<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628</id><updated>2025-11-21T19:39:59.457+07:00</updated><category term="Tips - Tips Pilihan"/><category term="Askep Dalam"/><category term="Artikel Kesehatan"/><category term="Nursing Articles"/><category term="Askep"/><category term="Buku Saku Perawat"/><category term="Makalah Kesehatan"/><category term="Askep Bedah"/><category term="Askep Maternitas"/><category term="Biografi Pelopor Keperawatan"/><category term="Patofisiologi dan Pathway"/><category term="NANDA"/><category term="Askep Anak"/><category term="Diabetes Melitus"/><category term="Askep Syaraf"/><category term="Daftar Spesialisasi Keperawatan"/><category term="Keperawatan"/><category term="Tuberculosis"/><category term="10 Easy Ways To Make Children Smarter"/><category term="10 Tips Menaikkan Berat Badan Ideal"/><category term="12 Langkah untuk Langsing Tanpa Diet Ketat"/><category term="4 Metodologi Dalam Psikologi"/><category term="6 Cara Alami Menghilangkan Jerawat"/><category term="7 Cara Ampuh Merawat Kesehatan Mata"/><category term="Alergi"/><category term="Anemia"/><category term="Askep - Asuhan Keperawatan Waham"/><category term="Askep AMI (Acute Myocardial Infarction)"/><category term="Askep Abortus"/><category term="Askep Anak DHF"/><category term="Askep Anak Pneumonia"/><category term="Askep Angina Pectoris"/><category term="Askep Appendiksitis"/><category term="Askep Asma Bronkhiale"/><category term="Askep Aterosklerosis"/><category term="Askep Atrial Septal Defect (ASD)"/><category term="Askep BPH"/><category term="Askep CHF"/><category term="Askep COPD"/><category term="Askep DM"/><category term="Askep Dalam. Askep Gagal Ginjal Kronik"/><category term="Askep Decompensasi Cordis"/><category term="Askep Delirium"/><category term="Askep Efusi Pleura"/><category term="Askep Gagal Ginjal Akut"/><category term="Askep Gastritis"/><category term="Askep Hemoroid"/><category term="Askep Hepatitis"/><category term="Askep Hiperemesis Gravidarum"/><category term="Askep Hipertensi"/><category term="Askep Hipokalemia"/><category term="Askep Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus"/><category term="Askep Jiwa"/><category term="Askep Katarak"/><category term="Askep Kolelitiasis"/><category term="Askep Meingitis"/><category term="Askep Mioma Uteri"/><category term="Askep Mola Hidatidosa"/><category term="Askep Penyakit Jantung Rematik"/><category term="Askep Peritonitis"/><category term="Askep Plasenta Previa"/><category term="Askep Sepsis"/><category term="Askep Sirosis Hepatis"/><category term="Askep TBC"/><category term="Askep Tinnitus"/><category term="Askep Vertigo"/><category term="Aterosklerosis"/><category term="Atrial Fibrillation Treatment: What Are My Options?"/><category term="Atrial Septal Defect (ASD)"/><category term="Autisme"/><category term="Bagaimana Supaya Anda Terlihat Lebih Tinggi"/><category term="Bagaimana Supaya Terlihat Cantik di Sekolah"/><category term="Bagaimana Terapi Musik Membantu Anak Autisme"/><category term="Biografi Pelopor Keperawatan - Clara Barton"/><category term="Biografi Pelopor Keperawatan - Edith Cavell"/><category term="Biografi Pelopor Keperawatan - Florence Nightingale"/><category term="Biografi Pelopor Keperawatan - Mary Carson Breckinridge"/><category term="Biografi Pelopor Keperawatan - Mary Eliza Mahoney"/><category term="Cara Agar Cepat Tinggi"/><category term="Cara Ampuh Atasi Rambut Berminyak"/><category term="Cara Menentukan Umur Kehamilan Post Partum Menurut Ballard (1997)"/><category term="Cara Menghentikan Keringat dan Bau Ketiak"/><category term="Cara Menghitung Hari Taksiran Persalinan (HTP) dan Umur Kehamilan Berdasarkan Haid Terakhir"/><category term="Cara Menurunkan Berat Badan"/><category term="Cara Mudah Hindari Pestisida dan Racun Dalam Makanan"/><category term="Congestive Heart Failure"/><category term="Coronary Artery Disease -What You Need to Know"/><category term="Daftar 5 Makanan Pengganti Obat Tidur"/><category term="Deficient Knowledge"/><category term="Deficient Knowledge - NANDA Nursing Diagnosis"/><category term="Diabetes Gestasional"/><category term="Educate Children Become Smart"/><category term="Epilepsi"/><category term="Florence Nightingale"/><category term="Gaya Hidup"/><category term="Health Articles"/><category term="Hipertensi"/><category term="How to Become a Home Health Care Nurse"/><category term="How to get permanent relief from hemroids with home remedies"/><category term="Ibu Hamil yang Sehat"/><category term="Ini Tips Agar Tak Mudah Lelah"/><category term="Katarak"/><category term="Kelapa Muda Mencegah Rambut Beruban"/><category term="Keperawatan Gerontologi"/><category term="Keperawatan Jantung"/><category term="Keperawatan Kesehatan Mental Psikiatri"/><category term="Latihan Mengenali Nilai Inti Diri Anda"/><category term="List of The Famous Nurses"/><category term="Low Back Pain"/><category term="Malaria"/><category term="Manfaat Susu Kedelai"/><category term="Masker Wajah Tradisional untuk Kecantikan Wajah Alami"/><category term="Mengatasi Mata Lelah di Depan Komputer"/><category term="Morbili"/><category term="Olahraga Ringan Bantu Penderita Insomnia"/><category term="Patofisiologi Diabetes Gestasional"/><category term="Patofisiologi dan Pathway Diabetes Melitus (DM)"/><category term="Patofisiologi dan Pathway Efusi Pleura"/><category term="Patofisiologi dan Pathway Hipertensi"/><category term="Patofisiologi dan Pathway Low Back Pain / Nyeri Punggung Bawah"/><category term="Pemeriksaan Umum Ibu Hamil"/><category term="Penatalaksanaan Diabetes Melitus pada Kehamilan"/><category term="Perbedaan Primigravida dan Multigravida"/><category term="Persalinan Hipnosis - Metode Kelahiran Bayi Tanpa Menyakitkan"/><category term="Reflek Patologis"/><category term="Refleksiologi"/><category term="Registered Nurse"/><category term="Risk for Suicide"/><category term="Risk for Suicide NANDA  Nursing Diagnosis"/><category term="Rumus Perhitungan Dosis"/><category term="Sifilis"/><category term="Sindrom Koroner Akut (SKA)"/><category term="Skabies"/><category term="Spiritual Distress"/><category term="Spiritual Distress NANDA Nursing Diagnosis"/><category term="Tanda dan Gejala"/><category term="Tanda dan Gejala Hipotensi Ortostatik"/><category term="Tes Rorschach / Tes Bercak Tinta Rorschach"/><category term="Tetanus Neonatorum"/><category term="The All Time Top Ten Study Tips For Success In Tests And Exams"/><category term="Tiga Trik Agar Rambut Cepat Panjang"/><category term="Tingkat Kesadaran"/><category term="Tips : 9 Cara Membuat Otak Anda Berpikir Lebih Cepat"/><category term="Tips Kecantikan dengan Buah-Buahan"/><category term="Tips Langsing Alami"/><category term="Tips Menambah Percaya Diri"/><category term="Tips Mencerahkan Wajah dengan Alami"/><category term="Tips Mendidik Anak Menghormati Orang yang Lebih Tua"/><category term="Tips Mengatasi Baby Blues Syndrome"/><category term="Tips Mengatasi Jerawat dan Menghilangkan Bekas Jerawat"/><category term="Tips Mengatasi Susah Tidur / Insomnia"/><category term="Tips Menghilangkan Bau Badan"/><category term="Tips Menghilangkan Bau Mulut"/><category term="Tips Menjaga tekanan Darah agar Tetap Normal"/><category term="Tips Menyatakan Cinta"/><category term="Tips Merawat Rambut"/><category term="Tips Merawat Rambut Keriting"/><category term="Tips Pola Tidur Bayi Yang Baik"/><category term="Tips Sehat Bayi dan Balita"/><category term="Tonsilitis"/><category term="Training to Become a Nurse in Los Angeles"/><category term="Tuberculosis and Nontuberculous Mycobacterial Infections"/><category term="Tuberculosis: A Comprehensive Clinical Reference"/><category term="Vesikolithiasis"/><category term="WHO : Experts begin their assessment of the response to the H1N1 influenza pandemic"/><category term="Wandering"/><category term="Wandering NANDA Nursing Diagnosis"/><category term="What is Swine Flu?"/><title type='text'>ASKEP - ASUHAN KEPERAWATAN</title><subtitle type='html'>ASKEP DALAM - ANAK - BEDAH - SYARAF - MATERNITAS</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>134</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-6577596874811291567</id><published>2015-03-01T23:00:00.001+07:00</published><updated>2015-03-01T23:00:34.271+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Daftar Spesialisasi Keperawatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keperawatan Gerontologi"/><title type='text'>Keperawatan Gerontologi</title><content type='html'>Keperawatan gerontologi adalah spesialisasi keperawatan yang berkaitan dengan orang dewasa yang lebih tua. Perawat gerontologi bekerjasama dengan orang dewasa yang lebih tua, keluarga mereka, dan masyarakat untuk mendukung proses penuaan yang sehat, fungsi maksimum, dan kualitas hidup. Istilah Keperawatan gerontologi, yang menggantikan istilah keperawatan geriatri pada 1970-an, dipandang lebih konsisten dengan fokus yang lebih luas spesialisasi pada kesehatan dan kesejahteraan, selain penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiYXldYgvhhbmFDmiKrijCetpe0S9mCDDqo5SMcaaZ_-Kl-tgi1ar6JYMwGXLOTdXAvq8Qnx2ncd5wfHmG9UJFLcmKoz6rfvE9BPTwz6AFkWqqgKSj6qXgr8K_1fxDCzcrJRf2w7188XI/s1600/Keperawatan+Gerontologi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiYXldYgvhhbmFDmiKrijCetpe0S9mCDDqo5SMcaaZ_-Kl-tgi1ar6JYMwGXLOTdXAvq8Qnx2ncd5wfHmG9UJFLcmKoz6rfvE9BPTwz6AFkWqqgKSj6qXgr8K_1fxDCzcrJRf2w7188XI/s1600/Keperawatan+Gerontologi.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Keperawatan gerontological sangat penting untuk memenuhi kebutuhan kesehatan lanjut usia. Karena harapan hidup yang lebih panjang dan tingkat kesuburan menurun, proporsi penduduk yang dianggap tua meningkat. Antara tahun 2000 dan 2050, jumlah orang di dunia yang berusia lebih dari 60 diperkirakan meningkat 605000000-2000000000. Proporsi orang dewasa yang lebih tua sudah tinggi dan terus meningkat di negara-negara yang lebih maju. Pada tahun 2010, senior (berusia 65 dan lebih tua) terdiri 13% dan 23% dari populasi Amerika Serikat dan Jepang, masing-masing. Pada tahun 2050, proporsi ini akan meningkat menjadi 21% dan 36%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keperawatan gerontological mengacu pada pengetahuan tentang faktor-faktor yang kompleks yang mempengaruhi kesehatan orang dewasa yang lebih tua. Orang dewasa yang lebih tua lebih mungkin dibandingkan orang dewasa muda untuk memiliki satu atau lebih kondisi kesehatan kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, kanker, arthritis, gangguan pendengaran, atau bentuk demensia seperti penyakit Alzheimer. Selain itu, metabolisme obat berubah dengan penuaan, menambah kompleksitas kebutuhan kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perawat gerontological bekerja dalam berbagai pengaturan, termasuk rumah sakit perawatan akut, rehabilitasi, panti jompo (juga dikenal sebagai rumah perawatan jangka panjang dan fasilitas keperawatan terampil), fasilitas hidup dibantu, rumah pensiun, lembaga kesehatan masyarakat, dan rumah pasien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;i&gt;wikipedia &lt;/i&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/6577596874811291567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/6577596874811291567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2015/03/keperawatan-gerontologi.html' title='Keperawatan Gerontologi'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiYXldYgvhhbmFDmiKrijCetpe0S9mCDDqo5SMcaaZ_-Kl-tgi1ar6JYMwGXLOTdXAvq8Qnx2ncd5wfHmG9UJFLcmKoz6rfvE9BPTwz6AFkWqqgKSj6qXgr8K_1fxDCzcrJRf2w7188XI/s72-c/Keperawatan+Gerontologi.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-8621266135347213186</id><published>2015-02-11T23:33:00.001+07:00</published><updated>2015-02-11T23:33:52.769+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Askep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Askep Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diabetes Melitus"/><title type='text'>Askep Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Pengertian diabetes mellitus menurut Kapita Selekta, jilid II, 2006 dan catatan kuliah pemenuhan kebutuhan gizi reproduksi, 2006 yaitu sebagai berikut : diabetes melittus merupakan kelainan metabolisme yang kronis terjadi defisiensi insulin atau retensi insulin, di tandai dengan tingginya keadaan glukosa darah (hiperglikemia) dan glukosa dalam urine (glukosuria) atau merupakan sindroma klinis yang ditandai dengan hiperglikemia kronik dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein sehubungan dengan kurangnya sekresi insulin secara absolut / relatif dan atau adanya gangguan fungsi insulin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzgPXR-BKZoLWjVCOflC4uTYjzV3hDRck9mpikVYN6QwNtVhhboFLQLIj4Ye3QTx5K97gFZtM5cPcaWEOhVobKV43C4hhH_c_vUzYkuPbrZf7bnBzGj5A8dMEGgEEQ9il67tVAhNOjIyE/s1600/Askep+Ibu+Hamil+Dengan+Diabetes+Melitus.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzgPXR-BKZoLWjVCOflC4uTYjzV3hDRck9mpikVYN6QwNtVhhboFLQLIj4Ye3QTx5K97gFZtM5cPcaWEOhVobKV43C4hhH_c_vUzYkuPbrZf7bnBzGj5A8dMEGgEEQ9il67tVAhNOjIyE/s1600/Askep+Ibu+Hamil+Dengan+Diabetes+Melitus.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Diabetes kehamilan atau diabetes gestational adalah diabetes yang terjadi karena faktor kehamilan. Diabetes kehamilan dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi yang dapat menimbulkan masalah bagi penderita, dan dapat mengancam kesehatan bayi yang belum lahir. Diabetes kehamilan dapat dikelola dengan baik dengan makan makanan yang sehat, berolahraga secara teratur dan jika perlu minum obat. Menjaga kadar gula yang normal selama masa kehamilan dapat memastikan kehamilan yang sehat bagi ibu dan anaknya. Umumnya diabetes kehamilan akan hilang setelah sang ibu melahirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Askep Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit DM dapat merupakan kelainan herediter dengan ciri insufisiensi atau absennya insulin dalam sirkulasi darah, konsentrasi gula darah tinggi dan kurangnya glikogenesis. Diabetes dalam kehamilan menimbulkan banyak kesulitan. Penyakit ini akan menyebabkan perubahan-perubahan metabolic dan hormonal pada penderita yang juga dipengaruhi oleh kehamilan. Sebaliknya, diabetes akan mempengaruhi kehamilan dan persalinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan diabetes dalam kehamilan lebih besar bila :&lt;br /&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Umur sudah mulai tua&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Multiparitas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gemuk (obesitas)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ada anggota keluarga yang sakit diabetes (herediter)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anak lahir dengan berat badan besar ( di atas 4 kg )&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ada sejarah lahir mati dan anak besar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sering abortus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Glukosuria&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
Pada prediabetik dijumpai kelainan anatomic dan metabolic, namun tanpa gejala yang jelas. Prediabetik dapat menjadi diabetes bila timbul tekanan (stress) seperti adanya kehamilan, infeksi, obesitas, emosi dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.      Pengaruh kehamilan, persalinan dan nifas pada diabetes, adalah :&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Kehamilan dapat menyebabkan status prediabetik menjadi manifest (diabetic).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Diabetes akan menjadi lebih berat oleh kehamilan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada persalinan yang memerlukan tenaga ibu dan kerja rahim akan memerlukan glukosa yang banyak, maka bisa terjadi hipoglikemia atau koma.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam masa laktasi keperluan akan insulin akan bertambah.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
2.      Pengaruh diabetes terhadap kehamilan :&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Abortus atau partus prematurus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hidramnion&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pre eklamsi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kesalahan letak janin&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Insufisiensi plasenta&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
3.      Pengaruh diabetes terhadap persalinan :&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Inersia uteri dan atonia uteri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Distosia karena janin (anak besar, bahu lebar)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kelahiran mati&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Persalinan lebih sering ditolong secara operatif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Angka kejadian perdarahan dan infeksi tinggi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Morbiditas dan mortalitas ibu tinggi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
4.      Pengaruh diabetes terhadap nifas :&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Perdarahan dan infeksi puerperal lebih tinggi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Luka-luka jalan lahir lambat pulih / sembuh&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
5.      Pengaruh diabetes terhadap janin atau bayi :&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Sering terjadi abortus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kematian janin dalam kandungan setelah 36 minggu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat terjadi cacat bawaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dismaturitas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Janin besar (bayi kingkong / makrosomia)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kematian neonatal tinggi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemudian hari dapat terjadi kelainan neurologik dan psikologik.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/8621266135347213186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/8621266135347213186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2015/02/askep-ibu-hamil-dengan-diabetes-melitus.html' title='Askep Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzgPXR-BKZoLWjVCOflC4uTYjzV3hDRck9mpikVYN6QwNtVhhboFLQLIj4Ye3QTx5K97gFZtM5cPcaWEOhVobKV43C4hhH_c_vUzYkuPbrZf7bnBzGj5A8dMEGgEEQ9il67tVAhNOjIyE/s72-c/Askep+Ibu+Hamil+Dengan+Diabetes+Melitus.jpeg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-7323184517209445131</id><published>2015-02-11T23:27:00.003+07:00</published><updated>2015-02-11T23:27:51.448+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel Kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diabetes Melitus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penatalaksanaan Diabetes Melitus pada Kehamilan"/><title type='text'>Penatalaksanaan Diabetes Melitus pada Kehamilan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Diabetes Mellitus (DM) adalah kelainan metabolisme karbohidrat, di mana glukosa darah tidak dapat digunakan dengan baik, sehingga menyebabkan keadaan hiperglikemia. DM merupakan kelainan endokrin yang terbanyak dijumpai. Yang paling sering terjadi yaitu: diabetes mellitus yang diketahui sewaktu hamil yang disebut DM gestasional dan DM yang telah terjadi sebelum hamil yang dinamankan DM pragstasi. Diabetes mellitus merupakan ganguan sistemik pada metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Diabetes mellitus ditandai dengan hiperglikemia atau peningkatan glukosa darah yang diakibatkan produksi insulin yang tidak adekuat atau penggunaan insulin secara tidak efektif pada tingkat seluler. (Bobak. Lowdermilk, Jensen.2004. Edisi 4 hal 699)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigWwsI7mbk60hRC6CQXe9aTBkH3X_xgAyN8wYTWbaWl7kfpr6iFaVYBv_gT0j20LUjcEzsdOYQrgB8LYntWuHtylpNymUabRr4uDx0RgocDHPlV-Kl8y7Cc426g3BPa1sRFEc4QJExIPI/s1600/Penatalaksanaan+Diabetes+Melitus+pada+Kehamilan.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigWwsI7mbk60hRC6CQXe9aTBkH3X_xgAyN8wYTWbaWl7kfpr6iFaVYBv_gT0j20LUjcEzsdOYQrgB8LYntWuHtylpNymUabRr4uDx0RgocDHPlV-Kl8y7Cc426g3BPa1sRFEc4QJExIPI/s1600/Penatalaksanaan+Diabetes+Melitus+pada+Kehamilan.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Dalam kehamilan terjadi perubahan metabolisme endokrin dan karbohidrat yang menunjang pemasukan makanan bagi janin serta persiapan menyusui.Glukosa dapat difusi secara secara tetap melalui plasenta pada janin sehingga kadarnya dalam darah janin hampir menyerupai kadar dalam darah ibu.Insulin ibu tidak dapat mencapai janin sehingga kadar gula ibu yang mempengaruhi kadar dalam janin. Pengendalian yang utama dipengaruhi oleh insulin, disamping beberapa hormon lain yaitu estrogen, steroid, plasenta laktogen.Akibat lambatnya resorpsi makanan maka terjadi hiperglikemia yang relatif lama dan menuntut kebutuhan insulin. Menjelang aterm kebutuhan insulin meningkat mencapai 3 kali dari keadaan normal yang disebut: tekanan diabetogenik dalam kehamilan. Secara fisiologis telah terjadi retensi insulin yaitu bila ditambah dengan estrogen eksogen ia tidak mudah menjadi hipoglikemia. Yang menjadi masalah bila seorang ibu tidak mampu meningkatkan produksi insulin sehingga relatif hipoinsulin yang mengakibatkan hiperglikemia / diabetes kehamilan. Retensi insulin juga disebabkan oleh adanya hormon estrogen, progesteron, kortisol, prolaktin dan plasenta laktogen yang mempengaruhi reseptor insulin pada sel sehingga mengurangi afinitas insulin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penatalaksanaan Diabetes Melitus pada Kehamilan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penatalaksanaan diabetes pada kehamilan sebaiknya dilakukan secara terpadu antara dokter kebidanan, penyakit dalam, ahli gizi, dan spesialis anak. Sasaran penatalaksanaan adalah mencapai kadar gula darah yang normal yaitu gula darah puasa kurang dari 105 mg/dl dan dua jam sesudah makan kurang dari 120 mg/dl. Sasaran dapat dicapai dengan melakukan pengaturan makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila diperlukan maka diberikan insulin untuk menurunkan kadar gula darah mencapai normal. Biasanya bila kadar gula darah puasa melebihi atau sama dengan 130 mg/dl di samping perencanaan makan perlu diberikan insulin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila kadar gula darah puasa di bawah 130 mg/dl, penatalaksanaan dapat dimulai dengan perencanaan makan saja. Dalam perencanaan makan dianjurkan jumlah kalori sebesar 35 kal/kg berat badan ideal, kecuali bila penderita gemuk jumlah kalori dikurangi. Pada kehamilan biasanya perlu dipertimbangkan penambahan kalori sebanyak 300 kal. Agar janin dalam kandungan dapat tumbuh secara baik dianjurkan untuk mengkonsumsi protein sebesar 1-1,5 g.&lt;br /&gt;
