<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>A New Day</title><link>http://grachmat.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/axJm" /><description>Saat Kau Berhenti Belajar Maka Kegelapan Akan Menyelimutimu</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</managingEditor><lastBuildDate>Sun, 27 Nov 2011 17:28:30 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">187</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="blogspot/axjm" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Saat Kau Berhenti Belajar Maka Kegelapan Akan Menyelimutimu</itunes:subtitle><geo:lat>-6.306572</geo:lat><geo:long>106.688552</geo:long><feedburner:emailServiceId>blogspot/axJm</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><title>IBUKU</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/KNF3QbLU1JQ/ibuku.html</link><category>selayang pandang</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Tue, 21 Dec 2010 03:47:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-6521872524959274304</guid><description>&lt;p&gt;Aku pernah mempunyai Ibu yang hebat. Beliau sangat menyayangiku dengan sepenuh &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;hatinya. Beliau berkorban dan membantu aku dalam segala hal. Ibuku membesarkanku &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;dengan curahan kasih sayang, serta sangat saksama seperti menating minyak penuh. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ibulah yang dengan susah payah mengusahakan pendidikanku hingga aku berumah tangga. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hari ini, perempuan yang luar biasa itu telah kami semayamkan untuk selama-lamanya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan bayangkan perasaanku, ketika beberapa hari kemudian aku pergi ke rumah Ibu, dan &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;menemukan secarik kertas terlipat sunyi di laci mejanya yang siap akan dikirimkan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Inilah bunyinya : &lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;&amp;quot; Inilah waktunya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika kau mencintai ibu, cintailah sekarang supaya ibu tahu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Merasakan keindahan, kelembutan kasih yang tumpah dari sanubarimu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Cintailah, manjakanlah ibu sekarang semasa ibu masih hidup. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Usah tunggu hingga ibu pergi. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kemudian barulah engkau ukir rasa kasihmu di batu nisan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dengan kata-kata indah pada sekujur batu yang diam. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika kau memiliki ingatan manis buat diri ibu, tunjukkanlah sekarang. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jangan tunggu sampai ibu mati, karena ibu pasti tak dapat mendengarnya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh karenanya jika kau mencintai ibu, walaupun hanya setitik saja dari lautan hidupmu, &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;nyatakan dan buktikan sekarang, sementara ibu masih hidup. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Agar ibu dapat menikmati dan menyanjungnya &amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sekarang Ibu telah pergi dan aku menyesal sebab aku tak pernah sedikitpun menyatakan &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;betapa besar arti Ibu selama ini. Aku berbicara, melayani semua orang untuk urusanku. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tapi aku tak pernah meluangkan waktu untuk melayani Ibu walaupun hanya sejenak. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebenarnya aku mampu menuangkan teh kedalam cangkirnya, mengajak Ibu berjalan-jalan &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;atau sekedar memeluknya erat ketika sarapan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika aku menelpon Ibu kulakukan dengan cepat dan singkat. Sebaliknya aku lebih mengutamakan &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;teman-teman di jejaring sosial, menghadiri pertemuan sosial tanpa pernah melibatkan ibuku. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku terus mengingat betapa banyak waktu yang ia berikan kepadaku. Bahkan beliau &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;dengan senang hati membantu mengurus anak-anakku jika aku sibuk bekerja. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mereka sangat menyayangi neneknya; karena sejak kecil neneknyalah yang lebih dekat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku dilanda penyesalan yang tiada ujung. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dengan peristiwa ini, aku berharap anak-anak lain akan dapat memahami, menghargai para Ibu mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ibu yang telah memberikan kasih sayang yang melimpah tanpa syarat sepanjang hidupnya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;[Sumber : Anonim] &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bukankah itu sangat menyebalkan, ketika semua ada ditangan, kita tak pernah menghargainya, namun saat semuanya hilang, kitapun meradang, menangis meraung raung, meratap if only i could turn back time....... &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;namun semua itu sia sia belaka, ketika aku menangisinya, akupun bertanya untuk siapa tangisan ini, untuk ibuku atau untuk diriku sendiri &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;benar benar cintakah aku pada ibuku? atau sebegitu besarkah cintaku pada diriku sendiri? sehingga aku tak rela ditinggal pergi oleh seseorang yang dianggap sebagai &amp;quot;milikku&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-6521872524959274304?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-21T18:47:00.710+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/12/ibuku.html</feedburner:origLink></item><item><title>ODOL DARI SURGA</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/hBBl9Oqtebg/odol-dari-surga.html</link><category>selayang pandang</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Sun, 19 Dec 2010 18:00:55 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-2708702004209071144</guid><description>&lt;p&gt;Cerita menggelikan ini kudengar ketika duduk dibangku SMA dulu. Cerita yang akhirnya tertulis begitu dalam di relung-relung hati. Cerita yang meskipun naif, namun bermakna sangat dalam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kisah nyata dari seseorang yang dalam episode hidupnya sempat ia lewati dalam penjara. Bermula dari hal yang sepele. Lelaki itu kehabisan odol dipenjara. Malam itu adalah malam terakhir bagi odol diatas sikat giginya. Tidak ada sedikitpun odol yang tersisa untuk esok hari. Dan ini jelas-jelas sangat menyebalkan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Istri yang telat berkunjung, anak-anak yang melupakannya dan diabaikan oleh para sahabat, muncul menjadi kambing hitam yang sangat menjengkelkan. Sekonyong-konyong lelaki itu merasa sendirian, bahkan lebih dari itu : tidak berharga ! Tertutup bayangan hitam yang kian membesar dan menelan dirinya itu, tiba-tiba saja pikiran nakal dan iseng muncul. Bagaimana jika ia meminta odol pada TUHAN ? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berdoa untuk sebuah kesembuhan sudah berkali-kali kita dengar mendapatkan jawaban dari-NYA . Meminta dibukakan jalan keluar dari setumpuk permasalahanpun bukan suatu yang asing bagi kita. Begitu pula dengan doa-doa kepada orang tua yang telah berpulang, terdengar sangat gagah untuk diucapkan. &lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;Tetapi meminta odol kepada Sang Pencipta jutaan bintang gemintang dan ribuan galaksi, tentunya harus dipikirkan berulang-ulang kali sebelum diutarakan. Sesuatu yang sepele dan mungkin tidak pada tempatnya. Tetapi apa daya, tidak punya odol untuk esok hari –entah sampai berapa hari-menjengkelkan hatinya amat sangat. Amat tidak penting bagi orang lain,tetapi sangat penting bagi dirinya.; Maka dengan tekad bulat dan hati yang dikuat-kuatkan dari rasa malu, lelaki itu memutuskan untuk mengucapkan doa yang ia sendiri anggap gila itu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ia berdiri ragu-ragu dipojok ruangan sel penjara, dalam temaram cahaya, sehingga tidak akan ada orang yang mengamati apa yang ia lakukan. Kemudian dengan cepat, bibirnya berbisik : “TUHAN, Kau mengetahuinya aku sangat membutuhkan benda itu”. Doa selesai. Wajah lelaki itu tampak memerah. Terlalu malu bibirnya mengucapkan kata amin. Dan peristiwa itu berlalu demikian cepat, hingga lebih mirip dengan seseorang yang berludah ditempat tersembunyi. Tetapi walaupun demikian ia tidak dapat begitu saja melupakan insiden tersebut. Sore hari diucapkan, permintaan itu menggelisahkannya hingga malam menjelang tidur. Akhirnya, lelaki itu –walau dengan bersusah payah- mampu melupakan doa sekaligus odolnya itu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tepat tengah malam, ia terjaga oleh sebuah keributan besar dikamar selnya. “Saya tidak bersalah Pak !!!”, teriak seorang lelaki gemuk dengan buntalan tas besar dipundak, dipaksa petugas masuk kekamarnya,” Demi TUHAN Pak !!!    &lt;br /&gt;Saya tidak salah !!! Tolong Pak…Saya jangan dimasukin kesini     &lt;br /&gt;Paaaaaaaaak. .!!!” &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejenak ruangan penjara itu gaduh oleh teriakan ketakutan dari ‘tamu baru’ itu.    &lt;br /&gt;“Diam !!”, bentak sang petugas,”Semua orang yang masuk keruangan penjara selalu meneriakkan hal yang sama !! Jangan harap kami bisa tertipu !!!!”     &lt;br /&gt;“Tapi Pak…Sssa..” &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;*Brrrraaaaang !!!!* &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pintu kamar itu pun dikunci dengan kasar. Petugas itu meninggalkan lelaki gemuk dan buntalan besarnya itu yang masih menangis ketakutan.    &lt;br /&gt;Karena iba, lelaki penghuni penjara itupun menghampiri teman barunya.     &lt;br /&gt;Menghibur sebisanya dan menenangkan hati lelaki gemuk itu. Akhirnya tangisan mereda, dan karena lelah dan rasa kantuk mereka berdua pun kembali tertidur pulas &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pagi harinya, lelaki penghuni penjara itu terbangun karena kaget. Kali ini karena bunyi tiang besi yang sengaja dibunyikan oleh petugas. Ia terbangun dan menemukan dirinyanya berada sendirian dalam sel penjara. Lho mana Si Gemuk, pikirnya. Apa tadi malam aku bemimpi ? Ah masa iya, mimpi itu begitu nyata ?? Aku yakin ia disini tadi malam. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;lt;“Dia bilang itu buat kamu !!”, kata petugas sambil menunjuk ke buntalan tas dipojok ruangan. Lelaki itu segera menoleh dan segera menemukan benda yang dimaksudkan oleh petugas. Serta merta ia tahu bahwa dirinya tidak sedang bermimpi &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Sekarang dia dimana Pak ?”, tanyanya heran.    &lt;br /&gt;“Ooh..dia sudah kami bebaskan, dini hari tadi…biasa salah tangkap !”, jawab petugas itu enteng, ”saking senangnya orang itu bilang tas dan segala isinya itu buat kamu”. Petugas pun ngeloyor pergi. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lelaki itu masih ternganga beberapa saat, lalu segera berlari kepojok    &lt;br /&gt;ruangan sekedar ingin memeriksa tas yang ditinggalkan Si Gemuk untuknya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tiba-tiba saja lutunya terasa lemas. Tak sanggup ia berdiri. “Ya..TUHAAANNN !!!!”, laki-laki itu mengerang. Ia tersungkur dipojok ruangan, dengan tangan gemetar dan wajah basah oleh air mata. Lelaki itu bersujud disana, dalam kegelapan sambil menangis tersedu-sedu. Disampingnya tergeletak tas yang tampak terbuka dan beberapa isinya berhamburan keluar. Dan tampaklah lima kotak odol, sebuah sikat gigi baru, dua buah sabun mandi, tiga botol sampo, dan beberapa helai pakaian sehari-hari. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kisah tersebut sungguh-sunguh kisah nyata. Sungguh-sungguh pernah terjadi. Dan aku mendengarnya langsung dari orang yang mengalami hal itu. Semoga semua ini dapat menjadi tambahan bekal ketika kita meneruskan berjalan menempuh kehidupan kita masing-masing. Jadi suatu ketika, saat kita merasa jalan dihadapan kita seolah terputus. Sementara harapan seakan menguap diganti deru ketakutan, kebimbangan dan putus asa. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada saat seperti itu ada baiknya kita mengingat sungguh-sungguh bahkan Odol pun akan dikirimkan oleh Surga bagi siapapun yang membutuhkannya. Apalagi jika kita meminta sesuatu yang mulia. Sesuatu yang memuliakan harkat manusia dan IA yang menciptakan mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seperti kata seorang bijak dalam sebuah buku : “*Seandainya saja engkau mengetahui betapa dirimu dicintai-NYA, hati mu akan berpesta pora setiap saat*” (selesai).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;SUMBER: COPAS DARI ARCHIEVED INBOX&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-2708702004209071144?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-20T09:00:55.180+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/12/odol-dari-surga.html</feedburner:origLink></item><item><title>Cika dan Cicika</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/V3-PD9xaJb4/cika-dan-cicika.html</link><category>selayang pandang</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Thu, 28 Oct 2010 21:15:52 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-8018146186931861505</guid><description>&lt;p&gt;Wow, ternyata ada kenalanku yang sudah berhasil menerbitkan buku, ruar biasa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Judulnya adalah Cika dan Cicika, berikut ini adalah sinopsis ceritanya:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Cika adalah seorang anak pemberani. Suatu hari ketika dia sedang berlibur di rumah neneknya di dekat sebuah danau, dia diganggu segerombolan serangga. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Awalnya Cika mengira segerombolan serangga itu adalah lebah. Setelah dijelaskan oleh neneknya, ternyata segerombolan serangga itu adalah kunang-kunang, atau dalam bahasa sunda disebut Cicika. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karena merasa kesal dikejar-kejar cicika, dia mendekati pohon yang merupakan sarang cicika itu. Dia lempari cicika itu dengan batu agar cicika itu lari. Tetapi tiba-tiba batu yang dilemparnya kembali padanya dan mengenai kepalanya hingga dia pingsan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketika bangun Cika kaget, karena dia sudah berwujud sebagai cicika….&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tertarik membelinya? silahkan cek link ini &lt;a href="http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-33872/cika-dan-cicika-soft-cover.html"&gt;http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-33872/cika-dan-cicika-soft-cover.html&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Keluar dari pekerjaannya untuk mengejar impiannya sebagai writer, hanya dua kata dariku: ruarrr biasa.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-8018146186931861505?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-29T11:15:52.707+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/10/cika-dan-cicika.html</feedburner:origLink></item><item><title>Sebatang Wortel, Sebutir Telur atau Biji Kopi</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/bilKnvHYiJ0/sebatang-wortel-sebutir-telur-atau-biji.html</link><category>Perjalananku</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Tue, 26 Oct 2010 22:20:49 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-1499036255493909213</guid><description>&lt;p&gt;Berikut ini adalah tulisan yang tertempel didinding musholla kantor, entah siapa yang menempelkannya disana. Selamat membaca.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="3"&gt;Sebatang Wortel, Sebutir Telur atau Biji Kopi&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul. Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anak perempuannya ke dapur. Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk.Ia membiarkan masing-masing mendidih. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selama itu ia terdiam seribu basa. Sang anak menggereget gigi, tak sabar menunggu dan heran dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, &amp;quot;Apa yang kau lihat, nak?&amp;quot; &amp;quot;Wortel, telur, dan kopi, &amp;quot; jawab sang anak. Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel. Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu terasa lunak. Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras. Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu. &amp;quot;Apa maksud semua ini, ayah?&amp;quot; tanya sang anak.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang sama, yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. Wortel yang semula kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak dan lemah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah direbus menjadi keras dan kokoh. Sedangkan biji kopi tumbuk berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, setelah direbus, malah mengubah air yang merebusnya itu. &amp;quot;Maka, yang manakah dirimu?&amp;quot; tanya sang ayah pada anaknya. &amp;quot;Di saat kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada dirimu? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-1499036255493909213?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-27T12:20:49.546+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/10/sebatang-wortel-sebutir-telur-atau-biji.html</feedburner:origLink></item><item><title></title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/kiustC_4Nic/betapa-sulitnya-untuk-mempelajari-arti.html</link><category>selayang pandang</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Tue, 27 Jul 2010 00:13:54 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-208793431999036457</guid><description>&lt;p&gt;Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yg terkandung di dalam Al-qur'an; namun betapa mudahnya utk mengulang2 gosip yang sama kepada orang lain&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Betapa besarnya nilai uang kertas Rp.100.000 apabila di bawa ke mesjid utk di-infaq-kan; tetapi betapa kecil Rp. 100.000 kalau di bawa ke Mall utk di belanjakan !&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Betapa sulitnya untuk mencari kata2 ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengumpat/caci- maki&amp;#160; tanpa harus berpikir panjang2. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Betapa asyiknya apabila pertunjukan music di perpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di mesjid lebih lama sedikit daripada biasanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Betapa semangatnya&amp;#160; untuk duduk di depan dlm pertandingan atau konser namun lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di mesjid&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Betapa mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang di katakan oleh koran namun betapa sering kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bersyukurlah kepada ALLAH SWT, yang Maha Baik, Pengasih &amp;amp; Penyayang &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ingatlah…….. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;di alam kubur nan gelap kita hanya sendiri, hanya ditemani amal ibadah kita yang menyinari, tidak ada pesta, tidak ada harta, tidak ada makanan/minuman, yang ada hanya pertanyaan : &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;* Siapa Tuhanmu ? Allah SWT &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;* Siapa Nabimu ? Rasulullah Muhammad SAW &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;* Apa Kitab Sucimu ? Al-Quran &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga kita dapat menjawabnya, amin.....&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-208793431999036457?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-27T14:13:54.568+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">7</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/07/betapa-sulitnya-untuk-mempelajari-arti.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kanker Paru Pembunuh Utama Di Dunia Saat Ini</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/S5_FC2-oaf0/kanker-paru-pembunuh-utama-di-dunia.html</link><category>selayang pandang</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Wed, 21 Jul 2010 23:59:59 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-2663824455847039670</guid><description>&lt;p&gt;Berikut ini adalah catatan yang berhasil aku kumpulkan dari kuliah di twitter yang di bawakan oleh &lt;a href="http://twitter.com/hotradero"&gt;hotradero&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karena ini adalah bersumber dari twitter, maka silahkan membacanya dari bawah ke atas :)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. SCLC (sel kecil) lebih jarang ada, tetapi bila muncul akan tumbuh cepat &amp;amp; lebih mungkin ber-metastasis (menyebar) ke organ lain.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. &lt;a href="http://twitter.com/search?q=%23kanker"&gt;#kanker&lt;/a&gt; paru2 secara umum terbagi 2 - berdasarkan ukuran sel tumor. Disebut Kanker Sel Kecil &amp;amp; Kanker Sel tdk kecil (SCLC &amp;amp; NSCLC) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Ketika &lt;a href="http://twitter.com/search?q=%23kanker"&gt;#kanker&lt;/a&gt; paru2 mengalami metastasis - maka akan jadi tumor primer sementara organ baru yg terjangkiti jadi tumor sekunder. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. CATATAN: saya nggak benci perokok. Saya cuma benci asap rokoknya. Kalau tdk dikeluarkan - saya akan sangat berterima kasih :)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Repotnya, sel2 &lt;a href="http://twitter.com/search?q=%23kanker"&gt;#kanker&lt;/a&gt; paru2 dpt menyebar melalui sel limfa &amp;amp; mengikuti aliran darah sehingga menyebar ke organ2 lain =&amp;gt; metastasis. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;6. Umumnya tumor di paru2 bersifat ganas (malignant). Berkembang cepat menjadi &lt;a href="http://twitter.com/search?q=%23kanker"&gt;#kanker&lt;/a&gt; yg menyerang serta menghancurkan sel2 sehat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;7. Massa sel/tumor menjadi berbahaya krn merampas oksigen, nutrisi serta ruang hidup dari sel2 normal yg sehat =&amp;gt;Populasi turun. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;8. &lt;a href="http://twitter.com/search?q=%23kanker"&gt;#kanker&lt;/a&gt; paru2 dimulai ketika sel normal tiba2 berubah &amp;amp; tumbuh berkembang biak tanpa kendali normal. Sel2 itu membentuk massa/tumor. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;9. Dari semua penderita &lt;a href="http://twitter.com/search?q=%23kanker"&gt;#kanker&lt;/a&gt; paru2 - hanya 14% yg dapat bertahan hidup lebih lama dari 5 tahun. Kebanyakan jauh sebelum itu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;10. Saat ini &lt;a href="http://twitter.com/search?q=%23kanker"&gt;#kanker&lt;/a&gt; paru2 menjadi kanker pembunuh utama di dunia. Pria &amp;amp; Wanita. Pada wanita bahkan sudah melewati kasus &lt;a href="http://twitter.com/search?q=%23kanker"&gt;#kanker&lt;/a&gt;payudara. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;11. Pria perokok seumur hidupnya punya kans 17,2% terkena &lt;a href="http://twitter.com/search?q=%23kanker"&gt;#kanker&lt;/a&gt;paru2 - perokok wanita 11,6%. Non perokok? 1,3% dan 1,4%. Bandingkan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;12. Rokok menjadi sumber karsinogen istimewa krn ditemukan jejak setidaknya 60 bahan pencetus &lt;a href="http://twitter.com/search?q=%23kanker"&gt;#kanker&lt;/a&gt; di dalam sebatang rokok.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-2663824455847039670?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-22T13:59:59.900+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/07/kanker-paru-pembunuh-utama-di-dunia.html</feedburner:origLink></item><item><title>Why Morning People Rule the World</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/lfiAeMqtvY0/why-morning-people-rule-world.html</link><category>selayang pandang</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Tue, 20 Jul 2010 21:48:21 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-7541027884157820980</guid><description>&lt;p&gt;   &lt;br /&gt;By Courtney Rubin | Jul 14, 2010 &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Morning people are more proactive – and therefore more successful in their professional lives — according to new research &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;To paraphrase F. Scott Fitzgerald, the morning people are different from you and me – or so says new research. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Early birds are more proactive than evening people – and so they do well in business, says Christoph Randler, a biology professor at the University of Education in Heidelberg, Germany. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;quot;When it comes to business success, morning people hold the important cards,&amp;quot; Randler told the Harvard Business Review of his research, some of which originally appeared in the Journal of Applied Social Psychology. &amp;quot;[T]hey tend to get better grades in school, which gets them into better colleges, which then leads to better job opportunities. Morning people also anticipate problems and try to minimize them. They're proactive.&amp;quot; (Not that evening people are life's losers: They're smarter and more creative, and have a better sense of humor, other studies have shown.) &lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;Who is a morning person, by definition? Randler says it is someone who gets up at roughly the same time on weekdays as on weekends. He surveyed 367 college students (an age group not exactly famous for early rising) when they were most energetic and willing to change a situation. The morning people were more likely to agree with statements such as &amp;quot;I feel in charge of making things happen&amp;quot; and &amp;quot;I spend time identifying long-range goals for myself.&amp;quot; (In the sample, the &amp;quot;evening people tended to sleep two hours later on weekends.) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Can you change type? &amp;quot;Somewhat,&amp;quot; says Randler, pointing to a study where half of schoolchildren were able to shift permanently their wake-up time by an hour. Still, it can be tough, partly because half of your chronotype, as it's called, is determined by genetics. And just changing the hour you wake up may not change your inherent &amp;quot;morning-ness&amp;quot; or &amp;quot;evening-ness&amp;quot; In other words, getting up earlier will not automatically make you proactive. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Chronotypes also evolve over a person's life cycle: Teenagers are evening types; between the ages of 30 and 50, people are evenly split between morning and evening types; and people become morning types as they pass through their fifties. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Randler says the challenge for businesses is to &amp;quot;bring out the best from their night owls.&amp;quot; He points to universities, which often do this successfully. (Randler is a morning person who gets up at 5 a.m. and works, whereas he has a colleague who arrives at work at 11:30 a.m. and stays until 7 or 8 p.m.) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;But if morning people are ruling the world – winning the promotions and the top decision-making jobs – will night people ever get any concessions? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Says Randler: &amp;quot;Morning people are very capable of understanding the value of chronotype diversity. Remember, we’re conscientious. This understanding probably originated far back in history, when groups comprising morning people, evening people, and various chronotypes in between would have been better able to watch for danger at all hours. Evening types may no longer serve as our midnight lookouts, but their intelligence, creativity, humor, and extroversion are huge potential benefits to the organization.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-7541027884157820980?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-21T11:48:21.156+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/07/why-morning-people-rule-world.html</feedburner:origLink></item><item><title>Believe in God is not just a words</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/LcCREgPSDpc/believe-in-god-is-not-just-words.html</link><category>selayang pandang</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Sun, 18 Jul 2010 23:09:05 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-798201589287072895</guid><description>&lt;p&gt;Setiap muslim umumnya mengetahui dan menyadari bahwa yang memberi rezeki kepada setiap makhluk adalah Allah. Yang kurang adalah keyakinan akan adanya jaminan rezeki dari Allah. Kepada sang teman, akupun tidak ingin menasehatinya macam-macam, aku hanya berbagi pengalaman hidup dengannya. Bahwa ujian yang dialaminya juga dialami orang lain, termasuk aku dan suamiku. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dahulu, belasan tahun yang lalu. Setelah selesai kuliah, mulailah aku melamar kerja. Pada waktu itu, wanita yang berjilbab dan mengenakan busana muslimah belum menjamur seperti sekarang. SK tentang jilbabpun belum turun. Ada 2 buah lamaran yang aku buat. Salah satunya lamaran ke sebuah bank. Aku terpanggil untuk mengikuti test. Ternyata aku lolos test, kemudian diinterview. Dari interview aku diberitahukan bahwa ketika bekerja tidak diperkenankan memakai jilbab. Dengan syarat tersebut aku memilih mundur. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada waktu itu, banyak pihak yang menyesalkan keputusanku. Menurut mereka, aku tidak usah terlalu fanatik, bongkar pasangkan tidak masalah. Aku sendiri berfikir, jika kita bersungguh-sungguh menolong agama Allah, maka Allah akan lebih bersungguh-sungguh menolong kita. Dan Allah bukanlah Tuhan yang suka mengecewakan hambaNya. Berangkat dengan keyakinan tersebut dan prasangka baik kepada Allah, aku mantap dengan keputusanku. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ternyata, lamaranku yang kedua, ke sebuah perusahaan properti juga diterima. Belajar dari pengalaman sebelumnya, maka ketika aku di wawancara, sebelum ditanya macam-macam, akupun memberanikan diri untuk bertanya.   &lt;br /&gt;“Sebelumnya saya minta maaf, saya ingin bertanya, jika saya diterima diperusahaan ini, apakah saya boleh tetap memakai jilbab selama bekerja?” tanyaku    &lt;br /&gt;“Boleh-boleh saja, tidak masalah.” Jawab Bp.H yang pada waktu itu mewawancarai aku.    &lt;br /&gt;Alhamdulillah, ternyata aku di terima bekerja di perusahaan itu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Suamipun mengalami ujian masalah rezeki. 3 bulan sebelum pernikahan kami, kontrak kerja suami (calon suami pada waktu itu) tidak diperpanjang. Padahal issue yang beredar ia akan diangkat sebagai pegawai tetap. Baik aku maupun suami tidak “heboh” menyikapi hal tersebut. Yang heboh justru orang lain. Bayangkanlah, hendak menikah, tetapi jadi pengangguran. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Suami tidak khawatir, karena ia yakin, sekiranya sudah jatuh kewajibannya untuk menafkahi keluarga, maka Allah akan memberinya kemampuan untuk melaksanakan kewajibannya. Aku sendiri, biasa saja mendengar berita tersebut. Karena yakin, sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan keyakinan suamiku. Alhamdulillah, sebulan setelah menikah, suami kembali bekerja dan dalam jangka 1 bulan langsung diangkat sebagai pegawai tetap. Ini adalah bukti atas keyakinan yang utuh atas jaminan Allah. Dan prasangka baiknya bahwa Allah akan memberi ganti pada saat yang tepat, benar-benar menjadi kenyataan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;... &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Rasa gelisah akan rezeki hari esok, bukan tentang sulitnya mencari pekerjaan. Bukan tentang kita hanya lulusan SMA, atau kita tidak memiliki pengalaman kerja. Inti persoalannya terletak pada masalah keyakinan dan prasangka baik kita kepada Allah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tidak optimis perihal rezeki sesungguhnya karena kita tidak memiliki keyakinan. Sikap inilah yang kemudian membuat kita khawatir, kekhawatiran yang pada akhirnya membuat kita tidak lagi aware terhadap halal atau haramnya penghasilan kita. Padahal, empat bulan dalam kandungan, setiap insan telah Allah tetapkan bagian rezekinya masing-masing. Padahal, Allah menjamin bahwa tidak satupun bintang yang melata, kecuali telah Allah tetapkan rezekinya. Artinya, bagian rezeki untuk kita pasti ada dan pasti sampai. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain yakin, bahwa Allah menjamin rezeki bagi setiap makhlukNya, hal lain yang juga sangat penting adalah Husnuzhan atau prasangka baik kepada Allah. Karena Allah senantiasa menurut prasangka hamba-hambaNya. Jika kita berprasangka, bahwa Allah akan memberi kita rezeki dan mencukupi kebutuhan kita, Insya Allah rezeki akan sampai kepada kita dan Allah akan penuhi kebutuhan kita. Yang perlu menjadi catatan adalah, rasa yakin di sini tentu saja rasa yakin yang disertai tindakan aktif. Maksudnya adalah, ibadah hati dengan rasa yakin , dan anggota badan melakukan ikhtiar maksimal. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karenanya, ketika seorang hamba memilih untuk mengambil yang haram, setidaknya ada dua hal yang mendasari. Yang pertama adalah karena su’uzhzhan atau buruk sangka kepada Allah. Ia menganggap Allah tidak akan menganugerahinya rezeki yang baik dan halal. Yang kedua adalah ketidakmampuan untuk bersabar atas ujian Allah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Prasangka baik dan juga keyakinan, tidak dapat tumbuh, jika hubungan kita dengan Allah tidak baik. Jadi kunci untuk dapat yakin dan senantiasa berprasangka baik terletak pada hubungan yang baik dengan Allah. Makin baik hubungan kita dengan Allah, makin yakinlah kita terhadapNya. Wallahua’lam.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-798201589287072895?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-19T13:09:05.970+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/07/believe-in-god-is-not-just-words.html</feedburner:origLink></item><item><title>PELIT</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/sEHpc7vw9ng/pelit.html</link><category>selayang pandang</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Mon, 14 Jun 2010 00:27:32 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-463269500125874629</guid><description>&lt;p&gt;Seorang bapak yang sangat pelit diajak anak tersayangnya u/ naik heli &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Awalnya si bapak tidak setuju karena harus bayar    &lt;br /&gt;tapi karena sayang dengan anaknya ia pun setuju.     &lt;br /&gt;Setelah sampai di tempat heli, si pilot bilang : &amp;quot;Naik bayar Rp. 1.000.000,     &lt;br /&gt;kalau anda bicara diatas nanti di denda Rp. 5.000.000     &lt;br /&gt;tapi kalau anda tidak bicara sepatah katapun akan saya kasih Rp. 10.000.000&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setelah setuju dengan perjanjian tersebut, heli diterbangkan oleh pilot    &lt;br /&gt;dengan cara manuver dan jungkir balik diatas. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setelah sampai mendarat si pilot bilang ke bapak pelit tadi :    &lt;br /&gt;&amp;quot;Wah anda hebat, tidak bicara sepatah katapun&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Si bapak bilang : &amp;quot; sebenarnya saya mau bicara tadi, tapi takut di denda&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;quot;Anda mau bilang apa?&amp;quot; Kata si pilot &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;quot;Anak saya jatuh....&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font color="#ff0000" size="4"&gt;* takut di denda ato pengen untung?&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-463269500125874629?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-14T14:27:32.858+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/06/pelit.html</feedburner:origLink></item><item><title>Perokok Pasif Lebih Berisiko Gangguan Jiwa</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/2bemwbIsK8M/perokok-pasif-lebih-berisiko-gangguan.html</link><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Thu, 10 Jun 2010 23:08:42 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-6576820317253996430</guid><description>&lt;h4&gt;Wah kalo gitu mendingan jadi perokok aktif donk…………belum tentu, silahkan baca di bawah ini&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;PENELITIAN terbaru menunjukkan bahwa perokok pasif yang sering terpapar asap rokok ternyata 50 persen lebih berisiko mengalami masalah kejiwaan ketimbang mereka yang tak terpapar. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pemimpin penelitian itu, Dr Mark Hamer dari Universitas College London mengatakan bahwa perokok pasif pastinya dapat terpapar asap rokok di mana pun mereka berada. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dr Hamer dan koleganya lalu meneliti lebih dari 5.000 perokok pasif dan 2.500 perokok aktif yang tidak memiliki tanda-tanda mengalami gangguan jiwa. Namun, di akhir penelitian, pada sebanyak 14,5 persen partisipan, terdapat tanda-tanda gangguan kejiwaan.    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hasil itu mengindikasikan bahwa 62 persen perokok pasif lebih berisiko mengalami gangguan kejiwaan ketimbang mereka yang tidak terpapar asap rokok dan &lt;strong&gt;&lt;font color="#ff0000" size="4"&gt;bagi perokok aktif risikonya lebih besar dua kali lipat jika dibandingkan yang tidak merokok.&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;quot;Bila digabungkan, data kami berkorelasi dengan bukti-bukti sebelumnya seperti risiko terkena gangguan jiwa akibat terpapar zat nikotin,&amp;quot; ujarnya kepada Xinhua. (MI/ICH)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumber : &lt;a title="http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/06/11/20167/-Perokok-Pasif-Lebih-Berisiko-Gangguan-Jiwa-" href="http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/06/11/20167/-Perokok-Pasif-Lebih-Berisiko-Gangguan-Jiwa-"&gt;http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/06/11/20167/-Perokok-Pasif-Lebih-Berisiko-Gangguan-Jiwa-&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-6576820317253996430?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-11T13:08:42.770+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/06/perokok-pasif-lebih-berisiko-gangguan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Greed</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/L9jrR-l9kxQ/greed.html</link><category>quote of the day</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Wed, 09 Jun 2010 22:05:02 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-3633170259110888543</guid><description>&lt;p align="center"&gt;The earth provides enough to satisfy every man's needs, but not every man's greed&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Mahatma Gandhi adalah yang mengatakan kalimat di atas ini, dan kupercaya bahwa itu benar adanya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Keserakahan menghancurkan dunia&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-3633170259110888543?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-10T12:05:02.680+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/06/greed.html</feedburner:origLink></item><item><title>how selfish are we</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/YWaAnWTxPls/woh-selfish-we-are.html</link><category>quote of the day</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Tue, 08 Jun 2010 21:41:10 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-3976060075224825407</guid><description>&lt;p align="center"&gt;&amp;quot;Don’t go around saying the world owes you a living. The world owes you nothing. It was here first.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Bukankah begitu adanya, kita bertingkah seenaknya memperlakukan bumi ini seakan semuanya adalah milik kita dan hanya kita.&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;I hate you selfish people&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-3976060075224825407?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-09T11:41:10.733+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/06/woh-selfish-we-are.html</feedburner:origLink></item><item><title>No Idea - Repost</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/jsUvyu5cUfc/no-idea-repost.html</link><category>Bergelut Dengan Diri</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Tue, 01 Jun 2010 22:26:48 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-8603863303210463764</guid><description>&lt;p&gt;Catatan: Sebenernya seh ini tulisan aku posting di blogku yang lain, tapi karena hanya blog in yang di baca oleh Nac Thanc jadi sengaja aku repost…..met baca Nac Thanc…..mari lanjutkan open discussionnya………dan jangan lupa kalo denger ada suara tokek, just call me…….menuju 1 milyar&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dah beberapa minggu ini aku kehabisan ide buat nulis di blog, bahkan saat BW sekalipun dilakukan tanpa meninggalkan jejak.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sepertinya penyakit malasku dah semakin parah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Minggu lalu juga aku memantapkan hati untuk mengatakan say goodbye to facebook, dah lah, media kacau seperti itu ditinggalin aja……tapi twitter tetep jalan…….setidaknya sampai saat ini, twitter ga dipake buat ngehina agama orang….(atau jangan jangan belum atao aku ga tau…)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nah di twitter lagi rame soal flotilla, itu kapal misi kemanusiaan buat bantuan ke Gaza yang di serang ama israel di tengah perairan internasional, dini hari pula…duh kacau tuh israel…..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;dan ternyata twitterpun tersentuh tangan tangan israel setidaknya bisa dilihat dari tidak masuknya topic #flotilla ke dalam trending topic twitter, padahal itu yang komen bejibun banget dari seluruh dunia………&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255,0,0)"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;walau akhirnya masuk juga seh #flotilla jadi trending topic (TT), cuma heran aja kok telat yah……hampir aja aku keluar dari twitter juga……..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(Israel itu gelas nabi Yakub, artinya kekasih Allah…..tapi Israel yang ada sekarang ini ga mungkin jadi kekasih Allah kale kalo kelaukannya kaya gitu)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;trus tadi baca postingan sendiri soal rokok, dan dapet ini:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Seseorang bukan perokok yang menikah dengan perokok mempunyai risiko kanker paru sebesar 20-30 persen dan berisiko sakit jantung karena asap yang berasal dari ujung rokok tiga kali lebih berbahaya dari asap rokok utama yang dihisap perokok.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nah ini kalimat suka dibikin alesan para perokok, daripada jadi perokok pasif yang bahaya 3 kali lebih besar dari prokok aktif, mendingan jadi perokok aktif aja…..(kenapa jadi inget israel yah pas denger kalimat ini……kebanyakan ngasih les seh tuh israel….loh jadi perokok=israel….ehmmm no comment loe pikir pikir aja sendiri, kalo menurutku ada bagian bagian dalam jiwa kita yang penuh dengan ke-israel-an….)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;waduh kok logikanya aneh….bukankah perokok aktif itu juga merangkap sebagai perokok pasif? perokok tuh dah masukin asap rokok lewat mulut dia, juga ngehirup asap rokoknya juga pas dia bernafas, ato kalo pas ngerokok dia ga bernafas?