<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4098437</atom:id><lastBuildDate>Thu, 16 Mar 2023 23:04:07 +0000</lastBuildDate><title>Pertanian</title><description>ARTIKEL-ARTIKEL HARIAN MENGENAI PERTANIAN</description><link>http://pertanian.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Kudri)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4098437.post-87349757</guid><pubDate>Mon, 13 Jan 2003 12:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2003-01-13T04:32:41.846-08:00</atom:updated><title></title><description>&lt;b&gt;PESTISIDA NABATI&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Pestisida nabati adalah bahan aktif tunggal atau majemuk yang berasal dari tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (PPT). Pestisida nabati ini dapat berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas (pemandul), pembunuh dan bentuk lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan yang relatif mudah dibuat dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas. Oleh karen terbuat dari bahan alami / nabati maka jenis pestisida ini bersifat mudah terurai (bio-degradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan, dan relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residu mudah hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis tumbuhan penghasil pestisida nabati antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aglaia (Aglaia odorata L) &lt;br /&gt;Bengkoang (Panchyrrhyzus erosus - Urban) &lt;br /&gt;Jeringau (Acorus calamus L) &lt;br /&gt;Serai (Andropogan margus L) &lt;br /&gt;Sirsak (Annona muricata L) &lt;br /&gt;Srikaya (Annona squamosa L) &lt;br /&gt;Jenis tumbuhan penghasil atraktan / pemikat antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun wangi (Melaleuca bracteata L) &lt;br /&gt;Selasih (Ocimum sanctum) &lt;br /&gt;Jenis tumbuhan penghasil rodentia nabati antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadung - KB (Dioscorea composita L) &lt;br /&gt;Gadung racun (Dioscorea hispida) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;</description><link>http://pertanian.blogspot.com/2003_01_12_archive.html#87349757</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4098437.post-87349671</guid><pubDate>Mon, 13 Jan 2003 12:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2003-01-13T04:29:48.576-08:00</atom:updated><title></title><description> &lt;b&gt;TANAMAN HOLTIKULTURA MENUNJANG RUANG TERBUKA HIJAU DIKAWASAN PEMUKIMAN BANGUNAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor : 6 Tahun 1999 tenteng Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI Jakarta s/d tahun 2010, ditetapkan bahwa RTH pertanian seluas 3.656,91 Ha (5,62%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi saat ini &lt;br /&gt;Areal pertanian semakin menyusut karena pesatnya pembangunan fisik kota dan pertambahan penduduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan&lt;br /&gt;Areal pertanian dapat dipertahankan untuk mendukung pelestarian lingkungan hidup dan pelestarian keanekaragaman hayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya&lt;br /&gt;Pemanfaatan lahan di kawasan pemukiman dan bangunan umum dengan pemberdayaan tanaman hortikultura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Jenis Tanaman &lt;br /&gt;Tanaman Hias (Anggrek, Non Anggrek) &lt;br /&gt;Tanaman Sayuran dan Toga &lt;br /&gt;Tanaman Produktif (buah)&lt;br /&gt;Mangga, Belimbing, Rambutan, Jambu Air, Srikaya, Jeruk, Sirsak, Durian, Delima, Sawo, Manggis, Melinjo, Nangka&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Pengaturan Tanaman diperkarangan perumahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian depan dan samping (kecuali lahan luas) &lt;br /&gt;Tanaman hias anggrek dan non anggrek &lt;br /&gt;Tanaman produktif yang rendah tidak rimbun daunnya &lt;br /&gt;Bagian Belakang &lt;br /&gt;Tanaman sayuran dan Toga &lt;br /&gt;Tanaman produktif (buah) yang tinggi dan rimbun daunnya. &lt;br /&gt;Kawasan Bangunan Umum&lt;br /&gt;Yang meliputi perkantoran, fasilitas kesehatan/Rumah sakit/Puskesmas, perbelanjaan dan rumah