50% laki-laki kesulitan dengan ereksi, ejakulasi atau orgasme kadang-kadang dan 75% wanita memiliki masalah dengan gairah atau orgasme kadang-kadang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkiraan prevalensi seumur hidup masalah seksual pada orang dewasa muda (pada beberapa waktu).&lt;br /&gt;
Perempuan:&lt;br /&gt;
-Berkurangnya libido 40% &lt;br /&gt;
-Gairah kesulitan 60% &lt;br /&gt;
-Mencapai orgasme terlalu cepat 10% &lt;br /&gt;
-Tidak dapat mengalami orgasme 35% &lt;br /&gt;
-Dispareunia 15% &lt;br /&gt;
Pria:&lt;br /&gt;
-Berkurangnya libido 30% &lt;br /&gt;
-Gairah kesulitan 50% &lt;br /&gt;
-Mencapai orgasme terlalu cepat 15% &lt;br /&gt;
-Tidak dapat mengalami orgasme 2% &lt;br /&gt;
-Dispareunia 5%&lt;a href=&quot;http://priory.com/sex.htm&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/8420704567355620520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/06/gangguan-seksual.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/8420704567355620520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/8420704567355620520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/06/gangguan-seksual.html' title='Gangguan Seksual'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin8KvsBouOF9QJOQQB-a4Oon2DiPZiiiUWg7MAg_YdCKF8M4Qlzh8ar3w6G2LPSIdWTHgmDXYOszMTpSIS-84g853KOW6vabLcPKvP_jzNLnPJ9HThosDN1dyWvsHSxbHWj1cHraYHLXV6/s72-c/ganguan+seksual.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-4961782819291654736</id><published>2011-06-02T12:29:00.001+07:00</published><updated>2011-06-02T12:32:29.910+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><title type='text'>Hidrosefalus (makalah)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh5BVPHmpYG5ciumt9q-9qDv536LW_AAWkcwvg44dWG2XSfTryobMcsf3qFKa3gPwEu6bBiJahDhrN72V7aTrOPM8ML7UzyWgUV-pVR-EOUim6GDgiLyrQzDJfPq-9vIBufyJirRQZc9lo/s1600/220px-Hydrocephalus-baby.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh5BVPHmpYG5ciumt9q-9qDv536LW_AAWkcwvg44dWG2XSfTryobMcsf3qFKa3gPwEu6bBiJahDhrN72V7aTrOPM8ML7UzyWgUV-pVR-EOUim6GDgiLyrQzDJfPq-9vIBufyJirRQZc9lo/s320/220px-Hydrocephalus-baby.jpg&quot; width=&quot;216&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hidrosefalus, juga dikenal sebagai &quot;cairan di otak,&quot; adalah kondisi medis di mana ada akumulasi abnormal cairan cerebrospinal (CSF) dalam ventrikel, atau gigi berlubang, dari otak. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial di dalam tengkorak dan pembesaran progresif dari kepala, kejang, visi terowongan, dan cacat mental. Hidrosefalus juga dapat menyebabkan kematian. Nama ini berasal dari kata Yunani(hudro-) &quot;air&quot;, dan(kephalos) &quot;kepala&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanda dan gejala&lt;br /&gt;
Presentasi klinis hidrosefalus bervariasi dengan kronisitas. Akut dilatasi sistem ventrikel lebih mungkin untuk mewujudkan dengan tanda-tanda nonspesifik dan gejala tekanan intrakranial meningkat. Dengan dilatasi Sebaliknya kronis (terutama pada populasi lanjut usia) mungkin memiliki onset lebih berbahaya penyajian, misalnya, dengan Hakim triad.&lt;br /&gt;
Gejala tekanan intrakranial meningkat mungkin termasuk sakit kepala, muntah, mual, papilledema, mengantuk atau koma. Peningkatan tekanan intrakranial dapat mengakibatkan uncal dan / atau herniasi tonsill cerebellar, dengan menghasilkan mengancam kehidupan kompresi batang otak. Untuk rincian tentang manifestasi lain tekanan intrakranial meningkat:&lt;br /&gt;
Artikel utama: tekanan intrakranial&lt;br /&gt;
The (triad Hakim) tiga serangkai ketidakstabilan kiprah, inkontinensia dan demensia adalah manifestasi yang relatif khas hydrocephalus entitas yang berbeda tekanan normal (NPH). Defisit neurologis Focal juga dapat terjadi, seperti kelumpuhan saraf abducens dan vertikal pandangan palsy (Parinaud sindrom karena kompresi lempeng quadrigeminal, dimana pusat saraf koordinasi pergerakan mata terkonjugasi vertikal berada).&lt;br /&gt;
Artikel utama: hidrosefalus tekanan normal&lt;br /&gt;
Gejala tergantung pada penyebab penyumbatan, usia orang tersebut, dan seberapa banyak jaringan otak telah rusak oleh pembengkakan.&lt;br /&gt;
Pada bayi dengan hydrocephalus, CSF membangun di sistem saraf pusat, menyebabkan ubun (titik lemah) untuk tonjolan dan kepala lebih besar dari yang diharapkan. Gejala awal juga bisa termasuk:&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;
1. Mata yang tampaknya pandangan ke bawah (Sundowning)&lt;br /&gt;
2. Sifat lekas marah&lt;br /&gt;
3. Kejang&lt;br /&gt;
4. Terpisah jahitan&lt;br /&gt;
5. Kantuk&lt;br /&gt;
5. Muntah&lt;br /&gt;
Gejala yang mungkin terjadi pada anak-anak yang lebih tua dapat termasuk:&lt;br /&gt;
1. Singkat, melengking, teriakan bernada tinggi&lt;br /&gt;
2. Perubahan kepribadian, memori, atau kemampuan untuk alasan atau berpikir&lt;br /&gt;
3. Perubahan penampilan wajah dan mata jarak&lt;br /&gt;
4. Crossed mata atau gerakan mata yang tidak terkendali&lt;br /&gt;
5. Kesulitan makan&lt;br /&gt;
6. Kantuk yang berlebihan&lt;br /&gt;
7. Sakit kepala&lt;br /&gt;
8. Lekas ​​marah, mengendalikan amarah yang buruk&lt;br /&gt;
9. Kehilangan kontrol kandung kemih (urinary incontinence)&lt;br /&gt;
10. Kehilangan koordinasi dan kesulitan berjalan&lt;br /&gt;
11. Kekejangan otot (kejang)&lt;br /&gt;
12. Memperlambat pertumbuhan (anak 0-5 tahun)&lt;br /&gt;
13. Lambat atau gerakan dibatasi&lt;br /&gt;
14. Muntah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klasifikasi&lt;br /&gt;
Hidrosefalus dapat disebabkan oleh gangguan cerebrospinal fluid (CSF), reabsorpsi aliran, atau berlebihan produksi cerebrospinal fluid.&lt;br /&gt;
Penyebab paling umum dari obstruksi cerebrospinal fluid hidrosefalus adalah aliran, menghalangi jalan bebas cairan cerebrospinal melalui sistem ventrikel dan ruang subarakhnoid (misalnya, stenosis dari saluran air otak atau halangan foramina interventriculare - foramina dari Monro sekunder untuk tumor, perdarahan, infeksi atau cacat bawaan).&lt;br /&gt;
Hidrosefalus juga bisa disebabkan oleh kelebihan produksi cairan serebrospinal (obstruksi relatif) (misalnya, dari pleksus koroid papilloma).&lt;br /&gt;
Berdasarkan mekanisme yang mendasari nya, hidrosefalus dapat diklasifikasikan ke dalam communicating dan non-communicating (obstruktif). Kedua bentuk dapat berupa bawaan atau diperoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Communicating&lt;br /&gt;
Hidrosefalus Communicating, juga dikenal sebagai hidrosefalus non-obstruktif, disebabkan oleh gangguan resorpsi cairan cerebrospinal dalam tidak adanya obstruksi cerebrospinal fluid-aliran antara ventrikel dan ruang subarakhnoid. Telah berteori bahwa hal ini disebabkan penurunan fungsional dari granulasi arakhnoid, yang terletak di sepanjang sinus sagital superior dan merupakan tempat resorpsi cairan cerebrospinal kembali ke dalam sistem vena. Berbagai kondisi neurologik dapat mengakibatkan berkomunikasi hidrosefalus, termasuk subarachnoid / perdarahan intraventricular, meningitis dan tidak adanya bawaan dari granulasi arachnoidal (granulasi Pacchioni&#39;s). Jaringan parut dan fibrosis dari ruang subarachnoid berikut kejadian infeksi, inflamasi, atau perdarahan juga dapat mencegah resorpsi dari cerebrospinal fluid, menyebabkan dilatasi ventrikel baur.&lt;br /&gt;
Non-communicating&lt;br /&gt;
Non-communicating hydrocephalus, atau hidrosefalus obstruktif, disebabkan oleh penyumbatan aliran cerebrospinal fluid pada akhirnya mencegah cerebrospinal fluid mengalir ke dalam ruang subarachnoid (baik karena kompresi eksternal atau lesi massa intraventricular).&lt;br /&gt;
Obstruksi foramen Monro dapat mengakibatkan pelebaran satu, atau jika cukup besar (misalnya, dalam kista koloid), kedua ventrikel lateral.&lt;br /&gt;
The saluran air dari Sylvius, biasanya sempit untuk memulai dengan, mungkin terhalang oleh sejumlah genetik atau lesi diperoleh (misalnya, atresia, ependymitis, perdarahan, tumor) dan menyebabkan dilatasi dari kedua ventrikel lateral serta ventrikel ketiga.&lt;br /&gt;
Keempat obstruksi ventrikel akan mengakibatkan dilatasi saluran air serta ventrikel lateral dan ketiga (misalnya, malformasi Chiari).&lt;br /&gt;
Foramina dari Luschka dan foramen dari Magendie mungkin terhambat akibat kegagalan bawaan pembukaan (misalnya, Dandy-Walker kelainan).&lt;br /&gt;
Congenital&lt;br /&gt;
Sekering tulang tengkorak pada akhir tahun ketiga kehidupan. Untuk pembesaran kepala terjadi, hidrosefalus harus terjadi sebelum itu. Penyebab biasanya genetik, tetapi juga dapat diperoleh dan biasanya terjadi dalam beberapa bulan pertama kehidupan, yang meliputi 1) perdarahan matriks intraventricular pada bayi prematur, 2) infeksi, 3) tipe II Arnold-Chiari kelainan, 4) atresia saluran air dan stenosis, dan 5) Dandy-Walker kelainan.&lt;br /&gt;
Pada bayi baru lahir dan balita dengan hydrocephalus, lingkar kepala membesar dengan cepat dan segera melampaui persentil 97. Karena tulang tengkorak belum tegas bergabung bersama-sama, melotot, perusahaan anterior dan posterior fontanelles dapat hadir bahkan ketika pasien dalam posisi tegak.&lt;br /&gt;
Pameran kerewelan bayi, memberi makan orang miskin, dan sering muntah. Sebagai hidrosefalus berlangsung, ketumpulan merasuk, dan bayi menunjukkan kurangnya minat dalam lingkungannya. Kemudian, kelopak mata atas menjadi ditarik dan mata diputar ke bawah (akibat tekanan hydrocephalic pada tegmentum mesencephalic dan kelumpuhan tatapan ke atas). Gerakan menjadi lemah dan senjata dapat menjadi gemetar. Papilledema tidak hadir tapi mungkin ada penurunan penglihatan. Kepala menjadi sangat membesar bahwa anak akhirnya bisa terbaring di tempat tidur.&lt;br /&gt;
Acquired&lt;br /&gt;
Kondisi ini diperoleh sebagai konsekuensi dari infeksi SSP, meningitis, tumor otak, trauma kepala, perdarahan intrakranial (subarachnoid atau intraparenchymal) dan biasanya sangat menyakitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengobatan&lt;br /&gt;
Pengobatan Hidrosefalus adalah bedah. Ini melibatkan penempatan kateter ventrikel (tabung yang terbuat dari silastic), ke dalam ventrikel otak untuk melewati obstruksi aliran / rusak granulasi arachnoidal dan menguras kelebihan cairan ke dalam rongga tubuh lainnya, dari mana dapat diserap kembali. Kebanyakan shunts mengeringkan cairan ke dalam rongga peritoneum (shunt ventriculo-peritoneal), tetapi situs alternatif meliputi atrium kanan (shunt ventriculo-atrium), rongga pleura (shunt ventriculo-pleura), dan kantong empedu. Sebuah sistem shunt juga dapat ditempatkan di ruang lumbal tulang belakang dan memiliki cerebrospinal fluid diarahkan ke rongga peritoneum (shunt Lumbar-peritoneal). Pengobatan alternatif untuk hidrosefalus obstruktif pada pasien yang dipilih adalah ventriculostomy ketiga endoskopik (ETV), dimana pembukaan operasi yang dibuat di lantai ventrikel III memungkinkan CSF mengalir langsung ke waduk basal, sehingga shortcutting halangan apapun, seperti dalam stenosis aqueductal . Hal ini mungkin atau mungkin tidak tepat berdasarkan anatomi individu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://translate.google.co.id/translate?hl=id&amp;amp;langpair=en|id&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Hydrocephalus&quot;&gt;&amp;gt;&amp;gt;sumber&amp;lt;&amp;lt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/4961782819291654736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/06/hidrosefalus-makalah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/4961782819291654736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/4961782819291654736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/06/hidrosefalus-makalah.html' title='Hidrosefalus (makalah)'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh5BVPHmpYG5ciumt9q-9qDv536LW_AAWkcwvg44dWG2XSfTryobMcsf3qFKa3gPwEu6bBiJahDhrN72V7aTrOPM8ML7UzyWgUV-pVR-EOUim6GDgiLyrQzDJfPq-9vIBufyJirRQZc9lo/s72-c/220px-Hydrocephalus-baby.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-4334585638509297099</id><published>2011-05-29T13:55:00.008+07:00</published><updated>2011-05-29T14:24:14.452+07:00</updated><title type='text'>ReggaeTrade</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhHbcj-aVf-_pArtMTvH-B5O6IYwfRfMcte-EcK3wviS1SjcbryMaN7yyI5g1bQ9EJSCO3fvVYT7P7tyaBAPzxpBmos7g7buEXd9i6Gln4vPULsmTEgP8uJooZJouenr9jMWfiW2H6OfNl/s1600/images.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left:1em; margin-right:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;194&quot; width=&quot;259&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhHbcj-aVf-_pArtMTvH-B5O6IYwfRfMcte-EcK3wviS1SjcbryMaN7yyI5g1bQ9EJSCO3fvVYT7P7tyaBAPzxpBmos7g7buEXd9i6Gln4vPULsmTEgP8uJooZJouenr9jMWfiW2H6OfNl/s320/images.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;embed style=&quot;margin-top: 0px;&quot; pluginspage=&quot;http://www.microsoft.com/Windows/Downloads/Contents/Products/MediaPlayer/&quot; autostart=&quot;true&quot; displaysize=&quot;0&quot; showstatusbar=&quot;1&quot; type=&quot;application/x-mplayer2&quot; src=&quot;http://www.reggaetrade.com/reggae32.m3u&quot; name=&quot;raocxplayer&quot; allowscriptaccess=&quot;never&quot; height=&quot;70&quot; width=&quot;160&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Widget By: &lt;a href=&quot;http://romiariyanto.blogspot.com/&quot;&gt;romi &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TV ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/mivotv.html&#39;&gt;MIVO TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DENGAR JUGA RADIO ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/kaskus-radio.html&#39;&gt;KASKUS Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-muslim-roja.html&#39;&gt;Roja Muslim radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/ceria-radio.html&#39;&gt;Ceria Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/hardrockfm.html&#39;&gt;Hardrock FM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/anime-radio-jepang.html&#39;&gt;Anime Radio(jepang)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/977-oldies.html&#39;&gt;977 Oldies&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-fx-hiphop-r.html&#39;&gt;Radio FX HipHop R&amp;B&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/metal-head-radio.html&#39;&gt;Metal Head Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/skyfm-smooth-jazz.html&#39;&gt;SKY.fm Smooth Jazz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/reggaetrade.html&#39;&gt;ReggaeTrade&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/4334585638509297099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/reggaetrade.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/4334585638509297099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/4334585638509297099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/reggaetrade.html' title='ReggaeTrade'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhHbcj-aVf-_pArtMTvH-B5O6IYwfRfMcte-EcK3wviS1SjcbryMaN7yyI5g1bQ9EJSCO3fvVYT7P7tyaBAPzxpBmos7g7buEXd9i6Gln4vPULsmTEgP8uJooZJouenr9jMWfiW2H6OfNl/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-2876938725674809739</id><published>2011-05-29T13:53:00.002+07:00</published><updated>2011-05-29T14:25:11.938+07:00</updated><title type='text'>SKY.fm Smooth Jazz</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVuCKzEWN5oQcI16zaY2XojZIkQvQsz0ME39jCxhWWXtWCGFV4-r7zKlscZlbSHgFMuyuo2yFzikm39YluN-u5ou7cDMEB2qRyS1keFaYnxkydyYuKvFNHjO1IfL2ZVuXK1B_nwBrWxNmj/s1600/images.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left:1em; margin-right:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;194&quot; width=&quot;259&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVuCKzEWN5oQcI16zaY2XojZIkQvQsz0ME39jCxhWWXtWCGFV4-r7zKlscZlbSHgFMuyuo2yFzikm39YluN-u5ou7cDMEB2qRyS1keFaYnxkydyYuKvFNHjO1IfL2ZVuXK1B_nwBrWxNmj/s320/images.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;embed style=&quot;margin-top: 0px;&quot; pluginspage=&quot;http://www.microsoft.com/Windows/Downloads/Contents/Products/MediaPlayer/&quot; autostart=&quot;true&quot; displaysize=&quot;0&quot; showstatusbar=&quot;1&quot; type=&quot;application/x-mplayer2&quot; src=&quot;http://scfire-dtc-aa01.stream.aol.com:80/stream/1010&quot; name=&quot;raocxplayer&quot; allowscriptaccess=&quot;never&quot; height=&quot;70&quot; width=&quot;160&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Widget By: &lt;a href=&quot;http://romiariyanto.blogspot.com/&quot;&gt;romi &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TV ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/mivotv.html&#39;&gt;MIVO TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DENGAR JUGA RADIO ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/kaskus-radio.html&#39;&gt;KASKUS Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-muslim-roja.html&#39;&gt;Roja Muslim radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/ceria-radio.html&#39;&gt;Ceria Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/hardrockfm.html&#39;&gt;Hardrock FM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/anime-radio-jepang.html&#39;&gt;Anime Radio(jepang)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/977-oldies.html&#39;&gt;977 Oldies&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-fx-hiphop-r.html&#39;&gt;Radio FX HipHop R&amp;B&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/metal-head-radio.html&#39;&gt;Metal Head Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/skyfm-smooth-jazz.html&#39;&gt;SKY.fm Smooth Jazz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/reggaetrade.html&#39;&gt;ReggaeTrade&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/2876938725674809739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/skyfm-smooth-jazz.