<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Lukisan Merah</title><description>Media Islam Generasi Terbaru (2014-Now)</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Thu, 19 Dec 2024 10:22:57 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">92</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Media Islam Generasi Terbaru (2014-Now)</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>50 Hal Penting Terkait Kesehatan, Rezeki dan Kecerdasan</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/12/50-hal-penting-terkait-kesehatan-rezeki.html</link><category>Inspirasi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 1 Dec 2014 11:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-3574682949234045633</guid><description>&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKNiyhULLqP270vInaUmFDd9k_ryvOqnS3CIRkHnoRLqozdJ-7gnAgVG4ZDFC_WNMz3QNr646XnsQkHxdtK4fVRwfdK5VzrRu1s3quUHiOMdgxXsNxbty6gkeQLNICZ9oUr41yUXaZk9I/s200/433.jpg" height="132" width="200" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bisa merusak tubuh:&lt;br /&gt;
1. Murung&lt;br /&gt;
2. Sedih&lt;br /&gt;
3. Lapar&lt;br /&gt;
4. Begadang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bisa menggembirakan hati:&lt;br /&gt;
5. Melihat yang hijau-hijau&lt;br /&gt;
6. Melihat air yang mengalir&lt;br /&gt;
7. Melihat orang yang dicintai&lt;br /&gt;
8. Melihat buah-buahan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bisa menggelapkan penglihatan:&lt;br /&gt;
9. Berjalan tanpa alas kaki&lt;br /&gt;
10. Menghabisakan pagi dan sore di hadapan orang yang dibenci, orang yang menyusahkan atau musuh&lt;br /&gt;
11. Banyak menangis&lt;br /&gt;
12. Membaca tulisan yang sangat kecil&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang memperkuat badan:&lt;br /&gt;
13. Mengenakan pakaian yang lembut&lt;br /&gt;
14. Masuk kamar mandi secara rutin (Mandi, bersuci)&lt;br /&gt;
15. Memakan makanan manis dan berlemak&lt;br /&gt;
16. Mencium segala sesuatu yang harum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang mengusamkan wajah, menghilangkan kecerahan dan kecerian:&lt;br /&gt;
17. Dusta&lt;br /&gt;
18. Sikap kurang ajar&lt;br /&gt;
19. Banyak bertanya tanpa dasar ilmu&lt;br /&gt;
20. Banyak bermaksiat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bisa menambah keceriaan wajah:&lt;br /&gt;
21. Menjaga harga diri&lt;br /&gt;
22. Menepati janji&lt;br /&gt;
23. Pemurah&lt;br /&gt;
24. Bertakwa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang memicu kebencian dan kemarahan orang lain:&lt;br /&gt;
25. Sombong&lt;br /&gt;
26. Dengki&lt;br /&gt;
27. Pembohong&lt;br /&gt;
28. Meng-adu-domba&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang mempermudah memeroleh rezeki:&lt;br /&gt;
29. Shalat malam&lt;br /&gt;
30. Perbanyak istighfar sebelum fajar&lt;br /&gt;
31. Selalu bersedekah&lt;br /&gt;
32. Dzikir di awal pagi dan akhir siang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menghalangi rezeki:&lt;br /&gt;
33. Tidur pagi&lt;br /&gt;
34. Sedikit shalat&lt;br /&gt;
35. Malas&lt;br /&gt;
36. Berkhianat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang berbahaya bagi kecerdasan otak:&lt;br /&gt;
37. Terlalu banyak makan asam-asaman dan buah-buahan&lt;br /&gt;
38. Tidur tengkurap&lt;br /&gt;
39. Kesedihan yang berlarut&lt;br /&gt;
40. Rasa murung&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menambah daya pemahaman:&lt;br /&gt;
41. Ketenangan hati&lt;br /&gt;
42. Tidak banyak makan dan minum&lt;br /&gt;
43. Pandai mengatur gizi makanan&lt;br /&gt;
44. Mengeluarkan ampas yang berat dari dalam tubuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang membahayakan otak:&lt;br /&gt;
45. Kecanduan makan bawang merah, sayur, zaitun, dan terong&lt;br /&gt;
46. Banyak berhubungan seks&lt;br /&gt;
47. Menyendiri (banyak murung)&lt;br /&gt;
48. Banyak pikiran&lt;br /&gt;
49. Mabuk&lt;br /&gt;
50. Banyak tertawa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh : Pirman&lt;br /&gt;
Sumber : Tata Cara Pengobaan Ala Nabi, Ibnul Qayyim al-Jauziyah</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKNiyhULLqP270vInaUmFDd9k_ryvOqnS3CIRkHnoRLqozdJ-7gnAgVG4ZDFC_WNMz3QNr646XnsQkHxdtK4fVRwfdK5VzrRu1s3quUHiOMdgxXsNxbty6gkeQLNICZ9oUr41yUXaZk9I/s72-c/433.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Masjid An-Nur dan Lelaki Palestina</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/12/masjid-nur-dan-lelaki-palestina.html</link><category>Kisah Nyata</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 1 Dec 2014 11:36:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-7537345354500706040</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTIdY2bvLG55R03QYG6RM-Dka-1jZeDfdeVS1-pdO7_l0ZYvZldLsNz8qpbDwRi_lZEgCHmPOMreLRglAWXOCtykjyn_u3Z32whwYph0b3TsVqTF6FTwH0l8rZ8nF1sMLtcIQQQwmndw/s200/PALESTINE+MAN.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Palestina man" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTIdY2bvLG55R03QYG6RM-Dka-1jZeDfdeVS1-pdO7_l0ZYvZldLsNz8qpbDwRi_lZEgCHmPOMreLRglAWXOCtykjyn_u3Z32whwYph0b3TsVqTF6FTwH0l8rZ8nF1sMLtcIQQQwmndw/s200/PALESTINE+MAN.jpg" height="117" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Malam itu, selepas shalat Isya didirikan di Masjid An-Nur Wira Damai, jamaah dikagetkan dengan pemandangan di bagian belakang masjid. Di sana terlihat seorang lelaki paruh baya berwajah Arab bersama seorang bocah laki-laki yang kira-kira berusia delapan tahun. Di lehernya terpasang syal berbendera Palestina, begitu pula di leher sang anak. Ia berdiri di sekat belakang masjid dengan menggelar selembar sajadah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang membuat hati miris, kaki sebelah kiri laki-laki paruh baya tersebut tampak sudah putus hingga ke bagian paha, sehingga ia harus menyangga tubuhnya dengan bantuan sebatang tongkat agar tetap bisa berdiri. Siapapun yang melihat hal demikian, akan langsung paham bahwa laki-laki itu mengharapkan uluran derma dari jamaah masjid ini. Spontan, satu per satu jamaah tampak mengeluarkan uang dari saku mereka. Aku pun merogoh saku celana. "Alhamdulillah, ada sedikit uang," lirihku dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku lantas mendekati lelaki paruh baya itu. Setelah mengulurkan sedikit uang yang kubawa, ia menyalamiku dan mengucapkan terima kasih. Melihat syal berbendera Palestina yang tergantung di lehernya, seketika aku ingin bertanya padanya dengan bahasa Arab, "Assalamualaikum. Apakah Anda dari Palestina?" Seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, ia balik bertanya kepadaku dengan wajah sumringah, "Masya Allah, kamu bisa bahasa Arab?" "Ya, alhamdulillah," sahutku sambil tersenyum. "Kebetulan dulu saya pernah belajar di Al-Azhar, Mesir," lanjutku lantaran menangkap raut keheranan di wajahnya. Wajar rasanya ia bertanya begitu, karena masyarakat Malaysia sehari-hari hanya akrab dengan bahasa Melayu dan Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu demi satu jamaah masjid ini terus menyumbangkan derma untuknya. Lima ringgit, sepuluh ringgit, dua puluh ringgit. Melihat keadaan tubuhnya yang dibopong dengan tongkat, dengan sedikit berhati-hati aku bertanya kepadanya, "Kaki sebelah kiri Anda ini kenapa?" "Ini akibat serangan Israel di Gaza beberapa waktu yang lalu," ujarnya. "Innaa lillaah," balasku lirih. "Lan yushiibanaa ilaa maa kataballaahu lanaa. Tidak akan ada yang menimpa kami kecuali apa yang sudah Allah gariskan untuk kami," ungkapnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengatakan hal demikian dengan tegar dan amat biasa. Sama sekali tidak tersirat raut sedih dan penyesalan di wajahnya. Khas gaya teman-teman Palestina yang pernah kukenal di Mesir dulu. Ia lalu menceritakan bahwa ia dan keluarganya datang dari Gaza dan baru dua belas hari berada di Malaysia. Ia kini tinggal tak jauh dari Kampung Wira Damai ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangguk-angguk menyimak penuturannya. Rasanya tidak perlu aku bertanya mengapa ia datang dan apa yang ia lakukan di Negeri Jiran ini. Beberapa kali aku pernah mendapati orang Palestina dan Suriah yang melakukan hal serupa di sejumlah masjid. Dan sependek yang kuketahui, pemerintah Malaysia tidak begitu mempersoalkan kedatangan warga negara-negara Arab yang bergolak itu ke sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah perbincangan ringan itu, aku beranjak pamit. Dari jauh aku melihat Pak Cik Fadhli berjalan lebih gegas dari biasanya, bahkan setengah berlari menuju rumah. Sesampai di pintu rumah, aku dapati Pak Cik Fadhli hendak kembali menuju masjid. Beliau lalu bertanya, "Jamil, orang Arab tadi dari mana?" "Dia dari Palestina, Pak Cik," sahutku. Beliau rupa-rupanya melihat percakapanku dengan orang Palestina tadi. Pak Cik Fadhli lantas keluar, sementara tangannya tampak menggenggam sesuatu. Aku yakin, malam itu lelaki Palestina tersebut akan mendapat kejutan dari beliau yang kukenal suka membantu itu. []
&lt;!-- Blogger automated replacement: "https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F2.bp.blogspot.com%2F-fqjwJZgx4jI%2FVG2YWzsSwSI%2FAAAAAAAAV_s%2FvHLNUAE8mi8%2Fs200%2FPALESTINE%252BMAN.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*" with "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTIdY2bvLG55R03QYG6RM-Dka-1jZeDfdeVS1-pdO7_l0ZYvZldLsNz8qpbDwRi_lZEgCHmPOMreLRglAWXOCtykjyn_u3Z32whwYph0b3TsVqTF6FTwH0l8rZ8nF1sMLtcIQQQwmndw/s200/PALESTINE+MAN.jpg" --&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTIdY2bvLG55R03QYG6RM-Dka-1jZeDfdeVS1-pdO7_l0ZYvZldLsNz8qpbDwRi_lZEgCHmPOMreLRglAWXOCtykjyn_u3Z32whwYph0b3TsVqTF6FTwH0l8rZ8nF1sMLtcIQQQwmndw/s72-c/PALESTINE+MAN.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pemuda Paling Tampan di Makkah Ini Tinggalkan Kekayaan Demi Islam</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/12/pemuda-paling-tampan-di-makkah-ini.html</link><category>Inspirasi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 1 Dec 2014 11:35:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-2365227324795006229</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtM-IbRgR-kCpUNzizVGqV-feYhLHd7c3QQXmkmZPMsh4F0xceF0wuMov8h1DnHjgvKVYtrbVtQM483k0dPWypepQ8DzoEnlLTbZkLIsQG74dsvEfljjFY_OCBhqnph51jEiDmy_nV6Q/s200/Makkah+-+devianart.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Makkah (devianart)" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtM-IbRgR-kCpUNzizVGqV-feYhLHd7c3QQXmkmZPMsh4F0xceF0wuMov8h1DnHjgvKVYtrbVtQM483k0dPWypepQ8DzoEnlLTbZkLIsQG74dsvEfljjFY_OCBhqnph51jEiDmy_nV6Q/s200/Makkah+-+devianart.jpg" height="124" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Mush’ab bin Umair adalah pemuda yang mempesona. Ia adalah salah seorang pemuda paling tampan di Makkah. Lahir dari keluarga yang kaya raya membuat penampilannya selalu terlihat paling parlente diantara seluruh pemuda Makkah lainnya. Bahkan, baju dan wewangiannya tidak ada yang menyamai. Dari jarak beberapa meter, sudah dapat diketahui dari wanginya yang khas, bahwa Mush’ab bin Umair baru saja melewati tempat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelebihan Mush’ab yang lebih mempesona di balik wajahnya yang tampan dan orangtuanya yang hartawan adalah otaknya yang cemerlang. Perpaduan ketiga hal ini; ketampanan, kekayaan, dan kecerdasan, membuat Mush’ab bin Umair menjadi bintang pembicaraan dalam rapat dan pertemuan. Ia menjadi sosok pemuda ideal yang diimpikan pembesar Quraisy sebagai ‘pewaris tahta masa depan.’ Ia menjadi sosok pemuda idaman yang didambakan seluruh gadis Makkah untuk menjadi suaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah harapan keluarga dan pembesar Quraisy bahwa Mush’ab akan menjadi penerus mereka, terdengar sebuah berita yang menarik perhatian setiap orang yang berakal. Bahwa Muhammad Al Amin menyatakan dirinya sebagai utusan Allah. Ia membawa agama baru bernama Islam, yang hanya menyembah satu Tuhan; Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mengetahui kabar itu, Mush’ab bin Umair tertarik dan sangat penasaran. Ia tahu, Muhammad adalah orang yang paling terpercaya. Ia terkenal tidak pernah berdusta sehingga orang-orang Makkah sepakat memberinya gelar Al Amin. Akal Mush’ab yang cemerlang pun bekerja; bahwa tidak mungkin orang yang selama ini selalu jujur, akan berdusta dalam urusan besar yang membawa nama Tuhan. Mush’ab pun kemudian mencari tahu, di mana ia bisa berjumpa dengan Muhammad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari itu pun tiba. Mush’ab dengan hati-hati melangkah ke rumah Arqam bin Abi Arqam. Ia mendapat informasi, di rumah inilah Muhammad bermajelis bersama para sahabatnya. Mentarbiyah mereka, membacakan wahyu-wahyu Ilahi yang diturunkan kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak salah, Mush’ab akhirnya bertemu dengan Muhammad Rasulullah. Memandang beliau memberikan keteduhan sendiri bagi jiwanya yang selama ini dimanja orangtua dengan kekayaan dan kemewahan. Melihat majelisnya yang dipenuhi dengan wajah-wajah ikhlas dan penuh kejujuran membuat Mushab merasa laksana menemukan oase di gersangnya padang keangkuhan dan kesombongan orang-orang kaya dan para penguasa. Mendengar ayat-ayat Al Qur’an dibacakan, Mush’ab bagai menemukan kembali fitrahnya, mempertemukan jiwanya dengan sesuatu yang amat dirindukannya. Mushab melayang dalam kalam-kalam Ilahi yang begitu mempesona. Tidak pernah ia mendengar kalimat-kalimat seindah dan sedalam ini. Menyirami jiwa, menyentuh hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah kemudian mendatangi Mush’ab dan mengusap dadanya dengan penuh kasih sayang. Gemuruh dalam hatinya menjadi damai dan tenang. Dan tak butuh waktu lama, Mush’ab bin Umair pun mengucapkan syahadat. Memproklamirkan bahwa dirinya adalah seorang Muslim, pengikut Muhammad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mush’ab pulang dengan jiwa yang penuh ketenangan. Meski saat itu banyak orang yang masuk Islam disiksa setelah diketahui keislamannya, Mush’ab bin Umair yang semula terbiasa hidup mewah dan manja kini tiba-tiba menjadi pemuda pemberani. Ia tak takut dengan resiko yang akan terjadi, seandainya orang-orang kafir Quraisy bersatu menjadi kekuatan yang mengancam keislamannya. Satu-satunya yang masih dikhawatirkannya adalah ibuna sendiri; Khunas binti Malik. Ia tahu, sebagaimana orang-orang Makkah juga tahu, Khunas adalah orang yang berkepribadian kuat. Orang kaya raya yang tidak suka perintahnya ditolak dan keputusannya dilawan. Memikirkan menghadapi ibunya sendiri, Mush’ab pun memilih merahasiakan keislamannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ini adalah Makkah. Terlalu banyak mata-mata yang memperhatikan orang per orang, siapa saja yang telah dekat dan menjadi pengikut Muhammad. Keislaman Mush’ab pun akhirnya diketahui setelah seorang laki-laki bernama Usman bin Thalhah melihatnya mengendap-endap memasuki rumah Arqam bin Abi Arqam dan di waktu yang lain ia melihat Mush’ab melakukan shalat seperti yang dilakukan oleh Muhammad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ibu tak bisa memaafkan Mush’ab. Ia ingin Mush’ab kembali ke agama nenek moyangnya. Namun, Mush’ab dengan teguh mempertahankan keimanannya. Bahkan, ia membacakan ayat-ayat Al Qur’an di hadapan ibu dan keluarga besarnya. Sang ibu marah. Ia hendak menghentikan bacaan Qur’an itu dengan menampar Mush’ab. Tetapi tiba-tiba tangannya terkulai. Ia tak mampu memukul Mush’ab. Tetapi, ia punya rencana berikutnya. Mush’ab dihukum dengan cara lain. Mush’ab disekap di sebuah kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mushab terisolasi di ruangan itu seorang diri, untuk beberapa hari. Hingga kemudian, ia mendengar bahwa sejumlah sahabat berhijrah ke Habasyah. Mush’ab pun memanfaatkan momen ini. Dengan strateginya, ia bisa mengecoh ibunya dan penjaga. Mush’ab lolos dari kurungan itu dan bergabung hijrah ke Habasyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mush’ab semakin tertempa menjadi sahabat Rasulullah. Ia yang dulunya selalu dimanja dengan kemewahan, kini menapaki hidup yang penuh kesederhanaan. Ia yang dulunya makan serba enak, kini lebih sering puasa dan menahan lapar. Ia yang dulunya selalu memakai pakaian indah, kini hanya memiliki pakaian seadanya, mulai penuh dengan tambalan. Ia yang dulunya selalu memakai minyak wangi terbaik, kini tak pernah lagi memakainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepulang dari Habasyah, menjadi pertemuan terakhir Mush’ab dengan ibunya. Sang ibu berniat kembali mengurungnya, tetapi Mush’ab bertekad untuk membunuh orang-orang utusan ibunya itu jika mereka mau menangkap dan menyekapnya. Mengetahui bahwa ia tak bisa menghalangi lagi putra kesayangannya, Khunas membatalkan perintah penangkapan itu. Dan mereka pun berpisah dengan bercucuran air mata. Pemandangan yang mengiris hati saat ibu dan anak harus terpisah, sebab Mushab memilih Islam dan Iman, sementara ibunya memusuhi agama itu seraya menegaskan fanatismenya pada penyembahan berhala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergilah ke mana pun kau suka, aku bukan ibumu lagi,” kata Khunas.&lt;br /&gt;
