<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Beranda Kita</title><description>Bagaimana Melihat Sesuatu Melalui Pandangan Orang Lain</description><managingEditor>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</managingEditor><pubDate>Wed, 18 Dec 2024 19:17:31 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">38</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://berandakite.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Bagaimana Melihat Sesuatu Melalui Pandangan Orang Lain</itunes:subtitle><itunes:category text="News &amp; Politics"/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Sulit Menurunkan Berat Badan???</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2011/11/sulit-menurunkan-berat-badan.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Fri, 4 Nov 2011 08:48:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-2364649275829325881</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXFdpTgCEqqLWS3XqKg9wWOv_QhSICKX01nUc2QSjbHwzDNhRtlCkORownnRbBnOkWVdmSjonalINPV1V7t6opGbL9iPjqiZgpm_xO8ZitiXetR-UwubW5J7yOHwi7Yllcau5zZ01MFa44/s1600/timbangan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 222px; height: 222px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXFdpTgCEqqLWS3XqKg9wWOv_QhSICKX01nUc2QSjbHwzDNhRtlCkORownnRbBnOkWVdmSjonalINPV1V7t6opGbL9iPjqiZgpm_xO8ZitiXetR-UwubW5J7yOHwi7Yllcau5zZ01MFa44/s320/timbangan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671168529614107650" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Tak sedikit orang yang sudah mencoba berbagai cara untuk menurunkan  berat badan namun angka di timbangan tak kunjung turun. Setidaknya ada 6  alasan yang membuat orang sulit menurunkan berat badan. Apa saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurunkan  berat badan bukanlah hal yang mudah bagi beberapa orang. Banyak yang  sudah mencoba berbagai cara diet dan olahraga namun belum menunjukkan  hasil yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut 6 alasan yang membuat orang susah menurunkan berat badan, seperti dilansir &lt;em&gt;huffingtonpost&lt;/em&gt;, Jumat (4/11/2011):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Suka mengandalkan transportasi yang nyaman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  orang sudah mencoba berbagai macam cara diet, tetapi dia tidak bisa  meninggalkan transportasi yang membuatnya nyaman dan malas bergerak,  misalnya lebih memilih menggunakan lift ketimbang naik tangga meski  hanya 1 atau 2 lantai dan parkir sangat dekat dengan pintu masuk kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang  menganggap remeh hal-hal kecil ini, padahal jika Anda terbiasa naik  tangga di tempat kerja, mall atau di rumah, itu sudah bisa membakar  lemak hingga 225 kalori atau lebih. Berjalan sedikit jauh dari tempat  parkir sudah membakar 30 kalori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Tak bisa meninggalkan diet soda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak  orang yang ingin menurunkan berat badan lebih memiliki diet soda karena  menganggap minuman bersoda tersebut tidak mengandung kalori dan bisa  membantu diet. Sayangnya, penelitian saat ini menunjukkan kemungkinan  adanya hubungan antara konsumsi pemanis buatan pada diet soda dan berat  badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian di jurnal &lt;em&gt;Diabetes Care&lt;/em&gt;  menemukan bahwa konsumsi harian diet soda dikaitkan dengan risiko 36  persen lebih besar terkena sindrom metabolik dan 67 persen risiko lebih  besar terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan orang yang tidak  mengonsumsi diet soda. Studi lain dalam jurnal Behavioral Neuroscience  menemukan bahwa konsumsi produk yang mengandung pemanis buatan  menyebabkan kenaikan berat badan akibat perubahan proses normal  fisiologis tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Terbiasa mencium makanan dan makan di depan televisi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mencium dan merasakan makanan adalah salah satu kenikmatan utama dari kehidupan. Sayangnya, sebuah studi 2010 di &lt;em&gt;Journal of Clinical Nutrition&lt;/em&gt;  menemukan bahwa menambahkan rangsangan selama waktu makan tidak hanya  meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi tetapi juga meningkatkan  jumlah kalori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, sebuah studi 2004 di &lt;em&gt;American Journal of Lifestyle Medicine&lt;/em&gt;  menemukan hubungan antara menonton televisi, obesitas dan sindrom  metabolik. Makan di meja makan bersama keluarga dan rekan kerja bisa  mengurangi jumlah kalori yang masuk ke tubuh Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Teman Anda tidak mendukung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Meski  Anda giat melakukan usaha untuk menurunkan berat badan, namun bila  teman-teman tetap menggoda dan tidak mendukung program diet Anda, maka  Anda akan sangat sulit dan butuh usaha ekstra untuk bisa menurunkan  berat badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Menjadi 'liar' saat akhir pekan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda  mungkin melakukan diet ketat selama hari kerja namun menjadi 'liar' dan  makan apa saja yang mengandung kalori tinggi di akhir pekan. Penurunan  berat badan adalah masalah angka, ketika Anda mengonsumsi lebih sedikit  kalori dari kalori yang Anda keluarkan, maka Anda akan berhasil  menurunkan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika di akhir pekan Anda menjadi  'liar' dengan makan banyak kalori sedangkan tak banyak energi yang Anda  keluarkan untuk menonton televisi atau hanya sekedar tidur-tiduran, maka  jelas berat badan Anda akan naik kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Tidur kurang dari 5 jam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidur  sangat baik untuk menyegarkan otak, kulit dan membantu menurunkan berat  badan. Sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur  mengubah hormon pencernaan yang bertanggung jawab untuk kelaparan dan  sinyal kenyang. Kurangnya tidur dapat menyebabkan hilangnya kontrol  terhadap rasa kenyang sehingga membuat Anda akan makan lebih banyak.  Tidurlan 6-8 jam setiap malam untuk mendapatkan produktivitas tubuh yang  baik, termasuk membantu menurunkan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="1"&gt;sumber:detikhealth&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXFdpTgCEqqLWS3XqKg9wWOv_QhSICKX01nUc2QSjbHwzDNhRtlCkORownnRbBnOkWVdmSjonalINPV1V7t6opGbL9iPjqiZgpm_xO8ZitiXetR-UwubW5J7yOHwi7Yllcau5zZ01MFa44/s72-c/timbangan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Dari Nyopet sampe Ngerampok</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2011/11/dari-nyopet-sampe-ngerampok.html</link><category>Hot News</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Tue, 1 Nov 2011 20:29:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-1924542366183422622</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua bulan terakhir banyak sekali berita di TV meliput kekerasan yang terjadi di dalam angkutan umum -khusunya di wilayah ibukota. Aksi yang melibatkan sejumlah kawanan pencopet ini sebenarnya sudah sering terjadi sejak sepuluh tahun silam -saat saya sendiri masih sibuk bolak-balik ngangkot untuk acara perkuliahan. Saya pun pernah sekali mengalami tragedi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, saya duduk di pojok kursi -buritan belakang. Lalu, seorang bapak yang juga duduk di pojok berhadapan langsung dengan saya menjatuhkan koin ke bawah tempat duduk saya (kolong bangku angkot). Modus ini mungkin sudah pasaran, jadi saya tidak perlu melanjutkan adegan demi adegan yang dilakukan bapak tersebut. Namun, tiba-tiba handphone saya -yang kebetulan saya taruh di kantong jeans sebelah kiri- sudah keluar 2/3 dari kantong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika, saya bilang HP saya itu keluar dengan sendirinya, maka cerita ini akan bernuansa mistis. Tapi, tidak demikian keadaannya. Sang pencopet yang ada dalam angkot tidak cuma satu, tapi lebih dari 3 orang. Dan, kawanan itupun sudah mempunyai tugas masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah, saya segera tersadar bahwa HP saya sedang jadi target kawanan. Dan, saya pun tidak bisa berbuat apa-apa khawatir kawanan itu bertindak lebih jauh jika saya teriak. Itulah penggalan pengalaman yang saya alami di angkutan umum berkaitan dengan judul di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, kawanan itu kembali beraksi dengan cara yang lebih tidak manusiawi. Korban yang kebetulan wanita tidak hanya dilucuti harta bendanya. Tapi, mereka dengan nafsu biadabnya memperkosa korban beramai-ramai. Bahkan -demi menutup jejak- mereka dengan tega menghilangkan nyawa sang korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa trayek angkutan umum ibukota, sopir/kernet juga ikut terlibat. Mereka bekerja sama dalam melakukan kejahatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini ada berdasarkan pengalaman saya pribadi serta penuturan kerabat yang juga pernah jadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trayek angkutan umum yang mesti diwaspadai :&lt;br /&gt;Cikokol ke arah Ciledug (Tangerang) dan Ciledug ke arah Kebayoran Lama (JakSel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan info ini bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Orsinilkah Tindakan Kita?</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2011/10/orsinilkah-tindakan-kita.html</link><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Sat, 29 Oct 2011 05:19:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-7547570151644730770</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7JorXg3x0KWlg8AuIUnLwegFMf-Sf0MhEVih8DSmzoxbvyUaGuX_6Latdley8QXElOFqSfatcRTnNiev4WAmMVmEnVR-x5oNLt2kcz9cmWqlmx6puKocyU0s_uen_VUWQAjKe2z_SjLNE/s1600/stop-dreaming-start-action.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 269px; height: 215px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7JorXg3x0KWlg8AuIUnLwegFMf-Sf0MhEVih8DSmzoxbvyUaGuX_6Latdley8QXElOFqSfatcRTnNiev4WAmMVmEnVR-x5oNLt2kcz9cmWqlmx6puKocyU0s_uen_VUWQAjKe2z_SjLNE/s320/stop-dreaming-start-action.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669514993164016530" border="0"&gt;&lt;/a&gt;Kapan kita semestinya tertawa, menangis, merajuk, mengiba, bahkan menjilat???&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kadang, sikap yang kita pertunjukkan adalah refleksi dari sikap orang lain. Tidak jarang, respon yang kita tunjukkan berlebihan. Wajarlah jika kita sering sekali mengenal istilah; Salah Tingkah, Mati Gaya, Buang Gaya, atau apapun itu namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kira-kira bagaimana kita seharusnya bersikap tepat atau tepat bersikap???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum lebih jauh, dimanakah letak perbedaan sikap dengan tindakan?? Saya yakin pembaca sekalian punya jawaban untuk pertanyaan yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan mencoba jujur untuk menjabarkan sesuatu yang berkaitan dengan 'Tindakan Orsinil' jika di-&lt;font style="font-style: italic;"&gt;English&lt;/font&gt;kan kira-kira akan berbunyi 'The Original Action'. Inipun akan saya batasi seputar kehidupan sehari-hari yang seringkali terlewatkan oleh mata duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, membangun komunikasi, dilanjutkan dengan bersikap, dan bermuara pada hasil dari tindakan kita sebagai manusia normal kadang sering kesasar untuk kembali kepada diri sendiri -dalam arti menjadi diri sendiri. Benar adanya, jika ada pepatah mengatakan 'cermin kita di masyarakat adalah mata orang lain'. Dan, untuk menerima tulisan yang saya buat ini secara bijak pun, mungkin hebat sulit bukan main. Tentunya, saya berasumsi bahan ini sudah melalui proses filterasi terlebih dahulu dalam kepala kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup yang kita sama-sama jalani bukan hanya sebatas berpejam di kamar, mengunyah di dapur, dan berjongkok di toilet. Apalagi, orang kantoran yang setiap harinya bertemu dengan orang lain secara formal maupun sebaliknya. Mulai dari berangkat ke tempat kerja, entah itu menumpang angkutan atau bawa kendaraan pribadi. Banyak hal yang terbaca di jalan saat berangkat. Sadar atau tidak, hal ini menentukan sikap dan tindakan setibanya di tempat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi, ego dan gamang yang dibawa dari rumah bisa saja menguap saat kita berpapasan dengan orang lain yang kita kenal di jalan. Mungkin juga tidak. Semua tergantung kebutuhan kita, apakah perlu melanjutkan ke tahap komunikasi langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sikap yang saya tangkap dan mampu mempengaruhi tindakan kita ke depan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;'Basa-Basi' adalah salah satu sikap yang tidak asli. Seseorang yang sering membubuhi basa-basi di awal percakapan, memiliki keterbatasan untuk mengupayakan diri yang sebenarnya. Basa-basi perlu, tapi takarannya mestilah tepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;'Gugup' saat berbincang. Bisa jadi, informasi yang kita lihat dan dengarkan dari orang yang mudah gugup kurang &lt;font style="font-style: italic;"&gt;valid. &lt;/font&gt;Maka, perlulah penekanan intonasi saat berbicara dengan orang seperti ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;'Pecicilan' atau 'Kebanyakan Gaya'. Sudah pasti bukan sikap yang orsinil. Banyak orang dekat yang meyakinkan kita dengan ucapan seperti "Dia memang gayanya seperti itu..." Saya rasa pernyataan seperti itu kurang tepat. Karena, pribadi asli seseorang dapat kita baca saat dia mengalami dua hal yang paling kental dalam hidup, Suka dan Duka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan, masih banyak lagi yang masih bisa Pembaca sekalian tambahkan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi, 'banyak gaya' terlihat saat seseorang berada pada masa-masa suka atau bahagia. Apakah sikap itu masih ada saat dia bertemu dengan masa-masa dukanya sendiri? saya rasa jawabannya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk mengetahui pribadi dan jenis tindakan yang kerap dilakukan dalam mengatasi masalah pada seseorang adalah = Masa Suka (+) Masa Duka (:) dibagi 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah punya jawaban??? Jika rekan Pembaca berkenan, tidak ada salahnya &lt;font style="font-style: italic;"&gt;share &lt;/font&gt;di sini untuk memberi hasil yang tepat berkaitan rumus di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="font-style: italic;"&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7JorXg3x0KWlg8AuIUnLwegFMf-Sf0MhEVih8DSmzoxbvyUaGuX_6Latdley8QXElOFqSfatcRTnNiev4WAmMVmEnVR-x5oNLt2kcz9cmWqlmx6puKocyU0s_uen_VUWQAjKe2z_SjLNE/s72-c/stop-dreaming-start-action.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Masa Depan, Sekarang atau Nanti?