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/2876938725674809739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/2876938725674809739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/skyfm-smooth-jazz.html' title='SKY.fm Smooth Jazz'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVuCKzEWN5oQcI16zaY2XojZIkQvQsz0ME39jCxhWWXtWCGFV4-r7zKlscZlbSHgFMuyuo2yFzikm39YluN-u5ou7cDMEB2qRyS1keFaYnxkydyYuKvFNHjO1IfL2ZVuXK1B_nwBrWxNmj/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-6038806817453191167</id><published>2011-05-29T13:49:00.003+07:00</published><updated>2011-05-29T14:27:27.057+07:00</updated><title type='text'>Metal Head Radio</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitgUtn8Qw0IMiFIJKjjZstVa1tco3cJEoLmWEbhF29TKMT43aVtoS3PjDGCjiErUEBLFNzuB2sPwzaJPbslqUErCIaNCQAJ6VkWXdg4XP8pl-TR-aLqtv3zdCyXRq1mw5zckGXLvOqQ9If/s1600/images.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left:1em; margin-right:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;194&quot; width=&quot;259&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitgUtn8Qw0IMiFIJKjjZstVa1tco3cJEoLmWEbhF29TKMT43aVtoS3PjDGCjiErUEBLFNzuB2sPwzaJPbslqUErCIaNCQAJ6VkWXdg4XP8pl-TR-aLqtv3zdCyXRq1mw5zckGXLvOqQ9If/s320/images.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;embed style=&quot;margin-top: 0px;&quot; pluginspage=&quot;http://www.microsoft.com/Windows/Downloads/Contents/Products/MediaPlayer/&quot; autostart=&quot;true&quot; displaysize=&quot;0&quot; showstatusbar=&quot;1&quot; type=&quot;application/x-mplayer2&quot; src=&quot;http://208.53.138.151:8032/&quot; name=&quot;raocxplayer&quot; allowscriptaccess=&quot;never&quot; height=&quot;70&quot; width=&quot;160&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Widget By: &lt;a href=&quot;http://romiariyanto.blogspot.com/&quot;&gt;romi &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TV ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/mivotv.html&#39;&gt;MIVO TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DENGAR JUGA RADIO ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/kaskus-radio.html&#39;&gt;KASKUS Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-muslim-roja.html&#39;&gt;Roja Muslim radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/ceria-radio.html&#39;&gt;Ceria Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/hardrockfm.html&#39;&gt;Hardrock FM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/anime-radio-jepang.html&#39;&gt;Anime Radio(jepang)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/977-oldies.html&#39;&gt;977 Oldies&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-fx-hiphop-r.html&#39;&gt;Radio FX HipHop R&amp;B&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/metal-head-radio.html&#39;&gt;Metal Head Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/skyfm-smooth-jazz.html&#39;&gt;SKY.fm Smooth Jazz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/reggaetrade.html&#39;&gt;ReggaeTrade&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/6038806817453191167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/metal-head-radio.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/6038806817453191167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/6038806817453191167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/metal-head-radio.html' title='Metal Head Radio'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitgUtn8Qw0IMiFIJKjjZstVa1tco3cJEoLmWEbhF29TKMT43aVtoS3PjDGCjiErUEBLFNzuB2sPwzaJPbslqUErCIaNCQAJ6VkWXdg4XP8pl-TR-aLqtv3zdCyXRq1mw5zckGXLvOqQ9If/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-8849469737049368534</id><published>2011-05-29T13:46:00.004+07:00</published><updated>2011-05-29T14:26:32.587+07:00</updated><title type='text'>Radio FX HipHop R&amp;B</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsn-U86huXGiFXCiDIKP522n0NLDVhqX3EuwTTw9sXZ_FuYRsgh7C-oqAz6WWdoq9j9NZaqUWibbclxAOHP5-UDS3-98HTOebVeGV8qAm-GiZmTbekKvlJDoo47i48wmtvm8OeilyJ1FKh/s1600/images.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left:1em; margin-right:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;194&quot; width=&quot;259&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsn-U86huXGiFXCiDIKP522n0NLDVhqX3EuwTTw9sXZ_FuYRsgh7C-oqAz6WWdoq9j9NZaqUWibbclxAOHP5-UDS3-98HTOebVeGV8qAm-GiZmTbekKvlJDoo47i48wmtvm8OeilyJ1FKh/s320/images.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;embed style=&quot;margin-top: 0px;&quot; pluginspage=&quot;http://www.microsoft.com/Windows/Downloads/Contents/Products/MediaPlayer/&quot; autostart=&quot;true&quot; displaysize=&quot;0&quot; showstatusbar=&quot;1&quot; type=&quot;application/x-mplayer2&quot; src=&quot;http://sc4.spacialnet.com:26368&quot; name=&quot;raocxplayer&quot; allowscriptaccess=&quot;never&quot; height=&quot;70&quot; width=&quot;160&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Widget By: &lt;a href=&quot;http://romiariyanto.blogspot.com/&quot;&gt;romi &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TV ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/mivotv.html&#39;&gt;MIVO TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DENGAR JUGA RADIO ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/kaskus-radio.html&#39;&gt;KASKUS Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-muslim-roja.html&#39;&gt;Roja Muslim radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/ceria-radio.html&#39;&gt;Ceria Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/hardrockfm.html&#39;&gt;Hardrock FM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/anime-radio-jepang.html&#39;&gt;Anime Radio(jepang)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/977-oldies.html&#39;&gt;977 Oldies&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-fx-hiphop-r.html&#39;&gt;Radio FX HipHop R&amp;B&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/metal-head-radio.html&#39;&gt;Metal Head Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/skyfm-smooth-jazz.html&#39;&gt;SKY.fm Smooth Jazz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/reggaetrade.html&#39;&gt;ReggaeTrade&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/8849469737049368534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-fx-hiphop-r.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/8849469737049368534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/8849469737049368534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-fx-hiphop-r.html' title='Radio FX HipHop R&amp;B'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsn-U86huXGiFXCiDIKP522n0NLDVhqX3EuwTTw9sXZ_FuYRsgh7C-oqAz6WWdoq9j9NZaqUWibbclxAOHP5-UDS3-98HTOebVeGV8qAm-GiZmTbekKvlJDoo47i48wmtvm8OeilyJ1FKh/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-6732200142757965202</id><published>2011-05-29T13:43:00.004+07:00</published><updated>2011-05-29T14:28:02.900+07:00</updated><title type='text'>977 Oldies</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinf8Thny1OahMePjJ_cuejhNDgu5waXlAfxoBCKAaHUXVINIkeeQAgZ6Ctu0xG29Qy9P8v-AQaHlOh5MRu75lDbievosT5ylyLgmM4dAtO8appNxtJSEz3wcjj4LROvSKw4wIRL9Uua0Ri/s1600/images.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left:1em; margin-right:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;194&quot; width=&quot;259&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinf8Thny1OahMePjJ_cuejhNDgu5waXlAfxoBCKAaHUXVINIkeeQAgZ6Ctu0xG29Qy9P8v-AQaHlOh5MRu75lDbievosT5ylyLgmM4dAtO8appNxtJSEz3wcjj4LROvSKw4wIRL9Uua0Ri/s320/images.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;embed style=&quot;margin-top: 0px;&quot; pluginspage=&quot;http://www.microsoft.com/Windows/Downloads/Contents/Products/MediaPlayer/&quot; autostart=&quot;true&quot; displaysize=&quot;0&quot; showstatusbar=&quot;1&quot; type=&quot;application/x-mplayer2&quot; src=&quot;http://205.188.215.228:8010&quot; name=&quot;raocxplayer&quot; allowscriptaccess=&quot;never&quot; height=&quot;70&quot; width=&quot;160&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Widget By: &lt;a href=&quot;http://romiariyanto.blogspot.com/&quot;&gt;romi &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TV ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/mivotv.html&#39;&gt;MIVO TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DENGAR JUGA RADIO ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/kaskus-radio.html&#39;&gt;KASKUS Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-muslim-roja.html&#39;&gt;Roja Muslim radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/ceria-radio.html&#39;&gt;Ceria Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/hardrockfm.html&#39;&gt;Hardrock FM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/anime-radio-jepang.html&#39;&gt;Anime Radio(jepang)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/977-oldies.html&#39;&gt;977 Oldies&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-fx-hiphop-r.html&#39;&gt;Radio FX HipHop R&amp;B&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/metal-head-radio.html&#39;&gt;Metal Head Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/skyfm-smooth-jazz.html&#39;&gt;SKY.fm Smooth Jazz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/reggaetrade.html&#39;&gt;ReggaeTrade&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/6732200142757965202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/977-oldies.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/6732200142757965202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/6732200142757965202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/977-oldies.html' title='977 Oldies'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinf8Thny1OahMePjJ_cuejhNDgu5waXlAfxoBCKAaHUXVINIkeeQAgZ6Ctu0xG29Qy9P8v-AQaHlOh5MRu75lDbievosT5ylyLgmM4dAtO8appNxtJSEz3wcjj4LROvSKw4wIRL9Uua0Ri/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-7764318000879767632</id><published>2011-05-29T13:39:00.004+07:00</published><updated>2011-05-29T14:28:44.828+07:00</updated><title type='text'>Anime Radio (jepang)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNz7P4Tb19gYvZ0Pqc72FYpUGAAcCsEbBapLoI8czhXqXtMR7at5SZlSNrC_sZMEXnBbqhqpQe_tAtF_hqJr3KloGo8DcRr0UTTQkfMsatNinnxPfgMJIb-c81i0_0O84KA2R9et2ZWIxv/s1600/images.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left:1em; margin-right:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;194&quot; width=&quot;259&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNz7P4Tb19gYvZ0Pqc72FYpUGAAcCsEbBapLoI8czhXqXtMR7at5SZlSNrC_sZMEXnBbqhqpQe_tAtF_hqJr3KloGo8DcRr0UTTQkfMsatNinnxPfgMJIb-c81i0_0O84KA2R9et2ZWIxv/s320/images.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;embed style=&quot;margin-top: 0px;&quot; pluginspage=&quot;http://www.microsoft.com/Windows/Downloads/Contents/Products/MediaPlayer/&quot; autostart=&quot;true&quot; displaysize=&quot;0&quot; showstatusbar=&quot;1&quot; type=&quot;application/x-mplayer2&quot; src=&quot;http://213.251.194.163:8000/&quot; name=&quot;raocxplayer&quot; allowscriptaccess=&quot;never&quot; height=&quot;70&quot; width=&quot;160&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Widget By: &lt;a href=&quot;http://romiariyanto.blogspot.com/&quot;&gt;romi &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TV ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/mivotv.html&#39;&gt;MIVO TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DENGAR JUGA RADIO ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/kaskus-radio.html&#39;&gt;KASKUS Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-muslim-roja.html&#39;&gt;Roja Muslim radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/ceria-radio.html&#39;&gt;Ceria Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/hardrockfm.html&#39;&gt;Hardrock FM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/anime-radio-jepang.html&#39;&gt;Anime Radio(jepang)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/977-oldies.html&#39;&gt;977 Oldies&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-fx-hiphop-r.html&#39;&gt;Radio FX HipHop R&amp;B&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/metal-head-radio.html&#39;&gt;Metal Head Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/skyfm-smooth-jazz.html&#39;&gt;SKY.fm Smooth Jazz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/reggaetrade.html&#39;&gt;ReggaeTrade&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/7764318000879767632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/anime-radio-jepang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/7764318000879767632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/7764318000879767632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/anime-radio-jepang.html' title='Anime Radio (jepang)'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNz7P4Tb19gYvZ0Pqc72FYpUGAAcCsEbBapLoI8czhXqXtMR7at5SZlSNrC_sZMEXnBbqhqpQe_tAtF_hqJr3KloGo8DcRr0UTTQkfMsatNinnxPfgMJIb-c81i0_0O84KA2R9et2ZWIxv/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-7953456303295889243</id><published>2011-05-29T13:35:00.004+07:00</published><updated>2011-05-29T14:29:21.359+07:00</updated><title type='text'>HardrockFM</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8ST2-GsKGs2o1AU4Z4BBCD8QTYOeaYEJfN4V9tb4MVh4J1cOoldWF8H3pE6ZIul-PxGLa9Vlwi3NNZwO2RAuzcTdvSPQdlQD3w_VEjp3Jl4IbjoTZqQRtRFvhwa_pKKjdmAwjpPNYQpCD/s1600/images.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left:1em; margin-right:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;194&quot; width=&quot;259&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8ST2-GsKGs2o1AU4Z4BBCD8QTYOeaYEJfN4V9tb4MVh4J1cOoldWF8H3pE6ZIul-PxGLa9Vlwi3NNZwO2RAuzcTdvSPQdlQD3w_VEjp3Jl4IbjoTZqQRtRFvhwa_pKKjdmAwjpPNYQpCD/s320/images.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;embed style=&quot;margin-top: 0px;&quot; pluginspage=&quot;http://www.microsoft.com/Windows/Downloads/Contents/Products/MediaPlayer/&quot; autostart=&quot;true&quot; displaysize=&quot;0&quot; showstatusbar=&quot;1&quot; type=&quot;application/x-mplayer2&quot; src=&quot;mms://hardrockfm.com/hardrock1&quot; name=&quot;raocxplayer&quot; allowscriptaccess=&quot;never&quot; height=&quot;70&quot; width=&quot;160&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Widget By: &lt;a href=&quot;http://romiariyanto.blogspot.com/&quot;&gt;romi &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TV ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/mivotv.html&#39;&gt;MIVO TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DENGAR JUGA RADIO ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/kaskus-radio.html&#39;&gt;KASKUS Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-muslim-roja.html&#39;&gt;Roja Muslim radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/ceria-radio.html&#39;&gt;Ceria Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/hardrockfm.html&#39;&gt;Hardrock FM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/anime-radio-jepang.html&#39;&gt;Anime Radio(jepang)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/977-oldies.html&#39;&gt;977 Oldies&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-fx-hiphop-r.html&#39;&gt;Radio FX HipHop R&amp;B&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/metal-head-radio.html&#39;&gt;Metal Head Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/skyfm-smooth-jazz.html&#39;&gt;SKY.fm Smooth Jazz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/reggaetrade.html&#39;&gt;ReggaeTrade&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/7953456303295889243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/hardrockfm.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/7953456303295889243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/7953456303295889243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/hardrockfm.html' title='HardrockFM'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8ST2-GsKGs2o1AU4Z4BBCD8QTYOeaYEJfN4V9tb4MVh4J1cOoldWF8H3pE6ZIul-PxGLa9Vlwi3NNZwO2RAuzcTdvSPQdlQD3w_VEjp3Jl4IbjoTZqQRtRFvhwa_pKKjdmAwjpPNYQpCD/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-8269127925504088613</id><published>2011-05-29T13:29:00.004+07:00</published><updated>2011-05-29T14:30:04.101+07:00</updated><title type='text'>Ceria Radio</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCwlS-qRSlDzh6IP1qLu0mk0JpPPnLPvTqwU7aW8oOsXEX7ybXntCi4hBwnjygDuco-8qDfJQEtM2WSlkdlDlCKC2Akbf0k4m9VKbizDA_kNyKva7pmMtbCGY3hrGLHOHskaAlAO7SV_ui/s1600/images.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left:1em; margin-right:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;194&quot; width=&quot;259&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCwlS-qRSlDzh6IP1qLu0mk0JpPPnLPvTqwU7aW8oOsXEX7ybXntCi4hBwnjygDuco-8qDfJQEtM2WSlkdlDlCKC2Akbf0k4m9VKbizDA_kNyKva7pmMtbCGY3hrGLHOHskaAlAO7SV_ui/s320/images.