<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4364034333658968047</id><updated>2009-11-10T00:07:21.674+08:00</updated><title type="text">Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Makassar</title><subtitle type="html">Seputar Kesehatan Gigi dan Mulut  serta Fak. Kedokteran Gigi UNHAS Makassar Sulawesi Selatan by Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/" /><link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><author><name>Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371</uri><email>eddyorto@yahoo.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><link rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/eyXQ" type="application/atom+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4364034333658968047.post-4343933748757204247</id><published>2008-12-23T09:38:00.007+08:00</published><updated>2009-04-26T19:45:02.219+08:00</updated><title type="text">Rapikan Susunan Gigi Anda...</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/SWt5zsgiuDI/AAAAAAAAAM4/_ctHqMJKXW4/s1600-h/crowded.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/SWt5zsgiuDI/AAAAAAAAAM4/_ctHqMJKXW4/s200/crowded.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290456116304721970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang memiliki susunan gigi yang tidak teratur, atau istilahnya kedokterannya maloklusi (malocclusion). Ada yang ‘tonggos' (protrusif) alias gigi rahang atasnya maju, ada pula yang giginya berjejalan (crowded teeth), atau sebaliknya kecil-kecil dan jarang (diastema). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan gigi tersebut bisa mengganggu penampilan seseorang. Penderitanya sering merasa rendah diri, minder dan enggan tersenyum. Tapi yang paling penting adalah hubungannya dengan kesehatan. Gigi yang berjejal menjadikannya sulit dibersihkan, sehingga gigi bisa berlubang (karies) atau terkena penyakit radang gusi (periodontitis). Bisa juga terjadi gangguan pengunyahan, yang menyebabkan sakit kepala atau nyeri leher. Maloklusi sebisa mungkin harus diperbaiki, bukan semata demi estetika, tapi juga kesehatan gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apakah gigi Anda bermasalah? Bila Anda mempunyai susunan gigi yang tidak rapi dan ingin membuatnya lebih teratur sehingga Anda lebih percaya diri, Anda dapat menjumpai dokter gigi spesialis ortodonsi (ortodontis/orthodontist): salah satu cabang kedokteran gigi yang spesialisasinya memperbaiki susunan gigi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa macam alat yang biasa digunakan, selama ini kita sering menyebutnya behel (breket/bracket) atau kawat gigi. Mungkin Anda sering menjumpai orang mempunyai gigi dengan ‘pagar' kawat. Alat tersebut adalah braces, yaitu alat orthodontic cekat (fixed appliance). Alat ini hanya bisa dipasang dan dilepaskan oleh dokter gigi saja. Sedangkan retainer adalah alat orthodonti lepasan, yang bisa dilepas-lepas oleh pemakainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat ortodonti cekat mampu membuat pergerakan yang lebih kompleks dalam kesatuan deretan gigi, yang merupakan kelebihannya dibanding alat orthodonti lepasan (removable appliance), sehingga dapat lebih mempercepat proses teraturnya gigi Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa awal perawatan, mungkin Anda akan merasakan sedikit nyeri, bila perlu minumlah obat pereda sakit. Yang harus diperhatikan, Anda membutuhkan waktu dua kali lebih lama untuk membersihkan gigi, karena selain membersihkan gigi, Anda juga membersihkan kawat giginya (wire). Bila sisa makanan mengumpul di sekitar alat, akan berisiko terjadinya gigi berlubang dan radang gusi. Meskipun jarang terjadi, alat bisa rusak atau longgar, sehingga melukai mulut. Jadi sebaiknya hindari makanan terlalu keras, lengket dan manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keberhasilan perawatan, tingkat keberhasilannya sampai 95 persen jika pasien kooperatif dalam memeriksakan keadaan giginya. Untuk kasus yang sulit, keberhasilannya hanya bisa mencapai 90 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya biaya perawatan bervariasi, tergantung dari faktor kesulitan, lama perawatan serta alat yang digunakan. Biaya yang diperlukan relatif, ada yang menganggap besar ada pula yang tidak. Yang menganggap tidak karena ia berpikir bahwa gigi adalah investasi. Biaya yang cukup besar ini dikarenakan alatnya belum diproduksi di Indonesia, sehingga masih perlu diimpor dari Amerika Serikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan zaman dan keinginan untuk tampil lebih cantik dengan senyum yang indah , saat ini penggunaan alat orthodonti cekat ini bukan lagi hanya untuk memperbaiki fungsi gigi, tetapi sudah menjadi aksesoris. Alat ortodonthi cekat inipun semakin berkembang. Brackets bisa terbuat dari berbagai bahan, yang banyak dipakai adalah yang terbuat dari baja, adapula yang terbuat dari emas, keramik dan tersedia dalam berbagai warna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbaru adalah yang terbuat dari porselen berwarna transparan seperti warna gigi sehingga pemakaiannya tersamar. Harganya tentu lebih mahal, konsumennya adalah mereka yang ingin tampil lebih elegan. Karet warna-warni yang banyak menghiasi kawat gigi, berfungsi untuk mengencangkan bracket, selain itu juga memberikan kesan modis pada kawat gigi, sehingga lebih disukai para remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keywords: ortodonti, ortodontik, ortodonsia, ortodontis, orthodonti, orthodontic, orthodontist, maloklusi, malocclusion, crowded, tooth, teeth, oklusi, occlusion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4364034333658968047-4343933748757204247?l=fkg-unhas.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/feeds/4343933748757204247/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4364034333658968047&amp;postID=4343933748757204247" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/4343933748757204247" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/4343933748757204247" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/eyXQ/~3/2RmZQl1-AhI/rapikan-susunan-gigi-anda.html" title="Rapikan Susunan Gigi Anda..." /><author><name>Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371</uri><email>eddyorto@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="13965287195135591135" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/SWt5zsgiuDI/AAAAAAAAAM4/_ctHqMJKXW4/s72-c/crowded.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://fkg-unhas.blogspot.com/2008/12/rapikan-susunan-gigi-anda.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4364034333658968047.post-7238271482850864421</id><published>2008-07-21T12:16:00.006+08:00</published><updated>2009-04-26T19:46:36.302+08:00</updated><title type="text">Kawat Pemanis Bikin Meringis ...</title><content type="html">(Sumber: Koran Tempo, Rabu 4 Juni 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah pasang kawat gigi bisa berefek gangguan kesehatan seumur hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin tampil manis dengan kawat gigi? Model ini tengah digandrungi remaja ataupun dewasa yang bermasalah dengan gigi. Kawat yang melintang di gigi itu tak lagi dilihat sebagai penghalang, tapi justru sebagai pemanis. Anda tak perlu terburu-buru, pertimbangkan baik-baik dokter gigi yang akan menanganinya sebelum menentukan hiasan pada kawat gigi. Sebab, kesalahan pemasangan kawat gigi (fixed appliance) tak hanya sulit diperbaiki lagi, tapi juga memicu gangguan kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini diungkapkan Ketua Umum Ikatan Ortodontis Indonesia (Ikorti) Prof Dr Eky Soeria Soemantri, Sp.Ort. Ia mengatakan pengobatan yang salah bisa berbahaya bagi individu itu sendiri. "Jangan main-main, karena dampaknya bisa seumur hidup: kepala pusing-pusing, gangguan pada rahang, dan biasanya lebih sulit diperbaiki," Eky mengungkapkan dalam seminar Ikorti di Jakarta, Kamis lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan belum ada data pasien pemasangan kawat gigi yang menjalani prosedur pemasangan yang salah. Tapi Eky mengaku, setiap bulan dia selalu menerima pasien yang harus dirawat ulang akibat kesalahan dalam praktek ortodontis. "Setiap bulan saya menerima tiga hingga lima pasien dari sekitar 20 pasien yang mengalami salah perawatan. Sayangnya, kesalahan pengobatan ini baru akan dirasakan setelah bertahun-tahun," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasangan kawat gigi memang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi oklusi yang tidak normal alias maloklusi (malocclusion), seperti rahang bawah terlalu maju (tonggos/protrusif)). Selain itu, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, Bandung, ini menyebutkan, selama ini kondisi gigi berjejal (crowded teeth) sering hanya dianggap sebagai masalah yang mengganggu penampilan. Padahal gigi berjejal dan posisi rahang yang tidak harmonis bisa mengganggu kesehatan secara umum. Tapi, pada umumnya, pasien datang dengan keluhan estetika. "Jarang sekali pasien datang dengan keluhan sulit mengunyah," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan berupa kesulitan mengunyah dapat terjadi karena posisi gigi atau posisi rahang yang tidak harmonis sehingga timbullah gangguan. Eky menyebutkan, maloklusi yang tidak diperbaiki dengan tepat akan menyebabkan gigi berlubang (dental caries), penyakit gusi (periodontitis), kehilangan gusi dan kepercayaan diri, kesulitan mengunyah, dan permukaan gigi terkikis(atrisi). "Kondisi yang lebih berat bisa menyebabkan kerusakan pada sendi temporo mandibula (sendi antara tulang rahang dan tulang wajah) yang bisa menimbulkan sakit kepala terus-menerus atau masalah pencernaan," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, bila kondisi ini dibiarkan lebih lama lagi, pasien bisa mengalami gangguan pada berat badan, sakit kepala yang sering, bahkan gangguan pencernaan. Yang paling ekstrem adalah timbulnya penyakit-penyakit sistemik, misalnya posisi gigi yang berjejal dapat menyebabkan bakteri berkembang biak di daerah-daerah yang sulit dijangkau sikat gigi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar maloklusi merupakan faktor bawaan atau keturunan (herediter), dalam hal ini termasuk