<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406</atom:id><lastBuildDate>Fri, 03 Jun 2016 17:55:36 +0000</lastBuildDate><category>Pers Islam</category><category>Berita Islam</category><category>Berita Game</category><category>Cheat</category><category>Tips Blogging</category><category>Blogging</category><category>PES</category><category>Point Blank</category><category>Green Coffee</category><title>Green Coffee</title><description></description><link>http://irasional.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-509392162666536518</guid><pubDate>Mon, 28 May 2012 17:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-29T00:59:44.337+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Islam</category><title>Acara TV di Indonesia</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-Ez0HOIbOopM/T8O87EnI3OI/AAAAAAAABwM/qblwEy0gYpk/s1600/Stop+Acara+TV+Yang+Tidak+Bermoral.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;395&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-Ez0HOIbOopM/T8O87EnI3OI/AAAAAAAABwM/qblwEy0gYpk/s400/Stop+Acara+TV+Yang+Tidak+Bermoral.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Acara TV di Indonesia Sungguh merupakan bahaya besar yg tidak disadari oleh kebanyakan umat Islam ketika angin fitnah berhembus kencang menerpa mereka. Tak banyak yg mampu teguh berdiri kokoh. Jika seseorang berhasil mengatasi fitnah syubhat belum tentu mampu menepis fitnah syahwat atau sebaliknya. Hingga akhirnya mereka tidak lagi terlihat melindungi dan menjaga harga diri dan kehormatan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Itulah fenomena yg terlihat di hadapan mata kita terutama pada kaum wanita. Keadaan umat semakin terlihat kacau mereka tampak jauh dari petunjuk Alquran dan sunah sehingga mereka sangat mudah dipatahkan krn tidak mempunyai kekuatan prinsip sama sekali. Sampai-sampai orang yg ingin tetap komitmen terhadap agamanya dan menjaga kesucian diri nya merasa berat menghadapi kenyataan dan selalu berhadapan dgn bahaya yg mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan tersebut berawal dari hanyutnya sebagian kaum muslimin terhadap propaganda-propaganda dan slogan-slogan batil yg dilancarkan musuh-musuh Islam. Westernisasi oleh umat tidak dihitung sebagai upaya penggeseran nilai-nilai akidah. Sehingga dgn berbagai dalih seperti globalisasi atau universalisasi musuh berhasil menipu umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka semakin jauhlah manusia dari petunjuk dan kebenaran. Isu globalisasi tersebut telah berhasil mencampuradukkan antara kebenaran dan kebatilan antara kebaikan dan kemungkaran antara sunah dan bidah juga antara Islam dan non-Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori inilah yg paling jitu utk melunturkan agama dari dalam diri orang beriman dan mengubah umat Islam menjadi binatang piaraan yg mudah dihalau dan dikendalikan. Dengan hal itu mereka meninabobokkan umat membuatnya terlena dalam kesenangan nafsu sehingga perasaan menjadi tumpul tidak mengetahui mana yg baik dan mana yg mungkar. Bahkan ada di antara mereka yg perlahan-lahan mulai murtad dari ajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini akibat dari sikap meremehkan kaidah al-wala’ wal-bara’ atau loyalitas kepada agama dan pembebasan diri dari selainnya. Selain itu krn adanya penodaan terhadap makna cinta dan benci krn Allah pembungkaman mulut utk mengatakan kebenaran dan munculnya berbagai tuduhan yg dilontarkan kepada orang yg masih mempunyai kebaikan dan berusaha memperjuangkan kebenaran. Mereka dituduh sebagai teroris ektremis radikalis fundamentalis dan lain-lainnya bahkan julukan-julukan yg sangat keji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara upaya yg sangat membahayakan dan berpengaruh besar dalam meluluhlantakkan umat Islam dan menghanyutkan mereka dalam gelombang kesenangan syahwat dan kemerosotan akhlak adl penyebaran fitnah berupa upaya memalingkan kaum wanita Islam dari penjagaan-penjagaan keutamaan yg ada dalam diri mereka kepada pintu-pintu kehancuran dan pembukaan berbagai perbuatan keji. Sehingga kebanyakan wanita Islam tidak lagi terlihat melindungi dan memelihara kehormatan serta harga diri malah mengobrak-abrik merusak dan menjadikannya hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semboyan HAM kebebasan kaum wanita kesetaraan gender dan lain-lainnya yg semuanya bersumber dari paham demokrasi yg sesat dan menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan itu mereka telah berhasil mengubah pola pikir wanita-wanita Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dgn serta merta kaum wanita Islam mulai meninggalkan hijab ikut meramaikan budaya mengumbar aurat di depan umum bertabarruj dan sufur berpenampilan tidak senonoh dan ikut terlibat dalam pornografi maupun pornoaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia negara berkembang yg berpenduduk mayoritas muslim dan akrab dgn budaya ketimuran sudah mulai terasa derasnya arus budaya Barat. Kaum muslimin mulai mengadopsi budaya-budaya bejat itu. Kaum remaja tanpa batas leluasa meniru gaya orang-orang kafir Barat mulai dari trend mode pakaian gaya bergaul dan gaya hidup. Maka tidak heran jika remaja yg tinggal di kota-kota besar sudah akrab dgn budaya seks bebas. Anehnya para orang tua tidak sedikit yg justru ikut membantu dan mendorong putra-putrinya ke jurang kenistaan dan kemerosotan moral itu. Na’udzubillah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh-musuh Islam menggunakan cara-cara yg sangat halus dalam melancarkan aksi utk sampai pada tujuan mereka. Tahap awal yg mereka lakukan adl menggalakkan budaya ikhtilath .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhtilath yg jelas-jelas tegas dilarang oleh Islam sudah ditanamkan mulai pada anak usia TK hingga di perguruan-perguruan tinggi. Penyebaran budaya sesat ini yg paling gencar melalui media informasi. Di Indonesia kebanyakan acara-acara TV ataupun radio yg bertema kaum muda rata-rata menjiplak acara-acara dari negara-negara Barat. Kita saksikan di bebarapa stasiun TV berbagai program acara yg justru mendidik kawula muda utk hidup bebas. Ada acara AFI KDI Indonesia Idol Indonesian Star Penghuni Terakhir dan lain-lainnya. Hampir tiap stasiun &lt;a href=&quot;http://natadipura.com/centrin-tv-kabel/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;TV di Indonesia&lt;/a&gt; menampilkan acara-acara yg tidak lagi mengindahkan moral dan etika agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya ikhtilath yg kelihatan namun kehidupan bebas yg dimeriahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi seakan kawula muda diarahkan utk menerapkan budaya bebas itu dgn cara menyuguhi mereka acara-acara yg sarat dgn pengajaran hidup bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ kemudian dampaknya mulai meningkat lbh parah. Hijab kerudung atau biasa disebut jilbab mulai ditinggalkan oleh kaum muslimah. Atau paling tidak ada penggeseran dari nilai-nilai dasarnya. Mereka yg masih mau menunjukkan identitas muslimahnya tidak lagi memakai kerudung yg sesuai dgn aturan syariat Islam tetapi memakai kerudung-kerudung mungil gaul sesuai mode yg pada hakikatnya melanggar aturan Islam. Tindakan ini tidak menambah kebaikan sama sekali pada pelakunya justru jika menggalakkan sunnah sayyiah mereka akan mendapat multilevel dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lbh parah lagi ketika kaum muslimah sudah mulai mengadopsi cara perpakaian orang Barat yg jelas mengumbar aurat. Bagi remaja putri mungkin saat ini akan malu jika perpakaian longgar. Gaya berpakaian ala Barat ini sudah dikenalkan pada anak-anak yg baru usia TK. Maka tidak heran jika kita lihat hampir di semua tempat adanya kenyataan yg sangat memprihatinkan. Mereka yg mengaku sebagai muslimah memakai pakaian-pakaian yg ketat bahkan super ketat yg menampakkan lekuk-lekuk keindahan tubuhnya. Dalam hal ini disadari maupun tidak disadari dari fenomena ini diketahui bahwa mereka sudah jauh dari moral dan sangat jauh dari akhlak yg benar. Gaya berpakaian dgn menampakkan pusar atau bagian perut bahkan dada sudah sangat sulit utk dihindari. Sehingga orang yg masih menjaga dirinya merasa risih dgn fenomena ini. Sudah demikian jauhkah keadaan mereka sehingga mereka tidak mengetahui ancaman Rasulullah terhadap wanita-wanita yg memakai busana namun seperti telanjang bahwa mereka adl calon penghuni neraka? Ada yg berusaha membungkus kebusukan ini dgn cara yg lain. Yaitu ketika sebagian tetap memakai kerudung {tentu saja yg mungil trendi gaul dan tidak memenuhi sarat Islam} namun mereka tetap memakai pakaian-pakaian yg ketat. Cara berkerudungnya sudah salah ditambah dgn pakaian yg tidak senonoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu menunjukkan hilangnya harga diri dan kehormatan sebagian wanita muslimah. Dan krn kebanyakan manusia sudah diliputi hawa nafsu akibat jauhnya dari petunjuk maka pemandangan semacam itu tidak lagi menjadi masalah justru dini’mati dibela dan diperjuangkan. Na’udzubillah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masalah ini menjadi tanggung jawab semua lapisan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua harus berupaya semampunya utk mengembalikan citra harga diri dan kehormatan Islam. Bagi orang tua hendaknya mendidik putra-putrinya agar berakhlak dan berbudaya Islam dan tidak membiarkan mereka larut dgn gaya-gaya orang kafir. Bagi para guru supaya menanamkan nilai-nilai Islam kepada anak didiknya agar terbentuk pola pikir Islam. Bagi para dai supaya tidak bosan menyuarakan kebenaran dan ajakan utk kembali kepada Alquran dan sunah. Dan bagi semua pihak terutama kaum wanita agar bertakwa kepada Allah berserah diri kepada-Nya tunduk pada tuntunan Rasulullah saw. tidak mudah terbujuk oleh rayuan dan bisikan penyeru kerusakan. Barang siapa mempunyai iman dan keyakinan yg kuat pastilah ia membentengi diri dgn berpegang teguh pada tuntunan syariat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya awal kesuksesan hidup keselamatan dan kebahagiaan yg hakiki adl mengikuti sunnah Rasulullah saw. Sebaliknya awal kesengsaraan kehancuran dan malapetaka adl mengikuti hawa nafsu. Setiap yg menyelisihi sunah adl hawa nafsu dan hawa nafsu mengikuti setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka marilah kita sesuaikan segala aspek kehidupan kita dgn petunjuk Rasulullah saw. agar harga diri dan kehormatan kita tetap terjaga. Wallahu a’lam .&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu Bagaimana dengan &lt;a href=&quot;http://natadipura.com/centrin-tv-kabel/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;TV Kabel&lt;/a&gt;?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2012/05/acara-tv-di-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-Ez0HOIbOopM/T8O87EnI3OI/AAAAAAAABwM/qblwEy0gYpk/s72-c/Stop+Acara+TV+Yang+Tidak+Bermoral.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-844347816545716004</guid><pubDate>Tue, 08 May 2012 18:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-09T01:51:02.659+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Islam</category><title>Perkembangan Majalah Muslim di Indonesia</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Bagaimana perkembangan majalah muslim di Indonesia? Majalah muslim atau lebih dikenal dengan majalah islam kini sudah sangat berkembang pesat. Berbagai kontribusi diberikan oleh media cetak untuk pengembangan informasi tentang dunia islam lewat majalah muslim. Beberapa majalah islam di Indonesia kini sudah mulai merambah teknologi, seiring perkembangan dunia IT yang sangat pesat membuat majalah muslim mencoba membuat majalah muslim online untuk mempermudah para pengguna dan pembaca mendapatkan informasi seputar dunia islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.scanie.com/home/majalah-online-indonesia/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Majalah digital Indonesia&lt;/a&gt; memang mulai santa berkembang pesat baru-baru ini. Majalah muslim di Indonesia ikut menyesuaikan diri dengan teknologi terkini. Hadir dalam bentuk digital membuat inovasi tersendiri bagi majalah islam di Indonesia, karena tampilannya yang begitu simpel dan efisien. Siapapun pasti akan sangat senang mendengar hal ini, karena ini adalah solusi bagi para pembaca majalah muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilan dan desain yang menarik disertakan judul dan isi yang informatif mebuat majalah islam kini digemari oleh beberapa kaum remaja (yang sebelumnya mengabaikan majalah islam). Hal ini adalah kabar baik bagi para umat muslim di dunia khususnya Indonesia. Selain menyebarluaska kebaikan, majalah islam online dapat membantu anda mempercepat pencarian (tentang apa yang anda ingin ketahui).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini sudah tidak ada lagi kata sulit untuk mendapatkan kebaikan, berkat hadirnya &lt;a href=&quot;http://natadipura.com/majalah-muslim-di-indonesia/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;majalah muslim online&lt;/a&gt;, banyak sekali manfaat yang didapatkan oleh masyarakat (muslim) untuk senantiasa mencari dan mempelajari tentang ilmu keislaman. Jadi bagi siapa saja yang senang dengan bacaan yang berbau islam, anda bisa langsung search di mesin pencari google &quot;majalah muslim online&quot; maka akan banyak pilihan untuk dijadikan referensi sumber bacaan anda. SELAMAT MENCOBA !!!&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2012/05/perkembangan-majalah-muslim-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-8613541922879992424</guid><pubDate>Mon, 17 Jan 2011 13:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-17T20:11:53.638+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Islam</category><title>WTC dalam Al-Qur&#39;an</title><description>Propaganda dusta mengatasnamakan &quot;kemukjizatan Al Quran&quot; dalam kejadian &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.wtc.com/&quot;&gt;WTC&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; itu hanyalah upaya musuh &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.islam.com/&quot;&gt;Islam&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; untuk menggiring umat manusia tidak percaya kepada &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.quranexplorer.com/quran/&quot;&gt;Al Quran&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Bukan untuk mengajak meyakini kemukjizatan &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.quranexplorer.com/quran/&quot;&gt;&lt;b&gt;Al Quran&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;. Sebab kedustaan itu begitu jelasnya. Mereka menyimpulkan seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ayat yang ke 109 dari surat Attaubah menunjukkan bangunan WTC terdiri dari 109 tingkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pada ayat ke 109 pada surat Attaubah tsb tertulis &quot;Jurufin Haar&quot; menunjukkan nama jalan di Jerf Har.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Surat Attaubah berada dalam juz ke 11 menunjukkan tanggal hari kejadian yaitu tanggal 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Surat At Taubah adalah urutan yang ke 9 menunjukkan bulan kejadian yaitu bulan ke 9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jumlah kalimat dalam surat Attaubah dari awal sampai akhir sebanyak 2001 menunjukkan tahun kejadian yaitu tahun 2001, di tempat lain mengatakan jumlah huruf dari awal surat sampai ayat 109 itu berjumlah 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sementara itu ada bantahan dari seorang &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://alazharmesir.wordpress.com/&quot;&gt;Mahasiswa di Al-Azhar&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Benarkan bangunan WTC 109 tingkat? Tenyata tidak. Gedung WTC yang roboh itu terdiri dari 110 tingkat. Ini bukan hal yang sulit untuk dibuktikan. Datanya bisa dilihat oleh orang seluruh dunia. Silakan dicari di bagian search msn.com atau yahoo, cari info tentang WTC New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Benarkan di jalan Jerf Har? Ternyata tidak. WTC itu terletak di Wall Street.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kejadian pada tanggal 11, Surat At Taubah ada di juz 11? Hanya orang yang tidak pernah baca Al Quran yang mengatakan demikian. Jelas sekali mayoritas ayat Surat At Taubah ada di juz 10. Lebih detailnya surat At-Taubah terdiri dari 129 ayat, yang 92 ayat ada di juz 10 dan selebihnya (37 ayat) ada di juz 11. Apakah pencocokan tanggal kejadianWTC dengan surat At-Taubat bukan sebuah kedustaan dan &quot;pemerkosaan&quot; Al Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Di ayat 109 ada kata-kata jurufin har. Sudah jelas terbantah karena jalannya bukan Jerf Har tapi Wall Street.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Yang mengatakan jumlah huruf dari awal surat sampai ayat 109 berjumlah 2001. Maka itu juga dusta. Sebab baru sampai ayat 25 jumlah hurufnya sudah 2001. Juga yang mengatakan jumlah kalimatnya 2001, hanya mencocok-cocokkan saja.