<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188</id><updated>2026-05-29T02:44:57.365+07:00</updated><category term="Info Umum"/><category term="Info Terapi"/><category term="Info Kesehatan"/><category term="Info Sekolah"/><category term="Info Sukses"/><title type='text'>Autism TODAY</title><subtitle type='html'>Autism TODAY adalah jendela infomasi khusus membahas seputar anak2 berkebutuhan khusus / autis, seperti info2 terbaru tentang makanan, pengobatan, terapi dsb yang diharapkan dapat sangat membantu bagi para orangtua / pemerhati dan semua pihak yang concern terhadap masalah ini.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-2777328127212478033</id><published>2011-06-25T10:17:00.000+07:00</published><updated>2011-06-25T10:17:01.239+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Umum"/><title type='text'>Mitos Autisme</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mitos&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;KELIRU: Autisme disebabkan cara pengasuhan yang salah dari orangtua&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;BENAR:&amp;nbsp; Autisme BUKAN kondisi emosional dimana anak menjauh dari  orang tuanya tetapi merupakan akibat perkembangan neurobiologist di otak  dan karena itu TIDAK disebabkan oleh cara pengasuhan yang salah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;KELIRU: individu autistik tidak bisa merasakan dan menyalurkan emosi mereka, kecuali emosi marah atau senang.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;BENAR:&amp;nbsp; Individu autistik TIDAK kehilangan kemampuan untuk mempunyai  hubungan emosional dan bisa diharapkan untuk mengembangkan kepekaan  emosional seperti individu lain pada umumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;KELIRU: Semua individu autistik sebaiknya mengikuti terapi xxx, xxx. Kalau tidak autisme mereka akan makin parah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;BENAR:&amp;nbsp; &amp;nbsp;TIDAK ada satu pun terapi yang dapat dipakai untuk  memperbaiki SEMUA gejala pada SEMUA individu. Penanganan harus  disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, sehingga penanganan  pada setiap individu tidak dapat disama-ratakan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;KELIRU: &amp;nbsp;Setiap individu autistik pasti punya kemampuan khusus yang melebihi individu lain pada umumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;BENAR: Individu autistik TIDAK selalu mempunyai kemampuan jenius.  Mereka berkembang seperti individu lain pada umumnya, dengan kecerdasan  yang bervariasi, bakat yang berbeda-beda, dan kesempatan yang tidak  sama.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;KELIRU: &amp;nbsp;Autisme adalah sebuah penyakit mental.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;BENAR: &amp;nbsp;Autisme BUKAN penyakit mental dan penyandang autis TIDAK cacat mental.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/2777328127212478033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/mitos-autisme.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/2777328127212478033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/2777328127212478033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/mitos-autisme.html' title='Mitos Autisme'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-2559792379734042286</id><published>2011-06-25T10:14:00.000+07:00</published><updated>2011-06-25T10:14:33.305+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Umum"/><title type='text'>Pengertian Autisme</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pengertian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Apa itu autisme?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Autisme adalah gangguan perkembangan kompleks yang gejalanya harus sudah muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Gangguan neurologi pervasif ini terjadi pada aspek neurobiologis otak dan mempengaruhi proses perkembangan anak. Akibat gangguan ini   sang anak tidak dapat secara otomatis belajar untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga ia seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Apa saja gejalanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala individu autistik yang harus muncul (salah satu atau kesemuanya) adalah gangguan interaksi kualitatif, gangguan komunikasi yang tidak diusahakan diatasi dengan kemampuan komunikasi non-verbal, dan perilaku repetitif terbatas dengan pola minat, perilaku dan aktifitas berulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Bagaimana mendiagnosa autisme?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun tidak ada satu tes khusus yang tersedia untuk mendiagnosa gangguan perkembangan ini, melalui observasi kriteria-kriteria spesifik dapat ditegakkan satu diagnosa konsensus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Siapa yang berwenang menegakkan diagnosis bahwa seseorang itu autistik?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah seseorang dapat dinyatakan sebagai individu autistik atau tidak, ditentukan melalui tahapan wawancara mendalam dengan orang-orang yang mengasuh anak dan paham akan perkembangan anak di tiga tahun pertama kehidupannya, observasi serta interaksi dengan anak tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dokter dan psikolog biasanya adalah profesi-profesi yang dijadikan ujung tombak penanganan individu autistik. Profesi lain seperti guru, terapis, maupun pihak saudara, serta orangtuanya sendiri dan anggota masyarakat umum memegang peranan penting dalam memberikan data mengenai kondisi anak sehari-hari secara detil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Apa penyebab autisme?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, apa yang menjadi penyebab gangguan spektrum autisme ini belum dapat ditetapkan. Negara-negara adikuasa yang sanggup melakukan penelitian menyatakan bahwa penyebab gangguan perkembangan ini merupakan interaksi antara faktor genetik dan berbagai paparan negatif yang didapat dari lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Apa saja penanganan yang tersedia bagi individu autistik di Indonesia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai terapi terbukti membantu meningkatkan kualitas hidup individu autistik. Penanganan yang sudah tersedia di Indonesia antara lain adalah terapi perilaku, terapi wicara, terapi komunikasi, terapi okupasi, terapi sensori integrasi, pendidikan khusus, penanganan medikasi dan biomedis, diet khusus. Penanganan lain seperti integrasi auditori, oxygen hiperbarik, pemberian suplemen tertentu, sampai terapi dengan lumba-lumba juga sudah tersedia di beberapa kota besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Apa saja kemungkinan pendidikan bagi mereka? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Individu autistik tidak berbeda dengan individu lain non-autistik. Artinya, kecerdasan setiap individu sangat bervariasi.. Karena tingkat kecerdasan setiap individu berbeda, intensitas gejala autistik yang ada pada setiap individu juga tidak sama, maka kemungkinan pendidikan bagi individu autistik bervariasi dari ‘bisa mencapai pendidikan setinggi-tinggi mungkin’, sampai ‘tidak bisa dididik tetapi hanya dapat dilatih saja’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap individu berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Bagaimana prognosa bagi individu autistik?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prognosa dan hasil akhir tergantung banyak aspek, antara lain: jumlah dan intensitas gejala, usia deteksi, jenis dan intensitas penanganan, serta peranan orang tua dalam generalisasi penanganan ke dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil akhir penanganan, tidak dapat diprediksi karena merupakan interaksi banyak sekali faktor. Penanganan merupakan perjuangan panjang dan perlu kerja keras tak terputus sebelum memberikan hasil yang efektif efisien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Adakah kemungkinan bagi individu autistik untuk “sembuh”?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena autisme merupakan gangguan perkembangan dan bukan suatu penyakit, penggunaan istilah “sembuh“ menjadi kurang tepat. Yang lebih tepat adalah bahwa individu autistik dapat ditatalaksana agar bisa berbaur dengan individu lain di masyarakat luas semaksimal mungkin, dan pada akhirnya dapat beradaptasi dengan berbagai situasi yang juga dihadapi orang lain pada umumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Apakah penggunaan istilah ‘penderita autisme’ sudah tepat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istilah ‘penderita’ untuk menggambarkan masing-masing anak, jelas kurang bijak. Anak-anak ini tidak sedang menderita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih bijak bila kita mengacu pada ‘perbedaan individual’ setiap anak dan pada akhirnya atas dasar melihat ciri-ciri unik setiap anak tersebut kemudian menyebut mereka sebagai ‘individu autistik’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Ada berapa orang individu autistik di Indonesia saat ini di tahun 2008?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indonesia belum pernah melakukan survei berkaitan dengan jumlah individu autistik, karena alasan biaya dan tenaga kerja. Akibat belum dilakukannya survei tersebut, tentu saja kita tidak bisa memastikan berapa jumlah prevalensi individu autistik di Indonesia. Belum ada satu pun lembaga resmi di Indonesia yang memiliki angka prevalensi kejadian individu autistik di Indonesia di tahun 2008 sesuai fakta di lapangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Apakah betul terjadi peningkatan jumlah individu autistik?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Amerika, Inggris, Australia, pemerintah setempat sudah melaksanakan survei untuk mengetahui jumlah individu autistik dari tahun ke tahun. Di Indonesia, indikator peningkatan baru dapat diperoleh dari catatan praktek dokter – yang dari menangani 3-5 pasien baru per tahun, kini menangani 3 pasien baru setiap hari dan itu pun dibatasi – dan catatan penerimaan siswa di sekolah-sekolah. Sulit mendapatkan angka di Indonesia mengingat bahwa belum ada sensus secara resmi, belum meratanya diagnosis bagi anak-anak ini, dan keengganan sebagian orangtua mengakui bahwa putra/i-nya adalah individu autistik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. Di keluarga saya tidak ada yang autistik, jadi kami sebaiknya berbuat apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengetahui adanya gangguan perkembangan dan memahami ciri khas mereka ini akan sangat membantu individu autistik dan keluarganya dalam beradaptasi dengan lingkungan masyarakat umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. Apa yang keluarga dengan anak autistik harapkan dari masyarakat dan lingkungan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga dengan individu autistik sejak anak masih balita sudah mengalami banyak kesulitan dalam kehidupan sehari-hari, penyesuaian, menghadapi tuntutan masyarakat. Tingginya biaya penanganan dan sulitnya mendapatkan kesempatan pendidikan juga merupakan tekanan bagi orangtua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga sangat mengharapkan lingkungan dan masyarakat dapat bersikap lebih empatik terhadap perjuangan mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya, memahami kesulitan mereka, sehingga tidak mengolok-olok perilaku individu autistik atau menyalahkan orangtua bila individu autistik bersikap tidak seharusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi  dilahirkan sebagai individu autistik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orangtua mengharapkan anaknya lahir sempurna, tetapi ketika putra/i-nya ternyata tidak sempurna, orangtua juga tidak bisa berbuat lain selain melanjutkan kehidupan sebaik mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga dengan individu autistik membutuhkan pengertian dan kesempatan, bukan belas kasihan ataupun umpatan.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/2559792379734042286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/pengertian-autisme.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/2559792379734042286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/2559792379734042286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/pengertian-autisme.html' title='Pengertian Autisme'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-4883423696080740795</id><published>2011-06-25T10:12:00.000+07:00</published><updated>2011-06-25T10:12:47.600+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Terapi"/><title type='text'>Praktisi Autisme</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Praktisi Autisme&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PSIKIATER ANAK:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dr. Melly Budhiman, SpKJ&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RS MMC&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. H.R Rasuna Said Kav. C 20-21, Kuningan, Jakarta 12940&lt;br /&gt;
Tlp : 021 520 3435, Fax : 021 520 3417-527 6903&lt;br /&gt;
Website : &lt;a href=&quot;http://www.rsmmc.co.id/&quot;&gt;www.rsmmc.co.id&lt;/a&gt;;&amp;nbsp; Imel:&amp;nbsp;&amp;nbsp; mmc@rsmmc.co.id&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RS Omni Medical Center &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Pulomas Barat VI No. 20,&amp;nbsp; Jakarta 13210&lt;br /&gt;
Tlp. 021 4723332, 021-47222719 (Hunting) Fax. 021-4718081&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dr. Dwidjo Saputro, SpKJ&lt;br /&gt;
RS Graha Medika&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Raya Perjuangan Kebon Jeruk Jakarta Barat (11530)Tlp 021-5300887-9 &amp;nbsp;&amp;nbsp;Fax 01-5300876&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;DR. Dr. Tjhin Wiguna, SpKJ&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;RS Pantai Indah Kapuk&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Pantai Indah Utara 3, Pantai Indah Kapuk – Jakarta utara (14460 )&lt;br /&gt;
Telp. (021) 588 0911 – 588 5188&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dr. Ika Widyawati, SpKJ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
RS Pondok Indah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Metro Duta Kav. UE,&amp;nbsp; Jakarta Selatan&lt;br /&gt;
Tlp: 021-7657525. ext. 1300, &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Fax: 021-7502324&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RS Cipto Mangunkusumo, bagian psikiatri &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Diponegoro no. 71 – Jakarta 12740&lt;br /&gt;
Tlp. 337559&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Praktek di rumah: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Taman Meruya Ilir J 1 no. 22 – Kebon Jeruk, Jakarta Barat&lt;br /&gt;
Tlp. 584 5359&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dr. Gitayanti, SpKJ&lt;br /&gt;
Klinik Pela Kebayoran &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Pela No.9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;
Telp. 021 726 2849 / 722 6440 / 7091 1966&lt;br /&gt;
Fax. 021 726 2849&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dr. Sasanti Yuniar, SpKJ&lt;br /&gt;
RSUD Dr. Soetomo / FK Univ. Airlangga – Surabaya &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Tlp. 031-550 1669&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Praktek Pribadi:&lt;br /&gt;
Jl. Ketintang Permai BA 18, Wonokromo, Surabaya.&lt;br /&gt;
Tlp. 031-8280 114&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;DOKTER SPESIALIS ANAK:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dr. Hardiono D. Pusponegoro, SpA(K)&lt;br /&gt;
Klinik Anakku Kelapa Gading&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Raya Mandiri Tengah Blok M4D Kav. 1-2,&lt;br /&gt;
Kelapa Gading Permai (Pasar Mandiri belakang Mal Kelapa Gading)&lt;br /&gt;
Tlp. 021-4529498, 021-7079005, Fax 021-45857313,&lt;br /&gt;
Imel: &lt;a href=&quot;mailto:klinik.kgp@anakku.net&quot;&gt;klinik.kgp@anakku.net&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RS Cipto Mangunkusumo, bg. Ilmu Kesehatan Anak&lt;br /&gt;
Sub. Neurologi Anak &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Salemba no. 6 – Jakarta Pusat&lt;br /&gt;
Tlp. 314 91 61&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dr. Iramaswaty Kamarul, SpA&lt;br /&gt;
Klinik KTK RSAB Harapan Kita &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Let Jen S. Parman kav. 87&lt;br /&gt;
Tlp. 5668 284&amp;nbsp; ext. 583,&amp;nbsp; 567 2191&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dr. Irawan Mangunatmadja, SpA(K)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Klinik Anakku Pondok Pinang&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Ruko Pondok Pinang Center Blok B No. 18-20,&lt;br /&gt;
Jl. Ciputat Raya – Jakarta Selatan&lt;br /&gt;
Tlp.021-751 4353,&amp;nbsp;Fax. 021- 751 1726,&lt;br /&gt;
SMS. 0815 1470 2656,&lt;br /&gt;
Imel klinik.ppc@anakku.net&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dr. Setyo Hansryastuti (Andri)&lt;br /&gt;
Klinik Anakku BSD City&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Ruko Golden Madrid 2 Blok I-8,&amp;nbsp;Jl. Letnan Sutopo&lt;br /&gt;
(depan Pasar Modern BSD) — BSD City – Tangerang&lt;br /&gt;
Tlp. 021-531 &amp;nbsp;64830, 021-7091 3227,&amp;nbsp;Fax. 021-531 64831,&lt;br /&gt;
Imel:&amp;nbsp; klinik.bsd@anakku.net&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PSIKOLOG&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dra. Adriana S. Ginanjar, MS &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Mulawarman no. 3 – Kebayoran Baru, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;
Tlp. 021-722 0153.&amp;nbsp; Fax. 021-727 91 606&lt;br /&gt;
Perjanjian:&amp;nbsp; 0818 7777 18&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dra. Vitriani Zumarlis, MPsi&lt;br /&gt;
Klinik Anakku Pondok Pinang&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Ruko Pondok Pinang Center Blok B No. 18-20,&lt;br /&gt;
Jl. Ciputat Raya – Jakarta Selatan&lt;br /&gt;
Tlp.021-751 4353,&amp;nbsp;Fax. 021- 751 1726,&lt;br /&gt;
SMS. 0815 1470 2656,&lt;br /&gt;
Imel klinik.ppc@anakku.net&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dra. Ike R. Sugianto, psi.&lt;br /&gt;
Klinik Anakku Greenville &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Kompleks Greenville Blok BG No. 14-15, Jakarta 11510.&lt;br /&gt;
Tlp 5669211, Fax 5669212 &lt;a href=&quot;http://www.infoterapi.com/&quot;&gt;&lt;br /&gt;
www.infoterapi.com&lt;/a&gt; -&amp;nbsp; Imel:&amp;nbsp; untukike@yahoo.com&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dra. Vonny Susanti, MPsi &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Ruko Taman Meruya Plaza II Blok A2.&lt;br /&gt;
Kompleks Taman Meruya Ilir, Jakarta Barat 11620&lt;br /&gt;
Tlp / Fax 5861075&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;strong&gt;Dra. Dyah Puspita, MSi. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Cipinang Kebembem I no. 6 – Jakarta 13230&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/4883423696080740795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/praktisi-autisme.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/4883423696080740795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/4883423696080740795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/praktisi-autisme.html' title='Praktisi Autisme'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-4181112435508897474</id><published>2011-06-25T10:10:00.000+07:00</published><updated>2011-06-25T10:10:49.817+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Terapi"/><title type='text'>Terapi Autis NTB &amp; Bali</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Terapi Autis NTB &amp;amp; Bali&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;NUSA TENGGARA BARAT&amp;nbsp; (NTB)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pusat Terapi Love Kids (F. Agus Margono) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Danau Towuti no. 18, BTN Pagutan Permai, Mataram.&lt;br /&gt;
Tlp.&amp;nbsp; 0370-647390.&amp;nbsp; HP&amp;nbsp; 0818 036 29787&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Lembaga Pelatihan Autis ANAK NEGERI&amp;nbsp; (Ibu H. Rahmawati) &lt;/strong&gt;Jl. Gora no. 6, Sindu Cakranegara, Mataram, NTB.&lt;br /&gt;
Tlp. 0370-632207&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;YTAL Anak Lombok, Mataram&amp;nbsp; ( Ir. H. Wuryantoro )&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt; Jl. Danau Tempe no. 24, Perumnas Tj. Karang Ampenan NTB.&lt;br /&gt;
Tlp. 0370-634432&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BALI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Perhimpunan Peduli Autisme Bali&lt;br /&gt;
(Bp. Achmad Amara Putra &amp;amp; Ibu Ayu )&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. A. Yani no. 237, Denpasar 80115. Tlp 0361-422990.&lt;br /&gt;
HP: 0818 05400 108.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/4181112435508897474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-autis-ntb-bali.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/4181112435508897474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/4181112435508897474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-autis-ntb-bali.html' title='Terapi Autis NTB &amp; Bali'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-4768469404929063240</id><published>2011-06-25T10:09:00.000+07:00</published><updated>2011-06-25T10:09:09.426+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Terapi"/><title type='text'>Terapi Autis Sumatera</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Terapi Autis Sumatera&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;SUMATERA UTARA&lt;/strong&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Tali Kasih (Ibu Sari dan Bpk. Rudyanto)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Sei Alas no. 18, Medan.&lt;br /&gt;
Tlp. 061-4523643&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Ananda Karsa Mandiri / YAKARI&amp;nbsp; (Ibu Juniwati)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Abdullah Lubis / Sei Putih no. 30, Medan 20154.&lt;br /&gt;
Tlp. 061-4524 839. HP&amp;nbsp; 0819 897998&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pelita Kasih (Bpk. Ponijo, SPd)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt; Jl. Kapten Muslim Komp. Griya Riatur Indah Blok A no. 37, Helvetia&lt;br /&gt;
Medan.&lt;br /&gt;
Tlp. 061-8477 656.&amp;nbsp;&amp;nbsp; HP 0813 7071 0089&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;YAKITA (Ibu Rani Tambunan)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Hayam Wuruk Medical Center&lt;br /&gt;
Jl. Hayam Wuruk no. 11B Lt. 2,&lt;br /&gt;
Medan 20154.&lt;br /&gt;
Tlp. 061-4151996 – Fax 061-415 6412.&lt;br /&gt;
Imel&amp;nbsp; &lt;a href=&quot;mailto:ranitambunan@hotmail.com&quot;&gt;ranitambunan@hotmail.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Puspa Hati (Ibu Leni Suhartoyo, SPd)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Sunda no. 18, Kel. Bantan, Pematang Siantar.&lt;br /&gt;
Tlp. 0622-433 708.&amp;nbsp; Fax. 0622- 432 399&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 15px; font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;strong&gt;SUMATERA BARAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Pengembangan Potensi Anak – Padang&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Parak Gadang Raya no. 28, Padang.&lt;br /&gt;
Tlp. 0751-33375.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Harapan Bunda&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Elang Raya no. 14, Air Tawar Barat, Padang.&lt;br /&gt;
Tlp. 0751-7878 436&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Buah Hati Ibu (Ibu Meirita)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Perumahan Cemara I – CC2, Tepi Banda Gadang RT 01 / RW 03,&lt;br /&gt;
Nanggalo Gunung Panggilun, Padang 25126.&lt;br /&gt;
HP 0812 672 4307&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Bina Anak Mandiri – Sekolah Khusus Autis&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jl. Kompl. Pondok Karya II blok A no. 5&lt;br /&gt;
Kec. Kota Tengah, Padang&lt;br /&gt;
Tlp. 0751-7874578&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jl. Teuku Umar no. 538, Kel. Balai-Balai,&lt;br /&gt;
Kota Padang Panjang.&lt;br /&gt;
Tlp. 0752-82003&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jl. Galanggang Tingga no. 78A, Kec. Lubuk Sikarah,&lt;br /&gt;
Kota Solok,&lt;br /&gt;
Tlp. 0755-7703195&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jl. Sudirman no. 57, Kel. Jawi-Jawi,&lt;br /&gt;
Kota Pariaman,&lt;br /&gt;
Tlp. 0751-7847745&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;YPPA – Solok (Ibu Iin)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. A. Yani no. 75&amp;nbsp; VI Suku Lubuk Sikarah – Solok.&lt;br /&gt;
Tlp. 0755-22673&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 15px; font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAU&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pusat Pelatihan Terapi “Anak Mandiri” (Ibu Rovanita) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Bangau 31, Sukajadi, Pekanbaru&lt;br /&gt;
HP&amp;nbsp; 0813 821 02436&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pusat Terapi Autisma “Cantika” (Ibu Ida Nurhayati)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt; Jl. Kapling III / 19, Pekanbaru 28282&lt;br /&gt;
Tlp. 0761-37785&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Cinta dan Harapan Nasyiwa Kids (Ibu Hj. Ir. Milly M. Ganda Mustika) – &lt;/strong&gt;Komp. Perkantoran Sudirman Raya Blok D12 A&lt;br /&gt;
Pekanbaru.&amp;nbsp; Tlp. 0761-849934.&amp;nbsp; Fax 0761085808&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Permata Hati Pekanbaru (Desna Yurida, SPd)&lt;/strong&gt; – Jl. Punai no. 7, Kel. Kampung Melayu, Kec. Sukajadi, Pekanbaru.&lt;br /&gt;
Tlp. 0761 – 7054441.&amp;nbsp; HP&amp;nbsp; 0813 65520 523&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Special Kids (Bpk. Johannes Purwanto) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Pawon no. 18, Pekanbaru.&lt;br /&gt;
Tlp. 0761-7075 126.&amp;nbsp;HP&amp;nbsp; 0813 78525255&lt;br /&gt;
Imel&amp;nbsp; &lt;a href=&quot;mailto:specialkids_first@easy.com&quot;&gt;specialkids_first@easy.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Bina Insani Nur-Aini&lt;br /&gt;
(Wijns Marleen Louisa dan Tri Gunadi)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Selamat Gg. Makmur no. 4, Labuh Baru Timur,&lt;br /&gt;
Pekanbaru 28291.&lt;br /&gt;
Tlp. 0761-566686.&lt;br /&gt;
Imel:&amp;nbsp; &lt;a href=&quot;mailto:yayasan.nuraini@yahoo.com&quot;&gt;yayasan.nuraini@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 15px; font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;strong&gt;JAMBI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Bunga Bangsa (Ibu Hartiti)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt; Jl. R. Bachsan Siagian no. 21, The Hok Jambi.&lt;br /&gt;
Tlp. 0741-55032.&amp;nbsp; HP 0812 781 2401&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kiddy Autism Centre&amp;nbsp; (Bpk. Abdullah Zahid, SPsi). &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Kolonel Amir Hamzah no. 48, RT 02 / RW 01,&lt;br /&gt;
Telanaipura, Jambi 36122.&lt;br /&gt;
HP&amp;nbsp; 0819 254 8706&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 15px; font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;strong&gt;SUMATERA SELATAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Bina Autis Mandiri (dr. Muniyati) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Suhada no. 44, RT 24 / 08. Kampus Palembang.&lt;br /&gt;
Tlp. 0711-357414&amp;nbsp;&amp;nbsp; HP&amp;nbsp; 0812 737 8008&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Thiafin Mandiri (Ibu Helni Susnani) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Merak,&lt;br /&gt;
Kelurahan Karang Raja, Kacapiring&lt;br /&gt;
Prabumulih, Palembang.&lt;br /&gt;
Tlp: 0812 7100 780 / 0852 6893 5588&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Klinik Autis Anakku (Dr. Lisa Cahyapratiwi).&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Komp. Ruko no. 6, Jl. Ahmad Yani, Plaju, Palembang.&lt;br /&gt;
Tlp. 0711-511 292.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; HP 0815 355 2351&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Permata Hati (Ibu Hasanah, SAg.)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Kol. H. Burlian / Jl. Taman Sari no. 06 RT 01/ RW 01,&lt;br /&gt;
Palembang.&lt;br /&gt;
Tlp. 0711-21666&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Bina Potensi Kasih Ananda &amp;nbsp;(Ibu Subiarti, SE, SPsi, MKes)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Jl. HM &amp;nbsp;Nurdin Panji &amp;nbsp;km. 7 – Karya Baru – Palembang&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;0711-7081122, 0711-419556&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 15px; font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;strong&gt;LAMPUNG&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Bina Harapan Bangsa Lampung (Isnul Amri)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Dr. Susilo Gg. Rajawali RT16 no. 21&lt;br /&gt;
Pahoman, Bandar Lampung&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tlp. &amp;nbsp;0721-7158331, 081367460041&lt;br /&gt;
Email: &lt;a href=&quot;mailto:ybhbl_autisme@yahoo.com&quot;&gt;ybhbl_autisme@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 15px; font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BATAM&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Lembaga Pendidikan JOSHUA&amp;nbsp; (Bpk. Benny Suwandi, SH)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Komplek Nagaya Paradise Centre blok P no. 14&lt;br /&gt;
Batam.&lt;br /&gt;
Tlp 0778-700 1688,&amp;nbsp; HP&amp;nbsp; 0812 777 1938.&lt;br /&gt;
Imel: &lt;a href=&quot;mailto:beny_suwandi@yahoo.com.sg&quot;&gt;beny_suwandi@yahoo.com.sg&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Putra Kami (Yul Everi SPd)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Komplek Anggrek Mas Blok I no. 38,&lt;br /&gt;
Batam Centre.&lt;br /&gt;
Tlp. 0778 – 463913.&amp;nbsp; HP&amp;nbsp; 0856 656 2004&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 15px; font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BENGKULU&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan La Sipala Bina Wicara – Bengkulu (Bpk. M. Ruchyat)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Jl. Lematang no. 36, Padang Harapan, Bengkulu.&lt;/div&gt;Tlp. 0736-21666</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/4768469404929063240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-autis-sumatera.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/4768469404929063240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/4768469404929063240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-autis-sumatera.html' title='Terapi Autis Sumatera'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-1975442596822124145</id><published>2011-06-25T10:07:00.002+07:00</published><updated>2011-06-25T10:07:54.667+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Terapi"/><title type='text'>Terapi Autis Kalimantan &amp; Sulawesi</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Terapi Autis Kalimantan-Sulawesi&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;KALIMANTAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Borneo Autism Therapy Centre HARAPAN BUNDA&lt;br /&gt;
(Ibu Tria Peni)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Arthaloka Gatot Subroto Barat I no. 25, RT 26.&amp;nbsp; Banjarmasin.&lt;br /&gt;
Tlp. 0511-271212.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pondok Terapi Autis “Anak Manis”&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Mpu Jatmika no. 28, RT 20, Beruntung Jaya, Banjarmasin.&lt;br /&gt;
Tlp. 0511-255076&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Terapi Autisme Mandiri (H. Bermawi).&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Ir. H. Juanda XX no. 29, Sampit. Kalimantan Tengah.&lt;br /&gt;
Tlp. 0531-24241.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pusat Terapi Autis BINA PERMATA KELUARGA.&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt; Jl. Brigjen Hasan Basri no. 6, Banjarmasin.&lt;br /&gt;
Tlp. 0511-304677&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pusat Terapi Autis BINA ANAK BANGSA (Bpk. Adiswar, SE) – &lt;/strong&gt;Jl. Pak Benceng no. 128, RT 01 / RW 38. Kel. Sungai Bangkong, Pontianak Kota – Kota baru, Pontianak.&lt;br /&gt;
Tlp. 0561 – 658 7209&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pelita Bunda Therapy Center (Hj. Farah Flamboyant, ST)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Markisa no. 48 Samarinda 75123.&amp;nbsp; Tlp. 0541-737788.&amp;nbsp; Imel pelitabundasamarinda@yahoo.com&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pusat Terapi Harapanku&lt;/strong&gt; (Dwi Rohma Irjani, S.Sos.)&lt;br /&gt;
Jl. Jend Sudirman no 2-3 Gd Kimia Farma Klandasan lt.2&lt;br /&gt;
Balikpapan 76112, ph 0542-7074147, &amp;nbsp;imel &amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://us.mc768.mail.yahoo.com/mc/compose?to=terapi.harapan.ku@gmail.com&quot;&gt;terapi.harapan.ku@gmail.com&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;SULAWESI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pusat Terapi PELITA MANDIRI&amp;nbsp; (Ibu Hilda Anthony) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Manggis no. 10, Makassar.&amp;nbsp; Tlp 0411-852 866.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pusat Terapi Buahatiku (Ibu Shinta W. Askari) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. G. Latimojong no. 129C, Makassar 90141.&amp;nbsp; Tlp/Fax 0411 322 879&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Pendidikan Permata Hati (Ibu Carol Samola) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Siswa Lorong Sion no. 2, Kec. Sario MANADO.&lt;br /&gt;
Tlp. 0431-854 660.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/1975442596822124145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-autis-kalimantan-sulawesi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/1975442596822124145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/1975442596822124145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-autis-kalimantan-sulawesi.html' title='Terapi Autis Kalimantan &amp; Sulawesi'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-3479841323181268988</id><published>2011-06-25T10:05:00.000+07:00</published><updated>2011-06-25T10:05:35.017+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Terapi"/><title type='text'>Terapi Autis Jawa</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Terapi Autis di Jawa&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;JAWA BARAT&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;SERANG – BANTEN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pelatihan Autis Al-Ihsan (Ibu Sutatmiasih) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Pondok Cilegon Indah Blok C5 no. 5 – Serang, Banten.&lt;br /&gt;
Tlp. 0254-394868&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Anak Mandiri (Ibu Christiana Young)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Raya Cilegon no. 73 A – Ruko Kepandean, Serang, Banten.&lt;br /&gt;
Tlp. 0254-7045300. Fax 0254-203391.&lt;br /&gt;
imel: &lt;a href=&quot;mailto:yayasananakmandiri@yahoo.com&quot;&gt;yayasananakmandiri@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;CIREBON&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pusat Terapi dan Bimbingan Belajar BUAH HATI&lt;br /&gt;
(Ibu Fr. Essen Setia T). &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Ciptomangunkusumo Gg. Pirus no. 270, Cirebon.&lt;br /&gt;
Tlp. 0231-245639, 0818 873 149&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BANDUNG&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;AGCA Centre (Ibu Dyah Rini K.)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Leuwisari X / 8 – Bandung.&lt;br /&gt;
Tlp. 022-5207782&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Cinta Autisma (Ibu Zephiranty Roselina) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Kencana Puri II no. 2 – Margawangi Bandung.&lt;br /&gt;
Tlp. 022-756 4552.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Risantya (Dr. Nelly A. Risan SpA dan Kusdarini) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Kotabaru no. 30 Bandung.&lt;br /&gt;
Tlp/Fax 022-5203138&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PRANANDA&amp;nbsp; (Drg. Elis Wendalis) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Sekejati I no. 2 – Kiaracondong, Bandung 40284.&lt;br /&gt;
Tlp. 022-731 7241&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;JAWA TENGAH&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;YOGYAKARTA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;LBA Bina Anggita (Bp. M. Yasin, SPd). &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Gedongkuning Gg. Bima / Irawan No. 42 JG III,&lt;br /&gt;
Banguntapan Bantul Yogyakarta 55198.&lt;br /&gt;
Tlp.&amp;nbsp; 0274-419 786, 0812 272 8856&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;SOLO&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Mutiara Centre (Ibu Umi Hani) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Veteran no. 263 Jamsaren, Solo 57155&lt;br /&gt;
Tlp. 0271-630 575&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Bina Autisme “TORISON” &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Sidan – Glondongan Polokarto Sukoharjo, Solo&lt;br /&gt;
Tlp. 0271-610 514&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;SLB Autisma Alamanda (Ibu Yatmi, SPd) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Kasuari III no. 1, Manahan Solo.&lt;br /&gt;
Tlp. 0271-733 738&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;AGCA Centre (Ibu Rafika) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Jeruk IV / 14 – Semarang.&lt;br /&gt;
Tlp. 024-7011 6150&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Bimo Kresno Therapy Center (Ibu Maya Yully) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Candi Mutiara Raya F-55, Pasadena Semarang.&lt;br /&gt;
Tlp/Fax 024-760 8865&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Elian Center (Ibu Nila Koesrini, SPd)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Beringin blok AI / 92, Perum. Berkah Indah Purwokerto&lt;br /&gt;
Tlp. 0281-632229.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; imel &lt;a href=&quot;mailto:nila_koesrini@yahoo.com&quot;&gt;nila_koesrini@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;LBA “Bina Anggita” – Magelang&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt; Jl. Pasar Kebon Polo 447, PKBM, Magelang.&lt;br /&gt;
HP 0812 272 8856, 0813 28725171&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;JAWA TIMUR&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;AGCA Center – Surabaya (Dr. Handoyo, MPH) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Ngagel Jaya Tengah III / 21 – Surabaya 60286.&lt;br /&gt;
Tlp. 031-5021826&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Matahati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Ruko Permata II – C73-75, Jl. HR Mohammad Surabaya.&lt;br /&gt;
Tlp. 031-734 9834. Fax. 031-734 9835&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pelangi Treatment Center (Ibu Rina Wati)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Jemursari 76, Kav. C-39, Surabaya.&lt;br /&gt;
Tlp. 031-8492 249. Fax. 031-849 3282&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Education Autism Center “Harapan Bangsa”&lt;br /&gt;
Ibu Suharyati, SPd&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Raya Menganti Lidah Wetan no. 48 Surabaya,&lt;br /&gt;
Tlp. 031-753 5172. HP 0812 300 20869&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pusat Terapi Perilaku “A Plus” (Dra. Indrawati M.Ed) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Blitar no. 2, Malang.&lt;br /&gt;
Tlp. 0341-551482&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;CINTA ANANDA (Bpk. DR. Gregori Ilyas, MSc)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt; Jl. Puncak Trikora R II / 8, Tidar, Malang.&lt;br /&gt;
Tlp. 0341-558192&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Boarding School Wisma Dhanie (Ibu Mafruzah, SPd)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Perum Puncak Buring Indah Blok P1/1 – Malang.&lt;br /&gt;
Tlp/Fax 0341 – 754 024. HP. 0813 344 24132.&lt;br /&gt;
Imel &lt;a href=&quot;mailto:izawd85@yahoo.com&quot;&gt;izawd85@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pusat Terapi KANTHI SIWI (S. Dyah Siswantini, ST, MSi) &lt;/strong&gt;Perum Karanglo Indah Blok K-2 Malang.&lt;br /&gt;
Tlp. 0341-473 866. HP 0818 038 76788&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;CAHAYA HARAPAN (Ibu Amin Winarti) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Nias no. 9 Madiun.&lt;br /&gt;
Tlp. 0351 497 135&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Lembaga Paguyuban DALTA OZORA&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Sidomulyo RT 11 – RW 03, Kec. Sawahan, Kab. Madiun.&lt;br /&gt;
Tlp. 0351-459 943. HP 0818 3400 33&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tumbuh Bersama (Aryani Kristiningtyas, SPsi) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Perum Griya Mauni Kav 2-3, Bangsal, Kediri.&lt;br /&gt;
Tlp. 0354-700 4435. Fax. 0354-682338.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Permataku (Tria Novida, SPsi) – &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Perum. Puri Permata Blok F 12 – Tulungagung.&lt;br /&gt;
Tlp. 0355-773 3998. HP 0812 357 2827 .&lt;br /&gt;
Imel &lt;a href=&quot;mailto:k_aracelli@yahoo.com&quot;&gt;k_aracelli@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pusat Terapi Cita Hati Bunda (Ibu Ika Wahyuningrum) &lt;/strong&gt;– Perum Sidokare Asri Blok V no. 1, Sidoarjo.&lt;br /&gt;
Tlp. 031-895 7631. HP. 0817 5288893.&lt;br /&gt;
Imel &lt;a href=&quot;mailto:citahati_1sda@yahoo.co.id&quot;&gt;citahati_1sda@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;strong&gt;Pusat Terapi Wicara dan Gangguan Spektrum Autisma ASA (Dr. Evy Ervianti, SpKK)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt; Jl. Kartini 204, Gresik, Jawa Timur 61122.&lt;br /&gt;
Tlp. 031-3975 814.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Imel sapa_asa@yahoo.com&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/3479841323181268988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-autis-jawa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/3479841323181268988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/3479841323181268988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-autis-jawa.html' title='Terapi Autis Jawa'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-7692964501714832588</id><published>2011-06-25T10:03:00.000+07:00</published><updated>2011-06-25T10:03:15.831+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Terapi"/><title type='text'>Terapi Autis Bogor</title><content type='html'>&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Terapi Autis BOGOR&lt;/strong&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Bina Anak Mandiri (Ibu Ratih Sawitridjati)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Graha Bogor Indah blok G no. 7, Bondongan, Bogor&lt;br /&gt;
Tlp 0251-211 652 – 0812 916 8478&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Perkumpulan Peduli Anak Autis (Dra. Teti Ichsan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Yudistira Raya kav. 17 – 19 Indraprasta II, Bogor 16152&lt;br /&gt;
Tlp 0251-354866, fax 0251-358 922&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Today’s Club &amp;amp; Education (Ibu Bulan Anita)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Vila Bogor Indah Ruko Blok E3 no. 1-2, blok E5 no. 1&lt;br /&gt;
Blok E1 no. 41 – Tlp 0251-656587&lt;br /&gt;
Imel : &lt;a href=&quot;mailto:today_school@yahoo.com&quot;&gt;today_school@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;strong&gt;Yayasan Indriya (Ibu Anita SS)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Dadali no. 27, Bogor&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/7692964501714832588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-autis-bogor.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/7692964501714832588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/7692964501714832588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-autis-bogor.html' title='Terapi Autis Bogor'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-6281698938858914340</id><published>2011-06-25T10:02:00.000+07:00</published><updated>2011-06-25T10:02:04.481+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Terapi"/><title type='text'>Terapi Autis Bekasi</title><content type='html'>&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Terapi Autis BEKASI&lt;/strong&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;AGCA Centre ( Ibu Ira Christiana)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Pulopermatasari Blok A4 / 1-2, Bekasi Selatan 17148&lt;br /&gt;
Tlp 820 2729, Fax. 820 2787&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kelompok Belajar Insania (Ibu Asti)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Kompleks Pemda Jatiasih, Jl. Nakula II blok B no. 13&lt;br /&gt;
Jatiasih, Bekasi&lt;br /&gt;
Tlp. 824 13579, Fax 824 13578&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pusat Terapi &amp;amp; Bimbingan Belajar ANAK KITA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;(Ibu Fr. Essen Setia T)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Gardenia 6E / 11, Cikarang Baru Kota Jababeka 17825&lt;br /&gt;
Tlp. 898 34041&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Pratama (Bpk. Wardi. S)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Perumahan Jaka Permai – Jl. Cendana II / 60 – Bekasi Barat&lt;br /&gt;
Tlp 889 54721&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Imaculata (Ibu Ima)&lt;br /&gt;
Sekolah Kejuruan dan Asrama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Taman Harapan Baru Blok V5 no. 7-8, Bekasi Barat&lt;br /&gt;
Tlp. 888 77198 – HP. 0818 490 902&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tamara Centre (Ibu Brata)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Perumahan Kemang Pratama&lt;br /&gt;
Jl. Citra Niaga Blok A-M11 – Bekasi&lt;br /&gt;
Tlp. 821 9649&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Rumah Permata Hati (Ibu Lenawati)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Jl. Adelways IV Blok S3 no. 31, Bekasi Barat 17131&lt;br /&gt;
Tlp. 889 80 614&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Sinar Hati (ibu Rani Handayani)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jatibening II – Jl. Cendana III / 52 Pondok Gede, Bekasi&lt;br /&gt;
Tlp. 847 2218&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sentra Terapi Terpadu “Ende Mandiri”&lt;br /&gt;
(Ibu Yusi Lusia Ningsih)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Perumahan Kranggan Permai Jl. Merak Raya blok AP I / 3&lt;br /&gt;
Pondok Gede Bekasi — Tlp 8440 935&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pendidikan dan Pelatihan Khusus PRIMA SAKINAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;(Dr. Aida Lutfi, MARS)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Dukuh Zamrud Blok T 12 no. 4 – Kota Legenda Bekasi Timur&lt;br /&gt;
Tlp 826 00728&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Klinik Cahaya Medika (Dr. Yusrina)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Raya Siliwangi no. 208, Narogong, Bekasi&lt;br /&gt;
Tlp. 821 5168&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;La Tansa Clinical Psychology and Management&lt;br /&gt;
Bpk. Agathuszon Akbar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Wibawa Mukti II – RT 03 / 05, Jatisari, Jatiasih, Bekasi 17426&lt;br /&gt;
Tlp. 7030 5943&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pusat Terapi El Shadai (ibu Dorisma)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Raya Kecapi RT 003 / 01 no. 58, Pondok Melati, Jatiwarna&lt;br /&gt;
Tlp. 8499 7591 – imel &lt;a href=&quot;mailto:lilie-loch@yahoo.com&quot;&gt;lilie-loch@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Rumah Autis (Ibu Ismunawaroh)&lt;br /&gt;
Pusat Terapi dan Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Al Husna no. 39 A-C, Jati Kramat, Jati Asih, Bekasi&lt;br /&gt;
Tlp 7098 2239 – rumahautis@yahoo.co.id&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sekolah Global Mandiri (Ibu Rifa Ariyani)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Columbus Boulevard Legenda Wisata&lt;br /&gt;
Jl. Alternatif Transyogi km. 6 – Cileungsi&lt;br /&gt;
Tlp. 8249 8866.&amp;nbsp; Fax. 824 98868 – imel : &lt;a href=&quot;mailto:globalmandiri@gmail.com&quot;&gt;globalmandiri@gmail.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pusat Terapi PENDIDIKAN ANANDA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Tangkuban Perahu Blok A71, Perum. Masnaga, Kalimalang, Bekasi&lt;br /&gt;
Tlp. 021-8855130&lt;br /&gt;