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;embed style=&quot;margin-top: 0px;&quot; pluginspage=&quot;http://www.microsoft.com/Windows/Downloads/Contents/Products/MediaPlayer/&quot; autostart=&quot;true&quot; displaysize=&quot;0&quot; showstatusbar=&quot;1&quot; type=&quot;application/x-mplayer2&quot; src=&quot;http://ceriaradio.com:8000/&quot; name=&quot;raocxplayer&quot; allowscriptaccess=&quot;never&quot; height=&quot;70&quot; width=&quot;160&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Widget By: &lt;a href=&quot;http://romiariyanto.blogspot.com/&quot;&gt;romi &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TV ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/mivotv.html&#39;&gt;MIVO TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DENGAR JUGA RADIO ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/kaskus-radio.html&#39;&gt;KASKUS Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-muslim-roja.html&#39;&gt;Roja Muslim radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/ceria-radio.html&#39;&gt;Ceria Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/hardrockfm.html&#39;&gt;Hardrock FM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/anime-radio-jepang.html&#39;&gt;Anime Radio(jepang)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/977-oldies.html&#39;&gt;977 Oldies&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-fx-hiphop-r.html&#39;&gt;Radio FX HipHop R&amp;B&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/metal-head-radio.html&#39;&gt;Metal Head Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/skyfm-smooth-jazz.html&#39;&gt;SKY.fm Smooth Jazz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/reggaetrade.html&#39;&gt;ReggaeTrade&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/8269127925504088613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/ceria-radio.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/8269127925504088613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/8269127925504088613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/ceria-radio.html' title='Ceria Radio'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCwlS-qRSlDzh6IP1qLu0mk0JpPPnLPvTqwU7aW8oOsXEX7ybXntCi4hBwnjygDuco-8qDfJQEtM2WSlkdlDlCKC2Akbf0k4m9VKbizDA_kNyKva7pmMtbCGY3hrGLHOHskaAlAO7SV_ui/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-1748636778512962200</id><published>2011-05-29T12:01:00.002+07:00</published><updated>2011-05-29T14:30:40.900+07:00</updated><title type='text'>Radio Muslim (Roja)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEuFdbAKi0YuQWqTOg4V_nebL2MPUpY46UmSasRP7ZlYnAnYgKUXeEATutK1pfP1PuU_luJYOuLJeuCgGo40bS3mRmLJ4QFG7iafDbHTiApUSaTmRGqGt6izccDoRKh4q_Xy6ReBvwsqzQ/s1600/images.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left:1em; margin-right:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;194&quot; width=&quot;259&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEuFdbAKi0YuQWqTOg4V_nebL2MPUpY46UmSasRP7ZlYnAnYgKUXeEATutK1pfP1PuU_luJYOuLJeuCgGo40bS3mRmLJ4QFG7iafDbHTiApUSaTmRGqGt6izccDoRKh4q_Xy6ReBvwsqzQ/s320/images.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;embed style=&quot;margin-top: 0px;&quot; pluginspage=&quot;http://www.microsoft.com/Windows/Downloads/Contents/Products/MediaPlayer/&quot; autostart=&quot;true&quot; displaysize=&quot;0&quot; showstatusbar=&quot;1&quot; type=&quot;application/x-mplayer2&quot; src=&quot;http://live.radiorodja.com
&quot; name=&quot;raocxplayer&quot; allowscriptaccess=&quot;never&quot; height=&quot;70&quot; width=&quot;160&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Widget By: &lt;a href=&quot;http://romiariyanto.blogspot.com/&quot;&gt;romi &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TV ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/mivotv.html&#39;&gt;MIVO TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DENGAR JUGA RADIO ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/kaskus-radio.html&#39;&gt;KASKUS Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-muslim-roja.html&#39;&gt;Roja Muslim radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/ceria-radio.html&#39;&gt;Ceria Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/hardrockfm.html&#39;&gt;Hardrock FM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/anime-radio-jepang.html&#39;&gt;Anime Radio(jepang)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/977-oldies.html&#39;&gt;977 Oldies&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-fx-hiphop-r.html&#39;&gt;Radio FX HipHop R&amp;B&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/metal-head-radio.html&#39;&gt;Metal Head Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/skyfm-smooth-jazz.html&#39;&gt;SKY.fm Smooth Jazz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/reggaetrade.html&#39;&gt;ReggaeTrade&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/1748636778512962200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-muslim-roja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/1748636778512962200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/1748636778512962200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-muslim-roja.html' title='Radio Muslim (Roja)'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEuFdbAKi0YuQWqTOg4V_nebL2MPUpY46UmSasRP7ZlYnAnYgKUXeEATutK1pfP1PuU_luJYOuLJeuCgGo40bS3mRmLJ4QFG7iafDbHTiApUSaTmRGqGt6izccDoRKh4q_Xy6ReBvwsqzQ/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-7313270208737814189</id><published>2011-05-29T11:53:00.004+07:00</published><updated>2011-05-29T14:31:17.520+07:00</updated><title type='text'>KASKUS Radio</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_3KPTf6p0UdI5cLKV_DG8GbpYWCm4B2JB2KAPbo8DblXyysAw8S-UOFPbV7_qoqfv_DifJf3XmG3Z-qGTkE7pdorA1U5QRBktBpsNzsvZFdBHceKI-MovNh_-8lfJ-Hf9NDju9md8HThR/s1600/images.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left:1em; margin-right:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;194&quot; width=&quot;259&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_3KPTf6p0UdI5cLKV_DG8GbpYWCm4B2JB2KAPbo8DblXyysAw8S-UOFPbV7_qoqfv_DifJf3XmG3Z-qGTkE7pdorA1U5QRBktBpsNzsvZFdBHceKI-MovNh_-8lfJ-Hf9NDju9md8HThR/s320/images.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;embed style=&quot;margin-top: 0px;&quot; pluginspage=&quot;http://www.microsoft.com/Windows/Downloads/Contents/Products/MediaPlayer/&quot; autostart=&quot;true&quot; displaysize=&quot;0&quot; showstatusbar=&quot;1&quot; type=&quot;application/x-mplayer2&quot; src=&quot;http://server.kaskusradio.com:8888/&quot; name=&quot;raocxplayer&quot; allowscriptaccess=&quot;never&quot; height=&quot;70&quot; width=&quot;160&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Widget By: &lt;a href=&quot;http://romiariyanto.blogspot.com/&quot;&gt;romi &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TV ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/mivotv.html&#39;&gt;MIVO TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DENGAR JUGA RADIO ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/kaskus-radio.html&#39;&gt;KASKUS Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-muslim-roja.html&#39;&gt;Roja Muslim radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/ceria-radio.html&#39;&gt;Ceria Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/hardrockfm.html&#39;&gt;Hardrock FM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/anime-radio-jepang.html&#39;&gt;Anime Radio(jepang)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/977-oldies.html&#39;&gt;977 Oldies&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-fx-hiphop-r.html&#39;&gt;Radio FX HipHop R&amp;B&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/metal-head-radio.html&#39;&gt;Metal Head Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/skyfm-smooth-jazz.html&#39;&gt;SKY.fm Smooth Jazz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/reggaetrade.html&#39;&gt;ReggaeTrade&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/7313270208737814189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/kaskus-radio.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/7313270208737814189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/7313270208737814189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/kaskus-radio.html' title='KASKUS Radio'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_3KPTf6p0UdI5cLKV_DG8GbpYWCm4B2JB2KAPbo8DblXyysAw8S-UOFPbV7_qoqfv_DifJf3XmG3Z-qGTkE7pdorA1U5QRBktBpsNzsvZFdBHceKI-MovNh_-8lfJ-Hf9NDju9md8HThR/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-4271492066496488070</id><published>2011-05-29T11:41:00.002+07:00</published><updated>2011-05-29T14:33:50.263+07:00</updated><title type='text'>MivoTV</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9OVfNByQrjdY4YUsYMUW1n9L4Yyi0BGRFP0HL0u2sMUodRTbcVWKEfZmb6GkAWYumJWPV6WKsuFR9bxU9JAbsVRjG0-i4AEwjeuD0hiriQMxUZKshQY7J1NVnWm5g3tzsep26iaNIMIlN/s1600/tv-online-gratis.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left:1em; margin-right:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;128&quot; width=&quot;278&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9OVfNByQrjdY4YUsYMUW1n9L4Yyi0BGRFP0HL0u2sMUodRTbcVWKEfZmb6GkAWYumJWPV6WKsuFR9bxU9JAbsVRjG0-i4AEwjeuD0hiriQMxUZKshQY7J1NVnWm5g3tzsep26iaNIMIlN/s320/tv-online-gratis.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;embed allowfullscreen=&quot;true&quot; allowscriptaccess=&quot;sameDomain&quot; bgcolor=&quot;#AAAAFF&quot; devicefont=&quot;false&quot; menu=&quot;true&quot; name=&quot;ImediabizTV&quot; pluginspage=&quot;http://mivo.tv/ImediabizTV.swf?r=50000&quot; quality=&quot;high&quot; scale=&quot;noscale&quot; src=&quot;http://id.imediabiz.com/MivoTV.swf?r50000&quot; style=&quot;margin: 0px; padding: 0px;&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; wmode=&quot;transparent&quot; align=&quot;top&quot; width=&quot;600&quot; height=&quot;800&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TV ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/mivotv.html&#39;&gt;MIVO TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DENGAR JUGA RADIO ONLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/kaskus-radio.html&#39;&gt;KASKUS Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-muslim-roja.html&#39;&gt;Roja Muslim radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/ceria-radio.html&#39;&gt;Ceria Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/hardrockfm.html&#39;&gt;Hardrock FM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/anime-radio-jepang.html&#39;&gt;Anime Radio(jepang)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/977-oldies.html&#39;&gt;977 Oldies&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/radio-fx-hiphop-r.html&#39;&gt;Radio FX HipHop R&amp;B&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/metal-head-radio.html&#39;&gt;Metal Head Radio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/skyfm-smooth-jazz.html&#39;&gt;SKY.fm Smooth Jazz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&#39;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/reggaetrade.html&#39;&gt;ReggaeTrade&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/4271492066496488070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/mivotv.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/4271492066496488070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/4271492066496488070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/mivotv.html' title='MivoTV'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9OVfNByQrjdY4YUsYMUW1n9L4Yyi0BGRFP0HL0u2sMUodRTbcVWKEfZmb6GkAWYumJWPV6WKsuFR9bxU9JAbsVRjG0-i4AEwjeuD0hiriQMxUZKshQY7J1NVnWm5g3tzsep26iaNIMIlN/s72-c/tv-online-gratis.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-1399744027148653096</id><published>2011-05-19T21:51:00.001+07:00</published><updated>2011-05-19T21:58:35.697+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><title type='text'>20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional(Tamat)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFs5cb5ybkDh13yaCUXkc40YQGuJK4gv7vS4A5vpgKzHzZNLvyE7da9ZvVLhiXqO_2kUrynrYv1plmB2uSOpkatZ4MZeE7wv_IeIXrGvSVrMOSNjuuDFNduCeVV0rMH4MLrKeytuFzyVvX/s1600/organisasi_budi_utomo.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;222&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFs5cb5ybkDh13yaCUXkc40YQGuJK4gv7vS4A5vpgKzHzZNLvyE7da9ZvVLhiXqO_2kUrynrYv1plmB2uSOpkatZ4MZeE7wv_IeIXrGvSVrMOSNjuuDFNduCeVV0rMH4MLrKeytuFzyVvX/s320/organisasi_budi_utomo.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam tulisan bagian pertama, telah dipaparkan betapa organisasi Boedhi Oetomo (BO) sama sekali tidak pantas dijadikan tonggak kebangkitan nasional. Karena BO tidak pernah membahas kebangsaan dan nasionalisme, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya ternyata anggota Freemasonry. Ini semua mengecewakan dua pendiri BO sendiri yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya akhirnya hengkang dari BO. Tiga tahun sebelum BO dibentuk, Haji Samanhudi dan kawan-kawan mendirikan Syarikat Islam (SI, awalnya Syarikat Dagang Islam, SDI) di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH. Firdaus AN. Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut—SI dan BO—maka di bawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya: Tujuan: - SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya, - BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar BO Pasal 2). Sifat:&lt;br /&gt;
- SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia,&lt;br /&gt;
- BO besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,&lt;br /&gt;
Bahasa:&lt;br /&gt;
- SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia,&lt;br /&gt;
- BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda&lt;br /&gt;
Sikap Terhadap Belanda: - SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda, - BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda, Sikap Terhadap Agama: - SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya, - BO bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkna oleh sejarawan Hamid Algadrie dan Dr. Radjiman) Perjuangan Kemerdekaan:&lt;br /&gt;
- SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu&lt;br /&gt;
gerbang kemerdekaan,&lt;br /&gt;
- BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan, Korban Perjuangan: - Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat,&lt;br /&gt;
- Anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan dibuang ke&lt;br /&gt;
Digul,&lt;br /&gt;
Kerakyatan:&lt;br /&gt;
- SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan,&lt;br /&gt;
- BO bersifat feodal dan keningratan,&lt;br /&gt;
Melawan Arus: - SI berjuang melawan arus penjajahan, - BO menurutkan kemauan arus penjajahan, Kelahiran:&lt;br /&gt;
- SI (SDI) lahir 3 tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905,&lt;br /&gt;
- BO baru lahir pada 20 Mei 1908,&lt;br /&gt;
Seharusnya 16 Oktober Hari Kebangkitan Nasional yang sejak tahun 1948 kadung diperingati setiap tanggal 20 Mei sepanjang tahun, seharusnya dihapus dan digantikan dengan tanggal 16 Oktober, hari berdirinya Syarikat Islam. Hari Kebangkitan Nasional Indonesia seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bukan 20 Mei. Tidak ada alasan apa pun yang masuk akal dan logis untuk menolak hal ini. Jika kesalahan tersebut masih saja dilakukan, bahkan dilestarikan, maka saya khawatir bahwa jangan-jangan kesalahan tersebut disengaja. Saya juga khawatir, jangan-jangan kesengajaan tersebut dilakukan oleh para pejabat bangsa ini yang sesungguhnya antiIslam dan a-historis. Jika keledai saja tidak terperosok ke lubang yang sama hingga dua kali, maka sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia seharusnya mulai hari ini juga menghapus tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, dan melingkari besar-besar tanggal 16 Oktober dengan spidol merah dengan catatan “Hari Kebangkitan Nasional”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/20-mei-bukan-hari-kebangkitan.html&quot;&gt;20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional(bag1.)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.scribd.com/doc/3298449/20-Mei-Bukan-Hari-Kebangkitan-Nasional&quot;&gt;&amp;gt;&amp;gt;sumber&amp;lt;&amp;lt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/1399744027148653096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/20-mei-bukan-hari-kebangkitan_19.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/1399744027148653096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/1399744027148653096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/20-mei-bukan-hari-kebangkitan_19.html' title='20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional(Tamat)'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFs5cb5ybkDh13yaCUXkc40YQGuJK4gv7vS4A5vpgKzHzZNLvyE7da9ZvVLhiXqO_2kUrynrYv1plmB2uSOpkatZ4MZeE7wv_IeIXrGvSVrMOSNjuuDFNduCeVV0rMH4MLrKeytuFzyVvX/s72-c/organisasi_budi_utomo.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-937971264156104525</id><published>2011-05-19T21:47:00.002+07:00</published><updated>2011-05-19T21:55:30.522+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><title type='text'>20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional(bag1.)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKjGseDjJxirZpDt9Rq43Q5uDzolgetVrMVU_k39hRS3CpeUP3MjGqPhO8LUusT-7Q2ynNMPzf6U8r-EUhkeG7AyRcB5Fj5jrunTRjdgPGyLDViAQGb2n51wGPit0DytI85ORnZKor0RSD/s1600/images.