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://indobestseller.wordpress.com/2009/10/11/hikmah-dan-misteri-tragedi-wtc-dalam-al-quran/&quot;&gt;Sumber :&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://nengikha.blogspot.com/2006/11/tragedi-wtc-sudah-di-sebutkan-dalam-al.html&quot;&gt;nengikha&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://www.scribd.com/doc/4004957/Bantahan-Tragedi-WTC-sudah-ada-di-Al-Quran&quot;&gt;al-azhar&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2011/01/wtc-dalam-al-quran.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-1086173871698720535</guid><pubDate>Mon, 17 Jan 2011 13:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-17T20:03:06.615+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pers Islam</category><title>Propaganda Pers Islam dalam Media</title><description>Ketika saya mencari artikel dari internet yang oleh sebagian orang kemungkinan saja sudah dianggap kurang informatif, tetapi betapa kagetnya saat membaca tulisan ”Islam, Should The World be Afra id?” di cover &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.time.com/time/&quot;&gt;majalah Times&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, tanggal 15 Juni tahun 1992. Dalam laporan utamanya terdapat tulisan berjudul “The Sword of Islam” yang ditulis oleh&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.jameswalshmusic.com/&quot;&gt; James Walsh&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; yang melihat perkembangan islam berdasarkan perspektif Barat: destruktif, pejoratif, dan insinuatif. &lt;a href=&quot;http://www.jameswalshmusic.com/&quot;&gt;James Walsh&lt;/a&gt; melanjutkan tulisannya dengan mengtakan bahwa setelah ambruknya &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Uni_Soviet&quot;&gt;Uni Soviet&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, dedengkot &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Komunisme&quot;&gt;komunisme&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; dunia dan pemimpin blok timur seteru utara blok barat pimpinan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika&quot;&gt;AS&lt;/a&gt; itu, dunia akan menghadapi perkembangan gerakan islam yang dahsyat. Gerakan islam itu seakan mengulangi sejarah abad pertengahan &lt;a href=&quot;http://jalaneropa.com/&quot;&gt;Eropa&lt;/a&gt; ketika peradaban islam berada dipuncak kejayaannya, sementara bangsa bangsa Eropa berbanding sebaliknya masih terbenam dalam era kegelapan. Dan tulisan Walsh dikuatkan lagi oleh tulisan senada yang ditulis oleh Hutington yang sangat dikenal di Indonesia, sehingga sering buku benturan peradaban tersebut dijadikan rujukan dalam berbagai seminar di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan besar karena pengaruh tulisan &lt;a href=&quot;http://www.jameswalshmusic.com/&quot;&gt;James Walsh&lt;/a&gt; tersebut, sehingga Turki sudah 60 tahun belum juga diterima sebagai anggota kesatuan masyarakat Eropa, meskipun Ankara merupakan kekuatan terbesar kedua setelah AS dalam organisasi pertahanan Atlantik utara &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.nato.int/&quot;&gt;(NATO)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; tersebut. Nasib Hamas di Palestina juga dampak dari kekhawatiran terhadap gerakan islam ,sehingga meskipun dalam pemilu Hamas menang mutlak dari Fatah, tetapi nasibnya serupa dengan &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.fis-ski.com/&quot;&gt;FIS &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;di Aljazair disingkirkan dan diganti dengan rejim boneka Barat. Merebaknya fundamentalisme di Turki, suatu negara yang secara geografis, ideologis, ekonomi, politik dan militer sangat strategis yang terletak di Asia-Eropa. Bagi seseorang yang belum seutuhnya memahami islam kekhawatiran seperti itu bisa kita maklumi,namun tidak segera memvonis suatu hukuman terhadap apa apa yang sesungguhnya belum di pahami secara benar dan utuh. Jangan menuding Islam jika orang yang kebetulan mengaku beragama islam (muslim) melakukan sesuatu kejahatan, sebagaimana juga tidak bisa menuding Kristen meskipun yang menyerbu Iraq, Afghanistan tersebut adalah negara-negara yang mayoritas warganya beragama Kristen. Dan kini di Afghnistan tidak kurang dari 40 negara Barat belum mampu mengalahkan para pejuang Thaliban, meskipun AS dan sekutunya sudah melibat gandakan pasukannya, bahkan Osamah bin Laden pun yang dituding pemimpin &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Qaeda&quot;&gt;Al-Qaedah&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; itu belum tertangkap. Kita hanya mendengar informasi sepihak dari berbagai kantor berita yang justru dimiliki oleh rejim rejim musuh &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Usamah_bin_Ladin&quot;&gt;Osamah bin Laden&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; tersebut. Jikapun ada informasi yang konon bersumber dari bin Laden sendiri yang disiarkan TV Aljazira hanya dalam durasi beberapa menit saja itu pun hanya hasil rekaman suaranya yang tidak diketahui tingkat validitasnya, karena bisa saja rekayasa teknologi informasi yang kini sangat canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://politik.kompasiana.com/2010/11/24/islam-dalam-perspektif-pers-barat/&quot;&gt;Dalam perspektif Barat,&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; apapun bentuk negaranya dari negara sekuler seperti &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Turki&quot;&gt;Turki &lt;/a&gt;&lt;/i&gt;hingga yang tidak jelas bentuknya seperti &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.indonesia.go.id/&quot;&gt;Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (disebut negara agama atau sekuler sama besar protesnya,sebagaimana juga disebut sistem presidensial, parlementer, negara kesatuan atau liberal) asal mayoritas penduduknya muslim tetap menyimpan mesiu yang satu saat kelak akan membahayakan Barat. Jika berdasarkan perspeftif seperti itu maka tidak heran kiranya Barat setengah hati dalam mencegah genocide yang di lancarkan Serbia tehadap muslimin Bosnia Herzegovina. Dan kini Perancis melarang para wanita muslimah menggunakan atribut cadarnya dalam aktifitas sosialnya kecuali dikediamannya, serupa juga dengan negara Swiss yang melarang mendirikan menara mesjid. Bahkan lebih lantang lagi, negeri Belanda sudah di kuasai para elite politik dari partai politik yang secara gamblang mengobarkan anti islam.Inilah yang dianggap tepat oleh negara negara yang mengaku sebagai pendekar serta menganut sistem demokrasi, dan menghormati hak asai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya memang kita sebagai manusia lebih banyak mendengarkan daripada berbicara, tapi zaman sekarang kalau hanya pake istilah “asal bapak senang” sepertinya kurang tepat. Bagaimana tidak, mereka yang diatas akan senang, sedangkan mereka yang dibawah? Sebagai manusia yang memiliki akal dan pikiran, ada baiknya setelah kita mendapatkan informasi atau apapun lebih baik kita teliti dulu maksud dan tujuannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan sampai kita terbawa oleh budaya barat yang sedang gencar mengelabuhi para muslim di dunia dengan cara dan taktik yang unik. Sebagai manusia hendaklah kita selalu berbuat jujur, arif dan bijaksana dalam melakukan segala hal agar kelak nantinya kita akan bahagia disana. Saran saya sebagai mahasiswa yang awam terhadap dunia pers maupun media, saya hanya inginkan suatu perubahanm dimana &lt;a href=&quot;http://deniborin.multiply.com/journal/item/32/Pers_Islam_dan_Media_Dakwah&quot;&gt;&lt;i&gt;pers islam&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; dijadikan pondasi bagi para insan &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://bataviase.wordpress.com/.../pers-indonesia-dari-zaman-hindia-belanda-sampai-masa-revolusi/&quot;&gt;pers Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;. Mengingat bangsa kita ini adalah bangsa terbesar pengikut islam, jadi alangkah baiknya bila kita menggunakan hukum islam sebagaimana mestinya. Mungkin suatu saat nanti Negara kita ini akan menjadi Negara islam terhebat dan terkuat, apabila setiap insannya memiliki pondasi yang kuat. Semoga hal ini bisa terealisasi dengan baik dengan mengawalinya mulai dari hal-hal yang kecil atau yang sering kita anggap sepele.</description><link>http://irasional.blogspot.com/2011/01/propaganda-pers-islam-dalam-media.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-8080227453445514748</guid><pubDate>Mon, 17 Jan 2011 12:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-17T20:03:06.618+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pers Islam</category><title>Karakteristik Pers Islam</title><description>Pers Islam harus berusaha membentuk karakteristik sebagaimana sifat-sifat dasar Rasulullah Saw yang terdiri dari; shiddiq, amanah, tabligh dan fathonah. Sehingga dalam hal ini, pers islam harus mampu meneladani sifat-sifat dasar tersebut sebagai suatu bagian dari meneladani akhlak Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Allah SWT berfirman:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al-Ahzab [33]: 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan mengenai sifat-sifat dasar Rasulullah saw dan apa yang harus dilakukan pers Islam dalam meneladaninya diterangkan sebagaimana berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Shiddiq&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Shiddiq berarti benar. Maksudnya, Nabi Muhammad saw adalah pembawa kebenaran. Apa yang diucapkan Nabi saw adalah kebenaran yang bersumber dari Allah SWT, sebagaimana firman-Nya: Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).(Q.S.An-Najm[53]:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pembawa kebenaran, Nabi Muhammad saw tentunya memiliki kepribadian yang sangat jujur. Bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul, beliau memiliki kepribadian yang sangat jujur sehingga mendapat gelar Al-Amin (orang yang dapat dipercaya) dalam lingkungan sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apa yang seharusnya dilakukan pers Islam dalam meneladani sifat siddik tersebut adalah menyajikan pemberitaan atau isi siaran yang jujur; fakta dan data diterangkan secara benar, objektif, dan jelas sumbernya,  kemudian berpihak kepada ideologi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Amanah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Amanah berarti bahwa Rasulullah Muhammad saw adalah pribadi yang sangat bertanggung jawab terhadap suatu pekerjaan atau apa saja yang diembankan kepadanya. Sehingga beliau adalah pribadi yang selalu melaksanakan segala urusan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya, menepati janji, dan tidak pernah berkhianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Allah SWT berfirman:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesunguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. An-Nisa [4]:58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari sini, pers Islam yang meneladani sifat amanah adalah pers yang bekerja secara profesional, proporsional, objektif, dan bertangung jawab sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tabligh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tabligh berarti menyampaikan. Maksudnya, Rasulullah saw selalu menyampaikan ajaran Islam kepada umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan dari Tuhanmu..”(Q.S. Al-Maidah [5]:67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena memiliki sifat tabligh, tentunya Rasulullah Saw merupakan pribadi yang sangat komunikatif. Maka bagi pers Islam yang meneladani sifat tabligh Rasulullah saw harus selalu menyampaikan kebenaran Islam secara terus terang dan komunikatif kepada khalayaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fathonah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Muhammad saw memiliki sifat fathonah yang berarti cerdas. Kecerdasan Rasulullah saw dapat dilihat dari bagaimana beliau menyusun dakwah, strategi berpolitik, berperang dan lain-lain. Selain memiliki sifat yang cerdas, beliau juga mencerdaskan karena ajaran Islam yang disampaikannya merupakan solusi terbaik bagi kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah”. (Q.S.Ali-Imran: [3]: 110).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pers Islam yang meneladani sifat fatonah Rasulullah saw berarti berusaha menjadikan dirinya hadir dihadapan khalayak selalu memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan kehidupan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://blogaryandi.wordpress.com/2010/03/01/karakteristik-pers-islam/#comment-232&quot;&gt;Ariyandi Gunawan&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2011/01/karakteristik-pers-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-9109509379038745894</guid><pubDate>Sat, 15 Jan 2011 01:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-15T08:24:18.819+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Islam</category><title>Terorisme, Perang Melawan Siapa?</title><description>Istilah terorisme telah mengglobal dan dibicarakan oleh hampir seluruh kalangan. Bahkan istilah atau kata terorisme telah dipergunakan oleh Amerika sebagai instrumen kebijakan standar untuk memukul atau menindas lawan-lawannya dari kalangan Islam. Perang melawan terorisme telah menjadi teror baru bagi masyarakat, khususnya kaum Muslimin yang berdakwah dan bercita-cita menjalankan syariat secara kaaffah. Lalu apakah pengertian sebenarnya dari istilah terorisme ini? Siapakah teroris yang sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Definisi Terorisme&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pertama dan utama dalam perdebatan seputar &quot;terorisme&quot; adalah masalah definisi. Tidak ada satu definisi pun yang disepakati oleh semua pihak. Terorisme akhirnya menjadi istilah multitafsir, setiap pihak memahaminya menurut definisi masing-masing, dan sebagai akibatnya aksi dan respon terhadap terorisme pun beragam.&amp;nbsp;Sebenarnya, istilah terorisme bukan suatu hal yang kompleks, bahkan secara bahasa istilah ini tidak mampu memberikan arti secara menyeluruh. Lalu kenapa orang lambat sekali dalam menempatkan definisi istilah ini?&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Dari fakta yang ada, terdapat sebuah kedengkian di balik semua ini, karenanya dibutuhkan definisi yang menyeluruh termasuk variasi komponen-komponennya dan batasan-batasan yang diperlukan dari aspek yang berlawanan dengan komponen tersebut. Dalam fikiran banyak orang sekarang ini justru membutuhkan banyak kalangan untuk mendefinisikan istilah ini supaya tidak menjatuhkan hukuman pada orang yang tidak bersalah atas sejumlah tindak kejahatan dan sejumlah kebenaran yang disimpangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terorisme menurut Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat adalah “Tindak kekerasan apapun atau tindakan paksaan oleh seseorang untuk tujuan apapun selain apa yang diperbolehkan dalam hukum perang yang meliputi penculikan, pembunuhan, peledakan pesawat, pembajakan pesawat, pelemparan bom ke pasar, toko, dan tempat-tempat hiburan atau yang sejenisnya, tanpa menghiraukan apa pun motivasi mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oxford’s Advanced Learner’s Dictionary, 1995 mendefinisikan Terorisme adalah Penggunaan tindak kekerasan untuk tujuan politis atau untuk memaksa sebuah pemerintahan untuk melakukan sesuatu (yang mereka tuntut), khususnya untuk menciptakan ketakutan dalam sebuah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan intelejen Amerika CIA mendefinisikan Terorisme Internasional sebagai terorisme yang dilakukan dengan dukungan suatu pemerintahan atau organisasi asing dan atau diarahkan untuk melawan nasional, institusi, atau pemerintahan asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Oxford Dictionary disebutkan : Terrorist : noun person using esp organized violence to secure political ends. (perorangan tertentu yang mempergunakan kekerasan yang terorganisir dalam rangka meraih tujuan politis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Encarta Dictionary disebutkan : Terrorism : Violence or the threat of violence carried out for political purposes. (Kekerasan atau ancaman kekerasan yang dilakukan demi tujuan politis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terrorist : Somebody using violence for political purposes : somebody who uses violence or the threat of violence, especially bombing, kidnapping, and assassanition, to intimidate, often for political purposes. (Seseorang yang menggunakan kekerasan untuk tujuan politis: seseorang yang menggunakan kekerasan, atau ancaman kekerasan, terkhusus lagi pengeboman, penculikan dan pembunuhan, biasanya untuk tujuan politis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. F. Budi Hardiman dalam artikel berjudul &quot;Terorisme: Paradigma dan Definisi&quot; menulis: &quot;Teror adalah fenomena yang cukup tua dalam sejarah. Menakut-nakuti, mengancam, memberi kejutan, kekerasan, atau mem­bunuh dengan maksud menyebarkan rasa takut adalah taktik-taktik yang sudah melekat dalam perjuangan kekua­saan, jauh sebelum hal-hal itu dinamai “teror” atau “terorisme”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah “terorisme” sendiri pada 1970-an dikenakan pada beragam fenomena: dari bom yang meletus di tempat-tempat publik sampai dengan kemiskinan dan kelaparan. Beberapa pemerintah bahkan menstigma musuh-musuhnya sebagai “teroris” dan aksi-aksi mereka disebut “terorisme”. Istilah “terorisme” jelas berko­notasi peyoratif, seperti juga istilah “genosida” atau “tirani”. Karena itu istilah ini juga rentan dipolitisasi. Kekaburan definisi membuka peluang penyalahgunaan. Namun pendefinisian juga tak lepas dari keputusan politis.