<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;DkECQXg9eyp7ImA9WhRUFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801</id><updated>2012-01-27T03:44:20.663-08:00</updated><category term="Puisi" /><category term="facebook" /><category term="Childhood" /><category term="Daily" /><category term="Opini" /><category term="sepakbola" /><category term="seminar" /><category term="UNMUL" /><category term="Artikel" /><category term="AFF" /><category term="hacking" /><category term="Spiritual" /><category term="Film" /><category term="tere-liye" /><category term="Great Moment" /><category term="Liburan" /><category term="Magnum" /><category term="Garuda" /><category term="Ikhlas" /><category term="novel" /><category term="Pemahaman" /><category term="relativitas" /><category term="Fenomena" /><category term="STIKOM" /><category term="ATI" /><category term="overclocking" /><category term="Hardware" /><category term="AMD" /><category term="Life Journal" /><category term="Timnas" /><category term="iPad" /><category term="Cerpen" /><title>*****</title><subtitle type="html">Pedagang | Penikmat Kopi - Sufistik - United |</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.firman-ahmad.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>88</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/bLxe" /><feedburner:info uri="blogspot/blxe" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;DkECQXg8fSp7ImA9WhRUFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-2083755681144602767</id><published>2012-01-25T01:02:00.000-08:00</published><updated>2012-01-27T03:44:20.675-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-27T03:44:20.675-08:00</app:edited><title>Tuhan hanya imajinasi manusia ?</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qicS6IwcpGo/Tx_E5uJJ9HI/AAAAAAAAAUc/xT_Tm4084eI/s1600/imajinasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://2.bp.blogspot.com/-qicS6IwcpGo/Tx_E5uJJ9HI/AAAAAAAAAUc/xT_Tm4084eI/s200/imajinasi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku memfollow seseorang di twitland. Dia seorang trainer yang berhubungan dengan romansa. Aku iseng memfollownya karena beberapa temanku terlebih dahulu memfollownya. Twit-twitnya sebenarnya tidak penting buatku, karena kebanyakkan konsultasi romansa yang dia berikan kepada pengikutnya adalah hal yang sudah lewat bagiku. Tetapi lumayanlah untuk mengetahui pikiran galau para pengikutnya. Namun sampai hari itu, dia men-twit berbagai hal yang dikategorikannya sebagai &lt;i&gt;pseudo science&lt;/i&gt;, twitnya aku ikuti. Untuk beberapa hal aku setuju, namun ada juga hal lain yang menurutku masih terlalu dini untuk memasukan sesuatu itu sebagai &lt;i&gt;pseudo science&lt;/i&gt; karena hal itu sekarang masih terus dieksplorasi oleh para praktisinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sampai pada beberapa hari, pengikutnya masih banyak yang tertarik untuk bertanya dan memastikan hal-hal yang dianggap &lt;i&gt;pseudo science&lt;/i&gt;. Melalui twitnya ia tampak sangat percaya diri dan mengatakan bahwa ia memiliki cukup data dan riset untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Pertanyaan-pertanyaan seputar &lt;i&gt;pseudo science&lt;/i&gt; terus bergulir hingga ada yang menanyakan apakah Tuhan ada ? dan dia dengan sangat percaya diri menjawab bahwa Tuhan hanyalah produk pikiran manusia. Ia mengatakan keduanya saling ketergantungan, manusia butuh Tuhan dan Tuhan butuh manusia. Aku menggeleng-geleng kepala membaca twit percaya dirinya itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku jadi teringat dulu sewaktu pernah ditugaskan oleh Ayah untuk menemani tamunya seorang pengacara dari ibukota. Setelah seharian penuh mengerjakan urusan, malamnya kami beristirahat di hotel. Menjelang waktu tidur ternyata pengacara ini mengajakku untuk berdiskusi hingga akhirnya menyentuh masalah agama. Pada puncak diskusi kami, dia menyatakan bahwa sebenarnya Tuhan hanyalah produk imajinasi manusia. Dia memberikan perumpamaan yaitu rokok ditangannya tidak akan ada jika tidak dipikirkan oleh manusia. Kemudian aku menjawabnya dengan menyuguhkan sebuah cerita, begini ceritanya :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada seorang pendaki gunung professional yang sudah banyak menaklukan banyak gunung-gunung tinggi bersama teman-temannya. Namun karena ingin menunjukkan bahwa dia adalah yang terbaik diantara teman-temannya, maka ia memutuskan untuk mendaki gunung tertinggi dengan sendirian. Singkat kata, dia sudah mencapai ketinggian dan karena sebuah kelalaiannya, ia jatuh menuju jurang yang sangat curam. Dibawah sana sudah menanti karang-karang terjal yang siap menghancurkannya tanpa ampun. Tetapi beruntungnya ia tersangkut disebuah cabang pohon. Ia berusaha menggapai pinggiran jurang tersebut, namun tidak sampai. Dan tiba-tiba datang angin deras yang membuat ranting itu semakin merunduk, gemeretak dan tampak ingin segera patah. Pendaki itu kini benar-benar di ujung tanduk nyawanya, ia sama sekali tidak berdaya. Ia hanya bisa siap dijemput maut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nah, selesai cerita itu saya bertanya kepada pengacara itu. Kira-kira ditengah ketidakberdayaan orang itu, apakah ia akan berteriak minta tolong ? sekiranya tidak berteriak minta tolong, apakah dia dalam hati akan berteriak atau berdoa meminta tolong ? meminta tolong kepada siapa ? kepada Tuhan ?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pengacara itu seketika diam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian saya lanjut bertanya, sekiranya nyawa bapak sudah berada di ujung tenggorokan, apakah bapak masih bisa bilang Tuhan itu tidak ada atau hanya hasil imajinasi manusia belaka ? saat nafas sudah tercekat, kroooook...krooook...nafas tercekat, berada dalam kondisi sakaratul maut atau mabuk kematian, masih bisa mengingkari keberadaan Tuhan ?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pengacara itu tetap diam saja, diskusi kami berhenti saat itu juga, sampai besoknya dia tetap tidak menjawab pertanyaan itu, hingga kini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita memang mudah menafikkan eksistensi Tuhan karena ego kita. Ego kita sangat mudah mengembang, membesar bahkan hingga menutupi bumi bahkan alam semesta ini. Apalagi kalau Tuhan karena sifat cinta-Nya beserta keadilan-Nya memberikan nikmat besar kepada seseorang, misal kepandaian dan kemakmuran maka disitu jebakan kesesatan juga turut serta. Jebakan penggoda tersebut tidak akan menyeret kita kecuali dengan rasa syukur ikhlas dan berserah diri kepada Tuhan. Mengembalikan semua pujian hanya kepada-Nya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kisah pendaki diatas adalah gambaran manusia yang egonya menutupi fitrahnya. Tetapi saat jiwanya terancam dan sudah tidak berdaya alias dalam kondisi egonya menjadi nol, maka fitrahnya muncul. Kesadaran tertingginya kembali. Coba kita ingat kembali disaat kita sakit ? bukankah dalam hati kita berharap kesembuhan itu datang kepada kita dengan segera ? perhatikanlah orang-orang yang sudah divonis mati, tidak bisa lolos dari cengkeraman penyakitnya, adakah ego mereka masih membuncah ? maka tidaklah salah orang bijak mengatakan, sebaik-baiknya mengingat sesuatu adalah mengingat akan datangnya mati, dan sedamai-damainya mengingat sesuatu adalah mengingat Tuhan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kembali kepada ahli romansa tadi, setelah dia mengakui sebagai seseorang yang sangat saintifik, ternyata dia praktisi baca kartu tarot !!! oh...sungguh menggelikan bukan ? Tetapi tidak juga, karena begitulah dalam diri manusia. Tuhan meniupkan Ruh-Nya, dimana Ruh itu adalah sesuatu yang gaib sekaligus nyata. Manusia diikat oleh Tuhan dalam mekanisme nyata dan gaib sekaligus. Maka bukanlah kita memisahkan hal yang materialistik dengan yang tidak kasat mata, melainkan berusaha menyelaraskannya, karena kita bernafas dengan-Nya...yang Maha Gaib dan Maha Nyata. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-2083755681144602767?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M0iS9kAd0h57sLumZS8KajKn5YI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M0iS9kAd0h57sLumZS8KajKn5YI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M0iS9kAd0h57sLumZS8KajKn5YI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M0iS9kAd0h57sLumZS8KajKn5YI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/M901P0W2mew" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/2083755681144602767/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=2083755681144602767" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/2083755681144602767?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/2083755681144602767?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/M901P0W2mew/tuhan-hanya-imajinasi-manusia.html" title="Tuhan hanya imajinasi manusia ?" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-qicS6IwcpGo/Tx_E5uJJ9HI/AAAAAAAAAUc/xT_Tm4084eI/s72-c/imajinasi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2012/01/tuhan-hanya-imajinasi-manusia.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0QARHk9eyp7ImA9WhRVGUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-6760664368766723819</id><published>2012-01-19T03:09:00.000-08:00</published><updated>2012-01-19T03:09:05.763-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-19T03:09:05.763-08:00</app:edited><title>Al-Quran hanya untuk bangsa Arab ?</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-358zL7BWbiY/Txf4s2aQDdI/AAAAAAAAAT8/bzgHggenETc/s1600/Download+Alquran+Digital.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="175" src="http://4.bp.blogspot.com/-358zL7BWbiY/Txf4s2aQDdI/AAAAAAAAAT8/bzgHggenETc/s200/Download+Alquran+Digital.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Diskusi malam kami mengenai postingan sebelumnya, melahirkan pertanyaan-pertanyaan lain termasuk judul posting kali ini, yaitu apakah Al-Quran diturunkan Tuhan hanya untuk bangsa Arab saja ? Hal ini sebenarnya adalah pertanyaan sejak lama, yaitu sejak Al-Quran itu diturunkan Tuhan secara bertahap 14 abad silam. Tuhan Yang Maha Mengetahui sudah menjawab pertanyaan ini melalui berbagai ayat di Al-Quran. Tuhan menjamin ajaran atau risalah yang dibawa oleh rerasul-Nya bisa dipahami oleh pendengarnya, maka sangatlah logis apabila Tuhan menurunkan Al-Quran dalam bahasa Arab, karena Al-Quran diturunkan melalui rasulnya yang orang Arab.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Sebagaimana
  (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu
  Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan
  menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (As Sunah),
  serta &lt;b&gt;mengajarkan&lt;/b&gt; kepada kamu apa yang &lt;b&gt;belum kamu ketahui&lt;/b&gt;. (QS. Al-Baqarah : 151)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Kami
  tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan &lt;b&gt;bahasa kaumnya&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;supaya ia
  dapat memberi penjelasan dengan terang&lt;/b&gt; kepada mereka. Maka Allah menyesatkan
  siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia
  kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Ibrahim : 4).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian ditegaskan lagi oleh ayat berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan
  jika Kami jadikan Al Qur'an itu suatu bacaan dalam &lt;b&gt;selain bahasa Arab&lt;/b&gt;
  tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan
  ayat-ayatnya?". Apakah (patut Al Qur'an) dalam bahasa asing, sedang
  (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Qur'an itu adalah petunjuk
  dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman
  pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur'an itu suatu kegelapan bagi
  mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat
  yang jauh". (QS. Al-Fushilat : 44)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Juga oleh 2 ayat berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan
  &lt;b&gt;kalau Al Qur'an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan&lt;/b&gt; &lt;b&gt;bukan
  Arab&lt;/b&gt;, lalu ia
  membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); &lt;b&gt;niscaya mereka tidak akan
  beriman kepadanya&lt;/b&gt;. Demikianlah
  Kami masukkan Al Qur'an ke dalam hati orang-orang yang durhaka. (QS.Asy-Syuaraa : 198-200).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan ditutup oleh ayat berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan
  demikianlah, &lt;b&gt;Kami telah menurunkan Al Qur'an itu sebagai peraturan (yang
  benar) dalam bahasa Arab&lt;/b&gt;. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka
  setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan
  pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (QS. Ar-R'ad : 37)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jadi di Al-Quran, Tuhan melalui ayat-ayat diatas sudah menjawab pertanyaan kenapa Al-Quran turun dalam bahasa Arab.&amp;nbsp;Kemudian dalam berbagai ayat Al-Quran, tidak ada satupun ayat yang secara eksplisit mengatakan "Hai orang arab..." dan sejenisnya. Yang ada justru "Hai manusia..." untuk ayat-ayat yang diturunkan di Mekkah atau lebih dikenal ayat Makkiyah. Karena saat itu masih belum banyak yang memeluk Islam. Sedangkan ayat-ayat yang turun di Medinah ayat-ayatnya menggunakan kata "Hai orang-orang yang beriman..." karena saat itu sudah banyak yang memeluk Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan Al Qur'an itu tidak lain hanyalah&lt;b&gt;&amp;nbsp;peringatan bagi seluruh umat&lt;/b&gt;.(QS. Al-Qalam : 52)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian muncul pertanyaan, apabila Al-Quran turun untuk seluruh umat manusia, apakah bahasa Arab itu tidak mempersulit bangsa lain yang berbahasa berbeda ?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;(Beberapa
  hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya
  diturunkan (permulaan)&lt;b&gt; Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan
  penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan
  yang batil)&lt;/b&gt;. Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat
  tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan
  barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah
  baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari
  yang lain. &lt;b&gt;Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki
  kesukaran bagimu&lt;/b&gt;. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah
  kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya
  kamu bersyukur. (QS. Al Baqarah : 185)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada 2 ayat diatas dengan jelas Allah mengatakan bahwa Al-Quran itu adalah untuk seluruh umat manusia, bukan untuk salah satu bangsa saja, bahkan untuk bangsa Jin. Juga dikatan Allah menghendaki kemudahan, bukan kesulitan untuk manusia apabila ingin dekat dengan-Nya melalui mempelajari risalah-Nya. Allah Maha Tahu, tahu bahwa ada banyak bahasa karena Ia-lah penciptanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan di
  antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan
  &lt;b&gt;berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu&lt;/b&gt;. Sesungguhnya pada yang demikian
  itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. (QS. Ar-Rum : 22)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mengapa Allah menurunkan dalam bahasa Arab, tentu ada banyak alasan, karena ia Maha Mengetahui kapasitas manusia ciptaan-Nya, salah satunya adalah agar ayat-ayat-Nya dipahami, bukan sekedar dibaca.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Alif,
  laam, raa. Ini adalah ayat-ayat kitab (Al Qur'an) yang nyata (dari Allah).&amp;nbsp;Sesungguhnya
  Kami menurunkannya berupa &lt;b&gt;Al Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu
  memahaminya&lt;/b&gt;. (QS. Yusuf : 1-2)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Memang di dalam Al-Quran ada ayat-ayat yang jelas maknanya, tetapi juga ada yang samar, perlu penelitian lebih lanjut, misal ayat-ayat yang berkaitan dengan sains. Disinilah peran akal sehat dalam beragama. Islam menaruh tinggi derajat akan hal ini. Tidak hanya yang beragama Islam, tetapi siapa saja yang mau menggunakan akal sehatnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dia-lah
  yang menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada
  ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al Qur'an dan yang lain
  (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong
  kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat
  untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada
  yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan &lt;b&gt;orang-orang yang mendalam
  ilmunya&lt;/b&gt; berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat,
  semuanya itu dari isi Tuhan kami." Dan &lt;b&gt;tidak dapat mengambil pelajaran
  (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal&lt;/b&gt;. (QS. Ali Imran : 7)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah justru menjamin akan memberikan kemudahan dalam mempelajari Al-Quran, tinggal mau atau tidaknya saja. Oleh karena itu Allah menganjurkan untuk mempelajari hal yang mudah dulu. Kemudian dibaca secara benar, tartil dan jangan cepat-cepat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan
  sesungguhnya &lt;b&gt;telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk pelajaran&lt;/b&gt;, maka adakah orang
  yang mengambil pelajaran? (QS. Al-Qamar : 17)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;...maka Dia &lt;b&gt;memberi keringanan kepadamu&lt;/b&gt;,
  karena itu &lt;b&gt;bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an&lt;/b&gt;. (QS. Al-Muzzammil : 20)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;...Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan.&amp;nbsp;(QS. Al-Muzzammil : 4)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Orang-orang
  yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka&lt;b&gt; membacanya dengan bacaan
  yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya&lt;/b&gt;. Dan barang siapa yang ingkar
  kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS. Al-Baqarah : 121)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Janganlah&lt;/b&gt;
  kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an &lt;b&gt;karena hendak cepat-cepat
  (menguasai) nya&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;Sesungguhnya
  &lt;b&gt;atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai)
  membacanya&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;Apabila
  Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.&amp;nbsp;Kemudian,
  &lt;b&gt;sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah penjelasannya&lt;/b&gt;. (QS. Al-Qiyamah : 16-19)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian pelajarilah dengan berangsur-angsur, seperti yang dijelaskan oleh ayat berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan Al
  Qur'an itu telah Kami turunkan dengan &lt;b&gt;berangsur-angsur agar kamu
  membacakannya perlahan-lahan&lt;/b&gt; kepada manusia dan Kami menurunkannya &lt;b&gt;bagian
  demi bagian&lt;/b&gt;. (QS. Al-Isra : 106)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Berkatalah
  orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Qur'an itu tidak diturunkan
  kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu
  dengannya dan Kami membacakannya &lt;b&gt;secara tartil (teratur dan benar)&lt;/b&gt;. (QS. Al-Furqaan : 32)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Sesungguhnya
  Kami telah menurunkan Al Qur'an kepadamu (hai Muhammad) dengan
  &lt;b&gt;berangsur-angsur&lt;/b&gt;. (QS. Al-Insaan : 23)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah itu dibaca berulang-ulang, sambil berdoa agar Allah berkenan membisikkan kebenaran kepada kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Allah
  telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur'an yang serupa
  (mutu ayat-ayatnya) lagi &lt;b&gt;berulang-ulang&lt;/b&gt;, gemetar karenanya kulit orang-orang
  yang &lt;b&gt;takut kepada Tuhanny&lt;/b&gt;a, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di
  waktu mengingat Allah. &lt;b&gt;Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki
  siapa yang dikehendaki-Nya&lt;/b&gt;. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka
  tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya. (QS. Az-Zumar : 23)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk kepahaman yang lebih holistik maka Allah menyuruh kita supaya tidak hanya membaca ayat-ayat yang terdapat pada yang tertulis (Al-Quran), melainkan juga yang terhampar di alam semesta ini, juga pada diri kita sendiri untuk mencari bukti-bukti kejadiannya. Karena semuanya memiliki kesatuan pola makro dan mikro yang berkesesuaian, karena berasal dari sumber yang sama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Kami
  akan &lt;b&gt;memperlihatkan&lt;/b&gt; kepada mereka&lt;b&gt; tanda-tanda&lt;/b&gt; (kekuasaan) Kami &lt;b&gt;di segenap
  ufuk dan pada diri mereka sendiri&lt;/b&gt;, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa&lt;b&gt; Al
  Qur'an itu adalah benar&lt;/b&gt;. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa
  sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (QS. Al-Fushshilat : 53)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Sesungguhnya
  dalam &lt;b&gt;penciptaan langit dan bumi&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;silih bergantinya malam dan siang
  terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal&lt;/b&gt;. (yaitu)
  orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan
  berbaring dan &lt;b&gt;mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi&lt;/b&gt; (seraya
  berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan
  sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali Imran : 190-191)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian Allah juga mengingatkan, bahwa biarpun dalam Al-Quran sudah diperingatkan banyak hal dan berulang-ulang, manusia memang suka membantah, padahal mereka belum menjalani apa yang dianjurkan diatas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan
  sesungguhnya &lt;b&gt;Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Qur'an ini
  bermacam-macam perumpamaan&lt;/b&gt;. Dan manusia adalah makhluk yang &lt;b&gt;paling banyak
  membantah&lt;/b&gt;. (QS. Al-Kahfi : 54)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari paparan diatas, maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa dalam hal ini Allah Maha Tahu dan Adil. Allah tahu yang terbaik akan pilihan mengapa kitab untuk seluruh umat manusia hingga akhir jaman ini menggunakan bahasa arab, bukan bahasa yang lain. Salah satu alasannya Al-Quran menggunakan bahasa arab karena memang turunnya di arab dan juga karena rasul pembawanya orang arab. Bagi yang mempelajari dan menguasai bahasa arab, pasti akan mafhum mengapa Allah memilih menggunakan bahasa arab. Tetapi Allah juga mengatakan bahwa apabila Al-Quran diturunkan dalam bahasa lain, kalau memang tidak mau mempercayainya, tentu tetap akan menolaknya bahkan membantahnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Al-Quran memerintahkan untuk menggunakan akal sehat dalam memahami ayat-ayatnya, namun memang tidak semudah membaca buku-buku tulisan ilmiah karya manusia. Al-Quran sebagai kitab panduan kehidupan juga memberikan panduan untuk bisa memahami Al-Quran itu sendiri. Al-Quran adalah kitab suci, karenanya untuk bisa menerima hikmah yang terkandung didalamnya membutuhkan keimanan. Allah sendiri yang menjamin akan memberikan kemudahan dan bisikan kebenaran kedalam jiwa kepada siapa-siapa yang mau sungguh-sungguh mempelajarinya. Maka kita tidak heran menemukan banyak anak kecil yang bisa menghapal Al-Quran luar kepala, dimana hal ini tidak bisa terjadi kepada kitab-kitab lainnya.&amp;nbsp;Ada banyak ahli sarjana Islam yang bahkan tidak saja hapal Al-Quran luar kepala, tetapi juga kitab-kitab agama lain yang bahkan oleh pemuka agamanya sendiri saja tidak bisa melakukannya. Disini seperti salah satu ayat menjelaskan bahwa hal itu adalah tanggungan Allah sendiri, kepada siapa-siapa yang dikehendakinya untuk mendapatkan hikmahnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jadi singkatnya bahasa bukanlah kendala bagi yang benar-benar mau mempelajari Al-Quran, terlebih mengamalkannya. Selebihnya hanyalah kembali kepada masalah niat dan petunjuk dari Allah sendiri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Telah
  &lt;b&gt;sempurnalah&lt;/b&gt; kalimat Tuhanmu &lt;b&gt;(Al Qur'an)&lt;/b&gt;, sebagai kalimat yang &lt;b&gt;benar dan adil&lt;/b&gt;.
