<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566</atom:id><lastBuildDate>Thu, 16 Feb 2012 22:59:00 +0000</lastBuildDate><category>thailand</category><category>gilliana</category><category>backpacker</category><category>gemuk</category><category>suara indonesia</category><category>trans tv</category><title>My word</title><description>Ungkapan Hati Seorang Dian</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Dian)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/bSKO" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="blogspot/bsko" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">blogspot/bSKO</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-6413523920887844476</guid><pubDate>Sun, 12 Feb 2012 11:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-13T21:51:42.908-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">backpacker</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">thailand</category><title>Wild Journeys. Part 1-Thailand (episode 1)</title><description>Hi&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; .&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;ini saya ingin bertutur mengenai liburan di awal tahun 2012. Ceritanya ini petualangan pertama saya ke negeri orang bersama empat sahabat. Ada banyak hal yang ingin saya paparkan, tapi kalau dirasa butuh informasi lain, boleh bertanya dan saya dengan senang hati menjelaskan ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, cerita ini bermula dari sahabat saya Lita dan Devi suatu siang yang panas, tepatnya awal Agustus 2011. Waktu itu, Lita menelepon dan memberi tahu ada tiket promo ke Bangkok pada 30 Januari 2012-1 Februari 2012, harganya sekitar Rp300.000 untuk sekali jalan. Kalau dihitung total biaya yang diperlukan sekitar Rp1.004.250 (tiket PP, biaya2 lain plus bagasi). Berhubung promo, lokasi keberangkatan dan kepulangan memang tidak bisa kami tentukan. Jadi kami harus berangkat dan pulang dari Bandara Juanda, Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah karena kami memang ngeces pengen berpetualang bareng ke luar negeri, akhirnya kami memutuskan membeli tiket tersebut. WALAUPUN kami sendiri tidak tahu, apakah pada hari yang bersangkutan bisa berangkat atau tidak. Mengingat, ada teman yang tengah mencari pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung rasa penasaran lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gedhe&lt;/span&gt; daripada yang lain, kami langsung bergerilya untuk mencari teman. Waktu itu kami berpikir semakin banyak teman semakin baik. Dengan pemikiran lebih ramai lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fun &lt;/span&gt;dan (mungkin) jadi lebih murah.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;Setelah mencari-cari, sebenarnya total ada enam orang yang terjaring, tetapi pada akhirnya hanya lima orang yang berangkat. Dan kami adalah saya (Dian), Lita, Devi, Luci dan Astri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Hari Pertama (Minggu, 29 Januari 2012)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari yang dinanti tiba. Ini H-1 keberangkatan kami. Sangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;excited. &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-MiVRofS5Q1k/TzeogBzCIHI/AAAAAAAAAF8/cpUl88k5Qd4/s1600/excited.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 178px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-MiVRofS5Q1k/TzeogBzCIHI/AAAAAAAAAF8/cpUl88k5Qd4/s200/excited.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5708216320907157618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Euforia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mbolang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ini tidak saya rasakan sendiri. Buktinya, Lita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;bisa datang tepat waktu. Lebih cepat dari waktu janjian kami malah, yang seharusnya kumpul di rumah saya pukul 15.00, tapi sampai rumah pukul 13.30 kurang. Bravo to lita ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 15. 15 saya, Lita dan Astri sampai di Stasiun Tugu untuk menuju Surabaya. Pikirnya sih, kami bakal menunggu kedatangan kereta sekitar 45 menit, ternyata tidak. Kereta telah datang sejak pukul 12.00. Beruntunglah kami bisa menaiki kereta lebih lama. Yah walau cuma berhenti sih, tapi lumayan lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 4-5 jam kemudian atau pukul 20. 35 kami sampai di Stasiun Wonokromo, Surabaya. Berhubung perjalanan ini berkonsep &lt;span style="font-style: italic;"&gt;backpacker, &lt;/span&gt;setiap keperluan sengaja diminimalkan. Termasuk penggunaan transportasi ke Surabaya. Kami memilih kereta bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAPI .. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ono rego ono rupo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;," &lt;/span&gt;kata Astri.&lt;br /&gt;Kami terpaksa harus lompat dari kereta. Secara di Wonokromo, kereta kami hanya berhenti lima menit dan jalan keluar gerbong bisnis tidak ada anak tangga. Adapun, saya bawa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;travel bag &lt;/span&gt;yang super besar (catatan untuk backpacker, ringkaskan barang bawan dan bawalah ransel!!!!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari stasiun pun, kami masih mabok karena gagap jalan. Untung Devi sudah kasih petunjuk untuk transportasi umum ke kost dia. Setelah perjalanan beberapa saat kami naik kol kuning dan enggak berapa lama, sampailah kami ke kost Devi dan bertemu Budhe (panggilan kesayanganku untuk Luci hehehe). Budhe ini datang lebih cepat sekitar dua jam dari kami. Pasalnya, dia kerja dan kost di Bandung, jadi dia naik kereta lebih dulu daripada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di kamar Devi kami langsung konsolidasi (belaga dah) mengenai peraturan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mbolang&lt;/span&gt; di Bangkok. Tujuannya supaya besok enggak pake berantem dan gak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mood. &lt;/span&gt;Kemudian tidurlah kami membunuh lelah dan memupuk energi untuk petualangan tiga hari kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Hari Kedua (Senin, 30 Januari 2012)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Didalam tiket, tercantum waktu keberangkatan pukul 15.25 tapi kami diharuskan sampai Juanda dua jam sebelumnya. Nah, berhubung kuatir terjebak macet dll, kami memutuskan berangkat pukul 11.00. Itupun ditambah menggunakan taksi dan lewat tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, sekitar setengah jam kemudian kami sampai Bandara. It's means kami &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ongkang-ongkang sikil &lt;/span&gt;hampir 4 jam. ckckck. Tapi gak papalah, asal ada teman, waktu yang panjang bisa dimanipulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hem .. cuma kegembiraan mulai berubah sekitar 35%. Pasalnya, saat melewati bagian imigrasi, Astri sempat bermasalah. Ternyata paspor dia 5 bulan lagi dah abis masa berlakunya. Kata petugas imigrasi sih gpp. Tapi dia memberikan nasehat, karena ada beberapa negara yang melarang WNA masuk jika masa berlaku paspornya kurang dari enam bulan T.T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah mood kami mulai turun. Sempat kuatir juga sih, kalau sampai di Bangkok terus Astri enggak boleh masuk dan dideportasi gimana? Jadi bayangin si cakep Christian Bautista yang diberitakan dideportasi dari Indonesia belum lama ini (maapkan saya membawa namamu mas Ian *blusing*). Tapi yah, kami berusaha berpikir positif dan berdoa semua akan baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pukul 15.25, penumpang yang menggunakan jasa Airasia dengan nomor penerbangan QZ 7682 dipersilakan masuk. Kami pun segera bergegas. Di dalam pesawat, kami duduk berpencar. Lita agak di depan, Astri di belakang, sedang saya, Budhe dan Devi duduk bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha, ini perjalanan yang asik buat saya. Pasalnya, ini adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;first flight &lt;/span&gt;buat Devi. Jadi ada waktu sekitar empat jam untuk menggoda dia. Hahahaha *senangnya hatiku* Dan benar saja. Pesawat baru berubah posisi sedikit saja, Devi sudah tegang. Dia langsung menggenggam erat tangan kiri Budhe. Sontak saja, kami menggoda dia habis-habisan. Tapi, lama-lama kasian juga. Soalnya babar blas enggak ada senyum yang tersungging. Akhirnya kami memberikan waktu untuk dia bergeming. Naluri keibuan Budhe akhirnya keluar, gantian dia menepuk2 tangan Devi seraya bilang 'It's ok honey!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ya .. secara Deeeviii gitu loh. Setelah pesawat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;take off, &lt;/span&gt;dia kembali sumringah. Narsis malah. Potret sana-sini. Dan inilah mereka berdua ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-RvEnG99-Lpg/TzfIVyCat4I/AAAAAAAAAGs/wmYwn2il65k/s1600/budhe-%2Bdi%2Bdalam%2Bpesawat%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-RvEnG99-Lpg/TzfIVyCat4I/AAAAAAAAAGs/wmYwn2il65k/s400/budhe-%2Bdi%2Bdalam%2Bpesawat%2B1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5708251329250113410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Dari Ki-Ka (Budhe dan Devi)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Abis gugup, terus makan, terus narsis di pesawat dah. Serasa model iklan Air Asia pula." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(dok. Budhe)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Oya, ternyata Thailand dan Indonesia tidak memiliki perbedaan waktu. Anehnya, perbedaan antara terang dan gelap sangat jeglek. Misal, jam sudah menunjukan pukul 18.00, langit masih terang, sampai pukul 19.00 baru deh mulai ada perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kami sampai di Bandara nan megah &lt;/span&gt;&lt;span class="st"&gt;Suvarnabhumi sekitar pukul 20.00. Disinilah ketegangan dimulai karena kami masih menunggu kepastian nasib Astri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks God kekuatiran kami tidak beralasan. Sebaliknya, Astri dengan mudah melenggang masuk Bangkok secara resmi. Yippy ... petualangan sepenuhnya dimulai. Maksudku benar-benar memulai kebingungan hahaha. Karena kami bingung kemanakah kaki harus melangkah untuk mendapatkan &lt;/span&gt;BTS  skytrain ... Setelah muter2 sesaat, kami menemukannya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini kami (lebih tepatnya saya) mulai tergumun-gumum. Maklum di Indonesia belum ada model transportasi beginian. Tempatnya bersih dan dingin pula *asli katrok* Tapi benaran dah, AC sangat terasa walau kereta penuh banget. Mungkin karena kereta pake inverter, jadi secara otomatis suhu udara menyesuaikan dengan banyaknya orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan lain saat menunggangi kuda besi ini, banyak bule yang ber-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;back packer-&lt;/span&gt;an. Pantas Thailand disebut surga bagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;back packer. &lt;/span&gt;Mana ada yang bawa tas dan koper sueeepper &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gedhe&lt;/span&gt;. Mantap dah yang berpetualang mereka ini. Lalu untuk orang lokal, baiklah saya akui mereka bening2 pisan oi. Mau cewek atau cowoknya, benar2 sedap dipandang. Mereka tampaknya tahu bagaimana harus berpenampilan dengan baik dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;eye catching, &lt;/span&gt;sehingga membuat betah orang untuk menatap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop .. jangan berlama-lama gumun. Kami harus berhenti untuk berganti kereta. Dan lagi-lagi kami bingung. Dimana, dimana ... kemana *eeaa*. Lalu setelah bertanya, mempelajari peta dan mengamat-amati orang, kami segera membeli tiket, tapi sebelum membeli kami bertemu mas2. Entah dia dari mana, tapi dia crta dia punya kartu sisa, dan memberikan kepada kami satu lembar "̮ hehehe "̮  Trs .. dia berpikir kami orang Philipina. Ya, wajar sih mayoritas warga Asteng berwajah serupa. Jika dilacak, kebetulan ras Indonesia-Philipona termasuk rumpun Malayo-Polynesi, jadi banyak orang suka terbalik-balik mengenali kita. Tapi kami lebih bangga kalau bisa dikenali sebagai orang Indonesia *hidup Indonesia*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hem .. sekitar 30 menit kemudian kami sampai di Stasiun Thong Lo, perhentian kami menuju Hi-sukhumvit Hostel. Ternyata, kawasan ini adalah daerah kantor kedutaan besar (kedubes). Sayang, enggak nemu dimana kantor kedubes Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ... ooo My God, ada Night Food Market ... Aroma daging babi dan sayur yang dimasak membahana dan mengelitik hidung. Sudah deh, indera pengecap mulai bereaksi. Thanks God enggak sampai ngeces, tapi perut sudah mulai memainkan orkestra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*sambil mengelus perut* Sabar ya sayang, kita letakan dulu tas-tas ini. Baru kita memuaskan nafsu menyantap makanan-makanan yang tengah menari-nari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah kami di Hostel, tempatnya bagus, bersih dan rapi. HANYA, sesaat sebelum masuk Astri menahan lenganku dan berkata, "Dian lihat sebelah kiri, yang aku lihat ini benar atau enggak. Itu manusia atau enggak." Dan saya berkata, "Emoh... emoh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan apa2, Lita, Devi dan Budhe yang udah duluan masuk sudah berkomunikasi menggunakan bahasa inggris. So, pasti sudah ada orang di kamar dorm kami yang dipersiapakan untuk delapan orang ini. &lt;span class="st"&gt;Jadi, niatnya beramah tamah dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TTTTAAAPPPIII .. saya terpaku. Disisi kiri pojok ada sesosok bayangan yang membuat saya bergeming. Tidak bermaksud rasis, cuma karena kulitnya si mbak bule (yang ternyata orang AS) itu kelam, saya kaget. Apalagi dia senyum sambil menunjukan gigi yang putih. Wajar kan kalau saya kaget.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Sesaat saya ingat &lt;/span&gt;&lt;span&gt;permintaan Astri sebelum masuk kamar. Hem, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;mungkin ini yang dilihat Astri *pikirku* . Tunggu-tunggu, terus yang dimaksud Astri ini manusia atau bukan siapa? Saya mulai mengeluarkan antena dari kepala *tanda sudah semakin lemot*&lt;/span&gt;&lt;span&gt; sambil menata emosi supaya tidak terlalu canggung berhadapan dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar suasana cair, kami mulai bercakap-cakap dan memperkenalkan diri. Ternyata selain orang AS tersebut, kami punya teman sekamar satu lagi orang UK. Senangnya bisa bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara &lt;/span&gt;♉(‾▿‾)♉&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weits .. tunggu dulu, apa maksud mbak dari AS tersebut waktu ditanya Astri sama siapa kesini dan dijawabnya, "'Ini saya bersama teman-teman saya disini," sambil tangannya menunjukan sekitar kamar. What? ... mbak, di kamar ini cuma ada saya, Astri, Lita, Devi, Budhe, dirimu ma orang UK itu. Maksud loe?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muka kami kembali tegang. Kemudian orang tersebut terkekeh-kekeh dan berkata, "Tidak, saya hanya bercanda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh mbak'e .. mbak'e. Guyone ki gae wong dadi kikuk tenan. "̮ hehehe "̮ . Beruntung suasana kembali cair. &lt;span&gt;Sayang, ndak bisa ngobrol panjang, karena Devi sudah mulai gelisah meminta kami segera keluar untuk cari makan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarlah kami dan berburu baaabbbii *maap bagi yang muslim*. Wawawa .. aromanya benar-benar menusuk hidung, tapi kami terus tetap melangkah. Pasalnya, Astri kan tidak makan babi, jadi kami harus mencari alternatif makanan yang non-babi. Untung kami temukan. Saya dan budhe &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kembulan&lt;/span&gt; maem mie. Enggak tahu apa namanya ... tapi ini ada mie yang bentuknya tipis, gepeng, agak lebar dikit plus transparan. Terus ada&lt;span style="font-style: italic;"&gt; seafood, &lt;/span&gt;kemudian kecambah yang panjang2. Rasanya ennnaaakk. Kecambahnya juga enak, rasanya manis. &lt;br style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sementara Lita, Devi dan Astri pesan tom yam. Sempet nyicipin sedikit. Rasanya? Beda sama tom yam di Indo (ya iyalah). Disini rasa rempah-rempahnya lebih nendang. Masing-masing rasa saling melebur jadi ada rasa asam, pedas, sedikit gurih dan rempah-rempah tadi yang enggak tahu namanya. Meski beda, saya suka kok rasanya. Segar dimulut. Cuma lidah Lita enggak bisa terima rasa yang 'keras' ini, akhirnya dengan lantang dia memesan 'nasi goreng.' Ckckckck, kalau nasgor mah di Jogja banyak atuh ta. Tapi mau gimana lagi namanya juga selera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai makananku dan Budhe habis, kami kembali menjelajah&lt;span style="font-style: italic;"&gt; the other&lt;/span&gt; warung, sementara anak2 lain masih berkutat dengan makanannya. Hahahaha .. entahlah, saya tidak tahu apakah saya dan Budhe ini maruk atau aji mumpung. Yang jelas, saya bersyukur bersama Budhe yang punya napsu makan besar seperti saya ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami menemukan kedai barbeque pork. Lalu kami memesan satu porsi tanpa nasi. Tapi kok jadi mahal. Dengan nasi 55 bath masak tanpa nasi jadi 80 bath. Ckckck, ternyata karena tanpa nasi, dagingnya ditambahi .. Pantas jadi mahal. But it's ok .. kami mah doyan2 saja. Berhubung sudah semakin larut dan stamina melunglai, kami bergegas pulang dan istirahat.  Tapi sebelumnya, tentu kami menyantap hidangan istimewa itu dulu dong hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah .. teman2 berhubung saya menulis cerita ini di kantor saat piket dan waktu sudah semakin malam. Saya pamit dulu ya. Besok saya teruskan lagi. Jangan kuatir, kami masih punya cerita selama dua hari selama di Bangkok. Bahkan di hari ketiga, kami sempat menemui 'penampakan' yang dilihat Astri sebelumnya. Bagaimana ceritanya ... nantikan saja .. ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-6413523920887844476?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2012/02/wild-journal-part-1-thailand-episode-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-MiVRofS5Q1k/TzeogBzCIHI/AAAAAAAAAF8/cpUl88k5Qd4/s72-c/excited.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-3792903096418735668</guid><pubDate>Mon, 14 Nov 2011 01:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-13T18:17:22.961-08:00</atom:updated><title>aku dan kaki</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-XeNAKlR06X4/TsBylqHnS8I/AAAAAAAAAFY/rFp1p1hIK50/s1600/Fashionable-Shoes.png"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 352px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-XeNAKlR06X4/TsBylqHnS8I/AAAAAAAAAFY/rFp1p1hIK50/s400/Fashionable-Shoes.