Mendengar itu, Mush’ab menghampiri ibunya dengan derai air mata. “Wahai ibu, aku sangat menyayangi ibu. Karena itu bersaksilah bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad asalah utusan Allah.”&lt;br /&gt;
“Tidak! Demi bintang-bintang, aku tidak akan masuk agamamu itu. Otakku bisa rusak dan kata-kataku tidak akan didengar orang lain jika aku menjadi pengikut Muhammad,” jawab Khunas dengan ketus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berakhirlah sudah satu episode kehidupan Mush’ab. Ia kini semakin hidup sederhana, meninggalkan seluruh kekayaannya, bahkan terpisah dari keluarga besarnya. Ia kini hidup bersama Rasulullah, dalam kemiskinan harta, tetapi dimuliakan Allah dengan kekayaan jiwa. Tak punya uang dan harta benda, tetapi Allah mencurahkan kedamaian dan kebahagiaan dalam naungan iman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat Mush’ab, sebagian sahabat merasa iba. Mereka yang mendapatkan caci maki dan mengalami cobaan karena masuk Islam, merasa tidak ada apa-apanya dengan cobaan yang dialami Mush’ab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dulu, tidak ada orang yang dapat menandingi Mush’ab dalam mendapatkan kesenangan dari orangtuanya. Lalu semua itu dia tinggalkan demi cintanya kepada Allah dan RasulNya,” sabda Rasulullah dengan penuh haru dan cinta. [Muchlisin BK/kisahikmah.com - BedaMedia Grup]
&lt;!-- Blogger automated replacement: "https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F4.bp.blogspot.com%2F-N52ne_LMn4c%2FVGVSTIADDSI%2FAAAAAAAAV8o%2FKcwLBfLpGzM%2Fs200%2FMakkah%252B-%252Bdevianart.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*" with "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtM-IbRgR-kCpUNzizVGqV-feYhLHd7c3QQXmkmZPMsh4F0xceF0wuMov8h1DnHjgvKVYtrbVtQM483k0dPWypepQ8DzoEnlLTbZkLIsQG74dsvEfljjFY_OCBhqnph51jEiDmy_nV6Q/s200/Makkah+-+devianart.jpg" --&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtM-IbRgR-kCpUNzizVGqV-feYhLHd7c3QQXmkmZPMsh4F0xceF0wuMov8h1DnHjgvKVYtrbVtQM483k0dPWypepQ8DzoEnlLTbZkLIsQG74dsvEfljjFY_OCBhqnph51jEiDmy_nV6Q/s72-c/Makkah+-+devianart.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Keajaiban Beruntun Shalat Dhuha</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/12/kisah-keajaiban-beruntun-shalat-dhuha.html</link><category>Kisah Nyata</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 1 Dec 2014 11:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-2466982485148806397</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkyws6Jx0Se69n7uT6VTb5gzKl8-pqXzl_4E5U454Hi2nxul2aS3H9ehHH3MtOdmM8U48fDO5-QO8yk3WK1zO70hYSaj-eJ2Zt1tLM4ouE9xjLglJH805zKjhyphenhyphenunYAPR1JLFug512bkg/s200/Shalat+Dhuha+-+ilustrasi+ROL.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Shalat Dhuha (ilustrasi © ROL)" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkyws6Jx0Se69n7uT6VTb5gzKl8-pqXzl_4E5U454Hi2nxul2aS3H9ehHH3MtOdmM8U48fDO5-QO8yk3WK1zO70hYSaj-eJ2Zt1tLM4ouE9xjLglJH805zKjhyphenhyphenunYAPR1JLFug512bkg/s200/Shalat+Dhuha+-+ilustrasi+ROL.jpg" height="150" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Shalat Dhuha diyakini sebagai salah satu amal yang mengundang dan memperlancar rezeki. Tidak sedikit Muslim yang telah merasakan keajaiban Shalat Dhuha. Salah satunya, sebut saja Ahmadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahmadi menceritakan kepada bersamadakwah pengalamannya merasakan keajaiban shalat Dhuha saat ia berniat membiasakan salah satu sunnah Nabi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di hari pertama aku mulai berkomitmen membiasakan shalat Dhuha, siangnya ada teman yang mentraktirku,” kenangnya. Peristiwa itu terjadi beberapa tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di hari kedua melaksanakan shalat Dhuha, tiba-tiba aku mendapatkan reward. Jumlahnya tidak banyak sih, sekitar 2,5 persen dari gaji. Tapi ini tidak biasanya,” lanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di hari ketiga aku melaksanakan shalat Dhuha, Allah menyelamatkanku dari sebuah kecelakaan. Ini memang tidak berupa uang, tetapi kalau diuangkan nilainya sangat mahal. Saat aku pulang kerja, sebuah motor dengan kecepatan tinggi menghampiriku dari belakang. Sudah menubruk motorku. Anehnya, aku tidak apa-apa. Motorku tidak sampai jatuh. Malah orang yang menabrakku tadi yang jatuh,” ia berhenti sesaat, seperti berusaha mengingat-ingat peristiwa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku kemudian berhenti, menepi. Sempat khawatir kalau ia luka parah dan aku disalahkan serta dimintai ganti rugi. Orang-orang menolongnya. Alhamdulillah, tidak parah. Kebetulan beberapa orang yang menolongnya ternyata mengenalku. ‘Nggak apa-apa Mas, lanjut saja’ kata mereka. Aku pun lega”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keajaiban pada hari-hari pertama Ahmadi membiasakan shalat Dhuha membuatnya semakin yakin bahwa Shalat Dhuha memiliki keistimewaan tersendiri dalam hubungannya dengan rezeki. Ia pun menyadari bahwa yang namanya rezeki tidak selalu berupa uang dan materi. Bisa juga kesehatan, keselamatan, dan seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subhanallah… Sungguh benar firman Allah dan sabda Rasul-Nya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِى مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِى أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ&lt;br /&gt;
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- سَرِيَّةً فَغَنِمُوا وَأَسْرَعُوا الرَّجْعَةَ فَتَحَدَّثَ النَّاسُ بِقُرْبِ مَغْزَاهُمْ وَكَثْرَةِ غَنِيمَتِهِمْ وَسُرْعَةِ رَجْعَتِهِمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَقْرَبَ مِنْهُ مَغْزًى وَأَكْثَرَ غَنِيمَةً وَأَوْشَكَ رَجْعَةً مَنْ تَوَضَّأَ ثُمَّ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لِسُبْحَةِ الضُّحَى فَهُوَ أَقْرَبُ مَغْزًى وَأَكْثَرُ غَنِيمَةً وَأَوْشَكُ رَجْعَةً&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirimkan sepasukan tentara, lalu mereka berhasil memperoleh harta rampasan perang yang banyak dan bergegas pulang. Kesuksesan perang, harta rampasan yang banyak dan pasukan kembali dengan selamat menjadi buah bibir di masyarakat. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang lebih banyak memperoleh harta rampasan, bahkan keberhasilannya lebih cepat dibandingkan pasukan tentara itu? Hendaklah seseorang berwudhu lalu pergi ke masjid untuk mengerjakan shalat Dhuha. Maka orang itulah yang lebih cepat memenangkan peperangan, lebih banyak meraih harta rampasan dan lebih segera meraih kesuksesan.” (HR. Ahmad; hasan shahih)
&lt;!-- Blogger automated replacement: "https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F4.bp.blogspot.com%2F-xSSDkrBuP2I%2FU1SUcMkvsbI%2FAAAAAAAAUTQ%2FnejX_Lk7HLM%2Fs200%2FShalat%2BDhuha%2B-%2Bilustrasi%2BROL.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*" with "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkyws6Jx0Se69n7uT6VTb5gzKl8-pqXzl_4E5U454Hi2nxul2aS3H9ehHH3MtOdmM8U48fDO5-QO8yk3WK1zO70hYSaj-eJ2Zt1tLM4ouE9xjLglJH805zKjhyphenhyphenunYAPR1JLFug512bkg/s200/Shalat+Dhuha+-+ilustrasi+ROL.jpg" --&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkyws6Jx0Se69n7uT6VTb5gzKl8-pqXzl_4E5U454Hi2nxul2aS3H9ehHH3MtOdmM8U48fDO5-QO8yk3WK1zO70hYSaj-eJ2Zt1tLM4ouE9xjLglJH805zKjhyphenhyphenunYAPR1JLFug512bkg/s72-c/Shalat+Dhuha+-+ilustrasi+ROL.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Enam Kunci Keberkahan Hidup</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/12/enam-kunci-keberkahan-hidup.html</link><category>Keluarga</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 1 Dec 2014 11:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-203535955738128913</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGkO-RJgVCya9YPRHdOTlETjKWsQD0ODW1ItFqOyVVnX5H9bvSqYfSU_IzkQq2OoikeCUkOSDKoa8Mr_RVPwFjwIuSyz_yZgFKR8nMTA9yccndWrCJ526W-dzqIdHqyNgYKalDgJnJqi8/s200/246.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGkO-RJgVCya9YPRHdOTlETjKWsQD0ODW1ItFqOyVVnX5H9bvSqYfSU_IzkQq2OoikeCUkOSDKoa8Mr_RVPwFjwIuSyz_yZgFKR8nMTA9yccndWrCJ526W-dzqIdHqyNgYKalDgJnJqi8/s200/246.jpg" height="125" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak kita melihat orang yang mengeluh dalam kehidupan, sekalipun secara zahir mereka semakin membaik dalam taraf kehidupan dan perekonomian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mempunyai kekayaan, tapi tidak merasa cukup dan jauh dari kebahagiaan. Sosoknya memiliki istri, tapi tidak rukun. Orang-orang itu memiliki anak, tapi selalu mendatangkan masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan sibuk sekali bekerja, tapi tidak kelihatan hasil atau minim pendapatan. Mereka menguasai ilmu, tapi tidak kelihatan amal atau bingung harus berbuat apa. Mereka juga luas pergaulannya, tapi sering cek-cok dengan orang lain. Badannya sehat, tapi selalu gelisah tidak menentu. Ada pekerjaan, tapi tidak menjadikan perasaan tenang menghadapinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu semua menunjukkan tidak adanya keberkahan dalam hidup. Padahal, keberkahan itu sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Keberkahan bisa mengubah yang sedikit menjadi banyak, yang sempit menjadi luas, yang kurang menjadi cukup, yang susah menjadi mudah, yang pahit menjadi lezat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendapatkan keberkahan itu, jalannya bisa dengan enam hal berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Ridha terhadap apa yang dikaruniakan Allah Swt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Shalat Subuh berjama'ah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Hidupkan sunnah Rasulullah Saw dalam rumah tangga. Terutama dalam tiga hal: makan bersama, ucapkan salam sebelum masuk rumah dan perbanyak tilawah al-Qur'an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Sederhana dalam belanja rumah tangga, jauhi berlebih-lebihan dan mubazir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Hubungkan silaturrahim dan berbuat baik kepada kedua orangtua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Sedekahkan sebagian rezki yang diberikan Allah Saw.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ringkasan khutbah Jum'at di Masjid As-Salam Hay 'Asyir Nasr City Cairo, oleh Syekh Muhammad Makky, 10 Oktober 2014) [Zulfi Akmal]
&lt;!-- Blogger automated replacement: "https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F3.bp.blogspot.com%2F-MlTzg5Sc7SU%2FVDiJ1ACogFI%2FAAAAAAAAATw%2FBHYim7cc6O4%2Fs200%2F246.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*" with "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGkO-RJgVCya9YPRHdOTlETjKWsQD0ODW1ItFqOyVVnX5H9bvSqYfSU_IzkQq2OoikeCUkOSDKoa8Mr_RVPwFjwIuSyz_yZgFKR8nMTA9yccndWrCJ526W-dzqIdHqyNgYKalDgJnJqi8/s200/246.jpg" --&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGkO-RJgVCya9YPRHdOTlETjKWsQD0ODW1ItFqOyVVnX5H9bvSqYfSU_IzkQq2OoikeCUkOSDKoa8Mr_RVPwFjwIuSyz_yZgFKR8nMTA9yccndWrCJ526W-dzqIdHqyNgYKalDgJnJqi8/s72-c/246.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengusung Kebaikan atau Kejahatan, Mana Pilihanmu?</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/11/pengusung-kebaikan-atau-kejahatan-mana.html</link><category>Renungan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 3 Nov 2014 08:47:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-8421175865373771315</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2CTkNdCUz-egJfsUC3-tbuMdNtpb16sCwF03lBi62SHbjXlpspowaktdNrpknwySm5U_S5u2jmqOdRjOfXHVCW76RGr-MwxF6WTl4ZWuWV_U4AqPqgeYWAb89sQErt4qTOQuxkbafeWo/s200/400.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2CTkNdCUz-egJfsUC3-tbuMdNtpb16sCwF03lBi62SHbjXlpspowaktdNrpknwySm5U_S5u2jmqOdRjOfXHVCW76RGr-MwxF6WTl4ZWuWV_U4AqPqgeYWAb89sQErt4qTOQuxkbafeWo/s200/400.jpg" height="132" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Pemuka kebaikan semenjak dulu selalu mengkhawatirkan generasi sesudahnya. Seolah-olah mereka belum ridha meninggalkan dunia ini sebelum ajaran-ajaran kebaikan mereka ada yang menyambut untuk diteruskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdo'a sungguh-sungguh supaya diberi keturunan yang shaleh. Setelah mempunyai anak keturunan, mereka dengan sungguh-sungguh pula mendidik dan mengajarkan kebaikan itu kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain anak biologis, mereka juga mengkader, membina dan mendidik anak-anak ideologis, yang juga diharapkan kelak menjadi pewaris ajaran kebaikan yang mereka bawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah yang dicontohkan oleh Nabi Ibarahim, Nabi Ya'qub, Nabi Zakariya, dan seluruh nabi-nabi, apalagi Nabi kita Muhammad Saw. Kebaikan itu terus dipupuk agar tumbuh subur dan diwariskan kepada generasi-generasi cemerlang. Mulai dari shahabat, tabi'in, tabi' tabi'in, sampai kepada kita hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pengusung kebaikan dan kebenaran tidak pernah lelah dan terputus untuk mencari pelanjut warisan mulia itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh mengejutkan, bila kita lihat kepada pihak sebaliknya. Ternyata pengusung kejahatan dan kezaliman juga melakukan hal yang sama. Mereka tidak ridha meninggalkan dunia ini sebelum meninggalkan kader-kader yang akan menemani mereka di neraka nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai dari moyang pertamanya, Iblis, sampai hari ini mereka tidak kenal istirahat, berhenti dan lelah dalam mendidik generasi durjana, supaya mereka tetap lestari di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang ada di zaman kita saja, baru beberapa saat yang lalu, mereka begitu gencar mengadakan manuver-manuver jahatnya. Para tokoh hitam tua menguasai medan permainan. Tidak merasa malu dengan bilangan umur yang sudah di atas 70-80 tahun, bahkan sudah mendekati seabad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh yang sudah reot dan tenaga yang sudah lemah tidak menyurutkan tekad mereka untuk menancapkan nilai-nilai kedurjanaan buat pewarisnya sebelum ajal datang menjelang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kezaliman berdiri kokoh, satu persatu mereka pun mundur secara teratur. Nama mereka pun hilang dari peredaran. Baru muncul lagi sesaat ketika para "laknat" itu mati meninggalkan dunia. Disiarkan di televisi, koran dan majalah. Setelah itu mereka hilang untuk selama-lamanya, pergi dengan segunung laknat dari orang sesudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal pilih, mau jadi golongan yang manakah kita dari dua bentuk pendahulu ini?