Penggunaan insulin biasanya dimulai dengan dosis kecil dan ditingkatkan sesuai kebutuhan untuk mencapai kadar gula darah yang normal. Untuk itu perlu mempelajari prinsip-prinsip sterilitas, mengenal berbagai macam insulin, serta memahami dosis dan penyediaan insulin yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu khawatir terhadap pengaruh buruk insulin pada pertumbuhan janin. Justru pemberian insulin ini diharapkan dapat membantu tercapainya kadar gula darah normal sehingga janin dapat tumbuh dengan baik dan terhindar dari kesulitan waktu melahirkan.&lt;br /&gt;
Bila gula darah tidak dikendalikan, maka terjadi keadaan gula darah ibu hamil yang tinggi (hiperglikemia) yang dapat menimbulkan risiko pada ibu dan juga janin. Risiko pada janin dapat terjadi hambatan pertumbuhan karena timbul kelainan pada pembuluh darah ibu dan perubahan metabolik selama masa kehamilan. Sebaliknya dapat terjadi makrosomia yaitu bayi pada waktu lahir besar akibat penumpukan lemak di bawah kulit. Juga pernah dilaporkan terjadinya cacat bawaan karena diabetes mellitus yang tidak diobati waktu kehamilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Risiko lain adalah meningkatnya kadar bilirubin bayi serta gangguan napas dan kelainan jantung. Pada ibu hamil diabetes mellitus yang tidak diobati dapat menimbulkan risiko terjadinya penyulit kehamilan berupa preeklamsi, cairan ketuban yang berlebihan, dan infeksi saluran kemih. Jadi penatalaksanaan diabetes mellitus pada kehamilan perlu dilakukan dengan baik untuk meningkatkan taraf kesehatan ibu dan bayi.         &lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/7323184517209445131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/7323184517209445131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2015/02/penatalaksanaan-diabetes-melitus-pada.html' title='Penatalaksanaan Diabetes Melitus pada Kehamilan'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigWwsI7mbk60hRC6CQXe9aTBkH3X_xgAyN8wYTWbaWl7kfpr6iFaVYBv_gT0j20LUjcEzsdOYQrgB8LYntWuHtylpNymUabRr4uDx0RgocDHPlV-Kl8y7Cc426g3BPa1sRFEc4QJExIPI/s72-c/Penatalaksanaan+Diabetes+Melitus+pada+Kehamilan.jpeg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-15139352519931149</id><published>2015-01-13T01:12:00.002+07:00</published><updated>2023-12-26T07:27:02.300+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keperawatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keperawatan Jantung"/><title type='text'>Keperawatan Jantung</title><content type='html'>&lt;b&gt;Keperawatan Jantung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keperawatan jantung adalah spesialisasi keperawatan yang bekerja dengan pasien yang menderita berbagai kondisi dari sistem kardiovaskular. Perawat jantung membantu kondisi mengobati, seperti angina tidak stabil, kardiomiopati, penyakit arteri koroner, gagal jantung kongestif, infark miokard dan detak jantung tak beraturan di bawah arahan dokter ahli jantung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA8wiMa87uya2XoysRUR6S31nWZxaw5XYdst84PFKdEY8w8x5sp6_N1O32eQW5gVZgotu6pf_XusDMks3G8ZQiD7ZaQthdHcQ6OwJKXw5XTH6krgdssJCGDHEAVvra7jkic3fyrklvXg0/s1600/Keperawatan+Jantung.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA8wiMa87uya2XoysRUR6S31nWZxaw5XYdst84PFKdEY8w8x5sp6_N1O32eQW5gVZgotu6pf_XusDMks3G8ZQiD7ZaQthdHcQ6OwJKXw5XTH6krgdssJCGDHEAVvra7jkic3fyrklvXg0/s1600/Keperawatan+Jantung.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;
Perawat jantung melakukan perawatan pascaoperasi pada unit bedah, evaluasi test stress, monitoring jantung, pemantauan pembuluh darah, dan penilaian kesehatan. Perawat jantung harus memiliki sertifikat Basic Life Support and Advanced Cardiac Life Support. Selain itu, perawat jantung harus memiliki keterampilan khusus termasuk pemantauan elektrokardiogram, defibrilasi, dan pemberian obat dengan infus terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perawat jantung bekerja dalam lingkungan yang berbeda, termasuk coronary care units (CCU), kateterisasi jantung, intensive care units (ICU), ruang operasi, pusat rehabilitasi jantung, penelitian klinis, bangsal bedah jantung, unit perawatan intensif kardiovaskular (CVICU), dan jantung bangsal medis.&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;&lt;h4 class=&quot;post-title entry-title&quot; itemprop=&quot;name&quot; style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #fff9ee; color: #222222; font-family: Georgia, Utopia, &amp;quot;Palatino Linotype&amp;quot;, Palatino, serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; margin: 0.75em 0px 0px; orphans: 2; position: relative; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-thickness: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://nanda-nurse.blogspot.com/2019/03/nursing-intervention-non.html&quot; style=&quot;color: #993300; text-decoration: none;&quot;&gt;Nursing Intervention (Non-Pharmacological) to Reduce Chest Pain in Patient with Heart Failure&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4 class=&quot;post-title entry-title&quot; itemprop=&quot;name&quot; style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #fff9ee; color: #222222; font-family: Georgia, Utopia, &amp;quot;Palatino Linotype&amp;quot;, Palatino, serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; margin: 0.75em 0px 0px; orphans: 2; position: relative; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-thickness: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://nanda-nurse.blogspot.com/2019/04/nursing-interventions-for-acute-pain-in.html&quot; style=&quot;color: #993300; text-decoration: none;&quot;&gt;Nursing Interventions for Acute Pain in Patients with STEMI&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4 class=&quot;post-title entry-title&quot; itemprop=&quot;name&quot; style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #fff9ee; color: #222222; font-family: Georgia, Utopia, &amp;quot;Palatino Linotype&amp;quot;, Palatino, serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; margin: 0.75em 0px 0px; orphans: 2; position: relative; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-thickness: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h2 class=&quot;post-title entry-title&quot; itemprop=&quot;name&quot; style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; border: 0px none; color: #ee3322; font-family: &amp;quot;Fjalla One&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; margin: 0px 0px 0.6em; padding: 0px; position: relative; text-align: left; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-thickness: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; vertical-align: baseline; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://nurse-books.blogspot.com/2013/10/nursing-care-plan-for-heart-arrhythmia.html&quot; style=&quot;border: 0px none; color: #ee3322; font-family: inherit; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-language-override: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-decoration: none; transition: all 0.25s ease 0s; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Nursing Care Plan for Heart Arrhythmia&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 class=&quot;post-title entry-title&quot; itemprop=&quot;name&quot; style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; border: 0px none; color: #ee3322; font-family: &amp;quot;Fjalla One&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; margin: 0px 0px 0.6em; padding: 0px; position: relative; text-align: left; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-thickness: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; vertical-align: baseline; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://nurse-books.blogspot.com/2013/10/emergency-medical-care-plan-for.html&quot; style=&quot;border: 0px none; color: #ee3322; font-family: inherit; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-language-override: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-decoration: none; transition: all 0.25s ease 0s; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Emergency Medical Care Plan for Congestive Heart Failure&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h4 class=&quot;post-title entry-title&quot; itemprop=&quot;name&quot; style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #fff9ee; color: #222222; font-family: Georgia, Utopia, &amp;quot;Palatino Linotype&amp;quot;, Palatino, serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; margin: 0.75em 0px 0px; orphans: 2; position: relative; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-thickness: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h2 class=&quot;post-title entry-title&quot; itemprop=&quot;name&quot; style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; border: 0px none; color: #ee3322; font-family: &amp;quot;Fjalla One&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; margin: 0px 0px 0.6em; padding: 0px; position: relative; text-align: left; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-thickness: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; vertical-align: baseline; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://nurse-books.blogspot.com/2014/12/ncp-4-nursing-diagnosis-for-endocarditis.html&quot; style=&quot;border: 0px none; color: #ee3322; font-family: inherit; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-language-override: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-decoration: none; transition: all 0.25s ease 0s; vertical-align: baseline;&quot;&gt;NCP - 4 Nursing Diagnosis for Endocarditis&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 class=&quot;post-title entry-title&quot; itemprop=&quot;name&quot; style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; border: 0px none; color: #ee3322; font-family: &amp;quot;Fjalla One&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; margin: 0px 0px 0.6em; padding: 0px; position: relative; text-align: left; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-thickness: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; vertical-align: baseline; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://nurse-books.blogspot.com/2016/02/pathophysiology-of-chest-pain.html&quot; style=&quot;border: 0px none; color: #ee3322; font-family: inherit; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-language-override: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-decoration: none; transition: all 0.25s ease 0s; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Pathophysiology of Chest Pain - Myocardial Ischemia&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 class=&quot;post-title entry-title&quot; itemprop=&quot;name&quot; style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; border: 0px none; color: #ee3322; font-family: &amp;quot;Fjalla One&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; margin: 0px 0px 0.6em; padding: 0px; position: relative; text-align: left; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-thickness: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; vertical-align: baseline; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://nurse-books.blogspot.com/2014/12/ncp-6-nursing-diagnosis-for-pericarditis.html&quot; style=&quot;border: 0px none; color: #ee3322; font-family: inherit; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-language-override: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-decoration: none; transition: all 0.25s ease 0s; vertical-align: baseline;&quot;&gt;NCP - 6 Nursing Diagnosis for Pericarditis&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h4 class=&quot;post-title entry-title&quot; itemprop=&quot;name&quot; style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #fff9ee; color: #222222; font: 24px Georgia, Utopia, &amp;quot;Palatino Linotype&amp;quot;, Palatino, serif; letter-spacing: normal; margin: 0.75em 0px 0px; orphans: 2; position: relative; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-thickness: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt; &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/15139352519931149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/15139352519931149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2015/01/keperawatan-jantung.html' title='Keperawatan Jantung'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA8wiMa87uya2XoysRUR6S31nWZxaw5XYdst84PFKdEY8w8x5sp6_N1O32eQW5gVZgotu6pf_XusDMks3G8ZQiD7ZaQthdHcQ6OwJKXw5XTH6krgdssJCGDHEAVvra7jkic3fyrklvXg0/s72-c/Keperawatan+Jantung.jpeg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-5972236927995950704</id><published>2015-01-13T01:03:00.001+07:00</published><updated>2015-01-13T01:03:25.090+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Daftar Spesialisasi Keperawatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keperawatan"/><title type='text'>Daftar Spesialisasi Keperawatan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
Berikut ini &lt;b&gt;Daftar Spesialisasi Keperawatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjItDPPtOySnTRtd7cqBhiJFy1WwwG2AyLvMzEemtpqB7fTXNyQMHdi35bLCzxV736zEdc8AGWw67C1vEe-u4vmZUyTeb-N0GBDtvI1fULljtgBjaU5xYzfsggtkqzmh9PgDlzEx-KuR_4/s1600/Daftar+Spesialisasi+Keperawatan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjItDPPtOySnTRtd7cqBhiJFy1WwwG2AyLvMzEemtpqB7fTXNyQMHdi35bLCzxV736zEdc8AGWw67C1vEe-u4vmZUyTeb-N0GBDtvI1fULljtgBjaU5xYzfsggtkqzmh9PgDlzEx-KuR_4/s1600/Daftar+Spesialisasi+Keperawatan.jpg&quot; height=&quot;160&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ambulatory care nursing&lt;br /&gt;
Advanced practice nursing&lt;br /&gt;
Burn nursing&lt;br /&gt;
Camp nursing&lt;br /&gt;
Cardiac nursing&lt;br /&gt;
Cardiac catheter laboratory nursing&lt;br /&gt;
Dental nursing&lt;br /&gt;
Medical case management&lt;br /&gt;
Community health nursing&lt;br /&gt;
Correctional nursing&lt;br /&gt;
Critical care nursing&lt;br /&gt;
Emergency and trauma nursing&lt;br /&gt;
Environmental health nursing&lt;br /&gt;
Faith community nursing&lt;br /&gt;
Flight nursing&lt;br /&gt;
Forensic nursing&lt;br /&gt;
Gastroenterology nursing&lt;br /&gt;
Genetics nursing&lt;br /&gt;
Geriatric nursing&lt;br /&gt;
Health visiting&lt;br /&gt;
Holistic nursing&lt;br /&gt;
Home health nursing&lt;br /&gt;
Hospice and palliative care nursing&lt;br /&gt;
Hyperbaric nursing&lt;br /&gt;
Immunology and allergy nursing&lt;br /&gt;
Intellectual disability nursing&lt;br /&gt;
Intravenous therapy nursing&lt;br /&gt;
Infection control nursing&lt;br /&gt;
Infectious disease nursing&lt;br /&gt;
Legal nursing&lt;br /&gt;
Learning disability nursing&lt;br /&gt;
Maternal-child nursing&lt;br /&gt;
Medical-surgical nursing&lt;br /&gt;
Mental health or psychiatric nursing&lt;br /&gt;
Military and uniformed services nursing&lt;br /&gt;
Neonatal nursing&lt;br /&gt;
Neurosurgical nursing&lt;br /&gt;
Nursing informatics&lt;br /&gt;
Nursing management&lt;br /&gt;
Nursing research&lt;br /&gt;
Nurse midwifery&lt;br /&gt;
Obstetrical nursing&lt;br /&gt;
Occupational health nursing&lt;br /&gt;
Oncology nursing&lt;br /&gt;
Orthopaedic nursing&lt;br /&gt;
Ostomy nursing&lt;br /&gt;
Pediatric nursing&lt;br /&gt;
Perianesthesia nursing&lt;br /&gt;
Perioperative nursing&lt;br /&gt;
Private duty nursing&lt;br /&gt;
Psychiatric or mental health nursing&lt;br /&gt;
Public health nursing&lt;br /&gt;
Pulmonary nursing&lt;br /&gt;
Quality improvement&lt;br /&gt;
Radiology nursing&lt;br /&gt;
Rehabilitation nursing&lt;br /&gt;
Renal nursing&lt;br /&gt;
School nursing&lt;br /&gt;
Space nursing&lt;br /&gt;
Sub-acute nursing&lt;br /&gt;
Substance abuse nursing&lt;br /&gt;
Surgical nursing&lt;br /&gt;
Telenursing&lt;br /&gt;
Telephone triage nursing&lt;br /&gt;
Transplantation nursing&lt;br /&gt;
Travel nursing&lt;br /&gt;
Urology nursing&lt;br /&gt;
Utilization management&lt;br /&gt;
Wound care&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;i&gt;http://en.wikipedia.org&lt;/i&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/5972236927995950704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/5972236927995950704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2015/01/daftar-spesialisasi-keperawatan.html' title='Daftar Spesialisasi Keperawatan'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjItDPPtOySnTRtd7cqBhiJFy1WwwG2AyLvMzEemtpqB7fTXNyQMHdi35bLCzxV736zEdc8AGWw67C1vEe-u4vmZUyTeb-N0GBDtvI1fULljtgBjaU5xYzfsggtkqzmh9PgDlzEx-KuR_4/s72-c/Daftar+Spesialisasi+Keperawatan.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-6069068647525586001</id><published>2015-01-07T22:27:00.000+07:00</published><updated>2015-01-07T22:27:09.644+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Askep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Askep CHF"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Congestive Heart Failure"/><title type='text'>Askep CHF Congestive Heart Failure</title><content type='html'>&lt;b&gt;Asuhan Keperawatan Congestive Heart Failure&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Definisi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Gagal jantung Kongsetif adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap oksigen dan nutrient dikarenakan adanya kelainan fungsi jantung yang berakibat jantung gagal memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian tekanan pengisian ventrikel kiri (Smeltzer &amp;amp; Bare, 2001).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gagal jantung kongestif (CHF) adalah suatu keadaan patofisiologis berupa kelainan fungsi jantung sehingga jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan/ kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian volume diastolik secara abnormal (Mansjoer dan Triyanti, 2007).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gagal jantung sering disebut dengan gagal jantung kongestif adalah ketidakmampuan jantung untuk memompakan darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi. Istilah gagal jantung kongestif sering digunakan kalau terjadi gagal jantung sisi kiri dan kanan ( Brunner &amp;amp; Suddarth, 2002).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie_OUvx8gkc1Z37Ms1afwZOTC49ylCtJOyAsmXTNRPQPm641IAuqoba48fl8qKnQNkT5zGAC_sdf0FuVlEdEkIt-FsuvKVQrpAk708PmY4sdRXMZueed8NPAUm_7Cxzw7x5nbZeUF2mAo/s1600/Nursing+Care+Plan+for+Congestive+Heart+Failure.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie_OUvx8gkc1Z37Ms1afwZOTC49ylCtJOyAsmXTNRPQPm641IAuqoba48fl8qKnQNkT5zGAC_sdf0FuVlEdEkIt-FsuvKVQrpAk708PmY4sdRXMZueed8NPAUm_7Cxzw7x5nbZeUF2mAo/s1600/Nursing+Care+Plan+for+Congestive+Heart+Failure.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Klasifikasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
