<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;CEQDQHk7eSp7ImA9WhRWFE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395</id><updated>2012-01-01T14:19:31.701+07:00</updated><category term="Artikel" /><category term="write" /><category term="poem" /><category term="Berita" /><category term="Bisnis" /><category term="computer" /><title>My Dream is My Goal</title><subtitle type="html">Artikel pendidikan, pengelolaan sekolah, software gratisan, download berbagai file gratis</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/fcZmK" /><feedburner:info uri="blogspot/fczmk" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;CEQDQHk_fSp7ImA9WhRWFE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-5552954518072508816</id><published>2011-12-05T22:01:00.003+07:00</published><updated>2012-01-01T14:19:31.745+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-01T14:19:31.745+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Siapa Idola Kita ?</title><content type="html">&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoTitle" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black;"&gt;Bila kita memperhatikan fenomena dan gejala yang memasyarakat saat ini di dalam mencari panutan atau lebih trend lagi dengan sebutan “sang idola”, maka kita akan menemukan hal yang sangat kontras dengan apa yang terjadi pada abad-abad terdahulu, khususnya pada tiga abad utama &lt;i&gt;(al-Qurûn al-Mufadldlalah).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoTitle" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Kalau dulu, orang begitu mengidolakan manusia-manusia pilihan dan berakhlaq mulia di kalangan mereka seperti para ulama dan orang-orang yang shalih. Maka, kondisi itu sekarang sudah berubah total. Orang-orang sekarang cenderung menjadikan manusia-manusia yang tidak karuan dari segala aspeknya sebagai idola. Mereka mengidolakan para pemain sepakbola, kaum selebritis, paranormal dan tokoh-tokoh maksiat pada umumnya. Anehnya, hal ini didukung oleh keluarga bahkan diberi spirit sedemikian rupa agar anaknya kelak bisa menjadi si fulanah yang artis, atau si fulan yang pemain sepakbola dan seterusnya. Lebih aneh lagi bahwa mereka berbangga-bangga dengan hal itu.Tentunya ini sangat ironis karena sebagai umat Islam yang mayoritas seharusnya mereka harus memahami ajaran agama secara benar sehingga tidak terjerumus kepada hal-hal yang dilarang di dalamnya. Ketidaktahuan akan ajaran agama ini akan berimplikasi kepada masa depan mereka kelak karena ini menyangkut keselamatan dan ketentraman mereka di dalam meniti kehidupan di dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoTitle" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Bahkan pada sebagian masyarakat kita, telah muncul gejala yang lebih serius dan mengkhawatirkan lagi, yaitu pengkultusan terhadap sosok yang dianggap sebagai tokoh tanpa menyelidiki terlebih dahulu sisi ‘aqidah dan akhlaqnya. Tokoh idola ini diikuti semua perkataan dan ditiru semua perbuatannya tanpa ditimbang-timbang lagi, apakah yang dikatakan atau dilakukan itu benar atau salah menurut agama bahkan sebaliknya, perkataan dan perbuatannya justru menjadi acuan benar tidaknya menurut agama…naûdzu billâhi min dzâlik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoTitle" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Yang lebih memilukan lagi, sang idola yang tidak ketahuan juntrungannya tersebut memposisikan dirinya sebagaimana yang dianggap oleh para pengidolanya. Mereka berlagak sebagai manusia-manusia suci pada momen-momen yang memang suci seperti pada bulan Ramadhan, hari Raya ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adlha. Mereka diangkat sedemikian rupa oleh mass media dan media visual maupun audio visual seperti surat kabar, majalah, internet, radio dan televisi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoTitle" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Pada momen-momen tersebut, mereka seakan mengisi semua hari-hari para pengidola bahkan non pengidolapun tak luput dari itu. Mereka menganggap bahwa diri merekalah yang paling mengetahui apa yang harus dilakukan secara agama pada momen-momen tersebut. Maka dipersembahkanlah berbagai tayangan program dan acara untuk menyemarakkan syi’ar bulan Ramadhan tersebut – menurut anggapan mereka- . Tampak, pada momen-momen tersebut mereka seakan menjadi manusia paling suci dan panutan semua… Yah! Untuk sesaat saja!.