…..nah berarti tuh perokok aktif jauh lebih besar resikonya dapet impotensi (soalna orang/laki lebih takut impoten daripada sakit jantung kayanya) dari perokok pasif.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Terus jadi inget obrolan kemaren ama temen……..terutama soal pendapatku mengenai kantor dan kewajiban berterima kasih pada kantor yang telah menggaji kita…….&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;aku punya pendapat sendiri yang mungkin beda ama orang lain (walau aku yakin pasti ada yang sama ama aku juga, maklum cuma ordinary people)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurutku kantor itu ibaratnya tukang pos yang nganterin surat ke rumah kita.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita layak berterima kasih ke tukang pos yang dah bersusah payah nyampein itu surat, tapi ga perlu berlebih apa lagi ampe bersujud segala toh bagaimanapun juga, surat itu yang nulis bukan si tukang pos tapi yang nulisnya mungkin istri, teman, pacar atau orang tua kita………&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nah cuma kebetulan aja yang nulis surat itu nitipin suratnya ke tukang pos itu buat diantarkan ke rumah kita.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;jadi selayaknyalah rasa bersyukur dan sembah sujud disampaikan pada si pembuat surat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita ga perlu bersedih kalo si tukang pos sakit ato meninggal dunia, well sedih seh boleh boleh aja tapi jangan berlebih deh, soalnya selama si pembuat surat masih niat bikin surat baru untuk kita, itu pembuat surat bisa dengan gampang mencari tukang pos yang baru.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nah ini analoginya:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;yang ngasih rejeki dalam hal ini gaji, menurutku tuh Tuhan, cuma kebetulan dianterin lewat jasa kantor kita…tapi kalo satu saat ini kantor tutup/bangkrut…ga perlu repot, kalo Tuhan masih ngasihkita rejeki, Tuhan bakalan nyalurinnya lewat tangan yang lain……&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;jadi soal loyalitas…..be reasonable deh…….&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;wuihhhh yang baca bisa bingung tuh soalna ga di kasih cukup background informasi…..dah dulu deh…..dari no idea menjadi plenty ideas….&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-8603863303210463764?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-02T12:26:48.914+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/06/no-idea-repost.html</feedburner:origLink></item><item><title>UN tells Israel to end siege of Gaza</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/K_2UNdp4yR4/un-tells-israel-to-end-siege-of-gaza.html</link><category>selayang pandang</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Tue, 01 Jun 2010 16:06:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-3137236626182480076</guid><description>&lt;p&gt;UN Assistant Secretary General for Political Affairs Oscar Fernandez-Taranco has called on Israel to end its &amp;quot;unacceptable&amp;quot; blockade of the Gaza Strip. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Fernandez-Taranco, who was speaking at an emergency meeting of the UN Security Council, said that Israel's Monday attack on peace activists on a flotilla of ships off the coast of Gaza would not have happened without the blockade. &lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255,0,0)"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;He was speaking in proxy for UN Secretary General Ban Ki-moon, DPA reported. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The UN official also called for a thorough investigation into the Israeli military assault on the ships. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Fernandez-Taranco stated that the incident happened when all efforts should be focusing on confidence-building and on promoting talks between Israelis and Palestinians. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The UN Security Council started an emergency meeting on Monday after Turkey called for a meeting on the Israeli attack on the Freedom Flotilla. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The Israeli navy attacked the Freedom Flotilla, which was carrying humanitarian assistance to Gaza, in international waters in the Mediterranean Sea early on Monday, killing at least 20 people on board the six ships, mostly Turkish nationals. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;About 50 others were injured, according to Palestinian sources. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;MGH/HGL&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Source : &lt;a title="http://www.presstv.ir/detail.aspx?id=128565&amp;amp;sectionid=351020202" href="http://www.presstv.ir/detail.aspx?id=128565&amp;amp;sectionid=351020202"&gt;http://www.presstv.ir/detail.aspx?id=128565&amp;amp;sectionid=351020202&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-3137236626182480076?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-02T06:06:00.446+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/06/un-tells-israel-to-end-siege-of-gaza.html</feedburner:origLink></item><item><title>Sedunia Melawan Israel</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/xa_egokuNt4/sedunia-melawan-israel.html</link><category>tantangan ke depan</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Tue, 01 Jun 2010 00:55:45 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-6057116630942524309</guid><description>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_S2H0aZH0soY/TAS8_cFseFI/AAAAAAAAAH8/2avdosBUGrk/s1600-h/image%5B2%5D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="image" border="0" alt="image" src="http://lh5.ggpht.com/_S2H0aZH0soY/TAS9AF28ixI/AAAAAAAAAIA/W2IpeuQuSg8/image_thumb.png?imgmax=800" width="244" height="229" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ajakan global untuk menentang kelakuan israel di Palestina.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Gerakan massal tanggal 5 Juni berdemo di depan kedubes israel atau kedubes temannya israel. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lengkapnya silahkan di baca di sini &lt;a href="http://www.breaksiege.com/"&gt;http://www.breaksiege.com/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-6057116630942524309?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-01T14:55:45.609+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://lh5.ggpht.com/_S2H0aZH0soY/TAS9AF28ixI/AAAAAAAAAIA/W2IpeuQuSg8/s72-c/image_thumb.png?imgmax=800" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/06/sedunia-melawan-israel.html</feedburner:origLink></item><item><title>'Israel committed an act of war'</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/fbFvuoOaHOM/committed-act-of-war.html</link><category>selayang pandang</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Mon, 31 May 2010 21:18:45 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-1966121838632546781</guid><description>&lt;p&gt;Venezuelan President Hugo Chavez has condemned Israel's attack on peace activists on a flotilla of ships carrying relief supplies to the Gaza Strip. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Chavez called the attack &amp;quot;an act of war undertaken by the Israeli army against defenseless civilians&amp;quot; who were trying to break through Israel's &amp;quot;criminal blockade.&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;quot;Venezuela will continue to denounce the terrorist and criminal nature of Israel's government, even as it reiterates, today more than ever, its unbreakable commitment to the fight of the Palestinian people for freedom, national sovereignty, and dignity,&amp;quot; he said in a statement issued on Monday. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Venezuela cut its diplomatic ties with Israel in 2009 to protest the Israeli war on the Gaza Strip. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The Israeli navy attacked the Freedom Flotilla, which was carrying humanitarian assistance to Gaza, in international waters in the Mediterranean Sea early on Monday, killing at least 20 people on board the six ships, mostly Turkish nationals. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;About 50 others were injured, according to Palestinian sources. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;MGH/HGL&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Source : &lt;a title="http://www.presstv.ir/detail.aspx?id=128578&amp;amp;sectionid=351020704" href="http://www.presstv.ir/detail.aspx?id=128578&amp;amp;sectionid=351020704"&gt;http://www.presstv.ir/detail.aspx?id=128578&amp;amp;sectionid=351020704&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-1966121838632546781?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-01T11:18:45.189+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/06/committed-act-of-war.html</feedburner:origLink></item><item><title>US activist loses eye after being shot in face with tear gas canister</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/HGFwofBm1ck/us-activist-loses-eye-after-being-shot.html</link><category>Perjalananku</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Mon, 31 May 2010 20:48:14 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-7340824753569340663</guid><description>&lt;h4&gt;&amp;#160;&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;International Solidarity Movement&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;31 May 2010&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;img title="US citizen Emily Henochowicz was shot directly in the &amp;#13;&amp;#10;face with a tear gas canister as she non-violently demonstrated against &amp;#13;&amp;#10;the Flotilla massacre" alt="US citizen Emily Henochowicz was shot directly in the face with a &amp;#13;&amp;#10;tear gas canister as she non-violently demonstrated against the Flotilla&amp;#13;&amp;#10; massacre" src="http://palsolidarity.org/multimedia/2010/05/Ramallah05May31-fadi-400x293.jpg" width="400" height="293" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;US citizen Emily Henochowicz was shot directly in the face with a tear gas canister as she non-violently demonstrated against the Flotilla massacre&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;FOR IMMEDIATE RELEASE: &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;American activist loses eye after being shot in face with tear gas canister&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;31 May 2010: An American solidarity activist was shot in the face with a tear gas canister during a demonstration in Qalandiya, today. Emily Henochowicz is currently in Hadassah Hospital in Jerusalem undergoing surgery to remove her left eye, following the demonstration that was held in protest to Israel’s murder of at least 10 civilians aboard the Gaza Freedom Flotilla in international waters this morning.