<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128</id><updated>2025-05-07T13:56:43.309+07:00</updated><category term="Kitab Sejarah"/><category term="Kitab Nabi-nabi"/><category term="Kitab Syair"/><category term="Kitab Daniel"/><category term="Sejarah Gereja Indonesia"/><category term="kumpulan tugas"/><category term="Kitab Wahyu"/><category term="Refleksi Teologis"/><category term="hasil eksegese"/><category term="Kitab Amsal"/><category term="Kitab Mazmur"/><category term="doa"/><category term="kumpulan khotbah"/><title type='text'>kajian teologi</title><subtitle type='html'>Blog ini berisikan tulisan-tulisan ringan untuk membantu menjawab berbagai permasalahan kehidupan sehari-hari secara khusus dari perspektif iman kristen.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>76</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-2100959251662981699</id><published>2023-10-07T20:48:00.001+07:00</published><updated>2023-10-07T20:48:20.256+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Mazmur"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Nabi-nabi"/><title type='text'>Bersukacita Bersama Allah</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Bersukacita Bersama Allah&lt;/h2&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Mazmur 126&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMX-WoJEafCXgZiZ0QZUPfe-n6Hq-ETm5bUTphrvb0kKeFfPcuCjXb0w90M9x9a2-dtJWUyZrnb3fH9iDk2UacIkwZ4uNnXJS-Tcv4Q5OrtE3tvjOZCFtKkRKoqJmWM6bJwne0Mz2EX50wX4Edvs4MAM6i1M8PRofSpVYROrewhJ6qBo7xYCUL-HT-T1lT/s1920/bible-g53d972061_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Bible&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1278&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMX-WoJEafCXgZiZ0QZUPfe-n6Hq-ETm5bUTphrvb0kKeFfPcuCjXb0w90M9x9a2-dtJWUyZrnb3fH9iDk2UacIkwZ4uNnXJS-Tcv4Q5OrtE3tvjOZCFtKkRKoqJmWM6bJwne0Mz2EX50wX4Edvs4MAM6i1M8PRofSpVYROrewhJ6qBo7xYCUL-HT-T1lT/w320-h213/bible-g53d972061_1920.jpg&quot; title=&quot;Alkitab&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perasaan sukacita merupakan perasaan yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya, sebab sukacita merupakan salah satu buah-buah roh yang seharusnya dihasilkan oleh orang percaya melalui pergaulannya bersama dengan Tuhan (Gal. 5:22-26). Namun pada kenyataannya manusia sering kali kehilangan sukacita oleh karena dosa yang membelenggu dirinya sehingga manusia tidak mampu melihat kebaikan-kebaikan yang Allah kerjakan di dalam seluruh kehidupannya. Paulus mengajak jemaat Tesalonika untuk senantiasa bersukacita untuk semua keadaan yang mereka alami (1 Tes. 5:16), bahkan Paulus sendiri memberikan contoh nyata dari perkataannya itu melalui dirinya sendiri yang senantiasa bersukacita sekalipun ia berada dalam penjara dan penderitaan. Kehidupan yang senantiasa bersukacita itu tentu bukan suatu sikap yang mudah untuk dimiliki oleh setiap orang percaya, namun hal ini tidak berarti tidak mungkin terjadi dalam kehidupan kita.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: normal;&quot;&gt;Sebagai orang percaya perlu mengakui bahwa kadang memang sulit merasakan kehadiran Tuhan. Ada saat Tuhan terasa begitu jauh, ada juga saat kita merasakan Tuhan hadir beserta kita saat melalui berbagai macam pergumulan. Dengan kondisi yang tidak menentu seperti itu, maka kita perlu suatu kepastian yang menolong kita untuk tetap senantiasa bersukacita dan bersukur kepada-Nya dalam keadaan apapun. Melalui Mazmur 126 ini, pemazmur hendak memberikan sebuah kunci jawaban bagaimana orang percaya dapat senantiasa bersukacita dalam sutuasi apapun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: normal;&quot;&gt;Mazmur 126 merupakan salah satu dari kumpulan mazmur (mulai dari Mazmur120 sampai 136) yang dikenal sebagai nyanyian ziarah. Claire dan Pareira menegaskan bahwa kelima belas mazmur yang tergolong dalam mazmur nyanyian ziarah ini singkat, padat, dan mencerminkan situasi umat Yahudi yang kebebasannya terbatas namun dapat berkumpul untuk memenuhi panggilan TUHAN dengan penuh kesukaan di Bait Suci. Nyanyian-nyanyian ziarah tersebut merupakan mazmur yang dinyanyikan pada saat mereka arak-arakan ke Bait Allah di Yerusalem untuk merayakan hari besar orang Yahudi. Dalam kaitannya dengan Mazmur 126 ini, Charles B. Cousar dan rekan-rekan memberikan masukan bahwa mazmur ini secara tradisional digunakan pada masa Advent dan Prapaskah sebab keduanya merupakan musim penyesalan yang mengingatkan orang-orang Yahudi bahwa mereka selalu hidup sebagai orang-orang yang memiliki ingatan akan masa lalu dan berpengharapan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: normal;&quot;&gt;Mazmur 126 begitu kaya akan nuansa sukacita dan pemulihan sehingga mazmur ini dapat kita golongkan sebagai salah satu mazmur termegah walaupun pemakaiannya tidak sesering Mazmur 8, 22, dan 23. Justru melalui mazmur yang pendek, singkat, dan padat ini pembaca akan menemukan jawaban bahwa seseorang dapat senantiasa bersukacita dikarenakan sukacitanya tidak bergantung kepada apa yang diperolehnya, melainkan bergantung kepada TUHAN yang telah berkarya di dalam kehidupannya di masa lalu sehingga pengetahuan dan pengalaman bersama TUHAN itu membuat kita terus memohon pertolongan-Nya menjalani hari ini, dan penuh keyakinan menjalani masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: normal;&quot;&gt;Dalam pembacaan Alkitab adalah sebuah kisah berakhirnya&amp;nbsp; kesengsaraan yang dialami oleh bangsa Israel, ketika dibuang ke negeri asing.&amp;nbsp; Mereka yang pastinya hidup menderita di tanah pembuangan, sekarang boleh pulang ke rumah mereka sendiri di Tanah Perjanjian.&amp;nbsp; Kata mereka: “Ini seperti orang yang sedang bermimpi” (ayat 1). Pemazmur menyatakan bahwa ini adalah berkat pertolongan Tuhan sehingga mereka meng-ekspresikan dengan tertawa .. bersorak-sorai .. bersukacita .. karena Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita” (ayat 2-3).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: normal;&quot;&gt;Akan tetapi, ayat 4 menjelaskan bahwa ketika mereka berjalan pulang hingga sampai di Tanah Perjanjian itu, mereka sekarang berjumpa dengan ‘kesengsaraan yang lain lagi’. Perjalanan pulang ke Israel dari Babel waktu itu sungguh tidak mudah. Dan sesampainya di ‘rumah’, apa yang mereka lihat? Kondisi ‘rumah’ yang sudah hancur berantakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: normal;&quot;&gt;Dan itulah arti sesungguhnya dari kehidupan: Berjalan melewati kesengsaraan demi kesengsaraan sambil terus berseru dan berjuang: “memulihkan keadaan: Tuhan pulihkanlah keadaan kami”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: normal;&quot;&gt;Ayat 5-6 merupakan kunci untuk terus menemukan nikmatnya sebuah kesengsaraan yang kita hadapi hari ini. Kata orang yang berhikmat “di balik semua penderitaan kita hari ini, pasti ada hikmahnya”. Kesedihan yang mendalam dalam doa akan mendatangkan berkat-berkat dari Allah berupa pembaharuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;white-space: normal;&quot;&gt;Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari Mazmur 126 ini adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Masa lalu adalah pelajaran&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: normal;&quot;&gt;Bagi bangsa Israel pengalaman pahit hidup dalam pembuangan adalah pelajaran berharga bagi mereka, bahwa begitu pahitnya hidup didalam dosa. Hal ini juga menjadi pelajaran seperti peringatan yang disampaikan Paulus “semuanya itu telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup....” (1 Kor. 10:11). Dosa akan membawa manusia kepada kematian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Masa sekarang adalah pengharapan&lt;/h3&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: normal;&quot;&gt;Yesus Kristus menjadi dasar pengharapan dan hanya di dalam Dialah beroleh berpengharapan. Yesus telah memperlihatkan karya penyelamatan-Nya dan yang akan terus bekerja dalam kehidupan manusia. Pengharapan kepada Tuhan Yesus membuka jalan agar Tuhan bekerja dan berkarya dalam hidup kita. Di dalam pengharapan itu ada iman kepercayaan yang walaupun itu mustahil, namun pekerjaan Allah tidak akan dapat diselami oleh manusia. Bagaimana mungkin batang air kering di tanah Negeb bisa dipulihkan? Adalah sesuatu yang mustahil, namun itulah pengharapan. Pengharapan akan memberikan kekuatan dan optimis menghadapi segala sesuatu dalam kehidupan ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Masa depan adalah kepastian&lt;/h3&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: normal;&quot;&gt;Dalam ayat 5 dan 6 kata “akan” dan “pasti”. Walaupun menabur benih harus mencucurkan air mata, namun ada kepastian. Kita juga mungkin banyak mendengar ada banyak kisah-kisah sukses bahkan mungkin cerita dari orang tua walaupun pada awalnya mereka banyak pergumulan dan tantangan, namun semuanya dapat di hadapi dan akan meraih kesuksesan. Kepastian hidup hanya didapatkan dari Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat. (by rpr)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/2100959251662981699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2023/10/bersukacita-bersama-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/2100959251662981699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/2100959251662981699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2023/10/bersukacita-bersama-allah.html' title='Bersukacita Bersama Allah'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMX-WoJEafCXgZiZ0QZUPfe-n6Hq-ETm5bUTphrvb0kKeFfPcuCjXb0w90M9x9a2-dtJWUyZrnb3fH9iDk2UacIkwZ4uNnXJS-Tcv4Q5OrtE3tvjOZCFtKkRKoqJmWM6bJwne0Mz2EX50wX4Edvs4MAM6i1M8PRofSpVYROrewhJ6qBo7xYCUL-HT-T1lT/s72-w320-h213-c/bible-g53d972061_1920.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-5812438420819061720</id><published>2022-10-31T07:47:00.005+07:00</published><updated>2022-11-02T06:14:22.759+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Wahyu"/><title type='text'>Singa dari Yehuda dan Anak Domba</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Singa dari Yehuda dan Anak Domba&lt;/h1&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjESWg8RFafluX0jLQvIfWcruKw6rHSgHKzwoLGMPLV8qQYjK1UZ_JC3Y3eLQfNmheWdbYt0wm-uzfy9-bCeg4MKjWIe2q5yNlSJNYXK3lB8EMtflzRTR3TdUIs_TrZIiOq6-eCKfj5hj6XsKL2tHgckUBedhOl3XjTQ5NantegkzN2dby28vEGSko87Q/s1920/SGN_10_30_2022_1667138005932.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjESWg8RFafluX0jLQvIfWcruKw6rHSgHKzwoLGMPLV8qQYjK1UZ_JC3Y3eLQfNmheWdbYt0wm-uzfy9-bCeg4MKjWIe2q5yNlSJNYXK3lB8EMtflzRTR3TdUIs_TrZIiOq6-eCKfj5hj6XsKL2tHgckUBedhOl3XjTQ5NantegkzN2dby28vEGSko87Q/s320/SGN_10_30_2022_1667138005932.jpeg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selamat pagi semuanya, untuk Mata Kuliah Kitab Wahyu, hari Senin, 31 Oktober 2022 kuliah tidak diadakan dikelas yah,,, tetapi ada tugas research mengenai salah satu tema yang ada di dalam Kitab Wahyu yaitu mengenai Singa dari Yehuda dan Anak Domba dalam Wahyu pasal 5, jadi dipersilahkan para mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Kitab Wahyu untuk mencari sumber referensinya di Perpustakaan STT SAPPI.&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;Pertanyaan:&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Jelaskan dan uraikan apakah yang dimaksud dengan singa dari Yehuda dalam Wahyu pasal 5?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jelaskan dan uraikan siapakah yang dimaksud dengan Anak Domba dalam Wahyu pasal 5? Apakah itu merujuk kepada Yesus Kristus?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;Catatan:&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Jawaban harus disertai dengan minimal 4 sumber referensinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Referensi dapat diambil dari internet tapi harus dari jurnal, dan tidak boleh menggunakan sumber referensi dari SABDA, trims &amp;amp; GBU&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Catatan:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h4&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Jawaban langsung ditulis pada kolom komentar dan masuk paling lambat, 31 Oktober 2022 pukul 22.00 WIB.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Kolom komentar akan ditutup pada pukul 22.00 WIB.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/5812438420819061720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2022/10/singa-dari-yehuda-dan-anak-domba.html#comment-form' title='45 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/5812438420819061720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/5812438420819061720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2022/10/singa-dari-yehuda-dan-anak-domba.html' title='Singa dari Yehuda dan Anak Domba'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjESWg8RFafluX0jLQvIfWcruKw6rHSgHKzwoLGMPLV8qQYjK1UZ_JC3Y3eLQfNmheWdbYt0wm-uzfy9-bCeg4MKjWIe2q5yNlSJNYXK3lB8EMtflzRTR3TdUIs_TrZIiOq6-eCKfj5hj6XsKL2tHgckUBedhOl3XjTQ5NantegkzN2dby28vEGSko87Q/s72-c/SGN_10_30_2022_1667138005932.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>45</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-5369033127461677503</id><published>2022-10-02T00:00:00.061+07:00</published><updated>2022-10-06T03:37:57.127+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Wahyu"/><title type='text'>Konsep Yerusalem Baru (Wahyu 21)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Konsep Yerusalem Baru Dalam Wahyu 21&lt;/h1&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFkwjuZIBLmgMQU67U-dZ_jLXkWr76ogEOO120w7vfsqxCR07EIOgcS7zv1jXL20QreozzR3NCsuurJqKb38w_Eh-Q6edzZoswyZqYtl9nsGjHzeuBbv2SP9gKvaCCJIjijT99chfTViMJy3IPAcNod7KcqtjPEuC2N-MfXfZdgKxaQb5CFZzJP11YkQ/s1920/SGN_10_01_2022_1664614945482.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFkwjuZIBLmgMQU67U-dZ_jLXkWr76ogEOO120w7vfsqxCR07EIOgcS7zv1jXL20QreozzR3NCsuurJqKb38w_Eh-Q6edzZoswyZqYtl9nsGjHzeuBbv2SP9gKvaCCJIjijT99chfTViMJy3IPAcNod7KcqtjPEuC2N-MfXfZdgKxaQb5CFZzJP11YkQ/s320/SGN_10_01_2022_1664614945482.jpeg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selamat pagi semuanya, untuk Mata Kuliah Kitab Wahyu, hari Senin, 03 Oktober 2022 kuliah tidak diadakan dikelas yah,,, tetapi ada tugas research mengenai salah satu tema yang ada di dalam Kitab Wahyu yaitu mengenai Konsep Yerusalem baru, jadi dipersilahkan para mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Kitab Wahyu untuk mencari sumber referensinya di Perpustakaan STT SAPPI.&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pertanyaan:&lt;/h2&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Silahkan kalian jelaskan mengenai konsep Yerusalem Baru dalam Wahyu 21:1-27? Jawaban harus disertai dengan sumber referensinya, trims &amp;amp; GBU&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Catatan:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Jawaban langsung ditulis pada kolom komentar dan masuk paling lambat, 03 Oktober 2022 pukul 22.00 WIB.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Kolom komentar akan ditutup pada pukul 22.00 WIB.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/5369033127461677503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2022/10/konsep-yerusalem-baru-wahyu-21.html#comment-form' title='44 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/5369033127461677503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/5369033127461677503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2022/10/konsep-yerusalem-baru-wahyu-21.html' title='Konsep Yerusalem Baru (Wahyu 21)'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFkwjuZIBLmgMQU67U-dZ_jLXkWr76ogEOO120w7vfsqxCR07EIOgcS7zv1jXL20QreozzR3NCsuurJqKb38w_Eh-Q6edzZoswyZqYtl9nsGjHzeuBbv2SP9gKvaCCJIjijT99chfTViMJy3IPAcNod7KcqtjPEuC2N-MfXfZdgKxaQb5CFZzJP11YkQ/s72-c/SGN_10_01_2022_1664614945482.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>44</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-2127840170050038452</id><published>2021-12-23T21:22:00.003+07:00</published><updated>2021-12-26T07:19:59.446+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="doa"/><title type='text'>Mengapa Doa Penting Dalam Kekristenan</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;Pentingnya Doa Bagi Kehidupan Orang Kristen&lt;/h1&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh5-WRSDghBTqQPFSjCfNEGjBEL2OklpPICPgDComv7IhGIFqyhjH57deD0ZJT9jZPCAmACqevnhHkaf0I3XdF951Mb7eKmUq80qDcLXAAIbZmzOVV4bmFMqclXQs3CiLEQjlGHlHifVx0Y5G4GBKOvdiGY_DTw8xcy7XbjHHtKJtcq6cRFlzL1_e0A3g=s1920&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh5-WRSDghBTqQPFSjCfNEGjBEL2OklpPICPgDComv7IhGIFqyhjH57deD0ZJT9jZPCAmACqevnhHkaf0I3XdF951Mb7eKmUq80qDcLXAAIbZmzOVV4bmFMqclXQs3CiLEQjlGHlHifVx0Y5G4GBKOvdiGY_DTw8xcy7XbjHHtKJtcq6cRFlzL1_e0A3g=s320&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Doa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Berdoa adalah cara seseorang untuk berkomunikasi dengan
Penciptanya, Karena manusia sudah jatuh dalam dosa sehingga menyebabkan
putusnya hubungan manusia dengan Allah dan doalah yang menjadi sarana
komunikasi manusia kepada Allah. Berdoa merupakan pernyataan dari ketergantungan
manusia kepada Allah untuk segala sesuatu. Doa mendatangkan kuasa Allah ke
dalam kehidupan manusia,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jika doa
diungkapkan dengan iman kepada Tuhan. Doa memiliki tujuan yang berbeda-berbeda:
ada doa untuk memuji Allah, untuk mengucap syukur atas apa yang telah dilakukan
Allah bagi kita, untuk meminta pertolongan Allah, dll.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;Pendahuluan&lt;/h2&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Di dalam kehidupan setiap orang tentunya banyak aspek-aspek
yang cukup penting yang di mana hal itu akan sangat mempengaruhi kesehariannya.
Hal itu sendiri tidak dapat untuk di pungkiri karena itu benar-benar ada dan
terjadi saat ini. salah satu aspek yang cukup penting bagi orang yang beragama
saat ini adalah berkaitan dengan doa, bukan karena di dalam semua agama
mengajarkan mengenai doa. Hal itu terjadi, karena mereka meyakini bahwa doa itu
sangat penting di dalam kehidupan mereka sebagai seorang yang beragama.
Demikian juga halnya dengan orang percaya yang ada saat ini, doa itu mengambil
bagian penting di dalam kehidupan keseharian orang percaya. Hal ini menunjukkan
bahwa doa bagi orang percaya itu sangat penting. Akan tetapi yang menjadi
masalahnya saat ini kebanyakan orang percaya tidak menyadari hal yang demikian
itu disebabkan karena beberapa faktor yang ada, orang kristen pada saat ini
lebih menganggap doa sebagai rutinitas biasa yang tidak memiliki makna
didalamnya. Oleh karena itu sangat penting kembali dibahas mengenai pentingya
doa bagi kehidupan orang percaya sehingga itu menjadi suatu pengingat kembali
untuk tetap setia dalam hal berdoa.&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-style: italic;&quot;&gt;Pengertian Doa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan
bahwa doa adalah permohonan atau harapan, permintaan, dan pujian kepada Tuhan.&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/tugas%20artkel%20maida.docx#_ftn1&quot; name=&quot;_ftnref1&quot; style=&quot;mso-footnote-id: ftn1;&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-special-character: footnote;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Doa adalah cara manusia
berkomunikasi dengan Allah, doa merupakan pernyataan dari ketergantungan
manusia kepada Allah untuk segala sesuatu.&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/tugas%20artkel%20maida.docx#_ftn2&quot; name=&quot;_ftnref2&quot; style=&quot;mso-footnote-id: ftn2;&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-special-character: footnote;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Melalui doa orang percaya
dapat membangun relasi yang intim dengan Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Doa menjadi sumber
kekuatan orang percaya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Doa memiliki kuasa yang
besar&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;





&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-style: italic;&quot;&gt;Membangun Relasi Yang Intim Dengan Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Iman tidak datang dengan mudah, tetapi bila kita membaca
Alkitab kita melihat bahwa kepercayaan juga tidak datang dengan mudah kepada
para rasul. Namun mereka tetap mengikuti, mempercayai, bertumbuh, dan berdoa. Seperti
yang Yesus ajarkan kepada para murid-Nya, apa saja yang mereka minta dalam doa,
Allah pasti akan memberikannya, asalkan sesuai dengan kehendak Allah (Mark.
11:24). Yakobus menekankan antara doa dan kepercayaan, “Hendaklahia memintanya
dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang sama dengan gelombang laut, yang
diombang-ambingkan kian kemari oleh angin (Yak. 1:6-8). Kepercayaan kita tidak
boleh oleh keadaan. Jika terus memandang kesulitan dan pencobaan, kita akan
dipenuhi kebimbangan dan merasa dikalahkan. Tetapi kalau kita terus memandang
pada Allah dan menaruh kepercayaan kepada-Nya Ia akan memberi kita rasa aman
dan mantap.&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/tugas%20artkel%20maida.docx#_ftn3&quot; name=&quot;_ftnref3&quot; style=&quot;mso-footnote-id: ftn3;&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-special-character: footnote;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-style: italic;&quot;&gt;Doa menjadi sumber kekuatan orang percaya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Manusia harus berdoa dengan tidak jemu-jemu. Seseorang
mempersiapkan diri untuk menghadapi masa sukar dalam hidupnya dengan
memperkokoh saat persekutuannya dengan Tuhan setiap hari. Kehidupan tanpa doa
tidak mampu bertahan dalam serangan kejahatan. Daud menyampaikan pesan yang
jelas dan ringkas kepada semua orang yang menghadapi peperangan hidup (Maz.
55:17-18). Reaksi yang sangat nyata dari Daud adalah ketika ia berseru kepada
Allah. doa yang tekun akan menang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-style: italic;&quot;&gt;Doa Memiliki Kuasa yang Besar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Doa yang penuh kuasa untuk melawan kekuatan iblis haruslah
didasarkan atas perjanjian darah Yesus Kristus. Tidak adalandasan lain dalam
Alkitab yang dapat memberikanpemahaman yang diperlukan untuk dapat membingbing
seseorang dalam menghadapi pencobaan dan masa kebimbangan. Alkitab merupakan
dasar dari pemahaman tentang apa yang mejadi perjanjian Allah serta nilainya
yang paling penting bagi setiap orang Kristen.&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt; Alasan lain mengapah dikatakan bahwa doa memiliki kuasa
yang besar karena daya jangkau doa itu tidak terbatas tidak ada yang dapat
menghalangi kuasa dari doa karena yang berkuasa ialah Allah sendiri&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;Kesimpulan&lt;/h2&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Doa penting bagi kehidupan orang Kristen, tanpa doa, maka orang Kristen dapat dikatakan kehilangan satu bagian penting dalam dirinya. Oleh karena itu bagi orang Kristen perlu tahu
pentingya doa di dalam kehidupan mereka supaya melalui itu betul-betul membawa
mereka kepada pengenalan Allah secara pribadi. Melalui doa ada kekuatan yang luar
biasa, juga di dalam doa ada kuasa yang besar yang Allah berikan pada umat-Nya. Setiap orang Krisgen juga perlu memiliki
konsep yang benar dalam berdoa, sehingga ketika doanya belum dijawab atau tidak dijawab oleh Allah orang Kristen tetap setia berdoa kepada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;div style=&quot;mso-element: footnote-list;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br clear=&quot;all&quot; /&gt;

&lt;hr align=&quot;left&quot; size=&quot;1&quot; width=&quot;33%&quot; /&gt;

&lt;!--[endif]--&gt;

