<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;C0IGQ3w9fyp7ImA9WhRRFEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7259404474718982261</id><updated>2011-11-27T16:52:02.267-08:00</updated><category term="tulisan" /><title>PerubahaN</title><subtitle type="html" /><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://ubedsite.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ubedsite.blogspot.com/" /><author><name>Ubaidillah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/_C96tvenwZTw/SuSB_ZLsE2I/AAAAAAAAAd8/po9F50kw3mM/S220/Ubed.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/UuAvV" /><feedburner:info uri="blogspot/uuavv" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;CEUHQX49eCp7ImA9WhRTGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7259404474718982261.post-4220363837837987849</id><published>2011-11-10T19:30:00.001-08:00</published><updated>2011-11-10T19:30:30.060-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-10T19:30:30.060-08:00</app:edited><title>Kang Said: Tidak Benar Rakyat Papua Ingin Merdeka</title><content type="html">Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kamis, 10 Nopember 2011, menerima kedatangan tujuh orang tokoh adat dari Timika, Papua. Dari hasil pembicaraan didapati fakta, konflik yang selama ini terjadi sama sekali tidak memiliki ketersangkutan dengan masalah politik.

"Konflik di Papua sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan politik. Tidak benar kalau mereka ingin merdeka. Ini masalah kesejahteraan, dimana pemerintah harusnya malu mengapa masyarakat Papua tidak sekolah dan terpinggirkan," ungkap Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, seusai pertemuan. Bantahan atas kabar masyarakat Papua ingin merdeka juga disampaikan Kiai Said dari kesediaan PBNU menerima kedatangan mereka. NU diakuinya akan menjembatani masalah Papua, tanpa disertai adanya keinginan melepaskan diri dari NKRI. 

"Begitu mereka datang saya sudah tegaskan, kalau datang untuk minta dukungan mereka merdeka, silahkan kembali pulang. Tapi kalau minta didukung terkait kesenjangan sosial, NU akan membantu," ujarnya.

Untuk mengatasi permasalahan di Papua, Kang Said, demikian Kiai Said masyhur disapa, dengan tegas meminta agar Pemerintah tak segan turun dan langsung melihat kondisi yang sebenarnya. Langkah tersebut, dianggap akan sangat membantu dalam upaya penyelesaian terbaik.

"Bukannya dulu Presiden banyak berjanji untuk konflik di Papua. Sekarang saatnya membuktikan, selesaikan dengan cara terbaik," pungkas Kang Said.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7259404474718982261-4220363837837987849?l=ubedsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/uCvsnvjsI1KnkXXNubCulAOof4w/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/uCvsnvjsI1KnkXXNubCulAOof4w/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/uCvsnvjsI1KnkXXNubCulAOof4w/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/uCvsnvjsI1KnkXXNubCulAOof4w/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/UuAvV/~4/dU9ULKtU8DQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ubedsite.blogspot.com/feeds/4220363837837987849/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7259404474718982261&amp;postID=4220363837837987849&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/4220363837837987849?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/4220363837837987849?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/UuAvV/~3/dU9ULKtU8DQ/kang-said-tidak-benar-rakyat-papua.html" title="Kang Said: Tidak Benar Rakyat Papua Ingin Merdeka" /><author><name>Ubaidillah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/_C96tvenwZTw/SuSB_ZLsE2I/AAAAAAAAAd8/po9F50kw3mM/S220/Ubed.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ubedsite.blogspot.com/2011/11/kang-said-tidak-benar-rakyat-papua.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcCSHk_fyp7ImA9Wx5UE0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7259404474718982261.post-8529318283329053138</id><published>2010-10-18T01:52:00.000-07:00</published><updated>2010-10-18T01:54:29.747-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-18T01:54:29.747-07:00</app:edited><title>Syariah</title><content type="html">&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengenal Asuransi Syariah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;15/06/2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya manusia merupakan keluarga besar kemanusiaan. Untuk dapat meraih kehidupan bersama, manusia harus saling tolong menolong dan saling menanggung antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam hadits Nabi SAW riwayat Imam Muslim digambarkan, adanya saling tolong menolong diantara umat Islam bagaikan satu tubuh; jika ada satu anggota masyarakat yang sakit, maka yang lain ikut merasakannya. Minimal dengan menjenguknya, atau bahkan memberikan bantuan. Tenggang rasa ini minimal dapat mengurangi beban penderitaan orang yang terkena musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menjadi dasar filosofi tegaknya sistem Asuransi Syariah. Semangat bertakaful dalam menghadapi risiko musibah menekankan pada kepentingan bersama atas dasar rasa persaudaraan diantara para peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada berbagai cara bagaimana manusia menangani resiko terjadinya musibah. Cara pertama adalah dengan menanggungnya sendiri (risk retention), yang kedua, mengalihkan risiko ke pihak lain (risk transfer), dan yang ketiga, mengelolanya bersama-sama (risk sharing). Cara yang ketiga inilah filosofi dan dasar dalam asuransi syariah. Jadi, risk sharing inilah sesungguhnya esensi asuransi dalam Islam, di mana di dalamnya diterapkan prinsip-prinsip kerjasama, proteksi dan saling bertanggungjawab (cooperation, protection, mutual responsibility)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman Umum Asuransi Syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk asset dan/atau tabarru’ yang memberikan pola untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (transaksi) yang sesuai dengan syariah, yaitu akad yang tidak mengandung maghrib; maysir (perjudian), gharar (penipuan) dan  riba. Sifat mengutamakan kepertingan pribadi atau dorongan mendapatkan keuntungan semata-mata, dihilangkan seminimal mungkin dalam asuransi syariah. Akan tetapi ada pula yang menjadikan asuransi ajang spekulasi (maysir), yang menjadi asuransi sebagai akad jual beli atau tukar menukar (mu’awadlah) bukan akad saling tolong menolong (ta’awun’).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi di atas juga tampak bahwa akad asuransi syariah tidak pernah dijelaskan secara khusus oleh para imam mazhab fiqh. Sebab pembahasan yang mirip dengan definisi asuransi syariah ini dalam kitab fiqh adalah pembahsan masalah ’aqila, muwalah, tanahud, ’aqd al hirasah, dlaman khathr at thariq,  dan al kafalah. Bentuk-bentuk muamalah di atas (Al-Aqilah, Al-Muwalah, At-Tanahud, dsb)  memiliki kemiripan dengan prinsip-prinsip asuransi, oleh sebagian ulama dianggap sebagai embrio dan acuan operasional asuransi Islam yang dikelola secara profesional. Bedanya, sistem muamalah tersebut didasari atas ’amal tathawwu’ dan tabarru’ yang tidak berorientasi pada profit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sejarah, perkembangan asuransi baru muncul pada abad 13-14 di Itallia, disaat terdapat sebagian orang yang siap menanggung risiko-risiko di laut yang kerap menimpa perahu layar atau penumpangnya dengan imbalan uang tertentu. Lalu setelah tiga abad, munculah asuransi darat. Awalnya dalam bentuk asuransi kebakaran, yaitu selepas terjadinya kebakaran yang cukup besar di London pada tahun 1666 M yang melalap lebih dari 13000 rumah. Kemudian pada abad kedelapan belas sampai pertengahan abad kesembilan belas seiring dengan revolusi industri dan meningkatnya risiko tenaga kerja serta banyaknya alat industri muncul bentuk asuransi lainnya, seperti asuransi seseorang yang mengasuransikan dirinya dari sebuah bahaya yang mungkin menimpa hartanya, seperti juga mengasuransikan mobilnya dari kecelakaan, kematian atau yang lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan secara legalitas keislaman, sistem asuransi syariah baru diakui dan diadopsi oleh ulama dunia pada tahun 1985. Pada tahun ini, Majma al-Fiqh al-Islami mengadopsi dan mengesahkan takaful sebagai sistem asuransi yang sesuai dengan syariah. Artinya, perkembangan takaful lebih didasarkan atas kreasi dan kebutuhan umat muslim ketimbang didorong oleh fatwa. Sistem asuransi diadopsi sebagai sistem saling menolong dan membantu di antara para pesertanya. Meskipun sebenarnya, ulama yang pertama membahas tentang asuransi adalah Ibnu Abidin (1784–1836 M./1252 H.). Ibnu Abidin adalah seorang ulama bermazhab Hanafi, yang mengawali untuk membahas asuransi dalam karyanya yang popular, yaitu Hasyiyah Ibn Abidin, Bab Jihad, Fashl Isti'man Al-Kafir dan kitab Raddu al Muhtar ’Ala ad Dar al Mukhtar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan industri asuransi syariah di negeri ini diawali dengan kelahiran asuransi syariah pertama Indonesia pada 1994. Saat itu, PT Syarikat Takaful Indonesia (STI) berdiri pada 24 Februari 1994 yang dimotori oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) melalui Yayasan Abdi Bangsa, Bank Muamalat Indonesia, PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, Departemen Keuangan RI, serta beberapa pengusaha Muslim Indonesia. Selanjutnya, STI mendirikan dua anak perusahaan. Mereka adalah perusahaan asuransi jiwa syariah bernama PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK) pada 4 Agustus 1994 dan perusahaan asuransi kerugian syariah bernama PT Asuransi Takaful Umum (ATU) pada 