<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801</id><updated>2026-07-23T23:02:31.361-07:00</updated><category term="Great Moment"/><category term="Cerpen"/><category term="Puisi"/><category term="Spiritual"/><category term="Daily"/><category term="Opini"/><category term="Hardware"/><category term="Pemahaman"/><category term="Childhood"/><category term="Artikel"/><category term="Ikhlas"/><category term="Life Journal"/><category term="iPad"/><category term="AFF"/><category term="AMD"/><category term="ATI"/><category term="Fenomena"/><category term="Film"/><category term="Garuda"/><category term="Liburan"/><category term="Magnum"/><category term="STIKOM"/><category term="Timnas"/><category term="UNMUL"/><category term="facebook"/><category term="hacking"/><category term="novel"/><category term="overclocking"/><category term="relativitas"/><category term="seminar"/><category term="sepakbola"/><category term="tere-liye"/><title type='text'>*****</title><subtitle type='html'>Pedagang | Penikmat Kopi - Sufistik - United |</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>164</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-4187046668759269530</id><published>2026-05-25T02:31:11.094-07:00</published><updated>2026-05-25T02:32:23.586-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Daily"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Life Journal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemahaman"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Spiritual"/><title type='text'>Wisuda dan Kalimat Tak Terucap</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggy0MeZPWSePkzpCKnArhCYqnfe0MwxH8wUkWWrMJttKKKCZGw7TJm9d2ZDxl0QXra2DT85wP4Xnsgr79gNfK6S-yP5fa37qa23CT7uM6q52snB2azjFXoUPPlQmSHB2sMbWd40PU7JyVIZydrWKPcqltePm3VOeK9iTtwwGrpiALN-H431JafIQ/s1600/Wisuda%20Lila.jpeg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1356&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;271&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggy0MeZPWSePkzpCKnArhCYqnfe0MwxH8wUkWWrMJttKKKCZGw7TJm9d2ZDxl0QXra2DT85wP4Xnsgr79gNfK6S-yP5fa37qa23CT7uM6q52snB2azjFXoUPPlQmSHB2sMbWd40PU7JyVIZydrWKPcqltePm3VOeK9iTtwwGrpiALN-H431JafIQ/s320/Wisuda%20Lila.jpeg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Bulan Mei tahun ini terasa istimewa buatku, bukan karena adanya kehebohan menjaga Marwah Kaltim, ada yang &lt;i&gt;nge-prank&lt;/i&gt; kenaikkan gaji para guru atau Ronaldo juara Liga Arab, atau apalagi karena The Gunner akhirnya juara Premiere League. Bukan, bukan itu semua. Melainkan karena bulan ini aku menghadiri dua kali wisuda anak sulungku. Alhamdulillah…&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Minggu sebelumnya aku menghadiri Wisuda Quran anakku. Seperti tiga tahun sebelumnya, acara kali ini juga berlangsung dengan khidmat dan juga rasa haru. Karena masing-masing anak akhirnya mendapatkan pencapaian terbaiknya sebagai bagian dari para penjaga kalam Illahi. Menjadi bagian dari janji preservasi Allah terhadap kitab suci ini. Mahkota diberikan kepada para wisudawan sebagai simbol harapan kelak mereka selanjutnya akan memakaian ini kepada kedua orang tuanya, Insya Allah. Jika pada tiga tahun lalu, disaat anakku menghambur pelukan kepada ibunya dan aku di akhir acara, aku masih bisa membisikkan kalimat harapanku kepadanya. Tetapi entah kenapa kali ini aku tidak mampu mengeluarkan kalimat serupa, mungkin rasa haru bercampur bahagia membekapku lebih dalam. Padahal itu momen spesial, namun tak apa pikirku, karena minggu depan anakku akan wisuda lagi, wisuda kelulusan sekolahnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Maka sejak pagi tadi, aku dan Istri menghadiri acara itu dengan penuh rasa bahagia. Kami datang cukup awal, duduk dengan tenang dan senang memperhatikan kesibukan panitia, pengisi acara hingga para peserta wisuda. Acara berlangsung tepat waktu dan seperti acara wisuda SD nya dulu, acara ini dikemas dengan baik sekali. Terutama tayangan video di layar utama panggung. Bagian ini sukses menggiring suasana acara seperti yang diharapkan. Tak kalah juga berbagai penampilan persembahan para pengisi acara hingga di acara puncak wisuda. Satu-persatu maju dipanggil, disebutkan nama ayah ibunya beserta cita-citanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Bagian cita-cita ini membuatku tersenyum, juga tentunya orang tua lainnya, seru bertepuk tangan bahkan mengomentari dengan canda sekaligus penuh harap. Seperti kebanyakkan saat ditanya apa cita-citanya, tentu saja menjadi dokter menjadi daftar utama. Kemudian seperti dugaanku, banyak wisudawan terutama laki-laki yang bercita-cita menjadi pengusaha, seperti aku pun demikian diwaktu usia itu. Kurasa karena sifat lelaki ingin memegang kendali, maka ia perlu memegang uang dengan jumlah yang tidak sedikit, maka dipilihnyalah pengusaha sebagai jalan keluar. Tetapi juga tak kalah menarik, kali ini tidak ditemukan wisudawan yang bercita-cita menjadi Presiden atau sekedar wakilnya sekalipun. Seandainya ada, mungkin aku akan berdiri memberikan &lt;i&gt;applause&lt;/i&gt; karena itu adalah yang paling kita butuhkan sekarang bukan? &lt;i&gt;Eh,&lt;/i&gt; tapi yang bercita-cita menjadi Gubernur Kaltim ada !&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Tetapi karena tidak ada yang bercita-cita menjadi presiden atau wakilnya, bukan berarti aku tidak bertepuk tangan. Ada beberapa wisudawan yang spesifik dengan profesi cita-citanya, itu bagus sekali, karena dia berusaha fokus sejak awal untuk kedepannya. Dan aku tersenyum lebar disaat masih ada wisudawan dengan cita-citanya yang sangat generik sekali seperti angkatan kami dulu mengisi di buku diary teman sekelasnya. Mungkin kedepannya anak-anak ini bukan ditanya apa cita-citanya, melainkan ditanya apa yang akan di buat di masa depan, karena sebenarnya pertanyaan ini lebih relevan dengan zaman now.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Disela-sela acara ini, sibuk beberapa orang tua dengan &lt;i&gt;hand bucket&lt;/i&gt; teman berfoto nanti dengan anaknya. Beragam jenis barang fomo ini mulai dari bentuk hingga isinya. Aku sejak awal tidak begitu suka dengan hal ini, maka sejak berangkat dari rumah, aku sudah mengkritik hal ini sepanjang perjalanan. Hingga menjadi bahan selingan pembicaraanku dengan istri di acara wisuda ini. Bahwa pandanganku &lt;i&gt;hand bucket&lt;/i&gt; terutama dengan isi uang bahkan ada katanya di luar sana diisi dengan iPhone, ini membalikkan esensi utama wisuda yang justru kita isi dengan kerendahan hati, penuh syukur, sadar bahwa perjalanan menuntut ilmu ini adalah kembali mendekatkan diri kepada-Nya. Bukan malah mengejawantahkannya sekedar menjadi sasaran fomo materialis konsumtif. Aku bersyukur istri tidak sekedar ikut-ikutan dengan hal demikian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Setelah sesi wisuda tadi, maka seperti wisuda sebelumnya, masing-masing anak menghambur orang tuanya dengan pelukan penuh haru ucapan terima kasih. Diiringi dengan lagu yang syahdu, maka banyak yang berlinang air mata bahagianya, para ibu tidak usah ditanya, sedangkan para ayah banyak yang berusaha tetap tegar (ceritanya), supaya tak ikut jatuh air matanya. Aku pun demikian, kukira setelah wisuda Quran sebelumnya aku tak mampu berkata, ternyata kali ini pun sama saja. Aku hanya bisa memeluk anakku bahagia, sambil mengosok-gosok punggungnya. Kutarik nafas panjang, ingin kuucapkan kata sederhana yang sudah kusiapkan sejak ia dipanggil maju kedepan panggung utama, tetap kalimat itu tenggelam dalam suasana bahagia dan haru kami para orang tua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Oleh karena itu maka kutuliskanlah tulisan ini, supaya dia bisa membaca kalimat sederhana yang tenggelam tak terucap itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Abah bangga kepadamu Nak, Alhamdulillah”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 23 Mei 2026&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/4187046668759269530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/4187046668759269530' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/4187046668759269530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/4187046668759269530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2026/05/wisuda-dan-kalimat-tak-terucap.html' title='Wisuda dan Kalimat Tak Terucap'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggy0MeZPWSePkzpCKnArhCYqnfe0MwxH8wUkWWrMJttKKKCZGw7TJm9d2ZDxl0QXra2DT85wP4Xnsgr79gNfK6S-yP5fa37qa23CT7uM6q52snB2azjFXoUPPlQmSHB2sMbWd40PU7JyVIZydrWKPcqltePm3VOeK9iTtwwGrpiALN-H431JafIQ/s72-c/Wisuda%20Lila.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-6261752668011829077</id><published>2024-12-28T02:09:00.000-08:00</published><updated>2024-12-28T02:13:17.145-08:00</updated><title type='text'>Permainan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHdGLAiQshoPpe6E1a9LEOGMpOHB5rf36Fd9m1df22I26r7yHX9f0req3V1esYLVJb5JTJGiXCK-ixugvq3TVo3traSH7_OfdSgaja-LxUSSMxwWk-INd684BHJWdqWOe6sTAkDKp4t5qqqAUpBElZC0x5x93FimWfqXLVD3LVmhpuRojmBxZQ1A/s825/SG2.png&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;569&quot; data-original-width=&quot;825&quot; height=&quot;221&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHdGLAiQshoPpe6E1a9LEOGMpOHB5rf36Fd9m1df22I26r7yHX9f0req3V1esYLVJb5JTJGiXCK-ixugvq3TVo3traSH7_OfdSgaja-LxUSSMxwWk-INd684BHJWdqWOe6sTAkDKp4t5qqqAUpBElZC0x5x93FimWfqXLVD3LVmhpuRojmBxZQ1A/s320/SG2.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Semalam aku tetiba mengingat permainan-permainan
masa kecil dulu. Seperti main rujak kami menyebutnya, padahal permainan ini
tidak ada sama sekali hubungannya dengan makanan rujak apalagi dirujak netizen.
Permainan rujak ini adalah ketangkasan jari-jari tangan memainkan enam buah
tutup botol bekas limun atau beruap kami di sini menyebutnya. Tutup-tutup botol
itu disentil dengan jari agar mengenai tutup lainnya atau dicungkil dengan jari
agar melompat melewati tutup botol yang tidak boleh dikenai juga dilemparkan ke
udara untuk segera ditangkap semuanya tanpa boleh ada yang terjatuh di mana
sebelumnya tutup-tutup botol itu harus mendarat sempurna dipermukaan jari-jari
tangan. Seru sekali permainan rujak ini, walaupun permainan ini identik dengan
permainan anak-anak Perempuan, aku cukup mahir dengan permainan ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Serupa dengan rujak ada permainan bola
bekel. Agak mirip dengan rujak, variasi dari permainan ini adalah dia menggunakan
bola, biasanya bola tenis bekas sebagai alat bantu permainan untuk ketangkasan
yang lebih intens dibandingkan rujak. Karena ritme permainan akan tergantung
dari ritme pantulan bola tenis ini. Aku yakin yang seangkatan pasti kenal
dengan permainan ini dan masih identik dengan permainan anak perempuan, bedanya
aku tidak mahir sama sekali dengan permainan ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Ada lagi permainan seru, yaitu apabila kita
yang terhukum (istilah kami disebut “ajak”) maka kita harus melempar bola ke
tubuh kawan, entah itu badan, tangan, kaki dan tentu saja lebih seru saat kena
bagian kepala (ini memang agak kejam), maka selain terhukum juga mendapat
tertawaan sepanjang permainan sampai ada yang demikian juga. Idealnya memang
menggunakan bola tenis, tetapi karena ini permainan rakyat jelata, maka lebih
sering kami mengumpulkan kertas-kertas bekas untuk membungkus sebuah batu untuk
kemudian diikat dengan karet gelang. Besarnya batu ini sesuai kesepakatan
tentunya, semakin naik usia, biasanya batunya menjadi lebih besar, biar daya lesat
bola jadi-jadian itu menjadi lebih dahsyat, bulliannya juga maksudnya kalau
sial kena kepala. Veteran pemain “bola pedak” begitu kami menyebut permainan
ini adalah siap menjadi pelempar bola, seperti pitcher baseball ataupun
softball, baik itu &lt;i&gt;overhand&lt;/i&gt; ataupun &lt;i&gt;underhand&lt;/i&gt;, asal jangan bukan pelempar
tanggung jawab dan main di bawah tangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Sebenarnya aku ingin menceritakan jenis permainan
lain yang tak kalah serunya. Tetapi aku mengingat hal lain dibalik asyiknya bermain
bersama teman masa kecil dulu. Bagaimana dalam permainan itu kita bisa
mengetahui watak atau karakter orang lain. Baik dari permainan individu sampai
yang berkelompok, kita bisa mengetahui niat terbesar dalam diri masing-masing. Apakah
hanya berorientasi pada kemenangan? maka disaat terdesak, curang adalah wajar
untuk ditempuh? Mempencudangi kawan agar bisa membully? Menindas kawan yang
lemah atau kecil adalah bagian dari asyiknya permainan? Gak curang, gak asyik? Yang
penting menang? Kalah adalah hina?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Jika iya, maka tidak perlu heran dengan
sepakbola tarkam kita beserta fans-nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Ternyata sejak kecil kita sudah mengidap
penyakit-penyakit mental yang berbahaya. Sejak kecil kita sudah salah menyikapi
sebuah permainan. Permainan adalah kompetisi yang harus dimenangkan apapun
caranya dan apabila kamu kalah maka kamu layak dihina, dibully (sampai mati?)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Maka kita tidak usah heran dengan fans-fans
bola kampungan itu, tim mereka harus menang untuk bisa sepuasnya membully tim
yang kalah. Siap selalu menang tanpa harus bisa menerima kekalahan? Maka tidak
usah heran menemukan pribadi-pribadi seperti ini di dunia kerja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Jika kamu yang membaca tulisan ini adalah
seorang Ayah atau Ibu, maka nasihatkan kepada anak-anak kita bahwa bermain
bersama teman itu adalah sarana untuk mempererat pertemanan hingga menjadi
sahabat-sahabat baik, bukan sebaliknya untuk mempecundangi kawan. Permainan
ataupun kompetisi sejatinya bukan untuk mengalahkan orang lain, tetapi untuk mengalahkan
ego pribadi dan mengetahui batasan diri sendiri. Disaat meraih kemenangan, kita
sebenarnya diuji untuk tetap rendah hati dan bersyukur karenanya untuk kemudian
membesarkan hati kawan yang sedang kalah. Sebaliknya disaat kalah, kita diuji
sabar untuk intropeksi diri, agar mental kita kedepan lebih teruji. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Jika kita melihat sekumpulan anak-anak yang
masih polos bermain bersama, maka kita akan paham bahwa tidak ada kesenangan
dan kecerian selain berbagi bersama teman-teman. Hingga kita yang dewasa paham,
bagaimana senangnya memiliki teman yang setia kawan, senang dan duka ditanggung
bersama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Aku bercerita ini sebenarnya karena semalam
aku menyelesaikan menonton Squid Game 2 (SG2). Semoga tidak menjadi spoiler buat
yang belum menonton, karena permainan di atas ada yang mereka mainkan. Menonton
SG2 membuatku bersyukur masa kecil dulu penuh asyik memainkan
permainan-permainan khas masa kecil. Alhamdulillah, aku jauh dari niatan untuk
mencurangi teman-teman sepermainan, kalau ada yang mungkin terjahili aku minta
maaf. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Tidak terbayangkan ada orang-orang dalam SG
yang menikmati penderitaan orang dalam sebuah permainan-permainan yang
seharusnya menyenangkan. Mungkin kita berpikir, &lt;i&gt;ah itu cuma dalam film!&lt;/i&gt; Tapi
bagaimana dengan orang-orang yang dalam kekuasaannya membiarkan orang-orang
yang dipimpinnya dibiarkan hidup menderita? Bagi mereka amanah yang mereka
terima tidak lebih dari sekedar permainan yang harus selalu mereka menangkan. Tertawa
bahak melihat mereka yang menderita di bawah sana? Curang cara yang ditempuh
agar terus berkuasa? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Mungkin mereka adalah orang-orang yang
sejak kecil salah dalam menyikapi permainan? atau mereka yang orang tuanya
tidak peduli dengan pemahaman anak-anaknya sewaktu kecil?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi kita termasuk yang mana?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/6261752668011829077/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/6261752668011829077' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/6261752668011829077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/6261752668011829077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2024/12/permainan.html' title='Permainan'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHdGLAiQshoPpe6E1a9LEOGMpOHB5rf36Fd9m1df22I26r7yHX9f0req3V1esYLVJb5JTJGiXCK-ixugvq3TVo3traSH7_OfdSgaja-LxUSSMxwWk-INd684BHJWdqWOe6sTAkDKp4t5qqqAUpBElZC0x5x93FimWfqXLVD3LVmhpuRojmBxZQ1A/s72-c/SG2.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-7871720166362906642</id><published>2024-02-13T01:28:00.000-08:00</published><updated>2024-02-13T01:28:30.939-08:00</updated><title type='text'>Kolaborasi Jahat</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2wExB5jTn_24hb3Z6QGQt6QitOGsiP-RSgDJhae1sHcUC8UEk8LqO5wCqv20FOoGlBcUvZcnNLr5MDB8MU_i9wbMtGMqVkWKy0P1sLFO2hwzPGJmR4d9scXJKklxWpz3vc5TlN_Wdav4uNh6pouKVCRYnRYtRMsqOjju4NY_n5jft2f7dlwCABw/s680/kolaborasi.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;453&quot; data-original-width=&quot;680&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2wExB5jTn_24hb3Z6QGQt6QitOGsiP-RSgDJhae1sHcUC8UEk8LqO5wCqv20FOoGlBcUvZcnNLr5MDB8MU_i9wbMtGMqVkWKy0P1sLFO2hwzPGJmR4d9scXJKklxWpz3vc5TlN_Wdav4uNh6pouKVCRYnRYtRMsqOjju4NY_n5jft2f7dlwCABw/s320/kolaborasi.jpeg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Di sebuah negara antah berantah sedang dipertontonkan pertunjukkan kolaborasi antara penguasa, pengusaha dan influencer yang menciptakan hegemoni. Ironisnya hegemoni tersebut bak menyihir sebagian rakyatnya untuk suka(rela) menjalaninya. Namun kita tak perlu heran ataupun kagum karena pertunjukkan demikian sudah terjadi sejak dahulu kala. Sang penguasa, Firaun berkolaborasi dengan Haman sang pengusaha bersama dengan influencernya para tukang sihir. Tukang sihir dengan keahliannya menciptakan hoax, mulai dari narasi palsu, menipu mata, hingga pikiran serta impian. Alhasil hegemoni mereka sangat kuat mencengkram seluruh sendi kehidupan saat itu. Mereka juga disupport seorang crazy rich luar biasa bernama Qorun yang dekat dengan penguasa tentu saja, yang kerap flexing dengan memamerkan para budak-budak perkasanya yang mengangkut kunci-kunci gudang penyimpanan hartanya. Betapa pemandangan itu banyak menghipnotis banyak orang saat itu, ingin juga seperti sang crazy rich, bisa flexing hingga viral di mana-mana tanpa peduli kebenarannya.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Saat kebenaran bisa ditebus dengan nilai uang, kebenaran ditentukan oleh banyaknya orang, maka tunggu saja kerusakan tatanan sosial dan kekacauan nalar berpikir. Nilai sebenarnya akan ditinggalkan, nilai yang sebenarnya bisa meneguhkan perubahan untuk kebaikkan yang tentu saja tidak dapat ditakar dengan nilai uang. Seperti Rasulullah yang membawa perubahan pada tatanan kehidupan kafir Quraisy yang berorientasi pada dunia semata. Maka mereka menanyakan kepada beliau apa yang dapat engkau berikan kepada kami? hartakah, kekuasaan atau kenikmatan lainnya? tidak, bukan itu bahkan Rasulullah mengatakan aku bukan saja menjanjikan kebaikkan hidup di dunia tetapi terlebih di akhirat kelak. Beliau menawarkan perbaikan dengan melakukan re-orientasi, kalibrasi pandangan tujuan hidup, perubahan paradigma.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Dari sejarah masa lampau kita belajar, para penghambur uang untuk transaksional kebenaran, walau kelihatan menang, tetapi pada akhirnya akan menjadi kalah dan hina. Yang berpegang pada prinsip-prinsip kebenaran walaupun papa, akan senantiasa menang dengan gemilang , walau diuji berat dalam perjuangan dan ketulusan. Itulah pilihan peran kita dalam drama kehidupan. Kepedulian menuju perjuangan, masa bodoh akan bermuara skeptis dan mengantri dalam sukarela hegemoni mereka yang berkolaborasi jahat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Waspadalah...&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/7871720166362906642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/7871720166362906642' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/7871720166362906642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/7871720166362906642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2024/02/kolaborasi-jahat.html' title='Kolaborasi Jahat'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2wExB5jTn_24hb3Z6QGQt6QitOGsiP-RSgDJhae1sHcUC8UEk8LqO5wCqv20FOoGlBcUvZcnNLr5MDB8MU_i9wbMtGMqVkWKy0P1sLFO2hwzPGJmR4d9scXJKklxWpz3vc5TlN_Wdav4uNh6pouKVCRYnRYtRMsqOjju4NY_n5jft2f7dlwCABw/s72-c/kolaborasi.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-2121970092891423157</id><published>2024-01-07T08:26:00.000-08:00</published><updated>2024-01-07T08:26:00.849-08:00</updated><title type='text'>Musafir</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhU9dPWmI7MgOLXWQuFKW2zkLpbyTxBSNFwXskLgqopGoLIJ4WwLjlnuvE7WKj3plPyWmQSWwpRWVOfY0Hu-b4Eay-DCOX8z6dsgdSzyxn5CqPowxZAPjYrEwpjC8aqMAGHUUqGB-u8uI56qVbcbK_Asfyji-ISRn3wjnSMguXuROdDucKTn_78uA/s927/musafir.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;617&quot; data-original-width=&quot;927&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhU9dPWmI7MgOLXWQuFKW2zkLpbyTxBSNFwXskLgqopGoLIJ4WwLjlnuvE7WKj3plPyWmQSWwpRWVOfY0Hu-b4Eay-DCOX8z6dsgdSzyxn5CqPowxZAPjYrEwpjC8aqMAGHUUqGB-u8uI56qVbcbK_Asfyji-ISRn3wjnSMguXuROdDucKTn_78uA/s320/musafir.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Saat menulis catatan ini aku sedang berada di bandara. Duduk menunggu keberangkatan pesawat yang akan membawaku pulang, sembari memperhatikan kesibukan aktivitas terminal bandara internasional ini. Tidak hentinya orang berlalu-lalang, lelaki-perempuan, tua-muda, sendirian-berkelompok, modis-sederhana, tertutup-terbuka, santai-bergegas, berjalan bahkan berlari. Duduk santai bergerak-gerak kepalanya, karena telinganya tertutup &lt;i&gt;headset&lt;/i&gt;. Duduk santai sambil membaca majalah, koran atau ponselnya. Duduk bercengkrama bersama teman seperjalanan ataupun anggota keluarganya, ada yang tertidur hingga yang duduk sendiri memperhatikan sekitar seperti yang kulakukan.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Tidak hanya orang-orang yang kuperhatikan tetapi juga bangunan dan fasilitas dari bandara ini. Betapa besar dan megah bandara ini dengan segala kecanggihan fasilitasnya. Juga pesawat-pesawat yang terparkir rapi, baik untuk jurusan domestik hingga internasional. Sampai aku membayangkan bandara ini beserta hiruk-pikuknya seperti layaknya miniatur kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Tetapi aku yakin, apabila bandara megah dan canggih ini dibalut emas dan permata sekalipun, bahkan sampai ke pesawat yang akan mengantarkanku menuju kampung halaman juga demikian, plus ditambah lagi dengan pelayanan ekstra lainnya. Tidak ada yang mau untuk tetap tinggal di bandara atau pesawat, kenapa? Karena kita tahu dan sadar bahwa bandara dan pesawat bukanlah tujuan, keduanya hanyalah tempat singgah dan kendaraan untuk mengantar ke tujuan saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Maka seharusnya demikianlah pula kita memandang dunia ini. Dunia ini hanyalah terminal untuk singgah sementara sembari menunggu kendaraan menuju kampung halaman. Sayangnya dengan kurangnya ilmu dan pemahaman beserta godaan akan nikmatnya fasilitas dunia yang menyenangkan, kita kerap lalai dan lupa akan tempat tujuan kita sebenarnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Sebelum bisa menaiki pesawat pun tidak sembarangan. Kita harus terdaftar terlebih dahulu sebagai calon penumpang. Masuk ke ruang tunggu kita dicek dengan teliti, kesuaian antara identitas dan tiket, tidak boleh membawa barang-barang yang berbahaya demi keselamatan bersama. Kita harus taat dan patuh pada standar keselematan yang sudah ditentukan. Memang tampak merepotkan dan memakan waktu, tetapi itulah bagian dari cara agar aman dan selamat dalam perjalanan. Di dalam pesawat kita diberikan peragaan petunjuk dalam kondisi darurat, juga disarankan untuk membaca panduan keselamatan yang terselip di depan tempat duduk kita. Kita seketika dapat taat dan patuh pada protokoler itu, sekaligus percaya dengan pilotnya padahal kita tidak pernah bertemu dan kenal dengannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Bukankah ini sama dengan gambaran jalan selamat yang Allah berikan selama ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Semegah dan semewah apapun yang tersedia di bandara dan pesawat, tidak ada yang merindukannya kembali saat kita sudah sampai di rumah, bertemu dan berkumpul bersama dengan orang-orang yang kita sayangi dan menyanyangi kita. Justru yang ada, sejauh apapun kita pergi, kita selalu akan merindukan pulang ke rumah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Alhamdulillah, saat kalian membaca tulisan ini, artinya aku sudah sampai di rumah. Dimana penghuninya yang selalu kurindukan, membuatku merasa tenang dan nyaman, &lt;i&gt;baiti jannati&lt;/i&gt;…semoga dengannya kelak kami dan kita berkumpul di kampung halaman kita sebenarnya dalam keadaan demikian pula, selamat dengan kondisi jiwa yang tenang, insya Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;i&gt;“Aku tidak memiliki kecenderungan (kecintaan) terhadap dunia. Keberadaanku di dunia seperti seorang musafir (berkendaraan) yang berteduh di bawah pohon, untuk kemudian pergi dan meninggalkannya”&lt;/i&gt; (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/2121970092891423157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/2121970092891423157' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/2121970092891423157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/2121970092891423157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2024/01/musafir.html' title='Musafir'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhU9dPWmI7MgOLXWQuFKW2zkLpbyTxBSNFwXskLgqopGoLIJ4WwLjlnuvE7WKj3plPyWmQSWwpRWVOfY0Hu-b4Eay-DCOX8z6dsgdSzyxn5CqPowxZAPjYrEwpjC8aqMAGHUUqGB-u8uI56qVbcbK_Asfyji-ISRn3wjnSMguXuROdDucKTn_78uA/s72-c/musafir.