<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Catatan Tentang Lirik dan Pribadi Pemilik blog</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Jay)</managingEditor><pubDate>Fri, 6 Mar 2026 07:47:18 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">554</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:category text="Kids &amp; Family"/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><xhtml:meta content="noindex" name="robots" xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml"/><item><title>Gambar AI generate </title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2025/07/0-result.html</link><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Tue, 8 Jul 2025 22:51:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-7691709079916269676</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;import React, { useState } from 'react';

// Main App component
const App = () =&gt; {
    const [prompt, setPrompt] = useState('');
    const [imageUrl, setImageUrl] = useState('');
    const [isLoading, setIsLoading] = useState(false);
    const [error, setError] = useState('');

    // Function to handle image generation
    const generateImage = async () =&gt; {
        if (!prompt.trim()) {
            setError('Silakan masukkan deskripsi untuk gambar.');
            return;
        }

        setIsLoading(true);
        setError('');
        setImageUrl('');

        try {
            // Payload for the image generation API call
            const payload = {
                instances: { prompt: prompt },
                parameters: { "sampleCount": 1 }
            };
            // API key is left empty; Canvas will provide it at runtime
            const apiKey = "";
            // API URL for image generation
            const apiUrl = `https://generativelanguage.googleapis.com/v1beta/models/imagen-3.0-generate-002:predict?key=${apiKey}`;

            const response = await fetch(apiUrl, {
                method: 'POST',
                headers: { 'Content-Type': 'application/json' },
                body: JSON.stringify(payload)
            });

            const result = await response.json();

            // Check if the response contains the image data
            if (result.predictions &amp;&amp; result.predictions.length &gt; 0 &amp;&amp; result.predictions[0].bytesBase64Encoded) {
                const base64Image = result.predictions[0].bytesBase64Encoded;
                setImageUrl(`data:image/png;base64,${base64Image}`);
            } else {
                setError('Gagal membuat gambar. Coba lagi.');
                console.error('Unexpected API response:', result);
            }
        } catch (err) {
            setError('Terjadi kesalahan saat membuat gambar. Periksa koneksi Anda atau coba lagi nanti.');
            console.error('Error generating image:', err);
        } finally {
            setIsLoading(false);
        }
    };

    return (
        &lt;div className="min-h-screen bg-gradient-to-br from-purple-100 to-blue-100 flex items-center justify-center p-4 font-sans"&gt;
            &lt;div className="bg-white p-8 rounded-xl shadow-2xl w-full max-w-lg transform transition-all duration-300 hover:scale-105"&gt;
                &lt;h1 className="text-4xl font-extrabold text-center text-purple-700 mb-6 drop-shadow-md"&gt;
                    Buat Gambar Anda
                &lt;/h1&gt;

                &lt;div className="mb-6"&gt;
                    &lt;textarea
                        className="w-full p-4 border-2 border-purple-300 rounded-lg focus:outline-none focus:ring-4 focus:ring-purple-200 transition-all duration-200 resize-y min-h-[100px] text-gray-800 placeholder-gray-400"
                        placeholder="Deskripsikan gambar yang ingin Anda buat (misalnya: 'Kucing yang bermain di taman dengan bunga-bunga cerah')"
                        value={prompt}
                        onChange={(e) =&gt; setPrompt(e.target.value)}
                        rows="4"
                    &gt;&lt;/textarea&gt;
                &lt;/div&gt;

                &lt;button
                    onClick={generateImage}
                    disabled={isLoading}
                    className={`w-full py-3 px-6 rounded-lg text-white font-bold text-lg transition-all duration-300 transform hover:scale-105 active:scale-95 shadow-lg
                        ${isLoading ? 'bg-gray-400 cursor-not-allowed' : 'bg-gradient-to-r from-purple-600 to-blue-500 hover:from-purple-700 hover:to-blue-600'}`
                    }
                &gt;
                    {isLoading ? (
                        &lt;div className="flex items-center justify-center"&gt;
                            &lt;svg className="animate-spin h-5 w-5 mr-3 text-white" viewBox="0 0 24 24"&gt;
                                &lt;circle className="opacity-25" cx="12" cy="12" r="10" stroke="currentColor" strokeWidth="4"&gt;&lt;/circle&gt;
                                &lt;path className="opacity-75" fill="currentColor" d="M4 12a8 8 0 018-8V0C5.373 0 0 5.373 0 12h4zm2 5.291A7.962 7.000 0 014 12H0c0 3.042 1.135 5.824 3 7.938l3-2.647z"&gt;&lt;/path&gt;
                            &lt;/svg&gt;
                            Membuat Gambar...
                        &lt;/div&gt;
                    ) : (
                        'Buat Gambar'
                    )}
                &lt;/button&gt;

                {error &amp;&amp; (
                    &lt;div className="mt-6 p-4 bg-red-100 border border-red-400 text-red-700 rounded-lg text-center"&gt;
                        {error}
                    &lt;/div&gt;
                )}

                {imageUrl &amp;&amp; (
                    &lt;div className="mt-8 text-center bg-gray-50 p-4 rounded-lg shadow-inner"&gt;
                        &lt;h2 className="text-2xl font-semibold text-gray-700 mb-4"&gt;Gambar Anda:&lt;/h2&gt;
                        &lt;img
                            src={imageUrl}
                            alt="Gambar yang dibuat"
                            className="max-w-full h-auto rounded-lg shadow-lg border-2 border-purple-300 mx-auto"
                            onError={(e) =&gt; { e.target.onerror = null; e.target.src="https://placehold.co/400x300/CCCCCC/333333?text=Gagal+Memuat+Gambar"; }}
                        /&gt;
                    &lt;/div&gt;
                )}
            &lt;/div&gt;
        &lt;/div&gt;
    );
};

export default App;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Aku Membantu Penyintas</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2023/12/aku-membantu-penyintas.html</link><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Wed, 27 Dec 2023 23:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-4891609319661531148</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;Entah dapat Ilham apa semalam. Ketika ketemu teman penyintas skizofrenia fase 3. Aku sebut itu, karena sebagian kesadaran akalnya hilang. Namun memori kecil dan lingkungan jangka dekat masih ada.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami saling kenal 2019, ia sehat secara badan dan tidak "sakit".&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Malam itu ia melotot semua orang namun pandangan kosong. Sebelumnya, sore hari, kawan sebut ia pecandu obat. Kawan itu bercerita menurut pengakuan, yang ternyata ditutupi selama ini, penyintas tersebut meminum obat rutin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiba-tiba kesadaran di malam itu hilang. Saat ia mengantar makanan. Namun sudah sejam ia "genggam" tanpa diantar. Saya yang mendengar cerita sorenya, bahwa pecandu obat, membantunya. Parahnya sistem Grab berikan dua order dua resto. (Pekerjaan memuakkan bagi pengemudi grab). Kami antar satu orderan ke tempat lain.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesampainya di tempat kedua dan menyelesaikan orderan tersebut. Penyintas memintaku antar ke rumahnya. Jarak rumahku dengannya hampir +/- 10 km. Konsekuensi yang saya hadapi; meminta tolong warga sekitar atau teman antar balik saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama perjalanan, omongan ngelantur. Menyapa orang tak dikenal dan melewati desa "angker". Desanya para Bromocorah di era 80-90an.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia tunjukan jalan menuju rumah. Sesekali saya menelpon kawan lain untuk menjemputku. Ini kali pertama saya menuju desa dan tempat yang belum saya jelajah seperti Gresik-Lamongan-Tuban-Bojonegoro bersama Google Bisnisku era 2018. Padahal saya numpang lahir dan cari makan di kabupaten ini. Gelap dan persawahan mengiringi perjalanan kami. Penyintas ini, sesekali ngobrol tanpa tahu maksudnya. Saat di rumahnya pintu digedor dengan kerasnya. Pintu rumah tak dibuka ia pindah ke rumah sebelah yang ditempati kakak perempuannya, putri pertama. Sama saja. Digedor dengan kerasnya membuat kebisingan tetangga. Pintu rumah kakaknya dibuka, terbukalah semua rahasianya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia, penyintas skizofrenia, dimulai di pelatihan polisi. Ia berlatih mental pendidikan polisi di kab. Banyumas 2016. Ada konflik selama pendidikan. Antara hatinya dan keinginan orangtua tidak sinkron, pun selama pendidikan hingga stres. Ia sudah diobati ke berbagai tempat sejak itu. Selama itu ia sudah capai 90% orang normal. Ia kumat karena sang ibu meninggal dunia. Ia kehilangan kasih sayang Ibu. Yang rutin memberi obat secara teratur. Ia kecewa pada hidupnya. Puncaknya ia kembali ke rumah sakit jiwa dan baru 3 hari di rumah, kambuh, karena lupa obat.&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SHIBA INU Tambang Gratis </title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2021/10/shiba-inu-tambang-gratis.html</link><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Sat, 9 Oct 2021 22:26:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-6332135921272395547</guid><description>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Menurut Wikipedia, Shiba Inu adalah anjing asli Jepang yang sudah ada sejak zaman kuno. Shiba Inu merupakan anjing ras paling populer di Jepang. Tipe anjing berukuran sedang, tinggi badan jantan sekitar 38 cm hingga 41 cm, sedangkan tinggi badan betina sekitar 35 cm hingga 38 cm. Ia merupakan inspirasi yang mulai dikenalkan publik dalam kripto.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Shiba Inu, sebelumnya ada Dogecoin, merupakan impian Elon Musk untuk ciptakan kripto.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kami tahu penambangan Crypto saat ini sedang dalam mode hype. Banyak situs web telah mempromosikan akuntabilitas mereka untuk menambang mata uang kripto mereka (Token), dan Anda dapat melakukan riset kecil-kecilan mengenai hal ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sebagai penelitian saya ada beberapa situs penambangan memiliki 3 kemungkinan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;1. Penambangan Palsu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;2. Penambangan tingkat menengah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;3. Penambang Sejati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kami dapat mengidentifikasi Penambangan palsu dari tampilan situs mereka atau cara tersulit untuk mendapatkan token.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pada periode 03-10 Oktober, Shiba Ibu mencapai titik tertingginya:&amp;nbsp;&lt;span face="Roboto, Roboto-Fallback, sans-serif" style="background-color: white;"&gt;Harga koin Shiba Inu terpantau melonjak hingga 55 persen ke level 0,00001312 dollar AS (sekitar Rp 0,1869) dalam 24 jam terakhir. Bahkan pada Rabu (6/10/2021) siang, harga koin Shiba Inu merangkak naik ke level 0.00002239 dollar AS.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; box-sizing: border-box;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kenaikan harga hingga 55 persen ini juga ikut mendongkrak nilai kapitalisasi pasar koin Shiba Inu, yakni melewati angka 5,22 miliar dollar AS atau setara Rp 74,4 triliun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; box-sizing: border-box;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; box-sizing: border-box;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jika anda tertarik menambang. Bisa langsung menuju: https://free.shiba.limited/?r=37062&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>MYgbit com, Situs Mining yang Menguntungkan.</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2021/04/mygbit-com-situs-mining-yang.html</link><category>belajar nambang</category><category>Bitcoin</category><category>ETH mining</category><category>Mining</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Mon, 12 Apr 2021 02:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-4194375892911469556</guid><description>&lt;p&gt;Sila gabung: https://mygbit.com/panel/telegram/413149260&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://mygbit.com/u/Boothtml"&gt;&lt;img alt="Boothtml" src="https://files.mygbit.com/mygbit/public/materials/5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;


Anda duduk dan undang kawan atau lainnya bisa dapat sedikit receh yang secara otomatis berjalan dan terhubung dengan telegram.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Silakan baca pedoman penggunaannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="https://mygbit.com/docs/MYGBIT_PRESENTATION.pdf" rel="nofollow" target="_blank"&gt;MYgbit&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pembagian Zonasi Hutan Mangrove</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/pembagian-zonasi-hutan-mangrove.html</link><category>Hutan Mangrove</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Wed, 12 Oct 2016 11:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-4971223486044342359</guid><description>&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ekosistem mangrove sangat rumit, karena banyak terdapat faktor yang saling mempengaruhi, baik di dalam maupun diluar pertumbuhan dan perkembangannya. Berdasarkan tempat tumbuhnya, kawasan mangrove dibedakan menjadi beberapa zonasi, yang disebut dengan jenis-jenis vegetasi yang mendominasi (Arief, 2003). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Vegetasi mangrove secara khas memperlihatkan adanya pola zonasi. Zonasi pada ekosistem mangrove dapat dilihat sebagai suatu proses suksesi dan merupakan hasil reaksi ekosistem terhadap kekuatan yang datang dari luar. Kondisi ini terjadi karena adanya peran dan kemampuan jenis tumbuhan mangrove dalam beradaptasi dengan lingkungan yang berada di kawasan pesisir. Zonasi tumbuhan yang membentuk komponen mangrove, menghasilkan pola bervariasi yang menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda di setiap lokasi penelitian (Departemen Kehutanan, 1994).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjYuLAXbvJ5dyJV4vRf4bpN9TA8Ax8mFNcoRpr7x2i6EmNunRvu8DRxOU4iTUWCCjhg9wxfc4igEMfqk7KXnP3Vrhcolsj3a_WVI4jp4XFqpKSWVHDTPW50kPMAQudv4IFUJtNgRRHarqW/s1600/Pembagian+Zonasi+Hutan+Mangrove.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Pembagian Zonasi Hutan Mangrove" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjYuLAXbvJ5dyJV4vRf4bpN9TA8Ax8mFNcoRpr7x2i6EmNunRvu8DRxOU4iTUWCCjhg9wxfc4igEMfqk7KXnP3Vrhcolsj3a_WVI4jp4XFqpKSWVHDTPW50kPMAQudv4IFUJtNgRRHarqW/s320/Pembagian+Zonasi+Hutan+Mangrove.jpg" title="Pembagian Zonasi Hutan Mangrove" width="242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Zonasi yang terjadi di hutan mangrove adalah dipengaruhui oleh beberapa faktor, antara lain adalah frekuensi genangan, salinitas, dominasi jenis tumbuhan, gerakan air pasang-surut dan keterbukaan lokasi hutan mangrove terhadap angin dan hempasan ombak, serta jarak tumbuhan dari garis pantai (Arief, 2003).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut (Odum, 1972) struktur ekosistem mangrove, secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga tipe formasi, yaitu : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mangrove Pantai &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pada tipe ini dipengaruhi air laut dominan dari air sungai. Struktur horizontal formasi ini dari arah laut ke arah darat adalah mulai dari tumbuhan pionir (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Sonneratia alba&lt;/i&gt;), diikuti oleh komunitas campuran Soneratia alba, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Avicennia &lt;/i&gt;sp, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Rhizophora apiculata&lt;/i&gt;, selanjutnya komunitas murni &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Rhizophora &lt;/i&gt;sp dan akhirnya komunitas campuran Rhizophora�Bruguiera. Bila genangan berlanjut, akan ditemui komunitas murni Nypa fructicans &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mangrove Muara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pada tipe ini pengaruh air laut sama kuat dengan pengaruh air sungai. Mangrove muara dicirikan oleh mintakat tipis di belakang komunitas campuran yang terakhir. (Munisa, 2003) Rhizophora sp. Di tepian alur, di ikuti komunitas campuran &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Rhizophora � Bruguiera&lt;/i&gt; dan diakhiri komunitas murni &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Nypa &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mangrove sungai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pada tipe ini pengaruh air sungai lebih dominan daripada air laut, dan berkembang pada tepian sungai yang relalif jauh dari muara. Mangrove banyak berasosiasi dengan komunitas daratan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bengen (2002) mengemukakan bahwa jenis-jenis pohon penyusun hutan mangrove, di Indonesia jika dirunut dari arah laut ke arah daratan dapat dibedakan menjadi 4 zonasi, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Zona Api-api � Prepat (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Avicennia � Sonneratia&lt;/i&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Terletak paling luar/jauh atau terdekat dengan laut, keadaan tanah berlumpur agak lembek (dangkal),dengan substrat agak berpasir, sedikit bahan organik dan kadar garam agak tinggi. Zona ini biasanya didominasi oleh jenis api-api (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Avicennia � Sonneratia&lt;/i&gt;) (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Avicennia&lt;/i&gt; sp.) dan prepat (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Sonneratia &lt;/i&gt;sp), dan biasanya berasosiasi dengan jenis bakau (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Rhizophora&lt;/i&gt; sp)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Zona Bakau (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Rhizophora&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Biasanya terletak di belakang api-api dan prepat, keadaan tanah berlumpur lembek (dalam). Pada umumnya didominasi bakau (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Rhizophora &lt;/i&gt;sp.) dan di beberapa tempat dijumpai berasosiasi dengan jenis lain seperti tanjang (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Bruguiera&lt;/i&gt; sp.).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Zona Tanjang (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Bruguiera&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Terletak di belakang zona bakau, agak jauh dari laut dekat dengan daratan. Keadaan berlumpur agak keras, agak jauh dari garis pantai. Pada umumnya ditumbuhi jenis tanjang (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Bruguiera&lt;/i&gt;) dan di beberapa tempat berasosiasi dengan jenis lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Zona Nipah (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Nypa fructicant&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Zona ini terletak paling jauh dari laut atau paling dekat ke arah darat. Zona ini mengandung air dengan salinitas sangat rendah dibandingkan zona lainnya, tanahnya keras, kurang dipengaruhi pasang surut dan kebanyakan berada di tepi-tepi sungai dekat laut. Pada umumnya ditumbuhi jenis nipah (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Nypa fructicant&lt;/i&gt; sp) dan beberapa spesies palem lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjYuLAXbvJ5dyJV4vRf4bpN9TA8Ax8mFNcoRpr7x2i6EmNunRvu8DRxOU4iTUWCCjhg9wxfc4igEMfqk7KXnP3Vrhcolsj3a_WVI4jp4XFqpKSWVHDTPW50kPMAQudv4IFUJtNgRRHarqW/s72-c/Pembagian+Zonasi+Hutan+Mangrove.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="190531" type="image/jpeg" url="https://1.bp.blogspot.com/-P_JSjzQQbQc/V_23JpAR24I/AAAAAAAAFQ8/KbTEOKzb3ik5QeC2-DhjGHTchibCRqvgQCLcB/s1600/Pembagian%2BZonasi%2BHutan%2BMangrove.jpg"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Ekosistem mangrove sangat rumit, karena banyak terdapat faktor yang saling mempengaruhi, baik di dalam maupun diluar pertumbuhan dan perkembangannya. Berdasarkan tempat tumbuhnya, kawasan mangrove dibedakan menjadi beberapa zonasi, yang disebut dengan jenis-jenis vegetasi yang mendominasi (Arief, 2003). Vegetasi mangrove secara khas memperlihatkan adanya pola zonasi. Zonasi pada ekosistem mangrove dapat dilihat sebagai suatu proses suksesi dan merupakan hasil reaksi ekosistem terhadap kekuatan yang datang dari luar. Kondisi ini terjadi karena adanya peran dan kemampuan jenis tumbuhan mangrove dalam beradaptasi dengan lingkungan yang berada di kawasan pesisir. Zonasi tumbuhan yang membentuk komponen mangrove, menghasilkan pola bervariasi yang menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda di setiap lokasi penelitian (Departemen Kehutanan, 1994). Zonasi yang terjadi di hutan mangrove adalah dipengaruhui oleh beberapa faktor, antara lain adalah frekuensi genangan, salinitas, dominasi jenis tumbuhan, gerakan air pasang-surut dan keterbukaan lokasi hutan mangrove terhadap angin dan hempasan ombak, serta jarak tumbuhan dari garis pantai (Arief, 2003).Menurut (Odum, 1972) struktur ekosistem mangrove, secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga tipe formasi, yaitu : 1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mangrove Pantai Pada tipe ini dipengaruhi air laut dominan dari air sungai. Struktur horizontal formasi ini dari arah laut ke arah darat adalah mulai dari tumbuhan pionir (Sonneratia alba), diikuti oleh komunitas campuran Soneratia alba, Avicennia sp, Rhizophora apiculata, selanjutnya komunitas murni Rhizophora sp dan akhirnya komunitas campuran Rhizophora�Bruguiera. Bila genangan berlanjut, akan ditemui komunitas murni Nypa fructicans 2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mangrove MuaraPada tipe ini pengaruh air laut sama kuat dengan pengaruh air sungai. Mangrove muara dicirikan oleh mintakat tipis di belakang komunitas campuran yang terakhir. (Munisa, 2003) Rhizophora sp. Di tepian alur, di ikuti komunitas campuran Rhizophora � Bruguiera dan diakhiri komunitas murni Nypa 3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mangrove sungaiPada tipe ini pengaruh air sungai lebih dominan daripada air laut, dan berkembang pada tepian sungai yang relalif jauh dari muara. Mangrove banyak berasosiasi dengan komunitas daratan. Bengen (2002) mengemukakan bahwa jenis-jenis pohon penyusun hutan mangrove, di Indonesia jika dirunut dari arah laut ke arah daratan dapat dibedakan menjadi 4 zonasi, yaitu :Zona Api-api � Prepat (Avicennia � Sonneratia) Terletak paling luar/jauh atau terdekat dengan laut, keadaan tanah berlumpur agak lembek (dangkal),dengan substrat agak berpasir, sedikit bahan organik dan kadar garam agak tinggi. Zona ini biasanya didominasi oleh jenis api-api (Avicennia � Sonneratia) (Avicennia sp.) dan prepat (Sonneratia sp), dan biasanya berasosiasi dengan jenis bakau (Rhizophora sp)&amp;nbsp;Zona Bakau (Rhizophora)Biasanya terletak di belakang api-api dan prepat, keadaan tanah berlumpur lembek (dalam). Pada umumnya didominasi bakau (Rhizophora sp.) dan di beberapa tempat dijumpai berasosiasi dengan jenis lain seperti tanjang (Bruguiera sp.).Zona Tanjang (Bruguiera)Terletak di belakang zona bakau, agak jauh dari laut dekat dengan daratan. Keadaan berlumpur agak keras, agak jauh dari garis pantai. Pada umumnya ditumbuhi jenis tanjang (Bruguiera) dan di beberapa tempat berasosiasi dengan jenis lain.Zona Nipah (Nypa fructicant)Zona ini terletak paling jauh dari laut atau paling dekat ke arah darat. Zona ini mengandung air dengan salinitas sangat rendah dibandingkan zona lainnya, tanahnya keras, kurang dipengaruhi pasang surut dan kebanyakan berada di tepi-tepi sungai dekat laut. Pada umumnya ditumbuhi jenis nipah (Nypa fructicant sp) dan beberapa spesies palem lainnya.</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Ekosistem mangrove sangat rumit, karena banyak terdapat faktor yang saling mempengaruhi, baik di dalam maupun diluar pertumbuhan dan perkembangannya. Berdasarkan tempat tumbuhnya, kawasan mangrove dibedakan menjadi beberapa zonasi, yang disebut dengan jenis-jenis vegetasi yang mendominasi (Arief, 2003). Vegetasi mangrove secara khas memperlihatkan adanya pola zonasi. Zonasi pada ekosistem mangrove dapat dilihat sebagai suatu proses suksesi dan merupakan hasil reaksi ekosistem terhadap kekuatan yang datang dari luar. Kondisi ini terjadi karena adanya peran dan kemampuan jenis tumbuhan mangrove dalam beradaptasi dengan lingkungan yang berada di kawasan pesisir. Zonasi tumbuhan yang membentuk komponen mangrove, menghasilkan pola bervariasi yang menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda di setiap lokasi penelitian (Departemen Kehutanan, 1994). Zonasi yang terjadi di hutan mangrove adalah dipengaruhui oleh beberapa faktor, antara lain adalah frekuensi genangan, salinitas, dominasi jenis tumbuhan, gerakan air pasang-surut dan keterbukaan lokasi hutan mangrove terhadap angin dan hempasan ombak, serta jarak tumbuhan dari garis pantai (Arief, 2003).Menurut (Odum, 1972) struktur ekosistem mangrove, secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga tipe formasi, yaitu : 1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mangrove Pantai Pada tipe ini dipengaruhi air laut dominan dari air sungai. Struktur horizontal formasi ini dari arah laut ke arah darat adalah mulai dari tumbuhan pionir (Sonneratia alba), diikuti oleh komunitas campuran Soneratia alba, Avicennia sp, Rhizophora apiculata, selanjutnya komunitas murni Rhizophora sp dan akhirnya komunitas campuran Rhizophora�Bruguiera. Bila genangan berlanjut, akan ditemui komunitas murni Nypa fructicans 2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mangrove MuaraPada tipe ini pengaruh air laut sama kuat dengan pengaruh air sungai. Mangrove muara dicirikan oleh mintakat tipis di belakang komunitas campuran yang terakhir. (Munisa, 2003) Rhizophora sp. Di tepian alur, di ikuti komunitas campuran Rhizophora � Bruguiera dan diakhiri komunitas murni Nypa 3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mangrove sungaiPada tipe ini pengaruh air sungai lebih dominan daripada air laut, dan berkembang pada tepian sungai yang relalif jauh dari muara. Mangrove banyak berasosiasi dengan komunitas daratan. Bengen (2002) mengemukakan bahwa jenis-jenis pohon penyusun hutan mangrove, di Indonesia jika dirunut dari arah laut ke arah daratan dapat dibedakan menjadi 4 zonasi, yaitu :Zona Api-api � Prepat (Avicennia � Sonneratia) Terletak paling luar/jauh atau terdekat dengan laut, keadaan tanah berlumpur agak lembek (dangkal),dengan substrat agak berpasir, sedikit bahan organik dan kadar garam agak tinggi. Zona ini biasanya didominasi oleh jenis api-api (Avicennia � Sonneratia) (Avicennia sp.) dan prepat (Sonneratia sp), dan biasanya berasosiasi dengan jenis bakau (Rhizophora sp)&amp;nbsp;Zona Bakau (Rhizophora)Biasanya terletak di belakang api-api dan prepat, keadaan tanah berlumpur lembek (dalam). Pada umumnya didominasi bakau (Rhizophora sp.) dan di beberapa tempat dijumpai berasosiasi dengan jenis lain seperti tanjang (Bruguiera sp.).Zona Tanjang (Bruguiera)Terletak di belakang zona bakau, agak jauh dari laut dekat dengan daratan. Keadaan berlumpur agak keras, agak jauh dari garis pantai. Pada umumnya ditumbuhi jenis tanjang (Bruguiera) dan di beberapa tempat berasosiasi dengan jenis lain.Zona Nipah (Nypa fructicant)Zona ini terletak paling jauh dari laut atau paling dekat ke arah darat. Zona ini mengandung air dengan salinitas sangat rendah dibandingkan zona lainnya, tanahnya keras, kurang dipengaruhi pasang surut dan kebanyakan berada di tepi-tepi sungai dekat laut. Pada umumnya ditumbuhi jenis nipah (Nypa fructicant sp) dan beberapa spesies palem lainnya.</itunes:summary><itunes:keywords>Hutan Mangrove</itunes:keywords></item><item><title>Manfaat dan Fungsi Hutan Mangrove Secara Ekonomi dan Ekologi</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/manfaat-dan-fungsi-hutan-mangrove.html</link><category>Hutan Mangrove</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Wed, 12 Oct 2016 10:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-7249040022028242088</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Secara garis besar manfaat hutan mangrove dapat dibagi dalam dua bagian yaitu secara ekonomi dan ekologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiORRmDdAEcLYNa-7OgJBXAyDaJYaVnqjr-ggvdQ1OZ6dvPr62800hmuJENRkV-2l2LSmVIg2jwXDnrL8CFDUtBgKEpoU4Vo5ysahTEPwAnOmwa5ICChpp38V1a_Tyaa1s_e23EwARQWczb/s1600/Manfaat+dan+Fungsi+Hutan+Mangrove+Secara+Ekonomi+dan+Ekologi.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Manfaat dan Fungsi Hutan Mangrove Secara Ekonomi dan Ekologi" border="0" height="237" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiORRmDdAEcLYNa-7OgJBXAyDaJYaVnqjr-ggvdQ1OZ6dvPr62800hmuJENRkV-2l2LSmVIg2jwXDnrL8CFDUtBgKEpoU4Vo5ysahTEPwAnOmwa5ICChpp38V1a_Tyaa1s_e23EwARQWczb/s320/Manfaat+dan+Fungsi+Hutan+Mangrove+Secara+Ekonomi+dan+Ekologi.jpg" title="Manfaat dan Fungsi Hutan Mangrove" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Manfaat dan fungsi ekonomis, yang terdiri atas : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hasil berupa kayu (kayu konstruksi, kayu bakar, arang, serpihan kayu untuk bubur kayu, tiang/pancang) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hasil bukan kayu Hasil hutan ikutan (non kayu) Lahan (Ecotourisme dan lahan budidaya) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Manfaat dan fungsi ekologi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Manfaat dan fungsi ekologi yang terdiri atas berbagai fungsi perlindungan lingkungan ekosistem daratan dan lautan maupun habitat berbagai jenis fauna, diantaranya: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sebagai proteksi dan abrasi/erosi, gelombang atau angin kencang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pengendalian instrusi air laut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;c.