2 Juni 1995. Setelah Asuransi Takaful dibuka, berbagai perusahaan asuransi pun menyadari cukup besarnya potensi bisnis asuransi syariah di Indonesia. Selanjutnya, perkembangan asuransi syariah dalam beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan. Saat ini, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah operator asuransi syariah cukup banyak di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI), terdapat 51 pemain asuransi syariah di Indonesia yang telah mendapatkan rekomendasi syariah. Mereka terdiri dari 42 operator asuransi syariah, tiga reasuransi syariah, dan enam broker asuransi dan reasiuransi syariah. Adapun perusahaan asuransi yang benar- benar secara penuh beroperasi secara syariah ada tiga, yakni Asuransi Takaful Umum, Asuransi Takaful Keluarga (jiwa), dan Mubarakah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya perbedaan utama antara asuransi syariah dan konvensional terletak pada tujuan dan landasan operasional. Dari sisi tujuan, asuransi syariah bertujuan saling menolong (ta’awuni) sedangkan dalam asuransi konvensional tujuannya penggantian (tabaduli). Dari aspek landasan operasional, asuransi konvensional melandaskan kepada peraturan perundangan, sementara asuransi syariah melandaskan pada peraturan perundangan dan ketentuan syariah. Dari kedua perbedaan ini muncul perbedaan yang lainnya, mengenai hubungan perusahaan dan nasabah, keuntungan, memperhatikan larangan syariah, dan pengawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemilikan dana pada asuransi syari’ah merupakan hak peserta. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Pada asuransi konvensional, dana yang terkumpul dari nasabah (premi) menjadi milik perusahaan, sehingga perusahaan bebas menentukan alokasi investasinya. Dalam mekanismenya, asuransi syari’ah tidak mengenal dana hangus seperti yang terdapat pada asuransi konvensional. Jika pada masa kontrak peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin mengundurkan diri sebelum masa reversing period, maka dana yang telah disetorkan dapat diambil kembali, kecuali sebagian kecil dana yang telah diniatkan untuk tabarru’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian keuntungan pada asuransi syari’ah dibagi antara perusahaan dengan peserta sesuai prinsip bagi hasil dengan proporsi yang telah ditentukan, sedangkan pada asuransi konvensional seluruh keuntungan menjadi hak milik perusahaan. Pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diambil dari dana tabarru’ (dana kebajikan) seluruh peserta yang sejak awal telah diikhlaskan bahwa ada penyisihan dana yang akan dipakai sebagai dana tolong menolong di antara peserta bila terjadi musibah. Sedangkan pada asuransi konvensional pembayaran klaim diambilkan dari rekening dana perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implementasi akad takafuli dan tabarru’ dalam sistem asuransi syariah direalisasikan dalam bentuk pembagian setoran premi menjadi dua. Untuk produk yang mengandung unsur tabungan (saving), maka premi yang dibayarkan akan dibagi ke dalam rekening dana peserta dan satunya lagi rekening tabarru’. Sedangkan untuk produk yang tidak mengandung unsur tabungan (non saving), setiap premi yang dibayar akan dimasukkan seluruhnya ke dalam rekening tabarru’. Keberadaan rekening tabarru’ menjadi sangat penting untuk menjawab pertanyaan seputar ketidakjelasan (ke-gharar-an) asuransi dari sisi pembayaran klaim. Misalnya, seorang peserta mengambil paket asuransi jiwa dengan masa pertanggungan 10 tahun dengan manfaat 10  juta rupiah. Bila ia ditakdirkan meninggal dunia di tahun ke-empat dan baru sempat membayar sebesar 40 juta maka ahli waris akan menerima sejumlah penuh 10 juta. Pertanyaannya, sisa pembayaran sebesar 60 juta diperoleh dari mana. Disinilah kemudian timbul gharar tadi sehingga diperlukan mekanisme khusus untuk menghapus hal itu, yaitu penyediaan dana khusus untuk pembayaran klaim (yang pada hakekatnya untuk tujuan tolong-menolong) berupa rekening tabarru’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, dana yang terkumpul dari peserta (shahibul maal) akan diinvestasikan oleh pengelola (mudharib/wakil) ke dalam instrumen-instumen investasi yang tidak bertentangan dengan syariat. Apabila dari hasil investasi diperolah keuntungan (profit), maka setelah dikurangi beban-beban asuransi, keuntungan tadi akan dibagi antara shahibul maal (peserta) dan mudharib (pengelola) berdasarkan akad mudlarabah (bagi hasil) dengan rasio (nisbah) yang telah disepakati di muka atau membayar fee kepada wakil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun asuransi akad tijari adalah model mudlarabah atau wakalah. Secara teknis, mudlarabah adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama menyediakan 100% modal sedangkan pihak kedua menjadi pengelola. Di sini terjadi pembagian untung rugi antara  (shahibul maal) dan pihak pengelola/perusahaan asuransi (mudharib). Keuntungan usaha secara mudlarabah dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak, sedangkan apabila rugi ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian tersebut bukan akibat kelalaian pengelola. Seandainya kerugian itu diakibatkan karena kecurangan atau kelalian pengelola, maka pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Kontrak bagi hasil disepakati di depan sehingga bila terjadi keuntungan maka pembagiannya akan mengikuti kontrak bagi hasil tersebut. Misalkan kontrak bagi hasilnya adalah 60:40, dimana peserta mendapatkan 40 persen dari keuntungan sedang perusahaan asuransi mendapat 60 persen dari keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sampai saat ini akad mudlarabah masih mendominasi kontrak-kontrak asuransi syariah, namun beberapa ahli ekonomi Islam mulai memberi “catatan khusus” terhadap jenis akad ini. Penolakan akad mudlarabah difokuskan pada beberapa hal : Definisi profit sharing dalam akad mudharabah adalah “tingkat pengembalian dana hasil investasi” sedangkan dalam prakteknya, yang terjadi bukan “profit sharing” tapi “surplus sharing” dimana yang dibagihasilkan adalah “hasil investasi + modal pokok” yaitu dalam kondisi apabila seluruh dana premi yang terkumpul masih tersisa setelah dikurangi beban asuransi dan biaya operasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam model mudlarabah, seluruh peserta bertanggung jawab terhadap musibah yang dialami peserta lain, termasuk untuk membayar beban-beban asuransi lain (biaya reasuransi, medical expenses, legal fee, dll), sedangkan pengelola (operator) hanya bertanggung jawab terhadap semua pengeluaran yang terkait dengan operasional dan hasil investasi sesuai kapasitasnya dalam akad mudlarabah. Dalam kenyataan di beberapa model mudlarabah, biaya marketing dan komisi bukan merupakan pengeluaran operator tapi dibebankan kepada Takaful fund.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan akad mudlarabah, yaitu akad wakalah, Takaful berfungsi sebagai wakil peserta dimana dalam menjalankan fungsinya (sebagai wakil), Takaful berhak mendapatkan biaya jasa (fee) dalam mengelola keuangan mereka. Dalam konteks yang ideal, Takaful tidak lagi mendapatkan bagi hasil karena seluruh dana beserta hasil investasinya menjadi hak penuh dari peserta. Namun demikian, pihak pengelola berhak mengenakan biaya manajemen atau biaya operasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan keputusan hukum asuransi syariah yang ditetapkan oleh Munas Alim Ulama pada 2006 merupakan pilihan hukum dan model asuransi yang bebas dari perbedaan para ulama fiqh (al huruj minal khilaf mustahabbun) yang mengharamkan dan yang menghalalkan praktik asuransi konvensional. Sebab menurut sebagian pengikut mazhab Hanafi dan Maliki, hukum asuransi konvensional adalah boleh dan halal. Dalil yang digunakan adalah kaidah, bahwa asal segala sesuatu adalah boleh kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Sedangkan akad asuransi tidak ada teks (nash) yang mengharamkan maka berarti hukum asuransi adalah boleh seperti akad muamalah lainnya sepanjang menjadi maslahah dan tradisi (‘urf). Adapun ulama Syafi’iyah dan Hanabilah yang mengharamkan asuransi konvensional berargumentasi dengan dalil, bahwa praktik asuransi disamakan dengan praktik riba. Yaitu membayar uang di zaman tertentu dengan pengembalian yang bertambah pada waktu berikut. Maka praktik ini termasuk riba nasi’ah dan riba al fadl sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HM. Cholil Nafis&lt;br /&gt;Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU&lt;br /&gt;www.nu.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7259404474718982261-8529318283329053138?l=ubedsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GKUvYBWQlP74HfNFRQQ1q9YdcHA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GKUvYBWQlP74HfNFRQQ1q9YdcHA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GKUvYBWQlP74HfNFRQQ1q9YdcHA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GKUvYBWQlP74HfNFRQQ1q9YdcHA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/UuAvV/~4/Wi-2kcEEGps" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ubedsite.blogspot.com/feeds/8529318283329053138/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7259404474718982261&amp;postID=8529318283329053138&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/8529318283329053138?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/8529318283329053138?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/UuAvV/~3/Wi-2kcEEGps/syariah.html" title="Syariah" /><author><name>Ubaidillah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/_C96tvenwZTw/SuSB_ZLsE2I/AAAAAAAAAd8/po9F50kw3mM/S220/Ubed.