<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Sosial &amp; Budaya</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/ddeHq" /><description>Always Independent, Always Different</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</managingEditor><lastBuildDate>Mon, 20 May 2013 20:45:38 PDT</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">92</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="blogspot/ddehq" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Always Independent, Always Different</itunes:subtitle><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">blogspot/ddeHq</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><title>Pulang</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2013/05/pulang.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Sun, 12 May 2013 04:07:48 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-3523216663085339479</guid><description>











Hidup yang kian sulit, membuat kita terkadang
berfikiran sempit. Padahal, jika kita menikmati hidup, maka semua hal, tak ada
yang terlalu rumit. Terkecuali, terus berfikir masalah dada hingga belahan paha.





Pergi dari rumah, tak akan pernah menyelesaikan
masalah. Begitu pula, bertengkar dengan orang tua di rumah. Hanya akan membuat
rasa bersalah, semakin tak tentu arah. Apalagi, </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-05-12T18:07:48.204+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-MwCEeQ0KhJ0/UY78YDcgRvI/AAAAAAAABN8/0vDQLrZjEys/s72-c/Pulang+2.JPEG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">44</thr:total></item><item><title>Furniture Undercover</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2013/05/furniture-undercover_6.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Sun, 05 May 2013 17:13:01 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-1986641067339418732</guid><description>






Hutanku menangis pilu, masyarakat gaduh dengan kenaikan upah buruh, sedangkan para pejabat terlalu sibuk mengurusi anggaran dasar pemilu. Inikah negaraku, negara yang konon katanya kaya dalam segala hal, tapi ternyata masih miskin moral.





Dengan dalih kenyamanan, banyak hutan yang harus dikorbankan.  Dalam hal ini, sektor rumah tangga lah yang berperan aktif dalam rangka mensuksekan </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-05-06T07:13:01.319+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-lA-RQh2x0Hg/UYb1AOclh8I/AAAAAAAABNk/rdvXpi_b8yY/s72-c/Furniture+2+(1+of+1).jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">19</thr:total></item><item><title>Melayat Atau Di Layat</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2013/04/melayat-atau-di-layat.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Sun, 21 Apr 2013 00:12:53 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-2809786592770053644</guid><description>










Ketika pahala &amp;amp; dosa sudah mengambang,
kematian hanya tinggal menunggu di timbang. Tak peduli apa kata orang. Karena,
lubang kematian, tak mengenal kata penyesalan. 





Banyak sudah yang mati di jalanan ibukota. Dari
mulai pria, wanita hingga waria, turut menjadi korban dari amburadulnya sistem
tata kelola negara. Sebab lain, dari maraknya kecelakaan lalu lintas adalah
kesadaran  </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-21T14:12:53.850+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-9YAkeSfiasc/UXHsPHfqDHI/AAAAAAAABM8/IOzLbcoOGlc/s72-c/Helm+.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">32</thr:total></item><item><title>Segitiga Sama Adzan</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2013/04/segitiga-sama-adzan.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Sun, 07 Apr 2013 08:02:31 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-341315380187427836</guid><description>








Tapal batas, antara empati &amp;amp; nurani kini hanya
sebatas argumentasi. Sedangkan, yang mati membeku dalam sunyi. Iman yang dahulu
tegak berdiri, kini pergi tanpa sebab yang tak pasti.





Saat magrib, saat tempat ibadah ramai oleh kerumunan
manusia. Sedangkan subuh, isya,azhar &amp;amp; dzuhur sepi tiada henti. Sebab akibat
yang tidak diketahui, kenapa serta mengapa, hal itu bisa terus terjadi. 

</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-07T22:02:31.020+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-OeABZDOjePY/UV6gi5fcUzI/AAAAAAAABMs/kLFAgpP6MOU/s72-c/Segitiga+Sama+Adzan+.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">41</thr:total></item><item><title>Wanita-Wanita Berbadan Tiga</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2013/03/wanita-wanita-berbadan-tiga.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Thu, 28 Mar 2013 18:40:10 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-4181334739417363130</guid><description>









Bagi yang kuat, akan meronta marah. Sedangkan,
bagi yang tidak kuat, akan bermain gairah. Pergolakan batin yang kerap terjadi,
untuk sekedar di tangisi atau justru semakin di nikmati.




