<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-798492897245917838</atom:id><lastBuildDate>Sat, 05 Oct 2024 03:45:15 +0000</lastBuildDate><title>ZakirE  Your Home Office Creation</title><description>MOHON MA'AF SITUS MASIH DALAM PEMBANGUNAN</description><link>http://yourhomeofficecreation.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>MOHON MA'AF SITUS MASIH DALAM PEMBANGUNAN</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-798492897245917838.post-5600944054264829283</guid><pubDate>Sun, 28 Feb 2010 20:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-01T03:21:05.542+07:00</atom:updated><title>BELAJAR MENGETIK 10 JARI</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Menurut hemat penulis, kemampuan mengetik sepuluh jari merupakan suatu ketrampilan dasar yang sangat penting guna menunjang kualitas profesi yang erat hubungannya dengan keyboard, baik keinginan anda untuk menjadi seorang Programmer, Designer, maupun Blogger. Dapatkah kita bayangkan bila Sang Pakar Programmer harus mengetik HTML dengan jari kesebelasan, atau seorang Designer yang mengetik dengan tiga jari ketika sedang membuat majalah maupun surat penawaran pekerjaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Memang, substansi dan keterampilan memiliki bagian tersendiri, namun demikian tidakkah kita lebih baik membiasakan pada diri sendiri dan anak didik kita untuk bekerja dengan cara yang tepat guna, khususnya soal jari-jemari. -pada kemajuan zaman yang sudah serba Computerize dengan era digital dan otomatisasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengetik sepuluh jari bukanlah pelajaran utama anak SLTP maupun SLTA, menurut penulis ketrampilan ini akan lebih baik bila diterapkan pada Taman Kanak-kanak sebagai perkenalan, dan pada Sekolah Dasar sebagai pelatihan keterampilan agar kelak dalam mengerjakan tugas-tugasnya baik sebagai pelajar maupun pakar sudah merupakan kebiasaan. Sengaja pendapat nyleneh ini penulis sampaikan, -dalam hal ini kebiasaan merupakan kunci utama meskipun menjadi seorang Typist atau juru ketik belum tentu menyenangkan karena pekerjaannya cenderung monoton, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-style: italic;"&gt;yang ingin penulis tekankan disini adalah belajar mengetik bukanlah merupakan tujuan utama guna dijadikan suatu profesi melainkan sebagai elemen dari performance profesi yang baik meskipun Typist atau Juru Ketik itu sendiri merupakan profesi yang baik. &lt;/span&gt;(semoga pendapat ini benar adanya, Mohon kritik dan sarannya, Trims).&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, berkat kemampuan dan keterampilan mengetik sepuluh jari yang penulis miliki, tak lupa penulis telah berulang tahun di Sentosa Island, jalan-jalan di New Orchid (Singapore), makan tidur di Hotel berbintang seperti &lt;a href="http://www.hotelscombined.com/Hotel/Vistana_Hotel_Kuantan.htm?languageCode=EN"&gt;Hotel Vistana&lt;/a&gt; (Kuantan-Malaysia),  &lt;a href="http://www.alia-hotel.com/alia-cikini/index.php"&gt;Hotel Alia&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.agoda.com/asia/indonesia/bandung/panghegar_hotel.html?type=1&amp;amp;cid=1413892&amp;amp;url=http://www.agoda.com/asia/indonesia/bandung/panghegar_hotel.html&amp;amp;tag=0c6598ac-5431-4ded-8e6d-ba07018a146d&amp;amp;gclid=CKud24_rlaACFYUtpAodmQL7eg"&gt;Hotel Panghegar&lt;/a&gt; (Bandung) dengan ketemu orang-orang besar yang mungkin harus minta izin dulu kalau disebutkan namanya satu-persatu (maklum cuma Juru Ketik). Satu hal penting yang selalu penulis rasakan dari pengalaman menjadi Typist adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-style: italic;"&gt;saya dapat belajar dengan baik dari konsep-konsep yang