  &lt;b&gt;Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya&lt;/b&gt; dan Dia-lah yang Maha
  Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Anam :115)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-6760664368766723819?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/PGmafWt1KMIWmSU7irsJTuzveMg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/PGmafWt1KMIWmSU7irsJTuzveMg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/PGmafWt1KMIWmSU7irsJTuzveMg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/PGmafWt1KMIWmSU7irsJTuzveMg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/RRXQXF4QibU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/6760664368766723819/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=6760664368766723819" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/6760664368766723819?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/6760664368766723819?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/RRXQXF4QibU/al-quran-hanya-untuk-bangsa-arab.html" title="Al-Quran hanya untuk bangsa Arab ?" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-358zL7BWbiY/Txf4s2aQDdI/AAAAAAAAAT8/bzgHggenETc/s72-c/Download+Alquran+Digital.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2012/01/al-quran-hanya-untuk-bangsa-arab.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkIGR3k5fCp7ImA9WhRVGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-1155048697292704554</id><published>2012-01-17T23:20:00.000-08:00</published><updated>2012-01-19T05:42:06.724-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-19T05:42:06.724-08:00</app:edited><title>Ancient Aliens ?</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-l7wg3MvIcqI/TxaO4yNsocI/AAAAAAAAATk/QX0jWwWl6p0/s1600/ancient+aliens.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://1.bp.blogspot.com/-l7wg3MvIcqI/TxaO4yNsocI/AAAAAAAAATk/QX0jWwWl6p0/s200/ancient+aliens.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Berawal dari diskusi di twitter mengenai tanda-tanda kiamat, kejadian didalamnya dan seterusnya bersama kawan-kawan (@suryopras, @ApunkSOF dan @yr6666) maka disodorilah kami sebuah film dokumenter berjudul &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=fC4rw1qe-CI"&gt;"Ancient Aliens - The Series" dari YouTube&lt;/a&gt;. Film tersebut mengulas fenomena-fenomena menarik seputar adanya bangunan-bangunan seperti piramida mesir, piramida di Mexico dan seterusnya. Beserta tanda-tanda landmark seperti pada film "Sign", pahatan pada bangunan-bangunan piramida yang merujuk (dipersepsikan) pada astronot, pesawat luar angkasa dan seterusnya. Bukti-bukti arkeologi tersebut akhirnya menggiring ke pemikiran (teori) bahwa dulu (mungkin) bumi ini dikunjungi oleh makhluk asing dari luar planet biru ini, membawa teknologi canggih, membuat peradaban seperti bukti-bukti arkeologi tadi. Namun seiring waktu, seperti terdapat &lt;i&gt;missing link&lt;/i&gt; yang membuat timbul banyak pertanyaan untuk mengkonfirmasi kebenaran teori tadi, seperti pertanyaan-pertanyaan berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- siapakah mereka itu ?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- mengapa mereka datang ?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- kemana mereka pergi ?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- apakah mereka akan kembali ?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- apa tujuan diolahnya bangunan-bangunan fenomenal tersebut ?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- dan untuk tujuan apa ?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pertanyaan-pertanyaan tersebut terangkum dalam buku-bukunya Erich Van Daniken. Tidak hanya pertanyaan diatas, namun banyak pertanyaan lain seperti : &lt;i&gt;Was God an Astronaut ?&lt;/i&gt; tampak menggelikan memang, namun ia mendasarinya dari penemuan-penemuan arkeologi yang ada. Tidak hanya menggelikan namun juga menggelitik rasa ingin tahu bahkan imajinasi kita. Sepanjang film dokumenter ini memang kita akan disodori berbagai teori kemungkinan-kemungkinan yang ada. Dari berbagai penemuan arkeologi itu mereka mencari Tuhan, sepertinya itulah yang mereka cari. Dan memang sejak dahulu kala, pencarian terbesar manusia itu adalah Tuhan. Dan kesalahan manusia sejak dahulu kala adalah mencari Tuhan yang kasat mata.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baiklah, kembali pada film dokumenter dan pertanyaan-pertanyaannya itu tadi. Sebagai seorang Muslim, berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu, tidak ada rujukan lain yang dapat kugunakan selain menggunakan Al-Quran. Bukan bermaksud menggiring ke ranah bahasan agama dibanding bahasan ilmiah, melainkan hingga kini bahkan (Insya Allah) hingga akhir jaman nanti, belum ada seorang pun yang bisa membantah kebenaran ayat-ayat ataupun keseluruhan dari Al-Quran. Bahkan Allah sendiri menantang hal tersebut seperti yang tercantum pada ayat berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seluruh Al-Qur’an.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (QS al-Isrâ’ [17]: 88)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Qur'an itu jika mereka orang-orang yang benar. (QS ath-Thûr [52]: 34)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sepuluh surah saja dari 114 surahnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Bahkan mereka mengatakan, “Muhammad telah membuat-buat Al Qur'an itu.” Katakanlah, “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surah yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar.” (QS Hûd [11]: 13)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Satu surah saja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Atau (patutkah) mereka mengatakan, “Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah, “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”(QS Yûnus [10]: 38)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lebih kurang semisal satu surah saja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Arti semisal mencakup segala macam aspek yang terdapat dalam Al-Qur’an. Salah satu di antaranya adalah kandungannya yang antara lain berhubungan dengan ilmu pengetahuan yang belum dikenal pada masa turunnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (QS al-Baqarah [2]: 23)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika kita perhatikan dengan seksama, maka peninggalan-peninggalan arkeologi yang menjadi bahasan dalam Ancient Alien memiliki pola yang sama, yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- bangunan berbentuk/serupa piramida&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- bangunan berskala besar dan megah&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- terdapat patung-patung&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- berhubungan dengan dewa-dewa (baik berbentuk sosok manusia hingga binatang)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- bangsa pemilik bangunan itu musnah atau hilang rimbanya entah kemana&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-pWGX71iVnjM/TxaPlM8q7QI/AAAAAAAAATs/GtjkOVFLgUs/s1600/pyramid.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-pWGX71iVnjM/TxaPlM8q7QI/AAAAAAAAATs/GtjkOVFLgUs/s1600/pyramid.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari kesamaan pola tersebut, maka apabila merujuk kepada informasi pada Al-Quran, maka kisah Firaun sangat representatif akan kasus ini. Apabila kita lihat fakta sejarah kehidupan bangsa Mesir saat itu memang sudah "maju", katakanlah kemampuan membuat irigasi, perabotan rumah tangga, ilmu bintang dan seterusnya. Namun dari segala kemampuan bangsa Mesir saat itu, kemampuan membuat piramida tidak ada informasi yang mengkonfirmasinya. Maksudnya disini tidak ada informasi yang menjelaskan bahwa rakyat Mesir sendirilah yang membangun piramida tersebut. Tidak ada dalam pahatan huruf/gambar rakyat Mesir yang menjelaskan/menggambarkan bagaimana mereka membangun piramida tersebut. Hal ini juga terjadi pada bangunan-bangunan fenomenal lainnya, tidak ada informasi yang menjelaskan bagaimana bangunan tersebut bisa dibangun. Sehingga yang muncul adalah rekaan atau teori-teori bagaimana piramida tersebut bisa dibangun pada jaman itu.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdasar informasi tersebut berserta pola-pola yang ada, maka pikiran sederhanaku mengatakan bahwa pada masa itu memang tidak ada kemampuan/teknologi yang dimiliki bangsa Mesir untuk bisa membangun sebuah piramida, pun oleh bangsa Maya atau yang lainnya. Mereka memang dibantu oleh "bangsa lain" dengan kemampuannya untuk membuat bangunan fenomenal. Hanya saja bangsa lain disini bukanlah seperti yang digambarkan dalam teori atau asumsi para narasumber film Ancient Alien, ataupun seperti pada film-film sains fiksi. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Luasnya alam semesta memang mudah untuk menggiring pemikiran bahwa bisa saja atau mungkin ada makhluk dengan kehidupan seperti kita di Bumi, atau bahkan mereka memiliki peradaban dan teknologi yang sangat tinggi. Padahal Al-Quran menjelaskan bahwa drama kehidupan hanya terjadi di planet Bumi ini saja :&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;...di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan." (QS. Al-A'raf: 24) &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Padahal luasnya alam semesta adalah dampak dari proses penciptaannya itu sendiri, yaitu melalui proses Big Bang atau ledakan yang maha dahsyat yang melontarkan material pembentuk alam semesta. Bahkan saking dahsyatnya, gerakan memancar dari pusat ledakan itu masih terus bergerak hingga kini. Menurutku apa yang ada di alam semesta ini sebenarnya adalah untuk menjaga keseimbangan kehidupan di Bumi. Hal itu menunjukkan bahwa Tuhan tidak main-main dalam proses penciptaan Bumi dan isinya. Terbukti karakter planet Bumi ini sangat unik dan keunikannya itu untuk mendukung kehidupan bisa terus berlangsung hingga kini. Hal itu diantaranya adalah :&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;1. Punya Daratan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada beberapa planet besar dalam tata surya kita, seperti planet Yupiter,&amp;nbsp;Saturnus dan Uranus. Tapi sayangnya ketiga planet itu tidak memiliki daratan, semuanya gas. Tentu saja tidak mungkin dihuni oleh manusia. Karena tidak ada tempat berpijak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di dalam Al-Quran disebutkan bahwa manusia ditempatkan oleh Allah SWT di daratan dan juga lautan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan dan di lautan.(QS. Yunus: 22)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;2. Suhu Yang Cocok&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bumi punya sistem pemanasan dan pendingan otomatis yang sangat canggih, sehingga tidak membeku atau memanas secara ekstim, meski kerjanya keliling matahari.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bandingkan dengan pluto yang baru saja dipecat dari keluarga planet tata surya yang suhunya yang sangat rendah, sekitar minus 328 derajat Celsius. Dengan suhu 'sesejuk' ini, dijamin tidak ada makhluk hidup yang bisa tinggal di planet dengan daratan seperti itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Atau sebaliknya, daratan di planet Mercurius. Planet ini sangat dekat dengan matahari, sehingga suhunya sangat tinggi, bisa melelehkan logam Timbal. Tentu saja, tidak ada manusia atau hewan yang akan tahan tinggal di planet ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Konon satu wajah dari planet ini selalu menghadap matahari dan wajah lainnya selalu membelakanginya. Di bagian yang tidak pernah disinari matahari, daratan Mercurius membeku. Dan yang terus menerus menghadap matahari, suhunya menjadi sangat ekstrim.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;3. Bumi Punya Air dan Sistem Penjernihannya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah SWT menyebutkan bahwa Dia menciptakan kehidupan dari air, sebagaimana firman-nya berikut ini:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu menjadi hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS. Al-Anbiya': 30)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah SWT tidak hanya menurunkan air di muka Bumi, tetapi juga mempertahankan keseimbangan mekanisme yang ada di dalamnya. Dalam hal penyediaan air bersih misalnya, Bumi diberi Allah SWT mekanisme penyulingan air yang sangat mengagumkan. Tidak kurang dari 400 miliar ton air disirkulasikan setiap tahunnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Air dari seluruh daratan Bumi mengalir ke lautan. Berkumpullah air kotor dari seluruh aktifitas makhluk hidup daratan. Di lautan itu terjadi berbagai proses biokimiawi dari ekosistem laut untuk dibersihkan kembali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam waktu yang bersamaan air samudera itu diuapkan oleh panas matahari menjadi awan. Maka terjadilah penyulingan air laut besar-besaran sepanjang tahun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Awan itu kemudian digiring ke wilayah-wilayah yang membutuhkan air bersih di seluruh permukaan Bumi, dan turun sebagai hujan. Maha suci Allah. Sungguh besar energi yang terlibat dalam proses penyulingan dan pendistribusian ratusan miliar ton air itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan air dalam jumlah yang cukup itu sampai hari ini hanya ada di bumi, di planet lain memang ada asumsi ditemukannya air, tetapi jumlah, kandungan dan keadaannya masih menjadi perdebatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sementara bumi kita ini sangat berkelimpahan dengan air. Sekitar 2/3 permukaannya ditutupi oleh air. Sebuah kondisi yang tidak terjadi pada 'saudara-saudara' Bumi di tata surya ini. Kalau pun di planet lain ada air, maka air di planet yang jauh dari matahari membeku, sedangkan yang dekat matahari airnya malah mendidih dan menguap.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Asal Muasal Air&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut para ahli di masa kini, asal muasal keberadaan air itu sebenarnya bukan terbentuk di permukaan Bumi, melainkan datang dari luar angkasa. Air yang sedemikian banyak itu memerlukan proses ledakan raksasa yang bisa membahayakan Bumi. Reaksi Hidrogen dengan Oksigen dalam tekanan yang sangat tinggi menimbulkan energi panas yang luar biasa dahsyatnya dan menyemburkan api lalu menghasilkan H2O alias air.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa ahli berpendapat ledakan ini bukan di bumi tapi di luar angkasa. Lalu diturunkan oleh Allah SWT ke bumi dalam bentuk bongkahan-bongkahan es membeku seperti komet yang menyerbu Bumi. Dan air kiriman itu sengaja dipertahankan menetap di Bumi. Kalau kita hubungkan teori ini dengan salah satu firman Allah SWT, mungkin ada benarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya. (QS. Al-Mu'minuun: 18)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;4. Bumi Punya Atap Pelindung Buat Penghuninya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Angkasa luar itu ternyata ganas dan mematikan. Setidaknya yang kita tahu ada dua ancaman, pertama tabrakan benda angkasa (meteorit) dan kedua adalah ancaman dari sinar matahari.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di langit ternayta banyak bertebaran benda angkasa, mulai dari yang kecil sampai yang sebesar gunung. Setiap saat benda-benda itu melintasi suatu planet dan tertarik grafitasinya. Sehingga planet itu dihujani benda-benda itu dan menimbulkan ledakah dahsyat, bahkan tidak jarang akhirnya hancur berkeping-keping. Lihatlah wajah permukaan bulan kita yang bopeng dengan serbuan meteorit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sinar matahari apalagi badai matahari akan membuat semua makhluk hidup mati seketika. Di mana kita berada, kalau dekat dengan matahari selalu ada resiko kematian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka diperlukan sebuah atap yang melindungi makhluk hidup dari serbuan meteorit dan juga cahaya yang mematikan itu. Dan atap itu dimiliki oleh bumi kita tercinta hasil pemberian Allah SWT. Atmosfer kita ini ternyata berfungsi sebagai atap yang melindungi dari cahaya maut matahari.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lapisan Ozon di bagian atas atmosfer berfungsi untuk melindungi makhluk hidup di planet ini dari serbuan sinar matahari yang mematikan yaitu sinar ultraviolet. Lapisan magnetosfernya melindungi dari pancaran gelombang elektromagnetik dari angkasa luar. Atmosfer yang setebal 1000 km ini benar-benar suatu desain atap planet yang menyelimuti bumi. Sungguh aneh dan luar biasa bermanfaat buat kehidupan di dalamnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara , sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda yang terdapat padanya. (QS. Al-Anbiya': 32)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;5. Bumi Punya Udara&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ciri khas makhluk hidup adalah bernafas. Manusia dan hewan butuh Oksigen dan tumbuhan butuh Karbondiksida. Di Bumi, keduanya tersedia dalam jumlah yang seimbang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Atmosfer kita mengandung oksigen dalam kadar yang pas sekali. Tidak terlalu banyak, dan tidak terlalu sedikit. Jumlahnya sekitar 21% dari udara yang tersedia. Yang terbanyak adalah Nitrogen, yaitu sekitar 78 persen. Selebihnya adalah gas karbon dioksida, dan sejumlah kecil gas-gas lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kadar oksigen ini, anehnya bertahan sekitar 21 persen sesuai dengan kebutuhan kehidupan makhluk Bumi. Jika kurang dari itu, akan menyebabkan problem pernafasan. Sebaliknya, kalau melebihi secara radikal bakal menyebabkan proses oksidasi di muka Bumi berjalan tidak terkendali. Di antaranya, tingkat kebakaran dan kekeroposan logam-logam bakal melonjak secara dramatis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;6. Bumi Punya Gunung dan Lembah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk terjadinya siang dan malam, Allah SWT memutar Bumi pada porosnya seperti gasing. Kalau dihitung-hitung putaran semu buat penghuni bumi, kecepatannya mencapai 40.000km/24 jam atau sama dengan 1.666 km/jam. Lebih cepat dari pesawat jet komersial.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan menurut para ahli, perputaran permukaan bum itutelah menyebabkan timbulnya angin kencang di atmosfernya. Lantas kenapa itu tidak menyebabkan angin badai? Karena angin itu dihalangi dan diperlambat oleh permukaan Bumi yang tinggi rendah berbentuk gunung dan lembah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam waktu yang bersamaan juga dipengaruhi oleh perubahan tekanan udara di berbagai wilayah Bumi akibat sumbu rotasi Bumi yang miring 23, 5 derajat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka sekilas kalah kita baca ayat berikut ini, kita akan sadar bahwa bumi ini memang diciptakan untuk manusia dan makhluk hidup.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. An Naml: 88 )&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;7. Bumi Mempunyai Pabrik Makanan Buat Makhluk Hidup&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 22 )&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Planet Bumi ini secara sistemik bisa memproduksi dan menyediakan berbagai kebutuhan makhluk-makhluk yang ada di dalamnya. Berbagai macam tanaman dan pepohonan menghasilkan buah-buahan, sayuran, umbi-umbian, biji-bijian, dan beraneka ragam kebutuhan manusia. Darinyalah kita memperoleh sumber karbohidrat, protein dan lemak nabati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di sisi lain Allah menyediakan berbagai macam hewan dan binatang ternak. Mulai dari berbagai jenis ikan yang hidup di perairan dan samudera, binatang-binatang yang hidup di daratan, sampai pada beragam unggas yang beterbangan. Semuanya memberikan ragam makanan hewani.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan anehnya, mereka memiliki mekanisme otomatis untuk bereproduksi secara berkelanjutan. Kecuali, manusia sudah merusak tatanan keseimbangan ekosistem yang ada. Maka rusaklah mekanisme alamiah itu. Dan rusak pula sumber-sumber makanan kita.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
* Tujuh poin diatas dikutip dari &lt;a href="http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=1199368685"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sedangkan aktor kehidupan di alam semesta ini berdasarkan informasi Al-Quran ada 6 jenis dan terbagi dua. Tiga yang berakal yaitu malaikat, jin dan manusia. Sedang tiga sisanya yang tidak berakal adalah binatang, tanaman dan benda mati. Malaikat diciptakan dari cahaya, jin dari api dan manusia dari tanah. Disini kita bahas sedikit karakter dari 3 jenis makhluk yang berakal dari bahan baku pembentuknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Malaikat yang diciptakan dari cahaya memiliki keunggulan dibanding jin dan manusia, yaitu memiliki kecepatan yang superior, kecepatan cahaya. Sebagai gambaran malaikat bisa mengelilingi Bumi sebanyak 8 kali hanya dalam tempo 1 detik saja. Efeknya tentu saja terjadi relatifitas waktu untuk malaikat, seperti digambarkan oleh ayat berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Naik malaikat dan ruh kepada-Nya dalam waktu sehari yang kadarnya 50.000 tahun. (QS. Al Ma'arij : 4).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena keunggulannya itulah maka malaikat diberi tugas "mengurus" Bumi, selain juga karena diilhamkan sifat kepatuhan pada dirinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kecepatan jin berada dibawah malaikat karena terbuat dari api atau gelombang panas. Karena dari gelombang panas jin memiliki kelebihan yaitu bisa merambat di berbagai jenis benda, atau bisa melentur menembus benda. Jin memiliki kecepatan yang 10 kali lebih cepat dari manusia, tetapi masih jauh dibawah malaikat. Selain itu kemampuan jin menembus dimensi juga berada dibawah malaikat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan jin Kami ciptakan sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (QS. Al Hijr : 27)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berbeda dengan malaikat yang diilhamkan kepatuhan kepada Tuhan, maka jin seperti manusia, yaitu bisa memilih menjadi patuh atau ingkar. Namun moyangnya jin, yaitu iblis memilih menjadi ingkar karena kesombongannya, dan berjanji akan menyesatkan manusia hingga akhir jaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Iblis berkata : "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka Bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka". (QS. Al Hijr : 39-40).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nah, berdasar dari pemaparan 2 makhluk diatas maka dengan sederhana kita bisa menarik kesimpulan bahwa "bangsa lain" yang "membantu" manusia masa lalu membuat bangunan fenomenal itu adalah bangsa jin. Karena bangsa jin memang sudah lebih dulu maju peradabannya, karena mereka sudah lebih dulu ada dibanding bangsa manusia. Ditambah dengan karakter fisik dan kemampuannya tentu tidaklah sulit bagi bangsa jin untuk membuat bangunan-bangunan fenomenal itu. Kita tentu tidak asing dengan cerita-cerita nusantara dimana candi-candi dibangun oleh jin dalam tempo yang singkat. Kerajaan Nabi Sulaiman (King Solomon) yang megah juga dibantu bangsa jin dalam pembuatannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kembali kepada piramida mesir. Dari cerita nabi Musa kita bisa mengetahui bahwa jaman itu adalah masa dimana sihir menjadi hal yang lumrah. Sihir digunakan oleh penguasa zalim untuk mempertahankan kekuasaannya. Melalui tukang-tukang sihirnya, Firaun mencoba untuk terus berkuasa dan menindas siapapun yang berusaha menghalangi keinginannya. Maka wajar jika Tuhan juga memberikan mukjizat berupa sihir kepada Nabi Musa untuk menandinginya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Darimanakah tukang sihir ini memperoleh kemampuan sihir tersebut ? tentu saja dengan bersahabat dengan jin. Jin mau memberikan sedikit kemampuan mereka kepada manusia, tetapi tidak dengan cuma-cuma. Tentu ada persyaratan yang harus dipatuhi. Persyaratannya bermacam-macam, tergantung bagaimana sihir yang dikehendaki. Tetapi ujungnya sama, melalui persyaratan itu manusia secara tidak sadar digiring kepada bertuhan kepada selain Allah. Mereka digiring jin dengan segala tipu dayanya untuk ingkar akan kekuasaan Tuhan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;...setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.” (Q.S. An-Nisa’: 119-120).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dan
  bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta
  perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu
  menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (QS. Al-Jin : 6)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lihat bagaimana jin menggiring kesesatan Firaun dengan dibantu tukang sihirnya. Jin dengan segala tipu dayanya, menawarkan kekuasaan dan kemegahan kepada Firaun. Jin bersedia membangunkan piramida yang megah, berbentuk menjulang langit agar dikatakan mudah menuju langit dimana Dewa Matahari berada. Bahkan pada puncaknya, Firaun mengangkat dirinya sebagai Tuhan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tuhan menurunkan nabi dan rasulnya untuk memberikan peringatan dan ajakan kepada fitrah manusia, yaitu hanya bertuhan kepada Sang Pencipta. Tetapi karena mabuk akan kekuasaan dan kemegahan tipu daya jin, maka mereka pun ingkar bahkan berusaha membunuh nabi-nabi. Oleh karena itu dipuncak kesesatan itulah, Tuhan menurunkan azab. Mereka dimusnahkan, dan sesaat sebelum dimusnahkan mereka sadar bahwa mereka termakan tipu daya jin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorang pun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar? (QS. Maryam, 19: 98)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #aaaabb; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Begitupula pada bangsa Maya dan bangsa lain yang nasibnya serupa. Piramida atau bangunan fenomenal sebagai bentuk manifestasi akan kemegahan dibangunkan oleh jin. Sebagai konsekuensi mereka harus merusak tatanan sosial, seperti berfoya-foya, menindas yang lemah, mengadakan sesaji atau pengurbanan manusia kepada dewa-dewa, dan segala bentuk aktivitas yang ujung-ujungnya adalah ingkar kepada Tuhan. Mereka diperingatkan, tetapi tidak perduli, maka mereka dimusnahkan. Tetapi untuk menjadi pelajaran, maka sebagian dari bangunan-bangunan tersebut tidak dihancurkan oleh Tuhan. Hanya dipendam dalam Bumi, supaya kelak ditemukan oleh manusia selanjutnya sebagai peringatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-92f0OiV0Cuw/TxaQCzAI-QI/AAAAAAAAAT0/GypWGW0SgMQ/s1600/chichensides.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-92f0OiV0Cuw/TxaQCzAI-QI/AAAAAAAAAT0/GypWGW0SgMQ/s1600/chichensides.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu (Fir’aun) supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang2 yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda2 kekuasaan Kami.” (QS.Yunus : 92)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan (Kami binasakan) kaum 'Ad dan Tsamud dan penduduk Ar-Rass dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut. Dan Kami jadikan bagi masing-masing mereka tamsil ibarat; dan masing-masing mereka itu benar-benar telah Kami binasakan sehancur-hancurnya. Dan sesungguhnya mereka (kaum musyrik Makkah) telah melalui sebuah negeri ( Sodom ) yang (dulu) dihujani dengan hujan yang sejelek-jeleknya (hujan batu). Maka apakah mereka tidak menyaksikan runtuhan itu; bahkan adalah mereka itu tidak mengharapkan akan kebangkitan. (QS. Al Furqan, 25: 38-40)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (QS. Al An'aam, 6: 6)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (QS. Qaaf, : 36-37)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Baqarah, 2: 66)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Al-Quran dengan gamblang memberikan informasi akan bangsa-bangsa terdahulu atas apa yang mereka lakukan dan akibat yang mereka dapatkan. Seiring dengan penemuan-penemuan arkeologi serta berkembangnya disiplin ilmu pendukungnya, banyak temuan-temuan tersebut yang mengkonfirmasi ayat-ayat diatas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka dari informasi ayat-ayat Al-Quran yang dipaparkan diatas, bisa kita jawab pertanyaan-pertanyaan dari film dokumenter Ancient Aliens.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
- siapakah mereka itu ? mereka adalah bangsa jin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
- mengapa mereka datang ? mereka datang untung menyesatkan manusia, supaya mereka ingkar kepada Tuhan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
- kemana mereka pergi ? mereka tidak pergi kemana-mana, kita hidup berdampingan hanya saja di dimensi (alam) yang berbeda.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
- apakah mereka akan kembali ? terjawab diatas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
- apa tujuan diolahnya bangunan-bangunan fenomenal tersebut ? dibuat untuk tempat pemujaan, persembahan kepada dewa-dewa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
- dan untuk tujuan apa ?&amp;nbsp;untuk menggoda manusia, karena manusia mudah terpana, terpesona oleh kemegahan fisik. Bangunan tersebut digunakan sebagai tempat pemujaan-pemujaan yang mengingkari keesaan Tuhan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Bermegah-megahan
  telah melalaikan kamu. Sampai
  kamu masuk ke dalam kubur.&amp;nbsp;Janganlah
  begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). Dan
  janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah
  begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya
  kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim dan
  sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainulyaqin, kemudian
  kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu
  megah-megahkan di dunia itu). (QS. At-Takatsuur : 1-8)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka dapat disimpulkan bahwa sejak dulu kala, sebenarnya inti permasalahannya sama saja. Manusia rindu akan Tuhannya, rindu akan fitrahnya, karena ruh Tuhan bersemayam dalam diri kita. Hanya saja manusia mudah lalai dengan yang bersifat fisikal, duniawi atau materialistis. Padahal Tuhan sudah menjelaskan melalui nabi dan rasul yang diutusnya, bahwa Tuhan itu sedemikian dekat, esensi Tuhan itu berbeda. Maka pendekatannya pun berbeda caranya. Tuhan menganjurkan untuk membaca ayat-ayat atau tanda-tanda diri-Nya yang terhampar di alam semesta juga pada diri kita sendiri. Itu pun hanya tanda-tanda saja, bukan esensi dari Tuhan itu sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bayangkan alam semesta dengan luas yang tidak terkira ini hanya tanda-Nya saja. Bayangkan kita melihat jejak sepatu kita, nah itu hanya tanda dari bekas jejak kaki kita. Sama sekali tidak mempresentasikan diri kita sepenuhnya, hanya sedikit. Oleh karena itu kenapa jadi sangat menggelikan pertanyaan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Was God an Astronaut ?&lt;/i&gt; dan pertanyaan sejenisnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan akhirnya aku meminta maaf kepada kawan-kawan diskusi malam, kalau ternyata pemaparan ini akhirnya hanyalah seperti ceramah agama, jauh dari ulasan ilmiah modern, malah mungkin menjadi sesemu prosa. Namun inilah keyakinanku, segala kesalahan kembali ke keterbatasan ilmuku, karenanya kutunggu masukannya :)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-1155048697292704554?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/h4unto541nrN6edmE9LdrVcm_V0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/h4unto541nrN6edmE9LdrVcm_V0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/h4unto541nrN6edmE9LdrVcm_V0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/h4unto541nrN6edmE9LdrVcm_V0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/hFHNTczMJc4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/1155048697292704554/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=1155048697292704554" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/1155048697292704554?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/1155048697292704554?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/hFHNTczMJc4/ancient-aliens.html" title="Ancient Aliens ?" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-l7wg3MvIcqI/TxaO4yNsocI/AAAAAAAAATk/QX0jWwWl6p0/s72-c/ancient+aliens.png" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2012/01/ancient-aliens.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4HR347eyp7ImA9WhRXGEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-7599466065618928557</id><published>2011-12-25T23:18:00.000-08:00</published><updated>2011-12-25T23:18:56.003-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-25T23:18:56.003-08:00</app:edited><title>Monyet Yang Pandai Mencari Uang</title><content type="html">&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
Ini bukan bercerita tentang monyet keliling itu, berjumpalitan sana sini dan menghasilkan uang buat sang empunya. Tentu saja tentang aku, tetapi sekali lagi bukan monyet.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
Dua tahun pertama di Jogja, kondisi makanan sangat berdampak pada kondisi fisikku. Makanan yang seadanya, pas-pasan, kurang gizi memang berdampak buruk. Buktinya bobot badanku susut drastis, pipi menjadi cekung, lingkar pinggang meramping tanpa diminta. Akupun menjadi kurusan, yang juga berarti kurang tidur banyak urusan. Kulit wajahku menjadi kusam plus jerawatan. Polusi jalanan Jogja memang tidak kalah dengan Jakarta. Asap-asap hitam dari bus-bus tua tidak layak jalan, terus berhembus seenaknya mengotori wajah-wajah pengendara motor yang tidak dapat meyalipnya. Pengendara motor itu tentu saja termasuk aku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
Saat aku pulang kampung, banyak teman-teman yang bertemu di pelabuhan Surabaya pangling mengenali diriku. Aku sempat heran juga, separah apakah kerusakan wajah dan tubuhku ini. Pada teman seperjalanan aku meminta untuk mengambil foto diriku. Jeprat...jepret dengan berbagai pose, yah cukuplah untuk tambahan bahan inspeksi nanti begitu sampai dirumah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Oh My God&lt;/i&gt;...parah, begitu foto dicetak aku baru sadar wajahku sudah kehilangan separuh dari ketampanannya, bolehlah memuji diri sendiri kawan. Mumpung masih di rumah sendiri, maka solusi harus segera ditemukan. Tidak lama memang, solusi itu hadir dari Mama berupa bedak dingin buatan Mama sendiri. Bedak itu dibuat secara tradisional, namanya pupur dingin rambai padi. Pemakaiannya gampang, tinggal dihancurkan 2-3 biji butiran bedak dengan air putih, balurkan secukupnya pada wajah dan anggota tubuh lainnya. Maka dalam sekejap akan terasa dingin dan sejuk, karena itulah dinamakan bedak dingin atau pupur dingin. Dijaman nenekku dahulu, pupur dingin digunakan tidak hanya sebagai penghalus kulit melainkan juga sebagai pelindung saat berpanas ria di ladang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khusus untuk kasus yang menimpaku, maka pupur dingin biasa tidaklah mampu membasmi jerawat yang dengan paksa memenuhi kavlingan di wajahku ini. Maka demi ketampanan anaknya, yang berarti juga masa depannya, Mama menyiapkan pupur dingin khusus untukku. Mama perlu menambahkan sesuatu sebagai resep rahasianya, mujarabnya sudah teruji pada kakakku yang juga padat sesak kavlingan jerawatnya. Hanya dalam tempo seminggu, penghuni kavlingan itu sudah terusir dan tidak kembali lagi. Aku senang, bukan karena apa-apa, setidaknya aku bukanlah monyet percobaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu apa yang ditambahkan Mama pada pupur dingin edisi khususnya itu. Yang kutahu hanyalah sedikit bubuk kuning yang dicampurkan saat pupur dingin siap dibalur pada bagian tubuh yang diinginkan. Mama bilang bubuk kuning itulah yang akan memberantas jerawat-jerawat yang tampak merah meradang parah itu. Jangan kaget kata Mama, apabila nanti akan muncul jerawat-jerawat baru yang sekarang tidak hadir, karena paduan pupur dingin dan bubuk kuning itu juga akan mengeluarkan bibit-bibit jerawat. Bukan main cara kerja ramuan tangan Mama ini. Maka setelah melewati hari kedua benarlah apa yang dikatakan Mama, wajahku yang dihiasi jerawat kini tampak lebih parah. Karena kavlingan-kavlingan baru muncul dengan penduduknya yang padat merata. Sesuai saran Mama, selama seminggu penggunaan intens, sebaiknya berada dalam rumah saja. Karena bukan mengganggu proses penyembuhan, tetapi mengganggu pandangan orang yang bersua, wajah ramai sesak dengan jerawat junior dan senior seperti pasar malam. Mama hanya berpesan, jangan dan tidak perlu memencet jerawat itu secara paksa berdarah-darah, karena itu bertentangan dengan HAM, bukan...maksudnya dengan prosedur pengobatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ketiga sepertinya menjadi puncak keramaian diwajahku, sepertinya para jerawat ini sudah meradang seperti gunung meletus. Sungguh godaan yang berat untuk membiarkan mereka tetap tampak damai disana, sungguh demikian kuat godaan untuk sekedar memencetnya satu persatu. Mama menyarankan jangan terlalu sering menyambangi cermin, karena itu akan menguatkan godaan. Tunggu saja hari kelima dan genap seminggu nanti kata Mama menyakinkan. Maka ketika seorang anak patuh pada pesan Ibunya, maka (mungkin) keajaiban itu datang. Genap seminggu, gunung-gunung kecil meradang yang padat berdesakan diwajahku itu perlahan menyusut. Bekas-bekas jerawat yang tanpa sengaja pecah, menjadi kulit kering yang terkelupas secara sendirinya. Aku setengah tidak percaya kini jerawat-jerawat itu berubah menjadi lapisan kulit kering yang sangat mudah aku kelupasi. Setengah tidak percaya, ramuan khusus pupur dingin Mama plus ijin Tuhan, ketampanan anaknya ini kembali pulih (ehem).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat hal itu, aku tidak bisa berdiam diri saja. Naluri seorang Leo dengan shio monyet bergema seperti indera laba-laba Spiderman, naluri itu bernama dagang. Pupur dingin edisi khusus Mama ini bukan sekedar pemberantas jerawat, ini adalah penghasil uang. Maka dengan bujuk rayu manja, aku meminta Mama membuat produksi masal untuk produk rumah tangga ini. Aku membuat dua versi, versi standar dan premium. Standar digunakan hanya untuk mendinginkan kulit wajah dan tubuh tanpa efek pengobatan alias tanpa bubuk kuning ajaib itu. Sedangkan versi premium tentu saja harganya juga pertamax.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka tidak seperti tahun sebelumnya, saat kembali dari pulang mudik membawa oleh-oleh, aku membawa barang dagangan. Tidak perlu alat peraga dan brosur macam sales amatiran, cukuplah wajah sendiri sebagai buktinya. Maka sesuai perkiraanku, mereka teman-temanku yang sebagian ketampanannya dirampas oleh jerawat-jerawat itu menjadi konsumen potensial buatku. Maka sesuai prediksi penjualanku, mereka-mereka itu akan memborong versi premium dengan harga pertamax tadi. Dan tidak sesuai perkiraanku, aku kehabisan bubuk kuning ajaib dari Mama. Maka terpaksalah aku mencarinya dan untung saja bubuk kuning ajaib itu mudah ditemukan di warung kelontongan sekalipun. Hanya saja aku perlu masuk kamar dulu untuk menyiapkannya, dengan alasan meraciknya, karena sesungguhnya tidak ada yang ajaib dalam jualan obat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka inilah rahasia bubuk kuning ajaib itu, berbentuk kapsul orange bertuliskan "DMX" alias Dumex !!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh Tuhan...aku telah membocorkan resep rahasia keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-7599466065618928557?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1--qGPeFbMmnytN1LsZ5jt56wN8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1--qGPeFbMmnytN1LsZ5jt56wN8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1--qGPeFbMmnytN1LsZ5jt56wN8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1--qGPeFbMmnytN1LsZ5jt56wN8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/IqgkFqtl7Gs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/7599466065618928557/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=7599466065618928557" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/7599466065618928557?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/7599466065618928557?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/IqgkFqtl7Gs/monyet-yang-pandai-mencari-uang.html" title="Monyet Yang Pandai Mencari Uang" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2008/04/monyet-yang-pandai-mencari-uang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUAHRH87cCp7ImA9WhRSFEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-9134161758885650869</id><published>2011-11-16T02:49:00.001-08:00</published><updated>2011-11-16T03:42:15.108-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-16T03:42:15.108-08:00</app:edited><title>Lapara - Style Touch Pen</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-G4j6GvHpSrc/TsOfapcff-I/AAAAAAAAASE/Fy7aacwncFA/s1600/P1010407.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-G4j6GvHpSrc/TsOfapcff-I/AAAAAAAAASE/Fy7aacwncFA/s200/P1010407.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Berbeda dengan stylus postingan &lt;a href="http://www.firman-ahmad.com/2011/11/econo-stylus-handmade.html"&gt;sebelumnya&lt;/a&gt; yang murmer handmade, kali ini aku menggunakan stylus branded dari &lt;a href="http://www.lapara.com.tw/Products/detail.asp"&gt;Lapara Touch Pen (LA-iTN3100)&lt;/a&gt; untuk kebutuhan sketsa. Touch Pen ini berbentuk eksklusif berwarna putih dengan aksen silver, selain itu juga tersedia warna hitam dan abu-abu. Bisa digunakan untuk tablet dan smartphone, dan semua capacitive touch screen.&amp;nbsp;Bagian ujung dari stylus ini berbentuk bulat, terbuat dari serat fiber sebagai konduktor yang diklaim mampu memberikan sentuhan yang lembut dan presisi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Pada saat digunakan pada aplikasi &lt;b&gt;SketchBookX&lt;/b&gt; for iPad, terasa stylus ini sangat lembut. Ujung stylus yang bulat membuat sentuhan pada layar iPad serasa empuk dan sangat nyaman. Tingkat presisi juga bagus, saat digunakan untuk membuat sketsa anime sederhana dengan cepat, goresan demi goresan dapat dimainkan dengan nyaman.&amp;nbsp;Selain untuk sketsa, stylus ini juga sangat responsif digunakan sebagai pointer navigasi pada layar iPad.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-nTImM8lf2_o/TsOgLVSeChI/AAAAAAAAASM/498QeoCVVYY/s1600/sketsa+using+lapara.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-nTImM8lf2_o/TsOgLVSeChI/AAAAAAAAASM/498QeoCVVYY/s320/sketsa+using+lapara.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Well...untuk kebutuhan sketsa sederhana, menulis dan navigasi,&amp;nbsp;stylus ini menurutku sangat layak untuk dimiliki oleh para pengguna tablet atau smartphone. Karena selain bentuknya yang eksklusif, nyaman dan presisi saat digunakan, harganya juga sangat terjangkau (harga kisaran dibawah IDR 80.000, tergantung model).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Impresiku :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;+ bentuk ekslusif | lembut dan nyaman (Smart Fiber Design) | harga murah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;- bagian mata/ujung stylus tidak bisa diganti&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-9134161758885650869?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mWiu8MYIW17PP39h_h_tRNNq-to/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mWiu8MYIW17PP39h_h_tRNNq-to/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mWiu8MYIW17PP39h_h_tRNNq-to/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mWiu8MYIW17PP39h_h_tRNNq-to/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/yI8rsxpQYq8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/9134161758885650869/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=9134161758885650869" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/9134161758885650869?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/9134161758885650869?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/yI8rsxpQYq8/lapara-style-touch-pen.html" title="Lapara - Style Touch Pen" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-G4j6GvHpSrc/TsOfapcff-I/AAAAAAAAASE/Fy7aacwncFA/s72-c/P1010407.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2011/11/lapara-style-touch-pen.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUAGQn0zcCp7ImA9WhRSFEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-271503833089744360</id><published>2011-11-14T03:00:00.001-08:00</published><updated>2011-11-16T03:42:03.388-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-16T03:42:03.388-08:00</app:edited><title>Econo Stylus - Handmade</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EpQZXqJ9NnY/TsD1iRNUWQI/AAAAAAAAARs/TFlO3cxVBDU/s1600/ilustrasi+membuat+econo+stylus.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-EpQZXqJ9NnY/TsD1iRNUWQI/AAAAAAAAARs/TFlO3cxVBDU/s320/ilustrasi+membuat+econo+stylus.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545;"&gt;Menjelang akhir tahun ini banyak ide-ide yang bermunculan. Beberapa diantaranya ingin segera direalisasikan diawal tahun baru nanti. Beberapa hal detil dari ide tersebut aku coba tuangkan dalam bentuk konsep tulisan, namun juga ada beberapa hal yang masih terlalu sulit dituliskan. Oleh karena&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545;"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1321268417_0"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545;"&gt;aku gambar, aku corat-coret di iPadku pada aplikasi &lt;b&gt;Awesome Note&lt;/b&gt;. Memang sedianya mudah saja menggambarkan ide pada Awesome Note, hanya saja rasanya menggunakan stylus akan terasa lebih presisi dan nyaman dalam hal coret-mencoret. Karena aku membutuhkannya segera, maka aku mencoba membuat stylus darurat untuk kebutuhan tersebut. Cukup gunakan pensil atau pulpen dan kertas alumunium foil secukupnya saja. Karena kertas alumunium foil ini dipakai hanya untuk membalut ujung pulpen. Untuk ilustrasi membuatnya bisa lihat gambar berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Sederhana saja dan mudah, siapa saja pasti bisa membuatnya, dan yang pasti murmer...murah meriah. Untuk gambar ilustrasi gambar tersebut menggunakan econo stylus yang aku buat menggunakan pulpen dan kertas alumunium milik Istri yang menganggur di dapur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-F5LnXJhxvuU/TsD2c1wnUwI/AAAAAAAAAR0/siTMmq6m3iE/s1600/econo+stylus.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-F5LnXJhxvuU/TsD2c1wnUwI/AAAAAAAAAR0/siTMmq6m3iE/s320/econo+stylus.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545;"&gt;Usahakan membuat ujungnya menjadi membulat, karena dari hasil uji coba, ujung yang lancip terkadang hasil goresan tidak berjalan mulus. Oya, menggunakan kertas alumunium foil dari pembungkus rokok tidak menunjukkan hasil yang baik alias tidak bekerja. Hasil tersebut dicoba oleh temanku &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545;"&gt;&lt;b&gt;@suryopras&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545;"&gt;, dimana kami sebelumnya melalui Twitter mencoba trik econo stylus ini. Silahkan cek hasil kerjanya di &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545;"&gt;&lt;a href="http://ipadku.net/"&gt;&lt;b&gt;iPadku.net&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545;"&gt;, ada banyak info menarik seputar iPad disana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Semoga tip ini bermanfaat :)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #454545; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-271503833089744360?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hsbea3UhEcenkaw7m1QO2j-iSps/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hsbea3UhEcenkaw7m1QO2j-iSps/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hsbea3UhEcenkaw7m1QO2j-iSps/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hsbea3UhEcenkaw7m1QO2j-iSps/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/decrvDlS5Nk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/271503833089744360/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=271503833089744360" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/271503833089744360?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/271503833089744360?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/decrvDlS5Nk/econo-stylus-handmade.html" title="Econo Stylus - Handmade" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-EpQZXqJ9NnY/TsD1iRNUWQI/AAAAAAAAARs/TFlO3cxVBDU/s72-c/ilustrasi+membuat+econo+stylus.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2011/11/econo-stylus-handmade.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkUCQnoyfip7ImA9WhRSFEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-3485025062328993446</id><published>2011-10-05T06:19:00.000-07:00</published><updated>2011-11-16T05:31:03.496-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-16T05:31:03.496-08:00</app:edited><title>Pecinta Hujan</title><content type="html">&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-LQssfQiB6BQ/ToxY632d5iI/AAAAAAAAARc/LXhxLtS48ZU/s1600/rain.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://3.bp.blogspot.com/-LQssfQiB6BQ/ToxY632d5iI/AAAAAAAAARc/LXhxLtS48ZU/s200/rain.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sewaktu masih kanak-kanak, hujan adalah pertanda permainan diluar 
rumah akan menjadi lebih asyik. Terutama bermain bola, namun tentu saja 
tidak untuk bermain layang-layang. Tanpa perlu membayar sesuatu, 
permainan biasa menjadi luar biasa. Semakin deras, semakin asyik, tanpa 
ada kekuatiran kecuali saat pulang disambut omelan Mama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beranjak
 dewasa entah kenapa, hujan tidak lagi bersahabat. Badan mudah meriang 
terkena guyuran hujan, baik gerimis atau lebat sekalipun. Apa daya tahan
 tubuh yang menurun atau kandungan hujan yang tidak lagi seperti dulu. 
Saat hujan tandanya berada didalam rumah, menikmati alunan irama alam 
yang syahdu. Deru angin menyemai rintik air, dari sejuk hingga dingin, 
dari gerimis hingga lebat, simfoninya selalu saja unik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hujan
 selalu saja menghadirkan suasana yang mampu meresonansi kenangan*. 
