<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>TULISAN</title><link>http://tulizan.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/Wotjp" /><description>Tutul Tina Lisan</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Alwinz)</managingEditor><lastBuildDate>Sun, 27 Nov 2011 15:31:17 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="blogspot/wotjp" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Tutul Tina Lisan</itunes:subtitle><item><title>BEDIL LODONG...</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/08/bedil-lodong.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Mon, 16 Aug 2010 10:39:01 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-3969182092321229721</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TGlsNK-GJUI/AAAAAAAACb4/6BiwDLUJ29U/s1600/lodong3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 192px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TGlsNK-GJUI/AAAAAAAACb4/6BiwDLUJ29U/s320/lodong3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506050992976045378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;MENUNGGU waktu magrib alias ngabuburit setiap bulan Puasa menjadi acara mengasyikkan bagi anak-anak pada tahun 70-80an. Kami biasanya berkumpul di jalanan, pinggir sawah, atau berkerumun di gardu ronda. Ada yang bermain dam-daman (sejenis catur tradisional dengan bidak dari batu-batu kecil) atau kontes bedil lodong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi generasi PS2 atau game-online, mungkin nama mainan ini asing.  Lodong merupakan ’meriam’ tradisional yang terbuat dari bambu, zaman dulu lodong dijadikan mainan saat bulan puasa, terbuat dari bambu  yang bagian belakang nya ditutup, panjang nya sekitar 1,5 Meter mirip senjata Bazoka, makanya disebut “Bedil Lodong”.&lt;br /&gt;Sore hari di bulan Puasa makin mengasyikkan jika suara bedil lodong saling bersahutan. Meski menimbulkan suara menggelegar, sangat jarang terjadi kecelakaan akibat bedil lodong. Berbeda dengan mercon/petasan yang saat ini sering menimbulkan banyak korban jiwa dan harta benda. Bedil lodong tergolong mainan yang cukup aman. Cara memainkannya, batang lodong disimpan dalam posisi miring, keatas  pastikan dudukan lodong stabil sebab jika bunyi lodong sangat keras bisa menyeret lodong tersebut hinga terpental karena dorongan energi ledakan yang sangat tinggi (kadang sampai pecah berkeping-keping), masukan sedikit air dari lubang terbuka dan sepotong karbit, tutup sisi lubang terbuka dan lubang kecil di dasar lodong dengan gumpalan kain. Setelah cukup waktu (kira-kira sampai karbit habis) buka penutup lubang kecil lodong dan dekatkan api dengan menggunakan obor di lubang itu untuk menyalakan meriam.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Jika timing nya pas, bunyi lodong akan sangat keras. “DUARRRR….!!!!” sampai-sampai tetangga di sekitar rumah kaget sambil berteriak  : &lt;b&gt;“Goblog siah… saha eta nu ngahurungkeun lodong“.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang merasa terganggu bergegas keluar, melirik ke kanan dan kiri, tolak pinggang dekat rumah nya sembari memaki-maki anak-anak yang sudah berlarian mencari tempat yang aman untuk menghindari omelan tetangga. Lodong ini biasa dimainkan oleh anak remaja, orang tua atau anak-anak. Tapi jika dimainkan anak-anak perlu didampingi oleh orang dewasa karena jika kurang terampil wajah si anak bisa clemong hitam akibat tertembak lodong nya sendiri.&lt;br /&gt;Terkadang lodong dijadikan senjata perang-perangan antara 2 kelompok pada jarak tertentu lengkap dengan gundukan tanah sebagai bentengnya, anak-anak biasa menggunakan amunisi sepatu bekas atau wadah sabun, yang disimpan di moncong Lodong. Sehingga bila pertempuran dimulai, angkasa penuh dengan sapatu butut yang melayang-layang mencari sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Kalau bedil lodong mah, sigana geus teu arapaleun deui barudak teh. Tong boro di kota, di kampung-kampung ge nu nyeungeut bedil lodong mah geus langka pisan.“&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Lebaran tiba, tidak anak-anak saja yang memiliki tradisi “Perang Lebaran”, di Garut mulai dari anak-anak sampai orang tua pun terlibat dalam “peperangan” ini, tapi lagi-lagi tidak perlu khawatir, karena perang ini tidak akan menimbulkan korban jiwa, walaupun bisa jadi akan menimbulkan banyak “korban” tulinya pendengaran.&lt;br /&gt;Perang yang satu ini, walaupun tidak menggunakan peluru tajam, tapi bunyi yang ditimbulkan akibat perang ini bagaikan Bom, perang yang di maksud adalah “Perang Lodong (Meriam Bambu)  inilah perang-perangan ala Garut, setiap kali Malam Takbiran datang, maka penduduk di desa di Kab. Gaurt ini selalu membuat Meriam Bambu yang walaupun tidak ada pelurunya tapi setiap kali Meriam ini dinyalakan maka siap-siap saja kita menutup kedua telinga kita serapat-rapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TGlqsibh8SI/AAAAAAAACbg/-MyvUNKEXuY/s1600/lodong1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 313px; height: 208px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TGlqsibh8SI/AAAAAAAACbg/-MyvUNKEXuY/s320/lodong1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506049332826206498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seingat saya dua kelompok dipisahkan oleh sebuah sungai, sehingga pertempuran antara dua kubu pun juga dipisahkan oleh sungai, yang satu disebarang sana yang satunya lagi disebelah sini, kalau diibaratkan mungkin seperti situasi Perang Dunia ke-2 dimana pasukan Sekutu berusaha merebut jembatan penting yang dipertahankan oleh pasukan Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perang ini tidak memakai peluru, tolak ukur yang dipakai untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah ditentukan oleh siapa yang paling besar suara meriamnya, karena ini inti dari Meriam Bambu tersebut adalah menciptakan suara ‘BUUUUMMM !!!” se-keras-kerasnya !! indikatornya yang menjadi pemenang adalah tepukan para penonton pertunjukkan spektakuler ini juga menjadi tontonan bagi para penduduk desa-desa lainnya yang mendatangi War Zone ini, siapa yang bisa menghasilkan suara paling besar maka penonton pun akan langsung memberikan applause, begitu pula sebaliknya siapa yang menghasilkan suara yang ‘melempem’, maka siap-siap saja diberi teriakan “Huuuuuuu….” oleh para penoton, tapi pada akhirnya sih sebenarnya tidak ada yang kalah dan yang menang karena semuanya hanya untuk senang-senang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya yang menjadi “Weapon of Mass Destruction” dalam perang ini tidak hanya meriam bambu saja, ada lagi yang senjata yang lebih powerful, yaitu Bedil Lodong dari batang pohon enau atau pohon paku yg disebut “Bagedor”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TGlrxOTtIlI/AAAAAAAACbw/0JHgJch76oE/s1600/baagedor1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 204px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TGlrxOTtIlI/AAAAAAAACbw/0JHgJch76oE/s320/baagedor1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506050512835650130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun The Secret Weapon adalah Meriam Cubluk (seperti septic tank) yang saya tau cara membuatnya, yaitu dengan membuat lubang ditanah dan dilubang tersebut akan di isi karbit dan setelah terisi karbit langsung dinyalakan dengan obor. Begitu dinyalakan, suara sekeras bom pun akan langsung Menggelegar !!! bukan hanya itu, senjata ini lebih dari sekedar menghasilkan bunyi keras saja, getaran yang diakibatkan oleh senjata yang ditanam ke tanah ini bisa menghasilkan “gempa lokal” bagaikan gempa berkekuatan 2,5 scala richter  hehehe.. !! ini cukup membuat mobil-mobil disekitar, bangungan-bangunan disekitar dan juga jembatan disekitar arena pertempuran akan merasakan sedikit getaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang ini memang penuh dengan adrenaline rush !! menyenangkan !! , dan tentunya sangat mengibur !! namun ada beberapa sisi negatif dari tradisi ini yang saya kurang setuju, pertama perang ini diadakan ketika malam takbiran, sehingga pada saat itu di desa-desa di Garut suara Takbiran dimesjid-mesjid kalah telak dengan suara dari Meriam-meriam tersebut. Kegiatan spontan ini mungkin sekarang sudah tidak ada lagi, seiring dengan dilarangnya Petasan oleh pihak berwenang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-3969182092321229721?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nklRQjbcwJIQJZjO7V4TZeHIM20/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nklRQjbcwJIQJZjO7V4TZeHIM20/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nklRQjbcwJIQJZjO7V4TZeHIM20/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nklRQjbcwJIQJZjO7V4TZeHIM20/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-17T00:39:01.208+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TGlsNK-GJUI/AAAAAAAACb4/6BiwDLUJ29U/s72-c/lodong3.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Manusia itu sebaik-baiknya kejadian..</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/08/manusia-itu-sebaik-baiknya-kejadian.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Sat, 14 Aug 2010 02:19:06 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-5747109867982097059</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TGZe1g6RqGI/AAAAAAAACbI/qaFms_LYcwE/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 280px; height: 202px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TGZe1g6RqGI/AAAAAAAACbI/qaFms_LYcwE/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505191867967449186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apakah yang dimaksudkan ‘Manusia itu sebaik-baiknya kejadian’?. Dimanakah yang dikatakan baik itu ?&lt;br /&gt;Jika manusia punya Mata, burung Elang pun punya mata, malah lebih tajam hingga dapat melihat puluhan meter jauhnya.&lt;br /&gt;Manusia punya Hidung, Anjing pun punya hidung, malah lebih sensitif hingga dapat mencium partikel bau yang berterbangan&lt;br /&gt;Manusia punya Telinga, ikan Paus pun punya telinga, malah lebih tajam hingga bisa berkomunikasi puluhan meter jauhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa yang dikatakan ‘manusia ini sebaik-baiknya kejadian’ ?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika asal manusia dari setitik nutfah (mani), so apa bedanya dengan Kerbau yang membiak hasil dari hadas ini ?&lt;br /&gt;Jika manusia ada hati, Ayam pun punya hati&lt;br /&gt;Jika Taik Kerbau itu busuk, EE.. manusia malah lebih busuk lagi&lt;br /&gt;Lalu dimanakah ‘manusia itu sebaik-baiknya kejadian ?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ho ho ho...manusia tidak istimewa, manusia bukan sebaik-baiknya kejadian dalam konteks kenyataan di atas, hanya manusia ada kelebihan yaitu AKAL. Pun dengan Akal-nya manusia masih bersaing dengan binatang dalam banyak hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dikatakan bernafsu binatang cukup hina, tetapi manusia juga lupa bahwa hewan hanya berkawin bila musim kawin tiba, apabila musim berlalu mereka menunggu putaran musim yang akan datang. Mereka kawin untuk menyambung zuriat dan bukan menagih nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia nafsu birahinya tidak bermusim (tak kenal waktu). Pantang ada kesempatan, dirasuk nafsu erotis ini. Tidak pikir haram atau halal. Sedikit yang berhajat menyambung Zuriat, malah banyak yang mencari nikmat. Maka siapakah yang lebih hina ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So...Apa yang dimaksudkan ‘Manusia sebaik-baiknya kejadian ?’&lt;br /&gt;Benar manusia memang sebaik-baiknya kejadian, hanya manusia tidak pernah faham atau terfikirkan hubungan kejadian dengan dirinya (nafs).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Asal manusia itu kosong (‘adum) lalu kuhembuskan RohKu”.&lt;i&gt;“Dijadikan manusia dari rupa RahmanNya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;“Manusia itu rahasiaKu dan Aku Rahasianya”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu diajarkannya Adam nama-nama bagi benda-benda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Iqra wa rabbu kalamulah ramullazi’allama bil qalam, ala malin saama lam ya’lam”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam antal mouttu qobla maottu, Selamat berpuasa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-5747109867982097059?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8cDRq9pzVrB7vbFxtJ6crX4F0ME/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8cDRq9pzVrB7vbFxtJ6crX4F0ME/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8cDRq9pzVrB7vbFxtJ6crX4F0ME/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8cDRq9pzVrB7vbFxtJ6crX4F0ME/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-14T16:19:06.915+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TGZe1g6RqGI/AAAAAAAACbI/qaFms_LYcwE/s72-c/2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Konsep INSAN KAMIL Abdul Karim Al Jilli~2</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/07/konsep-insan-kamill-abdul-karim-al.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Thu, 29 Jul 2010 03:47:25 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-8080326136346916978</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TFFaYsKf7KI/AAAAAAAACa0/_KFWylWsQxs/s1600/In_memory.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 177px; height: 220px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TFFaYsKf7KI/AAAAAAAACa0/_KFWylWsQxs/s320/In_memory.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499276000214641826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;D. Proses Munculnya Insan Kamil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Jili membawa teori tajalli dan taraqqi dalam proses munculnya insan kamil. Menurut Al-Jili, tajalli Ilahi yang berlangsung secara terus-menerus pada alam semesta terdiri atas lima martabat, di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,Uluhiyah, tahap ini adalah tingkat tertinggi dalam proses tajjali Tuhan, dimana uluhiyah merupakan esensi (quidity) zat primordial dan merupakan wujud primer yang menjadi sumber segala yang ada dan tidak ada. Nama yang digunakan dalam peringkat ini adalah “Allah”, karena dalam pandangan al-Jilli sendiri, sebutan “Allah” merupakan nama tertinggi bagi Tuhan di atas nama-Nya al-Ahad, yang digunakan oleh Ibn ‘Arabi sebagai tingkat tajjali tertinggi Tuhan (Ahadiyah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Ahadiyah, tahap ini muncul dari tahap sebelumnya (uluhiyah), dimana tingkatan ini merupakan sebutan dari zat murni (al-dzat al-sadzi) yang tidak memiliki nama dan sifat, dan tahap ini tidak bisa dicapai oleh pengetahuan manusia karena tidak ada kalimat dan kata-kata yang dapat menggambarkan-Nya. Dan dalam tahap ini menurut al-Jilli mengalami tiga penurunan (tanazzul):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahadiyah, Zat Mutlak menyadari ke-Esa-an diriNya&lt;br /&gt;Huwiyah, kesadaran Zat Mutlak terhadap ke-Esa-an-Nya yang gaib&lt;br /&gt;Aniyah, Zat Mutlak menyadari diri-Nya sebagai Kebenaran&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Wahidiyah, dimana pada tahap ini zat Tuhan menampakan diri-Nya pada sifat dan asma (nama), tetapi sifat dan asma itu sendiri masih identik dengan zat Tuhan karena zat ini pun masih berupa potensi-potensi dan belum mampu mengaktual secara keseluruhan. Keempat, Rahmaniyah, pada tahap ini Tuhan ber-tajjali pada realitas asma dan sifat, dan dengan kalimat “kun” (jadilah), muncullah realitas-realitas potensial yang terdapat dalam tahap wahidiyah tadi menjadi wujud yang aktual, yakni alam semesta. Tetapi aktualitas ini masih bersifat universal, karena bersamaan dengan proses penciptaan alam secara keseluruhan. Kelima, Rububiyah, dalam tahap ini Tuhan ber-tajjali pada alam semesta yang sudah mengalami partikularisasi (terbagi-bagi) dan sudah beragam, khususnya pada diri manusia (sebagai makhluk yang terbatas) untuk memanifestasikan diri-Nya yang tidak terbatas itu dengan menunjukan citra-Nya dalam diri manusia, dan citra Tuhan yang paling utuh bisa kita temukan dalam diri seorang Insan Kamil. Adapun tajjali ini akan mengalami pantulan yang akan berbalik arah kearah semula (dari zat sampai perbuatan, kemudian berbalik dan memantul dari perbuatan menuju zat); pertama tajjali perbuatan (tajjali al-af’al), kedua tajjali nama-nama (tajjali al-asma), ketiga tajjali sifat-sifat (tajjali al-shifat), keempat tajjali zat (tajjali al-dzat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian al-Jilli sendiri dengan kejeniusannya membagi taraqqi kepada tujuh tingkatan menuju Insan Kamil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al-Islam, dimana pada tingkat ini seseorang harus memiliki identitas keislaman yang mana identitas itu termaktub dalam rukun Islam: syahadat, sholat, zakat, puasa, dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Al-Iman, pada tingkat ini seseorang harus memiliki keyakinan yang teguh kepada Allah s.w.t., Malaikat-Malaikat Allah, Kitab-Kitab Allah, Rasul Alllah, Hari Akhir, dan Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Al-Shaleh, pada tahap ini seseorang melaksanakan ibadah kepada Allah harus didasari oleh rasa takut (khawf) dan harap (raja’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Al-Ikhsan, dalam tahap ini seseorang harus menempuh tujuh maqam, yaitu: tobat, inabah (tobat dari kelalaian mengingat Tuhan), zuhud, tawakal, rela, tafwidl dalam segala hal, dan ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Al-Syahadah, pada tahap ini seseorang akan menyaksikan keindahan dan keagungan Tuhan yang sesungguhnnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Al-Shiddiqiyah, pada tahap ini bisa disebut juga tahap makrifat karena seseorang pada tahap ini akan mendapatkan cahaya kebenaran secara berangsur dari asma-Nya hingga zat-Nya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. ‘ilm al-yaqin, pada tingkat ini seorang sufi disinari oleh asma Tuhan&lt;br /&gt;b. ‘ayn al-yaqin, pada tingkat ini seorang sufi disinari oleh sifat Tuhan&lt;br /&gt;c. haqq al-yaqin,pada tingakat ini seorang sufi disinari oleh zat Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Al-Qurbah, pada tahap ini seseorang akan mendapatkan kedudukan di sisi Tuhan paling terdekat dengan-Nya, dan ada empat pendekatan kepada Allah, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. al-Khullah, adalah sebuah persahabatan dengan Tuhan, sehingga Tuhan dikenal secara intim. Dengan demikian sufi senantiasa berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. al-Hubb, adalah sebuah percintaan antara sufi dan Tuhannya, sehingga yang satu merasakan apa yang dirasakan oleh yang lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. al-Khiram, adalah sebuah pencitraan Tuhan secara utuh terhadap seorang sufi, tetapi kesempurnaan Tuhan tidak tercapai oleh sufi secara keseluruhan, karena kesempurnaan-Nya tidak terbatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. al-Ubudiyah, adalah sebuah penghambaan seorang sufi terhadap Tuhannya, karena bagaimana pun ia tidak akan dapat menjadi Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kedudukan Insan Kamil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Ibn ’Arabi juga, Al-Jili memandang insan kamil berkedudukan sebagai khalifah Tuhan di bumi. Hal itu ada karena pada diri insan kamil terdapat kemampuan-kemampuan yang melebihi kemampuan-kemampuan manusia kebanyakan, baik dari segi kepribadian maupun pengetahuan. Kelebihan itu, tidak lain adalah karena pada diri insan kamil terealisasi segenap asma dan sifat-sifat Tuhan secara utuh. Sebagai contoh, Al-Jili menunjuk nabi Daud a.s. ia mempunyai moral dan pengetahuan yang tinggi, melebihi manusia lain. Apalagi pada diirnya termanifestasi sifat-sifat afal (sifat-sifat aktif) Tuhan melebihi sifat-sifat-Nya yang lain. Hal demikian adalah karena kitab zabur merupakan tajalli dari sifat-sifat afal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Seorang manusia yang menyandang Insan kamil sebagaimana yang dikemukakan Ibn ‘Arabi adalah merupakan manusia yang telah mencapai perkembangan spiritual tingkat tinggi dan secara sempurna mencerminkan citra Tuhan. Dan secara etimologi kata ‘Insan Kamil’ berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kalimat; al-insan dan al-kamil. Kata insan, dipandang berasal dari turunan beberapa kata. Misalnya saja uns, yang artinya cinta. Dan ada yang memandang berasal dari turunan kata nas, yang artinya pelupa, karena manusia sendiri secara historis berasal dari suatu lupa dan akan berakhir dengan lupa. Ada juga yang berpendapat bahwa itu berasal dari ‘ain san, yang artinya ‘seperti mata’. Namun dalam artian umum biasanya berarti manusia. Kata kedua, kamil, yang artinya adalah ‘sempurna’, yang menurut Murtadla Muthahhari kata ini sangat tepat sekali digunakan oleh al-Jilli, karena selain kata ini ada juga kata yang mirip artinya tetapi sangat berbeda maknanya, yaitu tamam (lengkap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan kata kamil (sempurna), menurutnya, melebihi kata tamam (lengkap). Karena kamil menunjukan sesuatu yang mungkin saja lengkap, namun masih ada kelengkapan lain yang lebih tinggi satu atau beberapa tingkat, dan itu lah yang disebut kamil (sempurna). Menurut al-Jilli, Lawh al-Mahfuzh yang dipandang sebagai ketentuan-ketentuan dan catatan-catatan ilmu Tuhan tentang makhluk-Nya identik dengan al-Nafs al-Kulliyah (jiwa universal) atau dalam bahasa Hallaj adalah ‘nur muhammad’ yang secara paripurna dapat ber-tajjali pada Insan Kamil, dan manjadi perantara antara Tuhan dan makhluk, karena ia (Insan Kamil) adalah khalifah yang diutus untuk menjaga dan melestarikan alam semesta. Dan ‘hakikat muhammadiyah’ ini dalam pandangan al-Jilli sendiri adalah sebagai makhluk dan bersifat baharu. Tidak seperti pandangan Ibn ‘Arabi yang menganggapnya qadim dan baharu, dan Al-Halaj menganggapnya qadim saja.