<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;CkAHSHc-eSp7ImA9WhRUGEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330</id><updated>2012-01-29T22:25:39.951+07:00</updated><category term="lebaran" /><category term="wali" /><category term="dakwah" /><category term="ilmu" /><category term="Al Qur'an" /><category term="sedekah" /><category term="download" /><category term="fikih" /><category term="sholat" /><category term="Tamsil" /><category term="sunnah" /><category term="tausiah" /><category term="puasa" /><category term="do'a" /><category term="ta'bir mimpi" /><category term="sufi" /><category term="kisah" /><category term="ayat" /><category term="mukjizat" /><category term="lain" /><category term="sayidina ali" /><category term="hadits" /><title>dunia islam</title><subtitle type="html" /><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://teguhtriatmojo.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://teguhtriatmojo.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>231</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/duniaislamku" /><feedburner:info uri="blogspot/duniaislamku" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>blogspot/duniaislamku</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;D0QNQHY-eip7ImA9WhRWEkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-1428554121762041876</id><published>2011-12-30T21:29:00.000+07:00</published><updated>2011-12-30T21:29:51.852+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-30T21:29:51.852+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tausiah" /><title>Nasib yang Mana yang Kau Maksud?</title><content type="html">&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-dCII3A0oVo0/TvPtrrPbGbI/AAAAAAAADpQ/U5fuTgXgqwM/s1600/pondok+pesantren.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="197" src="http://1.bp.blogspot.com/-dCII3A0oVo0/TvPtrrPbGbI/AAAAAAAADpQ/U5fuTgXgqwM/s320/pondok+pesantren.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sering terdengar di telinga saya, orang berkata: "Bagaimana nasibku nanti jika,,..", "Ini demi masa depanku kelak.." dan yang senada dengannya. Kata2 ataupun persepsi seperti di atas sudah menjadi kesalahan massal. Artinya, tiap orang membenarkan secara makna. Padahal secara hakikat, itu merupakan kesalahan yang sangat fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena nasib sebenarnya adalah, Pada saat anda melakukan sesuatu..,, apakah tindakan tersebut benar dalam Pandangan Alloh ataukah tidak. Sesuai dengan syariat islam ataukah keluar jalur?,, Dicontohkan nabi agung Muhammad saw, ataukah justru dilarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;div style="background-color: darkgrey; border: 3px double rgb(0, 0, 0); color: #351c75; padding: 7px; width: 600px;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-large;"&gt;وَالَّذِينَ آمَنُوا  وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا  خَالِدُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya" Qs. Al Baqoroh : 82&amp;nbsp; &lt;span style="color: black; font-size: x-large;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa depan sesungguhnya adalah, kehidupan akhirat kita. Hari demi hari yang kita fikirkan adalah, bagaimana membangun dan mempercantik rumah kita,, tanpa sedikitpun berusaha membangun rumah kita di akhirat. Sungguh,, saat ini sedang dibangun rumah2 di surga. Surga sudah jadi, neraka juga sudah dinyalakan. Maaf sobat DUNIA ISLAM semua, bukannya saya nakut2in. Tapi ini benar. Satu ucapan subhanalloh yang sobat mukmin semua ucapkan dengan ikhlash, akan berubah menjadi satu biji pohon di surga. Beberapa roka'at sholat dhuha, akan diganjar dengan rumah di surga jika Alloh terima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah masa depan kita sebenarnya. Anak seorang konglomerat sekalipun, belum tentu masa depannya bagus, kecuali harta dan semua yg ia miliki untuk keperluan akhiratnya. Anak seorang pemulung sekalipun tidak akan lama merasakan kesengsaraannya di dunia ini, jika ia seorang mukmin yang ta'at.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai sekarang, tentukan arah masa depan kita masing2. Berbuatlah demi kemuliaan akhirat. Karena akhirat adalah hakikat masa depan kita semua. Mudah2 an sobat dapat mengambil hikmah dari tausiah ini, dan Alloh senantiasa Membimbing kita semua. Amin&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-1428554121762041876?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/HxvLNGIt3jk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1428554121762041876?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1428554121762041876?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/HxvLNGIt3jk/nasib-yang-mana-yang-kau-maksud.html" title="Nasib yang Mana yang Kau Maksud?" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-dCII3A0oVo0/TvPtrrPbGbI/AAAAAAAADpQ/U5fuTgXgqwM/s72-c/pondok+pesantren.JPG" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/12/nasib-yang-mana-yang-kau-maksud.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkUFQXo8fSp7ImA9WhRWEUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-1447934686815522643</id><published>2011-12-29T07:23:00.000+07:00</published><updated>2011-12-29T07:23:30.475+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-29T07:23:30.475+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tausiah" /><title>Maknai Masa Hidup Ini</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2oVkq8fA0fA/TvuxjE0KeEI/AAAAAAAAD8M/5LqeFjqLELM/s1600/pondok.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="197" src="http://1.bp.blogspot.com/-2oVkq8fA0fA/TvuxjE0KeEI/AAAAAAAAD8M/5LqeFjqLELM/s320/pondok.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Para pembaca setia "DUNIA ISLAM", Bagaimana keadaan iman kalian? Mudah2 an dalam keadaan baik, makin ningkat aja. Sekian waktu sobat beraktivitas, apa saja yg telah sobat lakukan? Sobat cuma diberi waktu 24 jam dalam sehari. Itu pun sudah terpotong 8 jam untuk tidur (istirahat). Artinya sepertiga hidup sobat hanya untuk tidur. Seandainya usia sobat mencapai 60 taon. maka aktivitas hidup sobat hanyalah 40 taon. Ya,, usia sobat sebenarnya cuma 40 taon !. Dan sepanjang waktu tersebut, untuk apa sobat pergunakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah sobat masih sering melakukan hal-hal yang sia2 ?. Ngobrol kesana kemari, curhat ga jelas ujung pangkalnya, mengumpat orang, berdebat, bercanda berlebihan .. dan segudang kesia2an lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahai sobat,, kurangilah segala sesuatu yang merugikan diri sendiri. Habiskan harta sobat demi nasib sobat di akhirat kelak, kalau tidak maka harta tersebut akan habis juga untuk hal lain. Pergunakan seluruh kemampuan sobat untuk agama ini, kalau tidak.. di masa tua, sobat hanya bisa ber andai2 bahwa sobat dlm keadaan muda lagi, dan bisa melakukan segalanya. Padahal saat itu tubuh sobat sudah rapuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa artinya hidup bergelimangan harta. Kekuasaan ada di tangan, namun hati penuh kegelisahan. Sobat merasa ada sesuatu yang kurang, hati terasa kering gersang. Ada yang dirindukan. Padahal seluruh keluarga sobat berkumpul dalam keadaan sehat, tak kurang suatu apapun. Ketahuilah sobat, ada yang kurang pada mereka. Iman yang kuat pada Sang Kholiq dan 'amal sholih yang menjadi bekal kelak dan sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi ingat satu perkataan seorang bahwa kita sudah banyak berubah dari kondisi awal saat kita diciptakan. Ibarat komputer, settingannya sudah tidak default lagi. Sudah banyak dipasang berbagai macam aplikasi nggak penting, sering kena virus dsb. Begitu juga manusia, ketika bayi diciptakan dalam keadaan fitrah. Belum pernah ingkar dan mendurhakai Alloh, belum penuh maksiat, dan masih sangat dekat dengan Sang Pencipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;div style="background-color: darkgrey; border: 3px double rgb(0, 0, 0); color: #351c75; padding: 7px; width: 600px;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;هَلْ أَتَى عَلَى الإنْسَانِ  حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembalilah pada jalan ini,, jalan hidayah,, jalan menuju keRidloan Alloh 'Azza wa Jalla. Jalan yang telah dilalui para Anbiya wal mursalin. Dan para kekasih Alloh lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehelai benangpun tidak kita bawa saat lahir. Tidak juga sekeping emas ataupun berlian. Kini kita merasa bahwa ini semua milik kita ?? Harta, anak, isteri, pangkat, kekuasaan, dan semua yang bersifat bendawi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudahlah,, Janganlah terlalu bangga dengan yang telah sobat dapatkan dari dunia ini. Tapi fikirkan nasib sobat di akhirat kelak. Apakah ada jaminan bahwa sobat lolos dari Peradilan Yang Maha Kuasa? Bagaimana menjawab sekian banyak pertanyaan tentang, harta sobat, umur, masa muda dan seterusnya..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga kita diberi hidayah, taufik untuk senantiasa tetap di jalan hidayah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-1447934686815522643?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/pDnfqfxK93I" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1447934686815522643?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1447934686815522643?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/pDnfqfxK93I/maknai-masa-hidup-ini.html" title="Maknai Masa Hidup Ini" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-2oVkq8fA0fA/TvuxjE0KeEI/AAAAAAAAD8M/5LqeFjqLELM/s72-c/pondok.JPG" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/12/maknai-masa-hidup-ini.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D08FRn86fCp7ImA9WhRQGEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-1264395120648375576</id><published>2011-12-14T19:30:00.000+07:00</published><updated>2011-12-14T19:30:17.114+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-14T19:30:17.114+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tausiah" /><title>Kemanakah Engkau,, Wahai Usia Muda??</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-mLyZ56qbP6Y/TuiWdZpQPTI/AAAAAAAADhc/43Ekv3ECnsc/s1600/muslim+sejati.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-mLyZ56qbP6Y/TuiWdZpQPTI/AAAAAAAADhc/43Ekv3ECnsc/s320/muslim+sejati.jpg" width="223" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Salah satu nasihat baginda nabi saw adalah agar kita selaku mukmin memanfaatkan usia muda untuk beramal sholih, sebelum datang usia tua. Alloh Ta'Ala tidak akan mengulang masa muda kita. Kadang kita berfikir untuk mengakhirkan atau menunda-nunda suatu kebaikan dengan alasan takut bosan berbuat baik. Hmm,, sepintas argumentasi dari tipuan syaithon tersebut adalah benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Nanti aja kalo udah tua, baru beramal mati2an",... "Mumpung masih muda bro, saatnya kita bersenang2",.. "Ga gaul loe, kmana2 pake pakaian gituan !!, jadul kaleee.." dan ratusan pernyataan lain yang intinya untuk melemahkan semangat 'ibadah kita. Mematahkan tausiah2 dari para da'i penyeru kebaikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Kekuatan ummat islam ini banyak dipengaruhi oleh kawula muda. Para sahabat nabi saw kebanyakan anak muda. Mereka begitu semangat mengamalkan ajaran agama ini. Lihat sayyidina ali karomahullohu wajhah, sosok pemuda yang sangat pemberani. Beliau tidak takut menggantikan posisi tidur nabi, saat nabi saw hijrah. Padahal saat itu puluhan orang Quraisy siap mengintai dan membunuh nabi saw.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pada waktu pasukan muslimin maju perang, anak2 kecil dari para sahabat berebut pedang untuk maju ke medan laga !! Sedang mereka belum baligh. Bahkan ada yang ujung pedangnya terseret tanah, karena tinggi tubuhnya belum nyampai.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Satu contoh lagi, yang bersikeras melawan dajjal dari ummat nabi saw nanti juga seorang pemuda. Meski dibujuk dengan berbagai tipuan, si pemuda tetap membela keyakinannya. Tubuhnya dibelah oleh pedang dajjal karena ia tidak mau mengakui bahwa dajjal adalah Tuhannya. Namun setelah si pemuda dihidupkan lagi, ia tetap tidak mau menjadi pengikut "si pembawa fitnah". Justru makin kuatlah iman pemuda tadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Lihatlah orang2 yang sudah lanjut usia untuk jadi pelajaran bagi kita para pemuda. Mereka ingin ber'ibadah habis-habisan, namun apalah daya kemampuan terbatas. Nafas sudah kembang kempis, raga teramat lemah. Untuk berdiri saja kadang masih butuh bantuan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Di akhirat kelak, kita akan saling tahu hasil dari sebuah amal sholih saat di dunia. Tidaklah sama derajat surga seseorang dengan temannya yang selisih satu kalimat ucapan dzikirnya waktu di dunia.. Tidaklah sama langkah kaki yang biasa ke masjid dengan yang tidak...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Alloh 'Azza wa Jalla suka dengan hambanya yang bertaubat, dan jauh lebih suka lagi terhadap seorang pemuda yang ta'at.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Kini tiada alasan lagi wahai kawula muda, untuk menyia-nyiakan masa muda kita. Kita juga tidak tahu batas umur kita. Andai masih panjang pun bukanlah suatu kerugian jika kita mulai dari sekarang keta'atan kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Jangan malu untuk menampakkan pribadi seorang muslim . Hiduplah layaknya seorang mukmin sejati. Karena dengannya, kemuliaan kita akan bertambah baik di dunia maupun akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-1264395120648375576?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/-Vn9HAjDLG4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1264395120648375576?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1264395120648375576?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/-Vn9HAjDLG4/kemanakah-engkau-wahai-usia-muda.html" title="Kemanakah Engkau,, Wahai Usia Muda??" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-mLyZ56qbP6Y/TuiWdZpQPTI/AAAAAAAADhc/43Ekv3ECnsc/s72-c/muslim+sejati.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/12/kemanakah-engkau-wahai-usia-muda.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0MHQXYzeip7ImA9WhRQFUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-1585758109920599546</id><published>2011-12-11T09:43:00.000+07:00</published><updated>2011-12-11T09:43:50.882+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-11T09:43:50.882+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tausiah" /><title>Bagaimana Bisa</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pandanglah lekat ke relung hati.. Perhatikan sungguh2 seluruh karunia yang telah engkau peroleh. Hitung berapa banyak nikmat yang ada pada dirimu.. Maka jika benar hitunganmu, tak akan selesai sampai habis sisa nafasmu. Mulai dari anggota badanmu, dari ujung kepala sampai kaki. Belum nikmat yang ada di sekitarmu, yang juga engkau dapatkan. Maka bagaimana bisa, kita lupa dengan Sang Maha Pencipta?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Selayaknya kita mesti syukuri bukan hanya dengan sekedar kalimah tahmid. Tapi seluruh sikap, perilaku dan seluruh kehidupan kita adalah mutlak harus sesuai yang diPerintahkanNya. Kita tidak punya pilihan lain dalam hal ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Lupakan kesombongan kita, bersihkan puing2 keangkuhan, riya, ujub, serakah, tamak, dan berpisahlah dari ego yang lama melekat di hati. Seorang mukmin sejati, selalu berbuat dengan pertimbangan bahwa Alloh Ridlo ataukah tidak jika ia begini. Apakah ini yang terbaik menurut syariat. Apakah ia masih berada di jalan hidayah ataukah ia sedang dalam muslihat syaithon?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Telah berlalu orang2 seblm kita. Para anbiya wal mursalin, para shidiqin, para sahabat nabi saw, para tabi'in, para wali Alloh, para ulama rosyidin dan penerus mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Telah berlalu pula kesombongan fir'aun, kepelitan qorun,, kegilaan ummat nabi Luth a.s, keperkasaan kaum 'ad dan seluruh musuh Alloh..&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://teguhtriatmojo.blogspot.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" title="NASIHAT BAGI ORANG TAUBAT"&gt;&lt;img border="0" height="267" src="http://2.bp.blogspot.com/-GqIUqN8qrNM/TuQXtqORotI/AAAAAAAADdE/y3uOodxMuP4/s400/cahaya.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Mereka golongan kanan berada dalam kesuksesan yang sesengguhnya. Dalam nikmat Alloh yang kekal. Begitu pula sebaliknya, golongan kiri masuk dalam kemurkaan Alloh 'Azza wa Jalla.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Ambil pelajaran ini, renungkan dengan hati nurani kita. Mulai saat ini, kita berada di jalan yang mana? Sudahkah kita menjadi ummat baginda nabi Muhammad saw? Sudahkah kita benar2 menjadi hamba Alloh Ta'ala?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Jika kita baca tulisan ini dan merasa sakit hati ini, mungkin masih ada penyakit2 hati yang tersisa. Segera bersihkan, sebelum ajal menjemput kita. Mudah2an Alloh 'Azza wa Jalla beri kefahaman. Amin&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Bagi para pembaca yang sedang ingin bertaubat, jangan lupa klik gambar buku yang ada tulisan "save" di halaman ini (sebelah atas). Mudah2an hamba yang lemah ini bisa berbagi secuil ilmu dari para 'ulama. Jazakalloh khoiron&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-1585758109920599546?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/fROfymirOgk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1585758109920599546?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1585758109920599546?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/fROfymirOgk/bagaimana-bisa.html" title="Bagaimana Bisa" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-GqIUqN8qrNM/TuQXtqORotI/AAAAAAAADdE/y3uOodxMuP4/s72-c/cahaya.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/12/bagaimana-bisa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0AHQ3c-cCp7ImA9WhRQEU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-1329329851116474072</id><published>2011-12-05T23:15:00.000+07:00</published><updated>2011-12-05T23:15:32.958+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-05T23:15:32.958+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah" /><title>Efek Dahsyat dari Syukur</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sewaktu Nabiyulloh Musa a.s sedang melakukan perjalanan, bertemulah beliau dengan seseorang dari ummatnya. Orang tersebut dikaruniai Alloh Swt dengan kekayaan harta benda. Saking kaya-raya nya, sampai2 ia bosan dengan kekayaan yang ia miliki. Ia ingin menjadi seorang miskin saja. Maka ia menyampaikan maksud hatinya kepada Nabi Musa. Ia ingin dido'akan agar menjadi miskin. Maka Nabi Musa a.s diberi tahu oleh Alloh Ta'Ala agar orang tersebut untuk tidak bersyukur atas nikmat2 yang telah ia terima.