&lt;!-- Blogger automated replacement: "https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com%2F-J3tq1CFw-GU%2FVE2zEngXubI%2FAAAAAAAAAnc%2FdQsb8HUXUHs%2Fs200%2F400.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*" with "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2CTkNdCUz-egJfsUC3-tbuMdNtpb16sCwF03lBi62SHbjXlpspowaktdNrpknwySm5U_S5u2jmqOdRjOfXHVCW76RGr-MwxF6WTl4ZWuWV_U4AqPqgeYWAb89sQErt4qTOQuxkbafeWo/s200/400.jpg" --&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2CTkNdCUz-egJfsUC3-tbuMdNtpb16sCwF03lBi62SHbjXlpspowaktdNrpknwySm5U_S5u2jmqOdRjOfXHVCW76RGr-MwxF6WTl4ZWuWV_U4AqPqgeYWAb89sQErt4qTOQuxkbafeWo/s72-c/400.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ya Allah, Jauhkan Kami dari Murka-Mu</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/11/ya-allah-jauhkan-kami-dari-murka-mu.html</link><category>Kumpulan Doa</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 3 Nov 2014 08:43:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-6360685124088786939</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTIAofUj1nANkaGPXv0MFPzuHkHHvLss6i126MXx7scY22NnK_MFihN2GkxOqLZUTokmpysJ4Kgsf50RN7mNU9eE5LrY6qZzdlTWuIyBoKbbSAqV0DuxHcHPxFf0PZJzzwSOhnU9O5NVk/s200/453.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTIAofUj1nANkaGPXv0MFPzuHkHHvLss6i126MXx7scY22NnK_MFihN2GkxOqLZUTokmpysJ4Kgsf50RN7mNU9eE5LrY6qZzdlTWuIyBoKbbSAqV0DuxHcHPxFf0PZJzzwSOhnU9O5NVk/s200/453.jpg" height="134" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Semoga kawan-kawan yang diberi kesadaran oleh Allah Swt dan peduli keselamatan bangsanya-baik untuk di dunia maupun akhirat-terus dikuatkan oleh Allah Swt untuk mengingatkan yang lain atas kesalahannya; mengajak logika untuk berpikir, membangkitkan nurani untuk merenung, dan membangunkan sanubari untuk merasa, serta hati untuk tadabbur. Semoga terlihat pula kebenaran dan diterima juga hidayah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga tidak takut dengan ancaman, tidak kendor oleh ejekan dan layu karena cemoohan. Kalaupun tidak ada yang sadar, setidaknya tugas saling mengingatkan sudah dilepaskan dari pundaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab, "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggungjawab) kepada Tuhanmu dan supaya mereka bertakwa." (Qs. al-A'raf [7]: 164)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi yang tidak diberi kemampuan untuk itu, marilah kita perbanyak beristighfar. Semoga Allah Swt tidak menurunkan azab-Nya kepada bangsa ini selagi kita masih berada di tengah-tengah mereka. Karena Allah Swt berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun." (Qs. al-Anfal [8]: 33)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Rasulullah Saw yang menjadi penghalang datangnya azab tidak ada lagi di tengah-tengah kita, masih tersisa satu jalan lagi: memperbanyak istighfar kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, ingatlah pula, bila Allah menurunkan azab-Nya, bukan yang zalim dan pendukungnya saja yang ditimpa bencana, akan tetapi orang-orang baik pun akan terkena getahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya." (Qs. al-Anfal [8]: 25)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya Allah, jauhkan kami dari murka-Mu.
&lt;!-- Blogger automated replacement: "https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F2.bp.blogspot.com%2F-E8eXKVuGTV0%2FVFMMbEesk0I%2FAAAAAAAAAwg%2F0QhY3Ryupz4%2Fs200%2F453.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*" with "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTIAofUj1nANkaGPXv0MFPzuHkHHvLss6i126MXx7scY22NnK_MFihN2GkxOqLZUTokmpysJ4Kgsf50RN7mNU9eE5LrY6qZzdlTWuIyBoKbbSAqV0DuxHcHPxFf0PZJzzwSOhnU9O5NVk/s200/453.jpg" --&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTIAofUj1nANkaGPXv0MFPzuHkHHvLss6i126MXx7scY22NnK_MFihN2GkxOqLZUTokmpysJ4Kgsf50RN7mNU9eE5LrY6qZzdlTWuIyBoKbbSAqV0DuxHcHPxFf0PZJzzwSOhnU9O5NVk/s72-c/453.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Duka al-Aqsha: Ditutup Paksa oleh Zionis!</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/11/duka-al-aqsha-ditutup-paksa-oleh-zionis.html</link><category>Kisah Nyata</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 3 Nov 2014 08:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-6868439925244375415</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwgyOhw9zJpepWovYbqk_E1nfUOOEj2w0lmQCibudwRlvOtbwBgC9VVwKRX5congyRGQtWEN15LoQ1BXfTxzWRCpQ8fDVO2HI66uI7io8IvvpIFdMyOiGgk_ImTaONT22ZTOBe3L4CnxM/s200/447.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwgyOhw9zJpepWovYbqk_E1nfUOOEj2w0lmQCibudwRlvOtbwBgC9VVwKRX5congyRGQtWEN15LoQ1BXfTxzWRCpQ8fDVO2HI66uI7io8IvvpIFdMyOiGgk_ImTaONT22ZTOBe3L4CnxM/s200/447.jpg" height="127" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Berita duka datang dari saudara kaum muslimin di bumi Anbiya', Palestina. Sejak 1967, untuk pertama kalinya seluruh pintu masuk menuju Masjid al-Aqsha ditutup oleh penjajah Zionis Israel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibatnya, dalam shalat Shubuh kemarin (30/10/2014) hanya ada 8 orang yang mengikuti shalat berjamaah. Itu pun para pengurus dan petugas yang menjaga masjid yang amat bersejarah bagi umat Islam ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diberitakan oleh laman Sahabat al-Aqsha, Umar al-Kiswani yang merupakan Pengurus Masjid al-Aqsha menerangkan, “Saya sampai di masjid sesaat sebelum waktu subuh. Ketika itu penjajah zionis mengepung seluruh tempat. Jamaah shalat subuh pun dilarang memasuki masjid, namun karena saya pengurus jadi saya dibolehkan masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutnya, adzan dikumandangkan tepat waktu. Tetapi iqamah terlambat 10 menit karena menunggu jamaah lainnya. Sebab tidak mendapat izin, maka seluruh jamaah tidak bisa masuk ke dalam Masjid al-Aqsha. Alhasil, hanya ada tujuh orang yang menjadi makmum al-Kiswani dalam shalat Subuh kala itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menuturkan telah menghubungi beberapa negara Arab dan Internasional untuk menekan tindakan Zionis yang menghalangi umat Islam dalam beribadah ini. Ia juga menegaskan, bahwa Zionis seharusnya melarang warga Yahudi membangun pemukiman di sekitar al-Aqsha, bukan malah melarang warga muslim untuk masuk dan beribadah di masjid mulia itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penutupan ini dilakukan setelah adanya penyerangan terhadap aktivis Yahudi di kawasan al-Aqsha pada 29 Oktober 2014. Penyerangan berupa percobaan pembunuhan ini sendiri dilakukan karena aktivis tersebut gemar melakukan penghinaan dan penistaan terhadap masjid yang menjadi salah satu tempat transit Rasulullah Saw dalam peristiwa Isra' Mi'raj.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buntutnya, tentara Zionis menangkap Mu’taz Hijazi yang diduga sebagai pelaku penyerangan. Akhirnya, meski tanpa bukti, tertuduh yang merupakan salah satu mantan tahanan Zionis dan baru dibebaskan pada tahun 2012 itu dibunuh oleh tentara yang bertugas di kawasan tersebut. [bahagia/SA]
&lt;!-- Blogger automated replacement: "https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com%2F-h6l9uC8PHT4%2FVFL2l3qXvHI%2FAAAAAAAAAvY%2FUPwaTEtgYo8%2Fs200%2F447.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*" with "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwgyOhw9zJpepWovYbqk_E1nfUOOEj2w0lmQCibudwRlvOtbwBgC9VVwKRX5congyRGQtWEN15LoQ1BXfTxzWRCpQ8fDVO2HI66uI7io8IvvpIFdMyOiGgk_ImTaONT22ZTOBe3L4CnxM/s200/447.jpg" --&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwgyOhw9zJpepWovYbqk_E1nfUOOEj2w0lmQCibudwRlvOtbwBgC9VVwKRX5congyRGQtWEN15LoQ1BXfTxzWRCpQ8fDVO2HI66uI7io8IvvpIFdMyOiGgk_ImTaONT22ZTOBe3L4CnxM/s72-c/447.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>594 Orang Masuk Islam Melalui Majelis Zikir Az Zikra</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/11/594-orang-masuk-islam-melalui-majelis.html</link><category>Kisah Nyata</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 3 Nov 2014 08:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-2443701357453573344</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiH_2dlav3EvJL9bdqJfBjFCIdhBasBFiSgJHy_r8xWMSK-jzxuEt5rfAVfSLbruYFZ6Cb_gRBXXsBDgMI4GUz4ynmUeFor-E3Q3oN4RXGfoTtTS-hFOfNvS40kN2yYBtOEqF3LUbul0Q/s200/Jeferson+dan+Indra+masuk+Islam+di+Masjid+Az+Zikra.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Jefereson dan Indra masuk Islam di Masjid Az Zikra" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiH_2dlav3EvJL9bdqJfBjFCIdhBasBFiSgJHy_r8xWMSK-jzxuEt5rfAVfSLbruYFZ6Cb_gRBXXsBDgMI4GUz4ynmUeFor-E3Q3oN4RXGfoTtTS-hFOfNvS40kN2yYBtOEqF3LUbul0Q/s200/Jeferson+dan+Indra+masuk+Islam+di+Masjid+Az+Zikra.jpg" height="133" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Kabar gembira dakwah kembali datang dari KH Arifin Ilham. Melalui majelis zikir Az Zikra yang dipimpinnya, 594 orang mengikrarkan dua kalimat syahadat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mualaf ke-593 dan ke-594 baru saja masuk Islam di Masjid Az Zikra, Sentul, Bogor, pagi (2/11/2014) ini. Keislaman Jeferson dan Indra itu disambut gemuruh takbir ribuan jamaah majelis zikir Az Zikra. Jeferson sebelumnya beragama Kristen Protestan sedangkan Indra sebelumnya beragama Katholik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Allahu Akbar, kembali dhuha ini bergema gemuruh takbir ribuan jamaah zikir di mesjid Az Zikra Sentul menyambut gembira penuh rasa syukur masuk Islamnya dua saudara kita, Jeferson (Protestan) dan Indra (Katholik)” kata ulama kelahiran Banjarmasin, 8 Juni 1969 ini di fan page-nya yang telah disukai lebih dari tiga juta facebookers.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KH Arifin Ilham menambahkan, Jeferson dan Indra sebelumnya dipersiapkan sebagai missionaris. Tetapi hidayah Allah telah menyelamatkan keduanya. [IK/Bersamadakwah]
&lt;!-- Blogger automated replacement: "https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F4.bp.blogspot.com%2F-lL30-7Wkggw%2FVFWwjQGQFZI%2FAAAAAAAAV5Y%2F_ymNuisKIiA%2Fs200%2FJeferson%252Bdan%252BIndra%252Bmasuk%252BIslam%252Bdi%252BMasjid%252BAz%252BZikra.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*" with "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiH_2dlav3EvJL9bdqJfBjFCIdhBasBFiSgJHy_r8xWMSK-jzxuEt5rfAVfSLbruYFZ6Cb_gRBXXsBDgMI4GUz4ynmUeFor-E3Q3oN4RXGfoTtTS-hFOfNvS40kN2yYBtOEqF3LUbul0Q/s200/Jeferson+dan+Indra+masuk+Islam+di+Masjid+Az+Zikra.jpg" --&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiH_2dlav3EvJL9bdqJfBjFCIdhBasBFiSgJHy_r8xWMSK-jzxuEt5rfAVfSLbruYFZ6Cb_gRBXXsBDgMI4GUz4ynmUeFor-E3Q3oN4RXGfoTtTS-hFOfNvS40kN2yYBtOEqF3LUbul0Q/s72-c/Jeferson+dan+Indra+masuk+Islam+di+Masjid+Az+Zikra.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>7 Password Percepatan Rezeki</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/10/7-password-percepatan-rezeki.html</link><category>Resensi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 24 Oct 2014 11:14:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-5717176330853735347</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoCZGEFgv99jL00Qbf3mkvL-FR0_PBjTkVNhupRAwriDMwQdDFhCZd8XTEH8yRvZJ8nzKmfRyDZg9NXiprrqvUHbE-jSQjoDaRle79NBqlYsihG8qiYExOr96Rv9U3adNkiXUUiovxuQ/s200/7+Password+percepatan+Rezeki.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="7 Password Percepatan Rezeki" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoCZGEFgv99jL00Qbf3mkvL-FR0_PBjTkVNhupRAwriDMwQdDFhCZd8XTEH8yRvZJ8nzKmfRyDZg9NXiprrqvUHbE-jSQjoDaRle79NBqlYsihG8qiYExOr96Rv9U3adNkiXUUiovxuQ/s200/7+Password+percepatan+Rezeki.jpg" height="135" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Judul : 7 Password Percepatan Rezeki&lt;br /&gt;
Penulis : Bobby Herwibowo, Lc.&lt;br /&gt;
Penerbit : Noura Books - Jakarta&lt;br /&gt;
Tebal : 207 Halaman&lt;br /&gt;
Cetakan : I, Agustus 2014&lt;br /&gt;
ISBN : 978-602-1306-40-6&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rezeki adalah misteri langit. Tidak ada yang mengetahui kepastiannya kecuali Yang Maha Memberi rezeki. Ia rahasia, baik terkait jumlah, cara mendapatkan, menggunakan dan bagaimana kelak habisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski demikian, berdasarkan banyak pengalaman, dikuatkan dengan ayat al-Qur’an dan sunnah Rasulullah, kemisterian rezeki bisa dipetakan. Mulai bagaimana menjemputnya, apa yang harus dilakukan agar jumlahnya berlipat, umpan apa saja yang bisa digunakan untuk memancing kedatangannya dan amalan-amalan apa saja yang bisa mempercepat kedatangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibarat sebuah tempat rahasia, ada banyak password yang bisa diaktifkan guna memasuki tempat rahasia bernama rezeki. Ketika password sudah teraktifasi dengan baik, maka tempat itu akan mudah diakses dengan banyak keajaiban yang diberikan oleh Sang Maha Pemberi rezeki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Password pertama adalah keyakinan yang penuh kepada Allah Swt. Bahwa rezeki sudah dijatahkan kepada semua makhluk. Ia diberikan sejak dalam kandungan hingga seseorang mati. Rezeki tidak akan habis sampai seseorang mati, dan tak akan tertukar kepada lain pihak. Ia diberikan pas, sesuai takaran, tepat waktu dan sesuai kebutuhan. Keyakinan kepada Allah Swt akan hal ini, adalah jaminan dilimpahkannya rezeki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, ada Bambang sang dosen di sebuah universitas dengan gaji 1juta/bulan. Atas keyakinanannya kepada Allah Swt, ia bisa memiliki mobil BMW seri 5 hanya dengan membayar 27 juta. Atau, si Fulan yang ditipu kemudian mendapatkan rezeki sejumlah uang yang terlepas ketika dia ditipu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abdul Khaer memiliki kisah yang berbeda. Bekerja sebagai bagian kliring di salah satu bank swasta membuatnya berada dalam posisi membingungkan. Pasalnya, ia sering menerima uang syubhat dari para nasabah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sebuah khutbah Jum’at, ia mendengarkan dengan saksama materi khatib tentang pentingnya menggunakan harta halal. Sang Khatib melanjutkan, jika ada dalam tubuh seseorang daging yang terbentuk dari makanan haram, maka daging tersebut akan menjadi bagian neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perenungannya itu, seketika air matanya tumpah. Ia sesenggukan di tengah heningnya jama’ah. Setelah shalat, Sang Khatib menghampiri Abdul Khaer. Keduanya terlibat dalam diskusi hangat nan mencerahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui masalah jama’ahnya itu, Sang Khatib berpesan agar dia meninggakan sesuatu yang meragukan menuju sesuatu yang membuatnya yakin.&lt;br /&gt;
Perenungan demi perenungan dilakukan Abdul Khaer. Hingga bulat tekadnya untuk keluar dari tempat kerjanya. Tak lama kemudian, ia diminta oleh mertuanya untuk mengurus sebuah perusahaan. Karena kinerjanya yang bagus, setahun kemudian dirinya diangkat menjadi pimpinan perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perusahaan sang mertua bergerak dalam bidang ekspedisi kapal laut. Terhitung delapan tahun setelah kejadian itu, usaha ekspedisi kapal laut yang dijalankanya mampu mengoperasikan tujuh kapal laut. Tiga diantaranya adalah miliknya pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kekuatan password kedua, takwa. Ketika seseorang meninggalkan pekerjaan yang meragukan karena Allah, maka Dia akan memberi ganti yang terbaik melebihi apa yang diperkirakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih banyak kisah tentang keajaiban amalan yang berdampak pada dipercepatnya rezeki bagi seorang hamba. Selain dua hal tersebut (keyakinan kepada Allah Swt dan takwa), lima hal berikutnya adalah : Senyum Ibu, Giving, Ibadah, Sabar dan Syukur serta Tobat dan Doa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesemua password percepatan rezeki itu disajikan dalam bentuk kisah nyata. Diperkuat dengan dalil al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw. Hal lain yang menjadi nilai lebih dalam buku ini adalah kapasitas penulisnya. Ialah seorang lulusan Universitas al-Azhar Kairo sekaligus Trainer KQM Menghafal al-Qur’an Semudah Tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski sajiannya sederhana, muatan dalam buku ini tergolong amat istimewa dari segi manfaatnya. Harapannya, dengan mengakifkan password-password dalam buku ini, tingkat keimanan dan kedekatan seseorang kepada Allah Swt akan semakin bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun, pemilihan kata “percepatan rezeki” agak bermasalah. Karena tak ada rezeki yang dipercepat atau diperlambat. Semuanya sesuai dengan ketentuan yang sudah Allah Swt gariskan dan tertulis dalam kitabnya yang amat lengkap, Lauhul Mahfuzh. []