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip dari Juliet Lodge dalam The Threat of Terrorism (Westview Press, Colorado, 1988), “teror” itu sendiri sesungguhnya merupakan pengalaman subjektif, karena setiap orang memiliki “ambang ketakutannya” masing-masing. Ada orang yang bertahan, meski lama dianiaya. Ada yang cepat panik hanya karena ketidaktahuan. Di dalam dimensi subjektif inilah terdapat peluang untuk “kesewenangan” stigmatisasi atas pelaku terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Memanfaatkan Terorisme Untuk Melawan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noam Chomsky, ahli linguistik terkemuka dari Massachussetts Institute of Technology, AS, telah menyebutkan kebijakan Amerika dan Barat terhadap Dunia Islam dengan isu &quot;terorisme&quot; ini sudah begitu kuat terasa sejak awal 1990–an. Tahun 1991, ia menulis buku &quot;Pirates and Emperor: International Terrorism in The Real World.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikelnya yang dimuat oleh harian The Jakarta Post (3 Agustus 1993), dan dimuat ulang terjemahannya oleh harian Republika dengan judul &quot;Amerika Memanfaatkan Terorisme Sebagai Instrumen Kebijakan&quot;, ia menulis bahwa Amerika memanfaatkan terorisme sebagai instrumen kebijakan standar untuk memukul atau menindas lawan-lawannya dari kalangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kebijakan Amerika dan Barat untuk memerangi dunia Islam dengan menggunakan isu &quot;perang melawan terorisme internasional&quot; sudah digulirkan sejak awal 1990-an, jauh sebelum kemunculan Taliban, apalagi Al-Qaeda, tragedi WTC maupun berbagai pemboman di sejumlah kawasan di dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, perang melawan terorisme yang digalang oleh Amerika, Barat dan antek-anteknya, sejatinya adalah perang malawan Islam dan kaum Muslimin. Targetnya adalah umat Islam, sampai kepada titik mengganti kurikulum pendidikan agama agar sesuai dengan nilai-nilai dan keinginan Barat. Upaya apapun untuk mengkaburkan hakekat ini, justru kontra produktif dan menguntungkan mereka-mereka yang membenci Islam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana Dengan Islam ?&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, istilah terorisme sendiri tidak pernah dikenal. Jikapun dicari padanan kata terorisme, maka yang dikenal adalah istilah Al Irhab, yang menurut Imam Ibnu Manzhur dalam ensiklopedi bahasanya mengatakan: Rohiba-Yarhabu-Rohbatan wa Ruhban wa Rohaban : Khoofa (takut). Rohiba al-Syai-a Rohban wa Rohbatan : Khoofahu (takut kepadanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa difahami bahwa kata Al-Irhab (teror) berarti (menimbulkan) rasa takut. Irhabi (teroris) artinya orang yang membuat orang lain ketakutan, orang yang menakut-nakuti orang lain. Dus, setiap orang yang membuat orang yang ia inginkan berada dalam keadaan ketakutan adalah seorang teroris. Ia telah meneror mereka, dan sifat &quot;teror&quot; melekat pada dirinya, baik ia disebut sebagai seorang teroris maupun tidak; baik ia mengakui dirinya seorang teroris maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, tidak diperbolehkan untuk melanggar kesucian kehidupan seseorang, baik secara lisan, fisik, maupun finansial, tanpa ijin atau hak dari Sang Pencipta, Allah SWT. Setiap Muslim memiliki kesucian jiwa, harta, dan kehormatan, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa membantu orang untuk membunuh kaum Muslimin bahkan dengan sebuah ucapan atau kurma, maka dia kafir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau demikian adanya, maka apa namanya ketika tentara Amerika datang dari jauh ke Irak untuk membunuh dan menawan kaum Muslimin, seraya mengklaim bahwa mereka memerangi teroris, yang diartikan (menurut) mereka dengan menghancurkan masjid-masjid, menawan para Muslimah, menginjak-injak Al-Qur’an sebagaimana mereka melakukannya juga di negeri-negeri kaum Muslimin lainnya ? Tindakan inilah yang merupakan akar permasalahan terorisme yang hingga saat ini terus berlanjut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Amerika, The Real Terrorist&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan di atas adalah fakta yang tidak terbantahkan. Terlalu banyak dan panjang catatan peristiwa sejarah Amerika yang dapat membuktikan bahwa Amerika adalah teroris sejati. Amerika dengan dukungan sekutunya NATO, berhasil menekan PBB untuk mengembargo Irak, pasca Perang Teluk Kedua (1991). Kaum Muslimin menjadi korban, tidak kurang 1,5 juta orang meninggal. Belum lagi mereka yang cacat dibombardir tentara Multinasional dalam Perang Teluk Kedua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lebih dari 12 tahun embargo, tahun 2003 Amerika dengan sekutu-sekutunya menginvasi Irak, menggulingkan pemerintahan, dan membentuk pemerintahan boneka. Dalam aksinya ini, Amerika telah membunuh ribuan kaum Muslimin, baik anak-anak, orang tua, maupun wanita. Semuanya demi kepentingan Amerika dan sekutunya. Apakah aksi-aksi brutal ini bukan sebuah bentuk teror, bahkan puncak dari teror ? Dus, Amerika dan sekutunya adalah teroris bahkan teroris sejati? Sayangnya media massa menyebut warga Irak yang mempertahankan negaranya dari agresi Amerika itulah yang teroris, fundamentalis, ataupun pemberontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh serupa terjadi di negeri-negeri kaum Muslimin lainnya, seperti Afghanistan, dan Pakistan. Bahkan contoh kasus negeri Muslim Palestina yang dijajah sejak tahun 1948 oleh Israel atas restu Amerika dan sekutunya, lebih menunjukkan lagi bahwa Amerika benar-benar teroris sejati. Serangkaian teror yang dilakukan agresor Israel atas kaum Muslimin Palestina tidak pernah mendapatkan sanksi. Tentu saja karena Israel dibesarkan dan dibela oleh Amerika. Setiap tahun, Amerika memberikan bantuan ekonomi kepada Israel tak kurang dari 3 miliar dolar USA. Ini belum terhitung bantuan militer yang dipergunakan untuk melakukan politik terornya kepada bangsa muslim Palestina yang tak bersenjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, semuanya sangat tergantung kepada definisi teror dan terorisme yang saat ini didominasi oleh definisi yang dibuat Amerika dan sekutu-sekutunya. Seandainya mereka membuat definisi standar &quot;teror dan terorisme&quot; yang dapat diterima semua pihak, mereka (Amerika) adalah pihak pertama dan teratas yang menempati daftar teror dan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika definisi teror adalah membunuh rakyat sipil yang tak berdosa; anak-anak, wanita dan orang tua, maka mereka adalah teroris paling pertama, teratas dan terjahat yang dikenal oleh sejarah umat manusia. Mereka telah membantai jutaan rakyat sipil tak berdosa di seluruh dunia; Jepang, Vietnam, Afghanistan, Iraq, Palestina, Chechnya, Indonesia dan banyak negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika definisi teror adalah membom tempat-tempat dan kepentingan-kepentingan umum, mereka adalah pihak yang pertama, teratas dan terjahat yang mengajarkan, memulai dan menekuni hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika definisi teror adalah menebarkan ketakutan demi meraih kepentingan politik, maka merekalah yang pertama, teratas dan terjahat yang melakukan hal itu di seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika definisi teror adalah pembunuhan misterius terhadap lawan politik, maka mereka adalah pihak pertama, teratas dan terjahat yang melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika definisi mendukung teroris adalah membiayai, melatih dan memberi perlindungan kepada para pelaku kejahatan, maka mereka adalah pihak yang pertama, teratas dan terjahat yang melakukan hal itu. Mereka bisa berada di balik berbagai kudeta di seluruh penjuru dunia. Aliansi Utara di Afghanistan, John Garang di Sudan, Israel di bumi Islam Palestina, Serbia dan Kroasia di bekas negara Yugoslavia, dan banyak contoh lainnya merupakan bukti konkrit tak terbantahkan bahwa The Real Terrorist adalah Amerika dan sekutu-sekutunya!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terorisme, Perang Melawan Siapa?&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini menjadi jelas siapa sebenarnya teroris sejati. Amerika bersama sekutunya telah melakukan teror kepada Islam dan kaum Muslimin sejak lama, diketahui bahkan direstui oleh dunia internasional. Ini sungguh tidak adil. Dunia diam saja dengan jumlah korban yang mencapai ratusan ribu dari umat Islam, namun berteriak-teriak lantang dan dipublikasikan luas jika dari pihak Amerika dan sekutunya yang terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas realita teror dan terorisme ini cukup memberi contoh bentuk teror yang hari ini wujud di pentas dunia. Perang terhadap terorisme yang dikampanyekan oleh dunia internasional hari ini, di bawah arahan Amerika, tanpa memberi definisi dan batasan yang jelas terhadap &quot;teror dan terorisme&quot; telah menjadi alat efektif kekuatan pembenci Islam, untuk memerangi Islam dan kaum Muslimin. Melalui kampanye media massa dan elektronik internasional, &quot;teror dan terorisme&quot; telah didistorsikan dan dikaburkan sedemikian rupa; definisi, batasan, substansi, tujuan dan bentuk kongkritnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika definisi teror dan terorisme distandarisasi, maka mereka yang akan menjadi pihak yang paling pertama, teratas dan terjahat yang terkena definisi tersebut. Oleh karenanya, mereka enggan memberikan definisi teror dan terosrime. Satu-satunya hal yang bisa dipahami seluruh umat manusia di dunia saat ini, bahwa &quot;teror dan terorisme&quot; versi hukum internasional (PBB yang mewakili kepentingan Amerika dan negara-negara adidaya lainnya) adalah Islam dan umat Islam, terutama umat Islam yang ingin hidup di dunia ini dengan merdeka penuh, bertauhid dan membela orang bertauhid, serta ingin menjalankan Islam secara kaafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bis Showab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;By: M. Fachry&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Arrahmah.Com International Jihad Analys Ar Rahmah Media Network&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.arrahmah.com/&quot;&gt;http://www.arrahmah.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2011/01/terorisme-perang-melawan-siapa.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-3573429381410356751</guid><pubDate>Sat, 15 Jan 2011 01:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-15T08:24:18.823+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Islam</category><title>Isu Terorisme di Indonesia</title><description>&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://irasional.blogspot.com/2011/01/isu-terorisme-di-indonesia.html&quot;&gt;Islam dan Isu Terorisme di Indonesia&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISLAM mengajar kita untuk menyelidiki kebenaran apa yang dilihat dengan sikap tabayyun. Dalam dunia akademik, kita selalu dilatih untuk bersikap kritis untuk bertanya tentang; Apa, Siapa, Bagaimana, Kapan, Di mana, dan Kenapa? Dalam falsafah, kita juga diajarkan untuk, “berikan 25% kepercayaan terhadap apa yang kita dengar, berikan 50% kepercayaanmu terhadap apa yang kamu lihat, dan percayalah setelah melakukan penyelidikan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejuang berani mati di Palestina yang berjuang untuk mempertahankan agamanya, nyawa, akal, keturunan dan harta , dikatakan sebagai “teroris” oleh konsep yang diciptakan oleh Barat yang menjadi “wayang” nya Yahudi Israel.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Namun, Israel yang menjajah Palestina, Amerika yang menghancurkan Iraq dan Afghanistan, Thailand yang membunuh umat Islam di Pathani, Fiilipina yang memerangi umat Islam di Moro, dan sebagainya, tidak disebut “teroris”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kajian ilmiah menyatakan, mayoritas rakyat Amerika tidak percaya dengan isu terorisme 11 september 2001, Usama, dan sebagainya itu. Seorang Profesor Amerika mengatakan, “terorisme” berlaku hampir di semua negara dari dan oleh berbagai agama, suku, dan kaum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman penjajahan --karena agama, nyawa, harta dan kehormatan mereka dijajah, ditindas, dan dizalimi-- para pejuang kemerdekaan muslim yang memerangi penjajah dengan peralatan dan seadanya, dikatakan sebagai “extremist” atau pengacau keamaan oleh penjajah ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Orde Lama (Orla), para pejuang kemerdekaan muslim yang telah mengorbankan harta, pemikiran, dan dirinya melawan penjajah, tetapi tidak setuju dengan kebijakan Soekarno, dianggap sudah mendekati dan bersahabat dengan komunis ateis, yang telah menyebabkan terbunuhnya jutaan anak bangsa yang tidak berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslim dituding sebagai kontra revolusi dan “diperangi” oleh Soekarno yang sama sekali tidak pernah ikut berperang mengangkat senjata melawan penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa Orde Baru (Orba), para pemikir muslim yang peduli dan khawatir dengan masa depan bangsa Indonesia yang hampir roboh karena pengkhianatan terhadap bangsa dan negara akibat budaya KKN yang dilakukan oleh para aparat negara, dikatakan tidak Pancasilais dan disingkirkan oleh Soeharto dengan berbagai cara. Padahal di waktu yang sama Soeharto dan kroninya melakukan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Reformasi, umat Islam yang ingin menjalankan ajaran Islam secara kaffah, memperjuangkan hak-hak mereka sebagai umat yang mayoritas, disebut sebagai “teroris” dan harus dibasmi dari akar-akarnya. Pelanggaran yang dilakukan oleh segelintir orang, dinisbatkan ke seluruh umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah sebenarnya yang layak disebut extremist, kontra revolusi, tidak Pancasilais, “teroris”? Siapakah sebenarnya pencinta keamanan, yang punya semangat revolusi, yang Pancasilais, dan yang paling bertoleransi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat logika sederhana saja. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Front Pembela Islam (FPI)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang melihat bahwa fungsi pemerintah terutama polisi, yang sangat lemah dalam mencegah kemungkaran yang melanggar undang-undang, berusaha “membantu“ tugas dan kerja polisi yang tidak bekerja dan tidak menjalankan tugasnya dengan baik dan benar itu, akhirnya harus menerima resiko sebagai “Islam garis keras” dan semua LSM meminta agar FPI dibubarkan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://nugaroblog.blogspot.com/&quot;&gt; “Teroris” Nasional&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kita sering dibuat lupa tentang “teroris” yang sangat dahsyat dan membunuh masa depan bangsa ini. Banyak “teroris” yang telah membunuh hak-hak rakyat di bidang politik, sosial, ekonomi, budaya, dan pembangunan, namun mereka justru tak mendapat perhatian. “Teroris” yang telah melanggar hak asasi manusia (HAM) bangsa Indonesia justru digaji, mendapat makanan yang sehat, perumahan yang layak, infrastruktur yang baik, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir bisa dipastikan, jika ada kasus besar menyangkut KKN di negeri ini, pasti akan ada isu baru dan membuat orang segera cepat lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat BBM dan harga Sembako naik, ada isu pembubaran FPI dan organisasi massa. Di saat para koruptor mengkhianati negara dan bangsa melalui berbagai kasus seperti Century, BII, Rekening Gendut Polisi, Gurita Cikeas dan sebagainya, lalu ada kasus video porno artis, penyergapan teroris, dan penangkapan Ustad Abubakar Ba’asyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Negara dan polisi bisa saja berdalih tak ada hubungan dengan pengalihan isu. Namun, cobalah turun ke warung, gang-gang dan terminal. Tanyakan pada masyarakat, apakah mereka percaya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bukan rahasia, agen-agen intel sering melakukan rekayasa kepada umat Islam. Dalam kasus-kasus terorisme, kebanyakan masyarakat sering hanya diberi “pertunjukan” betapa gagahnya Densus 88 menembak mati orang, tanpa ada data jelas tentang; Siapa, Mengapa, Kapan, Di mana, dan Bagaimana hal itu terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat aparat di Indonesia masih sangat jauh dari apa yang disebut dengan profesional bila dibandingkan dengan aparat di negara lainnya. Kita tidak pernah tahu statistik tingkat kriminal dan pelanggaran yang berlaku di negara ini. Berapa persen kasus yang diselesaikan oleh polisi dan bagaimana perkembangannya setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah polisi berhasil mengurangkan tingkat kriminalitas dan pelanggaran setiap tahun atau sebaliknya gagal total? Yang sering dirasakan masyarakat, adalah arogansi aparat keamanan kita, termasuk anggota polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sering ada