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://teguhtriatmojo.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="BATU APA EMAS?"&gt;&lt;img border="0" height="276" src="http://2.bp.blogspot.com/-5fCmWCmRMlU/TtztlxF5OUI/AAAAAAAADZg/JOB68mviu_c/s320/emas.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Beberapa waktu berjalan, Nabi Musa a.s bertemu dengan satu dari ummatnya yang lain. Orang tersebut ternyata sangat miskin, cuma pakaian yang ada di tubuhnya sebagai hartanya (kurang lebih seperti itu). Maka, begitu melihat nabi Musa, ia pun menyampaikan uneg2nya, bahwa ia ingin menjadi kaya. Maka Nabi Musa a.s diberi tahu oleh Alloh Ta'Ala agar orang tersebut untuk senantiasa bersyukur atas nikmat2 yang telah ia terima.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Selang beberapa hari kemudian, Nabi Musa bertemu kembali dengan orang pertama tadi. Maka Nabi Musa menanyakan keadaannya sekarang. Maka dijawab oleh si orang tadi, bahwa ia tidak juga menjadi miskin. Justru sekarang makin kaya raya !! Maka nabi Musa menanyakan, apakah sedah ia lakukan apa yang beliau perintahkan. Ternyata ia tidak bisa melakukannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;"Bagaimana saya bisa untuk tidak bersyukur kepada Alloh, sedang nikmat2 yang Ia berikan pada saya teramat banyak?", Ternyata setiap dapat nikmat, ia tetap selalu bersyukur. Dan Nabi Musa pun tersenyum.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Lalu beliau a.s melanjutkan perjalanannya.Dan bertemulah dengan si orang kedua.&amp;nbsp; setelah ditanyakan keadaannya ternyata si orang kedua ini lebih parah dari sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;"Apa yang bisa saya syukuri? Saya tidak punya apa2" jawabnya. Maka orang kedua ini yang hanya punya sarung di tubuhnya suatu hari terterpa angin, sehingga sarungnya pun lepas entah kemana terbawa angin.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sekelumit kisah di atas mudah2an cukup bagi kita untuk ambil hikmahnya. Menjadi i'tibar bagi kita sebagai orang beriman. Ada penambahan atau pengurangan dari kisah di atas, saya ber-istighfar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-1329329851116474072?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/wWmXZSA6wI4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1329329851116474072?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1329329851116474072?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/wWmXZSA6wI4/efek-dahsyat-dari-syukur.html" title="Efek Dahsyat dari Syukur" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-5fCmWCmRMlU/TtztlxF5OUI/AAAAAAAADZg/JOB68mviu_c/s72-c/emas.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/12/efek-dahsyat-dari-syukur.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0AEQ38yeSp7ImA9WhRRGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-1199811353605106310</id><published>2011-12-04T09:28:00.000+07:00</published><updated>2011-12-04T09:28:22.191+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-04T09:28:22.191+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hadits" /><title>Makna Sebuah Syukur</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah &lt;a href="http://teguhtriatmojo.blogspot.com/" target=""&gt;khutbah&lt;/a&gt;nya, abu Bakar sidiq r.a menekankan bab syukur. Beliau menceritakan sebuah &lt;a href="http://teguhtriatmojo.blogspot.com/"&gt;hadits&lt;/a&gt; tentang keadaan seorang di hari akhirat. Disebutkan segala nikmat pada diri seorang tadi di hadapan Ilahi, dimana ia sewaktu di dunia tidak mensyukurinya. Maka para malaikat melaknati orang tersebut sehingga ia menjadi malu.. dan sangat-sangat malu. Saking malunya, orang tersebut menggigit kuku tangannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://teguhtriatmojo.blogspot.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" title="Makna Bersyukur seorang Muslim"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://3.bp.blogspot.com/-LI1dp_srGM0/TtrXqNHik9I/AAAAAAAADYI/P7cuAyhuvqg/s400/gubuk+sawah.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Penyebutan nikmat2 Alloh yg ia terima pun berlanjut. Makin menjadilah malu si fulan, sehingga ia mulai menggigit jari-jari tangannya sendiri sampai habis ter-makan jari-jari tersebut. Ia terus menggigit tangannya, sampai ke siku &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(kurang lebih seperti itu- pen)&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena tidak kuat lagi menahan malu, maka si orang tadi memohon agar ia di masukkan neraka saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alangkah dahsyatnya peristiwa tersebut. Begitu tercengang saya sewaktu mendengar kisah ini yang dibaca saat taklim di pesantren.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejenak, mari fokuskan seluruh fikiran, akal dan hati kita.. Apa kita sudah syukuri semua yang telah ada pada kita? Mampukah kita hitung nikmat-nikmat yang telah kita terima? Simaklah ayat berikut:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;div style="background-color: darkgrey; border: 3px double rgb(0, 0, 0); color: #351c75; padding: 7px; width: 500px;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;div align="right"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ  اللَّهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.S An Nahl: 18)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lihat nikmat yang ada pada makanan yg kita makan, minuman yg kita minum. Pada seluruh anggota tubuh kita, tangan, kaki, mata, telinga dst.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidakkah rumah yang kita tempati, pakaian yang kita pakai untuk menutup aurat, kendaraan yang kita naiki adalah nikmat yang besar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh yang sehat, rasa aman, tentram, semuanya adalah karunia dariNya. Bahkan dalam sebuah hadits digambarkan, bahwa seseorang yang pada pagi hari sudah ada yang dimakan pada hari itu, tubuh yang sehat, ia berada di gubuknya dan aman dari bahaya, maka seolah ia telah mendapat dunia beserta isinya &lt;i&gt;(mahfum dari sebuah hadits).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, perasaan menerima yang telah kita dapatkan dengan penuh syukur akan kembali pada kita sendiri. Minimalnya kita akan merasa tenang, tentram dan rasa yang tidak bisa diceritakan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahai hamba Alloh, berhentilah mengeluh dari apa-apa yang tidak kalian dapatkan. Alloh Ta'ala lebih tahu apa yang terbaik buat kita, apa yg mudlorot bagi kita. Khusnuzhon pada ketetapan Alloh adalah yang terbaik yang bisa kita lakukan. Mensyukuri segala pemberianNya, adalah sikap yang selayaknya kita perbuat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Moga kita diberi hidayah, inayah, taufik untuk mengamalkannya. Amin&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-1199811353605106310?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/zBJMBcxJR_I" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1199811353605106310?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1199811353605106310?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/zBJMBcxJR_I/makna-sebuah-syukur.html" title="Makna Sebuah Syukur" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-LI1dp_srGM0/TtrXqNHik9I/AAAAAAAADYI/P7cuAyhuvqg/s72-c/gubuk+sawah.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/12/makna-sebuah-syukur.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0IGQHc6eip7ImA9WhRRF0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-5923904577793139827</id><published>2011-12-02T08:32:00.000+07:00</published><updated>2011-12-02T08:32:01.912+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-02T08:32:01.912+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sholat" /><title>Sholat Dhuha,, Kifarahnya 360 Ruas Tulang Manusia</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://teguhtriatmojo.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="Sholat Dhuha,, Kifarahnya 360 Ruas Tulang Manusia"&gt;&lt;img border="0" height="259" src="http://2.bp.blogspot.com/-a3RgBRdbYg8/TtgpmSwad5I/AAAAAAAADXI/MNjdUK2P4Sk/s320/sholat+dhuha.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sungguh, Ar Rohman adalah salah satu sifat Pemurah Alloh yang tiada terukur kecuali oleh-Nya sendiri. Sekiranya manusia menghitungnya, niscaya mereka tidak akan mampu (QS An-Nahl: 18), dan semua nikmat ini ada hak untuk disyukuri. Untuk menghitung saja tidak mampu, bagaimana menunaikan syukurnya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;”Setiap salah seorang di  antara kamu memasuki pagi harinya, pada setiap ruas tulangnya ada  peluang sedekah, setiap ucapan tasbih (subhanallah) adalah sedekah,  setiap hamdalah (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil  (ucapan la ilaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu  akbar) adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah  sedekah, semua itu cukup tergantikan dengan dua raka’at dhuha.” &lt;i&gt;(HR Muslim, hadits no. 720).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Manusia diciptakan memiliki 360 ruas. Pada 360 ruas ini terdapat berbagai kenikmatan yang tiada terhitung. Setiap ruang tulang ini menuntut untuk bersedekah, sebagai rasa syukur kepada Allah yang telah menciptakannya dan tugas ini mesti ditunaikan manusia pada setiap harinya. Artinya, paling tidak, setiap hari manusia harus bersedekah sebanyak 360 kali atas nama 360 ruas ini. Hal ini tentunya sangat berat dan sulit. Namun, Allah Yang Maha Pengasih dan Pemurah, melalui Rasulullah saw, menjelaskan bahwa tugas bersedekah sebanyak 360 kali itu cukup tergantikan oleh &lt;b&gt;dua raka’at shalat Dhuha&lt;/b&gt;. Subhanallah..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Alloh Subhanahu Wa Ta’ala telah menetapkan waktu sholat Dhuha yaitu dimulai dari naiknya matahari setelah terbit sepenggalah atau seukuran tombak(kurang lbh meter). Perkiraannya sekitar 12 sampai 15 menit setelah terbit dan diakhiri ketika matahari di atas kepala kita menjelang waktu Zhuhur sekitar 10 menit sebelum matahari tergelincir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Diantara keutamaan Sholat Dhuha adalah.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;* Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya. (Shahih al-Targhib: 666)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;* Sebuah rumah di surga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muhammad saw:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga. (Shahih al-Jami': 634).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, Allah ta’ala berfirman:&amp;nbsp; "Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya". (Shahih al-Jami: 4339).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dalam sebuah riwayat juga disebutkan:&amp;nbsp; Sesungguhnya Allah 'Azza Wa Jalla berfirman: "Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan 'umrah. (Shahih al-Targhib)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjama'ah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna&amp;nbsp; (Shahih al-Jami': 6346)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sebaiknya diakhiri dengan do'a seperti ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;div style="background-color: darkgrey; border: 3px double rgb(0, 0, 0); color: #351c75; padding: 7px; width: 500px;"&gt;&lt;div style="color: black; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha adalah waktu dhuhaMu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;dan keagungan adalah keagunganMU, dan keindahan adalah keindahanMU,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;dan kekuatan adalah kekuatanMU, dan kekuasaan adalah kekuasaanMU,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;dan perlindungan adalah perlindunganMU,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ya Allah, jika rizkiku ada di atas langit, maka turunkanlah,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;jika ada di dalam bumi, maka keluarkanlah,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;jika masih sukar, maka mudahkanlah,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;jika (ternyata) haram, maka sucikanlah,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;jika jauh, maka dekatkanlah,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;dengan berkat waktu dhuhaMU, keagunganMU, keindahanMU, kekuatanMU dan kekuasaanMU,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;hamba-hambaMU yang sholeh.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semoga Alloh&lt;/span&gt; Ta'ala&lt;span lang="IN"&gt; Memberi taufiq, hidayah dan kekuatan kepada kita &lt;/span&gt;agar&lt;span lang="IN"&gt; istiqomah melaksanakan shalat Dhuha&lt;/span&gt;.&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt; dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-5923904577793139827?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/Y3R8myZQ_tg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/5923904577793139827?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/5923904577793139827?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/Y3R8myZQ_tg/sholat-dhuha-kifarahnya-360-ruas-tulang.html" title="Sholat Dhuha,, Kifarahnya 360 Ruas Tulang Manusia" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-a3RgBRdbYg8/TtgpmSwad5I/AAAAAAAADXI/MNjdUK2P4Sk/s72-c/sholat+dhuha.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/12/sholat-dhuha-kifarahnya-360-ruas-tulang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4CQX0yfCp7ImA9WhRRFEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-5382039229778655757</id><published>2011-11-28T11:19:00.000+07:00</published><updated>2011-11-28T11:19:20.394+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-28T11:19:20.394+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tausiah" /><title>Sekilas Tentang Kenyataan Dunia</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="TAUBAT"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-m_lsYaoKGFs/TtMHzjDKb5I/AAAAAAAADR4/yThnmd5Sp_M/s1600/istighfar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Kehidupan dunia telah menipu banyak orang. Orang-orang dahulu banyak tertipu olehnya, sebagian kecil saja yang selamat dari tipu dayanya. Saat ini memang terlihat nyata, namun kelak hanyalah sebuah cerita tak ubah kehidupan akhirat yang kini hanyalah sebuah cerita. Lihatlah fir 'aun, kini bangkainya meringkuk tanpa kekuatan, menjadi saksi atas kefanaan dunia ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Galilah tanah di bawah telapak kaki anda,.. Tanyakan pada ahli kubur, andai mereka dihidupkan lagi ke dunia ini, apa yang akan mereka perbuat? Apakah mereka akan tetap mencintai dunia ini? Atau bahkan mengacuhkannya?? Tanyakan alasan mengapa mereka dulu mati2an mengejar2nya. Juga alasan kenapa kini mereka tidak memperdulikannya?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Wahai para hamba Alloh 'Azza Wa Jalla, kini kita berada di masa tengah2. Masa Pertama yakni sebelum kita dilahirkan, masa setelah ini adalah setelah kita mati. Masa pertama tiada terukur lamanya, begitu juga masa setelah ini (dunia). Di masa ini, kita cuma punya waktu yang sangat2 singkat ! Ya,, cuma puluhan tahun saja. Maka Jangan sia-siakan kesempatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Beramallah dengan kesungguhan. Taubatlah dengan sebenar2 taubat. Kembalilah pada Robb kalian. Perbaiki 'ibadah, dakwah, dzikir, sedekah, silaturahmi dan semua perintah Alloh Ta'Ala. Ikuti apa yang telah diteladankan oleh baginda Muhammad saw. Jadilah pengikut setianya, dunia sampai akhirat, selamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Moga kita dibimbing oleh-Nya agar menjadi hamba yang ta'at, tunduk, dan cinta pada Ilahi. Amin Ya Robbal 'alamin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-5382039229778655757?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/14xnq1JbNXM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/5382039229778655757?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/5382039229778655757?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/14xnq1JbNXM/sekilas-tentang-kenyataan-dunia.html" title="Sekilas Tentang Kenyataan Dunia" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-m_lsYaoKGFs/TtMHzjDKb5I/AAAAAAAADR4/yThnmd5Sp_M/s72-c/istighfar.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/sekilas-tentang-kenyataan-dunia.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0ACQH8yfip7ImA9WhRRE08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-1830156380530233026</id><published>2011-11-27T00:49:00.000+07:00</published><updated>2011-11-27T00:49:21.196+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-27T00:49:21.196+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="do'a" /><title>Do'a Awal Tahun Baru Islam</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Hari ini tanggal 1 Muharram 1433H. Merupakan Tahun Baru Hijriyah (tahun baru ummat islam). Semoga Alloh SWT Melimpahkan Rahmat-Nya dan Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Kita. Bagi kita yang hendak berdo'a di awal tahun ini, ada do'a khusus untuk menyambut tahun baru kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-IswnbY6qf0I/TtElpKqWHhI/AAAAAAAADQg/MyPc5Zb_nes/s1600/Blue-Planet-Earth.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-IswnbY6qf0I/TtElpKqWHhI/AAAAAAAADQg/MyPc5Zb_nes/s400/Blue-Planet-Earth.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama membaca Istighfar 11 kali&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;استغفر الله العظيم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Membaca Sholawat Nabi 11 kali&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;اللهم صل على سيدنا محمد&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membaca Ayat Kursi 7 kali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;الله لا إله إلا هو الحي القيوم لا تأخذوه سنة ولا نوم له  ما فى السموت وما فى الأرض من ذا الذى يشفع عنده إلا بإذنه يعلم ما بين  أيديهم وما خلفهم ولا يحيطون بشيئ من علمه, إلا بما شاء وسع كرسيه السموت  والأرض ولا يئوده, حفظهما وهو العلي العظيم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Membaca Do’a akhir tahun 3 kali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وصلى الله على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله وصحبه وسلم.   اللهم  ما عملت  فى هذه السنة مما نهيتنى عنه فلم اتب منه ولم ترضه ولم  تنسه وحلمت علي  بعد قدرتك على عقوبتى ودعوتنى الى التوبة منه بعد جراءتى  على معصيتك. فانى استغفرك  فاغفرلي  وماعملت فيها مما ترضه ووعدتنى عليه  الثواب فاسالك  اللهم  يا كريم   يا ذالجلا ل والاكرام.  ان تتقبله منى   ولا تقطع رجائي  منك يا كريم.  وصلى الله  على سيدنا محمد وعلى اله  وصحبه  وسلم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bismillaahir-rahmaanir-rahiim&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Wa shallallaahu 'ala sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Allaahumma maa 'amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani 'anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta 'alayya ba'da qudratika 'alaa uquubati wa da'autani ilattaubati minhu ba'da jur'ati alaa ma'siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa 'amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa'adtani 'alaihits-tsawaaba fas'alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha' rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihii wa sahbihii wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Artinya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;PELAKSANAAN DO’A AWAL TAHUN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Melaksanakan sujud syukur&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;a.Niat&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;b.Takbir&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;c.Sujud dengan membaca do’a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;سجد وجهي للذى خلقه وصوره وشق سمعه وبصره بحوله وقوته فتبا رك الله احسن الخا لقين&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;d.Salam&lt;br /&gt;
