<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301</id><updated>2011-03-15T02:47:18.926-07:00</updated><title type='text'>SAMUDRA ILMU</title><subtitle type='html'>DI SINI KITA AKAN BERBAGI ILMU PRNGETAHUAN</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-2038510977330442198</id><published>2011-03-15T01:23:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T01:23:04.879-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MANTIQ'/><title type='text'>Definisi dan Urgensi Mantiq</title><content type='html'>.&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;Mantiq adalah alat atau dasar yang penggunaannya akan          menjaga kesalahan dalam berpikir.&lt;br /&gt;Lebih jelasnya, Mantiq adalah sebuah ilmu yang membahas          tentang alat dan formula berpikir, sehingga seseorang yang          menggunakannya akan selamat dari cara berpikir salah.          Manusia sebagai makhluk yang berpikir tidak akan lepas dari          berpikir. Namun, saat berpikir, manusia seringkali          dipengaruhi oleh berbagai tendensi, emosi, subyektifitas dan          lainnya sehingga ia tidak dapat berpikir jernih, logis dan          obyektif. Mantiq merupakan upaya agar seseorang dapat          berpikir dengan cara yang benar, tidak keliru.&lt;br /&gt;Sebelum kita pelajari masalah-masalah mantiq, ada baiknya          kita mengetahui apa yang dimaksud dengan "berpikir".&lt;br /&gt;Berpikir adalah proses pengungkapan sesuatu yang misteri          (majhul atau belum diketahui) dengan mengolah          pengetahuan-pengetahuan yang telah ada dalam benak kita          (dzihn) sehingga yang majhul itu menjadi ma'lûm          (diketahui).&lt;br /&gt;Faktor-Faktor Kesalahan Berpikir 1. Hal-hal yang          dijadikan dasar (premis) tidak benar. 2. Susunan atau form          yang menyusun premis tidak sesuai dengan kaidah mantiq yang          benar.&lt;br /&gt;Argumentasi (proses berpikir) dalam alam pikiran manusia          bagaikan sebuah bangunan. Suatu bangunan akan terbentuk          sempurna jika tersusun dari bahan-bahan dan konstruksi          bangunan yang sesuai dengan teori-teori yang benar. Apabila          salah satu dari dua unsur itu tidak terpenuhi, maka bangunan          tersebut tidak akan terbentuk dengan baik dan sempurna.          Sebagai misal, "[1] Socrates adalah manusia; dan [2] setiap          manusia bertindak zalim; maka [3] Socrates bertindak zalim".          Argumentasi semacam ini benar dari segi susunan dan formnya.          Tetapi, salah satu premisnya salah yaitu premis yang          berbunyi "Setiap manusia bertindak zalim", maka konklusinya          tidak tepat. Atau misal, "[1] Socrates adalah manusia; dan          [2] Socrates adalah seorang ilmuwan", maka "[3] manusia          adalah ilmuwan". Dua premis ini benar tetapi susunan atau          formnya tidak benar, maka konklusinya tidak benar. (Dalam          pembahasan qiyas nanti akan dijelaskan susunan argumentasi          yang benar, pen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER:http://luk.staff.ugm.ac.id/kmi/islam/Etc/Mantiq.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-2038510977330442198?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/2038510977330442198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=2038510977330442198' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/2038510977330442198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/2038510977330442198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2011/03/definisi-dan-urgensi-mantiq.html' title='Definisi dan Urgensi Mantiq'/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-3722738823549460956</id><published>2011-03-15T01:17:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T01:17:41.707-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ILMU HADIS'/><title type='text'>PENGERTIAN ILMU HADIS DAN PEMBAGIANNYA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ulumul Hadis&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ulumul Hadis adalah istilah ilmu hadis  di dalam tradisi ulama hadits. (Arabnya: ‘ulumul al-hadist). ‘ulum  al-hadist terdiri dari atas 2 kata, yaitu ‘ulum dan Al-hadist. Kata  ‘ulum dalam bahasa arab adalah bentuk jamak dari ‘ilm, jadi berarti  “ilmu-ilmu”; sedangkan al-hadist di kalangan Ulama Hadis berarti “segala  sesuatu yang disandarkan kepada nabi SAW dari perbuatan, perkataan,  taqir, atau sifat.” (Mahmud al-thahhan, Tatsir Mushthalah al-hadist  (Beirut: Dar Al-qur’an al-karim, 1979), h.14) dengan demikian, gabungan  kata ‘ulumul-hadist mengandung pengertian “ilmu-ilmu yang membahas atau  berkaitan Hadis nabi SAW”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ilmu Hadis Riwayah&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Ibn al-Akfani, sebagaimana yang  dikutip oleh Al-Suyuthi, bahwa yang dimaksud Ilmu Hadis Riwayah adalah:  Ilmu Hadis yang khusus berhubungan dengan riwayah adalah ilmu yang  meliputi pemindahan (periwayatan) perkataan Nabi saw dan perbuatannya,  serta periwayatannya, pencatatannya, dan penguraian lafaz-lafaznya.  (Jalal al-din ‘Abd al-Rahman Ibn Abu Bakar al-Suyuthi, Tadrib al-Rawi fi  Syarh Taqrib al-Nawawi. Ed. ‘Abdul Al-Wahhab’ Abd al-Lathif (Madinah:  Al-Maktabat al-‘Ilmiyyah.cet kedua. 1392 H/ 1972 M), h. 42; Lihat juga  M. Jammaluddin al-Qasimi, Qawa’id al-Tahdist min Funun wa Mushthalah  al-Hadist (Kairo: Al-Bab al-Halabi, 1961). H. 75) &lt;span id="more-454"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan pengertian menurut Muhammad  ‘ajjaj a-khathib adalah: Yaitu ilmu yang membahas tentang pemindahan  (periwayatan) segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi saw, berupa  perkataan, perbuatan, taqrir (ketetapan atau pengakuan), sifat  jasmaniah, atau tingkah laku (akhlak) dengan cara yang teliti atau  terperinci. (Lihat M.’Ajjaj al-Khathib, Ushul al-Hadits (Beirut: Dar  al-Fikr, 1989), h.7.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Definisi yang hampir sama senada juga  dikemukkan oleh Zhafar Ahmad ibn Lathif al-‘Utsmani al-Tahanawi di dalam  Qawa’id fi ‘ulum al-Hadist, Ilmu hadis yang khusus dengan riwayah  adalah ilmu yang dapat diketahui dengan perkataan, perbuatan dan keadaan  Rasulullah saw serta periwayatan, pencatatan, dan penguraian  lafaz-lafaznya. (Zhafar Ahmad ibn Lathif al-‘Utsmani al- Tahanawi, Qawa  ‘id fi ‘ Ulum al-Hadist, Ed. ‘Abd al-Fattah Abu Ghuddah (Beirut:  Maktabat al-Nahdhah, 1404 H/ 1984).h.22.).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari ketiga definisi di atas dapat  dipahami bahwa Ilmu Hadis Riwayah pada dasarnya adalah membahas tentang  tata cara periwayatan, pemeliharaan, dan penulisan atau pembukuan Hadis  Nabi saw.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Objek kajian ilmu Hadis Riwayah adalah  Hadis Nabi saw dari segi periwayatan dan pemeliharaannya. Hal tersebut  mencakup:&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Cara periwayatan Hadis, baik dari segi cara penerimaan dan demikian  juga dari cara penyampaiannya dari seorang perawi ke perawi lain;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cara pemeliharaan Hadis, yaitu dalam bentuk penghafalan, penulisan,  dan pembukuannya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilmu Hadis Riwayah ini sudah ada  semenjak Nabi saw masih hidup, yaitu bersamaan dengan dimulainya  periwayatan dengan hadis itu sendiri. Para Sahabat Nabi saw menaruh  perhatian yang tinggi terhadap Hadis Nabi saw. Mereka berusaha untuk  memperoleh Hadis-Hadis Nabi saw dengan cara mendatangi Majelis Rasul saw  serta mendengar dan menyimak pesan atau nasihat yang disampaikan  beliau. Sedemikian besar perhatian mereka, sehingga kadang-kadang mereka  berjanji satu sama lainnya untuk bergantian menghadiri majelis Nabi  saw. Tersebut, manakala di antara mereka ada yang sedang berhalangan.  Hal tersebut seperti yang dilakukan Umar r.a., yang menceritakan, “Aku  beserta tetanggaku dari kaum Ansar, yaitu Bani Umayyah ibn Zaid, secara  bergantian menghadiri majelis Rasul saw. Apabila giliranku yang hadir,  maka aku akan menceritakan kepadanya apa yang aku dapatkan dari Rasul  SAW pada hari itu; dan sebaliknya, apabila giliran dia yang hadir, maka  dia pun akan melakukan hal yang sama. (“Ajjaj al-Khathib, Ushul  al-Hadits, h. 67).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah periwayatan dan pemeliharaan  Hadis Nabi saw berlangsung hingga usaha penghimpunan Hadis secara resmi  dilakukan pada masa pemerintahan Khalifah ‘Umar ibn ‘Abd al-‘Aziz  (memerintah 99 H/717 M- 124 H/ 742 M). Al-Zuhri dengan usahanya tersebut  dipandang sebagai pelopor Ilmu Hadis Riwayah; dan dalam sejarah  perkembangan Hadis, dia dicatat sebagai ulama pertama yang menghimpun  Hadis Nabi saw atas perintah Khalifah ‘Umar ibn ‘abd al-Aziz.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usaha penghimpunan, penyeleksian,  penulisan, dan pembukuan Hadis secara besar-besaran terjadi pada abad ke  3 H yang dilakukan oleh para ulama, seperti Imam al-Bukhari, Imam  Muslim, Imam Abu Dawud, Imam al-Tarmidzi, dan lain-lain. Dengan  dibukukan Hadis-Hadis Nabi saw oleh para Ulama di atas, dan buku mereka  pada masa selanjutnya telah jadi rujukan para Ulama yang datang  kemudian, maka dengan sendirinya Ilmu Hadis Riwayah tidak banyak lagi  berkembang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbeda lagi dengan Ilmu Hadis Dirayah,  pembicaraan dan perkembangannya tetap berjalan sejalan dengan  perkembangan dan lahirnya sebagai cabang Ilmu Hadis. Dengan demikian,  pada masa berikutnya apabila terdapat pembicaraan dan pengkajian tentang  Ilmu Hadis Dirayah, yang oleh para Ulama disebut juga dengan ‘Ilm  Mushthalah al-Hadist atau ‘Ilm Ushul al-Hadist.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ilmu Hadis Dirayah&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibn al-Akfani memberikan Ilmu Hadis  Dirayah sebagai berikut: dan Ilmu Hadis yang khusus tentang Dirayah  adalah ilmu yang bertujuan untuk mengetahui hakikat riwayat,  syarat-syarat, macam-macam, dan hukum-hukumnya, keadaan para perawi,  syarat-syarat mereka, jenis yang diriwayatkan, dan segala sesuatu yang  berhubungan dengannya (Lihat al-Suyuthi, Tadrb al-Rawi h. 40; Lihat juga  al-Qasimi, Qawa’id al-Tahdits, h.75.)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Uraian dan elaborasi dari definisi di  atas diberikan oleh Imam al-Suyuthi, sebagai beikut: Hakikat riwayat,  adalah kegiatan sunah (Hadis) dan penyandaran kepada orang yang  meriwayatkannya dengan kalimat tahdits, yaitu perkataan seorang perawi  “haddatsana fulan”, (telah menceritakan kepada kami si Fulan), atau  Ikhbar, seperti perkataannya “akhbarana fulan”, (telah mengabarkan  kepada kami si Fulan). (al-suyuthi. Tadrib al-Rawi, h. 40.)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syarat-syarat riwayat, yaitu penerimaan  para perawi terhadap apa yang diriwayatkannya dengan menggunakan  cara-cara tertentu dalam penerimaan riwayat (cara-cara tahammul  al-Hadits), seperti sama’ (perawi mendengarkan langsung bacaan Hadis  dari seorang guru), qira’ah (murid membacakan catatan Hadis dari gurunya  di hadapan guru tersebut), ijazah (memberi izin kepada seseorang untuk  meriwayatkan suatu Hadis dari seorang ulama tanpa dibacakan sebelumnya),  kepada seorang untuk diriwayatkan), kitabah (menuliskan Hadis untuk  seseorang), munawalah, (menyerahkan suatu hadis yang tertulis kepada  seseorang untuk diriwayatkan), kitabah, (menuliskan hadis untuk  seseorang), i’lam (memberitahu seseorang bahwa Hadis-Hadis tertentu  adalah koleksinya), washiyyat (mewasiatkan kepada seseorang koleksi  hadis yang dikoleksinya), dan wajadah (mendapatkan koleksi tertentu  tentang Hadis dari seorang guru). (M.M Azami, Studies ih Hadith  Methologi and Literature.16: Mahmud al-thahhan. Taisir Mushthalah  al-Hadist, h. 157-164)&lt;br /&gt;Muttashil, yaitu periwayatan yang bersambung mulai dari perawi pertama  sampai perawi terakhir, atau munqathi’, yaitu periwayatan yang terputus,  baik di awal, di tengah, ataupun di akhir, dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hukum riwayat, adalah al-qabul, yaitu  diterimanya suatu riwayat karena telah memenuhi persyaratan tertentu,  dan al-radd, yaitu ditolak, karena adanya persyaratan tertentu yang  tidak terpenuhi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keadaan para perawi, maksudnya adalah,  keadaan mereka dari segi keadilan mereka (al’adalah) dan ketidakadilan  mereka (al-jarh). Syarat-syarat mereka, yaitu syarat-syarat yang harus  dipenuhi oleh seorang perawi ketika mereka menerima riwayat  (syarat-syarat pada tahammul) dan syarat ketika menyampaikan riwayat  (syarat pada al-adda’).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jenis yang diriwayatkan (ashnaf  al-marwiyyat), adalah penulisan Hadis di dalam kitab al-musnad,  al-mu’jam, atau al-ajza’ dan lainnya dari jenis-jenis kitab yang  menghimpun Hadis Nabi saw. Definisi yang lebih ringkas namun  komprehensif tentang Ilmu Hadis Dirayah dikemukakan oleh M. ‘Ajjaj  al-Khathib, sebagai berikut : Ilmu Hadis Dirayah adalah kumpulan  kaidah-kaidah dan masalah-masalah untuk mengetahui keadaan rawi dan  marawi dari segi diterima atau ditolaknya. (M, ‘Ajjaj al-khathib, Ushul  al- Hadits, h. 8 )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-khatib lebih lanjut menguraikan  definisi di atas sebagai berikut: al-rawi atau perawi, adalah orang yang  meriwatkan atau menyampaikan Hadis dari satu orang kepada yang lainnya;  al-marwi adalah segala sesuatu yang diriwayatkan, yaitu segala sesuatu  yang disandarkan kepada Nabi saw atau kepada yang lainnya, seperti  sahabat atau yang lainnya Tabi’in; keadaan perawi dari segi diterima  atau ditolaknya adalah, mengetahui keadaan para perawi dari segi jarh  dan ta’dil ketika tahammul dan adda’ al-Hadist, dan segala sesuatu yang  berhubungan dengannya dalam kaitannya dengan periwayatan Hadis; keadaan  marwi adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan ittishal al-sanad  (persambungan sanad) atau terputusnya, adanya ‘illat atau tidak, yang  menentukan diterima atau ditolaknya suatu Hadis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Objek kajian atau pokok bahasan Ilmu  Hadis Dirayah ini, berdasarkan definisi di atas, adalah sanad dan matan  Hadis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan tentang sanad meliputi: (i)  segi persambungan sanad (ittishal al-sanad), yaitu bahwa suatu rangkaian  sanad Hadis haruslah bersambung mulai dari Sahabat sampai pada  Periwayat terakhir yang menuliskan atau membukukan Hadis tersebut; oleh  karenanya, tidak dibenarkan suatu rangkaian sanad tersebut yang  terputus, tersembunyi, tidak diketahui identitasnya atau tersamar: (ii)  segi kepercayaan sanad (tsiqat al-sanad), yatu setiap perawi yang  terdapat di dalam sanad suatu Hadis harus memiliki sifat adil dan  dhabith (kuat dan cermat hafalan atau dokumentasi Hadisnya ); (iii) segi  keselamatan dan kejanggalan (syadz); (iv) keselamatan dan cacat  (‘illat); dan (v) tinggi dan rendahnya martabat suatu sanad.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan pembahasan mengenai matan  adalah meliputi segi ke-shahih-an atau ke dhaifan-nya. Hal tersebut  dapat dilihat dari kesejalananya dengan makna dan tujuan yang terkandung  di dalam al-quran, atau selamatnya: (i) dari kejanggalan redaksi  (rakakat al-faz); (ii) dari cacat atau kejanggalan dari maknanya (fasad  al- ma’na), karena bertentangan dengan akal dan panca indera, atau  dengan kandungan dan makna Al-Qur’an, atau dengan fakta sejarah;  dan(iii) dari kata-kata asing (gharib), yaitu kata-kata yang tidak bisa  dipahami berdasarkan maknanya yang umum dikenal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan dan urgensi Ilmu Hadis Dirayah  adalah untuk mengetahui dan menetapkan Hadis-Hadis yang maqbul (yang  dapat diterima sebagai dalil atau untuk diamalkan) dan yang mardud (yang  ditolak).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilmu Hadis Dirayah inilah yang pada masa  selanjutnya secara umum dikenal dengan Ulumul Hadis, mushthalah  al-Hadits, atau Ushul al-Hadits. Keseluruhan nama-nama di atas, meskipun  bervariasi, namun mempunyai arti dan tujuan yang sama, yaitu ilmu yang  membahas tentang kaidah-kaidah untuk mengetaui keadaan perawi (sanad)  dan marwi (matan) suatu Hadis, dari segi diterima dan ditolaknya.  (Ibid., h. 9.)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ulama Hadis membagi Ilmu Hadis  Dirayah atau Ulumul Hadis ini kepada beberapa macam, berdasarkan kepada  permasalahan yang dibahas padanya, seperti pembahasan tentang pembagian  Hadis Shahih, Hasan, Dan Dha’if, serta macam-macamnya, pembahasan  tentang tata cara penerimaannya (tahmmul) dan periwayatan (adda’) Hadis,  pembahasan al-jarih dan al-ta’dil serta tingkatan-tingkatannya,  pembahasan tentang perawi, latar belakang kehidupannya, dan  pengklasikasiannya antara yang tsiqat dan yang dha’if, dan pembahasan  lainnya. Masing-masing pembahasan di atas dipandang sebagai macam-macam  dari Ulumul Hadis, sehingga, karena banyaknya, Imam al-Suyuthi  menyatakan bahwa macam-macam Ulumul Hadis tersebut banyak sekali, bahkan  tidak terhingga jumlahnya. (Ibd, h. 11, lihat juga Tadrib al-rawi, h.  53 ). Ibn al-Shaleh menyebutkan ada 65 macam Ulumul Hadis, sesuai dengan  pembahasannya, seperti yang dikemukakan di atas. (Abu ‘Amr Ibn  al-Shaleh, ‘ulum al-hadits, ed. Nur al-Din ‘Atr (Madinah: Maktabat  al-Ilmiyyah, 1972), h 5-10).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-3722738823549460956?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/3722738823549460956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=3722738823549460956' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/3722738823549460956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/3722738823549460956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2011/03/pengertian-ilmu-hadis-dan-pembagiannya.html' title='PENGERTIAN ILMU HADIS DAN PEMBAGIANNYA'/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-4900061152796713368</id><published>2011-03-15T01:13:00.001-07:00</published><updated>2011-03-15T01:13:00.322-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ILMU HADIS'/><title type='text'>ISTILAH-ISTILAH HADIS</title><content type='html'>&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt; margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADITS ialah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW baik  berupa  perkataan, perbuatan, pernyataan, taqrir, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ATSAR ialah sesuatu yang disandarkan kepada para sahabat Nabi Muhammad  SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAQRIR ialah keadaan Nabi Muhammad SAW yang mendiamkan, tidak mengadakan   sanggahan atau menyetujui apa yang telah dilakukan atau diperkatakan  oleh para  sahabat di hadapan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAHABAT ialah orang yang bertemu Rosulullah SAW dengan pertemuan yang  wajar  sewaktu beliau masih hidup, dalam keadaan islam lagi beriman dan mati  dalam  keadaan islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TABI'IN ialah orang yang menjumpai sahabat, baik perjumpaan itu lama  atau  sebentar, dan dalam keadaan beriman dan islam, dan mati dalam keadaan  islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATAN ialah lafadz hadits yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW, atau  disebut  juga isi hadits.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-4900061152796713368?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/4900061152796713368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=4900061152796713368' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/4900061152796713368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/4900061152796713368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2011/03/istilah-istilah-hadis.html' title='ISTILAH-ISTILAH HADIS'/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-7427420697028166492</id><published>2011-03-15T01:06:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T01:06:40.651-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ILMU TAFSIR'/><title type='text'>PENGERTIAN TAFSIR DAN ILMU TAFSIR SERTA RUANG LINGKUPMYA</title><content type='html'>A. Pengertian Tafsir&lt;br /&gt;Secara  etimologi tafsir bisa berarti Penjelasan, Pengungkapan, dan Menjabarkan  kata yang samar.