gigi berjejal, ruang atau celah antara gigi (multiple diastema), kelebihan atau kekurangan gigi, celah bibir dan langit (cleft lip and palate), serta kelainan pada rahang atau muka. Namun, kondisi tersebut juga bisa ditimbulkan oleh kebiasaan buruk dan faktor lain, semisal kebiasaan mengisap jari tangan sejak kecil (thumb sucking), kebiasaan menjulurkan lidah, atau kondisi pasca kecelakaan yang menyebabkan cedera pada muka (fraktur), kehilangan gigi terlalu dini (premature loss) atau gigi yang tidak pernah tanggal (persistensi), penyakit karies gigi, serta wajah tidak simetris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan oklusi haruslah tepat. Namun, minimnya pengetahuan masyarakat tentang kedokteran gigi kerap menimbulkan masalah. Tak sedikit ditemukan kasus malpraktek yang dilakukan oknum dokter gigi atau orang yang mengaku kompeten dalam bidang gigi. Untuk mengantisipasi itu, Eky menyarankan masyarakat lebih cermat memilih pelayanan pemasangan kawat gigi. "Banyak dokter gigi atau orang yang mengaku ahli gigi yang sebenarnya tidak kompeten melakukan pemasangan kawat gigi. Salah prosedur bisa membahayakan pasien. Jadi, berhati-hatilah memilih perawatan," ia menyarankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak salah pilih, ada beberapa panduan sederhana yang bisa diikuti. Yang paling mudah, dokter yang memasang kawat gigi haruslah spesialis ortodontis (ortodontis/orthodontist) atau disingkat Sp.Ort. Ortodontis merupakan salah satu dari tujuh cabang kedokteran gigi, yang mencakup masalah pada oklusi. Untuk mendapat gelar itu, seorang dokter gigi harus mendapat pendidikan tambahan 3-4 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keywords: ortodonti, ortodontik, ortodonsia, ortodontis, orthodonti, orthodontic, orthodontist, maloklusi, malocclusion, crowded, tooth, teeth, oklusi, occlusion.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4364034333658968047-7238271482850864421?l=fkg-unhas.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/feeds/7238271482850864421/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4364034333658968047&amp;postID=7238271482850864421" title="6 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/7238271482850864421" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/7238271482850864421" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/eyXQ/~3/LYZbThbQ6ss/kawat-pemanis-bikin-meringis.html" title="Kawat Pemanis Bikin Meringis ..." /><author><name>Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371</uri><email>eddyorto@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="13965287195135591135" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://fkg-unhas.blogspot.com/2008/07/kawat-pemanis-bikin-meringis.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4364034333658968047.post-1418029149429575960</id><published>2008-02-22T23:15:00.004+08:00</published><updated>2009-04-26T19:48:08.707+08:00</updated><title type="text">Kebiasaan buruk dan gigi berjejal ...</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/SWt6fKeEICI/AAAAAAAAANA/OwMgukcA7MM/s1600-h/thumb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 131px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/SWt6fKeEICI/AAAAAAAAANA/OwMgukcA7MM/s200/thumb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290456863081766946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gigi perlu dirawat sejak dini agar anak tidak mengalami gangguan tumbuh kembang gigi, di samping mempertahankan keadaan gigi yang normal, sehingga saat dewasa memperoleh oklusi gigi yang harmonis, fungsional, dan estetis. Kebiasaan mengemut makanan, minum susu dalam botol dot menjelang tidur, mengisap jari, dan penyakit talasemia merupakan beberapa faktor penyebab gangguan pertumbuhan gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oklusi (occlusion) adalah hubungan kontak antara gigi geligi bawah dengan gigi geligi atas waktu mulut ditutup. Oklusi dikatakan normal, jika susunan gigi dalam lengkung geligi teratur baik serta terdapat hubungan yang harmonis antara gigi atas dengan gigi bawah, hubungan seimbang antara gigi dan tulang rahang terhadap tulang tengkorak dan otot di sekitarnya, serta ada keseimbangan fungsional sehingga memberikan estetika yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahap pertumbuhan gigi dan perkembangan oklusi, khususnya periode transisi pergantian gigi sulung ke gigi permanen, banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan lengkung gigi. Maloklusi bukan penyakit melainkan keadaan morfologik yang menyimpang dari oklusi normal dan standar estetika pada kelompok etnik tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karies gigi sulung menyebabkan gigi tanggal terlalu awal (premature loss). Pergeseran gigi di sebelahnya menyebabkan penyempitan ruang pada lengkung gigi. Akibatnya, gigi permanen tidak memperoleh ruang cukup dan akan tumbuh dengan susunan gigi berjejal (crowded teeth).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talasemia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan maloklusi mencakup penyakit, status nutrisi, dan kebiasaan oral. Salah satu contoh penyakit yang dapat menyebabkan maloklusi adalah talasemia. Talasemia adalah penyakit kelainan darah yang diturunkan. Tubuh penderita tidak dapat membentuk hemoglobin dalam jumlah cukup. Selain itu, sel darah merah pecah sebelum waktunya sehingga penderita mengalami anemia berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat anemia hemolitik, anak talasemia mengalami hambatan tumbuh kembang fisik (berat dan tinggi badan kurang) serta hambatan pertumbuhan tulang penyangga gigi. Rahang bawah pendek sehingga muka bagian atas tampak maju. Pertumbuhan vertikal juga terganggu sehingga tampak divergen, muka lebih cembung. Wajah tidak proporsional, pipi lebih tinggi, jarak kedua mata lebih lebar. Dalam kaitan itu, untuk mencegah gangguan pertumbuhan tulang dan gigi, anak perlu mendapat tranfusi darah terus-menerus agar tidak anemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan minum susu dengan botol dot menjelang tidur, bisa menyebabkan karies gigi. Laktosa dan sukrosa dalam sisa susu yang tergenang di mulut sepanjang malam, akan mengalami proses hidrolisa oleh bakteri plak menjadi asam yang kemudian melarutkan email gigi. Demineralisasi ini tidak terjadi di permukaan, melainkan di subsurface (lapisan di bawah permukaan gigi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permukaan gigi tampak utuh, tetapi sebenarnya lapisan di bawahnya telah larut. Demineralisasi awal tampak seperti bercak putih di gigi. Lama-lama kecoklatan, kemudian berlubang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi, plak yang merupakan media bakteri dan sukrosa untuk menempel ke gigi dibersihkan, kemudian gigi diberi lapisan fluor untuk remineralisasi. Anak sebaiknya tidak minum susu sambil tiduran, dan minum air putih setelah minum susu. Kalau terpaksa, begitu anak tertidur, botol dot harus segera diambil dan mulut anak dikeringkan. Akibat serupa bisa terjadi pada anak yang punya kebiasaan mengemut makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gosok gigi harus dibiasakan begitu gigi mulai tumbuh. Namun, disarankan, anak di bawah tiga tahun tidak menggunakan pasta gigi, karena belum mampu berkumur—kemungkinan pasta gigi tertelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasta gigi mengandung fluor. Fluor dalam jumlah yang tepat memang membantu pertumbuhan gigi, tetapi kelebihan fluor menyebabkan dental fluorosis atau gangguan struktur email gigi. Ada bagian email yang hilang, karena mengganggu pembentukan email. Akibat struktur email lemah, rapuh, dan mudah erosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keywords: ortodonti, ortodontik, ortodonsia, ortodontis, orthodonti, orthodontic, orthodontist, maloklusi, malocclusion, crowded, tooth, teeth, oklusi, occlusion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4364034333658968047-1418029149429575960?l=fkg-unhas.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/feeds/1418029149429575960/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4364034333658968047&amp;postID=1418029149429575960" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/1418029149429575960" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/1418029149429575960" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/eyXQ/~3/U73TAteadiw/kebiasaan-buruk-dan-gigi-berjejal.html" title="Kebiasaan buruk dan gigi berjejal ..." /><author><name>Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371</uri><email>eddyorto@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="13965287195135591135" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/SWt6fKeEICI/AAAAAAAAANA/OwMgukcA7MM/s72-c/thumb.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fkg-unhas.blogspot.com/2008/01/kebiasaan-buruk-dan-gigi-berjejal.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4364034333658968047.post-291252162990872726</id><published>2008-02-22T23:05:00.003+08:00</published><updated>2009-04-26T19:49:08.609+08:00</updated><title type="text">Maloklusi pada anak ...</title><content type="html">Waspadai jika gigi anak tidak tumbuh beraturan dan cenderung berjejal (crowded teeth). Gangguan ini dapat menurunkan kemampuan mereka dalam berbicara dan menggigit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua manapun pasti menginginkan buah hatinya tumbuh menjadi seorang anak yang baik, pintar dan berpenampilan menggemaskan plus memiliki senyuman menarik dengan barisan giginya yang putih nan rapih. Namun bagaimana bila kondisi yang terjadi sebaliknya? Supaya gigi anak tampak rapi, gigi harus tumbuh di tempat yang tepat. Tetapi, tidak jarang, kebanyakan anak-anak kini ditemui memiliki gigi yang tumbuh tidak teratur. Sehingga, menyebabkan posisi gigi-gigi tersebut menjadi berjejal. Dalam istilah medisnya situasi seperti ini disebut dengan maloklusi (malocclusion).