<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>All About Kiddie</title><description>Pioneer Informasi Bayi dan Anak</description><managingEditor>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 15:24:44 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Pioneer Informasi Bayi dan Anak</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Tanda Pengenal Manusia pada Sidik Jari</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/12/tanda-pengenal-manusia-pada-sidik-jari.html</link><category>Biologi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Thu, 4 Dec 2008 22:06:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-3036128419133315282</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMEnplqw38NDp6aL1-dlZXhVjskkj4GXBZsCBavPC_bL6380ULruIEzpxuvzYAU8btdvt_aIO7EVsFoFI0NdZQg0evyN7fFpLhYiR6xGxO5GuQHLMZjo9VK9bavyL0189ZN9INJDhNO1Fs/s1600-h/biyo10_ind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMEnplqw38NDp6aL1-dlZXhVjskkj4GXBZsCBavPC_bL6380ULruIEzpxuvzYAU8btdvt_aIO7EVsFoFI0NdZQg0evyN7fFpLhYiR6xGxO5GuQHLMZjo9VK9bavyL0189ZN9INJDhNO1Fs/s200/biyo10_ind.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275951796448995730" /&gt;&lt;/a&gt;Saat dikatakan dalam Al Qur'an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan :&lt;br /&gt;"Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna." (Al Qur'an, 75:3-4)&lt;br /&gt;Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain.&lt;br /&gt;Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;Akan tetapi, yang penting adalah bahwa keunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al Qur'an, Allah merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMEnplqw38NDp6aL1-dlZXhVjskkj4GXBZsCBavPC_bL6380ULruIEzpxuvzYAU8btdvt_aIO7EVsFoFI0NdZQg0evyN7fFpLhYiR6xGxO5GuQHLMZjo9VK9bavyL0189ZN9INJDhNO1Fs/s72-c/biyo10_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Air Susu Ibu</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/12/air-susu-ibu.html</link><category>Biologi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Thu, 4 Dec 2008 22:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-7726966962560527075</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6VoWK2-VZggi_TS3-k7_Wcgpfx5SfFGLlVAC7BuBAouRCNEwA8bnROrGGYivLO_ow6qEhcUn_fYEzWk0zXt0x4W6zLr_dBWoG7Saa-a6-Exl9zrWYOD6_lQZZGSkFAJfyyMq635xTempo/s1600-h/biyo5_ind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6VoWK2-VZggi_TS3-k7_Wcgpfx5SfFGLlVAC7BuBAouRCNEwA8bnROrGGYivLO_ow6qEhcUn_fYEzWk0zXt0x4W6zLr_dBWoG7Saa-a6-Exl9zrWYOD6_lQZZGSkFAJfyyMq635xTempo/s200/biyo5_ind.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275951517446120850" /&gt;&lt;/a&gt;Air susu ibu adalah suatu campuran ciptaan Allah yang luar biasa dan tak tertandingi sebagai sumber makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir, dan sebagai zat yang meningkatkan kekebalan tubuhnya terhadap penyakit. Bahkan makanan bayi yang dibuat dengan teknologi masa kini tak mampu menggantikan sumber makanan yang menakjubkan ini.&lt;br /&gt;Setiap hari ditemukan satu manfaat baru air susu ibu bagi bayi. Salah satu fakta yang ditemukan ilmu pengetahuan tentang air susu ibu adalah bahwa menyusui bayi selama dua tahun setelah kelahiran sungguh amat bermanfaat. (Rex D. Russell, Design in Infant Nutrition, http:// www. icr.org/pubs/imp-259.htm)&lt;br /&gt;Allah memberitahu kita informasi penting ini sekitar 14 abad yang lalu, yang hanya diketahui melalui ilmu pengetahuan baru-baru ini, dalam ayat-Nya "…menyapihnya dalam dua tahun…".&lt;br /&gt;"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu." (Al Qur'an, 31:14)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6VoWK2-VZggi_TS3-k7_Wcgpfx5SfFGLlVAC7BuBAouRCNEwA8bnROrGGYivLO_ow6qEhcUn_fYEzWk0zXt0x4W6zLr_dBWoG7Saa-a6-Exl9zrWYOD6_lQZZGSkFAJfyyMq635xTempo/s72-c/biyo5_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/12/tiga-tahapan-bayi-dalam-rahim.html</link><category>Biologi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Thu, 4 Dec 2008 22:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-6207054720080494337</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbxfWJ95-KnaT4O9Xc3z5AK2gCX1B7yoOwUK3euZQcHoxjXvwN_lZX2A1pVOf03YEJGuwXksaqPKVHC0xhtUKTixhyphenhyphenAO2YFlolLZ1o5SGMuQW7X_LMN5NEXL_OXwbHcPc6GHMjMNivbIKJ/s1600-h/biyo9_ind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbxfWJ95-KnaT4O9Xc3z5AK2gCX1B7yoOwUK3euZQcHoxjXvwN_lZX2A1pVOf03YEJGuwXksaqPKVHC0xhtUKTixhyphenhyphenAO2YFlolLZ1o5SGMuQW7X_LMN5NEXL_OXwbHcPc6GHMjMNivbIKJ/s200/biyo9_ind.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275951238265427362" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam Al Qur'an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.&lt;br /&gt;"... Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?" (Al Qur'an, 39:6)&lt;br /&gt;Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;"Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran." (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)&lt;br /&gt;Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut :&lt;br /&gt;- Tahap Pre-embrionik&lt;br /&gt;Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.&lt;br /&gt;- Tahap Embrionik&lt;br /&gt;Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai "embrio". Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut.&lt;br /&gt;- Tahap fetus&lt;br /&gt;Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai "fetus". Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.&lt;br /&gt;Informasi mengenai perkembangan yang terjadi dalam rahim ibu, baru didapatkan setelah serangkaian pengamatan dengan menggunakan peralatan modern. Namun sebagaimana sejumlah fakta ilmiah lainnya, informasi-informasi ini disampaikan dalam ayat-ayat Al Qur'an dengan cara yang ajaib. Fakta bahwa informasi yang sedemikian rinci dan akurat diberikan dalam Al Qur'an pada saat orang memiliki sedikit sekali informasi di bidang kedokteran, merupakan bukti nyata bahwa Al Qur'an bukanlah ucapan manusia tetapi Firman Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbxfWJ95-KnaT4O9Xc3z5AK2gCX1B7yoOwUK3euZQcHoxjXvwN_lZX2A1pVOf03YEJGuwXksaqPKVHC0xhtUKTixhyphenhyphenAO2YFlolLZ1o5SGMuQW7X_LMN5NEXL_OXwbHcPc6GHMjMNivbIKJ/s72-c/biyo9_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Pembungkusan Tulang oleh Otot</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/12/pembungkusan-tulang-oleh-otot.html</link><category>Biologi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Thu, 4 Dec 2008 22:01:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-4302613074380541758</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtkwdivYFeOsTwGTC5HBFN_POZ3STm61y8vOiX8pMpR37rcl8TCHPu0-v8bLSZRxadMNcDKID-40E4juFZ_1_ykSRI8BSLkYJVcWxjqeHk0zvOwAWPEeJhLYZ-QPjlaPA0vB6ao3a_StIR/s1600-h/biyo4_ind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtkwdivYFeOsTwGTC5HBFN_POZ3STm61y8vOiX8pMpR37rcl8TCHPu0-v8bLSZRxadMNcDKID-40E4juFZ_1_ykSRI8BSLkYJVcWxjqeHk0zvOwAWPEeJhLYZ-QPjlaPA0vB6ao3a_StIR/s200/biyo4_ind.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275950613774396162" /&gt;&lt;/a&gt;Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur'an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.&lt;br /&gt;"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik" (Al Qur'an, 23:14)&lt;br /&gt;Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan. Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur'an adalah benar kata demi katanya.&lt;br /&gt;Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut. Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.&lt;br /&gt;Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah terbitan ilmiah dengan kalimat berikut :&lt;br /&gt;Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang. (Moore, Developing Human, 6. edition,1998.)