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ubedsite.blogspot.com/2010/10/syariah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck8CSH08fip7ImA9Wx5UE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7259404474718982261.post-1351488112019995206</id><published>2010-10-17T22:40:00.000-07:00</published><updated>2010-10-17T22:47:49.376-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-17T22:47:49.376-07:00</app:edited><title>Badai Matahari 2012</title><content type="html">&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BERSIAP MENGHADAPI BADAI MATAHARI TAHUN 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: AnneAhira.com &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badai matahari tahun 2012 sungguh membuat heboh warga bumi beberapa tahun terakhir ini. Sejumlah media, dengan mengutip para ahli, meramalkan bahwa pada tahun 2012 akan terjadi peristiwa dahsyat yang disebut badai matahari (solar blast). Pada saat itu akan terjadi semburan energi di permukaan matahari yang besarnya setara dengan seratus juta kali bom hidrogen!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan energi dahsyat itu, menurut sejumlah ahli, akan membuat bumi dilanda badai geomagnetik. Badai geomagnetik tersebut akan menghancurkan pembangkit listrik, merusak sistem komunikasi, membuat pesawat terbang jatuh, merusak pasokan makanan, dan mematikan jaringan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pakar juga mengatakan bahwa matahari bakal mencapai puncak krisis peredarannya pada tahun 2013. Dampak peristiwa itu adalah energi magnetik matahari akan bertambah besar sehingga memicu terjadinya radiasi badai. Akibatnya dahsyat sekali, akan timbul kobaran api di alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pakar tersebut juga mengatakan bahwa kondisi seperti itu terjadi setiap seratus tahun sekali. Pada tahun 1859, kobaran api seperti itu pernah terjadi. Waktu itu, sekitar dua pertiga langit tampak merah membara. Kondisi seperti ini disebut-sebut bakal terjadi lagi dan di beberapa kota besar seperti London, Paris, dan New York akan terjadi badai dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya, diduga akan terjadi kiamat pada 2012, seakan-akan membenarkan ramalan banyak pihak, termasuk kisah dalam film 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus 11 Tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah akan terjadi kiamat akibat badai matahari? Apa sebenarnya yang disebut badai matahari? Sebenarnya, badai matahari bukan peristiwa yang langka. Permukaan matahari selalu diwarnai letupan-letupan, mulai kecil hingga besar, dengan frekuensi mulai beberapa kali dalam sehari hingga sekali dalam seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira tiap 11 tahun sekali akan terjadi badai yang besar. Inilah yang disebut siklus sebelas tahunan badai matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badai matahari pertama kali diamati oleh Richard Christopher Carrington dan secera terpisah oleh Richard Hodgson pada 1859 sebagai titik-titik yang tampak lebih terang dibanding permukaan matahari di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar X dan radiasi ultraviolet yang dilepaskan pada peristiwa badai matahari bisa memengaruhi ionosfer bumi dan mengganggu komunikasi radio jarak jauh. Emisi gelombang radio langsung dengan panjang gelombang di level desimeter bisa mengganggu kerja radar dan perangkat lain yang bekerja pada frekuensi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Kiamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan. Menurut seorang ahli dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), badai matahari pada 2012-2015 bukan pertanda kiamat seperti yang diisukan banyak pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Clara Yono Yatini, ahli Lapan tersebut, badai matahari tidak akan menghancurkan peradaban secara langsung. Yang akan terkena efeknya secara langsung adalah perangkat berteknologi tinggi, seperti satelit dan komunikasi radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna meredam kekhawatiran akibat merebaknya isu kiamat yang ditimbulkan badai matahari, Lapan berupaya terus-menerus menyebarkan pengetahuan mengenai dampak aktivitas matahari, dan itu pula yang sedang coba AnneAhira.com lakukan sekarang :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat diharapkan lebih paham tentang dampak yang bisa terjadi dengan mengambil langkah antisipasi seandainya terjadi badai matahari pada tahun 2012 hingga 2015 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Menyikapinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, terlepas dari semua pendapat yang ada, tahun 2012 tidak perlu disikapi secara berlebihan. Kita tahu, bencana bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan dalam bentuk apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin mengambil sisi positif dari 'isu' bencana 2012 ini, boleh jadi itu merupakan ajakan dan peringatan agar kita selalu mawas diri, dan selalu ingat kepada Tuhan, karena kehidupan di dunia fana ini hanyalah sebentar dan sementara saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, tidak perlu takut dengan ramalan 2012. Ramalan-ramalan tentang kiamat sudah banyak dan sering ada sejak jaman dulu, tidak hanya untuk tahun 2012 saja, dan faktanya banyak yang meleset! ;-)  Yang namanya bencana alam bisa terjadi kapan saja. Jadi, lebih baik kita serahkan saja semuanya --selalu-- pada Sang Illahi. :-)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7259404474718982261-1351488112019995206?l=ubedsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nDmpihLABC5zLVsFfm5Wcte9qHU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nDmpihLABC5zLVsFfm5Wcte9qHU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nDmpihLABC5zLVsFfm5Wcte9qHU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nDmpihLABC5zLVsFfm5Wcte9qHU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/UuAvV/~4/pb65AaAS24g" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ubedsite.blogspot.com/feeds/1351488112019995206/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7259404474718982261&amp;postID=1351488112019995206&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/1351488112019995206?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/1351488112019995206?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/UuAvV/~3/pb65AaAS24g/badai-matahari-2012.html" title="Badai Matahari 2012" /><author><name>Ubaidillah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/_C96tvenwZTw/SuSB_ZLsE2I/AAAAAAAAAd8/po9F50kw3mM/S220/Ubed.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ubedsite.blogspot.com/2010/10/badai-matahari-2012.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0IASXo9cSp7ImA9Wx5WF0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7259404474718982261.post-6167057095125822945</id><published>2010-09-29T04:24:00.000-07:00</published><updated>2010-09-29T04:25:48.469-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-29T04:25:48.469-07:00</app:edited><title /><content type="html">Siapa yang tidak menyayangi, dia tidak disayangi. Jika Orang Tua gagal mengungkapkan rasa sayang kepada anaknya, mereka tidak akan mampu mencintai orang orang tua.." (Nabi Muhammad saw)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang, kita sebagai orang tua tidak sadar bahwa kebersamaan antara ibu dan anak adalah hal prinsip dan tidak boleh diabaikan. Ketika seorang ibu sudah asyik meniti karir, kadang melalaikan tugas pokoknya untuk mendidik anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita tidak menyadari, tiba-tiba saja anak kita sudah dewasa. Kemudian kita mulai berandai-andai jika saja dulu bisa meluangkan lebih banyak waktu bersama anak-anak. Mungkin kita akan menyesal, jika kesuksesan kita di karir harus dibayar mahal dengan menghilangkan banyak waktu kebersamaan ibu dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan emosional yang terjalin antara ibu dan anak bisa saja berkurang. Tidak hanya itu saja, kadang minimnya kebersamaan tersebut masih harus dibayar mahal dengan terjerumusnya anak ke hal-hal negatif, seperti narkoba atau tindakan kriminal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sakit perasaan kita sebagai seorang ibu. Atau, bahkan ketika anak sukses dan berprestasi, kita tidak sepenuhnya merasa bahagia karena tidak merasa memiliki andil dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa hal untuk menyadarkan kita pentingnya kebersamaan antara ibu dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis adalah satu cara yang digunakan oleh bayi untuk berkomunikasi dengan orang lain. Bayi akan menangis ketika lapar, haus, BAK dan BAB ataupun merasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering juga bayi menangis karena ingin dekat dengan ibunya, tatkala ibunya sudah mendekat, dia pun terdiam. Ini adalah cara bayi untuk merasa nyaman bersama ibunya. Betapa tangisan adalah obat ampuh untuk mendekatkan hubungan ibu dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Menyusui bayi secara langsung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun kesibukan seorang ibu, hendaknya dia tidak melupakan dan melalaikan untuk menyusui anaknya secara langsung, bukan melalui botol.  