<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7086639232411489720</atom:id><lastBuildDate>Fri, 08 Nov 2024 15:37:14 +0000</lastBuildDate><category>Berita</category><category>Cerita</category><category>Foto Porno Restu Tuhan</category><category>filsafat</category><category>About Me</category><category>Tokoh</category><category>Prosa</category><category>Sosial Budaya</category><category>sastra</category><title>Trig Blog</title><description></description><link>http://trigbloggo.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7086639232411489720.post-96855827676576060</guid><pubDate>Sat, 03 Nov 2012 12:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-15T01:20:47.269+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">About Me</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">filsafat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Foto Porno Restu Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Prosa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sosial Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tokoh</category><title>Aku igin hidup sempurna, denganmu</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;
Sebenarnya, aku 
ingin jujur padamu. Betapa setiap malam kuingin  menikmati nikmatnya 
makan berdua, hanya denganmu. Kita akan duduk di  meja makan menyantap 
makanan kesukaan kita sambil kedua mata kita  berpandangan mesra dengan 
kaki kita bertautan di bawah meja. Seterusnya  dan seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun,
 engkau begitu jauh dariku. Sulit bagi kita memastikan kapan waktu  yang
 tepat untuk bertemu dan saling melepaskan semua kerinduan yang  sekian 
lama terpendam. Kita selalu ingin semua keinginan itu tak hanya  
terpatri di dalam dada saja. Bagaimana kalau salah satu dari kita harus 
 meninggalkan dunia ini sementara kita belum bisa memenuhi hasrat  
masing-masing?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, kita tak ingin semua keindahan 
yang kita nanti itu akan  sia-sia. Percuma kita menambatkan harapan 
besar untuk bersama jika salah  satu dari kita harus pergi begitu cepat 
meninggalkan mimpi yang  sebenarnya bisa kita wujudkan. Banyak harapan 
yang bisa diwujudkan  dengan kesabaran dan rasa percaya yang kita 
tumbuhkan sendiri. Dan  niscaya terwujud semua mimpi jika kita sendiri 
sudah tak punya keinginan  mewujudkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa pesimis 
dalam diri kita sudah seharusnya kita  tenggelamkan bersama asa yang 
kian menumpuk dalam jiwamu dan jiwaku.  Kedua hati kita harus kita 
upayakan terus mampu menyimpan rasa yang sama  hingga suatu hari kita 
bersatu dalam satu ikatan suci bernama  pernikahan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://trigbloggo.blogspot.com/2012/11/aku-igin-hidup-sempurna-denganmu.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7086639232411489720.post-7369035080884584315</guid><pubDate>Sat, 03 Nov 2012 11:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-15T01:21:28.142+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">About Me</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">filsafat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Foto Porno Restu Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Prosa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sosial Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tokoh</category><title>Memang pada Dasarnya Manusia Hanya Bisa Mencela</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah nasrudin ini selalu terbayang dipikiranku . Cukup simpel dan menggelitik tapi maknanya dalam. Begini  ceritanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu
 hari nasrudin dan anaknya keluar kota. Dalam perjalanan itu, sang  anak
 naik keledai sementara nasrudin berjalan kaki sambil memegang tali  
keledai yg ditunggangi anaknya.&lt;br /&gt;
Tiba-tiba seseorang menegur dan 
berkata,”Sungguh jaman sudah gila,  bagaimana mungkin seorang anak naik 
keledai dgn nyaman sementara ayahnya  dibiarkan berjalan kaki. Sungguh 
anak biadab dan tak tahu diri.&lt;br /&gt;
Mendengar itu,sang anak berkata kpd
 nasrudin,”Ayah bukankan sudah  kukatakan padamu, naikilah keledai ini. 
Biar aku yang berjalan kaki.  Nasrudinpun menuruti kemauan anaknya dan 
menuruti ucapan orang yg  menegurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditengah perjalanan mereka 
bertemu dgn sekelompok orang yg lagi2 mencela  nasrudin dan 
anaknya.”Pantaskah orangtua ini membiarkan anaknya  berjalan kaki 
sementara dia dgn enaknya duduk diatas keledainya. Sungguh  orang tua 
yang tdk punya kasihan pada anaknya”. Mendengar celaan itu  nasrudin 
akhirnya mengajak anaknya naik keledai berdua untuk  menyelesaikan. 
Mereka bertemu lagi dengan kerumunan orang yang sedang  duduk2 dipinggir
 jalan. Salah satu dari mereka berkata,”Hai teman2 coba  kalian 
liat,betapa kejamnya mereka,menunggangi keledai yg lemah itu  berdua”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena
 tak tahan mendengar ucapan/celaan mereka, nasrudin dan anaknya  turun 
dari keledai. Keledai itu dituntun, sementara mereka berdua  berjalan 
kaki. Tak lama kemudian,mereka berpapasan dgn sesama orang yg  sedang 
bepergian. Mereka berkata,”Kalian berdua sudah gila. Membiarkan  keledai
 begitu saja tanpa dinaiki sementara kalian berjalan kaki padahal  udara
 siang ini sangat panas”. Akhirnya nasrudin pun kesal mendengar  celaan 
ini dandia berkata pada anaknya,”Anakku manusia memang bisanya  hanya 
mencela. Tidak ada yg dapat menghidari dan selamat dari cercaan  orang 
lain&lt;/div&gt;
</description><link>http://trigbloggo.blogspot.com/2012/11/memang-pada-dasarnya-manusia-hanya-bisa.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7086639232411489720.post-3153434829321931764</guid><pubDate>Sat, 03 Nov 2012 03:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-15T01:21:52.472+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">About Me</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">filsafat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Foto Porno Restu Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Prosa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sosial Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tokoh</category><title>Hening</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Suara bising dalam keheningan aku dengar. Seperti ular yang mendesis, tapi
kadang seperti dentuman suara musik keras sebuah diskotik. Lalu terdengar gelak
tawa yang lepas, atau sekedar bisik-bisik. Ah, keheningan yang tidak biasanya
aku rasakan. Ramai. Gaduh. Berbeda. Aku tak suka! Berhentilah!! Aku mohon..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Menyandarkan tubuh disudut kamar, dengan kepala tengadah menghadap
langit-langit. Sebatang rokok masih terselip diantara kedua bibirku,
mengepulkan asap yang menari-nari. Gelap. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Didalam kamar
ini memang gelap. Cahaya satu-satunya ku dapatkan dari bara rokok ini. Hening
yang bising dan juga gelap. Aku tak suka!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Gelas kopi tergeletak mati karena kosong. Hanya ampasnya saja menjadikan
hitam lantai kamar yang telah kotor semakin kotor. Puntung rokok telah menyembul
keluar dari dalam asbak, berdesakan, sebagian jatuh disisinya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Bangkai bungkus rokok dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;gelas-gelas&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt; yang sebagian telah pecah pun berserakan hampir
disetiap sudut kamar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Dengan wajah tengadah, dengan kedua kaki yang ku rapatkan ketubuh. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Aku mencoba mencari setan yang bergetayangan dikepalaku, agar berwujud di
langit-langit itu. Biar aku dapati dengan jelas bagaimana wujud musuhku itu.