saya ketik tanpa biaya dan saya merasakan hal ini sebagai bagian dari ibadah karena ilmu yang saya peroleh didapat dalam suatu sinergi yang baik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-style: italic;"&gt;seiring &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-style: italic;"&gt;keikhlasan dan kesuksesan stakeholder&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebanyakan orang sependapat bahwa ketrampilan mengetik sepuluh jari lebih memfokuskan pada penggunaan otak kiri, guna melatih dan meningkatkan kemampuan cobalah bermain-main dengan games Typing yang dapat anda peroleh bersama Om Google. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-style: italic;"&gt;Namun demikian, perlu diingat bahwa pembelajaran melalui game-game seperti ini akan berfungsi sesuai dengan tujuannya bila jari-jemari manis anda sudah mengenal Tut Basis dengan baik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;. Saran dan Kritik penulis adalah berfikirlah dengan cerdas bila anda merasa pintar karena tugas orang-orang pintar adalah berfikir cerdas, dan tugas orang cerdas adalah berfikir genius karena orang genius&amp;nbsp; yang baik bermanfaat buat orang lain.&amp;nbsp; Harapan penulis bila anda memang sudah genius maka&amp;nbsp; bangunlah ummat menuju kebaikan seperti sabda-sabda Rosulullah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin perlu penulis sampaikan bahwa dahulu penulis belajar mengetik sepuluh jari menggunakan mesin ketik manual yang silindernya rusak dan tanpa pita. Namun demikian dengan keseriusan dan semangat yang kuat, penulis dapat merefleksikannya dengan baik dalam waktu 1 minggu, sementara penulis mengajarkannya kepada adik-adik tercinta dengan keyboard tanpa CPU maupun monitor dan mereka berhasil, -Nah guna melengkapi Blog Tutorial ini, bagi pengunjung yang telah mempelajari E-Book dan enggan mencari-cari game karena berbagai alasan silahkan &lt;a href="http://files.agame.com/games/flash/m/magic_library.swf"&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt; atau silahkan pilih pada menu yang terdapat pada bagian atas blog ini untuk berketik-ketik ria dengan permainan-permainan yang akan melatih refleksi dan otak kiri anda.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 130%;"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Kiranya cukuplah sudah celoteh penulis pada Tutorial Mengetik 10 Jari ini, semoga anda mengerti dan memahami bahwa sebagai orang tua yang baik menjadi Guru Typist atau Guru Juru Ketik mungkin lebih mudah daripada menjadi siswa atau pelajar itu sendiri karena belajar mengetik membutuhkan kebiasaan, keseriusan serta semangat yang besar sedangkan menjadi Guru Typist hanya memerlukan kesabaran dan kejelian dalam pengawasan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tut Basis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt; yang sering nyasar atau salah pencet (tekan). Harapan penulis semoga E-Book ini bermanfaat bagi anda yang berminat dan orang tua yang berkenan membangun anaknya lebih mandiri dalam meniti suatu profesinya kelak.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheTtWogv_CP0ydmlI9O2OJZOUltrUTFUN4xPUEn58jHffp8bysaJSAU9Zu0fCI2nKcy86i7z-yCUOYKbdFyStqKNtWypaPNbmTnwKlssAlbsiq3PXkRVps1DU3r26LAQ7zCLJ0CxBw0Lk/s1600-h/COVER+MENGETIK+10+JARI.