&lt;br /&gt;Adapun secara terminologi tafsir adalah penjelasan  terhadap Kalamullah atau menjelaskan lafadz-lafadz al-Qur’an dan  pemahamannya. Ilmu tafsir merupakan ilmu yang paling mulia dan paling  tinggi kedudukannya, karena pembahasannya berkaitan dengan Kalamullah  yang merupakan petunjuk dan pembeda dari yang haq dan bathil. Ilmu  tafsir telah dikenal sejak zaman Rasulullah dan berkembang hingga di  zaman modern sekarang ini.&lt;br /&gt;Jadi, Secara umum Ilmu tafsir adalah ilmu  yang bekerja untuk mengetahui arti dan maksud dari ayat-ayat al Qur’an.  Pada waktu Nabi Muhammad masih hidup, beliau sendiri yang menjelaskan  apa maksud dari ayat Al Qur’an, maka hadis Nabi disebut sebagai  penjelasan dari al Qur’an. Setelah Nabi wafat, para sahabat berusaha  menerangkan maksud al Qur’an bersumber dari pemahaman mereka terhadap  keterangan nabi dan dari suasana kebatinan saat itu. Pada masa dimana  generasi sahabat sudah tidak ada yang hidup, maka pemahaman al Qur’an  dilakukan oleh para ulama, dengan interpretasi. Ketika itulah tafsir  tersusun sebagai ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. MACAM-MACAM TAFSIR BERDASARKAN  SUMBERNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian Tafsir secara ilmiah, tafsir terbagi menjadi  tiga bagian:&lt;br /&gt;- Tafsir bil-ma’tsur ( bir-riwayah )&lt;br /&gt;- Tafsir  bir-ra’yi ( bid-dirayah )&lt;br /&gt;- Tafsirul isyari ( bil-isyarah )&lt;br /&gt;- Tafsir bil Izdiwaji ( campuran )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tafsir  bil-ma’tsur&lt;br /&gt;Adalah penafsiran Al Qur’an dengan Qur’an, atau dengan  Hadits ataupun perkataan para Shahabat, untuk menjelaskan kepada sesuatu  yang dikehendaki Allah swt.&lt;br /&gt;Mengenai penafsiran Al Qur’an dengan  perkataan para Shahabat ketahuilah, bahwasanya Tafsir Shahabat termasuk  Tafsir yang dapat diterima dan dijadikan sandaran. Karena para Shahabat  (semoga Allah meridhoi mereka), telah dibina langsung oleh Rasulullah  saw, dan menyaksikan turunnya wahyu serta mengetahui sebab-sebab  diturunkannya ayat.&lt;br /&gt;Dan juga dikarenakan kebersihan hati mereka, dan  ketinggian martabat mereka dalam kefashihan dan bayan. Juga karena faham  mereka yang shahih dalam menafsirkan Kalam Allah swt. Dan juga  dikarenakan mereka lebih mengetahui rahasia-rahasia yang terkandung  dalam Al Qur’an dibandingkan seluruh manusia setelah generasi mereka.&lt;br /&gt;Berkata  Imam Hakim Rahimahullah: Sesungguhnya tafsir para Shahabat (semoga  Allah meridhoi mereka) yang mana mereka telah menyaksikan wahyu dan  turunnya Al Qur’an dihukumkan Marfu’ (sampai atau bersambung kepada Nabi  saw). Ataupun dengan kata lain, tafsir para Shahabat mempunyai hukum  hadits Nabawi yang Marfu’ kepada Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tafsir bir-ra’yi&lt;br /&gt;Adalah  tafsir yang dalam menjelaskan maknanya, Mufassir hanya perpegang pada  pemahaman sendiri. Dan penyimpulan (istinbath) yang didasarkan pada  ra’yu semata.&lt;br /&gt;Seiring perkembangan zaman yang menuntut pengembangan  metoda tafsir karena tumbuhnya ilmu pengetahuan pada masa Daulah  Abbasiyah maka tafsir ini memperbesar peranan ijtihad dibandingkan  dengan penggunaan tafsir bi al-Matsur. Dengan bantuan ilmu-ilmu bahasa  Arab, ilmu qiraah, ilmu-ilmu Al-Qur’an, hadits dan ilmu hadits, ushul  fikih dan ilmu-ilmu lain.&lt;br /&gt;Seorang mufassir akan menggunakan kemampuan  ijtihadnya untuk menerangkan maksud ayat dan mengembangkannya dengan  bantuan perkembangan ilmu-ilmu pengetahuan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian  Tafsir bir-ra’yi:&lt;br /&gt;Tafsir bir-ra’yi terbagi menjadi dua bagian:        - Tafsir Mahmud&lt;br /&gt;- Tafsir Madzmum&lt;br /&gt;a. Tafsir Mahmud: Adalah suatu  penafsiran yang sesuai dengan kehendak syari’at (penafsiran oleh orang  yang menguasai aturan syari’at), jauh dari kebodohan dan kesesatan,  sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa arab, serta berpegang pada  uslub-uslubnya dalam memahami nash-nash Qur’aniyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tafsir al  Madzmum: Adalah penafsiran Al Qur’an tanpa berdasarkan ilmu, atau  mengikuti hawa nafsu dan kehendaknya sendiri, tanpa mengetahui  kaidah-kaidah bahasa atau syari’ah. Atau dia menafsirkan ayat  berdasarkan mazhabnya yang rusak maupun bid’ahnya yang tersesat.&lt;br /&gt;Hukum  Tafsir bir-ra’yi al Madzmum: Menafsirkan Al Qur’an dengan ra’yu dan  Ijtihad semata tanpa ada dasar yang shahih adalah haram. Allah berfirman  :&lt;br /&gt;وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ (الإ ســــراء: 36)&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Dan  janganlah kamu mengikuti apa-apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan  tentangnya”. (QS, Al Isra’: 36)&lt;br /&gt;Firman Allah lagi:&lt;br /&gt;قـُلْ إِنَّمَا  حـَرَّمَ رَبِّيَ ٱلْفـَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ  وَٱلإِثـْمَ وَٱلْبَغْيَ بِغَـيْرِ ٱلْحَقِّ وَأَن تـُشْــرِكـُواْ  بِٱللّـَهِ مَا لَمْ يُنـَزِّلْ بِهِ سُلْـطَاناً وَأَن تَقـُولُواْ عَلَى  ٱللّـَهِ مَا لاَ تَعْـلَمــُونَ (الأعراف: 33)&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Katakanlah:  Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang  tersembunyi, dan perbuatan dosa. Melanggar hak manusia tanpa alasan  yang benar, (mengharamkan mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang  Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu. Dan (mengharamkan) kamu  mengatakan terhadap Allah dengan sesuatu yang tidak kamu ketahui.” (Al  A’raf: 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sabda Rasulullah saw:&lt;br /&gt;عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ  رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِغَيْرِ عِلْمٍ  فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا  حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“ Dari Ibnu Abbas  Radhiyallahu ‘anhuma dia berkata, bersabda Rasulullah saw: “Barang siapa  menafsirkan Al Qur’an dengan tanpa ilmu, maka siapkanlah tempatnya di  neraka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tafsir Isyari&lt;br /&gt;Menurut kaum sufi setiap ayat  mempunyai makna yang zahir dan batin. Yang zahir adalah yang segera  mudah dipahami oleh akal pikiran sedangkan yang batin adalah yang  isyarat-isyarat yang tersembunyi dibalik itu yang hanya dapat diketahui  oleh ahlinya. Isyarat-isyarat kudus yang terdapat di balik  ungkapan-ungkapan Al-Qur’an inilah yang akan tercurah ke dalam hati dari  limpahan pengetahuan gaib yang dibawa ayat-ayat. Itulah yang biasa  disebut tafsir Isyari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tafsir bil Izdiwaji ( Campuran )&lt;br /&gt;Tafsir bil Izdiwaji disebut juga dengan metode campuran antara  tafsir bil Matsur dan Tafsir bil Ra’yi yaitu menafsirkan Al-Qur’an yang  didasarkan atas perpaduan antara sumber tafsir riwayat yang kuat dan  shahih, dengan sumber hasil ijtihad akan pikiran yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.  MACAM-MACAM TAFSIR BERDASARKAN METODENYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Metode Tahlili  (Analitik)&lt;br /&gt;Metode Tahlili adalah metode menafsirkan Al-Qur’an yang  berusaha menjelaskan Al-Qur’an dengan menguraikan berbagai seginya dan  menjelaskan apa yang dimaksudkan oleh Al-Qur’an. Metode ini adalah yang  paling tua dan paling sering digunakan. Tafsir ini dilakukan secara  berurutan ayat demi ayat kemudian surat demi surat dari awal hingga  akhir sesuai dengan susunan Al-Qur’an. Dia menjelaskan kosa kata dan  lafazh, menjelaskan arti yang dikehendaki, sasaran yang dituju dan  kandungan ayat, yaitu unsur-unsur I’jaz, balaghah, dan keindahan susunan  kalimat, menjelaskan apa yang dapat diambil dari ayat yaitu hukum  fikih, dalil syar’i, arti secara bahasa, norma-norma akhlak dan lain  sebagainya.&lt;br /&gt;Menurut Malik bin Nabi, tujuan utama ulama menafsirkan  Al-Qur’an dengan metode ini adalah untuk meletakkan dasar-dasar rasional  bagi pemahaman akan kemukzizatan Al-Qur’an, sesuatu yang dirasa bukan  menjadi kebutuhan mendesak bagi umat Islam dewasa ini. Karena itu perlu  pengembangan metode penafsiran karena metode ini menghasilkan gagasan  yang beraneka ragam dan terpisah-pisah . Kelemahan lain dari metode ini  adalah bahwa bahasan-bahasannya amat teoritis, tidak sepenuhnya mengacu  kepada persoalan-persoalan khusus yang mereka alami dalam masyarakat  mereka, sehingga mengesankan bahwa uraian itulah yang merupakan  pandangan Al-Qur’an untuk setiap waktu dan tempat. Hal ini dirasa  terlalu “mengikat” generasi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Metode Ijmali (Global)&lt;br /&gt;Metode  ini adalah berusaha menafsirkan Al-Qur’an secara singkat dan global,  dengan menjelaskan makna yang dimaksud tiap kalimat dengan bahasa yang  ringkas sehingga mudah dipahami. Urutan penafsiran sama dengan metode  tahlili namun memiliki perbedaan dalam hal penjelasan yang singkat dan  tidak panjang lebar. Keistimewaan tafsir ini ada pada kemudahannya  sehingga dapat dikonsumsi oleh lapisan dan tingkatan kaum muslimin  secara merata. Sedangkan kelemahannya ada pada penjelasannya yang  terlalu ringkas sehingga tidak dapat menguak makna ayat yang luas dan  tidak dapat menyelesaikan masalah secara tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Metode  Muqarin&lt;br /&gt;Tafsir ini menggunakan metode perbandingan antara ayat dengan  ayat, atau ayat dengan hadits, atau antara pendapat-pendapat para ulama  tafsir dengan menonjolkan perbedaan tertentu dari obyek yang  diperbandingkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Metode Maudhu’i (Tematik)&lt;br /&gt;Metode ini  adalah metode tafsir yang berusaha mencari jawaban Al-Qur’an dengan cara  mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an yang mempunyai tujuan satu, yang  bersama-sama membahas topik/judul tertentu dan menertibkannya sesuai  dengan masa turunnya selaras dengan sebab-sebab turunnya, kemudian  memperhatikan ayat-ayat tersebut dengan penjelasan-penjelasan,  keterangan-keterangan dan hubungan-hubungannya dengan ayat-ayat lain  kemudian mengambil hukum-hukum darinya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-7427420697028166492?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/7427420697028166492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=7427420697028166492' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/7427420697028166492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/7427420697028166492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2011/03/pengertian-tafsir-dan-ilmu-tafsir-serta.html' title='PENGERTIAN TAFSIR DAN ILMU TAFSIR SERTA RUANG LINGKUPMYA'/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-5724074966658805952</id><published>2011-03-15T00:59:00.001-07:00</published><updated>2011-03-15T00:59:57.481-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='usul fiqh'/><title type='text'>Pengertian dan Ruang Lingkup Ushul Fiqh</title><content type='html'>&lt;div class="judul"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Pengetahuan  Fiqh itu lahir melalui proses pembahasan yang digariskan dalam ilmu  ushul Fiqh. Menurut aslinya kata "&lt;em&gt;Ushul Fiqh&lt;/em&gt;" adalah kata yang  berasal dari bahasa Arab "&lt;em&gt;Ushulul Fiqh&lt;/em&gt;" yang berarti &lt;em&gt;asal-usul  Fiqh&lt;/em&gt;. Maksudnya, pengetahuan Fiqh itu lahir melalui proses  pembahasan yang digariskan dalam ilmu ushul Fiqh. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Pengetahuan Fiqh adalah formulasi dari  nash syari'at yang berbentuk Al-Qur'an, Sunnah Nabi dengan cara-cara  yang disusun dalam pengetahuan Ushul Fiqh. Meskipun caar-cara itu  disusun lama sesudah berlalunya masa diturunkan Al-Qur'an dan  diucapkannya sunnah oleh Nabi, namun materi, cara dan dasar-dasarnya  sudah mereka (&lt;em&gt;para Ulama Mujtahid&lt;/em&gt;) gunakan sebelumnya dalam  mengistinbathkan dan menentukan hukum. Dasar-dasar dan cara-cara  menentukan hukum itulah yang disusun dan diolah kemudian menjadi  pengetahuan Ushul Fiqh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Menurut Istitah yang digunakan oleh para ahli Ushul Fiqh ini,  Ushul Fiqh itu ialah, &lt;em&gt;suatu ilmu yang membicarakan berbagai  ketentuan dan kaidah yang dapat digunakan dalam menggali dan merumuskan  hukum syari'at Islam dari sumbernya&lt;/em&gt;. Dalam pemakaiannya,  kadang-kadang ilmu ini digunakan untuk menetapkan dalil bagi sesuatu  hukum; kadang-kadang untuk menetapkan hukum dengan mempergunakan dalil  Ayat-ayat Al-Our'an dan Sunnah Rasul yang berhubungan dengan perbuatan  mukallaf, dirumuskan berbentuk "&lt;em&gt;hukum Fiqh&lt;/em&gt;" (ilmu Fiqh) supaya  dapat diamalkan dengan mudah. Demikian pula peristiwa yang terjadi atau  sesuatu yang ditemukan dalam kehidupan dapat ditentukan hukum atau  statusnya dengan mempergunakan dalil. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Yang menjadi obyek utama dalam pembahasan  Ushul Fiqh ialah &lt;em&gt;Adillah Syar'iyah&lt;/em&gt; (dalil-dalil syar'i) yang  merupakan sumber hukum dalam ajaran Islam. Selain dari membicarakan  pengertian dan kedudukannya dalam hukum &lt;em&gt;Adillah Syar'iyah&lt;/em&gt; itu  dilengkapi dengan berbagai ketentuan dalam merumuskan hukum dengan  mempergunakan masing-masing dalil itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Topik-topik dan ruang lingkup yang  dibicarakan dalam pembahasan ilmu Ushul Fiqh ini meliputi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" height="49" valign="top" width="2%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td height="49" width="98%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Bentuk-bentuk  dan macam-macam hukum, seperti &lt;em&gt;hukum taklifi&lt;/em&gt; (wajib, sunnat,  mubah, makruh, haram) dan &lt;em&gt;hukum wadl'i&lt;/em&gt; (sabab, syarat, mani',  'illat, shah, batal, azimah dan rukhshah).&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" valign="top" width="2%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="98%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Masalah perbuatan seseorang yang akan dikenal hukum (&lt;em&gt;mahkum  fihi&lt;/em&gt;) seperti apakah perbuatan itu sengaja atau tidak, dalam  kemampuannya atau tidak, menyangkut hubungan dengan manusia atau Tuhan,  apa dengan kemauan sendiri atau dipaksa, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" valign="top" width="2%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="98%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Pelaku suatu perbuatan yang akan dikenai hukum (&lt;em&gt;mahkum  'alaihi&lt;/em&gt;) apakah pelaku itu mukallaf atau tidak, apa sudah cukup  syarat taklif padanya atau tidak, apakah orang itu ahliyah atau bukan,  dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" valign="top" width="2%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="98%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Keadaan atau sesuatu  yang menghalangi berlakunya hukum ini meliputi keadaan yang disebabkan  oleh usaha manusia, keadaan yang sudah terjadi tanpa usaha manusia yang  pertama disebut &lt;em&gt;awarid muktasabah&lt;/em&gt;, yang kedua disebut &lt;em&gt;awarid  samawiyah&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" valign="top" width="2%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;e.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="98%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Masalah&lt;em&gt; istinbath&lt;/em&gt;  dan&lt;em&gt; istidlal&lt;/em&gt; meliputi makna zhahir nash, takwil dalalah  lafazh, mantuq dan mafhum yang beraneka ragam, 'am dan khas, muthlaq dan  muqayyad, nasikh dan mansukh, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" valign="top" width="2%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;f.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="98%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Masalah &lt;em&gt;ra'yu&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;ijtihad&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;ittiba' &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;taqlid&lt;/em&gt;;  meliputi kedudukan rakyu dan batas-batas penggunannya, fungsi dan  kedudukan ijtihad, syarat-syarat mujtahid, bahaya taqlid dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" valign="top" width="2%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;g.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="98%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Masalah &lt;em&gt;adillah syar'iyah&lt;/em&gt;, yang meliputi pembahasan  Al-Qur'an, As-Sunnah, ijma', qiyas, istihsan, istishlah, istishhab,  mazhabus shahabi, al-'urf, syar'u man qablana, bara'atul ashliyah,  sadduz zari'ah, maqashidus syari'ah/ususus syari'ah.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" valign="top" width="2%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;h.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="98%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Masa'ah &lt;em&gt;rakyu &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;qiyas&lt;/em&gt;; meliputi. ashal,  far'u, illat, masalikul illat, al-washful munasib, as-sabru wat taqsim,  tanqihul manath, ad-dauran, as-syabhu, ilghaul fariq; dan selanjutnya  dibicarakan masalah &lt;em&gt;ta'arudl wat tarjih&lt;/em&gt; dengan berbagai bentuk  dan penyelesaiannya. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Sesuatu yang tidak boleh dilupakan dalam  mempelajari Ushui Fiqh ialah bahwa peranan ilmu pembantu sangat  menentukan proses pembahasan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Dalam pembicaraan dan pembahasan materi Ushul Fiqh sangat  diperlukan ilmu-ilmu pembantu yang langsung berperan, seperti &lt;em&gt;ilmu  tata bahasa Arab&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;qawa'idul lugah&lt;/em&gt;nya, &lt;em&gt;ilmu mantiq&lt;/em&gt;,  &lt;em&gt;ilmu tafsir&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;ilmu hadits&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;tarikh tasyri'il islami&lt;/em&gt;  dan &lt;em&gt;ilmu tauhid&lt;/em&gt;. Tanpa dibantu oleh ilmu-ilmu tersebut,  pembahasan Ushul Fiqh tidak akan menemui sasarannya. &lt;em&gt;Istinbath &lt;/em&gt;dan  &lt;em&gt;istidlal &lt;/em&gt;akan menyimpan dari kaidahnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Ushul Fiqh itu ialah suatu ilmu yang  sangat berguna dalam pengembangan pelaksanaan syari'at (ajaran Islam).  Dengan mempelajari Ushul Fiqh orang mengetahui bagaimana Hukum Fiqh itu  diformulasikan dari sumbernya. Dengan itu orang juga dapat memahami apa  formulasi itu masih dapat dipertahankan dalam mengikuti perkembangan  kemajuan ilmu pengetahuan sekarang; atau apakah ada kemungkinan untuk  direformulasikan. Dengan demikian, orang juga dapat merumuskan hukum  atau penilaian terhadap kenyataan yang ditemuinya sehari-hari dengan  ajaran Islam yang bersifat universal itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Dengan Usul Fiqh :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" valign="top" width="2%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="98%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Ilmu Agama Islam akan  hidup dan berkembang mengikuti perkembangan peradaban umat manusia. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" valign="top" width="2%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="98%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Statis dan jumud dalam ilmu pengetahuan agama dapat  dihindarkan. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" valign="top" width="2%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="98%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Orang dapat  menghidangkan ilmu pengetahuan agama sebagai konsumsi umum dalam dunia  pengetahuan yang selalu maju dan berkembang mengikuti kebutuhan hidup  manusia sepanjang zaman. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" valign="top" width="2%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="98%"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Sekurang-kurangnya,  orang dapat memahami mengapa para Mujtahid zaman dulu merumuskan Hukum  Fiqh seperti yang kita lihat sekarang. Pedoman dan norma apa saja yang  mereka gunakan dalam merumuskan hukum itu. Kalau mereka menemukan  sesuatu peristiwa atau benda yang memerlukan penilaian atau hukum Agama  Islam, apa yang mereka lakukan untuk menetapkannya; prosedur mana yang  mereka tempuh dalam menetapkan hukumnya. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Dengan demikian orang akan terhindar  dari taqlid buta; kalau tidak dapal menjadi &lt;em&gt;Mujtahid&lt;/em&gt;, mereka  dapat menjadi &lt;em&gt;Muttabi' &lt;/em&gt;yang baik, (&lt;em&gt;Muttabi'&lt;/em&gt; ialah  orang yang mengikuti pendapat orang dengan mengetahui asal-usul pendapat  itu). Dengan demikian, berarti bahwa Ilmu Ushul Fiqh merupakan salah  satu kebutuhan yang penting dalam pengembangan dan pengamalan ajaran  Islam di dunia yang sibuk dengan perubahan menuju modernisasi dan  kemajuan dalam segala bidang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;Melihat demikian luasnya ruang lingkup materi Ilmu Ushul Fiqh,  tentu saja tidak semua perguruan/lembaga dapat mempelajarinya secara  keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-5724074966658805952?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/5724074966658805952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=5724074966658805952' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/5724074966658805952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/5724074966658805952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2011/03/pengertian-dan-ruang-lingkup-ushul-fiqh.html' title='Pengertian dan Ruang Lingkup Ushul Fiqh'/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-3159067473352491280</id><published>2009-05-23T03:30:00.000-07:00</published><updated>2009-05-23T03:31:40.932-07:00</updated><title type='text'>TAQWA</title><content type='html'>&lt;div class="post-body"&gt;     &lt;div&gt;          &lt;p&gt;Apa sebetulnya arti dan makna dari taqwa itu? Banyak sekali ayat yang menyebut kata “&lt;strong&gt;taqwa&lt;/strong&gt;” itu tapi saya belum dapat menyelami isinya. Pelajaran agama di sekolah jarang membahas hal ini, padahal ini hal yang penting menurut saya. Pelajaran agama Islam biasanya mengajarkan “Rukun Islam” dan “Rukun Iman” tapi karena tidak ada “Rukun Taqwa” maka dia tidak dihafalkan oleh siswa. ha ha ha. Maklum siswa mendapatkan pelajaran agama hanya dari sekolahan dan jarang baca buku sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nah, apa arti dan makna taqwa itu sebenarnya?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hasil pencarian saya (untuk sementara ini) menunjukkan bahwa taqwa itu berarti takut, tapi tidak persis seperti takut. Katanya sudah ada kata lain di Al Qur’an untuk kata takut, yaitu “&lt;em&gt;khasyiya&lt;/em&gt;” dan “&lt;em&gt;khawf&lt;/em&gt;“. (Saya sendiri baru tahu hal ini.) Jadi artinya taqwa bukan semata-mata takut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ada yang menjelaskan bawah ketakutan yang dimaksud di sini bukan seperti kita takut akan kegelapan atau takut digigit kucing, akan tetapi lebih ke arah takut melanggar perintah Allah. Orang yang bertaqwa adalah orang yang lurus jalannya. Nah …&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi … apa terjemahan yang paling pas untuk taqwa? &lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-3159067473352491280?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/3159067473352491280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=3159067473352491280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/3159067473352491280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/3159067473352491280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2009/05/taqwa.html' title='TAQWA'/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-6502764698266758350</id><published>2009-05-22T01:33:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T01:35:17.681-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;embed id="VideoPlayback" src="http://video.google.com/googleplayer.swf?docid=2095462578633553623&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=true" style="width:400px;height:326px" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-6502764698266758350?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/6502764698266758350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=6502764698266758350' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/6502764698266758350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/6502764698266758350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2009/05/blog-post_22.html' title=''/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-815408712390472230</id><published>2009-05-14T02:54:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T03:00:01.863-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BYU0KnuA368/Sgvrlpedv8I/AAAAAAAAACA/XN5dzSdy6Vk/s1600-h/Israel-Palestine.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 300px; height: 273px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BYU0KnuA368/Sgvrlpedv8I/AAAAAAAAACA/XN5dzSdy6Vk/s400/Israel-Palestine.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335617215571804098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BYU0KnuA368/SgvrYj9wF3I/AAAAAAAAAB4/RPBOFmLQFJ8/s1600-h/palestina.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 269px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BYU0KnuA368/SgvrYj9wF3I/AAAAAAAAAB4/RPBOFmLQFJ8/s400/palestina.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335616990754117490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/7K9SIY1Xia8&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/7K9SIY1Xia8&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-815408712390472230?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/815408712390472230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=815408712390472230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/815408712390472230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/815408712390472230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2009/05/blog-post.html' title=''/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BYU0KnuA368/Sgvrlpedv8I/AAAAAAAAACA/XN5dzSdy6Vk/s72-c/Israel-Palestine.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-8869877573929133553</id><published>2009-05-07T08:18:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T08:22:27.000-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/QPjPI32q2GM&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/QPjPI32q2GM&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIHATLAH VIDEO DI ATAS BAIK-BAIK, AKANKA KITA DIAM SAJA??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-8869877573929133553?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/8869877573929133553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=8869877573929133553' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/8869877573929133553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/8869877573929133553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2009/05/lihatlah-video-di-atas-baik-baik-akanka.html' title=''/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-352755619368834024</id><published>2009-04-26T19:46:00.001-07:00</published><updated>2009-05-27T03:01:28.810-07:00</updated><title type='text'>Berbuat Baiklah...Pasti Anda Bahagia...</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebajikan itu sebajik namanya...&lt;br /&gt;Keramahan seramah wujudnya...&lt;br /&gt;Kebaikan sebaik rasanya...&lt;br /&gt;Orang yang pertama kali merasakan manfaat dari semua itu adalah mereka yang melakukannya...&lt;br /&gt;Merekalah yang akan menuai hasil dan buahnya seketika itu juga dalam diri mereka, akhlak dan nurani mereka...&lt;br /&gt;Sehingga, mereka selalu lapang dada, tenang, tenteram dan damai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diri diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah terhadap sesama manusia, pasti Anda mendapatkan ketenteraman dan kedamaian hati!&lt;br /&gt;Bersedekahlah kepada orang papa...&lt;br /&gt;Tolonglah orang-orang yang teraniaya...&lt;br /&gt;Ringankan beban orang yang menderita...&lt;br /&gt;Berilah makan orang yang kelaparan...&lt;br /&gt;Jenguklah orang yang sakit...&lt;br /&gt;Bantulah orang yang terkena musibah...&lt;br /&gt;Pasti Anda akan merasakan kebahagiaan yang menyelimuti dalam semua sisi kehidupan Anda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebajikan laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, tetapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya.&lt;br /&gt;Efek moral dan manfaat psikologis dari kebajikan itu terasa seperti obat-obat manjur hasil resep sebuah apotik milik orang yang hatinya sarat dengan budi dan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menebar senyum ramah nan manis kepada orang-orang yang "miskin akhlak" adalah sedekah jariyah dalam dunia etika...&lt;br /&gt;Seteguk air yang diberikan seorang pelacur kepada seekor anjing yang kehausan dapat membuahkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi...&lt;br /&gt;Ini semua adalah merupakan bukti bahwa Sang Pemberi pahala adalah Dzat Yang Maha Pengampun, Maha Bersyukur lagi Maha Indah dan mencintai keindahan, Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda merasa terancam oleh himpitan kesengsaraan, kecemasan, kegundahan hidup, dihantui rasa takut yang berkepanjangan dan diliputi kekhawatiran yang berlebihan...&lt;br /&gt;Berbuat baiklah...&lt;br /&gt;Kunjungilah taman-taman kebajikan...&lt;br /&gt;Sibukkanlah diri dengan memberi, mengunjungi, membantu, menolong dan meringankan beban sesama!&lt;br /&gt;Dengan semua itu, pasti Anda akan mendapatkan kebahagiaan dalam semua sisinya, rasa, warna, corak ragam dan juga hakekatnya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-352755619368834024?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/352755619368834024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=352755619368834024' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/352755619368834024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/352755619368834024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2009/04/berbuat-baiklah.html' title='Berbuat Baiklah...Pasti Anda Bahagia...'/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-9060710654885254021</id><published>2009-04-26T19:45:00.001-07:00</published><updated>2009-04-26T19:45:31.031-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="itemBody"&gt;            &lt;div class="itemText"&gt;       &lt;strong&gt;Menghemat Dan Memanfaatkan Waktu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata tentang amal yang paling utama: “Yaitu yang lebih tinggi nilai ketundukannya kepada Allah dan lebih bermanfaat bagi hamba”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa kiat mengisi waktu luang dan dimulai dari yang utama kemudian berangsur sampai ke perkara-perkara mubah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengahafal dan mempelajari kitabullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, artinya: “Sesung-guhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (Fathir: 30)&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an kemudian mengajarkannya”. (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga bersabda, artinya: “Kepada Ahli Al-Qur’an dikatakan, “bacalah dan naiklah! Urutkan sebagaimana engkau mengurutkan di dunia, maka sesungguhnya kedudukanmu berada pada akhir ayat yang engkau baca”. (HR. Abu Daud, hasan shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memudahkan Anda yang mau menghafal sebagaimana firman-Nya, artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran” (Al-Qomar:17))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membaca buku/kitab yang bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, artinya: “Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang berilmu beberapa derajat” (QS: Al-Mujadilah: 11)&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, artinya: “Sesungguhnya penuntut ilmu dinaungi oleh para Malaikat dengan sayap mereka.” (Shahih At-Targhib wa At-Tarhib)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad berkata “Manusia lebih butuh kepada ilmu daripada kepada makan dan minum, karena seseorang butuh makan dan minum sehari sekali atau dua kali, sedang kebutuhannya pada ilmu adalah sejumlah nafasnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dzikrullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merupakan amalan yang mudah, tanpa biaya maupun susah payah, padahal pahala dan keutamaannya sangat banyak. Allah berfirman, artinya: “Ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu” (Al-Baqarah: 152)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul bersabda, artinya: “Maukah kalian kuberitahu amalan yang paling baik dan paling suci menurut Sang Pemilikmu, mengangkat derajatmu, lebih baik dari infak emas dan uang dan lebih baik dari beperang membunuh musuh kemudian kamu ditebas lehermu? Mereka berkata “Ya, duhai Rasul? Beliau bersabda, “Yaitu dzikir kepada Allah Ta’ala” (HR. At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama dzikir pagi dan sore dan pada setiap memulai atau mengakhiri pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jihad ( wisata umat Islam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat yang paling mulia ini memiliki rihlah dan tamasya yang sejati, sebagaimana sabada Nabi , yang artinya: “Tamasya/pesiarnya umatku adalah berjihad (berjuang di jalan Allah)” (HR. Abu Daud dengan sanad shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul juga bersabda: “Satu pagi atau satu sore hari di jalan Allah adalah lebih baik dari pada dunia dan isinya” (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;Ia menjanjikan kemenangan dan kejayaan di dunia dan yang paling pasti di akhirat, dengan syahid tanpa hisab, tanpa siksa kubur, dan masuk surga.&lt;br /&gt;Allah berfirman, artinya: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.” (Al-Anfal: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bekerja sama dalam berdakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”(QS. 3:110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul bersabda: “Siapa diantara kamu melihat kemungkaran hendaklah dia merubahnya dengan tangan, jika tidak mampu maka dengan lisan, jika tidak mampu maka dengan hati dan itu adalah selemah-lemahnya iman” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Rasul juga bersabda, artinya: “Sampaikan dariku meskipun satu ayat” HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kita tahu bahwa musuh Islam telah mengatur siasat dan strategi dengan baik, maka wajiblah kita meningkatkan usaha keras kita membela agama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menunaikan Amalan Sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan-amalan sunnah dapat melengkapi kekurangan pada ibadah yang wajib dan dapat mengangkat derajat di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman (dalam hadits Qudsi), yang artinya: “Siapa yang memusuhi kekasih-Ku maka Aku umumkan perang kepadanya, tiada sarana pendekatan padaKu yang paling Aku cintai bagi hambaKu melebihi apa yang Aku wajibkan padanya. HambaKu tiada hentinya mendekatiKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku menyin-tainya.” (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusahalah semampu Anda untuk berlomba menunaikan amalan sunnah dari shalat, shadaqah, puasa dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menghadiri ceramah atau pengajian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: “Tiadalah suatu kaum berkumpul di salah satu masjid Allah dengan membaca kitab Allah dan mempelajarinya diantara mereka, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, ketenangan turun kepada mereka dan rahmat tercurah, serta Allah membangga-banggakan mereka kepada malaikat yang ada disisiNya”. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ziarah Masjidil Haram dan Umrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: “Satu umrah ke umrah yang lain adalah pelebur (dosa) antara keduanya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu besar pahala shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi melebihi masjid di seluruh dunia,disana banyak sarana mencapai hidayah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mendengarkan kaset /CD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik itu ceramah keagamaan atau murattal Al-Qur’an, kemudian jika perlu dibuat catatan dan ringkasan yang rapi, ini sangat bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mengunjungi orang-orang shaleh di dalam atau di luar kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah mengisahkan: “Seorang menziarahi temannya di desa lain, di tengah perjalanan Allah mengutus malaikat menyertainya, datang dan bertanya: “Anda mau pergi kemana?” ia menjawab, “ke saudara di desa sana”, “Apakah karena satu kenikmatan yang Anda inginkan? Ia menjawab: “Tidak, saya hanya menyintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla” . Malaikat berkata: “Sesungguhnya saya adalah utusan Allah (mengabarkan) sesungguh-nya Allah telah menyintai Anda sebagaimana Anda telah menyintainya karena Dia” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Silaturrahmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanak kerabat, teman, dengan saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran, mereka itulah yang di puji Allah dalam firmanNya, artinya: “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk”. (QS. 13:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasullah bersabda: “Siapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah dia bersilturahmi” (HR. Al-Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Ziarah rumah sakit dan kuburan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana kita dapatkan pahala yang agung, mendo’akan dan menghibur orang sakit, sedangkan tentang kuburan Rasulullah n bersabda, artinya: “Ziarahi ia (kuburan), karena sesungguhnya ia mengingatkan kamu pada Akhirat” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Mengadakan penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusun ikhtisar dari suatu buku atau kaset atau bisa juga melakukan study lapangan mengenai berbagai perkembangan yang ada kemudian hasilnya kita berikan kepada pihak yang sekiranya membutuhkan, siapa tahu bisa dipublikasikan dan akan sangat banyak manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Membantu orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, artinya: “Jika seseorang kalian berjalan bersama saudaranya untuk memenuhi kebutuhan-nya dan menunjukkan dengan jarinya maka itu lebih utama dari pada ber’itikaf di dalam masjidku (An-Nabawi) ini selama dua bulan” (HR. At-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga bersabda, artinya: “Siapa yang melepaskan kesulitan seseorang mukmin dari urusan dunia maka Allah melepaskannya dari kesulitan di hari Kiamat” (Muttafaq ‘alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Bepergian ke negara-negara Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik untuk tujuan dakwah, merenungi ciptaan Allah atau tujuan-tujuan lain yang dibolehkan. Selain itu juga dapat menghilangkan kepenatan, menambah relasi bisnis, ilmu dan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Membuka perpustakaan umum di masjid-masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian menyelenggarakan seminar, forum-forum ilmiah, diskusi, majlis ta’lim atau halaqah disana yang ini semua akan menambah ilmu dan persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Kegiatan bisnis/berdagang dengan halal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pencaharian Nabi , khalifah beliau Abu Bakar, Umar, Utsman dan lain-lain yang mulia. Jangan sampai melakukan jual beli dengan cara-cara yang haram atau berdagang barang-barang yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, artinya: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka berte-baranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. 