<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196</atom:id><lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 14:19:27 +0000</lastBuildDate><category>Ekonomi</category><category>Akuntansi</category><category>Metode Penelitian</category><category>Perdagangan Internasional</category><category>Ujian</category><category>Inflasi</category><category>Statistik</category><category>Auditing</category><category>Pasar Modal</category><category>Info</category><category>Tips</category><category>Uang</category><category>Pemasaran</category><category>Ekonomi Syariah</category><category>Laporan Keuangan</category><category>Bunga</category><category>Makro Ekonomi</category><category>Investasi</category><category>Judul Skripsi</category><category>IMF</category><category>SPSS</category><category>Bank</category><category>Kertas Kerja</category><category>Jurnal Ilmiah</category><category>Pengantar Bisnis</category><category>Persediaan</category><category>Krisis Global</category><category>Akuntansi Manajemen</category><category>hukum</category><category>Permintaan</category><category>Skripsi Akuntansi</category><category>Perusahaan</category><category>Sistem Informasi Akuntansi</category><category>Study Kelayakan Bisnis</category><category>Pajak</category><category>Keuangan Daerah</category><title>Belajar Ekonomi</title><description>Belajar Ekonomi Bersama, Management, Akuntansi</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Deta)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>109</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/blogdeta" /><feedburner:info uri="blogspot/blogdeta" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-5263790529953133643</guid><pubDate>Fri, 19 Nov 2010 06:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-20T01:23:52.267-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi Manajemen</category><title>Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/11/akuntansi-keuangan-dan-akuntansi.html"&gt;Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen&lt;/a&gt;, hmmmmm apa bedanya yah???&lt;br /&gt;tuk lihat perbedaan antara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen&lt;/span&gt;, yuk lihat dibawah ini.... semoga membantu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pendahuluan&lt;br /&gt;Sistem informasi akuntansi pada suatu organisasi memiliki dua subsistem utama: sistem akuntansi manajemen dan sistem sistem keuangan. Sistem informasimakuntansi keuangan berhubungan dengan penyediaan keluaran bagi pengguna&lt;br /&gt;eksternnal. Sistem tersebut menggunakan data ekonomi sebagai masukan dan memprosesnya sampai memenuhi aturan dan konvensi tertentu. Sedangkan system manajemen menghasilkan informasi untuk pengguna internal seperti manajer, eksekutif, dan pekerja. Jadi akuntansi manajemen dikatakan sebagai akuntansi internal dan akuntansi keuangan dapat dikatakan sebagai akuntansi eksternal.&lt;br /&gt;Akuntansi Manajemen adalah proses identifikasi, pengukuran, pengumpulan,&lt;br /&gt;analisis, penyiapan, dan komunikasi informasi finansial yang digunakan oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tujuan Akuntansi Manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tujuan Primer: adalah membantu manajemen dalam pembuatan keputusan manajemen.&lt;br /&gt;2. Tujuan Sekunder:&lt;br /&gt;a. Membantu manajemen dalam melaksanakan fungsi perencanaan yang meliputi:&lt;br /&gt;1. pengidentifikasian tujuan dan sasaran yang akan dicapai, dan&lt;br /&gt;2. Perencanaan pengalokasian sumber-sumber organisasi secara optimal.&lt;br /&gt;b. Membantu manajemen dalam menjawab masalah organisasi yang meliputi:&lt;br /&gt;1. menghubungkan struktur organisasi atau perusahaan dengan tujuan yang akan dicapai,&lt;br /&gt;2. membangun dan memelihara sistem komuniikasi dan pelaporan yang efektip, dan&lt;br /&gt;3. mengukur penggunaan sumber-sumber, menemukan prestasi dan penyimpangan dan mengidentifikasi penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan dan deregulasi dalam industry jasa dalam era deregulasi banyak isu yang di hadapi industry manufaktor mulai muncul pada sector jasa produktifitas efesiensi biasa kepuasan pelanggan, dan persaingan berdasarkan waktu. Isu-isu persaingan ini membuat manajer perusahaan lebih sadar terhadap kebutuhan pemanfaatan informasi akuntansi manajemen dalam perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. Dengan kebutuhan akan informasi dan produktifitas yang lebih baik, sektor jasa akan meningkatkan permintaannya terhadap informasi akuntansi manajamen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Membantu manajemen dalam melaksanakan fungsi pengendalian manajemen .&lt;br /&gt;d. Membantu manajemen dalam melaksanakan sistem kegiatan manajemen, yang meliputi:&lt;br /&gt;1. pengukuran masukan (biaya) dan keluaran (pendapatan) yang relevan untuk tiap pusat pertanggunjawaban,&lt;br /&gt;2. Pengkomunnikasian data yang tepat dan karakteristik ekonomi yang penting untuk para pejabat kunci dalam waktu yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Perbedaan Akuntansi Kanajemen dengan Akuntansi Keuangan&lt;br /&gt;Akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan memiliki beberapa perbedaan. Beberapa perbedaan tersebut dapat dilihat dari beberapa sudut di antaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERBEDAAN AKUNTANSI KEUANGAN DENGAN AKUNTANSI MANAJEMEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuntansi manajemen memiliki dua arti yaitu akuntansi manajemen sebagai suatu tipe akuntansi dan akuntansi manajemen sebagai suatu tipe informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Akuntansi Manajamen Sebagai Suatu Tipe Akuntansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe akuntansi terbgai dua yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Kedua tipe akuntansi ini mempunyai karakteristik yang berbeda. Akuntansi keuangan merupakan tipe akuntansi yang mengolah informasi keuangan yang terutama untuk memenuhi kebutuhan manajemen puncak dan pihak luar organisasi. Sedangkan akuntansi manajemen merupakan tipe akuntansi yang mengolah informasi yang terutama memenuhi kebutuhan manajemen dalam&lt;br /&gt;melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakai informasi yang dihasilkan oleh kedua tipe akuntansi tersebut mempunyai kebiasaan pengambilan keputusan yang berbeda. Pihak luar perusahaan memerlukan informasi tentang perusahaan bertujuan untuk menentukan hubungan antara pihak luar dengan perusahaan. Informasi keuangan yang dibutuhkan oleh pihak luar tersebut diolah dan disajikan oleh tipe akuntansi keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen dari berbagai jenjang organisasi suatu perusahaan memerlukan informasi keuangan untuk mengambil keputusan mengenai perusahaan itu sendiri atau bagiannya. Informasi yang dibutuhkan oleh manajemen tersebut diolah dan disajikan oleh tipe akuntansi manajemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuntansi Keuangan adalah salah satu bidang akuntansi yang tujuan utamanya untuk menyajikan laporan keuangan suatu satuan usaha atau organisasi tertentu untuk kepentingan pihak eksternal. Akuntansi manajemen adalah salah satu bidang akuntansi yang tujuan utamanya menyajikan laporan laporan suatu satuan usaha atau organisasi tertentu untuk kepentingan pihak internal dalam rangka melaksanakan proses manajemen yang meliputi perencanaan, pembuatan keputusan, pengorganisasian dan pengarahan serta pengendalian. Perbedaan akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen dapat dilihat pada bagan dibawah ini.&lt;br /&gt;2. Akuntansi Manajemen Sebagai Suatu Tipe Informasi.&lt;br /&gt;Informasi merupakan suatu fakta, data, pengamatan, persepsi atau sesuatu yang lain yang menambah pengetahuan. Informasi diperlukan oleh manusia untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuntansi sebagai bahasa bisnis dikelompokkan menjadi:&lt;br /&gt;a. Informasi Operasi. Untuk melaksanakan kegiatan, manajemen memerlukan informasi operasi seperti persediaan produk digudang, jumlah produk yang diproduksi dan dijual, jumlah jam kerja karyawan. Informasi ini merupakan bahan baku untuk mengolah tipe akuntansi yang lain.&lt;br /&gt;b. Informasi Akuntansi Keuangan. Informasi ini diperlukan oleh pihak dalam maupun pihak luar perusahan. Informasi ini dihasilkan oleh sistem pengolahan informasi keuangan. Informasi ini berbentuk Neraca, laporan laba rugi, lapora laba ditahan dan laporan perubahan posisi keuangan.&lt;br /&gt;c. Informasi Akuntansi manajemen. Informasi akuntansi ini disajikan kepada manajemen perusahaan dalam berbagai laporan keuangan seperti anggaran, laporan penjualan, laporan biaya pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Perkembangan Akuntansi Manajemen&lt;br /&gt;Praktek-praktek akuntansi manajemen dituntut untuk melakukan suatu pengembangan yang bersifat inovatif dan relevan. Perkembangan ini disebabkan adanya perubahan lingkungan ekonomi yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan. Tekanan persaingan global telah mengubah lingkungan ekonomi kita, sehingga memaksa perusahaan-perusahaan untuk melakukan perubahan secara drastis terhadap cara mereka menjalankan bisnisnya. Perubahan ini menyebabkan terciptanya lingkungan baru pada akuntansi manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efekstif sangat penting bagi peningkatan nilai pelanggan tetutama jika maksimal realisi pelanggan pada biaya serendah mungkin merupakan tujuan bagoi perusahaan&lt;br /&gt;Faktor-faktor utama dari perubahan adalah:&lt;br /&gt;Orientasi Kepada Pelanggan. Perusahaan menciptakan keunggulan kompetitif melalui penciptaan nilai yang lebih baik bagi pelanggan pada tingkat biaya yang sama atau lebih rendah dari pada tingkat harga para pesaingannya. Nilai pelanggan (customer value) adalah selisih antara apa yang pelanggan terima (produk total) dengan apa yang pelanggan berikan. Sedangkan produk total adalah manfaat yang diterima pelanggan baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dari membeli suatu barang. Pengorbanan pelanggan adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli produk, waktu dan usaha yang dikeluarkan untuk mencari dan mempelajari penggunaan produk tersebut dan biaya pasca pembelian. Manajemen value chain yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perspektif Lintas Fungsional. Penekanan pada rantai nilai berarti bahwa akuntan manajemen dewasa ini harus memahami tugas-tugas bisnis, mulai dari manufaktur, kepemasaran, ke distrubusi sampai pelayanan kepada konsumen. Kebutuhan tentang ini semakin besar pada saat perusahaan terlibat dalam perdagangan internasional. Mengapa sekarang harus menghubungkan antara akuntansi manajemen dengan pemasaran, manajemen. keuangan dan fungsi-fungsinya lainnya? Hal ini terjadi dengan alasan saat pendekatan nilai rantai digunakan dan nilai pelanggan diutamakan.&lt;br /&gt;Terlihat bahwa fungsi-fungsi tersebut saling terkait. Suatu keputusan mempengaruhi satu keputusan akan mempengaruhi keputusan lainnya. Sebagai contoh, banyak perusahaan manufaktur yang menjalankan praktek frequent trade loading. Praktek yang merangsang pedagang besar dan pengecer untuk membeli lebih banyak produk dari yang mampu mereka jual dengan cepat. Akibatnya persediaan menumpuk dan pedagang besar dan pengecer menghentikan pembelian selama tetapi waktu tertentu. Ini sepertinya masalah pemasaran, sebenarnya bukan masalah pemasaran saja, tetapi juga fungsi yang lain. Ketika penjualan terhenti, produksi juga akan terhenti, sehingga mengalami ketika menentuan dalam produksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan Global. Perkembangan sarana tranportasi dan komunikasi yang cepat telah menciptakan suatu pasar yang global bagi perusahaan manufaktur dan jasa. Beberapa waktu yang lalu, perusahaan diluar negeri bukan merupakan pesaing karena pasar dipisahkan oleh letak geografis. Sekarang, mobil yang diproduksi di Jepang, dikirim ke Amerika Serikat dalam jangka waktu 2 minggu. Bankir investasi dan konsultan manajemen dapat berkomunikasi kantor luar negeri dalam sekejap. Perkembangan dan tranportasi telah meningkatkan kontribusi telekomunikasi persaingan bagi semua perusahaan. Karena ketatnya persaingan, biaya pengambilan keputusan yang buruk karena didasarkan pada mutu informasi yang rendah telah meningkat tajam. Karena itu, peningkatan persaingan global telah menciptakan kebutuhan akan informasi akuntansi manajemen yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Mutu Total (TQM). Keunggulan manufaktur adalah kunci untuk bertahan hidup dalam lingkungan persaingan global dewasa ini. Filosofi dari manajemen mutu total (total quality management), dimana perusahaan berusaha menciptakan satu lingkungan yang memungkinkan pekerjanya menghasilkan produk sempurna (zero defect), sedang menggantikan 'prinsip mutu' yang dapat diterima di masa lalu. Peningkatan penekanan mutu ini juga menciptakan kebutuhan akan adanya suatu sistem akuntansi manajemen yang menyediakan informasi keuangan dan nonkeuangan tentang mutu.&lt;br /&gt;Waktu Sebagai Unsur Kompetitif. Waktu adalah unsur penting dari semua tahap value chain. Perusahaan bertaraf dunia mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pasar dengan cara memperpendek siklus disain, implementasi, dan produksi. Perusahaan itu mengirim produk atau jasanya dengan cepat melalui penghapusan waktu yang tidak bernilai tambah, waktu yang tidak berguna bagi pelanggan. Tujuan keseluruhannya adalah meningkatkan daya tanggap terhadap pelanggan (customer responsiveness). Tingkat inovasi teknologi telah meningkat dalam banyak industri dan umur suatu produk dapat semakin pendek. Manajer harus mampu merespon secara Tepat dan cepat kondisi perubahan pasar informasi yang memungkinkan harus mampu menyelesaikan masalah ini harus tersedia Kemajuan Teknologi Informasi. Teknologi informasi mempunyai hubungan dengan dua peningkatan kemajuan. Pertama berkaitan erat dengan manufaktur yang terintergrasi dengan komputer (computer intergrated manufacturing). Kemajuan kedua menyediakan alat-alat yang dibutuhkan, seperti tersedianya personal komputer, software kertas kerja dan paket-paket grafis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan proses produksi terotomasi, komputer digunakan untuk memonitor dan mengendalikan berbagai operasi. Disamping itu, komputer bermanfaat bagi manajer, karena sejumlah besar informasi berguna dapat dikumpulkan dan dilaporkan dengan segera. Otomasi meningkatkan kuantitas dan kecepatan informasi. Karena manajer memanfaatkan nilai dari sistem informasi lebih kompleks, maka mereka harus memiliki akses data dari sistem dan mampu memilah serta menganalisisnya secara cepat, tepat dan efisien. Komputer personal berfungsi sebagai penghubung komunikasi ke sistem informasi perusahaan dan kertas kerja serta program grafik memberi manajer kemampuan analistis untuk menggunakan informasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan Lingkungan Manufaktur. Kemajuan di bidang teknologi dan proses produksi mempunyai dampak yang cukup besar terhadap lingkungan manufaktur seperti sistem kakulasi biaya produksi, sistem pengendalian, perilaku dan daya lacak biaya, penganggaran modal, dan lain-lain. Sistem manufaktur tradisional adalah produksi diteruskan oleh sistem dan usaha-usaha selanjutnya dilakukan untuk menjual sebanyak mungkin unit yang diproduksi. Sistem just in time adalah sistem yang memproduksi barang hanya ketika produk dibutuhkan dan hanya dalam jumlah yang diminta oleh konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan dan Deregulasi dalam Industri Jasa. Dalam era deregulasi, banyak isu yang dihadapi industri manufaktur mulai muncul pada sektor jasa, produktifitas, efesiensi biaya, kepuasan pelanggan, dan persaingan berdasarkan waktu. Isu-isu persaingan ini membuat manajer perusahaan lebih sadar terhadap kebutuhan pemanfaatan informasi akuntansi manajemen dalam perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. Dengan kebutuhan akan informasi dan produktifitas yang lebih baik, sektor jasa akan meningkatkan permintaannya terhadap informasi&lt;br /&gt;akuntansi manajamen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Berdasarkan Aktivitas (ABN). Permintaan terhadap informasi akuntansi manajemen yang akurat dan relevan telah menyebabkan berkembangnya konsep manajemen berdasarkan aktifitas (Activity Based Management). Activity Based Management (ABM) adalah suatu sistem yang luas, pendekatan terintergrasi yang memfokuskan perhatian manajemen pada aktifitas dengan tujuan meningkatkan nilai pelanggan dan keuntungan. ABM mengutamakan kalkulasi biaya berdasarkan aktifitas dan analisis nilai proses. ABM meningkatkan akurasi pembebanan biaya karena melakukan penelusuran biaya aktifitas dan selanjutnya biaya produk atau pelanggan yang mengkomsumsi berbagai aktifitas tersebut. Analisis nilai proses mengutamakan analisis aktifitas mencoba menentukan bagaimana aktifitas dilakukan dan bagaimana hasil dari aktifitas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kesimpulan&lt;br /&gt;Sistem informasi akuntansi pada suatu organisasi memiliki dua subsistem utama: sistem akuntansi manajemen dan sistem keuangan. Sistem informasi akuntansi keuangan berhubungan dengan penyediaan keluaran bagi pengguna eksternal. Tujuan akuntansi manajemen adalah membantu manajemen dalam pembuatan keputusan manajemen dan membantu manajemen dalam melaksanakan fungsi perencanaan, membantu manajemen dalam menjawab masalah organisasi, membantu manajemen dalam melaksanakan fungsi pengendalian manajemen dan membantu manajemen dalam melaksanakan sistem kegiatan manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek-praktek akuntansi manajemen dituntut untuk melakukan suatu pengembangan yang bersifat inovatif dan relevan. Perkembangan ini disebabkan adanya perubahan lingkungan ekonomi yang dihadapi oleh perusahaan- perusahaan. Tekanan persaingan global telah mengubah lingkungan ekonomi kita, sehingga memaksa perusahaan-perusahaan untuk melakukan perubahan secara dratis terhadap cara mereka menjalankan bisnisnya. Perubahan ini menyebabkan terciptanya lingkungan baru pada akuntansi manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor utama dari perubahan adalah:&lt;br /&gt;Orientasi Kepada Pelanggan.&lt;br /&gt;Perspektif Lintas Fungsional.&lt;br /&gt;Persaingan Global.&lt;br /&gt;Manajemen Mutu Total (TQH).&lt;br /&gt;Waktu Sebagai Unsur Kompetitif.&lt;br /&gt;Kemajuan Teknologi Informasi.&lt;br /&gt;Kemajuan Lingkungan Manufaktur.&lt;br /&gt;Pertumbuhan dan Deregulasi dalam Industri Jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan diatas dapat membantu kamu yang lagi nyari informasi tentang &lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/11/akuntansi-keuangan-dan-akuntansi.html"&gt;Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Anthony, R.N., Accounting Text and Cases, Edisi 8, Homewood, Illinois: Richard D. Irwin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garrison, R,H. Managerial Accounting: Concept for Planning, Control, Decesion Making, Fourth Edition, Plano, Texas: Business Publication, Inc, 1992.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hansen Don R" Mowen Maryanne M., Management Accounting, Fourth Edition, International Thomson Publishing, 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polimeni, Ralph S. et, all, Cost Accounting: Concept and Application for Manageria Decision Making, Third Edition, New York: McGraw-Hill Book Company, 1988&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supriyono, Akuntansi Manajemen, edisi pertama, BPFE, Yogyakarta, 1990,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://kamaluddin86.blogspot.com/2010/04/perbedaan-manajemen-akuntasi-dengan.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-5263790529953133643?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/11/akuntansi-keuangan-dan-akuntansi.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-3189551987100335708</guid><pubDate>Sat, 14 Aug 2010 11:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-14T04:48:24.395-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Statistik</category><title>Structural Equation Model dan Partial Least Square</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang sedang belajar Statistik pasti tau mengenai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Structural Equation Model dan Partial Least Square&lt;/span&gt;, mari kita lihat lebih lanjut tentang Structural Equation Model (SEM) dan Partial Least Square (PLS) ini. mulai dari Pengertian, kelebihan dari PLS dan SEM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Structural Equation Model (SEM)&lt;/span&gt; adalah covariance based, sedangkan Partial Least Square (PLS) adalah component based&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan saat membutuhkan SEM dengan PLS (selanjutnya kita sebut dengan PLS saja)?&lt;br /&gt;          o Model penelitian mengindikasikan lebih dari satu variabel dependen&lt;br /&gt;          o Data tidak bersifat multivariate normal&lt;br /&gt;          o Sampel kecil atau jumlah cases terbatas&lt;br /&gt;          o Model penelitian melibatkan item formatif dan item refleksif sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelebihan PLS&lt;/span&gt; adalah kemampuannya memetakan seluruh jalur ke banyak variabel dependen dalam satu model penelitian yang sama dan menganalisis semua jalur dalam model struktural secara simultan. (Fornell and Bookstein, 1982; Barclay, Higgins, and Thompson, 1995; Gefen, Straub, and Boudreau, 2000). Kelebihan lainnya adalah hanya memerlukan sedikit cases daripada SEM (Chin and Newsted, 1999; Gefen, Straub, and Boudreau, 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam PLS data tidak perlu memenuhi asumsi multivariate normal.&lt;br /&gt;Analisis SEM mengasumsikan seluruh item/indikator adalah reflektif. Sedangkan PLS bisa reflektif dan formatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;table style="border-collapse: collapse; text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0"&gt;&lt;col style="width: 295px;"&gt; &lt;col style="width: 295px;"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border: 0.5pt solid black; padding-left: 7px; padding-right: 7px;" colspan="2"&gt;Reflektif: &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;img src="http://statistikakomputasi.files.wordpress.com/2010/05/052810_0006_partialleas1.png?w=468" alt="" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 0.5pt 0.5pt 0.5pt medium; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt;Formatif: &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;img src="http://statistikakomputasi.files.wordpress.com/2010/05/052810_0006_partialleas2.png?w=468" alt="" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Chin (1998a) menyarankan untuk membedakan apakah suatu item formatif atau tidak dengan mengajukan pertanyaan berikut: apakah perubahan pada satu item akan menimbulkan perubahan dengan arah yang sama pada item lainnya? Jika jawabannya tidak berarti kelompok item tersebut formatif.&lt;br /&gt;* Penggunaan item formatif dalam SEM bisa mengakibatkan permasalahan serius terkait validitas hasil dan konklusinya. Chin (1998a) mengatakan:”… semua item harus reflektif agar konsisten dengan algoritma statistiknya yang mengasumsikan bahwa korelasi diantara indikator dalam satu Laten Variabel (LV) disebabkan oleh LV tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Prosedur analisis data pada SEM-PLS bisa dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “At the measurement model level, PLS estimates items loading and covariance. At the structural level, PLS estimates path coefficients and correlation among Latent Variables, together with individual R2 and AVE (Average Variance Extracted) of each of the latent constructs. T-values of both path and loadings are then calculated using either jackknife or a bootstrap method. Good model fit is established with significant path coefficients, acceptably high R2 and internal consistency (construct reliability) being above 0.70 for each construct” (Gefen, Straub, and Boudreau, 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Barclay et al. (1995) menyarankan bahwa model PLS dianalisis dan diinterpretasikan dalam dua langkah berurutan berikut: pertama, menilai validitas dan reliabilitas model pengukuran (hubungan dari indikator ke laten variabel), kedua lalu menilai model strukturalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Cross Validation diperlukan dalam rangka menguji seberapa baik solusi yang diperoleh dari fitting model terhadap suatu sampel juga akan sesuai untuk sampel independen lainnya dari populasi yang sama (Chin and Todd, 1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Statistik dari measurement model yang penting yaitu: item reliability, internal consistency, Average Variance Extracted (AVE), square root of AVE, and cross-loadings (Barclay, Higgins, and Thompson, 1995). Tiga uji pertama dikenal sebagai validitas konvergensi (Fornell and Larcker, 1981) dan dua uji terakhir dikenal sebagai validitas diskriminan (Barclay, Higgins, and Thompson, 1995).&lt;br /&gt;* Evaluasi model yang biasa digunakan dalam PLS adalah R-kuadrat, bootstapping/jackknifing, composite reliability, AVE dan cross-loadings.&lt;br /&gt;* R-kuadrat, sebagaimana pada analisis regresi berganda biasa, berfungsi untuk mengetahui seberapa besar variansi dalam construct dapat dijelaskan oleh model.&lt;br /&gt;* Bootstrapping atau alternatifnya, jackknifing, digunakan untuk menilai signifikansi statistik dari loadings dan koefisien structural path. Penggunaan tekhnik ini karena mengacu pada data yang digunakan yang tidak mengasumsikan harus multivariate normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari: Achjari, Didi. “PLS: Another Method of SEM Analysis”  Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 19 No. 3. Tahun 2004.&lt;br /&gt;sumber : http://statistikakomputasi.wordpress.com/2010/05/28/partial-least-squarealternatif-dalam-analisis-structural-equation-model-sem/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-3189551987100335708?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/08/structural-equation-model-dan-partial.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-8039361978947336589</guid><pubDate>Thu, 05 Aug 2010 13:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-05T07:11:24.448-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jurnal Ilmiah</category><title>DAMPAK PEMODERASIAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP HUBUNGAN LABA AKUNTANSI DENGAN RETURN SAHAM</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;DAMPAK PEMODERASIAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP HUBUNGAN LABA AKUNTANSI DENGAN RETURN SAHAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUTU ARI DHARMA LAKSMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NI MADE DWI RATNADI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRACT&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Accurate information regarding listed companies is crucial to minimize investment risk. This research aims to examine the effect of accounting income on stock return, and the effect of cash flow from operation, cash flow from investment, and cash flow from financing activities respectively as moderating variables on the relationship between accounting income and stock return of manufacturer listed on the Jakarta Stock Exchange.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;There were 161 manufacturing companies listed during 2001 to 2005, and 39 of them are selected as sample research using purposive sampling method. With 5 year research period, there are 195 observations done. Data then are analyzed using multiple linear regressions.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Results show that accounting income affect stock return significantly, which is shown by greater value of t count compare to t table. While cash flow from operation, investment, and financing activities are not able to moderate relationship between accounting income and stock return.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keywords: moderating variables, cash flow, accounting income, stock return.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pilihan berinvestasi di pasar modal adalah investasi dan penanaman modal dalam bentuk saham yang merupakan pemilikan atau pembelian saham-saham perusahaan terbuka oleh para investor dengan tujuan untuk mendapatkan pendapatan (return) sebagai keuntungan. Namun, berinvestasi di pasar modal memiliki risiko yang sangat besar sehingga para investor memerlukan analisis untuk menilai kelaikan suatu perusahaan yang akan ditanami modal untuk mengurangi risiko-risiko investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan arus kas sebagai komponen penyusun laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang juga dapat menjadi perhatian investor. Laporan arus kas ditujukan untuk melaporkan penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode yang berasal dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Dalam Trueblood Report, tujuan laporan keuangan No.3 disebutkan bahwa dasar kepentingan investor dan kreditor dalam laporan keuangan adalah aliran kas perusahaan tanpa menyebutkan income bersih. Kepentingan investor dan kreditor atas informasi aliran kas meliputi jumlah, waktu, dan tingkat ketidakpastiannya (Belkaoui, 2000:129).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bowen et al. (1986) menyatakan bahwa manfaat dari laporan arus kas adalah untuk memprediksi kegagalan, menaksir risiko, memprediksi pemberian pinjaman, penilaian perusahaan, dan memberikan informasi tambahan pada pasar modal. T.A. Lee, B.E. Hick, dan R.H. Ashton dalam Harahap (2001:242) menyatakan bahwa informasi yang disajikan cash flow accounting lebih bermanfaat dalam menilai atau menganalisis keputusan, baik tentang investasi saham maupun untuk tujuan peramalan arus kas lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi penting lainnya yang dapat digunakan oleh investor untuk menilai kinerja perusahaan adalah laba. Dalam Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 1 dinyatakan dengan jelas bahwa pentingnya informasi laba selain untuk menilai kinerja manajemen dapat pula digunakan untuk memprediksi kemampuan laba serta menaksir risiko dalam investasi dan kredit. Keberadaan informasi laba dan arus kas dipandang oleh pemakai informasi sebagai suatu hal yang saling melengkapi guna mengevaluasi kinerja perusahaan secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilson (1986, 1987) dan Bowen et al. (1986) menguji kandungan informasi arus kas dan laba akrual dengan return saham. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya kandungan informasi pada data arus kas. Laporan arus kas harus disajikan dengan memerinci komponen-komponen arus kas dari aktivitas-aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Pembedaan komponen-komponen arus kas ini penting karena tiap-tiap komponen tersebut dianggap mempunyai pengaruh yang berbeda-beda terhadap return sekuritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Livnat dan Zarowin dalam Kumalahadi (2003) menemukan bukti bahwa komponen-komponen arus kas dari aktivitas operasi dan pendanaan mempunyai hubungan yang signifikan dengan return saham. Sebaliknya, komponen-komponen arus kas dari aktivitas investasi tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan return saham. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa &lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/07/jenis-laba.html"&gt;informasi laba&lt;/a&gt; dan atau informasi arus kas secara signifikan memiliki hubungan dengan return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keberadaan informasi laba sudah lebih dulu diteliti dibandingkan dengan informasi arus kas, ada kemungkinan keberadaan informasi arus kas adalah sebagai tambahan informasi yang dapat memperkuat hubungan itu dalam bentuk sebagai variabel pemoderasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengaruh Laba Akuntansi terhadap Return Saham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Husnan dan Pudjastuti (1998:134) perusahaan yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan laba, cenderung harga sahamnya juga akan meningkat. Maksudnya jika perusahaan memperoleh laba yang semakin besar, maka secara teoretis perusahaan akan mampu membagikan dividen yang semakin besar dan akan berpengaruh secara positif terhadap return saham. Ali (1994) dalam Triyono (2000) menguji kandungan informasi dari laba, modal kerja operasi, dan arus kas dengan model regresi linear dan nonlinear. Hasil studinya menemukan bahwa ketiga variabel tersebut memiliki hubungan dengan return saham dalam regresi nonlinear.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ball dan Brown (1968) dalam Parawiyati (2000) menemukan bahwa di samping ada hubungan antara laba dengan abnormal rate of return, laba juga memberikan potensi informasi. Sebaliknya, Triyono (2000), Pradnyawati (2004), Lestyawati (2004) tidak menemukan adanya kandungan informasi dalam hubungannya dengan return.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H1: Laba akuntansi berpengaruh terhadap return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh &lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/08/dampak-pemoderasian-komponen-arus-kas.html"&gt;Pemoderasian Komponen Arus Kas terhadap Hubungan Antara Laba Akuntansi dengan Return Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan laporan keuangan nomor 3 dalam Trueblood Report disebutkan bahwa dasar kepentingan investor dan kreditor dalam laporan keuangan adalah laporan aliran kas perusahaan, tanpa menyebutkan income bersih. Artinya laporan aliran kas memiliki kandungan informasi untuk kepentingan investor dan kreditor dalam melakukan investasi. Penelitian Bowen et al. (1986) menemukan bahwa arus kas merupakan prediktor yang lebih baik daripada laba dalam memprediksi arus kas masa mendatang yang dilakukan dengan menggunakan model random walk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miller dan Rock dalam Triyono (2000) menemukan bahwa laporan arus kas memberikan informasi yang cukup bagi investor untuk menginvestasikan dananya. Livnat dan Zarowin (1990) dalam Kumalahadi (2003) menemukan bukti empiris bahwa komponen-komponen arus kas dari aktivitas operasi dan pendanaan memiliki hubungan yang signifikan dengan return saham, sedangkan arus kas investasi tidak memiliki hubungan signifikan dengan return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H2: Arus kas operasi mampu memoderasi hubungan antara laba akuntansi dengan return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H3: Arus kas investasi mampu memoderasi hubungan antara laba akuntansi dengan return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H4: Arus kas pendanaan mampu memoderasi hubungan antara laba akuntansi dengan return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Jakarta periode 2001– 2005. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu pengambilan sampel yang dilakukan sesuai dengan kriteria sampel yang dikehendaki. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling mengakibatkan hasil penelitian tidak bisa digeneralisasi sehingga hasil penelitian ini hanya berlaku untuk sampel yang dipilih. Adapun kriteria yang digunakan untuk menentukan sampel adalah perusahaan manufaktur telah terdaftar sebelum 2001, menerbitkan laporan keuangan per 31 Desember, dan memperoleh laba akuntansi terus-menerus dari tahun 2001–2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta yang memenuhi semua kriteria tersebut di atas sebanyak 39 perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Operasional Variabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi operasional dari variabel-variabel yang dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Return saham (Y) adalah pendapatan yang diterima oleh para pemegang saham dalam bentuk dividen dan capital gain yang dihitung dengan cara membandingkan antara dividen yang dibagikan ditambah dengan selisih harga penutupan saham tahun sekarang dengan tahun sebelumnya dibagi dengan harga penutupan saham pada periode sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rit = Pi t – Pi t-1 +Di t ........................................................................... (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pi t-1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ri = return saham perusahaan i pada periode ini (t)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pi t = harga penutupan saham perusahaan i pada periode ini (t)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pi t-1 = harga penutupan saham perusahaan i pada periode sebelumnya (t-l)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di = dividen yang dibagikan oleh perusahaan i pada periode ini (t)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Laba akuntansi (LAk) merupakan hasil bersih setelah pajak. Laba akuntansi perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta dilihat pada laporan laba rugi tahunan perusahaan 2001–2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Arus kas adalah informasi tentang kas masuk dengan kas keluar. Arus kas ada tiga, yaitu sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Arus kas operasi (AKO) adalah aliran kas dari aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Arus kas investasi (AKI) adalah aliran kas dari pelepasan atau pemerolehan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Arus kas pendanaan (AKP) adalah aliran kas dari aktivitas yang mengakibatkan perubahan jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Metode Pengumpulan Data&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi harga saham pembukaan dan penutupan, laporan laba rugi, aliran kas, neraca perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta tahun 2001-2005. Sumber data diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan situs internet www.jsx.co.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teknik Analisis Data&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda ini digunakan untuk mengetahui atau memperoleh gambaran mengenai pengaruh pemoderasian arus kas terhadap hubungan antara laba dengan return saham dengan bantuan program komputer Statistical Package for Social Science (SPSS). Model regresi linear yang digunakan untuk tiap-tiap hipotesis adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Hipotesis pertama akan diuji dengan model regresi sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RS = a + b1 LAk + e ........................................................... (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Hipotesis kedua akan diuji dengan model regresi berganda sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RS = a + b1 Lak + b2 AKO + b3 Lak.AKO + e ....................... (3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Hipotesis ketiga akan diuji dengan model regresi berganda sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RS = a + b1 Lak + b2 AKI + b3 Lak.AKI + e ........................ (4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Hipotesis keempat akan diuji dengan model regresi berganda sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RS = a + b1 Lak + b2 AKP + b3 Lak.AKP + e ........................ (5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RS = return saham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAk = laba akuntansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKO = arus kas operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKI = arus kas investasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKP = arus kas pendanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a = konstanta b1, b2, b3, = koefisien regresi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e = error&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pengujian dengan regresi linear berganda juga dilakukan pengujian statistik deskriptif dan uji asumsi klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis Variabel Moderator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesis diuji dengan analisis regresi dengan membandingkan tingkat signifikansi (sig.t) antara hasil yang diperoleh dalam analisis tingkat keyakinan 95%. Kemudian nilai signifikansi t dinilai dengan ketentuan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk H2, H3, H4 bila signifikansi (sig.t) dari koefisien variabel bebas b1, b2, b3, lebih kecil dari 0,05 berarti hipotesis 2, 3, 4 diterima. Hal ini berarti bahwa variabel pemoderasi arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan berpengaruh secara signifikan terhadap hubungan antara laba akuntansi dengan return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Statistik Deskriptif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Tabel 1 disajikan statistik deskriptif dari variabel-variabel yang diteliti pada persamaan regresi 2. Tabel 2 menyajikan statistik deskriptif dari variabel-variabel yang diteliti pada persamaan regresi 3. Tabel 3 menunjukkan statistik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;deskriptif dari variabel-variabel yang diteliti pada persamaan regresi 4, sedangkan Tabel 4 untuk persamaan regresi 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji Asumsi Klasik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dianalisis dengan teknik analisis linear berganda dilakukan uji asumsi klasik untuk mengetahui apakah hasil estimasi regresi yang dilakukan memenuhi uji normalitas, bebas dari gejala heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan autokorelasi. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa regresi layak dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regresi Simultan (F-test)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uji Anova atau F test pada Tabel 5 diperoleh nilai Fhitung persamaan regresi 3 sebesar 2,726 yang berarti lebih besar daripada F tabel,yaitu 2,6 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,045. Karena Fhitung lebih besar daripada F tabel dan probabilitas signifikansi lebih kecil daripada 5% atau 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi return saham. Jadi, dapat dikatakan bahwa laba akuntansi, arus kas operasi, dan variabel interaksi antara laba akuntansi dengan arus kas operasi secara simultan berpengaruh terhadap return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Tabel 6 terdapat nilai adjusted R square sebesar 0,026. Hal ini berarti bahwa variasi total dari variabel terikat return saham yang dijelaskan oleh variabel independen (laba akuntansi, arus kas operasi, dan variabel interaksi antara laba akuntansi dengan arus kas operasi) adalah 2,6 %, sedangka 97,4% dijelaskan oleh variabel di luar model ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Tabel 7 dapat dilihat hasil uji Anova persamaan regresi 4, yaitu nilai Fhitung sebesar 2,901 dan Ftabel sebesar 2,6 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,036. Karena Fhitung lebih besar daripada F tabel dan probabilitas signifikansi lebih kecil daripada 5% atau 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi return saham. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa laba akuntansi, arus kas investasi, dan variabel interaksi antara laba akuntansi dengan arus kas investasi secara simultan berpengaruh terhadap return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Tabel 8 terdapat nilai adjusted R square sebesar 0,029. Hal ini berarti bahwa variasi total dari variabel terikat return saham yang dijelaskan oleh variabel independen (laba akuntansi, arus kas investasi, dan variabel interaksi antara laba akuntansi dengan arus kas investasi) adalah 2,9%, sedangkan 97,1% dijelaskan oleh variabel di luar model ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Tabel 9 dapat dilihat hasil uji Anova persamaan regresi 4, nilai Fhitung sebesar 2,672 dan Ftabel sebesar 2,6 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,049. Karena Fhitung lebih besar daripada F tabel dan probabilitas signifikansi lebih kecil daripada 5% atau 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi return saham. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa laba akuntansi, arus kas pendanaan, dan variabel interaksi antara laba akuntansi dengan arus kas pendanaan secara simultan berpengaruh terhadap return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Tabel 10 terdapat nilai adjusted R square sebesar 0,025. Hal ini berarti bahwa variasi total dari variabel terikat return saham yang dijelaskan oleh variabel independen (laba akuntansi, arus kas pendanaan, dan variabel interaksi antara laba akuntansi dengan arus kas pendanaan) adalah 2,5%, sedangkan 97,5% dijelaskan oleh variabel di luar model ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengujian Hipotesis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 11 dapat disusun persamaan regresi sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RS = 0,111 + 1,01 E-13 LAk +e&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti dari koefisien regresi di atas adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Konstanta (a) = 0,111, berarti bila nilai laba akuntansi (LAk) konstan atau perubahannya sama dengan nol, maka nilai return saham (RS) adalah sebesar 0,111.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) b1 = 1,01 E-013, berarti apabila variabel laba akuntansi (LAk) bertambah satu satuan (1 rupiah) maka, return saham akan meningkat sebesar 1,01 E-13 satuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengujian Hipotesis Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengujian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa laba akuntansi berpengaruh signifikan terhadap return saham, dapat dilihat pada Tabel 12 bahwa variabel laba akuntansi yang dimasukkan dalam model regresi menunjukkan nilai thitung sebesar 2,538 yang berarti lebih besar daripada ttabel, yaitu 1,960 sehingga Ho ditolak dan Hi diterima. Sebaliknya, tingkat signifikansinya adalah 0,012 yang berarti lebih kecil daripada tingkat signifikan 5% atau 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel laba akuntansi mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil dari persamaan model regresi linear tersebut menunjukkan arah positif (searah) antara variabel bebas (laba akuntansi) dengan variabel terikat (return saham). Jadi, dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama yang menyatakan bahwa laba akuntansi berpengaruh signifikan terhadap return saham terbukti sehingga hipotesis pertama diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laba akuntansi berpengaruh signifikan terhadap return saham karena laba atau keuntungan yang diperoleh dari kegiatan operasional perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai balas jasa telah menanamkan modalnya dalam perusahaan atau yang biasa disebut dengan dividen. Nantinya dividen tersebut merupakan salah satu komponen penyusun return saham selain capital gain. Perusahaan yang menghasilkan laba semakin besar, maka secara teoretis perusahaan itu akan mampu membagikan dividen yang semakin besar. Dengan meningkatnya dividen yang diterima oleh pemegang saham, maka return yang diterima oleh pemegang saham juga akan meningkat. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang telah dilakukan Ball dan Brown (1968) dalam Parawiyati (2000) yang menemukan bahwa ada hubungan antara laba dengan abnormal rate of return dan laba juga memberikan potensi informasi. Penelitian ini juga mendukung hasil penelitian Ali (1994) dalam Triyono (1998) yang menemukan bahwa laba akuntansi mempunyai hubungan dengan return saham. Akan tetapi, hasil penelitian ini bertentangan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Triyono (1998), Pradnyawati (2004), dan Lestiawati (2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian Hipotesis Kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian hipotesis kedua yang menyatakan bahwa arus kas operasi secara signifikan mampu memoderasi hubungan antara laba akuntansi dengan return saham dapat dilihat pada Tabel 13. Tabel itu menunjukkan bahwa variabel laba akuntansi, arus kas operasi, dan variabel interaksi antara laba akuntansi dengan arus kas operasi yang dimasukkan dalam model regresi memiliki tingkat signifikansi yang berbeda. Variabel laba akuntansi memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,204, arus kas operasi emiliki tingkat signifikansi sebesar 0,517, dan variabel interaksi antara laba akuntansi dengan arus kas operasi memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,793 dengan thitung sebesar 0,263. Karena tingkat signifikansi lebih besar daripada 5% atau 0,05, maka interaksi laba akuntansi dengan arus kas operasi tidak berpengaruh terhadap return saham. Jadi, dapat disimpulkan bahwa arus kas operasi tidak mampu memoderasi hubungan antara laba akuntansi dengan return saham sehingga hipotesis kedua tidak diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus kas operasi secara parsial tidak dapat memoderasi hubungan antara laba akuntansi dengan return saham. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan informasi yang terkandung dalam arus kas operasi belum sepenuhnya digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pasar modal. Hasil penelitian ini bertentangan dengan hasil penelitian Livnat dan Zarowin (1990), tetapi mendukung penelitian yang dilakukan oleh Wilson dan Rayburn (1968) dalam Triyono (1998) yang menyatakan bahwa arus kas operasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian Hipotesis Ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa arus kas investasi secara signifikan mampu memoderasi hubungan antara aba akuntansi dengan return saham, dapat dilihat pada Tabel 14. Pada table itu dinyatakan bahwa variabel laba akuntansi, arus kas investasi, dan variabel interaksi antara laba akuntansi dengan arus kas investasi yang dimasukkan dalam model regresi memiliki tingkat signifikansi yang berbeda. Variabel laba akuntansi memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,006, arus kas investasi memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,307, dan variabel interaksi antara laba akuntansi dengan arus kas investasi memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,948 dengan thitung sebesar -0,065. Karena tingkat signifikansi lebih besar daripada 5% atau 0,05 maka interaksi laba akuntansi dengan arus kas investasi tidak berpengaruh terhadap return saham. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa arus kas investasi tidak mampu memoderasi hubungan antara laba akuntansi dengan return saham sehingga hipotesis ketiga tidak diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus kas investasi secara parsial tidak dapat memoderasi hubungan antara laba akuntansi dengan return saham. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan informasi yang terkandung dalam arus kas investasi belum sepenuhnya digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pasar modal. Hasil penelitian ini bertentangan dengan hasil penelitian Miller dan Rock (1985) dalam Triyono (1998), tetapi mendukung penelitian yang dilakukan Livnat dan Zarowin (1990) yang menyatakan bahwa arus kas nvestasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian Hipotesis Keempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian hipotesis keempat yang menyatakan bahwa arus kas pendanaan secara signifikan mampu memoderasi hubungan antara laba akuntansi dengan return saham dapat dilihat pada Tabel 15. Tabel itu menyatakan bahwa variabel laba akuntansi, arus kas pendanaan, dan variabel interaksi antara laba akuntansi dengan arus kas pendanaan yang dimasukkan dalam model regresi memiliki tingkat signifikansi yang berbeda. Variabel laba akuntansi memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,014, arus kas pendanaan memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,209, dan variabel interaksi antara laba akuntansi dengan arus kas investasi memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,284 dengan thitung sebesar 1,075. Karena tingkat signifikansi lebih besar daripada 5% atau 0,05, maka interaksi laba akuntansi dengan arus kas pendanaan tidak berpengaruh terhadap return saham. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa arus kas pendanaan tidak mampu memoderasi hubungan antara laba akuntansi dengan return saham sehingga hipotesis keempat tidak diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus kas pendanaan secara parsial tidak dapat memoderasi hubungan antara laba akuntansi dengan return saham. Hal ini isebabkan oleh kemungkinan informasi yang terkandung dalam arus kas pendanaan belum sepenuhnya digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pasar modal. Hasil penelitian ini bertentangan dengan hasil penelitian Livnat dan Zarowin (1990) yang menyatakan bahwa arus kas pendanaan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap return saham. Di samping itu, juga bertentangan dengan penelitian Miller dan Rock (1985) dalam Triyono (1998) yang memprediksikan bahwa perubahan yang tercermin dalam arus kas pendanaan mempunyai hubungan dengan return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. SIMPULAN DAN SARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan mengenai perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta yang telah diuraikan sebelumnya dengan tingkat keyakinan 95% dapat disimpulkan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Laba akuntansi berpengaruh signifikan terhadap return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Arus kas operasi tidak mampu memoderasi hubungan antara laba akuntansi dengan return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Arus kas investasi tidak mampu memoderasi hubungan antara laba akuntansi dengan return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Arus kas pendanaan tidak mampu memoderasi hubungan antara laba akuntansi dengan return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan simpulan dapat dikemukakan beberapa saran, yaitu sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Investor dapat menggunakan laba akuntansi sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk melakukan investasi karena dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa laba akuntansi berpengaruh signifikan terhadap return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Untuk penelitian lanjutan yang terkait dengan penelitian ini disarankan peneliti menggunakan sampel seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan periode penelitian yang lebih panjang agar hasil penelitian dapat digeneralisasi. Di samping itu, menggunakan variabel terikat yang berbeda, misalnya harga saham serta menambahkan variabel bebas dalam penelitiannya, seperti kinerja keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Menggunakan variabel pemoderasi lain dalam hubungan antara laba akuntansi dengan return saham, misalnya dengan menggunakan total arus kas, free cash flow, devident payot ratio (DPR) karena terbukti dalam penelitian ini arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas pendanaan tidak mampu memoderasi hubungan antara laba akuntansi dengan return saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmed Riahi – Belkaoui. 2000. Teori Akuntansi Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu Eka Pradnyawati, Putu. 2004. “Pengaruh Komponen Arus Kas dan Laba Akuntansi terhadap Return Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta”. Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Denpasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang Riyanto. 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: BPFE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bowen, Robert M., David Burgstahker, and Lane A, Daley. 1986. “Evidence on The Relationship between Earnings and Various Measures of Cash Flows”. The Accounting Review. XI. No. 4. October: 213–225.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gujarati, Damodar. 2003. Ekonometrika Dasar. Jakarta: Erlangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan Akuntan Indonesia. 2002. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Ikatan Akuntan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghozali. 2002. Aplikasi Analis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Kedua. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesian Capital Market Directory (ICMD). 2002–2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogiyanto Hartono. 2000. Teori Portofolio dan Analis Investasi. Edisi Kedua. Yogyakarta: BPFE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogiyanto Hartono. 2004. Metodelogi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman. Cetakan Pertama. Yogyakarta: BPFE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamarudin Ahmad. 1996. Dasar-Dasar Manajemen Investasi. Cetakan Pertama. Jakarta: PT Rineka Cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kieso, Donald E dan Jerry J. Weygant. 1995. Akuntansi Intermediate. Jilid Tiga. Jakarta: Bina Rupa Aksara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumalahadi. 2003. “Pengaruh Pemoderasi Aliran Kas terhadap Hubungan Antara Set Peluang Investasi dengan Return Saham”. Disertasi Program Doktor Program Studi Ekonomi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nata Wirawan, I Gusti Putu. 2002. Statistik 2 (Statistik Inferensia). Edisi Kedua. Denpasar: Keraras Emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parawiyati dan Zaki Baridwan. 1998. “Kemampuan Laba dan Arus Kas dalam Memprediksi Laba dan Arus Kas Perusahaan Go Public di Indonesia”. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singgih Santoso. 2004. SPSS Mengolah Data Statistik Profesional. Cetakan Keempat. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sofyan Syafiri Harahap. 2001. Teori Akuntansi. Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Lestiawati, Made. 2004. “Pengaruh Perubahan Total Arus Kas dan Laba Akuntansi terhadap Return Saham pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta”. Skripsi S1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Denpasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suad Husnan dan Enny Pudjastuti. 1998. Dasar-dasar Portofolio dan Analisis Sekuritas. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugiyono. 2001. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Ketiga. Bandung: CV Alfabeta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunariyah. 2000. Pengantar Pasar Modal. Edisi kedua. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surya Kartika Sari, Dewa Ayu. 2005. “Pengaruh Pemoderasi Free Cash Flows terhadap Hubungan antara Set Peluang Investasi dengan Return Saham”. Skripsi S1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Denpasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahri Alhusin. 2002. Aplikasi Statistik Praktik dengan SPSS 10 For Windows. Yogyakarta : J&amp;amp;J Learning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Triyono dan Jogiyanto Hartono. 2000. “Hubungan Kandungan Informasi Arus Kas, Komponen Arus Kas dan Laba Akuntansi dengan Harga atau Return Saham”. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. 3(1):h:54-67&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilson P.G. 1987. “The Incremental Information Content of the Accruals and Fund Component of Earnings After Controlling for Earnings”. The Accounting Review. 62:h:293-321.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaki Baridwan.2000. Intermediate Accounting. Edisi Ketujuh. Yogyakarta: BPFE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.jsx.co.id www.bapepam.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-8039361978947336589?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/08/dampak-pemoderasian-komponen-arus-kas.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-3067442405635375999</guid><pubDate>Fri, 30 Jul 2010 03:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-29T20:45:04.403-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Krisis Global</category><title>Pemberdayaan UMKM</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:699208761;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:883844082 -1279390166 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1  {mso-level-tab-stop:1.5in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:1.5in;  text-indent:-.25in;} @list l1  {mso-list-id:906837981;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-1527854202 196359296 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1  {mso-level-start-at:4;  mso-level-tab-stop:1.5in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:1.5in;  text-indent:-.25in;} @list l2  {mso-list-id:972634129;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:768910886 67698713 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;} @list l3  {mso-list-id:975404656;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-1565472600 2069538018 -2025538298 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1  {mso-level-tab-stop:153.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:153.0pt;  text-indent:-.25in;} @list l3:level2  {mso-level-tab-stop:1.5in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:1.5in;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-weight:normal;} @list l3:level3  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:2.0in;  mso-level-number-position:right;  margin-left:2.0in;  text-indent:-9.0pt;} ol  {margin-bottom:0in;} ul  {margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam prakteknya, pemberdayaan UMKM sering mengalami kendala minimnya keikutsertaan masyarakat, untuk menggugah partisipasi masyarakat sasaran langkah-langkah yang dilakukan (Karsidi, 2005), adalah: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1.5in; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Identifikasi Potensi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1.5in; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Analisis Kebutuhan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1.5in; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rencana Kerja Bersama &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1.5in; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pelaksanaan Program Kerja Bersama &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1.5in; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Monitoring dan Evaluasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Identifikasi Potensi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Identifikasi potensi, dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik Sumber daya Manusia (SDM) UKM dan lingkungan internalnya baik lingkungan sosial, ekonomi dan Sumberdaya Alam (SDA) khususnya yang terkait dengan usahanya, maupun lingkungan eksternal UKM. Dengan langkah ini diharapkan setiap gerak kemajuan dapat bertumpu dan memanfaatkan kemampuan dan potensi wilayah masing-masing. Dalam identifikasi ini melibatkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;stakeholder UKM dan tokoh masyarakat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maupun instansi terkait.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 171pt; text-align: justify; text-indent: -153pt; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Analisis Kebutuhan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Analisis kebutuhan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahapan analisis ini dilakukan oleh perwakilan UKM yang dapat difasilitasi oleh Perguruan Tinggi/LSM/Swasta, maupun instansi terkait tentang berbagai kebutuhan dan kecenderungan produk dan pasar. Dengan pola analisis kebutuhan semacam ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;manifestasi kebutuhan UKM selaku individu pengusaha dan sebagai anggota kelompok.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan demikian antara individu pelaku UKM dan kelompok dapat diharapkan saling beriringan dan saling mendukung dalam mencapai tujuan kemajuan bersama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3. Rencana Program Kerja Bersama &lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rencana program kerja bersama, setelah kebutuhan dapat ditentukan maka kemudian disusun sebuah rencana program kerja bersama untuk mencapai kondisi yang diinginkan berdasarkan skala prioritas yang ditetapkan bersama. Dalam tahap ini baik Perguruan Tinggi/LSM/Swasta, maupun instansi terkait sebagai fasilitator. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1.5in; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pelaksanaan Program Kerja Bersama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pelaksanaan program kerja bersama, jikalau program kerja telah disepakati maka langkah berikutnya adalah pelaksanaan program kerja. Dalam tahap ini fungsi instansi pemerintah terkait selaku fasilitator, sedangkan Perguruan Tinggi/LSM/Swasta dapat bertindak selaku pemberi jasa konsultansi. Sebagai konsultan, idealnya Perguruan Tinggi harus mendapatkan jasa dari layanan yang diberikan kepada UKM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kebutuhan akan permodalan UKM salah satunya dapat dipenuhi dengan memperankan fungsi fasilitasi Konsultan Keuangan Mitra Bank&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(KKMB) bagi pengrajin maupun kelompok. KKMB ini lahir sebagai perubahan paradigma baru terhadap UKM dari perbankan bahwa: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;UKM mempunyai potensi menabung &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bank perlu aktif menjemput Bola&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;UKM membutuhkan kemudahan memperoleh kredit/layanan perbankan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bank perlu memobilisasi tabungan dari UKM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Biaya dapat ditekan melalui pendekatan kelompok &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Risiko dapat ditekan melalui pendekatan kelompok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain Bank memberikan kredit sebagai tugas utamanya, Bank dapat membantu UKM dengan memberikan pendampingan (Technical Assistant/TA) baik dilakukan oleh Bank sendiri atau bekerjasama dengan pendamping yang dibentuk oleh Perguruan Tinggi/LSM/Swasta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;5. Monitoring dan evaluasi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Monitoring dan evaluasi, berfungsi tidak saja untuk mengetahui hasil pelaksanaan program kerja bersama apakah yang dikerjakan sudah sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan bersama, namun juga untuk membuat penyesuaian-penyusuaian jika diperlukan sesuai dengan perubahan kondisi lingkungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: verdana;" class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-3067442405635375999?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/07/pemberdayaan-umkm.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-5109443072706882993</guid><pubDate>Sat, 24 Jul 2010 08:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-24T01:53:43.715-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laporan Keuangan</category><title>Pengertian Laba Bersih dan Konsep Laba</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian atau Definisi Laba Bersih &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Commite On Terminology (Sofyan Syafri H.,2004) dalam Aliyal Azmi (2007:12) mendefinisikan laba sebagai jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain dan kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi.&lt;br /&gt;Menurut FASB (Financial Accounting Standars Board) statement (Aliyal Azmi, 2007:12) mengartikan laba (rugi) sebagai kelebihan (defisit) penghasilan atas biaya selama satu periode akuntansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Stice, Stice, Skousen (2009:240) laba adalah pengambilan atas investasi kepada pemilik. Hal ini mengukur nilai yang dapat diberikan oleh entitas kepada investor dan entitas masih memiliki kekayaan yang sama dengan posisi awalnya.&lt;br /&gt;Menurut Suwardjono (2008 : 464) laba dimaknai sebagai imbalan atas upaya perusahaan menghasilkan barang dan jasa. Ini berarti laba merupakan kelebihan pendapatan diatas biaya (biaya total yang melekat dalam kegiatan produksi dan penyerahan barang / jasa).