&lt;div id=&quot;ftn1&quot; style=&quot;mso-element: footnote;&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/tugas%20artkel%20maida.docx#_ftnref1&quot; name=&quot;_ftn1&quot; style=&quot;mso-footnote-id: ftn1;&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-special-character: footnote;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 10pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Kamus Besar Bahasa
Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2002). 271.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn2&quot; style=&quot;mso-element: footnote;&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/tugas%20artkel%20maida.docx#_ftnref2&quot; name=&quot;_ftn2&quot; style=&quot;mso-footnote-id: ftn2;&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-special-character: footnote;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 10pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Doa-Doa Dalam Perjanjian
Lama (J.Wesley Brill)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn3&quot; style=&quot;mso-element: footnote;&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/tugas%20artkel%20maida.docx#_ftnref3&quot; name=&quot;_ftn3&quot; style=&quot;mso-footnote-id: ftn3;&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-special-character: footnote;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 10pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt; Leroy Eims, &lt;i&gt;Doa Bukan Sekedar Kata-kata&lt;/i&gt; (Malang: Gandum Mas, 1982),
67.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/2127840170050038452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/12/mengapa-doa-penting-dalam-kekristenan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/2127840170050038452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/2127840170050038452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/12/mengapa-doa-penting-dalam-kekristenan.html' title='Mengapa Doa Penting Dalam Kekristenan'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh5-WRSDghBTqQPFSjCfNEGjBEL2OklpPICPgDComv7IhGIFqyhjH57deD0ZJT9jZPCAmACqevnhHkaf0I3XdF951Mb7eKmUq80qDcLXAAIbZmzOVV4bmFMqclXQs3CiLEQjlGHlHifVx0Y5G4GBKOvdiGY_DTw8xcy7XbjHHtKJtcq6cRFlzL1_e0A3g=s72-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-1626049582144804200</id><published>2021-12-19T16:02:00.001+07:00</published><updated>2021-12-19T16:55:41.344+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="doa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Sejarah"/><title type='text'>Bentuk Doa yang Memuliakan Allah </title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;Bentuk Doa yang Memuliakan Allah Menurut 1 Samuel 1:9-18&lt;/h1&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEikPYSvN6nRBKlmyLTjP6Ju09NMeJxEz1Lbp_liDcEJe-W6K-eggwcODPT4sF-jzdTAiiME2KL1KePmd4oKxBDPi4AAcnlvKQQXlsyTPOb1zo6IAjodIM08f1uB9Y8u8UPWz60H7nE6e_OLnjXsUtMUysApzc7pGEJ94Q9Xaid03XXZW1Ld4SqWXvQ7HA=s1920&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Doa&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEikPYSvN6nRBKlmyLTjP6Ju09NMeJxEz1Lbp_liDcEJe-W6K-eggwcODPT4sF-jzdTAiiME2KL1KePmd4oKxBDPi4AAcnlvKQQXlsyTPOb1zo6IAjodIM08f1uB9Y8u8UPWz60H7nE6e_OLnjXsUtMUysApzc7pGEJ94Q9Xaid03XXZW1Ld4SqWXvQ7HA=w320-h320&quot; title=&quot;Bentuk doa yang memuliakan Allah&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;I Samuel&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Doa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt; merupakan nafas hidup
setiap orang Percaya, doa menghubungkan ciptaan dengan penciptanya. Berdoa juga
berarti berkomunikasi dengan Allah, membangun relasi dengan Allah. Namun banyak
orang yang merasa bahwa doa merupakan hal yang sepele, hanya merupakan ucapan
kalimat yang keluar tanpa arti, padahal doa sendiri mempunyai pengaruh yang
sangat besar dalam kehidupan orang percaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Teladan Hana Dalam Berdoa&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Arial, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Teguran
yang diberikan Elkana kepada Hana membuat Hana sadar untuk tidak berlarut dalam
kesedihannya karena tidak memiliki anak dan membuat Hana berdoa. Ketika itu
Hana, Penina dan Elkana sedang berada di Silo, tempat yang disebut sebagai
tempat dimana Allah berjanji akan menemui Umat-Nya dan juga tempat yang disebut
rumah doa. Ketika itu keluarga Hana baru saja mempersembahkan korban
keselamatan untuk memperoleh perkenanan Allah dan semua yang baik dari pada
Allah serta sebagai tanda persekutuan mereka dengan Allah. Melalui korban itu,
mereka tidak hanya memperoleh penebusan dosa, tetapi doa itu pun didengar dan
diterima, beserta jawaban damai sejahtera&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftn1&quot; name=&quot;_ftnref1&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Dalam
doa yang dilakukan oleh Hana dapat dijumpai adanya kesalehan yang hangat dan
hidup didalam doa yaitu dimana Hana memanfaatkan kesedihan dan kesusahan hati
yang dirasakannya untuk membangkitkan dan menggerakkan keyakinan yang teguh
didalam doa. Hana berdoa sambal mencucurkan air mata, doa yang diucapkan Hana
bukanlah doa yang kering. Dalam doanya Hana berterus terang kepada Allah
mengenai kesusahan yang sedang dialaminya, selain itu Hana juga berdoa
diseratai dengan penuh kerendahan hati ketika menyampaikan keinginannya kepada
Allah. Hana mengucapkan sebuah janji atau Nazar, bahwa apabila Allah memberikan
kepadanya anak, maka Hana akan menyerahkannya bagi Tuhan. Hana menyampaikan
doanya dengan suara yang sangat kecil, sehingga tidak ada orang yang dapat
mendengarnya, dengan cara itu Hana memberikan kesaksian atas keyakinan dirinya
bahwa Allah mengetahui hati dan keinginannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Ada
waktu dimana ketika meminta dan menerima terjadi secara otomatis, namun ada
kalanya sebaliknya, akan tetapi semua orang juga pernah mengalami saat dimana doa
tersebut tidak terkabul&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftn2&quot; name=&quot;_ftnref2&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Doa yang dipanjatkan oleh
Hana ketika ia berdoa bukanlah doa yang dinaikkan secara terburu-buru. Kepada
siapa doa itu dipanjatkan adalah lebih penting dari pada bagaimana dan dimana
doa itu dilakukan, apa yang ada didalam batin lebih penting daripada keadaan
lingkungan&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftn3&quot; name=&quot;_ftnref3&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Demikian halnya dengan
Hana, ketika sedang bergumul dihadapan Tuhan, apa yang ada disekelilingnya
tidaklah lebih penting daripada pergumulannya dengan Tuhan, bahkan sampai Hana
dituduh sebagai seorang yang mabuk oleh anggur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Dalam
perumpamaan didalam Injil Lukas, Tuhan Yesus mengajar dengan menitikberatkan
pengajaran-Nya pada bagaimana orang harus berdoa dengan tidak putus asa&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftn4&quot; name=&quot;_ftnref4&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Demikian hal yang
dilakukan Hana, ia tidak putus pengharapan dalam keadaan sulit yang dialaminya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; line-height: 36px; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; line-height: 36px;&quot;&gt;Prioritas Dalam Berdoa&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Teladan utama yang mendahulukan Allah
adalah Yesus. Bagi-Nya nama Allah adalah yang paling penting ketika Yesus
menghadapi kematian di atas kayu salib. Dasar yang digunakan Yesus dalam
menghadapi Salib bagi umat-Nya yaitu “&lt;i&gt;Bapa.
Muliakanlah nama-Mu”&lt;/i&gt;, bukanlah sebuah formula salam yang dangkal&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftn5&quot; name=&quot;_ftnref5&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.
Nama Allah sangatlah penting, sehingga tidak heran didalam permohonan pertama
yang Yesus ajarkan dalam Doa Bapa Kami adalah “Dikuduskanlah Nama-Mu”.
Membuat-Nya unggul adalah inti penyembahan yang sejati dan dasar kelebihan doa
yang Alkitabiah yang bermakna. Dengan kata lain, doa bukan saja sekedar
berbicara dengan Allah, sebab ini berkaitan erat dengan kesediaan untuk
menaati-Nya&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftn6&quot; name=&quot;_ftnref6&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Dalam doa yang
dipanjatkan memanglah sepatutnya yang dimuliakan adalah Allah, bukan untuk
kepuasan diri sendiri. Dalam doanya Hana bernazar kepada Tuhan bahwa Hana akan
memberikan anaknya kepada Tuhan untuk melayani Tuhan, dirumah Tuhan. Dalam doa
Hana, ia tidak hanya terobsesi untuk memiliki anak dan memuaskan dirinya
sendiri, ditengah kesedihannya, Hana masih memikirkan hal apa yang dapat
dilakukan untuk memuliakan nama Tuhan. Doa orang percaya seharusnya memuliakan
Allah dan bukan meminta dan mencari kepuasan diri sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 style=&quot;line-height: 36px; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;Solusi Allah Dalam Masalah Manusia&lt;/h2&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Kesulitan memang selalu ada,
rintangan-rintang yang mengecilkan hati sering muncul. Yesus dalam
pengajaran-Nya juga ingin agar kita belajar bahwa bila doa kita tidak segera
dijawab, maka diperlukan suatu disiplin. Disiplin bukanlah penderitaan karena
hal itu dijalankan Allah atas umat-Nya sebagi sarana pertumbuhan rohani,
disiplin bertujuan membuat seseorang lebih taat, seperti yang dijelaskan dalam
Ibarani 12:10&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftn7&quot; name=&quot;_ftnref7&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Tuhan mendisiplinkan
orang yang dikasihinya merupakan tanda kepedulian-Nya akan kedewasaan dan
kebaikan pada umat-Nya. Dalam menghadapi penderitaan ada berbagai macam cara
orang untuk menghadapinya, ada yang menganggap enteng atau meremehkan disiplin
Tuhan. Namun ada juga yang tawar hati karena pendisiplinan Tuhan yang mungkin
sulit dibayangkan. Umat Allah sering meremehkan disiplin penderitaan dari Allah
ketika gagal melihat pertolongan Allah dalam kesusahan yang dilalui. Bukannya
mengakui bahwa penderitaan itu merupakan pendisiplinan Allah, orang Kristen
cenderung memandangnya sebagai peristiwa kebetulan sebagai sesuatu yang harus
dijalani dan dilalui secepat mungkin, bukannya mencari maksud Allah dalam
disiplin itu, tetapi lebih berfokus penuh untuk menemukan cara meringankannya&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftn8&quot; name=&quot;_ftnref8&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.
Hana dalam pendisiplinannya mampu untuk menemukan Allah, bahkan dalam perasaan
terlukanya Hana datang kepada Allah dengan mencurahkan semua kesedihannya
kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 16pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 style=&quot;line-height: 36px; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Model Dalam Berdoa&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Berdoa
merupakan kegiatan berbicara secara pribadi kepada Allah.&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftn9&quot; name=&quot;_ftnref9&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Dalam doa yang Yesus
ajarkan kepada murid-murid-Nya, Yesus mengundang mereka untuk berbagi dalam
sebuah hubungan yang intim dengan Allah. Allah ingin agar setiap anak-anaknya
mengenali Allah sebagai bapa rohaninya, dan juga ingin agar anak-anak-Nya
meminta Dia untuk keperluan hati anak-anak-Nya, karena Allah sangat senang
memberikan kepada anak-anaknya hal-hal yang diminta&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftn10&quot; name=&quot;_ftnref10&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Hal inilah yang
dilakukan Hana, dengan pengenalannya akan Allah Hana menyampaikan permohonannya
untuk mendapatkan seorang anak kepada Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Yesus
juga mengajarkan sebagaimana mestinya orang Kristen harus menunjukkan
penyembahan dan hormat kepada Allah&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftn11&quot; name=&quot;_ftnref11&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Perlu diingat bahwa
status orang Kristen sebagai anak Allah namun juga sebagai hamba Allah, hal ini
mengingatkan bahwa status manusia tidak lebih tinggi dari Allah, maka dari itu
sangat penting orang Kristen menunjukkan hormatnya kepada Allah dan juga
penyembahan kepada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Banyak
orang berpikir doa hampir sama dengan permohonan. Janganlah kita memikirkan
Tuhan dengan berpangkal pada kebutuhan sendiri. Dengan alasan yang sama
janganlah doa pertama-tama dilihat sebagai permohonan semata, memang pantas
jika manusia memohon atas segala sesuatu yang dibutuhkan, karena Tuhan Yesus
sendiri mengajarkan untuk selalu memohon kepada Allah. Permohonan sangat wajar,
tetapi bukanlah satu-satunya dalam doa. Dalam doa manusia menghadap Tuhan, dan
doa baik isi maupun bentuknya untuk sebagian besar bergantung dari pengenalan
manusia mengenai Allah. Dari pihak lain pengenalan akan Allah itu juga
berkembang melalui doa. Doa yang berarti pelarian dari kenyataan hidup bukanlah
doa yang baik, doa harus dimulai dengan menyembah Allah yang menciptakan manusia&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftn12&quot; name=&quot;_ftnref12&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Doa
bukanlah alternatif untuk usaha manusia dan juga bukan berhadapan dengan Krisis
atau bencana alam, ketika manusia berdoa harus juga diimbangi dengan berjuang
dan tidak menyerahkan tanggung jawab untuk hidup sepenuhnya kepada Tuhan.
Menyerahkan semua itu kembali kepada Tuhan artinya mencari aman, dan dengan
kata lain menghianati panggilan dalam menjalankan Mandat Budaya yang sudah
berikan kepada manusia. Perjuangan yang manusia lakukan mempunyai arti dalam
kerangka hidup mausia dan mendapat kejelasan dari keterarahan hidupnya. Manusia
berdoa untuk menemukan penjelasan tetapi tidak melarikan diri dari kenyataan
hidup. Mencari perlindungan pada Tuhan berarti berjuang bersama Tuhan&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftn13&quot; name=&quot;_ftnref13&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Inilah yang dilakukan
oleh Hana, dalam permasalah berat yang dialaminya dia tetap mengandalkan Tuhan
dan juga tidak lari dari kenyataan hidup yang dialaminya, dan dengan tabah Hana
menjalani hidup dan penderitaannya. Doa dalam bentuk manapun berarti menghadap
Allah dan mengakui Allah dalam bentuk manapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Doa
adalah penggerak agama, tanpa doa agama hanyalah upacara adat atau kebiasaan
saja. Doa adalah pengakuan iman, dalam doa iman dibahasakan dalam segala
kekhasan dan ciri-ciri bahasa, yang pokok adalah bahwa doa itu menyatakan apa
yang ada didalam hati. Pada dasarnya doa berarti menempatkan diri dihadapan
Tuhan dan mengaku diri sebagai makhluk ciptaan-Nya dengan perantaraan Kristus
oleh Roh Kudus. Ada dua bentuk doa yang dasariah, yaitu puji-syukur dan
permohonan. Doa permohonan pertama-tama berkaitan dengan situasi yang konkrit. Tidak
bisa dikatakan bahwa perhatian hanya berpusat pada kebutuhan manusia, kebutuhan
itu mendorong dan mendesak orang untuk berdoa, untuk mencari Tuhan sebagai
tempat perlindungan. Yang utama dimohonkan adalah belas kasihan Tuhan, doa
permohonan tertuju pada keselamatan dari Tuhan.&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftn14&quot; name=&quot;_ftnref14&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Dalam
Roma 8:26 dicantumkan bahwa Roh Kudus mengetahui dan menolong orang percaya
berdoa dengan keluh kesah dalam kalimat yang tidak terkatakan. Sering kali
manusia ketika berdoa yang ditonjolkan adalah egosentrisnya. Doa seperti itu
adalah sikap doa yang salah, dan tidak focus untuk mencari kemuliaan dan
kebenaran Allah terlebih dahulu. Doa yang egosentris adalah doa yang tidak
sesuai dengan kehendak Allah. Untuk itu Allah mengirim &lt;i&gt;Parakletos, &lt;/i&gt;Allah mengirim penghibur yang agung, yang sekaligus
menjadi guru untuk memimpin kita kedalam kebenaran. Artinya Roh Kudus menolong
orang percaya dengan sabar, seperti orangtua yang menjaga dan membimbing
anaknya.&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftn15&quot; name=&quot;_ftnref15&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Jangan
berpikir bahwa berdoa dalam Roh itu adalah doa yang dinaikkan dengan bahasa
Roh, karena dengan berpikir demikian orang Kristen telah menafsirkan Alkitab
dengan salah. Alkitab berkata berjalan dalam Roh, berdoa didalam Roh, taat
didalam Roh. Yang dimaksud dengan berdoa dalam Roh, berjalan dalam Roh, dan
taat dalam Roh adalah taat pada pimpinan Roh Kudus artinya tunduk kepada Roh
Allah yaitu mengakui akan kedaulatan Allah yang menguasai seluruh keberadaan
manusia, baik pada waktu berdoa, bersandar, bertindak, berjalan maupun hidup.
Itulah yang disebut didalam Roh.&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftn16&quot; name=&quot;_ftnref16&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Tanpa
gerakkan Tuhan, seseorang tidak dapat berdoa untuk kebangunan. Artinya Roh Kudus
telah memberikan pengertian dan menggerakkan orang percaya untuk berdoa.
Kebanguan adalah anugerah Tuhan, maka bukan karena orang percaya berdoa lalu
Tuhan mengadakan kebangunan. Secara urutan waktu dan secara tertulis memang
betul berdoa dahulu baru terjadi kebangunan, doa yang benar sudah merupakan
permulaan dari kebangunan yang sesungguhnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 style=&quot;line-height: 36px; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 36px;&quot;&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Dari teladan yang diberikan Hana dalam
berdoa yaitu meminta kepada Tuhan untuk diberikan seorang Anak, Hana tidak
hanya memperhatikan dirinya sendiri, walaupun dikisahkan bagaimana kehidupan
dan kesedihan yang dialaminya karena tidak memiki anak, namun ditengah
penderitaannya itu Hana masih tetap mau memperhatikan apa yang harus ia berikan
kepada Allah. Hana memberikan Samuel kepada Allah, anak yang selama
bertahun-tahun dinantinya. Dalam doanya Hana tetap memuliakan Allah, memikirkan
bagaimana pekerjaan Allah didunia ini tetap berjalan, sehingga ia memberikan
Samuel kepada Allah, untuk menjadi abdi Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;div&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br clear=&quot;all&quot; /&gt;

&lt;hr align=&quot;left&quot; size=&quot;1&quot; width=&quot;33%&quot; /&gt;

&lt;!--[endif]--&gt;

&lt;div id=&quot;ftn1&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftnref1&quot; name=&quot;_ftn1&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 10.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Matthew Henry, &lt;i&gt;Kitab 1&amp;amp;2 Samuel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn2&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftnref2&quot; name=&quot;_ftn2&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 10.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Douglas F. Kelly dan Caroline S. Kelly, &lt;i&gt;Jika
Allah sudah tahu mengapa masih berdoa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn3&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftnref3&quot; name=&quot;_ftn3&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 10.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Morris Wiliams, &lt;i&gt;Doa dan Ibadah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn4&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftnref4&quot; name=&quot;_ftn4&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 10.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
R. A. Torrey, Bagaimana Kita Patut Berdoa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn5&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftnref5&quot; name=&quot;_ftn5&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 10.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Douglas F. Kelly dan Caroline, 39.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn6&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftnref6&quot; name=&quot;_ftn6&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 10.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Ibid, 42.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn7&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftnref7&quot; name=&quot;_ftn7&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 10.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Jeri Bridges, &lt;i&gt;The Discipline of Grace&lt;/i&gt;,244.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn8&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftnref8&quot; name=&quot;_ftn8&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 10.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Ibid, 245&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn9&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftnref9&quot; name=&quot;_ftn9&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 10.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Elmer L. Towns ,23&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn10&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftnref10&quot; name=&quot;_ftn10&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 10.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Ibid, 24.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn11&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftnref11&quot; name=&quot;_ftn11&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 10.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Ibid, 25.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn12&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftnref12&quot; name=&quot;_ftn12&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 10.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Tom Jacobs, &lt;i&gt;Teologi Doa &lt;/i&gt;(Yogyakarta:
Penerbit Kanisius, 2004), 11.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn13&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftnref13&quot; name=&quot;_ftn13&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 10.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Ibid, 12.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn14&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftnref14&quot; name=&quot;_ftn14&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 10.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Ibid, 28.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn15&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftnref15&quot; name=&quot;_ftn15&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 10.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Stephen Tong, &lt;i&gt;Roh Kudus, Doa dan
Kebangunan&lt;/i&gt; (Jakarta: LRII, 1995) 113.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;div id=&quot;ftn16&quot;&gt;

&lt;p class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/ACER%20SWIFT/Downloads/Artikel%20kitab-kitab%20Sejarah.docx#_ftnref16&quot; name=&quot;_ftn16&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 10.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Ibid, 115&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/1626049582144804200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/12/bentuk-doa-yang-memuliakan-allah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/1626049582144804200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/1626049582144804200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/12/bentuk-doa-yang-memuliakan-allah.html' title='Bentuk Doa yang Memuliakan Allah '/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEikPYSvN6nRBKlmyLTjP6Ju09NMeJxEz1Lbp_liDcEJe-W6K-eggwcODPT4sF-jzdTAiiME2KL1KePmd4oKxBDPi4AAcnlvKQQXlsyTPOb1zo6IAjodIM08f1uB9Y8u8UPWz60H7nE6e_OLnjXsUtMUysApzc7pGEJ94Q9Xaid03XXZW1Ld4SqWXvQ7HA=s72-w320-h320-c" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-6673848996417426942</id><published>2021-12-16T19:57:00.000+07:00</published><updated>2021-12-16T19:57:15.137+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Mazmur"/><title type='text'>7 Jenis Mazmur dalam Kitab Mazmur</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: courier;&quot;&gt;&amp;nbsp;7 Jenis Mazmur yang Sering Muncul dalam Kitab Mazmur&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjtZtPY0hjO1wc9p4OaDc7tG9b0ibQa9taQggE5zXUNQQBnEBzMNglZVypNwyUssGaRTpRkcacPOYXxUv3sMROu97x7yWaTbAzhhfg2XJweEGCSTNXWFOhgB8lefLJl9SuTVyHHh4miVEVIhV3roWfHVChDwrtFTQZZioOeCQXvC6GkB-WSJqRGgA1Tvg=s1920&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjtZtPY0hjO1wc9p4OaDc7tG9b0ibQa9taQggE5zXUNQQBnEBzMNglZVypNwyUssGaRTpRkcacPOYXxUv3sMROu97x7yWaTbAzhhfg2XJweEGCSTNXWFOhgB8lefLJl9SuTVyHHh4miVEVIhV3roWfHVChDwrtFTQZZioOeCQXvC6GkB-WSJqRGgA1Tvg=w298-h320&quot; width=&quot;298&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kitab Mazmur&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: courier;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Kitab Mazmur merupakan kata-kata manusia kepada Allah&amp;nbsp; (doa manusia, nyanyian pujian manusia, keluhan manusia kepada Allah) yang diilhamkan Allah. Oleh karena itu, ada kesusahan dalam penafsiran.&amp;nbsp; Biasanya, pasal yang&amp;nbsp; ditafsirkan adalah kata-kata dari Allah kepada umat-Nya.&amp;nbsp; Jadi tujuan penafsiran adalah menemukan pesan Allah kepada umat-Nya. untuk memahami pesan Allah dalam Kitab Mazmur, maka perlu dimengerti terlebih dahulu apa fungsi dari Mazmur yang dibaca. Berbicara mengenai hal ini, maka ada tujuh jenis Mazmur yang sering muncul dalam Kitab Mazmur, dan setiap jenis Mazmur tersebut memiliki fungsinya masing-masing bagi para pembacanya. Adapun ketujuh jenis Mazmur tersebut adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Mazmur Keluhan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Contohnya: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 22:2-3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 42:12&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 43:4-5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Fungsi bagi pembaca:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Bertanya kepada Allah dalam hubungan pribadi dengan-Nya
(Maz. 42:12)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tetap berseru kepada Allah meskipun Allah belum menjawab
doa-doa (Maz. 22:2-3)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tetap berharap pada Tuhan, menunjukkan ekspresi dan
perasaan yang bergantung pada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;













&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur Ucapan Syukur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Contohnya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 56:13&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 32:1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 30:5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;





&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Fungsi bagi pembaca:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Ucapan syukur dalam sikap dan tindakkan harus dilakukan
sesuai kehendak Allah (Maz. 56:13).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mensyukuri atas pelanggaran yang diampuni sebagai
ekspresi kebahagian (Maz. 32:1).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mempersembahkan pujian dan tubuh sebagai ucapan syukur
yang hidup kepada Allah (Maz. 30:5).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur Pujian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Contohnya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 103:1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 104:1-2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 105:1-5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;





&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Fungsi bagi pembaca:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Sebagai bentuk ekspresi dalam diri untuk mendorong,
memuji Allah dalam seluruh kehidupan sehari-hari (Maz. 103:1).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Memuji Allah karena kebesaran-Nya (Maz. 104:1-2).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Meresponi dengan pujian pada-Nya, karena perbuatan baik
dan ajaib-Nya bagi manusia (Maz. 105:1-5).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur Sejarah Keselamatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Contohnya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 47:8&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 136:20&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 47:10&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;





&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Fungsi bagi pembaca:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Allah tetaplah Raja dalam sepanjang zaman, untuk itu
Allah layak menerima pujian (Maz. 47:8).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Memegang pemerintahan untuk selama-lamanya, tunduk
pada-Nya (Maz. 136:20).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Allah tetap menyertai umat-Nya, hal itu bisa dilihat
mulai dari penyertaan Allah terhadap Abraham sampai kepada keturunannya (Maz.
47:10).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur Perayaan/Penegasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Contohnya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 111:5/Mazmur 78:5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 111:2-3/Mazmur 106:12&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 111:9/ Mazmur 106:3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;





&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Fungsi bagi pembaca:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Memegang peringatan Allah dan melakukan-Nya, berkaitan
dengan perjanjian yang sudah dibuat oleh Allah dengan bangsa Israel (Maz.
111:5/Maz. 78:5).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Meletakkan dasar kepercayaan pada Allah melalui
firman-Nya (Maz. 111:2-3/Maz. 106:12).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Melakukan dan menegakkan keadilan yang merupakan suatu
kebahagiaan untuk dilakukan, karena Allah itu adil, kudus (Maz. 111:9/ Maz.
106:3).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur Hikmat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Contohnya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 119:1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 1:1-2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 119:9&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;





&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Fungsi bagi pembaca:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Berpegang pada Taurat-Nya sebagai pedoman hidup (Maz.
119:1).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Merenungkan Taurat Tuhan sebagai bahan refleksi saat
teduh (Maz. 1:1-2).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tetap mempertahankan kelakukan yang sesuai dengan firman-Nya
dalam takut akan Tuhan (Maz. 119:9).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur Kenyataan Hati/Keyakinan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Contohnya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 11:1-3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 16:5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mazmur 65:2-9&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;





&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Fungsi bagi pembaca:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Datang pada Tuhan sebagai satu-satunya tempat
perlindungan (Maz. 11:1-3).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Allah sebagai keyakinan, yaitu warisan dan pola dan
peneguhan sebagai kekuatan jiwa (Maz. 16:5).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Terus membangun hubungan yang intim dengan Allah, karena
ketenangan sejati ada bersama dengan Allah untuk mencurahkan isi hati (Maz.
65:2-9).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: courier;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/6673848996417426942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/12/7-jenis-mazmur-dalam-kitab-mazmur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/6673848996417426942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/6673848996417426942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/12/7-jenis-mazmur-dalam-kitab-mazmur.html' title='7 Jenis Mazmur dalam Kitab Mazmur'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjtZtPY0hjO1wc9p4OaDc7tG9b0ibQa9taQggE5zXUNQQBnEBzMNglZVypNwyUssGaRTpRkcacPOYXxUv3sMROu97x7yWaTbAzhhfg2XJweEGCSTNXWFOhgB8lefLJl9SuTVyHHh4miVEVIhV3roWfHVChDwrtFTQZZioOeCQXvC6GkB-WSJqRGgA1Tvg=s72-w298-h320-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-7256797887636847882</id><published>2021-11-18T20:52:00.003+07:00</published><updated>2022-09-19T08:37:09.948+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Wahyu"/><title type='text'>Kedatang Tuhan Yesus Dalam Wahyu 22</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kedatangan Tuhan Yesus Dalam Wahyu 22&lt;/h1&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEioFa3YSdABjQ2hGKXL5lAOt89Oxwt4GP-6A8ONGkHOWl7Aeeh9iry9PoIDACeEKI7VhJWjfXvVMviCUKNePIIT5CvxIy_TcoviwcOmVlZlFOjXRmgSpElffqqMZvH6pM4S6To7PdtoTAGbZ-b70Gya2SAgbPuRDyn1FPoXhfz0keNHo3p-kWtLanHzjQ=s1920&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kitab Tuhan Yesus&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEioFa3YSdABjQ2hGKXL5lAOt89Oxwt4GP-6A8ONGkHOWl7Aeeh9iry9PoIDACeEKI7VhJWjfXvVMviCUKNePIIT5CvxIy_TcoviwcOmVlZlFOjXRmgSpElffqqMZvH6pM4S6To7PdtoTAGbZ-b70Gya2SAgbPuRDyn1FPoXhfz0keNHo3p-kWtLanHzjQ=w320-h320&quot; title=&quot;Kedatang Tuhan Yesus Dalam Wahyu 22&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kitab Wahyu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h1&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;Kedatangan Tuhan Yesus dalam Wahyu 22:6-17&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-weight: normal; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Di dalam
Wahyu 22 kata &quot;Aku datang segera&quot; ditulis sebanyak 3 kali (ay. 7, 12,
20).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Beberapa pandangan para penafsir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;, Wiliam Barclay menjelaskan bahwa
Kristus sekali lagi mengumumkan kedatangan-Nya yang segera (Wiliam Barclay,
2012). &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, J.J. de Heer mengatakan bahwa topik kedatangan
Tuhan dalam kitab Wahyu 22:6-17 merupakan pemberitahuan Yesus bahwa diri-Nya
akan segera datang ke dunia ( ay.7 dan 12) (J.J. de Heer, 2003) Kedatangan
kembali ini harus dilihat dengan latar belakang penghakiman akhir, di mana
orang benar akan masuk ke dalam sorga kekal dan orang fasik ke dalam kegelapan
yang paling gelap (Mat. 25:31-46). Yohanes sebagai penulis kitab Wahyu adalah
saksi mata. Dengan demikian kesaksiannya tidak didasarkan pada imajinasi
manusia tetapi pada wahyu ilahi. Ia telah mencatat semua yang ia dengar dan
lihat, termasuk tentang Yerusalem baru. Kitab Wahyu memuat penglihatannya
tentang Tuhan Yesus, surat kepada tujuh jemaat, meterai, sangkakala,
malapetaka, penghakiman akhir, dan Yerusalem baru. Yohanes bersaksi bahwa apa
yang telah ia tulis secara pribadi ini sungguh bisa dipercaya (bdk. Yoh. 21:24)
(Simon J. Kistemaker, 2011). Tuhan Yesus akan kembali secara mendadak, dan ada
pahala bagi setiap orang yang menuruti apa yang tertulis dalam kitab ini (Dave
Hagelberg,1997). &lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, Timotius Subekti mengatakan bahwa
Kedatangan Tuhan Yesus yang dimaksudkan dalam Wahyu 22:6-17 adalah pasti sebab
semua nubuat yang dituliskan dalam Kitab Wahyu ini tidak dapat dilepaskan dari
kedatangan-Nya. Karena itu, kalau kita sudah diyakinkan bahwa
perkataan-perkataan ini tepat dan benar, Yesus akan datang segera(ayat 6-7)
(Timotius Subekti, 2019). &lt;i&gt;Keempat&lt;/i&gt;, George L. Baesley Murray dalam
buku ‘Tafsiran Alkitab Abad ke-21 3 Matius-Wahyu’ Mengatakan bahwa kedatangan
Kristus itu merupakan suatu peristiwa yng segera harus terjadi karena Tuhan
datang segera. Yang dimaksud Yohanes disini tidak harus berarti ada pembacanya
terlibat dalam penyembahan malaikat, walaupun hal seperti itu terjadi di
kalangn orang Yahudi , tetapi melaikn terjadi kepda semua orang. &lt;i&gt;Kelima&lt;/i&gt;,
Ray C. Stedman (Petualangn Menjelajahi perjanjian Baru) Yang memgatakan bahwa
kedatangn Allah pada saat itu akan membuat orang kaget karena Allah akan
menginvasi setiap manusia siapa yang ada di pihak-Nya dan siapa yang tidak di
Pihak-Nya dan semua manusia akan menyaksikan seluruh alam semesta sedang lenyap
bagaikan mimpi dan sesuatu yang lain yaitu sesuatu yang tidak pernah
terpikirkan oleh manusia. Lewat kedatangan-Nya itu Allah akan memerintah bersama-sama
dengan orang yang berada di pihak-Nya, untuk menghukum orang yang tidak percaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Kedatangan Tuhan untuk memukul kalah antikrist dan untuk
mendirikan Kerajaan seribu tahun (J.J. de Heer, 2003). Yesus menyatakan dua hal
besar: Pertama, Ia membawa upah bersama-Nya dan membalas pada setiap orang
sesuai dengan perbuatannya. Kedua, Dia adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan
Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir (Wiliam Barclay, 2012). Dengan
demikian kedatangan Tuhan yang dimaksud dalam Wahyu 22:6-17 adalah pasti
bertujuan mengenapkan nubuatan, menyelamatkan orang percaya,memukul kalah
antikrist,dan menghukum orang yang tidak percaya&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/7256797887636847882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/7256797887636847882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/11/kedatang-tuhan-yesus-dalam-wahyu-22.html' title='Kedatang Tuhan Yesus Dalam Wahyu 22'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEioFa3YSdABjQ2hGKXL5lAOt89Oxwt4GP-6A8ONGkHOWl7Aeeh9iry9PoIDACeEKI7VhJWjfXvVMviCUKNePIIT5CvxIy_TcoviwcOmVlZlFOjXRmgSpElffqqMZvH6pM4S6To7PdtoTAGbZ-b70Gya2SAgbPuRDyn1FPoXhfz0keNHo3p-kWtLanHzjQ=s72-w320-h320-c" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-1378973994023610450</id><published>2021-11-18T09:00:00.005+07:00</published><updated>2021-12-17T18:13:54.570+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Mazmur"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Syair"/><title type='text'>Allah Pelindung Orang-orang Saleh  (Mazmur 9)</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Makna Allah Pelindung Orang-Orang Saleh&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;Mazmur 9:1-21&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEg45ORtzmVEnnk0LHSOEnC1Il-d7XNiUnNklbQ83GxeCocq0VJ7EQD_24WBm_oKSZCLE_-vc6PJH_Q3j3tVEiFBFPZXwLiJYGtHsUza-YWmHqp-bJenHqfxmH-U3RiSkoBa8rAX97p8q1Hhle9GU11N8mo5rqOXNeiSdsERDsfJK2iLHb5hzueeT4l3eg=s1920&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Allah pelindung&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEg45ORtzmVEnnk0LHSOEnC1Il-d7XNiUnNklbQ83GxeCocq0VJ7EQD_24WBm_oKSZCLE_-vc6PJH_Q3j3tVEiFBFPZXwLiJYGtHsUza-YWmHqp-bJenHqfxmH-U3RiSkoBa8rAX97p8q1Hhle9GU11N8mo5rqOXNeiSdsERDsfJK2iLHb5hzueeT4l3eg=w320-h320&quot; title=&quot;Allah pelindung orang-orang saleh&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tugas pengganti Mk Kitab Syair&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; font-weight: normal; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Kitab
Mazmur juga merupakan salah satu kitab puisi yang menggambarkan perasaan
seseorang yang paling dalam dan juga menyatakan kebutuhan dan perasaan seluruh
umat Allah. Oleh karena itulah dalam kitab ini juga ada doa-doa yang bersifat
pribadi, ada pula yang bersifat nasional. Salah satu hal yang menarik dalam
puisi Perjanjian Lama ialah puisi akrostik. Dalam kitab Mazmur akrostik yang
paling terkenal ada dalam Mazmur 119. Dan beberapa Mazmur yang memiliki pola
akrostik ialah Mazmur 145, 111, 112, 37, 34, 25 10 dan Mazmur 9. Secara khusus,
Mazmur 9:1-21 akan dibahas secara tersendiri dalam pembahasan kali ini. Lembaga
Alkitab Indonesia memberikan perikop pada Mazmur 9 ini, yaitu “Allah, Pelindung
orang-orang saleh.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Arti Kata-Kata Yang Dipakai&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Beberapa
kata atau frase yang akan dijelaskan yaitu diambil dari beberapa kata dalam
Mazmur 9 di antaranya: pada ayat 1 yaitu kata Mut Laben; ayat 2, ajaib: ayat
12, Sion; ayat 14, gerbang maut; ayat 17 orang fasik, Higayon, Sela; ayat 19,
orang miskin; Pada ayat pertama terdapat kata Mut-Laben. Arti kata ini
sebenarnya tidak diketahu secara pasti, namun dapat dibandingkan dengan Mazmur
46:1; 48:15 dan 1 Taw. 15:20. Secara harafiah diterjemahkan: mati bagi anak
laki-laki dan juga dapat diartikan sebagai lagu tertentu. J. Sidlow Baxter
menjelaskan bahwa arti kata Mut-Laben adalah “maut” dan ben atau bin berarti
anak laki-laki. Jadi arti perkataan itu adalah: kematian bagi anak laki-laki.
Namun ada juga orang yang berpendapat bahwa ben boleh dibaca sebagai beyn dan
hal yang demikian bisa terjadi pada tulisan huruf Ibrani. Dalam hal ini,
Mut-Labeyn berarti kesetiaan bagi orang yang datang di antara. Dan memang
adalah demikian, bahwa kata-kata khusus ini dalam Kitab Targum Yahudi Purba,
“Ucapan syukur, berhubung dengan kematian orang yang berjalan di antara dua
kubu pasukan tentara.” Hal ini juga sebenarnya merujuk pada kematian Goliat (1
Sam. 17:4) yang disebut “orang di antara dua pasukan tentara” (dalam Alkitab
bahasa Ibrani), tetapi dalam LAI diterjemahkan sebagai “seorang pendekar.”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Ayat 2
Ayat ini berisi atau mengandung makna afektif karena ayat ini menggambarkan
sebuah ungkapan seruan Raja Daud kepada Tuhan dalam doa sebuah perjuangan dan
ucapan terima kasih. Terdapat kata yang ajaib, menunjukkan pada perbuatan yang
ajaib dari Tuhan, antara lain adalah melepaskan orang Israel dari tanah
perbudakan di Mesir (Kel. 5-14) dan memberikan manna bagi orang Israel yang
kelaparan di padang gurun) Kel. 16:1-36; Mzm. 78:24-25. Semua itu merupakan
keajaiban-keajaiban yang dibuat oleh Tuhan dengan tujuan untuk menolong orang
yang memerlukan atau yang berada dalam bahaya. Ayat 12, kata Sion yaitu nama
gunung di Yerusalem tempat Bait Allah didirikan. Kata “Sion” pertama kali
disebut dalam 2 Sam. 5:6-9. Ayat ini mengambarkan bagaimana Daud, raja Israel
merebut benteng di puncak bukit yang dikenal sebagai Sion di kota Yerusalem.
Saat itu Yerusalem menjadi milik orang Yebus yang dianggap tidak terkalahkan.
Daud pindah ke Yerusalem dan menjadikannya ibu kota bagi bagi suku-suku Israel
bersatu. Ia memerintahkan agar Tabut Perjanjian disimpan di Gunung Sion, yang
juga dikenal sebagai kota Daud. Ini juga berakaitang dengan Tuhan, Allah Israel
yang digambarkan berdiam di Gunung Sion (9:12; 74:2). Ayat 14, frase “gerbang
maut” yaitu berkaitan dengan masa Perjanjian Lama dimana orang percaya bahwa
setiap orang yang mati pergi ke tempat yang gelap di bawah tanah yang dikenal
sebagai “dunia orang mati” (Ibr. Sheol Mzm. 9:18). Sheol biasanya digambarkan
sebagai tempat yang sangat sepi, dimana tidak ada seorang pun yang mengetahui
atau merasakan apa pun (88:12; 94:17);&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Ayat 17
adanya kata sela. “Sela” adalah tanda yang berhubungan dengan music atau
liturgi, yang tidak juga diketahui artinya. Ada juga yang mengganggap bahwa
kata ini adalah tanda istirahat dalam musik untuk menandai peralihan dalam tema
atau komposisi. Jadi “sela” adalah catatan bagi para biduan dalam mazmur untuk
mereka yang mengiringi nyanyian dengan alat musik. Dalam Alkitab Penuntun Hidup
Berkelimpahan, catatan kakinya menyatakan bahwa “sela” adalah tanda perhentian,
sisipan musik atau puncak musik. “Higayon”, menurut kamus Lembaga Alkitab Indonesia
memiliki arti petunjuk bagi yang memainkan alat musik. Dalam ayat 17 juga
terdapat kata orang Fasik, sebenarnya kata ini juga sejajar dengan musuh-musuh.
Kata musuh dalam pasal 9 ini merupakan orang-orang yang melawan Tuhan dan demi
kepentingan diri sendiri membuat orang lain menjadi korban. Pada dasarnya musuh
di sini tidak ketahui siapa saja mereka. Pemazmur juga tidak menjelaskan secara
pasti hal tersebut. Akan tetapi, inti dari semua itu bahwa pemazmur memanjatkan
doa-doanya memohon kepada Tuhan untuk menghukum musuh- musuh tersebut yang
selalu mementingkan diri sendiri dan tidak bertanggung jawab baik kepada Allah
maupun kepada sesama. Sehiingga doa semacam ini harus dipahami sebagai doa
dalam rangka menuntut keadilan, untuk membela hak para korban, dan Allah yang
melakukan semua itu (3:6-9).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; font-weight: normal; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;