Aku sudah kotor. Bukan hanya satu, dua, hingga
tiga kali, tapi berulang-ulang kali, sebelum atau sesudah pukul 00.00 WIB. Sebagai
bukti sederhana, dari kekotoran tersebut. Kini, perutku sudah membuncit</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-03-29T08:40:10.483+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-8h_5dXqk5uA/UVRjpbY-7wI/AAAAAAAABMc/7Vd6vKOz5Pw/s72-c/Wanita-Wanita+Berbadan+Tiga+.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">31</thr:total></item><item><title>Dasar Setan</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2013/03/dasar-setan.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Sat, 16 Mar 2013 22:02:23 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-6487871541268491597</guid><description>








Ada saja, yang mati setiap hari. Entah, karena
aborsi, tidak punya nasi hingga mencari sensasi. Hidup yang kian tak berarti,
sudah banyak di rasakan oleh orang yang sudah mati. Sementara kematian yang
terus berulang, yang lain hanya bisa terdiam. 


Perkembangan jaman, membuat semakin banyak orang
yang tidak peduli akan kesehatan. Sehingga, menjadikan hal tersebut, sebagai
gaya hidup </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-03-17T12:02:23.668+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-_ZHs3tgm2jE/UUU1QuMPIbI/AAAAAAAABLg/AJdn42TY-as/s72-c/Dasar+Setan+2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">39</thr:total></item><item><title>Janda Bukan Ganda</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2013/03/janda-bukan-ganda.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Wed, 06 Mar 2013 20:24:32 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-4916282875872432861</guid><description>






Menikah saat ini, bukan jadi ajang yang sakral,
kebanyakan hanya jadi ajang pelengkap ritual. Ritual, yang kebanyakan
mempermainkan kemaluan. Entah, dengan cara manual, atau justru dengan gaya
sensual.





Sabtu pagi, masih tergolek rapi. Padahal, adzan
subuh sudah terlewati. Bangun pagi, yang sudah di maklumi, untuk para pengantin
baru, berselimut haru. Tak di sangka, semua berlalu </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-03-07T11:24:32.587+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-1akFnYW1pI0/UTgEc07CZ0I/AAAAAAAABLA/hlT8mHElO84/s72-c/Janda+Bukan+Ganda.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">34</thr:total></item><item><title>Sahabat Tak Sejati</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2013/02/sahabat-tak-sejati.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Sat, 23 Feb 2013 22:08:55 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-421399068970697741</guid><description>











Barangkali, memang ada yang disebut sahabat
sejati. Dan, barangkali juga, memang ada yang disebut sahabat tak sejati.
Terserah, mau percaya atau tidak. Karena realita, selalu berbicara mengenai
fakta, ketimbang hipotesa.





Sekali lagi, berteman. Dan, sekali lagi
kehilangan teman. Bukan, karena tidak ingin berteman. Namun, terkadang, karena
perilaku abai terhadap teman, yang </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-02-24T13:08:55.808+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-yQXzFZ25-Ig/USmsrMjeXYI/AAAAAAAABKo/ui7qMf6XnnE/s72-c/Sahabat+Tak+Sejati.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">45</thr:total></item><item><title>Gaung Sang Penghibur</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2013/02/gaung-sang-penghibur.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Thu, 14 Feb 2013 17:09:05 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-5413848820748314547</guid><description>










Mati itu mudah. Sedangkan hidup itu susah. Tak
semua pepatah itu benar adanya. Karena banyak yang berniat niat mati, hingga
kini, belum mati juga. Sedangkan, yang berharap hidup selama seribu tahun,
sudah mati, sebelum berharap adanya kematian itu sendiri.





Sudah enam belas tahun, berlalu.  Sejak keruntuhan tahta Sang Jendral Besar.
Namun, masih saja seperti ini keadaannya. Tak ada</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-02-15T08:09:05.994+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-LQ8pF2CPzfQ/URuxo7yQxMI/AAAAAAAABJ4/WGfkQdxUFJY/s72-c/Gaung+Sang+Penghibur.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">37</thr:total></item><item><title>Wanita Dan Mahkota</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2013/02/wanita-dan-mahkota.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Fri, 26 Apr 2013 07:04:18 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-2510533979166808821</guid><description>











Menjadi manusia, sering di sanjung. Namun, lebih
sering di caci. Entah, salah atau benar, itu masalah belakangan. Itulah, mengapa,
hal yang salah pasti disebut salah. Dan, hal yang benar, suatu saat pasti akan
disebut salah.