Lembaran masa lalu, mudah kembali hadir dalam suasana khusyuk menikmati 
hujan. Masa depan serasa lebih mudah diterawang dalam khusyuk bersama 
hujan. Tidak hanya masa lalu, kini dan nanti, bersama hujan serasa 
datang kesadaran-kesadaran yang menghanyutkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Khusyuk
 menyaksikan hujan, membuat bersaksi bahwa tiada kekuatan yang 
mengendalikan alam selain Tuhan Yang Maha Kuasa. Khusyuk menyaksikan 
derai hujan membuat bersaksi bahwa Tuhan membuat segalanya dengan kadar 
yang pas. Saat mengecap air hujan, sadar Tuhan Maha Penyanyang, karena 
asinnya telah ditanggalkannya saat menuju langit. Saat kau 
saksikan awan berarakan dilangit, membawa berton-ton air, dirimu sadar 
Tuhan Maha Perkasa. Bersaksi dari hujan, menterjemahkan bahwa khusyuk 
adalah kesadaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun kini semakin beranjak dewasa, 
hujan tak lagi hanya kesadaran seperti itu. Karena ia kini membawa hal 
lain, hujan tak lagi bisa dinikmati dengan berleha-leha atau sekedar 
ikut larut dalam tidur seharian. Hujan yang turun lebat dan lama kini 
berarti kekuatiran, entah bencana kecil hingga besar. Sungguh tak elok 
dituliskan disini, karena kekuatiran besar buat yang lain, kadang 
berarti kecil. Namun cepat atau lambat, kekuatiran itu akan merambat 
sama, berdampak sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka bagi para pecinta hujan, 
cukuplah mereka bersedih karena hujan tidak lagi bisa dinikmatinya 
dengan romantis bersama kekasihnya. Tak cukup menyalahkan pemerintah 
yang gagal mengatasinya, mengantisipasi akibatnya, karena kita semua 
sedikit banyak telah aniaya atas alam-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-3485025062328993446?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/x2sVmPbAUzUEQNYfanaJ1KRxarw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/x2sVmPbAUzUEQNYfanaJ1KRxarw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/x2sVmPbAUzUEQNYfanaJ1KRxarw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/x2sVmPbAUzUEQNYfanaJ1KRxarw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/oPNPzUbIg50" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/3485025062328993446/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=3485025062328993446" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/3485025062328993446?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/3485025062328993446?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/oPNPzUbIg50/pecinta-hujan.html" title="Pecinta Hujan" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-LQssfQiB6BQ/ToxY632d5iI/AAAAAAAAARc/LXhxLtS48ZU/s72-c/rain.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2011/10/pecinta-hujan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkQCSX4zcCp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-3419585770301048893</id><published>2011-07-02T06:21:00.000-07:00</published><updated>2011-11-14T03:32:48.088-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T03:32:48.088-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Great Moment" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Daily" /><title>Aku, Teh dan Cinta</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8gGJ03ttYXE/Tg8bR23FWHI/AAAAAAAAAOQ/WkSffi-6yeY/s1600/teh+cangkir.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-8gGJ03ttYXE/Tg8bR23FWHI/AAAAAAAAAOQ/WkSffi-6yeY/s1600/teh+cangkir.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Siapa yang tidak suka minum Teh ? Aku yakin tidak ada yang tidak suka  dengan teh. Diriku disamping penikmat kopi juga pecandu teh. Sejak  kecil tiap pagi selalu tersedia teh sebagai minuman pengantar memulai  aktivitas hari itu. Nanti sore teh juga akan kembali tersaji, biasanya  ditemani gorengan, roti, biskuit atau makanan ringan lainnya. Pagi dan  sore minum teh hingga tengah malam apabila tidur larut, seperti ritual  saja layaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kebiasaan ini terus berlanjut hingga aku  kuliah. Walau teh mulai dapat saingan yaitu kopimix, namun tetap tidak  bisa menggesernya. Sejak di jogja aku mencoba berbagai merk teh, aku  coba buat panas dan dingin. Untuk yang panas selera awal sejak kecil  tetap tidak tergantikan yaitu teh Tjap Cangkir dari Pekalongan.  Sedangkan untuk teh es aku menemukannya di angkringan Jogja, tehnya  memakai teh Cap Kepala Djenggot. Benar saja saat aku membuatnya sendiri,  menyeduhnya dengan air yang benar-benar mendidih hingga pekat,  tambahkan es batu secukupnya, maka saat itu aku percaya kehausan itu  sebuah rahmat dari Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk teh instan kukira tidak  ada yang mengalahkan Teh Kotak, terlebih apabila disajikan dingin. Walau  Teh Sosro mengaku ahlinya teh, namun lidahku mengatakan Sosro agak  pahit. Sedangkan untuk teh instan yang murah meriah, lidahku memilih Teh  Gelas. Teh instan yang menggunakan rasa, aku memilih NU Tea, paduan teh  dan manis madunya mantap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nah, terlepas dari merknya,  disajikan panas atau dingin, dan segala kriteria diatas, teh paling enak  itu bagiku hanya teh yang dibuat dan disajikan oleh 2 wanita yang aku  kenal yaitu Mama dan Istriku. Jadi kawan jangan remehkan sajian teh saat  pergi atau pulang bekerja, karena ada setangkup doa tulus disana serta  kasih sayang yang sederhana dan nyata rasanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-3419585770301048893?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OUgfbIZnIgdZk2xONBO7UCP3P2c/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OUgfbIZnIgdZk2xONBO7UCP3P2c/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OUgfbIZnIgdZk2xONBO7UCP3P2c/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OUgfbIZnIgdZk2xONBO7UCP3P2c/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/gtl6ZuG6hWY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/3419585770301048893/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=3419585770301048893" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/3419585770301048893?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/3419585770301048893?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/gtl6ZuG6hWY/aku-teh-dan-cinta.html" title="Aku, Teh dan Cinta" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-8gGJ03ttYXE/Tg8bR23FWHI/AAAAAAAAAOQ/WkSffi-6yeY/s72-c/teh+cangkir.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2011/07/aku-teh-dan-cinta.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkQNQ3c_fCp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-6706586090450347461</id><published>2011-06-08T03:15:00.000-07:00</published><updated>2011-11-14T03:33:12.944-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T03:33:12.944-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="iPad" /><title>Smart Cover - iPad 2</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Rz0yoTcg-dQ/Te9HJjlr2GI/AAAAAAAAAOM/vLXmp5VkC3A/s1600/overview_smartcover_gallery1_20110302.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="161" src="http://4.bp.blogspot.com/-Rz0yoTcg-dQ/Te9HJjlr2GI/AAAAAAAAAOM/vLXmp5VkC3A/s320/overview_smartcover_gallery1_20110302.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Smart Cover adalah cover yang khusus didesain untuk iPad 2. Aku memilih Smart Cover abu-abu yang berbahan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Polyurethane yang terdiri dari berbagai warna-warni trendy. Sedangkan yang berbahan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Leather memiliki warna-warni yang lebih cocok kepada pengguna bisnis/eksekutif. Harganya juga lebih mahal dibanding yang berbahan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Polyurethane. Strategi pricing yang baik pada warna sekaligus bahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sesuai namanya cover ini benar-benar didesain dengan penuh fungsi. Fungsi yang pertama tentu saja sebagai cover atau tutup pelindung. Smart Cover ini begitu terpasang akan menutup dengan rapat seluruh permukaan display dengan sempurna. Oya, proses pemasangan Smart Cover ini sangat mudah. Cukup meletakannya diatas display, dan "click", engselnya otomatis terpasang pada bagian tepi body iPad 2. Hebatnya saat bagian penutup aku angkat, dalam posisi tergantung, magnet pada engsel cukup kuat untuk menahan berat bedan iPad 2, tetapi juga mudah untuk dilepas kembali. Mekanisme magnet pada Smart Cover ini didesain sangat baik, bukan hanya pada mekanisme engsel tetapi juga sebagai on/off iPad saat cover dibuka tutup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Smart Cover didesain dengan tipis dan bisa dilipat menjadi 3 bagian. Fungsi lipatan ini adalah untuk menjadi sandaran saat digunakan untuk mengetik dengan posisi landscape, sehingga terbentuk sudut kemiringan yang nyaman. Selain itu lipatan segitiga ini juga berfungsi untuk menjadi dudukan iPad 2 saat digunakan sebagai figura atau didirikan saat menonton video/video call/FaceTime. Saat iPad 2 dipegang dengan satu tangan, Smart Cover ini kita lipat menjadi 2 bagian, terlipat separuh menutupi bagian belakang iPad 2. Posisi ini memantapkan tangan saat memegang, juga sekaligus saat mengambil foto ataupun video, karena posisi lipatan separuh ini tidak menutup kamera belakang iPad 2.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt; Well, tampaknya Apple sukses mendesain sebuah cover yang simpel namun fungsional, sesuai namanya Smart Cover. Jadi apabila anda membeli iPad 2, sepertinya Smart Cover ini juga harus masuk dalam daftar belanja. Selamat mencoba :D&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-6706586090450347461?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7tgegs1QX4kzKLA_3P3HY8ye_1U/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7tgegs1QX4kzKLA_3P3HY8ye_1U/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7tgegs1QX4kzKLA_3P3HY8ye_1U/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7tgegs1QX4kzKLA_3P3HY8ye_1U/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/jUVuc-HggJE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/6706586090450347461/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=6706586090450347461" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/6706586090450347461?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/6706586090450347461?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/jUVuc-HggJE/smart-cover-ipad-2.html" title="Smart Cover - iPad 2" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-Rz0yoTcg-dQ/Te9HJjlr2GI/AAAAAAAAAOM/vLXmp5VkC3A/s72-c/overview_smartcover_gallery1_20110302.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2011/06/smart-cover-ipad-2.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkMFQHcycCp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-8448577653732986317</id><published>2011-06-02T05:57:00.000-07:00</published><updated>2011-11-14T03:33:31.998-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T03:33:31.998-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="iPad" /><title>My First Tablet : Apple iPad 2</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-V0_6l_yr-jU/TeeIerhZlKI/AAAAAAAAAOI/Zy09s1ddfDo/s1600/apple-ipad-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="190" src="http://2.bp.blogspot.com/-V0_6l_yr-jU/TeeIerhZlKI/AAAAAAAAAOI/Zy09s1ddfDo/s320/apple-ipad-2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sejak kehadiran perangkat tablet, yaitu Apple iPad generasi pertama, aku sudah berencana kelak untuk memiliki juga perangkat digital sentuh ini. Harganya memang tidak murah, namun apa yang ditawarkan oleh perangkat tablet memang menggiurkan. Yang pasti kita akan mendapatkan pengalaman baru dalam berkomputer portabel. Semula kita mengandalkan laptop untuk kebutuhan berkomputer secara mobile, sekarang kita disuguhi perangkat yang lebih tipis dan dukungan penuh terhadap dukungan layar sentuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tablet pertama yang aku cicipi adalah Samsung Galaxy Tab (Gtab). Tablet produsen dari negeri Ginseng ini cukup menggiurkan, harga lebih murah dibanding iPad karena berbasis Google Android (froyo). Selain itu Gtab ini bisa berfungsi sebagai telepon nirkabel menggunakan handsfree Bluetooth. Ukuran displaynya 7", cukup nyaman digenggam walau agak tebal bagian body-nya. Namun disaat ingin memutuskan membeli beredar kabar bahwa Gtab 2 akan launching dengan menggunakan OS Android versi 3.0 yaitu Honeycomb. Melihat komersialnya di Youtube, maka Gtab generasi pertama hilang dalam daftar belanja. Namun tidak lama, launching-lah Apple iPad 2 dengan segala fitur barunya, yaitu prosessor dual-core, grafis 10x lebih cepat, front &amp;amp; rear camera, lebih tipis dan seterusnya. Maka jatuhlah aku dalam kebimbangan dalam menentukan pilihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebimbangan pertama dalam menentukan sistem operasi manakah yang aku pilih, Android atau iOS ? Android, sistem operasi besutan Google ini memang sedang naik daun. Ramai Smartphone berbagai vendor yang menggunakan sistem operasi "robot hijau" Google ini. Namun aku ingat saran temanku yang sudah menjajal keduanya, bahwa apabila suka ngoprek, maka silahkan pilih Android. Tetapi apabila menginginkan sistem operasi yang stabil, nyaman dan eksklusif maka pilihlah iOS dari Apple. Nah, berhubung banyaknya Android yang tertanam dalam smartphone mulai dari kelas value hingga high-end, maka aku memutuskan untuk menjadi pengguna android di smartphone kelas mainstream saja. Sedangkan untuk tablet aku akan memilih iOS, yaitu iPad. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata tidak sampai disitu saja kebimbangan dalam memutuskan pilihan. Karena bujet untuk mendapatkan smartphone dan sebuah tablet tidak dapat diputuskan sembarangan, mengingat sekarang bukan lagi bujangan. Untuk smartphone pilihan terbaik sudah diputuskan, sedangkan untuk tablet masih berkutat antara kebutuhan dan keinginan. iPad 1 atau iPad 2 ? setelah sana-sini bertanya, googling dan menyepi menjelang tidur, malahan tambah bingung. Penghapus kebimbangan justru datang karena kondisi pasar alias ketersediaan barangnya. Disaat memutuskan untuk membeli iPad 1 32GB Wifi+3G, barangnya kosong justru adanya iPad 2 16GB Wifi. Bagaimana dengan fitur 3G-nya, barang ready tetapi tersandung masalah klasik, overbudget. Akhirnya kembali menyepi dalam bimbang, keinginan dan kebutuhan. Oya, jujur saja, diriku tidak mobile, hanya kamar rumah dan ruangan toko, selebihnya rasanya tidak perlu online untuk menggunakan tablet, BlackBerry bisa menutupi kebutuhan itu. Lagipula inilah saatnya untuk membuat hot spot dikamar dan ruangan toko. Maka iPad 2 16GB Wifi siap dipinang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka 3 hari yang lalu, tibalah "apel mentah" itu ditokoku. Aku tidak sabar membukanya saat tiba dirumah. Ide untuk membuat video unboxing-nya pun aku realisasikan. Untuk itu Istri tersayang pun perlu turun tangan untuk menjadi juru kamera. My baby, Kaylila pun turut memberikan sumbangan sound effect. Jadi lihatlah video unboxing berikut ini :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=FJ-OW1AF0DY"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=FJ-OW1AF0DY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Impresi menggunakan iPad 2 akan aku tulis, setelah review menggunakan Smart Cover.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-8448577653732986317?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/foEAjLcjyp4aDL2TOsmjQacqx20/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/foEAjLcjyp4aDL2TOsmjQacqx20/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/foEAjLcjyp4aDL2TOsmjQacqx20/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/foEAjLcjyp4aDL2TOsmjQacqx20/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/7seugoe-S6I" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/8448577653732986317/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=8448577653732986317" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8448577653732986317?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8448577653732986317?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/7seugoe-S6I/my-first-tablet-apple-ipad-2.html" title="My First Tablet : Apple iPad 2" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-V0_6l_yr-jU/TeeIerhZlKI/AAAAAAAAAOI/Zy09s1ddfDo/s72-c/apple-ipad-2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2011/06/my-first-tablet-apple-ipad-2.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE8EQ345fCp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-7674110670245582490</id><published>2011-03-26T06:10:00.000-07:00</published><updated>2011-11-14T04:13:22.024-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T04:13:22.024-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Spiritual" /><title>Dari Surga Kembali ke Surga</title><content type="html">&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat sandang pangan papan terpenuhi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bebas bermain tanpa pusing besok seperti apa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak perlu repot besok akan seperti apa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat kita masih anak-anak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat itulah kita berada di surga sebagai fasilitas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi saat kita akil baliq&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengerti dosa, aurat dan kuasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt; Maka saat itulah kita turun dari surga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bukan diusir dari surga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karena seperti itulah nenek moyang kita&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tergoda oleh bisikan akan pohon larangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt; Simbol akan dosa, aurat dan kuasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tergelincir karenanya untuk menguji nuraninya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apakah memohon ampun untuk bertaubat atau tidak ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adam dan Hawa memohon ampun dan bertaubat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka Sang Maha Penyanyang mengampuninya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memberinya bekal tambahan berupa kalimat-kalimat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bekal turun dari surga menuju dunia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Segala bekal dari surga berupa pengetahuan dan kesalahan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diuji kembali di dunia untuk mengetahui&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Siapakah yang layak kembali tinggal di surga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Surga sebagai balasan, bukan fasilitas lagi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun surga bukanlah segalanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Surga hanyalah fasilitas untuk mendapatkan kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karena Sang Maha Kuasa lah kebahagiaan dan sumber kebahagiaan. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Allahuma Anta Salam, Wa Minka Salam Tabarakta Ya Dzal Jalali Wal Ikram &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-7674110670245582490?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CFY4itROtSQ7yAOcRTb_RFlK55o/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CFY4itROtSQ7yAOcRTb_RFlK55o/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CFY4itROtSQ7yAOcRTb_RFlK55o/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CFY4itROtSQ7yAOcRTb_RFlK55o/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/2_byycX_FOE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/7674110670245582490/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=7674110670245582490" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/7674110670245582490?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/7674110670245582490?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/2_byycX_FOE/dari-surga-kembali-ke-surga.html" title="Dari Surga Kembali ke Surga" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2011/03/dari-surga-kembali-ke-surga.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE8MSXs7fSp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-7741253300150316490</id><published>2011-02-21T21:42:00.000-08:00</published><updated>2011-11-14T04:14:48.505-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T04:14:48.505-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Great Moment" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen" /><title>Ahli Urut Urat - Part 2 (Selesai)</title><content type="html">&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku melangkah masuk kamar Pak Suko, diikuti oleh abangku. Pintu  korban tabrakan itu berderik saat dibuka, tentu bukan meringis kesakitan  karena kejadian tadi, melainkan usianya yang sudah renta. Pintu  berlapis triplek itu sudah kusam dan beberapa sisinya sudah terkelupas  termakan usia. Rupanya demikian pula dengan isi kamar yang tak begitu  luas itu. Luasnya tidak lebih dari kamar kostku yang hanya 3x4 meter  persegi. Melewati pintu malang itu, dengan cepat mataku menyapu  pandangan seisi kamar. Sebuah lemari baju tua dengan sebuah radio tabung  hampa besar, sekali lagi besar, ukuran sebesar itu harusnya adalah  sebuah unit home teater pikirku. Radio besar itu bersanding dengan  sebuah televisi yang juga besar, tetapi bukan ukurannya, melainkan  usianya. Aku ingat dulu dirumah televisi pertama kami juga seperti itu,  TV hitam putih yang berwarna biru, karena dipasang plastik pelindung  berwarna biru. Kemudian mataku memperhatikan sebuah ranjang tua yang  menempati lebih dari separuh ruang kamar Pak Suko. Tidak salah, ranjang  itu pun juga tua, karena ranjang seperti itu sudah ada sebelum aku  lahir. Ranjang besi reot dengan tiang-tiang penyangga kelambunya, tetapi  tidak ada kelambu terpasang disana. Belakangan aku tahu kenapa tidak  terpasang kelambu disana. Nah yang duduk diatas ranjang juga sudah pasti  tua, Pak Suko sambil terkekeh mempersilahkan aku naik keatas kasur,  sambil sesekali dia mengibas-ngibaskan sapulidinya. Bukan karena alas  kasurnya kotor, justru menyakinkan bahwa alas kasurnya itu sudah  dibersihkan dengan sapulidinya itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abangku duduk disebuah  kursi plastik yang disediakan Pak Suko disebelah ranjangnya. Aku dengan  tertatih naik keatas kasurnya sambil menahan sakit pada kakiku. Pak  Suko memintaku tengkurap dibagian tepi ranjangnya sambil menanyakan  sebab musabab kenapa pergelanganku kakiku jadi terlikir. Aku  menjelaskannya, dia terkekeh-kekeh, sepertinya deritaku ini bukan  masalah besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Gampang...&lt;em&gt;gak &lt;/em&gt;seberapa itu." ujarnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Bener ya Pak, ini &lt;em&gt;gak&lt;/em&gt; parah kan?" aku masih tidak yakin, karena dia tidak melihat bengkaknya kakiku yang sebesar kepalan tangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Ya &lt;em&gt;gak&lt;/em&gt; parah lah...saya sudah biasa mijit yang lebih parah dari ini" dia yakin dan terkekeh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pak Suko duduk didekat kakiku, kemudian menyentuh kaki kananku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Ini ya yang sakit ?" tanyanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Bukan Pak, yang kiri...sebelahnya" aku menggeser kakiku supaya tersentuh tangannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Oh...ini  ya, sakit ya?" tangannya meraba untuk kemudian mencengkeram pergelangan  kaki kiriku. Seketika saja aku mengaduh, cengkeraman kuat sekali.  Mengingatkanku pada tangan Pak Tua tukang pijit langgananku dulu. Tangan  yang kuat dan terlatih. Aku menahan rasa ngilu, sedang Pak Suko  terkekeh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Tenang &lt;em&gt;aj&lt;/em&gt;, yang cuma begini saya sudah sering  tangani. Yang datang kemari banyak, mulai dari orang biasa, pedagang,  pengusaha, pejabat, jenderal-jenderal juga pernah. Kalau mau tahu,  keluarga Cendana juga pernah kesini." lagunya sambil terkekeh bangga.  Mendengarnya aku sampai perlu berpaling menengok ia didekat kakiku,  begitupula abangku. Tentu kami berpikiran sama, yang benar saja nih Pak  Tua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Saya &lt;em&gt;gak&lt;/em&gt; usah bilang siapa, cuma Pak Presiden &lt;em&gt;aja&lt;/em&gt;  yang belum pernah saya pijat" lagu kekehan bangganya bergetar lagi.  Abangku manggut-manggut, bukan karena percaya sepertinya, begitupula  aku. Aku hanya merasa Pak Suko ini sangat yakin akan kemampuannya, tidak  perlu diragukan. Kredibilitasnya sudah terjaga, pasien hanya perlu  datang, duduk dan senang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Semua yang datang sembuh Pak ?" aku mengkonfirmasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Ya iya lah...&lt;em&gt;kalo gak&lt;/em&gt; ya &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; mungkin&lt;em&gt; tho&lt;/em&gt;  jenderal-jenderal dan para pejabat itu datang kemari" seperti biasa,  kekehan bangganya ikut bergetar. Kami pun manggut-manggut lagi, kali ini  sudah tiga perempat percaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pak Suko diam sejenak,  meluruskan kakiku. Kemudian tangannya menekan punggungku, menyuruhku  meluruskan badan, tidak boleh miring kekiri ataupun kekanan. Setelah  dirasa badanku pas sesuai standar operasionalnya, ia menyuruhku bersiap.  Entah bersiap apa, aku hanya berpikir tidak lama lagi dia akan memutar  atau menarik pergelangan kakiku sedemikian rupa. Pasti rasanya sakit  seketika, tapi tak mengapa, toh aku sudah berkali-kali merasakan hal  serupa. Paling sakitnya hanya berselang beberapa detik, disusul rasa  seperti kesemutan. Semoga Pak Suko berhasil dalam satu kali tarikan,  sehingga penderitaanku segera berakhir. Karenanya aku membenamkan  wajahku ke bantal yang terletak dihadapanku, biar mengaduh tanpa gaduh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tiba-tiba  saja pergelangan kakiku seperti dijatuhi balok kayu dan tergilas,  rasanya sakit bukan kepalang, aku tersentak antara terkejut dan menahan  ngilu yang sangat. Badanku refleks mengkerut, namun sesuatu yang  menggilas pergelangan kakiku itu tidak bergeming, terus menekan dan  menggilas. Aku berteriak kesakitan, kepalaku terdongak, air mata meleleh  tanpa sadar, tanganku keras mencengkeram seprei kasur. Aku berusaha  menoleh kebelakang, melihat pergelangan kakiku, apa yang terjadi disana.  