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheTtWogv_CP0ydmlI9O2OJZOUltrUTFUN4xPUEn58jHffp8bysaJSAU9Zu0fCI2nKcy86i7z-yCUOYKbdFyStqKNtWypaPNbmTnwKlssAlbsiq3PXkRVps1DU3r26LAQ7zCLJ0CxBw0Lk/s200/COVER+MENGETIK+10+JARI.jpg" width="140" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-weight: bold;"&gt;DAFTAR ISI E-BOOK&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Kurikulum dan Silabus &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Gambar Posisi dan Fungsi Jari &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Materi dan Latihan Mengetik Sepuluh Jari &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Contoh Bentuk-bentuk Surat &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Sistematika Penulisan &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Bagi pengunjung yang berminat silahkan klik &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-weight: bold;"&gt;DAFTAR ISI E-BOOK&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt; guna mendownload file berformat PDF agar dapat dicetak (print) sesuai aslinya dengan maksud menghindari kesulitan dalam pembelajaran karena lupa posisi jari dan tahapan-tahapan refleksi pelatihan, -tentunya agar anda bisa melirik kebenaran fungsi jari-jemari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;manis anda &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;sesuai dengan TUPOKSInya disaat berada di atas keyboard.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://yourhomeofficecreation.blogspot.com/2010/03/belajar-mengetik-10-jari.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheTtWogv_CP0ydmlI9O2OJZOUltrUTFUN4xPUEn58jHffp8bysaJSAU9Zu0fCI2nKcy86i7z-yCUOYKbdFyStqKNtWypaPNbmTnwKlssAlbsiq3PXkRVps1DU3r26LAQ7zCLJ0CxBw0Lk/s72-c/COVER+MENGETIK+10+JARI.jpg" width="72"/><enclosure length="2577117" type="application/x-shockwave-flash" url="http://files.agame.com/games/flash/m/magic_library.swf"/><itunes:explicit/><itunes:subtitle>Menurut hemat penulis, kemampuan mengetik sepuluh jari merupakan suatu ketrampilan dasar yang sangat penting guna menunjang kualitas profesi yang erat hubungannya dengan keyboard, baik keinginan anda untuk menjadi seorang Programmer, Designer, maupun Blogger. Dapatkah kita bayangkan bila Sang Pakar Programmer harus mengetik HTML dengan jari kesebelasan, atau seorang Designer yang mengetik dengan tiga jari ketika sedang membuat majalah maupun surat penawaran pekerjaan. Memang, substansi dan keterampilan memiliki bagian tersendiri, namun demikian tidakkah kita lebih baik membiasakan pada diri sendiri dan anak didik kita untuk bekerja dengan cara yang tepat guna, khususnya soal jari-jemari. -pada kemajuan zaman yang sudah serba Computerize dengan era digital dan otomatisasi ini. Mengetik sepuluh jari bukanlah pelajaran utama anak SLTP maupun SLTA, menurut penulis ketrampilan ini akan lebih baik bila diterapkan pada Taman Kanak-kanak sebagai perkenalan, dan pada Sekolah Dasar sebagai pelatihan keterampilan agar kelak dalam mengerjakan tugas-tugasnya baik sebagai pelajar maupun pakar sudah merupakan kebiasaan. Sengaja pendapat nyleneh ini penulis sampaikan, -dalam hal ini kebiasaan merupakan kunci utama meskipun menjadi seorang Typist atau juru ketik belum tentu menyenangkan karena pekerjaannya cenderung monoton, yang ingin penulis tekankan disini adalah belajar mengetik bukanlah merupakan tujuan utama guna dijadikan suatu profesi melainkan sebagai elemen dari performance profesi yang baik meskipun Typist atau Juru Ketik itu sendiri merupakan profesi yang baik. (semoga pendapat ini benar adanya, Mohon kritik dan sarannya, Trims). Namun demikian, berkat kemampuan dan keterampilan mengetik sepuluh jari yang penulis miliki, tak lupa penulis telah berulang tahun di Sentosa Island, jalan-jalan di New Orchid (Singapore), makan tidur di Hotel berbintang seperti Hotel Vistana (Kuantan-Malaysia), Hotel Alia, Hotel Panghegar (Bandung) dengan ketemu orang-orang besar yang mungkin harus minta izin dulu kalau disebutkan namanya satu-persatu (maklum cuma Juru Ketik). Satu hal penting yang selalu penulis rasakan dari pengalaman menjadi Typist