&lt;!-- Blogger automated replacement: "https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F2.bp.blogspot.com%2F-y3vlgBInGiA%2FVBZTS3S6K-I%2FAAAAAAAAVr8%2Fm663DFJonMI%2Fs200%2F7%252BPassword%252Bpercepatan%252BRezeki.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*" with "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoCZGEFgv99jL00Qbf3mkvL-FR0_PBjTkVNhupRAwriDMwQdDFhCZd8XTEH8yRvZJ8nzKmfRyDZg9NXiprrqvUHbE-jSQjoDaRle79NBqlYsihG8qiYExOr96Rv9U3adNkiXUUiovxuQ/s200/7+Password+percepatan+Rezeki.jpg" --&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoCZGEFgv99jL00Qbf3mkvL-FR0_PBjTkVNhupRAwriDMwQdDFhCZd8XTEH8yRvZJ8nzKmfRyDZg9NXiprrqvUHbE-jSQjoDaRle79NBqlYsihG8qiYExOr96Rv9U3adNkiXUUiovxuQ/s72-c/7+Password+percepatan+Rezeki.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wanita Amerika Ini Ajukan Gugatan Cerai melalui Email</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/10/wanita-amerika-ini-ajukan-gugatan-cerai.html</link><category>Kisah Nyata</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 24 Oct 2014 11:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-2843504010997629268</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjimHJ-gOHrClqauPjm8vdcIV3JuZARrABncigxVQp00pAsUILik76_5woioj_bFv9eaVXWzEHdLn460wKHYD7d-DUTc7Kl5hsqmrzltFgjJQWHa08tUE_nJpLU2WMJXdRUYJYl5ezS7w/s200/344.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjimHJ-gOHrClqauPjm8vdcIV3JuZARrABncigxVQp00pAsUILik76_5woioj_bFv9eaVXWzEHdLn460wKHYD7d-DUTc7Kl5hsqmrzltFgjJQWHa08tUE_nJpLU2WMJXdRUYJYl5ezS7w/s200/344.jpg" height="125" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Jesicca mengajukan gugatan cerai ke pengadilan Amerika Serikat melalui email. Suaminya yang asal Arab Saudi ini telah meninggalkan negari Paman Sam itu dengan membawa ketiga anak hasil pernikahan mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
Hakim Robert Sakfaj menerima gugatan ini dengan alasan bahwa Jesicca sudah tidak bisa lagi menghubungi suaminya itu lewat media lain. Apa yang dilakukan oleh tergugat ini juga melanggar hak-hak tahanan karena membawa ketiga anak hasil pernikahan mereka.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
Selain itu, suaminya juga melarang istrinya itu untuk melihat anak-anaknya. Kata Jesicca sebagaimana diberitakan Islampos, “Saya lelah menikah dengan orang yang mengambil anak-anak saya dari saya.” [bahagia/ip]&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;

&lt;!-- Blogger automated replacement: "https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F4.bp.blogspot.com%2F-AslRgvlPUjE%2FVEW21SZ5ZeI%2FAAAAAAAAAgA%2FArhEcF-xx_I%2Fs200%2F344.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*" with "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjimHJ-gOHrClqauPjm8vdcIV3JuZARrABncigxVQp00pAsUILik76_5woioj_bFv9eaVXWzEHdLn460wKHYD7d-DUTc7Kl5hsqmrzltFgjJQWHa08tUE_nJpLU2WMJXdRUYJYl5ezS7w/s200/344.jpg" --&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjimHJ-gOHrClqauPjm8vdcIV3JuZARrABncigxVQp00pAsUILik76_5woioj_bFv9eaVXWzEHdLn460wKHYD7d-DUTc7Kl5hsqmrzltFgjJQWHa08tUE_nJpLU2WMJXdRUYJYl5ezS7w/s72-c/344.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rinduku, Rindumu, Jadi Satu</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/10/rinduku-rindumu-jadi-satu.html</link><category>Tazkiyatun Nafs</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 24 Oct 2014 11:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-2436179019877929263</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirTHluKqKECw4K7Nxq0VmODpzreRrxI7KacMOhgny6TqFuyHPlxTFl0ynTfdQB18KgrkTjUu3Bi8zyqB9aNU9UllgSam1x5wQ09q1Z2sA5BRGDXa_SCT4CpvoQSyYbOeMwpgO7i_CJSA/s200/Menikah+-+desainkawanimut.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Menikah (desainkawanimut)" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirTHluKqKECw4K7Nxq0VmODpzreRrxI7KacMOhgny6TqFuyHPlxTFl0ynTfdQB18KgrkTjUu3Bi8zyqB9aNU9UllgSam1x5wQ09q1Z2sA5BRGDXa_SCT4CpvoQSyYbOeMwpgO7i_CJSA/s200/Menikah+-+desainkawanimut.jpg" height="150" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;
Kutulis ini, sebagai nasehat diri juga sahabat sekalian. Baik yang sudah lama menikah, baru menikah, baru banget menikah, atau yang baru berniat untuk menikah. Pun, untuk siapa saja yang belum berniat untuk menggenapkan separuh agama, dalam naungan sunnah. Saling menasehati ini, sangat dianjurkan diberikan kepada saudara sesama muslim, juga saudara sesama umat manusia. Karena sabda Nabi, “Agama adalah nasehat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudaraku,&lt;br /&gt;
Menikah bukanlah akhir. Ia adalah permulaan. Maka, permulaan sangatlah menentukan baik dan buruknya proses berikutnya. Jika menikah yang dijalani hanyalah diniatkan untuk meraih Ridho Allah, maka yakinlah! Bahwa sesudahnya adalah Barokah. Begitupun sebaliknya, Jika menikah hanya karena ingin memuaskan nafsu, atau atribut duniawai lainnya, maka bersiaplah berada dalam kecewa. Tentunya, kita berharap, semoga niat menikah, hanya karena Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menikah itu berubah. Yang tadinya lajang, sekarang menjadi sepasang. Maknanya, setelah menikah, kita akan mempunyai pendamping. Dimanapun kita berada. Entah di kamar, di dapur, di rumah, di jalan, di masjid, ketika ke pasar, ketika pergi haji dan seterusnya. Maka, kebersamaan ini jangan hanya dimaknai kebersamaan fisik. Karena bagaimanapun, fisik sangatlah terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maknailah ia dengan kebersamaan ruhani. Kebersamaan jiwa. Meski diri berpisah, tapi hati selalu berpelukan. Oh, Indahnya! Jadi, ketika suami tugas ke luar negeri, tugas ke luar kota atau ada urusan di luar, sang istri bisa terus membersamainya, baik dengan doa juga bertemunya dua hati dalam naungan cinta ilahi. Jika kita sudah menikah, tapi masih merasa sendiri, bisa jadi, ada yang salah dengan diri kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menikah itu asyik. Ups! Maaf, kayaknya salah ketik. Maksud saya, “Menikah itu nikmat.” Hmmm, sama saja ya? Iya. Menikah itu nikmat. Tanya saja kepada yang sudah menikah. Ketika lelah, ada yang mijitin. Ketika mau makan, ada yang nemenin, ketika bosan ada yang menghibur, ketika nyuci, ada yang bantuin. Ketika masak, ada yang bantu menghabiskan. Hahaha. Oh iya, ketika lagi gak punya uang, ada yang minta uang. Hehehe. Ketika salah, ada yang menasehati, ada juga yang memarahi dengan cinta. Singkatnya, setelah menikah ada sandaran untuk berbagi, tanpa batas, dimana dan kapan saja. Semoga kita dikaruniai pasangan yang selalu menikmati kebersamaan dengan kita, apapun kondisinya, hingga kita benar-benar berpisah dengan dia yang kita cintai untuk kemudian bersatu dalam reuni akbar di JannahNya, Aamiin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudaraku,&lt;br /&gt;
Menikah adalah seni. Seni mengelola kehidupan. Seni itu indah, begitupun dengan menikah. Ia akan bertabur keindahan, kapan dan dimana saja, tergantung kemauan kedua pasangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohnya?&lt;br /&gt;
Begini : “Saya pulang kerja. Waktu itu kerjaan lagi sepi. Tanggal tua pula. Dipastikan, saya pulang dengan kantong kosong. Namun, hati saya dipenuhi cinta. Sesampainya di rumah, ada bidadari berjilbab pink yang menyambut dengan senyum manja. Ia menjawab salamku dengan lembut, lebih lembut dari es krim yang paling lembut. Kemudian ditariklah tanganku untuk dia salami. Dicium dikeningnya. Katanya, “Mau makan apa, Mas?” Suaranya merdu sekali. Semerdu kicauan burung di pagi buta. Jawabku, “Emang Adik masak apa ?” tanyaku, agak galau karena pagi tadi aku tidak meninggalkan uang untuk masak sore hari. Uangku habis. Apa jawab istriku? “Ada sayur asem, campur tempe disambeli. Meski seadanya, Adik memasaknya dengan bumbu cinta lho mas,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menikah adalah ekspresi cinta. Jangan ragu untuk mengatakan, “Aku cinta padamu, karena Allah” kepada pasangan halalmu. Ungkapkan kebaikan setiap berjumpa dengannya. Tegur ia jika terbukti bersalah dan melanggar aturan Allah. Nasehati dengan cinta, sentuh ia dengan kasih sayang. Hindari sentuhan fisik ketika marah. Karena itu adalah perbuatan keji, tidak disukai Nabi juga dilarang oleh norma. Maka, cintailah pasanganmu sepenuh jiwa niscaya ia akan mencitaimu, melebihi cintamu padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudaraku,&lt;br /&gt;
Pasanganmu bukanlah malaikat. Ia adalah manusia biasa seperti halnya dirimu. Jangan berharap kesempuranaan darinya. Karena itu sia-sia dan tidak mungkin bisa. Maka, terimalah kekuranganya sebagaimana kau menerima kekuranganmu sendiri. Kemudian jadilah kedua insan yang senantiasa setia dalam setiap kondisi. Saling menasehati. Baik nasehat dalam kebenaran, nasehat dalam kesabaran, maupun nasehat dalam kasih dan sayang. Jika kau bisa melakukan ini, maka riak gelombang kehidupan, tidak akan membuat perahu kalian goyah. Gelombang dan badai itu, hanya akan membuat pelukan kalian semakin kencang. Kemudian kalian berdua akan bersegera berlari menuju Allah, karena Dialah Maha Penolong atas setiap persoalan hambaNya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudaraku,&lt;br /&gt;
Keluarga pasanganmu adalah keluargamu juga. Hargai mereka sebagaimana kau menyayangi keluargamu. Jangan anggap mereka orang asing. Bagaimanapun, keberadaan keluarganya, telah berperan dalam menghadirkan dirinya sehingga menjadi pasanganmu. Maka, setelah itu, kau akan memiliki keluarga baru. Semoga ia juga menerima keluargamu apa adanya. Dan belajarlah dari mereka. Rajutlah tali silaturahim dengan mereka sehingga hidupmu berkah, rizkimu berlimpah dan umurmu panjang dalam keberkahan pula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudaraku,&lt;br /&gt;
Tak baik jika aku berlama lama menulis ini. Karena aku, sama sepeti dirimu : masih belajar. Mudah mudahan yang sedikit ini, banyak berkah dan manfaatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pesan terakhir, “Hadirkan kenikmatan-kenikmatan ruhani diantara kalian berdua.” Menikah, tak dipungkiri siapapun , pastilah menghadirkan kenikmatan fisik bagi kedua pasangan. Jika menikah hanya untuk mendapat kenikmatan itu, maka alangkah meruginya kita. Karena hewanpun mendapatkan kenikmatan serupa. Maka, ciptakanlah kenikmatan-kenikmatan ruhani dalam tiap jenak kehidupan kalian berdua. Agar dunia serasa surga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangunkan pasanganmu untuk tahajud bersama. Rasakan indahnya suara suamimu ketika ia melantunkan ayat-ayat Allah di sepertiga malam terakhir. Minta ia untuk membaca dengan tartil. Maka, air matamu dan air matanya, akan bertemu dalam ketaatan. Rasakan indahnya, ketika isak tangis kalian berdua bertemu dalam mentadabburi ayat – ayat Allah. Subhanallah ….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ajak ia untuk menikmati santap sahur bersama. Ajak ia untuk rutin dalam berpuasa sunnah, semampu kalian. Maka, nikmat sahur berdua, akan membuat kalian semakin bertaqwa, karena ada yang mau menyiapkan makanan bagi kita ketika sahur. Dimana sebelumnya, kita hanya ditemani “Magic Jar” ketika melahap makanan penuh berkah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum lagi ketika kalian berdua menanti buka puasa bersama. Suamimu menyiapkan es teh, sedangkan istrimu sibuk memasak menunya. Sesekali, kalian bergantian dalam mengulang–ngulang hafalan al-Qur’an. Allahu Akbar Walillahil hamd. Kupastikan, masakan kala itu akan lebih nikmat dibanding hari biasanya. Buktikanlah !&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan lupa pula dengan tilawah bersama. Bergantianlah. Kau membaca, istrimu mendengarkan. Ketika pasanganmu membaca, maka nikmati indah suaranya dalam melantunkan ayat –ayat Allah. Jika di tengah jalan ia salah baca ayat, cubitlah sedikti dan katakan padanya, “Mikirin saya ya, Cin? Kok bacaannya salah ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ups! Ada yang lupa, jangan lupa bedoa agar anak yang terlahir adalah sholih dan sholikhah. Azamkan untuk menghasilkan keturunan terbaik dengan jumlah terbanyak. Karena kita hanya boleh memilih dua hal : Menjadi pelaku kebaikan atau pelaku keburukan. Semoga yang terlahir dari pernikahan kalian juga kami kelak, adalah Pelaku Kebaikan. Minimal, pendukung kebaikan. Amiin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di jalan cinta para pejuang, kesetiaan bukanlah pada istri atau suami kita. kesetiaan di jalan ini, hanya kepada Allah, Rasul dan Syari’atNya.” Demikian nasehat bijak ustadz Salim A Fillah. Semoga Allah semakin mengokohkan pijakan kita dalam memperjuangkan tegak tingginya kalimat Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam sepenuh cinta, semoga Allah semakin menyayangi kita. Selalu, selamanya. Aamiin.[]
&lt;!-- Blogger automated replacement: "https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com%2F-g_VJQ-s3uXk%2FUoYZlXtzlsI%2FAAAAAAAARmo%2FqpyBFB_xsV0%2Fs200%2FMenikah%2B-%2Bdesainkawanimut.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*" with "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirTHluKqKECw4K7Nxq0VmODpzreRrxI7KacMOhgny6TqFuyHPlxTFl0ynTfdQB18KgrkTjUu3Bi8zyqB9aNU9UllgSam1x5wQ09q1Z2sA5BRGDXa_SCT4CpvoQSyYbOeMwpgO7i_CJSA/s200/Menikah+-+desainkawanimut.jpg" --&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirTHluKqKECw4K7Nxq0VmODpzreRrxI7KacMOhgny6TqFuyHPlxTFl0ynTfdQB18KgrkTjUu3Bi8zyqB9aNU9UllgSam1x5wQ09q1Z2sA5BRGDXa_SCT4CpvoQSyYbOeMwpgO7i_CJSA/s72-c/Menikah+-+desainkawanimut.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Menikahlah, Maka Keajaiban</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/10/menikahlah-maka-keajaiban.html</link><category>Tazkiyatun Nafs</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 24 Oct 2014 10:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-5347599170796234029</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqwvGcwH5oMVNlhXdkTJA1ulIr8s-cD47AIUwh2l0_uijIDcAzSi9F3RjTnlCWO6ddYQUbBiHkZseVu7dmooWV4ELEeXWMOHRw2umC8vgNbKcaehp9Hw8P-2xef34J3AliKUJxzC7gsQ/s200/Menikah+-+alvin+photography+560px.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Menikah - alvin photography" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqwvGcwH5oMVNlhXdkTJA1ulIr8s-cD47AIUwh2l0_uijIDcAzSi9F3RjTnlCWO6ddYQUbBiHkZseVu7dmooWV4ELEeXWMOHRw2umC8vgNbKcaehp9Hw8P-2xef34J3AliKUJxzC7gsQ/s200/Menikah+-+alvin+photography+560px.jpg" height="131" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Menikah, dijanjikan oleh Allah Swt sebagai salah satu pembuka pintu rezeki. Difirmankan dalam kalam-Nya, jika kalian fakir, maka menikahlah. Lanjutannya, kelak Allah Swt akan membuatmu menjadi kaya.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Jaminan Allah adalah kepastian. Dia mustahil mengingkari apa yang telah menjadi janji suci-Nya. Semua yang tersebut di dalam Al-Qur’an, diperjelas oleh banyak sabda sang junjungan, adalah garansi pasti yang tak terbatas jenis kerusakan dan masanya. Maka merugilah mereka yang masih meragukan Allah Swt dan apa yang telah diikrarkan-Nya dalam kalam suci.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Inilah kebenaran firman-Nya. Sebab Dia Mahatahu, meski terjamin, akan banyak hamba-Nya yang ragu dalam melangkah dan menjalani ikatan suci bernama pernikahan itu. Meskipun, lagi-lagi, sudah amat banyak bukti dari mereka yang telah mengambil jalan kebaikan itu.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Si Ayah, sebutlah demikian, disibukkan dengan ritual pekanan, Senin. Si Sulung dan adiknya kembali ke kampus, anak ke tiga bersekolah di tingkat akhir Sekolah Menangah Atas. Sedianya, Ibunya harus ke sekolah juga. Sebab sedang menjenguk anak ke lima dan enam di pesantren, kali ini rumah sepi tanpa kehangatannya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Maka sibuklah ia yang disebut Ayah dalam cerita. Mulai menyiapkan minuman untuk buah cinta, mengantarnya ke sekolah, hingga membeli sarapan untuk mertua dan anaknya yang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sejak malamnya, listrik rumahnya sudah berteriak-teriak; mengeluarkan bunyi mirip alarm yang menandakan bahwa kuotanya pulsa hampir habis. Sehingga harus diisi agar lampu dan perangkat listrik lain di rumah yang baru dikontrakanya itu tidak padam seketika.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Setelah anak-anak berangkat semua, datanglah Ibu Mertuanya. Berkunjung sembari bertanya tentang listrik yang hampir habis kuotanya itu, “Nak, pulsa listrik akan diisi kapan? Uangnya sudah ada?”&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Dengan senyum, si Ayah menjawab santai, penuh keyakinan, “Insya Allah siang ini, Mah. Insya Allah, uangnya ada.”&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Maka setelah sedikit bincang ringan, Ibu Mertua beranjak kembali ke kediamannya. Semoga jawaban Ayah barusan, bisa membuatnya tenang.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Waktu pun berjalan. Si Ayah melanjutkan aktivitas seperti biasanya. Di sepanjang pagi itu, ada banyak hal yang harus dirampungkan. Mulai diskusi di forum yang menjadi spesialisasi pekerjaannya, hingga urusan domestik yang sudah biasa menjadi kesukaannya; wujud cintanya yang belum sempurna.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Ternyata, Sang Mertua bolak-balik untuk memastikan. Diulanglah beberapa kali pertanyaan serupa. Kemudian dijawab dengan redaksi yang tak berubah. Hanya satu niat Ayah, “Agar mertuanya tidak khawatir.” Sama sekali; bukan berbohong.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Ketika kunjungan Mertua terakhir kalinya, saat terdengar salam khasnya, Si Ayah tengah mendirikan Dhuha’. Sebagai wujud menjalankan sunnah dan amalan yang tengah didawamkannya. Berharap, menjadi amal unggulan dan bisa menolong pelakunya kelak di surga.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Selepasnya, beranjaklah ia melihat ponselnya. Di sanalah ia bisa beraktivitas. Mulai berkarya hingga belajar berbisnis. Meski, kecil-kecilan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Seperti diantarkan, meski tak ada angin atau hujan, terbelalaklah mata Ayah ketika menabrak sebuah pesan yang menunjukkan bukti pembayaran salah satu kliennya. Hal itu sama sekali tak direncanakan, dia sendiri tak pernah mengerti akan diantarkan rezekinya lewat jalur itu.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Selepas ucap hamdalah dan terus berdzikir, datanglah ia ke rumah mertuanya. Seraya mengunci pintu dan menitipkan kuncinya, ia berpamit, “Mah, keluar sebentar ya? Mau ngisi pulsa listrik.” Sang Mertua, tersenyum lebar sembari memberi izin, “Iya, Nak. Hati-hati.”&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Maka berjalanlah ia dalam syukur tak terukur. Rupanya, yakinnya hari itu diganjar tunai oleh Sang Maha Pemberi rezeki. Sesampainya di tempat pengecekan uang, tersebutlah angka tertentu seperti yang dikabarkan oleh sang klien. Ternyata, jumlahnya dua kali lipat dari niat yang dia bisikkan dalam hati ketika hendak mengisi pulsa listrik di pagi hari tadi.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Ketika sore harinya Sang Mertua kembali bertandang, dikisahkanlah riwayat tersebut. Sang Mertua terlihat tak menggerakkan mulut seraya bertahmid. Katanya, “Masya Allah, alhamdulillah ya, Nak. Padahal Mamah juga ada uang.”&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Hanya tersenyum, Si Ayah yang merupakan menantunya itu menjawab, “Alhamdulillah, Mah. Kan, tadi pagi bilang, ‘Insya Allah, ada.’ Dan benar-benar ada di siangnya.”&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Demikianlah keajaiban itu. Ketika dibincang, akan semakin banyak daftar dan berbagai jenisnya. Inilah pelajaran hidup, bagi siapa yang mau memungut dan memanfaatkannya. Intinya bukan hanya pada seberapa banyak membaca dan memahami. Lebih jauh, ini adalah terkait seberapa beranikah diri untuk menjalankannya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Karena, anda tidak akan benar-benar tahu sebelum mencobanya sendiri. Tak percaya? Buktikan saja sendiri! []&lt;/div&gt;

