<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386</atom:id><lastBuildDate>Sat, 05 Oct 2024 02:05:42 +0000</lastBuildDate><category>belajar linux</category><category>linux</category><category>open source</category><category>tips and trik linux</category><category>belajar bluecoat</category><category>tutorial bluecoat</category><title>Share For All</title><description>Berbagi Pengalaman, Cerita ,ilmu, tips &amp;amp; trix lewat tulisan</description><link>http://heridoank.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Heri)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>125</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-2688161639910031364</guid><pubDate>Thu, 21 Jan 2016 04:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-21T12:02:16.725+07:00</atom:updated><title>Nasihat Kubur</title><description>&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&amp;nbsp;السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah tempat yang paling gelap di antara yang gelap, maka terangilah aku dengan TAHAJUD.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ber-SILATURAHMI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca AL-QUR&#39;AN.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah tempatnya binatang-binatang yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SHODAQOH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku yang menjepitmu hingga hancur maka bebaskanlah jepitan itu dengan SHALAT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah tempat untuk merendammu dengan cairan yang sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dengan PUASA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah tempat Munkar &amp;amp; Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimat &quot;LA ILAHA ILALLAH&quot;..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. ( QS Ali &#39;Imran 3:185 ).</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2016/01/nasihat-kubur_21.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-7961991169205741351</guid><pubDate>Wed, 26 Aug 2015 02:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T09:19:59.752+07:00</atom:updated><title>Negeri Tanpa Ayah</title><description>Jika memiliki anak sudah ngaku-ngaku jadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku-ngaku jadi pemain bola karena sebutan AYAH itu hanya gelar untuk lelaki yg mau dan pandai mengasuh anak bukan sekedar &#39;membuat&#39; anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi. Namun kebanyakan AYAH yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi saat anak butuh saja, padahal fungsi seorang AYAH lebih dari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibat hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, maka banyak AYAH yg tidak tahu kapan anak lelakinya pertama kali mimpi basah, Sementara anak dituntut sholat shubuh padahal ia dalam keadaan junub. Sholatnya tidak sah. Dimana tanggung jawab AYAH ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada anak durhaka, tentu ada juga AYAH durhaka. Ini istilah dari umar bin khattab r.a AYAH durhaka bukan yg bisa dikutuk jadi batu oleh anaknya. Tetapi AYAH yg menuntut anaknya shalih dan shalihah namun tak memberikan hak anak di masa kecilnya, yaitu hak untuk mendidiknya sebagaimana yang di contohkan oleh Rasulullah Shalallahu&#39;alaihi wasallam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anehnya kebanyakan AYAH itu ingin didoakan masuk surga oleh anaknya, tapi tak pernah berdoa untuk anaknya, AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya tapi tak mau memuliakan anaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negeri ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh kaum ibu. Pantaslah negeri kita dicap fatherless country Padahal keberanian, kemandirian dan ketegasan harus diajarkan di usia dini. Dimana sosok AYAH sang pengajar utama ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia AYAH saat ini hanyalah Kotak. Yakni koran, televisi dan komputer. AYAH malu untuk mengasuh anak apalagi jika masih bayi. Zaman sekarang banyak anak yg sudah merasa yatim sebelum waktunya sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;
Semangat Qur&#39;an mengenai pengasuhan justru mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita kenal Lukman, Ibrahim, Ya&#39;qub, Imron. Mereka adalah contoh AYAH yg peduli. Ibnul Qoyyim dalam kitab tuhfatul maudud berkata: Jika terjadi kerusakan pada anak penyebab utamanya adalah AYAH!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatlah! Seorang anak bernasab kepada AYAHnya bukan ibu. Nasab yg merujuk pada anak menunjukkan kepada siapa Allah meminta pertanggungjawaban kelak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah yg mulia sejak kecil ditinggal mati oleh AYAHnya. Tapi nilai-nilai keAYAHan tak pernah hilang didapat dari sosok kakek dan pamannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi Ibrahim adalah AYAH yg super sibuk. Jarang pulang. Tapi dia tetap bisa mengasuh anak meski dari jauh. Terbukti 2 anaknya menjadi nabi. Dan Juga Generasi sahabat menjadi generasi gemilang karena AYAH amat terlibat dalam mengasuh anak bersama ibu. Mereka digelari umat terbaik .&lt;br /&gt;
Di dalam quran ternyata terdapat 17 dialog pengasuhan. 14 diantaranya yaitu antara AYAH dan anak. Ternyata AYAH lebih banyak disebut dan bukan Ibu, Mari ajak AYAH untuk terlibat dalam pengasuhan baik di rumah, sekolah dan masjid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Harus ada sosok AYAH yg mau jadi guru TK dan TPA. Agar anak kita belajar kisah Umar yg tegas secara benar dan tepat. Bukan ibu yg berkisah tapi AYAH&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AYAH pengasuh harus hadir di masjid. Agar anak merasa tentram berlama-lama di dalamnya. Bukan was was atau merasa terancam dengan hardikan yang diberikan oleh orang lain. Jadikan anak terhormat di masjid. Agar ia menjadi generasi masjid. Dan AYAH yang membantunya merasa nyaman di masjid.&lt;br /&gt;
Ibu memang madrasah pertama seorang anak. Dan AYAH yang menjadi kepala sekolahnya. AYAH kepala sekolah bertugas menentukan visi pengasuhan bagi anak sekaligus mengevaluasinya. Selain juga membuat nyaman suasana sekolah yakni ibunya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika AYAH hanya mengurusi TV rusak, keran hilang, genteng bocor di dalam rumah, ini bukan AYAH &#39;kepala sekolah&#39; tapi AYAH &#39;penjaga sekolah&#39;. Ibarat burung yang punya dua sayap. Anak membutuhkan kedua-duanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan ibunya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logika. Kedua-duanya dibutuhkan oleh anak, Jika ibu tak ada, anak jadi kering cinta. Jika AYAH tak ada, anak tak punya kecerdasan logika kita lihat generasi #4LAY sekarang ini, kebanyakan mereka menjadi begitu karena hilangnya sosok AYAH dalam pendidikan anak tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AYAH mengajarkan anak menjadi pemimpin yg tegas. Ibu membimbingnya menjadi pemimpin yg peduli. Tegas dan peduli itu sikap utama. Hak anak adalah mendapatkan pengasuh yg lengkap. AYAH terlibat, ibu apalagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari penuhi hak anak untuk melibatkan AYAH dalam pengasuhan. Semoga negeri ini tak lagi kehilangan AYAH&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silahkan share jika berkenan agar makin banyak AYAH yang peduli dengan urusan pengasuhan. Salam bahagia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri)</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2015/08/negeri-tanpa-ayah.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-6265253296131436429</guid><pubDate>Wed, 26 Aug 2015 01:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T10:26:33.933+07:00</atom:updated><title>Mendidik Anak  Laki-Laki (ustadz Bendri Jaysurrahman)</title><description>&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Bahasan kali ini adalah menggali ilmu tentang&amp;nbsp;&lt;b&gt;mendidik anak laki-laki&lt;/b&gt;. Bahasan ini dirasa perlu karena salah satu kerusakan yang terjadi dalam pengasuhan anak oleh orangtua adalah menghilangkan fitrah kelaki-lakian dan fitrah perempuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcYt636MmggZBECTE4X2b2Ubo_c-ei2WRnx9UQPD6jX2coBMMXszmSMdQlkd2tLkAhw70yUz-uX_zPDb9rsk_tP5XkQ8dni_WGVlVRAAIL8qABtlx8cz7VPieuTcz6WecwkgjmDhRYSTBJ/s1600/anak.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcYt636MmggZBECTE4X2b2Ubo_c-ei2WRnx9UQPD6jX2coBMMXszmSMdQlkd2tLkAhw70yUz-uX_zPDb9rsk_tP5XkQ8dni_WGVlVRAAIL8qABtlx8cz7VPieuTcz6WecwkgjmDhRYSTBJ/s320/anak.jpg&quot; width=&quot;276&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Dari data yang ada di BKKBN yang pernah di&amp;nbsp;&lt;i&gt;release,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;bahwa&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;hasil penelitian beberapa tahun lalu oleh Dr. Henny salah seorang konsultan ahli di sana bahwa 70% anak laki-laki usia SD&amp;nbsp;&lt;b&gt;berkarakter kebanci-bancian.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Hal itu patut dikhawatirkan, karena secara fisik mereka laki-laki, tetapi psikis dan pemikiran mereka adalah perempuan. Dan sangat mengkhawatirkan kalau ini muncul di tengah-tengah masyarakat kita khususnya kaum-kaum yang&amp;nbsp;&lt;b&gt;dilaknat oleh Allah&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;subhanahu wata’ala.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Yaitu orang-orang&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Al mutasyabihat al mutasyabihina minarrijal&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;(Orang laki-laki yang menyerupai perempuan alias banci)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Itulah yang sangat perlu diperhatikan pendidikan anak laki-laki dan anak perempuan dalam Islam untuk menjaga seksualitas yang benar. Pendidikan seksualitas dalam Islam bukan hanya terkait dengan mengajarkan organ reproduksi&amp;nbsp;&amp;nbsp;tetapi terkait dengan totalitas kepribadian seseorang. Laki-laki menjadi laki-laki dan perempuan menjadi perempuan. Terkait dengan apa yang ia rasakan, pikirkan, bagaimana cara ia berjalan, itulah sejatinya laki-laki dan sejatinya perempuan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Maka Islam membuat patokan bahwa pendidikan seksualitas terkait dengan terpenuhinya&lt;b&gt;tiga hal :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Seksualitas yang benar,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Seksualitas yang sehat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Seksualitas yang lurus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Seksualitas yang benar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;, tentu patokannya adalah&amp;nbsp;&lt;b&gt;Syari’ah,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;yaitu bagaimana perilaku orang laki-laki secara AlQur’an dan Sunnah. Bagaimana mengajarkan anak sesuai dengan kaedah Syari’ah yang tidak boleh kita meniru cara-cara Barat yang&amp;nbsp;&lt;b&gt;diharamkan.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Contohnya, cara Barat apabila seorang ayah ingin mengajarkan tentang laki-laki, khususnya tentang organ kemaluan, maka si bapak mengajak&amp;nbsp;&amp;nbsp;anak laki-lakinya&amp;nbsp;&amp;nbsp;untuk mandi bersama. Telanjang bersama, lalu ditunjukkan kemaluan, ini namanya ini, fungsinya ini, dst.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Yang demikian itu sangat bertentangan dengan ajaran dan adab Islam, di mana seorang anak laki-laki yang&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;mumayyis&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;(sudah bisa membedakan antara kanan dan kiri), maka ia sudah punya adab terhadap orangtuanya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bahkan seorang anak untuk masuk ke kamar orangtuanya saja harus mengetuk pintu terlebih dahulu. Tidak sembarangan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Itulah salah satu patokan pendidikan dalam Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Contoh lagi cara Barat, bahwa seorang anak boleh bermain sebebas-bebasnya, misalnya seorang anak bermain di kamar mandi, mengubak-ubak air di WC, tidak apa-apa.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sementara dalam Islam yang demikian itu tidak boleh, haram, hukumnya najis.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Anak harus diperkenalkan mana yang suci dan mana yang najis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Seksualitas yang sehat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;, yaitu berkaitan dengan faktor kesehatan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bagaimana disunahkan laki-laki untuk&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;ber-khitan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, terkait dengan fungsi kesehatannya. Dan itulah salah satu yang diajarkan dalam Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Seksualitas yang lurus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;, artinya sesuai dengan fitrahnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Jangan sampai ada anak laki-laki badannya gempal, berotot, tetapi gayanya seperti orang perempuan (&lt;i&gt;maho, homo&lt;/i&gt;). Dompetnya-pun berwarna&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;pink&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Dst.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Tugas orangtua adalah menjaga agar fitrah anak laki-lakinya sebagai anak laki-laki dan anak perempuan sebagai anak perempuan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Kali ini yang kita bahas adalah anak laki-laki.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Berdasarkan Hadits Riwayat Imam Bukhari, Rasulullah&amp;nbsp;&lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;wasallam bersabda&lt;/i&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;i&gt;Tidaklah seorang bayi lahir kecuali dalam keadaan fitrah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Maka kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani&amp;nbsp;&amp;nbsp;atau&amp;nbsp;&amp;nbsp;Majusi.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Maka sejatinya sejak bayi&amp;nbsp;&amp;nbsp;laki-laki punya fitrah yang berbeda dengan perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Orangtuanya-lah yang menyimpangkan fitrah anak laki-lakinya itu, yang berdasarkan Hadits tersebut fitrah anaknya disimpangkan menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dengan kata lain, kalau laki-laki menjadi feminin, kewanita-wanitaan, menjadi gay, sejatinya bukan karena genetik. Dan itu dibantah oleh Allah&amp;nbsp;&lt;i&gt;subhanahau wata’ala.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Mana mungkin Allah&lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt;&amp;nbsp;menciptakan suatu kaum lalu Allah sendiri melaknat. Sangat tidak mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Bagaimana mungkin Rasulullah&amp;nbsp;&lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki kalau itu merupakan fitrah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Karena kalau sudah fitrah, maka orang tidak bisa menolak. Kalau ada seorang&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;gay a&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;tau&amp;nbsp;&lt;b&gt;banci&amp;nbsp;&lt;/b&gt;lalu mengatakan : “Saya begini karena memang sudah fitrah saya begini”, itu adalah dusta, bohong. Yang benar adalah karena pengaruh lingkungan. Dan lingkungan paling dekat adalah orangtuanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Maka orangtua-lah yang bertugas menjaga fitrahnya itu. Ketika ditanyakan dalam suatu komunitas kaum Gay, kenapa mereka menjadi gay, terbanyak dari mereka menjawab :&amp;nbsp;&lt;b&gt;Sejak kecil tidak punya sosok ayah.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sejak kecil tidak pernah ada stimulasi ayah. Semua pengasuhan oleh ibunya tidak pernah mengenal ayah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Hasil pengamatan dan diskusi dengan anak-anak gay : Kalau anak laki-laki itu tidak punya ayah sejak kecil karena ayahnya mati, atau cerai, tetapi tidak punya kebencian terhadap ayah, maka anak laki-laki itu paling-paling gayanya saja seperti perempuan (feminin) saja, tidak sampai menjadi gay.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Misalnya seorang anak laki-laki ayahnya tidak pernah mengurusinya, karena sibuk kerja,&amp;nbsp;atau ayahnya meninggal tidak ada sosok ayah pengganti, paman atau kakeknya tidak ada, ia diurus oleh perempuan (ibunya) saja maka anak laki-laki itu cenderung bergaya feminin. Tetapi ia tetap punya ketertarikan dengan lawan jenis. Hanya gayanya saja tetap feminin, cara bicaranya, cara marahnya, karena selama ini ia hanya menirukan ibunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Yang parah adalah kalau seorang anak laki-laki&amp;nbsp;&lt;i&gt;trauma&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan sosok ayah. Bapaknya pulang kerja yang dilakukan hanya marah-marah, bicaranya keras, menampar, menendang, memukul kepada si anak laki-lakinya. Apalagi sering anak itu melihat bapaknya menampar ibunya di depan matanya. Maka anak laki-laki itu akan muncul kebencian dalam jiwanya : Laki-laki itu jahat,&amp;nbsp;&amp;nbsp;ibuku disakiti, ibuku jadi korban kejahatan ayahnya, dst. Maka akan ter-&lt;i&gt;stigma&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dalam otak anak laki-laki itu :&amp;nbsp;&lt;b&gt;Aku tidak mau menjadi laki-laki&lt;/b&gt;. Lalu lebih cenderung bermain dengan anak perempuan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Itulah yang menjadi pemicu utama mengapa anak laki-laki menjadi Gay.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Mungkin ada faktor lain, tetapi dari pengamatan dan berkali-kali menangani kasus laki-laki menjadi Gay, umumnya disebabkan oleh hal-hal seperti disebutkan di atas.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Karena rasa trauma dengan ayahnya&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Walaupun akhirnya bapaknya berubah ketika anak laki-lakinya remaja, tetapi sudah terlanjur anak laki-lakinya membenci laki-laki karena masuk ke alam bawah-sadarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Oleh karena itu pendidikan untuk anak laki-laki mutlak harus diasuh oleh sosok laki-laki. Seseorang ingin mendidik anak laki-laki menjadi laki-laki sejati, tetapi dalam kehidupan masa kecilnya tidak ada sosok laki-laki yang mengasuhnya, mana mungkin anak laki-laki itu belajar sebagai laki-laki.&amp;nbsp;&lt;b&gt;Fitrahnya&lt;/b&gt;&amp;nbsp;itulah yang menjadi rusak.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Fitrah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;adalah sejenis&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;software&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;yang diberikan oleh Allah&amp;nbsp;&lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt;&amp;nbsp;kepada seorang anak.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Berbeda dengan pemahaman orang Barat yang menyatakan bahwa anak itu ibarat kertas putih, tinggal orangtuanya yang mengisinya. Sedangkan dalam Islam, seorang bayi sudah mempunya&amp;nbsp;&lt;i&gt;program-software&lt;/i&gt;, sudah ada fitrahnya, pertama ia (bayi) itu&amp;nbsp;&lt;b&gt;Islam.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Lihat AlQur’an&amp;nbsp;&lt;b&gt;Surat Al A’raaf ayat 172 :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; margin-bottom: 0cm; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;سُوۡرَةُ الاٴعرَاف&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; margin-bottom: 0cm; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَہُمۡ وَأَشۡہَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِہِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡ‌ۖ قَالُواْ بَلَىٰ‌ۛ شَهِدۡنَآ‌ۛ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ إِنَّا ڪُنَّا عَنۡ هَـٰذَا غَـٰفِلِينَ (﻿١٧٢﻿)&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): &quot;&lt;b&gt;Bukankah aku ini Tuhanmu&lt;/b&gt;?&quot; mereka menjawab: &quot;&lt;b&gt;Betul (Engkau&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Tuhan kami&lt;/b&gt;),&amp;nbsp;&lt;b&gt;Kami menjadi saksi&lt;/b&gt;&quot;. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: &quot;Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)&quot;,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Seorang bayi (siapapun) masih dalm kandungan ibunya umur 4 bulan sudah bersaksi bahwa Allah adalah Tuhannya, berarti ia Islam. Itulah fitrahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Laki-laki itu fitrahnya adalah dalam bermacam hal :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;1.&lt;b&gt;Jiwa&amp;nbsp;&lt;i&gt;Al Qowam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;(pemimpin).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Tentu otaknya berbeda dengan anak perempuan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Maka pendidikan laki-laki berbeda dengan anak perempuan karena Allah&amp;nbsp;&lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt;&amp;nbsp;menciptakan-nya berbeda.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Allah sebutkan dalam&amp;nbsp;&lt;b&gt;AlQur’an Surat Hujurat ayat 13&lt;/b&gt;&amp;nbsp;bahwa hanya ada dua jenis manusia yaitu laki-laki dan perempuan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tidak pernah disebutkan adanya manusia berjenis&lt;i&gt;banci&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(bencong).&amp;nbsp;&amp;nbsp;Menuduh bahwa banci itu fitrah, berarti menuduh Allah berkhianat dalam penciptaan-Nya. Jadi tidak ada mansia berjenis Waria, kalau ada, maka itu penyimpangan dari fitrah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;2.Laki-laki punya keunikan/kelebihan dibanding perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Karena fitrahnya sejak awal berbeda (Lihat AlQur’an Surat An Nisaa’ ayat 34).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Laki-laki punya kelebihan dibandingkan perempuan. Laki-laki berpikiran singkat, kalau bicara seperlunya. Rasulullah&amp;nbsp;&lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sebagai suami (laki-laki) kalau berkata-kata seperlunya, cukup singkat tetapi merangkum semua hal.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Maka bila orang laki-laki banyak ngomong, panjang sekali ngomongnya, itu karena selama ini ia tidak pernah mendapat stimulan laki-laki pada&amp;nbsp;&lt;i&gt;software&lt;/i&gt;-nya. Selama ini diasuh oleh perempuan saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Bagiamana kita mendidik anak laki-laki dan permpuan adalah berdasarkan AlQur’an, maka kita belajar dari keluarga yang ada dalam AlQur’an, salah satu jiwa laki-laki adalah&amp;nbsp;&lt;b&gt;Al Qowam&lt;/b&gt;&amp;nbsp;(pemimpin) sebagaimana disebutkan di atas. Sebagaimana disebutkan dalam&amp;nbsp;&lt;b&gt;Surat An Nisaa’ ayat 34&lt;/b&gt;:&amp;nbsp;&lt;i&gt;Bahwa kaum laki-laki itu adalah pemimpin (Al Qowam) bagi wanita.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Artinya sejak lahir anak laki-laki oleh Allah&amp;nbsp;&lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt;&amp;nbsp;diberikan&amp;nbsp;&lt;i&gt;software&amp;nbsp;&lt;/i&gt;:&lt;b&gt;Pemimpin.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Masalahnya&amp;nbsp;&lt;i&gt;software&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(kepemimpinan) bersesuaian atau tidak dengan&amp;nbsp;&lt;i&gt;hardware&lt;/i&gt;(yang diasuhkan).&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ternyata selama ini&amp;nbsp;&lt;i&gt;hardware&lt;/i&gt;-nya justru merusak jiwa&amp;nbsp;&lt;i&gt;Qowam&lt;/i&gt;-nya (jiwa kepemimpinannya). Sehingga ada orang laki-laki yang jiwa&amp;nbsp;&lt;i&gt;Qowam-&lt;/i&gt;nya hilang karena diasuh oleh ayah yang&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Cuek (&lt;/i&gt;tidak peduli)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;dan&amp;nbsp;&lt;b&gt;ibu yang otoriter.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Padahal yang benar adalah laki-laki (suami) menjadi penguat, penjadi faktor yang menegakkan keluarga.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sehingga seorang perempuan mendapatkan suami yang&amp;nbsp;&lt;i&gt;Qowam&lt;/i&gt;(pemimpin, penegak keluarga) adalah beruntung.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Yang sebelumnya perempuan itu pesimistis, tiba-tiba menjadi orang yang termotivasi oleh suaminya, karena suaminya selalu berkata-kata yang positif.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Yang selama ini perempuan itu tidak punya potensi, karena menikah dengan seorang laki-laki yang punya jiwa kepemimpinan, maka perempuan itu menjadi bintang.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Itulah hebatnya laki-laki yang mempunyai jiwa Al Qowam (Pemimpin), sehingga isterinya bisa tumbuh potensinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Maka sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah&amp;nbsp;&lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang menempatkan diri beliau dalam keluarganya sebagai&amp;nbsp;&lt;i&gt;Al Qowam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(pemimpin keluarga) sehingga isteri beliau&amp;nbsp;&lt;b&gt;‘Aisyah&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;rodhiyallahu ‘anha&lt;/i&gt;&amp;nbsp;menjadi salah seorang ulama.