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Habitat berbagai jenis fauna&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;d.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sebagai tempat mencari, memijah dan berkembang biak berbagai jenis ikan dan udang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;e.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pembangunan lahan melalui proses sedimentasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;f.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pengontrol penyakit malaria&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;g.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Memelihara kualitas air (mereduksi polutan, pencemar air) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hasil hutan mangrove non kayu ini sampai dengan sekarang belum banyak dikembangkan di Indonesia. Padahal apabila dikaji dengan baik, potensi sumberdaya hutan mangrove non kayu di Indonesia sangat besar dan dapat mendukung pengelolaan hutan mangrove secara berkelanjutan (Junaidi, 2009).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiORRmDdAEcLYNa-7OgJBXAyDaJYaVnqjr-ggvdQ1OZ6dvPr62800hmuJENRkV-2l2LSmVIg2jwXDnrL8CFDUtBgKEpoU4Vo5ysahTEPwAnOmwa5ICChpp38V1a_Tyaa1s_e23EwARQWczb/s72-c/Manfaat+dan+Fungsi+Hutan+Mangrove+Secara+Ekonomi+dan+Ekologi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="316660" type="image/jpeg" url="https://4.bp.blogspot.com/-JX1iqWWgR4Y/V_2vz0fcQVI/AAAAAAAAFQs/W2BBi9wiRuIRiPwe5g9z11H1as1QVBdugCLcB/s1600/Manfaat%2Bdan%2BFungsi%2BHutan%2BMangrove%2BSecara%2BEkonomi%2Bdan%2BEkologi.jpg"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Secara garis besar manfaat hutan mangrove dapat dibagi dalam dua bagian yaitu secara ekonomi dan ekologi Manfaat dan fungsi ekonomis, yang terdiri atas : a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hasil berupa kayu (kayu konstruksi, kayu bakar, arang, serpihan kayu untuk bubur kayu, tiang/pancang) b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hasil bukan kayu Hasil hutan ikutan (non kayu) Lahan (Ecotourisme dan lahan budidaya) Manfaat dan fungsi ekologiManfaat dan fungsi ekologi yang terdiri atas berbagai fungsi perlindungan lingkungan ekosistem daratan dan lautan maupun habitat berbagai jenis fauna, diantaranya: a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebagai proteksi dan abrasi/erosi, gelombang atau angin kencang.b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengendalian instrusi air lautc.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Habitat berbagai jenis faunad.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebagai tempat mencari, memijah dan berkembang biak berbagai jenis ikan dan udange.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembangunan lahan melalui proses sedimentasif.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengontrol penyakit malariag.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memelihara kualitas air (mereduksi polutan, pencemar air) Hasil hutan mangrove non kayu ini sampai dengan sekarang belum banyak dikembangkan di Indonesia. Padahal apabila dikaji dengan baik, potensi sumberdaya hutan mangrove non kayu di Indonesia sangat besar dan dapat mendukung pengelolaan hutan mangrove secara berkelanjutan (Junaidi, 2009).</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Secara garis besar manfaat hutan mangrove dapat dibagi dalam dua bagian yaitu secara ekonomi dan ekologi Manfaat dan fungsi ekonomis, yang terdiri atas : a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hasil berupa kayu (kayu konstruksi, kayu bakar, arang, serpihan kayu untuk bubur kayu, tiang/pancang) b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hasil bukan kayu Hasil hutan ikutan (non kayu) Lahan (Ecotourisme dan lahan budidaya) Manfaat dan fungsi ekologiManfaat dan fungsi ekologi yang terdiri atas berbagai fungsi perlindungan lingkungan ekosistem daratan dan lautan maupun habitat berbagai jenis fauna, diantaranya: a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebagai proteksi dan abrasi/erosi, gelombang atau angin kencang.b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengendalian instrusi air lautc.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Habitat berbagai jenis faunad.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebagai tempat mencari, memijah dan berkembang biak berbagai jenis ikan dan udange.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembangunan lahan melalui proses sedimentasif.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengontrol penyakit malariag.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memelihara kualitas air (mereduksi polutan, pencemar air) Hasil hutan mangrove non kayu ini sampai dengan sekarang belum banyak dikembangkan di Indonesia. Padahal apabila dikaji dengan baik, potensi sumberdaya hutan mangrove non kayu di Indonesia sangat besar dan dapat mendukung pengelolaan hutan mangrove secara berkelanjutan (Junaidi, 2009).</itunes:summary><itunes:keywords>Hutan Mangrove</itunes:keywords></item><item><title>Hutan Mangrove, luasan dan Penyebarannya</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/hutan-mangrove-luasan-dan-penyebarannya.html</link><category>Ekologi Hutan</category><category>Hutan Mangrove</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Wed, 12 Oct 2016 10:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-6398910451625785503</guid><description>&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hutan Mangrove &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hutan mangrove adalah kelompok jenis tumbuhan yang tumbuh di sepanjang garis pantai tropis sampai sub-tropis yang memiliki fungsi istimewa di suatu lingkungan yang mengandung garam dan bentuk lahan berupa pantai dengan reaksi tanah anaerob. Secara ringkas hutan mangrove dapat didefinisikan sebagai suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut (terutama di pantai yang terlindung, laguna, muara sungai) yang tergenang pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam (Santono, et al., 2005).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTLOyJ_6iP4yVeakfVQ2ToRF_74BYa0htBgODrKz_qrXmAPI5pv1iy8dkw3UnZrX-WVwtTBtffUdVhK16lZdxGL2J0o9Lo6oYF5yKdAyX4LlWpnd2FO0hfD-ZQcYV8ERXfQBEXEshqx65A/s1600/Hutan+Mangrove%252C+luasan+dan+Penyebarannya.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Hutan Mangrove, luasan dan Penyebarannya" border="0" height="237" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTLOyJ_6iP4yVeakfVQ2ToRF_74BYa0htBgODrKz_qrXmAPI5pv1iy8dkw3UnZrX-WVwtTBtffUdVhK16lZdxGL2J0o9Lo6oYF5yKdAyX4LlWpnd2FO0hfD-ZQcYV8ERXfQBEXEshqx65A/s320/Hutan+Mangrove%252C+luasan+dan+Penyebarannya.jpg" title="Hutan Mangrove" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ekosistem mangrove merupakan suatu sistem yang terdiri atas organisme (tumbuhan dan hewan) yang berinteraksi dengan faktor lingkungannya di dalam suatu habitat mangrove. Mangrove merupakan ekosistem hutan yang unik karena merupakan perpaduan antara ekosistem darat dan ekosistem perairan. Hutan mangrove mempunyai peranan yang sangat penting terutama bagi kehidupan masyarakat sekitarnya dengan memanfaatkan produksi yang ada di dalamnya, baik sumberdaya kayunya maupun sumberdaya biota air (udang, kepiting, ikan) yang biasanya hidup dan berkembang biak di hutan mangrove (Santono, et al., 2005). Hutan mangrove di Indonesia, yang terbagi kedalam 2 (dua) zone wilayah geografi mangrove yakni Asia dan Oseania, kedua zona tersebut memiliki keanekaragaman tumbuhan, satwa dan jasad renik yang lebih besar dibanding negara-negara lainnya. Hal ini terjadi karena keadaan alamnya yang berbeda dari satu pulau ke pulau lainnya, bahkan dari satu tempat ketempat lainnya dalam pulau yang sama. Sistem perpaduan antara sumberdaya hutan mangrove dan tempat hidupnya yang khas itu, menumbuhkan berbagai ekosistem yang masingmasing menampilkan kekhususan dalam kehidupan jenis-jenis yang terdapat di dalamnya (Santono, et al., 2005).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Luas dan Penyebaran Mangrove&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut Santono et al., (2005) terdapat variasi yang nyata dari luas total ekosistem mangrove Indonesia, yakni berkisar antara 2,5 juta � 4,25 juta ha. Perbedaan jumlah luasan ini lebih banyak disebabkan oleh perbedaan metodologi pengukuran luas hutan mangrove yang dilakukan oleh berbagai pihak. Walaupun demikian diakui oleh dunia bahwa Indonesia mempunyai luas ekosistem mangrove terluas di dunia (21% luas mangrove dunia). Hutan-hutan mangrove menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling khatulistiwa di wilayah tropika dan sedikit di subtropika. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Luas hutan mangrove Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia melebihi Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha). Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar, yakni di pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan. Di bagian timur Indonesia, ditepi Dangkalan Sahul, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua, terutama di sekitar Teluk Bintuni. Mangrove di Papua mencapai uas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan mangrove Indonesia (Santono, et al., 2005).&lt;/span&gt; </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTLOyJ_6iP4yVeakfVQ2ToRF_74BYa0htBgODrKz_qrXmAPI5pv1iy8dkw3UnZrX-WVwtTBtffUdVhK16lZdxGL2J0o9Lo6oYF5yKdAyX4LlWpnd2FO0hfD-ZQcYV8ERXfQBEXEshqx65A/s72-c/Hutan+Mangrove%252C+luasan+dan+Penyebarannya.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="330839" type="image/jpeg" url="https://3.bp.blogspot.com/-7g2uauYtzX4/V_2p88cFx9I/AAAAAAAAFQc/LrdSuIeha0oA5jM8yA_1GaZjYAtjm-pLQCLcB/s1600/Hutan%2BMangrove%252C%2Bluasan%2Bdan%2BPenyebarannya.jpg"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Hutan Mangrove &amp;nbsp; Hutan mangrove adalah kelompok jenis tumbuhan yang tumbuh di sepanjang garis pantai tropis sampai sub-tropis yang memiliki fungsi istimewa di suatu lingkungan yang mengandung garam dan bentuk lahan berupa pantai dengan reaksi tanah anaerob. Secara ringkas hutan mangrove dapat didefinisikan sebagai suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut (terutama di pantai yang terlindung, laguna, muara sungai) yang tergenang pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam (Santono, et al., 2005).&amp;nbsp; Ekosistem mangrove merupakan suatu sistem yang terdiri atas organisme (tumbuhan dan hewan) yang berinteraksi dengan faktor lingkungannya di dalam suatu habitat mangrove. Mangrove merupakan ekosistem hutan yang unik karena merupakan perpaduan antara ekosistem darat dan ekosistem perairan. Hutan mangrove mempunyai peranan yang sangat penting terutama bagi kehidupan masyarakat sekitarnya dengan memanfaatkan produksi yang ada di dalamnya, baik sumberdaya kayunya maupun sumberdaya biota air (udang, kepiting, ikan) yang biasanya hidup dan berkembang biak di hutan mangrove (Santono, et al., 2005). Hutan mangrove di Indonesia, yang terbagi kedalam 2 (dua) zone wilayah geografi mangrove yakni Asia dan Oseania, kedua zona tersebut memiliki keanekaragaman tumbuhan, satwa dan jasad renik yang lebih besar dibanding negara-negara lainnya. Hal ini terjadi karena keadaan alamnya yang berbeda dari satu pulau ke pulau lainnya, bahkan dari satu tempat ketempat lainnya dalam pulau yang sama. Sistem perpaduan antara sumberdaya hutan mangrove dan tempat hidupnya yang khas itu, menumbuhkan berbagai ekosistem yang masingmasing menampilkan kekhususan dalam kehidupan jenis-jenis yang terdapat di dalamnya (Santono, et al., 2005). Luas dan Penyebaran Mangrove Menurut Santono et al., (2005) terdapat variasi yang nyata dari luas total ekosistem mangrove Indonesia, yakni berkisar antara 2,5 juta � 4,25 juta ha. Perbedaan jumlah luasan ini lebih banyak disebabkan oleh perbedaan metodologi pengukuran luas hutan mangrove yang dilakukan oleh berbagai pihak. Walaupun demikian diakui oleh dunia bahwa Indonesia mempunyai luas ekosistem mangrove terluas di dunia (21% luas mangrove dunia). Hutan-hutan mangrove menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling khatulistiwa di wilayah tropika dan sedikit di subtropika. &amp;nbsp; Luas hutan mangrove Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia melebihi Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha). Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar, yakni di pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan. Di bagian timur Indonesia, ditepi Dangkalan Sahul, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua, terutama di sekitar Teluk Bintuni. Mangrove di Papua mencapai uas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan mangrove Indonesia (Santono, et al., 2005).</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Hutan Mangrove &amp;nbsp; Hutan mangrove adalah kelompok jenis tumbuhan yang tumbuh di sepanjang garis pantai tropis sampai sub-tropis yang memiliki fungsi istimewa di suatu lingkungan yang mengandung garam dan bentuk lahan berupa pantai dengan reaksi tanah anaerob. Secara ringkas hutan mangrove dapat didefinisikan sebagai suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut (terutama di pantai yang terlindung, laguna, muara sungai) yang tergenang pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam (Santono, et al., 2005).&amp;nbsp; Ekosistem mangrove merupakan suatu sistem yang terdiri atas organisme (tumbuhan dan hewan) yang berinteraksi dengan faktor lingkungannya di dalam suatu habitat mangrove. Mangrove merupakan ekosistem hutan yang unik karena merupakan perpaduan antara ekosistem darat dan ekosistem perairan. Hutan mangrove mempunyai peranan yang sangat penting terutama bagi kehidupan masyarakat sekitarnya dengan memanfaatkan produksi yang ada di dalamnya, baik sumberdaya kayunya maupun sumberdaya biota air (udang, kepiting, ikan) yang biasanya hidup dan berkembang biak di hutan mangrove (Santono, et al., 2005). Hutan mangrove di Indonesia, yang terbagi kedalam 2 (dua) zone wilayah geografi mangrove yakni Asia dan Oseania, kedua zona tersebut memiliki keanekaragaman tumbuhan, satwa dan jasad renik yang lebih besar dibanding negara-negara lainnya. Hal ini terjadi karena keadaan alamnya yang berbeda dari satu pulau ke pulau lainnya, bahkan dari satu tempat ketempat lainnya dalam pulau yang sama. Sistem perpaduan antara sumberdaya hutan mangrove dan tempat hidupnya yang khas itu, menumbuhkan berbagai ekosistem yang masingmasing menampilkan kekhususan dalam kehidupan jenis-jenis yang terdapat di dalamnya (Santono, et al., 2005). Luas dan Penyebaran Mangrove Menurut Santono et al., (2005) terdapat variasi yang nyata dari luas total ekosistem mangrove Indonesia, yakni berkisar antara 2,5 juta � 4,25 juta ha. Perbedaan jumlah luasan ini lebih banyak disebabkan oleh perbedaan metodologi pengukuran luas hutan mangrove yang dilakukan oleh berbagai pihak. Walaupun demikian diakui oleh dunia bahwa Indonesia mempunyai luas ekosistem mangrove terluas di dunia (21% luas mangrove dunia). Hutan-hutan mangrove menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling khatulistiwa di wilayah tropika dan sedikit di subtropika. &amp;nbsp; Luas hutan mangrove Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia melebihi Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha). Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar, yakni di pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan. Di bagian timur Indonesia, ditepi Dangkalan Sahul, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua, terutama di sekitar Teluk Bintuni. Mangrove di Papua mencapai uas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan mangrove Indonesia (Santono, et al., 2005).</itunes:summary><itunes:keywords>Ekologi Hutan, Hutan Mangrove</itunes:keywords></item><item><title>Fenomena Alam, Sayur Merah (Uta Mia) di Kepulauan Sula</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/fenomena-alam-sayur-merah-uta-mia-di.html</link><category>Tulisan Ato</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Mon, 10 Oct 2016 16:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-1879843567678413527</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Uta Mia adalah sebutan dalam bahasa Sula yang artinya Sayur Merah, sayur ini sangat disukai oleh sebagian besar orang Sula termasuk saya sendiri, Sayur ini merupakan makan kesukaan saya sewaktu kecil hingga sekarang. Namun, membuat semakin rindu akan Uta Mia karena berada jauh dari kampung halaman kota Sanana yang sebagai ibu kota kabupaten Kepulauan Sula, provinsi Maluku Utara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sayur ini seperti jamur yang berwarna merah, bahkan dapat menimbulkan pertanyaan bagi orang-orang diluar Kepulauan Sula yang belum pernah mencicipi rasa sayur ini, kalau apakah jamur tersebut dapat dimakan ? Namun, bagi kami masyarakat Sula sudah pasti akan menjawab ya dapat dimakan dan enak rasanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQtSmCXnneRKHcRyNhyphenhyphenDflshjNjP6patu0M8uAdmVkdpoIyhzaPYPOZMnWduIQ7IvZ8VT3CpjQYAza6Ul8vpEwR74LAs8X2UITSvMQM1SIqDmS7W_Y2s959WVA9XG8xPGSZ3-D-AQ7mY84/s1600/Fenomena+Alam+Sayur+Merah+%2528Uta+Mia%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Fenomena Alam Sayur Merah (Uta Mia)" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQtSmCXnneRKHcRyNhyphenhyphenDflshjNjP6patu0M8uAdmVkdpoIyhzaPYPOZMnWduIQ7IvZ8VT3CpjQYAza6Ul8vpEwR74LAs8X2UITSvMQM1SIqDmS7W_Y2s959WVA9XG8xPGSZ3-D-AQ7mY84/s320/Fenomena+Alam+Sayur+Merah+%2528Uta+Mia%2529.jpg" title="Sayur Merah " width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menjadikan sebuah fenomena unik tentang sayur Uta Mia ini karena Sayur Merah ini hanya akan tumbuh pada musim-musim tertentu yaitu musim hujan, sehingga bagi masyarakat lokal di Sula mengatakan sayur merah ini akan ada saat sering terjadi guntur dan kilat. Rasanya sangat-sangat enak karena tekstur tumbuhan yang kenyal membuat nyaman di lidah untuk mengunyah. Apalagi jika dimasak dengan santan kelapa, rasa santannya yang dilengkapi dengan camburan bumbu-bumbu lain membuat rasa sayur ini semakin nikmat dan semakin gurih jika disajikan dengan makanan khas Kepulauan Sula yaitu Papeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Lihat juga : &lt;a href="http://www.mrgostuquwh.blogspot.com/2016/07/perbedaan-arti-kata-tumbuhan-dan-tanaman.html" target="_blank"&gt;Perbedaan Tumbuhan dan Tanaman&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Entah sudah ada yang melakukan penelitian tentang fenomena Sayur Merah ( Uta Mia ) ini atau belum, namun bagi saya sebagai anak negeri Sula yang secara kebetulan tertarik tentang tumbuhan maka muncul keinginan untuk mempelajari lebih dalam tentang jamur merah atau sayur merah tersebut. Selain itu seperti yang disebutkan di atas, sayur kesukaan saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan mempelajari jenisnya atau taksonomi termasuk juga morfologi sehingga dapat teridentifikasi apa jenis tumbuhan tersebut dalam tatanama tumbuhan internasional atau Kode Internasional Tatanama Tumbuhan (KITT). Dengan harapan dapat dijadikan sebagai tumbuhan endemik (khas) kabupaten Kepulauan Sula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Lihat juga : &lt;a href="http://www.mrgostuquwh.blogspot.com/2015/04/ilmu-taksonomi-tumbuhan.html" target="_blank"&gt;Pengertian Taksonomi Tumbuhan&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Berdasarkan informasi sementara, sayur merah ini banyak terdapat di desa Wai Bau, Wai Ipa, Umaloya dan Pastina, kabupaten Kepulauan Sula. Dengan informasi awal ini, maka dapat mengarahkan kita untuk menelusuri dan mengidentifikasi keberadaan jamur merah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bagi anda yang membaca tulisan ini juga dapat membagi informasi terkait tumbuhan ini, baik informasi lokal (lokasi) ataupun informasi terkait dengan jenis tumbuhan ini yang mungkin sudah diidentifikasi atau telah terdaftar di tatanama tumbuhan Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQtSmCXnneRKHcRyNhyphenhyphenDflshjNjP6patu0M8uAdmVkdpoIyhzaPYPOZMnWduIQ7IvZ8VT3CpjQYAza6Ul8vpEwR74LAs8X2UITSvMQM1SIqDmS7W_Y2s959WVA9XG8xPGSZ3-D-AQ7mY84/s72-c/Fenomena+Alam+Sayur+Merah+%2528Uta+Mia%2529.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="78646" type="image/jpeg" url="https://2.bp.blogspot.com/-pj8ngR9SjbI/V_taWT2IVxI/AAAAAAAAFP8/iAEpU1UFjM8GMMucRJmLRtZEV1xgwDJXACLcB/s1600/Fenomena%2BAlam%2BSayur%2BMerah%2B%2528Uta%2BMia%2529.jpg"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Uta Mia adalah sebutan dalam bahasa Sula yang artinya Sayur Merah, sayur ini sangat disukai oleh sebagian besar orang Sula termasuk saya sendiri, Sayur ini merupakan makan kesukaan saya sewaktu kecil hingga sekarang. Namun, membuat semakin rindu akan Uta Mia karena berada jauh dari kampung halaman kota Sanana yang sebagai ibu kota kabupaten Kepulauan Sula, provinsi Maluku Utara.Sayur ini seperti jamur yang berwarna merah, bahkan dapat menimbulkan pertanyaan bagi orang-orang diluar Kepulauan Sula yang belum pernah mencicipi rasa sayur ini, kalau apakah jamur tersebut dapat dimakan ? Namun, bagi kami masyarakat Sula sudah pasti akan menjawab ya dapat dimakan dan enak rasanya. Menjadikan sebuah fenomena unik tentang sayur Uta Mia ini karena Sayur Merah ini hanya akan tumbuh pada musim-musim tertentu yaitu musim hujan, sehingga bagi masyarakat lokal di Sula mengatakan sayur merah ini akan ada saat sering terjadi guntur dan kilat. Rasanya sangat-sangat enak karena tekstur tumbuhan yang kenyal membuat nyaman di lidah untuk mengunyah. Apalagi jika dimasak dengan santan kelapa, rasa santannya yang dilengkapi dengan camburan bumbu-bumbu lain membuat rasa sayur ini semakin nikmat dan semakin gurih jika disajikan dengan makanan khas Kepulauan Sula yaitu Papeda.Lihat juga : Perbedaan Tumbuhan dan TanamanEntah sudah ada yang melakukan penelitian tentang fenomena Sayur Merah ( Uta Mia ) ini atau belum, namun bagi saya sebagai anak negeri Sula yang secara kebetulan tertarik tentang tumbuhan maka muncul keinginan untuk mempelajari lebih dalam tentang jamur merah atau sayur merah tersebut. Selain itu seperti yang disebutkan di atas, sayur kesukaan saya.Dengan mempelajari jenisnya atau taksonomi termasuk juga morfologi sehingga dapat teridentifikasi apa jenis tumbuhan tersebut dalam tatanama tumbuhan internasional atau Kode Internasional Tatanama Tumbuhan (KITT). Dengan harapan dapat dijadikan sebagai tumbuhan endemik (khas) kabupaten Kepulauan Sula.Lihat juga : Pengertian Taksonomi TumbuhanBerdasarkan informasi sementara, sayur merah ini banyak terdapat di desa Wai Bau, Wai Ipa, Umaloya dan Pastina, kabupaten Kepulauan Sula. Dengan informasi awal ini, maka dapat mengarahkan kita untuk menelusuri dan mengidentifikasi keberadaan jamur merah tersebut.Bagi anda yang membaca tulisan ini juga dapat membagi informasi terkait tumbuhan ini, baik informasi lokal (lokasi) ataupun informasi terkait dengan jenis tumbuhan ini yang mungkin sudah diidentifikasi atau telah terdaftar di tatanama tumbuhan Indonesia.</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Uta Mia adalah sebutan dalam bahasa Sula yang artinya Sayur Merah, sayur ini sangat disukai oleh sebagian besar orang Sula termasuk saya sendiri, Sayur ini merupakan makan kesukaan saya sewaktu kecil hingga sekarang. Namun, membuat semakin rindu akan Uta Mia karena berada jauh dari kampung halaman kota Sanana yang sebagai ibu kota kabupaten Kepulauan Sula, provinsi Maluku Utara.Sayur ini seperti jamur yang berwarna merah, bahkan dapat menimbulkan pertanyaan bagi orang-orang diluar Kepulauan Sula yang belum pernah mencicipi rasa sayur ini, kalau apakah jamur tersebut dapat dimakan ? Namun, bagi kami masyarakat Sula sudah pasti akan menjawab ya dapat dimakan dan enak rasanya. Menjadikan sebuah fenomena unik tentang sayur Uta Mia ini karena Sayur Merah ini hanya akan tumbuh pada musim-musim tertentu yaitu musim hujan, sehingga bagi masyarakat lokal di Sula mengatakan sayur merah ini akan ada saat sering terjadi guntur dan kilat. Rasanya sangat-sangat enak karena tekstur tumbuhan yang kenyal membuat nyaman di lidah untuk mengunyah. Apalagi jika dimasak dengan santan kelapa, rasa santannya yang dilengkapi dengan camburan bumbu-bumbu lain membuat rasa sayur ini semakin nikmat dan semakin gurih jika disajikan dengan makanan khas Kepulauan Sula yaitu Papeda.Lihat juga : Perbedaan Tumbuhan dan TanamanEntah sudah ada yang melakukan penelitian tentang fenomena Sayur Merah ( Uta Mia ) ini atau belum, namun bagi saya sebagai anak negeri Sula yang secara kebetulan tertarik tentang tumbuhan maka muncul keinginan untuk mempelajari lebih dalam tentang jamur merah atau sayur merah tersebut. Selain itu seperti yang disebutkan di atas, sayur kesukaan saya.Dengan mempelajari jenisnya atau taksonomi termasuk juga morfologi sehingga dapat teridentifikasi apa jenis tumbuhan tersebut dalam tatanama tumbuhan internasional atau Kode Internasional Tatanama Tumbuhan (KITT). Dengan harapan dapat dijadikan sebagai tumbuhan endemik (khas) kabupaten Kepulauan Sula.Lihat juga : Pengertian Taksonomi TumbuhanBerdasarkan informasi sementara, sayur merah ini banyak terdapat di desa Wai Bau, Wai Ipa, Umaloya dan Pastina, kabupaten Kepulauan Sula. Dengan informasi awal ini, maka dapat mengarahkan kita untuk menelusuri dan mengidentifikasi keberadaan jamur merah tersebut.Bagi anda yang membaca tulisan ini juga dapat membagi informasi terkait tumbuhan ini, baik informasi lokal (lokasi) ataupun informasi terkait dengan jenis tumbuhan ini yang mungkin sudah diidentifikasi atau telah terdaftar di tatanama tumbuhan Indonesia.</itunes:summary><itunes:keywords>Tulisan Ato</itunes:keywords></item><item><title>Cara Praktis Memasang Sumber Postingan Saat Artikel di Ambil (copas)</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/cara-praktis-memasang-sumber-postingan.html</link><category>Tutorial Blog</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Mon, 10 Oct 2016 14:38:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-4774167679349054020</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;Share tentang &lt;b&gt;cara praktis memasang dan membuat link sumber pada postingan saat artikel di copy paste oleh blogger&lt;/b&gt; lain ini berfungsi untuk membuat artikel blog kita yang di copas dan tidak mencantumkan link sumber postingan. Dengan &lt;a href="http://www.mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/cara-praktis-memasang-sumber-postingan.html" target="_blank"&gt;memasang link sumber secara otomatis pada postingan blog&lt;/a&gt; maka link blog kita akan dengan sendirinya muncul meskipun orang yang copas artikel kita tidak mencantumkan sumbernya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;Namun, cara ini juga memiliki kelemahan yaitu jika si copaser atau orang yang mengcopy paste artikel blog kita mengetahui link yang ada tersebut maka bisa jadi dia akan menghapusnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;Cara otomatis membuat alamat URL sumber postingan di blog&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 200%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;Login ke dashboard blog, pilih template dan masuk ke edit HTML&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7670J3t11n_rIg0mRnsTmN-tQ65KmQxH75H2NDHUoqXWXO20IX7aBotnu_YuddFNgZQ3U7enEEPHmnrzSLaqSLHdZnN_EkCNsiIB1qU605lvfM0KRIqB4yMnxIZJvr7PEdfcUasAUv0qz/s1600/Cara+Praktis+Memasang+Sumber+Postingan+Saat+Artikel+di+Ambil+%2528copas%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cara Praktis Memasang Sumber Postingan Saat Artikel di Ambil (copas)" border="0" height="195" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7670J3t11n_rIg0mRnsTmN-tQ65KmQxH75H2NDHUoqXWXO20IX7aBotnu_YuddFNgZQ3U7enEEPHmnrzSLaqSLHdZnN_EkCNsiIB1qU605lvfM0KRIqB4yMnxIZJvr7PEdfcUasAUv0qz/s320/Cara+Praktis+Memasang+Sumber+Postingan+Saat+Artikel+di+Ambil+%2528copas%2529.jpg" title="Cara Praktis Memasang Sumber Postingan" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 200%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;Cari kode &lt;span style="color: red;"&gt;&amp;lt;/body&amp;gt;&lt;/span&gt; tekan kontrol + F untuk mempermudah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 200%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;Copy dan paste kode dibawah ini, tepat di atas kode &lt;span style="color: red;"&gt;&amp;lt;/body&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: 1px solid rgb(68, 68, 68); padding: 10px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: &amp;quot;consolas&amp;quot; , &amp;quot;andale mono wt&amp;quot; , &amp;quot;andale mono&amp;quot; , &amp;quot;lucida console&amp;quot; , &amp;quot;lucida sans typewriter&amp;quot; , &amp;quot;dejavu sans mono&amp;quot; , &amp;quot;bitstream vera sans mono&amp;quot; , &amp;quot;liberation mono&amp;quot; , &amp;quot;nimbus mono l&amp;quot; , &amp;quot;monaco&amp;quot; , &amp;quot;courier new&amp;quot; , &amp;quot;courier&amp;quot; , monospace; font-size: 13px; white-space: pre-wrap;"&gt;&amp;lt;script type="text/javascript"&amp;gt; if(document.location.protocol=='http:'){ var Tynt=Tynt||[];Tynt.push('cXIEhKYVSr4lJ5adbi-bpO');Tynt.i={"ap":"Sumber Dari:"}; (function(){var s=document.createElement('script');s.async="async";s.type="text/javascript";s.src='http://tcr.tynt.com/ti.js';var h=document.getElementsByTagName('script')[0];h.parentNode.insertBefore(s,h);})(); } &amp;lt;/script&amp;gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 200%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;Simpan perubahan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;"&gt;Itulah &lt;b&gt;cara otomatis memasang sumber link postingan saat artikel blog saat copas oleh orang lain&lt;/b&gt; sehingga menskipun hal itu terjadi kita masih dapat mendapat pengunjung yang datang melalui link artikel yang di copas tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7670J3t11n_rIg0mRnsTmN-tQ65KmQxH75H2NDHUoqXWXO20IX7aBotnu_YuddFNgZQ3U7enEEPHmnrzSLaqSLHdZnN_EkCNsiIB1qU605lvfM0KRIqB4yMnxIZJvr7PEdfcUasAUv0qz/s72-c/Cara+Praktis+Memasang+Sumber+Postingan+Saat+Artikel+di+Ambil+%2528copas%2529.