Perempuan muda, dua puluh tujuh tahun silam
dilahirkan. Tepat, sebelum Tragedi Nuklir Chernobly pukul 01.23 menggema diseluruh penjuru Rusia, bahkan merabah </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-26T21:04:18.944+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-2XTlxqgajjo/UQ3SP6WppbI/AAAAAAAABJY/4A5kqXYdzls/s72-c/Wanita+Dan+Mahkota.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">42</thr:total></item><item><title>Laki-Laki Bodoh</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2013/01/laki-laki-bodoh.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Fri, 25 Jan 2013 18:31:28 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-8934151160047319124</guid><description>







Bercinta, semalam suntuk dengan seorang wanita.
Lalu pergi, tanpa pamit, terlebih tanggung jawab. Siapa yang tidak mau ?
Rasanya semua laki-laki normal, mau jawabnya, terlebih laki-laki hidung belang.
Dengan kepala menyerupai buaya, dan berekor kera. Di tambah dengan, bonus
keperawanan. Beli satu dapat sepuluh, istilah kata.




Bertolak belakang dari hal tersebut. Mana ada
wanita, yang </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-01-26T09:31:28.255+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-2Ic9uYOSQXo/UQF6nsA1mlI/AAAAAAAABIo/1a3RFePc0yE/s72-c/Laki-Laki+Bodoh+.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">49</thr:total></item><item><title>Jakarta Pukul Delapan</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2013/01/jakarta-pukul-delapan.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Fri, 25 Jan 2013 18:33:50 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-9024419172404450391</guid><description>








Beberapa orang bekerja, untuk bisa bertahan
hidup. Beberapa orang lainnya, bekerja untuk menyalurkan hobby. Dan beberapa
orang selanjutnya, tidak tahu, secara pasti untuk apa mereka bekerja. Kasihan,
adalah kata rumpang, yang cocok menggambarkan hal yang ketiga ini.


Jakarta, pukul delapan, setelah ba’da isya.
Sebut saja, dengan nama Mawar. Nama samaran sekaligus pasaran, sebelum masuk
</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-01-26T09:33:50.241+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-a88x4tNJDkU/UPS3Tos8BEI/AAAAAAAABHk/A515BBzGOkc/s72-c/Jakarta+Pukul+Delapan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">42</thr:total></item><item><title>Dendang Seribu Pintu</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2013/01/dendang-seribu-pintu.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Sat, 16 Feb 2013 20:37:45 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-4542465390680069912</guid><description>










Pagi akan nampak selalu pagi. Tak peduli siang,
sore ataupun malam. Karena hakikat pagi yang utama, memang selalu berbeda, kini
&amp;amp; juga nanti. Entahlah, mengapa seperti itu adanya. Sebuah misteri, yang
tak akan pernah terungkapkan hingga saat ini. Karena sulit mencari jawabnya.




Indonesia, negeri sejuta harapan yang disesaki
oleh sejuta umat. Dari seluruh penjuru dunia. Merupakan </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-02-17T11:37:45.410+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-nBAGOoUQf3M/UOYdi7wrkpI/AAAAAAAABGs/jyYoHF0O5rk/s72-c/Dendang+Seribu+Pintu+.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">35</thr:total></item><item><title>Hikayat Istri Teralis</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2012/12/hikayat-istri-teralis.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Fri, 25 Jan 2013 18:36:51 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-8174591066829938721</guid><description>






Manusia ingin percaya bahwa mereka hidup dan
bertindak berdasarkan kemauan mereka sendiri, namun pada kenyataannya mereka
hanya dipaksa oleh keadaan. Dengan kata lain, tidak memilih &amp;amp; tidak pula
dipilih. Dan sering kali, kita gengsi untuk mengatakan hal tersebut kepada diri
sendiri terlebih orang lain.


Inilah yang sering dihadapi oleh ratusan hingga
ribuan manusia diluar sana. Ketika </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-01-26T09:36:51.893+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-sZEbKNWPP5w/UNT8N3ugt-I/AAAAAAAABGQ/Lk9JNNMrloU/s72-c/Hikayat+Istri+Teralis.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">33</thr:total></item><item><title>Siksa Budaya</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2012/12/siksa-budaya.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Fri, 25 Jan 2013 18:38:35 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-2931148804149494523</guid><description>






Yang Tua pada saatnya nanti akan mati. Dan
begitu pula dengan yang muda, lambat laun pasti akan mati. Entah karena sakit,
dibunuh, kecelakaan atau bahkan karena terlalu serius memandang hidup. Seakan
menjadi sajian penutup, dari warna &amp;amp; warni penghantar manusia menuju alam
kematian.