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-8720697618105907844</id><published>2024-01-04T08:17:00.000-08:00</published><updated>2024-01-04T08:17:51.981-08:00</updated><title type='text'>Iman dan Sehat</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjihQ81vz5gHd9s0Nn7MV7pBnTjE7FG3PWC0Sl1FFq1wYjO_f4I3GiAe77H7P7DL7WTJ8acsOYNiFRRqQCSL_QN4Kfyks8LIcAznPRzjxqkLilZkUlr4Sxz_5ndVBl4OhQOhjG3xkzh-5txMm-er7jtrS10NEeU7NrD_IDnkp8Um-n-6M8Mu1-YkA/s701/ICU.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;701&quot; data-original-width=&quot;526&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjihQ81vz5gHd9s0Nn7MV7pBnTjE7FG3PWC0Sl1FFq1wYjO_f4I3GiAe77H7P7DL7WTJ8acsOYNiFRRqQCSL_QN4Kfyks8LIcAznPRzjxqkLilZkUlr4Sxz_5ndVBl4OhQOhjG3xkzh-5txMm-er7jtrS10NEeU7NrD_IDnkp8Um-n-6M8Mu1-YkA/s320/ICU.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Dalam hidup ini hal paling berharga adalah iman dan sehat. Kesehatan adalah hal yang paling mudah kita lupa dan terabaikan, kecuali kita sudah jatuh sakit.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Oleh karena itu kita dianjurkan untuk menjenguk saudara kerabat ataupun teman kita yang sakit. Karena selain menyambung silaturahim, melihat langsung kondisi orang yang sedang sakit bisa membuat kita seketika sadar akan pentingnya kesehatan. Yang dikunjungi pun setidaknya mendapatkan suntikan moril, bisa bertambah semangat sembuhnya. Perhatian adalah obat yang mudah bahkan murah tetapi mahal dampaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Betapa lemahnya manusia saat ia sedang sakit. Apalagi yang sedang berada dalam kondisi perawatan intensif. Sekedar bernafas saja membutuhkan alat bantu. Selang-selang dimasukkan ke rongga-rongga tubuh. Layar monitor terus berkedip-kedip, grafik dan angka-angka dengan bunyinya yang membuat jauh dari rasa tenang. Semua itu ditebus dengan biaya yang tidak murah tentunya, sungguh kesehatan itu bisa menjadi sangat mahal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Tetapi terlepas dari itu semua, banyak dokter yang menyatakan bahwa 70 hingga 80 persen kesehatan fisik kita berawal dan tergantung pada kondisi kejiwaan kita. Artinya itu adalah domain keimanan, wilayah ibadah alias hubungan kita dengan pemilik tubuh ini hingga hubungan kita kepada orang lain. Ibadah sesungguhnya adalah kegiatan yang sungguh murah bahkan cenderung mudah. Jadi kesehatan sesungguhnya berawal dari sesuatu kegiatan yang mudah dan murah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Dari keimanan kita diajarkan bagaimana berprasangka yang baik kepada Allah. Diajarkan bagaimana merespon keadaan apapun yang sedang diberikan sekaligus diujikan. Bersyukur saat diberikan sehat, semoga kita dekat dengan taat dan manfaat. Bersabar saat diberikan sakit, semoga menjadi penggugur dosa-dosa selama ini. Bukankah disaat sakit kita mudah melihat hikmah yang selama sehat seakan terhalang kabut ego dan hawa nafsu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Sungguh manusia itu lemah, tiada daya dan upaya kecuali dari Allah. Iman dan sehat bagai dua sisi mata uang. Iman tanpa sehat, tidak akan maksimal. Sehat tanpa iman tidak akan taat bahkan bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Akhirnya semoga yang sedang sakit, dimudahkan dalam sabar dan segera sembuh, diangkat penyakitnya, berjatuhan dosa-dosanya. Yang sehat, terjaga keimanannya hingga mudah dalam ketaatan dan kebermanfaatannya, aamiin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/8720697618105907844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/8720697618105907844' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8720697618105907844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8720697618105907844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2024/01/iman-dan-sehat.html' title='Iman dan Sehat'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjihQ81vz5gHd9s0Nn7MV7pBnTjE7FG3PWC0Sl1FFq1wYjO_f4I3GiAe77H7P7DL7WTJ8acsOYNiFRRqQCSL_QN4Kfyks8LIcAznPRzjxqkLilZkUlr4Sxz_5ndVBl4OhQOhjG3xkzh-5txMm-er7jtrS10NEeU7NrD_IDnkp8Um-n-6M8Mu1-YkA/s72-c/ICU.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-5850376290988610281</id><published>2024-01-04T08:15:00.000-08:00</published><updated>2024-01-04T08:15:57.801-08:00</updated><title type='text'>(tidak) Merayakan Tahun Baru</title><content type='html'>&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0px 0px 0px 40px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsSmRoUihIQo61N8jfc_B-jHe567CcyjbPiPX2qeeXkqCZF9uf4vq_-7fEHy308g6M7aOR2sbBsM9Vv-d8trnM_fZltK3sJbHIlpTnINR1rg5cGWo8xe-IzkyTgEnjYdn1Z12WpjgPxj2FKN2zlDhUk5Mx2JDel53jRaxJH6l28CJqoq0xBWIQ8Q/s660/tidak%20tahun%20baru.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;437&quot; data-original-width=&quot;660&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsSmRoUihIQo61N8jfc_B-jHe567CcyjbPiPX2qeeXkqCZF9uf4vq_-7fEHy308g6M7aOR2sbBsM9Vv-d8trnM_fZltK3sJbHIlpTnINR1rg5cGWo8xe-IzkyTgEnjYdn1Z12WpjgPxj2FKN2zlDhUk5Mx2JDel53jRaxJH6l28CJqoq0xBWIQ8Q/s320/tidak%20tahun%20baru.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana; text-align: justify;&quot;&gt;Seorang teman kemarin menanyakan apa rencanaku di tahun baru. Aku bergumam dalam hati saja, biasanya orang bertanya begitu sebenarnya justru dia ingin menceritakan rencananya sendiri. Maka saat kutanya balik, dengan segera ia menjelaskan rencana-rencananya yang tampak hebat tetapi tidak realistis. Tidak salah memang, sah-sah saja, namanya juga rencana dan harapan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Tahun baru kerap dijadikan sebagai penanda. Berakhirnya sebuah siklus tahunan, itu saja, tidak lebih. Tetapi menjadi lebih saat dirayakan tanpa tahu apa esensinya, sekedar ikut-ikutan, FOMO. Padahal kita tahu perayaan tahun baru hanyalah sekedar bisnis. Merayakan tahun baru artinya kita dengan sukarela menjadi konsumen bahkan menjadi komoditas itu sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Aku memilih menjadikan tahun baru sebagai penanda saja tanpa perlu perayaan. Untuk apa juga dirayakan? apakah dengan dirayakan menjadikan kita lebih baik? alih-alih menjadikan tahun baru sebagai momen untuk itu, bukankah Rasullah mengatakan, &lt;i&gt;&quot;Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, (dan) barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan bahkan, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.&quot;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Jangan sampai kita merugi, apalagi celaka...yang biasanya diawali jika memulai sesuatu dengan berlebihan, berhati-hatilah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/5850376290988610281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/5850376290988610281' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/5850376290988610281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/5850376290988610281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2024/01/tidak-merayakan-tahun-baru.html' title='(tidak) Merayakan Tahun Baru'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsSmRoUihIQo61N8jfc_B-jHe567CcyjbPiPX2qeeXkqCZF9uf4vq_-7fEHy308g6M7aOR2sbBsM9Vv-d8trnM_fZltK3sJbHIlpTnINR1rg5cGWo8xe-IzkyTgEnjYdn1Z12WpjgPxj2FKN2zlDhUk5Mx2JDel53jRaxJH6l28CJqoq0xBWIQ8Q/s72-c/tidak%20tahun%20baru.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-8114720088099609737</id><published>2023-12-30T06:31:00.000-08:00</published><updated>2023-12-30T06:31:13.199-08:00</updated><title type='text'> BELAJAR MEMILIH PEMIMPIN</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjq9JkW5kWHQOtQ9q7MLehZPrQxi4YkaDiMOKq_tVLZ0OAv0oX3vyymsyeZVSRt0LHF3p2Wqj2srV8B4vuecBXHIySy6h9KPzgWz1o8sNJlBoBsNRtckdNJaAk0_mF6WNAf3wcICIcvgPXLFIItPiSa9VtVWGBkuRDqzooVwfTU5Gxcl3qjkLxHHA/s729/leader.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;474&quot; data-original-width=&quot;729&quot; height=&quot;208&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjq9JkW5kWHQOtQ9q7MLehZPrQxi4YkaDiMOKq_tVLZ0OAv0oX3vyymsyeZVSRt0LHF3p2Wqj2srV8B4vuecBXHIySy6h9KPzgWz1o8sNJlBoBsNRtckdNJaAk0_mF6WNAf3wcICIcvgPXLFIItPiSa9VtVWGBkuRDqzooVwfTU5Gxcl3qjkLxHHA/s320/leader.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Saat kita sekolah dulu, sebutlah kelas 3 SMA/SMU, saat ingin memilih jurusan, ada bimbingannya. Begitu pula saat lulus dan memilih jurusan kuliah, ada bimbingannya. Nah, bagaimana dengan memilih pemimpin, adakah bimbingannya?&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kita sedang bersiap untuk memilih pemimpin bangsa ini untuk menjadi nakhoda bahtera perjalanan lima tahun kedepan. Tentunya memilih pemimpin ini jauh lebih penting dari sekedar memilih jurusan kuliah. Salah pilih, bisa salah jurusan. Salah jurusan maka kita akan rugi akan banyak hal. Saking pentingnya, aku sampai berpikir bahwa perlu dimasukkannya mata pelajaran ini di sekolah dan kuliah. Mulai dari SMP perlu ada pelajaran sistem kepemimpinan di mana ada sub pelajarannya bagaimana cara memilih pemimpin, hingga SMA tentunya, karena usia 17 tahun sudah masuk usia menjadi pemilih tetap dalam pemilu. Apalagi saat kuliah nanti, perlu ada mata kuliah memilih dan menjadi pemimpin. Nah, bagaimanakah memilih pemimpin?&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Sebagai seorang muslim, tentu saja aku akan merujuk kepada ajaran islam. Dalam islam tentu saja &lt;i&gt;role model&lt;/i&gt; terbaik adalah nabi Muhammad SAW. Adalah fakta tak terbantahkan bahwa beliau adalah pemimpin terbaik sepanjang masa. Sebagaimana yang dinobatkan oleh Michael H. Hart dalam bukunya 100 Tokoh. Nabi Muhammad SAW adalah yang terbaik dalam semua lini kehidupan, sesuai dengan Al-Quran katakan bawah beliau adalah teladan terbaik (Uswatun hasanah). Oleh karena itu perjalanan hidupnya (Sirah) adalah hal yang tepat untuk kita ambil pelajarannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Apakah yang membuat beliau sehingga menjadi pemimpin terbaik?&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Menurutku ada lima karakter yang menjadikan beliau demikian. Aku menyingkatnya menjadi SIFAT, yaitu Shiddiq, Istiqomah, Fathonah, Amanah dan Tabligh. Ada juga yang menyingkatnya menjadi FAST. Nabi Muhammad adalah seorang yang menjaga FAST itu dalam bingkai konsistensi atau istiqomah. Konsisten dalam kebaikkan sehingga mencapai puncaknya beliau menjadi pribadi yang terpercaya, digelari Al-Amin. Beliau pribadi yang shiddiq atau jujur, tidak pernah berbohong, tidak menipu semisal dalam jual beli selama menjadi pedagang. Beliau adalah sosok yang berorientasi solusi, punya jalan keluar untuk bersama, &lt;i&gt;win-win solution&lt;/i&gt;. Tentu riwayat yang terkenal dalam hal ini salah satunya adalah saat finishing pembangunan kembali Ka’bah. Semua pemuka senior saat itu merasa dirinya yang berhak untuk meletakkan batu terakhir. Beliau datang membawa jalan keluar untuk semuanya dengan meletakkan batu tersebut di tengah sebuah kain, sehingga bisa dibawa bersama. Beliau saking terpercayanya, “musuh” lebih memilih menitipkan barang berharganya kepada beliau, karena amanah selama hidupnya. Hingga akhirnya beliau adalah penyampai berita gembira hingga peringatan yang piawai, ahli dalam tabligh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Lima sifat itulah kiranya spesifikasi yang menjadikan beliau menjadi pemimpin terbaik sepanjang masa. Sifat itu terjaga sejak dari kecil hingga usia 40 tahun hingga berlanjut memasuki masa kenabian. Gelar Al-Amin atau terpercaya itu tidak serta merta datang begitu saja, itu adalah hasil konsistensi sempurna yang teruji dalam banyak kejadian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kemudian aku teringat akan syarat atau spesifikasi menjadi imam sholat dalam hal memilih pemimpin ini, yaitu harus islam dan laki-laki yang sudah baligh. Tetapi aku menggaris bawahi syarat bahwa yang memiliki hapalan surah dan mengetahui sunnah lebih utama. Artinya di sini yang lebih memiliki ilmu dan apabila hal ini setara, maka yang lebih baik melantunkan bacaannya hingga penampilannya. Artinya cara menyampaikan dan penampilan itu adalah penting, tentunya untuk para makmum dan aktivitas sholat itu sendiri secara umum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Nah, dari hal-hal di atas, aku menyingkatnya menjadi 2 hal. Pertama adalah rekam jejak bahkan rekam karya. Dalam era sosial media sekarang sangatlah mudah untuk melacak rekam jejak seseorang. Jejak digital bagai pisau bermata dua, bisa bermanfaat untuk kebaikkan pribadi hingga menusuk hatinya sendiri di masa yang akan datang. Dari sini kita bisa melihat apakah seseorang itu memiliki spesifikasi pemimpin yang memiki SIFAT. Apakah terjaga dalam kurun waktu panjang dan konsisten? tidak musiman saat musim pemilu saja?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Karena karakter kepemimpinan, rasa empati, berjiwa sosial dan berkarya itu tidak bisa ujug-ujug jadi. Sifat itu adalah karakter yang terbentuk dari waktu ke waktu, mengkristal menjadi karakter pribadi. Pasti kita ada melihat atau menemukan seorang kawan yang sejak SD, SMP, SMA hingga kuliah berada dalam posisi memimpin, baik itu kelas hingga organisasi hingga di lingkungan komunitasnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kemudian yang kedua adalah gagasan. Seseorang itu memimpin karena memiki gagasan bahkan akrab dengannya. Lihatlah pemimpin-pemimpin besar yang akrab dengan gagasannya, mereka akan lugas menyampaikannya. Karena dengan gagasan itu dia sedang menunjukkan tujuan sekaligus harapan kepada yang akan mengikutinya. Dengan kemampuan berbicaranya, narasinya, tulisannya hingga visualisasinya orang menjadi yakin akan tujuan itu bisa dicapai bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Apabila ada orang yang mengajukan gagasan tidak serta merta dia langsung layak memimpin, tetapi kita lihat rekam jejak dan karyanya. Apakah dalam rentang waktu itu dia terjaga dalam SIFAT? Karena bisa saja orang memiliki gagasan tetapi tidak amanah dalam menjalankannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Nah dari hal di atas, sekarang bagaimana untuk kebalikkannya? Buatku ada satu tips untuk mencoret orang yang mengajukan diri menjadi pemimpin, yang tentu saja kebalikkannya dari hal di atas tadi, tetapi apabila menemukan ini, maka langsung coret saja. Yaitu mereka yang membagi-bagikan uang atau paket secara langsung atau tidak langsung. Buatku mereka ini hanya oportunis saja, tidak memiliki gagasan selain untuk transaksional untuk mendapatkan uang yang lebih banyak kelak, ingin instan mendapatkan dukungan. Buruknya hal ini juga merusak mental mereka yang menerima. Karena mereka akan menjadi &lt;i&gt;money oriented&lt;/i&gt; saja, tidak ada uang tidak akan bergerak. Orang-orang begini adalah kelak menjadi tipikal mengaku relawan tetapi sebenarnya mencari penghidupan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kembali kepada sirah nabi di atas, sebenarnya selain pemimpin itu sendiri juga yang penting adalah sistem kepemimpinan itu sendiri. Kita bisa melihat sejarah, bagaimana beliau mewariskan sistem kepemimpinan itu kepada sahabatnya yang kita kenal dengan khulafaur rasyidin. Dengan sistem itu maka SIFAT adalah spesifikasi utama untuk menjadi seorang pemimpin itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Akhirnya selamat memilih pemimpin kawan. Marilah kita belajar dari pemilu-pemilu yang terdahulu, jangan sampai karena berbeda pilihan, pertemanan putus, persaudaraan renggang, jarak sosial kacau balau. Marilah kita menjadi dewasa, kita akan taklid kepada prinsip-prinsip kebenarannya, kepada SIFAT-nya, bukan kepada pribadinya. Karena pribadinya bisa berubah dan berganti, tetapi tidak dengan prinsipnya. Semoga negeri ini dikarunia Allah, pemimpin yang jujur, adil, amanah dan cerdas, amiin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Imam Ahmad Bin Hambal pernah berkata &lt;i&gt;&quot;Jika engkau hanya punya satu doa yg pasti akan dikabulkan Allah maka mintalah seorang pemimpin yg adil&quot;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/8114720088099609737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/8114720088099609737' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8114720088099609737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8114720088099609737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2023/12/belajar-memilih-pemimpin.html' title=' BELAJAR MEMILIH PEMIMPIN'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjq9JkW5kWHQOtQ9q7MLehZPrQxi4YkaDiMOKq_tVLZ0OAv0oX3vyymsyeZVSRt0LHF3p2Wqj2srV8B4vuecBXHIySy6h9KPzgWz1o8sNJlBoBsNRtckdNJaAk0_mF6WNAf3wcICIcvgPXLFIItPiSa9VtVWGBkuRDqzooVwfTU5Gxcl3qjkLxHHA/s72-c/leader.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-4422735854222103367</id><published>2023-12-23T06:41:00.000-08:00</published><updated>2023-12-25T06:48:59.665-08:00</updated><title type='text'>Buku Kisah Tempo Dulu Samarinda</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxtoNbnn6Dwev4P5e8R_yPzvHAIhIgZQ8wCHcbKc0nc9axsho2Syx8KSyMD17Vge98x_P2ZMksig7eWZxa8kf0UB44A7nX4lMVjOb0qg97dPZZzprQlKVU2oJAvPQnCVzc02Ff9BIUvI0FCxyoOAu8AHuzD8DENpNnbcswe8ieTC2tBczH0yFFrQ/s1280/Kisah%20Tempo%20dulu.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1280&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxtoNbnn6Dwev4P5e8R_yPzvHAIhIgZQ8wCHcbKc0nc9axsho2Syx8KSyMD17Vge98x_P2ZMksig7eWZxa8kf0UB44A7nX4lMVjOb0qg97dPZZzprQlKVU2oJAvPQnCVzc02Ff9BIUvI0FCxyoOAu8AHuzD8DENpNnbcswe8ieTC2tBczH0yFFrQ/s320/Kisah%20Tempo%20dulu.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Minggu sore, kuajak istri dan anak-anakku ke sebuah toko buku. Toko buku ini adalah cabang kesekian dari induknya yang sudah berusia setengah abad lebih. Orang Samarinda pasti tahu dengan toko buku legendaris ini, yaitu Toko Buku Aziz. Diriku cukup akrab dengan salah satu cabangnya yang berada di kawasan Citra Niaga. Dulu aku sering kesana untuk mencari komik terbitan dari Rajawali Grafitti, yang waktu itu aku tidak begitu paham bahwa penerbit ini sebenarnya bermasalah. Tetapi sebagai anak SMP yang baru getol-getolnya mengikuti komik manga, toko buku Aziz dan toko buku A. Terang adalah toko buku yang masuk daftar wajib disambangi agar komik yang dikoleksi menjadi lengkap.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Tetapi kali ini aku ke toko buku Aziz di jalan Wahid Hasyim ini tidak untuk mencari komik lagi, karena membaca komik sudah terwariskan ke anak sulungku. Aku mencari sebuah buku terbaru karya penulis kota ini, Syafruddin Pernyata yaitu “Kisah-kisah Samarinda Tempo Dulu”. Dari judulnya kita langsung bisa menebak isinya, yaitu kisah-kisah jadul seputar kota tercinta ini dari pengalaman penulisnya sendiri. Informasi pelengkap dari buku ini juga banyak diambil dari sebuah grup facebook History of Samarinda yang kebetulan aku juga tergabung di dalamnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Anak-anakku cukup terkesan dengan bangunan toko buku ini, seperti Gramedia katanya. Aku tersenyum saja, karena mereka belum masuk ke dalamnya. Dan benar saja dugaanku, ya inilah toko buku Aziz. Aku teringat dengan cabangnya yang berada di Mall Lembuswana, walaupun dengan tataan yang terasa lebih lapang. Aroma cat baru bangunan masih terendus, dengan tanpa hembusan pendingin ruangan. Setelah puas melihat-lihat di lantai 1, aku naik ke lantai 2 dan melihat-lihat koleksi buku-bukunya. Lantai dua masih belum tertata sempurna, namun seorang petugas muda sigap menyapa dan menawarkan bantuan, aku sedang mencari buku apa. Setelah kusampaikan, ia mengatakan buku yang aku cari ada di kasir bawah dan tersisa satu saja. Maka aku bergegas ke bawah dan langsung ke kasir. Buku yang aku cari terpampang di depan kasir dengan kemasan plastik yang sudah terbuka. Aku lihat sekilas isinya, kemudian memberitahukan kasir bahwa buku ini aku ambil. Tujuanku itu saja, sedangkan anak-anakku membeli alat dan buku tulis dan istriku menemukan yang ia cari yaitu Al-Quran Utsmani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Sampai rumah tentu saja buku yang baru dibeli ini menjadi teman di minggu malam. Membaca buku ini seperti menikmati hujan yang meresonansi kenangan. Walaupun frame waktu penulis dengan aku sebagai pembacanya tidak seangkatan. Kerangka waktu dari buku ini sekilas kulihat banyak bercerita dikisaran waktu tahun 70-an. Tetapi justru hal ini yang memperkaya wawasanku sebagai anak Samarinda asli. Aku bisa “melihat” kembali tempat dan kejadian yang “viral” ataupun “hype” masa itu. Walaupun sebagiannya masih kudapati waktu kecil. Seperti kisah bioskop rakyat “misbar” Wisma Citra, bioskop-bioskop yang kini tinggal kenangan, seperi Mahakama, Parahyangan, Garuda dan lainnya. Lapangan terbang Temindung sebagai “taman bermain” diwaktu sore hari, Lamin Indah, THG dan masih banyak lagi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Membaca kisah-kisah dalam buku ini membawaku kembali kenangan-kenangan masa kecil sebagai angkatan 80-an yang akrab dengan Supermarket Anna, Taman Binaria dengan gunung bergoa di sebelahnya di mana ada patok nama pemilik tanah H. Itong bin Ali Ulin, kolam renang Segiri, masa-masa awal Citra Niaga dan Mesra Indah, kantor POS dan seterusnya. Mungkin apabila semua kutuliskan kisahnya masing-masing, akan menjadi serupa dengan buku ini, Kisah-kisah Samarinda 80-90-an.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Antara terasa dan tidak terasa memang, Samarinda telah jauh berubah dengan segala permasalahan infrastruktur dan sosialnya. Aku mungkin termasuk yang banyak komplain dengan segala permasalahan itu, seperti masalah banjir, jukir liar, tata kota, seringnya terjadi kebakaran dan lainnya. Keluhan itu semua adalah karena kepedulian dan rasa cinta terhadap kampung kelahiran ini. Harapan dan Impian di tanah rantau pun dapat kutinggalkan. Jembatan dan Sungai Mahakam yang dinantikan untuk dilihat dan dilewati saat mudik lebaran, membuatku senatiasa merasa bersyukur terlahir di kota ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kubacakan kisah-kisah tempo dulu ini kepada anak-anakku biar mereka tahu bagaimana sejarah kota ini terbangun. Kukisahkan pula kepada Mama, agar ia terkenang kembali masa mudanya. Tersenyum hingga tertawa ia mengingat-ingat kisah-kisah itu. Akhirnya kami pun tersadar, bagaimana akhirnya kami mencintai kota ini, hingga terbesit tekad, aku anak asli Samarinda, akan kubangun dan kujaga kota tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Besok hari minggu, kulanjutkan lagi membaca buku ini. &lt;i&gt;Wal, kalo ikam urang Samarinda jua, bagusnya ikam baca jua lah, lain promosi pang ini, tetapi ini adalah sejarah kita, urang Samarinda.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Karena cinta itu bergandengan mesra dengan sejarah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #242526; color: #e4e6eb; font-family: inherit; font-size: 15px; white-space-collapse: preserve;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/4422735854222103367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/4422735854222103367' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/4422735854222103367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/4422735854222103367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2023/12/buku-kisah-tempo-dulu-samarinda.html' title='Buku Kisah Tempo Dulu Samarinda'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxtoNbnn6Dwev4P5e8R_yPzvHAIhIgZQ8wCHcbKc0nc9axsho2Syx8KSyMD17Vge98x_P2ZMksig7eWZxa8kf0UB44A7nX4lMVjOb0qg97dPZZzprQlKVU2oJAvPQnCVzc02Ff9BIUvI0FCxyoOAu8AHuzD8DENpNnbcswe8ieTC2tBczH0yFFrQ/s72-c/Kisah%20Tempo%20dulu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-47771745697019957</id><published>2023-11-29T02:57:00.000-08:00</published><updated>2023-11-29T02:58:02.198-08:00</updated><title type='text'>Semangka dan Bendera</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5QK1spKALvd5eGhg2rmWL-IfDzRT8Gmgst3IPK4Y7_-fVmN02Z88XnlNeZf4RwMN8Q03Bs7EBK3f22cY3uEhsyLLWHgGd0LriG6uQn5xXvrRbZ9dQqFd1otdPT84ysdI2BWminwbd8WdWhgvNFeEhg2eI5DfcHIAaSpW6EvJDYm1iRK1K1stwow/s800/gambar-semangka-sebagai-bentuk-dukungan-pada-palestina.