<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356</atom:id><lastBuildDate>Sun, 22 Mar 2026 07:12:33 +0000</lastBuildDate><category>jantung dan pembuluh darah</category><category>gawat darurat</category><category>Tips kesehatan</category><category>etika hukum kedokteran</category><category>nutrisi</category><category>diabetes</category><category>kesehatan reproduksi</category><category>penyakit infeksi</category><category>tumbuh kembang anak</category><category>psikologi</category><category>Elektrokardiografi (EKG)</category><category>kecantikan</category><category>renungan</category><category>Tips belajar</category><category>fenomena kedokteran</category><category>humor</category><category>pengalamanku</category><category>alat kesehatan</category><category>anestesiologi</category><category>imaging</category><category>infeksi nosokomial</category><title>dokter-medis</title><description>Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter-medis</description><link>http://dokter-medis.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>137</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-7804217314448140862</guid><pubDate>Sun, 28 Sep 2025 08:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-09-28T15:24:29.043+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">etika hukum kedokteran</category><title>Etika Profesi Dokter di Tengah Gelombang Disrupsi Teknologi: Menjaga Nilai di Era Perubahan</title><atom:summary type="text">&amp;nbsp;Era disrupsi, yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang pesat seperti otomatisasi, konektivitas luas, kecerdasan buatan (AI),&amp;nbsp;big data, dan&amp;nbsp;Internet of Things, telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor, termasuk dunia kesehatan. Inovasi disruptif seperti&amp;nbsp;telemedicine,&amp;nbsp;smartwatch, algoritma&amp;nbsp;machine learning,&amp;nbsp;blockchain&amp;nbsp;untuk keamanan data, </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2025/09/etika-profesi-dokter-di-tengah.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-932360876762698768</guid><pubDate>Fri, 26 Sep 2025 09:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-09-26T16:45:12.697+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">anestesiologi</category><title>Manajemen Sedasi Ringan: Aspek Farmakologis, Keselamatan, dan Tata Laksana Kegawatdaruratan</title><atom:summary type="text">Latar Belakang dan RisikoPenggunaan sedasi ringan hingga sedang oleh non-anestesiolog telah menjadi hal yang umum, misalnya dalam endoskopi atau kateterisasi jantung. Namun, data menunjukkan insiden komplikasi pernapasan (seperti hipoksemia) dapat mencapai&amp;nbsp;1-5%, dan komplikasi kardiovaskular (seperti hipotensi) sekitar&amp;nbsp;1-3%. Ini menegaskan bahwa sedasi bukanlah intervensi yang tanpa </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2025/09/manajemen-sedasi-ringan-aspek.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMpSPXd7Maetj2KtkTayUzkmQDkXby-LhjB0NF6vreapSYrtmd-bHAR3G0wM8Ua2uXpnX3yK2pXVuo6zJ2hrdfCUygdfhDTg6ekX9Ppn9nRX6fUymWwL8jTz8NkVrZaNWQZoVVgc9cQIzIicMFQnkqyABo3C4jSo5wMBq4WyMpYttuJazbKN_zC5WOrg9D/s72-w545-h342-c/Screenshot%20(1236)%20-%20Edited.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-3125885908340011216</guid><pubDate>Thu, 25 Sep 2025 04:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-09-25T11:43:28.777+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jantung dan pembuluh darah</category><title>Peran PCSK9 dalam Pengendalian Kolesterol LDL</title><atom:summary type="text">&amp;nbsp;PCSK9: &quot;Kunci&quot; yang Mengatur Kadar Kolesterol LDLUntuk memahami terapi baru, kita harus memahami dulu peran PCSK9. Secara alami, hati kita memiliki reseptor (LDLR) yang bertugas &quot;menangkap&quot; kolesterol LDL dari darah untuk diurai. Normalnya, reseptor ini didaur ulang dan digunakan kembali.Di sinilah&amp;nbsp;PCSK9&amp;nbsp;berperan. Protein ini mengikat reseptor LDL (LDLR) dan mengarahkannya untuk </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2025/09/peran-pcsk9-dalam-pengendalian.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-3176594115948600261</guid><pubDate>Thu, 25 Sep 2025 03:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-09-25T10:44:51.597+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jantung dan pembuluh darah</category><title>Tantangan Pengendalian Lipid pada Pasien Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Aterosklerotik (ASCVD)</title><atom:summary type="text">&amp;nbsp;Target LDL-C Semakin Ketat: Semakin Rendah, Semakin BaikPedoman terbaru (ESC/EAS 2019, PERKI, LAI 2023) semakin agresif dalam menetapkan target LDL-C, terutama untuk pasien&amp;nbsp;risiko sangat tinggi&amp;nbsp;(seperti yang sudah mengalami ASCVD, penyakit ginjal kronis, atau diabetes dengan komplikasi).Target utama:&amp;nbsp;&amp;lt;55 mg/dL&amp;nbsp;disertai penurunan&amp;nbsp;≥50%&amp;nbsp;dari kadar </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2025/09/tantangan-pengendalian-lipid-pada.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-2333842927262550082</guid><pubDate>Thu, 25 Sep 2025 01:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-09-25T08:36:51.706+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jantung dan pembuluh darah</category><title>Mengatasi Hambatan, Meningkatkan Standar: Strategi Optimalisasi Pengelolaan Lipid pada Pasien Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (ASCVD) </title><atom:summary type="text">&amp;nbsp;Mengapa LDL-C Sangat Penting?Kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein) telah lama diakui sebagai salah satu faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi untuk mencegah kejadian kardiovaskular berulang. Bukti selama 30 tahun terakhir menunjukkan hubungan yang kuat dan linear antara paparan kumulatif LDL-C sepanjang hidup seseorang dan peningkatan risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2025/09/mengatasi-hambatan-meningkatkan-standar.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-2337775753623964790</guid><pubDate>Wed, 19 Feb 2014 08:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-19T15:58:48.708+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">imaging</category><title>Cara membaca Foto Rontgen Thorak (Chest X-Ray) Dewasa</title><atom:summary type="text">