adalah saya dapat belajar dengan baik dari konsep-konsep yang saya ketik tanpa biaya dan saya merasakan hal ini sebagai bagian dari ibadah karena ilmu yang saya peroleh didapat dalam suatu sinergi yang baik seiring keikhlasan dan kesuksesan stakeholder. Kebanyakan orang sependapat bahwa ketrampilan mengetik sepuluh jari lebih memfokuskan pada penggunaan otak kiri, guna melatih dan meningkatkan kemampuan cobalah bermain-main dengan games Typing yang dapat anda peroleh bersama Om Google. Namun demikian, perlu diingat bahwa pembelajaran melalui game-game seperti ini akan berfungsi sesuai dengan tujuannya bila jari-jemari manis anda sudah mengenal Tut Basis dengan baik. Saran dan Kritik penulis adalah berfikirlah dengan cerdas bila anda merasa pintar karena tugas orang-orang pintar adalah berfikir cerdas, dan tugas orang cerdas adalah berfikir genius karena orang genius&amp;nbsp; yang baik bermanfaat buat orang lain.&amp;nbsp; Harapan penulis bila anda memang sudah genius maka&amp;nbsp; bangunlah ummat menuju kebaikan seperti sabda-sabda Rosulullah. Mungkin perlu penulis sampaikan bahwa dahulu penulis belajar mengetik sepuluh jari menggunakan mesin ketik manual yang silindernya rusak dan tanpa pita. Namun demikian dengan keseriusan dan semangat yang kuat, penulis dapat merefleksikannya dengan baik dalam waktu 1 minggu, sementara penulis mengajarkannya kepada adik-adik tercinta dengan keyboard tanpa CPU maupun monitor dan mereka berhasil, -Nah guna melengkapi Blog Tutorial ini, bagi pengunjung yang telah mempelajari E-Book dan enggan mencari-cari game karena berbagai alasan silahkan KLIK DISINI atau silahkan pilih pada menu yang terdapat pada bagian atas blog ini untuk berketik-ketik ria dengan permainan-permainan yang akan melatih refleksi dan otak kiri anda. Kiranya cukuplah sudah celoteh penulis pada Tutorial Mengetik 10 Jari ini, semoga anda mengerti dan memahami bahwa sebagai orang tua yang baik menjadi Guru Typist atau Guru Juru Ketik mungkin lebih mudah daripada menjadi siswa atau pelajar itu sendiri karena belajar mengetik membutuhkan kebiasaan, keseriusan serta semangat yang besar sedangkan menjadi Guru Typist hanya memerlukan kesabaran dan kejelian dalam pengawasan Tut Basis yang sering nyasar atau salah pencet (tekan). Harapan penulis semoga E-Book ini bermanfaat bagi anda yang berminat dan orang tua yang berkenan membangun anaknya lebih mandiri dalam meniti suatu profesinya kelak. DAFTAR ISI E-BOOK Kurikulum dan Silabus Gambar Posisi dan Fungsi Jari Materi dan Latihan Mengetik Sepuluh Jari Contoh Bentuk-bentuk Surat Sistematika Penulisan Bagi pengunjung yang berminat silahkan klik DAFTAR ISI E-BOOK guna mendownload file berformat PDF agar dapat dicetak (print) sesuai aslinya dengan maksud menghindari kesulitan dalam pembelajaran karena lupa posisi jari dan tahapan-tahapan refleksi pelatihan, -tentunya agar anda bisa melirik kebenaran fungsi jari-jemari manis anda sesuai dengan TUPOKSInya disaat berada di atas keyboard. Semoga bermanfaat....</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Unknown)</itunes:author><itunes:summary>Menurut hemat penulis, kemampuan mengetik sepuluh jari merupakan suatu ketrampilan dasar yang sangat penting guna menunjang kualitas profesi yang erat hubungannya dengan keyboard, baik keinginan anda untuk menjadi seorang Programmer, Designer, maupun Blogger. Dapatkah kita bayangkan bila Sang Pakar Programmer harus mengetik HTML dengan jari kesebelasan, atau seorang Designer yang mengetik dengan tiga jari ketika sedang membuat majalah maupun surat penawaran pekerjaan. Memang, substansi dan keterampilan memiliki bagian tersendiri, namun demikian tidakkah kita lebih baik membiasakan pada diri