email: &lt;a href=&quot;mailto:permataananda@ymail.com&quot;&gt;permataananda@ymail.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/6281698938858914340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-autis-bekasi.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/6281698938858914340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/6281698938858914340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-autis-bekasi.html' title='Terapi Autis Bekasi'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-3353544945290761010</id><published>2011-06-25T10:00:00.003+07:00</published><updated>2014-10-29T09:15:31.868+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Terapi"/><title type='text'>Terapi Autis Tangerang</title><content type='html'>&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Terapi Autis TANGERANG&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;AL BAYAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Terapi Anak Berkebutuhan Khusus &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Tangeran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;g&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tlp. 0857 4567 8182 &amp;gt; WhatsApp / KakaoTalk&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bbm :&lt;span class=&quot;_50f8 _50f4 _5kx5&quot;&gt;&lt;/span&gt;25DC C28F&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;_50f4&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Email : terapispesialanak@facebo&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;ok.com&lt;span class=&quot;prs&quot;&gt; / terapiautis@ymail.co&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://facebook.com/spesialterapi&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Web : https://www.facebook.com/terapispesialanak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Yayasan Pelita Hatiku (Ibu Rumondang)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Mandar XX blok DD 13 no. 38, Bintaro Jaya sek.3&lt;br /&gt;
Tlp / Fax 735 7646&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Wila Kertia (Ibu Dewi Semarabhawa)&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Jl. Maleo V Blok JB 2 no. 5, Bintaro Jaya sek.9&lt;br /&gt;
Tlp. 745 2976 – Fax. 745 0942&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pusat Terapi Anak&amp;nbsp; Matahatiku (Bpk. Krisna Kurniawan)&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Jl. Bintaro Taman Barat Blok J 1 no. 8, Bintaro Jaya sek.1&lt;br /&gt;
Tlp. 736 4727&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Therapy&amp;nbsp; &amp;amp; Child Development Centre Bougenville&lt;br /&gt;
(Ibu Fanny Erla Zuhana)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bougenville Loka Blok M I – 19-21, Graha Raya Bintaro Jaya&lt;br /&gt;
Serpong-Tangerang&lt;br /&gt;
Tlp 531 28220 – Fax 531 25997&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Talenta Centre (Ibu Rachma Fitri)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Villa&amp;nbsp; Bintaro Regency, Jl. Sumatra Blok C1 no. 2&lt;br /&gt;
Pondok Aren, Tangerang 15226&lt;br /&gt;
Tlp. 745 1970&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tadiksus Mandiri (Ibu Mariyatun, SPd)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Graha Raya Bintaro Jaya sektor Dahlia Loka Blok RA 03-17&lt;br /&gt;
Pondok Jagung Timur — Serpong, Tangerang 15326&lt;br /&gt;
Tlp 5312 6451 – HP 0815 787 43764&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PELATIHAN AL-IHSAN ( Dra. Ngatini )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ruko Villa Melati Mas blok B 10 no. 40 – Serpong&lt;br /&gt;
Tlp. 985 29591&lt;br /&gt;
Perum. Batan Indah Blok A – Tlp 7587 4961&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Central For Special Education (Ibu Yeyen S)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
BSD sektor VII ext. Blok RL-36 – Tangerang 15310&lt;br /&gt;
Tlp 537 1047&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Klinik Tumbuh Kembang Anak NIDEA (Ibu Suratmi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. HOS Cokroaminoto no. 16, Larangan, Cileduk, Tangerang&lt;br /&gt;
84 – Fax. 7345 4395&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Mutiara Bunda Centre (Ibu Yuli KL)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Perum Poris Indah Jl. Mutiara V Blok D / 105, Cipondoh.&lt;br /&gt;
Tlp. 330 87670, 3350 1613&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pusat Terapi YAMET&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
SETOS – CBD Serpong, Lt. UG – KA1&lt;br /&gt;
Jl. MH Thamrin Km.&amp;nbsp; 7 – Tangerang 15143&lt;br /&gt;
Tlp 9229 5444 – Fax 7659 839&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pusat terapi Griya Pintar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Jl. &amp;nbsp;Albasia Raya no. 3&lt;br /&gt;
Taman Royal Poris Plawad&lt;br /&gt;
Tangerang&lt;br /&gt;
Tlp. 021-91622974, 082122765410&lt;br /&gt;
Email: kurnia_tink@yahoo.com&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/3353544945290761010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-autis-tangerang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/3353544945290761010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/3353544945290761010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-autis-tangerang.html' title='Terapi Autis Tangerang'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-4457462729519053294</id><published>2011-06-24T17:20:00.000+07:00</published><updated>2011-06-24T17:20:11.463+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Terapi"/><title type='text'>Terapi Autis Depok</title><content type='html'>&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Terapi Autis DEPOK&lt;/strong&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Lentera Insan (Hj. Fitriani F. Syahrul, MSi, Psi)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Akses UI no. 101 – Tugu Kelapa Dua, Depok 16951&lt;br /&gt;
Tlp. 919 1558.&amp;nbsp; Fax. 877 12727&lt;a href=&quot;http://www.lenterainsan.41.com/&quot;&gt;&lt;br /&gt;
www.lenterainsan.41.com&lt;/a&gt; – imel&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href=&quot;mailto:li_cde@yahoo.com&quot;&gt;li_cde@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Rahmah (Ibu Novi Agustin)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Angin Mamiri 236, Depok II Tengah&lt;br /&gt;
Tlp. 770 6885&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pusat Terapi YAMET&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Arjuna Raya no. 8 – Sukmajaya, Depok II Tengah&lt;br /&gt;
Tlp/Fax 889 35245&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;strong&gt;Sekolah Khusus Autisma Harapan Utama Ananda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt; (Ibu Endah)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Paraji RT 05 – RW 04, Kel. Kalibaru, Depok&lt;br /&gt;
Tlp. 464 71199&amp;nbsp; —&amp;nbsp; &lt;a href=&quot;mailto:harapanutamaananda@yahoo.com&quot;&gt;harapanutamaananda@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/4457462729519053294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-autis-depok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/4457462729519053294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/4457462729519053294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-autis-depok.html' title='Terapi Autis Depok'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-1958900439920827187</id><published>2011-06-24T17:18:00.001+07:00</published><updated>2011-06-24T17:21:35.769+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Terapi"/><title type='text'>Terapi Autis Jakarta</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Terapi Autis Jakarta &lt;/h1&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;JAKARTA UTARA&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;SMILE KIDS (Dra. Lucy Lidiawati Santioso, Psi.MA)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Plaza Pasific A3 No.52&lt;br /&gt;
Jl. Raya Boulevard Barat,&amp;nbsp;Kelapa Gading,&lt;br /&gt;
Ph/Fax: 45840482, 45842468,&amp;nbsp; e-mail: smilekids-plus@yahoo.com&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;YPA (Ibu Susanne R. Soetardjo)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sentra Bisnis Artha Gading,&lt;br /&gt;
Jl. Bulevar Artha Gading Blok A7/27, Kelapa Gading.&lt;br /&gt;
Ph: 45857270 / 71&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;TALITAKUM IV&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gading Bukit Indah Blok. N No.2, Kelapa Gading&lt;br /&gt;
Ph: 4529596&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Yayasan TALI KASIH (Ibu Novita)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Tanah Pasir Raya, Komplek Ruko No.33 Blok E-7, Pluit&lt;br /&gt;
Ph: 66696613, Hp: 0811-156998&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;PROKIDS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Komplek Rukan Sunter Permai Blok C No.12, Sunter&lt;br /&gt;
Ph : 6516170&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;YISSADI (Ibu Dra. Dini E. Oktaufik)&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Jl. Gading Indah Utara III blok NH 18 no. 19 – Jakarta 14250&lt;br /&gt;
Tlp 704 18373 – Fax 458 40958&lt;br /&gt;
www.yisaddi.or.id -&amp;nbsp; imel admin@yisaddi.or.id&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;MY SPECIAL CHILD CENTRE (Ibu Grace L. Wijanta)&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Jl. Griya Agung Blok N3 no. 54, Komp.Griya Inti Sentosa&lt;br /&gt;
Tlp 6404125, 6583 7640&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Wee Care Pre-School (Ibu Ratna Suryati)&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Sunter Karya Timur Blok HB 9 no. 1&lt;br /&gt;
Tlp. 6404731&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Peak Performance Center (Bpk. Theo Chong)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Raya Kelapa Nias HF3, C29 lt. dasar, Klp.Gading&lt;br /&gt;
Tlp/Fax: 458 50754&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;SHINING STARS ACADEMY&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Jl. Agung Perkasa X blok J7/9-11, Sunter Agung, Podomoro,&lt;br /&gt;
Jakarta Utara 14350&lt;br /&gt;
Tlp. 021-6508258&lt;br /&gt;
email: &lt;a href=&quot;http://mailto:ssa@shiningstars.co.id/&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;send email&quot;&gt;ssa@shiningstars.co.id&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Penanggung jawab: ibu Fabrianne Novia Irawan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;JAKARTA BARAT&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;KITTY CENTRE (Ibu Dra. Susilowati)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Green Garden Blok N 10A – 32, Ph: 5815661&lt;br /&gt;
Green Garden Blok A I No.15, Ph: 5815979&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;TALITAKUM I (Ibu Victoria)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Raya Panjang No.18 Kebon Jeruk,&lt;br /&gt;
Ph: 5323606&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;TALITAKUM II (Bpk. Imam Susilo)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sentra Niaga Puri Indah Blok T-3 No.9, Puri Indah&lt;br /&gt;
Ph: 58302976, Fax: 58301911&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;BUAH HATI (Ibu Pungky N. Psi.)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Way Seputih III No.8 C Tanjung Duren Selatan, Jakarta 11470&lt;br /&gt;
Ph: 5686634&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;EFRATA ( Bpk.Artin R.Amd.OT)0.3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Duta IV No.8 Duri Kepa,&lt;br /&gt;
Ph: 5663028&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;SEKOLAH CAHYA ANAKKU (Ibu Qery Wulansari)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Mandala Utara VI No.2 Tomang,&lt;br /&gt;
Ph: 5606834, Fax: 5606704,&lt;br /&gt;
e-mail: &lt;a href=&quot;mailto:cahya_anakku@yahoo.com&quot;&gt;cahya_anakku@yahoo.com&lt;/a&gt;; &lt;a href=&quot;http://www.cahyaanakku.org/&quot;&gt;www.cahyaanakku.org&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;SMART-KID (Klinik Perkembangan Anak &amp;amp; Kesulitan Belajar)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Puri Sentra Niaga T1-35, Puri Indah,&lt;br /&gt;
Ph: 58302928, Fax: 58302930&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pusat Terapi “ANAK CERIA” (Bpk. Joko Yuwono, S.Pd.)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Perumahan Palem Ruko Pelangi Blok F No.25 – Cengkareng&lt;br /&gt;
Ph: 55958217, 9181255, HP: 08129928145&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;KARUNA CENTRE (M. Shafar H. S.Pd., Sudarno,S.Pd &amp;amp; Parjono, S.Pd)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ruko Permata Taman Palem Blok D-1 No.5&amp;nbsp; Cengkareng&lt;br /&gt;
Ph: 54369705&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.karunacentre.com/&quot;&gt;www.karunacentre.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;KARUNA CENTRE 2&lt;br /&gt;
(M. Shafar H.S.Pd., Sudarno, S.Pd &amp;amp; Parjono, S.Pd) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Pulau Panjang IV Blok M6 No.32; Permata Buana&lt;br /&gt;
Ph: 5826317-18, Fax: 54369705&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.karunacentre.com/&quot;&gt;www.karunacentre.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Klinik Tumbuh Kembang RS. PURI MANDIRI Kedoya&lt;br /&gt;
(Dr. M.TB.Rachmat Sentika, SpA., MARS.)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Raya Kedoya No.2 Kbn. Jeruk,&amp;nbsp; Jakarta Barat&lt;br /&gt;
Ph: 5828299, 58302036&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;JAKARTA PUSAT&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Terapi wicara-Sasana Bina Wicara&lt;br /&gt;
(Ibu Dewi Mulyati, Amd,TW, SPd)&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Jl. Kramat VII no. 27,&amp;nbsp; Tlp. 391 4666&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;National Rehabilitation Centre Kids&lt;br /&gt;
(Ibu Viena Effendy)&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Jl. Pasar Baru Timur Dalam 3A-3B, Jakarta 10710 – Tlp. 352 4190&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;DOLAN CARE (Bpk. Erwin Iswiyadi)&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Jl. Surabaya no. 11, Menteng, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;
Tlp. 314 3515,&amp;nbsp; Fax 319 00975&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Yayasan Jambangan Kasih (Ibu Karsinah)&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Jl. Kramat VI no. 44 – Tlp 390 9175&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pusat Terapi Wicara Terpadu “Anak Kita” (Ibu Etty Suhaeti)&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Jl. Kramat Jaya Baru Blok H2 / 423, Tlp/Fax 428 83550&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pusat Terapi Tya Alisha&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Jl. LetJend Soeprapto – Ruko Cempaka Mas Blok I no. 50Jakarta Pusat Tlp.021 429 00033-34&lt;br /&gt;
imel kidscenter@tyaalisha.com&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;JAKARTA TIMUR&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Terapi Wicara dan Bahasa “Sinar Hati” (Ibu Rani Handayani)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Cipinang&amp;nbsp; Timur Raya No. 61&lt;br /&gt;
Ph. 021-4754439&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pusat Pelatihan Autisme “Bina Ananda”&lt;br /&gt;
(drg. Irasanti &amp;amp; drg. Triana Indrawati)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Mundu III No. 7, Komp. Pertamina Rawamangun, Jakarta 13220&lt;br /&gt;
Ph. 021-4750149&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;“Talenta Center” (Ibu Asty Nurhayati)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Komp. Pertamina Jl. Arun I No. 1, Ujung Menteng Pulo Gebang&lt;br /&gt;
Ph. 4600365&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pusat Pengembangan Anak dengan Kebutuhan Khusus “Talitakum” (Ibu Agnes Yani P.S.Psi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cibubur Times Square blok B3 No. 9&lt;br /&gt;
Ph. 021-84302587, 021-84302588&lt;br /&gt;
Email: &lt;a href=&quot;mailto:talitakum.cibubur@yahoo.com&quot;&gt;talitakum.cibubur@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Yayasan Fokus (Bpk. Erwin Iswiyadi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Pulomas Barat VI/15, Jakarta 13210&lt;br /&gt;
Ph. 021-92797573, Fax: 021-47881446 (Jakarta)&lt;br /&gt;
0778-7275458, 0778-9109965 (Batam)&lt;br /&gt;
Email: &lt;a href=&quot;mailto:yayasanfokus@telkom.net&quot;&gt;yayasanfokus@telkom.net&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.yayasanfokus.com/&quot;&gt;www.yayasanfokus.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;JAKARTA SELATAN&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kitty Centre (ibu Dra. Susilowati)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pertokoan Bona Indah A2/A10, Jl. Karang Tengah Raya,&lt;br /&gt;
Lebak Bulus – Jakarta Selatan&lt;br /&gt;
Ph: 7655129&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kyriakon&amp;nbsp;(ibu Untje Frida G.)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Kampung Baru VI No.8, Ulujami, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;
Ph: 98209066, 58905934, – Fax: 58905933&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Dwi Gantari Indonesia (bpk. Marjuki)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Benda III No.27-27A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;
Ph: 7247211&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Yayasan Balita Mandiri (bpk. Santoso)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. T.B Simatupang Raya Plaza III&lt;br /&gt;
Pondok Indah blok E2, Jakarta 12310,&lt;br /&gt;
Ph: 75900181, 75907088&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Klinik YAMET (Tri Gunadi, OTR (Ind)&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
Jl. H. Ismail No.15 B Komp. Taman Cilandak&lt;br /&gt;
Jakarta Selatan, Ph: 7659839&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Klinik Multiterapi Terpadu&lt;br /&gt;
PERMATA HATI TREATMENT CENTRE&lt;br /&gt;
(ibu Fitriani Kartawan)&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Jl. Gatot Subroto no. 72, Komp. MBAU Pancoran.&lt;br /&gt;
Ph: 7995121 -&amp;nbsp; Fax: 79180942&lt;br /&gt;
Email: fitriani@indosat.net.id&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;KTK Honey Bunny (ibu Asmirawati A.Md.TW)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Masjid I RT 04/02 No. 1, Kampung Melayu Besar&lt;br /&gt;
Ph: 8290775&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;SARANA Pusat Terapi Terpadu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Graha Simatupang blok II, Tower A&amp;amp;D Lt. 3&lt;br /&gt;
Jl. T.B Simatupang Kav. 38, Jakarta 12450&lt;br /&gt;
Ph: 7827980&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pusat Terapi Holistik Pelangi Lazuardi (Bpk. A. Ghofar)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Jl. Jawa Blok H No.182, Megapolitan Cinere, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;
Ph: 7542239&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tootie Kidz Center (Ibu Mutia Nasution)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Senopati No.7B Kebayoran Baru, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;
Ph: 70323787, HP: 0815-11507725,&lt;br /&gt;
e-mail: ot_mutia@yahoo.com&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Klinik Multiterapi Terpadu “Permata Hati”&lt;br /&gt;
(Ibu Fitriani Kartawan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Gatot Subroto No. 72, Komp. MBAU Pancoran&lt;br /&gt;
Ph: 7995121, Fax : 79180942,&lt;br /&gt;
email: fitriani@indosat.net.id&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Layanan &amp;amp; Bimbingan Anak dengan Kebutuhan Khusus “Embun Pagi” (Ibu Nurdiana, S.Pd)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Gudang Peluru Barat IV Blok V Rt. 10/03 No.9,&lt;br /&gt;
Komp. Gudang Peluru – Jakarta Selatan&lt;br /&gt;
Ph: 8305283, 0815-14056940&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Citra Mulia (Ibu Dewi Gunawan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 25E, Arteri Pondok Indah,&lt;br /&gt;
Kebayoran Lama, Jakarta 12241 (sebelah showroom Hyundai)&lt;br /&gt;
Ph: 7291662, 7291663,&lt;br /&gt;
Fax: 7291664, 0811-130710&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;KTK Honey Bunny (Ibu Asmirawati, A.Md.TW)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Masjid I Rt.04/02 No.1;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kp. Melayu Besar Jak-Sel&lt;br /&gt;
Ph: 8290775, 8290523&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Growing Lestari – Ibu Ellen Solaiman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gedung Graha Pena Pos Metro Lt.3&lt;br /&gt;
Jl. Raya Kebayoran Lama No.17 Jak-Sel, Ph: 53650233&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;KAILILA – Cipete (Ibu Evi Sabir Gitawan, BSc.)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Speech &amp;amp; Language Pathologist&lt;br /&gt;
Jl. Rawa Maja no. 38, Cipete. Jakarta Selatan&lt;br /&gt;
Ph: 7654580&lt;br /&gt;
email: evisabir@kailila.com – www.kailila.com&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;PT Sarana Daya Autisma&lt;br /&gt;
(SARANA Pusat Terapi &amp;amp; Sekolah Khusus)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ph: (021) 7827980, Fax: (021) 7828906&lt;br /&gt;
Email:&amp;nbsp; informasi@saranaku.com&lt;br /&gt;
Graha Simatupang, Tower II Blok D, Lantai 3&lt;br /&gt;
Jl. TB Simatupang, Kav.38,&lt;br /&gt;
Jakarta 12540, Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Klinik Harapan YCHI (Autism Care Indonesia)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;(Free Autism Treatment)&lt;br /&gt;
Jl. H. Saikin no. 02, RT 14 / RW 08, Pasar Jumat&lt;br /&gt;
Pondok Pinang, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;
021-758 16178, 021-9372 4536&lt;br /&gt;
www.ychicenter.org&lt;br /&gt;
email: ychicenter@gmail.com&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/1958900439920827187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-wilayah-jakarta.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/1958900439920827187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/1958900439920827187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/terapi-wilayah-jakarta.html' title='Terapi Autis Jakarta'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-1785754450585876627</id><published>2011-06-24T17:13:00.000+07:00</published><updated>2011-06-24T17:13:12.588+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Sekolah"/><title type='text'>Sekolah Inklusi 1</title><content type='html'>&lt;h1&gt;Sekolah Inklusi&lt;/h1&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Sekolah Patmos&lt;/strong&gt; (TK, SD, SMP &amp;amp; SMK)&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Taman &amp;nbsp;Meruya Ilir blok E.7, Jakarta Barat&lt;br /&gt;
Ph/fax: 021-5867643&lt;br /&gt;
Email: &lt;a href=&quot;mailto:smppatmos@yahoo.com&quot;&gt;smppatmos@yahoo.com&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;mailto:smkpatmos@yahoo.com&quot;&gt;smkpatmos@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Shining Stars Academy (sekolah &amp;amp; pusat terapi)&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;(ibu Fabrianne Novia Irawan)&lt;br /&gt;
Jl. Agung Perkasa X blok J7/9-11&lt;br /&gt;
Sunter Agung, Podomoro,&lt;br /&gt;
Jakarta Utara.&lt;br /&gt;
Tlp. 021-6508258&lt;br /&gt;
email: &lt;a href=&quot;mailto:ssa@shiningstars.co.id&quot;&gt;ssa@shiningstars.co.id&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/1785754450585876627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/sekolah-inklusi-1.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/1785754450585876627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/1785754450585876627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/sekolah-inklusi-1.html' title='Sekolah Inklusi 1'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-128758965560842230</id><published>2011-06-24T11:22:00.001+07:00</published><updated>2011-06-24T11:22:36.165+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Sekolah"/><title type='text'>Sekolah Ideal</title><content type='html'>&lt;h5 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;SEKOLAH IDEAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/h5&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berbicara mengenai Sekolah Ideal, dalam sharing ini saya ingin  membicarakan mengenai pandangan saya seperti apa sekolah umum (inklusi)  dalam menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak special.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KOMPONEN DAN FAKTOR PENTING&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum terdapat komponen penting sebagai berikut dalam lingkungan sekolah pada umumnya:&lt;br /&gt;
1. Pengurus Sekolah (Kepala Sekolah dan Yayasan)&lt;br /&gt;
2. Pengajar&lt;br /&gt;
3. Staf Operasional (administrasi, satpam, dll)&lt;br /&gt;
4. Siswa&lt;br /&gt;
5. Orang Tua&lt;br /&gt;
6. Profesional -&amp;gt; internal atau eksternal (contoh: psikolog, terapis, shadow,  dll)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masing-masing  komponen di atas memiliki peran penting dalam berjalannya sistem  pendidikan dan pengajaran di sekolah, juga dalam perkembangan anak-anak  spesial.&lt;br /&gt;
Selain itu juga ada faktor pendukung penting yang dibutuhkan  dalam proses belajar dan mengajar di sekolah, khususnya bagi anak-anak  spesial:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Ekspektasi -&amp;gt; keinginan, harapan orang tua dan pengajar serta pihak sekolah&lt;br /&gt;
2. Kurikulum&lt;br /&gt;
3. Delivery -&amp;gt; cara memberikan materi kepada siswa&lt;br /&gt;
4. Monitoring dan evaluasi&lt;br /&gt;
5. Komunikasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam paparan ini, setiap komponen dan faktor penting akan dibahas satu persatu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PENGURUS SEKOLAH&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengurus  sekolah (kepala sekolah dan yayasan) adalah kunci penting dalam  penyelenggaraan sekolah, karena seluruh kebijakan di sekolah ditentukan  oleh kepala sekolah, kadang bersama dengan yayasan. Sehingga sangat  penting untuk mengetahui visi dari kepala sekolah dan yayasan.&lt;br /&gt;
Keterbukaan  antara orang tua dan pengurus sekolah sangat dibutuhkan, mulai dari  proses penerimaan siswa special, saat berjalannya proses pendidikan,  evaluasi hingga kelulusan.&lt;br /&gt;
Hal-hal penting yang perlu diketahui adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Bagaimana sekolah menerima siswa special, ada beberapa jenis penerimaan sekolah:&lt;br /&gt;
a. Menolak menerima anak spesial&lt;br /&gt;
b. Menerima, namun memperlakukan anak-anak special sama dengan siswa-siswa lainnya, tanpa pelayanan khusus sesuai kebutuhannya.&lt;br /&gt;
c. Menerima dan mampu menangani anak special sesuai kebutuhannya, baik dengan guru pendamping atau tanpa guru pendamping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.  Bagaimana sekolah mempersiapkan seluruh komponen yang terkait  (pengajar, staf, dll) dengan proses belajar untuk menerima dan  melaksanakan proses pendidikan bagi anak special (workshop, pelatihan,  dll). Apakah sekolah mendukung pengembangan wawasan seluruh komponen  untuk dapat memahami kebutuhan khusus anak-anak special.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.  Penanganan di kelas, seperti perencanaan pengaturan situasi kelas  (tempat duduk, teman satu meja, pengajar kelas, pengajar pendamping,  lingkungan bermain yang aman, dll)&lt;br /&gt;
Pada saat penerimaan ini ada  baiknya memberikan paparan mengenai kemampuan apa saja yang sudah  dimiliki anak, seperti kemampuan bantu diri (makan, toileting, berganti  baju), apakah anak masih perlu dibantu dan sebagainya. Juga bagaimana  perilaku anak jika mengalami stress (contoh tantrum, babbling, melakukan  gerakan berulang-ulang, dan sebagainya) serta bagaimana mengatasinya  jika mulai mengganggu proses belajar. Jika diperlukan, bawa serta  terapis yang biasa menangani anak dalam proses penerimaan ini untuk  memberikan masukan kepada pihak sekolah. Keterbukaan antara seluruh  pihak akan memudahkan masing-masing pihak mengukur dan  mengindentifikasi, sejauh mana anak harus dibantu, sejauh mana anak  dapat mandiri dan yang terpenting, seluruh pihak nyaman dengan keputusan  yang bersama-sama diambil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PENGAJAR&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengajar di sekolah  tidak terbatas pada pengajar kelas, walaupun secara umum pengajar kelas  yang melakukan tugas pengajaran yang terkait dengan bidang akademis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak  semua pengajar memiliki latar belakang pengetahuan tentang anak-anak  special, sehingga sekolah yang menerima anak-anak special wajib  mempersiapkan para pengajarnya dengan pengetahuan tentang anak-anak  special, juga praktek-praktek penanganan anak special di kelas. Karena  kelas bagaimanapun berbeda dengan ruang terapi, sehingga penanganan anak  special di kelas tidaklah sama dengan di ruang terapi. Adalah tidak  mungkin mengharapkan anak special mendapatkan perhatian yang sama dengan  di ruang terapi, walaupun dengan menggunakan shadow, karena kelas  bersifat massal setiap anak di dalam kelas adalah individu unik yang  masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya yang juga membutuhkan  perhatian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, pengajar juga memerlukan bantuan dari  orang tua, mengenai perilaku dan kebiasaan-kebiasaan anak, karena  menyangkut pola asuh anak di rumah. Seperti bagaimana meningkatkan  motivasi anak (dengan rewards, pujian dan sebagainya) atau bagaimana  menerapkan suata konsekuensi untuk menata perilaku-perilaku negative  anak secara konstruktif, tanpa melabel anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
STAF OPERASIONAL&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak  banyak yang menganggap bahwa staf operasional juga memiliki andil dalam  perkembangan anak special, terutama yang berhubungan dengan kemampuan  social praktis dan norma-norma umum. Pihak penyelenggara sekolah juga  berkewajiban membekali para staf dengan pengetahuan praktis mengenai  anak-anak special ini, diantaranya bagaimana berkomunikasi dengan  singkat dan jelas dengan anak-anak special. Serta mengatasi  kondisi-kondisi khusus seperti tantrum, pengalihan, manipulative dan  sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada sekolah kami, pernah pada satu masa, seorang  anak tertarik untuk bermain dengan salah seorang staf administrasi dan  selalu berusaha mengikuti kemanapun staf tersebut pergi setiap saat  hingga di luar batas kewajaran, sehingga selalu terlambat mengikuti jam  pelajaran di kelas. Perlu waktu untuk memberitahu serta melatih staf  tersebut untuk bersikap tegas dan tetap ramah, membuat perjanjian kapan  anak boleh mengajak staf tersebut bermain serta memberlakukan  konsekuensi bagi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan anak. Tentu saja  hal-hal tersebut di buat dengan kerjasama antara orang tua, pengajar  dan staf yang bersangkutan. Sehingga pada akhirnya semua pihak merasa  nyaman, pengajar tidak kebingungan mencari cara mengatasi perilaku anak,  staf yang bersangkutan tidak ragu untuk mengambil sikap tanpa takut  bersalah, orang tua tidak cemas akan salah perlakuan dari pihak sekolah  dan yang terpenting, konsistensi dari semua pihak akan memudahkan anak  untuk memahami norma yang berlaku umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SISWA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siswa dalam  suatu sekolah hakikatnya adalah miniatur suatu masyarakat. Latar  belakang yang berbeda-beda antara setiap siswa, baik budaya, agama, pola  asuh akan bercampur baur di sekolah membentuk komunitas yang unik. Anak  berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah umum bagaimanapun akan  berinteraksi dengan siswa lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak-anak pada umumnya dapat  mengembangkan kemampuan interaksi sosialnya secara mandiri, seiring  dengan umurnya. Mereka dapat bermain bersama, berbaur, memilih teman  tanpa menemui kesulitan berarti. Pada anak berkebutuhan khusus,  interaksi sosial adalah suatu hal yang tidak mudah dan sangat abstrak.  Anak-anak ini seringkali menemui kesulitan dalam mengembangkan kemampuan  interaksi sosialnya serta seringkali menunjukkan perilaku spontan yang  tidak umum dalam berinteraksi dengan teman-teman sebaya (seperti  memegang / menarik tangan, mengambil mainan, mengendus, memukul, merebut  dan lain sebagainya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seringkali, hal yang terjadi di sekolah  adalah siswa lainnya akan menjauhi anak berkebutuhan khusus, atau  mengejek serta melabel dengan panggilan-panggilan negative yang pada  akhirnya akan menyebabkan anak berkebutuhan khusus semakin terkucil.  Kasus lain yang sering terjadi adalah siswa berkebutuhan khusus menjadi  korban bullying dari siswa lainnya tanpa mampu membela diri atau mencari  pertolongan dari orang dewasa di sekitarnya, karena kesulitan  berkomunikasi. Situasi ini sering kali menyebabkan anak berkebutuhan  khusus mengalami stress dan depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah yang menerima anak  berkebutuhan khusus memiliki kewajiban untuk mempersiapkan dan mendidik  siswa lainnya untuk dapat menerima anak berkebutuhan khusus di  lingkungan mereka. Penting untuk menekankan pada siswa lain bahwa setiap  orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Juga  menerangkan kepada anak-anak lainnya bagaimana mereka harus bersikap dan  memberitahu teman spesialnya jika ada perilaku yang tidak umum.  Sehingga pada akhirnya seluruh komunitas akan mendapatkan kebaikan,  siswa lain dapat berempati dan membantu temannya yang berkebutuhan  khusus, sementara anak berkebutuhan khusus dapat belajar berinteraksi  sosial sesuai norma umum yang berlaku di masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ORANG TUA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang  tua adalah kunci utama pendukung keberhasilan dalam proses perkembangan  anak, tidak hanya anak berkebutuhan khusus, juga anak-anak pada  umumnya. Namun yang sering kali terjadi adalah orang tua menghendaki  anak berkembang sesuai keinginan orang tua (ambisi orang tua). Mendukung  perkembangan anak sesuai potensi anak dan kebutuhannya adalah hal yang  penting. Dalam menunjang proses perkembangan dan pendidikan anak, orang  tua juga dituntut untuk turut mengembangkan diri, memperluas wawasan  serta mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada  ruang lingkup lebih kecil, misalnya di sekolah, orang tua hendaknya  berperan aktif membangun komunikasi dengan pengajar, juga siswa lain  untuk mengetahui perkembangan anak baik di bidang akademis maupun  lingkungan sosial di sekolah. Perilaku pro-aktif menawarkan bantuan,  baik tenaga maupun pikiran atau sharing pengetahuan dengan pengajar juga  akan sangat menunjang proses perkembangan anak di sekolah. Seringkali  pengajar akan terbantu dengan berbagai informasi detail mengenai  kebiasaan anak, bagaimana jika anak menemui kesulitan, bagaimana  mengatasi perilaku anak saat sedang tantrum dan sebagainya. Karena  hal-hal tersebut dapat terjadi di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PROFESIONAL (PSIKOLOG / TERAPIS)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses  perkembangan anak berlangsung dalam kurun waktu yang panjang, bisa  dikatakan seumur hidup. Sehingga penting bagi orang tua untuk  merencanakan bagaimana menunjang anak dalam proses perkembangannya.  Bantuan pihak professional (psikolog dan terapis) dalam memberikan  konsultasi perencanaan program, metode monitoring dan menilai kemajuan  anak pada setiap tahapan akan sangat membantu orang tua, sekolah dan  pengajar untuk merancang dan menetapkan program bersama atau mengatasi  masalah-masalah yang muncul dalam menjalankan suatu program. Konsultasi  dan evaluasi rutin sangat diperlukan untuk menyesuaikan atau bahkan  mengganti program yang sedang berjalan jika memang diperlukan. Pertemuan  dapat dilakukan di awal semester, pertengahan semester dan akhir  semester untuk memantau perkembangan anak .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
**FAKTOR PENDUKUNG LAIN**&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
EKSPEKTASI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspektasi  adalah satu hal yang harus dikomunikasikan di awal antara semua pihak  (orang tua, sekolah dan professional), sehingga setiap pihak yang  berperan dalam perkembangan anak memiliki pandangan yang sama serta  pemahaman yang sama mengenai tujuan yang ingin dicapai, serta bagaimana  cara mencapainya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspektasi haruslah jelas dan dapat dimengerti  oleh seluruh pihak yang terkait. Ekspektasi berikut adalah contoh yang  tidak jelas dan sulit terukur: “Saya ingin anak saya dapat  bersosialisasi”. Statement tersebut dapat menyebabkan masing-masing  pihak memiliki penafsiran berbeda, serta tidak ada penyamaan pandangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan  contoh berikut memberikan gambaran yang jelas dan mudah dimengerti,  “Saya ingin anak saya meminta tolong pada guru jika mengalami kesulitan,  sehingga mengurangi perilaku tantrum”.  Dengan statement seperti ini,  semua pihak dapat mengerti, serta dapat menyusun langkah-langkah bersama  untuk mewujudkan ekspektasi ini.  Orang tua dapat memberi gambaran pada  pengajar apa tanda-tandanya jika anak mulai mengalami kesulitan  (babbling, perilaku berulang dan sebagainya).  Pengajar, jika melihat  tanda-tanda tersebut akan mendekati anak dan menawarkan bantuan, sambil  menuntun anak untuk meminta bantuan (seperti mengatakan “tolong”).  Dengan perlakuan konsisten tersebut, anak dapat berlatih untuk meminta  tolong jika mengalami kesulitan, dan mengurangi perilaku negatifnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh  lain, “Anak kami terobsesi dengan pintu dan selalu membuka dan menutup  pintu berulang-ulang sehingga melebihi kewajaran, kami ingin mengurangi  obsesinya sampai dalam batas kewajaran”. Perlu dibuatkan definisi  mengenai tahap “kewajaran” yang ingin dicapai, seperti “membuka dan  menutup pintu hanya jika ada yang ingin melewati pintu tersebut”.  Sehingga dalam pelaksanaannya, pengajar bisa meminta tolong anak untuk  membukakan atau menutup pintu jika temannya atau gurunya ingin keluar  atau masuk. Disatu sisi obsesi anak dapat lebih terkontrol, di sisi lain  perilakunya masih dalam batas kewajaran dalam norma umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan  ekspektasi yang jelas, pihak sekolah dan pengajar juga akan dapat  mengukur kemampuan mereka dalam membantu anak dan orang tua mewujudkan  ekspektasi tersebut.&lt;br /&gt;
Ekspektasi tidaklah bersifat kaku, namun dapat  disesuaikan dengan perkembangan kemampuan anak bahkan dapat berubah jika  diperlukan, seperti belum memungkinkan untuk dicapai dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KURIKULUM&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat  ini, peraturan pemerintah memungkinkan setiap sekolah untuk menyusun  sendiri kurikulumnya sesuai kebutuhan sekolah, walaupun ada  pedoman-pedoman yang tetap harus diikuti oleh sekolah. Di satu sisi,  peraturan ini memungkinkan sekolah untuk mengakomodir kebutuhan setiap  anak yang berbeda-beda dengan menerapkan IEP (Individual Education  Plan). Pada kasus anak berkebutuhan khusus seringkali akan sangat  membantu jika sekolah mengakomodir penggunaan IEP. Penyusunan IEP secara  global dapat dilakukan di awal semester dan dilakukan bersama-sama oleh  sekolah, pengajar, orang tua dan dibantu oleh professional.  Sedangkan  detil dari IEP dapat diberikan setiap minggu atau dua mingguan untuk  memudahkan pengawasan dan evaluasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun tidak semua sekolah  mengakomodasi IEP dalam penyelenggaraan proses pendidikan, sehingga  sangat penting bagi orang tua untuk mempertimbangkan dengan masak apakah  anak dapat mengikuti kurikulum massal di sekolah tersebut atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DELIVERY MATERI PENDIDIKAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat  ini sudah diketahui bahwa terdapat beberapa gaya belajar yang  berbeda-beda pada setiap orang, diantaranya visual (belajar dengan cara  visual melalui peraga, gambar), auditory (belajar dengan cara  mendengarkan, audio), kinesthetic (belajar dengan meniru gerak,  perilaku). Walaupun pada umumnya setiap orang dapat melakukan  keseluruhan gaya belajar tersebut, namun biasanya ada gaya belajar yang  dominan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada anak-anak berkebutuhan khusus, seringkali hanya  satu gaya belajar yang efektif bagi anak. Mengenali gaya belajar anak  dan menggunakannya dengan maksimal akan sangat membantu anak  berkebutuhan khusus memahami materi yang diberikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada  sekolah-sekolah konvensional di mana pengajar memberikan materi di depan  kelas, seringkali tidak memungkinkan bagi pengajar untuk memanfaatkan  gaya belajar dominan pada masing-masing anak untuk memudahkan anak  memahami materi yang sulit dimengerti. Namun pada beberapa sekolah saat  ini di mana siswa dituntut lebih aktif melakukan berbagai observasi,  pengajar tidak lagi melulu memberikan materi di depan kelas, sehingga  penggunaan berbagai gaya belajar yang sesuai bagi setiap anak dapat  diakomodir dengan maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MONITORING DAN EVALUASI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monitoring  dan evaluasi mutlak dilakukan secara rutin, karena seringkali terjadi  perubahan situasi yang mempengaruhi perkembangan anak, seperti jika  sedang dalam kondisi yang kondusif, banyak hal yang bisa dicapai oleh  anak, sehingga perlu dipertimbangan untuk menambah variasi program agar  anak tidak jenuh. Sebaliknya dalam kondisi yang tidak kondusif, mungkin  saja anak menjadi mogok sehingga perlu untuk mengurangi target  pencapaian, atau bahkan mundur sedikit untuk memberikan ruang bagi anak  untuk memulihkan kondisi fisik dan psikologisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KOMUNIKASI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal  yang paling penting diantara seluruh komponen dan faktor pendukung di  atas adalah komunikasi. Tanpa komunikasi yang baik, bisa dipastikan  tidak akan dapat dicapai kemajuan yang berarti dalam perkembangan anak,  bahkan sangat mungkin anak akan mengalami kemunduran.&lt;br /&gt;