Cara membaca Foto Rontgen Thorak (Chest X-Ray) Dewasa






1. Perhatikan terlebih dahulu identitas pasien dan nomer
rekam medis apakah sesuai atau tidak.

2. Perhatikan tanda R (right) dan L (left) apakah posisi
foto rontgen sudah benar.&amp;nbsp;

3. Apakah eksposure sinar X-ray cukup atau berlebih atau
kurang. Eksposure yang cukup ditandai dengan os vertebralis thorakalis tampak
terlihat sampai </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2014/02/cara-membaca-foto-rontgen-thorak-chest.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvlTD_LdZcYnHckkoDmHdq9uT4LCsjarmnAh9hinizeKFxszRD8I0k9QuRxki471emma4CnPBPL7KwnekQlXOo2RAcIsTul5UbPbNa0nn2QrbF_mxEFqF5hknSTljAUtGdlMuQylXzi-Nz/s72-c/untitled9.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>12</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-4419877490231067447</guid><pubDate>Fri, 24 Jan 2014 11:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-24T18:06:16.298+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Elektrokardiografi (EKG)</category><title>Menentukan Sumbu Jantung Secara Cepat</title><atom:summary type="text">

Apa sih yang dimaksud dengan sumbu atau aksis jantung? Sumbu jantung merupakan arah depolarisasi yang menyebar ke seluruh jantung
untuk merangsang kontraksi miokard. Arah depolarisasi menunjukkan besar dan
arah gaya listrik jantung. Besar dan arah gaya listrik jantung itu sendiri
dinamakan vektor jantung. Vektor digambarkan sebagai anak panah yang
menunjukkan arah listrik jantung dan panjangnya</atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2014/01/menentukan-sumbu-jantung-secara-cepat.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhn_4_kYTcvzlLuGTWqZY5YmSGNBduKww9xAOqa2RX3ifE7Maps_vjHf_WQVm3pMBq6AhSb0tA7vblId3wVKiqt3zW5XGd-n5N-H14hed5ihGuqy1_qoIh1RNsmVmBQHIbjtZ0mRMmNEt5a/s72-c/Noname1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>6</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-531805206087850554</guid><pubDate>Fri, 17 Jan 2014 13:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-17T20:22:37.095+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips kesehatan</category><title>tips menurunkan berat badan secara cepat tanpa obat</title><atom:summary type="text">