</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2011/06/masa-depan-sekarang-atau-nanti.html</link><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Sun, 26 Jun 2011 20:47:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-1863448080155201703</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sore itu saya tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan kawan yang kebetulan baru saja menjadi ayah bagi seorang anak lelaki yang lahir 48 jam sebelumnya melalui proses cesar.&lt;br /&gt;"Masa depan gue begini amat ya..?" kira-kira begitulah ucapnya, sedikit lirih.&lt;br /&gt;Padahal, kawan saya ini baru saja memiliki satu anak. Bahkan, usianya sendiri belum genap 25 tahun. Kira-kira, apa maksud pernyataannya barusan?? JAWABANNYA.., saya yakin pembaca yang budiman punya jawaban sendiri demi menyikapi pernyataan tersebut.&lt;br /&gt;Giliran saya coba menanggapi. Jujur, saat itu saya tidak berkomentar apa-apa atas kesan yang saya kira berunsur kekecewaan terhadap diri sendiri itu. Karna, pada akhirnya kita semua diberikan kebebasan memilih  untuk mengungkapkan apa yang dirasa kepada siapa yang diinginkan 'pada saat itu'.&lt;br /&gt;Terkait judul yang saya bubuhkan untuk bahasan ini, mudah-mudahan dapat memancing opini kawan-kawan pembaca, pastinya respon positif yang kita sama-sama harapkan.&lt;br /&gt;Judul di atas adalah guratan manifestasi dari apa yang saya rasakan pada saat mendengar pernyataan kawan saya tadi. 'Waktu', 'Timing', adalah &lt;font style="font-style: italic;"&gt;keyword &lt;/font&gt;yang pertama kali saya tangkap. Keadaan dia saat itu menentukan sekali lahirnya pernyataan yang dia buat. Artinya, ada proses yang dilewatinya, entah itu sesuatu yang dapat di&lt;font style="font-style: italic;"&gt;-handle&lt;/font&gt;nya dengan baik atau tidak. Masa depan yang dikalimatkan bernada subyektif, yang pada akhirnya sesuatu 'masa depan' telah dan akan menentukan pilihannya sekarang atau nanti. Bukannya naif, pada dasarnya kita pun sering berpikir demikian.&lt;br /&gt;Nah, mari kita coba meng-klasifikasikan masa depan berdasarkan waktu.&lt;br /&gt;Contoh, di usia yang relatif muda (15-20th) seorang anak telah mendapatkan sesuatu atau pekerjaan yang dicita-citakan sejak kecil. Dan, sesuatu yang dia dapatkan prospektif bagus baginya. Maka, saya rasa anak itu sedang menjalani masa depannya dengan gemilang. Masa depan sifatnya amat relatif, relatifitas ini bergantung dari diri sendiri kapan seharusnya masa depan itu diraih? kisah sebaliknya dari contoh di atas, mungkin pembaca dapat meng-ilustrasikannya lebih baik lagi.&lt;br /&gt;Kembali lagi, semuanya bergantung pada sudut pandang pembaca sekalian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Menulis Dari Bisikan</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/11/menulis-dari-bisikan.html</link><category>Tips</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Mon, 22 Nov 2010 08:59:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-2524291418944283208</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzkxO-CjfYI6i8qh16SpCYeGSePcT8JxU0wpWE5PvuJjKAl0vZYo5ah7IYrJ7BNu-E12pffRCDm4CbG6vIPfkxlSN7yTs5mFWZxi_LnIYp1XbaOML9gnRPI-lUv4HWL0sFdaP9tkKuPaSB/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 278px; height: 181px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzkxO-CjfYI6i8qh16SpCYeGSePcT8JxU0wpWE5PvuJjKAl0vZYo5ah7IYrJ7BNu-E12pffRCDm4CbG6vIPfkxlSN7yTs5mFWZxi_LnIYp1XbaOML9gnRPI-lUv4HWL0sFdaP9tkKuPaSB/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542433502855970706" border="0"&gt;&lt;/a&gt;Bagi sebagian orang, khususnya pekerja yang punya partner setianya pena- menulis itu mudah. Namun, bagi sebagian orang lagi, khususnya yang partner setianya obeng- menulis itu amat sulit. Kalau seperti saya sendiri, yang punya kerjaan dan partner setianya adalah pena dan obeng- kira-kira gimana???&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut orang bijak, untuk dapat menulis diperlukan apa yang disebut dengan visi. Di dalam visi tersebut banyak tujuan dan harapan yang bisa dijabarkan menjadi bagian-bagian yang mungkin ingin diekspos penulis atau didengar pembaca sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri sependapat, walau saya jauh dari predikat sebagai seorang penulis. Kata, frasa, atau bahkan mungkin kalimat-kalimat yang saya dapatkan berasal dari Spanyol (Separuh Nyolong). Bisa nyolong dari buku, obrolan, mungkin juga dari media cetak dan elektronik. Tapi, pernahkah terpikir, kita dapat menulis yang sumbernya berasal dari bisikan-bisikan dalam kepala kita sendiri? (Bukan mistis). Jawabnya, dimungkinkan bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, saya bilang dimungkinkan bisa. Karena, tidak setiap orang dapat memanfaatkan bisikan-bisikan itu. Juga tidak pernah menyadari bisikan-bisikan itu perlu diungkapkan atau ditulis. Bisikan ini sering kali diabaikan, karena jika terlalu lama didengarkan akan ada sedikit efek samping, yaitu pusing. Bisikan itu sesungguhnya anugrah tak ternilai yang pernah diberikan Tuhan kepada kita selaku manusia, bisikan itu membedakan kita dengan makhluk lainnya di muka bumi ini, bisikan itu adalah akal pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu bahan, untuk dapat menulis. Kita hanya perlu berusaha mendengar apa yang dibisikan isi kepala kita. Sisi visual yang perlu kita tangkap hanyalah karakter suatu benda yang sedang kita lihat. Sisanya, biarkan pikiran yang berperan. Tangkaplah apa yang pertama kali terbesit dalam pikiran anda, dan tuliskan. Selebihnya, tinggal perluas apa yang tertangkap tadi menurut versi anda sendiri. Dan, lakukan tangkapan berikutnya dengan membaca karakter suatu benda untuk kesekian kali pada saat menemukan jalan buntu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak kalah pentingnya dalam menulis adalah kejujuran. Berani menulis jujur kadang sulit untuk diterapkan. Karena, berani jujur pada apa yang kita pikirkan, lalu dituangkan pada tulisan berarti menjaga kualitas dan ke-orsinilan karya kita sendiri. Buang jauh-jauh bayangan respon atau opini negatif dari pembaca. Siapa tahu, kritik atau cercaan yang kita terima adalah tangga yang membangun tulisan kita menuju tingkat yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Se-sederhana itukah menulis???? Tentu tidak. Karena, pada akhirnya andal-ah yang lebih tahu siapa dan bagaimana anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzkxO-CjfYI6i8qh16SpCYeGSePcT8JxU0wpWE5PvuJjKAl0vZYo5ah7IYrJ7BNu-E12pffRCDm4CbG6vIPfkxlSN7yTs5mFWZxi_LnIYp1XbaOML9gnRPI-lUv4HWL0sFdaP9tkKuPaSB/s72-c/images.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SMS Lebaran</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/09/sms-lebaran.html</link><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Tue, 14 Sep 2010 09:52:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-6258380714040771503</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigko7-H-XcRd7cqwZTDoPSxRCE7w9hjIfxVLZKvDtU7ge4plCDxcnIOjeuFz7hRjDypGd9r1SDc2aOaAiglNBXU18YjhoS2pUKVX10EYWe9D_ZyNgizei_279jRh1w2OwyuLIB76gUPxhf/s1600/sms-lebaran-unik-teks-terbalik.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 172px; height: 172px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigko7-H-XcRd7cqwZTDoPSxRCE7w9hjIfxVLZKvDtU7ge4plCDxcnIOjeuFz7hRjDypGd9r1SDc2aOaAiglNBXU18YjhoS2pUKVX10EYWe9D_ZyNgizei_279jRh1w2OwyuLIB76gUPxhf/s320/sms-lebaran-unik-teks-terbalik.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516822473461935490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu kegiatan yang mustahil diabaikan adalah membalas dan mengirim SMS Lebaran. Luar biasa peran SMS ini dalam menyiapkan paket lebaran yang praktis, efisien, dan murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu praktisnya hingga sekian silaturahmi hanya butuh sekian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pencetan&lt;/span&gt;. Begitu efisien karena hanya dengan mengetik satu ucapan, kita bisa menduplikasi sebanyak yang kita suka. Begitu murah karena hanya cukup dengan ratusan perak, kita bisa menjangkau seseorang yang malah sedang pergi ke lain benua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah gaibnya sebuah berkah, ia sekaligus menggandeng musibah. Karena begitu praktisnya sehingga yang praktis itu malah demikian menyita kegiatan kita. Karena gampang, seringlah kita melakukannya. Karena sering, jadilah kita selalu melakukannya. Karena selalu, jadilah waktu kita habis untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak aneh jika sudah jauh-jauh kita mudik, sudah capek kita muter menemui kerabat dan saudara tapi setelah bertemu, kerjan kita cuma &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mencet-mencet keypad handphone&lt;/span&gt;. Suami &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mencet&lt;/span&gt;, anak-anak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mencet&lt;/span&gt;, istri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mencet&lt;/span&gt;, lupalah kita pada saudara jauh yang berada di depan mata. Tapi, Oooh, saudara itu pun manusia biasa seperti kita. Jika kita ber-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone, &lt;/span&gt;mereka punya juga. Jika kita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mencet&lt;/span&gt;, mereka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mencet &lt;/span&gt;juga. Jadi, susah-susah kita saling ketemu, akhirnya cuma saling menghabiskan waktu untuk saling pencet bagi seseorang yang jauh dan tidak sedang di depan kita. Inilah paradoks &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone&lt;/span&gt;, ia mendekatkan orang jauh dan menjauhkan orang dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu murah SMS, maka begitu gampang kita mengirim dan membalasnya. Karena gampang jadi sering, karena sering jadi selalu. Karena selalu jadi mahal. Karena mahal boroslah hidup kita hanya karena tipuan sang murah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu efektifnya SMS ini sebagai ganti silaturahmi. Begitu efektifnya sehingga berlaku rumus satu ucapan untuk semua. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Satume&lt;/span&gt;, satu ucapan rame-rame. Maka, ucapan yang sampai ke saya adalah ucapan yang juga sampai ke Anda. Anda dan saya sama saja. Yang saya pun jadi kita. Dan, di dalam kita, unsur saya menjadi tak penting lagi. Ketika kita menerima ucapan generik semacam ini, ada perasaan bahwa kita cuma sebagai kita, bukan saya. Kita hanya menjadi elemen dari yang banyak. Tidak ada yang khusus dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali kita mendengar denging SMS&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;di handphone, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;kita tidak tegang lagi. Ah, paling begitu-begitu juga. Kita tersanjung atas kiriman SMS dari para sahabat, kerabat, dan saudara itu. Kita mencintai mereka dan mereka pun pasti mencintai kita. Tapi, sebagaimana layaknya orang yang mencintai, ia menolak untuk dimadu. Jika ucapan yang saya terima adalah juga ucapan yang di dikirim ke banyak manusia, apa boleh buat, saya terpaksa merasakan dilema perasaan itu: Bahagia karena dicintai sekaligus sedih karena dimadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketika di antara berondongan SMS itu masih terselip nama kita di dalamnya, ada SMS yang ditulis khusus untuk kita, ia akan segera menjadi SMS yang berbeda. Ia dekat, khusus dan penuh cinta. Ia sungguh SMS yang menggoda untuk kita segera membalasnya dengan kekhususan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Jika engkau mencintai saudaramu, kenapa engkau tak menggenapi cintamu dengan mengetikkan namanya dalam SMS mu. Karena hanya dengan menambahkan nama yang tak seberapa itu, engkau akan mendapatkan cinta saudaramu dengan kualitas yang tak pernah engkau duga sebelumnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Inspired by Prie GS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigko7-H-XcRd7cqwZTDoPSxRCE7w9hjIfxVLZKvDtU7ge4plCDxcnIOjeuFz7hRjDypGd9r1SDc2aOaAiglNBXU18YjhoS2pUKVX10EYWe9D_ZyNgizei_279jRh1w2OwyuLIB76gUPxhf/s72-c/sms-lebaran-unik-teks-terbalik.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kebelet B-A-B (Buang Air Besar) Setelah Minum Kopi</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/07/kebelet-b-b-buang-air-besar-seteah.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Mon, 12 Jul 2010 22:39:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-4691469614292033943</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQOJ16rzWTOpo24pS_s30xpTBAa6v5-kLMHDHF2GPSxzep3A8uTrEp8sjHA8W7dBV_SND7FshEPpZ1r5Oym7NMb6NwpWf8PGcOWoFP8iu2sFiNZV9KVEO0ExNHbAyz53a4J3VfIDr195ZL/s1600/coffee_cup1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 168px; height: 125px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQOJ16rzWTOpo24pS_s30xpTBAa6v5-kLMHDHF2GPSxzep3A8uTrEp8sjHA8W7dBV_SND7FshEPpZ1r5Oym7NMb6NwpWf8PGcOWoFP8iu2sFiNZV9KVEO0ExNHbAyz53a4J3VfIDr195ZL/s320/coffee_cup1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493267860181517762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gejala demikian amat normal. Karena selain dapat mengurangi resiko penyakit syaraf seperti Alzheimer dan Parkinson, menkosumsi kopi dalam dosis wajar (2 x sehari) juga dapat mencegah penyakit kanker usus. Boleh jadi itu terkait mengapa setelah minum kopi timbul keinginan buang air besar. Jadi, BAB setelah minum kopi itu normal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang suka minum kopi ada baiknya lihat &amp;amp; praktekan tips berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dosis&lt;br /&gt;Memang belum ada ukuran yang pasti untuk dosis kopi yang boleh dikonsumsi orang. Namun kebanyakan penelitian mengungkapkan bahwa minum 300 mg caffeine (sekitar 1 sampai 3 cangkir kopi sehari) tidak memberikan efek negative pada kebanyakan orang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sinyal Bahaya&lt;br /&gt;Ketika mereguk kopi memang terasa nikmat, namun sering kali diikuti dengan sejuta rasa bersalah. Kenali sinyal bahaya kopi sehingga kita tahu kapan harus berhenti minum kopi. Sinyal bahaya itu antara lain: gelisah, jantung berdebar, gangguan tidur dan gangguan mood (mis: cepat marah). Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat mengalami “caffeine withdrawal” yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, namun gejala ini akan hilang setelah 24-48 jam atau mendapat caffeine dosis baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dengarkan Respon Tubuh&lt;br /&gt;Setiap orang memiliki batasan sendiri mengenai konsumsi caffeine. Kebanyakan orang dapat mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari tanpa masalah. Namun ada pula yang mengalami efek buruknya dengan jumlah konsumsi kopi yang sama. Ada yang bercerita setelah minum secangkir kopi menjadi tak dapat tidur sepanjang malam, sebaliknya ada yang tertidur pulas setelah minum kopi. So, cara terbaik adalah dengarkan respon tubuh sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kenali Kandungan Caffeine&lt;br /&gt;Setelah mengetahui dosis dan respon tubuh, ada baiknya kita mengetahui kandungan caffeine dalam produk-produk yang sering kita konsumsi. Agar jangan sampai dosis kopi yang dianjurkan sudah tercapai, namun kita masih mengkonsumsi produk-produk lain yang mengandung caffeine sehingga merasakan efek buruk kopi. Beberapa produk lain yang perlu diperhatikan kandungan caffeine seperti misalnya : softdrink, permen kopi, teh, coklat, obat sakit kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pengolahan (roasting dan brewing) juga berpengaruh terhadap kandungan caffeine dalam kopi. Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan, secangkir kopi di Starbucks mengandung rata-rata 259 mg caffeine dibandingkan dengan kopi dengan jenis dan ukuran cangkir yang sama di Dunkin Donuts yang hanya mengandung 149 mg caffeine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelitian lain, kopi decaf (kopi tanpa caffeine) baik untuk mereka yang mengalami obesitas karena dapat meningkatkan HDL (kolesterol “baik”) sekitar 50%. Sedangkan pada mereka yang tidak mengalami obesitas justru dapat menurunkan kolesterol HDL ini yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Coffee Mix&lt;br /&gt;Lima milligram kalsium hilang untuk setiap 6 ons kopi yang dikonsumsi. Namun kehilangan kalsium ini dapat diatasi dengan menambahkan 2 sendok susu atau membuat espresso latte. Sedangkan campuran kopi dengan alkohol kurang baik terutama pada orang dengan gangguan hati dan campuran kopi dengan cream juga sebaiknya dihindari untuk mengurangi kalori yang berlebih. Caffeine juga berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Bagi yang sedang mengkonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan ke dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang beranggapan teman terbaik kopi adalah rokok. Eits, jangan salah. Seorang peminum kopi sejati tidak merokok! Rokok dapat mengurangi nikmatnya ngopi lho…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kelompok Anti-Kopi&lt;br /&gt;Kelompok berikut disarankan untuk menghindari kopi: wanita hamil, anak-anak, orang tua, orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (mis: hipertensi). Nah, kalau sudah termasuk kelompok ini, lupakan kopi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Check Up&lt;br /&gt;Lakukan pemeriksaan berkala terhadap kesehatan, dalam hal ini adalah ukuran tekanan darah. Semakin dini hipertensi diketahui, akan semakin baik untuk penatalaksanaan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQOJ16rzWTOpo24pS_s30xpTBAa6v5-kLMHDHF2GPSxzep3A8uTrEp8sjHA8W7dBV_SND7FshEPpZ1r5Oym7NMb6NwpWf8PGcOWoFP8iu2sFiNZV9KVEO0ExNHbAyz53a4J3VfIDr195ZL/s72-c/coffee_cup1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sulit Tidur, Insomnia-kah?</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/07/sulit-tidur-insomnia-kah.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Mon, 12 Jul 2010 22:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-7226700012515648047</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg47jaEEJN_XQkh6RqdADpo6Xuq-aewUquGV-UhA1uEU5eRAwF-NiWCfXcnIn3rQ_-d3isWPYCEYbkWQhahtvfeuze31r_laFcUymVjBsxCBtQVLuVZAJaSrn8aPegfi0L7EUBtFunw04qc/s1600/insomnia_by_sorceressmyr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 184px; height: 184px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg47jaEEJN_XQkh6RqdADpo6Xuq-aewUquGV-UhA1uEU5eRAwF-NiWCfXcnIn3rQ_-d3isWPYCEYbkWQhahtvfeuze31r_laFcUymVjBsxCBtQVLuVZAJaSrn8aPegfi0L7EUBtFunw04qc/s320/insomnia_by_sorceressmyr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493260754723446290" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin Anda termasuk dalam 40 persen orang dewasa yang mengalami insomnia, gangguan tidur yang sangat umum terjadi seperti yang ada di Amerika. Gangguan ini mencangkup kesulitan untuk tertidur, terbangun dan sulit sekali untuk tidur kembali atau selalu terbangun lebih awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ini hanya berlangsung beberapa hari disebut dengan insomnia sementara, jika beberapa minggu disebut dengan insomnia jangka pendek. Masalah ini akan menjadi kronis jika terjadi pada setiap malam dalam seminggu dan baru berakhir setelah sebulan atau bahkan lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk yang paling umum dari insomnia yaitu insomnia yang terus bertambah, di mana beberapa kali kejadian sulit tidur akan menimbulkan kegelisahan dan jika terjadi terus menerus akan memperparah rasa sulit untuk bisa tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insomnia itu sendiri bukanlah suatu penyakit tetapi lebih tepatnya adalah suatu gejala dari masalah lain atau beberapa masalah lain entah itu fisik, emosi atau tingkah laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temukan apa yang menyebabkan Anda harus menghabiskan malam tanpa bisa memejamkan mata dan pelajari bagaimana agar Anda bisa tertidur kembali. Biang dari insomnia ini antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Stres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ahli yang menganggap ini sebagai penyebab utama gangguan tidur jangka pendek. Pemicu stres ini antara lain tekanan pekerjaan, masalah pernikahan, penyakit kronis atau adanya kematian dalam keluarga. Biasanya insomnia akan hilang ketika situasi yang membuat stres ini berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hormon stres tetap diproduksi pada waktu Anda akan tidur, mereka akan menghambat produksi melatonin, suatu hormon yang mengatur ritme circadian (semacam arloji 24 jam di tubuh Anda). Stres tingkat tinggi bisa juga menghambat efek pemulihan dari hormon pertumbuhan yang membantu pembuatan sel-sel baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Alkohol dan kafien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan kafein atau alkohol, terutama jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, akan merusak tidur malam yang nyenyak. Kafien, suatu zat perangsang yang membuat susah untuk tertidur. Efeknya akan terus bertahan selama 10 jam setelah Anda mengkonsumsinya, terutama pada orang tua dimana metabolismenya lebih lambat. Dan meski alkohol adalah zat penenang dan mampu membantu Anda jatuh tertidur dengan cepat, alkohol akan mengacaukan tidur nantinya ketika efek dari alkohol sudah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sakit dan kondisi medis kronis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang tidak bisa tidur nyenyak karena suatu kondisi medis yang membuat mereka tidak nyaman. Rasa sakit akibat radang sendi, rasa panas dalam perut, luka di punggung dan sakit kepala dapat membuat Anda terbangun dan sulit untuk tidur kembali. Pada penelitian secara acak pada orang dewasa di Amerika, dilaporkan seperempatnya menderita sakit yang mengganggu tidur mereka dalam 10 malam atau lebih per bulannya. Kondisi kronis seperti parkinson dan diabetes membuat Anda sulit untuk tertidur karena akan terjaga semalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Naik dan turunnya produksi hormon wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal dan akhir dari siklus menstruasi, kadar hormon progesteron yang rendah dapat menyebabkan sulit untuk tidur. Jika Anda menganggap hormonlah yang menyebabkan gangguan tidur, buatlah semacam catatan harian tidur Anda dalam satu bulan. Hal ini dapat membantu Anda menentukan pada periode mana, Anda harus menghindari konsumsi kafein, alkohol dan lainnya yang dapat memperparah gangguan tidur ini. Selama menopause, fluktuasi kadar estrogen dapat menyebabkan kesulitan tidur. Terapi penggantian estrogen seringkali dapat membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Obat-obatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat tertentu seperti corticosteroid dan beberapa obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi, asma dan depresi dapat mengganggu tidur. Begitu juga obat untuk kelenjar gondok jika dosisnya terlalu tinggi. Banyak obat-obatan umum termasuk obat untuk mengatasi hidung mampat dan obat untuk menurunkan berat badan, mengandung zat perangsang seperti pseudoephedrine dan beberapa formula dari aspirin juga mengandung kafein. Jika Anda mengalami gangguan tidur, cek kembali obat-obat Anda dengan bantuan dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Depresi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti di laboratorium yang khusus mengamati tentang tidur menemukan adanya ketidaknormalan tidur pada orang yang mengalami depresi, termasuk berkurangnya periode tidur slow-brain-wave dan sebuah gangguan awal pada bagian pertama dari tidur REM. Peneliti menunjukkan sebanyak 90% dari orang yang menderita depresi menderita gangguan tidur. Hal ini dapat mencangkup dari masalah terbangun lebih awal sampai kelebihan tidur. Obat anti depresi dapat membantu masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="1"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber: &lt;/span&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;&lt;span class="f"&gt;&lt;cite&gt;&lt;span class="bc"&gt;www.indonesiaindonesia.com&lt;/span&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg47jaEEJN_XQkh6RqdADpo6Xuq-aewUquGV-UhA1uEU5eRAwF-NiWCfXcnIn3rQ_-d3isWPYCEYbkWQhahtvfeuze31r_laFcUymVjBsxCBtQVLuVZAJaSrn8aPegfi0L7EUBtFunw04qc/s72-c/insomnia_by_sorceressmyr.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Masturbasi? Berbahayakah?</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/06/masturbasi-berbahayakah.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Sat, 26 Jun 2010 06:54:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-8417934915712326029</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGlAEG04BrHt_NqxHzCMdSwFJXTGC2J6_9hVm1C1F_kLca6_YLWDxo9CpuqIcmnQz22ze5efwRLVNQamw6UH4EZYDZ3dQio6CAFer7sORpSZ6w9iVyI4dYRVbTUJf8eUsU4Zp3YIQaCmmD/s1600/Masturbation_mainLarge_Dec0108.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 237px; height: 178px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGlAEG04BrHt_NqxHzCMdSwFJXTGC2J6_9hVm1C1F_kLca6_YLWDxo9CpuqIcmnQz22ze5efwRLVNQamw6UH4EZYDZ3dQio6CAFer7sORpSZ6w9iVyI4dYRVbTUJf8eUsU4Zp3YIQaCmmD/s320/Masturbation_mainLarge_Dec0108.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487081188574140322" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MASTURBASI adalah rangsangan pada area genital diri sendiri untuk menggapai kepuasan seks, biasanya dengan tujuan orgasme. Tak disangkal, masturbasi menjadi pengalaman seks pertama kebanyakan pria dan wanita. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masturbasi umumnya dilakukan dengan menyentuh, mendorong, atau memijat Mr P atau klitoris hingga orgasme tercapai. Sebagian wanita juga melakukan rangsangan Miss V atau menggunakan sex toys, seperti vibrator.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apakah masturbasi itu normal?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meskipun pernah dianggap sebagai penyimpangan dan masalah mental, masturbasi kini dianggap normal, aktivitas seks sehat yang menyenangkan, memuaskan, diterima, dan aman. Masturbasi adalah cara yang baik untuk Anda bisa merasakan kenikmatan seks.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masturbasi dianggap sebuah masalah hanya jika hal ini menghalangi aktivitas seksual bersama pasangan, dilakukan di tempat umum, atau menyebabkan keadaan berbahaya pada pelakunya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masturbasi bisa jadi berbahaya jika dilakukan secara kompulsif/menganggu kehidupan dan aktivitas sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apakah masturbasi berbahaya?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Umumnya, dunia medis mengganggap masturbasi adalah ekspresi alami dan tidak berbahaya terhadap seksualitas pria dan wanita. Masturbasi tidak menyebabkan luka fisik atau menyakiti tubuh, dan bagian dari perilaku seksual yang normal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagian ahli menegaskan, masturbasi bisa benar-benar meningkatkan kesehatan seks. Dengan mengeksplorasi tubuh lewat masturbasi, Anda bisa menentukan apa yang secara erotis bisa memuaskan Anda dan ini bisa Anda bagi ke pasangan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahkan, sebagai pasangan memanfaatkan masturbasi bersama untuk menemukan teknik-teknik hubungan seks yang lebih memuaskan dan menambah intimasi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Meski demikian, sebagian budaya dan keyakinan menentang pemanfaatan masturbasi, bahkan memberi label “penuh dosa”. Banyak pula pengakuan, masturbasi mengundang perasaan bersalah bagi pelakunya. Masa????&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGlAEG04BrHt_NqxHzCMdSwFJXTGC2J6_9hVm1C1F_kLca6_YLWDxo9CpuqIcmnQz22ze5efwRLVNQamw6UH4EZYDZ3dQio6CAFer7sORpSZ6w9iVyI4dYRVbTUJf8eUsU4Zp3YIQaCmmD/s72-c/Masturbation_mainLarge_Dec0108.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Turunnya Pasaran, Setelah Menikah?</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/06/turunnya-pasaran-setelah-menikah.html</link><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Sat, 26 Jun 2010 06:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-6524440679664423801</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisfJnlZa_XbFVuAPamQs0FsOtIlv5zoGZBBs9IZhMR6KmHq0fVD8qo0Pr3ype-18RDCe3DrdQYhTyFewPBlZyhAqgqV9qceIlE6O6wVHHInj364IKR9vuA8-mkxQhmN_1_Aj0To5hev8EM/s1600/man-woman.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 163px; height: 163px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisfJnlZa_XbFVuAPamQs0FsOtIlv5zoGZBBs9IZhMR6KmHq0fVD8qo0Pr3ype-18RDCe3DrdQYhTyFewPBlZyhAqgqV9qceIlE6O6wVHHInj364IKR9vuA8-mkxQhmN_1_Aj0To5hev8EM/s320/man-woman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492225652280679266" border="0"&gt;&lt;/a&gt;Maksudnya??? Ya, adanya batasan perilaku atau pergaulan setelah Nuptials Event (nikah) membuat sang Suami atau Istri kehilangan kesempatan yang pernah didapat ketika masih lajang. Pasaran di sini adalah turunnya rating untuk lebih bisa terlihat menarik lagi di mata lawan jenis selain istri/suami.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasa tanggung jawab sebagai pasutri juga alasan utama seorang tidak dapat berbuat banyak saat godaan tepat di depan mata (ini pun bagi yang bertanggungjawab). Apalagi bagi pekerja kantoran yang kerap sekali melakukan praktek selingkuh dengan rekan kerja. Bukannya menuduh, tapi sudah banyak kasus yang terjadi antara bos dan sekretaris, sekretaris dengan karyawan, bahkan karyawan dengan OB.