&lt;br /&gt;Menurut Soemarso SR (2004 : 227) angka terakhir dalam laporan laba rugi adalah Laba Bersih (net income). Jumlah ini merupakan kenaikan bersih terhadap modal. Sebaliknya, apabila perusahaan menderita rugi, angka terakhir dalam laporan laba rugi adalah rugi bersih (net loss)&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Smith Skousen (1989:119) Laba Bersih merupakan perbedaan antara jumlah pendapatan yang diperoleh suatu satuan usahan selama periode tertentu dan jumlah biaya yang dapat diaplikasikan kepada pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsep Laba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konsep laba menurut Sofyan Syafri H. dalam buku teori akuntansi (2004:263-267) :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Laba EkonomiPada awal abad XX Fischer, lindhal dan hick menjelaskan sifat-sifat laba ekonomi mencakup tiga tahap :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Physical Income, Yaitu konsumen barang dan jasa pribadi yang sebenarnya memberikan kesenangan fisik dan pemenuhan kebutuhan. Laba jenis ini tidak dapat dikur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Real Income, Adalah ungkapan kejadian yang memberikan peningkatan terhadap kesenangan fisik. Ukuran yang dapat digunakan untuk real income ini adalah ‘biaya hidup’ (cost of living). Dengan kata lain kepuasan timbul karena kesenangan fisik yang timbul dari keuntungan yang diukur dengan pembayaran uang yang dilakukan untuk membeli barang dan jasa sebelum dan sesudah dikonsumsi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Money Income, Merupakan hasil uang yang diterima dan dimaksudkan untuk konsumsi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Menurut Ficher real income lebih dekat pada pengertian akuntansi tentang income. Lindahl menganggap konsep laba sebagai interest yaitu merupakan penghargaan yang terus menerus terhadap barang modal sepanjang waktu. Perbedaan antar interest dengan konsumsi yang diharapkan pada periode tertentu dianggap sebagai saving sehingga laba dianggap sebagai konsumsi tambah saving.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Laba Akuntansi atau Accounting Income &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Accounting Income adalah perbedaan antara realisasi penghasilan yang berasal dari transaksi perubahan pada periode tertentu dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan itu. SFAC (Statement of Financial Accounting Concepts) 1 (Aliyal Azmi, 2007:14) mengasumsikan bahwa laba akuntansi merupakan ukuran yang baik dari kinerja suatu perusahaan dan bahwa laba akuntansi merupakan ukuran yang baik dari kinerja suatu perusahaan dan bahwa laba akuntansi dapat digunakan untuk meramalkan arus kas masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat dalam berbagai pengukuran income dapat diperluas. Income merupakan item laporan keuangan mendasar dan penting yang memiliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks. Secara umum diyakini sebagai dasar untuk perpajakan, penentuan kebijakan pembayaran Deviden, petunjuk investasi dan pembuatan keputusan, elemen prediksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pembahasan tentang pengertian laba dan konsep laba diatas dapat bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-5109443072706882993?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/07/pengertian-laba-bersih-dan-konsep-laba.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-2306708589747340635</guid><pubDate>Fri, 23 Jul 2010 11:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-23T04:55:45.859-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>Cara Mengisi Bukti Transkasi</title><description>&lt;p style="text-align: justify;" class="subjudul"&gt;   Ada banyak jenis bukti transkasi yang digunakan dalam melakukan berbagai transkasi. Tidak semua orang sering menggunakan berbagai jenis bukti transkasi, nah sekarang saya akan membahas tentang cara Mengisi Bukti Transaksi yang sering digunakan.   &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;!--Akhir Judul &amp; Subjudul --&gt;   &lt;!--Text Isi --&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="text_isi"&gt;Jika dilihat dari asalnya bukti transaksi  dibedakan menjadi :&lt;/p&gt;  &lt;p class="text_isi"&gt;1.   Bukti transaksi internal berupa memo&lt;/p&gt; &lt;p class="text_isi"&gt;2.   Bukti transaksi eksternal berupa :&lt;/p&gt;       &lt;ul&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Faktur (&lt;em&gt;Invoice&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Kuitansi (&lt;em&gt;Official receipt&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nota debet (&lt;em&gt;Debit memo&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nota kredit (&lt;em&gt;Credit memo&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Cek (&lt;em&gt;Cheque&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Bilyet giro&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Rekening koran&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="text_isi" align="center"&gt;Cara mengisi bukti transaksi yang menjadi bukti transaksi internal dan eksternal adalah sbb :&lt;/p&gt;    &lt;p class="text_isi"&gt;1.   Memo, yang perlu diisi dalam memo antara lain :&lt;/p&gt;       &lt;ul&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nomor memo&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Tanggal &lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nama pembuat memo&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nama pihak yang dituju  dalam memo&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Subyek memo&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="text_isi"&gt;Isi memo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;     &lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal11a.jpg" width="550" align="top" height="500" /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="style1"&gt;Blanko&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal11b.jpg" width="550" align="top" height="500" /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="style1"&gt;Isi memo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;     &lt;p class="text_isi"&gt;2.   Memo, yang perlu diisi dalam memo antara lain :&lt;/p&gt;           &lt;ul&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nama dan alamat penjual&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nomor faktur &lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nama dan alamat pembeli &lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Di dalam format kolom diisi nomor urut, nama/jenis barang, banyaknya barang, harga satuan, jumlah harga ( banyaknya barang dikalikan harga satuan ), jumlah total &lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Tanggal  pembayaran&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Otorisasi  penyerahan&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Otorisasi  penerimaan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;         &lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal12a.jpg" width="550" align="top" height="450" /&gt;    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="style1"&gt;Blanko faktur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal12b.jpg" width="550" align="top" height="450" /&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="style1"&gt;Isian Faktur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;         &lt;p class="text_isi"&gt;3.   Kuitansi, yang perlu diisi dalam kuitansi antara lain :&lt;/p&gt;       &lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal13.jpg" width="400" align="absmiddle" height="153" /&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span class="text_isi"&gt;                                    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="style1"&gt;Blanko kuitansi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        &lt;ul&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nomor urut&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nama yang  menyerahkan pembayaran&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Jumlah nominal  pembayaran dalam huruf&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Maksud  pembayaran&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Jumlah nominal  pembayaran dalam angka&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Tempat dan  tanggal&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nama penerima  pembayaran&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;            &lt;p class="text_isi"&gt;4.   Nota debet, yang perlu diisi dalam nota debet antara lain :&lt;/p&gt;                 &lt;ul&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nama pihak  yang mengeluarkan nota debet ( pihak pembeli )&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nama pihak  yang dituju&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nomor nota  debet&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nomor item  barang&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nama/jenis  barang&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Banyaknya  barang&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Harga satuan&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Jumlah harga (  banyak barang x harga satuan )&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Total jumlah&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Tempat dan  tanggal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                  &lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal14b.jpg" width="550" align="top" height="450" /&gt;      &lt;span style="font-weight: bold;" class="style1"&gt;Blanko Nota Debet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal14a.jpg" width="550" align="top" height="450" /&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="style1"&gt;Isian Nota Debet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;           &lt;p class="text_isi"&gt;5.   Nota kredit, dibuat oleh pihak penjual cara mengisi nota kredit sama dengan nota debet &lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal15a.jpg" width="550" align="top" height="450" /&gt;      &lt;span class="style1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="style1"&gt;Blanko Nota Kredit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal15b.jpg" width="550" align="top" height="450" /&gt;      &lt;span class="style1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="style1"&gt;Isian Nota Kredit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/p&gt;&lt;p class="text_isi"&gt;6.   Cek, yang perlu diisi dalam cek antara lain : &lt;/p&gt;       &lt;ul&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Periksa apakah  semua lembaran cek dan potongannya telah diberi nomor&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Tanggal  pengisian&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nama penerima&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Jumlah nominal  dalam huruf dan angka&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Tanda tangan  pihak yang melakukan penarikan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pada cek yang salah tulis  kalimat “ tidak berlaku/valid”&lt;br /&gt;            &lt;p&gt;&lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal15c.jpg" width="550" height="223" /&gt;                                                          &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="style1"&gt;Blanko cek &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/h15d.jpg" width="550" height="223" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;" class="style1"&gt;Isian cek &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="text_isi"&gt;7.   Bilyet giro, yang perlu diisi dalam bilyet giro antara lain : &lt;/p&gt;       &lt;ul&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Tanggal&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Jumlah  nominal yang dipindah bukukan dalam huruf dan angka&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nama pihak  penerima giro bilyet termasuk nama bank penerima&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nama pihak  yang mengeluarkan bilyet giro&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal16b.jpg" width="400" height="200" /&gt;                                                              &lt;span class="style1"&gt;Blanko bilyet &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal16a.jpg" width="595" height="236" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;" class="style1"&gt;Isian Bilyet Giro &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;             &lt;p class="text_isi"&gt;8.   Rekening koran , yang perlu diisi dalam rekening koran antara lain : &lt;/p&gt;                              &lt;ul&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nomor&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Tanggal  transaksi&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Sandi&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Jumlah nominal  debet/kredit ( kolom mutasi )&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Saldo&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                       Blanko rek koran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kolom pengesahan petugas bank&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;     &lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal16c.jpg" width="400" align="baseline" height="200" /&gt;                                &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="style1"&gt;Blanko Rekening Koran &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;/div&gt;&lt;p class="text_isi"&gt;Selain bukti transaksi yang telah dikemukakan  di atas juga terdapat bukti transaksi lainnya yaitu :&lt;/p&gt;                   &lt;p class="text_isi"&gt;1.   Nota kontan dipergunakan  sebagai bukti transaksi pembelian atau penjualan secara tunai.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="text_isi"&gt;Nama pihak yang mengeluarkan nota kontan&lt;span class="text_isi"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="text_isi"&gt;&lt;span class="text_isi"&gt;Yang perlu diisi dalam nota kontan antara lain :&lt;br /&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nomor nota kontan&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Tanggal transaksi&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Di dalam format kolom diisi nomor urut, nama/jenis barang, banyaknya barang, harga satuan, jumlah harga (banyaknya barang dikalikan harga satuan), jumlah total&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span class="text_isi"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal17a.jpg" width="550" align="texttop" height="350" /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="style1"&gt;Blanko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal17b.jpg" width="550" align="top" height="350" /&gt;     &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="style1"&gt;Isian nota kontan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="text_isi"&gt; &lt;p&gt;2.   Nota permintaan barang merupakan rancangan formulir untuk permintaan dari gudang, yang perlu diisi dalam nota permintaan barang antara lain :     &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;                    Tanggal  permintaan dari kepala bagian gudang&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nomor urut&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nama/jenis barang&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Merk barang yang diminta&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Banyaknya barang yang diminta                     &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                          Keterangan  diisi dengan keterangan barang yang diminta, seperti segera, barang habis atau hal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal18b.jpg" width="550" align="top" height="400" /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="style1"&gt;Blanko &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal18a.jpg" width="550" align="top" height="400" /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;" class="style1"&gt;Isian Nota Permintaan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.   Surat pesanan dibuat untuk menjamin keabsahan pesanan dan untuk keyakinan supplier, dalam membuat surat pesanan bagian pembelian hendaknya melihat daftar harga dan persyaratan dari supplier. &lt;/p&gt;        Yang perlu dimuat  dalam surat pesanan antara lain : &lt;ul&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Kepala surat (  nama, alamat, no telepon/fax perusahaan )&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Nomor surat&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Pada  format kolom, diisi dengan nama barang dan banyaknya barang yang dipesan&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Cara  pembayaran diisi dengan nama bank, nomor rekening, nama pihak yang mewakili  pihak penjual&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Salam penutup diisi dengan tanda tangan dan nama pihak  pembeli            &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal19.jpg" width="550" align="left" height="550" /&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;       &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4.   Kartu persediaan dibuat untuk mencatat barang yang telah berada di gudang,           pencatatannya dapat dilakukan secara manual atau secara komputerisasi.      Yang perlu dimuat dalam kartu persediaan antara lain :&lt;br /&gt;                                                     &lt;/p&gt;       &lt;p&gt; Yang  perlu dimuat dalam kartu persediaan antara lain :&lt;/p&gt;       &lt;ul&gt;&lt;li class="text_isi"&gt; Bulan  dan tahun dibuatnya kartu persediaan&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Kolom label  diisi dengan nama, ukuran dan kode produk&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Kolom masuk  diisi dengan banyaknya barang yang masuk sesuai urutan tanggal&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Kolom keluar  diisi dengan banyaknya barang yang keluar sesuai dengan urutan tanggal&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Kolom saldo  diisi dengan rumus Saldo = Saldo +  (  masuk – keluar )&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Kartu persediaan&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Keterangan diisi dengan hal-hal  yang menjadi catatan, seperti jumlah batas pesanan &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/images/hal20a.jpg" width="430" height="150" /&gt;                             &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;p&gt;         &lt;span class="style1"&gt;Kartu Persediaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Semoga beberapa contoh cara pengisian bukti transaksi diatas dapat membantu kamu,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;sumber : http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/materi3.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-2306708589747340635?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/07/cara-mengisi-bukti-transkasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-748862084497528103</guid><pubDate>Fri, 23 Jul 2010 10:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-23T03:07:12.695-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laporan Keuangan</category><title>Jenis Laba</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Laba adalah salah satu hal yang paling penting dalam sebuah perusahaan, Laba terdiri atas beberapa jenis, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Laba kotor, Laba kotor adalah selisih dari hasil penjualan dengan harga pokok penjualan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laba Operasional, Laba Operasional merupakan hasil dari aktivitas-aktivitas yang termasuk rencana perusahaan kecuali ada perubahan-perubahan besar dala perekonomiannya, dapat diharapkan akan dicapai setiap tahun. Oleh karenanya, angka ini menyatakan kemampuan perusahaan untuk hidup dan mencapai laba yang pantas sebagai jasa pada pemilik modal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laba sebelum dikurangi pajak atau EBIT (Earning Before Tax) , Laba sebelum dikurangi pajak merupakan laba operasi ditambah hasil dan biaya diluar operasi biasa. Bagi pihak-pihak tertentu terutama dalam hal pajak, angka ini adalah yang terpenting karena jumlah ini menyatkan laba yang pada akhirnya dicapai perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laba Setelah Pajak Atau Laba Bersih, Laba Bersih adalah laba setelah dikurangi berbagai pajak. Laba dipindahkan kedalam perkiraan laba ditahan. Dari perkiraan laba ditahan ini akan diambil sejumlah tertentu untuk dibagikan sebagai Deviden kepada para pemegang saham.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sedangkan Pengertian Laba Menurut Suwardjono (2008 : 464) laba dimaknai sebagai imbalan atas upaya perusahaan menghasilkan barang  dan jasa. Ini berarti laba merupakan kelebihan pendapatan diatas biaya (biaya total yang melekat kegiatan produksi dan penyerahan barang / jasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-748862084497528103?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/07/jenis-laba.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-5429772846345946320</guid><pubDate>Wed, 21 Jul 2010 13:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-23T03:02:36.524-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laporan Keuangan</category><title>Laporan Keuangan-Arus Kas</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No. 1 yang dikeluarkan oleh Financial Accounting Standard Board (FASB, 1978) mengemukakan tiga tujuan &lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2009/07/contoh-laporan-keuangan.html"&gt;laporan keuangan&lt;/a&gt;, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pelaporan keuangan harus menghasilkan informasi yang dapat digunakan oleh para investor, kreditor dan pengguna lain dalam membuat keputusan investasi, kredit dan keputusan- keputusan serupa yang rasional.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk menilai arus kas di masa yang akan datang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghasilkan informasi tentang sumber daya, klaim terhadap sumber daya tersebut beserta perubahannya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awalnya Pelaporan keuangan hanya terdiri dari Neraca dan laporan Laba Rugi, dan laporan perubahan posisi keuangan bersifat tidak wajib. Pada tahun 1987 Financial Accounting Standard Board (FASB) mewajibkan pelaporan arus kas sebagai pengganti laporan perubahan posisi keuangan melalui Statement of Financial Accounting Standarts (SFAC) No. 95. Dan Di Indonesia &lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/07/laporan-keuangan-arus-kas.html"&gt;pelaporan arus kas&lt;/a&gt; diwajibkan pada tahun 1995 dengan dikeluarkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 par 2. Sedangkan PSAK No. 2 par 1 menyatakan bahwa perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tak terpisahkan (integral) dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mempelajari laporan keuangan penekanannya adalah pada Laba Bersih yang tercantum dalam laporan laba rugi. Sedangkan pada keuangan (finance), kita memfokuskan pada arus kas bersih. Nilai aset atau nilai perusahaan secara keseluruhan ditentukan oleh arus kas yang dihasilkannya. Laba Bersih perusahaan itu penting, akan tetapi arus kas lebih penting karena Deviden harus dibayarkan dalam bentuk kas dan kas diperlukan untuk membeli aset yang diperlukan untuk melanjutkan operasi. Walaupun demikian, arus kas dan Laba Bersih memiliki hubungan yang cukup erat. &lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2009/09/laporan-arus-kas.html"&gt;Arus kas&lt;/a&gt; bersih merupakan penjumlahan dari Laba Bersih perusahaan, pendapatan nonkas dan beban nonkas. Sehingga makin besar Laba Bersih yang dihasilkan perusahaan, semakin besar pula arus kas perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-5429772846345946320?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/07/laporan-keuangan-arus-kas.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-2166302011408838102</guid><pubDate>Sun, 18 Jul 2010 06:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-18T00:16:58.164-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laporan Keuangan</category><title>Pengertian dan Jenis Deviden dan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian Deviden &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Stice at al (2004:902) menyatakan bahwa “Deviden adalah pembagian kepada pemegang saham dari suatu perusahaan secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang dipegang oleh masing-masing pemilik”.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Skousen et al (2001:757) yang dikutip oleh Manurung &amp;amp; Siregar (2008:3) ”Deviden adalah pendistribusian laba secara proporsional kepada para pemegang saham sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jenis Deviden&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis Deviden (Siswi Nirwanasari, 2007:22) yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Deviden kas, Deviden yang paling umum dibagikan perusahaan adalah bentuk kas. Yang perlu diperhatikan oleh pimpinan perusahaan sebelum membuat pengumuman adanya Deviden kas adalah apakah jumlah kas yang ada mencukupi untuk pembagian Deviden tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Deviden aktiva selain kas (Property Devidend), Kadang-kadang Deviden dibagikan dalam bentuk aktiva selain kas, Deviden dalam bentuk ini disebut property Deviden. Aktiva yang dibagikan bisa berbentuk surat-surat berharga perusahaan lain yang dimiliki oleh perusahaan, barang dagang atau aktiva-aktiva lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Deviden hutang (scrip Devidend), Deviden hutang timbul apabila laba tidak dibagi saldonya, mencukupi untuk pembagian Deviden, tetapi saldo kasnya tidak cukup sehingga pimpinan perusahaan akan mengeluarkan scrip Devidend yaitu janji tertulis untuk membayar jumlah tertentu di waktu yang akan datang. Scrip Devidend ini mungkin berbunga mungkin tidak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Deviden likuidasi, Deviden likuidasi adalah Deviden yang sebagian merupakan pengembalian modal. Apabila perusahaan membagi Deviden likuidasi, maka para pemegang saham harus diberitahu mengenai berapa jumlah pembagian laba, dan berapa yang merupakan pengembalian modal sehingga para pemegang saham bisa mengurangi rekening investasinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Deviden saham, Deviden saham adalah pembagian tambahan saham tanpa dipungut pembayaran kepada pemegang saham, sebanding dengan saham-saham yang dimilikinya. Deviden saham dapat berupa saham yang jenisnya sama maupun yang jenisnya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-2166302011408838102?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/07/pengertian-dan-jenis-deviden-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-4111465169788786172</guid><pubDate>Mon, 21 Jun 2010 13:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-21T06:49:17.077-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SPSS</category><title>Uji Validitas dan Reliabilitas</title><description>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/06/uji-validitas-dan-reliabilitas.html"&gt;Uji Validitas dan Reliabilitas&lt;/a&gt; sering digunakan dalam sebuah penelitian, karena  dalam setiap penelitian selalu terjadi proses pengumpulan data dan dalam proses pengumpulan data tersebut akan menggunakan satu atau beberapa metode. Jenis metode yang dipilih dan digunakan dalam pengumpulan data, tentunya harus sesuai dengan sifat dan karakteristik penelitian yang dilakukan. Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data-data tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Instrumen dapat dianalogikan sebagai ujung tombak untuk membidik data dalam sebuah penelitian. Melalui instrumenlah akhirnya terkumpul data yang nantinya diolah menjadi sebuah informasi hasil penelitian. Untuk itulah, perlu kiranya memilih dan merumuskan instrumen secara tepat. Hal ini sejalan dengan ungkapan “&lt;i&gt;garbage tool garbage result&lt;/i&gt;”. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Jadi, pada dasarnya salah satu hal yang mempengaruhi hasil penelitian terletak pada instrumennya. Semakin baik konstruksi sebuah instrumen, maka semakin baik pula data yang berhasil dijaring, begitu pula sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: center; font-family: arial;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: center; font-family: arial;" align="center"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: center; font-family: arial;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebelum diuraikan mengenai seluk beluk instrumen, maka akan diinformasikan terlebih dahulu judul buku yang dibahas dalam tugas ini, antara lain : Manajemen Penelitian (Suharsimi Arikunto), Menyusun dan Mengevaluasi Laporan Penelitian (Soetarlinah Sukadji), Reliabilitas dan Validitas (Saifuddin Azwar), dan &lt;i&gt;Psychological Testing&lt;/i&gt; (Anne Anastasi dan Susana Urbina).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Manajemen Penelitian (Suharsimi Arikunto)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Validitas Instrumen (halaman 219)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Validitas adalah keadaan yang menggambarkan tingkat instrumen bersangkutan yang mampu mengukur apa yang akan diukur. Ada dua jenis validitas, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Validitas Logis &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apabila instrumen tersebut secara analisis akal sudah sesuai dengan isi dan aspek yang diungkapkan. Instrumen yang sudah sesuai dengan isi dikatakan sudah memiliki validitas isi, sedangkan instrumen yang sudah sesuai dengan aspek yang diukur dikatakan sudah memiliki validitas konstruksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Validitas Empiris&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Reliabilitas Instrumen (halaman 220 – 222)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada tiga teknik untuk menguji reliabilitas instrumen, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Teknik Paralel (&lt;i&gt;Paralel Form Atau Alternate Form&lt;/i&gt;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Disebut juga teknik „&lt;i&gt;double test double trial&lt;/i&gt;“. Sejak awal peneliti harus sudah menyusun dua perangkat instrumen yang paralel (ekuivalen), yaitu dua buah instrumen yang disusun berdasarkan satu kisi-kisi. Setiap butir soal dari instrumen yang satu selalu harus dapat dicarikan pasangannya dari instrumen kedua. Kedua instrumen tersebut diujicobakan semua. Sesudah kedua uji coba terlaksana, maka hasil kedua instrumen tersebut dihitung korelasinya dengan menggunakan rumus product moment (korelasi Pearson).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Teknik Ulang (&lt;i&gt;test re-test&lt;/i&gt;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Disebut juga teknik “&lt;i&gt;single test double trial&lt;/i&gt;”. &lt;span lang="DE"&gt;Menggunakan sebuah instrumen, namun diteskan dua kali. Hasil atau skor pertama dan kedua kemudian dikorelasikan untuk mengetahui besarnya indeks reliabilitas. Teknik perhitungan yang digunakan sama dengan yang digunakan pada teknik pertama yaitu rumus korelasi Pearson.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Teknik Belah Dua (&lt;i&gt;split halve method&lt;/i&gt;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Disebut juga teknik “&lt;i&gt;single test single trial&lt;/i&gt;”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Peneliti boleh hanya memiliki seperangkat instrumen saja dan hanya diujicobakan satu kali, kemudian hasilnya dianalisis, yaitu dengan cara membelah seluruh instrumen menjadi dua sama besar. &lt;span lang="ES-VE"&gt;Cara yang diambil untuk membelah soal bisa dengan membelah atas dasar nomer ganjil-genap, atas dasar nomer awal-akhir, dan dengan cara undian. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Menyusun dan Mengevaluasi Laporan Penelitian (Soetarlinah Sukadji)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas (halaman 30 – 31)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Validitas adalah derajat yang menyatakan suatu tes mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas suatu tes tidak begitu saja melekat pada tes itu sendiri, tetapi tergantung penggunaan dan subyeknya. Validitas dipecah lagi menjadi berbagai jenis yang akan dijabarkan berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas Isi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adalah seberapa besar derajat tes mengukur representasi isi yang dikehendaki untuk diukur. Validitas aitem berkaitan dengan apakah aitem mewakili pengukuran dalam area isi sasaran yang diukur, dan validitas sampling adalah seberapa baik sampel isi tes mewakili keseluruhan isi sasaran yang diukur. Biasanya dinilai dengan menggunakan pertimbangan pakar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas Konstruk/Teoretik &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adalah seberapa besar derajat tes mengukur konstruk hipotesis yang dikehendaki untuk diukur. Konstruk adalah perangai yang tidak dapat diamati, yang menjelaskan perilaku. Menguji validitas konstruk mencakup uji hipotesis yang dideduksi dari suatu teori yang mengajukan konstruk tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas Konkruen &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Validitas ini menunjukkan seberapa besar derajat skor tes berkorelasi dengan skor yang diperoleh dari tes lain yang sudah mantap, bila disajikan pada saat yang sama, atau dibandingkan dengan kriteria lain yang valid yang diperoleh pada saat yang sama. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas Prediktif &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adalah seberapa besar derajat tes berhasil memprediksi kesuksesan seseorang pada situasi yang akan datang. Validitas prediktif ditentukan dengan mengungkap hubungan antara skor tes dengan hasil tes atau ukuran lain kesuksesan dalam satu situasi sasaran. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Reliabilitas (halaman 31 – 32)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Reliabilitas suatu tes adalah seberapa besar derajat tes mengukur secara konsisten sasaran yang diukur. Reliabilitas dinyatakan dalam bentuk angka, biasanya sebagai koefisien. Koefisien tinggi berarti reliabilitas tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Reliabilitas dapat dibagi lagi menjadi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Reliabilitas Tes Re-Tes &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adalah seberapa besar derajat skor tes konsisten dari waktu ke waktu. Reliabilitas diukur dengan menentukan hubungan antara skor hasil penyajian tes yang sama kepada kelompok yang sama, pada waktu yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Reliabiltas Belah-Dua &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Reliabiltas ini diukur dengan menentukan hubungan antara skor dua paruh yang ekuivalen suatu tes, ang disajikan kepada seluruh kelompok pada suatu saat. Karena reliabilitas belah dua mewakili reliabilitas hanya separuh tes yang sebenarnya, rumus Spearman-Brown dapat digunakan untuk mengoreksi koefisien yang didapat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Reliabilitas Rasional Ekuivalen &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Reliabilitas ini tidak ditentukan menggunakan korelasi tetapi menggunakan estimasi konsistensi internal. Reliabilitas ini diukur menggunakan Kuder-Richardson, biasanya Formula-20 (KR-20) atau Formula-21 (KR-21). Kedua rumus ini hanya dapat dipakai untuk tes yang aitem-aitemnya diskor dikotomi, yaitu benar atau salah, 0 atau 1. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Reliabilitas Penyekor/Penilai &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adalah reliabilitas dua (atau lebih) penyekor independen. Reliabilitas ini biasa ditentukan menggunakan teknik korelasi, tetapi juga dapat hanya dinyatakan dalam persentase kesepakatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Reliabilitas dan Validitas (Saifuddin Azwar)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas (halaman 45 - &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;53)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas Isi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat &lt;i&gt;professional judgement&lt;/i&gt;. Pertanyaan yang dicari jawabannya dalam validasi ini adalah “sejauhmana aitem-aitem dalam tes mencakup keseluruhan kawasan isi (dengan catatan tidak keluar dari batasan tujuan ukur) objek yang hendak diukur” atau “sejauhmana isi tes mencerminkan ciri atribut yang hendak diukur”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selanjutnya validitas isi terbagi menjadi 2 (dua), yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 37.5pt; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas muka (&lt;i&gt;face validity&lt;/i&gt;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tipe validitas yang paling rendah signifikansinya karena hanya didasarkan pada penilaian terhadap format penampilan (&lt;i&gt;appearance&lt;/i&gt;) tes. Apabila penampilan tes telah meyakinkan dan memberikan kesan mampu mengungkap apa yang hendak diukur maka dapat dikatakan bahwa validitas muka telah terpenuhi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 37.5pt; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas logik (logical/sampling validity) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Validitas ini menunjuk pada sejauh mana isi tes merupakan representasi dari ciri-ciri atribut yang hendak diukur. Untuk memperoleh validitas logik yang tinggi, suatu tes harus dirancang sedemikian rupa sehingga benar-benar berisi hanya aitem yang relevan dan perlu menjadi bagian tes secara keseluruhan. Penggunaan &lt;i&gt;blueprint&lt;/i&gt; sangat membantu tercapainya validitas logik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas Konstrak &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adalah tipe validitas yang menunjukkan sejauh mana tes mengungkap suatu &lt;i&gt;trait&lt;/i&gt; atau konstrak teoritik yang hendak diukurnya (Allen &amp;amp; Yen, 1979).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pengujian validitas konstrak merupakan proses yang terus berlanjut sejalan dengan perkembangan konsep mengenai &lt;i&gt;trait&lt;/i&gt; yang diukur. Hasil estimasi validitas konstrak tidak dinyatakan dalam bentuk suatu koefisien validitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dukungan terhadap adanya validitas konstrak, menurut Magnusson, dapat dicapai melalui beberapa cara antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Studi mengenai perbedaan diantara kelompok-kelompok yang menurut teori harus berbeda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apabila teori mengatakan bahwa antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya harus memiliki skor yang berbeda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Studi mengenai pengaruh perubahan yang terjadi dalam diri individu dan lingkungannya terhadap hasil tes&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apabila teori mengatakan bahwa hasil tes dipengaruhi oleh kondisi subjek dikarenakan faktor kematangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Studi mengenai korelasi diantara berbagai variabel yang menurut teori mengukur aspek yang sama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Studi ini dapat diperluas dengan mengikutsertakan korelasi antara berbagai skor tes yang mengukur aspek yang berbeda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Studi mengenai korelasi antaraitem atau antar belahan tes&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Interkorelasi yang tinggi antarbelahan dari suatu tes dapat dianggap sebagai bukti bahwa tes mengukur satu variabel satuan (&lt;i&gt;unitary variable&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas Berdasar Kriteria &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menghendaki tersedianya kriteria eksternal yang dapat dijadikan dasar pengujian skor tes. Suatu kriteria adalah variabel perilaku yang akan diprediksikan oleh skor tes atau berupa suatu ukuran lain yang relevan. Untuk melihat tingginya validitas berdasar kriteria dilakukan komputasi korelasi antara skor tes&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan skor kriteria. Koefisien ini merupakan koefisien validitas bagi tes yang bersangkutan, yaitu r&lt;sub&gt;xy&lt;/sub&gt;, dimana X melambangkan skor tes dan Y melambangkan skor kriteria.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Prosedur validasi berdasar kriteria menghasilkan dua macam validitas, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 19.5pt; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas prediktif, sangat penting artinya bila tes dimaksudkan untuk berfungsi sebagai prediktor bagi performansi diwaktu yang akan datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 19.5pt; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas konkruen, apabila skor tes dan skor kriterianya dapat diperoleh dalam waktu yang sama, maka korelasi antara kedua skor termaksud merupakan koefisien validitas konkruen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 19.5pt; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Reliabilitas (halaman 36 – 43)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Pendekatan Tes Ulang (&lt;i&gt;test-retest&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dilakukan dengan menyajikan tes dua kali pada satu kelompok subjek dengan tenggang waktu diantara kedua penyajian tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Asumsi yang menjadi dasar dalam cara ini adalah bahwa suatu tes yang reliabel tentu akan menghasilkan skor~tampak yang relatif sama apabila dikenakan dua kali pada waktu yang berbeda. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Pendekatan Bentuk Paralel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tes yang akan diestimasi reliabilitasnya harus ada paralelnya, yaitu tes lain yang sama tujuan ukurnya dan setara isi aitemnya baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Dengan bahasa sederhana dapat dikatakan bahwa kita harus punya dua tes yang kembar. Sebenarnya, dua tes yang paralel hanya ada secara teoritik, tidak benar-benar paralel secara empirik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk membuat dua tes menjadi paralel, penyusunannya haruslah didasarkan pada satu spesifikasi yang sama. Secara empirik, kemudian dua tes yang paralel itu haruslah menghasilkan mean skor dan varians yang setara dan korelasi yang juga tidak berbeda dengan suatu variabel ketiga. Hanya itulah bukti terpenuhinya sifat paralel antara dua tes yang dapat diperoleh dalam penyusunan tes. Untuk membuktikan bahwa kedua tes menghasilkan dua skor murni yang sama bagi setiap subjek serta memberikan dua varians eror yang sama sebagaimana dituntut oleh teori skor murni klasikal, tidaklah dapat dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Pendekatan Konsistensi Internal &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dilakukan dengan menggunakan satu bentuk tes yang dikenakan hanya sekali saja pada sekelompok subjek (&lt;i&gt;single trial administration&lt;/i&gt;). Dengan menyajikan satu tes hanya satu kali, maka problem yang mungkin timbul pada dua pendekatan reliabilitas terdahulu dapat dihindari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pendekatan reliabilitas konsistensi internal bertujuan melihat konsistensi antaraitem atau antarbagian dalam tes itu sendiri. Untuk itu, setelah skor setiap aitem diperoleh dari sekelompok subjek, tes dibagi menjadi beberapa belahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk melihat kecocokan atau konkordansi diantara belahan-belahan tes dilakukan komputasi statistik melalui teknik-teknik korelasi, analisis varians antarbelahan, analisis varians perbedaan skor, dan lain-lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;D.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Psychological Testing&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt; (Anne Anastasi dan Susana Urbina)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas (halaman 86 – 101)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Prosedur Deskripsi-Isi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada dasarnya melibatkan pengujian sistematik atas isi tes untuk menetukan apakah tes itu mencakup sampel representatif dari domain perilaku yang harus diukur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Validitas isi janganlah dikacaukan dengan validitas nominal (&lt;i&gt;face validity&lt;/i&gt;). Validitas nominal bukanlah validitas dalam pengertian teknis; validitas ini merujuk pada apa yang nampaknya diukur. Validitas nominal berhubungan dengan apakah tes itu “kelihatan valid” bagi peserta tes yang mengikutinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Validitas nominal kerap kali dapat diperbaiki dengan merumuskan kembali butir-butir soal tes dalam istilah-istilah yang nampak relevan dan masuk akal dalam lingkungan tertentu dimana tes-tes itu akan digunakan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Prosedur Prediksi Kriteria&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Prosedur validasi prediksi kriteria menunjukkan efektivitas sebuah tes untuk memprediksi kinerja seseorang dalam aktivitas-aktivitas tertentu. Ukuran kriteria yang menjadi tolak ukur validasi skor-skor tes divalidasikan bisa diperoleh pada saat yang hampir sama dengan pemberi skor tes atau setelah suatu interval ditetapkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Validitas prediksi kriteria kerapkali digunakan dalam studi-studi validasi lokal, yang padanya efektivitas sebuah tes untuk program tertentu harus dinilai. Validitas prediksi kriteria bisa dicirikan sebagai validitas praktis sebuah tes untuk maksud tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Prosedur Identifikasi Konstruk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Validitas konstruk suatu tes adalah lingkup sejauhmana tes bisa dikatakan mengukur suatu konstruk atau sifat yang teoritis. Tiap konstruk dikembangkan untuk menjelaskan dan mengorganisir konsistensi-konsistensi respons yang teramati. Konstruk-konstruk tersebut berasal dari hubungan-hubungan tetap antara ukuran-ukuran perilaku. Validasi konstruk membutuhkan akumulasi informasi secara bertahap dari berbagai sumber. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Reliabilitas (halaman 63 – 74)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Reliabilitas merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika mereka diuji-ulang dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda, atau dengan seperangkat butir-butir ekuivalen (&lt;i&gt;equivalent items&lt;/i&gt;) yang berbeda, atau di bawah kondisi pengujian yang berbeda. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Reliabilitas Tes Retes&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Metode paling jelas untuk menemukan reliabilitas skor tes adalah dengan mengulang tes yang sama pada kesempatan kedua. Reliabilitas tes ulang menunjukkan sejauh mana skor pada tes dapat digeneralisasikan untuk berbagai kesempatan yang berbeda; makin tinggi reliabilitasnya, makin rentanlah skor terhadap perubahan sehari-hari yang acak dalam kondisi peserta tes atau lingkungan &lt;i&gt;testing&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Reliabilitas Bentuk Alternatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Satu cara untuk menghindari kesulitan yang ditemukan dalam reliabilitas tes dan tes ulang adalah melalui penggunaan bentuk-bentuk tes lainnya. Dengan demikian, orang yang sama bisa ditest dengan satu bentuk pada kesempatan pertama dan dengan bentuk lainnya yang ekuivalen pada kesempatan kedua. Korelasi antara skor-skor yang didapatkan pada dua bentuk itu merupakan koefisien reliabilitas tes. Perlu dicatat bahwa koefisien reliabilitas semacam itu adalah ukuran stabilitas temporal dan konsistensi respons terhadap berbagai butir soal contoh (atau bentuk-bentuk tes). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Reliabilitas Belah Separuh (&lt;i&gt;Split-Half Reliability&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan cara ini, dua skor didapatkan untuk setiap orang dengan membagi tes menjadi paruhan-paruhan yang ekuivalen. Jenis reliabilitas ini kadangkala disebut koefisien konsistensi internal, karena hanya dibutuhkan penyelenggaraan tunggal atas satu bentuk tes saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk mendapatkan reliabilitas belah-separuh, masalah pertamanya adalah bagaimana membagi tes dalam rangka mendapatkan paruhan-paruhan yang paling ekuivalen. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Efek yang akan dihasilkan pada koefisiennya dengan memperpanjang atau memperpendek sebuah tes, dapat diperkirakan dengan rumus Spearman-Brown, seperti berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;v:group id="_x0000_s1026" style="margin-top: 15.3pt; z-index: 251655680; left: 0px; margin-left: 0px; width: 108pt; position: absolute; height: 1in; text-align: left;" coordsize="2160,1440" coordorigin="2268,7128"&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1027" style="left: 2268px; width: 2160px; position: absolute; top: 7128px; height: 1440px;" stroked="f"&gt;&lt;v:textbox style=""&gt; &lt;/v:textbox&gt;&lt;/v:rect&gt;&lt;/v:group&gt;&lt;/p&gt;&lt;table style="font-family: arial;" width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td color="transparent" style="border: medium none rgb(224, 223, 227);"&gt; &lt;div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;r&lt;sub&gt;nn&lt;/sub&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;=&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;i&gt;nr&lt;sub&gt;tt&lt;/sub&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;1 + (&lt;i&gt;n&lt;/i&gt; – 1)&lt;i&gt;r&lt;sub&gt;tt&lt;/sub&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1028" style="position: absolute; font-family: arial;" from="2988,7848" to="4151,7848"&gt;&lt;/v:line&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:'Garamond','serif';" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 72pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;r&lt;sub&gt;nn&lt;/sub&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: koefisien yang diperkirakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;r&lt;sub&gt;tt&lt;/sub&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: koefisien yang diperoleh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;n&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;: jumlah waktu tes diperpanjang/diperpendek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketika diterapkan pada reliabilitas belah separuh, rumus ini selalu melibatkan penggandaan panjang tes. Dalam kondisi ini, rumus itu dapat disederhanakan sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;v:group id="_x0000_s1029" style="margin-top: 2.75pt; z-index: 251656704; left: 0px; margin-left: 0px; width: 81pt; position: absolute; height: 1in; text-align: left;" coordsize="1620,1440" coordorigin="2268,10548"&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1030" style="left: 2268px; width: 1620px; position: absolute; top: 10548px; height: 1440px;" stroked="f"&gt;&lt;v:textbox&gt; &lt;/v:textbox&gt;&lt;/v:rect&gt;&lt;/v:group&gt;&lt;/p&gt;&lt;table style="font-family: arial;" width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td color="transparent" style="border: medium none rgb(224, 223, 227);"&gt; &lt;div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;r&lt;sub&gt;tt&lt;/sub&gt;&lt;/i&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;=&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;2&lt;i&gt;r&lt;sub&gt;hh&lt;/sub&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;1 + &lt;i&gt;r&lt;sub&gt;hh&lt;/sub&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1031" style="position: absolute; font-family: arial;" from="2808,11268" to="3708,11268"&gt;&lt;/v:line&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:'Garamond','serif';" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Untuk &lt;i&gt;r&lt;sub&gt;hh&lt;/sub&gt;&lt;/i&gt; adalah korelasi dari tes-tes paruhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: center; font-family: arial;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: center; font-family: arial;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Metode alternatif untuk mendapatkan reliabilitas belah separuh dikembangkan oleh Rulon (1939). Hanya dibutuhkan varians dari perbedaan antara skor-skor tiap orang pada dua tes-tes separuh (SD&lt;sub&gt;x&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;) dan varians skor total (SD&lt;sub&gt;d&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;) dua nilai ini disubstitusikan dalm rumus berikut, yang menghasilkan reliabilitas seluruh tes secara langsung :&lt;s&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/s&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;v:group id="_x0000_s1032" style="margin-top: 3.6pt; z-index: 251657728; left: 0px; margin-left: 0px; width: 108pt; position: absolute; height: 1in; text-align: left;" coordsize="2340,1440" coordorigin="2268,2268"&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1033" style="left: 2268px; width: 2340px; position: absolute; top: 2268px; height: 1440px;" stroked="f"&gt;&lt;v:textbox style=""&gt; &lt;/v:textbox&gt;&lt;/v:rect&gt;&lt;/v:group&gt;&lt;/p&gt;&lt;table style="font-family: arial;" width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td color="transparent" style="border: medium none rgb(224, 223, 227);"&gt; &lt;div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;r&lt;sub&gt;tt&lt;/sub&gt;&lt;/i&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;=&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span lang="FR"&gt;SD&lt;sub&gt;x&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;2&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="FR"&gt;SD&lt;sub&gt;d&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1034" style="position: absolute; font-family: arial;" from="3528,2988" to="4248,2988"&gt;&lt;/v:line&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1035" style="left: 2808px; width: 720px; position: absolute; top: 2628px; height: 540px; font-family: arial;" stroked="f"&gt;&lt;v:textbox style=""&gt; &lt;table width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(224, 223, 227); background-color: transparent;"&gt; &lt;div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1 – &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/v:textbox&gt;&lt;/v:rect&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:'Garamond','serif';"  lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Menarik&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memperhatikan &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hubungan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;rumus &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ini &lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;                            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;dengan &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;varians &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kesalahan. Perbedaan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;apapun antara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                 &lt;/span&gt;skor-skor &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;seseorang &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;pada &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tes &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;paruhan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                 &lt;/span&gt;menampilkan varians kesalahan atau varians yang tidak relevan. Varians-varians perbedaan-perbedaan ini, dibagi dengan varians skor-skor total, memberikan proporsi varians kesalahan dalam skor-skor itu. Ketika varians skor ini dikurangkan dari 1,00, hasilnya adalah proporsi varians “benar” untuk penggunaan tes tertentu, yang sama dengan koefisien reliabilitas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Reliabilitas Kuder-Richardson dan Koefisien Alpha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Metode ini didasarkan pada konsistensi respons terhadap semua butir soal dalam tes. Konsistensi antar soal ini dipengaruhi oleh dua sumber varians kesalahan : (1) pencuplikan isi (sebagaimana dalam bentuk alternatif dan reliabilitas belah separuh) ; dan (2) heterogenitas dari domain yang disampelkan. Semakin homogen domainnya, semakin tinggilah konsistensi antar soal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Dari berbagai rumus yang diturunkan dalam artikel aslinya, rumus yang paling luas diterapkan, umumnya dikenal sebagai &lt;/span&gt;&lt;span lang="FR"&gt;“rumus 20 Kuder-Richardson”, adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;v:group id="_x0000_s1036" style="margin-top: 3.65pt; z-index: 251658752; left: 0px; margin-left: 0px; width: 162pt; position: absolute; height: 1in; text-align: left;" coordsize="3240,1440" coordorigin="2448,12528"&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1037" style="left: 2448px; width: 3240px; position: absolute; top: 12528px; height: 1440px;" stroked="f"&gt;&lt;v:textbox style=""&gt; &lt;/v:textbox&gt;&lt;/v:rect&gt;&lt;/v:group&gt;&lt;/p&gt;&lt;table style="font-family: arial;" width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(224, 223, 227); background-color: transparent;"&gt; &lt;div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;r&lt;sub&gt;tt&lt;/sub&gt; =&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;n&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;SD&lt;sub&gt; t&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;2 &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;– &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Σpq&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;n – 1&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;SD&lt;sub&gt; t&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;v:shapetype style="font-family: arial;" id="_x0000_t185" coordsize="21600,21600" filled="f" path="m@0,nfqx0@0l0@2qy@0,21600em@1,nfqx21600@0l21600@2qy@1,21600em@0,nsqx0@0l0@2qy@0,21600l@1,21600qx21600@2l21600@0qy@1,xe" adj="3600" spt="185"&gt;&lt;v:formulas&gt;&lt;v:f eqn="val #0"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="sum width 0 #0"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="sum height 0 #0"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="prod @0 2929 10000"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="sum width 0 @3"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="sum height 0 @3"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="val width"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="val height"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="prod width 1 2"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="prod height 1 2"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:formulas&gt;&lt;v:path textboxrect="@3,@3,@4,@5" connectlocs="@8,0;0,@9;@8,@7;@6,@9" connecttype="custom" limo="10800,10800" gradientshapeok="t" extrusionok="f"&gt;&lt;/v:path&gt;&lt;v:handles&gt;&lt;v:h xrange="0,10800" switch="" position="#0,topLeft"&gt;&lt;/v:h&gt;&lt;/v:handles&gt;&lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1038" style="left: 3168px; width: 720px; position: absolute; top: 12708px; height: 1080px; font-family: arial;" type="#_x0000_t185"&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1039" style="position: absolute; font-family: arial;" from="3348,13248" to="3708,13248"&gt;&lt;/v:line&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1040" style="position: absolute; font-family: arial;" from="4068,13248" to="5508,13248"&gt;&lt;/v:line&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:'Garamond','serif';"  lang="FR"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                            &lt;/span&gt;r&lt;sub&gt;tt&lt;/sub&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;: koefisien reliabilitas seluruh tes&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                            &lt;/span&gt;n&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;: jumlah soal dalam tes&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;SD&lt;sub&gt;t&lt;/sub&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: simpangan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; skor-skor total tes&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                            &lt;/span&gt;&lt;span lang="FR"&gt;p&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;: proporsi orang-orang yang lulus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;q&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;: proporsi orang-orang yang tidak lulus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Σ&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;pq&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: hasil tabulasi antara p dan q&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rumus Kuder-Richardson dapat diterapkan pada tes-tes yang soal-soalnya diskor benar atau salah, atau tergantung pada suatu sistem &lt;i&gt;all or none &lt;/i&gt;(semua atau tidak sama sekali) lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Reliabilitas Pemberi Skor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Reliabilitas pemberi skor dapat ditentukan dengan memiliki sampel lembaran tes yang diskor secara terpisah oleh dua penguji. Dengan demikian dua skor yang didapatkan oleh masing-masing peserta tes ini kemudian dikorelasikan dengan cara biasa, dan koefisien korelasi yang dihasilkannya adalah ukuran reliabilitas pemberi skor. Jenis reliabilitas ini umumnya dihitung ketika instrumen-instrumen yang diskor secara subjektif digunakan dalam riset. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: center; font-family: arial;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ANALISIS BUKU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: center; font-family: arial;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebuah instrumen yang valid belum tentu reliabel, tetapi instrumen yang reliabel sudah tentu valid. Pernyataan ini menandakan bahwa sebuah validitas dan reliabilitas adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam pengkonstruksian sebuah instrumen, jika ingin dikatakan baik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hal tersebut secara implisit tergambar pada benang merah yang menjalin antara keempat buku yang telah diuraikan sebelumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada buku karya Suharsimi Arikunto, validitas tidak dibahas secara mendalam bila dibandingkan dengan pembahasan reliabilitasnya, karena yang dibahas hanya tentang validitas logis tanpa dibarengi dengan validitas empiris. Namun, pada reliabilitasnya sudah dibahas mengenai tiga jenis reliabilitas, yaitu validitas paralel, ulang dan belah dua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sedikit berbeda dengan yang telah diuraikan Arikunto, pada buku karya Soetarlinah Sukardji, pembahasan mengenai validitas dan reliabilitasnya sudah jauh lebih luas. Karena pada bukunya validitas yang dibahas tidak hanya sekedar validitas logis saja, tetapi juga dibahas mengenai validitas isi, konstruk, konkruen, dan prediktif. Sedangkan pada pembahasan reliabilitasnya sama dengan pada pembahasan Arikunto, tetapi pada Sukardji ditambah dengan adanya reliabilitas rasional ekuivalen dan penyekor/penilai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada buku karya Saifuddin Azwar, pembahasannya lebih mendalam sekali, karena bukunya memang secara khusus membahas tentang validitas &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan reliabilitas. Namun, pada dasarnya yang dibahas juga sama, hanya berbeda dari segi nama dan pengelompokkannya saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak jauh berbeda dengan buku Azwar, buku karya Anastasi dan Urbina juga membahas secara luas dan mendalam mengenai validitas dan reliabilitas. Karena buku ini memang berisi tentang bagaimana membuat instrumen tes khususnya untuk tes psikologi. Apalagi didalamnya sudah terdapat rumus cara mencari reliabilitas secara komputasi/statistik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah melihat dan mengulas dari keempat buku yang sudah dijabarkan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa buku terakhir yaitu &lt;i&gt;Psychological Testing&lt;/i&gt; karya Anne Anastasi dan Susana Urbina dapat dikatakan telah merangkum mengenai reliabilitas dari ketiga buku yang telah dijabarkan sebelumnya. Tetapi untuk pembahasan mengenai validitas Saifuddin Azwar lebih baik dan mendalam dibanding dengan Anastasi dan Urbina.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi perumusan validitas dan reliabilitas yang baik dari kedua buku tersebut adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas secara sederhana dapat dikatakan sebagai sejauh mana sebuah instrumen dapat mengukur hal yang seharusnya diukur. Validitaspun dapat dipilah kembali menjadi beberapa jenis, seperti di bawah ini :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas Isi, selanjutnya validitas isi terbagi menjadi 2 (dua), yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 37.5pt; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas muka (&lt;i&gt;face validity&lt;/i&gt;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 37.5pt; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas logik (&lt;i&gt;logical/sampling validity&lt;/i&gt;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas Konstrak &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Adalah tipe validitas yang menunjukkan sejauh mana tes mengungkap suatu &lt;i&gt;trait&lt;/i&gt; atau konstrak teoritik yang hendak diukurnya (Allen &amp;amp; Yen, 1979).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span lang="FR"&gt;enurut Magnusson, dapat dicapai melalui beberapa cara antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Studi mengenai perbedaan diantara kelompok-kelompok yang menurut teori harus berbeda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Studi mengenai pengaruh perubahan yang terjadi dalam diri individu dan lingkungannya terhadap hasil tes&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Studi mengenai korelasi diantara berbagai variabel yang menurut teori mengukur aspek yang sama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Studi mengenai korelasi antaraitem atau antar belahan tes&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas Berdasar Kriteria &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menghendaki tersedianya kriteria eksternal yang dapat dijadikan dasar pengujian skor tes. Suatu kriteria adalah variabel perilaku yang akan diprediksikan oleh skor tes atau berupa suatu ukuran lain yang relevan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Prosedur validasi berdasar kriteria menghasilkan dua macam validitas, yaitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;validitas prediktif dan konkruen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Reliabilitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Reliabilitas merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika mereka diuji-ulang dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda, atau dengan seperangkat butir-butir ekuivalen (&lt;i&gt;equivalent items&lt;/i&gt;) yang berbeda, atau di bawah kondisi pengujian yang berbeda. Yang terdiri dari :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Reliabilitas Tes Retes&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Reliabilitas Bentuk Alternatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Reliabilitas Belah Separuh (&lt;i&gt;Split-Half Reliability&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Reliabilitas Kuder-Richardson dan Koefisien Alpha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Reliabilitas Pemberi Skor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: center; font-family: arial;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: center; font-family: arial;" align="center"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: center; font-family: arial;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kesimpulan yang dapat ditarik dari penjabaran di atas adalah sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Validitas adalah sebuah proses yang harus dilalui instrumen agar dapat diketahui apakah instrumen yang sudah dikonstruksi telah mengukur aitem yang seharusnya diukur. Cara mengetahuinya melalui validitas isi (muka dan logik), konstrak, dan kriteria (prediktif dan konkruen).