&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; font-weight: normal; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Selanjutnya
ayat 19, kata orang miskin juga termasuk dan sejajar dengan kata orang yang
terinjak (9:10), tertindas (9:13), yang sama-sama merasakan ketidakadilan atau
menjadi korban karena musuh-musuh atau orang-orang fasik yang selalu menindas
kehidupan mereka. sebenarnya pasal 9 dan 10 masih merupakan satu kesatuan dan
merupakan satu mazmur dalam kitab Ibrani. Namun LAI memisahkannya menjadi dua
bagian. Dengan demikian. Adalah masih sangat berkaitan antara pasal 9 dan 10
ini. Orang miskin dalam Perjanjian Lama menunjuk pada orang-orang yang hidupnya
susah (para janda dan yatim piatu), orang-orang yang ditawan dan mengungsi
akibat perang dan orang-orang yang tidak memiliki harta benda (Ul. 15:11; Mzm.
82:3-4). Sebutan orang miskin juga ditujukan kepada orang-orang yang dianggap
rendah, bahkan kepada musuh-musuh Israel. Walaupun demikian Allah sangat
memperhatikan kehidupan orang-orang yang demikian, umat Allah pun harus berlaku
demikian (Ul. 16:9-15).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Perumpamaan yang Dipakai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; font-weight: normal; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Perumpamaan
yang dipakai dalam Mazmur 9 terdapat dalam, ayat 7, dan 16. Kedekatan
perumpamaann yang dipakai kurang lebihnya berkaitan dengan kehidupan
orang-orang fasik yang digambarkan sebagai musuh Allah yang telah Allah
musnahkan bagaikan timbunan puing. Orang-orang fasik samgat mementingkan diri
sendiri, dengan menindas orang lain mereka tidak menyangkal adanya Allah, namun
menyangkal Allah sebagai Hakim yang adil. Oleh karena hal tersebut dengan
merasa kuat dan berkuasa secara semena-mena. Mereka juga diumpamakan sebagai
sesuatu yang terbenam dalam lubang yang mereka buat sendiri yaitu ketidak
adilan yang mereka berikan kepada para korban sehinngga kaki mereka tertangkap
oleh perangkap sendiri. Dengan kata lain, hal senjata makan tuan berlaku bagi
kehidupan mereka dengan kembali pada dunia orang mati (tidak ada gunanya dan
sia-sia). Oleh karena hal tersebut, pemazmur terus menekankan bahwa Allahlah
Pelindung bagi orang-orang saleh yang menjadi Hakim atas mereka sehingga
orang-orang fasik menyadari bahwa mereka hanyalah manusia biasa saja (9:21). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Pemakaian Metafora&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Metafora
yang terdapat dalam Mazmur 9 ini terkandung dalam ayat 5 dan ayat 10. Dalam
metafora yang digambarkan, merupakan gaya bahasa yang digunakan oleh pemaazmur
sendiri. Metefora tidak selalu hanya dipakai dengan menggunakkan istilah
seperti. Namun dapat digunakan secara, tanpa kata “seperti.” Misalnya Mzm 23
“Tuhan adalah gembalaku” merupakan suatu metafora. Dalam pasal 9 ini, Allah
digambarkan sebagai seorang Hakim. Hal ini sekaligus menjadi penekanan bagi
pemazmur bahwa hanya Allah satu-satunya Hakim yang adil. Ketika banyaknya
korban yang ditindas oleh orang-orang fasik yang merasa paling kuat, dan
berkuasa, orang-orang yang miskin, lemah, selalu ditindas dianggap rendah.
Orang-orang seperti inilah yang memperoleh perhatian khusus dari Allah sebagai
Hakim yang adil. Sesungguhnya Allah juga akan menghakimi setiap orang menurut
pertbuatannya termasuk semua orang fasik yang disebut juga sebagai musuh atau
lawan Allah. Ayat 10, Tuhan adalah tempat perlindungan. Maksudnya tidak ada
tempat perlindungann lain selain daripada Allah sendiri. Ini membuktikan bahwa
dunia tidak bisa menjamin keadilan, keamanan bagi orang-orang pada waktu itu,
bahkan sampai sekarang, namun Allah tetap menjadi kekuatan dan gunung batu bagi
orang yang berlindung pada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Kebiasaan dan Budaya Kuno&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; font-weight: normal; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Pada
mulanya kitab Mazmur ditujukkan untuk sekelompok bangsa di Timur Dekat, yaitu
bangsa Israel. Oleh sebab itu maka dalam kitab Mazmur akan ditemukan beberapa
kebiasaan dan ekspresi yang berbeda dengan masyarakat modern. Bahkan yang lebih
penting, adanya kesenjangan teologia yaitu kitab ini ditulis sebelum Yesus
Kristus dilahirkan, disalib dan dibangkitkan, maka kitab ini ditulis dalam
konteks ibadah di bait Allah dan kurban binatang. Perbedaan sosial yang juga
sangat ditekankan. Orang kaya akan semakin kaya dan orang miskin akan semakin
miskin dan berujung pada penindasan, dan perlakuan yang tidak adil. Khususnya
Mazmur 9 ini merupakan penyampaian secara pribadi dalam perasaan dan emosi
kepada Allah dengan seruan agar Allah melakukan keadilan dan menghukum
kejahatan. Orang-orang fasik memiliki perspektif adanya Allah tetapi menyangkal
Allah sebagai Hakim dengan tidak takut akan hal tersebut. Merasa paling bisa
dan mampu serta kuat sehingga mengabaikan pribadi Allah yang adalah
satu-satunya Hakim yang adil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Kesimpulan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; font-weight: normal; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;















&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; font-weight: normal; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Bangsa
Israel mendapat penindasan dari musuh atau bangsa-bangsa lain yang adalah
orang-orang fasik, namun justru Allah sangat memperhatikan kehidupan mereka.
Yang walaupun bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk, tidak menjadi
batasan bagi Allah untuk tetap menunjukkan kasih-Nya. Perlakuan ketidakadilan
orang-orang fasik terhadap orang-orang yang tertindas yaitu para janda, anak
yatim yang selalu direndahkan, dianggap rendah dan lemah merupakan sasaran
kasih Allah. Justru orang-orang seperti inilah yang menjadi pusat perhatian
Allah. Dimana tidak adanya keadilan disitulah Allah akan menjadi Hakim yang
adil dan hanya Dialah yang berbuat demikian, dimana tidak ada tempat untuk
berlindng, hanya Alllahlah satu-satunya tempay perlindungan, karena Dia,
Pelindung orang-orang saleh menurut kasih setia dan rahmat-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;