Membaca “Baqiyatush Sholihat” 3 kali sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;سبحا ن الله والحمد لله ولااله الا الله . الله اكبر ولاحول ولا قوة الا بالله العلي العظيم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Membaca doa awal tahun 3 kali&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Keterangan : Waktu pelaksanaan setelah selesai sholat fardhu Magrib, dengan bunyi do’a awal tahun sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وصلى الله  على سيدنا محمد  وعلى اله  وصحبه  وسلم.  اللهم انت الابدي القديم الاول وعلى فضلك العظيم وجود ك المعول.  وهذا عام جديد قد اقبل. نسألك العصمة فيه  من الشيطان واوليائه وجنوده  والعون على هذه النفس الامارة بالسوء  والاشتغال  بما يقربنى اليك زلفى .   يا ذاالجلال والاكرام .  يا ارحم الراحمين.  وصلى الله  على سيدنا محمد   وعلى اله  وصحبه وسلم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Bismillaahir-rahmaanir-rahiim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa 'alaa fadhlikal-'azhimi wujuudikal-mu'awwali, wa haadza 'aamun jadidun qad aqbala ilaina nas'alukal 'ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa'ihi wa junuudihi wal'auna 'alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu'i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Artinya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;farazinux.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;jafarsoddik.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-1830156380530233026?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/0KQAwpqSNfM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1830156380530233026?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1830156380530233026?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/0KQAwpqSNfM/doa-awal-tahun-baru-islam.html" title="Do'a Awal Tahun Baru Islam" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-IswnbY6qf0I/TtElpKqWHhI/AAAAAAAADQg/MyPc5Zb_nes/s72-c/Blue-Planet-Earth.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/doa-awal-tahun-baru-islam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4FQHs6fyp7ImA9WhRREUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-8557105074218710464</id><published>2011-11-25T08:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-25T08:01:51.517+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-25T08:01:51.517+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tausiah" /><title>7 Petala Langit &amp; Petala Bumi</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="BUMI DAN LANGIT"&gt;&lt;img alt="ALAM SEMESTA" border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-16KWfwU81Rs/Ts7oNvvkMDI/AAAAAAAADLs/I9hyLRLphJs/s320/alam+semesta.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Alloh telah Menjadikan alam semesta ini untuk keperluan manusia. Alloh Ciptakan 7 Petala langit, 7 petala bumi. Di balik planet ada planet. Di balik galaxy masih ada entah berapa banyak galaxy. Di balik super flaster.. dst.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Hingga kini belum ada seorang ilmuwanpun yang tahu, di mana batas langit pertama ! Padahal langit pertama dibandingkan dengan langit ke dua, besarnya ibarat sebuah cincin di tengah padang pasir (Renungkan, dapatkah kita temukan cincin yang hilang di padang pasir?..). Begitu seterusnya perbandingan langit2 sampai langit ke tujuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dijadikannya siang untuk manusia berikhtiar, Dijadikannya malam sebagai selimut dan istirahat untuk makhluq-Nya. Alloh Ciptakan makhluq2-Nya Berukuran Besar, Pun Alloh Kuasa Ciptakan makhluq2 yang berukuran kecil. Dalam setetes air, ada ribuan bahkan jutaan makhluq yang juga Dipelihara, Diberi rizki oleh-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Tak terhitung banyaknya binatang yang hidup di laut, juga dalam tanah. Semua dipelihara, tak luput sedikitpun dari PengawasanNya. Daun yang jatuh ke tanah, tetesan embun di malam hari. Semua diketahuinya. Ilmunya meliputi segala sesuatu. Jika yang diketahui seluruh manusia, para nabi, para malaikat, jin dan semua makhluq dijadikan satu dibanding PengetahuanNya, maka tiada apa2nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Seumpama seluruh manusia dan jin berkumpul untuk memindahkan satu kerikil ataupun pasir, maka mereka tidak akan mampu tanpa PertolonganNya, tanpa IdzinNya. Dialah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. "Laa haula wa Laa Quwwata illa billah".&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Maka tiada jalan bagi seorang hamba, kecuali tunduk pada semua KetentuanNya. Tanpa tawar menawar, tanpa memilih berdasar nafsunya masing2. Bumi, langit semua milikNya. Maka mau lari ke mana engkau, wahai para hamba ??&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-8557105074218710464?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/Imxk_SEuF4Y" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/8557105074218710464?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/8557105074218710464?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/Imxk_SEuF4Y/7-petala-langit-petala-bumi.html" title="7 Petala Langit &amp; Petala Bumi" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-16KWfwU81Rs/Ts7oNvvkMDI/AAAAAAAADLs/I9hyLRLphJs/s72-c/alam+semesta.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/7-petala-langit-petala-bumi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0cMSX85cSp7ImA9WhRSGEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-2344924543594722724</id><published>2011-11-21T11:14:00.002+07:00</published><updated>2011-11-21T11:18:08.129+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-21T11:18:08.129+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="fikih" /><title>Apakah Sah, Shalat Memakai Songkok Air ?</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://1.bp.blogspot.com/-y-ROZMgjaZM/TsnPFPCrkiI/AAAAAAAADFc/v3wAdCsaHkg/s320/tahajud.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;ilustration by majelismunajat.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Amalan yang menurut kita kecil, akan menjadi berharga di sisi &lt;span style="font-size: large;"&gt;الله&lt;/span&gt; karena dikerjakan dengan penuh ta'zhim dan adab serta dengan tata cara yang betul. Sebaliknya amalan yang begitu besar menurut pandangan manusia, tidak ada harganya di sisi &lt;span style="font-size: large;"&gt;الله&lt;/span&gt; bahkan bisa mendatangkan Murka &lt;span style="font-size: large;"&gt;الله&lt;/span&gt;, jika pelaksanaannya tidak disertai ta'zhim serta tidak sesuai syariat.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Oleh karenanya, mengetahui ilmu masail menjadi satu sebab menambah adab kita kepada &lt;span style="font-size: large;"&gt;الله&lt;/span&gt; serta meningkatkan kualitasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;* Bagaimana hukumnya, sholat memakai songkok air ??&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Bagaimana hukumnya sholat dengan memakai pakaian yang belum dicuci / tidak pernah dicuci, seperti songkok (kopyah/peci) anti air ?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Hukumnya diperinci:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;a. Hukum sholatnya sah, apabila pakaian tersebut tidak terkena najis.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;b. Hukum sholatnya tidak sah, apabila pakaian tersebut terkena najis.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Tetapi hendaklah di dalam sholat, selain memakai pakaian suci, juga yang bersih, indah dan rapi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Mari sebagai pribadi muslim yang baik, tunjukkan bahwa Islam memang benar2 mulia ajarannya, agama terindah dan tertinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Moga bermanfaat...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;sumber: Al-Iqna' juz 1 hal 106 (Penerbit Al Hidayah Surabaya)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tafsir Ibnu katsir juz 2 hal 202-203 (cetakan bairut)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;I'anatuth Thalibin juz 1 hal 80-81.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-2344924543594722724?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/wQARvzRsJUM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/2344924543594722724?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/2344924543594722724?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/wQARvzRsJUM/apakah-sah-shalat-memakai-songkok-air.html" title="Apakah Sah, Shalat Memakai Songkok Air ?" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-y-ROZMgjaZM/TsnPFPCrkiI/AAAAAAAADFc/v3wAdCsaHkg/s72-c/tahajud.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/apakah-sah-shalat-memakai-songkok-air.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkEEQ386eip7ImA9WhRSF00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-3266008438955732560</id><published>2011-11-19T20:16:00.000+07:00</published><updated>2011-11-19T20:16:42.112+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-19T20:16:42.112+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sholat" /><title>Sudahkah Ente Sholat ?</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="BELAJAR ISLAM,SHOLAT BERJAMAAH"&gt;&lt;img alt="SHALAT BERJAMA'AH" border="0" height="183" src="http://4.bp.blogspot.com/-E5RRIXdKh5U/Tserna8GX7I/AAAAAAAADEc/_QqKE0XKUuY/s320/sholat_jamaah.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak kita temui orang2 di sekitar kita yang ngaku sebagai seorang muslim, Namun pada kenyatannya mereka sering mengabaikan syariat dalam agama islam sendiri. Banyak Perintah Alloh SWT yang lalai mereka kerjakan. Seperti halnya "SHOLAT". Ya,, kita sering melupakan Perintah Alloh yang satu ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal, jika kita tau sedikit aja fadlilah dan manfaatnya, tentu kita akan enggan meninggalkannya. Terutama sholat berjama'ah, yang begitu besar keutamaannya. Bahkan sholat, adalah ibadah khusus yang Alloh Perintahkan kepada ummat Muhammad saw yang beda daripada yang lain. Untuk mewajibkan ibadah yang satu ini, Alloh Memanggil secara langsung Rosululloh saw menghadap ke sidrotul muntaha. Bahkan malaikat jibril a.s yang mengantarkannya, hanya sampai pada batas yang Alloh tentukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika zakat, haji, puasa, masih ada rukhsoh di dalamnya. Tidak begitu pada "sholat". Orang sakit, musafir, tua, muda, bahkan orang hampir wafatpun masih diperintahkan untuk melaksanakannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam sholat, ada selaksa hakikat, yang kita tidak ketahui. Alloh sertakan ibadahnya para malaikat di dalamnya. Qiyam (berdiri), Ada malaikat yang diciptakan Alloh untuk beribadah kepadaNya dengan cara berdiri terus, sampai hari kiamat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada rombongan para malaikat yang ditugaskan khusus untuk rukuk aja sebagai cara beribadah kepada Alloh Ta'Ala. Ada yang sujud aja, dst. Maka seorang yang sholatnya diterima oleh Alloh Azza wa Jalla, mendapat bagian dari ibadah mereka. Sungguh, satu karunia besar untuk ummat ini...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam sholatpun, Alloh taruh sakinah,, ketenangan yang tiada pernah ditemukan manusia dengan cara durhaka, atau maksiat atau perkara apapun di luar amalan agama islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika ente udah lama tinggalin ibadah satu ini,, mulailah perbaiki lagi,, taubat lagi, Jangan tinggalin satu karunia besar ini. Karena ia adalah senjata bagi orang beriman.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-3266008438955732560?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/L-ksvmNh_vI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/3266008438955732560?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/3266008438955732560?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/L-ksvmNh_vI/sudahkah-ente-sholat.html" title="Sudahkah Ente Sholat ?" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-E5RRIXdKh5U/Tserna8GX7I/AAAAAAAADEc/_QqKE0XKUuY/s72-c/sholat_jamaah.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/sudahkah-ente-sholat.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUQAQHc9fSp7ImA9WhRSEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-3725874934096101549</id><published>2011-11-14T23:15:00.000+07:00</published><updated>2011-11-14T23:15:41.965+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T23:15:41.965+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah" /><title>Sejarah Singkat Imam Bukhari</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Kelahiran dan Masa Kecil Imam Bukhari ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="PARA ULAMA LAKSANA BINTANG DI LANGIT"&gt;&lt;img alt="PARA WALI ALLAH LAKSANA BINTANG DI LANGIT" border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-PXRg9IeQjMY/TsE9qzeqsWI/AAAAAAAAC_k/26EOhcHfKmo/s1600/bulan-bintang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;... &lt;i&gt;Bukhari tidak pernah membuat catatan kuliah&lt;/i&gt;. Ia sering dicela membuang waktu karena tidak mencatat, namun Bukhari diam tak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari, karena merasa kesal terhadap celaan itu, Bukhari meminta kawan-kawannya membawa catatan mereka, kemudian beliau membacakan secara tepat apa yang pernah disampaikan selama dalam kuliah dan ceramah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tercenganglah mereka semua, lantaran Bukhari ternyata &lt;i&gt;hafal di luar kepala 15.000 hadits&lt;/i&gt;, lengkap dengan keterangan yang tidak sempat mereka catat. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Selengkapnya Mengenai Imam Bukhari download aja -- &amp;gt; &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/17339525/sejarahsingkatimambukhori.rar.html" target="_blank"&gt;E-BOOK BIOGRAFI Imam Bukhari&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-3725874934096101549?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/ZBp7W-MfVLs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/3725874934096101549?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/3725874934096101549?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/ZBp7W-MfVLs/sejarah-singkat-imam-bukhari.html" title="Sejarah Singkat Imam Bukhari" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-PXRg9IeQjMY/TsE9qzeqsWI/AAAAAAAAC_k/26EOhcHfKmo/s72-c/bulan-bintang.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/sejarah-singkat-imam-bukhari.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0AHRXk7eCp7ImA9WhRSEUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-4750139378977221670</id><published>2011-11-13T21:48:00.000+07:00</published><updated>2011-11-13T21:48:54.700+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-13T21:48:54.700+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah" /><title>Sejarah Singkat Imam Hanbali</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="KALIGRAFI"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-90xbQtYUxxU/Tr_XUcHgkHI/AAAAAAAAC_M/EFse0qRJSk0/s320/kaligrafi+bertuliskan+muhammad.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;"Ia murid paling cendekia yang pernah saya jumpai selama di Baghdad. Sikapnya menghadapi sidang pengadilan dan menanggung petaka akibat tekanan khalifah Abbasiyyah selama 15 tahun karena menolak doktrin resmi Mu'tazilah merupakan saksi hidup watak agung dan kegigihan yang mengabdikannya sebagai tokoh besar sepanjang masa." Penilaian ini diungkapkan oleh Imam Syafi'i, yang tak lain adalah guru Imam Hanbali. Menurut Syafi'i, perjuangan mempertahankan keyakinan yang tak sesuai dengan pemikiran seseorang, selalu menghadapi risiko antara hidup dan mati. Dan Imam Hanbali membuktikan hal itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Imam Hanbali yang dikenal ahli dan pakar hadits ini memang sangat memberikan perhatian besar pada ilmu yang satu ini. Kegigihan dan kesungguhannya telah melahirkan banyak ulama dan perawi hadits terkenal semisal Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam Abu Daud yang tak lain buah didikannya. Karya-karya mereka seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim atau Sunan Abu Daud menjadi kitab hadits standar yang menjadi rujukan umat Islam di seluruh dunia dalam memahami ajaran Islam yang disampaikan Rasulullah SAW lewat hadits-haditsnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-4AzGj4K4ESE/Tr_YorQ0ZGI/AAAAAAAAC_U/WsBaZakDg_k/s1600/kitab+hadits.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="253" src="http://2.bp.blogspot.com/-4AzGj4K4ESE/Tr_YorQ0ZGI/AAAAAAAAC_U/WsBaZakDg_k/s320/kitab+hadits.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kepakaran Imam Hanbali dalam ilmu hadits memang tak diragukan lagi sehingga mengundang banyak tokoh ulama berguru kepadanya. Menurut putra sulungnya, Abdullah bin Ahmad, Imam Hanbali hafal hingga 700.000 hadits di luar kepala. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadits sejumlah itu, diseleksi secara ketat dan ditulisnya kembali dalam kitab karyanya Al Musnad. Dalam kitab tersebut, hanya 40.000 hadits yang dituliskan kembali dengan susunan berdasarkan tertib nama sahabat yang meriwayatkan. Umumnya hadits dalam kitab ini berderajat sahih dan hanya sedikit yang berderajat dhaif. Berdasar penelitian Abdul Aziz al Khuli, seorang ulama bahasa yang banyak menulis biografi tokoh sahabat, sebenarnya hadits yang termuat dalam Al Musnad berjumlah 30 ribu karena ada sekitar 10 ribu hadits yang berulang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepandaian Imam Hanbali dalam ilmu hadits, bukan datang begitu saja. Tokoh kelahiran Baghdad, 780 M (wafat 855 M) ini, dikenal sebagai ulama yang gigih mendalami ilmu. Lahir dengan nama Ahmad bin Muhammad bin Hanbal, Imam Hanbali dibesarkan oleh ibunya, karena sang ayah meninggal dalam usia muda. Hingga usia 16 tahun, Hanbali belajar Al-Qur'an dan ilmu-ilmu agama lain kepada ulama-ulama Baghdad. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, ia mengunjungi para ulama terkenal di berbagai tempat seperti Kufah, Basrah, Syam, Yaman, Mekkah dan Madinah. Beberapa gurunya antara lain Hammad bin Khalid, Ismail bil Aliyyah, Muzaffar bin Mudrik, Walin bin Muslim, dan Musa bin Tariq. Dari merekalah Hanbali muda mendalami fikih, hadits, tafsir, kalam, dan bahasa. Karena kecerdasan dan ketekunannya, Hanbali dapat menyerap semua pelajaran dengan baik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecintaannya kepada ilmu begitu luar biasa. Karenanya, setiap kali mendengar ada ulama terkenal di suatu tempat, ia rela menempuh perjalanan jauh dan waktu lama hanya untuk menimba ilmu dari sang ulama. Kecintaan kepada ilmu jua yang menjadikan Hanbali rela tak menikah dalam usia muda. Ia baru menikah setelah usia 40 tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kali, ia menikah dengan Aisyah binti Fadl dan dikaruniai seorang putra bernama Saleh. Ketika Aisyah meninggal, ia menikah kembali dengan Raihanah dan dikarunia putra bernama Abdullah. Istri keduanya pun meninggal dan Hanbali menikah untuk terakhir kalinya dengan seorang jariyah, hamba sahaya wanita bernama Husinah. Darinya ia memperoleh lima orang anak yaitu Zainab, Hasan, Husain, Muhammad, dan Said. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya pandai, Imam Hanbali dikenal tekun beribadah dan dermawan. Imam Ibrahim bin Hani, salah seorang ulama terkenal yang jadi sahabatnya menjadi saksi akan kezuhudan Imam Hanbali. ''Hampir setiap hari ia berpuasa dan tidurnya pun sedikit sekali di waktu malam. Ia lebih banyak shalat malam dan witir hingga Shubuh tiba,'' katanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai kedermawanannya, Imam Yahya bin Hilal, salah seorang ulama ahli fikih, berkata, ''Aku pernah datang kepada Imam Hanbali, lalu aku diberinya uang sebanyak empat dirham sambil berkata, 'Ini adalah rezeki yang kuperoleh hari ini dan semuanya kuberikan kepadamu.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Hanbali juga dikenal teguh memegang pendirian. Di masa hidupnya, aliran Mu'tazilah tengah berjaya. Dukungan Khalifah Al Ma'mun dari Dinasti Abbasiyah yang menjadikan aliran ini sebagai madzhab resmi negara membuat kalangan ulama berang. Salah satu ajaran yang dipaksakan penganut Mu'tazilah adalah paham Al-Qur'an merupakan makhluk atau ciptaan Tuhan. Banyak umat Islam yang menolak pandangan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Hanbali termasuk yang menentang paham tersebut. Akibatnya, ia pun dipenjara dan disiksa oleh Mu'tasim, putra Al Ma'mun. Setiap hari ia didera dan dipukul. Siksaan ini berlangsung hingga Al Wasiq menggantikan ayahnya, Mu'tasim. Siksaan tersebut makin meneguhkan sikap Hanbali menentang paham sesat itu. Sikapnya itu membuat umat makin bersimpati kepadanya sehingga pengikutnya makin banyak kendati ia mendekam dalam penjara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepeninggal Al Wasiq, Imam Hanbali menghirup udara kebebasan. Al Mutawakkil, sang pengganti, membebaskan Imam Hanbali dan memuliakannya. Namanya pun makin terkenal dan banyaklah ulama dari berbagai pelosok belajar kepadanya. Para ulama yang belajar kepadanya antara lain Imam Hasan bin Musa, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Abu Zur'ah Ad Dimasyqi, Imam Abu Zuhrah, Imam Ibnu Abi, dan Imam Abu Bakar Al Asram. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ketiga Imam lainnya; Syafi'i, Hanafi dan Maliki, oleh para muridnya, ajaran-ajaran Imam Ahmad ibn Hanbali dijadikan patokan dalam amaliyah (praktik) ritual, khususnya dalam masalah fikih. Sebagai pendiri madzhab tersebut, Imam Hanbali memberikan perhatian khusus pada masalah ritual keagamaan, terutama yang bersumber pada Sunnah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Ibnu Qayyim, salah seorang pengikut madzhab Hanbali, ada lima landasan pokok yang dijadikan dasar penetapan hukum dan fatwa madzhab Hanbali. Pertama, nash (Al-Qur'an dan Sunnah). Jika ia menemukan nash, maka ia akan berfatwa dengan Al-Qur'an dan Sunnah dan tidak berpaling pada sumber lainnya. Kedua, fatwa sahabat yang diketahui tidak ada yang menentangnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, jika para sahabat berbeda pendapat, ia akan memilih pendapat yang dinilainya lebih sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah Nabi SAW. Jika ternyata pendapat yang ada tidak jelas persesuaiannya dengan Al-Qur'an dan Sunnah, maka ia tidak akan menetapkan salah satunya, tetapi mengambil sikap diam atau meriwayatkan kedua-duanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, mengambil hadits mursal (hadits yang dalam sanadnya tidak disebutkan nama perawinya), dan hadits dhaif (hadits yang lemah, namun bukan 'maudu', atau hadits lemah). Dalam hal ini, hadits dhaif didahulukan daripada qias. Dan kelima adalah qias, atau analogi. Qias digunakan bila tidak ditemukan dasar hukum dari keempat sumber di atas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya madzhab Hanbali hanya berkembang di Baghdad. Baru pada abad ke-6 H, madzhab ini berkembang di Mesir. Perkembangan pesat terjadi pada abad ke-11 dan ke-12 H, berkat usaha Ibnu Taimiyyah (w. 728 H) dan Ibnu Qayyim (w. 751 H). Kedua tokoh inilah yang membuka mata banyak orang untuk memberikan perhatian pada fikih madzhab Hanbali, khususnya dalam bidang muamalah. Kini, madzhab tersebut banyak dianut umat Islam di kawasan Timur Tengah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil karya Imam Hanbali tersebar luas di berbagai lembaga pendidikan keagamaan. Beberapa kitab yang sampai kini jadi kajian antara lain Tafsir Al-Qur'an, An Nasikh wal Mansukh, Jawaban Al-Qur'an, At Tarikh, Taat ar Rasul, dan Al Wara. Kitabnya yang paling terkenal adalah Musnad Ahmad bin Hanbal.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;
source: kotasantri.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-4750139378977221670?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/DqaH8WF1AdU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/4750139378977221670?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/4750139378977221670?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/DqaH8WF1AdU/sejarah-singkat-imam-hanbali.html" title="Sejarah Singkat Imam Hanbali" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-90xbQtYUxxU/Tr_XUcHgkHI/AAAAAAAAC_M/EFse0qRJSk0/s72-c/kaligrafi+bertuliskan+muhammad.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/sejarah-singkat-imam-hanbali.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE8HRXk4eCp7ImA9WhRSEUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-861936626576422630</id><published>2011-11-13T08:13:00.000+07:00</published><updated>2011-11-13T08:13:54.730+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-13T08:13:54.730+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah" /><title>Sejarah Singkat Imam Syafi'i</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="PONDOK PESANTREN"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://2.bp.blogspot.com/-oVzb8aEvfQA/Tr8X9EPlmbI/AAAAAAAAC8c/WGVtIKfvGTc/s320/pondok+pesantren.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Beliau bernama Muhammad dengan kun-yah Abu Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi‘ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau , yaitu Hasyim bin al-Muththalib.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Bapak beliau, Idris, berasal dari daerah Tibalah (Sebuah daerah di wilayah Tihamah di jalan menuju ke Yaman). Dia seorang yang tidak berpunya. Awalnya dia tinggal di Madinah lalu berpindah dan menetap di ‘Asqalan (Kota tepi pantai di wilayah Palestina) dan akhirnya meninggal dalam keadaan masih muda di sana. Syafi‘, kakek dari kakek beliau, -yang namanya menjadi sumber penisbatan beliau (Syafi‘i)- menurut sebagian ulama adalah seorang sahabat shigar (yunior) Nabi. As-Saib, bapak Syafi‘, sendiri termasuk sahabat kibar (senior) yang memiliki kemiripan fisik dengan Rasulullah saw. Dia termasuk dalam barisan tokoh musyrikin Quraysy dalam Perang Badar. Ketika itu dia tertawan lalu menebus sendiri dirinya dan menyatakan masuk Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para ahli sejarah dan ulama nasab serta ahli hadits bersepakat bahwa Imam Syafi‘i berasal dari keturunan Arab murni. Imam Bukhari dan Imam Muslim telah memberi kesaksian mereka akan kevalidan nasabnya tersebut dan ketersambungannya dengan nasab Nabi, kemudian mereka membantah pendapat-pendapat sekelompok orang dari kalangan Malikiyah dan Hanafiyah yang menyatakan bahwa Imam Syafi‘i bukanlah asli keturunan Quraysy secara nasab, tetapi hanya keturunan secara wala’ saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XTHG691ofqA/Tr8YpFzNikI/AAAAAAAAC8k/fqbKnSJjUe4/s1600/kitab-kuning1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-XTHG691ofqA/Tr8YpFzNikI/AAAAAAAAC8k/fqbKnSJjUe4/s320/kitab-kuning1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Adapun ibu beliau, terdapat perbedaan pendapat tentang jati dirinya. Beberapa pendapat mengatakan dia masih keturunan al-Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, sedangkan yang lain menyebutkan seorang wanita dari kabilah Azadiyah yang memiliki kun-yah Ummu Habibah. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa ibu Imam Syafi‘i adalah seorang wanita yang tekun beribadah dan memiliki kecerdasan yang tinggi. Dia seorang yang faqih dalam urusan agama dan memiliki kemampuan melakukan istinbath.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu dan Tempat Kelahirannya&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Beliau dilahirkan pada tahun 150H. Pada tahun itu pula, Abu Hanifah wafat sehingga dikomentari oleh al-Hakim sebagai isyarat bahwa beliau adalah pengganti Abu Hanifah dalam bidang yang ditekuninya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentang tempat kelahirannya, banyak riwayat yang menyebutkan beberapa tempat yang berbeda. Akan tetapi, yang termasyhur dan disepakati oleh ahli sejarah adalah kota Ghazzah (Sebuah kota yang terletak di perbatasan wilayah Syam ke arah Mesir. Tepatnya di sebelah Selatan Palestina. Jaraknya dengan kota Asqalan sekitar dua farsakh). Tempat lain yang disebut-sebut adalah kota Asqalan dan Yaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Hajar memberikan penjelasan bahwa riwayat-riwayat tersebut dapat digabungkan dengan dikatakan bahwa beliau dilahirkan di sebuah tempat bernama Ghazzah di wilayah Asqalan. Ketika berumur dua tahun, beliau dibawa ibunya ke negeri Hijaz dan berbaur dengan penduduk negeri itu yang keturunan Yaman karena sang ibu berasal dari kabilah Azdiyah (dari Yaman). Lalu ketika berumur 10 tahun, beliau dibawa ke Mekkah, karena sang ibu khawatir nasabnya yang mulia lenyap dan terlupakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertumbuhannya dan Pengembaraannya Mencari Ilmu&lt;br /&gt;
Di Mekkah, Imam Syafi ‘i dan ibunya tinggal di dekat Syi‘bu al-Khaif. Di sana, sang ibu mengirimnya belajar kepada seorang guru. Sebenarnya ibunya tidak mampu untuk membiayainya, tetapi sang guru ternyata rela tidak dibayar setelah melihat kecerdasan dan kecepatannya dalam menghafal. Imam Syafi‘i bercerita, “Di al-Kuttab (sekolah tempat menghafal Alquran), saya melihat guru yang mengajar di situ membacakan murid-muridnya ayat Alquran, maka aku ikut menghafalnya. Sampai ketika saya menghafal semua yang dia diktekan, dia berkata kepadaku, “Tidak halal bagiku mengambil upah sedikitpun darimu.” Dan ternyata kemudian dengan segera guru itu mengangkatnya sebagai penggantinya (mengawasi murid-murid lain) jika dia tidak ada. Demikianlah, belum lagi menginjak usia baligh, beliau telah berubah menjadi seorang guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah rampung menghafal Alquran di al-Kuttab, beliau kemudian beralih ke Masjidil Haram untuk menghadiri majelis-majelis ilmu di sana. Sekalipun hidup dalam kemiskinan, beliau tidak berputus asa dalam menimba ilmu. Beliau mengumpulkan pecahan tembikar, potongan kulit, pelepah kurma, dan tulang unta untuk dipakai menulis. Sampai-sampai tempayan-tempayan milik ibunya penuh dengan tulang-tulang, pecahan tembikar, dan pelepah kurma yang telah bertuliskan hadits-hadits Nabi. Dan itu terjadi pada saat beliau belum lagi berusia baligh. Sampai dikatakan bahwa beliau telah menghafal Alquran pada saat berusia 7 tahun, lalu membaca dan menghafal kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Malik pada usia 12 tahun sebelum beliau berjumpa langsung dengan Imam Malik di Madinah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau juga tertarik mempelajari ilmu bahasa Arab dan syair-syairnya. Beliau memutuskan untuk tinggal di daerah pedalaman bersama suku Hudzail yang telah terkenal kefasihan dan kemurnian bahasanya, serta syair-syair mereka. Hasilnya, sekembalinya dari sana beliau telah berhasil menguasai kefasihan mereka dan menghafal seluruh syair mereka, serta mengetahui nasab orang-orang Arab, suatu hal yang kemudian banyak dipuji oleh ahli-ahli bahasa Arab yang pernah berjumpa dengannya dan yang hidup sesudahnya. Namun, takdir Allah telah menentukan jalan lain baginya. Setelah mendapatkan nasehat dari dua orang ulama, yaitu Muslim bin Khalid az-Zanji -mufti kota Mekkah-, dan al-Husain bin ‘Ali bin Yazid agar mendalami ilmu fiqih, maka beliau pun tersentuh untuk mendalaminya dan mulailah beliau melakukan pengembaraannya mencari ilmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau mengawalinya dengan menimbanya dari ulama-ulama kotanya, Mekkah, seperti Muslim bin Khalid, Dawud bin Abdurrahman al-‘Athar, Muhammad bin Ali bin Syafi’ –yang masih terhitung paman jauhnya-, Sufyan bin ‘Uyainah –ahli hadits Mekkah-, Abdurrahman bin Abu Bakar al-Maliki, Sa’id bin Salim, Fudhail bin ‘Iyadh, dan lain-lain. Di Mekkah ini, beliau mempelajari ilmu fiqih, hadits, lughoh, dan Muwaththa’ Imam Malik. Di samping itu beliau juga mempelajari keterampilan memanah dan menunggang kuda sampai menjadi mahir sebagai realisasi pemahamannya terhadap ayat 60 surat Al-Anfal. Bahkan dikatakan bahwa dari 10 panah yang dilepasnya, 9 di antaranya pasti mengena sasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapat izin dari para syaikh-nya untuk berfatwa, timbul keinginannya untuk mengembara ke Madinah, Dar as-Sunnah, untuk mengambil ilmu dari para ulamanya. Terlebih lagi di sana ada Imam Malik bin Anas, penyusun al-Muwaththa’. Maka berangkatlah beliau ke sana menemui sang Imam. Di hadapan Imam Malik, beliau membaca al-Muwaththa’ yang telah dihafalnya di Mekkah, dan hafalannya itu membuat Imam Malik kagum kepadanya. Beliau menjalani mulazamah kepada Imam Malik demi mengambil ilmu darinya sampai sang Imam wafat pada tahun 179. Di samping Imam Malik, beliau juga mengambil ilmu dari ulama Madinah lainnya seperti Ibrahim bin Abu Yahya, ‘Abdul ‘Aziz ad-Darawardi, Athaf bin Khalid, Isma‘il bin Ja‘far, Ibrahim bin Sa‘d dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke Mekkah, beliau kemudian melanjutkan mencari ilmu ke Yaman. Di sana beliau mengambil ilmu dari Mutharrif bin Mazin dan Hisyam bin Yusuf al-Qadhi, serta yang lain. Namun, berawal dari Yaman inilah beliau mendapat cobaan –satu hal yang selalu dihadapi oleh para ulama, sebelum maupun sesudah beliau-. Di Yaman, nama beliau menjadi tenar karena sejumlah kegiatan dan kegigihannya menegakkan keadilan, dan ketenarannya itu sampai juga ke telinga penduduk Mekkah. Lalu, orang-orang yang tidak senang kepadanya akibat kegiatannya tadi mengadukannya kepada Khalifah Harun ar-Rasyid, Mereka menuduhnya hendak mengobarkan pemberontakan bersama orang-orang dari kalangan Alawiyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana dalam sejarah, Imam Syafi‘i hidup pada masa-masa awal pemerintahan Bani ‘Abbasiyah yang berhasil merebut kekuasaan dari Bani Umayyah. Pada masa itu, setiap khalifah dari Bani ‘Abbasiyah hampir selalu menghadapi pemberontakan orang-orang dari kalangan ‘Alawiyah. Kenyataan ini membuat mereka bersikap sangat kejam dalam memadamkan pemberontakan orang-orang ‘Alawiyah yang sebenarnya masih saudara mereka sebagai sesama Bani Hasyim. Dan hal itu menggoreskan rasa sedih yang mendalam pada kaum muslimin secara umum dan pada diri Imam Syafi‘i secara khusus. Dia melihat orang-orang dari Ahlu Bait Nabi menghadapi musibah yang mengenaskan dari penguasa. Maka berbeda dengan sikap ahli fiqih selainnya, beliau pun menampakkan secara terang-terangan rasa cintanya kepada mereka tanpa rasa takut sedikitpun, suatu sikap yang saat itu akan membuat pemiliknya merasakan kehidupan yang sangat sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikapnya itu membuatnya dituduh sebagai orang yang bersikap tasyayyu‘, padahal sikapnya sama sekali berbeda dengan tasysyu’ model orang-orang syi‘ah. Bahkan Imam Syafi‘i menolak keras sikap tasysyu’ model mereka itu yang meyakini ketidakabsahan keimaman Abu Bakar, Umar, serta ‘Utsman , dan hanya meyakini keimaman Ali, serta meyakini kemaksuman para imam mereka. Sedangkan kecintaan beliau kepada Ahlu Bait adalah kecintaan yang didasari oleh perintah-perintah yang terdapat dalam Alquran maupun hadits-hadits shahih. Dan kecintaan beliau itu ternyata tidaklah lantas membuatnya dianggap oleh orang-orang syiah sebagai ahli fiqih madzhab mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuduhan dusta yang diarahkan kepadanya bahwa dia hendak mengobarkan pemberontakan, membuatnya ditangkap, lalu digelandang ke Baghdad dalam keadaan dibelenggu dengan rantai bersama sejumlah orang-orang ‘Alawiyah. Beliau bersama orang-orang ‘Alawiyah itu dihadapkan ke hadapan Khalifah Harun ar-Rasyid. Khalifah menyuruh bawahannya menyiapkan pedang dan hamparan kulit. Setelah memeriksa mereka seorang demi seorang, ia menyuruh pegawainya memenggal kepala mereka.