ungkapan-ungkapan sinis di masyarakat. “Kalau kehilangan motor melapor ke polisi, Anda akan kehilangan sebuah mobil untuk membayar polisi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai ungkapan-ungkapan ini menjadi pemahaman yang diyakini masyarakat. Jika itu terjadi, yang rugi juga polisi dan aparat. Jangan sampai pula seperti di Malaysia. Di Malaysia, orang begitu malu menjadi tentara dan polisi, karena pekerjaan ini dianggap rendah. Mereka menjadikan pekerjaan sebagai polisi sebagai pilihan terakhir. Sering berlaku di Malaysia penerimaan anggota tentara dan polisi kurang dari harapan akibat kurangnya minat masyarakat Malaysia untuk menjadi tentara dan polisi. Begitu juga di negara lainnya, seperti Mesir dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu terorisme adalah tugas, tanggung jawab dan amanah yang harus dibuktikan oleh pihak kepolisian untuk kemudian diserahkan kepada kehakiman untuk diadili dengan profesional, seadil-adilnya tanpa rekayasa dan intervensi pihak asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah tugas, masyarakat awam tidak perlu dilibatkan untuk ikut serta dalam memikirkan apa yang sebenarnya menjadi tugas pihak polisi dan kehakiman. Perkara-perkara yang seharusnya menjadi tugas polisi ini tidak perlu menjadi konsumsi publik yang sengaja dibesar-besarkan oleh media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu terorisme, juga sangat tidak perlu publikasi secara besar-besaran untuk tujuan popularitas, sebagaimana sering terjadi di TV Indonesia. Herannya, di Indonesia, situasi ini justru jadi dagangan media, tanpa mengukur perasaan umat islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena di samping akan merugikan imej dan nama baik seluruh umat Islam yang mewakili 88% rakyat di negara ini, juga masalah terorisme memang adalah tugas dan tanggung jawab pihak polisi dan kehakiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aparat dan media harus peka dalam masalah. Imej yang merugikan kaum muslim akan dicatat dan disimpan umat Islam dalam waktu yang lama. Jika mereka terlukai perasaanya, luka itu belum tentu sembuh dalam waktu hanya beberapa tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus umat Islam jadi perhatian? Karena faktanya, mereka mayoritas di sini. Dan setiap isu terorisme, terutama media massa, pasti mengaitkannya dengan Islam. Jadi, bagaimana mungkin umat Islam bisa diam dan duduk tenang? &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://hidayatullah.com/&quot;&gt;[hidayatullah.com]&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2011/01/isu-terorisme-di-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-3195544036603773520</guid><pubDate>Mon, 10 Jan 2011 17:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-11T00:41:59.613+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Islam</category><title>Isu Terorisme, Kedok Memerangi Islam</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/_M2unWB0JCXM/TStEOVylpII/AAAAAAAAAjM/3qsntFHH7TA/s1600/kholil+ridwan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/_M2unWB0JCXM/TStEOVylpII/AAAAAAAAAjM/3qsntFHH7TA/s1600/kholil+ridwan.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh: KH. A Cholil Ridwan, Lc&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/i&gt;Pak Kiyai, isu terorisme kini dimunculkan kembali. Sebenarnya ada agenda apa dibalik isu tersebut?. Syukran atas jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ahmad, Jakarta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Memang benar bahwa saat ini isu terorisme telah dicuatkan kembali. Dalam konteks nasional kekinian, tidak sedikit tokoh Islam yang menengarai adanya pengalihan isu yang dilakukan aparat/pemerintah untuk menutupi sejumlah kasus besar di negeri ini, baik kasus Century Gate maupun soal makelar kasus (markus) di tubuh kepolisian yang menyeret sejumlah oknum petinggi Polri. Opini umum yang awalnya mengarah ke pemerintah dan institusi kepolisian kini bergeser ke persoalan terorisme. Sementara media massa digunakan sebagai corong untuk memuluskan agenda ini.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Dalam konteks global, sesunggunya perang melawan terorisme adalah perang melawan Islam dan gerakan Islam (harakah Islamiyah). Memang bukan semua gerakan Islam, melainkan gerakan Islam yang berjuang untuk menerapkan syariat Islam secara kaafah. Karena jika perjuangan penerapan syariat Islam berhasil, maka akan banyak sekali kepentingan Amerika Serikat yang akan terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Muhammad Luthfi, MA dalam disertasinya yang berjudul Al Da’wah Al Islamiyah Al Mua’shirah Dirasah Wasfiah Tahliliyah di Universitas Islam Omm Durman, Khartum, Sudan membenarkan hal ini. Beliau menyimpulkan bahwa secara umum perang melawan terorisme bertujuan untuk memeras kaum muslimin dan negeri-negeri Islam. Secara khusus sasarannya adalah organisasi-organisasi Islam. Menurut beliau, AS berambisi agar semuanya tunduk dan patuh terhadap kehendaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bukti yang menguatkan hal ini. Pertama, AS hanya memaknai teroris sebagai orang dan kelompok yang dalam prinsip dan kegiatannya tidak sesuai dengan kepentingan AS. Sebaliknya, meski terang-terangan melakukan kekerasan, membantai dan mengusir penduduk Palestina hingga detik ini, Israel misalnya, tidak disebut teroris. AS juga tidak berusaha menangkapi tokoh-tokoh Israel seperti Yizthak Rabin, Ariel Sharon, dan lain-lainnya yang jelas-jelas telah melakukan teror terhadap penduduk Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pada kenyataannya, perang melawan terorisme memang ditujukan pada gerakan Islam. Lebih dari 90% dari daftar Foreign Terrorist Organization (FTO) adalah individu dan kelompok Muslim. Di dalamnya justru tidak terdapat nama-nama orang atau organisasi yang sudah terkenal sebagai teroris, misalnya para teroris ekstremis Irlandia Utara, kelompok separatis Basque ETA, dan organisasi 17 November di Yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, perang melawan terorisme juga tidak dapat dilepaskan dari the global war on terrorism yang dipimpin oleh AS pasca peristiwa 11 September 2001. Dengan politik stick and carrot, AS membagi negara-negara di dunia menjadi dua, ikut bersamanya atau bersama teroris sebagaimana ucapan mantan Presiden George W Bush, ”Either You Are With Us or With Terrorist”. Jika memilih bersama AS, negara-negara di dunia akan mendapatkan bantuan (carrot), sementara jika memilih bersama ’teroris’ maka AS beserta sekutunya tak segan memberikan ‘stick’ berupa serangan militer, sebagaimana yang dilakukan AS terhadap Afghanistan dan Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini ternyata Indonesia memilih bersama AS untuk menjalankan agenda perang melawan teroris dan mendapatkan ‘carrot’. Salah satu bukti yang menguatkan hal ini adalah pembentukan Detasemen Khusus (Densus) 88. Berdasarkan dokumen Human Right Watch (HRW) tentang Counter Terorism yang dilakukan AS, pembentukan Densus 88 di Indonesia didanai AS sebesar 16 juta dollar, dan sebelumnya pada tahun 2001 Polri telah menerima dana untuk penanganan terorisme sebesar 10 juta dollar. Informasi ini dikuatkan dalam situs Wikipidia yang menyebutkan bahwa pasukan khusus ini dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat melalui bagian Jasa Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service) Departemen Negara AS dan dilatih langsung oleh instruktur dari CIA, FBI dan U.S Secret Service. Kebanyakan staf pengajarnya adalah bekas anggota pasukan khusus AS. (lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Detasemen_Khusus_88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, sejatinya perang melawan terorisme khususnya yang dijalankan oleh Densus 88 di Indonesia saat ini tidak bisa dilepaskan dari agenda global perang melawan terorisme yang dikomandani AS. Tujuan puncaknya, sebagaimana yang dikatakan oleh Dr. Muhammad Abbas dalam kitabnya Bal Hiya Harbu Ala Al Islam adalah memerangi Islam. Oleh karena itu umat Islam harus mewaspadai agenda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Mereka membuat makar dan Allah pun membuat makar. Dan Allah itu Maha Pembuat Makar&quot;. (QS. Ali Imran [03]: 54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu a’lam bishawab.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://www.suara-islam.com/&quot;&gt;KH. A Cholil Ridwan, Lc&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2011/01/isu-terorisme-kedok-memerangi-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_M2unWB0JCXM/TStEOVylpII/AAAAAAAAAjM/3qsntFHH7TA/s72-c/kholil+ridwan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-4913901385780843408</guid><pubDate>Mon, 10 Jan 2011 17:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-11T00:41:59.616+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Islam</category><title>Isu Terorisme untuk Mengalihkan Kasus Susno Duadji</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_M2unWB0JCXM/TStDrGeNlJI/AAAAAAAAAjI/4CBILv833-Y/s1600/munarman-fui.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_M2unWB0JCXM/TStDrGeNlJI/AAAAAAAAAjI/4CBILv833-Y/s1600/munarman-fui.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Penangkapan dan penembakan terhadap sejumlah aktivis Islam yang dituduh sebagai pelaku terorisme akhir-akhir ini sesungguhnya hanyalah cara kepolisian untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus yang menimpa mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut diungkapkan oleh Susno Duadji ketika menerima delegasi Forum Umat Islam (FUI) di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jumat siang.&amp;nbsp;“Pak Susno mengiyakan itu”, jelas Ketua Tim Advokasi FUI Munarman, SH di depan Mako Brimob sesusai membesuk Suno Duadji.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Munarman menambahkan bahwa Susno Duadji sangat sangat paham bahwa isu-isu yang terkait terorisme itu adalah bagian dari sebuah rekayasa opini. “Untuk menutup tabir supaya teman-teman pers beralih ke isu terorisme”, pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delegasi perwakilan ormas Islam yang dikoordinir oleh Forum Umat Islam (FUI) selain Munarman, antara lain Ketua DPP FPI Habib Muchsin A. Alattas, Sekjen Hizb Dakwah Islam (HDI) H.M Mursalin, Ketua Umum GARIS H. Chep Hernawan, perwakilan MMI, Al Irsyad Al Islamiyah dan para habaib. Dalam pertemuan itu Susno Duadji mengaku dalam kondisi sehat wal afiat. (Shodiq Ramadhan)&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.suara-islam.com/&quot;&gt;http://www.suara-islam.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2011/01/isu-terorisme-untuk-mengalihkan-kasus.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_M2unWB0JCXM/TStDrGeNlJI/AAAAAAAAAjI/4CBILv833-Y/s72-c/munarman-fui.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-2821098947977175347</guid><pubDate>Mon, 10 Jan 2011 17:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-11T00:41:59.619+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pers Islam</category><title>GENERASI NU SEHARUSNYA MELIRIK RUANG KOSONG PERS ISLAM</title><description>Presiden John Fitzgerald Kennedy pernah menyatakan lebih takut kepada seorang wartawan daripada seribu tentara. Hal ini bisa saja hanya ungkapan eufimisme dalam menyikapi industri pers. Bahkan ada oknum yang berani mengatakan pers tak lebih keji dari seekor anjing. Separah itukah kesehatan pers saat ini? Lantas, bagaimana dengan nafas pers yang menyandang nama kehormatan Islam? Apakah ia ikut bermain-main di kandang lawan ataukah justru tidak sadar telah menjadi bulan-bulanan Pers Barat?&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Memang pada misi awal, pers hanya berfungsi sebagai media penyalur informasi yang menyuguhkan data dan fakta. Selepas itu saat ini dunia jurnalistik modern yang tak lagi berkutat pada kepenulisan telah mengadopsi fungsi lain yakni entertainment, education dan public opinion reader (mempengaruhi khalayak). Dunia jurnalistik modern yang mencari lahan lain seperti media elektronik sebagai bahan produknya itu berada diposisi terpenting dalam membangun pendapat umum seperti apa yang telah dirancang produsennya. Maka, tak heran kalau Av Westin mengatakan dalam bukunya News Watch bahwa berita televisi megubah cara berfikir pemerintah dan orang Amerika. Ini tidak menutup kemungkinan terjadi hal yang sama pada pola pikir masyarakat non Amerika. Karena pada dasarnya barang siapa yang menguasai informasi, berarti mempunyai potensi untuk mempengaruhi opini orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Membincang pers Islam, dalam bukunya Tantangan Media Informasi Islam Ainur Rofiq Sophiaan mengemukakan bahwa sampai saat ini media Islam belum memiliki formulasi yang jelas untuk menandingi pers Barat yang mayoritas dikuasai oleh orang-orang Yahudi. Tak hanya itu, ternyata perjalanan pers Islam terkepung oleh pasar media lain. Betapa tidak, perkembangan pers Islam hanya bisa dikatakan tersengal-sengal, produk yang dilempar ke tengah pasar hanya berupa paparan-paparan visi misi Islam. Pers Islam hanya mengetengahkan aspirasi ummatnya yang mayoritas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh ditanggapi secara sepihak sepertinya Pers Islam seakan-akan merasa ada yang kurang jika tidak membubuhi kutipan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits. Tapi, bukan berarti ini sesuatu yang buruk. Sebab pada dasarnya memang tujuan penerbitan adalah adanya suatu kepentingan. Dan kalau hal ini terus dibiarkan tanpa mengkombinasikan fungsi lain ke dalam pers Islam maka, secara tidak langsung pola pikir konsumen akan dibatasi ruang geraknya.&lt;br /&gt;Masalah NU sendiri, yang penulis temukan melulu hanya pada pembahasan mengenai tantangan-tantangan pergolakan Ideologi, pernyataan tegas wajib rujuk pada Khittah NU, kepentingan politik yang bercampur aduk dengan misi awal berdirinya NU dan beberapa gap lain yang tidak bisa disebutkan semuanya. Namun setelah lelah membahas perkara-perkara yang muncul kepermukaan, solusi-solusi yang tepat belum terbaca dan terpetakan. Walaupun spesialis-spesialis NU sendiri berusaha menggembar-gemborkan kewajiban munculnya kader-kader NU yang benar-benar siap meredakan pergolakan Ideologi. Kenyataannya itu semua hanya angan-angan yang abstrak sebab generasi tua sendiri bisa dikata kurang merangkul dan mengayomi generasi mudanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bukan tanpa alasan pernyataan diatas terlontarkan karena memang pada prakteknya banyak generasi yang lahir di kalangan NU tulen tapi dibesarkan, dididik dan diayomi ormas-ormas lain. Kalau itu masih dibiarkan berlarut maka jangan harap NU akan bergerak menuju progressbersama kader-kader unggul.&lt;br /&gt;Padahal kalau mempertimbangkan perkataan Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad, Rais Pimpinan Pusat Majelis Ilmi Jam’iyatul Qurra wal Huffazh NU kita akan mengamini pernyataannya yang mengatakan bahwa kekuatan NU sangat diperhitungkan oleh masyarakat global, terutama Amerika Serikat. Hal ini mengingat NU dengan pengikut terbanyak menjadi jangkar strategis kekuatan Islam moderat dunia. Sebuah catatan, bukan berarti lantas kita bisa berleha-leha karena posisi kita boleh dikata lumayan ditakuti. Seharusnya kita sadar kalu secara perlahan musuh kita sedang mencari-cari waktu dan kesempatan saat kita lengah. Dan salah satu senjata mereka adalah industri pers.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Menilik kembali penjelasan diawal, ternyata pers Islam perlu mendapat perhatian khusus sebab banyak ruangannya yang tak terisi. Bagaimana mau terisi kalau pers dunia lebih-lebih di Indonesia, bisnis pers dan penerbitannya masih saja dikuasai Zionis Internasional. Dan tantangannya sekarang, produk yang mereka suguhkan ke public juga tentang Islam dan Ummat Muslim. Bahkan ada media yang samapi menjapai rekor tiras dalam memuat cover story tentang Islam. Mereka berkeyakinan bahwa barang siapa ingin menakhlukkan musuh dia harus menguasai ilmu dan karakternya dengan berpura-pura bersahabat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu prolem yang mencuat saat ini adalah proseseditorial policynya yang hanya menampakkan visi yang serupa dengan pers Islam pada waktu-waktu tertentu saja. Seperti ketika industry marak dengan perdebtan RUU Peradilan Agama, RUU Pendidika Nasional dan sebagainya. Lepas dari itu mereka menampilkan isu dan fitnah yang dsetting seakan-akan Islamlah dalang utamanya. Tak heran kalau public lebih mempercayai omongan dedengkot zionis ketika pemuka islam mencoba melakukan pembelaan terhadap Islam tentang tuduhan sebagai agamanya para teroris.