&lt;br /&gt;Pada dasarnya, inti dari semuanya bukanlah masalah keinginan untuk melakukan hubungan intim (tuntutan biologis) semata. Lebih dari itu, trend ataupun  eksistensi diri turut melengkapi alasan untuk melakukan selingkuh. Itulah yang menjadi patokan pasaran (eksis) seseorang dalam interaksi sosial di manapun adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat yang bijak,&lt;br /&gt;Sungguh hanya kebodohan yang bisa dijadikan alasan dan bukan menjadi ukuran tingginya Kepercayaan diri jika praktek ini terjadi. Karena, masih banyak kegiatan atau kerjaan lain yang dapat mendongkrak pasaran di tempat kerja. Salah satunya mungkin, dengan memotivasi diri untuk terus berkarya dan membangun potensi diri untuk mencapai misi dan visi hidup yang hakiki. Dan, pada akhirnya semua kegigihan itu mendatangkan manfaat bagi diri sendiri, keluarga dan orang di sekitar kita. Bukankah pasaran (eksistensi) diri akan meningkat dengan sendirinya? Tidakkah kepuasan batin akan amat terasa? Kuncinya, hormati diri sendiri sebelum kita menghormati orang lain. Mudah-mudahan feedback positif segera terlihat pada hari-hari mendatang. Dan, betapa mudahnya berbicara tanpa bukti nyata bahwa kita telah merealisasikannya. Hahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik dan saran yang membantu selalu penulis nantikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisfJnlZa_XbFVuAPamQs0FsOtIlv5zoGZBBs9IZhMR6KmHq0fVD8qo0Pr3ype-18RDCe3DrdQYhTyFewPBlZyhAqgqV9qceIlE6O6wVHHInj364IKR9vuA8-mkxQhmN_1_Aj0To5hev8EM/s72-c/man-woman.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Lebih banyak Janda, daripada Duda</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/06/lebih-banyak-janda-daripada-duda.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Wed, 16 Jun 2010 02:01:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-8159428204642426578</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFklnOmL8Z-zNdwsZp-lxkbDMQldT4P7Qqs0oM_S9MdlQmeTDCoPwW5fOrG4Q9kOGAHYelx4hqVU9QOHghiS4Lh2L4zqoCoIIG7lfoEObVB7GocO39Te5HdjPxHnDLDOXJus3DhLP5BiFK/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 249px; height: 165px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFklnOmL8Z-zNdwsZp-lxkbDMQldT4P7Qqs0oM_S9MdlQmeTDCoPwW5fOrG4Q9kOGAHYelx4hqVU9QOHghiS4Lh2L4zqoCoIIG7lfoEObVB7GocO39Te5HdjPxHnDLDOXJus3DhLP5BiFK/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483303139718713794" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini cuma pendapat pribadi. Survey yang saya lakukan terhadap orang-orang yang saya kenal dan berada di sekeliling saya. Bahwa, banyaknya anak-anak yang menjadi Yatim (kehilangan Ayah) selaras dengan lebih banyaknya Janda ketimbang Duda.&lt;br /&gt;Dimana, para ayah (lelaki) lebih cepat berakhir hidupnya dibandingkan para ibu (perempuan). Mengapa? Usia harapan hidup pria memang lebih pendek, karena sejak lahir pria memang lebih rentan dan "fragile" dibanding wanita. Ia juga menganggap penyakit pria kurang mendapat perhatian serius, baik dari individunya maupun lingkungannya.&lt;br /&gt;Secara kultural, menurut beberapa ahli, wanita juga lebih sering meminta bantuan. Sedangkan pria, sejak lahir sudah dituntut untuk bersikap kuat, tegar, dan tidak boleh cengeng. "Pria baru mencari pengobatan bila diminta pasangannya atau setelah kondisi penyakitnya bertambah buruk,".&lt;br /&gt;Seandainya Sobat belum sadar akan fakta ini, maka sekarang Sobat tahu: wanita pada umumnya berumur lebih panjang. Data statistik PBB pada tahun 2006 menunjukkan bahwa angka harapan hidup rata-rata wanita di seluruh dunia lebih tinggi 4,5 tahun daripada angka harapan hidup rata-rata pria (69,5 tahun versus 65 tahun). Di Indonesia sendiri angkanya tidak jauh berbeda. Sekarang pertanyaannya: Mengapa pria yang fisiknya secara kasatmata lebih kuat ternyata malah mati lebih cepat?&lt;br /&gt;Memang hidup mati seseorang sudah ada yang menentukan. Tetapi, fakta di atas bisa menjadi bahan pertimbangan kita semua untuk lebih bisa menghargai hidup. Menjaga kesehatan untuk para pria mesti lebih diperhatikan, terutama jika sering mengalami stres. Karena, memiliki tingkat stres yang tinggi sama dengan telah memesan tiket kematian lebih awal.&lt;br /&gt;Faktor biologis lain yang mempengaruhi adalah hormon: Hormon estrogen yang dimiliki perempuan menjadi salah satu pelindung alami dari perkembangan penyakit jantung, dan perubahan kondisi tubuh perempuan sepanjang hidupnya (menstruasi, kehamilan, beranak, menopause) membuat tubuh mereka secara internal lebih ‘tahan banting’. Sebaliknya, hormon testosteron yang dimiliki pria malahan mendorongnya untuk melakukan berbagai aktivitas yang membuat jantung makin jedag-jedug, misalnya saja merokok, menyetir ugal-ugalan, berkelahi, atau aktif berburu pasangan.&lt;br /&gt;Lho, mencari pasangan? Ya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kompetisi memperebutkan betina bisa menguras energi para pejantan, dan akhirnya memperpendek umur mereka. Contohnya bisa kita lihat di dunia binatang, seperti domba jantan yang saling adu kepala untuk memperebutkan betina. Tapi itu kan binatang? Di dunia manusia juga terjadi hal yang serupa, meski lebih halus dan kompleks. Ambisi untuk menggapai karir dan status sosial yang tinggi –yang tentu saja menjadi ‘nilai jual’ di mata pasangan dan calon mertua– bisa dijadikan contoh. Menariknya, di dunia binatang sendiri ditemukan kalau umur pejantannya semakin pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga mencerahkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFklnOmL8Z-zNdwsZp-lxkbDMQldT4P7Qqs0oM_S9MdlQmeTDCoPwW5fOrG4Q9kOGAHYelx4hqVU9QOHghiS4Lh2L4zqoCoIIG7lfoEObVB7GocO39Te5HdjPxHnDLDOXJus3DhLP5BiFK/s72-c/images.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Membuat dan Memasang FeedBurner di Blog</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/06/cara-membuat-dan-memasang-feedburner-di.html</link><category>Oprek Blog</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Tue, 15 Jun 2010 03:22:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-7909977022633274102</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRwNGx4NH9R40deAv1VotgOo07ZSo7OIXwUZ0hiQJ_L_I7exDkDgg8Sq3eAAPlwQxAorO04UKayAdTVs3F3BYKg233_RMn1QmnNdzPAUOCgDEXcRbMxwad-9ZcLAflMrTzbDbOjtwW-RJl/s1600/feedburner.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 111px; height: 111px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRwNGx4NH9R40deAv1VotgOo07ZSo7OIXwUZ0hiQJ_L_I7exDkDgg8Sq3eAAPlwQxAorO04UKayAdTVs3F3BYKg233_RMn1QmnNdzPAUOCgDEXcRbMxwad-9ZcLAflMrTzbDbOjtwW-RJl/s320/feedburner.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482945246714143282" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sobat-sobit pastinya tau kan kegunaan dari Feedburner itu untuk apa, nah salah satu kegunaan dari Feedburner adalah untuk memonitor sebanyak apa yang berlangganan artikel kita. Nah bagi Sobat-sobit sekalian yang belum paham tentang cara daftar Feedburner dan cara membuat Feedburner, tenang saja, mari kita simak bersama tips dari om kempul.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pertama, sobat sekalian silakan kunjungi terlebih dahulu http://www.feedburner.com &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik tulisan Register pada halaman bagian atas &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isi seluruh form yang telah di sediakan seperti Username, password , Email address, Secret Question, Secret Answer, Klik tombol Sigin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika berhasil, maka sobat  sekalian akan menerima ucapan selamat datang (welcome) dari feedburner&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isi kotak di bawah tulisan Burn a feed right this instant dengan alamat blog sobat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beri tanda pada radio buuton(titik) yang tersedia, terserah Sobat mau pilih yang mana, kemudian klik tombol Next &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekarang teman-teman ubah Feed Title dengan Feed Address (tidak wajib), kemudian klik tombol Active Feed &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sobat akan menerima ucapan Conrats, klik tombol Next saja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beri tanda cek list (centang) pada Clickthroughs dan I want more ! have FeedBurner stats PRO also track, lalu klik tombol Next &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik pada tab Optimize &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banyak setting-an yang bisa Sobat lakukan, tetapi saya sarankan pada bagian yang terpenting, yaitu klik pada SmartFeed lalu klik tombol Active &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik pada tab Publicize, lalu klik FeedCount &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih bentuk style feedcount sesuai selera Sobat, lalu beri tanda pada radio button (titik) di sampingnya, kemudian klik tombol Active &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah itu Sobat akan mendapat kode HTML, copy dan paste di blog Sobat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik Chicklet Chooser untuk memilih berbagai banner yang disediakan dengan cara beri tanda pada radio button (titik) di samping banner, kemudian copy kode HTML nya di paling bawah, kemudian paste di blog Sobat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik Pingshot, lalu Klik tombol Active &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik Headline Animator, kemudian klik menu dropdown di bawah tulisan Theme, pilih yang sesuai selera Sobat, lalu klik tombol Active &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik menu dropdown di samping tulisan Add to, pilih Blogger blog, klik tombol Next &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah itu muncul window baru, klik tombol Add to Blogger, jangan lupa Sigin dulu di blogger&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih blog yang mau di pasang banner animasi nya, lalu klik tombol Menambah Widget maka secara otomatis banner animasi akan di tambahkan di blog teman-teman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nah jadilah Feedburner yang Sobat inginkan, Selanjutnya silakan tulis artikel-artikel yang bermutu di blog Sobat-sobit semua, agar pelanggan tidak kecewa.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Selamat Mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="1"&gt;sumber: blog-tutorial4u.blogspot.com&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRwNGx4NH9R40deAv1VotgOo07ZSo7OIXwUZ0hiQJ_L_I7exDkDgg8Sq3eAAPlwQxAorO04UKayAdTVs3F3BYKg233_RMn1QmnNdzPAUOCgDEXcRbMxwad-9ZcLAflMrTzbDbOjtwW-RJl/s72-c/feedburner.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pesta Gagasan Setiap Hari</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/06/pesta-gagasan-setiap-hari.html</link><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Sun, 6 Jun 2010 22:59:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-5930476104525215322</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4j3rCsUcHSIzgjgUVrQtf5MMkBCvpb1kOvYA6L4xObuf6OSQxCn89oxM9rvjm3z7Gs12mfIjFthYDwcMIzb6IMEOMIf9Eox7Pf3gn2GYJFJGe0HA-drQCJiz-dTMaEEUsEmlTa3uQ7Axh/s1600/Robert_Kiyosaki.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 140px; height: 197px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4j3rCsUcHSIzgjgUVrQtf5MMkBCvpb1kOvYA6L4xObuf6OSQxCn89oxM9rvjm3z7Gs12mfIjFthYDwcMIzb6IMEOMIf9Eox7Pf3gn2GYJFJGe0HA-drQCJiz-dTMaEEUsEmlTa3uQ7Axh/s320/Robert_Kiyosaki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479917230575442514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ROBERT T. Kiyosaki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; mungkin layak dikecam bagi sebagian orang yang masih mempercayai institusi pendidikan formal. Betapa tidak, ia dengan sangat terbuka menyatakan bahwa pendidikan formal selamanya tidak akan pernah menciptakan seorang kaya! Lebih lanjut , ia secara terang-terangan menyarankan agar kita tidak membiarkan anak-anak kita tersentuh dan terlibat lebih jauh dengan sistem pendidikan konvensional yang cenderung konservatif.&lt;br /&gt;Milyader keturunan Jepang ini memang punya sejumlah pengalaman unik, yang melandasinya untuk menarik kesimpulan semacam itu. Dalam salah satu bukunya , &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rich Dad, Poor Dad, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;ia mencoba membandingkan dua orang yang ia anggap ayahnya. Ayah yang pertama (ayah kandungnya -pen) merupakan orang yang berlatar pendidikan tinggi. Namun, ternyata bekal keilmuannya yang sangat mumpuni itu tak mampu menyelamatkannya dari jeratan hutang, karena kebutaannya dalam masalah finansial. Kondisi bertolak-belakang dengan ayahnya yang kedua (ayah dari sahabatnya, yang dianggapnya seperti ayah kandungnya sendiri -pen). Meski hanya mengenyam pendidikan menengah, namun dengan kemampuannya, yang disebut oleh Robert sebagai melek finansial ini, menjadikannya kaya. Ia memutar dan mengelola uang secara piawai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Robert mungkin terkesan terlalu menyedehanakan masalah, saat ia mencoba mengkorelasikan latar pendidikan formal dengan pemberdayaan finansial seseorang. Namun, bisa jadi hal ini menjadi poin penting yang ingin diungkapkannya, dan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ini tak lain adalah soal ide dan kreatifitas, yang sering kali tidak mendapat ruang yang cukup luas pengembangannya di institusi pendidikan formal. Saya, dan mungkin juga Sobat, kerap merasakan bahwa institusi pendidikan formal lebih mirip penjara, bahkan lebih menakutkan lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sebuah anekdot mengatakan, di penjara kondisinya lebih baik, karena disana Sobat tidak diwajibkan untuk membaca dan membeli buku-buku yang dikarang atau dimiliki para sipir. Sedangkan di kampus yang terjadi sebaliknya. Para dosen, dengan kuasa otoritatifnya, seringkali memaksa para mahasiswa untuk membeli dan membaca buku-buku karangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Semangat tinggi akan selalu mendapat perlawanan keras dari pemikiran biasa-biasa saja."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Kita pun merasakan bahwa sebagian besar waktu yang dihabiskan di institusi pendidikan formal (sekolah, kampus, dsb) lebih banyak dialokasikan untuk merangsang otak kiri, bagian otak yang kita pergunakan untuk berhitung, menganalisis dan fungsi berpikir rutin lainnya, hingga bagian ini jauh lebih berkembang dibandingkan otak kanan kita yang lebih banyak berfungsi sebagai pabrik kreatifitas, menjadi tumpul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Setiap hari, melulu otak kita disuguhi teori yang telah siap saji, mapan, juga pemikiran-pemikiran para pakar yang sesungguhnya telah usang, seperti teori evolusi Darwin yang telah kehilangan daya dukung ilmiahnya, dan masih banyak lagi. Kampus ataupun sekolah bisa jadi merupakan tempat yang paling dihindari oleh para pemikir kreatif, seperti Thomas A. Edison.