Namun sesuatu yang menggilas kakiku itu terlalu kuat sehingga sukar  bagiku untuk menoleh. Ya Tuhan apa yang telah menimpaku ???&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku  teringat abangku yang berada disampingku, aku menolehnya,  astaga...keadaanya sangat berbeda denganku. Walau sama mengeluarkan  airmata tetapi ia justru tertawa terbahak-bahak. Ia seperti sedang  menyaksikan dagelan penuh canda tawa, padahal didepannya ini adiknya  sedang menderita menahan sakit. Apa yang sebenarnya yang terjadi ?  karenanya dengan sekuat tenaga, dihimpit oleh sakitnya pergelangan  kakiku, aku memaksakan menoleh kebelakang dan...astaga !!! pantas saja  kakiku sakit bukan kepalang, Pak Suko dengan tersenyum dengan kekehannya  itu sedang menginjak-injak pergelangan kakiku yang sedang bengkak itu.  Dia ini sedang memijatku apa sedang menyiksaku ? melihat aku menoleh,  dia membentakku "Sing lurus mas badannya !!!", segera saja kakinya  menekan punggungku, persis tentara Jepang memaksa tengkurap tentara  pejuang kemerdekaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penyiksaan itu pun kembali berlanjut,  Pak Suko menginjak-injak pergelangan kakiku seperti perokok yang sedang  menginjak puntung rokok untuk dimatikan. Aku mengaduh-aduh sejadinya,  wajahku timbul tenggelam dalam bantal, air mata berlinang. Begitupun  abangku, air matanya berlinang dalam tawa, wajahnya merah menyaksikan  kejadian lucu dihadapannya. Saat aku menolehnya, dia mengacung-acungkan  jempol tangannya, artinya "rasain loe...enak kan !!!" aku mengumpat  dalam hati, sial sekali aku kali ini. Ini bukannya pijat &lt;em&gt;gak pake lama&lt;/em&gt;,  karena penyiksaan ini belum ada tanda-tanda segera reda. Aku tidak  tahan lagi, aku memaksa menoleh, Pak Suko mengeraskan injakannya, entah  setengah sadar atau bagaimana, Pak Suko dimataku kini tampak seperti  serdadu Jepang yang berhasil menjatuhkan tentara marinir AS dalam perang  pasifik. Menginjak-injak tentara marinir AS itu hingga tak lagi  berdaya, kemudian tangannya terangkat keatas untuk menghujamkan pisau  bayonet, untuk mengakhiri lawannya. Tetapi Pak Suko tangan terangkat  bukan buat menghujam bayonet, karena ia tidak sedang memegang apa-apa.  Ia mengangkat tangannya ternyata untuk berpegangan pada tiang-tiang  peyangga kelambu (makanya &lt;em&gt;gak&lt;/em&gt; ada kelambunya). Ia menekan  kakiku dengan kakinya dengan sepenuh berat badannya, oleh karena itu  berpegangan pada tiang itu, biar tidak goyah keseimbangannya. Dasar edan  umpatku seraya mengaduh timbul tenggelam wajahku dalam bantal. Ternyata  karma berlaku cepat hari itu, sebelumnya aku tertawa menyaksikan  penderitaan Pak Suko dalam insiden tertabrak pintu. Kini Pak Suko  'membalasnya' dengan penyiksaannya, girang dia menginjakku tanpa dosa,  bergetar kekehannya dengan bangga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Entah berapa lama tragedi urut &lt;em&gt;pake&lt;/em&gt;  kaki itu berlangsung, Pak Suko berhenti dan duduk. Ia mempersilahkanku  bangun sambil sebelumnya memegang pergelangan kakiku yang bengkak itu.  Rasanya sudah berbeda, rasanya sudah seperti mati rasa. Ia tertawa  sambil berkata "Sudah beres mas, gimana ? coba dirasa-rasa dulu"  tawarnya. "Iya Pak...sudah enakan." kataku sekenanya. Lagian siapa yang  mau kembali disiksa tentara Jepang, tidak sudi, aku ingin cepat pulang.  Pak Suko terkekeh duduk diatas kasurnya, sambil menggosok-gosok kedua  telapak tangannya. Aku bersungut dalam hati, memangnya tadi pijat pakai  tangan ? abangku, saksi satu-satunya 'penganiayaanku' itu tampak lelah  tertawa bahkan mungkin sedikit kecewa hiburan unik itu sudah selesai.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Ini pasti sembuh kan Pak ? berapa hari kira-kira?" abangku bertanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Ya pasti sembuh mas, paling 2-3 hari sudah enteng, saya jamin." konfirmasinya sambil terkekeh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku pun bersungut, awas saja kalau sampai dalam 3 hari kedepan kakiku tambah parah...&lt;em&gt;ta' sumpahi beneran !!!&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Jadi berapa Pak biayanya ?" tanya abangku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Mahasiswa kan ya? kalo mahasiswa ya sepuluh ribu saja, saya diskon". Ia terkekeh sambil mengangguk-angguk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abangku  mendekatiku yang sudah duluan berada dekat pintu. "Mana duitnya ?"  menyorongkan tangan. Aku menyodorkan selembar uang kertas lima ribuan.  "Hah...mana lagi ?, kurang nih". protes abangku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Sudah &lt;em&gt;kasikan&lt;/em&gt; saja". bisikku sambil mengedipkan mata. Abangku mengangguk cepat sambil terkekeh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abangku  menyerahkan uang selembar lima ribuan itu. Pak Suko menerimanya,  merabanya dan..."kurang mas, lima ribu lagi kan ya" kami saling  tersenyum geli, sepertinya pikiran usil kami mengatakan hal sama, kalau  urusan duit tidak ada orang yang buta. Setelah berpamitan kami segera  pulang. Sepanjang jalan abangku masih geli mentertawakan kejadian unik  tadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Tiga hari kemudian...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ternyata  apa yang dikatakan Pak Suko benar. Kakiku sudah tidak bengkak lagi,  ngilu pun tidak terasa lagi. Aku coba gerak-gerakan, tendang-tendangkan,  lompat sana-sini, tidak ada masalah lagi. &lt;em&gt;Everything it's ok&lt;/em&gt; !!! mantap. Aku tertawa sendiri, sudah sakitnya minta ampun, awas saja sampai tidak sembuh. Hebat juga pikirku terapi &lt;em&gt;pijat pake kaki &lt;/em&gt;ala  Pak Suko. Efektivitasnya boleh diadu, hanya saja harus rela dijajah  tentara Jepang, dan ditertawakan oleh saksi mata kejadian. Cukup sekali  pikirku untuk kesana, lain kali aku ingin berada dalam posisi sebagai  saksi saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tiba-tiba saja kami dikejutkan oleh salam  seseorang sambil mengetuk pintu kostan kami. Ternyata yang datang adalah  kawan abangku, si Pondan anak Medan. Begitu masuk kamar kami, ia  mengaduh-aduh, kakinya pincang, dengan logat kental Medannya ia mengadu  kepada abangku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Yan...kau tolong aku lah, sakit kali kakiku ini.  Kau tahu tidak tukang urut yang mantap ?". Mendengar pertanyaan itu kami  serempak menjawab "Pak Suko...!!!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kami berpandangan dan tertawa,  yang tentu saja membuat si Pondan heran. "Macam mana rupanya Pak Suko  ?" tanyanya. "Kau tenang saja lah ndan...dijamin mantap, pasti sembuh".  Abangku terkekeh, tertular Pak Suko sepertinya. Abangku merangkul bahu  si Pondan, mengajaknya seraya keluar kamar, sesaat abangku mengerdipkan  mata kepadaku. "Ah...tak salah kan aku datang kesini Yan, langsung kita  bertemu dengan Sukro ? siapa tadi namanya ?" Pondan optimis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Pak Suko...!!!" kami hampir serempak lagi menjawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Ah iya...Pak Suko, tunggulah kau aku datang." Pondan semangat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kami  bertiga tertawa bersamaan, hanya saja tawa Pondan dan kami berdua tentu  jelas berbeda maknanya. Ada yang kena jajah tentara Jepang lagi,  gumanku dalam hati seraya tertawa membayangkan abangku kembali menjadi  saksi mata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-7741253300150316490?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Ynxh43aur61-apFIUQFcdcsQwxc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Ynxh43aur61-apFIUQFcdcsQwxc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Ynxh43aur61-apFIUQFcdcsQwxc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Ynxh43aur61-apFIUQFcdcsQwxc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/OVXgeBqEF54" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/7741253300150316490/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=7741253300150316490" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/7741253300150316490?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/7741253300150316490?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/OVXgeBqEF54/ahli-urut-urat-part-2-selesai.html" title="Ahli Urut Urat - Part 2 (Selesai)" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2011/02/ahli-urut-urat-part-2-selesai.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4ERHs5fCp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-4714057240988035393</id><published>2011-02-20T23:38:00.000-08:00</published><updated>2011-11-14T04:15:05.524-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T04:15:05.524-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Great Moment" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen" /><title>Ahli Urut Urat - Part 1</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; font-size: small;"&gt;Saat itu semua menahan napas, menatap keatas, bersiaga, bersiap melompat, termasuk diriku. Tembakan tiga angka dari rekan satu timku sudah dilepaskan, menunggu bola rebound apabila tidak tepat sasaran. Bola memantul terkena pinggiran ring, lemparan tidak tepat sasaran, rekan setimku yang berposisi sebagai pemain center, sigap melompat berjibaku dengan dua pemain lawan yang juga berebut bola rebound tersebut. Bola terpantul-pantul dari tangan ke tangan, saling berebut ingin menangkap bola, aku pun ikut menyeruak diantara mereka. Walaupun posturku tidak setinggi mereka, aku yakin timing lompatanku tepat untuk memenangkan perebutan bola tersebut. Tangan kananku menjulang untuk meraih bola, ditunjang oleh lompatan sekuat tenangaku. Sepersekian detik, aku tampak akan mendapatkan bola tersebut, tetapi rekan lawan yang sejak tadi mengawalku juga tidak ingin ketinggalan, ia yang berada dibelakangku menepis bola dari tanganku. Bola mental ketengah lapangan, sesaat kami mendarat dari lompatan masing-masing. Saat mendarat kakiku menginjak kaki pemain lawan yang menepis bola dariku tadi, akibatnya aku mendarat tidak sempurna, kakiku terkilir. Aku menyadarinya sesaat aku bergerak hendak lari mengejar bola, pergelangan kakiku ngilu seketika. Aku tertinggal sendiri menahan sakit disaat yang lain bergerak, berlari ketengah lapangan. Sesaat kemudian aku tertatih-tatih keluar dari lapangan, digantikan.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Hari itu adalah pertandingan perdana pertandingan basket dikampus, sekaligus pertama kali kakiku terkilir parah selama kuliah di Jogja. Masalah kilir-terkilir bukanlah barang baru buatku, sejak SMP hingga SMA yang namanya kaki terkilir sudah menjadi langganan buatku. Hal itu membuatku berlangganan pergi ke tukang urut yang berspesialisasi dikarenakan cedera olahraga atau kecelakaan. Sejak menggeluti olahraga yang pekerjaan utamanya tendang-menendang, kaki terkilir adalah wajar. Tukang urut langgananku ini adalah seorang Pak Tua yang cukup terkenal dikotaku. Terkenalnya karena ia mengurut gak pake lama, langsung pada sasaran, langsung putar, tarik, mengaduh sesaat atau panjang, untuk kemudian tersenyum atau tertawa karena geli (akibat rasa ngilu-ngilu aneh), membayar uang jasa seikhlasnya, tidak ada tarif tertentu. Selanjutnya hanya menahan ngilu bengkak akibat terkilir tersebut selama 2-3 hari, yang pasti sumber sakit karena terkilir sudah dibenarkan tata letaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, ini di Jogja aku tidak tahu dimana harus mencari tukang urut seperti Pak Tua langgananku itu. Urut gak pake lama, maksudnya lama diusap-usap perlahan yang justru malah kita menderita menahan rasa sakit. Soalnya aku sudah pernah mendapat perlakuan urut demikian, sungguh rasanya tersiksa sekali, apalagi jika terkilirnya sudah lewat semalaman yang berarti sudah membengkak. Kondisi inilah yang sekarang menimpaku, semalaman aku menahan rasa ngilu karena tidak tahu harus kemana dan terlebih tidak ada kendaraan saat itu. Beruntung ada teman 1 kost yang mengetahui seorang tukang urut yang sesuai dengan kemauanku. Maka esok paginya aku meminta tolong kepada abangku untuk mengantarkanku ke tukang urut tersebut, dengan terlebih dahulu meminjam motor teman kost yang sedang nganggur. Tetapi teman itu berpesan jangan terlalu lama, karena menjelang siang ia akan pergi kuliah. Dengan yakin kami memastikan bahwa kami hanya pergi sebentar, karena ini urut gak pake lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gak pake lama, kami pun segera meluncur mencari alamat si penyelamat letak urat kakiku itu. Alamatnya berada ditengah kota, dekat dengan Tugu, disebuah gang sebelah dealer Suzuki kawasan kali Code binaan Romo Mangun. Setibanya disana kami pun menanyakan alamat detilnya pada orang yang kami temui. Namun malang bagiku, beliau ternyata sedang di-booking klub sepakbola jogja untuk menjadi tim medisnya. Aku dan abangku menjadi bingung kami harus kemana, kaki semakin ngilu, langit pun menjadi sendu, gerimis turun perlahan. Kami pun memutuskan untuk berkeliling, siapa tahu dapat info mendadak keberadaan tukang urut dijalan yang kami lalui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari menghadap Tugu ke barat kami belok kiri menuju arah stasiun Tugu, belok kiri lagi untuk kemudian menyisiri daerah Kotabaru, Bundaran UGM, Mirota Kampus, macet diperempatan. Ditengah kemacetan perempatan Mirota Kampus inilah kami teringat sesuatu, perempatan jalan lain. Bukan perempatannya, tetapi sesuatu diperempatan tersebut, sebuah papan reklame sederhana yang mungkin jadi solusi akhir. Maka gak pake lama, kami sepakat untuk meluncur kesana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempatan jalan yang kami tuju adalah perempatan jalan Gayam, tetapi bukan jalan Gayamnya, melainkan jalan diselatan perempatan itu, aku lupa nama jalannya. Dipinggir jalan itu ada sebuah reklame didepan gang yang sangat mudah terlihat dan terbaca oleh pejalan kaki maupun pengendara, termasuk aku dan abangku. Reklame sederhana dengan tulisan yang juga sederhana, tulisannya : Ahli Pijat Urat - Pak Suko. Dari sekian kali kami melewati jalan itu, tak pernah terbayang olehku apabila nanti akan menyambanginya. Dan kini kami sudah tiba tepat didepan gang tersebut. Sebuah gang kecil karena lebarnya tidak bisa dilewati sebuah mobil dan kami harus berjalan kaki memasukinya. Karena didepan gang ada papan peringatan untuk turun dari kendaraan serta dimatikan, maka aku pun tertatih-tatih mengikuti abangku yang menggiring sepeda motor. Setelah tiga kali bertanya dengan orang yang kami temui, maka kami akhirnya menemukan rumah Pak Suko. Rumah beliau terletak dipojokan gang, setelah melewati beberapa kali belokan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didepan rumah tersebut kami bertemu dengan seorang ibu-ibu yang sudah cukup berumur, kami menduga beliau adalah istri dari Pak Suko. Kami mengucapkan salam dan menanyakan apakah benar Pak Suko tinggal disitu, dengan logat khas Jogja beliau mengiyakan dan mempersilahkan kami masuk. Melihat dari cara jalanku beliau sudah mengetahui maksud kedatangan kami.&lt;br /&gt;
"Masuk dik, Bapa'e lagi didalam...masuk saja", Ibu tersebut mempersilahkan kami masuk.&lt;br /&gt;
"Iya bu, terima kasih", jawabku.&lt;br /&gt;
Maka kami pun masuk ke ruang tamu rumah tersebut. Baru sejenak kami duduk, melintas seorang Pak Tua bersarung membawa sangkar burung (perkutut sepertinya).&lt;br /&gt;
"Tunggu sebentar ya dik, saya ngurusin peliharaan saya ini dulu" suaranya agak berat sambil terkekeh. Rupanya beliau inilah Pak Suko. Perawakannya tubuhnya sedang dan agak bungkuk, maklum sudah sepuh sepertinya. Dia menggantungkan sangkar burung peliharaannya itu diteras rumah, dimana sebelumnya sudah tergantung dua buah sangkar. Ketika kembali masuk kedalam ia mengatakan bahwa masih ada satu sangkar lagi, disaat itulah kami melihat matanya dan sedikit keanehan gaya berjalannya. Bola matanya tidak nampak jelas, pandangan tidak fokus layaknya mata orang normal, sewaktu kembali kedalam tangannya sesekali berusaha meraba dinding. Ya tidak salah lagi, ternyata Pak Suko ini tuna netra alias buta. Kami berdua seketika berpandangan, tanpa berkata-kata kami setuju bahwa kami baru saja menyaksikan pemandangan hebat. Orang tua yang buta dengan lugas menggantungkan kaitan sangkar burung diteras rumahnya dengan akurat. Terlebih aku, secara tidak sadar mengembang optimisme akan kemampuan si Pak Suko ini, sepertinya bukan orang tua ahli pijat urat biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka saat Pak Suko kembali dari dalam rumah dengan mambawa sangkar burung, kami memperhatikan langkahnya dengan seksama. Kami tidak ingin luput menyaksikan bagaimana ia menggantungkan sangkar burung itu dengan tepat. Ia melewati kami dengan terkekeh sebentar, menuju teras rumah, diam sejenak seperti sedang mengukur sesuatu. Kami ikut tegang sejenak, hampir menahan nafas saat ia mengangkat sangkar burung tersebut. Karena sekali lepas, maka bisa dibayangkan apa yang terjadi. Ia bisa saja jatuh terjerembab kedepan terasnya karena letak teras itu lebih tinggi dibanding halaman depannya. Namun seperti tiga sangkar lainnya, Pak Suko dengan pas menggantungkan kaitan sangkar itu pada tempatnya. Kami menghela nafas, Pak Suko tampak terkekeh untuk kemudian bersiul-siul seperti burung dalam sangkar itu. Ia kembali masuk menghampiri kami sejenak, mengatakan bahwa ia ingin membersihkan kamarnya dulu, karena kamarnya tersebut berfungsi sekaligus sebagai tempat prakteknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamarnya tersebut ternyata terletak persis didepan kami duduk. Pak Suko masuk kamar tersebut, hanya sebentar keluar lagi, ia mencari sapu. Terdegar dari nge-dumelnya, ia marah karena ada yang memindahkan sapu lidi miliknya. Saat ia keluar kamarnya aku melihat pintu kamarnya agak janggal. Tidak seperti pintu kebanyakkan, pintunya ini terbuka kearah luar, seperti pintu-pintu di film Warkop DKI alias Dono Kasino Indro, yang sering membuat mereka tertabrak daun pintu tersebut. Karena sambil nge-dumel&amp;nbsp; tadi Pak Suko lupa menutup pintu tersebut dan tergesa-gesa kedalam rumah mencari sapu lidinya. Memperhatikan Pak Suko kami diam saja, dan kami berdua memang diam saja dari tadi, mungkin masing-masing sibuk memperhatikan tingkah laku Pak Suko. Tidak lama kemudian sambil terkekeh Pak Suko kembali dengan menenteng sapu lidi miliknya, ia tampak bersemangat untuk segera membersihkan kamarnya, tak tega membiarkan kami pasiennya lama menunggu, terlebih kaki bengkakku. Mungkin karena terlalu bersemangat, Pak Suko lupa sesuatu, ia berjalan cepat menuju pintu kamarnya, daun pintunya masih terbuka keluar. Melihat potensi kecelakaan itu kami sempat beranjak dari kursi untuk mengingatkan, tapi agak ragu melihat langkah mantap Pak Suko membawa sapu lidi, karena ingat akan kempuan akurasinya. Sejurus kemudian, tanpa peringatan, tanpa aba-aba...GEDUBRAK !!! jidat Pak Suko keras menabrak bukan daun pintu, melainkan bibir pintu dengan telak, persis seperti motor honda CB tahun tujuh puluhan yang ngebut menabrak tiang listrik. Kami yang berdua menyaksikan kecelakaan tragis itu hanya bisa menutup mulut, karena kami harus kuat menahan tawa kami yang serasa meledak. Pak Suko dengan menahan sakit, tentu saja, dengan gerakan sangat cepat masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu. Kami diluar terkikik-kikik melihat kejadian ala film warkop DKI tadi, jangan anggap kami jahat dan tidak berprikeorangtuaan, karena kejadian itu benar-benar diluar dugaan kami, Pak Suko dengan kemampuan akurasi sebagai tuna netranya, karena sebuah sapu lidi harus menanggung malu bahkan harga dirinya didepan pasiennya yang sudah memiliki ekspektasi tinggi akan kemampuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai reda tawa kami yang tertahan-tahan, Pak Suko belum juga muncul dari balik pintu kamarnya, sunyi senyap dari dalam kamarnya. Terbayang didalam kamar Pak Suko mengaduh kesakitan, mengelus-elus jidatnya, sambil sesekali memukul-mukul kasurnya karena tidak mungkin berteriak mengaduh kesakitan. Aku dan abangku dengan tawa yang sudah reda, saat berpandangan, langsung paham bayangan itu dibenak kami, maka kami pun kembali menahan tawa, menutup mulut dengan tangan, sedang tangan yang lain memukul-mukul sofa. Sambil waspada jika tiba-tiba Pak Suko keluar kamarnya dan menghunus sapu lidinya karena kami telah mentertawakannya. Eh' tapi dia kan tidak bisa melihat ? bagaimana juga jika jidatnya benjol ? lalu dia memutuskan tidak menerima pasien, karena dia otomatis sudah menjadi pasien juga kini ? lalu bagaimana dengan nasib kakiku yang sudah terlebih dulu benjol alias bengkak parah ? sesaat aku jadi merasa berdosa mentertawakannya. Tapi abangku sepertinya tidak merasakan hal yang sama, ia masih sibuk larut dalam imajinasinya, Pak Suko mengaduh bahkan sampai menggigit bantalnya menahan sakit. Tapi tiba-tiba kami terkejut oleh suara Pak Suko dari dalam kamarnya. Bukan suara orang mengaduh ataupun minta tolong, tapi dia memanggilku, meminta kami masuk ke kamarnya. Sesaat aku merasakan ada sesuatu yang tidak mengenakkan menantiku dibalik pintu kamarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;~ bersambung&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-GBf7lXtg8vY/TWIWT5GdO1I/AAAAAAAAAOA/NniDzpVdCSY/s1600/panti_pijat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="146" src="http://1.bp.blogspot.com/-GBf7lXtg8vY/TWIWT5GdO1I/AAAAAAAAAOA/NniDzpVdCSY/s200/panti_pijat.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-4714057240988035393?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/O0Uw_q9Yo5umDRb5S66Z1opFJ38/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/O0Uw_q9Yo5umDRb5S66Z1opFJ38/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/O0Uw_q9Yo5umDRb5S66Z1opFJ38/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/O0Uw_q9Yo5umDRb5S66Z1opFJ38/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/5clNIsoADBo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/4714057240988035393/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=4714057240988035393" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/4714057240988035393?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/4714057240988035393?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/5clNIsoADBo/ahli-urut-urat-part-1.html" title="Ahli Urut Urat - Part 1" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-GBf7lXtg8vY/TWIWT5GdO1I/AAAAAAAAAOA/NniDzpVdCSY/s72-c/panti_pijat.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2011/02/ahli-urut-urat-part-1.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4HQH0zfCp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-680975362819651528</id><published>2010-12-30T05:27:00.000-08:00</published><updated>2011-11-14T04:15:31.384-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T04:15:31.384-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Timnas" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sepakbola" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Garuda" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="AFF" /><title>Garuda di Dadaku !!!</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/TRyIk-9pSPI/AAAAAAAAAN4/p7pZTWKZdnw/s1600/garuda_didadaku3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/TRyIk-9pSPI/AAAAAAAAAN4/p7pZTWKZdnw/s200/garuda_didadaku3.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kemarin, tepatnya tanggal 29 Desember 2010 bangsa Indonesia serentak menyaksikan sebuah tayangan bersejarah yang bertema &lt;i&gt;Mission Impossible&lt;/i&gt;. Indonesia dengan Timnas sepakbolanya menghadapi laga ke-2 melawan tim Singa Malaya, Malaysia. Dimana pada laga perdana dikandang Singa, tim Garuda Indonesia takluk 3-0. Karena keunggulan aggregat 3 gol itulah yang menjadikan tema siarang langsung lewat saluran RCTI itu sebuah misi yang sangat berat jika tidak ingin dikatakan mustahil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Atmosfer pada pertandingan final dengan kewajiban menang 4-0 tentu saja membuat bangsa ini harap cemas, walau lisan mengatakan optimis bisa menang dikandang keramat Gelora Bung Karno (GBK). Dicemaskan pula apabila Malaysia bermain &lt;i&gt;negative football&lt;/i&gt; alias bertahan penuh untuk menjaga tidak kebobolan. Walau pada pertandingan fase penyisihan grup tim Garuda bisa melumat Singa Malaya dengan skor telak 5-1, tetap saja terasa berat mewujudkan harapan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Hal itulah yang setidaknya aku rasakan saat menyaksikan laga Indonesia vs Malaysia di ajang piala AFF tadi malam. Aku merasa Indonesia tidak akan bisa menjuarai turnamen ini, walau perjalanan menuju final timnas sangat impresif dengan rekor tidak terkalahkan selama berlaga di GBK. Untuk menutupi rasa pesimis itu, aku bernadzar akan membeli sepasang kaos timnas untuk aku pakai bersama istri untuk berfoto bersama di tahun baru, dan menjadikannya avatar sepanjang tahun 2011. Nadzar itu aku jadikan statusku di Facebook dan tentu saja banyak mendapat dukungan kawan-kawan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Usai pertandingan, nadzarku itu harus ditunaikan karena timnas menang mengalahkan Malaysia. Tetapi tidak menjadi juara karena laga berakhir hanya dengan skor 2-1, kalah aggregat gol. Sesak rasa dada ini karena harus berlapang dada menerima keunggulan lawan. Namun sesak itu juga sekaligus rasa bahagia, karena bangga dengan timnas yang berjuang mati-matian. Bangga dengan saudara-saudara sebangsa yang memerahkan GBK hingga diluar gelanggang. Tidak hanya seputaran GBK, tetapi disetiap sudut negara tercinta ini, semua bersatu merah, bersatu rasa, rasa nasionalisme yang menggelorakan semangat bahwa kita adalah BANGSA BESAR. Kita tidak akan pernah menyerah begitu saja, walau sudah tertinggal, kita tetap berjuang. Inilah sepakbola yang aku nantikan, sepakbola yang mampu menyatukan bangsa, membangkitkan getaran nasionalisme disetiap aliran darah kita. Bangga akan timnas, bangga lahir sebagai Indonesia. Sungguh rasa itu mengharukan bangsa ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kita memang tidak juara, karena kita memang (mungkin) ditakdirkan untuk memenangkan pertarungan lain yang skalanya lebih besar. Yaitu pertarungan akan pertandingan yang sudah berjalan selama ini, perjuangan mengalahkan ketertinggalan, keterpurukan bangsa ini diberbagai lini kehidupan yang terus menggerogoti negara ini. Dan sungguh ajaib, disaat pemimpin-pemimpin bangsa ini gagal memberikan teladan yang baik, Tuhan mewakilkan rasa kebangkitan nasionalisme melalui timnas sepakbola kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tahun baru 2011 siap menjemput kita dengan kereta waktunya yang terus berjalan menuju 2012, jadi bersiaplah, berbenahlah, optimislah, kita akan tiba disana dengan piala-piala kemenangan dengan sorak kemenangan dan sukacita...GARUDA DI DADAKU !!!