Dari sisi kesehatan, banyak keistimewaan menyusui secara langsung dibanding dengan botol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara psikologis, menyusui secara langsung akan membuahkan keterkaitan antara ibu dan anak. Anak akan merasa nyaman dan bahagia ketika dia bisa memandang wajah ibunya dan menyusu dari tubuhnya terutama di bulan-bulan awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Menggendong anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini akan membuat ikatan khusus antara ibu dan anak secara batiniah. Karena anak akan merasa lebih dekat dengan tubuh orang tuanya. Berbeda apabila anak diletakkan dalam kereta dorong, meskipun dia masih bisa memandang wajah orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Bermain bersama anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset membuktikan bahwa anak-anak sudah bisa mendengar dan melihat sejak hari pertama. Bayi akan merasa senang melihat wajah orang, apalagi sedang menyuarakan sesuatu yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya kita mengetahui, anak dapat mencium aroma ibunya tatkala berada di dekatnya. Maka bermainlah bersama anak anda. Posisikan diri Anda sebagai anak, untuk memahami indahnya kebersamaan ibu dan anak yang sedang berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup memang pilihan. Namun, apakah dengan melakukan pilihan, Anda harus mengorbankan sesuatu yang berharga, apalagi hal itu adalah waktu kebersamaan ibu dan anak? Anda tentu lebih tahu jawabannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.AnneAhira.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7259404474718982261-6167057095125822945?l=ubedsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/d_OHkNjSkEudMGUe4kbnCv7g3Z0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/d_OHkNjSkEudMGUe4kbnCv7g3Z0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/d_OHkNjSkEudMGUe4kbnCv7g3Z0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/d_OHkNjSkEudMGUe4kbnCv7g3Z0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/UuAvV/~4/hQfsF7dkbyY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ubedsite.blogspot.com/feeds/6167057095125822945/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7259404474718982261&amp;postID=6167057095125822945&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/6167057095125822945?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/6167057095125822945?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/UuAvV/~3/hQfsF7dkbyY/siapa-yang-tidak-menyayangi-dia-tidak.html" title="" /><author><name>Ubaidillah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/_C96tvenwZTw/SuSB_ZLsE2I/AAAAAAAAAd8/po9F50kw3mM/S220/Ubed.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ubedsite.blogspot.com/2010/09/siapa-yang-tidak-menyayangi-dia-tidak.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4ERXo5fip7ImA9WxBSEU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7259404474718982261.post-2586812144650548424</id><published>2009-12-17T18:21:00.001-08:00</published><updated>2009-12-17T18:21:44.426-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-17T18:21:44.426-08:00</app:edited><title /><content type="html">selamat Tahun Baru Islam 1431 H, Semoga Tahun Kemarin kita diberi Ampunan dan Tahun ini diberi kemudahan dan tambahnya ke-Iman-an. Amien...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7259404474718982261-2586812144650548424?l=ubedsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/63LEydtbVmoRx7rpg8Bnf6i3TAk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/63LEydtbVmoRx7rpg8Bnf6i3TAk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/63LEydtbVmoRx7rpg8Bnf6i3TAk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/63LEydtbVmoRx7rpg8Bnf6i3TAk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/UuAvV/~4/BYHs8wt5E3w" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ubedsite.blogspot.com/feeds/2586812144650548424/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7259404474718982261&amp;postID=2586812144650548424&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/2586812144650548424?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/2586812144650548424?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/UuAvV/~3/BYHs8wt5E3w/selamat-tahun-baru-islam-1431-h-semoga.html" title="" /><author><name>Ubaidillah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/_C96tvenwZTw/SuSB_ZLsE2I/AAAAAAAAAd8/po9F50kw3mM/S220/Ubed.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ubedsite.blogspot.com/2009/12/selamat-tahun-baru-islam-1431-h-semoga.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYGRns-eip7ImA9WxNREUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7259404474718982261.post-1193393013765646632</id><published>2009-09-05T07:45:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T07:48:47.552-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-05T07:48:47.552-07:00</app:edited><title>Zakat Fitrah</title><content type="html">&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKINGST%7E1.NET%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: teal;"&gt;Fasal Tentang Zakat Fitrah&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan kepada setiap muslin sebagai santunan kepada orang-orang miskin, tanda berakhirnya bulan Ramadhan sebagai pembersih dari hal-hal yang mengotori puasa.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Kewajiban membayar zakat fitrah bersamaan dengan disyariatkan puasa Ramadhan, yaitu pada tahun kedua Hijriغah. Kewajiban membayar zakat fitrah dibebankan kepada setiap muslim dan muslimah, baligh atau belum, kaya atau tidak, dengan ketentuan bahwa ia masih hidup pada malam hari raya dan memiliki kelebihan dari kebutuhan pokoknya untuk sehari.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Zakat fitrah ini dibayarkan maksimal sebelum shalat ‘Idul Fitri. Ketentuan zakat fitrah tersebut didasarkan pada hadist Rasulullah SAW :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعاً مِنْ تَمَرٍ، أوْصَاعاً مِنْ شَعِيْرٍ، عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأمَرَ بِهَا أنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوْجِ الناَّسِ إلى الصَّلَاةِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;
&lt;br /&gt;Artinya : “&lt;em&gt;Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat Fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas oaring muslim baik budak dan orang biasa, laki-laki dan wamita, anak-anak dan orang dewasa, beliau memberitahukan membayar zakat Fitrah sebelum berangkat (ke masjid) ‘Idul Fitri&lt;/em&gt;” (HR Bukhari dan Muslim)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mustahik Zakat&lt;/strong&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Ada 8 golongan yang berhak menerima zakat (&lt;em&gt;mustahiq&lt;/em&gt;) baik zakat fitrah atau zakat harta, yaitu sesuai dengan firman Allah SWT :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;
&lt;br /&gt;Artinya : “ &lt;em&gt;Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana&lt;/em&gt;.”(QS. At-taubah : 60)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Delapan golongan yang berhak menerima zakat sesuai ayat di atas adalah :
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;1. Orang Fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;2. Orang Miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;3. Pengurus Zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpilkan dan membagikan zakat.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;5. Memerdekakan Budak: mancakup juga untuk melepaskan Muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;6. Orang yang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;7. Orang yang berjuang di jalan Allah (Sabilillah): Yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufassirin ada yang berpendapat bahwa fi sabilillah itu mancakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;8. Orang yang sedang dalam perjalanan (&lt;em&gt;ibnu sabil&lt;/em&gt;) yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketentuan-Ketentuan Zakat Fitrah&lt;/strong&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;1. Besarnya zakat Fitrah adalah 1 sha’ yaitu 2176 gram atau 2,2 Kg beras atau makanan pokok. Dalam prakteknya jumlah ini digenapkan menjadi 2,5 Kg, karena untuk kehati-hatian. Hal ini dianggap baik oleh para ulama.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;2. Menurut madzhab hanafi, diperbolehkan mengeluarkan zakat Fitrah dengan uang seharga ukuran itu, jika dianggap lebih bermanfaat bagi mustahik.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;3. Waktu mengeluarkan zakat Fitrah adalah sejak awal bulan puasa Ramadhan hingga sebelum shalat ‘Idul Fitri maka dianggap sedekah sunah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;فَمَنْ أدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُوْلَةٌ وَمَنْ أدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;
&lt;br /&gt;Artinya : “&lt;em&gt;Barang siapa mengeluarkan  (zakat Fitrah) sebelum shalat (‘Idul Fitri), maka zakatnya sah. Barang siapa mengeluarkannya setelah shalat maka dianggap sedekah sunah&lt;/em&gt;.” (HR. Ibnu Majah)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;4. Zakat Fitrah boleh dikeluarkan langsung kepada mustahik atau dibayarkan melalui amil zakat.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;5. Amil atau panitia zakat Fitrah boleh membagikan zakat kepada mustahik setelah shalat ‘Idul Fitri.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;6. Jika terjadi perbedaan Hari Raya, maka panitia zakat Fitrah yang berhari raya terlebih dahulu tidak boleh menerima zakat Fitrah setelah mereka mengerjakan shalat ‘Idul Fitri.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;7. Panitia Zakat Fitrah hendaknya mendoakan kepada orang yang membayar zakat, agar ibadahnya selama Ramadhan diterima dan mendapat pahala. Doa yang sering dibaca oleh yang menerima zakat, diantaranya:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;
&lt;br /&gt;Artinya : “&lt;em&gt;Semoga Allah SWT memberikan pahala kepadamu atas apa saja yang telah Allah memberi berkah kepadamu atas semua yang masih ada padamu dan mudah-mudahan Allah menjadikan kesucian bagimu&lt;/em&gt;.”