New York Heart Association (NYHA) membuat klasifikasi fungsional dalam 4 kelas: (Mansjoer dan Triyanti, 2007)&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;kelas 1     Bila pasien dapat melakukan aktifitas berat tampa keluhan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kelas 2     Bila pasien tidak dapat melakukan aktifitas lebih berat dari aktivitas sehari-hari tanpa keluhan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kelas 3     Bila pasien tidak dapat melakukan aktifitas sehari-hari tanpa keluhan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kelas 4     Bila pasien sama sekali tidak dapat melakukan aktifitas apapun dan harus tirah baring.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Etiologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gagal jantung kongestif dapat disebabkan oleh :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kelainan otot jantung : Gagal jantung sering terjadi pada penderita kelainan otot jantung, disebabkan menurunnya kontraktilitas jantung.  Kondisi yang mendasari penyebab kelainan fungsi otot mencakup ateriosklerosis koroner, hipertensi arterial, dan penyakit degeneratif atau inflamasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aterosklerosis koroner mengakibatkan disfungsi miokardium karena terganggunya aliran darah ke otot jantung.  Terjadi hipoksia dan asidosis (akibat penumpukan asam laktat).  Infark miokardium (kematian sel jantung) biasanya mendahului terjadinya gagal jantung.  Peradangan dan penyakit miokardium degeneratif, berhubungan dengan gagal jantung karena kondisi yang secara langsung merusak serabut jantung, menyebabkan kontraktilitas menurun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hipertensi sistemik atau pulmonal ( peningkatan afterload ) meningkatkan  beban kerja jantung dan pada gilirannya  mngakibatkan  hipertrofi serabut otot jantung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peradangan dan penyakit   myocardium  degeneratif, berhubungan dengan  gagal jantung  karena kondisi  ini secara langsung  merusak serabut jantung, menyebabkan kontraktilitas menurun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyakit jantung lain : Gagal jantung dapat terjadi sebagai akibat penyakit jantung yang sebenarnya, yang secara langsung mempengaruhi jantung.  Mekanisme biasanya terlibat mencakup gangguan aliran darah yang masuk jantung (stenosis katup semiluner), ketidakmampuan jantung untuk mengisi darah (tamponade, perikardium, perikarditif konstriktif, atau stenosis AV), peningkatan mendadak afterload.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Faktor sistemik : Terdapat sejumlah besar faktor yang berperan dalam perkembangan dan beratnya gagal jantung.  Meningkatnya laju metabolisme(mis : demam, tirotoksikosis ), hipoksia dan anemia memerlukan peningkatan curah jantung untuk memenuhi kebutuhan oksigen sistemik.  Hipoksia dan anemia juga dapat menurunkan suplai oksigen ke jantung.  Asidosis respiratorik atau metabolik dan abnormalita elekttronik dapat menurunkan kontraktilitas jantung.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Manifestasi klinik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Peningkatan volume intravaskular.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kongesti jaringan akibat tekanan arteri dan vena yang meningkat akibat turunnya curah jantung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Edema pulmonal akibat peningkatan tekanan vena pulmonalis yang menyebabkan cairan mengalir dari kapiler paru ke alveoli; dimanifestasikan dengan batuk dan nafas pendek.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Edema perifer umum dan penambahan berat badan akibat peningkatan tekanan vena sistemik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pusing, kekacauan mental (confusion), keletihan, intoleransi jantung terhadap latihan dan suhu panas, ekstremitas dingin, dan oliguria akibat perfusi darah dari jantung ke jaringan dan organ yang rendah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekresi aldosteron, retensi natrium dan cairan, serta peningkatan volume intravaskuler akibat tekanan perfusi ginjal yang menurun (pelepasan renin ginjal). Sumber: Niken Jayanthi (2010)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Patofisiologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jantung yang normal dapat berespon terhadap peningkatan kebutuhan metabolisme dengan menggunakan mekanisme kompensasi yang bervariasi untuk mempertahankan kardiak output, yaitu meliputi :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Respon system saraf simpatis terhadap barroreseptor atau kemoreseptor&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengencangan dan pelebaran otot jantung untuk menyesuaikan terhadap peningkatan volume&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Vaskontriksi arterirenal dan aktivasi system rennin angiotensin&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Respon terhadap serum sodium dan regulasi ADH dan reabsorbsi terhadap cairan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Kegagalan mekanisme kompensasi dapat dipercepat oleh adanya volume darah sirkulasi yang dipompakan untuk melawan peningkatan resistensi vaskuler oleh pengencangan jantung. Kecepatan jantung memperpendek waktu pengisian ventrikel dari arteri coronaria. Menurunnya COP dan menyebabkan oksigenasi yang tidak adekuat ke miokardium. Peningkatan dinding akibat dilatasi menyebabkan peningkatan tuntutan oksigen dan pembesaran jantung (hipertrophi) terutama pada jantung iskemik atau kerusakan yang menyebabkan kegagalan mekanisme pemompaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penatalaksanaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Terapi Non Farmakologis&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Istirahat untuk mengurangi beban kerja jantung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Oksigenasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dukungan diit : pembatasan natrium untuk mencegah, mengontrol atau menghilangkan oedema.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;i&gt;Terapi Farmakologis :&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Glikosida jantung. Digitalis, meningkatkan kekuatan kontraksi otot jantung dan memperlambat frekuensi jantung. Efek yang dihasillkan : peningkatan curah jantung, penurunan tekanan vena dan volume darah dan peningkatan diurisi dan mengurangi oedema.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terapi diuretic, diberikan untuk memacu ekskresi natrium dan air melalui ginjal. Penggunaan harus hati-hati karena efek samping hiponatremia dan hipokalemia&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terapi vasodilator, obat-obat fasoaktif digunakan untuk mengurangi impadasi tekanan terhadap penyemburan darah oleh ventrikel. Obat ini memperbaiki pengosongan ventrikel dan peningkatan kapasitas vena sehingga tekanan pengisian ventrikel kiri dapat diturunkan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Proses keperawatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengkajian Primer&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Airways&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sumbatan atau penumpukan sekret&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wheezing atau krekles&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
2. Breathing&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sesak dengan aktifitas ringan atau istirahat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;RR lebih dari 24 kali/menit, irama ireguler dangkal&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ronchi, krekles&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ekspansi dada tidak penuh&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggunaan otot bantu nafas&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
3. Circulation&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Nadi lemah , tidak teratur&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Takikardi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;TD meningkat / menurun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Edema&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gelisah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Akral dingin&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kulit pucat, sianosis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Output urine menurun&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengkajian Sekunder&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Riwayat Keperawatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.        Keluhan&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Dada terasa berat (seperti memakai baju ketat).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Palpitasi atau berdebar-debar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Paroxysmal Nocturnal Dyspnea (PND) atau orthopnea, sesak nafas saat beraktivitas, batuk (hemoptoe), tidur harus pakai bantal lebih dari dua buah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak nafsu makan, mual, dan muntah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Letargi (kelesuan) atau fatigue (kelelahan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Insomnia&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kaki bengkak dan berat badan bertambah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jumlah urine menurun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Serangan timbul mendadak/ sering kambuh.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
2.        Riwayat penyakit: hipertensi renal, angina, infark miokard kronis, diabetes melitus, bedah jantung, dan disritmia.&lt;br /&gt;
3.        Riwayat diet: intake gula, garam, lemak, kafein, cairan, alkohol.&lt;br /&gt;
4.        Riwayat pengobatan: toleransi obat, obat-obat penekan fungsi jantung, steroid, jumlah cairan per-IV, alergi terhadap obat tertentu.&lt;br /&gt;
5.        Pola eliminasi orine: oliguria, nokturia.&lt;br /&gt;
6.        Merokok: perokok, cara/ jumlah batang per hari, jangka waktu&lt;br /&gt;
7.        Postur, kegelisahan, kecemasan&lt;br /&gt;
8.        Faktor predisposisi dan presipitasi: obesitas, asma, atau COPD yang merupakan faktor pencetus peningkatan kerja jantung dan mempercepat perkembangan CHF.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pemeriksaan Fisik&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
1.        Evaluasi status jantung: berat badan, tinggi badan, kelemahan, toleransi aktivitas, nadi perifer, displace lateral PMI/ iktus kordis, tekanan darah, mean arterial presure, bunyi jantung, denyut jantung, pulsus alternans, Gallop’s, murmur.&lt;br /&gt;
2.        Respirasi: dispnea, orthopnea, suara nafas tambahan (ronkhi, rales, wheezing)&lt;br /&gt;
3.        Tampak pulsasi vena jugularis, JVP &amp;gt; 3 cmH2O, hepatojugular refluks&lt;br /&gt;
4.        Evaluasi faktor stress: menilai insomnia, gugup atau rasa cemas/ takut yang kronis&lt;br /&gt;
5.        Palpasi abdomen: hepatomegali, splenomegali, asites&lt;br /&gt;
6.        Konjungtiva pucat, sklera ikterik&lt;br /&gt;
7.        Capilary Refill Time (CRT)&amp;nbsp; 2 detik, suhu akral dingin, diaforesis, warna kulit pucat, dan pitting edema.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Diagnosa Keperawatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Penurunan perfusi jaringan b.d menurunnya curah jantung, hipoksemia jaringan, asidosis dan kemungkinan thrombus atau emboli, kemungkinan dibuktikan oleh:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Daerah perifer dingin, Nyeri dada&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;EKG elevasi segmen ST dan Q patologis pada lead tertentu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;RR lebih dari 24 kali per menit, Nadi lebih dari 100 X/menit&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kapiler refill lebih dari 3 detik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gambaran foto toraks terdapat pembesaran jantung dan kongestif paru&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;HR lebih dari 100X/menit, TD lebih dari 120/80 mmHg, AGD dengan : pa O2 kurang dari 80 mmHg, pa CO2 lebih dari 45 mmHg dan saturasi 80 mmHg.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terjadi peningkatan enzim jantung yaitu CK, AST, LDL/HDL&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Tujuan :&lt;br /&gt;
Gangguan perfusi jaringan berkurang atau tidak meluas selama dilakukan tindakan perawatan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kriteria hasil :&lt;br /&gt;
Daerah perifer hangat, tidak sianosis,gambaran EKG tak menunjukkan perluasan infark, RR 16-24 X/mnt, clubbing finger (-), kapiler refill 3-5 detik, nadi 60-100X/mnt, TD 120/80 mmHg.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intervensi :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Monitor frekuensi dan irama jantung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Observasi perubahan status mental&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Observasi warna dan suhu kulit/membran mukosa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ukur haluaran urin dan catat berat jenisnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kolaborasi : berikan cairan IV sesuai indikasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pantau pemeriksaan diagnostik dan lab. Missal EKG, elektrolit, GDA (pa O2, pa CO2 dan saturasi O2), dan pemeriksaan oksigen&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
2. Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d penumpukan sekret&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan :&lt;br /&gt;
Jalan nafas efektif  setelah dilakukan tindakan keperawatan selama di RS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kriteria hasil :&lt;br /&gt;
Tidak sesak nafas, RR normal (16-24 X/menit) , tidak ada secret, suara nafas normal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intervensi :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Catat frekuensi &amp;amp; kedalaman pernafasan, penggunaan otot Bantu pernafasan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Auskultasi paru untuk mengetahui penurunan/tidak adanya bunyi nafas dan adanya bunyi tambahan missal krakles, ronchi, dll&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lakukan tindakan untuk memperbaiki/mempertahankan jalan nafas misal batuk, penghisapan lendir, dll&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tinggikan kepala / mpat tidur sesuai kebutuhan / toleransi pasien&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kaji toleransi aktifitas misal keluhan kelemahan/kelelahan selama kerja&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
3. Pola nafas tidak efektif b.d penurunan volume paru, hepatomegali, 
splenomegali, kemungkinan dibuktikan oleh : perubahan kedalaman dan 
kecepatan pernafasan, gangguan pengembangan dada, GDA tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan :&lt;br /&gt;
Pola
 nafas efektif setelah dilakukan tindakan keperawatab selama di RS, RR 
normal, tidak ada bunyi nafas tambahan dan penggunaan otot Bantu 
pernafasan dan GDA normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intervensi :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Monitor kedalaman pernafasan, frekuensi dan kespansi dada&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Catat upaya pernafasan termasuk penggunaan otot Bantu nafas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Auskultasi bunyi nafas dan catat bila ada bunyi nafas tambahan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tinggikan kepala dan Bantu untuk mencapai posisi yang senyaman mungkin.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kolaborasi pemberian oksigen dan pemeriksaan GDA.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
4. Resiko tinggi terhadap kelebihan volume cairan ekstravaskuler b.d penurunan perfusi ginjal, peningkatan natrium / retensi air, peningkatan tekanan hidrostatik atau penurunan protein plasma ( menyerap cairan dalam area interstisial / jaringan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan :&lt;br /&gt;
Keseimbangan volume cairan dapat dipertahankan selama dilakukan tindakan keperawatan selama di rawat di RS&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kriteria hasil :&lt;br /&gt;
Mempertahankan keseimbangan cairan seperti dibuktikan oleh tekanan darah dalam batas normal, tidak ada distensi vena perifer/vena dan oedema dependen, paru bersih dan BB ideal (BB ideal = TB – 100 ± 10%)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intervensi :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ukur masukan/haluaran, catat penurunan, pengeluaran, sifat konsentrasi, hitung keseimbangan cairan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Observasi adanya oedema dependen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Timbang BB tiap hari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pertahankan masukan cairan 2000 ml/24 jam dalam toleransi kardiovaskuler&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kolaborasi : pemberian diit rendah natrium, berikan diuretic&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kaji JVP setelah terapi diuretic&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pantau CVP dan tekanan darah&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;5. Intoleransi aktifitas b.d ketidakseimbangan antar suplai oksigen miokard dan kebutuhan, adanya iskemik / nekrotik jaringan miokard, kemungkinan dibuktikan oleh : gangguan frekuensi jantung, tekanan darah dalam katifitas, terjadinya disritmia dan kelemahan umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan :&lt;br /&gt;
Terjadi peningkatan toleransi pada klien setelah dilaksanakan tindakan keperawatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kriteria hasil :&lt;br /&gt;
Frekuensi jantung 60-100 X/mnt, TD 120/80 mmHg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intervensi :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Catat frekuensi jantung, irama dan perubahan TD selama dan sesudah aktifitas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tingkatkan istirahat (ditempat tidur)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Batasi aktifitas pada dasar nyeri dan berikan aktifitas sensori yang tidak berat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jelaskan pola peningkatan bertahap dari tingkat aktifitas, contoh bangun dari kursi bila tidak ada nyeri, ambulasi dan istirahat selama 1 jam setelah makan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.      Doengoes, Marilyn C, Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien, Edisi 3 Jakarta: EGC, 1999&lt;br /&gt;
2.      Hudak, Gallo, Keperawatan Kritis: Pendekatan Holistik, Edisi IV, Jakarta, EGC: 1997&lt;br /&gt;
3.Price, Sylvia, Patofisiologi: Konsep Klinis Proses – Proses Penyakit, Edisi 4, Jakarta: EGC, 1999&lt;br /&gt;
4.Smeltzer, Bare, Buku Ajar keperawatan Medical Bedah, Bruner &amp;amp; Suddart, Edisi 8, Jakarta, EGC, 2001</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/6069068647525586001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/6069068647525586001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2015/01/askep-chf-congestive-heart-failure.html' title='Askep CHF Congestive Heart Failure'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie_OUvx8gkc1Z37Ms1afwZOTC49ylCtJOyAsmXTNRPQPm641IAuqoba48fl8qKnQNkT5zGAC_sdf0FuVlEdEkIt-FsuvKVQrpAk708PmY4sdRXMZueed8NPAUm_7Cxzw7x5nbZeUF2mAo/s72-c/Nursing+Care+Plan+for+Congestive+Heart+Failure.jpeg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-8627715526677147264</id><published>2015-01-07T00:23:00.002+07:00</published><updated>2015-01-07T00:23:48.443+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diabetes Gestasional"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patofisiologi dan Pathway"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patofisiologi Diabetes Gestasional"/><title type='text'>Patofisiologi Diabetes Gestasional</title><content type='html'>&lt;b&gt;Diabetes Gestasional&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mekanisme yang tepat yang mendasari diabetes gestational masih belum diketahui. Ciri dari GDM Adalah peningkatan resistensi insulin. Hormon kehamilan dan faktor-faktor lain yang diduga mengganggu aksi insulin karena berikatan dengan reseptor insulin. Gangguan mungkin terjadi pada tingkat jalur sinyal sel balik reseptor insulin. Karena insulin mempromosikan masuknya glukosa ke dalam sel yang paling, resistensi insulin mencegah glukosa memasuki sel dengan baik. Akibatnya, glukosa tetap dalam aliran darah, di mana kadar glukosa meningkat. Lebih banyak insulin dibutuhkan untuk mengatasi hambatan ini ; sekitar 1,5-2,5 kali lebih banyak insulin yang diproduksi dari dalam kehamilan normal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEmf0uTOQGYQ9YCM8gJJkiUSHxrU8Ov9hEo44XdKrPwEdnPKEhGW30FeJyKQuHa2tpqnNQR0O_CtGC0ngHqG1Xfb1nYxFcC6LggZK8ImPPAH9rYyl5YWQYxiW58uBSsHkMgUYDQwPRiSo/s1600/Patofisiologi+Diabetes+Gestasional.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEmf0uTOQGYQ9YCM8gJJkiUSHxrU8Ov9hEo44XdKrPwEdnPKEhGW30FeJyKQuHa2tpqnNQR0O_CtGC0ngHqG1Xfb1nYxFcC6LggZK8ImPPAH9rYyl5YWQYxiW58uBSsHkMgUYDQwPRiSo/s1600/Patofisiologi+Diabetes+Gestasional.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Resistensi insulin adalah fenomena biasa muncul pada trimester kedua kehamilan, yang dalam kasus GDM berlangsung sesudahnya untuk tingkat yang terlihat pada orang yang tidak hamil dengan diabetes tipe 2. Diperkirakan untuk mengamankan pasokan glukosa untuk pertumbuhan janin. Wanita dengan GDM memiliki resistensi insulin bahwa mereka tidak dapat mengimbangi dengan peningkatan produksi di - sel β pankreas. Hormon plasenta , dan pada tingkat lebih rendah meningkat timbunan lemak selama kehamilan, tampaknya memediasi resistensi insulin selama kehamilan. Kortisol dan progesteron adalah penyebab utama, tapi laktogen plasenta manusia, prolaktin dan estradiol berkontribusi juga. Analisis regresi bertahap multivariat menunjukkan bahwa, dalam kombinasi dengan hormon lain plasenta, leptin, tumor necrosis factor alpha, dan resistin terlibat dalam penurunan resistensi insulin yang terjadi selama kehamilan, dengan tumor necrosis factor alpha disebut sebagai prediktor independen terkuat dari sensitivitas insulin pada kehamilan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak jelas mengapa beberapa wanita tidak dapat menyeimbangkan kebutuhan insulin dan mengembangkan GDM ; Namun, sejumlah penjelasan telah diberikan, mirip dengan yang di diabetes tipe 2 : autoimunitas, mutasi gen tunggal, obesitas, bersama dengan mekanisme lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena glukosa perjalanan melintasi plasenta (melalui difusi difasilitasi oleh GLUT1 carrier), yang terletak di sinsitiotrofoblas pada kedua microvillus dan membran basal, membran ini dapat menjadi langkah tingkat-membatasi dalam transportasi glukosa plasenta. Ada dua sampai tiga kali lipat peningkatan dalam ekspresi transporter glukosa sinsitiotrofoblas dengan memajukan kehamilan. Akhirnya, peran transportasi GLUT3 / GLUT4 masih bersifat spekulatif. Jika tidak diobati diabetes gestasional janin terkena kadar glukosa secara konsisten lebih tinggi, hal ini menyebabkan peningkatan kadar insulin janin (insulin sendiri tidak dapat melewati plasenta). Efek pertumbuhan merangsang insulin dapat menyebabkan pertumbuhan yang berlebihan dan tubuh besar (makrosomia). Setelah lahir, lingkungan glukosa yang tinggi menghilang, meninggalkan bayi yang baru lahir ini dengan produksi insulin tinggi yang berkelanjutan dan kerentanan terhadap kadar glukosa darah rendah (hipoglikemia).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/8627715526677147264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/8627715526677147264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2015/01/patofisiologi-diabetes-gestasional.html' title='Patofisiologi Diabetes Gestasional'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEmf0uTOQGYQ9YCM8gJJkiUSHxrU8Ov9hEo44XdKrPwEdnPKEhGW30FeJyKQuHa2tpqnNQR0O_CtGC0ngHqG1Xfb1nYxFcC6LggZK8ImPPAH9rYyl5YWQYxiW58uBSsHkMgUYDQwPRiSo/s72-c/Patofisiologi+Diabetes+Gestasional.jpeg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-185057386599921630</id><published>2015-01-06T11:14:00.001+07:00</published><updated>2015-01-06T11:14:19.433+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diabetes Melitus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patofisiologi dan Pathway"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patofisiologi dan Pathway Diabetes Melitus (DM)"/><title type='text'>Patofisiologi dan Pathway Diabetes Melitus (DM)</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Patofisiologi Diabetes Melitus (DM) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Patofisiologi  Diabetes tipe I. Pada diabetes tipe satu terdapat ketidakmampuan untuk menghasilkan insulin karena sel-sel beta pankreas telah dihancurkan oleh proses autoimun. Hiperglikemi puasa terjadi akibat produkasi glukosa yang tidak terukur oleh hati. Di samping itu glukosa yang berasal dari makanan tidak dapat disimpan dalam hati meskipun tetap berada dalam darah dan menimbulkan hiperglikemia posprandial (sesudah makan).&lt;br /&gt;