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Reliabilitas adalah sebuah proses yang harus dilalui instrumen untuk mengetahui keandalan atau keajegan dari sebuah instrumen. Dengan kata lain, instrumen yang baik akan menarik jawaban/data yang sama walaupun diberikan di waktu dan kondisi yang berbeda. Cara mengetahuinya melalui reliabilitas tes retes, bentuk alternatif, belah dua, Kuder-Richardson dan koefisien alpha, dan pemberi skor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Instrumen adalah titik tolak atau salah satu hal utama yang mempengaruhi hasil akhir sebuah penelitian. Oleh karena itu, penggunaan atau pengkonstruksian yang salah akan berimbas pada penarikan data yang salah. Hal tersebut biasa dikenal dengan “&lt;i&gt;garbage tool garbage result&lt;/i&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Instrumen yang sudah teruji secara validitas belum tentu teruji secara reliabilitas. Namun, bila instrumen tersebut sudah teruji secara reliabilitas, maka secara tidak langsung instrumen tersebut sudah pasti teruji secara validitas. Secara sederhana dapat dirumuskan valid belum tentu reliabel, tetapi reliabel sudah pasti valid.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center; font-family: arial;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center; font-family: arial;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 45pt; text-indent: -45pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Anastasi, A &amp;amp; Susana Urbina. &lt;i&gt;Psychological Testing&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;New Jersey&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; : Prentice-Hall Inc, 1997.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 45pt; text-indent: -45pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Arikunto, Suharsimi. &lt;i&gt;Manajemen Penelitian&lt;/i&gt;. Jakarta : Rineka Cipta, 1995.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 45pt; text-indent: -45pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 45pt; text-indent: -45pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ES-VE"&gt;Azwar, Saifuddin. &lt;i&gt;Reliabilitas dan Validitas&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt; : Pustaka Pelajar, 2003.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 45pt; text-indent: -45pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family: arial;font-family:'Garamond','serif';"  lang="ES-VE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sukadji, Soetarlinah. &lt;i&gt;Menyusun dan Mengevaluasi Laporan Penelitian&lt;/i&gt;, Jakarta : UI-Press, 2000.&lt;br /&gt;sumber : http://lussysf.multiply.com/journal/item/137&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-4111465169788786172?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/06/uji-validitas-dan-reliabilitas.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-4305026459994610839</guid><pubDate>Fri, 18 Jun 2010 13:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-18T07:01:16.257-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SPSS</category><title>Cara Membaca T tabel</title><description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cara membaca t tabel memang cukup sederhana, tetapi seringkali bagi kamu yang baru mulai  mengenal SPSS ataupun awal-awal melakukan penelitian agak kesulitan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kesalahan dalam membaca tabel t tentunya juga berakibat kesalahan dalam hasil uji hipotesis. Oleh karenanya, tulisan kali ini akan mencoba membahas mengenai cara membaca tabel t tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Struktur tabel t yang umum dan tersedia pada buku-buku statistik/ekonometrik  adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://junaidichaniago.files.wordpress.com/2010/05/tabel-t.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-full wp-image-2419" title="tabel t" src="http://junaidichaniago.files.wordpress.com/2010/05/tabel-t.jpg?w=468&amp;amp;h=214" alt="" width="468" height="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Judul  masing-masing kolom mulai dari kolom kedua (angka yang dicetak tebal) dari tabel tersebut adalah nilai probabilita (tingkat/taraf signifikansi). Nilai yang lebih kecil menunjukkan probabilita satu arah (satu sisi) sedangkan nilai yang lebih besar menunjukkan probabilita kedua arah (dua sisi). Misalnya pada kolom kedua, angka 0,25 adalah probabilita satu arah sedangkan 0,50 adalah probabilita dua arah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, judul masing-masing baris adalah derajat bebas (db) atau degree of freedom (df). Seperti terlihat pada gambar diatas yang dimulai dari angka 1, dan biasanya pada buku-buku statistik/ekonometrik sampai angka 200.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Lalu apa itu yang dimaksud dengan probabilita pada tabel t tersebut?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam pengujian hipotesis, kita terlebih dahulu menetapkan tingkat/taraf signifikansi pengujian kita (biasanya disimbolkan dengan α (alpha)). Misalnya 1 %, 5 %, 10 % dan seterusnya. Nah, taraf/tingkat signifikansi tersebut yang merupakan probabilita dalam tabel ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Lalu apa yang dimaksud dengan probabilita satu arah dan dua arah ?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari sisi ini, pengujian hipotesis memiliki dua bentuk pengujian yaitu pengujian satu arah dan pengujian dua arah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengujian satu arah atau dua arah tergantung pada perumusan hipotesis yang akan kita uji. Misalnya jika hipotesis kita berbunyi, “ pendidikan berpengaruh positif terhadap pendapatan”. Artinya semakin tinggi pendidikan semakin besar pendapatan”. Maka pengujiannya menggunakan uji satu arah. Atau, misalnya “ umur berpengaruh negatif terhadap pendapatan”. Artinya semakin tua umur semakin rendah pendapatan”. Ini juga menggunakan pengujian satu arah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tetapi jika hipotesisnya berbunyi, “ terdapat pengaruh umur terhadap pendapatan”. Artinya umur bisa berpengaruh positif , tetapi juga bisa berpengaruh negatif terhadap pendapatan. Maka, pengujiannya menggunakan uji dua arah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau kita melakukan pengujian satu arah. Maka pada tabel t, lihat pada judul kolom bagian paling atasnya (angka yang kecilnya). Sebaliknya kalau kita  melakukan pengujian dua arah, lihat pada judul kolom angka yang besarnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Selanjutnya bagaimana menentukan  derajat bebas atau degree of freedom (df) tersebut ?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam pengujian hipotesis untuk model regresi, derajat bebas ditentukan dengan rumus n – k. Dimana n = banyak observasi sedangkan k = banyaknya variabel (bebas dan terikat). (Catatan: untuk pengujian lain misalnya uji hipotesis rata-rata dllnya rumus ini bisa berbeda).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ok. Sekarang kita lihat contohnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Misalnya kita punya persamaan regresi yang memperlihatkan pengaruh  pendidikan (X1) dan umur (X2) terhadap pendapatan (Y). Jumlah observasi (responden) yang kita gunakan untuk membentuk persamaan ini sebanyak 10 responden (jumlah sampel yang sedikit ini hanya untuk penyederhanaan saja).  Pengujian hipotesis dengan α = 5%. Sedangkan derajat bebas pengujian adalah n – k = 10 – 3 = 7.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hipotesis pertama: Pendidikan berpengaruh positif terhadap pendapatan. Pengujian dengan α = 5 %&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hipotesis kedua: Umur berpengaruh terhadap pendapatan.   Pengujian juga dengan α = 5 %&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk hipotesis pertama, karena uji satu arah, maka lihat pada kolom ke empat tabel diatas, sedangkan df nya lihat pada angka tujuh. Nilai tabel t = 1,895&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk hipotesis kedua, karena uji dua arah, maka lihat pada kolom ke lima tabel diatas, dengan df = 7 maka nilai tabel t = 2,365&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ok. Cukup sekian dulu. Bagi yang ingin mendownload tabel t lengkap, klik &lt;a href="http://adf.ly/3HCa"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://junaidichaniago.wordpress.com/2010/05/18/cara-membaca-tabel-f/"&gt;sumber : &lt;/a&gt;&lt;a href="http://junaidichaniago.wordpress.com/2010/05/17/cara-membaca-tabel-t/"&gt;junaidichaniago.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-4305026459994610839?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/06/cara-membaca-t-tabel.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-856112493727756651</guid><pubDate>Mon, 07 Jun 2010 09:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-07T02:42:37.204-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi Manajemen</category><title>Full Costing Dan Variabel Costing</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penghitungan harga pokok produksi yang biasa dilakukan ada dua macam yaitu &lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/06/full-costing-dan-variabel-costing.html"&gt;Full Costing Dan Variabel Costing&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/06/full-costing-dan-variabel-costing.html"&gt;&lt;/span&gt;Full costing&lt;/a&gt; merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi kedalam harga pokok produksi , yanag terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik baik yang berprilaku variabel maupun tetap. Dengan demikian harga pokok produksi dengan full costing terdiri dari unsur harga pokok produksi (biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langusung, biaya overhead pabrik variabel dan biaya overhead pabrik tetap) ditambah dengan biaya non produksi (biaya pemasaran, biaya administrasi dan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Variabel costing&lt;/span&gt; merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berprilaku variabel kedalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langung dan biaya overhead pabrik variabel. (Mulyadi,99)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-856112493727756651?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/06/full-costing-dan-variabel-costing.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-8652994110824362872</guid><pubDate>Sun, 30 May 2010 07:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-30T00:18:54.635-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi Manajemen</category><title>Akuntansi Pertanggungjawaban</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fMyr5O5j0Ag/TAIREqmXQJI/AAAAAAAAAxI/AgQ8JLbcwq8/s1600/akuntansi++pertanggungjawaban.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 229px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fMyr5O5j0Ag/TAIREqmXQJI/AAAAAAAAAxI/AgQ8JLbcwq8/s320/akuntansi++pertanggungjawaban.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476958868688289938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-family: verdana;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-family: verdana;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-family: verdana;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  mso-hyphenate:none;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-language:AR-SA;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:338119537;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-1971574094 -1360257352 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;  mso-ansi-font-style:italic;} @list l1  {mso-list-id:1794211500;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-1395491920 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1  {mso-level-tab-stop:90.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:90.0pt;  text-indent:-18.0pt;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Akuntansi pertanggungjawaban menurut definisi Hansen dan Mowen adalah sebagai berikut: “&lt;i&gt;Responsibility Accounting is a system that measures the results of each responsibility center according to the information managers need to operate their centers&lt;/i&gt;” (Hansen dan Mowen 2003:530). &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Akuntansi pertanggungjawaban adalah sebuah sistem yang mengukur perencanaan (dengan anggaran) dan pelaksanaan (dengan hasil aktual) dari tiap-tiap pusat pertanggungjawaban.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Dari definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa akuntansi pertanggungjawaban merupakan suatu sistem yang dirancang untuk mengakumulasikan dan melaporkan biaya, serta mengukur hasil dari tiap level pusat pertanggungjawaban, sehingga apabila terjadi penyimpangan dapat ditelusuri penyebab dan penanggungjawabnya. Akuntansi pertanggungjawaban menunjukkan bermacam-macam konsep dan alat yang digunakan untuk mengukur kinerja karyawan dan departemen dalam mencapai tujuan atau &lt;i&gt;behavior congruence.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;2.1.3. Pengertian Pusat Pertanggungjawaban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: 18pt; line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Pusat pertanggungjawaban menurut Charles T. Horngren, Gary L. Sundem dan William O. Stratton adalah sebagai berikut: “&lt;i&gt;A &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Responsibility&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; is a set of activities assigned to a manager, a group of managers, or other employees&lt;/i&gt;” (Horngern et. Al 1999:331). &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: 18pt; line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Pusat pertanggungjawaban merupakan suatu tingkatan bisnis dimana manajer mempunyai pertanggungjawaban untuk melaporkan aktivitasnya dan mempertanggungjawabkan aktivitas yang telah dilakukannya, dan dalam pelaksanaannya manajer pusat pertanggungjawaban dibantu oleh manajer lain dan pekerja-pekerja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;2.1.3.1 Tipe Pusat Pertanggungjawaban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 18pt; line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Menurut Atkinson dan kawan-kawan membagi pusat pertanggungjawaban menjadi empat tipe, yaitu (2001:522):&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-indent: -45pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;i&gt;Cost&lt;/i&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;i&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(Pusat Biaya)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-indent: -45pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;i&gt;Revenue&lt;/i&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;i&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(Pusat Pendapatan)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-indent: -45pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;i&gt;Profit&lt;/i&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;i&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(Pusat Laba)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-indent: -45pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;i&gt;Investment&lt;/i&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;i&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(Pusat Investasi).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 18pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;st1:place style="font-weight: bold;" st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;i&gt;Cost&lt;/i&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;i&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Pusat biaya)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Pusat biaya menurut Atkinson, Hilton dan kawan-kawan adalah sebagai berikut: “&lt;i&gt;A cost center is an organization subunit, whose manager is responsible for the cost of activity for which a well-defined relationship exists between inputs and outputs” &lt;/i&gt;(Hilton et. Al 2003:758). &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Dan dari pernyataan diatas, dapat diambil kesimpulan yaitu bahwa pusat biaya adalah suatu subunit dalam organisasi yang mengontrol biaya dari aktivitas produksi yang dilakukan dan tidak mengontrol pendapatan dan investasi, serta ada pembatasan antara masukan dan keluaran karena adanya tanggungjawab biaya yang harus dipertanggungjawabkan oleh manajer. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Pusat biaya juga mengkonsumsi masukan dan menghasilkan keluaran, namun keluaran pusat biayanya tidak diukur dalam bentuk pendapatan. Hal ini disebabkan karena manajer pusat biaya tidak dapat mengendalikan pendapatan penjualan atas keluaran yang dihasilkannya dan keluaran pusat biaya tidak dapat atau sulit diukur secara kuantitatif.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm; font-weight: bold; font-family: arial; text-align: justify;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;i&gt;Revenue&lt;/i&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;i&gt;       &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(Pusat      pendapatan) &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Menurut Atkinson, Kaplan, Banker dan Young: “&lt;i&gt;A Revenue Centers are responsibility centers whose members control revenues, but no control either the manufacturing or the acquisition cost of the product or service they sell or the level of investment made in responsibility centers&lt;/i&gt;”. (Atkinson et. Al 2001:527). &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Pusat pendapatan merupakan bagian dari pusat pertanggungjawaban yang mengontrol pendapatan, tetapi tidak mengontrol manufakturing dan biaya akuisisi dari produk atau jasa yang dijual atau tingkat investasi yang dipakai oleh pusat pertanggungjawaban dan manajernya memegang tanggung jawab untuk menentukan pendapatan subunitnya. Jadi pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban di dalam suatu organisasi yang prestasinya dinilai berdasarkan pendapatan dan tidak mengontrol biaya serta tingkat investasi. Ukuran prestasi pusat pertanggungjawaban ini yang terpenting adalah pendapatan dan hanya biaya yang dapat dikendalikan langsung oleh setiap pusat pendapatan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm; font-weight: bold; font-family: arial; text-align: justify;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;i&gt;Profit&lt;/i&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;i&gt;       &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(Pusat      laba)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Atkinson dan kawan-kawan mendefinisikan pusat laba sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;“&lt;i&gt;Profit Centers are responsibility centers in which managers and other employees control both the revenues and the costs of the product or service they deliver&lt;/i&gt;” (Atkinson et. Al 2001:528). &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Pusat laba merupakan pusat pertanggungjawaban yang manajernya memiliki tanggungjawab untuk mengontrol pendapatan dan biaya yang dikeluarkan untuk produk atau jasa yang dihasilkan, tidak mengontrol tingkat investasi. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 18pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Pusat laba prestasinya dinilai atas dasar selisih antara pendapatan dengan biaya dalam pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Pada umumnya pusat laba dibentuk jika perusahaan mempunyai usaha yang bervariasi sifatnya sehingga manajemen puncak mendelegasikan wewenangnya ke manajer yang lebih rendah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm; font-weight: bold; font-family: arial; text-align: justify;" start="4" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;i&gt;Investment&lt;/i&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;i&gt;       &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(Pusat      investasi)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Menurut Hilton pusat investasi adalah sebagai berikut: “&lt;i&gt;A investment center is an organizational subunit whose manager is held accountable for the subunit’s profit and the invested capital used by the subunit to generate its profit&lt;/i&gt;” (Hilton et. Al 2003:759).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-family: arial;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Pusat investasi mengharuskan manajer dan karyawannya mengontrol pendapatan, biaya dan tingkat investasi dalam pusat pertanggungjawaban, karena manajernya bertanggung jawab untuk keuntungan subunitnya dan penggunaan modal atau investasi ke dalam subunitnya akan menghasilkan laba. Jadi pusat investasi dalam suatu organisasi yang mempunyai pengendalian atas biaya dan pendapatan serta pengendalian atas dana investasi agar memperoleh laba yang lebih besar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-8652994110824362872?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/05/akuntansi-pertanggungjawaban.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_fMyr5O5j0Ag/TAIREqmXQJI/AAAAAAAAAxI/AgQ8JLbcwq8/s72-c/akuntansi++pertanggungjawaban.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-605480080080105812</guid><pubDate>Sun, 23 May 2010 08:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-23T02:10:54.189-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi Manajemen</category><title>Definisi Pusat Laba</title><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. DEFINISI PUSAT LABA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/05/definisi-pusat-laba.html"&gt;Pusat Laba&lt;/a&gt; - Ketika kinerja finansial suatu pusat tanggung jawab diukur dalam ruang lingkup laba (yaitu, selisih antara pendapatan dan beban), maka pusat ini disebut pusat laba (profit center). Dengan kata lain, pusat laba adalah suatu unit organisasi yang di dalamnya pendapatan dan beban diukur secara moneter. Laba merupakan ukuran kinerja yang berguna karena laba memungkinkan manajemen senior untuk dapat menggunakan satu indikator yang komprehensif, dibandingkan jika harus menggunakan beberapa indikator (beberapa di antaranya menunjuk ke arah yang berbeda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu organisasi fungsional adalah organisasi di mana fungsi produksi atau pemasaran utama dilakukan oleh unit organisasi yang terpisah. Ketika suatu organisasi diubah menjadi organisasi di mana setiap unit utama bertanggung jawab baik atas produksi maupun pemasaran, maka proses ini disebut dengan istilah divisionalisasi. Sebagai aturan, perusahaan membuat unit-unit bisnis karena mereka telah memutuskan untuk memberikan wewenang yang lebih luas kepada manajer-manajer operasi. Meskipun tingkat pelimpahan wewenang tersebut berbeda dari perusahaan yang satu ke perusahaan yang lain, tetapi wewenang yang lengkap untuk menghasilkan laba tidak pernah dilimpahkan ke dalam satu segmen tunggal dalam suatu bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. KONDISI-KONDISI DALAM MENDELEGASIKAN TANGGUNG JAWAB LABA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak keputusan manajemen yang melibatkan usulan untuk meningkatkan beban dengan harapan bahwa hal itu akan menghasilkan peningkatan yang lebih besar dalam pendapatan penjualan. Keputusan semacam ini disebut dengan pertimbangan biaya/pendapatan (expense/revenue trade-off). Untuk dapat mendelegasikan keputusan trade-off semacam ini ke tingkat manajer yang lebih rendah, maka ada dua kondisi yang harus dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Manajer harus memiliki akses ke informasi relevan yang dibutuhkan dalam membuat keputusan serupa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harus ada semacam cara untuk mengukur efektivitas suatu trade-off yang dibuat oleh manajer.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Langkah utama untuk membuat pusat laba adalah menentukan titik terendah dalam organisasi di mana kedua kondisi di atas terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh pusat tanggung jawab diibaratkan sebagai satu pusat kesatuan rangkaian yang mulai dari pusat tanggung jawab yang sangat jelas merupakan pusat laba sampai pusat tanggug jawab yag bukan merupakan pusat laba. Manajemen harus memutuskan apakah keuntungan dari delegasi laba akan dapat menutupi kerugiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. MANFAAT PUSAT LABA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan unit organisasi sebagai pusat laba dapat memberikan manfaat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kualitas keputusan dapat meningkat karena keputusan itu dibuat oleh para manajer yang paling dekat dengan titik keputusan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kecepatan dalam pengambilan keputusan operasional dapat meningkat karena tidak perlu mendapat persetujuan terlebih dahulu dari kantor pusat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajemen kantor pusat bebas dari pengambilan keputusan harian sehingga dapat berkonsentrasi kepada hal-hal yang lebih luas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajer karena hanya tunduk pada sedikit batasan dari korporat, lebih bebas untuk menggunakan imajinasi dan inisiatifnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karena pusat-pusat laba serupa dengan perusahaan yang independen, maka pusat laba memberikan pelatihan yang sempurna bagi manajemen umum. Para manajer mendapatkan pengalaman dalam mengelola seluruh area fungsional, dan manajemen yang lebih tinggi mendapatkan kesempatan untuk mengevaluasi potensi pekerjaan yang tingkatnya lebih tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesadaran laba (profit consciousness) dapat ditingkatkan karena para manajer yang bertanggung jawab atas laba selalu mencari cara untuk meningkatkan labanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat laba memberikan informasi yang siap pakai bagi manajemen puncak mengenai profitabilitas dari komponen-komponen indikator individual perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karena output yang dihasilkan telah siap pakai, maka pusat laba sangat responsif terhadap tekanan untuk meningkatkan kinerja kompetitifnya..&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;D. KESULITAN DENGAN PUSAT LABA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain manfaat yang diperoleh, pusat-pusat laba dapat memberikan beberapa kesulitan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pengambilan keputusan yang terdesentralisasi akan memaksa manajemen puncak untuk mengandalkan laporan pengendalian manajemen dan bukan wawasan pribadinya atas suatu operasi, sehingga mengakibatkan hilangnya pengendalian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika manajemen kantor pusat lebih mampu dan memiliki informasi yang lebih baik daripada manajer pusat laba pada umumnya, maka kualitas keputusan yang diambil pada tingkat unit akan berkurang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perselisihan dapat meningkat karena adanya argumen-argumen mengenai harga transfer yang sesuai, pengalokasian biaya umum yang tepat, dan kredit untuk pendapatan yang sebelumnya dihasilkan secara bersama-sama oleh dua atau lebih unit bisnis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Unit-unit organisasi yang pernah bekerja sama sebagai unit fungsional akan saling berkompetisi satu sama lain. Peningkatan laba untuk satu manajer dapat berarti pengurangan laba bagi manajer yang lain. Dalam situasi yang seperti ini, seorang manajer dapat saja gagal dalam memberikan potensi penjualan ke unit lain yang lebih tepat untuk merealisasikannya; menimbun pegawai atau peralatan yang akan lebih baik, dari sudut pandang seluruh perusahaan, jika digunakan ke unit lain; atau membuat keputusan produksi yang memiliki konsekuensi biaya yang tidak diinginkan bagi unit lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Divisionalisasi dapat mengakibatkan biaya tambahan karena adanya tambahan manajemen, pegawai, dan pembukuan yang dibutuhkan, dan mungkin mengakibatkan duplikasi tugas di setiap pusat laba.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Para manajer yang kompeten mungkin saja tidak ada dalam organisasi fungsional karena tidak adanya kesempatan yang cukup untuk mengembangkan kompetensi manajemen umum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mungkin ada telalu banyak tekanan atas profitabilitas jangka pendek dengan mengorbankan profitabilitas jangka panjang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak adanya sistem yang memuaskan untuk memastikan bahwa optimalisasi laba dari masing-masing pusat laba akan mengoptimalkan laba perusahaan secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. BATASAN ATAS WEWENANG UNIT BISNIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua unit bisnis diciptakan sebagai pusat laba karena manajer yang bertannggug jawab atas unit tersebut memiliki kendali atas pengembangan produk, proses produksi, dan pemasaran. Para manajer tersebut berperan untuk mempengaruhi pendapatan dan beban sedemikian rupa sehingga dapat dianggap bertanggung jawab atas ”laba bersih”. Meskipun demikian, wewenang seorang manajer dapat dibatasi dengan berbagai cara, yang sebaiknya dicerminkan dalam desain dan operasi pusat laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasan dari unit bisnis lainnya. Salah satu masalah utama terjadi ketika suatu unit bisnis harus berurusan dengan unit bisnis lain. Sangatlah berguna untuk memikirkan pengelolaan suatu pusat laba dalam hal pengendalian atas tiga jenis keputusan: (1) keputusan produk (barang atau jasa apa saja yang harus dibuat dan dijual; (2) keputusan pemasaran (bagaimana, di mana, dan berapa jumlah barang atau jasa yang dijual); dan (3) keputusan perolehan (procurement) atau sourcing (bagaimana mendapatkan dan memproduksi barang atau jasa). Jika seorang manajer unit bisnis mengendalikan ketiga unit bisnis tersebut, biasanya tidak akan mendapatkan kesulitan dalam melaksanakan tanggung jawab laba dan mengukur kinerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasan dari manajemen korporat. Batasan-batasan yang dikenakan oleh manajemen korporat dikelompokkan menjadi tiga bagian: (1) batasan yang timbul dari pertimbangan-pertimbangan strategis; (2) batasan yang timbul karena adanya keharusan keseragaman yang diperlukan; dan (3) batasan yang timbul dari nilai ekonomis sentralisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. PUSAT LABA LAINNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh pusat laba lainnya selain unit-unit bisnis, digambarkan di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Unit-unit fungsional. Subunit yang ada dalam unit bisnis dapat saja terorganisasi secara fungsional. Terkadang lebih mudah untuk membuat satu atau lebih unit fungsional, misalnya aktivitas operasi pemasaran, manufaktur, dan jasa. Tidak ada prinsip-prisip tertentu yang menyatakan bahwa jenis unit tertentu yang merupakan pusat laba sementara yang lainnya bukan. Keputusan pihak manajemen untuk pusat labanya haruslah berdasarkan besar pengaruhya (bahkan jika bukan pengendalian total) yang dilaksanaka oleh manajer unit terhadap aktivitas yang mempengaruhi laba bersih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemasaran. Pemasaran dapat dijadikan sebagai pusat laba dengan membebankan biaya dari produk yang terjual. Harga transfer ini memberikan informasi yang relevan bagi manajer pemasaran dalam membuat trade-off pendapatan/pengeluaran yang optimal, dan praktik standar untuk mengukur manajer pusat laba berdasarkan probabilitasnya akan memberikan evaluasi terhadap trade-off yang dibuat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manufaktur. Aktivitas manufaktur biasanya merupakan pusat beban, di mana manajemen dinilai berdasarkan kinerja versus biaya standar dan anggaran overhead. Tetapi, ukuran ini dapat menimbulkan masalah karena ukuran tersebut tidak mengindikasikan sejauh mana kinerja manajemen atas seluruh aspek pekerjaannya. Oleh karena itu, di mana kinerja proses manufaktur diukur terhadap biaya standar, dianjurkan untuk membuat evaluasi yang terpisah atas aktivitas-aktivitas seperti pengendalian mutu, penjadwalan produk, dan keputusan buat atau beli. Salah satu cara untuk mengukur aktivitas organisasi manufaktur secara keseluruhan adalah dengan menjadikannya pusat laba dan memberikan nilai berdasarkankan untuk harga jual produk dikurangi dengan estimasi biaya pemasaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Unit pendukung dan pelayanan. Unit-unit pemeliharaan, teknologi informasi, tranportasi, teknik, konsultan, layananan konsumen, dan aktivitas pendukung sejenis dapat dioperasikan kantor pusat dan divisi pelayanan perusahaan, atau dapat dipenuhi oleh unit bisnis itu sendiri. Unit bisnis tersebut membebankan biaya pelayanan yang diberikan, dengan tujuan finansial untuk menghasilkan bisnis yang mencukupi sehingga pendapatan setara dengan pengeluaran. Perusahaan yang melakukan pembebanan “berdasarkan penggunaan” mungkin memperlakukan unit tersebut sebagai pusat laba.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Organisasi lainnya. Suatu perusahaan dengan operasi cabang yang bertanggung jawab atas pemasaran produk perusahaan di wilayah geografis tertentu sering kali menjadi pusat laba secara alamiah. Meskipun para manajer cabang tidak memiliki tanggung jawab manufaktur atau pembelian, profitabilitasnya kadangkala merupakan satu ukuran unit kinerja yang paling baik. Lebih lanjut lagi, pengukuran laba merupakan satu alat motivasi yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;G. MENGUKUR PROFITABILITAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat dua jenis pengukuran profitabilitas yang digunakan dapat mengevaluasi sebuah pusat laba, sama halnya dalam mengevaluasi perusahaan secara keseluruhan. Pertama adalah pengukuran kinerja manajemen, yang memiliki fokus bagaimana hasil kinerja para manajer. Pengukuran ini digunakan untuk planning, coordinating, dan controlling kegiatan sehari-hari dari pusat laba dan sebagai alat untuk memberikan motivasi yang tepat untuk para manajer. Yang kedua adalah ukuran kinerja ekonomis, yang memiliki fokus bagaimana kinerja pusat laba sebagai entitas ekonomis. Maksud dari kedua ukuran di atas berbeda satu sama lain, sebagai contoh, laporan kinerja manajemen suatu toko cabang dapat memperlihatkan bahwa manajer toko tersebut memiliki kinerja yang baik; tetapi laporan kinerja ekonomisnya dapat memperlihatkan bahwa toko tersebut kehilangan posisinya di pasar dan harus di tutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis ukuran kinerja. Kinerja manajer pusat laba dapat dievaluasi berdasarkan lima ukuran profitabilitas sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Margin kontribusi. Margin kontribusi menunjukkan rentang (spread) antara pendapatan dengan beban variabel. Alasan utama mengapa ini digunakan sebagai alat pengukur kinerja manajer pusat laba adalah karena beban tetap berada di luar kendali manajer tersebut, sehingga para manajer harus memusatkan perhatian untuk memaksimalkan margin kontribusi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laba langsung. Laba langsung (direct profit) mencerminkan kontribusi pusat laba terhadap overhead umum dan laba perusahaan. Ukuran ini menggabungkan pengeluaran seluruh pusat laba, baik yang dikeluarkan oleh atau dapat ditelusuri langsung ke pusat laba tersebut tanpa mempedulikan apakah pos-pos ini ada dalam kendali manajer pusat laba atau tidak. Meskipun demikian, pengeluaran yang terjadi di kantor pusat tidak termasuk dalam penghitungan ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laba yang dapat dikendalikan. Pengeluaran-pengeluaran kantor pusat dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan. Yang termasuk dalam kategori pertama adalah pengeluaran-pengeluaran yang dapat dikendalikan, pada tingkat tertentu, oleh manajer unit bisnis, misalnya layanan teknologi informasi. Jika biaya-biaya ini termasuk dalam sistem pengukuran, maka laba yang dihasilkan setelah dikurangi dengan seluruh biaya yang dipengaruhi oleh manajer pusat laba tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laba sebelum pajak. Dalam ukuran ini, seluruh overhead korporat dialokasikan ke pusat laba berdasarkan jumlah relatif dari beban yang dikeluarkan oleh pusat laba. Jika pusat laba dibebankan dengan sebagian overhead korporat, maka hal ini harus dihitung berdasarkan biaya yang telah dianggarkan, dan bukan biaya aktual, di mana kolom ”anggaran” dan ”aktual” dalam laporan kinerja pusat laba menunjukkan jumlah yang sama untuk pos khusus ini. Hal ini akan memberikan kepastian bahwa para manajer pusat laba tidak akan mengeluh karena laporan kinerja mereka tidak akan menunjukkan varians dalam alokasi overhead.