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;790&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;316&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5QK1spKALvd5eGhg2rmWL-IfDzRT8Gmgst3IPK4Y7_-fVmN02Z88XnlNeZf4RwMN8Q03Bs7EBK3f22cY3uEhsyLLWHgGd0LriG6uQn5xXvrRbZ9dQqFd1otdPT84ysdI2BWminwbd8WdWhgvNFeEhg2eI5DfcHIAaSpW6EvJDYm1iRK1K1stwow/s320/gambar-semangka-sebagai-bentuk-dukungan-pada-palestina.jpeg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sejak kemarin sepertinya semangka menjadi viral. Segala macam bentuknya, dari yang polos semangka saja sampai yang imut sekali. Saking imutnya sampai seperti layaknya cover film untuk anak-anak ala Disney. Mungkin ini yang membuat sebagian lagi saudara kita menjadi gerah, karena menjadi seperti melemahkan ghirah. Walaupun jelas maksudnya tidak seperti itu, tetapi lagi-lagi hal ini yang mereka kuatirkan, menciutkan ghirah.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Sebagai sebuah simbol, tentu saja tidak ada yang salah. Sebagai bentuk perhatian, mungkin sekecilnya bentuk perhatian. Tetapi tidak mengapa sebenarnya, bukankah besar kecil bukan masalah, melainkan jelasnya keberpihakan. Ingatlah kita pada semut yang meniup api saat nabi Ibrahim dibakar? apa arti tiupan seekor semut? melainkan jelasnya peduli dan keberpihakkan. Jadi tidak perlu kita benturkan antara bendera dan semangka. Cukup kita terus gemakan keberpihakkan dan kepedulian bahwa minimal kita membantu menyuarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*late post, 4 November 2023&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/47771745697019957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/47771745697019957' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/47771745697019957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/47771745697019957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2023/11/sejak-kemarin-sepertinya-semangka.html' title='Semangka dan Bendera'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5QK1spKALvd5eGhg2rmWL-IfDzRT8Gmgst3IPK4Y7_-fVmN02Z88XnlNeZf4RwMN8Q03Bs7EBK3f22cY3uEhsyLLWHgGd0LriG6uQn5xXvrRbZ9dQqFd1otdPT84ysdI2BWminwbd8WdWhgvNFeEhg2eI5DfcHIAaSpW6EvJDYm1iRK1K1stwow/s72-c/gambar-semangka-sebagai-bentuk-dukungan-pada-palestina.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-8492250705006120462</id><published>2023-11-29T02:55:00.000-08:00</published><updated>2023-11-29T02:55:15.604-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEcBYiqgIOzCksC-58DxuVWeB22Xb5aOBw3ICHMFRE2PmcW9GiWKZsulEuDWTJQXnEyXArWci4N1n0QUmCyk_KUjJsqW-E68sXd77P0qa1dVSXmDooaWGy-xAirozl8ogRgCYv6X_1fJCJGCQSfWfzh2QJed3Qp78er-l5RINDM6H5iyY9H8HvWw/s315/random.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;160&quot; data-original-width=&quot;315&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEcBYiqgIOzCksC-58DxuVWeB22Xb5aOBw3ICHMFRE2PmcW9GiWKZsulEuDWTJQXnEyXArWci4N1n0QUmCyk_KUjJsqW-E68sXd77P0qa1dVSXmDooaWGy-xAirozl8ogRgCYv6X_1fJCJGCQSfWfzh2QJed3Qp78er-l5RINDM6H5iyY9H8HvWw/s1600/random.jpg&quot; width=&quot;315&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Mencuri atau korupsi itu tidak selalu tentang mengambil barang secara fisik, tetapi memanfaatkan jam kerja untuk kepentingan dan keasyikan pribadi adalah setali tiga uang dengan mencuri plus tidak amanah dengan pekerjaan karena main dua kaki. Campur baur terlarang atau ikhtilat tidak serta merta karena pertemuan secara fisik dalam satu tempat, tetapi juga sama dengan chat mesra dgn lawan jenis yang bukan mahramnya. Seorang muslim yang baik itu salah satunya adalah di mana orang lain merasa aman dengan lisan dan tangannya. Khammar tidak selalu tentang minuman keras yang memabukkan tetapi segala hal yang membuat kita lupa diri, lupa waktu bahkan lupa dengan rasa malu. Hubungan seorang suami dan istri itu memiliki marwah, serupa dengan agama yang memiliki ghirah karenanya jangan pernah kau sentuh dengan candaan iseng apalagi dark jokes, karena engkau bisa terbunuh karenanya. Apabila usiamu sudah menyentuh 40 tahun, masih gemar pamer membagikan selfie di banyak tempat, kemungkinan terbesar engkau kurang perhatian di rumah. Apabila engkau seorang istri, jangan dulu senang apabila suamimu tidak cemburu karena engkau chat mesra dengan pria lain, karenanya suamimu tidak akan pernah mencium bau surga, terjerumus menjadi suami yang dayyuts. Namun apabila engkau yang sembunyi-sembunyi akan hal ini, maka sungguh bermain api itu pasti membakar rumah tanggamu. Yang memutus silaturahim itu bukan karena tidak ikutan meet up, tetapi enggan membayar utang dengan teman. Membayar utang itu lebih utama daripada bersedekah atau infaq. Jangan coba-coba tebar pesona sana-sini, jikalau utangmu pun masih tak tuntas di sana-sini. Apabila ada kemungkaran maka lawanlah dengan tangan atau kekuasaanmu, apabila tak mampu maka suarakan lisanmu, tak mampu juga maka ingkarilah dengan diammu dan itu adalah lemah. Tetapi apabila kemungkaran di depanmu dan engkau tidak saja diam tetapi juga ikut bersorak bahak maka engkau pun bisa jadi tak sadar telah dirangkul oleh setan. Saat engkau membadut dan semua tampak tertawa, jangan keburu girang&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;karena bisa jadi mereka tertawa karena kasian dengan dirimu. Jangan pernah jadikan istri atau suamimu menjadi bahan lelucon kepada kawan-kawanmu, kecuali engkau memang tak punya marwah atau tertidur saat ijab qabul dulu. Istri-istri kesepian yang jauh dari suami bersabarlah sekaligus berhatilah-hatilah dengan buaya humoris yang rayuannya manis yang tetiba hadir di depan layar smartphonemu yang engkau rasa seperti oppa di drakor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Apabila hal-hal random di atas yang serupa dengan WAG yang baru ramai, tak satupun yang membuatmu terdiam sejenak, mengingat-ingat untuk kemudian segera mengevaluasi diri sendiri kemungkinan besar kita sudah terbawa bahak terlampau banyak sehingga mengeraskan hati, untuk kemudian nasihat-nasihat terasa&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;seperti makanan hambar yang perlu untuk segera ditimpali dengan lawakan-lawakan receh dan kembali tertawa bahak hingga lupa diri dan waktu hingga rasa malu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Berhatilah-hatilah kawan, berhati-hatilah...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;*foto by Rukita.com&lt;br /&gt;*late post, 28 Oktober 2023&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/8492250705006120462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/8492250705006120462' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8492250705006120462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8492250705006120462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2023/11/mencuri-atau-korupsi-itu-tidak-selalu.html' title=''/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEcBYiqgIOzCksC-58DxuVWeB22Xb5aOBw3ICHMFRE2PmcW9GiWKZsulEuDWTJQXnEyXArWci4N1n0QUmCyk_KUjJsqW-E68sXd77P0qa1dVSXmDooaWGy-xAirozl8ogRgCYv6X_1fJCJGCQSfWfzh2QJed3Qp78er-l5RINDM6H5iyY9H8HvWw/s72-c/random.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-4477788104054094544</id><published>2023-11-29T02:53:00.000-08:00</published><updated>2023-11-29T02:53:11.593-08:00</updated><title type='text'>Nyaleg</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggjLejyVji6tqLCLHt8tXi0uUnHTbCVHSNxeRj17imITXDJWLEoDyWPbN8lvINbHsAqdD3JJEogz45aZiEgAAxnA_B9cLMcxwhXtzBUIONZj0VHtsaHzilUGcfaKUbK4eBrl5jN_G6vdsiUoa-Q0DSMiFTQDRWq4JEO4KJ3UPPyyQXcnMeQxDCzQ/s250/caleg.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;250&quot; data-original-width=&quot;250&quot; height=&quot;250&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggjLejyVji6tqLCLHt8tXi0uUnHTbCVHSNxeRj17imITXDJWLEoDyWPbN8lvINbHsAqdD3JJEogz45aZiEgAAxnA_B9cLMcxwhXtzBUIONZj0VHtsaHzilUGcfaKUbK4eBrl5jN_G6vdsiUoa-Q0DSMiFTQDRWq4JEO4KJ3UPPyyQXcnMeQxDCzQ/s1600/caleg.jpg&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Apabila ada seorang teman yang lama tidak bersua dan juga tidak akrab, tetiba datang atau menghubungi via aplikasi chat dan sosmed maka kemungkinan terbesarnya adalah kalau dia bukan agen MLM yang mencari downline maka dia sedang mencari utangan, ada seratus kah? tetapi ternyata juga ada jenis lainnya yang gelagatnya juga serupa. Tetiba datang dan hadir tanpa ini itu, tanpa chat ini-itu, langsung menggalang dana, adakan aksi sosial dan sejenisnya. Padahal selama ini dia dikenal tidak demikian aktivitasnya, tetiba saja. Maka bisa hampir dipastikan dia sedang nyaleg bahkan nyapres.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Simpati, empati dan peduli sosial itu tidak bisa datang tetiba seperti orang yang butuh utangan tadi. Ia adalah bagian dari karakter yang dibangun sejak dini, dari waktu ke waktu, teruji konsisten walau terekspos ataupun tidak. Oleh karena itu rekam jejak seseorang itu penting. Apa yang mau kita harapkan dari caleg yang maunya instan mendapatkan dukungan tanpa pernah ia memiliki rekam jejak kepedulian, rekam jejak untuk membangun kepercayaan dari bawah di lingkungan komunitasnya? karena sebenarnya yang seperti itu hanyalah seorang oportunis, dia hanya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;peduli tentang dirinya sendiri. Hanya di balihonya saja bertebaran kata peduli dan peduli...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Sayangnya para oportunis ini selalu dikerubungi dan diiringi oleh mereka para penjilat yang siap memujinya dan menyanjungnya demi traktiran dan berharap nanti kebagian cipratan proyek. Apa yang kita harapkan dari mereka ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Sungguh amanah itu berat, ingatlah kepada mereka-mereka yang terdahulu, dimana mereka takut dan menangis sedih saat dititipkan amanah. Amanah itu sungguh berat kawan, berhati-hatilah...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Untuk yang tetiba datang dan peduli, kamu dulu kemana aja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*late post, 14 Oktober 2023&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/4477788104054094544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/4477788104054094544' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/4477788104054094544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/4477788104054094544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2023/11/nyaleg.html' title='Nyaleg'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggjLejyVji6tqLCLHt8tXi0uUnHTbCVHSNxeRj17imITXDJWLEoDyWPbN8lvINbHsAqdD3JJEogz45aZiEgAAxnA_B9cLMcxwhXtzBUIONZj0VHtsaHzilUGcfaKUbK4eBrl5jN_G6vdsiUoa-Q0DSMiFTQDRWq4JEO4KJ3UPPyyQXcnMeQxDCzQ/s72-c/caleg.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-5023356395927132433</id><published>2023-11-29T02:50:00.000-08:00</published><updated>2023-11-29T02:50:45.314-08:00</updated><title type='text'>Free Palestine </title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifN4im1_Z105yYEObFxW5rvappVVyebRU1dq9wcjdfW-sna46RjRj4gy8wKDpR2Lu8MFwJdgPS9mBD5nQ3iDMovTEO2Q8eh8fWi5PJfNBi223uZjxyJh8kt-q0oqFHWVyrpk_JZhbkLeZQL8R0RZyIdVsphrfMox1_Gp0qQzSC9hBNOhGDgvEHlg/s1600/Palestina%20tas.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;902&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifN4im1_Z105yYEObFxW5rvappVVyebRU1dq9wcjdfW-sna46RjRj4gy8wKDpR2Lu8MFwJdgPS9mBD5nQ3iDMovTEO2Q8eh8fWi5PJfNBi223uZjxyJh8kt-q0oqFHWVyrpk_JZhbkLeZQL8R0RZyIdVsphrfMox1_Gp0qQzSC9hBNOhGDgvEHlg/s320/Palestina%20tas.jpg&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Usai sholat Jumat tadi anakku bertanya, mengapa setelah ruku&#39; mengangkat tangan untuk berdoa? Bahkan saat berdoa sang Imam terisak menangis melantunkan doa. Anakku bilang seperti itu biasanya kan sholat malam (subuh maksudnya), oh itu doa nangis ya? tebaknya.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Bukan, itu doa qunut nazillah. Ia masih bingung, kusambung karena ada saudara kita yang sedang berperang. Iya manggut-manggut saja, tak paham tentu saja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Aku yakin Jumat ini para imam dimanapun melantunkan qunut nazillah, mendoakan saudara kita di negeri Palestina sana, semoga diberikan ketabahan menghadapi ujian berat ini. Sekaligus melaknat mereka para penjajah itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kita memang tidak bisa ikut berperang angkat senjata, tetapi kita mampu mengangkat kedua tangan untuk berdoa. Kita memang belum mampu menegakkan keadilan, tetapi kita mampu untuk menyuarakannya. Besar kecilnya donasi bukan masalah, tetapi dimanakah kita berpihak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Semoga kita terlindungi dari misinformasi, jebakan narasi dan pemahaman sehingga tergelincir dari fitnah akhir zaman ini hingga tanpa sadar mendukung mereka para penjajah, nauzubillah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;#freepalestine #savepalestine&amp;nbsp;&lt;br /&gt;*Late Post, 13 Oktober 2023&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/5023356395927132433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/5023356395927132433' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/5023356395927132433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/5023356395927132433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2023/11/free-palestine.html' title='Free Palestine '/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifN4im1_Z105yYEObFxW5rvappVVyebRU1dq9wcjdfW-sna46RjRj4gy8wKDpR2Lu8MFwJdgPS9mBD5nQ3iDMovTEO2Q8eh8fWi5PJfNBi223uZjxyJh8kt-q0oqFHWVyrpk_JZhbkLeZQL8R0RZyIdVsphrfMox1_Gp0qQzSC9hBNOhGDgvEHlg/s72-c/Palestina%20tas.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-7013156318541943451</id><published>2023-08-28T02:12:00.002-07:00</published><updated>2023-08-28T02:12:47.856-07:00</updated><title type='text'>Kupu-Kupu Pembawa Doa</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXGg0kzemJ063v6Ha7kaM5FfHt86YVYJm-NoccKerpeRFVQJcOOqTR9aYjV4jXVcvcb45NYaZv-M5pyS2gqyvDZrcXCooNGQkSHGqaqW7muahEcz1MjdrA1bKbRCezdZzVfalENmrkxoS1AxoI3IpCURnmmLZw-vcH_VcOnoKK9lQauSYVAERvnQ/s700/Arti-Kupu-kupu-Hitam-Masuk-Rumah-Malam-Hari.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;393&quot; data-original-width=&quot;700&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXGg0kzemJ063v6Ha7kaM5FfHt86YVYJm-NoccKerpeRFVQJcOOqTR9aYjV4jXVcvcb45NYaZv-M5pyS2gqyvDZrcXCooNGQkSHGqaqW7muahEcz1MjdrA1bKbRCezdZzVfalENmrkxoS1AxoI3IpCURnmmLZw-vcH_VcOnoKK9lQauSYVAERvnQ/s320/Arti-Kupu-kupu-Hitam-Masuk-Rumah-Malam-Hari.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Aku penikmat film-film karya dari
Christopher Nolan, oleh karenanya aku sempatkan untuk nonton di bioskop saat
tayang perdana film Oppenheimer. Setelahnya aku sedikit-sedikit membicarakan
tema film ini di rumah. Anak sulungku cukup tertarik dan mulai mencari tahu siapa
itu Oppenheimer. Saat aku bercerita bahwa bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika
ke Nagasaki dan Hiroshima, memberikan andil besar dalam proklamasi kemerdekaan
Indonesia, seperti juga halnya perang antara Belanda melawan Pangeran
Diponegoro yang membuat Belgia bisa lepas dari cengkraman Belanda, anakku
bertanya apakah itu termasuk fenomena &lt;i&gt;Butterfly Effect&lt;/i&gt;?&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Butterfly effect&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt; atau efek kupu-kupu singkatnya adalah sebuah fenomena dimana
kejadian kecil ternyata bisa berdampak besar di tempat dan waktu yang lain. Hal
ini pertama kali dicetuskan oleh Edward Norton Lorenz yang merupakan seorang
meteorologis untuk menjelaskan hubungan antara kupu-kupu dan tornado dalam
penelitiannya. Menurutku ini tergantung sudut pandang kita melihat besar kecilnya
pemicunya. Apakah bom atom merupakah hal kecil? Tentu tidak, atau apabila kita tarik
ke belakang lagi penemuan dari Oppenheimer ini, apakah merupakan hal kecil, sepertinya
pun tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka menurutku hal tersebut lebih cocok kepada &lt;i&gt;Domino Effect&lt;/i&gt; (efek domino),
dimana suatu kejadian menjadi pemicu serentetan peristiwa lainnya yang serupa. Sepertinya
kedua fenomena ini mudah sekali tertukar dalam pemakaian istilahnya. Karena hal
itu, oleh Matteo Tang dalam &lt;i&gt;The Student News Site of Bowditch Middle School&lt;/i&gt;,
suatu kejadian dianggap sebagai &lt;i&gt;butterfly effect&lt;/i&gt; apabila efek yang
muncul tidak terprediksi dan mengarah pada skenario-skenario lain yang juga
sulit diperkirakan&lt;/span&gt;. Jadi di sini dia membedakan antara efek kupu-kupu
dan domino adalah pada hasilnya yang &lt;i&gt;predictable&lt;/i&gt; (domino) atau tidak (kupu-kupu).
Tetapi jangan lupa, ada juga yang disebut dengan &lt;i&gt;snowball effect &lt;/i&gt;(efek
bola salju). Yang terakhir ini serupa dengan efek domino namun hasilnya
akumulatif, seperti bola salju yang terus menggelinding menuruni bukit dan terus
membesar. Contoh sehari-harinya sangat mudah kita lihat. Misal, seorang atlit
yang terus berlatih maka ia akan semakin mahir.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga fenomena ini biarlah anak sulungku
memikirkan dan memahaminya sendiri. Aku hanya memberitahu, bahwa di sekitar
kita ada sebuah efek kupu-kupu yang sangat dekat. Pembawa efek kupu-kupu ini
dalam dalam sebuah rumah tangga, ada di dalam rumah, &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;yaitu doa seorang ibu. Berdoa,
mengangkat tangan, meminta kepada yang maha kuasa, adalah kegiatan “kecil dan
ringan” tetapi kelak akan berdampak besar di masa yang akan datang kepada nasib
anak-anaknya bahkan keluarganya. Oleh karena itu kukatakan kepadanya, bahwa
engkau juga kelak akan menjadi seorang muslimah yang menjadi kupu-kupu pembawa
doa. Setiap kepakan sayapmu kelak akan berdampak besar, maka pastikan dalam
setiap kepakanmu adalah kepakan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #222222; font-size: 11.5pt; line-height: 107%;&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;Wanita adalah tiang negara,
apabila wanita itu baik maka akan baiklah negara dan apabila wanita itu rusak,
maka akan rusak pula negara&lt;/em&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/7013156318541943451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/7013156318541943451' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/7013156318541943451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/7013156318541943451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2023/08/kupu-kupu-pembawa-doa.html' title='Kupu-Kupu Pembawa Doa'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXGg0kzemJ063v6Ha7kaM5FfHt86YVYJm-NoccKerpeRFVQJcOOqTR9aYjV4jXVcvcb45NYaZv-M5pyS2gqyvDZrcXCooNGQkSHGqaqW7muahEcz1MjdrA1bKbRCezdZzVfalENmrkxoS1AxoI3IpCURnmmLZw-vcH_VcOnoKK9lQauSYVAERvnQ/s72-c/Arti-Kupu-kupu-Hitam-Masuk-Rumah-Malam-Hari.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-442175389658103027</id><published>2023-05-27T03:52:00.000-07:00</published><updated>2023-05-27T03:52:11.389-07:00</updated><title type='text'>Reuni Akbar SMADA </title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKMCQ304zY8Bea_9VPGcmbfGT4QTs4-1wxfnhtkV8XSa82NjDFK5hHSKLjj667OFb36elgZTZVz_X27MW7OkCWvWDqWHL_o2DzOMKLCgWtmklH3p6r_vD8-7sG1swiSsyzHlL_slrt2HFTtkQgffKPyZxypqntXLLHjVDRDhCKtraYn7e-i84/s1080/SMADA.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;712&quot; data-original-width=&quot;1080&quot; height=&quot;211&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKMCQ304zY8Bea_9VPGcmbfGT4QTs4-1wxfnhtkV8XSa82NjDFK5hHSKLjj667OFb36elgZTZVz_X27MW7OkCWvWDqWHL_o2DzOMKLCgWtmklH3p6r_vD8-7sG1swiSsyzHlL_slrt2HFTtkQgffKPyZxypqntXLLHjVDRDhCKtraYn7e-i84/s320/SMADA.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat saat awal masuk sekolah
ini. Masuk di sebuah kelas, di mana kakakku sebelumnya juga di kelas itu.
Mereka mewariskan sebuah tulisan besar di dinding belakang kelas, DOUBLE ONE –
“We are not the first, but we are the best” sebuah identitas sekaligus slogan
yang sangat percaya diri, kelas 1-1, SMA Negeri 2 Samarinda. Tulisan itu adalah
sebuah hasil tradisi di sekolah ini, di mana penduduk kelasnya boleh menghias,
seperti mencat dinding bahkan menggambarinya dengan sebuah logo atau
semisalnya, seperti tulisan tadi. Tetapi entah karena kami malas, tidak punya
ide atau apalah, akhirnya kami membiarkan tulisan itu tetap terpampang di kelas
kami.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Di kelas 1 ini banyak kenangannya, ada yang
bisa kuceritakan pun juga ada yang tidak. Seperti di saat Ibu Tri mengajar
matematika agak ragu dengan jalan penyelesaian sebuah soal, seorang teman
menyeletuk iseng “soalnya yang salah Bu !!!” apa yang terjadi kemudian, beliau
duduk berhenti mengajar, tersinggung dan merajuk. Tetapi kemudian yang lucu
adalah saat teman itu kasak-kusuk memberanikan diri maju ke depan kelas, di
hadapan beliau meminta maaf. Ia mengambil risiko ditolak dan disemprot,
dimarahi sekaligus ditertawakan teman sekelas. Ini pelajaran tak tertulis
buatku, bahwa menyeletuk tidak pada tempatnya, adalah harga diri bisa menjadi
taruhannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Masih di kelas 1, seorang teman yang duduk
di belakangku. Ia sering datang awal, masih sangat pagi, sejuk bahkan dingin,
tetapi ia selalu kudapati mengipasi dirinya berpeluh kepanasan. Hingga ia
bekerja pada sebuah instansi, ia pun sering kulihat duduk tampak kepanasan saat
bertugas. Bicara tentang tugas, yaitu tugas sekolah saat masih di kelas 1 ini,
tugas tertulis apapun bentuknya tentunya adalah hal yang wajar dan lumrah.
Tetapi tugas disuruh maju ke depan kelas tentunya bisa membuat panas dingin,
seperti contohnya menyanyi di depan kelas. Hei ini bukan taman kanak-kanak, pun
tentu lagunya pun tidak. Maka di kelas 1 ini tidak akan terlupa saat seorang
teman di suruh maju oleh Ibu Endang yang waktu itu mengajar seni, untuk
menyanyikan lagu favorit. Dan teman ini jujur memberitahukan band favorit dan
single hitsnya, maka saat ia diminta menyanyikan, otomatis dia menjadi salah
satu legend kelas ini untuk urusan tampil di depan kelas. Lagu dari band GIGI,
uwooo..wooo..woooo, uwoooo…woooo…uwooo…oooo, buat kalian yang seumuran tentunya
tidak sulit menerka judul lagu ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Wali kelas, di kelas 1 ini adalah seorang
Ibu yang sepengetahuanku tidak pernah marah. Oleh karena itu kata seorang
teman, beliau masih tampak awet muda, tidak terlalu banyak perubahan pada raut
wajahnya kini. Semua sepakat saat kubagikan foto beliau di WAG alumni, Ibu Susi
selalu di hati kami. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Mari kita melangkah ke kelas 2. Sebuah fase
atau posisi dimana biasanya puncak kenakalan terjadi. Kelas 2 artinya kami
bukan junior lagi, kelas 3 masih setahun lagi. Artinya memang kelas 2 ini
adalah saatnya beraksi. Apalagi di kelas 2 ini aku terkumpul bersama sebagian
para begundal angkatan kami. Di kelas 1 masih malu-malu menghias kelas, maka
kelas 2 ini malah kelewatan batas. Beritahukan kepadaku, sekolah mana yang
pintu kelasnya dicat bergambar jersey sepakbola klub eropa? barisan kursi
bagian paling belakang di mana begundal berkumpul itu tertutup aksesnya.
Tertutup dalam arti sebenarnya, cara masuknya hanya dua, menggeser meja di
tengah atau lompat meja sekalian. Guru tidak bisa masuk ke barisan belakang
para begundal ini, termasuk aku yang duduknya di tengah, kursinya yang kugambar
bintang 4. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Di kelas 2 ini, setiap harinya selalu saja
ada yang tidak masuk, bolos atau ijin. Dalam suatu kesempatan kami para lelakinya
pernah bolos bersama, para wanitanya pun tak mau kalah, dalam suatu kesempatan
mereka pun tidak masuk hampir seluruhnya, bahkan kami pernah meninggalkan
pulang jam pelajaran seorang guru. Puncak dari kenakalan ini, Ibu Wid, wali
kelas kami menangis tersedu. Tetapi selain pernah menangis tersedu, Ibu Wid pun
pernah kubuat tertawa bahak sampai keluar air matanya, tergelak bukan kepalang.