Hal sama tapi serupa,  juga dirasakan para pelestari budaya. Yang
tersebar diberbagai pelosok Bumi </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-01-26T09:38:35.811+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-2eWU0sn7ge8/UMZ_TiO9aBI/AAAAAAAABE8/WMpQoadbEAU/s72-c/Siksa+Budaya+1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">34</thr:total></item><item><title>Penakluk Hujan</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2012/11/penakluk-hujan.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Sun, 03 Feb 2013 19:02:20 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-3302609749797155148</guid><description>





Hujan itu sebuah pertanda berkah. Sedangkan
banjir itu mungkin pertanda musibah. Namun tak usah memusingkan mana yang benar
&amp;amp; salah dari keduanya, karena memang diciptakan seperti itu adanya. Yang
saling melengkapi satu sama lain. Walau terkadang berbeda haluan. Layaknya
sebuah agama.






Tak mengherankan, jika disatu sisi ada yang suka
dengan derasnya hujan. Dan disisi lainnya, ada juga </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-02-04T10:02:20.231+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-Aik7VqB7I9w/ULhlV9Y7pAI/AAAAAAAABEo/vfWJZ8cpg6g/s72-c/Sang+Penakluk+Hujan+2+(1+of+1).jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">41</thr:total></item><item><title>Jodoh Sang Pelacur</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2012/11/jodoh-sang-pelacur.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Fri, 25 Jan 2013 18:41:11 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-6014746706694845541</guid><description>





Jika kamu baik, maka kamu kelak akan mendapatkan
jodoh yang baik pula. Dan jika kamu jahat, maka kamu kelak akan mendapatkan
jodoh yang jahat pula. Kalimat ini sudah tidak terasa asing terlebih hambar ditelinga
kita. Hingga anjing jalang pun, tahu itu.


Hidup memang sering kali tak adil. Memilih yang
terlihat baik, untuk tetap hidup. Dan menyingkirkan yang terlihat buruk untuk mati.
</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-01-26T09:41:11.554+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-DuygOxkRJPQ/UKEX2Ug9ZBI/AAAAAAAABEA/q3VHJLR2Zzg/s72-c/Istri+Pelacur.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">51</thr:total></item><item><title>Potret Hidup Pedagang Pinggiran</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2012/10/bukan-hanya-angka-satu-dua-atau-pun-tiga.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Fri, 25 Jan 2013 18:42:32 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-4535370435841229647</guid><description>




Bukan hanya angka satu, dua atau pun tiga. Angka
yang bisa dinikmati tanpa harus saling mengingkari. Terkadang juga, hidup yang
singkat ini bisa dinikmati dengan secangkir teh hangat dipagi hari. Sebelum
langkah pertama, dimulai.


Hal tersebut juga, dilakukan oleh lebih dari 1
milyar manusia dibelahan bumi lain termasuk di Indonesia. Dari sejak terbit
matahari hingga terbenamnya kembali </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-01-26T09:42:32.357+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-4sLgNTbvvxQ/UIyKmE3GgCI/AAAAAAAABB8/T2pOYQOrPWE/s72-c/pulsa+1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">29</thr:total></item><item><title>Kami Bukan Pengkhianat</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2012/10/kami-bukan-pengkhianat.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Thu, 31 Jan 2013 02:42:36 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-199095010708322635</guid><description>








Teori peradaan sejatinya, tidak pernah salah
mencatat &amp;amp; merekam sejarah yang telah terjadi. Maupun yang akan terjadi,
sekarang &amp;amp; nanti. Dan itulah mengapa sejarah ada &amp;amp; tercipta. Dan hingga
kini terus dipelajari asal usulnya.





Namun tak bisa dipungkiri, banyak aspek yang
bisa merubah sejarah, itu sendiri. Mulai dari, menghujam pisau ke ulu hati, menenggak
seliter obat nyamuk, hingga </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-01-31T17:42:36.412+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-RPBP83YLCoE/UHtFSQWAVqI/AAAAAAAABBk/jRwQiNpmyew/s72-c/paspor.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">29</thr:total></item><item><title>Berkah Negeri Anak-Anak</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2012/10/berkah-negeri-anak-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Fri, 25 Jan 2013 18:44:30 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-3230781134572617675</guid><description>








Dahulu &amp;amp; kini, masih terlihat raut
wajah yang sama nampak dari segala sudutnya. Tak ada perubahaan drastis yang
mencolok mata. Kecuali warna kulit yang dahulu muda, menjadi senja bercampur
keringat asam. Seolah sinar tetap &amp;amp; terus, terjaga dari generasi ke
generasi. Meski kita sudah saling berbeda, antara satu sama lain saat ini dengan beliau.


