<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8274713240348631217</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 10:33:44 +0000</lastBuildDate><category>Pakan</category><category>BIOENERGETIKA</category><category>Ikan</category><category>Jaringan Sel</category><category>NUTRISI IKAN</category><category>Non Nutrisi</category><category>Osmoregulasi</category><category>Transportasi Ikan</category><title>ASKAR PERIKANAN UMI</title><description></description><link>http://askaryunusumi.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (daffa)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8274713240348631217.post-1595887612727634898</guid><pubDate>Sat, 17 Oct 2009 03:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-26T07:43:19.249-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Transportasi Ikan</category><title>Pengemasan dan Penanganan Transportasi Ikan Hidup</title><description>Ada 2 sistem pengemasan yang biasa di lakukan untuk transportasi ikan hidup :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;1. Pengemasan Ikan Sistem Terbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu ikan hidup yang diangkut dengan wadah atau tempat yang media airnya masih dapat berhubungan dengan udara bebas. Pengankutan system ini biasa digunakan untuk pengangkutan jarak dekat dan membutuhkan waktu yang tidak begitu lama. Terdapat kelebihan dan kekurangan dari system ini. Kelebihannya antara lain difusi oksigen melalui udara ke media air masih dapat berlangsung, dapat dilakukan penambahan oksigen melalui aerator, dan dapat dilakukan pergantian air sebagian selama perjalanan. Sementara kekurangannya dapat membahayakan ikan dan tidak dapat dilakukan untuk pengiriman menggunakan pesawat terbang. Sistem ini sangat cocok untuk pengiriman ikan ukuran konsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;2. Pengemasan Ikan Sistem Tertutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu pengemasan ikan hidup yang dilakukan dengan tempat atau wadah tertutup, udara dari luar tidak dapat masuk kedalam media tersebut. Pengemasan dengan &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;cara ini dapat dilakukan untuk pengangkutan jarak jauh. Seperti halnya dengan system terbuka, pengemasan system tertutup ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya antara lain media air tahan terhadap guncangan selama pengangkutan, dapat dilakukan untuk pengangkutan jarak jauh (dengan pesawat terbang), memudahkan penataan dalam pemanfaatan tempat selama pengangkutan. Sementara kekurangannya antara lain adalah media air tidak dapat bersentuhan dengan udara langsung (tidak ada difusi oksigen dari udara) sehingga tidak ada suplai oksigen tambahan, tidak dapat dilakukan pergantian air, dan memerlukan kecermatan dalam memperhitungkan kebutuhan oksigen dengan lama waktu perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Pengangkutan Ikan Air Tawar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik ukuran benih maupun ukuran konsumsi atau dalam kondisi mati segar atau kondisi hidup dapat dilakukan  dengan pengangkutan melalui darat, laut dan udara. Pengangkutan ikan yang berjarak jauh lebih aik bila menggunakan jalur udara. Walaupun pesawat lebih mahal dari sarana angkutan lainnya, tetapi waktu perjalanannya lebih singkat. Hanya saja, pengangkutan ikan dengan pesawat lebih rumit dibandingkan dengan sarana transportasi darat dan laut karena harus memenuhi beberapa persyaratan, misalnya kelengkapan dokumen pengurusan dokumennya.&lt;br /&gt;Dalam pengangkutan ikan hidup, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jenis ikan, ukuran ikan, dan kepadatan ikan yang akan mempengaruhi sarana pengangkutan.&lt;br /&gt;• Sistem kemasan, kemasan dapat menggunakan system tertutup atau terbuka.&lt;br /&gt;• Jarak tempuh, jarak yang jauh perlu mempertimbangkan sarana transportasi dan system kemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu harus dapat dipertahankan mendekati suhu normal karena peningkatan pada waktu pengangkutan dapat menyebabkan ikan stress. Untuk mempertahankan suhu, sebaiknya diberi pecahan es batu disekitar media kemasan dengan perkiraan 10% dari banyaknya air media angkutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Mengangkut Ikan Hidup Dengan Sekam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan yang diangkut (biasanya ikan air tawar) disuruh berpuasa, mensucikan diri dalam bak air mengalir. Jadi biar mengeluarkan isi perut dulu sebanyak-banyaknya, sehingga kalau diangkut nanti tidak akan minta permisi untuk pergi ke belakang lagi di tengah jalan. Kalau tidak ada air mengalir, ya pakai air berhenti juga boleh, asal dialiri udara dengan aerator seperti yang biasa dipakai untuk memelihara ikan hias di akuarium itu, agar mereka tidak megap-megap karena sesak napas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Ikan dipingsankan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengosongan perut/puasa sudah dimulai sehari sebelum keberangkatan rombongan. Esok harinya, pagi-pagi benar ikan-ikan yang sudah “suci” bersih itu disuruh pingsan, dengan jalan dimasukkan ke dalam air es. Jadi tidak akan meronta-ronta, menggelepar lagi sewaktu ditangani untuk persiapan pengangkutan.&lt;br /&gt;Sementara itu, disiapkan sekam padi yang sebelumnya juga sudah didinginkan dalam air es, dan ditiriskan air kelebihannya. Maksudnya agar suhunya bisa sama dinginnya dengan suhu ikan-ikan pingsan nanti. Jadi tidak akan menyerap dan menurunkan suhu dingin dari ikan-ikan yang sudah digarap.&lt;br /&gt;Setelah bergelimpangan pingsan semua, ikan-ikan dibungkus satu per satu dengan kertas, agar insangnya tidak akan kemasukan sekam padi ketika mereka disusun dalam kotak yang berisi sekam.&lt;br /&gt;Kotak pengangkut ini terbuat dari seng nirkarat atau aluminium yang dinding gandanya diberi bahan penyekat. Jadi suhu dalam ruangan kotak dapat tahan lama dingin terus, selama diangkut. Kotak jadi bertugas sebagai semacan termos atau lemari es mini untuk mempertahankan temperatur yang diangkut agar tetap dingin.&lt;br /&gt;Bungkusan ikan disusun dalam kotak ini, yang dasarnya diberi selapis tebal sekam padi dingin lembap yang sudah selesai ditiriskan sebelumnya. Selesai disusun, deretan ikan dibekali hancuran es dalam kantung plastik kecil tapi banyak, agar suhunya tetap dingin. Semuanya kemudian ditimbuni selapis sekam padi dingin yang lembap lagi, sebelum ditumpuki deretan ikan bungkus bersama kantung es lagi. Begitu seterusnya, ikan disusun berselang-seling dengan lapisan tebal sekam padi.&lt;br /&gt;Selesai pengisian, kotak ditutup rapat dan dapat diangkut dengan kendaraan bermotor ke tempat pedagang ikan eceran. Dibanting-banting juga tidak akan mengganggu ikan hidup yang sudah dibuat setengah mati itu.&lt;br /&gt;Tiba di tempat tujuan, ikan perlu dibangunkan, sebelum dapat dijajakan di pasar konsumen. Untuk itu perlu disediakan ember plastik berisi air segar yang dialiri udara dari aerator.&lt;br /&gt;Pengaliran udara ini perlu, agar air senantiasa bergolak, dan menggoyang-goyang ikan tidur nyenyak supaya lekas siuman kembali. Baru sesudah tampak bugar, tidak loyo lagi, mereka dipindah ke ember lain berisi air biasa yang segar, untuk dipajang di gerai los pasar ikan.&lt;br /&gt;Cara ini lebih simpel kelihatannya daripada cara pengangkutan dengan air dalam tangki truk pengangkut, seperti yang sejauh ini sudah biasa dilakukan. Tetapi yang menyebalkan ialah, membungkus ikan pingsan itu satu per satu dalam lembaran kertas, kemudian menyusun bungkusan ikan selapis demi selapis dalam kotak berisi sekam. Dalam taraf eksperimen yang hanya menyangkut beberapa ekor ikan saja, cara itu boleh jadi tidak bermasalah. Tetapi kalau sudah berskala komersial, dan menyangkut beberapa puluh ekor ikan, berapa lama yang diperlukan untuk membungkus ikan itu satu per satu dengan kertas? Perlu tenaga kerja terampil yang tidak sedikit untuk mengemas ikan secepat-secepatnya jangan sampai waktu angkut jadi berkurang karena habis terpakai untuk bungkus-bungkus.