&lt;!-- Blogger automated replacement: "https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F2.bp.blogspot.com%2F-779LyNofHcY%2FVCDzsrB1PTI%2FAAAAAAAAVuQ%2FQ3LAsm31tsw%2Fs200%2FMenikah%252B-%252Balvin%252Bphotography%252B560px.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*" with "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqwvGcwH5oMVNlhXdkTJA1ulIr8s-cD47AIUwh2l0_uijIDcAzSi9F3RjTnlCWO6ddYQUbBiHkZseVu7dmooWV4ELEeXWMOHRw2umC8vgNbKcaehp9Hw8P-2xef34J3AliKUJxzC7gsQ/s200/Menikah+-+alvin+photography+560px.jpg" --&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqwvGcwH5oMVNlhXdkTJA1ulIr8s-cD47AIUwh2l0_uijIDcAzSi9F3RjTnlCWO6ddYQUbBiHkZseVu7dmooWV4ELEeXWMOHRw2umC8vgNbKcaehp9Hw8P-2xef34J3AliKUJxzC7gsQ/s72-c/Menikah+-+alvin+photography+560px.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Keutamaan Bulan Rajab </title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/09/keutamaan-bulan-rajab.html</link><category>Fadhilah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 15 Sep 2014 07:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-6415474312268451724</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3ybYxwZcabV6-6jEInR_Qm2fg0pnEw1paae5TNURNIT4xHU4TJk2C93YRdcvWCE1U6DrclsUtoyGAwQWXQtK1VyJbUL2PgjyW9VBwAOlL0dT1MmqbgPjJ4FGEICCutD60omxDanZ6rFQ/s1600/Rajab.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Bulan Rajab (ilustrasi)" border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3ybYxwZcabV6-6jEInR_Qm2fg0pnEw1paae5TNURNIT4xHU4TJk2C93YRdcvWCE1U6DrclsUtoyGAwQWXQtK1VyJbUL2PgjyW9VBwAOlL0dT1MmqbgPjJ4FGEICCutD60omxDanZ6rFQ/s200/Rajab.jpg" title="Bulan Rajab (ilustrasi)" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Kini kita telah beberapa hari berada di bulan Rajab 1435 H. Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, Rajab berasal dari tarjib yang artinya menghormat. Dari namanya, Rajab adalah bulan yang dimulaikan dan dihormati. Bulan yang memiliki keutamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rajab adalah Salah Satu Bulan Haram&lt;br /&gt;Bulan Rajab menjadi istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya karena bulan Rajab merupakan salah satu bulan dari empat bulan haram (arba’atun hurum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah itu ada 12 bulan. Kesemuanya dalam ketetapan Allah di hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara (12 bulan) tersebut terdapat 4 bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu...” (QS. At Taubah : 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa sanksi berbuat dosa di bulan-bulan haram jauh lebih berat dibandingkan bulan-bulan lainnya, selain bulan suci Ramadhan. Sebaliknya, amal shalih di bulan-bulan haram lebih besar pahalanya dibandingkan pada bulan lainnya, kecuali Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir mengutip penjelasan Ibnu Abbas dan Qatadah dalam masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya melakukan perbiatan zalim di bulan-bulan haram, maka dosa dan sanksinya jauh lebih besar dibandingkan melakukan perbuatan zalim pada bulan-bulan lain,” kata Ibnu Abbas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qatadah mengatakan “Amal shalih lebih besar pahalanya pada bulan haram, dan melakukan kezhaliman pada bulan itu dosanya lebih besar dibanding pada bulan-bulan selainnya, meskipun kezhaliman di setiap keadaan tetap besar dosanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, tidak ada amalan khusus di bulan Rajab ini. Baik berupa mandi awal Rajab, puasa maupun shalat malam yang dikhususkan pada tanggal-tanggal tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan yang Dekat dengan Ramadhan&lt;br /&gt;Rajab adalah bulan yang dekat dengan Ramadhan. Dalam beberapa hadits disebutkan doa yang secara harfiah menunjukkan persiapan menyambut Ramadhan telah dimulai di bulan Rajab ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ&lt;br /&gt;Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan (HR. Al-Baihaqi dan Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun hadits tersebut dinilai dhaif oleh Al Albani, terdapat hadits lain yang juga menggandengkan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan dalam sebuah doa. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ&lt;br /&gt;Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun ada ulama lain yang mendhaifkan hadits riwayat Imam Ahmad ini, banyak ulama yang telah membaca doa ini di bulan Rajab. Artinya, di sinilah letak keutamaan bulan Rajab. Bahwa di bulan ini, umat Islam telah mulai mempersiapkan diri menyambut Ramadhan; baik dengan ilmu, persiapan ruhiyah, fisik maupun finansial untuk menjemput bulan Ramadhan yang penuh berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Isra' Mi'raj&lt;br /&gt;Meskipun masih diperselisihkan oleh sejumlah ulama, termasuk Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury, 27 Rajab diyakini sebagai tanggal terjadinya Isra' Mi'raj, terutama oleh para ulama di Indonesia. Isra' Mi'raj adalah perjalanan luar biasa, dan melalui peristiwa itu Rasulullah mendapatkan perintah shalat secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Rajab menjadi wasilah bagi umat Islam untuk kembali melakukan refleksi dan muhasabah terkait dengan shalatnya. Shalat diperbaiki kualitasnya, sembari mempersiapkan diri menunaikan puasa di bulan Ramadhan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3ybYxwZcabV6-6jEInR_Qm2fg0pnEw1paae5TNURNIT4xHU4TJk2C93YRdcvWCE1U6DrclsUtoyGAwQWXQtK1VyJbUL2PgjyW9VBwAOlL0dT1MmqbgPjJ4FGEICCutD60omxDanZ6rFQ/s72-c/Rajab.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>9 Alasan Mengapa Mukmin Senang Berdoa </title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/09/9-alasan-mengapa-mukmin-senang-berdoa.html</link><category>Fadhilah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 15 Sep 2014 07:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-3942066709253232599</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8MdLlr4mM2_LEnbKVB9BEUvBkgWM9W-FeK5e34TbDuJEHzqRT-jRM5mjvR3aJMMz4pBSdZokmowzZ39Q8VLtHUKqZYc1LwlklqEQyViQFv4trAEk592mkVoS3EJJwaVBsonwY39ZhTw/s1600/Doa+ayah+anak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Ayah dan anak berdoa (ilustrasi)" border="0" height="146" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8MdLlr4mM2_LEnbKVB9BEUvBkgWM9W-FeK5e34TbDuJEHzqRT-jRM5mjvR3aJMMz4pBSdZokmowzZ39Q8VLtHUKqZYc1LwlklqEQyViQFv4trAEk592mkVoS3EJJwaVBsonwY39ZhTw/s200/Doa+ayah+anak.jpg" title="Ayah dan anak berdoa (ilustrasi)" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Mengapa orang-orang mukmin senang berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala? Berikut penjelasan KH Muhammad Arifin Ilham sebagaimana ditulis di fan page Facebook-nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berdoa adalah perintah Allah (QS. Ghofir 60). Semakin kuat iman semakin sering berdoa, karena semua tunduk dalam kemauan dan kekuasaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Para Rasul berdoa dan mencontohkan berdoa (Al Muntahanah 4-6, Al Ahzab 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kita banyak hajat, banyak masalah, banyak harapan dan tidak tahu apa yang akan terjadi karena itulah kita ingin Allah membimbing kita agar sukses dan terhindar dari kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak ingin dicap sebagai mahlukNya yang sombong karena saat kita berdoa "Anta abdy" engkau adalah hambaKu. Senangnya diakui sebagai hamba Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sadar dirinya seorang hamba yang banyak kekurangan, kelemahan dan kesalahan (QS. Muhammad 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bukti bahwa kita hanya bergantung pada Allah karena itulah kita hanya bermohon kepada Allah (QS. Al Baqoroh 45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Banyak persoalan yang tidak dapat diselesaikan kecuali dengan keajaiban doa. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Semua bisa terjadi dengan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bersyukur diberi kesempatan untuk bermunajat, sungguh Rasulullah mengkhabarkan berita gembira bahwa hamba Allah yang paling beruntung di akhirat nanti adalah tatkala dibuka catatan amalnya ternyata paling banyak catatan munajat ampunan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dicintai Allah, "Sesungguhnya Allah sangat menyukai hambaNya "dua almulihhiin" merengek rengek kepadaNya". Allah sangat senang hambaNya yang selalu menghinakan diri dihadapanNya dengan selalu berdoa kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kesenangan hamba yang beriman, gimana ngga senang, wong saat berdoa ditatap Allah, didengar Allah, diperhatikan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma ya Allah tumbuhkan pada diri kami kesenangan berdoa yang Engkau ijabah...aamiin. Jangan lupa sebelum tidur berwudhu, berdoa, berzikir dan berazam sholat malam. []&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8MdLlr4mM2_LEnbKVB9BEUvBkgWM9W-FeK5e34TbDuJEHzqRT-jRM5mjvR3aJMMz4pBSdZokmowzZ39Q8VLtHUKqZYc1LwlklqEQyViQFv4trAEk592mkVoS3EJJwaVBsonwY39ZhTw/s72-c/Doa+ayah+anak.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengapa Para Ulama Tak Mau Shalat Malamnya Diketahui Orang Lain? </title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/09/mengapa-para-ulama-tak-mau-shalat.html</link><category>Tazkiyatun Nafs</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 15 Sep 2014 07:29:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-8494180890536191249</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwApb-yuxXLaIqOv81LW42EPYPP0HjflyjltDblpCSHgUkYJVTI0T7FIF6Jd3JTDUsjlSn2b1QAmHg1Z5lWdoAqnmcAaRWMV7zzunYIloIxX8MrRtFiUic6yKm8yQmSxdtEOhxakdP_08/s200/Shalat+tahajud+-+ilustrasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Shalat tahajud - ilustrasi" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwApb-yuxXLaIqOv81LW42EPYPP0HjflyjltDblpCSHgUkYJVTI0T7FIF6Jd3JTDUsjlSn2b1QAmHg1Z5lWdoAqnmcAaRWMV7zzunYIloIxX8MrRtFiUic6yKm8yQmSxdtEOhxakdP_08/s200/Shalat+tahajud+-+ilustrasi.jpg" height="150" title="Shalat tahajud - ilustrasi" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Malam itu, muktamar baru saja usai. Lelah menghampiri setelah pikiran dan fisik terkuras. Tak terkecuali Imam Hasan Al Banna dan Umar Tilmisani. Keduanya pun beristirahat di ruangan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wahai Umar apakah kamu sudah tidur?” tanya Hasan Al Banna kepada Umar Tilmisani yang berbaring tak jauh darinya.&lt;br /&gt;
“Belum”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa saat kemudian Hasan Al Banna kembali bertanya&amp;nbsp; dengan pertanyaan yang sama dan dijawab oleh Umar dengan jawaban yang sama. “Nanti kalau beliau bertanya lagi, saya tidak akan menjawabnya,” kata Umar dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Hasan Al Banna kembali mengulangi perkataannya, Umar pun diam. Mengira Umar sudah tidur, Hasan Al Banna keluar pelan-pelan, mengendap-endap. Beliau meninggalkan kamar menuju tempat wudhu. Selesai berwudhu, Hasan Al Banna pergi ke salah satu ruangan paling ujung. Menggelar sajadah, bermunajat kepada Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya Hasan Al Banna yang melakukan hal demikian. Banyak ulama yang merahasiakan shalat malamnya. Hingga, hanya istrinya yang tahu. Bahkan, ada pula yang sampai istrinya tidak tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayyub As Sakhtiani, salah seorang ulama tabiu’t tabi’in, memiliki cara tersendiri untuk merahasiakan shalat malamnya. “Ayyub As Sakhtiani selalu melakukan shalat malam,” kata Salam yang mengetahui rahasianya, “tetapi hal itu dirahasiakannya. Jika Subuh menjelang, ia mengeraskan suaranya seolah-olah baru bangun dari tidurnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mirip kisah Hasan Al Banna, Abdullah bin Mubarak juga pernah ketahuan secara diam-diam shalat malam dalam waktu yang sangat lama. Saat itu Muhammad bin Al Wazir menemaninya dalam sebuah safar. Muhammad bin Al Wazir yang berbaring istirahat, mungkin dikira telah tidur. Abdullah bin Mubarak pun kemudian mengambil wudhu dan melakukan shalat malam hingga fajar tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa para ulama merahasiakan shalat malamnya, hingga seakan-akan mereka tak mau orang lain mengetahuinya? Jika kita melihat ayat-ayat Al Qur’an dan hadits, tahulah kita bahwa setidaknya mereka memiliki tiga alasan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, menjaga keikhlasan. Meskipun tingkatan mereka adalah ulama, mereka menyadari bahwa ketika orang lain melihat ibadah mereka, hal itu bisa menjadi buah bibir yang kadang menjadi godaan untuk tercampuri ujub, riya’ dan sum’ah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, dengan merahasiakan shalat malamnya, para ulama dapat berdzikir dan bermunajat kepada Allah lalu berlinanglah air matanya. Kebiasaan ini akan menempatkan mereka pada golongan orang yang mendapat naungan Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ&lt;br /&gt;
“Dan (orang ketujuh yang mendapat naungan Allah ialah) orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air matanya” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, keutamaan shalat sunnah yang dirahasiakan, setara dengan 25 shalat sunnah yang dilihat orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
صَلَاةُ الرَّجُلِ تَطَوُّعًا حَيْثُ لَا يَرَاهُ النَّاسُ تَعْدِلُ صَلَاتَهُ عَلَى أَعْيُنِ النَّاسِ خَمْسًا وَ عِشْرِيْنَ&lt;br /&gt;
“Shalat sunnah seseorang yang tidak dilihat orang lain, setara dengan 25 ganjaran (shalat sunnah) yang dilihat orang lain.” (HR. Abu Ya’la, shahih menurut Al Albani)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]