Jika konsentrasi glukosa dalam darah cukup tinggi maka ginjal tidak dapat menyerap kembali semua glukosa yang tersaring keluar, akibatnya glukosa tersebut muncul dalam urin (glukosuria). Ketika glukosa yang berlebihan di ekskresikan ke dalam urin, ekskresi ini akan disertai pengeluaran cairan dan elektrolit yang berlebihan. Keadaan ini dinamakan diuresis osmotik. Sebagai akibat dari kehilangan cairan berlebihan, pasien akan mengalami peningkatan dalam berkemih (poliuria) dan rasa haus (polidipsia).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Defisiensi insulin juga akan menggangu metabolisme protein dan lemak yang menyebabkan penurunan berat badan. Pasien dapat mengalami peningkatan selera makan  (polifagia), akibat menurunnya simpanan kalori. Gejala lainnya mencakup kelelahan dan kelemahan. Dalam keadaan normal insulin mengendalikan glikogenolisis (pemecahan glukosa yang disimpan) dan glukoneogenesis (pembentukan glukosa baru dari dari asam-asam amino dan substansi lain), namun pada penderita defisiensi insulin, proses ini akan terjadi tanpa hambatan dan lebih lanjut akan turut menimbulkan hiperglikemia. Disamping itu akan terjadi pemecahan lemak yang mengakibatkan peningkatan produksi badan keton yang merupakan produk samping pemecahan lemak. Badan keton merupakan asam yang menggangu keseimbangan asam basa tubuh apabila jumlahnya berlebihan. Ketoasidosis yang diakibatkannya dapat menyebabkan tanda-tanda dan gejala seperti nyeri abdomen, mual, muntah, hiperventilasi, nafas berbau aseton dan bila tidak ditangani akan menimbulkan perubahan kesadaran, koma bahkan kematian. Pemberian insulin bersama cairan dan elektrolit sesuai kebutuhan akan memperbaiki dengan cepat kelainan metabolik tersebut dan mengatasi gejala hiperglikemi serta ketoasidosis. Diet dan latihan disertai pemantauan kadar gula darah yang sering merupakan komponen terapi yang penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diabetes tipe II. Pada diabetes tipe II terdapat dua masalah utama yang berhubungan dengan insulin yaitu resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Normalnya insulin akan terikat dengan reseptor khusus pada permukaan sel. Sebagai akibat terikatnya insulin dengan resptor tersebut, terjadi suatu rangkaian reaksi dalam metabolisme glukosa di dalam sel. Resistensi insulin pada diabetes tipe II disertai dengan penurunan reaksi intrasel ini. Dengan demikian insulin menjadi tidak efektif untuk menstimulasi pengambilan glukosa oleh jaringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengatasi resistensi insulin dan untuk mencegah terbentuknya glukosa dalam darah, harus terdapat peningkatan jumlah insulin yang disekresikan. Pada penderita toleransi glukosa terganggu, keadaan ini terjadi akibat sekresi insulin yang berlebihan dan kadar glukosa akan dipertahankan pada tingkat yang normal atau sedikit meningkat. Namun demikian, jika sel-sel beta tidak mampu mengimbangi peningkatan kebutuhan akan insulin, maka kadar glukosa akan meningkat dan terjadi diabetes tipe II. Meskipun terjadi gangguan sekresi insulin yang merupakan ciri khas DM tipe II, namun masih terdapat insulin dengan jumlah yang adekuat untuk mencegah pemecahan lemak dan produksi badan keton yang menyertainya. Karena itu ketoasidosis diabetik tidak terjadi pada diabetes tipe II. Meskipun demikian, diabetes tipe II yang tidak terkontrol dapat menimbulkan masalah akut lainnya yang dinamakan sindrom hiperglikemik hiperosmoler nonketoik (HHNK).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diabetes tipe II paling sering terjadi pada penderita diabetes yang berusia lebih dari 30 tahun dan obesitas. Akibat intoleransi glukosa yang berlangsung lambat (selama bertahun-tahun) dan progresif, maka awitan diabetes tipe II dapat berjalan tanpa terdeteksi. Jika gejalanya dialami pasien, gejala tersebut sering bersifat ringan dan dapat mencakup kelelahan, iritabilitas, poliuria, polidipsi, luka pada kulit yang lama sembuh-sembuh, infeksi vagina atau pandangan yang kabur (jika kadra glukosanya sangat tinggi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pathway Diabetes Melitus (DM)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgM9LeKTvSzV3MwJReKDsIDAYxae1sfXkIFeKekJOzMJrRD72_reAjqSur0uQhEUybBCrw0OWaQ9RmVD1DwVGDrTS47E-QNPH_mPwejk48uCMicFUGX0nwnRzrRqps7kYUiW3XZd2DkdFs/s1600/Patofisiologi+dan+Pathway+Diabetes+Melitus+(DM).jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Patofisiologi dan Pathway Diabetes Melitus (DM)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgM9LeKTvSzV3MwJReKDsIDAYxae1sfXkIFeKekJOzMJrRD72_reAjqSur0uQhEUybBCrw0OWaQ9RmVD1DwVGDrTS47E-QNPH_mPwejk48uCMicFUGX0nwnRzrRqps7kYUiW3XZd2DkdFs/s1600/Patofisiologi+dan+Pathway+Diabetes+Melitus+(DM).jpg&quot; height=&quot;400&quot; width=&quot;393&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/185057386599921630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/185057386599921630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2015/01/patofisiologi-dan-pathway-diabetes.html' title='Patofisiologi dan Pathway Diabetes Melitus (DM)'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgM9LeKTvSzV3MwJReKDsIDAYxae1sfXkIFeKekJOzMJrRD72_reAjqSur0uQhEUybBCrw0OWaQ9RmVD1DwVGDrTS47E-QNPH_mPwejk48uCMicFUGX0nwnRzrRqps7kYUiW3XZd2DkdFs/s72-c/Patofisiologi+dan+Pathway+Diabetes+Melitus+(DM).jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-1829038976685864165</id><published>2015-01-06T11:09:00.000+07:00</published><updated>2015-01-06T11:09:10.538+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hipertensi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patofisiologi dan Pathway"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patofisiologi dan Pathway Hipertensi"/><title type='text'>Patofisiologi dan Pathway Hipertensi</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Patofisiologi Hipertensi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak dipusat vasomotor, pada medulla diotak. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis, yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ganglia simpatis di toraks dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui system saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskannya noreepineprin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang vasokonstriksi. Individu dengan hipertensi sangat sensitiv terhadap norepinefrin, meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respons rangsang emosi, kelenjar adrenal juga terangsang, mengakibatkan tambahan aktivitas vasokonstriksi. Medulla adrenal mensekresi epinefrin, yang menyebabkan vasokonstriksi. Korteks adrenal mensekresi kortisol dan steroid lainnya, yang dapat memperkuat respons vasokonstriktor pembuluh darah. Vasokonstriksi yang mengakibatkan penurunan aliran ke ginjal, menyebabkan pelepasan rennin. Renin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II, suatu vasokonstriktor kuat, yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh tubulus ginjal, menyebabkan peningkatan volume intra vaskuler. Semua faktor ini cenderung mencetuskan keadaan hipertensi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai pertimbangan gerontologis dimana terjadi perubahan structural dan fungsional pada system pembuluh perifer bertanggungjawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada usia lanjut. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis, hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah, yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah. Konsekuensinya, aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung (volume sekuncup) mengakibatkan penurunan curang jantung dan peningkatan tahanan perifer (Smeltzer, 2001).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada usia lanjut perlu diperhatikan kemungkinan adanya “hipertensi palsu” disebabkan kekakuan arteri brachialis sehingga tidak dikompresi oleh cuff sphygmomanometer (Darmojo, 1999).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurunnya tonus vaskuler merangsang saraf simpatis yang diteruskan ke sel jugularis. Dari sel jugularis ini bisa meningkatkan tekanan darah. Dan apabila diteruskan pada ginjal, maka akan mempengaruhi eksresi pada rennin yang berkaitan dengan Angiotensinogen. Dengan adanya perubahan pada angiotensinogen II berakibat pada terjadinya vasokontriksi pada pembuluh darah, sehingga terjadi kenaikan tekanan darah.Selain itu juga dapat meningkatkan hormone aldosteron yang menyebabkan retensi natrium. Hal tersebut akan berakibat pada peningkatan tekanan darah. Dengan peningkatan tekanan darah maka akan menimbulkan kerusakan pada organ-organ seperti jantung. ( Suyono, Slamet. 1996 ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pathway Hipertensi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5GsKHyA5uaE3MBPbJO28QjtaqhsMOO7mGvVAthaIvaW-rhcvsJYkGXl975GG3m3xhurrIaDpjOR0PTlUVSW4RDOhb4FcBHaOsIOPwuOKDLBwEnClRLAcr-Qih5b8VODax_ihpM3miByo/s1600/Patofisiologi+dan+Pathway+Hipertensi.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Patofisiologi dan Pathway Hipertensi&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5GsKHyA5uaE3MBPbJO28QjtaqhsMOO7mGvVAthaIvaW-rhcvsJYkGXl975GG3m3xhurrIaDpjOR0PTlUVSW4RDOhb4FcBHaOsIOPwuOKDLBwEnClRLAcr-Qih5b8VODax_ihpM3miByo/s1600/Patofisiologi+dan+Pathway+Hipertensi.png&quot; height=&quot;400&quot; width=&quot;335&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/1829038976685864165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/1829038976685864165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2015/01/patofisiologi-dan-pathway-hipertensi.html' title='Patofisiologi dan Pathway Hipertensi'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5GsKHyA5uaE3MBPbJO28QjtaqhsMOO7mGvVAthaIvaW-rhcvsJYkGXl975GG3m3xhurrIaDpjOR0PTlUVSW4RDOhb4FcBHaOsIOPwuOKDLBwEnClRLAcr-Qih5b8VODax_ihpM3miByo/s72-c/Patofisiologi+dan+Pathway+Hipertensi.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-3584594906561992378</id><published>2015-01-01T22:17:00.002+07:00</published><updated>2015-01-01T22:18:45.104+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Low Back Pain"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patofisiologi dan Pathway"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patofisiologi dan Pathway Low Back Pain / Nyeri Punggung Bawah"/><title type='text'>Patofisiologi dan Pathway Low Back Pain / Nyeri Punggung Bawah</title><content type='html'>&lt;b&gt;Low Back Pain / Nyeri Punggung Bawah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang actual maupun potensial. Definisi keperawatan tentang nyeri adalah, apapun yang menyakitkan tubuh yang dikatakan individu/seseorang yang mengalaminya, yang ada kapanpun orang tersebut mengatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Low Back Pain adalah suatu tipe nyeri yang membutuhkan pengobatan medis walaupun sering jika ada trauma secara tiba-tiba dan dapat menjadi kronik pada masalah kehidupan seperti fisik,mental,social dan ekonomi (Barbara).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Low Back Pain adalah nyeri kronik didalam lumbal,biasanya disebabkan oleh terdesaknya para vertebral otot, herniasi dan regenerasi dari nucleus pulposus,osteoartritis dari lumbal sacral pada tulang belakang (Brunner,1999).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebab&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebab low back pain bermacam-macam dan multifaktor. Diantaranya adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.      Kelainan kongenital&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
a)      Spondilolisis dan spondilolistesis&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Pada spondilolisis tampak bahwa sewaktu pembentukan korpus vertebrae itu (in utero) arkus vertebrae tidak bertemu dengan korpus vertebraenya sendiri. Pada spondilolitesis, korpus vertebrae itu sendiri (biasanya L5) tergeser ke depan.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Walaupun kejadian ini terjadi sewaktu bayi masih berada dalam kandungan, namun (oleh karena timbulnya kelainan-kelainan degeneratif) sesudah berumur 35 tahun, barulah timbul keluhan nyeri pinggang. Nyeri ini dapat berkurang atau hilang bila penderita duduk atau tidur dan bertambah parah jika penderita berdiri atau berjalan.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
b)      Spondylosis lumbal&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Penyakit sendi degeneratif yang mengenai vertebra lumbal dan discus intervertebralis, yang menyebabkan nyeri dan kekakuan.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
c)      Spondylitis&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Suatu bentuk degeneratif sendi yang mengenai tulang belakang. Ini merupakan penyakit sistemik yang etiologinya tidak diketahui, terutama mengenai orang muda dan menyebabkan rasa nyeri dan kekakuan sebagai akibat peradangan sendi-sendi dengan osifikasi sendi tulang belakang.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/blockquote&gt;
2.      Trauma dan gangguan mekanis&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Pada orang-orang yang tidak biasa melakukan pekerjaan otot atau sudah lama tidak melakukan kegiatan ini dapat menderita nyeri pinggang bawah yang akut. Adanya fraktur pada salah satu prosesus tranversus pada orang-orang yang melakukan kegiatan olahraga yang terlalu dipaksakan juga dapat menjadi penyebab nyeri pinggang bagian bawah (low back pain). Selain itu pada penderita dengan obesitas mungkin perut yang besar dapat mengganggu keseimbangan statik dan kinetik dari tulang belakang sehingga dapat timbul nyeri pinggang.&lt;/blockquote&gt;
3.      Radang (inflamasi)&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Artritis rematoid dapat melibatkan persendian sinoval pada vertebra. Artritis rematoid merupakan suatu proses yang melibatkan jaringan ikat mesenkimal.&lt;/blockquote&gt;
4.      Tumor (neoplasma)&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Tumor vertebra dan medulla spinalis dapat jinak ataupun ganas. Pada tumor jinak dapat mengenai tulang atau jaringan lunak yang menimbulkan nyeri yang menetap. Sifat nyeri pada tumor ganas lebih hebat daripada tumor jinak.&lt;/blockquote&gt;
5.      Gangguan metabolik&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Osteoporosis akibat gangguan metabolik yang merupakan penyebab banyak keluhan nyeri pada pinggang yang dapat disebabkan oleh karena kekurangan protein ataupun oleh gangguan hormonal misalnya menupause.&lt;/blockquote&gt;
6.      Psikis&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Banyak gangguan psikis yang dapat memberikan gejalan low back pain, misalnya ansietas yang dapat menyebabkan tegang otot yang mengakibatkan rasa nyeri, misalnya di kuduk atai di pinggang. Rasa nyeri ini dapat pula kemudian menambah meningkatnya keadaan ansietas dan di ikuti oleh meningkatnya tegang otot dan rasa nyeri. &lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manifestasi Klinis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.    Perubahan dalam gaya berjalan&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Berjalan terasa kaku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak bias memutar punggung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pincang&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
2.    Persyarapan&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ketika dites dengan cahaya dan sentuhan dengan peniti,pasien merasakan sensasi pada kedua anggota badan,tetapi mengalami sensasi yang lebih kuat pada daerah yang tidak dirangsang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak terkontrol Bab dan Bak.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
3.    Nyeri&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Nyeri punggung akut maupun kronis lebih dari dua bulan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nyeri saat berjalan dengan menggunakan tumit&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nyeri otot dalam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nyeri menyebar kebagian bawah belakang kaki&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nyeri panas pada paha bagian belakang atau betis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nyeri pada pertengahan bokong&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nyeri berat pada kaki semakin meningkat&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Patofisiologi Low Back Pain / Nyeri Punggung Bawah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
Struktur spesifik dalam system saraf terlibat dalam mengubah stimulus menjadi sensasi nyeri. Sistem yang terlibat dalam transmisi dan persepsi nyeri disebut sebagai system nosiseptif. Sensitifitas dari komponen system nosiseptif dapat dipengaruhi oleh sejumlah factor dan berbeda diantara individu. Tidak semua orang yang terpajan terhadap stimulus yang sama mengalami intensitas nyeri yang sama. Sensasi sangat nyeri bagi seseorang mungkin hampir tidak terasa bagi orang lain.&lt;br /&gt;
Reseptor nyeri (nosiseptor) adalah ujung saraf bebas dalam kulit yang berespons hanya pada stimulus yang kuat, yang secara potensial merusak, dimana stimuli tersebut sifatnya bisa kimia, mekanik, termal. Reseptor nyeri merupakan jaras multi arah yang kompleks. Serabut saraf ini bercabang sangat dekat dengan asalnya pada kulit dan mengirimkan cabangnya ke pembuluh darah local. Sel-sel mast, folikel rambut dan kelenjar keringat. Stimuli serabut ini mengakibatkan pelepasan histamin dari sel-sel mast dan mengakibatkan vasodilatasi. Serabut kutaneus terletak lebih kearah sentral dari cabang yang lebih jauh dan berhubungan dengan rantai simpatis paravertebra system saraf dan dengan organ internal yang lebih besar. Sejumlah substansi  yang dapat meningkatkan transmisi atau persepsi nyeri meliputi histamin, bradikinin, asetilkolin dan substansi P. Prostaglandin dimana zat tersebut yang dapat meningkatkan efek yang menimbulkan nyeri dari bradikinin. Substansi lain dalam tubuh yang berfungsi sebagai inhibitor terhadap transmisi nyeri adalah endorfin dan enkefalin yang ditemukan dalam konsentrasi yang kuat dalam system saraf pusat.&lt;br /&gt;
Kornu dorsalis dari medulla spinalis merupakan tempat memproses sensori, dimana agar nyeri dapat diserap secara sadar, neuron pada system assenden harus diaktifkan. Aktivasi terjadi sebagai akibat input dari reseptor nyeri yang terletak dalam kulit dan organ internal. Proses nyeri terjadi karena adanya interaksi antara stimulus nyeri dan sensasi  nyeri.&lt;br /&gt;