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Adapun orang-orang yang tidak boleh menerima zakat ada dua golongan:
&lt;br /&gt;1. Anak cucu keluarga Rasulullah SAW
&lt;br /&gt;2. Sanak Famili orang yang berzakat, yaitu bapak, kakek, istri, anak, cucu, dan lain-lain.&lt;/p&gt;  &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;KH A. Nuril Huda&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sumber : www.nu.or.id 
&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7259404474718982261-1193393013765646632?l=ubedsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/iB35oOtmqOrXDNeqVcy4Clhk0FY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/iB35oOtmqOrXDNeqVcy4Clhk0FY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/iB35oOtmqOrXDNeqVcy4Clhk0FY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/iB35oOtmqOrXDNeqVcy4Clhk0FY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/UuAvV/~4/N3aEwQP7qBo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ubedsite.blogspot.com/feeds/1193393013765646632/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7259404474718982261&amp;postID=1193393013765646632&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/1193393013765646632?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/1193393013765646632?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/UuAvV/~3/N3aEwQP7qBo/zakat-fitrah.html" title="Zakat Fitrah" /><author><name>Ubaidillah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/_C96tvenwZTw/SuSB_ZLsE2I/AAAAAAAAAd8/po9F50kw3mM/S220/Ubed.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ubedsite.blogspot.com/2009/09/zakat-fitrah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQDQXYzeCp7ImA9WxVbF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7259404474718982261.post-2313371271106458219</id><published>2009-04-03T12:29:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T14:32:50.880-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-03T14:32:50.880-07:00</app:edited><title>Opini Pileg 2009</title><content type="html">&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Demi Ketenangan Dan Kedamaian Rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sebaiknya Pemerintah Melarang Hasil-Hasil Survey Tentang Persoalan Politik Untuk Dipublikasikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh memprihatinkan menjelang pelaksanaan pemilu legislatif 9 april yang hingga kini kurang 5 hari lagi, berbagai lembaga survey &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(baik lembaga survey sudah punya nama alias teruji maupun lembaga survey yang baru muncul karena dapat proyek penelitian terkait hasil pemilu 2009)&lt;/span&gt; berramai-ramai memberikan prediksi hasil pemilu 2009  kepada publik sesuai dengan survey yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;Terus terang saya pribadi meragukan validitas hasil survey yang dilakukan para lembaga survey tersebut, karena lembaga survey tidak pernah terbuka (menjelaskan bagaimana angka-angka hasil survey yang mereka lakukan dapat diperoleh), mereka (lembaga survey) hanya menyuguhkan angka-angka hasil surveynya kepada publik, saya justru curiga lembaga-lembaga survey kita telah terbeli oleh parpol/kelompok tertentu untuk menghantam lawan-lawan politik atau bisa juga hasil survey tersebut digunakan untuk menghipnotis rakyat agar mau memilih partai/kelompok tertentu yang memesannya karena mereka adalah yang paling baik/berkualitas/peduli terhadap rakyat dibuktikan dengan  hasil survey dari lembaga survey yang telah dibelinya.&lt;br /&gt;Harapan besar mereka tentunya menang dalam pemilu legislatif karena semakin banyak anggota legislatif yang diperolehnya maka nilai tawar partai politik akan semakin tinggi untuk mengusung calon pemimpin bangsa ini alias presiden dan wakil presiden yang akan memimpin Indonesia 2009-2014. Dan lagi...lagi...akhir dari drama itu adalah perebutan kekuasaan kan....???yang kesemuanya itu belum tentu memikirkan kepentingan rakyat. paling banter rakyat dapat janji-janji doank seperti sekarang musimnya mengumbar janji-janji dalam kampanye.&lt;br /&gt;Semoga rakyat lebih cerdas dalam memilih calon wakilnya 9 april nanti dan tidak terperosok dalam lubang yang sama tidak memilih wakil yang telah menghianatinya lebih baik pilih wakil yang baru denga harapan yang baru pula.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7259404474718982261-2313371271106458219?l=ubedsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/n-Pdh9bdWkWjcy4XiruPSkDW1_A/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/n-Pdh9bdWkWjcy4XiruPSkDW1_A/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/n-Pdh9bdWkWjcy4XiruPSkDW1_A/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/n-Pdh9bdWkWjcy4XiruPSkDW1_A/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/UuAvV/~4/GAWIzJu718k" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ubedsite.blogspot.com/feeds/2313371271106458219/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7259404474718982261&amp;postID=2313371271106458219&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/2313371271106458219?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/2313371271106458219?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/UuAvV/~3/GAWIzJu718k/opini-pileg-2009.html" title="Opini Pileg 2009" /><author><name>Ubaidillah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/_C96tvenwZTw/SuSB_ZLsE2I/AAAAAAAAAd8/po9F50kw3mM/S220/Ubed.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ubedsite.blogspot.com/2009/04/opini-pileg-2009.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUMHR344fCp7ImA9WxVbE0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7259404474718982261.post-748439357459337098</id><published>2009-03-29T10:19:00.001-07:00</published><updated>2009-03-29T10:23:56.034-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-29T10:23:56.034-07:00</app:edited><title /><content type="html">&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Demi Rakyat Dan Nasib Demokrasi&lt;br /&gt;Pemilu Legislatif Harus Ditunda&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KPU telah menetapkan pemilu legislatif (pemilihan untuk calon anggota DPRD II, DPRD I, DPR RI dan DPD), pada 9 april 2009 yang tinggal hitungan hari tapi kenyataan dilapangan banyak terdapat penyimpangan dan manipulasi yang bagi saya itu sangat krusial karena berkaitan dengan data daftar pemilih tetap (DPT) yang akan menentukan wakil rakyat untuk 2009-2014. Pertanyaannya kalau pileg 9 april tetap dipaksakan dengan DPT yang tidak akuntabel dan valid, apa wakil rakyat yang dihasilkan juga akan pro terhadap kepentingan rakyat....??? jelas manipulasi DPT sudah diskenario sedemikian rupa dan itu pasti syarat dengan kepentingan kelompok/parpol tertentu yang tidak bertanggungjawab, bagi saya manipulasi DPT patut dicurigai dan diwaspadai bagi pecinta demokrasi negeri ini, terlebih pada pileg yang kurang 10 hari kedepan. Kita hanya bisa berharap semoga KPU selaku pelaksana pemilu dan semua pihak yang berkaitan dengan pelasanaan pemilu bisa bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi hal ini, dengan demikian dampak negatif yang ditimbulkan pemilu 2009 dapat dihindari sehingga  cita-cita perbaikan nasib dan kesejahteraan rakyat kecil yang menjadi icon pemilu 2009 dapat terwujudkan dan penderitaan rakyat kecil secepatnya berakhir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyimpangan DPT terungkap dalam Pilkada Jatim beberapa waktu lalu yang memenangkan pasangan KARSA atas KAJI dengan selisih tipis, meski pasangan KARSA telah dilantik sebagai Gubernur Jatim tapi tetap kasus penyimpangan DPT Pilkada Jatim menyisakan pertanyaan besar bagi semua warga jatim pada khususnya dan seluruh warga indonesia pada umumnya. Pelanggaran pada puncaknya adalah pencopotan kapolda Jatim dan karena kecewa dia harus mengundurkan diri dari kepolisian RI. Sungguh memperihatinkan seorang polisi yang baik untuk menegakkan kebenaran dinegeri ini harus jadi korban. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dilanjutin besok lagi ya dah pusing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;semoga pesan moral dari orang kecil yang belum banyak memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa ini bisa jadi refleksi bersama untuk kemajuan bangsa kita, bangsa yang besar, bangsa Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7259404474718982261-748439357459337098?l=ubedsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CLXBwNlQLSbgOgvY_y57Q21yu5U/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CLXBwNlQLSbgOgvY_y57Q21yu5U/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CLXBwNlQLSbgOgvY_y57Q21yu5U/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CLXBwNlQLSbgOgvY_y57Q21yu5U/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/UuAvV/~4/VehpIz2d_co" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ubedsite.blogspot.com/feeds/748439357459337098/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7259404474718982261&amp;postID=748439357459337098&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/748439357459337098?