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoTitle" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Sesungguhnya, apa yang mereka lakukan itu tak lain hanyalah racun yang dipaksakan kepada ummat untuk diteguk, mulai dari racun dengan reaksi lambat, sedang bahkan cepat tergantung kepada daya tahan dan tingkat kekebalan peneguknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoTitle" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Selanjutnya, akankah kita membiarkan anggota keluarga kita meneguk racun-racun tersebut, baru kemudian menyesali apa yang telah terjadi?. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoTitle" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Maka untuk mengetahui siapa yang seharusnya dijadikan sebagai idola oleh seorang Muslim dan bagaimana implikasi-implikasinya?. Kajian hadits kali ini sengaja mengangkat tema tersebut, mengingat hampir semua rumah kaum Muslimin telah dimasuki oleh salah satu atau kebanyakan mass media dan media tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoTitle" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Semoga kita belum terlambat untuk menyelamatkan keluarga kita sehingga racun-racun tersebut dapat dilenyapkan dan dimusnahkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoTitle" style="line-height: 200%; text-align: center; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoTitle" style="line-height: 200%; text-align: center; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoTitle" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;A. NASKAH HADITS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;عَنْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;أَبِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;وَائِلٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;عَنْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;عَبْدِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;اللّهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;بْنِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;مَسْعُوْدٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;قَالَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;جَاءَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;رَجُلٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;إِلَىَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;رَسُولِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;اللّهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;صَلَّى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;اللهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;وَسَلَّمَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;فَقَالَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;يَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;رَسُولَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;اللّهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;كَيْفَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;تَرَىَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;فِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;رَجُلٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;أَحَبّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;قَوْماً&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;وَلَمّا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;يَلْحَقْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;بِهِمْ؟&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;قَالَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;رَسُولُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;اللّهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;صَلَّى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;اللهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;وَسَلَّم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;َ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;: «&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;الْمَرْءُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;مَعَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;مَنْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;أَحَبّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;». &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;رواه&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;مسلم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Dari Abu Wâ-il dari ‘Abdullah (bin Mas’ud), dia berkata:&lt;i&gt; “seorang laki-laki datang kepada Rasulullah sembari berkata: ‘wahai Rasulullah! Apa pendapatmu terhadap seorang laki-laki yang mencintai suatu kaum padahal dia belum pernah (sama sekali) berjumpa dengan mereka?’