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa catatan dan analisis tentang rahasia kekuatan zionisme yang penulis temukan di sebuah buku kecil karangan Ainur Rofiq Sophiaan yang mungkin lepas dari perhatian cendekia muda khususnya calon jagung NU. Padahal buku ini setebal 137 halaman itu telah tercetak sejak tahun 1993. Penulis berani menyimpulkan bahwa buku ini nyaris tak tersentuh kaum cendekia karena sampai saat ini masih saja terdengar pernyataan bahwa pers Islam jauh tertinggal pengaruhnya dibanding pers Barat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ainur berusaha menunjukkan rahasia kekuatan Zionisme dengan menuliskan hasil interogasi Ketua Komisi Penyelidik Amerika terhadap Isadore Hamlin, Direktur Seksi Agen Yahudi Amerika tentang memorandum tanpa tanggal berjudul Dewan Zionis Amerika Komisi Informasi dan Hubungan Masyarakat. Ada sekitar sepuluh program kerja selama setahun yang berkisar antara tahun 1962-1963. Diantaranya yakni, pertamadibagian majalah, dengan memperalat para redaktur dengan mendorong menerbitkan artikel-artikel yang sesuai dengan misi terkait dalam majalah besar, mencetak serta menyebarluaskannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kedua, di bagian Televisi, Radio dan Film yakni dengan mengatur pembicaraan, wawancara, melayani permintaan film dan mengendalikan orang-orang terkemuka. Ketiga, mengendalikan tokoh-tokoh kunci dan kelompok-kelompok agama dan membuat serangan balik atas materi-materi yang menyakitkan karena isinya hanya fitnah belaka.Keempat, mengendalikan tokoh-tokoh akademis, memantau dan menyerang balik materi-materi dalam pers kampus.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kelima, mengendalika redaktur pers harian dengan menerbitkan artikel-artikel melalui sindikat penulis, kolumnis dan sebagainya. Keenam, membantu penerbit menerbitkan buku-buku berharga, menyebarkannya ke perpustakaan umum dan perguruan tinggi. Ketujuh, memanfaatkan pembicara-pembicara handal untuk menyajikan kajian-kajian mengenai misi terkait. Kedelapan, bersekongkol dengan berbagai organisasi local dan nasional. Kesembilan, menerbitkan petunjuk dan bahan tentang masalah yang controversial. Dan yang kesepuluh, membantu para pengatur pendapat umum.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui ini, aneh kalau masih tidak percaya kekuatan barisan mereka. Inilah penghalang sebenarnya dari pers Islam yang kemudian dituntut untuk melacak sejauh mana prefensi yang dikembangkan pers Islam itu berada di garda depan persaingan global sehingga membuka khazanah Islam seluas-luasnya.&lt;br /&gt;Selain itu mujahid pers Islam dituntut untuk professional dalam keseluruhan mekanisme menejemen pers, redaksional, pemasaran dan keuangan. Kenapa menejemen keuangan diperlukan? Itu karena mirisnya pers Islam yang kurang memperhatikan nasib wartawan-wartawan muslim. Dengan menyandarkan diri pada dalih Lillahi Ta’ala pimpinan-pimpinan pers Islam telah mendholimi karyawannya. Padahal didalam Al-Qur’an dan Al-Hadits telah jelas tertulis mengenai kewajiban menggaji buruh/ karyawan. Resikonya adalah wartawan muslim handal harus memilih hengkang dari pers Islam dan terpaksa mengabdikan diri pada Pers Islam imitasi karena kebutuhan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang perlu ditulis dalam note book kita bahwa ruang lingkup pers tak hanya terbats pada media cetak saja tapi, juga pada media elektronik seperti TV, Radio dan jejaring Internet. Tiga bekal dari Allah untuk siapa saja yang siap menjadi wartawan muslim dan pejuang pers Islam yakni, check and recheck (Q.S. Hujurat : 7) well informed (Q.S. Isra’ : 36) dan selektif (Q.S. Furqon : 72). Dan…mau dibawa kemana pers Islam kita?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://mengabdiintelektual.blogspot.com/&quot;&gt;http://mengabdiintelektual.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penulis : &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/profile/02487878924702548884&quot;&gt;Iftitah Hidayati&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2011/01/generasi-nu-seharusnya-melirik-ruang.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-7449259384576667032</guid><pubDate>Mon, 10 Jan 2011 17:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-11T00:41:59.624+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pers Islam</category><title>MENGISLAMKAN PERS DAN MEMPERSKAN ISLAM</title><description>&lt;i&gt;&lt;b&gt;Oleh : Syamsu-l Arifyn Munawwir&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pers telah menjelma salah satu kekuatan paling berpengaruh di dunia. Pers dapat mengarahkan opini publik terhadap suatu isu. Dengan pengaruhnya itu, pers dapat menjadi media dakwah agama yang berpengaruh luas. Atau setidaknya, mendukung perkembangan keagamaan. Namun di sisi lain, pers juga dapat menghambat perkembangan keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Banyak contoh betapa pers begitu berpengaruh. Pemberitaan bias tentang runtuhnya WTC di AS pada 11 September 2001 membuat banyak orang Barat mengidentikkan orang Muslim dengan teroris; pemuatan karikatur Nabi Muhammad r di koran Denmark Jylland Posten menyulut demo anarkis di berbagai belahan dunia;pemberitaan tuntutan pembubaran Ahmadiyah menimbulkan pro-kontra yang luas di Indonesia; dan liputan serangan membabi buta Israel ke Gaza Palestina menimbulkan simpati pada Palestina dari berbagai agama dan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mengislamkan Pers&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengaruh yang sedemikian, pers layak diperhitungkan sebagai media dakwah keagamaan. Namun, yang menjadi kendala, tak semua media pers dapat dan mau diajak bekerjasama menyampaikan dakwah. Dalam hal ini, ada dua macam pers: (1) pers Islam, dan (2) pers umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sebenarnya pers Islam itu? Drs. H.M. Baharun, SH., MA. dalam Wawasan Jurnalistik Global (1999) menjelaskan, “Muktamar Mass Media Islam Sedunia I (September, 1990, di Jakarta) telah berusaha merumuskan kriteria Pers Islam. Disebut-sebut, bahwa yang dikategorikan sebagai Wartawan Muslim itu, sudah jelas adalah seorang Muslim yang menulis dari sudut pandang Islam. Menyampaikan dan menganjurkan pesan (missi) Islam dan membelanya dengan ide dan gagasan akidahIslamiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selanjutnya ditetapkan, bahwa yang disebut sebagai Pers Islam itu, ialah segala liputan dan tulisan lainnya yang senantiasa mendasarkan pemberitaannya atas kebenaran Islam dengan cara dan metode yang diatur agama Islam, yakni bi al-mauizhah al-hasanah (pendekatan yang baik). Hingga memungkinkan terjalinnya pengertian pembaca terhadap Islam. Dengan kata lain, Pers Islam itu harus selaras dengan tuntunan Islam itu sendiri. Bukan sebaliknya, Pers Islam di luar metode dan aturan Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya, pers umum lebih banyak daripada pers Islam. Bahkan telah umum diketahui bahwa pers dunia banyak dikuasai orang-orang Yahudi. Maka, tak heran bila dakwah dan perkembangan keagamaan Islam tak banyak mendapat perhatian dari kebanyakan media. Kalaupun ada liputan keagamaan, isinya belum tentu sesuai dengan harapan Muktamar Mass Media Islam Sedunia I di atas. Bahkan tak jarang malah menyudutkan Islam, sebagaimana liputan runtuhnya WTC dan kartun nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tak semua pers tertarik mengusung atau menyelipkan dakwah Islam? Barangkali dua hal menjadi faktor utama.Pertama, kurangnya ghirah keislaman di kalangan pemilik dan pengelola pers. Hal ini bisa disebabkan kurangnya pemahaman agama, bisa juga karena ketidakpedulian terhadap masalah keagamaan. Kedua, pertimbangan pemasaran, dimana tampilan yang islami dianggap hanya menarik sebagian kecil pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja pers umum Indonesia menyadari pentingnya menyelipkan dakwah Islam yang rahmatan lil-alamin dan pers Islam lebih banyak dan lebih inovatif, tentu kehidupan kebangsaan dan keberagamaan di tanah air akan lebih baik dan lebih rukun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, menarik ungkapan KH A. Mustofa Bisri—ulama yang juga dewan redaksi/penasehat berbagai media—bahwa dalam berdakwah dengan media perlu dibedakan antara dakwah dan amar makruf nahi munkar. “Dakwah itu ‘ngajak. Jadi ada suatu nuansa bujukan—dalam tanda kutip—karena ‘ngajak. Karena itu harus ada hikmah, ada kearifan, ada kebijaksanaan…. Berbeda dengan amar makruf nahi munkar. Amar makruf nahi munkar itu untuk kalangan sendiri yang sudah masuk ke ‘sabili rabbi’. Jadi ada dua kelompok. Yang satu sudah masuk dalam jalan Allah, yang satu belum di jalan Allah. Yang belum di jalan Allah, ini diajak. Yang sudah, di-amar makruf nahi munkar. Pengertian menurut saya begitu. Karena ayatnya beda-beda.” (Buletin SIDOGIRI,001/Sya’ban-Ramadhan 1426)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) telah membuat Sepuluh Pedoman Penulisan Bidang Agama pada 23 Desember 1979, sebagai pegangan moral bagi wartawan Indonesia. Wartawan dituntut memahami pedoman ini dengan kesadaran bahwa agama mempunyai peranan positif dan penting dalam pembangunan negara dan dalam pembinaan akhlak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memperskan Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pers demikian berpengaruh, tak heran sejumlah ulama juga berdakwah Islam melalui pers. Misalnya, Syekh Muhyiddin al-Khayyath (1875-1889) penulis Durusut-Tarikh al-Islami,adalah ulama yang juga wartawan. Ia menjadi redaksi surat kabar terkemuka di Beirut, al-Iqbal dan al-Ittihad al-Utsmani. Syekh Yusuf al-Asir ash-Shaidawi asy-Syafii (1815-1889), guru al-Khayyath, juga ulama sekaligus wartawan. Demikian pula Syekh Musthafa al-Ghulayaini (1886-1945) penulis Izhzhatun-Nasyi’in,Ulama sekaligus wartawan. Ia penerbit Majalah Nibras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh modernis seperti Syaikh Jamaluddin al-Afghani (1838-1897) dan Syaikh Muhammad Abduh (1849-1905) menebarkan ide-idenya lewat majalah al-Urwatul-Wutsqa, Sayid Muhammad Rasyid Ridla (1865-1935) dengan majalah al-Manar,Syaikh Muhammad ibn Salim al-Kalali dan Syaikh Muhammad Thaher ibn Muhammad Jalaluddin al-Azhari mendirikan majalahal-Imam pada 1906 di Singapura. Tokoh terakhir ini bersama Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau juga mendirikan majalah al-Munir pada 1911.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Machfudz Shiddiq (1907-1944), Ketua Umum PB NU, ulama sekaligus wartawan. Ia aktif menulis di Soeara NO hingga menjadi pemimpin redaksinya. Ketika Soeara NO berubah menjadi koranBerita NO, ia juga terlibat aktif di dalamnya. Dan KH A. Wahid Hasyim (1914-1953), Menteri Agama dan Ketua Umum PB NU, ulama sekaligus wartawan, pemimpin redaksi Suluh NU, dan kolumnis di berbagai media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Dr KH HAMKA (1908-1981), ketua MUI pertama dan anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ulama sekaligus jurnalis dan sastrawan terkemuka. Ia menulis di majalah Khatib al-Ummah, pemimpin redaksi Tabligh Muhammadiyah, Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat, dan Gema Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof KH Saifuddin Zuhri (1919-1986), Menteri Agama dan Sekjen PB NU, ulama sekaligus wartawan. Pertama-tama menjadi koresponden surat kabar Pemandangan dan Darmokondo,membantu kantor berita Antara, rajin menulis di Berita Nahdlatoel Oelama, Soeloeh Nahdlatoel Oelama, Soeara Ansor,surat kabar Hong Po, mingguan Pesat, Politik, Penggugah, dan lain-lain, sampai menjadi Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi surat kabar Duta Masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain banyak ulama yang sekaligus wartawan, banyak pula ulama yang berdakwah dan menulis hal-hal keagamaan di media massa, seperti KH A. Wahid Hasyim, Mohammad Natsir, Prof KH Saifuddin Zuhri, Prof Dr KH HAMKA, KH Abdurrahman Wahid, DR KH M.A. Sahal Mahfudh, KH A. Mustofa Bisri, KH Abdul Muchit Muzadi, dan KH Salahuddin Wahid. Sedang ulama yang menulis di majalah pesantrennya adalah KH Abdullah Faqih Langitan, Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf Pasuruan, KH Zuhri Zaini Probolinggo, dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pesantren memang menyadari besarnya pengaruh pers sebagai sarana dakwah, sehingga menerbitkan media massa. Misalnya, PP Tebuireng Jombang menerbitkan majalahTebuireng, PP Sidogiri Pasuruan menerbitkan Buletin SIDOGIRI,PP Lirboyo Kediri menerbitkan majalah Misykat, PP Sunniyah Salafiyah Pasuruan menerbitkan majalah Cahaya Nabawiy, PP Gontor Ponorogo menerbitkan majalah Gontor, dan PP Nurul Jadid Probolinggo menerbitkan majalah Alfikr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin tahun rasanya pers Islam memang semakin semarak. Selain harian Republika yang diterbitkan ICMI dan majalahRisalah dan Aula yang diterbitkan NU, ada majalah Hidayah, Suara Hidayatullah, Alkisah, Sabili, Cahaya Sufi, Almihrab, dsb. Ditambah lagi dengan munculnya majalah-majalah pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ini patut didukung. Tetapi juga tak bisa dipungkiri masih banyak ulama dan pesantren yang tak tertarik memanfaatkan pers sebagai media dakwah. Berdasar data Departemen Agama tahun 2005, terdapat 14.656 pesantren di Indonesia. Dari jumlah itu, tampaknya tak sampai 20 persen pesantren yang menerbitkan majalah. Dan kalau diperkirakan jumlah ulama Indonesia sebanyak 10 juta, tampaknya tak sampai 10 persen yang berdakwah lewat media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill Kovich, wartawan terkemuka Amerika, sering mengatakan, “Kalau ada satu hal di luar agama yang berguna buat kehidupan orang banyak, itu adalah jurnalisme.” Nah, bagaimana kalau agama dan jurnalisme digabungkan, dengan memperbanyak dan memperkuat pers Islam? Tentu akan semakin besar manfaatnya bagi orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. andreasharsono.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Baharun, SH., MA, Drs. H.M. 1999. Wawasan Jurnalistik Global. Surabaya: Bina Ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bashri, Yanto &amp;amp; Retno Suffatni (ed.). 2004.Sejarah Tokoh Bangsa. Yogyakarta: Pustaka Tokoh Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Buletin SIDOGIRI, edisi 001/Sya’ban-Ramadhan 1426&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Fadeli, H Soeleiman &amp;amp; Mohammad Subhan. 2007. Antologi NU: Sejarah- Istilah-Amaliah-Uswah.Surabaya: Khalista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Lembaga Penelitian dan Studi Islam. 1999.Guruku di Pesantren. Pasuruan: LPSI Pondok Pesantren Sidogiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/&quot;&gt;http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;*) Penulis adalah Kepala Perpustakaan Pondok Pesantren Sidogiri dan Staf Pengajar Sejarah di Madrasah Miftahul Ulum tingkat Tsanawiyah Pondok Pesantren Sidogiri. Tulisan ini dimuat di Buletin Sidogiri Edisi 37/TahunIV/Rabiul Awal 1430 H&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2011/01/mengislamkan-pers-dan-memperskan-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-2870486311164839163</guid><pubDate>Mon, 10 Jan 2011 17:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-11T00:41:59.628+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pers Islam</category><title>TUNTUTAN ISTIQOMAH TERHADAP MEDIA ISLAM</title><description>Fungsi kehadiran pers dalam sebuah tatanan masyarakat, antara lain menyajikan informasi selengkap mungkin tentang apa saja yang terjadi dalam masyarakat kepada masyarakat secara objektif, melakukan fungsi kontrol yang konstruktif menyalurkan aspirasi rakyat seklaigus meluaskan komunikasi dan partisipasi rakyat. Dimana kesemuanya itu didasarkan pada tanggung jawab fundamental yakni selalu menyajikan kebenaran terus-menerus tanpa ampun.