&lt;br /&gt;Hakikat Muhammad sebagai makhluk pertama yang diciptakan Tuhan di dalam ilmu-Nya, itu seperti cahaya Tuhan yang menerangi-Nya dari ketiadaan (nihilo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketiadaan Tuhan disini bukan berarti tidak ada sama sekali, tetapi tidak ada karena kesucian-Nya yang terbebas dari segala ada selain Diri-Nya, segala persepsi dan keterbatasan ilmu pengetahuan manusia tentang Tuhan. Karena cahaya yang diciptakanNya pertama kali belum mampu memberikan gambaran tentang Diri-Nya. Kemudian dengan kekuasaan-Nya Ia ciptakan makhluk dari yang berupa non-materi hingga yang materi untuk menjadi saksi kewujudan-Nya, tetapi dari semua makhluk yang ia ciptakan hanya manusia lah yang memiliki kesadaran dan pengetahuan tentang Diri-Nya sehingga manusia pun diberi amanat sebagai khlaifah untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam diri manusia lah terdapat ‘cermin’ yang mampu memantulkan citra Tuhan, dengan bantuan cahaya (Hakikat Muhammadiyah) yang Tuhan ciptakan pertama kali. Dan setiap manusia memiliki potensi untuk mendapatkan “hakikat muhammadiyah” atau “nur muhammad” dari Tuhan, tetapi manusia yang mampu mengaktualisasikan hakikat muhammadiyah itu sangat terbatas, dan manusia yang mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan itu lah yang disebut dengan Insan Kamil. Aktualisasi “nur muhammad” dalam pandangan al-Jilli dan Ibn ‘Arabi tidak dilihat secara ontologis saja tetapi juga secara epistemologis dan itu bisa dicapai dengan dua jalan, jalan pertama disebut tajjali dan jalan kedua disebut taraqqi. Dan tajjali adalah berkat ke-Rahmanan-Nya yang ia berikan kepada manusia yang ia kehendaki, sedangkan taraqqi adalah usaha dan ikhtiar manusia itu sendiri untuk mendapatkan status Insan Kamil.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-8080326136346916978?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/tnmUhGNgNMVt9_aQ80CefgviW5E/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/tnmUhGNgNMVt9_aQ80CefgviW5E/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/tnmUhGNgNMVt9_aQ80CefgviW5E/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/tnmUhGNgNMVt9_aQ80CefgviW5E/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-29T17:47:25.760+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TFFaYsKf7KI/AAAAAAAACa0/_KFWylWsQxs/s72-c/In_memory.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Konsep INSAN KAMIL Abdul Karim Al Jilli - 1</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/07/konsep-insan-kamil-abdul-karim-al-jilli.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Wed, 28 Jul 2010 03:35:13 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-1852885689820865740</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TFAHVvXdpxI/AAAAAAAACas/-3BAl7ztiGM/s1600/insan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 270px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TFAHVvXdpxI/AAAAAAAACas/-3BAl7ztiGM/s320/insan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498903215092901650" /&gt;&lt;/a&gt;ABDUL KARIM AL-JILI&lt;br /&gt;A. Biografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Al-Jili cukup dikenal dalam kalangan peminat dan peneliti tasawuf, tetapi riwayat  hidupnya, yang menyangkut tahun kelahiran, pendidikan, dan peranannya dalam masyarakat, sangat sedikit yang diketahui. Hai itu disebabkan Al-Jili sendiri tidak meninggalkan catatan yang menceritakan tentang dirinya, dan murid-muridnya pun tidak ada yang menulis tentang biografinya. Kendati demikian, kehidupan Al-Jili tidak seluruhnya berada dalam kegelapan, karena dalam beberapa tulisannya ia melengkapi uraiannya dengan mencantumkan tempat dan tahun keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkapnya ialah ’Abd al-Karim ibn Ibrahim ibn ’Abd al-Karim ibn Khalifah ibn Ahmad ibn Mahmud Al-Jili. Ia mendapatkan gelar kehormatan ”syaikh” yang biasa dipakai di awal namanya. Selain itu, ia juga mendapat gelar ”Quthb al-Din” (kutub/poros agama), suatu gelar tertinggi dalam hirarki sufi. Namanya dinisbatkan dengan Al-Jili karena ia berasal dari Jilan. Akan tetapi, Goldziher mengatakan, penisbatan itu bukan pada Jilan, tetapi pada nama sebuah desa di distrik Bagdad ”jil’.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ia lahir pada awal Muharam (767 H/1365-6 M) di kota Bagdad, dengan alasan bahwa—menurut pengakuannya sendiri—ia adalah keturunan Syeikh ‘Abd al-Qadir al-Jilani (470-561 H), yakni turunan dari cucu perempuan Syeikh tersebut. Sedangkan ‘Abd al-Qadir al-Jilani berdomisili di Bagdad sejak tahun 478 H sampai akhir hayatnya, tahun 561 H. Dan diduga keturunannya juga berdomisili di Bagdad, termasuk kedua orangtua al-Jilli. Namun setelah ada penyerbuan militerstik bangsa Mongol ke Bagdad yang dipimpin Timur Lenk, keluarga al-Jilli berimigran ke kota Yaman (kota Zabid). Di kota inilah al-Jilli mendapatkan pendidikan yang memadai sejak dini. Dalam catatannya, ia menyebutkan bahwa pada tahun 779 H ia pernah mengikuti pelajaran dari Syeikh Syaraf al-Din Ismail ibn Ibrahim al-Jabarti (w. 806 H), dan salah satu teman seangkatan adalah Syihab al-Din Ahmad al-Rabbad (w. 821).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 790 H ia berada di Kusyi, India untuk mendalami kesufiannya. Ketika berkunjung ke India ini, Al-Jili melihat tasawuf falsafi ibn Arabi dan tarekat-tarekat antara lain Syisytiyah (didirikan oleh Mu’in al-Din al-Shysyti, W.623H di Asia Tengah),Suhrawardiyah (didirikan oleh Abu Najib al-Suhrawardi, W.563 H,di Bagdad), Naqsyabandiyah (didirikan oleh Baha al-Din al-Naqsyaband, W.791 H.di Bukhara) berkembang denagn pesat. Sebelum sampai ke India, ia berhenti di Persia dan mempelajari bahasa Parsi. Di sanalah ia menulis karyanya Jannat-u al-Ma’arif wa Ghayat-u Murid wa al-Ma’arif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir tahun 799 H ia berkunjung ke Mekkah dalam rangka menunaikan ibadah haji, namun dalam kesempatan ini ia sempat pula melakukan tukar pikiran dengan orang disana. Hal ini menandakan bahwa kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan melebihi kecintaannya terhadap hal-hal lain. Empat tahun kemudian, yakni tahun 803 H Al-Jili berkunjung ke kota Kairo. Dan disana ia sempat belajar di Univeritas al-Azhar, dan bertemu banyak para teolog, filusuf, dan sufi. Di kota inilah ia menyelesaikan penulisan bukunya yang berjudul, Ghunyah Arbab al-Sama’ wa Kasyf al-Qina’ an Wujud al-Istima.&lt;br /&gt;Dan dalam tahun yang sama juga ia berkunjung ke kota Gazzah, Palestina, di kota ini ia menulis bukunya dengan judul, al-Kamalat al-Ilahiyah. Namun setelah kurang lebih dua tahun kemudian, ia kembali lagi ke kota Zabid, Yaman dan bertemu kembali dengan gurunya (al-Jabarti). Maka pada tahun 805 H ia kembali ke Zabit dan sempat bergaul dengan gurunya itu selama satu tahun, karena pada tahnu berikutnya gurunya meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ketahui bahwa tahun kunjungannya ke Gazza merupakan tahun terakhir dari perjalanannya ke luar Zabit. Dari itu, diketahui pula bahwa sekembalinya dari Gazzah itu ia masih hidup selama lebih kurang 21 tahun dan masih tetap terus aktif menulis sampai akhir hayatnya.&lt;br /&gt;B. Karya-Karya Al-Jili&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana riwayat hidupnya, karya-karya Al-Jili pun tidak banyak diketahui secara pasti, sehingga kita tidak bisa memperkirakan jumlah yang tepat dari hasil karyanya itu. Iqbal mengatakan bahwa karya la-jili tidak banyak seperti ibn ‘Arabi. Iqbal hanya menyebutkan tiga dari kitab-kitabnya, yaitu suatu ulasan atas karya ibn ‘Arabi, al-futuhat al- makkiyah, suatu komentar atas basmalah, dan karyanya yang terkenal al-Insan al-Kamil.  Ada lagi penelitian yang lebih akurat ialah yang dilakukan oleh Haji Khalifah. Ia mencatat, bahwa Al-Jili telah menulis enam judul karya tulis, yaitu (1)Al-Insan Al-Kamil Fi Ma’rifat-I ‘L-Awakhir Wa ‘L-Awa’il,(2)Al-Durrah Al-‘Ayniyah Fi L-Syawahid Al-Ghaybiyah,(3)Al-Kahf Wa ‘L-Raqim Fi Syarh Bi Ism-I ‘L-Lah Al-Rahman Al-Rahim,(4)Lawami Al-Barq,(5)Maratib Al-Wujud,(6)Al-Namus Al-Aqdam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Haji Khalifah itu dilengkapi oleh Isma’il Pasya al-Baghdadi. Ia mencatat lima karya Al-Jili selebihnya. Dan yang lebih banyak penemuan diantara dua peneliti sebelumnya mengenai karya-karya al-Jilli adalah Carl Brockelmann, ia mencatat sebanyak 29 (dua puluh sembilan) judul karya al-Jilli. Namun, karya-karya yang ingin dikemukakan disini hanya berasal dari penelitian pertama yang dilakukan oleh Haji Khalifah, yang menurut kami masih mendekati originalitasnya, diantara enam karya al-Jilli adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al-Insan al-Kamil fi Ma’rifat-i al-Awakhir wa al-Awail, Buku ini adalah bukunya yang paling poluler. Karya ini tersebar di Dar al-Kutub al-Mishriyah, Kairo, beberapa kali diterbitkan maktabah shabihy dan mushthafa al-Babi al-Halabi di Kairo, dan Dar al-Fikr di Beirut.Buku ini mengupas dengan mendalam konsep insan kamil (manusia sempurna) secara sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Al-Durrah al-‘Ayiniyah fi al-Syawahid al-Ghaybiyah, Buku ini merupakan antologi puisi yang mengandung 534 bait syair karya al-Jilli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Al-Kahf wa al-Raqim fi Syarh bi Ism-i Allah al-Rahman al-Rahim, Buku ini merupakan kajian mendalam mengenai kalimat Basmalah secara panjang lebar menurut tafsir sufi. Berbeda dengan kitab-kitab tafsir di luar tafsir sufi—yang berupaya menjelaskan kata demi kata dan kalimat demi kalimat dari ayat-ayat al-Qur’an—al-Jilli, di dalam karya ini menjelaskan ayat pertama surat al-Fatihah, huruf demi huruf, yang menurutnya merupakan lambang-lambang/simbol-simbol yang mempunyai makna tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lawami’ al-Barq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Maratib al-Wujud, Buku ini menjelaskan tentang tingkatan wujud dan disebut juga dengan judul Kitab Arba’in Maratib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Al-Namus al-Aqdam, Buku ini terdiri dari 40 juz, masing-masing juz seakan-akan terlepas dari juz lainnya dan mempunyai judul tersendiri. Akan tetapi sangat disayangkan sebagian besar dari buku ini tidak ditemukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Konsep Insan Kamil Al-Jili&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian dan Hakikat Insan Kamil&lt;br /&gt;Insan kamil berasal dari bahasa arab, yaitu dari dua kata insan dan kamil. Secara harfiah, insan berarti manusia, dan kamil berarti yang sempurna. Dengan demikian, insan kamil berarti manusia yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insan kamil Artinya adalah manusia sempurna, berasal dari kata al-insan yang berarti manusia dan al-kamil yang berarti sempurna. Konsepsi filosofi ini pertama kali muncul dari gagasan tokoh sufi Ibnu Arabi. Oleh Abdul Karim bin Ibrahim Al-Jili (1365-1428), pengikutnya, gagasan ini dikembangkan menjadi bagian dari renungan mistis yang bercorak tasawuf filosofis. Dan secara etimologi kata ‘Insan Kamil’ berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kalimat; al-insan dan al-kamil. Kata insan, dipandang berasal dari turunan beberapa kata. Misalnya saja uns, yang artinya cinta. Dan ada yang memandang berasal dari turunan kata nas, yang artinya pelupa, karena manusia sendiri secara historis berasal dari suatu lupa dan akan berakhir dengan lupa.Ada juga yang berpendapat bahwa itu berasal dari ‘ain san, yang artinya ‘seperti mata’. Namun dalam artian umum biasanya berarti manusia. Kata kedua, kamil, yang artinya adalah ‘sempurna’, yang menurut Murtadla Muthahhari kata ini sangat tepat sekali digunakan oleh al-Jilli, karena selain kata ini ada juga kata yang mirip artinya tetapi sangat berbeda maknanya, yaitu tamam (lengkap). Kekuatan kata kamil (sempurna), menurutnya, melebihi kata tamam (lengkap). Karena kamil menunjukan sesuatu yang mungkin saja lengkap, namun masih ada kelengkapan lain yang lebih tinggi satu atau beberapa tingkat, dan itu lah yang disebut kamil (sempurna).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Jili seperti ibn ’Arabi, memandang insan kamil sebagai wadah tajalli Tuhan yang paripurna. Pandangan demikian didasarkan pada asumsi, bahwa segenap wujud hanya mempunyai satu realitas. Realitas tunggal itu adalah wujud mutlak, yang bebas dari segenap pemikiran, hubungan, arah, dan waktu. Ia adalah esensi murni, tidak bernama, tidak bersifat, dan tidak mempunyai relasi dengan sesuatu. Di dalam kesendirian-Nya yang gaib itu esensi mutlak tidak dapat dipahami dan tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan-Nya, karena indera, pemikiran, akal, dan pengertian mempunyai kemampuan yang fana dan tidak pasti, hal yang tidak pasti akan menghasilkan ketidakpastian pula. Karena itu, tidak mungkin manusia yang serba terbatas akan dapat mengetahui zat mutlak itu secara pasti. Al-Jili mengatakan,”Sesungguhnya saya telah memikirkan-Nya, namun bersama itu pula saya bertambah tidak tahu tentang Dia”. Ungkapan tersebut senada dengan ucapan ibn ’Arabi,”Tidak ada yang mengetahui Allah kecuali Allah sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, wujud mutlak itu ber-tajalli secara sempurna pada alamsemesta yang serba ganda ini. Tajalli tersebut terjadi bersamaan penciptaan alam yang dilakukan oleh tuhan dengan kodrat-Nya dari tidak ada menjadi ada. Menurut Al-Jili alam ini bukanlah dicptakan Tuhan dari bahan yang telah ada, tetapi diciptakan-Nya dari ketiadaan (creatio ex nihilo) di dalam ilmunya. Kemudian, wujud alam yang ada di dalam ilmu-Nya itu dimunculkan-Nya menjadi alam empiris.&lt;br /&gt;Dengan terjadinya tajalli Tuhan pada alam semesta, tercerminlah kesempurnaan citra-Nya pada setiap bagian dari alam, namun zat-Nya tidaklah berbilang dengan berbilannya wadah tajalli tersebut, tetapi tetapi Esa dalam segenap wadah tajalli-Nya. Dengan demikian, setiap bagian dari alam ini mencerminkan citra ketuhanan, namun apa yang tampak dalam dunia nyata hanyalah bayangan dari esensi mutlak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pandangan Al-Jili dan juga ibn ’Arabi, Tuhan adalah transenden dan sekaligus imanen. Al-Jili mengumpamakan hubungan Tuhan dan alam laksana air dan es (air yang membeku). Tuhan al- Haqq, diumpamakan sebagai air. Dan alam diumpamakan sebagai es. Dalam menjelaskan perumpamaan antara ”es” dan ”air” ini, Yusuf Zaydan menyebutkan bahwa Al-Jili melihat adanya dua bentuk wujud, yakni wujud haqqi dan wujud khalqi. Wujud khalqi hanya berupa wujud ”yang dipinjam” dari wujud haqqi. ”Es” sebagai perumpamaan wujud khalqi hanyalah wujud ”pinjaman”, sedangkan wujud yang hakiki ialah ”air”, sebagai tamsilan dari wujud haqqi. Jadi, pada dasarnya hanya ada satu wujud, yakni wujud haqqi, sedangkan wujud khalqi hanya berupa aspek lahir dari wujud haqqi. Oleh karena itu, di tempat lain, Al-Jili menyebut haqqi dan khalqi, atau kulli dan juz’i sebagai aspek aspek-aspek dari wujud yang satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dari satu sisi, insan kamil merupakan wadah tajalli yang paripurna, sementara di sisi lain, ia merupakan miniatur dari segenap jagad raya, karena pada dirinya terproyeksi segenap realitas individual dari alam semesta, baik alam fisika maupun metafisika. Selain itu, insan kamil adalah kutub yang diedari oleh segenap alam wujud ini dari awal smapai akhirnya dan ia hanya satu, sejak permulaan wujud sampai akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempurnaan insan kamil itu tidak lain adalah karena ia merupakan identifikasi dari hakikat Muhammad.Hakikat Muhammad , yang disebut dalam istilah falsafah dengan logos, pada dasarnya merupakan arketipe kosmos. Makhluk memperoleh kesejahteraan pada hakikat ini dan mendapat rezeki dari wujudnya. Ia juga merupakan arketipe dari Bani Adam, yang semuanya secara potensial adalah insan kamil, meski hanya dikalangan para nabi dan wali saja potensi itu menjadi aktual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Al-Jili merumuskan insan kamil ini dengan merujuk pada diri Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah contoh manusia ideal. Jati diri Muhammad (al-haqiqah al-Muhammad) yang demikian tidak semata-mata dipahami dalam pengertian Muhammad SAW asebagai utusan Tuhan, tetapi juga sebagai nur (cahaya/roh) Ilahi yang menjadi pangkal dan poros kehidupan di jagad raya ini.&lt;br /&gt;Nur Ilahi kemudian dikenal sebagai Nur Muhammad oleh kalangan sufi, disamping terdapat dalam diri Muhammad juga dipancarkan Allah SWT ke dalam diri Nabi Adam AS. Al-Jili dengan karya monumentalnya yang berjudul al-Insan al-Kamil fi Ma’rifah al-Awakir wa al-Awa’il (Manusia Sempurna dalam Konsep Pengetahuan tentang Misteri yang Pertama dan yang Terakhir) mengawali pembicaraannya dengan mengidentifikasikan insan kamil dengan dua pengertian.