&lt;br /&gt;Singkatnya, tahap-tahap pembentukan manusia sebagaimana digambarkan dalam Al Qur'an, benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtkwdivYFeOsTwGTC5HBFN_POZ3STm61y8vOiX8pMpR37rcl8TCHPu0-v8bLSZRxadMNcDKID-40E4juFZ_1_ykSRI8BSLkYJVcWxjqeHk0zvOwAWPEeJhLYZ-QPjlaPA0vB6ao3a_StIR/s72-c/biyo4_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Segumpal Darah Yang Melekat di Rahim</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/12/egumpal-darah-yang-melekat-di-rahim.html</link><category>Biologi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Thu, 4 Dec 2008 22:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-5668636308856613424</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY_hrPquwwWn0VD3-KcI2b8MePG2SzWis6ZRrUBYxAe2TgRy2V6YROJeS6D2ufqxyzSkkI_B8hEls_Nf9SHLCiNoWMwSxPL3nJ8-oC97gqAaye4LEqSvnO5eoT5NmM37btHDPYup3xOfXn/s1600-h/biyo8_ind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY_hrPquwwWn0VD3-KcI2b8MePG2SzWis6ZRrUBYxAe2TgRy2V6YROJeS6D2ufqxyzSkkI_B8hEls_Nf9SHLCiNoWMwSxPL3nJ8-oC97gqAaye4LEqSvnO5eoT5NmM37btHDPYup3xOfXn/s200/biyo8_ind.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275950289604438082" /&gt;&lt;/a&gt;Jika kita terus mempelajari fakta-fakta yang diberitakan dalam Al Qur'an mengenai pembentukan manusia, sekali lagi kita akan menjumpai keajaiban ilmiah yang sungguh penting.&lt;br /&gt;Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita, intisari bayi yang akan lahir terbentuk. Sel tunggal yang dikenal sebagai "zigot" dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi "segumpal daging". Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop.&lt;br /&gt;Namun, zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja. Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya. Melalui hubungan semacam ini, zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya. (Moore, Keith L., E. Marshall Johnson, T. V. N. Persaud, Gerald C. Goeringer, Abdul-Majeed A. Zindani, and Mustafa A. Ahmed, 1992, Human Development as Described in the Qur'an and Sunnah, Makkah, Commission on Scientific Signs of the Qur'an and Sunnah, s. 36)&lt;br /&gt;Di sini, pada bagian ini, satu keajaiban penting dari Al Qur'an terungkap. Saat merujuk pada zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu, Allah menggunakan kata "'alaq" dalam Al Qur'an :&lt;br /&gt;"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari 'alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah." (Al Qur'an, 96:1-3)&lt;br /&gt;Arti kata "'alaq" dalam bahasa Arab adalah "sesuatu yang menempel pada suatu tempat". Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.&lt;br /&gt;Tentunya bukanlah suatu kebetulan bahwa sebuah kata yang demikian tepat digunakan untuk zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu. Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an merupakan wahyu dari Allah, Tuhan Semesta Alam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY_hrPquwwWn0VD3-KcI2b8MePG2SzWis6ZRrUBYxAe2TgRy2V6YROJeS6D2ufqxyzSkkI_B8hEls_Nf9SHLCiNoWMwSxPL3nJ8-oC97gqAaye4LEqSvnO5eoT5NmM37btHDPYup3xOfXn/s72-c/biyo8_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jenis Kelamin Bayi</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/12/jenis-kelamin-bayi.html</link><category>Biologi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Thu, 4 Dec 2008 21:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-4836831714372083774</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjjUIaqL_GQ_BTRoeKY3Gyt5MfzE0xYDrZui4WPtA4XQYBVYjxWqdoNGA0kq8KCHB7f7OuDnSKm43oHdVw89hGhsB7A0M_8QhwTHpAV4kHmMQyJRNiUNEfhkkKVvwCP_2XoT30N411f_EA/s1600-h/biyo3_ind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjjUIaqL_GQ_BTRoeKY3Gyt5MfzE0xYDrZui4WPtA4XQYBVYjxWqdoNGA0kq8KCHB7f7OuDnSKm43oHdVw89hGhsB7A0M_8QhwTHpAV4kHmMQyJRNiUNEfhkkKVvwCP_2XoT30N411f_EA/s200/biyo3_ind.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275949804204585202" /&gt;&lt;/a&gt;Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya, dipercaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan. Namun kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Al Qur'an, yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan "dari air mani apabila dipancarkan".&lt;br /&gt;"Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan." (Al Qur'an, 53:45-46)&lt;br /&gt;Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur'an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.&lt;br /&gt;Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut "XY" pada pria, dan "XX" pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.&lt;br /&gt;Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.&lt;br /&gt;Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.&lt;br /&gt;Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Al Qur'an telah mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjjUIaqL_GQ_BTRoeKY3Gyt5MfzE0xYDrZui4WPtA4XQYBVYjxWqdoNGA0kq8KCHB7f7OuDnSKm43oHdVw89hGhsB7A0M_8QhwTHpAV4kHmMQyJRNiUNEfhkkKVvwCP_2XoT30N411f_EA/s72-c/biyo3_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pergerakan Gunung</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/12/pergerakan-gunung.html</link><category>Planet Bumi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Thu, 4 Dec 2008 21:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-4078555453307478050</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjm0TlZYtK-G4ip3XzcMAcg42wn8wnjVmiLznCW7kntI9Z6zvPVu7JlA3s95Edr8jxV95LmXsQg4_-pRzskOCIYTEl6J3rcgLYaMq-anDcXc4eiD7nmIb7UQ6QDGdtwyC1ox9k6iAN2zmJ3/s1600-h/yeryuzu8_ind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjm0TlZYtK-G4ip3XzcMAcg42wn8wnjVmiLznCW7kntI9Z6zvPVu7JlA3s95Edr8jxV95LmXsQg4_-pRzskOCIYTEl6J3rcgLYaMq-anDcXc4eiD7nmIb7UQ6QDGdtwyC1ox9k6iAN2zmJ3/s200/yeryuzu8_ind.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275949279267372242" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.&lt;br /&gt;"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al Qur'an, 27:88)&lt;br /&gt;Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.&lt;br /&gt;Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.&lt;br /&gt;Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.&lt;br /&gt;Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.&lt;br /&gt;Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut :&lt;br /&gt;Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)&lt;br /&gt;Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah "continental drift" atau "gerakan mengapung dari benua" untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)&lt;br /&gt;Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjm0TlZYtK-G4ip3XzcMAcg42wn8wnjVmiLznCW7kntI9Z6zvPVu7JlA3s95Edr8jxV95LmXsQg4_-pRzskOCIYTEl6J3rcgLYaMq-anDcXc4eiD7nmIb7UQ6QDGdtwyC1ox9k6iAN2zmJ3/s72-c/yeryuzu8_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pembentukan Hujan</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/12/pembentukan-hujan.html</link><category>Planet Bumi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Thu, 4 Dec 2008 21:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-5872903787381460552</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiluQjO-Bz9vJypcEqHb7uvOS_q6fQbPIopMfWikl2Kz_qTXBOl0SRX3p3GSOwsKk6QeypDiksw9gVSs8IUK7B1Y1YGFGYPYEW-W2lWD3Yn14Ufe6EhpgJ3CoNUxdxpdykvs-wvHgtWA9th/s1600-h/yeryuzu7_ind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiluQjO-Bz9vJypcEqHb7uvOS_q6fQbPIopMfWikl2Kz_qTXBOl0SRX3p3GSOwsKk6QeypDiksw9gVSs8IUK7B1Y1YGFGYPYEW-W2lWD3Yn14Ufe6EhpgJ3CoNUxdxpdykvs-wvHgtWA9th/s200/yeryuzu7_ind.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275948843660167650" /&gt;&lt;/a&gt;Proses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan..&lt;br /&gt;Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, "bahan baku" hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk. Akhirnya, curahan hujan terlihat.&lt;br /&gt;Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur’an berabad-abad yang lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan.&lt;br /&gt;"Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)&lt;br /&gt;Kini, mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.&lt;br /&gt;TAHAP KE-1: "Dialah Allah Yang mengirimkan angin..."&lt;br /&gt;Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut "perangkap air".&lt;br /&gt;TAHAP KE-2: “...lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal..."&lt;br /&gt;Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.&lt;br /&gt;TAHAP KE-3: "...lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya..."