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674661521773775810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada suatu hari, aku liputan di UAJY. Acaranya membahas mengenai masalah2 yang dihadapi mahasiswa asing di kampus itu. Peserta enggak terlalu banyak, tetapi ada satu hal menarik dari pertemuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, saat seorang mahasiswa dari Brazil mengeluhkan tentang sepatu. Ternyata dia kesulitan mencari sepatu di Jogja. Saking susah dan buneknya dia bilang, "Masak, saya harus kembali ke Brazil hanya untuk membeli sepatu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ... hahaaha .... dalam hati aku berteriak 'Yuhhuuii, aku menemukan teman senasib sepenanggungan' ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran kaki yang tidak biasa memang jadi persoalan buat orang-orang yang tinggal di Asia. Seperti aku ini T.T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rh .. tapi sebenarnya enggak semua sepatu susah dicari kok. Untuk sepatu sporty, ukurannya lebih bersahabat. Apalagi kalau merek2 luar. Psti pilihan warna, model dan harganya variatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUMA ... hal ini tidak berlaku untuk sepatu perempuan dan buatan lokal. Maap, maap banget. Bukan aku enggak nasionalis, tapi keadaan yang mendesak &amp;gt;.&amp;lt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kaki, aku juga mengalami berbagai pengalaman yang unik. Salah satunya saat bepergian dengan teman. Umumnya mereka akan bilang, "Dian, pilihlah sepatu yang kamu suka. Lebih dari satu juga enggak papa. Aku akan beliin buat kamu." Denger dia seperti itu, aku hanya bisa melirik dan ndomblong ... hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau katakanlah kami baru di sebuah kios sepatu grosiran. Supaya dapat harga murah, dia bilang ke penjual, "Saya sebenarnya mau beli banyak, setengah lusin, karena mau kembaran dengan beberapa teman. Tapi masnya pasti enggak punya ukuran teman saya ini. Jadi .. harganya bisa turun kan mas? Bukan saya enggak niat beli, tapi masnya yang enggak lengkap."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaaakkk ... ukuran kakiku dikomersilkan untuk mendapatkan harga murah...&lt;br /&gt;Tega nian sahabatky ini .. T.T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ... ada juga seorang teman yang sering bepergian ke luar negeri dan mengetahui kondisi kakiku tengah berbaik hati. Katanya, kalau lagi jalan-jalan dan dapat sepatu yang besar, dia akan membelikan untukku ... Yiiipppyyy ... udah deh, aku nari-nari karena bakal dapat sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus dia tanya, "Berapa ukuranmu?"&lt;br /&gt;I said, "Antara 42-43."&lt;br /&gt;Dia menjawab, "Waits .. gedhe banget ya. Kayak kakiku." sambil tertawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huah ... wata ... ternyata tawaran itu tidak semanis yang terdengar ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah ... itulah aku dan kakiku. Ukuran yang tidak lazim (di Indonesia) kadang membawa konsekuensi tertentu. Tapi bukan berarti aku tidak punya sepatu. Kadang2, juga pernah ketiban mbah bejo sih, pas jalan-jalan, pas dapat yang fit dengan kaki. Hanya, sekali lagi, karena kejadian langka, jangan berharap bakal dapat model yang diinginkan. Ya .. seadanya, yang secukup kakiku -.-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu, ceritaku belum kelar. Ukuran telapak kaki bukan satu-satunya masalah. Kadang kaki yang panjang membuat aku tersiksa. Seperti masuk bus kota di Jogja yang berwarna kuning. Kalau berdiri, kepentok atap bus, kalau duduk, kaki kepentok kursi2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu pernah, pas aku duduk di dekat pintu masuk dan keluar, si kenek bilang, "Iki mbak'e lingguhe pie to? Mbok ojo maju-maju." (Mbak ini gimana sih? Kalau duduk jangan maju-maju)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denger itu, aku mimbik-mimbik ... Hua .. hua ... Apa salah kakiku? Ini kan bus yang enggak standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian .. aku akui kadang suka menaruh kaki sembarangan (hahaha .. bahasaku). Maksdunya .. karena kaki panjang, terkadang membutuhkan space yang lebih. Nah, inilah yang membuat kakiku sering keinjek orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih parah, kakiku juga pernah keinjek becak. Waktu itu, aku mau pulang sama teman, waktu mau nyebrang, kami berhenti. Tiba-tiba ada becak lewat, tanpa babibu, dia melintas dan melintasi kakiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontan, aku teriak 'Au." dan menoleh ke pak becak.&lt;br /&gt;Sialnya, pak becak ndak kerasa. Bahkan dia melaju dengan santai dan wajah tanpa dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cerita tentang aku dan kakiku. Bagaimana dengannmu ????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-3792903096418735668?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2011/11/aku-dan-kaki.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-XeNAKlR06X4/TsBylqHnS8I/AAAAAAAAAFY/rFp1p1hIK50/s72-c/Fashionable-Shoes.png" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-6007816269771016544</guid><pubDate>Wed, 13 Apr 2011 14:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-13T07:17:49.808-07:00</atom:updated><title>Which star you come from</title><description>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/qjg3Q7P4Wd0?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-6007816269771016544?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2011/04/which-star-you-come-from.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://img.youtube.com/vi/qjg3Q7P4Wd0/default.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-6402168139788855183</guid><pubDate>Wed, 13 Apr 2011 13:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-13T06:53:05.897-07:00</atom:updated><title>Hun 【고맙습니다 (謝謝)】(Thank You OST).MV</title><description>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/jyIMDF437AE?fs=1" allowfullscreen="" width="480" frameborder="0" height="295"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-6402168139788855183?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2011/04/hun-thank-you-ostmv.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://img.youtube.com/vi/jyIMDF437AE/default.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-8406866772059644633</guid><pubDate>Tue, 12 Apr 2011 11:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-12T04:56:37.223-07:00</atom:updated><title>I think I - Byul (English Translation)</title><description>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/_InsW2DBftU?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-8406866772059644633?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2011/04/i-think-i-byul-english-translation.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://img.youtube.com/vi/_InsW2DBftU/default.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-5031848306773354366</guid><pubDate>Thu, 10 Feb 2011 01:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-09T17:42:09.896-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">trans tv</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">suara indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">gilliana</category><title>si kakak masuk SI</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_e2sCWbGgE2E/TVM9gsfODOI/AAAAAAAAAEs/oWscelW-Bpk/s1600/Gilliana.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_e2sCWbGgE2E/TVM9gsfODOI/AAAAAAAAAEs/oWscelW-Bpk/s400/Gilliana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571864795894648034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wakil dari Jogja melaju ke SI&lt;br /&gt;Oleh Mediani Dyah Natalia&lt;br /&gt;WARTAWAN HARIAN JOGJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak muda Jogja kembali menunjukan prestasinya di sebuah ajang bergengsi nasional, Suara Indonesia. Adalah Gilbert Pohan dan Maria Rosalia Yola Detta yang tergabung dalam Gilliana berhasil menjadi 6 peserta memasuki grand finnal Suara Indonesia (SI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Harian Jogja, keduanya menjelaskan ada cerita panjang dibalik menjadi peserta SI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku hanya karena awalnya bersama-sama pacar sekedar coba-cobann" ujar pria yang akrab disapa dengan nama Ibe ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, keinginan Ibe dan kekasihnya, Lusi Hasiana tertunda. Pasalnya, orangtua Lusi tidak memperbolehkan dia mengikuti ajang yang diselenggarakan salah satu stasiun televisi swasta nasional tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Lusi akhirnya membantu Ibe mencari pasangan duet baru. Setelah berdiskusi beberapa saat, pilihan tersebut jatuh pada teman main band selama ini, Maria Rosalia Yola Detta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena saya diajak untuk menggantikan pasangan sebelumnya,jadi ya ikut aja. Mumpung ada kesempatan jadi enggak mau disia-siain" papar perempuan asli Solo ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sempat berganti formasi, karakter vokal Ibe yang unik dan jangkauan nada Yola yang luas berhasil menarik perhatian juri pada tahap awal. Arie Untung, Christofer Abimanyu dan Rida [eks Rida Sita Dewi] akhirnya memberikan jalan bagi Gilliana masuk ke SI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu berhasil mendapatkan tiket emas itu, langkah yang harus dijalani keduanya masih panjang. Bahkan pada penampilan perdana, duetnya keduanya sempat mendapatkan kritikan pedas dari beberapa juri karena keduanya belum memiliki chemistry sebagai pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman tersebut, Ibe dan Yola berusaha terus mengasah kemampuan vokal serta belajar tampil mesra di atas panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha keras keduanya membuahkan hasil. Babak demi babak berhasil dilalui dengan mulus. Juri-juri yang semula berkomentar pedas kini justru mengaku jatuh cinta dengan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa bulan berkompetisi, Gilliana berhasil membawa nama baik Jogja. Kamis depan (10/2) keduanya melenggang ke panggung grand finnal untuk menetukan pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya mengenai perasaany, Ibe dengan spontan mengatakan ingin jadi juara sehingga dapat membawa pulang hadiah dan mimpi menjadi penyanyi dapat terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buat warga Jogja dan Solo terus saksikan SI dan dukung Gilliana,” ujar Yola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita dibalik semuanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Temans ... sebenarnya, salah satu personil di atas, yang cowok, Gilbert Pohan adalah teman lawasku. Pengen share ttg dia sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi begini, ak pertamakali ketemu cowok yang biasa aku panggil Kak Gaby or kak Gebong itu pas ada persekutuan di Iromejan. Waktu itu tuh, si kakak ini masih gondrong abis ... hahahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena persekutuan dan pelayanan musik bareng, kami jadi sering ketemu. Buat aku semua orang yang ada di GVA (God Victory Army) udah kayak keluarga sendiri. Sebenarnya, pengen banyak cerita tentang yang lain tapi saat ini kita fokus ke kakak itu dulu ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku percaya setiap orang diciptakan unik dan luarbiasa. Seperti juga si kak Gebong ini. Aku belajar banyak hal tentang dia. Sampai detik ini ada dua perkataannya yang enggak pernah aku lupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. "Kalau mau jadi orang jangan setengah-setengah. Esktrimnya, kalau mau jadi orang baik, harus benar-benar baik. Kalau mau jadi orang jahat, jadilah orang yang paling jahat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&gt; Kata2 ini aku inget banget. Ini salah satu pijakan kehidupan dia yang terus dibawa. Bahkan ia memilih mundur dari bangku kuliah supaya bisa maksimal di musik yang dia tekuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang lain ditanya pengen kerja apa, dia dengan spontan dan mata berbinar langsung bilang "Saya anak band!!!" .. Salut banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. "Aku enggak mau lihat orangnya, aku mau lihat Tuhannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&gt; Wuih .. ini orang baik banget. Walau pernah dikecewakan, disakiti dll, dia enggak pernah dendam. Kalau suatu saat orang itu butuh bantuan, dia pasti bakal mau bantu dan tidak setengah-setengah. Aku sampe mikir, nih orang kok baik banget ... ckckckck&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua perkataannya itu, benar2 udah tertanam di pikiran aku dan coba aku jalani [walau enggak bisa semulus dia] supaya bisa jadi orang yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dia masuk grand finnal Suara Indonesia di Trans TV. Sebagai teman dan saudara, tentu aku 100% dukung dia. Tapi, dukungan itu sifatnya bukan hanya karena aku mengenal dia tapi memang karena Gilliana punya potensi. Temans bisa cek kemampuan mereka di You Tube , ada beberapa video mereka pas tampil di SI. Dari video itu juga ada komentar beberapa juri yang bisa jadi acuan mengenai perkembangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah membuktikan, tidak salah kan jika saya meminta Anda mengirim sms untuk mendukung wakil dari Jogja? ^0^ Arigato&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut Biodata Gilliana:&lt;br /&gt;Nama: Maria Rosalia Yola Detta&lt;br /&gt;Tempat tanggal lahir: Solo, 31 Oktober 1991&lt;br /&gt;Hobi: nyanyi, nonton, jalan-jalan&lt;br /&gt;Pendidikan: kuliah semester 2 Fakultas Hukum UNS Solo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama: Gilbert Pohan&lt;br /&gt;Tempat tanggal lahir: Bontang, 18 September 1981&lt;br /&gt;Hobi: martial art, nonton, jalan-jalan&lt;br /&gt;Pendidikan: lulusan D3 STMIK AMIKOM Yogyakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-5031848306773354366?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2011/02/si-kakak-masuk-si.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_e2sCWbGgE2E/TVM9gsfODOI/AAAAAAAAAEs/oWscelW-Bpk/s72-c/Gilliana.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-1151596268723766430</guid><pubDate>Mon, 10 Jan 2011 15:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-10T08:09:00.929-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">gemuk</category><title>super duper</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_e2sCWbGgE2E/TSslFyUJ3sI/AAAAAAAAAEg/nnzOp2jU0N8/s1600/62474_435996622868_606922868_5258454_7723092_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 281px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_e2sCWbGgE2E/TSslFyUJ3sI/AAAAAAAAAEg/nnzOp2jU0N8/s400/62474_435996622868_606922868_5258454_7723092_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560578946254888642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's right, satu2nya cowok di poto ini Sandy Sondoro. Tapi .. helllo ... I want to talk about me. Bukan penyanyi tersohor itu. Kalau dia mah udah biasa diomongin dimane-mane. Cuma saya hanya ingin membicarakan mengenai diri saya saja. Supaya enggak tambah dose [karena ngomongin orang].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba amati baik2. Yuppy, saya [si glasses manis itu]. Bagaimana? Ada yang beda enggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's right. Saya adalah manusia super duper alias super women alias cat women etc dah. Dengan tinggi badan 170 cm dan berat badan sekian (kagak berani nimbang lagi setelah celana jadi ciut) gelar itu pantes ak sandang. Singkatnya, saya mo bilang .... wuawuawua ... saya membulat T.T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang kenal pun pasti bakal teriak, "setuju, sepakat, leres, right and so on-so on."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya akan tersenyum mendengar koor persetubuhan itu. Sambil ... tentu saja mengelus dada pelan. Alias mo bilang "Iya saya gemuk, gedhe dllllllll. Cuma cukup to. Aku juga enggak ngarep kayak gini !!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tur yo arep piye meneh, setahun ini memang lemak suka sekali bersarang di pipi, lengan, jari, dada, perut, penggul, paha, betis plus kaki (lah kabeh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan penyebab semua ini adalah ketiadaan diri saya menahan kepengenan makan ini, ono, inu [antara mupeng plus makanannya emang enak]. Alhasil ... tubuh ini tidak terbentuk [mirip bas betot, bukan lagi gitar]. Ukuran membesar. Baju sempit. Perut membuncit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saya tidak mau dipanggil gedhe dll. Saya juga tidak suka kalau orang salah mengira saya cowok. Saya cewek ... 100% asli. Digaransi. Dapat dibuktikan [lewat sertifikat atawa jadwal mens saya].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Last but not least, saya juga harus sadar 100%, saya enggak akan mengecil [atau setidaknya kembali seperti semula] dengan berdiam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okelah kalau begitu, resolusi 2011 ini, saya mau menurunkan berat badan. Dengan tujuan biar sehat, enak dilihat, kalau naik kendaraan enggak nghabis-habisin space, bebas dari ejekan plus bisa beli baju2 kecil yang murah2 itu ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian teman-teman. Tolong dukung saya. Doakan semua lancar ^0^ sehingga predikat saya sebagai Dian Muaniest dapat kembali sepenuhnya ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*NB: kalau ada resep diset sehat atawa olahraga efektif nan murah saya mau inponya ya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-1151596268723766430?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2011/01/super-duper.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_e2sCWbGgE2E/TSslFyUJ3sI/AAAAAAAAAEg/nnzOp2jU0N8/s72-c/62474_435996622868_606922868_5258454_7723092_n.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-8745787088499804288</guid><pubDate>Wed, 02 Jun 2010 14:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-02T07:02:40.083-07:00</atom:updated><title>Park Bo-Young - Perhaps That / 아마도 그건  (Cover)</title><description>&lt;object style="background-image: url(http://i2.ytimg.com/vi/9x3nrKCRtYs/hqdefault.jpg);" width="480" height="295"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/9x3nrKCRtYs&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/9x3nrKCRtYs&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="295"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-8745787088499804288?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2010/06/park-bo-young-perhaps-that-cover.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-3524430644724440871</guid><pubDate>Wed, 02 Jun 2010 13:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-02T06:59:06.760-07:00</atom:updated><title>Overspeed scandal - Gift</title><description>&lt;object style="background-image: url(http://i2.ytimg.com/vi/YZnUT5JP4GQ/hqdefault.jpg);" width="480" height="295"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/YZnUT5JP4GQ&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/YZnUT5JP4GQ&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="295"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-3524430644724440871?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2010/06/overspeed-scandal-gift.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-4611291722292326809</guid><pubDate>Wed, 12 May 2010 11:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-12T05:15:16.387-07:00</atom:updated><title>wonderful life</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_e2sCWbGgE2E/S-qbxxgSugI/AAAAAAAAAEE/sdFBzhVu2mc/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 258px; height: 195px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_e2sCWbGgE2E/S-qbxxgSugI/AAAAAAAAAEE/sdFBzhVu2mc/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470355976799566338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;wonderful life itu sebuah drama korea. sebenarnya sih cerita lama. pernah tayang di indosiar.