62:10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Mengikuti kontrak kerja yang bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada lapangan kerja yang halal bukan subhat atau haram, dalam lingkungan dan aturan yang baik(sesuai dengan syariat). Dengan niat yang ikhlas dan benar setiap usaha halal dapat bernilai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Berlatih olah raga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tubuh dengan catatan tidak melalaikan dan tidak melanggar batasan syar’i, juga untuk persiapan berjuang di jalan Allah, serta ketangguhan jiwa, sebab sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Muslim bahwa bila jiwa lelah ia akan jemu/bosan, sesaat demi sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Mengikuti kursus-kursus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dengan mengeluarkan biaya, dan tentunya juga harus melihat kemampuan. Manfaatnya jelas tidak diragukan seperti, agronomi, agro-bisnis, komputer, pertambangan, kelautan, kerajinan tangan/home industri, tata boga, merawat taman, yang mendatangkan manfaat dan rizki yang halal. Kemudian jika anda ternyata memiliki bakat tertentu, seperti khot (menulis indah), pertukangan, percetakan sablon dan lain-lain ada baiknya bila dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-9060710654885254021?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/9060710654885254021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=9060710654885254021' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/9060710654885254021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/9060710654885254021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2009/04/menghemat-dan-memanfaatkan-waktu.html' title=''/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-3250275466788625215</id><published>2009-04-26T19:19:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T19:36:51.016-07:00</updated><title type='text'>JALAN MENUJU QANA'AH</title><content type='html'>&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/VCYBER%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/VCYBER%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-3.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/VCYBER%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-4.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/VCYBER%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-5.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/VCYBER%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-6.jpg" alt="" /&gt;&lt;strong&gt;Jalan Menuju Qana’ah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qana’ah (rela dan menerima pemberian Allah subhanahu wata’ala apa adanya) adalah sesuatu yang sangat berat untuk dilakukan, kecuali bagi siapa yang diberikan taufik dan petunjuk serta dijaga oleh Allah dari keburukan jiwa, kebakhilan dan ketamakannya. Karena manusia diciptakan dalam keadan memiliki rasa cinta terhadap kepemilikan harta.Namun meskipun demikian kita dituntut untuk memerangi hawa nafsu supaya bisa menekan sifat tamak dan membimbingnya menuju sikap zuhud dan qana’ah. Berikut ini beberapa kiat menuju qana’ah yang jika kita laksanakan maka dengan izin Allah seseorang akan dapat merealisasikan nya. Di antaranya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Memperkuat Keimanan kepada Allah subhanahu wata’ala.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga membiasakan hati untuk menerima apa adanya dan merasa cukup terhadap pemberian Allah subhanahu wata’ala, karena hakikat kaya itu ada di dalam hati. Barangsiapa yang kaya hati maka dia mendapatkan nikmat kebahagiaan dan kerelaan meskipun dia tidak mendapatkan makan di hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya siapa yang hatinya fakir maka meskipun dia memilki dunia seisinya kecuali hanya satu dirham saja, maka dia memandang bahwa kekayaannya masih kurang sedirham, dan dia masih terus merasa miskin sebelum mendapatkan dirham itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Yaqin bahwa Rizki Telah Tertulis.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim yakin bahwa rizkinya sudah tertulis sejak dirinya berada di dalam kandungan ibunya. Sebagaimana di dalam hadits dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu `anhu, disebutkan sabda Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam di antaranya, “Kemudian Allah mengutus kepadanya (janin) seorang malaikat lalu diperintahkan menulis empat kalimat (ketetapan), maka ditulislah rizkinya, ajalnya, amalnya, celaka dan bahagianya.” (HR. al-Bukhari, Muslim dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hamba hanya diperintah kan untuk berusaha dan bekerja dengan keyakinan bahwa Allah subhanahu wata’ala yang memberinya rizki dan bahwa rizkinya telah tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Memikirkan Ayat-ayat al-Qur’an yang Agung.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama sekali ayat-ayat yang berkenaan dengan masalah rizki dan bekerja (usaha). ‘Amir bin Abdi Qais pernah berkata, “Empat ayat di dalam Kitabullah apabila aku membacanya di sore hari maka aku tidak peduli atas apa yang terjadi padaku di sore itu, dan apabila aku membacanya di pagi hari maka aku tidak peduli dengan apa aku akan berpagi-pagi, (yaitu):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat,maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”� (QS. Fathiir:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.”� (QS.Yunus:107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”� (QS. Huud:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.”� (QS. ath-Thalaq:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Ketahui Hikmah Perbedaan Rizki&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara hikmah Allah subhanahu wata’ala menentu kan perbedaan rizki dan tingkatan seorang hamba dengan yang lainnya adalah supaya terjadi dinamika kehidupan manusia di muka bumi, saling tukar manfaat, tumbuh aktivitas perekonomian, serta agar antara satu dengan yang lainnya saling memberi kan pelayanan dan jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata’ala berfirman,&lt;br /&gt;“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kami telah menentu kan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”� (QS. az-Zukhruf:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.”� (QS.Al an’am 165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Banyak Memohon Qana’ah kepada Allah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam adalah manusia yang paling qana’ah, ridha dengan apa yang ada dan paling banyak zuhudnya. Beliau juga seorang yang paling kuat iman dan keyakinannya, namun demikian beliau masih meminta kepada Allah subhanahu wata’ala agar diberikan qana’ah, beliau bedoa,&lt;br /&gt;“Ya Allah berikan aku sikap qana’ah terhadap apa yang Engkau rizkikan kepadaku, berkahilah pemberian itu dan gantilah segala yang luput (hilang) dariku dengan yang lebih baik.” (HR al-Hakim, beliau menshahihkannya, dan disetujui oleh adz-Dzahabi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena saking qana’ahnya, beliau tidak meminta kepada Allah subhanahu wata’ala kecuali sekedar cukup untuk kehidu pan saja, dan meminta disedikitkan dalam dunia (harta) sebagaimana sabda beliau, “Ya Allah jadikan rizki keluarga Muhammad hanyalah kebutuhan pokok saja.” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Menyadari bahwa Rizki Tidak Diukur dengan Kepandaian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus menyadari bahwa rizki seseorang itu tidak tergantung kepada kecerdasan akal semata, kepada banyaknya aktivitas, keluasan ilmu, meskipun dalam sebagiannya itu merupakan sebab rizki, namun bukan ukuran secara pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran tentang hal ini akan menjadikan seseorang bersikap qana’ah, terutama ketika melihat orang yang lebih bodoh, pendidikannya lebih rendah dan tidak berpengalaman mendapatkan rizki lebih banyak daripada dirinya, sehingga tidak memunculkan sikap dengki dan iri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Melihat ke Bawah dalam Hal Dunia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam urusan dunia hendaklah kita melihat kepada orang yang lebih rendah, jangan melihat kepada yang lebih tinggi, sebagaimana sabda Nabi shallallahu `alaihi wasallam,&lt;br /&gt;“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kamu dan janganlah melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu. Yang demikian lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR.al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saat ini anda sedang sakit maka yakinlah bahwa selain anda masih ada lagi lebih parah sakitnya. Jika anda merasa fakir maka tentu di sana masih ada orang lain yang lebih fakir lagi, dan seterusnya. Jika anda melihat ada orang lain yang mendapatkan harta dan kedudukannya lebih dari anda, padahal dia tidak lebih pintar dan tidak lebih berilmu dibanding anda, maka mengapa anda tidak ingat bahwa anda telah mendapatkan sesuatu yang tidak dia dapatkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Membaca Kehidupan Salaf&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni melihat bagaimana keadaan mereka dalam menyikapi dunia, bagaimana kezuhudan mereka, qana’ah mereka terhadap yang mereka peroleh meskipun hanya sedikit. Di antara mereka ada yang memperolah harta yang melimpah, namun mereka justru memberikannya kepada yang lain dan yang lebih membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Menyadari Beratnya Tanggung Jawab Harta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa harta akan mengakibatkan keburukan dan bencana bagi pemilik nya jika dia tidak mendapatkan nya dengan cara yang baik serta tidak membelanjakannya dalam hal yang baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang hamba ditanya tantang umur, badan, dan ilmunya maka hanya ditanya dengan satu pertanyaan yakni untuk apa, namun tentang harta maka dia dihisab dua kali, yakni dari mana memperoleh dan ke mana membelanjakannya. Hal ini menunjukkan beratnya hisab orang yang diberi amanat harta yang banyak sehingga dia harus dihisab lebih lama dibanding orang yang lebih sedikit hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Melihat Realita bahwa Orang Fakir dan Orang Kaya Tidak Jauh Berbeda.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena seorang yang kaya tidak mungkin memanfaatkan seluruh kekayaannya dalam satu waktu sekaligus. Kita perhatikan orang yang paling kaya di dunia ini, dia tidak makan kecuali sebanyak yang dimakan orang fakir, bahkan mungkin lebih banyak yang dimakan orang fakir. Tidak mungkin dia makan lima puluh piring sekaligus, meskipun dia mampu untuk membeli dengan hartanya. Andaikan dia memiliki seratus potong baju maka dia hanya memakai sepotong saja, sama dengan yang dipakai orang fakir, dan harta selebihnya yang tidak dia manfaatkan maka itu relatif (nisbi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh indah apa yang diucapkan Abu Darda’ radhiyallahu `anhu, “Para pemilik harta makan dan kami juga makan, mereka minum dan kami juga minum, mereka berpakaian kami juga berpakaian, mereka naik kendaraan dan kami pun naik kendaraan. Mereka memiliki kelebihan harta yang mereka lihat dan dilihat juga oleh selain mereka, lalu mereka menemui hisab atas harta itu sedang kita terbebas darinya.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-3250275466788625215?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/3250275466788625215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=3250275466788625215' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/3250275466788625215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/3250275466788625215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2009/04/jalan-menuju-qanaah-qanaah-rela-dan.html' title='JALAN MENUJU QANA&apos;AH'/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-7579247376937177245</id><published>2009-04-26T19:05:00.000-07:00</published><updated>2009-04-26T19:19:29.399-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h4&gt;Awan yang  Mengikuti Orang Bertaubat&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan bahwa seorang tukang jagal (penyembelih binatang) terpesona kepada budak tetangganya. Suatu saat gadis itu mendapat tugas menyelesaikan urusan keluarganya di desa lain. Si tukang jagal lalu mengikutinya dari belakang sampai akhirnya berhasil mendapatkannya. Si tukang jagal lalu memanggil gadis itu dan mengajaknya menikmati kesempatan langka dan indah itu. Tetapi gadis itu menjawab, "Jangan lakukan. Meskipun aku sangat mencintaimu, tetapi aku sangat takut kepada Allah".&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mendengar jawaban itu, si tukang jagal merasa dunia berputar. Karena menyesal dan sadar, hatinya gemetar, tenggorokannya kering dan hatinya semakin berdebar, dia lalu berkata, "Kau takut kepada Allah sedangkan aku tidak".&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dia pulang sambil bertaubat. Ketika berada di jalan ia diserang rasa haus dan nyaris mati. Ia kemudian bertemu dengan seorang yang sholeh dan mereka berjalan bersama. Mereka melihat gumpalan awan berjalan menaungi mereka berdua, sampai mereka masuk ke sebuah desa. Mereka berdua yakin bahwa awan itu untuk orang yang sholeh. Kemudian mereka berpisah di desa tersebut. Awan itu ternyata condong dan terus menaungi si tukang jagal sampai dia tiba di rumahnya. Orang sholeh tadi heran melihat kenyataan ini. Dia lalu mengikuti tukang jagal tadi lantas bertanya kepadanya dan dijawabnya pula di tempat itu. Maka laki-laki sholeh itu berkata, "Janganlah heran terhadap apa yang kau lihat, karena orang yang bertaubat kepada Allah itu berada di suatu tempat yang tak seorang pun berada di situ".&lt;/p&gt;  &lt;h4&gt;&lt;a name="toc_0_2" href="http://pesantren.or.id.29.masterwebnet.com/ppssnh.malang/cgi-bin/content.cgi/artikel/kisah-orang-taubat-31oct06.single#TOC0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-7579247376937177245?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/7579247376937177245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=7579247376937177245' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/7579247376937177245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/7579247376937177245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2009/04/awan-yang-mengikuti-orang-bertaubat.html' title=''/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-3809479947725403896</id><published>2009-04-22T19:45:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T19:53:24.584-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;i style="font-size: 29px;"&gt; Y&lt;/i&gt;ang Paling Dicintai Rasulullah SAW Diantara Kalian&lt;br /&gt;Senin,23 Maret 2009 &lt;/center&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt; قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا            &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;(صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kita tadi sama – sama mendengarkan sabda Rasulullah Saw bahwasanya &lt;b&gt;“inna min ahabbikum ilayya ahsanakum akhlaq” &lt;i&gt;sesungguhnya orang yang paling aku   cintai dari ummatku adalah yang paling baik akhlaknya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, yang paling aku cintai, kata Rasulullah Saw. Walaupun banyak, seperti membaca Alqur’an itu orang – orang yang dicintai Allah Swt. Orang yang banyak berdzikir orang yang dicintai oleh Allah Swt. Akan tetapi hadits ini memperkuat bahwasanya &lt;b&gt;orang   yang paling dicintai oleh Rasulullah Saw dari kalian semua adalah yang akhlaknya paling bagus.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Alhamdulillah, berkat taufiq dari Allah Swt, Allah memberikan kita kemudahan untuk bisa kita berbuat amal – amal yang taat sehingga kita menjadi orang – orang yang dicintai oleh Rasulullah Saw maka ketahuilah apabila kita ingin dijadikan orang – orang yang paling dicintai oleh Allah Swt, ini ada jalur yang paling cepat yaitu bagaimana memperbagus akhlak budi pekerti kita sebagaimana Rasulllah Saw.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita semua mampu untuk mengajak orang, bagaimana mereka bisa mencontoh akhlak Rasulullah Saw yang baik. Sebagaimana Allah Swt menciptakan yaitu manusia dengan bentuk dan rupa yang paling baik. &lt;b&gt;“Laqad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim” &lt;i&gt;sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang   sebaik-baiknya. QS. At-Tiin : 4.,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Maka manusia diciptakan oleh Allah Swt melebihi daripada makhluk Allah yang lainnya.maka dari itu kita diajarkan oleh Baginda Rasulullah Saw, apabila seorang mukmin ia berkaca di depan kaca, ia melihat bentuk dan rupa yang diberikan oleh Allah Swt kepada dirinya, akan tetapi bentuk rupa yang dhahir terlihat maka jangan lupa juga kata Rasulullah Saw yaitu akhlak atau budi pekerti yang baik. Sehingga Nabi Muhammad Saw mengajarkan kepada kita satu dia apabila kita berkaca ,&lt;b&gt;“Allahumma kamaahassanta khalqiy fahassin khuluqiy” &lt;i&gt;(doa ketika bercermin) Ya Allah sebagaimana Engkau sempurnakan bentuk dan rupaku, Engkau perindah bentuk dan rupaku, Engkau perbaiki juga bagaimana bathinku yaitu dengan akhlak yang mulia.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Ketahuilah! Bentuk dan rupa yang dhahir yang apabila rupa kita kurang baik, niscaya akhirnya kita meninggal dunia, apabila dikubur selesai itu bentuk dan rupa yang tidak baik. Akan tetapi bentuk rupa yang bathin, yang tidak terlihat terkecuali dilihat oleh orang – orang tertentu yang diijinkan oleh Allah Swt yaitu akhlak yang mulia dan itulah akan terus terbawa kepada orang ini sampai nanti hari kiamat berjumpa dengan Allah Swt. Sebagaimana kita merawat diri kita, merawat bentuk rupa kita pun, kita diajarkan oleh Baginda Rasulullah Saw untuk memperbaiki akhlak kita, budi pekerti kita sehingga Allah Swt melihat bukan hanya dhahir kita akan tetapi bathin kita juga.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Jadi tadi, Alhabib Musa mengatakan seseorang apabila ingin berakhlak mulia sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw, disamping ia berusaha jangan pula lupa ia memohon dan berdoa kepada Allah Swt. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw pun berdoa di dalam doa – doanya. Beliau saw berdoa kepada Allah Swt agar Allah memberikan petunjuk kepada beliau saw, agar beliau saw diberikan kesabaran oleh Allah Swt. Telah berapa banyak cobaan dan penderitaan yang dialami oleh Rasulullah Saw. Nabi Saw mendapatkan cobaan, yaitu mendapatkan gangguan maka Nabi saw sabar untuk menghadapi gangguan daripada orang – orang kafir quraisy. Akan tetapi segala gangguan yang dialami oleh Rasulullah Saw dan penderitaan yang dirasakan oleh Nabi Muhammad Saw, itu semua dihadapi oleh Nabi Muhammad Saw yaitu orang – orang kuffar bermuamalah dihadapan Rasul saw dengan muamalah yang tidak baik. Tingkah laku mereka yang buruk kepada Nabi saw, akan tetapi dengan akhlaknya Rasulullah Saw, beliau tidak membalas dengan sesuatu yang tidak baik. Akan tetapi Rasulullah Saw membalas segala perbuatan mereka yang jelek dengan perbuatan yang baik. Itulah akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Sehingga Allah Swt memuji kepada Nabi Muhammad Saw di dalam Alqur’anulkarim. Yang dipuji bukan dari kesabarannya, yang dipuji bukan dari ibadahnya, padahal Nabi Muhammad Saw banyak beribadah kepada Allah Swt. Sehingga diriwayatkan dari banyaknya ibadah Nabi Muhammad Saw, dari qiyamullailnya Nabi saw sampai bengkak kedua telapak kaki beliau. Akan tetapi semua perbuatan Nabi Muhammad Saw, ibadah – ibadah, amal – amal Nabi Muhammad Saw yang dipuji oleh Allah Swt didalam Alqur’an &lt;b&gt;“wa innaka la a’la khuluqin adzim” &lt;i&gt;sesungguhnya engkau Ya Rasulullah didalam budi pekerti yang sangat agung. QS. Al Qalam :   4&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Sesungguhnya Rasul saw sungguh benar – benar berada didalam budi pekerti yang sangat tinggi dan agung disisi Allah Swt. Kalau kita manusia yang biasa, mungkin kita bisa berakhlak tapi akhlaknya al hasanah. Perbuatan akhlak yang bagus, tidak dikatakan akhlak kita agung. Tidak ada yang berbuat akhlak yang bagus dikatakan akhlaknya agung. Akan tetapi akhlak yang agung ini hanyalah diberikan oleh Allah Swt kepada Baginda Rasulullah Saw. Sehingga akhlaknya Nabi saw yang begitu agung menutupi segala hal yang lainnya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Tidak dipuji, &lt;b&gt;“wa innaka la a’la ilm adzim” &lt;i&gt;sesungguhnya engkau didalam ilmu yang begitu agung.  