Musuh yang selama ini telah menjerat diriku dalam kehidupan yang kelam seperti
ini. Dan aku tak butuh tuhan!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Karena Tuhan telah menciptakan banyak perempuan berhati iblis dalam
kehidupanku selama ini, dan juga semua penderitaan hidup yang kurasakan. Dari
seorang perempuan yang seharusnya menyusui diriku, dia melemparkan aku kedalam
kehidupan tanpa mengenalkan apa itu kasih sayang selain hujatan dan cacian. Tak
lupa, pukulan keras yang, entah sudah berapa ratus kali menghantam batok
kepalaku. Hingga berbekas disana sini. Dengan tangannya, dan dengan tangannya
yang menggenggam batang sapu, gayung, gelas atau asbak. Meninggalkan aku
terluka dan tersakiti. Dan aku harus bangkit dari semua luka itu sendiri. Tanpa
pernah aku meminta pertolongan tuhan. Karena tuhanlah yang mengirim mereka
dalam kehidupanku selama ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Bara perlahan-lahan mulai menghabiskan batang rokokku. Namun abunya tak
juga jatuh. Aku masih menengadah dalam harapan menemukan setan. Setan itu
musuhku. Dan tuhan bukan musuhku. Tuhan hanya mengirimkan kesialan-kesialan
dalam kehidupanku tanpa mau menghasut diriku untuk terjerumus dalam kelam
hidup. Tapi setan yang menghasut aku dan semua perempuan-perempuan iblis itu
agar menyakiti diriku berkali-kali.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Akh! Setanpun berjiwa pengecut ternyata. Dia sama sekali tak menampakan
wujudnya sampai saat ini. Aku memincingkan mataku sesekali berharap setan itu
muncul ketika mereka berfikir aku telah tertidur. Namun tetap saja. Jadi aku
pikir setan adalah mahluk pengecut yang selalu memprovokasi kehidupan manusia.
Dan bersembunyi dalam tubuh manusia-manusia yang bengis. Yang berbuat tanpa
mengenal belas kasih. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Akhirnya aku mulai bosan dan merasa menang. Rokok aku matikan. Lalu aku
berdiri dengan bersusah payah, menyandarkan tubuhku pada tembok. Setelah kurasa
kuat, aku melangkah mendekati cermin yang terpajang disisi tembok kamarku yang
lain. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Dengan gontai, tak perduli pecahan beling dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;gelas &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;minuman itu
melukai kakiku. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Darah. Ah, aku telah terbiasa terluka. Jadi bagiku, luka dan darah yang ada
tak berarti sama sekali. Biarkan darah itu bercampur dengan hitam ampas kopi
yang mengotori lantai kamarku. Biar menjadi hitam dan merah. Seperti hidupku
dan luka yang kumiliki.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Didepan cermin aku hembusankan nafasku kuat-kuat sehingga bayang wajaku pun
hilang tertutup kabut. Ah, andai saja semudah itu aku menghilangkan wujud
diriku dalam kehidupan. Betapa mengasikan semua itu. Lalu besar dalam kehidupan
yang tak jelas seperti saat ini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Aku tidak akan mengakhiri hidupku layaknya pengecut. Itu sebab malam ini
aku memutuskan untuk menemukan wujud setan, musuh utamaku. Paling tidak, saat
ajalku tiba, aku merasa puas karena telah mengetahui seperti apa wujud musuhku
itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Musuhku bukan setan seperti yang ada dalam legenda dan cerita kebanyakan
orang. Dia bukan Kuntilanak, Sundel Bolong, Genderuwo, Tuyul, Pocong atau
apalah itu. Mereka-mereka itu bukanlah setan yang aku cari. Seandainya mereka ada.
Aku tak akan perduli. Mereka hanya mahluk jadi-jadian yang tak pernah jelas
jati dirinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Perlahan kabut yang menutupi bayang diriku dicermin mulai hilang. Kembali
aku mendapati wajahku sendiri. Dan wajah itu seperti nya tak bisa aku kenali
lagi. Ah, aku membenci diriku sendiri yang juga tak pernah jelas wujud dan
bentuknya. Lihatlah! Dia sama sekali tak bisa terlihat hidup. Mati! wajahnya
yang pucat, dengan kantung mata yang terlihat begitu besar menghitam.
Menggelayut diantara mata dan pipi. Sorot matanya juga kosong! Lebih jauh
terlihat murung. Tapi aku masih bisa mengenali wajah &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;itu, lewat
bekas-bekas luka dipelipis, goresan panjang disisi wajahku, dan sedikit luka
yang menyembul keluar dari garis rambutku. Ya, wajah dicermin itu tetaplah
diriku. Wajah dalam cermin itu masihlah aku. Meski aku merasa asing. Tolol!
Cermin itu aku hantam dengan satu pukulan. Pecah! Aku hanya berdiri termangu
ketika cermin itu jatuh tepat diatas kakiku. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Berserakan
sebagaimana pecahan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;gelas-gelas&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt; itu. Aku mendengus. Bodoh!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Lalu aku berjalan perlahan menghampiri kasur untuk merebahkan tubuhku yang
mulai aku rasa letih.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Rasa kantuk mulai menghinggapi diriku. Berat. Mata ini terasa berat.
Perlahan-lahan dalam harap, aku menutup mataku. Semoga esok, cahaya matahari
tak lagi malu-malu untuk masuk kedalam kamar yang bau busuk ini. Ah, semoga
damai bisa aku raih dalam lelap tidurku. Sungguh aku letih.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Hening…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Kembali, dalam hening aku mendengar desis suara ular, lalu berubah lagi
menjadi dentuman keras suara musik sebuah diskotik, seiring suara gelak tawa
yang keras lagi lepas, sesekali berbisik. Akh, semua kembali seperti semula.
Sungguh aku tak suka! Berhentilah!! Dimanakah kau, Setan?! Tunjukan dirimu!!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Aku beranjak dari tempatku tertidur, meraih &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;gelas&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt; kosong yang tergeletak dilantai.
Lalu aku hantamkan kearah tembok, lagi dan lagi hingga pecah berantakan.
“SETAAAAANN…..!!” &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;aku memaki sejadinya, melempar terus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;gelas gelas&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt; itu
kesegala arah. Aku tak lagi perduli pecahan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;gelas&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt; itu melukai kakiku. Lantai
berubah merah, hitam ampas kopipun tenggelam ditelannya. “KELUAR KAU SETAN!…
KELUAAAAARR….!!”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Namun suara desis ular, dentuman musik keras, gelak tawa, dan bisik-bisik
itu semakin membahana dikepalaku. Sakiiiiiit!!… aku merasa sakit yang teramat
sakit di telingaku dan juga di kepala. AAAAGGGGHHHH…!!!…..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Tubuhku terkapar di atas lantai kamar yang kotor, dimana darah bercampur
dengan ampas kopi. Didalam genggaman tanganku masih aku genggam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;gelas&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt; yang tadi aku
hantamkan kebatok kepalaku. Ini &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;gelas&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt; yang ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;. Darah
mengalir perlahan dari kepalaku, sebagian mengalir melewati wajaku yang jatuh
telungkup. Dan sebagian yang lain membasahi lantai kamarku. Bercampur dengan
darah yang juga keluar dari tubuhku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Pecahan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;gelas&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt; itu telah menancap sebagian menembus kulit perutku. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Ah, sakitnya
terasa berbeda aku rasa. Dingin menjalar tiba-tiba disekujur tubuhku. Dalam
samar pandangan mata, aku melihat sosok bayangan hitam berdiri dihadapanku.
Dengan senyum menyeringai. Matanya..matanya menyala merah. A-apakah itu dia?