&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/1378973994023610450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/11/allah-pelindung-orang-orang-saleh.html#comment-form' title='76 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/1378973994023610450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/1378973994023610450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/11/allah-pelindung-orang-orang-saleh.html' title='Allah Pelindung Orang-orang Saleh  (Mazmur 9)'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEg45ORtzmVEnnk0LHSOEnC1Il-d7XNiUnNklbQ83GxeCocq0VJ7EQD_24WBm_oKSZCLE_-vc6PJH_Q3j3tVEiFBFPZXwLiJYGtHsUza-YWmHqp-bJenHqfxmH-U3RiSkoBa8rAX97p8q1Hhle9GU11N8mo5rqOXNeiSdsERDsfJK2iLHb5hzueeT4l3eg=s72-w320-h320-c" height="72" width="72"/><thr:total>76</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-753132240191101216</id><published>2021-11-11T13:53:00.000+07:00</published><updated>2021-11-11T13:53:04.256+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kumpulan khotbah"/><title type='text'>Melakukan Pekerjaan Tuhan Dengan Tepat</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;Melakukan Pekerjaan Tuhan Dengan Tepat&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh8O3r1RydMjLIGCwi4FR79qySi7FGx_Uxh1DEV6EIz6RG4MAMF7Hg1OiWc23-HzcEa_DCY1bZvTWQMS_jvWhu2vu7oOPoxpAleDGIkJok_EAku7dRiKJV0a2GwnY6hPnTmYogzK0selGFzHsCpQ52YsErOkn6KD6jyQNPQ5LLhO5n0Wd2P9twi6r8gwA=s1920&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Melakukan pekerjaan Tuhan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh8O3r1RydMjLIGCwi4FR79qySi7FGx_Uxh1DEV6EIz6RG4MAMF7Hg1OiWc23-HzcEa_DCY1bZvTWQMS_jvWhu2vu7oOPoxpAleDGIkJok_EAku7dRiKJV0a2GwnY6hPnTmYogzK0selGFzHsCpQ52YsErOkn6KD6jyQNPQ5LLhO5n0Wd2P9twi6r8gwA=w320-h320&quot; title=&quot;Melakukan pekerjaan Tuhan dengan tepat&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Siapa
yang tidak kenal tokoh Musa? Musa adalah orang pilihan Tuhan” Musa lahir pada zaman Fir’aun Raja yang kejam yang memaksa bangsa Israel untuk bekerja,
melakukan pekerjaan berat dan berbagai pekerjaan lainnya di padang (Kel
1:13-14).&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Bukan
hanya itu selain Firaun membuat bangsa Israel menderita ia juga memerintahkan
para bidan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;untuk &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;membunuh
&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;semua &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;bayi
laki&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;-laki.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Namun, yang terjadi adalah &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;bangsa
Israel &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;malahan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;semakin
banyak karena Tuhan mengasihi bangsa Israel&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;. Saat peristiwa tersebut terjadi &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;lahirlah
Musa orang pilihan Allah dan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Musa
pun&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; selamat dari kekejaman Firaun&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;. Lalu pada akhirnya &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Musa
diutus Tuhan (Kel&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;
2) &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;untuk &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;membebaskan
bangsa Israel dari perbudakan (Kel&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; 3: 7-10). Meskipun pada awalnya Musa
menolak (Kel 3:11,13)&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;
Musa bukan hanya sekali menolak &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;panggilan
Allah atas dirinya. Bahkan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Musa tawar menawar dengan
&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Allah,&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;
padahal banyak hal ya&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;g
sudah &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;
buat&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;untuk
membuktikan kuasa-Nya kepada Musa dan bangsa Israel (Kel&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; 4:2-9)&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Isi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ketika bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, Allah memerintahkan untuk mendirikan Kemah Suci (Kel. 26).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada
apa dengan&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; Kemah suci&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;, mengapa kemah
suci menjadi sesuatu yang penting? Kemah suci adalah tempat kudus yakni tempat
tinggal Allah, tempat kediaman Allah dengan umat-Nya ditengah-tengah bangsa
Israel. Sarana itu masih dipakai lama sesudah bangsa Israel masuk di tanah
Kanaan. Kemah suci merupakan tempat yang sangat penting terbukti berulang-ulang
Musa diperitahkan Tuhan untuk membuat kemah suci dengan segala ketetapan dan peraturannya,
bahkan bahan-bahan untuk membuat kemah suci dicatat didalam Kel 25:3-7;35:5-9.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Kemah
suci dibangun demi tujuan Allah, dengan demikian kemah suci mempunyai nilai
perlambangan pada zamannya. Lambang itu tentunya merupakan lambang rohani. Dalam
P&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;erjanjian &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;aru&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; dikatakan bahwa &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;emah &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;uci menjadi gambaran apa
yang ada disorga&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Membangun
kemah suci bukan perkara yang mudah tetapi Pekerjaan itu diterima baik oleh
Musa, ia menyelesaikan segala pekerjaan melengkapi &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;emah &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;uci dan bangsa Israel &lt;span style=&quot;mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;melakukan tepat seperti yang diperintahkan
Tuhan kepada Musa &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(Kel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; 39:32). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Dalam
kehidupan kita tentuya kita mempunyai Harapan, cita-cita bukan? Untuk mencapai
cita–cita tersebut tentu ada syarat-syarat atau langkah-langkah yang harus
dilakukan agar apa yang kita harapkan menjadi kenyataan bukan hanya sekedar
angan atau impian. Sama hal kita begitu pula dengan Musa. Untuk membangun kemah
suci ada banyak hal yang harus dilakukan oleh Musa mulai dari: membuat tabut
perjanjian, membuat meja roti sajian, membuat kandil, membuat minyak urapan dan
mezbah ukupan dari wangi-wangian, membuat mezbah korban bakaran, membuat meja
pembasuhan, membuat pelataran,bahkan membuat anggaran biaya untuk mendirikan
kemah suci dan membuat pakaian imam.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Musa
tidak lalai dalam menjalankan perintah Tuhan. Didirikannyalah tiang-tiang
pelataran sekeliling&amp;nbsp; kemah suci dan
mezbah itu dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu demikian
diselesaikan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Musa
pekerjaan itu. Mengapa Musa dapat melakukan tugasnya, tentunya bukan karena
hebatnya Musa&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;, melainkan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;
karena kebaikan Tuhan dan mau memakai hambanya yaitu Musa. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah a&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;pa
yang dilakukan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;oleh &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Musa&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Musa
melakukan tugasnya &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;t&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;epat
seperti &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;pa
yang diperintahkan Tuhan (Kel&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;.
&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;39:1&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;43&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Musa
Melakukan dengan cara Tuhan bukan cara manusia&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Pada
akhirnya Kemuliaan Tuhan menutupi Kemah Pertemuan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Ilustrasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Alkisah ada seorang murid baru yang
diperintah oleh gurunya untuk mengambil air didekat sebuah sumur yang terletak
dibelakang perguruan. Simuridpun tanpa bertanya kemudian bergegas menuju
kebelakang untuk melaksanakan tugas yang diperintahkan. Dengan gembira dia pun
mulai memegang tali dan mengayunkan ember ke dalam sumur, tetapi sampai tali
yang dipegang ditangan hampir tiba diujung, dirasakan embernya tetap kosong
tidak juga menyentuh air di dalam sumur. Maka dia melakukan usaha lebih keras.
Panas yang terik dan usaha sepenuh hati yang dilakukan berkali-kali membuat
keringat mengucur deras membasahi bajunya. Murid itupun mulai merasa kesal dan
jengkel. Dari kejauhan sang guru menyaksikan ulah simurid dengan senyum
sabarnya dihampirilah si murid. Melihat kedatangan gurunya, gurunya bertanya
berapa kali kamu menimba? “sudah berkali-kali lihat saja bajuku sampai basah
kuyup begini” Sang guru bertanya lagi kalau kamu merasa sumur itu kosong,
mengapa kamu harus terus menimba? Kamu marah ya? Kemarahanmu sampai menutupi
kesadaran dan akal sehatmu ya?lihat kesamping sumur itu disana ada kran air.
Tinggal dibuka krannya, airpun mengalir. “Guru suruh kamu mengambil air didekat
sumur, bukan menimba disumur!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Dari
ilustrasi diatas sering kita pun melakukan hal yang sama dengan murid tersebut,
merasa kita sanggup dan mampu untuk melakukan pekerjaan&amp;nbsp; Tuhan atau tugas kita lantas kita bergegas
pergi tanpa kita bertanya dan memperhatikan dengan tepat apa yang diperintahkan
oleh Tuhan, atau apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Kita
semua orang percaya adalah kemah suci tempat kediaman Allah, dengan demikian
kemuliaan Allah tinggal didalam diri kita dan bersama kita, kebenaran ini
memberikan kesadaran tentang tanggung jawab kita yang besar yang perlu terus
menerus mengingatkan kita bahwa kita harus hidup berpadanan dengan hadirat Allah
yang kekal yang berdiam dalam diri kita. Seluruh tindakan kita apakah membawa
kemuliaan atau justru mempermalukan kemah suci berjalan dari Allah, tubuh saya?
Kehidupan dan hati kita dapat menjadi rumah kediaman Kristus, sebagai mana
Allah berdiam didalam kemah suci bangsa Israel pada waktu itu demikian Allah
hadir dalam setiap pribadi kita bukan hanya penguasa alam semesta tetapi hadir
dalam pribadi manusia. Mungkin sulit tuk memahami hal ini Allah yang maha
hadir, maha kudus, dan penuh kasih selalu ada bersama kita. Dia berjanji selalu
menyertai dan menolong kita dalam segala hal, meskipun kita tidak menyadari.
Anugerah Allah dan kasih-Nya yang tak bersyarat sungguh bertentangan dengan
segala sesuatu lainnya yang kita percaya dan harapkan.Yesus yang adalah Allah dan
penguasa hidup kita harus selalu ada dalam setiap ruangan lingkup hidup kita
tanpa terkecuali. Jadi apa yang sudah kita kerjakan untuk Tuhan saat ini.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; A&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;pakah kepercayaan yang
sudah Tuhan berikan bagi kita saat ini sudah kita terima dengan baik seperti Musa
dan selesaikan tepat menurut perintah dan cara Tuhan? Atau cara kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Jika
masih ada dosa, kemarahan bahkan banyak kelalaian dalam kita mengerjakan tugas
kita mari kita belajar dari Musa dan kita terus bangun kehidupan kita, kemah
suci (diri kita) supaya seturut dengan maunya Tuhan serta dengan caranya Tuhan
bukan dengan cara kita. Musa menyelesaikan tugasnya dengan baik bagaimana
dengan kita? Apakah kita melakukan perintah-perintah Tuhan dengan tepat seperti
yang Tuhan mau.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/753132240191101216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/11/melakukan-pekerjaan-tuhan-dengan-tepat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/753132240191101216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/753132240191101216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/11/melakukan-pekerjaan-tuhan-dengan-tepat.html' title='Melakukan Pekerjaan Tuhan Dengan Tepat'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh8O3r1RydMjLIGCwi4FR79qySi7FGx_Uxh1DEV6EIz6RG4MAMF7Hg1OiWc23-HzcEa_DCY1bZvTWQMS_jvWhu2vu7oOPoxpAleDGIkJok_EAku7dRiKJV0a2GwnY6hPnTmYogzK0selGFzHsCpQ52YsErOkn6KD6jyQNPQ5LLhO5n0Wd2P9twi6r8gwA=s72-w320-h320-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-8505173286943030089</id><published>2021-11-05T09:00:00.005+07:00</published><updated>2022-09-19T08:36:07.004+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Wahyu"/><title type='text'>Kitab Terbuka Dalam Wahyu 10</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;Kitab Terbuka Dalam Wahyu 10&lt;/h1&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEghOtAjaMLXZWaIv4rJDKYlrhASyAIp2hHhWAexAlrAOzDB5ikm1fTCPRN2F-CGPiYVjKZgwJRksSS2_zyX3PV9aEKK41T4gO_5j6cFCELplEUCnpKaw17_McwDdicgwttl2IrFAHCAHbJJwsfx-j63e2cHpsolKHGBPDCeOx-yZc-0LQJfzj0pFE3KeQ=s1920&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kitab Terbuka&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEghOtAjaMLXZWaIv4rJDKYlrhASyAIp2hHhWAexAlrAOzDB5ikm1fTCPRN2F-CGPiYVjKZgwJRksSS2_zyX3PV9aEKK41T4gO_5j6cFCELplEUCnpKaw17_McwDdicgwttl2IrFAHCAHbJJwsfx-j63e2cHpsolKHGBPDCeOx-yZc-0LQJfzj0pFE3KeQ=w320-h320&quot; title=&quot;Kitab Terbuka dalam Wahyu 10&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kitab Wahyu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jelaskan dan uraikanlah apa yang dimaksud Kitab Terbuka dalam Wahyu 10:1-11&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: large;&quot;&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: large;&quot;&gt;diambil secara acak dari komentar yang masuk&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Gulungan
kitab kecil dalam Wahyu Pasal 10 dipakai sebanyak 4 kali (10:2, 8, 9, 10).
Tetapi dalam bahasa Yunani: biblaridion adalah sebuah gulungan kitab kecil (&lt;i&gt;a
little scroll&lt;/i&gt;), kata ini dipakai 3 kali (10:2, 9, 10); kata biblion, atau
gulungan (&lt;i&gt;the scroll&lt;/i&gt;) dipakai 1 kali (10:2). Biblaridion menurut makna
aslinya ialah gulungan kitab dengan huruf-huruf kecil, atau disebut gulungan
kitab kecil; dalam seluruh Perjanjian Baru hanya bagian ini saja menyebutkannya
3 kali. Bagian-bagian lain selalu memakai kata biblion, sehingga para penafsir
umumnya mengakui: malaikat kuat yang memegang gulungan kitab kecil itu hanya
membuka sebagian kecil dari kitab itu. Sedangkan kata biblion dalam ayat 8
menunjukkan seluruh gulungan kitab itu. Ada juga orang menganggap gulungan
kitab kecil menunjukkan wahyu dari Pasal 1 hingga 11. Sedangkan gulungan kitab
menunjukkan seluruh Kitab Wahyu (Peter Wongso, 1996). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Tim
Lahaye mengatakan bahwa kitab terbuka yang dimaksud dalam Wahyu pasal 10 adalah
gulungan kitab bermeterai tujuh yang diambil dari tangan Allah oleh tangan
Kristus yang berlubang paku, diberikan kepada malaikat yang kuat, yang kemudian
selanjutnya malaikat itu memberikannya kepada Yohanes. Gulungan kitab kecil itu
adalah pewahyuan baru kepada Yohanes tentang kejadian-kejadian mulai dari saat
itu hingga pasal 19. Karena itu, gulungan kitab itu tentu ada kaitannya dengan
kejadian-kejadian yang akan berlangsung di bumi (Gospel Press, 2006). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Menurut
dave Hagelberg, bahwa kitab terbuka melambangkan tugas Yohanes yang melayani
sebagai nabi Allah yang berbeda dengan rahasia guruh dalam pasall10:4 yang
harus Yohanes segelkan san lain dari gulunhan kitab dalam pasal 5 yang segelnya
hanya boleh dibuka oleh Anak Domba. Kitab terbuka juga merupakan kirab yang
berisi-berisi sisa penglihatan dalam Wahyu 3 dan merupakan penerangan bagi
Yohanes sendiri karena penglihatan yang sisa ini begitu penting&amp;nbsp; Pandangan
ini didukung oleh Wycliffe bahwa kitab terbuka merupakan petunjuk dan
penafsiran untuk pribadi yabg diberikan kepada sang oelihat tentang berbagai
penglihatan yang masih akan terjadi dan yanh masih akan berlanjut hingga
kesudahan yang sempurna bahkan dikatakan bahwa kitab terbuka tersebut adalah
sebuah peaan bentara yang dikirim untuk menyampaikan pengumuman raja, Firman
Tuhan. Isi kitab ini adalah sabda yang dibebankan di atas pundak Yohanes.
Kemudian diperjelas bahwa kitab terbuka memang sengaja dibuka dan tidak
dimateraikan dan dalam bahasa Yunani yakni biblaridion. kata biblaridion hanya
digunakan dalam pasal ini sebanyak 3 kali (Why. 10:2, 9, 10) yang artinya
gulungan kitab kecil. Melalui pengertian ini maka isi kitab ini sulit
dipastikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Jika
memang kata itu diterjemahkan secara harafiah, maka biblaridion itu berisi
sebagian dari tujuan wahyu Allah. Biblaridion menggunakan &lt;i&gt;tense perfect
participle&lt;/i&gt; artinya isi kitab itu menunjukan keabadian tujuan firman Allah.
(sumber: Loren Moris, Tyndale New Testament Commentaries, hal. 134). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Penggunaan
umum mula-mula biblaridion sama dengan kata biblion yang merupakan perpendekan
dari biblos (Gerhard Kittel, Teological Dictionari of the New Testamen, hal.
617). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Meskipun
kitab itu hanya berupa bagian kecil kitab, beberapa teolog enggan mengusulkan
identifikasi khusus dari kitab terbuka tersebut. Namun secara umum berpendapat
bahwa di dalam kitab itu terkandung misteri Injil Allah untuk diumumkan kepada
dunia. Selain itu kitab terbuka itu kadang-kadang dipandang berisi penghakiman
terhadap Israel dan non Yahudi dimana ayat 5-8 mengacu pada kitab Yehezkiel
yang membahas nasib bangsa-bangsa, bahasa, suku/raja (G. K. Beale, GIGTC: the
Book of Relevation, Hal. 526-531).&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/8505173286943030089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/8505173286943030089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/11/kitab-terbuka-dalam-wahyu-10.html' title='Kitab Terbuka Dalam Wahyu 10'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEghOtAjaMLXZWaIv4rJDKYlrhASyAIp2hHhWAexAlrAOzDB5ikm1fTCPRN2F-CGPiYVjKZgwJRksSS2_zyX3PV9aEKK41T4gO_5j6cFCELplEUCnpKaw17_McwDdicgwttl2IrFAHCAHbJJwsfx-j63e2cHpsolKHGBPDCeOx-yZc-0LQJfzj0pFE3KeQ=s72-w320-h320-c" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-1670944398609682059</id><published>2021-10-29T09:12:00.005+07:00</published><updated>2022-09-20T18:17:31.857+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Wahyu"/><title type='text'>Gambaran Binatang dalam Wahyu 13:1-18</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;Gambaran Binatang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;(Why. 13:1-18)&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiy4KW54-tGSSbopoB1vl0mBRuzxU7mVatGb9U1hqMh8VX1ccyZjaUzU2Iu1brnB2cMvrDqhk_7zqnTXcs4KdaOeSqd3h0sAHPIHdUJlAQX6QgyhvKIJ1Q0M7fpLIbqg3bGAhOjs4UF3rj1hPbK8TQx1F2BA6RLNu3xTnjA0FU-lzgPEEM7O8xNUtBluQ=s1920&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gambaran binatang&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiy4KW54-tGSSbopoB1vl0mBRuzxU7mVatGb9U1hqMh8VX1ccyZjaUzU2Iu1brnB2cMvrDqhk_7zqnTXcs4KdaOeSqd3h0sAHPIHdUJlAQX6QgyhvKIJ1Q0M7fpLIbqg3bGAhOjs4UF3rj1hPbK8TQx1F2BA6RLNu3xTnjA0FU-lzgPEEM7O8xNUtBluQ=w320-h320&quot; title=&quot;Gambaran binatang dalam wahyu 13&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kitab Wahyu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Jelaskan apa yang dimaksud dengan simbol binatang yang keluar dari dalam Laut pada Wahyu 13:1-10?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Jelaskan arti dari pemakaian simbol laut pada zaman Kitab Wahyu ditulis?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Jelaskan apa yang dimaksud dengan simbol binatang yang keluar dari dalam Bumi pada Wahyu 13:11-18?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: large;&quot;&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: large;&quot;&gt;Diambil secara acak dari komentar yang masuk&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Para
ahli berpendapat bahwa ini merujuk kepada organisasi keagamaan karena di dalam
pasal 17 kita menemukan perempuan sundal yang naik binatang yang sama. Ada juga
yang berpendapat ini suatu kerajaan, bukannya seorang raja. Binatang ini
membuka mulutnya dan mengucapkan hujatan; menunjukkan bahwa ini bukannya untuk
suatu kerajaan, melainkan gambaran untuk suatu pribadi. Kita perlu memeriksa
dengan teliti perikop Alkitab lainnya tentang antikristus. Jadi, binatang yang
keluar dari dalam laut di dalam Wahyu 13 merupakan gambaran tentang raja akhir
zaman dan kerajaannya. Binatang ini melambangkan Kekaisaran Romawi, yang pada
zaman Yohanes merupakan perwujudan Anti Kristus, sebuah kekuatan dunia yang
menentang pemerintahan Kristus. Binatang itu, kita diberitahu, &quot;membuka
mulutnya untuk mengucapkan hujatan terhadap Allah&quot; (13:6), mencerca
namanya dan tempat tinggal surgawinya. Hal tersebut merujuk pada permulaan
kaisar-kaisar dari Kerajaan Romawi mulai didewakan, pertama dimulai dengan
Julius Caesar, diberi status dewa dan dilakukan penyembahan kepadanya. Selanjutnya
Kaisar Domitianus meminta agar orang-orang memanggilnya sebagai &quot;tuan dan
dewa kami.&quot; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;simbol
binatang yang keluar dari dalam laut pada Wahyu 13:1-10, dimana binatang
pertama yang keluar dari dalam laut adalah Anti-Kristus yang keluar dari antara
bangsa-bangsa yakni kerajaannya dan memiliki sepuluh mahkota dan kekuasaannya
yang besar di antara bangsa-bangsa, dimana Anti-Kristus dipakai oleh iblis
untuk memnerikan kekuatan dan kekuasaan agar setiap orang dapat menyembah
Anti-Kristus dan maksud ini menggambarkan keadaan sebenarnya yang terjadi dalam
pemerintahan Romawi yang membuat patung kaisar agar menyembah san bagi yang
tidak menyembah akan dihukum mati. Jadi, binatang yang keluar dari dalam laut
adalah Anti-Kristus keluar mendirikan kerajaan agar setiap orang menyembahnya
dengan memberikan tanda 666. Tetapi maksud dari ayat ini adalah menggambarkan
kondisi yang terjadi saat itu dan yang akan terjadi tetapi ada pesan kekuatan dan
pengharapan yakni, Anti-Kristus akan dikalahkan oleh kerajaan Kristus. Karena
itu dalam ayat 9 memberikan nasehat atau imbauan kepada jemaat tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Pada
Ayat 1 menunjukkan bahwa binatang itu muncul &quot;dari dalam laut.&quot; Jika
Alkitab menyebut tentang &quot;laut,&quot; itu berarti Laut Tengah, kecuali
jika kata laut itu dipakai sebagai lambang, seperti yang terjadi di sini.
Kadang-kadang &quot;laut&quot; menggambarkan orang banyak-lautan manusia.
Artinya, bahwa antikristus ini bangkit dari antara bangsa di sekitar Laut
Tengah, yaitu sesuai dengan gambaran kebangsaan yang kita lihat dalam pasal
sebelumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Jadi,
arti dari pemakaian simbol laut, sebenarnya menggambarkan dua makna, makna
pertama simbol laut pada penulisan kitab Wahyu adalah simbol yang mudah
ditemukan dan ada disekitarnya karena penulisan kitab wahyu di pulau Patmos di
kelilingi oleh laut dan penerima surat Wahyu juga dikelililingi oleh laut dan
laut adalah jalur perdagangan. Makna keduanya adalah laut yang sebelumnya
dipahami adalah jalur bagi bangsa-bangsa untuk datang ke suatu tempat terutama
kepada ketujuh jemaat menggambarkan bahwa Anti-Kristus akan hadir dengan
kerajaannya di antara bangsa-bangsa dan juga dengan pemakaian simbol ini
memudahkan jemaat untuk memahaminya karena simbolnya ada disekitarnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Binatang
kedua yang dilihat Yohanes ialah yang keluar dari bumi (13:11) dan yang
kemudian ia sebut sebagai nabi palsu (16:13). Ini adalah merujuk kepada paganisme
yang dipersonifikasikan itu sendiri. Dengan parodi yang suram, Yohanes
menggambarkan binatang itu memiliki &quot;dua tanduk seperti anak
domba&quot;—yaitu, ia menyamar sebagai orang pilihan Allah, namun
&quot;berbicara seperti seekor naga&quot; (13:11). Keluarnya binatang ini dari
dalam bumi menunjukkan bahwa dia tidak akan berasal dari lautan manusia,
seperti binatang yang pertama. Artinya, dia tidak akan merupakan orang dengan
kebangsaan campuran; bahwa dia dari dalam bumi (sekitar Palestina) mungkin merupakan
indikasi bahwa dia seorang Yahudi. Ini menunjuk kepada seorang Yahudi murtad
yang, pada masa tiga setengah tahun pertama, akan memimpin Israel untuk
mengadakan perjanjian dengan antikristus dan menipu mereka dengan
menyembunyikan kemurtadannya hingga pertengahan Masa Kesengsaraan, dan baru
pada saat itu dia akan melaksanakan tujuannya dengan menyampaikan kepercayaan
dan perbuatan murtadnya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Jadi,
yang dimaksud dengan binatang yang keluar dari dalam bumi adalah seperti seekor
anak domba tetapi kenyataannya lebih mirip dengan seekor naga yang tugas
utamanya menyebabkan seluruh bumk menyembah binayang pertama yakni Anti-Kristus
dan mereka disebut Imamat Anti-Kristus atau nabi palsu dan mereka menyesatkan
yang diam di bumi menunjuk kepada orang-orang yang tidak mau percaya kepada
Allah. Dan nabi palsu memiliki kuasa untuk mengadakan mukzijat seperti Kristus
dan mereka melakukan penipuan besar terhadap orang-orang dibumi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/1670944398609682059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/1670944398609682059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/10/gambaran-binatang-dalam-wahyu-131-18.html' title='Gambaran Binatang dalam Wahyu 13:1-18'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiy4KW54-tGSSbopoB1vl0mBRuzxU7mVatGb9U1hqMh8VX1ccyZjaUzU2Iu1brnB2cMvrDqhk_7zqnTXcs4KdaOeSqd3h0sAHPIHdUJlAQX6QgyhvKIJ1Q0M7fpLIbqg3bGAhOjs4UF3rj1hPbK8TQx1F2BA6RLNu3xTnjA0FU-lzgPEEM7O8xNUtBluQ=s72-w320-h320-c" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-3633328645506391603</id><published>2021-10-28T15:18:00.000+07:00</published><updated>2021-10-28T15:18:55.964+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kumpulan khotbah"/><title type='text'>Tetap Berharap Kepada Yesus</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;Tetap Berharap Kepada Yesus&lt;/h1&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhiXO-I5sJZcbKAnUETKFIoS0LglApqrJ9DIXT5OemuXZJa4QnFPO80fp2JCkSLB9vbkBKK3oxcL2AaZnrq3I48R-i0lUtuvBtRRmNbnSjaREg7J6wUmbVJfbUZJjRCxfGAbcUHl3uui2gCQjI86UHeyT1987VAoX3YvP_VCfhZX3BEPABNyzuYnwLQ6Q=s1920&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tetap Berharap&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhiXO-I5sJZcbKAnUETKFIoS0LglApqrJ9DIXT5OemuXZJa4QnFPO80fp2JCkSLB9vbkBKK3oxcL2AaZnrq3I48R-i0lUtuvBtRRmNbnSjaREg7J6wUmbVJfbUZJjRCxfGAbcUHl3uui2gCQjI86UHeyT1987VAoX3YvP_VCfhZX3BEPABNyzuYnwLQ6Q=w320-h320&quot; title=&quot;Tetap Berharap Kepada Yesus&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Yohanes 15:1-18&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;p class=&quot;bodytext&quot; style=&quot;margin-bottom: 2.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 2.4pt; margin: 2.4pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: arial; font-size: medium; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;Seorang petani mengolah sawahnya dengan kerja keras tentunya ia
mengharapkan tanah atau sawah yang diolahnya dapat menghasilkan panen yang
baik, bekerja keras merupakan jalan yang harus dilakukan sekalipun itu harus
melewati teriknya matahari dan derasnya hujan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;bodytext&quot; style=&quot;margin-bottom: 2.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 2.4pt; margin: 2.4pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: arial; font-size: medium; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;Pada saat seseorang dalam keadaan sakit tentunya berharap
penyakitnya segera sembuh dengan begitu ia akan pergi kedokter dan berobat. Apakah
itu salah tentunya tidaknya tetapi kesembuhan yang utama itu tentunya datang
dari Tuhan ada beberapa alasan mengapa kita harus tetap berharap pada
Yesus..karena Yesus adalah pribadi yang sempurna dan ketika kita berharap pada
Yesus tak kan pernah mengecewakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;bodytext&quot; style=&quot;margin-bottom: 2.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 2.4pt; margin: 2.4pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: arial; font-size: medium; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;Setiap orang tentu memiliki banyak harapan, lalu pertanyaannya adalah pada
siapa kita berharap?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;bodytext&quot; style=&quot;margin-bottom: 2.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 2.4pt; margin: 2.4pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: arial; font-size: medium; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;Berharap adalah memiliki keinginan supaya
terjadi, menanti dengan sabar keinginan menjadi kenyataan. Harapan juga berarti
keinginan mengapa kita harus tetap berharap pada Yesus atau meletakan
pengharapan kita kepada yesus Karena alasan2 dibawah ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;bodytext&quot; style=&quot;margin-bottom: 2.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 2.4pt; margin: 2.4pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: arial; font-size: medium; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;margin-bottom: 2.4pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 2.4pt; margin: 2.4pt 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: arial; font-size: medium; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;Isi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: arial; font-size: medium; line-height: 115%;&quot;&gt;Hari raya orang yahudi merupakan hari raya yang
penting dan mengharuskan mereka pergi ke Yerusalem, sehingga Yesus hadir juga
di Yerusalem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: arial; font-size: medium; line-height: 115%;&quot;&gt;Kehadiran Yesus disuatu tempat tentu tidak secara
kebetulan, selalu ada hal yang menakjubkan yang Yesus kerjakan termasuk
mukzijat kesembuhan. Demikian hal nya pada saat Yesus hadir di Yerusalem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: arial; font-size: medium; line-height: 115%;&quot;&gt;Betesda dalam bahasa Aram berarti rumah Allah. Karena disebut rumah Allah makanya banyak sekali
orang sakit datang ke tempat itu tentunya berharap mendapat kesembuhan dalam
arti ketika mengalami pergumulan datang saja. Mungkin Banyak orang datang
kesuatu tempat supaya terbebas dari pergumulan atau juga ke rumah Allah tetapi
tidak datang kepada Yesus secara pribadi sehingga kesembuhan itu tidak
diperoleh secara nyata. Di Kolam tersebut banyak orang yang sakit datang
menantikan goncangan air tersebut mengapa banyak orang datang ke tempat itu?
Sebab sewaktu-waktu (ada kalanya) tidak setiap waktu malaikat datang dan
menggoncangkan air itu; barang siapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah
goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya (ayat 4) ada syarat
yang harus dipenuhi dan itu menjadi syarat yang berat&amp;nbsp; atau sulit dilakukan apalagi untuk
orang-orang sakit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: arial; font-size: medium; line-height: 115%;&quot;&gt;Malaikat Tuhan bisa saja datang untuk menggoncangjkan
air tersebut&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: arial; font-size: medium; line-height: 115%;&quot;&gt;Goncangan air tersebut mungkin bisa saja menyembuhkan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: arial; font-size: medium; line-height: 115%;&quot;&gt;Ada syarat yang harus dipenuhi dan ada persaingan yang
sulit untuk dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Butuh orang lain disekitar yang menolong untuk sampai
pada goncangan air tersebu&lt;/span&gt;Orang buta berjalan bisa, tetapi sulit melihat jadi
bagaimana ia tahu air itu bergoncang atau tidak?pada waktu ia berjalan ia bisa
saja terantuk lalu terjatuh dan mungkin menabrak orang jadi mustahil untuk
sampai ke kolam tersebut tepat pada waktu air tersebut bergoncang, pasti orang
yang lain lebih dahulu datang kekolam tersebut. Alasannya:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;color: black; text-align: left;&quot;&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Orang buta berjalan bisa, tetapi sulit melihat jadi
bagaimana ia tahu air itu bergoncang atau tidak?pada waktu ia berjalan ia bisa
saja terantuk lalu terjatuh dan mungkin menabrak orang jadi mustahil untuk
sampai ke kolam tersebut tepat pada waktu air tersebut bergoncang, pasti orang
yang lain lebih dahulu datang kekolam tersebut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Orang timpang ia dapat melihat gocangan air tersebut
tetapi membutuhkan waktu untuk sampai di kolam air yang bergocang tersebut
karena keterbatasannya dalam berjalan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Orang lumpuh mungkin melihat goncangan air tersebut
tetapi ia tidak dapat menuju kolam tersebut karena menggerakkan badannya saja
tidak mampu apalagi berjalan suatu yang mustahil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Pada saat orang sakit itu datang dan menanti goncangan
air tersebut membawa teman atau ada kerabat yang sehat bersama dengan dia bisa
langsung ditolong untuk diturunkan. Tetapi jika dia hanya sendiri karena tidak
diceritakan orang yang mendampinginya. Ini akan menjadi suatu hal yang sulit
untuk dapat mencapai goncangan air tersebut. kesimpulkan menurut hemat pikiran
secara manusia untuk sembuh sepertinya hal yang mustahil; sebab butuh waktu,
butuh orang lain dan butuh kepastian juga kapan air tersebut bergoncang dan
benar-benar dapat menyembuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h3 style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Yesus Melihat
dan Mengetahui Setiap Keadaan Kita (&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Ay. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;5-6)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Di situ ada seorang yang sudah 38 tahun lamanya sakit
(ayat 5) tidak diceritakan ia menunggu diserambi itu selama 38 tahun atau baru
datang dan sama halnya yang lain menantikan goncangan air tersebut. Tetapi yang
jelas sakit yang dirasakan sudah lama dan berbaring disitu kemungkinan lumpuh
karena terbaring di serambi kolam tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;(Ay. 6) Yang menarik disini adalah ketika Yesus melihat orang itu berbaring disitu dan karena Ia Tahu , bahwa ia telah lama dalam keadaan itu
berkatalah Ia kepadanya. Yesus yang adalah Allah
maha tahu bahkan lebih tahu setiap keadaan dan kebutuhan setiap kita tanpa kita
ungkapkan. Namun karena keterbatasan dan keberdosaan kita, kadang kita seolah terpuruk
dan merasa bahwa Tuhan Yesus seolah jauh dari jangkauan kita.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Yesuslah Yang Menjadi Jawaban Bagi Setiap Persoalan (&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Ay. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;7-9)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Kehadiran Yesus ditempat tersebut menjadi cara atau
jalan orang sakit tersebut dapat sembuh, kalau kita membayangkan sakit yang
diderita selama 38 tahun. Tentunya ada rasa kecewa karena penyakit yang dialami
tidak kunjung sembuh dalam hidup orang tersebut. Pada waktu sakit ia pun
berharap ada orang lain yang peduli dan membantu ia untuk sembuh, tetapi tidak
ada yang menolong dan akhirnya seperti kehilangan harapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Pertanyaaan
yang Yesus berikan: Maukah engkau sembuh? itu adalah menjadi sebuah harapan sekaligus
sebuah kepastian yang diberikan oleh Yesus. Bahwa selama 38 sakit masih adakah
kemauan untuk sembuh? Jawab orang sakit itu kepada-Nya “ Tuhan tidak ada orang
yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, sementara aku menuju kolam itu, orang lain sudah turun
mendahului aku (Ekstrim).Ayat 7) merupakan jawaban yang menggambarkan
sebuah kekecewaan namun ketika melihat Yesus orang sakit tersebut melihat &amp;nbsp;ada suatu hal yang berbeda. Makanya ia berani
mengeluhkan keadaannya kepada Yesus sekalipun pada dasarnya ia tidak mengenal
siapa pribadi Yesus tetapi diayat selanjutnya Yesus memberikan kesembuhan&amp;nbsp; yang selama ini ia nantikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Kata Yesus kepadanya: Bangunlah angkatlah tilammu dan
berjalanlah, kesembuhan yang Yesus berikan ajaib karena, ia tidak perlu
menunggu waktu lagi dan pada saat itu juga sembuhlah
orang itu mengangkat tilam dan berjalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Setelah menderita
selama 38 tahun, orang ini telah mengalami kekecewaan yang berkepanjangan,
sebab banyak orang yang sudah menderita terlalu lama kadang tidak lagi
mempunyai harapan untuk sembuh, tetapi orang ini disembuhkan karena tetap
mengharapkan pertolongan dari Allah. Namun, akhirnya kesembuhan datang juga.
Sebagian besar karena lamanya orang ini menderita maka Yesus dengan belas
kasihan, berkenan untuk menolongnya. Jangan sekali-kali kita putus harap bahwa
waktu Allah untuk mengulurkan tangan kepada kita mungkin segera akan datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Sekalipun pada saat
Yesus melakukan mukjizat orang yahudi tidak suka apalagi yang dilakukan pada
hari sabat ini merupakan sebuah kesalahan yang dilakukan oleh Yesus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Yesus dan Kuasa-Nya
Tidak Dapat Dibatasi Oleh Apapun (Ay.&amp;nbsp;10-13)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Orang-orang Yahudi
memiliki peraturan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada hari sabat.
Jika menyangkut nyawa seseorang baru boleh sedangkan untuk menyembuhkan orang
yang sakit selama 38 tahun tentunya tidak langsung berkaitan dengan keselamatan
nyawanya. Yesus bekerja tidak membutuhkan pengakuan dan peraturan manusia,
Termasuk peraturan yang melarang dihari sabat bekerja ataupun melakukan sesuatu
yang bertentangan dengan ajaran yahudi.&amp;nbsp;Sekalipun para pemimpin agama
menentang Yesus dengan keras. Namun bagi Yesus pemulihan seseorang jauh lebih
berharga daripada setiap tradisi. Namun dalam pandangan Yesus&amp;nbsp;penyembuhan
seseorang lebih penting daripada hukum sabat meskipun nyawa orang tersebut
tidak langsung terancam, pastinya Yesus menghendaki kesembuhan orang tersebut.
Kebutuhan seorang yang sakit ialah sembuh dari sakitnya. Kehadiran Yesus
sungguh membawa dan memberikan kesembuhan yang nyata dan terbukti tidak perlu
syarat dan tidak butuh perantara atau peraturan manusia, asal mau datang dan percaya
dengan keyakinan yang penuh maka sembuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Hidup Selayaknya
Setelah Dipulihkan oleh Yesus&amp;nbsp; (Ay.&amp;nbsp;14-18)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Orang yang sudah
disembuhkan berada dalam bait Allah tentunya untuk beribadah atau melayani.
Dengan begitu tidak akan jauh dari Tuhan, yang luarbiasa disini dapat berjumpa
kembali dengan Yesus dan mendapat pesan dari Yesus. Yesus selalu ada dalam
setiap kehidupan semua orang , Yesus mau ketika hidup kita dipulihkan tetap
pada kehidupan kita yang sudah dipulihkan oleh Tuhan. Dengan demikian tidak
kembali kepada kehidupan yang lama kehidupan masalalu yang sakit (secara rohani
maupun jasmani). Supaya hidup kita tetap dalam Dia, ketika kita hidup kembali
kepada masa lalu bisa saja terjadi yang lebih buruk. (Ayat 14-15). Tidak ragu
menceritakan tentang pekerjaan Yesus dan melakukan seperti apa yang yang Yesus
dan Bapa lakukan yaitu Bekerja. Menceritakan perbuatan-perbuatan Yesus yang
ajaib dan berani melakukan apa yang benar dihadapan Tuhan sekalipun mendapat
tantangan atau harus dianiaya. Asalkan itu sesuai dengan kehendak Bapa.&amp;nbsp;
Sepertihalnya Yesus bekerja kitapun harus bekerja sama seperti Bapa sekalipun
dianiyaya karena dianggap menentang peraturan orang Yahudi. (Ayat 16-18).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Yesus menuntut agar
semua orang yang percaya kepada-Nya akan berhenti berbuat dosa; dan orang yang
benar-benar selamat akan berhenti. Sekalipun orang yang benar-benar percaya itu
tidak sempurna dan kadang-kadang bisa gagal, ia akan mengabdi kepada Kristus
sehingga, melalui kuasa Roh Kudus, dosa tidak lagi akan menjadi sifat khas
kehidupan mereka (1Yoh 3:6).&amp;nbsp;Pengharapan Yesus untuk orang yang sudah
dilahirkan baru sungguh bertentangan dengan mereka yang menekankan bahwa orang
percaya akan berbuat dosa terus-menerus dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan
sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Yesus datang
kedunia untuk melakukan kehendak Bapa. Yesus tahu keadaan manusia yang sakit
secara jasmani bahkan mati secara rohani (Rm. 3:23; 6:23) akibat dari dosa.
Yesus mau memulihkan relasi manusia dengan Bapa. Yesus menebus manusia dari
hukuman dosa agar manusia mendapat hidup kekal (Yoh. 3:16-21) sekalipun dunia
tidak menerima bahkan menolak Dia. Kuasa-Nya yang tidak terbatas oleh ruang dan
waktu memungkinkan kita boleh tetap datang kepada-Nya. Kapanpun dan dimanapun
dalam keadaan apapun, untuk melakukan kehendak Bapa&amp;nbsp; karena kasih dan
kepedulian kepada manusia yang berdosa sampai mati dikayu salib sekalipun
seharusnya manusia yang dihukum. Kecacatan, ketidakmampuan, kekurangan fisik
kita bukanlah suatu hal yang dapat menghalangi kita tetap berada dekat-Nya.
Semuanya itu merupakan rancangan Allah. Dia menggunakan setiap
ketidaksempurnaan kita untuk kemuliaan-Nya. Cara Allah mengatasi sesuatu yang
kita sebut &quot;keterbatasan&quot; adalah tidak dengan menghilangkannya, namun
memberkatinya dengan kekuatan serta menggunakannya untuk kebaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Harapan sangat
penting. Namun juga jangan lupa, kepada siapa Anda berharap juga tidak kalah
pentingnya. Maka, jangan salah menaruh harapan. Jika berharap banyak kepada
manusia, kita bisa kecewa. Taruhlah harapan kita hanya kepada Tuhan yang tak
berubah di segala keadaan.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/3633328645506391603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/10/tetap-berharap-kepada-yesus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/3633328645506391603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/3633328645506391603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/10/tetap-berharap-kepada-yesus.html' title='Tetap Berharap Kepada Yesus'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhiXO-I5sJZcbKAnUETKFIoS0LglApqrJ9DIXT5OemuXZJa4QnFPO80fp2JCkSLB9vbkBKK3oxcL2AaZnrq3I48R-i0lUtuvBtRRmNbnSjaREg7J6wUmbVJfbUZJjRCxfGAbcUHl3uui2gCQjI86UHeyT1987VAoX3YvP_VCfhZX3BEPABNyzuYnwLQ6Q=s72-w320-h320-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-9212385015695101817</id><published>2021-10-27T08:50:00.000+07:00</published><updated>2021-10-27T14:28:54.288+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kumpulan khotbah"/><title type='text'>Meresponi Panggilan Allah</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;Meresponi Panggilan Allah&lt;/h1&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgxbCFlG7zkp9vYfX3at2DJa8qD9Qfbc1q6gv379-EROyc37EANMTx1s_uqoXrNLN3-KPXee1qq3rMsI2Yu8J_n8zjgOrCaomFGqTryAbqOguiWioxsPSId4ngBVCx7jysrz47T-4YjJ2GjR0c88sKa-EA6xdPxSST-BcGtguy9gtgUg9xnbeEnonGs-Q=s1920&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Meresponi Panggilan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgxbCFlG7zkp9vYfX3at2DJa8qD9Qfbc1q6gv379-EROyc37EANMTx1s_uqoXrNLN3-KPXee1qq3rMsI2Yu8J_n8zjgOrCaomFGqTryAbqOguiWioxsPSId4ngBVCx7jysrz47T-4YjJ2GjR0c88sKa-EA6xdPxSST-BcGtguy9gtgUg9xnbeEnonGs-Q=w320-h320&quot; title=&quot;Meresponi Panggilan Allah&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Yunus 1:1-17&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pendahuluan&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Apa yang dimaksud dengan respon dan panggilan? respon
berarti reaksi sedangkan panggilan menurut KBBI adalah &lt;span style=&quot;background: white; color: black;&quot;&gt;kata untuk menyebut atau memanggil orang (tempat, barang,
binatang, dan sebagainya), jadi kalau kedua kata tersebut digabungkan maka akan
memiliki arti yaitu reaksi seseorang terhadap sesuatu. Beberapa contoh di dalam
Alkitab mengenai respon terhadap panggilan Allah, diantaranya yaitu Allah
menampakan diri-Nya kepada Musa di gunung Horeb dan mengutus Musa untuk
membebaskan bangsa Israel dari tanah Mesir (Kel 2:23 – 3:22); contoh yang