&lt;br /&gt;Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.&lt;br /&gt;Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan :&lt;br /&gt;"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (Al Qur'an, 24:43)&lt;br /&gt;Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;TAHAP - 1, Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.&lt;br /&gt;TAHAP - 2, Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.&lt;br /&gt;TAHAP - 3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb. (Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s. 141-142)&lt;br /&gt;Kita harus ingat bahwa para ahli meteorologi hanya baru-baru ini saja mengetahui proses pembentukan awan hujan ini secara rinci, beserta bentuk dan fungsinya, dengan menggunakan peralatan mutakhir seperti pesawat terbang, satelit, komputer, dsb. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberitahu kita suatu informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiluQjO-Bz9vJypcEqHb7uvOS_q6fQbPIopMfWikl2Kz_qTXBOl0SRX3p3GSOwsKk6QeypDiksw9gVSs8IUK7B1Y1YGFGYPYEW-W2lWD3Yn14Ufe6EhpgJ3CoNUxdxpdykvs-wvHgtWA9th/s72-c/yeryuzu7_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kadar Hujan</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/12/kadar-hujan.html</link><category>Planet Bumi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Thu, 4 Dec 2008 21:53:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-8569966832826630740</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzfqJzeXX3le7SU-llBiMDrmWlvGGPpngSjlx0yS3qR14j3pQoCLAAJ6THODTTIDE5Wr8JmUHVCkpOj-vGUGhPFdxDD2KMOCEPnJ9DfMtlfilMDE-DUmncO3qlfJwpP-UbIaQsYFlHdDjO/s1600-h/yeryuzu6_ind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzfqJzeXX3le7SU-llBiMDrmWlvGGPpngSjlx0yS3qR14j3pQoCLAAJ6THODTTIDE5Wr8JmUHVCkpOj-vGUGhPFdxDD2KMOCEPnJ9DfMtlfilMDE-DUmncO3qlfJwpP-UbIaQsYFlHdDjO/s200/yeryuzu6_ind.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275948295013579682" /&gt;&lt;/a&gt;Diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu. Hal ini disebutkan dalam Surat Az Zukhruf sebagai berikut :&lt;br /&gt;"Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)." (Al Qur'an, 43:11)&lt;br /&gt;Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 trilyun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut "ukuran atau kadar" tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini.   &lt;br /&gt;Per tahunnya, air hujan yang menguap dan turun kembali ke Bumi dalam bentuk hujan berjumlah "tetap": yakni 513 triliun ton. Jumlah yang tetap ini dinyatakan dalam Al Qur'an dengan menggunakan istilah "menurunkan air dari langit menurut kadar". Tetapnya jumlah ini sangatlah penting bagi keberlangsungan keseimbangan ekologi dan, tentu saja, kelangsungan kehidupan ini,..&lt;br /&gt;Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama seperti dinyatakan dalam Al Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzfqJzeXX3le7SU-llBiMDrmWlvGGPpngSjlx0yS3qR14j3pQoCLAAJ6THODTTIDE5Wr8JmUHVCkpOj-vGUGhPFdxDD2KMOCEPnJ9DfMtlfilMDE-DUmncO3qlfJwpP-UbIaQsYFlHdDjO/s72-c/yeryuzu6_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kegelapan dan Gelombang di Dasar Lautan</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/12/kegelapan-dan-gelombang-di-dasar-lautan.html</link><category>Planet Bumi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Thu, 4 Dec 2008 21:51:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-6567143605915792928</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQYACfWui01GIZZEWYVq6JOm2K_dOoN5reEUjpn_6v4lzRB99ENhJLI-zHa_KfmxqUZeJN0YR-gLAyNzy7YDlXIdqghj8KLZhFtTQeVlp0jviQLTqzndoRI8eloGZ1ncWXCiJOvoOQBWqS/s1600-h/yeryuzu5_ind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQYACfWui01GIZZEWYVq6JOm2K_dOoN5reEUjpn_6v4lzRB99ENhJLI-zHa_KfmxqUZeJN0YR-gLAyNzy7YDlXIdqghj8KLZhFtTQeVlp0jviQLTqzndoRI8eloGZ1ncWXCiJOvoOQBWqS/s200/yeryuzu5_ind.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275947962772712690" /&gt;&lt;/a&gt;"Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun." (Al Qur'an, 24:40)&lt;br /&gt;Keadaan umum tentang lautan yang dalam dijelaskan dalam buku berjudul Oceans :&lt;br /&gt;Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. (Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s. 27)&lt;br /&gt;Kini, kita telah mengetahui tentang keadaan umum lautan tersebut, ciri-ciri makhluk hidup yang ada di dalamnya, kadar garamnya, serta jumlah air, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan perangkat khusus yang dikembangkan menggunakan teknologi modern, memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.&lt;br /&gt;Manusia tak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang dalam nan gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Karena alasan inilah, para ilmuwan hanya baru-baru ini saja mampu menemukan informasi sangat rinci tersebut tentang kelautan. Namun, pernyataan "gelap gulita di lautan yang dalam" digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Al Qur’an, sebab infomasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.&lt;br /&gt;Selain itu, pernyataan di ayat ke-40 surat An Nuur "Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan…" mengarahkan perhatian kita pada satu keajaiban Al Qur’an yang lain.&lt;br /&gt;Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang "terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda." Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)&lt;br /&gt;Pernyataan-pernyataan dalam Al Qur'an benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas. Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut. Mustahil seseorang mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan tetapi, dalam surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan ini memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur'an adalah kalam Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQYACfWui01GIZZEWYVq6JOm2K_dOoN5reEUjpn_6v4lzRB99ENhJLI-zHa_KfmxqUZeJN0YR-gLAyNzy7YDlXIdqghj8KLZhFtTQeVlp0jviQLTqzndoRI8eloGZ1ncWXCiJOvoOQBWqS/s72-c/yeryuzu5_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Langit yang Mengembalikan</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/12/ayat-ke-11-dari-surat-ath-thaariq-dalam.html</link><category>Astronomi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Thu, 4 Dec 2008 21:48:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-1366233588016017450</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbXwwAyRDmUPa1g0UOicYr6Fw6a8fNInSafSxX_Vqlq6-ClVkiLvH7XTczVMrzTdFBDqkXw4eAuxoKg3YAiaNdUQ5-yz7oUOB_5t3Q5c-J8c3y2zbxh8L14wxyUti-793i2SrRNLdrPOc-/s1600-h/as7_ind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbXwwAyRDmUPa1g0UOicYr6Fw6a8fNInSafSxX_Vqlq6-ClVkiLvH7XTczVMrzTdFBDqkXw4eAuxoKg3YAiaNdUQ5-yz7oUOB_5t3Q5c-J8c3y2zbxh8L14wxyUti-793i2SrRNLdrPOc-/s200/as7_ind.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275947065116855618" /&gt;&lt;/a&gt;Ayat ke-11 dari Surat Ath Thaariq dalam Al Qur'an, mengacu pada fungsi "mengembalikan" yang dimiliki langit.&lt;br /&gt;"Demi langit yang mengandung hujan." (Al Qur'an, 86:11)&lt;br /&gt;Kata yang ditafsirkan sebagai "mengandung hujan" dalam terjemahan Al Qur'an ini juga bermakna "mengirim kembali" atau "mengembalikan".&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri dari sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi "pengembalian" dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.&lt;br /&gt;Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.&lt;br /&gt;Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.&lt;br /&gt;Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.&lt;br /&gt;Lapisan magnet memantulkan kembali partikel-partikel radioaktif berbahaya yang dipancarkan Matahari dan bintang-bintang lainnya ke ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi.&lt;br /&gt;Sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut, telah dinyatakan berabad-abad lalu dalam Al Qur'an. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbXwwAyRDmUPa1g0UOicYr6Fw6a8fNInSafSxX_Vqlq6-ClVkiLvH7XTczVMrzTdFBDqkXw4eAuxoKg3YAiaNdUQ5-yz7oUOB_5t3Q5c-J8c3y2zbxh8L14wxyUti-793i2SrRNLdrPOc-/s72-c/as7_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Atap yang Terpelihara</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/12/atap-yang-terpelihara.html</link><category>Astronomi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Thu, 4 Dec 2008 21:46:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-2487799851161781954</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwnrDolMHY5MBwGksPjomYbsL2Y6tz7JGOaow41qIbdf0eOfN8XDlGxPT6FpoYCpXlUo4YODokiS6y08ICBENYWSUs_RzEl_fvzML36VV3mS1dxJbQ8BpuYea_AE1w8bWMu-NDJTtPdOeK/s1600-h/as6_ind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwnrDolMHY5MBwGksPjomYbsL2Y6tz7JGOaow41qIbdf0eOfN8XDlGxPT6FpoYCpXlUo4YODokiS6y08ICBENYWSUs_RzEl_fvzML36VV3mS1dxJbQ8BpuYea_AE1w8bWMu-NDJTtPdOeK/s200/as6_ind.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275946560006590242" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam Al Qur'an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit :&lt;br /&gt;"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (Al Qur'an, 21:32)&lt;br /&gt;Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.&lt;br /&gt;Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.&lt;br /&gt;Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, - seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.&lt;br /&gt;Kebanyakan manusia yang memandang ke arah langit tidak pernah berpikir tentang fungsi atmosfir sebagai pelindung. Hampir tak pernah terlintas dalam benak mereka tentang apa jadinya bumi ini jika atmosfir tidak ada. Foto di atas adalah kawah raksasa yang terbentuk akibat hantaman sebuah meteor yang jatuh di Arizona, Amerika Serikat. Jika atmosfir tidak ada, jutaan meteorid akan jatuh ke Bumi, sehingga menjadikannya tempat yang tak dapat dihuni. Namun, fungsi pelindung dari atmosfir memungkinkan makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya dengan aman. Ini sudah pasti perlindungan yang Allah berikan bagi manusia, dan sebuah keajaiban yang dinyatakan dalam Al Qur'an.&lt;br /&gt;Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.&lt;br /&gt;Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.&lt;br /&gt;Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita :&lt;br /&gt;Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi. (http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)&lt;br /&gt;Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.&lt;br /&gt;Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur'an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwnrDolMHY5MBwGksPjomYbsL2Y6tz7JGOaow41qIbdf0eOfN8XDlGxPT6FpoYCpXlUo4YODokiS6y08ICBENYWSUs_RzEl_fvzML36VV3mS1dxJbQ8BpuYea_AE1w8bWMu-NDJTtPdOeK/s72-c/as6_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bentuk Bulat Planet Bumi</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/12/bentuk-bulat-planet-bumi.html</link><category>Astronomi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Thu, 4 Dec 2008 21:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-2043346584008499774</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpTXIVPvIy1HgaiGWXsnB2woALy6IBuJLIh9Ea7-cxGdtwGh0Sbzm6XTtdJHiVJluvBks66F8bNaQ3BgEZbAHpCPuhT-eV_G_CXaaUVPn-x6gyINqc7Z3gg2r2QTBwA8-15BL7RgNOH3xa/s1600-h/as5_ind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpTXIVPvIy1HgaiGWXsnB2woALy6IBuJLIh9Ea7-cxGdtwGh0Sbzm6XTtdJHiVJluvBks66F8bNaQ3BgEZbAHpCPuhT-eV_G_CXaaUVPn-x6gyINqc7Z3gg2r2QTBwA8-15BL7RgNOH3xa/s200/as5_ind.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275946083948024114" /&gt;&lt;/a&gt;"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam..." (Al Qur'an, 39:5)&lt;br /&gt;Dalam Al Qur'an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai "menutupkan" dalam ayat di atas adalah "takwir". Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.&lt;br /&gt;Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur'an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.&lt;br /&gt;Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur'an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur'an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpTXIVPvIy1HgaiGWXsnB2woALy6IBuJLIh9Ea7-cxGdtwGh0Sbzm6XTtdJHiVJluvBks66F8bNaQ3BgEZbAHpCPuhT-eV_G_CXaaUVPn-x6gyINqc7Z3gg2r2QTBwA8-15BL7RgNOH3xa/s72-c/as5_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Campuran Dalam Air Mani</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/11/campuran-dalam-air-mani_30.html</link><category>Biologi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Sun, 30 Nov 2008 08:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-8614933749023057842</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUUH0iqxbAJFvlUCuLeHDPkdCdO2FAUhsgDKXR695U9i5ctu68SXwJLx6_W8D6radCgov_AqpLZCLU5L4Gol7AnlIwmu2icMNI72IPla8J5rw62T9eZqOaTjGDZHXiIrtaYO_At9PMUqK9/s1600-h/biyo7_ind.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUUH0iqxbAJFvlUCuLeHDPkdCdO2FAUhsgDKXR695U9i5ctu68SXwJLx6_W8D6radCgov_AqpLZCLU5L4Gol7AnlIwmu2icMNI72IPla8J5rw62T9eZqOaTjGDZHXiIrtaYO_At9PMUqK9/s200/biyo7_ind.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274251708970949954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja.  Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan.  Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang  diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu   masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur'an, fakta ini, yang   ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu   ditetapkan sebagai cairan campuran :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang   bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan." (Al Qur'an, 76:2)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari   "bahan campuran" ini :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan   manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina." (Al Qur'an,              32:7-8)             Kata Arab "sulala", yang diterjemahkan sebagai "sari", berarti bagian yang mendasar atau terbaik   dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti "bagian dari suatu kesatuan". Ini menunjukkan bahwa   Al Qur'an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga   serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUUH0iqxbAJFvlUCuLeHDPkdCdO2FAUhsgDKXR695U9i5ctu68SXwJLx6_W8D6radCgov_AqpLZCLU5L4Gol7AnlIwmu2icMNI72IPla8J5rw62T9eZqOaTjGDZHXiIrtaYO_At9PMUqK9/s72-c/biyo7_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Lautan yang Tidak Bercampur Satu Sama Lain</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/11/lautan-yang-tidak-bercampur-satu-sama.html</link><category>Planet Bumi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Sun, 30 Nov 2008 08:08:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-1465896888277708514</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLeXLlcFKFT_RXko-mk67lcTGEe5Izk-y6ilffjBVS8EkcaGJPk_SJLAfC8_FnW3lLjE3qtBLm_uHbZb_aVn67bSZcLBczJNKgyUv8YxAvPonFcSwDdOsEqvEKdEEa3wuWNK41TSdN_1yD/s1600-h/yeryuzu4_ind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLeXLlcFKFT_RXko-mk67lcTGEe5Izk-y6ilffjBVS8EkcaGJPk_SJLAfC8_FnW3lLjE3qtBLm_uHbZb_aVn67bSZcLBczJNKgyUv8YxAvPonFcSwDdOsEqvEKdEEa3wuWNK41TSdN_1yD/s200/yeryuzu4_ind.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274308562088428530" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu di antara sekian sifat lautan yang baru-baru ini ditemukan adalah   berkaitan dengan ayat Al Qur’an sebagai berikut :"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,   antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing."   (Al Qur'an, 55:19-20)&lt;br /&gt;Sifat lautan yang saling bertemu, akan tetapi tidak bercampur satu sama lain   ini telah ditemukan oleh para ahli kelautan baru-baru ini.   Dikarenakan gaya fisika yang dinamakan "tegangan permukaan", air dari laut-laut   yang saling bersebelahan tidak menyatu. Akibat adanya perbedaan masa jenis,   tegangan permukaan mencegah lautan dari bercampur satu sama lain, seolah   terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka.(Davis, Richard A., Jr.              1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley              Publishing, s. 92-93.)