Mengurangi berat badan tidak selalu harus melakukan
diet secara ketat atau menggunakan obat-obat penurun nafsu makan. Yang kita
lakukan adalah memodifikasi gaya hidup kita sehari-hari. Berikut ini tips cara
menurunkan berat badan secara cepat :

1.&amp;nbsp; menjalani
rutinitas kehidupan sehari-hari dan selalu menghitung kira-kira jumlah kalori
terakhir yang anda makan. Jika anda di kantor </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2014/01/tips-menurunkan-berat-badan-secara.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><thr:total>6</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-7395310644797387319</guid><pubDate>Sat, 11 Jan 2014 14:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-11T21:20:13.007+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">etika hukum kedokteran</category><title>BPJS dan Jasa Medik Dokter</title><atom:summary type="text">

Mengenal BPJS




Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial (BPJS) ini merupakan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 40 tahun
2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang-Undang no 24
tahun 2011 tentang BPJS. Pembentukan BPJS merupakan transformasi kelembagaan PT
Askes (Persero), PT Jamsostek (Persero), PT Taspen (Persero) dan PT ASABRI
(Persero). Transformasi tersebut diikuti adanya </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2014/01/bpjs-dan-jasa-medik-dokter.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT06-_oFOOuUViAbPhb94X5GqwLynwsBVgUI35oVEX6HdeFKq1xnKVcSyp91MrA3ciNRRfQvhM7nfwPa-zO4mRPTYYUapCEseSBLmpyDRPZrsBaVm8sZ9oh8ACfy3uPx-WRq5yuVYDxYar/s72-c/bpjs.gif" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-2179886489196548190</guid><pubDate>Thu, 09 Jan 2014 16:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-09T23:21:36.291+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jantung dan pembuluh darah</category><title>Klasifikasi Hipertensi pada Kehamilan</title><atom:summary type="text">
Kalau membicarakan mengenai hipertensi pada kehamilan, yang selalu kita pikirkan adalah preeklampsi atau eklampsi. Ternyata ada juga klasifikasi hipertensi lainnya pada kehamilan. Ada beberapa klasifikasi yang dikeluarkan di berbagai negara. Tetapi&amp;nbsp;klasifikasi yang direkomendasikan adalah klasifikasi oleh National
High Blood Pressure Education Program (NHBPEP) Working Group on Hypertension </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2014/01/klasifikasi-hipertensi-pada-kehamilan.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-8374688313231505265</guid><pubDate>Mon, 06 Jan 2014 17:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-07T17:38:23.250+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">etika hukum kedokteran</category><title>Undang Undang Kesehatan Indonesia</title><atom:summary type="text">

Undang Undang No. 23
Tahun 1992 Tentang : Kesehatan



Apa saja yang diatur pada Undang
Undang No. 23 Tahun 1992 Tentang : Kesehatan, Berikut ini ketentuan umumnya :

1. Kesehatan adalah keadaan
sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup
produktif secara sosial dan ekonomis.

2. Upaya kesehatan adalah setiap
kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2014/01/undang-undang-no-23-tahun-1992-tentang.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-7956863752262521752</guid><pubDate>Sat, 04 Jan 2014 17:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-05T00:28:43.326+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Elektrokardiografi (EKG)</category><title>Menghitung Denyut Jantung (Heart Rate) pada Elektrokardiografi (EKG)</title><atom:summary type="text">
Dengan elektrokardiografi (EKG), kita bisa menghitung denyut jantung (heart rate) berdasarkan kecepatan kertas saat mesin EKG merekam listrik jantung. kecepatan standar adalah 25 mm/detik. Jadi dalam satu menit kita akan dapatkan 25 mm kali 60 detik = 1500 mm/menit. Sehingga untuk mengetahui heart rate kita tinggal membagi saja 1500 dengan jarak siklus jantung dalam mm. jarak siklus jantung yang</atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2014/01/menghitung-denyut-jantung-heart-rate.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWgrJ62jE6OW6u2GTXgMuAxLD83t9_df0xusXZ1Tx_Kklx7dmNN7_Uaf0muKIHPOrb69Q9HYQBP-Wxe0caJSlUbqjA7xnaPRehTFWNnyNAq8khuwlDryKNr4eok0uC2Dhi1CQxadI6Xl_Q/s72-c/images+(15)1.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-6156031486174943370</guid><pubDate>Tue, 31 Dec 2013 14:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-31T21:09:12.229+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diabetes</category><title>Pengelolaan Kaki Diabetes</title><atom:summary type="text">