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Hafal banyak Hadits, menjadi guru beberapa ulama laki-laki di zamannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Bagaimana pula Rasulullah&amp;nbsp;&lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;mendidik isteri beliau yang lain yaitu&amp;nbsp;&lt;b&gt;Zainab binti Khuzaimah&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;rodhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;, disebut juga&amp;nbsp;&lt;i&gt;Ummul Masakin&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(Ibu orang-orang miskin), karena beliau punya jiwa dermawan, jiwa sosial yang tinggi, sehingga dicap sebagai orang wanita yang punya jiwa sosial tinggi,. Bahkan Rasulullah&amp;nbsp;&lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;memujinya dalam sebuah Hadits :&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Khoirukunna man tholayadiha&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;- Sebaik-baik perempuan yang panjang tangannya (senang memberi).&amp;nbsp;&amp;nbsp;Demikian pula isteri-isteri beliau yang lain menjadi contoh-teladan bagi perempuan-perempuan lain dizaman itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Makna “Al Qowam” juga berarti adil dan seimbang. Maka laki-laki dalam Islam dibolehkan poligami karena&amp;nbsp;&amp;nbsp;punya&amp;nbsp;&amp;nbsp;jiwa AlQowam (adil-seimbang). Dan bagi laki-laki yang tidak punya jiwa AlQowam jangan sekali-kali ingin menikah lebih dari seorang wanita.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sebab akhirnya akan menjadi masalah, dan menimbulkan pertengkaran dalam keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;“AlQowam – AlQoyyim”, menurut Imam Abubakar Arrozi dalam&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kitab Mukhtar Ash Shiha&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;maknanya adalah Pemimpin (Leader), bukan pengekor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Maka sejatinya laki-laki adalah AlQowam, untuk menegakkan, menjadikan, membentuk, meningkatkan kemampuan anggota keluarganya, terutama isterinya, misalnya ketika isterinya sedang hamil, ia (suami) membantu dalam pekerjaan-pekerjaan keseharian di rumahtangganya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Untuk&amp;nbsp;&lt;b&gt;meringankan&lt;/b&gt;&amp;nbsp;tugas dalam rumah tangga yang biasanya dikerjakan oleh isterinya. Jangan sampai isterinya yang sedang hamil itu tetap terbebani pekerjaan-pekerjaan rumahtangganya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Hal-hal yang demikian akan muncul pada jiwa anak-anaknya, apabila anak dalam pengasuhan yang benar. Terutama anak laki-laki yang tidak diasuh dengan benar, bisa-bisa ketika sudah dewasa ia akan sering menyakiti perempuan, jiwanya pengecut, tidak bisa menjadi Leader,&amp;nbsp;&lt;i&gt;cengeng,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dst.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Itulah yang sering terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Maka agar kita bisa mendidik anak laki-laki, belajarlah dari keluarga pendidik laki-laki terbaik.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dalam AlQur’an&amp;nbsp;&lt;b&gt;Surat Ali Imran ayat 33&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Allah&amp;nbsp;&lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt;&amp;nbsp;memberikan contoh keluarga :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; margin-bottom: 0cm; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;سُوۡرَةُ آل عِمرَان&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; margin-bottom: 0cm; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot;&gt;&lt;/span&gt;۞ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰٓ ءَادَمَ وَنُوحً۬ا وَءَالَ إِبۡرَٲهِيمَ وَءَالَ عِمۡرَٲنَ عَلَى ٱلۡعَـٰلَمِينَ (﻿٣٣﻿)&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot;&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga &#39;Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Ayat tersebut bila dibahas akan menjadi dalam sekali maknanya, karena ayat tersebut memberikan petunjuk bagaimana pendidikan dalam sebuah keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Pertama : Allah&amp;nbsp;&lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt;&amp;nbsp;kepada Nabi Adam dan Nabi Nuh tidak memberikan gelar&amp;nbsp;&amp;nbsp;‘&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ala Adam wa Nuh&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;tetapi kepada Ibrahim dan Imran membarikan gelar&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;‘Ala Ibrahim wa ‘ala Imran.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tetapi Allah memuji Adam dan Nuh tetapi bukan keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Sejatinya Keluarga Terbaik ada tiga ciri : Punya&amp;nbsp;&lt;b&gt;pasangan, anak&amp;nbsp;&lt;/b&gt;dan&lt;b&gt;&amp;nbsp;cucu&lt;/b&gt;&amp;nbsp;yang baik.&amp;nbsp;Keluarga Ibrahim dan Keluarga Imran punya pasangan, anak dan keturunan yang baik-baik semua. Sementara Adam dan Nuh tidak dipuji sebagai keluarga yang baik, tetapi dilebihkan sebagai sosok ayah yang baik. Karena anak Adam (Qabil) sebagai pembunuh. Nabi Nuh&lt;i&gt;‘alaihissalam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;anaknya (Kan’an) menjadi kafir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Nabi Adam&amp;nbsp;&lt;i&gt;‘alaihissalam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dipuji oleh Allah&amp;nbsp;&lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt;, karena meskipun beliau punya kesalahan,&amp;nbsp;&amp;nbsp;beliau tidak pernah menuding pihak lain. Adam cepat mengakui kesalahannya. Ketika Nabi Adam di keluarkan dari surga dan diturunkan di bumi, terlunta-lunta di muka bumi,&amp;nbsp;&amp;nbsp;tetapi beliau tetap mengakui kesalahannya sendiri, tidak pernah menyalahkan pihak lain,&amp;nbsp;&amp;nbsp;misalnya dengan mengatakan : Ini gara-gara iblis maka aku dikeluarkan dari surga. Tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Nabi Adam&amp;nbsp;&lt;i&gt;‘alaihissalam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;tidak menyalahkan demikian.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Melainkan mengakui kesalahannya sendiri sebagaimana dalam do’a beliau :&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Robbana dholamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lana kunanna minal khosyirin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;– (&lt;i&gt;Wahai Tuhanku, kami telah menganiaya diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang yang merugi&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Sebagai teladan bagi kita, seorang bapak kalau ternyata anaknya bandel,&amp;nbsp;&amp;nbsp;lalu menyalahkan pihak lain,&amp;nbsp;&amp;nbsp;gara-gara TV, gara internet, gara-gara gurunya, dsb. Tetapi hendaknya si bapak mawas diri, evaluasi diri terlebih dahulu.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Cepat akui kesalahan diri, tidak usah mencari kambing hitam. Itulah yang terbaik.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kalau anda ingin seperti kualitas Nabi Adam ‘&lt;i&gt;alaihissalam.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Nabi Nuh&amp;nbsp;&lt;i&gt;‘alaihissalam,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;beliau dipuji Allah&amp;nbsp;&lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt;&amp;nbsp;karena anak dan isterinya kafir, tetapi Nabi Nuh tidak putus asa dalam berdakwah kepada anak-isteri dan kepada umat beliau. Beliau berdakwah siang-malam, tiada pernah henti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Maka orangtua yang baik bukan melihat hasilnya, melainkan yang dilihat adalah prosesnya.&amp;nbsp;Kalau orang tua hanya memikirkan hasilnya, maka ia akan berpikir&amp;nbsp;&lt;b&gt;instan.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Anaknya yang bandel lalu dipanggilkan dukun,&amp;nbsp;&amp;nbsp;panggil ahli hipnotis dst,. Si bapaknya lupa bahwa Allah&lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt;&amp;nbsp;meng-hisab prosesnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Si bapak melihat anaknya bandel tidak mau sholat, lalu dimasukkan ke pesantren, dst.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Maka pesantren seperti bengkel, memperbaiki anak-anak yang rusak.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Karena orang tuanya angkat tangan. Bahkan marah-marah kepada anaknya, berkata :&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Bapak tidak akan mengakui kamu sebagai anak”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Jangan demikian,&amp;nbsp;&amp;nbsp;ingat, kelak hukumannya seperti Nabi Yunus yang marah kepada umatnya yang tidak mau beriman, lalu beliau meninggalkan umatnya itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Lihat&amp;nbsp;&lt;b&gt;AlQur’an Surat Anbiyaa ayat 87 :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; margin-bottom: 0cm; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;سُوۡرَةُ الاٴنبیَاء&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; margin-bottom: 0cm; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَـٰضِبً۬ا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ أَن لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبۡحَـٰنَكَ إِنِّى ڪُنتُ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ (﻿٨٧﻿)&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), Maka ia (Yunus) menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: &quot;Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Nabi Yunus merasa bahwa kaumnya tidak prospektif, bandel,&amp;nbsp;&amp;nbsp;tidak mau beriman, diberitahu agar sholat, tetapi tidak mau sholat.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dilarang berzina, tetapi bahkan berzina berkali-kali, maka Nabi Yunus&amp;nbsp;&lt;i&gt;‘alaihissalam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;kesal sekali, marah dan meninggalkan kaumnya, dengan maksud mencari kaum yang lain, yang kira-kira mau mendengarkan dakwahnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Maka Allah hukum Nabi Yunus dengan dimasukkan ke dalam perut ikan paus.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kehidupannya terasa gelap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Maka jangan sekali-kali seorang bapak marah-marah kepada anak dan keluarganya, lalu meninggalkannya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Akan mengalami kegelapan hidup.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Usahanya kandas terus, bisnisnya selalu merugi, dst. Maka orangtua jangan sampai putus asa mendidik anak-anak terutama anak laki-laki. Hidayah adalah milik Allah&amp;nbsp;&lt;i&gt;subhanahu wata’ala.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Maka orangtua sebagaimana Rasul Ulul ‘Azmi adalah bekerja saja secara sungguh-sungguh, mendidik&amp;nbsp;&amp;nbsp;anak dengan benar, sebagaimana Nabi Ibrahim dan keluarga Ali Imran yang sukses mendidik-anak-anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Catatan :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Ibrahim adalah Nabi, sedangkan Imran bukan Nabi.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Maknanya, meskipun kita bukan Nabi, kita bisa sukses seperti keluarga Imran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Ibrahim ber-poligami, menurut Imam Ibnu Ishaq meriwayatkan bahwa Nabi Ibrahim punya&amp;nbsp;&amp;nbsp;isteri 4 : Sarah, Hajar, Qondura dari Bani Madyan, dan Hajun binti Amin tinggal diwilayah sekitar Yaman.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dari empat isteri melahirkan anak 12 orang tetapi ada yang meriwayatkan 13 orang anak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Ibrahim sukses berpoligami, anak-anak beliau semua menjadi tokoh pada zamannya. Bahkan seluruh nabi-nabi&amp;nbsp;&lt;i&gt;nasab-&lt;/i&gt;nya adalah Nabi Ibrahim a.s.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Maka Nabi Ibrahim disebut :&amp;nbsp;&lt;b&gt;Bapak semua nabi.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Nabi Ibrahim adalah keluarga yang berpindah-pindah (Nomaden). Beliau tinggal di Babylonia pindah ke Syam, pindah lagi ke Mesir, lalu ke Hijaz.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sementara Keluarga Imran, tidak berpindah-pindah menetap di Baitul Maqdis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Nabi Ibrahim ‘&lt;i&gt;alaihissalam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;anaknya laki-laki semua.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Maka mengurus anak laki-laki belajarlah dengan Nabi Ibrahim.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sedangkan Keluarga Imran anaknya perempuan (Maryam).&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Target Pengasuhan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Berbeda target antara pengasuhan anak laki-laki dan perempuan, karena pada dasarnya&amp;nbsp;&amp;nbsp;anak laki-laki secara fitrahnya berbeda (tidak sama) dengan anak perempuan. Maka targetnya-pun berbeda.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Oleh karena itu paham Emansipasi itu merusak. Banyak keluarga rusak karena melaksanakan Eamansipasi yang tidak punya patokan dalam Syari’at.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Oleh karena itu dalam Islam ada patokan cara mendidiknya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Anak laki-laki berbeda, sebagaimana disebutkan di atas&amp;nbsp;&lt;b&gt;keluarga Ibrahim&lt;/b&gt;&amp;nbsp;dengan anak laki-lakinya dan&amp;nbsp;&lt;b&gt;keluarga Imran&lt;/b&gt;&amp;nbsp;yang punya anak perempuan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Keluarga Ibrahim punya tokoh anak laki-laki terbaik, yaitu Ismail dan&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ishaq. Sementara itu keluarga Imran punya tokoh perempuan terbaik, yaitu Maryam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Ismail dan Ishaq menjadi Nabi sedangkan Maryam yang punya predikat “perempuan suci” tidak menjadi Nabi tetapi mendukung kenabian, yaitu melahirkan Nabi yaitu Nabi ‘Isa&lt;i&gt;‘alaihissalam.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Artinya, khusus untuk anak laki-laki target pengasuhannya adalah&amp;nbsp;&lt;b&gt;mencetak menjadi “nabi”.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Maknanya, anda punya anak laki-laki didiklah menjadi “nabi”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;atau mendidik “ala nabi”.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Untuk anak perempuan, targetnya adalah :&amp;nbsp;&lt;b&gt;Didiklah ia menjadi “wanita suci”.&lt;/b&gt;Menjadi pendukung kenabian. Maka dalam Hadits disebutkan bahwa wanita terbaik ada empat :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Asiyah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;, isteri Fir’aun. Suaminya tokoh kafir, tetapi ia tetap beriman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Maryam binti Imran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;, yang melahirkan Nabi ‘Isa ‘&lt;i&gt;alaiahissalam,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-stretch: normal; font-style: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Khadijah binti Khuwailid&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;, isteri Nabi Muhammad&amp;nbsp;&lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi wasallam,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-stretch: normal; font-style: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Fatimah binti Muhammad&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;, putri Rasulullah&amp;nbsp;&lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Ternyata keempatnya bukan Nabi, tetapi peran&amp;nbsp;&lt;b&gt;Asiyah&lt;/b&gt;&amp;nbsp;(isteri Fir’aun) merupakan faktor pendukung proses kenabian, yaitu mengasuh Musa hingga menjadi Nabi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Maryam binti Imran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;, berperan menjadi pendukung kenabian, dari rahimnya lahir seorang Nabi yaitu Nabi ‘Isa&amp;nbsp;&lt;i&gt;‘alaihissalam.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Khadijah binti Khuwailid&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;, suaminya menjadi Nabi dan Rasul, yaitu&amp;nbsp;&amp;nbsp;Rasulullah&amp;nbsp;&lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Fatimah,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;ayahnya menjadi Nabi, yang menjadi contoh keberhasilan seorang ayah mendidik&amp;nbsp;anak perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Untuk mencetak anak laki-laki menjadi Nabi, adalah mustahil. Karena kenabian sudah selesai dengan ke-Rasulan Muhammad&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi wasallam.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Yang kita bahas adalah bagaimana nilai kenabian itu ada pada laki-laki. Yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Seorang anak laki-laki dicetak menjadi&amp;nbsp;&lt;b&gt;Ahli Ilmu&lt;/b&gt;&amp;nbsp;(Ulama). Sebab ulama adalah penerus para Nabi.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Maka bila ingin mencetak anak laki-laki di zaman ini&amp;nbsp;&amp;nbsp;adalah mencetak menjadi&amp;nbsp;&lt;b&gt;Ulama,&lt;/b&gt;&amp;nbsp;yaitu Ahli Ilmu bidang apa saja, bukan hanya bidang agama.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Didiklah anak laki-laki menjadi ahli di bidangnya. Maka Rasulullah&lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;mendidik para sahabat menjadi Ahli. Dalam pengertian ahli adalah seorang pemimpin yang bisa memahami dan memberikan solusi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif;&quot;&gt;Seorang anak menjadi&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Iqomatuddin,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;menegakkan agama (Islam). Didiklah anak laki-laki menjadi penegak Islam.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Orang ahli tetapi tidak punya jiwa pembelaan terhadap Islam, berarti gagal orangtua mendidiknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; line-height: 20.2859992980957px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; color: white; font-family: &#39;(normal text)&#39;, serif; font-size: x-small;&quot;&gt;Demikian&amp;nbsp;&lt;b&gt;Bagian Pertama&lt;/b&gt;&amp;nbsp;tentang mendidik anak laki-laki, akan dilanjutkan dengan&amp;nbsp;Bagian Kedua pada pertemuan berikutnya, yang intinya mencetak laki-laki menjadi&amp;nbsp;&lt;b&gt;Ahli&amp;nbsp;&lt;/b&gt;dan punya jiwa&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Iqomatuddin&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(pembelaan terhadap tegaknya Islam).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2015/08/mendidik-anak-laki-laki-ustadz-bendri.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcYt636MmggZBECTE4X2b2Ubo_c-ei2WRnx9UQPD6jX2coBMMXszmSMdQlkd2tLkAhw70yUz-uX_zPDb9rsk_tP5XkQ8dni_WGVlVRAAIL8qABtlx8cz7VPieuTcz6WecwkgjmDhRYSTBJ/s72-c/anak.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-2820466555271011149</guid><pubDate>Thu, 28 May 2015 05:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-28T12:59:16.563+07:00</atom:updated><title>Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN ( Kisah Inspirasi )</title><description>Suatu hari, Ibuku bangun pagi-pagi sekali, lalu bekerja keras sepanjang hari, dari menyiapkan makanan untuk kami sampai membereskan rumah tanpa dibantu oleh pembantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah dari jam tujuh malam tadi Ibu selesai menghidangkan makan malam untuk Ayah dan kami, sangat sederhana sekali, hanya berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi. Namun sayang, karena sibuk mengurusi adik kecilku yang terus merengek, tempe dan telur goreng yang dibuat oleh Ibuku pun agak sedikit gosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya melihat Ibu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, sementara minyak gorengnya sudah habis. Kami menunggu dengan tegang apa reaksi Ayah yang pulang kerja, pasti beliau sudah sangat capek, apalagi melihat makan malamnya hanya tempe dan telur yang gosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luar biasa..!!! Ayah saya dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan oleh Ibu dengan bibir tersenyum, dan bahkan beliau berkata, “Bu terima kasih ya..!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian, Ayah saya terus menanyakan kegiatan saya dan adik saya di sekolah. Selesai makan, tepatnya di meja makan, saya mendengar Ibu meminta maaf kepada semuanya, karena telor dan tempe yang di sajikan itu gosong dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang Ayah katakan pada Ibu, “Sayang, gak apa-apa, malahan saya suka sekali dengan telor dan tempe yang gosong, kok.“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada Ayah, kemudian saya bertanya, apakah Ayah benar-benar menyukai telur dan tempe yang gosong tadi ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heran dengan pertanyaan saya, tiba-tiba Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya sambil berkata, “Anakku, Ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah sangat capek, Jadi sepotong telor dan tempe&lt;br /&gt;
yang gosong itu tidak akan menyakiti siapa pun, kan..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya, “Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ingatlah, emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada, jadi selalulah berpikir yang dewasa.“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi, karena ini pasti punya alasannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan janganlah kita menjadi orang yang egois dan hanya mau dimengerti, tapi tidak mau mengerti dengan keadaan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN.“</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2015/05/tua-itu-pasti-tapi-dewasa-itu-pilihan.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-2539569618768901306</guid><pubDate>Tue, 26 May 2015 09:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-26T16:30:01.473+07:00</atom:updated><title>Percaya, Diam dan Lihatlah ( Kisah Inspirasi )</title><description>Seorang anak kecil sedang bermain sendirian dengan mainannya. Ketika sedang asyik-asyiknya bermain, tiba-tiba mainannya itu rusak. Dia mencoba untuk membetulkannya sendiri, tapi rupanya usahanya itu dari tadi sia sia saja. Akhirnya dia pun menyerah, dan mendatangi ayahnya agar memperbaiki mainannya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memperhatikan ayahnya memperbaiki mainannya, dia selalu saja memberikan komentar kepada ayahnya, &quot;Ayah, coba lihat bagian sebelah kiri, mungkin di situ kerusakannya.&quot; Ayahnya menurutinya, tapi ternyata belum betul juga mainannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dia memberi komentar lagi, &quot;Oh, bukan di situ yah, mungkin yang sebelah kanan, coba lihat lagi deh yah.&quot; Kali ini ayahnya juga menurutinya, tapi lagi-lagi mainannya itu belum betul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalau begitu coba yang di bagian depan yah, kali aja masalahnya ada di situ.&quot; Kali ini ayahnya marah, &quot;Sudah, kalau kamu memang bisa, mengapa tidak kamu kerjakan sendiri saja ? Jangan ganggu Ayah lagi ! Ayah masih banyak kerjaan lain.&quot; kata sang Ayah sambil berlalu pergi meninggalkan anaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi setelah dia mencoba beberapa saat untuk memperbaikinya lagi, ternyata dia masih belum juga berhasil. Akhirnya dia kembali lagi kepada ayahnya sambil merengek, &quot;Tolonglah yah, aku suka sekali mainan ini, kalau rusak begini bagaimana ? Tolong Ayah betulkan supaya bisa jalan lagi ya ?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak tega mendengar rengekan anaknya, si ayah akhirnya menyerah, &quot;Baiklah Nak. Ayah akan memperbaiki mainanmu, asal kamu berjanji tidak boleh memberitahu Ayah apa yang harus Ayah lakukan. Kamu duduk saja dan perhatikan Ayah bekerja. Tidak boleh berkomentar.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ayahnya sedang memperbaiki mainannya, si anak mulai berkomentar lagi, &quot;Jangan yang itu yah, kayaknya bagian lain yang rusak.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar hal itu, kali ini ayahnya berkata, &quot;Kalau kamu berkomentar lagi, mainan ini akan ayah lepaskan dan silahkan kamu berusaha sendiri.&quot; Karena takut ayahnya akan benar-benar melakukan apa yang dikatakannya, anak itu pun diam dan duduk manis sambil melihat ayahnya memperbaiki mainannya sampai bisa berjalan lagi tanpa mengeluarkan komentar apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti anak kecil itu, kita pun sering kali berserah kepada Allah SWT tapi masih ingin mengatur Allah SWT bagaimana sebaiknya jalan hidup kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika saja kita bisa sepenuhnya pasrah kepada kehendak Allah SWT, maka niscaya sungguh Allah SWT yang Maha Tahu dan sangat mencintai kita akan memberikan apa-apa yang terbaik, lebih dari apa yang kita pikirkan dan do&#39;akan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percaya sepenuhnya tanpa ada keraguan dalam menyerahkan urusan kita kepada Allah SWT. Itulah kuncinya.