Saat itu pelajaran bahasa Indonesia, kami diminta maju ke depan kelas untuk
menceritakan cerita lucu, tak beda sebenarnya dengan &lt;i&gt;stand up comedy&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Di kelas 2 itu pun aku ingat, sewaktu di
pagi hari, dimana aku bersama seorang teman begadang menjaga mading alias majalah
dinding hasil kreasi kelas kami, dalam kompetisi bulan bahasa. Ibu Wid menghampiri
aku di kelas dan memberikan uang untuk sarapan. Sekolah kami memiliki tradisi
membuat mading, di mana mading ini mulai dikerjakan gotong royong saat jam
pelajaran usai, lanjut sore hingga begadang di sekolah. Ini seru sekali, sekolah
berubah menjadi seperti pasar malam kala itu. Sewaktu kelas 1, gegara tradisi
ini aku membuktikan kehandalan minuman berenergi berlogo banteng saling tanduk
itu. Bayangkan, sehari semalam di sekolah, sore hingga menjelang subuh, aku
pulang ke rumah berganti pakaian. Karena sejurus kemudian aku sudah lanjut menemani
teman-teman dari ekskul PMR untuk berkompetisi lintas alam, padahal aku belum
ada tidur sejak kemarin. Berkat minuman banteng itu, aku pun terus berlari
seperti ninja Hattori.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;“Mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra, bersama teman
bertualang…”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;


&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Usai lomba lintas alam itu, kami kembali ke sekolah untuk melihat hasil lomba
mading. Setelah itu pulang ke rumah masing-masing. Aku belum merasa lelah,
apalagi setelah itu aku mandi, menyeduh secangkir susu coklat, duduk santai di
depan TV. Berbaring sebentar, untuk kemudian, ttiiiiiiiiiiiiiiiitttt…aku
seperti lampu yang mendadak padam. Terbangun di tengah malam, linglung seperti
orang malang, karena seperti hilang separuh ingatan. Yang kuingat minuman
energi itu benar-benar banteng !&lt;/div&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Masih banyak lagi sebenarnya hal-hal seru
di kelas 2. Seperti asyik-asyik dulu ngebut-ngebutan di jalan, &lt;i&gt;mehambur&lt;/i&gt;
istilahnya kalau kami bilang saat itu, terutama di malam minggu. Terlebih di
bulan Ramadhan, selepas tarawih bareng di sekolah, &lt;i&gt;astagfirullah&lt;/i&gt;…ingat
itu rasanya gila sekali. Seperti aku dan seorang teman yang diuber polisi saat
kami bertolak dari makan bubur ayam di seberang. Habis kami jatuh “tejungkang”
saat motor slip menikung di jalanan. Aku berlari cepat seperti ninja Hattori di
atas rawa, sedangkan teman malang ini berat langkah berkubang. Polisi menguber
tanpa ampun, terus kami dikejarnya yang sedang bergerilya keluar masuk rumah
penduduk. Terlalu Panjang kisah ini untuk diceritakan, mohon dikenang saja,
jangan dibanggakan. Yang muda membaca, jangan ditiru, cukup tahu saja. &lt;i&gt;Tapi eh
memang seru&lt;/i&gt;…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Oleh karenanya mari lanjut ke kelas 3 saja,
kelas 3 IPA. Hari pertama waktu itu adalah pelajaran bahasa Inggris yang
kebetulan wali kelas sendiri. Ibu Supranani, dengan kalimat khasnya saat mengajar
di kelas &lt;i&gt;“pay attention please”&lt;/i&gt;. Di kelas 3 ini, karena kelas kami
adalah bekas ruang multimedia, maka kami tidak diperbolehkan menghias kelas
seperti sebelumnya. Tetapi kami diperbolehkan untuk menghias meja kami
masing-masing. Karena waktu itu adalah masa keemasan klub Manchester United,
dan banyak dari kami laki-lakinya fans dari klub inggris tersebut, maka jamak
dari meja kami adalah wajah-wajah dari legenda &lt;i&gt;class of 92&lt;/i&gt;. Mejaku pun
demikian plus foto-foto motor sport, karena waktu itu aku suka sekali
menggambar motor sport. Jadi dari meja itu, bisa kita tebak apa yang menjadi
isi kepala masing-masing. Untuk mereka yang serius sekali sekolah, maka tentu
saja meja mereka berhias dengan rumus-rumus pelajaran. Memang berbeda dengan
aku yang sebenarnya ingin masuk kelas IPS, tetapi tidak diijinkan oleh Ibu Wid,
karena katanya aku nakal, &lt;i&gt;hiks’&lt;/i&gt;. Mungkin Ibu Wid tidak ingin aku menjadi
bertambah nakal kalau nanti masuk IPS. Benar begitu anak-anak IPS?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Padahal kalau mau jujur, sekolah itu seru
kalau masuk IPS. Bayangkan saja, pintu masuk IPS 1 mereka buat pintu koboi,
pintu khas ala bar lengkap dengan sosok koboinya, &lt;i&gt;edaaan&lt;/i&gt;. Kalau tidak
salah ingat, pintu itu lepas dan dibakar oleh mereka dalam sebuah unjuk rasa
atas nama kreativitas. Tentu aku tidak bisa menceritakan keseruan &lt;i&gt;buhannya&lt;/i&gt;
di IPS, karena aku bukan anak IPS. Tetapi aku memiliki beberapa karib, justru
anak IPS. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Di kelas IPA itu seru saat kami bertanding sepak
bola. Kami finalis dan dikalahkan oleh adik kelas di partai final. Aku mencetak
dua gol di kompetisi itu, keduanya hasil &lt;i&gt;scrimmage&lt;/i&gt; di depan gawang
lawan. Bukan gol istimewa tentu saja, tetapi cukup berarti untukku kala itu. Karena
semasa sekolah ini, aku aktif bukan di sepak bola, tetapi di olahraga lain yang
fokusnya memang sepak-menyepak, tendang menendang. Aku dipercayakan untuk
membentuk ranting untuk olahraga itu di sekolah. Berawal dari beberapa teman
sekelas yang bergabung, hingga akhirnya bisa hampir penuh satu lapangan basket.
Dari tidak memiliki fasilitas apa-apa, hingga bisa lengkap memiliki alat latihan
dari hasil kami menabung bersama. Dari tidak bisa apa-apa, hingga kami bisa
tampil eksibisi atraksi bersama saat perayaan perpisahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Aku berhenti sejenak atas tulisan ini,
mengingat-ingat lagi banyak kenangan, tersenyum sendiri, manggut-manggut
seperti orang dapat inspirasi. Kutulis sebagian penggalan-penggalan kisah
sewaktu SMA ini karena besok kami akan berkumpul kembali dalam Reuni Akbar 40
tahun SMA 2 Samarinda. Walaupun tidak semua dari angkatan kami yang datang,
tetapi setidaknya angkatan kami hadir datang, kami eksis, kami ada. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kucoba untuk meluruskan niat untuk datang
di acara ini. Karena banyak yang hadir dalam acara semisal reuni ini hanya sekedar
untuk berbangga-bangga diri atas segala pencapaiannya. Maka ia bersemangat
sekali untuk bisa hadir. Sebaliknya, ada teman yang mungkin di mata orang
banyak tidak menjadi semacam orang penting, orang hebat hingga pejabat, minder
untuk hadir. Apalagi saat di sekolah dulu bukan termasuk anak yang populer,
bukan siapa-siapa. Maka luruskan niatmu kawan, hentikan semua cara pandang itu,
bangsa kita tidak akan pernah maju selama masih berpikiran seperti ini. Menyanjung
berlebihan terhadap teman yang sukses, menjadi pejabat dan semisalnya. Memanggilnya
dengan jabatannya yang sementara itu, untuk kemudian diwaktu yang sama menganggap
biasa teman-teman dengan “profesi rakyat jelata”. Padahal apapun profesinya, ukurannya
hanya dua hal, yaitu TAAT dan MANFAAT. Dua hal itu lurus tidak bisa terbalik,
karena kalau bermanfaat saja, maka seorang germo akan bilang dia bermanfaat
karena banyak membuka peluang pekerjaan untuk wanita-wanita yang kurang iman dan
sabar itu. Padahal jelas dia tidak TAAT. Tetapi dengan menjadi taat (kepada
Allah), tentu saja yang menjadi pejabat akan menjadi amanah, tidak akan dia
makan duit rakyat yang berpeluh menggajinya dengan pajak yang dipungut suka
tidak suka itu. Polisi yang taat, tidak akan menjadi polisi jahat. Tidak akan
dia memalak rakyat dengan kekuasaannya, tidak akan dia menjadi sapu kotor untuk
membersihkan kotoran negeri ini. Tentara yang taat dia akan menjadi seorang
patriot bangsa, takkan dikhianatinya suara nurani rakyat. Politisi yang taat
tidak akan dia menjadi tikus. Pedagang yang taat tidak akan dia mengurangi
timbangan. Hingga seorang Ayah yang taat, tidak akan dia menyuapkan hasil yang
haram kepada anak istrinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Maka mari besok kita datang, bertemu dan
berkumpul karena semangat ingin kembali menjalin silaturahim. Dengannya kita
bisa diberikan panjang umur dan rejeki yang berkah, karena dengannya kita
mendapatkan ketenangan. Tidak ada hal lain yang membahagiakan, selain
mendapatkan ketenangan dalam hidup. Jadi pastikan besok kita datang, mengenang
kembali kenangan indah dan terbaik. Sekiranya yang menjadi aib, mari kita
tinggalkan jauh di belakang sana, tidak usah diungkit-ungkit lagi. Cukup kita
ambil hikmahnya sebagai pelajaran hidup, karena itulah perintah agama. Jadikan momen
reuni ini untuk memperbaiki kembali, mungkin ada salah kata, utang yang belum
terselesaikan, untuk dimaklumkan, diminta maaf terlebih bisa diselesaikan
dengan suasana baik dan bersahabat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Tentu saja juga kepada guru-guru kita, mari
kita terlebih dahulu memaklumkan serta memaafkan sekiranya mereka ada
kekhilafan kepada kita. Mari kita doakan seraya meminta maaf atas segala
kenakalan kita dahulu, agar mereka bahagia bahwa profesi mereka adalah pilihan dan
waktu terbaik dalam perjalan hidup mereka selama ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Jadi sesuai tema reuni akbar ini, kita
betemuan, bedapatan, betulungan…ya sedikit &lt;i&gt;behapakan kada papa lah hehe&lt;/i&gt;,
wassalam &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;😊&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/442175389658103027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/442175389658103027' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/442175389658103027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/442175389658103027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2023/05/reuni-akbar-smada.html' title='Reuni Akbar SMADA '/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKMCQ304zY8Bea_9VPGcmbfGT4QTs4-1wxfnhtkV8XSa82NjDFK5hHSKLjj667OFb36elgZTZVz_X27MW7OkCWvWDqWHL_o2DzOMKLCgWtmklH3p6r_vD8-7sG1swiSsyzHlL_slrt2HFTtkQgffKPyZxypqntXLLHjVDRDhCKtraYn7e-i84/s72-c/SMADA.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-9087971896244688954</id><published>2023-05-23T03:08:00.001-07:00</published><updated>2023-05-23T03:08:29.204-07:00</updated><title type='text'>Wisuda</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #242526; color: #e4e6eb; font-size: 15px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiQ_ks4atJCTY7UWkxPBaqD9wDxz_K1N09TAq_w_KxlTX_yRDA00zxYAXVnCHnB5-aUaGUUPXzO8frNEyX9WO1W9B71zwmzo3eXkWi2de6QF_YlLna78BIt91unnJxvRhBhAiEDME_oqt3kcPblbdwJbXN0D7ZMR9CIrSj3YL5Ubrx7YeANgY/s1600/wisuda%20kaylila.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiQ_ks4atJCTY7UWkxPBaqD9wDxz_K1N09TAq_w_KxlTX_yRDA00zxYAXVnCHnB5-aUaGUUPXzO8frNEyX9WO1W9B71zwmzo3eXkWi2de6QF_YlLna78BIt91unnJxvRhBhAiEDME_oqt3kcPblbdwJbXN0D7ZMR9CIrSj3YL5Ubrx7YeANgY/w320-h240/wisuda%20kaylila.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;div&gt;Enam tahun bukanlah waktu yang singkat, 72 bulan, 2190 hari atau 52.560 jam. Tetapi menjadi terasa singkat berkelebat, seperti lembaran buku dengan puluhan halaman yang dibuka dengan cepat, saat aku menyaksikannya naik ke atas panggung wisudanya kemarin. Anak sulungku kini telah menyelesaikan sekolah dasarnya. Masih terbayang dalam ingatanku menggandengnya berjalan kaki menuju sekolah di hari pertamanya bersekolah. Ia kutinggal saat dia duduk dengan rapi di meja yang dipilihnya, aku percaya dia tidak akan mengalami kesulitan di hari perdananya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai angkatan dimana sekolah dasar dulu tidak mengenal istilah wisuda atau pelepasan, selain acara pesta saja bersama teman sekelas, membawa nasi kuning atau makanan lainnya. Aku sedikit beragumentasi dengan istri dalam perjalanan menuju tempat acara, bahwa acara wisuda anak TK dan SD hanyalah sekedar seremonial konsumtif belaka. Tetapi aku tidak serta merta menolaknya, karena bisa jadi memberi arti lain untuk yang lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, acara wisuda atau pelepasan anak sulungku ini dikemas dengan apik. Mulai dari panggung, tata lampu dan suara, hingga isi acaranya itu sendiri. Mulai dari sambutan, paduan suara, aksi-aksi dari ekstrakurikuler, hingga pemberian penghargaan untuk beragam capaian para siswa dan guru. Yang terakhir ini pastilah menjadi yang membuat orang tua siswa betah melihat panggung serta mengabadikannya dengan gadget masing-masing. Aku senang melihat anak-anak berprestasi itu, baik yang skalanya sekolah, antar sekolah hingga nasional. Kuselipkan doa-doa disela riuh rendah tepuk tangan, semoga anak-anak ini kelak terjaga kualitas motivasi belajarnya hingga akhlaknya, semoga saatnya nanti mereka mengambil alih peran, bangsa ini akan menjadi jauh lebih baik. Seperti pesan penting dari kepala sekolah lewat kata sambutannya, bahwa capaian nilai dan prestasi adalah bonus saja. Justru yang paling penting adalah yang tidak tertera nilainya, tetapi nampak jejaknya dalam kehidupan kelak, yaitu akhlak, akidah dan ibadah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Acara foto-foto dan video seperti tidak ada habisnya, senyum-senyum mengembang, tawa bahagia, jari-jari “peace” khas bocil, juga kepalan tangan dan jempol andalan para bapak-bapak adalah pemandangan jamak di sepanjang acara itu. Namun keharuan juga hadir di sela acara itu, di saat para siswa setelah menyanyi bersama di atas panggung, untuk kemudian berlarian turun menyerbu orang tua masing-masing untuk memberikan surat berisi curahan hati, terima kasih juga maaf atas kelalaian mereka selama ini. Aku yang memang sentimental dalam hal seperti ini juga sontak merasakan cekat ditenggorokan, walaupun anakku sebenarnya mendatangi mamanya, karena surat itu memang untuknya. Namun aku berkesempatan sejenak memeluk si sulung untuk membisikkan hal yang teramat penting untuknya. Pemandangan haru ini ditambah musik yang syahdu memang mengakibatkan atmosfer ruangan menjadi &lt;i&gt;mellow &lt;/i&gt;dan mengandung bawang. Ramai kulihat anak dan emak, menangis berpelukan. Tetapi ada juga yang menangis saja, tanpa memeluk siapa, karena ia baru saja beberapa waktu yang lalu ditinggalkan emaknya untuk selamanya. Namun ada juga yang berpeluk dengan emaknya namun ayahnya sudah pergi meninggalkan mereka, berpisah sebagai keluarga jauh hari sebelumnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Namun selain itu ada juga yang sebelumnya kuperhatikan, dulu mereka suami istri, tetapi datang bersama walaupun tanpa status itu lagi, demi anak mereka. Ibu merengut duduk membelakangi, si ayah duduk berusaha tenang, sekaligus tegar saat si Ibu mendadak pergi berpindah kursi. Melambai tangan si Ayah saat melihat anaknya naik ke atas panggung karena anaknya menerima penghargaan, walaupun ia tahu anaknya tidak tahu di mana posisi duduknya. Dari bahasa tubuhnya, terlebih sorot matanya, sebagai sesama seorang ayah, aku berusaha menyerapi perasaannya kala itu melihat anaknya. Walaupun bahagia, tetapi seperti diwaktu yang bersamaan menelan pil pahit kehidupan, bercampur aduk dengan rasa penyesalan. Mungkin tersadar bahwa utuhnya sebuah keluarga adalah salah satu syarat kebahagiaan sebenarnya di bumi ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Maka beragam pemandangan di acara ini menjadi sebuah ladang hikmah bagiku saat itu. Anak adalah harapan terbesar orang tua, penyejuk pandangan dan jiwa. Melihatnya berhasil mencapai tujuan, membuat sontak sirna lelah dan pengorbanan. Tempat menitipkan segala kekurangan untuk kelak mereka perbaiki, bukan sekedar untuk orang tua tetapi juga dirinya sendiri. Bersama pasangan hidup dan mereka, maka hidup menjadi lengkap. Seperti pohon yang tegak berdiri dengan akar yang kuat, siap menerima terpaan hujan dan badai, juga buah yang rindang, siap dipetik kelak untuk kebermanfaatan bersama. Tetapi di saat yang bersamaan, anak adalah ujian berat kehidupan. Karena anaknya orang tua bisa menjadi orang yang pelit, cengeng juga penakut. Tentu saja yang terberat adalah disaat anak kelak malah menjadi musuh untuk orang tuanya sendiri. Karena itu kita senantiasa memohon perlindungan dan pertolongan dari Allah atas segala nikmat dan ujian ini, hanyalah Allah sebenarnya tempat menaruh harapan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Untuk ortu yang berjiwa petualang karena sedang merasa dipuncak kejayaan, maka berhati-hatilah disaat lengah dan ego sedang membuncah. Karena terpisah bersama mereka akan berarti siap untuk menelan pil pahit pilu kehidupan kelak di saat kita tak lagi berdiri tegak. Gagal saat berlomba, bisa diulangi. Kalah dalam bertanding, bisa diatur kembali. Rugi dalam berniaga, bisa disiasati. Tetapi gagal sebagai orang tua, terlebih sebagai seorang ayah, buatku itu adalah pahit kegagalan sebenarnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin atas apa yang ia pimpin, apakah ia memperhatikan atau melalaikannya”&lt;/i&gt; (HR. Ibnu Hibban 10: 344)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/9087971896244688954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/9087971896244688954' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/9087971896244688954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/9087971896244688954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2023/05/wisuda.html' title='Wisuda'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiQ_ks4atJCTY7UWkxPBaqD9wDxz_K1N09TAq_w_KxlTX_yRDA00zxYAXVnCHnB5-aUaGUUPXzO8frNEyX9WO1W9B71zwmzo3eXkWi2de6QF_YlLna78BIt91unnJxvRhBhAiEDME_oqt3kcPblbdwJbXN0D7ZMR9CIrSj3YL5Ubrx7YeANgY/s72-w320-h240-c/wisuda%20kaylila.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-8972918428966813183</id><published>2023-04-13T01:31:00.002-07:00</published><updated>2023-04-13T01:31:58.755-07:00</updated><title type='text'>Wisuda Quran</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoq_3m_CxIwvzd8-77nLwNlWKLMbZ0euuioi7jffOjfeSekt9KjlGRswbhvhKRFHigUeHkg6XtZQ7InkbywUNJy76MH2cnnas0Ai8nBVP86UypHD_OJkx4yWnBfBDIVbcaBx4TrzvVPyqTv0bbb1B8nT4GV88GdI-oR3zuRBIXw_XDHPqocY0/s958/Wisuda%20quran.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;540&quot; data-original-width=&quot;958&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoq_3m_CxIwvzd8-77nLwNlWKLMbZ0euuioi7jffOjfeSekt9KjlGRswbhvhKRFHigUeHkg6XtZQ7InkbywUNJy76MH2cnnas0Ai8nBVP86UypHD_OJkx4yWnBfBDIVbcaBx4TrzvVPyqTv0bbb1B8nT4GV88GdI-oR3zuRBIXw_XDHPqocY0/s320/Wisuda%20quran.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sungguh setelah dikaruniai Allah anak kedua, aku menyadari bahwa salah satu hal yang terbesar di dunia ini adalah harapan orang tua kepada anak-anaknya. Seperti harapanku kepada anak sulungku untuk menghapal dan mempelajari Al-Quran. Maka disetiap selesai sholat berjamaah atau waktu-waktu tertentu aku bisa mengusap dan mencium kepalanya, kubisikkan kepadanya “Nak, jadi penghapal Quran ya” sambil dalam hati terbesit harapan itu tadi sekaligus penyesalan, karena aku termasuk yang lalai dalam hal besar ini. Maka untuk bisa “sedikit” membayar hal itu, aku berjanji untuk men-&lt;i&gt;support&lt;/i&gt; segala keperluan hal ini untuknya.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Memang sebaik-baik contoh adalah teladan orang tua kepada anak-anaknya. Sedangkan diri ini masih banyak lalai dan abainya, oleh karena itu tidak bisa tidak untuk terus memohon kepada Allah untuk meminta diberikan kemudahan kepada anak untuk bisa menghapal dan mempelajari Quran. Maka ketika hari ini bertepatan dengan 17 Ramadhan, menghadiri acara Wisuda Quran anak sulungku, sungguh salah satu hari yang membahagiakan. Aku dan istri tentunya turut senang dan bahagia atas usaha dan pencapaiannya. Tidak saja karena anak sendiri, tetapi juga dengan teman-temannya yang lain. Sungguh pemandangan yang membesarkan harapan ketika melihat anak-anak sebayanya sudah berlomba-lomba menghapal Quran dengan penguasaan ilmu tajwid dan lainnya dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Sungguh tantangan mereka kedepan lebih besar, karena betapa derasnya racun-racun pemikiran berkeliaran liar di sekitar kita sekarang. Mereka tidak lagi sekedar berada di luar sana, tetapi sudah dengan luwes masuk di sela-sela tontonan, bacaan, hiburan, permainan, menyelinap hingga di kantong saku dan genggaman mereka,&amp;nbsp; menerobos masuk bebas ke rumah-rumah kita. Hadir dengan narasi dan diksi yang terlihat dan terasa logis serta cerdas, padahal sesungguhnya penuh tipu daya dan menyesatkan. Mereka berusaha melepaskan dan menjauhkan manusia dari fitrah terbaiknya dan sungguh yang bisa memeranginya hanyalah agama yang haq, dimana panduannya tentu saja terletak pada Al-Quran dan sunnah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;i&gt;“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur&#39;an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)” Q.S Al-Baqarah 2 : 185&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Maka pada diri seseorang yang menghapal dan mempelajari Quran sebenarnya kita seperti menanamkan sistem operasi terbaik untuk bisa menjalankan tugas terbaik dengan hasil terbaik. Maka membayangkan generasi Qurani ini kelak menjadi pemimpin-pemimpin, pengemban amanah ummat, abdi negara dan seterusnya, apapun kelak yang akan mereka jalani, selama Al-Quran sudah menjadi pondasi yang kuat, Insya Allah…maka masa keemasan itu akan terulang kembali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Oleh karena itu pesanku kepada anakku, ini baru saja permulaan, langkah awal untuk pekerjaan besar kalian nanti, janganlah jumawa dan besar kepala. Karena yang kalian dapatkan sekarang adalah titipan, amanah besar untuk ditunaikan bahkan dipertanggungjawabkan kelak. Oleh karenanya tetaplah istiqomah dan bersabarlah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;i&gt;“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.&quot; Q.S Al-Furqan 74&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/8972918428966813183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/8972918428966813183' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8972918428966813183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8972918428966813183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2023/04/wisuda-quran.html' title='Wisuda Quran'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoq_3m_CxIwvzd8-77nLwNlWKLMbZ0euuioi7jffOjfeSekt9KjlGRswbhvhKRFHigUeHkg6XtZQ7InkbywUNJy76MH2cnnas0Ai8nBVP86UypHD_OJkx4yWnBfBDIVbcaBx4TrzvVPyqTv0bbb1B8nT4GV88GdI-oR3zuRBIXw_XDHPqocY0/s72-c/Wisuda%20quran.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-1664477079120338703</id><published>2022-10-22T00:59:00.001-07:00</published><updated>2022-10-22T01:06:03.274-07:00</updated><title type='text'>Berkemah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #242526; color: #e4e6eb; font-size: 15px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5712gOtmz3LSsOBSkqaOgQtV2N4j53RU0r_IUpVMat8XSnb04-5PfldvS2WeawiKbF7h8G4YAqRTvaEOCfuSBzEz6cn8oPM9rdAJGUvXypiYWWZXx4sXjXTUNdC_zC5F7NtkFaguYUulnvRNjZRjrxHbaxxlnUhhfbBY9ZamwnXGx2UV6QYw/s1222/kemah%20kaylila.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;745&quot; data-original-width=&quot;1222&quot; height=&quot;195&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5712gOtmz3LSsOBSkqaOgQtV2N4j53RU0r_IUpVMat8XSnb04-5PfldvS2WeawiKbF7h8G4YAqRTvaEOCfuSBzEz6cn8oPM9rdAJGUvXypiYWWZXx4sXjXTUNdC_zC5F7NtkFaguYUulnvRNjZRjrxHbaxxlnUhhfbBY9ZamwnXGx2UV6QYw/s320/kemah%20kaylila.jpeg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Akhir pekan ini anak sulungku dibantu mamanya sibuk sekali mempersiapkan perkemahan perdana jumat sabtunya. Karena pandemi kemarin, anak sulungku kehilangan kesempatan berkemah dalam kegiatan Pramukanya. Seperti orang yang sedang ingin pergi berlibur, beraneka perlengkapan dan peralatan yang dipersiapkan mereka berdua. Pemandangan ini mengingatkanku pada masa kecil dulu, dimana berkemah adalah menjadi bagian dari sekian banyak hobi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Berkemah pertama kalinya aku ingat-ingat lupa, mungkin waktu itu sekitar kelas 2-3 SD. Aku ikut kakakku bersama teman-temannya berkemah di sebuah lapangan di dalam gang. Sebenarnya kakakku tidak ingin adikknya ini ikut dalam perkemahan mereka, karena dia tahu sang adik ini bisa menjadi bahan “permainan” alias &lt;i&gt;bullying&lt;/i&gt; oleh teman-temannya yang lebih tua usianya dan mereka memang nakal-nakal. Benar saja, menjelang sore beberapa dari mereka sudah merencanakan untuk membuat keusilan di tengah malam nanti. Beruntung aku dan kakakku mendengar rencana itu, jadi kami berencana tidak akan tidur duluan nantinya. Apa yang terjadi? Mereka yang tertidur malam itu wajahnya habis dicoreti dengan obat merah! Ini memang usil sekali, kami yang melihat hal itu tidak bisa tidak gelak tertawa, apalagi nanti saat mereka bangun dan tahu dengan kondisi wajahnya itu. Tidak puas wajah, bagian tubuh yang terbuka pun mereka coreti bahkan hingga ke ujung kaki. Inilah pertanda bahwa keusilan itu tidak bisa dimulai, karena mudah saja ia menjalar menular serta bertambah liar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Selanjutnya agak samar dalam ingatanku kala itu, yang jelas satu-dua yang terbangun tahu kalau mereka habis dikerjai oleh mereka yang lebih tua. Entah beruntung ataukah itu musibah buat kami, perkemahan itu bubar karena lewat dari dini hari hujan badai datang hingga menerbangkan tenda kami. Habis porak-poranda barang-barang serta kocar-kacir para peserta, kemah itu terbang tidak keruan kesana-kemari tanpa tujuan hingga terhenti sangkut di tiang listrik. Perkemahan itu bubar tanpa ada salam perpisahan apalagi upacara pelepasan. Tapi karenanya berkemah menjadi sangat berkesan untukku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Maka dampak peristiwa itu membawa aku dan kakakku untuk merayu Abah agar kami dibelikan tenda kemah sendiri. Setelah melalui negosiasi khas anak lelaki dan ayah, tentu saja dengan beberapa syarat, akhirnya kami ke toko Bobo. Di toko itu tidak saja berjualan perlengkapan sekolah, seperti seragam tetapi juga keperluan kegiatan Pramuka dan tentu saja tenda kemah. Tenda kemah itu berwarna hijau dengan aksen kuning di beberapa bagian, dikemas dalam sebuah tas berbahan parasut juga berwana hijau. Dilengkapi beberapa tongkat serta tali sebagai tiang dan pengencang kemah, dikemas dalam sebuah sarung parasut. Tidak terkira senangnya kami dengan pembelian itu, kakakku dengan antusias menggenakan tas kemah itu dipunggungnya, bergaya seperti tentara pergi berperang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Memiliki kemah saat itu adalah spesial, modal utama untuk bisa bermalam di luar rumah bersama teman-teman. Tetapi kami lupa satu hal, bahwa lahan untuk berkemah adalah modal selanjutnya. Maka demi bisa terpakai kemah itu, tak luput halaman teras rumah menjadi lahan perkemahan dadakan. Tidak mudah untuk anak-anak usia SD untuk mencari lahan berkemah yang seru, seperti di pinggiran pantai, dalam hutan apalagi kaki gunung. Masalah lahan ini mulai mendapat solusi saat kelas 4 SD.