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Ketika sampai pada gilirannya, Imam Syafi‘i berusaha memberikan penjelasan kepada Khalifah. Dengan kecerdasan dan ketenangannya serta pembelaan dari Muhammad bin al-Hasan -ahli fiqih Irak-, beliau berhasil meyakinkan Khalifah tentang ketidakbenaran apa yang dituduhkan kepadanya. Akhirnya beliau meninggalkan majelis Harun ar-Rasyid dalam keadaan bersih dari tuduhan bersekongkol dengan ‘Alawiyah dan mendapatkan kesempatan untuk tinggal di Baghdad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Baghdad, beliau kembali pada kegiatan asalnya, mencari ilmu. Beliau meneliti dan mendalami madzhab Ahlu Ra’yu. Untuk itu beliau berguru dengan mulazamah kepada Muhammad bin al-Hassan. Selain itu, kepada Isma‘il bin ‘Ulayyah dan Abdul Wahhab ats-Tsaqafiy dan lain-lain. Setelah meraih ilmu dari para ulama Irak itu, beliau kembali ke Mekkah pada saat namanya mulai dikenal. Maka mulailah ia mengajar di tempat dahulu ia belajar. Ketika musim haji tiba, ribuan jamaah haji berdatangan ke Mekkah. Mereka yang telah mendengar nama beliau dan ilmunya yang mengagumkan, bersemangat mengikuti pengajarannya sampai akhirnya nama beliau makin dikenal luas. Salah satu di antara mereka adalah Imam Ahmad bin Hanbal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kamasyhurannya sampai ke kota Baghdad, Imam Abdurrahman bin Mahdi mengirim surat kepada Imam Syafi‘i memintanya untuk menulis sebuah kitab yang berisi khabar-khabar yang maqbul, penjelasan tentang nasikh dan mansukh dari ayat-ayat Alquran dan lain-lain. Maka beliau pun menulis kitabnya yang terkenal, Ar-Risalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lebih dari 9 tahun mengajar di Mekkah, beliau kembali melakukan perjalanan ke Irak untuk kedua kalinya dalam rangka menolong madzhab Ash-habul Hadits di sana. Beliau mendapat sambutan meriah di Baghdad karena para ulama besar di sana telah menyebut-nyebut namanya. Dengan kedatangannya, kelompok Ash-habul Hadits merasa mendapat angin segar karena sebelumnya mereka merasa didominasi oleh Ahlu Ra’yi. Sampai-sampai dikatakan bahwa ketika beliau datang ke Baghdad, di Masjid Jami ‘ al-Gharbi terdapat sekitar 20 halaqah Ahlu Ra ‘yu. Tetapi ketika hari Jumat tiba, yang tersisa hanya 2 atau 3 halaqah saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau menetap di Irak selama dua tahun, kemudian pada tahun 197 beliau balik ke Mekkah. Di sana beliau mulai menyebar madzhabnya sendiri. Maka datanglah para penuntut ilmu kepadanya meneguk dari lautan ilmunya. Tetapi beliau hanya berada setahun di Mekkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 198, beliau berangkat lagi ke Irak. Namun, beliau hanya beberapa bulan saja di sana karena telah terjadi perubahan politik. Khalifah al-Makmun telah dikuasai oleh para ulama ahli kalam, dan terjebak dalam pembahasan-pembahasan tentang ilmu kalam. Sementara Imam Syafi‘i adalah orang yang paham betul tentang ilmu kalam. Beliau tahu bagaimana pertentangan ilmu ini dengan manhaj as-salaf ash-shaleh –yang selama ini dipegangnya- di dalam memahami masalah-masalah syariat. Hal itu karena orang-orang ahli kalam menjadikan akal sebagai patokan utama dalam menghadapi setiap masalah, menjadikannya rujukan dalam memahami syariat padahal mereka tahu bahwa akal juga memiliki keterbatasan-keterbatasan. Beliau tahu betul kebencian meraka kepada ulama ahlu hadits. Karena itulah beliau menolak madzhab mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan begitulah kenyataannya. Provokasi mereka membuat Khalifah mendatangkan banyak musibah kepada para ulama ahlu hadits. Salah satunya adalah yang dikenal sebagai Yaumul Mihnah, ketika dia mengumpulkan para ulama untuk menguji dan memaksa mereka menerima paham Alquran itu makhluk. Akibatnya, banyak ulama yang masuk penjara, bila tidak dibunuh. Salah satu di antaranya adalah Imam Ahmad bin Hanbal. Karena perubahan itulah, Imam Syafi‘i kemudian memutuskan pergi ke Mesir. Sebenarnya hati kecilnya menolak pergi ke sana, tetapi akhirnya ia menyerahkan dirinya kepada kehendak Allah. Di Mesir, beliau mendapat sambutan masyarakatnya. Di sana beliau berdakwah, menebar ilmunya, dan menulis sejumlah kitab, termasuk merevisi kitabnya ar-Risalah, sampai akhirnya beliau menemui akhir kehidupannya di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keteguhannya Membela Sunnah&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Sebagai seorang yang mengikuti manhaj Ash-habul Hadits, beliau dalam menetapkan suatu masalah terutama masalah aqidah selalu menjadikan Alquran dan Sunnah Nabi sebagai landasan dan sumber hukumnya. Beliau selalu menyebutkan dalil-dalil dari keduanya dan menjadikannya hujjah dalam menghadapi penentangnya, terutama dari kalangan ahli kalam. Beliau berkata, “Jika kalian telah mendapatkan Sunnah Nabi, maka ikutilah dan janganlah kalian berpaling mengambil pendapat yang lain.” Karena komitmennya mengikuti sunnah dan membelanya itu, beliau mendapat gelar Nashir as-Sunnah wa al-Hadits. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat banyak atsar tentang ketidaksukaan beliau kepada Ahli Ilmu Kalam, mengingat perbedaan manhaj beliau dengan mereka. Beliau berkata, “Setiap orang yang berbicara (mutakallim) dengan bersumber dari Alquran dan sunnah, maka ucapannya adalah benar, tetapi jika dari selain keduanya, maka ucapannya hanyalah igauan belaka.” Imam Ahmad berkata, “Bagi Syafi‘i jika telah yakin dengan keshahihan sebuah hadits, maka dia akan menyampaikannya. Dan prilaku yang terbaik adalah dia tidak tertarik sama sekali dengan ilmu kalam, dan lebih tertarik kepada fiqih.” Imam Syafi ‘i berkata, “Tidak ada yang lebih aku benci daripada ilmu kalam dan ahlinya” Al-Mazani berkata, “Merupakan madzhab Imam Syafi‘i membenci kesibukan dalam ilmu kalam. Beliau melarang kami sibuk dalam ilmu kalam.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketidaksukaan beliau sampai pada tingkat memberi fatwa bahwa hukum bagi ahli ilmu kalam adalah dipukul dengan pelepah kurma, lalu dinaikkan ke atas punggung unta dan digiring berkeliling di antara kabilah-kabilah dengan mengumumkan bahwa itu adalah hukuman bagi orang yang meninggalkan Alquran dan Sunnah dan memilih ilmu kalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wafatnya&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Karena kesibukannya berdakwah dan menebar ilmu, beliau menderita penyakit bawasir yang selalu mengeluarkan darah. Makin lama penyakitnya itu bertambah parah hingga akhirnya beliau wafat karenanya. Beliau wafat pada malam Jumat setelah shalat Isya’ hari terakhir bulan Rajab permulaan tahun 204 dalam usia 54 tahun. Semoga Allah memberikan kepadanya rahmat-Nya yang luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ar-Rabi menyampaikan bahwa dia bermimpi melihat Imam Syafi‘i, sesudah wafatnya. Dia berkata kepada beliau, “Apa yang telah diperbuat Allah kepadamu, wahai Abu Abdillah ?” Beliau menjawab, “Allah mendudukkan aku di atas sebuah kursi emas dan menaburkan pada diriku mutiara-mutiara yang halus”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karangan-Karangannya&lt;br /&gt;
Sekalipun beliau hanya hidup selama setengah abad dan kesibukannya melakukan perjalanan jauh untuk mencari ilmu, hal itu tidaklah menghalanginya untuk menulis banyak kitab. Jumlahnya menurut Ibnu Zulaq mencapai 200 bagian, sedangkan menurut al-Marwaziy mencapai 113 kitab tentang tafsir, fiqih, adab dan lain-lain. Yaqut al-Hamawi mengatakan jumlahnya mencapai 174 kitab yang judul-judulnya disebutkan oleh Ibnu an-Nadim dalam al-Fahrasat.&lt;br /&gt;
Yang paling terkenal di antara kitab-kitabnya adalah al-Umm, yang terdiri dari 4 jilid berisi 128 masalah, dan ar-Risalah al-Jadidah (yang telah direvisinya) mengenai Alquran dan As-Sunnah serta kedudukannya dalam syariat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber :&lt;br /&gt;
1. Al-Umm, bagian muqoddimah hal 3-33.&lt;br /&gt;
2. Siyar A‘lam an-Nubala’&lt;br /&gt;
3. Manhaj Aqidah Imam asy-Syafi‘, terjemah kitab Manhaj al-Imam Asy-Syafi ‘i fi Itsbat al-‘Aqidah karya DR. Muhammad AW al-Aql terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi‘i, Cirebon.&lt;br /&gt;
- http://muslim.or.id/?p=9 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-861936626576422630?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/qVeNlLjKns4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/861936626576422630?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/861936626576422630?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/qVeNlLjKns4/sejarah-singkat-imam-syafii.html" title="Sejarah Singkat Imam Syafi'i" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-oVzb8aEvfQA/Tr8X9EPlmbI/AAAAAAAAC8c/WGVtIKfvGTc/s72-c/pondok+pesantren.JPG" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/sejarah-singkat-imam-syafii.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EHRHc5cCp7ImA9WhRSEU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-4146161470243903854</id><published>2011-11-12T19:40:00.000+07:00</published><updated>2011-11-12T19:40:35.928+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-12T19:40:35.928+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah" /><title>Sejarah Singkat Imam Hanafi</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a alt="BELAJAR KITAB HADITS" href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="PONDOK PESANTREN"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-lb3eW4e2Ur8/Tr5oaa9kHsI/AAAAAAAAC5E/czmurw9pKn0/s400/tuntut+ilmu.jpeg" width="263" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit al-Kufiy merupakan orang yang faqih di negeri Irak, salah satu imam dari kaum muslimin, pemimpin orang-orang alim, salah seorang yang mulia dari kalangan ulama dan salah satu imam dari empat imam yang memiliki madzhab. Di kalangan umat Islam, beliau lebih dikenal dengan nama Imam Hanafi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nasab dan Kelahirannya bin Tsabit bin Zuthi (ada yang mengatakan Zutha) At-Taimi Al-Kufi &lt;br /&gt;
Beliau adalah Abu Hanifah An-Nu’man Taimillah bin Tsa’labah. Beliau berasal dari keturunan bangsa persi. Beliau dilahirkan pada tahun 80 H pada masa shigharus shahabah dan para ulama berselisih pendapat tentang tempat kelahiran Abu Hanifah, menurut penuturan anaknya Hamad bin Abu Hadifah bahwa Zuthi berasal dari kota Kabul dan dia terlahir dalam keadaan Islam. Adapula yang mengatakan dari Anbar, yang lainnya mengatakan dari Turmudz dan yang lainnya lagi mengatakan dari Babilonia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkembangannya&lt;br /&gt;
Ismail bin Hamad bin Abu Hanifah cucunya menuturkan bahwa dahulu Tsabit ayah Abu Hanifah pergi mengunjungi Ali Bin Abi Thalib, lantas Ali mendoakan keberkahan kepadanya pada dirinya dan keluarganya, sedangkan dia pada waktu itu masih kecil, dan kami berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa Ali tersebut untuk kami. Dan Abu Hanifah At-Taimi biasa ikut rombongan pedagang minyak dan kain sutera, bahkan dia punya toko untuk berdagang kain yang berada di rumah Amr bin Harits.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Hanifah itu tinggi badannya sedang, memiliki postur tubuh yang bagus, jelas dalam berbicara, suaranya bagus dan enak didengar, bagus wajahnya, bagus pakaiannya dan selalu memakai minyak wangi, bagus dalam bermajelis, sangat kasih sayang, bagus dalam pergaulan bersama rekan-rekannya, disegani dan tidak membicarakan hal-hal yang tidak berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau disibukkan dengan mencari atsar/hadits dan juga melakukan rihlah untuk mencari hal itu. Dan beliau ahli dalam bidang fiqih, mempunyai kecermatan dalam berpendapat, dan dalam permasalahan-permasalahan yang samar/sulit maka kepada beliau akhir penyelesaiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau sempat bertemu dengan Anas bin Malik tatkala datang ke Kufah dan belajar kepadanya, beliau juga belajar dan meriwayat dari ulama lain seperti Atha’ bin Abi Rabbah yang merupakan syaikh besarnya, Asy-Sya’bi, Adi bin Tsabit, Abdurrahman bin Hurmuj al-A’raj, Amru bin Dinar, Thalhah bin Nafi’, Nafi’ Maula Ibnu Umar, Qotadah bin Di’amah, Qois bin Muslim, Abdullah bin Dinar, Hamad bin Abi Sulaiman guru fiqihnya, Abu Ja’far Al-Baqir, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Muhammad bin Munkandar, dan masih banyak lagi. Dan ada yang meriwayatkan bahwa beliau sempat bertemu dengan 7 sahabat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau pernah bercerita, tatkala pergi ke kota Bashrah, saya optimis kalau ada orang yang bertanya kepadaku tentang sesuatu apapun saya akan menjawabnya, maka tatkala diantara mereka ada yang bertanya kepadaku tentang suatu masalah lantas saya tidak mempunyai jawabannya, maka aku memutuskan untuk tidak berpisah dengan Hamad sampai dia meninggal, maka saya bersamanya selama 10 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada masa pemerintahan Marwan salah seorang raja dari Bani Umayyah di Kufah, beliau didatangi Hubairoh salah satu anak buah raja Marwan meminta Abu Hanifah agar menjadi Qodhi (hakim) di Kufah akan tetapi beliau menolak permintaan tersebut, maka beliau dihukum cambuk sebanyak 110 kali (setiap harinya dicambuk 10 kali), tatkala dia mengetahui keteguhan Abu Hanifah maka dia melepaskannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun orang-orang yang belajar kepadanya dan meriwayatkan darinya diantaranya adalah sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Abul Hajaj di dalam Tahdzibnya berdasarkan abjad diantaranya Ibrahin bin Thahman seorang alim dari Khurasan, Abyadh bin Al-Aghar bin Ash-Shabah, Ishaq al-Azroq, Asar bin Amru Al-Bajali, Ismail bin Yahya Al-Sirafi, Al-Harits bin Nahban, Al-Hasan bin Ziyad, Hafsh binn Abdurrahman al-Qadhi, Hamad bin Abu Hanifah, Hamzah temannya penjual minyak wangi, Dawud Ath-Thai, Sulaiman bin Amr An-Nakhai, Su’aib bin Ishaq, Abdullah ibnul Mubarok, Abdul Aziz bin Khalid at-Turmudzi, Abdul karim bin Muhammad al-Jurjani, Abdullah bin Zubair al-Qurasy, Ali bin Zhibyan al-Qodhi, Ali bin Ashim, Isa bin Yunus, Abu Nu’aim, Al-Fadhl bin Musa, Muhammad bin Bisyr, Muhammad bin Hasan Assaibani, Muhammad bin Abdullah al-Anshari, Muhammad bin Qoshim al-Asadi, Nu’man bin Abdus Salam al-Asbahani, Waki’ bin Al-Jarah, Yahya bin Ayub Al-Mishri, Yazid bin Harun, Abu Syihab Al-Hanath Assamaqondi, Al-Qodhi Abu Yusuf, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penilaian para ulama terhadap Abu Hanifah&lt;br /&gt;
Berikut ini beberapa penilaian para ulama tentang Abu Hanifah, diantaranya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Yahya bin Ma’in berkata, “Abu Hanifah adalah orang yang tsiqoh, dia tidak membicarakan hadits kecuali yang dia hafal dan tidak membicarakan apa-apa yang tidak hafal”. Dan dalam waktu yang lain beliau berkata, “Abu Hanifah adalah orang yang tsiqoh di dalam hadits”. Dan dia juga berkata, “Abu hanifah laa ba’sa bih, dia tidak berdusta, orang yang jujur, tidak tertuduh dengan berdusta, …”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Abdullah ibnul Mubarok berkata, “Kalaulah Allah subhanahu wa ta’ala tidak menolong saya melalui Abu Hanifah dan Sufyan Ats-Tsauri maka saya hanya akan seperti orang biasa”. Dan beliau juga berkata, “Abu Hanifah adalah orang yang paling faqih”. Dan beliau juga pernah berkata, “Aku berkata kepada Sufyan Ats-Tsauri, ‘Wahai Abu Abdillah, orang yang paling jauh dari perbuatan ghibah adalah Abu Hanifah, saya tidak pernah mendengar beliau berbuat ghibah meskipun kepada musuhnya’ kemudian beliau menimpali ‘Demi Allah, dia adalah orang yang paling berakal, dia tidak menghilangkan kebaikannya dengan perbuatan ghibah’.” Beliau juga berkata, “Aku datang ke kota Kufah, aku bertanya siapakah orang yang paling wara’ di kota Kufah? Maka mereka penduduk Kufah menjawab Abu Hanifah”. Beliau juga berkata, “Apabila atsar telah diketahui, dan masih membutuhkan pendapat, kemudian imam Malik berpendapat, Sufyan berpendapat dan Abu Hanifah berpendapat maka yang paling bagus pendapatnya adalah Abu Hanifah … dan dia orang yang paling faqih dari ketiganya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Al-Qodhi Abu Yusuf berkata, “Abu Hanifah berkata, tidak selayaknya bagi seseorang berbicara tentang hadits kecuali apa-apa yang dia hafal sebagaimana dia mendengarnya”. Beliau juga berkata, “Saya tidak melihat seseorang yang lebih tahu tentang tafsir hadits dan tempat-tempat pengambilan fiqih hadits dari Abu Hanifah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Imam Syafii berkata, “Barangsiapa ingin mutabahir (memiliki ilmu seluas lautan) dalam masalah fiqih hendaklah dia belajar kepada Abu Hanifah”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Fudhail bin Iyadh berkata, “Abu Hanifah adalah seorang yang faqih, terkenal dengan wara’-nya, termasuk salah seorang hartawan, sabar dalam belajar dan mengajarkan ilmu, sedikit bicara, menunjukkan kebenaran dengan cara yang baik, menghindari dari harta penguasa”. Qois bin Rabi’ juga mengatakan hal serupa dengan perkataan Fudhail bin Iyadh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Yahya bin Sa’id al-Qothan berkata, “Kami tidak mendustakan Allah swt, tidaklah kami mendengar pendapat yang lebih baik dari pendapat Abu Hanifah, dan sungguh banyak mengambil pendapatnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Hafsh bin Ghiyats berkata, “Pendapat Abu Hanifah di dalam masalah fiqih lebih mendalam dari pada syair, dan tidaklah mencelanya melainkan dia itu orang yang jahil tentangnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Al-Khuroibi berkata, “Tidaklah orang itu mensela Abu Hanifah melainkan dia itu orang yang pendengki atau orang yang jahil”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Sufyan bin Uyainah berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Hanifah karena dia adalah termasuk orang yang menjaga shalatnya (banyak melakukan shalat)”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa penilaian negatif yang ditujukan kepada Abu Hanifah&lt;br /&gt;
Abu Hanifah selain dia mendapatkan penilaian yang baik dan pujian dari beberapa ulama, juga mendapatkan penilaian negatif dan celaan yang ditujukan kepada beliau, diantaranya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Imam Muslim bin Hajaj berkata, “Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit shahibur ro’yi mudhtharib dalam hadits, tidak banyak hadits shahihnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Abdul Karim bin Muhammad bin Syu’aib An-Nasai berkata, “Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit tidak kuat hafalan haditsnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Abdullah ibnul Mubarok berkata, “Abu Hanifah orang yang miskin di dalam hadits”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Sebagian ahlul ilmi memberikan tuduhan bahwa Abu Hanifah adalah murji’ah dalam memahi masalah iman. Yaitu penyataan bahwa iman itu keyakinan yang ada dalam hati dan diucapkan dengan lisan, dan mengeluarkan amal dari hakikat iman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan telah dinukil dari Abu Hanifah bahwasanya amal-amal itu tidak termasuk dari hakekat imam, akan tetapi dia termasuk dari sya’air iman, dan yang berpendapat seperti ini adalah Jumhur Asy’ariyyah, Abu Manshur Al-Maturidi … dan menyelisihi pendapat ini adalah Ahlu Hadits … dan telah dinukil pula dari Abu Hanifah bahwa iman itu adalah pembenaran di dalam hati dan penetapan dengan lesan tidak bertambah dan tidak berkurang. Dan yang dimaksudkan dengan “tidak bertambah dan berkurang” adalah jumlah dan ukurannya itu tidak bertingkat-tingkat, dak hal ini tidak menafikan adanya iman itu bertingkat-tingkat dari segi kaifiyyah, seperti ada yang kuat dan ada yang lemah, ada yang jelas dan yang samar, dan yang semisalnya … &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dinukil pula oleh para sahabatnya, mereka menyebutkan bahwa Abu Hanifah berkata, ‘Orang yang terjerumus dalam dosa besar maka urusannya diserahkan kepada Allah’, sebagaimana yang termaktub dalam kitab “Fiqhul Akbar” karya Abu Hanifah, “Kami tidak mengatakan bahwa orang yang beriman itu tidak membahayakan dosa-dosanya terhadap keimanannya, dan kami juga tidak mengatakan pelaku dosa besar itu masuk neraka dan kekal di neraka meskipun dia itu orang yang fasiq, … akan tetapi kami mengatakan bahwa barangsiapa beramal kebaikan dengan memenuhi syarat-syaratnya dan tidak melakukan hal-hal yang merusaknya, tidak membatalakannya dengan kekufuran dan murtad sampai dia meninggal maka Allah tidak akan menyia-nyiakan amalannya, bahklan -insya Allah- akan menerimanya; dan orang yang berbuat kemaksiatan selain syirik dan kekufuran meskipun dia belum bertaubat sampai dia meninggal dalam keadaan beriman, maka di berasa dibawah kehendak Allah, kalau Dia menghendaki maka akan mengadzabnya dan kalau tidak maka akan mengampuninya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Sebagian ahlul ilmi yang lainnya memberikan tuduhan kepada Abu Hanifah, bahwa beliau berpendapat Al-Qur’an itu makhluq.&lt;br /&gt;