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laba bersih. Di sini, perusahaan mengukur kinerja pusat laba domestik berdasarkan laba bersih (net income), yaitu jumlah laba bersih setelah pajak.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah contoh laporan laba rugi suatu pusat laba:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fMyr5O5j0Ag/S_jt5YFj_sI/AAAAAAAAAww/BcZkEeOkf_M/s1600/pendapatan+bersih.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 316px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fMyr5O5j0Ag/S_jt5YFj_sI/AAAAAAAAAww/BcZkEeOkf_M/s320/pendapatan+bersih.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474386917042945730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H. PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih metode pengakuan pendapatan yang tepat sangatlah penting. Apakah pesanan dicatat pada saat pesanan dibuat, ketika pesanan dikirim, atau ketika uang kas diterima? Selain keputusan ini, ada hal-hal lain yang berkaitan dengan pendapatan umumnya yang memerlukan pertimbangan.dalam beberapa kasus dua atau lebih pusat laba dapat berpartisipasi dalam suatu usaha penjualan yang sukses. Idealnya setiap pusat laba harus diberikan nilai yang sesuai atas bagiannya dalam transaksi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua kebingungan yang timbul dalam mengukur kinerja pusat laba biasanya terjadi sebagai akibat dari kegagalan untuk memisahkan antara kinerja manajer dengan pengukuran ekonomis suatu pusat laba. Jika seseorang hanya mempertimbangkan pengukuran terhadap manajer jasa, maka solusinya sering kali tampak nyata: para manajer harus diukur berdasarkan pos-pos yang dapat mereka kendalikan, bahkan jika mereka tidak memiliki pengendalian penuh terhadap pos tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian-penilaian yang berkaitan dengan pengukuran pendapatan dan biaya harus dipertimbangkan tidak hanya berdasarkan teknik akuntansi, melainkan yang lebih penting lagi adalah berdasarkan pertimbangan perilaku. Kuncinya adalah memasukkan beban dan pendapatan dalam laporan manajer pusat laba yang dipengaruhi oleh tindakan manajer tersebut, bahkan jika tidak secara penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber : http://blog.beswandjarum.com/denus/2009/11/21/pusat-laba-bukan-laba-laba/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-605480080080105812?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/05/definisi-pusat-laba.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_fMyr5O5j0Ag/S_jt5YFj_sI/AAAAAAAAAww/BcZkEeOkf_M/s72-c/pendapatan+bersih.bmp" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-2733049018236095885</guid><pubDate>Wed, 19 May 2010 08:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-19T01:53:42.361-07:00</atom:updated><title>Peran Ilmu Ekonomi Pertanian Dalam Pembangunan Peradaban</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini bagian pertama dari petikan lengkap orasi ilmiah Bustanul Arifin, yang diberi judul “Peran Ilmu Ekonomi Pertanian Dalam Pembangunan Peradaban: Sebuah Refleksi Untuk Reposisi”, disampaikan dalam rangka Orasi Ilmiah sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian di Gedung Serbaguna Universitas Lampung, 20 Februari 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Reposisikan Ilmu Ekonomi Pertanian Untuk Membangun Peradaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;IImu ekonomi pertanian merupakan salah satu cabang tertua dari ilmu ekonomi yang dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip kelangkaan dan pilihan. Kandungan sumberdaya pada suatu wilayah menjadi landasan pengembangan konsep keunggulan komparatif yang menjadi esensi utama perdagangan barang dan jasa. Strategi aplikasi atau turunan konsep di atas kemudian dikenal sebagai keunggulan kompetitif, yang berkembang sangat pesat dalam praksis dan peradaban umat manusia dalam proses industrialisasi dan globalisasi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks tersebut, ilmu ekonomi menempatkan sektor pertanian atau basis sumberdaya alam sebagai landasan utama pembangunan ekonomi suatu bangsa. Proses transformasi sektor pertanian yang mampu menghasilkan produksi atau surplus pertanian di tingkat domestik dalam jumlah besar juga dianggap sebagai syarat pokok pertumbuhan ekonomi, pembangunan jati diri dan identitas suatu bangsa, dan bahkan mewarnai tahapan peradaban serta interaksi antarpelaku dalam pergaulan dunia yang semakin kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IImu ekonomi sendiri berkembang melalui perjalanan sejarah peradaban yang tidak terlalu gemilang, terutama proses kolonialisme, imperialisme, dan perbudakan yang sama sekali bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan secara universal. Semangat ekspansionis yang ditunjukkan oleh segelintir negara di Eropa dan negara besar lainnya bertemu dengan semangat penaklukan daerah jajahan, sekaligus penguasaan kekakayaan alam dan peradabannya. Asia Tenggara, Afrika dan Amerika Latin yang sangat kaya rempah-rempah dan sumberdaya alam menjadi ajang kolonialisme dan arena imperialisme yang sekaligus merupakan perwujudan ekspansi kekuasaan tentorial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Revolusi Industri di Inggris abad ke-19 memang diakui sebagai salah satu tonggak modernisasi ekonomi dan penerapan prinsip-prinsip efisiensi dalam perekonomian. Di dalam negeri, Revolusi Industri ikut memacu proses industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi, yang kadang diwarnai oleh pemusatan aset dan modal pada sedikit pelaku ekonomi. Efisiensi transportasi sangat terbantu oleh penemuan kapal uap dan pembukaan Terusan Suez, yang akhirnya mampu mempersingkat waktu tempuh pelayaran dari Dunia Barat ke Timur, yang semakin menjadi insentif bagi kaum imperialis untuk lebih menguasai tanah jajahan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tu1isan ini adalalah sebuah refleksi penelusuran perjalanan ilmu ekonomi pertanian, meliputi kelahiran, modifikasi, integrasi dengan ekonomi pembangunan, masa keemasan dalam era perubahan teknologi, dan keterbatasannya dalam keberlanjutan pembangunan. Refleksi ini adalah pelajaran berharga untuk melakukan reposisi dan rekonstruksi ilmu ekonomi pertanian ke depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari Usaha tani ke Pembangunan Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada awal kelahirannya, ilmu ekonomi pertanian lebih banyak peduli pada manajemen usahatani, yang mengalami tantangan besar pada masa Perang Dunia I, yaitu tingginya permintaan bahan pangan serta kelangkaan tenaga kerja di sektor pertanian. Sebelum perang, peningkatan produksi pertanian dapat dengan mudah dicapai melalui perluasan lahan pertanian dan intensifikasi usahatani karena tenaga kerja nyaris bukan hambatan berarti, apalagi dapat dengan mudah diperoleh dengan harga yang murah dan bahkan tidak berharga sama sekali pada skema perbudakan, terutama di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan efisiensi teknis dan efisiensi ekonomis menjadi tema sentral dalam ekonomi pertanian, tentu saja beserta keterkaitan dengan kebijakan penetapan harga produk pertanian, dalam hukum pennintaan dan penawaran yang telah berkembang pesat sebelumnya. Studi akademik lebih banyak diarahkan pada organisasi usaha tani dan praktik budidaya pertanian. termasuk peternakan dan perikanan, keterkaitannya dengan faktor-faktor yang menentukan produksi dan keuntungan usahatani tersebut. Hasil-hasil studi akhirnya digunakan untuk membantu petani atau usahatani yang tidak berproduksi secara menguntungkan agar mengikuti praktik usahatani yang baik dan benar, agar pendapatannya meningkat. Langkah sinergisme seperti itu mampu meningkatkan produksi pertanian dan dapat menanggulangi pertambahan penduduk yang mulai semakin cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Perang Dunia I pecah, ilmu ekonomi pertanian mulai lebih peduli pada dimensi global dari persoalan suplai bahan pangan, kebutuhan tenaga kerja, standar biaya produksi pertanian dan peran strategis koperasi dalam memperbaiki manajemen usahatani yang lebih menguntungkan dan membawa kesejahteraan bagi umat manusia. Peran yang dimainkan ilmu ekonomi pertanian pada saat itu tentu lebih banyak defensif, dalam arti hanya mampu bertahan membenahi persoalan-persoalan yang ditimbulkan oleh perang atau hegemoni para politisi yang haus kekuasaan, tanpa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban yang mengisinya. Akibatnya, kontribusi ilmu ekonomi pertanian lebih banyak berorientasi ke dalam, misalnya terlalu memperhatikan persoalan dalam negeri sendiri, dan maksimal para sekutunya dalam perang, sesuatu yang seringdiklaim sebagai persoalan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depresi besar dan resesi hebat yang melanda AS pada 1930-an sebenamya turut mewarnai perkembangan ilmu ekonomi pertanian, karena sektor pertanian dilanda persoalan yang tidak kalah beratnya dengan persoalan yang diderita sektor industri. Adalah George F. Warren, seorang petani dan profesor di Universitas Cornell (New York) dan beberapa pengikutnya yang berperan cukup besar dalam perkembangan ilmu ekonomi pertanian, bahkan ekonomi moneter dan ekonomi pembangunan pada umumnya. Dengan konsistensi yang sangat tinggi antara tulisan, ucapan dan tindakan, para ekonom pertanian ini merekomendasikan dan melaksanakan legislasi pertanian AS atau yang lebih dikenal dengan “The New Deal” itu. Tidak secara berlebihan jika ada yang menyimpulkan bahwa tidak ada kelompok ekonomi mana pun selain kelompok ekonomi pemnian yang sangat berpengaruh dalam perumusan dan administtasi kebijakan publik. Hal tersebut karena ciri khas ilmu ekonomi pertanian adalah memang dilandaskan pada penelitian mendalam, pendidikan dan pengajaran spartan, dan aplikasi lapangan secara nyata, yakni dengan perumusan masalah dan orientasi penyelesaiannya secara berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, terobosan pemikiran ke luar tersebut cukup menggembirakan, namun di sisi lain perkembangan ilmu ekonomi pertanian tidak terlalu pesat sampai dengan berakhirnya Perang Dunia II. Banyak negara baru yang lepas dari penjajahan tidak begitu saja mampu melepaskan ketergantungannya pada pola pikir kolonial, jika tidak dapat dikatakan mewarisi paradigma pembangunan ekonomi yang masih fokus pada pertumbuhan industri dan perkotaan. Sektor pertanian lebih banyak dilihat dan diperlakukan sebagai sektor residu yang hanya berfungsi sebagai pemasok tenaga kerja murah bagi sektor industri dan manufaktur. Akibatnya, sektor industri manufaktur dan jasa berkembang cukup pesat, yang sekaligus menandai modernisasi dalam strategi pembangunan ekonomi, walaupun “agak terlepas” dari sektor pertanian karena struktur dualistik yang menyelimuti keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran ekonomi dualistik tersebut juga sangat dipengaruhi oleh fakta dualisme sosiologis yang dikembangkan oleh J.H. Boeke, seorang ilmuwan asal Belanda, setelah melakukan penelitian cukup lama tentang perkebunan dan pertanian di daerah jajahan, terutama di Jawa dan Sumatera. Dalam kerangka dualistik itu, terdapat hipotesis bahwa aktivitas ekonomi di sektor modem (Barat dan enclave Barat) dipicu kebutuhan ekonomis, sedangkan aktivitas ekonomi di sektor tradisional (Timur) hanya dipicu oleh kebutuhan sosial yang hanya untuk memenuhi kebutuhan subsisten. Di sana implisit bahwa tidak akan ada gunanya membawa ide-ide baru, kelembagaan dan teknologi baru ke tengah-tengah masyarakat tradisional. Hipotesis inilah yang menjadi justifikasi rasional dalam pengembangan industrialisasi dan mengabaikan pembangunan pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Varian dari hipotesis dualistik itu terdiri dari beberapa pemikiran, misalnya yang cukup populer adalah dualisme enclave yang menggambarkan suatu organisasi produksi pertanian, yang teridiri dari enclave kecil masyarakat modem (inti) dikelilingi oleh lautan masyarakat tradisional (plasma). Enclave melakukan ekstraksi komoditas primer (perkebunan dan tambang) dan aktivitas ekspor, juga mengimpor tekonologi hemat tenaga kerja. Dalam hal ini, tentu tidak terlalu banyak aktivitas yang dilakukan oleh sektor tradisional, kecuali eksploitasi sumberdaya alam semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan pemikiran ekonomi dualistik ini sebenarnya sangat sejalan dengan hipotesis surplus tenaga kerja yang terjadi di sektor pertanian dan perkembangan teknologi yang terjadi di sektor industri dengan menjadi andalan argumen dalam karya-karya Arthur Lewis. Asumsi yang digunakan adalah eksistensi penduduk dengan produktivitas tenaga kerja sangat rendah, bahkan berada di bawah tingkat upah. Di sini terdapat pengangguran tersembunyi, karena produktivitas tenaga kerja nyaris sama dengan nol, sehingga apabila dilakukan pemutusan hubungan kerja pun, maka produksi dipastikan tidak akan berkurang. Proses pembangunan ekonomi adalah transfer tenaga kerja dari sektor tradisional (yang tidak banyak menambah produktivitas) ke sektor modern (yang hasilnya dapat digunakan untuk reinvestasi di peralatan, mesin, banngunan) dan masih dapat ditingkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fondasi kapitalistik inilah yang menjadi karakter dari Arthur Lewis, yang akhirnya berkembang kepada hubungan antara negara maju dan negara berkembang, sesuatu yang fundamental dalam teori ekonomi pembangunan. Arthur Lewis kemudian diberi Hadiah Nobel Bidang Ekonomi pada tahun 1979, bersama-sama dengan Theodore w. Schultz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses industrialisasi dilaksanakan dengan perbedaan yang amat prinsip, yaitu bahwa sektor industri manufaktur (modern) dijalankan dengan prinsip maksimisasi keuntungan biasa; sedangkan sektor pertanian (tradisional) dijalankan dengan norma-norma konvensional, bukan prinsip-prinsip produksi marjinal. Jadi, apabila konsep kelebihan tenaga kerja memang diartikan sebagai tingkat produktivitas marjinal yang mendekati nol, maka tingkat alokasi produksi dalam sektor perrtanian hampir tidak mungkin untuk mengikuti prinsip-prinsip persaingan pasar sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, tingkat upah buruh di sektor pertanian terlalu kecil untuk sekadar bertahan hidup, sehingga suatu norma tertentu terkadang dijadikan basis pengambilan keputusan alokasi produksi. Proses industria1isasi yang dicirikan oleh karakter dualistik tersebut umumnya menghadapi kondisi asimetri produksi dan asimetri organisasi. Asimetri produksi maksudnya adalah bahwa penggunaan faktor produksi modal tidak digunakan sepenuhnya dalam sektor pertanian dan lahan tidak digunakan sepenuhnya dalam sektor industri. Sedang asimetri organisasi maksudnya tingkat penerimaan upah di kedua sektor tersebut tidak akan mencapai keseimbangan karena perbedaan produktivitas marjinal tenaga kerja seperti telah disampaikan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana disebut sebelumnya, pasca Perang Dunia II itulah i1mu ekonomi pertanian mulai menunjukkan perkembangan yang cukup pesat, terutama setelah ada integrasi analisis dengan ekonomi pembanguna, sangat kontras dengan kondisi pada periode perang. Beberapa pemikiran dan karya para ekonom pertanian seakan tidak mampu menggugah para praktisi dan perumus kebijakan di setiap negara. Periode kelabu dan suasana perang pasti bukan waktu yang kondusif untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, walaupun sebenarnya manusia tidak pemah berhenti berfikir. Setelah beberapa tahun kemudian, barulah khalayak memberikan apresiasi kepada para ekonom pertanian sekaliber Theodore W. Schultz yang meletakkan dasar-dasar pemikiran tentang pentingnya pembangunan pertanian dalam pertumbuhan ekonomi, di mana pun di dunia. Schultz adalah seorang ilmuwan, peneliti, manajer, wiraswasta, katalis intelektual, dan ekonom pertanian tangguh alumnus Universitas Wisconsin-Madison yang mengembangkan karier akademiknya di Universitas Chicago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketekunannya mendalami persoalan pembangunan ekonomi, dan proses pencariannya untuk menemukan rumusan dan pencerahan kebijakan yang mengarah pada kesejahteraan umat manusia. Sebagaimana diketahui, T.W. Schultz akhirnya dianugerahi Hadiah Nobel Bidang Ekonomi pada tahun 1979, bersama Arthur Lewis dari Universitas Princeton, sebagaimana diuraikan sebelumnya. Schultz secara konsisten menantang pemikiran hipotesis “produk marjinal sama dengan nol” yang dikembangkan oleh teman sekaligus lawan berdebatnya Arthur Lewis, dan berargumen bahwa pendidikan petani dapat menjadi salah satu investasi dengan biaya rendah dan mampu menghasilkan tambahan pendapatan tinggi yang permanen. Inilah salah satu kontribusinya yang sangat berharha bagi ilmu ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekade 1960-an merupakan salah satu titik kulminasi dalam perkembangan khazanah ilmu ekonomi pertanian ketika paradigma bergeser menjadi “keseimbangan pertumbuhan ekonomi”. Sektor pertanian perlu mencapai tingkat pertumbuhan tertentu agar mampu lebih sejajar dan kompatibel dengan pembangunan sektor-sektor lain dalam ekonomi. Kontribusi pemikiran dari Simon Kuznets dan John Mellor sangat besar dalam meletakkan fondasi dasar bagi analisis tentang peran sektor pertanian dalam proses pembangunan. Hampir semua pemahaman umum tentang peran sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi yang dipercaya sampai sekarang adalah hasil karya ekonom pertanian pada dekade 1960an tersebut. Misalnya, pemahaman tentang sektor pertanian sebagai penyedia pangan, penghasil devisa dari ekspor, pemasok tenaga kerja bagi industri, dan stimulus pasar bagi pengembangan sektor industri adalah sedikit saja kontribusi besar yang sulit terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip yang diperjuangkan para ekonom pertanian ini cukup sederhana, namun menyentuh sendi-sendi kehidupan perekonomian, misalnya bahwa laju penyediaan bahan pangan minimal harus sama atau lebih besar dari laju permintaan pangan, yang sangat ditentukan oleh tingkat pertumbuhan penduduk, pendapatan serta elastisitas atau persentase pendapatan untuk konsumsi pangan. John Mellor terus konsisten memperjuangkan fungsi strategis sektor pertanian sebagai pengganda pendapatan dan pengganda lapangan kerja, yang sekaligus sangat menentukan proses perubahan teknologi dan industrialisasi baik di negara berkembang, maupun di negara maju. Simon Kuznets lebih banyak peduli pada persoalan pembangunan ekonomi dalam keterkaitannya dengan pemerataan pendapatan, yang digambarkannya laksana kurva U-terbalik. Seperti diketahui, Simon Kuznets akhirnya memperoleh Hadiah Nobel Bidang Ekonomi pada tahun 1971 karena kontribusinya pada i1mu ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi Pertanian dalam Era Perubahan Teknologi&lt;br /&gt;Era perubahan teknologi yang sangat pesat sebenarnya telah dimulai pada peridoe 1960 dan 1970-an dan berlanjut sampai dekade 1980-an. Ilmu ekonomi pertanian memperoleh pelajaran sangat berharga dari proses perubahan peradaban, yang nyaris mengubah berbagai sendi-sendi kehidupan manusia. Perubahan teknologi pertanian tidak terlalu pesat pada dekade 1990-an dan awal abad 21 ini, kecuali rekayasa genetika dan bioteknologi yang menyisakan tantangan tersendiri bagi ekonomi pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal 1970-an fokus kajian ekonomi pertanian lebih banyak pada aspek ekonomi mikro dari sektor pertanian, atau tepatnya pada teori harga dan kebekerjaan pasar. Secara mikro pula, pendalaman tentang keputusan atau tingkah laku individu dalam hal produksi, konsumsi dan perdagangan memang sangat dominan. Jadi, keterbatasan sumberdaya pertanian --lahan, tenaga kerja, modal, waktu dan lain-lain-- menjadi salah satu kajian yang dominan dalam pengembangan alat analisis dan pendalaman teori ekonomi pertanian, karena para aktor ekonomi memang harus memilih dan melakukan alokasi sumberdaya yang paling efisien menurut ukuran yang baku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sanalah, misalnya, dalam bidang produksi peran perubahan teknologi menjadi sangat dominan, karena dalam prinsip-prinsip ekonomi, teknologi baru tidak hanya mampu meringankan konstrain, tetapi juga mampu menambah pilihan yang tersedia. Dalam hal konsumsi, tambahan pendapatan tentu saja mampu memperlebar konstrain atau menambah pilihan barang yang dapat dikonsumsi. Aktivitas bidang pengolahan dan perdagangan sangat diuntungkan dengan perubahan teknologi karena menekan biaya pengolahan, mengurangi biaya transportasi, menghemat waktu dan tempat dan sebagainya. Ilmu ekonomi pertanian senantiasa ditantang untuk menemukan strategi kombinasi produksi dan alokasi sumberdaya dalam pengolahan dan perdagangan serta manajemen kepuasan dan kemanfaatan dalam hal konsumsi, yang semuanya bermuara pada tingkat efisiensi baik secara teknis, maupun secara ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ekonomi pertanian semakin memperoleh tempat di tengah masyarakat, maka perubahan teknologi berikut ini menandai kehidupan dunia pertanian dan peradaban manusia umumnya. Di antaranya adalah penemuan varietas unggul baru dalam komoditas pangan biji-bijian, penambahan zat hara tanah dalam bentuk pupuk buatan, penanggulangan hama dan penyakit tumbuhan dengan bahan kimia, pengaturan populasi tanaman, serta manajemen pengaturan air irigasi dan drainase, dan sebagainya. Era perubahan teknologi yang sangat pesat itulah yang kemudian dikenal dengan sebutan Revolusi Hijau, karena memang ditujukan untuk meningkatkan produksi pertanian terutama bahan pangan, sebagai jawaban para ilmuwan lain terhadap ancaman kekurangan pangan dan kelaparan yang begitu mudah dijumpai di banyak tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Hijau telah mampu menyelamatkan manusia dan jenis peradabannya dari kepunahan atau kematian karena kelaparan, yang sekaligus memupus keraguan aliran pemikiran pesimisme ala Thomas Malthus dan pengikutnya. Lonjakan produksi pangan dan biji-bijian yang dihasilkan oleh teknologi baru dalam hal benih dan varietas unggul baru serta bahan kimia yang menjadi pupuk dan pestisida tercatat sampai pangan 4-5 kali lipat dari sebelumnya, sesuatu yang tidak pemah terbayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ekonom pertanian sering menyebutnya dengan teknologi biologis-kimiawi, yang sangat diandalkan pada lahan sempit dengan penduduk yang padat, sekaligus untuk membedakannya dengan teknologi mekanis yang mengandalkan mesin dan alat pertanian yang sangat memadai untuk areal luas dengan tenaga kerja yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yujiro Hayami asal Jepang, adalah salah satu dari sedikit ekonom pertanian Asia yang sangat berperan dalam memajukan peradaban bangsa karena ketekunannya melakukan analisis tingkah lahu petani dalam keterkaitannya dengan perubahan teknologi ini. Cerita sukses Jepang, Taiwan, dan bahkan Indonesia dalam melesatkan produksi padi dan tanaman biji-bijian lain sangat berkaitan erat dengan pengembangan varietas unggul yang sangat responsif terhadap pupuk anorganik. Dukungan infrastruktur irigasi, jalan desa, ketersediaan faktor-faktor produksi teknis seperti pupuk, pestisida, dan benih itu sendiri juga sangat berperan. Kendala produksi karena keterbatasan lahan dapat diatasi dengan pengembangan teknologi biologis-kimiawi, yang lebih dikenal dengan Revolusi Hijau tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal teknologi mekanis, ekonomi pertanian melihatnya sebagai suatu respons rasional karena kecilnya rasio lahan terhadap tenaga kerja, sebagaimana yang diadopsi di negara-negara dengan areal lahan sangat luas, seperti di Amerika Serikat, Eropa Barat, Rusia dan lain-lain. Aplikasi teknologi mekanis sering juga dianggap sebagai varian dari Revolusi Industri, yang telah berlangsung sejak abad 19, walaupun para ekonom pertanian belum terlalu sepakat tentang keterkaitannya dengan Revolusi Hijau atau revolusi di dunia pertanian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, revolusi pertanian bukan sekadar penerapan atau adopsi metode-medote industrialisasi kepada proses produksi pertanian. Jika di industri proses mekanisasi merangsang terspesialisasinya tenaga kerja, di pertanian proses mekanisasi mengandung dimensi ruang dan waktu yang amat rumit. Keterpautan waktu antara pengolahan lahan, tanam, penanggulangan gulma, hama dan penyakit, panen dan sebagainya itu memang memerlukan mesin pertanian spesialis khusus. Pada sistem pertanian yang sangat mekanis, mobilitas dan spesialisasi seringkali mengakibatkan biaya investasi per tenaga kerja yang lebih tinggi dari pada di sektor industri. Hal itu berarti bahwa teradopsinya mekanisasi dalam bidang pertanian adalah untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja sektor pertanian itu sendiri. Singkatnya, perkembangan proses mekanisasi pertanian memiliki tujuan untuk meningkatkan produksi per tenaga kerja atau dalam hal ini untuk memperluas lahan produktif melalui proses ekstensifikasi pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan menjadi sedikit lebih rumit ketika dihadapkan pada pertanyaan apakah proses perubahan teknologi itu merupakan faktor eksogen dalam suatu sistem ekonomi --di sini berarti pengembangan kedua jenis teknologi merupakan produk atau hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi-- ataukah proses perubahan teknologi itu merupakan faktor endogen suatu sistem ekonomi. Dalam suatu sistem perekonomian yang dinamis, perubahan harga permintaan produk dan harga penawaran faktor produksi tidaklah dapat dipisahkan. Misalnya, ketika permintaan terhadap bahan makanan naik karena naiknya jumlah penduduk atau meningkatnya pendapatan per kapita, permintaan terhadap faktor produksi tersebut ikut naik secara proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, kenaikan permintaan tersebut mengakibatkan berubahnya harga relatif faktor-faktor produksi. Akibat berikutnya adalah bahwa tingkat pendapatan --termasuk distribusinya di kalangan para pemilik faktor produksi-- berubah sehingga hal tersebut kembali mempengaruhi permintaan secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip inilah yang menjadi cikal-bakal konsep keseimbangan umum dalam ekonomi, yang kelak berkembang sangat pesat sebagai salah satu analisis lebih komprehensif terhadap berbagai fenomena kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber : http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/b/bustanul-arifin/biografi/04.shtml&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-2733049018236095885?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/05/peran-ilmu-ekonomi-pertanian-dalam.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-8903880512685785365</guid><pubDate>Tue, 11 May 2010 05:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-10T22:33:55.310-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>Calon Kuat Pengganti Sri Mulyani</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mentri keuangan adalah salah satu posisi yang sentral dan sangat penting, sejak pemunduran diri Sri Mulyani dari mentri keuangan, Pak SBY harus memutar otak untuk mencari pengganti Sri Mulyani, nah, dibawah ini ada beberapa calon kuat pengganti Sri Mulyani di Mentri keuangan.&lt;br /&gt;Calon Pengganti Sri Mulyani adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. DARMIN NASUTION&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lahir: Tapanuli, Sumatera Utara, 21 Desember 1948&lt;br /&gt;Pendidikan:&lt;br /&gt;1. Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (1976)&lt;br /&gt;2. Doktor dari Universitas Paris, Sorbonne, Prancis (1985)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karier:&lt;br /&gt;2000 - Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Departemen Keuangan&lt;br /&gt;2005 - Kepala Badan Pengawas Pasar Modal&lt;br /&gt;2006 - Direktur Jenderal Pajak&lt;br /&gt;2009 - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia&lt;br /&gt;2010 - Pjs Gubernur Bank Indonesia&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. ANGGITO ABIMANYU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lahir: Bogor, 19 Februari 1963&lt;br /&gt;Pendidikan :&lt;br /&gt;- Jurusan Ekonomi Pertanian UGM (S1)&lt;br /&gt;- Pembangunan Internasional, Universitas Pennsylvania, AS (S-2)&lt;br /&gt;- Ekonomi Lingkungan, Universitas di Pennsylvania, AS (S-3)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karier:&lt;br /&gt;1999 - Staf Ahli Menteri Keuangan&lt;br /&gt;1999-2000 - Komisaris Independen Bank Internasional Indonesia&lt;br /&gt;2003 - Komisaris Independen Lippobank&lt;br /&gt;2004-2008 - Komisaris Telkom&lt;br /&gt;2006-sekarang - Kepala Badan Kebijakan Fiskal&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. AGUS MARTOWARDOJO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lahir: Amsterdam, 24 Januari 1956&lt;br /&gt;Pendidikan:&lt;br /&gt;- Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1984)&lt;br /&gt;- Banking and Management Courses di State University of New York, Buffalo, dan Stanford University, Palo Alto, AS&lt;br /&gt;- Institute of Banking and Finance, Singapura&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karier:&lt;br /&gt;1984 - Bank of America NT &amp;amp; SA sebagai Officer Development Program dan International Loan Officer&lt;br /&gt;1986-1994 - PT Bank Niaga Tbk sebagai Vice President, Corporate Banking Group di Jakarta dan Surabaya&lt;br /&gt;1995-1998 - Direktur Utama di Bank Bumiputera&lt;br /&gt;2002-2005 - Direktur Utama Bank Permata&lt;br /&gt;2005-sekarang Direktur Utama Bank Mandiri&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. AHMAD FUAD RAHMANY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan:&lt;br /&gt;- Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1981)&lt;br /&gt;- Master of Art dari Duke University, Durham, North Carolina, AS (1987)&lt;br /&gt;- Doktor di bidang ilmu ekonomi dari Department of Economics, Vanderbilt University, Tennessee, AS (1997)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karier:&lt;br /&gt;- Deputy for Budgeting and Accountancy pada Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias&lt;br /&gt;- Direktur Pengelolaan Surat Utang Negara dan Kepala Pusat Manajemen Obligasi Negara&lt;br /&gt;- Kepala Badan Pengawas Pasar Modal (saat ini)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menurut kamu siapakah calon kuat pengganti Sri Mulyani?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-8903880512685785365?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/05/calon-kuat-pengganti-sri-mulyani.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-3040090917446928498</guid><pubDate>Tue, 11 May 2010 04:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-10T21:34:36.838-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>Profil Sri Mulyani</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/05/profil-sri-mulyani.html"&gt;Profil Sri Mulyani&lt;/a&gt; - Sri Mulyani Indrawati adalah seorang wanita yang prestasinya sedang banyak dibicarakan orang.&lt;br /&gt;Okey sekarang mari kita lihat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Profil Sri Mulyani&lt;/span&gt;, sang wanita hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Profile Sri Mulyani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sri Mulyani Indrawati (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962) adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini akan diembannya mulai 1 Juni 2010. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Begitu, dia berkantor di Kantor Bank Dunia, dia praktis meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan. Sebelum menjabat menteri keuangan, dia menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura.&lt;br /&gt;Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendidikan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia Jakarta, Indonesia. (1981 – 1986)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Master of Science of Policy Economics di University of lllinois Urbana Champaign, U.S.A. (1988 – 1990)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ph.D. of Economics di University of lllinois Urbana-Champaign, U.S.A. (1990 – 1992)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ini dia video tentang Sri Mulyani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe src="http://video.tvone.co.id/video/38503" allowtransparency="true" style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204);" scrolling="no" width="375" frameborder="0" height="360"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-3040090917446928498?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/05/profil-sri-mulyani.