Patofisiologi Pada sensasi nyeri punggung bawah dalam hal ini kolumna vertebralis dapat dianggap sebagai sebuah batang yang elastik yang tersusun atas banyak unit vertebrae dan unit diskus intervertebrae yang diikat satu sama lain oleh kompleks sendi faset, berbagai ligamen dan otot paravertebralis. Konstruksi punggung yang unik tersebut memungkinkan fleksibilitas sementara disisi lain tetap dapat memberikanperlindungan yang maksimal terhadap sum-sum tulang belakang. Lengkungan tulang belakang akan menyerap goncangan vertical pada saat berlari atau melompat. Batang tubuh membantu menstabilkan tulang belakang. Otot-otot abdominal dan toraks sangat penting ada aktifitas mengangkat beban. Bila tidak pernah dipakai akan melemahkan struktur pendukung ini. Obesitas, masalah postur, masalah struktur dan peregangan berlebihan pendukung tulang belakang dapat berakibat nyeri punggung.&lt;br /&gt;
Diskus intervertebralis akan mengalami perubahan sifat ketika usia bertambah tua. Pada orang muda, diskus terutama tersusun atas fibrokartilago dengan matriks gelatinus. Pada lansia akan menjadi fibrokartilago yang padat dan tak teratur. Degenerasi diskus intervertebra merupakan penyebab nyeri punggung biasa. Diskus lumbal bawah, L4-L5 dan L5-S6, menderita stress paling berat dan perubahan degenerasi terberat. Penonjolan diskus atau kerusakan sendi dapat mengakibatkan penekanan pada akar saraf ketika keluar dari kanalis spinalis, yang mengakibatkan nyeri yang menyebar sepanjang saraf tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pathway Low Back Pain / Nyeri Punggung Bawah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhajiNBgRe2UlZZOOrLOzfmQQRCczaFOuCAMZReRUoeF8AEGG9faAr_zd1xGQgu5d4AJSnb_sqIWpdh5A2Nh6aizQ1N9h_lSY-XojDF0aGTz4FwMJhVeQvD1XobGbRZTem1-AyRtlMe2m8/s1600/Pathway+Low+Back+Pain++Nyeri+Punggung+Bawah.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhajiNBgRe2UlZZOOrLOzfmQQRCczaFOuCAMZReRUoeF8AEGG9faAr_zd1xGQgu5d4AJSnb_sqIWpdh5A2Nh6aizQ1N9h_lSY-XojDF0aGTz4FwMJhVeQvD1XobGbRZTem1-AyRtlMe2m8/s1600/Pathway+Low+Back+Pain++Nyeri+Punggung+Bawah.png&quot; height=&quot;328&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/3584594906561992378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/3584594906561992378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2015/01/patofisiologi-dan-pathway-low-back-pain.html' title='Patofisiologi dan Pathway Low Back Pain / Nyeri Punggung Bawah'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhajiNBgRe2UlZZOOrLOzfmQQRCczaFOuCAMZReRUoeF8AEGG9faAr_zd1xGQgu5d4AJSnb_sqIWpdh5A2Nh6aizQ1N9h_lSY-XojDF0aGTz4FwMJhVeQvD1XobGbRZTem1-AyRtlMe2m8/s72-c/Pathway+Low+Back+Pain++Nyeri+Punggung+Bawah.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-1252532955164217096</id><published>2015-01-01T22:06:00.001+07:00</published><updated>2015-01-01T22:06:27.048+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patofisiologi dan Pathway"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patofisiologi dan Pathway Efusi Pleura"/><title type='text'>Patofisiologi dan Pathway Efusi Pleura</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
Efusi pleura adalah pengumpulan cairan dalam ruang pleura yang terletak diantara permukaan visceral dan parietal, proses penyakit primer jarang terjadi tetapi biasanya merupakan penyakit sekunder terhadap penyakit lain. Secara normal, ruang pleural mengandung sejumlah kecil cairan (5 sampai 15ml) berfungsi sebagai pelumas yang memungkinkan permukaan pleural bergerak tanpa adanya friksi (Smeltzer C Suzanne, 2002). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Patofisiologi Efusi Pleura&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keadaan  normal tidak ada rongga kosong antara pleura parietalis dan pleura vicelaris, karena di antara  pleura tersebut terdapat cairan antara 1 – 20 cc yang  merupakan lapisan tipis serosa dan selalu bergerak teratur.Cairan yang sedikit ini merupakan pelumas antara kedua pleura, sehingga pleura tersebut mudah bergeser satu sama lain. Di ketahui bahwa cairan di produksi oleh pleura parietalis dan selanjutnya di absorbsi tersebut dapat terjadi karena adanya tekanan hidrostatik pada pleura parietalis dan tekanan osmotic koloid  pada pleura viceralis. Cairan kebanyakan diabsorbsi oleh system limfatik dan hanya sebagian kecil diabsorbsi oleh system kapiler pulmonal. Hal yang memudahkan penyerapan cairan yang pada pleura viscelaris adalah terdapatnya banyak mikrovili disekitar sel – sel mesofelial. Jumlah cairan dalam rongga pleura tetap. Karena adanya keseimbangan antara produksi dan absorbsi. Keadan ini bisa terjadi karena adanya tekanan hidrostatik sebesar 9 cm H2o dan tekanan osmotic koloid sebesar 10 cm H2o. Keseimbangan tersebut dapat terganggu oleh beberapa hal, salah satunya adalah infeksi tuberkulosa paru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjadi infeksi tuberkulosa paru, yang pertama basil Mikobakterium tuberkulosa masuk melalui saluran nafas menuju alveoli,terjadilah infeksi primer. Dari infeksi primer ini akan timbul peradangan saluran getah bening menuju hilus (Limfangitis local) dan juga diikuti dengan pembesaran kelenjar getah bening hilus (limphadinitis regional). Peradangan pada saluran getah bening akan mempengaruhi permebilitas membran. Permebilitas membran akan meningkat yang akhirnya dapat menimbulkan akumulasi cairan dalam rongga pleura. Kebanyakan terjadinya effusi  pleura akibat dari tuberkulosa paru melalui focus subpleura yang robek atau melalui aliran getah bening. Sebab lain  dapat juga dari robeknya pengkejuan kearah saluran getah bening yang menuju  rongga pleura, iga  atau columna vetebralis.&lt;br /&gt;
Adapun bentuk  cairan effusi akibat tuberkolusa paru adalah merupakan eksudat, yaitu  berisi protein yang terdapat pada cairan pleura tersebut karena kegagalan aliran protein getah bening. Cairan ini biasanya serous, kadang – kadang bisa juga hemarogik. Dalam setiap ml cairan pleura bias  mengandung leukosit antara 500 – 2000. Mula – mula yang dominan adalah sel – sel polimorfonuklear, tapi kemudian sel limfosit, Cairan effusi sangat sedikit mengandung kuman tubukolusa. Timbulnya cairan effusi bukanlah karena adanya bakteri tubukolosis, tapi karena akibat adanya effusi pleura dapat menimbulkan beberapa perubahan fisik antara lain : Irama pernapasan tidak teratur, frekwensi pernapasan meningkat , pergerakan dada asimetris, dada yanbg lebih cembung, fremitus raba melemah, perkusi redup. Selain hal – hal diatas ada perubahan lain yang ditimbulkan oleh effusi pleura yang diakibatkan infeksi tuberkolosa paru yaitu peningkatan suhu, batuk dan berat badan menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pathway Efusi Pleura&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDn8TfTNfhqi-3A_UiOVtxAXnom1mvN5Xjfi0B8dYXQAoGeK5rCDOMsQ9vEZuHhEVBwqth6zusBfzbnmnjqj_FatFSlR1vZFmBk7J21K1X0TI4xYHZIsCVirAUbRXqt3euIDTkp-39KqI/s1600/Pathway+Efusi+Pleura.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDn8TfTNfhqi-3A_UiOVtxAXnom1mvN5Xjfi0B8dYXQAoGeK5rCDOMsQ9vEZuHhEVBwqth6zusBfzbnmnjqj_FatFSlR1vZFmBk7J21K1X0TI4xYHZIsCVirAUbRXqt3euIDTkp-39KqI/s1600/Pathway+Efusi+Pleura.jpg&quot; height=&quot;400&quot; width=&quot;315&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/1252532955164217096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/1252532955164217096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2015/01/patofisiologi-dan-pathway-efusi-pleura.html' title='Patofisiologi dan Pathway Efusi Pleura'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDn8TfTNfhqi-3A_UiOVtxAXnom1mvN5Xjfi0B8dYXQAoGeK5rCDOMsQ9vEZuHhEVBwqth6zusBfzbnmnjqj_FatFSlR1vZFmBk7J21K1X0TI4xYHZIsCVirAUbRXqt3euIDTkp-39KqI/s72-c/Pathway+Efusi+Pleura.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-6768326273664245551</id><published>2014-12-17T13:02:00.000+07:00</published><updated>2014-12-17T13:02:02.429+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanda dan Gejala"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanda dan Gejala Hipotensi Ortostatik"/><title type='text'>Tanda dan Gejala Hipotensi Ortostatik</title><content type='html'>Hipotensi ortostatik adalah bentuk hipotensi dimana tekanan darah seseorang turun ketika tiba-tiba berdiri atau peregangan. Dalam istilah medis, itu didefinisikan sebagai penurunan tekanan darah sistolik paling sedikit 20 mm Hg atau tekanan darah diastolik minimal 10 mm Hg ketika seseorang mengasumsikan posisi berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala ini disebabkan oleh pooling darah di ekstremitas bawah pada perubahan posisi tubuh. Hal ini sangat umum dan dapat terjadi pada siapa saja sebentar, meskipun lazim khususnya di kalangan orang tua, dan orang-orang dengan tekanan darah rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_fZVMH8i4RkB6ST5QrJ5tbCioQKMMt2E8kiW21I-np6Ts5fASPJ99zRh6bFaRnRdaNg3541e0TjQpy4qT1-cl-d9y3mKGbg2KZk0VzNvvXXVyv40t-Ue-MwV1GqAvu_uVQGLzu2i_7sE/s1600/Orthostatic+Hypotension+-+Causes,+Signs+and+Symptoms.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_fZVMH8i4RkB6ST5QrJ5tbCioQKMMt2E8kiW21I-np6Ts5fASPJ99zRh6bFaRnRdaNg3541e0TjQpy4qT1-cl-d9y3mKGbg2KZk0VzNvvXXVyv40t-Ue-MwV1GqAvu_uVQGLzu2i_7sE/s1600/Orthostatic+Hypotension+-+Causes,+Signs+and+Symptoms.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ketika hipotensi ortostatik hadir, gejala berikut dapat terjadi setelah berdiri tiba-tiba atau peregangan (setelah berdiri):&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pusing.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Euforia atau dysphoria.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Disosiasi tubuh.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Distorsi dalam pendengaran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kepala ringan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mual.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sakit kepala.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penurunan sementara dalam pendengaran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penglihatan kabur atau redup (mungkin ke titik kebutaan sesaat).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kejang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Umum (atau ekstremitas) mati rasa / kesemutan dan pingsan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nyeri gantungan baju (nyeri berpusat di leher dan bahu).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan jarang, kasus-kasus ekstrim, sinkop vasovagal (jenis tertentu pingsan).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Mereka adalah konsekuensi dari tekanan darah yang tidak cukup dan perfusi serebral (suplai darah). Kadang-kadang, mungkin ada perasaan kehangatan di kepala dan bahu selama beberapa detik setelah pusing reda. Penurunan tekanan darah dapat menyebabkan episode vasovagal terjadi.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/6768326273664245551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/6768326273664245551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2014/12/tanda-dan-gejala-hipotensi-ortostatik.html' title='Tanda dan Gejala Hipotensi Ortostatik'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_fZVMH8i4RkB6ST5QrJ5tbCioQKMMt2E8kiW21I-np6Ts5fASPJ99zRh6bFaRnRdaNg3541e0TjQpy4qT1-cl-d9y3mKGbg2KZk0VzNvvXXVyv40t-Ue-MwV1GqAvu_uVQGLzu2i_7sE/s72-c/Orthostatic+Hypotension+-+Causes,+Signs+and+Symptoms.gif" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-7129008217252967379</id><published>2014-12-14T13:00:00.001+07:00</published><updated>2014-12-14T13:00:15.475+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Registered Nurse"/><title type='text'>Registered Nurse</title><content type='html'>A registered nurse (RN) is a nurse who has graduated from a nursing program and has passed a national licensing exam to obtain a nursing license. An RN&#39;s scope of practice is determined by local legislation governing nurses, and usually regulated by a professional body or council.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Registered nurses are employed in a wide variety of professional settings, often specializing in their field of practice. They may be responsible for supervising care delivered by other healthcare workers including enrolled nurses, licensed practical nurses, unlicensed assistive personnel, nursing students, and less-experienced RNs.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Registered nurses must usually meet a minimum practice hours requirement and undertake continuing education in order to maintain their registration. Furthermore, there is often a requirement that an RN remain free from serious criminal convictions.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2Rd7lVJgrfvzm45yS5Ol9x2qKBzISbfUlZycjwZVkCU9VvEIjvr5prlhUOMey5jCOJdPBwT6jCcAlpcNJ1sZ9Ac9bp0rzWFe8WRaZhw1afApxrdSc-c9lGVTsCZQTFr3YMuvWYL4DCRc/s1600/Registered+Nurse.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2Rd7lVJgrfvzm45yS5Ol9x2qKBzISbfUlZycjwZVkCU9VvEIjvr5prlhUOMey5jCOJdPBwT6jCcAlpcNJ1sZ9Ac9bp0rzWFe8WRaZhw1afApxrdSc-c9lGVTsCZQTFr3YMuvWYL4DCRc/s1600/Registered+Nurse.jpg&quot; height=&quot;246&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;History&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
he registration of nurses by nursing councils or boards began in the early twentieth century.[citation needed] New Zealand registered the first nurse in 1901 with the establishment of the Nurses Registration Act. Nurses were required to complete three years of training and pass a state-administered examination. Registration ensured a degree of consistency in the education of new nurses, and the title was usually protected by law. After 1905 in California, for example, it became a misdemeanour to claim to be an RN without a certificate of registration.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Registration acts allowed authorities a degree of control over who was admitted to the profession. Requirements varied by location, but often included a stipulation that the applicant must be &quot;of good moral character&quot; and must not have mental or physical conditions that rendered them unable to practice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
As nursing became more of an international profession, with RNs travelling to find work or improved working conditions and wages, some countries began implementing standardized language tests (notably the International English Language Testing System).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Education&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Canada&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In all Canadian provinces except Quebec, new registered nurses are required to have a Bachelor of Science in Nursing. This is either achieved through a four year university (or collaborative) program or through a bridging program for registered practical nurses or licensed practical nurses. Some universities also offer compressed programs for applicants already holding a bachelor&#39;s degree in another field.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;United States&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In the United States, a registered nurse is a clinician who has completed at least an associate degree in nursing or a hospital-based diploma program. The RN has successfully completed the NCLEX-RN examination for initial licensure. Associate degrees in nursing frequently take three years to complete because of the increased volume of undergraduate coursework related to the profession of nursing. Bachelor of Science in Nursing degrees include more thorough coursework in leadership and community health.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Specialty certification is available through organizations such as the American Nurses Credentialing Center, a subsidiary of the American Nurses Association. After meeting the eligibility requirements and passing the appropriate specialty certification exam, the designation of Registered Nurse – Board Certified (RN-BC) credential is granted.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Source : http://en.wikipedia.org/wiki/Registered_nurse&lt;/i&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/7129008217252967379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/7129008217252967379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2014/12/registered-nurse.html' title='Registered Nurse'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2Rd7lVJgrfvzm45yS5Ol9x2qKBzISbfUlZycjwZVkCU9VvEIjvr5prlhUOMey5jCOJdPBwT6jCcAlpcNJ1sZ9Ac9bp0rzWFe8WRaZhw1afApxrdSc-c9lGVTsCZQTFr3YMuvWYL4DCRc/s72-c/Registered+Nurse.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-4750082431304604987</id><published>2014-12-13T00:29:00.003+07:00</published><updated>2014-12-13T00:29:46.374+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biografi Pelopor Keperawatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biografi Pelopor Keperawatan - Edith Cavell"/><title type='text'>Biografi Pelopor Keperawatan - Edith Cavell</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pelopor Keperawatan - Edith Cavell&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Edith Cavell menghabiskan banyak waktunya membantu mereka yang benar-benar membutuhkannya, dan pada akhirnya dia meninggal untuk melakukan sesuatu yang ia cintai. Hal. Dia lahir di Norfolk, Inggris pada tanggal 4 Desember 1865 dan memasuki profesi keperawatan pada usia 20. Dia memutuskan untuk pindah ke Belgia untuk memulai karir, dan ia diberi judul sipir ke Berkendael Medical Institute yang terletak di Brussels. Dari 1907 sampai Perang dimulai pada tahun 1914, Cavell menghabiskan banyak waktunya modernisasi profesi keperawatan di Belgia. Selama musim panas 1914, Cavell berada di Inggris mengunjungi keluarga ketika perang dimulai. Keluarganya memintanya untuk tinggal tapi ia merasa berkewajiban untuk kembali ke Brussels untuk membantu tentara yang terluka. rumah sakit nya segera menjadi lokasi Palang Merah dan tentara di seluruh dunia, termasuk yang berasal dari Perancis, Inggris, dan Jerman diperlakukan sebagai diperlukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtkSzWfkVV0RO5y1ZTOponx7GiJcNGab1f-vJWojAGbs92Z9GHllGE0BlaoV4DHuKQI_BpgUSCG8Kym2LzOdez9FZLdzz8YetJjn6imKwTKl2lfTRhZzCYicpvWK_uyr7ku98lIHCaxEE/s1600/Biografi+Pelopor+Keperawatan+-+Edith+Cavell.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtkSzWfkVV0RO5y1ZTOponx7GiJcNGab1f-vJWojAGbs92Z9GHllGE0BlaoV4DHuKQI_BpgUSCG8Kym2LzOdez9FZLdzz8YetJjn6imKwTKl2lfTRhZzCYicpvWK_uyr7ku98lIHCaxEE/s1600/Biografi+Pelopor+Keperawatan+-+Edith+Cavell.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Selama waktu ini, poster di seluruh Jerman yang menyatakan bahwa siapa saja yang membantu atau tentara Inggris atau Perancis hidew akan dihukum. Meskipun peringatan publik jelas, Cavell dibantu dalam membantu Sekutu tahanan melarikan diri dan bersembunyi dari Jerman. Setelah pengujian nasibnya, rumah sakit diserang oleh tentara Jerman dan Cavell ditangkap pada tahun 1915. Meskipun memiliki seorang pengacara yang menjelaskan ia bertindak keluar dari kasih sayang untuk membantu orang, Cavell didakwa dengan pengkhianatan dan dihukum mati oleh regu tembak. Pada tanggal 12 Oktober 1915, Cavell dieksekusi. Hari ini ada acara peringatan berbagai layanan, termasuk satu di Trafalgar Square.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/4750082431304604987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/4750082431304604987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2014/12/biografi-pelopor-keperawatan-edith.html' title='Biografi Pelopor Keperawatan - Edith Cavell'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtkSzWfkVV0RO5y1ZTOponx7GiJcNGab1f-vJWojAGbs92Z9GHllGE0BlaoV4DHuKQI_BpgUSCG8Kym2LzOdez9FZLdzz8YetJjn6imKwTKl2lfTRhZzCYicpvWK_uyr7ku98lIHCaxEE/s72-c/Biografi+Pelopor+Keperawatan+-+Edith+Cavell.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-1643619751171338544</id><published>2014-12-13T00:27:00.003+07:00</published><updated>2014-12-13T00:27:35.341+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biografi Pelopor Keperawatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biografi Pelopor Keperawatan - Mary Carson Breckinridge"/><title type='text'>Biografi Pelopor Keperawatan - Mary Carson Breckinridge</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pelopor Keperawatan - Mary Carson Breckinridge&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria Breckinridge, lahir di Kentucky pada 1881, terkenal karena menciptakan Frontier Layanan Perawatan yang dapat pelayanan dan menyediakan perawatan kesehatan untuk orang-orang yang terlalu miskin untuk membelinya atau mereka yang tinggal di lokasi yang sangat terpencil di seluruh wilayah Appalachian di Kentucky. Selama hidupnya, ia juga mampu mendirikan sekolah pertama di Amerika Serikat bahwa perempuan dilatih dan disertifikasi untuk menjadi bidan. Melalui kedua prestasi, dia bisa membantu mengurangi tingkat kematian dari kedua bayi dan ibu hamil dalam waktu ketika bantuan medis untuk hal-hal seperti itu tidak sangat maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhygBmTkHsO1rb4FgKONT9Hhzi1rLrSiM1NWns8qXXscKr29c2NzBNYiem1LRH5ZpJgwsLvSoETgmFWs09g34S6uT2PkLEaw4nPXc3RN52m5sSaO_Vnm8RP4UbmDjzc9erFdmGE2_4_ZfE/s1600/Biografi+Pelopor+Keperawatan+-+Mary+Carson+Breckinridge.