Padahahal telah dinukil dari beliau bahwa Al-Qur’an itu adalah kalamullah dan pengucapan kita dengan Al-Qur’an adalah makhluq. Dan ini merupakan pendapat ahlul haq …,coba lihatlah ke kitab beliau Fiqhul Akbar dan Aqidah Thahawiyah …, dan penisbatan pendapat Al-Qur’an itu dalah makhluq kepada Abu Hanifah merupakan kedustaan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan di sana masih banyak lagi bentuk-bentuk penilaian negatif dan celaan yang diberikan kepada beliau, hal ini bisa dibaca dalam kitab Tarikh Baghdad juz 13 dan juga kitab al-Jarh wa at-Ta’dil Juz 8 hal 450.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kalian akan mengetahui riwayat-riwayat yang banyak tentang cacian yang ditujukan kepada Abiu Hanifah -dalam Tarikh Baghdad- dan sungguh kami telah meneliti semua riwayat-riwayat tersebut, ternyata riwayat-riwayat tersebut lemah dalam sanadnya dan mudhtharib dalam maknanya. Tidak diragukan lagi bahwa merupakan cela, aib untuk ber-ashabiyyah madzhabiyyah, … dan betapa banyak dari para imam yang agung, alim yang cerdas mereka bersikap inshaf (pertengahan ) secara haqiqi. Dan apabila kalian menghendaki untuk mengetahui kedudukan riwayat-riwayat yang berkenaan dengan celaan terhadap Abu Hanifah maka bacalah kitab al-Intiqo’ karya Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr, Jami’ul Masanid karya al-Khawaruzumi dan Tadzkiratul Hufazh karya Imam Adz-Dzahabi. Ibnu Abdil Barr berkata, “Banyak dari Ahlul Hadits – yakni yang menukil tentang Abu Hanifah dari al-Khatib (Tarikh baghdad) – melampaui batas dalam mencela Abu Hanifah, maka hal seperti itu sungguh dia menolak banyak pengkhabaran tentang Abu Hanifah dari orang-orang yang adil” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa nasehat Imam Abu Hanifah&lt;br /&gt;
Beliau adalah termasuk imam yang pertama-tama berpendapat wajibnya mengikuti Sunnah dan meninggalkan pendapat-pendapatnya yang menyelisihi sunnah. dan sungguh telah diriwayatkan dari Abu Hanifah oleh para sahabatnya pendapat-pendapat yang jitu dan dengan ibarat yang berbeda-beda, yang semuanya itu menunjukkan pada sesuatu yang satu, yaitu wajibnya mengambil hadits dan meninggalkan taqlid terhadap pendapat para imam yang menyelisihi hadits. Diantara nasehat-nasehat beliau adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Apabila telah shahih sebuah hadits maka hadits tersebut menjadi madzhabku&lt;br /&gt;
Berkata Syaikh Nashirudin Al-Albani, “Ini merupakan kesempurnaan ilmu dan ketaqwaan para imam. Dan para imam telah memberi isyarat bahwa mereka tidak mampu untuk menguasai, meliput sunnah/hadits secara keseluruhan”. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh imam Syafii, “maka terkadang diantara para imam ada yang menyelisihi sunnah yang belum atau tidak sampai kepada mereka, maka mereka memerintahkan kepada kita untuk berpegang teguh dengan sunnah dan menjadikan sunah tersebut termasuk madzhab mereka semuanya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Tidak halal bagi seseorang untuk mengambil/memakai pendapat kami selama dia tidak mengetahui dari dalil mana kami mengambil pendapat tersebut. dalam riwayat lain, haram bagi orang yang tidak mengetahui dalilku, dia berfatwa dengan pendapatku. Dan dalam riawyat lain, sesungguhnya kami adalah manusia biasa, kami berpendapat pada hari ini, dan kami ruju’ (membatalkan) pendapat tersebut pada pagi harinya. Dan dalam riwayat lain, Celaka engkau wahai Ya’qub (Abu Yusuf), janganlah engakau catat semua apa-apa yang kamu dengar dariku, maka sesungguhnya aku berpendapat pada hari ini denga suatu pendapat dan aku tinggalkan pendapat itu besok, besok aku berpendapat dengan suatu pendapat dan aku tinggalkan pendapat tersebut hari berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaikh Al-Albani berkata, “Maka apabila demikian perkataan para imam terhadap orang yang tidak mengetahui dalil mereka. maka ketahuilah! Apakah perkataan mereka terhadap orang yang mengetahui dalil yang menyelisihi pendapat mereka, kemudian dia berfatwa dengan pendapat yang menyelisishi dalil tersebut? maka camkanlah kalimat ini! Dan perkataan ini saja cukup untuk memusnahkan taqlid buta, untuk itulah sebaigan orang dari para masyayikh yang diikuti mengingkari penisbahan kepada Abu Hanifah tatkala mereka mengingkari fatwanya dengan berkata “Abu Hanifah tidak tahu dalil”!.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata Asy-sya’roni dalam kitabnya Al-Mizan 1/62 yang ringkasnya sebagai berikut, “Keyakinan kami dan keyakinan setiap orang yang pertengahan (tidak memihak) terhadap Abu Hanifah, bahwa seandainya dia hidup sampai dengan dituliskannya ilmu Syariat, setelah para penghafal hadits mengumpulkan hadits-haditsnya dari seluruh pelosok penjuru dunia maka Abu Hanifah akan mengambil hadits-hadits tersebut dan meninggalkan semua pendapatnya dengan cara qiyas, itupun hanya sedikit dalam madzhabnya sebagaimana hal itu juga sedikit pada madzhab-madzhab lainnya dengan penisbahan kepadanya. Akan tetapi dalil-dalil syari terpisah-pesah pada zamannya dan juga pada zaman tabi’in dan atbaut tabiin masih terpencar-pencar disana-sini. Maka banyak terjadi qiyas pada madzhabnya secara darurat kalaudibanding dengan para ulama lainnya, karena tidak ada nash dalam permasalahan-permasalahan yang diqiyaskan tersebut. berbeda dengan para imam yang lainnya, …”. Kemudian syaikh Al-Albani mengomentari pernyataan tersebut dengan perkataannya, “Maka apabila demikian halnya, hal itu merupakan udzur bagi Abu Hanifah tatkala dia menyelisihi hadits-hadits yang shahih tanpa dia sengaja – dan ini merupakan udzur yang diterima, karena Allah tidak membebani manusia yang tidak dimampuinya -, maka tidak boleh mencela padanya sebagaimana yang dilakukan sebagian orang jahil, bahkan wajib beradab dengannya karena dia merupakan salah satu imam dari imam-imam kaum muslimin yang dengan mereka terjaga agama ini. …”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Apabila saya mengatakan sebuah pendapat yang menyelisihi kitab Allah dan hadits Rasulullah yang shahih, maka tinggalkan perkataanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wafatnya&lt;br /&gt;
Pada zaman kerajaan Bani Abbasiyah tepatnya pada masa pemerintahan Abu Ja’far Al-Manshur yaitu raja yang ke-2, Abu Hanifah dipanggil kehadapannya untuk diminta menjadi qodhi (hakim), akan tetapi beliau menolak permintaan raja tersebut – karena Abu Hanifah hendak menjauhi harta dan kedudukan dari sultan (raja) – maka dia ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara dan wafat dalam penjara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan beliau wafat pada bulan Rajab pada tahun 150 H dengan usia 70 tahun, dan dia dishalatkan banyak orang bahkan ada yang meriwayatkan dishalatkan sampai 6 kloter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(diambil dari majalah Fatawa)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Daftar Pustaka:&lt;br /&gt;
1. Tarikhul Baghdad karya Abu Bakar Ahmad Al-Khatib Al-Baghdadi cetakan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut&lt;br /&gt;
2. Siyarul A’lamin Nubala’ karya Al-Imam Syamsudin Muhammad bin Ahmad bin Utsman Adz-Dzahabi cetakan ke - 7 terbitan Dar ar-Risalah Beirut&lt;br /&gt;
3. Tadzkiratul Hufazh karya Al-Imam Syamsudin Muhammad bin Ahmad bin Utsman Adz-Dzahabi terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut&lt;br /&gt;
4. Al-Bidayah wa an-Nihayah karya Ibnu Katsir cetakan Maktabah Darul Baz Beirut&lt;br /&gt;
5. Kitabul Jarhi wat Ta’dil karya Abu Mumahhan Abdurrahman bin Abi Hatim bin Muhammad Ar-Razi terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut&lt;br /&gt;
6. Shifatu Shalatin Nabi karya Syaikh Nashirudin Al-Albani cetakan Maktabah Al-Ma’arif Riyadh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;
Sumber: http://muslim.or.id/?p=58 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-4146161470243903854?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/9o5qogrdJA4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/4146161470243903854?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/4146161470243903854?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/9o5qogrdJA4/sejarah-singkat-imam-hanafi.html" title="Sejarah Singkat Imam Hanafi" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-lb3eW4e2Ur8/Tr5oaa9kHsI/AAAAAAAAC5E/czmurw9pKn0/s72-c/tuntut+ilmu.jpeg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/sejarah-singkat-imam-hanafi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkUMRXwzcCp7ImA9WhRSEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-1951899438073049273</id><published>2011-11-12T04:51:00.000+07:00</published><updated>2011-11-12T04:51:24.288+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-12T04:51:24.288+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah" /><title>Sejarah Singkat Imam Malik</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9eNrSV-UK-4/Tr2YvAVuwxI/AAAAAAAAC3k/QKM2hUe8Oio/s1600/GambarKitabHadits.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="297" src="http://1.bp.blogspot.com/-9eNrSV-UK-4/Tr2YvAVuwxI/AAAAAAAAC3k/QKM2hUe8Oio/s320/GambarKitabHadits.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah kunjungan ke kota Madinah, Khalifah Bani Abbasiyyah, Harun Al Rasyid (penguasa saat itu), tertarik mengikuti ceramah al muwatta' (himpunan hadits) yang diadakan Imam Malik. Untuk hal ini, khalifah mengutus orang memanggil Imam. Namun Imam Malik memberikan nasihat kepada Khalifah Harun, ''Rasyid, leluhur Anda selalu melindungi pelajaran hadits. Mereka amat menghormatinya. Bila sebagai khalifah Anda tidak menghormatinya, tak seorang pun akan menaruh hormat lagi. Manusia yang mencari ilmu, sementara ilmu tidak akan mencari manusia.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedianya, khalifah ingin agar para jamaah meninggalkan ruangan tempat ceramah itu diadakan. Namun, permintaan itu tak dikabulkan Imam Malik. ''Saya tidak dapat mengorbankan kepentingan umum hanya untuk kepentingan seorang pribadi.'' Sang khalifah pun akhirnya mengikuti ceramah bersama dua putranya dan duduk berdampingan dengan rakyat kecil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Malik yang bernama lengkap Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Haris bin Gaiman bin Kutail bin Amr bin Haris al Asbahi, lahir di Madinah pada tahun 712 M dan wafat tahun 796 M. Berasal dari keluarga Arab terhormat, berstatus sosial tinggi, baik sebelum maupun sesudah datangnya Islam. Tanah asal leluhurnya adalah Yaman, namun setelah nenek moyangnya menganut Islam, mereka pindah ke Madinah. Kakeknya, Abu Amir, adalah anggota keluarga pertama yang memeluk agama Islam pada tahun 2 H. Saat itu, Madinah adalah kota ilmu yang sangat terkenal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakek dan ayahnya termasuk kelompok ulama hadits terpandang di Madinah. Karenanya, sejak kecil Imam Malik tak berniat meninggalkan Madinah untuk mencari ilmu. Ia merasa Madinah adalah kota dengan sumber ilmu yang berlimpah lewat kehadiran ulama-ulama besarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kendati demikian, dalam mencari ilmu Imam Malik rela mengorbankan apa saja. Menurut satu riwayat, sang imam sampai harus menjual tiang rumahnya hanya untuk membayar biaya pendidikannya. Menurutnya, tak layak seorang yang mencapai derajat intelektual tertinggi sebelum berhasil mengatasi kemiskinan. Kemiskinan, katanya, adalah ujian hakiki seorang manusia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena keluarganya ulama ahli hadits, maka Imam Malik pun menekuni pelajaran hadits kepada ayah dan paman-pamannya. Kendati demikian, ia pernah berguru pada ulama-ulama terkenal seperti Nafi' bin Abi Nuaim, Ibnu Syihab az Zuhri, Abul Zinad, Hasyim bin Urwa, Yahya bin Said al Anshari, dan Muhammad bin Munkadir. Gurunya yang lain adalah Abdurrahman bin Hurmuz, tabi'in ahli hadits, fikih, fatwa dan ilmu berdebat; juga Imam Jafar Shadiq dan Rabi Rayi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam usia muda, Imam Malik telah menguasai banyak ilmu. Kecintaannya kepada ilmu menjadikan hampir seluruh hidupnya diabdikan dalam dunia pendidikan. Tidak kurang empat khalifah, mulai dari Al Mansur, Al Mahdi, Hadi Harun, dan Al Ma'mun, pernah jadi murid Imam Malik. Ulama besar, Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i pun pernah menimba ilmu dari Imam Malik. Belum lagi ilmuwan dan para ahli lainnya. Menurut sebuah riwayat disebutkan murid terkenal Imam Malik mencapai 1.300 orang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ciri pengajaran Imam Malik adalah disiplin, ketentraman, dan rasa hormat murid kepada gurunya. Prinsip ini dijunjung tinggi olehnya sehingga tak segan-segan ia menegur keras murid-muridnya yang melanggar prinsip tersebut. Pernah suatu kali Khalifah Mansur membahas sebuah hadits dengan nada agak keras. Sang imam marah dan berkata, ''Jangan melengking bila sedang membahas hadits Nabi.'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketegasan sikap Imam Malik bukan sekali saja. Berulangkali, manakala dihadapkan pada keinginan penguasa yang tak sejalan dengan aqidah Islamiyah, Imam Malik menentang tanpa takut risiko yang dihadapinya. Salah satunya dengan Ja'far, gubernur Madinah. Suatu ketika, gubernur yang masih keponakan Khalifah Abbasiyah, Al Mansur, meminta seluruh penduduk Madinah melakukan bai'at (janji setia) kepada khalifah. Namun, Imam Malik yang saat itu baru berusia 25 tahun merasa tak mungkin penduduk Madinah melakukan bai'at kepada khalifah yang mereka tak sukai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun mengingatkan gubernur tentang tak berlakunya bai'at tanpa keikhlasan seperti tidak sahnya perceraian paksa. Ja'far meminta Imam Malik untuk tidak menyebarluaskan pandangannya tersebut, tapi ditolaknya. Gubernur Ja'far merasa terhina sekali. Ia pun memerintahkan pengawalnya menghukum dera Imam Malik sebanyak 70 kali. Dalam kondisi berlumuran darah, sang imam diarak keliling Madinah dengan untanya. Dengan hal itu, Ja'far seakan mengingatkan orang banyak, ulama yang mereka hormati tak dapat menghalangi kehendak sang penguasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ternyata Khalifah Mansur tidak berkenan dengan kelakuan keponakannya itu. Mendengar kabar penyiksaan itu, khalifah segera mengirim utusan untuk menghukum keponakannya dan memerintahkan untuk meminta maaf kepada sang imam. Untuk menebus kesalahan itu, khalifah meminta Imam Malik bermukim di ibukota Baghdad dan menjadi salah seorang penasihatnya. Khalifah mengirimkan uang 3.000 dinar untuk keperluan perjalanan sang imam. Namun, undangan itu pun ditolaknya. Imam Malik lebih suka tidak meninggalkan kota Madinah. Hingga akhir hayatnya, ia tak pernah pergi keluar Madinah kecuali untuk berhaji. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengendalian diri dan kesabaran Imam Malik membuat ia ternama di seantero dunia Islam. Pernah semua orang panik lari ketika segerombolan Kharijis bersenjatakan pedang memasuki masjid Kuffah. Tetapi, Imam Malik yang sedang shalat tanpa cemas tidak beranjak dari tempatnya. Mencium tangan khalifah apabila menghadap di baliurang sudah menjadi adat kebiasaan, namun Imam Malik tidak pernah tunduk pada penghinaan seperti itu. Sebaliknya, ia sangat hormat pada para cendekiawan, sehingga pernah ia menawarkan tempat duduknya sendiri kepada Imam Abu Hanifah yang mengunjunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Al Muwatta' Hingga Madzhab Maliki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al Muwatta' adalah kitab fikih berdasarkan himpunan hadits-hadits pilihan. Santri mana yang tak kenal kitab yang satu ini. Ia menjadi rujukan penting, khususnya di kalangan pesantren dan ulama kontemporer. Karya terbesar Imam Malik ini dinilai memiliki banyak keistimewaan. Ia disusun berdasarkan klasifikasi fikih dengan memperinci kaidah fikih yang diambil dari hadits dan fatwa sahabat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut beberapa riwayat, sesungguhnya Al Muwatta' tak akan lahir bila Imam Malik tidak 'dipaksa' Khalifah Mansur. Setelah penolakan untuk ke Baghdad, Khalifah Al Mansur meminta Imam Malik mengumpulkan hadits dan membukukannya. Awalnya, Imam Malik enggan melakukan itu. Namun, karena dipandang tak ada salahnya melakukan hal tersebut, akhirnya lahirlah Al Muwatta'. Ditulis di masa Al Mansur (754-775 M) dan baru selesai di masa Al Mahdi (775-785 M). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia Islam mengakui Al Muwatta' sebagai karya pilihan yang tak ada duanya. Menurut Syah Walilullah, kitab ini merupakan himpunan hadits paling shahih dan terpilih. Imam Malik memang menekankan betul terujinya para perawi. Semula, kitab ini memuat 10 ribu hadits. Namun, lewat penelitian ulang, Imam Malik hanya memasukkan 1.720 hadits. Kitab ini telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa dengan 16 edisi yang berlainan. Selain Al Muwatta', Imam Malik juga menyusun kitab Al Mudawwanah al Kubra, yang berisi fatwa-fatwa dan jawaban Imam Malik atas berbagai persoalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Malik tak hanya meninggalkan warisan buku. Ia juga mewariskan mazhab fikih di kalangan Islam Sunni, yang disebut sebagai Mazhab Maliki. Selain fatwa-fatwa Imam Malik dan Al Muwatta', kitab-kitab seperti Al Mudawwanah al Kubra, Bidayatul Mujtahid wa Nihaayatul Muqtashid (karya Ibnu Rusyd), Matan ar Risalah fi al Fiqh al Maliki (karya Abu Muhammad Abdullah bin Zaid), Asl al Madarik Syarh Irsyad al Masalik fi Fiqh al Imam Malik (karya Shihabuddin al Baghdadi), dan Bulgah as Salik li Aqrab al Masalik (karya Syeikh Ahmad as Sawi), menjadi rujukan utama mazhab Maliki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping sangat konsisten memegang teguh hadits, mazhab ini juga dikenal amat mengedepankan aspek kemaslahatan dalam menetapkan hukum. Secara berurutan, sumber hukum yang dikembangkan dalam Mazhab Maliki adalah Al-Qur'an, Sunnah Rasulullah SAW, amalan sahabat, tradisi masyarakat Madinah (amal ahli al Madinah), qiyas (analogi), dan al maslahah al mursalah (kemaslahatan yang tidak didukung atau dilarang oleh dalil tertentu). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mazhab Maliki pernah menjadi mazhab resmi di Mekah, Madinah, Irak, Mesir, Aljazair, Tunisia, Andalusia (kini Spanyol), Marokko, dan Sudan. Kecuali di tiga negara yang disebut terakhir, jumlah pengikut mazhab Maliki kini menyusut. Mayoritas penduduk Mekah dan Madinah saat ini mengikuti Mazhab Hanbali. Di Iran dan Mesir, jumlah pengikut Mazhab Maliki juga tidak banyak. Hanya Marokko saat ini satu-satunya negara yang secara resmi menganut Mazhab Maliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber: kotasantri.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-1951899438073049273?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/tv2GVBldNJM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1951899438073049273?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1951899438073049273?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/tv2GVBldNJM/sejarah-singkat-imam-malik.html" title="Sejarah Singkat Imam Malik" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-9eNrSV-UK-4/Tr2YvAVuwxI/AAAAAAAAC3k/QKM2hUe8Oio/s72-c/GambarKitabHadits.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/sejarah-singkat-imam-malik.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQDSHY9eyp7ImA9WhRSEE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-8557234959802588690</id><published>2011-11-11T16:06:00.000+07:00</published><updated>2011-11-11T16:06:19.863+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-11T16:06:19.863+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hadits" /><title>Dukun dan Peramal,, Haramkah ??</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="DUKUN"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://4.bp.blogspot.com/-SvLBAMy50Tg/TrzlL9PGNXI/AAAAAAAAC3M/44TOqtHC5jg/s320/dukun.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;1. Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan bertanya kepadanya tentang sesuatu (lalu mempercayainya) maka shalatnya selama empat puluh malam tidak akan diterima. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan percaya kepada ucapannya maka dia telah mengkufuri apa yang diturunkan Allah kepada Muhammad Saw. (Abu Dawud)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Sesungguhnya pengobatan dengan mantra-mantra, kalung-gelang penangkal sihir dan guna-guna adalah syirik. (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Barangsiapa membatalkan maksud keperluannya karena ramalan mujur-sial maka dia telah bersyirik kepada Allah. Para sahabat bertanya, "Apakah penebusannya, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Ucapkanlah: "Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikanMu, dan tiada kesialan kecuali yang Engkau timpakan dan tidak ada ilah (tuhan / yang disembah) kecuali Engkau." (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Ramalan mujur-sial adalah syirik. (Beliau mengulanginya tiga kali) dan tiap orang pasti terlintas dalam hatinya perasaan demikian, tetapi Allah menghilangkan perasaan itu dengan bertawakal. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;
Thair artinya burung. Ramalan tentang mujur dan sial semula dikaitkan dengan burung yaitu suara atau arah terbangnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-8557234959802588690?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/kAp3APYyhe8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/8557234959802588690?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/8557234959802588690?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/kAp3APYyhe8/dukun-dan-peramal-haramkah.html" title="Dukun dan Peramal,, Haramkah ??" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-SvLBAMy50Tg/TrzlL9PGNXI/AAAAAAAAC3M/44TOqtHC5jg/s72-c/dukun.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/dukun-dan-peramal-haramkah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4HSXozfyp7ImA9WhRTGU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-2643190293355913278</id><published>2011-11-10T18:33:00.001+07:00</published><updated>2011-11-10T18:35:38.487+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-10T18:35:38.487+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hadits" /><title>Hadits Seputar Penyakit Dan Obatnya</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="Medicine"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-gXk0ouoPdf0/Tru2WbBpMbI/AAAAAAAAC1c/ghS2cby3YAw/s320/hukum-berobat.jpg" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;1. Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)". (HR. Ashabussunnah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Allah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya, diketahui oleh yang mengetahui dan tidak akan diketahui oleh orang yang tidak mengerti. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab. (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Apabila terjadi dalam satu negeri suatu wabah penyakit dan kamu di situ janganlah kamu ke luar meninggalkan negeri itu. Jika terjadi sedang kamu di luar negeri itu janganlah kamu memasukinya. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Wafat karena wabah adalah mati syahid. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;
Tentu tidak setingkat dengan gugur di jalan Allah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Janganlah orang sakit mengunjungi orang sehat. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja. (HR. Ad-Dailami)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Allah tidak menjadikan penyembuhanmu dengan apa yang diharamkan atas kamu. (HR. Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;
Yang haram tidak dapat dijadikan obat untuk menyembuhkan penyakit.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Apabila seorang yang sakit dari kamu menginginkan sesuatu makanan berikanlah. (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Mohonlah kepada Allah keselamatan dan afiat (kesehatan). Sesungguhnya tiada sesuatu pemberian Allah sesudah keyakinan (iman) lebih baik daripada kesehatan. (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Larilah dari penderita lepra sebagaimana kamu lari dari harimau. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Apabila seorang hamba sakit sedang dia biasa melakukan sesuatu kebaikan maka Allah berfirman kepada malaikat: "Catatlah bagi hambaKu pahala seperti yang biasa ia lakukan ketika sehat." (HR. Abu Hanifah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. Rasulullah Saw ditanya tentang azal (mengeluarkan air mani diluar kemaluan istri). Beliau lalu menjawab, "Lakukanlah yang kamu pandang baik dan apa yang telah ditakdirkan Allah pasti akan terjadi, dan bukan kepastian bahwa dari tiap air mani dapat terjadi anak. "(HR. Al Hakim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-2643190293355913278?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/5Db2Vsb6hME" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/2643190293355913278?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/2643190293355913278?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/5Db2Vsb6hME/hadits-seputar-penyakit-dan-obatnya.html" title="Hadits Seputar Penyakit Dan Obatnya" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-gXk0ouoPdf0/Tru2WbBpMbI/AAAAAAAAC1c/ghS2cby3YAw/s72-c/hukum-berobat.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/hadits-seputar-penyakit-dan-obatnya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0YASHY6fSp7ImA9WhRTGEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-3693680849477569773</id><published>2011-11-10T07:32:00.000+07:00</published><updated>2011-11-10T07:32:29.815+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-10T07:32:29.815+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hadits" /><title>Hadits Yang Berkenaan Dengan Persoalan Pribadi</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="LANGIT SENJA"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-3b5oCEAb8_A/TrsbPpZgSzI/AAAAAAAAC0k/g2krxvm7dMM/s320/langitmerah.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;1. Ambillah kesempatan lima sebelum lima: mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum melarat, hidupmu sebelum mati, dan senggangmu sebelum sibuk. (HR. Al Hakim dan Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Pandanglah orang yang di bawah kamu dan janganlah memandang kepada yang di atasmu, karena itu akan lebih layak bagimu untuk tidak menghina kenikmatan Allah untukmu. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Sesungguhnya persoalan-persoalan itu ada tiga macam, yaitu persoalan yang jelas bagimu kebenarannya maka ikutilah, persoalan yang jelas bagimu sesatnya maka jauhilah, dan persoalan yang terdapat perselisihan di dalamnya maka serahkanlah (kembalikan penentuan hukumnya) kepada yang alim (ilmuwan). (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Buta yang paling buruk ialah buta hati. (HR. Asysyihaab)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Sesungguhnya Allah melampaui ketentuan bagiku dengan (memaafkan) umatku dalam kesalahan yang tidak disengaja, karena lupa, dan karena dipaksa melakukannya. (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Usia umatku antara enam puluh dan tujuh puluh tahun. Sedikit dari mereka yang melampauinya. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Mungkin pelampiasan nafsu syahwat sebentar berakibat kesedihan yang lama. (HR. Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak kasus yang terjadi, gara-gara melampiaskan nafsu syahwat dengan berzina lalu hamil, maka hal tersebut menimbulkan trauma yang dalam dan berkepanjangan bagi sang wanita. Orang tua dan keluarga menjadi sedih dan malu. Juga akibat-akibat buruk lainnya yang dapat terjadi diluar perkiraan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Rasulullah bersabda dengan membawakan firman Allah dalam hadits Qudsi: "Pandangan mata adalah panah beracun dari antara panah-panah Iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka Aku ganti dengan keimanan yang dirasakan manis dalam hatinya." (HR. Al Hakim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Sa'ad bin Abi Waqqash berkata, "Ketika aku sakit, Rasulullah datang menjenguk dan aku berkata, "Ya Rasulullah, bolehkah aku mewakafkan seluruh hartaku?" Nabi Saw menjawab, "Tidak." Aku bertanya lagi, "Separonya?", Nabi menjawab, "Tidak." Aku bertanya lagi, "Sepertiganya?" Beliau menjawab, "Meninggalkan keluargamu dalam keadaan baik (senang) lebih baik daripada membiarkan mereka miskin mengemis pada orang-orang." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batas maksimum wasiat adalah sepertiga dari seluruh hartanya, karena sepertiga itu sudah banyak.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Barangsiapa bernazar untuk mentaati Allah, hendaklah dia mentaatiNya dan barangsiapa bernazar untuk bermaksiat terhadap Allah maka janganlah ia melakukannya. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Mimpi yang baik (sholeh) adalah dari Allah dan mimpi (buruk) adalah dari setan. (Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Sesungguhnya yang dimaksud nazar ialah apa yang diharapkan dengannya keridhoan Allah 'Azza wajalla. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar). (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. Hak seorang muslim yang memiliki harta (peninggalan untuk diwasiatkan) ialah tidak melampaui dua malam kecuali wasiatnya sudah tertulis dan sudah ditangannya. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. Mimpi yang baik oleh seorang yang sholeh merupakan satu dari empat puluh enam bagian dari mimpi kenabian. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16. Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17. Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah. Jika seseorang membongkar keburukan yang diketahuinya pada dirimu janganlah kamu membongkar keburukan yang kamu ketahui ada pada dirinya. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-3693680849477569773?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/fTk_4XDaVho" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/3693680849477569773?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/3693680849477569773?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/fTk_4XDaVho/hadits-yang-berkenaan-dengan-persoalan.html" title="Hadits Yang Berkenaan Dengan Persoalan Pribadi" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-3b5oCEAb8_A/TrsbPpZgSzI/AAAAAAAAC0k/g2krxvm7dMM/s72-c/langitmerah.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/hadits-yang-berkenaan-dengan-persoalan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0QBQng9eSp7ImA9WhRTGEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-1144689058861258253</id><published>2011-11-09T19:18:00.001+07:00</published><updated>2011-11-09T19:22:33.661+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-09T19:22:33.661+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hadits" /><title>Makan dan Minumlah Yang Baik</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="CARA MAKAN SUNNAH"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-in__zAX50dg/TrpvON02K6I/AAAAAAAAC0c/n5LlmOS-K8o/s1600/adab_makan_islam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;1. Sesungguhnya Allah baik dan tidak mengabulkan (menerima) kecuali yang baik-baik. Allah menyuruh orang mukmin sebagaimana Dia menyuruh kepada para rasul, seperti firmanNya dalam surat Al Mukminun ayat 51:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖ إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;"Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan-makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang shaleh." Allah juga berfirman dalam surat Al Baqarah 172:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman makanlah di antara rezeki yang baik-baik."&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Kemudian Rasulullah menyebut seorang yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan wajahnya kotor penuh debu menadahkan tangannya ke langit seraya berseru: "Ya Robbku, Ya Robbku", sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dia diberi makan dari yang haram pula. Jika begitu bagaimana Allah akan mengabulkan doanya? (HR. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Wahai Sa'ad, perbaikilah (murnikanlah) makananmu, niscaya kamu menjadi orang yang terkabul do'anya. Demi yang jiwa Muhammad dalam genggamanNya. Sesungguhnya seorang hamba melontarkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya maka tidak akan diterima amal kebaikannya selama empat puluh hari. Siapapun yang dagingnya tumbuh dari yang haram maka api neraka lebih layak membakarnya. (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Sesungguhnya termasuk pemborosan bila kamu makan apa saja yang kamu bernafsu memakannya. (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Rasulullah Saw berkata kepada Umar bin Abi Salamah, "Wahai anak, ucapkanlah Bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang ada di hadapanmu". (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Orang yang paling kenyang makan di dunia akan menjadi paling lama lapar pada hari kiamat. (HR. Al Hakim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Apabila kamu lupa menyebut "Bismillah" pada awal makan hendaklah mengucapkan:&amp;nbsp; "Bismillah pada awal dan akhirnya". (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Apabila diserukan untuk makan malam lalu terdengar suara azan oleh muazin maka dahulukan makan malam. (Abu Hanifah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini berlaku khusus untuk shalat Isya karena waktunya panjang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Hidangan makanan untuk dua orang seharusnya cukup untuk tiga orang dan makanan untuk tiga orang cukup untuk empat orang. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah hendaklah menjauhi kita atau menjauhkan diri dari masjid kita dan sebaiknya tinggal di rumahnya. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya malaikat merasa terganggu dengan bau bawang merah dan bawang putih sebagaimana manusia pun merasa terganggu dengan bau tersebut. Namun jika bau tersebut bisa hilang, misalnya dengan gosok gigi dengan pasta gigi atau berkumur dengan zat penghilang bau, maka diperbolehkan untuk ke masjid dan berkumpul dengan kaum muslimin lainnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Dinginkanlah makanan, sesungguhnya yang panas-panas tidak ada berkahnya. (HR. Al Hakim dan Ad-Dailami)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Thariq bin Suwaid Ra bertanya kepada Nabi Saw tentang khamar (arak) dan beliau melarangnya. Lalu Thariq berkata, "Aku hanya menjadikannya campuran untuk obat." Lalu Nabi Saw berkata lagi, "Itu bukan obat tetapi penyakit." (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. Rasulullah Saw melarang orang meniup-niup makanan atau minuman. (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;
Meniup-niup makanan dan minuman yang panas biasa dilakukan dengan tujuan agar lekas dingin, dan hal ini dilarang oleh Nabi. Hendaknya makanan atau minuman tersebut didiamkan saja atau didinginkan dengan metode lainnya selain dengan meniup langsung dengan mulut, misalnya dengan fan (kipas angin).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. Tidak ada susu yang lebih baik (unggul) daripada air susu ibunya (ASI). (HR. Ar-Ridha)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. Rasulullah Saw melarang kami minum dan makan dengan perkakas makan dan minum dari emas dan perak. Beliau juga melarang kami berpakaian sutera dan yang dibordir dengan benang sutera dengan sabdanya, "Itu untuk kaum musyrikin di dunia dan untuk kamu di akhirat. (Mutafaq'alaih)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khusus untuk kaum wanita (muslimah) diperkenankan untuk menggunakan perhiasan dari emas dan perak, serta memakai pakaian sutera dan pakaian yang dibordir dengan sutera (yang terdapat suteranya), namun hal tersebut diharamkan untuk kaum pria (muslimin). Khusus untuk kaum pria yang mempunyai penyakit gatal-gatal (penyakit exim) yang umumnya sering menggaruk-garuk pada kulit yang gatal tersebut, maka menggunakan pakaian sutera diperbolehkan untuk mereka. Hal tersebut pernah dialami oleh Zubair dan Abdurrahman bin 'Auf, dan Rasulullah pun mengizinkannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16. Bertamu itu hanya tiga hari lamanya dan pemberian bekal perjalanan bagi tamu hanya untuk sehari semalam. Tidak halal bagi seorang muslim bertamu di rumah saudaranya semuslim sehingga menyebabkannya berdosa. Para sahabat bertanya, "Bagaimana sampai menyebabkan yang ditamui (tuan rumah) berdosa?" Nabi menjawab: "Dia bertamu sedang yang ditamui hampa tidak punya sesuatu apapun untuk disuguhkan kepada tamunya". (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17. Rasulullah Saw melarang orang yang minum dengan membalik mulut kendi langsung ke mulutnya. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dilarang minum langsung dari tempat minum yang digunakan oleh banyak orang, misal minum langsung dari galon, poci, teko dan wadah-wadah lainnya. Hendaknya dituangkan dulu ke dalam gelas, lalu meminumnya dari gelas tersebut.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-1144689058861258253?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/UyjFeZYlmd0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1144689058861258253?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/1144689058861258253?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/UyjFeZYlmd0/makan-dan-minumlah-yang-baik.html" title="Makan dan Minumlah Yang Baik" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-in__zAX50dg/TrpvON02K6I/AAAAAAAAC0c/n5LlmOS-K8o/s72-c/adab_makan_islam.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/makan-dan-minumlah-yang-baik.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0IFSXg5cCp7ImA9WhRTFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-8447397732115250019</id><published>2011-11-07T17:25:00.000+07:00</published><updated>2011-11-07T17:25:18.628+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-07T17:25:18.628+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hadits" /><title>Hadits Seputar Kebersihan</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="Wudlu"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://1.bp.blogspot.com/-Y-IdgQthXrE/TrexH9dulmI/AAAAAAAACzc/EuG0X8RCDys/s320/wudhu.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;1. Sesungguhnya Allah baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan hati, dermawan dan senang kepada kedermawanan. Karena itu bersihkanlah halaman rumahmu dan jangan meniru-niru orang-orang Yahudi. (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;