Hal terpenting  dalam melakukan komunikasi adalah “mendengarkan”, “menerima” dan  “memahami”, barulah berikutnya adalah “mengutarakan”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah hal  yang sulit bagi kebanyakan orang untuk mendengarkan sesuatu yang tidak  menyenangkan apalagi jika menyangkut dirinya seperti kritik, complain,  pengaduan dan hal yang serupa. Sering terjadi sikap yang pertama kali  muncul adalah defensive. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada banyak kasus menyangkut anak  berkebutuhan khusus di sekolah, komunikasi yang intens dan berkualitas  mutlak dibangun antara orang tua, pengajar, sekolah bahkan terhadap sang  anak itu sendiri. Memahami kedudukan masing-masing pihak sesuai  perannya serta memandang semua pihak dalam posisi yang setara dan tidak  menghakimi adalah unsur penting yang seringkali terabaikan. Orang tua  kadang menganggap guru dan sekolah harus selalu melayani seluruh  keinginannya. Sementara di sisi lain, guru kadang terjepit di antara  kepentingan sekolah dan keinginan orang tua. Di pihak lain, sekolah dan  yayasan juga ada yang bersikap otoriter. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keterbukaan dan  kerjasama antara pihak orang tua dengan sekolah dan pengajar atau  professional yang akan membantu (psikolog, terapis, shadow, dll), dalam  banyak hal akan sangat menunjang perkembangan anak berkebutuhan khusus  di sekolah. Bagaimana masing-masing pihak memahami kedudukannya serta  dapat berperan sesuai kompetensinya untuk menunjang kemajuan anak.  Karena bagaimanapun, tidak ada satu pihak yang mampu melakukan segalanya  sendiri. Masing-masing memerlukan bantuan dan peran serta dari pihak  lain. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/128758965560842230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/sekolah-ideal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/128758965560842230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/128758965560842230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/sekolah-ideal.html' title='Sekolah Ideal'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-7271433384627268646</id><published>2011-06-24T11:19:00.000+07:00</published><updated>2011-06-24T11:19:21.813+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Kesehatan"/><title type='text'>Jurnal Medis</title><content type='html'>&lt;div id=&quot;mediumtextbox1&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h5 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Jurnal Medis &lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class=&quot;normaltext1&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Hydrotherapy-&lt;/b&gt; Purpose of this article is to describe  achievements the role of hydrotherapy in recreational therapy for person  with ASD - by Dr. Widodo &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/hydrotherapy.pdf&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;   &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ringkasan Disertasi: Memahami Spektrum Autistik Secara Holistik (2007)&lt;/b&gt;- Oleh Dr. Adriana Soekandar Ginanjar. Program Pascasarjana Fakultas Psikologi Universitas Indonesia &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/adriana_sg_dst.pdf&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Advice for Parents of Young Autistic Children (2004): Working Paper &lt;/b&gt;- Latest working paper written by By James B. Adams, Stephen M. Edelson, Ph.D., Temple Grandin, Ph.D., Bernard Rimland, Ph.D &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/AdviceForParents.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Artikel Dr. Widodo Judarwanto SpA &lt;/b&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Permasalahan Alergi Susu Sapi &lt;/b&gt;- Benarkah minum susu soya atau hipoalergenik menjadi tidak cerdas dan tidak bisa gemuk?  &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/Alergi7.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Keterlambatan Bicara Yang Harus Diwaspadai &lt;/b&gt;- Penyebab keterlambatan bicara sangat banyak dan bervariasi. Gangguan tersebut ada yang ringan sampai yang berat.  &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/speech.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Pencegahan Autis Pada Anak &lt;/b&gt;- Autis adalah gangguan perkembangan pervasif  &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives10/00000056.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Deteksi Dini &amp;amp; Skrining Autis &lt;/b&gt;- Informasi praktis deteksi dini autisme &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives10/00000055.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Kesulitan Makan Pada Penyandang Autis &lt;/b&gt;- mengapa anak autis sulit makan dan apa penyebabnya? &lt;a href=&quot;http://www.puterakembara.org/rm/autis_makan.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Penanganan Kesulitan Makan Pada Anak &lt;/b&gt;- Penanganan terbaik kesulitan makan bukan dengan pemaksaan, memarahi, mengancam atau pemberian vitamin jangka panjang,   tetapi kenali dan atasi penyebabnya &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/sulitmakan.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Deteksi Dini ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorders)  &lt;/b&gt;-  ADHD adalah gangguan perilaku pada anak yang terjadi suatu peningkatan  aktifitas motorik hingga pada tingkatan tertentu yang menyebabkan  gangguan perilaku &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/adhd2.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Penatalaksanaan Attention Deficit Hyperactive Disorders (ADHD) Pada Anak &lt;/b&gt;-  ADHD adalah gangguan perilaku pada anak yang terjadi suatu peningkatan  aktifitas motorik hingga pada tingkatan tertentu yang menyebabkan  gangguan perilaku &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/adhd.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Pengaruh Formalin Bagi Sistem Tubuh&lt;/b&gt;- tulisan ini mengulas  bahaya formalin bagi kesehatan &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives8/00000066.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; [read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Alergi Makanan dan Autisme&lt;/b&gt;- Terdapat beberapa hal yang dapat memicu timbulnya autism termasuk pengaruh makanan atau alergi makanan&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/Alergi3.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; [read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Alergi Makanan Pada Anak 1&lt;/b&gt;- Mengganggu Otak dan Perilaku Anak&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/Alergi1.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; [read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Alergi Makanan Pada Anak 2&lt;/b&gt;- Mengganggu semua organ tubuh anak&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/Alergi2.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; [read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Penelitian Alergi dan Perilaku Anak&lt;/b&gt;-Dietery Intervention as a Therapy for Behaviour Problems in Children with  Gastrointestinal Allergy&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/gastro_alergi.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; [read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Menyikapi Kontroversi Autisme dan Imunisasi MMR &lt;/b&gt;- &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/Alergi4.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; [read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Kekhawatiran Terhadap Thimerosal dan Autisme  &lt;/b&gt;-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/Alergi5.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; [read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Alergi Makanan, Diet dan Autisme&lt;/b&gt;- &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/Alergi6.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; [read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;20 Ways to Ensure the Successful Inclusion of a Child with Asperger Syndrome in the General Education Classrooms &lt;/b&gt;-  The following are strategies and tips that can be incorporated to help  these children adjust and become successful in the general education  classroom.  &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/20ways.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;CHANGING MINDSET by Donna Williams&lt;/b&gt;- Children are people  too, no matter what labels they have. They have chemistry, which can be  imbalanced and hence can have mood disorders. &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/donna.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;UNDERSTANDING AUTISM&lt;/b&gt;- The Physiological Basis and  Biomedical Intervention Options of Autism Spectrum Disorders [ in pdf  format, you need adobe acrobat reader to open this file! ] -&lt;b&gt;Thanks to Dr. Jepson at Children&#39;s of Biomedical Center of Utah&lt;/b&gt; &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/Dr_Jepson.pdf&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt; Prof. James Adams&#39; Journals &lt;/b&gt; &lt;/li&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Summary of Defeat Autism Now! (DAN!) October 2001 Conference &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/DAN2001.htm&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Summary of Montreal&#39;s 3rd Annual Medical Conference on Autism&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/Montreal.htm&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Literature Review of Essential Fatty Acids&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/EFA.htm&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Overview of Autism Research, Testing, and Treatments&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/autism_overview.htm&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;CV of Prof. James Adams &lt;/b&gt;&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/AdamsCV.htm&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Free and full access to autism book &quot;Educating Children with Autism &quot;, thanks to Dick Morris at National Academy Press&lt;/b&gt;-  Educating Children with Autism outlines an interdisciplinary approach  to education for children with autism. The committee explores what makes  education effective for the child with autism and identifies specific  characteristics of programs that work. Recommendations are offered for  choosing educational content and strategies, introducing interaction  with other children, and other key areas. &lt;a href=&quot;http://bob.nap.edu/books/0309072697/html/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Megavitamins may be useful treatment for many genetic diseases, or just good insurance to tune up body&#39;s metabolism&lt;/b&gt;-  Linus Pauling&#39;s claim that megadoses of vitamin C can prevent colds  remains unproven, yet high doses of some vitamins could play a big role  in the treatment of disease and perhaps slow the effects of aging,  according to a University of California, Berkeley, biochemist&lt;a href=&quot;http://www.berkeley.edu/news/media/releases/2002/04/04_vitam1.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pernyataan Pers - Telah ditemukan hubungan antara virus Campak dan kelainan pencernaan  &lt;/b&gt;- &lt;a href=&quot;http://www.puterakembara.org/rm/pers.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Vaksinasi MMR  &lt;/b&gt;- Argumentasi mengenai vaksinasi MMR masih berlangsung terutama di  Amerika dan Inggris. Untuk sekedar mengetahui apa yang diperdebatkan  kami mengutip dan menterjemahkan tulisan dua orang dokter bersaudara di  Inggris yang dipublikasikan di majalah British Medical Journal&lt;a href=&quot;http://www.puterakembara.org/rm/mmr.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Otak penyandang autisme ternyata tidak rusak &lt;/b&gt;- &lt;a href=&quot;http://www.puterakembara.org/rm/otak.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Dr. Buie, Dr. Andrew Wakefield, autis dan gangguan serius pencernaan &lt;/b&gt;- &lt;a href=&quot;http://www.puterakembara.org/rm/andrew.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Hasil riset menunjukkan Ritalin dapat merubah struktur otak &lt;/b&gt;- &lt;a href=&quot;http://www.puterakembara.org/rm/ritalin.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ilmuwan mengumumkan pembentukan Badan Riset Autisme Internasional  &lt;/b&gt;- &lt;a href=&quot;http://www.puterakembara.org/rm/ilmuwan.shtml&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;[read]&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/7271433384627268646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/jurnal-medis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/7271433384627268646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/7271433384627268646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/jurnal-medis.html' title='Jurnal Medis'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-6624849794937984345</id><published>2011-06-24T11:15:00.000+07:00</published><updated>2011-06-24T11:15:07.344+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Terapi"/><title type='text'>Info Sekolah  &amp; Terapi</title><content type='html'>&lt;div id=&quot;mediumtextbox1&quot;&gt;   &lt;div class=&quot;normaltext1&quot;&gt;  &lt;center&gt;&lt;h6&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Informasi Praktis &amp;amp; Terapi Autis &lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Sekolah Ideal&lt;/b&gt; -- Masih seputar masalah Sekolah yang selalu  menjadi topik hangat, tulisan ini hasil diskusi atau lebih tepat  dibilang hasil obrolan antar beberapa orang tua. Dirangkum oleh Bapak  Damar Kristianto. Semoga bermanfaat buat menambah wawasan.  -- &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives9/00000088.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Sekolah Tepat Bagi Anak Berkebutuhan Khusus&lt;/b&gt; -- Salah  satu rekan milis, Bapak Damar Kristianto (Ayah Fauzan) berkenan  menyumbang tulisan tentang bagaimana sekolah yang tepat bagi anak-anak  kita yang spesial ini.  Semoga bermanfaat.  -- &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives9/00000089.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;   &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Contoh Social Story&lt;/b&gt; -- Salah satu rekan milis, dr.  Nuryani sedang berusaha mengajarkan kemandirian pada putranya Kelvin,  salah satunya adalah mengajarkan naik angkot ke sekolah dengan  menggunakan social story. Ini contohnya, semoga bermanfaat bagi orang  tua lain.    -- &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/temp3/kv-naik-angkot.pdf&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;   &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Sekolah Untuk Anak Autistik&lt;/b&gt; -- Berikut adalah tulisan  dari Ibu Augustina K. Priyanto, S.Psi. (Konsultan Pendidikan Anak  Berkebutuhan Khusus sekaligus Orang Tua Anak Autistik). -- &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/SEKOLAH-UNTUK-ANAK-AUTISTIK.pdf&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Pengenalan &amp;amp; Identifikasi Anak berkebutuhan Khusus (ABK) serta Strategi Pembelajarannya&lt;/b&gt;  -- Berikut Bahan Presentasi (Handout) &amp;amp; Makalah dari Workshop PSG  Balikpapan yang dibawakan oleh Bapak Hidayat, Drs.Dpl.S.Ed.M.Si, Dosen  PLB &amp;amp; Psikologi FIP UPI Bandung.  Acara diselenggarakan oleh PSG  Balikpapan bekerjasama dengan Pusat Terapi HARAPAN KU, pada tanggal 25  Oktober 2009 -- &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives10/00000074.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;   &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Sensory Diet&lt;/b&gt; -- Apakah Sensory Diet itu? Banyak orang  awam masih bingung tentang istilah itu. Berikut penjelasan dari Bapak  Tri Budi Santoso, MSc.OT salah satu pakar OT di Indonesia -&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/SensoryDiet.pdf&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;   &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kiat mengatur Pembiayaan Terapi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus&lt;/b&gt;  -- Orang tua adalah orang yang paling mengerti kebutuhan &amp;amp; keunikan  anak, oleh karena itu orang tua juga sebaiknya menjadi terapis yang  paling baik bagi anak. Berikut adalah kiat-kiatnya tulisan Bapak Taufiq  Hidayat -&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/biaya_terapi.pdf&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Terapi Okupasi (Occupational Therapy) pada Anak dengan Kebutuhan Khusus&lt;/b&gt;  -- Banyak orang belum mengetahui kalau Terapis Okupasi itu bisa  membantu banyak hal pada anak berkebutuhan khusus. Berikut penjelasan  dari Bapak Tri Budi Santoso, MSc.OT  -&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/rm/OT_Budi.pdf&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;   &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Meningkatkan Ketrampilan Komunikasi Pada Anak Autis&lt;/b&gt; --  Berikut Bahan Presentasi (Handout) dari Dr. Adriana S. Ginanjar M.S.  saat Acara Autism Awareness Festival tanggal 21 September 2008 yang  diselenggarakan oleh London School di Jakarta -&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/komunikasi.pdf&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;   &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mengapa Anak Telat atau Sulit Belajar Bicara?&lt;/b&gt; -- Berikut tips kiriman Bapak Tri Budi Santoso MSc.OT, yang ditulis dengan bahasa santai yang mudah dimengerti-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives10/00000072.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Visual Communication&lt;/b&gt; -- Contoh gambar-gambar Compic kiriman Ibu Aan Anwar-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives10/00000063.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Verbal Behaviour : &lt;/b&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Dasar-dasar dan informasi Praktis Pengajaran Verbal Behaviour&lt;/b&gt; - Ringkasan dan terjemahan artikel Verbal Behaviour Training Manual &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/vbehav.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Verbal Behaviour Training Manual&lt;/b&gt; - Artikel asli dari The Mariposa School for Autistic Children, North Carolina &lt;a href=&quot;http://www.mariposaschool.org/programs/TrainingManual.pdf&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt; Floor Time&lt;/b&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;I Intervensi Perkembangan yang Terintegrasi &lt;/b&gt;- DIR Model: Developmental, Individual-difference, Relationship-based-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives10/00000058.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;II Perkembangan Emosi &lt;/b&gt; - Uraian mengenai enam tahapan perkembangan emosi yang harus dilalui seorang anak - &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives10/00000059.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;III Pendekatan Floor Time &lt;/b&gt; - Floor time yang secara  harafiah diterjemahkan sebagai &#39;waktu di lantai&#39; diperkenalkan oleh  Stanley I. Greenspan dan Serena Wieder - &lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives10/00000060.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt; Brain Gym&lt;/b&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Gerakan Brain Gym untuk mengatasi kebiasaan Meludah&lt;/b&gt;- Info ini dikirim juga oleh salah satu rekan milis.... Semoga bermanfaat-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000039.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Gerakan Brain Gym untuk Perkembangan Bicara&lt;/b&gt;- Info  tentang gerakan Brain Gym untuk Perkembangan Bicara ini dikirim oleh  salah satu rekan milis yang disarikan dari Buku &quot;I am The Child&quot;.....-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000038.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;b&gt;Sensori Integrasi (SI):&lt;/b&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;My OT - Menyiapkan rumah untuk memenuhi kebutuhan sensori anak&lt;/b&gt;-  Peran orang tua sangatlah penting bagi perkembangan anak, khususnya di  rumah untuk meminimalkan keterlibatan pihak lain pada proses terapi ... oleh Bapak Taufiq Hidayat-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000042.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;My OT - Sandwich&lt;/b&gt;- Asal-muasal istilah &quot;Sandwich&quot; oleh Bapak Taufiq Hidayat-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000041.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;My OT - Alert Program&lt;/b&gt;- Sekelumit mengenai tingkat arousal dan kemampuan self regulation oleh Bapak Taufiq Hidayat-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000040.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;My OT - Aktifitas berat (heavy work) pada Anak&lt;/b&gt;- Ternyata  Aktifitas berat dapat membantu memaksimalkan prilaku dan kemampuan  atensi anak.  Berikut berita selengkapnya oleh Bapak Taufiq Hidayat-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000037.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;My OT - Mandi dengan menyenangkan&lt;/b&gt;- Secara umum anak  dengan gangguan sensori kurang menyukai acara mandi.  Bagaimana  menyikapinya? kembali Tips dari Bapak Taufiq Hidayat-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000036.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;My OT - Cara Mengatasi anak apabila membenturkan/memukul kepala&lt;/b&gt;-  Ada kalanya anak penyandang autis membenturkan atau memukul kepalanya.  Bagaimana mengatasinya?  Berikut Tips dari Bapak Taufiq Hidayat-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000035.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;My OT - Makna suatu &quot;pelukan&quot; (Bearhug) bagi anak&lt;/b&gt;- Apa  makna suatu pelukan bagi anak? Apa pula hubungan antara bear (beruang)  dengan hug (pelukan)? Berikut keterangan dari Bapak Taufiq Hidayat-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000034.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;My OT - Cara Mengatasi Mimpi Buruk&lt;/b&gt;- Berikut Tips mengatasi mimpi buruk pada anak oleh Bapak Taufiq Hidayat-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000033.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;My OT - Cara Menggunting kuku&lt;/b&gt;- Berikut Tips menggunting kuku secara menyenangkan oleh Bapak Taufiq Hidayat-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000032.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt; Sensori Integrasi &lt;/b&gt; - Sejarah singkat dan ulasan mengenai apa itu SI dan masalahnya oleh Bapak Taufiq Hidayat-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000027.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tips tentang Terapi Sensory Integration-Outdoor SI &lt;/b&gt; - dari Ibu Vonny, Terapis SI-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000025.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt; Sensory Integration &lt;/b&gt;  Tanggapan dari Konsultan OT terapi untuk anak penyandang autis.-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000008.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Cara Menghadapi Anak Marah&lt;/b&gt;- Ada beberapa tips dari Ibu Dyah Puspita untuk menghadapi anak marah (tantrum).  Semoga bermanfaat.-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000031.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kebijakan Pendidikan Bagi Anak Autis&lt;/b&gt;- Kebijakan dari  DepDikNas ini telah lama ditunggu-tunggu. Semoga sekolah-sekolah di  segenap penjuru tanah air bersedia menerapkan kebijakan baru tsb.-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000029.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Asperger berbeda dengan Autis ?&lt;/b&gt;- Banyak orang bingung apakah Asperger sama dengan Autis ?  Sharing info berikut mudah-mudahan bisa menjawab kebingungan tsb.-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000028.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Sharing seminar YAI - Amankah Vaksinasi?&lt;/b&gt;- Simak Ringkasan dari Seminar Vaksinasi tanggal 24 April 2004 yang diselenggarakan Yayasan Autisme Indonesia-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000026.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt; Merubah Pola Pikir - oleh Donna Williams&lt;/b&gt;- Setiap saat  kita dapat menentukan pilihan untuk merubah pola pikir apakah kita akan   tetap dengan pola pikir yang positif atau pola pikir yang negatif-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000024.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt; Kapan terapi anak autis dapat disebut &quot;mengalami kemajuan&quot;? &lt;/b&gt; - Penjelasan dari Dr. Hardiono D Pusponegoro-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000021.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt; Kapan harus melakukan test EEG atau BERA?&lt;/b&gt; - Tanya jawab orang tua dengan Dr Hardiono-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000020.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt; Saran dan Informasi mengenai Terapi Autisme&lt;/b&gt; - sehubungan dengan beberapa penawaran/promosi pusat terapi / terapis-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000016.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Lima cara sederhana mengembangkan kemampuan verbal anak autis&lt;/b&gt; - kiriman rekan milis Johana Ririmasse yang memuat cara praktis untuk ortu anak penyandang autis-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000015.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt; Functional comunication&lt;/b&gt; - Cara praktis menyiapkan situasi untuk menciptakan &quot;functional comunication&quot;-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000014.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt; Mirror.......- &lt;/b&gt; Sharing dan tips mengenai anak yang cenderung menulis angka terbalik-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000012.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tepung Tempe - &lt;/b&gt; Tempe ternyata memiliki sangat banyak keunggulan dari hanya sekedar makanan berprotein. Kiriman dari rekan milis (orang tua).-&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/archives3/00000010.shtml&quot; target=&quot;blank&quot;&gt;[baca artikel]&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/6624849794937984345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/info-sekolah-terapi.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/6624849794937984345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/6624849794937984345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/info-sekolah-terapi.html' title='Info Sekolah  &amp; Terapi'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-1937498957407302186</id><published>2011-06-24T11:11:00.000+07:00</published><updated>2011-06-24T11:11:45.461+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Umum"/><title type='text'>Konotasi Negatif Kata Autis</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;b style=&quot;color: red;&quot;&gt;STOP! Penyalahgunaan kata Autis/Autisme &lt;/b&gt;&lt;br style=&quot;color: red;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;color: red;&quot; /&gt;&lt;b style=&quot;color: red;&quot;&gt;Trend Analogi Kata AUTIS-AUTISME dalam konotasi negatif&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Para Pembaca situs yang budiman, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di era tahun 1990-an, kata &quot;Autisme&quot; masih merupakan suatu kata yang belum begitu dikenal oleh masyarakat luas di Indonesia, kecuali orang tua yang dianugerahi anak penyandang autisme. Karena kurangnya informasi, kebanyakan orang lalu hanya mengira-ngira sendiri, misalnya autisme adalah suatu penyakit menular, mengerikan, atau autisme itu sama dengan down syndrome. Saat itu hanya ada satu Yayasan yang didirikan oleh sekelompok dokter dan orang tua anak penyandang ASD, yaitu Yayasan Autisma Indonesia di Jakarta yang membuat berbagai aktivitas dalam rangka peduli autisme. Media pun tidak banyak meliput dan membahas masalah autisme secara mendalam apalagi tuntas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Informasi Autisme sebenarnya sudah banyak tersedia di internet dan buku-buku tapi kebanyakan menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu lah kami merasa sangat tergugah untuk menyediakan informasi seputar autisme dan permasalahannya dalam bahasa Indonesia via dunia maya yang bisa mencapai tidak hanya di Jakarta (satu kota) tapi bisa menembus ke seluruh pelosok Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lain tahun 1990-an lain pula era tahun 2000-an. Sejak tahun 2000, era internet pun muncul dan banyak orang tua yang &quot;melek&quot; teknologi dan kemudian mencari informasi via internet. Situs kami mendapat banyak pengunjung yang kemudian bergabung dalam fasilitas mailing list yang kami sediakan. Mulai lah beberapa orang tua baik secara perorangan maupun kelompok mengadakan berbagai kegiatan Autism Awareness di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan beberapa kota lain. Kemudian banyak sekali bermunculan yayasan, pusat terapi dan blog-blog pribadi yang membahas tentang Autisme, baik yang sekedar sharing pengalaman dengan anak sendiri maupun menyediakan informasi lengkap. Media pun mulai tertarik meliput berita seputar Autisme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya sedikit demi sedikit masyarakat mulai menyadari kehadiran anak autistik yang &quot;berbeda&quot; dengan anak-anak lain. Kata &quot;Autis/Autisme&quot; pun mulai bermunculan di Media cetak maupun elektronik. Tapi sayang sekali, yang kami amati, kata &quot;Autis/Autisme&quot; kemudian mulai dipakai oleh berbagai pihak baik oleh para aktivis, akademisi maupun artis televisi dalam konotasi yang negatif. Beberapa artis mulai menggunakan kalimat &quot;dasar autis loe.....&quot; sebagai bahan lelucon di berbagai tayangan di televisi.&lt;br /&gt;
Beberapa aktivis dan akademisi juga mulai menggunakan kata Autisme untuk menganalogikan ketidakberesan pemerintah dan partai politik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan-tulisan tersebut tentu saja membuat kaget dan sedih komunitas Autisme khususnya komunitas Puterakembara. Beberapa rekan milis termasuk saya sudah menyampaikan kesedihan kami pada penulis langsung, dan sangat menghimbau agar di masa yang akan datang beliau-beliau bisa mengganti kata Autisme dengan kata lain yang mungkin tidak akan menyinggung perasaan komunitas manapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para penulis biasanya mengerti dan bereaksi positif, meminta maaf sambil tentunya membela diri sedikit :) dan mengajukan beberapa alibi kenapa mereka menggunakan kata Autisme sebagai analogi. Intinya menurut pengakuan mereka, tidak bermaksud menghina ataupun merendahkan anak penyandang autis maupun komunitas autisme. Biasanya, dengan lapang dada dan keikhlasan komunitas kami menerima pernyataan maaf tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, kami menyadari sepenuhnya bahwa kata Autisme bukanlah milik kami. Kami mengerti bahwa peminjaman istilah, konsep atau gejala (analogi dan metafor) dari satu bidang ke bidang lain, dalam hal ini dari medis atau psikologis ke sosial politik adalah hal yang biasa dalam berbahasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang membuat komunitas kami &quot;keberatan&quot; atas pemakaian analogi tersebut, bukan karena masalah biasa atau tidak biasa, wajar atau tidak wajar, bukan juga masalah sensitivitas perasaan kami sebagai orang tua, tapi lebih ke arah pemikiran akan &quot;dampak negatif&quot; yang akan timbul di masyarakat untuk masa mendatang terutama bagi kehidupan masa depan anak-anak kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai moderator mailing list selama bertahun-tahun, saya tahu benar bahwa selama ini orang tua berjuang habis-habisan demi membantu anak-anak kami berkembang menjadi pribadi yang mandiri, punya empati, sekaligus tahu norma dan aturan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komunitas kami juga berjuang melakukan kegiatan Kampanye Peduli Autisme dengan harapan agar anak/individu autistik dapat diterima oleh masyarakat sebagai suatu bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat umumnya. Kami bersusah payah melakukan usaha sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat agar dapat menerima anak/individu autistik apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihannya, dan tidak menjadikan kondisi Autisme sebagai bahan olok-olok. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir-akhir ini malah ada laporan dari beberapa orang tua tentang kecenderungan penggunaan kata &quot;Autis&quot; sebagai bahan olok-olok di kalangan BlackBerry mania. Orang tua tentu saja merasakan kegundahan bahkan sakit hati. Kalau ditanyakan pada BB-Mania, mungkin saja mereka akan cepat menjawab tidak bermaksud menghina ataupun melecehkan para penyandang autis, mereka hanya membuat suatu &quot;lelucon&quot;. Tapi kalau mereka melakukannya untuk make fun, bukankah itu suatu pelecehan juga? Menurut saya, kalau orang normal dengan sengaja dan sadar melakukan imitasi yang memperjelas &quot;kekurangan&quot; seseorang, itu merupakan suatu penghinaan (offensive). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bawah ini adalah beberapa kasus / tulisan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Tanggal 2 Mei 2003, Prof. Mohamad Soerjani, staff Institute for Environmental Education and Development, di Harian Sinar Harapan. Tulisan berjudul &quot;Autisme Sosial: &quot;Penyakit&quot; Ketidakpedulian di Kalangan Masyarakat&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Tanggal 22 April 2005, Bapak Dedi Haryadi, aktifis LSM Bandung Institute of Governance Studies/BIGS, di Harian Pikiran Rakyat. Tulisan berjudul &quot;Parpol dan Parlemen yang Autis&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Tanggal 21 April 2008, Bapak Bima Arya Sugiarto, Direktur Eksekutif The Lead Institute Universitas Paramadina di Harian Kompas. Tulisan berjudul &quot;Parpol Idap Autisme Sosial&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Tanggal 18 Agustus 2008, Bapak Hisyam Haikal, di Surat Pembaca Detik.com. Tulisan berjudul &quot;Autisme melanda seluruh negeri&quot;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Istilah Autis yang mulai populer di kalangan pengguna Blackberry (BB Mania) untuk menggambarkan keasyikan mereka kalau sedang menggunakan BB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Iklan Indosat di Harian KOMPAS tanggal 26 April 2009 halaman 17 yang berbunyi: &quot;Sejak memakai Blackberry saya jadi suka autis. Namun ternyata menjadi &#39;autis&#39; itu sangat menyenangkan. Terima kasih kepada PT Indosat yang telah memberikan saya kesempatan menikmati BlackBerry Storm&quot; --Marcel(artist)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan kami, dengan himbauan ini mudah-mudahan tidak akan ada lagi yang menggunakan kata atau kondisi Autisme sebagai analogi dalam konotasi negatif untuk konsumsi publik di Media manapun. Dan kami akan terus konsisten melakukan surat himbauan semacam ini pada siapapun yang menggunakan kata &quot;Autisme&quot; sebagai analogi dalam konotasi negatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai mahluk ciptaan Tuhan, kami selalu berpendapat bahwa masing-masing individu pasti mempunyai sisi kelemahan sekaligus kelebihan, begitu juga anak/individu penyandang autistik ataupun anak berkebutuhan khusus lainnya, dan itu semua patut kita terima sekaligus hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Tuhan selalu memberi kekuatan pada orang tua yang dianugerahi anak penyandang spektrum Autisme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih atas perhatian Anda.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/1937498957407302186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/konotasi-negatif-kata-autis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/1937498957407302186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/1937498957407302186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/konotasi-negatif-kata-autis.html' title='Konotasi Negatif Kata Autis'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-3322086704701918760</id><published>2011-06-24T11:03:00.000+07:00</published><updated>2011-06-24T11:03:21.924+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Sekolah"/><title type='text'>Pengalaman Sekolah</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Pengalaman menyekolahkan anak ‘special need’ Oleh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mempunyai 2 anak dimana yang sulung (Andre, 8 tahun) sering sakit karena alergi debu dan gangguan pencernaan, dan anak bungsu (Thomas, 5 tahun) penyandang ASD (Autism Spectrum Disorder), sungguh ternyata tidak mudah. Salah satu kesulitan terbesar adalah mencari sekolah yang tepat untuk Thomas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya bersyukur sekali, bahwa akhirnya 6 bulan terakhir ini perkembangan di sekolah sangat besar, dibanding kondisi awalnya. Berjuang melawan autisme ibaratnya ikut lari maraton : jarak jauh (bisa bertahun-tahun) sehingga perlu persiapan, stamina dan strategi lari yang tepat, bertahap tapi konsisten. Setelah 3,5 tahun jadi peserta ‘maraton autisme’, kemajuan Thomas di sekolah menjadi reinforcement besar, obat kuat penambah semangat untuk terus ikut lari, tetap dalam barisan peserta maraton . . . walaupun garis finish belum terbayang.  Jalan mungkin masih sangat panjang, tapi lebih bersemangat karena ada harapan terus, buah-buah mulai terlihat…. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggal 20 Mei 2003, saya, guru kelas, konsultan (acara rutin PTCC : Parent-Teacher-Consultant Conference) dan juga guru pendamping (Shadow Aid) bertemu di sekolah untuk membahas perkembangan Thomas di kelas. Hasilnya sangat menggembirakan : bantuan Shadow Aid sudah sangat minimal, hanya diperlukan saat singing time (Thomas tidak terlalu suka nyanyi bersama). Selain itu, kontrol sudah di tangan 3 guru kelasnya. Guru juga sudah berkomunikasi dengan Thomas dengan nada suara biasa dan tanpa usaha ekstra untuk menarik perhatiannya. Bila tiba-tiba dia tersadar ada perubahan aktivitas, Thomas sudah bisa bertanya pada temannya, misalnya : ’kita mau ngapain?’ atau ‘kita mau kemana?’. Dia juga tidak segan-segan untuk minta bantuan temannya bila ada kesulitan. Walaupun sedang asyik mengerjakan aktivitas kesukaannya (origami, membaca buku), Thomas akan segera bergabung dengan teman-temannya untuk melakukan aktivitas baru lainnya. Menulis sudah lebih rapi, ada spasi. Kemampuan akademis tidak menjadi masalah, bahkan sering lebih bagus/cepat selesai dari teman-temannya. Yang menjadi ‘concern’ guru 2 minggu terakhir adalah Thomas tiba-tiba suka teriak, kadang tanpa sebab yang jelas.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulannya, Juli nanti Thomas benar-benar memenuhi syarat untuk naik ke TK B. Saat itu, tidak ada berita yang lebih menggembirakan lagi buat kami sekeluarga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggal 9 Juni saya menerima buku raportnya, dan progres Thomas lebih terlihat jelas dari kacamata sekolah. Kalau di akhir cawu I Thomas masih sangat perlu dibimbing untuk berkomunikasi dengan teman-temannya di kelas, di akhir cawu III bimbingan masih diperlukan untuk lebih memberikan fokus dan perhatian terhadap diskusi/presentasi yang diberikan secara group. Selain sudah bisa membaca buku cerita dalam bahasa Inggris dengan cukup lancar, dia juga sudah mulai mengerti penjelasan guru dalam kalimat bahasa Inggris yang cukup panjang. Kelemahan yang lain seperti menggambar, mewarnai, menggunting dan melipat sudah bisa diatasi. Kegiatan fieldtrip ke tempat2 umum (Planetarium, Kebun Binatang, Pemadam Kebakaran, dll) menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan buatnya. Yang masih menjadi kesulitan besar adalah mengikuti permainan2 olah raga atau gerak &amp;amp; lagu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua hasil ini berkat kerja sama yang baik antara Sekolah dan Team Terapis ABA (Konsultan, Case Manager, Terapis, Shadow Teacher/Aid). Sejak Oktober 2002 tercipta kerja sama itu dalam bentuk : Observasi di kelas, pencatatan Daily Log di kelas, Shadow Aid, dan PTCC secara rutin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang membuat kami terharu, guru-guru mau tahu lebih banyak tentang autis, semangat untuk ikut seminar/workshop autis, bahkan mau menerapkan apa yang mereka pelajari maupun yang disarankan oleh konsultan. Untuk mencapai tujuan, mereka juga meluangkan waktu untuk ‘playday’ khusus dengan Thomas.Waktu saya sharing di sekolah tentang makalah presentasi yang saya buat untuk eks kantor saya kerja (dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan public awareness tentang autism), hampir semua guru-guru di sekolah itu duduk selama 3 jam lebih, serius menyimak sharing. Banyak pertanyaan, cerminan rasa kepedulian mereka yang tinggi. Sungguh, di luar pengharapan saya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syukur pada Tuhan, perjuangan panjang mulai membuahkan hasil dan sejak pindah ke Bintaro kami dipertemukan dengan banyak orang-orang yang sangat membantu : guru-guru sekolah dan team terapis ABA yang lebih kooperatif, dan teman-teman special parent sesama peserta ‘maraton’. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua tahun, bahkan setahun yang lalu, hasil seperti ini sama sekali tidak terbayangkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menjalani terapi (ABA) selama 1.5 tahun, pada usia 3 tahun 3 bulan, kami putuskan untuk mencoba memasukkan Thomas ke play group, dengan suatu tujuan : belajar bersosialisasi (walau saat itu sebenarnya kami tidak begitu paham artinya sosialisasi). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah survey beberapa sekolah dan melalui sedikit test akademis, Thomas diterima di suatu sekolah umum di Jakarta Timur yang cukup besar, satu sekolah dengan kakaknya yang masuk kelas 1 SD.  Jumlah murid 35 anak dengan 2 guru, tetapi Shadow Aid diijinkan masuk ke kelas sampai Thomas dianggap bisa mandiri. Di sekolah itu hanya dia yang autis, tapi ada beberapa anak ADD atau ADHD di kelas lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami ceritakan kondisi Thomas apa adanya, dan bahwa sebenarnya masih membutuhkan banyak terapi, jadi minta diijinkan hanya bersekolah 2-3 hari dalam seminggu, sambil melihat perkembangannya. Dengan pendekatan yang baik, saya juga diijinkan untuk secara periodik merekam perkembangan Thomas di sekolah. Kepala sekolah juga sangat baik, cukup mau tahu tentang autis dengan membaca buku-buku atau makalah seminar yang saya fotocopy. Kadang mereka malah mereferensikan beberapa orang tua yang anaknya mengalami gangguan perkembangan untuk sekedar ngobrol dengan saya. Tetapi mungkin karena sibuk dengan pekerjaan, agak sulit untuk mengajak guru-guru ikut seminar/workshop tentang autis, atau untuk mengundang mereka ke rumah, walaupun mereka tertarik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seminggu sebelum sekolah mulai, saya drill Thomas soal makanan (karena diet Gluten dan Casein, CFGF). Dengan bantuan kakaknya, saya ajarkan untuk tidak ambil atau minta makanan orang lain. Hari pertama sekolah dia bilang ‘mau kue itu’ sambil menunjuk temannya yang bawa bekal biskuit Oreo (Oreo dulu jadi reward yang paling disukai kalau terapi). Saya jawab : ‘itu bukan punya Thomas’, dia menurut dan diam. Besoknya dia hanya melihat-lihat bekal teman-temannya sambil menelan ludah, tanpa mengucapkan apa-apa. Duh, rasanya saya yang tidak tahan….sangat tidak tega. Dengan mengingat bahwa terigu hanya akan menjadi racun/morfin buat Thomas, saya mencoba bertahan. Akhirnya sukses setelah 1 minggu, sampai sekarang dia tahu bahwa makanan tertentu dia tidak boleh makan, jadi bila ingin sesuatu dia akan tanya :’Thomas mau ini, boleh nggak?’. Di sekolah sekarang, bahkan teman-temannya yang suka dengan makanan ‘home-made’ Thomas. Kembang goyang kesukaannya, juga menjadi makanan favorit teman-teman dan guru-guru. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah 2 bulan sekolah, Thomas bisa ikut ‘antri’ dengan rapi, bahkan di gereja pernah mengikuti antrian untuk menerima berkat dari pastor, dan dia tetap rapi dalam barisan sampai kembali ke tempat semula tanpa didampingi. Kemajuan yang sangat membuat kami bahagia, kalau bukan di gereja rasanya saya mau bersorak atau menangis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelah itu kami jarang melihat kemajuan berarti yang lain, bahkan ilmu ‘antri’nya ikut hilang. Di kelas lebih banyak rewel dan menangis, kelihatan tersiksa terlalu lama di sekolah.  Saat guru bercerita di depan dan anak-anak duduk mengelilingi guru, Tom terlihat sangat tidak betah, seringkali rewel minta keluar atau pulang. Tiap pagi sebelum masuk kelas semua murid playgroup – TK berkumpul di aula untuk melakukan beberapa aktivitas bersama (nyanyi, mendengarkan cerita, senam, dll), baru berbaris masuk ke kelasnya di lantai 2. Saat-saat itu menjadi kegiatan yang paling tidak menyenangkan buatnya, hampir tidak ada aktivitas yang dia bisa ikuti atau nikmati.  Kalau sudah tidak tahan, dia rewel minta pulang, nangis atau teriak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini kami baru tahu, dulu banyak sekali persiapan yang kurang saat memasukkan Thomas sekolah playgroup di Jakarta Timur. Pertama, walau secara akademis diatas rata-rata teman sebaya, Thomas belum dipersiapkan dengan kemampuan mengikuti aktivitas rutin sekolah maupun (transisi) belajar dalam group. Kemampuan bantu dirinya juga masih kurang, sehingga sering ngompol atau pup di kelas. Dengan keterbatasan pengetahuan kami waktu itu, tanpa sadar prioritas terapi lebih mengejar kemampuan akademis. Kedua, ekspektasi kami sebagai orang tua tidak jelas, saya hanya coba-coba dan berharap sekolah bisa membantu banyak. Ketiga, sekolah itu sebenarnya memang kurang tepat untuk kondisi Thomas : kelas terlalu besar (2 guru 35 murid) seringkali suara guru bahkan tidak terdengar oleh Thomas, ruang kelas yang terbuka dengan banyak suara-suara dari luar menjadi gangguan besar buatnya, mainan yang sama tiap hari (dalam kotak besar) juga tidak cukup kuat menarik minat dan perhatiannya, serta keterbatasan tenaga guru untuk memberi perhatian ekstra buat Thomas. Keempat, tidak ada pihak ke-3 atau profesional yang membantu menjembatani kami dan pihak sekolah. Kelima, pertimbangan keuangan (saya sudah memutuskan berhenti kerja) juga membuat kami berpikir dua kali untuk menyediakan dana lebih untuk Thomas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi dengan keterbatasan pengetahuan, terapis yang jadi shadow aid dan berada tiap hari di kelaspun, tidak tahu persis apa tugas dan tanggung jawabnya, bagaimana cara bekerja sama yang efektif dengan guru-guru, dsb. Di daerah tempat tinggal saat itu juga tidak ada teman ‘seperjuangan’ yang bisa jadi tempat bertanya, dan tidak ada bantuan dari pusat terapi tentang bagaimana cara mempersiapkan dan mengatasi masalah di sekolah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Thomas, Andrepun tidak menikmati sekolahnya. Mungkin Andre termasuk anak dengan type belajar dominan kinestetis, yang sulit menerima pelajaran dengan metode klasikal dan serius, atau mungkin karena kurang perhatian dari ibunya, prestasi belajarnya pas-pasan. Perlu 5 jam untuk mengajari PPKN menjelang EHB, belum pelajaran yang lain. Hanya pelajaran agama yang lumayan, karena bisa diajarkan dengan menarik (misalnya main drama dengannya), sehingga cepat ‘dicerna’. Setelah tiap malam bersusah payah menidurkan mereka, pagi hari juga menjadi perjuangan untuk membangunkan &amp;amp; memotivasi ke 2 anak saya untuk bersekolah. Ada saja alasan Andre, yang pura-pura sakitlah, yang ngantuklah…. kalau Thomas hanya nangis, teriak-teriak ‘tidak mau sekolah’. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun itu juga adalah masa-masa paling berat me’manage’ beberapa macam terapi autis (ABA, Okupasi, Speech, diet CFGF, BT). Untuk bisa ketat menjalani diet CFGF, saya harus eksperimen makanan2 ‘halal’ untuk Thomas, padahal saya tidak bisa masak dan tidak suka ke dapur. Untuk sedikit mengerti Biomedical Treatment (BT), saya harus memaksa diri membaca literatur2 bahasa Inggris dengan banyak istilah medis. Sampai saat ini juga masih banyak yang tidak saya mengerti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungan dengan suami juga menjadi terganggu. Saya menjadi terlalu sensitif dan defensif, padahal kadang-kadang maksud suami hanya memberi saran atau bantuan. Karena sudah berhenti kerja, saya merasa benar-benar ‘terjebak’ di rumah, sibuk mengasihani diri sendiri, dan merasa paling malang sedunia. Syukur Tuhan memberikan suami yang dari dulu selalu berpikir positif, dialah yang selalu bisa mengingatkan saya untuk bisa bersyukur atas setiap kemajuan, walaupun sekecil apapun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya saya dan suami sepakat, untuk melakukan ‘sesuatu’ yang besar untuk merubah kondisi ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atas rekomendasi teman baik, di bulan Maret-April 2002 Thomas ‘trial’ di sebuah playgroup di Bintaro tiap hari Selasa dan Kamis. Perjalanan panjang (4 jam pulang pergi) dari Pulo Gebang - Bintaro, tapi untungnya Thomas bisa dan menikmati terapi di mobil. Ternyata Thomas sangat suka dengan sekolah barunya, tiap hari minta sekolah ke Bintaro. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya dan suami ambil keputusan ‘nekat’ dalam 2 minggu : pindah rumah ke Bintaro, cari rumah kontrakan. Banyak teman terkaget-kaget, bahkan kami sendiri juga kadang tidak habis pikir dengan keputusan kami dulu. Tapi mungkin sudah jalan Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya dan suami juga sepakat Andre harus mendapatkan sekolah yang bagus, sehingga saya bisa konsentrasi pada Thomas, tanpa ‘mengorbankan’ Andre. Syukurlah Andre sangat menyukai sekolah barunya, prestasinya cukup bagus tanpa saya sering ajari, dan kepercayaan dirinya meningkat pesat. Kalau dulu dia melabel dirinya hanya pintar gambar dan Thomas pintar matematika, sekarang semua pelajaran dia suka. Happy ending untuk Andre. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk Thomas, awal pindah ke sekolah baru (SS), saya minta dia tetap di Kindy (play group). Pertimbangannya, walaupun usia dan kemampuan akademis cukup untuk ke TKA, tujuan utama kami adalah bisa bersosialisasi dengan teman-temannya (social mainstream). Thomas masuk Kindy tanpa shadow aid, karena guru-gurunya confidence untuk mengatasi Thomas di kelas. Saya juga percaya saja, karena melihat mereka begitu cekatan dan kelihatannya tahu persis bagaimana mengatasi Thomas saat ngambek dan bagaimana cara menjawab pertanyaan teman-teman sekelas tentang perilaku Thomas yang kadang aneh buat mereka. Dan selama trial juga terbukti Thomas menikmati dan cukup bisa mengikuti pelajaran, walaupun bi-lingual. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah 2 bulan di Kindy, kami kembali bertemu guru dan kepala sekolah untuk membicarakan perkembangannya. Thomas disarankan mencoba ke TKA, karena secara akademis jauh diatas teman-temannya, sehingga setelah lebih dulu selesai mengerjakan tugas, dia selalu minta tugas tambahan atau mengganggu teman-teman dengan perilakunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya naiklah Thomas ke TKA dan masalah akademis cukup teratasi. Teman-teman barunya yang mungkin karena lebih dewasa daripada di Kindy, ternyata lebih bisa menerima, menyayangi dan sangat memperhatikan Thomas. Pada akhirnya peranan mereka memang sangat besar, karena mulai Januari 2003, ‘social influence’ dari mereka sangat besar buat Thomas. Untuk mengatasi kelemahan Thomas (misalnya naik lift dan takut suara keras) bahkan berhasil dengan mengikut sertakan mereka dalam outdoor terapi dan playday. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesediaan sekolah SS untuk menerima dan membantu Thomas sangat besar, tetapi ‘skill’ mereka untuk mengatasi special need masih terbatas, bahkan Thomas murid spesial satu-satunya. Masalah tersebut terlihat saat konsultan ABA bisa menjalin kerjasama dengan sekolah. Aktivitas Thomas di kelas direkam selama 1 minggu dengan camcorder, dan dianalisa. Walaupun jauh lebih baik dibanding di sekolah lama, ternyata masih banyak perilaku Thomas yang ‘inappropriate’, tidur-tiduran di lantai sementara teman-temannya bernyanyi, pipis/pup di kelas, tertawa sendiri, sering bengong, dll. Interaksi dengan guru maupun teman juga sangat minim. Sebenarnya, kalau tidak ada intervensi pihak ke –3, saya sudah jauh lebih puas melihat kemajuan Thomas sejak sekolah di SS. Yang paling terlihat, dia sangat suka sekolah barunya, dan saya percaya kalau anak-anak belajar dengan senang, pasti banyak yang dia bisa pelajari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untungnya, guru-guru di SS sangat rendah hati sekaligus semangat tinggi untuk membantu Thomas: saran untuk ada Shadow Aid di kelas diterima. Berdasarkan hasil observasi dan pertemuan rutin dengan guru-guru, di rumah dibuatkan program-program sekolah (school program) yang didesain khusus untuk mendukung perkembangan di kelas. Salah satunya pernah diterapkan 5-10 menit pelajaran tambahan sebelum masuk kelas, khusus untuk pelajaran baru yang Thomas belum tahu, supaya dia confidence di kelas. Tapi setelah ‘social influence’ mulai kuat (hal yang sangat menggembirakan, karena berarti Thomas mulai ‘keluar’ dari dunia autisnya), program ini distop karena Thomas tidak ‘nyaman’ lagi berada sendiri di kelas, sementara teman-temannya masih main di luar. Yang terjadi dia ajak temannya masuk ke kelas, atau dia nyusul main ke playground. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebisa mungkin pelajaran baru yang akan diberikan, diinformasikan dulu oleh guru, untuk kami ajarkan dulu di rumah. Kalaupun ada yang terlewat, pelajaran-pelajaran itu diulang lagi di rumah sampai Thomas bisa, tetap dengan suasana seperti di kelas. Ruang keluarga di lantai atas bahkan diatur mirip dengan suasana kelasnya, kadang-kadang kami undang teman sekelasnya untuk main ‘sekolah-sekolahan’ di rumah. Secara periodik ada observasi di sekolah, pertemuan dengan guru dan konsultan (PTCC), dan playday baik dengan teman sekelas maupun dengan gurunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Program-program terapi ABA dirancang ulang dengan prioritas mengatasi kelemahan utama Thomas, misalnya Attending Skill dan Social Skill, untuk meningkatkan interaksi dengan teman-teman dan gurunya di sekolah. Kalau sebelumnya dia selalu minta bantuan shadow aid-nya, pelan-pelan diarahkan untuk minta bantuan guru. Setelah beberapa lama mulai biasa berinteraksi dengan guru, secara bertahap mulai dipindahkan ke teman sekelas. Jadi kalau ada yang tidak jelas, atau dia ketinggalan ‘berita’ dari guru,  Thomas diarahkan untuk bertanya pada teman terdekatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah karena memang kurang suka nyanyi atau ada hubungannya dengan masalah sensory, Thomas sulit sekali mengikuti aktivitas nyanyi bersama di kelas, walau bisa bernyanyi sendiri dengan cukup keras dan bagus untuk beberapa lagu yang dia suka. Sampai sekarang ‘nyanyi bersama’ masih menjadi salah satu program terapi di rumah, kadang-kadang dengan mengundang teman sekelas atau salah satu gurunya. Pada acara performance akhir cawu I, sementara teman-temannya bernyanyi bersama, Thomas masih asyik sendiri, kadang keluar dari kelompoknya. Pada acara Idul Fitri &amp;amp; Natal bersama, karena masih sulit dengan aktivitas kelompok, Thomas diminta membaca puisi ‘Christmas Day’ sendirian, cukup berhasil dengan latihan intensif selama 2 minggu. Dan di akhir cawu III, Thomas sudah bisa ikut acara gerak &amp;amp; lagu (Makarena) dalam kelompok. Dia selalu berusaha mengikuti gerakan teman-temannya, walau kadang-kadang masih ketinggalan dan sedikit dibantu shadow aid. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemajuan yang luar biasa menggembirakan kami, karena di awal cawu I Thomas masih sangat tenggelam di dunia sendiri. Sampai sekarang shadow aid masih berada di kelas, tetapi selain membantu dalam aktivitas nyanyi bersama atau mendampingi acara-acara fieldtrip, tugas selebihnya hanya mencatat daily log dan memastikan Thomas makin mandiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah sharing saya tentang pengalaman pribadi menyekolahkan Thomas. Buat kami sekeluarga semua hal di atas adalah kemajuan besar, sesuatu yang sangat patut disyukuri. Tetapi mungkin, bahkan pasti, tidak sama dengan keluarga lain, karena memang kondisi awal anak berbeda-beda.  Sudah pasti cara penanganan yang paling tepat untuk tiap anak pasti berbeda. Yang mestinya sama bahwa pengaruhnya sangat besar untuk kemajuan tiap anak adalah komunikasi dan kerja sama yang baik dengan suami/istri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila pengalaman diatas saya rangkum jadi satu, jadilah variabel-variabel yang menurut saya harus benar-benar direncanakan, dipersiapkan dan dipertimbangkan untuk mencapai hasil terbaik di sekolah, khususnya buat anak-anak dengan special need  : &lt;br /&gt;