</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2015/05/percaya-diam-dan-lihatlah.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-5486474346407577512</guid><pubDate>Tue, 26 May 2015 09:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-26T16:24:10.411+07:00</atom:updated><title>Rasulullah dan Pengemis Yahudi buta ( Kisah Inspirasi )</title><description>Di salah satu sudut pasar Madinah Al-Munawwarah ada seorang Pengemis Yahudi buta. Hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tampa berkata sepatah katapun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada Pengemis itu. Walaupun Pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada Pengemis Yahudi buta itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari Abu Bakar r.a berkunjung ke rumah Anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada Anaknya, “Wahai Anakku, adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan ?”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, “Wahai ayah, engkau adalah seorang Ahli Sunnah. Hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum pernah ayah kerjakan kecuali satu sunnah saja”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah itu ?” tanya Abu Bakar r.a.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setiap pagi, Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang Pengemis Yahudi buta yang berada di sana” kata Aisyah r.ha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya Abu Bakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada Pengemis itu. Abu Bakar r.a mendatangi Pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si Pengemis marah sambil berteriak, “Siapa kamu !!”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Bakar r.a menjawab, “Aku orang yang biasa”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan ! engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si Pengemis buta itu. “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan padaku dengan mulutnya sendiri”, Pengemis itu melanjutkan perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Bakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada Pengemis itu, &quot;Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW&quot;. Setelah Pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, &quot;Benarkah demikian ?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…&quot;. Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abu Bakar r.a.</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2015/05/rasulullah-dan-pengemis-yahudi-buta.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-8196386951852969642</guid><pubDate>Tue, 26 May 2015 09:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-26T16:15:04.898+07:00</atom:updated><title>Sigapnya Sang Pemimpin ( Kisah Inspirasi )</title><description>Suatu malam menjelang kedatangan pasukan Ahzab ke Madinah, demikian Sa&#39;ad ibn Abi Waqqash berkisah, keadaan demikian mencekam. Sungguh tepat apa yang digambarkan Allah; tak tetap lagi penglihatan kami dan hati serasa naik menyesak ke kerongkongan (Surat Al Ahzab Ayat 10).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam itu aku terbangun dan ingat akan Rasulullah. Atas keinginan sendiri, aku beranjak, lalu berjaga di dekat kediaman beliau. Saat aku disana, Rasulullah bersabda dengan suara agak dikeraskan, &quot;Adakah lelaki shalih yang malam ini sudi menjaga kami ?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka aku segera menjawab, &quot;Labbaika yaa Rasuulullah ! Di sini Sa&#39;ad ibn Abi Waqqash berjaga untukmu !&quot; Sesungguhnya yang paling kusukai dari sabda beliau adalah kata-kata &#39;lelaki shalih&#39;, semoga itu menjadi do&#39;a bagi diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau keluar menemuiku dengan senyum tulusnya. Setelah memberikan arahan dan memesankan nasihat, beliau masuk kembali. Di larut itu, tiba-tiba kudengar bunyi keras menderu-deru dari ujung kota. Bergegas kunaiki kuda dan kutuju arah asal suara. Aku memacu kudaku. Sampai di satu tempat gelap, dari arah berlawanan muncul bayangan penunggang kuda. Kusiapkan busur dan panahku. Ketika mendekat, aku terkesiap. Ternyata dia Rasulullah ! Aku bertanya, &quot;Dari mana engkau, ya Nabi ? Sungguh aku khawatir atas deru tadi ! Aku khawatir, pasukan musuh dalam jumlah besar datang untuk menyerang Madinah. Mohon pulanglah, dan izinkan aku memeriksanya&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah tersenyum padaku dan bersabda, &quot;Tenangkan dirimu, hai Sa&#39;ad. Aku telah memeriksanya. Dan itu hanya suara angin gurun&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terperangah, takjub dan malu. Aku, si peronda, telah didahului oleh sang Nabi yang kujaga dalam memeriksa kemungkinan bahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
_____*****_____&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah Sa&#39;ad ini menjadi pembelajaran indah. Bahwa sang Nabi meminta dijaga bukan karena manja atau suka dilayani pengikutnya. Kesiagaan dan kegesitan beliau bahkan lebih tinggi daripada Sa&#39;ad yang meronda. Permintaan dijaga itu ternyata pendidikan maknanya. Sungguh menakjubkan; pemimpin ini adalah pembawa kedamaian, tak cuma dalam kata, tetapi dengan tindakan yang didasari ketulusan. Dan, kasih sayang agung yang membuat seluruh hidupnya terabdi tuk melayani, tak menghalangi beliau dalam mendidik sahabatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian sekelumit kisah, moga mengilhamkan kita tuk menjadi pembawa damai di hati orang-orang yang kita pimpin. Amin.</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2015/05/sigapnya-sang-pemimpin-kisah-inspirasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-138083462333891225</guid><pubDate>Tue, 26 May 2015 09:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-26T16:12:47.395+07:00</atom:updated><title>Gubernur Kuli Panggul ( Kisah Inspirasi )</title><description>Salman Al Farisi pernah menjabat gubernur di beberapa kota. Ia adalah orang yang sangat rendah hati, hingga orang lain menyangkanya seperti kebanyakan orang lainnya, makan dan minum dari hasil keringatnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu hari ketika Salman sedang berjalan kaki, ia bertemu dengan seorang Pedagang yang datang dari negeri Syam sambil membawa barang bawaannya berupa buah tin dan buah kurma. Pedagang itu mencari - cari tukang angkut (kuli) yang dapat membantunya membawakan barang bawaannya. Tatkala dilihatnya seorang lelaki yang tampaknya olehnya seperti halnya rakyat kebanyakan, terlintas dalam benaknya untuk menyuruh orang itu membawakan barang - barang dagangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedagang itu pun melambai - lambaikan tangannya sembari menunjuk orang yang dilihatnya agar menghampirinya. Pedagang itu pun berkata, &quot;Tolong bawakan barang - barangku ini !&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang diperintah pun segera membawanya dan keduanya berjalan beriringan hingga melewati sekelompok orang yang sedang berkumpul. Sang Pedagang lantas mengucapkan salam kepada mereka. Mereka lalu menjawab, &quot;Wa&#39;alaikummusalam wahai Amirul Mukminin&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Wahai Gubernur ? Gubernur mana yang kalian maksud ?&quot; kata orang Syam itu dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia semakin bertambah keheranan tatkala melihat sebagian dari mereka cepat - cepat menjuju ke arah tukang angkutnya sembari memohon, &quot;Biar aku saja yang membawanya wahai Amir&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Pedagang dari Syam itu mengetahui bahwa orang yang membawa barang - barangnya itu tidak lain adalah gubernur wilayah tersebut, yaitu Salman Al Farisi. Seketika itu juga dia langsung meminta maaf kepada beliau dan menyatakan penyesalannya. Segera ia mendekati Salman untuk membantu menurunkan barang bawaannya, tetapi Salman menolak sambil berkata, &quot;Tidak usah, aku akan membawanya hingga sampai di rumahmu&quot;</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2015/05/gubernur-kuli-panggul-kisah-inspirasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-4707820623645739312</guid><pubDate>Tue, 26 May 2015 09:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-26T16:04:43.733+07:00</atom:updated><title>Sebatang Pohon, Gunung dan Seekor Unta ( Kisah Inspirasi )</title><description>Pada suatu hari Uqa&#39;il bin Abi Thalib pergi bersama-sama dengan Nabi Muhammad SAW. Pada waktu itu Uqa&#39;il melihat tiga peristiwa ajaib yang menjadikan hatinya menjadi bertambah kuat dalam berpegang teguh di dalam Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peristiwa pertama adalah, ketika Rasulullah SAW ingin melaksanakan hajat yaitu membuang air besar, sedangkan di hadapannya terdapat beberapa batang pohon saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka Baginda SAW berkata kepada Uqa&#39;il, &quot;Hai Uqa&#39;il teruslah engkau berjalan sampai ke pohon itu, dan katakan kepadanya (kepada pohon), bahwa sesungguhnya Rasulullah berkata : `Agar kamu semua (pohon-pohon) datang kepadanya untuk menjadi aling-aling atau penutup baginya (Rasulullah), karena sesungguhnya Rasulullah akan mengambil air wudhu dan buang air besar`&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uqa&#39;il pun keluar dan pergi mendapatkan pohon-pohon itu. Tetapi, sebelum dia menyelesaikan tugasnya. Ternyata pohon-pohon itu sudah tumbang dari akarnya serta sudah mengelilingi di sekitar Rasulullah SAW sampai Rasulullah SAW selesai dari hajatnya. Maka Uqa&#39;il kembali ke tempat pohon-pohon itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peristiwa kedua adalah, ketika Uqa&#39;il merasakan haus yang sangat dan tidak menemukan air sama sekali walaupun dia sudah mencari air kesana kemari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, Rasulullah SAW berkata kepada Uqa&#39;il bin Abi Thalib, &quot;Hai Uqa&#39;il, dakilah gunung itu, dan sampaikanlah salamku kepadanya serta katakan, `Jika padamu ada air, berilah aku minum !`&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uqa&#39;il lalu pergi mendaki gunung itu dan berkata kepadanya sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Rasulullah tadi. Tetapi, sebelum ia selesai berkata, gunung itu berkata dengan fasihnya, &quot;Katakanlah kepada Rasulullah, bahwa aku sejak Allah SWT menurunkan ayat yang berbunyi : `Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu beserta keluargamu dari (siksa) api neraka yang umpannya dari manusia dan batu`. &quot;Aku menangis dari sebab takut kalau aku menjadi batu itu maka tidak ada lagi air padaku.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peristiwa ketiga ialah, ketika Uqa&#39;il sedang berjalan dengan Nabi, tiba-tiba ada seekor unta yang meloncat dan lari ke hadapan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unta itu lalu berkata, &quot;Ya Rasulullah, aku minta perlindungan darimu.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Unta itu belum selesai mengadukan halnya kepada Rasulullah, tiba-tiba datanglah dari belakang seorang Arab Badui dengan membawa pedang terhunus. Melihat orang Arab Badui itu, Nabi Muhammad SAW berkata, &quot;Hendak apakah kamu terhadap unta itu ?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang Arab Badui itu menjawab, &quot;Wahai Rasulullah, aku telah membelinya dengan harta yang mahal, tetapi dia tidak mau taat dan tidak mau jinak, maka akan kupotong saja dan akan kumanfaatkan dagingnya (kuberikan kepada orang-orang yang memerlukan).&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah SAW bertanya kepada unta tersebut, &quot;Mengapa engkau menderhakai dia ?&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab unta itu, &quot;Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak menderhakainya dari satu pekerjaan pun, akan tetapi aku menderhakainya dari sebab perbuatannya yang buruk. Kerana kabilah yang dia termasuk di dalam golongannya, tidur meninggalkan solat Isya&#39;. Kalau sekiranya dia mau berjanji kepada engkau akan mengerjakan dan tidak meninggalkan solat Isya&#39; itu, maka aku berjanji tidak akan menderhakainya lagi. Sebab aku takut kalau Allah menurunkan siksa-Nya kepada mereka, sedang aku berada di antara mereka.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Nabi Muhammad SAW mengambil perjanjian orang Arab kampung itu, bahwa dia tidak akan meninggalkan solat Isya&#39;. Kemudian, Nabi Muhammad SAW menyerahkan unta itu kepadanya. Dan dia pun kembali kepada keluarganya dengan membawa unta tersebut dan sebuah janji yang harus dia laksanakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh betapa hanya sebatang pohon, sebuah gunung, dan seekor unta, begitu taatnya mereka dengan perintah Allah dan RasulNya dan juga mengkhawatirkan keadaannya terhadap dirinya kelak di Akhirat. Lalu bagaimanakah dengan kita, sebagai Khalifah di muka bumi dan menyandang gelar sebagai makhluk yang paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Sang Maha Pencipta ?? Hendaknya kita memikirkannya masak-masak.</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2015/05/sebatang-pohon-gunung-dan-seekor-unta.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-221218196399034766</guid><pubDate>Tue, 26 May 2015 08:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-26T15:58:08.821+07:00</atom:updated><title>Kendaraan Seorang Bijak ( Kisah Inspirasi )</title><description>Matahari di padang pasir terasa membakar. Hanya sesekali angin bertiup, menerbangkan debu-debu yang memerihkan mata. Membuat seorang pemuda kerepotan mengarungi samudera pasir yang membentang luas. Namun, hatinya sedikit tenang. Unta yang di tungganginya masih muda dan kuat. Ia berharap kendaraannya ini sanggup untuk menempuh perjalanan yang jauh. Karena masih ada separuh perjalanan lagi yang harus ditempuh Sang Pemuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mudah - mudahan aku selamat sampai Makkah,&quot; katanya penuh harap. &quot;Dan, segera melihat Baitullah yang selama ini aku rindukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panggilan rukun Islam kelima itulah yang telah membulatkan tekadnya mengarungi padang pasir yang terik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah perjalanan, tiba - tiba Pemuda itu menatap tajam ke arah seseorang yang tengah berjalan sendirian di padang pasir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;Kenapa orang itu berjalan sendiri di tempat seperti ini ?&#39; tanya pemuda itu dalam hati. Sungguh berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemuda tersebut menghentikan untanya di dekat orang itu. Ternyata, ia adalah seorang lelaki tua. Berjalan terseok - seok di bawah terik matahari. Lalu, Pemuda itu segera turun dari kendaraannya dan menghampiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wahai Bapak Tua, Bapak mau pergi ke mana ?” tanyanya ingin tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“In syaa Allah, aku akan ke Baitullah,” jawab orang tua itu dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah ?!” Pemuda itu terperanjat. Apa orang tua itu sudah tidak waras ? Ke Baitullah dengan berjalan kaki ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul Nak, aku akan melaksanakan ibadah haji,” kata orang tua itu meyakinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maa sya Allah, Baitullah itu jauh sekali dari sini. Bagaimana kalau Bapak tersesat atau mati kelaparan ? Lagi pula, semua orang yang kesana harus naik kendaraan. Kalau tidak naik unta, bisa naik kuda. Kalau berjalan kaki seperti Bapak, kapan Bapak bisa sampai ke sana ?” Pemuda itu tercenung, merasa takjub dengan Bapak Tua yang ditemuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia yang menunggang unta dan membawa perbekalan saja, masih merasa khawatir selama dalam perjalanan yang begitu jauh dan berbahaya. Siapapun tak akan sanggup menempuh perjalanan sejauh itu dengan berjalan kaki. Apa ia tidak salah bicara ? Atau memang orang tua itu sudah terganggu ingatannya ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga berkendaraan,” kata Bapak Tua itu mengejutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemuda yakin kalau dari kejauhan tadi, ia melihat orang tua itu berjalan sendirian tanpa kendaraan apa pun. Tapi, Bapak Tua itu malah mengatakan dirinya memakai kendaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang ini benar-benar sudah tidak waras. Ia merasa memakai kendaraan, padahal aku lihat ia berjalan kaki ... pikir si Pemuda geli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa Bapak yakin kalau Bapak memakai kendaraan ?” tanya Sang Pemuda itu menahan senyumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak melihat kendaraanku ?” orang tua itu malah mengajukan pertanyaan yang membingungkan. Si Pemuda, kini tak dapat lagi menyembunyikan kegeliannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, apa kendaraan yang Bapak pakai ?” tanyanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang tua itu termenung beberapa saat. Pandangannya menyapu padang pasir yang luas. Dengan sabar, si Pemuda menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut orang tua itu. Akankah ia mampu menjawab pertanyaan tadi ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku melewati jalan yang mudah, lurus, dan datar, kugunakan kendaraan bernama Syukur. Jika aku melewati jalan yang sulit dan mendaki, kugunakan kendaraan bernama Sabar,” jawab orang tua itu tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemuda ternganga dan tak berkedip mendengar kata-kata orang tua itu. Tak sabar, pemuda itu ingin segera mendengar kalimat selanjutnya dari lelaki tua tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika takdir menimpa dan aku tidak sampai ke tujuan, kugunakan kendaraan Ridha. Kalau aku tersesat atau menemui jalan buntu, kugunakan kendaraan Tawakkal. Itulah kendaraanku menuju Baitullah,” kata Bapak Tua itu melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata-kata tersebut, si Pemuda merasa terpesona. Seolah melihat untaian mutiara yang memancar indah. Menyejukkan hati yang sedang gelisah, cemas, dan gundah. Perkataan orang tua itu amat meresap ke dalam jiwa anak muda tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maukah Bapak naik kendaraanku ? Kita dapat pergi ke Baitullah bersama-sama,” ajak si Pemuda dengan sopan. Ia berharap akan mendengarkan untaian-untaian kalimat mutiara yang menyejukkan jiwa dari orang tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih Nak, Allah sudah menyediakan kendaraan untukku. Aku tak boleh menyia-nyiakannya. Dengan ikut menunggang kendaraanmu, aku akan menjadi orang yang selamanya bergantung kepadamu,” sahut orang tua itu dengan bijak, seraya melanjutkan perjalanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata, orang tua itu adalah Ibrahim bin Adham, seorang ulama yang terkenal dengan kebijaksanaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Refleksi Hikmah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menempuh perjalanan kehidupan yang kita lalui ini. Bukan mobil mewah yang kita butuhkan sebagai kendaraan kita. Bukan pula harta melimpah yang kita butuhkan untuk bekal mengarungi kehidupan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup hati yang lapang, yang dapat menampung segala kemungkinan keadaan. Menyediakan bahan bakar Syukur, Sabar, Ridha dan Tawakkal. Hidup akan terasa lebih indah jika merasa bahagia.</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2015/05/kendaraan-seorang-bijak-kisah-inspirasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-6934010449570481474</guid><pubDate>Fri, 22 May 2015 01:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-22T08:35:08.062+07:00</atom:updated><title>Muhasabah  ( Introspeksi Diri )</title><description>Berasa blm bisa jd hamba Allah yg baik setiap habis baca ini, selalu saya ulang baca dan bikin nangis, maaf ya Allah... maaf..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu ketika Allah SWT memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis agar menghadap Baginda Rasul saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disuka maupun yang dibencinya. Hal ini dimaksudkan untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad saw dan juga sebagai peringatan dan perisai umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Malaikat itupun mendatangi Iblis dan berkata : “Hai Iblis! Engkau diperintah Allah untuk menghadap Rasulullah saw. Bukalah semua rahasiamu dan jawablah setiap pertanyaan Rasulullah dengan jujur. Jika engkau berdusta walau satu perkataanpun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat pedih”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan, maka segera ia menghadap Rasulullah saw dengan menyamar sebagai orang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai yang panjangnya seperti ekor lembu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iblis pun memberi salam sampai 3 (tiga) kali salam, Rasulullah saw tidak juga menjawabnya, maka Iblis berkata : “Ya Rasullullah! Mengapa engkau tidak menjawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah : “Hai musuh Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Jangan kau coba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam as sehingga beliau keluar dari syurga, kau hasut Qabil sehingga ia tega membunuh Habil yang masih saudaranya sendiri, ketika sedang sujud dalam sembahyang kau tiup Nabi Ayub as dengan asap beracun sehingga beliau sengsara untuk beberapa lama, kisah Nabi Daud as dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wa jalla, tapi aku diharamkan Allah menjawab salammu. Aku mengenalmu dengan baik wahai Iblis, Raja segala Iblis. Apa tujuanmu menemuiku?”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Engkau dapat mengenaliku karena engkau adalah Khatamul Anbiya. Aku datang atas perintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam as hingga akhir zaman nanti. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, aku tidak berani menyembunyikannya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Iblispun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata : “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatahpun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mendengar sumpah Iblis itu, Nabipun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah kesempatanku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar seluruh sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai seluruh umatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (1) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai Iblis! Siapakah musuh besarmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara musuh-musuhku di muka bumi ini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Nabipun memandang muka Iblis dan Iblispun gemetar karena ketakutan. Sambung Iblis : “Ya Khatamul Anbiya! Aku dapat merubah diriku seperti manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suarapun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Andaikan aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu juga aku berusaha menarik mereka kepada kekafiran, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan yang benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (2) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai Iblis! Apa yang kau perbuat terhadap makhluk Allah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, berbuai dengan makanan dan minuman, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda, emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan yang haram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian juga ketika pesta di mana lelaki dan perempuan bercampur. Di sana aku lepaskan godaan yang besar supaya mereka lupa peraturan dan akhirnya minum arak. Apabila terminum arak itu, maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga perbuatan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila mereka sadar akan kesalahan mereka lalu hendak bertaubat dan berbuat amal ibadah, akan aku rayu supaya mereka membatalkannya. Semakin keras aku goda supaya mereka berbuat maksiat dan mengambil isteri orang. Jika hatinya terkena godaanku, datanglah rasa ria’, takabur, iri, sombong dan melengahkan amalnya. Jika lidahnya yang tergoda, maka mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (3) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambah laknat yang besar dan siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Semuanya itu adalah anugerah dari Allah Yang Maha Besar. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa diriku telah beribu-ribu tahun menjadi Ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke langit yang lebih tinggi. Kemudian aku tinggal di dunia ini beribadah bersama para Malaikat beberapa waktu lamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan manusia yang pertama (Nabi Adam as) dan seluruh Malaikat diperintah supaya memberi hormat sujud kepada lelaki itu, hanya aku saja yang ingkar. Oleh karena itu, Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu berubah menjadi keji dan menakutkan. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikaruniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itupun aku masih belum puas dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga hari kiamat kelak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia, tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadah dan balasan pahala serta syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia dan memberitahu manusia yang lain tentang apa yang sebenarnya aku dapatkan dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan kehancuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak diijinkan oleh Allah untuk naik ke langit dan mencuri rahasia karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku memaksa untuk naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tentaraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu, maka semakin beratlah pekerjaanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut manusia”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (4) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasullullah bertanya “Hai Iblis! Apa yang pertama kali kau tipu dari manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Pertama kali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir dan juga dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, akan aku tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikuti kemauanku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (5) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, apa yang terjadi padamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Sungguh penderitaan yang sangat besar. Gemetarlah badanku dan lemah tulang sendiku, maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda manusia pada setiap anggota badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa iblis datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, lupa bilangan raka’atnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, hilang khusyuknya, matanya senantiasa melirik ke kanan dan ke kiri, telinganya senantiasa mendengar percakapan orang dan bunyi-bunyi yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa iblis yang lain duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya tidak kuat sujud berlama-lama, penat waktu duduk tahiyat dan dalam hatinya selalu merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, itu semua membuat berkurangnya pahala. Jika para iblis tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan hukuman yang berat”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (6) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika umatku membaca Al-Qur’an karena Allah, apa yang terjadi padamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Jika mereka membaca Al-Qur’an karena Allah, maka terbakarlah tubuhku, putuslah seluruh uratku lalu aku lari dan menjauh darinya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (7) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (8) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya buatku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatat dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemudian orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya dan dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa, barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasanya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (9) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Seluruh sahabatmu termasuk musuh besarku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satupun tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata : “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayyidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Lagipula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Sayyidatina Aisyah yang juga banyak menghafal Hadits-haditsmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun Sayyidina Umar bin Khatab, aku tidak berani memandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah seluruh tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan : “Jikalau ada Nabi sesudah aku, maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayyidina Usman bin Affan, aku tidak bisa bertemu karena lidahnya senantiasa membaca Al-Qur’an. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak 2 (dua) kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang menghampiri dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan : “Barangsiapa menulis Bismillaahirrahmaanirrahiim pada kitab atau kertas-kertas dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayyidina Ali bin Abi Thalibpun aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadah dan beliau adalah golongan orang pertama yang memeluk agama Islam serta tidak pernak menundukkan kepalanya kepada berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu” dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata : “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya”. Lagipula dia menjadi menantumu, aku semakin ngeri kepadanya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (10) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana tipu dayamu kepada umatku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Umatmu itu ada 3 (tiga) macam. Yang pertama, seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril as : “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat”. Yang kedua, umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal saleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga, umatmu seperti Fir’aun, terlampau tamak dengan harta dunia dan dihilangkan amal akhirat, maka akupun bersuka cita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku ajak kemana saja mengikuti kemauanku. Jadi dia selalu bimbang kepada dunia dan tidak mau menuntut ilmu, tidak pernah beramal saleh, tidak mau mengeluarkan zakat dan malas beribadah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku goda agar manusia minta kekayaan lebih dulu dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka aku rayu supaya lupa beramal, tidak membayar zakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia selalu bimbang akan hartanya dan berangan-angan hendak merebut kemewahan dunia, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk kemaksiatan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (11) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang serupa denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang yang belajar agama Islam”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (12) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang membuat mukamu bercahaya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu dan suka ingkar janji”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (13) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau rahasiakan dari umatku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Jika seorang Muslim buang air besar dan tidak membaca do’a terlebih dahulu, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (14) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika umatku bersatu dengan isterinya, apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya dan membaca do’a pelindung syaitan, maka aku lari dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak, maka anak itu akan gemar berbuat maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku santap makanannya lebih dulu daripadanya. Walaupun mereka makan, tidaklah mereka merasa kenyang”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (15) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang dapat menolak tipu dayamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Jika berbuat dosa, maka cepat-cepatlah bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah, segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (16) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapakah orang yang paling engkau sukai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (17) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai Iblis! Siapakah saudaramu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka di waktu Subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu Dzuhur, Asar, Maghrib dan Isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (18) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang dapat membinasakan dirimu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Qur’an dan sholat tengah malam”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (19) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai Iblis! ?” Apa yang dapat memecahkan matamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Orang yang duduk di dalam masjid dan beri’tikaf di dalamnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Nabi (20) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi yang dapat memecahkan matamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Iblis : “Orang yang taat kepada kedua ibu bapaknya, mendengar kata mereka, membantu makan, pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda : Syurga itu di bawah tapak kaki ibu”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dikutip dari : KH. Abdullah Gymnastiar, Muhasabah Kiat Sukses Introspeksi Diri, Penerbit Difa Press, September 2006)</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2015/05/muhasabah-introspeksi-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-6678760152551337563</guid><pubDate>Thu, 20 Nov 2014 06:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-20T13:26:26.065+07:00</atom:updated><title>Bahagia Itu Sederhana</title><description>Bagiku bahagia itu sederhana&lt;br /&gt;
Tak harus mewah ,tak harus serba ada&lt;br /&gt;
Bahagia itu ....&lt;br /&gt;
saat ada seseorang yang mau mendengarkanmu&lt;br /&gt;
saat ada seorang untuk berbagi denganmu&lt;br /&gt;
saat ada istri yang memasak untukmu dan menyediakan sarapan untukmu&lt;br /&gt;
saat diberikan bekal oleh istri tercinta walau hanya dengan sepotong tahu&lt;br /&gt;
saat memberikan oleh oleh sepulang bekerja untuk keluarga tercinta&lt;br /&gt;
saat senyuman si kecil menyambutmu sepulang bekerja&lt;br /&gt;
Bahagia itu sederhana 




</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2014/11/bahagia-itu-sederhana.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-2307781000788483584</guid><pubDate>Mon, 19 May 2014 07:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-05-19T14:11:44.936+07:00</atom:updated><title>Cobalah mengerti</title><description>
&lt;br&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;280&quot; src=&quot;//www.youtube.com/embed/yIQWGe7f7vQ&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak kan&lt;br /&gt;
Pernah berhenti&lt;br /&gt;
Akan terus memahami&lt;br /&gt;
Pasti terus berfikir&lt;br /&gt;
Bila harus memaksa&lt;br /&gt;
Atau berdarah untukmu&lt;br /&gt;
Apapun itu asalkan&lt;br /&gt;
Mencoba menerimaku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kamu hanya&lt;br /&gt;
Perlu terima&lt;br /&gt;
Dan tak harus memahami&lt;br /&gt;
Dan tak harus berfikir&lt;br /&gt;
Hanya perlu mengerti&lt;br /&gt;
Aku bernafas untukmu&lt;br /&gt;
Jadi tetaplah di sini&lt;br /&gt;
Dan mulai menerimaku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cobalah mengerti&lt;br /&gt;
Semua ini mencari arti&lt;br /&gt;
Selamanya takkan berhenti&lt;br /&gt;
Inginkan rasakan&lt;br /&gt;
Rindu ini menjadi satu&lt;br /&gt;
Biar waktu yang memisahkan</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2014/05/blog-post.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-5946460726832531118</guid><pubDate>Mon, 16 Sep 2013 09:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-09-16T16:41:57.911+07:00</atom:updated><title>3 Composers</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;280&quot; src=&quot;//www.youtube.com/embed/dIRF4lgE_7M&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2013/09/3-composers.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-310050874070468732</guid><pubDate>Fri, 26 Jul 2013 03:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-26T10:17:19.746+07:00</atom:updated><title>Ketika Seorang Ibu berbicara tentang Pilihan anak Laki Lakinya</title><description>&lt;div class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Sebuah artikel yang cukup bagus untuk dibaca oleh seorang anak laki laki ,artikel ini saya dapat kan dari salah satu situs di internet dan saya rasa cukup bermanfaat bagi yang membacanya , selamat membaca :)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Rasanya hampir tidak dapat dipercaya sekarang ibu menulis soal ini kepada anak laki laki yang sangat membanggakan hati. Ibu tidak bisa lebih bersyukur atau meminta kepada Tuhan memperoleh putra yang lebih baik daripada kalian. Kalian bertiga adalah anugerah terbesar dan terindah yang Tuhan berikan kepada ibu. I could never ask for more…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Membesarkan kalian adalah masa masa terindah dalam hidupku, sekalipun itu harus ditukar dengan prospek perkembangan karir, ibu bahagia memilih menjadi ibu rumah tangga dan menyaksikan kalian tumbuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Pada akhirnya ibu harus bicara soal jodoh, mengingat saat ini kalian sudah cukup pusing dikejar kejar cewek yang tentu saja mengagumi kualitas yang ada dalam diri kalian. You were brought up with lots of love and values from your parents. Never forget that.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Rasanya ibu tidak harus panjang lebar mengulang kembali bagaimana menjadi laki laki sejati . Satu kalimat sederhana mampu mengungkapkan petuah panjang soal itu : Contohilah ayahmu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Soal cewek, ibu dapat memahami rasa heran maupun kebingungan kalian. Wanita memang tidak mudah dipahami. Sampai detik ini juga ibu kadang sukar memahami diri sendiri. Itu bagian misteri perempuan yang justru menambah keindahannya. Satu pemahaman umum sederhana adalah wanita ingin disayangi dan dilindungi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Soal selera secara fisik, ibu tidak perlu komen panjang lebar. Masing masing kalian memiliki selera berbeda, dan itu sah sah saja… Selera itu adalah hak prerogatif yang tidak bisa diganggu gugat. Yang pasti secara jujur ibu harus mengatakan bahwa inner beauty adalah hal terpenting, tapi inner beauty tanpa dibungkus dengan kulit luar yang apik akan menjadi kurang maksimal karena kalian sebagai laki laki sejati tidak mau merasa malu membawa istri dan mengenalkannya kepada orang lain, terutama sahabat dan keluarga. Kalian berdua sudah cukup dewasa untuk mengartikan ini…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Dari dulu ibu tidak pernah rewel soal berteman. Yang selalu ibu ingatkan adalah harus selalu baik dan sopan kepada orang lain. Berkawanlah sebanyak mungkin. Jangan memilih milih teman karena status sosialnya maupun dilihat dari uangnya. Tidak semua yang kaya itu baik, tidak semua yang miskin juga baik. Uang hanyalah sarana dan alat membeli sesuatu yang dibutuhkan dan diinginkan. Uang itu perlu, oleh karenanya aturlah uang dengan baik, dan jangan pernah membiarkan uang mengatur kalian, apalagi sampai bisa membeli hati nurani.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Entahlah kalau ibu ibu yang lain… tapi ketika menyangkut soal memilih jodoh, ibu harus minta maaf lebih dulu. Jujur ibu akan sanget bawel soal ini. Ibu tidak pernah mungkin bisa benar benar objektif menilai wanita yang akan menjadi istri kalian, tapi sedapat mungkin ibu janji akan bersikap adil dan fair sebatas kemampuan ibu. You two know that I am a fair person. Ibu benci ketidak adilan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Meskipun sejujurnya ibu sudah berulang kali mengatakan… rasanya tidak ada wanita yang cukup pantas mendapatkan kalian. Ini adalah ungkapan kebanggaan seorang ibu kepada anak laki lakinya. Overdosis ? mungkin memang kedengaran berlebihan… but I can’t help it. Kelak istri kalian juga akan merasakan hal yang sama jika kalian memiliki anak laki laki…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Memilih istri itu mungkin kurang lebih mirip dengan memilih mobil… Ada begitu banyak ragam jenis mobil dengan spesifikasi yang berbeda. Kenali diri kalian.. ketahui apa yang menjadi selera kalian. Satu hal prinsip yang paling berbeda antara istri dan mobil adalah : Istri itu abadi. Tidak bisa ditukar tambah kapan saja kalian mau. When you get married, you married for life.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Jangan pernah menikah hanya karena merasa sudah umurnya harus menikah. Menikahlah karena kalian merasa pasti bahwa dengan dirinya kalian akan saling membahagiakan selamanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Ini yang bisa ibu katakan mengenai petunjuk umum secara garis besar ketika itu menyangkut calon istri…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;- Look for the right chemistry. Kalian akan tahu itu ketika bertemu dengan yang cocok. Kalian akan menyadari bahwa rasanya masuk akal kenapa selama ini yang lain kurang menarik, dan ada sesuatu yang rasanya kurang sebelum bertemu dengannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Ada pesona tersendiri yang dibawanya yang memang melekat dalam dirinya tanpa dibuat buat. Ibu pikir dulu ayahmu jatuh cinta dengan ibu karena diantara teman teman calon dokternya yang lembut feminin, tiba tiba nongol seorang wanita yang lain dari yang lain. Yang bisa memanjat pohon dan berantem dengan sangat baik…. Rupanya pria kalem yang tenang itu tergeletak tak berdaya dengan seorang gadis blak blakan yang kalau makan tidak pernah malu malu, dan bisa menyatakan pendapatnya dengan jujur, sekalipun harus berbeda… Siapa yang bisa menyangka ? Tanya ayahmu soal chemistry… ibu tidak pernah bosan mendengar cerita klasik bagaimana dia jatuh cinta dengan ibu…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;- Nilai kebaikannya bukan semata dari cara dia memperlakukan kalian, tapi bagaimana dia memperlakukan orang lain, terutama mereka yang lebih tidak beruntung dari dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Tentu saja wanita akan baik kepada pria yang dicintainya. Kebaikan sejati itu dinilai dari bagaimana dia bersikap dan memperlakukan orang lain. Apakah dia adil dan jujur ? Apakah dia penuh belas kasih ? Bagaimana dia menghormati orang tua dan memperlakukan teman temannya ? Dengan siapa dia bergaul ?. Bagaimana gaya hidupnya ? Apakah dia bisa tersenyum sama lebarnya ketika diajak makan di restaurant mahal ataupun di warung Tegal yang murah meriah ?.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Perlu waktu untuk menilai ini semua. Tapi kalau soal jodoh, selalu ibu katakan, jangan merasa diburu buru. Take your time… give time enough time.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;- Pilihlah wanita yang mampu menertawakan dirinya sendiri. Ini kemampuan hebat yang sangat perlu. Hidup ini akan membawa kalian kepada banyak masalah dan lika liku… Tapi tidak ada yang lebih menyenangkan daripada hidup bersama dengan wanita yang mampu membuat kalian tertawa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Pilihlah wanita yang bisa tertawa ketika kalian mengatakan “kartu ATM-ku tertelan lagi….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Selera humor yang baik itu bukan menertawakan orang lain, tapi lebih kepada bagaimana dia bisa menertawakan dirinya sendiri dan melihat sisi lucu dan baik dari segala sesuatu. Pada akhirnya cinta yang bergelora itu akan stabil… kupu kupu yang terbang tak tentu arah dalam perut kalian ketika pertama jatuh cinta, akan hinggap dengan tenang dan menetap, digantikan dengan rasa nyaman yang menyenangkan…, tapi perekat cinta yang awet adalah tertawa bersama menjalani kehidupan rumah tangga kalian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;- Menikahlah dengan wanita yang memiliki prinsip hidup yang baik dan menghormati prinsip prinsipnya. Dia tidak harus selalu setuju dengan kalian. Buat apa menikah dengan orang yang selalu mengatakan ya ? When two person always agree, one is not necessary…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Pilihlah wanita yang mampu menyikapi perbedaan pendapat, mampu menghargai perbedaan selera dan berkompromi secara fair…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Menikahlah dengan wanita yang mampu bicara jujur demi kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;- Ini yang terakahir, tapi bukan berarti tidak penting…. Menikahlah dengan wanita yang menghormati kalian. Ibu akan menjadi orang yang paling naik pitam jika kalian dikasari. Terutama di depan umum. Never .. ever let a woman be rude to you.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Ibu bisa mengatakan ini karena ibu mendidik kalian untuk selalu menghormati dan menghargai wanita. Cinta tanpa penghargaan bagaikan mobil tanpa setir, tidak berguna.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Well, you know your mother.. ini dulu yang bisa ibu katakan. Mudah mudahan tidak ada lagi yang perlu ibu tambahkan kecuali bahwa I love you and will always be proud of you , my sons.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: Helvetica, Arial, &#39;DejaVu Sans Condensed&#39;, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; font-family: &#39;Comic Sans MS&#39; !important; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;For Russell and Reinhart, with unlimited love from your Mum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2013/07/ketika-seorang-ibu-berbicara-tentang.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-5615152467993269402</guid><pubDate>Tue, 09 Jul 2013 01:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-09T08:16:43.847+07:00</atom:updated><title>Mengapa Muhammadiyah Menggunakan Metode Hisab</title><description>&lt;div style=&quot;font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; margin-bottom: 24px; margin-top: 24px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;Salah
satu saat Muhammadiyah ‘naik’ di media massa adalah ketika menjelang Ramadhan
dan Idul Fitri. Pasalnya, Muhammadiyah yang memakai metode hisab terkenal
selalu mendahului pemerintah yang memakai metode rukyat dalam menentukan
masuknya bulan Qamariah. Hal ini menyebabkan ada kemungkinan 1 Ramadhan dan 1
Syawal versi Muhammadiyah berbeda dengan pemerintah. Dan hal ini pula yang
menyebabkan Muhammadiyah banyak menerima kritik, mulai dari tidak patuh pada
pemerintah, tidak menjaga ukhuwah Islamiyah, hingga tidak mengikuti Rasullullah
Saw yang jelas memakai rukyat al-hilal. Bahkan dari dalam kalangan Muhammadiyah
sendiri ada yang belum bisa menerima penggunaan metode hisab ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;Umumnya,
mereka yang tidak dapat menerima hisab karena berpegang pada salah satu hadits
yaitu&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;“Berpuasalah
kamu karena melihat hilal dan berbukalah (Idul Fitri) karena melihat hilal
pula. Jika bulan terhalang oleh awan terhadapmu, maka genapkanlah bilangan
bulan Sya’ban tigapuluh hari” (HR Al Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;Hadits
tersebut (dan juga contoh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam) sangat jelas
memerintahkan penggunaan rukyat, hal itulah yang mendasari adanya pandangan
bahwa metode hisab adalah suatu bid’ah yang tidak punya referensi pada
Rasulullah Saw. Lalu, mengapa Muhammadiyah bersikukuh memakai metode hisab?
Berikut adalah alasan-alasan yang &amp;nbsp;diringkaskan dari makalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Prof. Dr. Syamsul Anwar, M.A.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;yang
disampaikan dalam pengajian Ramadhan 1431.H PP Muhammadiyah di Kampus Terpadu
UMY.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;Hisab
yang dipakai Muhammadiyah adalah hisab wujud al hilal, yaitu metode menetapkan
awal bulan baru yang menegaskan bahwa bulan Qamariah baru dimulai apabila telah
terpenuhi tiga parameter: telah terjadi konjungsi atau ijtimak, ijtimak itu
terjadi sebelum matahari terbenam, dan pada saat matahari terbenam bulan berada
di atas ufuk. Sedangkan argumen mengapa Muhammadiyah memilih metode hisab,
bukan rukyat, adalah sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;semangat
Al Qur’an adalah menggunakan hisab. Hal ini ada dalam ayat&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;“Matahari dan bulan beredar menurut
perhitungan” (QS 55:5)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Ayat ini bukan sekedar menginformasikan
bahwa matahari dan bulan beredar dengan hukum yang pasti sehingga dapat
dihitung atau diprediksi, tetapi juga dorongan untuk menghitungnya karena
banyak kegunaannya. Dalam QS Yunus (10) ayat 5 disebutkan bahwa kegunaannya
untuk mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;jika
spirit Qur’an adalah hisab mengapa Rasulullah Saw menggunakan rukyat? Menurut
Rasyid Ridha dan Mustafa Az Zarqa, perintah melakukan rukyat adalah perintah
ber-ilat (beralasan). Ilat perintah rukyat adalah karena ummat zaman Nabi saw
adalah ummat yang ummi, tidak kenal baca tulis dan tidak memungkinkan melakukan
hisab. Ini ditegaskan oleh Rasulullah Saw dalam hadits riwayat Al Bukhari dan
Muslim,&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;“Sesungguhnya kami
adalah umat yang ummi; kami tidak bisa menulis dan tidak bisa melakukan hisab.