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Selayaknya, kampus dan sekolah menjadi ajang pesta gagasan baru setiap hari. Tak perlu menyita waktu banyak, cukup 15 menit saja para mahasiswa atau murid dipersilahkan untuk melakukan presentasi dan analisis kritisnya mengenai teori-teori dari para pakar, atau bahkan biarkan mereka mensintesis teorinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Gagasan yang keluar dari mereka barangkali terkesan janggal, aneh, bahkan mungkin tak masuk akal. Biarkan saja. Tidak menutup kemungkinan, suatu saat pemikiran-pemikiran semacam itulah yang akan mempengaruhi perkembangan peradaban kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Bukankan ide untuk menggunakan nuklir untuk terapi kesehatan terdengar aneh? Atau gagasan membangun jalan layang dengan pondasi menyerupai cakar ayam di daerah berpasir tidak tergolong biasa? Bahkan, ide untuk memproses ketela menjadi bahan bakar adalah sebuah refleksi yang memberikan fakta-fakta pada kita bahwa kreatifitas yang mendapat ruang dan kesempatan yang cukup luas untuk mewujudkan eksistensinya, adalah keniscayaan dalam belajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Seperti kata Albert Einstein, "Semangat tinggi akan selalu mendapat perlawanan keras dari pemikiran biasa-biasa saja."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4j3rCsUcHSIzgjgUVrQtf5MMkBCvpb1kOvYA6L4xObuf6OSQxCn89oxM9rvjm3z7Gs12mfIjFthYDwcMIzb6IMEOMIf9Eox7Pf3gn2GYJFJGe0HA-drQCJiz-dTMaEEUsEmlTa3uQ7Axh/s72-c/Robert_Kiyosaki.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Upload Gambar</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/05/upload-gambar.html</link><category>Oprek Blog</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Sun, 23 May 2010 06:59:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-3216746350767300415</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar posting artikel pada blog lebih menarik untuk dilihat, maka sebaiknya kita menyisipkan gambar di antara poting-an kita tersebut, di samping untuk lebih memperjelas apa yang kita sampaikan. Misalkan kita sedang menerangkan sesuatu, maka dengan adanya gambar akan lebih memperjelas maksud dari topik yang sedang kita jelaskan kepada para pembaca artikel kita, seperti blog saya ini yang beberapa artikelnya saya sisipkan gambar.&lt;span class="fullpost"&gt; Bagi Sobat-sobit yang masih bingung bagaimana caranya untuk memasukan gambar atau istilah resminya yaitu upload gambar, maka akan saya ulas langkah-langkahnya : &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Login seperti biasa dengan id Sobat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik &lt;strong&gt;Posts&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik &lt;strong&gt;New Post&lt;/strong&gt; (bila sebelumnya Sobat telah mempunyai posting-an)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik toolbar yang bergambar seperti ini &lt;img src="http://i162.photobucket.com/albums/t253/rohman24/photo-posting_23.gif"&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beri tanda tik/cek pada radio button pada pilihan &lt;strong&gt;Choose a layout&lt;/strong&gt;, bila Sobat menginginkan posisi gambar bisa di tempatkan di mana saja, pilih pada radio button &lt;strong&gt;None&lt;/strong&gt;, bila posisi gambar di sebelah kiri pilih &lt;strong&gt;left&lt;/strong&gt;, bila ingin di tengah pilih &lt;strong&gt;Center&lt;/strong&gt;, bila ingin di kanan pilih &lt;strong&gt;Right&lt;/strong&gt;. &lt;/li&gt;&lt;l&gt;Beri tanda tik/cek pada &lt;strong&gt;Image size&lt;/strong&gt;, bila ingin gambar yang di upload hasilnya kecil pilih &lt;strong&gt;Small&lt;/strong&gt;, bila ingin sedang pilih &lt;strong&gt;Medium&lt;/strong&gt;, bila ingin besar pilih &lt;strong&gt;Large &lt;/strong&gt; &lt;/l&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;Beri tanda ceklis di samping tulisan &lt;strong&gt;Use this layout every time&lt;/strong&gt; bila Sobat menginginkan setiap upload gambar settingnya seperti semula &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;l&gt;&lt;/l&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;Tekan tombol &lt;strong&gt;Browse&lt;/strong&gt;, lalu masukan gambar dari komputer Sobat yang ingin di upload. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;l&gt;&lt;/l&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;Klik &lt;strong&gt;Add another image&lt;/strong&gt; bila gambar yang ingin di upload lebih dari satu gambar &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;l&gt;&lt;/l&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;Klik tombol &lt;strong&gt;UPLOAD IMAGE&lt;/strong&gt;, tunggu beberapa saat sampai proses upload selesai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;l&gt;&lt;/l&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;Klik Tombol &lt;strong&gt;Done&lt;/strong&gt; untuk mengakhiri proses upload &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Semoga Membantu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Membuat Menu Dropdown</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/05/membuat-menu-dropdown.html</link><category>Oprek Blog</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Sun, 23 May 2010 06:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-7926359102998091036</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam konsep blog, setiap posting kita akan terarsip otomatis secara rapi setiap bulan. Setiap memasuki bulan baru, seperti Januari, maka arsip bulan Desember akan tampil di sidebar. Masalahnya, kalau kita sudah ngeblog setahun, maka arsip dari Januari sampai Desember akan berjejer di sidebar kita. Bagaimana kalau dua dan tiga tahun lagi?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Langkah praktis mengatasi hal ini adalah dengan membuat pull-down menu seperti di bawah ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;select name="archivemenu" onchange="document.location.href=this.options[this.selectedIndex].value;"&gt;    &lt;option selected="selected"&gt;- Archives -&lt;/option&gt;       &lt;option&gt;January 2007&lt;/option&gt; &lt;option&gt;February 2007&lt;/option&gt; &lt;option&gt;Mart 2007&lt;/option&gt; &lt;option&gt;April 2007&lt;/option&gt;     &lt;/select&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jadi, berapa bulan/tahun kita blogging di blogger/blogspot, menu bulan-bulan tsb tidak akan memenuhi dan berjejer panjang di sidebar kita. Yg tampak hanya nama "Archives", baru setelah di klik, akan muncul nama bulan arsip-arsip kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Untuk Sobat yang memakai template baru, langkahnya lebih mudah yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;login dulu, tentunya dengan id Sobat&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt; klik LAYOUT&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Klik PAGE ELEMENTS, cari element (kotak) yang bertuliskan Blog Archive&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Klik Edit pada kotak Blog Archive tadi&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Di samping tulisan Style ada beberapa radio button, pilih radio button yang bertuliskan Dropdown Menu dengan cara memberi tanda tik/cek &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Klik Save Changes &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Selesai&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Semoga Membantu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jadi Pemain semua, Siapa Penontonnya?</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/05/jadi-pemain-semua-siapa-penontonnya.html</link><category>Uneg-Uneg Dalem (UUD)</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Sun, 23 May 2010 02:46:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-4062149292161803810</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita menonton televisi sepertinya artis baru semua yang kita lihat. Jika kita bengong di pinggir jalan sepertinya banyak pembalap sepeda motor yang sliweran. Tapi pemirsa belum juga tersadarkan, bahwa Indonesian selalu termotivasi untuk bekerja di depan layar. Seakan popularitas adalah prioritas utama yang mesti diupayakan bagaimanapun keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang cantik, bangga dengan kemolekannya. Yang jelek (maaf), makin bangga ditertawakan. Yang miskin, makin gencar promonya agar SKM (Surat Keterangan Miskin) dari Kelurahan setempat cair. Yang salih, menjual kesalihannya. Dan masih banyak predikat lainnya yang dipertontonkan di televisi. Ironis memang, bangsa besar ini susah tenang, tidak bisa kalem. Banyak berkoar, minus skil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dikomentari hal-hal tabu terhadap para artis, tanggapan yang paling menjengkelkan adalah "Mau gaya apa juga, artis tentu pantas saja". Pada akhirnya, semua berbondong-bondong jadi idola. Yang cilik lah, yang remaja lah, bahkan ibu-ibu juga ikut-ikutan numpang beken tidak mau ketinggalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lebih ditelisik lebih jauh, betapa mereka (entertainer) capek bukan kepalang berimprovisasi demi mendapatkan perhatian beberapa pasang mata pemirsa. Dan kalau mau dicermati lebih dalam ini adalah persoalan cerita (debut). Rating yang diperoleh masa muda bisa dijadikan materi historis pada anak-cucu, tetangga, saudara, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya sirik sobat... tapi, sudah terlihat banyak kejanggalan prilaku yang ditebar para artis. Yang mengerikan, mereka tidak benar-benar tahu esensi dari keartisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih berminat jadi artis???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga mencerahkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Budaya Ngebrong, Hemat atau Nekad?</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/05/budaya-ngebrong-hemat-atau-nekad.html</link><category>Uneg-Uneg Dalem (UUD)</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Sun, 23 May 2010 01:41:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-7117447510739274440</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhl6EMvrBQf7R69xNDt-iY11koqa6Q4Z5N4WYnEBueVkNMLvX4Q1-G4uGMOo18imD9zt51U1libdVZIqjeEzgx8hNotsRmI6IEdf4phSeGz_Hvtk4ZYzBPsofOK2V7vySvRyY_D-56ecbgG/s1600/2mepgya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 268px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhl6EMvrBQf7R69xNDt-iY11koqa6Q4Z5N4WYnEBueVkNMLvX4Q1-G4uGMOo18imD9zt51U1libdVZIqjeEzgx8hNotsRmI6IEdf4phSeGz_Hvtk4ZYzBPsofOK2V7vySvRyY_D-56ecbgG/s320/2mepgya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474398523005274546" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah melihat siswa STM/ SMU mencegat  truk kosong saat pulang dari sekolah? Bahkan anak SMP pun jadi ikut-ikutan melihat kakak kelasnya berlaku demikian. Tidak punya uang atau Trend? Bukankah sudah banyak korban akibat menghalangi truk atau mobil bak terbuka yang sedang melintas di jalan raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering melihat kejadiaan ini. Tepat di depan tempat saya bekerja, anak SMU atau STM ini mengerubungi truk yang melintas untuk menumpang. Ngebrong istilah mereka, adalah aksi yang lumayan berbahaya, karena saat menaiki truk secara brutal truk tersebut masih dalam keadaan berjalan. Tidak sedikit beberapa siswa yang terlambat untuk menyusul teman-temannya yang sudah di atas truk jatuh saat mencoba berpegangan pada tiang/pagar truk. Tragedi yang paling menyedihkan dialami adik teman yang tewas karena kepala terlindas ban truk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya ini pun meluas, hingga yang paling marak adalah supporter klub bola daerah yang tidak hanya menaiki truk terbuka, tapi bis/metromini yang permukaan atapnya amat licin.  Meski begitu banyak bahaya yang ditimbulkan, tetap saja aksi ngebrong ini marak dan diminati. Dan anehnya, pemerintah sendiri sepertinya ogah-ogahan menanggapi masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat yang budiman,&lt;br /&gt;Ini sama sekali bukan perihal menghemat uang (ongkos). Mungkin, alih-alih isme anti kemapanan sudah menjangkit adik-adik/anak-anak STM atau supporter bola kita. Ini bukan sekedar paham yang dianut dan solidaritas, tapi kebodohan dan mental ceroboh seperti ini telah menjadi tontonan yang menarik dalam masyarakat kita. Pelik juga untuk menanggapi lebih lanjut jika kesadaran menjadi sikap yang langka kini, sepertinya yang berwajib pun asyik-asyik saja menanggapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Waspada!-Penulis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhl6EMvrBQf7R69xNDt-iY11koqa6Q4Z5N4WYnEBueVkNMLvX4Q1-G4uGMOo18imD9zt51U1libdVZIqjeEzgx8hNotsRmI6IEdf4phSeGz_Hvtk4ZYzBPsofOK2V7vySvRyY_D-56ecbgG/s72-c/2mepgya.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Esensi Emansipasi Wanita</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/05/esensi-emansipasi-wanita.html</link><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Sun, 9 May 2010 06:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-1187105583678040528</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJMvbjl37Bs3b9ICE6oa5hu2ymde2YEq0sMoptClRvbWoZ8YrS4FsuVg1d2wpyz1iSwRiFSnfPl4QAnn9uZzWBExO4nyx-0PSQyV5IwrH02Syc9O3kBKeVwbnALa979KgsFYY_ZKpFPmi_/s1600/peran-ganda-wanita.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 224px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJMvbjl37Bs3b9ICE6oa5hu2ymde2YEq0sMoptClRvbWoZ8YrS4FsuVg1d2wpyz1iSwRiFSnfPl4QAnn9uZzWBExO4nyx-0PSQyV5IwrH02Syc9O3kBKeVwbnALa979KgsFYY_ZKpFPmi_/s320/peran-ganda-wanita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470320235165264226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mau tidak mau, suka tidak suka, terima atau sebaliknya luasnya ruang gerak kaum hawa di berbagai bidang ataupun peran yang biasa dilakukan pria kini merebak. Pro-Kontra yang membayangi jalannya pergerakan ini seolah kehabisan tenaga. Zaman baru, zaman emansipasi. Setuju???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emansipasi itu sendiri berasal dari bahasa latin &lt;i&gt;"emancipatio"&lt;/i&gt; yang artinya pembebasan dari tangan kekuasaan. Di zaman Romawi dulu, membebaskan seorang anak yang belum dewasa dari kekuasaan orang tua, sama halnya dengan mengangkat hak dan derajatnya.  Adapun makna emansipasi wanita adalah perjuangan sejak abad ke-14 M dalam rangka memperoleh persamaan hak dan kebebasan seperti hak  kaum laki-laki. &lt;a name="tex2html2"&gt;Jadi para penyeru emansipasi wanita menginginkan agar para wanita disejajarkan dengan kaum pria di segala bidang kehidupan, baik dalam pendidikan, pekerjaan, perekonomian maupun dalam pemerintahan.  &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify; font-weight: normal;"&gt;&lt;a name="SECTION00020000000000000000"&gt;Contoh kasus misalnya, Sobat dilahirkan dari ibu pekerja yang sibuk mengurusi kemantapan karier dari bidang yang diakui adalah keahliannya. Dari kecil sobat telah terbiasa melakukan sesuatu/ bermain di lingkungan sobat tanpa cukup perhatian orang tua, karena ayah-ibu sibuk bekerja. Hingga sobat dewasa menjadi seseorang yang dibanggakan lingkungan, pantaskah sang ibu yang dulunya sibuk dengan pekerjaannya ikut berbangga?  Apakah semuanya karena uang? atau, jika sobat sudah berkeluarga dan istri sobat setali tiga uang dengan predikat ibu sobat dahulu (pekerja), relakah kejadian lalu terulang kembali (regenerasi)?. Jawabnya ada pada masing-masing pandangan sobat sekalian.