&lt;br /&gt;Pertama, insan kamil dalam pengertian konsep pengetahuan mengenai manusia yang sempurna. Dalam pengertian demikian, insan kamil terkait dengan pandangan mengenai sesuatu yang dianggap mutlak, yaitu Tuhan. Yang Mutlak tersebut dianggap mempunyai sifat-sifat tertentu, yakni yang baik dan sempurna. Sifat sempurna inilah yang patut ditiru oleh manusia. Seseorang yang makin memiripkan diri pada sifat sempurna dari Yang Mutlak tersebut, maka makin sempurnalah dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, insan kamil terkait dengan jati diri yang mengidealkan kesatuan nama serta sifat-sifat Tuhan ke dalam hakikat atau esensi dirinya. Dalam pengertian ini, nama esensial dan sifat-sifat Ilahi tersebut pada dasarnya juga menjadi milik manusia sempurna oleh adanya hak fundamental, yaitu sebagai suatu keniscayaan yang inheren dalam esensi dirinya. Hal itu dinyatakan dalam ungkapan yang sering terdengar, yaitu Tuhan berfungsi sebagai cermin bagi manusia dan manusia menjadi cermin bagi Tuhan untuk melihat diri-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Al-Jili, manusia dapat mencapai jati diri yang sempurna melalui latihan rohani dan mendakian mistik, bersamaan dengan turunnya Yang Mutlak ke dalam manusia melalui berbagai tingkat. Latihan rohani ini diawali dengan manusia bermeditasi tentang nama dan sifat-sifat Tuhan, dan mulai mengambil bagian dalam sifat-sifat Illahi serta mendapat kekuasaan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Al-Hallaj memandang nur Muhammad itu qadim dan ibn ’Arabi memandangnya itu qodim dalam ilmu tuhan dan baru ketika ia menyatakan diri pada makhluk, maka Al-Jili memandangnya baru Nagi Al-Jili hanya ada satu wujud yang qadim, yaitu wujud Allah sebagai zat yang wajib (pasti, niscaya) ada. Wujud tuhan dipandang qadim karena Dia tidak di dahului oleh ketiadaan. Al-Jili menjelaskan, sekalipun wujud yang diciptakan itu sudah ada semenjak qidam didalam ilmu Tuhan, ia tetap dipandang baru dalam keberadaanya itu, karena ia ”disebabkan” oleh wujud lain yang secara esensialtelah lebih dulu ada, yakni wujud Tuhan.oleh karena itu, kata Al-Jili, a’yan tsabitah yang ada dalam ilmu Tuhan bukan qadim, tetapi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap manusia memiliki potensi untuk mendapatkan “hakikat muhammad” atau “nur muhammad” dari Tuhan, tetapi manusia yang mampu mengaktualisasikan hakikat muhammad itu sangat terbatas, dan manusia yang mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan itulah yang disebut dengan Insan Kamil. Aktualisasi “nur muhammad” dalam pandangan Al-Jili dan Ibn ‘Arabi tidak dilihat secara ontologis saja tetapi juga secara epistemologis dan itu bisa dicapai dengan dua jalan, jalan pertama disebut &lt;i&gt;Tajjali&lt;/i&gt; dan jalan kedua disebut taraqqi. Dan tajjali adalah berkat ke-Rahmanan-Nya yang ia berikan kepada manusia yang ia kehendaki, sedangkan taraqqi adalah usaha dan ikhtiar manusia itu sendiri untuk mendapatkan status Insan Kamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung... (next : Proses Munculnya Insan Kamil)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-1852885689820865740?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JZbwW9BTrSdm6uI7xAvqEGCU45c/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JZbwW9BTrSdm6uI7xAvqEGCU45c/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JZbwW9BTrSdm6uI7xAvqEGCU45c/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JZbwW9BTrSdm6uI7xAvqEGCU45c/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-28T17:35:13.529+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TFAHVvXdpxI/AAAAAAAACas/-3BAl7ztiGM/s72-c/insan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kenali Batas-Batasmu...</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/07/kenali-batas-batasmu.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Thu, 15 Jul 2010 21:41:49 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-2691587869091355284</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TD_iUFgZu8I/AAAAAAAACZQ/9O9clrqAJ-I/s1600/ego.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 220px; height: 166px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TD_iUFgZu8I/AAAAAAAACZQ/9O9clrqAJ-I/s320/ego.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494358905118636994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa yang dikatakan ‘Mati’ dan menjadi ‘Mayat’ itu bukanlah jasad kita ini yang mampus membujur terbungkus kain kafan, lalu dibawa orang berbondong-bondong ke liang lahat atau mati konyol. Bukan...bukan yang seperti itu, yang dimaksud adalah ‘Mati’ tapi masih bisa saza bergerak dan berdiam seperti layaknya manusia  biasa, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Antal maottu qobla maottu” – Matikanlah dirimu sebelum kamu Mati&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Inilah isyarat utama yang mewajibkan kita untuk keluar dari Kamar Sialan tadi.  Dan yang akan kita matikan itu adalah perasaan ke-aku-an (ego) kita, yakni perasaan si manusia inilah yang merasa mempunyai  kuasa, kehendak, atau ‘kuasa tahu’,  punya kuasa hidup,  kuasa melihat,  mendengar, berkata-kata, bergerak,  berdiam dsb.  Persaaan punya kekuatan dan kuasa berkehendak ini apabila umur kita sudah 50 tahun berarti selama itulah merasa mempunyai ‘daya’,  terhimpun, merasuk dan mendarah daging  ditubuh kita sebagai manusia. Sekarang perasaan ke-akua-an (ego) yang pernah menjadi miik kita itu, akan kita hancurkan?, akan kita buang?, kita binasakan? atau akan kita matikan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ini bukan pekerjaan cetek sebab yang  pertama dan utama  terlebih dahulu kita ini harus mampu mengalahkan perasaan yang telah mendarah daging itu didalam diri kita selama ini , yang memang kita rasakan adalah milik kita dan ‘kita kuasa’ pula untuk mengendalikannya.&lt;br /&gt;Satu-satunya jalan mematikan perasaan  yang seperti  tadi haruslah mengetahui  lebih dulu dimana Batas-batas  dari mana sampai kemana yang dimaksud Hak Manusia atau disebut  Hak Adam yang diartikan manusia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting untuk diperhatikan didalam hal ini adalah ‘bagi siapa-siapa  yang berani melampaui atau melewati batas-batas manusia’  maka inilah dia orangnya yang diartikan kedalam golongan Musryikin, yaitu orang-orang  yang  menyekutukan Tuhan, oleh  sebab itu amat penting kita menuntut  dan  mengetahui  mengenai batas-batas yang dinamakan manusia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-2691587869091355284?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WsDblof6v9zbw2gYpw_f-Ud6ztw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WsDblof6v9zbw2gYpw_f-Ud6ztw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WsDblof6v9zbw2gYpw_f-Ud6ztw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WsDblof6v9zbw2gYpw_f-Ud6ztw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-16T11:41:49.280+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TD_iUFgZu8I/AAAAAAAACZQ/9O9clrqAJ-I/s72-c/ego.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Think About  ISRA MI'RAJ - 2</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/07/think-about-isra-miraj-2.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Fri, 09 Jul 2010 10:08:57 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-1297942463232483759</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDdWGORVINI/AAAAAAAACZI/oud10bnxlg0/s1600/tumblr_l1tu28bZwm1qzb7gjo1_400.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 251px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDdWGORVINI/AAAAAAAACZI/oud10bnxlg0/s320/tumblr_l1tu28bZwm1qzb7gjo1_400.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491952935511597266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagian jumhur ulama dan umat Islam meyakini bahwa Nabi Muhammad melakukan perjalanan spektakulernya ke langit (Mi’raj) untuk menghadap Tuhan dilakukan secara jasmani. Tubuh nabi Muhammad berpindah dari bumi ke langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara sebagian ulama lainnya meyakini bahwa perjalanan ke langit itu hanya dilakukan oleh Ruh Nabi Muhammad saja. Sekiranya mi’raj terjadi maka yang paling memungkinkan terjadi hanyalah pertemuan Roh Manusia (Muhammad) dengan Tuhan melalui mekanisme ‘interaksi antar Ruh’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasarnya :&lt;br /&gt;Qur’an tidak secara jelas menyatakan bahwa Nabi Muhammad melakukan perjalanan ke langit dan bertemu serta berdialog dengan Tuhan. Pada  QS : 17 : 1 (Al Isra) hanya menjelaskan Isra saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan (Isra) hambaNya (biasanya diterjemahkan dengan Muhammad) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatklan kepadanya sebagian dari tanda- tanda Kami. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” QS : 17 : 1 (Al Isra).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada QS 53: 13-18 hanya mnceritakan bahwa seseorang (disebutkan dengan Muhammad) pernah mengunjungi Sidratul Muntaha dan melihat Malaikat Jibril, namun tidak ada informasi dalam Qur’an mengenai pertemuan dan dialog Nabi dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua peristiwa antara Tuhan dengan Manusia adalah mustahil terjadi. Kemustahilan ini dikarenakan Tuhan tidak berada dalam dimensi ruang dan waktu. Tuhan tidak berada di langit atau di bumi atau diantara keduanya, sementara kita para manusia ada di bumi, terkurung dalam dimensi ruag dan waktu. Bahkan seandainya dalam Qur’an diceritakan tentang suatu pertemuan atau dialog antara Tuhan dengan manusia, misalnya kisah dialog Tuhan, Malaikat, Adam dan Iblis di Syurga (QS 2 : 30-36 dam QS 7 : 11-25) dan Musa yang mendengar suara Tuhan di Lembah Thuwa (QS 28 : 29, 79 : 16) haruslah ditafsirkan sebagai suatu dialog ruhaniah bukan merupakan dialog/kontak fisik (jasmani) karena hal itu mustahil menempatkan Tuhan dalam dimensi ruang dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan dalam kaitan Ruang dan Waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang dan waktu maksudnya adalah alam semesta yang terdiri dari matahari, bintang-bintang, tanah, lautan dan rotasi bumi (terbit dan terbenamnya matahari) tempat manusia hidup. Sebelum matahari ada, sebelum bumi ada, sebelum langit ada, sebelum alam semesta diciptakan, Tuhan telah ada, karena Tuhan telah ada sebelum adanya dimensi ruang  dan waktu (alam semesta), maka kepada Tuhan tidak dapat dikenakan hukum/aturan ruang dan waktu yang kita kenal. Dalam Qur’an diceritakan Tuhan berada di Arasy suatu ‘tempat’ (dimensi) yang tentunya tidak terdapat di langit atau di bumi atau diantara keduanya, tetapi meskipun ada di Arasy, kekuasaan (pengetahuan) Tuhan meliputi langit dan bumi, menembus masa lalu, sekarang dan masa depan serta selalu berada bersama manusia. Subhanalohi amma yashifuun…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. Dia tahu apa yagn masuk dan keluar dari bumi dan apa-apa yang keluar dan turun dari langit. Dan Dia bersama kamu dimanapun kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (QS : 57 : 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan pemahaman mengenai ruang dan Waktu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Manusia mempunyai posisi, seperti seorang Nabi Muhammad yang berada di planet Bumi di kota Madinah maka akan mempunyai koordinat geografis pada Lintang Utara dan Bujur Timur sekian-sekian (ini aturan ruang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Nabi Muhammad pernah berada di Bumi selam 63 tahun an (ini aturan waktu. Gabungan antara aturan ruang dan waktu menjadikan seorang Muhammad mempunyai berat badan, mempunyai tinggi badan dan mempunyai umur alias tidak abadi. Dengan keterbatasan ini pula saya cencerung mengartikan Isra sebagai perjalanan Ruhani Nabi Muhammad. Kodrat manusia yang terkurung oleh ruang dan waktu mustahil melakukan perjalanan jauh dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa secepat kilat, kecuali dengan kekuatan (sulthon). Maaf disini, mengabaikan campur tangan Tuhan dalam membantu Nabi Muhammad melakukan Isra secara jasmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya kepercayaan seseorang Nabi atau Wali yang bisa terbang atau berpindah tempat secepat kilat saya kira bisa menyesatkan, ini hanya mendorong umat untuk menjauhi Ilmu karena seakan-akan suatu gerakan secara mekanik bisa dilakukan atau dengan menjadi seorang wali yang senantiasa berdo’a atau melakukan meditasi serta wirid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya kepada Tuhan tidak dapat diterapkan aturan seperti dimana koordinat geografis maupun koordinat astronomi Tuhan, berapa berat Tuhan ? apa zat Tuhan ? berapa umur Tuhan ? berapa jumlah Tuhan ?. Pernyataan Qur’an bahwa Tuhan selalu menyertai manusia diatas tidak dapat diartikan bahwa Tuhan ada dimana-mana dan berjumlah sangat banyak. Kepada Tuhan tidak dapat dikatakan jumlahnya satu` dua` tiga, banyak atau sedikit karena konsep jumlah adalah aturan  yang hanya bisa diterapkan untuk sesuatu yang berada di dalam ruang dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar inilah Tuhan dalam Qur’an secara bebas dapat berubah-ubah memakai kata ganti tunggal “Dia” atau kata ganti jamak “Kami”, dapat dilihat pada ayat-ayat diatas. Adapun ayat “Allahu Ahad” (Tuhan itu satu) mempunyai maksud bahwa Tuhan itu bukan terdiri dari beberapa wujud/fungsi yang saling terpisah semacam Latta – Uzza – Manan atau semacam Brahma – Wisnu – Syiwa, tetapi merupakan kesatuan utuh yang tidak dapat terpisahkan, tapi satu disini hanyalah simbol bukan satu sebagai bilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Tuhan seperti diatas memang agak membingungkan kita para manusia karena sebagai mahluk yang hidup dalam kurungan ruang dan waktu kita selalu terbiasa memandang segala sesuatu dengan ukuran ruang dan waktu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-1297942463232483759?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QA9qbwK-69WCN2rxvSwfsDRzm4Y/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QA9qbwK-69WCN2rxvSwfsDRzm4Y/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QA9qbwK-69WCN2rxvSwfsDRzm4Y/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QA9qbwK-69WCN2rxvSwfsDRzm4Y/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-10T00:08:57.987+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDdWGORVINI/AAAAAAAACZI/oud10bnxlg0/s72-c/tumblr_l1tu28bZwm1qzb7gjo1_400.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Think About  ISRA MI'RAJ - 1</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/07/think-about-isra-miraj-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Thu, 08 Jul 2010 08:56:40 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-3954815953652966646</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDXz-KEYq7I/AAAAAAAACZA/9Woahwyn7cU/s1600/a7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 265px; height: 148px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDXz-KEYq7I/AAAAAAAACZA/9Woahwyn7cU/s320/a7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491563569828375474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak sedikit orang meneliti Isra Mi’raj dari sudut Sain dan teknologi, terutama kalangan intelektual barat dan secara tidak langsung disebarkan juga oleh para orientalis sehingga banyak diantara para ilmuwan kita juga larut untuk menyelidiki- nya. Geli juga rasanya, karena hal tsb mirip dengan dengan judul ‘Analisa Suksesi Capres dengan menggunakan Hukum Newton’. Sekaligus juga bersedih membayangkan ‘logic fallacies’ yang dialami oleh banyak orang dan mungkin khususnya saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is’ra Mi’raj dan Saintek merupakan dua hal yang mempunyai hubungan 'mutually exclusive' dalam klasifikasi pengetahuan manusia. Isra Mi’raj jelas merupakan satu bahasan Islam Metafisika dan secara prinsipil ruang bahasan metafisika berbeda dengan ruang bahasan sains dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saintek membedah hukum-hukum alam material yang empiris, sains menjawab pertanyaan ‘what and why’ dan teknologi menjawab pertanyaan ‘for what’. Sedangkan Metafisika membahas hukum-hukum umum alam, terutama alam immaterial yang jelas non empiris.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sulit rasanya untuk memahami Isra Mi’raj di abad sains dan teknologi ini. Sains modern telah menemukan bahwa kecepatan maksimum materi adalah kecepatan cahaya di ruang hampa (c = 300.000 Km/detik). Seperti telah kita ketahui, cahaya merambat memerlukan waktu 500 detik atau 8.333 menit) untuk menempuh jarak bumi-matahari dan ia perlu merambat selama 50.000 tahun hanya untuk melintasi radius Galaksi Bima Sakti, padahal galaksi yang ada di alam ini yang terobservasi sampai saat ini diperkirakan ada ratusan juta. Bagaimana mungkin, seseorang manusia melintasi itu semua dalam waktu semalam (±12 jam) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaris tak mau bahas sama sekali “kesalahan dan kebodohan hakiki” yang terungkap dalam argumen seperti ini yg benar-benar menunjukkan kesalahan sistematik kronis suatu sistem berfikir yang masih bisa kita sebut sebagai “otak” dan marilah kita bahas kesalahan berfikir yang terdapat dalam argumen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama :&lt;br /&gt;Dibalik argumen tsb. terdapat suatu anggapan bahwa Isra Mi’raj adalah suatu perjalanan yang bersifat ‘murni material’. Muhammad dianggap berjalan dari satu titik ruang tertentu (Masjidil Aqsa) di alam ini ke satu titik ruang tertentu di balik ujung langit yang disebut Sidratul Muntaha dan menemui Tuhan disana. Tapi ada satu hal yang mengganjal atas argumen tsb, yaitu “Apakah mungkin bagi Allah terikat pada “ke-DIMANA-an” ? padahal ia Maha Mutlaq, Tidak Terbatas, Dzat laitsa kamishlihi syaiun karena jika ada sesuatu yang membatasinya berarti ada sesuatu yang lebih kuasa dari-Nya. Subhanalohi ‘amma yasifuun.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita simak ayat sbb : “Wa idzaa sa’alaka ‘ibaadi ‘anii fa innii qariib” (QS Al Baqarah – 186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Yang Maha Dekat kepada kamu, kepada saya dan kepada kita sekalian. Dan tentu tidak mungkin menafsirkan ayat ini dengan mengartikan dekat dalam pengertian "ke-DIMANA-an” material seperti diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua :&lt;br /&gt;Sekiranya anggapan diatas benar pun, apakah benar bahwa perjalanan ini tidak mungkin secara logis ? Sepertinya  perlu kita tinjau kembali berbagai jenis kemungkinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kemungkinan Empiris, contohnya : naik gunung Himalaya mungkin secara empiris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kemungkinan Sains, contohnya : adalah mungkin membuat kereta api yang melayang di atas rel dengan energi superkonduktor. Walaupun kereta ini belum ada secara empiris namun secara scientifik ini mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan scientifik dan empiris ini relatif, berubah terhadap ruang dan waktu dan tidak bisa dipegang sebagai satu kebenaran mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara scientifik tidak mungkin bagi seseorang masih hidup jika jantungnya telah tidak berdenyut selama 100 hari, tapi kenyataannya secara empiris masih ada ahli-ahli yoga (ntar kita bahas Yoga okey ?) di India yang mampu melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara empiris tidak mungkin untuk bergerak dengan kecepatan 1000X kecepatan suara saat ini, padahal secara scientik itu sangat mungkin (1000x kecepatan suara = 0,001x kcepatan cahaya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara empiris dulu tidak mungkin orang bisa pergi ke bulan tapi sekarang secara empiris hal itu jelas-jelas mungkin. Secara saintik dulu tidak mungkin bagi seseorang untuk memahami eksistensi gelombang elektromagnetik, tapi sejak Maxwell menemukannya sekarang semua mahasiswa memahaminya. Bahkan secara empiris kita telah menikmati manfaatnya melalui TV, Radio dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga :&lt;br /&gt;Adalah kemungkinan logis. Sesuatu disebut mungkin secara logis, jika ia tidak melanggar prinsip non-kontradiksi. Apa contoh sesuatu yang tidak mungkin secara logis ? Misal sesuatu ada sekaligus tidak ada disuatu tempat dan waktu tertentu secara bersamaan. Apa contoh lain ? Misal adanya lingkaran sempurna yang luasnya tidak berbanding lurus dengan kwadrat jari-jari. Apa contoh lain yang mudah ? Misal, membagi tiga keping uang seratusan logam secara merata kepada dua orang tanpa perlu membagi/menukarkan keping uang tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan logis ini tidak relatif tapi mutlak. Tidak tergantung ruang dan waktu. Tidak tergantung case apapun. Ia berlaku universal. Kemungkinan logis inilah yang dapat dipakai sebagai satu ukuran logis atau tidak logisnya sesuatu secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  teringat ada satu sosok manusia yang teramat mulia, Tubuh materialnya telah terspiritualisasi sempurna menjadi cahaya yang lebih terang dari seluruh cahaya material maupun Immaterial lain. Seluruh wujudnya mengalami perjalanan atau mungkin saya lebih suka menyebutnya sebagai transformasi atau dalam istilah fislafatnya gerakan substansial (Harokat Al Jauhari-ah) sehingga dikatakan ia mencapai ‘jarak substansi’ terdekat terhadap hakikat Agung Dzat Suci Yang Maha Agung semarak diantara semua mahluk lain yang dicipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah Muhammad, Kekasihku, Junjunganku dalam seluruh hidupku dan matiku.