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="106655" type="image/jpeg" url="https://2.bp.blogspot.com/-uzQ6WG0H0wo/V_tE_DQdZ2I/AAAAAAAAFPo/pJnIZMndYvorHPnzREHKwDRsNm844yZfQCLcB/s1600/Cara%2BPraktis%2BMemasang%2BSumber%2BPostingan%2BSaat%2BArtikel%2Bdi%2BAmbil%2B%2528copas%2529.jpg"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Share tentang cara praktis memasang dan membuat link sumber pada postingan saat artikel di copy paste oleh blogger lain ini berfungsi untuk membuat artikel blog kita yang di copas dan tidak mencantumkan link sumber postingan. Dengan memasang link sumber secara otomatis pada postingan blog maka link blog kita akan dengan sendirinya muncul meskipun orang yang copas artikel kita tidak mencantumkan sumbernya.Namun, cara ini juga memiliki kelemahan yaitu jika si copaser atau orang yang mengcopy paste artikel blog kita mengetahui link yang ada tersebut maka bisa jadi dia akan menghapusnya. Cara otomatis membuat alamat URL sumber postingan di blog1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Login ke dashboard blog, pilih template dan masuk ke edit HTML 2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cari kode &amp;lt;/body&amp;gt; tekan kontrol + F untuk mempermudah3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Copy dan paste kode dibawah ini, tepat di atas kode &amp;lt;/body&amp;gt;&amp;lt;script type="text/javascript"&amp;gt; if(document.location.protocol=='http:'){ var Tynt=Tynt||[];Tynt.push('cXIEhKYVSr4lJ5adbi-bpO');Tynt.i={"ap":"Sumber Dari:"}; (function(){var s=document.createElement('script');s.async="async";s.type="text/javascript";s.src='http://tcr.tynt.com/ti.js';var h=document.getElementsByTagName('script')[0];h.parentNode.insertBefore(s,h);})(); } &amp;lt;/script&amp;gt; 4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Simpan perubahanItulah cara otomatis memasang sumber link postingan saat artikel blog saat copas oleh orang lain sehingga menskipun hal itu terjadi kita masih dapat mendapat pengunjung yang datang melalui link artikel yang di copas tersebut.</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Share tentang cara praktis memasang dan membuat link sumber pada postingan saat artikel di copy paste oleh blogger lain ini berfungsi untuk membuat artikel blog kita yang di copas dan tidak mencantumkan link sumber postingan. Dengan memasang link sumber secara otomatis pada postingan blog maka link blog kita akan dengan sendirinya muncul meskipun orang yang copas artikel kita tidak mencantumkan sumbernya.Namun, cara ini juga memiliki kelemahan yaitu jika si copaser atau orang yang mengcopy paste artikel blog kita mengetahui link yang ada tersebut maka bisa jadi dia akan menghapusnya. Cara otomatis membuat alamat URL sumber postingan di blog1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Login ke dashboard blog, pilih template dan masuk ke edit HTML 2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cari kode &amp;lt;/body&amp;gt; tekan kontrol + F untuk mempermudah3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Copy dan paste kode dibawah ini, tepat di atas kode &amp;lt;/body&amp;gt;&amp;lt;script type="text/javascript"&amp;gt; if(document.location.protocol=='http:'){ var Tynt=Tynt||[];Tynt.push('cXIEhKYVSr4lJ5adbi-bpO');Tynt.i={"ap":"Sumber Dari:"}; (function(){var s=document.createElement('script');s.async="async";s.type="text/javascript";s.src='http://tcr.tynt.com/ti.js';var h=document.getElementsByTagName('script')[0];h.parentNode.insertBefore(s,h);})(); } &amp;lt;/script&amp;gt; 4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Simpan perubahanItulah cara otomatis memasang sumber link postingan saat artikel blog saat copas oleh orang lain sehingga menskipun hal itu terjadi kita masih dapat mendapat pengunjung yang datang melalui link artikel yang di copas tersebut.</itunes:summary><itunes:keywords>Tutorial Blog</itunes:keywords></item><item><title>Keajaiban Otot pada Tubuh Manusia</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/keajaiban-otot-pada-tubuh-manusia.html</link><category>Hidup &amp; Kehidupan</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Mon, 10 Oct 2016 12:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-8297447912178832372</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Manusia memiliki otot sebagai sebuah jaringan di dalam tubuh dengan tugas utama sebagai kontraksi. Pada otot manusia diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu otot lurik,polos dan jantung. Pergerapan pada tubuh manusia disebabkan oleh otot dan bergeraknya tulang ke arah tertentu hanya disebabkan oleh salah satu otot dari 3 klasifikasi otot yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tulang pada manusia dapat bergerak kembali ke posisi semula karena karena otot melakukan relaksasi oleh karena itu harus ada kerja sama antara otot-otot yang terdapat pada tubuh manusia, di saat otot lain bekerja untuk bergerak maju dan otot lain bekerja untuk bergerak kembali ke arah posisi semula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqEUib1LnQQF3VH3azGTiR4zFpDiAxvmBTvJ8LSR5ld7IQlneY0dlWLZhFlSDx98Fv3rPTRSqSnnNYWChyXCRjG0Aef_NbAW2YGlC5Rt801uB8WwKYoBQ5Rq3nHy4iLB9Qw1ZgjZPHMkyu/s1600/Keajaiban+Otot+pada+Tubuh+Manusia.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqEUib1LnQQF3VH3azGTiR4zFpDiAxvmBTvJ8LSR5ld7IQlneY0dlWLZhFlSDx98Fv3rPTRSqSnnNYWChyXCRjG0Aef_NbAW2YGlC5Rt801uB8WwKYoBQ5Rq3nHy4iLB9Qw1ZgjZPHMkyu/s320/Keajaiban+Otot+pada+Tubuh+Manusia.png" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Otot pada tubuh manusia juga berperan penting dalam pengalihan energi menjadi kekuatan. Otot termasuk sumber kekuatan dalam tubuh kita karena otot-ototlah yang menggerakan semua tulang dan sendi yang terdapat dalam tubuh kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pada saat kita menggenggam sesuatu atau membuka pintu dan jendela rumah, hal itu terlihat biasa saja namun sebenarnya semua aktivutas yang sederhana itu adalah bentuk sistem koordinasi antara tulang, otot dan sendi pada tangan kita. Karena hal menakjubkan itu kita dapat menggeakan tangan dengan lincah dalam berbagai aktivitas dan bergerak menggunakan tangan dalam puluhan, ratusan bahkan ribuan gerakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan fungsi otot yang baik pada tangan kita sehingga kita menjadi teliti dan lihai dalam menggunakan tangan seperti menjahit, mengukir sebuah patung dan melukis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Secanggih apapun bentuk teknologi yang ada saat ini, tidak akan dapat menyaingi atau meniru desain ciptaan Tuhan yang begitu sempurna terhadap otot-otot pada tubuh manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Coba kita bayangkan, bagaimana jika otot yang bergerak tidak bisa kembali ke posisi semula atau otot yang bergerak semau mereka secara bersamaan maka kita akan kesusahan dalam bergerak kesana-kemari dan beraktivitas dalam kehidupan kita. Itulah kuasa Tuhan dalam menciptakan semua makhluk hidup dengan sebaik-baiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqEUib1LnQQF3VH3azGTiR4zFpDiAxvmBTvJ8LSR5ld7IQlneY0dlWLZhFlSDx98Fv3rPTRSqSnnNYWChyXCRjG0Aef_NbAW2YGlC5Rt801uB8WwKYoBQ5Rq3nHy4iLB9Qw1ZgjZPHMkyu/s72-c/Keajaiban+Otot+pada+Tubuh+Manusia.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="356198" type="image/png" url="https://2.bp.blogspot.com/-b5NgwaQMCmc/V_snmZJV-JI/AAAAAAAAFPY/LiyGhbkMXyYl9kAqtKJWbs7BB20WTZw2gCLcB/s1600/Keajaiban%2BOtot%2Bpada%2BTubuh%2BManusia.png"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Manusia memiliki otot sebagai sebuah jaringan di dalam tubuh dengan tugas utama sebagai kontraksi. Pada otot manusia diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu otot lurik,polos dan jantung. Pergerapan pada tubuh manusia disebabkan oleh otot dan bergeraknya tulang ke arah tertentu hanya disebabkan oleh salah satu otot dari 3 klasifikasi otot yang ada.Tulang pada manusia dapat bergerak kembali ke posisi semula karena karena otot melakukan relaksasi oleh karena itu harus ada kerja sama antara otot-otot yang terdapat pada tubuh manusia, di saat otot lain bekerja untuk bergerak maju dan otot lain bekerja untuk bergerak kembali ke arah posisi semula.Otot pada tubuh manusia juga berperan penting dalam pengalihan energi menjadi kekuatan. Otot termasuk sumber kekuatan dalam tubuh kita karena otot-ototlah yang menggerakan semua tulang dan sendi yang terdapat dalam tubuh kita.Pada saat kita menggenggam sesuatu atau membuka pintu dan jendela rumah, hal itu terlihat biasa saja namun sebenarnya semua aktivutas yang sederhana itu adalah bentuk sistem koordinasi antara tulang, otot dan sendi pada tangan kita. Karena hal menakjubkan itu kita dapat menggeakan tangan dengan lincah dalam berbagai aktivitas dan bergerak menggunakan tangan dalam puluhan, ratusan bahkan ribuan gerakan.Dengan fungsi otot yang baik pada tangan kita sehingga kita menjadi teliti dan lihai dalam menggunakan tangan seperti menjahit, mengukir sebuah patung dan melukis.Secanggih apapun bentuk teknologi yang ada saat ini, tidak akan dapat menyaingi atau meniru desain ciptaan Tuhan yang begitu sempurna terhadap otot-otot pada tubuh manusia.Coba kita bayangkan, bagaimana jika otot yang bergerak tidak bisa kembali ke posisi semula atau otot yang bergerak semau mereka secara bersamaan maka kita akan kesusahan dalam bergerak kesana-kemari dan beraktivitas dalam kehidupan kita. Itulah kuasa Tuhan dalam menciptakan semua makhluk hidup dengan sebaik-baiknya.</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Manusia memiliki otot sebagai sebuah jaringan di dalam tubuh dengan tugas utama sebagai kontraksi. Pada otot manusia diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu otot lurik,polos dan jantung. Pergerapan pada tubuh manusia disebabkan oleh otot dan bergeraknya tulang ke arah tertentu hanya disebabkan oleh salah satu otot dari 3 klasifikasi otot yang ada.Tulang pada manusia dapat bergerak kembali ke posisi semula karena karena otot melakukan relaksasi oleh karena itu harus ada kerja sama antara otot-otot yang terdapat pada tubuh manusia, di saat otot lain bekerja untuk bergerak maju dan otot lain bekerja untuk bergerak kembali ke arah posisi semula.Otot pada tubuh manusia juga berperan penting dalam pengalihan energi menjadi kekuatan. Otot termasuk sumber kekuatan dalam tubuh kita karena otot-ototlah yang menggerakan semua tulang dan sendi yang terdapat dalam tubuh kita.Pada saat kita menggenggam sesuatu atau membuka pintu dan jendela rumah, hal itu terlihat biasa saja namun sebenarnya semua aktivutas yang sederhana itu adalah bentuk sistem koordinasi antara tulang, otot dan sendi pada tangan kita. Karena hal menakjubkan itu kita dapat menggeakan tangan dengan lincah dalam berbagai aktivitas dan bergerak menggunakan tangan dalam puluhan, ratusan bahkan ribuan gerakan.Dengan fungsi otot yang baik pada tangan kita sehingga kita menjadi teliti dan lihai dalam menggunakan tangan seperti menjahit, mengukir sebuah patung dan melukis.Secanggih apapun bentuk teknologi yang ada saat ini, tidak akan dapat menyaingi atau meniru desain ciptaan Tuhan yang begitu sempurna terhadap otot-otot pada tubuh manusia.Coba kita bayangkan, bagaimana jika otot yang bergerak tidak bisa kembali ke posisi semula atau otot yang bergerak semau mereka secara bersamaan maka kita akan kesusahan dalam bergerak kesana-kemari dan beraktivitas dalam kehidupan kita. Itulah kuasa Tuhan dalam menciptakan semua makhluk hidup dengan sebaik-baiknya.</itunes:summary><itunes:keywords>Hidup &amp; Kehidupan</itunes:keywords></item><item><title>Puisi Harapan di Ufuk Senja</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/puisi-harapan-di-ufuk-senja.html</link><category>Kumpulan Puisi</category><category>Tulisan Sahabat</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Sun, 9 Oct 2016 22:17:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-1947171655647520767</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBq9oAqIHkbPphFI_RIsufSvG-oFceqQd5CnQ2y41Zn5NVZyAtDEkINjoyF0yawUeXwnn_Ylq2Dd_QpqIDuUUR_z0z2I16kv9XaieBr9yqjrUxX0b1fDXpK4rqlqygetnA75opfae26Eey/s1600/14650129_859750604160660_6067132986677596876_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBq9oAqIHkbPphFI_RIsufSvG-oFceqQd5CnQ2y41Zn5NVZyAtDEkINjoyF0yawUeXwnn_Ylq2Dd_QpqIDuUUR_z0z2I16kv9XaieBr9yqjrUxX0b1fDXpK4rqlqygetnA75opfae26Eey/s320/14650129_859750604160660_6067132986677596876_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Seperti senja yang indah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Semoga malammu penuh ibadah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Seperti bulan yang terang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Semoga malammu senang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sejuknya angin malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Semoga hatimu selalu tentram &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Setulus doa yang ku bisikkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Semoga hidupmu penuh kebarokahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ketika malam menyapa, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ku panjatkan berjuta harapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Agar segera tiba perjumpaan kita yang direstui semesta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3A26z-RjYhHaaH3RPxbiGKrJ7iwoio1iIVo4p1X8klQ3fZ9t98OSt30XEP8f8vwljGcWQSv3eVtJlvCohMJXlMNlf7s5Wn9DBKqfhsvNxRvZ1GJya79dcRkqjFpzONmjuVib6khW8d657/s1600/14492470_854350008034053_3368516610201694290_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3A26z-RjYhHaaH3RPxbiGKrJ7iwoio1iIVo4p1X8klQ3fZ9t98OSt30XEP8f8vwljGcWQSv3eVtJlvCohMJXlMNlf7s5Wn9DBKqfhsvNxRvZ1GJya79dcRkqjFpzONmjuVib6khW8d657/s200/14492470_854350008034053_3368516610201694290_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Wahyuni Januarti Drakel&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Manado, 8 Oktober 2016&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBq9oAqIHkbPphFI_RIsufSvG-oFceqQd5CnQ2y41Zn5NVZyAtDEkINjoyF0yawUeXwnn_Ylq2Dd_QpqIDuUUR_z0z2I16kv9XaieBr9yqjrUxX0b1fDXpK4rqlqygetnA75opfae26Eey/s72-c/14650129_859750604160660_6067132986677596876_n.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="26652" type="image/jpeg" url="https://4.bp.blogspot.com/-_CXOXPWby3M/V_peyYSPyFI/AAAAAAAAFPE/sbxnIaLJ_cshlyzlhb3SmBp9z3QgoXSpwCLcB/s1600/14650129_859750604160660_6067132986677596876_n.jpg"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Seperti senja yang indahSemoga malammu penuh ibadahSeperti bulan yang terang Semoga malammu senang Sejuknya angin malamSemoga hatimu selalu tentram Setulus doa yang ku bisikkanSemoga hidupmu penuh kebarokahan Ketika malam menyapa, Ku panjatkan berjuta harapan.Agar segera tiba perjumpaan kita yang direstui semesta. Wahyuni Januarti Drakel Manado, 8 Oktober 2016</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Seperti senja yang indahSemoga malammu penuh ibadahSeperti bulan yang terang Semoga malammu senang Sejuknya angin malamSemoga hatimu selalu tentram Setulus doa yang ku bisikkanSemoga hidupmu penuh kebarokahan Ketika malam menyapa, Ku panjatkan berjuta harapan.Agar segera tiba perjumpaan kita yang direstui semesta. Wahyuni Januarti Drakel Manado, 8 Oktober 2016</itunes:summary><itunes:keywords>Kumpulan Puisi, Tulisan Sahabat</itunes:keywords></item><item><title>Respon Tumbuhan Terhadap lama Penyinaran Matahari (Fotoperiodisitas)</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/respon-tumbuhan-terhadap-lama.html</link><category>Silvikultur</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Fri, 7 Oct 2016 10:33:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-4624067904290333759</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Makalah&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Respon Tumbuhan Terhadap la&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="_GoBack"&gt;&lt;/a&gt;ma Penyinaran Matahari (Fotoperiodisitas)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt; mso-margin-bottom-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Fotoperiodisme&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; adalah reaksifisiologisorganisme dengan panjang siang atau malam hari berupa responperkembangan tanaman untuk panjang relatifperiode terang dan periode gelap dan hal ini berhubungan langsung dengan waktu baik periode terang dan periode gelap. Respon ini terjadi pada tumbuhan dan hewan.&lt;sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 22.5pt; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Fotoperiodisme pada Tumbuhan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt; mso-margin-bottom-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pada tumbuhan, fotoperiodisme merangsang pembungaan. Untuk beradaptasi dan merespon perubahan panjang malam dan intensitas penyinaran, tanaman berbunga (angiospermae) menggunakan fitokrom atau kriptokrom. Keduanya merupakan proteinfotoreseptor. Dalam pembagian lebih lanjut, tanaman fotoperiodik obligat benar-benar membutuhkan penyinaran yang cukup panjang atau waktu malam yang cukup pendek sebelum berbunga, sedangkan tanaman fotoperiodik fakultatif lebih mungkin untuk berbunga di bawah kondisi cahaya yang tepat, tapi akhirnya akan berbunga tanpa panjang malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidAKydpEPX08qR_KL9DN6sJIlbo9G3lhc-DCwDvqJyJA7CwVbC_h8HyGRHCVOH8NfXuwF8XpSN9azRy8GSE1IUt2yOoABn0yK7qEqNSBGGva4NvKUljGXbKFeSTvaQha0A_fzh6b7HI4dz/s1600/Respon+Tumbuhan+Terhadap+lama+Penyinaran+Matahari+%2528Fotoperiodisitas%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Respon Tumbuhan Terhadap lama Penyinaran Matahari (Fotoperiodisitas)" border="0" height="296" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidAKydpEPX08qR_KL9DN6sJIlbo9G3lhc-DCwDvqJyJA7CwVbC_h8HyGRHCVOH8NfXuwF8XpSN9azRy8GSE1IUt2yOoABn0yK7qEqNSBGGva4NvKUljGXbKFeSTvaQha0A_fzh6b7HI4dz/s320/Respon+Tumbuhan+Terhadap+lama+Penyinaran+Matahari+%2528Fotoperiodisitas%2529.jpg" title="Makalah Respon Tumbuhan Terhadap lama Penyinaran Matahari" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt; mso-margin-bottom-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Rangsangan fotoperiodisme diterima oleh daun dan ditranslokasikan ke meristem sehingga menyebabkan pengubahan dari keadaan vegetatif ke keadaan pembungaan. W.W. Gardner dan H.A. Allard pada tahun 1920 menerbitkan penemuan mereka tentang fotoperiodisme dan menemukan bahwa panjang siang hari merupakan hal yang kritis, tapi kemudian ditemukan bahwa panjang malam adalah faktor pengendali yang lebih banyak berperan. Tanaman berbunga fotoperiodik diklasifikasikan sebagai tanaman hari panjang dan tanaman hari pendek, meskipun pada dasarnya panjang malam tanpa selingan cahaya (&lt;i&gt;niktoperiode&lt;/i&gt;) adalah faktor yang lebih menentukan&amp;nbsp; dan tentang panjang siang hari yang menjadi faktor pengendali pada akhirnya disimpulkan sebagai suatu kesalahpahaman. Setiap tanaman memiliki panjang penyinaran kritis dan panjang malam kritis yang berbeda. Selain berpengaruh terhadap pembungaan, dampak fotoperiodisme pada tanaman juga meliputi pertumbuhan batang atau akar selama musim-musim tertentu, hingga kerontokan daun . Pencahayaan buatan dapat digunakan untuk menginduksi ekstra hari panjang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt; mso-margin-bottom-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Berdasarkan respon tanaman terhadap panjang hari, pada beberapa jenis tanaman budidaya dapat digolongkan sebagai tanaman hari pendek (SDPs), tanaman hari panjang (LDPs), dan tanaman hari netral (DNPs). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 12.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-outline-level: 3;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tanaman Hari Pendek (&lt;i&gt;Short-Day Plants&lt;/i&gt;,SDPs)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tanaman hari pendek adalah tanaman yang pembungaannya lebih dipengaruhi oleh panjang hari yang lebih pendek daripada panjang hari maksimum kritis dengan dipengaruhi faktor-faktor lingkungan lainnya, misalnya temperatur. Hal ini dapat bervariasi pada masing-masing spesies dan varietas. Tanaman hari pendek berbunga ketika panjang hari kurang dari penyinaran kritis mereka. Mereka tidak dapat bunga di bawah panjang hari kritis atau jika sinyal cahaya buatan bersinar pada tanaman selama beberapa menit selama tengah malam; mereka membutuhkan inisiasi kegelapan sebelum pembungaan dapat dimulai. Cahaya malam hari alami, seperti cahaya bulan atau petir, bukan merupakan kecerahan atau durasi yang cukup untuk mengganggu terjadinya pembungaan. Secara umum, tanaman hari pendek berbunga pada kondisi panjang hari yang lebih pendek (dan malam tumbuh lebih panjang) setelah 21 Juni di belahan bumi utara, selama musim panas atau musim gugur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Contoh tanaman hari pendek :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 14.2pt; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Cannabis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 14.2pt; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kapas (&lt;i&gt;Gossypium&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 14.2pt; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Padi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 14.2pt; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%;"&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tebu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-outline-level: 3;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tanaman Hari Panjang (&lt;i&gt;Long-Day Plants&lt;/i&gt;,LDPs)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt; mso-margin-bottom-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tanaman hari panjang adalah tanaman yang pembungaannya dipengaruhi oleh panjang hari yang lebih panjang daripada panjang hari minimum kritis dengan dipengaruhi faktor-faktor lingkungan lainnya. Tanaman ini biasanya berbunga di belahan bumi utara selama akhir musim semi atau awal musim panas sebagai masa dengan panjang hari yang lebih panjang. Di belahan bumi utara, hari terpanjang tahun ini adalah pada atau sekitar 21 Juni (titik balik matahari). Setelah tanggal tersebut, panjang hari terjadi lebih pendek (yaitu malam tumbuh lebih panjang) sampai 21 Desember (solstice). Situasi ini terbalik di belahan bumi selatan (yaitu hari terpanjang adalah 21 Desember dan hari terpendek adalah 21 Juni). Di beberapa bagian dunia, musim dingin atau musim panas mengacu pada musim hujan dan musim kemarau. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt; mso-margin-bottom-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Contoh tanaman hari panjang obligat : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; margin-top: 12.0pt; mso-list: l4 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; tab-stops: list 21.3pt; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Carnation (&lt;i&gt;Dianthus&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; margin-top: 12.0pt; mso-list: l4 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; tab-stops: list 21.3pt; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Henbane (&lt;i&gt;Hyoscyamus&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; margin-top: 12.0pt; mso-list: l4 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; tab-stops: list 21.3pt; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Oat (&lt;i&gt;Avena&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; margin-top: 12.0pt; mso-list: l4 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; tab-stops: list 21.3pt; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%;"&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ryegrass (&lt;i&gt;Lolium&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; margin-top: 12.0pt; mso-list: l4 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; tab-stops: list 21.3pt; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%;"&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Clover (&lt;i&gt;Trifolium&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; margin-top: 12.0pt; mso-list: l4 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; tab-stops: list 21.3pt; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%;"&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bellflower (&lt;i&gt;Campanula carpatica&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt; mso-margin-bottom-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Contoh tanaman hari panjang fakultatif : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; margin-top: 12.0pt; mso-list: l1 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pea (&lt;i&gt;Pisum sativum&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; margin-top: 12.0pt; mso-list: l1 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Barley (&lt;i&gt;Hordeum vulgare&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; margin-top: 12.0pt; mso-list: l1 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Lettuce (&lt;i&gt;Lactuca sativa&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; margin-top: 12.0pt; mso-list: l1 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Wheat (&lt;i&gt;Triticum aestivum&lt;/i&gt;, spring wheat cultivars)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; margin-top: 12.0pt; mso-list: l1 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Turnip (&lt;i&gt;Brassica rapa&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; margin-top: 12.0pt; mso-list: l1 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Arabidopsis thaliana&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; (&lt;i&gt;model organism&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-outline-level: 3;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tanaman Hari Netral (&lt;i&gt;Day-Neutral Plants&lt;/i&gt;, DNPs)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tanaman hari netral adalah tanaman yang pembungaannya tidak peka terhadap fotoperiodisme tetapi lebih dipengaruhi oleh faktor usia. Umumnya bunga muncul setelah tanaman mencapai umur atau ukuran tertentu. Contoh tanaman hari netral : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 21.3pt; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dandelion&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 21.3pt; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tomat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 21.3pt; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Buckwheat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 22.5pt; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-outline-level: 2; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Fotoperiodisme pada Hewan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt; mso-margin-bottom-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Fotoperiode (meliputi panjang hari dan pengetahuan tentang musim, serta kondisi iklim) memiliki peranan yang penting bagi hewan. Sejumlah perubahan biologis dan perilaku mereka tergantung pada hal ini. Bersama dengan perubahan suhu , penyinaran menyebabkan perubahan warna bulu, migrasi, hibernasi, perilaku seksual, bahkan perubahan ukuran organ seksual. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt; mso-margin-bottom-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa burung, seperti burung kenari, memiliki frekuensi bernyanyi yang tergantung pada penyinaran. Pada musim semi ketika penyinaran meningkat (periode siang hari lebih panjang), testis kenari jantan tumbuh. Dengan tumbuhnya testis, androgen lebih banyak disekresikan sehingga meningkatkan frekuensi lagu yang diciptakannya. Selama musim gugur ketika penyinaran menurun (periode siang hari berkurang), testis kenari jantan mengecil dan tingkat androgen menurun secara drastis mengakibatkan penurunan frekuensi bernyanyi. Tidak hanya frekuensi bernyanyi yang tergantung pada penyinaran tetapi juga repertoar lagu. Panjang penyinaran pada musim semi menghasilkan repertoar lagu yang lebih besar. Sebaliknya, hasil penyinaran lebih pendek yang terjadi pada musim gugur menurunkan repertoar lagu. Perubahan perilaku oleh penyinaran pada kenari jantan disebabkan oleh perubahan di pusat lagu di otak. Dengan meningkatnya penyinaran, pusat vokal tinggi dan inti yang kuat dari archistriatum tersebut juga meningkat.Ketika penyinaran menurun area otak kenari jantan juga mengalami kemunduran.&lt;sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt; mso-margin-bottom-alt: auto;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt; mso-margin-bottom-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pada mamalia, dampak fotoperiodisme berupa penyinaran terdaftar di suprachiasmatic nucleus ( SCN ) yang diinformasikan oleh sel ganglion retina yang sensitif terhadap cahaya, yang tidak terlibat dalam penglihatan. Informasi dikirimkan melalui saluran retinohypothalamic ( RHT ). Beberapa mamalia sangat peka terhadap hal ini dan sebagian besar diyakini sebagai bagasi evolusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidAKydpEPX08qR_KL9DN6sJIlbo9G3lhc-DCwDvqJyJA7CwVbC_h8HyGRHCVOH8NfXuwF8XpSN9azRy8GSE1IUt2yOoABn0yK7qEqNSBGGva4NvKUljGXbKFeSTvaQha0A_fzh6b7HI4dz/s72-c/Respon+Tumbuhan+Terhadap+lama+Penyinaran+Matahari+%2528Fotoperiodisitas%2529.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="153914" type="image/jpeg" url="https://1.bp.blogspot.com/-dQYx7bjtKpE/V_cXNhOtQZI/AAAAAAAAFOw/1wdUosSUg789H0F3SjSoM-kshAVRM7weQCLcB/s1600/Respon%2BTumbuhan%2BTerhadap%2Blama%2BPenyinaran%2BMatahari%2B%2528Fotoperiodisitas%2529.jpg"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Makalah&amp;nbsp;Respon Tumbuhan Terhadap lama Penyinaran Matahari (Fotoperiodisitas)Fotoperiodisme adalah reaksifisiologisorganisme dengan panjang siang atau malam hari berupa responperkembangan tanaman untuk panjang relatifperiode terang dan periode gelap dan hal ini berhubungan langsung dengan waktu baik periode terang dan periode gelap. Respon ini terjadi pada tumbuhan dan hewan.A.