&lt;!-- Blogger automated replacement: "https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com%2F-6Me-8QDYOlg%2FUzVqUQ17RKI%2FAAAAAAAAAUA%2F78XlH4f34C8%2Fs200%2FShalat%2Btahajud%2B-%2Bilustrasi.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*" with "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwApb-yuxXLaIqOv81LW42EPYPP0HjflyjltDblpCSHgUkYJVTI0T7FIF6Jd3JTDUsjlSn2b1QAmHg1Z5lWdoAqnmcAaRWMV7zzunYIloIxX8MrRtFiUic6yKm8yQmSxdtEOhxakdP_08/s200/Shalat+tahajud+-+ilustrasi.jpg" --&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwApb-yuxXLaIqOv81LW42EPYPP0HjflyjltDblpCSHgUkYJVTI0T7FIF6Jd3JTDUsjlSn2b1QAmHg1Z5lWdoAqnmcAaRWMV7zzunYIloIxX8MrRtFiUic6yKm8yQmSxdtEOhxakdP_08/s72-c/Shalat+tahajud+-+ilustrasi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Taubat Terbaik, Wanita yang Bertaubat dari Zina </title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/09/kisah-taubat-terbaik-wanita-yang.html</link><category>Kisah Nyata</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 15 Sep 2014 07:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-2935235747025484185</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNlhIybxFNW8LKO1dZVhlVZrU50uTG3QpY03UoZgF4_lsUXYGsz2FaszEyEiUsrBDveOmklKnQ7zYA_M2ffIN0CYKTl00zVaZquUGKmvt7j3qvhazJnYUxqvUbz7oT3SHdVHlTsaf8Zw/s1600/ilustrasi-wanita-bertaubat-arfadiadotcom+560x380.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="ilustrasi wanita bertaubat" border="0" height="135" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNlhIybxFNW8LKO1dZVhlVZrU50uTG3QpY03UoZgF4_lsUXYGsz2FaszEyEiUsrBDveOmklKnQ7zYA_M2ffIN0CYKTl00zVaZquUGKmvt7j3qvhazJnYUxqvUbz7oT3SHdVHlTsaf8Zw/s200/ilustrasi-wanita-bertaubat-arfadiadotcom+560x380.jpg" title="ilustrasi wanita bertaubat" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Pandangannya tertunduk. Sorot matanya menyiratkan penyesalan yang mendalam. Perutnya tampak membesar.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;“Wahai Rasulullah, aku telah berzina. Aku layak mendapatkan hukuman rajam. Maka tegakkanlah hukuman had atas diriku,” wanita itu benar-benar ingin bertaubat. Ia memahami, dosa zina tidak mendapatkan ampunan secara sempurna kecuali dengan benar-benar bertaubat dan hukuman had ditegakkan. Ia meminta dirajam, dan ia tahu bahwa rajam akan merenggut nyawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah tidak langsung menjawab. Sebab dalam Islam, dosa zina yang tidak diketahui orang lain, pengadilan tak bisa menuntutnya. Secara Fiqih, hukuman had atas zina ditegakkan jika ada empat saksi yang melihat perbuatan keji tersebut. Tapi wanita ini datang sendiri mengakui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janin dalam perut ini adalah buktinya ya Rasulullah,” lanjut wanita itu meyakinkan bahwa ia pantas dirajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pulanglah. Setelah bayimu lahir, barulah engkau kembali ke sini,” demikian keputusan Rasulullah. Sungguh, beliau adalah Nabi yang selalu dibimbing wahyu. Beliau adalah hakim yang paling bijaksana sedunia. Kasih sayang adalah jiwa dari setiap keputusannya. Tidak mungkin bagi beliau menghukum seorang wanita yang tengah hamil. Bagaimana nasib kandungannya? Selain itu, menurut banyak ulama, Rasulullah juga memberikan kesempatan kepada wanita tersebut agar ia konsentrasi menjaga janinnya, menjaga bayinya dan terlupa dengan permintaan hukuman yang ia ajukan hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari berlalu dengan cepat. Beberapa bulan kemudian, wanita itu melahirkan. Lalu ia pun kembali menghadap Rasulullah. “Ya Rasulullah, aku wanita yang beberapa bulan lalu menghadapmu meminta ditegakkan had atasku. Maka rajamlah aku,” demikian kira-kira pinta wanita itu. Dan kembali Rasulullah menolak permintaan itu. Beliau memintanya untuk merawat dulu anaknya, hingga masa persusuan selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata wanita itu tidak lupa. Ia datang lagi setelah masa menyusui anaknya ia anggap cukup. “Ya Rasulullah, aku wanita yang dulu datang menghadapmu meminta ditegakkan had atasku. Maka rajamlah aku.” Permintaan itu akhirnya dikabulkan Rasulullah. Beliau pun menegakkan hukum had atasnya. Hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah menshalati jenazah wanita itu, Umar bin Khatab heran. “Wahai Rasulullah, mengapa Engkau menshalatinya padahal wanita itu telah berzina?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Beliau pun menjawab, “Wanita ini telah bertaubat dengan taubat yang seandainya taubatnya tersebut dibagi kepada 70 orang dari penduduk Madinah maka itu bisa mencukupi mereka. Apakah engkau dapati taubat yang lebih baik dari seseorang mengorbankan jiwanya karena Allah Ta’ala?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah… Sungguh luar biasa wanita tersebut. Bahkan ia memperoleh kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah dan dalam pandangan Rasulullah. Taubatnya mencukupi untuk 70 orang dan taubatnya digolongkan sebagai taubat terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini, tak ada orang yang bersih dari dosa dan kesalahan kecuali Nabi yang dijaga Allah (ma’shum). Dan seperti hadits Rasulullah, sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang mengikutinya dengan taubat. Sebaik-baik orang yang berdosa adalah orang yang mau bertaubat dari dosanya. Kita semua punya dosa, tetapi Allah membukakan pintu taubat untuk kita. Pertanyaannya, maukah kita bertaubat… dan seperti apa kualitas taubat kita? [Kisahikmah.com - BedaMedia Grup]</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNlhIybxFNW8LKO1dZVhlVZrU50uTG3QpY03UoZgF4_lsUXYGsz2FaszEyEiUsrBDveOmklKnQ7zYA_M2ffIN0CYKTl00zVaZquUGKmvt7j3qvhazJnYUxqvUbz7oT3SHdVHlTsaf8Zw/s72-c/ilustrasi-wanita-bertaubat-arfadiadotcom+560x380.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kumpulan SMS, BBM dan WA Ucapan Idul Fitri 2014</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/08/kumpulan-sms-bbm-dan-wa-ucapan-idul.html</link><category>Resensi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 2 Aug 2014 12:52:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-7467658351032800405</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvMv6cyeFG5oqxajQa-uB5ht2hzYZk5GEOEEYTpB7wB1kdomZ952S9Hfxj9JfvsxjqEPxLAe5DxQyE6jsLSEbu-7AO1ik3Ajzc7g3hmCqxwPAKIjsj9zepmm4rSt3wk70pLaEdTnqNEA/s1600/SMS+BBM+WA+Idul+Fitri+2014.jpg" style="clear: left; color: #1c4870; float: left; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20.17599868774414px; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="SMS,BBM, WA idul Fitri 2014 - ilustrasi" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvMv6cyeFG5oqxajQa-uB5ht2hzYZk5GEOEEYTpB7wB1kdomZ952S9Hfxj9JfvsxjqEPxLAe5DxQyE6jsLSEbu-7AO1ik3Ajzc7g3hmCqxwPAKIjsj9zepmm4rSt3wk70pLaEdTnqNEA/s200/SMS+BBM+WA+Idul+Fitri+2014.jpg" height="143" style="border: 0px solid rgb(220, 217, 217); margin: 4px; padding: 4px;" title="SMS,BBM, WA idul Fitri 2014 - ilustrasi" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Idul Fitri 1435 H atau 2014 M insya Allah jatuh pada tanggal 28 Juli 2014, serentak baik pemerintah, NU maupun Muhammadiyah. Merupakan budaya yang telah mentradisi, Idul Fitri menjadi momen untuk silaturahim dan saling bermaafan. Silaturahim secara langsung tentu lebih utama karena bisa bersalaman antara sesama muslim dan sesama muslimah, yang menurut hadits dapat merontokkan dosa antara orang yang berjabat tangan tersebut. Namun, kadang jarak yang jauh tidak memungkinkan untuk bertemu di momen Idul Fitri. Pada kondisi demikian, ucapan maaf dan selamat hari raya melalui SMS, BBM dan WhatsApp menjadi alternatif solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini kumpulan SMS, BBM dan WA Idul Fitri 2014 (1435 H):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SMS, BBM dan WA Idul Fitri - baku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takbir berkumandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda kemenangan telah datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon dimaafkan semua kesalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smoga diterima seluruh amal kebajikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slamat Idul Fitri 1435 H - Taqabbalallahu minna wa minkum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SMS, BBM dan WA Idul Fitri – puitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air tak selalu jernih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga ucapanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapas tak selalu putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit tak selalu biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan tak selalu lurus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga langkahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka di hari yang fitri ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenankan aku mengetuk pintu maafmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas ucapan yang kadang menyakiti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas laku yang kadang melukai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas prasangka yang kadang tak terkendali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan atas seluruh kebaikan yang kadang tak terbalaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon diriku ini dimaafkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. SMS, BBM dan WA Idul Fitri – puitis 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kata menoreh luka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sikap membekas lara…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hati penuh prasangka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon pintu maaf dibuka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri 1434 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir dan batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. SMS, BBM dan WA Idul Fitri – puitis 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tangan tak dapat berjabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski wajah tak saling menatap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski raga tak bisa bersua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuingin pintu maafmu slalu terbuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slamat Idul Fitri 2014, Mohon maaf lahir dan batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. SMS, BBM dan WA Idul Fitri – doa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan sudah kita ditempa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam universitas Ramadhan yang mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga hari ini Allah menerima puasa dan sgala amal kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri, Taqabbalallahu minna wa minkum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. SMS, BBM dan WA Idul Fitri – pantun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh jari tersusun rapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum mengembang di depan cermin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS dikirim pengganti diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memohon maaf lahir dan batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri 1434 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. SMS, BBM dan WA Idul Fitri – parikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meres santen nggelar kloso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugeng riyadin nyuwun ngapuro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian kumpulan SMS, BBM dan WA Idul Fitri 2014 (1435 H). Untuk berbagi ucapan idul fitri melalui SMS, BBM dan WA, pembaca dipersilakan menambahkan pada komentar di bawah ini. Semoga bermanfaat bagi sesama dan dicatat sebagai pahala, khususnya di hari raya. []</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvMv6cyeFG5oqxajQa-uB5ht2hzYZk5GEOEEYTpB7wB1kdomZ952S9Hfxj9JfvsxjqEPxLAe5DxQyE6jsLSEbu-7AO1ik3Ajzc7g3hmCqxwPAKIjsj9zepmm4rSt3wk70pLaEdTnqNEA/s72-c/SMS+BBM+WA+Idul+Fitri+2014.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bantuan Masyarakat Indonesia Sampai di Gaza</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/08/bantuan-masyarakat-indonesia-sampai-di.html</link><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 2 Aug 2014 12:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-3970354678636062282</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl2bkkg9CNtTt9LokoSU__JYMigmBEJxgQs_Ur0digxeEpBdyb-IPpr0aFsPyo4vE41H1ny0D3-Gs66DBBdNyLQ4nKP-o9p9DWeP-QldDtRU-ETh9Wz0ht7L8GdxpRGR1RUngN2rcSjA/s1600/Bantuan+Indonesia+tiba+di+Gaza.jpg" style="clear: right; color: #1c4870; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8DofMCJITh29XPjUngiYZeQzK6EuIUv-KgCWGVMPKfDzTIpiJ-nBmoMdEGwCyFmvaE50v1qPbqQSTS3Z7f0K1zwy0YoOfw5oDNR3yAlKrOtsovrM0Kra6ZruIbRralaPpy6YZiqMhfw/s1600/Bantuan+Indonesia+ke+Gaza+via+RZ.jpg" style="clear: left; color: #1c4870; float: left; font-family: Georgia,serif; font-size: 13px; line-height: 20.176px; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="Bantuan Indonesia via RZ tiba di Gaza" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8DofMCJITh29XPjUngiYZeQzK6EuIUv-KgCWGVMPKfDzTIpiJ-nBmoMdEGwCyFmvaE50v1qPbqQSTS3Z7f0K1zwy0YoOfw5oDNR3yAlKrOtsovrM0Kra6ZruIbRralaPpy6YZiqMhfw/s200/Bantuan+Indonesia+ke+Gaza+via+RZ.jpg" height="134" style="border: 0px solid rgb(220, 217, 217); margin: 4px; padding: 4px;" title="Bantuan Indonesia via RZ tiba di Gaza" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;RZ (Rumah Zakat) telah menyalurkan bantuan berupa makanan, serta obat-obatan ke Palestina. Bantuan tersebut merupakan hasil donasi dari masyarakat Indonesia selama bulan Ramadhan. CEO RZ Nur Efendi menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini adalah tahap pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah tim relawan RZ telah menyalurkan bantuan untuk saudara-saudara kita di Gaza. Kami akan segera menyalurkan kembali bantuan karena mereka memang sangat membutuhkan. Data yang kami dapat saat ini sebanyak 1.290 syahid, 7.600 luka-luka, dan bertambahnya hingga 2.100 anak yatim di jalur Gaza," ungkap Efendi, Kamis (31/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bantuan makanan dan perlengkapan medis, RZ pun menggalang bantuan beasiswa bagi yatim Palestina dengan meluncurkan program Kembalikan Senyum Anak Palestina. Beasiswa ini merupakan program pendidikan bagi anak yatim berprestasi agar dapat melanjutkan pendidikan hingga menjadi profesional sesuai dengan kebutuhan masyarakat Palestina. Beasiswa diberikan kepada semua jenjang pendidikan, dari SD hingga perguruan tinggi dalam bidang kesehatan dan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penjajahan oleh Israel bukan hanya menghilangkan banyak nyawa, tapi juga menghancurkan perekonomian bangsa Palestina. RZ semaksimal mungkin terus berkontribusi untuk menyelamatkan generasi Palestina. Tahun 2012 RZ memberikan bantuan ekonomi, pangan, dan pembangunan masjid. Kini RZ akan menyalurkan bantuan pendidikan untuk anak-anak Palestina hingga mereka dapat membangun ekonomi negerinya,” tambah Efendi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl2bkkg9CNtTt9LokoSU__JYMigmBEJxgQs_Ur0digxeEpBdyb-IPpr0aFsPyo4vE41H1ny0D3-Gs66DBBdNyLQ4nKP-o9p9DWeP-QldDtRU-ETh9Wz0ht7L8GdxpRGR1RUngN2rcSjA/s1600/Bantuan+Indonesia+tiba+di+Gaza.jpg" style="clear: right; color: #1c4870; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl2bkkg9CNtTt9LokoSU__JYMigmBEJxgQs_Ur0digxeEpBdyb-IPpr0aFsPyo4vE41H1ny0D3-Gs66DBBdNyLQ4nKP-o9p9DWeP-QldDtRU-ETh9Wz0ht7L8GdxpRGR1RUngN2rcSjA/s200/Bantuan+Indonesia+tiba+di+Gaza.jpg" height="131" style="border: 0px solid rgb(220, 217, 217); margin: 4px; padding: 4px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;RZ menargetkan sebanyak mungkin anak-anak Palestina dapat mengenyam pendidikan tinggi sesuai dengan donasi yang terhimpun. “Sekarang kita lihat support dari masyarakat, semakin banyak donasi terkumpul akan semakin banyak anak Palestina yang kita rekrut untuk beasiswa ini, bukan hanya itu kita juga perlu mempertimbangkan perkembangan kondisi dan akses di sana. Jadi prinsipnya, kita maksimalkan dana dari Indonesia dan potensi mahasiswa Palestina,” kata Heni Widiastuti, Chief Program Officer RZ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme pemberian beasiswa untuk jenjang SD hingga SMA dilakukan di Palestina, setelah itu mereka dapat menempuh jenjang perguruan tinggi di Indonesia. RZ akan mendaftarkan anak yatim Palestina di perguruan tinggi yang bekerjasama dengan RZ. [RZ/bersamadakwah]&lt;br /&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8DofMCJITh29XPjUngiYZeQzK6EuIUv-KgCWGVMPKfDzTIpiJ-nBmoMdEGwCyFmvaE50v1qPbqQSTS3Z7f0K1zwy0YoOfw5oDNR3yAlKrOtsovrM0Kra6ZruIbRralaPpy6YZiqMhfw/s72-c/Bantuan+Indonesia+ke+Gaza+via+RZ.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Innalillah, Imam Masjid Terbesar di Cina Tewas Ditembak</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/08/innalillah-imam-masjid-terbesar-di-cina.html</link><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 2 Aug 2014 12:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-7490908432856401346</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggJ_hyphenhyphenm_FAmPt5KlWrYTcvUtAPZWZfHwCtvpwzAbEONvQOj_PqPjXiUCEiCSAtF6x9wiiaJywWbcVk0ZP1pnIzCr95SLxheznY5a_EsTWmNdGc1CbR6ZJfgDmc8D6xTYZBvgSLwGPy5Q/s1600/Masjid+Kashgar+-+beuatifulmosquedotcom.jpg" style="background-color: white; clear: left; color: #1c4870; float: left; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20.17599868774414px; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="Masjid Kashgar © beautifulmosque.com" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggJ_hyphenhyphenm_FAmPt5KlWrYTcvUtAPZWZfHwCtvpwzAbEONvQOj_PqPjXiUCEiCSAtF6x9wiiaJywWbcVk0ZP1pnIzCr95SLxheznY5a_EsTWmNdGc1CbR6ZJfgDmc8D6xTYZBvgSLwGPy5Q/s200/Masjid+Kashgar+-+beuatifulmosquedotcom.jpg" height="150" style="border: 0px solid rgb(220, 217, 217); margin: 4px; padding: 4px;" title="Masjid Kashgar © beautifulmosque.com" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Jume Tahir, imam masjid di Kasghar, Xinjiang, ditemukan tewas ditembak pada Rabu (30/7) setelah shalat Subuh. Pemerintah Cina baru mengkonfirmasi pada Jum’at (1/8) bahwa pihak kepolisian memang telah menembak mati dua orang dan menangkap satu orang lainnya dengan alasan dugaan terkait terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Republika, polisi mengatakan bahwa target menolak ditahan dan menggunakan senjata berupa pisau dan kapak. Harian Xinhua menyebut suku Uighur terpengaruh oleh ekstemis yang membela agama. Xinjiang, daerah di bagian barat Cina, merupakan rumah bagi kaum minoritas Muslim Uighur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegangan makin meningkat dalam beberapa tahun terakhir antara suku Uighur, migrasi besar-besaran suku Han Cina dan pemerintahan Cina yang ketat. Namun, beberapa bulan terakhir terjadi peningkatan jumlah korban di Xinjiang. Termasuk di antaranya saat penyerangan pasar di Urumqi yang menyebabkan 30 orang meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beijing menyalahkan para Muslim Uighur dan menyebut mereka telah terinspirasi jaringan terorisme internasional. Para aktivis Uighur mengatakan pembatasan kegiatan keagamaan dan kebebasan berbudaya telah memicu kemarahan warga Uighur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita meninggalnya imam Jume Tahir pertama kali dimunculkan media asing pada Kamis (31/7). Namun sumber dari pemerintah baru mengonfirmasi kabar tersebut pada Jumat (1/8). Xinhua mengatakan bahwa Jume Tahir diduga merencanakan sebuah misi untuk menguatkan pengaruh Muslim Uighur di Cina. [AM/bersamadakwah]</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggJ_hyphenhyphenm_FAmPt5KlWrYTcvUtAPZWZfHwCtvpwzAbEONvQOj_PqPjXiUCEiCSAtF6x9wiiaJywWbcVk0ZP1pnIzCr95SLxheznY5a_EsTWmNdGc1CbR6ZJfgDmc8D6xTYZBvgSLwGPy5Q/s72-c/Masjid+Kashgar+-+beuatifulmosquedotcom.