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Untunglah Kebebasan pers itupun telah dijamin dalam Undang-undang (UU) Nomor 40 tahun 1999 disebut dengan UU Pers, yang mengatur kebebasan pers. Namun dengan adanya kebebasan pers yang telah dijamin oleh UU Pers pers tetap saja masih kerap menemui berbagai persoalan dan hambatan. Persoalan dan hambatan bagi insan sejati—yang setia kepada idealisme yakni kejujuran, kebenaran, dan objektif. setidaknya datang baik dari intern pers maupun eksternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya pesoalan dari internal seperti munculnya cowboy Journalism/ yaitu media kebablasan dan media cabul. Tulisan dan gambar yang mengekspolitasi seks dan wanita makin marak menghiasi wajah pers kita sehingga menimbulkan stigma pers kita cenderung liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk masih berlakunya budaya “amplop” di kalangan wartawan yang sering terjadi dipeliputan seminar-seminar atau dengan sengaja dilakukan oleh pihak-pihak terkait yang kasusnya tidak ingin dipublikasikan oleh wartawan dengan tujuan tertentu. hal ini tentunya Menyebabkan ketidak berpihakan wartawan terhadap pubik dalam mengungkap fakta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi hal tersebut Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, berpendapat guna mencegahnya budaya amplop yang masih merebak di kalangan pekerja pers tidak lain adalah dengan meningkatan kesejahteraan kehidupan para pekerja pers. Sebab dengan meningkatkan kesejahteraan wartawan maka kebiasaan wartawan menerima amplop bisa dihilangkan. Karena Sudah menjadi rahasia umum bahwasanya para wartawan memang secara penghasilan murni dari institusi media jauh dari kata layak dan sejahtera. Jadi ketika disodorkan amplop wartawan pun tidak segan-segan menerimanya demi memenuhi hajat hidup. Ironis memang, namun itulah kenyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang faktor dan hambatan yang datang dari eksternal bagi kebebasan pers ialah maraknya ancaman oleh kepentingan sejumlah individu atau kelompok yang bisa maupun tidak memperalat negara untuk menghantam kebebasan pers sendiri. Artinya kebebasan pers tidak lagi vis a vis langsung dengan kesewenang-wenangan negara pemerintah sebagaimana di rezim otoriter soeharto melainkan non-pemerintah yang acapkali mengganggu bagi jalannya kebesan pers yang telah dijamin dalam UU Pers. Kasus “pendudukan” kantor Jawa Pos oleh anggota Banser (pendukung Gus Dur) pada tanggal 06-07 Mei 2000, berakibat tidak terbitnya harian itu pada tanggal tersebut serta penyerbuan kantor redaksi majalah Tempo pada 2002 lalu oleh sekelompok orang pendukung Tommy Winata adalah fakta-fakta yang tak terbantahkan sesiapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk kepentingan kaum pengiklan atau pemodal yang berusaha menekan media untuk menciptakan “kesadaran palsu”, kepada masyarakat demi kepentingan akumulasi modal yang bisa menjamin masa depan kapitalisme sendiri sekaligus menciptakan masyarakat kapitalis-materialistik. salah satu contoh nyata adalah, penyajian tayangan-tayangan infotainment dan juga sinetron-sinetron yang jauh dari realitas sosial kita termasuk tentang kuliner yang mengarahkan masyarakat menjadi konsumtif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi kenyataan itu, Redaktur Buletin Suara Islam sekaligus Direktur An- Nashr Instute (Munarman) menjelaskan, hal ini dikarenakan media-media saat ini 85 persen kebijakan atau politik redaksinya di bawah hegemoni Yahudi. Dimana Yahudi memang mengingini masyarakat Indonesia mayoritas Islam jauh dari nilai-nilai akidah islam sendiri. Munarman menambahkan cara menjauhkan masyarakat terhadap nilai-nilai dan akidah Islam yaitu dengan menayangkan program-program yang mengarahkan ke arah liberal. serta pembentukan opini umum atau public opinion guna menciptakan tatanan masyarakat materialistik yang berada dalam kendali media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita dan fakta-fakta yang berkaitan dengan kepentingan Islam menurutnya sengaja dibenamkan. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak berpaling pada isu-isu atau masalah Islam sendiri, yang bisa menggugah kesadaran umat Islam. Salah satu contoh fakta yang dibenamkan oleh media adalah, sidang uji materi tentang Undang-undang Penistaan Agama yang di gelar di Mahkamah Konstitusi pekan lalu. Munarman berpendapat, sidang itu sama sekali tidak ada media nasional yang meliputnya. Padahal berita tersebut mengandung unsur magnitude (Ukuran yang besar) terhadap nilai berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas kezaliman dan ketak berimbangan ini, Umat Islam tentu masih menaruh harapan pada segelintir media berhaluan Islam yang mau setia mengayomi dan mengakomodasi kepentingan Islam. walau memang pada kenyataan media-media Islam amat sangat sedikit diminati oleh para pengiklan. Dan iklan sendiri merupakan sumber berjalannya suatu media. Namun ini adalah tantangan bagi mereka yang bekerja di media Islam. Media-media berazaskan Isam harus tetap senantiasa mampu mengajak umat ke jalan Allah dan bukan ke jalan thaghut. Mewartakan kebenaran, menginformasikan sekaligus memberikan edukasi yang tidak kontradiktif dengan Al-Qur’an dan Sunnah terhadap umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media Islam beserta para pekerjanya harus menginsyafi bahwasanya mereka dalam bertugas adalah bagian dari jihad untuk penyadaran umat serta harus ikhlas semata-semata mengharap ridha Allah semata. Para pekerja pers Islam kendati pada kenyataannya masih jauh dari unsur kesejahteraan dan kelayakan namun bukan berarti, menyetujui praktek budaya amplop. Karena budaya amplop tidak lain adalah budaya suap-menyuap yang dilarang Allah SWT. Al-baqarah ayat 188 artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kalian memakan harta-harta diantara kalian dengan cara yang bathil”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang dalam hadits riwayat Tirmidzi menyebutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melaknat orang yang menyuap dan yang menerima suap dalam masalah hukum”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih terpenting adalah para pekerja pers yang tergabung dalam institusi media Islam harus dapat istiqomah terhadap apapun yang terjadi, termasuk tekanan dan fitnahan yang kerap ditudingkan kepada media Islam sendiri. sebab media Islam memang banyak yang tidak menyenanginya karena kebijakan redaksional-nya yang mengajak umat untuk kembali ke jalan Allah. Namun yang terpenting tugas utama dan fungsi media Islam adalah tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadits serta mewartakan kebenaran Islam yang termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadits.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://rdsmsolo.com/&quot;&gt;rdsmsolo.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2011/01/tuntutan-istiqomah-terhadap-media-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-7179801890424187004</guid><pubDate>Mon, 27 Dec 2010 11:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-27T18:57:15.250+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Islam</category><title>Dakwah Lewat Media</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_M2unWB0JCXM/TRh9IDllQWI/AAAAAAAAAa4/ESzrDCjpuio/s1600/russian_muslims.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;233&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_M2unWB0JCXM/TRh9IDllQWI/AAAAAAAAAa4/ESzrDCjpuio/s320/russian_muslims.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&quot;Islam di Rusia&quot;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; menjadi majalah berbahasa &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.islam.com/&quot;&gt;Arab&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; pertama dan satu-satunya yang beredar di Rusia, dengan sasaran pasar utamanya adalah komunitas &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.islam.com/&quot;&gt;Muslim&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; di negeri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Redaksi &quot;Islam di Rusia&quot; &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.drmoodymustafa.com/&quot;&gt;Dr. Riad Mustafa&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; mengatakan, majalahnya akan mengangkat isu-isu aktual, termasuk kegiatan serta persoalan yang dihadapi Muslim dan komunitas Arab di Rusia. Selain itu juga memberikan informasi yang akurat tentang Islam dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&quot;Targetnya adalah kalangan elit Muslim berpendidikan yang ingin tahu lebih banyak tentang Rusia dan mendapatkan informasi akurat tentang Muslim Rusia,&quot; kata Dr. Mustafa yang juga bekerja sebagai koresponden untuk sejumlah televisi Rusia dan media massa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Majalah ini juga memberikan perhatian pada peran komunitas Arab di Rusia dan upaya Rusia untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara Arab,&quot; sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Mustafa dan dua koleganya sudah sejak setahun yang lalu merencanakan penerbitan majalah &quot;Islam di Rusia&quot;. Awalnya, mereka menerbitkannya dalam bentuk koran bulanan tapi penerbitannya sering terhambat karena kekurangan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Lalu kami memutuskan untuk mengubah koran menjadi majalah bulanan,&quot; tukas Dr. Mustafa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah &quot;Islam di Rusia&quot; tiap bulannya dicetak sebanyak 1.000 eksemplar dan dibagikan secara gratis ke komunitas Arab, kedutaan-kedutaan besar negara-negara muslim di Rusia dan kementerian wakaf di negara-negara Arab dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.drmoodymustafa.com/&quot;&gt;Dr. Mustafa&lt;/a&gt; berharap menemukan penyandang dana tetap yang bisa membiayai penerbitan majalahnya, agar tujuan utama majalah ini tercapai, yaitu menjadi jembatan antara Muslim Rusia dengan muslim di negara-negara Arab dan negara muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbitnya majalah &quot;Islam di Rusia&quot; menambah marak media massa berbasis Islam yang makin menggeliat di Rusia. &quot;Meski menjadi media Islam yang masih baru di Rusia, majalah ini merupakan sebuah lompatan besar dalam beberapa tahun ini,&quot; ujar &lt;a href=&quot;http://www.drmoodymustafa.com/&quot;&gt;Dr. Mustafa.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan, &quot; Sekarang, ada ratusan situs, surat kabar dan majalah Islam di Rusia, dan satu televisi Islam berbahasa Rusia yang sudah mengudara sejak dua tahun yang lalu.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerbitkan majalah, &lt;a href=&quot;http://www.drmoodymustafa.com/&quot;&gt;Dr. Mustafa&lt;/a&gt; dan dua rekannya punya ambisi lainnya untuk memperluas dakwah Islam. Mereka akan meluncurkan proyek radio berbahasa Rusia yang akan disiarkan melalui internet. Proyek akan dimulai tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Satu tim sukarelawan Rusia siap memberikan kontribusinya bagi radio ini,&quot; kata &lt;a href=&quot;http://www.drmoodymustafa.com/&quot;&gt;Dr. Mustafa.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio itu akan menyiarkan beragam acara yang bisa dinikmati oleh Muslim maupun non-Muslim. Salah satu program radio akan mengupas kehidupan &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad&quot;&gt;&lt;b&gt;Nabi Muhammad Saw&lt;/b&gt;.&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; Acara lainnya akan mengangkat tradisi masyarakat Muslim, acara untuk anak-anak, ibu rumah tangga dan acara memasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini terdapat 23 juta &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.eramuslim.com/&quot;&gt;Muslim di Negara Federasi Rusia &lt;/a&gt;&lt;/i&gt;dari 145 total penduduk negeri itu. Mereka kebanyakan tinggal di kawasan utara pegunungan Kaukasus.</description><link>http://irasional.blogspot.com/2010/12/dakwah-lewat-media.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_M2unWB0JCXM/TRh9IDllQWI/AAAAAAAAAa4/ESzrDCjpuio/s72-c/russian_muslims.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-6376646790811256593</guid><pubDate>Mon, 27 Dec 2010 11:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-27T18:46:33.870+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pers Islam</category><title>Perdebatan Pers Islam</title><description>&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://irasional.blogspot.com/2010/12/perdebatan-pers-islam.html&quot;&gt;Pers Islam Vs non-Islam&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan….” (Luqman [31] : 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah pers Islam? Pertanyaan ini sempat mencuat dalam forum diskusi kaum jurnalis di internet (milis) pada paruh 2007. Hingga kini, kaum pemuja kebebasan tetap memberi jawaban bahwa pers Islam itu tidak ada. Sebab, kata mereka, agama dan pers itu berdiri pada ranah yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Pers, kata mereka lagi, berfungsi melayani publik dengan informasi yang benar. Sedang agama merupakan seperangkat nilai untuk mengatur kehidupan seseorang atau sekelompok orang. Esensi dari pekerjaan pers adalah verifikasi. Esensi agama adalah iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati! Upaya memisahkan kaum Muslim dari Islam rupanya telah memasuki ranah media massa. Ini berbahaya! Sebab, jika para pekerja pers sulit membedakan antara yang haq (kebenaran dalam Islam) dan yang bathil, maka bakal banyak “korban” berjatuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seorang ustadz yang telah terjangkiti virus liberalisme berceramah di sebuah masjid, maka jumlah jamaah yang mendengarkan celotehannya tersebut paling 200 orang. Namun, seorang wartawan yang telah terjangkiti virus liberalisme bisa menularkan penyakitnya kepada ribuan pembaca, setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah pers Islam, diakui atau tidak, telah ada di negeri ini. Sama halnya seperti bank Islam, asuransi Islam, pengacara Muslim, atau partai Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pekerja pers Islam pun sudah berserikat. Ada yang tergabung dalam Jaringan Media Profetik, ada juga yang bergabung dengan Asosiasi Wartawan Muslim. Sedang perusahaan persnya sendiri ada yang mendirikan Forum Media Islam, atau berkelompok secara informal untuk saling menguatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pekerja pers Islam tentu tak sekadar mengungkap fakta. Sebab, fakta itu buta. Penghinaan yang disampaikan Kurt Westergaard kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) lewat gambar-gambar kartunnya yang sempat marak beberapa tahun lalu adalah fakta. Itu benar-benar terjadi. Namun, pemuatan aksi penghinaan tersebut oleh surat kabar terbesar Denmark, Jyllands Posten, jelas tak bisa dibenarkan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pers Islam tak bekerja bebas. Pers Islam terikat oleh aturan Islam, sebagaimana halnya hidup seorang Muslim yang terikat oleh aturan Sang Khalik, bahkan untuk urusan sederhana sekalipun seperti bersin atau masuk kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sejatinya, pers Islam itu tak sekadar memiliki visi dan misi untuk Islam, tapi isi serta wajahnya tak boleh bertentangan dengan Islam, dan para pekerjanya beraktivitas sesuai tuntunan Islam. Adalah janggal jika sebuah media memberi embel-embel Islam namun isinya justru mendangkalkan akidah umat, atau media yang di dalamnya berhambur ayat dan Hadits namun sesungguhnya berorientasi semata untuk kepentingan bisnis. Atau, sebaliknya, memiliki misi dan visi untuk kepentingan Islam namun di dalamnya banyak dijumpai gambar wanita yang menampakkan auratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media-media seperti ini, jika ingin dianalogikan, baru sebatas “Islam KTP” atau “sekadar bersyahadat di bibir”. Mereka sudah Muslim namun belum mukmin. Mereka menggunakan kedok Islam untuk kepentingan tertentu. Dan, jangan-jangan, media seperti ini jumlahnya lebih banyak. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya pers Islam bangkit membuang kedok yang selama ini kita pakai. Jika tidak, kita akan benar-benar dianggap tidak ada. Tanggal 9 Februari ini, ketika pers nasional memperingati hari jadinya, mudah-mudahan menjadi awal kebangkitan pers Islam di tanah air. Insya Allah!</description><link>http://irasional.blogspot.com/2010/12/perdebatan-pers-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-1634012519042361948</guid><pubDate>Mon, 27 Dec 2010 11:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-27T18:46:33.873+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pers Islam</category><title>Media Muslim</title><description>&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://irasional.blogspot.com/2010/12/media-muslim.html&quot;&gt;Media Dakwah&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah, penyebaran informasi, kontrol sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pers, sebagaimana fungsi pers itu sendiri terhadap masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pers Islam sebagai media dakwah, tentunya tidak dibatasi pada sisi kepentingan semata. Mengingat banyaknya lapisan kultur, budaya dan agama di Indonesia, maka Pers Islam cenderung menyesuaikan dengan pasarnya. Dewasa ini belum terlihat Pers Islam yang benar-benar mencerminkan nilai Islam secara penuh, baik dari kemasan maupun isinya.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Terlepas dari kemasan ataupun tampilan, keberadaan pers Islam sebagai media dakwah sedikit banyaknya telah berperan aktif dalam pembentukan karakter bangsa Indonesia. Dan pers Islam disini bukan hanya dilakukan oleh orang-orang yang semata-mata memang berhaluan kesana, misalnya pesantren, ulama, dsb. Namun, kini banyak orang atau lembaga yang tidak terlalu fokuspun banyak yang menerbitkan yang namanya pers Islam. Tinggal disini kita harus membatasi, mana yang memang membawa kepentingan umat Islam dan mana yang tidak. Dalam arti, menghindari pers Islam yang hanya berorientasi pada kepentingan bisnis dan pasar semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah dapat didefinisikan sebagai penyebarluasan ajaran atau paham, dan media merupakan alat penyebaran itu. Jadi media dakwah adalah alat penyebaran ajaran atau paham. Maka, pengemasannya pun harus benar-benar bisa diterima pembaca yang notabene memiliki banyak pilihan untuk memilih media mana yang selayaknya dikonsumsi. Dalam artian, pers Islam sebagai media dakwah harus bisa sedemikian mungkin untuk menarik simpati pasarnya, dengan tentunya tidak melepaskan visi dan misinya sebagai media dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan media dewasa ini, memungkinkan terjadinya persaingan ataupun perang media. Dan disini, peran pers Islam harus mampu menandingi dan menetralisir segala kekeliruan yang dilakukan media lainnya. Sebagai media dakwah, sudah semestinya pers Islam bersifat provokatif dan melakukan agitasi-agitasi yang dapat mempengaruhi pembacanya dan ini dapat dilakukan dalam berbagai cara serta pendekatan. Seperti yang dilakukan oleh Annida yang mencoba mendekati pembacanya melalui jalur sastra. Dalam perkembangannya, Annida telah memiliki pangsa pasar tersendiri, sehingga ketika sudah mempunyai alur yang jelas, dakwah agama pun akan dengan mudahnya dilancarkan. Lain halnya dengan Republika, yang berada pada jalur umum, disini republika dituntut untuk berhati-hati dalam memainkan perannya sebagai media dakwah, atau kalau tidak maka Republika akan kehilangan pasar atau umat pembacanya yang notabene berlatar umum.