lainnya lagi yaitu respon Yeremia terhadap panggilan Allah (Yer 1:4-19). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kalper&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Bapak/ibu/sdr/i yang &lt;span style=&quot;background: white; color: black;&quot;&gt;yang menjadi pertanyaan saat ini adalah bagimana respon Yunus terhadap
panggilan Allah untuk menyuarakan pertobatan kepada bangsa Niniwe menurut Yunus
1:1-17?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kalkun&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Bapak/ibu/sdr/i kita akan melihat respon &lt;span style=&quot;background: white; color: black;&quot;&gt;Yunus terhadap panggilan Allah untuk
menyuarakan pertobatan kepada bangsa Niniwe menurut Yunus 1:1-17.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Isi&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Di dalam Perjanjian Lama Allah berkomunikasi dengan
umat-Nya melalui perantaraan para nabi.&amp;nbsp;Sering kali Allah menyerukan
pertobatan kepada umat-Nya melalui perantaraan para nabi tersebut.&amp;nbsp;Seruan
pertobatan merupakan sebuah anugerah yang Allah berikan kepada umat-Nya agar
mereka kembali ke jalan yang benar dan memuliakan Allah. Setiap nabi yang
diutus oleh Allah untuk menyuarakan kebenaran itu, ada yang merespon dengan
postif, tetapi ada juga yang merespon dengan negatif, bahkan ada juga yang
merespon dengan cara melarikan diri dari panggilan Allah tersebut.&amp;nbsp;Seperti
halnya yang dilakukan oleh nabi Yunus, ketika Allah memanggil Yunus untuk
menyuarakan pertobatan kepada orang-orang Niniwe dengan tujuan supaya orang
Niniwe kembali dari perilaku yang jahat kepada jalan yang benar, Yunus
menolaknya. Padahal&amp;nbsp;Allah menghendaki orang Niniwe juga menerima
keselamatan seperti bangsa Israel, hal itu menunjukkan bahwa Allah juga mengasihi
bangsa lain diluar Israel.&amp;nbsp;Namun respon yang diberikan oleh Yunus sangat
berbeda dengan apa yang diharapkan Allah.&amp;nbsp;Yunus melarikan diri dari
panggilan Allah tersebut dan malah pergi ke Tarsis (ay 3), dan bukan ke Niniwe
karena Yunus tidak senang dan marah terhadap Allah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Apakah Allah marah terhadap respon Yunus? Jawabannya adalah
tidak, tetapi Allah memakai banyak cara untuk menyadarkan Yunus. Salah satunya
adalah dengan menurunkan angin ribut ke laut (ay 4), sehingga kapal yang
ditumpangi oleh Yunus untuk melarikan diri ke Tarsis hampir hancur akibat
hantaman badai besar. Walaupun Allah sudah menurunkan angin ribut, dan membuat
banyak penumpang lain menjadi ketakutan, sehingga mereka membuang segala muatan
yang ada di dalam kapal dengan tujuan untuk meringankan kapal tersebut supaya tidak
tenggelam, tetapi Yunus tetap berdiam diri tidak melakukan apapun untuk
membantu, malahan Yunus dengan santainya turun ke bawah dek kapal dan tidur
dengan nyenyak (ay 5). Disini menunjukkan bahwa respon Yunus hanya berdiam
diri. Seperti halnya Yunus yang berdiam diri dalam merespon panggilan Allah
terhadap dirinya, seringkali kita juga melakukan hal yang sama dengan yang
dilakukan oleh Yunus. Ketika orang-orang disekeliling kita sedang membutuhkan pertolongan
dan bantuan, seringkali kita pura-pura tidak tahu dan menutup telinga dan mata
kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;
Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah apakah kita sebagai hamba Tuhan juga
bisa melarikan diri dari panggilan yang sudah Allah berikan?&amp;nbsp;Jawabannya
adalah seperti apa yang dilakukan oleh Yunus, bisa juga terjadi kepada kita hamba
Tuhan pada saat ini, yaitu melarikan diri dari panggilan Allah dalam pelayanan
dan menyia-nyiakan pelayanan yang telah diberikan oleh Allah itu.&amp;nbsp;Mengapa
hal tersebut bisa terjadi?&amp;nbsp;Hal itu bisa saja terjadi, karena respon yang
salah dalam mengartikan panggilan.&amp;nbsp;Hal tersebut terjadi disebabkan oleh karena
para pelayan Tuhan tidak memiliki kedekatan atau hubungan yang intim dengan Allah.
Apa maksudnya memiliki hubungan intim dengan Allah itu? Yaitu kita memiliki
kedekatan dengan Allah. Lalu bagimana caranya? Caranya adalah dengan berdoa,
membaca Alkitab, dan bersaat teduh maka kita akan memiliki kedekatan dengan
Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Bapak/ibu/sdr/i jika kita mengaku sebagai para pelayan
Tuhan, tetapi kita jarang berdoa, membaca Alkitab dan bersaat teduh, maka kita
harus mengevaluasi diri kita. Apakah benar Tuhan memanggil kita sebagai
pelayanan-Nya atau tidak. Ketika kita tidak memiliki hubungan yang intim dengan
Allah, maka suatu saat kita pun akan memiliki respon seperti yang dilakukan
oleh Yunus, yaitu meninggalkan panggilan Allah, tatkala badai masalah
menghampiri kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Penutup&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Bapak/ibu/sdr/i sungguh meninggalkan panggilan Allah adalah
hal yang sangat berbanding terbalik dari sikap seorang pelayan Tuhan yang
seharusnya taat pada Allah yang telah memanggilnya untuk menyatakan rencana
Allah bagi dunia ini.&amp;nbsp;Seharusnya kita sebagai hamba Tuhan memiliki respon
yang benar terhadap panggilan Allah dalam diri kita, sehingga kita dapat
memberi teladan kepada jemaat yang kita layani, sehingga jemaat bisa terdorong
untuk hidup benar dihadapan Allah.&amp;nbsp;Sehingga jemaat juga bisa menjadi agen
perubahan dan pembawa damai bagi orang-orang yang ada dilingkungannya.&amp;nbsp;Dengan
begitu rencana Allah untuk mendatang damai sejahtera di bumi ini bisa
terjadi.&amp;nbsp;Dan pada akhirnya kerajaan Allah di bumi semakin disebarkan
luaskan dan nama Tuhan semakin dipermuliakan.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/9212385015695101817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/10/meresponi-panggilan-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/9212385015695101817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/9212385015695101817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/10/meresponi-panggilan-allah.html' title='Meresponi Panggilan Allah'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgxbCFlG7zkp9vYfX3at2DJa8qD9Qfbc1q6gv379-EROyc37EANMTx1s_uqoXrNLN3-KPXee1qq3rMsI2Yu8J_n8zjgOrCaomFGqTryAbqOguiWioxsPSId4ngBVCx7jysrz47T-4YjJ2GjR0c88sKa-EA6xdPxSST-BcGtguy9gtgUg9xnbeEnonGs-Q=s72-w320-h320-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-510195062912353960</id><published>2021-10-25T11:59:00.002+07:00</published><updated>2021-12-18T08:38:58.518+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Daniel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kumpulan khotbah"/><title type='text'>Allah Menolong Umat-Nya </title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: large;&quot;&gt;Allah Menolong Umat-Nya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjuRCZBeC8gRd_4YDXV7tibiQ7ptZK_x9i3YKFRjqawlKBtZCBgOt63EsjZVz3qYgTjRA7IKmaJ5y_ve3jOSCPNSfskf8OIEW1Zo5i9AyTCDJqqY8y31pEEu1rpsPgsFehQc2b9Wynz5IMyLrDRrgA2yR6SNhEKC_vp0rj8z6DCkI_dZhrylHO00ejmSg=s1920&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Daniel 2:1-49&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjuRCZBeC8gRd_4YDXV7tibiQ7ptZK_x9i3YKFRjqawlKBtZCBgOt63EsjZVz3qYgTjRA7IKmaJ5y_ve3jOSCPNSfskf8OIEW1Zo5i9AyTCDJqqY8y31pEEu1rpsPgsFehQc2b9Wynz5IMyLrDRrgA2yR6SNhEKC_vp0rj8z6DCkI_dZhrylHO00ejmSg=w320-h320&quot; title=&quot;Daniel 2:1-49 (Allah Sang Penolong)&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Daniel 2:1-49&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Pendahuluan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Kata penolong menurut KBBI memiliki arti yaitu&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;background: white; color: #202124;&quot;&gt;orang yang menolong.&amp;nbsp;&lt;b&gt;Arti&lt;/b&gt;&amp;nbsp;lainnya dari&amp;nbsp;&lt;b&gt;penolong&lt;/b&gt;&amp;nbsp;adalah alat dan sebagainya untuk menolong. Di dalam Alkitab banyak sekali contoh-contoh pertolongan Allah kepada umat-Nya, salah satunya adalah ketika Bangsa Isarel sedang dikejar oleh pasukkan Firaun, Allah memakai Musa untuk membelah Laut Tebarau sehingga Bangsa Israel dapat terluput dari pengejaran tentara Firaun (Kel 14:15-30). Kemudian di dalam PB kita juga bisa melihat pertolongan yang Tuhan berikan kepada Saulus, ketika dia hendak menganiaya umat Tuhan, dan dalam perjalanan ke Damsyik Tuhan membuat matanya buta, lalu menolong dia untuk kemudian bisa melihat kembali melalui pertolongan Ananias (Kis. 9:1-18).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background: white; color: #202124;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Kalper:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Bapak/ibu/sdr/i yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;background: white; color: #202124;&quot;&gt;bagaimana Allah menolong umat-Nya menurut Daniel&amp;nbsp;&lt;/span&gt;2:1-49?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Kalkun:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Bapak/ibu/sdr/i ada 3 hal yang Allah lakukan untuk menolong umat-Nya menurut Daniel 2:1-49.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Isi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Jenis sastra yang dipakai dalam&amp;nbsp;Kitab Daniel&amp;nbsp;adalah&amp;nbsp;apokaliptik, yang&amp;nbsp;berarti ‘penyataan&amp;nbsp;atau&amp;nbsp;penyingkapan’. Dalam nubuat apokaliptik, peristiwa-peristiwa yang akan datang disingkapkan. Nubuat Daniel dimulai dengan keadaannya di&amp;nbsp;Kerajaan Babel dan hubungannya dengan raja-raja Babel atau Persia.&amp;nbsp;Nubuat apokaliptik diberikan dalam bentuk-bentuk&amp;nbsp;simbolis.&amp;nbsp;Inti dari tulisan apokaliptik dalam Kitab Daniel yaitu mengajak para pembacanya untuk tetap bertahan di dalam penderitaan yang sedang dialami, karena di dalam penderitaan yang berat sekalipun ada pengharapan yang diberikan oleh Allah kepada umat-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Allah memberi keberanian kepada Daniel (Ay. 16)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Di dalam ayat yang pertama sampai dengan yang ketiga belas, dijelaskan mengenai mimpi Raja Nebukadnezar, dan raja meminta kepada semua orang bijaksana yang ada di wilayah kerajaannya untuk mengartikan mimpinya tersebut. Sebagai imbalannya raja akan memberikan hadiah dan kehormatan yang besar dari raja, tetapi sebaliknya jika tidak bisa mengartikan mimpinya, maka merka akan dihukum mati dengan cara dipenggal dan rumah-rumah mereka akan dirobohkan (ay 5). Tetapi apa yang terjadi? Tidak ada satu orang bijaksanapun yang dapat mengartikan mimpi raja Nebukadnezar tersebut, dan hal itu membuat raja menjadi marah, sehingga raja memerintahkan kepada Ariokh untuk membunuh semua orang bijaksana yang ada di Kerajaan Babel. Oleh karena titah raja itulah, Daniel dan kawan-kawannya juga terancam akan dibunuh (ay 13). Akan tetapi Allah memberikan keberanian kepada Daniel untuk datang menghadap raja supaya diberikan waktu untuk memberitahukan arti dari mimpi raja tersebut (ay 16). Disini kita bisa melihat bagaimana Allah memberikan keberanian kepada Daniel untuk datang menghadap raja, dimana semua orang sedang dilanda ketakutan dan kecemasan menanti menerima hukuman yang akan mereka terima dari raja Nebukadnezar. Resiko yang dapat diterima Daniel yaitu bisa saja raja yang sedang marah menolak untuk menerima Daniel dan bahkan Daniel sendiri yang akan menerima hukuman yang pertama, tetapi disini kita melihat Daniel mengambil resiko tersebut. Keberanian Daniel untuk menghadap raja itu bukanlah berasal dari dirinya sendiri tetapi berasal dari Allah. Allah memakai Daniel untuk menjadi penolong bagi banyak orang. Kita bisa membayangkan seandainya Daniel tinggal diam dan tidak datang menghadap raja, pasti semua orang bijaksana yang ada di Kerajaan Babel akan musnah, termasuk Daniel dan kawan-kawannya. Hal itu akan menimbulkan kesedihan dan penderitaan bagi keluarga-keluarga mereka juga. Dari hal ini kita diajarkan untuk berani bertindak dan melakukan kebenaran, bukan hanya berdiam diri dan jadi pentonton (atau istilahnya cari aman).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 28.08px; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 28.08px; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 28.08px; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Allah menyingkapkan rahasia mimpi Nebukadnezar kepada Daniel (Ay. 19)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Apa yang dilakukan Daniel setelah menghadap raja? Apakah hanya tinggal berdiam diri saja atau bagaimana? Langkah yang diambil oleh Daniel ketika sudah menghadap Raja Nebukadnezar adalah memohon belas kasihan Allah untuk menolongnya (ay. 18). Bagaimana cara Daniel memohon belas kasihan Allah? Yaitu melalui doa, sehingga Allah menyingkapkan rahasia mimpi Nebukadnezar kepadanya (ay. 19). Kita tahu bahwa Daniel memiliki hubungan yang baik dengan Allah, 3x dalam sehari Daniel berdoa dan memuji Allah (Dan. 6:10-11). Setiap permasalahan yang dialami oleh Daniel, selalu dia sampaikan kepada Allah. Lalu pelajaran apa yang dapat kita ambil dari hal ini? Seperti Daniel yang memiliki hubungan baik dengan Allah melalui doa, kita pun diajak untuk meneladani sikap Daniel tersebut, yaitu memiliki hubungan doa yang baik dengan Allah, karena melalui doa semua beban yang sedang kita alami bisa kita ceritakan kepada Alllah. Dengan memiliki kehidupan doa yang baik, maka kita akan mendapatkan ketenangan dan damai sejahtera, karena kita tahu bahwa&amp;nbsp;&lt;i&gt;‘doa mengubah segala sesuatu’&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 28.08px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Allah melimpahkan berkat-Nya (Ay. 48-49)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Pertolongan ketiga yang Allah berikan kepada umat-Nya adalah Allah melimpahkan berkat-Nya (48-49). Setelah Daniel menjelaskan arti dari mimpi Raja Nebukadnezar (ay 29 – 45), maka Daniel mendapatkan berkat yang melimpah dari raja. Melalui Daniel juga akhirnya Raja Nebukadnezar mengakui bahwa Allah yang Daniel sembah adalah Allah yang lebih unggul dari allah-allah lain, dan Raja Nebukadnezar memandang Allah Daniel sebagai Raja yang harus dihormati (ay 47). Dari hal ini kita melihat bahwa Allah dapat memakai banyak cara supaya orang-orang melihat kebesaran-Nya bahwa Allah lah yang berkuasa dan berdaulat atas dunia ini dan segala sesuatu yang terjadi di dalamnya ada di dalam tangan-Nya. Pelajaran lain yang dapat kita petik dari kisah Daniel ini juga bahwa Allah merupakan sumber berkat, oleh karena itu kita diajarkan untuk mempercayai-Nya dengan sepenuh hati bahwa kehidupan kita Allah akan pelihara, jangan kita takut dan khuatir akan pemeliharaan Allah dalam kehidupan kita. Dan sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus, seharusnya kita pun menjadi berkat bagi orang lain dimanapun kita berada tanpa terkecuali, dan bukan menjadi batu sandungan, sehingga melalui kehidupan kita banyak orang bisa mengenal Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi, dan nama Tuhan dipermuliakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;line-height: 36px; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Penutup&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Bpk/ibu/sdr/i dalam Daniel 2:1-49 ada 3 hal yang dilakukan Allah untuk menolong umat-Nya, yaitu pertama, Allah memberikan keberanian. Kedua, Allah menyingkapkan rahasia dan ketiga, Allah melimpahkan berkat-Nya. Tema renungan kita pada hari ini adalah Allah sang penolong umat-Nya dan di dalam nats pembimbing&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 27px;&quot;&gt;&amp;nbsp;yang terambil dari Mazmur 121:2&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;mengatakan ‘&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 24px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi’. Hal ini menegaskan kepada kita bahwa jika kita berdiri pada jalan Tuhan, maka Tuhanlah yang akan menjadi penolong kita... Amin.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/510195062912353960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/10/allah-menolong-umat-nya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/510195062912353960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/510195062912353960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/10/allah-menolong-umat-nya.html' title='Allah Menolong Umat-Nya '/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjuRCZBeC8gRd_4YDXV7tibiQ7ptZK_x9i3YKFRjqawlKBtZCBgOt63EsjZVz3qYgTjRA7IKmaJ5y_ve3jOSCPNSfskf8OIEW1Zo5i9AyTCDJqqY8y31pEEu1rpsPgsFehQc2b9Wynz5IMyLrDRrgA2yR6SNhEKC_vp0rj8z6DCkI_dZhrylHO00ejmSg=s72-w320-h320-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-3190556412828128632</id><published>2021-10-20T17:14:00.001+07:00</published><updated>2021-10-24T21:57:42.075+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Gereja Indonesia"/><title type='text'>Perkembangan Pekabaran Injil di Wilayah Indonesia Timur</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;Perkembangan Gereja-Gereja di Wilayah Indonesia Timur&lt;/h1&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgTQWErEG6XpCvbDaPxEUhm7V-BD94WNblE7m1Rbxl-aQik42JYlwp8GiSS77mS0AfRhDK_6YOcPJqsVV0riej4UWkdGlt4jU9M4OyZeR6sgdiHanWCPpKCXAmd0gIVWWmX0qn2Gx2Tkw5KgTW9llkkeGqBWtnAkbv3wTXl8ZQOMkRbStjS4uuvSsfvdw=s1920&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perkembangan Pekabaran Injil&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgTQWErEG6XpCvbDaPxEUhm7V-BD94WNblE7m1Rbxl-aQik42JYlwp8GiSS77mS0AfRhDK_6YOcPJqsVV0riej4UWkdGlt4jU9M4OyZeR6sgdiHanWCPpKCXAmd0gIVWWmX0qn2Gx2Tkw5KgTW9llkkeGqBWtnAkbv3wTXl8ZQOMkRbStjS4uuvSsfvdw=w320-h320&quot; title=&quot;Perkembangan Pekabaran Injil di Wilayah Indonesia Timur&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;SGI&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Jelaskan Pekabaran Injil di Pulau Halmahera beserta tokoh-tokohnya?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Jelaskan Pekabaran Injil di Minahasa beserta tokoh-tokohnya?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Jelaskan Pekabaran Injil di Papua beserta tokoh-tokohnya?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Catatan:&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 18.4px; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Jawaban masing-masing minimal 3 paragraf dan&amp;nbsp;masuk paling lambat hari Sabtu, 23 Oktober 2021, pukul 21.00 WIB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;h3 style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Diambil dari komentar yang masuk secara acak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Pekabaran Injil di Pulau Halmahera&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Halmahera
merupakan pulau terbesar yang ada di Maluku Utara. Pada masa sekarang ini
jumlah penduduk Halmahera kira-kira separuh jumlah penduduk seluruh Maluku
Utara. Masyarakat di pulau-pulau kecil lepas pantai pada abad ke-15 sudah masuk
agama Islam, bahkan sudah mendirikan kerajaan Islam, seperti kesultanan Ternate
dan Tidore. Penduduk Pulau Halmahera juga sebagian sudah masuk ke agama Islam. Suku-suku
terbesar yang ada di Halmahera, yakni suku Galela dan Tobelo, tinggal di Bagian
Utara yang merupakan daerah yang berpenduduk paling padat. Selama 35 tahun
pertama segala kegiatan pekabaran Injil berlangsung di daerah Utara itu, lalu
meluas ke daerah lainnya. Pekabaran Injil di Halmahera dilakukan oleh Badan
Misi &lt;i&gt;UZV&lt;/i&gt; pada tahun 1864. Para pekerja Badan Misi &lt;i&gt;UZV&lt;/i&gt; yang
melayani di Irian Barat pada waktu itu dialihkan ke Maluku Utara dalam hal ini
Pulau Halmahera. Pada tanggal 19 Juli 1866, 3 orang Pekabar Injil &lt;i&gt;UZV&lt;/i&gt;
tiba di Galela. Di antaranya yaitu 2 orang &lt;i&gt;zendeling&lt;/i&gt; dan satu orang &lt;i&gt;zendeling&lt;/i&gt;
tukang bernama H. Van Dikjen, untuk menunjang Pekabaran Injil yang dilakukannya,
ia sambil bekerja di bidang pertanian. Lalu, pada tahun 1873 ia ditahbiskan
menjadi &lt;i&gt;zendeling&lt;/i&gt; berwenang penuh. Van Dikjen memiliki semboyan yaitu melalui
pekerjaannya sebagai petani ia mau mempengaruhi orang Galela, sehingga mereka dapat
menerima Injil. Dalam pekerjaan misinya ia mendapat bantuan besar dari istrinya
yang merupakan seorang Kristen dari Ternate bernama M. Soentpiet. Pada tahun
1897 di kalangan suku Tobelo tumbuh gerakan perlawanan terhadap Kesultanan Ternate,
yang telah membuang Hangaji (kepala suku) Tobelo, satu-satunya kepala suku yang
bukan Islam. Zendeling A. Hueting, yang baru saja menetap di Tobelo (1897),
berhasil meredakan keadaan. Akibatnya, pada tahun 1898 terjadi gerakan orang-orang
dari Suku Tobelo yang masuk ke Agama Kristen di daerah itu. Dalam tahun-tahun
sesudahnya pekerjaan zending meluas juga ke distrik-distrik lain tetapi di situ
kemajuan tidak secepat di Tobelo. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Pekabaran Injil di Minahasa&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Masuknya
agama kristen di tanah Minahasa mempunyai sejarah panjang. Pada tahun 1563
Kekristenan pertama kali datang di Minahasa. Dan di bawa oleh missionaries
Katolik dari Portugis. Pada tahun ini juga, mereka membaptis sekitar 1500 orang
Minahasa. Pada tahun 1570 Perang antara Portugis dan Ternate , yang membuat
pekabaran injil ke wilayah lain di minahasa menjadi terhambat. Sehingga wilayah
lain di sekitarnya beberapa wilayah di Sulawesi Utara tidak diinjili. Pada
tahun1831, 12 Juni Dua misionaris Jerman yang dididik di Belanda, yaitu Johann
Friedrich Riedel dan Johann Gottlieb Schwarz tiba di daerah Minahasa untuk
memberitakan Injil. Tahun 1817 Joseph Kam datang ke Minahasa untuk pertama
kali, kontribusinya adalah menyarankan para missionaries agar menginjili di
Minahasa. 1875, jemaat Protestan di Minahasa dialihkan ke suatu sinode Gereja
Protestan yang disebut GPI (Gereja Protestan Indonesia) atau &lt;i&gt;The
protestantsche Kerk In Nedherlandsch Indhie&lt;/i&gt;. Dibawah kepengurusan GPI,
gereja di Minahasa semakin bertumbuh, banyak penginjil dan pendeta asal
Minahasa yang kemudian menginjili di wilayah Indonesia Barat dan Tengah. 1880
Lebih dari 80% dari populasi Suku Minahasa telah dibaptis dan banyak dari Suku
Minahasa telah menjadi hamba Tuhan, namun begitu gereja di Minahasa masih
dibawah pengawasan GPI. Pada 30 September 1934 Jemaat Protestan di Minahasa
terlepas dari Gereja induknya, &lt;i&gt;The protestantsche Kerk In Nedherlandsch Indhie&lt;/i&gt;
(Gereja Protestan Indonesia), lalu berubah nama menjadi GMIM pada tahun 1942, dan
A. Z. R. Wenas, menjadi ketua Sinode pertama yang berasal dari orang Minahasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Pekabaran Injil di Papua&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Pekabaran
Injil di Papua Di Belanda seorang pendeta Protestan (yang pernah menjadi imam
Katolik) berdarah Jerman, bernama Johannes Evangelist Gossner termasuk salah
seorang yang memikirkan secara serius upaya proselitisasi. Gossner yang dalam
buku hariannya mengaku telah bertobat dari Kristen pencerahan kepada Kristen
Pietis, bersama rekannya Otto G. Heldring, membuat berbagai kebaktian
kebangunan rohani bertajuk ‘Kebangkitan’ di berbagai gereja-gereja di Belanda
pada Juli 1837. Gossner dan Heldring mengatakan akhir zaman dan masa kerajaan
surga akan dating, jika semua tempat di muka bumi sudah mendengarkan Injil,
mereka merujuk secara harfiah Injil Matius 24:14 yang mengatakan bahwa
“...Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi
semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya”, Propaganda ini berjalan
dengan sukses. Ada banyak anak-anak muda yang diyakinkan untuk menjalani
kehidupan saleh dan bersedia menjadi misionaris ke berbagai belahan bumi. Di
antara sekian banyak pemuda yang menyerahkan dirinya untuk menjadi misionaris yaitu
Carl Wilhem Ottouw dan Johann Geissler adalah dua orang di antaranya. Ottouw
dan Geisler membuka pintu bagi kedatangan berbagai badan misi lain ke tanah
Papua. Secara masif dan programatik berturut-turut &lt;i&gt;Utrech Society of Mission&lt;/i&gt;
(&lt;i&gt;Utrechtse Zendings Vereniging&lt;/i&gt;) dari negeri Belanda, misalnya,
mengirimkan tenaga misionaris ke Papua pada tahun 1863. Perjalanan misi Injil
dan dagang Ottow dan Geissler juga membuka jalan bagi dibangunnya pos
pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1898 di Manokwari dan Fakfak. Dengan
berdirinya pemerintahan Hindia Belanda kehidupan beragama Kristen menjadi
teregulasi di bawah aturan negara. Segala bentuk kebudayaan Papua yang dianggap
tidak sesuai dengan kultur Kristen Barat dilarang. Selain badan-badan misi
tersebut, masih ada badan misi lainnya yang melayani di Papua. Seperti misi
Katolik&amp;nbsp; yaitu &lt;i&gt;Missionaries of Sacred
Heart Jesus&lt;/i&gt; (MSC) pada tahun 1902, dan &lt;i&gt;Christian and Missionary Alliance
of America&lt;/i&gt; (CAMA) pada tahun 1939.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/3190556412828128632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/10/perkembangan-pekabaran-injil-di-wilayah.html#comment-form' title='33 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/3190556412828128632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/3190556412828128632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/10/perkembangan-pekabaran-injil-di-wilayah.html' title='Perkembangan Pekabaran Injil di Wilayah Indonesia Timur'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgTQWErEG6XpCvbDaPxEUhm7V-BD94WNblE7m1Rbxl-aQik42JYlwp8GiSS77mS0AfRhDK_6YOcPJqsVV0riej4UWkdGlt4jU9M4OyZeR6sgdiHanWCPpKCXAmd0gIVWWmX0qn2Gx2Tkw5KgTW9llkkeGqBWtnAkbv3wTXl8ZQOMkRbStjS4uuvSsfvdw=s72-w320-h320-c" height="72" width="72"/><thr:total>33</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-1488336592065162765</id><published>2021-10-19T16:16:00.003+07:00</published><updated>2021-10-19T16:16:58.152+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Syair"/><title type='text'>Bentuk &amp; Ciri Khas Puisi Perjanjian Lama</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;Bentuk &amp;amp; Ciri Khas Puisi PL&lt;/h1&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjDryTPSoNkjXUsRxLs8ey7rYH-r8_TxVz7z6rY-Zk1XrTovEQrIZCBvBGUx2RuO2uvOTgdfqUQjQ8SuBc_T2owzh8ZrPrW1nxfx_1f9gQF6aY_yDY_2WflRs12guXWlNtXi3PIRg1eLp7J2gO_Cb5pmJ-7O8mfEtHKJoBFXHqLt8Wqk8GGrYsWvOdOdQ=s1920&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Bentuk &amp;amp; ciri khas puisi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjDryTPSoNkjXUsRxLs8ey7rYH-r8_TxVz7z6rY-Zk1XrTovEQrIZCBvBGUx2RuO2uvOTgdfqUQjQ8SuBc_T2owzh8ZrPrW1nxfx_1f9gQF6aY_yDY_2WflRs12guXWlNtXi3PIRg1eLp7J2gO_Cb5pmJ-7O8mfEtHKJoBFXHqLt8Wqk8GGrYsWvOdOdQ=w320-h320&quot; title=&quot;Bentuk &amp;amp; ciri khas puisi PL&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kitab Syair PL&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-weight: normal;&quot;&gt;Puisi Perjanjian Lama memiliki bentuk dan ciri khas yaitu memakai bahasa kiasan dan adanya paralelisme. adapun bahasa kiasan yang sering dipakai adalah perumpamaan, hyperbola dan personifikasi. sedangkan bentuk paralelisme yang sering digunakan ada 6 jenis yaitu persamaan yang sinonim, berlawanan, memadukan, simbolis, memnuncak dan yang terbalik susunannya. berkaitann dengan bentuk dan ciri khas puisi dalam Perjanjian Lama tersebut, silahkan jawab pertanyaan berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-weight: normal;&quot;&gt;Penggunaan bahasa kiasan: Berikan masing-masing 5 contoh dari penggunaan perumpamaan, hyperbola dan personifikasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-weight: normal;&quot;&gt;Paralelisme: cari masing-masing 5 contoh dari penggunaan paralelisme: sinonim, berlawanan, memadukan, simbolis, memnuncak dan yang terbalik susunannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Catatan: jawaban disampaikan dikolom komentar &amp;amp; paling lambat 31 Oktober 2021, Pukul 21.00 WIB&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Hasil Test Pengganti UTS Kitab Syair &amp;amp; Puisi&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190128 = 90&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190106 = 82&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190109 = 68&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190103 = 66,5&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190102 = 65&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190121 = 65&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190107 = 63,5&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190108 = 62,5&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190122 = 62&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190115 = 62&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190124 = 62&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190125 = 60&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190113 = 56&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190117 = 55&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190112 = 55&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190130 = 54&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190123 = 53&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190132 = 52&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190129 = 52&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190105 = 47,5&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190131 = 47&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190127 = 47&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190101 = 44&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190126 = 36&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190104 = 33&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190120 = 23&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;NIM: 20190116 = 14&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;PENGUMUMAN:&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bagi mahasiswa yang mendapatkan nilai 60 ke bawah, silahkan jawab pertanyaan di atas, trims &amp;amp; GBU&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/1488336592065162765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/10/bentuk-ciri-khas-puisi-perjanjian-lama.html#comment-form' title='39 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/1488336592065162765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/1488336592065162765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/10/bentuk-ciri-khas-puisi-perjanjian-lama.html' title='Bentuk &amp; Ciri Khas Puisi Perjanjian Lama'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjDryTPSoNkjXUsRxLs8ey7rYH-r8_TxVz7z6rY-Zk1XrTovEQrIZCBvBGUx2RuO2uvOTgdfqUQjQ8SuBc_T2owzh8ZrPrW1nxfx_1f9gQF6aY_yDY_2WflRs12guXWlNtXi3PIRg1eLp7J2gO_Cb5pmJ-7O8mfEtHKJoBFXHqLt8Wqk8GGrYsWvOdOdQ=s72-w320-h320-c" height="72" width="72"/><thr:total>39</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-3100975493573607397</id><published>2021-10-15T08:30:00.001+07:00</published><updated>2021-10-20T12:45:55.986+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Gereja Indonesia"/><title type='text'>Perkembangan Gereja-Gereja di Pulau Jawa</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;Perkembangan Gereja-Gereja di Pulau Jawa&lt;/h1&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgZdVd863zrBCWdjjivXcrHEF_WCwlL_1DnTZZ5i9wBeBgUPqqW1przkUneIZUCo-840EVuDByXmmdJTacP9Vn3B9y20-lUXQEdZh6_KDkRvqjyrkEe6FNI2pmJRTqBoijYyv8RSevdLJROYtv6FC1jGb1PVHAQ1Xs7dNzdcBsze9Mryii2XazN1NpRLQ=s1920&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perkembangan gereja-gereja&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgZdVd863zrBCWdjjivXcrHEF_WCwlL_1DnTZZ5i9wBeBgUPqqW1przkUneIZUCo-840EVuDByXmmdJTacP9Vn3B9y20-lUXQEdZh6_KDkRvqjyrkEe6FNI2pmJRTqBoijYyv8RSevdLJROYtv6FC1jGb1PVHAQ1Xs7dNzdcBsze9Mryii2XazN1NpRLQ=w320-h320&quot; title=&quot;Perkembangan gereja-gereja di Pulau Jawa&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;SGI&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Jelaskan Pekabaran Injil di Jawa Barat beserta tokoh-tokohnya?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Jelaskan Pekabaran Injil di Jawa Tengah beserta tokoh-tokohnya?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Jelaskan Pekabaran Injil di Jawa Timur beserta tokoh-tokohnya?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Catatan:&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 18.4px; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Jawaban masing-masing minimal 3 paragraf dan&amp;nbsp;masuk paling lambat hari Sabtu, 16 Oktober 2021, pukul 21.00 WIB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;h3 style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Diambil dari komentar yang masuk secara acak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Sejak abad 17 Masehi, Jawa Barat
merupakan salah satu daerah yang paling mengalami pengaruh Belanda di bidang
politik dan ekonomi. Namun, bidang agama pengaruh Belanda hampir tidak terasa
sebab sampai sekitar tahun dalam 1850 tidak pernah ada usaha yang luas dan
berkelanjutan untuk mengabarkan Injil kepada orang yang bukan Bangsa Eropa. Di
negeri Jerman dan Belanda, ada sebuah gerakan yang disebut aliran &lt;i&gt;Pietisme&lt;/i&gt;.
Gerakan &lt;i&gt;Pietisme&lt;/i&gt; ini bertujuan menyadarkan gereja akan tugasnya, bahwa
selain sebagai sarana tempat beribadah, gereja juga memiliki misi untuk
melaksanakan Amanat Agung yaitu tugas Pekabaran Injil. di Belanda mendirikan
lembaga Pekabaran Injil yaitu &lt;i&gt;NZG&lt;/i&gt; Dan &lt;i&gt;NZV&lt;/i&gt; memilih Jawa Barat
sebagai wilayah sebagai wilayah Pekabaran Injilnya. Hal ini bukan disebabkan
karena wilayah Jawa Barat telah dikuasai oleh Belanda. Tetapi sesuai dengan
pelaksanaan Amanat Agung yaitu Kabar Baik harus disebarkan kepada segala bangsa
di seluruh dunia. Oleh sebab itu, NZV mencoba untuk menyebarkan Agama Kristen
di tengah-tengah suku sunda yang telah memeluk Agama Islam. Adapun
tokoh-tokohnya adalah Mr. F. L. Anthing, Izaak Esser, Keuchenius dan Pdt. E. W.
King. C. Albers, D. J. Van den Linden, dan G. J. Granshuis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Rombongan utusan pertama dari NZV
yang tiba di Jawa Barat pada tanggal 16 Agustus 1863. Para pekabar Injil
tersebut mendapat hambatan dari suku pribumi di Jawa Barat (orang Sunda). Selain
hambatan yang dating dari Suku Sunda sendiri, ada juga hambatan lain yang dihadapi
oleh para Pekabar Injil, yaitu hambatan yang dating dari pemerintah Belanda.
Pemerintah Belanda melarang adanya aktivitas Pekabaran Injil terhadap Suku
Sunda, karena pada waktu itu masyarakat Sunda telah menganut agama Islam (van
den End, 2006: 100). Soejana (1999: 73-74) mengemukakan bahwa hingga akhir abad
ke-19 dan awal abad ke-20, ada beberapa pos zending (pekabaran Injil) yang
berhasil didirikan di wilayah Jawa Bagian Barat, diantaranya yaitu Cianjur
(1863), Cirebon (1863), Indramayu (1864), Bogor (1868), Bandung (1870),
Sukabumi (1872), Sumedang (1872), Cideres (1882), Pangharepan Cikembar(1886),
Lebak (1894), Tasikmalaya (1898), Garut (1899), Karawang (1899), Palalangon
(1902), Juntikebon (1905) dan Tamiyang (1911). Setelah keberhasilan Badan Misi NZV
mendirikan pos zending, lalu timbul masalah baru yang dihadapi NZV maupun
penduduk pribumi yang telah memeluk agama Kristen. Adapun masalah tersebut
yaitu orang-orang pribumi yang sudah memeluk Agama Kristen mereka mengalami
penolakkan dan penganiayaan dari masyarakat tempat asal mereka. Untuk menolong
orang-orang Kristen pribumi yang mengalami penganiayaan di wilayah Jawa Bagian
Barat, maka muncul gagasan untuk mendirikan desa-desa Kristen. Setelah kurang
lebih 70 tahun NZV bekerja, hasil dari pekerjaan Pekabaran Injil digabungkan
menjadi jemaat-jemaat dalam satu wadah organisasi resmi yaitu Gereja Kristen di
Jawa Barat (de Christelijke Kerk van West Java) yang diresmikan pada 14
November 1934 dan berpusat di Bandung. Dikemudian hari berubah nama menjadi Gereja
Kristen Pasundan (GKP). Adapun jemaat-jemaat yang tergabung ke dalam organisasi
GKP yaitu GKP jemaat Bandung sebagai jemaat pertama. Disusul dengan jemaat-jemaat
yang lain, seperti GKP Jemaat Cianjur, GKP Jemaat Cirebon, GKP Jemaat Bogor,
GKP Jemaat Sukabumi, GKP Jemaat Sumedang, GKP Jemaat Cideres, GKP Jemaat
Cikembar, GKP Jemaat Tasikmalaya, GKP Jemaat Garut, GKP Jemaat Karawang, GKP
Jemaat Palalangon, GKP Jemaat Juntikebon, GKP Jemaat Tamiyang dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Pekabaran injil di jawa Tengah Injil
datang ke Jawa Tengah melalui dua jalan. Jalan yang satu ialah melalui usaha
beberapa orang kulit putih. Jalan yang lain adalah penyiaran &quot;ilmu&quot;
Kristen oleh penduduk Ngoro dan Mojowarno. Selanjutnya juga riwayat sejarah
gereja di Jawa Tengah mempunyai pola yang mirip dengan yang di Jawa Timur yaitu
utusan-utusan Lembaga Zending datang menetap di tengah-tengah jemaat-jemaat
Kristen Jawa dan mengambil alih kepimpinan. Hanya, di Jawa Tengah mereka lebih
banyak mengalami pertentangan daripada yang dialami Jellesma atau penggantinya.
Penggabungan kedua arus itu, yaitu kekristenan bercorak Jawa dan kekristenan
gaya Barat, di sini baru selesai pada abad ke-20. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Jawa Tengah menjadi lapangan kerja
dari tiga Lembaga Pekabaran Injil yaitu &lt;i&gt;Doopsgezinde Zendings Vereniging&lt;/i&gt;
dari negara Belanda, gereja-gereja hasil Pekabaran Injil ini ditandai oleh ciri
menjauhi kehidupan politik dan budaya, menolak pemakaian kekerasan, menganut
paham baptisan pada umur dewasa, mementingkan otonomi jemaat-jemaat tersendiri
dan mempertahankan disiplin gereja yang ketat. Pada tahun 1925 para zendeling
DZV menganggap jemaat Margorejo sudah matang untuk berdiri sendiri di bawah
pimpinan seorang pendeta Jawa. Patunggilan itu merupakan tempat bermusyawarah
bagi jemaat-jemaat yang masing-masing mempunyai otonomi, sesuai dengan pola
mennonit yang bersifat kongregasional. Sesudah tahun 1949 keadaan jemaat mulai ada
beberapa perkembangan yaitu pertama, hubungan dengan utusan dari Eropa dan
Amerika yang mulai berdatangan lagi sejak tahun 1951, tidak lagi sebagai
hubungan bapak dan anak tetapi sebagai dua orang bersaudara titik berhubung
dengan kenyataan itu gereja menjalin hubungan dengan gereja-gereja tetangga,
tawaran GKJ untuk bergabung dengannya ditolak, tetapi nama patunggilan diubah
menjadi Gereja Injili di Tanah Jawa. Lembaga yang masuk ke Jateng masing-masing
mewakili denominasi tersendiri yaitu mennonite, kongregasional, calvinis.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Kekristenan di Jawa Timur sudah masuk
sejak tahun 1528 dimana perjanjian antara Portugis dengan kerajaan Blambangan,
di kota pelabuhan penarukan yang masih termasuk dalam kerajaan ini berdiam
sejumlah orang Portugis. Walaupun ada larangan dan pembatasan terhadap zending,
namun sejak 1830-an terutama sejak 1850-an mulai tampil sejumlah pribadi
Kristen asal Eropa atau peranakan dalam melaksanakan tugas Pekabaran Injil
secara perorangan. Dengan kata lain, di luar kerangka pekerjaan badan-badan
Zending. Diantaranya yaitu Johanes Emde, C.L. Coolen, Jallesma dan Paulus
Tosari. Di Jawa Timur, kegiatan Pekabaran Injil dimulai oleh seorang Jerman
yang telah merantau ke Indonesia, yaitu Emde (1774-1885) adalah seorang &lt;i&gt;Pietis&lt;/i&gt;
dari Jerman yang berlayar ke Indonesia untuk melihat dengan mata kepala
sendiri, apakah benar bahwa perkataan dalam Kejadian 8:22, tentang musim dingin
dan musim panas tidaklah sesuai dengan keadaan di daerah Khatulistiwa. Tidak
hanya Emde yang melakukan Pekabaran Injil di Jawa Timur, tetapi di Jawa Timur berdiri
juga pusat penyiaran Agama Kristen yang kedua. Pusat kedua ini adalah Ngoro,
dan pemimpinya adalah Coolen (1775-1873). Coolen lahir dari keluarga Belanda,
tetapi ibunya putri bangsawan Jawa. Dari ibunya dia diwariskan tradisi
kebudayaan Jawa, sehingga dia menguasai wayang, musik dan tari-tarian Jawa.&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-size: x-large; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/3100975493573607397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/10/perkembangan-gereja-gereja-di-pulau-jawa.html#comment-form' title='33 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/3100975493573607397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/3100975493573607397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/10/perkembangan-gereja-gereja-di-pulau-jawa.html' title='Perkembangan Gereja-Gereja di Pulau Jawa'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgZdVd863zrBCWdjjivXcrHEF_WCwlL_1DnTZZ5i9wBeBgUPqqW1przkUneIZUCo-840EVuDByXmmdJTacP9Vn3B9y20-lUXQEdZh6_KDkRvqjyrkEe6FNI2pmJRTqBoijYyv8RSevdLJROYtv6FC1jGb1PVHAQ1Xs7dNzdcBsze9Mryii2XazN1NpRLQ=s72-w320-h320-c" height="72" width="72"/><thr:total>33</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-1271504706220045280</id><published>2021-10-07T20:47:00.003+07:00</published><updated>2021-10-27T21:30:48.879+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Gereja Indonesia"/><title type='text'>Lahirnya Gereja Protestan di Indonesia</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhJaCTeCjHQwiP-3UU7ArPnGscA4COkB9Bgve8Sm_svCHx3NPJOLhmhLZFsqJTuu8TxAs8lN5iJ5g9iAad5ClvtZSgAoSwwp36wJZbxdEoflEi9CY0wND1npsrmYMPRzAGiIqkrTvhf8rj5rwIAMKQWElulc4_nQ8nlt_KWqMXMVypDLmejjhADDmkF7w=s1920&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Lahirnya Gereja Protestan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhJaCTeCjHQwiP-3UU7ArPnGscA4COkB9Bgve8Sm_svCHx3NPJOLhmhLZFsqJTuu8TxAs8lN5iJ5g9iAad5ClvtZSgAoSwwp36wJZbxdEoflEi9CY0wND1npsrmYMPRzAGiIqkrTvhf8rj5rwIAMKQWElulc4_nQ8nlt_KWqMXMVypDLmejjhADDmkF7w=w320-h320&quot; title=&quot;Lahirnya Gereja Protestan di Indonesia&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;SGI&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Lahirnya Gereja Protestan di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;VOC
secara resmi dibubarkan tepatnya pada tanggal 31 Desember 1799. Dampak positif
dari jatuhnya VOC yaitu adanya kebebasan beragama, sehingga muncul
gereja-gereja di luar VOC seperti Jemaat Lutheri, Katolik Roma, Baptis, dll&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;GPI berdiri sebagai
pengganti pada pasca gereja VOC. Tepatnya pada tahun 1835 dan secara resmi
menjadi gereja negara.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Karena berbagai masalah yang ditimbulkan selama GPI
menjadi gereja negara, maka p&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;ada tahun1935 GPI secara
resmi berpisah dari negara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Beberapa
Alasan yang Melatarbelakangi Lahirnya GPI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-weight: normal; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Berawal
dari keinginan raja Belanda yaitu Willem I untuk mempersatukan gereja-gereja di
Indonesia menjadi satu badan hukum dengan pertimbangan:&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Untuk menyelesaikan
perpecahan iman dalam kalangan protestan.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Di Belanda keinginan
tersebut tidak dapat dilaksanakan lalu dialihkan ke daerah-daerah jajahan
(Indonesia).&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;Supaya tidak menimbulkan kerugian, jika masing-masing
golongan Protestan menggunakan cara-cara sendiri dalam melakukan tugas
gerejawinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-weight: normal; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: arial; font-size: medium; line-height: 18.4px; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Dampak
GPI Menjadi Gereja Negara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Dampak
negatif yang ditimbulkan dari GPI menjadi gereja negara yaitu Gereja-gereja
Indonesia menjadi terlepas dari gereja manapun di Belanda.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Gereja
kurang mandiri, karena segala sesuatunya sangat bergantung kepada negara.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Terjadinya
penyimpangan sifat dan fungsi gereja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Dampak
positif yang ditimbulkan dari GPI menjadi gereja negara yaitu&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt; m&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;unculnya gereja Protestan
baru di samping gereja negara, sebagai reaksi atas ketidakpuasan terhadap GPI.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Munculnya
para penginjil perorangan yang menjadi peletak dasar bagi gereja-gereja di banyak
daerah, seperti Jabar, Jateng, Jatim, dan gereja-gereja di luar Jawa.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Beberapa
Tokoh Penting dalam Kemajuan Gereja ketika GPI Menjadi Gereja Negara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;W.R.
Baron Van Hoevell, datang di Jakarta sekitar tahun 1837, merupakan seorang
pejuang yang rajin melawan kebijakan pemerintah dan seorang&amp;nbsp; penganjur untuk memajukan rakyat melalui
pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Schuurman,
diutus sebagai pendeta untuk Jakarta 1868 dan mendirikan Seminari di Depok pada
tahun 1880 dan mengadakan konferensi penginjilan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Lenting,
merupakan pendeta pertama pada abad ke 19, bekerja di Semarang dan kemudian di
Jakarta (± 15 tahun). Pernah bekerja di Ternate dan Banda, dan pernah
mengunjungi Sangir dan Talaud . Berhasil membaptis banyak orang Jawa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;