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jangan Jadi Akhwat (Terlalu) Eksklusif!</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/08/jangan-jadi-akhwat-terlalu-eksklusif.html</link><category>Muslimah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 2 Aug 2014 12:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-2826488687161999348</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGaIZ8zdb2BR9DsnS4OG1GVzs17cptuDP7Fp2FwZLAanOqMhVaVpApxNV4Ax2yT1fxzckxRijd1m3AX__dvQmFYbrI560WlOwgoiwRlvmu_Wp8PGqAEsVc4X9WTqsClP785BoqGWuGnQ/s1600/ilustrasi+jilbab+besar+-+akhwatmuslimah.jpg" style="clear: left; color: #1c4870; float: left; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20.17599868774414px; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="ilustrasi jilbab besar (akhwatmuslimah.com)" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGaIZ8zdb2BR9DsnS4OG1GVzs17cptuDP7Fp2FwZLAanOqMhVaVpApxNV4Ax2yT1fxzckxRijd1m3AX__dvQmFYbrI560WlOwgoiwRlvmu_Wp8PGqAEsVc4X9WTqsClP785BoqGWuGnQ/s200/ilustrasi+jilbab+besar+-+akhwatmuslimah.jpg" height="150" style="border: 0px solid rgb(220, 217, 217); margin: 4px; padding: 4px;" title="ilustrasi jilbab besar (akhwatmuslimah.com)" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Ya, jilbabmu lebar, menutup dada, dan menutup bagian belakang tubuhmu. Jelas, kau cerdas terlebih dalam masalah agama. Tentu saja, kau sudah pasti adalah seorang aktivis dakwah yang sibuk dengan agenda-agenda syuro setiap pulang kuliah. Tak heran, kau adalah seseorang yang istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, selain kuliah, kau sibuk berdakwah. Organisasi yang kau ikuti pun memiliki banyak kegiatan syiar dakwah di setiap minggunya. Baik di dalam kampus, maupun di luar. Waktumu dihabiskan untuk memperjuangkan Islam, menegakkan dakwah, dan berjihad di jalanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun satu hal yang kau lupa. Kau secara tak langsung meng-‘eksklusif’kan dirimu. Kau memang eksklusif, namun yang dimaksud di sini adalah kau yang terlalu eksklusif. Pernahkah terlintas di benakmu tentang apa yang orang fikirkan tentangmu? Oh, ya, mungkin pernah. Namun, kau berfikir bahwa mereka mengganggap kau adalah gadis cantik, cerdas, dan sholehah. Cobalah sesekali kau ubah sudut pandangmu, anggap bahwa kau adalah mereka, orang-orang di luar organisasi dakwahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan pertama mereka adalah bahwa kau fanatik. Jujur, temanku sendiri yang mengatakan ini padaku. Terlalu fanatik dengan jilbab besarmu, menutupi sampai ke belakang hingga betismu, dan disertai gamis yang terulur di tubuhmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keakrabanmu dengan teman se-‘prinsip’mu juga yang menjadi sorotan oleh mereka. Kau terlalu dekat dan hanya mau berkumpul dengan orang yang kau anggap seiman denganmu, seprinsip, dan kalau boleh aku berkata, dengan sesama akhwat berhijab lebar itu. Mereka terasingkan darimu, ukhti. Kemudian yang terjadi adalah kau yang melihat mereka sebelah mata karena anggapanmu bahwa ilmu agamamu jauh melampaui mereka. ‘afwan, kau kemudian meremehkan para perempuan diluar sana yang belum berhijab, yang sudah berhijab namun belum syar’i sepertimu, bahkan kau jauh memandang sebelah mata perempuan lain yang tidak seakidah denganmu. Astaghfirullahaladzim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedih mendengar cerita mereka. Kau tak mau bergabung dengan mereka, bahkan ketika mereka sudah memasuki area dakwahmu pun masih kau abaikan. Mereka bilang bahwa mereka terasingkan dan merasa tidak penting ketika mereka diikutsertakan dalam kepanitiaan yang ada kelompok-kelompokmu di dalamnya. Ya, karena kau menganggap dirimu eksklusif dan kau takut ketika kau bergabung dengan mereka yang masih jauh dari syariat islam kau akan dicap sama seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak, ukhtifillah. Justru mereka yang seperti itu yang harus kau rangkul. Bergabunglah dengan mereka sesekali, buktikan bahwa kau tak se-eksklusif yang mereka kira. Kau bisa sekedar mengobrol dengan mereka, pergi ke kantin bersama mereka, atau mengerjakan tugas bareng mereka. Dengan hal ini, kau bisa melebarkan sayap dakwahmu. Kau bisa sesekali menyisipkan pesan-pesan kebaikan ketika sedang berbincang dengan mereka. Buku-buku agamamu yang kau simpan di rumah tak akan berguna bila kau simpan sendiri. Bawa buku itu ke kampusmu dan jadikan itu sebagai sarana dakwahmu. Perlahan, mereka akan mengerti bahwa kau tak seperti yang mereka kira. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja, mereka akan bertanya-tanya tentang bagaimana Islam yang sebenarnya kepadamu. Hingga sampai-sampai mereka akan bertanya tentang di mana kau beli khimar dan gamis yang kau kenakan, apa fungsi manset tanganmu, hingga hal-hal detail yang terlihat oleh mereka dari luar.Well, jika sudah sampai saat itu, waktunya kau untuk bersyukur dan perlahan menuntun mereka sehingga mereka bisa sampai dititik di mana kau berada sekarang. Syurga terlalu luas untuk ditempati sendiri, kan? Berbaurlah, dan ingat, jangan jadi akhwat yang terlalu eksklusif! []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Ratih Oktri Nanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswi semester 2 di Fakultas Kesehatan Masyarakat sebuah PTN di Sumatera Utara. Menyukai bunga matahari dan musim panas. Sedang belajar, dan akan terus belajar.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGaIZ8zdb2BR9DsnS4OG1GVzs17cptuDP7Fp2FwZLAanOqMhVaVpApxNV4Ax2yT1fxzckxRijd1m3AX__dvQmFYbrI560WlOwgoiwRlvmu_Wp8PGqAEsVc4X9WTqsClP785BoqGWuGnQ/s72-c/ilustrasi+jilbab+besar+-+akhwatmuslimah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Lipatgandakan Rezeki dengan ON</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/06/lipatgandakan-rezeki-dengan-on.html</link><category>Resensi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Jun 2014 21:47:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-7657160759394415414</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzsPN-QyGwn7aKuJfpOPs9H2IDbG5aR8yfsUypClFqzNnsFPhZk4Mo_-d9G2f1jwiFqnrA8X1yuBpYTUxFUjlx6oGc-x2ATmt8jwnPPxPg0Wl70jbI_M4703LZ5zwW_yvbwZHAqRpZ1w/s1600/ON+-+Jamil+Azzaini.jpg" style="background-color: white; clear: left; color: #1c4870; float: left; font-family: Georgia, serif; font-size: 12.727272033691406px; line-height: 20.17599868774414px; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="ON Jamil Azzaini" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzsPN-QyGwn7aKuJfpOPs9H2IDbG5aR8yfsUypClFqzNnsFPhZk4Mo_-d9G2f1jwiFqnrA8X1yuBpYTUxFUjlx6oGc-x2ATmt8jwnPPxPg0Wl70jbI_M4703LZ5zwW_yvbwZHAqRpZ1w/s200/ON+-+Jamil+Azzaini.jpg" height="150" style="border: 0px solid rgb(220, 217, 217); margin: 4px; padding: 4px;" title="ON Jamil Azzaini" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Penulis : Jamil Azzaini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Co-writer : Sofie Beatrix&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit : PT Mizan Pustaka – Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebal : 280 Halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2013&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISBN : 978-602-9255-48-5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses adalah impian semua orang. Sukses menjadi dambaan sebab dengannyalah akan terbuka berbagai macam kebaikan dan kenikmatan di dalamnya. Asumsinya, ketika sukses berhasil digenggam, maka apa yang dikehendaki bisa dengan mudah diraih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, banyak orang yang salah memaknai sukses. Yakni mereka yang tak mau berusaha sungguh-sungguh dan hanya menunggu sukses tanpa beramal. Diperparah dengan adanya sikap fatalis yang berusaha memisahkan antara kesuksesan dan keshalihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses dimulai dengan adanya visi. Visi adalah impian, garis besar, cita-cita dan sejenisnya. Visi yang benar akan bisa mengantarkan seseorang kepada kesuksesan hakiki. Ia dimulai dengan visi akhirat, visi duniawi lalu dipesifikan dengan visi seseorang dalam langkah detail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait menentukan visi, ada tiga pertanyaan mendasar agar kita tak salah menentukannya, “Apa keuntungannya bagi saya?” “Siapa saja yang memetik keuntungan itu?” “Apakah visi ini bisa mengantarkan menuju surga?” (h. 51-52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi yang besar bukanlah cita-cita mengambang. Ia harus terderivasi ke dalam banyak langkah. Yang terpenting, ia harus berwujud dalam aksi. Sebab tanpa langkah, visi tak akan mungkin terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi sendiri berwujud dalam kerja. Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Sebelum memulai ketiga jenis kerja itu, terlebih dahulu harurlah dipetakan tentang prioritas. Sebab waktu terbatas, banyak hal yang ingin digapai dan potensi diri yang memang tak mungkin untuk melakukan semua hal dalam usia kehidupan yang amat singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritas amat penting. Jika ada yang membaginya dalam bentuk kuadran: penting mendesak-penting tidak mendesak-tidak penting mendesak-tidak penting tidak mendesak, maka bagi seorang muslim, apapaun jenis kesuksesan yang ingin diraih haruslah memperhatikan hukum Islam sebagai prioritas utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan prioritas bagi seorang muslim harus berdasarkan wajib-sunnah-mubah-makruh. Keempat hal ini harus berurutan dan diperhatikan degan seksama. Wajib harus didahulukan atas apapun. Kemudian diikuti sunnah sebagai prioritas di samping kewajiban. Selanjutnya, hal mubah tak boleh diperbanyak apalagi sampai mengalahkan wajib dan sunnah. Untuk yang makruh, seminimal mungkin harus dijauhi. Sebab makruh, andai dilakukan, tak membawa manfaat bagi pelakunya. (h. 77)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah susunan prioritas terselesaikan dengan baik, langkah selanjutnya adalah memetakan kerja-kerja yang harus segera dieksekusi. Kerja keras menjadi jalan pertama. Inilah yang akan mengasah myelin seseorang hingga menjadi ahli. Cara yang ditempuh bisa dengan memperbanyak jam terbang. Dalam buku ini, penulis menyebutkan angka 10.000 jam terbang sesuai dengan apa yang anda bidangi sehingga seseorang bisa disebut sebagai pakar. (h.96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja keras haruslah dikuti dengan kerja cerdas. Kerja jenis ini akan mengasah brain memory seseorang hingga berkembang dengan optimal. Kerja cerdas ini yang memungkinkan seseorang untuk mengumpulkan lebih banyak hasil dengan sumberdaya dan waktu yang lebih sedikit. Kerja cerdas ini akan membimbing seseorang untuk menciptakan jalan suksesnya sendiri. Kerja cerdas sangat diperlukan dalam dunia yang berubah begitu cepat. (h.109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kerja keras titik tekannya ada pada kemampuan fisik yang terakumulasi, kemudian kerja cerdas ada pada kekuatan memori, selanjutnya adalah kerja ikhlas. Kerja ikhlas akan membuat seseorang melakukan amal usahanya karerna Sang Pencipta. Sehingga, ia tak hanya mendapat recehan duniawi, tetapi juga investasi abadi yang bisa diunduh hasilnya, kelak di akhirat. Sebab dalam kerja ikhlas, seseorang tidak hanya mengandalkan kemampuan dirinya. Tetapi melibatkan Tuhan dalam setiap upayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah kerja cerdas dengan takwa. Ia akan membuat anda diberi jalan keluar atas semua masalah dan limpahan rezeki dari arah yang tak terduga. Selanjutnya, rajinlah bertobat. Sebab dosa, sekecil apapun, akan menghambat rezeki seseorang. Inilah yang menjelaskan mengapa Rasulullah memberikan contoh agar umatnya merutinkan istighfar sebanyak 70-100 kali dalam sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikutilah tobat dengan perbanyak amal shalih, lebih spesifik tentang amalan yang menjadi sebab lancarnya rezeki. Shalat Tahajud dan Dhuha adalah contohnya. Tahajjud bisa semakin mengakrabkan seseorang dengan Tuhannya. Sedangkan Dhuha dijamin oleh Rasulullah sebagai salah satu sebab terbukanya banyak rezeki. Jika dilakukan 6 rokaat dalam sehari, sebagaiaman hadits nabi, maka orang itu akan dicukupi kebutuhannya di hari itu. (h.130)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja ikhlas berikutnya adalah sedekah dan berbakti kepada orang tua. Seorang pengusaha batik, diceritakan dalam buku ini, pernah ‘nekat’ menyedekahkan uang modalnya senilai 1 juta. Tak lama kemudian, dia mendapat banjiran order batik dari luar negeri. Tak tanggung-taggung, dia mengantongi pesanan sebanyak 700 batik tulis dengan harga perbatik senilai 1 juta rupiah. (h. 138)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan berbakti kepada orang tua merupakan jalan sukses yang tak bisa ditawar lagi. Penulis berkisah, sebab niatnya menghajikan kedua orang tuanya, beliau terbebas dari masalah hutag yang nilainya milyaran rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga jenis kerja ini haruslah terintegrasi dengan sangat baik dengan apa yang menjadi passion seseorang. Karena hanya dengan passion inilah seseorang akan menikmati apa yang dikerjakannya. Sehingga, sekeras apapun pekerjaannya, sehebat apapun rintangannnya, hal itu tak melunturkan semangatnya sebab dia menyukai apa yang dikerjakannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna mengetahui passion, seeseorang bisa terus melatihnya atau bertanya kepada ahli dengan mengetahui spesifikasi diri melalui kelebihan dan kekurangannya. Kemudian mengoptimalkan kelebihan untuk menutupi kekurangan. Sebab sampai kapan pun, siapa pun, tak ada manusia yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini amat nikmat untuk diseksamai. Selain pengemasan judul yang amat simpel dan mudah diingat dengan menebalkan ON dalam visi-ON, acti-ON, passi-ON, collaborati-ON dan conclusi-ON, di dalamnya berisi banyak sekali kisah nyata yang sudah dialami oleh penulis dan keluarganya, juga contoh dari banyak orang terkemuka di negeri ini yang telah berhasil meraup kemuliaan dan kebahagiaan hidup melalui bidang spesifik yang digelutinya. Sangat direkomendasikan bagi siapa yang mendamba SuksesMulia, siapa lagi kalau bukan Anda?&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzsPN-QyGwn7aKuJfpOPs9H2IDbG5aR8yfsUypClFqzNnsFPhZk4Mo_-d9G2f1jwiFqnrA8X1yuBpYTUxFUjlx6oGc-x2ATmt8jwnPPxPg0Wl70jbI_M4703LZ5zwW_yvbwZHAqRpZ1w/s72-c/ON+-+Jamil+Azzaini.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kehidupanku Bersama Lalai</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/06/kehidupanku-bersama-lalai.html</link><category>Inspirasi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Jun 2014 21:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-8083936421940739502</guid><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="background-color: white; border: 0px solid rgb(220, 217, 217); color: #555555; float: left; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20.17599868774414px; margin-bottom: 4px; margin-right: 1em; margin-top: 4px; padding: 4px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCCJAoJJhPzzO8rC4sawBbKn_PsfrU3WUrfM1uzOTlFv0vOPW2iIuxcMD6CmHwartXLd0ihogVtwZJO-prHm8lm9GZKv7FbbWwOsiifZe9vPK4QiAMTzYZdfGNz0Aai7t7xrRB7Yu51A/s1600/lalai+-+ilustrasi.jpg" style="clear: left; color: #1c4870; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto; text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="ilustrasi lalai © ifdaa.org" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCCJAoJJhPzzO8rC4sawBbKn_PsfrU3WUrfM1uzOTlFv0vOPW2iIuxcMD6CmHwartXLd0ihogVtwZJO-prHm8lm9GZKv7FbbWwOsiifZe9vPK4QiAMTzYZdfGNz0Aai7t7xrRB7Yu51A/s200/lalai+-+ilustrasi.jpg" height="150" style="border: medium none; margin: 4px; padding: 0px;" title="ilustrasi lalai © ifdaa.org" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="font-size: 10px; text-align: center;"&gt;ilustrasi lalai © ifdaa.org&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Lalai merupakan kondisi di mana seseorang menunda-nunda kewajibannya, baik yang menyangkut dalam hal dunia maupun akhirat tanpa udzur yang jelas (syar’i). Lalai tersebut bisa dalam bentuk menjalankan aktifitas sehari-hari maupun dalam beribadah kepada Tuhannya. Lalai dengan sengaja sangat merugikan bagi kehidupan seseorang. Tidak hanya merugikan diri sendiri, namun juga bisa merugikan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat kelalaian dan kesesatan melanda umat manusia, Allah Subhaanahu wa Ta’ala selalu mengutus seseorang untuk memberi petunjuk kepada mereka supaya kembali ke jalan yang benar mematuhi segalan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir).” (QS. Al-Baqarah: 268).