&lt;br /&gt;Cara ini masih perlu percobaan dan pengembangan lebih lanjut, yang bertujuan mengefisienkan proses penanganan ikan hidup, sehingga kalau diterapkan besar-besaran dalam skala komersial, hasilnya masih oke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://askaryunusumi.blogspot.com/2009/10/pengemasan-dan-penanganan-tranportasi.html</link><author>noreply@blogger.com (daffa)</author><thr:total>8</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8274713240348631217.post-7990122402757246113</guid><pubDate>Fri, 18 Sep 2009 13:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-26T05:54:01.849-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pakan</category><title>MEMBUAT PAKAN IKAN SENDIRI</title><description>“Membuat pakan sendiri,” banyak pembudidaya ikan berpikir apa bisa membuat pakan ikan sendiri untuk peliharaan ikan? Tentunya bisa. Melihat sekarang pakan atau pellet terus naik harganya dan makin tidak terjangkau para petani budidaya ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun beberapa pakan buatan sendiri diakui masih kurang berkualitas dari pakan buatan pabrik tapi tidak menutup kemungkinan pakan buatan sendiri lebih baik, lebih segar jika bahan-bahan pembuatan pakan tersedia dan mutu yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakan yang baik memenuhi nutrisi ikan. Mengenal kebutuhan nutrisi ikan merupakan landasan dalam pembuatan pakan ikan sendiri, setiap ikan membutuhkan nilai gisi yang berbeda, kebutuhan protein, lemak dan serat ikan nila atau tilapia berbeda dengan ikan lele.&lt;br /&gt;Ikan lele memerlukan lebih sedikit nilai nutrisi dibanding dengan ikan nila, gurame, ikan mas dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakan yang memiliki keseimbangan protein, &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;lemak, dan serat  untuk kebutuhan ikan tertentu akan memacu pertumbuhan ikan yang cepat besar, akan tetapi bila nutrisi yang dibutuhkan ikan kurang maka pertumbuhan ikan akan lambat berakibat pada biaya dan waktu panen yang cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terjadi ikan dipanen pada umur 6 bulan menjadi 8 bulan untuk ikan nila berukuran 500 gr. Karena nilai protein dan lemak serta serat yang kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan nutrisi pakan ikan buatan sendiri dibagi dua bagian sesuai dengan umur ikan.&lt;br /&gt;1. Ikan yang berumur 1-3 bulan nilai protein antara 35%-50%.&lt;br /&gt;2. Ikan yang berumur 4 bulan keatas 25%-30% .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui kebutuhan ikan, kita perlu mempelajari bahan-bahan dan kandungan gisi setiap bahan yang tersedia. Hampir semua bahan dasar yang dibutuhkan dalam pembuatan pakan ikan sendiri tersedia di seluruh pelosok nusantara. Seperti, jagung, dedak kuning, tepung ikan, ampas tahu, limbah udang, bungkil, dan lainnya. Bahan-bahan tersebut memiliki nilai gisi yang cukup untuk kebutuhan ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di daerah anda tidak memiliki satu atau dua bahan yang tertera di atas anda masih tetap bisa membuat pellet ikan, dengan tiga macam saja tentu bisa juga. Dengan memperhatikan kebutuhan ikan, maka pakan ikan dapat diupayakan. Ingat lebih baik dengan bahan tiga macam yang ketersediaannya berkelanjutan lebih baik daripada lima atau enam baham campuran yang kadang tersedia dan kadang tidak. Sebaiknya jangan membuat pakan dengan campuran bahan pakan yang terus berubah-ubah menjaga agar ikan tidak stress oleh karena perubahan bahan pembuatan pellet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mencampur bahan pakan ikan sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan nila? Ada banyak cara untuk menghitung dan menkombinasiakan bahan pakan yang memenuhi standar yang di tentukan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Anda bisa membuat dengan model campuran apa saja akan tetapi tepung ikan bahan utama yang harus ada dalam setiap pembuatan pakan ikan karena tepung ikan menimbulkan aroma yang dapat merangsang napsu makan ikan dan akan lebih baik lagi bila di tambahkan dua persen minyak ikan pada campuran pembuatan pellet ikan. Kualitas bahan dan unsur lain dapat mempengaruhi nilai kandungan gisi setiap bahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..............Setelah ditentukan bahan yang akan di gunakan, selanjutnya proses pencampuran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sediakan tempat yang bersih untuk mengaduk sebanyak 100 kg .&lt;br /&gt;• Campurkan setiap bahan yang sudah ditentukan dalam kilogram.&lt;br /&gt;• Aduk sampai semua bahan sudah tercampur dengan mereta.&lt;br /&gt;• Sediakan wadah untuk persiapan pencetakan bahan menjadi berbentuk pellet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin pencetak pellet ada dua macam; pencetak pellet basah dan mesin pencetak pellet kering. Biasanya mesin pencetak basah tidak bisa untuk mencetak pellet kering akan tetapi mesin pencetak pellet kering bisa mencetak pellet basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain pencetak pellet basah umumnya lebih murah dan mesin ini banyak di buat dalam negeri oleh bengkel-benkel industri kecil tapi, ada juga diantara mereka yang memproduksi mesin pencetak pellet kering dan harganya dua sampai tiga kali lipat, karena pembuatanya lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pencetakan pellet basah hendaknya campuran air pada bahan jangan terlalu banyak atau sampai encer. Pellet akan terbentuk jika campuran tidak encer. Percobaan berulang-ulang akan menghasilkan takaran air yang tepat. Tuangkan bahan yang sudah dicampur ke mesin pencetak sedikit demi sedikit untuk melihat hasil cetakan apakah sudah bagus atau belum, tambahkan air jika mesin kelihatan bekerja terlalu berat atau jika terlalu encer tambahkan bahan kering yang sudah dicampur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://askaryunusumi.blogspot.com/2009/09/membuat-pakan-ikan-sendiri.html</link><author>noreply@blogger.com (daffa)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8274713240348631217.post-3092107385687079491</guid><pubDate>Thu, 23 Jul 2009 12:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-27T06:18:50.318-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pakan</category><title>PAKAN BUATAN UNTUK UDANG</title><description>Pakan buatan bagi udang dapat diartikan sebagai pakan yang dibuat dalam skala industri dengan komposisi nutrisi dan gizi sesuai dengan kebutuhan udang dan diberikan untuk menyuplai makanan pada tambak dengan tingkat ketersediaan pakan alaminya telah menipis/habis sama sekali.  Tingkat penggunaan pakan buatan relatif berbeda berdasarkan skala budidaya udang yang diterapkan, seperti akan diuraikan di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;1. Pada budidaya udang skala tradisional, penggunaan pakan buatan tidak/jarang sekali digunakan pada pola pemberian pakan yang diterapkannya.   Penggunaan pakan buatan hanya terbatas pada pakan yang dibuat berdasarkan kemampuan pengelola tambak secara perorangan.  Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan buatan antara lain : dedak (bekatul), jagung, tepung dan ikan rucah sebagai campuran.  Pakan jenis ini biasanya digunakan setelah udang mencapai usia panen dengan estimasi populasi udang yang relatif banyak.&lt;br /&gt;2. Pada budidaya udang skala semi intensif, penggunaan pakan buatan lebih diarahkan pada upaya antisipasi terjadinya kekurangan pakan alami berdasarkan estimasi populasi udang yang ada pada saat itu.  Pemberian pakan buatan yang diterapkan tidak bersifat mutlak dan lebih cenderung insidental.&lt;br /&gt;3. Pada budidaya udang skala intensif,  penggunaan pakan buatan terutama yang berskala industri bersifat mutlak sebagai salah satu syarat pengelolaan budidaya udang.  Padat penebaran udang yang relatif tinggi merupakan salah satu dasar pemikiran yang perlu dipertimbangkan.  Selain itu penerapan pakan buatan yang benar pada budidaya udang skala intensif dapat membantu dalam estimasi kondisi dan pertumbuhan udang di dalam tambak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan jenis pakan udang lainnya, maka pakan buatan skala industri mempunyai  karakteristik ditinjau dari segi ukuran dan komposisi nilai gizi yang dikandungnya.  Karakteristik tersebut dibuat dan ditentukan oleh industri pembuatnya berdasarkan sifat dan kebutuhan udang yang ada di dalam tambak.&lt;br /&gt;Ukuran pakan buatan bagi udang merupakan ukuran besar kecilnya butiran-butiran pakan yang sesuai dengan kebutuhan udang pada saat dan kondisi tertentu.  Berdasarkan ukurannya, pakan buatan secara garis besar biasanya dapat digolongkan ke dalam jenis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Crumble yaitu butiran pakan yang berupa serbuk/butiran halus dan biasa digunakan pada udang usia tebar (benur).&lt;br /&gt;2. Pellet yaitu pakan buatan yang berupa butiran-butiran kecil sampai butiran kasar dan biasa digunakan pada udang dewasa sampai udang usia panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ukuran, ditinjau berdasarkan komposisi kandungan nutrisinya pakan buatan mempunyai formulasi yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan udang.  Nutrisi yang biasanya terdapat dalam pakan buatan antara lain : karbohidrat, protein, lemak, serat dan beberapa zat esensial lain yang dibutuhkan udang.  