&lt;br /&gt;gak tahu kenapa, pas aku lagi kranjingan sama film korea, aku tiba-tiba kepikiran. waktu cari, eh dapat juga dvd drama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ceritanya film ini yang paling aku ingat cuma satu, karena mba dan belum siap, mereka suka banget tengkar. eh, dilalahe, setelah anaknya yang cantik bernama han sin bi (5) besar kl liat ortunya tengkar cuma geleng-geleng kepala ... xixixi lucu banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ok deh, aku ceritain dulu sinopsis pendeknya ...&lt;br /&gt;han seung wan perggi ke singapura buat memberikan kejutan bagi pacarnya yang mau ultah. dalam perjalanan, cowok itu duduk sebelahan dengan cewek bernama jung se jin. gadis miskin yang ke singapura demi bisa melihat tempat dimana first love-nya meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari ketemu, sebenarnya mereka udah beberapakali bertengkar. sampai suatu saat, mereka tabrakan, jatuh dan paspor satu sama lain ketukar. karena sama-sama sebel dengan kejadian itu, singkat cerita, tas se jin didalam taksi terbawa oleh si seung wan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu lapor ke polisi, se jin baru sadar paspor ketuker. dipaspor itu dia liat sebuah alamat, ternyata apartemen cewek si seung wan. kr g ada duit, dia jalan kesana. sampai di apartemen, eh dia frustasi kr lift rusak. alhasil ngamuklah dia. wkwkwk .. ternyata saat dia ngamuk, ada co cakep yang sama-sama orang korea liat, namanya min do hyuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah tahu kl ce itu mau ke apartemen incarannya, akhirnya do hyuk berbaik hati menggedong. sampai disana, si ce yg bernama Lee Chae-young.   itu sebel. pasalnya, di hari ultahnya, dia pengen pergi ma gebetan tajir nan cakepnya si do hyunk. eh malah dia dtg gendong cewek. apalagi waktu dia tahu, kl si seung wan datang ke singapura bt ngasi kejutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya se jin ditinggal di aparteman dan ketebak kan, yg dapat surprise dari seung wan bkn si chae young. terus, pendeknya, si se jin ngrasa kasian ma co itu kr diduakan, makanya dia ajak co itu jalan2 kliling sngapura. alasannya sih nyari ce itu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu naik kereta gantung (wuah ... aku pengen), si seung wan ngeliat kereta yang papasan ma dia dan sadar kl ce nya ada main. meski ngrasa sakit, waktu ngeliat si se jin, dia baru tahu kl ce yg dideketny lbh sakit kr mlalui tmpat first lovenya meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;supaya, enggak sedih, seung wan yang mahasiswa penerbangan aka pilot, sewa pesawat kecil dan ajak dia jalan2 muter. tujuannya supaya enggak sedih ... buat aku ini adegan romantis ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hehe .. pngn bgt ak bs ngalami itu deh .. bs ada disamping dia, buat tahu dunianya yang baru. aku sampai nangis liat scene ini :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali kejalan yang bener.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu malam, hotel yang mereka tempati cm punya 1 kamar. akhirnya mereka sekamar. trs sama-sama mabuk... trs gtu deh. waktu sadar, mereka sama2 teriak. lalu, mereka berusaha cari pemcahannya. eh, waktu mo dicari solusi, si co yang kayak anak kecil itu lari dan tidak berniat meneruskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pulang dari singapura, mereka enggak pernah ketemu. tahu2 si seung wan nghubungi se jin cz mo pinjem uang dr dia. maklum, dia habis diusir ma bokapnya cz habisin uang brp juta cm bt minum2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;stlh ktm, akhirnya, si seung hwa ditawarin kerja di restoran tmpt se jin kerja. eh, gak tahunya, saat mrka smakin dkt, si co kmbli dkt ma ce nya. dwaktu yg hmpir bsamaan, se jin br mnyadari kl dia hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat si co yg punya mimpi besar jadi pilot dan lg balik ma ceweknya, se jin pilih mundur dan keluar dr khidpan mereka. alasannya sih mo kuliah. pdhl pngnnya melhirkan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bbrapa bulan kmdn, kakak se jin dtg bawa anak ke acara ultah bapaknya seung wan. alhasil kluarga heboh dan semua terbongkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trus mreka dipaksa kluarg menikah. awalnya mereka berdua g mau, tp akhirnya stuju dg catatan ada kontrak nikah dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah, namanya masih muda si ce 21 si co 22. jdi y rumah tangganya lucu.&lt;br /&gt;tp yg nyebelin ya si Lee Chae-young, ini ce dah tahu kl mantannya dah nikah tp msih aza pdkt trs. bkin konflik dlm rumah tangga aza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tp ini bkn cinta segi tiga, mlainkan segi empat. si se jin ternyata disukai ma do hyuk. bedanya, se jin g dong dan g ngarepc z dia ttp berharap dg pernikahnnya. sedang si do hyuk lbh memilih mncintai se jin kayak aku hihihihihi .. mksdny, membiarkan org yang kita cintai bahagia. dia selalu ada buat si cewek. tp bukan untuk merebut, hanya memastikan kl si ce baik2 saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dg bjalannya waktu si seung wan lama-kelamaan jealous ma do hyuk-lama2 suka tuh tp gak sadar hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngliat tingkah chae young, do hyuk pilih ajak ce itu pergi ke luar negeri buat sekolah. dg cara ini, dia pikir bs mlindungi kebahagian se jin. oya, si do hyuk ini senior seung wan, dia juga pilot. demi se jin, dia tinggalin mimpinya dan ke luar negeri lalu kerja di perusahaan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eh, wktu blik ke seoul, si chae young makin ndadi. rumah tangga makin retak. tp bedanya seung wan lbh dewasa. kli ini dia mulai sadar kl dia suka ma istrinya cm blm nyatain. trs dia jaga jarak ma chae young.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gak keilangan akal, chae young bikin berbagai cara untuk merusak rumah tangga mantannya. sampai suatu saat, dia tobat kr ngeliat ketulusan kasih sayang dari buah hati seung wan dan se jin, han sin bi yg sakit leukimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;chae young yg egois mulai berubah. bahkan dia ikut tes sumsum tulang belakang, ya kali2 aza, cocok ma shin bi jd bs donor ... trs ... di akhir cerita, 2 kluarga dr pemeran utama dan segi empat ini jadi rukun agawa santoso. mereka bersatu buat shin bi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;happy ending sih, cm bljr sst, kl cinta ya cintailah dengan tulus tp yo ojo gengsi ^.^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-4611291722292326809?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2010/05/wonderful-life.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_e2sCWbGgE2E/S-qbxxgSugI/AAAAAAAAAEE/sdFBzhVu2mc/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-4420450817271317201</guid><pubDate>Wed, 12 May 2010 11:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-12T04:31:42.176-07:00</atom:updated><title>arti persahabatan</title><description>sebenarnya apakah arti persahabatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemarin aku kembali dikecewakan oleh teman dekatku. memang kami tidak terlalu banyak saling sharing tapi paling tidak, kami sama-sama tahu apa yang terjadi dalam kehidupan kami lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua bermula dari dia dekar dengan seorang pria. aku sama sekali tidak pernah kuatir dengan hubungan mereka. aku tahu si adam itu orang yang sangat baik dan bertanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masalahnya, selama ini dia curhat, dia bilang tidak punya hubungan apa-apa tapi gosip sudah merebak kemana-mana. banyak pertanyaan yang akhirnya diajukan ke aku. dan aku akan menjawab, itu tidak benar coz dia memang bilang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lambat laun, aku lihat hubungan mereka berdua berkembang. dari apa yang aku lihat dan rasakan, pasti hubungan mereka lebih dari teman. tapi kembali lagi, aku memilih percaya apa yang diceritakan dia dan menutup mata, hati dan telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata, hal itu benar. mereka punya hubungan yang serius. parahnya, aku enggak dengar dari dai langsung tapi dari orang lain. huhuhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sama sekali tidak meminta dia menjelaskan semua, aku hanya mau dia terbuka. itu tok til. rasanya sakit mendengar suatu kebenaran bukan dari mulut sahabatmu tapi dari orang lain ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengalaman ini bukn sekali aku rasakan. sudah 2-3 kali ... huhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si A dulu juga bilang, mereka hanya teman dan tidak mungkin pacaran. ngeliat hubungan mereka rasanya ya enggak mungkin kalau hanya teman. tapi aku pilih percaya dan ... apa yang kupercaya rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia menjilat apa yang diomongkannya, dia bilang mereka dah pacaran lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;enggak berapa lama, mereka putus. hem... jujur, aku sama sekali enggak suka dengan hubungan mereka tapi aku juga enggak suka melihat dia sedih. sakit bahkan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya mau temanku terbuka, menceritakan apa yang dia rasakan sehingga jika terjadi sesuatu, aku akan siap menemani dia. just it ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but ..apapun yang terjadi, aku akan selalu sayang kalian ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-4420450817271317201?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2010/05/arti-persahabatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-5911385034188766682</guid><pubDate>Sat, 25 Jul 2009 12:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-25T05:42:49.130-07:00</atom:updated><title>Tulisan aku waktu kuliah S1</title><description>&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;ONE &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Riela ...”panggil seseorang setelah sekian lama kami saling bertatapan di lobi sebuah mall di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; “Mas ... Seraf”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sesaat kami berdua kembali diam dan hanya terus saling memandang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Akhirnya ... setelah sekian lama, aku dapat bertemu dengannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menyadari kekakuan ini, aku memaksakan diri tersenyum. Tak bisa kupungkiri jika hati ini terus bergejolak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kok ada disini? Liburan?” tanyanya memecah keheningan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku?” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutunjuk diriku. Meyakinkan diri jika aku gak ke GR an. Ia mengangguk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku ... kerja mas”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;O” Mulutnya membentuk lingkaran kecil “Dimana?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Deket sini” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tangan ini menunjuk ke arah sebuah gedung bertingkat yang letaknya tak terlalu jauh dari Plaza Senayan.   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dimananya? Lantai berapa?” tanyanya lagi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bodohnya aku. Kenapa aku hanya menunjuk. Gedung tempatku kerja kan gak cuman berisi kantorku. Lagian dari lantai bawah tanah mana keliatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lantai 5 mas Aku jadi pegawai bank disana”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagian apa?” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Back office. Mas sendiri. Kerja juga?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ia tersenyum. Memperlihatkan pipinya yang agak tembem. Seulas senyum yang amat kurindukan terlukis di wajahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku kuliah di sini Ri”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Em ... gitu. Ambil apa mas?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nerusin yang kemarin waktu aku kuliah di Jogja”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Melihatku kebingungan ia kembali tersenyum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kan kuliah ku di Jogja sempet keteteran gara-gara kerjaan. Jadi sekarang aku ambil kuliah lagi dari awal tapi di sini” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berarti masih manajemen ya mas?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Iya”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pertemuan ini sudah lama kuharapkan. Aku juga sudah berlatih sedemikan rupa kalo saat ini datang. Tapi kenapa semua jadi hilang. Aku sampai gak tahu harus berkata apa atau berbuat apa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebuah kebiasaan ketika rasa grogi memuncak kini kulakukan. Menyelipkan sisa rambut yang terasa tergerai di wajahku. Padahal itu semua gak mungkin terjadi. Kebiasaan kantor kini sering terbawa dalam keseharian. Rambut panjang akan kurapikan dengan membuat sanggul kecil. Sisa rambut yang ada akan kujepit sedemikian rupa sehingga tak menganggu aktivitas di kantor. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gak bisa kupungkiri, suatu asa kebahagian membahana dalam relung hatiku yang paling dalam. Sesekali detak jantung ini bergelora mengikuti detik waktu yang kuharapkan tak berlalu dengan cepat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cari apa nih?” tanyanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Biasa keperluan bulanan. Mo belanca ke supermarket dulu,” kataku singkat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kami berdua kembali terdiam. Semasa di Jogja kami jarang ngborol jadi wajar kalo sekarang suasananya agak kaku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ok deh kalo gitu. Selamat mencari”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Iya”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;God bless”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;God bless too”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pertemuan yang gak memakan waktu 10 menit itu kini telah berakhir. Rasa lega karna tak lagi menyembunyikan gejolak hati, kini hadir. Tetapi perasaan kecewa karna tak dapat lagi memandang wajahnya juga terlahir. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kukembali berusaha fokus membeli barang-barang kebutuhanku. Sesekali mata ini menjelajah, berharap dapat kembali bersua dengannya. Tak mungkin terjadi. Mang plaza Senayan ini sekecil apa? Mana lagi banyak pengunjung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perasaan sesal kini membayangi. Kenapa tadi aku diam saja. Padahal aku kan bisa tanya dia sekarang kuliah dimana at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;au&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; mungkin dia tinggal dimana. Ah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; … &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;gemes. Padahal aku bener-bener teramat merindukannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; “Ngborong loe Ri” tanya Eza, temen kostku, usai sampe kost&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Enggak. Cuman keperluan pribadi ma kebutuhan kantor”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Napa gak ambil dari kantor? Kan di kantor loe barang kayak gini pasti ada,” katanya sambil mengangkat satu rim kertas ukuran kuarto.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; “Gak enak ah. Aku kan anak baru”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku?” Eza tertawa “Perasaan, bulan ini loe dah bisa ngomong gue loe. Napa hari ini balik lagi?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Eh ... “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kok muka loe merah. Hayo ... pasti tadi ketemu cowok ya? Tajir Ri?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ah loe ini, tiap ketemu cowok napa pertanyaanmu selalu berakhir dengan: tajir ya Ri?” aku menirukan cara bicara teman baruku ini &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Eza kembali tertawa “Ya iyalah. Hari gini gak ada duit?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Udah ah. Mo mandi. Gerah”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ok. Gue nebeng ngetik ya Ri”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ya. Tapi sambil batrainya loe colokin. Soalnya kemarin gue pake liat film. Kalau dah penuh, loe lepas ya batrainya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ocre”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di sebelah tembok kamar mandi ini, aku mampu mendengar winamp dari laptop yang bergema. Eza tampak menikmatinya dengan beberapa kali ikut bernyanyi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedang aku? Hanya terdiam. Menyesali pertemuan tadi yang berlalu begitu cepat. Aku gemes banget. Banget dan banget. Kenapa setelah sekian lama, aku tak pernah berani sekalipun ngobrol dengannya. Bodohnya aku, padahal kesempatan seperti itu mungkin gak terjadi lagi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apa yang harus kulakukan supaya aku bisa bertemu lagi dengannya? Apa aku harus setiap hari ke plaza Senayan? Kan deket kantor. Jadi gak akan masalah buat aku. Tapi masalahnya, kan belum tentu dia bakal kesana lagi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lama banget mandinya. Ngapain aja loe Ri” tanya Eza sambil tetep serius ngetik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keramas”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ku buka handuk yang semula menutup rambutku. Setelah itu mulai mengeringkannya dengan kipas angin satu-satunya di kamar ini. Kipas angin yang tak pernah berhenti berputar jika ada manusia di kamar ini. Yah namanya juga Jakarta. Panas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hujan. Mata ini menatap jauh ke luar kamar. Melihat air-air yang tampaknya tengah menari-nari dengan irama yang semakin cepat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tujuh bulan yang lalu, aku amat merindukan hujan. Di kota kelahiranku aku selalu berdoa tuk dapat jumpai hujan secepatnya. Berharap datangnya hujan mampu memberikan kesejukan di hatiku. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengetahui orang yang kukasih pindah ke kota Metropolitan ini, aku memanjatkan doa supaya bisa nikmati hujan di kota yang sama dengan dia. Kini, semua kudapatkan. Hujan. Ada di kota besar ini bahkan bertemu dengannya. Tapi tetap aja aku merasa kurang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ingatkanku terhempas dalam urutan waktu ke belakang. Sebelum berangkatan, para sahabat berpesan supaya di kota yang baru ini aku belajar membuka hati. Buka hati? Mana bisa. Hati ini sudah ada yang memiliki. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyesalan terbesit dalam hati. Aku tak bermaksud mengisikan dusta dalam persahabatan ini. Aku sela&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;u katakan pada mereka, jika aku sudah melupakannya. Padahal hal itu tak pernah terjadi. Bahkan sedetikpun rasa cinta ini tak pernah sirna. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kebohongan ini tak mempunyai maksud lain. Hanya tak mau mereka kuatir oleh keadaanku saat ini. Lagian aku yang bodoh. Mengharapkan cinta orang yang sudah mencinta gadis lain. Seorang gadis yang lebih layak tuk dicintai. Seorang gadis yang memang lebih membutuhkan kehadiran seorang pria. Seseorang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;se&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;perti mas Seraf.