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Saat naik kelas 4, aku memiliki teman baru namanya Ahmad. Aku sejak kelas 1 tidak pernah sekelas dengannya. Begitu kenal, kami langsung akrab, mungkin karena salah satunya adalah sepatu kami sama saat itu, yaitu Pro ATT, aku putih biru dia putih hijau. Tetapi lebih dari itu adalah kami memiliki keinginan sama yaitu ingin bisa berkemah. Aku memiliki kemah, Ahmad memiliki lahan, klop berjodoh, seperi Pro ATT kami, satu brand satu tujuan. Keluarganya dipercayakan untuk menjaga sebuah lahan luas yang rimbun, penuh dengan pohon-pohon seperti hutan. Maka saat pertama kali diajak Ahmad untuk ke rumahnya, tak lain yang kupikirkan selain segera berkemah di lahan tersebut. Asyiknya di bagian tepi lahan itu terdapat sebuah kolam yang cukup luas yang apabila hujan dan terisi penuh, berubah layaknya seperti kolam renang. Di sebelahnya terdapat pohon jambu klutuk yang dikenal kayu pohonnya yang kuat, tak mudah patah apabila kita panjat. Maka pohon jambu itu dengan dahan tingginya menjuntai ke tengah kolam, menjadi pijakan untuk loncat (tidak) indah ke kolam…byuuuur !!! &lt;i&gt;perfecto&lt;/i&gt;, lahan berkemah yang sempurna pikirku.&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kemah siap, lahan ada, maka selanjutnya tentu saja anggota. Maka kuhubungi teman belakang rumahku si Teguh untuk ikut bergabung, juga Rudi Hartono teman sekelas, mereka siap katanya. Sisanya aku lupa dengan siapa saja, yang pasti tidak lebih dari lima orang. Mengajak teman yang mau berkemah banyak, tetapi yang diijinkan oleh orang tuanya ini langka. Maka kami tak sabar menunggu sekolah hari sabtu usai, karena di waktu istirahat kami sudah saling konfirmasi dan menyusun rencana. Sepulang sekolah, ganti pakaian dan makan, maka kami bergegas ke rumah Ahmad. Pertama adalah menentukan posisi dibangunnya kemah, setelah itu kami membersihkan sekitarannya. Kemudian mengumpulkan kayu-kayu dan ranting kering sebagai bahan api unggun nanti malam. Setelahnya kami cek dan ricek lagi, apa saja yang perlu dibawa, siapa yang punya dan seterusnya. Setelah itu kami pulang, untuk berkumpul sore nanti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Sebenarnya kegiatan berkemah ini dilarang oleh Mama, minta ijin baik-baik pasti dapat omelan. Maka jurus paling ampuh adalah minta ijin dengan Abah saja, itu pun minta ijinnya sekalian pamit dengan berlari melewatinya dengan seruan khasku &lt;i&gt;“Bah…aku kemahan di rumah Amat (Ahmad) !!!”&lt;/i&gt; Abah tersenyum saja melihatku demikian, aku tahu ia paham dengan naluri bertualang anak lelakinya. Mungkin juga karena Abah tahu aku diam-diam sudah menyeludupkan barang dagangan mama yaitu beberapa bungkus mie goreng atapun rebus dalam tas kemah, juga sejerigen kecil minyak tanah dan bekal kecil lainnya seperti korek api, lilin dan juga terkadang garam, bukan untuk memasak sebenarnya. Karena sudah menjadi kepercayaan yang entah datang dari mana kebenarannya, bahwa garam bisa menolak ular untuk datang mendekat. Tentu saja itu tidak benar kawan…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Maka setiap sore hari dalam hari-hari kami berkemah selalu menjadi sore yang seru. Pertama kami senang apabila semua yang berencana ikut berkemah datang semua, artinya semua mendapatkan ijin, tentu saja cara ijin yang berbeda denganku tadi. Kedua, semua yang datang membawa apa-apa yang sudah disepakati, terlebih apabila membawa tambahan semisal makanan, radio, senter bahkan gitar tapi tak ada yang pernah membawa bantal, apalagi guling. Ketiga, membangun kemah bersama-sama. Tidak susah memang, tapi seperti sedang menyiapkan rumah bersama walau hanya untuk semalam. Keempat, kelima, keenam dan keasyikan seterusnya tidak selalu serial terkadang eksponensial.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Tentu saja berkemah itu tak afdol apabila tanpa api unggun. Di sekeliling api unggun itulah kegiatan berkemah itu berpusat, mulai dari menyusun kayu-kayu dan reranting sedemikian rupa, menyiramkan sedikit minyak tanah atau potongan sandal jepit karet, maka menjadi serulah kegiatan bakar-membakar, hingga menjadi api unggun dengan nyala api yang besar dan tinggi. Menjelang malam antusiasme bertambah, karena setelah api sudah menyala maka kegiatan selanjutnya adalah masak-memasak. Memasak air supaya bisa segera menyeduh teh dan juga kopi susu. Kemudian memasak mie rebus yang hasilnya selalu terlalu masak alias hampir jadi bubur mie. Karena selain tidak punya &lt;i&gt;skill chef&lt;/i&gt;, penerangan seadanya juga api yang terlalu besar menyala-nyala, dimana panci satu tubuh pun menjadi gosong lebam karenanya. Entah kenapa, kami selalu saja sering lupa membawa piring, maka sering pula daun talas juga daun lainnya menjadi penggantinya. Bahkan ranting pun pernah menjadi pengganti sendok dan garpu. Yang kuingat, keseruan dan kebersamaan menjadikan makanan yang &lt;i&gt;overcooked&lt;/i&gt; dan seadanya terasa nikmat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Obrolan demi obrolan saat makan dan setelahnya, semakin malam semakin asyik dan seru juga terkadang syahdu. Rasanya kami tidak pernah kehabisan cerita saat itu, bahkan saat ingin tidur (ceritanya), maka lanjut lagi bercerita sampai tak jadi tidur, kadang hingga menjelang subuh, jadi tidak tidur sekalian. Karena acara selanjutnya adalah berjalan kaki ke stadion segiri, menuju keramaian olahraga dan senam pagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kelas 4 SD itu menjadi masa paling padat dalam kegiatan berkemah. Apalagi aku memiliki kenalan baru, tidak satu sekolah tetapi tidak jauh dari rumah. Namanya Daud Kamal Malik, diplesetkan oleh teman sekolahnya menjadi “Daud Kamar Mandi”, lucu juga tapi aku tak sampai hati mengucapkannya (makanya kutuliskan saja di sini). Daud kawan yang baik begitu juga keluarganya, mulai dari ayahnya, ibunya, adik-adiknya serta tantenya. Kami cepat menjadi akrab, hingga ia pun kuajak ikut berkemah. Tapi sayang ibunya tidak mengijinkan, kecuali berkemah di halaman belakang rumahnya. Halaman belakang rumahnya tentu tidak seluas lahannya Ahmad, tetapi cukup rimbun dengan pepohonan. Kolam juga ada, tetapi kolam bekas ikan, sekali nyemplung dirimu akan terperangkap di dalamnya. Daud yang kebelet ingin berkemah, akhirnya meminta aku dan Ahmad memindahkan lokasi resmi berkemah kami ke halaman belakang rumahnya, dengan tawaran yang tidak dapat kami tolak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Maka kami pun berkemah di halaman belakang rumahnya. Memang tidak seasyik di lahan Ahmad, karena kami tidak diperbolehkan membuat api unggun, bakar-membakar, juga memasak. Karena kami mendapatkan masakan-masakan yang diantarkan langsung oleh ibunya Daud. Kami diperlakukan seperti anak-anak kecil (walaupun memang masih anak-anak) yang selalu harus dipantau kelakukannya juga makanannya. Nyaman tetapi tidak bebas, enak tapi tidak seru. Manusia kadang mudah ambigu, bukan begitu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Karenanya lahan Ahmad tetap menjadi lokasi utama kami apabila ingin keseruan dalam berkemah. Kami bahkan ada membuat rumah panggung kayu sederhana, dengan harapan apabila tenda tak siap pun tak mengapa. Perdana kami menggunakan rumah kayu itu gagal total, karena realita tidak selalu sejalan dengan ekspektasi. Dugaan kami api unggun tidak menjadi besar sendiri, karena setelah kami beranjak tidur di atas rumah panggung itu, kami terasapi panas seperti bahan daging &lt;i&gt;grill&lt;/i&gt; di atas panggangan. Tenda kemah di atas tanah tetap yang terbaik. Akhirnya rumah kayu itu menjadi tempat kami menaruh barang dan perlengkapan saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Berkemah kami tidak selalu berjalan mulus. Terjadi beberapa kali teman yang tadinya ikut, akhirnya pulang di saat malam, tengah malam bahkan dini hari. Alasannya macam-macam, dari sepele hingga mengada-ada. Dari serius hingga menjelaskan ia tak lebih dari sekedar anak manja yang sedikit tidak mau susah atau hilang separuh kenikmatan tidurnya atau sedikit berbagi dengan temannya. Bagi aku dan Ahmad kala itu, mereka yang pulang sebelum meruntuhkan tenda bersama disaat acara berkemah usai adalah semacam pengkhianat. Untuk hal ini, kakakku adalah panutan. Bahkan saat tenda kemah kami roboh saat dini hari, dia tetap tidur dengan berselimutkan kemah di tanah plus wajah yang dikerubungi gerombolan nyamuk gila dan binal. Tak pernah diikrarkan seperti partai atau ormas, atau bahkan dituliskan dalam piagam dan plakat resmi, slogan kami “Sekali kemah berdiri, pantang pulang sendiri meninggalkan teman” sudah terpatri di dada kami sejak acara kemah perdana.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Berkemah seperti halnya sebuah perjalanan. Ia bisa menjadi parameter shahih karakter dalam pertemanan. Saat dalam kesulitan, maka akan tampak karakter terdalam seseorang yang bisa disembunyikannya saat berada dalam kesenangan. Berkemah dengan segala kekurangannya akan mudah menyibaknya. Berkemah bagi kami anak-anak saat itu, bukan sekedar mencari kesenangan tetapi juga tahu artinya konsekuensi dan berkomitmen. Minggu pagi selesai acara berkemah, bubar jalan kami berpisah, berdendang kami pulang ke rumah. Untuk kemudian menjalani hukuman (baca: konsekuensi) mama untuk menimbang sekarung gula 60 kilogram atau tepung menjadi per satu kiloan, padahal mengantuk dan capai karena tak tidur semalaman plus pulang pergi jalan kaki ke dan dari stadion Segiri. Tetapi itulah harga yang harus kami bayar, &lt;i&gt;no pain no gain&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kembali ke acara perkemahan jumat sabtu anak sulungku tadi, semoga dirimu dan teman-temanmu tidak sekedar mendapatkan keseruan kebersamaan tetapi tentu saja beragam hikmah di dalamnya. Akhirnya aku tersenyum saja seperti Abah dulu melihatku berlari meminta ijin, melihat kalian yang heboh berkemas dan mengantarkanmu pergi berkemah di halaman sekolah…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;*semoga sahabatku Ahmad, Rudi dan Daud Kamal Malik membaca tulisan ini, lantas kemudian tersenyum dan ingat betapa masa kecil kita dahulu sungguh seru dan asyik walaupun tanpa gadget&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/1664477079120338703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/1664477079120338703' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/1664477079120338703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/1664477079120338703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2022/10/berkemah.html' title='Berkemah'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5712gOtmz3LSsOBSkqaOgQtV2N4j53RU0r_IUpVMat8XSnb04-5PfldvS2WeawiKbF7h8G4YAqRTvaEOCfuSBzEz6cn8oPM9rdAJGUvXypiYWWZXx4sXjXTUNdC_zC5F7NtkFaguYUulnvRNjZRjrxHbaxxlnUhhfbBY9ZamwnXGx2UV6QYw/s72-c/kemah%20kaylila.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-9070508115423271238</id><published>2022-03-23T07:14:00.005-07:00</published><updated>2022-03-24T03:11:42.746-07:00</updated><title type='text'>KUMAN</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Tulisan ini lebih kepada nasihat kepada
diri sendiri dan keluarga…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhn1-l9DG6RwEKS7Az43qPbwaI6-XaAtaXUzD-YLlepJxWL-oMxdzoHi8h6kWEJd-uPlpBb-PG51reUtT14zCGbgeO2Ybc6naVwssNoQKjajNO2u34UY97TpbNiB668fOnESwsfB2ELPmMHXw6Q3M_9vLG3HjDm6-iJMkCrInrgrjqVv0OdIPM/s790/6_berdoa.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;468&quot; data-original-width=&quot;790&quot; height=&quot;190&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhn1-l9DG6RwEKS7Az43qPbwaI6-XaAtaXUzD-YLlepJxWL-oMxdzoHi8h6kWEJd-uPlpBb-PG51reUtT14zCGbgeO2Ybc6naVwssNoQKjajNO2u34UY97TpbNiB668fOnESwsfB2ELPmMHXw6Q3M_9vLG3HjDm6-iJMkCrInrgrjqVv0OdIPM/s320/6_berdoa.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Sedang ramai kulihat di beranda facebook,
terutama emak-emak membagikan dan membuat status tentang seorang ibu yang tega
menggorok tiga orang anaknya. Kasus ini berujung pada bahasan, apakah kondisi
ibu yang diduga depresi itu karena gangguan jiwa (&lt;i&gt;mental illness&lt;/i&gt;)
ataukah kurang iman? Maka serulah emak-emak berdebat tentang hal ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Aku tetiba begitu saja teringat dengan para
emak-emak di Palestina sana. Dengan segala beban hidup mereka dalam kondisi dijajah
dan terancam setiap waktunya, anak-anak bahkan seluruh anggota keluarga mereka
tidak ada jaminan hari ini atau besok akan selamat. Tetapi dengan segala
kondisi super berat itu, tak pernah kudengar emak-emak Palestina ini membunuhi
anak-anaknya dengan alasan apapun. Dan aku yakin apa yang membuat mereka seperti
itu, itulah keimanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Aku tetiba terlintas kisah nabi mulia Ibrahim
beserta istri dan anak kesayangannya nabi Ismail. Ditinggalkannyalah istri
tercinta beserta anaknya di gurun pasir nan tandus, tidak ada orang apalagi
kehidupan di sana. Maka saat ibunda Siti Hajar menanyakan kepada nabi Ibrahim
apakah ini perintah Allah? Nabi Ibrahim mengiyakan, maka ia ikhlas menerimanya
untuk kemudian berikhtiar dengan maksimal mencari air untuk diri dan anaknya
dengan berlari bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwa tujuh kali. Apa yang
membuatnya demikian? Itulah keimanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Pun terlintas kisah ibunda Maryam, wanita yang
senantiasa menjaga kesucian dan ibadahnya, mendapat ujian fitnah yang luar
biasa. Ia mendapat &lt;i&gt;bullying&lt;/i&gt; dari publik kala itu, hamil di luar nikah. Tetapi
ia memilih diam dan menjauh dari publik serta berkeluh kesah hanya kepada
Allah, bukan curhat sana-sini. Apa yang membuat beliau tabah menghadapi &lt;i&gt;bullying&lt;/i&gt;
itu, itulah keimanannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Lantas demikian, apakah dengan mengaku
beriman semua masalah kehidupan akan selesai? atau bahkan kita akan bebas masalah.
Tentu tidak, justru disaat kita mengaku beriman, maka kita akan diuji layaknya wanita-wanita
mulia di atas dengan rasa takut, kesedihan, kekurangan makanan bahkan kehilangan
jiwa orang-orang yang kita sayangi. Beragam bentuk ujian keimanan ini, tetapi
Allah tegaskan bahwa ujian ini tidak akan melebihi kemampuan kita untuk
menanggungnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Untuk itu, kisah kehidupan manusia ini
sejatinya adalah ujian keimanan. Keimanan ini ibarat bandul penyeimbang. Dengan
pemahaman iman, maka kita paham bahwa kekayaan dan kemiskinan adalah fitnah
alias ujian. Dengan iman, disaat diuji dengan kekayaan kita bersyukur dan
disaat diuji dengan kemiskinan kita bersabar. Menjadi kaya bukan berarti kita
sedang dimuliakan tuhan, serta sebaliknya, saat dilingkupi kemiskinan kita
sedang dihinakan. Ujiannya adalah apakah kita tetap berada ketaatan dalam
kondisi yang diujikan. Bukankah banyak di sekitar kita, mereka yang bergelimang
harta dan kemewahan hidup serta terkenal seperti para sultan yang tajir
melintir itu justru depresi, tertekan, susah tidur bahkan jauh dari rasa tenang
dan damai, sehingga harus mengkonsumsi narkoba. Sedangkan yang miskin, harus
bekerja keras sepanjang hari, tetapi dengan keimanan, hidupnya tenang pun
tidurnya nyenyak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Ada aktor terkenal, kaya, hidupnya penuh
pencapaian, tetapi karena jiwanya kering untuk kemudian depresi ia memilih bunuh
diri. Pun penyanyi luar biasa tenar, saat di-&lt;i&gt;bully&lt;/i&gt; di sosmed, ia langsung
stress dan bunuh diri dan masih banyak daftar kejadian seperti ini. Hidup mewah
bergelimang harta, namun jiwa rentan tak berdaya. Boro-boro terlilit pinjol
atau nunggak kontrakkan. Kadang seperti susah dipahami, tetapi oleh karena itulah kita
diajarkan untuk senantiasa berdoa meminta ilmu dan pemahaman. Karena hikmah
dibalik ujian, tersembunyi dibalik ilmu dan pemahaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Beriman berarti yakin dengan janji-janji Allah.
Pedagang yang beriman, takkan mengurangi timbangan. Pejabat yang beriman, akan
amanah jauh dari zalim. Istri yang beriman, hormat dan taat pada suaminya. Suami
yang beriman, berusaha menjadi yang terbaik untuk istri dan anak-anaknya. Anak-anak
yang beriman, taat dan hormat kepada kedua orang tuanya. Orang tua yang beriman
takkan membunuh anak-anaknya karena takut tak dapat menghidupi, karena ia yakin
dengan janji Allah yang akan menjamin rejekinya. Percaya bahwa rejeki ada yang
diberikan, pun yang dijanjikan kelak. Namun iman pun kondisinya bisa naik dan
turun. Oleh karena itu berhati-hatilah memilih &lt;i&gt;circle&lt;/i&gt; pertemanan. Bergabunglah
dalam jamaah yang senantiasa berlomba dalam kebaikkan dan menasihatkan
kebaikkan dan kesabaran. Bukannya malah berlomba mengumbar masalah pribadi dan
keluarga di sosial media, berlagak hidupnya paling menderita. Padahal hanya caper dan baper.&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Di era sosmed ini terlalu banyak istilah-istilah
baru yang diperkenalkan dengan narasinya masing-masing. Sebutlah &lt;i&gt;mental illness&lt;/i&gt;,
&lt;i&gt;healing&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;me time&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;baby blues&lt;/i&gt; dan banyak lagi. Hematku,
kita yang menerima begitu saja impor istilah ini, apabila tak hati-hati, maka
tanpa sadar kita mengimpor masalah itu sendiri. Padahal ujung-ujungnya
istilah-istilah ini adalah kegiatan konsumtif. Dibungkus sedemikian rupa,
sehingga menjadi pembenaran untuk pergi berbelanja hal-hal yang sebenarnya
tidak penting, mubazir, berlama-lama di salon, bepergian yang dekat dengan maksiat
dan lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Disaat ada narasi-narasi yang mengatakan,
ini bukan masalah agama, maka berhati-hatilah, karena kita justru sedang
dijauhkan dari tuntunan agama. Terlebih untuk muslim, mari kita kembali
mengakrabkan diri dengan tuntunan agama yang mulia ini. Kita buka lagi Quran
serta hadis, simak dan renungkan penjelasan-penjelasan mereka yang berilmu, karena
kita kerap bukan karena kurang ngopi melainkan kurang ngaji. &lt;i&gt;Healing&lt;/i&gt; terbaik
adalah dengan mengingat janji-janji Allah lewat zikir-zikir yang sudah
diberikan tuntunannya. Akhirnya bukan saja kuman yang menempel pada tubuh yang
kita perhatikan, melainkan lebih kepada “kuman” (kurang iman) yang mengotori hati
kita, sehingga sukar untuk menerima petunjuk-Nya. Genggamlah erat tangan pasangan
serta keluarga, senantiasa ingat dan percaya dengan janji-janji tuhan.&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya
pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai&lt;/span&gt;…” QS. Ali
Imran 103&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt; &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Dan janganlah kamu membunuh&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;anak&lt;span style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; float: none; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; orphans: 2; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-thickness: initial; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan
memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu&lt;/span&gt;” QS. Al-Isra 31&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
QS. Ar Ra’d 28&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/9070508115423271238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/9070508115423271238' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/9070508115423271238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/9070508115423271238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2022/03/kuman.html' title='KUMAN'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhn1-l9DG6RwEKS7Az43qPbwaI6-XaAtaXUzD-YLlepJxWL-oMxdzoHi8h6kWEJd-uPlpBb-PG51reUtT14zCGbgeO2Ybc6naVwssNoQKjajNO2u34UY97TpbNiB668fOnESwsfB2ELPmMHXw6Q3M_9vLG3HjDm6-iJMkCrInrgrjqVv0OdIPM/s72-c/6_berdoa.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-6412803989360386424</id><published>2022-03-11T04:19:00.003-08:00</published><updated>2022-03-12T02:50:11.823-08:00</updated><title type='text'>KKN - Sebuah Kisah Klasik untuk Masa Depan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh24NpKJj3dhLXq06Ev2jOXhURqtnL5wB46hwU3t0Z3ZpYT8UC6-B_rpq4eo_hPFO11QuZr0nTPH2wqYUd7uNLDog3AVzjkaVeiGvddfXo4cMzhJGIJmdiF0FY758poNVr993bA-pVtWteE-qVUe1cvAdAmwRFOd2yOdRQGE9wrpIw_3ZPV8qM=s1600&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1148&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;230&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh24NpKJj3dhLXq06Ev2jOXhURqtnL5wB46hwU3t0Z3ZpYT8UC6-B_rpq4eo_hPFO11QuZr0nTPH2wqYUd7uNLDog3AVzjkaVeiGvddfXo4cMzhJGIJmdiF0FY758poNVr993bA-pVtWteE-qVUe1cvAdAmwRFOd2yOdRQGE9wrpIw_3ZPV8qM=s320&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Aku harap cemas saat itu menunggu hasil
penempatan KKN, bukan karena apa, motorku sebagai satu-satunya alat
transportasi andalan telah raib beberapa bulan lalu digasak maling motor di
pelataran kampus. Kehilangan sepeda motor di Kota Pelajar ini berarti selain
mati gaya juga kehilangan separuh mobilitas terutama di malam hari. Bus umum
hanya sampai jam 6 sore itu pun jalur tertentu saja, sampai malam jam 8 hanya
bus DAMRI yang mengitari pinggiran kota dan berakhir di Malioboro. Taksi argo
namanya saja, begitu kita sebutkan mau kemana, langsung dipatok tarif oleh
supirnya, ojek pun saja bahkan kadang lebih mahal. Becak? sama saja, bahkan
terkadang dilema. Maka doa-doa pun terpanjatkan, semoga solusi terbaik datang
dihadirkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Maka disaat aku melihat hasil penempatan
itu, sekaligus mengetahui siapa saja teman yang berada dalam satu unit, aku
bersorak dalam hati sekaligus bersyukur. Doaku terkabul, bagaimana tidak,
Andrian teman satu kelas yang cukup akrab, kostnya di belakang kost sendiri,
memiliki kendaraan sendiri adalah solusi tersebut. Dia sukanya dibonceng, aku
sukanya mengendarai, klop lah sudah. Terlebih penempatan lokasi kami di tengah
kota, tidak terlalu jauh dari kost kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Unit kami beranggotakan sembilan naga, eh
maksudnya sembilan orang. Tiga orang sekelas, satu orang dari kelas sebelah,
sisanya seorang dari Manajemen serta fakultas Teknik dan Kimia. Empat jurusan
berbeda menjadi satu. Tidak pakai lama, kamipun bertemu dan melakukan rapat
kecil perdana sekaligus terakhir. Karena yang ada selanjutnya adalah ngobrol
bareng sedulur. Hasil rapat itu menghasilkan Wahid dari fakultas teknik menjadi
ketua unit kami. Keputusan itu tepat sekali, karena selain wajahnya yang cukup
sangar dan keras, namun bahasa Jawa halusnya lembut dan mengalun seperti
idolanya almarhum Didi Kempot, sungguh sebuah kombinasi yang teknikal sekali.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kami ditempatkan di kawasan Kota Baru, ini
tengah kota. Sebuah kawasan yang cukup elit, karena bangunan dan rumah-rumah
yang ada di sana. Toko buku Gramedia, SMU 3, stadion Kridosono, Rumah Sakit
Bethesda, Galeria mall dan kami berlokasi tepatnya di barak prajurit Kompi
Senapan. Barak ini berada di tengah bangunan-bangunan tadi, tidak jauh dari
markas band terkenal asal Jogja, Sheila on 7 dan yang terpenting adalah juga
tidak jauh dari dua kuliner favoritku saat awal bulan (baca : saat baru terima
duit kiriman).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Pada suatu malam, kami datang secara resmi
dan menghadap ketua RT di lingkungan itu. Diluar dugaan kami, beliau adalah
seorang ibu paruh baya, istri dari komandan barak tersebut. Ibu ini ramah namun
tersirat ketegasannya sebagai seorang pemimpin. Maka beraksilah Wahid sebagai
pemimpin kami malam itu. Kami yang anak perantau dari luar jawa, hanya
mesem-mesem saja mempercayakan masa depan kami di barak itu kepada Wahid. Untungnya,
sekali lagi kami tidak salah pilih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Di tengah barak terdapat sebuah lapangan
yang cukup luas. Di bagian agak tepinya terdapat sebuah bangunan sederhana
berukuran sekitar 3x5 meter yang dipinjamkan kepada kami sebagai Posko. Maka
berbenahlah kami menjadikan bangunan ini menjadi markas selama bertugas. Warga
barak terutama para ibu-ibu ramah mendatangi kami, menawarkan bantuan juga
makanan. Setelahnya pemuda dan pemudinya pun ikut berdatangan, ikut
bercengkrama. Dan akhirnya anak-anak pun tak mau kalah menambah keramaian. Maka
demikianlah selanjutnya keseharian kami di Posko KKN ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Tiada hari tanpa keseruan selama KKN ini.