&lt;br /&gt;Sisi menarik dari hal ini adalah bahwa pada masa ketika manusia tidak   memiliki pengetahuan apapun mengenai fisika, tegangan permukaan, ataupun   ilmu kelautan, hal ini dinyatakan dalam Al Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLeXLlcFKFT_RXko-mk67lcTGEe5Izk-y6ilffjBVS8EkcaGJPk_SJLAfC8_FnW3lLjE3qtBLm_uHbZb_aVn67bSZcLBczJNKgyUv8YxAvPonFcSwDdOsEqvEKdEEa3wuWNK41TSdN_1yD/s72-c/yeryuzu4_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Garis Edar</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/11/tatkala-merujuk-kepada-matahari-dan.html</link><category>Astronomi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Sun, 30 Nov 2008 08:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-8672398824010032495</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhx5XmPv0e9oqXJtdhCO5AVHauUDHjRfXlaQ3k8cnZkPM_XMR2tU6q7TE8cxvjyEb9TSVx6vJIZRf1PdHKPoWL4DL27zXHXHoEoLruqTfBLSJBir60I95S7K0sSHoKq4fPs8mYDWXDHGyks/s1600-h/as4_ind.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhx5XmPv0e9oqXJtdhCO5AVHauUDHjRfXlaQ3k8cnZkPM_XMR2tU6q7TE8cxvjyEb9TSVx6vJIZRf1PdHKPoWL4DL27zXHXHoEoLruqTfBLSJBir60I95S7K0sSHoKq4fPs8mYDWXDHGyks/s200/as4_ind.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274250802530998082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di                    dalam Al Qur'an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam                    orbit atau garis edar tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan                    siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar                    di dalam garis edarnya." (Al Qur'an, 21:33)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah                    diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah                    ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an,                    36:38)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur'an ini telah ditemukan                    melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan                    para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar                    biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega                    dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti                    matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam                    sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem                    gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya,                    semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa                    yang terencana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis                    edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur'an sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan." (Al Qur'an,                    51:7)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing                    terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang                    ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai                    bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran                    yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun,                    masing-masing seolah "berenang" sepanjang garis edarnya dalam                    keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang                    lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang                    garis edar yang ditetapkan baginya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda                    angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa                    dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama                    pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong                    lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan,                    telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain                    tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur'an diturunkan, manusia                    tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih                    untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak                    pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya,                    saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa                    ruang angkasa "dipenuhi lintasan dan garis edar" sebagaimana                    dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan                    secara terbuka kepada kita dalam Al Qur'an yang diturunkan pada                    saat itu: karena Al Qur'an adalah firman Allah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhx5XmPv0e9oqXJtdhCO5AVHauUDHjRfXlaQ3k8cnZkPM_XMR2tU6q7TE8cxvjyEb9TSVx6vJIZRf1PdHKPoWL4DL27zXHXHoEoLruqTfBLSJBir60I95S7K0sSHoKq4fPs8mYDWXDHGyks/s72-c/as4_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Setetes Mani</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/11/setetes-mani_29.html</link><category>Biologi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Sat, 29 Nov 2008 08:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-3954242333539053940</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivlrimJxlxBzVUjMXH83oGXCBqvl4R76l7bK2ZW-gjRQnsWVtaOYctlL3Qu9F3xR1qWp8-YFN4pyFVgr1CfdHUAgu61afuXoTtn_gXwHJrQFCk1jZ0XyL_kqivl1FtiwZfCROu79myJBSP/s1600-h/biyo2_ind.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivlrimJxlxBzVUjMXH83oGXCBqvl4R76l7bK2ZW-gjRQnsWVtaOYctlL3Qu9F3xR1qWp8-YFN4pyFVgr1CfdHUAgu61afuXoTtn_gXwHJrQFCk1jZ0XyL_kqivl1FtiwZfCROu79myJBSP/s200/biyo2_ind.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273886353223570434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki   pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit   di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma   yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari   sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya,   bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil   darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur'an :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus?   Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?" (Al Qur'an, 75:36-37)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Seperti yang telah kita amati, Al-Qur'an memberi tahu kita bahwa manusia   tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya.   Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta   yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti   bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivlrimJxlxBzVUjMXH83oGXCBqvl4R76l7bK2ZW-gjRQnsWVtaOYctlL3Qu9F3xR1qWp8-YFN4pyFVgr1CfdHUAgu61afuXoTtn_gXwHJrQFCk1jZ0XyL_kqivl1FtiwZfCROu79myJBSP/s72-c/biyo2_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Angin yang Mengawinkan</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/11/angin-yang-mengawinkan.html</link><category>Planet Bumi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Sat, 29 Nov 2008 08:29:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-4635362917034507674</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6ViCTB5Cg-BO4tCHfYZVCiUst9t8LgPgbeHZaP6tKzDIuPKVARVTQ2XYVsu3ztjg6WP8OZYuRgNYB4ZJD56VZ3qVTJgA3n7zdI43Nx6jQfePqZPn5cp7Fa4Y_lAAHS99Q05DF2ZVegRKM/s1600-h/yeryuzu3_ind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6ViCTB5Cg-BO4tCHfYZVCiUst9t8LgPgbeHZaP6tKzDIuPKVARVTQ2XYVsu3ztjg6WP8OZYuRgNYB4ZJD56VZ3qVTJgA3n7zdI43Nx6jQfePqZPn5cp7Fa4Y_lAAHS99Q05DF2ZVegRKM/s200/yeryuzu3_ind.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274309140670035042" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam sebuah ayat Al Qur’an disebutkan sifat angin yang mengawinkan                    dan terbentuknya hujan karenanya.&lt;br /&gt;"Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan                    dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu                    dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya."                    (Al Qur'an, 15:22)&lt;br /&gt;Dalam ayat ini ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan                    hujan adalah angin. Hingga awal abad ke 20, satu-satunya hubungan                    antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin yang                    menggerakkan awan. Namun penemuan ilmu meteorologi modern telah                    menunjukkan peran "mengawinkan" dari angin dalam pembentukan                    hujan.