. &lt;/i&gt;Rasulullah&lt;i&gt; shallallâhu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda:&lt;i&gt; “seseorang itu adalah bersama orang yang dia cintai”. (H.R.Muslim)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;B. TAKHRIJ HADITS SECARA GLOBAL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam Bukhâry, at-Turmuzy, an-Nasaiy, Abu Daud, Ahmad dan ad-Darimy. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;C. PENJELASAN HADITS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Di dalam riwayat yang lain, disebutkan dengan lafazh &lt;i&gt;“Engkau bersama orang yang engkau cintai”. &lt;/i&gt;Demikian pula dengan hadits yang maknanya: &lt;i&gt;“Ikatan Islam yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah”.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Anas bin Malik mengomentarinya: “Setelah keislaman kami, tidak ada lagi hal yang membuat kami lebih gembira daripada ucapan Rasulullah: &lt;i&gt;‘engkau bersama orang yang engkau cintai’&lt;/i&gt; ”.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Lalu Anas melanjutkan: “Kalau begitu, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya, Abu Bakar serta ‘Umar. Aku berharap kelak dikumpulkan oleh Allah bersama mereka meskipun aku belum berbuat seperti yang telah mereka perbuat”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Imam an-Nawawy, setelah menyebutkan beberapa hadits terkait dengan hadits diatas, menyatakan: “Hadits ini mengandung keutamaan mencintai Allah dan Rasul-Nya, orang-orang yang shalih, orang-orang yang suka berbuat kebajikan baik yang masih hidup atau yang telah mati. Dan diantara keutamaan mencintai Allah dan Rasul-Nya adalah menjalankan perintah dan menjauhi larangan keduanya serta berakhlaq dengan akhlaq islami. Di dalam mencintai orang-orang yang shalih tidak mesti mengerjakan apa saja yang dikerjakannya sebab bila demikian halnya maka berarti dia adalah termasuk kalangan mereka atau seperti mereka. Pengertian ini dapat diambil dari hadits setelah ini, yakni (ucapan seseorang yang bertanya tentang pendapat beliau &lt;i&gt;shallallâhu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;mengenai) seseorang yang mencintai suatu kaum sementara dia tidak pernah sama sekali bertemu dengan mereka (seperti yang tersebut di dalam hadits diatas-red)…”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah mengaitkan makna cinta tersebut selama seseorang itu mencintai Allah dan Rasul-Nya sebab orang yang mencintai Allah, maka dia pasti mencintai para Nabi-Nya karena Dia Ta’ala mencintai mereka dan mencintai setiap orang yang meninggal di atas iman dan taqwa. Maka mereka itulah &lt;i&gt;Awliyâ Allah &lt;/i&gt;(para wali Allah) yang Allah cintai seperti mereka yang dipersaksikan oleh Nabi &lt;i&gt;shallallâhu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;masuk surga, demikian pula dengan Ahli Badar dan Bai’ah ar-Ridlwan. Jadi, siapa saja yang telah dipersaksikan oleh Rasulullah masuk surga, maka kita bersaksi untuknya dengan hal ini sedangkan orang yang tidak beliau persaksikan demikian, maka terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama; sebagian ulama mengatakan: ‘tidak boleh dipersaksikan bahwa dia masuk surga dan kita juga tidak bersaksi bahwa Allah mencintainya’. Sedangkan sebagian yang lain mengatakan: ‘justeru orang yang memang dikenal keimanan dan ketakwaannya di kalangan manusia serta kaum Muslimin telah bersepakat memuji mereka seperti ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, al-Hasan al-Bashry, Sufyan ats-Tsaury, Abu Hanifah, Malik, asy-Syafi’iy, Ahmad, Fudlail bin ‘Iyadl, Abu Sulaiman ad-Darany (al-Kurkhy), ‘Abdullah bin Mubarak dan selain mereka, kita mesti bersaksi bahwa mereka masuk surga’.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Diantara dalil yang digunakan oleh kelompok kedua ini adalah hadits shahih yang menyatakan bahwa Nabi &lt;i&gt;shallallâhu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;pernah melewati suatu jenazah lalu mereka memujinya dengan kebaikan, maka beliau berkata: &lt;i&gt;“pasti, pasti”&lt;/i&gt;. Kemudian lewat lagi suatu jenazah lalu mereka bersaksi untuknya dengan kejelekan, maka beliau berkata: &lt;i&gt;“pasti, pasti”&lt;/i&gt;. Mereka lantas bertanya: “wahai Rasulullah! Apa maksud ucapanmu : ‘pasti, pasti tersebut ?’