Komposisi nutrisi tersebut dapat berbeda tergantung dari ukuran pakan dan industri pembuatannya.  Dalam kondisi tertentu pakan buatan tersebut dikombinasikan dengan zat-zat suplemen (antara lain vitamin) untuk mengatasi kekurangan zat tersebut dan dibutuhkan oleh udang dalam keadaan sangat diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Pakan Segar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di dalam satu siklus budidaya, pada saat tertentu udang dapat mengalami penurunan kondisi dan kualitas yang disebabkan oleh faktor alam (perubahan cuaca, lingkungan) maupun faktor yang berasal dari dalam tubuh udang itu sendiri (proses moulting).  Pada kondisi seperti ini gejala yang biasanya muncul adalah penurunan nafsu makan udang atau pada kondisi yang lebih parah udang telah terinfeksi jenis penyakit tertentu.&lt;br /&gt;Terjadinya penurunan nafsu makan bagi udang merupakan indikasi yang perlu dicermati, karena bila tidak segera ditangani dapat menimbulkan masalah yang serius bagi udang.  Penurunan nafsu makan tersebut akan membuat organ pencernaan udang dalam keadaan kosong dan selanjutnya dapat mengakibatkan penyusutan hepatopancreas sehingga udang pada kondisi yang lemah dan dapat menyebabkan udang mudah terkena masalah. Salah satu cara yang biasa digunakan untuk menangani penurunan nafsu makan udang adalah dengan melalui pemberian pakan segar yang bersifat insidental&lt;br /&gt;Pakan segar yaitu jenis pakan yang berasal dari hewan/biota perairan yang telah diolah sedemikian rupa dan diberikan dalam kondisi masih segar kepada udang dengan tujuan memperbaiki kualitas dan kondisi udang atau untuk meningkatkan nafsu makan udang yang terindikasi terkena masalah tertentu.&lt;br /&gt;Dasar pemikiran yang melandasi penggunaan pakan segar ini adalah sebagai atraktan bagi udang melalui rangsang penciuman/bau yang sangat menyengat yang dikeluarkan oleh pakan segar sehingga udang tertarik dan mendekati untuk mengkonsumsi pakan tersebut.  Diharapkan dengan metode seperti ini nafsu makan udang bisa lebih ditingkatkan dan mampu memperbaiki kualitas udang.&lt;br /&gt;Biota yang sering digunakan sebagai pakan segar dalam budidaya udang adalah dari berbagai jenis ikan.  Adapun cara pemberian pakan segar tersebut antara lain dilakukan dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pemberian secara langsung dengan terlebih dahulu ikan yang menjadi bahan pakan segar di potong-potong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.&lt;br /&gt;• Ikan bahan pakan segar direbus terlebih dahulu sebelum diberikan kepada udang dengan tujuan menekan sekecil mungkin resiko penularan/terinfeksinya bibit penyakit dari ikan yang digunakan sebagai pakan segar kepada udang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosis pemberian pakan segar yang diterapkan biasanya 1.5 â€“ 2.0 kali dosis pakan buatan dalam kondisi normal dan biasanya dilakukan pada malam hari atau tergantung dari tingkat kebutuhan dan permasalahan yang sedang dihadapi.&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan segar ini antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jenis dan tingkat permasalahan yang sedang terjadi, karena pada kasus tertentu pemberian pakan segara akan lebih memperparah kondisi dan kualitas udang di dalam tambak.&lt;br /&gt;• Kondisi perairan tambak dan cuaca.  Pemberian pakan segar di dalam perairan tambak akan berpengaruh nyata terhadap produktivitas perairan tambak, sehingga perubahan yang terjadi dapat mempengaruhi kondisi udang.&lt;br /&gt;• Pemberian pakan segar di dalam tambak harus diimbangi dengan sirkuasi air tambak yang memadai sebagai antisipasi terjadinya akumulasi sisa-sisa pakan segar yang tidak terkonsumsi udang dan dapat mengalami pembusukan di dasar tambak.&lt;br /&gt;• Penyeleksian kualitas biota bahan pakan segar dari kemungkinan terjangkitnya jenis penyakit tertentu yang dapat menginfeksi udang yang ada di dalam tambak.&lt;br /&gt;Pemberian pakan segar dapat dikurangi jumlah dan intensitasnya apabila kondisi udang telah menunjukkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik terutama yang menyangkut nafsu makannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Pakan Tambahan Lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jenis pakan seperti telah disebutkan di atas (pakan alami, pakan buatan dan pakan segar) dalam kondisi tertentu belum mampu menyediakan kebutuhan atas jenis nutrisi tertentu yang diperlukan udang, sehingga memerlukan makanan/zat yang bersifat suplemen dan diberikan dalam kondisi dan waktu tertentu pula.&lt;br /&gt;Pakan tambahan lainnya, yaitu pakan yang bersifat sebagai suplemen dari pakan buatan dan dapat diberikan secara campuran dengan pakan buatan maupun terpisah dengan tujuan mengisi kekurangan nutrisi tertentu dari pakan buatan.&lt;br /&gt;Jenis nutrisi suplemen yang biasa digunakan dalam pemberian pakan bagi udang antara lain berbagai macam vitamin dan protein yang diperlukan udang.  Nutrisi ini diberikan secara campuran dengan pakan buatan dengan media perekat yang digunakan berupa telur ayam/bebek.  Campuran tersebut dikeringkan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada udang.&lt;br /&gt;Berbeda dengan jenis pakan lainnya, pakan tambahan ini bukan merupakan suatu yang bersifat mutlak dan tidak semua kegiatan budidaya udang di berbagai tempat menggunakan jenis pakan tambahan ini, karena penggunaan nutrisi suplemen  lebih banyak yang bersifat try and error dan ditinjau dari segi biaya jenis pakan tambahan ini lebih membutuhkan biaya yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://askaryunusumi.blogspot.com/2009/07/pakan-buatan-untuk-udang.html</link><author>noreply@blogger.com (daffa)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8274713240348631217.post-158798383632821583</guid><pubDate>Sat, 06 Jun 2009 15:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-01T19:38:50.906-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pakan</category><title>FORMULA PAKAN UNTUK IKAN</title><description>Formula pakan ikan didasarkan pada kandungan protein, lemak dan serat. Formula ikan dapat dibagi Menjadi dua bagian sesuai dengan kebutun ikan, pakan ikan untuk anak ikan atau benih akan &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;membutuhkan 50% protein, 8% lemak,. Sedangkan untuk ikan dewasa membutuhkan protein antara 25-30% protein,  lemak 7%.&lt;br /&gt;Cara membuat pakan ikan sesuai dengan kebutuhan ikan dapat menggunakan formula campuran dari bahan-bahan pembuatan pakan atau pellet ikan yang akan di jelaskan pada table formula ikan. Bahan-bahan pakan ikan adalah tepung ikan, ampas tahu, dedak, bungkil kelapa, jagung, tepung darah, limbah udang,&lt;br /&gt;minyak ikan. Bahan pakan ini banyak terdapat di setiap daerah. Jadi, untuk membuat pellet ikan tidak sulit karena 90% bahan sudah tersedia.&lt;br /&gt;Setiap jenis bahan-bahan pakan tersebut memiliki kandungan protein yang berbeda-beda. Oleh karena itu perlu memperlajari / mengetahui berapa kandungan nutrisi bahan-bahan pakan sebelum membuat pellet ikan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Nama BahanProteinLemakSerat :&lt;br /&gt;Tepung Teri&lt;br /&gt;Tepung Udang&lt;br /&gt;Tepung Darah&lt;br /&gt;Tepung Bekicot&lt;br /&gt;Tepung Ikan&lt;br /&gt;Tepung Kedelai&lt;br /&gt;Tepung Terigu&lt;br /&gt;Dedak Halus&lt;br /&gt;Tepung Jagung&lt;br /&gt;Tepung Singkong&lt;br /&gt;Bungkil Kacang Tanah&lt;br /&gt;Bungkil Kelapa&lt;br /&gt;Tepung Ayam Segar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Hal penting yang harus di perhatikan dalam membuat  formula pakan ikan adalah ketersediaan bahan-bahan untuk membuat pellet ikan tersebut harus ada secara terus menerus. Jangan menggunakan bahan  yang ketersediannya terbatas atau musiman. Formula ikan yang berubah-ubah akan dapat menurunkan selera&lt;br /&gt;makan ikan dalam waktu sementara yang akan berakibat pada pertumbuhan ikan yang lambat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tepung2 lainnya seperti :&lt;br /&gt;Tepung Ikan 35% dan 50-60%&lt;br /&gt;Tepung Darah&lt;br /&gt;Tepung Bulu ayam&lt;br /&gt;Tepung Tulang&lt;br /&gt;Tepung Udang&lt;br /&gt;Tepung Teri&lt;br /&gt;Bungkil Kelapa Parut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LINK JUGA :&amp;nbsp; &lt;a href=&quot;http://www.askaryunus.co.cc/&quot;&gt;ASKAR HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://askaryunusumi.blogspot.com/2009/06/membuat-formula-pakan-ikan.html</link><author>noreply@blogger.com (daffa)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8274713240348631217.post-6352473105182835410</guid><pubDate>Thu, 28 May 2009 17:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-01T19:41:24.473-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">NUTRISI IKAN</category><title>KEBUTUHAN NUTRISI IKAN</title><description>Seperti halnya manusia ikan memerlukan nutrisi yang baik agar bisa hidup dengan sehat. Oleh karena itu ikan perlu diberi makan dengan makanan yang mengandung kadar nutrisi yang memadai. Nutrisi yang harus ada pada ikan adalah protein, karbohidrat, lemak, mineral, dan vitamin. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Protein&lt;br /&gt;Sekitar 50 % dari kebutuhan kalori yang diperlukan oleh ikan berasal dari protein. Bahan ini berfungsi untuk membangun otot, sel-sel, dan jaringan tubuh, terutama bagi ikan-ikan muda. Kebutuhan protein sendiri bervariasi tergantung pada jenis ikannya. Meskipun demikian, protein adalah unsur kunci yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan pada seluruh jenis ikan. Pada umumnya kebutuhan ikan terhadap protein dapat digolongkan secara garis besar sebagai berikut : 15 – 30 % dari total pakan bagi ikan-ikan herbivora, dan 45% bagi ikan karnivora. Sedangkan untuk ikan-ikan muda diperlukan diet dengan kandungan protein 50 %&lt;br /&gt;Lemak&lt;br /&gt;Lemak merupakan sumbar utama energi pada ikan. Lemak tersimpan dalam jaringan dan berfungsi untuk menjaga stamina yang prima pada ikan yang bersangkutan. Selain itu, juga sebagai media penyimpan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K&lt;br /&gt;Pada makanan ikan, lemak direkomendasikan supaya tidak terlalu tinggi kandungannya. Bahkan ikan-ikan pemakan daging pun (karnivora) kebutuhan akan lemaknya tidak lebih dari 8 %, sedangkan ikan-ikan herbivora kebutuhannya tidak lebih dari 3%. Kelebihan lemak pada ikan diketahui dapat menyebabkan kerusakan hati, menyebabkan timbulnya beberapa penyakit dan sering menimbulkan kematian dini. Ikan sering mengalami kesulitan untuk mencerna lemak-lemak keras, seperti yang terdapat pada daging sapi misalnya. Lemak jenuh bisa membahayakan ikan, oleh karena perlu dihindarkan. Sedangkan lemak-lemak jamak tak jenuh, seperti terdapat pada artemia sangat mudah dicerna dan diketahui dapat memicu pemijahan&lt;br /&gt;Karbohidrat.&lt;br /&gt;Pada ikan, karbohidrat diperlukan untuk pertumbuhan dan energi. Meskipun demikian, ikan tidak memerlukan karbohidrat dalam julmah besar pada makanannya. Kebanyakan karbohidrat diketahui malah dapat menghambat pertumbuhan ikan. Hal ini tampaknya berkaitan dengan kenyataan bahwa kandungan kadar karbohidrat yang tinggi pada makanan ikan sering berkaitan dengan rendahnya kadar nutrisi esensial lainnya.&lt;br /&gt;Mineral&lt;br /&gt;Dihabitatnya sumber-sumber mineral bagi ikan banyak tersedia secara alamiah. Tapi dalam lingkungan akuarium yang tertutup dan serba terbatas hal demikian tidak bisa dipenuhi. Oleh kerena itu mineral perlu disediakan melalui makanannya.&lt;br /&gt;Mineral pada ikan diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang, gigi, dan bahkan sisik. Mineral utama yang diperlkukan adalah kaslium dan fosfor. Selain itu mereka juga memerlukan besi, iodine, magnesium, natrium, kalium, tembaga dan seng. Kalsium dapat dijumpai pada air-air berkesadahan tinggi sedangkan fofor bisa dijumpai pda tanaman air. Apabila air yang digunakan berkesadahan rendah, dan dalam akuarium tidak ada tanaman airnya maka sangat penting untuk memberikan tambahan mineral pada makanan ikan. Tulang dan daging merupakan sumber kalsium dan fosor yang baik. Meskipun demikian, mereka bisa juga dijumpai pada makanan kering (flake) yang berkualitas baik.&lt;br /&gt;Serat.&lt;br /&gt;Serat relatif banyak dijumpai pada sayuran. Meskipun dalam jumlah sedikit dapat membantu proses pencernaan, serat tidak boleh diberikan terlalu banyak. Ikan karnivora bahkan tidak bisa mencerna serat sama sekali, dan direkomendasikan kendungannya pada makanan karivora tidak lebih dari 4 %. Sedangkan untuk ikan herbivora dianjurkan untuk memberikan serat dengan kadar 5 – 10 %.&lt;br /&gt;Vitamin.&lt;br /&gt;Berbeda dengan mineral, vitamin bersifat tidak stabil pada pakan jadi. Flake misalnya, mengandung cukup vitamin pada awalnya, tapi setelah berjalannya waktu vitamin ini akan mengalami kerusakan. Penyimpanan dalam freezer bisa membantu dalam mengawetkan kandungan vitamin, meskipun demikian dianjurkan untuk membeli pakan ikan untuk digunakan dalam waktu dekat. Vitamin utama yang diperlukan oleh ikan adalah A, D3, E, K, B1, B2, B3, B5, B6, B12, H, M dan inositol.&lt;br /&gt;Banyak para hobiis ikan hias yang tidak menyadari peranan penting vitamin dalam kesehatan ikan. Kekuarangan vitamin A misalnya, dapatmenyebabkan pertumbuhan ikan menjadi terhambat dan dapat menyebabkan terjadi tulang punggung yang melengkung. Vitamin E dan A merupakan faktor penting untuk menjaga ikan berada dalam kondisi prima untuk memijah. Vitamin K merupakan vitamin penting dalam penggumpalan darah. Vitamin B1, B2, dan B6 penting untuk pertumbuhan normal. B3 dan C diperlukan dalam proses pencernaan yang baik. Vitamin C juga diperlukan dalam pertumbuhan tulang dan gigi. Vitamin B5 dan M secara bersama-sama merupakan faktor utama dalam proses metabolisme. Kekuarangan vitamin H dapat mengurangi pembentuk sel darah dan menyebabkan anemia.&lt;br /&gt;Membeli makanan ikan dalam jumlah sedikit tapi bervariasi merupakan salah satu cara untuk memastikan bahwa ikan akan mendapatkan pasokan nutrisi yang bukup untuk tumbuh, sehat dan berumur panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LINK JUGA :&lt;a href=&quot;http://www.askaryunus.co.cc/&quot;&gt;ASKAR HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://askaryunusumi.blogspot.com/2009/05/kebutuhan-nutrisi-ikan.html</link><author>noreply@blogger.com (daffa)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8274713240348631217.post-7240441732312451661</guid><pubDate>Wed, 20 May 2009 13:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-02T00:28:41.870-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pakan</category><title>BAHAN MAKANAN UNTUK IKAN</title><description>Makanan bagi ikan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu usaha budidaya perikanan, disamping faktor-faktor lain seperti : benih, pengelolaan dan pencegahan penyakit. Hal ini tentunya sudah dipahami karena makanan ikan diberikan untuk :&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;• Makanan merupakan salah satu faktor yang membuat benih ikan yang dipelihara sanggup memberikan penampilan pertumbuhan yang baik.&lt;br /&gt;• Makanan merupakan kebutuhan dasar bagi ikan untuk kelangsungan hidup dan proses biologis dalam tubuh ikan.&lt;br /&gt;• Makanan merupakan biaya yang terbesar dari total biaya produksi memelihara ikan sampai di panen.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;b&gt;A. Bahan-bahan Makanan Ikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian jumlah bahan-bahan makanan ikan, dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Asal makanan&lt;br /&gt;Dari asalnya, bahan makanan untuk ikan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :&lt;br /&gt;• Bahan makanan yang berasal dari tumbuhan dan hasil ikutannya&lt;br /&gt;• Bahan makanan yang berasal dari hewan dan hasil ikutannya.&lt;br /&gt;Perbedaan makanan dari dua sumber tersebut antara lain terletak pada kualitasnya, yakni kandungan nutrisi di dalamnya. Protein yang terkandung di dalam bahan makanan asal hewan dan ikutannya terdiri atas asam-asam amino yang relatif lebih lengkap dan mudah di cerna dibandingkan dengan protein yang terkandung di dalam bahan makanan yang berasal dari tumbuhan dan ikutannya.&lt;br /&gt;2. Fungsi makanan&lt;br /&gt;Fungsi dari bahan-bahan makanan adalah sebagai sumber protein, sumber energi,  sumber mineral, dan sumber vitamin.&lt;br /&gt;3. Bentuk fisik makanan&lt;br /&gt;Dari bentuk fisiknya, bahan makanan dapat digolongkan menjadi bahan makanan butiran, tepung, dan cairan&lt;br /&gt;Bahan makanan yang mengandung protein kasar lebih dari 19%, pada umumnya digolongkan sebagai bahan makanan sumber protein. Sedangkan bahan makanan yang mengandung protein kasar kurang dari 16% dan serat kasarnya lebih kecil dari 18% digolongkan sebagai bahan makanana sumber energi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Bahan-bahan untuk menyusun komposisi makanan, baik kuantitas maupun kualitasnya, merupakan suatu faktor  yang mempengaruhi efisiensi produksi, selain faktor lain seperti jenis ikan dan temperatur lingkungan.