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Untuk melanjutkan silahkan kilk &lt;a href=&quot;http://irasional.blogspot.com/2010/12/perdebatan-pers-islam.html&quot;&gt;(chava)&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2010/12/media-muslim.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-6321118788991197281</guid><pubDate>Mon, 27 Dec 2010 11:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-27T18:46:33.874+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pers Islam</category><title>Jurnalis Muslim</title><description>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 7; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &#39;Arial Narrow&#39;, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://irasional.blogspot.com/2010/12/jurnalis-muslim.html&quot;&gt;Jurnalisme Profetik&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 7; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &#39;Arial Narrow&#39;, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Bisakah setiap jurnalis muslim, di manapun mereka berada,&amp;nbsp;mengembangkan jurnalisme&amp;nbsp;&lt;i&gt;profetik (prophetic journalism&lt;/i&gt;)? Yakni,&amp;nbsp;suatu bentuk jurnalisme yang tidak hanya menulis atau melaporkan berita dan peristiwasecara lengkap, akurat, jujur, dan bertanggung jawab semata. Tapi jugamemberikan petunjuk ke arah transformasi atau&amp;nbsp;&amp;nbsp;perubahan berdasarkancita-cita etik dan profetik Islam. Ini berarti, suatu jurnalisme yangsecara sadar dan bertanggung jawab memuat kandungan nilai dari cita-citaetik dan sosial Islam yang didasarkan&amp;nbsp;pada emansipasi, liberasi, dantransendensi. Melalui jurnalisme profetik, kita berharap peradaban umat akan&amp;nbsp;lebih tercerahkan. Bukankah Tuhan telah berfirman: Nun, wal qalami&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;wamayasthurun (Nun, demi pena dan apa yang mereka goreskan-- QS Al Qalam:1). Dengan kata lain, pena menentukan arah peradaban dunia. &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &#39;Arial Narrow&#39;, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &#39;Arial Narrow&#39;, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Untuk melanjutkan silahkan klik &lt;a href=&quot;http://irasional.blogspot.com/2010/12/media-muslim.html&quot;&gt;(chava)&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2010/12/jurnalis-muslim.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-1759868468406884673</guid><pubDate>Mon, 27 Dec 2010 11:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-27T18:46:33.876+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pers Islam</category><title>Potensi dan Kelemahan</title><description>&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://irasional.blogspot.com/2010/12/potensi-dan-kelemahan.html&quot;&gt;Potensi dan kelemahan pers Islam&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa media massa dan pers nasional berusaha memenuhi kebutuhan tersebut, antara lain dengan menyediakan rubrik atau kolom khusus semacam&#39;&#39;santapan rohani&#39;&#39;, &#39;&#39;hikmah&#39;&#39;, &#39;&#39;renungan minggu&#39;&#39;, dan sejenisnya.Ternyata mendapat sambutan baik dari pembaca. Kalau pun tidak ada rubriksemacam itu, umumnya media massa kita memberi tempat lumayan bagi pemuatanartikel, ulasan, atau berita yang ada hubungannya dengan agama. Tetapi,karena terbatasnya tempat dan halaman serta sifatnya sebagai penerbitanumum, artikel, ulasan, atau berita yang menyangkut agama masih terbatas. Tempat atau porsi yang cukup besar bagi artikel, ulasan, dan berita-beritayang menyangkut agama diberikan media massa atau pers tertentu yang sejakawal penerbitannya memang bercirikan atau mendefinisikan diri sebagai&#39;&#39;pers Islam&#39;&#39;.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Dalam sejarah perkembangan pers nasional sebelum dan sesudah kemerdekaan,pers Islam mempunyai tempat dan peranan penting. Seiring dengan gerak danarus kebangkitan nasional di tanah air, pers Islam berkembang melanjutkanrisalah Pan Islamisme yang dirintis Jamaluddin Al-Afghani dan MohammadAbduh lewat majalah Al Urwatul Wutsqa (terbit di Paris akhir abadke-19). Tercatat nama-nama seperti majalah Al Munir(1911) di Sumatrapimpinan Dr. H. Abdullah Ahmad, Utusan Hindia (1912) terbit di Surabayadipimpin HOS Tjokroaminoto, Panji Islam (1934) pimpinan H. ZainalAbidin Ahmad, Pedoman Masyarakat pimpinan Hamka dan H.M. YunanNasution. Dua majalah terakhir mempunyai pengaruh cukup luas. PanjiIslam yang lebih mengarahkan perhatiannya pada politik Islam, dikenalkarena memuat polemik dua penulis terkemuka yakni Ir. Soekarno dan M.Natsir. Sebuah polemik yang mencerahkan pemikiran dan mempunyai nilaihistoris bagi pertumbuhan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah kemerdekaan bermunculan pula pers Islam semacam Panji Masyarakat, Kiblat, Duta Masyarakat (organ NU), Mercu Suar (organ Muhammadiyah), dan Abadi (organ Masyumi). Di bawah maraknya politik aliran di masa Orde Lama, pers Islam seperti halnya pers lainnya,umumnya berkiprah sesuai dengan afinitas ideologisnya. Akibatnya, merekakurang sekali memperhatikan orientasi ekonomis, yang diperlukan sebagaipenyangga kehidupan pers. Namun demikian, posisi dan perannya sebagai pembawa missi amar makruf nahi munkar diakui, sekalipun mereka kerap berhadapan dengan penguasa. Panji Masyarakat misalnya, dengan beranimemuat pamflet Bung Hatta yang terkenal, Demokrasi Kita. Akibatnya majalah pimpinan Hamka ini dibreidel oleh Presiden Soekarno, sementara Hamka sendiri masuk bui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Orde Baru, posisi pers Islam justru tidak sebaik rekan-rekannya dari media umum atau non-Islam. Berdasarkan data kuantitatif, tiras pers Islam secara keseluruhan dan riil tidak lebih dari 300 ribu eksemplar. Inisangat tidak berimbang jika dibandingkan dengan tiras rekan-rekannya darimedia lain, apalagi dengan populasi umat Islam Indonesia yang lebih dari160 juta. Mengapa hal itu terjadi? Banyak yang mengatakan, keterbelakangan pers Islam sekarang ini erat kaitannya dengan masalah profesionalisme dan manajemen pengelolaannya. Profesionalisme berhubungan dengan cara kerja, penulisan jurnalistik, dan kebijakan redaksional suatu media. Publik yang makin terdidik tidak cukuphanya diberi sajian berita atau informasi faktual semata-mata. Mereka ingintahu latar belakang sebuah peristiwa, akurasi penulisannya, arahkecenderungannya, serta menyentuh apa yang disebut oleh Walter Hagemann sebagai &#39;&#39;kesadaran publik yang aktual&#39;&#39;. Ini semua menuntut kualifikasiyang tinggi bagi wartawan media yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara soal manajemen, erat kaitannya dengan cara, teknik, strategi, dankepemimpinan dalam mengelola aspek-aspek manajerial yang berhubungan denganusaha, redaksi, administrasi, pemasaran, dan sejenisnya. Faktor lain yangperlu dikemukakan adalah soal media perfomance, yakni aspek-aspek yangberhubungan dengan tata letak, kulit muka, teknik penyajian, fotografi,pilihan berita, dan sebagainya. Banyak pengamat menilai, di ketiga sektoritulah pers Islam lemah. Benar tidaknya pengamatan ini, masih perludiperdebatkan.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Untuk melanjutkan, silahkan klik &lt;a href=&quot;http://irasional.blogspot.com/2010/12/jurnalis-muslim.html&quot;&gt;(chava)&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2010/12/potensi-dan-kelemahan.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-6060173474471167488</guid><pubDate>Mon, 27 Dec 2010 11:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-27T18:46:33.878+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pers Islam</category><title>Pengertian dan Makna</title><description>&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://irasional.blogspot.com/2010/12/pengertian-dan-makna.html&quot;&gt;Agama, Makna Hidup, dan Ekstensi Manusia&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sosiologis, agama berfungsi sebagai alat pengenalan diri bagi manusia dalam menemukan makna hidup dan lingkungannya. Agama adalah kebutuhan fitri yang selalu muncul di hati nurani serta batiniah manusia.Karena itu, usaha apa pun yang dilakukan untuk menegasikan agama darikehidupan manusia, tidak akan pernah berhasil. Secara sosial agama mungkinbisa dikekang, tapi secara individu sulit mengesampingkan rasa keberagamaan yang melekat dalam diri manusia. Ini karena agama resisten terhadapkekuatan-kekuatan anti spiritual, di samping sumber nilai bagi manusiadalam mencari keselamatan, kebahagiaan, dan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Di lain pihak, media massa atau pers, seperti dikatakan oleh sosiolog dan pakar komunikasi Marshall McLuhan, adalah the extension of man, ekstensi manusia. Menurut McLuhan, kodrat pembawaan dan kebutuhan essensial manusia adalah berkomunikasi. Melalui komunikasi, manusia menyatakan diri, berbicara, menerima dan menyampaikan pesan, berdialog, serta menyerap apayang dilihat dan didengarnya. Sebagai hasil karya budaya masyarakat manusia, pers dan media massa memberikan tempat bagi individu danmasyarakat -- dengan pelbagai latar belakang, asal usul sosial, danperadaban yang dimiliki -- ekspresi, gagasan, pemikiran, dan aksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi informasi telah menyebabkan meningkatnya jumlah maupun kualitasmedia massa dan pers di tengah-tengah kita. Setiap saat, di mana pun kitaberada, kita dikepung dan dijejali pelbagai informasi dengan segalakekurangan dan kelebihannya, serta kebaikan dan keburukannya. Ironisnya, peta bumi kekuatan informasi dunia itu sangatlah timpang.Negara-negara maju (Barat) memegang hegemoni dalam arus informasi duniasehingga menciptakan pola hubungan &#39;&#39;pusat-pinggiran&#39;&#39;(center-periphery) yang sifatnya deterministik. Diperkuat oleh prosesarus informasi, tercipta struktur dominasi negara maju sebagai &#39;&#39;pusat&#39;&#39; dimana produk-produk dan keinginan sosial, ekonomi, maupun politik menjadikonsumsi negara berkembang sebagai &#39;&#39;pinggiran&#39;&#39;. Keadaan seperti ini telahmenyebabkan negara-negara pusat, kata Johan Galtung, &#39;&#39;merupakan jendeladunia&#39;&#39; (window of theworld) bagi negara-negara pinggiran. Oliver Boyd-Barret, mahaguru ilmu komunikasi pada Open University AS, dalam penelitiannya terhadap pemanfaatan jasa infomasi dari AS dan negara-negaraBarat lainnya oleh negara-negara Asia menemukan fakta, arus infromasi darinegara-negara maju itu mendominasi isi media cetak dan elektronik, tanpa ada kemampuan dari negara-negara Asia untuk mengimbanginya dalam hal materiinformasi yang dihasilnya maupun kecanggihan teknologinya. Keadaan initelah memunculkan apa yang disebut Barret sebagai &#39;&#39;imperialisme media&#39;&#39;. Preferensi penyebaran informasi dan pemberitataan itu biasanya erat kaitannya dengan persoalan &#39;&#39;ideologis&#39;&#39;. Barat menganut ideologi freeflow of ideas by words and image. Ideologi ini kemudian diterjemahkan: bebas memberitakan apa saja yang menarik diketahui umum, tanpa mempersoalkan konsepsi tradisional, budaya, maupun agama dari objek yangdijadikan bahan berita. Bahkan dalam pemberitaan yang berhubungan dengan Islam dan masyarakat Islam, seringkali disertai dengan imagi-imagidistortif. Itulah sebabnya Edward Said dalamCovering Islam secaratajam mengkritik cara-cara kantor berita Barat menyajikan Islam sebagai berita, yang dinilainya superfisial. Hal itu bisa terjadi karenaketidaktahuan atau kesengajaan. Di tengah era informasi dan globalisasi sekarang ini, berita atau analisa yang menyangkut masalah agama nampaknya bukan saja menarik, tetapi jugalayak &#39;&#39;dijual&#39;&#39;. Berita, pemikiran, maupun analisa keagamaan seringkali menjadi santapan pembaca surat kabar dan majalah maupun penonton televisi.Meskipun tidak semua, beberapa media massa dan pers nasional memberi tempat bagi rubrik agama baik secara tetap, temporer, atau kasuistik. Inimenunjukkan, produk berita yang bersifat sekuler tidak cukup memenuhikebutuhan untuk memperoleh dan mengakses informasi. Apalagi bagi masyarakat religius seperti Indonesia—berita, pemikiran atau analisa keagamaan menjadi penting bagi pemenuhan kebutuhan spiritual pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengherankan jika dalam dua dasawarsa terakhir ini, penerbitan buku-buku agama atau yang bertema keagamaan meningkat dengan amat pesat. Ditengah banjirnya informasi yang sekuler, kemajuan iptek, peningkatan industrialisasi, dan akselerasi pembangunan, muncul apa yang disebutSoedjatmoko sebagai &#39;&#39;kerinduan umum terhadap makna hidup yang lebihtinggi.&#39;&#39; Kerinduan semacam ini muncul ketika orang semakin menyadari bahwaideologi-ideologi modern dan sekuler yang pernah menjanjikan perbaikannasib umat manusia belum berhasil memenuhi janjinya. Orang lantas melirikdan mencari jawaban dari agama terhadap persoalan kekinian dan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Untuk melanjutkan silahkan klik &lt;a href=&quot;http://irasional.blogspot.com/2010/12/potensi-dan-kelemahan.html&quot;&gt;(chava)&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2010/12/pengertian-dan-makna.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-7418379893356888138</guid><pubDate>Mon, 27 Dec 2010 11:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-27T18:46:33.880+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pers Islam</category><title>Pers Islam</title><description>&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://irasional.blogspot.com/2010/12/pers-islam.html&quot;&gt;Agama, Pers, dan Pencerahan Peradaban&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;M. Syafii Anwar, Mantan Pemred Panji Masyarakat (1986—1988), Pernah mengikuti pendidikan jurnalistik pada School of Jurnalism, Universitas Columbia, New York (1988—1989), kini anggota Dewan Ahli Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Lewat karyanya, Megatrends 2000: Ten New Directions for The 1990&#39;s, Naisbit dan Aburdene melihat munculnya kebangkitan agama (religiousrevival) lewat peningkatan spiritualitas di pelbagai penjuru dunia. Dibawah tarikan gravitasi tahun 2000, kekuatan spiritualitas mengimbangidominasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Orang modern tidak lagi melihatilmu dan teknologi sebagai puncak prestasi peradaban manusia, tapi melihat agama sebagai salah satu alternatif bagi perimbangan kehidupan material. Kita boleh setuju atau menolak ramalan kedua futurolog itu. Tetapi bahwa dipelbagai belahan dunia sekarang kehidupan beragama menjadi semakin marak,adalah hal yang tidak bisa dipungkiri. Di Indonesia pun,dari tahun ketahun kita merasakan adanya peningkatan kehidupan beragama. Di tengahderasnya serbuan informasi baik lewat media cetak maupun elektronik, orangmakin memerlukan agama sebagai pegangan hidup yang diharapkan dapatmemberikan penjelasan atau panutan bagi masa depan dirinya, keluarganya,dan bahkan bangsanya. Di sisi lain, masyarakat beragama juga dihadapkanpada pilihan untuk meresponi modernitas dan modernisasi secara kritis dankreatif dengan memanfaatkan referensi ajaran agama. Bagaimanakah mediamassa, khususnya pers nasional kita, meresponi perkembangan itu?&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Untuk melanjutkan silahkan klik link ini &lt;a href=&quot;http://irasional.blogspot.com/2010/12/pengertian-dan-makna.html&quot;&gt;(chava)&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2010/12/pers-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-1604747533115528262</guid><pubDate>Mon, 27 Dec 2010 11:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-27T18:30:11.620+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Green Coffee</category><title>About Green Coffee</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/_M2unWB0JCXM/TRh3mEQ32CI/AAAAAAAAAa0/4jYvsQLttsk/s1600/images+%25282%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/_M2unWB0JCXM/TRh3mEQ32CI/AAAAAAAAAa0/4jYvsQLttsk/s1600/images+%25282%2529.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Blog ini bertujuan memberikan informasi tentang agama islam bagi anda kaum muslim di dunia. Awalnya saya membuat game ini dengan judul&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;a href=&quot;http://nugaroblog.blogspot.com/&quot;&gt;&quot;gagaroblog&quot;&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;dengan entri seputar game online, namun berhubung sudah ada banyak blog dengan entri yang sama, maka saya rubah &lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://feeds.feedburner.com/blogspot/XRXef&quot;&gt;alamat feed saya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; dengan &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://irasional.blogspot.com/&quot;&gt;irasional.