Setan yang sedari tadi aku cari dan harap kedatangannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Langkah kakinya mendekati diriku yang sudah tak berdaya. Samar-samar aku
melihat wajahnya mendekati wajahku. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Tapi pandangan mataku semakin
samar. Semakin gelap. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Aku hanya bisa merasakan dengus nafasnya yang panas
menerpa wajahku saat ia berkata, “Aku datang, wahai Pemuja” Lalu tertawa
membahana di seluruh ruang kamarku. Dan aku mulai merasakan kantuk yang amat
sangat. Lalu semua menjadi gelap dan gelap….&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://trigbloggo.blogspot.com/2012/11/di-keheningan-malam_3.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7086639232411489720.post-2732998092624364342</guid><pubDate>Sat, 11 Aug 2012 22:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-15T01:22:13.175+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">About Me</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">filsafat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Foto Porno Restu Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Prosa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sosial Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tokoh</category><title>TAN MALAKA: Bapak Republik Yang Dilupakan – (Chapter 2) Dia Yang Mahir Dalam Revolusi</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKV93foT_CVAbYScWZ1yyDWNiuxNverVeflwvMseQIOiXljDwxfwJWAzPqKASM96EkNz2P7D4C6V85pBk1VHodMiAxdqjxEDKOt9mxvhiQCfKkX9CwzDArHa3EhOBDdHREL4xG6OI6YB0/s1600/re_news_picture_245.jpg" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKV93foT_CVAbYScWZ1yyDWNiuxNverVeflwvMseQIOiXljDwxfwJWAzPqKASM96EkNz2P7D4C6V85pBk1VHodMiAxdqjxEDKOt9mxvhiQCfKkX9CwzDArHa3EhOBDdHREL4xG6OI6YB0/s320/re_news_picture_245.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Gambar google&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;ORDE Baru telah melabur hitam peran sejarahnya. Tapi, harus diakui, di mata sebagian anak muda, Tan mempunyai daya tarik yang tak tertahankan. Sewaktu Soeharto berkuasa, menggali pemikiran serta langkah-langkah politik Tan sama seperti membaca novel-novel Pramoedya Ananta Toer. Buku-bukunya disebarluaskan lewat jaringan klandestin. Diskusi yang membahas alam pikirannya dilangsungkan secara berbisik. Meski dalam perjalanan hidupnya Tan akhirnya berseberangan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), sosoknya sering kali dihubungkan dengan PKI: musuh abadi Orde Baru.Perlakuan serupa menimpa Tan di masa Soekarno berkuasa. Soekarno, melalui kabinet Sjahrir, memenjarakan Tan selama dua setengah tahun, tanpa pengadilan. Perseteruannya dengan para pemimpin pucuk PKI membuat ia terlempar dari lingkaran kekuasaan. Ketika PKI akrab dengan kekuasaan, Bung Karno memilih Musso-orang yang telah bersumpah menggantung Tan karena pertikaian internal partai-ketimbang Tan. Sedangkan D.N. Aidit memburu testamen politik Soekarno kepada Tan. Surat wasiat itu berisi penyerahan kekuasaan kepemimpinan kepada empat nama-salah satunya Tan-apabila Soekarno dan Hatta mati atau ditangkap. Akhirnya Soekarno sendiri membakar testamen tersebut. Testamen itu berbunyi: “…jika saya tiada berdaya lagi, maka saya akan menyerahkan pimpinan revolusi kepada seorang yang telah mahir dalam gerakan revolusioner, Tan Malaka.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Politik memang kemudian menenggelamkannya. Di Bukittinggi, di kampung halamannya, nama Tan cuma didengar sayup-sayup. Ketika Harry Albert Poeze, sejarawan Belanda yang meneliti Tan sejak 36 tahun lalu, mendatangi Sekolah Menengah Atas 2 Bukittinggi, Februari lalu, guru-guru sekolah itu terkejut. Sebagian guru tak tahu Tan pernah mengenyam pendidikan di sekolah yang dulu bernama Kweekschool (sekolah guru) itu pada 1907-1913. Sebagian lain justru tahu dari murid yang rajin berselancar di Internet. Mereka masih tak yakin, sampai kemudian Poeze datang. Poeze pun menemukan prasasti Engku Nawawi Sutan Makmur, guru Tan, tersembunyi di balik lemari sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Di sepanjang hidupnya, Tan telah menempuh pelbagai royan: dari masa akhir Perang Dunia I, revolusi Bolsyewik, hingga Perang Dunia II. Di kancah perjuangan kemerdekaan Indonesia, lelaki kelahiran Pandan Gadang, Suliki, Sumatera Barat, 2 Juni 1897 ini merupakan tokoh pertama yang menggagas secara tertulis konsep Republik Indonesia. Ia menulis Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) pada 1925, jauh lebih dulu dibanding Mohammad Hatta, yang menulis Indonesia Vrije (Indonesia Merdeka) sebagai pleidoi di depan pengadilan Belanda di Den Haag (1928), dan Bung Karno, yang menulis Menuju Indonesia Merdeka (1933).&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Buku Naar de Republiek dan Massa Actie (1926) yang ditulis dari tanah pelarian itu telah menginspirasi tokoh-tokoh pergerakan di Indonesia. Tokoh pemuda radikal Sayuti Melik, misalnya, mengenang bagaimana Bung Karno dan Ir Anwari membawa dan mencoret-coret hal penting dari Massa Actie. Waktu itu Bung Karno memimpin Klub Debat Bandung. Salah satu tuduhan yang memberatkan Soekarno ketika diadili di Landrat Bandung pada 1931 juga lantaran menyimpan buku terlarang ini. Tak aneh jika isi buku itu menjadi ilham dan dikutip Bung Karno dalam pleidoinya, Indonesia Menggugat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;W.R. Supratman pun telah membaca habis Massa Actie. Ia memasukkan kalimat “Indonesia tanah tumpah darahku” ke dalam lagu Indonesia Raya setelah diilhami bagian akhir dari Massa Actie, pada bab bertajuk “Khayal Seorang Revolusioner”. Di situ Tan antara lain menulis, “Di muka barisan laskar, itulah tempatmu berdiri…. Kewajiban seorang yang tahu kewajiban putra tumpah darahnya.”&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Di seputar Proklamasi, Tan meno-rehkan perannya yang penting. Ia menggerakkan para pemuda ke rapat raksasa di Lapangan Ikada (kini kawasan Monas), 19 September 1945. Inilah rapat yang menunjukkan dukungan massa pertama terhadap proklamasi kemerdekaan yang waktu itu belum bergema keras dan “masih sebatas catatan di atas kertas”. Tan menulis aksi itu “uji kekuatan untuk memisahkan kawan dan lawan”. Setelah rapat ini, perlawanan terhadap Jepang kian berani dan gencar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Kehadiran Tan di Lapangan Ikada menjadi cerita menarik tersendiri. Poeze bertahun-tahun mencari bukti kehadiran Tan itu. Sahabat-sahabat Tan, seperti Sayuti Melik, bekas Menteri Luar Negeri Ahmad Soebardjo, dan mantan Wakil Presiden Adam Malik, telah memberikan kesaksian. Tapi kesaksian itu harus didukung bukti visual. Dokumen foto peristiwa itu tak banyak. Memang ada rekaman film dari Berita Film Indonesia. Namun mencari seorang Tan di tengah kerumunan sekitar 200 ribu orang dari pelbagai daerah bukan perkara mudah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Poeze mengambil jalan berputar. Ia menghimpun semua ciri khas Tan dengan mencari dokumen di delapan dari 11 negara yang pernah didatangi Tan. Tan, misalnya, selalu memakai topi perkebunan sejak melarikan diri di Filipina (1925-1927). Ia cuma membawa paling banyak dua setel pakaian. Dan sejak keterlibatannya dalam gerakan buruh di Bayah, Banten, pada 1940-an, ia selalu memakai celana selutut. Ia juga selalu duduk menghadap jendela setiap kali berkunjung ke sebuah rumah. Ini untuk mengantisipasi jika polisi rahasia Belanda, Jepang, Inggris, atau Amerika tiba-tiba datang menggerebek. Ia memiliki 23 nama palsu dan telah menjelajahi dua benua dengan total perjalanan sepanjang 89 ribu kilometer-dua kali jarak yang ditempuh Che Guevara di Amerika Latin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Satu lagi bukti yang mesti dicari: berapa tinggi Tan sebenarnya? Di buku Dari Penjara ke Penjara II, Tan bercerita ia dipotret setelah cukur rambut dalam tahanan di Hong Kong. “Sekonyong-konyong tiga orang memegang kuat tangan saya dan memegang jempol saya buat diambil capnya. Semua dilakukan serobotan,” ucap Tan. Dari buku ini Poeze pun mencari dokumen tinggi Tan dari arsip polisi Inggris yang menahan Tan di Hong Kong. Eureka! Tinggi Tan ternyata 165 sentimeter, lebih pendek daripada Soekarno (172 sentimeter). Dari ciri-ciri itu, Poeze menemukan foto Tan yang berjalan berdampingan dengan Soekarno. Tan terbukti berada di lapangan itu dan menggerakkan pemuda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Tan tak pernah menyerah. Mungkin itulah yang membuatnya sangat kecewa dengan Soekarno-Hatta yang memilih berunding dan kemudian ditangkap Belanda. Menurut Poeze, Tan berkukuh, sebagai pemimpin revolusi Soekarno semestinya mengedepankan perlawanan gerilya ketimbang menyerah. Baginya, perundingan hanya bisa dilakukan setelah ada pengakuan kemerdekaan Indonesia 100 persen dari Belanda dan Sekutu. Tanpa itu, nonsens.