&lt;br /&gt; Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan seleksi bahan-bahan makanan ikan yang akan digunakan, antara lain : &lt;br /&gt;1. Indeks cerna bahan makanan&lt;br /&gt;2. Rasa enak bahan makanan&lt;br /&gt;3. Kualitas bahan makanan&lt;br /&gt;4. Harga ekonomis bahan makanan&lt;br /&gt;5. Kesinambungan pengadaan bahan makanan&lt;br /&gt;Pedoman atau pegangan yang dapat digunakan untuk menilai bahan-bahan makanan antar lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Cara Makroskopis&lt;br /&gt;Penilaian terhadap bahan makanan dengan menggunakan panca indera, yakni dengan cara dilihat, diraba,dicium, dan dirasakan. Misalkan, bungkil kelapa dari baunya dapat diketahui apakah sudah tengik atau belum.&lt;br /&gt;2. Cara Mikroskopis&lt;br /&gt;Penilaian terhadap bahan makanan dengan menggunakan suatu alat, misalnya mikroskop, untuk melihat keadaan tekstur bahan makanan. Misalnya, bekatul dapat dilihat apakah dicampur bahan lain atau tidak.&lt;br /&gt;3. Cara Analis&lt;br /&gt;Penilaian terhadap bahan makanan yang dilakukan di laboratorium, yakni dengan cara menganalisis bahan-bahan makanan tersebut.&lt;br /&gt;4. Cara Biologis&lt;br /&gt;Penilaian tehadap bahan makanan yang dilakukan dengan cara membuat suatu bentuk formulasi makanan dari bahan-bahan yang telah tersedia, kemudian diberikan kepada ikan yang dipelihara. Dalam jangka waktu tertentu, pertumbuhan ikan-ikan percobaan diamati dengan seksama.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;b&gt;B. Bahan Makanan asal Tumbuhan dan hasil ikutannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Jagung&lt;br /&gt;2. Sorghum&lt;br /&gt;3. Dedak bekatul&lt;br /&gt;4. Kedelai dan bungkil kedelai&lt;br /&gt;5. Gaplek dan tepung daun ubi kayu&lt;br /&gt;6. Kacang tanah dan bungkil kacang tanah&lt;br /&gt;7. Bungkil kelapa dan bungkil sawit&lt;br /&gt;8. Bungkil rapa&lt;br /&gt;9. Biji kecipir&lt;br /&gt;10. Biji karet&lt;br /&gt;11. Daun lamtoro&lt;br /&gt;12. Kacang gude&lt;br /&gt;13. Bungkil biji kapok&lt;br /&gt;14. Gandum&lt;br /&gt;15. Bolus rumen&lt;br /&gt;16. Limbah nanas&lt;br /&gt;17. Kotoran ayam&lt;br /&gt;18. Rumput laut&lt;br /&gt;19. Daun turi&lt;br /&gt;20. Kacang hijau&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;b&gt;C. Bahan Makanan asal Hewan dan hasil ikutannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Tepung ikan&lt;br /&gt;2. Tepung tulang&lt;br /&gt;3. Tepung daging bekicot&lt;br /&gt;4. Tepung cacing tanah&lt;br /&gt;5. Tepung bulu ayam&lt;br /&gt;6. Tepung darah ternak&lt;br /&gt;7. Tepung cangkang udan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://askaryunusumi.blogspot.com/2009/05/bahan-makanan-untuk-ikan.html</link><author>noreply@blogger.com (daffa)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8274713240348631217.post-5816572782952146668</guid><pubDate>Wed, 20 May 2009 13:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-02T00:29:45.161-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BIOENERGETIKA</category><title>BIOENERGETIKA</title><description>Adalah mempelajari penggunaan energi oleh organism hidup. Bienergetika melibatkan sistim organ pada beberapa tingkat fungsi. Pada hewan, sumber energi adalah makanan, tetapi energi dalam makanantidak daat digunakan samapai makanan tersebut dicerna dan diserap oleh sistim pencernaan. Energi tersebut dilepaskan dari makanan melalui &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;proses oksidas, dilai pihak aspek molekuler dari pergerakan energ secara umum berasal dari metabolisme, dimana sebagian besar berasal dari fungsi hati dan otot, juga osmoregulasi dan ekskresi produk-produk buangan dari mesin metabolik.&lt;br /&gt;Satuan energi adalah kalori atau kilokalori (cal atau kcal) untuk setiap berat spesifik. Setiap konsumsi energi biasanya diberi satuan kcal/kg berat badan/jam atau kcal/kg/hari. Perhitungan konsumsi energi secara tidak langsung dilakukan dalam bentuk konsumsi oksigen.&lt;br /&gt;Konsumsi oksigen seringkali diberikan dalam bentuk ml O2/kg berat badan/jam, dimana volume O2 dikoreksi pada temperatur 00C dan tekanan 760 mmHg.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penggunaan energi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada keadaan cukup makanan, ikan akan mengkomsumsi makanan hingga memenuhi kebutuhan energinya. Kebutuhan energi ini dipengaruhi oleh stadia dalam siklus hidupnya, musim dan faktor lingkungan yang lain. Ikan muda yang sedang tumbuh lebih banyak menggunakan energi per satuan berat badannya dibandingkan ikan dewasa, karena energi yang digunakan tidak hanya untuk aktivitas dan pemeliharaan, tetapi juga untuk pertumbuhan. Selain itu, pematangan gonad pada ikan dewasa juga menyebabkan peningkatan kebutuhan energi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Efisiensi Energi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Efisensi energi yang digunakan diekspresikan secara umum dalam bentuk persamaan oleh Alexander (1967 dalam smith 1982) sebagai berikut.&lt;br /&gt;uF = g (G + H) + R + S&lt;br /&gt;Dengan catatan :    F = Jumlah makanan yang dimakan&lt;br /&gt;    G = Pertumbuhan (produksi jaringan baru)&lt;br /&gt;    H = Gamet-gamet&lt;br /&gt;    R = Metabolisme dasar&lt;br /&gt;    S = Aktivitas&lt;br /&gt;Faktor u merupakan jumlah makanan yang masuk dengan nilai khusus adalah (0,8 sisanya0.2 adalah nilai makanan yang menjadi feces, urine atau amoniak (diekskresikan oleh ginjal), diluar energi yang dipalai untuk metabolisme. Faktor 0.8 berasal dari ikan salmon yang makan secara normal, tetapi menjadi rendah bila mereka makan makanan berserat dalam jumlah besar. Makanan berserat sebagai contoh hanya ± 0.1 yang tercerna. Faktor pertumbuhan dan gamet, g, diberi nilai 2 sebab mengambil kira-kira 2 kali dari makanan untuk menghasilkan jaringan baru dibanding maintainance jaringan yang ada. Dengan demikian presentase khas yang digunakan dari makanan dalam persamaan Alexander adalah :&lt;br /&gt;0.8 x 100 = 2 (5+1) + 34 + 34&lt;br /&gt;Dalam beberapa kasus, jumlah tersebut tidak tepat benar, misalnya dalam migrasi atau pemijahan ikan. Dalam masa ini mereka tidak makan. Contoh lain pada konsumsi makanan yang kurang dalam jangka waktu yang lama menyebabkan pertumbuhan berkurang dan tidak menghasilkan gamet dalam tahun tersebut, akibatnya H = 0, atau tingkat aktivitas (S) dan metabolisme basal dapat menyebabkan keduanya berubah karena pengaruh temperatur dan musim. Jumlah khas ini digunakan sebagai suatu nilai untuk memulai kedua konsep dan pendekatan jumlah bilamana data dari spesies ikan tertentu tidak tersedia.&lt;br /&gt;Perbedaan yang ditunjukkan pada persamaan keseimbangan ini, memberikan pengaruh yang besar terhadap reproduksi (H) bilamana terdapat perubuahan kecil pada beberapa faktor yang lain misalnya, jika jumlah konsumsi makanan meningkat dari 100 menjadi 101, maka produksi  gamet meningkat dari 1 menjadi 1.4, berarti terjadi peningkatan 40 % atau jika ikan makan dengan suplai makanan yang normal tetapi aktivitasnya berkurang 2% (S=32) maka nilai H meningkat menjadi 2 (meningkat 100%).&lt;br /&gt;Seleksi alam dapat menghasilkan perubahan yang besar dalam pertumbuhan dan reproduksi yang dibutuhkan secara relatif dalam efisiensi bioenergetik. Pertumbuhan dan reproduksi terlihat merupakan rangkuman dan integritas dari ikan yang merupakan kombinasi antara kapabilitasnya dengan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://askaryunusumi.blogspot.com/2009/05/bioenergetika.html</link><author>noreply@blogger.com (daffa)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8274713240348631217.post-5665320195149982255</guid><pubDate>Tue, 19 May 2009 13:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-02T00:31:30.749-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jaringan Sel</category><title>KOMUNIKASI ANTAR SEL</title><description>Jaringan komunikasi antara satu sel dengan yang lain menghasilkan suatu koordinasi untuk mengatur pertumbuhan, reproduksi, osmoregulasi, dan lain-lain pada berbagai jaringan maupun organ.sistem komunikasi ini selain dilakukan oleh sistem saraf, juga &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;dilakukan oleh sistem endokrin,atau bahkan sistem saraf bersama-sama dengan sistem endokrin mengontrol aktivitas organ atau jaringan tubuh.kedua sistem ini saling mengisi secara fungsional  yang demikian luar biasa,sehingga unsur-unsur saraf dan endokrin sering dianggap menyusun sistem neuroendokrin.&lt;br /&gt; Sistem saraf mengatur kegiatan tubuh dengan cepat, seperti kontraksi otot,peristiwa visceral yang berubah dengan cepat, dan bahkan kecepatan sekresi beberapa kelenjar endokrin. Sedangkan,sistem endokrin mengatur fungsi metabolik tubuh pada jalur lambat. Sistemsaraf menerima ribuan informasi kecil dari berbagai organ indra seperti salinitas,suhu,periode panjang harimenuju alat-alat gerak dan kemudian mengintegrasin dengan sistem endokrinuntuk mengontrol osmoregulasi, metabolisme, pertumbuhan,  reproduksis dan lain-lain.