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/748439357459337098?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/UuAvV/~3/VehpIz2d_co/normal-0-false-false-false.html" title="" /><author><name>Ubaidillah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/_C96tvenwZTw/SuSB_ZLsE2I/AAAAAAAAAd8/po9F50kw3mM/S220/Ubed.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ubedsite.blogspot.com/2009/03/normal-0-false-false-false.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEEMRXY5fip7ImA9WxRXGEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7259404474718982261.post-1734097236497988931</id><published>2008-10-24T06:53:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T06:58:04.826-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-10-24T06:58:04.826-07:00</app:edited><title>krisis global</title><content type="html">&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Krisis AS&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Merupakan Awal Kehancuran Sistem Kapitalis&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Siapa yang menyangka Amerika Serikat, Negara yang sok super power, sok menjadi pengendali dunia dengan system ekonomi kapitalis yang dianutnya, kini mengalami krisis keuangan yang sangat serius, akibatnya Negara super power ini terancam resesi. Presiden AS George W. Bush dalam pidatonya mengakui negaranya sedang terancam resesi dan harus segera dilakukan tindakan penyelamatan dengan mengucurkan dana segar ke pasar uang.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Menurut kompas penyebab dari krisis ekonomi AS adalah penumpukan hutang nasional yang mencapai 8.98 triliun USD, pengurangan pajak korporasi, pembengkakan biaya perang irak dan afghanistan, dan yang paling krusial adalah Subprime Mortgage: Kerugian surat berharga property sehingga membangkrutkan perusahan-perusahan raksasa seperti : Lehman Brothers, Merryl Lynch, Goldman Sachs, Northern Rock,UBS, Mitsubishi UF.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Krisis ini akan bertambah buruk jika pemerintah AS tidak mampu mengatasinya dengan baik, maka AS tidak hanya mengalami ancaman resesi bahkan ancaman depresi dan bayang-bayang kebangrutan ekonomi nasional AS akan menghantui Negara tersebut. Ini menunjukkan rapuhnya system ekonomi kapitalis (mungkin ini adalah merupakan awal kehancuran system ekonomi kapitalis) yang selama ini di dewa-dewakan akan membawa kemajuan dan kemakmuran seluruh penduduk bumi.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Krisis yang menimpa AS pun juga mengguncang perekonomian global. Perusahaan-perusahaan besar banyak yang ambruk, bank-bank internasional dan pemerintahan di berbagai negara mengucurkan dana dalam jumlah besar ke pasar uang untuk meredakan guncangan krisis. Sementara ribuan orang kini terancam jadi pengangguran karena banyak perusahaan besar yang gulung tikar.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Sudah waktunya, Negara-negara dunia mengurangi ketergantungkan ekonomi terhadap AS sehingga kemandirian dan stabilitas global tidak lagi tergantung oleh satu negara"&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7259404474718982261-1734097236497988931?l=ubedsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v1XskACTYhOlo-l5ziKCaTGx3MM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v1XskACTYhOlo-l5ziKCaTGx3MM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v1XskACTYhOlo-l5ziKCaTGx3MM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v1XskACTYhOlo-l5ziKCaTGx3MM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/UuAvV/~4/cuN43-HdIRg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ubedsite.blogspot.com/feeds/1734097236497988931/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7259404474718982261&amp;postID=1734097236497988931&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/1734097236497988931?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/1734097236497988931?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/UuAvV/~3/cuN43-HdIRg/krisis-global.html" title="krisis global" /><author><name>Ubaidillah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/_C96tvenwZTw/SuSB_ZLsE2I/AAAAAAAAAd8/po9F50kw3mM/S220/Ubed.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ubedsite.blogspot.com/2008/10/krisis-global.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak8ASX48fyp7ImA9WxdXE08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7259404474718982261.post-5369620717884005334</id><published>2008-06-10T14:09:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T10:34:08.077-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-24T10:34:08.077-07:00</app:edited><title>“Kenaikan BBM, Demontrasi Mahasiswa, BLT dan BKM”</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Achmad Na`im Ubaidillah*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jauh hari sejak pemerintah merencanakan menaikkan harga BBM dan memberikan BLT kepada rakyat miskin, mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat setiap hari aktif turun jalan melakukan domontrasi untuk menghentikan dan menolak rencana gila pemerintah tersebut. Pemerintah beralasan naiknya harga minyak dunia mengakibatkan APBN mengalami devisit anggaran karena sebagian besar dana APBN habis digunakan untuk subsidi BBM rakyat, untuk menyelamatkan APBN dan negara ini tidak ada pilihan lain kecuali dengan menaikkan harga BBM. Padahal kita juga tahu, kalau pemerintah benar-benar serius memikirkan nasib rakyat kecil masih banyak solusi lain ketimbang memilih menaikkan BBM misalnya menaikkan pajak barang-barang mewah yang masuk ke Indonesia, memangkas beberapa pos anggaran yang dinilai kurang penting sebagai bentuk penghematan APBN.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut mahasiswa rencana pemerintah menaikan harga BBM hanya akan menambah derita rakyat karena harus menanggung beban hidup yang semakin berat dengan ikut melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok, padahal kebutuhan atas bahan pokok ini merupakan hal yang sangat esensi sebab sudah menyangkut "perut rakyat",. Begitu juga biaya transportasi rakyat pun jelas akan naik dan yang sangat mengkhawatirkan adalah banyaknya usaha kecil dan menengah (UKM) yang terpaksa harus gulung tikar akibat menurunnya daya beli masyarakat membuat hasil produksi tidak lagi mampu menutupi biaya produksi yang semakin besar. Banyaknya UKM yang gulung tikar merupakan simbul “matinya perekonomian rakyat” itu juga berarti ambruknya penyangga utama perekonomian Negara. Kalau hal ini yang terjadi, bukankah ini berarti awal kehancuran sebuah Negara?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ketidakseriusan Pemerintah&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menghibur dan mencari simpati hati rakyat pemerintah mengeluarkan pogram instan konpensasi atas kenaikan harga BBM berupa bantuan langsung tunai (BLT) sama seperti saat pemerintah SBY-JK menaikkan harga BBM pertama tahun 2005. BLT yang dibagikan kapada 19,7 juta kepala keluarga miskin diseluruh negeri ini sebesar 100.000/bulan selama 7 bulan, terhitung mulai juni sampai Desember 2008. Ironisnya, data yang digunakan  pemerintah dalam penyaluran program BLT tahun 2008 ini tetap mengacu pada data rakyat miskin tahun 2005 yang itu saja bermasalah, bagaimana jadinya kalau data tersebut digunakan tahun 2008? Hasilnya dapat kita lihat setiap hari pemberitaan dimedia betapa ambul-radulnya penyaluran dana BLT dilapangan, mulai desak-desakan antren warga dalam pencairan dana BLT yang tentunya mengakibatkan keselamatan jiwa rakyat miskin terancam, terjadinya pemotongan dana BLT, bahkan banyaknya keluarga miskin yang tidak mendapat BLT yang sudah pasti akan menimbulkan kecemburuan dikalangan rakyat miskin sehingga memicu timbulnya konflik horizontal yang justru mengancam keselamatan bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehadiran dana jelas BLT tidak mendidik karena membuat rakyat miskin semakin malas, bodoh dan tidak mau tahu terhadap berbagai persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini, tanpa disadari pemberian dana BLT telah membentuk kepribadian rakyat menjadi peminta-minta menggantungkan hidup pada Negara, pemberian BLT ibarat Negara memberikan ikan kapada rakyat tanpa memberikan kailnya dan mengajari bagaimana menggunakannya untuk mendapatkan ikan sehingga apabila ikan yang diberikan telah habis dimakan, rakyat pun harus menggantungkannya pada pemerintah kembali. Bukankah alangkah bijaksananya kalau dana BLT diberikan dalam bentuk-bentuk proyek padat karya untuk membangun dan memperkuat perekonomian rakyat, dengan demikian rakyat terlibat secara langsung dan merasa memiliki sehingga dengan sendirinya mereka mempunyai kesadaran atas tanggung jawab mengatur kemandirian perekonomiannya sendiri tanpa harus terus menggantungkannya pada Negara?