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang mengalami maloklusi memiliki gigi dan rahang yang tebentuk tidak teratur. Pengertian dari maloklusi adalah terjadinya hubungan yang tidak sesuai atau tidak pas pada gigi geligi di saat rahang atas dan rahang bawah bertemu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Apabila anak Anda mengalami gangguan ini, sebaiknya Anda tak dapat menggangapnya sepele, karena jika tidak ditanggulangi semenjak dini, maloklusi mampu menurunkan kemampuan gigi anak untuk mengigit. Akibatnya anak tidak terbiasa memakan makanan yang sedikit keras. Sehingga pada tahap selanjutnya, otomatis dapat terjadi gangguan makan, karena gigi tidak dalam posisi yang benar sehingga kekuatannya menjadi berkurang. Maloklusi parah menyebabkan anak menjadi susah berbicara. Kondisi rahang dan gigi yang berantakan tersebut menyebabkan anak sulit mengucapkan beberapa huruf atau kata-kata tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala Awal Maloklusi Pada Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Orang tua perlu mengetahui gejala awal dari gangguan ini. Di antaranya adalah gigi sering tumbuh di tempat yang salah, mengakibatkan gigi atas dan gigi bawah tidak bertemu dengan semestinya. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    Bila Anda menemukan gejala seperti tersebut di atas, secepatnya segera membawa si kecil ke dokter gigi langganan keluarga. Untuk lebih detil dalam mengetahui kondisi gigi anak, mintalah dokter untuk melakukan sejumlah pemeriksaan. Yaitu, lakukanlah pemotretan gigi dan rahang dengan menggunakan sinar X atau rontgen. Bila diperlukan, dokter akan membuat model gips dari gigi (dental cast) dan rahang agar dapat menentukan tindakan berikut yang paling tepat demi memperbaiki kondisi gigi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Maloklusi &lt;br /&gt;Penyebab kelainan bentuk gigi pada anak ini, adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kebiasaan buruk (bad habit)&lt;br /&gt;Kebiasaan buruk yang dimaksud adalah mengedot, menghisap jari/bibir, menyikat gigi dengan gerakan dan arah yang salah,  sehingga terjadi pembusukan pada gigi yang akhirnya menyebabkan gigi berlubang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gigi berjejal (crowded teeth)&lt;br /&gt;Gigi yang tumbuh dengan kondisi dempet dan tidak teratur susunannya. Hal ini disebabkan bila seorang anak dicabut sebelum waktunya dan menyebabkan keompongan dan akhirnya rahang tidak berkembang. Kondisi ini menyebabkan tempat tumbuhnya gigi tetap menjadi berkurang untuk mendapatkan posisi yang cukup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Genetika (genetics)&lt;br /&gt;Misalnya, ibu yang memiliki gigi kecil dan bapak yang memiliki rahang yang besar, cenderung akan memiliki anak dengan rahang kecil dan giginya besar, otomatis menyebabkan gigi berjejal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Trauma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benturan keras pada mulut dan mencenderai rahang serta gigi, juga merupakan penyebab terjadinya maloklusi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips-tips mencegah maloklusi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera konsultasikan ke dokter gigi, bila ada melihat terdapatnya gejala-gejala awal maloklusi pada anak. Selanjutnya dokter akan menindaklanjuti dengan memberikan perawatan pemakaian kawat gigi (fixed appliance). Namun, hal tersebut juga tergantung dari umur si anak. &lt;br /&gt;Menyikat gigi dua kali sehari. Sesudah makan pagi dan sebelum tidur di malam hari.&lt;br /&gt;Kurangi pengonsumsian makanan-makanan yang manis. &lt;br /&gt;Secara rutin periksakan gigi setiap enam bulan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keywords: ortodonti, ortodontik, ortodonsia, ortodontis, orthodonti, orthodontic, orthodontist, maloklusi, malocclusion, crowded, tooth, teeth, oklusi, occlusion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4364034333658968047-291252162990872726?l=fkg-unhas.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/feeds/291252162990872726/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4364034333658968047&amp;postID=291252162990872726" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/291252162990872726" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/291252162990872726" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/eyXQ/~3/FKlsNIhJvDE/maloklusi-pada-anak.html" title="Maloklusi pada anak ..." /><author><name>Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371</uri><email>eddyorto@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="13965287195135591135" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fkg-unhas.blogspot.com/2008/01/maloklusi-pada-anak.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4364034333658968047.post-4971191894733622414</id><published>2008-02-22T22:38:00.002+08:00</published><updated>2009-04-26T19:50:20.906+08:00</updated><title type="text">Maloklusi dan pengucapan ...</title><content type="html">Maloklusi (malocclusion) adalah suatu kelainan susunan gigi geligi atas dan bawah yang berhubungan dengan bentuk rongga mulut serta fungsinya. Maloklusi kelas II (distoklusi) atau gigi atas lebih ke depan daripada gigi bawah akan terjadi distorsi atau penggantian suara bibir p, b, dan m sehingga apabila berbicara akan mengatupkan bibir bawah dan atas bersama-sama. Sementara itu, pada maloklusi kelas III (mesioklusi) atau gigi di rahang atas berada di belakang gigi di rahang bawah akan mengakibatkan distorsi pembicaran dan posisi antargigi untuk suara s, z, t, l, dan n.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bicara merupakan satu cara menentukan bahasa, di antaranya dengan cara menulis, gerak tangan, dan tanda. Yang termasuk atribut bicara adalah nada suara, kekerasan dan kualitas suara, huruf hidup, huruf mati, diftong, dan campuran dari segalanya menjadi silabus kata-kata, kecepatan bicara, tekanan kata-kata, dan irama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses perkembangan berbicara dan berbahasa pada bayi dan anak tidak bisa berjalan dengan sendirinya. Perlu adanya proses pembelajaran, seperti diajaknya bicara pada bayi dan anak sehingga anak mampu berkata-kata meskipun kedengaran belum begitu jelas. Oleh karena itu, anak yang terganggu pendengarannya biasanya tidak bisa bicara. Proses bicara merupakan aktivitas yang terkoordinasi antara kontraksi otot-otot pernafasan, laring, paring, palatum (langit-langit), lidah, bibir, dan gigi serta dipersarafi sistem saraf pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara adalah membuat dan mengelola suara menjadi simbol-simbol. Terjadinya simbol-simbol ini merupakan hasil kerja sama beberapa faktor, yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Respirasi (aliran udara) adalah diawalinya proses bicara. Dalam keadaan normal agar dapat terbentuk suara (phonasi), alat pernapasan mengalirkan udara dengan jumlah dan tekanan yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Phonasi adalah suara yang dihasilkan dari aliran udara keluar melalui laring, di dalam laring pita suara mengubah aliran udara ini. Dengan cara mengatur kedua pita suara (kiri dan kanan) dan juga mengatur jaraknya, terbentuk suatu celah sempit yang besar dan konturnya bervariasi sehingga menimbulkan tahanan terhadap aliran udara. Tahanan ini menyebabkan udara bergelombang sehingga timbul bunyi/suara. Suara ini disebut dengan suara laring (suara vokal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Resonansi adalah yang memberikan kualitas karakteristik pada bunyi gelombang suara yang ditimbulkan pita suara. Organ-organ yang berfungsi sebagai resonator adalah sinus-sinus, permukaan organ-organ, rongga paring, rongga mulut, rongga dinding, rongga dada. Suara laring yang telah mengalami resonansi ini masih belum merupakan suara bicara seperti apa yang kita dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Artikulasi (pengucapan) bertugas memodifikasi suara-suara laring tadi dan juga membentuk suara-suara baru dalam rongga mulut. Beberapa jenis konsonan yang terbentuk setelah mengalami artikulasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Suara bilabial (bibir dengan bibir): m, p, b.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Suara labiodental (bibir dengan gigi): f, v.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Suara linguodental (lidah dengan gigi): t, s, th&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Suara linguopalatal (lidah dengan langit-langit): r, l.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Suara linguoapikoalveolar: n, d.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Suara glotis: h&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila tidak ada peranan artikulasi dalam pembentukan suara, yang timbul suara-suara vokal saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Integrasi neurologik (koordinasi sistem-sistem saraf) yang dikoordinasi sistem saraf pusat. Faal bicara diatur dengan proses belajar dengan cara pengalaman, pendengaran, pengelihatan, dan perkembangan sistem saraf pusat. Apabila dalam faal bicara berlawanan dengan fungsi vital lainnya dari struktur maksilofasial, yang akan menderita adalah faal bicara, contohnya berbicara terpaksa berhenti segera apabila terjadi refleks penting seperti batuk, bersin, cegukan, dan muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi perkembangan bicara pada anak berpedoman pada penguasaan huruf mati yang sesuai dengan umur seperti terlihat di bawah ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan kecakapan dan komunikasi pada anak adalah faktor-faktor keadaan, lingkungan, dan emosi anak. Apabila faktor tersebut tidak ada salah satu, perkembangan komunikasi anak akan terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelainan pada gigi dan mulut akan memengaruhi kejelasan bicara dan bahasa akibat adanya penyakit, gangguan atau kelainan fisik, psikis atau sosiologis. Kelainan dapat timbul pada masa sebelum lahir, saat lahir, dan masa setelah lahir yang dapat bersifat herediter (keturunan), kongenital atau dapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelainan yang dapat memengaruhi kejelasan bicara dan bahasa adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Palatosisis (celah langit-langit), labiosisis (celah bibir) dan palatolabiosisis (celah komplit). Kelainan ini akan mengakibatkan pembicaraan menjadi sengau dan serak, suara tidak jelas, volume berkurang, sulit mengucapkan konsonan frikatif (bunyi desah), dan konsonan mati lebih sering mengalami kesalahan pengucapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kehilangan gigi atau ompong akan mengakibatkan ketidakjelasan bicara f, v, t, s, n, dan d. Pada anak-anak yang kehilangan gigi belum waktunya akan memengaruhi perkembangan bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kelainan bentuk dan struktur organ bicara yang sering terlihat pada kelainan lidah dan palatum (langit-langit) yang memengaruhi ketelitian, rentang, dan kecepatan gerakan lidah yang mengakibatkan kesulitan bicara l, t, d, n, s, z, dan kesalahan dalam proses penelanan. Kelainan ini sering terjadi karena adanya kebiasaan buruk, seperti mengisap jari, bernapas melalui mulut, menggigit bibir, menggigit pensil dan kuku, atau adanya tonsil dan adenoid yang memengaruhi gerakan lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari ketidakjelasan bicara dan bahasa ini, bisa dilakukan sejak dini apabila orang tua dan tentunya dokter gigi (dentist) mengetahi adanya kelainan pada gigi dan mulut anak. Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan perkembangan bicara dan bahasa anak serta perkembangan gigi dan mulut pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keywords: ortodonti, ortodontik, ortodonsia, ortodontis, orthodonti, orthodontic, orthodontist, maloklusi, malocclusion, crowded, tooth, teeth, oklusi, occlusion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4364034333658968047-4971191894733622414?l=fkg-unhas.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/feeds/4971191894733622414/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4364034333658968047&amp;postID=4971191894733622414" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/4971191894733622414" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/4971191894733622414" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/eyXQ/~3/mS47Rg7OcI4/maloklusi-dan-pengucapan.html" title="Maloklusi dan pengucapan ..." /><author><name>Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371</uri><email>eddyorto@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="13965287195135591135" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fkg-unhas.blogspot.com/2008/01/maloklusi-dan-pengucapan.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4364034333658968047.post-1771818127771984451</id><published>2008-02-22T21:55:00.002+08:00</published><updated>2009-04-26T19:51:35.046+08:00</updated><title type="text">Tentang Ortodonsi ...</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/R3pHL1zBGvI/AAAAAAAAAEA/c4_P9ovHSQI/s1600-h/2007-12-26_054746a.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/R3pHL1zBGvI/AAAAAAAAAEA/c4_P9ovHSQI/s320/2007-12-26_054746a.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150507392596777714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sederhananya ortodonsi (orthodontic) adalah ilmu tentang merapikan gigi. Tujuan utamanya mengembalikan fungsi estetik (kecantikan), mastikasi (pengunyahan) dan fonetik (pengucapan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidak harmonisan gigi dapat berupa susunan gigi yang jarang-jarang, berjejal, terlalu ke depan atau ke belakang. Jika tidak cepat ditangani, kelainan itu akan mengakibatkan gigi mudah berlubang (karies) dan banyak karang gigi (calculus)sehingga gusi mudah berdarah serta menimbulkan bau mulut yang tak sedap (halitosis). Pada tahap yang lebih parah, kelainan itu bisa menimbulkan gangguan kesehatan lain seperti sakit kepala, gangguan pada otot leher dan pundak, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gigi susu yang tanggal harus dibuang ke atas (bawah) bila berasal dari gusi bawah (atas). Itu mitos pada salah satu iklan pasta gigi. Terlepas dari mitos tersebut, perawatan gigi sejak dini sangatlah penting. Gigi susu rusak memang akan diganti oleh gigi permanen. Masalahnya, gigi permanen pengganti gigi susu sering tumbuh tidak wajar. Akibatnya terjadi kelainan atau penyimpangan pada susunan gigi. Kelainan ini ini sangat mempengaruhi tampilan wajah, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan tubuh pada umumnya, dan dapat berdampak psikologis negatif karena berkurangnya percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakharmonisan gigi dapat berasal dari perawatan gigi yang tidak benar atau akibat kelainan fisik mulut seperti rahang atas (maxilla) terlalu maju / mundur atau miring, bibir sumbing dan banyak lagi faktor lain. Menurut data dari Departermen Kesehatan, masalah kelainan letak gigi (maloklusi) di Indonesia merupakan masalah nomor tiga terbesar setelah gigi berlubang (yang diproyeksikan diderita oleh 80% penduduk Indonesia) dan penyakit gusi. Sebagian dari kelainan di atas dapat ditangani dengan kawat gigi dan / atau bedah rahang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada konsekuensi yang harus dijalankan jika memakai kawat gigi, yaitu: memelihara kebersihan gigi dengan sempurna dan menghindari tersisipnya sisa makanan serta mengikuti instruksi pemakaian dengan teratur. Kelalaian perawatan dapat berakibat penanganan bisa gagal, gigi berlubang, dan bahkan penyakit bisa menjadi lebih parah dari sebelumnya. Selain bertambah sibuk untuk memelihara kawat gigi, pemakai kawat gigi ada yang mengeluh rasa sakit. Rasa sakit sangat subjektif, bahkan anak usia 8 tahun pun dapat mentolerirkan masalah ini. Agar bisa menjalankan perawatan dengan baik, pengguna kawat gigi perlu memotivasi diri dengan mengingat manfaat yang akan diperoleh dengan menggunakan kawat gigi berupa manfaat kesehatan dan keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum perawatan gigi memang relatif mahal. Piranti dengan teknologi canggih serta peralatan mikro yang membutuhkan presisi tinggi memang mahal harganya. Selain itu, ada banyak bahan-bahan kedokteran gigi yang masih harus diimpor. Ironisnya, gips yang bahan bakunya dari alam Indonesia pun, tetap perlu diimpor. Tambahan pula, Perawatan gigi sering memakan waktu lama bahkan mencapai tahunan. Dalam perbaikan gigi dengan kawat bukan hanya satu atau dua gigi yang dirawat. Seluruh gigi perlu ditangani. Bahkan gigi yang belum tumbuh pun perlu ditangani untuk memperbaiki atau mengarahkan tumbuhnya rahang. Semua itu membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sulit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus-kasus dengan kelainan letak gigi yang relatif ringan dan tidak melibatkan kelainan rahang serta yang masih dapat diatasi dengan menggunakan kawat gigi lepasan (removable appliance) bisa ditangani oleh dokter gigi umum. Untuk kasus yang lebih sulit diperlukan penanganan khusus oleh dokter gigi yang mempunyai keahlian tambahan atau spesialis di bidang kasus penyakit tersebut (ortodontis). Petunjuk ini tercantum dalam Standar Pelayanan Medik dari Departemen Kesehatan RI. Para spesialis ini dididik secara resmi di fakultas kedokteran gigi. Pendidikan spesialis ortodonsi memakan waktu 3-4 tahun, dan lulusannya menjadi Spesialis Ortodonsi (Orthodonthist).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keywords: ortodonti, ortodontik, ortodonsia, ortodontis, orthodonti, orthodontic, orthodontist, maloklusi, malocclusion, crowded, tooth, teeth, oklusi, occlusion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4364034333658968047-1771818127771984451?l=fkg-unhas.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/feeds/1771818127771984451/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4364034333658968047&amp;postID=1771818127771984451" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/1771818127771984451" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/1771818127771984451" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/eyXQ/~3/iPLZL9lZM_A/tentang-ortodonsi.html" title="Tentang Ortodonsi ..." /><author><name>Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371</uri><email>eddyorto@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="13965287195135591135" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/R3pHL1zBGvI/AAAAAAAAAEA/c4_P9ovHSQI/s72-c/2007-12-26_054746a.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fkg-unhas.blogspot.com/2008/01/tentang-ortodonsi.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4364034333658968047.post-8252890458703149017</id><published>2008-02-22T15:07:00.003+08:00</published><updated>2009-04-26T19:52:24.128+08:00</updated><title type="text">Senyum indah.... dengan kawat gigi...</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/SWt7PVn4AvI/AAAAAAAAANI/ZjkJkoJMjbM/s1600-h/metal.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 74px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/SWt7PVn4AvI/AAAAAAAAANI/ZjkJkoJMjbM/s200/metal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290457690709426930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senyum adalah aset terbesar dalam pergaulan. Senyum menawan bermula dari gigi geligi yang cantik. Sayangnya, tidak semua orang memiliki susunan gigi yang baik. Susunan gigi juga mempengaruhi bentuk wajah. Gigi yang berantakan akibat terlalu berdesakan, tongos dan nyakil bisa mempengaruhi penampilan wajah secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Profil wajah manusia dibagi dalam tiga kategori, yakni cembung, cekung dan lurus. Wajah profil cembung terbentuk akibat rahang atas lebih maju (tongos) daripada rahang bawah. Atau bisa juga rahang atas dan rahang bawah maju semua, yang disebut bimaxillary protrusion. Bisa juga rahang atas normal tapi rahang bawah kecil. Profil cekung, wajah dibentuk karena rahang bawah lebih maju daripada rahang atas (nyakil). Bisa juga karena rahang bawah normal tapi rahang atas kecil. Profil wajah yang normal dan bagus adalah yang lurus. Dalam profil ini, rahang atas dan rahang bawah berada dalam hubungan yang harmonis. Artinya, saat mulut menutup, rahang atas dan rahang bawah berada dalam satu garis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, dalam profil lurus bisa saja terjadi gigi yang berdesakan (crowded teeth). Hal itu juga mempengaruhi penampilan, karena gigi terlihat acak-acak dan tidak rapi. Selain itu akan mudah terbentuk karang gigi atau mudah berlubang (karies), karena gigi lebih sulit dibersihkan secara maksimal. Pemasangan alat khusus (kawat gigi/braces/fixed appliance) untuk membantu kembalinya posisi gigi secara harmonis bisa mengatasi masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum perawatan, biasanya akan dilakukan foto panoramik dan foto sefalometri dan foto profil wajah. Foto sefalometri dibutuhkan untuk mempertegas diagnosis, untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang masalah bentuk rahang pada pasien, selain itu untuk menentukan perawatan apa yang akan dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila rahang atas terlalu maju, biasanya akan dilakukan pencabutan gigi rahang atas. Sebaliknya, bila rahang bawah yang maju, pencabutan dilakukan pada kedua rahang. &lt;br /&gt;Dalam keadaan normal, gigi yang dicabut umumnya adalah gigi di belakang gigi taring (kaninus). Setelah dilakukan pencabutan, gigi depan ditarik mundur dengan menggunakan bantuan kawat gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama proses penarikan bergantung pada kekompakan tulang. Namun rata-rata dibutukan waktu antara 1-2 tahun. Untuk rahang bawah yang terlalu kecil, rahang bawah dimajukan dengan alat jumping the bite. Pada gigi yang berdesakan, keputusan apakah harus dicabut atau tidak bergantung pada profil wajah pasien. Kalau profilnya sudah sempurna, tidak perlu pencabutan, cukup dengan memperbaiki susunannya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada keterbatasan dalam melakukan perawatan ortodonsia, terutama bila kelainan tersebut berpangkal dari tulang (skeletal). Untuk masalah itu, selain diperlukan perawatan ortodonsi, diperlukan juga bedah ortognatik (orthognatic surgery). Tapi pada umumnya kelainan yang berpangkal pada gigi (dental) saja, karena itu perawatan ortodonsik saja sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keywords: ortodonti, ortodontik, ortodonsia, ortodontis, orthodonti, orthodontic, orthodontist, maloklusi, malocclusion, crowded, tooth, teeth, oklusi, occlusion. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4364034333658968047-8252890458703149017?l=fkg-unhas.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/feeds/8252890458703149017/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4364034333658968047&amp;postID=8252890458703149017" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/8252890458703149017" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/8252890458703149017" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/eyXQ/~3/EmnwKCklpnU/senyum-indah-dengan-kawat-gigi.html" title="Senyum indah.... dengan kawat gigi..." /><author><name>Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371</uri><email>eddyorto@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="13965287195135591135" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/SWt7PVn4AvI/AAAAAAAAANI/ZjkJkoJMjbM/s72-c/metal.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://fkg-unhas.blogspot.com/2008/01/senyum-indah-dengan-kawat-gigi.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4364034333658968047.post-6683568528508057361</id><published>2008-02-22T14:51:00.001+08:00</published><updated>2009-04-26T19:53:13.548+08:00</updated><title type="text">Kawat gigi... Untuk apa sih....</title><content type="html">Belakangan ini, penggunaan kawat gigi atau dalam istilah kedokteran gigi disebut dengan kawat ortodonsi, semakin banyak dan memasyarakat. Apalagi di kalangan anak-anak dan remaja. Hal ini karena masyarakat mulai menyadari bahwa gigi mempunyai peranan penting dalam penampilan. Apa sesungguhnya kawat ortodonsi atau kawat gigi itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kawat ortodonsi adalah suatu alat atau piranti yang digunakan untuk memperbaiki susunan gigi yang crowded, sesak, atau tidak teratur, agar didapatkan susunan gigi yang baik atau normal kembali. Tujuan perawatan ortodonsi adalah untuk mendapatkan oklusi -- hubungan antara gigi-gigi di rahang atas dan rahang bawah -- yang tepat atau baik, yang sehat secara fungsional, estetik memuaskan dan stabil. Gigi dengan crowding yang besar dan ketidakteraturan akan berpengaruh terhadap kesehatan jaringan periodontal (jaringan penyangga gigi), karena penimbunan sisa makanan dan kesulitan pembersihan. Sedangkan secara estetik, seseorang pasti ingin tampil lebih menarik dengan gigi-gigi yang tersusun rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Penyebab&lt;br /&gt;Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan ketidakteraturan pada susunan gigi? Banyak faktor yang menyebabkan susunan gigi tak beraturan, antara lain sbb.;&lt;br /&gt;1. Kebiasaan buruk. Ini biasanya terjadi pada masa pertumbuhan.&lt;br /&gt;* Menghisap jari, baik itu satu jari saja, biasanya jempol, atau lebih dari satu jari. Hal ini akan menyebabkan gigi maju pada bagian depan atau protrusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kebiasaan meletakkan lidah di antara gigi rahang atas dan gigi rahang bawah. Hal ini dapat disebabkan ukuran lidah yang lebih besar dari normal. Efeknya pada gigi adalah gigi depan akan maju dan renggang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Menggigit pensil atau membuka jepit rambut dengan gigi. Terkadang anak-anak di saat belajar mempunyai kebiasaan menggigit pensil atau pulpen, hal ini dapat menyebabkan gigi yang dipakai menggigit tadi akan keluar dari lengkung gigi yang benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kebiasaan ngedot yang sulit dihentikan, misalnya sampai usia Sekolah Dasar masih ngedot, hal ini cenderung akan mempengaruhi bentuk rahang si anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kebiasaan bernafas melalui mulut dan cara menelan yang salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pencabutan atau kehilangan gigi terlalu dini/prematur atau sebaliknya pencabutan gigi sulung yang terlambat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Faktor genetik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Misalnya si bapak mempunyai rahang yang besar dengan gigi-gigi yang besar, sedangkan si ibu mempunyai rahang yang kecil dengan gigi-gigi yang kecil pula, mempunyai anak dengan rahang yang meniru rahang ibu dan gigi yang meniru gigi bapak. Hal ini dapat menyebabkan gigi berdesakan, atau sebaliknya si anak meniru rahang bapak dan gigi yang meniru gigi ibu, maka susunan giginya akan jarang-jarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Faktor skeletal. Faktor skeletal yaitu bentuk tulang di rahang atas dan rahang bawah yang mempengaruhi bentuk wajah, seperti bentuk rahang atas yang menonjol ke depan sehingga gigi-gigi tampak maju dan bentuk wajah menjadi cembung. Atau sebaliknya rahang bawah yang lebih pesat pertumbuhannya dibandingkan rahang atas, sehingga bentuk wajah menjadi cekung, dan terjadi gigitan terbalik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Penanggulangan&lt;br /&gt;Apabila ketidakteraturan pada gigi terjadi karena kebiasaan buruk, tentunya kebiasaan buruk itu harus dihilangkan terlebih dhaulu, lalu dilanjutkan dengan perawatan orthodonsi. Pasien dapat datang ke dokter gigi umum atau spesialis ortodonsi untuk merawat gigi yang tidak beraturan. Dokter gigi nanti akan melihat kelainan susunan gigi pasien lalu merencanakan perawatan yang akan diberikan. Apabila kasus dianggap berat, biasanya pasien akan dirujuk ke dokter spesialis ortodonsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ada beberapa kasus yang memerlukan tindakan bedah terlebih dahulu seperti pencabutan atau tindakan bedah lain yang dikenal dengan istilah bedah orto. Perawatan dapat dikatakan berhasil bila susunan gigi dan oklusi yang normal sudah tercapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan perawatan sangat tergantung pada hal-hal sbb.;&lt;br /&gt;* Kemauan penderita yang dirawat, karena perawatan cukup lama, bisa dalam bulan atau tahun, biasanya enam bulan sampai dua tahun atau lebih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kebersihan mulut penderita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kasus atau tingkat keparahan dari susunan gigi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kemampuan dokter gigi yang merawat, karena perawatan yang tidak tepat dapat mengakibatkan pergerakan gigi yang salah sehingga keberhasilan tidak tercapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan seseorang mulai dapat dirawat ortodonsi? Perawatan ortodonsi dapat dilakukan pada saat gigi bergantian, bila diperkirakan susunan gigi tersebut akan berpengaruh besar di kemudian hari. Dokter gigi yang memeriksa akan menentukan kapan anak itu mulai dirawat. Perawatan ortodonsi dapat berupa alat cekat dan alat lepasan. Penggunaan kedua alat ini tergantung pada kasusnya. Pada orang dewasa, karena pertumbuhan rahang sudah maksimal, biasanya menggunakan alat cekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasan umur yang pasti tidak ada, semua itu tergantung pada kasus, keadaan jaringan penyangga gigi, kebersihan mulut, kemauan dan tentunya keuangan penderita, karena biaya untuk perawatan dengan alat cekat dapat dikatakan tidaklah murah. Bentuk alat atau piranti yang digunakan juga berbeda pada tiap-tiap kasus. Penggunaan alat ortodonsi pada masa pertumbuhan biasanya lebih cepat dari pada orang dewasa. Sehingga, alangkah baiknya sedini mungkin memeriksakan gigi anak Anda ke dokter gigi apabila dirasakan ada yang kurang normal pada susunan giginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keywords: ortodonti, ortodontik, ortodonsia, ortodontis, orthodonti, orthodontic, orthodontist, maloklusi, malocclusion, crowded, tooth, teeth, oklusi, occlusion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4364034333658968047-6683568528508057361?l=fkg-unhas.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/feeds/6683568528508057361/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4364034333658968047&amp;postID=6683568528508057361" title="6 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/6683568528508057361" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/6683568528508057361" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/eyXQ/~3/_J_elgbpT1g/kawat-gigi-untuk-apa-sih.html" title="Kawat gigi... Untuk apa sih...." /><author><name>Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371</uri><email>eddyorto@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="13965287195135591135" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://fkg-unhas.blogspot.com/2008/01/kawat-gigi-untuk-apa-sih.