Bulan itu adalah demikian-demikian. Yakni kadang-kadang dua puluh sembilan hari
dan kadang-kadang tiga puluh hari”.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Dalam kaidah fiqhiyah,
hukum berlaku menurut ada atau tidak adanya ilat. Jika ada ilat, yaitu kondisi
ummi sehingga tidak ada yang dapat melakukan hisab, maka berlaku perintah
rukyat. Sedangkan jika ilat tidak ada (sudah ada ahli hisab), maka perintah
rukyat tidak berlaku lagi. Yusuf Al Qaradawi menyebut bahwa rukyat bukan tujuan
pada dirinya, melainkan hanyalah sarana. Muhammad Syakir, ahli hadits dari
Mesir yang oleh Al Qaradawi disebut seorang salafi murni, menegaskan bahwa
menggunakan hisab untuk menentukan bulan Qamariah adalah wajib dalam semua
keadaan, kecuali di tempat di mana tidak ada orang mengetahui hisab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;dengan
rukyat umat Islam tidak bisa membuat kalender. Rukyat tidak dapat meramal
tanggal jauh ke depan karena tanggal baru bisa diketahui pada H-1. Dr.Nidhal
Guessoum menyebut suatu ironi besar bahwa umat Islam hingga kini tidak
mempunyai sistem penanggalan terpadu yang jelas. Padahal 6000 tahun lampau di
kalangan bangsa Sumeria telah terdapat suatu sistem kalender yang terstruktur
dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;Keempat,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;rukyat
tidak dapat menyatukan awal bulan Islam secara global. Sebaliknya, rukyat
memaksa umat Islam berbeda memulai awal bulan Qamariah, termasuk bulan-bulan
ibadah. Hal ini karena rukyat pada visibilitas pertama tidak mengcover seluruh
muka bumi. Pada hari yang sama ada muka bumi yang dapat merukyat tetapi ada
muka bumi lain yang tidak dapat merukyat. &amp;nbsp;Kawasan bumi di atas lintang
utara 60 derajad dan di bawah lintang selatan 60 derajad adalah kawasan tidak
normal, di mana tidak dapat melihat hilal untuk beberapa waktu lamanya atau
terlambat dapat melihatnya, yaitu ketika bulan telah besar. Apalagi kawasan
lingkaran artik dan lingkaran antartika yang siang pada musim panas melabihi
24jam dan malam pada musim dingin melebihi 24 jam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;Kelima,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;jangkauan
rukyat terbatas, dimana hanya bisa diberlakukan ke arah timur sejauh 10 jam.
Orang di sebelah timur tidak mungkin menunggu rukyat di kawasan sebelah barat
yang jaraknya lebih dari 10 jam. Akibatnya, rukyat fisik tidak dapat menyatukan
awal bulan Qamariah di seluruh dunia karena keterbatasan jangkauannya. Memang,
ulama zaman tengah menyatakan bahwa apabila terjadi rukyat di suatu tempat maka
rukyat itu berlaku untuk seluruh muka bumi. Namun, jelas pandangan ini
bertentangan dengan fakta astronomis, di zaman sekarang saat ilmu astronomi
telah mengalami kemajuan pesat jelas pendapat semacam ini tidak dapat
dipertahankan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;Keenam,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;rukyat
menimbulkan masalah pelaksanaan puasa Arafah. Bisa terjadi di Makkah belum
terjadi rukyat sementara di kawasan sebelah barat sudah, atau di Makkah sudah
rukyat tetapi di kawasan sebelah timur belum. Sehingga bisa terjadi kawasan
lain berbeda satu hari dengan Makkah dalam memasuki awal bulan Qamariah.
Masalahnya, hal ini dapat menyebabkan kawasan ujung barat bumi tidak dapat
melaksanakan puasa Arafah karena wukuf di Arafah jatuh bersamaan dengan hari Idul
Adha di ujung barat itu. Kalau kawasan barat itu menunda masuk bulan Zulhijah
demi menunggu Makkah padahal hilal sudah terpampang di ufuk mereka, ini akan
membuat sistem kalender menjadi kacau balau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 13.55pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 8.5pt;&quot;&gt;Argumen-argumen
di atas menunjukkan bahwa rukyat tidak dapat memberikan suatu penandaan waktu
yang pasti dan komprehensif. Dan karena itu tidak dapat menata waktu
pelaksanaan ibadah umat Islam secara selaras diseluruh dunia. Itulah mengapa
dalam upaya melakukan pengorganisasian system waktu Islam di dunia internasional
sekarang muncul seruan agar kita menggunakan hisab dan tidak lagi menggunakan
rukyat. Temu pakar II untuk Pengkajian Perumusan Kalender Islam&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;(Ijtima’ al Khubara’ as Sani li
Dirasat Wad at Taqwimal Islami&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) tahun 2008 di Maroko dalam
kesimpulan dan rekomendasi (&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;at
Taqrir al Khittami wa at Tausyiya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;h) menyebutkan:&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;“Masalah penggunaan hisab: para
peserta telah menyepakati bahwa pemecahan problematika penetapan bulan Qamariah
di kalangan umat Islam tidak mungkin dilakukan kecuali berdasarkan penerimaan
terhadap hisab dalam menetapkan awal bulan Qamariah, seperti halnya penggunaan
hisab untuk menentukan waktu-waktu shalat”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.fimadani.com/mengapa-muhammadiyah-menggunakan-metode-hisab/&quot;&gt;http://www.fimadani.com/mengapa-muhammadiyah-menggunakan-metode-hisab/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2013/07/mengapa-muhammadiyah-menggunakan-metode.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-1825972665050863930</guid><pubDate>Sat, 27 Apr 2013 06:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-27T13:20:07.825+07:00</atom:updated><title>Biografi Ustadz Jeffry : Hidayah Antarkan Mantan Narkoba Menjadi Ustadz</title><description>
&lt;header&gt;
&lt;h1&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;a class=&quot;fancybox&quot; href=&quot;http://img.eramuslim.com/media/2013/04/download199.jpeg&quot; rel=&quot;fancybox&quot; title=&quot;download&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-53046&quot; height=&quot;163&quot; src=&quot;http://img.eramuslim.com/media/2013/04/download199.jpeg&quot; title=&quot;download&quot; width=&quot;198&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;h1&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;Ustadz
 ganteng ini laris diminta berdakwah. Perjalanan hidup Jeffry Al Buchori
 sungguh dahsyat. Penuh gejolak dan tikungan tajam. Proses pergulatan 
yang luar biasa ia alami sampai ia menemukan kehidupan yang tenang dan 
menenteramkan. Simak kisahnya…&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;/header&gt;

Sebetulnya aku tidak ingin bercerita banyak tentang masa laluku. 
Maklum, masa laluku sangat kelam. Namun, setelah kupikir, siapa tahu 
perjalanan hidupku ini bisa menjadi pelajaran bagi orang lain. Baiklah, 
aku bersedia membagi pengalaman hidupku pada para pembaca. Insya Allah, 
ada gunanya.&lt;br /&gt;
Aku lahir dengan nama Jeffry Al Buchori Modal pada 12 April 1973 di 
Jakarta. Waktu aku lahir, keluargaku memang sudah menetap di Jakarta. 
Aku lahir sebagai anak tengah, maksudku anak ke-3 dari lima bersaudara. 
Tiga saudara kandungku laki-laki, dan si bungsu adalah perempuan. 
Layaknya bersaudara, hubungan kami berlima cukup dekat. Sekadar 
bertengkar, sih, wajar saja. Apalagi, jarak usia kami tidak berjauhan.&lt;br /&gt;
Apih (panggilan Jefri untuk ayahnya, Red.), M. Ismail Modal, adalah 
pria bertubuh tinggi besar asli Ambon, sedangkan Umi, begitu aku biasa 
memanggil ibu, Tatu Mulyana asli Banten. Apih mendidik kami berlima 
dengan sangat keras. Tapi, kalau tidak begitu, aku tidak akan merasakan 
manfaat seperti sekarang. Kalau kami sampai lupa salat atau mengaji, 
wah, jangan ditanya hukuman yang akan diberikan Apih. Dalam hal agama, 
Apih dan Umi memang mendidik kami secara ketat.&lt;br /&gt;
Namun, sebetulnya Umi adalah seorang ibu yang amat sabar dan lembut 
dalam menghadapi anak-anaknya. Apih pun orang yang selalu bersikap 
obyektif. Dia akan membela keluarganya mati-matian bila memang 
keluarganya yang benar. Sebaliknya dia tidak segan-segan menyalahkan 
kami bila memang berbuat salah.&lt;br /&gt;
&lt;a class=&quot;fancybox&quot; href=&quot;http://img.eramuslim.com/media/2013/04/images64.jpeg&quot; rel=&quot;fancybox&quot; title=&quot;images&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-53049&quot; height=&quot;194&quot; src=&quot;http://img.eramuslim.com/media/2013/04/images64.jpeg&quot; title=&quot;images&quot; width=&quot;259&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Berada
 di lingkungan keluarga yang taat agama membuatku menyukai pelajaran 
agama. Sewaktu kelas 5 SD, aku pernah ikut kejuaraan MTQ sampai tingkat 
provinsi. Selain agama, pelajaran yang juga kusukai adalah kesenian. 
Entah mengapa, aku suka sekali tampil di depan orang banyak. Oh ya, 
setelah kenaikan kelas, dari kelas 3 aku langsung melompat ke kelas 5. 
Jadilah aku sekelas dengan kakakku yang kedua.&lt;br /&gt;
BERKEPRIBADIAN GANDA&lt;br /&gt;
Lulus SD, Apih memasukkanku dan kedua kakakku ke sebuah pesantren 
modern di Balaraja, Tangerang. Beliau ingin kami mendalami pelajaran 
agama. Rupanya tidak semua keinginannya bersambut, semua ini karena 
kenakalanku.&lt;br /&gt;
Orang bilang, anak tengah biasanya agak nakal. Aku tidak tahu 
ungkapan itu benar atau tidak. Yang jelas hal itu berlaku padaku. 
Sebagai anak tengah, aku sering membuat orang tua kesal. Di pesantren, 
aku sering berulah.&lt;br /&gt;
Salah satu kenalakanku, di saat yang lain salat, aku diam-diam tidur.
 Kenakalan lain, kabur dari pesantren untuk main atau nonton di bioskop 
adalah hal biasa. Sebagai hukumannya, kepalaku sering dibotaki. Tapi, 
tetap saja aku tak jera.&lt;br /&gt;
Tampaknya aku seperti punya kepribadian ganda, ya. Di satu sisi aku 
nakal, di sisi lain keinginan untuk melantunkan ayat-ayat suci begitu 
kuat. Tiap ada kegiatan keagamaan, aku selalu terlibat. Bersama kedua 
kakakku, aku juga pernah membuat drama tanpa naskah berjudul Kembali Ke 
Jalan Allah yang diperlombakan di pesantren. Ternyata karya kami itu 
dinilai sebagai drama terbaik se-pesantren.&lt;br /&gt;
Bahkan, aku juga juara lomba azan, lomba MTQ, dan qasidah. Akan 
tetapi, entah kenapa, aku juga tak pernah ketinggalan dalam kenakalan. 
Tinggal dalam lingkungan pesantren, kelakuan burukku bukannya berkurang,
 malah makin menjadi. Puncaknya, aku sudah bosan bersekolah di 
pesantren.&lt;br /&gt;
Akhirnya, hanya empat tahun aku di pesantren. Dua tahun sebelum 
menamatkan pelajaran, aku keluar. Lalu, Apih memasukkanku ke sekolah 
aliyah (setingkat SMA, Red.). Rupanya keluar dari pesantren tidak 
membuatku lebih baik. Aku yang mulai beranjak remaja justru jadi makin 
nakal.&lt;br /&gt;
KENAL DUNIA MALAM&lt;br /&gt;
Memang, sih, tiap ada acara keagamaan aku tak pernah ketinggalan. 
Namun, aku juga selalu mau bila ada teman mengajak ke kantin sekolah. 
Bukan untuk jajan, tapi memakai narkoba! Aku juga sering kabur dan pergi
 tanpa tujuan yang jelas. Ya, aku seperti burung lepas dari sangkar, 
terbang tak terkendali.&lt;br /&gt;
Masa SMA memang suram bagiku. Masa yang tak pernah lengkap. 
Maksudnya, aku tak punya teman sebaya. Kenapa? Ya, meski usiaku masih 15
 tahun, aku bergaul dengan pemuda berusia 20 tahunan. Pacaran pun dengan
 yang lebih tua. Di sekolah ini aku hanya bertahan setahun. Pindah ke 
SMA lain, keseharianku tak jauh berbeda. Malah makin parah.&lt;br /&gt;
Dari perkenalan dengan beberapa teman, aku mengenal petualangan baru.
 Umur 16 tahun, aku mulai kenal dunia malam. Aku masuk sekolah hanya 
saat ujian. Buatku, yang penting lulus. Aku lebih suka mendatangi 
diskotek untuk menari. Terus terang, aku memang tertarik pada tarian di 
diskotek. Tiap ke sana, diam-diam aku selalu mempelajari gerakan 
orang-orang yang nge-dance. Lalu kutirukan.&lt;br /&gt;
Aku jadi seorang penari, bertualang dari satu diskotek ke diskotek 
lain, tenggelam dalam dunia malam. Saat ada lomba dance, aku mencoba 
ikut. Usahaku tak sia-sia. Beberapa kali aku berhasil memboyong piala ke
 rumah sebagai the best dancer. Selain itu, aku juga berhasil jadi 
penari di Dufan pada tahun 1990, meski hanya selama setahun. Sampai 
sekarang masih banyak temanku yang jadi penari di sana.&lt;br /&gt;
Aku juga pernah jadi foto model, bahkan ikut fashion show di 
diskotek. Mungkin waktu itu aku merasa sangat cakep, ya. Tapi menurutku,
 kegiatan-kegiatan itu masih positif, meski terkadang aku suka minum. 
Dengan segala kebengalanku, tahun 1990 aku berhasil lulus SMA.&lt;br /&gt;
MAIN SINETRON&lt;br /&gt;
Aku mengalami masa yang menurutku paling dahsyat setelah tamat SMA. 
Ceritanya salah seorang teman penari, memperkenalkanku pada Aditya Gumai
 yang saat itu aktif di dunia seni peran. Dari Aditya aku mengenal dunia
 akting. Waktu itu, kami masih latihan menari di Taman Ismail Marzuki. 
Saat latihan pindah ke Gedung Pemuda di Senayan, mulailah aku main 
sinetron. Mulanya aku hanya mengamati para pemain yang sedang syuting, 
sambil diam-diam belajar.&lt;br /&gt;
Aku memang suka mencuri ilmu. Waktu tidur di kos salah satu temanku 
di dekat kampus Institut Kesenian Jakarta, aku sering mencuri ilmu juga 
dari para mahasiswa. Kalau mereka sedang kuliah atau praktik, aku sering
 mengamati mereka.&lt;br /&gt;
&lt;a class=&quot;fancybox&quot; href=&quot;http://img.eramuslim.com/media/2013/04/images65.jpeg&quot; rel=&quot;fancybox&quot; title=&quot;images&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft size-full wp-image-53051&quot; height=&quot;159&quot; src=&quot;http://img.eramuslim.com/media/2013/04/images65.jpeg&quot; title=&quot;images&quot; width=&quot;318&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Nah,
 ketika para pemain sinetron sedang latihan, terkadang aku menggantikan 
salah satunya. Ternyata aku ditertawakan. Karena pada dasarnya aku orang
 yang enggak suka diperlakukan seperti itu, aku malah jadi terpacu. Aku 
makin giat berlatih akting secara otodidak. Akhirnya, saat yang senior 
belum juga dapat giliran main, aku sudah mendapat peran. Aku diajak 
Aditya main sinetron. Waktu dikasting, aku berhasil mendapat peran.&lt;br /&gt;
Tahun 1990, aku main sinetron Pendekar Halilintar. Saat itu, sinetron
 masih dipandang sebelah mata oleh bintang film. Namun, Apih mati-matian
 menentangku. Kenapa? Rupanya Apih tahu persis seperti apa lingkungan 
dunia film. Dulu, beliau juga pernah main film action, antara lain Macan
 Terbang dan Pukulan Berantai. Dari beliaulah aku menuruni darah seni.&lt;br /&gt;
Ditentang Apih tak membuat langkahku surut. Mungkin jalan hidupku 
memang harus begini. Tak satu pun larangan Apih yang mampir ke otakku 
untuk kujadikan bahan pikiran. Nasihat Apih tak lagi kudengarkan. 
Tawaran untuk main sinetron yang berdatangan membuatku makin yakin, 
inilah yang kucari. Aku tak mau menuruti keinginan orang tua karena 
merasa diriku benar. Akhirnya konflik antara aku dan orang tuaku pecah.&lt;br /&gt;
Sebagai bentuk perlawananku pada orang tua, aku tak pernah pulang ke 
rumah. Tidur berpindah-pindah di rumah teman. Rambut juga kupanjangkan. 
Aku seperti tak punya orang tua. Bahkan, tak pernah terlintas dalam 
benakku bahwa suatu hari mereka akan pulang ke haribaan. Yang kupikirkan
 hanya kesenangan dan egoku semata.&lt;br /&gt;
Pada saat bersamaan, karierku di dunia seni peran terus melaju. Aku 
semakin mendapatkan keasyikan. Setelah itu, aku mendapat peran dalam 
sinetron drama Sayap Patah yang juga dibintangi Dien Novita, Ratu Tria, 
dan almarhum WD Mochtar.&lt;br /&gt;
Aku semakin merasa pilihanku tak salah setelah dinobatkan sebagai 
Pemeran Pria Terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI 
tahun 1991. Aku bangga bukan main, karena merasa menang dari orang tua. 
Kesombonganku makin menjadi. Aku makin merasa inilah yang terbaik 
buatku, ketimbang pilihan orangtuaku.&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
“DI KABAH, KUMINTA AMPUNAN ALLAH”&lt;br /&gt;
Tawaran main sinetron berdatangan menghampiri Jeffry. Seiring dengan itu, ia makin tenggelam dalam dunianya yang kelam.&lt;br /&gt;
Sejak kenal sinetron, aku makin menyukai dunia akting. Aku tak peduli
 meski Apih menentangku. Namun, belakangan aku paham, di balik 
etidaksetujuannya, sebetulnya orang menyimpan rasa bangga. Orang tua 
cerita, mereka sedang ke Tanah Suci membawa rombongan ibadah haji saat 
sinetron Sayap Patah yang kumainkan ditayangkan.&lt;br /&gt;
Ternyata, mereka nonton sinetronku. Komentar mereka membanggakanku. 
Mereka mengakui, ternyata aku bisa berprestasi. Setelah itu, aku 
mendapat berbagai tawaran main, antara lain sinetron Sebening Kasih, 
Opera Tiga Jaman, dan Kerinduan. Selain namaku makin mencuat, rezeki 
juga terus mengalir.&lt;br /&gt;
Namun, aku malah jadi lupa diri. Ketenaran tidak penting buatku. Yang
 penting menikmati hidup. Dunia malam terus kugeluti. Kalau ke diskotek,
 aku tak lupa mengonsumsi narkoba. Bahkan, untuk urusan yang satu ini, 
aku bisa dibilang tamak. Biasanya, aku meminum satu pil dulu. Kalau 
kurasa belum “on”, kuminum satu lagi. Begitu seterusnya.&lt;br /&gt;
Akhirnya, aku jadi sangat mabuk. Pandanganku pun jadi kabur. Mau 
melihat arloji di tangan saja, aku harus mendekatkannya ke wajahku, 
sambil menggoyang-goyangkan kepala dan membelalakkan mata supaya bisa 
melihat dengan lebih jelas. Parah, ya? Begitulah kebandelanku terus 
berlangsung.&lt;br /&gt;
KECANDUAN KIAN PARAH&lt;br /&gt;
Suatu hari di tahun 1992, Apih meninggal karena sakit. Aku menyesal 
bukan main karena selama ini selalu mengabaikan nasihat Apih. Menjelang 
kepergiannya, aku berdiri di samping tempat tidurnya di rumah sakit 
sambil menangis. Melihatku seperti itu, Apih mengatakan, laki-laki tak 
boleh menangis. Laki-laki pantang keluar air mata. Bayangkan, bahkan di 
saat-saat terakhirnya pun Apih tetap menunjukkan sikapnya yang penuh 
kasih padaku yang durhaka ini.&lt;br /&gt;
Sore itu aku dimintanya pulang ke rumah dan beliau memberiku ongkos. 
Aku menurut. Begitu aku pulang, Allah mengambilnya. Aku syok berat. Saat
 Apih dimakamkan, aku turun ke liang lahat dan memeluk jasadnya. Aku tak
 mau beranjak meski makam akan ditutup. Aku tak mau melepas 
kepergiannya. Aku menyesali perbuatanku. Selama Apih masih hidup, aku 
tak pernah mau mendengarkan ucapannya.&lt;br /&gt;
Sejak itu, Umi membesarkan kami berlima. Hidupku terus berjalan. 
Bukan ke arah yang baik, namun aku kembali ke masa seperti dulu. 
Penyesalan yang sebelumnya begitu menghantuiku karena ditinggal Apih, 
seolah lenyap. Kebandelanku bahkan makin menjadi sepeninggal Apih. 