Kesiapan anak (sebagian besar bisa diperoleh dari terapi ABA, Speech, dan Okupasi): &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Kemampuan bantu diri &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Kemampuan akademis yang cukup &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Kemampuan bersosialisasi &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Komunikasi fungsional &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Transisi belajar dalam group dan melakukan kegiatan rutin &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Masalah lain (sensory, Fine/Gross Motor, Medical, Diet, dll) &lt;br /&gt;
Kesiapan orang tua : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Ekspektasi / pengharapan yang jelas dan realistis &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Mental, fisik, knowledge dan skill &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Kerja sama / kesepakatan untuk mengusahakan yang terbaik, termasuk dana ekstra untuk pendidikan, SDM, dan materi-materi pendukung &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Manajemen dengan kebutuhan lain (sibling &amp;amp; anggota keluarga lain, nafkah, dll) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesiapan / kecocokan sekolah : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Sumber Daya Manusia (knowlegde, skill, attitude) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Fisik (bangunan, tata ruang kelas, mainan, dll) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Metode pengajaran, materi, misi sekolah &lt;br /&gt;
Bantuan Pihak ke-3 (profesional) : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Behaviorist (terapis, konsultan), terapist okupasi, speech, dll &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Dokter, Psikiater, Clinical Psi. &lt;br /&gt;
Bantuan Tuhan, Sang Pemilik Sejati dari ‘special child’, untuk memberikan pada kita : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Kebijaksanaan untuk mengambil keputusan dengan tepat &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Bimbingan dan petunjuk untuk mempersiapkan no 1 s/d 4 di atas &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Ketaatan dan kekuatan untuk tetap menjalankan tugas sebagai ‘special parent’ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Iman bahwa Dia maha tahu dan pasti memberikan yang terbaik buat kita &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·                     Kerendahan hati bahwa Dialah satu-satunya tempat bergantung yang paling tepat &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buat kami, jalan mungkin masih panjang, bahkan masih banyak PR di luar masalah sekolahnya. Saat ini kami juga belum tahu SD mana yang paling tepat untuk Thomas nanti, tapi pengalaman di atas sangat menguatkan hati. Harapan kami tahun depan, selain bisa mendapatkan SD yang tepat (tidak harus besar, megah atau hebat), Thomas juga sudah jauh lebih mandiri, terapi-terapi jauh berkurang, dan kami mulai bisa kembali hidup ‘normal’. Tentunya hidup kami akan lebih ‘kaya dan bermakna’, karena Tuhan memberi kami kepercayaan dan pengalaman ‘spesial’ membesarkan special child.&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/3322086704701918760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/pengalaman-sekolah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/3322086704701918760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/3322086704701918760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/pengalaman-sekolah.html' title='Pengalaman Sekolah'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-1018428074403503745</id><published>2011-06-24T10:58:00.000+07:00</published><updated>2011-06-24T10:58:34.422+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Kesehatan"/><title type='text'>Perkembangan Seksualitas</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;SEKSUALITAS &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
pada individu autis remaja &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai masyarakat timur, seringkali kita merasa sungkan membicarakan masalah seksualitas. Apalagi pada individu autis, yang memang memerlukan penanganan khusus. Selain sungkan, kebanyakan orang tua juga tidak sanggup menghadapi rangkaian masalah yang harus dihadapi di kemudian hari dan memilih untuk menyimpan masalah itu hingga saat-saat terakhir. Padahal justru peran orang tua di masa kanak anak sangatlah menentukan dalam mempersiapkan anak-anak autis ini menghadapi masa-masa remaja dan masa dewasa mereka. Tanpa persiapan dan penjelasan sebelumnya, anak autis bingung dan cemas menghadapi perubahan fisik dalam diri mereka atau terlanjur menjadi korban penanganan lingkungan yang kurang bertanggung jawab. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BATASAN &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Individu autis adalah individu yang sudah mendapat diagnosa sebagai memiliki gangguan per-kembangan autisme sebelum usia 3 tahun, dengan manifestasi gangguan komunikasi, gangguan perilaku dan gangguan interaksi. Kadang mereka juga memiliki masalah lain seperti masalah makan, masalah tidur, gangguan sensoris dan sebagainya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa remaja autis, berawal pada usia yang berbeda-beda pada setiap individu. Ada yang sudah mengalami perubahan fisik dan dorongan seksual sejak usia 8 tahun, sementara yang lain terjadi sekitar usia 13-18 tahun. Bahkan ada pula yang hingga awal usia 20-an tidak menunjukkan minat yang berarti. Adams (2000) menyebutkan bahwa diskusi awal mengenai topik ini sudah seharusnya dimulai saat anak berusia 10 tahun, kecuali anak tampak memiliki kebutuhan untuk itu di usia lebih dini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang jelas, penelitian menunjukkan bahwa pada individu dengan kebutuhan khusus (special needs individuals) juga terjadi perkembangan yang kurang lebih sama dengan individu yang tidak mengalami gangguan perkembangan. Mereka mengalami perubahan emosional, fisik dan sosial yang hampir sama. Perubahan fisik mereka antara lain: mulai tumbuh rambut di wajah, ketiak dan di daerah kemaluan, terjadi perubahan pertumbuhan rambut di seluruh tubuh, perubahan suara pria, wanita mulai menstruasi. Meski demikian, perubahan emosional bagi anak dengan kebutuhan khusus (termasuk autism) prosesnya cenderung lebih sulit karena minat mereka terhadap lawan jenis sering ditentang oleh lingkungan (Schwier&amp;amp;Hingsburger, 2000) sehingga tidak ada informasi yang jelas. Atau, sebaliknya, mereka justru menarik diri sama sekali dari pergaulan karena tidak mampu menterjemahkan begitu banyak ‘pesan tersirat’ dan aturan sosial yang membingungkan. Temple Grandin dalam salah satu bukunya bahkan menuturkan bahwa ia memutuskan untuk hidup lajang (=celibacy) agar terhindar dari situasi sosial yang begitu rumit dan sulit ia atasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seksualitas adalah integrasi dari perasaan, kebutuhan dan hasrat yang membentuk kepribadian unik seseorang, mengungkapkan kecenderungan seseorang untuk menjadi pria atau wanita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seks, sebaliknya, biasanya hanya didefinisikan sebagai jenis kelamin (pria atau wanita); atau kegiatan atau aktifitas dari hubungan fisik seks itu sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam makalah ini, seksualitas dibatasi sebagai pikiran, perasaan, sikap dan perilaku seseorang terhadap dirinya sendiri. (Schwier &amp;amp; Hingsburger, 2000).  Dengan demikian, bukan kegiatan hubungan seks yang akan dibahas, tapi bagaimana membantu anak autis memahami seksualitas secara keseluruhan agar ia berkembang sebagai pribadi yang ‘utuh’ dan ‘mandiri’. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seksualitas mencakup banyak faktor dan tidak bisa dilihat secara terpisah. Untuk dapat memahami seksualitas, kita harus memahami cinta kasih. Untuk dapat memahami cinta-kasih, kita harus memahami keterikatan (=bonding). Memahami ‘keterikatan’, kita harus memahami arti cinta tanpa pamrih. Dan tentu saja, untuk dapat memahami arti cinta tanpa pamrih, kita harus pernah merasakannya. (Schwier&amp;amp;Hingsburger, 2000). Sayangnya bagi individu dengan kebutuhan khusus ini, seringkali mereka kurang mendapatkan perlakuan penuh kasih dari lingkungan terdekatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ada penelitian yang menunjukkan bahwa lingkungan lebih tertarik kepada bayi atau balita yang lucu, menggemaskan dan berespons dengan baik; tapi kurang tertarik kepada mereka yang kurang menarik. Apalagi anak autis seringkali kurang mampu berkomunikasi atau berespons sehingga lingkungan berasumsi bahwa anak-anak ini juga tidak paham stimulasi atau percakapan. Lingkungan lalu memutuskan untuk tidak mengajak bicara anak-anak ini, dengan pemikiran yang sangat sederhana “mereka ‘kan tidak mengerti”. Seringkali kesempatan anak-anak dengan kebutuhan khusus ini untuk bergaul dengan teman sebaya juga terbatas, sehingga mereka tidak punya pengalaman bergaul yang cukup untuk membentuk hubungan emosional yang sehat sesuai usia mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SEKSUALITAS  PADA INDIVIDU AUTISTIC SPECTRUM DISORDER &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain gangguan perilaku dan gangguan komunikasi, masalah individu autis adalah dalam membentuk interaksi dengan orang lain. Masalah interaksi ini (DSM IV- R-2000), termanifestasi dalam bentuk gangguan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-       kesulitan dalam menggunakan perilaku non-verbal seperti kontak mata, ekspresi wajah, postur tubuh, dan isyarat untuk mengatur hubungan sosial &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-       kesulitan membentuk hubungan dengan teman sebaya yang sesuai dengan tahap perkembangannya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-       ketidak-mampuan untuk secara spontan mencari orang lain untuk tujuan berbagi kesenangan, minat atau keberhasilan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-       ketidak-mampuan membentuk hubungan sosio-emosional yang timbal balik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dewey and Everad (1974) menjelaskan bahwa individu autis bisa merasa tertarik pada orang lain, tapi gaya ekspresi seksualitas mereka seringkali naif, tidak matang dan tidak sesuai dengan usianya. Gangguan autism mereka tampaknya menghambat mereka dalam memahami sinyal-sinyal tersirat yang selalu ada dalam hubungan antar manusia. Jadi meskipun mereka mengalami perkembangan fisik yang kurang lebih sama dengan anak lain seusianya, tapi perkembangan emosi dan ketrampilan sosial mereka yang tidak berimbang cenderung menghambat mereka untuk berinteraksi secara positif dan efektif dengan orang lain (dalam hal ini lawan jenis). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temple Grandin menjelaskan bahwa interaksi sosial yang bagi orang lain merupakan sesuatu yang terjadi secara alamiah, baginya adalah hal yang paling sulit untuk ia pahami. Ia harus belajar melalui cara yang ‘coba-salah’ (=trial error) karena ia tidak paham harus berbuat apa. Bagi dia, manusia sulit ditebak, respons emosinya sangat rumit dan bergradasi, dan reaksi atas stimulus cenderung berubah-ubah. Ia harus terus menerus menalar interaksi sosial. Bahkan hingga kini, hubungan antar pribadi adalah hal yang tidak dipahami oleh Grandin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mempermudah dirinya sendiri, Grandin mengembangkan sistim untuk memahami interaksi sosial, yang ia sebut “Sins of the System”, yang terbagi atas 4 kelompok: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~      Really bad things. Misal: membunuh, membakar, mencuri dan berbagai larangan lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~      Courtesy rules. Misal: tidak menerobos antrian, aturan saat makan, mengucapkan terima kasih,        menjaga kebersihan diri. Hal-hal yang penting untuk membuat orang lain merasa nyaman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~      Illegal but not bad. Misal: sedikit ngebut di jalan raya, parkir di tempat terlarang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~      Sins of the System (SOS). Misal: mengisap ganja, masuk penjara selama 10 tahun, dan perilaku seksual yang menyimpang. SOS adalah penalti yang sangat parah sehingga mengalahkan semua llogika. Kadang penalti untuk perilaku seksual menyimpang lebih parah daripada untuk pembunuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Grandin sangat bingung akan muatan ‘emosional’ yang terkandung dalam aturan-aturan hubungan antar pribadi, ia bahkan tidak berani membicarakannya karena takut melanggar SOS. Grandin paham bahwa aturan SOS di sebuah lingkungan bisa diartikan sebagai perilaku yang dapat diterima, sementara di lingkungan yang berbeda belum tentu (standard di setiap lingkungan tidak sama). Sementara itu, 3 aturan lain lebih bersifat permanen dan berlaku pada semua lingkungan sehingga bisa lebih dimengerti oleh Grandin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekhawatiran Grandin melanggar SOS membuatnya memilih untuk hidup melajang. Menurut Grandin, ia terhindar dari aneka masalah karena pilihannya tersebut. Grandin menganjurkan individu lain dengan autism untuk memahami bahwa “perilaku tertentu tidak bisa ditoleransi”. Karena itu, biasanya individu autis memutuskan untuk hidup melajang, atau bila memutuskan untuk menikah sekalipun, biasanya menikah dengan pasangan yang memiliki gangguan serupa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Grandin, sebuah survei atas 63 anak autis menunjukkan bahwa tidak satupun dari mereka menikah saat sudah dewasa (Rutter 1970). Kanner (1972) melakukan survei serupa pada 96 anak autis, tidak satupun secara bersungguh-sungguh memikirkan kemungkinan untuk menikah. Pada survei lain, 21 anak HFA (high-functioning autism) ditanya mengenai pengetahuan mereka, pengalaman dan keinginan mereka sehubungan dengan seksualitas (Ousley&amp;amp;Mezibov 1992). Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak frustrasi pada pria autis dewasa karena perbedaan antara minat terhadap aktifitas seksual dan pengalaman seksual mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa frustrasi tersebut tentu saja tidak sehat, apalagi bila anak bingung oleh berbagai perubahan fisik dan hormon dalam dirinya. Karena itu penting sekali memberikan informasi positif mengenai seksualitas sejak usia dini. Pendidikan seks yang terus menerus juga akan membantu mengurangi stres dan perasaan terisolir yang biasanya muncul pada individu autis remaja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dapat disimpulkan bahwa perilaku seksual individu autis sebenarnya tidak terganggu, tapi ekspresi mereka yang mencerminkan ketidak-matangan perkembangan sosial dan emosional mereka. Fakta membuktikan, individu autis mengembangkan perilaku seksual yang tidak seharusnya karena ketidak-mampuan mereka memahami norma dan aturan sosial, dan karena ketidak mampuan mereka berkomunikasi dengan efektif serta membentuk hubungan timbal balik. Pada saat bersamaan, kesulitan mereka dalam membayangkan berbagai hal membuat mereka mengalami kesulitan berfantasi sehingga pada akhirnya memerlukan rangsangan khusus sebagai upaya membantu memberi kepuasan pada kebutuhan seksual mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PENDIDIKAN SEKSUALITAS BAGI INDIVIDU AUTIS &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Adams (1997), tujuan pendidikan seks bagi individu autis adalah untuk membuat individu: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        sadar dan menghargai ciri seksualitas diri sendiri &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        memahami perbedaan mendasar antara anatomi pria dan wanita, serta peran masing-masing jender dalam reproduksi manusia &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        mengerti perubahan fisik dan emosi yang akan dialaminya, termasuk masalah-masalah        &lt;br /&gt;
seperti menstruasi, mimpi basah, perasaan yang berubah-ubah, tumbuhnya bulu di &lt;br /&gt;
sekujur tubuh, perubahan bau badan dsb. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        memahami bahwa tidak ada seorangpun punya hak melakukan tindakan seksual atas dirinya tanpa izin &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        memahami tanggung jawab yang terlibat bila kita memiliki keturunan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        memahami bahwa cara-cara kontrol kelahiran (metode keluarga berencana) harus dilakukan, kecuali anak memang dikehendaki dan dapat dirawat dengan baik serta bertanggung jawab &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        memahami peran dan tanggung jawabnya dalam menjaga kesehatan diri dan orang lain &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        tahu dan dapat mencari bantuan untuk masalah-masalah tertentu bilamana diperlukan (manakala terjadi pelecehan atau penularan penyakit) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        memahami makna norma masyarakat mengenai perilaku seksual yang pantas di    &lt;br /&gt;
lingkungannya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil mengingatkan bahwa setiap individu berbeda, Schwier &amp;amp; Hingsburger (2000) mengusulkan untuk mengajarkan beberapa hal sesuai usia mental anak: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
◇           Antara 3-9 tahun &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Beda laki dan perempuan (anatomi, kebiasaan, emosi, tuntutan  lingkungan dsb) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Beda tempat publik dan pribadi, nama anggota badan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Proses kelahiran bayi &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
◇           Antara 9-15 tahun &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Menstruasi &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Mimpi basah &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Perubahan fisik lainnya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Cara mengenali dan mengatakan ‘tidak’ pada sentuhan seksual oleh orang lain &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Proses ‘pembuahan’ yang menghasilkan bayi &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Perasaan dan dorongan seksual &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Masturbasi &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
◇           Usia 16 tahun dan lebih &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Proses terjadinya hubungan antar pribadi &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Proses berkembangnya dorongan seksual dan bagaimana mengatasinya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Homoseksualitas (perasaan senang pada teman sejenis) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Beda antara cinta kasih dan hubungan seks &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Hukum dan konsekuensi dari menyentuh orang lain secara seksual &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Pencegahan kehamilan, metode keluarga berencana &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Penularan penyakit seksual &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-        Tanggung jawab perkawinan dan memiliki anak &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada 2 (dua) jenis pengarahan yang diperlukan anak sehubungan dengan topik di atas, yaitu: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.    Anak harus tahu batasan hal-hal yang boleh atau tidak boleh dari perilakunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misal: tidak boleh membuka baju di depan orang lain, bagian tubuh mana dari orang lain yang masih pantas untuk disentuh (tangan, bahu), atau bagaimana menjaga kebersihan tubuh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.    Anak harus diajarkan dasar-dasar ketrampilan sosial. Tanpa dasar seperti ini, ia akan sulit memasuki tahapan yang lebih rumit dari hubungan antar manusia seperti persahabatan, cinta, perkawinan, sampai ke hubungan seks. Biasanya individu tersebut sendiri yang menunjukkan apakah ia memiliki kebutuhan untuk sekedar berteman atau membentuk hubungan antar individu yang lebih rumit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menetapkan kebutuhan pengajaran pada anak, diperlukan pengamatan intensif. Misal: Anto disuruh teman-teman sebayanya mendatangi seorang gadis dan menyentuh dada gadis tersebut. Atau, Ali yang berdiri di kamar mandi dan buang air kecil dengan celana yang diturunkan hingga ke mata kaki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekilas tampaknya perilaku-perilaku tersebut tergolong perilaku seksual yang tidak pantas, tapi sesungguhnya lebih mewakili ketidak tahuan anak akan ‘hukum aturan sosial’ yang berlaku. Anto tidak tahu bahwa tidak boleh asal menyentuh dada gadis, sementara Ali juga tidak tahu bagaimana buang air kecil yang sepantasnya bagi pria dewasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak cukup hanya meminta anak membedakan bagian tubuh atau memahami bagaimana bayi terjadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penting mengintegrasikan aspek fisik, emosi dan sosial pada saat mengajarkan beberapa hal di atas. Anak harus mengerti sikap, nilai dan ketrampilan dasar tertentu untuk dapat berespons pada situasi yang berbeda-beda. Misalnya ketika belajar mengenai payudara-nya sendiri, seorang anak gadis harus tahu bahwa: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~      Payudara memiliki tujuan estetika dan tujuan fungsi (aspek fisik) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~      Payudara adalah bagian tubuh yang ‘pribadi’ (aspek sosial) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~      Tidak nyaman membicarakan bagian-bagian tubuh pribadi begini, maka penting menemukan seseorang yang bersedia menjawab pertanyaan dan masalah (aspek sosial) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~      Banyak cara menolak upaya-upaya yang tidak diinginkan bila seseorang berusaha menyentuh payudaranya (ketrampilan) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~      Kalau ada orang lain berusaha menyentuh payudaranya, ia mungkin akan merasa tidak nyaman (aspek emosional). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain pengertian tentang perubahan fisik, aspek sosial, ketrampilan dan emosional; penting mengembangkan perasaan positif terhadap diri sendiri ( = self love &amp;amp; self acceptance ). Perasaan positif terhadap diri sendiri ini sangat penting dan menentukan. Beberapa kasus membuktikan kemungkinan yang sangat memprihatinkan bila seorang individu tidak merasa diterima apa adanya. Misal: Seorang wanita tidak suka penampilan dan dirinya sendiri. Begitu bencinya ia pada dirinya sendiri, sehingga ia bahkan tidak bisa bercermin. Setiap kali ia melihat bayangan dirinya sendiri, ia akan memukuli dirinya. Atau wanita lain yang hanya bisa berbisik ketika diminta menjawab pertanyaan orang lain. Atau wanita lain yang begitu saja membiarkan dirinya dijadikan obyek oleh laki-laki karena mendambakan kemungkinan melupakan bahwa dirinya ‘tidak menarik’ sehingga bahkan pelecehan atas dirinya ia biarkan saja karena ia artikan sebagai bentuk perhatian dari seseorang terhadap dirinya.Yang penting adalah memperhatikan tingkat pemahaman, kemampuan berbahasa, tingkat fungsi sosial, perilaku dan kematangan emosi setiap individu sehingga materi pengajaran juga dapat disesuaikan dengan kondisi anak.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TIPS BAGI ORANG TUA DALAM MENGAJARKAN SEKSUALITAS &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang tua adalah pihak yang bertanggung jawab atas proses pengajaran seksualitas pada anak. Bagaimanapun, rumah adalah daerah ‘pribadi’ dimana anak diharapkan mengekspresikan kebutuhan seksualitasnya. Orang tua berkesempatan memperkenalkan nama anggota tubuh melalui kegiatan sehari-hari, orang tua bisa membentuk rutinitas kebiasaan anak sehingga anak paham konsep-konsep ‘publik’ versus ‘pribadi’, orang tua dan saudara kandung juga bisa menjadi model perilaku bagi anak. Selain itu, orang tua juga harus dilibatkan karena banyak pertimbangan nilai moral yang perlu diputuskan sebelum langkah-langkah penanganan bisa diambil. Misal: bagaimana mensikapi kebutuhan anak akan ekspresi seksualitas, apakah seorang anak diperbolehkan masturbasi atau tidak, akan sangat tergantung pada pandangan orang tua.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahaya pelecehan seksual oleh orang lain di luar keluarga juga menjadi alasan mengapa persiapan menghadapi masa remaja menjadi tanggung jawab orang tua. Bahaya tersebut tidak hanya dirasakan oleh orang tua anak perempuan, tetapi juga oleh orang tua anak laki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendidikan dan informasi mengenai seksual bagi anak autis ini sebaiknya juga memperhatikan masalah kecemasan individual, terutama yang berhubungan dengan perubahan fisik dan emosi mereka. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat merancang pendidikan seks bagi individu autis adalah untuk: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-    sebanyak mungkin menggunakan alat bantu visual &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-    membagi informasi atau penjelasan rumit ke dalam beberapa bagian yang lebih dapat dicerna anak &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-    memberikan penguat perilaku terutama untuk aturan-aturan dan struktur yang berhubungan dengan masalah seksualitas, misal: tentang bagian tubuh yang publik dan pribadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gaya dalam mengajarkan konsep-konsep ketrampilan sosial, kesehatan, pendidikan seks dan pendidikan mengenai hubungan antar individu yang rumit, harus melalui strategi dan instruksi yang sudah terbukti berhasil bagi individu tersebut, antara lain melalui (Adams, 1997): &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•         penjelasan singkat dan harafiah, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•         contoh-contoh konkrit, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•         saat-saat belajar yang ‘tidak sengaja’, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•         cerita sosial (=social stories), &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•         pengulangan, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•         bermain peran (=role play), &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•         tugas per langkah yang dipasangkan dengan alat bantu visual, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•         ‘errorless teaching’, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•         latihan memasangkan gambar dengan tulisan,  dan sebagainya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, penguat perilaku positif dan sikap menerima keadaan anak apa adanya adalah dasar paling penting bagi pendidikan seksualitas yang efektif efisien bagi anak-anak autis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses pengajaran berbagai konsep abstrak (antara lain: ‘publik’ dan ‘pribadi’) paling efektif dilakukan melalui teknik: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•         modeling  (memberikan contoh) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•         penjelasan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•         pengulangan (terus menerus) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misal: mengajarkan cara berpakaian, lakukan di tempat pribadi. Tutup pintu kamar mandi atau kamar tidur dan jelaskan kepada anak bahwa ini adalah perilaku yang pribadi, jadi kita harus tutup pintu. Kalau anak melakukan kekeliruan dan, misalnya, menyentuh kelaminnya di supermarket ketika sedang menimbang buah, langsung katakan dengan suara yang tenang, “Menyentuh diri sendiri juga perilaku pribadi. Kita tidak menyentuh bagian tubuh pribadi di tempat umum.”  Kalau tidak mungkin menarik anak ke daerah yang tertutup, coba alihkan perhatiannya ke hal lain dan diskusikan masalah ini begitu Anda sampai di rumah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberikan contoh adalah hal penting, karena itu orang tua dan lingkungan individu autis juga harus menjaga sikap mereka untuk dapat menghasilkan individu autis dewasa yang bertanggung jawab. Bila orang lain di rumah mondar-mandir tanpa baju yang pantas, tentu saja sulit memberi pengarahan pada anak autis untuk berpakaian secara rapi sebelum keluar dari kamar. Atau bila ibu keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk yang dililitkan, bagaimana pula anak paham bahwa ia harus berpakaian sebelum keluar dari kamar mandi? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengajarkan konsep “apa”, lalu “kapan” dan “dimana” relatif lebih mudah dibanding mengajarkan “bagaimana” – yaitu dimana anak diajarkan untuk mengaplikasikan pengetahuan mengenai ketrampilan sosial dan seksualitasnya dalam situasi-situasi aktual. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai pengajaran bagi individu dengan kebutuhan khusus yang bisa membantu mereka menyelesaikan masalah ‘pelecehan seksual’ adalah rumus sederhana berikut:  No-Go-Tell. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.    Mengatakan “Tidak” bukan hal mudah bagi seorang remaja yang didatangi orang lain yang lebih dari dia (lebih kuat, lebih tua, lebih matang, lebih percaya diri, lebih cerdas). Anak harus paham bahwa pribadi berarti tubuhnya adalah miliknya, dan tidak ada orang lain yang boleh asal sentuh bagian tubuhnya tanpa izinnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.    Pergi, menuntut individu untuk mendobrak sesuatu. Dalam situasi yang penuh ketegangan, biasanya anak ditekan untuk melakukan sesuatu, bagaimana melakukannya, dan tidak boleh bilang-bilang. Untuk bisa pergi dari situasi seperti itu atau berusaha untuk lari, menuntut anak untuk paham bahwa tidak semua perintah harus dituruti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.    Mengatakan pada orang lain (=lapor), menuntut seseorang untuk melanggar janji atau melawan ancaman. Tidak mudah karena biasanya anak-anak ini berada di bawah tekanan dan kontrol dari jauh melalui ancaman. Untuk dapat melapor, anak harus paham bahwa ia yang menentukan fakta apa bisa dikatakan sebagai rahasia, dan ia yang menetapkan fakta apa yang bisa digolongkan sebagai ‘aman’. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, KAPAN kita mulai proses pendidikan seksualitas ini ? Mengingat bahwa seksualitas mencakup begitu banyak aspek (pikiran, perasaan, sikap dan perilaku seseorang terhadap dirinya), maka proses pengajaran sudah seharusnya dimulai sejak  usia dini. Setidaknya anak sudah dibekali mengenai aturan dan norma sosial yang berlaku yang membedakan antara sikap, perilaku pria &amp;amp; wanita dari yang paling sederhana (anatomi berbeda, toilet berbeda dsb) hingga yang paling abstrak (tanggung jawab dan kodrat). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendidikan seksual merupakan sebuah proses berkesinambungan, berawal dari masa kanak hingga masa dewasa. Tujuan pendidikan seksualitas bukan agar individu dapat info sebanyak mungkin, tetapi untuk dapat menggunakan informasi secara lebih fungsional. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengupayakan proses pendidikan seksualitas yang memiliki hambatan minimal, ada beberapa prinsip yang bisa dijadikan acuan dalam bertindak (Spragg, 2001): &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.   Ciptakan suasana keterbukaan sehingga anak tidak sungkan bertanya mengenai masalah seksualitas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila sikap kita menyiratkan “tabu”, atau “enggan”, maka anak lebih mendengarkan informasi dari luar rumah, yang mungkin saja tidak sesuai dengan apa yang seharusnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.   Bila anak tampak tertarik dengan topik ini, gunakan saat tersebut untuk masuk ke dalam pembahasan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya bila ia mulai memperhatikan kehamilan, orang menyusui, perbedaan wanita &amp;amp; pria, dan sebagainya. Sebaliknya, bila anak tampak tidak menunjukkan tanda-tanda ketertarikan, ini bukan alasan bagi kita untuk menunda diskusi mengenai masalah seksualitas. Bisa saja ia tidak tampak tertarik karena ia tidak percaya diri atau tidak yakin. Kita tidak bisa mengelak, karena perkembangan fisiknya segera akan membuatnya tersadar akan perubahan tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.   Berikan informasi dasar yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan komunikasinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya, informasi mencakup anatomi, konsep bagian badan ‘pribadi’, sentuhan baik &amp;gt;&amp;lt; buruk, masturbasi, hubungan antara jender sejenis dan lawan jenis dan sebagainya. Berikan informasi dalam bentuk yang dapat ia pahami. Tentu saja tingkat pemahaman akan sangat mempengaruhi. Hindari memberikan informasi yang terlalu banyak, tidak perlu atau tidak mereka pahami. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.   Gunakan strategi instruksi yang konkrit, bermakna dan individual. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Informasi sebaiknya ditampilkan dalam bentuk yang paling mudah diproses. Misal, mereka umumnya visual learners, jadi gunakan visual cues. Instruksi verbal sebaiknya sederhana dan konkrit, dan tambahkan materi audio-visual dan gambar. Hindari penggunaan konsep abstrak dan gaya bahasa metafor. Informasi juga sebaiknya diberikan dalam bentuk ‘chunks’ (kelompok kecil) yang terus menerus diulang-ulang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.   Kembangkan aturan mengenai perilaku seksualitas yang boleh dan tidak boleh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ajarkan konsep-konsep: publik &amp;gt;&amp;lt; pribadi, batasan ‘pribadi’, kesadaran akan keselamatan diri, izin dan tanggung jawab pribadi dalam kaitannya dengan perilaku seksual yang bertanggung jawab. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak-anak sulit melihat dari sudut pandang orang lain, karena itu harus dilatih melalui bermacam ilustrasi konkrit atau dengan mengajarkan berbagai aturan bagaimana bersikap. Misal: aturan waktu dan tempat untuk melakukan masturbasi, tidak boleh menyentuh orang lain tanpa izin, menghindari berbincang dengan orang yang tidak dikenal dsb. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.    Jangan abaikan sisi perasaan dari perilaku seksual. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hindari terlalu terpusat pada diskusi mengenai perilaku hubungan seks itu sendiri. Penting bagi anak utnuk dapat membedakan berbagai jenis hubungan (persahataban, hubungan kasih, cinta, hubungan kerja dsb). Perasaan yang berkaitan dengan hubungan yang berbeda-beda ini juga berbeda-beda, tidak saja dalam hal intensitas dan fokus tetapi juga dalam hal ekspresi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis bawahi bahwa hubungan intim seksual adalah bentuk mengekspresikan ‘kasih’ dan ‘perhatian’, dan bukan sekedar aktifitas biologis. Sebaliknya, bisa juga kita mengungkapkan rasa kasih dan perhatian melalui cara lain selain hubungan seksualitas tersebut. Jangan lupa tekankan bahwa dorongan seksual tersebut seringkali harus dikontrol dan ditahan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.   Dorong anak untuk aktif dalam kegiatan atau pergaulan dengan teman sebaya sehingga ia aktif. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beri anak kesempatan untuk memiliki pengalaman bergaul dengan teman sebaya (lawan jenis atau tidak) agar ia paham bahwa kegiatan yang bermacam-macam dengan berbagai teman perlu berakhir dengan hubungan seksual. Respons teman sebaya juga merupakan media yang sesuai untuk mengajarkan ‘batasan’ dalam perilaku fisik saat bergaul. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8.   Ajarkan makna ‘nilai’ dan ‘moral’. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengajarkan makna ‘nilai’ dan ‘moral’ adalah hak dan kewajiban orang tua. Konsep-konsep ini sangat membantu anak menetapkan batasan, terutama ketika mereka bingung atau keadaan sangat tidak jelas sehingga mereka tidak tahu harus berespons bagaimana. Nilai dan moral ini juga bisa menjadi landasan orang tua mengembangkan ‘self-respect’ dan ‘self-esteem’ yang positif. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KESIMPULAN &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seksualitas adalah konsep yang sangat luas, mencakup berbagai aspek yang perlu diketahui anak sebagai bekal menghadapi masyarakat ketika mereka beranjak remaja dan dewasa. Proses pengajaran berada di tangan orang tua, karena batasan ‘norma’, ‘kebiasaan’ dan ‘aturan’ perlu ditegakkan oleh orang tua di lingkungan ‘pribadi’ yaitu di rumah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang tua perlu membedakan antara seksualitas dan hubungan seks. Penting sekali memberikan informasi jelas, bermakna dan konkrit bagi anak agar mereka dapat &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•   mensikapi perubahan fisik dan psikis saat pubertas tanpa cemas berlebihan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•   memahami bahwa hubungan antar pribadi sangat rumit dan perlu pertanggung jawaban &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•   menghargai diri sendiri sehingga bersikap waspada dalam menjaga diri •   memecahkan masalah bila mereka dihadapkan pada lingkungan yang melecehkan &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/1018428074403503745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/perkembangan-seksualitas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/1018428074403503745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/1018428074403503745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/perkembangan-seksualitas.html' title='Perkembangan Seksualitas'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-1214236155110925868</id><published>2011-06-24T10:55:00.000+07:00</published><updated>2011-06-24T10:55:07.706+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Umum"/><title type='text'>Peran Saudara Kandung</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;PERAN SAUDARA SEKANDUNG PADA ANAK PENYANDANG ASD &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abstrak &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Topik ini membahas tentang pentingnya peran Saudara Sekandung dalam proses meningkatkan kemampuan anak penyandang autis dalam halbersosialisasi dan berinter-aksi dengan orang lain di luar anggota keluarga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa saudara sekandung ? dilihat dari segi hubungan dan emosi, saudarasekandung adalah orang yang paling dekat, dan sering melakukan kegiatan bersama serta yang paling mengetahui apa yang telah terjadi pada anak penyandang autis. Oleh karena itu saudara sekandung adalah orang yang paling tepat dalam membantu proses belajar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengamatan ini dilakukan pada 2 anak laki-laki kami yang didiagnosa sebagai penyandang Sindrom Asperger dan 2 anak perempuan kembar kami yang normal selama 2,5 tahun. Sebagai orang tua kami berusaha memberikan pengertian dan penjelasan kepada 2 anak perempuan kami mengenai apa itu autis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk jangka panjang, saudara sekandung diharapkan dapat menggantikan fungsi orang tua yang tidak selamanya dapat mendampingi anak penyandang autis karena faktor usia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendahuluan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai orang tua atau calon orang tua atau katakanlah manusia biasa, tentunya kita selalu berharap bahwa apabila suatu hari kelak tiba saatnya kita dianugerahi keturunan oleh Yang Maha Kuasa, kita ingin agar anak/keturunan kita adalah anak yang sehat jasmani dan rohani, sehat jiwa dan raga. Namun adakalanya keinginan atau harapan kita tidak sesuai dengan kehendak Yang Di Atas. Bagaimana kalau keadaan itu terjadi pada kita ? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehadiran anak penyandang autis dalam suatu keluarga sudah tentu akan mempengaruhi kehidupan seluruh anggota keluarga lainnya, terutama orang tua dan saudara sekandung. Orang tua dan saudara sekandung akan mempunyai hubungan yang relatif lebih lama dan lebih intensif dengan anak penyandang autis, dari mulai masa kecil, remaja, sampai dewasa. Tidak seperti hubungan interpersonal lainnya, hubungan ini melibatkan ikatan fisik dan emosional pada tahap-tahap kritis sepanjang kehidupan mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan hubungan dengan orang tua, hubungan antar saudara sekandung akan bertahan lebih lama karena faktor usia. Karena itulah sebagian besar orang tua berharap saudara sekandunglah yang akan merawat dan menemani adik/kakaknya yang memiliki masalah setelah orang tua meninggal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak yang memiliki saudara sekandung penyandang autis akan memiliki jenis hubungan yang berbeda dengan mereka yang sesama anak normal. Biasanya anak yang normal banyak mengalami stres dalam interaksi dengan anak autis tersebut. Namun demikian, tidak semua saudara sekandung anak autis akan mengalami stres yang berlarut-larut, tidak bahagia atau mengalami masalah yang berat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hal yang perlu diingat oleh kita sebagai orang tua adalah bahwa hubungan anak penyandang autis dengan saudara kandungnya adalah hubungan seperti layaknya hubungan saudara kandung anak-anak normal lainnya, di mana terdapat sisi yang positif dan di sisi lain ada hal yang negatif. Kadang kala penuh keakraban tetapi juga ada masanya hubungan itu memburuk. Hubungan tersebut akan terus berubah sesuai perkembangan usia dan kepribadian mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penerimaan Orang tua secara ikhlas terhadap anak penyandang autis &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat kita menerima diagnosis dari dokter mengenai keadaan anak kita sebagai penyandang autis, reaksi kita pertama-tama pasti sedih, bingung, ada rasa tidak mau menerima kenyataan tersebut, dan yang terakhir tapi berbahaya adalah MALU. Pasti ada masa orang tua harus merenung dan tidak mengetahui tindakan tepat apa yang harus diperbuat. Tidak sedikit orang tua yang kemudian memilih tidak terbuka mengenai keadaan anaknya kepada teman, tetangga, bahkan keluarga dekat sekalipun, kecuali kepada dokter yang menangani anaknya itu. Ada juga sebagian kecil orang tua yang kemudian menyalahkan Tuhan dan berpikir kenapa &quot;nasib buruk&quot; itu menimpa diri mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian tersebut di atas adalah umum dan biasa dialami oleh para orang tua anak penyandang autis. Namun berdasarkan pengalaman saya sebagai pengelola Website Puterakembara dan moderator dari Milis Puterakembara, pada saat ini, sejalan dengan makin banyaknya informasi mengenai autisme, orang tua telah banyak menyadari bahwa tindakan menyesali dan menutupi keadaan anak autis adalah TIDAK TEPAT. Memberikan penanganan yang tepat dan terarah serta sedini mungkin pada anak penyandang autis berarti memberikan kesempatan yang semakin besar pada mereka untuk dapat hidup Mandiri menuju masa depan yang lebih cerah. Mereka, anak-anak penyandang autis, anak-anak kita semua, sangat BERHAK untuk juga mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masyarakat ini, di dunia ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penerimaan dan keikhlasan kita sebagai orang tua benar-benar dituntut untuk mewujudkan &quot;impian&quot; dan &quot;cita-cita&quot; itu. Bagaimana kita akan dapat berbuat sesuatu dengan tepat kalau kita sendiri tertutup pada lingkungan dan malu mengakui bahwa anak kita ternyata memang berbeda dengan anak-anak normal lainnya. Anak penyandang autis pun mempunyai perasaan dan emosi seperti anak normal. Mereka akan mengetahui apakah mereka disayang dan dimengerti atau tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum mengharapkan pengertian dan penerimaan oleh saudara kandung, oleh masyarakat luas bahkan oleh pemerintah, terhadap anak-anak kita yang &quot;spesial&quot; ini, terlebih dahulu kita sebagai orang tua yang melahirkan mereka harus menerima dengan lapang dada, serta menyayanginya dengan sepenuh hati. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia mempunyai rencana, begitu juga TUHAN, pasti mempunyai rencana akan semua ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan mengenai AUTISME kepada saudara kandung &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, yang paling memiliki peranan dalam hal kualitas hubungan saudara sekandung dengan anak penyandang autis, adalah orang tua masing-masing. Sejak usia dini, orang tua harus benar-benar memberikan gambaran dan informasi yang benar serta apa adanya mengenai apa itu autisme kepada saudara kandung. Dengan begitu mereka (saudara kandung) dapat pula menerima dan mengerti saudara yang menyandang autis itu secara apa adanya. Faktor lain yang sangat penting adalah saudara sekandung anak autis tersebut memang memiliki resilience (ketabahan dalam menghadapi masalah dan tahan terhadap stres) sehingga tidak mengalami gangguan yang berat (Harris, 1994; Powers, 1989). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum kita berharap bahwa anak kita yang lain yang normal dapat mengerti dan menerima saudara kandungnya yang penyandang autis, perlu kiranya kita memberikan penjelasan dan keterangan mengenai apa itu autisme. Penjelasan dapat diberikan sedini mungkin, tentunya bahasanya dapat disesuaikan dengan usia saudara kandungnya itu. Bahasa yang digunakan sedapat mungkin dibuat sederhana. Pengalaman saya, penjelasan kepada saudara kandung penyandang autis dapat dilakukan selagi si saudara kandung masih berusia balita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan perkembangan usia, saudara kandung akan semakin mengerti mengenai apa itu autisme. Lebih jauh setelah mereka sendiri berinter-aksi, mereka dapat menangkap bahwa ternyata memang ada perbedaan antara mereka yang normal dengan saudara kandungnya yang penyandang autis. Dengan kesadaran si saudara kandung akan keberbedaan mereka, tugas orang tua selanjutnya adalah harus selalu berusaha tanpa henti untuk menumbuhkan rasa pengertian dan penerimaan secara ikhlas akan keberbedaan itu. Ini merupakan bagian yang tersulit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita sebagai orang tua sudah dapat berlaku bijaksana dan adil, serta selalu memberikan penjelasan pada anak-anak kita yang normal secara berulang-ulang sampai si anak benar-benar ingat dan mengerti, saudara sekandung dapat menjadi &#39;terapis&#39; khusus yang manjur bagi anak autis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peranan Saudara Sekandung pada Anak Penyandang Autis &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan pengalaman saya dan beberapa orang tua anak penyandang autis, telah terbukti bahwa ternyata cukup banyak saudara sekandung anak autis yang bisa mengerti dan bahkan cukup mampu menyesuaikan diri dengan keadaan adik atau kakaknya yang menyandang autis. Ada juga sebagian dari mereka yang mengalami banyak konflik misalnya memiliki rasa iri karena menganggap orangtua mereka lebih sayang pada anak autis, atau menyesali kenapa mereka mempunyai saudara kandung penyandang autis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengalaman saya sendiri, ke dua anak laki-laki saya penyandang Asperger&#39;s syndrome sangat terbantu oleh saudara kandungnya yang normal (2 anak perempuan kembar), dalam hal bercanda, cara bersosialisasi, bermain seperti layaknya anak normal lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kira-kira 4 tahun yang lalu, ketika anak kembar saya masih berusia 1 tahunan (belum bisa bermain dengan kakaknya), kedua kakak laki-lakinya penyandang asperger itu sama sekali tidak mau berteman, lebih suka sendiri, bermain computer, dan tidak suka dengan cerita anak-anak seperti dora emon, dan cerita-cerita kartun lainnya di Televisi. Kedua anak laki-laki saya lebih asyik dengan cerita &quot;Animal planet&quot;, &quot;National Geographic&quot;, &quot; Animal hunter&quot;, &quot;The Science Inventor&quot;, &quot;The Planet&quot;, dan &quot;Encyclopedia&quot;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hobby mengetahui hal-hal yang ilmiah sebenarnya tidak salah. Akan tetapi pada saat mereka harus berbicara dengan teman-teman sebayanya di Sekolah, akan terlihat ketimpangan di situ. Karena ke dua anak saya itu tidak bermasalah dalam kemampuan akademis, juga tidak hiper-aktif dan tidak menggangu maka mereka dapat masuk di Sekolah umum. Teman-temannya di kelas (Sekolah umum) merasa anak saya aneh, sehingga otomotis mereka pun tidak dapat bermain bersama-sama. Anak saya pun menganggap teman-temannya nakal dan tidak sejalan dengan pikirannya, maka anak saya lebih banyak sendiri di kelas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti kebanyakan anak perempuan, kedua anak kembar perempuan saya tumbuh menjadi anak yang cerewet, bawel, dan supel dalam bergaul. Saya mencoba untuk selalu melibatkan kedua anak perempuan saya dalam setiap kegiatan kedua anak laki-laki saya di rumah. Contohnya apabila mereka ingin mendapatkan sesuatu, mereka berempat harus antri. Contoh lain, pada saat tertentu (biasanya hari libur) mereka selalu berebut ingin dilayani oleh ibunya seperti memakai baju, mandi, dan masing-masing ingin yang nomor satu. Saya segera mensyaratkan mereka untuk &quot;dam-suit&quot; atau &quot;hompipah&quot; berempat. Dan mereka laksanakan itu dengan penuh semangat dan gembira. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang anak saya yang pertama laki-laki berumur 10,5 tahun, yang kedua laki-laki berumur 8 tahun, sedang yang ketiga kembar perempuan dan normal berumur 5 tahun 7 bulan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sudah banyak mengalami perubahan ke arah yang lebih baik, mereka dan kedua saudara perempuannya sudah dapat bermain bersama seperti layaknya anak-anak normal lainnya. Mereka berdiskusi bersama, nonton cartoon di TV bersama. Pada saat nonton, mereka bisa tertawa bersama apabila ada yang lucu. Kedua anak perempuan kembar saya banyak mengajarkan mereka permainan yang layak dimainkan oleh anak-anak normal seusianya. Di Sekolah pun kedua anak laki-laki saya sudah mulai dapat bermain, walaupun hanya dengan 2 atau 3 teman saja. Tapi lumayan, itu sudah merupakan suatu kemajuan bagi saya. Sepulang Sekolah pun mereka sudah mulai dapat bercerita tentang apa yang terjadi di kelas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bosan-bosannya, saya selalu menjelaskan pada anak perempuan saya akan keberbedaan kakak-kakaknya. Sebaliknya, pada ke dua anak laki-laki saya penyandang asperger, saya selalu katakan bahwa mereka tidak boleh terlalu menuntut dapat dimengerti oleh kedua saudara perempuannya. Ada kalanya kedua anak perempuan saya juga marah, kesal dan tidak mau mengerti perlakuan dari ke dua kakak-kakaknya. Tapi itu saya nilai masih dalam tahap wajar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling penting sebenarnya adalah saya ingin menekankan pada mereka bahwa mereka memang berbeda tapi mereka harus dapat menerima keberbedaan itu dengan pengertian. Mereka harus tahu dan menyadari bahwa tidak ada manusia yang sama dan sempurna di dunia ini. Hal itu yang ingin saya tanamkan pada mereka berempat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibat yang mungkin timbul dalam melibatkan Saudara Sekandung pada masalah Anak Penyandang Autis &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah proses penjelasan dan memberi pengertian pada saudara sekandung dilaksanakan, secara umum ada beberapa kemungkinan masalah yang perlu dipikirkan berupa akibat yang mungkin akan timbul, terutama apabila mereka telah remaja atau menjelang dewasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudara kandung akan mulai berpikir dan menduga-duga tentang apa yang salah pada anak autis. Karena menyangkut keturunan, mungkin saja kemudian Ia dapat menjadi takut akan terkena autis, merasa bersalah atas keadaan saudaranya yang autis atau merasa bersalah karena perasaan benci yang dirasakannya. Sebagian anak menjadi terpaksa patuh pada orangtua sebagai kompensasi dari ketidakmampuan saudaranya yang autis. Ada juga yang memiliki perasaan ambivalen terhadap anak autis : sayang tetapi kesal dengan keadaan saudaranya, kasihan bila anak autis diejek teman-temannya tetapi malu dengan kondisi saudaranya itu. Sering pula muncul perasaan bahwa dunia tidak adil karena ia harus memiliki kakak atau adik yang autis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya apabila pemahaman dan pengertian saudara kandung mengenai autis semakin baik, dia bahkan yang akan memberikan penjelasan yang cukup baik dan benar kepada teman-teman mengenai kondisi saudaranya itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, Jangan lupa bahwa masalah yang mungkin dialami oleh anak-anak normal dalam keluarga dapat juga dialami oleh anak-anak normal yang mempunyai saudara kandung penyandang autis. Mereka bisa saja merasa iri atas perlakuan khusus orangtua terhadap saudaranya yang autis. Akibatnya mungkin kadang-kadang mereka yang normal, sengaja berperilaku buruk untuk memperoleh perhatian orangtua. Kalau sudah begitu, lagi-lagi kita sebagai orang tua dituntut untuk bersikap adil. Jangan sampai waktu kita hanya tersita untuk anak kita yang menyandang autis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibat yang paling parah adalah apabila kemudian si Saudara kandung merasa terbebani dengan tugas yang diberikan oleh orang tua untuk membantu dan menjaga saudaranya yang autis. Kemudian si saudara kandung mulai sering mencemaskan masa depan saudaranya yang autis dan perannya sebagai pengganti orangtua di masa depan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat begitu banyaknya akibat/masalah yang mungkin timbul akibat proses melibatkan saudara kandung dalam kehidupan anak penyandang autis, maka kita perlu juga memikirkan dengan semaksimal kemampuan kita sebagai orang tua untuk mendidik sejak dini dan membuat anak kita penyandang autis untuk dapat hidup Mandiri dan berguna minimal bagi dirinya sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal lain yang perlu dipikirkan juga adalah proses melibatkan saudara kandung, harus disesuaikan dengan umur dan pengertian dari si saudara kandung itu sendiri. Janganlah menuntut dan melibatkan terlalu banyak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin saja akibat atau masalah negatif yang dikemukakan di atas itu tidak akan terjadi pada kita semua. Pada kenyataannya, sejauh pengamatan saya, peran saudara kandung dalam kehidupan normal pun selalu dapat di andalkan untuk membantu saudaranya yang lain yang sedang mendapatkan kesusahan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