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Sebelum melawan Soekarno, Tan pernah melawan arus dalam kongres Komunisme Internasional di Moskow pada 1922. Ia mengungkapkan gerakan komunis di Indonesia tak akan berhasil mengusir kolonialisme jika tak bekerja sama dengan Pan-Islamisme. Ia juga menolak rencana kelompok Prambanan menggelar pemberontakan PKI 1926/1927. Revolusi, kata Tan, tak dirancang berdasarkan logistik belaka, apalagi dengan bantuan dari luar seperti Rusia, tapi pada kekuatan massa. Saat itu otot revolusi belum terbangun baik. Postur kekuatan komunis masih ringkih. “Revolusi bukanlah sesuatu yang dikarang dalam otak,” tulis Tan. Singkat kata, rencana pemberontakan itu tak matang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Penolakan ini tak urung membuat Tan disingkirkan para pemimpin partai. Tapi, bagi Tan, partai bukanlah segala-galanya. Jauh lebih penting dari itu: kemerdekaan nasional Indonesia. Dari sini kita bisa membaca watak dan orientasi penulis Madilog ini. Ia seorang Marxis, tapi sekaligus nasionalis. Ia seorang komunis, tapi kata Tan, “Di depan Tuhan saya seorang muslim” (siapa sangka ia hafal Al-Quran sewaktu muda). Perhatian utamanya adalah menutup buku kolonialisme selama-lamanya dari bumi Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Berpuluh tahun namanya absen dari buku-buku sejarah; dua-tiga generasi di antara kita mungkin hanya mengenal samar-samar tokoh ini. Dan kini, ketika negeri ini genap 63 tahun, majalah ini mencoba melawan lupa yang lahir dari aneka keputusan politik itu, dan mencoba mengungkai kembali riwayat kemahiran orang revolusioner ini. Sebagaimana kita mengingat bapak-bapak bangsa yang lain: Bung Karno, Bung Hatta, Sjahrir, Mohammad Natsir, dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://trigbloggo.blogspot.com/2012/08/tan-malaka-bapak-republik-yang_12.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKV93foT_CVAbYScWZ1yyDWNiuxNverVeflwvMseQIOiXljDwxfwJWAzPqKASM96EkNz2P7D4C6V85pBk1VHodMiAxdqjxEDKOt9mxvhiQCfKkX9CwzDArHa3EhOBDdHREL4xG6OI6YB0/s72-c/re_news_picture_245.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7086639232411489720.post-5394480082645362935</guid><pubDate>Sat, 11 Aug 2012 22:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-15T01:22:35.350+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">About Me</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">filsafat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Foto Porno Restu Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Prosa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sosial Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tokoh</category><title>TAN MALAKA: Bapak Republik Yang Dilupakan – (Chapter 1)Tan Malaka : Bapak Republik, Revolusi, Merdeka 100%</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKV93foT_CVAbYScWZ1yyDWNiuxNverVeflwvMseQIOiXljDwxfwJWAzPqKASM96EkNz2P7D4C6V85pBk1VHodMiAxdqjxEDKOt9mxvhiQCfKkX9CwzDArHa3EhOBDdHREL4xG6OI6YB0/s1600/re_news_picture_245.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="178" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKV93foT_CVAbYScWZ1yyDWNiuxNverVeflwvMseQIOiXljDwxfwJWAzPqKASM96EkNz2P7D4C6V85pBk1VHodMiAxdqjxEDKOt9mxvhiQCfKkX9CwzDArHa3EhOBDdHREL4xG6OI6YB0/s320/re_news_picture_245.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Gambar: Google&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20272d; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Beberapa petikan penting soal&amp;nbsp;Tan Malaka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;”Ia menulis Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) pada 1925, jauh lebih dulu dibanding Mohammad Hatta, yang menulis Indonesia Vrije (Indonesia Merdeka) sebagai pleidoi di depan pengadilan Belanda di Den Haag (1928), dan Bung Karno, yang menulis Menuju Indonesia Merdeka (1933)”.&lt;span id="more-926" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/span&gt;“Buku Naar de Republiek dan Massa Actie (1926) yang ditulis dari tanah pelarian itu telah menginspirasi tokoh-tokoh pergerakan di Indonesia. Tokoh pemuda radikal Sayuti Melik, misalnya, mengenang bagaimana&amp;nbsp;Bung Karno&amp;nbsp;dan Ir Anwari membawa dan mencoret-coret hal penting dari Massa Actie.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;“Bagi Yamin-yang kemudian bergabung dengan Tan dalam kelompok Persatuan Perjuangan-Tan tak ubahnya Bapak Bangsa Amerika Serikat, Thomas Jefferson dan George Washington: merancangkan Republik sebelum kemerdekaannya tercapai”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;“W.R. Supratman sudah membaca seluruh buku Massa Actie itu,” kata Hadidjojo. Muhammad Yaminlah yang memaksa Sugondo memberikan waktu bagi Supratman memainkan lagu ciptaannya di situ. Lalu bergemalah lagu Indonesia Raya, lagu yang terinspirasi dari bagian akhir Massa Actie: “Lindungi bendera itu dengan bangkaimu, nyawamu, dan tulangmu. Itulah tempat yang selayaknya bagimu, seorang putra tanah Indonesia tempat darahmu tertumpah”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;“Ia hidup dalam pelarian di 11 negara. Ia memiliki 23 nama palsu. Ia diburu polisi rahasia Belanda, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;“Ketika memperingati sewindu hilangnya Tan Malaka pada 19 Februari 1957, Kepala Staf Angkatan Darat Mayor Jenderal Abdul Haris Nasution mengatakan pikiran Tan dalam Kongres Persatuan Perjuangan dan pada buku Gerpolek (Gerilya Politik Ekonomi) menyuburkan ide perang rakyat semesta. Perang rakyat semesta ini, menurut Nasution, sukses ketika rakyat melawan dua kali agresi Belanda. Terlepas dari pandangan politik, ia berkata, Tan harus dicatat sebagai tokoh ilmu militer Indonesia. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;“….jika saya tiada berdaya lagi, maka saya akan menyerahkan pimpinan revolusi kepada seorang yang telah mahir dalam gerakan revolusioner, Tan Malaka. (testamen Soekarno)”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;“Di seputar Proklamasi, Tan menorehkan perannya yang penting. Ia menggerakkan para pemuda ke rapat raksasa di Lapangan Ikada (kini kawasan Monas), 19 September 1945. Inilah rapat yang menunjukkan dukungan massa pertama terhadap proklamasi kemerdekaan yang waktu itu belum bergema keras dan “masih sebatas catatan di atas kertas”. Tan menulis aksi itu “uji kekuatan untuk memisahkan kawan dan lawan”. Setelah rapat ini, perlawanan terhadap Jepang kian berani dan gencar”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Ketua&amp;nbsp;Partai Komunis Indonesia, D.N. Aidit, mengatakan sumber kegagalan pemberontakan 1926 antara lain kurang persiapan dan minim koordinasi. “Tapi, selain itu, ada orang seperti Tan Malaka, yang tidak melakukan apa pun, hanya menyalahkan setelah perlawanan meletus,” kata Aidit. Dia juga menyebut Tan sebagai Trotskyite, pengikut Leon Trotsky (lawan politik Stalin), “sang pemecah belah”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;”Musso bersumpah menggantung Tan karena pertikaian internal partai”.