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4364034333658968047.post-1353156932914610952</id><published>2008-02-21T21:28:00.003+08:00</published><updated>2009-04-26T19:54:31.849+08:00</updated><title type="text">Kisah Pasien yang Ingin Tampil Sempurna, namun Justru Menuai Petaka</title><content type="html">(Sumber: Jawa Pos, Sabtu 7 Juli 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan kesehatan atau kecantikan memang harus dilakukan pada dokter yang tepat. Jika salah, risikonya sangat tinggi. Hal itu dialami pasien-pasien berikut. Ada yang giginya ompong karena salah perawatan, ada pula yang tekstur wajahnya berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jason dan Nira adalah contoh dua orang yang bermasalah karena salah prosedur perawatan gigi. Ada pula orang-orang yang bermasalah karena tergiur klinik kecantikan yang tak kapabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;-- Kasus 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NYERI di rahang Jason (nama samaran) memang telah berkurang. Namun, pemuda 24 tahun itu masih belum berani mengunyah makanan keras. Dia masih merasa giginya goyang dan panas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya masih harus hati-hati. Kondisi saya belum sembuh sepenuhnya," katanya ketika dihubungi via telepon. Memang, beberapa minggu ini, karyawan swasta tersebut bertugas ke luar kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua derita Jason bermula ketika dirinya ingin mendaftar sebagai polisi tahun lalu. Namun, dia sadar, dirinya bakal tak mulus untuk menjadi aparat berbaju cokelat tersebut. Sebab, giginya bermasalah. Geraham bagian belakangnya tumbuh menyamping. "Rasanya tidak nyaman. Apalagi, keduanya berlubang. Ngilu," ungkap warga kawasan Surabaya Selatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi mengenyahkan rasa sakit itu, Jason berobat ke sebuah klinik dokter gigi yang dekat tempat tinggalnya (dia menolak menyebutkan nama dan tempat klinik tersebut). Kepada dokter, dia menyatakan bahwa dirinya ingin gigi gerahamnya dicabut. Namun, kata dokter, masalahnya tak segampang itu. Menurut dokter tersebut, karena gigi itu nyelempit di belakang, harus dilakukan operasi kecil. Hari itu juga operasi dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih mencabut gigi yang menyamping, dokter justru mencabut gigi lain. Jason terkejut. Namun, dokter menyatakan bahwa gigi geraham depan yang dicabut tersebut tak kalah jelek daripada geraham belakang. Karena itu, gigi tersebut harus dienyahkan. Setelah itu, baru geraham belakang yang miring tersebut yang dicabut. Karena tak paham, Jason pun mengiyakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua gigi dicabut, Jason disuruh pulang. Esoknya, dia harus datang lagi untuk mengoreksi gigi geraham belakang bawah sebelah kiri. Lagi-lagi, yang dicabut bukan gigi bermasalah itu. Gigi tersebut hanya ditambal. "Yang dicabut gigi di depannya," ujar pemuda yang mewanti-wanti agar jati dirinya dirahasiakan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, dia masih percaya pada dokter tersebut. Terbukti, setelah tiga giginya dicabut, dirinya masih datang ke dokter tersebut. Dia ingin berkonsultasi soal giginya yang berdesakan serta sedikit protrusive (maju). Jason ingin merapikan gigi tersebut dengan cara memasang kawat (braces). Kepada dokter, dia berharap giginya bisa rapi dalam waktu singkat. Sebab, masa pendaftaran kepolisian kian dekat. "Dokter sanggup. Bahkan, dia menjanjikan gigi saya bisa rapi kurang dari setahun," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya gigi atas dan bawah bisa rata, dokter menyatakan bahwa empat gigi Jason harus dicabut. Yaitu, gigi geraham depan (di belakang taring-premolar) atas-bawah dan kanan-kiri. "Ngeri juga. Saya baru kehilangan tiga gigi, lalu harus hilang empat lagi," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kawat gigi dipasang, berbagai gangguan mulai dia rasakan. Rahangnya nyeri berbulan-bulan. Giginya terasa goyang. Awalnya, Jason tak menghiraukan. Dia berpikir, rasa itu bisa hilang dalam beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, alih-alih sembuh, kondisinya kian parah. Untuk membuka mulut pun, sulit. Kalau dipaksa, mulutnya hanya membuka selebar dua jari. Itu belum siksaan ketika dirinya mengunyah. "Sakit luar biasa," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Jason hanya bisa mengonsumsi makanan lunak. Misalnya, bubur atau nasi tim. Giginya pun tidak bisa berkompromi dengan lauk selain telur. "Saya hanya mengonsumsi telur selama hampir setahun," jelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya tidak bosan, telur itu hanya diubah bentuk. Kalau tidak di goreng mata sapi, ya didadar. Sesekali juga mengonsumsi telur asin serta otak-otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara itu, berat badan Jason berkurang empat kilogram. "Seperti orang kena penyakit parah. Padahal, hanya karena pasang kawat gigi," ujar lelaki yang mengaku mengeluarkan uang hingga Rp 12 juta untuk perawatan kawat gigi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, hidupnya pun semakin terasa tidak nyaman. Nyaris setiap hari dia mengalami mimpi buruk yang dipicu rasa sakit giginya. Lehernya juga terasa kaku, sehingga tidak bisa tidur nyenyak. "Rasanya seperti menghadapi bencana Lapindo yang tidak kunjung selesai," katanya berseloroh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar kondisinya semakin buruk, dia lantas berinisiatif datang ke FKG Unair untuk berkonsultasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diperiksa, dinyatakan bahwa kondisi Jason memang parah. Giginya miring dan goyang, gusinya pun bengkak. Malahan, ketika dipencet, gusi itu sampai mengeluarkan nanah. "Mungkin itu disebabkan dia tidak bisa membuka mulut lebar, sehingga tidak bisa menjaga kebersihan mulut dan gigi secara baik," jelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Kasus 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman pahit serupa dialami Nira (juga bukan nama asli) dua tahun lalu. Gara-gara menyerahkan perawatan kawat gigi ke dokter yang tidak tepat, dia harus kehilangan lima gigi. Memang, kondisinya tidak separah Jason. Namun, akibat pencabutan yang tidak diperlukan itu, giginya menjadi benggang-benggang (berjarak). "Saya jadi tidak bisa nyaman mengunyah. Lha gigi saya bogang," ungkap ibu muda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nira memang sempat menanyakan soal pencabutan giginya itu kepada sang dokter. Jawabannya sama, itu sudah prosedur pemasangan kawat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sekitar enam bulan memakai kawat, hasilnya nihil. Itulah yang membuat dirinya semakin kalut. Dia khawatir giginya tidak bisa kembali normal. Akhirnya, wanita yang tinggal di kawasan tengah kota tersebut memutus tak lagi kontrol ke dokter itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lantas datang ke FKG Unair dan disarankan ke klinik spesialis ortodonsi (orthodontics). "Untung, kata dokter, kondisi gigi saya masih bisa diperbaiki. Kalau tidak, mungkin profil wajah saya bisa menjadi cekung," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nira terpaksa dirawat lagi mulai awal. "Melihat kondisi giginya, seharusnya dulu tidak perlu dicabut," jelas dokter yang sedang menyelesaikan studi spesialis ortodonsia tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, kondisi gigi Nira sejatinya tidak terlalu berdesakan. "Hanya dengan memasang kawat, gigi sudah bisa rapi sendiri," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejadian tersebut, Nira memang dirugikan secara fisik. Namun, dia juga merasa rugi waktu dan tentu materi. "Kalau saja saya langsung melakukan perawatan di dokter spesialis ortodonsi, mungkin saya tidak perlu dirawat hingga selama ini. Di tangan ahli yang tepat, bisa jadi gigi saya sudah rapi dalam setahun," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhan-keluhan tersebut sangat sering dijumpai di Klinik Spesialis Ortodonsi Fakultas Kedokteran Gigi Unair maupun di praktik-praktik swasta para ortodontis di Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut drg Jusuf Sjamsudin Sp.Ort (K), ketua Ikorti (Ikatan Ortodontis Indonesia) Komda Jawa Timur, banyak orang yang tidak mengerti bahwa perawatan gigi yang tidak rata sebaiknya dilakukan oleh dokter gigi spesialis yang khusus, yaitu ortodontis (orthodontist). "Ortodontis adalah seorang dokter gigi yang menempuh pendidikan spesialisasi selama minimal empat tahun yang mempelajari khusus tentang perawatan kawat gigi," jelas ketua PDGI tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sering terjadi di masyarakat, banyak perawatan kawat gigi dilakukan dokter gigi yang bukan spesialis ortodonsi. Hasil perawatannya jelas tidak sempurna, bahkan sering salah. "Apabila perawatan salah, akan lebih sulit dan lebih lama memperbaiki daripada sebelum dirawat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keywords: ortodonti, ortodontik, ortodonsia, ortodontis, orthodonti, orthodontic, orthodontist, maloklusi, malocclusion, crowded, tooth, teeth, oklusi, occlusion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4364034333658968047-1353156932914610952?l=fkg-unhas.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/feeds/1353156932914610952/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4364034333658968047&amp;postID=1353156932914610952" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/1353156932914610952" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/1353156932914610952" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/eyXQ/~3/RWB6eUVHHwc/kisah-pasien-yang-ingin-tampil-sempurna_01.html" title="Kisah Pasien yang Ingin Tampil Sempurna, namun Justru Menuai Petaka" /><author><name>Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371</uri><email>eddyorto@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="13965287195135591135" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fkg-unhas.blogspot.com/2008/01/kisah-pasien-yang-ingin-tampil-sempurna_01.