Semua orang tua yang mempunyai anak penyandang spektrum autisme tentunya merasakan kesulitan yang tidak terbayangkan sebelumnya dengan kehadiran anak tersebut. Sebagai orang tua, umumnya ingin selalu memberikan sesuatu yang terbaik bagi semua anak-anak kita baik anak yang autis maupun anak yang lain yang normal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah yang terbesar yang saya alami sebagai orang tua adalah Pembagian waktu. Pembagian waktu antara merawat anak autis dengan anak yang lain secara seimbang dan seadil-adilnya, waktu dengan pasangan, dengan pekerjaan saya sebagai Pimpinan Yayasan Puterakembara dan dengan urusan rumah tangga lain. Saya pribadi sangat membutuhkan bantuan dari banyak pihak dalam hal ini. Yang paling utama adalah dari pasangan kita, orang tua, dan saudara dekat kita. Dan kebetulan saya sangat beruntung mendapatkan dukungan dari pihak-pihak yang saya sebutkan itu. Kalau tidak saya tidak dapat membayangkan akan jadi apa saya sekarang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dukungan dari Yang Di Atas sebagai Maha Pencipta, Maha Kuasa, dan Maha Tahu tidak dapat diabaikan begitu saja. Dia lah yang memberikan kita kepercayaan untuk mendapatkan anak yang &quot;spesial&quot; ini. Oleh karena itu, bagaimana pun keadaan anak yang telah dipercayakan kepada kita itu, kita harus memelihara dan merawatnya dengan sebaik-baiknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebesaran hati dalam menerima kenyataan yang ada sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Setiap cobaan yang diberikan oleh Nya pasti mengandung hikmah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya berharap sedikit uraian saya di atas mengenai &quot;Peran Saudara Sekandung pada Anak Penyandang ASD&quot;, yang diambil berdasarkan dari pengalaman saya dan referensi dari beberapa tulisan para ahli, dapat membantu para orang tua lain dalam menghadapi anak-anak mereka. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/1214236155110925868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/peran-saudara-kandung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/1214236155110925868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/1214236155110925868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/peran-saudara-kandung.html' title='Peran Saudara Kandung'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-7600031701688547803</id><published>2011-06-24T10:33:00.000+07:00</published><updated>2011-06-24T10:33:40.343+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Umum"/><title type='text'>Peran Keluarga</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;PERAN&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;KELUARGA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma; mso-bidi-font-style: italic;&quot;&gt;pada penanganan individu Autistic Spectrum Disorder&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0in 25.5pt 0.0001pt 27.5pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;PENDAHULUAN &lt;/span&gt;    &lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;etiap orang tua menginginkan anaknya berkembang sempurna. Tetapi  selalu saja terjadi keadaan dimana anak memperlihatkan gejala masalah  perkembangan sejak usia dini. Orang tua lalu membawa buah hatinya ini ke  dokter, dokter anak, psikiater anak atau psikolog .. dan betapa terkejutnya  bila ternyata gejala anak menunjukkan bahwa ia&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;individu ASD !&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Bagaimana rasanya sebagai orang tua yang anaknya  divonis, proses apa yang dihadapi orang tua, harapan apa yang ada pada mereka,  dan apa yang sebaiknya dilakukan para dokter/psikiater dalam upaya membantu  keluarga memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dengan resiko  tinggi ini, akan dipaparkan dalam makalah ini. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Anak-anak Autism Spectrum Disorder termasuk &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Children At Risk&lt;/b&gt;, dan mereka berhak  mendapatkan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h1 style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-right: 25.5pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;I.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;SEBELUM DIAGNOSA&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Orang tua yang memperhatikan perkembangan anaknya dan  cukup memiliki informasi mengenai kriteria perkembangan anak, umumnya sudah  dapat merasakan dalam hati kecilnya bila anaknya mengalami penyimpangan dalam  perkembangan sejak masa bayi. Meski demikian, mereka tidak sepenuhnya paham apa  yang terjadi, sehingga memerlukan diri untuk datang pada dokter/psikiater. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Tujuan mereka datang adalah untuk :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 49.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l12 level1 lfo6; tab-stops: list 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Memperoleh pendapat profesional mengenai keadaan anaknya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 49.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l12 level1 lfo6; tab-stops: list 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Mendapatkan pengarahan untuk langkah penanganan selanjutnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Tidak mudah menjalani fase ini, karena orang tua  manapun ingin anaknya ‘baik-baik’ saja. Beberapa orang tua bahkan menunda pergi  ke dokter atau psikiater karena khawatir akan menerima berita buruk.  Sebaliknya, beberapa orang tua yang sudah pergi ke dokter atau psikiater,  justru malah mendapatkan ‘angin segar’ yang menjerumuskan (“ah, anak laki biasa  seperti ini”, “nanti juga bicara sendiri” dsb). Orang tua umumnya cenderung  mengikuti ‘angin segar’ tersebut, karena secara manusiawi seseorang lebih bisa  menerima berita menyenangkan daripada berita tidak menyenangkan. Bukannya tidak  mungkin, di kemudian hari orang tua menyalahkan orang lain (termasuk  dokter-nya) karena tidak diarahkan ketika sedang bingung ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h1 style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-right: 25.5pt; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l8 level1 lfo4; tab-stops: .5in 49.5pt list 1.0in;&quot;&gt;II.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;SAAT DIAGNOSA&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Siapapun yang mendapatkan vonis keadaan tidak  menyenangkan, pasti bereaksi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Pada umumnya, reaksi pertama orang tua yang  anaknya dikatakan menyandang ASD adalah &lt;b&gt;tak percaya (shock)&lt;/b&gt;. Seperti  saat kita kaget, kita biasanya tidak bisa berpikir dan seolah tidak bereaksi  sama sekali. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Sesudah perasaan shock tersebut mulai teratasi, bergantian  muncul berbagai rasa di bawah ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 49.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l13 level1 lfo8; tab-stops: list 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;limbung, tidak tahu harus berbuat apa, merasa tak berdaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 49.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l13 level1 lfo8; tab-stops: list 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;merasa bersalah, menyalahkan diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 49.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l13 level1 lfo8; tab-stops: list 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;marah kepada diri sendiri, pasangan, anak autis tersebut bahkan kepada  Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 49.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l13 level1 lfo8; tab-stops: list 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;sedih sekali, putus asa yang dapat berkembang menjadi depresi dan stres  berkepanjangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 49.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l13 level1 lfo8; tab-stops: list 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;merasa tidak diperlakukan dengan adil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 49.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l13 level1 lfo8; tab-stops: list 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;tidak percaya pada fakta dan berpindah dari satu dokter ke dokter lain  untuk menegaskan bahwa dokter tersebut salah; tawar menawar diagnosa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 49.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l13 level1 lfo8; tab-stops: list 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;menolak kenyataan/fakta lalu bersikukuh bahwa anak tidak bermasalah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 49.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l13 level1 lfo8; tab-stops: list 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;dan pada akhirnya: menerima kenyataan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Sebelum sampai pada tahap terakhir: &lt;b&gt;penerimaan&lt;/b&gt;  (= &lt;i&gt;acceptance&lt;/i&gt;), pada umumnya orang tua terpaku pada persoalan “masa  depan”, “mengapa aku” dan&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“salah siapa  ini”&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Keadaan ini cenderung memperlambat proses  penanganan karena umumnya lalu diikuti saling menyalahkan diantara pasangan,  perasaan tak berdaya, depresi, dan seringkali berkembang menjadi stres  berkepanjangan ataupun sakit secara fisik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Dokter/psikiater penting sekali melakukan  intervensi bahkan sejak tahap ini. Orang tua yang sedang limbung dan marah,  memerlukan pengarahan. Dalam situasi ini, pengarahan dari dokter atau psikiater  mau tidak mau akan mereka pertimbangkan, karena mereka merupakan pihak yang  dianggap ‘paling tahu’ mengenai persoalan anak-anak mereka. Tanpa pengarahan,  fase ‘denial’ bisa berlangsung berlarut-larut hingga tahunan, dan berakibat  sangat buruk pada anak, orang tua dan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.35pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Untuk  dapat mendaya-gunakan peran keluarga dalam penanganan anak-anak ini secara  terpadu, pada fase ‘saat diagnosa’ ini dokter/psikiater sudah dapat melakukan  intervensi dengan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 49.7pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l16 level1 lfo10; tab-stops: list 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Memberikan pengarahan  kepada para orang tua yang sedang berada pada taraf panik, tidak bisa berpikir,  limbung, kaget, tidak tahu harus berbuat apa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 49.7pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l16 level1 lfo10; tab-stops: list 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Memberikan informasi  terpadu. Keadaan orang tua yang limbung diperparah dengan kurangnya informasi  dari dokter mengenai keadaan anak secara utuh (karena dokternya juga kurang  paham), alternatif penanganan yang tersedia, kemungkinan hasil akhir (prognosa)  dari penanganan dan kondisi anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 49.7pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: list 49.5pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Padahal, kesadaran orang tua bahwa anak memang ‘berbeda’ bila  dibandingkan anak lain seusia dapat dijadikan dasar untuk menyadarkan orang  tua, agar&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“bangkit” dari perasaan  negatif dan mengarahkan energi untuk mencari alternatif penanganan yang dapat  menjawab kebutuhan anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 49.7pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l16 level1 lfo10; tab-stops: list 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Memberi penekanan bahwa  “&lt;b&gt;waktu sangat berharga”&lt;/b&gt;, semakin dini intervensi diberikan, semakin  terpadu dan spesifik bagi kebutuhan setiap anak, semakin besar harapan yang  dapat diraih bagi masing-masing anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 49.7pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l16 level1 lfo10; tab-stops: list 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Berusaha keras membuat  orang tua yang tampak ‘melarikan diri’ dari fakta&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(= denial), untuk segera maju ke tahap penerimaan (acceptance).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 49.7pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: list 66.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sikap denial sangat buruk  dampaknya karena:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l19 level1 lfo12; tab-stops: list 66.0pt 82.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Membuang waktu dan kesempatan = masa depan anak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l19 level1 lfo12; tab-stops: list 66.0pt 82.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Membuat anak merasa tidak dimengerti dan tidak diterima apa adanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l19 level1 lfo12; tab-stops: list 66.0pt 82.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Menimbulkan penolakan dari anak (resentment) dan lalu termanifestasi  dalam bentuk perilaku yang tidak diinginkan (acting out/distructive behavior)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l19 level1 lfo12; tab-stops: list 66.0pt 82.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Memberi orang tua sebanyak mungkin FAKTA mengenai kondisi anak dan  kemudian mengarahkan orang tua untuk menggunakan logika dan nalar dalam  menghadapi musibah ini, sehingga tidak terfokus menggunakan emosi dan perasaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: list 66.0pt 82.5pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Dokter/psikiater harus meyakinkan orang tua bahwa  mereka &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;harus me&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;lakukan sesuatu&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: list 66.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: list 66.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Masalah individu ASD  terutama tertampil dalam 3 aspek masalah: perilaku, komunikasi, interaksi;  meski tidak menutup kemungkinan adanya masalah lain seperti masalah sensoris,  masalah makan, masalah tidur, adaptasi, gangguan belajar dan sebagainya. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Setiap  anak sangat unik, sehingga penanganan haruslah dapat menjawab kebutuhan  masing-masing anak&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: list 66.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: list 66.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Keunikan masing-masing  anak dan pengetahuan bahwa masalah individu ASD memang rumit, harus diberi tahu  kepada orang tua untuk memungkinkan penanganan tepat guna. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Ajari mereka teknik-teknik observasi sederhana  untuk dapat mengenali masalah yang ada pada anak mereka. Tekankan bahwa tanpa  usaha mereka mengenali masalah secara akurat, sulit sekali mengupayakan penanganan  yang tepat guna dan menjawab kebutuhan anak.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-right: 25.5pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;III.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;SESUDAH DIAGNOSA &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Penegakan diagnosa autism, biasanya dilakukan  setelah diperoleh data cukup dari hasil &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;wawancara  mendalam dengan orang tua, upaya interaksi dengan anak, dan observasi intensif terhadap  perilaku anak&lt;/b&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Tiga cara di atas penting dilakukan, karena gejala  autism bukanlah sesuatu yang dapat diukur melalui alat diagnostik medis.  Umumnya dokter/psikiater mendasarkan penarikan kesimpulan pada DSM IV atau ICD  10. Kadang dokter/psikiater mengambil inisiatif menggunakan kuesioner atau  formulir untuk diisi orang tua, yang sifatnya juga untuk mencari data mengenai  perilaku anak yang diamati orang tua/lingkungan di rumah. Atau, meminta orang  tua melakukan pemeriksaan fisik (darah, syaraf telinga, faesces, urine dsb)  untuk mengesampingkan kemungkinan adanya gangguan perkembangan atau masalah  kesehatan lainnya selain autism. Sayangnya, orang tua tidak diberitahu  pentingnya setiap langkah yang diambil oleh dokter/dokter tersebut. Orang tua  tidak tahu betapa penting langkah pengumpulan data ini, juga takut dengan  kemungkinan akan diagnosa sebenarnya, dan lalu berusaha menutupi kenyataan  sehingga data yang diperoleh menjadi tidak akurat. Penjelasan menyeluruh atas &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;ALASAN&lt;/b&gt; mengapa langkah-langkah tersebut  di atas dilakukan, diharapkan bisa membuat orang tua tahu bahwa semua ini untuk  kebaikan anaknya, sehingga lalu bisa lebih bekerja sama dalam menegakkan  diagnosa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Sesudah dokter/psikiater memberitahu orang tua  bahwa anaknya mengalami gangguan perkembangan autisme,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang tua tidak tahu harus berbuat apa,  mereka seolah ‘terjebak’ dalam rimba raya tanpa arah keluar yang jelas.  Sebagian dari mereka mencari pendapat dari dokter/psikiater lain (= belanja  diagnosa), sebagian lagi terpuruk di bawah payung diagnosa dan tidak berbuat  apa-apa, sebagian lagi terbakar semangatnya untuk mencari penanganan yang  tepat, sebagian lagi berusaha mencari penanganan tapi akhirnya terperangkap  dalam penanganan yang tidak jelas. Yang dikorbankan disini adalah nasib anak-anak,  dan nasib mereka berada di tangan orang tua yang kurang informasi mengenai  keadaan anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Berdasarkan  pengalaman beberapa orang tua, rata-rata kecewa atas&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;beberapa kejadian kurang menyenangkan dalam perjalanan mereka  memperoleh diagnosa:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 77.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l17 level1 lfo14; tab-stops: list 77.0pt 112.3pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Dokter-dokter yang menangani anak-anak mereka, memberikan diagnosa yang  berbeda-beda bagi kondisi anak yang sama. Hal ini membuat orang tua sangat  bingung, sehingga lalu penanganan anaknya kurang terpadu dan berakibat  perkembangan anak yang kurang optimal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 77.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l17 level1 lfo14; tab-stops: list 77.0pt 112.3pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Sesudah diagnosa, dokter tidak memberikan penjelasan mengenai  alternatif penanganan, sehingga orang tua tidak tahu harus berbuat apa. Orang  tua bisa pergi ke tempat terapi yang salah, karena dokter menganjurkan mereka  pergi ke sana. Padahal, dokter tersebut belum pernah bertemu pengelola atau  berkunjung ke tempat terapi tersebut. Atau, justru dokter tersebut yang membuka  tempat terapi dan karena sibuk tidak sempat memperhatikan mutu penanganan anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 77.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l17 level1 lfo14; tab-stops: list 77.0pt 112.3pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Orang tua tidak mendapatkan informasi mengenai positif negatif masing-masing  penanganan, dan diharapkan untuk mencari informasi sendiri. Akibatnya mereka  mencari informasi dari sumber-sumber yang kurang dapat dipertanggung jawabkan,  dan hal ini memperlambat proses penanganan anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 77.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l17 level1 lfo14; tab-stops: list 77.0pt 112.3pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Orang tua tidak mendapatkan pengarahan secara sistimatik dan terarah,  padahal begitu banyak informasi baru dan perubahan yang harus dicerna orang  tua. Akibatnya, orang tua lalu terpaksa mencari penjelasan dari berbagai sumber  dan atau mengalami tekanan mental selama proses mencerna perubahan-perubahan  tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 77.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l17 level1 lfo14; tab-stops: list 77.0pt 112.3pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Sebagian orang tua bahkan cenderung melepas tangan, karena tidak sadar  bahwa justru peran serta mereka sangat menentukan perkembangan anaknya.  Penekanan pada pentingnya keterlibatan mereka, seharusnya diberikan untuk  mengurangi kecenderungan lepas tangan tersebut.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 77.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l17 level1 lfo14; tab-stops: list 77.0pt 112.3pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Dokter/psikiater yang dianggap membantu adalah mereka yang juga  memberikan pencerahan bagaimana mengelola permasalahan/musibah ini dengan  sebaik mungkin, sehingga stres berkepanjangan akibat salah pengelolaan dapat  dihindari. Pencerahan bagi orang tua juga termasuk pemberian obat-obatan sesuai  kebutuhan, mengingat bahwa ‘musibah’ ini berkepanjangan dan menimbulkan stres  mental/fisik yang berkepanjangan pulan.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Kurangnya pengarahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt; dari para  dokter/psikiater tersebut, besar kemungkinan karena para dokter/psikiater juga  kurang informasi mengenai apa yang dapat dilakukan keluarga dalam membantu  proses penanganan individu ASD tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Bagaimana bentuk &lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;peran keluarga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt; dalam penanganan  individu ASD ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 44.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l7 level1 lfo16; tab-stops: list 44.0pt 112.3pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Memahami keadaan anak apa-adanya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(positif-negatif, kelebihan dan kekurangan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 44.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Langkah ini justru yang paling sulit dicapai orang  tua, karena banyak diantara orang tua ‘sulit’ atau ‘enggan’ menangani sendiri  anaknya sehari-hari di rumah. Mereka banyak mengandalkan&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bantuan pengasuh, pembantu, saudara dan  nenek-kakek dalam pengasuhan anak (bagian dari ‘denial’). Padahal, pengasuhan  sehari-hari justru berdampak baik bagi hubungan interpersonal antara anak  dengan orang tuanya, karena membuat orang tua&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 66.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l7 level2 lfo16; tab-stops: list 60.5pt 1.0in; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;memahami kebiasaan-kebiasaan anak, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 66.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l7 level2 lfo16; tab-stops: list 60.5pt 1.0in; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;menyadari apa yang bisa dan belum bisa dilakukan anak, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 66.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l7 level2 lfo16; tab-stops: list 60.5pt 1.0in; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;memahami penyebab perilaku buruk atau baik anak-anak, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 66.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l7 level2 lfo16; tab-stops: list 60.5pt 1.0in; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;membentuk ikatan batin yang kuat yang akan diperlukan dalam kehidupan  di masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 44.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Sikap orang tua saat bersama anak sangat  menentukan. Bila orang tua bersikap mengecam, mengkritik, mengeluh dan terus  menerus mengulang-ulang pelajaran, anak cenderung bersikap menolak dan ‘masuk’  kembali ke dalam dunianya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 44.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Ada baiknya orang tua dibantu melihat sisi positif  keberadaan anak, sehingga orang tua bisa bersikap lebih santai dan ‘hangat’  setiap kali berada bersama anak. Sikap orang tua yang positif, biasanya membuat  anak-anak lebih terbuka akan pengarahan dan lalu berkembang ke arah yang lebih  positif pula. Sebaliknya, sikap orang tua yang menolak (langsung atau  terselubung) biasanya menghasilkan individu autis yang ‘sulit’ untuk diarahkan,  dididik dan dibina. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 44.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l7 level1 lfo16; tab-stops: list 38.5pt 112.3pt; text-align: justify; text-indent: -22.0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Mengupayakan alternatif penanganan sesuai  kebutuhan anak.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 33.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Alternatif penanganan begitu banyak, orang  tua tidak tahu harus memberikan apa bagi anaknya. Peran dokter disini sangat  penting dalam membantu memberikan ketrampilan kepada orang tua untuk dapat  menetapkan kebutuhan anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: .25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Satu hal penting yang perlu diingat oleh setiap orang tua adalah bahwa  setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda dari anak lain. Greenspan (1998)  menekankan bahwa setiap anak memiliki profil yang unik dan spesifik. &lt;b&gt;Individual  differences&lt;/b&gt; (perbedaan individu) ini tertampil pada&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 60.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l20 level1 lfo18; tab-stops: list 60.5pt 139.3pt; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;bagaimana anak memproses informasi (gaya belajar), bereaksi terhadap  sensasi, merencanakan tindakan, dan merunut perilaku atau pikiran mereka;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 60.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l20 level1 lfo18; tab-stops: list 60.5pt 139.3pt; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;derajat kapasitas fungsi emosional, sosial dan intelektual mereka;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 60.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l20 level1 lfo18; tab-stops: list 60.5pt 139.3pt; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;pola interaksi dan komunikasi mereka;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 60.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l20 level1 lfo18; tab-stops: list 60.5pt 139.3pt; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;kepribadian mereka;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 60.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l20 level1 lfo18; tab-stops: list 60.5pt 139.3pt; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;dan pola pengasuhan keluarga mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 38.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Tentu saja perbedaan individu ini sangat berpengaruh dalam rancangan  intervensi yang melibatkan orang tua, terapis dan pendidik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 38.5pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 38.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Hodgdon (1999) menjelaskan, ada beberapa langkah yang dapat membantu  orang tua mengembangkan alternatif solusi efektif bagi masalah mereka yakni:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: .25in;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h5 style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l6 level1 lfo20; page-break-after: auto; tab-stops: list 55.0pt; text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Observasi perilaku&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 55.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Mengingat bahwa kebanyakan perilaku  didasari kebutuhan tertentu, penting untuk pahami perilaku sehingga dapat  mendeskripsikan situasi yang terjadi. Untuk dapat memahami perilaku dan alasan  yang mendasarinya, ada beberapa teknik observasi dan pencatatan yang dapat  dipilih yaitu: ABC, Functional Behavioral Analysis dan Data Collection. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 55.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Dalam makalah ini akan diulas satu teknik  saja, yaitu teknik yang paling sederhana tetapi memberikan masukan secara  menyeluruh mengenai masalah yang dihadapi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 9.0pt 45.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h6 align=&quot;center&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; page-break-after: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;A – B - C&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 55.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;A =&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;Antecedent&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;( apa yang terjadi  SEBELUM perilaku terjadi )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 55.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;B =&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;Behavior&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;( apa yang  dilakukan anak )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 55.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;C =&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;Consequence&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;( apa yang terjadi  SESUDAH perilaku, atau akibat dari perilaku )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: .25in 55.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 55.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Cara ini sederhana  tetapi dapat membantu kita mengetahui apa yang mendahului atau mengikuti suatu  perilaku sehingga dapat dilakukan modifikasi sesuai kebutuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 55.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Contoh:&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent2&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 55.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Ita sedang duduk di meja sendiri bermain puzzle.  Ibu guru Astri mendatangi dan mengajak Ita duduk di teras (consequence). Ita  langsung berteriak dan menangis kencang (behavior). Apa sebab?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 55.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Ternyata sebelum ibu guru Astri mendatangi  Ita, ibu guru Erni sambil berlalu di depan Ita mengatakan (antecedent)  “Hati-hati duduk di teras, ada ulat bulu” (tanpa menyadari bahwa Ita mendengar  perkataan tersebut). Jadi, Ita berteriak BUKAN karena perilaku ibu guru Astri,  tetapi karena membayangkan ada ulat bulu di teras dan ia diminta mendekatinya.  Begitu tahu kejadian yang mendahului (antecedent), ibu guru Astri menjelaskan  bahwa “Ulat bulu sudah dihilangkan, jadi tidak apa-apa duduk di teras” dan Ita  bersedia duduk di teras bersama teman yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 55.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Tanpa upaya mencari tahu &lt;b&gt;apa yang  mendahului perilaku&lt;/b&gt;, sulit memberikan konsekuensi yang sesuai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 55.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Orang tua harus mahir melakukan pengamatan  perilaku anaknya, mengingat bahwa gangguan perkembangan autism banyak  termanifestasi dalam bentuk gangguan perilaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: .5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l6 level1 lfo20; tab-stops: list 55.0pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Analisa dan interpretasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Sesudah kita mendeskripsikan perilaku, kita perlu  memahami dengan melakukan analisa sehingga kita paham apa yang kita lihat.  Tujuannya adalah untuk dapat mengetahui &lt;b&gt;&lt;i&gt;KENAPA&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; perilaku tersebut  terjadi (setiap masalah perilaku didasari adanya hambatan/kesulitan tertentu  (Schopler, 1995)… agar dapat dilakukan pencegahan atau penanganan terhadap  perilaku-perilaku tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 54.7pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Hodgdon  (1999) menekankan bahwa langkah ini penting guna dapat menemukan solusi efektif  jangka panjang. Dasarnya adalah bahwa:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.15in; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l15 level1 lfo22; tab-stops: 82.5pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Ÿ&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Masalah perilaku jarang merupakan kejadian sederhana. Semakin kita  memahami situasi dari sudut pandang anak, semakin efektif solusi kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.15in; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l15 level1 lfo22; tab-stops: 82.5pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Ÿ&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Mitra komunikasi atau orang yang berhubungan langsung saat terjadinya  masalah perilaku mungkin punya sudut pandang yang berbeda dari anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.15in; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l15 level1 lfo22; tab-stops: 82.5pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Ÿ&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Pengamat luar (=observer) mungkin melihat situasi secara berbeda dari  orang lain yang secara langsung terlibat. Seringkali lebih mudah melihat  perilaku secara utuh bila kita tidak terlibat secara langsung dalam kejadian  tersebut (tidak ada keterlibat-an emosional).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.15in; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l15 level1 lfo22; tab-stops: 82.5pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Ÿ&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Melalui analisa seringkali SEBAB dan ALASAN terjadinya perilaku dapat  diketahui. Kadang sulit ditemukan jawaban yang jelas. Dalam keadaan demikian  tidak ada salahnya untuk “menebak” atau menetapkan “hipotesa” sampai dapat  diperoleh informasi yang lebih jelas (daripada tidak melakukan apapun).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l6 level1 lfo20; tab-stops: list .5in; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Kembangkan solusi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 55.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Sesudah dilakukan analisa dan diketahui  penyebab atau konsekuensi dari perilaku tertentu, dapat diupayakan pengembangan  solusi atas masalah perilaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 55.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Tujuan solusi adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l10 level1 lfo24; tab-stops: 82.5pt list 139.3pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Pencegahan masalah perilaku di kemudian hari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.15in; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l10 level1 lfo24; tab-stops: 82.5pt list 139.3pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Menyediakan sarana &amp;amp; prasarana untuk mengatasi masalah bila terjadi  lagi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent2&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Ingat  bahwa: “&lt;i&gt;TIDAK melakukan apapun&lt;/i&gt;” seringkali sama pentingnya dengan  mengambil langkah solusi, tergantung pada situasi saat masalah perilaku  tersebut terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent2&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Misal:  bisa diketahui bahwa anak tertawa terkekeh-kekeh tanpa henti sesudah ia  mengkonsumsi gula (teh manis), maka dokter perlu menjelaskan mekanisme masalah  pencernaan anak sehingga orang tua paham dan bekerja keras mengurangi konsumsi  gula di kemudian hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent2&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent2&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Atau,  setelah terlihat bahwa anak tantrum karena sesudah tantrum mendapatkan ‘upah’  permen, dokter dapat mengarahkan orang tua untuk menghentikan pemberian  tersebut dan menggantinya dengan intervensi lain agar perilaku tantrum  menghilang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent2&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 55.4pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l6 level1 lfo20; tab-stops: 55.0pt; text-align: justify; text-indent: -16.9pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Pilih strategi yang  sesuai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 54.7pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Banyak strategi yang tersedia, tapi tentu saja  pemahaman akan masing-masing strategi penting dijelaskan kepada orang tua.  Strategi-strategi tersebut, antara lain didasari prinsip sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 87.85pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l14 level1 lfo26; tab-stops: list 88.0pt 139.3pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Komunikasi sering adalah bagian dari masalah perilaku, maka  meningkatkan kemampuan anak berkomunikasi harus dipertimbangkan untuk  mengurangi derajat frustrasi yang seringkali mendasari perilaku bermasalah.  Beberapa strategi komunikasi dengan alat bantu adalah PECS (Picture Exchange  Communication System), Compics (menggunakan simbol Ya/Tidak, melakukan  pilihan), dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 87.85pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l14 level1 lfo26; tab-stops: list 88.0pt 139.3pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Dengan demikian anak  diharapkan dapat memperoleh keinginan dan kebutuhan-nya dengan lebih efektif  tanpa perilaku negatif, dapat berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang  sama-sama mereka nikmati, dan pada akhirnya diharapkan dapat berpartisipasi  secara efektif dalam berbagai aspek kehidupannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent3&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 87.85pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l14 level1 lfo26; tab-stops: list 88.0pt 139.3pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;Karena  hampir semua penyandang ASD adalah &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;visual learner&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, maka  menggunakan&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;strategi visual&lt;/b&gt; perlu  dijadikan pertimbangan dalam usaha memodifikasi perilaku. Penggunaan icon-icon  visual untuk mengatur perilaku, membuat skedul, mengajar kemandirian dan  meningkatkan pemahaman perlu juga dipertimbangkan agar proses pengajaran dapat  berlangsung efektif efisien. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent3&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 87.85pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l14 level1 lfo26; tab-stops: list 88.0pt 139.3pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;Sikap  mitra komunikasi. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;Kadangkala  perubahan justru harus dimulai dari mitra komunikasi. Bagaimana mitra  komunikasi memodifikasi gaya komunikasi atau perilakunya dapat secara  signifikan mempengaruhi perilaku anak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent3&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 87.85pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 88.0pt; text-align: justify; text-indent: .15pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;Mitra komunikasi disarankan untuk  berbicara singkat, lugas dan jelas. Kata-kata abstrak, bermakna ganda, sarat  dengan perintah dan pertanyaan sebaiknya dihindari. Terus menerus menggunakan  ‘bahasa terapi’ juga tidak disarankan, karena cenderung membuat anak tidak  fleksibel.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 87.85pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l14 level1 lfo26; tab-stops: list 27.5pt 88.0pt 139.3pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Pemahaman memegang peranan besar dalam perkembangan kemampuan  berkomunikasi, karena itu &lt;b&gt;peningkatan pemahaman&lt;/b&gt; anak perlu dilakukan  melalui berbagai cara. Antara lain melalui teknik ABA (applied behavioral  analysis), melalui pengalaman sehari-hari yang direkayasa, pendampingan  intensif, pengulangan, generalisasi dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l6 level1 lfo20; tab-stops: list .5in; text-align: justify; text-indent: -22.0pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;e.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Evaluasi rencana&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: list 55.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Rencana yang telah  ditetapkan harus selalu dievaluasi, agar kita memperoleh masukan apakah  strategi yang dipilih dapat menyelesaikan masalah atau sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l7 level1 lfo16; tab-stops: list 38.5pt 112.3pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Melakukan intervensi di rumah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Bagaimanapun hebatnya seorang terapis atau sebuah  tempat terapi, &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;guru terbaik adalah orang  tuanya&lt;/b&gt;. Orang tua (tidak harus ibu) melakukan apapun demi kebaikan anaknya,  tanpa pamrih, dan tidak mengenal kata “percuma”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Apalagi, dari waktu yang dilewatkan bersama,  hubungan kedekatan antara orang tua dan anak dapat terbentuk. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Meskipun semakin intensif semakin baik, intervensi  ini tidak harus dalam bentuk penanganan terus menerus setiap hari (karena  banyak orang tua harus bekerja). Setidaknya ada usaha dari orang tua dan  keluarga untuk terus menerus melakukan pendampingan pada anaknya sehingga  mereka terlibat secara langsung dalam proses pengajaran anak. Keterlibatan  langsung ini SANGAT berpengaruh pada perkembangan anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent2&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 33.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;Apa yang harus diperhatikan dalam menangani anak di rumah ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent2&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 33.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;**&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Fokus kita adalah pada (Hodgdon, 1999):&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 49.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Meningkatkan pemahaman  &amp;amp;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengajarkan ketrampilan baru.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 66.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Jadi, &lt;b&gt;tujuan utama penanganan: pemahaman BUKAN  bicara/ pengungkapan. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 66.