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebenarnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; … &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;aku juga membutuhkannya. Bahkan teramat sangat. Tetapi aku lebih beruntung, aku dikelilingi sahabat dan keluarga yang 100 % selalu ada untukku. Aku yang suka membuka diri dalam pergaulan buatku mudah mendapatkan sahabat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedang dia? Gadis itu tengah sendirian menuntut ilmu di kota kelahiranku. Sebuah kota yang jauh dari keluarganya. Dia memang mempunyai segudang teman tapi aku yakin itu gak akan cukup karna kudengar dia deket banget ma keluarganya. Jadi kehadiran mas Seraf akan sangat berarti baginya. Dia lebih membutuhkan mas Seraf dari pada aku. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apa lagi saat-saat ini. Hubungan mereka long distance. Aku yakin waktu yang ada akan ditempuh dengan sms, telpon atau chatting tuk ungkapan rasa rindu. Dan begitu pertemuan terjalin, panah asmara akan bersemi ditemani bunga-bunga cinta yang kian merekah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hei Ri!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah sentuhan mendarat di pundakku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Eh apaan Za”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Loe itu ... mikirin apa sih loe?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nothing” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku berusaha menutupi asaku. Jari jemari ini terus bergerak. Berusaha menata rambut dengan bantuan sisir bergi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;i jarang didepan kipas angin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gak mungkin loe dengerin gue. Coba deh loe sekarang ngomong tadi gue ngomongin apaan?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apa ya?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tuh kan. Loe pasti gak dengerin. Mikirin apa sih loe Ri?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku menggeleng&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gak mungkin. Loe pasti mikirin sesuatu. Orang loe gak dengerin gue. Ada apa sih Ri. Cerita dong. Loe sendiri kan yang bilang supaya jangan nyimpen masalah sendirian” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Eza berhenti berbicara dan mengetik. Ia menatapku. Berusaha membaca pikiranku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apaan si Ri? Loe kena marah lagi ma atasanmu? Sabar. Namanya juga anak baru. Biasa dapat gojlokan”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;            “Enggak”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;            “Terus? Ada masalah keluarga?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             “Enggak” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kini ku kembalikan sisir ke tempatnya bermukim dan mengambil sebuah botol kecil berisi serum rambut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terus apaan dong. Kantor gak ada masalah. Keluarga gak papa. Em ... cowok yang tadi loe temui di Senayan?” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku kaget mendengar perkataan Eza.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kok mukamu jadi berubah gitu Ri” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ternyata Ia mengamati perubahan mimik wajahku dari cermin yang ada di depanku &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aha ... bener kan. Pasti gara-gara cowok itu. Gila juga tuh cowok. Mang orangnya kayak apa? Penasaran gue. Habis baru kali ini loe bergeming ma seorang cowok”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ye ... mang loe pikir gue &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;jeruk makan jeruk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;?” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku berdiri menjemur handukku di depan gantungan depan kamar mandiku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hampir gue berpikir gitu kalo gue gak ngdapetin loe kayak gini. Mang gimana cowok itu? Ketemu di PS? Terus kalian ngapain aza? Dah dapet nomornya”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku tersenyum mendengar Eza “Loe tanya apa borong?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yah Riela, gue kan pengen tahu”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pengen tahu apa? Gak ada yang special kok. Gak pake tukeran no HP segala. Cuman ngobrol bentar. Just say hello”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Say hello. Berarti loe dah kenal” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gawat. Salah ngomong. Aturan aku bilang kalo tadi aku liat cowok cakep. Habis perkara. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sapa Ri. Gue kenal?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ma sapa?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ya gacoan loe lah”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gacoan apa?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yaelah Ri. Selama ini gue crita apa yang gue alami napa loe gak cerita tentang cowok ini”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apa yang mau gue omongin. Orang gak ada apa-apa”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Eza tampak tak puas mendengar jawabku. Ia diam tuk berusaha mencari cara supaya aku mau cerita. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tadi waktu loe datang, loe bilang diri loe ... aku. Padahal gue dah berusaha keras ngajarin loe gaul. Sekarang tiba-tiba loe balek kayak dulu. Sulit dikorek ma ngmongnya baku banget. Kalo gue gak salah tebak pasti orang itu gak jauh dari kota asalmu? Habis loe ngomong formal kayak gitu kalo gak waktu di kantor ya waktu ketemu ma temen-temenmu itu” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Eza berusaha memberikan analisanya. Aku diam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aha ... bener kan tebakan gue. Cerita dong sapa?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Panjang Za. Kapan-kapan gue cerita. Dah malem tuh. Kalo loe mo ngetik, bawa aza laptop gue. Gue lagi pengen tidur. Capek. Sorry ya Za”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yah Riela .. “Ia menatapku beberapa detik “Loe gak makan?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gak laper”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ya udah. Tapi besok cerita ya. Pinjem laptop loe dulu”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Eza membereskan berkas-berkasnya dan mulai memboyong laptopku ke kamarnya. Setelah dua kali mondar-mandir ia kembali melihatku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yakin gak apa loe Ri?” Eza tampak kuatir “Soalnya loe kan biasanya gak berhenti ngoceh. Ada aza yang loe critain. Eh sekarang tiba-tiba jadi diem. Gue kan bingung”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku tersenyum “Kasih gue waktu Za. Gue lagi pengen sendiri. Please ...”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ok. Have a nice dream ...”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Thanks ... have a nice dream too”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pintu ku tutup perlahan. Membalikkan diri menatap sekeliling kamarku. Sebuah ruangan kecil berukuran 3x3 m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;eter&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. Barang-barangku tampak tak beraturan. Karna belum sempet kurapikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kehidupan yang kuharapkan. Kehidupan yang mandiri. Hidup sendiri di kota asing. Meraih mimpi dan citaku. Berusaha mematangkan diri dengan karier yang tengah kubangun. Aku selalu bersemangat menapak hariku ketika datang di kota ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masalah yang ada ketika aku datang mang berjibun. Dari cercaan sang atasan sampai masalah temen kost yang rese. Tapi semua itu tak pernah kupusingkan. Sampai datangnya hari ini. Saat pertemuan dengannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gak tahu kenapa, tapi aku gak kuasa tuk berdiri. Kakiku terasa lemas. Kini aku duduk di lantai. Secara bergantian aku menutup wajah lalu telingaku. Berharap usaha ini dapat menghilangkan bayangannya dalam hidupku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tuhan sampai kapan aku seperti ini. Mencintai orang yang tak boleh aku cintai. Mengharapkan orang yang terlarang. Tuhan. Aku tahu aku salah. Tapi aku gak bisa bohong. Aku mencintainya. Aku sudah berusaha melupakannya. Tapi gak bisa. Ya gak bisa bukan karna aku gak mau melupakannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku gak tahu harus berkata apa Bapa. Dia memang sudah memiliki seseorang. Aku tahu dan aku menyadari itu. Aku memang gak boleh mengharapkan dia. Karna mengharapkan dia berarti dua hal yang kunantikan. Mereka putus atau salah satu dari mereka Kau panggil. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Enggak Bapa. Aku gak berharap seperti itu. Kalo aku mengharapkan dia berarti aku akan menyakitinya.  Tapi gak bisa kupungkiri. Aku mencintai dia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bunyi sms memecah tangisku. Aku berdiri menuju kasur. Kuraih HP yang ada di sebelah kasurku. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sender Joy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;23/01/08&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;21.02 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Hai Ri. Lg ngpain? Dah maem blm? Jgn smp lupa. Ntar kurus loh :D. Kl dah maem lngs bo2k y. Mimpi indah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Joy. Seorang cowok yang penuh dengan kehangatan dan kasih sayang. Seorang cowok yang selalu memenuhi aku dengan ketulusan cintanya. Tapi semua itu tak cukup kurasakan. Karna Joy bukan lah Seraf. Pria yang amat kucintai dan kupuja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kuhapuskan air mata yang menetes. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bapa berkati Joy. Aku gak bisa membalas sms nya terus menerus. Aku gak bisa memberinya harapan. Gak adil rasanya memberikan harapan padanya padahal hati ini sudah terpatri tuk orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Joy maafkan aku. Bukan aku orangnya. Percayalah. Akan ada orang yang jauh lebih baik dari aku untukmu.  Kumatikan HP dengan harapan tak ada seorang pun yang mengganggu malam ini. Lagi pengen sendiri dalam kepedihan. Membenamkan rasa ini dalam tidur yang aku harap sanggup menghapus asa ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-5911385034188766682?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2009/07/tulisan-aku-waktu-kuliah-s1.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-7731585002148888352</guid><pubDate>Wed, 23 Jul 2008 11:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-23T04:24:35.937-07:00</atom:updated><title>SIKAT GIGI</title><description>&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(102, 0, 0); font-family: Verdana;"&gt;SIKAT GIGI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(102, 0, 0); font-family: Verdana;"&gt;Dewi Lestari*&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(102, 0, 0); font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ia kembali melongokkan kepalanya keluar jendela, menatap langit yang berantakan oleh bintang dan ribut sendiri. Ia selalu histeris akan hal-hal yang tak kumengerti. Setelah kami berdua duduk di atas rumput, ia pun menjelaskan dengan tabah. "Coba lihat…langit begitu hitam sampai batasnya dengan bumi hilang. Akibatnya kerlip bintang dan lampu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; bersatu, seolah-olah berada di satu bidang. Luar biasa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Egi selalu mampu menggambarkan segalanya dengan tepat, indah dan rasional. Atau mungkin itulah satu-satunya cara agar aku mampu mengerti keindahan yang ditangkap matanya. Aku bukan pujangga dan tidak pernah menyukai makna-makna konotatif. Monokrom dan kurang dimensi, begitu katanya selalu tentang diriku. Pragmatis dan realistis, demikian aku menerjemahkannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Dengan segala rasio dan akal, aku pun mencintai wanita di sampingku itu. Egi, yang telah lama kukenal, teman baikku, sosok yang dapat kubanggakan sekaligus kukagumi. Ia mampu berpanjang lebar menjelaskan filosofi cinta dan adieksistensinya, sementara aku sendiri tak akan pernah menganalisis cinta. Yang aku tahu, aku amat peduli dengannya, sebisa mungkin ingin selalu bersamanya, dan aku yakin kami dapat bekerja sama membina apa pun, termasuk rumah tangga. Itulah aplikasi substansi Cinta bagiku, dan cukup sekian. Egi juga tahu itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Kamu nggak kedinginan?" tanyaku sambil siap-siap membuka jaket. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Mendengarnya Egi yang hanya memakai cardigan tipis menjadi sadar akan dinginnya cuaca. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Ia pasti telah hanyut jauh dalam dunianya sendiri. Dalam balutan jaketku Egi pun meringkuk. Matanya masih menerawang. Aku tahu apa yang ia lamunkan apalagi setelah mendengar helaan nafasnya, tapi aku enggan bertanya. Untuk apa mengungkit sesuatu yang akan membuat pikiranku terganggu.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Tak lama kemudian kami kembali ke Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Sudah lama ya kita nggak jalan-jalan ke Puncak lagi," ujar Egi yang melengang dengan sikat gigi di tangan. "Terakhir kapan ya?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Fiuh, bulan yang lalu? Waktu langit dan bumi jadi satu itu."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Egi menatapku lucu. "Kamu punya ingatan hebat, tapi kamu mengatakannya sama datar dengan bilang’1+1=2’…"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Suara sikat beradu dengan gigi pun menggema dari kamar mandi. Egi selalu lama kalau menyikat gigi. Aku pun kembali meneruskan bacaanku, dengan kaki berselonjor di sofa panjang.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Tiba-tiba suara gosokan itu berhenti. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Malam yang heningh membuatku menjadi awas akan perubahan yang terjadi. Aku melirik sedikit, pintu kamar mandi terbuka dan Egi tengah berdiri mematung dengan sikat gigi penuh busa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Gi….kamu baik-baik saja?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Cukup lama Egi tidak menjawab, sampai akhirnya perlahan ia berkumur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Tyo, saya kepingin pulang saja ya." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Dengan lunglai ia menghampiriku.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;"Sudahlah, kamu di sini saja, besok pagi saya antar pulang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Saya malas keluar lagi," kataku seraya menguap. Aku tak perlu berbasa-basi dengan Egi. Kami sudah cukup dewasa dan cukup dekat satu sama lain untuk tidak lagi canggung kalau Egi terpaksa menginap di tempat tidurku sementara aku tidur di sofa panjang ini, bangun pagi dan sarapan bersama, sampai aku mengantarkannya pulang atau langsung ke tempat kerjanya. Egi bahkan menginventariskan sebuah sikat gigi di kamar mandiku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Tiba-tiba mata itu berkaca-kaca. "Saya merasa nggak karuan," gumamnya pelan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Mendadak aku merasa bersalah. Seringkali aku bersikap terlalu kritis kalau Egi menangis. Aku selalu berusaha menginjeksikan logika yang kupikir perlu namun ternyata malah membuat ia makin sedih dan menganggap aku tak bisa atau tak suka menolongnya. Tak heran kalau ia lebih memilih pulang daripada harus meledakkan tangisnya di depanku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;"Kamu di sini saja. Menangis sesuka hati. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Saya janji akan diam, oke?" Aku tersenyum dan menariknya duduk di sampingku, kembali membaca. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Tyo…" panggilnya setelah sekian lama mematung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Hmmm?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Saya suka sekali menyikat gigi. Mau tahu kenapa?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ingin sekali kulontarkan jawaban spontan, seperti ‘supaya gigi tidak bolong’ atau ‘afeksi berlebihan akan rasa odol’, tapi kuputuskan untuk diam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Di saat saya menyikat gigi saya hampir tidak mendengar apa-apa selain bunyi sikat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Nyaris tidak memikirkan apa-apa karena berkonsentrasi penuh walaupun cuma dua atau tiga menit. Dunia saya mendadak sempit…hanya gigi, busa dan odol. Tidak ada ruang untuk yang lain. Hitungan menit, Tyo, tapi berarti sangat banyak."&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Aku tahu apa yang kau maksud, wahai Egi, pujanggaku sayang. Untung sudah cukup lama aku terlatih membaca makna-makna tersirat dalam kalimatnya, walaupun belum cukup lama untuk mengerti alasan-alasan di balik itu semua. Seperti untuk apa ia memilih menikmati luka yang cuma bikin ia sedih dan menangis.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Aku menatapnya iba. Egi dengan air mata yang berlinangan di pipi, tangisannya yang tak pernah bersuara. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dan linangan itu menderas ketika aku menutup bukuku, memilih untuk merangkulnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;"Kamu…pasti sebenarnya…sudah ingin ngomel-ngomel." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ia berbisik susah payah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Saya tetap tidak mengerti. Tapi semuanya terserah kamu…" Aku menghela nafas seraya menepuk-nepuk bahunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Saat seperti ini membuatku berpikir lagi, jangan-jangan aku terlahir cacat. Ada satu bahasa di semesta ini yang tidak masuk ke dalam paket kelahiranku, makanya aku selalu gagal mengerti, sekalipun seorang ahlinya ada sangat dekat di sini. Egi adalah guru besar bahasa aneh itu. Bahasa yang berasal dari planet tempat cinta adalah segala-galanya dan mempunyai logika dan hukumnya sendiri. Dan apa pun yang kupelajari selama ini tetap tak mampu mendekatkanku pada pengertian komprehensif akan hal satu itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ulang tahunnya yang ke-27. Setelah makan malam bersama teman-teman kami yang dipenuhi tawa dan keceriaan, kini kami kembali berdua. Matanya yang menerawang jauh, kakinya yang meringkuk, nafasnya yang mulai ditarik-ulur. Demikianlah Egi, bahkan di hari seistimewa ini sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Keheningan selalu membawanya ke perbatasan yang sama, batas antara dunia riil dan satu alam yang masih tak kumengerti itu. Dan hampir tak ada yang dapat menahannya menyeberang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Ini…hadiah untuk kamu." Aku membuyarkan lamunannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Egi agak terkejut melihat kotak yang disodorkan di depan amtanya. Ia pun tertawa kecil. "Sejak kapan kamu kasih kado segala?