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;157&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKjGseDjJxirZpDt9Rq43Q5uDzolgetVrMVU_k39hRS3CpeUP3MjGqPhO8LUusT-7Q2ynNMPzf6U8r-EUhkeG7AyRcB5Fj5jrunTRjdgPGyLDViAQGb2n51wGPit0DytI85ORnZKor0RSD/s320/images.jpg&quot; width=&quot;144&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kelahiran organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 sesungguhnya amat tidak patut dan tidak pantas diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, karena organisasi ini mendukung penjajahan Belanda, sama sekali tidak pernah mencita- citakan Indonesia merdeka, a-nasionalis, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya merupakan anggota Freemasonry Belanda (Vritmejselareen). Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam yang dilakukan oleh para penguasa sekular. Karena organisasi Syarikat Islam (SI) yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905, yang jelas-jelas bersifat nasionalis, menentang penjajah Belanda, dan mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak dijadikan tonggak kebangkitan nasional. Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anti-agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa? Ini jelas kesalahan yang teramat nyata.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Anehnya, hal ini sama sekali tidak dikritisi oleh tokoh-tokoh Islam kita. Bahkan secara menyedihkan ada sejumlah tokoh Islam dan para Ustadz selebritis yang ikut-ikutan merayakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei di berbagai event. Mereka ini sebenarnya telah melakukan sesuatu tanpa memahami esensi di balik hal yang dilakukannya. Rasulullah SAW telah mewajibkan umatnya untuk bersikap: “Ilmu qabla amal” (Ilmu sebelum mengamalkan), yang berarti umat Islam wajib mengetahui duduk-perkara sesuatu hal secara benar sebelum mengerjakannya. Bahkan Sayyid Quthb di dalam karyanya “Tafsir Baru Atas Realitas” (1996) menyatakan orang-orang yang mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan yang cukup adalah sama dengan orang-orang jahiliyah, walau orang itu mungkin seorang ustadz bahkan profesor. Jangan sampai kita “Fa Innahu Minhum” (kita menjadi golongan mereka) terhadap kejahiliyahan. Agar kita tidak terperosok berkali-kali ke dalam lubang yang sama, sesuatu yang bahkan tidak pernah dilakukan seekor keledai sekali pun, ada baiknya kita memahami siapa sebenarnya Boedhi Oetomo itu. Pendukung Penjajahan Belanda Akhir Februari 2003, sebuah amplop besar pagi-pagi telah tergeletak di atas meja kerja penulis. Pengirimnya KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924. Di dalam amplop coklat itu, tersembul sebuah buku berjudul “Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa” karya si pengirim. Di halaman pertama, KH. Firdaus AN menulis: “Hadiah kenang- kenangan untuk Ananda Rizki Ridyasmara dari Penulis, Semoga Bermanfaat!” Di bawah tanda tangan beliau tercantum tanggal 20. 2. 2003.&lt;br /&gt;
KH. Firdaus AN telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Namun pertemuan- pertemuan dengan beliau, berbagai diskusi dan obrolan ringan antara penulis denganbeliau, masih terbayang jelas seolah baru kemarin terjadi. Selain topik pengkhianatan the founding-fathers bangsa ini yang berakibat dihilangkannya tujuh buah kata dalam Mukadimmah UUD 1945, topik diskusi lainnya yang sangat konsern beliau bahas adalah tentang Boedhi Oetomo. “BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya, ” tegas KH. Firdaus AN. BO didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patuh pada induk semangnya. Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang- orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka, ” papar KH. Firdaus AN. Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. ” Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan. Noto Soeroto, salah seorang tokoh BO, di dalam satu pidatonya tentang Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging berkata: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya... Sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan. ” Sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik BO di bawah asuhan Dr. Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam Majalah “Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama daripada Makkah”, “Buanglah Ka’bah dan jadikanlah Demak itu Kamu Punya Kiblat!” (M. S) Al-Lisan nomor 24, 1938. Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satu pun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan chauvinisme sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja telah mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya hengkang dari BO.&lt;br /&gt;
Bukan itu saja, di belakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895. Sekretaris BO (1916), Boediardjo, juga seorang Mason yang mendirikan cabangnya sendiri yang dinamakan Mason Boediardjo. Hal ini dikemukakan dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” (Dr. Th. Stevens), sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia. Dalam tulisan kedua akan dibahas mengenai organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Syarikat Islam, yang telah berdiri tiga tahun sebelum BO, dan perbandinganya dengan BO, sehingga kita dengan akal yang jernih bisa menilai bahwa Hari Kebangkitan Nasional seharusnya mengacu pada kelahiran SI pada tanggal 16 Oktober 1905, sama sekali bukan 20 Mei 1908. (Bersambung)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/20-mei-bukan-hari-kebangkitan_19.html&quot;&gt;20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional(Tamat)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.scribd.com/doc/3298449/20-Mei-Bukan-Hari-Kebangkitan-Nasional&quot;&gt;&amp;gt;&amp;gt;sumber&amp;lt;&amp;lt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/937971264156104525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/20-mei-bukan-hari-kebangkitan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/937971264156104525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/937971264156104525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/20-mei-bukan-hari-kebangkitan.html' title='20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional(bag1.)'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKjGseDjJxirZpDt9Rq43Q5uDzolgetVrMVU_k39hRS3CpeUP3MjGqPhO8LUusT-7Q2ynNMPzf6U8r-EUhkeG7AyRcB5Fj5jrunTRjdgPGyLDViAQGb2n51wGPit0DytI85ORnZKor0RSD/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-5765506598649877740</id><published>2011-05-04T11:59:00.001+07:00</published><updated>2011-05-04T17:10:29.652+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SKRIPSI DAN PENELITIAN"/><title type='text'>MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK KESULITAN BELAJAR   MELALUI METODE SUKU KATA DI SD 09 KECAMATAN PAUH</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDKYuXFdpxp6_CDxikE80QhC8k5trtUk8Nr-BQrYwN9h9ZK6IFS9rZL5exZlg80VZ9Y5ctNge5-c0RPwCWDth0-5C340QhjyL_JCIE56vQLnXJaIC7SWgNRQEHEe2JnJkaazp75TAEQ8cX/s1600/1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;318&quot; width=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDKYuXFdpxp6_CDxikE80QhC8k5trtUk8Nr-BQrYwN9h9ZK6IFS9rZL5exZlg80VZ9Y5ctNge5-c0RPwCWDth0-5C340QhjyL_JCIE56vQLnXJaIC7SWgNRQEHEe2JnJkaazp75TAEQ8cX/s320/1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;PROPOSAL PENELITIAN  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK KESULITAN BELAJAR   MELALUI METODE SUKU KATA DI SD 09 KECAMATAN PAUH&lt;br /&gt;
( Single Subject Research Kelas1A)) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh:&lt;br /&gt;
DWI INDRI OKTAFIANI&lt;br /&gt;
41888/2003&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JURUSAN PENDIDIKAN LUAR BIASA&lt;br /&gt;
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN&lt;br /&gt;
UNIVERSITAS NEGERI PADANG&lt;br /&gt;
2008&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB I&lt;br /&gt;
PENDAHULUAN&lt;br /&gt;
A. Latar Belakang&lt;br /&gt;
Dalam PP no.28 tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar, pasal 3 dikemukakan bahwa pendidikan dasar bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah. Berkaitan dengan hal itu, dalam kurikulum pendidikan dasar di kemukakan bahwa pendidikan yang di selenggarakan Sekolah Dasar bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar “baca-tulis dan berhitung”, pengetahuan dan keterampilan dasar yang bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembanggannya, serta mempersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan di SLTP.&lt;br /&gt;
Keterampilan baca-tulis, khususnya harus di kuasai oleh para siswa di SD. Keberhasilan belajar mereka dalam mengikuti proses kegiatan belajar di sekolah sangat di tentukan oleh penguasaan kemampuan membaca permulaan. Siswa yang tidak mamapu membaca dengan baik akan mengalami kesulitan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran, karena mereka akan mengalami kesulitan dalam menangkap dan memahami informasi yang di sajikan dalam berbagai buku pelajaran, buku penunjang dan sumber-sumber belajar tertulis yang lainnya. Dan siswa tersebut akan lamban sekali dalam menyerap pelajaran. Akibatnya, kemajuan belajar juga lamban jika di bandingkan dengan teman-temannya yang tidak mengalami kesulitan dalam membaca.(Imam 1992:2)&lt;br /&gt;
Pembinaan kemampuan membaca secara formal di laksanakan dalam mata pelajaran bahasa indonesia. Menurut kurikulum berbasis kompetensi bahasa indonesia 2004, standar kompetensi mata pelajaran bahasa indonesia khususnya membaca permulaan, siswa di tuntut untuk mampu membaca huruf, suku kata dan kalimat. Pembelajaran di SD dilaksanakan sesuai dengan perbedaan atas kelas rendah dan kelas tinggi. Pelajaran di kelas rendah biasanya disebut sebagai pelajaran membaca permulaan (MMP), sedangkan di kelas tinggi di sebut pelajaran membaca lanjut.&lt;br /&gt;
Pelajaran membaca permulaan bertujuan agar sisiwa mengenal huruf dan merangkai huruf sehingga mereka dapat membaca dengan menggunakan kata tersebut. (Subarti dkk, 1991 / 1992 : 31)&lt;br /&gt;
Anak kesulitan belajar adalah anak yang secara nyata mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik, baik disebabkan oleh adanya difusi neurologis, proses psikologis maupun oleh sebab lain sehingga prestasi belajar yang dicapai jauh berada di bawah potensi yang sebenarnya.(Depdikbud:1997)&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Sebenarnya Anak kesulitan belajar sudah dikenal dalam dunia pendidikan. Namun demikian, penanganan terhadap mereka belum seperti yang di harapkan. Banyak faktor yang mempengaruhi keterlambatan perkembangan anak berkesulitan belajar. Salah satu di antaranya adalah karena kurangnya keterampilan guru dalam mengidentifikasi terhadap mereka, terutama kesulitan belajar membaca permulaan.&lt;br /&gt;
Kesulitan membaca permulaan menjadi penyebab utama kegagalan anak di sekolah. Hal itu terjadi  karena membaca permulaan merupakan satu bidang akademik dasar selain menulis dan berhitung. Kemampuan membaca permulaan merupakan kebutuhan dasar, karena sebagian informasi di sajikan dalam bentuk tertulis dan hanya di peroleh melalui membaca. (Sunardi, 1997:1)  &lt;br /&gt;
Adapun tujuan utama dari membaca permulaan adalah agar anak dapat mengenal tulisan sebagai simbol dan lambang bahasa, sehingga anak-anak dapat menyuarakan tulisan tersebut. Namun untuk dapat membaca permulaan seorang dituntut agar mampu:&lt;br /&gt;
1. Membedakan huruf&lt;br /&gt;
2. Mengucapkan tulisan yang sedang di baca dengan benar, menggerakan mata dengan cepat dari kiri ke kanan sesuai dengan urutan tulisan yang di baca.&lt;br /&gt;
3. Menyuarakan tulisan yang di baca dengan benar&lt;br /&gt;
4. Mengenal arti tanda-tanda baca&lt;br /&gt;
5. Mengatur tinggi rendah suara sesuai dengan bunyi, makna kata yang di ucapakan, serta tanda baca.&lt;br /&gt;
Berdasarkan study pendahuluan yang penulis lakukan pada bulan Agustus sampai November 2007 ini, penulis melihat anak kesulitan belajar (X) kelas satu di SD 09 Kecamatan Pauh mengalami kesulitan belajar membaca permulaan. karena kesulitan belajar membaca yang di milikinya sehingga ia juga memiliki kesulitan untuk mengikuti pelajaran yang lainnya. Sebab kemampuan membaca yang di milikinya anak sangat minim.&lt;br /&gt;
Sebenarnya Anak Kesulitan Belajar (x) sudah mengenal huruf, khususnya huruf vokal seperti: a, i, u, e, o. Anak sudah sangat hafal dan ingat sekali dengan huruf tersebut meskipun penulis meletakkan tidak berurutan dan memintanya menunjukkan serta menyebutkan satu persatu.. Selain huruf vokal tersebut, anak juga sudah mengenal huruf-huruf lainnya seperti huruf:  b, c,  f, g,  j, m, n, p, q, r, s, t, k, w, z. Terbukti ketika penulis melakukan asesmen  mengenal huruf a sampai z. ketika penulis cobakan dengan cara berurutan anak sudah sangat lancar sekali, namun ternyata anak menyebutkan huruf-huruf tersebut dengan hafalannya. Sebab ketika penulis cobakan lagi dengan cara mengacak huruf a sampai z tadi, ternyata masih ada beberapa huruf yang salah di sebutkan oleh anak seperti huruf d,  l, y, h, x, dan v. Dari hasil asesemen itu penulis melihat, sepertinya anak sering salah menyebutkan karna adanya kemiripan bentuk antara beberapa huruf-huruf tersebut. Dimana kesalahan yang sering di lakukan anak adalah ketika menyebutkan huruf d menjadi b. l menjadi i, x menjadi y, v menjadi u dan h menjadi n. Sebab ketika penulis mengasesmen kemampuan dasar anak mengenal huruf, anak masih suka terbalik dalam menyebutkan huruf –huruf yang penulis jelaskan di atas. Selain itu anak masih  lamban dalam mengeja huruf menjadi kata. Sehingga ketika anak membaca satu kata saja ia akan membutuhkan waktu yang cukup lama di bandingkan teman-temannya yang lain.Padahal anak sudah mengenal huruf-huruf yang akan di rangkaikan.. Dengan melihat kesulitan membaca anak yang anak sangat besar, maka disini penulis ingin membantu anak agar dapat membaca lebih mudah dan tidak cepat jenuh. Dengan cara meminta anak untuk menggabungkan huruf-huruf yang dikenal dengan ditambahkan huruf vokal, sehingga huruf tersebut bisa di baca menjadi suku kata. Misalnya anak sudah mengenal huruf  b. Maka penulis membantu atau merubah metode membaca anak sebelumnya dengan langsung mengenalkan suku katanya. Sebab secara latar belakang anak tersebut sudah menggenal huruf vokal. Sehingga dengan huruf b  anak jadi mampu membaca atau menyebutkan menjadi suku kata, seperti ba, bi, bu, be, bo. Disini anak sudah cukup baik dalam menyebutkannya. Meskipun penulis meminta anak menyebutkan dan menunjukkannya dengan sistim acak. Seperti be, bi, bo, ba, bu. Anak sudah tau mana huruf ba, bi, bu, be, bo dengan membacakan sambil menunjukkan, meski dengan cara berurutan atau acak. Selain itu penulis juga mengasesmen anak dengan huruf-huruf konsonan lain, yaitu dengan huruf-huruf konsonan yang sudah di kenal anak. Seperti huruf  c, f, g, j, m, n, p, q, r, s, t, w,  z.begitu juga seterusnya untuk huruf-huruf yang lain dan meminta anak menggabungkan huruf konsonan tersebut dengan huruf vocal. Disini penulis melihat anak sudah dapat membacanya cukup baik, walau terkadang masih salah dalam skala yang kecil. Dari hasil asesmen tersebut penulis dapat melihat anak mampu membaca suku kata yang penulis tunjuk sesuai dengan huruf-huruf konsonan yang di ketahui anak. Untuk huruf-huruf d, l,  h, v, y, dan x. anak masih suka salah dan terbalik-balik dalam menyebutkannya. Dan ketika penulis cobakan dengan menggabungkan huruf-huruf konsonan di atas dengan huruf vocal, kesalahan anak sedikit berkurang. Sebab anak lebih tau membedakan antara huruf b dan d jika ditambahkan dengan huruf vokal sehingga huruf b dibaca ba dan huruf d dibaca da sebagaimana yang terdapat dalam teori membaca pada metode suku kata. Disini penulis lihat sepertinya anak lebih cepat pemahaman membacanya jika di bantu dengan  metoda suku kata yang penulis terapkan dari pada metode eja yang selama ini di pakai anak selama belajar membaca di kelas.&lt;br /&gt;
Penulis sangat berharap metode suku kata yang berhasil membuat anak tunarungu yang penulis bimbing menjadi mampu membaca, juga bisa penulis terapkan terhadap anak kesulitan belajar (x) tersebut.&lt;br /&gt;
Berdasarkan study pendahuluan tersebut, maka penulis melakukan penelitian eksperimen dengan subjek tunggal untuk memberikan intervensi terhadap kemampuan membaca anak kesulitan belajar (x) melalui metode suku kata, dengan tujuan agar anak tersebut dapat membaca dengan lancar dan untuk melihat apakah metode suku kata dapat meningkatkan kemampuan membaca  anak kesulitan belajar (x) tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Identifikasi Masalah&lt;br /&gt;
Berdasarkan masalah yang telah penulis paparkan pada latar belakang di atas maka identifikasi masalahnya dapat di uraikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1. Anak belum mampu membaca.&lt;br /&gt;
2. Anak masih sering salah menyebutkan huruf. Seperti huruf: d, r, l, y, v. h, dan x.&lt;br /&gt;
3. Anak mengalami kesukaran dalam menggunakan metode eja dan lebih cepat membaca dengan menggunakan metode suku kata.&lt;br /&gt;
4. Guru kelas kurang memperhatikan faktor penghambat belajar membaca pada anak.&lt;br /&gt;
5. Guru kelas tidak mencari metode yang tepat untuk di terapkan kepada anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C. Batasan Masalah&lt;br /&gt;