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam merupakan salah satu utusan-Nya. Yang di dalam hatinya selalu aktif untuk ikut andil dalam berdakwah dan melakukan perubahan kepada umatnya menuju kebaikan. Tidak henti-hentinya beliau berdakwah, walau hambatan dan rintangan selalu menghiasi hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman.” (QS. Asy-Syu’araa:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila diperhatikan, banyak diantara kita yang lebih mementingkan kehidupan duniawinya saja. Bekerja dari pagi hingga malam, bahkan tak jarang mungkin pula ada yang sampai pagi lagi. Sedangkan ibadah dilakukan seadanya saja. Ini merupakan salah satu tindak kelalaian yang melanda umat manusia. Begitu pula bila kehidupan hanya dihiasi dengan beribadah saja, tanpa memerhatikan keadaan sekitar, ini pun juga tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus cerdas dalam membagi waktu. Agar semua ruang lingkup kehidupan dapat diakses dengan baik dan mudah. Kita bisa berpartisipasi menjalani aktifitas maupun berhubungan langsung dengan Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Lalai bisa terjadi bila diri malas dalam mengerjakan sesuatu sehingga setiap pekerjaan yang ada justru selalu menumpuk dan tidak kunjung selesai. Setiap manusia adalah pemimpin, maka dari itu, manusia yang baik adalah bermanfaat kepada sesama dan tidak melalaikan tugas. Bagaimana bisa menjadi seorang pemimpin berkualitas, bila di dalam dirinya masih tersimpan rasa malas dan lalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bersemangatlah dalam hal-hal yang akan memberikan kemanfaatan kepadamu! Mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu menyerah. Jika kamu terkena satu musibah janganlah kamu berkata, ‘Jika tadi saya melakukan yang lain, maka akan terjadi hal yang lain pula.’ Akan tetapi, katakanlah,’Semua ini adalah kekuasaan Allah. Apa yang dia kehendaki, Dia kerjakan.’ Sesungguhnya kata ”jika/seandainya”, bisa menjadi pintu masuk setan (untuk menggoda kalian).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara bentuk ibadah atau ketaatan yang acap kali terlupakan dan tidak mendapat banyak perhatian adalah berpikir dan merenung. Allah Subhaanahu wa Ta’ala dalam menciptakan segala sesuatu tentu tidaklah sia-sia. Untuk itu, sebaiknya manusia mampu berpikir, siapa yang menciptakan, bagaimana ia diciptakan, untuk apa ia diciptakan, dan seterusnya. Berpikir tentang siapa yang menciptakan dan diri sendiri adalah hal yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikanmu (susunan tubuh)-mu seimbang dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” (QS: Al-Infithaar:6-8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk lain). Maka Mahasucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS: Al-Mu’minuun:12-14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika manusia dapat berpikir kepada hal-hal positif, misalkan tentang alam semesta yang sangat luas, berpikir tentang kematian dan alam akhirat, tentang Al-Qur’an, nilai dunia dan akhirat, nikmat yang telah diberikan Allah subhaanahu wa ta’ala, fenomena alam, kebesaran Allah Yang Maha Esa, hal positif lainnya, maka kelalaian, kesesatan maupun bentuk keburukan lain, bisa diminimalisir bahkan dihilangkan. Perkara ini memang bukanlah hal yang mudah untuk dikendalikan. Terlebih, bila sudah menjadi kebiasaan sehari-hari yang terus saja mengganggu. Tidak dapat dipungkiri, manusia yang memiliki sifat lalai, kurang memiliki kedisiplinan dalam hidup, kurang memahami hakikat tauhid dalam agama dan tidak terjalinnya keharmonisan dalam beribadah kepada Allah subhaanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhaanahu wa ta’ala merahasiakan masa depan setiap manusia, itu menandakan agar kita bisa berprasangka baik, merencanakan yang terbaik, berusaha yang terbaik, dan selalu bersyukur serta bersabar atas apa yang dilakukan dan diraihnya ke depan. Kelalaian dengan tidak melakukan hal yang bermanfaat, bisa mengikis semua impian tersebut. Kerja keras memang dibutuhkan agar bisa mewujudkan hakikat kehidupan yang lebih baik dan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia, sesungguhnya kalian mempunyai ilmu maka gunakanlah secara maksimal ilmu kalian itu. Dan sesungguhnya kalian mempunyai masa akhir, maka berjalanlah menuju akhir masa kalian. Sesungguhnya seorang mukmin berada dalam dua kekhawatiran: Apakah yang diputuskan oleh Allah atas (amal perbuatan yang dilakukan pada) masa yang telah lewat? Dan apakah yang akan ditetapkan oleh Allah kepadanya pada masa yang masih tersisa. Oleh karena itu, hendaknya seseorang mempersiapkan dirinya dengan berbagai bekal di dunia ini untuk kebaikannya di akhirat nanti. Hendaklah ia menyiapkan diri pada waktu mudanya sebelum datang masa tua dan di saat sedang sehat sebelum datang waktu sakit. Sesungguhnya kalian diciptakan adalah untuk kehidupan akhirat. Adapun dunia diciptakan untuk (keperluan) kalian. Demi Zat yang diriku berada dalam kekuasaan-Nya, setelah kematian tidak ada (manfaatnya) orang yang mencela dan seteah kehidupan dunia tidak ada tempat bersinggah, melainkan surga dan neraka. Saya memohon ampun kepada Allah swt. semoga dosa-dosa kita diampuni-Nya.” (HR. al-Baihaqi dalam “Syu’abul-limaan,”Abu Nu’aim dalam “al-Hilyah dari al-Hasan al-Basri, dan ad-Dailamy dalam al-Firdaus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan, bila ilmu yang kita miliki tidak digunakan dengan baik. Melainkan, diramu dengan kelalaian dan kemaksiatan dengan menghalalkan segala cara Dalam memanajamen waktu, memang tidak mudah, maka dari itu, keutamaan dalam menjalankan hal-hal positif, melalui dengan niat yang tulus ikhlas karena Allah subhaanahu wa ta’ala. Komitmen dalam memperbaiki diri merupakan cerminan akhlak yang baik bagi setiap orang. Untuk bisa menghindari sifat lalai seperti ini, tentulah kita harus teladani Nabi Muhammad shallallahu’alayhi wa salam beserta para sahabatnya. Bagaimana dalam aktifitas dan kehidupan sehari-harinya selalu digunakan untuk beribadah kepada Allah serta menjadi pribadi yang bermanfaat kepada sesame manusia, walau ujian dan cobaan terus menerpa.[]</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCCJAoJJhPzzO8rC4sawBbKn_PsfrU3WUrfM1uzOTlFv0vOPW2iIuxcMD6CmHwartXLd0ihogVtwZJO-prHm8lm9GZKv7FbbWwOsiifZe9vPK4QiAMTzYZdfGNz0Aai7t7xrRB7Yu51A/s72-c/lalai+-+ilustrasi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hari Ini, Islam Jadi Agama Terbesar di Dunia</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/06/hari-ini-islam-jadi-agama-terbesar-di.html</link><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Jun 2014 19:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-8421836036025457281</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLM8bwvXPUMwyK_PJ2xCboMNmPWP7s9IzfgbL8fhPSuufpw6ALiOeM42ZThK0DQiR1ROHVUreVTp3Pu0fziNyHVyE6ksGjfn9G34NdpqWI98hh_hZYBtmUHDuuSvsXV1llBzHvKujtlQ/s1600/Suasana+Shalat+Jumat+di+Spitalfields+-+London.jpg" style="clear: left; color: #1c4870; float: left; font-family: Georgia, serif; font-size: 12.727272033691406px; line-height: 20.17599868774414px; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="Suasana Shalat Jum'at di Spitalfields, London" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLM8bwvXPUMwyK_PJ2xCboMNmPWP7s9IzfgbL8fhPSuufpw6ALiOeM42ZThK0DQiR1ROHVUreVTp3Pu0fziNyHVyE6ksGjfn9G34NdpqWI98hh_hZYBtmUHDuuSvsXV1llBzHvKujtlQ/s200/Suasana+Shalat+Jumat+di+Spitalfields+-+London.jpg" height="150" style="border: 0px solid rgb(220, 217, 217); margin: 4px; padding: 4px;" title="Suasana Shalat Jum'at di Spitalfields, London" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Suasana Shalat Jum'at di Spitalfields, LondonDalam tulisan-tulisan atau ceramah-ceramah, selalu disebut bahwa Kristen adalah agama terbesar di dunia. Hari ini, sebutan itu tidak berlaku lagi. Karena perkembangan agama dunia sudah menunjukan hal yang lain. Mari kita cermati fakta-fakta berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah penduduk dunia (2013) adalah 7.021.836.029. Sebaran menurut agama adalah: Islam 22.43%, Kristen Katolik 16.83%, Kristen Protestan 6.08%, Orthodok 4.03%, Anglikan 1.26%, Hindu 13.78%, Buddhist 7.13%, Sikh 0.36%, Jewish 0.21%, Baha’i 0.11%, Lainnya 11.17%, Non Agama 9.42%, dan Atheists 2.04% (www.30 days.net).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dikatakan bahwa jumlah pemeluk Islam pada 2012 adalah 2.1 milyar. Sedangkan jumlah pemeluk Kristen dan Protestan adalah 2 milyar . Sehingga Islam saat ini, kendati dibandingkan dengan pemeluk Kristen dan Protestan sekalipun, sudah menjadi agama terbesar di dunia(www.religiouspopulation). Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk dunia (2011) tumbuh 137% dalam satu dekade terakhir, di mana Kristen tumbuh sebanyak hanya 46%, sebaliknya, Islam tumbuh sebanyak 5 kali lipatnya: 235%. (The Almanac Book of Facts, 2011). Dikatakan, bila tren pertumbuhan ini terus berlangsung, diperkirakan pada tahun 2030, 1 dari 3 penduduk dunia adalah orang Islam. (www.muslimpopulation.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat per benua, menurut data UN (2012), sejak tahun 1989 sampai tahun 2012, perkembangan jumlah pemeluk agama Islam yang paling cepat terjadi di Australia dan Oceania/Pacific 257.01%; kemudian berturut-turut diikuti oleh Eropa 142.35%; Amerika 25%; Asia 12.57%; Afrika 2.15%; dan Amerika Latin 4.73% (www.30-days.net).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut The Almanac Book of Facts (2011), dalam sepuluh tahun terakhir, penduduk dunia bertambah sebanyak 137%. Di mana pemeluk agama Kristen bertambah sebanyak 46%. Sedangkan pemeluk agama Islam bertambah sebanyak 235% (www.geocities.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga disimpulkan bahwa Islam adalah agama dengan pertumbuhan pemeluk yang tertinggi di dunia, setiap tahunnya. Antara 1990 sampai 2000, diperkiraan sekitar 12.5 juta orang dari berbagai agama, pindah ke agama Islam. (Guinness Book of World Records,2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Islam yang sangat cepat ini disebabkan oleh dua faktor penting. Pertama, oleh tingkat kelahiran (fertility rate) yang tinggi di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, oleh jumlah orang-orang yang pindah (conversion) dari agama lain ke agama Islam yang juga tinggi, terutama di Amerika, Eropa dan Australia dalam 20 tahun terakhir (The Almanac Book of Facts, 2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hasil poll (2012) di Amerika, diketahui sekitar 200.000 orang setiap tahunnya pindah dari agama Kristen ke agama Islam. (www.usislam.org)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah studi oleh Faith Matters (2011) di Inggris, diketahui bahwa dalam 10 tahun terakhir, diperkirakan jumlah orang Inggris yang pindah dari agama lain (Kristen) menjadi pemeluk agama Islam adalah sebanyak 5.000 orang setiap tahun (http://insideislam.wisc.edu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan perkembangan Islam yang cepat ini, menurut CNN, pemeluk Kristen semakin tidak meyakini kebenaran ajaran agama mereka. Sebaliknya pemeluk Islam, keyakinan terhadap kebenaran agama mereka semakin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia tidak diketahui dengan pasti jumlah semua muallaf. Namun pemeluk agama lain yang pindah ke agama Islam merupakan fenomena sosial yang nyata dan trennya terus meningkat. Diperkirakan setiap tahun muallaf bertambah 10 sampai 15% (Syafii Antohio).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, dari sekian banyak muallaf di Indonesia, 7 orang terkenal yang sudah pindah ke agama Islam adalah: Sandrina Malakiano, Marini, Chicha Koeswoyo, Syafii Antonio, Bob Hasan, W. S. Rendra, dan El Manik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia, 7 orang di antara jutaan muallaf yang namanya relatif dikenal adalah: Yusuf Islam (Penyanyi Inggris), Muhammad Ali (petintu Amerika), Yusuf Estes (Penghotbah Kristen, Amerika), Murad Hofmann (Diplomat, Jerman), Muhammad Assad (Wartawan Internasional, Austria), Selma A. Cook (Penulis, Australia), dan Jeffery lang (Profesor matematika, Amerika).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya jumlah orang yang menjadi muallaf, memfasilitasi berkembangnya Islam menjadi lebih pesat lagi. Di Jeman, pernah terjadi sebanyak 1.250 orang non-Muslim yang menghadiri dakwah muallaf Amerika, Yusuf Estes, mengambil keputusan untuk menjadi Muslim dan bersyahadat langsung di hadapan beliau. []&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLM8bwvXPUMwyK_PJ2xCboMNmPWP7s9IzfgbL8fhPSuufpw6ALiOeM42ZThK0DQiR1ROHVUreVTp3Pu0fziNyHVyE6ksGjfn9G34NdpqWI98hh_hZYBtmUHDuuSvsXV1llBzHvKujtlQ/s72-c/Suasana+Shalat+Jumat+di+Spitalfields+-+London.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Niatnya Nonton Piala Dunia, 4 Orang Ini Masuk Islam</title><link>http://lukisanmerah.blogspot.com/2014/06/niatnya-nonton-piala-dunia-4-orang-ini.html</link><category>Kisah Nyata</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Jun 2014 18:48:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7194561598659662730.post-4924056758261050043</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5fpeneYsuQ5IRDM2lcmtPM8DghCiNJ9aQKAkZhXfajd-9gcEW61SBC0TdsAZTpz9HjSHwjyol6qXGQckltMuKqbjjxwCeYzqwPHYereIHmdlv8NmxxQY5zhEZoCEDh05Va54QZ-wjnw/s1600/Supporter+piala+Dunia+2014.jpg" style="clear: left; color: #1c4870; float: left; font-family: Georgia, serif; font-size: 12.727272033691406px; line-height: 20.17599868774414px; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="Supproter Piala Dunia" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5fpeneYsuQ5IRDM2lcmtPM8DghCiNJ9aQKAkZhXfajd-9gcEW61SBC0TdsAZTpz9HjSHwjyol6qXGQckltMuKqbjjxwCeYzqwPHYereIHmdlv8NmxxQY5zhEZoCEDh05Va54QZ-wjnw/s200/Supporter+piala+Dunia+2014.jpg" height="150" style="border: 0px solid rgb(220, 217, 217); margin: 4px; padding: 4px;" title="Supproter Piala Dunia" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Supproter Piala DuniaHidayah bisa datang kapan saja, di mana saja, dengan berbagai cara yang kadang-kadang tidak terduga. Seperti yang dialami empat orang ini. Niatnya, mereka datang ke Brasil untuk melihat piala dunia secara langsung dan mendukung timnya. Sesampainya di sana, mereka bertemu dengan dai-dai Muslim pegiat program pengenalan Islam yang dicanangkan Dewan Tinggi Imam dan Urusan Islam Brasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada dua orang yang masuk Islam setelah mengenal Islam lewatku di hari-hari pertama Piala Dunia,” kata John Fontaine, salah seorang aktivis pengenalan Islam, seperti dikutip Dakwatuna dari Al Mukhtashar, Senin (16/6) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada dua orang lagi yang sudah mencari kebenaran selama bertahun-tahun. Setelah bertemu dengan kami dan mendapatkan pengenalan Islam, mereka mengucapkan dua kalimat syahadat. Mereka meyakini bahwa Islamlah agama yang benar dan selama ini mereka cari,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fontaine menambahkan, salah satu suporter yang menjadi mualaf diberi nama baru Umair. Ia datang ke Brasil untuk mendukung timnas negaranya. Sebelumnya, ia telah mencari tahu tentang agama Islam selama empat tahun. Akhirnya ia masuk Islam di depan Fontaine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Satu lagi bernama Analdino. Dia adalah warga Amerika, di California. Dia pernah mendatangi masjid di ibukota Brasil. Ternyata dia menemukan suasana ruhani yang menarik baginya. Lalu kami berikan kepadanya sebuah mushaf Al-Qur’an dan terjemah ma’aninya. Kami tinggalkan dia menekuni mushaf itu. Dia pun masuk Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang lainnya yang masuk Islam, seperti diberitakan situs resmi program pengenalan Islam, adalah saudara sepupu. Namun tidak disebutkan identitas dan kewarganegaraannya. Mereka berdua masuk Islam di Sao Paulo. [Dakwatuna/BersamaDakwah]&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5fpeneYsuQ5IRDM2lcmtPM8DghCiNJ9aQKAkZhXfajd-9gcEW61SBC0TdsAZTpz9HjSHwjyol6qXGQckltMuKqbjjxwCeYzqwPHYereIHmdlv8NmxxQY5zhEZoCEDh05Va54QZ-wjnw/s72-c/Supporter+piala+Dunia+2014.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>