&lt;br /&gt;Fungsi mengawinkan dari angin ini terjadi sebagaimana berikut :&lt;br /&gt;Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak                    terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada                    saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil dengan                    diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel                    ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan                    yang terbawa oleh angin dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas                    atmosfer. . Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke                    atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air                    mengembun di sekitar partikel-partikel ini dan berubah menjadi                    butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul                    dan membentuk awan dan kemudian jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan.&lt;br /&gt;Sebagaimana terlihat, angin “mengawinkan” uap air yang melayang                    di udara dengan partikel-partikel yang di bawanya dari laut                    dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan.&lt;br /&gt;Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air                    di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujanpun                    tidak akan pernah terjadi.&lt;br /&gt;Hal terpenting di sini adalah bahwa peran utama dari angin                    dalam pembentukan hujan telah dinyatakan berabad-abad yang lalu                    dalam sebuah ayat Al Qur’an, pada saat orang hanya mengetahui                    sedikit saja tentang fenomena alam …&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6ViCTB5Cg-BO4tCHfYZVCiUst9t8LgPgbeHZaP6tKzDIuPKVARVTQ2XYVsu3ztjg6WP8OZYuRgNYB4ZJD56VZ3qVTJgA3n7zdI43Nx6jQfePqZPn5cp7Fa4Y_lAAHS99Q05DF2ZVegRKM/s72-c/yeryuzu3_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Relativitas Waktu</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/11/relativitas-waktu.html</link><category>Fisika</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Sat, 29 Nov 2008 08:28:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-2990829408808700611</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8T3Pzd-l95xj5aBpSuCjW35IgVmkhzgNVTffjI8F9bORLoQL7G7EwrA3Nl80Y9mT4zrz1SomHz2tg999B-keOO0c1V5SMmm-Ceykv-jfHETG6UclyXe0Fgn8_XEFjiJVUn42OzSD1b5NG/s1600-h/fiz3_ind.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8T3Pzd-l95xj5aBpSuCjW35IgVmkhzgNVTffjI8F9bORLoQL7G7EwrA3Nl80Y9mT4zrz1SomHz2tg999B-keOO0c1V5SMmm-Ceykv-jfHETG6UclyXe0Fgn8_XEFjiJVUn42OzSD1b5NG/s200/fiz3_ind.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273885519579739362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Hal ini telah diungkapkan melalui teori relativitas   waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20. Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah   sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein,   secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa   dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tapi ada perkecualian; Al Qur'an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif! Sejumlah ayat yang   mengulas hal ini berbunyi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan   menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu."   (Al Qur'an, 22:47)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari   yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu."   (Al Qur'an, 32:5)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun."   (Al Qur'an, 70:4)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa   terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Allah bertanya: 'Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab : 'Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman: 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui'." (Al Qur'an, 23:122-114)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur'an, yang mulai diturunkan   pada tahun 610 M, adalah bukti lain bahwa Al Qur'an adalah Kitab Suci.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8T3Pzd-l95xj5aBpSuCjW35IgVmkhzgNVTffjI8F9bORLoQL7G7EwrA3Nl80Y9mT4zrz1SomHz2tg999B-keOO0c1V5SMmm-Ceykv-jfHETG6UclyXe0Fgn8_XEFjiJVUn42OzSD1b5NG/s72-c/fiz3_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pemisahan Langit dan Bumi</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/11/pemisahan-langit-dan-bumi.html</link><category>Astronomi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Sat, 29 Nov 2008 08:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-3748740771444962295</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfy_vsmTnd7HbR3xA7x9LMXxQDEZxK11zDjuOdNInhQhAAB8x8ISibRKP5tEmbO4K04T3MKKyN8hHxgYrdrUOvJ5leNBNWMRwT8aAJzQxxep3pIc-uuurj0sXQh2oozpSDmGv9sEzSbQIm/s1600-h/as3_ind.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfy_vsmTnd7HbR3xA7x9LMXxQDEZxK11zDjuOdNInhQhAAB8x8ISibRKP5tEmbO4K04T3MKKyN8hHxgYrdrUOvJ5leNBNWMRwT8aAJzQxxep3pIc-uuurj0sXQh2oozpSDmGv9sEzSbQIm/s200/as3_ind.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273884892234627426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Gambar ini menampakkan peristiwa Big Bang, yang sekali lagi mengungkapkan bahwa Allah telah   menciptakan jagat raya dari ketiadaan. Big Bang adalah teori yang telah dibuktikan secara ilmiah.   Meskipun sejumlah ilmuwan berusaha mengemukakan sejumlah teori tandingan guna menentangnya,   namun bukti-bukti ilmiah malah menjadikan teori Big Bang diterima secara penuh oleh masyarakat ilmiah.                Satu ayat lagi tentang penciptaan langit adalah sebagaimana berikut :&lt;br /&gt;"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan   bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.   Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?"   (Al Qur'an, 21:30)&lt;br /&gt;Kata "ratq" yang di sini diterjemahkan sebagai "suatu yang padu" digunakan untuk merujuk pada   dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan "Kami pisahkan antara keduanya"   adalah terjemahan kata Arab "fataqa", dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui   peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari "ratq". Perkecambahan biji dan munculnya tunas   dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.&lt;br /&gt;Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi   adalah subyek dari kata sifat "fatq". Keduanya lalu terpisah ("fataqa") satu sama lain. Menariknya,   ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal   berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk "langit dan bumi"   yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada   keadaan "ratq" ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi   yang dikandungnya untuk "fataqa" (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan   dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.&lt;br /&gt;Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami   bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan   ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfy_vsmTnd7HbR3xA7x9LMXxQDEZxK11zDjuOdNInhQhAAB8x8ISibRKP5tEmbO4K04T3MKKyN8hHxgYrdrUOvJ5leNBNWMRwT8aAJzQxxep3pIc-uuurj0sXQh2oozpSDmGv9sEzSbQIm/s72-c/as3_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kemenangan Bizantium</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/11/kemenangan-bizantium.html</link><category>Peristiwa</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Fri, 28 Nov 2008 07:14:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-3110822581396422298</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxgUFrwue6qEDaqWxm2L25G-ESb0uUUij0mQammhyIhHH5i1WhSqIQnW2GhcYAE3827eljldme-zxq2NIYl8gtXzPTQIczg6mslhRR6CXWCBj6uTA4zDbEzFS2OkHcWg4hstoQmns-Dd8m/s1600-h/gelecek2_ind.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxgUFrwue6qEDaqWxm2L25G-ESb0uUUij0mQammhyIhHH5i1WhSqIQnW2GhcYAE3827eljldme-zxq2NIYl8gtXzPTQIczg6mslhRR6CXWCBj6uTA4zDbEzFS2OkHcWg4hstoQmns-Dd8m/s200/gelecek2_ind.