&amp;nbsp; Fotoperiodisme pada TumbuhanPada tumbuhan, fotoperiodisme merangsang pembungaan. Untuk beradaptasi dan merespon perubahan panjang malam dan intensitas penyinaran, tanaman berbunga (angiospermae) menggunakan fitokrom atau kriptokrom. Keduanya merupakan proteinfotoreseptor. Dalam pembagian lebih lanjut, tanaman fotoperiodik obligat benar-benar membutuhkan penyinaran yang cukup panjang atau waktu malam yang cukup pendek sebelum berbunga, sedangkan tanaman fotoperiodik fakultatif lebih mungkin untuk berbunga di bawah kondisi cahaya yang tepat, tapi akhirnya akan berbunga tanpa panjang malam. Rangsangan fotoperiodisme diterima oleh daun dan ditranslokasikan ke meristem sehingga menyebabkan pengubahan dari keadaan vegetatif ke keadaan pembungaan. W.W. Gardner dan H.A. Allard pada tahun 1920 menerbitkan penemuan mereka tentang fotoperiodisme dan menemukan bahwa panjang siang hari merupakan hal yang kritis, tapi kemudian ditemukan bahwa panjang malam adalah faktor pengendali yang lebih banyak berperan. Tanaman berbunga fotoperiodik diklasifikasikan sebagai tanaman hari panjang dan tanaman hari pendek, meskipun pada dasarnya panjang malam tanpa selingan cahaya (niktoperiode) adalah faktor yang lebih menentukan&amp;nbsp; dan tentang panjang siang hari yang menjadi faktor pengendali pada akhirnya disimpulkan sebagai suatu kesalahpahaman. Setiap tanaman memiliki panjang penyinaran kritis dan panjang malam kritis yang berbeda. Selain berpengaruh terhadap pembungaan, dampak fotoperiodisme pada tanaman juga meliputi pertumbuhan batang atau akar selama musim-musim tertentu, hingga kerontokan daun . Pencahayaan buatan dapat digunakan untuk menginduksi ekstra hari panjang. Berdasarkan respon tanaman terhadap panjang hari, pada beberapa jenis tanaman budidaya dapat digolongkan sebagai tanaman hari pendek (SDPs), tanaman hari panjang (LDPs), dan tanaman hari netral (DNPs). Tanaman Hari Pendek (Short-Day Plants,SDPs)Tanaman hari pendek adalah tanaman yang pembungaannya lebih dipengaruhi oleh panjang hari yang lebih pendek daripada panjang hari maksimum kritis dengan dipengaruhi faktor-faktor lingkungan lainnya, misalnya temperatur. Hal ini dapat bervariasi pada masing-masing spesies dan varietas. Tanaman hari pendek berbunga ketika panjang hari kurang dari penyinaran kritis mereka. Mereka tidak dapat bunga di bawah panjang hari kritis atau jika sinyal cahaya buatan bersinar pada tanaman selama beberapa menit selama tengah malam; mereka membutuhkan inisiasi kegelapan sebelum pembungaan dapat dimulai. Cahaya malam hari alami, seperti cahaya bulan atau petir, bukan merupakan kecerahan atau durasi yang cukup untuk mengganggu terjadinya pembungaan. Secara umum, tanaman hari pendek berbunga pada kondisi panjang hari yang lebih pendek (dan malam tumbuh lebih panjang) setelah 21 Juni di belahan bumi utara, selama musim panas atau musim gugur. Contoh tanaman hari pendek :a.&amp;nbsp; Cannabisb.&amp;nbsp; Kapas (Gossypium)c.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Padid.&amp;nbsp; TebuTanaman Hari Panjang (Long-Day Plants,LDPs)Tanaman hari panjang adalah tanaman yang pembungaannya dipengaruhi oleh panjang hari yang lebih panjang daripada panjang hari minimum kritis dengan dipengaruhi faktor-faktor lingkungan lainnya. Tanaman ini biasanya berbunga di belahan bumi utara selama akhir musim semi atau awal musim panas sebagai masa dengan panjang hari yang lebih panjang. Di belahan bumi utara, hari terpanjang tahun ini adalah pada atau sekitar 21 Juni (titik balik matahari). Setelah tanggal tersebut, panjang hari terjadi lebih pendek (yaitu malam tumbuh lebih panjang) sampai 21 Desember (solstice). Situasi ini terbalik di belahan bumi selatan (yaitu hari terpanjang adalah 21 Desember dan hari terpendek adalah 21 Juni). Di beberapa bagian dunia, musim dingin atau musim panas mengacu pada musim hujan dan musim kemarau. Contoh tanaman hari panjang obligat : a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Carnation (Dianthus)b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Henbane (Hyoscyamus)c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Oat (Avena)d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ryegrass (Lolium)e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Clover (Trifolium)f.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bellflower (Campanula carpatica)Contoh tanaman hari panjang fakultatif : a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pea (Pisum sativum)b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Barley (Hordeum vulgare)c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lettuce (Lactuca sativa)d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Wheat (Triticum aestivum, spring wheat cultivars)e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Turnip (Brassica rapa)f.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Arabidopsis thaliana (model organism)Tanaman Hari Netral (Day-Neutral Plants, DNPs)Tanaman hari netral adalah tanaman yang pembungaannya tidak peka terhadap fotoperiodisme tetapi lebih dipengaruhi oleh faktor usia. Umumnya bunga muncul setelah tanaman mencapai umur atau ukuran tertentu. Contoh tanaman hari netral : a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dandelionb.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tomatc.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; BuckwheatB.&amp;nbsp; Fotoperiodisme pada HewanFotoperiode (meliputi panjang hari dan pengetahuan tentang musim, serta kondisi iklim) memiliki peranan yang penting bagi hewan. Sejumlah perubahan biologis dan perilaku mereka tergantung pada hal ini. Bersama dengan perubahan suhu , penyinaran menyebabkan perubahan warna bulu, migrasi, hibernasi, perilaku seksual, bahkan perubahan ukuran organ seksual. Bangsa burung, seperti burung kenari, memiliki frekuensi bernyanyi yang tergantung pada penyinaran. Pada musim semi ketika penyinaran meningkat (periode siang hari lebih panjang), testis kenari jantan tumbuh. Dengan tumbuhnya testis, androgen lebih banyak disekresikan sehingga meningkatkan frekuensi lagu yang diciptakannya. Selama musim gugur ketika penyinaran menurun (periode siang hari berkurang), testis kenari jantan mengecil dan tingkat androgen menurun secara drastis mengakibatkan penurunan frekuensi bernyanyi. Tidak hanya frekuensi bernyanyi yang tergantung pada penyinaran tetapi juga repertoar lagu. Panjang penyinaran pada musim semi menghasilkan repertoar lagu yang lebih besar. Sebaliknya, hasil penyinaran lebih pendek yang terjadi pada musim gugur menurunkan repertoar lagu. Perubahan perilaku oleh penyinaran pada kenari jantan disebabkan oleh perubahan di pusat lagu di otak. Dengan meningkatnya penyinaran, pusat vokal tinggi dan inti yang kuat dari archistriatum tersebut juga meningkat.Ketika penyinaran menurun area otak kenari jantan juga mengalami kemunduran.Pada mamalia, dampak fotoperiodisme berupa penyinaran terdaftar di suprachiasmatic nucleus ( SCN ) yang diinformasikan oleh sel ganglion retina yang sensitif terhadap cahaya, yang tidak terlibat dalam penglihatan. Informasi dikirimkan melalui saluran retinohypothalamic ( RHT ). Beberapa mamalia sangat peka terhadap hal ini dan sebagian besar diyakini sebagai bagasi evolusi.</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Makalah&amp;nbsp;Respon Tumbuhan Terhadap lama Penyinaran Matahari (Fotoperiodisitas)Fotoperiodisme adalah reaksifisiologisorganisme dengan panjang siang atau malam hari berupa responperkembangan tanaman untuk panjang relatifperiode terang dan periode gelap dan hal ini berhubungan langsung dengan waktu baik periode terang dan periode gelap. Respon ini terjadi pada tumbuhan dan hewan.A.&amp;nbsp; Fotoperiodisme pada TumbuhanPada tumbuhan, fotoperiodisme merangsang pembungaan. Untuk beradaptasi dan merespon perubahan panjang malam dan intensitas penyinaran, tanaman berbunga (angiospermae) menggunakan fitokrom atau kriptokrom. Keduanya merupakan proteinfotoreseptor. Dalam pembagian lebih lanjut, tanaman fotoperiodik obligat benar-benar membutuhkan penyinaran yang cukup panjang atau waktu malam yang cukup pendek sebelum berbunga, sedangkan tanaman fotoperiodik fakultatif lebih mungkin untuk berbunga di bawah kondisi cahaya yang tepat, tapi akhirnya akan berbunga tanpa panjang malam. Rangsangan fotoperiodisme diterima oleh daun dan ditranslokasikan ke meristem sehingga menyebabkan pengubahan dari keadaan vegetatif ke keadaan pembungaan. W.W. Gardner dan H.A. Allard pada tahun 1920 menerbitkan penemuan mereka tentang fotoperiodisme dan menemukan bahwa panjang siang hari merupakan hal yang kritis, tapi kemudian ditemukan bahwa panjang malam adalah faktor pengendali yang lebih banyak berperan. Tanaman berbunga fotoperiodik diklasifikasikan sebagai tanaman hari panjang dan tanaman hari pendek, meskipun pada dasarnya panjang malam tanpa selingan cahaya (niktoperiode) adalah faktor yang lebih menentukan&amp;nbsp; dan tentang panjang siang hari yang menjadi faktor pengendali pada akhirnya disimpulkan sebagai suatu kesalahpahaman. Setiap tanaman memiliki panjang penyinaran kritis dan panjang malam kritis yang berbeda. Selain berpengaruh terhadap pembungaan, dampak fotoperiodisme pada tanaman juga meliputi pertumbuhan batang atau akar selama musim-musim tertentu, hingga kerontokan daun . Pencahayaan buatan dapat digunakan untuk menginduksi ekstra hari panjang. Berdasarkan respon tanaman terhadap panjang hari, pada beberapa jenis tanaman budidaya dapat digolongkan sebagai tanaman hari pendek (SDPs), tanaman hari panjang (LDPs), dan tanaman hari netral (DNPs). Tanaman Hari Pendek (Short-Day Plants,SDPs)Tanaman hari pendek adalah tanaman yang pembungaannya lebih dipengaruhi oleh panjang hari yang lebih pendek daripada panjang hari maksimum kritis dengan dipengaruhi faktor-faktor lingkungan lainnya, misalnya temperatur. Hal ini dapat bervariasi pada masing-masing spesies dan varietas. Tanaman hari pendek berbunga ketika panjang hari kurang dari penyinaran kritis mereka. Mereka tidak dapat bunga di bawah panjang hari kritis atau jika sinyal cahaya buatan bersinar pada tanaman selama beberapa menit selama tengah malam; mereka membutuhkan inisiasi kegelapan sebelum pembungaan dapat dimulai. Cahaya malam hari alami, seperti cahaya bulan atau petir, bukan merupakan kecerahan atau durasi yang cukup untuk mengganggu terjadinya pembungaan. Secara umum, tanaman hari pendek berbunga pada kondisi panjang hari yang lebih pendek (dan malam tumbuh lebih panjang) setelah 21 Juni di belahan bumi utara, selama musim panas atau musim gugur. Contoh tanaman hari pendek :a.&amp;nbsp; Cannabisb.&amp;nbsp; Kapas (Gossypium)c.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Padid.&amp;nbsp; TebuTanaman Hari Panjang (Long-Day Plants,LDPs)Tanaman hari panjang adalah tanaman yang pembungaannya dipengaruhi oleh panjang hari yang lebih panjang daripada panjang hari minimum kritis dengan dipengaruhi faktor-faktor lingkungan lainnya. Tanaman ini biasanya berbunga di belahan bumi utara selama akhir musim semi atau awal musim panas sebagai masa dengan panjang hari yang lebih panjang. Di belahan bumi utara, hari terpanjang tahun ini adalah pada atau sekitar 21 Juni (titik balik matahari). Setelah tanggal tersebut, panjang hari terjadi lebih pendek (yaitu malam tumbuh lebih panjang) sampai 21 Desember (solstice). Situasi ini terbalik di belahan bumi selatan (yaitu hari terpanjang adalah 21 Desember dan hari terpendek adalah 21 Juni). Di beberapa bagian dunia, musim dingin atau musim panas mengacu pada musim hujan dan musim kemarau. Contoh tanaman hari panjang obligat : a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Carnation (Dianthus)b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Henbane (Hyoscyamus)c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Oat (Avena)d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ryegrass (Lolium)e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Clover (Trifolium)f.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bellflower (Campanula carpatica)Contoh tanaman hari panjang fakultatif : a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pea (Pisum sativum)b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Barley (Hordeum vulgare)c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lettuce (Lactuca sativa)d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Wheat (Triticum aestivum, spring wheat cultivars)e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Turnip (Brassica rapa)f.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Arabidopsis thaliana (model organism)Tanaman Hari Netral (Day-Neutral Plants, DNPs)Tanaman hari netral adalah tanaman yang pembungaannya tidak peka terhadap fotoperiodisme tetapi lebih dipengaruhi oleh faktor usia. Umumnya bunga muncul setelah tanaman mencapai umur atau ukuran tertentu. Contoh tanaman hari netral : a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dandelionb.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tomatc.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; BuckwheatB.&amp;nbsp; Fotoperiodisme pada HewanFotoperiode (meliputi panjang hari dan pengetahuan tentang musim, serta kondisi iklim) memiliki peranan yang penting bagi hewan. Sejumlah perubahan biologis dan perilaku mereka tergantung pada hal ini. Bersama dengan perubahan suhu , penyinaran menyebabkan perubahan warna bulu, migrasi, hibernasi, perilaku seksual, bahkan perubahan ukuran organ seksual. Bangsa burung, seperti burung kenari, memiliki frekuensi bernyanyi yang tergantung pada penyinaran. Pada musim semi ketika penyinaran meningkat (periode siang hari lebih panjang), testis kenari jantan tumbuh. Dengan tumbuhnya testis, androgen lebih banyak disekresikan sehingga meningkatkan frekuensi lagu yang diciptakannya. Selama musim gugur ketika penyinaran menurun (periode siang hari berkurang), testis kenari jantan mengecil dan tingkat androgen menurun secara drastis mengakibatkan penurunan frekuensi bernyanyi. Tidak hanya frekuensi bernyanyi yang tergantung pada penyinaran tetapi juga repertoar lagu. Panjang penyinaran pada musim semi menghasilkan repertoar lagu yang lebih besar. Sebaliknya, hasil penyinaran lebih pendek yang terjadi pada musim gugur menurunkan repertoar lagu. Perubahan perilaku oleh penyinaran pada kenari jantan disebabkan oleh perubahan di pusat lagu di otak. Dengan meningkatnya penyinaran, pusat vokal tinggi dan inti yang kuat dari archistriatum tersebut juga meningkat.Ketika penyinaran menurun area otak kenari jantan juga mengalami kemunduran.Pada mamalia, dampak fotoperiodisme berupa penyinaran terdaftar di suprachiasmatic nucleus ( SCN ) yang diinformasikan oleh sel ganglion retina yang sensitif terhadap cahaya, yang tidak terlibat dalam penglihatan. Informasi dikirimkan melalui saluran retinohypothalamic ( RHT ). Beberapa mamalia sangat peka terhadap hal ini dan sebagian besar diyakini sebagai bagasi evolusi.</itunes:summary><itunes:keywords>Silvikultur</itunes:keywords></item><item><title>Asylum</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/asylum.html</link><category>Kumpulan Puisi</category><category>Tulisan Sahabat</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Thu, 6 Oct 2016 23:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-458917939507340513</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitJrGvJFCln5EGaC0v_wM3L8wc9pV2sN8Gf6ds5OjLpkyzm_Ve_3JM5KmPSFoKHBSN0sYADPkLGIU8jIUq7szz6dDir-PKyZAKBSoGurojj-ehyiZ0xzsIIjQURiRh2lwkJ-ScitIsj3KQ/s1600/asylum.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitJrGvJFCln5EGaC0v_wM3L8wc9pV2sN8Gf6ds5OjLpkyzm_Ve_3JM5KmPSFoKHBSN0sYADPkLGIU8jIUq7szz6dDir-PKyZAKBSoGurojj-ehyiZ0xzsIIjQURiRh2lwkJ-ScitIsj3KQ/s320/asylum.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Aku ingin menuliskan sesuatu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Yaa ... sesuatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Yang bisa berarti apa saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mungkin bunga di pinggir jalan dengan gincu tebalnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pohon mangga di halaman yang daunnya ranggas oleh matahari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bocah telanjang dada yang mengibu pada tiang tiang paku bumi kolong tol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ayah yang berjalan lupa pulang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Atau Kekasih yang mengutuk purnama ketika sabit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Seseorang ingat sesuatu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Lalu lainnya melupakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Lupa bagaimana cara menulis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Aku melihatnya di cermin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dia aku mengutuki aksara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menyumpahi rindu seserapah mungkin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Lalu mencoba melukis gincu bunga tepi jalan yang melirik pada pohon mangga halaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tapi bocah telanjang dada menertawakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;"Hai Nona Air, lihat aku! Ayahku lupa pulang, Ibuku kaku. Bisa kau tepis semuanya? Berikan sedikit air lalu bicaralah pada purnama saat sabit yang menggenggam tanganmu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bisa kau lakukan?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Aku kembali pada sumpahku yang serapah untuk mataku, untuk kakiku, untuk tanganku, untuk hatiku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dan untuk air yang tak mampu kuberikan pada bocah itu sekedar pelepas dahaganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Lalu bagaimana caranya aku mampu bicara pada purnama?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sementara rindu masih kusumpahi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Azma&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;6 Oktober 2016&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Baca Azma : &lt;a href="http://www.mrgostuquwh.blogspot.com/2016/01/bukan-puisi.html" target="_blank"&gt;Bukan Puisi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitJrGvJFCln5EGaC0v_wM3L8wc9pV2sN8Gf6ds5OjLpkyzm_Ve_3JM5KmPSFoKHBSN0sYADPkLGIU8jIUq7szz6dDir-PKyZAKBSoGurojj-ehyiZ0xzsIIjQURiRh2lwkJ-ScitIsj3KQ/s72-c/asylum.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="55246" type="image/jpeg" url="https://4.bp.blogspot.com/-JjC1EJJ9nKw/V_Z1YTHc__I/AAAAAAAAFOg/6UgzSMkP3O4h0YSlPcy7KxhZE6BHtkl1QCLcB/s1600/asylum.jpg"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Aku ingin menuliskan sesuatuYaa ... sesuatu.Yang bisa berarti apa sajaMungkin bunga di pinggir jalan dengan gincu tebalnyaPohon mangga di halaman yang daunnya ranggas oleh matahariBocah telanjang dada yang mengibu pada tiang tiang paku bumi kolong tolAyah yang berjalan lupa pulangAtau Kekasih yang mengutuk purnama ketika sabit.Seseorang ingat sesuatuLalu lainnya melupakan.Lupa bagaimana cara menulisAku melihatnya di cerminDia aku mengutuki aksaraMenyumpahi rindu seserapah mungkinLalu mencoba melukis gincu bunga tepi jalan yang melirik pada pohon mangga halamanTapi bocah telanjang dada menertawakan"Hai Nona Air, lihat aku! Ayahku lupa pulang, Ibuku kaku. Bisa kau tepis semuanya? Berikan sedikit air lalu bicaralah pada purnama saat sabit yang menggenggam tanganmu. Bisa kau lakukan?"Aku kembali pada sumpahku yang serapah untuk mataku, untuk kakiku, untuk tanganku, untuk hatiku,Dan untuk air yang tak mampu kuberikan pada bocah itu sekedar pelepas dahaganya.Lalu bagaimana caranya aku mampu bicara pada purnama?Sementara rindu masih kusumpahi.Azma6 Oktober 2016Baca Azma : Bukan Puisi</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Aku ingin menuliskan sesuatuYaa ... sesuatu.Yang bisa berarti apa sajaMungkin bunga di pinggir jalan dengan gincu tebalnyaPohon mangga di halaman yang daunnya ranggas oleh matahariBocah telanjang dada yang mengibu pada tiang tiang paku bumi kolong tolAyah yang berjalan lupa pulangAtau Kekasih yang mengutuk purnama ketika sabit.Seseorang ingat sesuatuLalu lainnya melupakan.Lupa bagaimana cara menulisAku melihatnya di cerminDia aku mengutuki aksaraMenyumpahi rindu seserapah mungkinLalu mencoba melukis gincu bunga tepi jalan yang melirik pada pohon mangga halamanTapi bocah telanjang dada menertawakan"Hai Nona Air, lihat aku! Ayahku lupa pulang, Ibuku kaku. Bisa kau tepis semuanya? Berikan sedikit air lalu bicaralah pada purnama saat sabit yang menggenggam tanganmu. Bisa kau lakukan?"Aku kembali pada sumpahku yang serapah untuk mataku, untuk kakiku, untuk tanganku, untuk hatiku,Dan untuk air yang tak mampu kuberikan pada bocah itu sekedar pelepas dahaganya.Lalu bagaimana caranya aku mampu bicara pada purnama?Sementara rindu masih kusumpahi.Azma6 Oktober 2016Baca Azma : Bukan Puisi</itunes:summary><itunes:keywords>Kumpulan Puisi, Tulisan Sahabat</itunes:keywords></item><item><title>Katakan Wajahmu Cinta</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/katakan-wajahmu-cinta.html</link><category>Kumpulan Puisi</category><category>Tulisan Sahabat</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Thu, 6 Oct 2016 20:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-6638370730767130716</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEhB3RuVKnpje22WGqGhybKeMk3NOU9lf26BBzAOYfzw4ROZb3c4_67VcFNWQDyljcF-H2jd7TaHIN2HuAX-Z7NFmqy449EY5h7lGJGYJXsjdXcaAsoP9z_ZlskhhJqKYoNCLrcOf4ViTA/s1600/Katakan+Wajahmu+Cinta.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEhB3RuVKnpje22WGqGhybKeMk3NOU9lf26BBzAOYfzw4ROZb3c4_67VcFNWQDyljcF-H2jd7TaHIN2HuAX-Z7NFmqy449EY5h7lGJGYJXsjdXcaAsoP9z_ZlskhhJqKYoNCLrcOf4ViTA/s320/Katakan+Wajahmu+Cinta.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Terlihat jelas kemarahanmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Seperti ombak yang dengan tegas menghancurkan karang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tapi kepada siapa kau marah ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Jika dirimulah musuhmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sabar itu sudah jadi bahasa sampah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hidup menamparmu begitu keras&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tamparan itu masih terlihat membekas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Yang menamparmu adalah cintamu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Yang menamparmu Belahan jiwamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kau membalas ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bagaimana caranya ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Terbuang, terhina, tersakiti &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Itu saja yang bisa kau rasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hanya marah yang bisa kau perlihatkan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kau buang waktumu sia-sia hanya untuk meratapi nasib. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Apa yang kau dapat? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tangisan lagi, ingatan tentang tamparan lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tak lelahkah kau?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Karmila Saleh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Manado, 6 Oktober 2016&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Baca Karmila Saleh : &lt;a href="http://www.mrgostuquwh.blogspot.com/2015/10/sendiri-ku-bukan-diam.html" target="_blank"&gt;Sendiri Ku Bukan Diam&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEhB3RuVKnpje22WGqGhybKeMk3NOU9lf26BBzAOYfzw4ROZb3c4_67VcFNWQDyljcF-H2jd7TaHIN2HuAX-Z7NFmqy449EY5h7lGJGYJXsjdXcaAsoP9z_ZlskhhJqKYoNCLrcOf4ViTA/s72-c/Katakan+Wajahmu+Cinta.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="35191" type="image/png" url="https://4.bp.blogspot.com/-pKY-3yFRT60/V_ZWB-OJobI/AAAAAAAAFOQ/1h--AhQSVlwnIsMym47N_K01QLBOJ1xcQCLcB/s1600/Katakan%2BWajahmu%2BCinta.png"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Terlihat jelas kemarahanmuSeperti ombak yang dengan tegas menghancurkan karangTapi kepada siapa kau marah ?Jika dirimulah musuhmu Sabar itu sudah jadi bahasa sampahHidup menamparmu begitu kerasTamparan itu masih terlihat membekasYang menamparmu adalah cintamu Yang menamparmu Belahan jiwamu Kau membalas ? Bagaimana caranya ?Terbuang, terhina, tersakiti Itu saja yang bisa kau rasaHanya marah yang bisa kau perlihatkan Kau buang waktumu sia-sia hanya untuk meratapi nasib. Apa yang kau dapat? Tangisan lagi, ingatan tentang tamparan lagi. Tak lelahkah kau? Karmila SalehManado, 6 Oktober 2016 Baca Karmila Saleh : Sendiri Ku Bukan Diam</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Terlihat jelas kemarahanmuSeperti ombak yang dengan tegas menghancurkan karangTapi kepada siapa kau marah ?Jika dirimulah musuhmu Sabar itu sudah jadi bahasa sampahHidup menamparmu begitu kerasTamparan itu masih terlihat membekasYang menamparmu adalah cintamu Yang menamparmu Belahan jiwamu Kau membalas ? Bagaimana caranya ?Terbuang, terhina, tersakiti Itu saja yang bisa kau rasaHanya marah yang bisa kau perlihatkan Kau buang waktumu sia-sia hanya untuk meratapi nasib. Apa yang kau dapat? Tangisan lagi, ingatan tentang tamparan lagi. Tak lelahkah kau? Karmila SalehManado, 6 Oktober 2016 Baca Karmila Saleh : Sendiri Ku Bukan Diam</itunes:summary><itunes:keywords>Kumpulan Puisi, Tulisan Sahabat</itunes:keywords></item><item><title>Blogger Harus Rajin Jika Mau Berpenghasilan di Blog</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/blogger-harus-rajin-jika-mau.html</link><category>Tutorial Blog</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Thu, 6 Oct 2016 19:23:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-8663522888973622148</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tulisan ini sengaja saya tulis buat memotivasi para blogger-blogger pemula, khususnya saya sendiri. Saya sering menyimak di banyak grup-grup komunitas blogger maupu komunitas Google AdSense.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;baca :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://www.mrgostuquwh.blogspot.com/2016/07/apa-itu-google-adsense-dan-manfaatnya.html" target="_blank"&gt;Apa Itu Google AdSense dan Manfaatnya Bagi Blogger&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Banyak para blogger pemula yang sangat bersemangat saat melihat para blogger lain memosting banyaknya jumlah pengunjung blog atau kisaran penghasilan mereka, akhirnya para blogger pemula seperti saya bersikap agresif, bertanya,bertanya dan bertanya bagaimana caranya ? apa nice (topik) blognya ? sudah berapa lama ? dan sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnutG_4PQYDnvlocR4AjmQubfgd-xCiPefWigs6pIgRaX3Y7HFrXqvSYQL2FJmBkpVeS68S196v9vLd1U1ZNZkzdfRVD6Nd6nkBhaGNHiv0uGvQpBOuTg4hQg4M0bp7zyy-Oqu6lbZxBbq/s1600/Blogger+Harus+Rajin+Jika+Mau+Berpenghasilan+di+Blog.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="201" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnutG_4PQYDnvlocR4AjmQubfgd-xCiPefWigs6pIgRaX3Y7HFrXqvSYQL2FJmBkpVeS68S196v9vLd1U1ZNZkzdfRVD6Nd6nkBhaGNHiv0uGvQpBOuTg4hQg4M0bp7zyy-Oqu6lbZxBbq/s320/Blogger+Harus+Rajin+Jika+Mau+Berpenghasilan+di+Blog.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mungkin orang yang ditanya juga akan jenuh dengan beragam pertanyaan yang menurut mereka kadang pertanyaan itu tak seharusnya ditanyakan, cukup cari saja di dunia google maka akan terjawab dengan sendirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Lihat juga : &lt;a href="http://www.mrgostuquwh.blogspot.com/2016/07/4-tips-penting-bagi-yang-mau-membuat.html" target="_blank"&gt;4 TIPS Penting Bagi yang Mau Membuat BLOG&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Rajin Belajar Dulu Baru Bertanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Maksud saya adalah jika kita banyak bertanya usahakan pertanyaan yang nantinya bagi orang yang kita tanya senang untuk menjawab karena dianggap perlu. Maka jangan heran jika kadang banyak blogger senior yang tidak menjawab pertanyaan para blogger pemula seperti saya dan walaupun mereka menjawab kadang jawabannya � belajar lagi dulu� atau � cari di google, banyak tutorial tentang hal itu� hehehe.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Nah, jadi alangkah baiknya kita mencari dulu sendiri informasi-informasi terkait apa yang belum kita pahami, setelah dapat informasinya maka langsung di uji coba lakukanlah hal-hal itu seterusnya dengan beragam informasi yang kita butuhkan dan nantinya jika telah mendapatkan jalan buntu, barulah kita bertanya langsung ke grup-grup komunitas baik blogger maupun di grup google adsense, nah dengan begitu maka akan terlihat para mastah-mastah (blogger senior) yang akan banyak menanggapi pertanyaan tersebut dengan pencerahan dan penjelasan mereka lewat pengetahuan dan pengalaman mereka. Itulah maksud saya katakan belajar dulu secara otodidak kemudian bertanya saat kita mengalami jalan buntu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Baca juga : &lt;a href="http://www.mrgostuquwh.blogspot.com/2015/12/manfaat-otodidak-berdasarkan-pengalaman.html" target="_blank"&gt;Manfaat Otodidak Berdasarkan Pengalaman&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Rajin Menulis Postingan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Apapun nice (topik) blog atau website jika tidak rajin membuat postingan maka jangan harap anda akan berpenghasilan dari blog anda, meskipun nantinya berpenghasilan maka akan membutukan waktu yang lama. Banyak penjelasan tentang nice blog, secara umum terdapat 2 nice blog yaitu nice khusus dan nice gado-gado atau campuran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Nice khusus :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Nice atau topik yang membahas segala sesuatu secara spesifik. Misalnya nice tentang HP, laptop/komputer, tutorial blog, tutorial Adsense dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Nice gado-gado :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Contohnya blog yang sedang anda baca ini, blog yang membahas banyak hal. Apa saja yang dapat dibahas pasti di posting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Apa kelebihan dan kekurangan 2 nice tersebut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bagi saya semua 2 nice umum di atas semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing untuk meningkatkan pengunjung dan mendapatkan penghasilan. Kunci utamanya adalah rajin,rajin dan rajin. Rajinlah membuat postingan, rajinlah ikuti perkembangan ilmu pengetahuan, rajinlah pelajari tutorial-tutorial tentang blog dan yang terpenting rajinlah berbagi kepada orang yang membutuhkan bantuan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Perhitungan Sederana Jika Kita Rajin Membuat Potingan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ini hanya perhitungan sederhana saya berdasarkan pengalaman pribadi, misalnya saya memiliki kurang lebih 500 postingan di blog dengan pengunjung (UV) rata-rata 3000 orang dan tampilan laman (PV) kurang lebih 6000. Itu masih 500 postingan, bagaimana jika kita memiliki 1000, 2000, 3000 atau lebih dari itu. Silahkan anda perkirakan sendiri berapa pengunjung blog anda jika postingan sebanyak itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Baca juga : &lt;a href="http://www.mrgostuquwh.blogspot.com/2016/07/perbanyak-postingan-maka-pengunjung.html" target="_blank"&gt;Perbanyak Postingan Maka Pengunjung Akan Meningkat&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan jumlah postingan seperti itu maka pastilah cukup mudah untuk mendatangkan banyak pengunjung di blog dan pastinya mudah untuk memperoleh penghasilan dan bahkan akan stabil penghasilanya dari blog.