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Orang tua HARUS dibantu mengerti  bahwa sebagian populasi autism memang tidak bisa verbal, tetapi hal tersebut  tidak mempengaruhi pemahaman mereka. Seringkali orang tua kecil hati dan putus  asa karena anaknya tidak bisa verbal (yang berhubungan dengan daerah gangguan  perkembangan di otak), padahal anak sudah sangat membaik perkembangannnya.  Dokter perlu membantu orang tua melihat sisi positif perkembang-an anak, agar  orang tua bisa menghargai perubahan yang terjadi sehingga bersikap lebih  positif pula. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 66.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Kesadaran bahwa sebagian  populasi autism memang non-verbal perlu juga ditekankan, agar orang tua dapat  beralih kepada alat bantu komunikasi yang bisa dipelajari. Tujuan kita adalah  memberi anak kemudahan untuk mengekspresikan diri melalui berbagai cara,  sehingga anak tidak frustrasi, dan bisa berperilaku lebih positif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: -2.9pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 55.0pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;**&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Salah satu cara yang dapat dilakukan orang  tua di rumah dengan segera adalah dengan&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;PENDAMPINGAN  INTENSIF.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent3&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 71.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 71.5pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;Pendampingan yang dimaksud disini  bukanlah menemani, tetapi memastikan adanya interaksi aktif antara anak dengan  pengasuh/orang tua yang ada di sekitarnya.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;Tujuan pendampingan intensif bukan saja untuk membina kontak batin terus  menerus dengannya (bukan sekedar kontak mata), tetapi meningkatkan PEMAHAMAN  anak yang umumnya cenderung terbatas.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent3&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 71.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 71.5pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 71.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 71.5pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Pendampingan ini dilaksanakan sejak anak  mulai membuka mata, hingga saatnya ia tertidur kembali di malam hari. Saat  pendampingan intensif, tugas siapapun yang menemani anak untuk memberikan  informasi dan pengalaman dalam berbagai bentuk kepada anak. Penting sekali untuk  &lt;span style=&quot;mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;TIDAK membiarkan anak sendirian tanpa  melakukan apa-apa&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 71.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 71.5pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Berikan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt; pengalaman sebanyak mungkin, disertai pengarahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;. Anak harus tahu,  bahwa dunia ini sarat dengan makna. Dengan mengikuti kemana ia pergi, memberi  tahu apa yang ia pegang atau lihat, menjelaskan berbagai kejadian yang ia  alami, kita memberi makna pada hidupnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 71.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Lebih penting lagi, &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;berikan kesempatan pada anak untuk melakukan berbagai hal&lt;/b&gt;. Mungkin  pada awalnya dibantu tetapi sambil mengajarkan cara mengerjakannya sendiri. Jangan  layani ia setiap saat, karena anak akan cenderung belajar untuk tidak berdaya  bila terus menerus dibantu. Holmes (1997)&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;menggunakan istilah &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&quot;learned  helplessness&quot;&lt;/b&gt; (atau ketidakberdayaan yang dipelajari) untuk melukiskan  situasi dimana penyandang autisme cenderung belajar menjadi &#39;tidak berdaya&#39;  sambil tetap mendapatkan apa yang mereka inginkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 71.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Keadaan &#39;tidak berdaya&#39;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;juga  merupakan kondisi yang menyenangkan bagi anak autis karena ia lalu punya  kesempatan untuk kembali &#39;masuk&#39; ke dalam dunianya -- terbebas dari rasa  frustrasi, cemas, dan tertekan saat harus susah payah melalui proses belajar  hal baru. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 71.3pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Sebaliknya,  keadaan &#39;tidak berdaya&#39; ini merampas seorang penyandang dari hak-haknya untuk  hidup mandiri, untuk menentukan sendiri apa yang ingin ia lakukan dan bagaimana  melakukannya. Keadaan tersebut juga seolah mengizinkan mereka untuk berperilaku  tidak semestinya, karena mereka tidak diajarkan untuk bertanggung jawab atas  perilakunya sendiri..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 71.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Singkatnya, ‘learned helplessness’ menghambat  seorang anak autis mendapatkan hak akan kehidupan yang layak di kemudian hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;**&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pertanyaan orang tua berikutnya adalah: &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;apa yang akan diajarkan?&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Penting sekali untuk  berusaha meningkatkan pemahaman anak dalam berbagai bidang&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;: kemampuan berpikir,  kemandirian mengurus diri sendiri, ketrampilan sosial, agar setidaknya  mendekati kemampuan anak lain seusianya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Untuk itu harus ditetapkan &lt;b&gt;target ketrampilan&lt;/b&gt;.  Bagaimana menetapkannya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Baker &amp;amp; Brightman (1997) dalam bukunya &lt;b&gt;&lt;i&gt;Steps  to Independence&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; menganjurkan kita:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 88.55pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l1 level5 lfo28; tab-stops: 88.0pt list 238.0pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;▪&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Melakukan &lt;b&gt;observasi&lt;/b&gt; cara anak melewatkan hari-harinya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 88.55pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l1 level5 lfo28; tab-stops: 88.0pt list 238.0pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;▪&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Mencatat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt; berbagai hal yang sekarang ANDA lakukan untuknya, dan Anda pikir sudah  dapat mulai ia pelajari sendiri (misal: mengikat tali sepatu, membuka baju,  mencuci rambut, membereskan mainan, makan, toileting dsb).&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mungkin juga bisa ditambahkan ketrampilan  baru (bermain) atau tugas lain yang Anda pikir sudah dapat dipelajari olehnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 88.55pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l1 level5 lfo28; tab-stops: 88.0pt list 238.0pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;▪&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Menyadari bahwa dari sekian banyak hal yang Anda pikir sudah dapat ia  pelajari, ada hal yang harus sudah ia kuasai sebelum ia dapat belajar hal  tertentu (&lt;b&gt;prasyarat&lt;/b&gt;). Seperti: duduk sebelum berdiri, makan dengan garpu  sebelum memotong dengan pisau dsb. Jadi, pertimbangkan apa yang sudah dapat ia  lakukan, dan apa yang dapat diajarkan sesudah itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 88.55pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l1 level5 lfo28; tab-stops: 88.0pt list 238.0pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;▪&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Menetapkan prioritas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;. Pilih, hal apa yang PALING berarti bagi  sekelilingnya bila dapat dikerjakan anak sendiri. Misal: anak tidak bisa makan  sendiri berakibat tidak mungkin pergi makan bersama-sama, anak tidak bisa pakai  baju sendiri berarti ibu tidak bisa meluangkan waktu bersama anak lain di pagi  hari karena sibuk membantu anak berpakaian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 88.55pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l1 level5 lfo28; tab-stops: 88.0pt list 238.0pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;▪&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Melakukan pergerakan dalam langkah-langkah yang kecil, untuk  mengupayakan 80%&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kemungkinan  keberhasilan pada anak. Minta orang tua melakukan &lt;b&gt;analisa tugas&lt;/b&gt; (task  analysis) dimana kita membagi sebuah tugas dalam langkah kecil untuk diajarkan  secara terpisah dan tersendiri. Misal: untuk tugas mandi, langkah-langkah yang  tercakup adalah masuk kamar mandi, tutup pintu, buka pakaian, siram badan,  pakai sabun, siram badan, keringkan badan dengan handuk, berpakaian, keluar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 88.55pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l1 level5 lfo28; tab-stops: 88.0pt list 238.0pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;▪&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Bila salah satu langkah belum dikuasainya, harus diajarkan tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 66.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 49.5pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Selain ketrampilan/pengetahuan, penyandang  ASD penting sekali untuk diajarkan&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;KEPATUHAN&lt;/b&gt;. Mereka yang cenderung  “semau-nya sendiri”, cenderung mengalami masalah di lingkungan masyarakat, bila  tidak sejak dini dibantu untuk patuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent3&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 66.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;Tanamkan pengertian  bahwa &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;“hidup ini sarat dengan aturan, dan  kamu harus belajar untuk mematuhi sebagian besar aturan tersebut”.&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 66.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Bagaimanapun pandainya seseorang, bila ia tidak  dapat mengikuti aturan yang berlaku.. ia akan dikatakan “tidak tahu aturan” dan  seringkali ditolak oleh lingkungannya. Karena itu, ingatkan orang tua untuk  mengajarkan aturan-aturan sederhana kepada anak sedari dini. Misal: tidak boleh  lempar-lempar barang, tidak boleh makan sambil berlari-lari, harus mau  membereskan barang dsb.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 66.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Konsistensi disiplin orang tua&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;=&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;kunci utama adanya kepatuhan pada anak&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 66.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 12.0pt; margin-left: 66.25pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 49.5pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Banyak buku yang dapat dijadikan panduan saat  menetapkan program/materi yang akan diajarkan. Buku yang direkomendasikan untuk  penanganan awal adalah manual yang disusun oleh seorang ibu dengan dua anak  penyandang autisme yang berhasil &#39;sembuh&#39;, yakni Catherine Maurice. Bila anak  tampak berespons dengan baik, tidak ada salahnya memperluas materi dengan  menggunakan buku A Work in Progress (Mc Leaf, 1999)&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang sarat dengan ide dan bahan untuk diajarkan pada penyandang  autisme. Selain itu, bisa juga menggunakan Hanen Program (Sussman, 1999) yang  menggunakan banyak gambar dan contoh konkrit sehari-hari dalam membantu  penyandang autisme belajar berkomunikasi. Buku-buku di atas dan berbagai  informasi lain sudah dapat diperoleh di &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;YAYASAN  AUTISMA INDONESIA&lt;/b&gt;, Jl. Buncit Raya 55 – Jakarta Selatan, telpon  021-7971945. Beritahu orang tua untuk mencari informasi di tempat tersebut,  sehingga mereka tidak mendatangi sumber-sumber informasi yang kurang dapat  dipertanggung-jawabkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 66.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Yang jelas, program yang dibicarakan disini adalah perluasan dari apa  yang diajarkan orang tua saat penanganan anak di rumah. Perluasan disini  maksudnya adalah &lt;b&gt;memasukkan berbagai konsep&lt;/b&gt; (seperti warna, bentuk,  angka, abjad, berbagai kategori dsb.); disamping juga mengajarkan berbagai  pengetahuan yang ia perlukan untuk dapat mengikuti aturan di sekolah / kelompok  bermain yang akan ia tempuh nantinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 66.25pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Perlu juga diingat untuk membantu anak melatih kemampuan motorik kasar  dan motorik halusnya, koordinasi visual motorik, keseimbangan, ketelitian,  disamping mempertahankan konsentrasi serta pemusatan perhatian pada detil benda  yang ia hadapi. Cara-cara bisa sama, diperluas dengan menggunakan gambar 2  dimensi dan dapat dilakukan di&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;kamar&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;khusus dalam posisi duduk,  atau menggunakan berbagai teknik aplikatif yang intinya adalah membuat tampilan  semenarik mungkin melalui berbagai pengalaman yang memperkaya wawasan  anak.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 66.25pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Ingatkan  orang tua untuk memastikan bahwa pengetahuan-pengetahuan yang diajarkan di atas  dapat ia gunakan segera dalam kehidupan sehari-hari &lt;b&gt;(fungsional),&lt;/b&gt; dan ia  diberi kesempatan untuk mengaplikasikannya &lt;b&gt;(aplikatif)&lt;/b&gt;. Peran orang tua  dalam proses generalisasi dan praktek teori ini menjadi sangat penting, karena  bila tidak dipraktek-kan maka berbagai konsep yang sudah dikuasai anak menjadi  seolah mubazir karena tidak terpakai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 49.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 55.0pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;**&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Bagaimana CARA mengajarkan berbagai hal  tersebut di atas?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 54.7pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Dalam  meningkatkan pemahaman, &lt;b&gt;cara yang disarankan&lt;/b&gt; adalah tidak sekedar  memberitahu ia apa yang harus ia lakukan (tell=verbal directions), tetapi juga  memberi contoh (show=modelling), dan mengarahkan (guide=physical guidance)  hingga anak mengerti apa yang diharapkan darinya (Baker &amp;amp; Brightman1997).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l4 level1 lfo30; tab-stops: 82.5pt 93.5pt list 121.3pt; text-align: justify; text-indent: -22.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Instruksi verbal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;( tell =  verbal directions ) :&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 104.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l3 level2 lfo32; tab-stops: 99.0pt 104.5pt; text-align: justify; text-indent: -22.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;hanya diberikan saat anak memperhatikan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 104.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l3 level2 lfo32; tab-stops: 99.0pt 104.5pt; text-align: justify; text-indent: -22.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;diberikan dalam kalimat singkat dan lugas, tepat sasaran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 104.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l3 level2 lfo32; tab-stops: 99.0pt 104.5pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;menggunakan kata-kata yang dipahami anak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l4 level1 lfo30; tab-stops: 82.5pt 93.5pt list 121.3pt; text-align: justify; text-indent: -22.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Peragaan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;( show = modelling ) :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 104.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l3 level3 lfo32; tab-stops: 104.5pt 115.5pt; text-align: justify; text-indent: -22.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;mendemonstrasikan apa yang kita maksud dengan instruksi verbal tadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 104.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l3 level3 lfo32; tab-stops: 104.5pt 115.5pt; text-align: justify; text-indent: -22.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;efektif bila dilakukan dengan &lt;u&gt;lambat&lt;/u&gt; dan &lt;u&gt;berlebihan&lt;/u&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 104.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l3 level3 lfo32; tab-stops: 104.5pt 115.5pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;porsi peragaan ini dikurangi sedikit demi sedikit, sejalan dengan  penguasaan anak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l4 level1 lfo30; tab-stops: 82.5pt 93.5pt list 121.3pt; text-align: justify; text-indent: -22.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Pengarahan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;( guide = physical guidance ):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 104.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l3 level4 lfo32; tab-stops: 104.5pt list 2.0in; text-align: justify; text-indent: -22.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;sambil memberikan instruksi dan peragaan kepada anak, kita juga  mengarahkan tangan anak secara fisik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 104.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l3 level4 lfo32; tab-stops: 104.5pt list 2.0in; text-align: justify; text-indent: -22.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;kita menunjukkan bagaimana melakukan apa yang kita instruksikan  tersebut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 104.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l3 level4 lfo32; tab-stops: 104.5pt list 2.0in; text-align: justify; text-indent: -22.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;mulanya, KITA yang mengerjakan semua hal, tetapi bertahap kita  mengurangi peran dalam pengarahan sehingga anak sedikit demi sedikit dapat  mengerjakannya secara mandiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 81.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 60.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Dalam upaya menambahkan pengalaman dan kosa kata  baru, kita juga dapat membantu anak untuk belajar dengan (Manolson, 1995):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l9 level1 lfo34; tab-stops: list 82.5pt 139.3pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;menggunakan gerakan yang dapat  ditirunya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l9 level1 lfo34; tab-stops: list 82.5pt 139.3pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;memberikan nama pada  benda/gerakan apapun yang ia lihat/lakukan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l9 level1 lfo34; tab-stops: list 82.5pt 139.3pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;meniru anak sambil menambahkan  kata atau gerakan yang sesuai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l9 level1 lfo34; tab-stops: list 82.5pt 139.3pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;memberi penekanan pada  kata-kata yang bermakna&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l9 level1 lfo34; tab-stops: list 82.5pt 139.3pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mengulang, mengulang, mengulang  kata-kata baru&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l9 level1 lfo34; tab-stops: list 82.5pt 139.3pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;menambahkan ide baru pada  hal-hal yang sudah dikuasainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 60.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Lalu, bila anak mampu mengerjakan sesuatu (atau  setidaknya, bagian dari sesuatu), pastikan ada &lt;b&gt;imbalan&lt;/b&gt; atas perilaku  positifnya tersebut (reward). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 60.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Imbalan-imbalan ini sangat diperlukan untuk  membangkitkan motivasi anak ASD yang umumnya TIDAK tertarik untuk melakukan  apapun. Imbalan dapat diberikan dalam bentuk:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l18 level3 lfo36; tab-stops: 82.5pt list 143.0pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;perhatian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l18 level3 lfo36; tab-stops: 82.5pt list 143.0pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;cemilan (makanan/minuman)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l18 level3 lfo36; tab-stops: 82.5pt list 143.0pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;kegiatan yang ia sukai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 82.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l18 level3 lfo36; tab-stops: 82.5pt list 143.0pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma; mso-bidi-font-style: italic;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;token&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(bisa bintang, kupon, chips,  tabel jadwal dsb).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 43.95pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: -13.7pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;** Selain meningkatkan  pemahaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;,  usaha selanjutnya adalah melakukan &lt;b&gt;modifikasi perilaku, &lt;/b&gt;untuk &lt;span style=&quot;mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;sedapat mungkin mengurangi&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(bahkan menghilangkan) ciri negatif yang ada  pada anak&lt;/span&gt;. Cara yang seringkali memberikan perubahan adalah dengan  mengalihkan perhatian anak agar ia berhenti melakukannya, sambil mengajarkan  perilaku lain yang lebih &#39;wajar&#39; dan sesuai untuk anak seusianya (differential  reinforcement).&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 44.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Misal: anak cenderung &#39;flapping&#39;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;saat ia sangat gembira. Ajak ia bicara saat itu dengan memberikan &#39;label  emosi&#39; dan &#39;deskripsi situasi&#39;. Ajarkan ia cara lain untuk mengungkapkan  kegembiraannya, antara lain dengan tepuk tangan atau tertawa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 44.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Contoh lain: anak cenderung membenturkan kepala untuk mencari  perhatian. Cermati gejala awal &lt;u&gt;sebelum&lt;/u&gt; ia membenturkan kepala, CEGAH  sebelum ia melakukannya dengan memegang kepalanya sampai ia berhenti berusaha.  Tidak perlu membujuk atau memarahi, karena justru akan membuat anak makin  menggunakan perilaku tersebut untuk mendapatkan perhatian. Bujukan atau omelan  Anda, akan ia anggap sebagai perhatian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 44.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Tentu saja upaya ini tidak dapat segera membuahkan hasil. Intensitas  dan kontinuitas perlakuan sangat menentukan hasil akhir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 44.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Orang tua yang mudah menyerah, cenderung akan  kecewa karena sering (meski tidak selalu)&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;perlu waktu bertahun-tahun sebelum perilaku negatif bisa berhenti.  Perubahan positif penanganan terhadap perilaku, suka atau tidak, berkaitan  dengan konsistensi sikap orang tua. &lt;u&gt;Semakin konsisten, semakin kita bisa  mengharapkan hasil optimal&lt;/u&gt;. Semakin tidak konsisten, semakin jauh dan lama  langkah perjalanan yang harus ditempuh sebelum tercapai hasil positif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 44.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 44.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 49.5pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Dalam upaya melakukan modifikasi perilaku  tadi&lt;b&gt;, kenali pola perilaku yang ia tampilkan&lt;/b&gt;, karena sering itu  merupakan perwujudan kebutuhan fisiknya akan sesuatu. Misalnya, anak sangat  senang melompat di tempat tidur dan ia bisa lakukan berjam-jam. Upayakan adanya  trampolin di rumah Anda dan berikan ia waktu (atur waktu tersebut) untuk  melompat sepuasnya. Contoh lain, anak cenderung menatap dengan memiringkan  wajahnya. Janganlah ia dipaksa untuk melihat secara lurus. Bukan tidak mungkin,  ia memiringkan wajahnya karena begitulah caranya menyesuaikan diri dengan  kekurangan yang (mungkin) ia miliki. Memaksakan anak untuk bersikap seperti  kita, tentu tidak akan menghasilkan apapun bila ia memiliki kebutuhan yang  berbeda dari kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 44.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 44.0pt; text-align: justify; text-indent: -22.0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;4. &lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Melakukan  evaluasi secara periodik atas apapun program penanganan yang diterapkan pada  anak.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 44.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 49.5pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Bila orang tua beruntung bisa berbicara dengan  mereka yang sudah berpengalaman dan anak sudah memiliki program pendidikan yang  spesifik, tugas berikutnya adalah me-mastikan bahwa program tersebut berjalan  sesuai kaidah seharusnya. Secara berkala harus ada evaluasi, baik terhadap  materi, proses, maupun terhadap hasil akhir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 44.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 49.5pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Berbekal akal sehat dan pengetahuan dasar mengenai  konsep pendidikan, orang tua dapat melakukan evaluasi sendiri terhadap  pelaksanaan tata-laksana anaknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; tab-stops: 44.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Beberapa hal yang perlu  diperhatikan orang tua antara lain adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l0 level1 lfo38; tab-stops: 77.0pt 81.0pt list 2.0in; text-align: justify; text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Ekspresi wajah dan bahasa tubuh anak / terapis saat tatalaksana &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l0 level1 lfo38; tab-stops: 77.0pt 81.0pt list 2.0in; text-align: justify; text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Inti materi secara keseluruhan&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;(fungsi, aplikasi, relevansi dsb)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l0 level1 lfo38; tab-stops: 77.0pt 81.0pt list 2.0in; text-align: justify; text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Kualitas penguasaan materi dan kemungkinan generalisasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l0 level1 lfo38; tab-stops: 77.0pt 81.0pt list 2.0in; text-align: justify; text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Variasi tampilan dan alternatif kegiatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l0 level1 lfo38; tab-stops: 77.0pt 81.0pt list 2.0in; text-align: justify; text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Pencatatan hasil tatalaksana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 55.0pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l0 level1 lfo38; tab-stops: 77.0pt 81.0pt list 2.0in; text-align: justify; text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Kaitan tujuan belajar kini dengan target&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;belajar di masa depan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; mso-list: l11 level1 lfo40; tab-stops: list 38.5pt 112.3pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Bersikap positif dan percaya diri dalam menangani  perkembangan anak.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Penanganan intensif&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dapat  membantu penyandang autisme, tetapi setiap orang yang terlibat mau tidak mau  dihadapkan pada rasa &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;frustrasi&lt;/i&gt; dan  ketidak-nyamanan saat berusaha berkomunikasi dengan anak yang &#39;kurang mampu,  tidak tertarik, atau bahkan tidak dapat dimengerti&#39;. Di bawah tekanan seperti  ini,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang tua paling hangat dan penuh  kasih sekalipun bisa sungguh-sungguh hilang akal, bahkan berubah menjadi&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;maniak yang selalu berteriak-teriak (Lovaas,  1996).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Perjuangan memperbaiki kualitas hidup individu autis yang bisa  berlangsung bertahun-tahun, ketidak pastian masa depan anak, dan tidak adanya  kejelasan hasil akhir penanganan seringkali mempengaruhi kehidupan orang tua  dan keluarga. Dokter perlu membantu orang tua melalui rasa frustrasi, stres dan  putus asa yang berkepanjangan seperti ini, melalui konseling dan obat-obatan  sesuai kebutuhan. Tidak jarang orang tua yang paling percaya diri sekalipun  menjadi depresi dan sakit-sakitan, karena khawatir akan masa depan anak yang  dikasihinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Penting sekali menekankan penanganan secara berkelompok. Pembentukan  kelompok juga mencegah terjadinya kelelahan yang amat sangat (  &quot;burn-out&quot; )&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada orang tua  akibat mengerjakan semua hal sendiri. “Kelompok” ini bisa terdiri atas :  terapis/guru, asisten,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang tua,  pengasuh, pendidik di sekolah, saudara orang tua, nenek, maha-siswa, bahkan  pembantu sekalipun. Yang penting, &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;siapapun  yang bekerja dalam kelompok anak harus mau belajar, dan mau menerima keadaan  anak apa adanya&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 38.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Ketrampilan  apapun yang diperlukan, bisa dipelajari bersama-sama; tetapi kesediaan menerima  keadaan anak harus datang dari lubuk hati terdalam. Umumnya penyandang autisme  sensitif, sehingga respons mereka seringkali dipengaruhi oleh sikap lingkungan  terhadap mereka. Semakin mereka diterima keadaannya, semakin baik kemungkinan  responsnya. Semakin mereka merasa ‘tidak diterima’, semakin sulit membentuk  kontak pribadi dengan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-right: 25.5pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Tak dapat dipungkiri lagi, orang tua sangat  menentukan dalam setiap aspek perkembangan anak. &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Pengasuhan sehari-hari sangat  memegang peranan pada perkembangan individu autis&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;Tidak mudah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt; menjadi orang  tua penyandang autisme&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;. Berbagai perasaan berkecamuk dalam hati, mulai dari tak percaya,  marah, sedih, merasa bersalah, lelah, cemas, bingung sampai putus asa. Karena  sulit, orang tua dan keluarga perlu dibantu dan diarahkan sehingga mereka tidak  salah bertindak. Peran serta dokter sangat diperlukan agar kekeliruan diagnosa  atau penanganan dapat diperkecil (bahkan ditiadakan) di kemudian hari.  Bagaimanapun, orang tua menganggap dokter sebagai ‘tokoh’ panutan dan sumber  informasi yang dapat dipercaya sehingga petunjuk dari dokter cenderung  dijadikan dasar langkah-langkah penanganan selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Tahoma;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Arial;&quot;&gt;---xxx---&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 11.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoHeading8&quot; style=&quot;color: purple; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Love is about unconditional acceptance and &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: purple; font-family: Verdana;&quot;&gt;doing your best to make your loved ones happy.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: purple; font-family: Verdana;&quot;&gt;To my one and only &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: #993366; font-family: Verdana;&quot;&gt;Ikhsan,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;I  love you just the way you are&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: purple; font-family: Verdana;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 27.5pt; margin-right: 25.5pt; margin-top: 0in; mso-line-height-rule: exactly; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: purple; font-family: Verdana;&quot;&gt;May God always be with us. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;    &lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/7600031701688547803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/peran-keluarga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/7600031701688547803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/7600031701688547803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/peran-keluarga.html' title='Peran Keluarga'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-2011193637630588567</id><published>2011-06-24T09:41:00.002+07:00</published><updated>2011-06-24T10:28:34.045+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Sekolah"/><title type='text'>Kiat Sekolah Umum</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 19pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 22pt;&quot;&gt;KIAT PRAKTIS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 19pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 19pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 12pt;&quot;&gt;Mempersiapkan &amp;amp; Membantu Anak Autis Mengikuti Pendidikan di Sekolah Umum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 19pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;oleh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dra. Dyah Puspita &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 11pt;&quot;&gt;*)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBlockText&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pendidikan adalah kunci masa depan setiap individu, apalagi bila ia termasuk penyandang autisme. Setiap orang tua mendambakan agar anaknya bisa mengikuti pendidikan jalur ‘normal’ yang memberikan kesempatan bagi anak mengikuti semua kegiatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya di Indonesia belum menjadi keharusan bagi semua institusi untuk menerima anak dengan masalah autisme bersekolah di tempat mereka. Seringkali kesempatan bersekolah tersebut masih harus diperjuangkan, dan perjuangan yang luar biasa sulitnya bisa menjadi sia-sia karena anak, orang tua maupun guru belum sungguh-sungguh mempersiapkan diri menghadapi murid ‘istimewa’ ini di tengah-tengah mereka. Atau, ketika anak sudah berada di sekolah dan timbul masalah, sedikit orang yang paham harus bagaimana membantu anak sehingga ia makin terpuruk dalam masalah.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 41.05pt 0in 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;Kiat praktis mempersiapkan dan membantu anak autis ini bersekolah di sekolah umum adalah tema yang dikupas dalam makalah singkat ini.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 8pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 8pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;I.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 11pt;&quot;&gt;INDIVIDU AUTISME&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Seseorang baru dapat dikatakan sebagai termasuk &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Autistic Spectrum Disorder&lt;/b&gt;, bila ia memiliki&amp;nbsp; sebagian dari uraian gejala-gejala berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 0in 6pt 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Gangguan komunikasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt; --- cenderung mengalami hambatan mengekspresikan diri, sulit bertanya jawab sesuai konteks, sering membeo ucapan orang lain, atau bahkan mengalami hambatan bicara secara total dan berbagai bentuk masalah gangguan komunikasi lainnya. Biasanya, orang tua khawatir anaknya ASD karena perkembangan bicara yang tidak setara dengan anak lain seusianya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 0in 6pt 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Gangguan perilaku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt; --- adanya perilaku stereotipi / khas seperti mengepakkan tangan, melompat-lompat, berjalan jinjit, senang pada benda yang berputar atau memutar-mutarkan benda, mengketuk-ketukkan benda ke benda lain, obsesi pada bagian benda atau benda yang tidak wajar dan berbagai bentuk masalah perilaku lain yang tidak wajar bagi anak seusianya. Variasi perilaku yang ter-tampil sangatlah beragam, sehingga tidak mungkin dijabarkan satu per satu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 0in 6pt 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Gangguan interaksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt; --- secara umum terdapat keengganan untuk berinteraksi secara aktif dengan orang lain, sering terganggu dengan keberadaan orang lain di sekitarnya, tidak dapat bermain bersama anak lain, lebih senang menyendiri dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 13pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Masalah di atas sering juga disertai dengan adanya ketidakmampuan untuk bermain, gangguan makan dan atau gangguan tidur. Anak tidak menggunakan permainan sebagaimana mestinya, sangat pemilih dalam hal menu makanannya, cenderung ada masalah pencernaan, atau sangat terbatas asupannya. Anak juga sering sulit tidur atau terbangun tengah malam… dan berbagai jenis permasalahan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 13pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Beberapa individu yang termasuk dalam spektrum autisme juga melaporkan bahwa mereka memiliki berbagai ciri khas dalam mempersepsi dunia, seperti misalnya (Siegel, 1996): &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 13pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;;&quot;&gt;⋆&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;Visual thinking&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;dimana mereka lebih mudah memahami hal konkrit (dapat dilihat dan dipegang) daripada hal abstrak. Biasanya, ingatan atas berbagai konsep tersimpan dalam bentuk ‘video’ atau file gambar. Proses berpikir yang menggunakan gambar/film seperti ini, jelas lebih lambat daripada proses berpikir verbal; akibatnya.. mereka perlu jeda beberapa saat sebelum bisa memberikan jawaban atas pertanyaan tertentu. Individu dengan gaya berpikir seperti ini, juga lebih menggunakan asosiasi daripada berpikir secara logis menggunakan logika.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;;&quot;&gt;⋆&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Processing problems&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebagian anak ASD mengalam kesulitan memproses data. Mereka cenderung terbatas dalam memahami ‘common sense’&amp;nbsp; atau menggunakan akal sehat/nalar. Mereka sulit&amp;nbsp; merangkai informasi verbal yang panjang (rangkaian instruksi), sulit diminta mengingat sesuatu sambil mengerjakan hal lain, dan sulit memahami bahasa verbal/lisan. Hal-hal tersebut di atas tampak konsisten dengan kecenderungan individu ASD yang lebih mudah berpikir secara visual.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.75in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;;&quot;&gt;⋆&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;Sensory sensitivities&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Perkembangan yang kurang optimal pada sistim neurobiologis individu ASD juga sedikit banyak mempengaruhi perkembangan indra mereka sehingga terjadi salah satu atau semua pada sebagian anak ASD:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 0in 6pt 27.35pt; text-align: justify; text-indent: -9.35pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sound sensitivity&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;: dimana anak jadi takut berlebihan pd suara keras/bising. Ketakutan yang berlebihan ini membuat mereka bingung, merasa cemas atau terganggu, yang sering termanifestasi dalam bentuk perilaku buruk. Pola kepekaan akan suara keras/ bising ini tidak sama, dan frekuensi setiap individu juga berbeda-beda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 0in 6pt 27.35pt; text-align: justify; text-indent: -9.35pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kadang anak mendengung/bergumam untuk menghalangi gangguan suara tadi. Dengan ia mendengung, ia hanya mendengar dengungannya dan tidak mendengar suara lain yang tidak dapat ia prediksi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 0in 6pt 27.35pt; text-align: justify; text-indent: -9.35pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Touch sensitivity&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;: anak memiliki kepekaan terhadap sentuhan ringan atau sebaliknya terhadap sentuhan dalam. Masalah kepekaan yang berlebihan ini biasanya terwujud dalam bentuk&amp;nbsp; masalah perilaku (termasuk masalah makan &amp;amp; pakaian). Bila anak peka terhadap sentuhan dan terganggu dengan sentuhan kita, maka pelukan kita justru dapat ia artikan sebagai hukuman yang menyakitkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 0in 6pt 27.35pt; text-align: justify; text-indent: -9.35pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rhytm difficulties&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;: Individu sulit mempersepsi irama yang tertampil dalam bentuk lagu, bicara, jeda dan ‘saat utk masuk dalam percakapan’. Itu sebabnya banyak individu ASD terus menerus berbicara, atau menyerobot masuk saat percakapan sedang berlangsung, yang seringkali dianggap lingkungan sebagai ‘tidak sopan’. Padahal, ini adalah masalah fisik mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.75in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;;&quot;&gt;⋆&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;Communications frustrations&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Gangguan perkembangan bicara bahasa yang terjadi pada individu ASD membuat mereka sering frustrasi karena masalah komunikasi. Mereka bisa mengerti orang lain, tapi terutama bila orang lain bicara langsung kepada mereka. Itu sebabnya mereka seolah tidak mendengar bila orang lain bercakap-cakap sesamanya. Mereka merasa, percakapan itu tidak ditujukan kepada mereka, karena itu mereka sulit memahami tuntutan lingkungan yang meminta mereka menjawab meski mereka tidak ditanya secara langsung. Individu ASD juga sulit mengungkapkan diri, sehingga lalu berteriak atau berperilaku negatif lain sekedar untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka tidak tahu dan atau tidak mampu mengungkapkan diri secara efektif, kadang harus berada dalam kondisi tertekan untuk dapat ekspresi sehingga seringkali frustrasi bila tidak dimengerti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.75in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;;&quot;&gt;⋆&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;Social &amp;amp; emotional issues &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ciri lain yang sangat dominan adalah fiksasi atau keterpakuan akan sesuatu yang membuat individu ASD cenderung berpikir kaku. Akibatnya, individu ASD sulit adaptasi atau memahami perubahan yang terjadi di lingkungan sehari-hari. Apalagi, bila perubahan tersebut terjadi dengan cepat dan tanpa penjelasan sama sekali. Keterpakuan akan sesuatu membuat mereka sulit memahami berbagai situasi sosial seperti tata cara pergaulan dan hukum sosialisasi yang sangat bervariasi tergantung kondisi dan situasi sesaat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pada umumnya individu ASD tidak pernah membayangkan bahwa orang lain juga bisa mempersepsi sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, karena hal ini adalah sesuatu yang sangat abstrak. Itu sebabnya, banyak yang sulit empati bila tidak dilatih melalui pengalaman dan pengarahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.75in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;;&quot;&gt;⋆&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Problems of&amp;nbsp; control&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Berbagai gangguan perkembangan neurologi di otak menjadikan masalah individu ASD menjadi makin kompleks. Mereka mengalami kesulitan mengontrol diri sendiri, yang terwujud dalam berbagai bentuk masalah perilaku. Mereka cenderung berperilaku ritual dengan pola tertentu, dan ada keterpakuan pada beberapa jenis objek. Sebagian dari mereka juga memiliki ketakutan yang luar biasa pada hal-hal yang tidak ia mengerti.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.75in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;;&quot;&gt;⋆&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;Problems of&amp;nbsp; tolerance&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kepekaan yang berlebihan akan rangsang stimuli tertentu, membuat individu ASD menarik diri dari lingkungannya. Mereka kurang dapat mentolerir rangsang-rangsang tersebut, dan ini merupakan manifestasi masalah sensori di tubuhnya. Sebagian dari mereka juga cenderung sangat peka terhadap berbagai muatan emosi yang terjadi di sekitarnya. Mereka bingung dan cemas bila tidak dapat memahami pesan-pesan emosi yang terjadi saat bergaul, sehingga kadang memutuskan untuk menarik diri dari pergaulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.75in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;;&quot;&gt;⋆&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Problems of&amp;nbsp; connection&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Berbagai masalah yang berkaitan dengan ‘kemampuan individu menalar’ adalah&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: 10pt;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Attention problems:&amp;nbsp; masalah pemusatan perhatian, terus menerus terdistraksi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: 10pt;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Perceptual problems: masalah proses persepsi, bingung sehingga menghindari orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: 10pt;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Systems integration problems: proses informasi di otak bekerja secara ‘mono’ (tunggal) sehingga sulit memproses beberapa hal sekaligus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: 10pt;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Left-right hemisphere-integration problems: otak kiri tidak secara konsisten tahu apa yang terjadi pada otak kanan (dan sebaliknya), sehingga tidak sepenuhnya sadar pada apa yang sedang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Perbedaan manifestasi gangguan-gangguan tersebut, menjadikan setiap individu sangat unik. Tidak ada dua individu autisme yang sama persis, bahkan yang kembar sekalipun. Itu sebabnya, penanganan juga tidak dapat disama-ratakan. Paham &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;“individual differences”&lt;/b&gt; (Greenspan, 1998) sangat ditekankan, sehingga orang tua dan guru tidak memberikan penanganan seragam bagi sekelompok anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 13pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dalam menghadapi variasi jenis kelebihan dan kekurangan masing-masing anak, kemampuan untuk mengobservasi menjadi sangat penting. Orang tua adalah pengamat di rumah, guru adalah pengamat handal di sekolah. Apa yang harus diamati? Banyak sekali: kebiasaan anak dalam menghabiskan waktu di rumah, perilaku yang sering ia tampilkan, bagaimana ia mencerna informasi, bagaimana respons anak terhadap usaha orang tua mengajarkan kebiasaan baru dan sebagainya.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 13pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Karena itu, penting bagi pendidik dan orang tua anak ASD untuk bekerja sama berusaha mencari penanganan terbaik bagi anak-anak ini. Mau tidak mau, suka tidak suka, para orang dewasa di sekitar anak ASD-lah yang harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan anak ASD. Berikan mereka kesempatan dan target yang realistis di tempat belajar “umum”, serta ajarkan ketrampilan-ketrampilan baru melalui cara yang khusus (bila perlu) sesuai kemampuan dan gaya belajar mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 13pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Gaya belajar individu autisme&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 13pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Setiap individu mempunyai gaya tersendiri dalam upayanya mencerna informasi secara efektif. Pada umumnya kita belajar melalui indra penglihatan, perabaan dan atau pendengaran. Kita juga punya aneka gaya dalam mengingat. Ada individu yang lebih ingat fakta daripada orang lain. Ada yang lebih suka detil, sementara orang lain tidak suka pada detil. Bagaimana dengan individu autisme ?&amp;nbsp; Ada beberapa gaya belajar yang dominan pada diri mereka (Sussman, 1999):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rote learner&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;: Anak yang memakai gaya belajar ini, cenderung menghafalkan informasi apa adanya, tanpa memahami arti simbol yang mereka hafalkan itu. Contoh: anak dapat mengucapkan huruf dengan baik secara urut (atau melengkapi urutan abjad yang tak lengkap), tetapi sesungguhnya tidak tahu bahwa huruf itu bila digabung dengan huruf lain akan menjadi kata yang mengandung makna. Atau, anak yang dapat menghafalkan angka, tidak: Anak tahu bahwa simbol itu mewakili &#39;jumlah&#39; benda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Gestalt learner&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bila anak menghafalkan kalimat-kalimat secara utuh tanpa mengerti arti kata-per-kata yang terdapat pada kalimat tersebut, anak cenderung belajar menggunakan gaya &#39;gestalt&#39; (melihat sesuatu secara global). Berbeda dengan anak non-autis yang belajar bicara justru mulai dari kata-per-kata, anak autis dengan gaya &#39;gestalt&#39; akan belajar bicara dengan mengulangi seluruh kalimat. Ia ingat seluruh kejadian, tetapi sulit memilah mana yang penting dan mana yang tidak. Ia mungkin akan sulit menjawab pertanyaan tentang salah satu detil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Misalnya, Anda berikan mainan karet yang biasanya dimainkan sambil mandi dan mengatakan &quot;letakkan di air&quot;, ia akan dapat melakukannya. Tetapi bila Anda berikan mainan yang sama lalu mengatakan &quot;letakkan di rak mainan&quot;, ia akan tetap meletakkannya di air. Ia tidak paham makna kata &#39;letakkan&#39; tetapi hanya mengasosiasikan seluruh kalimat dengan kebiasaannya saja. Berbeda dengan anak non-autis yang belajar bicara justru mulai dari kata-per-kata, anak autis dengan gaya &#39;gestalt&#39; akan belajar bicara dengan mengulangi seluruh kalimat. Ia ingat seluruh kejadian, tetapi sulit memilah mana yang penting dan mana yang tidak. Ia mungkin akan sulit menjawab pertanyaan tentang salah satu detil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 16pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Visual learner&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;:&amp;nbsp; Anak dengan gaya belajar &#39;visual&#39; senang melihat-lihat buku atau gambar atau menonton TV dan umumnya lebih mudah mencerna informasi yang dapat mereka lihat, daripada yang hanya dapat mereka dengar. Berhubung penglihatan adalah indra terkuat mereka, tidak heran banyak anak autis sangat menyukai TV/ VCD / gambar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 16pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Hands-on learner&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;:&amp;nbsp; Anak yang belajar dengan gaya ini, senang mencoba-coba dan biasanya mendapatkan pengetahuan melalui pengalamannya. Mulanya ia mungkin tidak tahu apa arti kata &#39;buka&#39; tetapi sesudah Anda letakkan tangannya di pegangan pintu dan membantu tangannya membuka sambil Anda katakan &#39;buka&#39;, ia segera tahu bahwa bila Anda katakan &#39;buka&#39; berarti .. ia ke pintu dan membuka pintu itu. Anak-anak ini umumnya senang menekan-nekan tombol, membongkar mainan dsb. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 16pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Auditory learner&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;:&amp;nbsp;&amp;nbsp; Anak dengan gaya belajar ini senang bicara dan mendengarkan orang lain bicara. Ia mendapatkan informasi melalui pendengarannya. Jarang sekali anak autis bergantung sepenuhnya pada gaya ini dan biasanya menggabungkannya dengan gaya lain&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 8pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText3&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanpa mengesampingkan fakta bahwa setiap individu autis memiliki ciri khas yang berbeda-beda, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam kaitannya dengan kegiatan belajar-mengajar, pada umumnya mereka memiliki ciri khas sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;CIRI YANG DAPAT MEMBANTU &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Daya ingat baik, dapat mengingat in-formasi (rotelearner, gestalt learner)&amp;nbsp;Mudah memahami dan mengingat berbagai hal yang ia lihat atau ia pegang (visual learner &amp;amp; visual thinking)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mudah memahami berbagai hal yang ia alami (hands-on learner)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat ditingkatkan pemahamannya, bah-kan sebagian besar di antara mereka tidak terganggu daya tangkapnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat diarahkan, dapat dibantu aktualisasi potensi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