&lt;br /&gt;Ia adalah Muhammad kekasih Tuhan seru sekalian alam, salalahu alaihi wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini adalah pemahaman saya yang sableng, bebal, dan masih banyak kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ketahui bahwa manusia terdiri dari dua jasad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasad Fisik (jasmani) : terpengaruh ruang dan waktu&lt;br /&gt;Jasad Latif (halus) / Ruh : tidak terpengaruh ruang dan waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan mi’raj bila dengan tubuh jasadi diperlukan kecepatan cahaya bukan ? Tapi bukankah badan manusia akan hancur?, pilot pesawat F-16 melampaui G-force aza sudah black out dan keluar darah dari hidung dan telinganya. Terus jika ada malaikat yang melindungi tubuh Muhammad saat mi’raj, tapi kenapa Nabi Muhammad bisa kena panah dalam perang Uhud ? so kemana saat itu sang malaikat guardiannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan, bahwa manusia, katakanlah beliau itu Nabi Muhammad, ada dalam ruang dan waktu sedangkan Tuhan tidak ada dalam ruang dan waktu. So bisakah ini ketemu ? ini tidak bisa ketemu…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 macam perjalanan di bumi (ISRA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perjalanan sukma (bukan ruh). Ini Isranya Muhammad&lt;br /&gt;2. Perjalanan sukma dan jasmani. Ini yang umum kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan ayat-ayat Qur’an sbb :&lt;br /&gt;Menggunakan unsur alam untuk ‘melintasi’ bumi 34 :12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami tundukkan angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya diwaktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari Jin ada yang bekerja dihadapannya (dibawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan cara menembus bumi (QS 27 : 39)&lt;br /&gt;Berkata Ifrit yang cerdik dari golongan jin : “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan pula QS 55 : 33&lt;br /&gt;‘Hai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak akan dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan (sulthon)’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu Sulthon ? Sulthon adalah kekuatan yang ada dalam diri. Bukan suatu alat diluar diri. Bukan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Melintasi penjuru bumi adalah kedalam inti bumi dan keluar bumi adalah (planet, galaksi dll) semua masih dalam taraf melintasi.&lt;br /&gt;- Menembus penjuru langit dan bumi adalah menembus alam lain baik dimensi yang ada dibumi maupun di langit (langit ke 1 hingga langit ke 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Melintasi adalah Muhammad di Isra-kan&lt;br /&gt;Contoh Menembus  adalah Muhammad di Mi’raj-kan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah menyatakan ayat ini Bukan hanya kepada Muhammad saja tapi pada jamaah jin dan manusia. Muhammad adalah 'living truth' bahwa ayat ini bukan sekedar menyatakan perumpamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana penggunaan Sulthon dalam arti Melintasi.&lt;br /&gt;Pagi ada di bumi siang ada di bulan, dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa dalam 1 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana penggunaan Sulthon dalam arti Menembus.&lt;br /&gt;Jin muncul (penampakan) di alam manusia, Jin memerlukan banyak energi untuk penampakan dirinya di alam manusia. Semua orang mampu menggunakan sulthon hanya tidak semua orang tahu caranya. Sedikitnya orang yang tahu bukan berarti tidak bisa. bukan berarti cuma tipu daya atau sihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-3954815953652966646?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G7B92cwrLroTxSqoTKVBZzB1owo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G7B92cwrLroTxSqoTKVBZzB1owo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G7B92cwrLroTxSqoTKVBZzB1owo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G7B92cwrLroTxSqoTKVBZzB1owo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-08T22:56:40.002+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDXz-KEYq7I/AAAAAAAACZA/9Woahwyn7cU/s72-c/a7.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sekilas Pengertian Ruh, Jiwa dan Nafs</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/07/sekilas-tentang-ruh-jiwa-dan-nafs.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Thu, 08 Jul 2010 00:28:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-5772948430024580333</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDV9dUf4oDI/AAAAAAAACY4/hS1fRqf9ZWs/s1600/uu.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 143px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDV9dUf4oDI/AAAAAAAACY4/hS1fRqf9ZWs/s320/uu.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491433263320309810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada yang bertanya sohib FB via Inbox perihal Roh, Jiwa dan Nafs, sedikit saya coba jawab sebelumnya mohon maaf bila banyak kekurangan karena keterbatasan saya.&lt;br /&gt;Sering kita mendapati kata-kata atau kalimat bahasa Indonesia  yang tidak mampu mengisi makna atau padanan kata yang sesuai dengan bahasa Arab, Inggris, atau Perancis. Sehingga sampai sekarang kita terkadang bingung dengan istilah-istilah asing yang kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi rancu dan aneh. Seperti pada kata qalb, diterjemahkan menjadi hati, hati kecil, hati nurani dan lain-lain seakan-akan hati itu ada beberapa macam lapisan, sebenarnya qalb itu sifat dari jiwa, dan jiwa itu termasuk An nafs (badan, sosok, wujud /berwujud /berbentuk /berupa).&lt;br /&gt;Disini sepertinya ada kekeliruan, "An Nafs" hanya diartikan Jiwa, padahal badan rahasia ini pun disebut An nafs (sosok, wujud kasar/ badan kasar). Roh adalah rahasia Tuhan yang di tiupkan kepada nafs (jiwa atau badan). Roh ini menyebut dirinya AKU, yang disebut bashirah (yang mengetahui atas jiwa, qalb, rahasia dan lain-lain. – lihat tafsir Shafwatut Attafaasir surat Al Qiyamah: 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah agar tidak bingung, mari kita bahas satu persatu menurut dalil qoth'i.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apakah roh itu ?&lt;br /&gt;Mengapa Allah merahasiakan Roh dan mengaitkannya dengan Roh-Nya, dan didalam Alqur'an&lt;br /&gt;termasuk kelompok ayat-ayat mutasyabihat (makna yang dirahasiakan), karena pada ayat tersebut terdapat kalimat Roh manusia adalah Roh yang ditiupkan dari ROH-KU (Min ruuhii) arti harafiahnya adalah Roh milik Allah. Akan tetapi para mufassir menterjemahkan Roh ciptaan&lt;br /&gt;Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berani menafsirkan karena dari segi tata bahasa ayat ini termasuk kalimat mutasyabihat, tidak ada menunjukkan bahwa Roh itu ciptaan Allah, karena itu saya tidak berani menterjemahkan kalimat ini - sebab Allah sendiri melarang meraba-raba atau mereka-reka separti apa roh itu .Kecuali hanya boleh merasakan bahwa di dalam diri ini ada yang melihat (bashirah) setiap gerak-gerik jiwa dan pikiran serta perasaan kita. Dan bashirah bersifat fitrah (suci) karena ia selalu bersama dan mengikuti amr-amr (perintah) Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka apabila telah Aku menyempurnakan kejadiannya dan telah kutiupkan kedalamnya Ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud." (Al Hijr,29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Nafs adalah yang memiliki bentuk atau wujud atau susuk yang tergambarkan, yang diciptakan dari unsur alam yaitu min sulaatin min thiin (ekstrak alam), sedangkan Roh bukan tercipta dari unsur alam ataupun dari unsur yang sama dengan Malaikat maupun Jin, sehingga mereka hingga kini tidak mengetahui dari unsur apa roh manusia diciptakan. Bahkan Allah membiarkan para Malaikat dan Syaitan tak berhenti berfikir penasaran, apakah gerangan yang menyebabkan manusia memiliki kedudukan lebih tinggi dari bangsa malaikat dan Syaitan serta makhluk-makhluk yang lainnya, Allah hanya berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inni a'lamu maa laa ta'lamuun … Aku lebih mengetahui dari apa-apa yang kalian tidak ketahui." (QS. Al Baqarah: 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para malaikat protes atas kebijaksanaan Allah yang dianggap tidak masuk akal, dengan perasaan ragu mereka akhirnya mengungkapkan rasa penasarannya kepada Allah … taj'alu fiiha man yufsidu fiiha wayasdikuddimaa'wanahnu nussabbihu bihamdika nuqaddisulaka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakkan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senatiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan berfirman : "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al Baqarah: 30 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia roh ini ditegaskan oleh Allah dalam surat Al Isra' : 85&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan mereka bertanya kepadamu tentang Roh, katakanlah : Roh itu termasuk urusan-Ku (amr-Tuhanku) dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa yang sebutkan diatas saya tidak berani menafsirkan, apakah Roh itu, apa lagi menterjemahkan sebagai Roh ciptaan-Ku. Saya akan tetap mengikuti arti lafadz aslinya yaitu Ruuhii (Roh-Ku) karena disana disebutkan kalian tidak memiliki pengetahuan tentang Roh kecuali hanya sedikit sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan roh ini memiliki sifat yang Mengetahui, seperti pada surat : Al qiyamah ayat : 14 “Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri (nafs). Di dalam nafs (diri) manusia ada yang selalu tahu, yaitu Aku. Yaitu Roh manusia yang menjadi saksi atas segala apa yang dilakukan nafsinya (diri). Ia mengetahui kebohongan dirinya (nafs), kemunafikan, rasa angkuhnya, dan rasa kebencian hatinya. Karena itu sang roh disebut min Amri rabbi – selalu mendapatkan intruksi-instruksi Tuhan-Ku. Mengapa demikian ?  karena ia tidak pernah mengikuti kehendak nafsunya dan tidak pernah menyetujuinya tanpa kompromi sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ialah disebut fitrah yang suci, dan fitrah manusia selalu seiring dengan fitrah Allah (QS.Ar Rum:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika manusia mengikuti fitrahnya, maka ia akan selalu mengikuti kehendak illahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Apakah Nafs itu ? Nafs mempunyai beberapa makna :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Nafs yang berkaitan dan tumpuan syahwat atau hawa (hawa berasal dari bahasa Arab yang tercantum dalam Alqur'an, wanaha An nafsa `anil hawa - dan ia menahan dirinya (fisiknya) dari keinginannya (hawanya) (An Nazi'at : 40-41). Yaitu hawanya mata, hawanya telinga, hawanya mulut, hawanya kemaluan, hawanya otak dan lain-lain. Hawa-hawa atau syahwat, selalu berkecenderungan kepada asal kejadiannya iaitu sari pati tanah – dengan demikian An nafs berarti fizik (tanah yang diberi bentuk). Dia akan bergerak secara naluri mencari bahan-bahan unsur asal fiziknya, ketika kekurangan energi atau kekurangan unsur-unsur asalnya maka ia akan segera mencari atau secara naluri ia akan berkata, saya lapar, saya haus !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari ekstrak yang berasal dari tanah." (QS. Al Mukminun:12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari Lumpur hitam yang berstruktur (berbentuk), maka apabila Aku telah meniupkan kepadanya Roh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud." (QS. Al Hijir: 28-29)&lt;br /&gt;An nafs arti fisik yang mempunyai bahan dari ekstrak tanah yang mempunyai bentuk .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, An Nafs berarti : Jiwa ,- jiwa mempunyai beberapa sifat,&lt;br /&gt;Nafs Lawwamah (pencela),&lt;br /&gt;Nafs Muthmainnah (tenang), Nafs Ammarah bissu' (sentiasa menyuruh berbuat jahat).&lt;br /&gt;Yaa ayyatuhannafsul muthmainnah ….. (QS. Al Fajr : 27-28)&lt;br /&gt;Wala uqsimu binnafsil lawwamah …(QS. Al Qiyamah:2)&lt;br /&gt;Wama ubarriu nafsii, innannafsa laammaratun bissuu' (QS. Yusuf:53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Qalb, artinya sifat jiwa yang berubah-ubah, tidak tetap. Terkadang ia bersifat muthmainnah, kadang juga lawwamah, atau berubah menjadi ammarah bissuu' Watak seperti inilah yang dimaksud dengan QALB (berbolak-balik), jadi keliru kalau dikatakan qalb itu adalah wujud karena dia bukan jiwa, akan tetapi merupakan sifatnya jiwa yang selalu berubah-rubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa yang mempunyai sifat berubah-rubah inilah, dinamakan Qalbun sedangkan jiwa yang selamat disebut Qalbun salim (selamat dari sifat yang berubah-rubah)- illa man atallaha biqalbin saliim - kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat. (QS. Asy Syura: 89)&lt;br /&gt;An nafs (jiwa ) memiliki alat-alat, Pikiran, Perasaan, Intuisi, Emosi, dan Akal. Sedangkan An Nafs (fisik) memiliki alat-alat : Penglihatan (mata), Pendengaran (telinga), Perasa (lidah), Peraba, Penciuman (hidung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya saya akan menguraikan kitab Barnabas berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"…kemudian berkata Isa, demi Allah pada hadirat-Nya Rohku berdiri, banyak yang sudah tertipu mengenai kehidupan kita. Karena demikian saling merapatnya antara Roh dan perasaan telah berhubungan bersama, hingga sebagian besar manusia mengiyakan Roh dan perasaan itu menjadi satu dan hal yang sama, hanya terbaginya dalam penugasan sedangkan tidak dalam wujud, menyebutkannya sensitive (rasa perasaan), vegetative (tubuh yang tumbuh) dan intellectual soul (Roh berfikir, cerdas akal). Tetapi sungguh aku katakan kepadamu, roh itu  adalah satu, yang berfikir dan hidup. Orang-orang dungu, dimanakah akan mereka dapatkan roh akal tanpa kehidupan ? tentulah keadaan ketidaksadaran, apabila rasa perasaan meninggalkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thaddeaus menjawab, "O Guru, apabila rasa perasaan (sense) meninggalkan kehidupan (life) seorang manusia tidak mempunyai kehidupan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat diatas menjelaskan banyak orang tertipu mengenai kehidupan, sesungguhnya Roh itulah yang menyebabkan orang itu hidup dan berfikir dan memiliki perasaan (sense), tubuh yang bergerak dan tumbuh, berfikir dan berakal. Semuanya itu karena adanya Roh. Dan Thaddeaus menyimpulkan bahawa jika manusia tidak memiliki Roh maka tidak akan ada kehidupan pada dirinya. Berarti rasa (sense) intellectual soul merupakan instrument roh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada pasal 123&lt;br /&gt;Ketika semua duduk, Isa berkata lagi, ALLAH kita untuk memperlihatkan kepada makhluk-makhluk-Nya kasih sayang-Nya dan rahmat serta Maha Kuasa-Nya, dengan Maha pemurah dn Maha Adil-Nya, membuat sesunan dari empat hal berlawanan yang satu dengan yang lain, lalu menyatukannya dalam suatu tujuan ahkir, itulah manusia dan ini adalah tanah, udara, air dan api. Supaya tiap-tiap satu sama lain menenangkan pertentangannya. Dan dari empat benda ini, dia menjadikan sebuah kendi (bejana) itulah tubuh manusia, daging, tulang-tulang, darah, sum-sum dan kulit dengan saraf-saraf dan pembuluh-pembuluh darah, dan dengan semua bagian-bagian dalamnya; dalam tempat itu Allah meletakkan ROH dan rasa perasaan, laksana dua tangan dari hidup ini. Memberikan tempat kepada rasa perasaan pada setiap bagian tubuh untuk itu menebarkan dirinya disana separti minyak. Dan kepada Roh, dia memberikan untuk tempatnya hati, yang bersatu dengan perasaan, dialah akan menerima seluruh kehidupan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menerangkan penciptaan manusia seperti terdapat di dalam Al Qur'an surat Al Hijir 28-29, sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan kedalamnya Roh-Ku , maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud ,&lt;br /&gt;Surat Al mukminun: 12 , berasal dari ekstrak tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al hajj : 5, manusia dari turab (berupa debu)&lt;br /&gt;Surat Ar Rahman : 14 , dari tanah liat yang kering separti tembikar.&lt;br /&gt;Pasal 179, dikatakan Roh itu bersifat universal dan besarnya 1000 kali lebih besar dari seluruh bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pasal ini hampir sama dengan keterangan saya pada bab hakikat manusia, bahwa jiwa adalah bersifat sangat luas dengan identitas dirinya yang dipanggil sebagai feminin karena sifatnya yang universal - Ya Ayyatun nafsul muthmainnah - wahai jiwa yang tenang. Penggunakan Ya nida'(Ayyatuha) atas jiwa sebenarnya biasa digunakan untuk memanggil wanita, juga untuk panggilan (nida') sesuatu yang sangat luas berdasarkan dalil kullu jam'in muannatsin - sesuatu yang bersifat universal atau luas disebut muannats (feminin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, jannatun (syurga), samawat (langit), Al Ardh (bumi), Al jamiat (universal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir jarang orang menyadari akan dirinya sebenarnya sangat luas, akan tetapi kesadaran ini telah lama menyesatkan fikiran kita yang menganggap bahwa diri kita sebatas apa yang  tergambar secara kasat mata saja, padahal lebih dari yang ia bayangkan, bahwa manusia baik logam, tumbuhan dan gunung adalah sebetulnya terdiri dari suatu untaian kejadian-kejadian atau proses. Dimana segala alam lahir ini tersusun oleh senyawa-senyawa kimiawi yang dinamai zarrah (atom). Dan atom-atom ini dalam analisa terakhir adalah satu unit tenaga listrik, yang energi positifnya (proton) berjumlah sebanyak energi negatifnya (electron) di dalam atom ini-setiap detik terjadi loncatan dan pancaran (chark and spark) secara terus menerus. Itulah semburan-semburan yang tidak ada hentinya dari daya listrik. Manusia tidak mampu melihat semburan atau loncatan yang tidak putus-putus dengan kecepatan yang sangat luar biasa ini dengan kasat mata biasa, kecuali dengan kesadaran ilmu yang cukup - sebagaimana Al qur'an mengungkapkan tentang gunung yang dianggap oleh orang awam separti diam tak bergerak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap ditempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awam." (QS. An Naml:88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fisik, manusia bersifat luas dan rohani meliputi keluasan alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian yang sedikit saya tahu, mudah-mudahan bahasa Sunda lebih memungkinkan mengisi makna bahasa Arab yang tinggi nilai balaghahnya… hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam hangat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-5772948430024580333?