Sesungguhnya engkau dalam sabar yang agung. Akan   tetapi Allah Swt memuji kepada Nabi Muhammad Saw &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;“wa innaka la a’la khuluqin adzim”.&lt;/b&gt; Maka keluarlah pujian yang diberikan oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw bagaimana akhlaknya Nabi Muhammad Saw sehingga mereka yang tadinya musuh – musuh Nabi saw. Orang – orang kafir masuk ke dalam agama Islam, mereka taat kepada Nabi Muhammad Saw, karena apa? Bukan hanya dari kesabaran Nabi saw tapi melihat bagaimana akhlaknya Rasulullah Saw.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dikatakan bahwa (saya belum bawa ucapan beliau tadi) ,Rasul saw mengatakan &lt;b&gt;“wakhaaliqunnaasi bikhuluqin hasan” &lt;i&gt;pergauli manusia, engkau bergaul   (bermuamalah) sesama manusia (dengan baik) bukan dengan perbuatan yang lain.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Akan tetapi dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw, diajarkan oleh Baginda   Rasulullah Saw maka &lt;i&gt;diperintahkan bergaulah kepada orang lain dengan akhlak yang baik&lt;/i&gt;. Maka disini akhlak yang mulia bisa melebihi daripada amalan – amalan yang lain bahkan melebihi derajat orang – orang yang shalih, orang – orang yang banyak shalatnya dengan akhlak yang mulia. Maka banyak hadits, kalau seseorang mungkin banyak puasanya, shalat sunnahnya banyak, akan tetapi dia tidak mempunyai akhlak yang baik maka ini derajatnya rendah di mata Allah Swt dibanding orang yang tidak banyak berpuasa, tidak banyak shalat sunnah, akan tetapi akhlaknya mulia, budi pekertinya agung maka orang ini derajatnya lebih tinggi disisi Allah Swt. Sebagaimana disabdakan oleh Baginda Rasulullah Saw &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ada sebagian manusia, yaitu seseorang laki – laki maupun perempuan ia dengan akhlaknya yang baik bisa melebihi derajatnya orang – orang yang berpuasa dan derajatnya orang – orang yang bangun di malam hari”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Diperhatikan ikhwani bahwasanya Rasulullah Saw yang mulia itu, yang sangat agung bukan hanya diketahui oleh para sahabat Nabi Muhammad Saw. Bukan hanya orang – orang mukminin yang mengetahui akhlak dan budi pekerti beliau saw yang sangat agung itu, akan tetapi mereka para orang – orang kafir, mereka orang – orang munafik, musuh Rasulullah Saw, mereka mengetahui budi pekerti dan akhlak daripada Rasulullah Saw yang mulia dan sangat agung. Bahkan diriwayatkan daripada akhlak beliau yang sangat agung, sampai anak – anak kecil mengetahui bagaimana akhlaknya Rasulullah Saw yang sangat mulia.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Sehingga Rasul Saw mempunyai kebiasaan, kalau beliau pulang dari peperangan, beliau kumpul bersama semuanya, anak – anak kecil yang masih berumur kecil, mereka berbaris dihadapan Nabi Muhammad Saw. Terkadang di barisan depan itu adalah Sayyidina Ja’far bin Abu Tholib, Sayyidina Hasan wa Husein dan beberapa sahabat sampai shaf yang kedua dan ketiga dan Rasul saw duduk di hadapan mereka sambil melihat mereka semua, Rasulullah Saw mengatakan sayembara kepada mereka &lt;b&gt;“hai anak – anak sesungguhnya aku menyembunyikan sesuatu di ketiakku ini atau di pakaianku. Barangsiapa yang cepat mengambil apa yang aku sembunyikan maka dia akan mendapatkan hadiah dariku, silahkan mengambil sesuatu yang aku sembunyikan di pakaianku”&lt;/b&gt;. Maka semua anak – anak yang berbaris di depan Rasulullah Saw, satu – persatu dari mereka berlomba – lomba mendatangi menghampiri Rasulullah Saw, ada yang datang dari belakang, ada yang datang dari dadanya Rasulullah saw, ada yang datang dari kepalanya Rasul saw, mereka berebutan mengambil sesustu yang disembunyikan oleh Rasulullah Saw dan beliau diserbu oleh anak – anak kecil, beliau saw tertawa dengan gembira melihat tingkah laku anak – anak yang memperlakukan Rasulullah Saw. Inilah akhlak, inilah budi pekerti yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw sehingga beliau saw dicintai oleh ummatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beliau (Alhabib Musa) menceritakan bagaimana akhlak Rasulullah Saw yang perlu kita contoh. Pada suatu hari Nabi Muhammad Saw sedang duduk dengan para istri – istrinya, Sayyidah Hafsah, Sayyidah Zainab, Sayyidatuna Aisyah dan yang lainnya duduk bersama Rasulullah Saw. Dan mereka para istri Nabi saw kumpul bersama Rasul saw mereka tertawa dan dari mereka ada yang mengangkat suaranya di hadapan Sang Nabi saw. Satu sama lainnya saling bercanda di hadapan Nabi Muhammad Saw dan beliau saw meladeni dan melayani bagaimana istri – istrinya. Tidak lama kemudian, sedang asyik – asyiknya mereka para istri – istri Nabi Muhammad Saw bersama Sang Nabi sedang bercanda, tiba – tiba terdengar suara ketukan pintu. Tatkala didengar suara ketukan pintu, &lt;b&gt;“Assalamu’alaikum”&lt;/b&gt; dilihat Sayyidina Umar bin Khattab maka semua para istri Nabi saw yang tadi sedang asyik duduk bersama Nabi Muhammad Saw, sedang bersenda gurau bersama Sang Nabi saw, mereka semua mengenakan hijab (cadar) nya. Yang tadinya membuka kerudungnya, mereka semua kembali memakainya dan menutup cadarnya sampai mereka semua masuk ke dalam kamar, bersembunyi tidak mau lagi duduk dengan Rasulullah Saw karena datang Sayyidina Umar bin Khattab. Maka Sayyidina Umar bin Khattab setelah masuk, Rasulullah Saw tertawa melihat Sayyidina Umar bin Khattab. Maka Sayyidina Umar melihat Rasulullah Saw yang tertawa gembira sampai geli hatinya Rasulullah Saw, &lt;b&gt;semoga Allah mendengarkan engkau ya Rasulullah. Demi Allah Swt membuat engkau gembira ya Rasulullah saw, sebagaimana engkau dibuat gembira oleh Allah Swt. “apa yang membuat engkau tertawa ya Rasulullah?”&lt;/b&gt; maka Rasulullah Saw mengatakan &lt;b&gt;“tadi sebelum engkau datang, semua istri – istriku sedang berkumpul, sedang bercanda gurau denganku, kemudian tatkala engkau datang, mereka masuk ke dalam menutup cadarnya dan bersembunyi”.&lt;/b&gt; Maka Sayyidina   Umar bin Khattab berteriak dari depan &lt;b&gt;“hai para istri – istri Nabi saw, kalian lebih takut kepadaku daripada Rasulullah Saw? Rasulullah lebih berhak,   lebih pantas untuk ditakuti daripada aku?”&lt;/b&gt; Maka menyahut salah satu istri daripada Nabi Muhammad Saw &lt;b&gt;“ya Umar benar, kami lebih takut padamu, kami tidak takut daripada Rasulullah Saw karena kami mengenal engkau adalah orang yang keras maka kami takut. Nanti kalau kami tertawa, engkau akan memarahi kami. Akan tetapi kalau kami tertawa, kami bercanda dihadapan suami kami yaitu Rasulullah Saw, beliau saw tidak pernah memarahi kami”.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Maka Sayyidina Umar   bin Khattab melihat keadaan ini, beliau terdiam. Dan Rasul saw tertawa (Shahih Bukhari).&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan bahwasanya daripada akhlaknya Rasulullah Saw pernah satu kali Rasulullah Saw didatangi daripada anak dari seorang munafikin yaitu Abdullah bin Ubay. Ia terkenal di Madinah, ia meninggal dunia. Tatkala ia mati, anak – anaknya daaing mendatangi Rasulullah saw &lt;b&gt;“ya Rasulullah aku minta kain kafan   untuk mengkafani ayahku yang sudahmeninggal dunia”&lt;/b&gt; maka Rasulullah Saw mengatakan &lt;b&gt;“baik”&lt;/b&gt; padahal Rasul saw tahu ini orang munafik, maka diberikan   kain oleh Rasul saw untuk mengkafani ayahnya yang meninggal itu. Maka Rasul saw daripada akhlaknya Rasulullah saw &lt;b&gt;“coba engkau memberitahu sebelumnya maka   aku akan datang dan menyolati ayahmu itu”&lt;/b&gt; maka anak itu berkata &lt;b&gt;“ya Rasulullah boleh disholati”&lt;/b&gt; maka Rasulullah datang dalam pekuburannya. Sudah seelsai dikafankan dan dikuburkan, Rasulullah saw menyolatkannya. Tatkala Rasul saw menyolatkan diatas kuburnya itu, Sayyidina Umar bin Khattab sedih mengetahui hal ini, Sayyidina Umar mengingatkan kepada Rasulullah saw &lt;b&gt;“ya Rasulullah engkau tahu ia ini munafik, tidak akan diridhoi seorang munafikin,   kenapa engkau sholatkan?”&lt;/b&gt; berkata Rasulullah Saw &lt;b&gt;“ya Umar belum ada larangan dari Allah Swt untuk aku menyolatkan kepadanya walaupun ia orang   munafik”.&lt;/b&gt; Maka disholatkan oleh Rasul saw seblum turun ayat &lt;b&gt;“wala tusholli a’la…wala ” &lt;i&gt;jangan sekali – kali kalian menyolatkan salah satu dari   orang munafik.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Rasulullah saw melarang menyolatkan jenazah daripada orang munafik dan tidak boleh berdiri di kuburannya atau pekuburan mereka. Maka dikatakan oleh ahli tafsir setelah turunnya ayat ini &lt;b&gt;&lt;i&gt;“beruntung kepada munafikin Abdullah bin Ubay bahwasanya ia mendapatkan ampunan dari Allah Swt   berkat shalatnya Rasulullah Saw untuknya”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Lihat akhlaknya Rasulullah Saw, beliau saw tahu ini orang munafik tapi beliau saw mendatanginya bukan   hanya memberikan kain kafan tapi menyolatkannya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Maka kita berusaha agar bagaimana akhlak kita menjadi akhlak yang baik. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah saw. Kita selalu memohon dan meminta kepada Allah Swt disamping kita berusaha, kita juga berdoa sebagaimana Baginda Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita bagaimana beliau saw berdoa dan meminta kepada Allah Swt untuk diberikan petunjuk dan menjadi amalan – amalan yang paling baik. Diantaranya yaitu akhlak yang mulia. Maka Rasulullah saw mengajarkan kita, apabila seseorang ingin bercermin ucapkanlah &lt;b&gt;“Allahumma kamaahassanta khalqiy fahassin khuluqiy” &lt;i&gt;maka sebagaimana Engkau memperbaiki   bentuk dan rupaku Ya Allah, maka perbaikilah juga akhlakku.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Yang dhahir minta diperbaiki oleh Allah dan yang bathin juga minta diperbaiki oleh Allah. Kita adalah manusia tidak sama dengan hewan, kita tidak sama dengan tumbuh – tumbuhan. Tumbuh – tumbuhan kalau mati kembalinya kepada tanah, kalau binatang mati kembalinya menjadi tanah, itu pepohonan kalau mati akan kembali menjadi tanah. Akan tetapi engkau wahai manusia apabila engkau meninggal dunia engkau bukan kembali kepada tanah, walaupun jasadmu dilianglahatkan ke dalam tanah akan tetapi ruhmu akan kembali kepada Allah Swt. Ruhmu naik keatas menghadap Allah Swt, akan menghadap Allah Swt apabila sebagaimana kita yaitu ruh kita, santapan rohani kita. Akhlak mulia yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw itu akan mengangkat derajat kita.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dikatakan bahwasanya dengan akhlak yang mulia, seseorang bisa mengalahkan daripada amalan – amalan orang yang berpuasa, amalan – amalan orang yang shalat qiyamullail. Mungkin engkau bisa shalat, membutuhkan waktu 4 jam. Mungkin hal seperti ini membutuhkan waktu 4 jam atau berpuasa sekian bulan engkau berpuasa sunnah. Akan tetapi dengan perbuatan akhlak yang mulia, budi pekerti yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw bisa mempercepat naiknya derajatmu disisi Allah Swt. Maka dari itu marilah kita berusaha sebagaimana dhahiran kita diperbaiki oleh Allah Swt dalam bentuk rupa yang baik danjangan lupa juga kita memperbaiki yaitu bentuk bathin kita, akhlak kita yang telah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Saw, bagaimana kita bisa berakhlak yang mulia sebagaimana akhlaknya Rasulullah Saw.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dikatakan mudah – mudahan Majelis Rasulullah Saw ini dilimpahi keberkahan. Majelis seperti ini dicintai Nabi saw, majelis seperti ini menggembirakan hati Nabi saw yang banyak hadir di majelis ini kaum pemuda – pemudi, anak – anak, anak – anak muda ini yang paling dicintai oleh Nabi Muhammad Saw. Karena di dalam setiap peperangan banyak didapati daripada kaum pemuda. Pernah satu kali Sayyidina Abdurrahman bin Auf, sahabat Rasulullah Saw tatkala beliau sedang didalam barisan beliau menengok ke sevelah kanan didapati semua banyak anak – anak muda, beliau menengok ke sebelah kiri rata – rata yang ada anak – anak muda. Maka tiba – tiba sedang asyiknya sudah siap menghadapi musuh, tiba – tiba ada dikutan dari samping kanannya Sayyidina Abdurrahman bin Auf, ada yang nyolek Sayyidina Abdurrahman bin Auf maka Sayyidina Abdurrahman bin Auf menoleh ke sebelah kanannya. Ini ada anak kecil belum begitu besar, umurnya belasan tahun, &lt;b&gt;“apa yang kau mau, apa yang kau inginkan wahai anak muda?”&lt;/b&gt; anak itu berkata &lt;b&gt;“wahai Abdurrahman tunjukkan padaku mana yang namanya Abu   Jahal?”&lt;/b&gt; ini anak muda ikut perang mau mencari mana yang namanya Abu Jahal. &lt;b&gt;“untuk apa kau mencari Abu Jahal”,&lt;/b&gt; kata Sayyidina Abdurrahman bin Auf.   Anak itu menjawab &lt;b&gt;“telah sampai kepadaku kabar bahwasanya Abu Jahal itu yang selalu menyakiti Rasulullah Saw. Waktu di kota Makkah, belum hijrah ke Madinah sampai kabar kepadaku bahwasanya Abu Jahal ini orang yang selalu menyakiti Rasulullah saw, orang yang selalu mengganggu Rasulullah saw, maka tolong kau beritahu padaku ya Abdurrahman mana itu Abu Jahal, aku ingin membunuhnya?”.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Belum selesai anak ini berbicara ada colekan lagi dari sebelah kiri &lt;b&gt;“ada apa ini?”&lt;/b&gt; Sayyidina Abdurrahman menoleh anak muda juga, pertanyaannya sama   dengan yang sebelah kanan. Sayyidina Abdurrahman bin Auf berkata &lt;b&gt;“untuk apa kau mencari – cari Abu Jahal”&lt;/b&gt;, berkata sang anak &lt;b&gt;“telah sampai kepadaku   bahwasanya Abu Jahal ini adalah musuh Allah yang banyak menggoda dan mengganggu Rasulullah Saw di Makkah”.&lt;/b&gt; Maka Sayyidina Abdurrahman bin Auf melihat semangat dari si anak muda ini, tidak lama kemudian Sayyidina Abdurrahman bin Auf melihat itu yang namanya Abu Jahal dikelilingi oleh para musuh – musuh yang lain. Panah disebelah kirinya dan disebelah kanannya Abu Jahal, maka tatkala Sayyidina Abdurrahman bin Auf mengatakan kepada yang di sebelah kanannya &lt;b&gt;“hai   anak muda itulah yang namanya Abu Jahal”.&lt;/b&gt; Belum sempat memberi saran, memberi petunjuk &lt;b&gt;“hai hati – hati Abu Jahal orang jahat”,&lt;/b&gt; belum sempat mengatakan itu langsung anak muda itu tanpa tawar – menawar langsung terjun dihadapinya itu Abu Jahal, ia lemparkan tombaknya ke dada Abu Jahal. Si anak sebelah kiri bertanya &lt;b&gt;“mana itu Abu Jahal?”&lt;/b&gt; Sayyidina Abdurrahman berkata &lt;b&gt;“itu”&lt;/b&gt;. Langsung si anak terjun menghadapi Abu Jahal, ia senang ingin membunuh Abu Jahal karena kebenciannya kepada Abu Jahal karena Abu Jahal sering menyakiti Rasulullah Saw. Lihat kaum pemuda dimasa Nabi Muhammad Saw, mereka rela mengorbankan nyawa mereka demi Nabi Muhammad Saw. Mereka para pemuda – pemuda yang sangat dicintai oleh Rasulullah Saw.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jazakallahu khair jaza Guru kita yang kita muliakan fadhilatul ustadz ad da’i illaAllah Sayyidil Habib Musa bin Ja’far Assegaf mataanAllahu bihi, semoga Allah memanjangkan usia beliau, semoga Allah melimpahkan keberkahan dan kebahagiaan kepada beliau di dunia dan akhirat, dan memberikan usrah di dalam dakwah beliau di seluruh permukaan bumi. Karena beliau ini baru kembali dari Inggris beberapa waktu yang lalu dan mendatangi negeri – negeri Eropa. Sudah semakin luas dakwah Nabi kita Muhammad Saw yang hampir saja mulai padam dan kini mulai saatnya bangkit. Dan malam ini kita berjumpa dengan beliau, semoga Allah memberi keluasan di dalam bimbingan dan dakwah beliau. Amin Allahumma Amin.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Limpahan puji kehadirat Allah Jalla Wa Alla, yang telah mengumpulkan kita dalam kehadirat agung ini, didalam rahasia pengampunan Illahi. Telah kita dengar sabda Nabi kita Muhammad Saw &lt;b&gt;“inna min ahabbikum ilayya ahsanakum akhlaq” &lt;i&gt;sungguh yang paling kucintai diantara kalian adalah yang paling baik   akhlaknya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Jawablah lamaran Sang Nabi saw untuk dicintai oelh beliau saw. Kecintaan beliau dunia dan akhirat. Keberuntungan dunia dan akhirat, kebahagiaan dunia dan akhirat, kemewahan yang abadi mendekat dengan beliau saw di yaumal qiyamah. Hadirin ketika nafas telah mencapai tenggorokkan kita dan saat nafas itu berakhir, semoga nafas itu berakhir dalam cinta kita kepada Nabi Muhammad Saw. Bagaimana riwayat Shahih Bukhari Rasul saw memuji kaum anshar &lt;b&gt;“man   ahabbahum ahabbullah waman abghadhahum abghadhahullah.&lt;i&gt;” barangsiapa yang mencintai kaum anshar maka mereka dicintai Allah, barangsiapa yang membenci kaum   anshar maka mereka dibenci Allah.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Ini kaum anshar, lebih – lebih lagi Sayyidina Muhammad Saw. Barangsiapa yang mencintai beliau akan dicintai Allah. Rabbiy halalkan sanubari kami untuk selalu mencintai Nabi kami Muhammad Saw dan bukakan bagi kami gerbang keluasan cinta-Mu kepada kami karena kami mencintai Nabi Muhammad Saw. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Kita bermunajat kepada Allah memohon pengampunan atas dosa – dosa kita dan dosa saudari – saudari kita muslimin – muslimat yang terjebak dalam dosa dan kesalahan sebab perbuatan mereka mulai dari muncul lagi musibah di permukaan bumi Indonesia ini maka Rabbiy kami meminta pengampunan untuk kami dan muslimin – muslimat yang penuh dosa, mereka yang terjebak dalam kemaksiatan hujani dengan hidayah. Mereka yang terjebak dalam perzinahan hujani mereka dengan taubat, mereka yang terjebak didalam perjudian dan segala kemunkaran dan segala kerusakan akidah hujani mereka dengan hidayah dan rahmat. Kami bermunajat untuk kami dan ayahbunda kami dan negeri kami dan seluruh wilayah muslimin khususnya negeri muslimin terbesar di muka bumi ini. Rabbiy Rabbiy jangan Kau jadikan pemimpin yang muncul diantara kami pemimpin yang biadab, pemimpin yang tidak membela akidah Islam, pemimpin yang tidak membela kedamaian, kami minta pemimpin yang baik, yang membawa kedamaian, kemakmuran, menegakkan keadilan, menindas kedhaliman, mengamankan mereka – mereka yang lemah. Ya Rahman Ya Rahim mereka yang terjebak didalam kesalahan dari pemimpin – pemimpin kami, beri mereka hidayah, kenalkan mereka kepada sujud.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) &lt;/u&gt; Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Faquuluuu jamii'an (ucapkanlah bersama sama)  &lt;/u&gt;Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kami berdoa cukupkan musibah Ya Rabb, kami mengakui dosa kami dan dosa muslimin – muslimat, kami risau melihat hujan yang semakin hari semakin deras, dan ingin terus membenahi dosa – dosa kami yang makin deras. Rabbiy maka cukupkanlah hujan – hujan yang membawa musibah, turunkanlah hujan hidayah, turunkanlah hujan taubat, Ya Rahman Ya Rahim wahai Allah tahanlah musibah sebelum turun dari langit, Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzathtahuli wal in’am Hadirin – hadirat dan kita lanjutkan dengan doa bersama meminta keselamatanbagi muslimin – muslimat. Dan juga ingin saya sampaikan kepada hadirin bahwa saya banyak diminta untuk menyampaikan tausiyah di acara – acara partai politik dan saya akan datangi undangan mereka karena saya tidak berani menolak ketika orang banyak mengadakan banyak hal yang padanya dosa lalu saya diminta memberi peringatan dan saya tidak mampu menolaknya, saya harus datang dan menyampaikan tausiyah. Maka jangan kaget jika saya muncul di banyak acara partai – partai politik. Sungguh ini untuk dakwah Sayyidina Muhammad Saw. Kita harus mendakwahi semua kelompok masyarakat dari yang terbawah sampai yang teratas harus disampaikan kemuliaan Allah dan Rasul saw. Biarkan semua bendera – bendera naik di dunia ini dan tidak ada bendera yang abadi kecuali bendera Sayyidina Muhammad Saw. Kita berdoa bersama dengan keberkahan Habib Musa bin Ja’far dan juga para tamu dan para habaib kita dari Malang dan Surabaya dan para da’i besar kita, semoga malam ini menjadi malam yang banyak turunnya rahmatnya Allah kepada kita. Amin Allahumma Amin..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-3809479947725403896?