“Kongres memberi tepuk tangan yang ramai pada Tan Malaka, seolah-olah telah memberi ovasi padanya,” tulis Gerard Vanter untuk harian De Tribune. “Itu merupakan suatu pujian bagi kawan-kawan kita di Hindia yang harus melakukan perjuangan berat terhadap aksi kejam.” (Konggres Komintern ke 4)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://trigbloggo.blogspot.com/2012/08/tan-malaka-bapak-republik-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKV93foT_CVAbYScWZ1yyDWNiuxNverVeflwvMseQIOiXljDwxfwJWAzPqKASM96EkNz2P7D4C6V85pBk1VHodMiAxdqjxEDKOt9mxvhiQCfKkX9CwzDArHa3EhOBDdHREL4xG6OI6YB0/s72-c/re_news_picture_245.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7086639232411489720.post-6364684472189076669</guid><pubDate>Sat, 11 Aug 2012 22:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-15T01:22:52.746+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">About Me</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">filsafat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Foto Porno Restu Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Prosa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sosial Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tokoh</category><title>TAN MALAKA; Bapak Republik Yang Dilupakan</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKV93foT_CVAbYScWZ1yyDWNiuxNverVeflwvMseQIOiXljDwxfwJWAzPqKASM96EkNz2P7D4C6V85pBk1VHodMiAxdqjxEDKOt9mxvhiQCfKkX9CwzDArHa3EhOBDdHREL4xG6OI6YB0/s1600/re_news_picture_245.jpg"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKV93foT_CVAbYScWZ1yyDWNiuxNverVeflwvMseQIOiXljDwxfwJWAzPqKASM96EkNz2P7D4C6V85pBk1VHodMiAxdqjxEDKOt9mxvhiQCfKkX9CwzDArHa3EhOBDdHREL4xG6OI6YB0/s1600/re_news_picture_245.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Tan Malaka? Siapa dia? Apa Kiprahnya? Apakah dia pahlawan Indonesia?. Pertanyaan-pertanyaan itulah yang sering kali muncul dari generasi bangsa ini ketika mendengar nama Tan Malaka. Tidak banyak pemuda hari ini yang mengenal sosok Tan Malaka, tentang bagaimana kiprah Tan di jamannya, tentang sumbangsihnya yang tiada terbayar dengan angka. Tulisan yang menyajikan bagian-bagian dari buku ini dimuat untuk memperkenalkan kembali kepada kader PMII pada khusunya dan generasi muda pada umumnya mengenai kiprah sang penulis Madilog ini.Majalah Tempo dalam edisi khusus Kemerdekaan mengangkat profil Tan Malaka: Bapak Republik Yang Dilupakan. Dalam majalah kompas edisi Tan Malaka ini terdiri dari 26 artikel yang ditulis oleh wartawan Tempo dan 8 kolom/opini yang ditulis oleh pengamat/pakar dari Asvi Warman Adam hingga Ignas Kleden.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Dalam edisi ini (Tan Malaka: Bapak Republik Yang Dilupakan) judul-judul artikel dan kolom yang memuat cerita beruntun mengenai kiprah Tan Malaka antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Chapter 1: Tan Malaka : Bapak Republik, Revolusi, Merdeka 100%&lt;br /&gt;Chapter 2: Dia Yang Mahir Dalam Revolusi&lt;br /&gt;Chapter 3: Jalan Sunyi Tamu dari Bayah&lt;br /&gt;Chapter 4: Kisruh Ahli Waris Obor Revolusi&lt;br /&gt;Chapter 5: Si Mata Nyalang di Balai Societeit&lt;br /&gt;Chapter 6: Gerilya Dua Sekawan&lt;br /&gt;Chapter 7: Kerani Yang Baik Hati&lt;br /&gt;Chapter 8: Naskah Dari Rawajati&lt;br /&gt;Chapter 9: Bolsyewik yang Terbuang: Palu Arit, Bintang Bulan, dan Tan&lt;br /&gt;Chapter 10: Peniup Suling bagi Anak Kuli&lt;br /&gt;Chapter 11: Bertemu Para Bolsyewik Tua&lt;br /&gt;Chapter 12: Dukungan untuk Pan-Islam&lt;br /&gt;Chapter 13: Gerilya di Tanah Sun Man&lt;br /&gt;Chapter 14: Penggagas Awal Republik Indonesia&lt;br /&gt;Chapter 15: No Le Toqueis, Jawa!&lt;br /&gt;Chapter 16: Tumpah Darahku dalam Sebuah Buku&lt;br /&gt;Chapter 17: Si Badung dari Pandan Gadang&lt;br /&gt;Chapter 18: Cita-cita Revolusi dari Tanah Haarlem&lt;br /&gt;Chapter 19: Sobatmu Selalu, Ibrahim&lt;br /&gt;Chapter 20: Trio Minang Bersimpang Jalan&lt;br /&gt;Chapter 21: Perempuan di Hati Macan&lt;br /&gt;Chapter 22: Wawancara Setelah Mati&lt;br /&gt;Chapter 23: Misteri Mayor Psikopat&lt;br /&gt;Chapter 24: Tan Malaka, Sejak Agustus Itu&lt;br /&gt;Chapter 25: Tan Malaka: Nasionalisme Seorang Marxis&lt;br /&gt;Chapter 26: Tan Vs Pemberontakan 1926-1927&lt;br /&gt;Chapter 27: Republik dalam Mimpi Tan Malaka&lt;br /&gt;Chapter 28: Pemberontak dari Alam Permai Minangkabau&lt;br /&gt;Chapter 29: MADILOG: Sebuah Sintesis Perantauan&lt;br /&gt;Chapter 30: (Bukan) Seorang dalam Arus Utama Revolusi&lt;br /&gt;Chapter 31: Warisan Tan Malaka&lt;br /&gt;Chapter 32: Persinggahan Terakhir Lelaki dan Bukunya&lt;br /&gt;Chapter 33: Memburu DNA Tan Malaka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Untuk memberikan kepuasan kepada pembaca, pada bagian lain artikel ini akan disajikan tulisan yang disadur dan disajikan per chapter dari isi artikel-artikel dengan judul Tan Malaka: Bapak Republik Yang Dilupakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://trigbloggo.blogspot.com/2012/08/tan-malaka-bapak-republik-yang-dilupakan_12.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKV93foT_CVAbYScWZ1yyDWNiuxNverVeflwvMseQIOiXljDwxfwJWAzPqKASM96EkNz2P7D4C6V85pBk1VHodMiAxdqjxEDKOt9mxvhiQCfKkX9CwzDArHa3EhOBDdHREL4xG6OI6YB0/s72-c/re_news_picture_245.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7086639232411489720.post-695147528325168093</guid><pubDate>Fri, 10 Aug 2012 05:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-15T01:23:11.998+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">About Me</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">filsafat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Foto Porno Restu Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Prosa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sosial Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tokoh</category><title>Anak Lusuh</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhj2CYi3SOEy_epiPw0AUD0RenNqsniv9YmerX3fU2OyxfdpCkG4Po8EFHwH5g5_UUVCyACmulVz7h_izdeYEPjFihVD1Y67T30_PgeK3jN2a16mPOIRQBEqvyMEO1knI57HQeHrOyr5P4/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhj2CYi3SOEy_epiPw0AUD0RenNqsniv9YmerX3fU2OyxfdpCkG4Po8EFHwH5g5_UUVCyACmulVz7h_izdeYEPjFihVD1Y67T30_PgeK3jN2a16mPOIRQBEqvyMEO1knI57HQeHrOyr5P4/s1600/3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://trigbloggo.blogspot.com/2012/08/anak-lusuh.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhj2CYi3SOEy_epiPw0AUD0RenNqsniv9YmerX3fU2OyxfdpCkG4Po8EFHwH5g5_UUVCyACmulVz7h_izdeYEPjFihVD1Y67T30_PgeK3jN2a16mPOIRQBEqvyMEO1knI57HQeHrOyr5P4/s72-c/3.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7086639232411489720.post-7392570646927227613</guid><pubDate>Thu, 09 Aug 2012 16:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-15T01:23:31.786+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">About Me</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">filsafat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Foto Porno Restu Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Prosa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sosial Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tokoh</category><title>Boneka Seks Jadi Rambu-Rambu</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2QyoUO9o_bfHlfTkqX3m-4vev7dUg-TBAhwQrjUgBV0vwdGLPuo7OBtQWBG-lrEgvICaX5MyUQWlVynD_pYyXi1RylG-LTNDqteugRPGTYgSuPu4TAvhRhDfqEN5btBAAltuBZ8hyphenhyphenA08/s1600/1+(1).jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2QyoUO9o_bfHlfTkqX3m-4vev7dUg-TBAhwQrjUgBV0vwdGLPuo7OBtQWBG-lrEgvICaX5MyUQWlVynD_pYyXi1RylG-LTNDqteugRPGTYgSuPu4TAvhRhDfqEN5btBAAltuBZ8hyphenhyphenA08/s1600/1+(1).jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Google&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 12px;"&gt;Seorang warga
di Ningbo, China, memasang boneka seks yang mengenakan pakaian dalam berwarna
merah untuk mencegah para pengendara motor melaju dengan kecepatan tinggi.