&lt;br /&gt; Ada tiga kelompok komunikasi ekstraseluller, yaitu : 1) endocrine,hormon yang merupakan substansi isysrat yang dilepaskan organ endokrin dengan sasaran organ target tertentu. 2) isyarat parakrin, sel target bedekatan dengan sel sekretori,isyarat kimiawi parakrin disebut neurotransmitter atau neurohormon. 3)isyarat autokrin biasanya terjadi pada kondisi patologik, misalya pada sel tumor.&lt;br /&gt; Komunikasi antar sel biasnya melewati enam tahap: 1)sintesis, 2) pelepasan hormon, 3) transpor ke organ target, 4) pengenalan petunjuk (sering oleh reseptor protein yang spesifik), 5) penerjemahan, 6) respons.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Sistem Saraf&lt;br /&gt; Pada tubuh makhluk hidup terdapa dua kelompok kerja sistem saraf, yakni sistem saraf pusat dan sistem saraf otonom. Kedua sistem tersebut pada dasarnya tidak bekerja secara terpisah,tetapi saling melengkapi.&lt;br /&gt;a) Sistem saraf pusat&lt;br /&gt;      Jaringan saraf yang menjalin seluruh tubuh berpusat dalam otak maupun sumsum tulang belakang. Otak memiliki tiga fungsi utama yaitu,1) menerima input dan menginterpretasikan informasi dari semua organ-organ sensor baik internal maujpun eksternal, 2) menghasilkan output berupa parintah untuk koordinasi semua  bagian badan sebagai impuls saraf atau hormon, 3)integrasi antara kedua aspek fungsi otak&lt;br /&gt;      Dari otak, serabut saraf berpencar menjadi 12 pasang saraf yang dinamakan saraf tengkorak, melayani kepala, mata, dan beberapa organ dalam. Dari sumsum tulang belakang beberapa saraf bercabang dan bercabang membentuk batang-batang sarafmenuju alat-alat gerak. Masing-masing saraf membawa impuls isyarat elektokimiawi yang dicetuskan oleh suatu rangsang.&lt;br /&gt;b. Sistem saraf otonom&lt;br /&gt;    Susunan saraf otonom terdiri atas saraf simpatis dan para simpatis. Saraf otonom mengontrol fungsi vegetatif badan, antara lain: 1) mengatur kegiatan jantung dan pembuluh darah, 2) mengatur kerja urat daging licin, dan, 3) mengatur kerja kelenjar-kelenjar.&lt;br /&gt;c. Bentuk umum sistem kerja saraf&lt;br /&gt;    Satuan dasar sistem saraf adalah neuron. Neuron mempunyai satu ciri struktur yang menyebabkan kelihatan lain dari semua tipe sel tubuh lainnya. Bila digolongkan menurut fungsinya,neuron dapat dibagi menjadi tiga kelompok, 1) neuron sensoris yang membawa isyarat  dari organ sensoris ke otak dan sumsum tulang belakang, 2) neuron motorik membawa petunjuk dari otak dan sumsum tulang belakang  ke alat gerak, jantung, usus dan organ tubuh yang lain, 3) interneuron yang menggerakkan isyarat bolak balik  lewat lintasan antara otak, sumsum tumlang belakang dan lain-lain.&lt;br /&gt;d. Mekanisme kerja saraf&lt;br /&gt;    1) fungsi sinap neuron : hubungan antara satu neuron dengan neuron berikutnya disebut sinaps, dalam sinaps terdapat bongkol yang mempunyai dua struktur internal yang penting untuk fungsi perangsangan atau penghambatan  vesikel sinaptik dan mitokondria.&lt;br /&gt;    2) pengiriman dan pengolahan sinyal : pada hakikatnya, sekali dimulai impuls saraf pada ujung serabut  saraf maka impuls ini akan diteruskan oleh serangkaian sentuhan elektrik, apabila satu impuls terjadi, misalnya oleh reseptor cahaya pada mata, selaput sel berubah sebentar untuk membiarkan mengalirnya  ion kalium bermuatan keluar  dari sel dan masuknya ion natrium bermuatan ke dalam sel. Gerak bolak balik ini menimbulkan potensial elektrik yang kecil membentuk impuls saraf. Bila jumlah potensial yang terkumpul  pada ujung saraf sudah cukup banyak, sel berikutnya menembak . setelah itu impuls ini lewat, selaput sel kembali berfungsi sebagai pembatas sampai impuls lain timbul. Karena sistem saraf yang rumit  dan sibuk  dapat menyerap energi dengan laju yang sangat besar  sehingga memerlukan  bahan bakar (oksigen dan glukosa) yang lebih banyak&lt;br /&gt;3) Neurotransmitter&lt;br /&gt;    Neuron-neuron otonom pada mamalia biasanya mengandung lebih dari satu neurotransmitter,seringkali,satu atau lebih neuropeptida  bergabung satu sama lain atau bergabung dengan transmitter acetylcholine yang klasik ataupun transmitter adrenaline. Pada ikan hanya sedikit kasus-kasus gabungan seperti itu. Transmitter perangsang pada berbagai sinaps neuron saraf pusat adalah asetilkolin,norepinerin,dopamin,serotonim,L-glutamat, dan L-asparat, sedangkan transmitter penghambat yang penting adalah asam gamma aminobutirat (GABA), glisin, taurin,dan alanin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sistem Endokrin&lt;br /&gt; Sistem endokrin pada ikan tidak jauh berbeda dengan sistem endokrin vertebrata  pada umumnya. Organ endokrin melepaskan suatu zat kimia yang disebut hormon dengan organ target tertentu dibawa oleh darah,dan berperan mempengaruhi fungsi tubuh .karena itu hormon bisa juga disebut pesuruh kimia.&lt;br /&gt; Hubungan di antara sistem endokrin banyak dan kompleks, tetapi biasanya mengikuti dua prinsip,yakni : 1) berdasarkan responnya dibagi menjadi dua kelenjar yang dihasilkan oleh kelanjar kedua seringkali menghambat produksi hormon pituitari  proses ini disebut penghambat feedback. Yang menyebabkan terjadinya keseimbangan respon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Hormon dan Kelenjar Penghasilnya.&lt;br /&gt; Hormon adalah zat kimia organik yang dibentuk dalam sel atau kelenjar yang sehat  dan normal,disekresi langsung ke dalam darah dan dibawa ke sel/organ target.hormon tidak akan bekerja pada sel yang tidak memiliki reseptornya, tetapi apabila hormon tersebut tiba pada sel/organ target maka reseptornya akan mengikat hormon tersebut.pada ikan, hormon dihasilkan dari kelenjar endokrin  antara lain :&lt;br /&gt;1)Pituitari&lt;br /&gt; Kelenjar pituitari atau hipofisa terletak pada lekukan tulang di dasar otak(sela tursika),terdiri atas dua bagian utama,yakni adenohipofisa dan neurohipofisa.hormon-hormon yang terdapat pada kelenjar pituitari yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&amp;nbsp; Prolaktin yang merupakan hormon yang berhubungan dengan reproduksi dan perawatan anak serta osmoregulasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&amp;nbsp; Hormon adrenocorticotropic (ACTH) dan hormon pelepas melanosit(MSH),kedua hormon ini fungsinya serupa yaitu  menggiatkan output steroid korteks adrenal,juga merangsang sintesis melanin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Hormon gonadotropin, adalah hormon pituitari yang berfungsi sebagai produksi telur dan sperma.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&amp;nbsp; Hormon tirotrofin (TSH), berfungsi merangsang kelenjar tiroid untuk membentuk dan melepasakan hormon-hormon tiroid.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;2) Tiroid&lt;br /&gt; Kelenjar tirod memiliki dua karekteristik utama, yakni 1) unit dasar histologisnya adalah sel tunggal yang dikelilingi oleh folikel, 2) jaringan yang dibentuknya memiliki kemampuan mengubah iodine dan inkorporasinya menjadi hormon tiroid.hormon yang dihasilkan adalah hormon tiroxin yang terdiri dari tetraiodotironin (T4) dan triiodotironin (T3) yang berfungsi dalam pertumbuhan, metamorfosis dan reproduksi.&lt;br /&gt;3) Pankreas&lt;br /&gt; Pankreas adalah suatu kelenjar majemuk yang terdiri atas jaringan eksokrin dan endokrin.hormon yang terdapat pada pankreas yakni insulin  yang berperan besar terhadap metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Dan glukagon yang berfungsi merangsang pelepasan  insulin dan menyebabkan peningkatan output jantung.&lt;br /&gt;4) Gonad&lt;br /&gt; Gonad merupakan kelenjar endokrin yang dipengaruhi oleh gonadotropin hormon (GtH) yang disekresi oleh kelenjar pituitari.&lt;br /&gt;5)Ginjal&lt;br /&gt; Ginjal merupakan salah satu organ yang memiliki sel-sel endokrin  antara lain  jaringan internal ,sel-sel kromaffin,juxtaglomerulus,dan korpuskel stanius. Kelenjar ini dikontrol oleh pituitari melalui ACTH.&lt;br /&gt;6) Kelenjar Uultimobranchial&lt;br /&gt; Kelenjar ultimobranchial terletak pada septum pemisah antara rongga abdomen dan sinus venosus, tampak sebagai pita berwarnaputih pada septum. Hormon yang terdapat pada kelenjar ini adalah kalsitonin yang berfungsi menurunkan kadar kalsium darah dan membuat ikan mampu menyusaikan diri terhadap lingkungan hidromineral yang berubah-ubah.&lt;br /&gt;7) Urofisis&lt;br /&gt; Urofisis merupakan neurosekretori yang terletak pada bagian belakang spinal cord.fungsi hormon yang terdapat pada kelenjar ini masih menimbulkan kontraversi walaupun secara umum berhubungan dengan fungsi osmoregulasi, dimana pengaruh terbesarnya adalah pada ginjal.ada empat jenis hormon yang diidentifikasikan dari urofis yakni urotensis I belum diketahui efeknya, II berperan dalam kontraksi otot licin, urotensis III menstimulasi peningkatan penyerapan Na atau ginjal, dan urotensi IV diduga adalah arginine vasotocin tetapi  hanyanteridentifikasi pada rainbow trout jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://askaryunusumi.blogspot.com/2009/05/komunikasi-antar-sel.html</link><author>noreply@blogger.com (daffa)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8274713240348631217.post-5441723895373005261</guid><pubDate>Tue, 19 May 2009 13:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-04T21:47:20.581-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Osmoregulasi</category><title>OSMOREGULASI</title><description>1. Pengertian Osmoregulasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Osmoregulasi&lt;/b&gt; adalah proses mengatur konsentrasi cairan dan 