. beliau menjawab: “jenazah ini kalian puji dengan kebaikan, maka aku katakan: ‘pasti ia masuk surga’. Dan jenazah satunya, kalian bersaksi dengan kejelekan untuknya, maka aku katakan: ‘pasti dia masuk neraka’. Lalu ada yang bertanya kepada beliau: “bagaimana hal itu bisa terjadi, wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “dengan pujian baik atau jelek”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;D. Klasifikasi Mahabbah (Kecintaan)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Mahabbah ada beberapa jenis:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Pertama, &lt;i&gt;al-Mahabbah Lillâh &lt;/i&gt;(kecintaan karena Allah) ; jenis ini tidak menafikan tauhid kepada-Nya bahkan sebagai penyempurna sebab ikatan keimanan yang paling kuat adalah kecintaan karena Allah dan kebencian karena Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Refleksi dari kecintaan karena Allah adalah bahwa kita mencintai sesuatu karena Allah Ta’ala mencintainya baik ia berupa orang atau pekerjaan, dan inilah yang merupakan penyempurna keimanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Diantara contoh yang menjelaskan perbedaan antara kecintaan kepada Allah dan selain Allah adalah antara apa yang dilakukan oleh Abu Bakar dan Abu Thalib; Abu Bakar mencintai Nabi &lt;i&gt;shallallâhu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;karena semata-mata mengharap ridla Allah sedangkan Abu Thalib, paman Nabi mencintai diri beliau dan membelanya karena mengikuti hawa nafsunya bukan karena Allah sehingga Allah menerima amal Abu Bakar dan tidak menerima amal Abu Thalib.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Kedua, &lt;i&gt;al-Mahabbah ath-Thabî’îyyah &lt;/i&gt;(kecintaan yang alami) dimana seseorang tidak mendahulukannya dari kecintaannya kepada Allah ; jenis ini juga tidak menafikan kecintaan kepada Allah. Contohnya adalah seperti kecintaan terhadap isteri, anak dan harta. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Oleh karena itu, tatkala Nabi &lt;i&gt;shallallâhu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;ditanyai tentang siapa manusia yang paling engkau cintai?. Beliau menjawab: ‘Aisyah. Lalu beliau ditanyai lagi: dari kalangan laki-laki siapa?. Beliau menjawab: ayahnya (yakni Abu Bakar). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Demikian juga kecintaan seseorang kepada makanan, pakaian dan selain keduanya yang bersifat alami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Ketiga, al-&lt;i&gt;Mahabbah ma’a Allah &lt;/i&gt;(kecintaan berbarengan dengan kecintaan kepada Allah) yang menafikan tauhid kepada-Nya; yaitu menjadikan kecintaan kepada selain Allah seperti kecintaan kepada-Nya atau melebihinya dimana bila kedua kecintaan itu saling bertolak belakang, seseorang lebih mengutamakan kecintaan kepada selain-Nya ketimbang kepada-Nya. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang menjadikan kecintaan tersebut sebagai sekutu bagi Allah yang lebih diutamakannya atas kecintaan kepada-Nya atau –paling tidak- menyamainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Diantara contoh kecintaan kepada selain Allah adalah seperti kecintaan kaum Nashrani terhadap ‘Isa al-Masih &lt;i&gt;'alaihissalâm&lt;/i&gt;, kecintaan kaum Yahudi terhadap Musa &lt;i&gt;'alaihissalâm&lt;/i&gt;, kecintaan kaum Syi’ah Rafidlah terhadap ‘Aly &lt;i&gt;radliallâhu 'anhu&lt;/i&gt;, kecintaan kaum &lt;i&gt;Ghulât &lt;/i&gt;(orang-orang yang melampaui batas dan berlebih-lebihan) terhadap para syaikh dan imam mereka seperti orang yang menunjukkan loyalitas terhadap seorang Syaikh atau Imam dan menghasut orang lain agar menjauhi orang yang dianggap rival atau saingannya padahal masing-masing mereka hampir sama atau sama di dalam kedudukan dan kualitas kelimuan. Ini sama dengan kondisi Ahlul Kitab yang beriman kepada sebagian Rasul dan kufur kepada sebagian yang lain; kondisi kaum Syi’ah Rafidlah yang menunjukkan loyalitas terhadap sebagian shahabat dan memusuhi sebagian besar yang lainnya, demikian pula kondisi orang-orang yang fanatik dari kalangan Ahli Fiqih dan Zuhud yang menunjukkan sikap loyalitas terhadap para syaikh dan imam mereka dengan menganggap remeh orang-orang selain mereka yang sebenarnya hampir sama atau selevel dengan para syaikh dan imam mereka tersebut. Seorang Mukmin sejati adalah orang yang menunjukkan loyalitas terhadap semua orang yang beriman sebagaimana firman Allah Ta’ala: &lt;i&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;E. Perbedaan Antara Klasifikasi Pertama Dan Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Perbedaan antara klasifikasi pertama, yakni &lt;i&gt;al-Mahabbah lillâh &lt;/i&gt;(kecintaan karena Allah) dan klasifikasi ketiga, yakni &lt;i&gt;al-Mahabbah ma’a Allah &lt;/i&gt;(kecintaan berbarengan dengan kecintaan kepada Allah) tampak jelas