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-8270079161882803939</guid><pubDate>Wed, 05 May 2010 13:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-05T07:12:55.906-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Metode Penelitian</category><title>Skala Nominal, Ordinal, Interval dan Ratio</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skala pengukuran ada 4 yaitu &lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/05/skala-nominal-ordinal-interval-dan.html"&gt;nominal, ordinal, interval dan ratio.&lt;/a&gt; Skala pengukuran dalam penelitian merupakan seperangkat aturan yang diperlukan untuk mengkuantitatifkan data dari pengukuran suatu variable. Dalam melakukan analisis statistik, perbedaan jenis data sangat berpengaruh terhadap pemilihan model atau alat uji statistik. Tidak sembarangan jenis data dapat digunakan oleh alat uji tertentu.&lt;br /&gt;Okey, yuk kita bahas satu-satu tentang &lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/05/skala-nominal-ordinal-interval-dan.html"&gt;Skala nominal, ordinal, interval dan ratio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Skala Nominal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran dengan skala nominal merupakan tingkat mengkategorikan, memberi nama dan menghitung fakta-fakta dari obyek yang diteliti. Dimana angka yang diberikan pada obyek hanya mempunyai arti sebagai label saja dan tidak menunjukkan tingkatan yang berarti.&lt;br /&gt;Contoh : mengkategorikan pegawai pria dan wanita.&lt;br /&gt;Skala nominal akan menghasilkan data yang disebut data nominal atau data diskrit, yaitu data yang diperoleh dari mengkategorikan, memberi nama dan menghitung fakta-fakta dari objek yang diobservasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Skala Ordinal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Skala (ukuran) ordinal adalah skala yang merupakan tingkat ukuran kedua, yang berjenjang sesuatu yang menjadi ‘lebih’ atau ‘kurang’ dari yang lainnya. Ukuran ini digunakan untuk mengurutkan objek dari yang terendah hingga tertinggi dan sebaliknya yang berarti peneliti sudah melakukan pengukuran terhadap variable yang diteliti.&lt;br /&gt;Contoh : mengukur kejuaraan olah raga, prestasi kerja, senioritas pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Skala Interval&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merupakan tingkat pengukuran ke tiga, dimana pemberian angka pada set objek yang memilih sifat ordinal, ditambah dengan satu sifat yang lain, yakni memberikan nilai absolute pada data/ objek yang akan diukur. Ukuran rasio ini mempunyai nilai nol (0) absolute (tidak ada nilainya).&lt;br /&gt;Contoh : Angka 0 (nol) untuk thermometer memiliki makna yang sangat berpengaruh dan bukan berarti dapat diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Skala Rasio&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merupakan tingkat pengukuran tertinggi, dimana ukuran ini mencakup semua persyaratan pada ketiga jenis ukuran sebelumnya, ditambah dengan satu sifat yang lain, yakni ukuran ini memberikan nilai absolute pada data/objek yang akan diukur. Ukuran rasio ini mempunyai nilai nol (0).&lt;br /&gt;Contoh : penghasilan pegawai 0 (berarti pegawai itu tidak menerima uang sedikitpun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-8270079161882803939?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/05/skala-nominal-ordinal-interval-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-4169792104881567610</guid><pubDate>Thu, 22 Apr 2010 10:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-26T04:55:53.442-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi Manajemen</category><title>Pusat Laba</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/04/pusat-laba.html"&gt;Pusat laba&lt;/a&gt; adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan laba (selisih antara pendapatan dan beban) yang diperoleh. Pusat laba dapat dibentuk dengan struktur divisionalisasi, yang memungkinkan unit utama bertanggungjawab terhadap produksi dan pemasaran sekaligus. Pusat laba dibentuk dengan keputusan expense and revenue trade-off.&lt;br /&gt;Keputusan ini ditentukan dengan 2 kondisi, yaitu Manajer memiliki akses ke informasi yang relevan dalam membuat keputusan dan terdapat ukuran efektivitas atas trade-off yang dibuat manajer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manfaat Pusat Laba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kualitas keputusan manajer lebih meningkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kecepatan pengambilan keputusan operasional lebih cepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajer kantor pusat dapat lebih berkonsentrasi pada hal-hal yang lebih luas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajer lebih bebas menunjukkan imajinasi dan inisiatifnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan tempat pelatihan sempurna bagi kemampuan manajerial secara umum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesadaran terhadap laba semakin meningkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan informasi siap pakai kepada manajemen puncak tentang profitabilitas komponen-komponen individual perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Output yg siap pakai membuat pusat laba sangat responsif terhadap tekanan utk meningkatkan kinerja kompetitif.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesulitan yang Dihadapi Pusat Laba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hilangnya pengendalian karena pengambilan keputusan yang terdesentralisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kualitas keputusan yang diambil unit akan berkurang apabila manajemen kantor pusat lebih mampu dan memiliki informasi yang lebih baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Perselisihan dapat meningkat (karena argumen-argumen tentang harga transfer, biaya umum dan kredit atas usaha bersama antara 2 unit).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kompetisi yang tinggi antar manajer unit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adanya biaya tambahan karena duplikasi tugas di setiap pusat laba.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajer yang kompeten terhadap satu kompetensi mungkin tidak ada.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cenderung kepada profitabilitas jangka pendek daripada profitabilitas jangka panjang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Optimalisasi laba dari pusat laba tidak dapat menjamin optimalisasi laba perusahaan secara keseluruhan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unit Bisnis sebagai Pusat Laba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal utama yang harus dipertimbangkan adalah adanya batasan atas wewenang manajer unit bisnis.&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Batasan dapat muncul dari unit bisnis lain maupun dari manajemen korporat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batasan dari unit bisnis lain akan semakin tidak terlihat apabila keputusan produk, keputusan pemasaran dan keputusan perolehan dilakukan oleh satu unit bisnis, disamping itu terdapat sinergi antar unit bisnis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila ketiga keputusan diatas dibentuk dalam lebih dari 2 unit bisnis, maka batasan dari unit Batasan dari manajemen korporat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu batasan-batasan yang timbul dari: pertimbangan-pertimbangan strategis, karena adanya keseragaman dan dari nilai ekonomis sentralisasi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Pusat Laba selain Unit Bisnis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemasaran. Biaya standar merupakan pertimbangan utama dalam harga transfer.&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Manufaktur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diharapkan manajer membuat keputusan terpisah atas aktivitas pengendalian mutu, penjadwalan produk ataupun keputusan membuat atau membeli.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selisih antara harga jual produk dengan estimasi biaya pemasaran merupakan pertimbangan utama meskipun hanya merupakan laba semu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Unit Pendukung Pelayanan (pemeliharaan, TI, transportasi, teknik, konsultan, layanan konsumen dan aktivitas pendukung). Beban yang digunakan merupakan pertimbangan utama, jadi manajer harus mampu menentukan biaya pelayanan yang ekonomis meskipun berasal dari pemasok luar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kantor cabang&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengukur Profitabilitas Pusat Laba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdapat dua ukuran profitabilitas, yaitu kinerja manajemen dan kinerja ekonomis.&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kinerja manajemen berkaitan dengan kegiatan perencanaan, pengkoordinasian dan pengendalian kegaiatan sehari-hari pusat laba.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kinerja ekonomis berkaitan dengan kinerja pusat laba sebagai entitas ekonomi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Kinerja ekonomis dapat diukur dengan margin kontribusi, laba langsung, laba yang dapat dikendalikan, laba sebelum pajak dan laba bersih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    * Margin Kontribusi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan selisih antara pendapatan dengan beban variabel.&lt;br /&gt;Alasan penggunaan karena beban tetap berada diluar kendali manajer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;* Laba Langsung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan kontribusi pusat laba terhadap overhead umum dan laba perusahaan.&lt;br /&gt;Alasan penggunaan karena pengeluaran pusat laba merupakan tanggung jawab manajer pusat laba, baik pengeluaran yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; * Laba yang Dapat Dikendalikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertimbangkan pengeluaran-pengeluaran pada tingkat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  * Laba Sebelum Pajak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertimbangkan pembebanan relatif dari biaya overhead korporat ke &lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/04/pusat-laba.html"&gt;pusat laba&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    * Laba Bersih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertimbangkan jumlah laba bersih setelah pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Penentuan pendapatan yaitu ketika pesanan dibuat, pesanan dikirim atau ketika kas diterima sangat penting diperhatikan mengingat seluruh bagian pusat laba adalah bagian korporat.&lt;br /&gt;   * Pertimbangan manajemen dalam hal beban yang dapat dikendalikan sangat penting, sehingga besarnya beban ini akan menunjukkan pos-pos yang benar-benar terjadi pada pusat laba.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-4169792104881567610?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/04/pusat-laba.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-4246420244775577615</guid><pubDate>Thu, 22 Apr 2010 09:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-23T02:07:04.900-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi Manajemen</category><title>Harga Transfer (Transfer Pricing)</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/04/harga-transfer-transfer-pricing.html"&gt;Harga Transfer atau Transfer Pricing&lt;/a&gt;  sering terjadi antara divisi 1 dan divisi yang lain dalam suatu perusahaan untuk mempermudah  efisiensi waktu dan kualitas barang yang terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Metode harga transfer&lt;/span&gt; yang dikemukakan oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anthony dan Govindarajan (2002:208) &lt;/span&gt;adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Transfer based Market (Transfer berdasarkan Harga Pasar)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transfer based Cost: Full cost and Variable cost (Transfer berdasarkan Biaya:  Biaya Penuh dan Biaya Variabel)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transfer based Negotiation (Transfer berdasarkan Negosiasi).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transfer based Arbitrase (Transfer berdasarkan Arbitrasi).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transfer based Dual Transfer Pricing (Transfer berdasarkan Dual Transfer Pricing).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="nobr"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perusahaan yang besar dan kompleks terdiri atas beberapa pusat pertanggungan-jawab (divisi sebagai responsibility center) yang memfungsikan manajer-manajer divisi agar dapat memiliki rentang kontrol yang lebih efektif dalam operasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Divisi-divisi dalam perusahaan tersebut membutuhkan setidaknya informasi akuntansi tentang sumber daya yang digunakan serta keluaran yang dihasilkan. Informasi-informasi ini minimal digunakan untuk:&lt;br /&gt;a. Merencanakan pengalokasian sumber daya&lt;br /&gt;b. Melakukan kontrol operasional&lt;br /&gt;c. Evaluasi terhadap performa manajer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lengkap, pembagian karakteristik divisi yang dimaksud antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" class="table-br" width="99%" border="1" cellpadding="1" cellspacing="1"&gt;&lt;thead&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;No.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Responsibility Center&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Tugas Manajer&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Contoh&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/thead&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Cost Center&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Bertanggung jawab atas biaya yang dipakai selama operasional&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Misal: Kantor Pusat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Revenue Center&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Bertanggung jawab terhadap pendapatan yang diterima&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Profit Center&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Bertanggung jawab terhadap laba yang diperoleh&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Misal: Kantor cabang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Investment Center&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Bertanggung jawab atas laba dan investasi yang dihasilkan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Misal: perusahaan besar, multi-company atau holding yang terdesentralisasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, harga transfer adalah penentuan harga produk antara yang dijual oleh sebuah divisi semi otonom lain dari perusahaan yg berskala besar dan dibeli oleh divisi lain dari perusahaan yg sama. Atau dengan kata lain, harga transfer merupakan harga yang ditetapkan oleh profit center dalam transaksi penjualan. Biasanya, harga transfer muncul pada suatu perusahaan yang terdesentralisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misal:&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://www.wahyudiharto.com/blog_images/s2_transfer_pricing_1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga transfer mempengaruhi tingkat laba untuk kedua divisi (penjual dan pembeli), yang dalam gambar diatas artinya:&lt;br /&gt;a. Laba besar bagi Divisi Aki Kering&lt;br /&gt;b. Laba rendah bagi Divisi Perakitan Mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga transfer yang ideal seharusnya berpatokan baik pada keuntungan yang maksimal bagi perusahaan maupun bagi kedua divisi sehingga kerugian secara umum dapat diminimalisir. Walau begitu, harga transfer sama sekali tidak memberikan perubahan net income bagi perusahaan secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak perusahaan menggunakan harga pasar aktif sebagai ukuran harga transfer, namun demikian, industri dengan basis harga transfer lebih disukai karena industri tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan fairness. Karena ketika harga pasar tidak tersedia, industri atau perusahaan tersebut dapat menggunakan antara alternatif &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NEGOTIATED PRICE&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;COST BASED PRICE&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. NEGOTIATED PRICE&lt;br /&gt;Sebuah sistem dimana harga transfer dapat dinegosiasikan antara manajer divisi penjual dan manajer divisi pembeli. Walaupun demikian, sistem ini akan mempengaruhi waktu produksi akibat bertambahnya waktu negosiasi.&lt;br /&gt;b. COST BASED PRICE&lt;br /&gt;Salah satu alternatif terbaik yang dapat digunakan karena biaya kontrol dapat diminimalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah biaya variabel (variabel cost) ataupun biaya penuh (full cost).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 kondisi penentuan harga transfer:&lt;br /&gt;1. Tidak terdapat pasar eksternal untuk produk antara&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://www.wahyudiharto.com/blog_images/s2_transfer_pricing_2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;2. Pasar untuk produk antara bersifat pasar persaingan sempurna&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://www.wahyudiharto.com/blog_images/s2_transfer_pricing_3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;3. Pasar utk produk antara bersifat persaingan tidak sempurna&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://www.wahyudiharto.com/blog_images/s2_transfer_pricing_4.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, konflik tidak dapat dihindari antara kepentingan perusahaan dan manajer masing-masing divisi yang berkaitan pada saat pola penentuan harga transfer digunakan dalam sebuah perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya dalam penentuan harga transfer manajemen tidak dapat sembarangan menentukan harga, secara garis besar harga tersebut sebisa mungkin tidak merugikan salah satu pihak yang terlibat, selain itu harga transfer dalam praktiknya harus terus diperhatikan agar tujuan manajemen sesuai dengan tujuan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip dasarnya adalah bahwa harga transfer sebaiknya serupa dengan harga yang akan dikenakan seandainya produk tersebut diual ke konsumen luar atau dibeli dari pemasok luar. Namun hal tersebut dalam dunia nyata sangat sulit diterapkan, hanya sedikit perusahaan yang menetapkan prinsip ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan harga transfer berubah apabila melibatkan multinational corporation (MNC) serta barang yang ditransfer melalui batas-batas negara. Tujuan penentuan harga transfer internasional terfokus pada meminimalkan pajak, bea, dan risiko pertukaran asing, bersama dengan meningkatkan suatu kompetitif perusahaan dan memperbaiki hubungannya dengan pemerintah asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://www.wahyudiharto.com/blog_images/s2_transfer_pricing_5.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, pembebanan harga transfer yang rendah untuk anak perusahaan asing mungkin akan mengurangi pembayaran bea cukai sebagai akibat dari batas-batas internasional, atau mungkin membantu anak perusahaan untuk bersaing dalam pasar asing dengan mempertahankan biaya anak perusahaan yang rendah. Di sisi lain, mebebankan suatu harga transfer yang tinggi mungkin membantu MNC mengurangi laba pada negeri yang telah memperketat kendali pengiriman uang asing, atau mungkin memberikan kemudahan bagi MNC memindahkan pendapatan dari suatu negara yang memiliki tingkat pajak pendapatan yang tinggi ke suatu negara dengan tingkat pajak rendah (tax haven country).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian akhir-akhir ini telah menemukan bahwa lebih dari 80% perusahaan-perusahaan multinsional (MNC) melihat transfer pricing sebagai suatu isu pajak internasional utama, dan lebih dari setengah dari perusahaan ini mengatakan bahwa isu ini adalah isu yang paling penting. Sebagian besar negara sekarang menerima perjanjian modal Organization of Economic Cooperation and Development (OECD), yang menyatakan bahwa harga-harga transfer sebaiknya disesuaikan dengan menggunakan standar arm’s-length, artinya pada suatu harga yang akan dicapai oleh pihak-pihak yang independen. Sementara perjanjian model tersebut diterima secara luas, terdapat perbedaan-perbedaan dalam cara negara-negara menerapkannya. Meskipun demikian, terdapat dukungan yang kuat di seluruh dunia terhadap suatu pendekatan untuk membatasi usaha-usaha oleh MNC untuk mengurangi kewajiban pajak dengan menetapkan harga-harga transfer yang berbeda dengan arm’s-length standard tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://s2.wahyudiharto.com/2009/04/penggunaan-informasi-akuntansi-penuh.html&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-4246420244775577615?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/04/harga-transfer-transfer-pricing.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-6387644109909487805</guid><pubDate>Thu, 15 Apr 2010 03:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-16T03:51:07.967-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi</category><title>Download Simposium Nasional Akuntansi</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fMyr5O5j0Ag/S8aMVZMfDvI/AAAAAAAAAvo/xYukk6WlvJ0/s1600/book-open1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 295px; height: 219px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fMyr5O5j0Ag/S8aMVZMfDvI/AAAAAAAAAvo/xYukk6WlvJ0/s320/book-open1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460205897401700082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Simposium Nasional Akuntansi (SNA)- &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://blogerkesambet.blogspot.com/2010/04/download-simposium-nasional-akuntansi.html"&gt;Simposium Nasional Akuntansi &lt;/a&gt; pertama kali diadakan pada tahun 1997. Sebagai Anak Akuntansi kamu pasti membutuhkan banyak referensi untuk mengerjakan tugas kuliah ataupun Skripsi, nah tiap tahun di adakan SNA di berbagai tempat berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagi kamu yang mau Mendownload Jurnal-jurnal yang telah di seminarkan di Simposium Nasional Akuntansi kamu bisa download disini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tetapi saya belum memiliki jurnal dari tahun pertama sampai terakhir, jika kamu punya SNA yang lengkap ataupun SNA selain yang dibawah ini, kamu bisa share disini, supaya teman-teman yang lain pun mendapatkan referensi yang lebih banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kalau kamu mau &lt;a href="http://blogerkesambet.blogspot.com/2010/04/download-simposium-nasional-akuntansi.html"&gt;download Simposium Nasional Akuntansi&lt;/a&gt; 8, 9, 10,11, 12 kamu bisa download disini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tips : Jika setelah di Klik muncul page adf.ly kamu bisa langsung skip ads disebelah kanan atas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://adf.ly/1zJs"&gt;Download SNA 8- Solo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://adf.ly/1zJt"&gt;Download SNA 9 - Padang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://adf.ly/1zJr"&gt; Download SNA 10- Makassar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://adf.ly/1zIQ"&gt;Download SNA 11-Pontianak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/1zKu"&gt;Download SNA 12-Palembang&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/1zLB"&gt;Download SNA 12-Palembang English&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-6387644109909487805?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/04/download-simposium-nasional-akuntansi.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_fMyr5O5j0Ag/S8aMVZMfDvI/AAAAAAAAAvo/xYukk6WlvJ0/s72-c/book-open1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-2151981128782507218</guid><pubDate>Sun, 11 Apr 2010 12:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-11T06:05:44.514-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi Manajemen</category><title>Penerapan Harga Transfer (Transfer Pricing)</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fMyr5O5j0Ag/S8HBCM_3M4I/AAAAAAAAAvg/LT3wkOOk6yY/s1600/Transfer+Pricing.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 288px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fMyr5O5j0Ag/S8HBCM_3M4I/AAAAAAAAAvg/LT3wkOOk6yY/s320/Transfer+Pricing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458856466942735234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penerapan Harga Transfer (Transfer Pricing) &lt;/span&gt;- Harga transfer merupakan nilai yang diberikan atas suatu transfer barang dan jasa dalam suatu transaksi dimana setidaknya salah satu dari kedua pihak yang terlibat adalah pusat laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap perusahaan pasti menginginkan laba yang optimal, salah satu langkah yang dapat diambil manajemen adalah dengan harga transfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga transfer merupakan nilai yang diberikan atas suatu transfer barang dan jasa dalam suatu transaksi dimana setidaknya salah satu dari kedua pihak yang terlibat adalah pusat laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan tidak hanya akan memperoleh pendapatan dari luar perusahaan saja, tetapi juga dari laba kontribusi divisi. Karena seolah-olah divisi menjadi unit bisnis yang independence, namun tetap terintegrasi satu dengan yang lainnya dalam rangka mencpai tujuan perusahaan secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga transfer dapat didasarkan pada biaya selisih kenaikan atau harga pasar. Pengaruh lingkungan atas harga transfer juga menimbulkan sejumlah pertanyaan mengenai metodologi penentuan harga. Prinsip wajar atau harga transfer antarperusahaan dengan mengandaikan transaksi itu terjadi antarpihak yang tidak berhubungan instimewa di pasar yang kompetitif. Menurut undang-undang Pajak Penghasilan di AS terdapat metode-metode:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Metode Harga yang Tidak Terkontrol Setara&lt;br /&gt;Berdasarkan metode ini harga transfer ditentukan dengan mengacu pada harga yang digunakan dalam transaksi setara antara perusahaan yang independent atau setara perusahaan dengan pihak ketiga yang tidak berkaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Metode Transaksi Tidak Terkontrol yang Setara&lt;br /&gt;Metode ini diterapkan untuk pengalihan aktiva tidak berwujud. Metode ini mengidentifikasikan tingkat royalty acuan dengan mengacu pada transaksi yang tidak terkontrol di mana aktiva tidak berwujud yang sama atau serupa dialihkan. Sebagaimana metode harga tidak terkontrol yang setara, metode ini bergantung pada perbandingan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Metode Harga Jual Kembali&lt;br /&gt;Metode ini menghitung harga transaksi yang wajar yang diawali dengan harga yang dikenakan atas penjualan barang yang dimaksud kepada pembeli yang independent. Margin yang memadai untuk menutup beban dan laba nomal kemudian dikurangkan dari harga ini untuk memperoleh harga transfer antarperusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Metode Penentuan Biaya Plus&lt;br /&gt;Metode ini berguna apabila barang semi jadi dialihkan antarperusahaan afiliasi luar negeri atau jika suatu entitas merupakan sub kontraktor bagi perusahaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Metode Laba Sebanding&lt;br /&gt;Metode ini mendukung pandangan umum yang menyatakan bahwa pembayar pajak yang menghadapi situasi yang mirip harusnya memperoleh imbalan yang mirip pula selama beberapa periode waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Metode Pemisahan Laba&lt;br /&gt;Metode ini digunakan jika acuan produk atau pasar tidak tersedia. Metode ini mencakup pembagian laba yang dihasilkan melalui transaksi dengan pihak berhubungan istimewa yaitu antara perusahaan afiliasi berdasarkan cara yang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Metode Penentuan Harga Lainnya&lt;br /&gt;Metode ini dapat digunakan jika menghasilkan ukuran harga wajar yang lebih akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRAKTIK HARGA TRANSFER&lt;br /&gt;Dalam praktiknya, beberapa metode penentuan harga transfer digunakan bersamaan. Factor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode harga transfer antara lain tujuan perusahaan: apakah tujuannya adalah mengelola beban pajak, atau mempertahankan posisi daya saing perusahaan, atau memprromosikan evaluasi kerja yang setara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASA DEPAN&lt;br /&gt;Teknologi dan perekonomian global menimbulkan tantangan sendiri bagi banyak prinsip-prinsip yang mendasari perpajakan internasional, bahwa setiap setiap bangsa memiliki hak menentukan untuk dirinya sendiri seberapa banyak pajak yang dapat dikumpulkan dari rakyatnya dan kalangan usaha yang ada di dalam wilayahnya. Namun, pemerintah di seluruh dunia mengharuskan metode penentuan harga transfer pada prinsip harga wajar. Yaitu, perusahan multinasional di Negara berbeda dikenakan pajak seakan-akan mereka adalah perusahaan independent yang beroperasi secara wajar dari satu sama lain. Perhitungan harga wajar tidak relevan karena semakin sedikit perusahaan yang beropreasi dengan cara ini. Efeknya bagi perpajakan nasional, kerjasama dan pembagian informasi yang makin erat antara otoritas pajak di seluruh dunia. Kompetisi pajak juga semakin besar. Internet membuat upaya mengambil keuntungan dari Negara surga pajak semakin mudah. Pajak tunggal juga digunakan sebagai alternative untuk menggunakan harga transfer dalam menentukan penghasilan kena pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang diperhatikan dalam pembentukan organisasi yang di dalamnya akan timbul harga transfer dan hubungannya dengan proses sistem pengendalian manajemen adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Menetapkan tujuan yang selaras antara divisi dan perusahaan. Dalam arti bahwa manajer divisi mengambil keputusan yang akan memaksimumkan laba perusahaan dengan memaksimumkan laba divisinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menetapkan otonomi tiap divisi. Agar nantinya terjaga otonomi divisi, dalam arti tidak ada campur tangan manajemen puncak terhadap kebebasan manajer divisi dalam pengambilan keputusan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyerahan kekuasaaan berdasarkan pada kemampuan untuk menyerahkan tanggungjawab dari keuntungan. Tanggungjawab keuntungan tidak dapat diserahkan dengan aman kecuali dua kondisi ada yaitu orang yang menyerahkan memiliki seluruh informasi relevan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan keuntungan yang optimum dan performa orang yang menyerahkan diukur melalui bagaimana ia dengan baik membuat trade-off biaya atau pendapatan. Oleh karena itu, idealnya organisasi harus mencari orang-orang yang berkompeten dalam negoisasi dan arbitrasi dari harga transfer.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dua keputusan yang meliputi perancangan sistem harga transfer. Pertama adalah keputusan sourcing: haruskah perusahaan memproduksi sendiri atau harus membelinya dari luar atau pemasok? Yang kedua adalah keputusan harga transfer: pada harga berapa produk harus ditransfer antar pusat laba? Idealnya, harga transfer kurang lebih seperti harga pasar, dengan penyesuaian agar tidak ada biaya yang muncul selama transfer dalam perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika kompetisi harga tidak terjadi, harga transfer mungkin akan ditetapkan dengan dasar biaya ditambah laba, meskipun beberapa harga transfer mungkin akan lebih rumit untuk dihitung dan hasilnya kurang memuaskan bila berdasar pada harga pasar. Biaya transfer dapat dibuat pada standar biaya ditambah profit margin, atau dengan menggunakan sistem dari dua langkah penetapan harga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Metode negoisasi harga transfer harus berada ditempatnya dan di sana harus ada mekanisme arbitrasi untuk penyelesaian perdebatan, tetapi susunannya jangan terlalu susah supaya manajemen tidak terlalu mencurahkan perhatian berlebih yang bisa mengakibatkan jumlah waktu harga transfer jadi tidak semestinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terdapat beberapa contoh yang mungkin terjadi pada organisasi kompleks secara lengkap memuaskan sistem harga transfer. Sama dengan banyak pilihan desain pengendalian manajemen, perlu untuk memilih yang paling baik dari beberapa aksi bagian yang hampir sempurna. Sesuatu yang penting adalah menyadari area yang tidak sempurna dan memastikan prosedur administrasi dipekerjakan untuk menghindari keputusan suboptimum.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-2151981128782507218?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/04/penerapan-harga-transfer-transfer.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_fMyr5O5j0Ag/S8HBCM_3M4I/AAAAAAAAAvg/LT3wkOOk6yY/s72-c/Transfer+Pricing.