Banyak hal baru dilakukan, seperti misalnya jenis olahraga. Aku akrab dengan
olahraga beladiri, sepakbola dan basket. Maka demi undangan para emak-emak
setiap sore untuk bergabung bermain Voli, maka voli akhirnya menjadi olahraga
favoritku selanjutnya. Bermain voli bersama mereka tidak saja seru tetapi juga
lucu, seperti apes saat kepala kena &lt;i&gt;smash&lt;/i&gt; atau gegara &lt;i&gt;servis&lt;/i&gt; yang
tidak sampai misalnya. Dari aktivitas bermain voli bersama mereka ini aku
mengeluarkan sebuah hipotesa, jika ingin dicintai emak-emak, maka bermainlah
voli bersama mereka, &lt;i&gt;haikyuu&lt;/i&gt;…&lt;i&gt;supaiku…!!!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Keseruan sore hari bersama emak-emak akan
dilanjutkan keseruan selanjutnya bersama anak-anak di malam hari. Kami
mengadakan les untuk mereka, belajar bersama-sama. Wahid bersama anak Teknik
lainnya yang piawai dalam hitung berhitung maka memberikan les matematika, anak
ekonomi pun demikian, Andrian, Arini dan Esa tidak mau kalah. Pun belajar
mengaji mereka ajarkan. Aku ini tidak piawai berhitung apalagi mengaji, maka
aku memberikan les lain saja yang tidak tersentuh mereka, yaitu menggambar. Aku
mengajari mereka dasar menggambar dari tontonan acara favorit minggu sore di TVRI
dulu, menggambar bersama Pak Tino Sidin. Kukira aku sudah piawai dihadapan
mereka soal ini, ternyata salah satu dari mereka ada langganan juara menggambar
dan mewarnai. Maka soal piawai, usia bukan patokan. Menggambar ini pun
sebenarnya bukan menu utamaku, melainkan bercerita kepada mereka, kebanyakkan
kisah-kisah lucu. Karena aku menyakini untuk membuat &lt;i&gt;learning community&lt;/i&gt;
yang efektif untuk anak-anak, maka tidak cukup dengan kegiatan belajar saja,
tetapi juga bermain. Seperti filosofi sebuah majalah masa kanak-kanak dulu yang
terkenal…&lt;i&gt;”teman bermain dan belajar, B &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;O &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;B &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;O…Bobo !!!”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Sebelum lanjut keseruan lainnya, tentu tak
adil rasanya apabila tidak memperkenalkan teman seperjuangan ini dulu. Yang
pertama tentu saja Andrian, kawan sekelas ini dihadirkan Tuhan untuk menjadi
solusi transportasi selama KKN ini. Kami bagaikan sejoli, berangkat dan pulang
bersama. Tapi semua itu karena memang kebaikkannya memperkenankan teman
malangnya ini demikian. KKN ini adalah babak kelanjutan petualangan kami
sebelumnya saat kuajak berkompetisi di ajang Kompetisi Pasar Modal Nasional.
Sejak awal aku memang yakin dengan kapabilitas Andrian dalam hal seputar
akuntansi, analisis serta hitung berhitung, kacamatanya sudah mensiratkan
demikian. Mas Jati adalah kawan dari jurusan manajemen memiliki kemampuan
komunikasi persuasif yang baik, aku yakin dia nantinya akan bisa menjadi
seorang konsultan yang pasti bukan seorang hakim, seperti julukan yang
diberikan Andrian kepadanya yaitu Hakim Roda Emas. Wahid, ketua unit kami yang
tidak salah pilih ini, dia adalah dari jurusan teknik, sudah itu saja. Deni,
anak teknik ganteng ini adalah idola emak-emak juga anak-anak cewek, mungkin
karena dia emak-emak rajin main voli bersama kami. Mas Joko, dia tampak lebih
dewasa dibanding kami, mungkin karena penampilannya yang sudah berjenggot plus
cambang. Darinya aku dikenalkan bulletin dari partai di mana dia aktif menjadi
aktivis di sana. Mas Nahar, anak jurusan kimia ini tidak tampak lebih dewasa,
tetapi kami semua sepakat dia “lebih dewasa” dibanding kami semua, karena dia
ternyata sudah berkeluarga. Kemudian dua orang Wanita, Arinie teman sekelas dan
Esa anak kelas sebelah. Berkat kehadiran mereka berdua, membatalkan kami
kemungkinan akan menjadi &lt;i&gt;boyband&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Selain bola voli, tentu saja ada sepakbola.
Para pemuda di barak ini memiliki klub bola sendiri, tidak ingin ketinggalan
seperti emak-emaknya, maka mereka mengajukan pertandingan persahabatan dengan
kami. Untuk itu karena kami cuma bersembilan dikurangi dua wanita, dikurangi
Andrian yang tidak bisa main bola, juga Jati yang bermain di luar lapangan
sebagai manajer tim, maka kami membutuhkan unit lain. Bersyukurnya unit lain
bersedia bergabung dan asyiknya ada Raffie teman sekelas yang bisa diandalkan
sebagai penyerang tengah. Maka berlangsung seru lah pertandingan persahabatan
itu antara kami anak KKN vs Pemuda Kompi Senapan. Aku tentu saja ikut berlaga,
bergaya bak Beckham atau CR7 beroperasi di sektor kanan lapangan. Sayangnya
karena sifatnya dadakan (tentu ini sebuah alasan), plus lama absen bermain bola
lapangan, hanya aktif di rental Playstation maka umpan &lt;i&gt;crossing&lt;/i&gt;-ku tidak
ada yang berbuah &lt;i&gt;assist&lt;/i&gt;. Berbeda dengan Raffie yang sukses menjebol
gawang lawan dengan tendangan roketnya, sang kiper yang gondrong melompat
tinggi bak Rene Higuita tapi gagal untuk sekedar menepis bola. Kalau tidak
salah, dua gol dilesakkan Raffie dengan salah satunya dengan aksi gocekkan di
dalam kotak pinalti, diiringi selebrasi melepas kaos bak laga final liga
Champion Eropa. Melihat tim di atas angin, Jati semangat dipinggir lapangan
berteriak-teriak seperti Pep Guardiola memperingatkan para pemain agar tetap
bermain sesuai skema yang ia inginkan. Bertolak belakang dengan manajer tim
sebelah yang banyak menggeleng-geleng kepala karena anak asuhnya kocar-kacir
seperti anak ayam kehilangan induknya, skema tik-tok ala tiki-taka Barca tidak
berjalan mulus. Pertengahan babak kedua aku ditarik mundur Jati karena tampak
kelelahan, tapi sebenarnya memang kecapekan. Terlepas dari itu semua, kami sore
itu bersuka ria bermain bola bersama. Tidak mencari kemenangan, melainkan
merajut kerbersamaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Sepertinya berita kemenangan tim gabungan
kami ini terdengar oleh unit lain. Maka buntutnya tentu saja pertandingan
persahabatan dengan gabungan unit lain. Pertandingan berlangsung di sebuah
lapangan pinggir jalan Kaliurang. Kali ini pertandingan berjalan lebih ketat,
karena usia bahkan &lt;i&gt;skill&lt;/i&gt; tidak jauh berbeda. Jual beli serangan terjadi
sepanjang laga, para &lt;i&gt;supporter&lt;/i&gt; berjingkrak-jingkrak di tepi lapangan.
Jati kali ini lebih mirip Jurgen Klopp tanpa topi, ia ingin rekornya sebagai
manajer tim ini sempurna tanpa cacat. Sebelum laga aku berdiskusi kepadanya, bercermin
pada pertandingan sebelumnya bahwa posisi &lt;i&gt;winger&lt;/i&gt; kanan tidak cocok
untukku. Kali ini aku memintanya untuk memplotku sebagai &lt;i&gt;second striker&lt;/i&gt;,
bahwa kemampuan &lt;i&gt;positioning&lt;/i&gt;-ku licin seperti Filippo Inzaghi di AC Milan
atau Javier Hernandez di Manchester United. Saat kita mengenali diri sendiri,
plus manajer yang &lt;i&gt;open minded&lt;/i&gt;, maka terjadilah gol itu melalui kakiku
yang karena kebetulan berdiri di depan kotak pinalti dalam sebuah kemelut di
depan gawang. Bola kulesakkan tidak keras namun akurat melewati dua kaki sang kipper,
terkecoh tanpa tanggung. Tidak aku saja, Wahid sang Milanisti sejati di laga
itu pun mencetak sebuah gol. Kami memang tidak salah pilih, apalagi saat dia
mengatakan akan beraksi seperti Jon Dahl Tomasson, maka tandukkan melambungnya
sukses mengelabui penjaga gawang yang sudah terlanjur mati langkah
mengantisipasi. Oya pada pertandingan itu, Aslan Anwar Daulay alias Bayo teman
akrab sekelas berada pada tim lawan. Sesekali aku menjaga aksi lincah pergerakkannya,
walaupun kami berdua paham, menjaga ketat pergerakan teman akrab seperguruan
kost Klebengan itu adalah sebuah aksi tidak lebih dari ramah tamah saja. Tim
gabungan kami menang lagi, rekor Jati terjaga sempurna, ia sungguh terharu menatap
langit, mungkin sambil membayangkan bahwa profesi manajer tim sepakbola bisa ia
lirik sebagai profesi menjanjikan apabila lulus kelak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;KKN atau Kuliah Kerja Nyata pada awalnya
adalah sebuah program Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM) oleh UGM dimasa
awal-awal berdirinya dikisaran tahun 1951-1962. Para mahasiswa sukarelawan ini
dikirim untuk mengajar dan mendirikan sekolah menegah atas di luar pulau-pulau
Jawa. Sebanyak 1218 orang mahasiswa yang terlibat dan 109 sekolah menengah atas
yang berhasil dirikan atas aksi ini. Maka selanjutnya di tahun 1971 oleh Prof.
Koesnadi Hardjosoemantri (alumni UGM) saat itu yang menjabat Direktur
Pendidikan Tinggi Depdikbud mengusulkan Program KKN mahasiswa sebagai kegiatan
intra-kurikuler bersifat pilihan. Untuk itu tiga universitas ditunjuk sebagai
perintisnya, yaitu Universitas Andalas (wilayah barat), Universitas Gadjah Mada
(wilayah tengah) dan Universitas Hasanuddin (wilayah timur). Di tahun
berikutnya diperluas hingga 13 universitas, hingga tahun 1979 KKN di UGM
menjadi diwajibkan hingga sekarang dengan paradigma &lt;i&gt;development&lt;/i&gt;. Pada
tahun 1999 lahir KKN Tematik sebagai pengembangan dari KKN Reguler. Seiring
waktu dan perkembangan jaman, pada tahun 2006 lahir KKN Pembelajaran
Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dengan paradigma baru yaitu &lt;i&gt;empowerment&lt;/i&gt;
dan berbasis riset. Tujuan utama dari KKN dengan paradigma baru ini adalah
untuk meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa. Kemudian melakukan terapan
IPTEKS secara &lt;i&gt;teamwork&lt;/i&gt; dengan pendekatan multidisipliner. Yang pada
akhirnya akan mendorong terwujudnya &lt;i&gt;learning community&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;learning
society&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Itulah unit kami yang terdiri dari
multidispliner bidang ilmu, yaitu ekonomi, teknik dan&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kimia. Masing-masing memandang apa yang
terjadi di sekeliling kami, yaitu sebuah komunitas keluarga prajurit TNI. Maka
masing-masing membuat dan menjalankan program, tidak terkecuali aku tentunya.
Masa-masa itu adalah saat di mana aku intens mendalami bidang analisis
investasi, terutama seputar pasar modal. Maka rasanya tidak mungkin aku
memberikan materi Pengantar Pasar Modal kepada emak-emak ini, walaupun untuk
kebanyakkan, mereka adalah pengatur keuangan keluarga. Maka atas dasar itu aku
memberikan materi penyuluhan Pengantar Prinsip Investasi Keluarga. Selama
menyusun materi ini, sebisa mungkin menyederhakan bahasa mengingat siapa &lt;i&gt;audience&lt;/i&gt;-nya.
Kusorongkan materi ini ke kawan-kawan, meminta tanggapan serta saran. Maka mas
Joko adalah yang paling antusias dengan materi ini. Ia hadir dan duduk terdepan
saat materi ini kusampaikan kepada emak-emak. Kusampaikanlah dengan harap
cemas, dengan bahasa yang sederhana apa itu &lt;i&gt;“high risk, high return” &lt;/i&gt;– &lt;i&gt;“don’t
put your eggs in one basket” &lt;/i&gt;dan seterusnya. Kuharap pada akhir sesi
kudapatkan umpan balik positif dari pada emak-emak ini. Maka seorang ibu
senior, mendekatiku bahwa mereka mengelola keuangan itu adalah dengan aktif
arisan serta memasukkan uang sesuai pos anggaran keluarga pada amplop-amplop
yang tertulis di luarnya. Katanya mereka mendapatkan cara itu dari anak-anak
KKN sebelumnya. Maka kupungkaskan materiku hari itu, ambil yang baik dan tinggalkan
yang tak cocok.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Selain program pribadi, ada program yang
dikerjakan bersama. Salah satunya adalah saat kami mengambil alih tanggung
jawab sensus warga RT sekitar. Maka jadilah kami petugas sensus dadakan.
Pendataan di lingkungan barak menjadi ajang silaturahim kami secara langsung.
Karena kami datang dan mengetuk pintu rumah ke rumah, dipersilahkan masuk,
menikmati cangkir-cangkir teh hangat dan penganan khas rumahan. Di salah satu
rumah, di mana anak juara menggambar itu memperlihatkan sejumlah karya-karya
terbaiknya yang menjadikannya juara, kami ikut senang dan bangga. Tetapi dia
tidak ada menggambar kucing dilihat dari belakang seperti yang kuajarkan di
posko, seandainya ada tentu kupinta dan minta dibubuhkan tanda tangan sang
juara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Sensus ini keadaannya bertolak belakang
saat kami mendatangi rumah-rumah mewah di luar barak ini. Rumah-rumah yang
pintunya jauh dari pagarnya, perlu usaha ekstra untuk bisa dengan tenang
mengetuk pintu rumahnya apalagi bertemu empunya. Kebanyakkan kami dicurigai
bahkan diusir terlebih dahulu oleh mereka. Jas almamater kebanggaan ini tak
ubahnya seperti penampakkan sales-sales yang menawarkan benda-benda multifungsi
dengan diskon gila-gilaan seperti di acara &lt;i&gt;TV Home Shopping&lt;/i&gt;. Rasanya
hanya 2 rumah, yang kami datangi, empunya menyambut dengan keramah-tamahan khas
warga Jogja. Disajikan minuman dan penganan untuk kami nikmati bersama obrolan
yang tak kalah hangatnya. Saat aku menuntaskan tugas sensus di lingkungan itu,
maka kuingat kemewahan tidak selalu dekat dengan keramahan, terutama apabila
kamu bukan siapa-siapa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Berbicara lingkungan sekitar lokasi KKN
kami ini, maka di bagian awal tadi kusebutkan ada dua tempat kuliner favoritku.
Yang pertama adalah Nasi Goreng Kambing (NGK). Nasi goreng kambing ini,
kubatalkan menyingkat dengan NGK karena aku yakin asosiasi pikiran kalian akan
teringat busi sepeda motor. Nasi goreng kambing ini adalah rekomendasi sobat
karibku Syakir, asal Pemalang keturunan Arab. Katanya di Jogja, kamu &lt;i&gt;gak&lt;/i&gt;
usah cari-cari nasi goreng kambing lain, sebagai orang arab yang lidahnya
teruji akan citarasa bumbu kare, maka di situlah nasi goreng kambing terenak di
Jogja. Letaknya di sebelah selatan barak, lapak tenda khas pinggir jalan,
dengan tikar-tikar yang digelar begitu saja di atas trotoar jalan, khas lesehan
Jogja. Sejak sore mendekati maghrib lapak ini tak pernah sepi pengunjung.
Sebelum jam 9 malam biasanya sudah ludes. Aroma bumbu yang kuat menjalar begitu
saja keluar tenda di mana sang juru masak mengipasi bara pada anglonya. Kuajaklah
pada suatu malam teman-teman unit ini, maka tak habis pujian mereka sampai
tandas isi piring masing-masing. Di mana lagi kata mereka kuliner mantap di
sekitaran sini. Nah sebenarnya yang kedua ini lebih awal kukenal dan menjadi
kuliner favorit bersama dua saudaraku. Sop Kaki Kambing Betawi, nama lapaknya
Tiga Saudara. Persis aku dan dua saudaraku yang hampir rutin kesana saat awal
bulan, tiga saudara mendatangi tiga saudara, pas mantap kata Dzawin. Tetapi
sampai KKN berakhir hanya aku dan Wahid yang sempat makan bareng di sana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Pada suatu malam, di mana kami pulang agak
larut karena adanya berita lelayu di lingkungan barak, Wahid memenuhi ajakanku
untuk makan sop kaki kambing Tiga Saudara. Karena rasanya pas sekali kuah gurih
campuran minyak samin dan susu sapi segar serta rempah itu untuk lebih dari
sekedar menghilangkan rasa lapar dan lelah. Kulirik jam menunjukkan sekitar
pukul 22:30 saat itu, lapak tenda itu sudah jauh dari jam sibuknya, bahkan
cenderung sepi. Hanya ada tiga pengunjung, aku berdua Wahid dan seorang lagi
duduk di seberang kami, tetapi beda meja. Keberadaan orang itu membuat Wahid
gelisah, bagaimana tidak, tampilannya yang mirip aktor lawas Jack Jhon, memesan
sop kambing dalam 2 porsi jumbo, makannya tangan kiri dan kanan bersamaan. Ia
memakan dengan lahap tak sabaran, keringat deras turun bercucuran dari kepalanya,
Wahid gerah melihatnya. Tak lama ia memesan satu mangkuk berisi emping melinjo.
Kini dua tangannya aktif bergantian keluar masuk 3 mangkuk jumbo di hadapannya.