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dengan judul blog &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://irasional.blogspot.com/2010/12/about-green-coffee.html&quot;&gt;Green Coffee&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang bertemakan nuansa hijau agar menciptakan kesegaran dalam membuat postingan dan juga kenyamanan bagi pembaca. Selain daipada itu kenapa saya memilih Coffee sebagai ikon, mungkin karena itu adalah minuman kesukaan saya dimana saat saya meminumnya akan banyak timbul inspirasi yang tercipta. Itu filosofi Coffee menurut saya., mungkin anda berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harap akan banyak pengunjung di blog ini, selain daipada itu saya inginkan banyak ilmu dari sharing tentang islam dalam blog ini, mungkin anda jauh lebih paham dibanding saya. Mari kita mulai membangun islam di mana saja.</description><link>http://irasional.blogspot.com/2010/12/about-green-coffee.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_M2unWB0JCXM/TRh3mEQ32CI/AAAAAAAAAa0/4jYvsQLttsk/s72-c/images+%25282%2529.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-6393425366266902766</guid><pubDate>Wed, 22 Dec 2010 11:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-27T17:27:11.000+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Game</category><title>Mahasiswa ITS Bikin &quot;Game&quot;</title><description>&lt;b&gt;&lt;i&gt;SURABAYA, &lt;a href=&quot;http://kompas.com/&quot;&gt;KOMPAS.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; — Mempelajari sejarah sambil bermain game (permainan) lebih mengasyikkan. Sebuah permainan edukasi berjudul Palagan Ambarawa diluncurkan sekelompok mahasiswa penggemar game dari Jurusan Sistem Informasi dan Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Senin (20/12/2010) di Surabaya, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim pembuat game ini terdiri dari anggota bagian editor peta: Satria Wibawa Narendra, Izzat Aulia Akbar, Qorry Qurrolu Ayu, dan Febrian Wahyu. Editor video dan musik Ika Nurkasanah, Nisy-yah Aghnia Operadini, dan Widiasa Wijaya. Anggota bagian pengisi suara adalah Aditya Zulkifli dan Nisy-yah, sedangkan pengecek (tester) adalah Hafiz Anshori dan Felix Handani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ika Nurkasanah menjelaskan, latar belakang permainan itu adalah Pertempuran Ambarawa dan Hari Infanteri, yang dimulai dengan kedatangan tentara Sekutu untuk membebaskan tawanan perang di Magelang, Jawa Tengah, pada 20 Oktober 1945. Saat itu Sekutu malah mempersenjatai para tawanan. Pertempuran Tentara Keamanan Rakyat (TKR) melawan tentara Sekutu pun pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TKR saat itu dipimpin Jenderal Sudirman, yang sedang mengidap tuberkulosis. Dengan ditandu, Sudirman terus bergerilya sampai kemenangan pertama pada 15 Desember 1945. Hari itu selanjutnya diperingati sebagai Hari Infanteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat level&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati tokoh utamanya Jenderal Sudirman, masih ada tokoh-tokoh lain dalam permainan itu. Menurut Nisy-yah, game terdiri atas empat tingkatan dan diawali kilasan video dokumentasi Pertempuran Ambarawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pertama berisi pertempuran di Magelang dengan misi membunuh jenderal Sekutu dan mengacaukan koordinasi. Bagian kedua diisi insiden di Desa Jambu, desa yang akan diduduki Sekutu di Ambarawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian ketiga adalah serangan balik TKR ke benteng tentara Sekutu di Ambarawa. Bagian terakhir adalah pengejaran tentara Sekutu oleh TKR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Kuswardayan, pembimbing kelompok penggemar game Gameedukasi.com, mengatakan, pembuatan game selalu memerlukan tim yang terdiri atas beberapa spesialis di bagian cerita, pengujian, desain, komposer suara, dan pemasaran. Karena itu, anggota kelompok Gameedukasi.com, yang selama ini terdiri atas mahasiswa Jurusan Sistem Informasi dan Teknik Informasi, akan ditambah mahasiswa jurusan Desain Produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini Gameedukasi.com sudah membuat empat game. Tim P10NER membuat gamepertama, Pertempuran 10 November. Selanjutnya dua game tentang kepedulian terhadap Gunung Merapi berjenis visual novel, Merapi Boy dan Merapi Joe, juga sudah diluncurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merapi Joe bercerita tentang orang Jakarta yang peduli kepada masyarakat dan lingkungan sekitar Gunung Merapi, sedangkan Merapi Boy tentang anak di Gunung Merapi yang berjuang ketika terjadi erupsi. Kedua permainan ini bisa diunduh gratis di situs Gameedukasi.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun permainan dalam versi penuh Pertempuran 10 November dan Palagan Ambarawarencananya dipasarkan secara online setelah mekanisme perlindungan dari pembajakan perangkat lunak dibuat. Saat ini, kata Imam, kedua permainan ini hanya diunggah untuk percobaan gratis (free trial). (INA)</description><link>http://irasional.blogspot.com/2010/12/mahasiswa-its-bikin-game.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-2156973179841067797</guid><pubDate>Wed, 22 Dec 2010 11:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-27T17:27:11.002+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Game</category><title>Microsoft luncurkan game online</title><description>&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2010/12/15/brk,20101215-299122,id.html&quot;&gt;TEMPO Interaktif&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2010/12/15/brk,20101215-299122,id.html&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2010/12/15/brk,20101215-299122,id.html&quot;&gt;&lt;/a&gt;Jakarta &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;- Microsoft Corp. diam-diam telah meluncurkan sebuah game online bernama Neosaurs. Game multiplayer yang baru hadir dalam versi beta ini dapat dimainkan melalui situs jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Microsoft, game ini sebenarnya sudah dapat dimainkan sejak 9 Desember lalu. &quot;Game petualangan ini dapat dimainkan secara gratis,&quot; kata juru bicara Microsoft, seperti dikutip ZDNet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Microsoft memang belum mengumumkan secara resmi tentang kehadiran permainan ini lantaran game tersebut masih dalam tahap pengembangan dan uji coba di Microsoft Game Studios.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengembangkan Neosaurs, Microsoft menggandeng Al Ahli Gaming Division dari perusahaan Camelot Media Investments (CMI). &quot;Permainan baru ini adalah &#39;wajah baru dari game&#39;,&quot; tulis Al Ahli Gaming Division di situsnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Microsoft memang sedang mengembangkan bisnisnya ke dunia game. Buktinya, beberapa bulan lalu perusahaan yang didirikan Bill Gates ini berkolaborasi dengan Vivaty, vendor game virtual tiga dimensi (3D) untuk mengembangkan berbagai varian permainan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2010/12/microsoft-luncurkan-game-online.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-5151240327351935932</guid><pubDate>Wed, 22 Dec 2010 11:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-27T17:27:11.004+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Game</category><title>‘WikiLeaks: The Game’</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_M2unWB0JCXM/TRHjvud2hPI/AAAAAAAAAXg/0-AGVNvLa54/s1600/1agaem.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_M2unWB0JCXM/TRHjvud2hPI/AAAAAAAAAXg/0-AGVNvLa54/s1600/1agaem.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Game berbasis situs itu bernama &lt;a href=&quot;http://mirror.wikileaks.info/&quot;&gt;‘WikiLeaks: The Game’&lt;/a&gt;. Seperti dikutip dari Tech Crunch, game ini merupakan parodi game online komputer Julian Assange. Dalam game, pemain berperan sebagai pendiri &lt;a href=&quot;http://wikileaks./&quot;&gt;WikiLeaks.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada game, tampal Assange bersembunyi di belakang meja Presiden Obama di Oval Office. Dalam game, karakter Assange mengambil dokumen rahasia dari laptop Obama dan menyimpannya di flash disk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika gagal, kisah kegagalan ini akan diejek dan dimuat dalam sebuah koran. Lebih dari satu juta pengunjung telah mengunjungi &lt;a href=&quot;http://mirror.wikileaks.info/&quot;&gt;‘WikiLeaks: The Game’&lt;/a&gt; yang baru diposting lima hari lalu oleh pengembang Sebastiaan Moeys, 21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Game ini cukup sulit dari kelihatannya,” tulis Alexia Tsotsis, salah satu pemain game. “Saya sudah bermain lima kali dan belum menang,” tambahnya.</description><link>http://irasional.blogspot.com/2010/12/wikileaks-game.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_M2unWB0JCXM/TRHjvud2hPI/AAAAAAAAAXg/0-AGVNvLa54/s72-c/1agaem.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-2585347707221883243</guid><pubDate>Wed, 22 Dec 2010 11:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-27T17:27:11.005+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Game</category><title>Game Online Smurfs Village Kuras Uang Pemakai</title><description>ORANG TUA harus hati-hati bila melihat buah hatinya mulai ketagihan bermain game secara online. Bisa-bisa uang terkuras habis untuk membeli permainan di situs internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang terjadi di Amerika Serikat baru-baru ini. Sejumlah orangtua dikejutkan dengan tagihan di kartu kredit yang membengkak. Tagihan itu sebagian besar bersumber dari pemakaian game online Smurf Village.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capcom Interactive kreator permainan Farmville baru-baru ini mengeluarkan game baru bernama Smurf Village, dengan mengambil tokoh inspirasi Smurf. Di dalamnya terdapat permainan utama yakni Smurfberries.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aturannya, siapa saja yang akan bermain Smurfberries harus membeli dengan nilai dollar. Harga satu ember Smurfberries senilai US$4,99. Sedangkan untuk satu gantang US$11,99, dan satu barrel senilai US$29,99. Apabila Anda menginginkan satu gerobak perlu biaya US59,99.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orangtua mengeluhkan ketika anak-anak bermain Smurfberries, mereka melakukan transaksi lewat internet untuk membeli Smurfberries.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&#39;&#39;Saya meminta anak saya bagaimana dia sampai memakai kartu kredit orangtuanya. Tapi anak saya hanya menunjukkan bagaimana mesin game itu bekerja,&#39;&#39; keluh seorang bapak yang tagihan kartu kreditnya membengkak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut orang tua tersebut, anaknya hanya memencet tombol sesuai yang diinginkan. Tidak ada petunjuk apapun lainnya. Namun mesin game itu tidak bisa dihentikan. &#39;&#39;Kalau ingin berhenti, ya harus dihapus.&#39;&#39;&lt;br /&gt;Hal sama juga dikeluhkan orangtua lainnya. Uang terkuras untuk membayar game online favorit anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capcom menjelaskan bahwa Smurf Village adalah game online yang tidak dipungut biaya apapun. Pengguna hanya akan membayar apabila mereka meminta adanya tambahan isi permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&#39;&#39;Anda bisa mengatur layanan di dalam permainan dengan cara mengunci pada kolom pembayaran.&#39;&#39; Demikian peringatan yang dikeluarkan Capcom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smurfs&#39; Village sebuah game online yang diluncurkan awal November lalu.&lt;br /&gt;Dalam waktu dekat Smurf akan dibuat dalam bentuk 3D. Smurf&#39;s Village merupakan salah satu permainan online paling favorit, selain Gamasutra dan Angry Birds.</description><link>http://irasional.blogspot.com/2010/12/game-online-smurfs-village-kuras-uang.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8975649568562223406.post-4337368759307844208</guid><pubDate>Sun, 31 Oct 2010 08:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-27T17:27:11.008+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Point Blank</category><title>Point Blank Indonesia</title><description>&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Point Blank Indonesia merupakan game taktis perang (tactical first-person shooter - FPS) yang dikembangkan oleh Zepetto dan dipublikasikan oleh NCsoft. Diedarkan di South Korea, Thailand, Indonesia, dan Russia. Di Indonesia, dipublikasikan oleh PT. KREON dan Zepetto yang beralamat di 16th floor - Menara Jamsostek - Jakarta Selatan - Indonesia, bekerjasama dengan Gemscool. Hampir sama dengan gem taktis lainnya. Gem ini bukan gem perang antar kapal seperti USS Rhode Island (BB-17) sebagai kapal perang dari jenis Virginia-class battleship yang dimiliki oleh United States Navy. Gem ini adalah perang orang per orang atau kelompok. Game ini harus didownload gratis di website Point Blank Indonesia http://pb.gemscool.com, lalu di instal di komputer sendiri. Setelah itu siap-siap deh menemui petualangan seru dalam berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Spesifikasi minimum komputer untuk instalasinya :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Processor Pentium 4 2,4 GHz, AMD Athlon, 2500+, RAM 512 MB, VGA 128 MB, Install DirectX 9.0.c dan update driver Graphic.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya sarankan lebih tinggi dari spesifikasi diatas biar lebih asik main gamenya terutama dibagian ram dan VGAnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.speedytown.com/kimyong/index.php/2010/04/20/cara-tips-main-point-blank/&quot;&gt;Cara Bermain Point Blank :&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekan dua kali pada ikon pintas PB pada desktop Anda.&lt;br /&gt;Sistem kemudian meminta Anda untuk menunggu sampai launcher disiapkan.&lt;br /&gt;Begitu jendela launcher siap, tekan UPDATE.&lt;br /&gt;Biarkan proses update berjalan (bila ada), sampai selesai.&lt;br /&gt;Ketika proses update selesai maka tombol UPDATE yang tadi Anda tekan akan berubah menjadi tombol START. Tekan START.&lt;br /&gt;Ups, ternyata ada pesan “Tolong klik tombol Check” muncul. Nah, perlu dijelaskan bahwa, bila Anda baru saja menginstal / mengupdate game Point Blank Online, maka dibutuhkan pengecekan file sekali untuk memastikan segalanya lancar. Silahkan klik OK dan klik tombol CHECK.&lt;br /&gt;Begitu pengecekan file selesai, maka Anda boleh menekan tombol START lagi dan mulai memasuki ke dalam layar login. Perlu diingat, bahwa pengecekan bisa dilakukan kapan pun, dan ini diwajibkan melakukan sekali setelah Anda menginstal game ataupun setelah proses update dari server Point Blank.&lt;br /&gt;Silakan memulai permainan Point Blank Online begitu layar login tersedia.&lt;br /&gt;Silahkan download gamenya di http://pb.gemscool.com&lt;br /&gt;Kanan atas pilih download --&amp;gt; Pilih/klik Client and Patch&lt;br /&gt;File Full Client berukuran 465 MB sabar aja yaa, untuk yang pake koneksi jam pocong harap download diatas jam 24.00 hehe... biar bisa ngebut. Ada juga Partial Patch berukuran 1,96 MB atau Full Patch Download berukuran 50,7 MB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cheat Unlimited Ammo (amunisi tidak terbatas)&lt;br /&gt;Downloadlah Hide Toolz&lt;br /&gt;Downloadlah Moonlight Engine&lt;br /&gt;Jalankan Moonlight engine,&lt;br /&gt;lalu jalankan Hide Toolz&lt;br /&gt;Jalankan PointBlank.exe&lt;br /&gt;Attach process to moonlight engine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Download&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Hide Toolz dan Downloadlah Moonlight Engine (gunakan kata kunci ini di google), maka akan muncul web-web penyedia file tersebut seperti :&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.xdowns.com/&quot;&gt;www.xdowns.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.filestube.com/&quot;&gt;www.filestube.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.topshareware.com/&quot;&gt;www.topshareware.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://woodmann.com/&quot;&gt;woodmann.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.indowebster.com/&quot;&gt;www.indowebster.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.gamerzplanet.net/&quot;&gt;www.gamerzplanet.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://cheatscodesguides.com/&quot;&gt;cheatscodesguides.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://cheatgame.info/&quot;&gt;cheatgame.info&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://kinjeng.net/&quot;&gt;kinjeng.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.websurfingguide.com/hide_toolz/blogs.htm&quot;&gt;www.websurfingguide.com/hide_toolz/blogs.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.cheatscodesguides.com/&quot;&gt;pb.gemscool.comwiki english&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.cheatscodesguides.com/&quot;&gt;Point Blank pb Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://irasional.blogspot.com/2010/10/point-blank-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Natadipura)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>