Agar penelitian ini lebih terarah maka penulis membatasi masalah pada: meningkatkan kemampuan membaca dengan  menggabungkan beberapa suku kata untuk menjadi menjadi kata, sehingga bisa di baca pada anak kesulitan belajar melalui metode suku kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah maka rumusan permasalahannya adalah: apakah metode suku kata dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan bagi anak kesulitan belajar (x) kelas 1 SD 09 kecamatan Pauh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E. Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode suku kata dapat meningkat kemampuan membaca permulaan anak kesulitan belajar (x) kelas 1 SD 09 kecamatan Pauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
F. Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;
Hasil penelitian ini nantinya di harapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Terkhususnya bagi anak kesulitan belajar dan pendidikan  luar biasa pada umumnya, antara lain:&lt;br /&gt;
1. Anak kesulitan belajar, agar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan.&lt;br /&gt;
2. Guru Kelas, agar lebih mudah dalam mengajar dan memilihkan metode yang sesuai dengan karakteristik anak. &lt;br /&gt;
3. Peneliti, semoga dapat menambah wawasan peneliti tentang metode suku kata yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan bagi anak kesulitan belajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB II&lt;br /&gt;
KAJIAN TEORI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Membaca &lt;br /&gt;
1. Hakekat Membaca &lt;br /&gt;
Pada hakekatnya membaca merupakan proses memhami dan merekonstruksi makna yang terkandung dalam bahan bacaan. Pesan atau makna yang terkandung dalam teks bacaan merupakan interaksi timbal balik, interasi aktif, dan interasksi dinamais antara pengertahuan dasar yang dimiliki pembaca dengan kalimat-kalimat fakta dan informasi yang tertuang dalam teks bacaan merupakan informasi yang tersimpan dalam memori otak/fikiran pembaca atau dapat disebut dengan sumber informasi nonvisual, kedua macam sumber informasi tersebut perlu dimiliki secara berimbang oleh pembaca. Artinya kemampuan mengenal informasi viusual perlu diikuti dengan pengetahuan dasar yang diperlukan untuk memahami suatu teks bacaan. &lt;br /&gt;
Demikian pula sebaiknya, pengetahuan dasar yang telah dimiliki perlu di lanjutkan dengan kemampuan memahami informai visual yang ada pada teks bacaan, kemampuan penunjang lain yangt perlu dimiliki pembaca yaitu kemampuan menghubungakn gagasan yang dimiliki dengan menggabungkan materi bacaan. Dalam kaitannya dengan pemahaman dan perkonstruksian pesan atau makna yang terkandung dalam teks bacaan. Harirs, dan Sipay (1980) menyatakan bahwa membaca merupakan proses menafsirkan makna bahasa tulis secara tepat. Pengenalan makna kata sesuai dengan konteksnya merupakan prasyarat yang di perlukan untuk memahami pesan yang terdapat pada bahan bacaan.&lt;br /&gt;
2. Membaca permulaan&lt;br /&gt;
Menurut Rita Wati (1996:43) membaca permulaan merupakan membaca awal yang diberikan kepad anak di kelas I dan II sebagai dasar untuk pelajaran selanjutnya. seiring denganb itu Sahari (1994:11) mengemukakan membaca adalah:&lt;br /&gt;
Kegiatan dalam menerapkan dalam kemampuan berbahasa (linguisti) dengan melibatkan faktor biologis dan psikis yang di pengaruhi oleh lingkungan denagn huruf, suku kata, kata dan kalimat sebagai objek bacaan sebagai tingkatan awal dalam belajar membaca&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembelajaran membaca di kelas I dan kelas II merupakan pelajaran membaca tahap awal. Kemampuan membaca yang di peroleh anak di kelas I dan kelas II tersebut akan menjadi dasar pembelajaran membaca kelas-kelas berikutnya.&lt;br /&gt;
Supryadi (1993) mengemukakan bahwa “ kemampuan membaca yang di peroleh pada membaca permulaan akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca lanjut”. Sebagai kemampuan yang mendasari kemampuan berikutnya maka kemampuan membaca permulaan benar-benar memerlukan perhataian guru, sebab jika dasar itu tidak kuat, pada tahap membaca lanjut anak akan mengalami kesulitan untuk dapat memiliki kemampuan membaca yang memadai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Tujuan membaca permulaan&lt;br /&gt;
Tujuan membaca permulaan tidak terlepas dari tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pengajaran pada khususnya. Tujuan pengajaran membaca permulaan pada dasarnya adalah memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan siswa untuk menguasai tehnik-tehnik membaca dan menangkap isi bacaan dengn baik dan benar.&lt;br /&gt;
Menurut Rita Wati (1996:43) tujuan pengajaran membaca permulaan adalah “ agar siswa dapat membaca kata-kata dan kalimat sederhana dengan lancara dan tepat. Pengajaran membaca permulaan disesuaikan dengan kemampuan dan perkembangan kejiwaan peserta didik”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. langkah-langkah membaca permulaan&lt;br /&gt;
Rita Wati (1996:51) mengemukakan langkah-langkah membaca permulaan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
a. Mengenal unsur kalimat&lt;br /&gt;
b. Mengenal unsur kata&lt;br /&gt;
c. Mengenal unsur huruf&lt;br /&gt;
d. Merangkai huruf menjadi suku kata&lt;br /&gt;
e. Merangkai suku kata menjadi kata&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan menurut Sibarani Akhadiah (1992:1993:34) mengemukakan langkah-langkah pengakaran membaca permulaan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
a. Menentukan tujuan pokok bahasan yang akan di berikan. Tujuan ini dapat   di ambil dari GBPP&lt;br /&gt;
b. Mengembangkan bahan pengajaran &lt;br /&gt;
c. Setelah bahan pelajaran dan bahan latihan disusun, kemudian harus memikirkan bagaimana cara menyampaikan. Bagaimana urutan pemberian bahan-bahannya, dan bagaimana cara mengaktifkan siswa.&lt;br /&gt;
d. Pada tahap latihan, guru dapat membuat kombinasi baru, baik dengan kata maupun suku kata, dan huruf. Hal ini mudah dilakukan dengan menggunakan kartu-kartu yang tersedia, anak dapat bermain dengan kartu-kartu tersebut. Misalnya membentuk suku kata, kata ataupun kalimat.&lt;br /&gt;
e. Untuk memantau apakah anak telah mencapai tujuan yang di tetapkan, guru dapat membuat tes formatif. Dalam hal ini guru dapat menggunakan berbagai cara yaang ddi naaggap terbaik untuk kelangsungan pembelajaran.&lt;br /&gt;
Berdasrkan hal di atas, agar tuuan pengejaran membaca dapat tercapai dengan baik, sebaiknya guru menetapkan langkah-langkah tersebut dilakukan secara berulang-ulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Pelaksanaan membaca permulaan&lt;br /&gt;
pelaksanana pengajaran membaca permulaan di Indonesia di lakukan dengan menggunakan bahan bacaan bahasa Indonesia, padahal sebagian besar anak Indonesia tumbuh dan lahir sebagai insan daerah yang menggunakan bahsa daerah. Oleh karena itu penggunaan bahasa Indonesia dalam bahan bacaan untuk pengajaran membaca sangatlah diperuntukkan bagi anak-anak diseluruh Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Metode suku kata&lt;br /&gt;
1. Penegrtian Metode suku kata&lt;br /&gt;
Menurut Depdikbud (1992:12) metode suku kata adalah suatu metode yng memulai pengajaran membaca permulaan dengan menyajikan kata-kata yang sudah di rangkai menjadi suku kata, kemudian suku-suku kata itu di rangkai menjadi kata yang terakhir merangkai kata menjadi kalimat.&lt;br /&gt;
Misalnya:&lt;br /&gt;
Ma-ta mata&lt;br /&gt;
Ka-ki kaki&lt;br /&gt;
Mata kaki&lt;br /&gt;
Sedangkan pendapat Muhammad Amin (1995:207) metode suku kata adalah “ suatu metode yang di mulai dnegan mengajar suku-suku kata kemudian suku kata di gabungkan menjadi kata dan diuraikan menjadi huruf. Misalnya:&lt;br /&gt;
Ma-ta mata&lt;br /&gt;
m-a-t-a&lt;br /&gt;
Sesuai dengan suku kata itu masing-masingsuku kata di beda-bedakan, ada yang terdiri atas satu huruf awal dan konsonan. Atau satu vocal di apit oleh konsonan. Dalam metode suku kata perlu diperhatikan huruf yang akan di pekenalkan sebaiknay dimulai dengan jumlah yang terbatas tetapi yang melahirkan kombinasi yang bermacam-macam. Misalnya:&lt;br /&gt;
i-tu&lt;br /&gt;
i-ni&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Keunggulan metode suku kata&lt;br /&gt;
Setiap metode memiliki keuntungan dan kelemahan masing-masing. Hal ini sesuai dengan pendapat Makmur Karim (1984) yang mengatakan keuntungan dari metode suku kata yang membantu anak dalam membaca permulaan, antara lain:&lt;br /&gt;
a. Dalam membaca tidak ada mengeja huruf demi huruf sehigga mempercepat proses penguasaan kemampuan membca permulaan&lt;br /&gt;
b. Dapat belajar mengenal huruf dengan mengupas aau menguraikan suku kata suku kata yang dipergunakan dalam unsur-unsur hurufnya&lt;br /&gt;
c. Penyajian tidak memakan waktu yang lama&lt;br /&gt;
d. Dapat secara mudah mengetahui berbagai macam kata&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat di tegaskan keuntungan metode suku kata ini adalah untuk membantu anak kesulitan belajar yang cepat bosan, sehingg metode uku kata ini dapat di gunakan untuk meningkatkan motivasi belajar membaca anak kesuliatn belajar.&lt;br /&gt;
a. Kelemahan Metode suku kata&lt;br /&gt;
Bagi anak kesuliatan belajar yang kurang mengenal huruf, akan mengalami kesulitan merangkaikan huruf menjadi suku kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Langkah-langkah pelaksanaan metode suku kata&lt;br /&gt;
a. Guru merangkaikan atau menggabungkan huruf konsonan dengan huruf vocal yang sudah di kenalkan anak dan membentuk suku kata/terdiri dari satu suku kata, lalu membaca huruf konsosnan dalam kalimat dan huruf vocal yang di rangkaikan tersebut bersama anak. Misalnya:&lt;br /&gt;
b. Guru menuliskan kata-kata yang sudah di kupas menjadi suku kata, lalu membaca suku kata tersebut bersama anak. Mislnya:&lt;br /&gt;
Bo-la&lt;br /&gt;
Ka-ki&lt;br /&gt;
c. Guru merangkaikan/menuliskan suku kata menjadi kata, lalu membaca suku-suku kata yang sudah di rangkaikan menjadi kata tersebut bersama anak&lt;br /&gt;
Bo-la  bola&lt;br /&gt;
Ka-ki  kaki&lt;br /&gt;
d. Kemudian guru merangkaikan atau menuliskan kata menjdai kalimta, lalu membaca kata yang sudah di rangkai menjadi kalimat tersebut bersama anak. Misalnya:&lt;br /&gt;
bola&lt;br /&gt;
kaki&lt;br /&gt;
bola kaki&lt;br /&gt;
C. Hakekat Kesulitan Belajar&lt;br /&gt;
1. Definisi Anak kesulitan belajar&lt;br /&gt;
Kesulitan belajar merupakan oeristilahan yang di gunakan pada siswa-siswa yang mempunyai kesulitan tidak dapat mengikuti kegiatan belajar ,mengajar disebabkan karena kurangnya intelegensi, kelainan sensoris, ketidak beruntungan ayau ketidak cukupan budaya atau bahasa (Bauer, Keefe and Shea, 2001). Kelainan in i di tampilkan dengan ditandai oleh adanya perbedaan antara kemampuan dan prestasi akademik. Kelomppok kecil ini, kurang dari 3 persen dari populasi sekolah, terbiasa dalam masalah kronis alamn bidang keterampilan dasar akademis, seperti membaca, menulis, mengeja dan matematika. Beberapa siswa dengan kesulitan belajar juga mungkin mempunyai masalah dengan keterampilan sosial, beberapa diantaranya memiliki kesulitan dalam keterampilan fisik. &lt;br /&gt;
National Join Committee on Learning Disabilities mengemukakan definisi kesulitan belajar yang merupakan hasil revisi pada tahun 1998 sebagai berikut:&lt;br /&gt;
Kesulitan belajar adalah istilah umum yang berhubungan dengan kelompok heterogen kelainan yang di hubungkan dengan adanya kesulitan yang signifikan dalam mempoeroleh dan menggunkan pendengaran, berbicara, membaca, menulis, berfikir, dan kemampuan matematika. Kelainan-kelainan ini terdapat dalam diri individu disebabkan oleh adanya difusi system syaraf pusat dan dapat terjadi selama hidupnya. Masalah perilaku mengarahkan diri, persepsi sosial, dan karena faktor-faktor itu kesulitan belajar ini muncul. &lt;br /&gt;
Krik dalam Wardi (1995:12) menyatakan bahwa:&lt;br /&gt;
Kesulitan belajar di definisikan sebagai keterlambatan atau penyimpangan dalam bidang akademik dasar (seperti berhitung, membacadan menulis), serta gangguan berbicara dan berbahasa namun bidang-bidang ketidak mampuan kesulitan belajar dapat di kaitkan dengan lemah metal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Depdikbud (1997) menggungkapkan definisi anak kesulitan belajar sebagai berikut:&lt;br /&gt;
Anak kesulitan belajar adalah anak yang secara nyata mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik, baik disebabkan oleh adanya difusi neurologis, proses psikologis maupun oelh sebab lain sehingga prestsi belajarnya berada di bawah potensi yang sebenarnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Ciri-ciri anak kesulitan belajar&lt;br /&gt;
Anak kesulitan belajar menggambarkan suatu keadaan kesulitan dalam mencapai hasilbelajar antara lain:&lt;br /&gt;
a. Prestasi belajar yang di capai selalu beradadi bawah rata-rata prestasi belajar kelompoknya. Dengan kata lain anak yang mengalami kesulitan belar prestasi belajarnya rendah, mungkin prestasi dan mata pelajaran secara keseluruhan, mungkin juga prestasi dalam mata pelajaran tertentu.&lt;br /&gt;
b. Dalam melaksanakan tugas-tugas kegiatan belajar selalu menglami keterlambatan dibandingkan dengan anak-anak lain sekelasnya, sehingga waktu yang disediakan tidak mencukupi.&lt;br /&gt;
c. Dalam hal kepribadian kadang-kadang mereka menunjukkan sikap yang negatifdalam berperilaku. Seperti acuh tak acuh, kurang konsentrasi, sering membolos, mengganggu teman, tidak suka mencatat pelajaran, tidak mengerjakan tugas, bahkan sering menyendiri atau murung.&lt;br /&gt;
Bardasarkan hal tersebut di atas maka dapat di ambil kesimpulan bahwa anak yang mengalami kesulitan dalam mengalami kesulitan dalam menggerjakan tugas-tugas akdemik di sekila, baik di sebabkan oleh adanya difusi neurologis, proses psikologi dasar, maupun sebab-sebab lain, sehingga prestasi belajar yang dicapai jauh beradadi bawah potensi yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
Untuk mengenal berbagai jenis kesulitan belajar yang di alami oelh anak, maka perlu kita amatiberbagai aspek yang berperan dan mempengaruhi kegiatan belajar mengajar, yaitu:&lt;br /&gt;
a. karena adanya gangguan fisik seperti: penglihatan, pendengaran, bicara, cacat tubuh, cacat otak.&lt;br /&gt;
b. Karena gangguan emosi.&lt;br /&gt;
c. Karna keterbatasan berfikir atau lamban belajar&lt;br /&gt;
d. Karena memiliki kemampuan mental tinggi atau berbakat (giftet/talentet).&lt;br /&gt;
e. Karena gangguan khusus lainnya: gangguan membaca, perkembangan bahasa, berbicara, berhitung, motorik, konsentrasi atau autistik.&lt;br /&gt;
3. Penyebab Kesulitan Belajar&lt;br /&gt;
Perstasi belajar di penggaruhi oelh dua faktor, internal, dan ekstenal. Penyebab utama kesulitan belajar (learning disabilities) adalah faktor internal, yaitu kemungkinan adanya difusi neurologis, sedangkan penyebab utama problem belajar (learning problems) adalah faktor eksternal, yaitu anatara berupa strategi pembelajaran yang ekliru, pengelolahan kegiatan belajar yang tidak membangkitkan motivasi belajar anak, dan pemberian ulangan penguatan (reinforcement) yang tepat. &lt;br /&gt;
Difusi neurologis sering tidak hanya menyebabkan kesulitan belajar tetapi juga dapat menyebabkan tunagrahita dan gangguan emosional. Berbagai faktor yang dapat menyebabkan difusineurologis yang pada giliranyya dapat menyebabkan kesulitan belajar antara lain adalah (1) faktor genetika, (2) luka pada otak atau karena trauma fisik atau kekurangan oksigen, (3) biokomia yang hilang (misalnya biokomia yang di perlukan untuk memfungsikan saraf otak), (4) biokimia yang dapat merusak otak (misalnya zat pewarna pada makanan), (5) pencemaran madai, dan (7) pengaruh-pengaruh psikologis dan sosial yang merugikan perkembangan anak(deprivasi lingkungan). Dari berbagai penyebab tersebutdapat menimbulkan gangguan dari tarafnya ringan hingga yang tarafnya berat.&lt;br /&gt;
D. Kerangka konseptual&lt;br /&gt;
Kerangka konseptual merupakan kerangka berfikir penulis, sehingga memudahkan penulis dalam melaksanankan penelitian ini. Adapun kerangka fikir penulis dalam melaksanakan penelitian ini di awali dengan kondisi awal, yakni di temui permasalahan di lapangan terhadap seorang anak kesulitan belajar dengan kesulitan membaca permulaan. Penulis mengharapkan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan pada anak tersebut, oleh karena itu penulis memilih metode suku kata untuk di terapkan kepada anak kesulitan belajar (x) agar anak tersebut mampu membaca dengan baik. Untuk dapat jelasnya dapat di lihat pada bagan berikut ini:&lt;br /&gt;
E. Hipotesis&lt;br /&gt;
Hipotesis dalam penelitian ini adalah:&lt;br /&gt;
Ha = kemampuan membaca permulaan anak kesulitan belajar dapat di tingkatkan melalui metode suku kata&lt;br /&gt;
Ha = Kemampuan membaca permulaan anak kesulitan belajar tidak dapat di tingkatkan dengan menggunkan metode suku kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB III&lt;br /&gt;
METODOLOGI PENELITIAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Jenis Penelitian&lt;br /&gt;
Berdasarkan permasalahan yang diteliti yaitu “Meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kesulitan belajar dengan menggunakan metode suku katas di SD 09 KECAMATAN PAUH”, maka peneliti memilih jenis penelitian adalah eksperimen dalam bentuk Single Subject Research (SSR). Eksperimen merupakan suatu kegiatan percobaan yang dilakukan untuk meneliti suatu peristiwa atau gejala yang muncul terhadap suatu kondisi tertentu. Penelitian ini menggunakan bentuk desain A dan B, dimana A merupakan Phase Baseline dan B merupakan fase intervensi. Desain ini dapat digambarkan sebagai berikut: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Juang (2005:57) phase baseline adalah phase saat variable terikat (target behaviour) diukur secara priodik sebelum diberikan perlakuan tertentu. Dalam hal ini beberapa kali anak dapat melakukan dengan benar sebelum perlakuan diberikan. Sedangkan phase Treatment adalah phase saat target behavior di observasi atau diukur selama perlakuan tertentu diberikan. &lt;br /&gt;