Wahid uring-uringan jadinya. Saat pesanan kami siap santap, aku dan Wahid tidak
bisa tidak memperhatikannya. Yang tadinya ia lahap tak sabaran, kini kerap
berhenti sejenak menarik napas Panjang dan sesekali tersengal. Kami jadi
buru-buru melahap sajian kami, merasa was-was kalau-kalau ada kejadian tak enak
diluar dugaan. Kini tak hanya tersengal-sengal, kini ia tampak seperti orang
yang mau semaput, sesekali keluar dengkuran panjang seperti hewan dekat dengan
sakaratul maut. Karenanya Wahid sampai beberapa kali meletakkan sendok dan
garpunya, seperti kehilangan nafsu makan, tetapi ingat sajian ini lumayan
harganya untuk kami mahasiswa, maka Wahid mencoba bertahan. Aku berusaha fokus
untuk cepat menyelesaikan isi mangkuk ini, karena sepertinya paman di seberang
meja itu akan mencapai klimaksnya. Maka benarlah, di saat ia berhenti makan,
memegang kepalanya sebentar karena terasa tegang, melenguh panjang untuk
kemudian limbung sejenak dan akhirnya hilang kesadaran terjengkang kebelakang
dan hampir meja ikut terbalik karenanya. Semua yang ada di situ terkejut, aku
sontak berdiri berusaha menghampiri berusaha membantu seperti pemilik lapak,
melihat paman itu terjengkang pingsan dan kepalanya yang botak membentur
trotoar. Kulirik Wahid melempar pelan sendok dan garpunya, pengalamannya
menikmati sop kambing malam itu berakhir pahit dan tragis. Maka di malam itu
kusaksikan, bahwa tidak hanya kelaparan yang membuat penderitaan, tetapi
kekenyangan yang berlebihan juga mendatangkan kesengsaraan.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Selain sembilan orang anggota unit ini, ada
satu orang dosen pendamping. Dosen ini eksentrik, usia paruh baya, rambutnya nampak
lembut tersisir rapi, dihiasi uban di sana-sini seperti aktor George Clooney. Terlebih
gaya bicara yang selalu disisipkan dan dihiasinya dengan &lt;i&gt;quote-quote&lt;/i&gt;
bijak nan puitis. Tak heran karena dia adalah dosen dari jurusan filsafat. Aku menaksir
beliau ini sewaktu muda pasti piawai merayu dan menggombali gadis perawan,
karena gaya bicaranya yang flamboyan. Sesekali ia mengunjungi posko kami dengan
sepeda motor barunya Honda Supra X generasi pertama berwarna silver, selaras
dengan kemeja dan celana serta uban-uban dikepalanya. Percayalah ia seorang pria
flamboyan, kubuktikan saat menjelang akhir KKN kami ramah-tamah kerumahnya. Rumahnya
sederhana namun tertata penuh gaya dan kental akan tradisi yang terjaga. Perabotnya-perabotnya
dari kayu-kayu asli, tampak asri dan dipilih dengan teliti. Bahkan sajiannya
pun alami, aku menyeruput wedang hangat dicangkir sambil kami terus dihiburnya
dengan &lt;i&gt;quote-quote&lt;/i&gt; filsafatnya. Menceritakan beliau ini aku merasa sedikit
berdosa, karena aku lupa namanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Sedikit intermezzo, kampus filsafat berada
di depan kampus kami ekonomi. Secara bangunan sekilas tak jauh berbeda, namun
di pekarangan terutama pelataran parkirnya maka akan tampak perbedaan. Seperti dosen
pembimbing kami tadi yang gesit dengan Supra-X nya, juga pernah kusaksikan
seorang dosen filsafat yang mengendarai sepeda pancal ke kampusnya. Di pelataran
parkir kami berjejer rapi mobil-mobil yang cukup mewah, sebutlah Honda CR-V
sampai sedan BMW milik dosen. Inilah pemandangan kiri dan kanan, ekomoni
materialisme dan filsafat idealisme. Beda pendekatan, berbeda pendapatan. Dan kita
mahasiswa terhimpit bergelut di tengahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Semua kisah di atas sebenarnya belum
seberapa, masih banyak hal lain yang tidak dapat tempat untuk kuceritakan di
sini. Kenangan-kenangan di atas berseliweran di benakku siang dan malam,
membuatku senyam-senyum dalam diam. Gegara Andrian beberapa waktu lalu
mengirimkan beberapa foto KKN dulu ke grup WA alumni, foto-foto yang sudah
buram di dalam album yang mungkin baru ia temukan dalam sebuah tumpukan yang
terlupakan. Dari foto-foto itu, yang aku sendiri lupa kalau pernah berfoto
bersama, membuatku terharu. Sungguh sebuah fragmen pengalaman hidup yang
berharga bersama teman-teman. Datang dengan latar yang berbeda, suku dan agama,
multidispliner tetapi dengan tujuan yang sama. Aku berhutang jasa kepada kawan-kawan
sekalian, juga sekalian berhutang rasa. Rasa ini selama aku sadar, maka ia
abadi dan bisa kubagikan seperti tulisan ini. Kuberharap setidaknya anak-anakku
membacanya, mengetahui bahwa abahnya memiliki teman-teman baik dan hebat sewaktu
kuliah. Siapa sangka kini, setelah hampir dari dua dekade si Wahid ternyata
hidup dan berkeluarga di kota tetangga, tak jauh dariku. Terakhir aku bertemu
dan membuat video liputan khusus kebun kayu gaharunya yang luas. Jati dari
facebook-nya kuketahui ia kini menjadi seorang konsultan, tak meleset dugaanku,
Andrian apalagi. Arinie kujamin seorang yang amanah, kini diamanahi sebuah
jabatan di Pengadilan Negeri. Esa pun demikian, berbahagia dia dengan kawan
sekelas untuk hidup bersama. Namun aku &lt;i&gt;lost contact&lt;/i&gt; dengan Mas Joko, Deni
dan Nahar. Kuharap tulisan ini sampai ke hadapan kalian beserta doa terbaik
untuk kalian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Seperti pada suatu malam, aku lupa siapa
saja waktu itu, tetapi minimal saat itu ada aku, Andrian, Arinie dan Esa. Kami pulang
ke kost bersama-sama berjalan kaki, jarak yang jauh itu tidak begitu terasa
kami sepanjang jalan asyik bercengkrama. Dalam sela-sela gelak tawa itu, aku
secara tidak sadar mendoakan kalian semua, semoga tetap menjadi orang baik dan senantiasa
membagikan kebaikan. KKN yang dulu sempat kuprotes, kenapa kegiatan ini masih
diwajibkan, kenapa tidak diganti saja dengan yang lebih berfaedah seperti
magang di perusahaan-perusahaan besar, biar mendapatkan pengalaman bekerja
langsung. Ternyata aku keliru, KKN bukanlah PKL, Praktek Kerja Lapangan, yang
ditujukan memang untuk mencetak pekerja siap pakai. Namun KKN adalah bertujuan
untuk meningkatkan empati dan kepedulian, &lt;i&gt;community empowerment&lt;/i&gt; selama
di barak dan interaksi antar unit serta lingkungan. Dengan KKN aku bisa melihat
langsung lewat unit yang bertugas di kawasan Kali Code, bagaimana mendiang Romo
Mangun bersama mahasiswa menata kawasan tersebut menjadi kawasan yang diakui
dunia sebagai tujuan wisata, tetapi lebih dari itu membuat kawasan tersebut menjadi
lebih beradab untuk warganya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;KKN akhirnya akan menjadi seperti SO7
nyanyikan, sebuah kisah klasik untuk masa depan. Dimana kita diharapkan
menjadi pribadi yang empati dan peduli, setidaknya kepada kalian teman-teman
seperjuangan, serta seluruh warga baik barak kompi senapan Kota Baru, &lt;i&gt;love
Jogja and You…Geronimo !!!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjClmBYJsLRBgC5wec60MLR8e1LwaFERf5e09-W61gLwSrnQlPidanCboeB6xt-34l9xb8EAUzqk-lKQONNJgN9FhSS9oxvLxzB-gD90vJp8lS2tnT1llLahz7tajy5M4XtW8pA9kguvzQXq0uhalhBZX1KiMY638KGOepingmM3ShQbsLguXo=s1600&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1230&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;246&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjClmBYJsLRBgC5wec60MLR8e1LwaFERf5e09-W61gLwSrnQlPidanCboeB6xt-34l9xb8EAUzqk-lKQONNJgN9FhSS9oxvLxzB-gD90vJp8lS2tnT1llLahz7tajy5M4XtW8pA9kguvzQXq0uhalhBZX1KiMY638KGOepingmM3ShQbsLguXo=s320&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/6412803989360386424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/6412803989360386424' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/6412803989360386424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/6412803989360386424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2022/03/kkn-sebuah-kisah-klasik-untuk-masa-depan.html' title='KKN - Sebuah Kisah Klasik untuk Masa Depan'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh24NpKJj3dhLXq06Ev2jOXhURqtnL5wB46hwU3t0Z3ZpYT8UC6-B_rpq4eo_hPFO11QuZr0nTPH2wqYUd7uNLDog3AVzjkaVeiGvddfXo4cMzhJGIJmdiF0FY758poNVr993bA-pVtWteE-qVUe1cvAdAmwRFOd2yOdRQGE9wrpIw_3ZPV8qM=s72-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-538099098850784435</id><published>2021-11-11T03:06:00.000-08:00</published><updated>2021-11-11T03:06:09.153-08:00</updated><title type='text'>Pahlawan</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYwA8JpZPY2uHSQlBzKuHnFu2NaVOauZcQCeoSCFEoh4GDidnMyanqL0hzn6DVsnBqnYUiH6n13MZzEaU-FcDVUc6pcExtOG0WHBebIdDhNAFr4slbMCWGaw8OAznnXCI_7qC8xA/s257/jenderal+sudirman.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;196&quot; data-original-width=&quot;257&quot; height=&quot;196&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYwA8JpZPY2uHSQlBzKuHnFu2NaVOauZcQCeoSCFEoh4GDidnMyanqL0hzn6DVsnBqnYUiH6n13MZzEaU-FcDVUc6pcExtOG0WHBebIdDhNAFr4slbMCWGaw8OAznnXCI_7qC8xA/s0/jenderal+sudirman.jpg&quot; width=&quot;257&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hari pahlawan, yang pertama terlintas adalah hari lahirnya adikku serta reporter TVRI Reza Pahlawan. Aku pun yakin ia juga lahir di hari yang sama. Selanjutnya tentang pahlawan ini menyisakan dua nama untukku, yaitu Jenderal Sudirman dan Buya Hamka plus Pangeran Diponegoro (gak jadi dua). Aku tidak bisa tidak mengidolakan mereka sebagai pahlawan nasional setelah membaca banyak tentang perjuangan mereka. Tentu saja dengan tidak mengecilkan pahlawan-pahlawan nasional lainnya yang juga luar biasa. Hanya saja jika ditanyakan pahlawan nasional, nama mereka bertigalah yang lekat di benakku.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Hari ini, anakku sepulang sekolah bercerita bahwa ia tadi dipilih untuk diwawancarai ustadznya, juga tentang pahlawan. Maka Ketika ia menanyakan tentang pahlawan, jawabanku adalah diantara tiga tokoh di atas. Untuk kemudian aku menambahkan bahwa pahlawan sekarang adalah “pendekar-pendekar” dari KPK, seperti Novel Baswedan. Mereka memberantas penyakit paling kronis di negeri ini dari orang-orang tamak dan rakus. Kemudian kutambahkan bahwa ada pahlawan lain yang dekat dengannya, yaitu ustadz-ustadzahnya yang ikhlas mengajar mereka di sekolah. Pejabat-pejabat yang jujur dan amanah, tidak menjadikan rakyat sebagai lahan bisnis semata. Untuk kemudian siapa saja yang tidak merasa cukup untuk menjadi orang baik (berdiam diri) saja, tetapi ikut menyerukan kepada kebaikkan dan mencegah kemungkaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Pahlawan super apalagi bertopeng, aku tidak mengajarkan &lt;i&gt;idolize&lt;/i&gt; ini kepada anakku. Karena memang banyak pahlawan sebenarnya yang tidak perlu bertopeng, tampil apa adanya. Walaupun kita harus waspada kepada orang-orang yang justru tampak tidak bertopeng, karena pencitraan justru banyak menipu. Walau begitu, aku menemukan di &lt;i&gt;diary&lt;/i&gt; digital anakku, ia menuliskan bahwa pahlawan supernya adalah aku, abahnya yang tidak bertopeng ini dan semoga juga dijauhkan dari usaha-usaha pencitraan kampungan (baca: pamer). Ini tidak seketika membuatku berbangga diri, karena ini tidak lain adalah amanah besar anak kepada abahnya. Aku selalu mengatakan kepadanya, jangan berharap kepada manusia karena hanya akan bermuara kepada kekecewaan. Semoga begitupun nanti saat ia mendapati kecewa kepada kekhilafan dan kekurangan abahnya ini, ia bisa memahami serta memakluminya. Oleh karenanya berharaplah hanya kepada Allah semata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Jenis pahlawan terakhir, ini seperti bertentangan dengan makna pahlawan itu sendiri, yaitu pahlawan kesiangan. Tidak ada yang suka kepadanya, tetapi jangan langsung berkesimpulan demikian. Karena mereka ini adalah seperti sejenis kawan yang dulu berutang, kemudian entah karena khilaf atau niat ngemplang, ngakalin kita untuk kemudian setelah sekian lama, mungkin mendapat mimpi atau hidayah, sekarang berniat untuk melunasinya. Benar-benar pahlawan bukan? Tapi kesiangan, tak mengapalah kalo sudah dilunasi maka ia sudah menjadi pahlawan, setidaknya untuk kredibiltas dirinya sendiri. &lt;i&gt;Right?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Jadi apakah ada pahlawan kesiangan yang membaca ini? Bersegeralah…karena kita semua bisa menjadi pahlawan, bahkan kesiangan sekalipun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;dan semoga kita tetap Merdeka…(dari utang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*foto dari K&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;ozio.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/538099098850784435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/538099098850784435' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/538099098850784435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/538099098850784435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2021/11/pahlawan.html' title='Pahlawan'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYwA8JpZPY2uHSQlBzKuHnFu2NaVOauZcQCeoSCFEoh4GDidnMyanqL0hzn6DVsnBqnYUiH6n13MZzEaU-FcDVUc6pcExtOG0WHBebIdDhNAFr4slbMCWGaw8OAznnXCI_7qC8xA/s72-c/jenderal+sudirman.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-1125457024534787273</id><published>2021-09-06T04:10:00.007-07:00</published><updated>2021-10-10T09:31:18.980-07:00</updated><title type='text'>Antara Alumni, Profesi dan Persatuan (SMADA)</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoIfliT-Umh7kQwMpnsl0nv7BhjeoFQPenBunVyrtkTU-llQyHrs5YbBAZdv7SrcSB1raVB_BCBEqOCxYVRWgEPZdvOfod0r4dBxvxQuvLegwLymmwdar-hgApZyrg3bGtdIn0vw/s275/OIP.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;180&quot; data-original-width=&quot;275&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoIfliT-Umh7kQwMpnsl0nv7BhjeoFQPenBunVyrtkTU-llQyHrs5YbBAZdv7SrcSB1raVB_BCBEqOCxYVRWgEPZdvOfod0r4dBxvxQuvLegwLymmwdar-hgApZyrg3bGtdIn0vw/s0/OIP.jpg&quot; width=&quot;275&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kita semua punya cita-cita. Tak punya cita-cita, maka tak punya masa depan. Maka sejak sekolah kita seolah diwajibkan untuk mengejarnya. Namun kenyataan hidup mempertontonkan bahwa sekedar menggapainya kadang tidak semudah memetik buah cabe. Tidak hanya usaha dan waktu, lelah keringat bahkan air mata pun ikut hadir dalam perjalanan kita untuk menggapainya, itu pun tentu tidak semua yang berhasil. Mau jadi A, entah mau dikata akhirnya jadi Z. Mau jadi B, walhasil jadi N. Orang Barat bilang seolah ada &lt;i&gt;&lt;u&gt;invisible hand&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; dibaliknya. Memang, domain hasil bukan wilayah manusia melainkan ikhtiar, usaha yang maksimal untuk dikerahkan. Hasilnya adalah pemberian Tuhan, seperti kemerdekaan bangsa ini, atas rahmat Tuhan yang maha kuasa.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Maka dengan pemahaman itu aku akhirnya memandang sama terhadap semua profesi selama memang profesi itu baik, apapun. Dengannya aku tak perlu terkejut berlebihan saat mendengar kabar bahwa teman sekolah dulu si Anu jadi itu, si Anu akhirnya jadi yang bahkan seperti tidak pernah dimimpikannya. Si A jadi dosen, bagus. Si B jadi pengusaha, sip. Si C jadi juragan beras, asyik, si C jadi PNS, jadi Guru, jadi TNI, jadi anggota dewan, walikota bahkan kalo nanti jadi ada presiden sekalipun, dia tetap sama, dia adalah kawanku saat SMA dulu. &lt;i&gt;Kawal behapakkan bahari...&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kawan SMA ini cukup unik, yang dulu kita tahu sama tahu lah boroknya, masa-masa pencarian jati diri, eksistensi, cinta pun romansa di dalamnya. Semonyet apapun kisahnya. Masing-masing pegang kartu karib sendiri. Oleh karena itu, kita diajarkan bagaimana untuk menutup aib saudara diri, teman sendiri. Karena kita tidak punya hak untuk menghakimi masa lalu orang lain. Kita tidak pernah tahu bagaimana proses setelahnya, kita berusaha memperbaiki diri kita dahulu karena tahu dulu itu konyol, memalukan untuk diceritakan kembali, minim pemahaman. Tapi dengan semua itulah kita memilih untuk dewasa, memeluk dan berdamai dengan masa lalu kita. Maka apabila belum, jangan salahkan rambutmu rontok tanpa ijin sebelum waktunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kembali ke masalah profesi, jangan sampai kita termasuk kawan yang menjerumuskan. Begitu tahu kawan si ini jadi itu, maka kita menyanjung-sanjungnya berlebihan, memanggilnya istimewa ini dan itu. Kawan jadi pejabat ini, &lt;i&gt;wah asyik nih ada channel&lt;/i&gt;, kawan jadi itu, &lt;i&gt;wah mantap nih cari proyek&lt;/i&gt;. Berhentilah seperti itu, jadilah kawan yang justru mengingatkan bahwa profesi kita masing-masing adalah amanah, titipan dari Tuhan. Saat ada kawan jadi anggota dewan, saat ketemu salami berikan selamat sekaligus ingatkan “Wal...amananhlah, berat tanggung jawab suara rakyat itu” ada kawal jadi TNI, salami berikanlah selamat sekaligus ingatkan “Wal...amanahlah, jadi patriot negeri ini” kawal yang jadi pedagang, jangan ketemu ditawar mati-matian mentang-mentang kawalan, salami dan ingatkan “Wal pedagang yang jujur itu di akhirat dekat dengan Nabi” bisa jadi diskon datang tanpa diminta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Yang menjadi anggota dewan tidak berarti menjadi lebih mulia dari yang pedagang ataupun profesi rakyat jelata lainnya. Yang jadi dosen tidak jadi lebih pandai daripada yang tidak jadi dosen. Semua profesi sama saja kawan, yang membedakannya itu integritasnya, kredibilitasnya dengan profesinya itu. Terdengar klise, tapi itulah tentang hidup sebenarnya. Selebihnya hanya angka-angka yang kadang justru kosong saja, tipuan gemerlap dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kita sudah paruh hidup, sebagian hanya berharap bahwa teman yang ingat dengan kita bersaksi bahwa kita orang baik. Syukur-syukur mau ikut mensholatkan, &lt;i&gt;kda cuma datang umpat bekesahan&lt;/i&gt;. Kita jangan lengah untuk mencatatkan sejarah kepada anak dan anak dari anak-anak kita kelak, kita diingat sebagai orang baik yang punya kredibilitas apapun profesi kita, bukan maling apapun bentuknya. Kita adalah generasi yang harus menjaga kesucian periuk nasi rejeki rumah tangga kita, supaya keberkahan negeri ini tidak terus tumpah berserakan karenanya. Bukan ayah dan ibu yang tak mampu sedikit bersabar dengan rasa lapar atau sekedar keinginan untuk &lt;i&gt;upgrade&lt;/i&gt; mobil baru untuk dipamerkan kesana-kemari sebagai kebanggaan status sosial dengan cara-cara yang tak jujur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;i&gt;Semua dalam kondisi merugi, kecuali yang beramal baik dan saling mengingatkan dalam kesabaran dan kebaikkan…&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Betapa tak nyenyak dan tak sabar menunggu bada subuh untuk menuliskan ini semua, karena kukenang semua 3 tahun lalu itu bersama kawalan SMA 2 dulu. &lt;i&gt;Itu semua berharga wal&lt;/i&gt;, tak terbeli dengan apapun . Apapun profesi buhan &lt;i&gt;ikam&lt;/i&gt; sekarang, tetap buhan &lt;i&gt;ikam&lt;/i&gt; itu kawalku SMA dulu. Kita berangkat dari bahtera keilmuan yang sama, itulah modal persatuan kita. Kita kurang silaturahim, teknologi tak mampu menjembatani itu semua apalagi sekedar emoji. Kita tak lagi berjabat tangan, memeluk kawal untuk sekedar menepuk-nepuk hangat punggungnya. Modal utama kemenangan itu adalah persatuan, maka kita jangan sampai berpecah belah. &lt;b&gt;Berbeda adalah fitrah, bersatu adalah perintah&lt;/b&gt; (bayangkan kalau kata-kata ini diucapkan Ibu Ibay di kelas kita dulu).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Aku pasti &lt;i&gt;standing applause&lt;/i&gt; buat beliau…(yakin habis itu dicelengi beliau)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;i&gt;*handak kukesahkan apa yang kuingat dengan buhan ikam masing-masing, tapi biar kusimpan aja gasan kita bedapat langsung, duduk ngopi makan sanggar sambil behapakkan, I love you all&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;yg ada hutang lakasi dibayar lah...&lt;b&gt;&lt;i&gt;MERDEKA !!!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (dari utang)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/1125457024534787273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/1125457024534787273' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/1125457024534787273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/1125457024534787273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2021/09/alumni-dan-persatuan-smada.html' title='Antara Alumni, Profesi dan Persatuan (SMADA)'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoIfliT-Umh7kQwMpnsl0nv7BhjeoFQPenBunVyrtkTU-llQyHrs5YbBAZdv7SrcSB1raVB_BCBEqOCxYVRWgEPZdvOfod0r4dBxvxQuvLegwLymmwdar-hgApZyrg3bGtdIn0vw/s72-c/OIP.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-1587637016127767446</id><published>2021-08-02T04:28:00.001-07:00</published><updated>2021-09-06T05:18:08.007-07:00</updated><title type='text'>Alumni dan Persatuan</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUfjmRWlwiiZNLIfkAvDzx8lTL5-pCrhWtGMfIHr3EQh6pn-oK_vAc4eat07gZkFcN9_lwMd4jqhk4lj9GpPHZeXyyoc50QltAWHd5mPc2fNx6F6apajwJKkbgck3PDom1663pbw/s604/wisuda.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;411&quot; data-original-width=&quot;604&quot; height=&quot;218&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUfjmRWlwiiZNLIfkAvDzx8lTL5-pCrhWtGMfIHr3EQh6pn-oK_vAc4eat07gZkFcN9_lwMd4jqhk4lj9GpPHZeXyyoc50QltAWHd5mPc2fNx6F6apajwJKkbgck3PDom1663pbw/s320/wisuda.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Aku lupa persisnya tanggal berapa saat itu, kuliah kelas perdana di kampus, Gedung MM UGM. Aku juga lupa mata kuliahnya saat itu, yang pasti waktu itu aku mengingat nama seorang teman baru, karena dia tampil di depan kelas saat itu, entah untuk apa aku juga lupa, nama yang cukup tidak umum, terutama untuk seorang Wanita, yaitu Bangun. Aku sempat menduga kalau namanya Subangun seperti tokoh di sinetron TVRI. Dugaanku meleset…&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kampus baru untukku, teman baru pun banyak. Tetapi ada satu orang teman dari kampusku yang terdahulu, Raffi Udien. Perawakan tinggi atletis, jaket parasut orange, motor supra yang selalu terisi bensin dengan penuh. Kapanpun aku menengok ke meteran bensinnya, tak pernah sedikit pun bergeser kearah E, jarumnya selalu melekat di huruf F. Baik saat aku meminjamnya, dipakainya, kupinjam lagi, aku diboncengkannya, hingga dia baru pulang kampung balik ke Jogja, selalu penuh. Dari situ aku tahu bahwa Raffi Udien adalah seorang yang antisipatif, persis seperti waktu sekelompok mata kuliah akuntansi biaya – kalau tidak salah, dia memberikan jawaban di menit-menit terakhir sesi tanya jawab, antisipasi yang presisi persis gol di menit akhir. Serupa dengan golnya saat pertandingan persahabatan antar unit KKN.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Tentang sepakbola, ah ya, aku tentu teringat kepada Khalid, juga seperawakan dengan Raffi Udien. Kepiawaiannya menggiring bola, mengingatkanku kepada Thierry Henry, pemain legendaris Arsenal itu. Saat kami bermain bola di lapangan tepi kampus UNY, gesit Khalid berlari diuber lawan-lawannya, bola tetap menempel padanya seperti meteran bensin Supra Raffi Udien. Pun saat sekelompok mata kuliah akuntansi biaya - kalau tidak salah juga, Khalid bak berlari sepanjang lapangan memberikan penjelasan, karena aku termasuk yang tidak mampu berlari di sesi tanya jawab itu. Hingga dosen di akhir sesi menjulukinya Zidane yang selalu memegang bola sepanjang pertandingan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Teringat tidak mampu berlari di sesi tanya jawab saat sekelompok mata kuliah akuntansi biaya itu, ia sampai menangis karena tersiksa berada di depan kelas yang kursinya mungkin terasa panas saat itu. Aku teringat Febi, aku jadi ingat Hasan, iya Hasan. Hasan, kalau kau membaca tulisan ini, kau harus ingat kenapa hihi. Febi, rasanya dulu ponsel kita sama ya, Motorola T190. Jamaknya, ada Febi maka ada Danar. Kemudian si Gede, yang aku selalu merasa berat saat melihatnya, yang kerap memakai sweater sulam warna coklatnya. Aku selalu merasa Gede ini orang baik, matanya tidak pernah terbersit yang macam-macam, semoga tenang di sana kawan. Aku mengingatnya ada Gede, ada Fauzi. Pun seperti Gede, aku selalu yakin Fauzi adalah kawan yang baik. Terlebih aku pernah &lt;i&gt;safar&lt;/i&gt; bersamanya naik gunung Merbabu, dan saat itu tidak cuma Fauzi tetapi juga ada Dodi dan Mahdi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Mahdi si pecinta alam, apabila ke kost, mungkin kemana saja ia selalu bersama “gear” anak pecinta alamnya. Perhatikan saja saat ia mengeluarkan isi ranselnya, semua ada tempatnya sendiri. Sampai perkakas toiletrisnya ada tasnya sendiri, yang kuikuti saat aku kerap bolak-balik naik kereta api ke Jakarta menggunakan &lt;i&gt;carrier&lt;/i&gt; ala pendaki. Ah ya aku ingat, Mahdi pakai Honda Tiger 2000. Tertidur santai duduk bersandar di pohon saat istirahat sejenak menuruni gunung Merbabu, dia menjadi pemandu &lt;i&gt;treking&lt;/i&gt; kami para amatiran kala itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Dodi ngos-ngosan saat kami menerabas semak-belukar menanjak saat bergegas menuju puncak Merbabu demi mengejar &lt;i&gt;sunrise&lt;/i&gt;. Lututku kopong katanya, rasanya seperti itulah kalimatnya hahaha – di mana dia tidak sadar salah satu lensa kacamata hitamnya lepas saat kami terpesona melihat matahari terbit di kelilingi batu-batuan besar di sekitar rumah pengamat BMKG di ketinggian hampir 3000 mdpl.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Saat sekolah hingga kuliah, tak afdol rasanya kalau tidak punya geng sendiri. Maka walau tak pernah dideklarasikan, dan formasi yang tidak tetap anggotanya, bukan berarti seperti reshuffle kabinet, melainkan lebih kepada pengaturan atau undian kelompok mata kuliah, maka nama-nama berikut layak aku masukkan dalam anggota geng, yaitu Raffi Udien, Mahdi, Yudho serta Andi. Yudho ini kalau kuperhatikan tulisan tangan dan gayanya menulis, ia cocok menjadi seniman, baik pemusik ataupun komikus. Bersama Raffi Udien, keduanya mengajariku bermain gitar bernyanyi bersama lagu Karma dari Band Coklat. Paling asyik sama Yudho ini kalau lagi bahas komik IS (baca: aizu) yang baru terbit, kadang dia bisa meniru ekspresi wajah konyol tokoh komik itu yaitu Seto dan Teratani. Raffi Udien biasa ikut ngakak membacanya kemudian. Andi, ini adalah orang yang paling &lt;i&gt;slow &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;cool&lt;/i&gt;. Dari dia dulu aku menjadi tahu, kalau kita sepakat berkumpul kerja kelompok dan dia bilang sudah otw, kemungkinan besar dia masih lanjut tidur atau minimal berencana untuk mandi. Andi motornya Suzuki Shogun hitam, prosessornya PC-nya baru &lt;i&gt;upgrade&lt;/i&gt; ke Intel Celeron 1Ghz demi PC &lt;i&gt;gaming experience&lt;/i&gt;-nya. Gak papa Celeron ujarnya, yang penting sudah 1Ghz.