Pengelolaan
kaki diabetes

A.Pencegahan
dengan cara

1.Penyuluhan
: untuk selalu memperhatikan kebersihan dan kesehatan kaki, memakai alas kaki
yang tebal dan hindari luka serta gula darah yang terkontrol.

2.Melakukan
identifikasi terhadap pasien yang mempunyai risiko tinggi terhadap

&amp;nbsp;&amp;nbsp; kemungkinan menderita Kaki diabetes

&amp;nbsp;&amp;nbsp; -Kaki diabetes &amp;nbsp;akibat iskemia

</atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2013/12/pengelolaan-kaki-diabetes.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgurYmROLobUqWv23fiOTsqUs6sNQ2pRfldwAZh0SElT36NAS1xUTJamYlXGBNp0WqUqyvtwsKeqheOfMoPIJDuMju9hjm2eSAonFXbqNIt8mi3NDX_eejleVWvuxWYQIMSJjE9J4G_ugL0/s72-c/kaki+diabet.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-2200092964465769976</guid><pubDate>Tue, 31 Dec 2013 13:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-31T21:10:54.342+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diabetes</category><title>Klasifikasi Obat Anti Diabetes Oral yang biasa digunakan</title><atom:summary type="text">


Sulfonilurea

Obat ini merangsang sel
beta pankreas untuk memproduksi insulin. terbagi menjadi berapa golongan,
antara lain :

1.Kelas A: hipoglikemik kuat

&amp;nbsp;glibenklamid, nama merk dagangnya euglukon, daonil&amp;nbsp;

dengan sediaan 5mg per tablet. diberikan maksimal 3 tablet diberikan
pagi dan siang

klorpropamid, nama merk dagangnya diabinase&amp;nbsp;

dengan sediaan 100 dan 250 mg per </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2013/12/klasifikasi-obat-anti-diabetes-oral.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-911864947500040589</guid><pubDate>Sun, 29 Dec 2013 14:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-29T21:05:27.293+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">fenomena kedokteran</category><title>wanita bersusuk emas</title><atom:summary type="text">



Fenomena menggunakan susuk untuk pengobatan tidak hanya terjadi di Indonesia.
Tetapi juga terjadi di Negara gingseng, korea selatan. Berikut ini adalah
kasusnya :

Seorang wanita 65 tahun dengan rasa sakit di kedua lututnya . Dia menderita
osteoartritis lutut sebelumnya dan telah diobati dengan obat analgesik dan obat
antiinflamasi nonsteroid. Selain itu, dia diobati dengan injeksi </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2013/12/wanita-bersusuk-emas.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHwkWVRBAIIOba6_0grLsSFx424HTWoMkvaQkXyN6waecVtVYBbvlNTqogI1UXfntL7Uma8m1AbX7B3Xn09cwVnK8e6nNvCqheLS7Gr2SwRg2PvR1hSE1Ny6JvF5cFsoEgk6-5WNAdrmxr/s72-c/Noname.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-5099708146557769350</guid><pubDate>Sun, 29 Dec 2013 12:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-29T19:58:49.634+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">etika hukum kedokteran</category><title>kode etik kedokteran</title><atom:summary type="text">

Kode etik adalah pedoman perilaku yang berisi
garis – garis besar, adalah pemandu sikap dan perilaku. Dalam kedokteran, kode
etik menyangkut 2 ( dua ) hal yang harus diperhatikan ialah : 

1.
Etik Jabatan Kedokteran ( Medical Ethics )

&amp;nbsp;Menyangkut
masalah yang berkaitan dengan sikap dokter&amp;nbsp;terhadap
teman sejawat, para pembantunya serta terhadap&amp;nbsp; masyarakat
&amp;amp; pemerintah.