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Cdt7pbXtpEwA8m2gn9Q13qXHEzg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Cdt7pbXtpEwA8m2gn9Q13qXHEzg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Cdt7pbXtpEwA8m2gn9Q13qXHEzg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Cdt7pbXtpEwA8m2gn9Q13qXHEzg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-08T14:28:00.655+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDV9dUf4oDI/AAAAAAAACY4/hS1fRqf9ZWs/s72-c/uu.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>RUH..</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/07/ruh.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Tue, 06 Jul 2010 05:46:24 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-6437471368740052739</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDMk1hvfMAI/AAAAAAAACYg/f8-KkX9dxrI/s1600/jiwa4.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 244px; height: 152px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDMk1hvfMAI/AAAAAAAACYg/f8-KkX9dxrI/s320/jiwa4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490772872703979522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Al-Israa'(17): 85 ”Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Katakanlah: ‘Roh itu urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit’.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roh adalah suci, ciptaan Allah, sehingga dikategorikan sebagai Makhluk. Jadi roh dalam diri jasad manusia bukanlah Allah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Maka apabila telah Aku menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan kedalamnya Roh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud“&lt;/i&gt; (Al Hijr:29)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengertian “roh KU”? Roh milik Allah. Roh ciptaan dan milik Allah, yang ditiup masuk oleh Allah ke dalam Jasad manusia. Bila manusia meninggal maka roh ini akan kembali ke Sang Pencipta. Nafakh ruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“akan tetapi di dalam diri manusia ada bashirah (yang tahu)"&lt;/i&gt;(QS 75:14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata bashirah ini disebut sebagai yang tahu atas segala gerak manusia yang sekalipun sangat rahasia. Ia biasa menyebut diri (wujud)-nya adalah "Aku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang namanya Roh (Roh) jahat, ataupun lainnya. Sesungguhnya Roh itu selalu mengajak jiwa ke jalan yang lurus, tetapi syaitan sangat gigih menyeru segala yang dimiliki jiwa agar sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman ALLAH dalam Al-Qur’an: Syaitan adalah musuh yang nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemana Tubuh Fisikal, Eterik, Jiwa dan ROH Pergi Ketika Meninggal Dunia?&lt;br /&gt;Kembalinya Roh - ROH, yang saya tidak tahu sedikitpun tentangnya, akan terus kembali kepada Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalinya Tubuh Fisik - Tubuh Fisikal yang tersusun dari material duniawi akan kembali menjadi bahan-bahan tanah. Tidak ada lagi kesadaran yang tersisa. Tak ada lagi cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Jiwa, kemana perginya? - Kemana perginya sangat tergantung dengan Keyakinan dan Laku Amal-Ibadah yang dilakoninya selama hidup didunia. Ketika kita memuja (membuka hati kepada) mahluk lain bukan kepada Allah SWT, kita mempersembahkan energi kita kepada sesama mahluk, baik manusia ataupun mahluk lain walau mereka berada di dimensi yang lebih tinggi, maka secara langsung kita membatasi diri kita sendiri dan potensi spiritual kita. Setiap saat kita membuka hati kita untuk hal/mahluk lain selain untuk berhubungan langsung dengan Allah SWT, maka kita tersesat dari tujuan hidup yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menghambakan diri, menggadaikan diri kepada selain Allah Yang Maha Esa, akan ditarik janji gadainya. Orang yang mencari pesugihan di gunung, akan ditagih jiwanya sebagai balasan kekayaan material yang didapatnya selama hidup oleh penunggu gunung tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang atheis, kafir yang tidak percaya adanya Allah SWT, apalagi suka berbuat zalim, Jiwanya gelap matanya buta dan telinganya tuli. Tidak bisa melihat dan mendengar apa-apa. Jiwanya akan menunggu dalam dimensi kegelapan, hingga sangkakala berbunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beriman, yang berserah diri, yang suci, Yang mati sahid, Jiwanya akan langsung terbang, entah menuju dan menunggu dilangit yang mana. Tingginya langit yang bisa disambangi, tingginya syurga yang akan didiami, berbanding lurus dengan Kemurnian Tauhid yang diyakini dan dijalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian terserah kepada diri kita masing-masing. Apakah kita akan mengotori jiwa kita atau justru membersihkannya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-6437471368740052739?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AGgSsDLrrbgZhzZtRq4TJP1Mq2M/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AGgSsDLrrbgZhzZtRq4TJP1Mq2M/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AGgSsDLrrbgZhzZtRq4TJP1Mq2M/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AGgSsDLrrbgZhzZtRq4TJP1Mq2M/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-06T19:46:24.849+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDMk1hvfMAI/AAAAAAAACYg/f8-KkX9dxrI/s72-c/jiwa4.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>JIWA...</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/07/jiwa.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Tue, 06 Jul 2010 05:09:57 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-2163189186461606038</guid><description>"&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDMZp-wm7VI/AAAAAAAACYY/JGBhpATYK40/s1600/jiwa6.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDMZp-wm7VI/AAAAAAAACYY/JGBhpATYK40/s320/jiwa6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490760579706973522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku".&lt;/i&gt; (Al Fajr :27-30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat tersentuh dengan ayat ini. Ada kerinduan yang dipanggil oleh Allah dengan mesra.Tapi mungkinkah? Karena jiwa masih pekat dengan noda dosa, sangatlah sulit untuk membuatnya menjadi cemerlang. Masih sering terngiang di telinga akan pesan Allah dengan firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya."&lt;/i&gt; (Asy Syams:9-10)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa mampu menyimpan semua memori dari semenjak lahir sampai jasad meninggal.  Bagai sebuah server besar, mampu menyimpan miliran data. Tidak ada yang luput dari server ini, semua tersimpan dengan baik. Baik data kejahatan maupun data kebaikan. Berbeda dengan memori otak yang sangatlah terbatas. Misalnya kita disuruh untuk menghafal jenis mobil dan warnanya yang kita jumpai sepanjang perjalanan dari rumah sampai ke kantor. Sudah tentu terbatas sekali yang dapat kita hafalkan. Namun bila jiwa yang bersih, sangatlah tepat. Jangankan jenis mobil dan warnanya terhafal dengan baik bahkan dijalan apa dan pada jam berapa kita menjumpainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data kejahatan membuat jiwa menjadi redup cahayanya atau bahkan padam sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan data kebaikan membuat jiwa menjadi bersinar terang. Dan sinar ini mampu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghalau cahaya gelap. Dan di akhirat kelak data di server ini akan di tampilkan semua. Didalam perintah Running DOS kita biasa mengetikkan perintah DIR, maka semua file2 akan muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan jiwa, semua akan ditampilkan sebutir-butirnya dari yang sekecil-kecilnya. Namun sebenarnya file kejahatan tidak semuanya akan ditampilkan. Karena ada fungsi Delete File atau Hidden File. Siapa yang bisa melakukan ini. Ya…pasti pemilik server tentunya Allah Rabbul Alamin. Dia mengampuni siapa yang di kehendakiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;/i&gt; (Az Zumar:53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin terang cahaya jiwa, semakin dekatlah ia kepada Allah. Dan semakin berat pula Godaan iblis. Karena iblis akan selalu mengirimkan pasukannya silih berganti untuk melalailkan sang jiwa ini. Dan jangan ditanya berapa banyaknya. Semakin bersih jiwa semakin kuat iblis yang dikirimkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri&lt;br /&gt;mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).&lt;/i&gt; (Al A'raaf:16-17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang tersalah pengertian antara JIWA (nafs) dan ROH. Banyak yang menganggapnya sama, padahal sesungguhnya keduanya sangat berbeda. Jiwa adalah badan halus manusia, yang bisa pergi – keluar dari Jasad fisik, ketika manusia sedang bermimpi, atau ketika Out of Body Experience atau PLB – Perjalanan Luar Badan. Jiwa, merupakan tubuh halus manusia. Jiwa memiliki perangkat-perangkat yang menyebabkan manusia dicap sebagai makhluk sosial, makhluk cerdas (Aqal), makhluk spiritual (Qolbu). Jiwa yang menanggung semua akibat perbuatan tubuh fisikal dan tubuh dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa diciptakan sempurna tanpa cacat. Tidak ada yang terlahir sakit jiwa. Tidak ada bayi cacat. Jiwa adalah putih bersih ketika dilahirkan, lingkungan dan pengalamanlah yang membuatnya tetap putih atau kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Komponen yang dimiliki jiwa: Nafsu (syahwat, emosi), Hasrat (keinginan, ego), Aqal, Qolbu dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Indera Jiwa sering disebut pula sebagai Indera batin. Jiwa juga memiliki indra penglihatan dan pendengaran. Dari situlah syaitan (dan jin) memberikan pengaruhnya ke jiwa, berupa suara-suara dihati kita yang mengajak ke perbuatan negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Qolbu adalah Jantungnya Jiwa. Qolbulah yang menentukan baik-buruknya Jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Gelap-terangnya Jiwa. Sesungguhnya Ruh itu selalu mengajak Jiwa ke jalan yang lurus, tetapi setan sangat gigih menyeru peralatan Jiwa agar sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah dalam Al-Qur’an : "Setan adalah musuh yang nyata"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara-suara di Qolbu (hati) adalah Suara si jiwa sendiri, Suara Roh kita, Suara makhluk lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan Kesadaran Jiwa, secara garis besar, ada 7 (tujuh) lapisan yang membatasi antara Jiwa dan Roh, yang berhubungan dengan tingkatan kesadaran Jiwa. Lapisan tersebut hanya bisa ‘terbuka’ dengan melalui sedikit cara. Salah satu caranya adalah dengan ‘keseriusan’ berupaya membersihkan diri, membersihkan Jiwa, membersihkan Qolbu (hati) dengan NIAT mendekatkan diri kepada ALLAH SWT - Sang Khalik. Atau merupakan sebuah anugerah karunia-NYA (given). Lapisan ini berubah pula menjadi hijab kalau kotor. Bila pada lapisan 1 yang kotor (hijab) berakibat komunikasi antara Jiwa dengan Ruh terganggu. Muncullah penyakit non-fisik/kejiwaan (nafs) seperti pemarah, kejam, nafsuan, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapisan2 Nafs Lawwamah, Ammarah-bissu, dan nafs Muthmainah, terbukanya (bersihnya) masing-masing lapisan tersebut, akan menumbuhkan kesadaran dan kemampuan Jiwa yang lebih tinggi [orang bilang ilmu laduni – kaleee ?].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kesadaran tertinggi dari Jiwa adalah Kesadaran Ruhiah - Illahiah. Inilah yang didambakan oleh para pejalan spiritual.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-2163189186461606038?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H4feofqPja5voKJIfIublXUkQsg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H4feofqPja5voKJIfIublXUkQsg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H4feofqPja5voKJIfIublXUkQsg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H4feofqPja5voKJIfIublXUkQsg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-06T19:09:57.474+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDMZp-wm7VI/AAAAAAAACYY/JGBhpATYK40/s72-c/jiwa6.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bagai Tubuh Tanpa Roh..</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/07/bagai-tubuh-tanpa-roh.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Mon, 05 Jul 2010 01:44:55 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-8228636448687693214</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDGaxA8R9KI/AAAAAAAACYI/PfjqeFzcc8M/s1600/c.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 206px; height: 155px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDGaxA8R9KI/AAAAAAAACYI/PfjqeFzcc8M/s320/c.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490339587598447778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Manusia umumnya cenderung menuntut kecerdasan Akal Lahir, sedangkan tuntutan memperoleh kecerdasan Akal Batin berupa kehendak memelihara moral, estetika dan religi sering terabaikan, padahal kecerdasan Akal Batin tidak kurang pentingnya dari kecerdasan Akal, bahkan paling perlu didalam kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Siapa yang cerdas didalam hal-hal keduniawian, tidak mengerti hal-hal kebatinan, tetapi mereka yang cerdas didalam hal-hal kebatinan juga cerdas didalam hal-hal keduniawian’.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian seseorang hanya dapat dibangun dengan kebatinan, lebih dari itu dengan akal. Nafsu ingin menunaikan wajib terhadap agama termasuk dalam hal kebatinan,  kehendak menunaikan wajib terhadap agama  dibuktikan dengan Sholat. Sholat mempunyai dua aspek–literal (harafiah) dan spiritual (batin)–tubuh dan roh. Literaliti dan fisikaliti berkaitan dengan aturan-aturan dan spiritualis (batin) dan esoterisme (kekhusyukan) berkaitan dengan Roh. Apapun yang berkaitan dengan tubuh adalah melekat dengannya dan apabila roh daripada itu yang adalah bayangan Tuhan dan peniadaan diri sendiri tidak tercapai maka sholat menjadi Tubuh Tanpa Roh, apabila bayangan ini tercapai tanpa penyerahan secara badaniah maka dia menjadi roh tanpa tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada kesempurnaan dari kasus-kasus ini, tapi sebagian mempertahankan bahwa melakukan aturan-aturan itu adalah seperti mengkilapkan besi. Jika besinya sudah mengkilap, kecemerlangan akan datang sendiri. Apabila tubuh sudah sempurna dalam rahim, roh akan mendatanginya sendirinya. Apabila lampu sudah siap dan sumbunya sudah diratakan maka sumbu menangkap nyala dengan sendirinya – Tuhan berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nafakhu fihi min ruhi” – “Aku telah meniupkan ke dalamnya daripada rohKu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan (penglihatan) itu adalah tamu yang tak disangka-sangka dia bisa muncul pada saat yang tak disangka. Seseorang harus selalu bersiap untuk menyambut tamu ini dengan hidangan yang semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hambanya pada suatu malam” – (malam mi’raj).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata dalam suatu malam juga menunjukkan bahwa mata Rasulullah ditutupi terhadap ‘ghair’ (yang lain) artinya dunia, ketika dia dibawa ke hadirat Tuhan sehingga yang melihat dan yang dilihat menjadi Haqq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata dari Rasul tidak dipalingkan kesamping juga tidak melewati batas. Sampai sekarang Rasul adalah yang melihat dan Tuhan yang dilihat. Rasul yang mendengar dan Tuhan yang berbicara. Lalu skalanya dibalikan perintahNya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Qiff ya Muhammad ala naa Rabbika yushala” (Tinggalah Oh Muhammad, Tuhan akan menyampaikan namaz (sholat) kepadamu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang engkau mengucapkan puji-pujian terhadap Tuhan sekarang ini Dia mengucapkan puji-pujian terhadapmu (artinya Dia mengucapkan pujian-pujian terhadap Nafs-Nya yang pertama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu kau yang memuji sekarang kau yang dipuji (Muhammad)”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-8228636448687693214?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/am37gX8P-6r-eT-OhLtyLhFOhQM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/am37gX8P-6r-eT-OhLtyLhFOhQM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/am37gX8P-6r-eT-OhLtyLhFOhQM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/am37gX8P-6r-eT-OhLtyLhFOhQM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-05T15:44:55.352+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TDGaxA8R9KI/AAAAAAAACYI/PfjqeFzcc8M/s72-c/c.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hewan Didalam Manusia</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/06/hewan-didalam-manusia.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Mon, 28 Jun 2010 01:56:15 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-3499604061558098048</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TChd-hxOUUI/AAAAAAAACXo/vS2H57eF2m8/s1600/sensory_homunculus.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 169px; height: 189px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TChd-hxOUUI/AAAAAAAACXo/vS2H57eF2m8/s320/sensory_homunculus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487739474749051202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pengamatan awal dan perbuatan nafsu-nafsu terdapat di pangkal otak manusia. Dua fungsi mempengaruhi atas pikiran dan perbuatan manusia. Pengamatan pertama ialah pengamatan yang tidak disertai dengan penambatan (fixasi) didalam ingatan dari apa yang dilihat, didengar, dirasakan dsb. Dalam hal ini pangkal otak hampir mirip dengan lensa kamera untuk melihat posisi obyek yang akan di foto, bukan untuk menangkap keadaannya. Semua sifat manusia terdapat didalam pangkal otak, tak beda dengan sifat-sifat hewan yang perlu baginya untuk menjamin kehidupannya yang paling sederhana sekalipun inilah yang disebut &lt;i&gt;hewan di dalam manusia&lt;/i&gt;. Bagian sifat ini disebut inti dari &lt;i&gt;‘kepribadian manusia’.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa insting manusia antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insting orang tua untuk membela dan memberi makan kepada anaknya&lt;br /&gt;Insting berkelahi untuk keselamatan atau pemeliharaan diri&lt;br /&gt;Insting keingintahuan, nafsu menambah pengetahuan untuk menyusun sang Aku&lt;br /&gt;Insting lapar&lt;br /&gt;Insting menangkis&lt;br /&gt;Insting melarikan diri&lt;br /&gt;Insting bersosial/berteman&lt;br /&gt;Insting ber-aurat&lt;br /&gt;Insting kekikiran, loba dan tamak&lt;br /&gt;Insting menyusun&lt;br /&gt;Insting mencari perlindungan atau naungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inting-insting ini digabungkan menjadi 3 golongan insting yang dinamai nafsu-nafsu pokok (Basic Instinct/Instink Elementer) sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insting egois&lt;br /&gt;Insting ber-aurat&lt;br /&gt;Insting sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing elementer insting dibagi-bagi lagi didalam aspek-aspek kecenderungan-kecenderungan, yang dibagi-bagi dalam emosi.  