&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Beberapa
bentuk intervensi Pemerintah terhadap GPI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Pengangkatan
pendeta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Penempatan
dan pemindahan pendeta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Mensyahkan
penatua dan syamas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Kontrol
terhadap&amp;nbsp; peraturan disiplin gereja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Kontrol
terhadap keputusan-keputusan mengenai jemaat dan majelis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Surta-surat
ke “Komisi den Haag” harus lewat Gubernur Jendral.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Pekerjaan
para pendeta diatur dengan teliti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Gereja
Protestan di Indonesia Timur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;



















&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Gereja
Protestan di Indonesia Timur tidak termasuk dalam penetapan raja Belanda untuk
menjadi GPI. Hal itu berdampak pada lebih terbukanya penginjilan oleh badan
misi lain, sehingga menarik para penginjil untuk datang ke sana. Salah satu
penginjil yang terkenal bahkan mendapatkan sebutan sebagai rasul dari Timur
adalah Joseph Kam. selain itu, gereja diizinkan untuk berdiri sendiri dan
memakai bahasa daerah masing-masing. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;Joseph Kam, yang disebut &quot;Rasul Maluku&quot;, mengunjungi
dan mengurus segala jemaat dari pusat Maluku di Ambon sampai ke Kisar dan
Sangir, tanpa mengenal lelah sampai kematiannya pada tahun 1833. Untuk meneruskan
pelayanan yang ditinggalkan oleh Joseph Kam, maka badan misi &lt;i&gt;NZG&lt;/i&gt;
mengirim para pendetanya ke wilayah Indonesia Bagian Timur. Pelayanan dari
badan misi ini mendapatkan bantuan dari pemerintah Hindia Belanda pada waktu
itu, salah satunya adalah gaji para pendeta utusan badan misi menjadi tanggung
jawab dari pemerintah. Akan tetapi, hal tersebut menimbulkan permasalahan baru,
karena batas antara tugas dan kuasa para pendeta dengan kuasa pegawai pamong
praja menjadi kurang tegas, sehingga menimbulkan banyak salah paham dan
pertikaian dalam praktiknya. Akhirnya pada tahun 1870 pemerintah Hindia Belanda
mengangkat semua pendeta yang melayani di Maluku menjadi &quot;&lt;i&gt;hulpprediker&lt;/i&gt;&quot;
(pengkhotbah penolong) sehingga semua jemaat Kristen yang ada di pulau-pulau
Selatan dan di tempat lain, mulai saat itu dimasukkan ke dalam Gereja
Protestan. Lalu Gereja Protestan di Indonesia Timur juga mulai memperluas
pelayanan mereka ke daerah-daerah yang belum terjangkau oleh Injil, seperti Seram,
Kai, Kepulauan Aru, dan Irian Barat. Gereja Protestan di Indonesia Timur saat
itu berpusat di Ambon. Di mana anggotanya sudah berjumlah 280.000 jiwa. Selain di
Ambon, Gereja Protestan di Indonesia Timur juga berkembang dengan pesat di
Minahasa, sehingga hampir semua orang dari suku Minahasa masuk Kristen (380.000
jiwa). Adapun c&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;akupan pelayanan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Gereja Protestan di Indonesia Timur pada waktu itu adalah Gereja-gereja
yang termasuk ke dalam pelayanan Gereja Protestan di Indonesia Timur yaitu:
Ambon, Manado, Makasar dan Kupang.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Pelayanan dilakukan oleh para pendeta
pembantu dibawah pengawasan para pendeta di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/1271504706220045280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/10/lahirnya-gereja-protestan-di-indonesia.html#comment-form' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/1271504706220045280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/1271504706220045280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/10/lahirnya-gereja-protestan-di-indonesia.html' title='Lahirnya Gereja Protestan di Indonesia'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhJaCTeCjHQwiP-3UU7ArPnGscA4COkB9Bgve8Sm_svCHx3NPJOLhmhLZFsqJTuu8TxAs8lN5iJ5g9iAad5ClvtZSgAoSwwp36wJZbxdEoflEi9CY0wND1npsrmYMPRzAGiIqkrTvhf8rj5rwIAMKQWElulc4_nQ8nlt_KWqMXMVypDLmejjhADDmkF7w=s72-w320-h320-c" height="72" width="72"/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-1805793610579123410</id><published>2021-09-29T08:06:00.001+07:00</published><updated>2021-10-07T21:17:07.811+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Gereja Indonesia"/><title type='text'>Lahirnya Badan-badan PI di Indonesia</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8v-VWIcaIWNeii5QwXwtxvYd7otjbVcgRtoJN3RnA9SWrkYvKnso72lgmyzMgZmZk1mXzhrstr1k1QWYevAJ5EDVoQ3Zd7tDSc3-BR-ayUmuiAOEw1Sj1yv1f_GSBGdR84FC0gRnKoUXh/s1920/SGN_09_29_2021_1632877468311.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Lahirnya badan-badan PI&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8v-VWIcaIWNeii5QwXwtxvYd7otjbVcgRtoJN3RnA9SWrkYvKnso72lgmyzMgZmZk1mXzhrstr1k1QWYevAJ5EDVoQ3Zd7tDSc3-BR-ayUmuiAOEw1Sj1yv1f_GSBGdR84FC0gRnKoUXh/w320-h320/SGN_09_29_2021_1632877468311.jpeg&quot; title=&quot;Lahirnya badan-badan PI di Indonesia&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;SGI&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Pertanyaan:&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Jelaskan latar belakang dan lahirnya badan-badan Pekabaran Injil yang bekerja di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Catatan:&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Jawaban minimal 2 paragraf dan&amp;nbsp;masuk paling lambat hari Sabtu, 02 Oktober 2021, pukul 21.00 WIB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;h3 style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Diambil dari komentar yang masuk secara acak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pada
akhir abad ke-17, timbul suatu gerakan kebangunan rohani. Di negeri Jerman dan
Belanda, gerakan ini disebut aliran Pietisme. Pietisme merupakan reaksi
terhadap suasana gereja yang hanya hidup untuk dirinya sendiri saja.
Orang-orang penganut Pietisme menganggap gereja-gereja sepertinya telah “mati”
dan mereka menginginkan supaya gereja “dihidupkan kembali”. Gerakan Pietisme
ini bertujuan menyadarkan gereja akan tugasnya, bahwa selain sebagai sarana
tempat beribadah, gereja juga memiliki misi untuk melaksanakan amanat agung
yaitu tugas pekabaran Injil. Melalui gerakan inilah, akhirnya warga gereja
diingatkan dan memulai kembali tugas pekabaran Injilnya. Di Belanda,
orang-orang yang menjiwai semangat Pietisme mulai mendirikan lembaga-lembaga
pekabaran Injil. Pada akhir abad ke-18 didirikanlah lembaga pekabar Injil
Nederlandsch Zendelinggenootschap (NZG) yaitu Lembaga Pekabar-Pekabar Injil
Belanda (Berkhof, H. dan Enklaar, I.H., 1986: 254). Lembaga pekabar Injil
Nederlandsche Zendingsvereeniging (NZV) memilih Jawa Barat (West Java) sebagai
wilayah pekabaran Injilnya. Hal ini bukan disebabkan karena wilayah Jawa Barat
telah dikuasai oleh Pemerintah Belanda. Tetapi sesuai dengan pelaksanaan amanat
agung, yaitu agama Kristen harus disebarkan kepada segala bangsa di seluruh
dunia. Pemerintahan Belanda dan misi pekabaran Injil di Kepulauan Nusantara
(Indonesia) adalah dua hal yang berbeda dan terpisah. Walaupun memiliki
kesamaan pada latar belakangnya yaitu bermula dari keadaan di Eropa pada abad
Pencerahan sekitar abad ke-17. Tapi dalam pelaksanaannya, pemerintahan Belanda
dan misi agama pekabaran Injil di Kepulauan Nusantara tidaklah berkaitan.
Sebelum kedatangan NZV, ada beberapa pekabar Injil yang telah bekerja secara
perseorangan diantaranya: Mr. F. L. Anthing, Izaak Esser, Keuchenius, dan Pdt.
E. W. King. Pada tahun 1851, mereka mendirikan Genootschap voor In – en
Uitwendige Zending te Batavia (GIUZ) yaitu Perkumpulan Perkabar Injil di dalam
dan di luar Gereja (Soejana, 1974: 23). Penginjil yang terkenal dari lembaga
GIUZ adalah Mr. F. L. Anthing. Anthing adalah orang pertama yang melakukan
pekabaran Injil dengan cara pribumi yaitu ngelmu, terutama di wilayah Bogor dan
Karawang yang dikenal dengan ajaran magis mistisnya itu. Anthing mengajarkan
pokok-pokok Kristiani dalam bentuk rumusan jampi-jampi atau mantera. Hal ini
bertentangan dengan Injil, karena Injil tidak berkaitan dengan ajaran magis
mistis. Tapi justru dengan cara ini Injil dapat diterima oleh masyarakat
pribumi. Sehingga pada saat jemaat-jemaat dimasukkan ke dalam bidang pelayanan
Nederlandsche Zendingsvereeniging (NZV), segala hal magis mistis yang tidak
berkaitan dengan Injil tersebut dihapuskan. NZV terus melakukan upaya
Kristenisasi dan usaha yang dilakukan pun bermacam-macam, seperti: mendidik penduduk
pribumi untuk diutus mengabarkan Injil kepada sesamanya; memajukan bidang
ekonomi, pendidikan dan pelayanan medis kepada penduduk pribumi; memelihara
adat istiadat kebiasaan penduduk pribumi; mempelajari budaya (bahasa) penduduk
pribumi; melakukan usaha kolportase (penyebaran tulisan Kristen), dan
lain-lain. hingga akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, pos zending (pekabaran
Injil) yang berhasil didirikan diantaranya di: Cianjur (1863), Cirebon (1863),
Indramayu (1864), Bogor (1868), Bandung (1870), Sukabumi (1872), Sumedang
(1872), Cideres (1882), Pangharepan Cikembar (1886), Lebak (1894), Tasikmalaya
(1898), Garut (1899), Karawang (1899), Palalangon (1902), Juntikebon (1905) dan
Tamiyang (1911), dan mulai tersebar di seluruh Nusantara.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/1805793610579123410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/09/lahirnya-badan-badan-pi-di-indonesia.html#comment-form' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/1805793610579123410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/1805793610579123410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/09/lahirnya-badan-badan-pi-di-indonesia.html' title='Lahirnya Badan-badan PI di Indonesia'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8v-VWIcaIWNeii5QwXwtxvYd7otjbVcgRtoJN3RnA9SWrkYvKnso72lgmyzMgZmZk1mXzhrstr1k1QWYevAJ5EDVoQ3Zd7tDSc3-BR-ayUmuiAOEw1Sj1yv1f_GSBGdR84FC0gRnKoUXh/s72-w320-h320-c/SGN_09_29_2021_1632877468311.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-3792660091313570045</id><published>2021-09-23T14:17:00.003+07:00</published><updated>2021-10-07T20:57:37.072+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Syair"/><title type='text'>Meneliti Kitab Ayub</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Meneliti Kitab Ayub&lt;/h1&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFM91b_qL7wTVvTqFukQzs1JmigdoNd-Gn-cCvR8IqCmrPPFV4BCfvm17TvYWyBFd-ZziAVn5zjfTo3Q3feAX_dDUqj5TiMuAkD6NHVp1bvi6fmHbUjUYhobt1xHR5Q65yHlX11CIOvARW/s1920/SGN_09_23_2021_1632381214708.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kitab Ayub&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFM91b_qL7wTVvTqFukQzs1JmigdoNd-Gn-cCvR8IqCmrPPFV4BCfvm17TvYWyBFd-ZziAVn5zjfTo3Q3feAX_dDUqj5TiMuAkD6NHVp1bvi6fmHbUjUYhobt1xHR5Q65yHlX11CIOvARW/w320-h320/SGN_09_23_2021_1632381214708.jpeg&quot; title=&quot;Meneliti Kitab Ayub&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kitab Ayub&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h1&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span&gt;Masing-masing kelompok buatlah penelitian dari Kitab Ayub&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(1 pasal perkelompok) dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Tentukan jenis sastranya&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-ID;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Jelaskan konteks pasal yang diselidiki&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-ID;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Jelaskan struktur Pasal yang diselidiki&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-ID;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Buatlah eksegesis ayat demi ayat&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-ID;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Terakhir buatlah kesimpulan dari pasal yang diselidiki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Diambil dari komentar yang masuk secara acak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kitab Ayub 1:1-22 &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;1. Pengantar dan Jenis Sastra Kitab Ayub Selain kitab
Pengkhotbah yang sulit dimengerti, kitab Ayub juga merupakan salah satu kitab
puisi yang memiliki kesulitan tersendiri untuk dapat dipahami. Kitab Ayub menyajikan
cerita tentang penderitaan yang dialami manusia. Dalam keadaanya, Ayub sendiri
mendorong terjadinya serangkaian percakapan yang ditulis dalam bentuk puisi.
Percakapan antara Ayub dan sahabat-sahabanya serta Tuhan ini berpusat pada
pertanyaan-pertanyaan kehidupan yang sulit. Oleh karena penderitaan Ayub yang
sangat luar biasa,(2:13b) dan dalam hal kehilangan segala sesuatu, kitab ini
memusatkan perhatian terhadap pertanyaan: Mengapa seorang yang saleh dan setia
seperti Ayub harus menderita? Apakah semua penderitaan disebabkan oleh dosa
manusia? Apakah Tuhan juga yang menyebabkan manusia menderita? Pada intinya,
kitab Ayub juga sebenarnya mengajak para pembaca untuk menggumuli pertanyaan
yang demikian dengan tetap berpegang pada kuasa Tuhan dan cara-Nya yang penuh
rahasia itu memang di luar dari jangkauan pengertian manusia. Namun tetap
adanya tujuan yang Allah berikan atas seizin dan kehendak-Nya. Hal ini juga
menunjukkan fakta bahwa hanya Allah saja sumber segala hikmat, Allah yang maha
besar dan tidak ada yang menyelami pikiran Allah (Rm. 11:33-36). Dalam pasal
1:1-22 merupakan bentuk narasi dari Kitab Ayub. Dalam Alkitab Ibrani, Kitab
Ayub masuk dalam kelompok “Tulisan-tulisan” atau sastra “Hikmat.” Dengan
demikian jenis sastra dalam Kitab Ayub, lebih merujuk “Hikmat Spekulatif” yaitu
kitab yang mencari hikmat yang berjenis narasi (1:1-22). Secara khusus, ini
merupakan kitab yang berisi monolog, arti kehidupan dan juga masalah
penderitan, semua ini juga dapat ditemukan dalam Kitab Ayub.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;2. Konteks Pasal 1:1-22 Dalam Ayub 1:1-22 hanya terdapat satu
perikop yaitu “Kesalehan Ayub dicoba,” (Menurut LAI). Namun dalam pasal 2:1-13
masih merupakan satu kesatuan dari pasal 1:1-22 yang disebut prolog atau
pendahuluan. Dalam New International Version (NIV), bahkan memiliki perbedaan
judul perikop yang lebih dirincikan yaitu dari 1:1-5 merupakan prologue; 1:6-22
merupakan Job’s First Test (Pencobaan yang pertama) dan 2:1-10 merupakan Job’s
Second Test (Pencobaan yang kedua) serta 2:11-13, Job’ s Three Friends (Sahabat-sahabat
Ayub). Dengan demikian, konteks 1:1-22 dan 2:1-13 masih merupakan suatu
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena berkaitan dengan pendahuluan yaitu
terdapat perkenalan tentang siapakah Ayub, kemudian diikuti dengan pencobaan
Ayub yang pertama, kemudian adanya pencobaan yang kedua dengan segala
penderitaan yang Ayub alami. Hal ini menjadi lebih jelas ketika kita membaca
Kitab Ayub secara komprehensif dan lengkap agar memudahkan dan lebih memahami
bagaimana penderitaan Ayub dan akhir kehidupannya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;3. Penjelasan Susunan Struktur Pasal yang Diselidiki Secara
keseluruhan Kitab Ayub dapat disusun dalam struktur: I. Prolog/Pendahuluan
(1:1-2:1-13) II. Perdebatan (3:1-31:40) III. Monolog/Pidato Elihu (32:1-37:24)
IV. Pernyataan/Jawaban YAHWEH (38-41) V. Pertobatan Ayub (42:1-6) VI.
Epilog/Penutup (42:7-17). Namun secara khusus dalam Ayub 1:1-22 dapat memiliki
struktur yaitu: i. Prolog 1:1-5, yaitu merupakan isi prolog bahwa penderitaan
Ayub merupakan ujian terhadap kemurnian hati Ayub. Ujian itu dilakukan oleh
setan yang telah mendapat izin khusus dari Tuhan. ii. Pencobaan Ayub yang
pertama 1:6-19. iii. Kesalehan Ayub tetap ada 1:20-22. Dalam hal ini,
sebenarnya pendahuluan kitab Ayub bisa ditemukan gerakan yang silih berganti:
Ayub : ibaratnya semasa ia kaya (1:1-5). Iblis : dusta dan tipu dayanya
(1:6-19). Ayub : ibadatnya pada permulaan sengsaranya (1:20-22). Iblis : tipu
dayanya yang selanjutnya (2:1-8) Ayub : ibadatnya pada puncak sengsaranya
(2:9-13).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;4. Eksegesis Ayub 1:1-22 1:1 Dalam ayat ini, terdapat
perkenalan tentang seorang tokoh yang bernama Ayub. Ayub adalah seorang yang
saleh. Ia tidak melakukan yang jahat dan ia takut akan Tuhan. Kitab-kitab puisi
lain menyebutkan sikap seperti ini sebagai hikmat yang paling penting (Mzm.
119:99-101; Ams. 1:7; Pkh. 12:13). Di zaman kuno, adanya kepercayaan bahwa
kekayaan, keturunan yang banyak, dan kesehatan adalah tanda seorang yang
diperkenankan oleh Tuhan. Ini berkaitan dengan kebudaayaan Ibrani tentang
kemakmuran yang dianggap sebagai pertanda dari berkat Allah. Ayub memiliki
kesemua itu. Ayub tinggal di Tanah Us. Namun daerah ini, letaknya tidak
diketahui. Buku The IVP Bible Background Commentary Old Testament, menyatakan
bahwa letak tanah Us berada di Timur dekat, yang lokasinya seperti dikatakan
dalam Ratapan 4:21 di mana puteri Edom tinggal. 1:2 Alkitab menjelaskan Ayub
memiliki tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan. Menurut
beberapa pendapat, angka 7 pada zaman purba angka3 dan angka 7 itu dipercaya
sebagai angka yang sempurna. Hal ini juga sebenarnya melambangkan Ayub memiliki
kehidupan yang sempurna dari segi ekonomi maupun dalam kehidupan keluarganya
ditambah lagi bahwa ia menjadi orang yang saleh dan hidup takut akan Allah. 1:3
Selain menjadi pribadi yang takut akan Allah, Ayub adalah seorang yang kaya
raya. Bahkan ia adalah orang yang paling kaya dari semua orang di sebelah timur.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;1:4-5 Ayat 4 menunjukkan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan
oleh anak-anak Ayub dalam aktivitas mereka yang sering mereka lakukan. Dalam hal
ini, ayat 5 menjelaskan juga bahwa Ayub akan menguduskan mereka dan
mempersembahkan korban ketika pesta berlalu. Ini juga menandakan bahwa Ayub
tidak mau keluarganya jatuh dalam dosa, melainkan ia tetap menjaga hubungan
mereka dengan Tuhan. Hal tersebut dilakukan Ayub dengan setia. Dapat
disimpulkan juga bahwa, hubungan antara Ayub dan keluarganya adalah sangat
penting, namun di satu sisi, Ayub merasa paling penting untuk tetap menjaga
relasinya bersama dengan Allah yang adalah lebih utama. Ini berkaitan juga
dengan zaman kuno pada waktu itu, bahwa setiap kepala keluarga akan
mempersembahkan kurban kepada Tuhan untuk memeliharan atau memulihkan atau
merayakan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Kej. 22:13-14; Kel. 3:18). Di
kemudian hari juga bahwa di dalam hukum yang diberikan Tuhan kepada bangsa
Israel terdapat juga ketentuan-ketentuan mengenai kurban untuk memohon
pengampunan (Im. 4:1-6:7; 24:30; 7:1-10).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;1:6 Ayat ini adalah awal ketika ujian Ayub yang pertama kali
oleh Iblis. Adalah sangat aneh ketika mendengar bahwa dalam Alkitab adanya
percakapan antara Iblis dengan Allah. secara khusus, ayat ini terdapat kata
“anak-anak Allah” yang menghadap Allah. Di saat yang bersamaan datang juga
Iblis di waktu yang sama. Adapun kata “anak-anak Allah” di sini merupakan
terjemahan dari “sons of god.” Dalam bahasa Ibrani “anak-anak Allah” sebenarnya
memiliki arti “utusan.” Dalam hal ini, anak-anak Allah adalah bagian dari
persidangan Tuhan. Sidang yang dimaksud ialah seperti adanya sidang ilahi oleh
Tuhan. Dalam arti “utusan” kata Ibrani yang seakar dengan kata itu ialah
“malaikat.” Dalam Alkitab, Malaikat membawa pesan dari Allah kepada manusia.
Namun malaikat juga lebih dari hanya sekedar pembawa pesan Allah. mereka juga
melindungi umat Allah, bertindak sebagai wakil Allah dan melaksanakan kehendak
Allah. Bahkan dikatakan bahwa malaikat menjadi bagian dari dewan yang
mengelilingi Allah di surga dan itu dapat mengacu dalam Ayub 1:6 dan Zak. 3:7.
Sedangkan kata “Iblis” dalam bahasa Ibrani berarti “penuduh” (the accuser).
Dalam Perjanjian Lama, Iblis (Penuduh) digambarkan sebagai: (1) pembuat onar
yang menyebabkan Raja Daud menghitung jumlah orang Israel, suatu rahasia yang
hanya boleh diketahui oleh Tuhan (1 Taw. 21:1-2, 16-17); (2) yang diizinkan
untuk menimbulkan penderitaan pada Ayub 1:6-2:7) (3) maupun dalam tuduhan
terhadap imam besar Yosua Zak. 3:1-2 dan dalam Kej 3. Pada masa penciptaan.
Menurut agama Persia, ada suatu mahkluk yang menjadi lawan utam Tuhan yaitu
Iblis. Makhluk ini ditemani oleh makhluk lainnya seperti malaikat untuk
melakukan rencana jahatnya. Dalam terjemahan Septuaginta, “musuh Tuhan” ini
juga disebut diabolos yang berarti “penuduh.” Hal ini sama seperti dengan apa
yang dilakukan oleh Iblis, dengan menuduh Ayub yang sebenarnya tidak demikian karena
Ayub tetap saleh dan membuktikan bahwa Iblis salah.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;1:7 Tuhan sendirilah yang bertanya pada Iblis. Hal ini
menunjukkan seolah-olah Tuhan itu tidaklah maha tahu dalam segala hal. Namun
bukan berarti demikian. Oleh karena Ayub adalah kitab puisi, maka ini juga
kemungkinan besar dipengaruhi oleh jenis sastra kitab dan juga gaya bahasa
penulisan, yang bersifat narasi dan adanya dialog atau pun monolog, sehingga
penulis Kitab Ayub menuliskan hal yang demikian adanya. 1:8 Tuhan bertanya
untuk yang kedua kalinya kepada Iblis. Sepertinya Tuhan ingin mempromosikan
Ayub sebagai hamba-Nya yang benar-benar takut akan Dia dan menjauhi kejahatan.
Hal tersebut menjadi lebih nyata ketika Tuhan Allah sendiri yang mengizinkan
Iblis untuk mencobai Ayub. Ini juga menunjukkan bahwa Allah sebenarnya percaya
kepada Ayub yang tentunya akan tetap setia pada-Nya. Allah pasti sudah tahu apa
yang sebenarnya Ia lakukan. Adalah hal yang masuk akal jika dipikirkan,
meskipun tidak diketahui secara pasti mengapa penderitaan bisa terjadi. Namun
bagaimana mungkin ketika Allah sendiri yang mempromosikan Ayub sebagai
hamba-Nya yang saleh dan ketika ia dicobai dan mengutuki Allah sendiri maka itu
sepertinya tidak menjamin apa yang Allah katakan sebelumnya kepada Iblis. Oleh
karena itu, Allah pasti sudah tahu bagaimana akhirnya nanti dan dakwaan Iblis
sebenarnya tidaklah benar tentang Ayub.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;1:9-10 Dalam ayat ini, Iblis pun pasti mengenal siapa Ayub
sebenarnya. Ayat ini juga berisi tentang dakwaan atau tuduhan Iblis kepada
Ayub. Bahwa ketika Ayub tidak mendapat apa-apa dalam artian pahala atau berkat
maka ia akan mengutuki Allah atau tidak menjadi saleh lagi. Iblis juga tahu
bahwa tentunya semua yang ada pada Ayub adalah pemberian Allah. 1:10 -11 Dalam
ayat inilah yang dimaksud dengan iman yang diuji. Iblis sangat yakin ketika
Ayub kehilangan segala sesuatu, entah itu hartanya maupun keluarganya maka ia
akan mengutuki Allah. Sehingga Iblis berkata kepada Tuhan agar dapat
mengulurkan tangan-Nya dan menjamah segala yang Ayub miliki. Dalam zaman kuno
juga, ada keyakinan bahwa Allah memberikan kesehatan dan dan kekayaan kepada
orang yang saleh, dan menghukum orang yang jahat yakni dengan mendatangkan
bencana, penyakit dan kemiskinan (4:7-9). Keyakinan inilah yang sangat
mempengaruhi percakapan dalam Kitab Ayub (Ayub dan ketiga sahabatnya; Elifas,
Bildad dan Zofar). 1:12 Sulit dipahami ketika sepertinya dan seolah-olah Allah
menuruti apa yang Iblis mau. Akan tetapi, perlu diyakini Allah yang mengizinkan
hal itu terjadi dan tentunya Ia pasti tahu apa yang akan Ia lakukan. Dari hal
inilah dapat juga dikatakan bahwa Iblis dipermalukan dan menyatakan bahwa Iblis
sebenarnya salah, yang dapat dilihat dari kehidupan Ayub yang meskipun
menderita dengan sangat berat namun ia tetap setia dan saleh kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;1:13-19 Dari ayat 13-19 merupakan puncak dari penderitaan
Ayub yang pertama. Bermula dari adanya seorang pesuruh yang mengatakan bahwa
Ayub telah kehilangan segala ternaknya. Kedua, datangnya orang lain yang
kembali mengatakan bahwa adanya api yang menyambar dari langit dan membakar
ternak dan juga penjaga-penjaganya. Ketiga, datang lagi orang lain yang
mengatakan adanya orang Kasdim yang merampas unta-unta dan juga memukul
penjaganya. Serta keempat ada orang lain lagi yang mengatakan bahwa meninggalnya
orang-orang muda, anak-anak Ayub meninggal. Sesungguhnya hal ini pun menjadi
misteri. Empat masalah yang bertubi-tubi datang dan terjadi pada kehidupan Ayub
merupakan hal yang sangat berat. Apalagi hal ini terjadi secara bersamaan yang
diberitahu oleh orang lain secara berturut-turut ketika satu demi satu masalah
dibicarakan. 1:20-22 Sangatlah jarang bahkan hampir tidak ada ketika orang yang
menderita dengan sangat berat namun masih dapat menyembah Allah. Dan
satu-satunya tokoh yang memperlihatkan hal tersebut adalah Ayub sendiri.
Setelah merendahkan diri dengan mengoyak jubahnya dan mencukur kepalanya yang
menandakan tanda dukacita atau penyesalan atas dosa. Ayub sangat sedih atas
kehilangan semuanya namun ia tetap menyembah Allah, Ayub mengakui bahwa segala
sesuatu adalah berasal dari pada Allah dan kembali menyembah Allah. Jika
ditanya tentang tokoh atau orang yang paling lulus dalam menghadapi penderitaan
yang paling berat sekali pun dan bisa dilewatinya, maka jawabannya adalah
seorang tokoh yang bernama Ayub. Bahkan dalam kesemuanya itu, Alkitab mencatat
bahwa Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang tidak patut.
Dapat dikatakan bahwa adanya iman dalam kesalehan Ayub benar-benar murni dan
terbukti ketika ia mengalami penderitaan yang sangat berat sekali pun.
Bagaimana tidak? Ayub bahkan bisa lulus dalam ujian terberat yang ia hadapi.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;5. Kesimpulan Kitab Ayub 1:1-22 Kitab Ayub adalah
satu-satunya kitab, yang sebenarnya juga mengajarkan bahwa pengalaman dan sikap
hidup seseorang tidaklah dapat menentukan kehidupan seseorang untuk terus
baik-baik saja. Seperti Amsal juga mengatakan, “Langkah orang ditentukan oleh
Tuhan, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya.” Ayub saja,
yang adalah orang yang saleh, jujur, menjauhi kejahatan dan hidup takut akan
Allah pun mengalami apa yang namanya penderitaan. Bahkan penderitaan yang
terjadi adalah penderitaan yang sangat berat dan sulit bahkan tidak bisa
dipahami mengapa hal itu bisa terjadi pada orang sesaleh Ayub. Bagaimana pun, Ayub
tetap menunjukkan hidup yang saleh dengan tidak mempersalahkan entah itu
keadaan, orang lain atau mengutuki Allah dan tidak menuduh Allah yang tidak
patut.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-weight: normal; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;



