Kesombonganku juga lebih besar dari sebelumnya karena merasa berprestasi
 dan punya uang banyak. Tak seorang pun kudengarkan lagi nasihatnya.&lt;br /&gt;
Ketika temanku menasihati, aku mencibir. Siapa dia sampai aku harus 
mendengarkan ucapannya? Ucapan orang tua saja tak kugubris. Aku 
tenggelam dalam duniaku sendiri dan jadi pecandu narkoba. Waktu itu, aku
 beralasan karena ada masalah di rumah. Padahal, sebetulnya alasan apa 
pun, termasuk broken home atau teman, tidak bisa dijadikan alasan. Diri 
sendirilah alasannya, karena bagaimana pun, kita lah yang menentukan 
semua yang terjadi pada diri kita.&lt;br /&gt;
Jadi, tidak perlu membawa-bawa orang lain atau keadaan. Namun, 
kesadaran seperti ini mana mungkin muncul pada diriku yang waktu itu 
sangat arogan? Aku makin jauh dari Tuhan. Padahal, sebelah rumahku ada 
masjid. Ketika orang berpuasa di bulan Ramadan pun, aku tetap melakukan 
kemaksiatan. Lalu, saat Lebaran tiba dan orang-orang sibuk bertakbir, 
aku malah sibuk mencari celah waktu dan tempat di mana aku bisa berbuat 
maksiat.&lt;br /&gt;
Semua ilmu agama yang pernah kupelajari dan kemampuan membaca Quran 
seperti hilang. Akal sehatku seperti hilang. Kecanduanku pada narkoba 
juga makin parah, bahkan sampai mengalami over dosis dan aku hampir 
mati. Kejahatan demi kejahatan moral terus kulakukan.&lt;br /&gt;
NAMA DICORET&lt;br /&gt;
Tak perlu aku menceritakan detail tentang kejahatan yang kulakukan. 
Yang jelas, suatu hari aku merasa menderita karena ketakutan setelah 
melakukan sebuah perbuatan. Aku benar-benar ketakutan! Aku jadi gampang 
curiga pada siapa saja. Aku selalu berburuk sangka pada apa pun. 
Kesombonganku pada uang dan prestasi lenyap digantikan ketakutan. Yang 
kulakukan setiap hari adalah berdiam diri di kamar, dengan selalu 
berpikiran bahwa setiap orang yang datang akan membunuhku. Aku sibuk 
mengintip dari bawah pintu, siapa tahu ada orang datang untuk 
membunuhku.&lt;br /&gt;
Telingaku jadi sangat sensitif. Aku sering merasa mendengar ada orang
 sedang berjalan di atap rumah ingin membunuhku. Aku tersiksa selama 
berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Orang-orang 
mengatakan, aku sudah gila.&lt;br /&gt;
Pada saat bersamaan, kecanduanku pada narkoba membuatku termasuk 
dalam daftar hitam dunia sinetron. Namaku dicoret. Tak ada lagi yang mau
 memakaiku sebagai pemain. Selain itu, cewek-cewek yang ada di dekatku 
juga menjauh. Dulu aku termasuk playboy.&lt;br /&gt;
Di saat aku sendiri, ada Umi yang selama ini sudah sangat sering 
kusakiti hatinya. Umi tetap menyayangiku dengan cintanya yang besar. 
Seburuk apa pun orang berkomentar tentang aku, hati Umi tetap baik dan 
sabar. Air matanya tak pernah kering untuk mendoakan anak-anaknya, 
terutama aku agar berubah jadi lebih baik.&lt;br /&gt;
Doa tulus Umi dikabulkan Allah. Sungguh luar biasa, Allah menunjukkan
 kebaikan-Nya padaku. Allah memberiku kesempatan untuk bertobat. 
Kesadaran ini muncul lewat suatu proses yang begitu mencekamku.&lt;br /&gt;
DIAJAK UMI UMRAH&lt;br /&gt;
Sungguh, aku merasa sangat ketakutan ketika suatu hari bermimpi 
melihat jasadku sendiri dalam kain kafan. Antara sadar dan tidak, aku 
terpana sambil bertanya pada diri sendiri. Benarkah itu jasadku? Aku 
juga disiksa habis-habisan. Begitulah, setiap tidur aku selalu bermimpi 
kejadian yang menyeramkan. Dalam tidur, yang kudapat hanya penderitaan. 
Aku jadi takut tidur. Aku takut mimpi-mimpi itu datang lagi.&lt;br /&gt;
Aku juga jadi takut mati. Padahal dulu aku sempat menantang maut. 
Meminta mati datang karena aku tak sanggup lagi bertahan saat ada 
masalah dengan seorang cewek. Sebetulnya sepele, kan? Tapi masalah itu 
kuberat-beratkan sendiri. Rasa takut mati itulah yang akhirnya membuatku
 sadar bahwa ada yang tidak meninggalkanku dalam keadaan seperti ini, 
yaitu Allah.&lt;br /&gt;
Aku teringat kembali pada-Nya dan menyesali semua perbuatanku selama 
ini. Pelan-pelan, keadaanku membaik. Kesadaran-kesadaran itu datang 
kembali. Aku menemui Umi, bersimpuh meminta maaf atas semua dosa yang 
kulakukan. Umi memang luar biasa. Betapa pun sudah kukecewakan demikian 
rupa, beliau tetap menyayangi dan memaafkanku. Umi lalu mengajakku 
berumrah.&lt;br /&gt;
Dengan kondisiku yang masih labil dan rapuh, kami berangkat ke Tanah 
Suci. Kali ini aku berniat sembuh dan kembali ke jalan Allah. Di sana, 
aku mengalami beberapa peristiwa yang membuatku sadar pada dosa-dosaku 
sebelumnya. Usai salat Jumat di Madinah, Umi mengajakku ke Raudhoh. Aku 
tak tahu apa itu Raudhoh, tapi kuikuti saja. Umi terus meminta ampunan 
pada Allah.&lt;br /&gt;
Aku lalu keluar, berjalan menuju makam Nabi Muhammad. Aku bersalawat.
 Begitu keluar dari pintu masjid, rasanya seperti ada yang menarikku. 
Aku mencoba berjalan sekuat tenaga, tapi tak bisa. Kekuatan itu rasanya 
sangat besar. Aku lalu bersandar pada tembok. Air mataku yang dulu tak 
pernah keluar, kini mengalir deras. Aku menyesali dosa-dosaku, dan 
berjanji tak akan melakukan lagi semua itu.&lt;br /&gt;
Bagai sebuah film yang sedang diputar, semua dosa yang pernah 
kulakukan terbayang jelas di pelupuk mataku silih berganti, mulai dari 
yang kecil sampai yang besar. Tiba-tiba dari mulutku keluar kalimat 
permintaan ampunan pada Allah. Di Mekkah, di hadapan Kabah, aku 
merapatkan badan pada dindingnya.&lt;br /&gt;
Aku bersandar, menengadahkan tangan memohon ampun karena terlalu 
banyak dosa yang kulakukan. Seandainya sepulang dari Tanah Suci ini 
melakukan dosa lagi, aku minta pada Allah untuk mencabut saja nyawaku. 
Namun, seandainya punya manfaat untuk orang lain, aku minta disembuhkan.
 Aku yang dulu angkuh, sekarang tak berdaya. Setelah pulang beribadah, 
aku membaik. Aku mencoba bertahan dalam kondisi bertobat itu, tapi 
ternyata sulit luar biasa.&lt;br /&gt;
*****&lt;br /&gt;
BIDADARI CANTIK JADI PEMBANGKIT HIDUP&lt;br /&gt;
Setelah berkali-kali jatuh-bangun, akhirnya Jeffry kembali dekat pada
 agama. Kasih sayang kekasih yang akhirnya menjadi istri ikut menjadi 
pembangkit semangatnya. Perjuangannya menjadi ustaz cukup berat sampai 
akhirnya ia sukses jadi penceramah. Sepulang umrah, aku mencoba hidup 
lurus. Namun, lagi-lagi aku tergoda. Suatu malam, aku dan teman-teman 
berencana nonton jazz di Ancol. Aku memperingatkan mereka untuk tidak 
bawa narkoba, karena&lt;br /&gt;
kami sudah sepakat untuk berhenti memakai. Ternyata, salah satu temanku 
masih saja membawa cimeng. Apesnya, kami dirazia polisi di depan Hailai.&lt;br /&gt;
Teman-temanku yang lain kabur. Tinggallah aku, temanku yang membawa 
cimeng, dan satu teman lain. Aku sulit kabur karena mobil yang kami 
pakai adalah mobilku. Akhirnya kami bertiga dibawa ke kantor polisi dan 
ditahan. Aku dilepas karena tak terbukti membawa. Kucoba telepon Umi 
untuk menjelaskan masalah ini, tapi Umi tak mau menerima teleponku.&lt;br /&gt;
Si penerima telepon malah diminta Umi untuk mengatakan, beliau tak 
anak bernama Jeffry. Hatiku tercabik-cabik. Pedih rasanya tak diakui 
sebagai anak oleh Umi. Kuakui, pastilah hati Umi sudah sedemikian 
sakitnya. Bayangkan, aku yang sebelumnya sudah mengaku bertobat, malah 
kembali memilih jalan yang salah. Meski aku sudah bersumpah demi Tuhan 
tidak memakai narkoba lagi, Umi tak percaya lagi. Itulah puncak 
kemarahan Umi Sungguh bersyukur, Allah masih berkenan menolongku. Datang
 seorang gadis cantik dalam hidupku. Ia mau menerimaku apa adanya. 
Sebelumnya, banyak gadis meninggalkanku sehingga aku merasa sebatang 
kara dalam cinta. Gadis bernama Pipik Dian Irawati ini seorang model 
sampul sebuah majalah remaja tahun 1995, asal Semarang.&lt;br /&gt;
CUEK SAAT PACARAN&lt;br /&gt;
(Berikut ini adalah penuturan Pipik: Aku pertama kali melihatnya 
sedang makan nasi goreng di Menteng sekitar tahun 1996 – 1997. Rambutnya
 gondrong. Waktu itu, aku bersama Gugun Gondrong. Setahuku, Jeffry 
adalah pemain sinetron Kerinduan, karena aku mengikuti ceritanya. Aku 
ingin berkenalan dengannya, tapi Gugun melarangku.&lt;br /&gt;
Tak tahunya, waktu buka puasa bersama di rumah Pontjo Sutowo, aku 
bertemu lagi dengannya. Rambutnya sudah dipotong pendek. Aku nekat 
berkenalan. Kami mulai dekat dan saling menelepon. Aku enggak tahu kapan
 kami resmi pacaran, karena enggak pernah “jadian”. Dia juga tak pernah 
menyatakan cinta. Waktu pacaran, dia cuek setengah mati.&lt;br /&gt;
Awalnya, semangatnya boleh juga. Pertama kami pergi bareng, dia 
datang ke rumah di Kebon Jeruk, di tengah hujan deras dari rumahnya di 
Mangga Dua. Jeffry naik taksi dengan memakai jins dan sepatu bot. Ia 
yang hanya bawa uang Rp 50 ribu, mengajakku nonton di Mal Taman Anggrek.
 Di dalam bioskop, kami seperti nonton sendiri-sendiri. Dia diam saja 
selama nonton.&lt;br /&gt;
Sejak itu, kami sering jalan bareng, karena kami memang hobi nonton 
dan makan. Semakin dekat dengannya, aku makin tahu ternyata dia pemakai 
narkoba kelas berat. Teman-temanku mulai bertanya, mengapa aku mau 
berpacaran dengannya. Aku sendiri tak tahu persis alasannya. Mungkin 
rasa sayang yang sudah terlanjur muncul dalam hati yang membuatku mau 
bertahan. Hatiku terenyuh dan tak mau meninggalkan dia sendiri.&lt;br /&gt;
Tentu saja keluargaku tak ada yang tahu, karena sengaja 
kusembunyikan. Mungkin mereka baru tahu sekarang, setelah membaca kisah 
hidupnya di berbagai media. Sementara itu, aku sibuk tur keluar kota 
sebagai model, sehingga kami sering tak ketemu. Akhirnya kami putus. 
Waktu akhirnya ketemu lagi, ternyata dia sudah punya pacar lagi. Karena 
masih sayang, aku sering membawakannya hadiah dan memberi perhatian. 
Setelah Jeffry putus dari pacarnya, kami kembali bersatu.)&lt;br /&gt;
JUALAN KUE&lt;br /&gt;
Pipik sangat berarti buatku. Dia mengerti, peduli dan perhatian 
padaku. Padahal, aku sempat hampir menikah dengan orang lain. Ternyata 
Allah sayang padaku. Allah menunjukkan, wanita yang nyaris kunikahi itu 
bukan untukku. Pipik bagai bidadari yang datang dengan cinta yang besar.
 Ia memberi keyakinan, menikah dengannya akan membawa perubahan besar 
dalam hidupku.&lt;br /&gt;
Aku mendatangi Umi dan minta izin untuk menikah. Luar biasa, Umi 
tetap menerimaku dengan segala kasih sayangnya. Sambil menangis, Umi 
mengizinkanku menikah. Aku sendiri terbilang nekat. Sebab, waktu itu aku
 tak punya-apa. Badan pun kurus kering, dengan mata belok, dan penyakit 
paranoid yang kuderita tak kunjung sembuh. Bahkan, pekerjaan pun aku tak
 punya.&lt;br /&gt;
Untuk menghindari maksiat, kami menikah di bawah tangan pada tahun 
1999. Teman-temanku yang sekarang sudah meninggal karena over dosis, 
sempat menghadiri pernikahanku. Setelah itu, kami tinggal di rumah Umi. 
Sekitar 4 – 5 bulan setelah itu, kami menikah secara resmi di Semarang.&lt;br /&gt;
Namun, menikah rupanya tak cukup menghentikan kebandelanku. Istriku 
pun merasakan getahnya. Aku pernah memakai narkoba di depannya, dan 
menggunakan uangnya untuk membeli barang haram tersebut.&lt;br /&gt;
Kesulitan lain, aku dan Pipik sama-sama menganggur. Pernah kami 
mencoba berdagang kue. Malam hari kami menggoreng kacang, esok paginya 
bikin kue isi kacang dan susu. Lalu kami titipkan ke toko kue.&lt;br /&gt;
Tapi mungkin rezeki kami bukan di situ. Kue yang kami buat hanya laku
 beberapa buah. Dalam sehari kami hanya membawa pulang Rp 200 – 300. 
Akhirnya kami berhenti berjualan kue. Kehidupan kami selanjutnya kami 
jalani dengan penuh perjuangan sekaligus kesabaran.&lt;br /&gt;
MAKAN SEPIRING BERDUA&lt;br /&gt;
(Kesetiaan Pipik begitu luar biasa. Simak penuturannya berikut ini. 
Perasaan sayang yang sangat kuat membuatku mantap menikah dengannya. Aku
 tak peduli lagi meski dia pecandu, bahkan pernah mengalami over dosis 
dan hampir gila karena paranoidnya. Aku banyak mengalami hal-hal luar 
biasa dengannya. Kalau tidak sabar, mungkin aku sudah tidak bersamanya 
lagi.&lt;br /&gt;
Awal menikah, kami tinggal di rumah Umi. Meski hidup seadanya, 
beliaulah yang membiayai hidup kami. Aku dan Jeffry tak jarang makan 
sepiring berdua, karena memang benar-benar tak ada yang bisa dimakan. 
Berat rasanya jadi istri dari suami penganggur, apalagi setelah menikah 
aku tidak lagi bekerja.&lt;br /&gt;
Tapi aku yakin, Allah tidak mungkin memberikan cobaan pada umat-Nya 
melebihi kemampuannya. Aku yakin, pasti ada sesuatu yang akan diberikan 
Allah padaku. Beruntung, Umi sangat sayang padaku.&lt;br /&gt;
Aku sendiri tak jera memberi masukan padanya untuk mengubah hidup. 
Kami sama-sama saling belajar menerima kelebihan dan kekurangan satu 
sama lain. Pelan-pelan, hidupnya mulai berubah menjadi lebih baik, 
terutama setelah aku hamil. Mungkin dia sendiri sudah capek dengan 
kehidupannya yang seperti itu.)&lt;br /&gt;
HIDUP DI JALAN ALLAH&lt;br /&gt;
Pelan-pelan, aku kembali dekat pada agama. Perubahan besar terjadi 
dalam hidupku pada tahun 2000. Kala itu, Fathul Hayat, kakak keduaku 
yang setengah tahun silam meninggal karena kanker otak, memintaku 
menggantikannya memberi khotbah Jumat di Mangga Dua. Pada waktu 
bersamaan, dia diminta menjadi imam besar di Singapura.&lt;br /&gt;
Fathul memang seorang pendakwah. Selama dia di Singapura, semua 
jadwal ceramahnya diberikan padaku. Pertama kali ceramah, aku mendapat 
honor Rp 35 ribu. Uang dalam amplop itu kuserahkan pada Pipik. Kukatakan
 padanya, ini uang halal pertama yang bisa kuberikan padanya. Kami 
berpelukan sambil bertangisan.&lt;br /&gt;
Selanjutnya, kakakku memintaku untuk mulai menjadi ustaz. Inilah 
jalan hidup yang kemudian kupilih. Betapa indah hidup di jalan Allah. 
Aku mulai berceramah dan diundang ke acara seminar narkoba di berbagai 
tempat. Namun, perjuanganku tak semudah membalik telapak tangan. Tak 
semua orang mau mendengarkan ceramahku karena aku mantan pemakai 
narkoba. Tapi aku mencoba sabar.&lt;br /&gt;
Alhamdulillah, makin lama ceramahku makin bisa diterima banyak orang.
 Bahkan sekarang, aku banyak diundang untuk ceramah di mana-mana, 
termasuk di luar kota dan stasiun teve. Aku bersyukur bisa diterima 
semua kalangan. Aku pun ingin berdakwah untuk siapa saja. Aku ingin 
punya majelis taklim yang jemaahnya waria. Mereka, kan, juga punya hak 
untuk mendapatkan dakwah.&lt;br /&gt;
Kebahagiaan kami bertambah ketika tahun 2000 itu, lahir anak pertama 
kami, Adiba Kanza Az-Zahra. Dua tahun kemudian, anak kedua Mohammad 
Abidzan Algifari juga hadir di tengah kami. Mereka, juga istriku, adalah
 inspirasi dan kekuatan dakwahku. Kehidupan kami makin lengkap rasanya.&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, aku masih terus berproses berusaha menjadi orang 
yang lebih baik. Semoga, kisahku ini bisa jadi bahan pertimbangan yang 
baik untuk menjalani hidup. Pesanku, cintailah Tuhan dan orangtuamu, 
serta pilihlah teman yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;sumber :http://www.eramuslim.com/profil/biografi-ustadz-jeffry-hidayah-antarkan-mantan-narkoba-menjadi-ustadz.htm#.UXtsSUqPbE5 &lt;/i&gt;</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2013/04/biografi-ustadz-jeffry-hidayah-antarkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-387001699598784454</guid><pubDate>Sun, 21 Apr 2013 10:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-21T17:25:52.420+07:00</atom:updated><title>Kisah Cinta Paling Indah</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEWXZ5vIkFonEWPJmkQNyJS1cN-iKmGHRbQt4nfn_ZPWAB-3YxmLxn87mjNmqD6VeVao1t1Pg5DSc8Iz_YhRcu066Xv8RZpqmLmFNL-cX3jo8x-rPtjLeoz1ZjTkV8F590uyeaYWRLlOnq/s1600/love.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEWXZ5vIkFonEWPJmkQNyJS1cN-iKmGHRbQt4nfn_ZPWAB-3YxmLxn87mjNmqD6VeVao1t1Pg5DSc8Iz_YhRcu066Xv8RZpqmLmFNL-cX3jo8x-rPtjLeoz1ZjTkV8F590uyeaYWRLlOnq/s320/love.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h5 class=&quot;uiStreamMessage userContentWrapper&quot; data-ft=&quot;{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}&quot; id=&quot;u_0_0&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;messageBody&quot; data-ft=&quot;{&amp;quot;type&amp;quot;:3}&quot;&gt;&lt;span class=&quot;userContent translationEligibleUserMessage&quot;&gt;Sahabatku, taukah kalian arti cinta sejati ? Apakah sahabat pernah 
mendengar atau mengetahui kisah cinta Qais dan Laila atau kisah cinta 
Romeo dan Juliet ataukah Laila dan Majnun ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Apakah kisah cinta 
seperti itu yang dikatakan sebagai kisah cinta sejati ? Seperti yang 
sahabat ketahui bahwa kisah cinta mereka tidaklah berakhir di pelaminan 
bahkan rela mati demi cintanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Lalu, cinta seperti apakah yang
 dikatakan sebagai cinta sejati. Cinta sejati antara dua insan adalah 
cinta yang terus abadi dalam setelah pernikahan yang berlandaskan atas 
kecintaan mereka kepada Sang Pemilik Cinta yaitu Allah &#39;Azza Wa Jalla. 
Walaupun salah satu meninggal, namun cinta sejati ini terus saja abadi. 