Misalnya : elementer insting egois mempunyai insting menyelamatkan diri, dapat timbul kecenderungan melarikan diri disertai emosi rasa takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tasawuf Islam&lt;/b&gt; mengetahui berbagai insting yang umumnya disebut nafsu-nafsu dengan susunan yang lebih rasional dan hanya mengenal dua nafsu pokok yaitu Syahwat dan&lt;br /&gt;Godlob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syahwat&lt;/b&gt; ialah keinginan; nafsu ingin ini dan itu yang menyertai hampir tiap pikiran manusia. Syahwat terbagi atas dua aspek; keinginan buruk yang dinamai Sawiyah dan keinginan suci yang dinamai &lt;i&gt;Mutmainah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Godlob&lt;/b&gt; ialah kemurkaan, yang selalu mempengaruhi pikiran manusia. Godlob terdapat pada seseorang (individu) dan pada massa. Aspek-aspek Godlob ialah kemurkaan dan egois, yang masing-masing dinamai &lt;i&gt;Amarah dan Lauwamah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahwat dan Godlob inilah diibaratkan yang selalu mengawal disisi kanan dan kiri manusia dan selalu mencari kesempatan untuk menjerumuskan yang dikawalnya, apabila ia lalai dan tidak waspada. Kecenderungan dan emosi dari nafsu-nafsu ini sebagai berikut  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nafsu Muthamainah&lt;/b&gt;, adalah keinginan untuk berbuat baik atau keinginan mengadakan kebaikan, yaitu Jiwa dalam keadaan tenang, ialah KeTuhanan didalam manusia, dengan pancaran yang menyertainya ialah : perikemanusiaan (humanity), kebajikan (etika), kesusilaan (moral), keadilan, kecintaan dan amal, rasa keindahan (estetika). Mutamainah ialah loba terhadap kesucian, pendiam, jatnika. Daya-nya menjadi kekuatan untuk menjalankan khalwat. Keadaan yang sulit dewasa ini mungkin dapat dikurangi apabila tiap perbuatan diawasi oleh nafsu Mutmainah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nafsu Sawiyah,&lt;/b&gt; adalah nafsu asmara (erotis) yang menjerat manusia didalam jaring kusut  kebirahiannya, yang membakar tiap insan dalam api birahinya. Masuk golongan nafsu ini ialah semua keinginan untuk kesukaan diri, nafsu ingin tahu, nafsu suka campur, nafsu ingin kuasa dan memperindah diri Sawiyah ialah nafsu yang menumbuhkan hasrat (karep : bhs. Jawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nafsu Amarah,&lt;/b&gt; adalah nafsu murka atau marah. Seseorang yang ada dibawah pengaruh nafsu amarah sifatnya keras hati, keras kepala, lekas marah, suka mencela, menyanggah, berani, memberontak, dengki, cemburu, berkelahi. Nafsu ini mendorong kemauan ke arah perbuatan. Tidak ada suatu hasrat atau ide dapat dilaksanakan apabila manusia tidak mempunyai nafsu Amarah, tetapi sebaliknya apabila kehendaknya tidak tercapai, seseorang yang ada dibawah pengaruh nafsu ini tidak segan-segan mempergunakan kekejaman, kedzholiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nafsu Lauwammah,&lt;/b&gt; adalah nafsu loba, tamak dan serakah, orang yang ada dibawah pengaruh nafsu ini biasanya tidak mengenal kebajikan, bodoh, bengal dan malas, gemar makan banyak dan enak bagai ‘raksasa yang menelan segala yang ada dihadapannya’. Bila nafsu ini dapat dikekang, maka dayanya dapat dipergunakan untuk mensejahterakan dasar tujuan inti yang murni dari nafsu-nafsu yang lainnya, misalnya : dasar tujuan utama dari nafsu Mutmainah ialah kebaikan atau amal sholeh. Sawiyah adalah pendorong kemauan dan Amarah ialah penggiat (support) perbuatan. Kebaikan, kemauan dan perbuatan, dapat diberi dasar-dasar yang sentosa apabila dapat mengekang nafsu Lauwamah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-3499604061558098048?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xj_ENP1_Mo1jKppwAxshw9_i0AU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xj_ENP1_Mo1jKppwAxshw9_i0AU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xj_ENP1_Mo1jKppwAxshw9_i0AU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xj_ENP1_Mo1jKppwAxshw9_i0AU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-28T15:56:15.706+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TChd-hxOUUI/AAAAAAAACXo/vS2H57eF2m8/s72-c/sensory_homunculus.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>KITA TELAH MEMBUNUH TUHAN</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/06/kita-telah-membunuh-tuhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Sat, 26 Jun 2010 23:12:12 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-2952459565115234636</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCbreY5vJeI/AAAAAAAACW4/UyzBEJhr-6k/s1600/ag1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 220px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCbreY5vJeI/AAAAAAAACW4/UyzBEJhr-6k/s320/ag1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487332103310747106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tuhan telah mati, dan yang membunuhnya adalah kita, don't emotional be Professional... cermati dulu apa yang dimaksudkan dengan kata "Kita telah membunuh tuhan?". Masa Tuhan dibunuh oleh manusia yang lemah, dan tak berdaya ini. Mustahil, lebih tidak mungkin lagi jika Tuhan dikatakan mati, Selain keterlaluan juga tidak masuk akal. Dan saya tidak setolol itu...&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kata mati dan membunuh, agaknya dalam arti kiasan sehingga mungkin yang dimaksud adalah, Tuhan telah “kita anggap” mati hingga tak ada pengaruhnya bagi kita. Manusia tenang-tenang saja bergelimang maksiat dan dosa. Di dalam hatinya tidak ada rasa takut sama sekali. Malah dengan senang hati melanggar larangan Tuhan. Orang yang demikian ini meski tidak mengatakan Tuhan telah mati, sama saja dengan menganggap Tuhan telah mati,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah dimana-mana, kemaksiatan dengan berbagai “aksesorisnya” merajalela bukan barang asing. Malah dianggap menaikkan prestise. Korupsi bukan barang baru, sampai ada anggapan kalau ada orang jujur dianggap luar biasa. Semestinya yang korupsi yang luar biasa, sebab nekat menentang kebenaran. Kalau orang jujur sudah seharusnya begitu sehingga bukan sesuatu yang luar biasa. Sekarang terbalik, orang korupsi dianggap biasa, orang jujur dianggap luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasan suap menyuap, mewarnai kehidupan dengan berbagai istilah: uang bensin, uang pelicin, uang semir, uang administrasi, uang sabun, uang lelah, dan istilah lain. Padahal, Rasulullah SAW tegas mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dilaknat Allah orang yang menyuap (nyogok) dan yang disuap (disogok)." Tetapi dalam kenyataan, tidak peduli kantor yang berlabel agama, sama saja di sana ada budaya seperti itu, lebih parah lagi di kantor yang tidak berlabel agama,`&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit sosial telah menjangkiti bangsa ini, Dan, hasilnya selama ini sungguh spektakuler, soal korupsi, melahirkan citra bangsa kita sebagai negara terkorup ranking enam sedunia, dan rangking 1 se Asia. Mengapa hal itu terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak takut lagi kepada Allah. Tuhan dianggap mati oleh hati nurani. Kalau begitu pertanyaan yang muncul, siapa yang membunuh atau menyebabkan matinya pengaruh Tuhan dalam jiwa kita? Tiada lain kecuali diri kita sendiri. Jadi, Tuhan telah kita bunuh? Dalam makna kiasan dan sedikit sindiran. Ah, tidak! Mana mungkin Tuhan kita bunuh? Kalau tidak membunuh, buktikan! Cermati kalimat dibawah ini dan kita termasuk yang mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Orang tidak berilmu dan tidak bisa mendatangkan Tuhan dalam ibadahnya.&lt;br /&gt;- Orang tidak berilmu tetapi mampu menghadirkan Tuhan dalam ibadahnya.&lt;br /&gt;- Orang alim, tetapi sering lupa Tuhan dalam ibadahnya,&lt;br /&gt;- Orang alim sekaligus mampu menghadirkan Tuhan dalam ibadahnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-2952459565115234636?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wgGxvlvhLT3w53PYR-juG-mvF7s/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wgGxvlvhLT3w53PYR-juG-mvF7s/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wgGxvlvhLT3w53PYR-juG-mvF7s/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wgGxvlvhLT3w53PYR-juG-mvF7s/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-27T13:12:12.165+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCbreY5vJeI/AAAAAAAACW4/UyzBEJhr-6k/s72-c/ag1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Berfikir</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/06/berfikir.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Sat, 26 Jun 2010 00:42:45 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-1955641075312872676</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCWtxMdS9-I/AAAAAAAACWw/v6Y5g7yDhT4/s1600/fiki1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 208px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCWtxMdS9-I/AAAAAAAACWw/v6Y5g7yDhT4/s320/fiki1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486982781690116066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Konsep adalah lambang dan symbol yang ada dalam fikiran. Berfikir adalah bekerja dengan menggunakan lambang dan symbol sehingga tidak perlu menghadirkan benda-benda itu ke ruang dimana orang sedang berfikir. Dalam fikirannya, orang dapat menghadirkan begitu banyak benda dan hal, menembus ruang dan waktu. Tetapi tetap saja ada orang yang mampu berfikir besar disamping ada juga orang yang pemikirannya sangat terbatas. Dengan berfikir orang bisa menjawab pertanyaan, mengambil keputusan, dan membuat kreasi baru.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa melihat, berfikir, kemudian berbuat, berlangsung dalam hitungan detik dengan ‘proses mekanis, elektris dan kimia berlangsung didalam rentetetan yang teratur’. Seluruh susunan persyarafan, rasa, takik sambungan sumsum-punggung, sarung-syaraf, simpul-simpul dsb. merupakan suatu susunan elektris dengan banyak tangkapan arus, patahan, cabang-cabang dan sebagainya. Dasar tentang tubuh ialah fenomena elektrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inderawi masing-masing mempunyai perangsang tersendiri dan itu adalah energi yang berubah menjadi energi elektrik setelah melewati pancaindera. Energi elektrik mula-mula mengalir kedalam pangkal otak, kemudian masuk kedalam pusat kesadaran didalam otak besar, lalu mengalir kedalam pusat ingatan. Disini tangkapan pancaindera ditambat dan menjadi memory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada penginderaan baru atas keadaan yang sama dengan yang terdahulu, maka antara dua kelompok energi-energi yang menjelmakan penginderaan atas dua keadaan yang sama tadi akan timbul peristiwa resonansi. Pada saat beresonansi, berlangsunglah proses berfikir yang disebut ‘mengenal’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua kelompok energi ini bergabung baru kita ingat tentang sesuatu. Ingatan yang timbul ini namanya ingatan yang tergabung. Kadang-kadang ingatan tentang sesuatu menimbulkan ingatan-ingatan tentang berbagai hal, peristiwa ini dinamai tanggapan rentetan (successive complication).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi elektrik yang berkumpul dalam pusat ingatan mengadakan tekanan listrik dan menurut hukum energi listrik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Arus lisrik mengalir dari tempat tekanan tinggi ke tempat tekanan yang terendah."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pusat ingatan, arus listrik mengalir ke Pusat Akal. Disini energi elektrik yang menjelmakan ingatan gabungan atau rentetan diatur atau disusun menurut terangnya ingatan atau tanggapan. Perbuatan yang teratur dan tepat hanya dapat berlangsung apabila kesan-kesan yang masuk dalam kesadaran secara teliti diperinci, disusun dengan memperhatikan lebih banyak keadaan hingga keluarnya halus, teratur dan tepat. Mengatur kesan-kesan bersandar atas pengalaman. Pengalaman yang merugikan akan disingkiri, sedang pengalaman yang menguntungkan akan diperkuat.  Hasilnya ialah kemauan untuk mengadakan gerakan atau perbuatan. Lalu apakah pikiran2 kita dipengaruhi oleh nafsu2 ? atau bahkan oleh nur yang menjadikan suatu ilham, baik dan buruk ? so pasti ada... next tulisan dech... caiaaaooo...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-1955641075312872676?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7pwWLra7VuAF93mRwgHlNOjWwjU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7pwWLra7VuAF93mRwgHlNOjWwjU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7pwWLra7VuAF93mRwgHlNOjWwjU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7pwWLra7VuAF93mRwgHlNOjWwjU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-26T14:42:45.928+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCWtxMdS9-I/AAAAAAAACWw/v6Y5g7yDhT4/s72-c/fiki1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kemauan dan Perbuatan</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/06/kemauan-dan-perbuatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Wed, 23 Jun 2010 22:56:32 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-7129500642164666687</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCBwEAWTp2I/AAAAAAAACKY/2bIYe0iB42w/s1600/lifeline.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCBwEAWTp2I/AAAAAAAACKY/2bIYe0iB42w/s320/lifeline.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485507560252614498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tiap-tiap perbuatan didalam kesadaran senantiasa didahului oleh kemauan. Sebaliknya tidak semua kemauan disusul  oleh  perbuatan, alangkah kacaunya dunia ini bila manusia tidak mengetahui batas-batas perbuatannya. Persaingan menghasilkan kemauan; kemauan mengadakan perbuatan. Tapi tidak semua kemauan dijadikan perbuatan; karena itu kemauan berakhir didalam 4  kemungkinan,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Kemauan yang perbuatannya dengan segera dijalankan&lt;br /&gt;~ Kemauan yang perbuatannya dijalankan dengan dikendali, artinya tidak seluruh isi kemauan dijadikan perbuatan&lt;br /&gt;~ Kemauan yang perbuatannya ditunda untuk sementara, menunggu kesempatan&lt;br /&gt;~ Kemauan yang perbuatannya dibatalkan sama sekali, karena melanggar berbagai aturan dan hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat kita menyaksikan berbagai keadaan dan peristiwa yang menimbulkan keinginan dan kemauan, diantaranya ada yang harus dipikirkan, dipertimbangkan dan dilaksanakan sebagai tindakan untuk memuaskan keinginannya atau sesuai dengan kemauannya. Akan tetapi lebih banyak lagi tangkapan pancaindera yang tetap mengendap menjadi keinginan atau kemauan saja.  Keinginan atau kemauan ialah pikiran, dan pikiran ialah energi, dan menurut hukum kekekalan energi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Energi yang hilang lenyap tidak berubah menjadi energi lain”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;lalu dimanakah disimpannya energi yang menjelmakan keinginan atau kemauan yang tidak dijadikan perbuatan itu?. Karena berdasarkan perhitungan dan kenyataan, tidak mungkin energi-energi yang tidak terpakai itu disimpan atau ditimbun didalam satu bagian dari otak, yang pada akhirnya otak akan merupakan alat penimbun energi listrik (condensator) dengan tekanan yang selalu meningkat dan mem-bahayakan dan apabila ada jalan untuk keluar, maka kekuatan yang sangat besar ini akan mempergunakan kesempatan dengan cara yang tidak beda dengan ledakan bom. Karena itu energi-energi yang tertimbun, tidak terpakai itu harus keluar dari otak, tetapi tidak dengan perantaraan alat atau anggota, hingga tidak tampak sebagai perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi-energi inilah yang menjadi anasir-anasir yang memupuk Rohani kita. Pada waktu keluarnya energi-energi ini dari otak tidak mengadakan peristiwa, maka energi-energi ini tetap mempunyai ikatan dengan otak atau jasmani. Apabila tidak demikian maka pada waktu terpisahnya, energi ini harus memberi tanda, seperti energi listrik yang memisahkan diri dari awan memberi tanda seperti kilat dan suara gemuruh; selama energi listrik ini masih mempunyai ikatan dengan awan, maka tidaklah ada sesuatu. Demikian pula dengan bio-elektron yang dipancarkan oleh otak.  Energi-energi ini berasal dari hampir tiap–tiap titik dari tubuh kita yang berhubungan dengan susunan persyarafan dan menjelmakan semua penginderaan sepanjang hidup manusia, namun tidak semua energi-energi ini berasal dari kemauan yang dibatalkan perbuatannya. Kebanyakan energi-energi ini berasal dari kesadaran yang tiap kali lenyap pada waktu tidur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-7129500642164666687?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rty0neapCO3ZWcbgWg83hB_uiBQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rty0neapCO3ZWcbgWg83hB_uiBQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rty0neapCO3ZWcbgWg83hB_uiBQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rty0neapCO3ZWcbgWg83hB_uiBQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-24T12:56:32.445+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCBwEAWTp2I/AAAAAAAACKY/2bIYe0iB42w/s72-c/lifeline.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Main BOLA dengan SUFI</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/06/kesufian-dan-sepakbola.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Wed, 23 Jun 2010 22:57:33 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-8622035962132803220</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCBE-UinXlI/AAAAAAAACH4/DGwyWTiup-Q/s1600/logo-piala-dunia-2010.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 180px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCBE-UinXlI/AAAAAAAACH4/DGwyWTiup-Q/s320/logo-piala-dunia-2010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485460183593737810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saat ini Jutaan pasang mata melotot menyaksikan piala Dunia 2010 yang berlangsung, yang berlangsung di Afrika Selatan  Letak Geografis di Asia dan Afrika berbeda membuat selisih waktu  pun berbeda jauh. Maka bila ingin menonton siaran langsung perhelatan akbar level Dunia itu, akan berlangsung mulai  tengah malam hingga dini hari. Itu yang bikin banyak orang harus bergadang, menahan kantuk, demi menyaksikan tim kesayangannya berlaga di lapangan.