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/3809479947725403896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=3809479947725403896' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/3809479947725403896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/3809479947725403896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2009/04/y-ang-paling-dicintai-rasulullah-saw.html' title=''/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-2490065943241617179</id><published>2009-04-19T22:34:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T22:36:01.042-07:00</updated><title type='text'>taubat nasuha</title><content type='html'>Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan maksiat. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kita pernah berbuat kesalahan terhadap diri sendiri sebagaimana terhadap keluarga dan kerabat bahkan terhadap Allah. Dengan segala rahmatnya, Allah memberikan jalan kembali kepada ketaatan, ampunan dan rahmat-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang Maha Penyayang dan Maha Penerima Taubat. Seperti diterangkan dalam surat Al Baqarah: 160 "Dan Akulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah: 222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: "SesungguhnyaAllah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatlah kiranya firman Allah dalam surat Ali Imran ayat: 133, "Bersegaralah kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Sebagaimana dijelaskan dalam surat At-Tahrim: 66, "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bresamanya, sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan 'Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kamidan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu'".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Apakah penyesalan itu taubat?", "Ya", kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah). Amr bin Ala pernah mengatakan: "Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan pengampunan, Ramadhan yang "Syahrul Maghfirah" ini adalah saat yang tepat untuk kita bertaubat. Bagi yang sudah bertaubat mari memperbarui taubatnya dan yang belum taubat mari bergegas kepada ampunan Allah. 10 hari kedua bulan Ramadhan merupakan masa maghfirah (ampunan) sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Abu Haurairah "Ramadhan, awalnya Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya dibebaskan dari api neraka" (H.R. Ibnu Huzaimah).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-2490065943241617179?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/2490065943241617179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=2490065943241617179' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/2490065943241617179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/2490065943241617179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2009/04/taubat-nasuha.html' title='taubat nasuha'/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-4393844670293346975</id><published>2009-04-10T02:27:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T02:46:48.667-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h1 id="main-title"&gt;SHALAT TAHAJUD&lt;/h1&gt;                  &lt;div style="margin: 16px 18px 3px 0pt; float: left;"&gt;    &lt;a href="http://www.asianbrain.com/" target="_blank"&gt;    &lt;embed src="http://www.anneahira.com/images/bisnis-online250.swf?affcode=999999" menu="false" quality="high" type="application/x-shockwave-flash" width="250" height="250"&gt;&lt;/embed&gt;    &lt;/a&gt;   &lt;/div&gt;      &lt;p class="style2"&gt; &lt;/p&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/riki/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/riki/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/riki/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /&gt;&lt;div class="content-artikel"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Shalat Tahajud &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas isya sampai menjelang subuh.&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jumlah rakaat pada shalat ini tidak terbatas, mulai dari 2 rakaat, 4, dan seterusnya. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;A. Pembagian Keutamaan Waktu Shalat Tahajud&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sepertiga malam, kira-kira mulai dari jam 19.00 samapai jam 22.00&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sepertiga kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Niat shalat tahajud:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: &lt;em&gt;“Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Doa yang dibaca setelah shalat tahajud:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: &lt;em&gt;“Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwa rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati walardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu wa wa’dukal-haqqu wa liqaa’uka haqqun wa qauluka haqqun wal-jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, waass’atu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu’akhiru la ilaaha illa anta aula ilaaha gairuka wa laa haula quwwata illa billah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: &lt;em&gt;“Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta beserta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji, pemancar cahay langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engakaulah yang haq, dan janji-Mu adalah benar, dan surge adalah haq, dan neraka adalah haq, dan nabi-nabi itu adalah haq, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mulah kami berserah diri (bertawakal) kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepada-Mulah kami rindu, dan kepada engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan sebelumnya, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan ynag terakhir. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul alamin. Tiada daya upaya melainkan dengan pertolongan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;D. Setelah itu, perbanyaklah membaca istigfar sebagai berikut:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: &lt;em&gt;“Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;E. Keutamaan Shalat Tahajud&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.” &lt;/em&gt;(HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda Nabi Muhammad saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam.”&lt;/em&gt; (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Allah sendiri juga berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji&lt;/em&gt;. (QS Al-Isra’: 79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir r.a., ia barkata, “&lt;em&gt;Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” &lt;/em&gt;(HR Muslim dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” &lt;/em&gt;(HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;F. Kiat Mudah Shalat Malam/Qiyamullail&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kita diberi kemudahan bangun malam untuk melakukan shalat malam, cobalah tips-tips berikut ini:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Aturlah aktivitas di siang hari agar malamnya Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari maksiat, sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu kita termotivasi untuk melaksanakannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baik juga jika janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program tahajud bersama sekali atau dua malam dalam sepekan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-4393844670293346975?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/4393844670293346975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=4393844670293346975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/4393844670293346975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/4393844670293346975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2009/04/shalat-tahajud-shalat-tahajud-adalah.html' title=''/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-4362634304619322656</id><published>2009-04-10T02:23:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T02:26:34.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Aa gym</title><content type='html'>&lt;h3 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;KH. Abdullah Gymnastiar&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;img src="http://www.dtjakarta.or.id/images/stories/aa/aa01.jpg" alt="Image" title="Image" align="left" border="0" width="119" height="168" hspace="6" /&gt; KH. Abdullah Gymnastiar, lahir di Bandung pada tanggal 29 Januari 1962 dari pasangan Letkol H. Engkus Kuswara dan Ny. Hj. Yeti Rohayati, sebuah keluarga yang dikenal relijius dan disiplin. Tak ingin disebut Kiai, atau Ustad, karenanya lebih dikenal dengan panggilan Aa Gym. Dari pernikahannya dengan Ninih Muthmainnah Muhsin – cucu KH. Mohamad Tasdiqin (Pengasuh Pondok Pesantren Kalangsari, Cijulang, Ciamis Selatan). Aa Gym dikaruniai tujuh orang anak, yakni Ghaida Tsuraya, Muhammad Ghazi Al-Ghifari, Ghina Raudhatul Jannah, Ghaitsa Zahira Shofa, Ghefira Nur Fatimah, Ghaza Muhammad Al-Ghazali, dan Gheriya Rahima. Tak ketinggalan, dua puluh lima orang anak angkat yang menjadi anak asuh di keluarga ini.   &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Latar belakang pendidikan Aa Gym memang tidak dibesarkan atau dididik di lingkungan pesantren yang ketat  terutama pesantren dalam pengertian tradisional. Bahkan, guru pertama yang diakuinya adalah adiknya sendiri, Agung Gunmartin, seorang yang cacat, lumpuh, matanya juling, yang telinganya hampir tuli, yang tidak bisa bergerak. Namun adiknya ini sangat gigih, tetap rajin kuliah dan tak pernah lepas shalat tahajudnya. Meskipun untuk bernapas sudah susah sekali, dia tetap mendisiplinkan diri untuk ke masjid. Aa Gym dengan setia menggendong adiknya baik ke masjid maupun ke kampus. &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Lama kelamaan, keadaan sang adik terus melemah, duduk pun sudah tidak bisa. Tangannya menjadi tidak bisa digerakkan lagi. Namun demikian, kondisi ini dihadapi sang adik dengan penuh kesabaran, tanpa mengeluh. "Sampai akhirnya dia meninggal di pangkuan saya, betul-betul adik saya itu meninggal di pangkuan saya ketika menghembuskan nafas terakhirnya." kata Aa Gym. &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Pencarian jati diri Aa Gym memang diwarnai dengan beberapa peristiwa ‘aneh’, seolah-olah Allah sudah mempersiapkan dirinya untuk menjadi pejuang di jalan-Nya. Bermula dari sebuah pengalaman langka: nyaris sekeluarga – ibu, adik dan dirinya sendiri – pada suatu ketika dalam tidur mereka secara bergiliran bermimpi bertemu dengan Rasulullah Saw. … Sang Ibu mendapati Rasulullah sedang mencari-cari seseorang… pada malam lainnya, giliran salah seorang adiknya bermimpi Rasulullah mendatangi rumah mereka. Ketika itu ayahnya langsung menyuruh Gymnastiar, "Gym, ayolah temani Rasul." Ketika ditemui, ternyata Rasul menyuruhnya untuk menyeru orang mendirikan shalat. Beberapa malam setelah itu, Aa Gym memimpikan hal yang sama. Dalam mimpinya dia sempat ikut shalat berjamaah dengan Rasulullah dan keempat sahabat: Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. "Saya berdiri disamping Sayidina Ali, sementara Rasulullah bertindak sebagai imam." katanya. Namun, sebelum mimpi ini, terlebih dahulu Aa Gym bermimpi didatangi seorang tua berjubah putih bersih yang kemudian mencuci mukanya dengan ekor bulu merak yang disaputi bulu madu. Setelah itu, orang tersebut berkata bahwa insyaAllah, kelak dia akan menjadi orang yang mulia. &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Setelah peristiwa mimpi itu, mulai banyak peristiwa lain yang mengoncangkan batinnya. Masa-masa penuh peristiwa spiritual itu dijalani selama beberapa saat, yang membuat benar-benar ‘mabuk kepayang’ kepada Allah SWT. Selama dalam proses itulah, Aa Gym bertemu dengan empat orang ulama yang sangat mengerti keadannya, yang mengatakan bahwa Aa Gym telah dikaruniai ilmu laduni, yakni dengan secara langsung dibukakan hati untuk mengenal-Nya, tanpa melalui proses riyadhah. Demikian juga KH. Khoer Affandi, ulama tasawuf terkenal yang semasa hidupnya adalah pemimpin Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Tasikmalaya, mengatakan bahwa dirinya telah dikaruniai ma’rifatullah. &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Beberapa saat setelah menimba ilmu kepada keempat ulama itu, Allah swt mengaruniakan kemudahan sehingga lidah dan pikirannya dimudahkan untuk menjelaskan segala sesuatu. &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Kini, Aa Gym menjadi pimpinan di Pesantren Daarut Tauhiid yang berdiri sejak tahun 1990 dan telah tersebar di tiga kota: Bandung, Jakarta dan Batam. Strategi dakwah yang dilakukan di Daarut Tauhiid lebih diarahkan untuk membangun kekuatan akhlak dan ekonomi. Orientasi perbaikan akhlak dilakukan lewat pengembangan konsep Manajemen Qolbu, sedangkan aspek ekonomi ditandai dengan pengembangan sejumlah unit usaha antara lain minimarket, BMT, penerbitan, sanggar busana muslimah, wartel, kerajinan tangan, percetakan, radio, rekaman, dan production house. &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; Dengan motto Dzikir, Fikir, Ikhtiar; Daarut Tauhiid berusaha membentuk insan yang ramah, santun berwibawa, rajin, terampil cekatan dan tidak menyia-nyiakan waktu, karena hidup adalah untuk mempersembahkan yang terbaik, yang bermakna bagi dunia dan berarti bagi akhirat kelak.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-4362634304619322656?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/4362634304619322656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=4362634304619322656' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/4362634304619322656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/4362634304619322656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2009/04/aa-gym.html' title='Aa gym'/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-136671916343808203</id><published>2009-04-09T01:44:00.001-07:00</published><updated>2009-04-10T02:47:09.169-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table width="100%" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="center" align="center" bg height="40" style="color:#660099;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;color:#ffffff;"&gt;&lt;b&gt;Sejarah Ringkas Pendiri Madrasah Sumatera Thawalib&lt;br /&gt;Syekh Ibrahim Musa&lt;/b&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr bgcolor="#ff0000"&gt;&lt;td height="3"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;       &lt;/table&gt;  &lt;!-- KOLOM 1 --&gt; &lt;!--awal CV--&gt; &lt;!--—mulai gaus--&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;!--—akhir gaus--&gt;     &lt;!--akhir BOARDING--&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://thawalibparabek.tripod.com/ibrahimmusa.jpg" vspave="10" alt="ibrahim musa" width="99" align="left" border="0" height="150" hspace="10" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; Syekh Ibrahim Musa Parabek lahir tanggal 12 Syawal 1301 H/1884 M di Desa Parabek . Banuhampu, Bukittinggi. Ayahnya bernama Syekh Muhammad Musa bin Abdul Malik Al Qarhawy, seorang Ulama yang terkenal di kampungnya Karatau, Parabek. Ibu Ibrahim bernama Ureh. Sejak kecil Ibrahim telah belajar Qur'an di bawah bimbingan ayahnya. Pada usia 13 tahun ia sudah Khatam Qur'an. &lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pada usia yang masih muda itu juga beliau dilepas orang tuanya pergi mengaji ke Surau Tuanku Mato Aia Pakandangan Pariaman. Di sana beliau mempelajari Ilmu Nahwu dan Sharaf. Selanjutnya pindah ke Batu Taba di surau Tuanku Mato Angin, beliau belajar Fiqih . Kemudian ke Ladang Laweh mengaji dengan Tuanku Abdul Samad di surau Biaro Ampek Angkek. Juga beliau belajar dengan Syekh Jalaluddin Alkasai di Sungai Landai Banuhampu. Terakhir beliau belajar dengan Tuanku Abdul Hamid di Suliki Paya Kumbuh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dalam usia 19 tahun beliau berangkat ke Mekah untuk mendalami Ilmu agama bersama kakaknya Abdul Malik tepatnya di bulan Rajab th 1320 H/ 1901 M. Di Mekah beliau mengaji pada syekh Ahmad Khatib Al Minang Kabawy (1815 - 1915), yang menjadi imam masjidil haram dari mazhab Syafei. Beliau juga dibimbing oleh Syekh Muhammad Djamil Djambek, Syekh Ali Bin Husein, Syekh Mukhtar Al-Jawi dan Syekh Yusuf Al Hayat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Sekembalinya beliau dari Mekah yang pertama tahun 1910 M beliau mengadakan pengajian secara halaqah di Parabek. Anak muda pun berdatangan ke Parabek ingin menuntut Ilmu kepada beliau, baik dari daerah - daerah di Minangkabau. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pada tahun 1914 beliau pergi ke Mekah kali yang kedua untuk menambah Ilmunya bersama istri beliu Syarifah Ghani dan anak beliau Thaher Ibrahim. Beliau pulang ke Bukittinggi tahun 1916. Sementara kepergian beliau ke Mekah selama dua tahaun dua tahun itu, beliau mempercayakan pengajian di Parabek kepada murid - murid beliau . &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pada tahun 1918 beliau menyatukan murid - muridnya itu dalam satu organisasi diberi nama Muzakaratul Ikhwan dan terakhir diberi nama Jamiatul Ikhwan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Akhirnya pada tahun dua puluhan, bersama sama dengan Dr. Syekh H. Abdul Karim Amarullah ( Inyiak De-er ), beliau sepakat mendirikan Sumatera Thawalib. Di Padang Panjang didirikan oleh Inyiak De-er, sedangkan di Parabek didirikan oleh beliau sendiri dan diubahlah organisasi pelajar Jamiatul Ikhwan menjadi Sumatera Thawalib . &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pada awal tahun 1926 membangun gedung Sumatera Thawalib Parabek 7 lokal. Sistim pendidikan yang dikembangkan oleh Syekh Ibrahim Musa menekankan kepada kemandirian murid - murid dalam berbagai lapangan kehidupan dan untuk menunjang proses pendidikan itu didirikanlah perpustakaan, koperasi, asrama , lapangan olah raga dan lainnya. Juga beliau tidak pernah menekankan pada muridnya untuk mengikuti mazhab Syafi'I. Beliau memberikan kebebasan pada murid - muridnya untuk memilih satu mazhab . &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Profil Syekh Ibrahim Musa tercium oleh pihak kolonial beliau terus ditekan dan dicurigai ruang gerak oleh kolonial beliau ikut serta dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia beliau adalah anggota pendiri Lasykar rakyat di Bukittinggi ( 1943 ) dan membentuk barisan Sabilillah ( 1946 ) menjadi Imam Jihad 1946. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Di bidang pemerintahan beliau adalah anggota majelis Syura Wal Fatwa Sumatera Tengah ( 1947 ) dan anggota korespondensi majelis pertimbangan kesehatan dan syarak kementrian kesehatan RI. Pada tahun 1956 beliau menjadi anggota konstituanti no 160. Tahun 1956, beliau merupakan ketua dewan Karatau dan dosen perguruan tinggi Darul Hikmah Bukittinggi dan Dewan Korator Universitas Andalas Padang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pada hari Kamis 20 Juli 1963 pukul 21.10 Wib. Syekh Ibrahim Musa berpulang ke rahmatullah di kamar depan rumah beliau di parabek dikebumikan besok harinya Jumat tanggal 26 Juli 1963 setelah shalat jumat seluruh kaum kerabat dan keluarga besar Sumatera thawalib Parabek melepas dengan duka cita yang mendalam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#ffff00;"&gt; &lt;b&gt;Karya-Karya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Di tengah kesibukan mengajar dan kegiatan yang bersifat organisatoris serta kemasyarakatan, Inyiak Parabek menyempatkan diri untuk menulis. Tulisan beliau banyak diterbitkan oleh majalah-majalah terbitan Sumatera Barat kala itu, seperti majalah al-Munir, Al-Munir el-Manar, dan Majalah Bayan (di bawah bimbingan beliau sendiri). Juga ada karya dalam bentuk buku (kitab), sbb:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Ijabah al-Sul&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, Dicetak pada tahun 1934 oleh percetakan Badezt di Padang Panjang. Ijabah al-Sul merupakan syarah (penjelasan) kitab Husnul al-Ma'mul, karangan M. Shiddiq Hasan Khan Bahadir, kitab Ushul Fiqh yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi sehingga untuk memahaminya diperlukan pengetahuan ushul fiqh yang baik. &lt;/li&gt; &lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Hidayah as-Shibyan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, Merupakan Kitab ilmu Balaghah. Dicetak oleh percetakan Baroe Fort de Kock, tidak dijelaskan tahun terbitnya. Kitab ini pernah diajarkan di Thawalib Parabek beberapa periode, sebelum diganti dengan kitab-kitab lain yang lebih ringkas dan lebih mudah dipelajari&lt;/li&gt;  &lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Hidayah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; Ditulis pada tahun 1912 dalam bahasa Minangkabau, kemudian dterjemahkan oleh murid Inyiak, Muchtar Said (sekarang adalah Pimpinan Madrasah). Berisikan ilmu tauhid aliran Ahlu Sunnah wal Jamaah.