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bagaimana, masihkah anda malas ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Terakhir dari saya, jangan pernah menyerah untuk bekerja keras karena untuk mencapai apa yang kita inginkan tidak semudah yang kita bayangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnutG_4PQYDnvlocR4AjmQubfgd-xCiPefWigs6pIgRaX3Y7HFrXqvSYQL2FJmBkpVeS68S196v9vLd1U1ZNZkzdfRVD6Nd6nkBhaGNHiv0uGvQpBOuTg4hQg4M0bp7zyy-Oqu6lbZxBbq/s72-c/Blogger+Harus+Rajin+Jika+Mau+Berpenghasilan+di+Blog.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="136213" type="image/jpeg" url="https://2.bp.blogspot.com/-aik0syLpuGE/V_ZBN8LmxEI/AAAAAAAAFOA/bQ0hn3X-DrIMW3DH9ZSs6orn8yJgVv9nACLcB/s1600/Blogger%2BHarus%2BRajin%2BJika%2BMau%2BBerpenghasilan%2Bdi%2BBlog.jpg"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Tulisan ini sengaja saya tulis buat memotivasi para blogger-blogger pemula, khususnya saya sendiri. Saya sering menyimak di banyak grup-grup komunitas blogger maupu komunitas Google AdSense.baca :&amp;nbsp;Apa Itu Google AdSense dan Manfaatnya Bagi BloggerBanyak para blogger pemula yang sangat bersemangat saat melihat para blogger lain memosting banyaknya jumlah pengunjung blog atau kisaran penghasilan mereka, akhirnya para blogger pemula seperti saya bersikap agresif, bertanya,bertanya dan bertanya bagaimana caranya ? apa nice (topik) blognya ? sudah berapa lama ? dan sebagainya.&amp;nbsp; Mungkin orang yang ditanya juga akan jenuh dengan beragam pertanyaan yang menurut mereka kadang pertanyaan itu tak seharusnya ditanyakan, cukup cari saja di dunia google maka akan terjawab dengan sendirinya.Lihat juga : 4 TIPS Penting Bagi yang Mau Membuat BLOGRajin Belajar Dulu Baru BertanyaMaksud saya adalah jika kita banyak bertanya usahakan pertanyaan yang nantinya bagi orang yang kita tanya senang untuk menjawab karena dianggap perlu. Maka jangan heran jika kadang banyak blogger senior yang tidak menjawab pertanyaan para blogger pemula seperti saya dan walaupun mereka menjawab kadang jawabannya � belajar lagi dulu� atau � cari di google, banyak tutorial tentang hal itu� hehehe.Nah, jadi alangkah baiknya kita mencari dulu sendiri informasi-informasi terkait apa yang belum kita pahami, setelah dapat informasinya maka langsung di uji coba lakukanlah hal-hal itu seterusnya dengan beragam informasi yang kita butuhkan dan nantinya jika telah mendapatkan jalan buntu, barulah kita bertanya langsung ke grup-grup komunitas baik blogger maupun di grup google adsense, nah dengan begitu maka akan terlihat para mastah-mastah (blogger senior) yang akan banyak menanggapi pertanyaan tersebut dengan pencerahan dan penjelasan mereka lewat pengetahuan dan pengalaman mereka. Itulah maksud saya katakan belajar dulu secara otodidak kemudian bertanya saat kita mengalami jalan buntu.Baca juga : Manfaat Otodidak Berdasarkan PengalamanRajin Menulis PostinganApapun nice (topik) blog atau website jika tidak rajin membuat postingan maka jangan harap anda akan berpenghasilan dari blog anda, meskipun nantinya berpenghasilan maka akan membutukan waktu yang lama. Banyak penjelasan tentang nice blog, secara umum terdapat 2 nice blog yaitu nice khusus dan nice gado-gado atau campuran.Nice khusus :Nice atau topik yang membahas segala sesuatu secara spesifik. Misalnya nice tentang HP, laptop/komputer, tutorial blog, tutorial Adsense dan sebagainya.Nice gado-gado :Contohnya blog yang sedang anda baca ini, blog yang membahas banyak hal. Apa saja yang dapat dibahas pasti di posting.Apa kelebihan dan kekurangan 2 nice tersebut :Bagi saya semua 2 nice umum di atas semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing untuk meningkatkan pengunjung dan mendapatkan penghasilan. Kunci utamanya adalah rajin,rajin dan rajin. Rajinlah membuat postingan, rajinlah ikuti perkembangan ilmu pengetahuan, rajinlah pelajari tutorial-tutorial tentang blog dan yang terpenting rajinlah berbagi kepada orang yang membutuhkan bantuan kita.Perhitungan Sederana Jika Kita Rajin Membuat PotinganIni hanya perhitungan sederhana saya berdasarkan pengalaman pribadi, misalnya saya memiliki kurang lebih 500 postingan di blog dengan pengunjung (UV) rata-rata 3000 orang dan tampilan laman (PV) kurang lebih 6000. Itu masih 500 postingan, bagaimana jika kita memiliki 1000, 2000, 3000 atau lebih dari itu. Silahkan anda perkirakan sendiri berapa pengunjung blog anda jika postingan sebanyak itu.Baca juga : Perbanyak Postingan Maka Pengunjung Akan MeningkatDengan jumlah postingan seperti itu maka pastilah cukup mudah untuk mendatangkan banyak pengunjung di blog dan pastinya mudah untuk memperoleh penghasilan dan bahkan akan stabil penghasilanya dari blog.Bagaimana, masihkah anda malas ?Terakhir dari saya, jangan pernah menyerah untuk bekerja keras karena untuk mencapai apa yang kita inginkan tidak semudah yang kita bayangkan.</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Tulisan ini sengaja saya tulis buat memotivasi para blogger-blogger pemula, khususnya saya sendiri. Saya sering menyimak di banyak grup-grup komunitas blogger maupu komunitas Google AdSense.baca :&amp;nbsp;Apa Itu Google AdSense dan Manfaatnya Bagi BloggerBanyak para blogger pemula yang sangat bersemangat saat melihat para blogger lain memosting banyaknya jumlah pengunjung blog atau kisaran penghasilan mereka, akhirnya para blogger pemula seperti saya bersikap agresif, bertanya,bertanya dan bertanya bagaimana caranya ? apa nice (topik) blognya ? sudah berapa lama ? dan sebagainya.&amp;nbsp; Mungkin orang yang ditanya juga akan jenuh dengan beragam pertanyaan yang menurut mereka kadang pertanyaan itu tak seharusnya ditanyakan, cukup cari saja di dunia google maka akan terjawab dengan sendirinya.Lihat juga : 4 TIPS Penting Bagi yang Mau Membuat BLOGRajin Belajar Dulu Baru BertanyaMaksud saya adalah jika kita banyak bertanya usahakan pertanyaan yang nantinya bagi orang yang kita tanya senang untuk menjawab karena dianggap perlu. Maka jangan heran jika kadang banyak blogger senior yang tidak menjawab pertanyaan para blogger pemula seperti saya dan walaupun mereka menjawab kadang jawabannya � belajar lagi dulu� atau � cari di google, banyak tutorial tentang hal itu� hehehe.Nah, jadi alangkah baiknya kita mencari dulu sendiri informasi-informasi terkait apa yang belum kita pahami, setelah dapat informasinya maka langsung di uji coba lakukanlah hal-hal itu seterusnya dengan beragam informasi yang kita butuhkan dan nantinya jika telah mendapatkan jalan buntu, barulah kita bertanya langsung ke grup-grup komunitas baik blogger maupun di grup google adsense, nah dengan begitu maka akan terlihat para mastah-mastah (blogger senior) yang akan banyak menanggapi pertanyaan tersebut dengan pencerahan dan penjelasan mereka lewat pengetahuan dan pengalaman mereka. Itulah maksud saya katakan belajar dulu secara otodidak kemudian bertanya saat kita mengalami jalan buntu.Baca juga : Manfaat Otodidak Berdasarkan PengalamanRajin Menulis PostinganApapun nice (topik) blog atau website jika tidak rajin membuat postingan maka jangan harap anda akan berpenghasilan dari blog anda, meskipun nantinya berpenghasilan maka akan membutukan waktu yang lama. Banyak penjelasan tentang nice blog, secara umum terdapat 2 nice blog yaitu nice khusus dan nice gado-gado atau campuran.Nice khusus :Nice atau topik yang membahas segala sesuatu secara spesifik. Misalnya nice tentang HP, laptop/komputer, tutorial blog, tutorial Adsense dan sebagainya.Nice gado-gado :Contohnya blog yang sedang anda baca ini, blog yang membahas banyak hal. Apa saja yang dapat dibahas pasti di posting.Apa kelebihan dan kekurangan 2 nice tersebut :Bagi saya semua 2 nice umum di atas semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing untuk meningkatkan pengunjung dan mendapatkan penghasilan. Kunci utamanya adalah rajin,rajin dan rajin. Rajinlah membuat postingan, rajinlah ikuti perkembangan ilmu pengetahuan, rajinlah pelajari tutorial-tutorial tentang blog dan yang terpenting rajinlah berbagi kepada orang yang membutuhkan bantuan kita.Perhitungan Sederana Jika Kita Rajin Membuat PotinganIni hanya perhitungan sederhana saya berdasarkan pengalaman pribadi, misalnya saya memiliki kurang lebih 500 postingan di blog dengan pengunjung (UV) rata-rata 3000 orang dan tampilan laman (PV) kurang lebih 6000. Itu masih 500 postingan, bagaimana jika kita memiliki 1000, 2000, 3000 atau lebih dari itu. Silahkan anda perkirakan sendiri berapa pengunjung blog anda jika postingan sebanyak itu.Baca juga : Perbanyak Postingan Maka Pengunjung Akan MeningkatDengan jumlah postingan seperti itu maka pastilah cukup mudah untuk mendatangkan banyak pengunjung di blog dan pastinya mudah untuk memperoleh penghasilan dan bahkan akan stabil penghasilanya dari blog.Bagaimana, masihkah anda malas ?Terakhir dari saya, jangan pernah menyerah untuk bekerja keras karena untuk mencapai apa yang kita inginkan tidak semudah yang kita bayangkan.</itunes:summary><itunes:keywords>Tutorial Blog</itunes:keywords></item><item><title>Ringkasan Materi Retorika dan Debat</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/ringkasan-materi-retorika-dan-debat.html</link><category>Hidup &amp; Kehidupan</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Thu, 6 Oct 2016 15:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-4910533037032322696</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Rhetorica&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;(Bahasa Yunani) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;berarti ketrampilan berbicara dan mempengaruhi publik. Bentuknya berupa ceramah, pengarahan,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;penyuluhan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;pidato&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; dan juga debat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Rhetorica&lt;i&gt; &lt;/i&gt;dalam&lt;i&gt; Bahasa Inggris &lt;/i&gt;adalah &lt;i&gt;Public Speaking&lt;/i&gt; yang secara bebas dapat &amp;nbsp;diterjemahkan sebagai berbicara dihadapan publik untuk mempengaruhi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIaORbm96tMkerp1h8vI49LraW03X7chid3Ue62GzrZou7C1N9NgT8uapZ_2CAS0HlaZVzb794zQqqGJ9lSgRueHqgW8snZqj6cc_LLSGeQvEd0Tv8NmRRSUAfu-npOq2_OulMUJLLhTt6/s1600/Ringkasan+Materi+Retorika+dan+Debat.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Ringkasan Materi Retorika dan Debat" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIaORbm96tMkerp1h8vI49LraW03X7chid3Ue62GzrZou7C1N9NgT8uapZ_2CAS0HlaZVzb794zQqqGJ9lSgRueHqgW8snZqj6cc_LLSGeQvEd0Tv8NmRRSUAfu-npOq2_OulMUJLLhTt6/s320/Ringkasan+Materi+Retorika+dan+Debat.png" title="Retorika dan Debat" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pentingnya Persiapan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Prinsip penting dan wajib dalam &lt;i&gt;Rhetorica &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;Public Speaking&lt;/i&gt; adalah �Persiapan�. Lebih baik �berkeringat� dalam persiapan daripada �disuruh turun� dari atas panggung.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Persiapan sebagai upaya perkaya pengetahuan melalui membaca atau belajar, diskusi dan latihan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Teknik-Teknik Debat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo1; tab-stops: list 21.3pt; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Red Hearing : nama ikan di Sungai Nil yang memiliki ketrampilan memangsa lawan dengan gerakan tipuan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-list: l5 level1 lfo1; tab-stops: list 21.3pt; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Memasukkan �kepala unta� kedalam tenda &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-list: l5 level1 lfo1; tab-stops: list 21.3pt; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mencermati celah kelemahan lawan melalui pernyataannya yang bisa �diplintir� atau yang menjadi bumerang baginya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-list: l5 level1 lfo1; tab-stops: list 21.3pt; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Gunakan �gaya boxer� dalam perdebatan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-list: l5 level1 lfo1; tab-stops: list 21.3pt; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam perdebatan �menyerang� dengan hati-hati dan cermat adalah pertahanan terbaik &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-list: l5 level1 lfo1; tab-stops: list 21.3pt; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pemenang dalam perdebatan adalah siapa yang memiliki ketrampilan menyampaikan argumentasi yang logis, kritis dan rasional &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Debat Sama Dengan Berbicara Efektif &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo3; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Motivasi (&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;menumbuhkan minat)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menggunakan dorongan kebutuhan&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;publik; pentingnya apa yang akan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;dibicarakan terutama bagi khalayak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mendorong harga diri khalayak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;atau menokohkannya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo3; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Membangkitkan hasrat ingin tahu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;2. Perhatian (&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;berbicara menumbuhkan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;perhatian khalayak)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level2 lfo5; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hal-hal yang aneh atau jarang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo5; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;terjadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level2 lfo5; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hal-hal yang lucu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level2 lfo5; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hal-hal yang menyolok &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level2 lfo5; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hal-hal yang kebetulan terjadi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level2 lfo5; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hal-hal yang sesuai dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo5; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kebutuhan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pengertian &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;(sesuatu yang dimengerti lebih mudah diingat)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo6; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;U&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;raian pembicaraan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;anda &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;hendaknya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;singkat, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;sistematis dan logis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo6; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;uatlah ungkapan-ungkapan yang konkrit :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo7; tab-stops: 2.0cm; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Memberi ilustrasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo7; tab-stops: 2.0cm; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Memberi contoh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo7; tab-stops: 2.0cm; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Memberi perbandingan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo7; tab-stops: 2.0cm; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;d)&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Me&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;nyampaikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; hal yang berlawanan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo7; tab-stops: 2.0cm; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;e)&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;memoteknik (cara untuk menghafal)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kegunaan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;(membuat &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;p&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;embicaraan berguna bagi khalayak)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level2 lfo8; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;halayak akan menyaring yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;berguna baginya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level2 lfo8; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;entuhan kegunaan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;sesuatu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;mudah diingat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level2 lfo8; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;egunaan mendorong keinginan untuk mencoba&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Penampilan Saat Berbicara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level2 lfo9; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pakaian&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;(rapih &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;sesuai konteks&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level2 lfo9; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Cara berdiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;(tegak bersemangat&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level2 lfo9; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pandangan Mata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;(melingkupi semua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;khalayak).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;Ekspresi, intonasi dan gerak tubuh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;(sesuai dengan konteks)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level2 lfo10; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sikap jiwa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;jangan ragu-ragu)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level2 lfo10; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Alat bantu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;(peraga) &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;jika perlu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level2 lfo10; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Empatik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;(memahami jiwa khalayak).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIaORbm96tMkerp1h8vI49LraW03X7chid3Ue62GzrZou7C1N9NgT8uapZ_2CAS0HlaZVzb794zQqqGJ9lSgRueHqgW8snZqj6cc_LLSGeQvEd0Tv8NmRRSUAfu-npOq2_OulMUJLLhTt6/s72-c/Ringkasan+Materi+Retorika+dan+Debat.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="140430" type="image/png" url="https://2.bp.blogspot.com/-ayhrO2-4I3E/V_YOqbtI9oI/AAAAAAAAFNw/Jwqv8rIwIkUeqAN_SyUU-4SmwjORhoO4gCLcB/s1600/Ringkasan%2BMateri%2BRetorika%2Bdan%2BDebat.png"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Rhetorica (Bahasa Yunani) berarti ketrampilan berbicara dan mempengaruhi publik. Bentuknya berupa ceramah, pengarahan,, penyuluhan, pidato dan juga debat. Rhetorica dalam Bahasa Inggris adalah Public Speaking yang secara bebas dapat &amp;nbsp;diterjemahkan sebagai berbicara dihadapan publik untuk mempengaruhi.Pentingnya Persiapan1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Prinsip penting dan wajib dalam Rhetorica atau Public Speaking adalah �Persiapan�. Lebih baik �berkeringat� dalam persiapan daripada �disuruh turun� dari atas panggung.2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Persiapan sebagai upaya perkaya pengetahuan melalui membaca atau belajar, diskusi dan latihan Teknik-Teknik Debat1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Red Hearing : nama ikan di Sungai Nil yang memiliki ketrampilan memangsa lawan dengan gerakan tipuan 2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memasukkan �kepala unta� kedalam tenda 3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mencermati celah kelemahan lawan melalui pernyataannya yang bisa �diplintir� atau yang menjadi bumerang baginya4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gunakan �gaya boxer� dalam perdebatan 5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam perdebatan �menyerang� dengan hati-hati dan cermat adalah pertahanan terbaik 6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemenang dalam perdebatan adalah siapa yang memiliki ketrampilan menyampaikan argumentasi yang logis, kritis dan rasional Debat Sama Dengan Berbicara Efektif 1.Motivasi (menumbuhkan minat)a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menggunakan dorongan kebutuhan&amp;nbsp; b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; publik; pentingnya apa yang akan c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dibicarakan terutama bagi khalayak.d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mendorong harga diri khalayak e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; atau menokohkannya f.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Membangkitkan hasrat ingin tahu.2. Perhatian (berbicara menumbuhkan &amp;nbsp;perhatian khalayak)a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hal-hal yang aneh atau jarang b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; terjadi a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hal-hal yang lucu.b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hal-hal yang menyolok c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hal-hal yang kebetulan terjadi.d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hal-hal yang sesuai dengan c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kebutuhan3. Pengertian (sesuatu yang dimengerti lebih mudah diingat) a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Uraian pembicaraan anda hendaknya singkat, sistematis dan logisb.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Buatlah ungkapan-ungkapan yang konkrit : a)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memberi ilustrasi b)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memberi contoh c)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memberi perbandingan d)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menyampaikan hal yang berlawanan e)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; memoteknik (cara untuk menghafal)4. Kegunaan (membuat pembicaraan berguna bagi khalayak) a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Khalayak akan menyaring yang berguna baginya. b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sentuhan kegunaan sesuatu akan mudah diingat c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kegunaan mendorong keinginan untuk mencobaPenampilan Saat Berbicaraa.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pakaian(rapih sesuai konteks) b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cara berdiri(tegak bersemangat)c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pandangan Mata(melingkupi semua khalayak). &amp;nbsp;Ekspresi, intonasi dan gerak tubuh (sesuai dengan konteks) a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sikap jiwa ( jangan ragu-ragu) b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Alat bantu(peraga) jika perluc.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Empatik(memahami jiwa khalayak).</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Rhetorica (Bahasa Yunani) berarti ketrampilan berbicara dan mempengaruhi publik. Bentuknya berupa ceramah, pengarahan,, penyuluhan, pidato dan juga debat. Rhetorica dalam Bahasa Inggris adalah Public Speaking yang secara bebas dapat &amp;nbsp;diterjemahkan sebagai berbicara dihadapan publik untuk mempengaruhi.Pentingnya Persiapan1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Prinsip penting dan wajib dalam Rhetorica atau Public Speaking adalah �Persiapan�. Lebih baik �berkeringat� dalam persiapan daripada �disuruh turun� dari atas panggung.2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Persiapan sebagai upaya perkaya pengetahuan melalui membaca atau belajar, diskusi dan latihan Teknik-Teknik Debat1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Red Hearing : nama ikan di Sungai Nil yang memiliki ketrampilan memangsa lawan dengan gerakan tipuan 2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memasukkan �kepala unta� kedalam tenda 3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mencermati celah kelemahan lawan melalui pernyataannya yang bisa �diplintir� atau yang menjadi bumerang baginya4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gunakan �gaya boxer� dalam perdebatan 5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam perdebatan �menyerang� dengan hati-hati dan cermat adalah pertahanan terbaik 6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemenang dalam perdebatan adalah siapa yang memiliki ketrampilan menyampaikan argumentasi yang logis, kritis dan rasional Debat Sama Dengan Berbicara Efektif 1.Motivasi (menumbuhkan minat)a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menggunakan dorongan kebutuhan&amp;nbsp; b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; publik; pentingnya apa yang akan c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dibicarakan terutama bagi khalayak.d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mendorong harga diri khalayak e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; atau menokohkannya f.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Membangkitkan hasrat ingin tahu.2. Perhatian (berbicara menumbuhkan &amp;nbsp;perhatian khalayak)a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hal-hal yang aneh atau jarang b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; terjadi a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hal-hal yang lucu.b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hal-hal yang menyolok c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hal-hal yang kebetulan terjadi.d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hal-hal yang sesuai dengan c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kebutuhan3. Pengertian (sesuatu yang dimengerti lebih mudah diingat) a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Uraian pembicaraan anda hendaknya singkat, sistematis dan logisb.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Buatlah ungkapan-ungkapan yang konkrit : a)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memberi ilustrasi b)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memberi contoh c)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memberi perbandingan d)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menyampaikan hal yang berlawanan e)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; memoteknik (cara untuk menghafal)4. Kegunaan (membuat pembicaraan berguna bagi khalayak) a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Khalayak akan menyaring yang berguna baginya. b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sentuhan kegunaan sesuatu akan mudah diingat c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kegunaan mendorong keinginan untuk mencobaPenampilan Saat Berbicaraa.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pakaian(rapih sesuai konteks) b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cara berdiri(tegak bersemangat)c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pandangan Mata(melingkupi semua khalayak). &amp;nbsp;Ekspresi, intonasi dan gerak tubuh (sesuai dengan konteks) a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sikap jiwa ( jangan ragu-ragu) b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Alat bantu(peraga) jika perluc.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Empatik(memahami jiwa khalayak).