&amp;</atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2013/12/kode-etik-kedokteran.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-1453659230185886939</guid><pubDate>Sun, 29 Dec 2013 08:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-29T15:07:50.047+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips kesehatan</category><title>tips memilih obat tetes mata untuk mata kering</title><atom:summary type="text">



Mata terasa panas, kering dan sakit ketika main komputer atau berada
di ruang ber-AC. Itu mungkin sering dikeluhkan oleh blogger termasuk saya. Belum
lagi kalau memperhatikan kode-kode html atau skrip-skrip widget bikin mata
cepat terasa lelah. Juga kalau kelamaan main game di computer.

Pada saat itu kita biasanya mengalami gangguan mata ringan seperti
iritasi atau mata kering yang hanya </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2013/12/tips-memilih-obat-tetes-mata-untuk-mata.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCEAYQy5FQtseag_V4OlY1PEvgkBXBQHwjmSlK7cnEAK8QQyIUSEw-437-TW7vY-4BUR2AoLjWjnuLG9ubSewq6ncKu4HZfZYoK5ZB6j-nRw4we83KOU06n1QNjp5APTQrQyAH1vwB_DOK/s72-c/download+(1).jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-1125236399095416384</guid><pubDate>Sat, 28 Dec 2013 12:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-28T19:02:25.045+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jantung dan pembuluh darah</category><title>Perbandingan antara Joint National Committee (JNC) 7 dengan JNC 8</title><atom:summary type="text">

Metodologi :

JNC 7 : Non sistematis literatur review oleh komite ahli termasuk berbagai
desain studi. Rekomendasi berdasarkan consensus

JNC 8 : Pertanyaan kritis dan kriteria ulasan didefinisikan oleh panel
ahli dengan masukan dari tim metodologi. Tinjauan sistematis awal oleh methodologists
berbasis bukti Randomized Clinical Trial (RCT). Peninjauan kembali dari bukti RCT
dan rekomendasi oleh</atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2013/12/perbandingan-antara-joint-national.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-5889417058985787442</guid><pubDate>Sat, 28 Dec 2013 10:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-03T19:20:17.888+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jantung dan pembuluh darah</category><title>UPDATE! Klasifikasi Hipertensi Terbaru dari Joint National Committee ke-8 (JNC 8)</title><atom:summary type="text">

JNC 8 &amp;nbsp;merupakan klasifikasi hipertensi terbaru dari Joint National Committee yang berpusat di Amerika Serikat sejak desember 2013. JNC 8 telah merilis
panduan baru pada manajemen hipertensi orang dewasa terkait dengan penyakit kardiovaskuler
:

Para penulis membentuk sembilan rekomendasi yang dibahas
secara rinci bersama dengan bukti pendukung . Bukti diambil dari penelitian
terkontrol </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2013/12/update-pedoman-hipertensi-terbaru-joint.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-3512076503805670661</guid><pubDate>Thu, 26 Dec 2013 03:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-26T10:29:10.143+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jantung dan pembuluh darah</category><title>Hipertensi Resisten</title><atom:summary type="text">

&amp;nbsp;Hipertensi
Resisten adalah tekanan darah yang berada di atas target terapi walaupun telah
menggunakan tiga jenis obat anti hipertensi dari golongan yang berbeda yang
salah satunya adalah diuretik dan semua obat telah diberikan dalam dosis yang
optimal. Hipertensi resisten juga meliputi penderita dengan tekanan darah yang
terkontrol dengan penggunaan lebih dari 3 obat antihipertensi.

</atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2013/12/hipertensi-resisten.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-4769609181550189688</guid><pubDate>Sat, 21 Dec 2013 12:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-21T20:03:27.078+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jantung dan pembuluh darah</category><title>Terapi Trombolitik pada Deep Vein Thrombosis (DVT)</title><atom:summary type="text">

Pemberian
antikoagulan dapat melisiskan trombus secara cepat sehingga mencegah terjadinya
VTE/DVT berulang. Akan tetapi dari studi meta analisis setelah diikuti selama 6
bulan ditemukan sejumlah trombosis residual yang berhubungan dengan timbulnya
risiko VTE/DVT berulang. Antikoagulan tidak
menyebabkan trombolisis tetapi hanya menghentikan propagasi dari trombus dan
mencegah rekurensi. Oleh </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2013/12/terapi-trombolitik-pada-deep-vein.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-3390467741991484449</guid><pubDate>Sat, 21 Dec 2013 12:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-21T19:53:51.978+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jantung dan pembuluh darah</category><title>Pengobatan / Terapi Deep Vein Thrombosis</title><atom:summary type="text">

Tujuan utama penatalaksanaan DVT
adalah mengurangi keluhan, menghentikan perluasan trombus, mencegah
terbentuknya trombosis ulangan.
Segera setelah diagnosis DVT ditegakkan maka pengobatan antikoagulan harus segera
diberikan dengan mempertimbangkan apakah
terdapat kontraindikasi seperti perdarahan yang aktif, trombositopenia
(platelet &amp;lt; 20.000/mm3) dan pasca operasi mayor.
Pilihan rejimen </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2013/12/pengobatan-terapi-deep-vein-thrombosis.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-2588128249045836715</guid><pubDate>Sat, 21 Dec 2013 12:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-21T19:36:35.897+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jantung dan pembuluh darah</category><title>Komplikasi dan Pencegahan Deep Vein Thrombosis</title><atom:summary type="text">

Meskipun dengan terapi yang
adekuat beberapa pasien DVT akan mengalami komplikasi jangka panjang seperti DVT berulang, emboli paru dan post-thrombotyc
syndrome.

Risiko terjadinya recurrent DVT
tergantung dari penyebab DVT tersebut. Trombus yang berasal dari pembedahan
atau trauma jarang menyebabkan terjadinya recurrent DVT. Individu dengan
spontaneus DVT tanpa faktor resiko akan mengalami </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2013/12/komplikasi-dan-pencegahan-deep-vein.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-1046455806380456056</guid><pubDate>Sat, 21 Dec 2013 12:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-28T02:13:32.112+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jantung dan pembuluh darah</category><title>Cara Mendiagnosis Deep Vein Thrombosis (DVT)</title><atom:summary type="text">

Berdasarkan tipenya DVT dapat
dibagi menjadi tipe sentral yaitu DVT pada
vena
iliaka atau femoral dan tipe
perifer bila DVT terjadi pada vena poplitea dan
daerah di distalnya.
Untuk mendiagnosis suatu DVT maka langkah pertama yang harus dievaluasi pada
pasien adalah penilaian klinis berupa tanda, gejala dan faktor risiko
terjadinya trombosis vena. Pasien dengan gejala yang simtomatis DVT </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2013/12/cara-mendiagnosis-deep-vein-thrombosis.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5743968141254804356.post-629525430882815714</guid><pubDate>Sat, 21 Dec 2013 12:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-21T19:13:27.371+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jantung dan pembuluh darah</category><title>Mengenal Deep Vein Thrombosis (DVT)</title><atom:summary type="text">

Deep Vein Trombosis (DVT) adalah kondisi yang
ditandai aktivasi kaskade pembekuan darah
yang menyebabkan terbentuknya trombus pada vena profunda terutama terjadi pada extremitas. DVT merupakan
bagian dari kelainan pembekuan darah yang disebut tromboemboli vena. DVT dapat terbentuk
sebagian atau total menutupi lumen vena profunda. DVT dapat terjadi di semua
vena besar, tetapi yang paling umum </atom:summary><link>http://dokter-medis.blogspot.com/2013/12/mengenal-deep-vein-thrombosis-dvt.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi Pengetahuan di Bidang Kesehatan dan Kedokteran bersama dokter medis)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihZIjPJHsKpczaBFlglp99cjxKWC_aIzthy6snQw_y-gjZwJkpB4P2DcqPfW0NtOYwfNYsxufQnu9DG8toPirV2cs_TLi0UbFYlWWOSvgFdL-PwClbjD1Lx8fkny2tG0JnnQCF5ffaE8-l/s72-c/phlegman.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>