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-967024941362163035</guid><pubDate>Thu, 11 Feb 2010 08:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-11T00:43:53.598-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bank</category><title>Istilah Istilah Bank</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Istilah-Istilah Bank saat ini sangat penting diketahui karena bank sekarang cukup banyak digunakan untuk bertransaksi, dan juga ada banyak produk yang ditawarkan oleh bank, untuk itu kita perlu mengetahui istilah-istilah bank, agar kita bisa dapat lebih mudah bertransaksi ataupun berurusan dengan pihak bank, dibawah ini ada beberapa istilah bank, semoga bisa membantu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Agunan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pinjaman jangka panjang yang diperoleh pribadi untuk membeli rumah yang kepemilikannya diserahterimakan secara legal dari si pemberi pinjaman kepada peminjam setelah pinjaman dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anjunga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;n Tunai Mandiri (ATM)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mesin yang memproses penarikan dan penyetoran dana dari dan ke rekening tabungan, tarik tunai kartu kredit dan beberapa pembayaran (contohnya tagihan utilitas). Rekening diakses dengan kartu ATM, kartu kredit atau kartu debit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aset&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Barang yang mempunyai nilai tinggi (contohnya rumah, tanah, mobil), milik pribadi ataupun perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Batas Kredit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Batas Rupiah maksimum yang bisa ditagihkan kepada rekening kartu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebas&lt;br /&gt;Suatu cek dapat dianggap “bebas” ketika jumlahnya dipotong (dikurangkan) dari rekening pembayar dan dimasukkan (ditambahkan) ke rekening penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Biaya Keuangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Istilah ini meliputi biaya total kredit, termasuk bunga dan semua biaya lainnya yang ditentukan sebagai syarat kredit oleh institusi keuangan sebagai kreditor. Biaya biaya tersebut bisa meliputi biaya jasa, biaya keterlambatan, biaya transaksi dan biaya lain-lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Biaya Layanan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biaya bulanan yang ditagihkan oleh institusi keuangan untuk menangani suatu rekening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Biro Kredit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu agen pelaporan kredit yang mengecek informasi kredit dan menyimpan berkas mengenai pemohon dan pengguna kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Buku Simpanan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu buku yang diberikan oleh institusi keuangan kepada penabung untuk mencatat setoran, penarikan dan bunga yang diperoleh dengan menabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bunga Majemuk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bunga yang dihitung terhadap simpanan pokok maupun bunga yang sudah bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;nga Prosentase Tahunan (BPT)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tagihan bunga tahunan dapat diaplikasikan kepada saldo kartu kredit yang belum dibayarkan. Ini adalah bagian dari total biaya kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bunga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biaya yang dikenakan atas penggunaan uang. Bunga bisa dibayarkan, misalnya, oleh pribadi kepada institusi keuangan untuk penggunaan kartu kredit, atau oleh institusi keuangan kepada pribadi atas simpanan uangnya dalam rekening tabungan. Bunga dinyatakan dengan istilah Bunga Persentase Tahunan (BPT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bunga Perkenalan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kartu kredit menggunakan bunga perkenalan sebagai promosi penawaran istimewa. Setelah beberapa waktu, tingkat bunga kembali ke tingkat standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cek&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dokumen tertulis yang menginstruksikan suatu institusi keuangan yang mengeluarkan sejumlah uang dari rekening si penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ce&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;k Melambung (cek yang dikembalikan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cek yang “dilambungkan kembali” adalah cek yang ditolak penguangan atau pembayarannya oleh institusi keuangan. Hal ini bisa disebabkan karena rekening sudah ditutup atau saldo yang tersedia tidak mencukupi jumlah yang tertera pada cek. Dana tidak mencukupi (non sufficient fund, NSF) adalah salah satu alasan cek dikembalikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Charge Card&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kartu plastik dengan fasilitas kredit yang biasanya tidak terbatas. Kartu bayar/tagihan harus dibayar lunas pada setiap akhir siklus tagihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cyberbanking&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perbankan melalui layanan Internet. Institusi keuangan dengan cabang-cabang situs memungkinkan pelanggan memeriksa saldo, membayar tagihan, mentransfer dana, membandingkan rencana tabungan, dan mengajukan permohonan pinjaman pada Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Debet&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Istilah pembukuan untuk sejumlah uang yang dipinjam oleh pribadi atau institusi; suatu tagihan yang dipotong dari suatu rekening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fasilitas Kredit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jumlah kredit yang diberikan kepada pribadi, bisnis atau institusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hadiah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kartu kredit menawarkan terbang gratis, bahan bakar gratis, atau hadiah lainnya. Hadiah ini juga disebut sebagai program keanggotaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;In&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;stitusi Keuangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu Perusahaan di mana Anda bisa menyetor, meminjam atau menukarkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jadwal Pembayaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pilihan pembayaran kartu kredit, yaitu dengan pembayaran minimum setiap bulan, atau pembayaran penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jaminan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang diterima oleh institusi keuangan sebagai jaminan apabila orang yang berhutang tidak mengembalikan pinjamannya. Apabila orang yang berhutang gagal mengembalikan pinjamannya, institusi keuangan berhak mengambil jaminan tersebut. Jaminan biasanya berupa real estate (rumah) atau properti seperti mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kartu Affinity&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kartu kredit yang berafiliasi dengan pihak ketiga yang akan mendapat keuntungan nilai tambah dari setiap transaksi. Sebagai contoh, suatu asosiasi alumni atau museum memperoleh bagian/prosentase dari seluruh transaksi yang ditagihkan kepada kartu kredit gabungan milik anggota-anggota organisasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kartu Bank&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kartu kredit atau debit yang diterbitkan oleh sebuah institusi keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kartu Bisnis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kartu kredit untuk pemilik bisnis kecil. Pengeluaran bisnis ditagihkan kepada kartu ini untuk memudahkan pembukuan dan persiapan pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kartu Chip/ Smart Card&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kartu yang diterbitkan oleh institusi keuangan dengan sebuah chip elektronik tertanam di dalamnya yang bisa diisi dengan beragam program seperti fungsi kartu kredit atau kartu debet dan pembeli berulang atau program hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kartu Co-brand&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kartu kredit yang terhubung dengan pihak ketiga misalnya peritel atau penerbangan, yang menawarkan potongan, diskon atau keuntungan nilai tambah kepada pengguna berdasarkan nilai rupiah tagihan pembelian dalam suatu kurun waktu tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kartu Debet&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kartu pembayaran maupun kartu yang dapat digunakan untuk pembelian barang dan jasa secara elektronik. Kartu ini menggantikan uang tunai atau cek. Transaksi langsung dipotong dari rekening tabungan atau rekening koran/cek pemegang kartu. Kartu debet bisa menggunakan tanda tangan atau memasukkan nomor PIN ke dalam suatu alat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kartu Kredit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kartu plastik yang memberikan akses pada fasilitas kredit. Pengguna diberi batasan kredit, tetapi tidak diharuskan untuk melunasi sekaligus setiap bulannya. Di sisi lain, pembayaran minimum akan menimbulkan saldo “berputar” atau menambah beban bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kartu Pembelian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kartu kredit yang dipakai perusahaan-perusahaan untuk melakukan pembelian dengan nilai sedang atau kecil. &amp;amp; Dengan kartu ini, perusahaan tidak perlu mengeluarkan order pembelian. Order dilakukan langsung dengan penyedia yang tergabung dan dibayar dengan kartu pembelian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kartu Prabayar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kartu yang menyimpan nilai Rupiah. Kartu ini bisa digunakan untuk pembelian atau penarikan uang tunai di ATM sesuai dengan nilai Rupiah yang ada di dalamnya sebelum kartu tersebut dibuang atau diisi kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kepailitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu pernyataan hukum mengenai keadaan pailit. Pernyataan ini dapat mencegah penyitaan, pengambilalihan, pemotongan dan pembayaran hutang. Kepailitan tidak bisa menghapus sejarah buruk rekening dan menjadi bagian dari Sejarah rekening itu selama bertahun-tahun, tergantung dari hukum kepailitan negara yang bersangkutan. Keadaan ini pun biasanya tidak menghapus tunjangan anak, tunjangan istri, denda, pajak dan kewajiban pinjaman pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kewajiban Hutang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam istilah keuangan, uang pinjaman yang harus dibayarkan kembali kepada individu, bisnis atau institusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kredit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam bisnis, kredit adalah pembelian atau peminjaman dengan janji pengembalian di kemudian hari. Pada setiap rencana kredit, terdapat kreditor (pribadi, institusi keuangan, toko atau perusahaan yang uangnya dipinjam). Dalam pembukuan, terdapat catatan sejumlah uang milik pribadi atau institusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Laporan Kredit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu laporan mengenai tingkat hutang dan perilaku pembayaran tagihan konsumen. Informasi untuk laporan diserahkan kepada agen pelaporan kredit (atau biro kredit) dari kreditor individual. Agen akan mengumpulkan laporan dan menyerahkannya kepada pemberi pinjaman dan yang lainnya seizin konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Luran Tahunan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biaya yang ditagihkan setahun sekali atas kepemilikan kartu kredit. Beberapa penyedia kartu kredit menawarkan kartu kredit tanpa iuran tahunan. Iuran tahunan, dengan bunga dan biaya lainnya adalah bagian dari total biaya kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masa Tenggang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jangka waktu sebelum bunga ditambahkan ke dalam pembelian baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mata Uang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Uang segala sesuatu yang digunakan sebagai media pertukaran umum. Secara praktis, mata uang bermakna tunai, terutama uang kertas. Bankir sering menggunakan pepatah uang logam dan mata uang yang merujuk pada sen dan rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menghentikan Pembayaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Permintaan kepada institusi keuangan untuk tidak membayar cek tertentu. Apabila silakukan segera, maka cek tidak akan dibebankan ke rekening pembayar. untuk layanan seperti ini dikenakan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Metode Penghitungan Bunga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cara penghitungan bunga berdasarkan saldo kartu kredit. Bisa ditagihkan per hari atau per bulan dan termasuk bunga dari saldo yang tidak dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Modal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah kumpulan kekayaan yang bisa digunakan atau yang tersedia untuk menghasilkan kekayaan lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nomor Pengenalan Pribadi (PIN)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu nomor istimewa yang diberikan oleh bank kepada pemegang kartu ATM atau kartu kredit yang diketikkan pada mesin ATM untuk menarik uang atau pada terminal perdagangan untuk pembelian barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pembayaran Minimum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jumlah minimum rupiah yang harus dibayar setiap bulan, biasanya 2 sampai 3 persen dari jumlah pinjaman, berdasarkan saldo rata-rata harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pembayaran Otomatis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perusahan utilitas (Perusahaan langganan masyarakat seperti Listrik, telepon, dll), pembayaran pinjaman, dan bisnis lainnya dapat menggunakan sistem pembayaran otomatis di mana tagihan dibayar secara langsung dengan memotongt dana dari rekening bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pembiayaan Kembali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengubah persetujuan pinjaman agar syarat pengembalian bias sesuai dengan pendapatan terkini si peminjam dan kemampuannya untuk mengembalikan. Pembiayaan kembali biasanya memberikan tingkat bunga lebih rendah dan jumlah pembayaran bulanan yang lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemindahan Saldo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat memindahkan saldo dari kartu kredit Anda ke kartu kredit baru. Idealnya, kartu baru menawarkan biaya yang lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penarikan Cek Berlebihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu cek dituliskan dengan jumlah uang yang melebihi jumlah dalam rekening. Apabila institusi keuangan menolak untuk menguangkan cek tersebut, maka cek tersebut dinyatakan “dilambungkan kembali”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penarikan Tunai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah uang yang ditarik dari rekening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Pencurian Identitas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bentuk penipuan di mana informasi finansial konsumen diperoleh secara ilegal untuk melakukan pembelian dan transaksi tidak sah dengan kartu kredit mereka, atau menarik dana dari rekening tabungan atau rekening koran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penerima&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pribadi atau suatu perusahaan kepada siapa cek ditulis; seseorang yang menerima uang sebagai pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penilaian Kredit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi suatu institusi keuangan mengenai apakah seseorang pantas menerima kredit. Penilaian kredit biasanya didasarkan pada karakter individual, kemampuan membayar dan modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyetor&lt;br /&gt;Seseorang atau suatu perusahaan yang menyetor uang ke dalam suatu rekening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembayar&lt;br /&gt;Pribadi atau suatu perusahaan yang menulis cek; seseorang yang memberi uang sebagai pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok&lt;br /&gt;Jumlah awal uang yang dipinjam, disetor, atau diinvestasikan sebelum bunga ditambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekening&lt;br /&gt;Uang yang disimpan di sebuah institusi keuangan untuk kepentingan investasi dan/atau penyimpanan yang aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekening Bersama&lt;br /&gt;Rekening tabungan atau rekening koran yang dibuat dengan lebih dari satu nama. Misalnya orang tua/anak, suami/istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekening Giro&lt;br /&gt;Rekening yang digunakan oleh nasabah untuk menyimpan uang, dan untuk menuliskan sebuah cek. Kadang-kadang terdapat biaya yang ditagihkan apabila persyaratan minimum tidak terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekening Tabungan&lt;br /&gt;Rekening yang mendapatkan bunga sebagai pengganti atas penggunaan uang yang disimpan. Penabung biasanya diperbolehkan menabung atau menarik uang berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saldo&lt;br /&gt;Jumlah tagihan yang belum dibayar. Dalam perbankan, saldo merujuk pada sejumlah uang pada suatu rekening. Dalam kredit, saldo merujuk pada jumlah hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saldo Rata-rata Harian&lt;br /&gt;Institusi keuangan mengukur dan menghitung hutang rata-rata per hari dalam siklus tagihan Anda, dan menggunakan jumlah rata-rata tersebut untuk menentukan jumlah bunga atas hutang Anda untuk bulan tersebut. Setiap institusi keuangan menggunakan cara yang berbeda dalam melakukan perhitungan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setoran Langsung&lt;br /&gt;Pendapatan (atau pembayaran dari pemerintah) secara otomatis dan elektronik yang disetorkan ke dalam rekening sehingga menghemat waktu, tenaga maupun uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slip Setoran&lt;br /&gt;Slip yang memberi keterangan mengenai jumlah uang kertas, uang logam dan cek yang akan disetorkan ke dalam suatu rekening tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strip Magnet&lt;br /&gt;Strip hitam pada kartu kredit, kartu debet atau kartu ATM. Strip ini mengandung informasi dasar rekening dalam wujud kode komputer, seperti nama pemegang dan nomor rekening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku Bunga&lt;br /&gt;Prosentase, per unit waktu, dari total jumlah pinjaman yang ditagihkan oleh bank atau institusi keuangan atas penggunaan uang mereka. Bunga kartu kredit bisa dihitung per tahun, per bulan atau per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat&lt;br /&gt;Suatu masa waktu dan tingkat bunga yang diatur antara pemberi pinjaman dan peminjam untuk mengembalikan pinjaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarif Tetap&lt;br /&gt;Suku bunga yang tidak berubah. Bunga Persentase Tahunan (BPT) biasanya merupakan tarif yang tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat Bunga Periodik&lt;br /&gt;Suatu variabel tingkat bunga yang bisa naik atau turun setiap kuartal dan mempengaruhi baik tagihan-tagihan keuangan maupun batas minimum jatuh tempo pembayaran kartu kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat Bunga yang Berubah.&lt;br /&gt;Tingkat bunga yang dapat berubah secara berkala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transaksi di tempat penjualan&lt;br /&gt;Diterimanya kartu ATM/debet atau kartu kredit di toko peritel dan rumah makan sebagai alat pembayaran barang atau jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunai&lt;br /&gt;Uang dalam bentuk kertas dan koin. Dalam perbankan, suatu kegiatan membayar cek “menguangkan cek”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang&lt;br /&gt;Semua yang secara umum dikenal sebagai media pertukaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang Tunai Elektronik&lt;br /&gt;Sistem pembayaran elektronik sebagai replika/pengganti dari semua sistem pembayaran – tunai, cek, kartu kredit, kartu debet dan uang logam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Asuransi&lt;br /&gt;Perjanjian yang menyebutkan seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung dengan menerima premi sebagai pengganti apabila terjadi kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang kemungkinan akan dideritanya apabila terjadi suatu peristiwa yang menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bea&lt;br /&gt;Pajak tidak langsung atas barang impor dan ekspor dengan surat-surat sebagai bukti, dan lain-lain menurut peraturannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cek&lt;br /&gt;Surat perintah tidak bersyarat kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu, pada waktu surat tersebut diserahkan kepadanya, dan agar surat perintah itu berlaku sebagai cek, isinya harus memenuhi syarat yang ditetapkan dalam undang-undang, antara lain memuat perkataan "cek".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dividen&lt;br /&gt;Bagian laba yang dibayarkan kepada para pemegang saham sebagai pembagian keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endosemen Pinjam Nama&lt;br /&gt;Endosemen yang dilakukan endosan dengan sekedar mengizinkan penggunaan namanya untuk membantu pihak lain memperoleh dana melalui penjualan surat wesel, walaupun tidak berkepentingan atas surat wesel tersebut, endosan tetap bertanggung jawab menurut hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fidusia&lt;br /&gt;Orang atau badan yang mendapat kepercayaan menguasai barang untuk mengelolanya, misalnya administratur, direktur, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giro&lt;br /&gt;Simpanan pada bank, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan mempergunakan cek, surat perintah pembayaran yang lainnya, atau dengan cara pemindah bukuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga Pasar&lt;br /&gt;Nilai pasaran sekuritas atau komoditas lainnya yang ditentukan berdasarkan permintaan dan penawaran pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irrevocable Credit; Irrevocable-Letter of Credit &lt;br /&gt;Surat kredit yang tidak dapat diubah atau ditarik kembali atau dibatalkan tanpa persetujuan dari semua pihak yang berkepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junior Security &lt;br /&gt;Obligasi atau hipotek yang dijamin dengan harta benda yang telah dibebani satu atau lebih obligasi yang telah diterbitkan lebih dahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klausula Akselerasi&lt;br /&gt;Pasal dalam kontrak yang menyatakan bahwa penjual dapat menuntut pembayaran penuh dengan segera dari sisa yang belum dibayar jika pembeli gagal membayar angsuran yang masih terhutang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Likuiditas&lt;br /&gt;Kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta lancarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal&lt;br /&gt;Harta yang dipergunakan untuk menghasilkan tambahan kekayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nota Kontrak&lt;br /&gt;Catatan atau memorandum yang diberikan pialang kepada orang yang menjual atau membeli saham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obligasi&lt;br /&gt;Surat utang yang berjangka waktu lebih dari satu tahun dan bersuku bunga tertentu, yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menarik dana dari masyarakat, guna pembiayaan perusahaan atau oleh pemerintah untuk keperluan anggaran belanjanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pialang&lt;br /&gt;Perantara dalam perdagangan yang diangkat dan disumpah; dalam mengadakan perjanjian-perjanjian, perantara ini bertindak untuk dan atas nama pengamanat dengan menerima provisi. Dengan pengamanat ia tidak mempunyai hubungan kerja yang tetap atau biasa disebut broker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reksa Dana&lt;br /&gt;Wadah investasi yang berisi dana dari sejumlah investor dimana uang didalamnya diinvestasikan ke dalam berbagai produk investasi oleh sebuah Perusahaan Manajemen Investasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saham&lt;br /&gt;Surat bukti pemilikan bagain modal perseroan terbatas yang memberikan berbagai hak menurut ketentuan anggaran dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat Bunga Efektif&lt;br /&gt;Tingkat bunga yang sesungguhnya dibebankan dalam setahun, jika suku dibebankan sekali setahun, maka tingkat bunga nominal sama dengan suku bunga efektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang Muka&lt;br /&gt;Pembayaran sebagian dari harga oleh pembeli kepada penjual sebagai tanda bahwa perjanjian jual beli yang diadakan telah meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valuta Asing&lt;br /&gt;Alat pembayaran dan alat-alat likuid luar negeri lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warkat Berharga&lt;br /&gt;Warkat dengan nilai nominal tertentu yang berfungsi sebagai uang, seperti Sertifikat Bank Indonesia, Surat Berharga Pasar Uang, giro, cek, dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yield &lt;br /&gt;Penerimaan yang dinyatakan dengan persen yang diperoleh dari hasil investasi (FKW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kliring (dari bahasa Inggris clearing) sebagai suatu istilah dalam dunia perbankan dan keuangan menunjukkan suatu aktifitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga adalah imbal jasa atas pinjaman uang. Imbal jasa ini merupakan suatu kompensasi kepada pemberi pinjaman atas manfaat kedepan dari uang pinjaman tersebut apabila diinvestasikan. Jumlah pinjaman tersbut disebut "pokok utang" (principal). Persentase dari pokok utang yang dibayarkan sebagai imbal jasa ( bunga ) dalam suatu periode tertentu disebut "suku bunga"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bursa valuta asing (Inggris: foreign exchange market, forex) atau disingkat bursa valas merupakan suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya (pasangan mata uang/pair) yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Premi adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan setiap bulannya sebagai kewajiban dari tertanggung atas keikutsertaannya di asuransi. Besarnya premi atas keikutsertaan di asuransi yang harus dibayarkan telah ditetapkan oleh perusahaan asuransi dengan memperhatikan keadaan-keadaan dari tertanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debitur adalah pihak yang berhutang ke pihak lain, biasanya dengan menerima sesuatu dari kreditur yang dijanjikan debitur untuk dibayar kembali pada masa yang akan datang. Pemberian pinjaman kadang memerlukan juga jaminan atau agunan dari pihak debitur. Jika seorang debitur gagal membayar pada tenggat waktu yang dijanjikan, suatu proses koleksi formal dapat dilakukan yang kadang mengizinkan penyitaan harta milik debitur untuk memaksa pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreditur adalah pihak ( perorangan, organisasi, perusahaan atau pemerintah) yang memiliki tagihan kepada pihak lain (pihak kedua) atas properti atau layanan jasa yang diberikannya (biasanya dalam bentuk kontrak atau perjanjian) dimana diperjanjikan bahwa pihak kedua tersebut akan mengembalikan properti yang nilainya sama atau jasa. Pihak kedua ini disebut sebagai peminjam atau yang berhutang.&lt;br /&gt;Secara singkat dapat dikatakan pihak yang memberikan kredit atau pinjaman kepada pihak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Global bond adalah obligasi internasional atau surat utang negara yang diterbitkan oleh suatu negara dalam valuta asing. Berbeda dengan utang-utang resmi (pinjaman pemerintah dari negara-negara donor), global bond tidak mengikat seperti pinjaman resmi, di mana alokasi penggunaannya sudah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitra pengimbang atau lebih sering dikenal dengan istilah counterparty , adalah merupakan suatu istilah yang digunakan dalam bnidang hukum dan keuangan yang artinya " pihak dalam kontrak atau kadang juga merujuk pada "pihak lawan". Setiap orang yang cakap hukum atau badan hukum dapat menjadi mitra pengimbang.&lt;br /&gt;Biasanya apabila disebutkan adanya mitra pengimbang dalam suatu perjanjian berarti terdapat suatu potensi terjadinya konflik diantara mereka. Idealnya suatu kontrak akan menguraikan secara rinci dan jelas hak dan kewajiban masing-masing pihak pada setiap kondisi. Namun ini tidak selamanya terjadi, oleh karena banyak sekali aturan hukum yang mengatur tentang perlakuan hukum atas mitra pengimbang, dan banyak pula yurisprudensi (khususnya pada sistim common law) yang mengacu pada preseden hukum &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasio finansial adalah sebuah alat analisis keuangan sebuah perusahaan. Rasio finansial terdiri dari perbandingan data keuangan yang terdapat pada laporan keuangan (neraca, laporan laba/rugi, laporan aliran kas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi "acuan pokok" atau juga disebut " produk turunan" (underlying product); daripada memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset, pelaku pasar membuat suatu perjanjian untuk saling mempertukarkan uang, aset atau suatu nilai disuatu masa yang akan datang dengan mengacu pada aset yang menjadi acuan pokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar keuangan adalah merupakan mekanisme yang memungkinkan orang untuk dengan mudah melakukan transaksi jual dan beli suatu sekuriti keuangan (seperti saham dan obligasi), komoditi ( seperti logam atau produk pertanian ) dan lainnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar Modal adalah kegiatan yang berhubungan dengan perdagangan modal, seperti obligasi dan efek. Pasar modal berfungsi menghubungkan investor, perusahaan dan institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen keuangan jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar saham adalah pasar untuk perdagangan saham perusahaan yang dipegang umum dan instrumen finansial yang berhubungan (termasuk pilihan saham, pertukaran dan masa depan indeks saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Juka masih dirasa istilah bank diatas kurang, maka kamu bisa melihat istilah bank lainnya berbentuk PDF yang dikeluarkan oleh bank indonesia. &lt;a href="http://adf.ly/1HBU"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;SUMBER : www.resep.web.id, Clubbing.kapanlagi.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-967024941362163035?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/02/istilah-istilah-bank.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-618585957680862418</guid><pubDate>Sat, 06 Feb 2010 12:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-06T04:35:38.318-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laporan Keuangan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi</category><title>Siklus Akuntansi</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/02/siklus-akuntansi.html"&gt;Suklus Akuntansi &lt;/a&gt; memang sangat penting untuk kita pahami dan juga ingat.&lt;br /&gt;Okey, sekarang yuk kita bahas tentang Siklus Akuntansi yang harus kita lalui mulai dari bukti translakis sampai dengan akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tahap Pencatatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pencatatan kedalam buku jurnal (buku harian)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemindahbukuan (Posting) ke dalam buku besar&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tahap Pengikhtisaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pembuatan Neraca Saldo (Trial Balance)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembuatan Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjusment)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembuatan Kertas Kerja/Neraca Lajur (Work Sheet)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyusunan laporan Keuangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembuatan jurnal penutup (Closing Entry)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembuatan Neraca Saldo Setelah penutupan (Post Closing Trial Balance)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembuatan Jurnal pembalik (Reverse Entry)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Semoga tulisan tentang &lt;a href="http://blogdeta.blogspot.com/2010/02/siklus-akuntansi.html"&gt;Siklus Akuntansi&lt;/a&gt; diatas dapat membantu kamu yang baru mulai belajar akuntansi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-618585957680862418?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/02/siklus-akuntansi.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8310860862037456196.post-6305436657595927890</guid><pubDate>Thu, 21 Jan 2010 05:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-20T21:12:44.423-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Auditing</category><title>Sejarah Sarbanes-Oxley</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sarbanes-Oxley &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(Sarbanes-Oxley Act of 2002, Public Company Accounting Reform and Investor Protection Act of 2002) atau kadang disingkat SOx atau Sarbox adalah hukum federal Amerika Serikat yang ditetapkan pada 30 Juli 2002 sebagai tanggapan terhadap sejumlah skandal akuntansi perusahaan besar yang termasuk di antaranya melibatkan Enron, Tyco International, Adelphia, Peregrine Systems dan WorldCom. Skandal-skandal yang menyebabkan kerugian bilyunan dolar bagi investor karena runtuhnya harga saham perusahaan-perusahaan yang terpengaruh ini mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap pasar saham nasional. Akta yang diberi nama berdasarkan dua sponsornya, Senator Paul Sarbanes (D-MD) and Representatif Michael G. Oxley (R-OH), ini disetujui oleh Dewan dengan suara 423-3 dan oleh Senat dengan suara 99-0 serta disahkan menjadi hukum oleh Presiden George W. Bush.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perundang-undangan ini menetapkan suatu standar baru dan lebih baik bagi semua dewan dan manajemen perusahaan publik serta kantor akuntan publik walaupun tidak berlaku bagi perusahaan tertutup. Akta ini terdiri dari 11 judul atau bagian yang menetapkan hal-hal mulai dari tanggung jawab tambahan Dewan Perusahaan hingga hukuman pidana. Sarbox juga menuntut Securities and Exchange Commission (SEC) untuk menerapkan aturan persyaratan baru untuk menaati hukum ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perdebatan mengenai untung rugi penerapan Sarbox masih terus terjadi. Para pendukungnya merasa bahwa aturan ini diperlukan dan memegang peranan penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap pasar modal nasional dengan antara lain memperkuat pengawasan akuntansi perusahaan. Sementara para penentangnya berkilah bahwa Sarbox tidak diperlukan dan campur tangan pemerintah dalam manajemen perusahaan menempatkan perusahaan-perusahaan AS pada kerugian kompetitif terhadap perusahaan asing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sarbox menetapkan suatu lembaga semi pemerintah, Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB), yang bertugas mengawasi, mengatur, memeriksa, dan mendisiplinkan kantor-kantor akuntan dalam peranan mereka sebagai auditor perusahaan publik. Sarbox juga mengatur masalah-masalah seperti kebebasan auditor, tata kelola perusahaan, penilaian pengendalian internal, serta pengungkapan laporan keuangan yang lebih dikembangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8310860862037456196-6305436657595927890?l=blogdeta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://blogdeta.blogspot.com/2010/01/sejarah-sarbanes-oxley.html</link><author>noreply@blogger.com (Deta)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>