</itunes:summary><itunes:keywords>Hidup &amp; Kehidupan</itunes:keywords></item><item><title>Cara Menanam Cabe Rawit di Bedengan</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/cara-menanam-cabe-rawit-di-bedengan.html</link><category>Teknik Budidaya Tanaman Cabe</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Wed, 5 Oct 2016 19:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-9008789282857185819</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Share tentang &lt;a href="http://www.mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/cara-membuat-iklan-tautan-berada-dalam-bingkai.html" target="_blank"&gt;cara menanam cabe rawit di bedengan&lt;/a&gt; - Cabe Rawit Cabai rawit atau cabe rawit, adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Selain di Indonesia, ia juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Di Malaysia dan Singapura ia dinamakan cili padi, di Filipina siling labuyo, dan di Thailand phrik khi nu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj26wlDP6UMK9iCCo9nuVhdBNpn3mFTGXuxk4jdn_C8J9EIdv8VMnPUqZ9h_NOZI9nW2g7KJGXkZEsMO4JTJH-XR8Iw_mbj9eA9eDbph09beHBtgsk8uhOlgzYZYhZDQMHCVjh1H8zhhpzU/s1600/Cara+Menanam+Cabe+Rawit+Menggunakan+Bedengan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cara Menanam Cabe Rawit Menggunakan Bedengan" border="0" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj26wlDP6UMK9iCCo9nuVhdBNpn3mFTGXuxk4jdn_C8J9EIdv8VMnPUqZ9h_NOZI9nW2g7KJGXkZEsMO4JTJH-XR8Iw_mbj9eA9eDbph09beHBtgsk8uhOlgzYZYhZDQMHCVjh1H8zhhpzU/s320/Cara+Menanam+Cabe+Rawit+Menggunakan+Bedengan.jpg" title="Cara Menanam Cabe" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Di Kerala, India, terdapat masakan tradisional yang menggunakan cabai rawit dan dinamakan kanthari mulagu. Dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan nama Thai pepper atau bird's eye chili pepper.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pengolahan Tanah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tanah harus dibajak dan dicangkul cukup dalam.&amp;nbsp; Maksud pencangkulan tanah adalah untuk membalik tanah dan menggemburkan tanah.&amp;nbsp; Tanah liat walaupun sudah dicangkul&amp;nbsp; atau dibajak menjadi gembur , cangkul lebih dalam (30-40 cm) dan diberi pupuk organis, misalnya kompos atau pupuk kandang dan dapat ditambahkan pasir.&amp;nbsp; Bila pupuk organis jumlahnya terbatas, maka pemberiannya cukup pada jarak 60 x 60 cm.&amp;nbsp; Pupuk organik, pasir dan tanah dicampur merata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pupuk organik selain menggemburkan tanah juga dapat menambah unsur hara .&amp;nbsp; Pupuk organik yang diberikan sebaiknya sudah matang atau sudah menjadi tanah.&amp;nbsp; Pupuk yang mentah biasanya masih panas sehingga dapat menyebabkan tanaman cabe menjadi layu dan mati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pembuatan Bedengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bedengan dapat dibuat dengan ukuran lebar sekitar 90, 100 atau 125 cm dengan melihat kondisi tanah. Tinggi bedengan sekitar 20-30 cm , tergantung keadaan lahan , kalau lahan sering tergenang air pada waktu musim hujan maka bedengan dipertinggi.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jarak antar bedengan sekitar 40-5- cm atau dapat dipersempit menjadi 30-35 cm.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pembibitan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Biji cabe rawit harus disemaikan lebih dulu sebelum ditanam.&amp;nbsp; Untuk mempercepat pertumbuhannya , biji cabe sebaiknya direndam dahulu dalam air selama 24 jam sebelum ditanam.&amp;nbsp; Perlu diperhatikan bahwa biji cabe yang baik adalah biji yang betul-betul masak dan kering.&amp;nbsp; Cara menyemai biji cabe bermacam-macam , ada yang menggunakan kotak pesemaian, pesemaian di lapangan, kantung plastik atau kantung dari daun kelapa, enau, pisang dll.&amp;nbsp; Tanah yang digunakan untuk pesemaian menggunakan tanah yang subur dan bebas dari gangguan hama dan penyakit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pesemaian sebaiknya menggunakan atap dari daun rebu, daun kelapa maupun daunan lainnya agar suasana menjadi lebih lembab dan tanaman tidak terkena sinar matahari langsung.&amp;nbsp; Atap dapat dibuka atau ditutup menurut keperluan.&amp;nbsp; Kalau pagi sampai jam 10.00 atap dibuka, kemudian sesudah panas lebih dari jam 10.00 atap ditutup kembali .&amp;nbsp; Kalau persemaian dibuat dalam kotak kecil dapat dimasukkan dalam rumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Penanaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bibit cabe dapat dipindahkan setelah tumbuh setinggi kira-kira 15 cm di pesemaian.&amp;nbsp; Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 60 x 90 cm.&amp;nbsp; Pada saat pengambilan semai di lapangan atau semai kotak dapat menggunakan solet yang ditusukan dengan cara miring dan diangkat keatas sehingga semai akan terangkat ke atas. Tempat yang akan ditanami semai dibuat lubang sedalam akar tunggang.&amp;nbsp; Setelah ditanam segera disiram&amp;nbsp; dan diberi penutup pelepah pisang atau daun-daunan supaya tidak layu.&amp;nbsp; Bila semai berasal dari kantung plastik, maka kantong plastik harus disobek lebih dulu&amp;nbsp; pelan-pelan sehingga media tanahnya tidak pecah. Kalau media tanam pecah ada kemungkinan tanaman akan menjadi layu.&amp;nbsp; Bila plastik tidak disobek lebih dulu , di kemudian hari akar akan melingkar tidak dapat berkembang.&amp;nbsp; Setelah bibit cabe ditanam sebaiknya segera disiram air untuk menjaga kelembaban dalam tanah dan kelembaban tanaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pemupukan Dasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pada waktu menanam cabe , tanah harus tersedia unsur hara yang cukup, maka bedengan yang telah dipersiapkan dapat diberi pupuk organik berupa pupuk kandang yang sudah matang.&amp;nbsp; Pupuk tersebut dapat disebarkan ke seluruh permukaan bedengan atau hanya ditempat tanaman cabe akan ditanam. Selain itu dapat ditambahkan pula pupuk SP 36 100 kg perhektar untuk menambah unsur P sedangkan pupuk lainnya dapat diberikan kemudian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;http://dirjasitepu.blogspot.co.id/2015/11/makalah-budidaya-cabe.html&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj26wlDP6UMK9iCCo9nuVhdBNpn3mFTGXuxk4jdn_C8J9EIdv8VMnPUqZ9h_NOZI9nW2g7KJGXkZEsMO4JTJH-XR8Iw_mbj9eA9eDbph09beHBtgsk8uhOlgzYZYhZDQMHCVjh1H8zhhpzU/s72-c/Cara+Menanam+Cabe+Rawit+Menggunakan+Bedengan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="115506" type="image/jpeg" url="https://4.bp.blogspot.com/-VpJ-VmAM3gw/V_T4fGotRaI/AAAAAAAAFNg/-aah4diJVmwqHCKiy1O_dP8joPVTg5mZQCLcB/s1600/Cara%2BMenanam%2BCabe%2BRawit%2BMenggunakan%2BBedengan.jpg"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Share tentang cara menanam cabe rawit di bedengan - Cabe Rawit Cabai rawit atau cabe rawit, adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Selain di Indonesia, ia juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Di Malaysia dan Singapura ia dinamakan cili padi, di Filipina siling labuyo, dan di Thailand phrik khi nu. Di Kerala, India, terdapat masakan tradisional yang menggunakan cabai rawit dan dinamakan kanthari mulagu. Dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan nama Thai pepper atau bird's eye chili pepper.Pengolahan TanahTanah harus dibajak dan dicangkul cukup dalam.&amp;nbsp; Maksud pencangkulan tanah adalah untuk membalik tanah dan menggemburkan tanah.&amp;nbsp; Tanah liat walaupun sudah dicangkul&amp;nbsp; atau dibajak menjadi gembur , cangkul lebih dalam (30-40 cm) dan diberi pupuk organis, misalnya kompos atau pupuk kandang dan dapat ditambahkan pasir.&amp;nbsp; Bila pupuk organis jumlahnya terbatas, maka pemberiannya cukup pada jarak 60 x 60 cm.&amp;nbsp; Pupuk organik, pasir dan tanah dicampur merata. Pupuk organik selain menggemburkan tanah juga dapat menambah unsur hara .&amp;nbsp; Pupuk organik yang diberikan sebaiknya sudah matang atau sudah menjadi tanah.&amp;nbsp; Pupuk yang mentah biasanya masih panas sehingga dapat menyebabkan tanaman cabe menjadi layu dan mati.Pembuatan BedenganBedengan dapat dibuat dengan ukuran lebar sekitar 90, 100 atau 125 cm dengan melihat kondisi tanah. Tinggi bedengan sekitar 20-30 cm , tergantung keadaan lahan , kalau lahan sering tergenang air pada waktu musim hujan maka bedengan dipertinggi.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jarak antar bedengan sekitar 40-5- cm atau dapat dipersempit menjadi 30-35 cm.PembibitanBiji cabe rawit harus disemaikan lebih dulu sebelum ditanam.&amp;nbsp; Untuk mempercepat pertumbuhannya , biji cabe sebaiknya direndam dahulu dalam air selama 24 jam sebelum ditanam.&amp;nbsp; Perlu diperhatikan bahwa biji cabe yang baik adalah biji yang betul-betul masak dan kering.&amp;nbsp; Cara menyemai biji cabe bermacam-macam , ada yang menggunakan kotak pesemaian, pesemaian di lapangan, kantung plastik atau kantung dari daun kelapa, enau, pisang dll.&amp;nbsp; Tanah yang digunakan untuk pesemaian menggunakan tanah yang subur dan bebas dari gangguan hama dan penyakit. Pesemaian sebaiknya menggunakan atap dari daun rebu, daun kelapa maupun daunan lainnya agar suasana menjadi lebih lembab dan tanaman tidak terkena sinar matahari langsung.&amp;nbsp; Atap dapat dibuka atau ditutup menurut keperluan.&amp;nbsp; Kalau pagi sampai jam 10.00 atap dibuka, kemudian sesudah panas lebih dari jam 10.00 atap ditutup kembali .&amp;nbsp; Kalau persemaian dibuat dalam kotak kecil dapat dimasukkan dalam rumah.PenanamanBibit cabe dapat dipindahkan setelah tumbuh setinggi kira-kira 15 cm di pesemaian.&amp;nbsp; Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 60 x 90 cm.&amp;nbsp; Pada saat pengambilan semai di lapangan atau semai kotak dapat menggunakan solet yang ditusukan dengan cara miring dan diangkat keatas sehingga semai akan terangkat ke atas. Tempat yang akan ditanami semai dibuat lubang sedalam akar tunggang.&amp;nbsp; Setelah ditanam segera disiram&amp;nbsp; dan diberi penutup pelepah pisang atau daun-daunan supaya tidak layu.&amp;nbsp; Bila semai berasal dari kantung plastik, maka kantong plastik harus disobek lebih dulu&amp;nbsp; pelan-pelan sehingga media tanahnya tidak pecah. Kalau media tanam pecah ada kemungkinan tanaman akan menjadi layu.&amp;nbsp; Bila plastik tidak disobek lebih dulu , di kemudian hari akar akan melingkar tidak dapat berkembang.&amp;nbsp; Setelah bibit cabe ditanam sebaiknya segera disiram air untuk menjaga kelembaban dalam tanah dan kelembaban tanaman.Pemupukan DasarPada waktu menanam cabe , tanah harus tersedia unsur hara yang cukup, maka bedengan yang telah dipersiapkan dapat diberi pupuk organik berupa pupuk kandang yang sudah matang.&amp;nbsp; Pupuk tersebut dapat disebarkan ke seluruh permukaan bedengan atau hanya ditempat tanaman cabe akan ditanam. Selain itu dapat ditambahkan pula pupuk SP 36 100 kg perhektar untuk menambah unsur P sedangkan pupuk lainnya dapat diberikan kemudian.Sumber :http://dirjasitepu.blogspot.co.id/2015/11/makalah-budidaya-cabe.html</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Share tentang cara menanam cabe rawit di bedengan - Cabe Rawit Cabai rawit atau cabe rawit, adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Selain di Indonesia, ia juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Di Malaysia dan Singapura ia dinamakan cili padi, di Filipina siling labuyo, dan di Thailand phrik khi nu. Di Kerala, India, terdapat masakan tradisional yang menggunakan cabai rawit dan dinamakan kanthari mulagu. Dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan nama Thai pepper atau bird's eye chili pepper.Pengolahan TanahTanah harus dibajak dan dicangkul cukup dalam.&amp;nbsp; Maksud pencangkulan tanah adalah untuk membalik tanah dan menggemburkan tanah.&amp;nbsp; Tanah liat walaupun sudah dicangkul&amp;nbsp; atau dibajak menjadi gembur , cangkul lebih dalam (30-40 cm) dan diberi pupuk organis, misalnya kompos atau pupuk kandang dan dapat ditambahkan pasir.&amp;nbsp; Bila pupuk organis jumlahnya terbatas, maka pemberiannya cukup pada jarak 60 x 60 cm.&amp;nbsp; Pupuk organik, pasir dan tanah dicampur merata. Pupuk organik selain menggemburkan tanah juga dapat menambah unsur hara .&amp;nbsp; Pupuk organik yang diberikan sebaiknya sudah matang atau sudah menjadi tanah.&amp;nbsp; Pupuk yang mentah biasanya masih panas sehingga dapat menyebabkan tanaman cabe menjadi layu dan mati.Pembuatan BedenganBedengan dapat dibuat dengan ukuran lebar sekitar 90, 100 atau 125 cm dengan melihat kondisi tanah. Tinggi bedengan sekitar 20-30 cm , tergantung keadaan lahan , kalau lahan sering tergenang air pada waktu musim hujan maka bedengan dipertinggi.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jarak antar bedengan sekitar 40-5- cm atau dapat dipersempit menjadi 30-35 cm.PembibitanBiji cabe rawit harus disemaikan lebih dulu sebelum ditanam.&amp;nbsp; Untuk mempercepat pertumbuhannya , biji cabe sebaiknya direndam dahulu dalam air selama 24 jam sebelum ditanam.&amp;nbsp; Perlu diperhatikan bahwa biji cabe yang baik adalah biji yang betul-betul masak dan kering.&amp;nbsp; Cara menyemai biji cabe bermacam-macam , ada yang menggunakan kotak pesemaian, pesemaian di lapangan, kantung plastik atau kantung dari daun kelapa, enau, pisang dll.&amp;nbsp; Tanah yang digunakan untuk pesemaian menggunakan tanah yang subur dan bebas dari gangguan hama dan penyakit. Pesemaian sebaiknya menggunakan atap dari daun rebu, daun kelapa maupun daunan lainnya agar suasana menjadi lebih lembab dan tanaman tidak terkena sinar matahari langsung.&amp;nbsp; Atap dapat dibuka atau ditutup menurut keperluan.&amp;nbsp; Kalau pagi sampai jam 10.00 atap dibuka, kemudian sesudah panas lebih dari jam 10.00 atap ditutup kembali .&amp;nbsp; Kalau persemaian dibuat dalam kotak kecil dapat dimasukkan dalam rumah.PenanamanBibit cabe dapat dipindahkan setelah tumbuh setinggi kira-kira 15 cm di pesemaian.&amp;nbsp; Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 60 x 90 cm.&amp;nbsp; Pada saat pengambilan semai di lapangan atau semai kotak dapat menggunakan solet yang ditusukan dengan cara miring dan diangkat keatas sehingga semai akan terangkat ke atas. Tempat yang akan ditanami semai dibuat lubang sedalam akar tunggang.&amp;nbsp; Setelah ditanam segera disiram&amp;nbsp; dan diberi penutup pelepah pisang atau daun-daunan supaya tidak layu.&amp;nbsp; Bila semai berasal dari kantung plastik, maka kantong plastik harus disobek lebih dulu&amp;nbsp; pelan-pelan sehingga media tanahnya tidak pecah. Kalau media tanam pecah ada kemungkinan tanaman akan menjadi layu.&amp;nbsp; Bila plastik tidak disobek lebih dulu , di kemudian hari akar akan melingkar tidak dapat berkembang.&amp;nbsp; Setelah bibit cabe ditanam sebaiknya segera disiram air untuk menjaga kelembaban dalam tanah dan kelembaban tanaman.Pemupukan DasarPada waktu menanam cabe , tanah harus tersedia unsur hara yang cukup, maka bedengan yang telah dipersiapkan dapat diberi pupuk organik berupa pupuk kandang yang sudah matang.&amp;nbsp; Pupuk tersebut dapat disebarkan ke seluruh permukaan bedengan atau hanya ditempat tanaman cabe akan ditanam. Selain itu dapat ditambahkan pula pupuk SP 36 100 kg perhektar untuk menambah unsur P sedangkan pupuk lainnya dapat diberikan kemudian.Sumber :http://dirjasitepu.blogspot.co.id/2015/11/makalah-budidaya-cabe.html</itunes:summary><itunes:keywords>Teknik Budidaya Tanaman Cabe</itunes:keywords></item><item><title>Cara Membuat Iklan Tautan Berada Dalam Bingkai</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/cara-membuat-iklan-tautan-berada-dalam.html</link><category>Tutorial Adsense</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Wed, 5 Oct 2016 14:04:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-4762901473856422945</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Share tentang Cara Membuat Iklan Tautan Berada Dalam Bingkai&lt;b&gt;&amp;nbsp;-&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Bagi anda para publisher AdSense yang ingin meningkatkan jumlah klik iklan tautan di blog, anda dapat mencoba untuk membuat tampilan iklan tautan lebih terlihat menarik sehingga pengunjung dapat tertarik untuk mengklik iklan yang ada di blog.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Lihat juga :&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.mrgostuquwh.blogspot.com/2016/08/2-cara-menampilkan-iklan-adsense-di-hp.html" target="_blank"&gt;2 Cara Menampilkan Iklan AdSense di HP Android&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;cara memasang iklan tautan AdSense berada dalam bingkai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1UeKaL7URjFBX9-Rl_i4NMECxWt1SlxxVTrf2vR7DsRmmurBu32bAyDWhNddPszhWzTk0VWgyxZ5erZ9HIjou8ZkLUupyA3NHAv4V70h_VNdTq-YcSFXtam8j8RE5rAh8tP_JPF1ctz3l/s1600/Cara+Membuat+Iklan+Tautan+Berada+Dalam+Bingkai.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img alt="Cara Membuat Iklan Tautan Berada Dalam Bingkai" border="0" height="148" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1UeKaL7URjFBX9-Rl_i4NMECxWt1SlxxVTrf2vR7DsRmmurBu32bAyDWhNddPszhWzTk0VWgyxZ5erZ9HIjou8ZkLUupyA3NHAv4V70h_VNdTq-YcSFXtam8j8RE5rAh8tP_JPF1ctz3l/s640/Cara+Membuat+Iklan+Tautan+Berada+Dalam+Bingkai.jpg" title="Cara Membuat Iklan Tautan " width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Copy paste kode berikut ini di Css template blog anda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #eaeaea; border: 1px solid rgb(68, 68, 68); padding: 10px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;#iklanteks {&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;background: #f2fff0 none repeat scroll 0 0;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;border: 3px solid #4BAFD9;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;width: auto;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;height: 48px;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;padding: 10px;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;text-align: center;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;}&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Masuk ke edit HTML template, cari kode&amp;nbsp;&lt;span style="color: red;"&gt;]]&amp;gt;&amp;lt;/b:skin&amp;gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;dan pasang kode script tepat di atasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Selanjutnya pasang kode iklan AdSense anda di blog dengan cara tambahkan kode :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #eaeaea; border: 1px solid rgb(68, 68, 68); padding: 10px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;lt;div id="iklanteks"&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Maka kode iklan tautan AdSense anda akan terlihat seperti ini Contoh dibawah ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #eaeaea; border: 1px solid rgb(68, 68, 68); padding: 10px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;lt;div id="iklanteks"&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;lt;ins class="adsbygoogle"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; style="display:inline-block;width:468px;height:15px"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; data-ad-client="ca-pub-1234567890xxxx"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; data-ad-slot="123456789"&amp;gt;&amp;lt;/ins&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;lt;script&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;lt;/script&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Jika anda ingin menyesuaikan warna, ukuran bingkai dan latar di iklan tautan yang anda pasang, anda dapat merubahnya pada Css tadi dengan merubah kode warna HTML&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Silahkan Lihat :&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.mrgostuquwh.blogspot.com/2016/07/kode-warna-html-pengaturan-blog.html" target="_blank"&gt;kode warna HTML&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Jika semua sudah anda lakukan maka simpan perubahan dan lihat hasilnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1UeKaL7URjFBX9-Rl_i4NMECxWt1SlxxVTrf2vR7DsRmmurBu32bAyDWhNddPszhWzTk0VWgyxZ5erZ9HIjou8ZkLUupyA3NHAv4V70h_VNdTq-YcSFXtam8j8RE5rAh8tP_JPF1ctz3l/s72-c/Cara+Membuat+Iklan+Tautan+Berada+Dalam+Bingkai.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="61803" type="image/jpeg" url="http://3.bp.blogspot.com/-LM5QbqDp3eE/V_SozWMb-dI/AAAAAAAAFNU/vnswReOkupk9MLyJXxNfAGXXlxB8HY4MQCK4B/s1600/Cara%2BMembuat%2BIklan%2BTautan%2BBerada%2BDalam%2BBingkai.jpg"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Share tentang Cara Membuat Iklan Tautan Berada Dalam Bingkai&amp;nbsp;-&amp;nbsp;Bagi anda para publisher AdSense yang ingin meningkatkan jumlah klik iklan tautan di blog, anda dapat mencoba untuk membuat tampilan iklan tautan lebih terlihat menarik sehingga pengunjung dapat tertarik untuk mengklik iklan yang ada di blog.Lihat juga :&amp;nbsp;2 Cara Menampilkan Iklan AdSense di HP Androidcara memasang iklan tautan AdSense berada dalam bingkai Copy paste kode berikut ini di Css template blog anda : #iklanteks { &amp;nbsp;background: #f2fff0 none repeat scroll 0 0; &amp;nbsp;border: 3px solid #4BAFD9; &amp;nbsp;width: auto; &amp;nbsp;height: 48px;&amp;nbsp; &amp;nbsp;padding: 10px; &amp;nbsp;text-align: center;&amp;nbsp; }Masuk ke edit HTML template, cari kode&amp;nbsp;]]&amp;gt;&amp;lt;/b:skin&amp;gt;&amp;nbsp;dan pasang kode script tepat di atasnya.Selanjutnya pasang kode iklan AdSense anda di blog dengan cara tambahkan kode : &amp;lt;div id="iklanteks"&amp;gt;Maka kode iklan tautan AdSense anda akan terlihat seperti ini Contoh dibawah ini : &amp;lt;div id="iklanteks"&amp;gt; &amp;lt;ins class="adsbygoogle" &amp;nbsp; style="display:inline-block;width:468px;height:15px" &amp;nbsp; data-ad-client="ca-pub-1234567890xxxx" &amp;nbsp; data-ad-slot="123456789"&amp;gt;&amp;lt;/ins&amp;gt; &amp;lt;script&amp;gt; &amp;nbsp; (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); &amp;lt;/script&amp;gt; &amp;lt;/div&amp;gt;Jika anda ingin menyesuaikan warna, ukuran bingkai dan latar di iklan tautan yang anda pasang, anda dapat merubahnya pada Css tadi dengan merubah kode warna HTMLSilahkan Lihat :&amp;nbsp;kode warna HTMLJika semua sudah anda lakukan maka simpan perubahan dan lihat hasilnya.</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Share tentang Cara Membuat Iklan Tautan Berada Dalam Bingkai&amp;nbsp;-&amp;nbsp;Bagi anda para publisher AdSense yang ingin meningkatkan jumlah klik iklan tautan di blog, anda dapat mencoba untuk membuat tampilan iklan tautan lebih terlihat menarik sehingga pengunjung dapat tertarik untuk mengklik iklan yang ada di blog.Lihat juga :&amp;nbsp;2 Cara Menampilkan Iklan AdSense di HP Androidcara memasang iklan tautan AdSense berada dalam bingkai Copy paste kode berikut ini di Css template blog anda : #iklanteks { &amp;nbsp;background: #f2fff0 none repeat scroll 0 0; &amp;nbsp;border: 3px solid #4BAFD9; &amp;nbsp;width: auto; &amp;nbsp;height: 48px;&amp;nbsp; &amp;nbsp;padding: 10px; &amp;nbsp;text-align: center;&amp;nbsp; }Masuk ke edit HTML template, cari kode&amp;nbsp;]]&amp;gt;&amp;lt;/b:skin&amp;gt;&amp;nbsp;dan pasang kode script tepat di atasnya.Selanjutnya pasang kode iklan AdSense anda di blog dengan cara tambahkan kode : &amp;lt;div id="iklanteks"&amp;gt;Maka kode iklan tautan AdSense anda akan terlihat seperti ini Contoh dibawah ini : &amp;lt;div id="iklanteks"&amp;gt; &amp;lt;ins class="adsbygoogle" &amp;nbsp; style="display:inline-block;width:468px;height:15px" &amp;nbsp; data-ad-client="ca-pub-1234567890xxxx" &amp;nbsp; data-ad-slot="123456789"&amp;gt;&amp;lt;/ins&amp;gt; &amp;lt;script&amp;gt; &amp;nbsp; (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); &amp;lt;/script&amp;gt; &amp;lt;/div&amp;gt;Jika anda ingin menyesuaikan warna, ukuran bingkai dan latar di iklan tautan yang anda pasang, anda dapat merubahnya pada Css tadi dengan merubah kode warna HTMLSilahkan Lihat :&amp;nbsp;kode warna HTMLJika semua sudah anda lakukan maka simpan perubahan dan lihat hasilnya.</itunes:summary><itunes:keywords>Tutorial Adsense</itunes:keywords></item><item><title>Cara Membuat Tombol Berbagi Melayang di Sebelah Kanan Blog</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/cara-membuat-tombol-berbagi-melayang-di.html</link><category>Tutorial Blog</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Mon, 3 Oct 2016 12:27:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-5647488785969276305</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kali ini saya akan share cara membuat tombol berbagi melayang di sebelah kanan blog, cara ini agak sedikit berbeda dengan postingan saya sebelumnya dengan topik yang sama yaitu &lt;a href="http://www.mrgostuquwh.blogspot.com/2016/08/cara-memasang-widget-shareberbagi.html" target="_blank"&gt;cara memasang widget share/berbagi melayang di blog&lt;/a&gt;. Kedua widget share tersebut terlihat berbeda dari tampilannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPaq4_QTuWdZoIjxjmcjRzJGNPg2TZn43sGZ5rsN66jwkVY4IiapFpXGKnGkvoeFBx9H32vpboTo1QS8zgmHcfxiUsWf-DiKh7V0Tc44rZzJXD5sXm9OpJOqSthVoHCXCYyxWSTG9iTCE6/s1600/Cara+Membuat+Tombol+Berbagi+Melayang+di+Sebelah+Kanan+Blog.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="237" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPaq4_QTuWdZoIjxjmcjRzJGNPg2TZn43sGZ5rsN66jwkVY4IiapFpXGKnGkvoeFBx9H32vpboTo1QS8zgmHcfxiUsWf-DiKh7V0Tc44rZzJXD5sXm9OpJOqSthVoHCXCYyxWSTG9iTCE6/s320/Cara+Membuat+Tombol+Berbagi+Melayang+di+Sebelah+Kanan+Blog.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pada pembuatan tombol berbagi yang melayang di sebelah kanan blog kali ini kita akan menggunakan jasa sebuah situs yaitu SumoMe.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Cara Memasang Tombol Share Melayang di Blog :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kunjungi situs &lt;a href="https://sumome.com/register"&gt;https://sumome.com/register&lt;/a&gt; untuk melakukan registrasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhK0nW0uolch8JpCt_frJcUu6EacUyTCmlPK-eFoPClYlNsbd2SNjjH6YtwKANT1M4O4ue49rrZo9hn1F1X-QVQYeHKcE_7Ue2dDkXyFD9b3IMF2J28GDYAFHZqgj3LbD92clvz4vV6Kx89/s1600/Cara+Membuat+Tombol+Berbagi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="233" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhK0nW0uolch8JpCt_frJcUu6EacUyTCmlPK-eFoPClYlNsbd2SNjjH6YtwKANT1M4O4ue49rrZo9hn1F1X-QVQYeHKcE_7Ue2dDkXyFD9b3IMF2J28GDYAFHZqgj3LbD92clvz4vV6Kx89/s320/Cara+Membuat+Tombol+Berbagi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Masukkan alamat blog, email dan password kemudian SIGN UP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Setelah SIGN UP akan muncul tampilan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihNr0dsLp-YZgAxEXdSbUgl5bd1hZioctYU2tQ1qVgJgRJL4piko-MipfIlXDHjLFoJJ88w9fbSD6XRaWG8BZrA_8uTL5KAB8INAm7z9gtyA3GTvqv2JT-OywrUd0DsPCKYQ2QuTtY8M-5/s1600/Cara+Membuat+Tombol+Berbagi+Melayang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="309" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihNr0dsLp-YZgAxEXdSbUgl5bd1hZioctYU2tQ1qVgJgRJL4piko-MipfIlXDHjLFoJJ88w9fbSD6XRaWG8BZrA_8uTL5KAB8INAm7z9gtyA3GTvqv2JT-OywrUd0DsPCKYQ2QuTtY8M-5/s320/Cara+Membuat+Tombol+Berbagi+Melayang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;Copy script yang berada dalam kotak dan paste pada kode &amp;lt;/head&amp;gt; di EDIT HTML template anda kemudian klik VISIT SITE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sekarang perhatikan di blog anda akan muncul badge dari SumoMe di sebelah kiri blog&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEfgOAmNtFCT7PHY7q9DAN8pXMTMpLWNcyGhP40zYC9-BJfc4BUsmoasdVhBFZ6Kh-1GUuAkZTTtWYsmh6rgTTxM_gDXtKsOG0NP-EQcnAT5Xweum7bEUSHKZytT0v_XGKLpAWYtZn4cSB/s1600/widget+melayang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEfgOAmNtFCT7PHY7q9DAN8pXMTMpLWNcyGhP40zYC9-BJfc4BUsmoasdVhBFZ6Kh-1GUuAkZTTtWYsmh6rgTTxM_gDXtKsOG0NP-EQcnAT5Xweum7bEUSHKZytT0v_XGKLpAWYtZn4cSB/s200/widget+melayang.jpg" width="124" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Silahkan anda pilih gambar mahkota&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pilih Sumo Store kemudian arahkan kursur ke bawah dan pilih sharing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhucVzIJvbm98q7nF5BroLqBjD_RCeQWRo2XLGiPJKDvacH32Dc1hueiyjiHZImdDnmxq1n7qaeUUT19iTmvdr-MHhdIHHoX3I7xQFw46szr4UomaIVTG15WxULXquvTbxGRZg6OAbG4Ks2/s1600/Sumo+Store.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="141" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhucVzIJvbm98q7nF5BroLqBjD_RCeQWRo2XLGiPJKDvacH32Dc1hueiyjiHZImdDnmxq1n7qaeUUT19iTmvdr-MHhdIHHoX3I7xQFw46szr4UomaIVTG15WxULXquvTbxGRZg6OAbG4Ks2/s320/Sumo+Store.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGp16jhd6DSjmbJQE-Srxm6sKjwwSX6StuFlX3I0tMviyHrOdGVKHAYLID13gK84qPHEZ9F5trqN9sthtcmfrv4mG-C3C6wujL5LO3uhM9cKvOIBNC5r-l6ABBd-8TSKTOJRLBqBNcFLM_/s1600/Cara+Membuat+Tombol+Share+Melayang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGp16jhd6DSjmbJQE-Srxm6sKjwwSX6StuFlX3I0tMviyHrOdGVKHAYLID13gK84qPHEZ9F5trqN9sthtcmfrv4mG-C3C6wujL5LO3uhM9cKvOIBNC5r-l6ABBd-8TSKTOJRLBqBNcFLM_/s320/Cara+Membuat+Tombol+Share+Melayang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Munculkan widget share di sebelah kanan blog anda dengan memilih free&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9jQOoEraQoQlXFPYEx8IH5wFBlp7BSLPFKnbrKse76UHfUfhP3NSXJsj0dDSu77Qo-BiwKeCzSc3ZsielK5DefgNwcNILy1_v0GyrpZwzMwSo7B3ueKkhE7ZbOG-Hfq74hMZNrXshmWS7/s1600/Cara+pasang+widget+share+melayang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="86" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9jQOoEraQoQlXFPYEx8IH5wFBlp7BSLPFKnbrKse76UHfUfhP3NSXJsj0dDSu77Qo-BiwKeCzSc3ZsielK5DefgNwcNILy1_v0GyrpZwzMwSo7B3ueKkhE7ZbOG-Hfq74hMZNrXshmWS7/s320/Cara+pasang+widget+share+melayang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sekarang tombol berbagi telah melayang di sebelah kanan blog anda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sekarang kita akan menghilang badge dari SumoMe yang awalnya muncul di sebelah kiri blog agar tidak terlalu banyak tampilan widget melayang di blog anda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Masuk ke settingan SumoMe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvFEDtOzm9VujPFNozLRyZfThrQbi9FcGrJeMkoufJhucZ1W4tXcLPiDPoqujSg0s2ZgrPX4KxT9hXa21VS0stfotaPCpghVjRR7TBVB2_BVaV-Tq6HJaUw9TpA3NUGgDT_BWh6xRPr2rQ/s1600/a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="155" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvFEDtOzm9VujPFNozLRyZfThrQbi9FcGrJeMkoufJhucZ1W4tXcLPiDPoqujSg0s2ZgrPX4KxT9hXa21VS0stfotaPCpghVjRR7TBVB2_BVaV-Tq6HJaUw9TpA3NUGgDT_BWh6xRPr2rQ/s320/a.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pilih badge dan pilih hidden&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzul8Tw8sXPzLi1bLHo9E2xR37qYEdV-G-Xf_ffO3qwu503ppXexTDKKB6jQrDtoFX9gy0XBWIlfXgRVkAu-tVmTCxZXOmI621yigXltmnoaOv3AW5oOAfXNPku49kVT25DhJ51yuOC4Os/s1600/Tombol+share+melayang+di+blog.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzul8Tw8sXPzLi1bLHo9E2xR37qYEdV-G-Xf_ffO3qwu503ppXexTDKKB6jQrDtoFX9gy0XBWIlfXgRVkAu-tVmTCxZXOmI621yigXltmnoaOv3AW5oOAfXNPku49kVT25DhJ51yuOC4Os/s320/Tombol+share+melayang+di+blog.