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Usia 27 adalah usia penting." jawabku sekenanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Tawanya semakin lebar ketika ia tahu apa isi kotak itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Aku langsung sibuk menjelaskan, "Sikat gigi elektronik. Bergaransi, watt kecil, anti plak, sikatnya banyak dan masing-masing beda fungsi. Seri ini punya kemasan khusus buat &lt;i&gt;travelling&lt;/i&gt;, jadi kamu bisa pakai di rumah atau bawa ke tempat saya…tidak akan terlalu repot. Ini buku panduannya…"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Tyo," potongnya geli seraya menahan tanganku. "Saya tahu kamu adalah manusia paling realistis yang pasti akan memilih hadiah praktis seperti ini, tapi…kenapa sikat gigi?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Aku menatap kedua mata itu, dan untuk pertama kalinya ada kegugupan yang entah hinggap dari mana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Soalnya…ehm soalnya…" Aku gelagapan dan buru-buru menunduk. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kuatur nafas sejenak dan mengusir jauh-jauh keparat yang telah menghambat lidahku, melirik sekilas dan mendapatkan Egi tengah menunggu jawabanku sambil tersenyum. Senyuman yang mampu mencairkan sel-sel kelabu otak. Senyuman Egi dari dunia nyata, bukan antah berantah itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Saya tidak pernah mengerti dunia dalam lamunan kamu," kata-kata itu akhirnya meluncur keluar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Pengharapan apa yang kamu punya, dan kekuatan apa yang sanggup menahan kamu sekian lama di sana. Tapi kalau memang menyikat gigi adalah satu dari sedikit tiket yang bisa membawa kamu pulang, maka saya ingin kamu semakin asyik menyikat gigi, semakin lama menggosok. Karena berarti kamu lebih lama lagi di sini, di satu-satunya dunia yang saya tahu dan mengerti. Satu-satunya tempat di mana saya eksis bagi kamu."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ia terperangah. Menjauh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Egi…jangan…" Langsung aku berkata was-was.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Kamu tahu perasaan saya dan saya tidak pernah mau membahas soal ini lagi…"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Saya juga tidak mau, tapi inilah kenyataanya. Kenyataannya saya tidak pernah berubah dari bertahun-tahun yang lalu… dan saya pikir kamu juga tahu itu. Ya, ampun, buka mata kamu sekali ini saja Egi!"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Kamu sahabat saya… sahabat terbaik…" Ia makin menjauh. Bersiap menutup diri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Sampai kapan kamu terus mengharapkan dia?" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Tak tahan aku pun berseru, "Orang yang tidak pernah hadir di saat-saat kamu paling membutuhkan dukungan, orang yang mungkin memikirkan kamu hanya seperseribu dari seluruh waktu yang kamu habiskan untuk melamunkan dia, orang yang tidak tahu bahwa kamu bahkan harus menyikat gigi hanya untuk bisa melepaskan dia barang tiga menit dari pikiran kamu? Orang yang bahkan sudah punya kehidupannya sendiri?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Dia ingin datang. Biar itu cuma dalam hati. Dan dia akan menjemput saya, di kesempatan pertama yang dia punya. Saya juga bisa merasakan kalau dia selalu memikirkan saya."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Kapan kamu akan bangun, Egi?" keluhku letih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ia menggeleng. "Ini yang namanya cinta sejati. Satu hal yang tidak kamu tahu."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Aku balik menggeleng. "Itu kebutaan sejati. Kamu memilih menjadi tuna netra padahal mata kamu sehat. Kamu tutup mata kamu sendiri. Dan kesedihan kamu pelihara seperti orang yang mengobati lukanya dengan cuka dan bukannya obat merah."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Egi menyentuh wajahku sekilas. "Semoga suatu saat kamu mengerti."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kata-kataku habis sudah. Dalam hati aku menolak tegas pernyataanya dan ia pun bisa melihatnya jelas. Apa yang ia yakini tentang perasaannya berada di luar akalku. Mana mungkin aku bisa mengerti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kami berdua berdiri berhadapan, dua manusia yang telah bersahabat bertahun-tahun lamanya, namun malam ini kami merasa asing satu sama lain. Aku mencintai Egi. Egi mencintai pria lain, yang sekarang bahkan sudah berumah tangga. Demikianlah fakta sederhana yang telah kami ketahui bersama. Kemalangan itu diperparah lagi karena keinginanku yang logis untuk memilikinya bukanlah cinta bagi Egi, sementara cintanya Egi adalah substansi ekstra-terestrial bagiku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kami tak mampu lagi berkomunikasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Hampir genap setahun tak ada Egi dalam hari-hariku. Tidak ada lagi yang menerjemahkan keindahan alam. Tidak ada lagi yang menunjukkan signifikasi di balik hal-hal remeh. Tidak ada lagi yang duduk di sofa panjangku untuk melalap buku-buku filsafat. Tapi yang paling aku kehilangan adalah mendengarkan ia menyikat gigi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Hampir setiap saat aku berusaha merasionalkan semua ini dan kesimpulanku selalu sama…aku harus menemuinya lagi. Bukan satu hal yang sulit untuk menemukannya. Ia masih Egi yang dulu, yang dapat kutemui sore-sore sedang membaca buku di bangku taman berbukit-bukit di komples rumahnya. Yang sulit adalah mengungkapkan apa yang tak pernah aku sadari. Yang sulit adalah tidak punya harapan apa-apa sesudah aku selesai menyampaikannya nanti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Egi…"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ia berbalik, kaget luar biasa ketika mendapatkanku muncul lagi dalam hidupnya begitu saja. Lebih kaget lagi ketika aku langsung duduk di hadapannya dan meraih jemarinay dnegan tanganku yang dingin karena tegang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Sebentar saja. Saya tidak akan lama," ucapku cepat untuk meredam rasa kagetnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ia pun seperti tidak bisa berkata apa-apa, hanya jemarinya ikut jadi dingin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Saya tidak akan pernah jadi pujangga dan tetap ngantuk kalau baca buku filsafat. Saya tetap Tyo, si pragmatis realis yang melihat segalanya dengan tiga dimensi dan bukannya empat seperti kamu. Tapi sekarang saya mengerti kondisi aneh itu…" Aku menelan ludah. "Karena saya sudah mengalaminya. Kebutaan itu. Dan saya tahu sekarang, saya mencintai kamu bukan hanya dengan logika dan rasio. Bukan karena sekadar kamu memenuhi standar saya, tapi…karena saya juga mencintai kamu di luar akal. Satu tahun saya menemukan cukup banyak alternatif yang masuk akal, tapi saya memang tidak ingin yang lain. Hanya kamu. Apa adanya, termasuk alam lamunan yang tidak pernah ada saya di dalamnya."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Dan saya tetap Tyo yang kalkulatif dan tidak mau rugi. Tapi saya benar-benar tidak mengharap apa-apa kali ini. Saya hanya ingin mengatakan ini semua dan sudah. Habis perkara." Aku menutup pernyataanku dengan senyum semampunya. Berusaha bangkit berdiri, walau berat sekali. Tangan Egi yang sedingin es batu tiba-tiba menahanku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Kamu mau kemana?" tanyanya lirih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Mm..jalan-jalan…" jawabku tidak yakin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Ikut," ujarnya pendek seraya berdiri melipat buku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kami berdua berjalan meninggalkan taman. Seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. Sama sekali tak ada jejak spasi kosong dari satu tahun yang sepi itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Saya sendiri sudah banyak berpikir murni dengan sel-sel otak seperti yang kamu anjurkan, menerjemahkan apa yang kamu anggap absurditas. Dan kesimpulannya…" Ia berkata lamat-lamat, "Tidak akan ada orang lain yang mengerti alam itu selain kita sendiri. Tapi kemanapun yang saya pilih kamu tetap orang yang paling nyata dan paling berarti. Saya tidak harus menyikat gigi untuk bisa pulang. Kamu adalah jalan pulang, rumah yang nyaman dan tiket sekali jalan. Saya tidak ingin pergi lagi. Itu juga kalau kamu tidak keberatan kita menjalaninya pelan-pelan."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Perjalanaan singkat menuju mobilku sore itu adalah gerbang menuju sebuah perjalanan baru yang panjang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Egi benar. Banyak hal yang tak bisa dipaksakan, tapi layak diberi kesempatan. Dan kesempatan itu harus ditawarkan setiap hari oleh kedua belah pihak. Aku pun benar, kami berdua mampu membangun apa saja, baik persahabatan belasan tahun maupun kebersamaan seumur hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Setiap kali aku duduk di sofa dan memandang Egi yang asyik menyikat gigi, ketakutan itu kadang-kadang datang. Ketakutan kalau suatu hari aku terpaksa harus menariknya pulang dengan paksa, dan sikat gigi tak mampu lagi menjadi tiketnya. Ketakutan kalau aku harus kehilangan dunia absurd tempat perasaanku kepadanya bersemayam, dunia yang ternyata amat kusukai. Ketakutan yang timbul justru karena sekarang aku benar-benar mengerti perasaan Egi dan semua alasannya dulu. *** &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;!-- --&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="relatedlinks"&gt;&lt;div class="taglinks"&gt;&lt;b&gt;Tags:&lt;/b&gt; &lt;a rel="tag" href="http://ellyans.multiply.com/tag/novel%20favorit%21"&gt;novel favorit!&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="prevnextlinks"&gt;&lt;b&gt;Prev:&lt;/b&gt; &lt;a href="http://ellyans.multiply.com/journal/item/2"&gt;Strange World...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Next:&lt;/b&gt; &lt;a href="http://ellyans.multiply.com/journal/item/5"&gt;'Lil Chatt On The Bus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="itemactions" id="itemactions"&gt;&lt;div class="ritemactions"&gt;&lt;a class="replybutton reply_link" id="reply_link_ellyans:journal:3" href="http://ellyans.multiply.com/item/reply/ellyans:journal:3?xurl=/journal/item/3/Novel_Favorit_----------_SIKAT_GIGI_-_by_dewi_lestari" onclick="reply_to(event)"&gt;reply&lt;/a&gt; &lt;a class="sharebutton" href="http://ellyans.multiply.com/item/share/ellyans:journal:3?xurl=%2Fjournal%2Fitem%2F3"&gt;share&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-7731585002148888352?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2008/07/sikat-gigi.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-5480572875300991936</guid><pubDate>Wed, 16 Jul 2008 08:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-16T01:36:11.341-07:00</atom:updated><title>hiks</title><description>aku bilang capek&lt;br /&gt;aku bilang cukup&lt;br /&gt;aku bilang udah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bilang, dah aku tutup&lt;br /&gt;aku bilang, dah aku kunci&lt;br /&gt;aku bilang, dah aku gerendel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pintu mang dah ditutup&lt;br /&gt;kunci mang dah berputar&lt;br /&gt;gerendel mang dah terpasang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kunci dah aku selipin diantara sela bawah pintu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua dah aku serahin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si penemu kunci&lt;br /&gt;ato si pembukanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masalahnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walo aku kunci&lt;br /&gt;aku tetep menunggu&lt;br /&gt;walo aku gerendel&lt;br /&gt;aku duduk di depannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bodohnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menunggu yg buka&lt;br /&gt;dia ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-5480572875300991936?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2008/07/hiks.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-1886004104178539237</guid><pubDate>Sat, 05 Jul 2008 07:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-26T06:20:34.189-07:00</atom:updated><title>Bagi-bagi keuntungan lewat waralaba</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_e2sCWbGgE2E/SIshIbhz5eI/AAAAAAAAADk/3FdPvPVwz4w/s1600-h/IMG_0030.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_e2sCWbGgE2E/SIshIbhz5eI/AAAAAAAAADk/3FdPvPVwz4w/s320/IMG_0030.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227308221205833186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini bentuk usaha waralaba tengah booming di Indonesia. Para wiraswasta dari berbagai kota saling berlomba mengembangkan usaha demi mencapai keuntungan yang berlipat. Hasilnya pun tak main-main. Selain memperoleh laba, usaha ini juga mampu membantu perekonomian bangsa dengan memberikan lapangan pekerja baru.&lt;br /&gt;Berjalan menyisiri Jogja berarti berpetualang menemukan kesempatan bisnis tersebut. Produknya yang ditawarkan pun beragam: makanan, minuman, obat-obatan, lembaga pendidikan sampai merchandise dapat dengan mudah ditemukan.&lt;br /&gt;Melihat perkembangannya yang cukup menjanjikan, apakah Anda tertarik mengembangkan usaha menjadi waralaba? Sebelum memutuskannya, ada baiknya menengok kisah para pendahulu waralaba makananan di Jogja, Tela-Tela dan Donat Kentang LC.&lt;br /&gt;LC Donat Kentang&lt;br /&gt;Manajer area Jogja LC Donat Kentang, Maharani Tri Hapsari, bercerita usaha itu bermula dari kegemaran sang ibu akan donat. Merasa makananan tersebut tidak mati dimakan jaman dan masyarakat sadar akan pentingnya kesehatan, Rani sekeluarga berusaha mengolahnya dengan bahan baku yang mempunyai kadar kolesterol lebih rendah.&lt;br /&gt;Usai melakukan beberapa eksperimen ditemukanlah kentang sebagai padu padan donat yang lezat namun bergizi. Singkat cerita pada 2006, donat ini masuk pasaran Semarang. Awal usaha, LC tidak berorientasi mencari keuntungan, tetapi melihat antusias pasar pada saat pameran yang baik, usaha ini mulai dikembangkan menjadi lebih serius.&lt;br /&gt;Tujuan yang ingin dicapai dalam perkembangan usaha LC sebenarnya bukan hal yang muluk. Hanya ingin menjelajahi seluruh tempat tanpa harus terlalu repot. Alasan itulah yang membuat LC membuka diri dalam sistem waralaba pada 2007.&lt;br /&gt;Pengembangan usaha itu, lebih mengutamakan kemampuan membagi pemasaran, emosi, keuntungan dengan disonggo bersama-sama, untuk itu LC lebih menyukai menyebut sistem ini sebagai sistem mitra atau partner.&lt;br /&gt;Wanita yang tengah meyelesaikan pendidikan S2 ini mengemukakan pelebaran sayap LC di Jogja merupakan kekuatan mitra, bukan dari LC sendiri. Tanpa adanya sinergi, semua menjadi sia-sia.&lt;br /&gt;LC membagi rekanan usahanya menjadi dua: mitra mandiri dan nonmandiri. Perbedaanya terletak pada siapa yang menyediakan perlengkapan. Sistem mandiri dikenai biaya investasi Rp3,5 juta dengan perlengkapan berupa outlet dan peralatan masak, persiapan penjualan yang disesuaikan standar LC, dipersiapkan sendiri oleh mitra. Mitra nonmandiri dikenai biaya Rp6 juta-Rp7 juta dengan seluruh perlengkapan dan sistem penjualan disediakan oleh LC sendiri.&lt;br /&gt;Pembayaran dana investasi itu dilakukan sekali, selanjutnya pihak mitra menyetorkan 65% dari pendapatan ke induk perusahaan.&lt;br /&gt;Rani memberikan saran bagi para pemula, jika ingin mengembangkan usaha menjadi waralaba, ada dua hal yang harus dipersiapkan. Pertama harus ada keyakinan keberhasilan usaha yang akan dikembangkan. Kedua mempersiapkan diri dalam menerima kritikan, masukan sampai cercaan dari konsumen maupun mitra sendiri.&lt;br /&gt;Ia juga menambahi, bagi pewaralaba saat membeli waralaba bukan berarti tugasnya selesai. Diperlukan kerja keras dalam mengembangkannya. “Yang paling penting, mempunyai perasaan memiliki produk.”&lt;br /&gt;Tela-Tela&lt;br /&gt;Usaha ini bermula dari kecemasan empat pria yaitu Eko Yulianto, Fath Aulia M., Febri Triyanto, dan Asyhari Tamimi yang belum mendapat pekerjaan. Menyiasati sulitnya mencari pekerjaan, mereka berencana membuka usaha secara mandiri.&lt;br /&gt;Bermodalkan uang Rp1,5 juta berasal dari penjualan televisi yang baru saja dikreditkan, pada 2005, mereka membuka cikal bakal Tela-Tela di depan. Pada hari pertama berjualan, keuntungan belum dapat diraih, tetapi dengan kerja keras dan kemauan menjadi lebih baik, mereka terus mengadakan percobaan menemukan rasa yang pas Tela-Tela.&lt;br /&gt;Manager operasional, CV Effa Indoboga Eko Yulianto, menceritakan awal mula pelebaran sayapnya pada Harjo. Dia menuturkan, usai mengadakan eksperimen dan menemukan rasa yang pas, Tela-Tela akhirnya mendapat nama di tengah masyarakat Jogja.&lt;br /&gt;Kesuksesan awal membuahkan suatu undangan dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta untuk mengisi entrepreneurship day. Hasilnya, dalam lima hari, Tela-Tela terjual sampai 5 kuintal. Melihat keberhasilannya, empat pria itu memutuskan mengembangkan usaha dengan sistem franchise.&lt;br /&gt;Perencanaan usaha dilakukan detai agar hasil yang diinginkan maksimal. Tak lama setelah merembukkan konsep usaha, Tela-Tela segera mendaftarkan hak paten dan mencari legalitas untuk perlindungan hukum.&lt;br /&gt;Dari hasil perencanaan tersebut, Tela-Tela membagi franchise menjadi dua: master franchise (agen) dan franchise (mitra). Perbedaan sistem terletak pada siapa yang menjadi koordinator. Bagi master franchise, biaya yang dikenakan Rp11 juta. Agen itu berfungsi sebagai koordinator waralaba dalam satu kota. Dia yang bertanggungjawab akan standarisasi usaha di kotanya. Sedangkan mitra dikenakan biaya Rp5 juta untuk luar jogja dan Rp4 juta di Jogja.&lt;br /&gt;Sama halnya dengan LC Donat Kentang, pembayaran biaya investasi dilakukan sekali dan selanjutnya pihak agen dan mitra diharuskan menyetor ke pusat dengan besaran 3% untuk daerah Jawa dan 4% di luar Pulau Jawa dari keseluruhan pendapatan yang diperoleh.&lt;br /&gt;Hingga pertengahan tahun, pendapatan Tela-Tela seluruh Indonesia termasuk waralaba mencapai Rp2 miliar per bulan. Walau terbilang besar, Tela-Tela tidak mendapatkan pendapatan itu seutuhnya. Kantor pusat hanya mendapat 3% dari keuntungan tersebut atau sekitar R60 juta, sisanya dinikmati agen dan mitra. Semua dilakukan karena tujuan dari Tela-Tela yang utama membuka kesempatan usaha bersama, bukan keuntungan semata.&lt;br /&gt;Agar didapat suatu kestabilan usaha, Eko membagikan resep keberhasilannya bagi Anda yang berencana mengembangkan usaha, “Perjelas segmen dan buat kekuatan brand dengan design yang menarik, menggabungkan teknologi dan kreativitas.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-1886004104178539237?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2008/07/bagi-bagi-keuntungan-lewat-waralaba.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp1.blogger.com/_e2sCWbGgE2E/SIshIbhz5eI/AAAAAAAAADk/3FdPvPVwz4w/s72-c/IMG_0030.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-5796174704514420393</guid><pubDate>Sat, 05 Jul 2008 07:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-05T00:40:14.683-07:00</atom:updated><title>Gerobak nafkah yang tak henti bertarung</title><description>Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Jogja berada dalam posisi menengah ke bawah. Sulitnya mencari pekerjaan dan mahalnya harga pangan saat ini, membuat orang-orang berpikir untuk membuka usaha sendiri.&lt;br /&gt;Bermula dari keinginan menjadi tentara tidak kesampaian, Ramelan Asifano banting setir. Dia memutuskan membantu adiknya, Harianto berjualan bakso di Kediri. Pengalamannya berhubungan dengan masalah makanan membuat Ramelan berinisiatif membuat usaha yang sama di Jakarta, tetapi Dewi Fortuna belum berpihak kepadanya.