&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-size: 12pt; font-weight: normal; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;Dengan demikian, selain Kristus, Ayub menjadi salah satu
teladan yang paling baik ketika seseorang mengalami pencobaan atas kehidupan.
Ayub berhasil membuktikan bahwa dakwaan Iblis salah dan kehilangan segala
sesuatu mengajarkan manusia agar tidak meninggalkan Allah dalam hal sesulit apa
pun seperti yang Ayub alami. Dengan kemurnian hati Ayub dan kesalehannya, ini
menunjukkan bukti bahwa Ayub juga memiliki iman dan pengharapan dalam Tuhan
yang dapat dilihat dari sikap hidupnya ketika ia menghadapi cobaan. Pada
akhirnya, Tuhan tetap memulihkan keadaan Ayub dan memberikan dua kali lipat
dari apa yang Ayub miliki sebelumnya. Dari hal inilah, Allah tetap berperan
dalam kehidupan manusia, bahkan dalam penderitaan sekali pun. Sesungguhnya
semuanya tetap dalam kontrol dan penyertaan Allah yang membawa pada
tujuan-tujuan Allah sendiri. Allah yang maha tahu dan sumber segala hikmat,
pastilah melakukan segala sesuatu dengan tujuan, termasuk penderitaan yang Ia
izinkan terjadi dalam kehidupan umat yang percaya kepada-Nya. Entah tujuan-Nya
untuk menguji iman kita, menguji seberapa jauh ketaatan terlebih kesetiaan kita
sebagai orang yang percaya dan lain sebagainya. Namun Ia juga pasti tahu yang
terbaik dan bagaimana kehidupan bisa berjalan seturut dengan kehendak dan untuk
kemuliaan Allah.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/3792660091313570045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/09/meneliti-kitab-ayub.html#comment-form' title='41 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/3792660091313570045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/3792660091313570045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/09/meneliti-kitab-ayub.html' title='Meneliti Kitab Ayub'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFM91b_qL7wTVvTqFukQzs1JmigdoNd-Gn-cCvR8IqCmrPPFV4BCfvm17TvYWyBFd-ZziAVn5zjfTo3Q3feAX_dDUqj5TiMuAkD6NHVp1bvi6fmHbUjUYhobt1xHR5Q65yHlX11CIOvARW/s72-w320-h320-c/SGN_09_23_2021_1632381214708.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>41</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-6695108275965903177</id><published>2021-09-21T09:50:00.003+07:00</published><updated>2021-10-07T21:12:54.956+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Gereja Indonesia"/><title type='text'>Misi Portugis &amp; Spanyol di Indonesia</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;Misi Portugis &amp;amp; Spanyol di Indonesia&lt;/h2&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUaf_SquDEtQxGxGLpBn6qyfyzf9dYorlFznm-dshtRcxatIqW89EEgj7IKp5iBEx1jLzxsXvVyiXZW-5LDi-wOOPkIRbvqzI54v4LHKqmP607ed4pGRfpuHwOBZchamR1oKlEcwreciYI/s1920/SGN_09_21_2021_1632192486124.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Misi Portugis &amp;amp; Spanyol&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUaf_SquDEtQxGxGLpBn6qyfyzf9dYorlFznm-dshtRcxatIqW89EEgj7IKp5iBEx1jLzxsXvVyiXZW-5LDi-wOOPkIRbvqzI54v4LHKqmP607ed4pGRfpuHwOBZchamR1oKlEcwreciYI/w320-h320/SGN_09_21_2021_1632192486124.jpeg&quot; title=&quot;Misi Portugis &amp;amp; Spanyol di Indonesia&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;SGI&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pertanyaan:&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Jelaskan dan uraikan bagaimana misi Portugis dan Spanyol di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Catatan:&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Jawaban minimal 2 paragraf dan&amp;nbsp;masuk paling lambat hari Sabtu, 25 September 2021, pukul 21.00 WIB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Diambil dari komentar yang masuk secara acak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Misi
Portugis dan Spanyol ke Indonesia adalah untuk menguasai kekayaan nusantara
yang begitu luar biasa terutama rempah-rempah nusantara yang begitu banyak.
Dibalik hal ini terjadi karena runtuhnya Konstantinopel akibat serangan Turki
Utsmani pada 1453M. Situasi inilah yang menyebabkan akses perdagangan
internasional di kawasan laut Tengah terhambat dan mengakibatkan harga
rempah-rempah di Eropa melambung tinggi. Ada tiga hal yang menjadi dorongan
atau motivasi sehingga mereka bersikeras menjalankan misi mereka ke Indonesia
yaitu diantaranya adalah: gold = yang berhubungan dengan ekonomi atau kekayaan,
Glory = yang berkaitan dengan kejayaan/kekuasaan, dan Gospel = yang berkaitan
dengan misi penyebaran agama. Mereka memanfaatkan kekayaan Nusantara untuk diangkut
ke negara mereka agar dipasarkan dan diolah. Perlu kita tahu bahwa orang-orang
baratlah yang membawa kekristenan di Indonesia. Dalam Pekabaran Injil, kedua
Bangsa ini memiliki sistem yang berbeda. Sistem Spanyol yaitu: dengan cara
mengkristenkan orang-orang pada saat itu secara massal atau semua. Sedangkan
Portugis yaitu: mereka membentuk benteng-benteng pertahanan dan mengkristenkan
orang-orang pada saat itu hanya dalam wilayah atau benteng-benteng tersebut.
Portugis banyak menguasai wilayah timur di Indonesia sedangkan Spanyol
mengadakan penjelajahan di Kepulauan-kepulauan nusantara. Sebenarnya kedua
kerajaan ini memiliki misi dan motivasi yang sama, yang akhirnya terjadi suatu
persaingan antara mereka. Persaingan tersebut terjadi di kawasan nusantara
yaitu antara Ternate dan Tidore. Ternate dibantu oleh Bangsa Portugis sedangkan
Tidore dibantu oleh Bangsa Spanyol. Yang akhirnya dalam persaingan tersebut
Ternate yang dibantu oleh Portugis keluar sebagai pemenang. Hal ini
mengakibatkan kekalahan bagi Spanyol untuk merebut dominasi perdagangan
rempah-rempah di Indonesia. Penyebab utama kekalahan atau pengunduran diri
Spanyol dari Indonesia adalah adanya perjanjian Saragosa tahun 1535 M, yang
berisi tentang kesepakatan antara Portugis dan Spanyol dalam pembagian wilayah
operasi perdagangan.&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;Arial, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/6695108275965903177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/09/misi-portugis-spanyol-di-indonesia.html#comment-form' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/6695108275965903177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/6695108275965903177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/09/misi-portugis-spanyol-di-indonesia.html' title='Misi Portugis &amp; Spanyol di Indonesia'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUaf_SquDEtQxGxGLpBn6qyfyzf9dYorlFznm-dshtRcxatIqW89EEgj7IKp5iBEx1jLzxsXvVyiXZW-5LDi-wOOPkIRbvqzI54v4LHKqmP607ed4pGRfpuHwOBZchamR1oKlEcwreciYI/s72-w320-h320-c/SGN_09_21_2021_1632192486124.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-1805609093562874872</id><published>2021-09-17T05:59:00.004+07:00</published><updated>2021-09-18T06:31:38.657+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Wahyu"/><title type='text'>Penafsiran Dogmatis Mengenai Kitab Wahyu</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Penafsiran Dogmatis Mengenai Kitab Wahyu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOWK_1LtVlxfOgfGvM-_RsaomgS9Jdzb_EQrLNhEcwgdgK9-T9HCbeHspjWQo0FT9cRA7-c0lZQG2EX2ugu8xpLrfq-rtbnFGFxDdtbHbjoDbcSFOsuEMM8tJ1lnD7WhJPlnYs74D5lVLn/s1920/SGN_09_17_2021_1631833045151.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Penafsiran dogmatis&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOWK_1LtVlxfOgfGvM-_RsaomgS9Jdzb_EQrLNhEcwgdgK9-T9HCbeHspjWQo0FT9cRA7-c0lZQG2EX2ugu8xpLrfq-rtbnFGFxDdtbHbjoDbcSFOsuEMM8tJ1lnD7WhJPlnYs74D5lVLn/w320-h320/SGN_09_17_2021_1631833045151.jpeg&quot; title=&quot;Penafsiran dogmatis mengenai Kitab Wahyu&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kitab Wahyu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Mengapa Orang Kristen Mempunyai Begitu
Banyak Penafsiran Dogmatis mengenai Kitab Wahyu?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;berikan argumen dan alasan saudara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Catatan: Jawaban masuk paling telat Jumat, 17 September pukul 12.00 WIB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Diambil dari komentar yang masuk secara acak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Beberapa Alasan Banyaknya Penafsiran Dogmatis Mengenai Kitab Wahyu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Adanya perbedaan presuposisi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Perbedaan
presuposisi/keyakinan dasar/perbedaan pemikiran. Hal ini adalah fenomena yang
sudah terjadi sejak zaman bapak-bapak gereja. Bukan hanya dalam menafsir kitab
Wahyu, melainkan juga dalam menafsir beberapa isu penting dalam Alkitab.
Khususnya juga dalam Kitab Wahyu (seperti pasal 20) pertentangan para teolog
seperti Papias, Justin Martin, Ireneus yang menolak pandangan &lt;i&gt;Chiliastic&lt;/i&gt;
dan Eusebeus. Cikal bakal dari pemikiean mereka juga masih berkembang hingga
saat ini bagi gereja-gereja yang menyakini pengajaran mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Adanya Ambiguitas dalam Penafsiran&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Disebabkan
oleh ambiguitas terhadap penafsiran kitab wahyu. Hal mendasar yang menyebabkan
hal ini adalah dipengaruhi dari gendre kitab Wahyu yang berciri khas
apokaliptik yang berkembang pada masa abad pertama. Selain itu kitab wahyu
dalam tulisannya banyak merujuk pada tulisan apokaliptik Perjanjian Lama dengan menggunakan
kalimat-kalimat koordinat yang klasik yang biasanya merefleksikan gaya bahasa
semitis. Oleh karena itu bagi yang mau menafsir Kitab Wahyu harus mempelajari
dengan benar histori pada saat Kitab Wahyu ditulis. Akibat dari kekhasan kitab
ini menyebabkan keberagaman dalam penafsiran kitab wahyu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Penggunaan Metode dalam Penafsiran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Tergantung
pada penggunaan metodologi penafsiran. Pada umumnya, Kitab Wahyu ditafsir
dengan menggunakan empat metode yakni preteris, historis, futuris dan idealis.
Dalam penggunaan metode-metode ini, para penafsir mengkombinasikan dua atau
lebih metode ini, sehingga argumen/hasil tafsirannya berakibat pada keberagaman
tafsiran dogmatis kitab Wahyu. Selain itu, kesalahan penggunaan metode
penafsiran juga menghasilkan tafsiran yang salah sehingga banyak beredar hasil
penafsiran dogmatis yang salah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Latar Belakang Pendidikan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Latar
belakang pendidikan para penafsir. Para penafsir/teolog merupakan orang-orang
yang berlatar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Baik tingkat pendidikan,
denominasi, dsb. Pendidikan para penafsir sangat berpengaruh pada kemampuan
dalam menafsir serta keakuratan hasil tafsiran yang sesuai dengan terang Alkitab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/1805609093562874872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/09/penafsiran-dogmatis-mengenai-kitab-wahyu.html#comment-form' title='28 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/1805609093562874872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/1805609093562874872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/09/penafsiran-dogmatis-mengenai-kitab-wahyu.html' title='Penafsiran Dogmatis Mengenai Kitab Wahyu'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOWK_1LtVlxfOgfGvM-_RsaomgS9Jdzb_EQrLNhEcwgdgK9-T9HCbeHspjWQo0FT9cRA7-c0lZQG2EX2ugu8xpLrfq-rtbnFGFxDdtbHbjoDbcSFOsuEMM8tJ1lnD7WhJPlnYs74D5lVLn/s72-w320-h320-c/SGN_09_17_2021_1631833045151.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>28</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-8449077476719716123</id><published>2021-09-16T10:48:00.008+07:00</published><updated>2021-09-17T06:40:33.356+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Syair"/><title type='text'>Meneliti Kitab Pengkotbah</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&amp;nbsp;Meneliti Kitab Pengkhotbah&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1RrFfCF6HaZj0jDTrwBZnbROveeds73LL6wNbOMQlTzMFCxMbDbV4HZgKj8_0aN1TOp8xAMhrzemaaQ8vd0Bw6asdxsvGWf4nwGj-qpXDAXV8NVIBbK1jUEnC90WafiStDchND6EjhXHf/s1920/SGN_09_16_2021_1631764495072.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kitab Pengkhotbah&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1RrFfCF6HaZj0jDTrwBZnbROveeds73LL6wNbOMQlTzMFCxMbDbV4HZgKj8_0aN1TOp8xAMhrzemaaQ8vd0Bw6asdxsvGWf4nwGj-qpXDAXV8NVIBbK1jUEnC90WafiStDchND6EjhXHf/w320-h320/SGN_09_16_2021_1631764495072.jpeg&quot; title=&quot;Meneliti Kitab Pengkhotbah&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kitab Pengkhotbah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Masing-masing kelompok buatlah penelitian
dari Kitab Pengkhotbah (1 pasal perkelompok) dengan memperhatikan hal-hal
berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-ID;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;
 &lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Tentukan jenis sastranya&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-ID;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
 &lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Jelaskan konteks pasal yang diselidiki&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-ID;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
 &lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Jelaskan struktur Pasal yang diselidiki&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-ID;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
 &lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Buatlah eksegesis ayat demi ayat&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-ID;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
 &lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Terakhir buatlah kesimpulan dari pasal yang diselidiki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Catatan: Jawaban masuk paling lambat pukul 21.00 WIB&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Diambil dari satu atau dua kelompok secara random.&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-family: Roboto; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Pengantar dan Jenis Sastra
Kitab Pengkhotbah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-family: Roboto; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Nama Kitab Pengkhotbah diambil dari ayatnya yang pertama
yang menyebutkan penulisnya sebagai “Pengkhotbah.” Kata itu juga dapat
diterjemahkan “Guru” dan barangkali menunjuk pada suatu jabatan resmi. Hal ini
sesuai dengan apa yang terdapat dalam Pengkhotbah 1:1, bahwa “Inilah perkataan
Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem. Latar belakang Kitab Pengkhotbah
adalah kemakmuran dan kekuasaan kehidupan Salomo itu sendiri. Kitab ini adalah
yang paling sulit di Alkitab. Oleh karena itu, untuk mengerti maksudnya, isinya
harus dianggap sebagai riwayat hidup penulisnya sendiri. Setiap kitab, dapat
memiliki jenis sastra yang berbeda. Kitab Pengkhotbah adalah salah satu kitab syair
dan puisi yang bercirikan adanya ciri sastra hikmat. Dalam bahasa Ibrani hikmat
yaitu “hokmah” yang dapat berarti suatu kualitas intelektual atau pemikiran
manusia dan adanya refleksi pengalaman hidup. Tradisi hikmat sebenarnya sudah
dikenal di Israel dan sudah ada di Timur Dekat kuno. Dalam Kitab Pengkhotbah,
ciri sastra hikmat lebih kepada adanya sifat-sifat manusia, dalam
keuniversalannya serta tidak mengandung perspektif sejarah. Oleh karena jenis
sastra dapat berupa peribahasa, spekulatif, dan narasi yang berisikan kisah.
Dengan demikian, jenis sastra Kitab Pengkhotbah adalah spekulatif yang memiliki
arti adanya perenungan, pikiran berupa monolog atau dialog, serta arti
kehidupan atau masalah penderitaan.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-family: Roboto; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;Konteks Pasal 1:1-18 Dalam
pasal 1 terdapat dua perikop yaitu “segala sesuatu sia-sia” (1:1-11) dan
“pengejaran hikmat adalah sia-sia” (1:12-18). Hal ini sesuai dengan tema utama
dari Kitab Pengkhotbah itu sendiri. Tema kitab Pengkhotbah ialah mencari kunci
arti kehidupan. Pengkhotbah menyelidiki kehidupan dari segala sudut untuk
melihat dimana kepuasan dapat ditemukan. Yang diselidikinya ialah kehidupan “di
bawah matahari” (1:3). Sebagaimana dipandang manusia pada umumnya, tanpa
prasangka-prasangka tentang kehidupan itu. Penulis menggambarkan bahwa hidup
tanpa Allah adalah kesia-siaan, tanpa arti, tidak bertujuan, dan kekosongan
belaka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-family: Roboto; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #37474f; font-family: Roboto; letter-spacing: 0.2pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Susunan Struktur Kitab Pengkhotbah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pendahuluan terdiri dari pasal 1:1-11
yang menjelaskan mengenai “Kesia-siaan belaka”, segala sesuatu dikatakan
sia-sia, jika dipandang dari segi duniawi (1:2,8). Alam berjalan terus-menerus
tanpa mengalami perubahan (1:4-7) dan sejarah merupakan lingkaran kejadian yang
berputar terus (1:9-11). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kesia-siaan segala sesuatu pasal 1:12 –
6:12 Penulis kitab berusaha untuk menemukan arti hidup yang sebenarnya. Namun
jelas dikatakan bahwa hikmat tidak dapat memuaskan. Sekali lagi bahwa “segala
sesuatu adalah kesia-siaan.” Oleh karena itu, hikmat juga dapat menyedihkan
(1:12-18). Dan akhirnya dikalahkan juga oleh kematian (2:12-17). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kelakuan yang bijaksana 7:1-12:8 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Penutup 12:9-14&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;