&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255,0,0)"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;21-year old Emily Henochowicz was hit in the face with a tear gas projectile fired directly at her by an Israeli soldier during the demonstration at Qalandiya checkpoint today. Israeli occupation forces fired volleys of tear gas at unarmed Palestinian and international protesters, causing mass panic amongst the demonstrators and those queuing at the largest checkpoint separating the West Bank and Israel. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“They clearly saw us,” said Sören Johanssen, a Swedish ISM volunteer standing with Henochowicz. “They clearly saw that we were internationals and it really looked as though they were trying to hit us. They fired many canisters at us in rapid succession. One landed on either side of Emily, then the third one hit her in the face.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Henochowicz is an art student at the prestigious Cooper Union, located in East Village, Manhattan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The demonstration was one of many that took place across the West Bank today in outrage over the Israeli military’s attack on the Gaza freedom flotilla and blatant violation of international law. Demonstrations also took place in inside Israel, Gaza and Jerusalem, with clashes occurring in East Jerusalem and Palestinian shopkeepers in the occupied Old City closing their businesses for the day in protest.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;img title="Henochowicz lost her left eye after &amp;#13;&amp;#10;being shot directly in the face with a tear gas canister" alt="Henochowicz lost her left eye after being shot directly in the face&amp;#13;&amp;#10; with a tear gas canister" src="http://palsolidarity.org/multimedia/2010/05/DSC_1099-400x265.jpg" width="400" height="265" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Henochowicz lost her left eye after being shot directly in the face with a tear gas canister&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tear gas canisters are commonly used against demonstrators in the occupied West Bank. In May 2009, the Israeli State Attorney’s Office ordered Israeli Police to review its guidelines for dispersing demonstrators, following the death of a demonstrator, Bassem Abu Rahmah from Bil’in village, caused by a high velocity tear-gas projectile. Tear-gas canisters are meant to be used as a means of crowd dispersal, to be shot indirectly at demonstrators and from a distance. However, Israeli forces frequently shoot canisters directly at protesters and are not bound by a particular distance from which they can shoot. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Israeli occupation forces boarded the Mavi Marmara, one of six ships on the Freedom Flotilla at 5 a.m. this morning, opening fire on the hundreds of unarmed civilians aboard. No-one aboard the ships were carrying weapons of any kind, including for defense against a feared Israeli attack in international waters. At least 9 aid workers aboard the ship have been confirmed dead, with dozens more injured. The assault took place 70 miles off the Gaza coast in international waters, after the flotilla was surrounded by three Israeli warships. The Freedom Flotilla, carrying 700 human rights activists from over 40 countries and 10,000 tonnes of humanitarian aid, was headed for the besieged and impoverished Gaza Strip. The Israeli blockade on Gaza, combined with the illegal buffer zone, has put a stranglehold on the territory. 42% of Gazans are unemployed, and food insecurity hovers around 60% according to figures from the Palestine Centre for Human Rights.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Updated on June 1, 2010&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Source : &lt;a title="http://palsolidarity.org/2010/05/12604/" href="http://palsolidarity.org/2010/05/12604/"&gt;http://palsolidarity.org/2010/05/12604/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-7340824753569340663?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-01T10:48:14.485+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/06/us-activist-loses-eye-after-being-shot.html</feedburner:origLink></item><item><title>Cynthia McKinney Mourns the Dead of the Freedom Flotilla to Gaza: People of U.S. &amp; World Must End Israeli Impunity!</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/hDCA5XeCoDs/cynthia-mckinney-mourns-dead-of-freedom.html</link><category>selayang pandang</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Mon, 31 May 2010 20:29:55 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-7483491700248139248</guid><description>&lt;p&gt;I am outraged at Israel's latest criminal act. I mourn with my fellow Free Gaza travelers, the lives that have been lost by Israel's needless, senseless act against unarmed humanitarian activists. But I'm even more outraged that once again, Israel's actions have been aided and abetted by a U.S. political class that has become corrupted beyond belief due to its reliance on Zionist finance and penetration by Zionist zealots for whom no U.S. weapons system is too much for the Israeli war machine, and the silence of the world's onlookers whose hearts have grown cold with indifference. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;I recently visited the offices of IHH, the Turkish humanitarian organization that sponsored one of the Freedom Flotilla boats, and that was targeted by the Israelis for its murderous rampage. Reports are still coming in as to the full extent of the senseless Israeli violence. Of course, I expect Israel's apologists in the press and in the United States government to shift into high gear to support Israel's lying machine. Take note of their names. The 12,000 internet squatters/written word grenade throwers, hired by the Israeli Foreign Ministry to defend Israel and attack peace activists online, are already busy spreading their orchestrated disinformation in cyberspace. Be very careful what you read and believe from special interest press and the internet. You could be reading one of Israel's hired hacks. As a news diversion from what Israel has just done, I suspect that we can also expect to see a lot of historical footage of war's atrocities on television: today is Memorial Day in the United States, a day long ago set aside to remember the sacrifices of U.S. war dead. &lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255,0,0)"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;I encouraged and supported U.S.S. Liberty veteran Joe Meadors's participation in the Freedom Flotilla. Unfortunately, the fate of the U.S.S. Liberty innocents on the high seas, while in international waters, has now been visited upon the participants in the Freedom Flotilla, in large measure because of the Congressional- and Presidential-level cover-up of the 1967 Israeli attack on that U.S. surveillance ship. Combined with the failure of just about every other effort to hold Israel accountable for its crimes against humanity, war crimes, genocide, and crimes against the peace. Belgium and Spain changed their domestic laws of universal jurisdiction after Israeli appeals to do so. The entire musical chairs gang of rotating Israeli leadership are war criminals. During my imprisonment in Israel for attempting to take crayons to the children of Gaza, I called Israel a failed state. If Israel is threatened by unarmed, humanitarian activists to the point of massacring them, then Israel is a failed state. Israel is a failed nuclear state. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Obama's most recent granting of an additional $205 million for Israeli &amp;quot;missile defense&amp;quot; is unconscionable, when in the same week, reports revealed for the first time, Israel's offer of nuclear weapons to apartheid South Africa. Just last week, a paper bearing the signature of former Israeli Prime Minister, Shimon Peres, was released by South Africa, revealing that in 1975, Israel could offer South Africa nuclear weapons &amp;quot;in three sizes.&amp;quot; South Africa's then-Minister of Defense, P.W. Botha, was South Africa's signatory to the letter. This information would make the entire Obama Administration look sadly farcical as it points an accusing finger at Iran, except that U.S. obeisance to the Israeli bloodthirst is deadly serious. With deadly outcomes. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Earlier this month, Israel was granted admission to the Organization of Economic and Community Development (OECD), a direct affront to ongoing Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) efforts across the world. Once again, Israel has thumbed its nose at the global community--with bloody results--because it can. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;I am proud to serve on the Bertrand Russell Tribunal on Palestine. Its next sitting will be in London, where we will examine corporate complicity in Israel's crimes against Palestine. The Tribunal will sit from November 5 - 7. Please put this on your calendar. We all must do what we can, where we are to end wars against the people at home and wars against human rights abroad. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Finally, a friend just sent a message to me saying that the Israelis had lost their minds. Sadly, based on the past, the Israelis could very well conclude that they can do anything--imprison me for trying to take love to the children of Gaza and kill humanitarian activists trying to do the same--because they know, in the end, they'll get away with it. Instead, I would suggest that we are the ones who have lost our minds, our souls, our spirits, and our human dignity if we allow the Israelis to get away with murder--again--and we do nothing. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;I am calling on the people of the United States to change course now. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;On this Memorial Day 2010, I am stunned and outraged beyond belief while mourning the dead of the Freedom Flotilla to Gaza. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Cynthia Ann McKinney (born March 17, 1955) is a former United States Representative and the 2008 Green Party nominee for President of the United States. McKinney served as a Democrat in the U.S. House of Representatives from 19932003 and 20052007&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Source : &lt;a title="http://www.opednews.com/articles/Cynthia-McKinney-Mourns-th-by-Cynthia-McKinney-100531-294.html" href="http://www.opednews.com/articles/Cynthia-McKinney-Mourns-th-by-Cynthia-McKinney-100531-294.html"&gt;http://www.opednews.com/articles/Cynthia-McKinney-Mourns-th-by-Cynthia-McKinney-100531-294.html&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-7483491700248139248?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-01T10:29:55.786+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/06/cynthia-mckinney-mourns-dead-of-freedom.