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhygBmTkHsO1rb4FgKONT9Hhzi1rLrSiM1NWns8qXXscKr29c2NzBNYiem1LRH5ZpJgwsLvSoETgmFWs09g34S6uT2PkLEaw4nPXc3RN52m5sSaO_Vnm8RP4UbmDjzc9erFdmGE2_4_ZfE/s1600/Biografi+Pelopor+Keperawatan+-+Mary+Carson+Breckinridge.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Breckingridge lulus dari St Luke&#39;s Hospital Pelatihan Sekolah pada tahun 1910. Dia kemudian memiliki dua orang anak, tapi keduanya meninggal sangat muda. Ini benar-benar memotivasi dirinya untuk memperbaiki kesehatan orang lain, terutama bayi dan ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkelana di seluruh, termasuk ke Washington, DC untuk ajudan orang-orang yang sakit dari epidemi influenza pada tahun 1918. Dia juga bergabung dengan Comite Américain Tuangkan les Régions Dévastées de la Perancis dan dalam tahun yang sama memutuskan untuk membuat sebuah program mengunjungi perawat, yang kemudian menjadi sukses besar karena banyak perempuan dilatih sebagai bidan yang tepat dan perawat yang akan melakukan perjalanan untuk memberikan bantuan. Pada tahun 1921 ia kembali ke Kentucky untuk membawa idenya ke AS dan kembali ke sekolah di College Guru dari Columbia University di New York pada 1922. Pada tahun 1923 ia mengamati kota rumahnya dan menemukan bahwa tidak ada dokter bersertifikat atau bidan untuk membantu mempromosikan hidup sehat. Pada tahun 1924 setelah pergi ke Rumah Sakit Inggris untuk Ibu dan Bayi, ia menjadi bidan bersertifikat, dan setahun kemudian menyediakan jasa nya di seluruh Appalachia. Perempuan melalui program-nya akan dikirim ke Inggris untuk menjadi benar dilatih sebagai perawat dan bidan.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/1643619751171338544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/1643619751171338544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2014/12/biografi-pelopor-keperawatan-mary.html' title='Biografi Pelopor Keperawatan - Mary Carson Breckinridge'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhygBmTkHsO1rb4FgKONT9Hhzi1rLrSiM1NWns8qXXscKr29c2NzBNYiem1LRH5ZpJgwsLvSoETgmFWs09g34S6uT2PkLEaw4nPXc3RN52m5sSaO_Vnm8RP4UbmDjzc9erFdmGE2_4_ZfE/s72-c/Biografi+Pelopor+Keperawatan+-+Mary+Carson+Breckinridge.jpeg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-386333086301010891</id><published>2014-12-13T00:23:00.001+07:00</published><updated>2014-12-13T00:23:15.516+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biografi Pelopor Keperawatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biografi Pelopor Keperawatan - Mary Eliza Mahoney"/><title type='text'>Biografi Pelopor Keperawatan - Mary Eliza Mahoney</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pelopor Keperawatan - Mary Eliza Mahoney&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mary Eliza Mahoney (7 Mei 1845 - 4 Januari 1926) adalah orang Afrika Amerika pertama untuk belajar dan bekerja sebagai perawat profesional terlatih di Amerika Serikat, lulus pada tahun 1879.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1908, ia mendirikan National Association of Colored Graduate Nurses (NACGN) dengan Adah B. Thoms. NACGN akhirnya bergabung dengan Amerika Nurses Association (ANA) pada tahun 1951. Dia diperingati oleh dua tahunan Mary Mahoney Award dari ANA untuk kontribusi yang signifikan dalam memajukan kesempatan yang sama dalam keperawatan untuk anggota kelompok minoritas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-ugi5a00lNErebOQi16u-Zk1jZdcsD_PhkdrQyKT4yDhr549FpTZLG8-CIKmxAGaWhvjhQXpilj2TYJo6OczMPE2lmIP5f9GslXMHtG4VZfVwC77Wv9qefRJjyZzVuYohU7vf_0lxx0Q/s1600/Biografi+Pelopor+Keperawatan+-+Mary+Eliza+Mahoney.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-ugi5a00lNErebOQi16u-Zk1jZdcsD_PhkdrQyKT4yDhr549FpTZLG8-CIKmxAGaWhvjhQXpilj2TYJo6OczMPE2lmIP5f9GslXMHtG4VZfVwC77Wv9qefRJjyZzVuYohU7vf_0lxx0Q/s1600/Biografi+Pelopor+Keperawatan+-+Mary+Eliza+Mahoney.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Lahir di Dorchester, Massachusetts, Mary Eliza Mahoney bekerja di Rumah Sakit New England untuk Perempuan dan Anak (sekarang Dimock Community Health Center) selama lima belas tahun sebelum diterima ke sekolah perawat, yang merupakan pertama di Amerika. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah Sakit didirikan oleh dokter perempuan di 1862. Ini dimulai program pelatihan perawat yang pada tahun 1872 dengan empat puluh dua mahasiswa, tetapi hanya empat benar-benar lulus, termasuk Linda Richards, yang lulus sebagai perawat berpendidikan formal pertama di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapatkan diploma keperawatan pada tahun 1905, Mahoney bekerja selama bertahun-tahun sebagai perawat perawatan pribadi, mendapatkan reputasi dibedakan. Dari 1911-1912 ia menjabat sebagai direktur Howard Orphan Asylum untuk anak-anak kulit hitam di Kings Park, Long Island, New York.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1896, Mahoney adalah salah satu anggota asli dari perawat yang didominasi kulit putih Nurses Associated Alumnae of the United States and Canada. Pada tahun 1911 itu menjadi Amerika Nurses Association (ANA). Pada tahun 1908 dia adalah salah satu pendiri dari National Association of Colored Graduate Nurses (NACGN).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pensiun, Mahoney masih peduli dengan kesetaraan perempuan dan pendukung kuat dari hak pilih perempuan (gerakan untuk mendapatkan hak untuk memilih wanita.) Pada tahun 1920, ia merupakan salah satu wanita pertama di Boston untuk mendaftar untuk memilih. Dia meninggal pada tanggal 4 Januari 1926, berusia 80.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/386333086301010891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/386333086301010891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2014/12/biografi-pelopor-keperawatan-mary-eliza.html' title='Biografi Pelopor Keperawatan - Mary Eliza Mahoney'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-ugi5a00lNErebOQi16u-Zk1jZdcsD_PhkdrQyKT4yDhr549FpTZLG8-CIKmxAGaWhvjhQXpilj2TYJo6OczMPE2lmIP5f9GslXMHtG4VZfVwC77Wv9qefRJjyZzVuYohU7vf_0lxx0Q/s72-c/Biografi+Pelopor+Keperawatan+-+Mary+Eliza+Mahoney.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-6012604405178633182</id><published>2014-12-13T00:10:00.001+07:00</published><updated>2014-12-13T00:10:41.521+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biografi Pelopor Keperawatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biografi Pelopor Keperawatan - Florence Nightingale"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Florence Nightingale"/><title type='text'>Biografi Pelopor Keperawatan - Florence Nightingale</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pelopor Keperawatan - Florence Nightingale&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Florence Nightingale lahir di Firenze (Florence), Italia tanggal 12 Mei 1820. Ayah Florence bernama Wiliam Nightingale.  Ibunya Frances (“Fanny”) Nightingale née Smith keturunan ningrat, keluarga Nightingale adalah keluarga terpandang. Semasa kecil Florence Nightingale tinggal di Lea Hurst yaitu sebuah rumah besar dan mewah milik ayahnya.  Saat usia remaja, Florence tidak seperti anak ningrat kebanyakan yang suka bermalas-malasan dan berfoya-foya, Florence lebih banyak beraktivitas diluar rumah membantu warga sekitar yang membutuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyRNQJw_XnYY0KiW5dWBrMQNZYm-V-nwt8Tzdmxg_1CSZWO1hA_ivdsY2SNIT5JsrrWihbBBqF7k95-63Qd_JX8BfRmhts4O9zHbxglGsTxnvIev7pPSyJXd2KFLVeN4b6iIPIW34cK8M/s1600/Biografi+Pelopor+Keperawatan+-+Florence+Nightingale.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyRNQJw_XnYY0KiW5dWBrMQNZYm-V-nwt8Tzdmxg_1CSZWO1hA_ivdsY2SNIT5JsrrWihbBBqF7k95-63Qd_JX8BfRmhts4O9zHbxglGsTxnvIev7pPSyJXd2KFLVeN4b6iIPIW34cK8M/s1600/Biografi+Pelopor+Keperawatan+-+Florence+Nightingale.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tahun 1846 ia mengunjungi Kaiserswerth, Jerman.  Ia mengenal lebih jauh tentang Rumah Sakit Modern Pioner yang dipelopori oleh Pendeta Theodor Fliedner bersama istrinya dan dikelola oleh biarawati Lutheran dari kalangan katolik. Disana Florence terpesona akan pekerjaan sosial keperawatan yang dipraktekan oleh para biarawati, Florence pulang ke Inggris dengan membawa angan-angannya tentang keperawatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Florence ke Kaiserswerth untuk mendapatkan pelatihan bersama biarawati disana, ia belajar disana selama empat bulan, walaupun ditekan oleh keluarganya yang khawatir terjadi implikasi sosial yang timbul karena seorang gadis yang menjadi perawat serta latar belakang RS yang Katolik sementara Florence dari Kristen Protestan. Selain itu, Florence pernah bekerja di rumah sakit untuk orang miskin di Perancis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggal 12 Agustus 1853, Florence kembali ke London dan bekerja sebagai pengawas bagian keperawatan di Institute for the Care of Sick Gentlewomen, sebuah rumah sakit kecil di Upper Harley Street, London. Meletusnya perang di Semenanjung Krimea tahun 1854 yang memakan banyak korban membuat Florence mengajukan surat kepada mentri penerangan inggris saat itu (Sydney Hubert) untuk menjadi sukarelawan, ia merupakan sukarelawan wanita satu-satunya yang mendaftarkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi rumah sakit tersebut saat Florence baru tiba disana sangat mengerikan, semua ruangan penuh sesak dengan prajurit yang terluka dan berates-ratus prajurit bergelimpangan dihalaman tanpa tempat berteduh dan tanpa ada yang merawat. Florence melakukan perubahan-perubahan penting, ia mengatur tempat tidur para penderita diruangan dan untuk penderita diluar ruangan ia mengusahakan setidaknya bernaung dibawah pohon dan ia juga menugaskan mendirikan tenda. Penjagaan dilakukan secara teliti, begitu juga perawatan dilakukan dengan cermat; perban diganti secara berkala, obat diberikan pada waktunya, lantai rumah sakit dipel setiap hari, meja kursi dibersihkan, baju-baju kotor dicuci dengan mengerahkan bantuan tenaga dari penduduk setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Florence Nightingale kembali ke Inggris sebagai pahlawan pada tanggal 7 Agustus 1857. Nightingale memainkan peran utama dalam pendirian Komisi Kerajaan untuk Kesehatan Tentara Inggris, dengan Sidney Herbert menjadi ketua. Di London, ia diundang oleh tokoh-tokoh masyarakat. Mereka mendirikan sebuah badan bernama “Dana Nightingale”, dimana Sidney Herbert menjadi Sekertaris Kehormatan dan Adipati Cambridge menjadi Ketuanya. Badan tersebut berhasil mengumpulkan dana yang besar sekali sejumlah ₤45.000 sebagai rasa terima kasih orang-orang Inggris karena Florence Nightingale berhasil menyelamatkan banyak jiwa dari kematian. Florence menggunakan uang itu untuk membangun sebuah sekolah perawat khusus untuk wanita yang pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1860 Florence menulis buku Catatan tentang Keperawatan (Notes on Nursing) buku setebal 136 halaman ini menjadi buku acuan pada kurikulum di sekolah Florence dan sekolah keperawatan lainnya. Pada tahun 1861 cetakan lanjutan buku ini terbit dengan tambahan bagian tentang perawatan bayi. Pada tahun 1869, Nightingale dan Elizabeth Blackwell mendirikan Universitas Medis Wanita. Pada tahun 1870-an, Linda Richards, “perawat terlatih pertama Amerika“, berkonsultasi dengan Florence Nightingale di Inggris, Linda Richards menjadi pelopor perawat di Amerika Serikat dan Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1883 Florence dianugrahkan medali Palang Merah Kerajaan (The Royal Red Cross) oleh Ratu Victoria. Pada tahun 1907 Florence Nightingale dianugerahi dengan bintang jasa The Order Of Merit dan Florence Nightingale menjadi wanita pertama yang menerima bintang tanda jasa ini. Pada tahun 1908 ia dianugrahkan Honorary Freedom of the City dari kota London. Florence Nightingale meninggal dunia di usia 90 tahun pada tanggal 13 Agustus 1910. Ia dimakamkan di Gereja St. Margaret yang terletak di East Wellow, Hampshire, Inggris</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/6012604405178633182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/6012604405178633182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2014/12/biografi-pelopor-keperawatan-florence.html' title='Biografi Pelopor Keperawatan - Florence Nightingale'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyRNQJw_XnYY0KiW5dWBrMQNZYm-V-nwt8Tzdmxg_1CSZWO1hA_ivdsY2SNIT5JsrrWihbBBqF7k95-63Qd_JX8BfRmhts4O9zHbxglGsTxnvIev7pPSyJXd2KFLVeN4b6iIPIW34cK8M/s72-c/Biografi+Pelopor+Keperawatan+-+Florence+Nightingale.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-2760499051214254842</id><published>2014-12-13T00:01:00.003+07:00</published><updated>2014-12-13T00:01:44.563+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biografi Pelopor Keperawatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biografi Pelopor Keperawatan - Clara Barton"/><title type='text'>Biografi Pelopor Keperawatan - Clara Barton</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pelopor Keperawatan - Clara Barton&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clara Barton dianggap salah satu perawat terbesar. Dia adalah seorang perawat di medan perang, memberikan perawatan kepada prajurit. Clara membentuk Palang Merah Amerika pada tahun 1881.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clara Barton lahir di Massachusetts, pada 25 Desember, 1821. Clara dan empat kakaknya dibesarkan di sebuah peternakan kecil oleh orang tua mereka Sarah Stone dan Stephen Barton. Selama masa kecilnya, ia sangat pemalu. Di sekolah Clara tidak berinteraksi dengan anak-anak lain. Clara membaca banyak buku, berkat kakaknya, Sally. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuF7EGfSos6v3NdwbpMmK-bupqfkuVvRWzCsc1qHFVMp613N84GEpx12wuAVDxUgz-8Sw-zVd9Hy69RL9r2ITk8abY-x6m6FH56KVivsC9P8Ewoc9yRYngFyqE3X-oInqCxA7feBPAN4Q/s1600/Biografi+Pelopor+Keperawatan+-+Clara+Barton.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuF7EGfSos6v3NdwbpMmK-bupqfkuVvRWzCsc1qHFVMp613N84GEpx12wuAVDxUgz-8Sw-zVd9Hy69RL9r2ITk8abY-x6m6FH56KVivsC9P8Ewoc9yRYngFyqE3X-oInqCxA7feBPAN4Q/s1600/Biografi+Pelopor+Keperawatan+-+Clara+Barton.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pada usia tujuh belas, ibu Clara memiliki seorang pria &quot;membaca&quot; kekuatan dan kelemahan Clara. Dia mengatakan Clara terlalu sensitif untuk kebaikan sendiri. Dia juga mengatakan dia akan menjadi guru besar. Keluarga Clara mendesak dia untuk melakukan pengajaran. Jadi dia lakukan. Dia pergi ke Clinton Liberal Institute untuk belajar bagaimana untuk menjadi seorang guru yang lebih baik. Siswa Clara menyukainya dan belajar banyak, karena dia memperlakukan mereka dengan hormat dan bergabung dengan mereka dalam berbagai kegiatan. Kemudian, setelah melihat sekelompok anak laki-laki melakukan apa-apa di trotoar, Clara membuka sekolah di mana semua orang, kaya atau miskin, bisa hadir. Bertahun-tahun kemudian, ia pergi ke pemerintah AS dan bekerja di Patent Office in Washington, DC.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ketika perang saudara dimulai pada tahun 1861, Clara melihat foto-foto mantan murid-muridnya, yang sekarang tentara. Dia merasa bahwa dia harus membantu. Dia berusaha sangat keras untuk mendapatkan izin untuk memberikan pertolongan pertama di medan perang, dan akhirnya, ia melakukannya. Tapi itu hanya untuk berkemah, di mana tidak ada pertempuran. Suatu hari ia melanggar izin itu. Dia mulai bekerja di medan perang segera .Clara tidak mendukung perbudakan. Di medan perang, ia akan memberikan perawatan kepada semua prajurit, Union atau Konfederasi. Dia memasak makanan dan memberikan perawatan cedera. Pendidikan keperawatan tidak sangat formal pada waktu itu dan Clara tidak menghadiri sekolah perawat. Jadi dia memberikan otodidak perawatan. Dia dijuluki &quot;The Angel of the Battlefield.&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika perang usai, Clara ke Eropa karena dia sakit. Dokternya telah mendesak dia untuk pergi karena Eropa tidak akan tahu dan dia bisa berhenti bekerja. Tapi dokter itu salah. Ketika Clara sampai di sana, banyak orang tahu tentang dia dan mengunjunginya. Suatu hari ia bertemu dengan Dr. Louis Appia dan Henri Dunant yang telah mendirikan Palang Merah Internasional, yang membantu orang-orang yang terluka dalam perang. Appia berbicara dengan Clara tentang Palang Merah dan pekerjaannya. Dia tinggal dan bekerja untuk Palang Merah selama perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Clara kembali ke Amerika, ia mencoba meyakinkan Presiden Rutherford Hayes, Sekretaris Negara dan Kongres untuk AS bergabung dengan Palang Merah Internasional. Tapi bulan berlalu dan Kongres belum menandatangani perjanjian untuk bergabung dengan Palang Merah Internasional, sehingga Clara mendirikan Palang Merah Amerika, dan menjadi Presiden pertama. Dia ingin Palang Merah Amerika untuk membantu para korban bencana alam, bukan hanya perang, dan dia kemudian membujuk Palang Merah Internasional untuk melakukannya juga. Clara memimpin Palang Merah Amerika dari tahun 1881 sampai 1904. Palang Merah memiliki gudang penuh persediaan makanan, air, dan perawatan kesehatan. Pada tahun 1905, Clara membentuk Perhimpunan Pertolongan Pertama Nasional untuk mengajar orang bagaimana memberikan pertolongan pertama dan menyelamatkan nyawa bahkan ketika petugas kesehatan tidak ada. Pada tanggal 12 April 1912, Clara Barton meninggal di rumahnya di Glen Echo, Maryland.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya pikir Clara adalah orang yang berani dan rela berkorban. Dia terus-menerus bekerja dan dia mencapai banyak hal, meskipun itu sulit maka bagi perempuan untuk bekerja di luar rumah. Clara Barton adalah inspirasi bagi banyak orang. Dia adalah seorang pemimpin yang mengajarkan masyarakat Amerika yang kita dapat membantu orang-orang yang terjebak dalam bencana. Dia menemukan cara-cara baru untuk memecahkan masalah kesehatan besar dan menyelamatkan banyak nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi : truthaboutnursing.org</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/2760499051214254842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/2760499051214254842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2014/12/biografi-pelopor-keperawatan-clara.html' title='Biografi Pelopor Keperawatan - Clara Barton'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuF7EGfSos6v3NdwbpMmK-bupqfkuVvRWzCsc1qHFVMp613N84GEpx12wuAVDxUgz-8Sw-zVd9Hy69RL9r2ITk8abY-x6m6FH56KVivsC9P8Ewoc9yRYngFyqE3X-oInqCxA7feBPAN4Q/s72-c/Biografi+Pelopor+Keperawatan+-+Clara+Barton.gif" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-5237534280129757344</id><published>2014-12-12T22:01:00.000+07:00</published><updated>2014-12-12T22:02:15.797+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="4 Metodologi Dalam Psikologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keperawatan Kesehatan Mental Psikiatri"/><title type='text'>4 Metodologi Dalam Psikologi</title><content type='html'>Beberapa &lt;b&gt;metodologi dalam psikologi&lt;/b&gt;, di antaranya sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Metodologi Eksperimental&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen. Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya. Pada metode eksperimental, maka sifat subjektivitas dari metode introspeksi akan dapat diatasi. Pada metode instrospeksi murni hanya diri peneliti yang menjadi objek. Tetapi pada instrospeksi eksperimental jumlah subjek banyak, yaitu orang - orang yang dieksperimentasi itu. Dengan luasnya atau banyaknya subjek penelitian maka hasil yang didapatkan akan lebih objektif. Metode penelitian umumnya dimulai dengan hipotesis yakni prediksi/peramalan, percabangan dari teori, diuraikan dan dirumuskan sehingga bisa diujicobakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0ZpBZXFMiwupzJVZxVdqCgfNDA02lOMQiFrkKq7TkvqU0L-zBnQnbC6vYjNeiC8ekII3YgWLPwp4ZYB5gb6sHy0FZoSekv2iyngBVYDYb5J8qVecULwbyaJgDO7YaFgZYOu2Po9zLli0/s1600/4+Metodologi+Dalam+Psikologi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0ZpBZXFMiwupzJVZxVdqCgfNDA02lOMQiFrkKq7TkvqU0L-zBnQnbC6vYjNeiC8ekII3YgWLPwp4ZYB5gb6sHy0FZoSekv2iyngBVYDYb5J8qVecULwbyaJgDO7YaFgZYOu2Po9zLli0/s1600/4+Metodologi+Dalam+Psikologi.