&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Eksegesis Pengkhotbah 1:1-18&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Ay. 1:2-18
sebenarnya merupakan prolog. Ay. 1 Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud,
raja di Yerusalem. Pada dasarnya Alkitab tidak menulis secara langsung siapa
penulis kitab ini. Sampai pada abad ke-19 Raja Salomo dianggap sebagai
penulisnya. Hal ini dikarenakan ayat pertama dan 2:4-10 juga sangat cocok
sebagai suatu gambaran tentang Salomo. Namun ada juga orang-orang yang membantahnya.
Dilihat dari bahasa aslinya, dinyatakan oleh Namanya yakni Qohelet yang berarti
Pengkhotbah. Qohelet sendiri adalah seorang yang bergumul dengan dirinya
sendiri sebagai seorang bijaksana yang terus bergumul dalam menghadapi realita
hidup. Kata ini dihubungkan dengan ‘qahal’ (kumpulan umum), dan hal ini
menyarankan jenis hikmat yang disampaikan oleh si pembicara. Keduniawiaannya
yang jelas kelihatan itu adalah cocok dengan tujuannya yaitu Qohelet berbicara
kepada rakyat umum yang pandangannya dibatasi pada dunia ini. Ia mulai pada
prinsip-prinsip mereka sendiri, dan terus meyakinkan mereka pada kesia-siaan
yang melekat padanya. Ini dikuatkan dari ungkapan khususnya, “di bawah
matahari” (1:3), yang dengannya ia menyebutkan apa yang disebut PB yaitu ‘dunia’
(kosmos). Ini juga merupakan hal yang berhubungan dengan sekularisme yaitu
suatu paham bahwa tidak ada apa-apa selain dari dunia ini bahkan terhadap agama
yang dikeluarkan. Orang Yahudi cenderung terlalu duniawi dan untuk melupakan
trasendensi (di luar tanggapan pancaindera manusia) Allah. Ay. 2 kata “segala
sesuatu adalah sia-sia” ditulis sebanyak 34 kali dalam Kitab Pengkhotbah. Dan
kalimat ini dimulai dari ayat ini, yang juga mendasari isi dari apa yang ingin
disampaikan oleh Pengkhotbah. Ay. 3 terdapat kalimat “di bawah matahari” yang
juga muncul cukup banyak yaitu sebanyak 31 kali. Hal ini sekaligus menjadi
suatu penekanan yang berhubungan dengan apa yang dilakukan manusia yang
sia-sia. Bahkan dalam ayat-ayat selanjutanya dikatakan adanya usaha untuk menjaring
angin, dengan kata lain segala sesuatu adalah kesia-siaan. Karena pada dasarnya
seberapa hebat seseorang di dunia ini tidak ada yang dapat menjaring angin, ini
pun menggambarakan kesia-siaan belaka. Ay. 4-7 menggambarkan bahwa alam
berjalan terus-menerus tanpa mengalami perubahan. Hal ini menunjukkan apa yang
terdapat dan terjadi dalam bumi. Ay. 8-11 menunjukkan keadaan dunia yang pada
dasarnya tidak pernah puas dengan segala sesuatu yang dimiliki. Sebenarnya
makna dunia bahwa dunia itu dapat menjadi suatu alat jalur penyataan kebajikan,
hikmat dan kebenaran Allah. Hanya apabila manusia memperlakukan sebagai segala
ssesuatu yang ada, dan membuat tujuan-tujuan utamanya untuk seluruh dunia maka
hal itu berubah menjadi kesia-siaan. Tapi ada suatu cara dengan mana orang
dapat menerima kehidupan di bawah matahari, dengan pemberian-pemberiannya, dan
imbalan pemberian itu, berbagai ketidaklogisan dan ketidakadilan yang menonjol
dan cara itu adalah dari tangan Allah (2:24; 5:17-19).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;Ay. 12 ayat ini memiliki kesamaan dengan
ayat 1 yang kembali mengatakan bahwa, “Aku, Pengkhotbah adalah raja atas Israel
di Yerusalem. Hal ini kembali menekankan tentang adanya suatu jabatan resmi
misalnya sebagai orang yang mempunyai tugas untuk mengadakan persidangan orang
Israel, yang sesuai dengan arti nama Pengkhotbah yang juga dapat diterjemahkan
sebagai guru. Ay. 13 dapat dikatakan bahwa manusia mencari kepuasan. Namun,
Pengkhotbah berusaha mencari hal tersebut dengan hikmat tentang apa yang
terjadi. Akan tetapi semua hanyalah hal-hal yang dapat melelahkan diri. Dengan
demikian dalam hal ini pengejaran hikmat pun adalah sia-sia jika tidak
melibatkan Allah. Ay. 14 segala yang dilakukan oleh manusia sebenarnya dapat
memiliki arti. Namun mengapakah penulis mengatakan bahwa ini pun merupakan
kesia-siaan dan usaha menjaring angin? Merupakan misteri yang penulis kitab
sampaikan. Namun dengan segala usaha yang dilakukan tidaklah sia-sia jika
melibatkan Allah. Ay. 15-18 pencarian kepuasan di dalam dunia kembali terdapat
dalam ayat-ayat ini. Baik hikmat, pengetahuan, kebodohan dan kebebalan telah
dipahami oleh penulis Kitab Pengkhotbah (17). Mirisnya kata “tetapi”
menunjukkan suatu alasan bahwa hal tersebut pun adalah kesia-siaan dengan
menggunakkan istilah “menjaring angin,” Pengkhotbah menuliskan bahwa di dalam
banyak hikmat tentu ada banyak pengetahuan tetapi hal itu membuat banyak susah
hati dan dapat berakhir dengan kesedihan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kesimpulan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; letter-spacing: 0.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kitab Pengkhotbah 1:1-18 merupakan salah satu kitab syair dan puisi yang paling sulit
dimengerti oleh pembacanya secara pribadi. Kitab ini seakan menjadi misteri
yang sulit untuk dijawab. Berkaitan dengan hal tersebut, Pengkhotbah memberikan
kunci tentang kitab ini bahwa “kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah
sia-sia.” Ini merupakan kata yang paling banyak diulang dalam kitab ini. Secara
khusus dalam pasal 1:1-18 menjelaskan awal dari apa yang ingin disampaikan oleh
Pengkhotbah. Hal ini menunjukkan adanya pengajaran dari penulis kitab bahwa
segala sesuatu yang dilakukan manusia di bawah matahari adalah usaha untuk
menjaring angin. Bahkan pengejaran akan hikmat, memahami tentang pengetahuan,
kebodohan dan kebebalan pun merupakan kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah
sia-sia. Akan tetapi tidak serta merta semuanya berarti demikian. Segala
sesuatu sebenarnya tidak akan menjadi sia-sia jika manusia hidup dengan takut
akan Allah. ini merupakan inti pangajaran yang sekaligus menjadi tujuan
penekanan penulis Kitab Pengkhotbah itu sendiri (12:13). Dengan kata lain,
manusia yang hidup tanpa Allah adalah sia-sia, termasuk segala apa yang
diperbuatnya adalah hal yang sia-sia, apa pun itu tanpa terkecuali. Dengan
demikian, hidup sebagai manusia dalam dunia ini, haruslah selalu melibatkan
Allah dalam setiap aspek kehidupan yang masih dianugerahkan, dengan selalu
hidup gentar dan takut akan Allah. Sesungguhnya segala sesuatu tidak akan
sia-sia jika hidup di dalam Allah dan takut akan Dia sebagai sumber segala
sesuatu dan sumber kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/8449077476719716123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/09/meneliti-kitab-pengkotbah.html#comment-form' title='41 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/8449077476719716123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/8449077476719716123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/09/meneliti-kitab-pengkotbah.html' title='Meneliti Kitab Pengkotbah'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1RrFfCF6HaZj0jDTrwBZnbROveeds73LL6wNbOMQlTzMFCxMbDbV4HZgKj8_0aN1TOp8xAMhrzemaaQ8vd0Bw6asdxsvGWf4nwGj-qpXDAXV8NVIBbK1jUEnC90WafiStDchND6EjhXHf/s72-w320-h320-c/SGN_09_16_2021_1631764495072.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>41</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-7507647004459289374</id><published>2021-08-16T15:08:00.005+07:00</published><updated>2021-09-16T17:43:09.851+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Gereja Indonesia"/><title type='text'>Gereja Pada Era VOC (Diskusi Pertama)</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtFMSUuPhEYyP0SiOGPpdafFrPavWOaJlWdMcavRcQ8fJHDnmFJuiB0qb6MZL70rknEvg-ZAkvLqB8LzDlwcSlSUPOpqLVfuf5bRfhVs3RFnVymNF3dUWpmuFyBLQl9bPdAJo6unaYkJCc/s1920/SGN_08_16_2021_1629101121251.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gereja pada era voc&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtFMSUuPhEYyP0SiOGPpdafFrPavWOaJlWdMcavRcQ8fJHDnmFJuiB0qb6MZL70rknEvg-ZAkvLqB8LzDlwcSlSUPOpqLVfuf5bRfhVs3RFnVymNF3dUWpmuFyBLQl9bPdAJo6unaYkJCc/w320-h320/SGN_08_16_2021_1629101121251.jpeg&quot; title=&quot;Gereja pada era voc (disksusi pertama)&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;Gereja Pada Era VOC&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Jelaskan bagaimana keadaan gereja pada era VOC?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Uraikan bagaimana pelayanan gereja pada era VOC?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Jelaskan disiplin gereja yang diberlakukan pada era VOC?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Jelaskan pelayanan ibadah dan sakramen pada era VOC?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Jelaskan bagaimana Pekabaran Injil pada era VOC?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: medium;&quot;&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot;&gt;1. Keadaan Gereja pada era VOC, dapat dilihat dari dua aspek yaitu secara fisik dan rohani:&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot;&gt;a. Secara fisik, gedung gereja didirikan dengan bangunan yang indah, memakai tembok batu dan perabot – perabot yang bagus, sehingga gereja yang ada di bawah pemerintahan VOC terlihat megah.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot;&gt;b. Secara rohani, di banyak daerah agama Kristen diterima saja, oleh karena alasan sebab-sebab politik. Dengan itu Firman Tuhan tidak dapat berakar secara mendalam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot;&gt;2. Pelayanan Gereja pada era VOC dilakukan dengan cara mendukung pelayanan-pelayanan gereja seperti membuka sekolah-sekolah dan guru sekolah, mendatangkan pendeta-pendeta dari Belanda dan mendukung pembangunan gereja. Tetapi pada akhirnya VOC tidak melakukan pelayanan gereja secara luas dan mendalam, dimana banyak terhalang oleh kendala bahasa, karena kebanyakan para pendeta yang bertugas kurang paham bahasa Melayu, dll.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot;&gt;3. Disiplin gereja yang diberlakukan pada era VOC adalah pemilihan, pemindahan, pengangkatan pendeta harus sepengetahuan VOC dan mereka memberikan laporan surat menyurat kepada VOC.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot;&gt;4. Pelayanan Ibadah dan Sakramen pada era VOC:&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot;&gt;a. Baptisan dan perjamuan, pada tahun 1734 sinode-sinode di Belanda menolak mentah-mentah penceraian karena tidak sesuai dengan Alkitab dan dengan ajaran dan hukum gereja Calvinis. Baptisan jarang dilakukan karena kurangnya pengajaran Alkitab (katekisasi) kepada orang-orang yang sudah diinjili, akibatnya ialah bahwa kaum Kristen Protestan di Indonesia pada masa VOC jumlahnya semakin berkurang atau dengan kata lain tidak ada progres. Selain itu perayaan Perjamuan Kudus jarang sekali dilakukan terutama pada jemaat2 yang ada di daerah karena kurangnya tenaga pendeta.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot;&gt;b. Ibadah, tata ibadah mengikuti kebiasaan gereja-gereja di Belanda. Jemaat mulai dengan bernyanyi, kemudian ada doa, khotbah, doa, dan bernyanyi lagi.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot;&gt;c. Khotbah, Nyanyian dan doa malam katekisasi. Pendeta berkhotbah juga dalam bahasa Melayu dan Nyanyian menggunakan nyanyian gerejawi, selain daripada itu ada juga doa malam yang diadakan tiga kali per Minggu di setiap jemaat.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot;&gt;d. Kunjungan pendeta, terjemahan Alkitab dan karangan-karangan lain. Pendeta melayani kebutuhan jemaat dan orang-orang Belanda berpendapat bahwa Alkitab harus disediakan dalam bahasa setempat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4e4e4e; font-family: Roboto, sans-serif;&quot;&gt;5. Pekabaran Injil pada era VOC mengalami begitu Banyak masalah atau hambatan yang disebabkan oleh kekurangan pendeta. Pekabaran Injil juga terkendala oleh faktor geografi yang menyebabkan sulit untuk mengunjungi jemaat-jemaat di daerah yang memerlukan pelayanan dengan semestinya. Akan tetapi kendatipun segala Rintangan yang banyak itu, Pekabaran Injil berkembang di Indonesia Timur, pada akhir abad ke XVIII berpuluh ribu orang sudah masuk Kristen dan beratus-ratus sekolah sudah dibuka. Pekabaran Injil Protestan mempunyai suatu keuntungan besar, yang tidak terdapat pada misi K.R yaitu biar jumlah pendeta Belanda berkurang, tetapi bilangan pemimpin jemaat Bumiputera bertambah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/7507647004459289374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/7507647004459289374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/08/gereja-pada-era-voc-diskusi-pertama.html' title='Gereja Pada Era VOC (Diskusi Pertama)'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtFMSUuPhEYyP0SiOGPpdafFrPavWOaJlWdMcavRcQ8fJHDnmFJuiB0qb6MZL70rknEvg-ZAkvLqB8LzDlwcSlSUPOpqLVfuf5bRfhVs3RFnVymNF3dUWpmuFyBLQl9bPdAJo6unaYkJCc/s72-w320-h320-c/SGN_08_16_2021_1629101121251.jpeg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1861651404069415128.post-2637880210976425834</id><published>2021-06-20T18:15:00.001+07:00</published><updated>2021-06-20T18:15:00.225+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Gereja Indonesia"/><title type='text'>Kontribusi Gereja Dalam Kemerdekaan Indonesia</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kontribusi Gereja Dalam Kemerdekaan Indonesia dan Implikasinya Bagi Kehidupan Orang Kristen Masa Kini&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Z-SIG9e9tpQvuxAca0X1RBy1cNKvfS8QiuuQPt4RuQyizT2tsy5N62w6APWkiJcBxruw2YdI0rKYsOSfgDioP7CpkLG-AnBunhrp4qjtS6S9NUP5INg7ig7Cujn2IJJxkOwQdr8CwUOZ/s1920/SGN_06_20_2021_1624186568037.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kontribusi gereja dalam kemerdekaan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1920&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;310&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Z-SIG9e9tpQvuxAca0X1RBy1cNKvfS8QiuuQPt4RuQyizT2tsy5N62w6APWkiJcBxruw2YdI0rKYsOSfgDioP7CpkLG-AnBunhrp4qjtS6S9NUP5INg7ig7Cujn2IJJxkOwQdr8CwUOZ/w310-h310/SGN_06_20_2021_1624186568037.jpeg&quot; title=&quot;Kontribusi gereja dalam kemerdekaan Indonesia&quot; width=&quot;310&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Kontribusi gereja dalam kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;LATAR
BELAKANG MASALAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Sejak zaman perjuangan hingga saat ini
orang Kristen di Indonesia tergolong minoritas. Dari keseluruhan jumlah
penduduk di Indonesia hanya 10% yang penduduknya yang beragama Kristen. Hal ini
membuat orang Kristen di Indonesia sedikit mengalami kesulitan dalam memberi
sumbangsih melalui organisasi-organisasi politik dan pemerintahan di Indonesia.
Gereja-gereja di Indonesia dianggap seolah-olah tidak peduli dengan negera dan
tidak mau ikut campur segala urusan yang berkaitan dengan politik. Sehingga dinilai
bahwa orang Kristen pasif dalam membangun &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;angsa Indonesia ini.
Akan tetapi ini hanyalah pandangan sebelah mata. Pada dasarnya orang Kristen
sudah berperan aktif dalam pembangunan bangsa ini, bahkan dimulai sejak zaman
perjuangan kemerdekaan Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Beranjak dari hal tersebut, maka penulis &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;akan
mengulas kembali apa yang menjadi kontribusi gereja dan orang Kristen dalam
memperjuangkan bangsa Indonesia hingga saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;KONTRIBUSI
GEREJA DALAM MEMPERJUANGKAN KEMERDEKAAN INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kondisi Gereja &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;an Orang
Kristen&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Pada Masa Penjajahan Belanda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Pembinaan
gereja di Indonesia sejak abad ke-19 dilakukan oleh pihak pemerintahan Belanda
dan oleh &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;adan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;ekabaran Injil&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;(PI)&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Belanda memiliki
kontribusi yang cukup besar bagi Kekristenan di Indonesia. Salah satunya yaitu
berdirinya gereja-gereja &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;hasil PI &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;NZV (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Nederlansch Zendeling Genootschap&lt;/i&gt;), &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;yaitu suatu Badan Pekabaran Injil
yang berpusat di &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Belanda. Perkembangan
kekristenan di Indonesia sangat berkembang dengan pesat pada saat itu, sehingga
terbentuklah daerah-daerah Kristen (&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;contohnya: &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Maluku, Timor,
Minahasa&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Tapanuli&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;, dll&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Pada awal abad
ke-20 di Indonesia telah muncul semangat nasionalisme yang ingin membebaskan
dirinya dari Kekuasaan Belanda. Hal ini membuat gereja dan orang Kristen tidak
dapat berdiam diri saja. Gereja di Indonesia dituntut&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; memiliki&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; suatu sikap
terhadap pergerakan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;ini.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; Akan tetapi ada beberapa pandangan berbeda dari gereja dan
orang Kristen terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dr. J. Leimena
membaginya menjadi ke dalam tiga golongan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Golongan
konservatif : Golongan yang menolak pergerakan kebangsaan dan
mengidentifikasikan diri dengan kekuasaan kolonial. Menggabunggkan diri dengan
golongan pergerakan kebangsaan dianggap bertentangan dengan ajaran-ajaran
Kristus yang menodai agama Kristen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Golongan yang
mengerti tentang persatuan bangsa Indonesia : golongan yang mengerti dan
merasakan bahwa ada kepincangan dalam pergerakan kebangsaan Indonesia akan
tetapi tidak mau berpartisipasi dalam gerakan perjuangan pada bagian pertama
abad ke-20 ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Golongan yang
aktif dalam pergerakan kebangsaan Indonesia : golongan yang beralih menjadi
nasionalis-nasionalis yang baik dan yang merangkaikan antara gereja dan
perjuangan kemerdekaan Indonesia secara bertanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;





&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Gereja Protestan adalah bagian dari
lembaga pemerintahan kolonial di Indonesia. Para pelayannya adalah pegawai
negeri, yang diangkat dan digaji oleh pemerintah, sehingga fungsinya kurang
lebih hanya sebagai pegawai kantor urusan keagamaan Kristen. Keterlibatan
gereja dan orang Kristen dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia baik melalui organisasi
kedaerahan maupun partai politik kurang menonjol. Hal ini disebabkan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;oleh karena &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;para pekabar Injil tidak mempersiapkan orang Kristen
Indonesia dalam menghadapi masalah di bidang sosial politik, selain itu orang
Kristen di Indonesia merupakan golongan yang minoritas. Pada waktu itu tidak
ada suara kenabian dari kalangan gereja terhadap kenyataan buruk kolonialisme.
Padahal pada abad ke-19 terdapat peristiwa-peristiwa penting dalam hubungan
kolonialisme yang seharusnya menjadi perhatian gereja seperti sistem tanam
paksa, per&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;lawanan terhadap
pemerintah&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; kolonial,&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Zending &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;an Pergerakan Nasional Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Bangkitnya
semangat nasionalisme Indonesia dipengaruhi oleh perkembangan internasional&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;, yaitu adanya&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;
kebangkitan bangsa-bangsa yang terjajah dalam memperjuangkan kemerdekaan
khususnya di&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;
wilayah&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; Asia. Pergerakan nasional Indonesia
mula-mula merupakan gerakan sosial, ekonomi, kebudayaan dan agama. Sekalipun
pergerakan ini sudah mulai terjadi, akan tetapi pada permulaan abad ke-20
gereja dan kekristenan di Indonesia tidak bersikap anti kolonialisme, dalam
arti tidak mengecam kenyataan-kenyataan buruk dalam prakt&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;k
kolonoial, bukan karena mendukungnya, melainkan karena mengganggap hal itu di
luar wilayah urusan agama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Pada masa
pergerakan nasional Indonesia, gereja&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;-gereja&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; dan Zending mula-mula mengambil
jarak. Akan tetapi lambat laun Zending memahami hakikat pergerakan itu sebagai
ungkapan hak kemerdekaan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;dari B&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;angsa Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Ada beberapa &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;tokoh
&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;PI dari Eropa&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;yang
&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;mu&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;lai &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;mengarahkan
gereja-gereja &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;untuk
aktif dalam &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;pergerakan nasional antara lain
B.M Schuurman dan Hendrik Kraemer. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Organisasi Politik Pada Zaman Pergerakan Nasional –
Kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;h4 style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4 style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Lahirnya &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Organisasi Masyarakat
Kristen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Pengorganisasian masyarakat Kristen
terjadi menurut daerah asal&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;/&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;suku dengan tujuan awal yang lebih
terkait pada sosial budaya dan ekonomi dari pada politik praktis. Organisasi
“suku-suku Kristen” belum sepenuhnya mewakili pihak Kristen Indonesia dalam
pergerakan nasional. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Beberapa
o&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;rganisasi tersebut antara lain: &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Jong Ambon (1918), Persatuan Minahasa (1927),
Perserikatan Timor (1924), Hatopan Kristen Bapak (1917).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h4 style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Partai Politik
Kristen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Berbeda dengan organisasi-organisasi
Kristen&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; yang bersifat
kedaerahan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;, partai politik Kristen secara
sadar menempatkan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;gama Kristen sebagai dasar pergerak&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;k&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;an nasional dan
politik praktis sebagai bidang kegiatan utamanya. Kegiatan-kegiatan yang ada
dalam partai politik Kristen lebih mengarahkan gereja-gereja di Indonesia untuk
berkecimpung dalam pergerakan nasional. Partai-partai tersebut antara lain: &lt;i&gt;Christelijke
Ethische Partij&lt;/i&gt;/CEP (1926), Perserikatan Kaoem Christe&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;/PKC
(1912), Partai Kaum Masehi Indonesia/PKMI (1920).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kondisi Gereja &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;an Orang
Kristen Pada Masa Penjajahan Jepang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Meskipun
kehadiran Jepang tidak lama di Indonesia akan tetapi Jepang membawa perubahan
yang cukup besar dalam kehidupan gereja dan orang Kristen di Indonesia. Dengan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;keluarnya&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;
Lembaga Pekabaran Injil Barat, gereja di Indonesia terpaksa berdiri sendiri dan
melaksanakan misi sebagai tugas panggilannya sebagai gereja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Sebelum kehadiran pendeta dari Gereja
Kristen Jepang di Indonesia, gereja dan orang Kristen pada saat itu mengalami
tekanan dari Jepang. Jepang sangat anti&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; terhadap &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Barat sehingga
segala sesuatu yang berbau Barat harus dihilangkan. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Orang
Kristen sangat menderita pada masa ini bukan saja dari pihak Jepang tetapi juga
dari &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;saudara
sebangsanya yang berbeda kepercayaan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;. Orang Kristen dicurigai
sebagai orang yang &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;pro kepada&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; Belanda dan menjadi kaki tangan
Belanda. Pada waktu itu gereja-gereja dijadikan asrama tentara, gudang, ataupun
tempat penyimpanan abu jenazah tentara Jepang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Peran Gereja &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;an Orang Kristen Di Awal Kemerdekaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Peranan gereja dan orang Kristen
lndonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada periode revolusi
fisik ini sangat besar. Kebanyakan pemimpin gereja dan orang Kristen menolak
kembalinya Belanda sebagai penguasa di lndonesia. Penola&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;k&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;kan
pemimpin gereja dan orang Kristen tersebut diwujudkan dalam bentuk mengungsinya
orang&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;-orang&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; Kristen dari daerah yang diduduki Belanda ke dalam
wilayah Republik, bahkan pemuda-pemuda Kristen ikut bertempur melawan Belanda.
Hal ini khususnya terjadi di Jawa dan Sumatera. Semangat nasionalisme orang
Kristen Indonesia menjadi matang &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;pada masa&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; periode ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pada permulaan zaman revolusi, para
pemuda Kristen Indonesia membentuk kesatuan-kesatuan perjuangan untuk mempertahankan
kemerdekaan Indonesia melalui terbentuknya orgaanisasi kaum muda di
daerah-daerah antara lain: Angkatan Pemuda Indonesia Ambon (API-Ambon), Pemuda
Rakyat lndonesia Maluku (PRI-Maluku), Pemuda Indonesia Maluku (PIM), Persatuan
Pemuda lndonesia, Kebaktian Rakyat lndonesia Sulawesi (KRIS), Dewan Minahasa,
Pemuda Kristen protestan Indonesia (PPKR), Laskar Sunda Kecil, Perhimpunan
Mahasiswa Kristen Indonesia (PMKI)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Dalam bidang pemerintahan orang Kristen
juga telah mengambil peranan yang penting. Tokoh-tokoh nasionalis Kristen yang
muncul sejak tahun 30-an tetap memberikan darma bhaktinya demi kehidupan
Republik Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Di antara yaitu, &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Mr. A.A. Maramis,&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; dan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;
Dr. G.S.S.J. Ratulangi telah turut serta mempersiapkan segala sesuatu guna
kelahiran Negara Indonesia Merdeka. Mereka turut serta dalam perumusan UUD 1945.
Mr. J. Latuharhary diangkat menjadi &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;G&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;ubemur Provinsi Maluku dan Dr. G.S.S.J.
Ratulangi menjadi &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;G&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;ubernur Provinsi Sulawesi. Dalam kabinet
&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;pun ada beberapa
&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;menteri yang beragama&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;, seperti &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Mr. Amir Sjarifoeddin, Ir. F. Laoh, Ir. Putuhena, Dr.
Mr. T.S.G. Mulia, Dr. J. Leimena, Mr.A.A. Maramis dan sebagainya. Dalam bidang
diplomasi &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;juga ada tokoh
Kristen yang &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;terkenal&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; yaitu D&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;r. J. Leimena, T.B.
Simatupang, Mr. Amir Sjarifoeddin dan dalam angkatan bersenjata terdapat tokoh
seperti: TB. Simatupang, A.E. Kawilarang, M. Simbolon, M. Panggabean, D.I.
Pandjaitan, John Lie dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Partisipasi orang Kristen Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; dalam&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;
mengisi kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; dapat dilihat dengan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;dibentuknya “Partai
Kristen Nasional”, pada tanggal 18 November 1945 (kemudian pada tahun 1946
diubah menjadi Partai Kristen Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;/&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Parkindo). PKN
dibentuk berdasarkan maklumat pemerintah RI, bahwa pemerintah menyukai&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; lahirnya&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;
partai-partai politik karena dengan adanya partai-partai itulah segala aliran
dan paham yang ada dalam masyarakat dapat dipimpin berjalan teratur. Sebagai
ketua ditunjuk Dr. W.Z. Johannes dan sekretarisnya adalah Marjoto. Tujuan dari
PKN dirumuskan sebagai berikut: “Berusaha dalam bidang politik, ekonomi dan
sosial menurut asas-asas Firman Tuhan yang termaktub dalam Kitab Suci”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;IMPLIKASI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; DARI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; PERANAN GEREJA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;DALAM KEMERDEKAAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Sejak awal dimulainya pergerakan
nasional Indonesia, pada dasarnya gereja dan orang kristen sudah berkontribusi
di dalamnya. Meskipun hal ini pada awalnya berjalan lambat dan harus menghadapi
berbagai tantangan yang sulit. Akan tetapi setidaknya banyak pelajaran yang
dapat diteladani oleh gereja dan orang Kristen masa kini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Kata “merdeka” bagi &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;angsa
Indonesia memang telah terwujud kurang lebih selama 7&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;3&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; tahun ini. Pendirian
Pancasila sebagai ideologi dasar &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;negara&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; juga sudah menjadi tolak ukur yang
kokoh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun, yang
menjadi pertanyaannya adalah apakah bangsa ini benar-benar merasakan
kemerdekaan tersebut? Tentulah tidak. Mengapa? Karena masih begitu banyak
rakyat yang mengalami diskriminasi, perbedaan status sosial, dan lain
sebagainya. Dengan demikian maka perjuangan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;angsa Indonesia menuju
kemerdekaan yang sesungguhnya belum selesai dengan hanya dibacakannya naskah
proklamasi. Masih banyak hal yang harus dikerjakan untuk mewujudkan i&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;tu&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;
semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Untuk mewujudkan kemerdekaan yang
sesungguhnya dibutuhkan kerja sama yang baik di antara berbagai aspek kehidupan
bernegara&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;, dan g&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;ereja merupakan salah satu aspek di dalamnya. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Beberapa hal y&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;ang &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;dapat dilakukan oleh gereja-gereja &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;dan orang Kristen masa
kini untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Berpartisipasi dalam
organisasi politik dan keagamaan – menghilangkan paradigma bahwa politik itu
kotor.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Menyumbangkan
pemikiran-pemikiran untuk pembangunan bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mengaplikasikan
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Tidak menarik diri
dalam kondisi-kondisi sulit yang dialami oleh rakyat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Menjadi berkat melalui
sikap hidup – “Kamu adalah garam dan terang dunia” – Matius 5:13.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Menaati UU berbangsa
dan bernegara yang telah dibuat oleh pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;









&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: #141823; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kontribusi gereja dan orang Kristen
dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia mungkin tidak diketahui oleh
semua masyarakat di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;sekarang&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; ini&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;,
secara khusus generasi mudanya&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;. Akan tetapi &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;terpenting&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; adalah &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;bagaimana
gereja dan orang Kristen dapat hidup berdampingan dengan masyarakat &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;yang berbeda kepercayaan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;untuk mempertahankan kemerdekaan bahkan aktif dalam
kegiatan-kegiatan yang mengarah untuk memperjuangkan kemerdekaan sesungguhnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Daulay,
Richard M. &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Agama dan Politik di
Indonesia: Umat Kristen Di Tengah Kebangkitan Islam&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Leirissa,
R.Z. &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Biografi Dr. J. Leimena. &lt;/i&gt;Dalam
P.D. Latuihamallo dkk, &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Kewarganegaraan
Yang Bertanggungjawab: Mengenang Dr. J. Leimena&lt;/i&gt;. Jakarta: BPK Gunung Mulia,
1980&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Ngelow,
Zakaria. &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Kekristenan dan Nasionalisme&lt;/i&gt;.
Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Simatupang,
T.B. &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Iman Kristen dan Pancasila&lt;/i&gt;. Jakarta:
BPK Gunung Mulia, 1995&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://christiancitizenship.wordpress.com/category/l-tokoh-kristen-ri/&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;http://christiancitizenship.wordpress.com/category/l-tokoh-kristen-ri/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://robi2684.blogspot.com/feeds/2637880210976425834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/06/kontribusi-gereja-dalam-kemerdekaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/2637880210976425834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1861651404069415128/posts/default/2637880210976425834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://robi2684.blogspot.com/2021/06/kontribusi-gereja-dalam-kemerdekaan.html' title='Kontribusi Gereja Dalam Kemerdekaan Indonesia'/><author><name>Robi Prianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12052599523079806124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTaKrghIdcqq_kQo_vZ0kA1pAGL1pVXmUBOH927Bvx8DN-jnHOkUbhT5UR2qg7MhyENnllkagw_P_pGMJ2_c1sGfOAGepkdRfoyJVmsUFs7e1UK_jHnK6ZaltIdmeCF-Q/s113/20201119_183230.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Z-SIG9e9tpQvuxAca0X1RBy1cNKvfS8QiuuQPt4RuQyizT2tsy5N62w6APWkiJcBxruw2YdI0rKYsOSfgDioP7CpkLG-AnBunhrp4qjtS6S9NUP5INg7ig7Cujn2IJJxkOwQdr8CwUOZ/s72-w310-h310-c/SGN_06_20_2021_1624186568037.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>