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4364034333658968047.post-7550640294104019621</id><published>2008-02-21T08:14:00.002+08:00</published><updated>2008-03-11T19:53:06.989+08:00</updated><title type="text">Dies Natalis FKG UNHAS ke 25</title><content type="html">Temu Ilmiah Kedokteran Gigi (TIKG) yang dirangkaikan Dies Natalis ke 25 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, yang pada tanggal 22 Februari 1983 secara resmi berdiri Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Hasanuddin, setelah lama di bawah naungan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Unhas. Momentum Dies Natalis ke-25 kali ini diharapkan sebagai awal perubahan suatu institusi yang semakin dewasa dalam memasuki satu momentum kompetisi global yang serba menuntut keparipurnaan sebuah institusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Acara TIKG kali ini yang dirangkaikan dengan Dies Natalis FKG UNHAS ke-25, merupakan rangkaian kegiatan ilmiah, meliputi ceramah utama dan ceramah singkat yang terpadu, tabel klinik/hand On, Open house sebagai aksi sosial,temu alumni dan beberapa pentas olah raga serta seni. Kami yakin sejawat tidak akan melewatkan kesempatan baik ini. Kami nantikan partisipasi sejawat sekalian dalam acara-acara TIKG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4364034333658968047-7550640294104019621?l=fkg-unhas.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/feeds/7550640294104019621/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4364034333658968047&amp;postID=7550640294104019621" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/7550640294104019621" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/7550640294104019621" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/eyXQ/~3/GOHNeDhTZPI/dies-natalis-fkg-unhas-ke-25.html" title="Dies Natalis FKG UNHAS ke 25" /><author><name>Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371</uri><email>eddyorto@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="13965287195135591135" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fkg-unhas.blogspot.com/2008/02/dies-natalis-fkg-unhas-ke-25.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4364034333658968047.post-1891583170060947873</id><published>2008-02-20T11:34:00.000+08:00</published><updated>2009-01-22T09:39:46.411+08:00</updated><title type="text">Dentistry Scientific Celebration...</title><content type="html">Kompetisi Karya Tulis Ilmiah dan Lomba Debat Bahasa Inggris Mahasiswa Medis se-Makassar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung satu dan lain hal maka waktu pelaksanaan acara ini diundur menjadi tanggal 26 November 2008, begitu pun pendaftaran / pemasukan Karya Tulis diperpanjang sampai 10 Nopember 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu:&lt;br /&gt;Sampai 10 Nopember 2008 -- Pendaftaran/Pemasukan Karya Tulis&lt;br /&gt;26 November 2008 -- Pelaksanaan kegiatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat:&lt;br /&gt;Kampus FKG UNHAS Tamalanrea&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah:&lt;br /&gt;Total hadiah yang diperebutkan Rp. 9.000.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contact Persons:&lt;br /&gt;drg. Eddy Heriyanto Habar, Sp.Ort / 0811468844&lt;br /&gt;drg. Irfan Sugianto / 085255194802&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4364034333658968047-1891583170060947873?l=fkg-unhas.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/feeds/1891583170060947873/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4364034333658968047&amp;postID=1891583170060947873" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/1891583170060947873" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/1891583170060947873" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/eyXQ/~3/_Bj_yDAbwUw/dentistry-scientific-celebration.html" title="Dentistry Scientific Celebration..." /><author><name>Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371</uri><email>eddyorto@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="13965287195135591135" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://fkg-unhas.blogspot.com/2008/07/dentistry-scientific-celebration.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4364034333658968047.post-3374194534053243245</id><published>2008-01-18T08:33:00.000+08:00</published><updated>2008-01-18T10:29:41.313+08:00</updated><title type="text">Bakti Sosial FKG Unhas ...</title><content type="html">Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas) akan menggelar kegiatan bakti sosial di sejumlah daerah. Bakti sosial dalam rangka menyambut Silver Anniversary FKG Unhas itu akan dimulai dari Kota Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), 14-22 Januari mendatang. &lt;br /&gt;Sekitar 135 orang yang terdiri atas mahasiswa, dosen, serta dokter muda, akan dikirim ke daerah tersebut untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada anak sekolah dan juga penyuluhan promosi kesehatan secara gratis. Unhas adalah satu-satunya universitas yang memiliki FKG di Indonesia timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua Panitia Dies Natalis Ke-25 FKG Unhas, Prof Dr drg Burhanuddin, selain memberikan pelayanan dan penyuluhan, pihaknya juga akan memberikan pendidikan dan penelitian kepada masyarakat setempat. &lt;br /&gt;"Seluruh personel yang kami kirim akan disebar di 12 kecamatan yang ada di Kota Muna. Kami berharap kegiatan yang sifatnya nasional ini dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat," jelas Burhanuddin. &lt;br /&gt;Selain Kota Muna Sultra, FKG Unhas juga akan menggelar kegiatan bakti sosial berupa operasi bibir sumbing gratis, di Rumah Sakit (RS) A Makkasau Parepare, 14-17 Februari mendatang. Kegiatan ini bekerja sama dengan FKG Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. &lt;br /&gt;Rencananya pada pelaksanaan operasi bibir sumbing tersebut, panitia dari FKG Unpad akan mendatangkan dokter ahli bedah dari Universitas Malaya Dr Ismadi Ishak, serta ahli bedah dari Universitas Okayama Jepang, Prof Shogo Minagi DDS PhD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4364034333658968047-3374194534053243245?l=fkg-unhas.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/feeds/3374194534053243245/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4364034333658968047&amp;postID=3374194534053243245" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/3374194534053243245" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/3374194534053243245" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/eyXQ/~3/4wcWqD6eDMM/bakti-sisial-fkg-unhas.html" title="Bakti Sosial FKG Unhas ..." /><author><name>Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371</uri><email>eddyorto@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="13965287195135591135" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://fkg-unhas.blogspot.com/2008/01/bakti-sisial-fkg-unhas.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4364034333658968047.post-7722816892959345220</id><published>2008-01-01T21:48:00.001+08:00</published><updated>2008-12-11T11:56:17.809+08:00</updated><title type="text">FKG UNHAS</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/R3pFVVzBGuI/AAAAAAAAAD4/S7Ayh8wvRCk/s1600-h/fkga.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/R3pFVVzBGuI/AAAAAAAAAD4/S7Ayh8wvRCk/s320/fkga.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150505356782279394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Drg. Hj. Halimah Dg. Sikati, dokter gigi pertama asal Sul-Sel, sejak awal telah mempunyai cita-cita untuk mendirikan Fakultas Kedokteran Gigi di Kawasan Indonesia bagian Timur namun mengalami hambatan dalam memperjuangkan dibukanya Fakultas Kedokteran Gigi di dalam lingkungan Universitas Hasanuddin Makassar yang disebabkan alasan Pemerintah (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) yang tidak mampu membuka satu fakultas baru yang tergolong mahal seperti FKG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan usaha yang terus menerus dilakukan, maka pada tahun 1966, dalam kapasitasnya sebagai Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran Unhas, beliau meminta persetujuan Rektor Unhas untuk membuka satu jurusan yaitu jurusan Kedokteran Gigi yang masih berada di bawah Fakultas Kedokteran Unhas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun ajaran pertama, mahasiswa/mahasisiwi yang terdaftar hanya 30 orang namun kemudian disadari bahwa jurusan Kedokteran Gigi ini akan menguras anggaran dari Fakultas Kedokteran, maka pada tahun berikutnya diputuskan untuk menutup jurusan ini dengan meleburkan mahasiswa-mahasiswanya masuk ke Fakultas Kedokteran, karena pendidikan dasar Kedokteran dan Kedokteran Gigi memang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kejadian tersebut, drg. Hj. Halimah Dg. Sikati tidak patah semangat dan tidak mau menyerah, dan Tuhan membuka jalan baginya dengan mempertemukannya dengan Laksamana Angkatan Laut Bapak Mursalim Dg. Mamanguing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu Menteri Tenaga Kerja RI, ikut dalam rombongan Presiden Sukarno berkunjung ke Ujung Pandang. Pak Mursalim yang juga sahabat lama dan kawan akrab drg. Hj. Halimah Dg. Sikati menawarkan bantuan untuk membuka praktek sendiri dirumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drg. Hj. Halimah Dg. Sikati menjawab bahwa yang ia perlukan adalah bantuan untuk mendirikan Fakultas Kedokteran Gigi di Ujung Pandang, selain untuk memajukan kesehatan gigi, juga memberi kesempatan kepada putra-putri Sul-Sel untuk mendapatkan pendidikan tinggi dalam bidang Kedokteran Gigi, sehingga tidak perlu ke Jawa mengeluarkan biaya terlalu tinggi untuk menjadi dokter gigi. Keinginan Drg. Hj. Halimah Dg. Sikati tersebut ditanggapi positif oleh Bapak Mursalim Dg. Mamanguing dengan jawaban yang singkat “Baik, saya akan membantumu“. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu kemudian TNI Angkatan Laut mengirimkan Tim dari Jakarta yang dipimpin oleh drg. Liem Tjiang Kiat ke Ujung Pandang menemui drg. Hj. Halimah Dg. Sikati untuk menyampaikan instruksi untuk pengadaan feasible study dan sekaligus mempersiapkan satu kerjasama antara Angkatan Laut dengan Unhas dalam hal ini Fakultas Kedokteran, setelah mengadakan pembicaraan dengan Rektor Unhas Mr. Moh. Natsir Said, yang pada itu sangat menyetujui dan mengagumi keberhasilan drg. Hj. Halimah Dg. Sikati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penandatanganan kerjasama disaksikan oleh Panglima Komando daerah Maritim 8, Komodor Marwidji dan dengan kerjasama itu lahirlah Institusi Kedokteran Gigi “Yos Sudarso“ yang dipimpin oleh Kolonel drg. R. Tampinongkol yang berkedudukan di Jakarta sehingga pimpinan pelaksana harian Institusi tersebut diserahkan kepada drg. Halimah Dg. Sikati, dibantu seorang sekretaris dari Angkatan Laut yaitu Lettu kowal Sri Harjijahdengan struktur organisasi yang diatur sebagai berikut : Pendidikan akademik dilaksanakan dikawasan Angkatan Laut Jl. Yos Sudarso dengan peralatan hasil rampasan Perang Dunia II, dan tehnis administratifnya tetap dipegang oleh Fakultas Kedokteran Unhas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan SK Rektor UNHAS tanggal 1 Januari 1969, IKG Yos Sudarso menjadi Departemen Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, dan berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0226/1970 Tertanggal 27 Juli 1970, maka resmilah kehadiran Departemen Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran UNHAS dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 8 Juni 1974 ditandatangani perpanjangan perjanjian kerjasama dengan AL yang merupakan kerjasama ke II antara Unhas dengan TNI Angkatan Laut RI.&lt;br /&gt;Ketua Departemen Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Unhas diserah terimakan dari Letkol (Laut) drg. Sudibyo kepada Letkol (Laut) drg. I.G. Geria, selanjutnya Departemen Kedokteran Gigi menjadi Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Unhas hingga tahun 1983. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan SK Rektor UNHAS No. 91/O/02/1983 tanggal 23 Februari 1983, dan SK Mendikbud RI No. 0563/O/1983 tanggal 8 Desember 1983, maka Fakultas Kedokteran Gigi resmi berdiri sebagai Fakultas dalam Lingkungan Universitas Hasanuddin. Pada tahun ini pula, Rektor Universitas Hasanuddin yaitu Prof. Dr. Hasan Walinono menyerahkan gedung eks Fakultas Hukum untuk ditempati sebagai Pusat Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan baik Pendidikan Sarjana maupun Pendidikan Profesi, namun anggaran dari pemerintah untuk pembelian alat-alat yang diperlukan dalam pendidikan tidak pernah turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi hal tersebut, dengan usaha yang keras dan diplomasi dari ibu drg. Hj. Halimah Dg. Sikati yang telah menjadi Dekan I Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin, maka fakultas memperoleh bantuan dari Universitas Utrecht Belanda berupa peralatan-peralatan klinik dan laboratorium yang jumlahnya cukup besar dan juga bantuan-bantuan dana dan peralatan kedokteran gigi dari Pemerintah New Zealand dan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan-peralatan tersebut berupa “Dental Unit“ dan “Dental Chair“ juga alat-alat laboratorium yang canggih dan merupakan cikal-bakal Poliklinik Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka pengembangannya sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia bagian Timur, Universitas Hasanuddin mendapat satu kampus baru yang disebut Kampus Tamalanrea yang terletak di Km. 10 jalan poros ke Bandara Hasanuddin, sehingga pendidikan kedokteran gigi juga harus ikut pindah ke kampus baru bersama fakultas-fakultas lainnya, menempati satu gedung bersebelahan dengan Fakultas Kedokteran. Sejak itu Fakultas Kedokteran Gigi beroperasi pada 2 (dua) kampus : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kampus Tamalanrea, Km. 10 Jl. Perintis Kemerdekaan untuk Pengelolaan Pendidikan dan Perkuliahan. &lt;br /&gt;2. Kampus Kandea (lama) gedung eks Fakultas Hukum untuk Poliklinik pendidikan Dokter dan Dokter Gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4364034333658968047-7722816892959345220?l=fkg-unhas.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/feeds/7722816892959345220/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4364034333658968047&amp;postID=7722816892959345220" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/7722816892959345220" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/7722816892959345220" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/eyXQ/~3/I3bv-prUJcU/fkg-unhas.html" title="FKG UNHAS" /><author><name>Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371</uri><email>eddyorto@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="13965287195135591135" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/R3pFVVzBGuI/AAAAAAAAAD4/S7Ayh8wvRCk/s72-c/fkga.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fkg-unhas.blogspot.com/2008/01/fkg-unhas.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4364034333658968047.post-5215185177600367157</id><published>2008-01-01T21:44:00.001+08:00</published><updated>2008-03-11T20:50:29.669+08:00</updated><title type="text">Universitas Hasanuddin</title><content type="html">Universitas Hasanuddin, disingkat Unhas, adalah perguruan tinggi negeri di Makassar, Indonesia, yang berdiri pada 11 Juni 1956. Rektor pada tahun 2006 adalah Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi, Sp.BO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perguruan tinggi ini semula merupakan pengembangan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ketika Bung Hatta masih menjadi Wakil Presiden. Kampus Unhas semula dibangun di Baraya atau Kampus Baraya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Fakultas&lt;br /&gt;Namun, awal tahun 1980-an, ketika Rektor dijabat Prof. Dr. Achmad Amiruddin, Kampus Unhas dipindahkan ke Tamalanrea, karena Kampus Baraya sudah berada di tengah kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Kampus Unhas menempati areal seluas 220 hektar di Tamalanrea dengan berbagai fasilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas Hasanuddin memiliki 12 fakultas, yaitu:&lt;br /&gt;Ekonomi&lt;br /&gt;Hukum&lt;br /&gt;Kedokteran&lt;br /&gt;Teknik&lt;br /&gt;Sastra&lt;br /&gt;Ilmu Sosial dan Ilmu Politik&lt;br /&gt;Pertanian dan Kehutanan&lt;br /&gt;Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam&lt;br /&gt;Peternakan&lt;br /&gt;Kedokteran Gigi&lt;br /&gt;Kesehatan Masyarakat&lt;br /&gt;Ilmu Kelautan dan Perikanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak akhir tahun 2006 Fakultas di Universitas hasanuddin bertambah 1 yang merupakan pemekaran dari Fakultas Pertanian dan Kehutanan yaitu Fakultas Kehutanan. Saat ini telah dikembangkan kampus baru UNHAS yang dikhususkan untuk Fakultas Teknik yang terletak di bekas pabrik kertas Gowa di kabupaten Gowa. Kampus baru ini mulai dipergunakan sejak tahun 2006 walaupun masih dalam tahap renovasi dan pembangunan gedung dan pengadaan fasilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4364034333658968047-5215185177600367157?l=fkg-unhas.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/feeds/5215185177600367157/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4364034333658968047&amp;postID=5215185177600367157" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/5215185177600367157" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/5215185177600367157" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/eyXQ/~3/qbMGJv6mNQ4/universitas-hasanuddin.html" title="Universitas Hasanuddin" /><author><name>Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371</uri><email>eddyorto@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="13965287195135591135" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fkg-unhas.blogspot.com/2008/01/universitas-hasanuddin.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4364034333658968047.post-7115461819775348888</id><published>2007-12-26T13:04:00.006+08:00</published><updated>2009-01-13T01:41:44.195+08:00</updated><title type="text">About me ...</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/R3HiBlvVaSI/AAAAAAAAAA0/quhKHzDN-_4/s1600-h/z-04b.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/R3HiBlvVaSI/AAAAAAAAAA0/quhKHzDN-_4/s320/z-04b.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148144365999581474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'Alaikum ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort&lt;br /&gt;Alamat di Makassar Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;Instansi di Bagian Ortodonsia Fak. Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Makassar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SD di SD Negeri Mamajang I Makasssar&lt;br /&gt;SMP di SMP Negeri 6 Makassar&lt;br /&gt;SMA di SMA Negeri 2 Makassar&lt;br /&gt;Universitas:&lt;br /&gt;S1 di Fak. Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Makassar&lt;br /&gt;Spesialis di Fak. Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat rumah/praktek:&lt;br /&gt;Jl. Onta Baru no. 58 Makassar&lt;br /&gt;HP. 0811 46 8344&lt;br /&gt;Email: eddyorto@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Website: eddyorto.co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4364034333658968047-7115461819775348888?l=fkg-unhas.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fkg-unhas.blogspot.com/feeds/7115461819775348888/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4364034333658968047&amp;postID=7115461819775348888" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/7115461819775348888" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4364034333658968047/posts/default/7115461819775348888" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/eyXQ/~3/8RczcZ-4SVw/about-me.html" title="About me ..." /><author><name>Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371</uri><email>eddyorto@yahoo.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="13965287195135591135" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_Qzzu-SoIopc/R3HiBlvVaSI/AAAAAAAAAA0/quhKHzDN-_4/s72-c/z-04b.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://fkg-unhas.blogspot.com/2007/12/about-me.html</feedburner:origLink></entry></feed>