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;213&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;2. Observasi Ilmiah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pengamatan ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang berada di toko serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya, tingkah laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam bencana alam, dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Sejarah Kehidupan (metode biografi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan, misalnya dari cerita ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya. Dalam metode ini orang menguraikan tentang keadaaan, sikap - sikap ataupun sifat lain mengenai orang yang bersangkutan. Pada metode ini disamping mempunyai keuntungan juga mempunyai kelemahan, yaitu tidak jarang metode ini bersifat subjektif. Sejarah kehidupan dapat disusun melalui 2 cara yaitu: pembuatan buku harian dan rekonstruksi biografi&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt; &lt;b&gt;4. Wawancara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri, pandangan-pandangannya, pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan.Baik angket atau interview keduanya mempunyai persamaan, tetapi berbeda dalam cara penyajiannya. Keuntungan interview dibandingkan dengan angket, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pada interview apabila terdapat hal yang kurang jelas maka dapat diperjelas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;interviwer(penanya) dapat menyesuaikan dengan suasana hati interviwee ( responden yang ditanyai)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terdapat interaksi langsung berupa face to face sehingga diharapkan dapat membina hubungan yang baik saat proses interview dilakukan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi&lt;/i&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/5237534280129757344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/5237534280129757344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2014/12/4-metodologi-dalam-psikologi.html' title='4 Metodologi Dalam Psikologi'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0ZpBZXFMiwupzJVZxVdqCgfNDA02lOMQiFrkKq7TkvqU0L-zBnQnbC6vYjNeiC8ekII3YgWLPwp4ZYB5gb6sHy0FZoSekv2iyngBVYDYb5J8qVecULwbyaJgDO7YaFgZYOu2Po9zLli0/s72-c/4+Metodologi+Dalam+Psikologi.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-8445108440569718461</id><published>2014-12-12T21:50:00.001+07:00</published><updated>2014-12-12T21:51:32.537+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel Kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tes Rorschach / Tes Bercak Tinta Rorschach"/><title type='text'>Tes Rorschach / Tes Bercak Tinta Rorschach</title><content type='html'>Tes Rorschach juga dikenal dengan tes bercak tinta Rorschach, teknik Rorschach, atau tes bercak tinta) adalah tes psikologi yang meminta subjek untuk menulis atau menyebutkan gambar-gambar berupa bercak tinta (inkblot), dan kemudian dianalisis dengan menggunakan interpretasi psikologis, algoritma kompleks, atau keduanya. Beberapa psikolog menggunakan tes ini untuk mengetahui karakter dan emosional seseorang. Tes Rorschach telah digunakan untuk mendeteksi masalah-masalah psikologis seperti gangguan pikiran, terutama dalam kasus ketika pasien enggan menyatakan proses berpikir mereka secara terbuka. Tes ini dinamakan sesuai dengan nama penciptanya, psikolog Swiss Hermann Rorschach.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhexfEMdPThDNEIfS8SpJqWgBSqnqo5Lh9xaGDBYnmW751UC37R09G91rQumC8FJdLxbzOiFXSgf9GyveEE4HffqUPMEcSDvknnR3vt_klIbD3xXUfDjAi0myIjH7XjT_RDj5vFxDbsayw/s1600/Tes+Rorschach+-+Tes+Bercak+Tinta+Rorschach.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhexfEMdPThDNEIfS8SpJqWgBSqnqo5Lh9xaGDBYnmW751UC37R09G91rQumC8FJdLxbzOiFXSgf9GyveEE4HffqUPMEcSDvknnR3vt_klIbD3xXUfDjAi0myIjH7XjT_RDj5vFxDbsayw/s1600/Tes+Rorschach+-+Tes+Bercak+Tinta+Rorschach.jpg&quot; height=&quot;261&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pada tahun 1960an, tes Rorschach adalah tes psikologi yang paling umum digunakan.Di Amerika Serikat, tes Rorschach adalah tes ke-8 yang paling sering digunakan pada pasien di fasilitas kesehatan mental. Tes ini juga menjadi tes yang paling sering digunakan oleh Society for Personality Assessment, dan digunakan oleh psikiater dalam 25% kasus penilaian forensik, biasanya dengan penilaian MMPI-2 dan MCMI-III. Menurut survey, tes Rorschach digunakan oleh sekitar 20% psikolog koreksional, dan 80% psikolog klinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tes ini juga menimbulkan perdebatan di kalangan psikolog, termasuk objektivitas penguji, reliabilitas antar penilai, pemastian, validitas pengujian, bias skala patologi tes terhadap besarnya jumlah respon, dan terbatasnya jumlah kondisi psikologi untuk dianalisa. Di pengadilan, penggunaan tes ini sendiri butuh evaluasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tes_Rorschach&lt;/i&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/8445108440569718461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/8445108440569718461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2014/12/tes-rorschach-tes-bercak-tinta-rorschach.html' title='Tes Rorschach / Tes Bercak Tinta Rorschach'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhexfEMdPThDNEIfS8SpJqWgBSqnqo5Lh9xaGDBYnmW751UC37R09G91rQumC8FJdLxbzOiFXSgf9GyveEE4HffqUPMEcSDvknnR3vt_klIbD3xXUfDjAi0myIjH7XjT_RDj5vFxDbsayw/s72-c/Tes+Rorschach+-+Tes+Bercak+Tinta+Rorschach.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-911802939411382009</id><published>2014-12-12T15:12:00.000+07:00</published><updated>2014-12-12T15:12:02.449+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Askep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Askep Katarak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Katarak"/><title type='text'>Askep Katarak</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Asuhan Keperawatan Katarak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengertian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katarak adalah kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa atau akibat keduanya (Anas 2011, h.54). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katarak adalah  suatu keadaan dimana lensa mata yang biasanya jernih dan bening menjadi keruh (Sidarta 2004, h.125).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Etiologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Fisik (trauma tumpul &amp;amp; tajam)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kimia&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyakit predisposisi seperti DM&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Genetik dan gangguan perkembangan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Infeksi virus di masa pertumbuhan janin&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Usia&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Klasifikasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Allen katarak dibagi dalam dua kelompok :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Development Catarak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembentukan lensa fiber terganggu selama pertumbuhan ( congenital katarak dan juvenile katarak).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Degenarativ Catarak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lensa fiber sudah terbentuk tetapi karena suatu sebab sehingga terjadi degenerasi dan lensa menjadi keruh ( katarak senile ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Patofisiologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara normal lensa berwarna transparan. Hal ini terjadi karena adanya keseimbangan antara protein yang dapat larut dengan protein yang tidak dapat larut dalam membran semipermiabel. Bila terdapat peningkatan jumlah protein yang tidak dapat diserap, maka terjadi penurunan sintesa jumlah protein. Maka jumlah protein dalam lensa berlebihan, sehingga pada lensa terdapat massa yang transparan atau bintik kecil di sekitar lensa dan membentuk suatu kapsul. Terjadinya penumpukan cairan, degenerasi dan disintegrasi pada serabut menyebabkan jalannya cahaya tidak dapat difokuskan pada bintik kuning dengan baik sehingga penglihatan terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Manifestasi Klinis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Rasa silau karena terjadi pembiasan tidak teratur oleh lensa yang keruh.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengeliatan akan berkurang secara perlahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada pupil terdapat bercak putih.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bertambah tebal nukleus dengan perkembangnya lapisan korteks lensa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengelihatan kabur.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rasa nyeri pada mata (Andra 2013 h.65).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pemeriksaan Penunang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Penyinaran samping&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bantuan lampu senter, terlihat kekaburan lensa mata yang putih keabuan dengan dasar hitam. Pada stadium imatur, tampak bayangan iris diatas lensa akibat superfisial lensa masih transparan, iris shadow positif. Pada stadium matur, iris shadow negative, lensa keruh sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Offtalmoskope&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada stadium impisien da imatur tampak kekaburan yang kehitaman dengan latar belakang merah jambu. Pada stadium matur haya didapat warana putih atau kehitaman tanpa latar belakang merah jambu, lensa sudah keruh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penatalaksanaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pada katarak kongenital dapat dilakukan tredektomi optis. Apabila lensa keruh sehingga tidak tampak /dapat dilakukan tredektomi optis pada anak usia kurang dari satu tahun maka dapat dilakukan insisi lensa, untuk anak yang lebih besar dapat dilakukan ekstraksi linier.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Operasi katarak kongenital dilakukan bila refleks tidak tampak dan bila katarak bersifat total. Operasi dapat dilakukan pada usia 2 bulan atau lebih muda bila sudah dapat dilakukan pembiusan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Operasi/pembedahan pada jenis katarak lain:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;ECCE (Ekstra Catarak Capsular Ekstrasi)&lt;br /&gt;
Tindakan pembedahan dengan memecah atau merobek kapsul lensa anterior sehingga massa lensa dan korteks lensa dapat keluar melalui robekan tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;ICCE(Intra Catarak Capsular Ekstraksi)&lt;br /&gt;
Pembedakan dengan mengeluarkan isi lensa bersama kapsul. EKIK tidak boleh dilakukan pada usia kurang dari 40 tahun, karena masih mempunyai ligament hialoedia kapsuler.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCQqDp7FogEeK6C-Nz7rT8vrtkorI7owIGWyQFnx4WCnZgv42CbdfZAUv8hf9mBnExUDuzGABNJSVTPg8_OuCUho31Jt8qLtcWd_G6um1V1rzBGKazhcjqtbrHDtHZ5_tic92pgfoqmpU/s1600/Askep+Katarak+-+ASuhan+Keperawatan+Katarak.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;LP laporan pendahuluan asuhan keperawatan Askep Katarak&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCQqDp7FogEeK6C-Nz7rT8vrtkorI7owIGWyQFnx4WCnZgv42CbdfZAUv8hf9mBnExUDuzGABNJSVTPg8_OuCUho31Jt8qLtcWd_G6um1V1rzBGKazhcjqtbrHDtHZ5_tic92pgfoqmpU/s1600/Askep+Katarak+-+ASuhan+Keperawatan+Katarak.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Asuhan Keperawatan Katarak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengkajian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.      Riwayat&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Riwayat penyakit : trauma mata, penggunaan obat kortikosteroid, penyakit diabetes melitus, hipotiroid, uveitis, glaukoma.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Riwayat keluhan gangguan : stadium katarak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Psikososial : kemampuan aktivitas, gangguan membaca, resiko jatuh, berkendaraan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
2.      Pengkajian umum&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Usia&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gejala penyakit sistemik : diabetes melitus, hipotiroid.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
3.      Pengkajian khusus mata&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Dengan pelebaran pupil, ditemukan gambaran kekeruhan lensa (berkas putih) pada lensa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keluhan terdapat diplopia, pandangan berkabut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penurunan tajam penglihatan (miopia).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bilik mata depan menyempit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanda glaukoma (akibat komplikasi) (Anas 2011, h.61).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dianosa Keperawatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pre operasi      :&lt;br /&gt;
” Cemas berhubunan dengan kurang pengetahuan prosedur operasi katarak”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Intra operasi    :&lt;br /&gt;
” Nyeri berhubungan tindakan operasi”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Pasca operasi  :&lt;br /&gt;
” Resiko tinggi infeksi berhubungan peradangan luka post operasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intervensi :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Cemas berhubunan dengan kurang pengetahuan dan informasi pre operasi katarak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan :&lt;br /&gt;
Cemas berkurang setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 10 menit,&lt;br /&gt;
dengan kriteria hasil:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pasien tenang dan rileks&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat mengunkapkan penyebab kecemasan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pasien mampu menontrol kecemasan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pasien dapat menjelaskan tentang tindakan operasi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Intervensi :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kaji tingkat kecemasanpasien , ukur tanda-tanda fital&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berikan informasi yan dibutuhkan pasien sebelum dilakukan tindakan pembedahan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berikan teknik relaksasi serta suport mental yang melibatkan unsur-usur religi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berikan kesempatan pasien untuk mengungkapkan perasaannya sebelum operasi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Rasional :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kemungkinan peningkatan tekanan darah dan denyut nadi dengan disertai napas dangkal dan tidak teratur menunjukkan manifestasi cemas pada pasien&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Informasi yang adekuat dan peyampaian yang aik akan mengubah persepsi dan pola pikir pasien&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pasien mampu mengontrol tingkat emosi dan kecemasannya, dengan mencoba beberapa teknik napas yang teratur, serta ketenangan jiwa yang berpengaruh terhadap tingkat emosi dan kecemasan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.  Nyeri berhubungan dengan tindakan operasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan :&lt;br /&gt;
Nyeri berkurang setelah dilakukan tindakan keparawatn selama 5 menit dengan kriteria hasil:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pasien menatakan nyeri berkurang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wajah pasien kelihatan relaks&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Intervensi :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Anjurkan untuk menggunakan teknik manajemen relaksasi, guide imageri, visualisasi, dan napas dalam.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Rasional :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan relaksasi dan koping dapat menurunkan TIO ( tekanan intra okuli )&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan peradangan luka operasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan : &lt;br /&gt;
Tidak terjadi infeksi selama dilakukan tindakan keperawatan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intervensi :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Diskusikan pentinnya cuci tangan sebelum menyentuh atau mengoati mata&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tunjukan teknik yang tepat untuk memersihkan mata dari dalam keluar dengan tisu basah/ bola kapas untuk tiap usapan, anti balutan dan masukkan lensa kontak keitika menggunakan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tekankan untuk tidak menyentuh atau menggaruk mata yang dioperasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Observasi/ diskusikan tanda terjadinya infeksi contoh kemerahan, kelopak bekak, drainase purulen.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Rasional :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Menurunkan jumlah bakteri pada tangan, mencegah kontaminasi area operasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Teknik aseptik menurunkan resiko penyebaran bakteri dan kontaminasi silang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mencegah kontaminasi dan kerusakan sisi operasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Infeksi mata terjadi 2-3 hari setelah prosedur dan memerlukan upaya intervensi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/911802939411382009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/911802939411382009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2014/12/askep-katarak.html' title='Askep Katarak'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCQqDp7FogEeK6C-Nz7rT8vrtkorI7owIGWyQFnx4WCnZgv42CbdfZAUv8hf9mBnExUDuzGABNJSVTPg8_OuCUho31Jt8qLtcWd_G6um1V1rzBGKazhcjqtbrHDtHZ5_tic92pgfoqmpU/s72-c/Askep+Katarak+-+ASuhan+Keperawatan+Katarak.jpeg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-9145706967297132240</id><published>2014-12-10T13:30:00.000+07:00</published><updated>2014-12-10T13:30:04.824+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel Kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Daftar 5 Makanan Pengganti Obat Tidur"/><title type='text'>Daftar 5 Makanan Pengganti Obat Tidur</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
Tidur nyenyak buat beberapa orang merupakan kemewahan. Faktanya, tidur merupakan waktu untuk sel dari tubuh termasuk sel otak untuk bisa pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekurangan tidur dapat membuat badan anda lemas, pusing, dan tidak fokus pada pagi harinya, sebagaimana dikutip dari Healthmeup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membuat anda dapat tidur lebih nyenyak, tanpa meminum obat tidur, lebih baik anda memakan makanan berikut ini sebelum beranjak tidur sebagai penggantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCtSHOKYURg39jSgXnJZ0vSqot_pGcqrAFRmeG-CkS3DkBPjuFSoWA-SMskYdJNi2m_5u6xPR3loKLcWsz4MclqhdgCHCAIgwZ2s783pa0jGRJHYfALblY9eEVHBdpZ2WWw8J3mNyLrTk/s1600/Daftar+5+Makanan+Pengganti+Obat+Tidur.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCtSHOKYURg39jSgXnJZ0vSqot_pGcqrAFRmeG-CkS3DkBPjuFSoWA-SMskYdJNi2m_5u6xPR3loKLcWsz4MclqhdgCHCAIgwZ2s783pa0jGRJHYfALblY9eEVHBdpZ2WWw8J3mNyLrTk/s1600/Daftar+5+Makanan+Pengganti+Obat+Tidur.jpeg&quot; height=&quot;156&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
1.Sereal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian baru-baru ini menunjukan bahwa sereal rendah gula dapat juga membantu anda tidur lebih nyenyak. Salah satunya sereal dengan topping yoghurt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi keduanya dapat membantu mengaktifkan serotonin di otak yang bertanggungjawab untuk menstabilkan mood dan menciptakan kualitas tidur yang lebih baik. Ketika tingkat dari serotonin di tubuh sangat tinggi, maka anda akan merasa ngantuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Kacang Almond&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kacang segar, terutama almond, dianggap sebagai &quot;makanan berkhasiat&quot; untuk membantu anda tidur lebih nyenyak. Kandungan magnesium dalam kacang mencegah anda memiliki masalah tidur dan memicu relaksasi otot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kandungan protein di dalamnya juga membantu menstabilkan tingkat gula darah selama tidur. Disarankan untuk memakan almond setidaknya 2 3 jam sebelum tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Telur Rebus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anda bangun dan merasa lapar, anda mungkin memakan makanan tertentu. Pilihan terbaiknya adalah telur rebus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tingginya kandungan protein dalam telur membantu memperbaiki kualitas tidur dan menjaga kesehatan tubuh, sehingga hal itu memberikan anda perlindungan yang lengkap. Meski begitu, jika anda memiliki masalah kolesterol tinggi, disarankan untuk mengkonsumsi putih telurnya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Popcorn&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengandung cukup karbohidrat untuk membantu memastikan asupan yang memadai dari trytophan (asam amino) untuk otak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asam amino ini digunakan untuk menghasilkan serotonin, yang menstimulasi anda untuk tidur. Sehingga, tak ada masalah bila memakan popcorn sebelum tidur, selama tak ada tambahan mentega atau gula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Madu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tambahkan madu ke dalam teh sembari menikmati roti kesukaan anda. Madu dapat memperbaiki kualitas tidur. Kealamian untuk menstimulasi tidur dalam madu bisa menjadi solusi.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/9145706967297132240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/9145706967297132240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2014/12/daftar-5-makanan-pengganti-obat-tidur.html' title='Daftar 5 Makanan Pengganti Obat Tidur'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCtSHOKYURg39jSgXnJZ0vSqot_pGcqrAFRmeG-CkS3DkBPjuFSoWA-SMskYdJNi2m_5u6xPR3loKLcWsz4MclqhdgCHCAIgwZ2s783pa0jGRJHYfALblY9eEVHBdpZ2WWw8J3mNyLrTk/s72-c/Daftar+5+Makanan+Pengganti+Obat+Tidur.jpeg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-2481863568455116380</id><published>2014-12-10T13:21:00.002+07:00</published><updated>2014-12-10T13:21:33.835+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="7 Cara Ampuh Merawat Kesehatan Mata"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel Kesehatan"/><title type='text'>7 Cara Ampuh Merawat Kesehatan Mata</title><content type='html'>&lt;b&gt;Ada 7 cara mudah untuk menjaga kesehatan mata&lt;/b&gt;, pada artikel kali ini kami berikan berbagai tips supaya indera penglihatan kita baik anak maupun dewasa ini tidak terkena penyakit seperti minus, plus ataupun katarak. Mengapa kita harus menjaganya? Tahukah anda menurut World Health Organization (WHO) memperkirakan ada 45 juta penderita kebutaan di planet bumi dan ternyata sepertiganya berada di wiliayah Asia Tenggara, tempat kita tinggal. Di Indonesia diperkirakan ada satu orang menjadi buta tiap menitnya dan di dunia diperkirakan 12 orang menjadi buta setiap menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYatnm0OkoDV_jyMrMohNwPXR6Cpxwe4lJQcoH2gvfi9CMWPuNeWP4yGzZoAPnSVqhKz7R_Uasqcic30fTEKlCUOj629xVEPLeOonzAhdNTFK4J7hrZwZyzltwnPKKwr-fl6yHJ1NiVVA/s1600/7+Cara+Ampuh+Merawat+Kesehatan+Mata.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYatnm0OkoDV_jyMrMohNwPXR6Cpxwe4lJQcoH2gvfi9CMWPuNeWP4yGzZoAPnSVqhKz7R_Uasqcic30fTEKlCUOj629xVEPLeOonzAhdNTFK4J7hrZwZyzltwnPKKwr-fl6yHJ1NiVVA/s1600/7+Cara+Ampuh+Merawat+Kesehatan+Mata.jpg&quot; height=&quot;231&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Ada 7 Tips mudah Merawat Kesehatan Mata&lt;/b&gt; yang bisa dilakukan setiap orang dalam menjaga kesehatan mata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Mengetahui Sejarah Mata dalam Keluarga&lt;br /&gt;