&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4 style="text-align: justify; font-weight: normal;"&gt;Saya tidak benar-benar menghujat peran wanita yang ingin setara dengan laki-laki, tapi saya hanya meragukan kesanggupan wanita memikul tanggung jawab yang berat karena harus membagi waktu untuk keluarga dan pekerjaannya. Belum lagi, persoalan fisik wanita relatif lebih lemah dari pria, wanita akan disibukkan masalah keluarga, kehamilan, kelahiran, derita bulanan (haid), dll.&lt;/h4&gt;&lt;h4 style="text-align: justify; font-weight: normal;"&gt;Hasil positif dari emansipasi tidak sebanding dengan  &lt;a name="SECTION00020000000000000000"&gt;dampak negatif yang akan timbul, seperti:&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Timbulnya pengangguran bagi kaum pria, sebab lapangan pekerjaan telah dibanjiri oleh kebanyakan kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pecahnya keharmonisan rumah tangga, sebab sang ibu lalai dengan tugas-tugas utamanya dalam rumah, seperti, memasak, mencuci, membersihkan rumah, melayani suami dan anggota keluarga. Akibatnya, rumah tanggapun berantakan tak terurus.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Keadaan perkembangan anak menjadi kurang terkontrol, lantaran ayah dan ibu sibuk bekerja di luar rumah. Dari celah inilah, akhirnya muncul dengan subur kenakalan anak-anak dan remaja-remaji.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Terjadinya percekcokkan dan perseteruan antara suami-istri. dikarenakan ketika suami menuntut pelayanan dari sang istri dengan sebaik-baiknya, si istri merasa capek dan lelah, lantaran seharian bekerja di luar rumah.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Terjadinya perselingkuhan. Karena ditempat kerja tersebut, tidak ada lagi larangan bercampur antar lain jenis, dandanan yang menggoda lawan jenisnya dan selainnya dari malapetaka yang hanya Tuhan-lah yang Maha mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name="SECTION00020000000000000000"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name="tex2html2"&gt;Bukan ingin menghakimi kaum Hawa. Ada baiknya, wanita bisa melihat masalah ini lebih bijak. Peran wanita di rumah amat penting dan krusial, sang istri yang berpendidikan tinggi pun bisa membantu suami dalam menyumbang ide kreatif dan pemecahan masalah rumah tangga (moril). Karena, se-ikhlas-ikhlasnya suami mengizinkan istrinya bekerja di luar rumah, sang suami lebih berharap istri ada di rumah menunggunya pulang.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="tex2html2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="tex2html2"&gt;Semoga mencerahkan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="tex2html2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJMvbjl37Bs3b9ICE6oa5hu2ymde2YEq0sMoptClRvbWoZ8YrS4FsuVg1d2wpyz1iSwRiFSnfPl4QAnn9uZzWBExO4nyx-0PSQyV5IwrH02Syc9O3kBKeVwbnALa979KgsFYY_ZKpFPmi_/s72-c/peran-ganda-wanita.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Pacaran Yang Ideal</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/05/pacaran-yang-ideal.html</link><category>Tips</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Sun, 9 May 2010 06:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-6867477807219285849</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5AiclkRk5AjRSxvVilYTnDH2m1jCTglKuKHlFaVyd1UQfz4vBd8Rzmxc6tMNibquw0WoW2U1e7TYwnSEfpXN9A4JP2cQqlOmansRD0rP_m_5dHvJEuYXTOy-lp7bSMVH8BA3izzZCkI_D/s1600/pacaran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 139px; height: 153px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5AiclkRk5AjRSxvVilYTnDH2m1jCTglKuKHlFaVyd1UQfz4vBd8Rzmxc6tMNibquw0WoW2U1e7TYwnSEfpXN9A4JP2cQqlOmansRD0rP_m_5dHvJEuYXTOy-lp7bSMVH8BA3izzZCkI_D/s320/pacaran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469627065013419586" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau 'cinta' adalah alasan utama (100%) dua insan (beda jenis) untuk berpacaran, bullshit. Karena jika dipaksa untuk jujur, saya percaya (tidak 100%) rasa pada pandangan pertama. Nafsu, trend, cocok, curhat, interaksi sosial, dll, adalah termasuk berbagai alasan yang tepat melakukan pacaran.&lt;br /&gt;Jika usia pacaran sudah lumayan lama, dan sobat-sobit yakin bahwa pacar sobat-sobit adalah pilihan terakhir untuk menginjak level berikutnya (pernikahan), tidak ada salahnya menjaga hubungan hingga tiba hari yang dinanti.&lt;br /&gt;Berikut tips berpacaran yang ideal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="font-weight: bold;"&gt;1. Saling Mengerti&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;Sudah merasa basi dengan kata 'pengertian'?, masih belum mendapat esensi dari sikap ini? Saya pun demikian. Namun&lt;font style="font-weight: bold;"&gt;, &lt;/font&gt;&lt;font&gt;jika pengertian sudah dijalani, maka rasa perhatian pun pasti mengikuti. Sebaliknya, belum tentu pasangan yang saling memberikan perhatian, dikuti pengertian juga. Dan, sikap pengertian dapat mengobati penyakit yang paling ganas dalam hubungan, egois.  Kalau cuma perhatian, Pak Polantas juga tak pernah lengah untuk selalu memberikan perhatian, dan tak kenal lelah memberikan surat tilang..wekwek.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="font-weight: bold;"&gt;2. Saling Mengisi&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font&gt;Jika sudah berhasil tips ke 1, sikap menghargai kelebihan dan kekurangan satu sama lain akan terjalin. Tibalah saatnya untuk saling mengisi kekurangan-kekurangan pada pasangan. Jadikan perbedaan adalah hal yang paling berharga yang pernah Tuhan berikan.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="font-weight: bold;"&gt;3. Saling Percaya&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font&gt;Dasar sebuah hubungan adalah 'kepercayaan'. Sulit memang, tapi pil pahit kepercayaan harus ditelan juga. Tipisnya keyakinan pada pasangan akan menghanguskan 2 sikap sebelumnya di atas. Agak memaksa memang, jika belum mudah percaya pada pasangan, maka jangan menjalin hubungan. Percaya/ yakin tidaknya sobat-sobit terhadap pasangan  masing-masing adalah sebuah ukuran kepercayaan terhadap diri sendiri (PD).&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="font-weight: bold;"&gt;4. Saling Memaafkan&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font&gt;Sekali lagi, tips yang lumayan sulit untuk dilakukan, permintaan serta pemberian maaf. Tidak pernah ada kata salah untuk sikap yang satu ini. Karena, dilakukannya sikap ini lebih melegakan dari pada diam. Bhethul? (ala KH. Zainudin MZ).&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font&gt;Masih banyak lagi tips yang dapat dilakukan untuk menjaga hubungan yang kita tanam. Sisanya tergantung selera sobat-sobit sekalian. Pokoknya asal bahagia deh.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;font style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5AiclkRk5AjRSxvVilYTnDH2m1jCTglKuKHlFaVyd1UQfz4vBd8Rzmxc6tMNibquw0WoW2U1e7TYwnSEfpXN9A4JP2cQqlOmansRD0rP_m_5dHvJEuYXTOy-lp7bSMVH8BA3izzZCkI_D/s72-c/pacaran.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Penyebab Migrain</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/05/penyebab-migrain.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Sat, 1 May 2010 03:44:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-1822429626706475304</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ8gCkp34AIqGnue4SV5TDQxiTCCZRBpZSmkR87s-XzIba23aFcqKeEccLvhuhz-1zzFLkYUvVQWVpFLkzztea_IFeiZHNxDxBTIgqRrGfnyvnaQgYezHRGBVV105F5bvM4YV9BdeLRwwn/s1600/migrain-person1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 158px; height: 166px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ8gCkp34AIqGnue4SV5TDQxiTCCZRBpZSmkR87s-XzIba23aFcqKeEccLvhuhz-1zzFLkYUvVQWVpFLkzztea_IFeiZHNxDxBTIgqRrGfnyvnaQgYezHRGBVV105F5bvM4YV9BdeLRwwn/s320/migrain-person1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466254728430409330" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="justify"&gt;Migrain adalah penyakit yang dirasakan di sekitar kepala yang kerap kali membuat mual dan muntah. Sakit kepala ini lebih sering terjadi pada satu sisi kepala saja dan terkadang berpindah ke sisi sebelahnya, tetapi juga dapat mengenai sisi keduanya sekaligus. &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Terkadang migrain agak sulit dibedakan dengan sakit kepala biasa dan sakit kepala jenis lainnya. Sebab, sakit kepala akibat gangguan pada sinus dan otot leher yang tegang memiliki gejala yang hampir sama dengan migrain. Yaitu, mata memerah dan wajah agak pucat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Penyebab utama migrain hingga saat ini belum diketahui dengan jelas. Para ahli memperkirakan migrain terjadi akibat adanya hiperaktifitas impuls listrik otak yang meningkatkan aliran darah di otak, akibatnya terjadi pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi. &lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Pelebaran dan inflamasi ini menyebabkan timbulnya nyeri dan gejala yang lain, misalnya mual. Semakin berat inflamsinya maka semakin berat juga migrain yang diderita.&lt;br /&gt;                         Secara garis besar, migrain  terjadi akibat :&lt;/p&gt;                         &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kekurangan nutrisi dan kurang tidur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terkena cahaya yang terlalu terang atau suara  yang terlalu bising&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berubahnya hormon saat menstruasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stress&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan cuaca yang drastis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banyak mengkonsumsi minuman berkafein, dan  beralkohol&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memakan makanan yang mengandung MSG atau nitrat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merokok&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;                         &lt;p&gt;Untuk menghilangkan migrain yang sobat-sobit derita, minumlah obat sakit kepala yang sesuai dengan jenis sakit kepalanya. Usahakan tidur yang cukup dan ada baiknya tidur dikamar yang gelap. Sebab pengaruh penyinaran yang berlebihan akan memperparah migrain sobat-sobit. Penggunaan kacamata hitam saat bepergian pada musim kemarau akan mengurangi derita migrain ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga membantu, salam sehat selalu.  &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ8gCkp34AIqGnue4SV5TDQxiTCCZRBpZSmkR87s-XzIba23aFcqKeEccLvhuhz-1zzFLkYUvVQWVpFLkzztea_IFeiZHNxDxBTIgqRrGfnyvnaQgYezHRGBVV105F5bvM4YV9BdeLRwwn/s72-c/migrain-person1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Badan Lemas, Kurang Gairah</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/05/badan-lemas-kurang-gairah.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Sat, 1 May 2010 02:06:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-754975295284641807</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0ZZ1rV8HykHUEEqh8Y8uxPPSImj79DhN3S_4RRME67N0HP6L0_F0GWmXsAaywJwtGu3jRDv6Posg7pJzqZPIceAdej9BnimanEsiKzNsgVdp27q9lR6H5k7m6XCx93DwLvdZtVVpW876-/s1600/anemia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 181px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0ZZ1rV8HykHUEEqh8Y8uxPPSImj79DhN3S_4RRME67N0HP6L0_F0GWmXsAaywJwtGu3jRDv6Posg7pJzqZPIceAdej9BnimanEsiKzNsgVdp27q9lR6H5k7m6XCx93DwLvdZtVVpW876-/s320/anemia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466250525594162530" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Badan kuat belum tentu sehat, badan sehat insya Allah pasti kuat", istilah ini mungkin mengawali pembahasan, sebelum lebih jauh penulis paparkan perihal judul di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat yang budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita sama-sama pernah bersikap naif saat mencoba mengerti dari pentingnya kesehatan bagi kita. Bahwa sehat bisa dibentuk, dimulai dari aktifitas-aktifitas kecil yang membuat kita merasa gembira, senang, bahkan bahagia. Anggapan kita ini sudah termasuk dari kriteria orang sehat, jauh dari derita. Tapi, semua perasaan positif tersebut bersumber dari jiwa sehat kita, bukan reaksi fisik kita yang memberi &lt;font style="font-style: italic;"&gt;impulse&lt;/font&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung saja persempit saja ke judul (kepanjangan intermezzo-nya). Jika sobat-sobit sering merasa lemas, malas, kurang gairah, mengntuk dsb. Itu bisa dikarenakan sobat-sobit mendapat gejala kurang darah (anemia). Faktor yang menyebabkan anemia adalah kurang istirahat (normal 8 jam sehari), kurangnya asupan makanan yang bergizi, terlalu capek. Implikasi dari gejala anemia ini adalah wajah pucat, kurang bersemangat, jantung berdebar-debar (tanpa sebab), kadang kala telinga berdengung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun dapat terserang penyakit kurang darah (anemia), khususnya kaum hawa. Karena banyak dari perempuan yang tidak memperhatikan pola makan teratur (makan 3 kali sehari), atau makan sekenanya tanpa mempertimbangkan nilai gizi yang terkandung pada makanan, ini terjadi disebabkan rasa khawatir ke-gemukan (obesitas). Ini berakibat lagi kadar butir darah merah yang rendah (untuk wanita &lt; 11 g/100ml dan pria &lt; 13 g/100ml), &lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/USER/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/USER/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" alt=""&gt;belum lagi normalnya wanita mesti mengeluarkan darah (haid) tiap bulannya. Padahal yang normal kadar butir darah merah pada wanita 11,5 - 16 g/100 ml (pria 13,5 - 18 g/100 ml).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat-sobit yang baik,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demi terhindarnya dari gejala anemia tidak cukup hanya minum obat penambah darah saja, tapi selain itu, perlu asupan makanan yang seimbang untuk mencukupi kadar zat besi seperti daging sapi dan ayam, hati, telur, kacang-kacangan, kentang, ikan, sayuran berdaun hijau dan buah-buahan yang kaya vitamin C. Hal ini diimbangi gaya hidup sehat dan olahraga secara teratur.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semoga artikel ini bermanfaat, salam sehat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0ZZ1rV8HykHUEEqh8Y8uxPPSImj79DhN3S_4RRME67N0HP6L0_F0GWmXsAaywJwtGu3jRDv6Posg7pJzqZPIceAdej9BnimanEsiKzNsgVdp27q9lR6H5k7m6XCx93DwLvdZtVVpW876-/s72-c/anemia.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dilema Ujian Nasional (UN)</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/04/dilema-ujian-nasional-un.html</link><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Mon, 26 Apr 2010 05:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-7087243859778845259</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrs5qAaQUuXVYj1wWku4P3WT_ttI7t346z-nIoXYYZVvSQP5_wcjRDeXHyegFWKrJYg4W7sJNUDdJQkZakDXS2-Jb_Y8EPd0lyErWbx6rOzqCX86o6zXd5dYXvwCD0q-BYpD7HTFHgEvmC/s1600/26.