sekali, yaitu;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;- bahwa Ahli syirik menjadikan sekutu-sekutu yang mereka cintai sama seperti kecintaan mereka kepada Allah bahkan lebih,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;- sedangkan orang-orang yang beriman dan ahli iman sangat mencintai Allah, ini dikarenakan asal kecintaan mereka adalah mencintai Allah dan barangsiapa yang mencintai Allah, maka dia akan mencintai orang yang dicintai oleh Allah; dan barangsiapa yang dicintai oleh-Nya, maka dia akan mencintai-Nya. Jadi, orang yang dicintai oleh orang yang dicintai oleh Allah adalah dicintai oleh Allah karena dia mencintai Allah; barangsiapa yang mencintai Allah, maka Allah akan mencintainya sehingga kemudian dia mencintai orang yang dicintai oleh-Nya.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;F. Urgensi Mencintai Allah dan Rasul-Nya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Kewajiban pertama seorang hamba adalah mencintai Allah Ta’ala karena merupakan jenis ibadah yang paling agung sebagaimana firman-Nya : &lt;i&gt;“Dan orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah”. (Q,.s.al-Baqarah/01: 165). &lt;/i&gt;Hal ini dikarenakan Dia Ta’ala adalah Rabb yang telah berkenan memberikan kepada semua hamba-Nya nikmat-nikmat yang banyak baik secara lahir maupun bathin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Kewajiban berikutnya adalah mencintai Rasul-Nya, Muhammad &lt;i&gt;shallallâhu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;sebab beliaulah yang mengajak kepada Allah, memperkenalkan-Nya, menyampaikan syari’at-Nya serta menjelaskan kepada manusia hukum-hukum-Nya. Jadi, semua kebaikan yang didapat oleh seorang mukmin di dunia dan akhirat semata adalah berkat perjuangan Rasulullah. Seseorang tidak akan masuk surga kecuali bila ta’at dan mengikuti beliau &lt;i&gt;shallallâhu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Di dalam hadits yang lain disebutkan: &lt;i&gt;“Tiga hal yang bila ada pada seseorang maka dia akan merasakan manisnya iman; (pertama)bahwa dia menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai olehnya daripada selain keduanya; (kedua) dia mencintai seseorang hanya karena Allah; (ketiga) dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah diselamatkan oleh Allah darinya sebagaimana dia benci dirinya dicampakkan ke dalam api neraka”. (Hadits Muttafaqun ‘alaih)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Dalam hal ini, mencintai Rasulullah yang menempati peringkat kedua merupakan sub-ordinasi dan konsekuensi dari mencintai Allah Ta’ala. Khusus dengan kewajiban mencintai Rasulullah dan mendahulukannya atas kecintaan terhadap siapapun dari Makhluk Allah, terdapat hadits beliau yang berbunyi (artinya) : &lt;i&gt;“Tidaklah beriman seseorang diantara kalian hingga aku menjadi orang yang paling dicintainya daripada anaknya, ayahnya serta seluruh manusia”. (Hadits Muttafaqun ‘alaih)&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Lebih dari itu, hendaknya kecintaannya terhadap Rasulullah melebihi kecintaannya terhadap dirinya sendiri sebagaimana disebutkan di dalam hadits bahwa ‘Umar bin al-Khaththab &lt;i&gt;radliallâhu 'anhu &lt;/i&gt;pernah berkata: “Wahai Rasulullah! Sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu selain daripada diriku”. Lalu beliau bersabda: “&lt;i&gt;demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, hingga engkau jadikan aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri”. &lt;/i&gt;Lantas ‘Umar berkata kepada beliau: “Kalau begitu, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri”. Beliau berkata kepadanya: &lt;i&gt;“Sekaranglah, wahai ‘Umar!”. (H.R.Bukhary)&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Imam Ibn al-Qayyim berkata: “Setiap &lt;i&gt;mahabbah&lt;/i&gt; (kecintaan) dan pengagungan terhadap manusia hanya boleh menjadi sub-ordinasi dari kecintaan kepada Allah dan pengagungan terhadap-Nya, yaitu seperti kecintaan kepada Rasulullah &lt;i&gt;shallallâhu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;dan pengagungan terhadapnya karena hal ini merupakan sarana penyempurna kecintaan terhadap utusan-Nya dan pengagungan terhadap-Nya. Sesungguhnya, umat mencintai Rasul mereka karena kecintaan Allah, pengagungan-Nya serta pemuliaan-Nya terhadap dirinya. Inilah bentuk kecintaan yang merupakan konsekuensi dari kecintaan kepada Allah”.