menyeimbangkan pemasukan serta pengeluaran cairan tubuh oleh sel atau 
organisme hidup. Proses osmoregulasi diperlukan karena adanya perbedaan 
konsentrasi cairan tubuh dengan lingkungan disekitarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komponen utama penyusun tubuh hewan adalah air yang jumlahnya mencapai 60-95% dari berat tubuh hewan. Air tersebar pada berbagai bagian tubuh baik di dalam sel(sebagai cairan intra sel :CIS) maupun di luar sel (sebagai cairan ekstra sel:CES). Ces sendiri tersebar pada  &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;berbagai bagian tubuh contohnya plasma dan cairan surebrospinal. Dalam ces terlarut berbagai macam zatmeliputi bagian ion dan sari makanan,sisa obat, hormon serta zat sisa metabolisme sel. Seperti urea dan asam urat. Konsentarsi cairan tubuh dapat berubah setiap saat, tergantung pada berbagi faktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun demikian hewan harus mempertahankan keseimbangan antara jumlah air dan zat terlarut pada tingkatan yang tepat.mekanisme untuk mengatur jumlah air dan konsentrasi zat terlarut disebut sebgai osmoregulasi.jadi osmoregulasi adalh proses menjaga keseimbangan antara jumlah air dan zat terlarut yang ada dalam tubuh.&lt;br /&gt;Proses inti dalam osmoregulasi yaitu osmosis.osmosis adalah pergerakan air dari cairan yang mempunyai kandngan air lebih tinggi(lebih encer)menuju ke cairan yang mempunyai kandungan air lebih rendah(lebih pekat)contoh osmosis ialah pergerakan air dari larutan gula 5% menuju larutan gula 15% sampai tecipta keseimbangan antara keduanya.dengan kata lain osmosi dapat berhenti apabila kedua larutan mencapai konsentrasi yang sama yaiti 10%.apabila ini tercapai,kedua larutan sudah mencapai kondisi osmosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah isotonis digunakan untuk menyebut dua macam larutan yang mempunyai tekanan osmotik yang sama(isoosmotik).dalam kajian osmoregulasi istilah tersebut sering digunakanpada saat membahas tentang osmotik dua macam cairan.misalnya tekananosmotikdi dalam dan di luar sel atau cairan tubuh dan air laut(lingkungan hidup&lt;br /&gt;Konsep tekanan osmotik dapat menimbulkan kebingungan sehingga lebih suka menggunakan istilah konsentrasi osmotik.jika suatu larutan memiliki konsentrasi osmotik lebih tinggi tekanan osmotiknya juga tinggi.larutan yang mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi dibanding larutan yang lain disebut hiperosmotik.sebaliknya larutan yang memiliki konsentrasi osmotik lebih rendah daripada larutan lainnya disebut hipoosmotik.dan bila konsentrasi osmotik sama dengan larutan lainnya disebut isotonik atau isoosmotik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan memerlukan osmoregulasi karena 1)harus terjadi keseimbangan antara subtansi tubuh dan lingkungan, 2) membran sel yang permeabel merupakan tempat lewatnya beberapa substansi yang bergerak cepat, 3) adanya perbedaan tekanan  osmose yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Teleostei potadrom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teleostei potadrom bersifat hiperosmotik terhadap lingngkungannya,menyebabkan air bergerak masuk ke dalam tubuh dan ion-ion ke luar ke lingkungan dengan cara difusi.untuk menjaga keseimbangan cairan tubuhnya teleostei potadrom berosmoregulasi dengan cara sedikit minum atau tidak minum sama sekali.namun untuk mengurangi kelebihan air dalam tubuh ikan tersebut memproduksi ejumlah besar urin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Teleostei oseanodrom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ikan ini tekanan osmose air laut lebih tinggi daripada cairan tubuh sehingga secara alami air akan mengalir dari dalam tubuh teleostei oseanodrom ke lingkungannya secara osmose melewati ginjal,insang dan mungkin juga kulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Teleostei diadrom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Teleostei diadrom adalah teleostei yang melakukan migrasi antara perairan laut dan tawar,sebagian besar hidupnya dihabiskan di laut dan bermiograsi ke air tawar untuk memijah dan sebaliknya jika sebagian besar hidupnya di air tawar dan bermigrasi ke laut untuk memijah disebut katadrom.teleostei diadrom dan eurihalin bersifat hypoosmotik terhadap air laut dan hiperosmotik pada air tawar.gambaran osmotiknya berubah secaratotal dari membuang air dan menghemat garam pada air tawar menjadi membuang garam dan menghemat air pada lingkungan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hagfish dan elasmobransi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Hagfish dapat dikatakan tidak melakukan osmoregulasi karena komposisi garam dalam darahnya menyerupai air laut kecuali dengan kandungan  Mg++,dan total tekanan osmose plasmanya hampir sama dengan lingkungannya. Keadaanini bisa disebut isotonis.dan pada elasmobransi osmose plasmanya berbeda dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Organ osmoregulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Insang : pada insang, sel-sel yang berperan dalam osmoregulasi adalah sel-sel chloride yang terletak pada dasar lembaran-lembaran insang.perubahan ion pada sel-sel chlorida oseanodrom berbeda dengan patadrom.pada diadrom selama migrasi antara air tawar dan air laut membran dan motokondria sel mengalami perubahan besar sehingga dapat bersifat seperti oseadrom bila berada di air laut dan potadrom bila berada di air tawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b Ginjal : ginjal melakukan dua fungsi utama:1)mengeksekresikan sebagian besar produk akhir metabolisme tubuh, 2) mengatur konsentrasi cairan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c Usus : setelah air masuk ke dalam usus, dinding usus aktif mengambil ion-ion monovalen  dan air sebaliknya membiarkan lebih banyak ion-ion divalen tetap di dalam usus sebagai cairan rektal agar osmolaritas usus sama dengan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hormon Osmoregulasi&lt;br /&gt;Organ yang terlibat dalam osmoregulasi diatur oleh hormon.kelenjar yang bertanggung jawab terhadap proses osmoregulsi antar lain pituitari,ginjal dan urophisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.askaryunus.co.cc/&quot;&gt;ASKAR HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://wrdtemplate.blogspot.com/&quot;&gt;Free Blogger Template&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://askaryunusumi.blogspot.com/2009/05/osmoregulasi.html</link><author>noreply@blogger.com (daffa)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8274713240348631217.post-6398402235167329061</guid><pubDate>Thu, 14 May 2009 15:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-06T08:31:32.835-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan</category><title>Sistem Pencernaan Ikan disertai Gambar</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYLzF7i0BfEBiZRVGFzfUT0_D9MYdqALmv4L4wK1d1cG8I3lm-TzBI6v7NHqPIDWT0LW80iItQvrdfD1rVAk7mm3B_yZoqrCLcLBe5qZgnH1oWCfl6YnriqShzbHBrCAFVWYOvTc9hEVw/s1600-h/iiiii.bmp&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5335697374310415938&quot; style=&quot;margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 320px; height: 200px;&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYLzF7i0BfEBiZRVGFzfUT0_D9MYdqALmv4L4wK1d1cG8I3lm-TzBI6v7NHqPIDWT0LW80iItQvrdfD1rVAk7mm3B_yZoqrCLcLBe5qZgnH1oWCfl6YnriqShzbHBrCAFVWYOvTc9hEVw/s320/iiiii.bmp&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakan serta banyak menghasilkan lendir, tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). Dari rongga mulut&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang.&lt;br /&gt;Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat di belakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umum-nya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Pada beberapa jenis ikan, terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan. &lt;p align=&quot;left&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgajAiiNxVGFIRm3MAW0lFaWNWrWx-0J9c58kXXsd5WOoVEw5KRPhKtIWCcAFZzhNDFDePE4mVsCnBLUXk3b4hRN-S4uDu8w0Mhc6IfLpFEahPcJXLFCpcI5m_LXpeqKFfY5yQjFfGvXTU/s1600-h/udddd.bmp&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5335698611466925026&quot; style=&quot;margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 320px; height: 157px;&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgajAiiNxVGFIRm3MAW0lFaWNWrWx-0J9c58kXXsd5WOoVEw5KRPhKtIWCcAFZzhNDFDePE4mVsCnBLUXk3b4hRN-S4uDu8w0Mhc6IfLpFEahPcJXLFCpcI5m_LXpeqKFfY5yQjFfGvXTU/s320/udddd.bmp&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Dari lambung, makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. Usus bermuara pada anus.&lt;br /&gt;&lt;p align=&quot;left&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgajAiiNxVGFIRm3MAW0lFaWNWrWx-0J9c58kXXsd5WOoVEw5KRPhKtIWCcAFZzhNDFDePE4mVsCnBLUXk3b4hRN-S4uDu8w0Mhc6IfLpFEahPcJXLFCpcI5m_LXpeqKFfY5yQjFfGvXTU/s1600-h/udddd.bmp&quot;&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/span&gt;</description><link>http://askaryunusumi.blogspot.com/2009/05/sistem-pencernaan-ikan-disertai-gambar.html</link><author>noreply@blogger.com (daffa)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYLzF7i0BfEBiZRVGFzfUT0_D9MYdqALmv4L4wK1d1cG8I3lm-TzBI6v7NHqPIDWT0LW80iItQvrdfD1rVAk7mm3B_yZoqrCLcLBe5qZgnH1oWCfl6YnriqShzbHBrCAFVWYOvTc9hEVw/s72-c/iiiii.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8274713240348631217.post-4570193642234114174</guid><pubDate>Thu, 07 May 2009 11:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-04T21:48:03.696-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Non Nutrisi</category><title>FAKTOR-FAKTOR NON NUTRISI</title><description>A. Stabilitas Pelet&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai bahan telah digunakan untuk meningkatkan stabilitas pellet dalam air dan sering di sebut dengan istilah binder. Dalam pembuatan pakan ternak pun, seperti ayam, bahan tersebut juga di gunakan untuk menjaga kehancuran fisik selama penanganan/penyimpanan. Bahan-bahan tersebut ada yang merupakan bahan sintesis yang khusus di buat untuk keperluan ini, atau berupa produk alami baik setelah diextract ataupun masih &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;natural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bahan yang data digunakan untuk binder antara lain : Casein, gelatin, chitosan, guargum, bean gum, GFS agar, carrageenan, wheat gluten, CMC, alginate, bentonites, hemicelluloses dan lain-lain.&lt;br /&gt;Bahan-bahan tersebut dapat digunakan secara sendiri atau gabungan dari beberapa bahan. Pengalaman bahwa gabungan dari dua atau lebih bahan akan memberikan hasil yang lebih memuaskan. Telah diketahui bahwa beberapa bahan pakan mempunyai sifat antagonist terhadap stabilitas pellet, antara lain : Dedak padi, dedak gandum, tepung daun lamtoro, bungkil kelapa, tepung udang, tepung darah, tulang, garam, tetes, kadar lemak yang tinggi (&amp;gt;10%). Sedangkan beberapa bahan yang mempunyai sifat baik untuk di pellet antara lain : Bungkil kacang tanah, jagung, bungkil kedele, terigu, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping bahan-bahan yang digunakan, stabilitas pellet juga di tentukan oleh cara pembuatannya. Penambahan uap panas saat pembuatan pakan akan melembutkan pakan yang mengelatinasikan hidrat arang/binder sehingga akan dihasilkan pellet yang lebih kompak dan lebih tahan di air/stabil, stabilitas juga dapat di tinggikan dengan makin halusnya penepungan bahan.&lt;br /&gt;Dari kesemua yang telah diuraikan diatas juga akan meningkatkan biaya produksi, maka pilihan harus disesuaikan dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Daya Tarik dari pakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakan yang telah di formulasikan dengan kandungan zat-zat nutrisi berimbang dengan baik, sesuai dengan kebutuhan ikan, akan menjadi kurang efektif bila tidak dengan cepat dikonsumsi. Keterlambatan pengambilan dan konsumsi akan memperbesar kemungkinan merembesnya zat-zat nutrient dari pellet ke air, sehingga tidak tersedia bagi ikan. Disamping itu pakan yang mengendap di dasar akan mempengaruhi kualitas air karena akan terjadi pembusukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk udang berbagai bahan telah di cobakan dengan hasil yang cukup memuaskan, antara lain: Fish soluble, tepung cumi, daging kerang-kerangan, tepung udang, dsb&lt;br /&gt;Disamping itu extrach dari berbagai jenis invertebrate laut seperti kerang-kerangan telah diperlihatkan mempunyai daya tarik yang baik untuk ikan/udang. Begitu pun halnya dengan campuran berbagai jenis asam-asam amino, asam nukleat, juga memberikan hasil yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari air limbah pengolahan udang banyak ditemukan senyawa yang mempunyai potensi sebagai daya tarik pakan. Limbah tersebut mengandung antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Hypoxanthine&lt;br /&gt;· Inosin&lt;br /&gt;· 5’ AMP&lt;br /&gt;· 5’ IMP&lt;br /&gt;· ADP&lt;br /&gt;· Asam amino arginin, glutamat, glisin&lt;br /&gt;· Betaine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara unsur-unsur tersebut yang kandungan cukup tinggi adalah 5’ IMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status kesehatan/nutrisi, kualitas air, tekstur pakan adalah merupakan beberapa factor yang akan mempengaruhi nafsu makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Food Additive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Antioxidant&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anti oksidant adalah senyawa, baik sintetik maupun alami, yang dapat menstabilkan atau mengurangi terjadinya oksidasi senyawa-senyawa yang mudah teroksidasi. Antioksidant akam melindungi pengrusakan dan oksidasi dari asam-asam amino, lemak dan minyak,hidrat arang,vitamin dan senyawa lainnya yang mudah teroksidasi&lt;br /&gt;Oksidasi dari hidrat arang akan mengakibatkan reaksi maillard, reaksi antara hidrat arang dengan asam-asam amino, terutama asam amino lisin. Bila reaksi ini telah terjadi, zat nutrisi tersebut tidak akan biasa dicerna. Oksidasi dari lemak akan meningkatkan kandungan peroksida, yang cenderung akan merusak vitamin A dan E.&lt;br /&gt;Untuk menghindari terjadinya defisien pada pakan maka ditambahkan antioksidant terutama kalau pakan disimpan dalam waktu yang relatif lama. Berbagai jenis antioksidant tersedia di pasaran antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BHA&lt;br /&gt;BHT&lt;br /&gt;Ethoxyquin&lt;br /&gt;Disodium EDTA&lt;br /&gt;Phosporic Acid&lt;br /&gt;Dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pigmen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi metabolism pigmen, ikan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan:&lt;br /&gt;ü Kelompok yang mampu merubah lutein atau zeaxanthin menjadi asthaxantin tetapi tidak mampu menggunakan B carotenoid dan canthaxanthin sebagai precursor asthaxanthin. Kelompok ini kebanyakan dari ikan-ikan air tawar.&lt;br /&gt;ü Kelompok yang mampu merubah baik lutein dan zeaxanthin maupun B carotenoid dan canthaxanthin oleh kelompok ini juga didepositokan pada jaringannya tanpa mengalami perubahan. Kelompok jenis ini kebanyakan dari ikan laut termasuk udang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping sebagai pewarna, carotenoid juga diperkirakan mempunyai funsi antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon fertilisasi&lt;br /&gt;Memacu pertumbuhan, kematangan gonad dan fecundity&lt;br /&gt;Mengurangi kematian pada perkembangan janin/embrio&lt;br /&gt;Meningkatkan toleransi terhadap stress&lt;br /&gt;Membantu system pernapasan pada kondisi dimana suplai oksigen terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Growth Factor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsure-unsur yang dapat memacu pertumbuhan tetapi belum diketahui senyawa apa tersebut, oleh karenanya sering disebut sebagai unidentified growth factor (UGF). Pada tepung ikan factor ini sering disebut grass factor.&lt;br /&gt;Dipasaran saat ini beredar banyak sekali growth factor, secara garis besar dapat di bedakan menjadi dua, yaitu kelompok antibiotic dan non-antibiotik. &lt;/span&gt;</description><link>http://askaryunusumi.blogspot.com/2009/05/faktor-faktor-non-nutrisi.html</link><author>noreply@blogger.com (daffa)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>