Menurut Edi (2005:222), Base-line merupakan rata kemunculan perilaku dalam periode tertentu setelah diukur melalui pengamatan.&lt;br /&gt;
Pada penelitian ini mempunyai satu sub variable yang akan di capai yaitu memasang tali sepatu. Yang menjadi phase A (baseline) yaitu kemampuan awal anak kesulitan belajar dalam membaca permulaan sebelum menggunakan metode suku kata, sedangkan yang menjadi phase B (intervensi) yaitu kemampuan membaca permulaan anak kesulitan belajar setelah menggunakan metode suku kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Variabel Penelitian &lt;br /&gt;
Menurut Juang (2005:12), Variabel merupakan istilah dasar dalam penelitian eksperimen termasuk penelitian dengan subjek tunggal. Dalam penelitian eksperimen. Variabel merupakan suatu atribut atau ciri-ciri   mengenai sesuatu yang diamati dalam penelitian. Dengan demikian variable dapat berbentuk kejadian yang dapat diamati dan diukur, biasanya menggunakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas dan variabel terikat. Variabel terikat dalam penelitian kasus tunggal dikenal dengan target behavior (perilaku sasaran), sedangkan variabel bebas dikenal dengan istilah intervensi (perlakuan). Adapun variabel terikat dalam penelitian ini yaitu kemampuan membaca permulaan dan memiliki  satu sub variabel, sedangkan variabel bebasnya yaitu metode suku kata.&lt;br /&gt;
C.  Defenisi Operasional Variabel&lt;br /&gt;
Defenisi operasional dari variabel-variabel yang akan peneliti teliti antara lain:&lt;br /&gt;
1. Kemampuan membaca permulaan&lt;br /&gt;
Kemampuan membaca yang di peroleh pada membaca permulaan akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca lanjut. Oleh karena itu membaca permulaan benar-benar memerlukan perhatian guru. Sebab jika dasar itu tidak kuat, pada tahap membaca lanjut anak akan mengalami kesulitan untuk dapat memiliki kemampuan membaca yang memadai. Disini penulis melihat dari adanya bebrapa huruf yang belum di ketahui oleh anak sebelum di berikan perlakuan. &lt;br /&gt;
Kemampuan membaca yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu kemampuan mengenal huruf mulai dari huruf a samapai dengan z. Selanjutnya  menggabungkan huruf-huruf yang di kenal dengan huruf vokal sehingga menjadi suku kata. Dari suku kata tersebut di rangkai menjadi kata dan yang terakhir dari kata disusun menjadi sebuah kalimat sedehana. Disini yang penulis lihat adalah kemampuan anak kesulitan belajar dalam membaca dan menyebutkan, baik  huruf  atau kata yang penulis tunjuk secara berurutan dan acak sebelum di berikan perlakuan. Dan setelah itu melihat ketepatan anak setelah diberikan perlakuan berupa penggunaan metode suku kata dalam membantu anak membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Metode suku kata&lt;br /&gt;
Metode suku kata adalah salah satu metode yang digunakan dalam mengajar membaca permulaan. Dalam penelitian ini penulis mencoba merangkaikan atau menggabungkan huruf konsonan dengan huruf vocal yang sudah di kenalkan anak dan membentuk suku kata/terdiri dari satu suku kata, lalu membaca huruf konsosnan dalam kalimat dan huruf vocal yang di rangkaikan tersebut bersama anak. Misalnya:&lt;br /&gt;
a   i   u  e  o&lt;br /&gt;
b  ba bi bu be bo&lt;br /&gt;
c  ca ci cu ce co&lt;br /&gt;
d da di du de do&lt;br /&gt;
f  fa fi fu fe fo&lt;br /&gt;
g  ga gi gu ge go&lt;br /&gt;
h ha hi hu he ho&lt;br /&gt;
j  ja ji ju je jo&lt;br /&gt;
k  ka ki ku ke ko&lt;br /&gt;
l  la li lu le lo&lt;br /&gt;
m ma mi mu me mo&lt;br /&gt;
n  na ni nu ne no&lt;br /&gt;
p  pa pi pu pe po&lt;br /&gt;
r  ra ri ru re ro&lt;br /&gt;
s  sa sis u se so&lt;br /&gt;
t  ta ti tu te to&lt;br /&gt;
v va vi vu ve vo&lt;br /&gt;
w  wa wi wu we wo&lt;br /&gt;
y  ya yi yu ye yo&lt;br /&gt;
z  za zi zu ze zo&lt;br /&gt;
setelah itu penulis memulai pengajaran membaca permulaan dengan menyajikan kata-kata yang sudah di rangkai menjadi suku kata, kemudian suku-suku kata itu di rangkai menjadi kata yang terakhir merangkai kata menjadi kalimat.&lt;br /&gt;
Misalnya:&lt;br /&gt;
Ma-ta mata&lt;br /&gt;
Ka-ki kaki&lt;br /&gt;
Mata kaki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam penelitian ini peneliti tidak mengukur kecepatan membaca anak, akan tetapi kemampuan anak dalam membaca suku kata, di mana peneliti melihat apakah kemampuan membacanya dapat meningkat setelah dibantu dengan metode suku kata. Target penilaian dalam penelitian ini adalah sesuai satu sub variabel tersebut, yaitu kemampuan dalam membaca 2 samapai 3 suku kata. Peneliti mengukur banyaknya suku kata yang dapat di baca anak menjadi kata, kemudian mengumpulkan data tersebut pada format penilaian. Membaca dengan tepat adalah menyebutkan setiap suku kata dan kata tanpa ada kesalahan. Jika masih ada suku kata atau kata yang di sebutkan dengan salah maka dinyatakan belum benar dan harus mengulang membaca kembali. &lt;br /&gt;
D. Subjek Penelitian&lt;br /&gt;
Subjek penelitian adalah sesuatu yang dijadikan bahan atau sasaran dalam suatu penelitian. Juang (2005:2) menyatakan “penelitian single subject Research digunakan untuk subjek tunggal, dalam pelaksanaannya dapat dilakukan pada seorang subjek atau sekelompok subjek”. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah kesulitan belajar beridentitas X di SD 09 KECAMATAN PAUH.. Secara fisik anak X sangat normal, dan memiliki anggota tubuh yang lengkap. Hanya saja memiliki hambatan dalam membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E. Teknik  dan Alat Pengumpul Data&lt;br /&gt;
1. Tekhnik Pengumpulan Data&lt;br /&gt;
Data dikumpulkan langsung oleh peneliti melalui kegiatan observasi secara langsung yang dilakukan untuk mencatat data variable terikat pada saat kejadian. Mencatat data tentang kemampuan membaca kata sebanyak 2 sampai 3 suku kata.&lt;br /&gt;
2.  Alat Pengumpul Data&lt;br /&gt;
Data dikumpulkan langsung oleh peneliti setelah anak melaksanakan permainan menjahit jelujur. Adapun metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode suku kata.Pada penelitian ini peneliti mengukur kemampuan dan ketepatan anak mengenal suku kata. kemampuan awal (baseline) anak dalam kemampuan membaca permulaan yaitu kemampuan anak dalam emmbaca kata sebanyak 2 sampai 3 suku kata. Pengukuran penelitian ini tidak dengan durasi waktu tapi dengan melihat kemampuan anak dalam membaca. Dimana anak akan di berikan beberapa suku kata untuk di baca menjadi kata sesuai dengan langkah-langkah intervensi. Pengumpulan data ini dilaksanakan setiap tiga kali dalam seminggu. Jika data yang didapat sudah mencapai kemampuan rata-rata atau stabil maka  peneliti dapat menghentikan penelitian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
F. Teknik Analisis Data &lt;br /&gt;
Analisis data merupakan tahap terakhir sebelum penarikan kesimpulan. Menurut Juang (2000:21), bahwa penelitian dengan single subject research yaitu penelitian dengan subjek tunggal dengan prosedur penelitian menggunakan desain eksperimen untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap perubahan tingkah laku. Data dianalisis dengan menggunakan tekhnik analisis visual grafik (Visual Analisis of Grafik Data), yaitu dengan cara memplotkan data-data ke dalam grafik, kemudian data tersebut dianalisis berdasarkan komponen-komponen pada setiap kondisi (A dan B), dengan langkah-langkah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1. Analisis Dalam Kondisi&lt;br /&gt;
Analisis yang dimaksud dalam penelitian ini adalah data grafik masing-masing kondisi, dengan langkah-langkah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
a. Menentukan panjangnya kondisi&lt;br /&gt;
Menurut Juang (2005:96), Panjang kondisi dilihat dari banyaknya data poin atau skor pada setiap kondisi. Seberapa banyak data poin yang harus ada pada setiap kondisi  tergantung pada masalah penelitian dan intervensi yang diberikan. Untuk panjang kondisi baseline secara umum biasa digunakan tiga atau lima data poin. Untuk panjang kondisi pada penelitian ini diperkirakan ada empat sampai lima hari, tergantung pada data yang diperoleh. Sedangkan pada pase setelah intervensi diperkirakan sekitar delapan kali evaluasi, inii juga tergantung pada kondisi data. Jika data yang didapat sudah stabil, maka penelitian ini dapat dihentikan.&lt;br /&gt;
b. Menentukan estimasi kecendrungan arah&lt;br /&gt;
Menurut juang (2005:98), ada tiga macam kecenderungan arah grafik (trend/slope). Kecenderungan arah grafik atau trend menunjukkan perubahan setiap data path (jejak) dari sesi ke sesi. Mengestimasi kecendrungan arah dengan menggunakan metode belah dua (split middle). dengan cara: bagilah data pada fase A dan B menjadi dua bagian, kemudian dua bagian kanan dan kiri masing-masingnya juga dibagi dua, tentukan posisi median dari masing-masing belahan, terakhir tarik garis sejajar dengan absis yang menghubungkan titik temu antara masing-masing fase.&lt;br /&gt;
c. Menentukan kecendrungan kestabilan (Trend Stability)&lt;br /&gt;
Untuk menentukan kecendrungan kestabilan dapat dihitung dengan cara berikut seperti yang dikatakan Juang (2005:111) dengan langkah-langkah sebagai berikut: tentukan rentang stabilitas, yaitu menggunakan kriteria stabilitas sebesar 15%, dengan rumus, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghitung Mean Level, yaitu semua skor dijumlahkan dan di bagi dengan banyak poin data, Menentukan batas atas dengan cara mean level + setengah rentang stabilitas, menentukan batas bawah dengan cara mean level – setengah rentang stabilitas, tentukan persentase stabilitas yang berada dalam rentang stabilitas dengan cara:. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kriteria stabilitas 85% sampai dengan 90% disebut stabil, jika kurang dari 85% disebut variabel.&lt;br /&gt;
d. Menentukan jejak data&lt;br /&gt;
Juang (2005:114) mengemukakan untuk menentukan data path within trend hampir sama dengan arah kecendrungan, yaitu dimasukan hasil yang sama seperti kecendrungan arah. Apakah meningkat (+), menurun (-) atau sejajar dengan sumbu X (=).&lt;br /&gt;
e. Menentukan level stabilitas dan rentang&lt;br /&gt;
Tingkat stabilitas (level stability) menunjukkan derajat variasi atau besar dan kecilnya rentang pada kelompok data tertentu. Jika rentang datanya kecil atau tingkat variasinya rendah, maka data dikatakan stabil. Secara umum 85%-90% data dikatakan stabil, sedangkan dibawah itu dikatakan tidak stabil (variabel).  Untuk menentukan tingkat dan rentang stabilitas yaitu dengan cara menentukan rata-rata tingkat yang dilakukan dengan cara menjumlahkan nilai seluruh titik data dan membagi jumlahnya dengan jumlah titik data. Kemudian dengan menggunakan Trend Stability Criterion Envelope disekitar rata-rata (bagian atas dan bagian bawah). Range ditentukan dengan mengidentifikasi titik data pada ordinat dari ordinat yang paling rendah dan nilai ordinat yang paling tinggi dengan rumus:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
f. Menentukan level perubahan&lt;br /&gt;
Menurut Juang (2005:115) untuk menentukan tingkat perubahan atau level change yang menunjukkan beberapa besar terjadinya perubahan data dalam suatu kondisi. Cara menghitungnya adalah dengan : Menetukan berapa besar data poin (skor) pertama dan terakhir dalam suatu kondisi, kurangi data yang besar dengan data yang kecil, terakhir tentukan apakah selisihnya menunjukkan arah yang membaik atau memburuk sesuai dengan tujuan intervensi atau pengajaran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah data analisis dalam kondisi didapat maka dimasukkan pada tabel rangkuman hasil visual dalam kondisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Analisis Antar Kondisi&lt;br /&gt;
Juang (2005:117) mengatakan untuk memulai menganalisa perubahan data antar kondisi, data yang stabil harus mendahului kondisi yang akan dianalisa. Karena jika data bervariasi (tidak stabil) maka akan mengalami kesulitan untuk menginterpretasi. Disamping aspek stabilitas ada tidaknya pengaruh intervensi terhadap variable terikat juga tergantung pada aspek perubahan level, dan besar kecilnya overlap yang terjadi antara dua kondisi yang dianalisis. &lt;br /&gt;
Adapun komponen dalam analisis antar kondisi adalah: &lt;br /&gt;
a. Menentukan banyaknya variable yang berubah, yaitu dengan menentukan jumlah variabel yang berubah diantara kondisi Baseline dan Intervensi.&lt;br /&gt;
b. Menentukan perubahan kecenderungan arah, dengan mengambil data pada analisis dalam kondisi yang berubah diatas. &lt;br /&gt;
c. Menentukan perubahan kecenderungan stabilitas, dengan melihat kecendrungan stabilitas pada kondisi A dan B pada rangkuman analisis dalam kondisi.&lt;br /&gt;
d. Menentukan level perubahan, seperti yang dikemukakan Juang (2005:115) yaitu: &lt;br /&gt;
1) Melihat nilai terakhir pada kondisi A dan nilai pertama pada kondisi B&lt;br /&gt;
2) Mengurangi nilai terbesar dengan nilai terkecil&lt;br /&gt;
3) Mencatat apakah perubahan tersebut membaik atau memburuk, dan jika tidak ada perubahan maka ditulis nol &lt;br /&gt;
e. Menentukan persentase Overlape data kondisi A dan B&lt;br /&gt;
Adapun caranya menurut Juang (2005:118)&lt;br /&gt;
1) Lihat kembali data pada kondisi A dan B yang berada pada rentang kondisi A. &lt;br /&gt;
2) Hitung berapa data point pada kondisi B yang berada pada rentang kondisi A,&lt;br /&gt;
3) Perolehan pada langkah nomor 2 dibagi dengan banyaknya data point dalam kondisi B, kemudian dikalikan seratus. Jika semakin kecil persentase Overlap maka semakin baik pengaruh intervensi terhadap target behavior.&lt;br /&gt;
Setelah diketahui masing-masing komponen tersebut maka dimasukan dalam table rangkuman hasil analisis antar kondisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Budiono, (2005), Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Karya Agung.&lt;br /&gt;
Darminati. (1996), Pendidikan bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Jakarta: Depdikbud.&lt;br /&gt;
---------, (1992), Pelaksanaan Pengajaran Membaca dan Menulis Permulaan. Jakarta: Depdikbud.&lt;br /&gt;
Daryanto, (1997) Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Lengkap EYD dan Pengetahuan Umum. Surabaya: Apollo&lt;br /&gt;
Djaja Rahardja, (2006), Pengantar Pendidikan Luar Biasa. Universitas Tsukuba: Criced&lt;br /&gt;
Juang Sunanto, (2005), Pengantar Penelitian Dengan Subyek Tunggal. Universitas Tsukuba: Criced&lt;br /&gt;
Makmur Karim. (1984). Mampu Berbahasa Indonesia. FPTK. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Padang.&lt;br /&gt;
Manulang, (2004), Pedoman Teknis Menulis Skripsi. Andi: Yogyakarta&lt;br /&gt;
Munawir Yusuf, (1997). Mengenal Siswa Berkesulitan Belajar. Jakarta: Depdikbud.&lt;br /&gt;
Ritawati Wahyudin, (1996). Bahan Ajar Pendidikan Bahasa Indonesia di Kelas-kelas Rendah SD. Padang. IKIP&lt;br /&gt;
Sutjihanti, (1995), Psikologi Anak Luar Biasa: DIRJEN Pendidikan Tinggi&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/5765506598649877740/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/meningkatkan-kemampuan-membaca.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/5765506598649877740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/5765506598649877740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/meningkatkan-kemampuan-membaca.html' title='MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK KESULITAN BELAJAR   MELALUI METODE SUKU KATA DI SD 09 KECAMATAN PAUH'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDKYuXFdpxp6_CDxikE80QhC8k5trtUk8Nr-BQrYwN9h9ZK6IFS9rZL5exZlg80VZ9Y5ctNge5-c0RPwCWDth0-5C340QhjyL_JCIE56vQLnXJaIC7SWgNRQEHEe2JnJkaazp75TAEQ8cX/s72-c/1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-5428887485554153011</id><published>2011-05-03T15:22:00.001+07:00</published><updated>2011-05-03T15:24:01.036+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ARTIKEL"/><title type='text'>Tentang jevuska.com</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmaGLHY2UXnPPqyrPzstnQfsnCxldywg5B1kXK5Y1JsvSu2RZfM8qb3KYWqCGdxoq1FZTLRHY_H3CNaWVULlqa-D4YahFzlvIoBdb2rrlxyRtvUC_BfwzYXLByqEIVflQSNDjJdKwCAckN/s1600/jevuska.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmaGLHY2UXnPPqyrPzstnQfsnCxldywg5B1kXK5Y1JsvSu2RZfM8qb3KYWqCGdxoq1FZTLRHY_H3CNaWVULlqa-D4YahFzlvIoBdb2rrlxyRtvUC_BfwzYXLByqEIVflQSNDjJdKwCAckN/s320/jevuska.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bagi anda yang sering search di google.com dan yang mengamati pasti anda sering menemukan situs jevuska.com.&lt;br /&gt;