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;G. Implikasi Dari Kecintaan Kepada Selain Allah Dan Rasul-Nya Yang Berlebihan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Dimuka telah dijelaskan bahwa kita sangat menginginkan agar dikumpulkan bersama orang-orang yang kita cintai, yaitu orang-orang yang shalih dan dikenal ketaqwaannya. Sementara itu menurut satu pendapat, juga kita dibolehkan bersaksi untuk orang yang memang dikenal oleh kalangan luas ketaqwaan dan keshalihannya serta umat telah bersepakat memujinya seperti imam-imam madzhab yang empat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Di samping itu, telah disebutkan bahwa ada dua pendapat terkait dengan persaksian masuk surga terhadap orang yang belum dipersaksikan demikian oleh Rasulullah dimana salah satu pendapat berdalil dengan salah satu sabda beliau &lt;i&gt;shallallâhu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;yang memberikan kriteria, yaitu adanya pujian baik dan jelek dari manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Dari sini, sebagaimana yang dinyatakan oleh Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah bahwa sebenarnya banyak di kalangan para syaikh yang terkenal di masa beliau yang bisa jadi bukan orang berilmu, bahkan melakukan amalan sesat, kemaksiatan dan dosa-dosa yang menghalangi diri mereka dari persaksian orang terhadap mereka dengan kebaikan. Bahkan bisa jadi, diantara mereka ada orang Munafiq dan Fasiq, juga tidak menutup kemungkinan ada orang yang termasuk wali-wali Allah yang benar-benar bertaqwa dan beramal shalih serta termasuk hizb-Nya yang mendapatkan kemenangan. Disamping itu, ada pula kelompok manusia selain para syaikh tersebut yang dikategorikan sebagai para wali Allah dan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa -dimana mereka itu masuk surga - seperti para pedagang, petani dan selain mereka dari kelas sosial lainnya yang ada di tengah masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Oleh karena itu, menurut Syaikhul Islam, &lt;b&gt;barangsiapa yang meminta agar kelak dikumpulkan dengan seorang Syaikh yang dia tidak tahu bagaimana akhir hidupnya maka dia telah sesat&lt;/b&gt;, bahkan seharusnya dia meminta agar dikumpulkan oleh Allah dengan orang yang dia ketahui akhir hidupnya yaitu para Nabi dan hamba-hamba-Nya yang shalih sebagaimana firman Allah Ta’ala: &lt;i&gt;“…dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mu'min yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula”. (Q,.s. 66/at-Tahrim: 4).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Di dalam firman-Nya yang lain: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)”. (Q,.s. 5/al-Ma-idah: 55). &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Demikian pula di dalam firman-Nya: &lt;i&gt;“Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang”. (Q,.s. 5/al-Ma-idah: 56).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Maka, berdasarkan ayat-ayat tersebut diatas, kembali menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, siapa saja yang mencintai seorang Syaikh/tuan guru yang menyelisihi syari’at, maka dia kelak akan bersamanya; &lt;b&gt;bila si Syaikh dimasukkan ke dalam neraka, maka dia akan bersamanya disana&lt;/b&gt;. Sebab secara lumrah sudah diketahui bahwa para Syaikh yang menyimpang dan menyelisihi Kitabullah dan as-Sunnah adalah orang-orang yang sesat dan jahil, karenanya; barangsiapa yang bersama mereka, maka jalan akhir dari kehidupannya adalah sama seperti jalan akhir dari kehidupan orang-orang tersebut (ahli kesesatan dan kejahilan). Sedangkan &lt;b&gt;mencintai orang yang termasuk para wali Allah yang bertaqwa seperti Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Aly dan selain mereka adalah merupakan ikatan keimanan yang paling kokoh dan sebesar-besar kebaikan yang akan diraih oleh orang-orang yang bertaqwa&lt;/b&gt;. Andaikata seseorang mencintai seseorang yang lain lantaran melihat kebaikan yang tampak pada dirinya yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan mengganjarnya pahala atas kecintaannya terhadap apa yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya meskipun dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya tersimpan di dalam bathinnya (orang tersebut) karena hukum asalnya adalah mencintai Allah dan mencintai apa yang dicintai oleh-Nya; barangsiapa yang mencintai Allah dan apa yang dicintai oleh-Nya, maka dia termasuk wali Allah akan tetapi kebanyakan manusia sekarang hanya mengaku-aku saja bahwa dirinya mencintai tetapi tanpa teliti dan realisasi yang benar. Allah berfirman: &lt;i&gt;“Katakanlah (wahai Muhammad)! Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni semua dosa kalian”. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Ayat ini turun terhadap suatu kaum di masa Rasulullah yang mengaku-aku bahwa mereka mencintai Allah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Mencintai Allah dan Rasul-Nya dan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa memiliki konsekuensi melakukan hal-hal yang dicintai-Nya dan menjauhi hal-hal yang tidak disukai-Nya sementara manusia di dalam hal ini memiliki perbedaan yang signifikan; barangsiapa yang di dalam hal tersebut berhasil meraup jatah yang banyak, maka dia akan meraih derajat yang paling besar pula di sisi Allah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sedangkan orang yang mencintai seseorang karena mengikuti hawa nafsunya seperti dia mencintainya karena ada urusan yang bersifat duniawy yang ingin diraihnya, karena suatu hajat tertentu, karena harta yang dia menumpang makan kepada si empunya-nya, atau karena fanatisme terhadapnya, dan semisal itu; maka ini semua itu bukan termasuk kecintaan karena Allah tetapi (kecintaan) karena hawa nafsu belaka. Kecintaan seperti inilah yang menjerumuskan para pelakunya ke dalam kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;PELAJARAN YANG DAPAT DIPETIK DARI HADITS TERSEBUT&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Symbol; font-size: 10pt; line-height: 200%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Kewajiban pertama seorang hamba adalah mencintai Allah, setelah itu diikuti dengan kewajiban berikutnya, yaitu mencintai Rasul-Nya yang merupakan subordinasi dan konsekuensi dari mencintai Allah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Symbol; font-size: 10pt; line-height: 200%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Seseorang kelak akan dikumpulkan bersama orang yang diidolakan dan dicintainya; maka hendaknya yang menjadi idola kita adalah Allah dan Rasul-Nya serta hamba-hamba-Nya yang shalih dan bertaqwa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Symbol; font-size: 10pt; line-height: 200%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Persaksian terhadap seseorang masuk surga atau tidak boleh dilakukan bila memang termasuk orang yang sudah dipersaksikan oleh Rasulullah &lt;i&gt;shallallâhu 'alaihi wa sallam, &lt;/i&gt;sedangkan terhadap orang yang banyak dipuji dan dipersaksikan oleh orang banyak; maka terdapat perbedaan pendapat tentang kebolehannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Symbol; font-size: 10pt; line-height: 200%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Hendaknya semua makhluk mengikuti Rasulullah &lt;i&gt;shallallâhu 'alaihi wa sallam; &lt;/i&gt;tidak menyembah selain Allah dan beribadah kepada-Nya dengan syari’at Rasulullah, bukan selainnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-family: Symbol; font-size: 10pt; line-height: 200%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Tidak boleh kita mengidolakan dan mencintai orang-orang yang dikenal sebagai pelaku maksiat dan pengumbar hawa nafsu karena implikasinya amat berbahaya, khususnya terhadap ‘aqidah. Karenanya, bagi mereka yang terlanjur telah mengidolakan orang-orang seperti itu yang tidak karuan ‘aqidah dan akhlaqnya, hendaknya mulai dari sekarang mencabut pengidolaan tersebut dari hati mereka dan mengalihkannya kepada idola yang lebih utama, yaitu Allah dan Rasul-Nya serta hamba-hamba-Nya yang shalih dan bertaqwa. Sebab bila tidak, maka akhir hidupnya akan seperti akhir hidup orang-orang yang diidolakannya yang tidak karuan juntrungannya tersebut, &lt;i&gt;na’ûdzu billâhi min dzâlik&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black;"&gt;Wallahu a’lam &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black;"&gt;DAFTAR PUSTAKA/REFERENSI:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black;"&gt;“Majmu’ al-Fatâwâ”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black;"&gt; Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah, pasal: &lt;i&gt;Ma’na &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;adîts “al-Mar-u ma’a man A&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;abb”&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black;"&gt;Kitab &lt;i&gt;“at-Tauhid” &lt;/i&gt;karya Syaikh Shali&lt;u&gt;h&lt;/u&gt; al-Fauzân&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="line-height: 200%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black;"&gt;Kitab &lt;i&gt;“al-Qaul al-Mufîd ‘ala kitâb at-Tau&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;îd” &lt;/i&gt;karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin &lt;i&gt;rahimahullâh, &lt;/i&gt;jld. I, hal. 151)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-5552954518072508816?