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-680975362819651528?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/N9IlXk3ZdCpCOPsPU8R1DFh1yis/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/N9IlXk3ZdCpCOPsPU8R1DFh1yis/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/N9IlXk3ZdCpCOPsPU8R1DFh1yis/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/N9IlXk3ZdCpCOPsPU8R1DFh1yis/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/5tzw_8l-u2g" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/680975362819651528/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=680975362819651528" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/680975362819651528?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/680975362819651528?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/5tzw_8l-u2g/garuda-di-dadaku.html" title="Garuda di Dadaku !!!" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/TRyIk-9pSPI/AAAAAAAAAN4/p7pZTWKZdnw/s72-c/garuda_didadaku3.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2010/12/garuda-di-dadaku.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4AQ305fCp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-1266515146166653340</id><published>2010-12-28T20:54:00.000-08:00</published><updated>2011-11-14T04:15:42.324-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T04:15:42.324-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Magnum" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fenomena" /><title>Magnumizer</title><content type="html">&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/TRq_c-B9CHI/AAAAAAAAAN0/5NFb2ctzEgg/s1600/magnum1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/TRq_c-B9CHI/AAAAAAAAAN0/5NFb2ctzEgg/s200/magnum1.JPG" width="129" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa yang kumaksud dengan magnumizer adalah fenomena yang akhir-akhir ini sedang heboh di Indonesia. Bagaimana tidak, hampir sepanjang hari pengunjung toko Mama yang membuka freezer eskrim Walls selalu menanyakan Magnum, Magnum dan Magnum. Sepertinya tidak ada lagi eskrim selain Magnum, padahal eskrim Walls ada banyak jenisnya. Selama sebulan dalam sehari rasanya tidak pernah absen yang mencari Magnum, hingga kadang jengkel sendiri menjawab pertanyaan yang sama setiap harinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ya, stoknya kosong !!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Itulah yang terjadi, barangnya tidak ada walaupun permintaan sangat tinggi. Banyak yang mencari adalah pengunjung baru ditoko Mama, mereka sudah berkeliling kemana-mana mencari eskrim 'gambot' ini. Apa yang membuat mereka para Magnumizer ini begitu berhasrat berburu dan mencicipi eskrim ini ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt; Tidak lain dan tidak bukan adalah propaganda iklan komersial Magnum terbaru yang gencar di Televisi. Sebuah iklan yang menggambarkan 'experience' seorang wanita yang serasa menjadi ratu sehari begitu mencicipi Magnum. Aku sebenarnya biasa saja akan iklan tersebut, namun siapa sangka iklan itu sukses besar. Aku iseng melakukan survei kecil akan Magnum dan hasilnya adalah ternyata banyak orang yang baru&amp;nbsp; mengetahui Magnum dari iklan tersebut. Mereka mengira Magnum adalah jenis baru dari varian produk eskrim Walls.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Magnum sebenarnya adalah produk lama Walls untuk jenis 'candybar'. Pertama kali Walls masuk toko Mama, tidak ada yang tertarik dengan Magnum dikarenakan harganya yang relatif mahal dibanding varian-varian dibawahnya. Oleh karenanya Magnum kalah laris. Aku sendiri pernah mencobanya, jujur saja aku eneg karena coklatnya dan ukurannya yang besar. Sebagian yang pernah mencoba juga berpendapat demikian. Magnum jarang terdapat di freezer-freezer toko pengecer. Mungkin keadaan inilah yang membuat Walls memberikan sentuhan baru pada Magnum. Coklat pelapis baru dan 3 varian rasa yang sebelumnya cuma jenis Classic saja, dan tentu saja iklan jadi ratu sehari itu. Positioning yang cerdas dari tim marketing Walls memilih tema iklan tersebut, sesuai dengan citra yang ingin dilekatkan dibenak konsumen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sukses propaganda Magnum ini ternyata tidak diikuti dengan ketersediaan Magnum dipasaran. Dimana-mana kosong, baik di swalayan hingga toko kelontongan. Jelas sekali bahwa &lt;i&gt;demand&lt;/i&gt; lebih tinggi dibanding &lt;i&gt;supply&lt;/i&gt;, untung saja harga eceran sudah ditentukan Walls dan jelas terpampang di label harga freezer. Apabila tidak, jelas harga melambung tinggi mengikuti hukum ekonomi. Aku menduga hal ini adalah bagian dari strategi marketing Walls, dengan menciptakan kelangkaan maka harga yang relatif mahal tersebut akan terkompromi oleh hasrat konsumen yang membuncah untuk menjadi ratu ataupun raja sehari. Dengan kata lain, bagi konsumen menjadi raja atau ratu sehari itu murah, cukup peruntungan berkeliling menyambangi pengecer Walls, apabila beruntung mendapatkannya, sekejap pejamkan mata dan terdengarlah suara terompet :))&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-1266515146166653340?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ObVt2yEE5JUFbyk2cysLQIPHZLk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ObVt2yEE5JUFbyk2cysLQIPHZLk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ObVt2yEE5JUFbyk2cysLQIPHZLk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ObVt2yEE5JUFbyk2cysLQIPHZLk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/lc5mcufLWWE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/1266515146166653340/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=1266515146166653340" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/1266515146166653340?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/1266515146166653340?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/lc5mcufLWWE/magnumizer.html" title="Magnumizer" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/TRq_c-B9CHI/AAAAAAAAAN0/5NFb2ctzEgg/s72-c/magnum1.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2010/12/magnumizer.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4BSXc_fSp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-1492437194882425577</id><published>2010-12-28T15:54:00.000-08:00</published><updated>2011-11-14T04:15:58.945-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T04:15:58.945-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Life Journal" /><title>Life Journal</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; font-size: small;"&gt;Facebook dengan segala interaksinya sedikit banyak telah membuatku ‘melupakan’ blog pribadi. Blog yang awalnya kutujukan untuk &lt;i&gt;life journal&lt;/i&gt; sekaligus melatih untuk terus menulis, kini hanya menjadi tempat &lt;i&gt;copas&lt;/i&gt; dari &lt;i&gt;note-note&lt;/i&gt;ku di Facebook. Tidak salah memang, namun fungsi blogku menjadi tidak maksimal. Untuk itu aku berencana untuk kembali aktif menulis di blogku, dengan lebih kepada fungsi &lt;i&gt;life journal&lt;/i&gt;. Sebelumnya isi blogku yang kebanyakkan &lt;i&gt;copas&lt;/i&gt; dari &lt;i&gt;note&lt;/i&gt; Facebook adalah tulisanku yang berupa artikel. Artikel yang kutulis hanya pada topik-topik yang benar-benar serius dan kurasa penting untuk aku ingin bagikan kepada orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Nah, &lt;i&gt;life journal&lt;/i&gt; yang ingin aku tuliskan di blog nanti akan berisi catatan-catatan harian yang juga aku anggap penting untuk dibagikan. Karena kadang status di Facebook dan kicauan di Twitter tidak cukup untuk mewakili sebuah hal yang ingin aku pikirkan dan bagikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;/i&gt;Rencana menulis &lt;i&gt;life journal&lt;/i&gt; ini akan aktif memasuki tahun baru 2011. Karena hal ini aku harapkan akan membantu aku membuat karya baru dalam menulis, semoga dari menulis hal-hal kecil akan mempermudah untuk menulis yang lebih besar. Siapapun kamu yang membaca post ini, doakan aku ya untuk kembali berkarya :) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-1492437194882425577?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YoLrME4ifzew8_1fj93Ob9E_6u0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YoLrME4ifzew8_1fj93Ob9E_6u0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YoLrME4ifzew8_1fj93Ob9E_6u0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YoLrME4ifzew8_1fj93Ob9E_6u0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/pdUT1UdJSSM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/1492437194882425577/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=1492437194882425577" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/1492437194882425577?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/1492437194882425577?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/pdUT1UdJSSM/life-journal.html" title="Life Journal" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2010/12/life-journal.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4DRH8zfyp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-7067627529955539517</id><published>2010-11-13T05:46:00.000-08:00</published><updated>2011-11-14T04:16:15.187-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T04:16:15.187-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemahaman" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Great Moment" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ikhlas" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Spiritual" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen" /><title>Interview with Lila</title><content type="html">&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lila dalam gendonganku lewat tengah malam ini. Aku senang sekali  memandangi wajahnya, apapun ekspresinya. Entah dia diam, tersenyum,  nyengir, menguap, terpejam sampai menangis meminta ASI. Itulah keajaiban  wajah seorang bayi, ketulusan dari dalam dirinya, walaupun berbungkus  ekspresi apapun selalu menenangkan. Keadaan itulah yang kini melandaku,  tak terasa sudah hampir 2 jam aku menggendongnya dan aku mulai  mengantuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berbeda dengan Lila, ia nampak segar. Matanya  berkerjap-kejap, melirik kekanan kadang kekiri, keatas juga kebawah.  Tangannya juga tidak tinggal diam, bergerak kesana kemari. Sesekali  tangannya mengibas pipiku saat sesekali kukecup pipinya. Disela-sela itu  aku selalu menghaturkan harapan dan doa atas dirinya, sebagaimana  lazimnya seorang ayah. Lila tersenyum-senyum seolah-olah mengerti apa  yang aku lakukan. Tiba-tiba Lila bersuara, suaranya berbeda dengan  biasanya. Ia seperti menyapaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Aaa...aaaa...” tidak jelas apa maksudnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ayaah...” aku segera mendekatkan wajahku ke wajahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ssttt...ayah tidak usah kaget” bisiknya, sontak aku kaget. Kutatap wajahnya dengan penuh selidik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Lila, kau bicara nak ?” aku tanpa sadar bertanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Iya  ayah...ayah jangan begong begitu” dengan satu tangan tetap  mengendongnya, aku mengusap wajah. Masih merasa tidak percaya putriku  yang belum genap berumur 2 minggu ini berbicara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Oke nak...ayah tidak kaget lagi” aku berbicara sekenanya untuk menyembunyikan sisa-sisa rasa tidak percayaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Nah,  ayah bersikap wajarlah. Karena apabila ada orang lain yang melihat ini,  maka kesempatan ayah untuk berbincang-bincang denganku akan hilang”.  Ternyata kesempatan emas hanya memang datang sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Baiklah nak,  ayah sungguh tidak percaya engkau bisa berbicara seperti sekarang.  Mengapa bisa terjadi ?” aku perlu kepastian akan mukjizat ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Aih  ayah...itu tidak penting. Cukup percayai saja apa yang kini terjadi.  Ehm...tapi baiklah, diakhir perbicangan nanti aku akan beritahukan  penyebabnya”. Bertambah lagi rasa penasaranku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Nak, kau luar biasa sekali”. Kali ini aku tidak bisa menyembunyikan rasa kagumku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Setiap  anak yang terlahir ke dunia adalah luar biasa ayah. Selebihnya adalah  orangtuanya yang mengakibatkan kelanjutan keluarbiasaan tadi”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ow,  tentu nak...sebelum kelahiranmu ayah sudah menyiapkan hal-hal yang  menghebatkanmu. Salah satunya adalah namamu nak”. Sergahku dengan yakin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Bagi  kami nama adalah hal egois pertama seorang orang tua kepada anak”.  Jelasnya seraya menjulurkan lidahnya. Aku tertawa mendengarnya,  terlintas kepada generasi sebelum neneknya bagaimana nama-nama mereka  dibanding anak-anak masa kini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Tenang saja nak, ayah akan mendidikmu menjadi pedagang yang hebat”. Aku bersemangat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Aih...itu  adalah egoisme orangtua yang kedua ayah, ingin anaknya seperti  orangtuanya”. Kali ini lidah terjulur dan mata mendelik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Aih...tunggu  dulu nak, dengar penjelasan ayahmu ini. Ayah tidak ingin kau hanya  sekedar menjadi pedagang, tetapi seorang pengusaha hebat. Semua itu  diawali dari menjadi pedagang dulu nak, kita jaga toko bersama,  menghabiskan waktu bersama dan bersama membangun kerajaan bisnis kita”.  Semangatku kini berganda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Lantas setelah itu bagaimana ?”. Kali ini dia memegang dagunya, menyelidik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Dengan  begitu kita menjadi mandiri nak, dan tidak sebatas mandiri. Kita bisa  membantu memberdayakan banyak orang bersama kita mencapai kemandirian  itu, tentu dengan nilai-nilai yang baik. Kita akan membantu mengurangi  pengangguran, dan mengurangi beban pengangguran negeri ini”. Saking  semangatnya aku sampai menggengam tangannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ayah malah mirip seperti politikus saja. Kalau Lila tidak mau bagaimana?”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Jadi penulis saja nak !!!”. Spontanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Memang kenapa harus jadi penulis ayah?”. Pertanyaan ini sudah aku duga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Siapa  yang menulis tidak akan pernah mati nak. Dia akan abadi, seabadi  tulisan besarnya menghiasi zaman. Dengan menulis dan menjadi penulis,  kau akan terus berpikir nak, imajinasimu akan terus terasah. Selain itu  kau akan memiliki penghasilan pasif nak”. Jelasku sambil terkekeh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Otak dagang ayah lebih dominan dibanding seorang penulis ternyata”. Balas Lila juga sambil terkekeh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Oya...kalau  begitu jadi motivator saja nak. Pekerjaan ini bisa merangkum dua  profesi sebelumnya. Menasihati orang lain, juga sekaligus menasihati  diri sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ayah mau aku nasihati ?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Hmm...rasanya kok tidak pantas ya ?”. Aku keberatan, tentu saja. Aku orangtuanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Berarti  profesi ini tidak bisa segera ayah, profesi ini akan mahal dan  dipandang jika sudah banyak pengalaman dan semakin tua tentunya”. Alasan  yang masuk akal, pikirku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Bila belum pada waktunya, maka akan  persis anak kecil yang mengenakan baju orang dewasa, kebesaran, tidak  pantas dan kelihatan lucu tentunya”. Lanjut Lila menjelaskan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Bagaimana bila Lila menjadi abdi negara ayah ?” kali ini ia yang mengajukan pilihan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Maksudmu menjadi PNS nak ? mau jadi pejabat ? wah...wah, ayah tidak setuju”. Aku jelas menolaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Memang kenapa ayah ?”. Lila meminta penjelasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Nak,  menjadi PNS dinegeri ini, ibarat memasuki sebuah labirin. Mudah masuk,  namun sulit keluar dengan selamat. Kebanyakkan masuk dan terbelit,  begitu keluar mereka seolah menjadi makhluk yang lain. Begitulah yang  jamak terjadi”. Jelasku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Apakah pasti begitu ayah ?”. Lila bertanya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Pasti  sih tidak nak, hanya saja kemungkinan besarnya adalah demikian. Karena  apabila tidak sesuai dengan permainan, maka kau akan segera dipinggirkan  dari lapangan permainan. Daripada begitu, lebih baik kita menciptakan  permainan sendiri nak, permainan yang bersih, &lt;em&gt;fairplay&lt;/em&gt;. Bahkan pemain-pemainnya kita sendiri yang memilihnya.” Jelasku lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Bukankah seorang yang hebat adalah mereka yang masuk dan merubah alur permainan ayah”. Lila coba mendesakku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Benar  nak, hanya saja arusnya sangat besar, seperti tsunami mungkin. Sangat  mudah menyapu siapa saja yang berdiri menghalanginya. Ayah kuatir nak,  apabila nanti kau terseret tidak karuan apabila ikut bermain disana.  Lebih baik kau bermain diluar saja”. Tegasku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Tapi aku merasa tertantang ayah”. Lila membalikkan kedua telapak tangannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Nak...ayah menyukai semangatmu, tetapi tidak untuk itu ya, titik.” Aku merasa perlu menyudahi penjelasan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Tuh  kan, dimana-mana sama saja. Orang tua selalu saja ingin menjadikan  anaknya adalah fotokopi dirinya”. Entah kapan kedua sarung tangan Lila  sudah terlepas. Jari telunjuknya yang mungil ikut menunjuk-nunjuk ikut  berekspresi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Apa itu salah nak ?”. Tanyaku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ayah coba  ingat-ingat bagaimana ayah dulu ?” ia balik bertanya. Ya, aku dulu juga  pernah berada diposisi seperti Lila sekarang. Namun aku bersyukur kakek  neneknya tidak mendikteku untuk berprofesi yang mereka mau, walaupun  mereka juga sempat memilihkan ini dan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ayah...ayah hanya  perlu menjadi busur untuk Lila, dan biar Lila yang menjadi anak  panahnya. Ayah hanya perlu mengarahkan untuk kemudian melepaskannya.  Biar kami melesat di jaman kami, bergerak dimasa depan. Ayah tidak bisa  menjadikan seperti yang ayah mau, karena jaman kita akan berbeda. Karena  apabila demikian, maka anakmu akan ketinggalan jaman”. Lila menjelaskan  serius.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ayah...ingatlah ini, &lt;strong&gt;profesi bukanlah substansi, melainkan misinya&lt;/strong&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Misinya ? maksudmu nak ?”. Kini aku juga ikut serius.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Iya ayah...ayah harus memastikan bahwa apapun profesi Lila kelak, harus mengemban misi &lt;em&gt;rahmatan lil alamin&lt;/em&gt;”. Tanpa kehilangan nada seriusnya, Lila tersenyum. Dan aku pun sejenak ikut tersenyum dan memandangnya dengan dalam sejenak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Iya  nak, ayah mengerti maksudmu. Ayah akan menjadi busur yang menjaga  arahmu, untuk kemudian selanjutnya dirimu akan menjadi inspirasi ayah”.  Seraya mengecup keningnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Oya ayah, tahukah ayah kenapa aku bisa berbicara denganmu malam ini ?”. Lila mengingatkan pertanyaanku diawal tadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ayah tidak tahu nak”. Aku mengangkat bahu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ketulusanmu  malam ini Ayah, rasa syukurmu. Itulah yang menyebabkan semuanya. Rasa  syukur adalah pangkal dari keajaiban-keajaiban dalam hidup kita. Oleh  karena itu ayah, ikhlaslah menjadi busur yang kuat untuk anakmu ini ya”.  Tangannya yang mungil menyentuh pipiku. Menyentuh yang sedang meleleh  pelan membasahi pipiku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ayah sungguh sayang padamu nak. Seperti namamu Kaylila...yang tersayang”. Aku kembali mengecup keningnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Lila mau menemui mama dulu ya ayah”. Lila setengah berbisik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wajah  kami sangat dekat. Aku terus memandangi matanya yang berbinar-binar.  Perlahan matanya bercahaya, terang sekali. Berkerjap-kerjap dan kemudian  menjadi silau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;~~~~&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pijar bohlam lampu  diatas langit-langit kamar menyilaukan mataku. Aku tersadar, baru  terbangun dari mimpi tidurku. Aku segera bangkit dan menoleh kearah  tempat tidur. Disana istri dan anakku terbaring pulas, mereka kelihatan  tenang. Mungkin mereka sedang bertemu dalam mimpi dan ramai  berbincang-bincang sepertiku dan Lila tadi. Aku merapikan selimut  Istriku, juga kelambu box tempat tidur Lila. Sayup-sayup suara panggilan  yang mulia itu mulai terdengar. Aku pun bergegas untuk segera  menunaikan rasa syukurku, menunaikan panggilan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
﻿&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Segala puji hanya untukmu, Tuhan semesta alam...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-7067627529955539517?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VSI--xlr-ZgZVq40MpAONEQmN34/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VSI--xlr-ZgZVq40MpAONEQmN34/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VSI--xlr-ZgZVq40MpAONEQmN34/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VSI--xlr-ZgZVq40MpAONEQmN34/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/jzzW8tdHofc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/7067627529955539517/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=7067627529955539517" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/7067627529955539517?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/7067627529955539517?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/jzzW8tdHofc/interview-with-lila.html" title="Interview with Lila" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2010/11/interview-with-lila.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEEERH47cSp7ImA9Wx5bFk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-8032010736593804443</id><published>2010-11-01T07:43:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T07:43:25.009-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-01T07:43:25.009-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Great Moment" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi" /><title>Yang Tersayang</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Aku tergesa menemuinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Ia tergeletak dalam sebuah wadah berdinding kaca&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Menangis ia saat diangkat, pun saat kupeluk pertama kalinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Aku menatap wajahnya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Ia menangis tertahan-tahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;namun serentak diam saat kulapazkan asma-Mu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;membuat kerongkonganku tercekat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;larut dalam syahadat-Mu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Aku tak mengira matamu terbuka cerah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Menatap diriku yang kini menjadi Ayah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Ayahmu yang larut dalam rasa syukur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Betapa kasih sayang-Mu tak terukur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Anakku tersayang,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Sungguh Tuhan mengajarkan hikmah kepadaku hari ini melalui dirimu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Betapa seorang Suami akan memuliakan Istrinya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Apabila ia sadar akan perjuangan Istrinya dengan payah mengandung dan melahirkanmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan, betapa seorang Istri akan menghormati Suaminya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Apabila ia sadar akan pertanggungjawabannya kelak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan, karenanya tiada yang pantas engkau bahagiakan terlebih dahulu selain kedua orang tuamu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;karena, engkau yang tersayang...Kaylila.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Kamis pagi 28 Oktober 2010, untuk putri pertamaku :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Kaylila Safira Ahmad&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-8032010736593804443?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qDlS4jUWmBFBU0ZwaOmrn32Obyo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qDlS4jUWmBFBU0ZwaOmrn32Obyo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qDlS4jUWmBFBU0ZwaOmrn32Obyo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qDlS4jUWmBFBU0ZwaOmrn32Obyo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/3kWZitbH1HQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/8032010736593804443/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=8032010736593804443" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8032010736593804443?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8032010736593804443?