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di lain sisi, hampir dalam waktu bersamaan kenaikan harga BBM yang membuat rakyat semakin hidup menderita media melaporkan bahwa kekayaan para pejabat negara meningkat tajam dalam waktu yang begitu singkat menurut logika hal itu sulit atau bahkan tidak mungkin terjadi. Sebut saja misalkan kekayaan Aburizal Bakrie Menko Kesra yang juga pemilik perusahaan Bakrie Group, salah satu anak perusahaannya yang bergerak dibidang migas adalah PT Lapindo Brantas Inc. Anak perusahaan Bakrie Group ini, sampai sekarang masih bermasalah karena tidak becus menyelesaikan persoalan semburan lumpurnya yang telah menghancurkan tata kehidupan sosial di Sidoarjo, baru-baru ini justru dinobatkan oleh majalah Globe Asia menjadi orang terkaya se-Asia Tenggara dengan kekayaan mencapai 9,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 84,6 triliun. Selain itu, kekayaan menteri dalam negeri Mardiyanto juga bertambah Rp 3 miliar dan 50.000 dollar AS dalam waktu 17 bulan, Andi Mattalatta Menteri Hukum dan HAM kekayaannya bertambah 700 juta dalam hitungan delapan bulan terkhir, sedangkan Jaksa Agung Herdarman Supandji kekayaannya meningkat 1,1 miliar terhitung Mei 2001 (kompas, 04 Juni 2008).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabar ini tentunya menambah sedih bagi rakyat sekaligus mengundang pertanyaan dan kecurigaan bagi kita semua terhadap komitmen pejabat negara dalam mengatasi kemiskinan dinegeri ini. Kondisi ini telah menimbul pertannyaan di benak kita, apa yang sebenarnya terjadi di negeri ini? pertanyaan ini setidaknya sedikit terjawab oleh temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang melaporkan bahwa “penerimaan migas tidak transparan dan tidak disetor langsung ke kas negara sesuai mekanisme APBN. Penerimaan migas tersebut dicatat terlebih dahulu pada rekening di luar rekening kas negara” lebih lanjut disebutkan sebagian penerimaan migas disetorkan ke kas negara sesuai target APBN dan sebagian yang lainnya digunakan langsung untuk pengeluaran-pengeluaran yang tidak dipertanggungjawabkan dalam APBN (kompas, 04 Juni 2008). Ini berarti pemerintah telah melakukan penyimpangan dalam pengelolaan migas kita. Lalu pertanyaanya, adilkah jika pemerintah membebankan APBN kepada rakyat dengan menaikkan harga BBM?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          Lebih lanjut, mahasiswa menilai, pemerintah telah gagal mengelola kekayaan migas untuk kesejahteraan rakyat. Oleh karenanya mahasiswa juga menuntut pemerintah agar bersikap berani untuk me-nasionalisasi-kan perusahaan-perusahaan migas asing yang beroperasi di Indonesia untuk kesejahteraan rakyat, pencabutan paket undang-undang yang terkait pengelolaan migas seperti : Undang-Undang Migas No. 22/2001 dan UU Penanaman Modal Asing No. 25/2007 serta UU No. 01/1967, UU No. 11/1967, UU No. 19/2004 yang selama ini menjadi pangkal sebab carut-marutnya pengelolaan migas di Indonesia serta merevisi semua produk undang-undang yang tidak berpihak dan cenderung merugikan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gelombang aksi penolakan mahasiswa terhadap kenaikan BBM yang semakin besar karena didukung oleh segenap elemen bangsa; mulai dari petani, nelayan, buruh, sopir angkutan umum, tukang ojek sampai tukang becak pun ikut bersama mahasiswa ramai-ramai berdemontrasi menolak rencana gila pemerintah tersebut. Begitu juga para akademisi, politisi, budayawan dan tokoh-tokoh agama juga sampai harus bersuara keras mengingatkan pemerintah secara bergantian agar tidak menaikkan harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM sebesar 28,7 % (ini merupakan kenaikan BBM yang ke-2 sejak pemerintah SBY-JK memimpin Negara ini)  dan pemberian BLT kepada rakyat miskin telah diberlakukan sejak 24 Mei 2008 yang lalu, tampaknya tidak membuat mahasiswa lelah dan patah semangat untuk terus berjuang membatalkan kebijakan pemerintah tersebut, justru gelombang demontrasi yang dimotori oleh mahasiswa itu kian hari kian massif dan semakin membesar. Melihat kondisi ini, pemerintah khawatir gerakan mahasiswa ini akan berakhir seperti gerakan `98 yang mengakibatkan runtuhnya rezim soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Memecah Gerakan Mahasiswa&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayang sekali, kehawatiran pemerintah yang berlebihan itu disikapi dengan mengeluarkan kebijakan yang mengkagetkan semua pihak, secara tiba-tiba pemerintah mengeluarkan kebijakan memberikan Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM), BKM ini rencanakan akan diberikan kepada 400 ribu mahasiswa dari 83 perguruan tinggi negeri dan 2.700 perguruan tinggi swasta atau 10% dari jumlah mahasiswa aktif se-Indonesia sebesar Rp 500.000/semester dan akan mulai dicairkan Juli 2008.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemunculan BKM atau BLT versi mahasiswa yang secara tiba-tiba itu, ibarat tidak ada angin, tidak ada mendung tiba-tiba turun kebijakan tersebut. Maka patut bagi kita curiga kalau kemunculan BKM semata-mata hanya digunakan sebagai “uang tutup mulut alias suap” agar mahasiswa tidak lagi bersikap kritis terhadap kebijakan- kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat, apalagi kemunculannya bersamaan dengan gencarnya demontrasi mahasiswa yang semakin panas menolak kenaikan harga BBM, ada satu pertanyaan pertannyaan yang patut kita kita lontarkan dan kita jadikan pertimbangkan; mungkinkah pemerintah akan mengucurkan BKM, apabila BBM tidak dinaikkan dan mahasiswa tidak demontrasi mati-matian menentang kebijakan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agaknya, dengan memberikan BKM ini pemerintah sedang menerapkan manajemen konflik, yakni dengan ‘membenturkan’ atau “mengkonflikkan” mahasiswa yang berdemonstrasi dengan mahasiswa yang memerlukan bantuan dana tersebut. Konflik ini terjadi karena adanya perbedaan kebutuhan, kepentingan dan pendapat. Bagi yang memerlukan untuk kelangsungan studinya, tentu akan mendukung kebijakan pemerintah. Sedang kelompok yang idealis akan menolak BLT tersebut dan tetap dengan perjuangannya, menolak kenaikan harga BBM. (Dr. Supardi dalam artikel Analisis : BLT Mahasiswa yang dipublikasikan di http://www.kr.co.id pada 30/05/2008)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Nasib Gerakan Mahasiswa&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apapun alasan pemerintah mengeluarkan kebijakan BKM itu, bagi saya tidak dapat dibenarkan, mengingat kehadiran BKM jelas-jelas akan mengancam kelangsungan gerakan mahasiswa di tanah air. Di satu sisi BKM telah memecah belah gerakan mahasiswa, disisi yang lain BKM juga mencetak pola pikir mahasiswa menjadi pragmatis, ini berarti kehadiran BKM merupakan awal matinya gerakan mahasiswa di Indonesia. Oleh karenanya wajib hukumnya bagi rektor, pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa seluruh Indonesia untuk menolak kebijakan pemerintah itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal itu perlu dilakukan, demi menyelamatkan kelangsungan gerakan mahasiwa di negeri ini. Saya tidak bisa membayangkan apa jadinya Negara ini tanpa adanya gerakan mahasiwa yang akan selalu mengkontrol kerja pemerintah , masih adakah kelompok lain yang bisa kita harapkan untuk mengkontrol kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah selain mahasiwa? apakah partai politik yang kerjanya sibuk berebut kue kekuasaan? Apakah pada para polikus kita yang kerjanya cari sensasi untuk mendapatkan posisi? Atau pada wakil-wakil rakyat kita di DPR yang kerjanya pandai bikin UUD (Ujung-Ujungnya Duit) untuk mengamankan posisi dan memperkaya diri sendiri?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Wallahua`lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*. Penulis adalah mantan Ketua Umum PK PMII UIJ 2004-2005, Mantan sekretaris BEM UIJ 2006-2007, Sekretaris II PC PMII Jember 2007-2008.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7259404474718982261-5369620717884005334?l=ubedsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jJpY_nLhOcCOkH2VyS4VcfR9md8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jJpY_nLhOcCOkH2VyS4VcfR9md8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jJpY_nLhOcCOkH2VyS4VcfR9md8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jJpY_nLhOcCOkH2VyS4VcfR9md8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/UuAvV/~4/R_02rJMASb0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ubedsite.blogspot.com/feeds/5369620717884005334/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7259404474718982261&amp;postID=5369620717884005334&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/5369620717884005334?