Kisah cinta siapakah yang begitu indah ini ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kisah cinta yang 
paling indah ini siapa lagi yang memilikinya kalau bukan kisah cinta 
Junjungan kita, Baginda Nabi Muhammad Saw kepada Khadijah ra.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 
Sungguh sebuah cinta yang mengagumkan, cinta yang tetap abadi walaupun 
Khadijah telah meninggal. Setahun setelah Khadijah meninggal, ada 
seorang wanita shahabiyah yang menemui Rasulullah Saw. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Wanita 
ini bertanya, &quot;Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah ? Engkau 
memiliki 9 keluarga dan harus menjalankan seruan besar.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sambil menangis Rasulullah Saw menjawab, &quot;Masih adakah orang lain setelah Khadijah?&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Kalau saja Allah tidak memerintahkan Muhammad Saw untuk menikah, maka 
pastilah Beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. Nabi Muhammad 
Saw menikah dengan Khadijah layaknya para lelaki. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sedangkan 
pernikahan-pernikahan setelah itu hanya karena tuntutan risalah Nabi 
Saw, Beliau tidak pernah dapat melupakan istri Beliau ini walaupun 
setelah 14 tahun Khadijah meninggal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pada masa penaklukan kota 
Makkah, orang-orang berkumpul di sekeliling Beliau, sementara 
orang-orang Quraisy mendatangi Beliau dengan harapan Beliau mau 
memaafkan mereka, tiba-tiba Beliau melihat seorang wanita tua yang 
datang dari jauh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Beliau langsung meninggalkan kerumunan orang 
ini. Berdiri dan bercakap-cakap dengan wanita itu. Beliau kemudian 
melepaskan jubah Beliau dan menghamparkannya ke tanah. Beliau duduk 
dengan wanita tua itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bunda Aisyah bertanya, &quot;Siapa wanita yang diberi kesempatan, waktu, berbicara, dan mendapat perhatian penuh Nabi Saw ini?&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Nabi menjawab, &quot;Wanita ini adalah teman Khadijah.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;Kalian sedang membicarakan apa, ya Rasulullah?&quot; tanya Aisyah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;Kami baru saja membicarakan hari-hari bersama Khadijah.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Mendengar jawaban Beliau ini, Aisyah pun merasa cemburu. &quot;Apakah engkau
 masih mengingat wanita tua ini (Khadijah), padahal ia telah tertimbun 
tanah dan Allah telah memberikan ganti untukmu yang lebih baik darinya?&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 &quot;Demi Allah, Allah tidak pernah menggantikan wanita yang lebih baik 
darinya. Ia mau menolongku di saat orang-orang mengusirku. Ia mau 
mempercayaiku di saat orang-orang mendustakanku.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Aisyah merasa bahwa Rasulullah Saw marah. &quot;Maafkan aku, ya Rasulullah.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;Mintalah maaf kepada Khadijah, baru aku akan memaafkanmu.&quot; (Hadits ini diriwayatkan Bukhari dari Ummul Mukminin Aisyah)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Sahabatku, apakah mungkin ada cinta seperti itu, yang dapat terus abadi
 setelah orang yang dicintai meninggal 14 tahun yang telah lewat ? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2013/04/kisah-cinta-paling-indah.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEWXZ5vIkFonEWPJmkQNyJS1cN-iKmGHRbQt4nfn_ZPWAB-3YxmLxn87mjNmqD6VeVao1t1Pg5DSc8Iz_YhRcu066Xv8RZpqmLmFNL-cX3jo8x-rPtjLeoz1ZjTkV8F590uyeaYWRLlOnq/s72-c/love.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-6815048540784758745</guid><pubDate>Thu, 04 Apr 2013 03:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-04T10:17:35.422+07:00</atom:updated><title>Install XRDP pada Linux Fedora Core 18</title><description>Berikut langkah langkah melakukan installasi xrdp untuk melakukan remote desktop pada sistem operasi Linux Fedora Core 18&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Install paket yang dibutuhkan&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;[root@minilab ~]# yum install xrdp&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp; Setelah proses installasi selesai , buka firewall untuk port 3389&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;[root@minilab ~]#firewall-cmd --add-port=3389/tcp&lt;br /&gt;[root@minilab ~]#firewall-cmd --permanent --add-port=3389/tcp&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
3. Aktifkan service xrdp tersebut&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;[root@minilab ~]#systemctl start xrdp.service&lt;br /&gt;[root@minilab ~]#systemctl enable xrdp.service &lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2013/04/install-xrdp-pada-linux-fedora-core-18.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-2403856322021081773</guid><pubDate>Fri, 04 Jan 2013 01:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-04T08:51:41.248+07:00</atom:updated><title>Dan Lagi</title><description>&lt;iframe allowfullscreen=&quot;allowfullscreen&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/av_8jhvvO8I&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lagi terjadi peristiwa terperih

&lt;br /&gt;
Yang selalu kau beri&lt;br /&gt;
Seakan tak berarti untuk kesekian kalinya&lt;br /&gt;
Ku tak bisa berbuat apa lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reff:&lt;br /&gt;
Haruskah kita berakhir cukup sampai di sini&lt;br /&gt;
Meski hati berkata tak mampu&lt;br /&gt;
Tak ingin terlambat menyudahi keadaan ini&lt;br /&gt;
Mungkin ini jalan kita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lagi terjadi peristiwa terperih&lt;br /&gt;
Yang selalu kau beri&lt;br /&gt;
Seakan aku tak berarti untuk kesekian kalinya&lt;br /&gt;
Ku tak bisa berbuat apa lagi ooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Repeat reff [3x]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lagi terjadi peristiwa terperih&lt;br /&gt;
Yang selalu kau beri</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2013/01/dan-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/av_8jhvvO8I/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-3314902694649391918</guid><pubDate>Sun, 14 Oct 2012 13:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-14T20:43:15.165+07:00</atom:updated><title>Benang Merah Indonesia sebagai Pusat Peradaban Atlantis dan Negeri Saba</title><description>&lt;i&gt;&lt;b&gt;Indonesia selain dikenal sebagai pewaris Peradaban Benua Atlantis yang hilang, dikenal juga sebagai Pusat Peradaban Negeri Saba’&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/indonesia-3/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13252&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13252&quot; height=&quot;217&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/indonesia1.jpg?w=300&amp;amp;h=217&quot; title=&quot;Indonesia&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Ada pembahasan yang cukup menarik dan sekaligus sangat menggelitik 
pikiranku, yaitu seperti yang pernah saya baca mengenai sebuah kajian 
tentang “INDONESIA NEGERI SABA” yang disampaikan oleh KH. Fahmi Basya, 
Beliau menggambarkan begitu detil sekali berawal dari pembahasaan 
Al-Qur’an Surat Saba’ ayat 18 sebagai berikut:&lt;br /&gt;
وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا 
قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ 
وَأَيَّامًا آمِنِينَ&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami
 limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami 
tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah 
padanya beberapa malam dan siang dengan aman.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
[QS. Saba&#39;/34: 18]&lt;br /&gt;
Ya sebelum membahas Negeri Saba’, silahkan baca terlebih dahulu: &lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/08/fakta-ilmiah-benua-atlantis-yang-hilang-itu-ternyata-indonesia/&quot;&gt;Fakta Ilmiah: Benua Atlantis Yang Hilang Itu Ternyata Indonesia&lt;/a&gt;, karena nanti kita akan menemukan benang merahnya.! &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Indonesia Negeri Saba’&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ternyata berdasarkan hasil riset Lembaga Studi Islam dan 
Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam
 UIN Syarif Hidayatullah, bahwa sebenarnya “CANDI BOROBUDUR” adalah 
bangunan yang dibangun oleh “TENTARA NABI SULAIMAN” termasuk didalamnya 
dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur’an sebagai 
“ARSY RATU SABA”, sejatinya PRINCES OF SABA atau “RATU BALQIS” adalah 
“RATU BOKO” yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa, sementara 
patung-patung di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung 
Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang 
menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model dan berambut keriting. Dalam 
literatur Bani Israel dan Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa 
tukang dan berambut keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang 
menjadi bangsa tukang dan berambut keriting ( perhatikan patung Nabi 
Sulaiman di Candi Borobudur ).&lt;br /&gt;
Hasil riset tersebut juga menyimpulkan bahwa “SUKU JAWA” disebut juga
 sebagai “BANI LUKMAN” karena menurut karakternya suku tersebut sesuai 
dengan ajaran-ajaran LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalam Alqur’an. 
Perlu diketahui bahwa satu-satunya nabi yang termaktub dalam Alqur’an, 
yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman As dan negeri yang 
beliau wariskan ternyata secara kebetulan diperintah oleh keturunannya 
yang juga bernama depan SU yaitu Sukarno, Suharto, dan Susilo Bambang 
Yudhoyono (SBY) serta meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Yogyakarta –
 Jawa Tengah. Nabi Sulaiman As mewarisi kerajaan dari Nabi Daud As yang 
dikatakan didalam Alqur’an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa
 Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga
 dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan
 dengan tangan, beliau juga bersuara merdu) dan juga menaklukkan gunung 
hingga dikenal sebagai Raja Gunung. Di Nusantara ini yang dikenal 
sebagai Raja Gunung adalah “SYAILENDRA” , menurut Dr. Daoed Yoesoef nama
 Syailendra berasal dari kata saila dan indra, saila = gunung dan indra =
 raja.&lt;br /&gt;
Jadi sebenarnya Bani Israel yang sekarang menjajah Palestina bukan 
keturunan Israel asli yang hanya terdiri 12 suku, tapi mereka menamakan 
diri suku ke 13 yaitu Suku Khazar (yang asalnya dari Asia Tengah) hasil 
perkawinan campur Bani Israel yang mengalami diaspora dengan penduduk 
lokal, posisi suku Khazar ini mayoritas di seluruh dunia. Sedang Yahudi 
asli Telah menghilang yang dikenal sebagai suku-suku yang hilang “The 
Lost Tribes” yang mana mereka pergi ke timur dan banyak yang menuju ke 
“THE PROMISED LAND” yaitu Indonesia.&lt;br /&gt;
Dan kalau kita merunut lagi kembali seperti apa yang telah 
disampaikan oleh KH. Fahmi Basya tentang Candi Borobudur, maka akan 
semakin tampak jelas bahwa ketika beliau menjelaskan  tentang Negeri 
Saba’ disitu dikatakan bahwa sebuah pemerintahan yang sangat kuat karena
 dipimpin oleh Nabi Sulaiman As dan Ratu Balqis dari hasil riset dengan 
di dukung oleh data-data yang ada, maka terbukti bahwa NEGERI SABA’  itu
 adalah INDONESIA  dengan pusat pemerintahan di Jawa  dan ARSY SABA’ 
yang dipindahkan atas perintah Nabi Sulaiman As adalah  Candi Borobudur 
yang dipindahkan dari Istana Ratu BOKO, dan NEGERI SABA’ inilah yang 
kemudian dikatakan oleh KH Fahmi Basya ada kemiripan antara Cerita 
dengan BENUA ATLANTIS yang hilang itu. Dan sungguh luar biasa kalau 
fakta itu benar, berarti Negeri ini telah mewarisi peradaban besar 
bangsa-bangsa.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kembali ke pembahasan tentang NEGERI SABA’ ada 15 (lima 
belas) point penting yang menjadi bukti berdasarkan Al-Qur’an bahwa 
SABA’ itu ada di pulau Jawa (Indonesia) dan bukan di YAMAN!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Di buku-buku Ilmu Sejarah kita disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan pada abad ke-7 Masehi, tetapi menurut &lt;i&gt;Teori paruh waktu &lt;/i&gt;,
 bahwa penelitian terhadap batu candi tersebut tidak bisa dihitung 
umurnya dengan Isotop C (Carbon). Sehingga bisa ditarik Hipotesa, bahwa 
Candi Borobudur tidak dibuat pada abad ke-7 Masehi. &lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/borobudur/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13305&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13305&quot; height=&quot;198&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/borobudur.jpg?w=300&amp;amp;h=198&quot; title=&quot;borobudur&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Candi Borobudur&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
2. Adanya phenomena angka 19 di Candi Borobudur. Adapun mengenai 
phenomena angka 19 itu terdapat di dalam Alqur’an berasal dari kalimat &lt;i&gt;Bismillaahirrahmaanirrahiim&lt;/i&gt; yang terdiri dari 19 huruf. Kalimat &lt;i&gt;Bismillaahirrahmaanirrahiim&lt;/i&gt; ini yang memperkenalkannya kepada kita adalah nabi Sulaiman As. ketika beliau berkirim surat kepada Ratu Saba’ &lt;br /&gt;
Kop Surat dari Surat nabi Sulaiman As itu adalah kalimat &lt;i&gt;Bismillaahirrahmaanirrahiim&lt;/i&gt; .&lt;br /&gt;
Isi suratnya adalah: &lt;b&gt;” Alla ta’luu ‘alaiyya, wa’tuunni muslimiin ” &lt;/b&gt; ( &lt;i&gt;Jangan menyombong kepadaku dan datanglah kepadaku dengan berserah diri&lt;/i&gt;
 ). Dan perlu diketahui surat itu sampai sekarang masih ada yaitu di 
Musium Nasional berupa lempengan emas bertuliskan Bismillah, surat itu 
awalnya ditemukan dikolam dekat Candi borobudur.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/bismillah-2/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13307&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-full wp-image-13307&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/bismillah1.jpg?w=570&quot; title=&quot;Bismillah&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Lempengan emas bertuliskan kalimat ‘Bismillah”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Jadi, dapat dikatakan bahwa phenomena 19 itu sudah diketahui oleh 
Nabi Sulaiman As. Oleh sebab itu di Candi borobudur ada phenomena 19.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/b2-g3/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13310&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13310&quot; height=&quot;184&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/b2-g3.jpg?w=300&amp;amp;h=184&quot; title=&quot;b2 g3&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Phenomena angka 19&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
3. Adanya phenomena posisi tiga buah candi terletak segaris lurus, yaitu: Candi Borobudur, Pawon dan Mendut.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/borobudur-pawon-mendut_blog/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13276&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13276&quot; height=&quot;146&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/borobudur-pawon-mendut_blog.png?w=300&amp;amp;h=146&quot; title=&quot;Borobudur-Pawon-Mendut_blog&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Karena yang membuat Candi Borobudur itu bukan manusia saja, tetapi 
juga Jin, maka segaris lurusnya tiga candi, yaitu Borobudur, Pawon dan 
Mendut, bukanlah hal kebetulan. karena Jin bisa melihatnya dari atas. &lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/b2-g1/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13269&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13269&quot; height=&quot;214&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/b2-g1.jpg?w=300&amp;amp;h=214&quot; title=&quot;b2 g1&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Untuk apa mereka membuat ketiga candi itu segaris lurus?&lt;br /&gt;
Untuk membuat gambar Gerhana. Dengan demikian mereka memberitakan 
bahwa Borobudur itu gambar Matahari, Pawon itu gambar Bulan dan Mendut 
adalah gambar Bumi. Itu sebab Mendut mewakili Manusia. Disana ada sebuah
 patung Manusia sebagai wakil penduduk bumi adalah manusia.&lt;br /&gt;
Mengapa Borobudur itu gambar Matahari.? Karena Ya..si Ratu Saba’ itu 
dulunya kan penyembah Matahari, jadi ‘Arsy  dia itu ada nuansa 
mataharinya.&lt;br /&gt;
4. Diceritakan pula di dalam Al-qur’an istananya berbentuk 
piring-piring dan patung-patung, sementara itu candi borobudur berbentuk
 piring dan banyak patung-patungnya, disinyalir patung Nabi Sulaiman As.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/17-dalil-kuali/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13287&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13287&quot; height=&quot;228&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/17-dalil-kuali.jpg?w=300&amp;amp;h=228&quot; title=&quot;17 DALIL KUALI&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/piring-redy/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13286&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13286&quot; height=&quot;270&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/piring-redy.jpg?w=300&amp;amp;h=270&quot; title=&quot;piring redy&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/patung-jpeg3/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13288&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13288&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/patung-jpeg3.jpg?w=300&amp;amp;h=225&quot; title=&quot;patung.jpeg3&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
5. Candi Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman As. dan Indonesia
 adalah negeri SABA yg diceritakan Al-qur’an dalam surat As-Saba (34). 