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;                 &lt;table width="760" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="color: rgb(0, 0, 0);" width="130" align="middle"&gt; &lt;/td&gt;       &lt;td width="500" align="middle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-136671916343808203?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/136671916343808203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=136671916343808203' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/136671916343808203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/136671916343808203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2009/04/sejarah-ringkas-pendiri-madrasah.html' title=''/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-3447352958647727327</id><published>2009-04-09T01:30:00.001-07:00</published><updated>2009-04-09T01:35:11.905-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DA&apos;WAH'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2&gt;Hakikat Manusia menurut Islam&lt;/h2&gt; &lt;span class="submitted"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="content"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="FR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="FR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="FR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="FR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="FR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="FR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah. &lt;span id="more-310"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya, Al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Akan tetapi hampir sebagian besar para ilmuwan berpendapat membantah bahwa manusia berawal dari sebuah evolusi dari seekor binatang sejenis kera, konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi. Anggapan ini tentu sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia. Dalam hal ini membuat kita para manusia kehilangan harkat dan martabat kita yang diciptakan sebagai mahluk yang sempurna dan paling mulia.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Walaupun manusia berasal dari materi alam dan dari kehidupan yang terdapat di dalamnya, tetapi manusia berbeda dengan makhluk lainnya dengan perbedaan yang sangat besar karena adanya karunia Allah yang diberikan kepadanya yaitu akal dan pemahaman. Itulah sebab dari adanya penundukkan semua yang ada di alam ini untuk manusia, sebagai rahmat dan karunia dari Allah SWT. {“Allah telah menundukkan bagi kalian apa-apa yang ada di langit dan di bumi semuanya.”}(Q. &lt;/span&gt;&lt;span lang="DA"&gt;S. Al-Jatsiyah: 13). {“Allah telah menundukkan bagi kalian matahari dan bulan yang terus menerus beredar. Dia juga telah menundukkan bagi kalian malam dan siang.”}(Q. S. Ibrahim: 33). {“Allah telah menundukkan bahtera bagi kalian agar dapat berlayar di lautan atas kehendak-Nya.”}(Q. S. Ibrahim: 32), dan ayat lainnya yang menjelaskan apa yang telah Allah karuniakan kepada manusia berupa nikmat akal dan pemahaman serta derivat (turunan) dari apa-apa yang telah Allah tundukkan bagi manusia itu sehingga mereka dapat memanfaatkannya sesuai dengan keinginan mereka, dengan berbagai cara yang mampu mereka lakukan. Kedudukan akal dalam Islam adalah merupakan suatu kelebihan yang diberikan Allah kepada manusia dibanding dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Dengannya, manusia dapat membuat hal-hal yang dapat mempermudah urusan mereka di dunia. Namun, segala yang dimiliki manusia tentu ada keterbatasan-keterbatasan sehingga ada pagar-pagar yang tidak boleh dilewati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dengan demikian, manusia adalah makhluk hidup. Di dalam diri manusia terdapat apa-apa yang terdapat di dalam makhluk hidup lainnya yang bersifat khsusus. Dia berkembang, bertambah besar, makan, istirahat, melahirkan dan berkembang biak, menjaga dan dapat membela dirinya, merasakan kekurangan dan membutuhkan yang lain sehingga berupaya untuk memenuhinya. Dia memiliki rasa kasih sayang dan cinta,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;rasa kebapaan dan sebagai anak, sebagaimana dia memiliki rasa takut dan aman, menyukai harta, menyukai kekuasaan dan kepemilikan, rasa benci dan rasa suka, merasa senang dan sedih dan sebagainya yang berupa perasaan-perasaan yang melahirkan rasa cinta. Hal itu juga telah menciptakan dorongan dalam diri manusia untuk melakukan pemuasan rasa cintanya itu dan memenuhi kebutuhannya sebagai akibat dari adanya potensi kehidupan yang terdapat dalam dirinya. Oleh karena itu manusia senantiasa berusaha mendapatkan apa yang sesuai dengan kebutuhannya,hal ini juga dialami oleh para mahluk-mahluk hidup lainnya, hanya saja, manusia berbeda dengan makhluk hidup lainnya dalam hal kesempurnaan tata cara untuk memperoleh benda-benda pemuas kebutuhannya dan juga tata cara untuk memuaskan kebutuhannya tersebut. Makhluk hidup lain melakukannya hanya berdasarkan naluri yang telah Allah ciptakan untuknya sementara manusia melakukannya berdasarkan akal dan pikiran yang telah Allah karuniakan kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dewasa ini manusia, prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara spermatozoa dengan ovum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Didalam Al-Qur`an proses penciptaan manusia memang tidak dijelaskan secara rinci, akan tetapi hakikat diciptakannya manusia menurut islam yakni sebagai mahluk yang diperintahkan untuk menjaga dan mengelola bumi. Hal ini tentu harus kita kaitkan dengan konsekuensi terhadap manusia yang diberikan suatu kesempurnaan berupa akal dan pikiran yang tidak pernah di miliki oleh mahluk-mahluk hidup yang lainnya. Manusia sebagai mahluk yang telah diberikan kesempurnaan haruslah mampu menempatkan dirinya sesuai dengan hakikat diciptakannya yakni sebagai penjaga atau pengelola bumi yang dalam hal ini disebut dengan khalifah. Status manusia sebagai khalifah , dinyatakan dalam Surat All-Baqarah ayat 30. Kata khalifah berasal dari kata &lt;em&gt;khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan&lt;/em&gt; yang berarti meneruskan, sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Namun kebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti, yang biasanya dihubungkan dengan jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat , baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-‘Abbasiah. Akan tetapi fungsi dari khalifah itu sendiri sesuai dengan yang telah diuraikan diatas sangatlah luas, yakni selain sebagai pemimpin manusia juga berfungsi sebagai penerus ajaran agama yang telah dilakukan oleh para pendahulunya,selain itu khalifah juga merupakan pemelihara ataupun penjaga bumi ini dari kerusakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="FR"&gt;SIAPAKAH MANUSIA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="FR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Kehadiran manusia pertama tidak terlepas dari asal usul kehidupan di alam semesta. Asal usul manusia menurut ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan dari teori tentang spesies lain yang telah ada sebelumnya melalui proses evolusi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Evolusi menurut para ahli paleontology dapat dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat evolusinya, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt; tingkat pra manusia yang fosilnya ditemukan di Johanesburg Afrika Selatan pada tahun 1942 yang dinamakan fosil Australopithecus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt; tingkat manusia kera yang fosilnya ditemukan di Solo pada tahun 1891 yang disebut pithecanthropus erectus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt; manusia purba, yaitu tahap yang lebih dekat kepada manusia modern yang sudah digolongkan genus yang sama, yaitu Homo walaupun spesiesnya dibedakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Fosil jenis ini di neander, karena itu disebut Homo Neanderthalesis dan kerabatnya ditemukan di Solo (Homo Soloensis).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Keempat,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt; manusia modern atau Homo sapiens yang telah pandai berpikir, menggunakan otak dan nalarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Beberapa Definisi Manusia :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 36.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Manusia adalah makhluk utama, yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural, manusia mempunyai jiwa bebas dan hakikat hakikat yg mulia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 36.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Manusia adalah kemauan bebas. Inilah kekuatannya yg luar biasa dan tidak dapat dijelaskan : kemauan dalam arti bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama yg bebas - kepadanya dunia alam –world of nature–, sejarah dan masyarakat sepenuhnya bergantung, serta terus menerus melakukan campur tangan pada dan bertindak atas rangkaian deterministis ini. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Dua determinasi eksistensial, kebebasan dan pilihan, telah memberinya suatu kualitas seperti Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 36.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Manusia adalah makhluk yg sadar. Ini adalah kualitasnya yg paling menonjol; Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan, ia memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi dari pengamatan, dan mampu menganalisa masing-masing realita dan peristiwa. Ia tidak tetap tinggal pada permukaan serba-indera dan akibat saja, tetapi mengamati apa yg ada di luar penginderaan dan menyimpulkan penyebab dari akibat. Dengan demikian ia melewati batas penginderaannya dan memperpanjang ikatan waktunya sampai ke masa lampau dan masa mendatang, ke dalam waktu yg tidak dihadirinya secara objektif. Ia mendapat pegangan yg benar, luas dan dalam atas lingkungannya sendiri. Kesadaran adalah suatu zat yg lebih mulia daripada eksistensi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 36.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Manusia adalah makhluk yg sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satuna makhluk hidup yg mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri ; ia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 36.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Manusia adalah makhluk kreatif. Aspek kreatif tingkah lakunya ini memisahkan dirinya secara keseluruhan dari alam, dan menempatkannya di samping Tuhan. Hal ini menyebabkan manusia memiliki kekuatan ajaib-semu –quasi-miracolous– yg memberinya kemampuan untuk melewati parameter alami dari eksistensi dirinya, memberinya perluasan dan kedalaman eksistensial yg tak terbatas, dan menempatkannya pada suatu posisi untuk menikmati apa yg belum diberikan alam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 36.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Manusia adalah makhluk idealis, pemuja yg ideal. Dengan ini berarti ia tidak pernah puas dengan apa yg ada, tetapi berjuang untuk mengubahnya menjadi apa yg seharusnya. Idealisme adalah faktor utama dalam pergerakan dan evolusi manusia. Idealisme tidak memberikan kesempatan untuk puas di dalam pagar-pagar kokoh realita yg ada. Kekuatan inilah yg selalu memaksa manusia untuk merenung, menemukan, menyelidiki, mewujudkan, membuat dan mencipta dalam alam jasmaniah dan ruhaniah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 36.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Manusia adalah makhluk moral. Di sinilah timbul pertanyaan penting mengenai nilai. Nilai terdiri dari ikatan yg ada antara manusia dan setiap gejala, perilaku, perbuatan atau dimana suatu motif yg lebih tinggi daripada motif manfaat timbul. Ikatan ini mungkin dapat disebut ikatan suci, karena ia dihormati dan dipuja begitu rupa sehingga orang merasa rela untuk membaktikan atau mengorbankan kehidupan mereka demi ikatan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 36.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yg bersifat istimewa dan mulia. Ia memiliki kemauan, ikut campur dalam alam yg independen, memiliki kekuatan untuk memilih dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup melawan kehidupan alami. Kekuatan ini memberinya suatu keterlibatan dan tanggung jawab yg tidak akan punya arti kalau tidak dinyatakan dengan mengacu pada sistem nilai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Al Qur’an memandang manusia sebagai makhluk biologis, psikologis, dan social. Manusia sebagai basyar tunduk pada takdir Allah, sama dengan makhluk lain. Manusia sebagai insan dan al-nas bertalian dengan hembusan roh Allah yang memiliki kebebasan dalam memilih untuk tunduk atau menentang takdir Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Manusia memiliki fitrah dalam arti potensi, yaitu kelengkapan yang diberikan pada saat dilahirkan ke dunia. Potensi yang dimiliki manusia dapat dikelompokkan pada dua hal, yaitu potensi fisik dan potensi ruhaniah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Potensi fisik manisia adalah sifat psikologis spiritual manusia sebagai makhluk yang berfikir diberi ilmu dan memikul amanah.sedangkan potensi ruhaniah adalah akal, gaib, dan nafsu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Akal dalam penertian bahasa Indonesia berarti pikiran atau rasio. Dalam Al Qur’an akal diartikan dengan kebijaksanaan, intelegensia, dan pengertian. Dengan demikian di dalam Al Qur’an akal bukan hanya pada ranah rasio, tetapi juga rasa, bahkan lebih jauh dari itu akal diartikan dengan hikmah atau bijaksana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Musa Asyari (1992) menyebutkan arti alqaib dengan dua pengertian, yang pertama pengertian kasar atau fisik, yaitu segumpal daging yang berbentuk bulatpanjang, terletak di dada sebelah kiri, yang sering disebut jantung. Sedangkan arti yang kedua adalah pengertian yang halus yang bersifat ketuhanan dan rohaniah, yaitu hakekat manusia yang dapat menangkap segala pengertian, berpengetahuan, dan arif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Akal digunakan manusia dalam rangka memikirkan alam, sedangkan mengingat Tuhan adalah kegiatan yang berpusat pada qalbu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Adapun nafsu adalah suatu kekuatan yang mendorong manusia untuk mencapai keinginannya. Dorongan-dorongan ini sering disebut dorongan primitif, karena sifatnya yang bebas tanpa mengenal baik dan buruk. Oleh karena itu nafsu sering disebut sebagai dorongan kehendak bebas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="DA"&gt;PERSAMAAN dan PERBEDAAN MANUSIA DENGAN MAHLUK LAIN.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="DA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Manusia pada hakekatnya sama saja dengan mahluk hidup lainnya, yaitu memiliki hasrat dan tujuan. Ia berjuang untuk meraih tujuannya dengan didukung oleh pengetahuan dan kesadaran. Perbedaan diantara keduanya terletak pada dimensi pengetahuan, kesadaran dan keunggulan yang dimiliki manusia dibanding dengan mahluk lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Manusia sebagai salah satu mahluk yang hidup di muka bumi merupakan mahluk yang memiliki karakter paling unik. Manusia secara fisik tidak begitu berbeda dengan binatang, sehingga para pemikir menyamakan dengan binatang. Letak perbedaan yang paling utama antara manusia dengan makhluk lainnya adalah dalam kemampuannya melahirkan kebudayaan. Kebudayaan hanya manusia saja yang memlikinya, sedangkan binatang hanya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang bersifat instinctif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Dibanding dengan makhluk lainnya, manusia mempunyai kelebihan.kelebihan itu membedakan manusiadengan makhluk lainnya. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun, baik di darat, di laut, maupun di udara. Sedangkan binatang hanya mampu bergerak di ruang yang terbatas. Walaupun ada binatang yang bergerak di darat dan di laut, namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa meampaui manusia. Mengenai kelebihan manusia atau makhluk lain dijelaskan dalam surat Al-Isra ayat 70.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Diantara karakteristik manusia adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="margin-top: 0pt;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Aspek      Kreasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Aspek Ilmu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Aspek      Kehendak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Pengarahan      Akhlak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Selain itu Al Ghazaly juga mengemukakan pembuktian dengan kenyataan faktual dan kesederhanaan langsung, yang kelihatannya tidak berbeda dengan argumen-argumen yang dibuat oleh Ibnu Sina (wafat 1037) untuk tujuan yang sama, melalui pembuktian dengan kenyataan faktual. Al Ghazaly memperlihatkan bahwa; diantara makhluk-makhluk hidup terdapat perbedaan-perbedaan yang menunjukkan tingkat kemampuan masing-masing. Keistimewaan makhluk hidup dari benda mati adalah sifat geraknya. Benda mati mempunyai gerak monoton dan didasari oleh prinsip alam. Sedangkan tumbuhan makhluk hidup yang paling rendah tingkatannya, selain mempunyai gerak yang monoton, juga mempunyai kemampuan bergerak secara bervariasi. Prinsip tersebut disebut jiwa vegetatif. Jenis hewan mempunyai prinsip yang lebih tinggi dari pada tumbuh-tumbuhan, yang menyebabkan hewan, selain kemampuan bisa bergerak bervariasi juga mempunyai rasa. Prinsip ini disebut jiwa sensitif. Dalam kenyataan manusia juga mempunyai kelebihan dari hewan. Manusia selain mempunyai kelebihan dari hewan. Manusia juga mempunyai semua yang dimiliki jenis-jenis makhluk tersebut, disamping mampu berpikir dan serta mempunyai pilihan untuk berbuat dan untuk tidak berbuat. Ini berarti manusia mempunyai prinsip yang memungkinkan berpikir dan memilih. Prinsip ini disebut an nafs al insaniyyat. Prinsip inilah yang betul-betul membeda manusia dari segala makhluk lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="DA"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; color: black;" lang="DA"&gt;TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Allah SWT berfirman dalam surat Ad-dzariyat:56 bahwasannya:”Allah tidak menciptakan manusia kecuali untuk mengabdi kepadanya”mengabdi dalam bentuk apa?ibadah dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya seperti tercantum dalam Al-qur’an &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;quot;;" dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;لِيَعْبُدُونِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;quot;;" dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;وَمَا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;quot;;" dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;خَلَقْتُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;quot;;" dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;الْجِنَّ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;quot;;" dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;وَالإنْسَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;quot;;" dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;إِلا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;“Sesungguhnya telah ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Perintah ataupun tugas yang diberikan oleh Allah kepada manusia dalam beribu-ribu macam bentuk dimulai dari hal yang paling kecil menuju kepada hal yang paling besar dengan berdasarkan dan berpegang kepada Al-qur’an dan hadist didalam menjalankannya.Begitupun sebaliknya dengan larangan-larangannya yang seakan terimajinasi sangat indah dalam pikiran manusia namun sebenarnya balasan dari itu adalah neraka yang sangat menyeramkan,sangat disayangkan bagi mereka yang terjerumus kedalamnya.Na’uudzubillaahi min dzalik &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="DA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Dalam hadist shohih diungkapkan bahwa jalan menuju surga itu sangatlah susah sedangkan menuju neraka itu sangatlah mudah.Dua itu adalah pilihan bagi setiap manusia dari zaman dahulu hingga sekarang,semua memilih dan berharap akan mendapatkan surga,namun masih banyak sekali orang-orang yang mengingkari dengan perintah Allah bahkan mereka lebih tertarik dan terbuai untuk mendekati,menjalankan larangan-larangannya.Sehingga mereka bertolak belakang dari fitrahnya sebagai manusia hamba Allah yang ditugasi untuk beribadah.Oleh karenanya,mereka tidak akan merasakan hidup bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="DA"&gt;FUNGSI DAN PERANAN MANUSIA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Berpedoman kepada QS Al Baqoroh 30-36, maka peran yang dilakukan adalah sebagai pelaku ajaran allah dan sekaligus pelopor dalam membudayakan ajaran Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Untuk menjadi pelaku ajaran Allah, apalagi menjadi pelopor pembudayaan ajaran Allah, seseorang dituntut memulai dari diridan keluarganya, baru setelah itu kepada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah sebagaimana yang telah ditetapkan Allah, diantaranya adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;1.Belajar (surat An naml : 15-16 dan Al Mukmin :54)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 51pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;belajar yang dinyatakan pada ayat pertama surat al Alaq adalah mempelajari ilmu Allah yaitu Al Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;2.Mengajarkan ilmu (al Baqoroh : 31-39)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 51pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;ilmu yang diajarkan oleh khalifatullah bukan hanya ilmu yang dikarang manusia saja, tetapi juga ilmu Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;3.Membudayakan ilmu (al Mukmin : 35 )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 51pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ilmu yang telah diketahui bukan hanya untuk disampaikan kepada orang lain melainkan dipergunakan untuk dirinya sendiri dahulu agar membudaya. Seperti apa yang telah dicontohkan oleh Nabi SAW. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Manusia terlahir bukan atas kehendak diri sendiri melainkan atas kehendak Tuhan. Manusia mati bukan atas kehendak dirinya sendiri Tuhan yang menentukan saatnya dan caranya. Seluruhnya berada ditangan Tuhan Hukum Tuhan adalah hukum mutlak yang tak dapat dirubah oleh siapapun hukum yang penuh dengan rahasia bagi manusia yang amat terbatas pikirannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Kuasa memberi juga kuasa mengambil Betapa piciknya kalau kita hanya tertawa senang sewaktu diberi. Sebaliknya menangis duka dan penasaran Sewaktu Tuhan mengambil sesuatu dari kita. Yang terpenting adalah menjaga sepak terjang kita Melandasi sepak terjang hidup kita dengan kebenaran Kejujuran dan keadilan?Cukuplah Yang lain tidak penting lagi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Suka duka adalah permainan perasaan. Yang digerakan oleh nafsu iba diri Dan mementingkan diri sendiri. Tuhanlah sutradaranya, Maka manusia manusia adalah pemain sandiwaranya Yang berperan diatas panggung kehidupan Sutradara yang menentukan permainannya Dan ingatlah bukan perannya yang penting Melainkan cara manusia yang memainkan perannya itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Walaupun seseorang diberi peran sebagai seorang raja besar, Kalau tidak pandai dan baik permainannya ia akan tercela. Sebaliknya biarpun sang sutradara memberi peran kecil tak berarti Peran sebagai seorang pelayan atau rakyat jelata Kalau pemegang peran itu memainkannya dengan sangat baik Tentu ia akan sangat terpuji dimata Tuhan juga dimata manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Apalah artinya seorang pembesar Yang dimuliakan rakyat Bila ia lalim rakus dan melakukan hal hal yang hina. Maka ia akan hanya direndahkan dimata manusia Dan juga dimata Tuhan. Sebaliknya betapa mengagumkan hati manusia Yang menyenangkan Tuhan Bila seorang biasa yang bodoh miskin Dan dianggap rendah namun mempunyai sepak terjang Dalam hidup ini penuh dengan kebajikan Yang melandaskan kelakuannya pada jalan kebenaran. Maka mereka itulah yang paling mulia dimata Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;“Wahai orang orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan, diatasnya terdapat malaikat malaikat yang bengis dan sadis yang tidak mengabaikan apa yang diperintahkan kepada mereka, dan mereka melakukan apa yang diperintahkan”&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Itulah firman Allah yang diberikan kepada manusia dalam menjalankan peranannya selama hidup di muka bumi.Peran terhadap diri sendiri dan keluarga.Bukan diawali dari peran untuk keluarga atau pun negara tapi justru peran itu ditujukan untuk diri sendiri sebelum berperan untuk orang lain.Peranan seseorang harus dibangun dari dalam diri sendiri secara terus menerus untuk mendapatkan hasil yang maksimal,ketika sebuah pribadi telah menguasai peranannya untuk diri sendiri, barulah bisa berperan untuk orang lain,terutama keluarga.Ada sebuah kata kata dari seorang teman yang pernah berbagi dengan saya tentang masalah berderma. Dia berkata pada saya”kawan untuk kita bisa memberikan sesuatu kepada orang lain tentunya kita harus dalam kondisi lebih terlebih dahulu, tidak mungkin kita dalam kondisi kekurangan terus kita meberi untuk orng lain”.Jadi untuk bisa membangun sebuah keluarga, kelompok, negara dan mungkin yang lebih besar lagi maka haruslah menjadi kewajiban kita untuk bisa terlebih dahulu membangun diri kita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="SV"&gt;TANGGUNG JAWAB MANUSIA SEBAGAI&lt;span&gt; &lt;/span&gt;HAMBA ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tanggungjawab Abdullah terhadap dirinya adalah memelihara iman yang dimiliki dan bersifat fluktuatif ( naik-turun ), yang dalam istilah hadist Nabi SAW dikatakan yazidu wayanqusu (terkadang bertambah atau menguat dan terkadang berkurang atau melemah).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tanggung jawab terhadap keluarga merupakan lanjutan dari tanggungjawab terhadap diri sendiri. Oleh karena itu, dalam al-Qur’an dinyatakan dengan quu anfusakum waahliikum naaran (jagalah dirimu dan keluargamu, dengan iman dari neraka).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Allah dengan ajaranNya Al-Qur’an menurut sunah rosul, memerintahkan hambaNya atau Abdullah untuk berlaku adil dan ikhsan. Oleh karena itu, tanggung jawab hamba Allah adlah menegakkan keadilanl, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap keluarga. Dengan berpedoman dengan ajaran Allah, seorang hamba berupaya mencegah kekejian moral dan kenungkaran yang mengancam diri dan keluarganya. Oleh karena itu, Abdullah harus senantiasa melaksanakan solat dalam rangka menghindarkan diri dari kekejian dan kemungkaran (Fakhsyaa’iwalmunkar). Hamba-hamba Allah sebagai bagian dari ummah yang senantiasa berbuat kebajikan juga diperintah untuk mengajak yang lain berbuat ma’ruf dan mencegah kemungkaran (Al-Imran : 2: 103). Demikianlah tanggung jawab hamba Allah yang senantiasa tunduk dan patuh terhadap ajaran Allah menurut Sunnah Rasul.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="SV"&gt;TANGGUNG JAWAB MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Manusia diserahi tugas hidup yang merupakan amanat Allah dan harus dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Tugas hidup yang dipikul manusia di muka bumi adalah tugas kekhalifaan, yaitu tugas kepemimpinan , wakil Allah di muka bumi, serta pengelolaan dan pemeliharaan alam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang mandat Tuhan untuk mewujudkan kemakmuran di muka bumi. Kekuasaan yang diberikan kepada manusia bersifat kreatif, yang memungkinkan dirinya serta mendayagunakan apa yang ada di muka bumi untuk kepentingan hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sebagai khalifah, manusia diberi wewenang berupa kebebasan memilih dan menentukan, sehingga kebebasannya melahirkan kreatifitas yang dinamis. Kebebasan manusia sebagai khalifah bertumpu pada landasan tauhidullah, sehingga kebebasan yang dimilikitidak menjadikan manusia bertindak sewenang-wenang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kekuasaan manusia sebagai wakil Tuhan dibatasi oleh aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh yang diwakilinya, yaitu hokum-hukum Tuhan baik yang baik yang tertulis dalam kitab suci (al-Qur’an), maupun yang tersirat dalam kandungan alam semesta (al-kaun). Seorang wakil yang melanggar batas ketentuan yang diwakili adalah wakil yang mengingkari kedudukan dan peranannya, serta mengkhianati kepercayaan yang diwakilinya. Oleh karena itu, ia diminta pertanggungjawaban terhadap penggunaan kewenangannya di hadapan yang diwakilinya, sebagaimana firman Allah dalam QS 35 (Faathir : 39) yang artinya adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;“Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah dimuka bumi. Barang siapa yang kafir, maka (akibat) kekafiranorang-orang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lainhanyalah akan menambah kerugian mereka belaka”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kedudukan manusia di muka bumi sebagai khalifah dan juga sebagai hamba allah, bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan suatu kesatuan yang padu dan tak terpisahkan. Kekhalifan adalah realisasi dari pengabdian kepada allah yang menciptakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dua sisi tugas dan tanggung jawab ini tertata dalam diri setiap muslim sedemikian rupa. Apabila terjadi ketidakseimbangan, maka akan lahir sifat-sifat tertentu yang menyebabkan derajad manusia meluncur jatuh ketingkat yang paling rendah, seperti fiman-Nya dalam QS (at-tiin: 4) yang artinya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;“sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;"&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Manusia adalah mahluk Allah yang paling mulia,di dalam Al-qur’an banyak sekali ayat-ayat Allah yang memulyakan manusia dibandingkan dengan mahluk yang lainnya.Dan dengan adanya ciri-ciri dan sifat-sifat utama yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia menjadikannya makhluk yang terpilih diantara lainnya memegang gelar sebagai khalifah di muka bumi untuk dapat meneruskan,melestarikan,dan memanfaatkan segala apa yang telah Allah ciptakan di alam ini dengan sebaik-baiknya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Tugas utama manusia adalah beribadah (&lt;span style="font-family: &amp;quot;color:black;&amp;quot;;"&gt;لِيَعْبُدُونِ )&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;kepada Allah SWT.Semua ibadah yang kita lakukan dengan bentuk beraneka ragam itu akan kembali kepada kita dan bukan untuk siapa-siapa.Patuh kepada Allah SWT,menjadi khalifah,melaksanakan ibadah,dan hal-hal lainnya dari hal besar sampai hal kecil yang termasuk ibadah adalah bukan sesuatu yang ringan yang bisa dikerjakan dengan cara bermain-main terlebih apabila seseorang sampai mengingkarinya.Perlu usaha yang keras,dan semangat yang kuat ketika keimanan dalam hati melemah,dan pertanggungjawaban yang besar dari diri kita kelak di hari Pembalasan nanti atas segala apa yang telah kita lakukan di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-3447352958647727327?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/3447352958647727327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=3447352958647727327' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/3447352958647727327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/3447352958647727327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2009/04/hakikat-manusia-menurut-islam-manusia.html' title=''/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-6697392770533031266</id><published>2009-04-08T01:06:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T01:47:07.913-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DA&apos;WAH'/><title type='text'>MENYIKAPI KONFLIK</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kalian berbantah bantahan, yang menyebabkan kalian gentar dan hilang kekuatan kalian. Bersabarlah, sesungguhnya Allah ada bersama orang-orang yang sabar."&lt;/span&gt;(QS al-Anfaal [8] :46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara sejahtera digambarkan sebagai seorang pemuda yang gagah perkasa. Ia mampu bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya. Hubungan dengan tetanggaterjalin dengan harmonis. Ia pun terus berusaha meningkatkan kemampuan diri. Semua kemampuannya melangkah, atmosfir persaudaraan dia bangun, semuanya dapat dirasakan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, negara yang terpuruk tak ubahnya seperti negara yang kurus kering, tak bergairah, berjalan gontai tanpa arah. ia lunglai tak berdaya. untuk memenuhi kebutuhan pribadi saja, ia terpaksa mengemis sana-sini. kalau perlu ia lakukan apa saja agar bisa bertahan hidup. Pertikaian dan konflik adalah akibat yang tidak bisa dihindari lagi. permusuhan terjadi di semua tempat yang ia datangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti apakah wajah negara kita saat ini? Ada yang menyebut Indonesia sebagai bangsa yang rawan konflik. Pergesekan kecil saja di tengah masyarakat kita bisa menyulut menjadi pertikaian besar. semua ini tak lain bersumber dari krisis akhlak. Jika akhlak kita baik, mustahil sesama saudara akan saling menghancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus memandang sesama sebagai saudara, bukan musuh atau ancaman. mungkin mereka ada kekurangan atau kesalahan. tapi sebagai saudara, hal itu bisa dihadapi dengan lapang dada. Toh, sebagai manusia kita punya banyak kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak orang berbicara tentang bangsa, tapi sedikit sekali yang berusaha menyodorkan solusi secara jujur. Komentar dan solusi tentu perlu. Tapi,solusi lebih perlulagi. Sebab hal itu lebih dekat dengan perubahan konkrit. Selain itu, kita harus melihat sukses dalam perspektif kebersamaan. Berbahagialah jika sukses kita bisa dinikmati orang lain. Jangan ragu untuk mendukung upaya sukses orang lain. Rasulullah SAW menegaskan  bahwa kita ini seperti satu tubuh, Jika salah satunya sakit, yang lain akan menderita. Semoga Allah SWT membimbing kita untuk hidup senantiasa dalam semangat kebersamaan. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-6697392770533031266?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/6697392770533031266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=6697392770533031266' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/6697392770533031266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/6697392770533031266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2009/04/menyikapi-konflik.html' title='MENYIKAPI KONFLIK'/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6027596374897377301.post-5670852468986242502</id><published>2009-04-07T01:26:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T02:38:30.701-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DA&apos;WAH'/><title type='text'>BERUANG MERAIH KEMULIAAN DIRI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Harga diri adalah salah satu kata kunci dalam kehidupan seorang muslim. seseorang yang memiliki harga diri akan berjuang mendapatkan yang terbaik disertai keyakinan bahwa Allah-lah yang akan memberikan pertolongan dan bimbingan kepadanya.&lt;br /&gt;Misalnya, ketika kita hendak membangun mesjid atau lembaga da'wah. Sekiranya kita tidak yakin bahwa Allah akan memberikan jalan bagi orang yang ingin memakmurkan rumah-Nya, niscaya kita dengan mudah menukarkan harga diri dan kehormatan kita dengan kepingan uang logam, yang mungkin nilainya lebih kecil daripada yang diberikan kepada pengemis atau penjaga WC umum. Kita akan dengan rela mencampakkan rasa malu dengan tubuh terpanggang panas matahari berjalan dari pintu ke pintu, berdiri di pinggir jalan , atau mengetuk pintu-pintu kaca mobil di perempatan jalan. Padahal, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yadul 'ulya khairun min yadissulfa" &lt;/span&gt;Tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah.&lt;br /&gt;Mengapa semua ini bisa terjadi? sebenarnya keadaan inibisa dimengrti.&lt;br /&gt;Umat islam saat ini baru saja terbangun dari tidur panjangnya. Ketika terjaga, ternyata orang lain telah banyak berbuat, sudah melangkah begitu jauh, dan sudah memiliki banyak bekal untuk bersaing. akibatnya, kita bisa lihat sendiri secara lahiriah, kita masih memiliki banyak kelemahan baik dari segiSDM, dana, kesempatan, maupun strategi untuk berrsaing dengan umat lain.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, kalau ada yang perlu di khawatirkan, maka, hanya satu yang perlu kita khawatirkan. Yaitu, TIDAK MENDAPATKAN PERTOLONGAN ALLAH. Hal inilah yang sebenarnya membuat harga diri kita tercabik-cabik.&lt;br /&gt;Kalaupun kita memilih berjuang dengan tetap menjaga harga diri, tidak dengan meminta-minta, sementara jalan berwirausaha belum membuahkan hasil, lalu siapa yang kita andalkan? Hendaklah kita selalu menjadi orang yang selalu rundu akan pertolongan Allah.. Biarlah Dia yang mengatur segalanya. Biarlah kita yang menjadi bagian dari rencana dan strategi Allah. Dengan begitu, kita akan bisa meraih sukses dalam bidang apapun, sekaligus derajat dan kemuliaan harga diri kita tetap terpelihara. Jadi, yang harus kita lakukan sekarang adalah mencari pertolongan allah, dengan cara berjuang sekuat-kuatnya agar kita bisa menjadi orang yang layak ditolong oleh-Nya. Tapi, bukankah untuk sampai ke arah itu amat berat? Nah, disinilah letak kesalahan kita: menganggap berat sesuatu yang belum kita mulai. Padahal, Allah sama sekali tidak mempersulit kita. Kita sendiri yang justru menghalangi pertolongan Allah.&lt;br /&gt;Karenanya, agar kita menjadi orang yang tidak menghalangi pertolongan Allahh, rahasianya adalah membersihkan dan meluruskan niat. Misal, ketika kita ingin berwiausaha, niatkanlah karena ingin memiliki harga diri, tidak menjadi beban bagi orang lain. Kemudian, mudah-mudahan usaha kita bisa menjadi da'wah. Selanjutnya, diharapkan banyak orang yang ikut bergabung, sehingga mereka mendapatkan rezeki yang jelas kehalalnnya.&lt;br /&gt;Lalu, apa syaratyang harus kita penuhi untuk menjadi orang yang layak ditolong oleh Allah SWT?Jawabannya adalah, berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan pengenalan diri kepada AllahSWT. Hendaklah segala yang kita lakukan ditujukan untuk mendekatkan diri kepadanya. sikap ini pada akhirnya akan membawa seseorang pada sifat tawakkalSekiranya kita sudah memiliki kesanggupan semacam ini, apa lagi yang harus kata cemaskan???? Parcayalah!!! Jaminan Allah itu pasti(QS at-THALAQ [65]:2-3)&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6027596374897377301-5670852468986242502?l=logan-rabbanisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/feeds/5670852468986242502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6027596374897377301&amp;postID=5670852468986242502' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/5670852468986242502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6027596374897377301/posts/default/5670852468986242502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://logan-rabbanisblog.blogspot.com/2009/04/beruang-meraih-kemuliaan-diri.html' title='BERUANG MERAIH KEMULIAAN DIRI'/><author><name>AQIL</name><email>aqil_rabbani@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14806901150175548159'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>