sendiri dan anak didik kita untuk bekerja dengan cara yang tepat guna, khususnya soal jari-jemari. -pada kemajuan zaman yang sudah serba Computerize dengan era digital dan otomatisasi ini. Mengetik sepuluh jari bukanlah pelajaran utama anak SLTP maupun SLTA, menurut penulis ketrampilan ini akan lebih baik bila diterapkan pada Taman Kanak-kanak sebagai perkenalan, dan pada Sekolah Dasar sebagai pelatihan keterampilan agar kelak dalam mengerjakan tugas-tugasnya baik sebagai pelajar maupun pakar sudah merupakan kebiasaan. Sengaja pendapat nyleneh ini penulis sampaikan, -dalam hal ini kebiasaan merupakan kunci utama meskipun menjadi seorang Typist atau juru ketik belum tentu menyenangkan karena pekerjaannya cenderung monoton, yang ingin penulis tekankan disini adalah belajar mengetik bukanlah merupakan tujuan utama guna dijadikan suatu profesi melainkan sebagai elemen dari performance profesi yang baik meskipun Typist atau Juru Ketik itu sendiri merupakan profesi yang baik. (semoga pendapat ini benar adanya, Mohon kritik dan sarannya, Trims). Namun demikian, berkat kemampuan dan keterampilan mengetik sepuluh jari yang penulis miliki, tak lupa penulis telah berulang tahun di Sentosa Island, jalan-jalan di New Orchid (Singapore), makan tidur di Hotel berbintang seperti Hotel Vistana (Kuantan-Malaysia), Hotel Alia, Hotel Panghegar (Bandung) dengan ketemu orang-orang besar yang mungkin harus minta izin dulu kalau disebutkan namanya satu-persatu (maklum cuma Juru Ketik). Satu hal penting yang selalu penulis rasakan dari pengalaman menjadi Typist adalah saya dapat belajar dengan baik dari konsep-konsep yang saya ketik tanpa biaya dan saya merasakan hal ini sebagai bagian dari ibadah karena ilmu yang saya peroleh didapat dalam suatu sinergi yang baik seiring keikhlasan dan kesuksesan stakeholder. Kebanyakan orang sependapat bahwa ketrampilan mengetik sepuluh jari lebih memfokuskan pada penggunaan otak kiri, guna melatih dan meningkatkan kemampuan cobalah bermain-main dengan games Typing yang dapat anda peroleh bersama Om Google. Namun demikian, perlu diingat bahwa pembelajaran melalui game-game seperti ini akan berfungsi sesuai dengan tujuannya bila jari-jemari manis anda sudah mengenal Tut Basis dengan baik. Saran dan Kritik penulis adalah berfikirlah dengan cerdas bila anda merasa pintar karena tugas orang-orang pintar adalah berfikir cerdas, dan tugas orang cerdas adalah berfikir genius karena orang genius&amp;nbsp; yang baik bermanfaat buat orang lain.&amp;nbsp; Harapan penulis bila anda memang sudah genius maka&amp;nbsp; bangunlah ummat menuju kebaikan seperti sabda-sabda Rosulullah. Mungkin perlu penulis sampaikan bahwa dahulu penulis belajar mengetik sepuluh jari menggunakan mesin ketik manual yang silindernya rusak dan tanpa pita. Namun demikian dengan keseriusan dan semangat yang kuat, penulis dapat merefleksikannya dengan baik dalam waktu 1 minggu, sementara penulis mengajarkannya kepada adik-adik tercinta dengan keyboard tanpa CPU maupun monitor dan mereka berhasil, -Nah guna melengkapi Blog Tutorial ini, bagi pengunjung yang telah mempelajari E-Book dan enggan mencari-cari game karena berbagai alasan silahkan KLIK DISINI atau silahkan pilih pada menu yang terdapat pada bagian atas blog ini untuk berketik-ketik ria dengan permainan-permainan yang akan melatih refleksi dan otak kiri anda. Kiranya cukuplah sudah celoteh penulis pada Tutorial Mengetik 10 Jari ini, semoga anda mengerti dan memahami bahwa sebagai orang tua yang baik menjadi Guru Typist atau Guru Juru Ketik mungkin lebih mudah daripada menjadi siswa atau pelajar itu sendiri karena belajar mengetik membutuhkan kebiasaan, keseriusan serta semangat yang besar sedangkan menjadi