Ini bukan cerita tentang kepahlawan
</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-01-26T09:44:30.439+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-Vyv1vEywEeM/UG_8UTjln5I/AAAAAAAABBQ/YhWyHjJ48G0/s72-c/1.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">27</thr:total></item><item><title>Romantisme Dukun Beranak</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2012/09/romantisme-dukun-beranak.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Fri, 25 Jan 2013 18:46:31 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-1807919963671035271</guid><description>





Setiap hari ada minimal
satu bayi meninggal didunia ini, minimal ada satu tuna wisma baru berkeliaran
disetiap sudut jalan ibukota &amp;amp; minimal ada satu orang kaya baru yang lahir.
Inilah siklus dalam kehidupan, yang menyedihkan sekaligus menggelikan untuk dilihat
terlebih diselami. Untuk itulah, manusia berani membayar mahal untuk hal – hal
yang menyedihkan agar bisa dieksploitasi seperti </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-01-26T09:46:31.562+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-m4E1w0nluxk/UEccX_dxHHI/AAAAAAAABA8/pMBpqo2DfNQ/s72-c/Dukun.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">34</thr:total></item><item><title>Kisah Dari Balik Cadar</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2012/08/kisah-dibalik-cadar.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Sun, 27 Jan 2013 02:49:05 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-503626065506347254</guid><description>







Terlalu dini, untuk mengatakan hidup ini sangat
indah, disaat usia kita masih muda atau bahkan baru beranjak dewasa. Mungkin
inilah penggalan beberapa penggalan bait kata, dari sekian kalimat sederhana, yang
keluar dari mulut mereka, wanita – wanita bercadar tertutup. Yang kerap kita
jumpai, terlebih ludahi, setiap kali, berpapas mata.





Aneh memang. Sesuatu yang baik, terkadang kadar
</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-01-27T17:49:05.794+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-S01hX1Y9RiA/UDX0ZNkotGI/AAAAAAAABAQ/HGZTXnHXPuQ/s72-c/Kami+Bukan+Teroris+.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">41</thr:total></item><item><title>Simple Married</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2012/08/simple-married.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Fri, 25 Jan 2013 18:51:05 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-5082340211020618337</guid><description>








Ada yang halus berkata, menikah itu tidak perlu
dirayakan dengan gegap gembita. Namun  ada juga yang lantang berkata,
menikah tanpa dirayakan dengan mewah bagai menyatap Soto Ayam tanpa memakai
kuah kari. Entah yang mana yang benar ataupun salah, hingga kina ratusan ribu
manusia. Masih sangat antusias sekali, mendambakan pernikahan  dengan
megah &amp;amp; meriah bagai Putri &amp;amp; Pangeran dalam </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-01-26T09:51:05.795+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-fOOlKSWX1iI/UCHedBc4maI/AAAAAAAAA_g/qaQxGNaejZE/s72-c/Simple+Married.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">45</thr:total></item><item><title>Istri Tanpa Kata</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2012/07/istri-tanpa-kata.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Fri, 25 Jan 2013 18:52:07 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-8283186727369770214</guid><description>







Gundah gulana, mungkin kata yang tepat menggambarkan isi hati mereka sekarang &amp;amp; nanti. Setiap kali ditanya mengenai pendamping hidup, karena tanpa nuansa asmara &amp;amp; cinta hidup, akan terasa hampa rasanya. Inilah hukum yang berlaku, disemua kalangan &amp;amp; golongan mahluk hidup yang ada didunia tanpa membedakan status kasta sosial maupun kasta fisik.






Bagi kebanyakan orang, mungkin tidak </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-01-26T09:52:07.702+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-3PADgXKac4U/UBNWM-M0FcI/AAAAAAAAA-c/PfoN-fam0Lg/s72-c/Istri+Tanpa+Kata+by+Arsavin666.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">40</thr:total></item><item><title>Poskamling Dari Masa Ke Masa</title><link>http://arsavin666.blogspot.com/2012/07/poskamling-dari-masa-ke-masa.html</link><author>noreply@blogger.com (Andy Sudarmanto)</author><pubDate>Fri, 25 Jan 2013 18:53:10 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3586232703010797785.post-7123755690522921689</guid><description>





Bukan gegap gembita, serta baik buruk sarana.
Ini kisah yang tidak mungkin akan terlupa, hingga menutup mata. Dalam episode
pertama &amp;amp; terakhir, perjalanan hidup kita sebagai manusia. Karena tidak
akan pernah kita, temukan hal yang sama &amp;amp; serupa seperti Poskamling ketika berada dinegara
orang lain yang modern dari geliat teknologi.


Yaitu sebuah potret sederhana nan memukau, dari
kehidupan </description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-01-26T09:53:10.072+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-E9FzrjHyJfQ/UAfHtK5MOhI/AAAAAAAAA9o/02jwItVZyG0/s72-c/Poskamling.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">34</thr:total></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>