CIRI YANG DAPAT MENJADI KENDALA &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sulit memahami instruksi yang disampaikan   secara verbal dan merupakan rangkaian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sulit melakukan dua hal sekaligus, karena berpikir secara ‘mono’ (tunggal)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Proses berpikir visual lebih lambat daripada proses berpikir ‘biasa’ sehingga perlu jeda sebelum berespons&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketakutan berlebihan/irasional akan sesuatu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fiksasi akan sesuatu, berpikir kaku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sulit persepsi irama (ritme)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sulit berdialog dan berkomunikasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sulit pahami aturan-aturan sosial &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;II.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 11pt;&quot;&gt;PENDIDIKAN BAGI INDIVIDU AUTISME&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Fakta bahwa individu-individu ASD belajar secara berbeda karena perbedaan neurobiologis bawaan mereka memberikan dampak pada tiga hal (Siegel, 1996):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Belajar menjadi tugas yang lebih berat bagi individu ASD&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Individu ASD harus diajarkan dalam gaya yang ‘khusus’ bagi setiap individu, agar mereka bisa memahami materi dengan baik. Berarti, stimulus disampaikan dalam bentuk atau cara yang khusus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bila intervensi dilakukan lebih dini, maka perjuangan untuk mengajar individu-individu ini diharapkan akan lebih mudah karena mereka sudah lebih tertata (tidak terlalu tantrum atau berperilaku negatif lainnya)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Intervensi dini menjadi satu langkah yang penting, dan salah satu teknik/metode yang banyak digunakan adalah Applied Behavioral Analysis yang ditemukan oleh Ivar O. Lovaas (Maurice, 1996). Penanganan intervensi dini menggunakan teknik ‘one-on-one’ atau satu guru satu anak, yang sangat intensif dan terfokus dengan kurikulum yang sangat terstruktur. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Komponen ‘one-on-one’ ini menjadi penting artinya pada proses belajar awal, terutama bagi anak-anak yang masih rendah tingkat kepatuhan dan imitasi-nya. (Siegel, 1996). Intensitas (jumlah jam per minggu) juga sangat penting, seperti yang dilaporkan oleh hasil penelitian Lovaas (Lovaas, 1981). Kecenderungan orang tua untuk panik dan mengharapkan hasil terbaik membuat mereka menjadwalkan penanganan intensif terstruktur tanpa melihat pengaruhnya pada anak. Akibatnya, anak menjadi tertekan dan bingung, apalagi bila di luar penanganan terstruktur tersebut tidak ada bentuk penanganan lain yang lebih alami sementara penanganan (terapi) yang ia terima dilakukan secara kaku. Itu sebabnya, Greenspan&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;/b&gt;(1998)&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;/b&gt;mengusulkan adanya usaha orang tua meluangkan waktu bersama anak dalam bentuk kegiatan tidak berstruktur tetapi alami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ada beberapa kemungkinan yang dapat ditempuh oleh anak ASD dalam jalur pendidikan. Penetapan akan menempuh jalur yang mana sangat dipenuhi oleh berbagai aspek, antara lain: banyaknya gejala autisme pada anak, daya tangkap, kemampuan berkomunikasi, usia dan harapan (atau tuntutan) orang tua. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Alternatif pilihan bentuk pendidikan yang berlaku di &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Amerika Serikat&lt;/b&gt;, antara lain terbagi atas &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;jalur pendidikan khusus&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp; (Siegel, 1996):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Individual Therapy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;, antara lain melalui penanganan di tempat terapi atau di rumah (home-based therapy dan kemudian homeschooling). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent2&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Intervensi seperti ini merupakan dasar dari pendidikan individu ASD. Melalui penanganan one-on-one, anak belajar berbagai konsep dasar dan belajar mengembangkan sikap mengikuti aturan yang ia perlukan untuk berbaur di masyarakat.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Designated Autistic Classes&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Salah satu bentuk transisi dari penanganan individual ke bentuk kelas klasikal, dimana sekelompok anak yang semuanya autis, belajar bersama-sama mengikuti jenis instruksi yang khas. Anak-anak ini berada dalam kelompok yang kecil (1-3 anak), dan biasanya merupakan anak-anak yang masih kecil yang belum mampu imitasi dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ability Grouped Classes&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak-anak yang sudah dapat melakukan imitasi, sudah tidak terlalu memerlukan penanganan one-on-one untuk meningkatkan kepatuhan, sudah ada respons terhadap pujian, dan ada minat terhadap alat permainan; memerlukan jenis lingkungan yang menyediakan teman sebaya yang secara sosial lebih baik meski juga memiliki masalah perkembangan bahasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Social Skills Development and Mixed Disability Classes&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kelas ini terdiri atas anak dengan kebutuhan khusus, tetapi tidak melulu autistik. Biasanya, anak autis berespons dengan baik bila dikelompokkan dengan anak-anak Down Syndrome yang cenderung memiliki ciri ‘hyper-social’ (ketertarikan berlebihan untuk membina hubungan sosial dengan orang lain). Ciri ini membuat mereka cenderung bertahan, memerintah, dan berlari-lari di sekitar anak autis sekedar untuk mendapatkan respons. Hal ini baik sekali bagi si anak autis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;dan&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt; jalur pendidikan umum&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (mainstream).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Maksud kata &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;‘mainstream’ &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;berarti melibatkan seorang anak dengan kebutuhan khusus ke dalam kelas-kelas umum. Penanganan anak sungguh-sungguh dilakukan &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;tanpa&lt;/b&gt; adanya perhatian pada kebutuhan khusus yang ada pada anak. Padahal, sebetulnya anak memang memiliki kebutuhan khusus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tujuan orang tua memasukkan anak ke jalur pendidikan umum bisa untuk “academic main-stream” (agar anak sepenuhnya bisa mengikuti kegiatan akademis) atau “social mainstream” (agar anak dapat mengikuti kegiatan sosialisasi bersama teman).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.4in; text-align: justify; text-indent: -0.4in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;III.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 11pt;&quot;&gt;PERSIAPAN YANG SEBAIKNYA DIJALANKAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Berdasarkan uraian di atas, tentu saja kita harus menarik satu kesimpulan: &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;ada jenjang persiapan yang harus dijalani sebelum anak dengan gangguan perkembangan autisme ini dimasukkan ke dalam lingkungan sekolah umum&lt;/b&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Persiapan tersebut perlu dijalani oleh berbagai pihak yang terlibat: anak, sekolah dan orang tua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 16pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;: dua hal penting yang harus dipertimbangkan adalah apakah anak siap untuk belajar dalam kelompok (kecil atau besar, tergantung masing-masing sekolah) dan kesiapan anak mengikuti rutinitas di sekolah (makan bersama, toileting, olah raga, upacara dsb).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Semua pihak perlu mempertimbangkan faktor berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Fungsi kognitif&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Wingdings; font-size: 10pt;&quot;&gt;à&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; Tingkatan fungsi kognisi, verbal atau &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; non-verbal &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bahasa dan komunikasi&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Wingdings; font-size: 10pt;&quot;&gt;à&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; Tingkatan pemahaman bahasa (bicara &amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoHeader&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; tertulis), tingkatan kemampuan berkomunikasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kemampuan akademis&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Wingdings; font-size: 10pt;&quot;&gt;à&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; Pemahaman konsep bahasa, matematika, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoHeader&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kebutuhan akan bantuan dari orang lain &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Perilaku di kelas&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Wingdings; font-size: 10pt;&quot;&gt;à&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; Kesanggupan mengikuti proses belajar &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengajar di kelas &amp;nbsp;(1:3, 1:8, 1:15, 1:30).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 2.75in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kesanggupan mengerjakan tugas secara mandiri. &lt;/span&gt;Kesanggupan untuk menyesuaikan diri dengan transisi atau perubahan di dalam kelas&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 16pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sekolah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent2&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat ini sudah ada beberapa sekolah menerima keberadaan anak autis di dalam kelas umum. Tetapi sikap menerima saja tidak cukup bila tidak diikuti dengan beberapa penyesuaian, antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 27.35pt; text-align: justify; text-indent: -9.35pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Modifikasi lingkungan:&amp;nbsp; Bangunan sekolah, tata-letak di dalam kelas, lingkungan sekitar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 27.35pt; text-align: justify; text-indent: -9.35pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pelatihan staf:&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Menerima perbedaan anak dan mau belajar lagi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 117pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Keterbukaan akan kerja sama dengan pihak lain terkait&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 117.35pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pengetahuan dan ketrampilan untuk membantu tatalaksana anak autis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 27.35pt; text-align: justify; text-indent: -9.35pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Penyuluhan kepada orang tua/anak lain: Hal ini tidak mudah, karena banyak orang tua lain beranggapan bahwa sekolah umum seharusnya tidak menerima anak dengan masalah.&amp;nbsp; Mereka khawatir sifat autisme anak akan menular pada &lt;br /&gt;
anak-anak mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 27.35pt; text-align: justify; text-indent: -9.35pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sikap terhadap saudara kandung: apakah keberadaan saudara sekandung dengan autisme ini menjadi suatu keuntungan atau kekurangan bagi kakak/adik tsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 16pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Orang tua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Keadaan orang tua sangat menentukan proses belajar mengajar dan pencapaian masing-masing anak. Dalam hal ini, yang penting diperhatikan adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pengharapan keluarga:&amp;nbsp; Apa yang diharapkan dicapai dari keberadaan anak berada di sekolah: apakah full inclusion atau social mainstream ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 27pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pengharapan ini sangat menentukan target pendidikan bagi anak di sekolah. Target yang “lepas dari konteks” dalam arti tidak sesuai potensi yang ditampilkan anak (berlebihan), tentu akan membuat siapapun yang terlibat menjadi frustrasi. Anak bahkan bisa tidak suka belajar / sekolah. Sebaliknya, target di bawah kemampuan anak akan membuat ia bosan dan juga tidak suka sekolah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kebutuhan dari anggota keluarga yang lain:&amp;nbsp; Anggota keluarga bukan terdiri atas anak autis ini saja, tetapi tentu saja menyangkut kakak/adik dan orang tua anak. Keterlibatan anak di lingkungan sekolah umum, mau tidak mau akan mempengaruhi kegiatan sehari-hari seluruh keluarga. Anak harus mengerjakan pekerjaan rumah, orang tua harus menunggui, kakak/adik diberi tanggung jawab mengenai kegiatan anak di rumah dan sekolah, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Adanya dukungan lingkungan: Lingkungan disini, termasuk juga orang tua lain di sekolah tersebut (POMG). Bagaimanakah sikap mereka, apakah mendukung atau tidak. Bagaimana juga sikap anak lain di sekolah tersebut, apakah menerima keberadaan anak autis ini atau tidak. Bagaimana sikap guru di luar kelas ini, sikap kepala sekolah dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 16pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tenaga profesional terkait:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 99pt; text-align: justify; text-indent: -81pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Adakah tenaga profesional yang dilibatkan dalam tim pendukung anak:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 99pt; text-align: justify; text-indent: -81pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dokter: &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Peran dokter disini (dokter anak, psikiater anak, dokter mata, THT, gizi dsb sesuai kebutuhan anak) amat penting karena proses belajar mengajar anak tidak akan lancar kecuali ia dalam keadaan sehat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 99pt; text-align: justify; text-indent: -81pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Psikolog: &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Peran psikolog adalah untuk memberikan gambaran profil psikologis anak (psychological profile), sehingga orang tua dan pihak sekolah paham kelebihan dan kekurangan anak secara menyeluruh. Gambaran profil ini dapat membantu semua pihak terkait dalam mengarahkan anak sehingga potensi aktual dapat terealisir secara optimal tanpa membuat anak tertekan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 99pt; text-align: justify; text-indent: -81pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Guru pendamping:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt; Pada umumnya anak autis memerlukan guru pendamping pada masa awal penyesuaian di lingkungan kelas yang jelas berbeda dengan lingkungan terapi individual. Masalahnya, tidak semua sekolah menyediakan guru pendamping dengan kualifikasi yang jelas, atau tidak semua orang tua bersedia menggunakan guru pendamping yang disediakan pihak sekolah oleh karena berbagai alasan. Guru pendamping juga sering tidak paham sebatas mana mereka diperbolehkan membantu anak. Akibatnya, anak tergantung pada guru pendamping, guru kelas tidak berusaha kenal anak karena anak hampir selalu berada bersama dengan guru pendamping, dan pada akhirnya anak tetap menjadi ‘anak bawang’ karena ia tidak terlalu berbaur dengan lingkungannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 99pt; text-align: justify; text-indent: -81pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Terapis:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Meskipun sudah bersekolah di sekolah umum, sebagian dari anak autis masih memerlukan bimbingan khusus di rumah. Tugas ini biasanya dibebankan kepada terapis rumah, yaitu terapis atau guru yang bertugas untuk mengulang materi yang dipelajari di sekolah lengkap dengan generalisasi-nya, mempersiapkan anak akan materi yang akan datang, dan membantu anak mengkompensasi kelemahannya melalui berbagai teknik dan kiat praktis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Apakah ada kerja sama yang baik antara tenaga profesional dengan sekolah dan keluarga, dalam arti keterbukaan secara profesional demi kemajuan si anak. Adakah bantuan akademis (dalam bentuk sesi khusus atau modifikasi proses), atau kelompok orang tua dengan masalah sama?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Piramida sasaran pendidikan:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 27.35pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dr. Lam Chee Meng &amp;amp; Chan Yee Pei, BSc dalam konferensi WeCan di Singapore November 2002 mengungkapkan bahwa semua pihak sebaiknya mengacu pada piramida berikut dalam menerapkan target pendidikan bagi anak autisme:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;height: 27px; left: 0px; margin-left: 528px; margin-top: 8px; position: absolute; width: 39px; z-index: 5;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td align=&quot;left&quot; bgcolor=&quot;white&quot; height=&quot;27&quot; style=&quot;background: white; border: .75pt solid black; vertical-align: top;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;39&quot;&gt;&lt;span style=&quot;left: 0pt; position: absolute; z-index: 6;&quot;&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;div class=&quot;shape&quot; style=&quot;padding: 3.6pt 7.2pt 3.6pt 7.2pt;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;3&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;height: 31px; left: 0px; margin-left: 180px; margin-top: 17px; position: absolute; width: 147px; z-index: 0;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td align=&quot;left&quot; bgcolor=&quot;white&quot; height=&quot;31&quot; style=&quot;background: white; border: .75pt solid black; vertical-align: top;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;147&quot;&gt;&lt;span style=&quot;left: 0pt; position: absolute; z-index: 1;&quot;&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;div class=&quot;shape&quot; style=&quot;padding: 3.6pt 7.2pt 3.6pt 7.2pt;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Socialization&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align=&quot;left&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td height=&quot;17&quot; width=&quot;24&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td width=&quot;483&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td width=&quot;21&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td width=&quot;39&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td height=&quot;4&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td align=&quot;left&quot; bgcolor=&quot;white&quot; height=&quot;27&quot; rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;background: white; border: .75pt solid black; vertical-align: top;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;39&quot;&gt;&lt;span style=&quot;position: absolute; z-index: 8;&quot;&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;div class=&quot;shape&quot; style=&quot;padding: 3.6pt 7.2pt 3.6pt 7.2pt;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;2&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td height=&quot;23&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td align=&quot;left&quot; rowspan=&quot;4&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;img height=&quot;78&quot; src=&quot;http://puterakembara.org/rm/sekolah_files/image001.gif&quot; width=&quot;483&quot; /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td height=&quot;24&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td height=&quot;27&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td align=&quot;left&quot; bgcolor=&quot;white&quot; height=&quot;27&quot; style=&quot;background: white; border: .75pt solid black; vertical-align: top;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;39&quot;&gt;&lt;span style=&quot;position: absolute; z-index: 7;&quot;&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;div class=&quot;shape&quot; style=&quot;padding: 3.6pt 7.2pt 3.6pt 7.2pt;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;1&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td height=&quot;4&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br clear=&quot;ALL&quot; style=&quot;mso-ignore: vglayout;&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bagian piramida yang paling penting adalah bagian bawah, karena seluruh bangunan akan hancur bila pondasi tidak kokoh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bagian paling bawah, adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Work habits, Self-regulation&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sikap kerja anak setiapkali diberi tugas dan bagaimana ia mengembangkan kontrol serta strategi setiap ia mengahadapi stres. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Self-Help, Independence:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kemampuan anak membantu dirinya sendiri dan bersikap mandiri sesuai usia tahap perkembangan. Misal: mampu ke kamar mandi sendiri, mampu membereskan buku sendiri, bertanggung jawab atas barang bawaannya, pergi ke guru tanpa harus diarahkan dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Functional Communication:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent2&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;Meskipun sebagian komunitas anak autis dapat bicara, tetapi seringkali kemampuannya masih belum untuk menjawab pertanyaan secara konsisten dan kontekstual. Anak juga terkadang belum dapat menyampaikan keinginan, perasaan dan pendapat sehingga sering frustrasi dan lalu menyebabkan ia berperilaku negatif.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Persiapan bagian bawah piramida tersebut seyogyanya dilakukan sebelum anak masuk ke sekolah umum, karena di sekolah anak akan berhadapan dengan target akademis dan sosialisasi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Target akademis juga sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dan ketidak mampuan anak, sehingga kecenderungan anak untuk frustrasi dapat diperkecil dan bila mungkin dihilangkan. Misal: anak sulit memahami konsep abstrak, jadi sebaiknya sedapat mungkin hal yang abstrak dibuat lebih konkrit. Anak sulit menghadapi perubahan mendadak, sehingga sebaiknya ia diberitahu terlebih dahulu sebelum perubahan itu harus ia hadapi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.4in; text-align: justify; text-indent: -0.4in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;IV.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 11pt;&quot;&gt;BANTUAN YANG SEHARUSNYA DIBERIKAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Lalu, bagaimana bila anak sudah terlanjur masuk ke dalam lingkungan sekolah, dan ia tampak mengalami berbagai masalah yang menghambat aktualisasi potensinya? Tentu saja masih ada alternatif solusi yang dapat dicoba baik oleh orang tua maupun pihak sekolah, yakni:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;A.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Memahami kondisi anak secara menyeluruh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tujuan orang tua memasukkan anak ke jalur pendidikan umum bisa untuk “academic mainstream” (agar anak sepenuhnya bisa mengikuti kegiatan akademis)&amp;nbsp; atau “social mainstream” (agar anak dapat mengikuti kegiatan sosialisasi bersama teman). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Di Indonesia belum tersedia berbagai fasilitas pendidikan khusus bagi anak ASD usia sekolah, kecuali sekolah umum. Itu sebabnya orang tua berbondong-bondong memasukkan anaknya ke sekolah umum yang bersedia memberikan kesempatan untuk menampung individu ASD. Timbul masalah baru, dimana para guru lalu merasa kewalahan dalam menangani anak-anak ini, karena mereka tidak tahu harus berbuat apa. Untuk itu, penting dilakukan evaluasi dan atau observasi mendalam sebelum anak mengikuti kegiatan belajar mengajar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tujuan evaluasi/observasi mendalam ini adalah untuk mendapatkan profil psikologis anak, yang &lt;u&gt;antara lain&lt;/u&gt; mencakup aspek:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Gejala autisme yang ada pada anak dan intensitas gejala tersebut (perilaku, komunikasi, interaksi, kecenderungan menyerang diri sendiri atau orang lain, gangguan konsentrasi dsb)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kendala apa yang mungkin dialami anak di kelas (anak diet ketat sehingga mungkin akan frustrasi saat makan bersama, anak sulit pusatkan perhatian sehingga letak duduk akan mempengaruhi pemahaman, masalah motorik halus sehingga sulit menulis dsb).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kelebihan apa yang dimiliki anak, yang mungkin dapat digunakan sebagai kompensasi (daya ingat kuat, sangat visual, pemahaman konsep abstrak cepat tangkap asalkan ada pengalaman aktual dsb).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Seberapa besar peran pendukung dibutuhkan oleh anak, dan bagaimana bentuknya (masih harus didampingi guru pendamping, pelajaran harus diulang di rumah secara intensif, harus menggunakan terapi medikasi/terapi lain, dsb).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;B.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Memahami peran masing-masing pihak dan menjalankan tugas sesuai batasan peran tersebut&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sebagai orang tua, ketat memantau perkembangan anak di kelas dan di sekolah. Siap membantu guru setiap kali terjadi masalah, tidak menunggu hingga masalah menjadi berkepanjangan. Bersedia menerima masukan, baik atau buruk, demi kemajuan anak. Tidak langsung menyalahkan pihak lain, tetapi bersedia melihat permasalahan secara obyektif dari kacamata dua belah pihak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sebagai guru, memperlakukan anak sesuai harkatnya yang memang terlahir sebagai individu dengan gangguan perkembangan autisme. Bersedia menerima masukan, terutama menyangkut masalah modifikasi proses belajar mengajar demi tercapainya pemahaman materi. Segera memberi tahu bila tampak ada masalah sekecil apapun, guna dapat dicari pemecahannya agar tidak berlarut-larut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sebagai guru pendamping (shadower), paham batasan peran tersebut dan justru menjadikan “kemandirian anak” sebagai tujuan akhir. Adapun peran/tugas guru pendamping adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Memastikan agar anak memahami &lt;u&gt;semua&lt;/u&gt; persyaratan untuk menyelesaikan tugas dan menjalani rutinitas prosedur di kelas sehari-hari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mengusahakan agar anak memperoleh dukungan struktur yang ia perlukan untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan di kelas (icon, skedul, simbol, kartu dsb).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menjembatani situasi agar terjadi hubungan antara anak dengan guru kelas. Tugas guru pendamping terbatas pada mempermudah dan memperjelas informasi yang disampaikan oleh guru kelas, tetapi sebatas diperlukan. Hubungan antara anak dengan guru kelas justru adalah tujuan utama yang harus dicapai oleh guru pendamping. Sebaiknya anak tidak hanya berhubungan dengan guru pendamping.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Memberikan bantuan dan kesempatan kepada anak agar ia dapat mengembangkan hubungan dan berinteraksi dengan teman sebayanya. Jangan justru hanya bermain bersama guru pendamping.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Berusaha keras agar anak belajar berfungsi secara mandiri di lingkungan sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Singkat kata, guru pendamping dapat dikatakan berhasil bila ia dapat membimbing anak sedemikian rupa sehingga guru pendamping tidak dibutuhkan lagi kehadirannya di sekolah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;C.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Memperhatikan beberapa prinsip kunci dalam penanganan masalah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Masalah anak di kelas terbagi atas beberapa aspek: komunikasi, pemahaman, interaksi, struktur lingkungan, dan perilaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Komunikasi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText2&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Komunikasi lebih dari sekedar bicara. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText2&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Komunikasi terjadi karena adanya pematangan sistim biologis dan sistim syaraf dalam tubuh anak. Tidak heran bila pematangan sistim tersebut terhambat, maka terhambat pulalah kemampuan komunikasi seseorang. Komunikasi juga terkait dengan kemampuan kognisi, sehingga makin bermasalah seseorang dalam pemahamannya maka akan makin terbatas kemampuan komunikasinya (Quill, 1995). Komunikasi juga melibatkan perkembangan bahasa - bicara, dan penguasaan berbagai kemampuan a.l pemahaman, sosialisasi, bergiliran, pilihan, keinginan, dan pengungkapan. (Hodgdon, 1999; Maurice 1996). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText2&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak ASD umumnya mengalami hambatan dalam aneka aspek perkembangan yang sudah disebutkan di atas. Awalnya mereka tidak ada alasan untuk berkomunikasi (tidak tertarik, tidak ada kebutuhan), dan ketika mereka sudah tertarik untuk berkomunikasi, mereka memiliki masalah lain (sulit mengungkapkan diri, tidak dapat menjalin kontak mata, sulit memusatkan perhatian dsb). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menuntut seorang anak ASD untuk bicara lancar tanpa ada masalah, jelas tidak adil. Ia akan semakin tegang, dan ketegangan ini menghambatnya untuk berpikir leluasa. Sebaiknya ia diberi kemampuan yang ia perlukan untuk berkomunikasi (bukan hanya bicara) dan dibantu untuk dapat berkomunikasi dengan lebih efektif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Guna membantu anak ASD berkomunikasi dengan efektif, mereka perlu diajarkan untuk:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Memahami makna “ya” dan “tidak” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menetapkan pilihan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Memahami konsep representasi: bahwa gambar 2 dimensi mewakili sesuatu yang nyata&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Melakukan deskripsi terhadap suatu gambar dan kemudian rangkaian gambar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Melakukan tanya jawab secara konsisten dan terarah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Melakukan percakapan (parallel talk)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bertanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bercerita&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mengingat bahwa anak ASD cenderung lebih mudah mencerna apapun yang dapat mereka lihat dan mereka pegang, ada baiknya membantu anak ASD berkomunikasi dengan menggunakan visualisasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Visualisasi ini membantu anak ASD membayangkan berbagai hal, sehingga pada akhirnya dapat melakukan komunikasi dengan lebih efektif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bagi anak ASD yang mungkin tidak terlalu dapat berkomunikasi, penggunaan teknik PECS (Picture Exchange Communication System) juga dapat dipertimbangkan. Sistim ini memungkinkan anak ASD mengekspresikan diri dalam bentuk yang sangat universal, dimengerti oleh semua orang, tanpa ia harus mengucapkan kata-kata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Guru atau orang tua perlu juga mempermudah gaya berkomunikasi, seperti misal:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Instruksi sebaiknya singkat, tepat dan dipasangkan dengan visualisasi; mengingat bahwa anak cenderung sulit memahami pesan-pesan komunikasi (misal: kata-kata, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak cenderung mengalami kesulitan memproses berbagai bentuk informasi yang disampaikan secara auditori apalagi bila suara latar belakang termasuk bising. Ia perlu waktu untuk menterjemahkan dan berespons terhadap instruksi, terutama bila ada tuntutan transisi atau gerakan fisik (misal: instruksi beberapa tahap).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak mungkin mengalami kesulitan menggunakan beberapa modalitas sekaligus pada proses belajar mengajar (misal: menatap, mendengarkan, menulis). Ia mungkin perlu guru pendamping yang membantunya memutuskan untuk menggunakan satu modalitas dalam presentasi tugas baru atau sulit. (misal: lihat, lalu dengarkan, lalu tulis).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak tidak selalu sadar bahwa instruksi dalam kelompok ditujukan kepadanya. Karena itu, instruksi yang disampaikan secara kelompok, perlu diulang secara individual kepada anak tersebut bilamana diperlukan. Instruksi ini tidak diberikan oleh guru pendamping, tetapi oleh guru kelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak mungkin bisa terdistraksi setiapkali guru menggunakan penjelasan detil. Karena itu, sebaiknya gunakan isyarat tangan untuk membantu anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pemahaman &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Biasanya anak mengalami kesulitan saat berhadapan dengan tugas yang berciri sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bermuatan bahasa (pemahaman dan pengungkapan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Abstrak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Banyak tahapan-nya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tidak jelas ujung pangkalnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mengandung banyak alternatif solusi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tertulis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Cepat penyajiannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dalam meningkatkan pemahaman, &lt;b&gt;cara yang disarankan&lt;/b&gt; adalah tidak sekedar memberitahu ia apa yang harus ia lakukan (tell=verbal directions), tetapi juga memberi contoh (show=modelling), dan mengarahkan (guide=physical guidance) hingga anak mengerti apa yang diharapkan darinya (Baker &amp;amp; Brightman, 1997).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Instruksi verbal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; (tell = verbal directions) :&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;hanya diberikan saat anak memperhatikan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;sebaiknya singkat, tepat guna, lugas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;menggunakan kata-kata yang dipahami anak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Contoh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (show = modelling) :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;demonstrasikan apa yang Anda maksud dengan instruksi verbal tadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;efektif bila dilakukan dengan lambat dan berlebihan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;kurangi porsi sedikit demi sedikit, sejalan dengan penguasaan anak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.75in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pengarahan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (guide = physical guidance):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;sesudah memberi tahu dan mendemonstrasikan, arahkan tangan anak secara fisik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;tunjukkan bagaimana melakukanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;mulanya, ANDA yang mengerjakan semua hal, tetapi bertahap kurangi peran Anda dalam pengarahan sehingga anak sedikit demi sedikit mengerjakannya sendiri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mengingat bahwa anak ASD memiliki gaya belajar yang khas, ada baiknya guru mempertimbangkan ciri khas tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak ASD sebagian besar memiliki gaya belajar ‘rote learner’, ‘visual learner’ dan ‘hands-on learner’. Berarti, sebaiknya guru menggunakan sebanyak mungkin pengalaman dan visualisasi untuk membuat berbagai hal yang sulit dicerna anak ASD (terutama konsep verbal dan abstrak) menjadi lebih konkrit dan nyata bagi mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Peran ‘shadower’ disini sangat penting, karena mereka dapat membantu guru membuat berbagai hal menjadi nyata bagi anak ASD. Tidak mungkin membebankan tugas kepada guru yang kadang hanya sendirian di kelas berisi sedikitnya 20 anak.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sebaiknya anak juga dihadapkan pada informasi dan aktifitas yang sama secara berulang-ulang, untuk memastikan pemahaman karena biasanya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 63.35pt; text-align: justify; text-indent: -9.35pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak sering panik-cemas-bingung menghadapi tugas/materi/situasi dan orang baru. Karena itu mereka biasanya menghindari situasi yang tidak mereka kenal dan pada akhirnya, tidak bisa mengerti instruksi yang diberikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 63.35pt; text-align: justify; text-indent: -9.35pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak sulit memusatkan perhatian pada ciri suatu tugas pada saat pertama kali diberikan. Akibatnya ia belum sampai bisa memiliki strategi tertentu pada saat tugas ditampilkan untuk kedua kalinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 63.35pt; text-align: justify; text-indent: -9.35pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak makin terpacu mempelajari hal baru yang ditampilkan beberapa kali secara konsisten dalam bentuk yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 63.35pt; text-align: justify; text-indent: -9.35pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sering anak tidak bisa belajar di kelas secara efektif, lebih karena situasi kelas dan bukan karena ketidak mampuan anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ada &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;beberapa teknik pengajaran&lt;/b&gt; yang dapat digunakan untuk membantu anak belajar ketrampilan baru:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Beritahu ‘perilaku yang diharapkan’ menggunakan alat bantu visual&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pastikan ‘perilaku yang diharapkan’ tersebut dirasakan berguna dan bermakna ketika ditunjukkan kepada anak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Hindari menampilkan ‘harapan’ dalam gaya yang tidak jelas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Peragakan bagaimana perilaku tersebut seharusnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Berikan bantuan untuk mengarahkan perhatian anak pada detil yang relevan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Gunakan penguat untuk memotivasi anak menggunakan ketrampilan baru tersebut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bila perlu, beri penguat pada langkah-langkah kecil menuju perilaku baru &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;~&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Beri penguat pula untuk usaha anak, agar ia bersemangat mencoba melakukan perilaku tersebut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 45pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Yang pasti, anak lebih mudah paham dan lama dapat mengingat materi pelajaran tertentu bila sejak awal dibuat bermakna dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, sebaiknya materi yang diajarkan juga sesuatu yang ada gunanya (fungsional) dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari (aplikatif).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Interaksi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ada tiga jenis perilaku sosial yang mencirikan anak ASD (Wing &amp;amp; Gould dalam Wolfberg, 1999): &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Aloof &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - bersikap menjauh/menyendiri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Anak-anak ini tampak sangat pendiam dan suka menyendiri, serta tidak berrespons terhadap isyarat sosial atau ajakan untuk bercakap dari orang lain. Kemampuan anak untuk ‘joint attention’ (memperhatikan sesuatu bersama orang lain) tidak berkembang, dan biasanya hanya mendekati orang lain untuk memenuhi keinginan mereka. Orang lain bagi mereka bukanlah makhluk sosial, tetapi lebih sebagai ‘alat’ untuk mendapatkan benda yang diinginkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Passive&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - bersikap pasif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak-anak ini tampak tidak perduli dengan orang lain, tapi secara umum masih dapat diarahkan untuk terlibat dalam kegiatan sosial. Mereka cukup patuh dan masih mengikuti ajakan orang lain untuk berinteraksi. Sama seperti anak-anak yang ‘aloof’, anak-anak yang ‘passive’ juga tidak terlalu dapat memperhatikan sesuatu bersama orang lain. Mereka juga kurang dapat mengungkapkan kehendaknya melalui ekspresi wajah dan isyarat tubuh, dan sebaliknya juga sulit memahami isyarat tubuh orang lain.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;•&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Active and Odd&amp;nbsp;&amp;nbsp; - bersikap aktif tetapi ‘aneh’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak-anak ini senang berada bersama orang lain, tapi terutama dengan orang dewasa. Mereka mendekati orang lain untuk berinteraksi, tetapi caranya agak ‘tidak biasa’. Misalnya, mereka mendatangi seorang&amp;nbsp; yang tidak mereka kenal dan lalu mereka sentuh. Mereka juga mungkin berusaha bercakap-cakap dengan seseorang, tapi sayangnya&amp;nbsp; masih belum berkelanjutan, karena mereka cenderung terpaku pada minat tertentu yang kurang disukai orang lain. Sama dengan anak-anak ‘aloof’ dan ‘passive’, mereka juga kurang memiliki kemampuan untuk ‘membaca’ isyarat sosial yang penting untuk berinteraksi secara efektif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Selain tiga hal tersebut, anak-anak ASD mengalami kesulitan memahami bahwa sesuatu bisa dilihat dari sudut pandang orang lain (Baron-Cohen et al, 1985). Tanpa kemampuan tersebut, mereka sulit mengembangkan kemampuan berinteraksi dan bergaul; karena mereka cenderung melihat berbagai hal dari sudut pandangnya sendiri (=egosentris).