karenanya ada nama daerah Sleman  di DI. Yogyakarta – Jawa Tengah yang 
diambil dari nama Nabi Sulaiman As.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/peta-desa-wisata-sleman/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13353&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13353&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/peta-desa-wisata-sleman.jpg?w=300&amp;amp;h=212&quot; title=&quot;Peta Desa Wisata Sleman&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Peta Sleman DI Yogyakarta&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
6. Sementara itu masih di kota Jogjakarta, tepatnya di daerah 
Prambanan ada candi ratu Boko yang di ambil dari nama Ratu Bulqo/Bilkis.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/istana-yang-hilang/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13280&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13280&quot; height=&quot;215&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/istana-yang-hilang.jpg?w=300&amp;amp;h=215&quot; title=&quot;ISTANA YANG HILANG&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/20-boko/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13281&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13281&quot; height=&quot;245&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/20-boko.jpg?w=300&amp;amp;h=245&quot; title=&quot;20 boko&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/ratu-jpeg1/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13282&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13282&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/ratu-jpeg1.jpg?w=300&amp;amp;h=225&quot; title=&quot;ratu.jpeg1&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Candi ratu Boko&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/4-candi-boko/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13354&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13354&quot; height=&quot;224&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/4-candi-boko.jpg?w=300&amp;amp;h=224&quot; title=&quot;4-candi-boko&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kolam Pemandian di Candi ratu Boko&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
7. Di dalam Qur’an Surat As-Saba tanda-tanda daerahnya ada buah 
pahit, sementara disekitar candi borobudur  ada buah: Mojo Pahit. bahkan
 sebuah kerajaan besar yang pernah jaya di pulau jawa dulu rela 
menamakan kerajaannya dengan nama Kerajaan Majapahit.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/9-dalil-hutan/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13283&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13283&quot; height=&quot;243&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/9-dalil-hutan.jpg?w=300&amp;amp;h=243&quot; title=&quot;9 DALIL HUTAN&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/12-maja-pahit/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13284&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13284&quot; height=&quot;206&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/12-maja-pahit.jpg?w=300&amp;amp;h=206&quot; title=&quot;12 MAJA PAHIT&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/majapahit_empire_id-svg/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13355&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13355&quot; height=&quot;175&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/majapahit_empire_id-svg.png?w=300&amp;amp;h=175&quot; title=&quot;Majapahit_Empire_id.svg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Peta Kesultanan Islam Majapahit&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
8. Lalu diceritakan di dalam Al-qur’an lagi: bahwa daerah Saba’ 
dikelilingi dua hutan, sementara itu Borobudur disana ada daerah 
Wanagiri dan WanaSABA, dimana dalam kamus bahasa jawa kawi; wana = 
hutan, saba = pertemuan.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/10-peta-wonosobo/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13285&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13285&quot; height=&quot;227&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/10-peta-wonosobo.jpg?w=300&amp;amp;h=227&quot; title=&quot;10 PETA WONOSOBO&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
9. Dimana seperti dalam Alqur’an Nabi Sulaiman menggunakan dua lembar
 kain dan kain yang luar adalah sutra seperti patung di candi yang 
terdapat lipatan sutra.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/18-dalil-sutra/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13289&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13289&quot; height=&quot;203&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/18-dalil-sutra.jpg?w=300&amp;amp;h=203&quot; title=&quot;18 DALIL SUTRA&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/6-sutera/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13290&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13290&quot; height=&quot;238&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/6-sutera.jpg?w=300&amp;amp;h=238&quot; title=&quot;6 SUTERA&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
10. Diceritakan lagi di Nabi Sulaiman sering beristirahat dan 
berlibur di pantai sebelah timur negeri Saba, sementara di sebelah timur
 Indonesia deket papua ada pulau Solomon, yang di ambil dari nama Nabi 
Sulaiman As.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/solomon-jpegredy/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13291&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13291&quot; height=&quot;226&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/solomon-jpegredy.jpg?w=300&amp;amp;h=226&quot; title=&quot;solomon.jpegredy&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
11. Relief-relief di candi mengambarkan cerita tentang Nabi Sulaiman 
diantaranya gambar burung yang mengantar surat kepada ratu Bilkis.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/7-burung-surat/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13292&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13292&quot; height=&quot;237&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/7-burung-surat.jpg?w=300&amp;amp;h=237&quot; title=&quot;7 BURUNG SURAT&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sedangkan relief yang bergambar burung berkepala manusia, memberikan 
penjelasan bahwa burung hud-hud tersebut bisa berbicara dengan Nabi 
Sulaiman.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/5-burung-manusia/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13293&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13293&quot; height=&quot;231&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/5-burung-manusia.jpg?w=300&amp;amp;h=231&quot; title=&quot;5 BURUNG MANUSIA&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
12. Di dalam Al-Qur’an surat As-Saba’ diceritakan negeri SABA telah 
di azab Allah karena penduduknya kufur dan tidak beriman, yaitu berupa  
dengan mengirim banjir besar yang menghancurkan negeri Saba’ menjadi 
berkeping-keping. Karenanya hanya Indonesia-lah satu-satunya negara di 
Dunia yang mempunyai 17.000 pulau lebih.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/11-dalil-banjir/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13294&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13294&quot; height=&quot;232&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/11-dalil-banjir.jpg?w=300&amp;amp;h=232&quot; title=&quot;11 DALIL BANJIR&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/14-dalil-hancur/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13295&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13295&quot; height=&quot;226&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/14-dalil-hancur.jpg?w=300&amp;amp;h=226&quot; title=&quot;14 DALIL HANCUR&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/13-dalil-batas-pulau/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13296&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13296&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/13-dalil-batas-pulau.jpg?w=300&amp;amp;h=225&quot; title=&quot;13 DALIL BATAS PULAU&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
13. Indonesia adalah negeri SABA yang hilang, yang oleh Plato dan para ilmuwan barat diistilahkan benua Atlantis yang hilang. &lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/3-peta-saba-2/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13297&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13297&quot; height=&quot;234&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/3-peta-saba1.jpg?w=300&amp;amp;h=234&quot; title=&quot;3 peta saba&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
14. Diantara Ribuan jumlah para Nabi, hanya Nabi Sulaiman As yang 
mempunyai nama Jawa yang berawalan “SU”, sebagaimana Suparmin, Suharto, 
Sukarno, Supratman, Sulistyono dll.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/sulistiyono/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13322&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;
15. Adanya angin muson di Indonesia semakin menguatkan bukti bahwa Indonesia adalah negeri Saba’.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/15-dalil-muhson/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13298&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13298&quot; height=&quot;234&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/15-dalil-muhson.jpg?w=300&amp;amp;h=234&quot; title=&quot;15 DALIL  MUHSON&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/16-dalil-muhson2-3/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13299&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13299&quot; height=&quot;241&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/16-dalil-muhson22.jpg?w=300&amp;amp;h=241&quot; title=&quot;16 DALIL MUHSON2&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/peta-muhson/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13300&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13300&quot; height=&quot;222&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/peta-muhson.jpg?w=300&amp;amp;h=222&quot; title=&quot;PETA MUHSON&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Dan masih banyak lagi fakta-faktanya yang lain.!&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/8-dalil-saba/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13301&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13301&quot; height=&quot;218&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/8-dalil-saba.jpg?w=300&amp;amp;h=218&quot; title=&quot;8 DALIL SABA&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/19-dalil-bukti-alam/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13302&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-13302&quot; height=&quot;230&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/19-dalil-bukti-alam.jpg?w=300&amp;amp;h=230&quot; title=&quot;19 DALIL BUKTI ALAM&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Nah kalau hasil penelitian ini benar adanya, bahwa yanag dimaksud 
dengan Negeri Saba’ adalah Indonesia hasil peninggalan Nabi Sulaiman As 
dan Ratu Bulqis. Sungguh luar biasa bangsa ini, kita telah mewarisi 
peradaban yang mulia itersebut. &lt;i&gt;Wallahu ‘alam bissawaab.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/21/kajian-sejarah-menarik-benang-merah-antara-indonesia-sebagai-pewaris-atlantis-dan-pusat-peradaban-negeri-saba/sony-dsc-2/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-13229&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-full wp-image-13229&quot; height=&quot;432&quot; src=&quot;http://saripedia.files.wordpress.com/2012/06/indonesia-negeri-saba-11.jpg?w=570&amp;amp;h=432&quot; title=&quot;SONY DSC&quot; width=&quot;570&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Artikel terkait: &lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/2012/06/08/fakta-ilmiah-benua-atlantis-yang-hilang-itu-ternyata-indonesia/&quot;&gt;Fakta Ilmiah : Benua Atlantis Yang Hilang Itu Ternyata Indonesia&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://saripedia.wordpress.com/?s=Fakta+Sejarah+Tersembunyi%3A+Kerajaan+Majapahit+adalah+Kasultanan+Islam+&quot;&gt;Fakta Sejarah Tersembunyi: Kerajaan Majapahit Adalah Kasultanan Islam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
sumber:&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://ssq-dla.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=76:indonesia-negeri-saba&amp;amp;catid=56:indonesia-saba&amp;amp;Itemid=88&quot;&gt;http://ssq-dla.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur&quot;&gt;http://id.wikipedia.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://rudycoolarema.blogspot.com/2011/11/benarkah-tanah-yang-dijanjikan-bukanlah.html&quot;&gt;http://rudycoolarema.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://indonesianspaceresearch.blogspot.com/2012/05/menarik-benang-merah-peradaban-atlantis.html&quot;&gt;http://indonesianspaceresearch.blogspot.com&lt;/a&gt;</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2012/10/benang-merah-indonesia-sebagai-pusat.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-5510562743551322505</guid><pubDate>Tue, 09 Oct 2012 13:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-09T20:39:16.225+07:00</atom:updated><title>Judika - Bukan dia tapi aku</title><description>&lt;iframe allowfullscreen=&quot;allowfullscreen&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;260&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/Ys44hXS5Ehw&quot; width=&quot;380&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br /&gt;
Berulang kali kau menyakiti&lt;br /&gt;
Berulang kali kau khianati&lt;br /&gt;
Sakit ini coba pahami&lt;br /&gt;
Ku punya hati bukan tuk disakiti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ku akui sungguh beratnya&lt;br /&gt;
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada&lt;br /&gt;
Namun harus aku lakukan &lt;br /&gt;
Karena ku tahu ini yang terbaik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ku harus pergi meninggalkan kamu&lt;br /&gt;
Yang telah hancurkan aku&lt;br /&gt;
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Repeat *&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reff:&lt;br /&gt;
Ku harus pergi meninggalkan kamu&lt;br /&gt;
Yang telah hancurkan aku&lt;br /&gt;
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cintaku lebih besar darinya&lt;br /&gt;
Mestinya kau sadar itu&lt;br /&gt;
Bukan dia, bukan dia, tapi aku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu burukkah ini&lt;br /&gt;
Hingga ku harus mengalah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ku harus pergi meninggalkan kamu&lt;br /&gt;
Yang telah hancurkan aku&lt;br /&gt;
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(cintaku) cintaku &lt;br /&gt;
(lebih besar dari benciku) lebih besar dari benciku&lt;br /&gt;
Cukup aku yang rasakan&lt;br /&gt;
(jangan dia) jangan dia &lt;br /&gt;
(jangan dia) jangan dia cukup aku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(jangan dia jangan dia) cukup aku&lt;br /&gt;
(jangan dia)</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2012/10/judika-bukan-dia-tapi-aku.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/Ys44hXS5Ehw/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-6168521185161894726</guid><pubDate>Tue, 02 Oct 2012 02:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-02T09:46:32.216+07:00</atom:updated><title>Merubah Windows 7 menjadi Router</title><description>Syarat mutlak sebuah PC router yang ingin kita jadikan router di sini adalah terpasang dua ethernet, atau dua LAN Card. Saya tidak membahas bagaimana instalasi windows 7, silahkan googling sendiri. Setelah terinstal windows 7 dengan baik, mari kita ikuti langkah-langkahnya konfig rouetr di windows 7, yang menurut saya tidaklah begitu sulit bagi siapa saja untuk mempraktikannya.&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pertama, kita masuk ke Start, control panel, lalu ke network and Internet.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kita lanjutkan ke network and sharing center, pada menu sebelah kiri, pilih change adapter setting&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Akan terlihat Local Area Connection (LAN) dan Local Area Connection 1 (LAN1). Untuk menentukan mana ethernet yang LAN atau LAN1, kita bisa memasang kabel dari modem (dalam keadaan on)ke salah satu lobang Lan card. Biarkan lobang LAN yang yang satunya tanpa kabel.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lihat pada monitor/LCD, mana gambar LAN yang tidak bertanda x (silang), apakah LAN atau LAN1.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada salah satu LAN yang tidak bertanda silang, maka kita klik kanan, pilih rename, dan ganti namanya dengan Internet.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lalu, pada &quot;Internet&quot; isi IP sesuai yang anda dapatkan dari Modem atau ISP yang memberikan anda akses internet.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemudian, pada &quot;Internet&quot; klik kanan, lalu propertis, lalu pilih sharing yang terdapat di kotak bagian atas, dekat kata networking.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Centang pada box Allow other network users to connect trough this computer&#39;s internet connection.&amp;nbsp;lalu OK.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah selanjutnya &amp;nbsp;yakni, klik start, lalu pilih run, ketik regedit, dan pilih yes ketika windows menanyakan persetujuan perubahan settingan pada komputer. Setelah ini, akan tampil jendela Registry Editor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilih Computer, lalu klik folder HKEY_LOCAL_MACHINE, pilih folder SYSTEM, pilih folder CURRENT_CONTROL_SET, pilih folder SERVICES, pilih folder Tcpip, lalu klik folder Parameter. Dalam folder parameter akan terdapat IPEnableRouter. Maka double klik IPEnableRouter tersebut, dan ganti Value Data yang terdapat dalam kotak tersebut, menjadi angka 1. Biarkan pilihan Base-nya tetap di Hexadecimal. Klik OK lalu terakhir, tutup jendela Registry Editor, dan restart PC anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah semua langkah di atas anda jalankan, maka PC anda siap menjadi router. Ketika PC on kembali, perhatikan IP pada LAN,(bukan pada Internet), biasanya secara automatic windows memberikan IP 192.168.137.1 dengan subnet mask 255.255.255.0, dan tanpa gateway dan DNS. IP dan subnet mask tersebut bisa anda ubah sesuai dengan topologi jaringan anda, dan tentunya pada Default gateway-nya jangan di masukkan IP. Pada PC Klien, buatlah IP sesuai dengan gateway yang telah kita setting pada PC Router tadi, yakni mulai dari 192.168.137.2 sampai dengan 192.168.137.254.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2012/10/merubah-windows-7-menjadi-router.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-8479983489527450450</guid><pubDate>Sat, 22 Sep 2012 13:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-22T20:33:42.019+07:00</atom:updated><title>( HIKMAH ) DIBALIK KISAH QORI VS PENGAMEN PREMAN</title><description>&lt;span class=&quot;userContent&quot;&gt;Seseorang mengeluh pada Ustadz, ‘Dimanakah keadilan Allah, 
telah lama aku meminta dan memohon padaNya namun tak pernah dikabulkan..
 aku shalat, puasa, bersedekah, berbuat kebajikan.. tapi tak satupun 
keinginanku dikabulkan. Padahal seorang teman yang ibadahnya kacau, 
bicaranya menyinggung hati, akhlaknya buruk, tapi apa yang dimintanya 
terkab&lt;/span&gt;ul dengan cepat. Oh sungguh Allah tidak adil..’ Ustad berkata, ‘Pernahkah engkau didatangi pengamen?’&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
‘Pernah, tentu saja’ Kata orang itu serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Bayangkan jika pengamen itu berpenampilan seram, bertato, bertindik, 
nyanyiannya tak merdu memekakkan telinga, apa yang kau lakukan?’ Orang 
itu menjawab, ‘segera kuberi uang agar dia cepat berlalu dari hadapanku’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Lalu bagamana jika pengamen itu Qori besuara merdu mendayu, menyanyi 
dengan sopan dan penampilannya rapi lagi wangi, apa yg kau lakukan?’ 
‘Kudengarkan dan kunikmati hingga akhir ayat lalu kuminta ia mengaji agi
 sekali lagi dan tambah lagi..’, kata orang itu sambil tersenyum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Kalau begitu bisa saja Allah bersikap begitu pada kita hambaNya. Jika 
ada manusia yang berakhlak buruk dan dibenciNya berdoa dan memohon 
padaNya, mungkin akan dia firmankan pada malaikat ‘Cepat berikan apa 
yang dia minta. Aku muak dengan pintanya. Tapi bila yang menadahkan 
tangan adalah hamba yang sholeh yang rajin bersedekah, maka mungkin saja
 Allah berfirman pada malaikatNya : Tunggu. Tunda dulu apa yang 
dipintanya, aku menyukai doa-doanya, Aku menyukai isak-tangis nya. Aku 
tak ingin dia menjauh dari Ku setelah mendapat apa yg dipintanya. Aku 
ingin mendengar tangisnya karena Aku mencintainya..Nah siapa kira2 yang 
sudah dicintai Allah SWT..?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabiyullah Ibrahim AS, konon berdoa
 hingga puluhan tahun hingga memiliki anak, dan yang bisa kita saksikan 
lagi adalah hasil doanya agar semua muslim berkumpul di kota Mekkah 
dimana saat itu mekkah tandus BARU TERKABUL RIBUAN TAHUN hingga kini 
kita yang merasakannya, kemudian Nabi Dzakaria berdoa hingga rambutnya 
beruban baru dikaruniai anak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yang dibacakan ini adalah) 
penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya Zakaria, yaitu 
tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata: 
‘Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah 
ditumbuhi UBAN, dan aku BELUM PERNAH KECEWA dalam berdoa kepada Engka u,
 ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku 
sepeningalku, sedang istriku adalah seseorang yang mandul, maka 
anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akmi mewarisi aku 
dan mewarisi sebagian keluarga Yakub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, 
seorangyang diridahi. ” (QS. Maryam: 2-6)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Marilah terus berdoa,
 lihatlah hasil doa anak bagi Nabi Ibrahim hasilnya Nabi Ismail dan Nabi
 Dzakaria dikaruniai anak yang juga seorang Nabi, bernama Nabi Yahya. 
Semoga kita tidak mudah tertipu, dan mengacalah kepada kisah merekalah 
manusia terbaik karena mereka para Nabi dan utusan Allah, terbaik disisi
 Allah. Makanya kalo ada yang cemen-cemen, seperti demen maksiat taunya 
kaya, menghamburkan harta, koruptor dan keseringan bicara angin sorga 
mengenai manusia-manusia jaman sekarang tentulah mereka bukan contoh 
resminya Allah melalui Al Qur&#39;an dan Al Hadist, bila banyak yang 
memahami setiap petunjuk Allah, maka akan jadi penerang untuk kita 
semuanya, karena keimanan harus sinkron dengan apa yang Allah mau, bukan
 kita dan orang lain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Doa kadang ada yang segera terkabul, 
lambat dan sebagainya, namun jangan lupa ada hikmah dibalik setiap 
kejadian, Allah SWT akan memberikan yang terbaik, asalkan kita terus 
mengaca ambil pelajaran kepada para Nabiyullah karena merekalah model 
manusia terbaik dan terjamin menurut Allah SWT, dan gak akan 
salah...Dahsyat dah kalo manusia dah ngebesarin Allah SWT, Semoga kita 
bisa, Amin. Allahu a&#39;lam&lt;/div&gt;
</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2012/09/hikmah-dibalik-kisah-qori-vs-pengamen.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2882044082163308386.post-2998986276683639971</guid><pubDate>Sat, 22 Sep 2012 13:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-22T20:39:12.994+07:00</atom:updated><title>( HIKMAH ) BADAN SIPEMUDA MENJADI HARUUM DIDUNIA DAN AKHIRAT</title><description>&lt;span class=&quot;userContent&quot;&gt;Ada seorang pemuda yang kerjanya menjual kain.
 Setiap hari dia memikul kain-kain dagangannya dan berkeliling dari 
rumah ke rumah. Kain dagangan pemuda ini di kenal dengan nama &quot;Faraqna&quot; 
oleh orang-orang. Walau pun pekerjaannya sebagai pedagang, tetapi pemuda
 ini sangat tampan dan bertubuh tegap, setiap orang yang melihat pasti 
menyenan&lt;/span&gt;ginya.  Pada suatu hari, saat dia
 berkeliling melewati jalan-jalan besar, gang-gang kecil dan rumah-rumah
 penduduk sambil berteriak menawarkan dagangannya : &quot;faraqna-faraqna&quot;, 
tiba-tiba ada seorang wanita yang melihatanya. Si wanita itu memanggil 
dan dia pun menghampirinya. Dia dipersilakan masuk kedalam rumah. &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Di sini si wanita terpesona melihat ketampanannya dan tumbuhlah rasa 
cinta dalam hatinya. Lalu si wanita itu berkata : &quot;Aku memanggilmu tidak
 untuk membeli daganganmu tetapi aku memanggilmu karena kecintaanku 
kepadamu. Dan dirumah ini sekarang kosong. &quot; Selanjutnya, si wanita ini 
membujuk dan merayunya agar mau berbuat sesuatu dengan dirinya. Pemuda 
ini menolak, bahkan dia mengingatkan si wanita kepada Allah Subhanahu wa
 Ta&#39;ala dan menakut-nakuti dengan azab yang pedih di sisiNya. Tetapi 
sayang, nasehat itu tidak membuahkan hasil apa-apa, bahkan sebaliknya, 
si wanita makin berhasrat. Dan memang biasa, orang itu senang dan 
penasaran dengan hal-hal yang dilarang... Akhirnya, karena si pemuda ini
 tidak mau melakukan yang haram, si wanita malah mengancam, katanya: 
&quot;Bila engkau tidak mau menuruti perintahku, aku berteriak pada semua 
orang dan aku katakan kepada mereka, bahwa engkau telah masuk ke dalam 
rumahku dan ingin merenggut kesucianku. Dan mereka akan mempercayaiku 
karena engkau telah berada dalam rumahku, dan sama sekali mereka tidak 
akan mencurigaiku.&quot; Setelah si pemuda itu melihat betapa si wanita itu 
terlalu memaksa untuk mengikuti keinginannya berbuat dosa, akhirnya dia 
berkata: &quot;Baiklah, apakah engkau mengizinkan aku untuk ke kamar mandi 
agar bisa membersihkan diri dulu?&quot; Betapa gembiranya si wanita mendengar
 jawaban ini, dia mengira bahwa keinginannya sebentar lagi akan 
terpenuhi. Dengan penuh semangat dia menjawab : &quot;Bagaimana tidak wahai 
kekasih dan buah hatiku, ini adalah sebuah ide yang bagus.&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian masuklah si pemuda itu ke kamar mandi, sementara tubuhnya 
gemetar karena takut dirinya terjerumus dalam kubangan maksiat. Sebab, 
wanita itu adalah perangkap syaitan dan tidak ada seorang laki-laki yang
 menyendiri bersama seorang wanita kecuali syaitan dari pihak ketiga. 
&quot;Ya Allah, apa yang harus aku perbuat. Berilah aku petunjukMu, Wahai 
Dzat yang memberi petunjuk bagi orang-orang yang bingung .&quot; Tiba-tiba, 
timbullah ide dalam benaknya.&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu benar, bahwa termasuk 
salah satu kelompok yang akan dinaungi oleh Allah dalam naunganNya pada 
hari yang tidak ada naungan saat itu kecuali naunganNya adalah seorang 
laki-laki yang diajak berbuat mesum oleh wanita yang mempunyai kedudukan
 tinggi dan wajah yang cantik, kemudian dia berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aku takut
 kepada Allah.&quot; Dan aku yakin bahwa orang yang meninggalkan sesuatu 
karena takut kepadaNya, pasti akan mendapat ganti yang lebih baik... dan
 seringkali satu keinginan syahwat itu akan penyesalan seumur hidup... 
Apa yang akan aku dapatkan dari perbuatan maksiat ini selain Allah akan 
mengangkat cahaya dan nikmatnya iman dari hatiku... Tidak... tidak... 
Aku tidak akan mengerjakan perbuatan yang haram... Tetapi apa yang akan 
harus aku kerjakan. Apakah aku harus melemparkan diri dari jendela ini? 
Tidak bisa, jendela itu tertutup rapat dan sulit dibuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau 
begitu aku harus mengolesi tubuhku dengan kotoran yang ada di WC ini, 
dengan harapan, bila nanti dia melihatku dalam kedaan begini, dia akan 
jijik dan akan membiarkanku pergi.&quot; Ternyata memang benar, ide yang 
terakhir ini yang dia jalankan. Dia mulai mengolesi tubunya dengan yang 
ada di situ. Memang menjijikkan. Setelah itu dia menangis dan berkata: 
&quot;Ya Rabbi, hai Tuhanku, perasaan takutku kepadaMu itulah yang 
mendorongku melakukan hal ini. Oleh karena itu, karuniakan untukku 
&#39;kebaikan&#39; sebagai gantinya.&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dia keluardari kamar 
mandi, tatkala melihatnya dalam keadaan demikian, si wanita itu 
berteriak : &quot;keluar kau hai orang gila!&quot; Dia pun cepat-cepat keluar 
dengan perasaan takut diketahui orang-orang, jika mereka tahu, pasti 
akan berkomentar macam-macam tentang dirinya. Dia mengambil 
barang-barang dagangannya kemudian pergi berlalu, sementara orang-orang 
tertawa melihatnya. Akhirnya dia tiba dirumahnya , di situ dia bernapas 
lega. lalu menanggalkan pakaiannya, masuk kamar mandi dan mandi 
membersihkan tubuhnya dengan sebersih-bersihnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian apa 
yang terjadi? Adakah Allah akan membiarkan hamba dan waliNya begitu 
saja? Tidak... Ternyata, ketiga dia keluar dari kamar mandi, Allah 
Subhanahu wa Ta&#39;alah memberikan untuknya sebuah karunia yang besar, yang
 tetap melekat di tubuhnya sampai dia meninggal dunia, bahkan sampai 
setelah dia meninggal. Allah telah memberikan untuknya aroma yang harum 
semerbak yang tercium dari tubuhnya. Semua orang dapat mencium aroma 
tersebut dari jarak beberapa meter. Sampai akhirnya dia memdapat julukan
 &quot;Al-miski&quot; (yang harum seperti kasturi). Subhanallah, memang benar, 
Allah telah memberikan untuknya sebagai ganti dari kotoran yang dapat 
hilang dalam sekejap dengan aroma wangi yang dapat tercium sepanjang 
masa. Ketika pemuda itu meninggal dan dikuburkan, mereka tulis diatas 
kuburanya &quot;Ini kuburan Al-Misky&quot;, dan banyak orang yang menziarahinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah, Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala tidak akan membiarkan hambaNya 
yang shalih begitu saja, tapi Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala akan selalu 
membelanya, Allah SWT senantiasa membela orang-orang yang beriman, Allah
 SWT berfirman dalam hadits QudsiNya yang artinya: &quot;Bila dia (hamba) 
memohon kepadaKu, pasti akan Aku beri. Mana orang-orang yang ingin 
memohon?!&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Setiap sesuatu yang engkau tinggalkan, dan 
pengorbanan untuk amal yang dicintai Allah pasti ada gantinya. Begitu 
pula larangan yang datang dari Allah, bila engkau tinggalkan, akan ada 
ganjaran sebagai penggantinya.&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT akan memberikan ganti yang besar untuk sebuah pengorbanan. Allahu Akbar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manakah orang-orang yang mau meninggalkan maksiat dan taat kepada 
perintah Allah sehingga mereka berhak mendapatkan ganti yang besar untuk
 pengorbanan yang mereka berikan?? &lt;br /&gt;
Tidakkah mereka mau menyambut seruan Allah, seruan Rasulullah SAW dan seruan fitrah yang suci?!&lt;/div&gt;
</description><link>http://heridoank.blogspot.com/2012/09/hikmah-badan-sipemuda-menjadi-haruum.html</link><author>noreply@blogger.com (Heri)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>