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tolak Rokok, Padang Panjang Raih Penghargaan WHO</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/y0u4WiVOyz0/tolak-rokok-padang-panjang-raih.html</link><category>selayang pandang</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Mon, 31 May 2010 02:40:20 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-8025242025550564197</guid><description>&lt;p&gt;Padang Panjang, (tvOne) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Wali Kota Padang Panjang Suir Syam memperoleh penghargaan dari Badan Kesehatan Dunia PPBB atau WHO atas prestasinya menerapkan Kawasan Tanpa Rokok di daerahnya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Penghargaan diserahkan perwakilan WHO untuk Indonesia Khanchit Limpakarnjanarat pada puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) di Padang Panjang, Sumbar, Senin, disaksikan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dan Gubernur Sumbar Marlis Rahman. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Khanchit Limpakarnjanarat menegaskan Kota Padang Panjang telah berhasil menerapkan kawasan tanpa asap rokok (KTR) yang diterapkan di tujuh kawasan yakni sekolah, tempat ibadah, sarana kesehatan, tempat kerja, angkutan umum, tempat rekreasi dan tempat kegiatan belajar-mengajar. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Padang Panjang juga yang pertama melarang iklan dan promosi rokok di dalam kotanya sehingga perlu dicontoh oleh daerah-daerah lainnya serta membuat peraturan yang mendukung kawasan tanpa rokok. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia dimana 43 di antaranya bersifat karsinogen, yang berbahaya bagi tubuh manusia. Konsumsi rokok dan tembakau merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan penyakit seperti kardiovaskular, stroke, kanker paru, kanker mulut rahim dan kelainan kehamilan yang merupakan penyebab kematian utama di dunia. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut WHO, setiap detik satu orang meninggal akibat merokok. Selain itu rokok juga membunuh separuh dari masa hidup perokok. Data epidemi dunia menunjukkan tembakau membunuh lebih dari lima juta orang setiap tahun dan jika ini terus berlanjut, maka pada 2020 diproyeksikan terjadi 10 juta kematian dengan 70 persen kematian di negara berkembang. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Konsumsi rokok di Indonesia mencapai 220 miliar batang per tahun, merupakan urutan ketiga setelah China dan India, dimana separuh lebih rumah tangga di Indonesia mempunyai sedikitnya satu perokok dan hampir semua merokok di rumah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seseorang bukan perokok yang menikah dengan perokok mempunyai risiko kanker paru sebesar 20-30 persen dan berisiko sakit jantung karena asap yang berasal dari ujung rokok tiga kali lebih berbahaya dari asap rokok utama yang dihisap perokok. (Ant)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-8025242025550564197?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-31T16:40:20.049+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/05/tolak-rokok-padang-panjang-raih.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pengadilan Jerman Larang Muslim Sholat di Sekolah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/Xl0uY2qwXGw/israel-attacks-gaza-aid-fleet.html</link><category>selayang pandang</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Mon, 31 May 2010 00:21:37 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-855704229738085912</guid><description>&lt;p&gt;Berlin (tvOne)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Satu pengadilan tingkat banding di Jerman memutuskan melarang siswa menengah atas (16) yang beragama Islam, mengerjakan sholat di antara jam pelajaran di sekolah umum tempatnya menuntut ilmu, demikian laporan media setempat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pengadilan itu yang berkedudukan di Berlin-Bradenburg, menolak putusan sebelumnya yang membolehkan siswa itu yang bernama Yunus M untuk sholat selama jam pelajaran sepanjang tidak mengganggu aturan sekolah.   &lt;br /&gt;Karena sebagai Muslim, Yunus M berpendapat kewajiban sholat lima kali sehari sesuai ajaran Islam kadangkala tumpang tindih dengan jam-jam sekolah, khususnya pada musim dingin manakala hari-hari lebih pendek. Sebelum kasus itu dibawa ke pengadilan, Yunus M menjalankan ibadah sholatnya pada saat istirahat dengan menggunakan jaket sebagai sajadahnya di salah satu ruang sekolah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun putusan pengadilan banding ini, masih akan dibawa ke pengadilan federal. Jerman sendiri adalah negara yang tercatat mempunyai penduduk empat juta Muslim, yang 2,5 juta diantaranya adalah keturunan Turki. (ant)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Note: nun jauh di sana, shalatpun susah untuk dilaksanakan…….di sini…niat pun susah hadir di hati……&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-855704229738085912?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-31T14:21:37.531+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/05/israel-attacks-gaza-aid-fleet.html</feedburner:origLink></item><item><title>Life is Beautiful</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/O2-BgBS9Ovo/life-is-beautiful.html</link><category>selayang pandang</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Thu, 20 May 2010 22:55:43 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-2915187788414886799</guid><description>&lt;p&gt;Belakangan ini, aku mengalami kemerosotan moral yang sangat dalam, depresi? mungkin belum separah itu, hanya saja sepertinya semuanya berjalan dengan salah….saat ini pun masih kurasakan hal itu…..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lalu kubaca emailku dan ada satu tulisan yang dikirim istri yang isinya di bawah ini, bagus memang, namun bukan berarti ketika membacanya, semuanya berubah menjadi indah…..tak sedramatis itu perubahannya……&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kadang ornag hanya perlu diingatkan dengan cara yang halus……..soalnya untuk kasusku, pemberian saran secara langsung tak akan berguna, terutama karena penyakit yang ada dikepalaku, bahwa aku sudah mengetahui banyak hal….di tambah saran saran yang terlalu biasa…….&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;mengetahui adalah jauh berbeda dengan memahami…..memahami tidak sama dengan menjalankan……..itu yang ku yakin…..enough about me, mari kita simak isi tulisan di bawah ini:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Banyak orang berpikir bahwa hidup ini kayanya cuma nambahin kesulitan-kesulitan saya aja ! 'Kerja menyebalkan' , hidup tak berguna', dan nggak ada sesuatu yang beres!! &lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255,0,0)"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;Tetapi pandangan hidupku kemudian telah berubah demikian kata Sonya. Pandangan tentang hidup ini benar-benar telah berubah!Tepatnya terjadi setelah saya bercakap-cakap dengan teman saya. Ia mengatakan kepada saya bahwa walau ia mempunyai 2 pekerjaan dan berpenghasilan sangat minim setiap bulannya, namun ia tetap merasa bahagia dan senantiasa bersukacita. Saya pun jadi bingung, bagaimana bisa ia bersukacita selalu dengan gajinya yang minim itu untuk menyokong kedua orangtuanya, mertuanya, istrinya, 2 putrinya, ditambah lagi tagihan-tagihan rumah tangga yang numpuk! Kemudian ia menjelaskan bahwa itu semua karena suatu kejadian yang ia alami di India. Hal ini dialaminya beberapa tahun yang lalu saat ia sedang berada dalam situasi yang berat. Setelah banyak kemunduran yang ia alami itu, ia memutuskan untuk menarik nafas sejenak dan mengikuti tur ke India. Ia mengatakan bahwa di India, iamelihat tepat di depan matanya sendiri bagaimana seorang ibu MEMOTONG tangan kanan anaknya sendiri dengan sebuah golok!! &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Keputusasaan dalam mata sang ibu, jeritan kesakitan dari seorang anak yang tidak berdosa yang saat itu masih berumur 4 tahun!!, terus menghantuinya sampai sekarang. Kamu mungkin sekarang bertanya-tanya, kenapa ibu itu begitu tega melakukan hal itu? Apa anaknya itu 'so naughty' atau tangannya itu terkena suatu penyakit sampai harus dipotong? Ternyata tidak!!! Semua itu dilakukan sang ibu hanya agar anaknya dapat ..MENGEMIS.. .!! Ibu itu sengaja menyebabkan anaknya cacat agar dikasihani orang-orang saat mengemis di jalanan !! Saya benar-benar tidak dapat menerima hal ini, tetapi ini adalah KENYATAAN!! Hanya saja hal mengerikan seperti ini terjadi di belahan dunia yang lain yang tidak dapat saya lihat sendiri !! &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kembali pada pengalaman sahabat saya itu, ia juga mengatakan bahwa setelah itu ketika ia sedang berjalan-jalan sambil memakan sepotong roti, ia tidak sengaja menjatuhkan potongan kecil dari roti yang ia makan itu ke tanah. Kemudian dalam sekejap mata, segerombolan anak kira-kira 6 orang anak sudah mengerubungi potongan kecil dari roti yang sudah kotor itu... mereka berebutan untuk memakannya!! (suatu reaksi yang alami dari kelaparan). Terkejut engan apa yang baru saja ia alami, kemudian sahabatku itu menyuruh guidenya untuk mengantarkannya ke toko roti terdekat. Ia menemukan 2 toko roti dan kemudian membeli semua roti yang ada di kedua toko itu! Pemilik toko sampai kebingungan, tetapi ia bersedia menjual semua rotinya. Kurang dari $100 dihabiskan untuk memperoleh 400 potong roti (jadi tidak sampai $0,25 / potong) dan ia juga menghabiskan kurang lebih $ 100 lagi untuk membeli barang keperluan sehari-hari. Kemudian ia pun berangkat kembali ke jalan yang tadi dengan membawa satu truk yang dipenuhi dengan roti dan barang-barang keperluan sehari-hari kepada anak-anak (yang kebanyakan CACAT) dan beberapa orang-orang dewasa disitu! Ia pun mendapatkan imbalan yang sungguh tak ternilai harganya, yaitu kegembiraan dan rasa hormat dari orang-orang yang kurang beruntung ini! Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa heran bagaimana seseorang bisa melepaskan kehormatan dirinya hanya untuk sepotong roti yang tidak sampai $ 0,25!! &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ia mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri, betapa beruntungnya ia masih mempunyai tubuh yang sempurna, pekerjaan yang baik, juga keluarga yang hangat. Juga untuk setiap kesempatan dimana ia masih dapat berkomentar mana makanan yang enak, mempunyai kesempatan untuk berpakaian rapi,punya begitu banyak hal dimana orang-orang yang ada di hadapannya ini AMAT KEKURANGAN!! &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sekarang aku pun mulai berpikir seperti itu juga! Sebenarnya, apakah hidup saya ini sedemikian buruknya? TIDAK, sebenarnya tidak buruk sama sekali!! Nah, bagaimana dengan anda ? Mungkin di waktu lain saat kamu mulai berpikir seperti aku, cobalah ingat kembali tentang seorang anak kecil yang HARUS KEHILANGAN sebelah tangannya hanya untuk mengemis di pinggir jalan..!! Saudara, banyak hal yang sudah kita alami dalam menjalani kehidupan kita selama ini, sudahkah kita BERSYUKUR? Apakah kita mengeluh saja dan selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki??&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-2915187788414886799?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-21T12:55:43.841+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/05/life-is-beautiful.html</feedburner:origLink></item><item><title>Jangan Sakiti Istrimu</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/dy4AwG1Wogs/jangan-sakiti-istrimu.html</link><category>selayang pandang</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Wed, 19 May 2010 21:12:34 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-8525967796449394342</guid><description>&lt;p&gt;Hari ini aku mendapat kiriman email yang isisnya kurasa bagus, mungkin sebagian besar dari isinya belum mampu kulaksanakan, namun itu bukanlah halangan untuk menyebarkan hal bagus ini melalui blogku, semoga yang membacanya, lebih mampu menerapkan isi tulisan ini dikehidupannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kisah melancarkan rejeki ini saya dapat tanpa sengaja. Beberapa tahun yang lalu, tepatnya sekitar tahun 1994-an saat saya berangkat kuliah, saya bertemu dengan orang yang memberikan wejangan ini. Hari itu saya terburu-buru berangkat ke tempat kuliah, maklum hari itu saya agak terlambat padahal hari itu mata kuliah favorit saya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saat hujan turun tiba-tiba, saya baru sadar kalau lupa membawa mantel, akhirnya berteduhlah saya di sudut sebuah warung. Di tempat itu saya berkenalan dengan seorang yang sangat baik, dia seorang menantu kyai pemilik pondok pesantren. Obrolan kami tambah seru saat menginjak materi rejeki bagi manusia. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pekerjaan dia adalah pekerjaan serabutan. Dia tidak memiliki pekerjaan tetap, tetapi dia bersyukur bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dengan baik. Sandang, pangan, dan perhiasan untuk istrinya selalu tercukupi tanpa kekurangan. “Itulah misteri rejeki mas”, Kata orang itu pada saya. Saat saya tanya apa rahasianya rejeki dia selalu berlimpah, jawaban dia terletak pada selalu bersyukur, dan terpenting jangan pernah sedikitpun menyakiti atau membuat kecewa istri. “Itu wejangan yang selalu diberikan oleh mertua saya, dan saya membuktikan sendiri sampai sekarang”, kata orang itu dengan wajah serius. &lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255,0,0)"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;Dengan selalu bersyukur, bahkan saat terkena musibah sekalipun, kenikmatan yang akan kita terima akan ditambah oleh Allah. “Itu janji Allah, bukan main-main mas”, kata orang itu. Janji Allah tentang umatnya yang mau bersyukur memang sering kita dengar dalam berbagai kotbah atau ceramah agama. Jika kita mau menghitung berapa nikmat yang diberikan Allah pada kita, pasti tidak akan pernah habis. Itulah gambaran rasa syukur yang harus kita ungkapkan, tapi terkadang banyak manusia yang lupa mensyukuri nikmat tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berikutnya jangan sakiti istri anda. Inilah poin yang saya pegang terus sampai sekarang. Pekerjaan seorang istri adalah pekerjaan terberat dalam keluarga. Seorang istri harus selalu melayani suami, melahirkan dengan taruhan nyawa. Membesarkan dengan susah payah, terkadang rela mengorbankan waktunya agar anaknya bisa tumbuh sehat dan berbagai pengorbanan yang tak terhitung saat harus berusaha memenuhi serta melayani kebutuhan suami dan anak-anaknya. Dengan melihat beratnya tugas sang istri di atas, tegakah anda menyakiti istri anda? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut orang yang saya kenal tersebut, banyak tidaknya rejeki yang dia terima terkadang tergantung pada perlakuannya pada sang istri. Saat dia keluar rumah mencari sesuap nasi dengan niat membahagiakan istrinya (saat itu dia belum punya anak), rejeki yang dia terima hari itu pasti banyak. Sebaliknya jika saat berangkat mencari nafkah dia sebelumnya menyakiti hati istrinya, terkadang dia tidak mendapat hasil apapun yang bisa dibawa pulang. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kisah di atas mungkin terkesan dibuat-buat, tetapi saya baru sadar dan merasakan sendiri saat saya sudah berkeluarga. Apa yang saya alami sama persis dengan yang dialami orang yang saya kenal beberapa tahun yang lalu tersebut. Istri memang mempunyai peranan sangat besar dalam mendatangkan rejeki bagi kita. Mungkin doa istri mempunyai kekuatan yang dahsyat bagi sebuah keluarga. Pesan saya, jangan pernah sedikitpun menyakiti hati istri anda jika ingin rejeki kita berlimpah. Semoga kisah ini berguna bagi anda semua.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sukses untuk anda…..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(source : &lt;a title="http://motivasi.petamalang.com/demi-lancarnya-rejeki-selalu-bersyukur-dan-jangan-sakiti-istri/" href="http://motivasi.petamalang.com/demi-lancarnya-rejeki-selalu-bersyukur-dan-jangan-sakiti-istri/"&gt;http://motivasi.petamalang.com/demi-lancarnya-rejeki-selalu-bersyukur-dan-jangan-sakiti-istri/&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-8525967796449394342?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-20T11:12:34.716+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/05/jangan-sakiti-istrimu.html</feedburner:origLink></item><item><title>Hari Yang Aneh</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/JLronop7Bhs/hari-yang-aneh.html</link><category>Perjalananku</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Tue, 18 May 2010 21:02:52 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-6111954704896427887</guid><description>&lt;p&gt;Hari yang aneh, tiga kali dilewatin ama kopaja, gara gara saking penuhnya ampe kaki aja ga bisa masuk....padahal biasanya jam seginian kopaja kosong selalu &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akhirnya naek juga (setelah nunggu lama banget dibawah siraman sinar matahari) pake kopaja keempat.....lumayan badan bisa masuk pintu....&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;eh dah lama naek, rada heran kok ga ada yang nagih.....ternyata kernetnya ga ada....&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;ga berapa lama kemudian tuh kopaja minggir dulu, dan sopirnya turun buat nagihin uang sewa hahahaha &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;trus baru deh ketahuan, kernetnya tuh, istri si sopir dan harus balik lagi soalnya lupa belum masak......ampunnnnnn&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-6111954704896427887?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-19T11:02:52.754+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/05/hari-yang-aneh.html</feedburner:origLink></item><item><title>Refleksi Sponge Bob Dalam Kehidupan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/6HBolsoQrMQ/refleksi-spounge-bob-dalam-kehidupan.html</link><category>selayang pandang</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Mon, 17 May 2010 21:06:04 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-6782309444036322902</guid><description>&lt;p&gt;Kebetulan kemaren nonton filem Sponge Bob bareng Kevin, menurutku film itu jauh dari film anak anak, karena kupikir anak anak kecil sulit untuk mengerti apa yang terkandung dalam film itu. Seperti kisah ini:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam salah satu adegan, diceritakan di sebuah super market, dan Sponge Bob dengan semangatnya berusaha membawa makanan dengan troli dan menyerahkan belanjaannya ke meja kasir sambil tak lupa menghitung berapa waktu yang ia tempuh untuk melakukan hal itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan ternyata rekor baru tercipta, lalu iapun mengeluarkan buku rekornya di depan sang kasir yang terlihat begitu kuyu dan tak bersemangat meladeni ulah sang spounge, namun tentu saja Sponge Bob adalah Sponge Bob, makhluk yang begitu ceria yang bahkan terlalu ceria sehingga tak menyadari keadaan dunia luar. Sponge Bob memaksa kasir untuk membubuhkan tanda tangannya di buku tersebut sebagai saksi atas terciptanya rekor baru berbelanja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Walah ternyata di buku tersebut terdapat foto sang kasir beberapa tahun lalu, ketika ia begitu tampak muda dan penuh semangat. Namun apa yang terjadi, tahun demi tahun terlampaui, getir getir kehidupanpun terlewati, usia muda dan semangat sang kasir pun semakin hilang tersapu dari wajahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apa yang terjadi sebenarnya? Apakah sang kasir merasa jemu dengan pekerjaannya? Dengan kehidupannya barang kali? Coba tengok Sponge Bob, ia sama sekali tidak berubah, tetap ceria tetap semangat dan tetap kotak.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apa yang membedakan spounge dengan kasir? Cerita kehidupan mereka tetap sama dari hari ke hari, mingu ke minggu , bulan ke bulan, tahun ke tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apakah karena Sponge Bob menganggap semua kejadian di dalam kehidupannya, sekecil apapun adalah “ a matter life and death?”, jadi kagak ada yang ga penting semua adalah penting dan lakukanlah dengan sepenuh hati…………..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lalu Si Kasir menganggap kehidupan/kerjaan dia ga penting, masa orang dengan potensi seperti dia Cuma jadi kasir, lalu bekerja setengah hati dan setengah hatinya lagi habis buat mendongkol….&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Loh kok jadi berpikir tentang hidup/pekerjaanku sendiri???? Apakah aku seorang Sponge Bob atau Kasir???......&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana NaC Thanc, any comments?&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-6782309444036322902?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-18T11:06:04.053+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/05/refleksi-spounge-bob-dalam-kehidupan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Doaku hari ini</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/axJm/~3/CyCbXPfknHI/doaku-hari-ini.html</link><category>doa hari ini</category><author>noreply@blogger.com (Gema Pramugia Rachmat)</author><pubDate>Sun, 16 May 2010 22:57:15 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5506414203190608280.post-1735279371621081571</guid><description>&lt;p align="center"&gt;Ya Allah,aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan kecemasan,dari rasa lemah dan kemalasan,dari kebakhilan dan sifat pengecut,dan beban hutang dan tekanan orang - orang jahat (zalim),cukuplah Allah bagi ku dan Engkau sebaik-baik pelindung&amp;quot;.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5506414203190608280-1735279371621081571?l=grachmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-17T12:57:15.085+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://grachmat.blogspot.com/2010/05/doaku-hari-ini.html</feedburner:origLink></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