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/5369620717884005334?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/UuAvV/~3/R_02rJMASb0/kenaikan-bbm-demontrasi-mahasiswa-blt.html" title="“Kenaikan BBM, Demontrasi Mahasiswa, BLT dan BKM”" /><author><name>Ubaidillah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/_C96tvenwZTw/SuSB_ZLsE2I/AAAAAAAAAd8/po9F50kw3mM/S220/Ubed.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://ubedsite.blogspot.com/2008/06/kenaikan-bbm-demontrasi-mahasiswa-blt.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU4AQXk5eCp7ImA9WxZSGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7259404474718982261.post-7717989055357289587</id><published>2008-02-02T10:51:00.000-08:00</published><updated>2008-02-02T13:32:20.720-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-02-02T13:32:20.720-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tulisan" /><title>Peran Islam dalam Memberantas Korupsi</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indonesia adalah negara religius, kurang lebih  90% penduduknya menganut agama Islam. Tapi sungguh ironis karena penghayatan keagamaan kita bangsa Indonesia terhadap nilai-nilai luhur agama ternyata sangat dangkal agama tak lebihnya hanya dijadikan sibol belaka, ini dapat dilihat Indonesia menduduki peringkat nomor wakid negara terkorup.&lt;br /&gt;Pejabat kita lagi bingung mempertahankan kedudukanya karena takut kehilangan jabatannya, elite politik juga sibuk untuk mencari dukungan agar dapat bagian dalam bagi-bagi kue kekuasaan, sedangkan para ulama` kita  juga lagi asyik berwirid dan berdoa` menyiapkan diri untuk menghadap Sang Kholik hingga lupa kalau umatnya membutuhkan bimbingan spiritual agar tidak tersesesat dalam mengarungi kehidupan, sedangkan Mahasiswa sedah tidak sudah tidak ada waktu karena disibukkan memburu nilai A+ agar IP-nya baik sehingga kelak kalau sudah lulus cepat dapat kerja, mereka lupa kalau pemerintah perlu untuk terus diingatkan agar rakyat dapat hidup sejahtera, terus siapa lagi kalau tidak umat Islam sebagai umat terbesar sinegeri ini...???&lt;br /&gt;Sebagai umat Islam yang mayoritas penduduk bangsa ini seharusnya memberikan pencerahan atas krisis moral yang melanda negeri ini sekaligus membuktikan pada umat agama lain bahwa Islam menentang keras tindakan korupsi. Islam adalah agama &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"Rahmatan Lil Alamien"&lt;/span&gt; penyelamat seluruh alam, Islam bukanlah agama yang mengajarkan korupsi dan bukan pula agama yang mengajarkan terorisme seperti yang akhir-akhir ini dituduhkan Barat, tapi untuk membuktikan hal ini tentunya sangat sulit kalau kita sendiri sebagai umat agama yang mengemban misi suci dari Tuhan tidak dapat membuktikannya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"sebagai umat penyelamat dunia"&lt;/span&gt;  dan saya kira tidak ada jalan lain untuk menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;umat penyelamat dunia &lt;/span&gt;kecuali kembali pada ajaran Islam yaitu dua warisan suci  yang ditinggalkan Rosulullah SAW  yakni Al-Qur`an  dan  Al-Hadits, apabila ini kita lakukan saya yakin bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar dan disegani oleh bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7259404474718982261-7717989055357289587?l=ubedsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/do7_LxRSjF64O0VO9nF6clHdyTo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/do7_LxRSjF64O0VO9nF6clHdyTo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/do7_LxRSjF64O0VO9nF6clHdyTo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/do7_LxRSjF64O0VO9nF6clHdyTo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/UuAvV/~4/97-9rIEPD5w" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ubedsite.blogspot.com/feeds/7717989055357289587/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7259404474718982261&amp;postID=7717989055357289587&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/7717989055357289587?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/7717989055357289587?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/UuAvV/~3/97-9rIEPD5w/peran-agama-dalam-memberantas-korupsi.html" title="Peran Islam dalam Memberantas Korupsi" /><author><name>Ubaidillah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/_C96tvenwZTw/SuSB_ZLsE2I/AAAAAAAAAd8/po9F50kw3mM/S220/Ubed.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ubedsite.blogspot.com/2008/02/peran-agama-dalam-memberantas-korupsi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04HRn0_eyp7ImA9WxZSF0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7259404474718982261.post-3092151983672512310</id><published>2008-01-30T09:58:00.001-08:00</published><updated>2008-01-30T09:58:57.343-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-30T09:58:57.343-08:00</app:edited><title>UN 2008</title><content type="html">&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;UN dalam Realita Pendidikan&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Sebagai sebuah kebijakan, UN memang cacat sejak lahirnya. UU Sisdiknas jelas sekali mendelegasikan masalah kelulusan siswa kepada sekolah dan guru. Bahkan dalam UU Guru dan Dosen, hal ini dipertegas kembali. Sementara kebijakan UN membuat penilaian guru dan sekolah menjadi komponen yang kurang berarti. UN menjadi penentu mutlak kelulusan, guru dan sekolah hanyalah menjadi penentu bersyarat. Guru dan sekolah hanya berfungsi kalau siswa telah lulus UN. Artinya siswa yang tidak lulus UN, mutlak tidak lulus. Siswa yang lulus UN, sekolah memang berhak tidak meluluskannya. Suatu hak yang sangat ringkih, bisa dikatakan tidak berarti dalam konteks Indonesia. Wajar bila hampir seluruh sekolah &lt;i&gt;emoh&lt;/i&gt; menggunakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Fakta diatas jelas bahwa kebijakan penerapan UN hanya akan memperpuruk pendidikan Indonesia karena jelas-jelas keberhasilan proses belajar siswa selama 3 tahun hanya ditentukan dalam waktu ujian nasional yang hanya beberapa jam saja, apabila siswa gagal maka proses selama 3 tahun dianggap tidak berguna sama sekali dan ini berarti pemerintah hanya mengakui bahwa kecerdasan siswa hanya ada pada kecrdasan intelektual belaka padahal kecerdasan seseorang tidak bisa diukur hanya pada kecerdasan intelektual belaka masih ada kecerdasan emosinal, kecerdasan spiritual, kecerdasan sosial dan kecerdasan-kecerdasan lainnya. saya berharap pemerintah meninjau ulang kebijakan pelaksanaan UN, kita perlu mengevaluasi sejauhmana efektivitas UN yang mulai diterapkan pada 2001 terhadap peningkatan pendidikan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saran saya alagkah arif dan bijaknya jika pemerintah mengalokasikan dana yang dipakai untuk operasional pelaksanaan UN yang jumlahnya tidak sedikit digunakan untuk memperbaiki gedung-gedung sekolah kita yang mau roboh karena sudah rapuh? dan memperbaiki sarana penunjang pendidikan lainnya termasuk kesejahteraan tenaga pendidik terutama bagi mereka yang masih berstatus swasta? kalau hanya untuk mengukur tingkat kualitas pendidikan kita haruskah dengan UN? Bukankah kebijakan UN selama justru memupuk berkembangnya bisnis jual beli pendidikan?pu...si....ng......dech........!!!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7259404474718982261-3092151983672512310?l=ubedsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zKu6Bq4rw6VemwEoFOn4jDb-c6k/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zKu6Bq4rw6VemwEoFOn4jDb-c6k/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zKu6Bq4rw6VemwEoFOn4jDb-c6k/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zKu6Bq4rw6VemwEoFOn4jDb-c6k/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/UuAvV/~4/oJ-so44I-gM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ubedsite.blogspot.com/feeds/3092151983672512310/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7259404474718982261&amp;postID=3092151983672512310&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/3092151983672512310?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7259404474718982261/posts/default/3092151983672512310?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/UuAvV/~3/oJ-so44I-gM/un-2008.html" title="UN 2008" /><author><name>Ubaidillah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/_C96tvenwZTw/SuSB_ZLsE2I/AAAAAAAAAd8/po9F50kw3mM/S220/Ubed.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ubedsite.blogspot.com/2008/01/un-2008.html</feedburner:origLink></entry></feed>