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/3kWZitbH1HQ/yang-tersayang.html" title="Yang Tersayang" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2010/11/yang-tersayang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUcEQHs_cSp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-8267493217661013657</id><published>2010-09-24T04:13:00.000-07:00</published><updated>2011-11-14T04:16:41.549-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T04:16:41.549-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen" /><title>One Day Paperboy - Part 3</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ia meneruskan langkahnya menuju pusat kota. Pusat kota yang dimaksudnya adalah komplek perbelanjaan, dimana pada saat menjelang lebaran kesanalah warga kotanya berduyun-duyun membeli pakaian baru. Disana selalu ramai siang dan malamnya walau masih jauh dari lebaran, karena ditengah-tengah komplek perbelanjaan itu ada sebuah tempat luas terbuka. Disana banyak orang berkumpul dari yang sekedar bersantai, beristirahat setelah keliling komplek berbelanja atau melihat aneka petunjukkan terbuka. Ia pernah beberapa kali bersama teman-temannya menonton pertunjukkan disana, salah satunya pertunjukkan tukang obat berbungkus sulap. Ia dan teman-temannya sempat terkagum-kagum dengan sulap-sulap jalanan tersebut, namun sekaligus membatin tertawa mengingat salah satu film Benyamin S.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Setiba disana perkiraannya tidak salah, ruang tersebut ramai sekali dipenuhi orang. Namun bukan pertunjukkan sulap atau jualan obat yang bertingkah disana, melainkan aneka macam pedagang. Tidak masalah baginya, karena ia kesitu bukan untuk menonton sulap melainkan ikut berdagang. Maka segeralah ia melebur didalam keramaian, sesekali berdesak-desakkan dengan para pengunjung yang dari sekedar melihat-lihat sampai yang bersitegang dengan penjual tawar-menawar. Sesekali heran dengan yang berjualan seperti orang berkelahi, sekali dua tersenyum melihat pedagang yang tersenyum ramah, misal dengan dirinya yang seorang anak kecil mendekat melihat dagangan mereka. Memperhatikan pedagang yang diserbu pembeli, membandingkan dengan pedagang yang berada dalam kondisi sebaliknya, murung termangu sepi tanpa pembeli. Hari itu, diruang terbuka pusat kota itu, menjadi laboratorium kehidupan buatnya walau tanpa hipotesis kritis, ia membuat kesimpulan-kesimpulan sederhana untuk dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Sesaat ia terlupa dengan dagangannya, tersisa 3 eksemplar harus segera dihabiskan apabila ingin berlenggang senang saat pulang. Maka ia menjadi bagian dari keramaian itu, menawarkan dagangannya. Terjual 1 eksemplar oleh pengunjung yang saat itu berpapasan dengannya, tersisa 2 untuk kemudian terus menyusuri keramaian hingga ia merasa capai. Ia mencari tempat duduk yang nyaman, terhindar dari terik siang itu. Duduklah ia bersandar pada salah satu tiang-tiang peyangga bagunan taman, membuka topi pet-nya seraya menkipas-kipaskan ke arah tubuhnya. Keringatnya bercucuran, sesaat kemudian pegal terasa saat kaki ia selonjorkan dan ia sungguh merasa lelah. Ditengah keramaian itu, tanpa disadarinya ia terlelap begitu saja, tertidur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tersentak...kaget !!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bahunya diguncang agak kasar oleh seseorang, membangunkannya seketika. Tanpa bertanya ia beranjak bangun, bercampur rasa takut karena takut dimarahi petugas pasar karena dilarang tidur disitu. Mengingat ia pernah dimarahi kaum Masjid (penjaga Masjid) saat tidur-tiduran didalam Masjid bersama teman-temannya. Tetapi prasangkanya salah, ia dibangunkan bukan karena dilarang tidur melainkan orang itu ingin membeli korannya. Ia mengusap dahi, saatnya beranjak pergi untuk kembali pulang. Dagangannya tersisa 1 lagi, pasti terjual saat perjalanan kembali pulang nanti. Namun ia kembali salah, hingga ia sampai dirumah 1 koran tersisa itu tetap setia ditangannya. Tapi tak mengapalah, bukan awal yang buruk. Diantara rasa lelahnya ia memikirkan sesuatu namun ia benar-benar lelah, berbaring di sofa dan kembali terlelap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tersentak...terbangun !!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Mengusap wajah, mengerjapkan mata beberapa kali. Menoleh pada sisa dagangannya, tersisa 1 eksemplar. Ia harus segera kembali ke bos loper menyetorkan hasil dagangannya dan menerima hasilnya. Hari sudah menjelang sore, maka ia segera bergegas menuju 'posko' loper koran. Setiba disana teman-teman seprofesinya sudah banyak berkumpul, mereka asyik bersenda gurau, berbicang-bincang. Beberapa diantara mereka sambil memegang jajanan mereka, menyeruput es limun, makan roti. Demikian juga dengan Haris Fadillah, ia tampak senang menghabiskan es limunnya. Menyapanya kemudian bertanya bagaimana hari pertama menjalankan profesi barunya, kemudian menemani menemui bos loper.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ia menyerahkan sisa 1 eksemplar koran kepada bos loper beserta uang hasil penjualannya. Bos loper tersenyum, seperti tidak menyangka anak baru ini bakal bisa menjual sebanyak itu. Bos loper menghitung uang yang ia terima, mencatat sesuatu dibukunya dan kemudian memberikan uang kepadanya sambil tersenyum. Namun tidak demikian dengannya, saat tangannya menerima hasil jerih payahnya hari itu, ia menatap telapak tangannya, tampak beberapa uang receh. Ia seketika sadar, ia salah membandingkannya dengan hasil milik Haris Fadillah dan segera beranjak pulang. Dalam perjalanan pulang, ia memutuskan satu hal...hari itu adalah hari pertama sekaligus terakhir ia menjadi penjaja koran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dalam perjalanan pulang kerumah ia berjanji kelak akan berposisi menjadi seperti bos loper yang tidak perlu lelah berkeliling, tangan berposisi "diatas" dan tak perlu takut tertidur dijalan apabila kelelahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;****&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Teeeeeeettt...tiiiiiiiiiit....!!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tersentak...kaget !!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Klakson kendaraan dibelakangnya ramai bersorak, lampu hijau lalu lintas sudah menyala, segera tersadar dari lamunannya. Bergegas menutup &lt;i&gt;visor &lt;/i&gt;helm, menarik gas dan meluncur meninggalkan perempatan, anak-anak penjaja koran jalanan dan memori masa kecilnya. Ia menambah kecepatan motor sportnya, menuju tempat dimana ia menunaikan janji masa kecilnya itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-8267493217661013657?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QSlZZJoYXZTq-6v931veOSpoB4w/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QSlZZJoYXZTq-6v931veOSpoB4w/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QSlZZJoYXZTq-6v931veOSpoB4w/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QSlZZJoYXZTq-6v931veOSpoB4w/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/yzxHFjWveoM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/8267493217661013657/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=8267493217661013657" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8267493217661013657?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8267493217661013657?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/yzxHFjWveoM/one-day-paperboy-part-3.html" title="One Day Paperboy - Part 3" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2010/09/one-day-paperboy-part-3.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUcGRH8zeyp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-1616413970514693076</id><published>2010-09-14T03:09:00.000-07:00</published><updated>2011-11-14T04:17:05.183-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T04:17:05.183-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Childhood" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemahaman" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen" /><title>One Day Paperboy - Part 2</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Usai sekolah kedua anak SD itu menuju ke tempat loper koran dimana Haris Fadillah mengambil koran dagangannya. Setiba disana ada beberapa anak yang juga seusianya sedang sibuk melipat-lipat koran, mereka adalah teman seprofesi Haris Fadillah. Haris Fadillah memperkenalkannya dengan pemilik loper koran yang ternyata masih muda, ditaksirnya usianya masih berada dikisaran 20 tahunan. Tanpa proses pendaftaran, mengisi formulir ataupun fotokopi-fotokopi KTP ataupun Kartu Keluarga, maka ia resmi mendapatkan profesi barunya hari itu, penjual koran. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Atas jaminan Haris Fadillah ia diperbolehkan segera hari itu membawa 10 eksemplar koran yang sebelumnya hanya diperbolehkan 5, karena koran itu adalah koran harian yang terbit pagi hari sedangkan saat itu sudah siang. Namun ia berkeras, 10 eksemplar akan terjual habis menjelang sore nanti. Melihat semangat 45 awak barunya itu, sang pemilik loper menyambutnya dengan senyum dan menyerahkan 10 eksemplar koran itu seperti Raja menyerahkan surat kepada dutanya untuk diserahkan kepada kerajaan diseberang pulau sana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Sebelum berangkat menjajakan koran tersebut, ia membuat beberapa persiapan yaitu mempersiapkan penampilan. Jauh sebelum jaman sales beraneka ragam barang beroperasi dengan pakaian berdasi, bak orang ingin pergi ke kantor yang sebenarnya mirip mahasiswa baru wajib ospek, ia merasa penting dengan penampilannya. Ia mengenakan pakaian yang bersih dan rapi, jauh dari lusuh bahkan tidak tampak seperti anak-anak penjual koran pada umumnya. Ia mengenakan celana panjang kain yang rapi dan mengenakan topi pet kesayangannya agar sepanjang perjalanan nanti tidak gerah dipayungi matahari. Ia bercermin dan memantaskan diri, mematutkan diri bahwa ia adalah penjual yang menghormati dengan baik dirinya sendiri. Persiapan belum selesai, bagian terpenting selanjutnya adalah membaca dengan cepat headline berita, serta judul-judul berita penting di koran hari itu. Ia dengan kepahamannya saat itu tanpa pernah tahu istilah product knowledge, merasa sangat perlu untuk mengetahui isi perut jualannya. Sesaat sebelum meninggalkan pekarangan rumah, ia berdoa dalam hati semoga ia diberikan 'langit' kemudahan. Kemudian dengan percaya diri melangkahkan kaki dengan profesi barunya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Ia memutuskan berjalan kaki ke arah pusat kota, pikirannya tentu saja ke pusat keramaian, peluang terjual tentu lebih besar. Sepanjang jalan sesekali ia meneriakkan nama koran itu sambil melambai-lambaikan satu eksemplar koran. Lambaian dan teriakkan itu membuahkan hasil, ia dipanggil oleh pemilik toko yang dilewatinya, 2 eksemplar terjual kepada pemilik toko dan tetangga toko tersebut. Diterima uang penjualan pertamanya, semangatnya bertambah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Saat perjalanannya mencapai hampir pusat kota, korannya sudah terjual 5 eksemplar yang berarti sudah separuhnya. Sebelum ke pusat kota ia memutuskan untuk lewat di daerah pertokoan yang disana terdapat tempat hiburan permainan ketangkasan. Sebelumnya ia tidak pernah ke tempat itu sendirian, selalu ditemani Ayahnya, bukan apa-apa, karena disana sebenarnya adalah komplek tempat hiburan malam terselubung. Disana banyak preman berkeliaran serta jamak aksi pemalakan. Ia bukannya tidak takut, tetapi ia dengan profesi barunya merasa perlu kesana. Setibanya disana, ia sebenarnya tergoda untuk masuk ke tempat hiburan adu ketangkasan. Tetapi dengan melihat para pengunjungnya, ia mengurungkan niatnya terlebih ia membawa barang dagangan yang sebenarnya terhitung amanah dari pemilik loper. Ia memilih menyusuri pelataran toko kawasan itu, melewati sekumpulan (sepertinya) para karyawan-karyawan toko yang sedang asyik duduk-duduk menikmati istirahat siang hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; "Hai dik...coba bawa kemari koranmu !" panggil seorang dari mereka, ia bergegas mendatanginya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; "Ada berita perkosaan gak ?" salah seorang sambil tertawa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; "Ada Pak...silahkan buka dihalaman sebelum terakhir" jawabnya dengan segera karena ia memang sudah men-scan beberapa berita sebelum berangkat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Sejurus kemudian karena mendengar berita panas tadi, sekumpulan karyawan itu mengerubungi kawannya yang agak terburu-buru membuka halaman yang ia maksud. Kelakuan mereka yang persis ikan lele yang berebut pakan membuatnya tersenyum, pikirnya orang dewasa apabila kepanasan mudah hilang sebagian rasa malunya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Setelah menemukan berita panas tadi, maka lelaki itu segera membayar koran tersebut. Dua orang temannya dengan setengah bercanda berusaha merebut halaman koran tersebut, ingin membaca duluan. Tetapi tentu saja yang membayar berkuasa dan menyuruh temannya untuk membeli sendiri apabila mau duluan. Melihat hal itu, ia maju dan menginformasikan satu hal penting buat mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; "Pak ada satu berita perkosaan lagi, pelakunya sudah kakek-kakek, kalau tidak salah dihalaman 2" sembari menyodorkan sebuah koran lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; "Wah, yang benar ?" dengan anggukan mantap ia menjawab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Dengan cepat lelaki itu menyambut koran dan membayar koran itu, dan sejurus kemudian mereka persis anak-anak yang baru mendapat mainan masing-masing. Dengan 2 koran, terbagilah mereka menjadi 2 kubu pembaca berita panas. Sembari meninggalkan mereka, ia tersenyum lagi sembari berpikir bahwa orang dewasa bisa sekejap menjadi anak-anak lagi apabila mendapatkan mainan baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Ia merasa cukup berada dikawasan pertokoan itu, lantas berjalan mantap menuju pusat kota dengan sisa 3 koran lagi. Pasti setiba disana akan habis terjual gumannya dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; &lt;b&gt;~ Bersambung&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-1616413970514693076?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CW4K-IoTeypczDsxg2pP8ms6LFY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CW4K-IoTeypczDsxg2pP8ms6LFY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CW4K-IoTeypczDsxg2pP8ms6LFY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CW4K-IoTeypczDsxg2pP8ms6LFY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/husLuymiUCo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/1616413970514693076/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=1616413970514693076" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/1616413970514693076?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/1616413970514693076?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/husLuymiUCo/one-day-paperboy-part-2.html" title="One Day Paperboy - Part 2" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2010/09/one-day-paperboy-part-2.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUcBQXc8eyp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-8074854307942925724</id><published>2010-09-06T07:28:00.000-07:00</published><updated>2011-11-14T04:17:30.973-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T04:17:30.973-08:00</app:edited><title>One Day Paperboy - Part 1</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/TIT6YTYtdTI/AAAAAAAAANg/W-V8nafCcrw/s1600/paperboy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/TIT6YTYtdTI/AAAAAAAAANg/W-V8nafCcrw/s200/paperboy.jpg" width="196" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Hari itu masih terbilang pagi saat ia dengan penuh syukur menyambut hari menuju tempat ia menjemput rejeki. Bersama motor sport kesayangannya ia menyusur jalan raya yang ramai dengan kecepatan sedang. Menuju perempatan jalan yang ramai, ia tiba tepat saat lampu hijau beralih warna menjadi merah. Ia berhenti tepat dibelakang garis penyeberang jalan. &lt;i&gt;Timer&lt;/i&gt; lampu merah menunjukkan 62 detik kedepan baru berubah menjadi hijau. Ia menegakkan badan seraya membuka sedikit &lt;i&gt;visor&lt;/i&gt; helmnya, sesaat mendekat seorang anak-anak penjaja koran. Mengacungkan halaman koran jualannya, memasang tampang memelas serasa menjadi anak paling malang sedunia sembari berkata "Dua ribu aja mas buat makan hari ini". Ia otomatis menggeleng seraya menghela napas, membatin "berjualan dengan mengharap rasa iba".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ia mengalihkan pandangan ke timer lampu merah, 50 detik lagi. Menatap lampu merah kemudian memejamkan mata sejenak, sejenak yang panjang karena saat itu dia terseret bayangan masa lalunya kurang lebih 20 tahun yang lalu, masih duduk di bangku SD kelas 3. Bagaimana ia dengan senyum mengembang menuju sekolah berjalan kaki sambil memegang 5 buku tulis baru. Baru dalam arti yang sebenarnya, model baru dan baru tersedia di toko Ibunya semalam. Tadi malam secara tidak sengaja ia mengamati buku tersebut, entah bagaimana jalan pikirannya ia merasa yakin buku tersebut akan laris manis kalau ia bawa ke kelas besok pagi. Menjelang tidur ia sudah memprospek siapa saja yang akan ditawarkan buku baru itu nantinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Benar saja, buku itu kelimanya terjual sebelum lonceng masuk kelas berbunyi. Bahkan ia bisa menjual lebih mahal dibanding harga jual di toko Ibunya, karena ia memberikan sentuhan artistik (ala anak SD tentunya) berupa label nama yang dibuat dari potongan kertas kardus rokok, selotip transparan dan ukiran nama pemilik. Tanpa membaca buku manajamen dan marketing manapun, tanpa disadarinya ia sudah memberikan nilai tambah (&lt;i&gt;value added&lt;/i&gt;) pada produk dagangannya. Proses &lt;i&gt;direct selling&lt;/i&gt; itupun berlangsung tanpa bujuk rayu terlebih lagi berakting rupa si wajah malang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bayangan masa kecilnya terus menyeretnya saat ia berada di kelas lima SD. Ia terkesima saat teman seberang bangkunya si Haris Fadillah kerap menghitung uang saat masuk kelas. Uang itu bukan receh temeh kumpulan kembalian beli gulali atau membeli loterai, uang kertas pecahan ribuan dalam jumlah lembar yang sangat banyak untuk ukuran anak kelas 5 SD. Ritual menghitung uang itu berlangsung setiap hari, si Haris Fadillah sangat menikmatinya. Maka beringsutlah ia mendekati juragan baru dikelasnya itu, bertanya selidik "Ris, duit dari mana ini ?". "Ini hasil aku jualan koran, lumayan buat bantu Mama bayar iuran SPP". Bukan main, mulia sekali pekerjaan kawannya itu, membantu orang tua sekaligus menambah uang jajan. Pantas saja si Haris Fadillah ini walau sering kalah main kelereng tetapi kelerengnya tak pernah kehabisan stok. Jadi itu rahasianya, okelah kalau begitu, aku juga akan berjualan koran. Maka ia mengorek informasi dari Haris Fadillah darimana ia mendapatkan koran. Membuat janji untuk esok hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;~ Bersambung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-8074854307942925724?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lYRahybz1HR4snZsFpfM9Y_kBMg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lYRahybz1HR4snZsFpfM9Y_kBMg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lYRahybz1HR4snZsFpfM9Y_kBMg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lYRahybz1HR4snZsFpfM9Y_kBMg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/qDCb9Hw25bw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/8074854307942925724/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=8074854307942925724" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8074854307942925724?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8074854307942925724?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/qDCb9Hw25bw/one-day-paperboy-part-1.html" title="One Day Paperboy - Part 1" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/TIT6YTYtdTI/AAAAAAAAANg/W-V8nafCcrw/s72-c/paperboy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2010/09/one-day-paperboy-part-1.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUcCQ3czfyp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-1349977969417321928</id><published>2010-08-12T23:42:00.000-07:00</published><updated>2011-11-14T04:17:42.987-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T04:17:42.987-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemahaman" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Great Moment" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="relativitas" /><title>Antara Ultah, relativitas waktu dan barokah</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/TGTpC2dZSZI/AAAAAAAAANY/hg69uLhuZ68/s1600/theory-of-relativity-thumb3733903.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/TGTpC2dZSZI/AAAAAAAAANY/hg69uLhuZ68/s200/theory-of-relativity-thumb3733903.jpg" width="179" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Di hari kamis bulan Ramadhan ini aku berulang tahun, bertambah berkurang tahun atau apa lah sebutannya, yang pasti 30 tahun lalu dipagi hari setelah umat Muslim menunaikan Sholat Idul Fitri aku diijinkan Tuhan hadir kemuka bumi ini. Kehadiranku saat itu yang pasti adalah kebahagiaan untuk kedua orang tuaku sekaligus kerepotan buat keluargaku. Bagaimana tidak, tidak ada dokter atau bidan yang siap membantu Ibuku bersalin di hari Raya, hari Raya adalah libur untuk hampir semua profesi saat itu (kecuali pengurus Masjid dan Amil Zakat mungkin). Tetangga Bidan belakang rumah juga terlambat datang, walau sudah didesak untuk datang kerumah sejak awal. Namun bayi ke-5 dari rahim Ibuku ini tahu diri rupanya, dengan mudahnya dia nyelonong menatap dunia barunya tanpa bantuan profesi apapun selain usaha kasih sayang dan naluri seorang Ibu. Itulah sejarahku kawan...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Aku lupa persisnya sejak umur berapa, sejak aku mengetahui bahwa aku dilahirkan di hari raya, aku mencari-cari maksud 'kebetulan' itu walau kini aku sadar bahwa tidak ada kejadian kebetulan di alam semesta ini. Semua sudah tercatat di server database Tuhan, bahkan untuk sehelai daun yang jatuh dikegelapan sana. Degan maksud itu tadi aku pun mulai dari membaca-baca buku Pintar bab Zodiak, buku-buku astronomi, sedikit klenik, campuran komik Jepang dan produksi lokal, dan entah buku apa lagi tetapi tak ada satupun yang memuaskan diriku. Hingga pada usia kapan aku juga lupa persisnya, aku menyadari bahwa tidak ada hari spesial, hari baik kecuali datangnya dari sang pengisi hari tersebut. Aktor-aktor pelaku hari itu dengan segala niatnya, pemahamannya yang menghasilkan tindakannya hingga berbuah hasilnya, itulah yang membuat sebuah hari, kumpulan hari, minggu, bulan hingga tahun menjadi berarti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Oleh dari itu aku menyadari, tanpa perlu paham teori relativitas Einstein yang terkenal itu, entah ada hubungannya atau tidak. Aku menyadari betapa relatifnya sang waktu. Betapa lama rasanya 2 jam menunggu antrian membeli tiket kereta Fajar Utama dibanding menonton laga Manchester United membobol gawang lawan di pentas Piala Champion yang juga berdurasi 2 jam. Betapa bosan menunggu kereta yang membawa pulang kembali ke Jogja dari Jakarta hingga 3 jam, dibanding menunggu pembagian rapor yang hasilnya sudah tahu bahwa kita adalah si rangking 1. Betapa singkat rasanya bermain game online semalaman dibanding sholat malam 4 rakaat dengan khusyu. Sekilas rasanya waktu saat bersama dengan kekasih, dibanding berdebat dengan dosen penguji skripsi. Melihat wajah sendiri saja apabila berkumpul dengan kawan-kawan muda yang masih mahasiswa, serasa baru tahun lalu wisuda padahal sudah lewat 5 tahun (ini narsis namanya). Begitulah waktu yang lama bisa serasa singkat dan sebaliknya yang terukur sejenak bisa terasa panjang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Sehingga waktu kupahami bukanlah masalah lama vs  sebentar, panjang atau pendek, melainkan apa yang kita lakukan didalamnya, apa yang kita isi diwadahnya yang tanpa batas namun juga sekaligus bisa terbatas bahkan mencekik. Waktu terkadang bukan masalah durasi, waktu adalah pengukur prestasi sejati untuk orang-orang yang menghormatinya, waktu adalah uang buat para kapitalis, waktu adalah janji Tuhan untuk ukuran orang-orang yang beruntung ataukah yang merugi, waktu adalah esensi, dan esensi itu menurut versiku, kesimpulanku hasil contekan dari para orang bijak adalah barokahnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Oleh karena itu, di setiap hari ultahku ini, setiap ucapan yang menyertainya ucapan 'semoga barokah usianya', aku sejenak memejamkan mata. Sekejap merasa sedih bahwa waktu-waktuku masih jauh dari esensi waktu itu sendiri, akan nilai barokahnya, nilai manfaatnya untuk diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu kawan, semua doa tulus kalian hari ini, dihari ultahku...sungguh aku mendoakan kalian kembali, semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung. Yaitu orang-orang yang menghormati waktu sehingga durasi hidupnya hanya berisi dengan kesibukkan menambah manfaat, sehingga umur kita berlimpah barokah karenanya, Amiin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Hari ini, hari ultahku ini hanyalah sebuah tanggal dalam bulan Agustus, sebuah bulan ditahun 2010 dimana umurku genap 30 tahun, tidak akan berarti apa-apa, kecuali dihiasi rasa penuh syukur dan kesadaran bahwa indahnya hari ini tidak akan pernah hadir tanpa kehadiran dan kasih sayang orang-orang terdekat, dan tentu saja kalian semua kawan-kawan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Sekali lagi terima kasih...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-1349977969417321928?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/diu_wHFzTd56jlcCGiXziHYcs18/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/diu_wHFzTd56jlcCGiXziHYcs18/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/diu_wHFzTd56jlcCGiXziHYcs18/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/diu_wHFzTd56jlcCGiXziHYcs18/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/7eFWnuTfLEc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/1349977969417321928/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=1349977969417321928" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/1349977969417321928?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/1349977969417321928?