Boneka itu sengaja diikat untuk menarik perhatian pengendara motor yang
melewati wilayah itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 12px;"&gt;"Banyak
lampu lalu lintas di dekat rumah saya dan kendaraan-kendaraan tetap melaju
dengan kecepatan tinggi. Itu sangatlah berbahaya," ujar warga di Ningbo,
Lin Chen, seperti dikutip Orange, Selasa (7/8/2012).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;
&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;"Polisi tidak tertarik untuk mengamankan
wilayah di sini, jadi saya memutuskan untuk membeli boneka dan mengikatnya di
pohon. Saya rasa, para pengendara akan memperlambat lajunya bila saya menaruh
sesuatu yang menarik perhatiannya," imbuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Chen mengaku, dirinya cukup kesal dengan
polisi-polisi setempat yang enggan turun tangan dan mengatur lalu lintas. Namun
polisi-polisi itu mengakui, dengan adanya boneka seks itu, angka kecelakaan di
semakin berkurang.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Ini bukanlah metode yang kami gunakan, namun
kami tidak bisa mengatakan bila mekanisme ini tidak berguna," ujar juru
bicara kepolisian di Ningbo.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://trigbloggo.blogspot.com/2012/08/boneka-seks-jadi-rambu-rambu.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2QyoUO9o_bfHlfTkqX3m-4vev7dUg-TBAhwQrjUgBV0vwdGLPuo7OBtQWBG-lrEgvICaX5MyUQWlVynD_pYyXi1RylG-LTNDqteugRPGTYgSuPu4TAvhRhDfqEN5btBAAltuBZ8hyphenhyphenA08/s72-c/1+(1).jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7086639232411489720.post-7961502727615060927</guid><pubDate>Thu, 09 Aug 2012 15:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-15T01:23:48.520+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">About Me</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">filsafat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Foto Porno Restu Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Prosa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sosial Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tokoh</category><title>Memang perempuan banyak maunya</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU8JobQELxa4oLB5bxAA1tBq7-30D7pI5UissRB6QLhU0dG9k9jGclqEXfEW1iv0xTiEnk-3RgnYbTHMbZMLBmN1uEyWZQ5MV0eWP2cKa_W6riSFLTP41J2vMSOi2va266mOu6pGzwgdo/s1600/Image.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU8JobQELxa4oLB5bxAA1tBq7-30D7pI5UissRB6QLhU0dG9k9jGclqEXfEW1iv0xTiEnk-3RgnYbTHMbZMLBmN1uEyWZQ5MV0eWP2cKa_W6riSFLTP41J2vMSOi2va266mOu6pGzwgdo/s1600/Image.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;Memang karena perempuan banyak maunya .Koruptor yang sedang marak terjadi di negeri ini. Asal mulanya mereka melakukan tindak pidana korupsi ini, tidak menutup kemungkinan bermula dari permintaan seorang perempuan ,istri tercintanya. Maka karena kalau mengandalkan gaji bulanan yang biasa dia terima merupakan hal yg tak mungkin untuk memenuhi tuntutan istrinya ,Maunya keinginan seorang perempuan terkadang di luar jangkauan nalar memang. Kasihan kaum laki laki mau saja diperdaya kaum yg keluar dari tulang rusuknya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;Jadi apa yang Anda pikirkan ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://trigbloggo.blogspot.com/2012/08/memang-perempuan-banyak-maunya.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU8JobQELxa4oLB5bxAA1tBq7-30D7pI5UissRB6QLhU0dG9k9jGclqEXfEW1iv0xTiEnk-3RgnYbTHMbZMLBmN1uEyWZQ5MV0eWP2cKa_W6riSFLTP41J2vMSOi2va266mOu6pGzwgdo/s72-c/Image.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7086639232411489720.post-7674111259099154714</guid><pubDate>Mon, 30 Jul 2012 15:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-15T01:24:24.243+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">About Me</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">filsafat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Foto Porno Restu Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tokoh</category><title>Karya Sastra Hebat</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1D-5Ho-GZd2Rctneuvi7hoA8miDmnqOdZtXPu0CO6UYXyd6UW_j72I1wwz_2NbfZgoDyj7hJwQQ1n00jqF6G0Rved8Gxzpj4ZFMYn2S7KG6v6guZVIR_J8tn7XfY3RNa1UzaPzjAfZTM/s1600/book.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="209" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1D-5Ho-GZd2Rctneuvi7hoA8miDmnqOdZtXPu0CO6UYXyd6UW_j72I1wwz_2NbfZgoDyj7hJwQQ1n00jqF6G0Rved8Gxzpj4ZFMYn2S7KG6v6guZVIR_J8tn7XfY3RNa1UzaPzjAfZTM/s320/book.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Kata kunci sastra adalah metafor. Simbol. Ikon.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Perumpamaan dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Dan rohnya adalah imajinasi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Tanpa imajinasi, karya sastra akan menjadi laporan penelitian ilmiah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Jika itu puisi, maka dia adalah pemadatan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Puisi adalah letupan. Letupan inspirasi dalam sajian yang padat.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Karena itu, puisi bukan kalimat biasa.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Kata bunga belum tentu berarti bunga&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Kata tuhan belum tentu berarti tuhan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Kata setan belum tentu bermakna setan yang sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;Singkat kata, puisi adalah nyanyian jiwa, suara hati.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;Ekspresi terdalam kedirian manusia&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Jika itu prosa, maka dia bukan cerita biasa.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Dia adalah mozaik.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Senyawa kimia bathin sang pengarang dalam kata-kata.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Padat renggang antara sajian cerpen dan puisi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Dan prosa, bukan cerita lurus yang bisa dikunyah sekali eja.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Alur cerita, ucapan tokoh, dan makna afforismenya, bisa bersayap kemana-mana&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Merobek imajinasi pembaca hingga memberi keluasan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Kadang begitu dekat, kadang jauh melambung entah kemana,&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Lalu tiba-tiba menukik tepat di jantung hati.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Singkatnya, prosa bukan sebuah makalah&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Tapi dunia imajiner yang dikelola oleh orang gila&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Hingga prosa tak layak dibaca oleh orang waras&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;Dengan kata lain,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;Karya sastra adalah karya protes. Eksperesi pembangkangan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;Membangkang dari ritual hidup yang rutin.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Hukum alam tak pernah menolak matahari terbit&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Tak pernah membuat manusia bisa terbang.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Tapi sastra, bisa membuat Eianto Anas membakar matahari&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Sastra bisa membuat saya terbang ke kamar pelacur&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Sastra bisa membuat malaikat cemburu kenapa saya bisa membunuh Tuhan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Dengan kata lain, sastra bukan rumus matematika.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Karena itu seorang pengarang tidak perlu menghafal kitab suci para kritikus sastra&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Sang pengarang adalah tawanan inspirasinya sendiri&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Terseok-seok digulung ide. Dijungkir balikan oleh fantasinya sendiri&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Tapi dunia terkapar membaca raungan bathinnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Tapi dunia tersentak karena bius makna katanya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Dan ketahuilah&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Saya bukan seorang pengarang. Apalagi seorang guru Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Dengan kata lain&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b style="color: black; text-decoration: none;"&gt;&lt;a href="http://blogernas.blogspot.com/2011/05/sastra-raksasa-hanya-ditulis-orang-gila.html" style="color: black; text-decoration: none;"&gt;Jangan pernah percaya tulisan sampah seperti ini!&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Oleh: guru besar universitas maya ea&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://trigbloggo.blogspot.com/2012/07/karya-sastra-hebat.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1D-5Ho-GZd2Rctneuvi7hoA8miDmnqOdZtXPu0CO6UYXyd6UW_j72I1wwz_2NbfZgoDyj7hJwQQ1n00jqF6G0Rved8Gxzpj4ZFMYn2S7KG6v6guZVIR_J8tn7XfY3RNa1UzaPzjAfZTM/s72-c/book.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7086639232411489720.post-1208527064998992557</guid><pubDate>Mon, 30 Jul 2012 10:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-15T01:24:39.718+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">filsafat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Foto Porno Restu Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Prosa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sosial Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tokoh</category><title>Aku Mau Jadi Polisi</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4rSnz-jN2ASDdLzw1-FpJa8AicU-8JtSTa3-6FlowtZIUDk10bZjlBUTWlbvY1HpyY7Ude2sg-1aQvDscOFiIBT2xQveU6Ri9J9V_ktcUavajSFpEPrt-DUl5YxSRG72iOOeSBXmI5cI/s1600/POlisi.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="182" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4rSnz-jN2ASDdLzw1-FpJa8AicU-8JtSTa3-6FlowtZIUDk10bZjlBUTWlbvY1HpyY7Ude2sg-1aQvDscOFiIBT2xQveU6Ri9J9V_ktcUavajSFpEPrt-DUl5YxSRG72iOOeSBXmI5cI/s200/POlisi.png" title="gambar dari google" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