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Namun anda akan tetap melihatnya karena anda adalah admin yang sementara login.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;Sekian &lt;a href="http://www.mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/cara-membuat-tombol-berbagi-melayang-di.html" target="_blank"&gt;Cara Membuat Tombol Berbagi Melayang di Sebelah Kanan Blog&lt;/a&gt;, semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPaq4_QTuWdZoIjxjmcjRzJGNPg2TZn43sGZ5rsN66jwkVY4IiapFpXGKnGkvoeFBx9H32vpboTo1QS8zgmHcfxiUsWf-DiKh7V0Tc44rZzJXD5sXm9OpJOqSthVoHCXCYyxWSTG9iTCE6/s72-c/Cara+Membuat+Tombol+Berbagi+Melayang+di+Sebelah+Kanan+Blog.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="143105" type="image/jpeg" url="https://4.bp.blogspot.com/-yy2HsLdFJsQ/V_Htxh8pdwI/AAAAAAAAFMQ/MUGV0sKdXMw_W_D8fMB0Ia7ITK1kuv8XgCLcB/s1600/Cara%2BMembuat%2BTombol%2BBerbagi%2BMelayang%2Bdi%2BSebelah%2BKanan%2BBlog.jpg"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Kali ini saya akan share cara membuat tombol berbagi melayang di sebelah kanan blog, cara ini agak sedikit berbeda dengan postingan saya sebelumnya dengan topik yang sama yaitu cara memasang widget share/berbagi melayang di blog. Kedua widget share tersebut terlihat berbeda dari tampilannya.&amp;nbsp; Pada pembuatan tombol berbagi yang melayang di sebelah kanan blog kali ini kita akan menggunakan jasa sebuah situs yaitu SumoMe.Cara Memasang Tombol Share Melayang di Blog :1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kunjungi situs https://sumome.com/register untuk melakukan registrasi Masukkan alamat blog, email dan password kemudian SIGN UP2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah SIGN UP akan muncul tampilan :Copy script yang berada dalam kotak dan paste pada kode &amp;lt;/head&amp;gt; di EDIT HTML template anda kemudian klik VISIT SITE3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekarang perhatikan di blog anda akan muncul badge dari SumoMe di sebelah kiri blogSilahkan anda pilih gambar mahkota4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pilih Sumo Store kemudian arahkan kursur ke bawah dan pilih sharing 5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Munculkan widget share di sebelah kanan blog anda dengan memilih freeSekarang tombol berbagi telah melayang di sebelah kanan blog andaSekarang kita akan menghilang badge dari SumoMe yang awalnya muncul di sebelah kiri blog agar tidak terlalu banyak tampilan widget melayang di blog anda1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Masuk ke settingan SumoMe2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pilih badge dan pilih hiddenNamun anda akan tetap melihatnya karena anda adalah admin yang sementara login.&amp;nbsp;Sekian Cara Membuat Tombol Berbagi Melayang di Sebelah Kanan Blog, semoga bermanfaat.</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Kali ini saya akan share cara membuat tombol berbagi melayang di sebelah kanan blog, cara ini agak sedikit berbeda dengan postingan saya sebelumnya dengan topik yang sama yaitu cara memasang widget share/berbagi melayang di blog. Kedua widget share tersebut terlihat berbeda dari tampilannya.&amp;nbsp; Pada pembuatan tombol berbagi yang melayang di sebelah kanan blog kali ini kita akan menggunakan jasa sebuah situs yaitu SumoMe.Cara Memasang Tombol Share Melayang di Blog :1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kunjungi situs https://sumome.com/register untuk melakukan registrasi Masukkan alamat blog, email dan password kemudian SIGN UP2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah SIGN UP akan muncul tampilan :Copy script yang berada dalam kotak dan paste pada kode &amp;lt;/head&amp;gt; di EDIT HTML template anda kemudian klik VISIT SITE3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekarang perhatikan di blog anda akan muncul badge dari SumoMe di sebelah kiri blogSilahkan anda pilih gambar mahkota4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pilih Sumo Store kemudian arahkan kursur ke bawah dan pilih sharing 5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Munculkan widget share di sebelah kanan blog anda dengan memilih freeSekarang tombol berbagi telah melayang di sebelah kanan blog andaSekarang kita akan menghilang badge dari SumoMe yang awalnya muncul di sebelah kiri blog agar tidak terlalu banyak tampilan widget melayang di blog anda1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Masuk ke settingan SumoMe2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pilih badge dan pilih hiddenNamun anda akan tetap melihatnya karena anda adalah admin yang sementara login.&amp;nbsp;Sekian Cara Membuat Tombol Berbagi Melayang di Sebelah Kanan Blog, semoga bermanfaat.</itunes:summary><itunes:keywords>Tutorial Blog</itunes:keywords></item><item><title>Pembagian Jenis-Jenis Sampah Berdasarkan Sumber dan Bentuknya</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/pembagian-jenis-jenis-sampah.html</link><category>Pengertian Sampah</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Sun, 2 Oct 2016 11:55:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-6214274275933306731</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Menurut Daniel (2009) terdapat tiga jenis sampah, di antaranya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah organik:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/biologis, seperti sisa makanan dan guguran daun. Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah basah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah anorganik:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis. Proses penghancurannya membutuhkan penanganan lebih lanjut di tempat khusus, misalnya plastik, kaleng dan styrofoam. Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah kering.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah bahan berbahaya dan beracun (B3):&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;limbah dari bahan-bahan berbahaya dan beracun seperti limbah rumah sakit, limbah pabrik dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSCp9n8C-vdvFSx4BOJScdZQn-on5tcqaRI6kMVcvAGfXtb1im6Lg0kRtCiVuoMbwkA5jx5rSpks40BdNIbIiB76kv_bEr95V6Hv48sVCC4JhsmwwLlcYQeg_MfUukKEEbBEBDI3WKVr7n/s1600/Jenis+sampah.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Pembagian Jenis-Jenis Sampah Berdasarkan Sumber dan Bentuknya" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSCp9n8C-vdvFSx4BOJScdZQn-on5tcqaRI6kMVcvAGfXtb1im6Lg0kRtCiVuoMbwkA5jx5rSpks40BdNIbIiB76kv_bEr95V6Hv48sVCC4JhsmwwLlcYQeg_MfUukKEEbBEBDI3WKVr7n/s320/Jenis+sampah.png" title="Pembagian Jenis-Jenis Sampah" width="307" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sementara Alex (2012) lebih menjelaskan jenis-jenis sampah lebih rinci sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Berdasarkan Sumbernya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah alam: sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah manusia:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;hasil-hasil dari pencernaan manusia, seperti feses dan urin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah rumah tangga:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;sampah dari kegiatan di dalam rumah tangga, sampah yang dihasilkan oleh kebanyakan rumah tangga adalah kertas dan plastik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah konsumsi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;sampah yang dihasilkan oleh manusia dari proses penggunaan barang seperti kulit makanan dan sisa makanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah perkantoran:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;sampah yang berasal dari lingkungan perkantoran dan pusat perbelanjaan seperti sampah organik, kertas, tekstil, plastik dan logam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah industri:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;sampah yang berasal dari daerah industri yang terdiri dari sampah umum dan limbah berbahaya cair atau padat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah nuklir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;sampah yang dihasilkan dari fusi dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup dan juga manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Berdasarkan Jenisnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah organik:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;buangan sisa makanan misalnya daging, buah, sayuran dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah anorganik:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;sisa material sintetis seperti plastik, logam, kaca, keramik dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Berdasarkan Bentuknya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah padat:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;segala bahan buangan selain kotoran manusia, urin dan sampah cair.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah cair:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;bahan cairan yang telah digunakan lalu tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSCp9n8C-vdvFSx4BOJScdZQn-on5tcqaRI6kMVcvAGfXtb1im6Lg0kRtCiVuoMbwkA5jx5rSpks40BdNIbIiB76kv_bEr95V6Hv48sVCC4JhsmwwLlcYQeg_MfUukKEEbBEBDI3WKVr7n/s72-c/Jenis+sampah.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="202706" type="image/png" url="https://3.bp.blogspot.com/-N2G3Vua2yLo/V_CTIeRwGZI/AAAAAAAAFLQ/b-9UzoHXglAjH6O9zrov8vafC0QMvjnbwCLcB/s1600/Jenis%2Bsampah.png"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Menurut Daniel (2009) terdapat tiga jenis sampah, di antaranya:Sampah organik:&amp;nbsp; sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/biologis, seperti sisa makanan dan guguran daun. Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah basah.Sampah anorganik:sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis. Proses penghancurannya membutuhkan penanganan lebih lanjut di tempat khusus, misalnya plastik, kaleng dan styrofoam. Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah kering.Sampah bahan berbahaya dan beracun (B3):limbah dari bahan-bahan berbahaya dan beracun seperti limbah rumah sakit, limbah pabrik dan lain-lain. Sementara Alex (2012) lebih menjelaskan jenis-jenis sampah lebih rinci sebagai berikut:Berdasarkan SumbernyaSampah alam: sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah.Sampah manusia:hasil-hasil dari pencernaan manusia, seperti feses dan urin.Sampah rumah tangga:sampah dari kegiatan di dalam rumah tangga, sampah yang dihasilkan oleh kebanyakan rumah tangga adalah kertas dan plastik.Sampah konsumsi:sampah yang dihasilkan oleh manusia dari proses penggunaan barang seperti kulit makanan dan sisa makanan.Sampah perkantoran:sampah yang berasal dari lingkungan perkantoran dan pusat perbelanjaan seperti sampah organik, kertas, tekstil, plastik dan logam.Sampah industri:sampah yang berasal dari daerah industri yang terdiri dari sampah umum dan limbah berbahaya cair atau padat.Sampah nuklir:sampah yang dihasilkan dari fusi dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup dan juga manusia.Berdasarkan JenisnyaSampah organik:buangan sisa makanan misalnya daging, buah, sayuran dan sebagainya.Sampah anorganik:sisa material sintetis seperti plastik, logam, kaca, keramik dan sebagainya.Berdasarkan BentuknyaSampah padat:segala bahan buangan selain kotoran manusia, urin dan sampah cair.Sampah cair:bahan cairan yang telah digunakan lalu tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Menurut Daniel (2009) terdapat tiga jenis sampah, di antaranya:Sampah organik:&amp;nbsp; sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/biologis, seperti sisa makanan dan guguran daun. Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah basah.Sampah anorganik:sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis. Proses penghancurannya membutuhkan penanganan lebih lanjut di tempat khusus, misalnya plastik, kaleng dan styrofoam. Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah kering.Sampah bahan berbahaya dan beracun (B3):limbah dari bahan-bahan berbahaya dan beracun seperti limbah rumah sakit, limbah pabrik dan lain-lain. Sementara Alex (2012) lebih menjelaskan jenis-jenis sampah lebih rinci sebagai berikut:Berdasarkan SumbernyaSampah alam: sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah.Sampah manusia:hasil-hasil dari pencernaan manusia, seperti feses dan urin.Sampah rumah tangga:sampah dari kegiatan di dalam rumah tangga, sampah yang dihasilkan oleh kebanyakan rumah tangga adalah kertas dan plastik.Sampah konsumsi:sampah yang dihasilkan oleh manusia dari proses penggunaan barang seperti kulit makanan dan sisa makanan.Sampah perkantoran:sampah yang berasal dari lingkungan perkantoran dan pusat perbelanjaan seperti sampah organik, kertas, tekstil, plastik dan logam.Sampah industri:sampah yang berasal dari daerah industri yang terdiri dari sampah umum dan limbah berbahaya cair atau padat.Sampah nuklir:sampah yang dihasilkan dari fusi dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup dan juga manusia.Berdasarkan JenisnyaSampah organik:buangan sisa makanan misalnya daging, buah, sayuran dan sebagainya.Sampah anorganik:sisa material sintetis seperti plastik, logam, kaca, keramik dan sebagainya.Berdasarkan BentuknyaSampah padat:segala bahan buangan selain kotoran manusia, urin dan sampah cair.Sampah cair:bahan cairan yang telah digunakan lalu tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.</itunes:summary><itunes:keywords>Pengertian Sampah</itunes:keywords></item><item><title>Sampah dan Usaha Pengendaliannya</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/sampah-dan-usaha-pengendaliannya.html</link><category>Pengertian Sampah</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Sun, 2 Oct 2016 11:29:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-5752947983077167858</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif pengolahan yang benar. Teknologi landfill yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah lingkungan akibat sampah, justru memberikan permasalahan lingkungan yang baru. Kerusakan tanah, air tanah, dan air permukaan sekitar akibat air lindi, sudah mencapai tahap yang membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya dari segi sanitasi lingkungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Gambaran yang paling mendasar dari penerapan teknologi lahan urug saniter (sanitary landfill) adalah kebutuhan lahan dalam jumlah yang cukup luas untuk tiap satuan volume sampah yang akan diolah. Teknologi ini memang direncanakan untuk suatu kota yang memiliki lahan dalam jumlah yang luas dan murah. Pada kenyataannya, lahan di berbagai kota besar di Indonesia dapat dikatakan sangat terbatas dan dengan harga yang tinggi pula. Dalam hal ini, penerapan lahan urug saniter sangatlah tidak sesuai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh25gagdUkFYbmt93uDVNHbD8PeSfgAZbhiplfsvA1zZ75oX8LAjgdapfmTIOarHvE0IwqmHYD9q8H5uvaQiNfpVyY1q81QpEWfQW5e2hA-4gpo72eknEiknRcEf9IJk7Tp42nlKU28g9mS/s1600/woman-160281_640.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Sampah dan Usaha Pengendaliannya" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh25gagdUkFYbmt93uDVNHbD8PeSfgAZbhiplfsvA1zZ75oX8LAjgdapfmTIOarHvE0IwqmHYD9q8H5uvaQiNfpVyY1q81QpEWfQW5e2hA-4gpo72eknEiknRcEf9IJk7Tp42nlKU28g9mS/s320/woman-160281_640.png" title="Sampah dan Usaha Pengendaliannya" width="311" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan pertimbangan di atas, dapat diperkirakan bahwa teknologi yang paling tepat untuk pemecahan masalah di atas, adalah teknologi pemusnahan sampah yang hemat dalam penggunaan lahan. Konsep utama dalam pemusnahan sampah selaku buangan padat adalah reduksi volume secara maksimum. Salah satu teknologi yang dapat menjawab tantangan tersebut adalah teknologi pembakaran yang terkontrol atau insinerasi, dengan menggunakan insinerator.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Teknologi insinerasi membutuhkan luas lahan yang lebih hemat, dan disertai dengan reduksi volume residu yang tersisa ( fly ash dan bottom ash ) dibandingkan dengan volume sampah semula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ternyata pelaksanaan teknologi ini justru lebih banyak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan berupa pencemaran udara. Produk pembakaran yang terbentuk berupa gas buang COx, NOx, SOx, partikulat, dioksin, furan, dan logam berat yang dilepaskan ke atmosfer harus dipertimbangkan. Selain itu proses insinerator menghasilakan Dioxin yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, misalnya kanker, sistem kekebalan, reproduksi, dan masalah pertumbuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Global Anti-Incenatot Alliance (GAIA) juga menyebutkan bahwa insinerator juga merupakan sumber utama pencemaran Merkuri. Merkuri merupakan racun saraf yang sangat kuat, yang mengganggu sistem motorik, sistem panca indera dan kerja sistem kesadaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Belajar dari kegagalan program pengolahan sampah di atas, maka paradigma penanganan sampah sebagai suatu produk yang tidak lagi bermanfaat dan cenderung untuk dibuang begitu saja harus diubah. Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Prinsip-prinsip Produksi Bersih adalah prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian, misalnya, dengan menerapkan Prinsip 4R, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Re-use (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. Teknologi daur ulang, khususnya bagi sampah plastik, sampah kaca, dan sampah logam, merupakan suatu jawaban atas upaya memaksimalkan material setelah menjadi sampah, untuk dikembalikan lagi dalam siklus daur ulang material tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Replace ( Mengganti);teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Penggunaan kompos sebagai produk pengolahan sampah organik juga harus diikuti dengan kebijakan dan strategi yang mendukung. Pemberian insentif bagi para petani yang hendak mengaplikasikan pertanian organik dengan menggunakan pupuk kompos, akan mendorong petani lainnya untuk menjalankan sistem pertanian organik. Kelangkaan dan makin membubungnya harga pupuk kimia saat ini, seharusnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengembangkan sistem pertanian organic.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh25gagdUkFYbmt93uDVNHbD8PeSfgAZbhiplfsvA1zZ75oX8LAjgdapfmTIOarHvE0IwqmHYD9q8H5uvaQiNfpVyY1q81QpEWfQW5e2hA-4gpo72eknEiknRcEf9IJk7Tp42nlKU28g9mS/s72-c/woman-160281_640.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="228876" type="image/png" url="https://2.bp.blogspot.com/-tg8ZEngNLpc/V_CM44jqr_I/AAAAAAAAFK8/wbMSO-MEPBwp-N2Y5wcivUxOHVJoE1cSwCLcB/s1600/woman-160281_640.png"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif pengolahan yang benar. Teknologi landfill yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah lingkungan akibat sampah, justru memberikan permasalahan lingkungan yang baru. Kerusakan tanah, air tanah, dan air permukaan sekitar akibat air lindi, sudah mencapai tahap yang membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya dari segi sanitasi lingkungan.Gambaran yang paling mendasar dari penerapan teknologi lahan urug saniter (sanitary landfill) adalah kebutuhan lahan dalam jumlah yang cukup luas untuk tiap satuan volume sampah yang akan diolah. Teknologi ini memang direncanakan untuk suatu kota yang memiliki lahan dalam jumlah yang luas dan murah. Pada kenyataannya, lahan di berbagai kota besar di Indonesia dapat dikatakan sangat terbatas dan dengan harga yang tinggi pula. Dalam hal ini, penerapan lahan urug saniter sangatlah tidak sesuai. Berdasarkan pertimbangan di atas, dapat diperkirakan bahwa teknologi yang paling tepat untuk pemecahan masalah di atas, adalah teknologi pemusnahan sampah yang hemat dalam penggunaan lahan. Konsep utama dalam pemusnahan sampah selaku buangan padat adalah reduksi volume secara maksimum. Salah satu teknologi yang dapat menjawab tantangan tersebut adalah teknologi pembakaran yang terkontrol atau insinerasi, dengan menggunakan insinerator.Teknologi insinerasi membutuhkan luas lahan yang lebih hemat, dan disertai dengan reduksi volume residu yang tersisa ( fly ash dan bottom ash ) dibandingkan dengan volume sampah semula.Ternyata pelaksanaan teknologi ini justru lebih banyak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan berupa pencemaran udara. Produk pembakaran yang terbentuk berupa gas buang COx, NOx, SOx, partikulat, dioksin, furan, dan logam berat yang dilepaskan ke atmosfer harus dipertimbangkan. Selain itu proses insinerator menghasilakan Dioxin yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, misalnya kanker, sistem kekebalan, reproduksi, dan masalah pertumbuhan.Global Anti-Incenatot Alliance (GAIA) juga menyebutkan bahwa insinerator juga merupakan sumber utama pencemaran Merkuri. Merkuri merupakan racun saraf yang sangat kuat, yang mengganggu sistem motorik, sistem panca indera dan kerja sistem kesadaran.Belajar dari kegagalan program pengolahan sampah di atas, maka paradigma penanganan sampah sebagai suatu produk yang tidak lagi bermanfaat dan cenderung untuk dibuang begitu saja harus diubah. Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis.Prinsip-prinsip Produksi Bersih adalah prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian, misalnya, dengan menerapkan Prinsip 4R, yaitu:1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Re-use (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. Teknologi daur ulang, khususnya bagi sampah plastik, sampah kaca, dan sampah logam, merupakan suatu jawaban atas upaya memaksimalkan material setelah menjadi sampah, untuk dikembalikan lagi dalam siklus daur ulang material tersebut.4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Replace ( Mengganti);teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.Penggunaan kompos sebagai produk pengolahan sampah organik juga harus diikuti dengan kebijakan dan strategi yang mendukung. Pemberian insentif bagi para petani yang hendak mengaplikasikan pertanian organik dengan menggunakan pupuk kompos, akan mendorong petani lainnya untuk menjalankan sistem pertanian organik. Kelangkaan dan makin membubungnya harga pupuk kimia saat ini, seharusnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengembangkan sistem pertanian organic.</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif pengolahan yang benar. Teknologi landfill yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah lingkungan akibat sampah, justru memberikan permasalahan lingkungan yang baru. Kerusakan tanah, air tanah, dan air permukaan sekitar akibat air lindi, sudah mencapai tahap yang membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya dari segi sanitasi lingkungan.Gambaran yang paling mendasar dari penerapan teknologi lahan urug saniter (sanitary landfill) adalah kebutuhan lahan dalam jumlah yang cukup luas untuk tiap satuan volume sampah yang akan diolah. Teknologi ini memang direncanakan untuk suatu kota yang memiliki lahan dalam jumlah yang luas dan murah. Pada kenyataannya, lahan di berbagai kota besar di Indonesia dapat dikatakan sangat terbatas dan dengan harga yang tinggi pula. Dalam hal ini, penerapan lahan urug saniter sangatlah tidak sesuai. Berdasarkan pertimbangan di atas, dapat diperkirakan bahwa teknologi yang paling tepat untuk pemecahan masalah di atas, adalah teknologi pemusnahan sampah yang hemat dalam penggunaan lahan. Konsep utama dalam pemusnahan sampah selaku buangan padat adalah reduksi volume secara maksimum. Salah satu teknologi yang dapat menjawab tantangan tersebut adalah teknologi pembakaran yang terkontrol atau insinerasi, dengan menggunakan insinerator.Teknologi insinerasi membutuhkan luas lahan yang lebih hemat, dan disertai dengan reduksi volume residu yang tersisa ( fly ash dan bottom ash ) dibandingkan dengan volume sampah semula.Ternyata pelaksanaan teknologi ini justru lebih banyak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan berupa pencemaran udara. Produk pembakaran yang terbentuk berupa gas buang COx, NOx, SOx, partikulat, dioksin, furan, dan logam berat yang dilepaskan ke atmosfer harus dipertimbangkan. Selain itu proses insinerator menghasilakan Dioxin yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, misalnya kanker, sistem kekebalan, reproduksi, dan masalah pertumbuhan.Global Anti-Incenatot Alliance (GAIA) juga menyebutkan bahwa insinerator juga merupakan sumber utama pencemaran Merkuri. Merkuri merupakan racun saraf yang sangat kuat, yang mengganggu sistem motorik, sistem panca indera dan kerja sistem kesadaran.Belajar dari kegagalan program pengolahan sampah di atas, maka paradigma penanganan sampah sebagai suatu produk yang tidak lagi bermanfaat dan cenderung untuk dibuang begitu saja harus diubah. Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis.Prinsip-prinsip Produksi Bersih adalah prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian, misalnya, dengan menerapkan Prinsip 4R, yaitu:1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Re-use (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. Teknologi daur ulang, khususnya bagi sampah plastik, sampah kaca, dan sampah logam, merupakan suatu jawaban atas upaya memaksimalkan material setelah menjadi sampah, untuk dikembalikan lagi dalam siklus daur ulang material tersebut.4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Replace ( Mengganti);teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.Penggunaan kompos sebagai produk pengolahan sampah organik juga harus diikuti dengan kebijakan dan strategi yang mendukung. Pemberian insentif bagi para petani yang hendak mengaplikasikan pertanian organik dengan menggunakan pupuk kompos, akan mendorong petani lainnya untuk menjalankan sistem pertanian organik. Kelangkaan dan makin membubungnya harga pupuk kimia saat ini, seharusnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengembangkan sistem pertanian organic.</itunes:summary><itunes:keywords>Pengertian Sampah</itunes:keywords></item><item><title>Pengertian Sampah dan Dampak Bagi Manusia serta Lingkungan</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/pengertian-sampah-dan-dampak-bagi.html</link><category>Pengertian Sampah</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Sun, 2 Oct 2016 11:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-2066249160916531600</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Pengertian Sampah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan�.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDI5HpJ_g-IbHN7-W1HwPqQyxrornVsTTLMQlKklcs2RWgLSc4AaqR0914gLeLLWLsmcYRFS14vuVaS0W3MLiO1B4tWus-2IoB3kXGzkjzEK9U4LZoUgEmPkwCBJCkNnK-OScek1-eNCBW/s1600/garbage-can-1260832_640.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Pengertian Sampah dan Dampak Bagi Manusia serta Lingkungan" border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDI5HpJ_g-IbHN7-W1HwPqQyxrornVsTTLMQlKklcs2RWgLSc4AaqR0914gLeLLWLsmcYRFS14vuVaS0W3MLiO1B4tWus-2IoB3kXGzkjzEK9U4LZoUgEmPkwCBJCkNnK-OScek1-eNCBW/s320/garbage-can-1260832_640.jpg" title="Pengertian Sampah" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.� (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah yang harus dikelola tersebut meliputi sampah yang dihasilkan dari:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 24px; margin: 12pt 0cm 10pt 21.3pt; text-indent: -21.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Rumah tangga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 24px; margin: 12pt 0cm 10pt 21.3pt; text-indent: -21.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;kegiatan komersial: pusat perdagangan, pasar, pertokoan, hotel, restoran, tempat hiburan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 24px; margin: 12pt 0cm 10pt 21.3pt; text-indent: -21.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;fasilitas sosial: rumah ibadah, asrama, rumah tahanan/penjara, rumah sakit, klinik, puskesmas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 24px; margin: 12pt 0cm 10pt 21.3pt; text-indent: -21.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;fasilitas umum: terminal, pelabuhan, bandara, halte kendaraan umum, taman, jalan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 24px; margin: 12pt 0cm 10pt 21.3pt; text-indent: -21.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Industri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 24px; margin: 12pt 0cm 10pt 21.3pt; text-indent: -21.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;hasil pembersihan saluran terbuka umum, seperti sungai, danau, pantai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Dampak Sampah bagi Manusia dan lingkungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sudah kita sadari bahwa pencemaran lingkungan akibat perindustrian maupun rumah tangga sangat merugikan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui kegiatan perindustrian dan teknologi diharapkan kualitas kehidupan dapat lebih ditingkatkan. Namun seringkali peningkatan teknologi juga menyebabkan dampak negatif yang tidak sedikit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Dampak bagi kesehatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Dampak Terhadap Lingkungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting di sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDI5HpJ_g-IbHN7-W1HwPqQyxrornVsTTLMQlKklcs2RWgLSc4AaqR0914gLeLLWLsmcYRFS14vuVaS0W3MLiO1B4tWus-2IoB3kXGzkjzEK9U4LZoUgEmPkwCBJCkNnK-OScek1-eNCBW/s72-c/garbage-can-1260832_640.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="173663" type="image/jpeg" url="https://3.bp.blogspot.com/-Q7zeZSAl5jQ/V_CLYqiYWOI/AAAAAAAAFK0/hr_6sinn0EACTVypIlsDvZsTtyvJLvTmgCLcB/s1600/garbage-can-1260832_640.jpg"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Pengertian SampahSampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan�. Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.