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/7eFWnuTfLEc/antara-ultah-relativitas-waktu-dan.html" title="Antara Ultah, relativitas waktu dan barokah" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/TGTpC2dZSZI/AAAAAAAAANY/hg69uLhuZ68/s72-c/theory-of-relativity-thumb3733903.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2010/08/antara-ultah-relativitas-waktu-dan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUcMRHY9eCp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-2789323723042297017</id><published>2010-07-26T01:51:00.000-07:00</published><updated>2011-11-14T04:18:05.860-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T04:18:05.860-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="facebook" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hacking" /><title>Facebook Hacking</title><content type="html">&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seminggu yang lalu, akun facebook-ku dihack seseorang. Sebelumnya pelaku mengambil alih akun email Yahoo yang aku gunakan sebagai email di facebook. Dia mengganti passwordnya, namun untungnya aku masih bisa me-reset dan menggantinya dengan password yang baru. Sialnya tidak demikian dengan akun facebook-ku, usaha untuk me-reset password akun selalu gagal karena email sudah diganti. Mengirimkan pengaduan ke tim facebook pun rupanya tidak mendatangkan hasil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka layaknya orang yang di-hack atau lebih tepatnya diambil alih kepemilikannya alias dicuri, maka aku pun bertindak untuk merebutnya kembali. Mulailah aku kembali membuka kitab-kitab lama tentang ilmu seni 'curi-mencuri' data digital yang sudah lama aku tinggalkan, menginstal beberapa perangkat pengendus data-data pribadi di jaringan, mengorek-ngorek informasi di situs-situs underground bak pemulung yang mengaduk tempat sampah untuk mencari sesuap nasi. Namun cukup 2-3 hari saja antusiasme itu berjalan, karena tampak surut disepanjang jalan. Bukan karena hasilnya mengecewakan, melainkan berhitung dengan usaha yang dikeluarkan. Seberapa berhargakah akun facebook-ku itu ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Marilah kita bongkar apa sebenarnya isi akun facebook-ku itu. Modus utama pencurian akun facebook adalah karena chip poker sialan itu. Maka sungguh bodoh pencuri akun facebook-ku apabila itu niatan utamanya, karena aku tidak pernah memainkan permainan serupa judi (mungkin memang judi beneran) itu yang banyak menghasilkan maling-maling amatir calon koruptor negeri ini. Selama ber-facebook ria selama ini tidak ada 1 game pun yang aku mainkan. Karena niat ber-facebook-anku sejak awal adalah sarana komunikasi dengan kolega, mengekspresikan pikiran-pikiran sebagaimana yang tertulis pada kolom status facebook &lt;i&gt;'What's on your mind?'&lt;/i&gt;, menulis catatan-catatan (notes) untuk pemikiran yang perlu aku jabarkan lebih lanjut, inbox berisi surat-menyurat dengan teman-teman seputar kabar dan informasi dagangan, selebihnya adalah tak lain urusan jempol-menjempol bahkan ada makian dari kawan yang sedang meledak amarahnya karena status-statusku yang mungkin baginya sangat menyengat perasaannya yang halus (atau sedang sensitif datang bulan tepatnya). Oh, satu lagi, tentu saja, kumpulan foto-foto narsis (yang kini berusaha aku hindari), barang-barang kebanggaan pribadi, momen-momen berharga dan sejenisnya. Itu pun tak mengapa soalnya siapapun bisa mengcopas-nya tanpa perlu mencurinya karena memang ditujukan untuk konsumsi publik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Jadi rupanya tidak berharga-harga sangat akun facebook-ku itu selain &lt;i&gt;ego akan kepemilikanku&lt;/i&gt;. Karena setelah puasa facebook-an seminggu pun tak mengapa, walau diri ini mengakui mengidap penyakit ketergantungan facebook apabila sedang online di internet. Namun ketergantungan itu sejatinya adalah ketergantungan akan interaksi dengan kolega dan status-status beberapa orang yang memang selalu kurindukan update statusnya, karena selebihnya dari daftar kawan statusnya hanyalah berisi sampah isi kepala mereka. Bahkan ada beberapa kawan yang dengan sukarela melemparkan makian dan sumpah serapahnya kepada pencuri akunku, namun aku tolak karena sangat mengerikan apabila langit mengabulkannya, sungguh akan sangat malang bukan kepalang nasibnya. Coba simak kalimat-kalimat berikut (tolong jangan diamini ya) :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;- "semoga yang menghack akun ini mandul seumur hidup !!!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;- "mudahan yang menghack akun ini keturunannya cacat semua !!!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;- "mudahan dia sial 7 turunan"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;...dan masih banyak lagi karena daftar makian hewan kebun binatang belum termasuk. Alih-alih memakinya akhirnya aku mendoakannya saja, semoga Tuhan membalikkan hatinya supaya disibukkan dengan kebaikkan sehingga tak perlu repot-repot mencuri akun orang lain cuma demi chip poker sialan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi apabila bukan karena chip poker apa motif pencurian akun facebook-ku itu ? bukankah ada jutaan pengguna facebook di Republik ini ? para tokoh masyarakat, selebritis, pebisnis dan tokoh besar lainnya sangat banyak dan sangat 'menguntungkan' untuk dicuri akun facebooknya bukan ? tetapi pencuri itu memilih aku, bukan main. Dulu aku pernah mentertawakan seorang teman yang akun internetnya dihack seseorang dan dia mengatakan bahwa tingkat ketenarannya di dunia maya sudah mencapai level tinggi, karena upaya orang untuk mencurinya adalah salah satu tolak ukur yang valid nilai ujinya. Nah, rupanya aku sekarang tetap mentertawakan tesis temanku itu, karena aku mentertawakan maling itu akan usaha kerasnya mencuri akun facebook-ku, dia membuatku naik level di dunia maya secara otomatis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibuku dengan nada yang serius bahkan berkata "hati-hati, jangan-jangan ada orang partai tertentu, profesi tertentu yang sakit hati dengan kicauanmu di facebook" aku hanya tertawa dan menyakinkan mama bahwa tak perlulah kuatir selama anaknya ini tidak mencuri hak-hak orang lain. Karena seorang guru mengatakan bahwa apabila kamu menyampaikan kebaikan maka akan menggandengnya bersama ujian. Maka tak perlulah risau, cukuplah bikin akun baru dan kembalilah berkicau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-2789323723042297017?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9ne5Q7n_dIwLtqxY8isGAKnzbkw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9ne5Q7n_dIwLtqxY8isGAKnzbkw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9ne5Q7n_dIwLtqxY8isGAKnzbkw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9ne5Q7n_dIwLtqxY8isGAKnzbkw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/MJN1FzVc6xM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/2789323723042297017/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=2789323723042297017" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/2789323723042297017?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/2789323723042297017?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/MJN1FzVc6xM/facebook-hacking.html" title="Facebook Hacking" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2010/07/facebook-hacking.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUYNQnczeCp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-8471033739545149135</id><published>2010-07-16T23:08:00.000-07:00</published><updated>2011-11-14T04:19:53.980-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T04:19:53.980-08:00</app:edited><title>Episode 3: ‘Kau, Aku &amp; Kota Kita’</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Gang Di Tepian Kapuas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Kalian tahu kenapa kota ini dinamakan Pontianak?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Kupikir Pak Tua dulu bergurau, ternyata tidak, cobalah tengok seluruh peta di dunia, lihat nama kota-kota paling eksotis dan terkenal sekalipun, tidak ada yang seganjil nama kota kami. Bahkan kota muasal cerita drakula, manusia srigala, atau hantu China yang suka loncat-loncat seperti yang kulihat di televisi, tidak ada yang dinamakan kota ‘Vampire’ atau kota ‘Drakula’. Apatah kota yang bernama ‘Pocong’, ‘Sundal Bolong’, seperti judul film-film murahan yang banyak beredar belakangan. Tidak ada yang mau memakai namanya—bahkan buat nama sepotong jalan saja tidak. Tetapi kota ini dinamakan Pontianak. Siapa itu pontianak—kalaulah dia bisa dan boleh disebut ‘siapa’? Pontianak adalah nama hantu dalam bahasa Melayu. Seramnya beda-beda tipis dengan kuntil anak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Pendiri kota ini, seloroh Pak Tua suatu ketika, seorang pemuda yang tentulah pemuda perkasa turunan raja-raja asli, harus mengalahkan si pontianak ini saat membangun istananya. Menggidikkan mendengar cerita lengkap Pak Tua, apalagi dibumbu-bumbui tentang ibu-ibu hamil, kengerian si pontianak menculik bayi-bayi, malam-malam gelap penuh teror, dan sebagainya. Nah, karena sang pemuda ini bukan saja sakti mandraguna, juga beradab dan elok perangainya, dia dengan senang hati memberikan nama kota ini dengan nama musuh besarnya itu, ‘pontianak’—bukan namanya sendiri apalagi nama leluhurnya. Mana ada coba perangai se-terpuji itu? Aku terpesona kehabisan tanya, Pak Tua sudah kembali asyik memeriksa onderdil mesin perahu tempel. Jadilah kota indah kami bernama demikian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Pagi ini, entah pagi ke berapa ratus ribu sejak si pontianak bertekuk lutut, kota kami terlihat sibuk—semakin sibuk saja malah. Aku menguap, menggeliat nikmat, mengucek mata, bilang pamit pada ibu yang masih tiduran di dipan. Ibu mengangguk, lagi tidak enak badan, tadi hanya sempat masak sarapan seadanya lepas bangun jam empat shubuh. Aku menuju mulut gang, jalan selebar rentangan tangan pria dewasa yang sekarang dipenuhi anak-anak sekolah, pekerja kantoran, ibu-ibu, bapak-bapak. Motor sekali, dua kali, tiga kali, sebenarnya berkali-kali memaksa menepi. Tidak sabaran menyalip pejalan kaki di gang ini, padahal plang besar berbiaya ratusan ribu dari kepala kampung jelas-jelas terpasang di ujung gang, ‘Dilarang Ngebut’. Mana peduli mereka, juga tidak pedulinya mereka dengan plang ‘Pukul 21.00, motor harap dituntun’. Untung rumah papan terapung Ibu jauh dari gang ini, jadi tidak terdengar raungan biker yang kurang sopan malam-malam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Dari gang ini, belok kanan sana, akan menuju jalan besar yang telah dipenuhi kendaraan, mengepul asapnya, angkutan umum yang mobilnya sudah tua, terkentut berisik. Pedagang asongan, penjaja koran pagi, berteriak menawarkan barang, berlari-lari kecil. Aku terus berjalan lurus menelusuri gang sepanjang Kapuas. Rumah sempit memadati tepian sungai. Menemukan anak-anak yang asyik mandi, di baskom, pakai gayung, tidak loncat ke sungai. Ibu-ibu yang cuek mencuci di air keruh. Beberapa tetangga menyapa, aku mengangguk samar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; “Berangkat kerja, Borno?” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Aku nyengir, mengiyakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; “Mana seragam keren kau itu?” Menggoda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Aku tertawa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; “Gagah sekali kau, Borno. Belum mandi saja sudah se-gagah ini.” Tetangga bermulut usil lain, yang pagi-pagi sambil ngopi, asyik nongkrong di depan rumah kayunya ikut berkomentar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; “Tutup mulut.” Aku pura-pura mengacungkan tinju.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Semua orang punya pekerjaan, bukan? Aku juga. Apa kata pujangga, ‘hidup adalah bekerja, kalau kau pemalas, duduklah di depan gerbang kampung menjadi peminta-minta’. Atau apa kata kitab suci, ‘tidak satupun mahkluk melata di atas dunia yang tidak dijamin rezekinya’, tentu ayat menakjubkan itu di luar konteks bagi si pemalas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Lepas Bapak meninggal, ajaib, aku tetap bertahan sekolah hingga usia delapan belas. Jangan tanya dari mana biayanya, Ibu bekerja keras. Sebulan lulus dari SMA, salah-satu pabrik pengelolaan karet yang banyak terdapat di tepian Kapuas menerimaku. Itu tempat bekerja pertamaku. Dikasih seragam berwarna oranye. Gagah memang, Ibu sampai tertawa tertahan melihatku siap berangkat pagi-pagi. Bagi Ibu, tertawa tertahan adalah ekspresi rasa senang tertingginya, sama levelnya dengan atlet terjun payung, yang loncat dari pintu pesawat sambil berteriak ‘geronimo’. Aku ikut tertawa bersama Ibu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Sorenya saat pulang, Ibu tertawa lagi, kali itu aku hanya nyengir. Bagi Ibu, tertawa tertahan juga ekspresi rasa iba tertingginya. Kenapa? Tidak masalah tubuhku banjir keringat, membuat seragam oranye-nya lusuh nan kusam, namanya juga menjadi buruh pabrik, toh sejak kecil aku sudah biasa bekerja disuruh-suruh. Yang jadi soal adalah bau badanku. Tidak terkatakan. Kalian pernah datang ke pabrik pengelolaan karet? Pekerjaan di sana mudah saja, bal-bal karet (ada yang berbentuk kotak, seperti bantal, lonjong, bundar) hasil sadapan petani bercampur cuka pembentuk bantalan karet, dikirim ke pabrik lewat perahu-perahu. Jauh sekali kapal-kapal pengirim sadapan karet berhiliran dari kebun rakyat di hulu-hulu Kapuas. Lantas mesin pabrik akan mengolahnya menjadi lembaran-lembaran tipis belasan meter, lembaran ini kemudian dikeringkan menjuntai dari atap gudang tinggi-tinggi macam menjemur kain selendang, diangin-anginkan. Setelah kering, lembaran karet dimasukkan ke dalam kontainer, diangkut oleh truk besar, di bawa ke pelabuhan, menuju pabrik berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; “Oh itu, ada yang diekspor, China, Eropa, Amerika, ada juga beberapa kapal yang menuju Surabaya atau Jakarta.” Penyelia kerjaku menjelaskan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; “Oh itu, kita hanya mengolah karet menjadi setengah mentah, Borno. Bukan urusan kita berikutnya jadi apa.” Penyelia itu mulai terganggu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; “Oh itu, ada yang jadi sendal jepit, botol-botol, mainan, kabel, roda mobil, bahkan pesawat terbang ulang-alik.” Sedikit sebal menjawab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; “Hah, pesawat terbang?” Aku ingin tahu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; “Bahkan celana dalam yang kau pakai sekarang saja itu salah-satunya dibuat dari gulungan karet muasal pabrik ini.” Penyelia itu melotot mengusirku, urus pekerjaan kau segera.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Aku berhenti bertanya, kembali berpeluh menarik lembaran karet yang masih basah dari gilingan mesin. Bau, tentu saja, itulah soal paling memberatkan bekerja di pabrik ini. Hasil sadapan bercampur cukanya saja sudah bau, apalagi setelah diolah dan diberi cairan kimia berikutnya, bau sekali. Radius ratusan meter baunya sudah menyengat, dan aku persis berada di hadapannya. Masker kain tiga lapis tidak mempan, partikel bau itu menusuk membuat tersengal. Maka seragam oranye itu bercampur bau sudah tidak ada gagah-gagahnya lagi ketika aku pulang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; “Tidak masalah, Borno. Semua pekerjaan baik.” Ibu membesarkan hati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; “Borno tahu, Bu. Tetapi tidak semua pekerjaan itu bau.” Aku menggerutu (bukan pada Ibu, mana boleh aku menggerutu padanya, melainkan pada ember cucianku).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; “Haiya, kau jangan dekat-dekat toko kelontongku.” Koh Acung, sebaliknya, melotot mengecilkan hati. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Aku bersungut-sungut melempar uang, dan dia sebaliknya sambil tertawa melempar bungkusan gula pesanan Ibu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; “Woi, kau jauh-jauh sana. Macam mana ini, warungku bisa sepi pengunjung empat puluh hari empat puluh malam.” Cik Tulani ikut-ikutan menyebalkan—padahal aku Cuma lewat saja di depan warungnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Hanya Pak Tua yang cukup nyengir, santai mempersilahkanku naik ke perahu tempel, aku menumpang menyeberangi Kapuas, pulang ke rumah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; “Harusnya ada peraturan naik sepit.” Sayangnya tidak untuk dua penumpang, dua gadis seumuranku, duduk di dekatku berbisik-bisik, melirik-lirik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; “Benar itu. Mana tahan aku. Mual.” Menunjuk-nunjuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Kalau saja tidak sedang di atas perahu tempel yang melaju membelah Kapuas, mau rasanya aku menimpuk dua gadis ini dengan gulungan kertas. Pak Tua yang sedang mengendalikan motor perahu tertawa, memicingkan mata, bersabarlah, Borno, sepuluh menit lagi sepit merapat. Aku mendengus mengkal, melotot pada dua gadis yang sekarang memalingkan wajah sambil ekspresif menutup hidung. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Itulah nasib bekerja di pabrik karet, pekerjaan pertamaku lulus SMA dua tahun lalu. Di luar soal bau, bekerja di sana menyenangkan. Pemilik pabrik memperlakukan kami dengan baik. Gaji dan bonus mengalir, sebulan sekali ada pemeriksaan kesehatan, kadang ada acara makan siang bersama gratis di kantin pabrik, belum lagi sembako gratis dua bulan sekali. Top. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; Sayang, enam bulan di sana, aku dipecat, bersama ratusan karyawan lain. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt; &lt;b&gt;***bersambung&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-8471033739545149135?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0IL1uU4zvt79-2m6Ax7cIgF4wbo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0IL1uU4zvt79-2m6Ax7cIgF4wbo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0IL1uU4zvt79-2m6Ax7cIgF4wbo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0IL1uU4zvt79-2m6Ax7cIgF4wbo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/JjTuHIa_9WI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/8471033739545149135/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=8471033739545149135" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8471033739545149135?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/8471033739545149135?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/JjTuHIa_9WI/episode-3-kau-aku-kota-kita.html" title="Episode 3: ‘Kau, Aku &amp; Kota Kita’" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2010/07/episode-3-kau-aku-kota-kita.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUFQ3s7cSp7ImA9WhRSEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11023801.post-2400835005754982504</id><published>2010-07-12T01:51:00.000-07:00</published><updated>2011-11-14T04:20:12.509-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T04:20:12.509-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="novel" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tere-liye" /><title>Episode 2: ‘Kau, Aku &amp; Kota Kita’</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Prolog&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Usia dua belas, aku mengalami hari terburuk dalam hidupku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bapak tercinta, nelayan tangguh yang menjadi tulang punggung keluarga kami entah apa pasal terjatuh dari perahu saat melaut. Jatuh bukan masalah, bukan nelayan kalau tidak pernah jatuh, lagipula Bapak bisa berenang semalaman kalau dia mau. Badai juga tidak masalah, berpuluh tahun jadi pelaut, Bapak mewarisi kepandaian melewati hujan badai secara turun-temurun. Dikepung hiu buas, ikan pari, atau binatang besar lainnya juga hal biasa. Bapak lebih dari cakap mengatasinya. Namanya ubur-ubur, mahkluk transparan nan kecil, lebih lembut dari agar-agar itulah pelakunya. Ubur-uburlah yang mengakhiri semuanya. Bapak jatuh, tersengat belalai hewan yang bagi kebanyakan orang tidak penting, bahkan tidak tahu betapa mematikan. Sengatan yang membuatnya kejang seketika, dan nelayan lain yang menyertai Bapak tahu, hanya soal waktu detak jantung Bapak terhenti.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ibu membangunkanku, pagi buta, yang kenapa disebut buta, karena kalian bisa jatuh tersuruk-suruk di jalanan gelap, menumpang perahu tempel Pak Tua, ditemani Cik Tulani dan Koh Acung, kami bergegas menyeberangi sungai Kapuas, memaksa mobil omprengan pengangkut sayur ditumpangi, lantas berlari-lari kecil menuju rumah sakit daerah pontianak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Lorong rumah sakit lengang, menyisakan perawat yang menguap dan beberapa keluarga pasien menunggui kerabatnya. Ibu dan Pak Tua masuk ke dalam ruangan gawat darurat, mendengarkan penjelasan dokter. Cik dan Koh bersama nelayan yang pergi melaut bersama Bapak berdiri di ujung lorong, mendesah resah, berbisik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Aku duduk menjeplak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Menatap kosong petak keramik putih, dinding putih dan lampu neon. Bau obat-obatan terbang melintasi kisi-kisi. Beberapa perawat dan sepertinya dokter menyusul masuk ke dalam ruang gawat darurat. Tampang mereka bukan kabar baik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Di depanku tiba-tiba sudah berdiri seorang gadis kecil, seumuranku. Aku tidak peduli, mungkin anggota keluarga pasien lain. Gadis itu menatapku, lamat-lamat. Aku melirik selintas, rambutnya di kepang dua, wajahnya China, matanya redup oleh kesedihan, ia sama cemasnya denganku. Bagian otakku yang biasanya dipenuhi rasa ingin tahu sedang malas bekerja. Aku tetap abai.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Sial, gadis itu malah ikut duduk menjeplak, sambil terus menatapku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Pernah kalian diperhatikan seperti tontonan yang menarik? Aku belum, baru kali itu. Setengah menit, aku mulai jengkel. Ikut menatapnya, melipat dahi. Tetapi dia tetap memperhatikanku dari ujung kaki hingga ujung rambut, seperti sedang menatap makhluk dari galaksi lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Satu menit, aku melotot, “Apa?”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Gadis itu mengangkat bahunya, menggeleng. Lantas kenapa kau sibuk melihatiku? Kurang lebih begitu ekspresi wajah sebalku, terganggu. Gadis kecil itu tidak bersuara. Sebelum aku sempat mengusirnya, Cik Tulani berteriak memanggil, menyuruhku masuk ke ruang gawat darurat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Aku segera lupa kejadian di lorong rumah sakit. Rasa cemasku berubah menjadi beribu perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Dokter menghela nafas, bilang tidak ada solusinya. Ibu tertunduk mendekap bahuku. Dokter menjelaskan beberapa hal lagi, juga disertai penjelasan Ibu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Astaga! Bukan kabar tidak ada lagi jalan keluar yang membuatku tiba-tiba sesak. Tetapi kabar, entah apa yang ada di kepala Bapak, sebelum tubuhnya benar-benar berhenti bekerja, dia ternyata menyetujui hal paling gila yang pernah kupikirkan. Tidak jauh dari bangsal gawat darurat itu, terkulai lemah seorang pasien gagal jantung. Berbulan-bulan mencari donor tidak bertemu. Beberapa menit lalu Dokter menjelaskan situasi dengan cepat, Bapak mengangguk lemah, menyetujui.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Bapak belum mati!” Aku berteriak marah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Bapak kau tahu persis apa yang dilakukan, Borno.” Ibu bersimbah air-mata memelukku erat-erat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Bapak belum mati! Kenapa dadanya dibelah!” Aku berusaha menyibak tangan Ibu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Secara klinis sudah meninggal.” Itu penjelasan singkat dokter beberapa detik setelah melihat garis lurus di mesin, mendesah resah, memerintahkan tim operasi mulai bekerja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Bapak belum matiiii! Dia bisa sadar kapan saja.” Aku loncat, berusaha menggedor pintu ruangan operasi, memaksa masuk. Cik Tulani, Koh Acung dan Pak Tua bergegas membantu Ibu menahanku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Lepaskan! Bapak belum matiiii!” Aku beringas, berusaha memukul.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tenaga mereka jauh lebih besar, satu menit, aku terkulai menyerah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Umurku dua belas, duduk di lorong rumah sakit beberapa jam kemudian, terisak. Di ruangan berjarak sepuluh meter dariku, Bapak menunaikan kebaikan terakhir. Kalian tahu, meski bersahaja, Bapak adalah orang terbaik di seluruh Pontianak yang pernah kukenal. Aku tidak tahu, apakah ubur-ubur yang membuatnya meninggal, atau pisau bedah dokter? Dia boleh jadi masih bisa siuman, diselamatkan, bukan? Mukjijat bisa datang kapan saja, bukan?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Umurku dua belas, aku tidak pernah tahu jawabannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;***bersambung&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11023801-2400835005754982504?l=www.firman-ahmad.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wBhAZ8aChwVmvqgeZY96f_Xk-RM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wBhAZ8aChwVmvqgeZY96f_Xk-RM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wBhAZ8aChwVmvqgeZY96f_Xk-RM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wBhAZ8aChwVmvqgeZY96f_Xk-RM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/bLxe/~4/71BoSTBHvrI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.firman-ahmad.com/feeds/2400835005754982504/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11023801&amp;postID=2400835005754982504" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/2400835005754982504?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11023801/posts/default/2400835005754982504?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/bLxe/~3/71BoSTBHvrI/episode-2-kau-aku-kota-kita.html" title="Episode 2: ‘Kau, Aku &amp; Kota Kita’" /><author><name>boysnocry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874391287019249667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_JGFyem3C4xU/Sq5gE9quasI/AAAAAAAAAKw/Uth9Hm7WO88/S220/P1000047_mini.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.firman-ahmad.com/2010/07/episode-2-kau-aku-kota-kita.html</feedburner:origLink></entry></feed>