Kemungkinan penyakit mata bisa muncul karena faktor keturunan. Maka daripada itu, mengetahui sejarah mata dalam keluarga anda sendiri adalah hal yang sangat penting. Dengan mengetahuinya, kita sebagai anak dapat mencegah agar penyakit mata turunan dengan mengkonsultasikannya pada dokter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Diet yang Seimbang&lt;br /&gt;
Ternyata diet ada hubungannya dengan kesehatan mata, jadi saat melakukan program diet dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dengan sayuran dan buah-buahan. Selalu pilih makanan yang mengandung vitamin A, C, dan E karena dapat meningkatkan kesehatan mata manusia. Selain itu, memakan ikan salmon juga dapat memberikan efek yang sangat baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. utin Melakukan Pemeriksaan Mata&lt;br /&gt;
Seringkali manusia modern tidak menyadari bahwa stres karena sebuah pekerjaan dapat berdampak ke mata yang tidak sehat. Maka dari itu, perisakanlah mata anda secara rutin agar terhindar dari penyakit yang mungkin menyerang mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Hindari Kebiasaan Hidup Buruk&lt;br /&gt;
Cara ini sebenarnya berlaku untuk menjaga kesehatan seluruh badan yaitu menghindari minumanng ya beralkohol dan menghilangkan kebiasaan merokok. Para ilmuwan mengatakan, merokok dapat membuat mata katarak, degenerasi makula (hilangnya ketajaman penglihatan), serta kerusakan saraf pada mata. Dan terlalu banyak minum alkohol dapat membuat reaksi pupil jadi tidak stabil, pandangan kabur hingga rabun mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Pakai Pelindung Mata&lt;br /&gt;
Kacamata bisa dipakai untuk melindungi mata dari sinar matahari atau debu saat berolahraga atau aktivitas lainnya. Banyak kacamata yang dirancang khusus untuk olahraga tertentu untuk menghindari terjadinya cedera mata. Jadi, hindarilah penggunaan sunglasses hanya karena ingin bergaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Senam Mata&lt;br /&gt;
Bagaimana cara melakukan senamnya? gampang kok. Buka lebar-lebar kedua mata Anda. Lalu , putar bola mata ke atas, bawah, kiri, dan kanan selama dua detik dan tutup mata secara perlahan. Ulangi beberapa kali saat Anda sedang santai. Hal ini dapat mengurangi dampak mata stres karena radiasi sinar matahari atau komputer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Istirahat yang Cukup&lt;br /&gt;
Sama seperti tubuh, mata juga butuh istirahat yang cukup. Menahan diri untuk tidak menonton televisi terlalu lama, atau berjam-jam di depan komputer padahal tidak sedang bekerja. Dengan begitu, mata Anda tidak kelelahan serta mendapatkan istirahat yang cukup.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/2481863568455116380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/2481863568455116380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2014/12/7-cara-ampuh-merawat-kesehatan-mata.html' title='7 Cara Ampuh Merawat Kesehatan Mata'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYatnm0OkoDV_jyMrMohNwPXR6Cpxwe4lJQcoH2gvfi9CMWPuNeWP4yGzZoAPnSVqhKz7R_Uasqcic30fTEKlCUOj629xVEPLeOonzAhdNTFK4J7hrZwZyzltwnPKKwr-fl6yHJ1NiVVA/s72-c/7+Cara+Ampuh+Merawat+Kesehatan+Mata.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-5229720197555989906</id><published>2014-12-10T13:01:00.001+07:00</published><updated>2014-12-10T13:01:53.009+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="How to Become a Home Health Care Nurse"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nursing Articles"/><title type='text'>How to Become a Home Health Care Nurse</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Home Health Care Nursing Information and Overview&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Home health care is allowing the patient and their family to maintain dignity and independence. According to the National Association for Home Care, there are more than 7 million individuals in the United States in need of home health care nurse services because of acute illness, long term health problems, permanent disability or terminal illness.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Home Health Care Basics&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nurses practice in a number of venues: Hospital settings, nursing homes, assisted living centers, and home health care. Home health care nursing is a growing phenomenon as more patients and their families desire to receive care in their homes. The history of home health care stems from Public Health Nursing where public health nurses made home visits to promote health education and provide treatment as part of community outreach programs. Today academic programs train nurses in home care and agencies place home health care nurses with ailing individuals and their families depending on the nurse&#39;s experience and qualifications. In many cases there is a shared relationship between the agency and the academic institution.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Many changes have taken place in the area of home health care. These include Medicare and Medicaid, and Long Term Care insurance reimbursement and documentation. It is important for the nurse and nursing agency to be aware of the many factors involved for these rules and regulations resulting from these organizations. Population and demographic changes are taking place as well. Baby boomers approaching retirement and will present new challenges for the home health care industry. Technology and medical care in hospitals has lead to shorter inpatient stay and more at-home rehabilitation. Increases in medical outpatient procedures are also taking place with follow-up home care. This has resulted in the decrease of mortality rate from these technologies and medical care has lead to increases in morbidity and chronic illness that makes the need for home health care nursing a greater priority.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGAUsAEGX5jgZ8_hX9DVbEOkCE5hqXV6ZXEDiwQzE15fNF6nwRIr__aDReATaVA0BGxgGM6pTAZpr9D_QpbqiEMkgwg09jf7ZMpiWpB7aevchvfgskLjcXzSvxxYKKdUlV3_vmwWkr1-4/s1600/How+to+Become+a+Home+Health+Care+Nurse.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGAUsAEGX5jgZ8_hX9DVbEOkCE5hqXV6ZXEDiwQzE15fNF6nwRIr__aDReATaVA0BGxgGM6pTAZpr9D_QpbqiEMkgwg09jf7ZMpiWpB7aevchvfgskLjcXzSvxxYKKdUlV3_vmwWkr1-4/s1600/How+to+Become+a+Home+Health+Care+Nurse.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Home Health Care Nurse Job Description&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Through an array of skills and experience, home health care nurses specialize in a wide range of treatments; emotional support, education of patients who are recovering from illnesses and injury for young children and adults, to women who have experienced recent childbirth, to the elderly who need palliative care for chronic illness.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A practicing nurse must have the skills to provide care in a unique setting such as someone&#39;s home. The nurse is working with the patient and the family and must understand the communication skills for such dynamics. Rapport is evident in all nursing positions, but working in a patient&#39;s own living space needs a different level of skill and understanding. There is autonomous decision making as the nurse is no longer working as a team with other nurses in a structured environment, but is now as a member of the &quot;family&quot; team. The host family has cultural values that are important and are different for every patient and must be treated with extreme sensitivity. Other skills include critical thinking, coordination, assessment, communication, and documentation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Home health care nurses also specialize in the care of children with disabilities that requires additional skills such as patience and understanding of the needs of the family. Children are living with disabilities today that would have resulted in mortality just twenty years ago. Genetic disorders, congenital physical impairments, and injury are just a few. Many families are familiar with managing the needs of the child, but still need expert care that only a home health care nurse can provide. It is important that a home health care nurse is aware of the expertise of the family about the child&#39;s condition for proper care of the child. There are many complexities involved, but most important, a positive attitude and positive reinforcement is of utmost importance for the development of the child.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Medication coordination between the home health care nurse, doctor, and pharmacist, ensures proper management of the exact science behind giving the patient the correct dose, time of administration, and combinations. Home health care nurses should be familiar with pharmacology and taught in training about different medications used by patients in the clinical setting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Many advanced practicing nurses are familiar with medication regiments. They have completed graduate level programs. Home health care agencies believe that a nurse should have at least one year of clinical experience before entering home health care. Advanced practicing nurses can expedite that training by helping new nurses understand the home health care market and teaching.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Employment and Salary&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
According to the United States Department of Labor, there were 2.4 million nurses in America, the largest healthcare occupation, yet many academic and hospital organizations believe there is a gross shortage in nursing staff. The shortage of nurses was 6% in 2000 and is expected to be 10% in 2010. The average salary for hospital nursing is $53,450 with 3 out of 5 nursing jobs are in the hospital. For home health care, the salary is $49,000. For nursing care facilities, they were the lowest at $48,200.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Training and continuing education&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Most home health care nurses gain their education through accredited nursing schools throughout the country with an associate degree in nursing (ADN), a Bachelor of Science degree in nursing (BSN), or a master&#39;s degree in nursing (MSN). According to the United States Department of Labor, in 2004 there were 674 BSN nursing programs, 846 ADN programs. Also, in 2004, there were 417 master&#39;s degree programs, 93 doctoral programs, and 46 joint BSN-doctoral programs. The associate degree program takes 2 to 3 years to complete, while bachelors degrees take 4 years to complete. Nurses can also earn specialized professional certificates online in Geriatric Care or Life Care Planning.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In addition, for those nurses who choose to pursue advancement into administrative positions or research, consulting, and teaching, a bachelor&#39;s degree is often essential. A bachelor&#39;s degree is also important for becoming a clinical nurse specialist, nurse anesthetists, nurse midwives, and nurse practitioners (U.S. Department of Labor, 2004).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
All home health care nurses have supervised clinical experience during their training, but as stated earlier advanced practicing nurses hold master&#39;s degrees and unlike bachelor and associate degrees, they have a minimum of two years of post clinical experience. Course work includes anatomy, physiology, chemistry, microbiology, nutrition, psychology, and behavioral sciences and liberal arts. Many of these programs have training in nursing homes, public health departments, home health agencies, and ambulatory clinics. (U.S. Dep. of Labor, 2004).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whether a nurse is training in a hospital, nursing facility, or home care, continuing education is necessary. Health care is changing rapidly and staying abreast with the latest developments enhances patient care and health procedures. Universities, continuing education programs, and internet sites, all offer continuing education. One such organization that provides continuing education is the American Nurses Association (ANA) or through the American Nurses Credentialing Center (ANCC).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Conclusion&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
There are many rewards to becoming a home health care nurse. Some rewards include the relationship with a patient and their family, autonomy, independence, and engaging in critical thinking. The 21st Century brings with it many opportunities and challenges. We must meet these challenges head on - there is an aging baby boomer population, a growing morbidity factor due to increased medical technology and patient care, and the growing shortage in nursing care.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Becoming a home health care nurse today is exciting and an opportunity to make a difference one life at a time. With clinical experience and proper education, a home health care nurse will lead the future of medical care.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
By Michael V. Gruber, MPH is a contributing author to My Nursing Degree Online, providing articles and resources for nurses looking for continuing education online. With a Masters of Public Health and two years of medical school, Michael provides a unique perspective on the current nursing shortage crisis on the Nursing Career Blog as well as comprehensive articles about nurse education and advancement.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Find more information about becoming a Home Health Care Nurse [http://nursing.earnmydegree.com/nursingeducation/home-health-care-nurse-education.html] including certification and job openings at My Nursing Degree Online.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Article Source: http://nursing.earnmydegree.com/&lt;/i&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/5229720197555989906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/5229720197555989906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2014/12/how-to-become-home-health-care-nurse.html' title='How to Become a Home Health Care Nurse'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGAUsAEGX5jgZ8_hX9DVbEOkCE5hqXV6ZXEDiwQzE15fNF6nwRIr__aDReATaVA0BGxgGM6pTAZpr9D_QpbqiEMkgwg09jf7ZMpiWpB7aevchvfgskLjcXzSvxxYKKdUlV3_vmwWkr1-4/s72-c/How+to+Become+a+Home+Health+Care+Nurse.jpeg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897108655767517628.post-403246529138612128</id><published>2014-12-10T12:55:00.000+07:00</published><updated>2014-12-10T12:55:17.331+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Latihan Mengenali Nilai Inti Diri Anda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips - Tips Pilihan"/><title type='text'>Latihan Mengenali Nilai Inti Diri Anda</title><content type='html'>&lt;b&gt;Latihan Mengenali Nilai Inti Diri Anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayangkan sebuah bola kristal yang mewakili nilai inti diri anda, dimana setiap kepingan-nya mewakili sifat atau attribut yang dimiliki oleh semua manusia dalam berbagai tahap perkembangannya. Coba kita perhatikan sebuah daftar attribut berikut ini:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kreativitas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fleksibilitas (bisa beradaptasi)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebjiksanaan (ketajaman, kemampuan dalam menilai)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Humor, riang, ceria&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berkarakter (etika, integritas, kejjujuran, keadilan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebaikan, kasih sayang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemurahan hati&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menghormati diri sendiri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menghormati dan menghargai orang lain&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sabar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menerima diri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keterbukaan, keingintahuan, kesadaran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mempercayai diri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebulatan tekad&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Disiplin&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keberanian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kerendahan hati&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Optimisme&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan lain-lain: ____________&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWl02oDqr5ALqnTzUyLJIhE30SpeKh8aQKJ5ll55jkBZ_VJp4BDBnsV-RP-S5_3FSJiUPeYxUUHfu6UGz41zMxqZHS9cWF7ysxjryPnk9gennIt9-iTsVbRWjJ-9VAl3lolmySBiHvetc/s1600/Latihan+Mengenali+Nilai+Inti+Diri+Anda.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWl02oDqr5ALqnTzUyLJIhE30SpeKh8aQKJ5ll55jkBZ_VJp4BDBnsV-RP-S5_3FSJiUPeYxUUHfu6UGz41zMxqZHS9cWF7ysxjryPnk9gennIt9-iTsVbRWjJ-9VAl3lolmySBiHvetc/s1600/Latihan+Mengenali+Nilai+Inti+Diri+Anda.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;262&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ambil selembar kertas, lalu bagi menjadi dua, kemudian tuliskan daftar sifat tersebut dibagian kiri. Pada bagian kanan, buat skala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, berikan rating pada diri anda untuk masing-masing sifat, dimana angka 10 berarti sifat tersebut sudah berkembang semaksimal yang anda bisa, dan 0 berarti sifat tersebut sama sekali belum anda kembangkan dan tidak pernah anda tunjukkan dalam satu tingkatan sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cobalah hanya sekedar memperhatikan level dari sifat-sifat ini tanpa membuat penilaian atau perbanding yang negatif. Ingat, ini bukanlah sebuah kontest untuk mengalahkan orang lain, karena nilai inti semua orang itu sama dan masing-masing mengekspresikannya dengan cara berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, cobalah untuk jujur, jangan menurunkan atau meninggikan rating anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sumber : http://wownita.blogspot.com&lt;/i&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/403246529138612128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897108655767517628/posts/default/403246529138612128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2014/12/latihan-mengenali-nilai-inti-diri-anda.html' title='Latihan Mengenali Nilai Inti Diri Anda'/><author><name>Bapake Adhe &amp;amp; Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04284488757504843291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWl02oDqr5ALqnTzUyLJIhE30SpeKh8aQKJ5ll55jkBZ_VJp4BDBnsV-RP-S5_3FSJiUPeYxUUHfu6UGz41zMxqZHS9cWF7ysxjryPnk9gennIt9-iTsVbRWjJ-9VAl3lolmySBiHvetc/s72-c/Latihan+Mengenali+Nilai+Inti+Diri+Anda.jpg" height="72" width="72"/></entry></feed>