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 134px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrs5qAaQUuXVYj1wWku4P3WT_ttI7t346z-nIoXYYZVvSQP5_wcjRDeXHyegFWKrJYg4W7sJNUDdJQkZakDXS2-Jb_Y8EPd0lyErWbx6rOzqCX86o6zXd5dYXvwCD0q-BYpD7HTFHgEvmC/s320/26.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464419179264973698" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font style="" face="Arial,sans-serif" lang="IN" size="14pt"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;                            &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; text-indent: 0pt; line-height: 1;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;LATAR BELAKANG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;Perdebatan muncul tidak hanya karena kebijakan UN yang digulirkan Departemen Pendidikan Nasional minim sosialisasi dan tertutup, tapi lebih pada hal yang bersifat fundamental secara yuridis dan pedagogis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;Dari hasil kajian Koalisi Pendidikan, setidaknya ada empat penyimpangan dengan digulirkannya UN. Pertama, aspek pedagogis. Dalam ilmu kependidikan, kemampuan peserta didik mencakup tiga aspek, yakni pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), dan sikap (afektif). Tapi yang dinilai dalam UN hanya satu aspek kemampuan, yaitu kognitif, sedangkan kedua aspek lain tidak diujikan sebagai penentu kelulusan.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;Kedua, aspek yuridis. Beberapa pasal dalam UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 telah dilanggar, misalnya pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan, yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. UN hanya mengukur kemampuan pengetahuan dan penentuan standar pendidikan yang ditentukan secara sepihak oleh pemerintah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;Ketiga, aspek sosial dan psikologis. Dalam mekanisme UN yang diselenggarakannya, pemerintah telah mematok standar nilai kelulusan 3,01 pada tahun 2002/2003 menjadi 4,01 pada tahun 2003/2004 dan 4,25 pada tahun 2004/2005. Ini menimbulkan kecemasan psikologis bagi peserta didik dan orang tua siswa. Siswa dipaksa menghafalkan pelajaran-pelajaran yang akan di -UN-kan di sekolah dan di rumah.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="10pt"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font size="2"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;Keempat, aspek ekonomi. Secara ekonomis, pelaksanaan UN memboroskan biaya. Tahun lalu, dana yang dikeluarkan dari APBN mencapai Rp 260 miliar, belum ditambah dana dari APBD dan masyarakat. Pada 2005 memang disebutkan pendanaan UN berasal dari pemerintah, tapi tidak jelas sumbernya, sehingga sangat memungkinkan masyarakat kembali akan dibebani biaya. Selain itu, belum dibuat sistem yang jelas untuk menangkal penyimpangan finansial dana UN. Sistem pengelolaan selama ini masih sangat tertutup dan tidak jelas pertanggungjawabannya. Kondisi ini memungkinkan terjadinya penyimpangan (korupsi) dana UN.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;Tahun ajaran ini yang menjadi tahun ajaran paling&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" face="&amp;quot;" lang="IN" size="10pt"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font size="2"&gt;  &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;menghebohkan bagi pelajar tingkat menengah, dimana ada peraturan hebat telah dibuat mereka-mereka petinggi di bidang pendidikan untuk mengubah sedikit standar kelulusan di sekolah tingkat menengah. Ini adalah wacana yang sebenarnya baru saja saya dengar , yaitu bahwa mulai tahun ajaran ini (2007/2008) standar untuk lulus Ujian Nasional mencakup 6 mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;font style="" face="&amp;quot;" lang="IN" size="10pt"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font size="2"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;KONTROVERSI UJIAN NASIONAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;Pada penyelenggaraan UAN tahun ajaran 2003/2004, Koalisi Pendidikan menemukan berbagai penyimpangan, dari teknis hingga finansial. Pertama, teknik penyelenggaraan. Perlengkapan ujian tidak disediakan secara memadai. Misalnya, dalam mata pelajaran bahasa Inggris, salah satu kemampuan yang diujikan adalah listening. Supaya bisa menjawab soal dengan baik, peserta ujian memerlukan alat untuk mendengar (tape dan earphone). Pada prakteknya, penyelenggara ujian tidak memiliki persiapan peralatan penunjang yang baik.&lt;br /&gt;                       &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" face="&amp;quot;" lang="IN" size="10pt"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font size="2"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;Kedua, pengawasan. Dalam penyelenggaraan ujian, pengawasan menjadi bagian penting dalam UAN untuk memastikan tidak terjadinya kecurangan yang dilakukan oleh peserta. Fungsi pengawasan ini diserahkan kepada guru dengan sistem silang--pengawas tidak berasal dari sekolah yang bersangkutan, tapi dari sekolah lain. Tapi, pada kenyataannya, terjadi kerja sama antarguru untuk memudahkan atau memberi peluang siswa menyontek.&lt;br /&gt;                       &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" face="&amp;quot;" lang="IN" size="10pt"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font size="2"&gt;        &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;Kasus di beberapa sekolah, guru, terutama untuk mata pelajaran yang dibuat secara nasional seperti matematika, bahasa Inggris, atau ekonomi, dengan berbagai modus memberi kunci jawaban kepada siswa. Selain itu, pada tingkat penyelenggara pendidikan daerah seperti dinas pendidikan, usaha untuk menggelembungkan (mark-up) hasil ujian pun terjadi. Caranya dengan membuat tim untuk membetulkan jawaban-jawaban siswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;Itu tadi sekitar kilas balik dari ujian akhir yang telah beberapa tahun ini dilaksanakan di Indonesia. Dan sekarang ini untuk tahun ajaran 2007/2008 para petinggi pendidikan mengeluarkan sebuah rencana bahwa akan menetapkan 6 mata pelajaran yang akan di UN-kan. Ini merupakn fenomena yang benar – benar memberatkan siswa karena pemerintah telah mengeluarkan kebijakan secara instan. Mungkin karena kebijakan pemerintah ini akan menambah daftar panjang kecurangan maupun penyimpangan dalam Ujian Akhir Nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;Sebuah cita-cita keren menurut saya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia . Dimana pemerintah menginginkan pendidikan di Indonesia bisa seperti negara lain . Saya benar-benar berbangga diri jika yang demikian bisa terwujud. Saya salut dengan pemerintah yang berani mengambil keputusan ini.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;Namun , Program pemerintah ini apakah akan berhasil jika tahun ini mulai diterapkan ? Pemerintah tidaklah sendirian dalam perjuangan ini . Dari pemerintah pendidikan pusat sampai siswa adalah semua faktor untuk mendukung upaya ini . Terutama bagi para siswa , merekalah yang sebenarnya sangat berperan dalam upaya ini. dari hasil kelulusan merekalah keberhasilan program ini bisa dilihat.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;Mayoritas para siswa sangat keberatan untuk menghadapi Ujian Nasional yang 6 Mata Pelajaran ini. Mereka semua menganggap bahwa Upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan meningkatkan standar kelulusan adalah satu cara instan yang salah . Pemerintah terlalu ngotot untuk memberlakukan aturan ini padahal kenyataanya sistim pendidikan di negeri kita ini masih banyak yang perlu diperbaiki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" color="black" face="&amp;quot;" lang="EN-GB"&gt;&lt;font size="2"&gt;Salah satu kebijakan kontroversial adalah keputusan Mendiknas Nomor &lt;/font&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font size="2"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size="2"&gt;017 Tahun 2003 mengenai Ujian Akhir Nasional (UAN). Kebijakan ini mendapat tantangan dari berbagai kalangan pendidik. Kalangan guru merasa dipotong haknya sebagai penentu kelulusan siswa. Selain itu siswa pun merasa hasil belajar mereka tidak dihargai karena penilaian hanya didasarkan pada nilai UAN. Meski hanya 3 mata pelajaran, tidak seperti Ebtanas yang bisa mencapai 7 mata pelajaran, kebijakan itu tetap saja menuai protes. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Apalagi belakangan diketahui bahwa Depdiknas menggunakan tabel konversi untuk mengatrol nilai siswa yang rendah. Banyak yang menilai bahwa kebijakan UAN hanya cara mudah pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dengan memuat standar nilai kelulusan, diharapkan tidak semua siswa bisa lulus dan mutu lulusan pun meningkat. Padahal dengan kondisi Indonesia yang sangat beragam, tidak mungkin membuat sebuah standar yang sama dari Sabang sampai Merauke. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;font style="" color="black" face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;MASIH PERLUKAH UJIAN NASIONAL&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" face="&amp;quot;" lang="IN" size="10pt"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;font color="black"&gt;&lt;font size="2"&gt;?&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif" lang="IN"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Meski ujian pada akhir satuan pendidikan secara nasional merupakan kegiatan rutin, UAN (ujian akhir nasional) pada tahun 2004 menuai kritikan tajam dari berbagai kalangan. Kontroversi tentang UAN diawali oleh munculnya penolakan sekelompok masyarakat terhadap kebijakan kenaikan batas kelulusan dari 3,01 pada tahun 2003 menjadi 4,01 pada tahun 2004. Pada tahun 2006/2007 kebijakan tersebut menjadi naik menjadi 4.51 dan pada tahun ajaran 2007/2008 manjadi 5.00 dengan 6 mata pelajaran yang harus di UN-kan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Masyarakat berpendapat bahwa UAN bertentangan dengan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 58 ayat 1 dan pasal 59 ayat 1). Sebagian berpendapat bahwa UAN berdampak negatif terhadap pembelajaran di sekolah, menghamburkan biaya, dan hanya mengukur aspek kognitif. Argumentasi lain adalah kondisi mutu sekolah yang sangat beragam sehingga tidak adil jika harus diukur dengan menggunakan ukuran (standar) yang sama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Salah satu isu yang mendapat perhatian banyak pihak adalah kekhawatiran tentang kemungkinan banyaknya siswa yang tidak lulus (tidak dapat mencapai batas minimal 4,51). Berbagai survei pra-UAN dilakukan di sejumlah daerah yang menunjukkan proporsi siswa yang tidak lulus, cukup besar. Kekhawatiran itu tidak terbukti karena setelah hasil UAN diumumkan ternyata proporsi siswa yang tidak lulus, relatif kecil. Namun kebijakan konversi nilai UAN ini menuai kritikan. Salah satunya, tabel konversi nilai UAN dianggap sebagai upaya subsidi silang, menolong siswa yang kurang pandai dengan merugikan siswa yang pandai. Pendapat yang mendukung agar UAN tetap dipertahankan antara lain didasarkan kepada argumentasi tentang pentingnya UAN sebagai pengendali mutu pendidikan secara nasional dan pendorong bagi pendidik, peserta didik, dan penyelenggara pendidikan untuk bekerja lebih keras guna meningkatkan mutu pendidikan (prestasi belajar). &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="10pt"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font size="2"&gt;                                                                        &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Ujian sekolah itu mutlak diperlukan karena bisa mendorong para siswa belajar lebih serius dan juga berguna untuk mengukur keberhasilan proses belajar. Apakah ujian nasional sebagai satu-satunya penentu kelulusan siswa ataukah digabung dengan ujian akhir sekolah, sah-sah saja diperdebatkan. Dan wacana kebijakan pemerintah dalam menambah mata pelajaran dalam UAN menjadi 6 mata pelajaran pun sah – sah saja di perdebatkan, asal pemerintah mengimbangi kebijakan tersebut dengan melengkapi sarana maupun prasarana di seluruh sekolah secara merata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Namun, yang lebih penting dari itu adalah bagaimana membentuk kultur sekolah (school culture) yang memiliki komitmen untuk memelihara nilai-nilai unggul (living values) yang menjadi spirit, acuan, dan iklim kehidupan bagi guru, murid, maupun karyawan sekolah. Sebuah komunitas sekolah seharusnya merupakan learning society yang setia menjaga dan menghidupkan nilai-nilai unggul dalam kehidupan sehari-hari, sehingga sekolah merupakan lembaga katalisator yang mampu memfasilitasi siswa menemukan dan mengembangkan bakat dan minatnya dengan disertasi nilai-nilai moral yang luhur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;AKHIRI KONTROVERSI UJIAN AKHIR NASIONAL&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Kontroversi ujian nasional atau UN yang muncul sejak tahun 2003 sampai kini belum tuntas. Setiap menjelang pelaksanaan UN selalu terjadi tarik ulur antara Depdiknas dan DPR (dulu Komisi VI, sekarang Komisi X), tapi ending-nya kemenangan selalu ada pada pemerintah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan, antara lain, dengan menerapkan sistem ujian yang baik pada setiap akhir tahun pelajaran untuk kenaikan kelas dan pada akhir setiap satuan pendidikan. Ujian merupakan strategi yang umum digunakan oleh negara-negara berkembang dalam meningkatkan mutu pendidikannya karena merupakan cara yang efektif dan murah dalam memengaruhi apa yang diajarkan guru dan apa yang dipelajari peserta didik. Penggunaan tes dan ujian dalam dunia pendidikan, walaupun dengan misi dan tujuan yang beragam, terus berkembang di berbagai Negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Untuk memahami mengapa ujian yang dilaksanakan selama ini belum mampu mewujudkan fungsinya secara optimal dapat merujuk, antara lain, kepada temuan tim dari Bank Dunia yang menyatakan bahwa dua hal penting yang menentukan manfaat ujian bagi peningkatan mutu pendidikan adalah (a) mutu tes yang digunakan, dan (b) mutu balikan yang diberikan. Selain itu, mereka juga menyatakan bahwa prasyarat agar kedua faktor tersebut berfungsi dengan baik dalam meningkatkan prestasi akademik peserta didik adalah kesamaan persepsi guru, kepala sekolah, orang tua, dan siswa tentang pentingnya ujian dalam proses pendidikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Sistem ujian yang diharapkan adalah suatu sistem yang mampu membantu penyelenggara pendidikan menegakkan akuntabilitas publik, memberikan balikan yang bermanfaat kepada sistem pendidikan untuk meningkatkan mutu kinerja dan efektivitasnya, serta mampu mengendalikan dan mendorong terjadinya peningkatan mutu pendidikan (sekurang-kurangnya prestasi akademik peserta didik). Studi yang dilakukan