Guru Typist hanya memerlukan kesabaran dan kejelian dalam pengawasan Tut Basis yang sering nyasar atau salah pencet (tekan). Harapan penulis semoga E-Book ini bermanfaat bagi anda yang berminat dan orang tua yang berkenan membangun anaknya lebih mandiri dalam meniti suatu profesinya kelak. DAFTAR ISI E-BOOK Kurikulum dan Silabus Gambar Posisi dan Fungsi Jari Materi dan Latihan Mengetik Sepuluh Jari Contoh Bentuk-bentuk Surat Sistematika Penulisan Bagi pengunjung yang berminat silahkan klik DAFTAR ISI E-BOOK guna mendownload file berformat PDF agar dapat dicetak (print) sesuai aslinya dengan maksud menghindari kesulitan dalam pembelajaran karena lupa posisi jari dan tahapan-tahapan refleksi pelatihan, -tentunya agar anda bisa melirik kebenaran fungsi jari-jemari manis anda sesuai dengan TUPOKSInya disaat berada di atas keyboard. Semoga bermanfaat....</itunes:summary></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-798492897245917838.post-1619513663955222548</guid><pubDate>Sun, 28 Feb 2010 20:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-01T03:03:09.887+07:00</atom:updated><title>The Mentalis vs The Magic</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perkembangan Ms. Office memang sangat signifikan, khususnya untuk Ms. Office 2007 dan versi sesudahnya yang memanjakan pengguna dengan penampilan efek dan fungsi tools memukau sehingga pengguna mudah mendesign karya tulisnya dengan klik sana klik sini. Namun demikian program pengolahan kata yang banyak memakan memori itu belum melengkapi semua tools dengan shortcut defaultnya, untuk itu penulis lebih suka menggunakan Ms. Office XP yang memakan memori lebih sedikit dan support ke versi mana saja agar sisa memori bisa digunakan untuk kebutuhan program lainnya, toh cuma buat mengolah kata bukan mengolah animasi atau gambar. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perubahan tools ini terkadang sangat merepotkan pengguna karena pada Ms. Office 2007 teksnya tidak beraturan bila kita simpan ke dalam versi sebelumnya hal ini disebabkan oleh default margin yang berubah. Contoh kasus lain, pada Ms. Office 2003 dan versi sebelumnya, untuk mengatur halaman, Mentalis (istilah mbrekele) pengguna cukup menekan Alt+F+U lalu muncul menu page setup. Sedangkan pada Ms. Office 2007 pengguna harus klik Page Layout diikuti prosedur tools agar tata letak sesuai keinginan meskipun kita bisa menekan Alt+P+SP namun coba rasakan langkah mana yang lebih merepotkan, hal ini karena menu File sudah diganti dengan Home. Meskipun kita bisa menggunakan fungsi help untuk membuat shortcut tapi justru masalah itu akan timbul bila kita menggunakan Komputer yang berbeda karena sudah terbiasa dengan shortcut yang kita buat sendiri. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun demikian perkembangan yang signifikan ini tentunya merupakan inovasi bagus dan patut kita syukuri seiring dengan tuntutan zaman yang serba klik, sekarang tinggal pilihan sahabat sendiri, apakah di lingkungan sahabat masih banyak yang menggunakan versi 2003 ke bawah atau versi 2007 ke atas karena sistim konversi program Ms. Office tidak sebagus dengan sistim konversi program grafis belum lagi masalah Negara kita yang membuat Pentium III masih laris manis dijual plus tempat kursusan di kampung yang masih menggunakan Pentium II (ha..ha.ha..ha…). &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada Tutorial The Magic vs The Mentalis penulis menggunakan Ms. Office 2003 yang akrab dengan versi sebelumnya. Namun demikian sahabat tidak perlu khawatir karena tentunya Paman Microsoft tetap eksis dengan sistematika aplikasinya sehingga tombol-tombol fungsi The Magic dan The Mentalis masih tetap bisa diterapkan pada Ms. 2007 ke atas. Contoh untuk masuk ke menu Font pada versi The Mentalis sahabat diberi rumus Alt+O+F sedangkan pada versi The Magic cukup tekan Ctrl+D, pada versi sesudahnya (2007) silahkan tekan Ctr+Shift+F, ketiganya bisa digunakan perbedaannya hanya pada proses louding yang terkadang jadi agak lambat. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beberapa orang sependapat bahwa professional merupakan hal penting meski hanya memotong rambut sekalipun. Menurut hemat penulis, kendala yang sering kurang dimengerti mengenai profesi itu sendiri timbul dari Stakeholder yang menginginkannya namun enggan untuk terbiasa, tidak mampu melihat sisi baik bimbingan materi dengan berbagai alasan. Yang ingin penulis tekankan adalah “&lt;a href="http://belajarmengetik10jari.blogspot.com/"&gt;&lt;i&gt;Belajar mengetik sepuluh jari terlebih dahulu sebelum belajar Ms. Office&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;” karena meskipun sahabat memiliki komputer bagus dan membeli tutorial yang mahal sekalipun, tentunya akan sangat mengecewakan bila untuk membuat surat kuasa saja harus memakan waktu satu jam karena sepuluh jari sahabat menjadi jari kesebelasan. &lt;br /&gt;
Dengan mengikuti tutorial ini diharapkan sahabat mampu memahami metodologi penggunaan tools Microsoft dan sahabat akan mendapatkan Magic Tools tersendiri sebagai inti materi dari The Magic vs The Mentalis. Demikianlah sekelumit pengetahuan Ms. Office yang penulis ketahui, guna mendapatkan materi yang sahabat inginkan silahkan pilih pada Daftar Isi yang akan terus dilengkapi seiring perjalanan waktu dan permintaan pengunjung. Terima kasih.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebelum dan sesudahnya penulis mohon ma’af apabila ada tulisan yang kurang berkenan atau kurang tepat, sengaja penulis gunakan istilah Sahabat karena bolak-balik mengupas blognya &lt;a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2009/03/free-template-magazine-template-3-hijau.html"&gt;Kang Rohman&lt;/a&gt; sepertinya isilah Sahabat cukup santun, adapun istilah The Magic sich sekedar mengekor Dosen yang pinter plus ganteng alias Bapak &lt;a href="http://www.hendihen.com/"&gt;Hendi Hendratman&lt;/a&gt;. &lt;i&gt;Monggooo klik mawon asmone bilih pingin ngertos asline&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://yourhomeofficecreation.blogspot.com/2010/03/mentalis-vs-magic.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-798492897245917838.post-2873367331224592006</guid><pubDate>Fri, 12 Feb 2010 07:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-12T16:29:39.395+07:00</atom:updated><title>SEKAPUR SIRIH</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Layaknya seorang Saudagar Muslim yang sedang menikmati keindahan sebuah Masjid Agung, dalam tangisnya ia bersyukur atas kesejahteraan dan nikmat yang melimpah, dengan termenung beliau ingin menggapai keindahannya untuk persiapan hari akhir. Bismillahirrohmaanirrohim diucapkannya sepanjang jalan agar dirinya diridhoi oleh-Nya sebagai musafir yang berkeinginan menggapai keindahan syurga bekal Robnya kelak. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sungguhpun fakta itu ada karena ada maya, Musafir pun tersentuh Makhluk ciptaan Allah yang membawa najis, dalam&amp;nbsp; nuraninya Sang Saudagar merasa kecewa, ia berfikir gundah-gelisah. beliau berkata-kata dalam hatinya .....kenapa dari rumahku yang jauh lebih megah kulihat begitu indah Masjid ini hingga begitu bangga aku menikmatinya karena kutahu banyak sudah aktifitas yang telah saya lakukan, tapi kini.... kini aku begitu hampa disini .....ini .....ini..... ini bukan masalahku ......ini hanyalah suatu hal yang tak perlu terjadi pada diriku, aku