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Uraian tersebut di atas menunjukkan bahwa anak-anak ASD memang sulit berinteraksi. Mereka tidak paham bagaimana menghadapi lingkungan, berinteraksi dengan orang lain, dan karena itu cenderung tidak memiliki banyak teman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Untuk membantu anak-anak ASD berinteraksi di sekolah, Wolfberg (1999) mengusulkan metode &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;‘Integrated Playgroup Settings’&lt;/b&gt; dimana anak-anak ASD (pemain pemula) – dengan pengarahan orang dewasa (pengarah bermain) -- berpartisipasi dalam kegiatan bermain dengan teman sebaya yang secara sosial lebih mahir (pemain mahir). Tujuan IPS ini adalah untuk merangsang kegiatan bermain yang timbal balik dan sama-sama disukai anak-anak, sambil mengembangkan kemampuan bermain dan perbendaharaan kegiatan bermain si pemain pemula. Dalam metode ini, teknik mengamati dan menganalisa kegiatan bermain dijabarkan, juga bagaimana mengarahkan partisipasi dalam bermain secara kelompok, dan merancang lingkungan yang mendukung terjadinya kegiatan bermain yang menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sebaiknya, guru yang berhubungan dengan anak mempertahankan sikap/gaya interaksi yang konsisten dan tidak berubah-ubah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;»&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak akan bingung bila ia didekati dengan gaya yang berbeda-beda oleh guru yang bekerja bersamanya. Penting untuk menggunakan gaya, intensitas, kecepatan dan kosakata yang kurang lebih sama, terutama pada awal penyesuaian di kelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;»&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bila anak bingung, anak biasanya akan ‘mencoba’ memakai serangkaian perilaku interaksi yang belum tentu pantas menurut ukuran masyarakat. Pada keadaan seperti ini, bila perilaku yang cenderung kurang pantas ini mendapatkan perhatian, maka justru perilaku tersebut akan dipertahankannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;»&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak tidak dapat bekerja efektif di kelas bila ia tidak paham apa yang diharapkan dari dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;»&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bila anak akan bekerja bersama dengan beberapa guru pada satu kesempatan, sebaiknya dipastikan bahwa mereka semua menggunakan gaya dan kosakata yang sama sehingga anak tidak bingung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Struktur lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Keadaan lingkungan yang dapat diramalkan oleh anak, membantu anak untuk beradaptasi dengan tuntutan tugas:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;»&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak berfungsi dengan baik bila ia dihadapkan pada rutinitas yang dapat ia prediksi, dan juga pada tuntutan penyelesaian tugas yang jelas. Kejelasan ini mencegah anak menciptakan strategi yang justru tidak tepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;»&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak diuntungkan bila ada struktur di lingkungan, tugas, interaksi dan transisi. Misal: memastikan lingkungan rapi bebas barang tak terpakai, menggunakan sistim box atau map untuk menyimpan materi penting sesuai kategori, memastikan ada awal dan akhir yang jelas pada setiap tugas, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;»&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak sulit memahami konsep-konsep abstrak tak jelas seperti ‘mulai’, ‘selesai’, ‘cepat’, ‘yang bagus’, atau ‘selesaikan nanti’. Sebaiknya semua guru membicarakan perilaku dan kejadian dalam istilah yang jelas dan tepat guna, seperti “duduk di lantai dengan baik” bisa diubah menjadi “duduk di lantai, kaki dilipat, tangan dilipat”. Atau, istilah “kerjakan” diubah menjadi “ambil pinsil, lihat nomer 1, lingkari yang benar”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;»&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kata-kata yang bermakna abstrak, perlu waktu melatihkannya. Tugas guru pendamping atau terapis rumah atau orang tua untuk melatih makna kata sambil memasangkan dengan gerakan/kegiatan/benda sesungguhnya. Begitu anak paham makna tersebut, guru dapat melatih menggunakan visualisasi/kartu sehingga anak dapat mengaplikasi-kan konsep tersebut dalam konteks sesungguhnya tanpa terlalu banyak penjelasan lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Perilaku&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Umumnya perilaku diteliti karena alasan “bermasalah” (Linda Hodgdon, 1999), yaitu&amp;nbsp; bila&amp;nbsp; :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;anak tidak berperilaku sesuai dengan lingkungan atau situasi saat itu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;perilaku anak tidak seperti yang biasa dilakukan teman sebaya mereka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;mereka tidak melakukan seperti yang kita inginkan: apa-kapan-bagaimana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Batasan diatas, tercakup dalam suatu kontinuum (rentang) yang bervariasi mulai dari kebiasaan yang mengganggu, perilaku yang menimbulkan masalah, perilaku yang menghambat rutinitas sehari-hari, yang menghambat proses belajar, hingga perilaku yang dapat sebabkan celaka pada diri sendiri&amp;nbsp; atau orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dengan demikian, batasan “&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;masalah perilaku&lt;/b&gt;” sangat bervariasi, tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Misal: perilaku mengeluarkan suara saat sedang belajar, dapat dianggap sekedar sebagai kebiasaan mengganggu, kebiasaan yang SANGAT mengganggu atau perilaku yang meng-hambat proses belajar… tergantung frekuensi, periode dan intensitas perilaku tersebut dan dimana perilaku tersebut terjadi. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pada anak ASD, masalah perilaku dapat digolongkan dalam 2 kelompok utama (Schopler, 1995):&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 0in 0in 0.75in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;perilaku tidak patuh, dimana anak tidak mau mengikuti pengarahan atau permintaan orang tua/guru (dan tokoh otoritas lain)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 0in 0in 0.75in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;perilaku mengganggu/menyerang,&amp;nbsp; biasanya dalam bentuk tantrum (mengamuk), berteriak, menendang, memukul, menggigit dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Berhubung perilaku bisa dilihat secara subyektif (tergantung sudut pandang pengamat), sudah seharusnya kita berusaha menjadikannya lebih obyektif. Obyektifitas dapat diusahakan melalui pengamatan intensif, pencatatan, analisa dan interpretasi. Setidaknya, obyektifitas dapat diusahakan dengan berpikir bahwa &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;setiap masalah perilaku didasari adanya keterbatasan/ hambatan yang menjadi penyebab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;.&lt;/i&gt; (Schopler, 1995) &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;height: 86px; left: 0px; margin-left: 59px; margin-top: 2px; position: absolute; width: 172px; z-index: 8;&quot;&gt;&lt;img height=&quot;86&quot; src=&quot;http://puterakembara.org/rm/sekolah_files/image002.gif&quot; width=&quot;172&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;MASALAH PERILAKU&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td height=&quot;8&quot; width=&quot;70&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;img height=&quot;14&quot; src=&quot;http://puterakembara.org/rm/sekolah_files/image003.gif&quot; width=&quot;143&quot; /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br clear=&quot;ALL&quot; style=&quot;mso-ignore: vglayout;&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Berbagai hambatan/keterbatasan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 15pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;yang menjadi dasar terjadinya&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt; perilaku&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyTextIndent&quot; style=&quot;line-height: 13pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kesadaran bahwa masalah perilaku didasari adanya keterbatasan atau hambatan, sangat mempengaruhi lingkungan ketika mengupayakan intervensi/penanganan atas berbagai masalah perilaku. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kita selalu harus melihat perilaku sebagai sebuah rangkaian, ada yang menyebabkan (antecedent) dan ada yang mengikuti terjadinya perilaku tersebut (consequence) (Maurice, 1996).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Misal: anak yang berguling-guling ketika spreinya diganti. Penanganan akan sangat berbeda bila penyebabnya ketidak-patuhan (incompliance) atau perasaan tidak tahan terhadap tekstur sprei sesudah dicuci (sensory). Anak yang berguling-guling karena tidak tahan terhadap tekstur sprei, tentu akan sangat tertekan bila diberi teguran atau diperingatkan untuk berperilaku baik (consequence). Ia berguling-guling karena tidak tahan terhadap tekstur, tapi malah ditegur karena tidak bersikap baik. Perasaan tertekan tadi, tentu saja mendorongnya berperilaku lebih buruk lagi. Karena akar permasalahannya adalah masalah sensoris, seharusnya ia dibantu mengatasi masalah sensorisnya. Sebaliknya akan terjadi, bila sesudah anak berguling-guling, ia malah mendapat hadiah. Bisa saja ia berpikir bahwa dengan berguling-guling, ia akan mendapatkan sesuatu yang menyenangkan. Ia akan mengulanginya lagi, terlepas dari persoalan apakah masalah sensorisnya terjawabkan atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Jadi, penting sekali melakukan analisa (A-B-C) dan mencoba mencari akar permasalahan mengapa suatu perilaku terjadi; sebelum dapat menetapkan akan melakukan apa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bila sudah diketahui akar permasalahannya, ada banyak hal yang dapat dilakukan (Fouse &amp;amp; Wheeler, 1997) yakni Punishment, Negative Consequence, Ignorance, Differential Reinforcement, Time Out, Response Cost, Environment Modification. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dari berbagai cara tersebut di atas, yang penting diingat oleh guru adalah untuk &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;tidak memberikan perhatian dalam bentuk apapun kepada anak saat ia berperilaku negatif&lt;/b&gt; (perhatian bisa berupa bujukan, luapan amarah, omelan, tatapan, kata-kata dsb). Biarkan anak meluapkan amarah (bila sebabnya adalah frustrasi), dan baru lakukan intervensi (berupa instruksi tugas yang ia kuasai) begitu ia reda amarahnya. Kadang untuk anak tertentu perlu disediakan ruang terpisah/pojok tertentu bagi dia untuk melampiaskan amarahnya tanpa melukai diri sendiri atau orang lain. Hati-hati, kadang anak autisme senang diberi ‘time-out’ karena bisa melarikan diri masuk dalam dunianya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sebelum dapat menggunakan satu atau beberapa kombinasi teknik tersebut di atas, penting sekali bagi guru untuk mengamati beberapa hal berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;»&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Biasanya perilaku negatif anak di kelas, berkaitan dengan perasaan tidak nyaman yang dialaminya, atau merupakan respons terhadap kesulitannya. Untuk dapat melakukan perubahan terhadap perilaku negatif tersebut, guru atau guru pendamping HARUS melakukan analisa dan melakukan observasi untuk menyimpulkan jawaban atas “kapan”, “dimana”, dan “siapa” yang mewarnai terjadinya perilaku negatif tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;»&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Strategi efektif baru bisa dikembangkan sesudah dipahami ‘alasan’ kenapa perilaku negatif tersebut digunakan untuk beradaptasi dengan lingkungan/keadaan tersebut (apakah masalah komunikasi, tidak dapat memahami isyarat lingkungan, terlalu banyak stimulasi, frustrasi akan materi dsb)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;»&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kalau anak terus menerus menggunakan perilaku negatif untuk beradaptasi dengan keadaan, bisa saja ia tidak tahu cara lain. Penting mengajarkan cara positif yang dapat ia pakai beradaptasi dengan keadaan yang kurang nyaman tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;»&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pengetahuan atas kelebihan/kekurangan dan kebutuhan anak tersebut yang khas autisme (biasanya berkaitan dengan masalah komunikasi, interaksi dan adaptasi) akan sangat membantu guru/pendamping memahami perilaku anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;D.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bersikap fleksibel, kreatif dan terbuka dalam proses belajar mengajar &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak ASD memiliki ciri khas yang berbeda dengan anak biasa, karena itu sikap pengajaran kita sebaiknya juga tidak sama dengan anak biasa, bila kita mengharapkan hasil optimal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tabel berikut berusaha memperlihatkan, bahwa sikap kita sebagai guru perlu dimodifikasi sesuai keadaan anak, untuk mendapatkan pemahaman maksimal dan mengarah pada kemandirian optimal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left; width: 675px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-bottom: double windowtext 1.5pt; border: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 99.0pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;165&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: center;&quot;&gt;JENIS BANTUAN&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-bottom: double windowtext 1.5pt; border-left: none; border-right: solid windowtext .5pt; border-top: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 2.75in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;330&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: center;&quot;&gt;DESKRIPSI&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-bottom: double windowtext 1.5pt; border-left: none; border-right: solid windowtext .5pt; border-top: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 1.5in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;180&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: center;&quot;&gt;KETERLIBATAN ORANG LAIN &amp;gt;&amp;lt;   KEMANDIRIAN&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: double windowtext 1.5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 99.0pt;&quot; width=&quot;165&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: center;&quot;&gt;Tangan-di atas-tangan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext .5pt; border-left: none; border-right: solid windowtext .5pt; border-top: none; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: double windowtext 1.5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 2.75in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;330&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 12.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;Tangan guru pendamping diletakkan   di atas tangan anak untuk memungkinkan anak selesaikan tugas.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-right: solid windowtext .5pt; border: none; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: double windowtext 1.5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 1.5in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;180&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: center;&quot;&gt;Keterlibatan sangat tinggi dari   guru/guru pendamping&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 99.0pt;&quot; width=&quot;165&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: center;&quot;&gt;Fisik&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext .5pt; border-left: none; border-right: solid windowtext .5pt; border-top: none; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 2.75in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;330&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 12.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 12.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;Kontak fisik digunakan untuk   arahkan anak memusatkan perhatian pada sesuatu atau menyelesaikan tugas&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-right: solid windowtext .5pt; border: none; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 1.5in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;180&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 99.0pt;&quot; width=&quot;165&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: center;&quot;&gt;Verbal&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext .5pt; border-left: none; border-right: solid windowtext .5pt; border-top: none; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 2.75in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;330&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 12.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 12.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;Penjelasan atau pengarahan   dipakai untuk memulai /mempertahankan penyelesaian tugas.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-right: solid windowtext .5pt; border: none; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 1.5in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;180&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 99.0pt;&quot; width=&quot;165&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: center;&quot;&gt;Visual&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext .5pt; border-left: none; border-right: solid windowtext .5pt; border-top: none; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 2.75in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;330&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 12.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 12.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;Bantuan visual konkrit dipakai   untuk bantu anak memulai tugas, selesaikan tugas, atau berpindah ke tugas   berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-right: solid windowtext .5pt; border: none; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 1.5in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;180&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 99.0pt;&quot; width=&quot;165&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: center;&quot;&gt;Isyarat&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext .5pt; border-left: none; border-right: solid windowtext .5pt; border-top: none; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 2.75in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;330&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 12.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 12.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;Gerakan digunakan untuk pertegas   makna informasi verbal dan memusatkan perhatian anak pada tugas.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-right: solid windowtext .5pt; border: none; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 1.5in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;180&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 99.0pt;&quot; width=&quot;165&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: center;&quot;&gt;Peragaan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext .5pt; border-left: none; border-right: solid windowtext .5pt; border-top: none; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 2.75in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;330&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;Guru (atau guru pendamping)   mencontohkan penyelesaian tugas dan anak belajar melalui observasi /pengamatan   saja.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext .5pt; border-left: none; border-right: solid windowtext .5pt; border-top: none; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 1.5in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;180&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.0pt; text-align: center;&quot;&gt;Sangat mandiri.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Guru pendamping penting sekali memahami bahwa tugas mereka membantu anak sejauh dibutuhkan. Jadi, lambat laun bantuan tersebut harus dikurangi agar anak dapat mengerjakan segala sesuatunya secara mandiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kiat sebagai guru pendamping&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt; ( Bitsika, 2002):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mulai dari bantuan paling sedikit, siapa tahu anak bisa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tempatkan diri di luar garis pandang anak (di samping atau di belakang).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Nilai sendiri bagaimana Anda memberikan bantuan tersebut. Bila mungkin, minta orang lain melakukan pengamatan cermat terhadap kegiatan Anda dalam mendampingi anak, lalu minta orang tersebut memberikan masukan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Gunakan segala upaya untuk memfokuskan anak pada lingkungan belajar, guru dan tugas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tetapkan peran Anda sebagai ‘guru pendamping’ atau ‘asisten guru’, jadi sedapat mungkin peran dalam proses belajar mengajar dipegang oleh guru kelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Alat bantu dalam belajar, jangan sampai menjadi pusat perhatian anak. Anak harus dilatih untuk memusatkan perhatian pada instruksi dan materi. Alat bantu bersifat sebagai ‘bantuan bila diperlukan’.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anak jangan sampai melihat ‘bantuan dari guru pendamping’ sebagai hal terpenting dalam proses belajar mengajar, tetapi instruksi dan materi –lah yang terpenting.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;*&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Hindari keterlibatan maksimal dalam interaksi antara Anda dengan anak autisme yang Anda dampingi. Tugas Anda mendorong agar ia bisa berinteraksi dengan lingkungannya tanpa kehadiran Anda, jadi sedikit demi sedikit kurangi peran Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 14pt;&quot;&gt;PENUTUP:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 41.05pt 0in 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Penting diingat oleh para orang tua adalah bahwa kondisi masing-masing anak sangat berbeda, sehingga modal awal dan hasil akhir setiap individu akan sangat tergantung pada banyak sekali faktor, antara lain: kuantitas dan kualitas gejala autisme pada anak, intensitas penanganan dini, tingkat intelegensi anak, kemampuan anak berkomunikasi, konsistensi pola asuh dalam keluarga, sikap sekolah dalam membantu anak, pengetahuan guru, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 41.05pt 0in 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 41.05pt 0in 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bagi pihak sekolah, penting diperhatikan bahwa banyak langkah yang dapat dilakukan untuk membantu anak ASD berprestasi di lingkungan sekolah umum. Selain kesempatan, mereka juga memerlukan penanganan yang terpadu dan terfokus sesuai keadaan masing-masing anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 41.05pt 0in 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 41.05pt 0in 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pihak keluarga tidak bisa hanya menuntut pihak sekolah untuk memberikan yang terbaik, karena tanpa kerja sama dari pihak keluarga, semua upaya memberikan kesempatan kepada anak menjadi mubazir dan tidak tepat sasaran. Sebaliknya pihak sekolah tidak dapat menyerahkan segala usaha kepada orang tua, karena bagaimanapun anak-anak ASD ini adalah bagian dari masa depan bangsa ini. Sebagai pendidik, sudah sewajarnya kita memberikan yang terbaik kepada anak didik kita. Sebagai pendidik, kita tidak boleh memilih murid. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 41.05pt 0in 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 41.05pt 0in 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mendidik anak tidak bermasalah bisa dilakukan siapa saja, tetapi membantu anak bermasalah – khususnya anak ASD – untuk dapat mengatasi permasalahannya, memerlukan kemampuan yang luar biasa. Kreativitas, daya juang, kemampuan untuk bertahan, dan yang terpenting… keikhlasan untuk membantu anak ASD mendapatkan masa depan yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 41.05pt 0in 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 41.05pt 0in 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anda menjadi guru yang luar biasa, bila memberikan upaya untuk membantu anak-anak ASD meningkatkan mutu kehidupan mereka.&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 41.05pt 0in 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 11pt;&quot;&gt;To my one and only&amp;nbsp; Ikhsan Priatama Sulaiman and his friends. I love you just the way you are.&amp;nbsp;&amp;nbsp; May God be with us, forever.. and ever.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13pt; margin: 0in 41.05pt 0in 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;*)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;Penulis adalah Psikolog, Pendiri/Pengurus Yayasan Autisma Indonesia, Penanggung Jawab Pendidikan pada Sekolah Khusus Autisme &lt;b&gt;“MANDIGA”&lt;/b&gt; – Jakarta, dan ibu dari &lt;b&gt;Ikhsan Priatama Sulaiman,&lt;/b&gt; individu autisme berusia 12 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/2011193637630588567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/kiat-sekolah-umum_24.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/2011193637630588567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/2011193637630588567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/kiat-sekolah-umum_24.html' title='Kiat Sekolah Umum'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-6094150024912829880</id><published>2011-06-24T09:15:00.001+07:00</published><updated>2011-06-24T09:16:01.596+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Umum"/><title type='text'>Sindrom Asperger Skala</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sindrom Asperger menurut skala Australia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://puterakembara.org/triad.shtml&quot;&gt;Triad of Impairments&lt;/a&gt; Sindrom Asperger menurut skala Australia is reprinted by permission of  Tony Attwood, PhD. This is an excerpt from his book ASPERGER&#39;S SYNDROME: A GUIDE FOR PARENTS AND PROFESSIONALS. By M.S. Garnett and A.J. Attwood&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuesioner berikut ini di dibuat untuk mengidentifikasi perilaku dan kemampuan dari Asperger Sindrom pada anak-anak usia sekolah dasar yang merupakan saat dimana pola perilaku dan kemampuan mereka dapat dengan jelas dapat diamati. Masing-masing pertanyaan berikut memiliki peringkat skor dimulai dari angka nol (0) atau sama dengan tingkat rata-rata dari anak normal: 0 = jarang (jrg) , 6 = sering&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuesioner:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
KEMAMPUAN SOSIAL DAN EMOSIONAL &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut kurang memiliki pemahaman mengenai bagaimana cara bermain dengan anak lain? Contohnya, tidak menyadari akan adanya aturan permainan yang tak tertulis?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6| &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Jikalau sedang bebas bermain dengan anak lain, saat makan siang di sekolah, apakah anak tersebut menolak melakukan kontak sosial dengan anak lain? Misalnya, ia lebih suka memilih tempat yang sunyi atau pergi ke ruang perpustakaan?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6| &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut tampaknya tidak menyadari akan kebiasaan sosial atau tata cara bertingkah laku lalu melakukan tindakan dan memberikan komentar-komentar yang tidak pada tempatnya? Contohnya, dia melontarkan suatu komentar pribadi kepada seseorang, sedangkan dia sendiri tampaknya tidak sadar bahwa ucapannya itu akan membuat orang lain marah?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6| &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut biasanya mengharapkan orang lain mengerti perasaan-perasaan, pengalaman dan pendapat-pendapat mereka? Misalnya dia, tidak menyadari bahwa kita tidak dapat mengetahui hal tersebut karena pada saat itu kita tidak berada disamping dia?.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6| &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut perlu selalu diyakinkan kembali, terutama ketika ada perubahan atau jika terjadi sesuatu kesalahan?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6| &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut tidak dapat mengekpresikan pengalaman-pengalaman emosionalnya? Contohnya, anak tersebut memberikan reaksi tertekan atau mengasihi yang tidak sesuai dengan suatu situasi/keadaan ?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6| &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut kurang memiliki kemampuan dalam mengexpresikan emosinya?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6| &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut tidak berminat untuk ikut serta dalam pertandingan olah raga, permainan dan aktivitas lainnya?. Angka nol (0) berarti anak tersebut menyukai pertandingan olah raga.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6| &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut berbeda terhadap trend anak sekarang atau tekanan teman? Angka nol (0) berarti bahwa anak tersebut tergila gila trend. Contohnya, anak tidak menuruti trend mutakhir dalam memilih mainan atau baju-baju?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6| &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
B: KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut kurang menerima secara harafiah suatu penjelasan dari suatu kritik? Misalnya ia menjadi bingung mengartikan idiom seperti &#39;pull your socks up - berusahalah&#39;, atau &#39;looks can kill - pandangan yang mematikan&#39; atau &#39;hop on the scales - melompat lebih tinggi&#39; ?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6|&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut memiliki nada suara yang tidak biasa? Misalnya, anak tersebut memiliki tekanan suara yang terdengar asing di telinga atau suaranya membosankan, atau tidak ada tekanan pada kata-kata kunci/utama?|0|1|2|3|4|5|6| &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Pada saat berbicara apakah anak tersebut cenderung jarang memandang lawan bicaranya sebagaimana kita harapkan?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6| &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apakah anak tersebut berbicara terlalu teliti atau memperlihatkan pengetahuannya, misalnya cara berbicaranya terlalu formal atau mirip kamus berjalan?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6|&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut punya masalah dalam memperbaiki suatu percakapan? Contohnya jika kebingungan mereka (perempuan atau laki-laki) tidak meminta penjelasan namun hanya beralih pada suatu topik yang mereka kenal atau perlu waktu lama untuk mencari jawabannya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6|&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;C. KEMAMPUAN PENGENALAN/KOGNITIF &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut membaca buku khusus untuk mencari informasi, dan tidak tertarik pada bacaan fiksi? Misalnya anak tersebut gemar membaca buku ensiklopedi atau buku ilmu pengetahuan, namun tidak senang dengan buku cerita tentang petualangan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6|&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut memiliki daya ingat yang kuat mengenai sesuatu kejadian atau fakta? Misalnya mampu mengingat nomor plat mobil milik tetangga yang dilihatnya beberapa tahun lalu, atau dengan mudah dapat mengingat kembali suatu kejadian beberapa tahun yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6| &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut kurang memiliki imajinasi sosial, misalnya tidak mengikut sertakan anak-anak lain dalam permainan imajinasinya atau dia menjadi bingung ketika ikut serta dalam permainan berpura-pura dengan anak lain.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6|&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;D. MINAT KHUSUS &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut merasa kagum pada suatu topik khusus dan kemudian gemar mengumpulkan informasi atau statistik mengenai topik tersebut? Misalnya anak tersebut berubah menjadi ensiklopedi berjalan, punya pengetahuan mengenai kendaraan, peta-peta ataupun table liga sepak bola.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6| &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut menjadi marah atau kecewa berlebihan karena adanya suatu perubahan dari keadaan biasanya, atau terjadi perubahan di luar harapannya? Misalnya: dia kesal jika pergi ke sekolah melewati rute perjalanan yang lain dari biasanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6| &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apakah anak tersebut mengerjakan (mengembangkan) suatu rutinitas atau ritual yang harus diselesaikan? Umpamanya menempatkan mainannya dengan sejajar sebelum pergi tidur.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E. KELINCAHAN DALAM BERGERAK &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut memiliki koordinasi motorik yang lemah? Misalnya kurang cepat menangkap bola.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;lt; |0|1|2|3|4|5|6| &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Apakah anak tersebut berlari dengan cara yang aneh?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;|0|1|2|3|4|5|6|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
F. KARAKTER / SIFAT LAIN &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Untuk bagian ini, beri tanda silang jika anak menunjukkan tanda-tanda yang dapat memperlihatkan sifat mereka seperti dibawah ini: &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Memperlihatkan ketakutan yang luar biasa karena: &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Kesal bila mendengar suara-suara yang biasa misalnya bunyi alat-alat rumah tangga dari listrik. [_] &lt;br /&gt;
Menyentuh kulit atau kulit kepala, [_] &lt;br /&gt;
Memakai pakaian khusus, [_] &lt;br /&gt;
Suara berisik yang tiba-tiba,[_] &lt;br /&gt;
Melihat sesuatu obyek/barang, [_] &lt;br /&gt;
Kebisingan, berada di suatu tempat yang bising misalnya supermarket [_] &lt;br /&gt;
Cenderung gemetar atau kaku bila sedang dilanda kegembiraan atau suatu kekesalan[_] &lt;br /&gt;
Kurang sensitif terhadap tingkat rasa sakit yang rendah. [_] &lt;br /&gt;
Lamban dalam menjawab pertanyaan [_] &lt;br /&gt;
Memperlihatkan mimik wajah yang aneh/lucu [_] &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/6094150024912829880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/sindrom-asperger-skala.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/6094150024912829880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/6094150024912829880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/sindrom-asperger-skala.html' title='Sindrom Asperger Skala'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-7219743693154663480</id><published>2011-06-24T09:03:00.001+07:00</published><updated>2011-06-24T09:05:14.542+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Umum"/><title type='text'>Arti Sindrom Asperger</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Apakah Sindrom Asperger itu ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sindrom Asperger atau Gangguan Asperger (SA) merupakan suatu gejala kelainan perkembangan syaraf otak yang namanya diambil dari seorang dokter berkebangsaan Austria, Hans Asperger, yang pada tahun 1944 menerbitkan sebuah makalah yang menjelaskan mengenai pola perilaku dari beberapa anak laki-laki memiliki tingkat intelegensi dan perkembangan bahasa yang normal, namun juga memperlihatkan perilaku yang mirip autisme, serta mengalami kekurangan dalam hubungan sosial dan kecakapan komunikasi. Walaupun makalahnya itu telah dipublikasikan sejak tahun 1940-an, namun Sindrom Asperger baru dimasukkan ke dalam katergori DSM IV pada tahun 1994 dan baru beberapa tahun terakhir Sindrom Asperger tersebut dikenal oleh para ahli dan orang tua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang penyandang SA dapat memperlihatkan bermacam-macam karakter dan gangguan tersebut. Seseorang penyandang SA dapat memperlihatkan kekurangan dalam bersosialisasi, mengalami kesulitan jika terjadi perubahan, dan selalu melakukan hal-hal yang sama berulang ulang. Sering mereka terobsesi oleh rutinitas dan menyibukkan diri dengan sesuatu aktivitas yang menarik perhatian mereka. Mereka selalu mengalami kesulitan dalam membaca aba-aba (bahasa tubuh) dan seringkali seseorang penyandang SA mengalami kesulitan dalam menentukan dengan baik posisi badan dalam ruang (orientasi ruang dan bentuk). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena memiliki perasaan terlalu sensitif yang berlebihan terhadap suara, rasa, penciuman dan penglihatan, mereka lebih menyukai pakaian yang lembut, makanan tertentu dan merasa terganggu oleh suatu keributan atau penerangan lampu yang mana orang normal tidak dapat mendengar atau melihatnya. Penting untuk diperhatikan bahwa penyandang SA memandang dunia dengan cara yang berlainan. Sebab itu, banyak perilaku yang aneh dan luar biasa yang disebabkan oleh perbedaan neurobiologi tersebut, bukan karena sengaja berlaku kasar atau berlaku tidak sopan, dan yang lebih penting lagi, adalah bukan dikarenakan &#39;hasil didikan orang tua yang tidak benar&#39;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut definisi, penyandang SA mempunyai IQ.normal dan banyak dari mereka (walaupun tidak semua) memperlihatkan pengecualian dalam keterampilan atau bakat di bidang tertentu. Karena mereka memiliki fungsionalitas tingkat tinggi serta bersifat naif, maka mereka dianggap eksentrik, aneh dan mudah dijadikan bahan untuk ejekan dan sering dipaksa temanya untuk berbuat sesuatu yang tidak senonoh. Walaupun perkembangan bahasa mereka kelihatannya normal, namun penyandang SA sering tidak pragmatis dan prosodi. Perbendaharaan kata-kata mereka kadang sangat kaya dan beberapa anak sering dianggap sebagai &#39;profesor kecil&#39;. Namun mereka dapat menguasai literatur tapi sulit menggunakan bahasa dalam konteks sosial. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sifat-sifat dalam belajar dan berperilaku pada murid penyandang Asperger antara lain: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sindrom Asperger merupakan suatu sifat khusus yang ditandai dengan kelemahan kualitatif dalam berinteraksi sosial. Sesorang penyandang Sindrom Asperger (SA) dapat bergaul dengan orang lain, namun dia tidak mempunyai keahlian berkomunikasi dan mereka akan mendekati orang lain dengan cara yang ganjil (Klin &amp;amp; Volkmar, 1997). Mereka sering tidak mengerti akan kebiasaan sosial yang ada dan secara sosial akan tampak aneh, sulit ber-empati, dan salah menginterpretasikan gerakan-gerakan. Pengidap SA sulit dalam berlajar bersosialisasi serta memerlukan suatu instruksi yang jelas untuk dapat bersosialisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun anak-anak penyandang SA biasanya berbicara lancar saat mencapai usia lima tahun, namun mereka sering mempunyai masalah dalam menggunakan bahasa dalam konteks sosial ( pragmatik ) dan tidak mampu mengenali sebuah kata yang memiliki arti yang berbeda-beda (semantic) serta khas dalam berbicara /prosodi (tinggi rendahnya suara, serta tekanan dalam berbicara) (Attwood, 1998). Murid penyandang SA bisa jadi memiliki perbendaharaan kata-kata yang lebih, dan sering tak henti-hentinya berbicara mengenai suatu subyek yang ia sukai. Topik pembicaraan sering dijelaskan secara sempit dan orang itu mengalami kesulitan untuk berpindah ke topik lain. Mereka dapat merasa sulit berbicara teratur. penyandang SA dapat memotong pembicaraan orang lain atau membicarakan ulang pembicaraan orang lain, atau memberikan komentar yang tidak relevan serta mengalami kesulitan dalam memulai dan mengakhiri suatu pembicaraan. Cara berbicaranya kurang bervariasi dalam hal tinggi rendahnya suara, tekanan dan irama, dan, bila murid tersebut telah mencapai usia lebih dewasa, cara berbicaranya sering terlalu formal. Kesulitan dalam berkomunikasi sosial dapat terlihat dari cara berdiri yang terlalu dekat dengan orang lain, memandang lama, postur tubuh yang tidak normal, dan tak dapat memahami gerakan-gerakan dan ekspresi wajah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid penyandang SA memiliki kemampuan intelegensi normal sampai di atas rata-rata, dan terlihat berkemampuan tinggi. Kebanyakan dari mereka cakap dalam memperdalam ilmu pengetahuan dan sangat menguasai subyek yang mereka sukai pernah pelajari. Namun mereka lemah dalam hal pengertian dan pemikiran abstrak, juga dalam pengenalan sosial. Sebagai akibatnya, mereka mengalami kesulitan akademis, khususnya dalam kemampuan membaca dan mengerti apa yang dibaca, menyelesaikan masalah, kecakapan berorganisasi, pengembangan konsep, membuat kesimpulan dan menilai. Ditambah pula, mereka sering kesulitan untuk bersikap lebih fleksibel. Pemikiran mereka cenderung lebih kaku. Mereka juga sering kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan, atau menerima kegagalan yang dialaminya, serta tidak siap belajar dari kesalahan-kesalahanya. (Attwood 1998).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diperkirakan bahwa 50% - 90% dari penyandang SA mempunyai kesulitan dalam koordinasi motoriknya (Attwood 1998). Motorik yang terkena dalam hal melakukan gerakan yang berpindah-pindah (locomotion), kecakapan bermain bola, keseimbangan, cakap menggerakan sesuatu dengan tangan, menulis dengan tangan, gerak cepat, persendian lemah, irama serta daya mengikuti gerakan-gerakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penyandang SA memiliki kesamaan sifat dengan penyandang autisme yaitu dalam menanggapi rangsangan sensori. Mereka bisa menjadi hiper sensitif terhadap beberapa rangsangan tertentu dan akan terikat pada suatu perilaku yang tidak biasa dalam memperoleh suatu rangsangan sensori yang khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penyandang SA biasanya kelihatan seperti tidak memperhatikan lawan bicara, mudah terganggu konsentrasinya dan dapat / pernah dikategorikan sebagai penyandang ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) sewaktu di-diagnosa dalam masa kehidupan mereka (Myles &amp;amp; Simpson, 1998).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa takut yang berlebihan juga merupakan salah satu sifat yang dihubungkan dengan penyandang SA. Mereka akan sulit belajar menyesuaikan diri dengan tuntutan bersosialisasi di sekolah. Instruksi yang baik dan benar akan membantu meringankan tekanan-tekanan yang dialaminya. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/7219743693154663480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/arti-sindrom-asperger.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/7219743693154663480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/7219743693154663480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/arti-sindrom-asperger.html' title='Arti Sindrom Asperger'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3790863382339953188.post-167466951557351889</id><published>2011-06-24T08:57:00.000+07:00</published><updated>2011-06-24T08:57:05.065+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Terapi"/><title type='text'>Pilihan Terapi</title><content type='html'>&lt;h5 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Terapi apa ?&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;
Ada beberapa macam jenis terapi sebagai tatalaksana  autisme/intervensi untuk anak autis. Jenis terapi yang diperlukan dan  sesuai untuk tiap individu bisa berbeda-beda tergantung keadaan  masing-masing anak.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlu diperhatikan bahwa kondisi setiap  anak berbeda-beda mengingat Autisme itu spektrum, sehingga tidak ada  standard terapi yang cocok dan persis sama pada setiap anak.  Sebagian  anak autis mungkin ada yang memerlukan beberapa jenis terapi yang   dilakukan secara terpadu, sebagian lagi tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa jenis terapi yang ada antara lain ialah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Terapi perilaku dengan metode ABA (Applied Behavioral Analysis/metoda Lovaas).&lt;br /&gt;
B. Terapi wicara (speech and language therapy).&lt;br /&gt;
C. Terapi fisik dan okupasi (physical and Occupational Therapy (OT) &amp;amp; &lt;br /&gt;
Sensory Integration (SI).&lt;br /&gt;
D. Diet Casein Free (CF), Glutten Free (GF), bila diperlukan juga Sugar Free (SF). &lt;br /&gt;
Juga menghindari  pengawet makanan, perasa buatan, MSG dan pewarna buatan.&lt;br /&gt;
E. Terapi medis berupa obat atau Intervensi Biomedis berupa pemberian suplemen &amp;amp; &lt;br /&gt;
vitamin mega     dosis (jika diperlukan atas rekomendasi dokter yang menangani anak).&lt;br /&gt;
F. Terapi metode Floortime dengan pendekatan interaktif antara anak dengan orangtua/keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama-nama  terapi lainnya : Auditory Integration Training (AIT), cara  berkomunikasi dengan Picture Exchange Communication System (PECS) atau  penggunaan Computerised Pictograph (COMPIC), Terapi Musik, Brain Gym,  Metoda Glenn Doman, Metode RDI, Terapi Hbot dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;Catatan:&lt;/u&gt;  &lt;br /&gt;
-  Untuk lebih jelasnya, silahkan konsultasikan dengan dokter yang menangani anak anda.&lt;br /&gt;
-  Pencantuman nama Terapi ini bukan merupakan rekomendasi atau anjuran dari kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; Berikut kutipan dari tulisan Dr. Hardiono D. Pusponegoro Spa(K) &lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
[Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terapi  dan stimulasi mana yang diperlukan? Kita kembali kepada kenyataan bahwa  terapi bersifat individual dan harus disesuaikan dengan umur, fase  perkembangan dan gejala yang ditemukan. Tidak ada metode yang 100%  paling baik untuk semua anak. Para terapis yang menggunakan berbagai  metode berlainan harus bekerjasama dengan baik. Bila kasus tidak  mengalami kemajuan dengan satu metode terapi, harus dilakukan terapi  kombinasi atau dicari cara terapi yang lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apakah peran  obat-obatan? Karena penyebab belum diketahui dengan pasti, obat biasanya  hanya ditujukan untuk menghilangkan gejala yang sangat mengganggu.  Contoh paling klasik adalah perilaku self-injurious yang sangat  berbahaya karena anak mencoba melakukan hal yang menyakiti atau merusak  diri sendiri misalnya membenturkan kepala ke tembok atau lantai, memukul  kepala dengan sangat keras, atau menggigit anggota tubuhnya. Dua puluh  persen penyandang autisme mengalami kejang atau epilepsi. Hal ini juga  harus mendapat obat yang tepat. Ini berarti bahwa terapi obat untuk  penyandang autisme bersifat sangat individual. Bila dokter menganggap  bahwa anak memerlukan pengobatan khusus, sebaiknya hal tersebut  didiskusikan dengan orang tua. Orang tua harus mendapat penjelasan  mengapa perlu diberikan, bagaimana cara mengkonsumsi obat, efek samping  yang mungkin terjadi dan lain-lain. Dokter juga harus menghargai  pendapat orang tua bila mereka tidak menginginkan terapi obat-obatan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam  bidang yang masih merupakan grey area,  dokter dan orang tua harus  memahami bahwa tidak semua publikasi kedokteran atau publikasi lain  adalah benar atau sahih. Dokter harus mempelajari teknik menilai  Evidence-based medicine sehingga mereka dapat menentukan apakah suatu  publikasi memang benar atau kurang benar, dan mendiskusikan hal tersebut  dengan orang tua. Selanjutnya, karena ilmu kedokteran belum dapat  memberi jawaban yang pasti, muncul berbagai terapi komplementer dan  alternatif. Bila terapi komplementer dan alternatif ini memang merupakan  hasil suatu penelitian yang sahih, pasti akan di adopsi oleh dunia  kedokteran sebagai terapi standar. Dokter dan orang tua harus waspada  terhadap laporan anekdotal, testimoni, serta berbagai klaim berlebihan  mengenai kesembuhan, terutama bila teknik pengobatan tersebut memerlukan  kepatuhan, waktu, enerji, dan biaya yang berlebihan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bila  keluarga sudah memutuskan untuk memberikan terapi komplementer atau  alternatif, lakukanlah diskusi dengan dokter anda. Barangkali dokter  dapat memberi bantuan mengenai bagaimana cara mengevaluasi terapi,  menentukan hasil yang harus diperoleh, menentukan kemungkinan efek  samping dan menentukan apakah terapi dapat diteruskan karena bermanfaat  atau dihentikan karena tidak bermanfaat atau ada efek samping. Berilah  kesempatan kepada dokter untuk mempelajari terapi alternatif tersebut  dan mendiskusikannya dengan anda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Akhirnya, khusus dalam  bidang autisme tidak ada yang dapat mengklaim diri sebagai pakar, tidak  ada juga yang dapat mengklaim bahwa autisme milik suatu subspesialisasi  tertentu. Kerjasama antara dokter, terapis dan orang tua sangat penting  demi kemajuan anak, jangan saling merasa benar sendiri atau saling  menyalahkan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoautis.blogspot.com/feeds/167466951557351889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/pilihan-terapi.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/167466951557351889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3790863382339953188/posts/default/167466951557351889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoautis.blogspot.com/2011/06/pilihan-terapi.html' title='Pilihan Terapi'/><author><name>Autism Today</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10142650182019310165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC3PdnqXKqrjMSQSuVSYwhrmeiux3SlhmD8JeSIufnTy5bV2BB0-YgLXTUBQZ3ZUhE7Hufb5RYBGRh4ejTMvLprKUu8f8cZ5bbjMvkdqO7Su7WUjRzEHz_wKgOTRwGPA/s113/Blog1.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry></feed>