Setelah anda mengklik situs tersebut kebanyakan dari yang anda dapatkan di situs tersebut tidak nampak sesuai harapan yang anda inginkan. Sebagai contoh ketikkan &quot;cara menggunakan suipack&quot; di google, maka terlihat jevuska.com berada di posisi no 1 search. Setelah diklik maka tidak ada artikel tentang &quot;cara menggunakan suipack&quot; dan di situs tersebut terdapat tulisan Maaf, jika tidak ada artikel mengenai cara menggunakan suipack di delphi di situs ini, silahkan cari cara menggunakan suipack di delphi dengan kata kunci yang lain. Request artikel yang kamu inginkan dengan menghubungi halaman Contact atau mengunjungi RequestArtikel.com. Bagi yang pesan artikel, Anda bisa melihat hasil request artikel di RequestArtikel.com. Terima Kasih. Padahal memang artikel tersebut tidak ada. Banyak sekali yang tertipu dengan situs tersebut. Seperti saya yang sering menemukan situs tersebut, sehingga kalau saya menemukan situs tersebut di google pasti saya tidak akan mengkliknya, karena hampir 100% hanya berupa judul belaka dan tidak ada artikel, kecuali kalau anda mengetikkan search tentang artikel kedokteran mungkin situs jevuska akan mempunyai artikelnya karena situs ini kebanyakan berisi tentang kedokteran. Setelah saya mencari tentang jevuska.com ternyata situs tersebut hanya memberikan judul dan tidak menyediakan artikel. Tujuannya hanya untuk meningkatkan SEO dengan cara yang tidak dibenarkan. Sehingga google menganggap situs ini sebagai junk. Setelah saya mengecek di alexa.com ternyata situs jevuska mempunyai peringkat 6.094. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzccE1bePOQdzXPcUrzi2Lje6MZcHzMLVunXV3x6aN0Fu0IAUuFsN5taU_EJYvyZblv3FDjI6xhAMRP1WPCGgtSbkYy82YCQxD8CDg0Y7y2LFxTQr6s7CfgXXLT1tFmewrgS01SHiV3Fji/s1600/jevuska.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;110&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzccE1bePOQdzXPcUrzi2Lje6MZcHzMLVunXV3x6aN0Fu0IAUuFsN5taU_EJYvyZblv3FDjI6xhAMRP1WPCGgtSbkYy82YCQxD8CDg0Y7y2LFxTQr6s7CfgXXLT1tFmewrgS01SHiV3Fji/s320/jevuska.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mr-sigit.tk/2011/04/tentang-situs-jevuskacom.html&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/5428887485554153011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/tentang-jevuskacom.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/5428887485554153011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/5428887485554153011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/05/tentang-jevuskacom.html' title='Tentang jevuska.com'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmaGLHY2UXnPPqyrPzstnQfsnCxldywg5B1kXK5Y1JsvSu2RZfM8qb3KYWqCGdxoq1FZTLRHY_H3CNaWVULlqa-D4YahFzlvIoBdb2rrlxyRtvUC_BfwzYXLByqEIVflQSNDjJdKwCAckN/s72-c/jevuska.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6620861695416381978.post-8537351568176434353</id><published>2011-04-28T13:46:00.001+07:00</published><updated>2011-05-01T21:49:14.831+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MAKALAH"/><title type='text'>Disleksia</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHMQjOp9OqYhOy9r8sU0r2-TBYcow-rc4fygpNH6QWrAGt0dslO-j6MzKGOMPz2vMrrwfSWfsy70-w8nWCDl1Oe_WYRl98K5vkQChknpOv7DhuH_EFp4KzblJzaxR5wdDF5RJ1_IUUJdCN/s1600/dileksia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;203&quot; width=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHMQjOp9OqYhOy9r8sU0r2-TBYcow-rc4fygpNH6QWrAGt0dslO-j6MzKGOMPz2vMrrwfSWfsy70-w8nWCDl1Oe_WYRl98K5vkQChknpOv7DhuH_EFp4KzblJzaxR5wdDF5RJ1_IUUJdCN/s320/dileksia.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
BAB I&lt;br /&gt;
PENDAHULUAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I.I Latar Belakang&lt;br /&gt;
Membaca merupakan kebutuhan individu yang amat penting dan menduduki posisi sentral bagi kehidupan manusia di era globalisai. Tanpa membaca manusia akan miskin informasi, pengetahuan, dan tertinggal dari berbagai kemajuan dan perubahan zaman.&lt;br /&gt;
Membaca merupakan proses ganda dan simultan, yang mengandung dua proses dan merupakan perpaduan antara proses mental dan fisik. Selama kegiatan membaca berlangsung bukan artikulator saja yang terlibat, melainkan mental psikologis pun turut campur dalam menentukan kualitas dan hasil baca yang dilakukan individu.&lt;br /&gt;
Ketidakmampuan membaca pada anak sering digeneralisir sebagai kelemahan intelegensi. Padahal, bisa jadi ia mengalami disleksia. Disleksia atau gangguan berupa kesulitan membaca, menurut Jacinta F. Rini, M.Psi, dari Hermawan Consulting, pada dasarnya disebabkan kelainan neurologis. Gejalanya, kemampuan membaca si anak berada di bawah kemampuan yang semestinya dengan mempertimbangkan tingkat intelegensi, usia dan pendidikannya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh John Bradford (pendiri Direct Learning, sebuah lembaga pengembangan program untuk Learning Disabilities di Amerika), disleksia lebih banyak diderita pria daripada wanita. Gangguan ini bukanlah bentuk dari ketidakmampuan fisik, seperti kesulitan visual. Ia lebih mengarah pada bagaimana otak mengolah dan memproses informasi yang sedang dibaca anak tersebut.&lt;br /&gt;
Gangguan ini merupakan gangguan dalam memperlakukan huruf-huruf dan kata-kata misalnya simbol-simbol yang diakibatkan berkurangnya kemampuan mengintegrasikan kebermaknaan bahan tertulis. Problem tersebut tampaknya merefleksikan suatu pola gangguan dasar organisasi neurologis karena sebab biologis atau endogenous (Helen M.Robinson,1968:167).&lt;br /&gt;
Kesulitan membaca yang tidak diharapkan (kesulitan membaca pada seseorang yang tidak sesuai dengan kemampuan kognitif orang tersebut atau tidak sesuai dengan usia, tingkat kepandaian dan tingkat pendidikan), selain itu terdapat masalah yang berhubungan dengan fonologik.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Pada anak usia prasekolah, adanya riwayat keterlambatan berbahasa atau tidak tampaknya bunyi dari suatu kata (kesulitan bermain kata-kata yang berirama, kebingungan dalam menghadapi kata-kata yang mirip, kesulitan belajar mengenal huruf) disertai dengan adanya riwayat keluarga yang menderita disleksia, menunjukkan faktor risiko yang bermakna untuk menderita disleksia.&lt;br /&gt;
Pada anak usia sekolah biasanya keluhan berupa kurangnya tampilan di sekolah tetapi sering orangtua dan guru tidak menyadari bahwa anak tersebut mengalami kesulitan membaca. Biasanya anak akan terlihat terlambat berbicara, tidak belajar huruf di taman kanak-kanak dan tidak belajar membaca pada sekolah dasar. Anak tersebut akan makin tertinggal dalam hal pelajaran sedangkan guru dan orangtua biasanya makin heran mengapa anak dengan tingkat kepandaian yang baik mengalami kesulitan membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I.2 Rumusan Masalah&lt;br /&gt;
1. Apa itu Disleksia ?&lt;br /&gt;
2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan Disleksia ?&lt;br /&gt;
3. Bagaimana ciri-ciri anak yang mengalami Disleksia ?&lt;br /&gt;
4. Bagaimana cara mengatasi anak yang mengalami Disleksia ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I.3 Tujuan Penulisan&lt;br /&gt;
Penulisan makalah ini bertujuan, agar pembaca dapat mengetahui apa itu disleksia, dan mengapa hal itu bisa terjadi. Karena di zaman sekarang ini, anak-anak yang mengalami disleksia makin banyak, dan terkadang sering kita jumpai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I.4 Manfaat Penulisan&lt;br /&gt;
Manfaat bagi penulis ialah agar penulis dapat mengerti dan mengetahui tentang sebab-sebab atau faktor-faktor yang menyebabkan anak menjadi disleksia. Makalah ini juga berguna bagi orang tua yang tidak ingin anaknya mengalami disleksia, serta bagaimana cara orang tua, atau guru mengatasi atau membimbing anak yang mengalami disleksia.&lt;br /&gt;
BAB II&lt;br /&gt;
PEMBAHASAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Apa Itu Disleksia ?&lt;br /&gt;
Asal istilah disleksia diatributkan pada Kausmaul, yang pada tahun 1877 mengartikan kata aleksia sebagai kebutaan kata (word blindness). Pada tahun 1891 Jules Dejerine, seorang dokter ahli bedah dan patologi klinis, menyajikan data autopsi tentang individu yang mengalami luka penyempitan pembuluh otak dan belahan otak kiri, dan ia mengistilahkan ketakmampuan/kesulitan membaca (reading disabilities), untuk kata kebutaan kata (Reynold &amp; Mann, 1987:489). W.Tringle Morgan, Optalmog berkebangsaan Inggris tahun 1896 memberikan hasil studi kasusnya tentang disleksia yang dimuat dalam Journal Kedokteran Inggris, mengusulkan istilah kebutaan kata bawaan (congenital word blindness) untuk menunjuk konsep dislkesia (Reynold &amp; Mann, 1987:1304; Harre &amp; Lamb, 1984:166).&lt;br /&gt;
Disleksia terdiri daripada dua perkataan Yunani yaitu &quot;DYN&quot; bermakna susah, dan &quot;LEXIA&quot; bermakna tulisan. Disleksia bukannya satu penyakit, tetapi merupakan salah satu gangguan dalam pembelajaran yang biasanya dialami oleh kanak-kanak. Lazimnya, masalah pembelajaran yang dihadapi adalah seperti membaca, menulis, mengeja, dan kemahiran mengira. Oleh itu dyslexia merujuk kepada mereka yang menghadapi masalah untuk membaca dan menulis walaupun mempunyai daya pemikiran yang normal. &lt;br /&gt;
Disleksia adalah gangguan akan kemampuan membaca, yaitu kemampuan membaca anak berada di bawah kemampuan seharusnya, dengan mempertimbangkan tingkat inteligensi, usia, dan pendidikannya. &lt;br /&gt;
Gangguan ini bukan bentuk dari ketidakmampuan fisik, seperti masalah penglihatan, tetapi mengarah pada bagaimana otak mengolah dan memproses informasi yang sedang dibaca anak tersebut. Kesulitan ini biasanya baru terdeteksi &lt;br /&gt;
setelah anak memasuki dunia sekolah untuk beberapa waktu.&lt;br /&gt;
Menurut T. L. Harris dan R. E Hodges (Corsini, 1987:44) disleksia menunjuk pada anak yang tidak dapat membaca sekalipun penglihatan, pendengaran intelegensinya normal, dan keterampilan usia bahasanya sesuai.&lt;br /&gt;
Bryan &amp; Brayan sebagaimana dikutip oleh Mercer (1987, 310-311) mentakrifkan disleksia sebagai suatu bentuk kesulitan dalam mempelajari komponen-komponen kata dan kalimat, yang secara histories menjukkan perkembangan bahasa lambat dan hampir selalu bermasalah dalam menulis dan mengeja serta berkesulitan dalam mempelajari sistem repsentasional misalnya berkenaan dengan waktu, arah dan masa.&lt;br /&gt;
Tetapi yang paling penting diingat adalah disleksia tidak ada kaitannya dengan inteligensia seseorang. Psikolog dari Perkumpulan Disleksia Singapura, Kevin Smith, menjelaskan disleksia pada anak tidak ada hubungannya dengan tingkat inteligensia, bahkan beberapa jenius dunia, seperti Albert Einstein, Galileo Galilei, Thomas Alfa Edison, Beethoven, Tom Cruise, Whoopi Goldberg, pun mengalami disleksia pada masa kecilnya. Sebuah majalah terbitan Amerika Serikat menerbitkan laporan tentang dugaan gangguan disleksia yang dialami Presiden AS, George W Bush, menjelang pemilihan umum kemarin. Disebutkan, Bush selama masa kampanye sering salah menyebutkan kata-kata. Misalnya, ia ingin menyatakan AS sebagai negara peacemaker (pencipta perdamaian), namun ia mengucapkan pacemaker (alat pacu jantung). Kata tariffs and barriers (bea dan cukai), diucapkan terriers (jenis anjing terier) untuk kata barriers. Selain itu, ada beberapa kata lagi yang diucapkan salah, dan pengucapan kata-kata dan kalimat yang salah tadi dilakukan secara konsisten, sehingga bisa diindikasikan ia.&lt;br /&gt;
menderita disleksia.&lt;br /&gt;
Disleksia ditandai dengan adanya kesulitan membaca pada anak maupun dewasa yang seharusnya menunjukkan kemampuan dan motivasi untuk membaca secara fasih dan akurat. Disleksia merupakan salah satu masalah tersering yang terjadi pada anak dan dewasa. angka kejadian di dunia berkisar 5-17% pada anak usia sekolah. Disleksia adalah gangguan yang paling sering terjadi pada masalah belajar. Kurang lebih 80% penderita gangguan belajar mengalami disleksia.&lt;br /&gt;
Angka kejadian disleksia lebih tinggi pada anak laki-laki dibandingkan dengan perempuan yaitu berkisar 2:1 sampai 5:1. Ada juga yang mengatakan bahwa ternyata tidak terdapat perbedaan angka kejadian antara laki-laki dan perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Faktor-faktor Penyebab Disleksia&lt;br /&gt;
Disleksia adalah gangguan akan kemampuan membaca, yaitu kemampuan membaca anak berada di bawah kemampuan seharusnya, dengan mempertimbangkan tingkat inteligensi, usia, dan pendidikannya. &lt;br /&gt;
Gangguan ini bukan bentuk dari ketidakmampuan fisik, seperti masalah penglihatan, tetapi mengarah pada bagaimana otak mengolah dan memproses informasi yang sedang dibaca anak tersebut. Kesulitan ini biasanya baru terdeteksi setelah anak memasuki dunia sekolah untuk beberapa waktu.&lt;br /&gt;
Disleksia disebabkan adanya masalah di bagian otak, yang mengatur proses belajar. Faktor genetik atau keturunan juga berperan. Misalnya, jika seorang ayah susah membaca atau mengalami disleksia, bukan tidak mungkin si anak akan mengalami kesulitan serupa.&lt;br /&gt;
Meski belum ada yang dapat memastikan penyebab disleksia ini, penelitian-penelitian menyimpulkan adanya 3 faktor penyebab, yaitu; &lt;br /&gt;
• Faktor keturunan &lt;br /&gt;
Disleksia cenderung terdapat pada keluarga yang mempunyai anggota kidal. Orang tua yang disleksia tidak secara otomatis menurunkan gangguan ini kepada anak-anaknya, atau anak kidal pasti disleksia. Penelitian John Bradford (1999) di Amerika menemukan indikasi, bahwa 80 persen dari seluruh subjek yang diteliti oleh lembaganya mempunyai sejarah atau latar belakang anggota keluarga yang mengalami learning disabilities, dan 60% di antaranya punya anggota keluarga yang kidal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• Problem pendengaran sejak usia dini &lt;br /&gt;
Apabila dalam 5 tahun pertama, seorang anak sering mengalami flu dan infeksi tenggorokan, maka kondisi ini dapat mempengaruhi pendengaran dan perkembangannya dari waktu ke waktu hingga dapat menyebabkan cacat. Kondisi ini hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan intensif dan detail dari dokter ahli. &lt;br /&gt;
Jika kesulitan pendengaran terjadi sejak dini dan tidak terdeteksi, maka otak yang sedang berkembang akan sulit menghubungkan bunyi atau suara yang didengarnya dengan huruf atau kata yang dilihatnya. Padahal, perkembangan kemampuan ini sangat penting bagi perkembangan kemampuan bahasa yang akhirnya dapat menyebabkan kesulitan jangka panjang, terutama jika disleksia ini tidak segera ditindaklanjuti. Konsultasi dan penanganan dari dokter ahli amatlah diperlukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• Faktor kombinasi &lt;br /&gt;
Ada pula kasus disleksia yang disebabkan kombinasi dari 2 faktor di atas, yaitu problem pendengaran sejak kecil dan faktor keturunan. Faktor kombinasi ini menyebabkan kondisi anak dengan gangguan disleksia menjadi kian serius atau parah, hingga perlu penanganan menyeluruh dan kontinyu. Bisa jadi, prosesnya berlangsung sampai anak tersebut dewasa. &lt;br /&gt;
Dengan perkembangan teknologi CT Scan, bisa dilihat bahwa perkembangan sel-sel otak penderita disleksia berbeda dari mereka yang nondisleksia. Perbedaan ini mempengaruhi perkembangan fungsi-fungsi tertentu pada otak mereka, terutama otak bagian kiri depan yang berhubungan dengan kemampuan membaca dan menulis. &lt;br /&gt;
Selain itu, terjadi perkembangan yang tidak proporsional pada sistem magno-cellular di otak penderita disleksia. Sistem ini berhubungan dengan kemampuan melihat benda bergerak. Akibatnya, objek yang mereka lihat tampak berukuran lebih kecil. Kondisi ini menyebabkan proses membaca jadi lebih sulit karena saat itu otak harus mengenali secara cepat huruf-huruf dan sejumlah kata berbeda yang terlihat secara bersamaan oleh mata. &lt;br /&gt;
Diambil dari buku “ Pendidikan Bagi Anak Disleksia “ Debdikbud. Sebab terjadinya disleksia antara lain : &lt;br /&gt;
1. Gangguan persepsi penglihatan&lt;br /&gt;
Kinsbourmen dan Warrington ( Williams, 1981:122) menyatakan bahwa anak disleksia mungkin memiliki kesulitan dalam mengfiksasi rangsangan, sehingga banyak bagian kata atau kalimat tak terpersepsi secara baik. Selain itu pada anak disleksia juga mengalami kesulitan dalam mengikuti urutan dari kiri ke kanan sehingga cendrung melihat kata-kata dengan cara sembarangan. Anak disleksia juga tak mampuy mengenal aspek-aspek visual tentang huruf atau kata, namun ia akan mampu berbuat jika mengangkat tangannya untuk mendekatkan bahan tertulis. &lt;br /&gt;
2. Kurang dominannya belahan otak&lt;br /&gt;
Otak dibedakan menjadi dua belahan yaitu hemisfer kiri dan kanan. Bagi kebanyakan orang, hemisfer kiri lebih dominan dari pada kanan. Pada kasus disleksia, menunjukkan adanya gangguan atau kekurangan cerebral atau dominasi kemisfer. Jadi, satu paroan otak gagal mengambil kontrol lebih banyak pada fungsi-fungsi bahasa.&lt;br /&gt;
3. Difungsi minimal otak&lt;br /&gt;
Anak disleksia banyak yang mengalami gangguan saraf otak dan atau cidera otak. Namun banyak kasus para neurolog tidak mampu menemukan suatu gangguan neurologis, karena kesimpulan disfungsi minimal otak adalah kadang-kadang dipaksakan ( Kirk, Kliebhan &amp; Lerner, 1978:17 ).&lt;br /&gt;
4. Gangguan keterampilan perseptual-motor&lt;br /&gt;
Dalam kegiatan membaca diperlukan gerak tertentu. Gerak ini muncul akibat adanya stimulus berupa huruf, kata, dan kalimat serta keinginan si pembaca untuk memberikan sambutan terhadap stimulus yang ada. Gerak yang saat membaca berpusat pada mata bagi individu awas dan berpusat pada jari bagi individu tak awas. Gerak mata saat membca ditandai oleh gerakan fiksasi, gerakan interfiksasi, gerakan regresi dan mata gerak (jalan) kembali. Adapun waktu yang diperlukan mempunyai dua elemen yaitu waktu fikasasi dan waktu gerak ( Dechant &amp; Smith, 1977:122-123). Fiksasi yaitu berhentinya mata sejenak sehingga membuatnya dapat mereaksi stimulus yang ada.&lt;br /&gt;
5. Gangguan indokrin dan keseimbangan kimiawi&lt;br /&gt;