&lt;br /&gt;Pada 1988, dia memutuskan berjualan di kota Solo. Kota yang terkenal dengan nasi liwet ini memang cukup menjanjikan. Apalagi sektor informal di kota tersebut sedang tumbuh. Selang tiga tahun berpetualang, dan tidak ada perkembangan, Ramelan memutuskan untuk berpindah tempat kembali.&lt;br /&gt;Memasuki 1991, dengan semangat pantang menyerah dan olahan resep bakso baru, pria yang berusia 46 tahun itu mulai mencoba berdagang di Jogja. Tidak tanggung-tanggung, saat itu Ramelan mampu menurunkan empat gerobak pada hari pertama berjualan. Padahal membuat sebuah gerobak diperlukan biaya yang tidak sedikit. Paling tidak Rp2 juta harus disiapkan.&lt;br /&gt;Seperti usaha pada umumnya, dihari pertama berjualan, keuntungan yang diperoleh tidak seperti yang diharapkan. Modal Rp200.000 per hari untuk belanja bahan makanan, terkadang modal Ramelan tidak dapat kembali penuh. Dengan kesetiaan, sedikit demi sedikit Ramelan menyisihkan pendapatannya demi harapan usaha kecilnya mampu berkembang.&lt;br /&gt;Pucuk dicinta ulam pun tiba, apa yang diharapakan bertorehkan kerja keras mampu melahirkan suatu usaha yang membanggakan. Pada 1996, pria asal Jember ini mampu menambah gerobaknya menjadi 25 unit. Keberhasilan itu membuktikan jalanan juga mampu memberikan penghidupan yang layak.&lt;br /&gt;“Banyak nama bakso kawi di sana-sini. Tapi nama bakwan yang pertama kali pakai saya,” kata Ramelan bangga. Betapa tidak, dari tahun ke tahun, ia harus berpindah tempat mencoba peruntungan. Kini setelah semua peluh yang tertumpah sudah kembali, kebanggan memang patut direkuh.&lt;br /&gt;Segmen pasar bakwan kawi Ramelan sengaja diperuntukkan pelajar dan mahasiswa. Karena itu, harga yang ditawarkan cukup murah, berkisar Rp500 per butir. Pendapatan yang diterima dari pegawainya mencapai Rp70.000-100.000 per hari per gerobak. Suatu jumlah yang cukup besar jika diakumulasikan selama sebulan.&lt;br /&gt;Dari sini, kita dapat belajar agar jangan meremehkan pedagang kecil. Walau setiap hari turun ke jalanan untuk berkeliling dan bermandikan debu serta hujan tetapi penghasilan Ramelan bersaing dengan para pegawai kantoran.&lt;br /&gt;Harga naik&lt;br /&gt;Lagi-lagi kenaikkan harga BBM membuat ulah. Kebijaksanaan pemerintah yang diambil untuk memperbaiki keadaan perekonomian bangsa semakin mencekik rakyat cilik. Ramelan memang tidak terlalu bermasalah dengan kenaikkan harga BBM, tetapi secara tidak langsung harga BBM mempengaruhi bahan baku pembuatan bakwan kawi miliknya.&lt;br /&gt;Gandum yang biasa dibeli seharga Rp125.000 naik menjadi Rp160.000, minyak goreng Rp150.000 mejadi Rp185.000 dan harga pati meduduki rangking pertama, dari Rp130.000 menjadi Rp220.000.&lt;br /&gt;Ramelan (beserta pengusaha cilik lain tentunya) kepayahan. Penghematan sengaja dilakukan. Kini setiap hari, dia hanya berani memproduksi 4.000 butir bakso. Keadaan yang tidak mudah itu membuat dia harus menaikkan harga jual menjadi Rp600.000 per butir.&lt;br /&gt;Sepinya dagangan karena hari-hari aktif sekolah dan kuliah yang sudah tidak penuh membuat usaha itu semakin merapatkan barisan. Penjualan yang dia terima juga tidak seperti dulu. Penghasilan maksimal hanya Rp50.000 per hari per gerobak. “Itupun belum tentu semua mbak,” kata pria berkumis ini pelan.&lt;br /&gt;Jika seperti itu terus, setelah lebaran, bakwan kawi akan kembali dinaikkan menjadi Rp75.000. “Ya semoga saja setelah jam sekolah penuh, dagangan sudah kembali seperti dulu,” harap Ramelan.&lt;br /&gt;Kebijaksanaan pemerintah ini memang merupakan salah satu pemecahan yang terbaik untuk menghadapi harga pasar minyak dunia tetapi tampaknya pemerintah kurang memperhatikan masalah usaha kecil ini.&lt;br /&gt;Jika terus dibiarkan, Ramelan dan usaha-usaha kecil yang lainnya akan gulung tikar. Padahal pendongkrak perekonomian bangsa kita adalah UKM. Selanjutnya bagaimana sekarang? Semuanya tergantung keputusan kursi empuk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-5796174704514420393?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2008/07/gerobak-nafkah-yang-tak-henti-bertarung.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-6280306407590934681</guid><pubDate>Sat, 05 Jul 2008 07:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-05T00:39:41.283-07:00</atom:updated><title>Reggae, cuek dan kepedulian</title><description>Secara umum masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan berpendapat pada sesuatu ada di depan mata atau yang sekilas dengar. Padahal belum tentu apa yang dilihat atau didengar itu benar jika tidak belajar mengerti apa yang terjadi.&lt;br /&gt;Jika tidak percaya, mari kita buktikan. Tanyakan pada orang-orang disekeliling tentang musik reggae, yang muncul kemudian adalah rambut gimbal, kaos oblong lusuh, celana jins belel, sepatu kets butut dan gaya hidup masa bodoh. Identik dengan kehidupan gembel.&lt;br /&gt;Bahkan ada yang berpendapat komunitas itu bertalian erat dengan ganja. Pendapat tersebut sah-sah saja keluar karena dari sejarahnya musik reggae muncul dari negeri Jamaika, komunitas itu disebut dengan kaum rastafare atau suatu aliran kepercayaan.&lt;br /&gt;Ritual yang biasa dilakukan aliran itu adalah berkumpul sambil menghisap ganja dan menari dengan iringan reggae. Lantas bagaimana dengan Indonesia khususnya Jogja? Sebagian besar komunitas reggae Tanah Air tidak mengadaptasi kebiasaan tersebut. Mereka lebih banyak mengangkat tentang gaya musik dan menjauhi hal-hal yang bersifat negatif.&lt;br /&gt;Untuk penampilan, tak mesti seorang pecinta reggae harus berambut gimbal atau mengikuti gayanya Bob Marley. “Sebenarnya tidak ada patokan bagi seorang reggae mania harus berpenampilan gimbal atau seperti gembel,” ungkap Yanto Pekabanda, vocalist band reggae Marapu sekaligus pengelola Jamaican shop.&lt;br /&gt;Pria yang berambut gimbal itu mengatakan reggae identik dengan warna merah hijau kuning. Sekilas, warnanya memang seperti lampu rambu lalu lintas, tapi jangan anggap remeh warna-warna ini, karena artinya cukup dalam.&lt;br /&gt;Warna merah bertanda komunitas reggae harus selalu bersemangat. Kuning melambangkan emas, yang berarti harus selalu menjaga nilai-nilai. Sedangkan hijau melambangkan warna alami atau kesuburan. Ketiga warna itu biasa dikenal sebagai bendera reggae.&lt;br /&gt;Dari beberapa obrolan yang bergulir antara, saya sangat terkesan dengan filosofi dari reggae yang tercermin dari teks lagu Bob Marley, one love one heart (satu cinta satu hati). Suatu ungkapan dan tindakan yang perlu diteladani untuk mengobati luka negara kita.&lt;br /&gt;Agar dapat diterima masyarakat dan mengubah gambaran yang salah tersebut, teman-teman dari Marapu (diambil dari aliran kepercayaan daerah Sumba) membuktikannya dengan menciptakan dan memainkan musik secara maksimal. “Yang jelas kami tidak pakai ganja,” kata pria yang juga berambut gimbal ini.&lt;br /&gt;Sebuah album telah ditetaskan grup musik ini. Dan album yang kedua akan lahir dalam waktu dekat dengan mengusung tema lagu tentang kedamaian, permasalahan kehidupan sehari-hari serta cinta, diharapkan dapat menghapus citra buruk teman-teman reggae.&lt;br /&gt;Selain bermain musik, mereka juga membuta karya lain dengan merancang sendiri setiap barang yang ada di toko khusus menjual pernak-pernik gaya reggae ini.&lt;br /&gt;Antusias masyarakat dengan dibukanya toko ini juga sangat baik. Bahkan ketika mengadakan suatu pameran di salah satu mal, stand reggae banyak dikunjungi. Sebagian besar orang yang merasa tertarik dengan perlengkapan reggae yang terbilang cukup unik.&lt;br /&gt;Aktivitas sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama juga ikut digelar komunitas ini. “Konser amal untuk bencana banjir di Bojonegoro kemarin,” kata Yanto. Hem ... suatu bentuk tindakan menarik yang perlu dicontoh. Tak perlu mengatakan banyak hal untuk membuktikan sesuatu. Cukup lakukan tindakan nyata.&lt;br /&gt;Rasa persaudaraan teman-teman reggae juga sangat kental. Hal ini terwujud dari adanya toko Jamaican menjadi markas reggae. Jadi berasal dari manapun teman-teman reggae jika main ke Jogja, kenal atau tidak biasanya mereka akan mengunjungi toko ini.&lt;br /&gt;Saat ditanya alasan Yanto tidak dapat lepas dari reggae, pria yang berasal dari NTT itu tersenyum dan dengan yakin berkata,” Disini [komunitas reggae] saya menemukan rasa kebersamaan, kejujuran dan kebebasan.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-6280306407590934681?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2008/07/reggae-cuek-dan-kepedulian.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-4602040984324005423</guid><pubDate>Sat, 05 Jul 2008 07:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-05T00:39:09.713-07:00</atom:updated><title>Atraksi dalam nada</title><description>Masih ingat dengan Cica Koeswoyo? Ya, penyanyi berwajah ayu sekaligus mumpuni dalam menari dan menggerakkan anggota tubuh layaknya sebuah robot atau yang dikenal dengan tarian breakdance.&lt;br /&gt;Tarian yang merupakan bagian dari gebrakan musik Hip Hop dipadukan dengan unsur musik African American lahir pada 1970 di sebuah tempat di selatan kota New York yang ganas.&lt;br /&gt;Sekitar 1980'an, breakdance sudah menjadi seperti fashion di Amerika bahkan mewabah hingga ke Indonesia.&lt;br /&gt;Artis-artis domestik dan mancanegara ikut mendukung penyebaran virus ini. Sebut saja penyanyi king of pop, Michael Jackson, setiap penampilannya berunsur breakdance. Gerakan tangan dan kakinya yang seperti robot mampu menghipnotis banyak orang untuk menirukan.&lt;br /&gt;Musik menjadi bagian penting dalam breakdance. Tanpa alunan irama para breakers tidak dapat menari maksimal. Jenis musik-musik yang seru dapat menjadi inspirasi tersendiri.&lt;br /&gt;Percampuran jenis Jazz, Soul, Punk, Electro, Electro punk, Disco, Hip Hop, sampai R&amp;amp;B membuat susana menjadi sayang jika dihentikan. Saat lagu telah berputar, bahu, kaki dan tangan bergerak mengikuti irama yang patah-patah, tempo yang, cepat namun konsisten. Para b-boy dan b-girl (sebutan bagi penari) saling berlomba menunjukkan atraksi terhebatnya.&lt;br /&gt;Tarian itu identik dengan budaya underground karena gaya pakaian yang seadanya. Pertunjukkan yang biasa dilakukan di jalanan juga semakin melekatkan citra tersebut.&lt;br /&gt;Memasuki tiga tahun terakhir ini, breakdance tidak lagi mendapat ruang seperti dulu. Semakin banyak orang yang melihat tari ini sebelah mata. Atraksinya yang terbilang ekstrim membuat para orang tua sempat melarang anaknya memperdalam tarian ini.&lt;br /&gt;Kreativitas tersendat&lt;br /&gt;B-boy dari 0274 breakdance, Obed bercerita jika jumlah tim breakdance di Jogja semakin meningkat, tetapi nihilnya acara membuat kreativitas mereka kurang mendapat tempat. Padahal para breakers Jogja mempunyai kemampuan yang lebih dari cukup.&lt;br /&gt;Ajang-ajang di televisi yang menunjukkan kepiawaian dalam beradu atraksi juga semakin sedikit. Seolah semakin membatasi para penari breakdance berapresiasi.&lt;br /&gt;Jika mau menelusuri, kehidupan breakers tidaklah seperti pakaiannya yang cenderung tidak rapi. Walau terkesan urakan, kepedulian sosial mereka cukup tinggi. Beberapa waktu lalu ketika Jogja tengah panik dengan masalah gempa, mereka berkumpul mengadakan acara amal untuk membantu korban bencana gempa.&lt;br /&gt;Para orang tua seharusnya tak perlu kuatir akan tarian para brakers ini. Walau terlihat ekstrim, para penari ini tidak akan melakukan sesuatu tanpa persiapan yang matang.&lt;br /&gt;Permainan berdiri dengan kedua tangan sambil berputar atau berlari dengan kecepatan yang cukup tinggi lalu meluncur dengan kepala menopang tubuh bukanlah pekerjaan mudah.&lt;br /&gt;Agar dapat melakukan segala sesuatu dengan maksimal, para brakers harus berlatih selama dua jam sebanyak lima kali dalam seminggu. Tidak mempersiapkan diri dengan maksimal, alamat akan cedera, akibatnya kreativitas dapat terhambat.&lt;br /&gt;Pria yang juga dikenal dengan sebutan Lonely King ini mengatakan latihan harus dilakukan secara rutin. “Mundur selama 2-3 minggu saja akan mengurangi skill permainan.” Bahkan saat akan mengikuti kompetisi atau acara, mereka akan berlatih intensif menjadi 12 jam sehari. Semua dilakukan untuk membuktikan bahwa para brakers bukan penari yang main-main.&lt;br /&gt;Pria yang juga berprofesi sebagai pelatih dancer di Xvaganza Gejayan ini juga menceritakan para pemain pemula hendaknya berumur 22-24 tahun. Selain mempunyai ketahanan tubuh yang baik, tubuh mereka dianggap masih lentur. Dengan latihan intensif selama 2-3 bulan, gerakan dasar dapat dikuasai, maka keinginan untuk unjuk gigi pun dapat terlaksana.&lt;br /&gt;Masalah koreografi, Obed bercerita jika gerakan di Indonesia tidak ada yang original, biasanya mereka mencontoh vcd dari luar. Supaya semakin kaya, biasanya mereka melakukan barter ilmu. Dengan demikian hasilnya pun tak kalah dari penampilan luar negeri.&lt;br /&gt;FKY 2008 kali ini memberikan kesempatan bagi para b-boy dan b-girl untuk berapresiasi. Sebanyak empat grup dari Yogyakarta dan satu grup dari Solo mengikuti ajang ini.&lt;br /&gt;Kompetisi yang dilakukan FKY ini merupakan salah satu sentuhan hangat dalam pemulihan keadaan breakdance Jogja. Jika semua dapat terus berkelanjutan maka kreativitas para muda mudi akan mendapat tempat yang tepat.&lt;br /&gt;Final acara akan diselenggarakan pada 1 Juli dengan menghadirkan grup band Sri Rejeki sebagai bintang tamu. Berlaku sebagai juri pada break dance dan dance tersebut yaitu Bagus Budi Indarto ( koreografer ) dan Very Adrian ( event organizer lepas).&lt;br /&gt;Tim juri berharap, kompetisi itu akan menambah kreativitas kaum muda Jogja dalam berekspresi dan lebih mempunyai kegiatan yang positif dalam arus teknologi dewasa ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-4602040984324005423?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2008/07/atraksi-dalam-nada.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-6413645454968593268</guid><pubDate>Sat, 05 Jul 2008 07:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-05T00:37:54.867-07:00</atom:updated><title>Faktor sosial sokong angka kematian ibu hamil</title><description>Kehamilan dan kelahiran merupakan proses alami yang terjadi pada perempuan. Setiap kehamilan atau kelahiran mempunyai cerita tersendiri. Tidak ada cerita yang persis. Banyak kisah kelahiran yang menyenangkan, ibu selamat, bayipun lahir sehat tanpa cacat sedikit pun. Namun, sering pula persalinan membawa maut, ibu dan atau bayi meninggal dunia.&lt;br /&gt;Ibu Any Yudhoyono dalam website Departemen Kesehatan 2007 menyebutkan, bahwa angka kematian ibu di Indonesia hingga kini masih tinggi. Sekitar 20 orang per jam atau 20.000 ibu meninggal per tahun saat hamil, melahirkan, dan nifas.&lt;br /&gt;Walaupun angka kematian ibu hamil tinggi, tidak ada alasan bagi Anda untuk bimbang, karena masa kehamilan dan kelahiran merupakan anugreah yang patut disyukuri. Dengan penanganan yang tepat maka angka kematian ibu hamil ini dapat ditekan.&lt;br /&gt;Menurut Dosen Akademi Kebidanan Yogyakarta, Nining Wiyati, S.Pd, APP, M.Kes, pada penelitiannya tahun 2004, jumlah kematian ibu saat kehamilan dan kelahiran di DIY disebabkan oleh tiga hal: perdarahan, preeklamsia-eklamsia dan infeksi.&lt;br /&gt;Dari ketiga hal itu, perdarahan merupakan penyebab tertinggi yang melanda ibu pasca kelahiran karena kehilangan darah lebih dari 500cc. Sedang preeklamsia-eklamsia merupakan penyakit kejang pada saat kehamilan, dan infeksi karena lemahnya keadaan ibu dan proses persalinan yang tidak aman [dibantu oleh dukun].&lt;br /&gt;Kejang hamil&lt;br /&gt;Dari ketiga penyakit di atas, kita akan lebih membahas tentang preeklamsia-eklamsia, selain menduduki rangking kedua sebagai pembunuh ibu hamil, kasus ini dapat dikatakan masih awam ditelinga kita. Karena itu dengan penangan yang tepat maka jumlah kematian dalam kasus ini dapat ditekan.&lt;br /&gt;Preeklamsia-eklamsia merupakan gejala yang disebabkan tingginya tekanan darah si ibu. Penyakit ini dibedakan menjadi dua yaitu: preeklamsia ringan dan preeklamsia berat. (tabel)&lt;br /&gt;Banyak orang berpendapat, masalah ini disebabkan pola makan ibu yang salah atau karena si ibu sudah mempunyai tekanan rendah tinggi sebelum kehamilan, padahal pernyataan tersebut belum dapat diketahui kebenarannya.&lt;br /&gt;Beberapa kasus yang terjadi menyatakan, ada wanita yang semula darah rendah menjadi tinggi ketika hamil. Ilmu medis menyebutkan penyebab dari masalah tersebut adalah faktor hormonal. Karena itu ada kemungkinan, seseorang penderita preeklamsia-eklamsia saat hamil, di masa mendatang anaknya mengalami problem yang sama.&lt;br /&gt;Sebagian besar, penderita adalah ibu dengan usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun. Hal ini terjadi karena, usia dibawah 20 tahun, walau sudah mempunyai kematangan biologis, belum mempunyai kematangan secara fisik dan mental. Sedang usia lebih dari 35 tahun rawan untuk hamil karena sebagian organ tubuh sudah mengalami kemunduran fungsinya.&lt;br /&gt;Tetapi Anda tak perlu kuatir, dengan penanganan dini dan tepat, ibu penderita preeklamsia ringan dan berat sampai eklamsia dapat disembuhkan. Yang perlu Anda lakukan hanya lebih waspada dan rutin memeriksakan kehamilan kepada tim medis.&lt;br /&gt;Aspek sosial&lt;br /&gt;Gejala itu menjadi penyebab kematian yang tinggi karena dua hal, pertama, proses penanganan ibu hamil kurang tepat. Di daerah pedesaan [khususnya DIY] banyak dijumpai kasus keluarga yang lebih mempercayakan kesehatan atau keselamatan ibu hamil pada mitos atau bantuan tenaga non medis.&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud menyudutkan pihak manapun, keberadaan tenaga non medis atau dukun beranak cukup merepotkan. Pasalnya mereka bertindak berdasarkan pengalaman, bukan teori atau merujuk keadaan pasien.&lt;br /&gt;Yang pada akhirnya sering terjadi, kondisi pasien penderita preeklamsia-eklamsia bertambah parah terlebih dahulu, baru diantar kepada tenaga medis. Keadaan inilah yang berusaha ditekan oleh pemerintah dengan mengimbau masyarakat agar lebih mempercayakan kesehatan dan keselamatan ibu hamil pada tenaga kesehatan profesional.&lt;br /&gt;Penyebab kedua, lambatnya proses pengambilan keputusan. Masyarakat Jogja merupakan tipe masyarakat yang memandang keluarga sebagai kekuatan dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Anggapan itu memang tak salah, karena keluarga merupakan tempat kita berkeluh kesah dan mendapatkan kasih sayang, tetapi saat sepasang anak manusia memutuskan untuk menikah hendaknya segala keputusan diambil oleh kedua pihak.&lt;br /&gt;Yang umumnya terjadi di tengah masyarakat kita adalah, pasutri tinggal bersama keluarga besar, seperti orang tua, kakak dan adik, bahkan tinggal bersama nenek atau kakek.&lt;br /&gt;Akibatnya, saat terjadi kasus preeklamsia-eklamsia, suami lamban mengambil keputusan dalam pengobatan istrinya. Ia harus menunggu keputusan dari kakak, orang tua atau kakek atau neneknya. Akhirnya, ibu yang hamil malah meninggal.&lt;br /&gt;Tabel&lt;br /&gt;Preeklamsia ringan:&lt;br /&gt;tekanan darah 140 mmHg&lt;br /&gt;bengkak kaki&lt;br /&gt;proteinurina +1&lt;br /&gt;Preeklamsia berat:&lt;br /&gt;Tekanan darah 160 mmHg&lt;br /&gt;Proteinuria +2&lt;br /&gt;Nyeri epigastrium [nyeri dada]&lt;br /&gt;Nyeri kepala / gangguan penglihatan&lt;br /&gt;Kencing berkurang&lt;br /&gt;Koma (paling parah)&lt;br /&gt;Eklamsia&lt;br /&gt;Ibu hamil mengalami kejang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-6413645454968593268?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2008/07/faktor-sosial-sokong-angka-kematian-ibu.