&lt;br /&gt;Tidak peduli keesokan harinya harus bekerja. Yang penting hati puas karena melihat bintang idola "mengocek" si kulit bundar, menggiring bola ke depan, melewati sejumlah permain lawan, mengecoh kiper dan...shooot....Goooolll..." teriak para pencintanya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Para "pencinta" adalah mereka yang menghabiskan waktunya demi apa yang dicintainya, menyerahkan segala yang dimiliki untuk yang dicintainya. Tidak ada waktu lain selain untuk yang dicintai, tidak ada kebutuhan lain kecuali demi kelangsungan jalinan kasih dengan sesuatu yang dicintainya, tidak ada pengorbanan sekecil apapun yang ditolak asalkan demi sesuatu yang dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pencinta adalah mereka yang menyerahkan hidupnya demi apa yang dicintainya. Totalitas kehidupannya diberikan demi sang kekasih dan cintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini ada kesamaan antara pecinta bola dan pencinta Tuhan (para Sufi). Bagi seorang pecinta bola, maka bola-lah kekasihnya. Bola  yang selalu diingat, bola yang selalu terbayang. Sementara bagai seorang  sufi Tuhan sebagai kekasihnya, Tuhan yang selalu diikrarkan, Tuhan&lt;br /&gt;yang  selalu dihayalkan, Tuhan yang selalu diimpikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggila bola dan penggila Tuhan memiliki kesamaan, hampir dalam segala bidang. Sama-sama berjuang untuk "mendapatkan" kekasihnya, sama-sama berkorban demi kekasihnya, sama-sama mencurahkan pikiran untuk kekasihnya, sama-sama berdzikir dengan nama yang dicintainya, sama-sama mengikuti tokoh panutannya,dan banyak kesamaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pecinta bola berusaha sedapat mungkin menyaksikan pertandingan tim bola yang dicintainya, dalam keadaan dan situasi bagaimanapun juga. Cuaca badai, hujan, guntur dan petir bukanlah halangan yang berarti. Kalau udara dingin sebuah jaket kulit tebal akan dibeli. Kalau tidak ada televisi di rumah sendiri, sedapat mungkin pergi ke warung kopi., NoBar di Cafe2 Kalau lampu PLN mati, genset akan jadi pengganti. Tidak ada halangan yang tidak dapat diatasi. Semua mungkin dilakukan, biasa diselesaikan. Yang penting hasrat tercapai, menyaksikan pertandingan tim kesayangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pecinta Tuhan berusaha sedapat mungkin melakukan ibadah kepada-Nya. Tidak ada alasan menunda shalat, tidak ada penghalang pergi ke mesjid, tidak ada godaan untuk tidak beribadah. Segalanya akan dilakukan demi ibadahnya kepada Tuhan, kekasihnya. Kalau sakit, maka ia akan shalat dengan duduk, tak kuasa duduk, bermunajat dengan berbaring, takkuasa bergerak, menyembah Tuhan dengan isyarat. Seluruh usaha dilakukan demi Kekasihnya, Tuhan Yang Maha Mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pencinta bola akan berkorban apa saja demi bola yang dicintainya. Lihatlah, bagaimana penjual televisi panen besar saat piala Dunia dimulai. Banyak pencinta bola berjuang mendapatkan uang demi sebuah televisi yang akan memudahkannya menyaksikan pertandingan bola yang dicintainya. Bagi yang sudah ada televisi 14 inchi, mencari yang 21, 29 bahkan menggunakan LCD Projector sehingga lapangan bola "hadir" dalam kamarnya dan ia akan menyaksikan dengan puas. Apapun dilakukan, apapun dikorbankan, asalkan ia dapat menyaksikan tim kesayangannya bertarung, berjuang di lapangan dan menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga seorang sufi, berkorban demi Tuhan kekasihnya. Mereka merelakan apapun yang dimilikinya demi keridhaan Tuhan kepadanya. Tidak ada gunanya harta, tidak ada nilainya materi, tidak ada manfaat sedikitpun segala sesuatu baginya kalau ia dapat "bertemu" dengan Tuhan dalam munajatnya. Semua harta dishadaqahkan, semua matri dihibahkan, semua kemampuan yang dimilikinya dikorbankan di jalan jalan Allah, kekasih hatinya yang dicintai. Besarnya rasa cinta kepada kekasihnya membuat ia lupa segala sesuatu yang dimilikinya, membuat semua terasa tidak berarti. Ia akan menjadi sempurna jika kekasihnya selalu bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pecinta bola menghabiskan semua pemikirannya demi bola yang dicintainya. Siang malam berbicara bola. Di mana saja cerita bola. Di rumah, di tempat kerja, di warung kopi, selalu melantunkan ayat-ayat bola. Kepada yang lebih faham ia meminta pandangan, kepada yang tidak faham dijelaskannya, kepada yang sama-sama faham, ia bercerita, memberi pandangan, komentar dan analisa. Tidak cukup hanya menonton, bercerita, berdiskusi dan mendengar komentator di televisi, seorang pecinta bola juga membeli korab bola, membaca semua berita di koran yang berkaitan dengan bola, membuka website internet mengeni bola. Semua informasi bola dilahapnya demi menambah pengetahuannya tentang bola. Dengan demikian ia akan semakin faham dan semakin dekat dengan dunia bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berbeda dengan mereka, para pencinta Tuhan menyerahkan totalitas hidupnya untuk Tuhan. Membaca ayat-ayat Tuhan baik yang tertulis atau yang tercipta. Berdiskusi mengenai Tuhan, belajar tentang ajaran Tuhan. Kepada yang alim mereka meminta petunjuk, kepada yang jahil mereka sampaikan dakwah, kepada sesama mereka berdiskusi membahas jalan suci yang dapat mendekatkan mereka dengan Tuhan. Mereka melakukan apapun demi untuk menambah pengetahuannya tentang Tuhan. Semua kitab "dilalapnya",  semua buku dibaca, demi meningkatkan kadar kepahaman mereka mengenai Tuhan. Tidak cukup demikian, seorang pecinta Tuhan melakukan peralanan jauh mencari guru yang akan membimbingnya berlajan ke arah Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal dzikir, seorang pecinta bola berdzikir dengan lafal bola. Tidak sedikitpun terlupakan jadwal pertandingan dihatinya. Semua skor diingatnya, semua posisi dihafalnya, semua nama pemain, posisi, klub asal, track recordnya, prestasi, pacarnya, dan segala sesuatu mengenai pemain disebutkan dengan lancar. Di luar kepala. Cintanya menjadikan ia menghafal mereka tanpa beban, menyebutkan mereka tanpa sungkan. Cinta menjadikan pecinta mengetahui mengenai kekasihnya begitu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pecinta Tuhan larut dalam mengingat asma-Nya. Setiap saat setiap waktu menyebut nama-Nya. Kalau bibir tidak bisa sempat hati berdzikir kepada-Nya. Fisiknya, inderanya tidak terlapas dari berzikir kepada Kekasih hatinya. Ia menyebut nama-Nya kapan dan di manapun. Semua nama-Nya ia hafal. Ia berzikir dengan nama-nama indah-Nya. Seorang pecinta Tuhan akan selalu mengingat nama-Nya. Ia merasa berdosa andaikan sedetik saja melupakan-Nya. Nama Tuhan terletak di ujung lidah sampai di dasar hati terdalamnya. Tidak sulit baginya menyebutkan Tuhan kapan saja, dan tidak pula ia akan melupakan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta seorang pecinta bola kepada tim kesayangan dan atlet kesukaan menjadikannya menghayalkan kehadiran sang atlet dalam kehidupan kesehariannya. Segala sesuatu yang dilakukan dihubungankan dengan kehadiran sanga atlet dalam hidupnya. Ketika ia bekerja, ia membayangkan atletnya, ketika ia berjalan, ia menghayalkan jalan sang atlit. Apalagi ketika ia bermain bola, maka semua gaya, semua lenggak-lenggok sang atlit pujaan dilakoninya di lapangan. Setiap tendangan bola yang dilakukan dikatakan tentangan sang atlit. Atlit kesukaan adalah petunjuk jalan baginya agar ia mempu sampai pada cinta ideal kepada dunia sepak bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunianya seorang pecinta Tuhan, maka ia selalu dibimbing oleh seorang mursyid. Setiap pecinta Tuhan akan mengikuti sebuah jalan yang pernah ditempuh oleh pecinta lain sebelumnya dan sukses. Ia membayangkan wajah guru pada setiap zikirnya agar ia melakukan zikir dengan sempurna dan Kekasihnya menerima seluruh zikir yang ia ungkapkan. Ia menghayalkan gurunya membimbing tangannya, mengajarkan jalan yang benar menuju Tuhan, menunjukkan jalan yang lurus kepada Tuhan. Dengan demikian, maka seorang pecinta Tuhan benar-benar sampai dan bertemu dengan kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa kesamaan antara pecinta bola dengan pecinta Tuhan. Bedanya hanya sedikit; pecinta bola menjadikan media sebagai kitab sucinya, komentator bola sebagai penunjuk jalannya, atlit bola sebagai panutannya, pelatih bola sebagai mazhabnya, dan tim kesebelasan sebagai pejuangnya. Pecinta Tuhan menjadikan Al-Qur'an sebagai kitab sucinya, Muhammad sebagai nabinya, ulama panutannya, imam sebagai mazhabnya dan kaum muslimin sebagai pasukannya. Pecinta bola membayangkan kesempurnaan hidup di dalam "dunia sepak bola." Pecinta Tuhan menginginkan kesempurnaan hidup bersama Tuhan.&lt;br /&gt;Wallahu'alam.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-8622035962132803220?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7g6NczTZZLTACZNoqPpZ4n_6p-M/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7g6NczTZZLTACZNoqPpZ4n_6p-M/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7g6NczTZZLTACZNoqPpZ4n_6p-M/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7g6NczTZZLTACZNoqPpZ4n_6p-M/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-24T12:57:33.204+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCBE-UinXlI/AAAAAAAACH4/DGwyWTiup-Q/s72-c/logo-piala-dunia-2010.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Apa khabar Palestina ? (2)</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/06/latar-belakang-sejarah-konflik_08.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Thu, 24 Jun 2010 00:06:46 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-4639572745691198423</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCMDgHDASpI/AAAAAAAACRQ/bBVn7eT4nOc/s1600/palestina1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 220px; height: 191px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCMDgHDASpI/AAAAAAAACRQ/bBVn7eT4nOc/s320/palestina1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486232621249743506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1529&lt;br /&gt;Tentara khilafah berusaha menghentikan arus kolonialisme/imperialisme serta membalas reconquista langsung ke jantung Eropa dengan mengepung Wina, namun gagal. Tahun 1683 M kepungan diulang, dan gagal lagi. Kegagalan ini terutama karena tentara Islam terlalu yakin pada jumlah dan perlengkapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…yaitu ketika kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlahyang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dan bercerai-berai.” (QS 9:25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1798&lt;br /&gt;Napoleon berpendapat bahwa bangsa Yahudi bisa diperalat bagi tujuan-tujuan Perancis di Timur Tengah. Wilayah itu secara resmi masih di bawah Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1831&lt;br /&gt;Untuk mendukung strategi “devide et impera” Perancis mendukung gerakan nasionalisme Arab, yakni Muhammad Ali di Mesir dan Pasya Basyir di Libanon. Khilafah mulai lemah dirongrong oleh semangat nasionalisme yang menular begitu cepat di tanah Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1835&lt;br /&gt;Sekelompok Yahudi membeli tanah di Palestina, dan lalu mendirikan sekolah Yahudi pertama di sana . Sponsornya adalah milyuder Yahudi di Inggris, Sir Moshe Monteveury, anggota Free Masonry. Ini adalah pertama kalinya sekolah berkurikulum asing di wilayah Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1838&lt;br /&gt;Inggris membuka konsulat di Yerusalem yang merupakan perwakilan Eropa pertama di Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1849&lt;br /&gt;Kampanye mendorong imigrasi orang Yahudi ke Palestina. Pada masa itu jumlah Yahudi di Palestina baru sekitar 12.000 orang. Pada tahun 1948 jumlahnya menjadi 716.700 dan pada tahun 1964 sudah hampir 3 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imigrasi besar-besaran orang Yahudi ke Palestina yang berselubung agama, simpati dan kemanusiaan bagi penderitaan Yahudi di Eropa saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1891&lt;br /&gt;Para penduduk Palestina mengirim petisi ke Khalifah, menuntut dilarangnya imigrasi besar-besaran ras Yahudi ke Palestina. Sayang saat itu khilafah sudah “sakit-sakitan” (dijuluki “the sick man at Bosporus ). Dekadensi pemikiran meluas, walau Sultan Abdul Hamid sempat membuat terobosan dengan memodernisir infrastruktur, termasuk memasang jalur kereta api dari Damaskus ke Madinah via Palestina! Sayang, sebelum selesai, Sultan Abdul Hamid dipecat oleh Syaikhul Islam (Hakim Agung) yang telah dipegaruhi oleh Inggris. Perang Dunia I meletus, dan jalur kereta tersebut dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1897&lt;br /&gt;Theodore Herzl menggelar kongres Zionis sedunia di Basel Swiss. Peserta kongres I Zionis mengeluarkan resolusi, bahwa umat Yahudi tidaklah sekedar umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup secara berbangsa dan bernegara. Dalam resolusi itu, kaum zionis menuntut tanah air bagi umat Yahudi – walaupun secara rahasia – pada “tanah yang bersejarah bagi mereka”. Sebelumnya Inggris hampir menjanjikan tanah protektorat Uganda atau di Amerika Latin ! Di kongres itu, Herzl menyebut, Zionisme adalah jawaban bagi “diskriminasi dan penindasan” atas umat Yahudi yang telah berlangsung ratusan tahun. Pergerakan ini mengenang kembali bahwa nasib umat Yahudi hanya bisa diselesaikan di tangan umat Yahudi sendiri. Di depan kongres, Herzl berkata, “Dalam 50 tahun akan ada negara Yahudi !” Apa yang direncanakan Herzl menjadi kenyataan pada tahun 1948.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1916&lt;br /&gt;Perjanjian rahasia Sykes – Picot oleh sekutu (Inggris, Perancis, Rusia) dibuat saat meletusnya Perang Dunia (PD) I, untuk mencengkeram wilayah-wilayah Arab dan Khalifah Utsmaniyah dan membagi-bagi di antara mereka. PD I berakhir dengan kemenangan sekutu, Inggris mendapat control atas Palestina. Di PD I ini, Yahudi Jerman berkomplot dengan Sekutu untuk tujuan mereka sendiri (memiliki pengaruh atau kekuasaan yang lebih besar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1917&lt;br /&gt;Menlu Inggris keturunan Yahudi, Arthur James Balfour, dalam deklarasi Balfour memberitahu pemimpin Zionis Inggris, Lord Rothschild, bahwa Inggris akan memperkokoh pemukiman Yahudi di Palestina dalam membantu pembentukan tanah air Yahudi. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-bangsa (cikal bakal PBB) memberi mandat kepada Inggris untuk menguasai Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1938&lt;br /&gt;Nazi Jerman menganggap bahwa pengkhianatan Yahudi Jerman adalah biang keladi kekalahan mereka pada PD I yang telah menghancurkan ekonomi Jerman. Maka mereka perlu “penyelesaian terakhir” (endivsung). Ratusan ribu keturunan Yahudi dikirim ke kamp konsentrasi atau lari ke luar negeri (terutama ke AS). Sebenarnya ada etnis lain serta kaum intelektual yang berbeda politik dengan Nazi yang bernasib sama, namun setelah PD II Yahudi lebih berhasil menjual ceritanya karena menguasai banyak surat kabar atau kantor-kantor berita di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1944&lt;br /&gt;Partai buruh Inggris yang sedang berkuasa secara terbuka memaparkan politik “membiarkan orang-orang Yahudi terus masuk ke Palestina, jika mereka ingin jadi mayoritas. Masuknya mereka akan mendorong keluarnya pribumi Arab dari sana .” Kondisi Palestina pun memanas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1947&lt;br /&gt;PBB merekomendasikan pemecahan Palestina menjadi dua negara: Arab dan Israel .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1948, 14 Mei&lt;br /&gt;Sehari sebelum habisnya perwalian Inggris di Palestina, para pemukim Yahudi memproklamirkan kemerdekaan negara Israel . Mereka melakukan agresi bersenjata terhadap rakyat Palestina yang masih lemah, hingga jutaan dari mereka terpaksa mengungsi ke Libanon, Yordania , Syria , Mesir dan lain-lain. Palestina Refugees menjadi tema dunia. Namun mereka menolak eksistensi Palestina dan menganggap mereka telah memajukan areal yang semula kosong dan terbelakang. Timbullah perang antara Israel dan negara-negara Arab tetangganya. Namun karena para pemimpin Arab sebenarnya ada di bawah pengaruh Inggris – lihat Imperialisme Perancis dan Inggris di tanah Arab sejak tahun 1798 – maka Israel mudah merebut daerah Arab Palestina yang telah ditetapkan PBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1948, 2 Desember&lt;br /&gt;Protes keras Liga Arab atas tindakan AS dan sekutunya berupa dorongan dan fasilitas yang mereka berikan bagi imigrasi zionis ke Palestina. Pada waktu itu, Ikhwanul Muslimin (IM) di bawah Hasan Al-Banna mengirim 10.000 mujahidin untuk berjihad melawan Israel . Usaha ini kandas bukan karena mereka dikalahkan Israel, namun karena Raja Farouk yang korup dari Mesir takut bahwa di dalam negeri IM bisa melakukan kudeta, akibatnya tokoh-tokoh IM dipenjara atau dihukum mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1956, 29 Oktober&lt;br /&gt;Israel dibantu Inggris dan Perancis menyerang Sinai untuk menguasai terusan Suez . Pada kurun waktu ini, militer di Yordania menawarkan baiat ke Hizbut Tahri (salah satu harakah Islam) untuk mendirikan kembali Khilafah. Namun Hizbut Tahrir menolak, karena melihat rakyat belum siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1964&lt;br /&gt;Para pemimpin Arab membentuk PLO (Palestine Liberation Organization) . Dengan ini secara resmi, nasib Palestina diserahkan ke pundak bangsa Arab-Palestina sendiri, dan tidak lagi urusan umat Islam. Masalah Palestina direduksi menjadi persoalan nasional bangsa Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1967&lt;br /&gt;Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria selama 6 hari dengan dalih pencegahan, Israel berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania). Israel dengan mudah menghancurkan angkatan udara musuhnya karena dibantu informasi dari CIA (Central Intelligence Agency = Badan Intelijen Pusat milik USA ). Sementara itu angkatan udara Mesir ragu membalas serangan Israel, karena Menteri Pertahanan Mesir ikut terbang dan memerintahkan untuk tidak melakukan tembakan selama dia ada di udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1967, Nopember&lt;br /&gt;Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi Nomor 242, untuk perintah penarikan mundur Israel dari wilayah yang direbutnya dalam perang 6 hari, pengakuan semua negara di kawasan itu, dan penyelesaian secara adil masalah pengungsi Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1969&lt;br /&gt;Yasser Arafat dari faksi Al-Fatah terpilih sebagai ketua Komite Eksekutif PLO dengan markas di Yordania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1970&lt;br /&gt;Berbagai pembajakan pesawat sebagai publikasi perjuangan rakyat Palestina membuat PLO dikecam oleh opini dunia, dan Yordania pun dikucilkan. Karena ekonomi Yordania sangat tergantung dari AS, maka akhirnya Raja Husein mengusir markas PLO dari Yordania. Dan akhirnya PLO pindah ke Libanon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1973, 6 Oktober&lt;br /&gt;Mesir dan Syria menyerang pasukan Israel di Sinai dan dataran tinggi Golan pada hari puasanya Yahudi Yom Kippur. Pertempuran ini dikenal dengan Perang Oktober. Mesir dan Syria hampir menang, kalau Israel tidak tiba-tiba dibantu oleh AS. Presiden Mesir Anwar Sadat terpaksa berkompromi, karena dia Cuma siap untuk melawan Israel , namun tidak siap berhadapan dengan AS. Arab membalas kekalahan itu dengan menutup keran minyak. Akibatnya harga minyak melonjak pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1973, 22 Oktober&lt;br /&gt;Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi Nomor 338, untuk gencatan senjata, pelaksanaan resolusi Nomor 242 dan perundingan damai di Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1977&lt;br /&gt;Pertimbangan ekonomi (perang telah memboroskan kas negara) membuat Anwar Sadat pergi ke Israel tanpa konsultasi dengan Liga Arab. Ia menawarkan perdamaian, jika Israel mengembalikan seluruh Sinai. Negara-negara Arab merasa dikhianati. Karena langkah politiknya ini, belakangan Anwar Sadat dibunuh pada tahun 1982.