secara umum kesehatan yang baik akan menopang membaca yang baik, dan kesehatan yang jelek sering diasosiasikan dengan gangguan membaca. Park dan Schneider mengatakan bahwa ada sejumlah penelitian memperlakukan pengaruh disfungsi kelenjer terutama tidak berfungsi kelenjer dibwah otak , kekurangan vitamin, gangguan kelenjer indokrin, gangguan saraf, malnutrisi, dan problema peredaran nutrisi, dan perubahan system metabolisme terhadap kesulitan membaca ( Dechant, 1982:85 ). Studi lain menekankan efek adenoid, penularan atau peradangan amandel, gigi jarang, alergi, asma, tuberculosis, rachitis, demam encok dan sakit berkepanjangan terhadap kesulitan membaca ( Dechant, 1982:85 ).&lt;br /&gt;
6. Pengalaman masa kecil tak menyenangkan ( tarumatis)&lt;br /&gt;
Menurut Dechant (1982:30), pengalaman kehidupan khusus seseorang merupakan penentuan umum hakikat interprestasi yang akan diberikan pada suatu peristiwa atau kata. Individu adalah gudang pengalaman masa lampau yang menjadi basis penginterprestasian pengalaman atau rangsangan-rangsangan baru.&lt;br /&gt;
7. Kurangnya pelayanan kesehatan&lt;br /&gt;
Dalam pelayanan kesehjatan paling tidak konsep yang tercakup di dalamnya, yaitu (a) pelayanan kesehatan saat janin masih dalam kandungan, (b) pelayanan kesehatan saat bayi lahir sampai usia enam tahun, dan (c) pelayanan kesehatan usia sekolah sampai dewasa.&lt;br /&gt;
8. Kelahiran prematur&lt;br /&gt;
Berat kelahiran rendah ditemukan sebagai faktor beresiko tinggi pada berbagai gangguan perkembangan. S. Cohen ( Kavanagh &amp; Truss, 1988:91-92 ) menekankan akibat masalah kelahiran prematur mencakup: gangguan intelegensi, perkembangan motorik, perilaku dan juga kesulitan belajar termasuk kesulitan belajar membaca.&lt;br /&gt;
9. Penyakit masa kanak-kanak&lt;br /&gt;
Penyakit-penyakit yang dialami oleh anak-anak selama tahun-tahun pertama atau priode-priode kehidupan kritis cukup memberikan efek terhadap rendahnya kesehatan anak. Bila penyakit yang dialami oleh anak di masa ini berlangsung lama, kronis, dan penyakitnya amat berbahaya bagi perkembangan anak di masa-masa yang akan datang, maka diasumsikan anak akan mengalami gangguan perkembangan, termasuk gangguan dalam belajar membaca.&lt;br /&gt;
10. Malnutrisi&lt;br /&gt;
Sekalipun belum banyak penelitian bahkan boleh dikata tidak ada penelitian yang mengkaji secara khusus akibat malnutrisi terhadap disleksia, namun secara logis bisa diyakini bahwa kekurangan gizi atau malnutrisi diduga cukup memberikan sumbangan berarti terhadap disleksia.&lt;br /&gt;
11. Kekurangan vitamin&lt;br /&gt;
Individu yang mengalami kekurangan vitamin A bisa menjadi aviataminosis A. ia lama kelamaan bisa mengalami tunanetra. Individu yang kekurangan vitamin C mudah terserang penyakit flu. Penyakit ini bila dibiarkan akan mengakibatkan radang pada hidung atau tenggorokkan. Individu yang kekurangan vitamin B atau B kompleks, akan mudah terserang penyakit, mudah lelah, perkembangan fisik terganggu dan konsentrasi berfikir kurang. Bila perkembangan fisik yang terganggu tersebut mengenai perkembangan organ otak dan pematangan fungsi-fungsi organ otak maka dapat menyebabkan individu mengalami disleksia.&lt;br /&gt;
12. Infeksi saat ibu hamil&lt;br /&gt;
Infeksi saat ibu hamil beresiko tinggi terhadap kelahiran tak normal atau melahirkan anak berkelainan. Infeksi yang dialami ibu masa mengandung mislanya akibat rubella, sifilis, tuberkulosis dapat mengakibatkan janin luka otak. Bila ini terjadi, maka bayi yang dilahirkan mungkin akan mengalami kesulitan belajar membaca saat waktunya tiba.&lt;br /&gt;
13. Kelainan pewarisan&lt;br /&gt;
Para ahli menyepakati bahwa kesulitan membaca banyak ditandai oleh faktor genetika dan faktor pewarisan. Sebagaimana dijelaskan oleh Hallgren dan Herrman bahwa kesulitan membaca berbasis dari keturunan, beberapa anak kesulitan membaca berat kadang-kadang ditemukan dari generasi atau dari keluarga yang sama. Studi lain terhadap anak kembar dan saudara kandung mengindikasikan bahwa kesulitan membaca ada dalam keluarga mengalami disleksia ( Kirk, Kleibhan dan Learner, 1978:19 ).&lt;br /&gt;
14. Efek gangguan emosional&lt;br /&gt;
Hubungan antara salahsuai kepribadian atau emosional dengan membca belajar sebagai berikut: (a) salahsuai menyebabkan kesulitan membaca, (b) kesulitan membaca menyebabkan salahsuai, (c) salahsuai dan kesulitan membaca memiliki suatu sebab umum, (d) hubungan bersifat sirkuler, salahsuai menyebabkan kesulitan membaca dan kesulitan memvaca lebih lanjut meningkatkan salahsuai; atau kesulitan membaca menyebkan salahsuai yang berikutnya meningkatkan kesulitan membaca ( Dechant, 1982:80; Dechant &amp; Smith, 1977:196), (e) salahsuai dan kesulitan membaca masing-masing memiliki sebab yang berbeda ( Dechant &amp; Smith, 1977:196 ).&lt;br /&gt;
15. Konsep diri rendah&lt;br /&gt;
Preyor menyatakan bahwa perubahan suatu konsep diri anak berkesulitan membaca ( disleksia ) disokong oleh perasaannya tentang dirinya sendiri adalah mungkin langkah pertama menuju perbaikan problem akademik ( Ekwall &amp; Shanker, 1988:18 ).&lt;br /&gt;
16. Perkembangan bahasa lambat&lt;br /&gt;
Perkembangan bahasa lambat tersebut sebagai akibat perkembangan dan kematangan fungsi otak pusat memori dan bahasa mengalami perkembangan yang lambat, tak integratifnya belahan otal kanan dan kiri sehingga jadi disleksia.&lt;br /&gt;
17. Perkembangan bahasa terhenti&lt;br /&gt;
Perkembangan bahasa terhenti menunjuk pada perkembangan bahasa menyimpang. Istilah ini digunakan membedakan dengan istilah perkembangan bahasa lambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Ciri-ciri Anak Disleksia&lt;br /&gt;
Gangguan disleksia biasanya baru terdeteksi setelah anak memasuki dunia sekolah untuk beberapa waktu. Di TK, kemampuan membaca anak tidak menjadi tuntutan, itulah mengapa gejalanya sulit diketahui sejak usia dini. Inilah ciri-cirinya: &lt;br /&gt;
1. Tidak dapat mengucapkan irama kata-kata secara benar dan proporsional. &lt;br /&gt;
2. Kesulitan dalam mengurutkan huruf-huruf dalam kata. Misalnya kata &quot;saya&quot; urutan hurufnya adalah s ¬ a ¬ y ¬ a. &lt;br /&gt;
3. Sulit menyuarakan fonem (satuan bunyi) dan memadukannya menjadi sebuah kata. &lt;br /&gt;
4. Sulit mengeja secara benar. Bahkan bisa jadi anak tersebut akan mengeja satu kata dengan bermacam ucapan. Walaupun kata tersebut berada di halaman buku yang sama. &lt;br /&gt;
5. Sulit mengeja kata atau suku kata dengan benar. Bisa terjadi anak dengan gangguan ini akan terbalik-balik membunyikan huruf, atau suku kata. Anak bingung menghadapi huruf yang mempunyai kemiripan bentuk, seperti d - b, u - n, m - n. Ia juga rancu membedakan huruf/fonem yang memiliki kemiripan bunyi, seperti v, f, th. &lt;br /&gt;
6. Membaca suatu kata dengan benar di satu halaman, tapi keliru di halaman lainnya. &lt;br /&gt;
7. Bermasalah ketika harus memahami apa yang dibaca. Ia mungkin bisa membaca dengan benar, tapi tidak mengerti apa yang dibacanya. &lt;br /&gt;
8. Sering terbalik-balik dalam menuliskan atau mengucapkan kata, misalnya &quot;hal&quot; menjadi &quot;lah&quot; atau &quot;Kucing duduk di atas kursi&quot; menjadi &quot;Kursi duduk di atas kucing.&quot; &lt;br /&gt;
9. Rancu terhadap kata-kata yang singkat. Misalnya, ke, dari, dan, jadi. &lt;br /&gt;
10. Bingung menentukan harus menggunakan tangan yang mana untuk menulis. &lt;br /&gt;
11. Lupa mencantumkan huruf besar atau mencantumkannya pada tempat yang salah. &lt;br /&gt;
12. Lupa meletakkan titik dan tanda-tanda seperti koma, tanda seru, tanda tanya, dan tanda baca lainnya. &lt;br /&gt;
13. Menulis huruf dan angka dengan hasil yang kurang baik. &lt;br /&gt;
14. Terdapat jarak pada huruf-huruf dalam rangkaian kata. Anak dengan gangguan ini biasanya menulis dengan tidak stabil, tulisannya kadang naik dan kadang turun. &lt;br /&gt;
15. Menempatkan paragraf secara keliru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diambil dari Tabloid Nova, ciri-ciri anak disleksia antara lain:&lt;br /&gt;
- Kesulitan dalam mengurutkan huruf-huruf dalam kata. &lt;br /&gt;
- Kesulitan merangkai huruf-huruf dan kadang ada huruf yang hilang.&lt;br /&gt;
- Sulit membedakan huruf. Anak bingung menghadapi huruf yang mempunyai kemiripan bentuk seperti b - d, u - n, m - n. &lt;br /&gt;
- Sulit mengeja kata atau suku kata dengan benar. Misalnya, sulit membeda - kan huruf-huruf pada kata &#39;soto&#39; dan &#39;sate&#39;. &lt;br /&gt;
- Membaca satu kata dengan benar di satu halaman, tapi salah di halaman lainnya. &lt;br /&gt;
- Kesulitan memahami apa yang dibaca. &lt;br /&gt;
- Sering terbalik dalam menuliskan atau mengucapkan kata. Misalnya, &#39;hal&#39; menja- di &#39;lah. &lt;br /&gt;
- Terdapat jarak pada huruf-huruf dalam rangkaian kata. Tulisannya tidak stabil, kadang naik, kadang turun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak baru bisa didiagnosis disleksia atau tidak saat anak di usia SD, yaitu sekitar 7-8 tahun. Karena di usia balita seorang anak belum ditargetkan untuk bisa membaca. &quot;Jadi, paling tidak ada pengalaman satu atau dua tahun membaca, setelah itu baru dilihat apakah ada kesulitan, baru lalu didiagnosis disleksia,&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Mengatasi Anak Yang Mengalami Disleksia&lt;br /&gt;
Pada dasarnya ada berbagai variasi tipe disleksia. Penemuan para ahli memperlihatkan bahwa perbedaan variasi itu begitu nyata, hingga tidak ada satu pola baku atau kriteria yang betul-betul cocok semuanya terhadap ciri-ciri seorang anak disleksia. &quot;Misalnya, ada anak disleksia yang bermasalah dengan kemampuan mengingat jangka pendeknya, sebaliknya ada pula yang ingatannya justru baik sekali. Lalu, ada yang punya kemampuan matematis yang baik, tapi ada pula yang parah. Untuk itulah bantuan ahli (psikolog) sangat diperlukan untuk menemukan pemecahan yang tepat.”&lt;br /&gt;
Sebagai gambaran, para ahli akan membantu mereka dengan menggunakan berbagai metode berikut: &lt;br /&gt;
• Metode multi-sensory &lt;br /&gt;
Dengan metode yang terintegrasi, anak akan diajarkan mengeja tidak hanya berdasarkan apa yang didengarnya lalu diucapkan kembali, tapi juga memanfaatkan kemampuan memori visual (penglihatan) serta taktil (sentuhan). Dalam prakteknya, mereka diminta menuliskan huruf-huruf di udara dan di lantai, membentuk huruf dengan lilin (plastisin), atau dengan menuliskannya besar-besar di lembaran kertas. Cara ini dilakukan untuk memungkinkan terjadinya asosiasi antara pendengaran, penglihatan dan sentuhan sehingga mempermudah otak bekerja mengingat kembali huruf-huruf. &lt;br /&gt;
• Membangun rasa percaya diri Gangguan disleksia pada anak-anak sering tidak dipahami atau diketahui lingkungannya, termasuk orang tuanya sendiri. Akibatnya, mereka cenderung dianggap bodoh dan lamban dalam belajar karena tidak bisa membaca dan menulis dengan benar seperti kebanyakan anak-anak lain. Oleh karena itu mereka sering dilecehkan, diejek atau pun mendapatkan perlakuan negatif, sementara kesulitan itu bukan disebabkan kemalasan. Alangkah baiknya, jika orang tua dan guru peka terhadap kesulitan anak. Dari situ dapat dilakukan deteksi dini untuk mencari tahu faktor penghambat proses belajarnya. Setelah ditemukan, tentu bisa diputuskan strategi yang efektif untuk mengatasinya. Mulai dari proses pengenalan dan pemahaman fonem sederhana, hingga permainan kata dan kalimat dalam buku-buku cerita sederhana. Penguasaan anak terhadap bahan-bahan tersebut, dalam proses yang bertahap, dapat membangkitkan rasa percaya diri dan rasa amannya. Jadi, berkat usaha dan ketekunan mereka, para penyandang disleksia ini dapat juga menguasai kemampuan membaca dan menulis. Orang tua dan guru serta pendamping lainnya mungkin melihat dan menemukan adanya kelebihan dari anak-anak seperti ini. Menurut penelitian, mereka cenderung mempunyai kelebihan dalam hal koordinasi fisik, kreativitas, dan berempati pada orang lain. Untuk membangun rasa percaya dirinya, ajaklah mereka mengevaluasi dan memahami diri sendiri, disertai kelebihan serta kekurangan yang dimiliki. Tujuannya agar mereka dapat melihat secara objektif dan tidak hanya terfokus pada kekurangannya sebagai anak dengan gangguan disleksia. Anak-anak tersebut perlu diajak mencari dan mencatat semua kelebihan dan kekurangannya, untuk kemudian dibahas bersama satu demi satu. Misalnya, anak melihat bahwa dirinya bukan orang yang mampu menulis dan mengarang dengan baik, tapi di lain pihak ia adalah seorang pemain basket yang handal dan sekaligus perenang yang tangguh. Bisa juga, dia melihat dirinya tidak bisa mengeja dengan benar, tapi dia juga lucu, humoris dan menarik hingga banyak orang suka padanya. Intinya, bantulah mereka menemukan keunggulan diri, agar bisa merasa bangga dan tidak pesimis terhadap hambatan yang saat ini sedang diatasi. Kalau perlu, jelaskan pada mereka figur-figur orang terkenal yang mampu mengatasi problem disleksianya dan melakukan sesuatu yang berguna untuk masyarakat. &lt;br /&gt;
• Terapi&lt;br /&gt;
Menurut Kevin, saat anak diketahui mengalami gangguan disleksia, patut diberikan terapi sedini mungkin, seperti terapi mengulang dengan penuh kesabaran dan ketekunan untuk membantu si anak mengatasi kesulitannya. Anak-anak yang mengalami disleksia sering merasakan tidak dapat melakukan atau menghasilkan yang terbaik seperti yang mereka inginkan. Oleh karena itu mereka tidak bisa diberikan porsi yang sama dengan anak-anak lainnya.&lt;br /&gt;
Umumnya, anak-anak penderita disleksia sering dicap sebagai malas, bebal, bodoh, dan sebagainya. Padahal mereka adalah anak-anak pintar, jika diberi peluang dan mendapat bimbingan yang tepat. Apa yang bisa dilakukan untuk menolong anak-anak yang menderita gangguan disleksia ini? Bagi orangtua, &lt;br /&gt;
hal pertama yang perlu ditanamkan adalah menyayangi mereka, sama seperti anak-anak yang lain, baru kemudian membimbing sesuai dengan kesulitan yang dihadapi.&lt;br /&gt;
Orangtua dapat membantu menyiapkan jadwal harian agar anak-anak mengetahui apa yang harus dilakukan. Selain itu, dapat pula membantu menyiapkan alat sekolah dan perlengkapan sehari-hari lainnya. Bahkan jika di rumah ada perangkat komputer, ada baiknya anak dilatih menulis dan membaca dengan menggunakan komputer karena ada fasilitas pengecek ejaan (spelling checker).&lt;br /&gt;
Sementara guru-guru di sekolah bisa melakukan beberapa cara untuk membantu anak-anak ini, seperti menggunakan alat tulis berbagai warna untuk menulis kata yang penting, memberikan waktu istirahat selama 10 menit dari setiap 20 menit belajar membaca, memberikan waktu lebih saat menulis dan membaca.&lt;br /&gt;
Guru juga dapat memberikan soal atau tulisan dengan ukuran huruf yang lebih besar agar terlihat jelas dan dapat menarik penglihatan mereka. Intinya, anak-anak penderita disleksia perlu diberikan kesempatan yang sama dengan anak-anak lainnya karena mereka juga memiliki potensi yang besar. Dan anak-anak itu tidak boleh diberikan cap negatif.&lt;br /&gt;
Anak-anak tertentu, khususnya mereka yang disleksia, tidak akan pernah mampu membaca dengan kecepatan tinggi dan akan selalu mengalami kesulitan mengembangkan kemampuan mengeja yang sesuai usia. Disleksia dipandang sebagai gangguan biologis yang dimanifestasikan dengan kesulitan dalam belajar membaca dan mengeja walaupun diberi pengajaran konvensional dan memiliki kecerdasan yang memadai (Snowling, 1987). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB III&lt;br /&gt;
PENUTUP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulan&lt;br /&gt;
Kesulitan pokok yang dialami oleh anak disleksia terletak pada adanya kesulitan membaca. Kesulitan membaca yang mereka alami bervariasi, ada yang ringan, ada yang sedang, dan ada juga ynag berat. Berat ringannya kesulitan membaca yang dialami oleh anak disleksia amat menentukan tingkat tuntutan pengajaran membaca mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saran&lt;br /&gt;
Dalam penulisan makalah ini, penulis mengharapkan saran dan kritiknya, agar dikemudian hari makalah ini dapat lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
M. Shodig. PENDIDIKAN BAGI ANAK DISLEKSIA. Depdikbud Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.&lt;br /&gt;
http://www.balita-anda.com/balita_395_DISLEKSIA_pada_anak.html &lt;br /&gt;
http://ms.wikipedia.org/wiki/Dyslexia &lt;br /&gt;
http://www.kikil.com/archive/index.php/t-12069.html&lt;br /&gt;
http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia.com/msg02653.html&lt;br /&gt;
http://www.idp-europe.org/indonesia/buku-inklusi/Bahasa_dan_Membaca.php&lt;br /&gt;
http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=13992&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romiariyanto.blogspot.com/feeds/8537351568176434353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/04/disleksia.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/8537351568176434353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6620861695416381978/posts/default/8537351568176434353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romiariyanto.blogspot.com/2011/04/disleksia.html' title='Disleksia'/><author><name>romiariyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643834799482319832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGvNy7WrTzhcwb9LTnH1ydZrQ8BPA7styMSqYoSyezH8bdf9egjqtPGVDlKH6ABwXb-QvQFqP1ZAghojxHIkU9HJ_DVf-mwCz_38cK1I09NRpbU4xz6e9UY-IQnRNMT6s/s220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHMQjOp9OqYhOy9r8sU0r2-TBYcow-rc4fygpNH6QWrAGt0dslO-j6MzKGOMPz2vMrrwfSWfsy70-w8nWCDl1Oe_WYRl98K5vkQChknpOv7DhuH_EFp4KzblJzaxR5wdDF5RJ1_IUUJdCN/s72-c/dileksia.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>