Orang-orang Yahudi suka menumpuk sampah di halaman rumah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Suatu keharusan atas tiap orang muslim mandi dan memakai wewangian serta gosok gigi pada hari Jum'at. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Fitrah manusia ada lima yaitu dikhitan (disunat), mencukur rambut kemaluan, menggunting (merapikan) kumis, memotong kuku (kuku tangan dan kaki) serta mencabuti bulu ketiak. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Sesungguhnya banyak siksa kubur dikarenakan kencing maka bersihkanlah dirimu dari (percikan dan bekas) kencing. (HR. Al Bazzaar dan Ath-Thahawi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Barangsiapa tidur dan tangannya masih berbau atau masih ada bekas makanan dan tidak dicucinya lalu terkena sedikit gangguan penyakit kulit maka janganlah menyalahkan kecuali dirinya sendiri. (HR. Ibnu Hibban dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Malaikat jibril terus-menerus berpesan agar aku menggosok gigi (bersiwak) sehingga aku khawatir gigi-gigiku tanggal dan aku ompong tanpa gigi. (HR. Ath-Thahawi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Wahai Abu Hurairah, potonglah (perpendek) kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat (melalui) kuku-kuku yang panjang. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
Penjelasan:&lt;br /&gt;
Mengikat dengan sihir, rayuan dan godaan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Janganlah kamu kencing di air yang tidak mengalir kemudian kamu berwudhu dari situ. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Apabila seorang bersenggama dengan isterinya dan hendak mengulangi, hendaklah dia berwudhu lebih dulu agar lebih segar pengulangannya. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Siapa yang mengenakan pakaian hendaklah dengan yang bersih. (HR. Ath-Thahawi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Apabila seorang bangun tidur jangan langsung memasukkan tangannya ke dalam ember (bak) air sehingga mencucinya lebih dulu tiga kali. Sesungguhnya dia tidak mengetahui dimana tangannya bermalam atau di mana tangannya melayang. (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-8447397732115250019?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/uJ0-j_tiFHw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/8447397732115250019?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/8447397732115250019?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/uJ0-j_tiFHw/hadits-seputar-kebersihan.html" title="Hadits Seputar Kebersihan" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-Y-IdgQthXrE/TrexH9dulmI/AAAAAAAACzc/EuG0X8RCDys/s72-c/wudhu.png" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/hadits-seputar-kebersihan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0QMSH84eSp7ImA9WhRTFk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-7345061454921823715</id><published>2011-11-07T10:09:00.000+07:00</published><updated>2011-11-07T10:09:49.131+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-07T10:09:49.131+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hadits" /><title>Hadits Tentang Perjalanan</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="Musafir Muslim"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-2cTxZ_VV7L0/TrdKNPXDHfI/AAAAAAAACyk/L69ONKYoyew/s400/musafir+muslim.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;1. Perjalanan adalah sebagian dari siksaan. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Apabila kamu tiga orang dalam perjalanan hendaklah menunjuk seorang menjadi pemimpin rombongan dan yang berhak menjadi pimpinan adalah orang yang paling pandai dalam bacaan Al Qur'an. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Rasulullah Saw apabila melepas orang yang akan pergi dalam suatu perjalanan beliau menyalaminya dan tidak mendahului melepaskan tangan beliau sampai orang itu melepaskan tangannya seraya beliau berpesan:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" title="HADITS 1"&gt;&lt;img border="0" height="56" src="http://3.bp.blogspot.com/-wxfB_hKcMBU/TrdD7euFDqI/AAAAAAAACxk/r894z8vvjAQ/s400/hadits+1.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;"Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanatmu dan amalan-amalanmu yang terakhir". (HR. Tirmidzi dan An-Nasaa'i)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Seorang hamba yang hendak melakukan perjalanan (bepergian) meninggalkan suatu peninggalan bagi keluarganya lebih afdol dari shalat dua rakaat lalu berkata:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" title="HADITS 2"&gt;&lt;img border="0" height="96" src="http://4.bp.blogspot.com/-wHWtPr8qWk8/TrdFoyNFcrI/AAAAAAAACxs/sWVnkuTnTA4/s400/hadits+2.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;"Ya Allah, aku menitipkan diriku, keluargaku, harta-bendaku, agamaku, duniaku, akhiratku, tanggung-jawabku, dan amalan-amalan menjelang akhir hayatku." (HR. Ath-Thahawi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Apabila kamu hendak melakukan perjalanan atau bepergian ke suatu tempat hendaklah berkata kepada keluargamu:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" title="HADITS 3"&gt;&lt;img border="0" height="59" src="http://3.bp.blogspot.com/-1NzN0gTo7VY/TrdGVvjJoYI/AAAAAAAACx0/V6pXHn0meFA/s320/hadits+3.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;"Aku titipkan kamu kepada Allah yang tidak akan mengecewakan titipan-titipanNya". (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Rasulullah Saw apabila mengantar orang-orang mukmin yang akan bepergian beliau bersabda:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" title="HADITS 4"&gt;&lt;img border="0" height="72" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ksj4PnF35iY/TrdG0pGmxDI/AAAAAAAACx8/nQ1dYWcu5R0/s400/hadits+4.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;"Semoga Allah membekali kamu dengan takwa, mengarahkan kamu kepada segala kebaikan, melaksanakan bagimu segala kebutuhan dan keperluanmu, menyelamatkan agama dan duniamu, mengembalikan kamu pulang dengan selamat dan memperoleh keberuntungan". (HR. Ibnu Babawih)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;7. Aman bagi umatku dari bahaya tenggelam apabila pada saat menaiki kapal mereka mengucapkan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" title="HADITS 5"&gt;&lt;img border="0" height="121" src="http://3.bp.blogspot.com/-vZHM5Y6J9mY/TrdHTC1d9GI/AAAAAAAACyE/RfW_4mvJV5g/s400/hadits+5.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;"Dengan nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Robbku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggamanNya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kananNya. Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. (HR. Abu Ya'la dan Ad-Dainuri)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" title="HADITS 6"&gt;&lt;img border="0" height="111" src="http://2.bp.blogspot.com/-JtFWiVck3HE/TrdIKKe0RFI/AAAAAAAACyM/yEBPCo0co60/s400/hadits+6.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;"Ya Allah, Engkaulah teman kami dalam perjalanan dan yang kami serahi urusan keluarga kami. Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari kekurangan (biaya perjalanan dan kawan) dan kesusahan sepulang ke rumah. Ya Allah, dekatkan jarak bumi dan ringankan perjalanan kami." (HR. Ath-Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;9. Rasulullah Saw bila dalam perjalanan memasuki malam hari berkata:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a 7="" hadits="" href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="137" src="http://2.bp.blogspot.com/-Niiau8jtwT8/TrdIni0UMgI/AAAAAAAACyU/YqMZLfZLc6s/s400/hadits+7.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;"Hai bumi, Robbku dan Robbmu Allah. Aku berlindung kepada Allah dari gangguanmu dan gangguan yang ada, yang hidup di mukamu. Aku berlindung kepada Allah dari gangguan singa, srigala, ular, kalajengking dan dari penghuni negeri serta dari bapak dan anaknya". (HR. Abu Dawud)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;10. Barangsiapa memasuki rumah (atau penginapan) dan mengucapkan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" title="HADITS 8"&gt;&lt;img border="0" height="51" src="http://1.bp.blogspot.com/-jhOR45HLeVc/TrdI9Nl9-NI/AAAAAAAACyc/T0cFcRPPc8M/s400/hadits+8.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;"Aku berlindung dengan segala firman-firman Allah yang lengkap sempurna dari gangguan (kejahatan) semua makhluk-Nya", maka dia tidak akan mengalami gangguan apapun sampai dia meninggalkan rumah tersebut. (HR. Abu Ya'la)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-7345061454921823715?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/xmHOcaNyQvY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/7345061454921823715?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/7345061454921823715?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/xmHOcaNyQvY/hadits-tentang-perjalanan.html" title="Hadits Tentang Perjalanan" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-2cTxZ_VV7L0/TrdKNPXDHfI/AAAAAAAACyk/L69ONKYoyew/s72-c/musafir+muslim.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/hadits-tentang-perjalanan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0ACQ3o8cCp7ImA9WhRTFUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-8065297168307879784</id><published>2011-11-06T22:02:00.000+07:00</published><updated>2011-11-06T22:02:42.478+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-06T22:02:42.478+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hadits" /><title>Ujian dan Cobaan</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-R7z5pXh9s-Y/Tragfcbc8iI/AAAAAAAACxc/tAXwpikrhG8/s1600/gubuk_sawah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-R7z5pXh9s-Y/Tragfcbc8iI/AAAAAAAACxc/tAXwpikrhG8/s400/gubuk_sawah.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;1. Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah 'Azza wajalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Sa'ad bin Abi Waqqash berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?" Nabi Saw menjawab, "Para nabi kemudian yang meniru (menyerupai) mereka dan yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamnya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya maka dia diuji (dicoba dengan suatu musibah). (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu. (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji agar Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya). (HR. Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Apabila Aku menguji hambaKu dengan membutakan kedua matanya dan dia bersabar maka Aku ganti kedua matanya dengan surga. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai pun duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Seorang mukmin meskipun dia masuk ke dalam lobang biawak, Allah akan menentukan baginya orang yang mengganggunya. (HR. Al Bazzaar)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Tidak semestinya seorang muslim menghina dirinya. Para sahabat bertanya, "Bagaimana menghina dirinya itu, ya Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Melibatkan diri dalam ujian dan cobaan yang dia tak tahan menderitanya." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Bukanlah dari (golongan) kami orang yang menampar-nampar pipinya dan merobek-robek bajunya apalagi berdoa dengan doa-doa jahiliyah. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;
Dilakukan pada saat kematian anggota keluarga pada jaman jahiliyah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Allah menguji hambaNya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke luar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang ke luar seperti emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah). (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. Salah seorang dari mereka lebih senang mengalami ujian dan cobaan daripada seorang dari kamu (senang) menerima pemberian. (HR. Abu Ya'la)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menguji hambanya dalam rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Kalau dia ridho dengan bagian yang diterimanya maka Allah akan memberkahinya dan meluaskan pemberianNya. Kalau dia tidak ridho dengan pemberianNya maka Allah tidak akan memberinya berkah. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17. Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya. (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. Bencana yang paling payah ialah bila kamu membutuhkan apa yang ada di tangan orang lain dan kamu ditolak (pemberiannya). (HR. Ad-Dailami)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16. Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-8065297168307879784?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/EGDt4qNg-x0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/8065297168307879784?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/8065297168307879784?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/EGDt4qNg-x0/ujian-dan-cobaan.html" title="Ujian dan Cobaan" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-R7z5pXh9s-Y/Tragfcbc8iI/AAAAAAAACxc/tAXwpikrhG8/s72-c/gubuk_sawah.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/ujian-dan-cobaan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0YBSHczeyp7ImA9WhRTFUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754119638263064330.post-5596498806758550363</id><published>2011-11-05T23:39:00.000+07:00</published><updated>2011-11-05T23:39:19.983+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-05T23:39:19.983+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hadits" /><title>Menjaga Lidah</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nawfalkanz.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="Ambillah Pelajaran Dari Lebah"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-CAXJs6MZxWE/TrVmZ3v_G_I/AAAAAAAACwk/jyTLlQ4Bht8/s320/Madu_Raja.jpg" width="259" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;1. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya surga. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Barangsiapa akhir ucapannya "Laa ilaaha illallah" 'Tiada Tuhan selain Allah' niscaya dia masuk surga.( HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Sesungguhnya di antara ungkapan kata dan keterangan adalah sihir. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan:&lt;br /&gt;
Bicara saat emosi (marah) dapat menyesatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Diam (tidak bicara) adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya. (HR. Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Sesungguhnya Allah melarang kamu banyak omong, yang diomongkan, dan menyia-nyiakan harta serta banyak bertanya. (HR. Asysyihaab)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Ad-Dailami)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya, dan barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya. (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Berhati-hatilah dalam memuji (menyanjung-nyanjung), sesungguhnya itu adalah penyembelihan. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Nabi Saw, lalu beliau berkata kepadanya, "Waspadalah kamu, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya (diucapkan berulang-ulang)". (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. Taburkanlah pasir ke wajah orang-orang yang suka memuji dan menyanjung-nyanjung.(HR. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya lebih mengetahui." Beliau bersabda, "Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai."(HR. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk. (HR. Bukhari dan Al Hakim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16. Semua umatku diampuni kecuali yang berbuat (keji) terang-terangan yaitu yang melakukannya pada malam hari lalu ditutup-tutupi oleh Allah, tetapi esok paginya dia membeberkan sendiri dengan berkata, "Hai Fulan, tadi malam aku berbuat begini...begini." Dia membuka tabir yang telah disekat oleh Allah Azza wajalla. (Mutafaq'alaih)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17. Yang paling aku takutkan bagi umatku adalah orang munafik yang pandai bersilat lidah. (HR. Abu Ya'la)&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;
Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754119638263064330-5596498806758550363?l=teguhtriatmojo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/duniaislamku/~4/_As3F2_W1tM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/5596498806758550363?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3754119638263064330/posts/default/5596498806758550363?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/duniaislamku/~3/_As3F2_W1tM/menjaga-lidah.html" title="Menjaga Lidah" /><author><name>TEGUH T.A</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01063480933315129110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKBuD1rTywM/TgZlAV44nYI/AAAAAAAABtY/CnwR6KWkoAw/s220/new%2Baffan.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-CAXJs6MZxWE/TrVmZ3v_G_I/AAAAAAAACwk/jyTLlQ4Bht8/s72-c/Madu_Raja.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2011/11/menjaga-lidah.html</feedburner:origLink></entry></feed>