baru turun dari mobil yang kubanggakan, sopirku pun sangat senang meninggalkanku, orang bodohpun mengerti&amp;nbsp; tidak perlu&amp;nbsp; membawa ponsel ke masjid ...kenapa....kenapa...kenapa....... hewan itu apa...... &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sejenak Sang Saudagar ingin pulang, sejenak beliau ingin meneruskan hajatnya, sejenak ia ingin menunda hajatnya, disadarinya dirinya sudah terlalu lama termenung, ditatapinya satu per satu anak yatim dan piatu dihadapannya itu yang tak henti-hentinya meminta santunan. lalu Saudagar pun berjalan lemas meninggalkan sepatu kulitnya yang telah kotor ...kalau mau ambil-ambillah... yang penting jangan minta duit ....aku lagi kecewa...., ditapakinya kerikil itu satu persatu menuju kamar mandi, ditutupinya badannya yang tersentuh najis dengan menjinjit gaunnya, hatinya tak faham apa yang harus dilakukan. Masjid....masjid.....ini hanyalah sebuah masjid.... apa yang dapat kulakukan&amp;nbsp; disini gak mungkin semua yang kuperlukan ada disini, semuanya begitu standar, kutahu&amp;nbsp; tak ada fasilitas yang kubutuhkan, ..........begitu dia berkata-kata.......&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sesampainya di kamar mandi dilihatnya peralatan mandi yang sudah tersusun rapih tanpa sikat gigi, dengan mengucap alhamdulillah cepat-cepat beliau menyingkirkan hadats besarnya, lagi..... beliau tertegun karena beliau hanya mengenakan handuk yang bukan miliknya. Lalu ia pun keluar untuk mengambil air wudhu, Subhanallah, ini anak siapa...., mau ngapain...., jangan-jangan ini handuk dia..., kenapa dia mengusung-mengusungkan siwak yang masih natural itu tanpa sepatah katapun, ....dan Saudagarpun berkata “Tolong... ridhoi saja perbuatan saya, .....saya pusing melihat kamu, ....terima kasih” lalu anak itupun pergi dengan kecewa, Sang Saudagarpun baru sadar kalau ia hanya seorang yatim yang gagu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Selesainya mengambil air wudhu Sang Saudagar memasuki Masjid, diraihnya cepat-cepat sarung dan sajadah itu, dikenakannya pakaian itu dengan rapih, hatta beliau bersyukur atas kemudahannya itu, lalu diambilnya tasbih itu, dibacanya Al-Qur’an itu dengan merdu, lalu ia pun berpulang, ....dengan ramah beliau salami semua orang disekelilingnya sambil memegang Siwak&amp;nbsp; bermerk&amp;nbsp; ZakirE. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kini ia termenung lagi di beranda Masjid melihat sepatunya yang sudah bersih tersemir berjejer rapih, dipandanginya rumah yang megah itu, dalam benaknya berkata-kata&amp;nbsp; ....kini aku begitu bangga dan senang melihat rumah yang kubanggakan meski sejujurnya saat ini hatiku serasa sangat kecil.... aku harus pulang karena kutahu tamu besar sedang menunggu&amp;nbsp; ....tapi aku masih suka disini ....tapi aku harus pulang .......tapi aku masih suka disini, .....aku belum mengerti, lalu Sang Saudagarpun berpulang, ditengoknya anak-anak kecil tadi sudah tiada, kini beliau sadar kalau anak tadi hanyalah seorang yatim/piatu yang kesehariannya menjaga keindahan syurga. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Benar cerita ini hanya fiktif belaka.... Yakinlah dengan sikap Saudagar yang wajar menjadi realitas....&amp;nbsp; mungkinkah Sang Saudagar menemukan pemilik sabun dan tukang semir lagi.... atau justru akan tersenyum lebar meninggalkan mereka dengan ucapan terima kasih yang menyenangkan hatinya....&amp;nbsp; atau hanya berniat kelak selalu membantu anak yatim lagi setelah mendapat project lebih besar lagi....&lt;/div&gt;</description><link>http://yourhomeofficecreation.blogspot.com/2010/02/sekapur-sirih.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item></channel></rss>