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273495451786775954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Penggalan berita lain yang disampaikan Al Qur'an tentang peristiwa   masa depan ditemukan dalam ayat pertama Surat Ar Ruum, yang merujuk pada   Kekaisaran Bizantium, wilayah timur Kekaisaran Romawi.   Dalam ayat-ayat ini, disebutkan bahwa Kekaisaran Bizantium telah mengalami kekalahan   besar, tetapi akan segera memperoleh kemenangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka   sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah   (mereka menang)." (Al Qur'an, 30:1-4)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat   Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem.   Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang.   Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil   baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali.   Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium.   Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel.              Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan   uang untuk membiayai pasukan perang.   Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan.   Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" class="anasayfa" &gt; (Warren Treadgold, A              History of the Byzantine State and Society, Stanford University              Press, 1997, s. 287-299.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" class="anasayfa" &gt;Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa+tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur'an takkan pernah menjadi kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" class="anasayfa" &gt;Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut,   pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh.   Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia.   Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang mewajibkan   mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium.                                                                             Akhirnya, "kemenangan bangsa Romawi" yang diumumkan oleh Allah dalam Al Qur'an,   secara ajaib menjadi kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" class="anasayfa" &gt;Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta   geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" class="anasayfa" &gt;Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini.   Ungkapan "Adnal Ardli" dalam bahasa Arab, diartikan sebagai "tempat yang dekat" dalam banyak terjemahan.   Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya.   Kata "Adna" dalam bahasa Arab diambil dari kata "Dani", yang berarti "rendah" dan "Ardl" yang berarti "bumi".   Karena itu, ungkapan "Adnal Ardli" berarti "tempat paling rendah di bumi".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" class="anasayfa" &gt;Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium dan Persia,   ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi.   Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang   dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania.   "Laut Mati", terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" class="anasayfa" &gt;Ini berarti bahwa Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" class="anasayfa" &gt;Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur   dengan teknik pengukuran modern.   Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi.   Namun, dalam Al Qur'an, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi.   Demikianlah, ini memberikan bukti lagi bahwa Al Qur'an adalah wahyu Ilahi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxgUFrwue6qEDaqWxm2L25G-ESb0uUUij0mQammhyIhHH5i1WhSqIQnW2GhcYAE3827eljldme-zxq2NIYl8gtXzPTQIczg6mslhRR6CXWCBj6uTA4zDbEzFS2OkHcWg4hstoQmns-Dd8m/s72-c/gelecek2_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kelahiran Manusia</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/11/kelahiran-manusia.html</link><category>Biologi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Fri, 28 Nov 2008 07:12:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-7346626305298473160</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0dvCWib393zGuGQUkL8LHoc1LAHN87ZGxoJFiYWvd_elCqx-EHR4vJkeatiOGlz_6n0wV2AsNX3qCvZDh9It_PWBzWwVXsKv9SkAHxRGQSJwOhqB4OoLf49W8UxtXMatE7w_J_5LWgiy6/s1600-h/biyo6_ind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0dvCWib393zGuGQUkL8LHoc1LAHN87ZGxoJFiYWvd_elCqx-EHR4vJkeatiOGlz_6n0wV2AsNX3qCvZDh9It_PWBzWwVXsKv9SkAHxRGQSJwOhqB4OoLf49W8UxtXMatE7w_J_5LWgiy6/s200/biyo6_ind.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274309828945881986" /&gt;&lt;/a&gt;Terdapat banyak pokok persoalan yang disebutkan dalam Al-Qur'an yang mengundang manusia   untuk beriman. Kadang-kadang langit, kadang-kadang hewan, dan kadang-kadang tanaman   ditunjukkan sebagai bukti bagi manusia oleh Allah.   Dalam banyak ayat, orang-orang diseru untuk mengalihkan perhatian mereka ke arah proses terciptanya mereka sendiri.   Mereka sering diingatkan bagaimana manusia sampai ke bumi, tahap-tahap mana yang telah kita lalui, dan apa bahan dasarnya :&lt;br /&gt;"Kami telah menciptakan kamu; maka mengapa kamu tidak membenarkan?   Adakah kamu perhatikan (benih manusia) yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya?   Ataukah Kami yang menciptakannya?" (Al Qur'an,              56:57-59)&lt;br /&gt;Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa   itu ditegaskan dalam banyak ayat.   Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga   mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya.   Beberapa di antaranya sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya (spermazoa).&lt;br /&gt;2. Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi.&lt;br /&gt;3. Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah.&lt;br /&gt;4. Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.&lt;br /&gt;Orang-orang yang hidup pada zaman kala Al Qur'an diturunkan,   pasti mengetahui bahwa bahan dasar kelahiran berhubungan dengan mani   laki-laki yang terpancar selama persetubuhan seksual. Fakta bahwa   bayi lahir sesudah jangka waktu sembilan bulan tentu saja merupakan   peristiwa yang gamblang dan tidak memerlukan penyelidikan lebih lanjut.   Akan tetapi, sedikit informasi yang dikutip di atas itu berada jauh di luar   pengertian orang-orang yang hidup pada masa itu. Ini baru disahihkan oleh   ilmu pengetahuan abad ke-20.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0dvCWib393zGuGQUkL8LHoc1LAHN87ZGxoJFiYWvd_elCqx-EHR4vJkeatiOGlz_6n0wV2AsNX3qCvZDh9It_PWBzWwVXsKv9SkAHxRGQSJwOhqB4OoLf49W8UxtXMatE7w_J_5LWgiy6/s72-c/biyo6_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Fungsi Gunung</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/11/fungsi-gunung.html</link><category>Planet Bumi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Fri, 28 Nov 2008 07:08:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-6302917709859855474</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0HenACMFb66YtdOAdOTKmZOMEdPGiGo6VeErLapm48XK0yDeHi8S7tVMkC4h-PHWhSVFiVgPhQaqtnZRCSzThJuQl-9ewNKz5zHxTiB2EO6FA-TcFqt1x4XyNQAbj2coAuhA3V8H1wuez/s1600-h/yeryuzu2_ind.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0HenACMFb66YtdOAdOTKmZOMEdPGiGo6VeErLapm48XK0yDeHi8S7tVMkC4h-PHWhSVFiVgPhQaqtnZRCSzThJuQl-9ewNKz5zHxTiB2EO6FA-TcFqt1x4XyNQAbj2coAuhA3V8H1wuez/s200/yeryuzu2_ind.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273494333614761170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Al Qur’an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting                    dari gunung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung                    yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..."                    (Al Qur'an, 21:31)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa                    gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika                    Al Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap                    sebagai hasil penemuan geologi modern.