kalau aku besar nanti aku mau jadi polisi&lt;br /&gt;
benar&lt;br /&gt;
mau jadi polisi&lt;br /&gt;
bukan yang lain lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
karena aku pikir pikir enak juga jadi polisi&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
bisa main tembak tembakan dengan senjata asli,&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
bisa nilang dan memungut uang sebagai ganti upeti,&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
bisa memukul,&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
menghajar,&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
bahkan membunuh saudara sendiri&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
tanpa takut akan terjerat hukum atau diadili&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
kalau tiba tiba nanti ditanya “apa yang terjadi?”&lt;br /&gt;
aku jawab saja begini:&lt;br /&gt;
peluru nyasar,&lt;br /&gt;
tidak sengaja,&lt;br /&gt;
atau untuk membela diri&lt;br /&gt;
selesai kan dan aku bisa langsung pergi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
aku mau jadi polisi&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
kalau sudah besar nanti aku akan ikut seleksi&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
walau aku tahu badanku kurang tinggi&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
dan kalau tidak lulus&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
aku akan pinjam uang dan kubayar mereka dengan harga tinggi&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
biar diluluskan dalam seleksi&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
(bukankah mereka juga butuh uang lebih&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
karena gaji yang mereka terima tidak pernah mencukupi?)&lt;/div&gt;
&lt;div style="padding-left: 90px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
ya, kalau aku besar nati aku mau jadi polisi&lt;br /&gt;
bukan yang lain lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;i&gt;gambar dari google &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://trigbloggo.blogspot.com/2012/07/aku-mau-jadi-polisi_30.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4rSnz-jN2ASDdLzw1-FpJa8AicU-8JtSTa3-6FlowtZIUDk10bZjlBUTWlbvY1HpyY7Ude2sg-1aQvDscOFiIBT2xQveU6Ri9J9V_ktcUavajSFpEPrt-DUl5YxSRG72iOOeSBXmI5cI/s72-c/POlisi.png" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7086639232411489720.post-6789422341405576268</guid><pubDate>Sun, 29 Jul 2012 20:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-15T01:24:54.887+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">About Me</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">filsafat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Foto Porno Restu Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Prosa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sosial Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tokoh</category><title>Sok Tau Tuhan</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_au4yh8ZoF2BhmfYEXL_UirifyIUQ4dzwdO6h08zeSf6arY1TrsnKZLrrO6MNOH1rmUHBp-OwLgkGTEZ_SBRcjjEo1-qW86fOU2QGjHKunAkjRFK4P_rdm27kFQRSP0IX1denObOlvG4/s1600/coexist.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_au4yh8ZoF2BhmfYEXL_UirifyIUQ4dzwdO6h08zeSf6arY1TrsnKZLrrO6MNOH1rmUHBp-OwLgkGTEZ_SBRcjjEo1-qW86fOU2QGjHKunAkjRFK4P_rdm27kFQRSP0IX1denObOlvG4/s1600/coexist.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;"&gt;definisi
Tuhan menurut Islam!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebutkan definisi Tuhan menurut Kristen!&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebutkan definisi Tuhan menurut Buddha!&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebutkan definisi Tuhan menurut Hindu!&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebutkan definisi Tuhan menurut Filsafat!&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebutkan definisi Tuhan menurut Aristoteles!&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebutkan definisi Tuhan menurut Augustinus!&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebutkan definisi Tuhan menurut Anselmus!&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebutkan definisi Tuhan menurut Thomas Aquinas!&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebutkan definisi Tuhan menurut Al Ghazali!&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebutkan definisi Tuhan menurut Ibnu Rusyd!&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebutkan definisi Tuhan menurut Ibnu Arabi!&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebutkan definisi Tuhan menurut Muhammad Iqbal!&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Dan&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebutkan definisi Tuhan menurut Erianto Anas!&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Saya hanya akan menjawab perintah terkahir, yaitu
definisi Tuhan menurut Erianto Anas. Karena saya tidak bisa meminjam dan
mengafal Tuhan menurut siapa saja. Saya akan menciptakan Tuhan buatan saya
sendiri. Tapi bukan untuk saya sembah. Tapi untuk saya bunuh!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Apakah saya kejam? Harus!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Jika saya tidak kejam, maka sayalah yang akan
dibunuh oleh Tuhan. Saya harus berkelahi dengan Tuhan. Karena saya sudah lama
dikeroyok oleh satu truk definisi tentang Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Saya tertarik dengan Ibrahim yang mengira bulan
dan matahari adalah Tuhan tapi akhirnya menolak bahwa itu bukanlah Tuhan&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Saya tertarik dengan pengalaman Musa yang pingsan
di Bukit Sinai, yang tidak bisa melihat Tuhan karena sudah pingsan ketika Bukit
Sinai runtuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Saya tertarik ketika Muhammad mengaku jujur bahwa
dirinya tidak tahu menahu tentang Roh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Saya tertarik dengan Nietzsche yang mengatakan
bahwa pembicaraan tentang Tuhan hanya sia-sia. Karena Tuhan hanya konstruksi
pikiran, sebuah postulat atau pengandaian yang dibangun oleh manusia itu
sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Dan akhirnya saya tertarik dengan pandangan
Erianto Anas tentang Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Erianto Anas mengatakan bahwa Tuhan adalah batas
kemampuan manusia. Setiap dia tidak sanggup memikirkan segala sesuatu maka dia
katakan bahwa manusia terbatas dan Tuhanlah yang Maha Tahu segalanya. Inilah
yang disebutnya bahwa dirinya sok tahu tentang Tuhan. Setelah mengaku bahwa
dirinya terbatas, kok tiba-tiba dia jadi tahu bahwa Tuhan Maha Tahu?&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Erianto Anas mengatakan bahwa Tuhan adalah batas
ketidakberdayaan manusia. Ketika dia tidak sanggup menolak bencana maka dia
mengaku dirinya lemah tak berdaya. Hanya Tuhanlah yang Maha Kuasa akan
segalanya. Dari mana Erianto Anas itu tahu bahwa Tuhan Maha Kuasa? Padahal
tadinya dia mengaku dirinya lemah tak berdaya. Tapi kenapa tiba-tiba dia jadi
mampu mengatakan bahwa Tuhan Maha Kuasa? Dari mana dia tahu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Erianto Anas mengatakan bahwa Tuhan adalah batas
(puncak/anti klimaks) kekaguman manusia akan Alam yang sangat sangat
menggumkan. Di saat itu dia berguman tidak bisa memahami apalagi menguasai
alam. Lalu dia berguman: “Pasti ada sesuatu yang menciptakan semua ini!” Kenapa
dia merasa pasti bahwa ada yang menciptkan alam dengan segala isinya? Dari mana
dia tahu bahwa ada yang menciptkan semua yang dilihatnya? Apakah dia tidak
sedang mengkhayal?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Erianto Anas mengatakan Tuhan adalah sesuatu yang
bergetar dalam hati. Ketika hatinya begitu tersentuh dan merasakan suatu Misteri
yang selalu melingkupi dirinya, maka dia katakan ada Tuhan dalam hatinya. Atau
paling kurang dia bisa merasakan kehadiran Tuhan dalam hatinya. Dari mana dia
tahu bahwa yang dia rasakannya itu adalah Tuhan? Atau jejak Tuhan? Atau sapaan
Tuhan? Pernahkah dia bertemu dengan Tuhan kemudian merasakan bahwa seperti
itulah rasanya bila disentuh Tuhan? Apakah Erianto Anas tidak mengkhayal?