oleh tim dari Bank Dunia memberikan pelajaran bahwa sistem apa pun yang dihasilkan hanya akan efektif jika didukung oleh kesamaan persepsi dan komitmen dari pihak-pihak yang terkait untuk mengimplementasikan sistem itu secara konsekuen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Menurut saya , kemauan pemerintah untuk menambah mata pelajaran dalm UAN ini salah . Secara sederhana bisa kita lihat , sarana dan prasarana pendidikan yang ada di indonesia. apakah semua sekolah sama ? Di daerah tentunya berbeda dengan di ibukota , di kota tentunya juga sangat berbeda dengan di desa , antara sekolah favorit dengan sekolah lain yang biasa-biasa saja , Negeri dengan swasta . Contoh lain berkaitan dengan tenaga pengajar , Apakah semua tenaga pengajar mempunyai kualitas yang merata ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Jadi sah-sah saja kalau memang pemerintah ingin merubah standar kelulusan mulai tahun pelajaran ini . Boleh-boleh saja punya kemauan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di indonesia . Tapi agaknya pemerintah juga harus secara bertahap melakukannya . Perbaiki dulu sistem pendidikan di negeri kita ini , benahi semua sarana dan prasarana pendidikan , sama ratakan antara sekolah di pusat dengan di daerah , (di desa dan di kota) , tingkatkan kualitas tenaga pengajar yang ada , benahi kesejahteraan guru ,hilangkan deskriminasi sekolah negeri dengan swasta, penuhi anggaran pendidikan yang katanya 20 % itu . dan masih terlalu banyak lagi yang perlu diperbaiki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Ada yang lebih penting dari kontroversi ujian nasional, yaitu bagaimana mendidik anak-anak agar memiliki etos belajar dan kerja keras. Ada kekhawatiran yang cukup beralasan, anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan sekolah dan sosial yang semrawut sehingga mereka tidak memiliki visi kebangsaan dan tidak memiliki komitmen kemanusiaan serta etos keilmuan yang kuat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;KESIMPULAN&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="10pt"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font size="2"&gt;   &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Dari 174 negara yang diteliti pada tahun 1996, IPM Indonesia berada pada peringkat 102, sedangkan Singapura, Brunei, Thailand, dan Malaysia, secara berturut-turut, menduduki peringkat 34, 36, 52, dan 53. Pada tahun 1977, peringkat IPM Indonesia naik mejadi 99, kemudian turun ke peringkat 105 pada tahun 1998, dan turun lagi ke peringkat 109 pada tahun 1999. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Sejumlah studi yang terkait dengan kinerja pendidikan juga menunjukkan bahwa mutu pendidikan di Indonesia masih memprihatinkan. Studi yang dilakukan oleh berbagai pihak memperlihatkan bahwa tingkat penguasaan siswa kelas 6 SD pada mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika, dan IPA pada tahun 1976 adalah 35, 33, dan 37, kemudian turun menjadi 27,7, 21,5, dan 24,2 pada tahun 1989 (Sumber: Tim UPI, 2004). Gambaran itu merupakan bukti untuk memacu mutu pendidikannya dan meningkatkan kesempatan seluruh warga memperoleh pendidikan bermutu dengan meningkatkan sarana dan prasarana di seluruh sekolah yang ada secara merata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;“Saya kira jika materi yang diujikan dalam Unas lebih dari 3 bidang studi justru bisa membawa dampak positif dalam dunia pendidikan. Pasalnya selain tidak akan terjadi diskriminasi pelajaran, sekolah bisa mengetahui sejauhmana kompetensi dasar lulusannya. Memang untuk mewujudkan hal itu bukan sesuatu yang mudah, namun jika sosialisasi terkait dengan hal itu dilakukan sejak awal. Mungkin berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan Unas akan bisa diatasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;“Memang jika materi yang diunaskan lebih dari 3 bidang studi mau tidak mau sekolah harus bekerja keras untuk memenuhi target yang sudah ditentukan. Tapi bukan berarti hal itu harus disikapi secara berlebihan. Di samping tidak akan menyelesaikan masalah, saat ini yang penting dan perlu segera dilakukan adalah kepastian terkait dengan hal itu segera disosialisasikan ke sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;SARAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Semoga mutu pendidikan di Indonesia dapat menjadi lebih baik dengan memperbaiki segala aspek pendidikan dengan tidak merugikan satu pihak manapun dengan &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="10pt"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font size="2"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;menindak keras kecurangan – kecurangan yang menyelimuti dunia pendidikan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Dan dengan matang memikirkan kebijakan – kebijakan yang menyangkut banyak faktor seperti Ujian Akhir ini karena pendidikan itu menyangkut kecerdasan bersama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0pt; margin-right: 0pt; margin-left: 0pt;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font size="1"&gt;sumber:http://guruvalah.20m.com&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrs5qAaQUuXVYj1wWku4P3WT_ttI7t346z-nIoXYYZVvSQP5_wcjRDeXHyegFWKrJYg4W7sJNUDdJQkZakDXS2-Jb_Y8EPd0lyErWbx6rOzqCX86o6zXd5dYXvwCD0q-BYpD7HTFHgEvmC/s72-c/26.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengenal Flickr</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/04/mengenal-flickr.html</link><category>Browsing</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Sun, 25 Apr 2010 02:12:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-8295168540747131695</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijsbkDhC3Jk7StzkC7CKAcH-YyxLJArQCa2rqoZDKzUYl6UpWWXZCj87qW7PAiv1S15knaeTjGqH1bZjKLISJ0ZZmNVIvd5-HGnXCOzxCLtP5r3Hw7ZCUpX6eeIxzpdz5GWUtQXY3BAICp/s1600/25.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 100px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijsbkDhC3Jk7StzkC7CKAcH-YyxLJArQCa2rqoZDKzUYl6UpWWXZCj87qW7PAiv1S15knaeTjGqH1bZjKLISJ0ZZmNVIvd5-HGnXCOzxCLtP5r3Hw7ZCUpX6eeIxzpdz5GWUtQXY3BAICp/s320/25.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464002890616665026" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;flickr itu photo &lt;em&gt;sharing service&lt;/em&gt; atau disebut juga situs yang menyediakan layanan untuk berbagi foto antar penggunanya. Dengan menggunakan flickr, kita bisa upload foto atau video dalam galeri pribadi serta bisa melihat koleksi hasil upload orang lain. Saat ini Flickr memiliki pengguna yang paling banyak, karena Flickr paling menarik, serta mudah digunakan. Dalam psting kali ini akan dijelaskan banyak kelebihan yang dimiliki flickr, bagaimana cara join trus tutorial pajang foto Flickr di blog, dan bagaimana cara upload foto ke flickr selain dari situs asalnya. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Gabung dan Dapatkan Flickr Badge&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagian dari Flickr tidak  susah. Daftar saja dan langsung di-&lt;font style="font-style: italic;"&gt;approve&lt;/font&gt;. Buat yang sudah punya &lt;font style="font-style: italic;"&gt;account&lt;/font&gt; Yahoo, bisa dipakai tanpa harus daftar terlebih dulu. Langsung login aja. Foto-foto yang sudah di&lt;font style="font-style: italic;"&gt;-upload&lt;/font&gt; di Flickr, bisa kita pajang di blog kita loh.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu apa itu Flickr Badge?bahwa Flickr badge adalah istilah yang digunakan Flickr untuk sebuah ‘alat’ yang mengintegrasikan antara halaman web jenis apapun untuk bisa menampilkan foto-foto yang ada di Flickr. Nah setelah kita mendapatkan flickr badge, kita bisa eksplorasi sesuai dengan suasana hati kita. hehehe….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Upload Foto&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selain dengan cara login ke Flickr dan klik ‘upload’, untuk upload foto-foto yg kita punya ke galeri di Flickr, bisa dengan banyak cara, yaitu:&lt;br /&gt;1. Menggunakan &lt;font style="font-style: italic;"&gt;free software uploader&lt;/font&gt;.&lt;br /&gt;2. Menggunakan Flock, yaitu web browser spt Mozilla yg ada fasilitas untuk mengirim foto ke Flickr.&lt;br /&gt;3. Pakai free software jUploadr.&lt;br /&gt;4. Lewat handphone. Nokia Nseries dan BlackBerry. Atau aplikasinya pakai Shozu dan Yahoo!Go.&lt;br /&gt;5. Cara lainnya bisa baca infonya di Flickr Tool.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oia ada info tambahan nih.Ada yang namanya &lt;strong&gt;“Flickr Sidebar 0.2&lt;/strong&gt;“. Tersedia juga dalam  sebuah Add-on Firefox berupa &lt;a href="https://addons.mozilla.org/id/firefox/addon/1717" target="_blank"&gt;Flickr sidebar&lt;/a&gt;, yang digunakan untuk melihat dan mencari daftar foto. Untuk mengaksesnya dengan perintah tombol Ctrl + Shift + M, tombol toolbar, atau klik pada menu pilihan View | Sidebars | Flickr Sidebar.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijsbkDhC3Jk7StzkC7CKAcH-YyxLJArQCa2rqoZDKzUYl6UpWWXZCj87qW7PAiv1S15knaeTjGqH1bZjKLISJ0ZZmNVIvd5-HGnXCOzxCLtP5r3Hw7ZCUpX6eeIxzpdz5GWUtQXY3BAICp/s72-c/25.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sekilas Tentang Yahoo</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/04/sekilas-tentang-yahoo.html</link><category>Browsing</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Sun, 25 Apr 2010 02:04:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-5941625122980654251</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTaNXqhOWS9ssfXThisWprxk19Q-N_5VCjd3bLGhjBUIN3qtwwlaUtZ3JyaOCN1WT0JNYiHfb8OehZrA5sDDG485Uw_VRAy3m0cUQN0_Pk_hz_B-HenVGx4UhioApHXEvGQmAa7UAISWFT/s1600/24.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 148px; height: 103px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTaNXqhOWS9ssfXThisWprxk19Q-N_5VCjd3bLGhjBUIN3qtwwlaUtZ3JyaOCN1WT0JNYiHfb8OehZrA5sDDG485Uw_VRAy3m0cUQN0_Pk_hz_B-HenVGx4UhioApHXEvGQmAa7UAISWFT/s320/24.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464000383628124850" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Yahoo! adalah sebuah portal web populer yang dioperasikan perusahaan yang bernama Yahoo! Inc. yang dirintis oleh oleh David Filo dan Jerry Yang. Yahoo! pada awalnya hanyalah semacam bookmark (petunjuk halaman buku), ide itu berawal pada bulan April 1994, saat itu dua orang alumni Universitas Stanford mendapat liburan ketika profesor mereka pergi ke luar kota karena cuti besar. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Dua mahasiswa teknik tersebut mempunyai sedikit pekerjaan yang harus dilakukan selain menjelajah internet. Mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk mengkompilasi sebuah daftar bookmark yang besar, yang dikelompokkan berdasarkan subyek. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Kemudian mereka berpikir untuk memasukannya di web, dan mulai bekerja membuat sebuah program database untuk menanganinya sehingga dapat memberikan hasil secara online.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Koleksi bookmark tersebut, sekarang dikenal sebagai Yahoo!, menerima sejumlah 80 juta pengunjung setiap bulan (sensus tahun 2000).&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;font size="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;font size="1"&gt;sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Yahoo!&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTaNXqhOWS9ssfXThisWprxk19Q-N_5VCjd3bLGhjBUIN3qtwwlaUtZ3JyaOCN1WT0JNYiHfb8OehZrA5sDDG485Uw_VRAy3m0cUQN0_Pk_hz_B-HenVGx4UhioApHXEvGQmAa7UAISWFT/s72-c/24.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengenal Friendster</title><link>http://berandakite.blogspot.com/2010/04/mengenal-friendster.html</link><category>Browsing</category><author>noreply@blogger.com (elanoor Nizam)</author><pubDate>Sun, 25 Apr 2010 01:41:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-119139782394773945.post-6000552422991426866</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIhZLTLcOBmF9-O4rsF5QMBkef5h9iPtk6RAsNtrDA-xkUxgqvn3FqqIQT2i6xUJPFt7V5IyKE8MjNOsCemn0lNQzTNv5HM6XD3M1_d1tbjeaJb6wxaIVwhXvG_VO_Qso_5F8Gz123IliT/s1600/23.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 116px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIhZLTLcOBmF9-O4rsF5QMBkef5h9iPtk6RAsNtrDA-xkUxgqvn3FqqIQT2i6xUJPFt7V5IyKE8MjNOsCemn0lNQzTNv5HM6XD3M1_d1tbjeaJb6wxaIVwhXvG_VO_Qso_5F8Gz123IliT/s320/23.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463997944141770562" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Friendster, yang ide penamaannya berasal dari nama Napster, adalah sebuah situs web jejaring sosial yang memberikan fasilitas untuk membuat profil dan kemudian mengisi data dirinya untuk kemudian mendapatkan akun di Friendster. Dalam Friendster, kita juga dapat melihat teman dari teman kita dan teman dari teman dari teman kita, selain melihat teman kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friendster dimulai sejak tahun 2002 oleh Jonathan Abrams dan sekarang sudah melewati masa beta test. Sejak awal 2005, Friendster juga telah memulai fitur blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Friendster telah menginternasionalisasi bahasanya yang semula hanya bahasa Inggris, saat ini telah tersedia bahasa Indonesia, bahasa Tionghoa, bahasa Spanyol, bahasa Korea, bahasa Jepang, bahasa Vietnam, bahasa Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Desember 2009 MOL Malaysia telah membeli Friendster seharga AS$ 100 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs ini merupakan situs jejaring sosial pertama di internet yang memiliki basis awal di negara-negara berbahasa Inggris, lalu menyebar hingga ke Asia. Posisinya di Amerika Serikat dan tidak lama kemudian digantikan dengan MySpace dan kemudian Facebook dan LinkedIn, namun situs ini masih memiliki basis massa di Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, seiring semakin populernya layanan ini muncul juga berbagai akun yang disebut fakester. Akun-akun ini adalah account yang dibuat bukan dengan identitas diri sendiri, seperti selebriti dan tokoh politik seperti Presiden RI ke-2, Soeharto, yang di Friendster terdapat beberapa account dengan nama beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan terdapat 16 akun Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Andi Mallarangeng, pihak Istana Kepresidenan telah melacak pihak pembuat akun Friendster tersebut, bahkan langsung menyurati pengelola situs web Friendster maupun penyedia jasa Internet di Yahoo, agar sesegera mungkin menghentikan pengguna yang mengaku sebagai Presiden Yudhoyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="1"&gt;sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Friendster&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIhZLTLcOBmF9-O4rsF5QMBkef5h9iPtk6RAsNtrDA-xkUxgqvn3FqqIQT2i6xUJPFt7V5IyKE8MjNOsCemn0lNQzTNv5HM6XD3M1_d1tbjeaJb6wxaIVwhXvG_VO_Qso_5F8Gz123IliT/s72-c/23.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>