ibadah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jenis Tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman Hias (Non anggrek) &lt;br /&gt;Tanaman Produktif (buah)&lt;br /&gt;Sawo duren, Sawo kecik, Durian, Mangga, Rambutan, Salam &lt;br /&gt;Tanaman produktif (langka)&lt;br /&gt;Buni, Bisbol, Gandaria, Jambu Mawar, Kemang, Kepel, Menteng, Rukem, Nam-Nam, Lobi-lobi, Srikaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Peraturan Tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Depan &lt;br /&gt;Non Anggrek &lt;br /&gt;Tanaman produktif (langka) yang rendah dan tidak rimbun daunnya &lt;br /&gt;Bagian Samping dan Belakang&lt;br /&gt;Tanaman produktif (langka) yang besar dan rimbun daunnya mempunyai fungsi ganda ; &lt;br /&gt;Untuk bagian samping dapat berfungsi sebagai tanaman barier/pemisah antara gedung disebelahnya &lt;br /&gt;Untuk bagian belakang dapat berfungsi sebagai tanaman peneduh, pemisah jalur parkir serta kebun buah mini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;</description><link>http://pertanian.blogspot.com/2003_01_12_archive.html#87349671</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4098437.post-87349277</guid><pubDate>Mon, 13 Jan 2003 12:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2003-01-13T04:18:16.000-08:00</atom:updated><title></title><description>&lt;b&gt;HIDUP SEHAT DENGAN PANGAN ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dekade terakhir ini masyarakat/ konsumen semakin memperhatikan mutu dari produk pangan/pertanian. Faktor kesehatan dan keamanan pangan menjadi prioritas utama. Produk pangan/pertanian yang aman untuk dimakan dan aman bagi kesehatan antara lain yaitu pangan tidak mengandung residu bahan kimia, hormon ataupun bahan-bahan aditif sintetis. Salah satu produk pangan/pertanian yang bebas dari residu bahan kimia sintetis adalah pangan organik, yang sekarang ini sudah mulai banyak di produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PENGERTIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangan organik adalh pangan yang dihasilkan dari Sistem Pertanian Organik, baik dalam bentuk mentah, setengan jadi, maupun produk jadi.&lt;br /&gt;Pertanian Organik didefinisikan sebgai usaha budidaya pertanian yang hanya menggunakan bahan-bahan alami, baik yang diberikan melalui tanah maupun yang langsung kepada tanaman budidaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PILIHAN TERHADAP PRODUK/PANGAN ORGANIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhindar residu pestisida kimia &lt;br /&gt;Terhindar antibiotik berlebih &lt;br /&gt;Mencegah penyakit yang timbul sebagi ekses dari proses produksi (salmonella, Listeria, Campyla bacter, dsb) yang dapat menyebabkan keracunan &lt;br /&gt;Terhindari dari makanan yang diradiasi dalam proses pengawetan &lt;br /&gt;Peduli terhadap lingkungan alam &lt;br /&gt;4. BAHAN KIMIA BERBAHAYA PADA PANGAN/MAKANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbentuk secara sengaja&lt;br /&gt;Bahan Kimia berbahaya : Mitoksin, Skrombo (histamin) Ciguatoksin &lt;br /&gt;Ditambah dengan sengaja atau tidak&lt;br /&gt;Bahan-bahan kimia pertanian : Pestisida, Fungisida, Pupuk, Inteksida, Antibiotik (pada ternak) dan hormon pertumbuhan (pada ternak)&lt;br /&gt;Logam dan Bahan berbahaya : Pb, Zn, As, Hg, Sianida&lt;br /&gt;Bahan tambahan jumlah berbahaya ; Pengawet (nitrit &amp; sulflit), perangsang citarasa (MSG), bahan pewarna dan bahan pemanis&lt;br /&gt;Bahan bangunan dan sanitasi ; Lubrikan, pembersih Sanitizer, pelapis cat &lt;br /&gt;Sumber : Rhodenamel 1992&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. KEUNGGULAN PRODUK/PANGAN ORGANIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebas residu bahan kimia (pestisida, pupuk, hormon, pakan aditif) &lt;br /&gt;Aman bagi kesehatan &lt;br /&gt;Relatif tahan lama, basi dan busuk &lt;br /&gt;Rasanya lebih enak (manis, renyah) &lt;br /&gt;Warna fisiknya lebih alami &lt;br /&gt;Harga relatif lebih baik/mahal&lt;br /&gt;</description><link>http://pertanian.blogspot.com/2003_01_12_archive.html#87349277</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item></channel></rss>