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Ingat Andi, ingat Penerbit Andi, eh bukan &lt;i&gt;ding&lt;/i&gt;, tp ingat Meri hihi. Meri matanya sipit, mandiri pakai motornya sendiri. Aku selalu memprediksi, Meri ini cocok untuk pemeriksa, karena ia sepertinya cukup jeli dan teliti. Tetapi di atas itu semua, aku mengingatnya sebuah kisah menarik agak klenik. Dimana Meri awalnya tidak percaya dengan apa yang aku ceritakan. Bahwa di tempat asalku ada yang namanya minyak bintang – minyak ini agak-agak mistik, patah tulang bisa kembali utuh dengan khasiatnya. &lt;i&gt;Qadarullah&lt;/i&gt;, suatu sore saat hendak berangkat kuliah, Meri kecelakaan bermotor. Patah tangannya, maka kami – aku lupa dengan siapa saja, pergi menjenguknya. Di luar dugaanku, ternyata tangan Meri dengan perbannya saat itu sudah diberi minyak bintang dengan tetangganya yang berasal dari Tenggarong. Meri yang takut di pen tangannya, bersyukur dengan minyak mistik itu. Maka kebalikannya, Meri lah yang akhirnya bercerita tentang minyak itu, testimoni konsumen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Oleh geng anak Medan, dipanggil Bayo atau Bayau, entah mana yang benar, yang jelas Aslan Anwar Daulay, &lt;i&gt;amboi&lt;/i&gt;…inilah nama yang terdiri dari 3 kata yang tidak bisa kulupa, berima dan dewasa. Makanya sering tanpa sadar aku menganggapnya seorang senior, bukan karena motor tunggangannya yang juga tidak kalah senior. Puas lah aku diboncengkannya saat kami berburu komponen PC untuk alat tempur menggarap skripsi, yang juga alat tempur bermain game &lt;i&gt;Medal of Honor&lt;/i&gt;. Informasi saja, PC Bayo kurakit dan instal dari nol hingga siap pakai hasil belajar otodidak, belum ada YouTube saat itu. PC berbasis prosessor AMD Thunderbird, prosessor pertama dari AMD yang mencapai 1Ghz menyalip Intel Pentium 4, sekaligus juga PC rakitan perdanaku. Sepertinya itu pertanda aku dan AMD memang berjodoh hingga kini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Bersama Bayo aku terlibat banyak diskusi, terutama memasuki masa-masa skripsi. Karena aku merasa diberkati saat Pak Indra, dosen pembimbing saat itu mengumumkan bahwa dia hanya menerima skripsi bertema Pasar Modal. Doaku terkabul, aku tidak bisa membayangkan kalau sampai mendapatkan dosen yang meminta skripsi membahas akuntansi biaya. Maka benar kata Anton, aku salah jurusan. Tetapi Pak Indra justru memberikan jurusan skripsi yang tepat untukku saat itu. Maka kostku pun menjadi salah satu jurusan untuk teman-teman yang terpaksa mendapatkan sedikit referensi seputar Pasar Modal. Karena aku berani jamin, aku lah mahasiswa akuntansi yang punya buku Pasar Modal terlengkap saat itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Bayo datang tidak sendiri, karena ia kerap membawa buah tangan, seperti roti bandung yang berganti rasa, kadang coklat keju, strawberi nenas yang kami nikmati bersama sepanjang diskusi. Bayo memberikan pengantar untuk bahan skripsinya, maka muara diskusi biasanya, juga teman-teman lain yang datang adalah regresi berganda hingga uji asumsi klasik. Masalah klasik statistik untuk mereka yang menggunakan alat uji regresi berganda. Uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas. Pada salah satu alat uji asumsi klasik ini akan menghasilkan yang namanya variabel &lt;i&gt;dummy&lt;/i&gt;. Seperti namanya, variabel ini hanya alat bantu, bukan variabel sesungguhnya, oleh karena itu bebas saja memberikannya nama. Maka untuk alasan kemudahan dan sedikit egoisme, maka “variabel palsu” ini kuberikan nama berupa inisial namaku. Maka periksa kembali saja, yang kemarin mengerjakan olah data statistik bersamaku, maka variabel &lt;i&gt;dummy&lt;/i&gt; kalian adalah inisial namaku. Variabel &lt;i&gt;dummy&lt;/i&gt; ini menjadi malapetaka untuk kawan kelas sebelah yang juga geng anak-anak Medan, Hutapea. Saat uji skripsi bersama Pak Indra, ia masuk setelah aku. Maka saat Pak Indra menanyakan variabel palsu itu, ia kelabakkan. Saat didesak Pak Indra, akhirnya ia mengaku, bahwa yang masuk sebelum dia tadi yang membantunya mengolah data statistiknya. Bencana untuknya, berkah untukku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Tidak hanya Bayo, hampir semua geng Medan adalah kawan yang asyik dalam berdiskusi. Syukurnya kost mereka salah satunya ada di belakang kostku juga. Kost-nya Andrian dan Khalid, terutama kamar Khalid adalah salah tempat diskusi hangat kami. Mulai dari bahas mata kuliah, agama, teknologi, games, bisnis, pasar modal hingga pasar klewer pernah dibahas di sini. Khalid, di kamarnya kami pernah menuliskan surat penawaran untuk sebuah penerbit besar untuk bekerja sama. Nekat saja, berharap dapat proyek besar kala itu. Kamar yang tidak cukup luas itu kadang hampir penuh sesak oleh peserta diskusi yang diisi anak antar kost geng anak Medan, kecuali aku tentunya. Aku ingat, di salah satu diskusi kami, membahas tentang membangun sebuah bisnis, harus diawali dengan modal bantuan dari bank. Aku salah satu yang tidak sepakat, maka aku membatin saat itu, kelak aku akan membuktikannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Andrian, kamar sebelah Khalid tentunya salah satu anggota aktif diskusi. Di kamar Khalid, kami sering menyaksikan saat diskusi terus mengalir hingga tengah malam, maka Andrian sok-sokkan ikut diskusi padahal dia duduk sambil tertidur. Begitu pula saat kami menghabiskan malam terakhir pada kompetisi pasar modal di STAN. Bersama Tiwi, kami menyaksikan dia tersenyum duduk sambil tertidur. Bayangkan kalau saat itu sudah ada IG, kubuat &lt;i&gt;story&lt;/i&gt;, pasti akan viral di akun Dagelan. Kost Andrian yang sama dengan Khalid ini, di belakang kostku menjadi berkah buatku. Bukan masalah teman diskusi, tetapi teman satu unit KKN. Kalian tahu sendiri bagaimana nasibnya mereka yang tidak punya motor tetapi harus mobilitas di malam hari. Maka Andrian adalah penyelamat saat KKN, kami pergi bersama setiap harinya. Jadi Andrian ini bukan hanya duduk tertidur saat diskusi tengah malam, tetapi saat kubonceng dia dalam perjalanan ke Timur Jogja yang cukup jauh, ia juga terlelap dengan tenang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Andrian dan Tiwi. Bertiga kami mengikuti kompetisi pasar modal nasional. Aku merekrut mereka berdua karena kompetisi ini harus sebuah tim. Andrian pintar akuntansi dan berhitung, Tiwi pun serupa. Kekuranganku akan mereka tutupi, modal yang cukup buat beradu dengan tim kampus lain se-DIY dan Jateng. Padahal jika peraturan kompetisi tidak berubah, yaitu harus ada seorang manajer yang mendampingi jika lolos ke babak selanjutnya, maka Khalid adalah pilihan yang tepat. Sayangnya saat tim ini lolos ke babak selanjutnya ke Jakarta, peraturan itu direvisi. Maka aku pun berangkat bersama Andrian dan Tiwi ke ibu kota, sebagai tim &lt;i&gt;unofficial&lt;/i&gt; UGM yang resminya diwakili tim dari jurusan manajemen. Percayalah perjalanan kami ini seru sekali, perlu kisah tersendiri nanti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Jika ingin mengetahui karakter seseorang, maka lihatlah dia saat safar bersamamu. Maka Andrian dan Tiwi, Dodi, Fauzi dan Mahdi, adalah mereka yang pernah kubersamai dalam sebuah perjalanan. Mereka adalah orang-orang yang bisa kupercayai...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Oya, ingat Tiwi aku ingat Aya. Keduanya buatku hampir serupa, mungil berjilbab, mandiri dan sangat bisa diandalkan. Aku terkesima saat satu kelompok dengannya mata kuliah Manajemen Stratejik. Kami kebagian membahas Nestle dan juga Boeing, saat pertemuan pertama Aya sudah berhasil mengumpulkan data-data perusahaannya dengan cukup komprehensif serupa dengan &lt;i&gt;executive summary&lt;/i&gt; dan saat ujian kompre, kami juga lulus bersama. Tiwi dan Aya tipikal wanita yang sangat bisa diandalkan. Sangat bertolak belakang dengan gaya kerja gengku sendiri, yang baru kalang kabut saat mendekati &lt;i&gt;deadline&lt;/i&gt;. Karena banyak mahasiswa yang menyakini bahwa keterdesakkan akan mengeluarkan potensi puncak alias &lt;i&gt;the power of kepepet&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;i&gt;- demi waktu kalian yang berharga maka tulisan ini aku persingkat saja, karena nanti jadi setebal skripsi. Mohon maaf yang namanya tidak kutuliskan di sini, sungguh kalian ada di ruang hatiku kawan.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Maka kini saat kita sudah menjalani profesi masing-masing, karena kita berangkat dari sebuah kapal yang sama, kapal yang berisi tujuan mulia, sebuah pencapaian terbaik untuk mereka yang mengeduk keilmuan di kota rantau, sebuah kampus kebanggaan. Kalian terpercaya untukku sekaligus kubanggakan. Kalian yang kini memilih untuk mengabdi kepada negara, kupercaya integritas kalian. Kerap kuselipkan di setiap obrolan-obrolan intens di toko kepada orang-orang, kukatakan aku memiliki teman-teman alumni yang hebat. Tak lupa doa untuk kalian, semoga idealisme kalian tidak terbeli dan silau oleh kilau godaan dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Persatuan itu syarat untuk sebuah kemenangan. Maka syarat itu berusaha kupenuhi dulu dengan membuat milis kelas, supaya komunikasi kita tidak terputus saat terpisah turun dari bahtera keilmuan yang dulu kita duduk bersama. Niat baik memang tidak selamanya berjalan mulus, aku pun sendiri pernah membuat kekacauan di sana, bersyukur kedewasaan kalian lebih baik dari semangatku yang sedikit kurang terkendali. Akhirnya, kusimpulkan teknologi tidak cukup untuk menjadikan sarana perekat persatuan. Jabat tangan, sorot mata, gelak tawa bahkan ejek-mengejek saat pertemuan langsung itu tidak bisa diwakili oleh obrolan di grup Whatsapp. Raut dan ekspresi wajah tidak cukup diwakili oleh sederet emoji. Silaturahim adalah sebuah keniscayaan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Maka lihatlah begitu mudahnya kita terpecah oleh sebuah pemilu. Cebong dan kampret lahir begitu saja oleh entah siapa, padahal musuh kita sama. Maka lihatlah saat aku berseteru dengan Dodi dulu di Facebook, hal itu tidak akan larut terjadi kalau kami mengobrol langsung berhadap-hadapan. Karena kami sesungguhnya tahu, bahwa musuh kami dan kita adalah para koruptor, pejabat yang haus dunia, lupa akan idealisme dan integritas profesinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kita jujur saja, itulah yang terjadi di grup-grup alumni, perbedaan dalam pilihan politik memecah belah kita. Ada yang gegap gempita membela pilihannya, ada yang memilih diam saja, bungkam. Padahal orang baik yang diam, tidak begitu bermanfaat. Maka kita pun kini dibungkam secara sistematis jika terus begini. Usia-usia serta posisi seperti kita sekarang ini rentan untuk terjebak di zona nyaman. Posisi sudah nyaman, keluarga pun damai, penghasilan tak tersendat, kenapa harus terlibat berisik menyuarakan sesuatu. &lt;i&gt;Yang penting saya jadi orang baik, peduli setan di luar sana&lt;/i&gt;. Sungguh seperti itukah kita sekarang? Seperti itukah orang-orang yang keluar dari sebuah bahtera kelimuan dimana idealisme adalah harta berharganya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Jadi bagaimana? Maka ajarkanlah kebencian...&lt;i&gt;eits, Firman dasar kamu kadrun !!! ekstrimis, taliban, oposisi tak guna !!!&lt;/i&gt; Gimana udah mirip debat-debat di luar sana gak? Tapi sungguh, kita perlu menyuarakan kebencian, tetapi bukan kebencian kepada sosok seseorang, melainkan kebencian kepada koruptor, perilaku mereka yang rakus dan tamak. Pejabat yang petantang-petenteng lagaknya seperti orang terhormat, yang sejatinya mereka dibayar oleh keringat rakyat. Ah, kita tentu sudah bosan dengan ini bukan, tetapi diam bukan pilihan. Salah memilih itu wajar, tetapi mempertahankan kesalahan adalah bentuk lain kebodohan. Ajarkanlah, suarakanlah benci kepada hal-hal demikian, gunakanlah kebencian pada tempatnya. Karena kita bukan karena kurang berkasih sayang, tetapi benci bukan pada tempatnya. Karena apabila kasih sayang membuat kita diam terhadap sosok yang seharusnya jujur dalam bertindak, maka kasih sayang kita pun salah tempat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Mau Jokowi atau Prabowo, kalau mereka hanya &lt;i&gt;lip service&lt;/i&gt;, maka kita perlu ingatkan mereka. Masalah utama bukan pada siapa mereka, tetapi pada prinsip apa yang kita pegang. Mereka korupsi, maka mereka maling, titik !!!. Mau Ahok ataupun Anies, sama saja. Maka apabila ada teman kantor yang berusaha menyimpang, maka ingatkanlah. Apabila teman makan lebih dari 20 menit, maka ingatkanlah hehe.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Nah, aku sendiri di sini pernah mencoba untuk memfasilitasi sebuah pertemuan diskusi di mana kami yang dulu berasal dari sekolah yang sama, terpecah karena kondisi belakangan ini. Tetapi bukan politik (yang ini pun ada tentunya), melainkan perbedaan &lt;i&gt;manhaj&lt;/i&gt;. Aku sebut merek saja, salafi dan ahlusunnah (padahal keduanya ahlusunnah). Sebagai fasilitator, aku berusaha netral, tidak memakai atribut apapun. Kedua kubu yang kuundang ini, di grup WA tidak pernah akur, tidak bisa sependapat, susah berdamai. Bisa dibayangkan ketika mereka bertemu? Ternyata diluar dugaan, saat bertemu, salam diucapkan, berjabat tangan, bahkan dengan sedikit malu-malu berpelukkan, menepuk-nepuk punggung kawan. Maka lihatlah, sepanjang obrolan, tidak ada perseteruan seperti di grup WA. Aman damai, tentram sentosa, penuh guyonan. Bahkan saat terpisah, sepertinya rindu itu tak habis ditumpahkan. Kami ingat, bahwa asal yang sama mempersatukan. &lt;i&gt;Sadar bahwa iman di atas manhaj, perbedaan adalah rahmat&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Maka sebelum tulisan ini menjadi &lt;i&gt;boring&lt;/i&gt;, aku mengingatkan sendiri akan sebuah pesan bahwa &lt;i&gt;&lt;b&gt;berbeda itu fitrah, bersatu itu perintah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Itulah syarat kita menjadi pemenang, apalagi sebagai sebuah bangsa. Kita cinta negeri ini, aku sayang kalian kawan-kawan seperjuangan dulu, kampus yang sama, kebanggaan bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Seperti kita dulu, bahu-membahu berbagi bahan kompre, demi lulus bersama, walau tidak kesampaian, tetapi ikut bahagia saat berfoto bersama teman mengenakan toga sewaan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Selamat menikmati weekend, salam untuk kalian semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~~~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*ku-copas di sini tulisanku untuk grup WA Alumni UGM&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/1587637016127767446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/1587637016127767446' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/1587637016127767446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/1587637016127767446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2021/08/alumni-dan-persatuan.html' title='Alumni dan Persatuan'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUfjmRWlwiiZNLIfkAvDzx8lTL5-pCrhWtGMfIHr3EQh6pn-oK_vAc4eat07gZkFcN9_lwMd4jqhk4lj9GpPHZeXyyoc50QltAWHd5mPc2fNx6F6apajwJKkbgck3PDom1663pbw/s72-c/wisuda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-5565344716384812691</id><published>2018-07-23T07:33:00.002-07:00</published><updated>2018-07-23T07:33:47.065-07:00</updated><title type='text'>Review AOSP Extended for OnePlus One</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Setelah developer agent_fabulous mengumumkan bahwa ia tidak lagi men-support AOSP Fabulous untuk OnePlus One, maka aku segera memikirkan custom ROM apa sebagai gantinya. Pilihan yang tersedia diantaranya adalah varian dari LineageOS, Resurrection Remix, DotOS dan beberapa lainnya. Tetapi aku akhirnya memutuskan memilih AOSP Extended (AEX) Oreo 8.1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg86iDye7xOgVp5Jl8c5Igx6fgf1Mrc4kAC-cfk1mvDZjm9cZXiMS1nyLrion3odi-MQ_WPXm-0JaZi4ROfNRdRvByv5TTElESdfGdVk3yzTU2BoKKDVvj3QJ9v_fxPAQsGAIClrg/s1600/Screenshot_Settings_20180723-211530.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;900&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg86iDye7xOgVp5Jl8c5Igx6fgf1Mrc4kAC-cfk1mvDZjm9cZXiMS1nyLrion3odi-MQ_WPXm-0JaZi4ROfNRdRvByv5TTElESdfGdVk3yzTU2BoKKDVvj3QJ9v_fxPAQsGAIClrg/s320/Screenshot_Settings_20180723-211530.png&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Setelah melewati prosesi ritual dalam hal flasing ROM, mulai dari backup data aplikasi, terutama seperti chat histori WhatsApp, settingan aplikasi-aplikasi tertentu hingga backup sistem keseluruhan melalui TWRP, maka proses flashing berjalan mulus tanpa ada error sekalipun, begitupun dengan GApps. Versi yang digunakan adalah yang baru saja rilis yaitu v5.7.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Restart system, maka sejenak kemudian kita akan disuguhi animasi boot yang cukup keren. Yaitu animasi papan elektronik yang ditengahnya terdapat chip dengan simbol AEX. Kabarnya itu adalah animasi boot baru pada rilis versi 5.7. Maka selanjutnya adalah proses sebagaimana inisiasi sistem operasi Android. Wallpaper secara default menampilkan logo AEX di atas kepingan Oreo dengan gaya material. AEX ini secara default dibekali dua buah launcher yaitu, Pixel dan 3.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiq5JZiE-IMT2ui3pqIA7fCUgUMu7XDEwO_tXvyaRqnDlPWuT1hHF19fg1mhwpGAZ06VssbYp5pFCpfqu4UYTxkZzBbMkVwrQcMwaOsixtv61e6oUHsZMFUvTwMVhRjZlq_3JIgWA/s1600/Screenshot_Pixel_Launcher_20180723-220508.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;900&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiq5JZiE-IMT2ui3pqIA7fCUgUMu7XDEwO_tXvyaRqnDlPWuT1hHF19fg1mhwpGAZ06VssbYp5pFCpfqu4UYTxkZzBbMkVwrQcMwaOsixtv61e6oUHsZMFUvTwMVhRjZlq_3JIgWA/s320/Screenshot_Pixel_Launcher_20180723-220508.png&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Masuk ke bagian setting, sekilas sama saja dengan custom ROM berbasis Oreo lainnya kecuali pada satu menu setting yaitu Extensions. Inilah yang membedakan sekaligus nilai lebih dari AEX. Hampir semua menu kustomisasi diatur di menu tersebut. Pada Extensions terdapat sub menu sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;- Statusbar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;- Notifications panel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;- Navigation&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;- Recents&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;- Lockscreen&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;- System&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA88SG05Lyj17zdLi_mOSgl9CM0gxZhUqmqD6QNzupVmJxIkMuU3pxyYzVzAmrjDR8vKkiFYVZJ-3kJA73cXGDtt1akkMGxPN8dGze63UxH2L6C1wIDr_p1Hnfpw6IuQt57mhPDw/s1600/Screenshot_Settings_20180723-220427.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;900&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA88SG05Lyj17zdLi_mOSgl9CM0gxZhUqmqD6QNzupVmJxIkMuU3pxyYzVzAmrjDR8vKkiFYVZJ-3kJA73cXGDtt1akkMGxPN8dGze63UxH2L6C1wIDr_p1Hnfpw6IuQt57mhPDw/s320/Screenshot_Settings_20180723-220427.png&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Yakinlah, di dalam menu Extensions itulah kita betah berlama-lama mencoba satu persatu settingan kustomisasi. Mulai dari apa saja yang bisa ditampilkan di Status Bar, animasi keren di icon-icon Quick setting. Navigation bar menyediakan 3 mode untuk dikustomisasi, mulai dari mode stock Android, Smart Bar dan Fling. Yang terakhir disebutkan akan membuat kita mendapatkan pengalaman baru dalam bernavigasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMexa-C1qVE1ux9Rx7eEX3HQpKv4bc1X7oYi0bTMOgt3WZ0WHdbPj4PDtZQgr1EInY_KGWEkLsRJ6iETx7dbvbHQ-rtoSHlpiMI2G6i63zqmBIMKQ0boY3kZ7zFcFmRI2u6bT-RQ/s1600/Screenshot_Settings_20180723-220447.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;900&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMexa-C1qVE1ux9Rx7eEX3HQpKv4bc1X7oYi0bTMOgt3WZ0WHdbPj4PDtZQgr1EInY_KGWEkLsRJ6iETx7dbvbHQ-rtoSHlpiMI2G6i63zqmBIMKQ0boY3kZ7zFcFmRI2u6bT-RQ/s320/Screenshot_Settings_20180723-220447.png&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Recent apps yang berjalan dibelakang layar, juga komplit memiliki kustomisasi. Lockscreen juga disediakan berbagai jenis model jam baik analog hingga digital. Menu System juga banyak disediakan kustomisasi. Memang seperti inilah harusnya yang namanya Custom ROM, great job !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Fitur lainnya seperti Face Unlock pun berjalan dengan cukup solid. Bayangkan smartphone 4 tahun lalu, mendapatkan fitur Face Unlock hanya dengan menginstal custom ROM. AOSP Fabulous juga memang memiliki fitur Face Unlock, hanya saja kemudian fitur ini error sejak mendapatkan update terbarunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnvfPpxn73bKhaEVTZWNr5KY0CJUtb-pay_Bzz4zlhKwhvz0LKdZLC6tXdghAIDjZR0R0IGKY7XUKbnARJ9o2PmR_1qa0KywqSAtl-oBohATVV3uOOXuTcHcRB_bosFzGc3ZIiCQ/s1600/Screenshot_Pixel_Launcher_20180723-220335.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;900&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnvfPpxn73bKhaEVTZWNr5KY0CJUtb-pay_Bzz4zlhKwhvz0LKdZLC6tXdghAIDjZR0R0IGKY7XUKbnARJ9o2PmR_1qa0KywqSAtl-oBohATVV3uOOXuTcHcRB_bosFzGc3ZIiCQ/s320/Screenshot_Pixel_Launcher_20180723-220335.png&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Menu Display juga mendapatkan sentuhan kustomisasi keren, yaitu terintegrasinya Substratum. Aksen warna tema beragam, pilihan font sistem dan built-in theme, seperti AEX Theme, warnanya khas dan keren.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kamera bawaan adalah SnapDragon. Fokus cepat dan pilihan opsi cukup lengkap, namun AEX support terhadap Google Camera, maka aku lebih memilih GCam dibanding SnapDragon Camera. Hasil jepretan cukup prima. Audio Player plus Equalizer sudah terinstal dalam AEX. Keduanya berfungsi dengan baik, Equalizernya mengingatkan pada equalizernya CyanogenMOD dulu, yaitu AudioMaxx.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Lebih dari seminggu bersama AEX, tidak terdapat lag, force closed ataupun random reboot. AEX berjalan dengan stabil dan solid dibebani aplikasi-aplikasi sosmed terkini. Daya tahan baterai pun tergolong sangat baik. Dengan usia baterai yang tergolong tua, SOT 2 jam 30 menitan adalah angka yang bagus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Singkatnya, buatku AEX adalah custom ROM terbaik sejauh ini untuk OnePlus One. Stabil, efisien, kaya fitur dan kustomisasi. Sesuai namanya AEX benar-benar meng-extend Android bersama OnePlus One.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Highly recommended !!!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/5565344716384812691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/5565344716384812691' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/5565344716384812691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/5565344716384812691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2018/07/review-aosp-extended-for-oneplus-one.html' title='Review AOSP Extended for OnePlus One'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg86iDye7xOgVp5Jl8c5Igx6fgf1Mrc4kAC-cfk1mvDZjm9cZXiMS1nyLrion3odi-MQ_WPXm-0JaZi4ROfNRdRvByv5TTElESdfGdVk3yzTU2BoKKDVvj3QJ9v_fxPAQsGAIClrg/s72-c/Screenshot_Settings_20180723-211530.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-8079241432140916267</id><published>2018-01-02T00:34:00.001-08:00</published><updated>2018-01-02T00:35:25.451-08:00</updated><title type='text'>YouTuber</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinssxe__SNo8UCROr7ve4jK5hz1XiE6xi7v7go77lrY3UNA2h7AGrFMBIVVfBn9mwSDeLv1_yvYRg8ohrh5ADmU_WLY3D0FOK-z5tqry2bB2HsnqMfsA4RiDhkkkT5XXtz4neQiQ/s1600/Cover+channel_2.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;747&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;149&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinssxe__SNo8UCROr7ve4jK5hz1XiE6xi7v7go77lrY3UNA2h7AGrFMBIVVfBn9mwSDeLv1_yvYRg8ohrh5ADmU_WLY3D0FOK-z5tqry2bB2HsnqMfsA4RiDhkkkT5XXtz4neQiQ/s320/Cover+channel_2.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ternyata sepanjang 2017 ini aku hanya dua kali saja memposting tulisan di blog ini. Ini bisa mengindikasikan banyak hal. Salah satunya, memang produktivitas menulisku menurun drastis. Kedua, produktivitas dalam membaca pun ikut menurun drastis. Ketiga, aku lebih banyak menonton dari pada membaca dan menulis tadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ya, memang belakangan ini aktivitas menonton terasa jauh lebih intens. Bukan menonton film, tetapi menonton YouTube. Sampai akhirnya aku memutuskan juga ikut menjadi Youtuber dengan membuat channel vlog pribadi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Channelku ini pada tahap awal akan berisi seputar kegiatan berkendara di hari minggu pagi atau dikenal dengan Sunday Morning Ride (Sunmori). Tapi kedepannya, channel tersebut akan aku isi dengan ulasan banyak hal, tidak sebatas seputar otomotif atau motovlog. Niat awalnya channel ini adalah seperti pada tulisan-tulisan di blog ini. Berharap bisa berbagi informasi yang bermanfaat, supaya tetap belajar dan berkarya, serta syukur-syukur bisa sekaligus menghibur (&lt;i&gt;edutainment&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Buat yang sudah mampir ke channelku (&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/channel/UCvXBb55-NxB9N1mUjOafjRg?view_as=subscriber&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Firman Ahmad - Rider of Life&lt;/a&gt;), pasti bisa memaklumi bahwa channel ini dimulai dengan sangat amatiran dari segala lininya. Ya, memang semuanya dipelajari secara otodidak. Tidak mudah memang ternyata membuat sebuah video. Semua dikerjakan sendiri, mulai dari shooting hingga editing. Dan ternyata, membuat film itu mengasyikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Nah, memasuki 2018 ini aku berharap kembali produktif, tidak hanya sebagai vlogger tetapi juga sebagai blogger. Menjadi vlogger yang berbagi manfaat, bukan sekedar menjadi vlogger yang mengejar status viral dengan mau terlihat dan melakukan hal-hal bodoh dan memalukan, insya allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jadi seperti pada video channelku, pesan akhirnya adalah jangan lupa untuk subscribe...wassalam :D&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/8079241432140916267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/8079241432140916267' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8079241432140916267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8079241432140916267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2018/01/youtuber.html' title='YouTuber'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinssxe__SNo8UCROr7ve4jK5hz1XiE6xi7v7go77lrY3UNA2h7AGrFMBIVVfBn9mwSDeLv1_yvYRg8ohrh5ADmU_WLY3D0FOK-z5tqry2bB2HsnqMfsA4RiDhkkkT5XXtz4neQiQ/s72-c/Cover+channel_2.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-8673868879346795727</id><published>2017-07-17T23:03:00.000-07:00</published><updated>2018-07-13T23:29:00.878-07:00</updated><title type='text'>Sekolah</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBfaENo1tddPMrIWHlmiwx08UIt6kDQyshhG-uJeRwQu4eJwgQT-Nf32-HqvOmHtMfKZlVZ_b6N1JSdpByPlSpB0hIYbZGdghzfiwCUJ148xJS2NaOIS93nIKVAxOF7-wE3r3j9A/s1600/antar+sekolah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;356&quot; data-original-width=&quot;251&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBfaENo1tddPMrIWHlmiwx08UIt6kDQyshhG-uJeRwQu4eJwgQT-Nf32-HqvOmHtMfKZlVZ_b6N1JSdpByPlSpB0hIYbZGdghzfiwCUJ148xJS2NaOIS93nIKVAxOF7-wE3r3j9A/s200/antar+sekolah.jpg&quot; width=&quot;140&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Hari itu dipagi yang tidak terlalu cerah, ditemani gerimis yang tak deras, kugandeng tanganmu berjalan. Hari itu adalah hari pertama dirimu masuk sekolah dasar. Memulai petualangan baru, di sekolah baru.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Seperti 31 tahun lalu, diriku tak sabar menuju sekolah baru, menanti Abah menyelesaikan mengikat tali sepatuku dengan khasnya. Diantarkan Mama berjalan kaki bersama ke sekolah. Untuk kemudian tak lama menunggu, Mama kembali pulang, yakin anak bungsunya takkan menangis ditinggal di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Maka seperti itu juga kemarin, tak lama kumenunggu, saat dirimu berada dalam kelas, kutinggal dengan yakin dirimu takkan menangis ataupun rewel di sekolah barumu. Sepanjang berjalan kaki pulang, antara sadar dan tidak, doa-doa pun terpanjatkan, harapan-harapan terbaik dikirimkan kepada yang Maha Kuasa dan Berilmu. Aku pun kemudian tersenyum...sejarah memang berulang kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Karena teringat sekaligus yakin, 31 tahun lalu pun Mama demikian dalam perjalanan pulangnya. Karena bagaimana mungkin tidak, karena kini aku pun berada dalam posisinya seperti 31 tahun lalu. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Takkan kutuntut dirimu menjadi juara, aku hanya ingin dirimu menjadi pencari ilmu dan mencintainya sepanjang hayat sebagai bukti berserah diri kepada Sang Pemilik Ilmu, insya Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boysnocry.blogspot.com/feeds/8673868879346795727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/11023801/8673868879346795727' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8673868879346795727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8673868879346795727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boysnocry.blogspot.com/2017/07/sekolah.html' title='Sekolah'/><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1f4zrNCmS687C41io4wbl7J3LWUSwJPHexvrqQfKGOPUMYjtobuAlxZsCL-lUGDgDBE4gSA6iJI1amLDsB6SztlVxaPG3dkomz1e2CzXew1_rGJZ2juF74i6syrBcTyQ/s220/P1000047_mini.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBfaENo1tddPMrIWHlmiwx08UIt6kDQyshhG-uJeRwQu4eJwgQT-Nf32-HqvOmHtMfKZlVZ_b6N1JSdpByPlSpB0hIYbZGdghzfiwCUJ148xJS2NaOIS93nIKVAxOF7-wE3r3j9A/s72-c/antar+sekolah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>