� (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996).Sampah yang harus dikelola tersebut meliputi sampah yang dihasilkan dari:1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Rumah tangga2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;kegiatan komersial: pusat perdagangan, pasar, pertokoan, hotel, restoran, tempat hiburan.3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;fasilitas sosial: rumah ibadah, asrama, rumah tahanan/penjara, rumah sakit, klinik, puskesmas4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;fasilitas umum: terminal, pelabuhan, bandara, halte kendaraan umum, taman, jalan,5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Industri6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;hasil pembersihan saluran terbuka umum, seperti sungai, danau, pantai.Dampak Sampah bagi Manusia dan lingkunganSudah kita sadari bahwa pencemaran lingkungan akibat perindustrian maupun rumah tangga sangat merugikan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui kegiatan perindustrian dan teknologi diharapkan kualitas kehidupan dapat lebih ditingkatkan. Namun seringkali peningkatan teknologi juga menyebabkan dampak negatif yang tidak sedikit.Dampak bagi kesehatanLokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit.Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.Dampak Terhadap LingkunganCairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting di sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas).</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Pengertian SampahSampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan�. Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.� (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996).Sampah yang harus dikelola tersebut meliputi sampah yang dihasilkan dari:1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Rumah tangga2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;kegiatan komersial: pusat perdagangan, pasar, pertokoan, hotel, restoran, tempat hiburan.3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;fasilitas sosial: rumah ibadah, asrama, rumah tahanan/penjara, rumah sakit, klinik, puskesmas4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;fasilitas umum: terminal, pelabuhan, bandara, halte kendaraan umum, taman, jalan,5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Industri6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;hasil pembersihan saluran terbuka umum, seperti sungai, danau, pantai.Dampak Sampah bagi Manusia dan lingkunganSudah kita sadari bahwa pencemaran lingkungan akibat perindustrian maupun rumah tangga sangat merugikan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui kegiatan perindustrian dan teknologi diharapkan kualitas kehidupan dapat lebih ditingkatkan. Namun seringkali peningkatan teknologi juga menyebabkan dampak negatif yang tidak sedikit.Dampak bagi kesehatanLokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit.Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.Dampak Terhadap LingkunganCairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting di sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas).</itunes:summary><itunes:keywords>Pengertian Sampah</itunes:keywords></item><item><title>Pengertian Sampah Organik dan Anorganik beserta Contoh dan Pengelolaan Ekonomis</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/pengertian-sampah-organik-dan-anorganik.html</link><category>Pengertian Sampah</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Sun, 2 Oct 2016 11:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-9172225806468346634</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah Organik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah organik (biasa disebut sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah Anorganik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol, tas plsti. Dan botol kaleng&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHYtcht8VkrwkPAxy6Z8i7fB4p4loNogRJRGnKjgylCK_XGdloTLLsl22mzEHdHaSnahO9b7aWocB_sD-bX5KsMb9kZKDm_KIj6xBTUKKIRz6NNEo9FhUsPkoTAmvg4Lt_6UmbU6Vt__aD/s1600/trash-can-1569513_640.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Pengertian Sampah Organik dan Anorganik beserta Contoh dan Pengelolaan Ekonomis" border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHYtcht8VkrwkPAxy6Z8i7fB4p4loNogRJRGnKjgylCK_XGdloTLLsl22mzEHdHaSnahO9b7aWocB_sD-bX5KsMb9kZKDm_KIj6xBTUKKIRz6NNEo9FhUsPkoTAmvg4Lt_6UmbU6Vt__aD/s200/trash-can-1569513_640.png" title="Pengertian Sampah Organik dan Anorganik" width="198" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;Kertas, koran, dan karton merupakan pengecualian. Berdasarkan asalnya, kertas, koran, dan karton termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas, koran, dan karton dapat didaur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng, dan plastik), maka dimasukkan ke dalam kelompok sampah anorganik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Pengelolaan sampah agar memiliki nilai ekonomis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Apapun contoh dari materi materi yang dapat didaur ulang di golongkan kedalam beberapa kelompok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;1. Botol Bekas wadah kecap, saos, sirup,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;2. Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran,majalah, kardus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;3. Aluminium bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;4. Besi bekas rangka meja, besi rangka beton dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;5. Plastik bekas wadah shampo, air mineral, jerigen, ember dll&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;6. Sampah basah dapat diolah menjadi kompos.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Namun bila dilihat kembali dalam segi proses masih banyak juga sampah sampah dan barang yang tidak berguna lain yang masih mempunyai nilai guna, antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Bahan bangunan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Material bangunan bekas yang telah dikumpulkan dihancurkan dengan mesin penghancur, terkadang bersamaan dengan aspal, batu bata, tanah, dan batu. Hasil yang lebih kasar bisa dipakai menjadi pelapis jalan semacam aspal dan hasil yang lebih halus bisa dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Baterai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Banyaknya variasi dan ukuran baterai membuat proses daur ulang bahan ini relatif sulit. Mereka harus disortir terlebih dahulu, dan tiap jenis memiliki perhatian khusus dalam pemrosesannya. Misalnya, baterai jenis lama masih mengandung merkuri dan kadmium, harus ditangani secara lebih serius demi mencegah kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Baterai mobil umumnya jauh lebih mudah dan lebih murah untuk didaur ulang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Barang Elektronik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Barang elektronik yang populer seperti komputer dan handphone umumnya tidak didaur ulang karena belum jelas perhitungan manfaat ekonominya. Material yang dapat didaur ulang dari barang elektronik misalnya adalah logam yang terdapat pada barang elektronik tersebut (emas, besi, baja, silikon, dll) ataupun bagian-bagian yang masih dapat dipakai (microchip, processor, kabel, resistor, plastik, dll). Namun tujuan utama dari proses daur ulang, yaitu kelestarian lingkungan, sudah jelas dapat menjadi tujuan diterapkannya proses daur ulang pada bahan ini meski manfaat ekonominya masih belum jelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Keuntungan Daur-Ulang Sampah Anorganik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Selain membantu penanganan sampah di perkotaan, upaya daur-ulang sampah anorganik yang dilakukan masyarakat di Indonesia memiliki beberapa fungsi dalam aspek lingkungan dan ekonomi yang seringkali diabaikan oleh berbagai pihak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Besar.Pengelolaan sampah dapat dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam .salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan cara mendaur ulang sampah-sampah tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan , pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, Maanfaat lain yang dirasakan dalama mendaur ulang sampah antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;1. Menghemat sumber daya&amp;nbsp;&amp;nbsp;alam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;2. Menghemat Energi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;3. Mengurangi uang belanja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;4. Menghemat lahan TPA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;5. Lingkungan asri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;"&gt;Sampah bisa didaur ulang serta dipilah untuk dijadikan produk yang bernilai ekonomis. Peluang-peluang untuk mengolah sampah tersebut bisa dimulai dari tingkat rumah tangga. Sampah organik diolah menjadi produk kompos yang bisa diserap petani serta bisa dimanfaatkan oleh pengusaha tanaman hias.Di samping itu, sampah daur ulang juga bisa dimanfaatkan untuk industri kreatif seperti membuat tas dari sampah plastik dan kerajinan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHYtcht8VkrwkPAxy6Z8i7fB4p4loNogRJRGnKjgylCK_XGdloTLLsl22mzEHdHaSnahO9b7aWocB_sD-bX5KsMb9kZKDm_KIj6xBTUKKIRz6NNEo9FhUsPkoTAmvg4Lt_6UmbU6Vt__aD/s72-c/trash-can-1569513_640.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="50393" type="image/png" url="https://1.bp.blogspot.com/-vk5JV8n2QWQ/V_CFTPx2KcI/AAAAAAAAFKk/AfRw1pd621430XT-uXwVHMKojDUZof-JgCLcB/s1600/trash-can-1569513_640.png"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Sampah OrganikSampah organik (biasa disebut sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran dll. Sampah AnorganikSampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol, tas plsti. Dan botol kaleng Kertas, koran, dan karton merupakan pengecualian. Berdasarkan asalnya, kertas, koran, dan karton termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas, koran, dan karton dapat didaur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng, dan plastik), maka dimasukkan ke dalam kelompok sampah anorganik.Pengelolaan sampah agar memiliki nilai ekonomisApapun contoh dari materi materi yang dapat didaur ulang di golongkan kedalam beberapa kelompok.1. Botol Bekas wadah kecap, saos, sirup,2. Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran,majalah, kardus3. Aluminium bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue dll.4. Besi bekas rangka meja, besi rangka beton dll.5. Plastik bekas wadah shampo, air mineral, jerigen, ember dll6. Sampah basah dapat diolah menjadi kompos.Namun bila dilihat kembali dalam segi proses masih banyak juga sampah sampah dan barang yang tidak berguna lain yang masih mempunyai nilai guna, antara lain :Bahan bangunanMaterial bangunan bekas yang telah dikumpulkan dihancurkan dengan mesin penghancur, terkadang bersamaan dengan aspal, batu bata, tanah, dan batu. Hasil yang lebih kasar bisa dipakai menjadi pelapis jalan semacam aspal dan hasil yang lebih halus bisa dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata.BateraiBanyaknya variasi dan ukuran baterai membuat proses daur ulang bahan ini relatif sulit. Mereka harus disortir terlebih dahulu, dan tiap jenis memiliki perhatian khusus dalam pemrosesannya. Misalnya, baterai jenis lama masih mengandung merkuri dan kadmium, harus ditangani secara lebih serius demi mencegah kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia.Baterai mobil umumnya jauh lebih mudah dan lebih murah untuk didaur ulang.Barang ElektronikBarang elektronik yang populer seperti komputer dan handphone umumnya tidak didaur ulang karena belum jelas perhitungan manfaat ekonominya. Material yang dapat didaur ulang dari barang elektronik misalnya adalah logam yang terdapat pada barang elektronik tersebut (emas, besi, baja, silikon, dll) ataupun bagian-bagian yang masih dapat dipakai (microchip, processor, kabel, resistor, plastik, dll). Namun tujuan utama dari proses daur ulang, yaitu kelestarian lingkungan, sudah jelas dapat menjadi tujuan diterapkannya proses daur ulang pada bahan ini meski manfaat ekonominya masih belum jelas.Keuntungan Daur-Ulang Sampah AnorganikSelain membantu penanganan sampah di perkotaan, upaya daur-ulang sampah anorganik yang dilakukan masyarakat di Indonesia memiliki beberapa fungsi dalam aspek lingkungan dan ekonomi yang seringkali diabaikan oleh berbagai pihak.Besar.Pengelolaan sampah dapat dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam .salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan cara mendaur ulang sampah-sampah tersebut.Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan , pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, Maanfaat lain yang dirasakan dalama mendaur ulang sampah antara lain :1. Menghemat sumber daya&amp;nbsp;&amp;nbsp;alam2. Menghemat Energi3. Mengurangi uang belanja4. Menghemat lahan TPA5. Lingkungan asri Sampah bisa didaur ulang serta dipilah untuk dijadikan produk yang bernilai ekonomis. Peluang-peluang untuk mengolah sampah tersebut bisa dimulai dari tingkat rumah tangga. Sampah organik diolah menjadi produk kompos yang bisa diserap petani serta bisa dimanfaatkan oleh pengusaha tanaman hias.Di samping itu, sampah daur ulang juga bisa dimanfaatkan untuk industri kreatif seperti membuat tas dari sampah plastik dan kerajinan lainnya.</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Sampah OrganikSampah organik (biasa disebut sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran dll. Sampah AnorganikSampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol, tas plsti. Dan botol kaleng Kertas, koran, dan karton merupakan pengecualian. Berdasarkan asalnya, kertas, koran, dan karton termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas, koran, dan karton dapat didaur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng, dan plastik), maka dimasukkan ke dalam kelompok sampah anorganik.Pengelolaan sampah agar memiliki nilai ekonomisApapun contoh dari materi materi yang dapat didaur ulang di golongkan kedalam beberapa kelompok.1. Botol Bekas wadah kecap, saos, sirup,2. Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran,majalah, kardus3. Aluminium bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue dll.4. Besi bekas rangka meja, besi rangka beton dll.5. Plastik bekas wadah shampo, air mineral, jerigen, ember dll6. Sampah basah dapat diolah menjadi kompos.Namun bila dilihat kembali dalam segi proses masih banyak juga sampah sampah dan barang yang tidak berguna lain yang masih mempunyai nilai guna, antara lain :Bahan bangunanMaterial bangunan bekas yang telah dikumpulkan dihancurkan dengan mesin penghancur, terkadang bersamaan dengan aspal, batu bata, tanah, dan batu. Hasil yang lebih kasar bisa dipakai menjadi pelapis jalan semacam aspal dan hasil yang lebih halus bisa dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata.BateraiBanyaknya variasi dan ukuran baterai membuat proses daur ulang bahan ini relatif sulit. Mereka harus disortir terlebih dahulu, dan tiap jenis memiliki perhatian khusus dalam pemrosesannya. Misalnya, baterai jenis lama masih mengandung merkuri dan kadmium, harus ditangani secara lebih serius demi mencegah kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia.Baterai mobil umumnya jauh lebih mudah dan lebih murah untuk didaur ulang.Barang ElektronikBarang elektronik yang populer seperti komputer dan handphone umumnya tidak didaur ulang karena belum jelas perhitungan manfaat ekonominya. Material yang dapat didaur ulang dari barang elektronik misalnya adalah logam yang terdapat pada barang elektronik tersebut (emas, besi, baja, silikon, dll) ataupun bagian-bagian yang masih dapat dipakai (microchip, processor, kabel, resistor, plastik, dll). Namun tujuan utama dari proses daur ulang, yaitu kelestarian lingkungan, sudah jelas dapat menjadi tujuan diterapkannya proses daur ulang pada bahan ini meski manfaat ekonominya masih belum jelas.Keuntungan Daur-Ulang Sampah AnorganikSelain membantu penanganan sampah di perkotaan, upaya daur-ulang sampah anorganik yang dilakukan masyarakat di Indonesia memiliki beberapa fungsi dalam aspek lingkungan dan ekonomi yang seringkali diabaikan oleh berbagai pihak.Besar.Pengelolaan sampah dapat dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam .salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan cara mendaur ulang sampah-sampah tersebut.Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan , pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, Maanfaat lain yang dirasakan dalama mendaur ulang sampah antara lain :1. Menghemat sumber daya&amp;nbsp;&amp;nbsp;alam2. Menghemat Energi3. Mengurangi uang belanja4. Menghemat lahan TPA5. Lingkungan asri Sampah bisa didaur ulang serta dipilah untuk dijadikan produk yang bernilai ekonomis. Peluang-peluang untuk mengolah sampah tersebut bisa dimulai dari tingkat rumah tangga. Sampah organik diolah menjadi produk kompos yang bisa diserap petani serta bisa dimanfaatkan oleh pengusaha tanaman hias.Di samping itu, sampah daur ulang juga bisa dimanfaatkan untuk industri kreatif seperti membuat tas dari sampah plastik dan kerajinan lainnya.</itunes:summary><itunes:keywords>Pengertian Sampah</itunes:keywords></item><item><title>Pengertian Sampah Menurut Ahli</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/pengertian-sampah-menurut-ahli.html</link><category>Pengertian Menurut Ahli</category><category>Pengertian Sampah</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Sun, 2 Oct 2016 03:04:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-8272892104897428712</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pengertian Sampah Menurut WHO&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut definisi World Health Organization (WHO) sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (Chandra, 2006). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pengertian Sampah Menurut UU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Undang-Undang Pengelolaan Sampah Nomor 18 tahun 2008 menyatakan sampah adalah sisa kegiatan seharihari manusia dan/atau dari proses alam yang berbentuk padat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkH7dIgaV3Lg0ePe_eirkGuLynLmeGHwNHwPKRHzJrzO9i3Xgcdm4XSl8t3qws7ffhzVfGfChZugz_1xufJUrEfXlP_mHkQxE6jIPQ4XHQFFJhCZ_Tw4lRggMX2EI-M3uKdIUXqMG9OJA-/s1600/Pengertian+sampah.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Pengertian Sampah Menurut Ahli" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkH7dIgaV3Lg0ePe_eirkGuLynLmeGHwNHwPKRHzJrzO9i3Xgcdm4XSl8t3qws7ffhzVfGfChZugz_1xufJUrEfXlP_mHkQxE6jIPQ4XHQFFJhCZ_Tw4lRggMX2EI-M3uKdIUXqMG9OJA-/s320/Pengertian+sampah.png" title="Pengertian Sampah " width="227" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pengertian Sampah Menurut Juli Soemirat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Juli Soemirat (1994) berpendapat bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak dikehendaki oleh yang punya dan bersifat padat. Azwar (1990) mengatakan yang dimaksud dengan sampah adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri) tetapi bukan biologis karena kotoran manusia (human waste) tidak termasuk kedalamnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pengertian Sampah Menurut Manik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Manik (2003) mendefinisikan sampah sebagai suatu benda yang tidak digunakan atau tidak dikehendaki dan harus dibuang yang dihasilkan oleh kegiatan manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pengertian Sampah Menurut Ahli Kesehatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-top: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Para ahli kesehatan masyarakat Amerika membuat batasan, sampah (waste) adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang, yang berasal dari kegiatan manusia, dan tidak terjadi dengan sendirinya. Dari batasan ini jelas bahwa sampah adalah hasil kegiatan manusia yang dibuang karena sudah tidak berguna. Dengan demikian sampah mengandung prinsip sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Adanya sesuatu benda atau bahan padat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Adanya hubungan langsung/tidak langsung dengan kegiatan manusia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: 10.0pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Benda atau bahan tersebut tidak dipakai lagi (Notoatmojo, 2003)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkH7dIgaV3Lg0ePe_eirkGuLynLmeGHwNHwPKRHzJrzO9i3Xgcdm4XSl8t3qws7ffhzVfGfChZugz_1xufJUrEfXlP_mHkQxE6jIPQ4XHQFFJhCZ_Tw4lRggMX2EI-M3uKdIUXqMG9OJA-/s72-c/Pengertian+sampah.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="177447" type="image/png" url="https://2.bp.blogspot.com/-s7BogwBlQ-M/V_AWpQu3-CI/AAAAAAAAFKU/9063jXw3-zcFlifTCpOfgwqw_DN7y250wCLcB/s1600/Pengertian%2Bsampah.png"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Pengertian Sampah Menurut WHOMenurut definisi World Health Organization (WHO) sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (Chandra, 2006). Pengertian Sampah Menurut UUUndang-Undang Pengelolaan Sampah Nomor 18 tahun 2008 menyatakan sampah adalah sisa kegiatan seharihari manusia dan/atau dari proses alam yang berbentuk padat. Pengertian Sampah Menurut Juli SoemiratJuli Soemirat (1994) berpendapat bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak dikehendaki oleh yang punya dan bersifat padat. Azwar (1990) mengatakan yang dimaksud dengan sampah adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri) tetapi bukan biologis karena kotoran manusia (human waste) tidak termasuk kedalamnya. Pengertian Sampah Menurut ManikManik (2003) mendefinisikan sampah sebagai suatu benda yang tidak digunakan atau tidak dikehendaki dan harus dibuang yang dihasilkan oleh kegiatan manusia.Pengertian Sampah Menurut Ahli KesehatanPara ahli kesehatan masyarakat Amerika membuat batasan, sampah (waste) adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang, yang berasal dari kegiatan manusia, dan tidak terjadi dengan sendirinya. Dari batasan ini jelas bahwa sampah adalah hasil kegiatan manusia yang dibuang karena sudah tidak berguna. Dengan demikian sampah mengandung prinsip sebagai berikut :1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adanya sesuatu benda atau bahan padat2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adanya hubungan langsung/tidak langsung dengan kegiatan manusia3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Benda atau bahan tersebut tidak dipakai lagi (Notoatmojo, 2003)</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Pengertian Sampah Menurut WHOMenurut definisi World Health Organization (WHO) sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (Chandra, 2006). Pengertian Sampah Menurut UUUndang-Undang Pengelolaan Sampah Nomor 18 tahun 2008 menyatakan sampah adalah sisa kegiatan seharihari manusia dan/atau dari proses alam yang berbentuk padat. Pengertian Sampah Menurut Juli SoemiratJuli Soemirat (1994) berpendapat bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak dikehendaki oleh yang punya dan bersifat padat. Azwar (1990) mengatakan yang dimaksud dengan sampah adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri) tetapi bukan biologis karena kotoran manusia (human waste) tidak termasuk kedalamnya. Pengertian Sampah Menurut ManikManik (2003) mendefinisikan sampah sebagai suatu benda yang tidak digunakan atau tidak dikehendaki dan harus dibuang yang dihasilkan oleh kegiatan manusia.Pengertian Sampah Menurut Ahli KesehatanPara ahli kesehatan masyarakat Amerika membuat batasan, sampah (waste) adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang, yang berasal dari kegiatan manusia, dan tidak terjadi dengan sendirinya. Dari batasan ini jelas bahwa sampah adalah hasil kegiatan manusia yang dibuang karena sudah tidak berguna. Dengan demikian sampah mengandung prinsip sebagai berikut :1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adanya sesuatu benda atau bahan padat2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adanya hubungan langsung/tidak langsung dengan kegiatan manusia3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Benda atau bahan tersebut tidak dipakai lagi (Notoatmojo, 2003)</itunes:summary><itunes:keywords>Pengertian Menurut Ahli, Pengertian Sampah</itunes:keywords></item><item><title>Enak Dengan Kawan Bersama Malam</title><link>http://mrgostuquwh.blogspot.com/2016/10/enak-dengan-kawan-bersama-malam.html</link><category>Tulisan Sahabat</category><author>noreply@blogger.com (Jay)</author><pubDate>Sat, 1 Oct 2016 20:16:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1958988776007662665.post-6161852906686295115</guid><description>&lt;div style="background: white; line-height: 24px; margin: 12pt 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Genggulang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;- Pondok bambu menyinggakan diriku malam ini. Malam yang hangat tanpa kebersamaan. Sebab, ku tebak kalian dikejahuan. Tak ku dapat kalian di selah malam. Lagi karena sebab, aku berfikir kalian tidak nampak di sampingku. Meski begitu, aku serius ingat dan mengingatkan jahunya kejahuan diriku untuk kalian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 24px; margin: 12pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Ingat. Sebut dan menyebutkan, aku bersama malam terus cari bersamaan langkah yang hilang dengan jarak-jarak kejahuan. Tapi, ku bisah tebak. Karena kalian tak ku lihat, mata berspekulasi menghantarkan hati dan fikir untuk mengucapkan; 'malam sebelum tidur,' dan tidurlah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioN9JNvmiwnVkEvgxkKH2UXCIgkEYvB-ZeoRuiML8qtjHv8cLwJlwJ6GoOBTuIcHdR7Mir03yfbC9IhE9C_qrMV_z5NW_2EbBOUrVdopxcWWK9SGSZkU0nQ87VoE5CQFp9S93uYvTJ-9e5/s1600/kawan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="317" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioN9JNvmiwnVkEvgxkKH2UXCIgkEYvB-ZeoRuiML8qtjHv8cLwJlwJ6GoOBTuIcHdR7Mir03yfbC9IhE9C_qrMV_z5NW_2EbBOUrVdopxcWWK9SGSZkU0nQ87VoE5CQFp9S93uYvTJ-9e5/s320/kawan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 24px; margin: 12pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Malam sengit berlarut-larut. Larut menebak-tebak. Tebak dimana kalian wahai kawan. Kawan dimalam yang rindu menyapa hadirku di samping kebersamaan. Tak usah, dengar kawan; kita bagaikan rokok yang terisi tembakau tanpa pisah bersama asap kenikmatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 24px; margin: 12pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Tidurlah, semoga kita bermimpi untuk hidup. Hidup yang bernuansa jerit-menjeritkan. Jangan bernuansa indah karena hidup, sebab, hidup yang indah adalah manja untuk dunia. Keras dan mengeraslah. Mengeras untuk tubuh dan akal fikirmu. Disitulah hidup, hidup untuk nikmat dan menikmati hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 24px; margin: 12pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Permisi malam.&lt;br /&gt;Genggulang, 28 September 2016.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 24px; margin: 12pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Tri Putra.S.Saleh SH,.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 24px; margin: 12pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Lihat juga Tri Saleh :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mrgostuquwh.blogspot.com/2016/05/etika-politik-dan-wilayah-abu-abu.html" target="_blank"&gt;Etika Politik dan Wilayah Abu-Abu&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioN9JNvmiwnVkEvgxkKH2UXCIgkEYvB-ZeoRuiML8qtjHv8cLwJlwJ6GoOBTuIcHdR7Mir03yfbC9IhE9C_qrMV_z5NW_2EbBOUrVdopxcWWK9SGSZkU0nQ87VoE5CQFp9S93uYvTJ-9e5/s72-c/kawan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure length="54828" type="image/jpeg" url="https://2.bp.blogspot.com/-eXKxMfNw4Jg/V--1kq9N4CI/AAAAAAAAFKE/JU6I6puwkgA37Gy3ND6Z3ecEXeqhIek0QCLcB/s1600/kawan.jpg"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Genggulang&amp;nbsp;- Pondok bambu menyinggakan diriku malam ini. Malam yang hangat tanpa kebersamaan. Sebab, ku tebak kalian dikejahuan. Tak ku dapat kalian di selah malam. Lagi karena sebab, aku berfikir kalian tidak nampak di sampingku. Meski begitu, aku serius ingat dan mengingatkan jahunya kejahuan diriku untuk kalian.Ingat. Sebut dan menyebutkan, aku bersama malam terus cari bersamaan langkah yang hilang dengan jarak-jarak kejahuan. Tapi, ku bisah tebak. Karena kalian tak ku lihat, mata berspekulasi menghantarkan hati dan fikir untuk mengucapkan; 'malam sebelum tidur,' dan tidurlah.Malam sengit berlarut-larut. Larut menebak-tebak. Tebak dimana kalian wahai kawan. Kawan dimalam yang rindu menyapa hadirku di samping kebersamaan. Tak usah, dengar kawan; kita bagaikan rokok yang terisi tembakau tanpa pisah bersama asap kenikmatan.Tidurlah, semoga kita bermimpi untuk hidup. Hidup yang bernuansa jerit-menjeritkan. Jangan bernuansa indah karena hidup, sebab, hidup yang indah adalah manja untuk dunia. Keras dan mengeraslah. Mengeras untuk tubuh dan akal fikirmu. Disitulah hidup, hidup untuk nikmat dan menikmati hidup.Permisi malam. Genggulang, 28 September 2016.Tri Putra.S.Saleh SH,.Lihat juga Tri Saleh :&amp;nbsp;Etika Politik dan Wilayah Abu-Abu&amp;nbsp;</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Jay)</itunes:author><itunes:summary>Genggulang&amp;nbsp;- Pondok bambu menyinggakan diriku malam ini. Malam yang hangat tanpa kebersamaan. Sebab, ku tebak kalian dikejahuan. Tak ku dapat kalian di selah malam. Lagi karena sebab, aku berfikir kalian tidak nampak di sampingku. Meski begitu, aku serius ingat dan mengingatkan jahunya kejahuan diriku untuk kalian.Ingat. Sebut dan menyebutkan, aku bersama malam terus cari bersamaan langkah yang hilang dengan jarak-jarak kejahuan. Tapi, ku bisah tebak. Karena kalian tak ku lihat, mata berspekulasi menghantarkan hati dan fikir untuk mengucapkan; 'malam sebelum tidur,' dan tidurlah.Malam sengit berlarut-larut. Larut menebak-tebak. Tebak dimana kalian wahai kawan. Kawan dimalam yang rindu menyapa hadirku di samping kebersamaan. Tak usah, dengar kawan; kita bagaikan rokok yang terisi tembakau tanpa pisah bersama asap kenikmatan.Tidurlah, semoga kita bermimpi untuk hidup. Hidup yang bernuansa jerit-menjeritkan. Jangan bernuansa indah karena hidup, sebab, hidup yang indah adalah manja untuk dunia. Keras dan mengeraslah. Mengeras untuk tubuh dan akal fikirmu. Disitulah hidup, hidup untuk nikmat dan menikmati hidup.Permisi malam. Genggulang, 28 September 2016.Tri Putra.S.Saleh SH,.Lihat juga Tri Saleh :&amp;nbsp;Etika Politik dan Wilayah Abu-Abu&amp;nbsp;</itunes:summary><itunes:keywords>Tulisan Sahabat</itunes:keywords></item></channel></rss>