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1978, September&lt;br /&gt;Mesir dan Israel menandatangani perjanjian Camp David yang diprakarsai AS. Perjanjian itu menjanjikan otonomi terbatas kepada rakyat Palestina di wilayah-wilayah pendudukan Israel . Sadat dan PM Israel Menachem Begin dianugerahi Nobel Perdamaian 1979. namun Israel tetap menolak perundingan dengan PLO dan PLO menolak otonomi. Belakangan, otonomi versi Camp David ini tidak pernah diwujudkan, demikian juga otonomi versi lainnya. Dan AS sebagai pemrakarsanya juga tidak merasa wajib memberi sanksi, bahkan selalu memveto resolusi PBB yang tidak menguntungkan pihak Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1980&lt;br /&gt;Israel secara sepihak menyatakan bahwa mulai musim panas 1980 kota Yerussalem yang didudukinya itu resmi sebagai ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1982&lt;br /&gt;Israel menyerang Libanon dan membantai ratusan pengungsi Palestina di Sabra dan Shatila. Pelanggaran terhadap batas-batas internasional ini tidak berhasil dibawa ke forum PBB karena – lagi-lagi – veto dari AS. Belakangan Israel juga dengan enaknya melakukan serangkaian pemboman atas instalasi militer dan sipil di Iraq, Libya, dan Tunis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1987&lt;br /&gt;Intifadhah, perlawanan dengan batu oleh orang-orang Palestina yang tinggal di daerah pendudukan terhadap tentara Israel mulai meledak. Intifadhah ini diprakarsai oleh HAMAS, suatu harakah Islam yang memulai aktivitasnya dengan pendidikan dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1988, 15 Nopember&lt;br /&gt;Diumumkan berdirinya negara Palestina di Aljiria, ibu kota.Aljazair. Dengan bentuk negara Republik Parlementer. Ditetapkan bahwa Yerussalem Timur sebagai ibukota negara dengan Presiden pertamanya adalah Yasser Arafat. Setelah Yasser Arafat mangkat kursi presiden diduduki oleh Mahmud Abbas. Dewan Nasional Palestina, yang identik dengan Parlemen Palestina beranggotakan 500 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1988, Desember&lt;br /&gt;AS membenarkan pembukaan dialog dengan PLO setelah Arafat secara tidak langsung mengakui eksistensi Israel dengan menuntut realisasi resolusi PBB Nomor 242 pada waktu memproklamirkan Republik Palestina di pengasingan di Tunis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1991, Maret&lt;br /&gt;Yasser Arafat menikahi Suha, seorang wanita Kristen. Sebelumnya Arafat selalu mengatakan “menikah dengan revolusi Palestina”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1993, September&lt;br /&gt;PLO – Israel saling mengakui eksistensi masing-masing dan Israel berjanji memberikan hak otonomi kepada PLO di daerah pendudukan. Motto Israel adalah “land for peace” (tanah untuk perdamaian). Pengakuan itu dikecam keras oleh pihak ultra-kanan Israel maupun kelompok di Palestina yang tidak setuju. Namun negara negara Arab ( Saudi Arabia , Mesir, Emirat dan Yordania) menyambut baik perjanjian itu. Mufti Mesir dan Saudi mengeluarkan “fatwa” untuk mendukung perdamaian. Setelah kekuasaan di daerah pendudukan dialihkan ke PLO, maka sesuai perjanjian dengan Israel , PLO harus mengatasi segala aksi-aksi anti Israel. Dengan ini maka sebenarnya PLO dijadikan perpanjangan tangan Yahudi.&lt;br /&gt;Yasser Arafat, Yitzak Rabin dan Shimon Peres mendapat Nobel Perdamaian atas usahanya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1995&lt;br /&gt;Rabin dibunuh oleh Yigar Amir, seorang Yahudi fanatik. Sebelumnya, di Hebron, seorang Yahudi fanatik membantai puluhan Muslim yang sedang shalat subuh. Hampir tiap orang dewasa di Israel, laki-laki maupun wanita, pernah mendapat latihan dan melakukan wajib militer. Gerakan Palestina yang menuntut kemerdekaan total menteror ke tengah masyarakat Israel dengan bom “bunuh diri”. Targetnya, menggagalkan usaha perdamaian yang tidak adil itu. Sebenarnya “land for peace” diartikan Israel sebagai “Israel dapat tanah, dan Arab Palestina tidak diganggu (bisa hidup damai)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1996&lt;br /&gt;Pemilu di Israel dimenangkan secara tipis oleh Netanyahu dari partai kanan, yang berarti kemenangan Yahudi yang anti perdamaian. Netanyahu mengulur-ulur waktu pelaksanaan perjanjian perdamaian. Ia menolak adanya negara Palestina, agar Palestina tetap sekedar daerah otonom di dalam Israel . Ia bahkan ingin menunggu/menciptaka n kontelasi baru (pemukiman Yahudi di daerah pendudukan, bila perlu perluasan hingga ke Syria dan Yordania) untuk sama sekali membuat perjanjian baru. AS tidak senang bahwa Israel jalan sendiri di luar garis yang ditetapkannya. Namun karena lobby Yahudi di AS terlalu kuat, maka Bill Clinton harus memakai agen-agennya di negara-negara Arab untuk “mengingatkan” si “anak emasnya” ini. Maka sikap negara-negara Arab tiba-tiba kembali memusuhi Israel . Mufti Mesir malah kini memfatwakan jihad terhadap Israel. Sementara itu Uni Eropa (terutama Inggris dan Perancis) juga mencoba “aktif” menjadi penengah, yang sebenarnya juga hanya untuk kepentingan masing-masing dalam rangka menanamkan pengaruhnya di wilayah itu. Mereka juga tidak rela kalau AS “jalan sendiri” tanpa bicara dengan Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2002 – Sampai sekarang&lt;br /&gt;Sebuah usul perdamaian saat ini adalah Peta menuju perdamaian yang diajukan oleh Empat Serangkai Uni Eropa, Rusia, PBB dan Amerika Serikat pada 17 September 2002 . Israel juga telah menerima peta itu namun dengan 14 “reservasi”. Pada saat ini Israel sedang menerapkan sebuah rencana pemisahan diri yang kontroversial yang diajukan oleh Perdana Menteri Ariel Sharon. Menurut rencana yang diajukan kepada AS, Israel menyatakan bahwa ia akan menyingkirkan seluruh “kehadiran sipil dan militer yang permanen” di Jalur Gaza (yaitu 21 pemukiman Yahudi di sana, dan 4 pemumikan di Tepi Barat), namun akan “mengawasi dan mengawal kantong-kantong eksternal di darat, akan mempertahankan kontrol eksklusif di wilayah udara Gaza, dan akan terus melakukan kegiatan militer di wilayah laut dari Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Israel berpendapat bahwa “akibatnya, tidak akan ada dasar untuk mengklaim bahwa Jalur Gaza adalah wilayah pendudukan,” sementara yang lainnya berpendapat bahwa, apabila pemisahan diri itu terjadi, akibat satu-satunya ialah bahwa Israel “akan diizinkan untuk menyelesaikan tembok – artinya, Penghalang Tepi Barat Israel – dan mempertahankan situasi di Tepi Barat seperti adanya sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari kemenangan Partai Kadima pada pemilu tanggal 28 Maret 2006 di Israel, Ehud Olmert – yang kemudian diangkat sebagai Perdana Menteri Israel menggantikan Ariel Sharon yang berhalangan tetap karena sakit – berpidato. Dalam pidato kemenangan partainya, Olmert berjanji untuk menjadikan Israel negara yang adil, kuat, damai, dan makmur, menghargai hak-hak kaum minoritas, mementingkan pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta terutama sekali berjuang untuk mencapai perdamaian yang kekal dan pasti dengan bangsa Palestina. Olmert menyatakan bahwa sebagaimana Israel bersedia berkompromi untuk perdamaian, ia mengharapkan bangsa Palestina pun harus fleksibel dengan posisi mereka. Ia menyatakan bahwa bila Otoritas Palestina, yang kini dipimpin Hamas, menolak mengakui Negara Israel, maka Israel “akan menentukan nasibnya di tangannya sendiri” dan secara langsung menyiratkan aksi sepihak. Masa depan pemerintahan koalisi ini sebagian besar tergantung pada niat baik partai-partai lain untuk bekerja sama dengan perdana menteri yang baru terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu sebelum terjadinya serangan habis-habisan Israel ke Gaza (27/12/2008), sudah terjadi serangan-serangan kecil di antara kedua belah pihak di sekitar Jalur Gaza, disebabkan Israel menutup tempat-tempat penyeberangan atau jalur komersial ke Gaza sehingga pasokan bahan baker minyak terhenti, yang memaksa satu-satunya pusat pembangkit listrik di Jalur Gaza tutup. End &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-4639572745691198423?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/g4Z1IxMuj7Ajs-uZ6IyS5pmWyXE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/g4Z1IxMuj7Ajs-uZ6IyS5pmWyXE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/g4Z1IxMuj7Ajs-uZ6IyS5pmWyXE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/g4Z1IxMuj7Ajs-uZ6IyS5pmWyXE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-24T14:06:46.140+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCMDgHDASpI/AAAAAAAACRQ/bBVn7eT4nOc/s72-c/palestina1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Apa Khabar Palestina ? (1)</title><link>http://tulizan.blogspot.com/2010/06/latar-belakang-sejarah-konflik.html</link><author>noreply@blogger.com (Alwinz)</author><pubDate>Thu, 24 Jun 2010 00:05:56 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2102185778853388183.post-8242025928991397319</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCMDwxQ6uRI/AAAAAAAACRY/IJzoCm3tsKY/s1600/palestine2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCMDwxQ6uRI/AAAAAAAACRY/IJzoCm3tsKY/s320/palestine2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486232907460294930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Konflik Palestina – Israel menurut sejarah sudah 31 tahun ketika pada tahun 1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria dan berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania). Sampai sekarang perdamaian sepertinya jauh dari harapan. Ditambah lagi terjadi ketidaksepakatan tentang masa depan Palestina dan hubungannya dengan Israel di antara faksi-faksi di Palestina sendiri. Tulisan ini hanya sekedar pengingat sekaligus upaya membuka pemahaman kita mengenai latar belakang sejarah sebab terjadinya konflik ini.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2000 SM – 1500 SM&lt;br /&gt;Istri Nabi Ibrahim A.s., Siti Hajar mempunyai anak Nabi Ismail A.s. (bapaknya bangsa Arab) dan Siti Sarah mempunyai anak Nabi Ishak A.s. yang kemudian mempunyai anak Nabi Ya’qub A.s. alias Israel (Israil, Qur’an). Anak keturunannya disebut Bani Israel sebanyak 7 orang 12 orang. Salah satunya bernama Nabi Yusuf A.s. yang ketika kecil dibuang oleh saudara-saudaranya yang dengki kepadanya. Nasibnya yang baik membawanya ke tanah Mesir dan kemudian dia menjadi bendahara kerajaan Mesir. Ketika masa paceklik, Nabi Ya’qub A.s. beserta saudara-saudara Yusuf bermigrasi ke Mesir. Populasi anak keturunan Israel (Nabi Ya’qub A.s.) membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1550 SM – 1200 SM&lt;br /&gt;Politik di Mesir berubah. Bangsa Israel dianggap sebagai masalah bagi Negara Mesir. Banyak dari bangsa Israel yang lebih pintar dari orang asli Mesir dan menguasai perekonomian. Oleh pemerintah Firaun bangsa Israel diturunkan statusnya menjadi budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1200 SM – 1100 SM&lt;br /&gt;Nabi Musa A.s. memimpin bangsa Israel meninggalkan Mesir, mengembara di gurun Sinai menuju tanah yang dijanjikan, asalkan mereka taat kepada Allah Swt – dikenal dengan cerita Nabi Musa A.s. membelah laut ketika bersama dengan bangsa Israel dikejar-kejar oleh tentara Mesir menyeberangi Laut Merah.  Namun saat mereka diperintah untuk memasuki tanah Filistin (Palestina), mereka membandel dan berkata:&lt;br /&gt;“Hai, Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi ada orang&lt;br /&gt;yang gagah perkasa di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu (Tuhanmu), dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (QS 5:24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya mereka dikutuk Allah SWT dan hanya berputar-putar disekitar Palestina. Belakananagama yang dibawa Nabi Musa a.s. disebut Yahudi menurut salah satu marga dari bangsa Israel yang paling banyak keturunananya, yakni Yehuda dan akhirnya bangsa Israel tanpa memandang warga negara atau tanah airnya, disebut juga orang-orang Yahudi. Sulit mengetahui asal-usul penyebutan nama Yahudi, apalagi dinisbatkan kepada Yehuda. Di dalam Perjanjian Lama, kata “Yahudi” baru mulai ditemukan pada kitab Ezra. Sedangkan pada kitab-kitab sebelumnya hanya disebut anak-anak Israel atau Bani Israel. Di dalam Alquran atau Hadits sendiri anak keturunan Nabi Ya’qub disebut Bani Israil, sedangkan penyebutan “Yahudi” lebih sering bermakna golongan yangdimurkai Allah, dien (atau jalan hidup seperti Nasrani, Sabiin, Majusi dan Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1000 SM – 922 SM&lt;br /&gt;Nabi Daud A.s. (anak Nabi Musa A.s.) mengalahkan Goliath (Jalut, Qur’an) dari Filistin. Palestina berhasil direbut. Daud kemudian menjadi raja menggantikan Raja Thalut. Wilayah kerajaannya membentang dari tepi sungai Nil hingga sungai Efrat di Iraq. Sekarang ini Yahudi tetap memimpikan kembali kebesaran Israel Raya seperti yang dipimpin raja Daud. Bendera Israel adalah dua garis biru (sungai Nil dan Eufrat) dan Bintang Daud. Kepemimpinan Daud A.s. diteruskan oleh anaknya, Nabi Sulaiman A.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;922 SM – 800 SM&lt;br /&gt;Sepeninggal Sulaiman A.s., Israel dilanda perang saudara yang berlarut-larut, hingga akhirnya kerajaan itu terbelah menjadi dua, yakni bagian Utara bernama Israel beribukota Samaria dan Selatan bernama Yehuda beribukota Yerusalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;800 SM – 600 SM&lt;br /&gt;Karena kerajaan Israel sudah terlalu durhaka kepada Allah Swt maka kerajaan tersebut dihancurkan oleh Allah Swt melalui penyerangan kerajaan Asyiria.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami telah mengambil kembali perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini hawa nafsu mereka, maka sebagian rasul-rasul itu mereka dustakan atau mereka bunuh.” -(QS 5:70)-&lt;br /&gt;Hal ini juga bisa dibaca di Injil (Bible) pada Kitab Raja-raja ke-1 14:15 dan Kitab Raja-raja ke-2 17:18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;600 SM – 500 SM&lt;br /&gt;Kerajaan Yehuda dihancurkan lewat tangan Nebukadnezar dari Babylonia . Dalam Injil Kitab Raja-raja ke-2 23:27 dinyatakan bahwa mereka tidak mempunyai hak lagi atas Yerusalem. Mereka diusir dari Yerusalem dan dipenjara di Babylonia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;500 SM – 400 SM&lt;br /&gt;Cyrus Persia meruntuhkan Babylonia dan mengijinkan bangsa Israel kembali ke Yerusalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;330 SM – 322 SM&lt;br /&gt;Israel diduduki Alexander Agung dari Macedonia (Yunani). Ia melakukan hellenisasi terhadap bangsa-bangsa taklukannya. Bahasa Yunani menjadi bahasa resmi Israel. Penulisan Injil dalam bahasa Yunani bukan karena bahasa resmi Israel yang pada saat itu dijajah oleh Romawi. Melainkan penulis dan penyebar Injil, Paulus, memang orang romawi yang berbahasa Yunani.&lt;br /&gt;300 SM – 190 SM&lt;br /&gt;Yunani dikalahkan Romawi. Maka Palestina pun dikuasai imperium Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 – 100 M&lt;br /&gt;Nabi Isa A.s. lahir. Nantinya akan ada penghembusan isu bahwa Nabi Isa merupakan pemimpin gerakan melawan penguasa Romawi. Riil-nya Nabi Isa tidak membangun gerakan melawan penguasa Romawi, justru isu tersebut dihembuskan oleh para Rabbi Yahudi yang tidak suka ajaran puritan (kembali ke Taurat asli) yang dibawa oleh Nabi Isa. Pilatus sendiri menyalib Nabi Isa atas desakan para Imam yang cemburu kepada Nabi Isa. Mengapa? karena Pilatus tidak beragama Yahudi sehingga hukuman untuk orang Yahudi haruslah ditentukan oleh orang Yahudi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100 – 300 M&lt;br /&gt;Pemberontakan berulang. Akibatnya Palestina dihancurkan dan dijadikan area bebas Yahudi. Mereka dideportasi keluar Palestina dan terdiaspora ke segala penjuru imperium Romawi. Namun demikian tetap ada sejumlah kecil pemeluk Yahudi yang tetap bertahan di Palestina. Dengan masuknya Islam kemudian, serta dipakainya bahasa Arab di dalam kehidupan sehari-hari, mereka lambat laun terarabisasi atau bahkan masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;313 M&lt;br /&gt;Pusat kerajaan Romawi dipindah ke Konstantinopel dan agama Kristen dijadikan agama negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;500 – 600 M&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw lahir di tahun 571 M. Bangsa Yahudi merembes ke semenanjung Arabia (di antaranya di Khaibar dan sekitar Madinah), kemudian berimigrasi dalam jumlah besar ke daerah tersebut ketika terjadi perang antara Romawi dengan Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;621 M&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw melakukan perjalanan ruhani Isra’ dari masjidil Haram di Makkah ke masjidil Aqsa di Palestina dilanjutkan perjalana Mi’raj ke Sidrathul Muntaha (langit lapis ke-7). Rasulullah menetapkan Yerusalem sebagai kota suci ke-3 ummat Islam, dimana sholat di masjidil Aqsa dinilai 500 kali dibanding sholat di masjid lain selain masjidil Haram di Makkah dan masjid Nabawi di Madinah. Masjidil Aqsa juga menjadi kiblat umat Islam sebelum dipindah arahnya ke Ka’bah di masjidil Haram, Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;622 M&lt;br /&gt;Hijrah Nabi Muhammad Saw ke Madinah dan pendirian negara Islam – yang selanjutnya disebut khilafah. Nabi mengadakan perjanjian dengan bangsa Yahudi yang menjadi penduduk Madinah dan sekitarnya, yang dikenal dengan “Piagam Madinah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;626 M&lt;br /&gt;Pengkhianatan Yahudi dalam perang Ahzab (perang parit) dan berarti melanggar Perjanjian Madinah. Sesuai dengan aturan di dalam kitab Taurat mereka sendiri, mereka harus menerima hukuman dibunuh atau diusir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;638 M&lt;br /&gt;Di bawah pemerintahan Khalifah Umar Ibnu Khattab ra. Seluruh Palestina dimerdekakan dari penjajah Romawi. Seterusnya seluruh penduduk Palestina, Muslim maupun Non Muslim, hidup aman di bawah pemerintahan khilafah. Kebebasan beragama dijamin sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;700–1000 M&lt;br /&gt;Wilayah Islam meluas dari Asia Tengah, Afrika hingga Spanyol. Di dalamnya, bangsa Yahudi mendapat peluang ekonomi dan intelektual yang sama. Ada beberapa ilmuwan terkenal di dunia Islam yang sesungguhnya adalah orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1076 M&lt;br /&gt;Yerusalem dikepung oleh tentara salib dari Eropa. Karena pengkhianatan kaum munafik (sekte Drusiah yang mengaku Islam tetapi ajarannya sesat), pada tahun 1099 M tentara salib berhasil menguasai Yerusalem dan mengangkat seorang raja Kristen. Penjajahan ini berlangsung hingga 1187 M sampai Salahuddin Al-Ayyubi membebaskannya dan setelah itu ummat Islam yang terlena sufisme yang sesat bisa dibangkitkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1453 M&lt;br /&gt;Setelah melalui proses reunifikasi dan revitalisasi wilayah-wilayah khilafah yang tercerai berai setelah hancurnya Baghdad oleh tentara Mongol (1258 M),khilafah Utsmaniah di bawah Muhammad Fatih menaklukan Konstatinopel, dan mewujudkan nubuwwah Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1492 M&lt;br /&gt;Andalusia sepenuhnya jatuh ke tangan Kristen Spanyol (reconquista) . Karena cemas suatu saat umat Islam bisa bangkit lagi, maka terjadi pembunuhan, pengusiran dan pengkristenan massal. Hal ini tidak cuma diarahkan pada Muslim namun juga pada Yahudi. Mereka lari ke wilayah khilafah Utsmaniyah, diantaranya ke Bosnia. Pada 1992 Raja Juan Carlos dari Spanyol secara resmi meminta maaf kepada pemerintah Israel atas holocaust (pemusnahan etnis) 500 tahun sebelumnya. (Tapi tidak permintaan maaf kepada umat Islam). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1500–1700 M&lt;br /&gt;Kebangkitan pemikiran di Eropa, munculnya sekularisme (pemisahan agama/ gereja dengan negara), nasionalisme dan kapitalisme. Mulainya kemajuan teknologi moderen di Eropa. Abad penjelajahan samudera dimulai. Mereka mencari jalur perdagangan alternatif ke India dan Cina, tanpa melalui daerah-daerah Islam. Tapi akhirnya mereka didorong oleh semangat kolonialisme dan imperialisme, yakni Gold, Glory dan Gospel. Gold berarti mencari kekayaan di tanah jajahan, Glory artinya mencari kemasyuran di atas bangsa lain dan Gospel (Injil) artinya menyebarkan agama Kristen ke penjuru dunia. to be continued...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2102185778853388183-8242025928991397319?l=tulizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H0ry54eYfID_9CRTvSDNC1J7MoA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H0ry54eYfID_9CRTvSDNC1J7MoA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H0ry54eYfID_9CRTvSDNC1J7MoA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H0ry54eYfID_9CRTvSDNC1J7MoA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-24T14:05:56.100+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_j11CgKa_qEA/TCMDwxQ6uRI/AAAAAAAACRY/IJzoCm3tsKY/s72-c/palestine2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