Dengan segala perasaannya sendiri?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;Dan masih banyak definisi lainnya yang dia bangun.
Tapi sekaligus juga dia tolak. Semua tentang Tuhan itu ditulisnya dalam sebuah
bukunya setebal 2 juta halaman, yang akan diluncurkannya pada hari kiamat.
Itupun jika kiamat itu ada. Jika kiamat tidak pernah terjadi maka buku itu
tidak akan pernah diterbitkannya. Tapi sampul buku itu sudah selesai sejak
minggu lalu, yang ia beri judul:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;Sok Tahu tentang Tuhan!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;strike&gt;&lt;i&gt;oleh: Erianto anas&lt;/i&gt;&lt;/strike&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://trigbloggo.blogspot.com/2012/07/sok-tau-tuhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_au4yh8ZoF2BhmfYEXL_UirifyIUQ4dzwdO6h08zeSf6arY1TrsnKZLrrO6MNOH1rmUHBp-OwLgkGTEZ_SBRcjjEo1-qW86fOU2QGjHKunAkjRFK4P_rdm27kFQRSP0IX1denObOlvG4/s72-c/coexist.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7086639232411489720.post-2354936532849434352</guid><pubDate>Sun, 29 Jul 2012 17:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-15T01:25:08.519+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">About Me</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">filsafat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Foto Porno Restu Tuhan</category><title>Nabi Saya adalah Nietzsche Si Pembunuh Tuhan</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkxpLK6Z7lgE3lrlWGfsxNT1cTWABU2UtlwW-g4ZwJ8wyE0vM2x6L8YRjZLH7nl1dOsTwv3Lv8YfTRe-OJ253P20TtOQa6ZW2Cp7sr0Uzlf6yBN7FS8XBNTvUdmSE4i1vjv_I5ycSyY2M/s1600/nietzsche-blogernas.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkxpLK6Z7lgE3lrlWGfsxNT1cTWABU2UtlwW-g4ZwJ8wyE0vM2x6L8YRjZLH7nl1dOsTwv3Lv8YfTRe-OJ253P20TtOQa6ZW2Cp7sr0Uzlf6yBN7FS8XBNTvUdmSE4i1vjv_I5ycSyY2M/s1600/nietzsche-blogernas.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&amp;nbsp;Penulis: &lt;b&gt;St. Sunardi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Catatan Pendamping: &lt;b&gt;Goenawan Mohamad&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cetakan ke-1 &lt;b&gt;Mei 1996&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penerbit: &lt;b&gt;LKiS&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;“Tuhan Telah Mati!”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kalimat yang benar-benar menggegerkan tulang sendi keyakinan 
saya. Seakan bumi berguncang. Seakan panas matahari meleleh. Membakar 
pikiran menantang nalar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin Tuhan bisa mati? &lt;br /&gt;
Bukankah Tuhan adalah zat yang kekal? Dia yang awal dan Dia yang akhir. 
DariNya berasal segala sesuatu. Siapa yang bisa membunuhNya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Liberal manantang!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tapi anehnya, kalimat itu seksi dan merangsang. &lt;br /&gt;
Membakar pikiran saya yang sudah lama tidur dalam pandangan keagamaan 
yang lazim saya baca dan saya dengar dimana-mana sebelumnya. Hingga buku
 Nietzsche ini membuat saya tak henti-henti memperbaiki posisi. Dari 
ruang tamu ke kasur. Dari kasur ke bantal. Dari duduk ke berbaring dan 
dari berbaring ke duduk lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;“Kebenaran adalah kesalahan yang belum ditemukan.”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tersentak. Berhenti membaca. Berpikir. Merenung.&lt;br /&gt;
Kebenaran adalah kesalahan yang belum ditemukan?&lt;br /&gt;
Semakin saya baca helai demi helai semakin saya terkesiap.&lt;br /&gt;
Belum pernah saya temukan kalimat itu dimana-mana. &lt;br /&gt;
Tapi buku itu langsung menodong kesadaran saya. Menjungkirbalikan segala
 apa yang saya pahami sebelumnya. Apalagi yang saya yakini sebagai 
seorang Islam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Garang, tapi menggoda.&lt;br /&gt;
Sadis, tapi menggiurkan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun sebelumnya melalui beberapa buku pengantar Filsafat nama dan 
intisari pemikirannya selalu disinggung, tapi lewat buku inilah pertama 
kali saya megenal Nietzsche secara lebih komprehensif. ST. Sunardi, 
penulisnya berhasil menyajikan beberapa titik kunci pemikiran Nietzsche 
secara gamblang dan memukau. Ringan dibaca tapi mendalam dikunyah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu,&lt;br /&gt;
Nama Nietzsche tak pernah hapus dari kesadaran saya.&lt;br /&gt;
Bahkan dia telah menjadi Nabi dalam memori saya. Tapi bukan Nabi pembawa
 wahyu. Melainkan Nabi pembawa martir. Martir yang membunuh Tuhan dan 
agama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan buku inilah yang membuat saya mengangguk:&lt;br /&gt;
Pantas membaca Posmodernisme tak bisa lepas dari mengeja namanya. Iqbal,
 Jasper, Derrida, Foucault, Lyotard, dan sejumlah pemikir sesudahnya, 
sulit membunuh jejaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://trigbloggo.blogspot.com/2012/07/penulis-st.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkxpLK6Z7lgE3lrlWGfsxNT1cTWABU2UtlwW-g4ZwJ8wyE0vM2x6L8YRjZLH7nl1dOsTwv3Lv8YfTRe-OJ253P20TtOQa6ZW2Cp7sr0Uzlf6yBN7FS8XBNTvUdmSE4i1vjv_I5ycSyY2M/s72-c/nietzsche-blogernas.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>