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan                    dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk                    kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang                    lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara                    yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung.                    Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan                    yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang                    menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang                    tampak di permukaan bumi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan,                    kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma.Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui                    sebuah perumpamaan sebagai "pasak" :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai                    hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?" (Al Qur'an, 78:6-7)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan                    kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi                    pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara                    ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing                    di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya.                    Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan                    lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah                    dengan istilah "isostasi". Isostasi bermakna sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh                    aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi.                    "Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern                    dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad                    lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung                    yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..."                    (Al Qur'an, 21:31)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0HenACMFb66YtdOAdOTKmZOMEdPGiGo6VeErLapm48XK0yDeHi8S7tVMkC4h-PHWhSVFiVgPhQaqtnZRCSzThJuQl-9ewNKz5zHxTiB2EO6FA-TcFqt1x4XyNQAbj2coAuhA3V8H1wuez/s72-c/yeryuzu2_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Penciptaan yang Berpasang-Pasangan</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/11/penciptaan-yang-berpasang-pasangan.html</link><category>Fisika</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Fri, 28 Nov 2008 07:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-7577757548978525416</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6phyphenhyphena7HnKiMPalt6qX0Ef014kmbGxh7Y6pBswXGg-gcSycNXNPue20EbkZdD6H0leYgMvI_UEAVUTxoi-MCseGh8QfLJeH4tDldFFRo9tsvZRnS6Bw32rF15AiCrH0Imidb1bsCIneXbh/s1600-h/fiz2_ind.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6phyphenhyphena7HnKiMPalt6qX0Ef014kmbGxh7Y6pBswXGg-gcSycNXNPue20EbkZdD6H0leYgMvI_UEAVUTxoi-MCseGh8QfLJeH4tDldFFRo9tsvZRnS6Bw32rF15AiCrH0Imidb1bsCIneXbh/s200/fiz2_ind.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273493269293273682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik   dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka   ketahui." (Al Qur'an, 36:36)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Meskipun gagasan tentang "pasangan" umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan   dan betina, ungkapan "maupun dari apa yang tidak mereka ketahui" dalam ayat di atas memiliki   cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan   Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi   Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut "parité", menyatakan   bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang   berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif,   dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … … dan hubungan ketidakpastian   mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam   vakum di setiap saat, di setiap tempat."&lt;br /&gt;Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor   melalui ledakan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian "dikirim ke bumi", persis sebagaimana   dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7,   di saat Al Qur'an diturunkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6phyphenhyphena7HnKiMPalt6qX0Ef014kmbGxh7Y6pBswXGg-gcSycNXNPue20EbkZdD6H0leYgMvI_UEAVUTxoi-MCseGh8QfLJeH4tDldFFRo9tsvZRnS6Bw32rF15AiCrH0Imidb1bsCIneXbh/s72-c/fiz2_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengembangnya Alam Semesta</title><link>http://allaboutkiddie.blogspot.com/2008/11/mengembangnya-alam-semesta.html</link><category>Astronomi</category><author>noreply@blogger.com (All About Kiddie)</author><pubDate>Fri, 28 Nov 2008 07:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2700158613389209179.post-2121538932269783125</guid><description>&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCB9dQrpft1skdCKqJuGW9LuqsK1yNy2tuWXUk6WS2fNGTE0qRA2HauqHmsuoITW3-LIGpT31E7iumwcAvS9gUschKCE5qivuT-FNZ-JUiKUKW2C3A4UAEtFoUZ33zxNcxPoLVP3R-ZgyV/s1600-h/as2_ind.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 64px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCB9dQrpft1skdCKqJuGW9LuqsK1yNy2tuWXUk6WS2fNGTE0qRA2HauqHmsuoITW3-LIGpT31E7iumwcAvS9gUschKCE5qivuT-FNZ-JUiKUKW2C3A4UAEtFoUZ33zxNcxPoLVP3R-ZgyV/s200/as2_ind.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273492512847778290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam Al Qur'an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu                    astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan                    sebagaimana berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami)                    dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Al Qur'an,                    51:47)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan                    di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan makna luar angkasa dan                    alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan                    arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur'an dikatakan bahwa                    alam semesta "mengalami perluasan atau mengembang". Dan inilah                    yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya                    diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta                    bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan.                    Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan                    dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya                    memiliki permulaan, dan ia terus-menerus "mengembang".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann,                    dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis                    menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak                    dan mengembang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan                    pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin                    Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang                    dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta,                    di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama                    lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus "mengembang".                    Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh                    fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan                    dalam Al Qur'an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini                    dikarenakan Al Qur'an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan                    Pengatur keseluruhan alam semesta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;                 &lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCB9dQrpft1skdCKqJuGW9LuqsK1yNy2tuWXUk6WS2fNGTE0qRA2HauqHmsuoITW3-LIGpT31E7iumwcAvS9gUschKCE5qivuT-FNZ-JUiKUKW2C3A4UAEtFoUZ33zxNcxPoLVP3R-ZgyV/s72-c/as2_ind.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>