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-5882583022037801326</guid><pubDate>Sat, 05 Jul 2008 07:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-05T00:37:02.135-07:00</atom:updated><title>Romantisme Mang Pari 19 ilir</title><description>Wisata kuliner Jogja tidak akan terhenti sampai disuatu titik saja. Ada banyak tempat yang perlu dijamah oleh indra pengecap Anda. Jangan takut untuk bosan, karena ada banyak pilihan yang menanti kehadiran Anda.&lt;br /&gt;Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa Jogja identik dengan konsep Indonesia mini. Siapa yang dapat membantah hal tersebut karena pernyataan itu benar adanya.&lt;br /&gt;Keragaman suku di Jogja juga berdampak pada beraneka macam kuliner yang cukup menggoyangkan lidah. Makanan dari manapun akan didapat dengan mudah dan harga yang tentu saja dapat disesuaikan dengan kantong Anda.&lt;br /&gt;Pada waktu ini, kuliner akan beranjak pada cita rasa pangan daerah Sumatra, tepatnya Palembang. Tanpa waktu panjang, saya yakin Anda dapat menebak jenis kuliner apa yang akan kita bahas saat ini.&lt;br /&gt;Paduan tepung kanji, ikan tengiri dan beberapa bumbu lain dipadukan dengan irisan timun serta saus yang asam manis atau asam pedas. Masih kurang puas? Bagaimana dengan pempek berkuah bening seperti kuah bakso tetapi dengan rasa bumbu dasar yang tajam? Apakah semua sudah cukup membuat Anda berselera?&lt;br /&gt;Satu ciri khas dari warung makan yang biasa disebut pempek tamsis ini adalah suasana dan rasa yang penuh dengan keromantisan. Tempat ini di layout dengan konsep yang minimalis. Anda tinggal memilih, ingin duduk di depan atau di dalam.&lt;br /&gt;Jika memilih duduk di depan Anda akan duduk di atas kursi dengan sebuah meja besar. Di atas meja akan tersedia beberapa macam jenis krupuk asli Palembang yang cukup mengundang rasa ingin mencoba.&lt;br /&gt;Berbeda halnya jika Anda duduk di dalam. Selain lebih santai, ruangan ini dianggap cukup romantis. Duduk bersila, berhadapan dengan kawan serta lampu yang redup dengan nuansa bola lampu kemerahan, suatu konsep yang menarik perhatian sehingga menjadi pilihan sebagian besar pengunjung.&lt;br /&gt;KGS. M. Salim Pahri, sang pemilik warung memang sengaja menata ruang bagian dalam seperti saat ini. Dia menyadari jika anak muda biasanya menginginkan suasana yang romantis saat makan. Walau demikian, bukan berarti Mang Pari mempunyai maksud negatif. Yang dia inginkan hanya menata ruangan menjadi nyaman.&lt;br /&gt;Selain masalah tempat, keromantisan pada warung ini juga tercermin dari rasa pempek. Setiap bumbu dan bahan baku melebur menjadi satu menciptakan rasa yang tak terlupakan. Ada harmoni yang mampu membuat orang merasa ketagihan dan berniat kembali datang.&lt;br /&gt;Untuk segmentasi pempek Mang Pari 19 ilir ini sengaja membidik mahasiswa sebagai pelanggan. Alasan itu lah yang membuat harga di mang pari ini terjangkau oleh seluruh lapisan, terutaman mahasiswa. Jika masih menganggap mahal atau porsinya terlalu besar, Anda dapat memesan pempek ukuran kecil. Biasanya pempek ini dipilih anak kecil tetapi tidak menjadi masalah jika Anda memang menginginkan ukuran mini tersebut.&lt;br /&gt;Seperti warung pempek pada umumya, pempek kapal selam juga menjadi jagoan di sini. Dalam sehari 500-600 buah kapal selam diproduksi untuk memanjakan pelanggan. Selain pempek kapal selam, model juga menjadi idola disini. Panganan berupa pempek berisi tahu lembut didampingi mihun, labu siam, irisan bawang goreng, seledri dan rasa kaldu kuah yang terasa spicy drai merica tetap membuat makanan ini nikmat.&lt;br /&gt;Memesan model tidak akan lengkap tanpa es kacang merah. Anda patut mencoba es serut dengan sirup frambos dan susu kental manis coklat ... hem rasanya manis namun menyegarkan. Tunggu, jangan terburu-buru menyelesaikan menu ini. Cobalah menggigit kacang merah dengan perlahan. Karena dimasak menggunakan presto, kacangnya menjadi empuk tapi tidak menghancurkan tekstur. Selain itu kacang ini terasa sangat lembut, baik dari kulit sampai daging kacang.&lt;br /&gt;Perjalanan panjang&lt;br /&gt;Dalam memulai suatu usaha, terkadang orang hanya menilai dari sisi enaknya saja. Banyak orang yang mengabaikan perjuangan dalam meraih usaha tersebut.&lt;br /&gt;Dicap sebagai orang suikses tidak membuat Salim lupa diri. Saat ini dia memang menuai hasil kerja keras selama bertahun-tahun tetapi perjuangan sejati tidak berhenti sampai disini.&lt;br /&gt;Pertama berusaha, Salim mengikuti jejak sang kakak ipar. Saat itu ia membantu kakak untuk berjualan. Lama-lama ia merasa jenuh dan menginginkan kemandirian. Bersama istri dan modal Rp20.000 pada tahun 1994, dia bekerjasama dengan sebuah restoran.&lt;br /&gt;Jangan membayangkan suatu usaha yang langsung tertata rapi. Waktu itu dia hanya menjajakan pempeknya di atas satu meja saja. Keberadaan pelanggan yang menginginkan untuk menikmati makanan di tempat akan dipersilakan duduk di kursi restoran sebelah.&lt;br /&gt;Beranjak tahun, Salim mencoba berjualan dengan berkeliling naik sepeda. Seperti penjual keliling pada umumnya, penghasilan yang didapat terkadang tidak sebanding dengan rasa lelah berkeliling.&lt;br /&gt;Menganggap kurang efektif, Salim dan istri sepakat mengganti media usaha mereaka menggunakan gerobak. Dengan gerobak, cadangan pempek menjadi lebih banyak, pelanggan juga mendapatkan makanan yang hangat.&lt;br /&gt;Pada tahun 1996 barulah Salim mempunyai kios yang saat ini dikenal masyarakat luas. Usaha ini mencapai pucaknya pada tahun 1998. Tidak hanya ramai dikunjungi, warung ini juga menunjukkan eksistensi diri dengan menerima pesanan partai besar sampai 5000 biji selama tiga hari berturut-turut.&lt;br /&gt;Kenaikan harga BBM&lt;br /&gt;Beberapa hari menjelang bulan Juni 2008, masyarakat Indonesia dihentakan dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Spontan, rakyat banyak mengeluh. Apalagi harga-harga bahan pangan atau beberapa kebutuhan primer juga mengalami kenaikkan tajam.&lt;br /&gt;Kenaikan harga bahan bakar ini juga berdampak pada usaha Mang Pari. Hampir seluruh bahan harganya naik. “Tepung yang biasanya seharga Rp60.000 kini menjadi Rp200.000,” ungkap Indra, anak lelaki Salim.&lt;br /&gt;Agar produksi tetap bertahan maka Salim sekeluarga sepakat untuk menaikkan harga jual. Jika semula Rp6000 kini menjadi Rp7.500. Walau mengalami kenaikan harga, pelanggan tetap setia berkunjung. Bagi mereka yang terpenting adalah cita rasa yang tak pernah berubah.&lt;br /&gt;Alasan datang:&lt;br /&gt;tempat strategis, berada di pinggiran jalan taman siswa&lt;br /&gt;suasana yang cukup romantis sebagai obat meredakan ketegangan atas aktivitas sehari-hari&lt;br /&gt;rasa yang cukup membuat lidah Anda bergoyang serta ketagihan&lt;br /&gt;segmentasi pelanggan rata-rata adalah mahasiswa sehingga harga relatif terjangkau&lt;br /&gt;Daftar menu:&lt;br /&gt;pempek kapal selam 7.000&lt;br /&gt;pempek kapal selam telur kecil 4.500&lt;br /&gt;pempek lenjer 4.500&lt;br /&gt;pempek adaan 4.500&lt;br /&gt;pempek tahu 4.500&lt;br /&gt;pempek kulit 3.500&lt;br /&gt;lenggang goreng 8.000&lt;br /&gt;model 7.500&lt;br /&gt;tekwan 6.500&lt;br /&gt;es kacang merah 3.000&lt;br /&gt;aneka jus 3.000&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-5882583022037801326?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2008/07/romantisme-mang-pari-19-ilir.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-8688724712684337517</guid><pubDate>Sat, 05 Jul 2008 07:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-05T00:35:35.919-07:00</atom:updated><title>Wisata alam nan edukatif</title><description>Oleh Mediani Dyah Natalia&lt;br /&gt;Harian Jogja&lt;br /&gt;Memasuki masa istirahat sekolah tahun ini, banyak orang tua kebingungan menentukan tempat yang pas untuk berlibur. Padatnya aktivitas dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan menjadi hal yang patut pertimbangkan.&lt;br /&gt;Mengajak anak berekreasi di sekitar Jogja menjadi alternatif yang tepat untuk menghemat biaya. Sebagai kota kedua tujuan pariwisata di Indonesia, Jogja memang kaya akan objek wisata.&lt;br /&gt;Agar referensi tempat wisata Anda bertambah, kali ini saya akan berbagi cerita tentang rekreasi alam yang bermuatan pendidikan. Di tempat ini, tidak hanya anak yang dapat bersantai dan belajar, tetapi Anda juga dapat turut serta melepas penat.&lt;br /&gt;Wisata Alam Agro Mandiri di daerah Jetisan, Jl. Kaliurang Km. 19,4 Yogyakarta merupakan objek wisata yang menggabungkan keindahan alam, ilmu pengetahuan dan pengembangan pribadi. Lepas dari tempat ini, selain ilmu pengetahuan bertambah kemampuan tiap pribadi untuk berinteraksi dengan orang lain juga meningkat.&lt;br /&gt;Mulanya Agro Mandiri merupakan tempat usaha budidaya jamur kuping, tiram dan lingzhi milik Yg. Mujiyanta. Namun, melihat potensi desa Jetisan, Muji beserta istri mengembangkan tempat itu sebagai objek wisata yang cukup menarik.&lt;br /&gt;Konsep yang diberikan Muji pada kawasan ini adalah desa wisata. Berbeda dengan tempat lain, bagi Muji, desa wisata merupakan pemberdayaan seluruh potensi desa tanpa terkecuali. Pengertiannya ini mengindikasikan bahwa desa wisata bukanlah milik satu atau dua orang tetapi milik setiap orang yang ada di desa ini.&lt;br /&gt;Dengan alasan tersebut, pria tiga orang anak ini dibantu seorang pencinta alam, Togie merangkul para pemuda desa untuk menciptakan petualangan kecil atau outbound. Tak hanya itu, Wisata Alam Agro Mandiri juga menyajikan suaka burung dengan beraneka ragam burung-burung yang jarang ditemui.&lt;br /&gt;Selain itu, ada berbagai pengalaman unik yang akan ditemui saat mengadakan perjalanan sisir sungai. Di sini Anda tidak hanya mendapati pakaian menjadi basah, melainkan juga kotor terkena lumpur.&lt;br /&gt;Acara yang tak kalah asyiknya adalah menangkap ikan. Kegesitan ikan dalam aliran sungai akan menjadi musuh Anda saat ini. Dari beberapa kejadian, orang-orang cenderung tertawa terbahak-bahak melihat tingkah polah rekan-rekannya maupun kecerobohan diri sendiri daripada keberhasilan menangkap ikan itu sendiri.&lt;br /&gt;Melepas lelah&lt;br /&gt;Itulah inti dari permainan ini, kemampuan tertawa lepas melepas tekanan. Mengajarkan pada kita semua bahwa kegagalan atau kecerobohan merupakan hal yang manusiawi.&lt;br /&gt;Jangan kuatir menghadapi masalah yang menghadang. Lihatlah setiap kejadian dengan kacamata lain yaitu belajar menerima, mensyukuri, dan mengambil hal itu sebagai pelajaran dalam hidup.&lt;br /&gt;Permainan ciptaan Togie bersama-sama pemuda desa, mampu memberikan pengalaman baru bagi para peserta. Karena setiap permainan tidak hanya tercipta untuk bersenang-senang tetapi juga memberikan berbagai pelajaran pengembangan diri seperti percaya pada diri sendiri serta kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain.&lt;br /&gt;Selain pemuda, Muji juga turut pemberdayaan kaum hawa dengan menggandeng sang istri, Dati dalam memberikan ketrampilan pengolahan jamur dan telo. Dalam pengajaran ini, diharapkan saat saat tamu datang, warga dapat menyiapkan makanan dan snack berbahan baku organik sehingga selain ketrampilan meningkat.&lt;br /&gt;Warga juga dapat meningkatkan kehidupannya dengan pembuatan makanan sederhana seperti wedang sere, arem-arem telo rasa jamur, nagasari telo, sate jamur dan jamur goreng tepung.&lt;br /&gt;Muji dan istri berprinsip wujud rasa syukur dapat dilakukan dengan cara berbagi, untuk itu pasangan ini dengan sukarela menularkan ilmu budidaya jamur bagi para peserta. Di sini peserta tidak hanya diberikan teori cara mengembangkan jamur tetapi juga praktek langsung cara pembudidayaannya.&lt;br /&gt;Pelajaran yang kaya manfaat dari alam dan berbagai permainan yang atraktif ini memang menarik dan menghibur. Agar dapat menikmati, peserta cukup mengeluarkan uang Rp40.000 per hari untuk pelajaran budidaya jamur, pengganti snack, makan siang dan outbound.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-8688724712684337517?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2008/07/wisata-alam-nan-edukatif.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-4847167504686613179</guid><pubDate>Sat, 28 Jun 2008 12:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-28T05:34:35.874-07:00</atom:updated><title>Daging nabati yang menggugah selera</title><description>&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal;"&gt; Kuliner&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Oleh Mediani Dyah Natalia&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Harian Jogja&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; Bosan dengan makanan yang itu-itu saja? Ingin mencoba makan daging atau udang tanpa merusak jadwal diet atau pola makan Anda yang sehat?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; Kini Anda tak perlu kuatir lagi. Ada menu baru yang patut dicoba untuk memperkaya indra pengecap Anda. Selain rasanya enak, setiap gigitan daging yang akan Anda kunyah mempunyai kadar gizi yang tak perlu diragukan lagi.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; Menu baru tersebut merupakan panganan asli Indonesia yang biasa kita sebut dengan jamur. Tunggu dulu ... bagi yang anti jamur, mungkin Anda akan akan merasa tertipu dengan adanya berita ini, tetapi demi kesehatan dan pemuas lidah Anda akan sesuatu yang baru, tidak ada salahnya Anda mencoba masakan ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a name="DDE_LINK"&gt;&lt;/a&gt; Masih tidak tertarik? Bagaimana jika di kedai jamur itu tersedia steak, spageti atau bistik? Makanan ala barat tersebut memang menggugah selera, tetapi bagaimana jika makanan tersebut dipadukan dengan jamur? Penasaran dengan rasanya? Cobalah bertandang ke Kedai Jamur &amp;amp; Telo Madame Dati milik Claudia Purwaning Widati yang terletak di pinggiran Jalan Kaliurang km.13.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; Bahan baku masakan yang ada di kedai bermoto &lt;i&gt;health is our priority&lt;/i&gt; ini adalah jamur dan ubi ungu atau biasa disebut dengan telo. Ked&lt;span style="color:#000000;"&gt;ua bahan makanan ini kurang mendapatkan tanggapan yang kurang baik di masyarakat kita. Citranya sebagai makanan &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;i&gt;ndeso &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;terkadang membuat makanan ini jadi disisihkan. Padahal kedua makanan ini mempunyai kadar gizi yang sangat banyak. Jamur sendiri mempunyai kadar serat lebih banyak 58 kali draipada sayuran, beta karotinnya empat kali lebih banyak dari wortel dan tentu saja kandungan antioksidan yang cukup untuk tubuh Anda. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; Kawan dari jamur, si telo juga tak kalah dasyat, varietas ubi jalar ungu lebih kaya akan kandungan betakaroten, vitamin E dan vitamin C bermanfaat sebagai antioksidan pencegah kanker, beragam penyakit kardiovaskuler, karbohidrat dan energi yang mampu mengembalikan tenaga serta kandungan serat dan pektin di dalam ubi jalar sangat baik untuk mencegah ganguan pencernaan seperti wasir, sembelit hingga kanker kolon.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; Apalagi yang kini Anda tunggu? Selain memberikan sensasi baru, makanan di tempat ini juga menjadi salah satu alternati&lt;/span&gt;f bagi saudara-saudara kita di luar Indonesia kembali kepada alam agar mendapatkan tubuh yang sehat. Jika orang-orang pengirim makanan cepat saji tersebut kembali pada alam, mengapa kita tidak?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; Agar Anda tidak terlalu penasaran, kita akan memulai mencicipi makanan sehat tersebut. Saat pertama datang di Kedai, saya merasakan lelah karena seharian berkeliling, maka es cream menjadi pilihan pertama penghilang rasa haus. Es cream yang disajikan bahan dasarnya ubi ungu dengan pilihan rasa vanila dan coklat, supaya dapat mengetahui gambaran rasanya, saya sengaja memesan dua buah es cream itu.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; Sebenarnya tampilan dari es cream ini cukup sederhana, dibungkus dengan gelas plastik transparan dengan ukuran kecil. Es cream rasa vanila warnanya putih dengan semburat warna ungu dari bongkahan ubi yang sengaja tidak dihancurkan, sedang rasa coklatnya cenderung sama dengan es cream pada umumnya. Masalah rasa, keduanya mempunyai rasa cukup kuat dari essen masing-masing tetapi padanan dari ubi kayu inilah yang membuat rasanya cukup unik&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; Merasa sudah mulai larut dan lapar, saya sengaja memesan menu baru steak portabela, jamur goreng pedas manis serta nasi ubi dicampur dengan nasi putih orgaik. Akibat dari rasa es cream yang baru saja dinikmati dan hawa daerah Jakal yang cukup dingin, akhirnya membuat saya memilih wedang sere untuk menghangatkan badan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; Hidangan pertama yang menghampiri meja saya adalah minuman wedang sere. Sajiannya sebenarnya cukup sederhana, hanya air berwarna kehijauan dan sebatang sere. Saat dinikmati,aroma sere membuat saya rileks setelah seharian beraktivitas dan yang tak kalah penting, rasanya cukup membuat tenggorokan dan tubuh jadi sedikit hangat.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; Selang beberapa menit menanti, pesanan saya kini sudah ada di meja. Pertama memandang, saya merasa sangat terkejut dengan tampilannya. Jika sebelumnya saya tidak membaca nama kedai ini, mungkin saya tidak akan pernah tahu jika bahan dasar makanan tersebut berasal dari jamur dan ubi ungu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; Nasinya dicetak dalam sebuah mangkuk dengan perpaduan nasi putih dan ungu sebanding. Di atas nasi ditaburi bawang goreng. Ketika pertama dicicipi, rasa gurih dari santan dan beberapa bumbu dasar cukup terasa tetapi rasa ubi ungunya juga membuat rasa nasi menjadi lebih kaya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; Berlanjut ke makanan utama, steak dan jamur goreng pedas manis benar-benar tidak mencerminkan bahan dasar dari makanan tersebut. Sekilas memandang, saya pikir dua buah jamur portabela yang tersaji dipesan merupakan daging panggang seperti steak pada umumnya, tapi ternyata saya salah. Saat dibelah dan dirasakan, rasa “daging” tersebut memang terasa jamur tetapi balutan sausnya membuat rasanya jadi lain dari biasanya.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; Makanan kedua, jamur goreng pedas manis ... em ... ketika menggigit saya tidak merasakan ada rasa jamur sama sekali. Bahkan saya merasa jika makanan yang baru saya gigit ini merupakan udang yang dibalut dengan tepung. Saus dan irisan nanas memberikan rasa segar saat dinikamti.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; Bagaimana sekarang? Masih tidak berminat? Sebaiknya urungan dulu niat Anda tersebut jika Anda belum mencicipinya.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Nama pemilik: Claudia Purwaning Widati&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Ttl: Solo, 30 April 1971&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Nama suami Yg. Mujiyanta&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Menu:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;bistik portabela Rp8000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;steak portabela Rp10.000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;sega ungu Rp3000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;nasi putih organik Rp2500&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;nasi goreng jamur putih Rp7500&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Nasi goreng jamur ungu Rp8000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Jamur penyet Rp5000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sate jamur tiram Rp6000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sate jamur kuping Rp6000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Pepes jamur Rp3000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Bistik jamur Rp8000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sup jamur Rp5000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Spageti telo jamur Rp10.000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Cap jay jamur Rp7500&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Omelet jamur Rp8000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;wedang sere Rp3000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;wedang uwuh Rp3000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Teh lingzhi Rp3000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Kopi lingzhi Rp4000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;ice cream telo Rp3000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;macam snack:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;aneka bakpao Rp3000&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;tahu isi jamur Rp1500&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;lumpia Rp1500&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-4847167504686613179?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2008/06/daging-nabati-yang-menggugah-selera.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-8624555516015526810</guid><pubDate>Sat, 14 Jun 2008 10:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-14T04:10:32.828-07:00</atom:updated><title>Pemilik restoran jadi mantu raja</title><description>&lt;p&gt;Terbit di Bisnis Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sabtu, 10 Mei 2008&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah hajatan besar yang dinanti banyak pihak telah terselenggara. Alun-alun utara Yogyakarta kemarin berganti rupa. Pedagang yang biasa memadati lokasi tersebut digantikan oleh formasi parkir memanjang kendaraan roda empat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Prosesi pernikahan agung Gusti Kanjeng Ratu Maduretno, putri ketiga Sultan Hamengkubuwono X dan GKR Hemas, dengan Kanjeng Pangeran Haryo Purbadiningrat (Jun Prasetyo), dimulai sejak Kamis lalu. Kemeriahan pesta itu berakhir hari ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prosesi pernikahan dimulai dengan acara nyantri atau pingitan. Dahulu prosesi ini berlangsung 40 hari, lalu dipersingkat menjadi tujuh hari dan sekarang hanya sehari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu hari setelah siraman, acara dilanjutkan dengan prosesi ijab-kabul dan kemeriahan pesta pun dimulai. Kemarin, tampak hadir sejumlah petinggi negara yang ikut merasakan agungnya pernikahan keraton Yogyakarta yang sarat kekayaan budaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang dijadwalkan hadir pada proses panggih atau pertemuan mempelai setelah ijab-kabul, berhalangan karena menemui Chairperson Microsoft Bill Gates.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, hal itu tidak mengurangi kemeriahan pesta yang akan dihadiri sekitar 2.500 orang itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan pengamatan Harian Jogja (Grup Bisnis Indonesia), tamu negara yang hadir a.l. Wapres Jusuf Kalla, mantan presiden B.J. Habibie, mantan wakil presiden Try Soetrisno, dan mantan ketua DPR Akbar Tanjung. Tampak juga pengusaha migas Arifin Panigoro. Untuk mempererat dan memperkuat kebudayaan Indonesia diundang juga beberapa raja se-Nusantara dan pemerhati budaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Pengusaha restoran&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu bulan yang lalu, toko bunga Taman Sari dan Toko Kerajinan Maladewa tidak begitu dikenal orang kecuali para pencinta bunga dan kerajinan di Yogyakarta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, sejak Jun Prasetyo, anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Djuwanto Hadi dan Handayati Djuwanto, pemilik toko bunga itu, meminang putri ketiga Hamengku Buwono X, semua berubah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jun Prasetyo, lulusan Southestern University, Washington DC, AS, berprofesi sebagai pemilik Dragonfly Restaurant di Yogyakarta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun GKR Maduretno jebolan Homelsglen Institute, Melbourne, Australia. Perkenalan dua insan ini dimulai sejak mereka mengenyam pendidikan di SMAN 3 Yogyakarta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bangunan Toko Bunga Taman Sari sedikit lebih megah dibandingkan dengan toko lain di kompleks tersebut. Tidak hanya itu, beberapa karyawan toko juga mengenakan busana seragam. Pemandangan yang tidak terlihat di toko-toko lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Raden Ayu Handayati Djuwanto, ibunda Jun Prasetyo, tak dapat menyembunyikan kegembiraannya menjadi besan HB X. Janda berusia 72 tahun itu menyebut pernikahan tersebut sebagai berkah. "Tidak pernah terpikir bisa menjadi besan raja," ujarnya, tersenyum. (redaksi@koranjogja.com)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-8624555516015526810?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2008/06/pemilik-restoran-jadi-mantu-raja.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-2887225489775893272</guid><pubDate>Sat, 14 Jun 2008 10:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-14T03:46:40.097-07:00</atom:updated><title>Stres vs menopause</title><description>&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Sebagai seorang wanita yang hidup di jaman modern, saya yakin Anda sudah mengetahui apa itu menopause. Wacana ini bukan sembarang cerita yang berlalu begitu saja, karena secara alami seluruh wanita akan mengalami masa penuaan yang berujung pada menopause.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Agar didapat suatu kejelasan dan keseragaman makna siklus wanita ini, maka tak ada salahnya jika pembahasan saat ini dimulai dari definisi menopause sendiri. M&lt;span lang="id-ID"&gt;enopause berasal dari bahasa Yunani yang berarti "bulan” dan “penghentian sementara” atau dapat diartikan penghentiaan sementara aktivitas bulanan wanita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Sedang tim medis memberikan pemaknaan yang cukup berbeda. Bagi orang-orang yang berkecimpung dalam dunia kesehatan ini, masa menopause bukan membicarakan masa perhentian sementara, melainkan selamanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Untuk lebih memperjelas tahapan ini, menopause dapat dikatakan sebagai proses peralihan dari masa produktif menuju perubahan non produktif secara perlahan. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya hormon estrogen dan progesteron seturut pertambahan usia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Beranjak dari definisi menopause, untuk &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;point &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;berikutnya akan dibahas masalah gejolak yang akan dialami wanita memasuki masa itu. Yang jelas, hal pertama yang akan dialami adalah perubahan fisik menjadi tidak nyaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Gejala yang umum terjadi adalah p&lt;/span&gt;erdarahan yang tidak teratur (muncul pada awal menopause), rasa panas mulai dari wajah menyebar ke seluruh tubuh, keringatan di malam hari, kurang tidur, k&lt;span lang="id-ID"&gt;ekeringan vagina,  perubahan kulit, perubahan daerah mulut (berkurangnya fungsi pengecap, gangguan gusi dan gigi sehingga mudah tanggal), kerapuhan tulang, banyak wanita yang menjadi gemuk, serta mudahnya wanita pada usia ini terserang penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Dari sisi psikologis, wanita pada tahap ini mengalami ingatan yang menurun, kecemasan yang tidak pada tempatnya, mudah tersinggung, mudah stress bahkan depresi. Penjelasan tentang definisi dan gejala dari menopause, diperlukan suatu penanggulangan yang tepat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Tanpa penanganan yang tepat, ditakutkan banyak orang yang hanya merasa takut tanpa tahu bagaimana menangani masalah ini. Isu-isu diluar yang mendengukan menopause dini juga semakin memberatkan pikiran kaum hawa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Menopause biasa dialami kaum wanita pada usia 50 tahun, sedang menopause dini terjadi pada perempuan berusia 35 tahun. Pemberitaan yang kurang menyeluruh tentang informasi ini dapat menjadi jalan yang menyesatkan wanita. Siapa yang tidak takut jika seseorang mengalami menopause pada usia 35 tahun? Padahal usia ini adalah usia produktif.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Seorang dokter kandungan dan kebidanan, Ova Emilia dari RS Happy Land menuturkan, “Wanita yang mengalami menopause dini memang ada tetapi masih jarang. Lebih banyak wanita yang berhenti mens bukan karena menopause tetapi stress.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Penjelasan Ova di atas memberikan suatu titik harapan. Belum tentu wanita yang berhenti haid pada usia produktif positif menopause. Ada banyak faktor penyebabnya, seperti: kemotrapi &lt;/span&gt;(perawatan kanker), operasi ovarium (hysterectomy), konsumsi tamoxifen (bagian dari pengobatan kanker payudara), ketidakteraturan kromosom, gaya hidup (konsumsi alkohol, rokok), faktor lingkungan (xenobiotics) serta yang paling sering, faktor stress.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Penurunan hormon&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Ova mencoba menekankan kembali pengertian dari menopause, berhentinya mens untuk selamanya karena faktor penurunan hormon. Bukan karena apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Memang faktor-faktor tersebut dapat menganggu siklus haid atau berhentinya mens, tetapi hal-hal tersebut tidak dapat disebut menopause.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Mengetahui seorang wanita berhenti mens karena menopause atau stress tidak hanya dapat diketahui begitu saja. Diperlukan uji lab untuk mengetahui kadar hormon dalam tubuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Beberapa pasangan muda saat ini enggan mengunakan alat kontrasepsi dalam pernikahan karena dianggap tidak praktis. Dokter yang masih terlihat cantik pada usia dewasanya mengatakan bahwa alat kontrasepsi (hormonal) mampu memperlambat proses menopause.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Jadi alasan keenganan menggunakan alat kontrasepsi oleh pasangan muda dapat ditepis melihat peran KB juga membantu Anda (kaum wanita) untuk memperlambat menopause. Namun, Anda juga harus ingat, selain pemakaian KB, Anda juga perlu menjaga keseimbangan makan,istirahat, dan olah raga.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Selain alat kontrasepsi, Anda juga dapat melakukan terapi hormonal yang bernama terapi sulih. Terapi ini berfungsi untuk menggantikan jumlah hormon yang berkurang dibadan sehingga Anda dapat kembali seperti dulu. Mengalami mens, kulit menjadi segar serta vagina tidak kering.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Walau terapi ini membantu wanita dalam mengatasi masalah menopause tetapi keberadaan terapi ini masih menjadi kontroversi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“Terapi ini baru ditemukan sekitar 10-15 tahun lalu. Karena itu efekif tidaknya terapi ini untuk jangka panjang masih dipertanyakan. Terapi ini hanya diperbolehkan maksimal selama lima tahun, tentunya dengan mengecek hasil lab kondisi tubuh Anda setiap tiga bulan. Jika ada gangguang maka terapi ini harus dihentikan,” ujar Ova.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Melihat risiko dibalik penggunaan terapi tersebut memang lebih baik Anda menggunakan segala sesuatu dengan yang lebih alami. Namun, dampak psikologis atas permasalahan ini memang tidak dapat diobati secara medis. Yang dapat dilakukan adalah kesiapan Anda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Wanita yang sudah paham akan apa itu menopause dan cara mengatasinya sama sekali tidak memerlukan terapi hormone apapun. Mau cepat atau lambat setiap wanita pasti akan mengalami menopause. Jadi Anda tidak akan pernah sendiri mengalami hal tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Namun pada kenyataanya, masih banyak wanita yang mengalami ketakutan dalam menghadapi menopause. Dari kasus tersebut, pendidikan atau informasi secara dini merupakan hal penting yang harus segera dilakukan. Sayang belum ada dinas atau lembaga yang secara khusus memberikan pendidikan tersebut. “Apalagi masyarakat tidak menganggap hal tersebut sebagai problema yang harus didiskusikan. Masyarakat lebih senang ngerumpi. Lebih percaya kata orang atau mitos yang belum tentu benar.”&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-2887225489775893272?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2008/06/stres-vs-menopause.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3052593324443296566.post-8384691447827399692</guid><pubDate>Sat, 14 Jun 2008 10:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-14T03:46:02.351-07:00</atom:updated><title>Ma, apa itu seks</title><description>&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Beberapa saat yang lalu, masyarakat dikejutkan dengan pemberitaan film anak-anak yang disusupi adegan porno. Spontan orang tua menjadi panik dan berusaha membatasi pergaulan anak dengan lebih ekstra.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Sebenarnya, tanpa ada masalah penyusupan adegan porno dalam vcd anak, perkembangan teknologi dan bebasnya media menampilkan adegan terlewat mesra atau kekerasan juga perlu segera dibahas. Apalagi saat ini akses dalam mendapatkan berbagai &lt;i&gt;klenikan&lt;/i&gt; tentang masalah itu teramat mudah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Mengatasi hal itu, orang tua tidak dapat menyalahkan anak atau lingkungan di sekelilingnya. Siapa tahu, dia melakukan semua itu karena Anda sendiri. Jadi jangan buru-buru mempermasalahkan orang lain. Sebaiknya selidiki dulu dengan seksama untuk mengetahui akar permasalahannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Dari beberapa kasus yang terjadi, perilaku anak dapat disebabkan oleh Anda sendiri sebagai orang tua. Kesibukan orang tua yang bekerja siang malam menciptakan batas antara anak dengan orang tua.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Perilaku seks mempunyai pengertian yang sangat luas, untuk itu perlu memilah dulu informasi yang benar dan tepat sesuai dengan usia anak. Dengan mengetahui batasan tersebut, secara otomatis sudah terciptakan filter bagi anak.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Psikolog Betty Tjipta Sari mengatakan perkembangan anak pada umumnya terbagi dalam beberapa aspek: sosial, kognitif dan afektif, selain ketiga hal tersebut, Anda perlu mempertimbangkan aspek biologis anak. Bahkan harus benar-benar memperhatikan pertumbuhan tubuh anak secara detail.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Pada jaman ini, kematangan seksual anak (pertumbuhan biologis) banyak terjadi ketika duduk di bangku SD. Padahal mereka belum mempunyai mental yang matang. Hal yang umum terjadi adalah anak menirukan apa yang dilihat di sekelilingnya terutama televisi tanpa mengetahui apa maksudnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Berbagai masalah yang terjadi, membuat Anda harus memberikan pendidikan seks sejak dini. Penjelasannya pun tak perlu hal yang terlalu susah atau berbelit. Tinggal menjelaskan mengapa kakak dan adik berbeda, adik memakai rok sedang kakak celana atau beberapa pertanyaan yang lain. Dari penjelasan tersebut sebenarnya telah dijelaskan apa yang dimaksud dengan seks.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Walau terbilang sangat mudah, ketika anak bertambah dewasa dan semakin kritis, biasanya orang tua jadi bingung ketika harus menjawab pertanyaan anak, “Ma, apa itu seks?” Mendengar pertanyaan ini, orang tua biasanya langsung terdiam. Ada dua kemungkinan yang terjadi kemudian, Anda merasa sungkan, atau bingung bagaimana harus menjawabnya? Rasa sungkan atau kebingungan memberikan suatu pertanda bahwa Anda sendiri juga membutuhkan pendidikan seks terlebih dahulu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Beri contoh&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Yang patut dipermasalahkan saat ini bukanlah pertanyaan dari sang buah hati tetapi bagaimana dengan cara menjawab dengan memberikan contoh-contoh sederhana sesuai umur dan contoh nyata yang ada di sekeliling. Sebagai contoh, dapat dijawab, “Ketika kucing jantan dan betina bertemu mereka saling tertarik. Lalu mereka dekat secara fisik lalu lahirlah anak-anak.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Biasanya anak yang kritis akan bertanya lebih lanjut lagi. Jika sampai pada titik ini, yang diperlukan adalah kreativitas, jangan sampai orang tua kalah kreatif dengan anak.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Yang sering dijumpai saat ini, biasanya orang tua mengetahui apa itu seks tetapi tidak dapat menjelaskannya. Kenyataan tersebut memberikan suatu pemahaman bahwa orang tua mempunyai banyak informasi yang bermanfaat tetapi tidak mempunyai kemampuan &lt;i&gt;parenting&lt;/i&gt; maka semua akan menjadi sia-sia. “Contohnya, orang tua tahu tentang seks tetapi enggak punya waktu ya sama aja bohong,” ungkap Betty.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; Salah satu yang akan menjadi masalah saat ini adalah saat menjelang usia remaja. Biasanya mereka cenderung lebih tertutup dari orang tua. “Jadi jika dari anak saja orang tua tidak punya relasi yang kuat, jangan harap anak mau cerita ke orang tua saat mereka tambah dewasa,” kata wanita yang saat ini bekerja sebagai konselor di GKI Gejayan Yogyakarta.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; Lagi-lagi, sebagai orang tua Anda akan dituntut untuk lebih ekstra mendampingi anak. Jawab pertanyaan mereka dengan hati-hati. Tidak mau menjawab pertanyaan anak, sama saja dengan Anda memutuskan pintu relasi dengan anak.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; Agar lebih mudah mengatasi permasalahan ini, biasakan diskusi terjadi di rumah Anda. Biarkan anak menceritakan apa yang mereka mau atau rasakan ketika merasa tertarik pada lawan jenis. Walaupun Anda tidak setuju dengan pacaran di saat masih terlalu kecil, tetap arahkan anak untuk berdiskusi. Tanyakan tentang arti pacaran pada mereka, kenapa keinginan itu muncul. Berikan pengarahan dengan menceritakan pengalaman Anda di masa lalu.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; Setelah membahas masalah pendidikan seks sejak dini, kini Anda tidak perlu bingung lagi menghadapi sejumlah masukan dari luar. Agar Anda merasa lebih ringan mengatasi masalah ini, Betty mencoba memberikan tips untuk Anda:  &lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Sebagai orang tua,  Anda harus nyaman terlebih dahulu dengan topik yang akan dibicarakan&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Cari informasi yang  sebanyak-banyaknya untuk menjelaskan hal tersebut&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Punyai relasi yang  kuat dan sehat, dengan anak&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3052593324443296566-8384691447827399692?l=angel-myword.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://angel-myword.blogspot.com/2008/06/ma-apa-itu-seks.html</link><author>noreply@blogger.com (Dian)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>