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3-KBxiH1j_JJAR27OCWi2Vu3_Vs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3-KBxiH1j_JJAR27OCWi2Vu3_Vs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3-KBxiH1j_JJAR27OCWi2Vu3_Vs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3-KBxiH1j_JJAR27OCWi2Vu3_Vs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/dT06JCbxdfU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/5552954518072508816/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/12/siapa-idola-kita.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/5552954518072508816?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/5552954518072508816?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/dT06JCbxdfU/siapa-idola-kita.html" title="Siapa Idola Kita ?" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/12/siapa-idola-kita.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4AQXs5eyp7ImA9WhZbFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-5579766117914796884</id><published>2011-06-19T15:42:00.000+07:00</published><updated>2011-06-19T15:42:20.523+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-19T15:42:20.523+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Prediksi Wajahmu 20 Tahun Kemudian Seperti Apa ?</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di era globalisasi ini, segala sesuatunya memang yang dulunya tidak mungkin bisa dilakukan, kini kita bisa lakukan, seperti halnya berbicara dengan seseorang yang terpisah jarak dan waktu, sekarang bisa kita lakukan baik itu melalui telpon, chating, ataupun telekonfren.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Percepatan dan perubahan zaman tidak dapat dipungkiri menjadi salah satu sebab perubahan pola prilaku setiap kehidupan manusia, baik secara individu ataupun secara sosial kemasyarakatan. Banyak hadirnya software aplikasi baik itu yang berflatfrom Gadget ataupun PC.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti halnya mesin pencari Google.com yang biasanya ketika akan mencari informasi kita harus mengetikan kata atau kalimat yang akan dicari, tapi kini bisa dilakukan dengan cara kita berbicara didepan layar monitor dengan beranda google.com, alias cukup berbicara maka mesin pencari google akan menuliskan sendiri kata yang kita ucapkan untuk langsung dicari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan yang dibahas pada tulisan kali ini adalah website yang mampu memprediksi WAJAH kita seperti apa bila umur kita 20 tahun kemudian atau 30 tahun kemudian. Caranya pun cukup mudah, yakni,masuk klik alamat ini&amp;nbsp;&lt;a href="http://in20years.com/"&gt;In20Years&lt;/a&gt; kita cupuk mengisi jenis kelamin kita (laki-laki atau perempuan), terus predikis wajah 20 tahun kemudian atau 30 tahun kemudian, terus isi apakah kita pengguna obat-obatan atau tidak (yes or no), setelah semua terisi kita tinggal uplod foto kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila penasaran silahkan kunjungi websitenya di &lt;a href="http://in20years.com/"&gt;In20Years&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SELAMAT MENCOBA !!! (jika kurang mirip, namanya juga prediksi)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-5579766117914796884?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SPww2116hwDFILH8-11bFrJX4bQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SPww2116hwDFILH8-11bFrJX4bQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SPww2116hwDFILH8-11bFrJX4bQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SPww2116hwDFILH8-11bFrJX4bQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/X_HT5w8MfN8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/5579766117914796884/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/06/prediksi-wajahmu-20-tahun-kemudian.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/5579766117914796884?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/5579766117914796884?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/X_HT5w8MfN8/prediksi-wajahmu-20-tahun-kemudian.html" title="Prediksi Wajahmu 20 Tahun Kemudian Seperti Apa ?" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/06/prediksi-wajahmu-20-tahun-kemudian.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EMQXszfSp7ImA9WhZbFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-1162845752625304385</id><published>2011-06-19T15:21:00.000+07:00</published><updated>2011-06-19T15:21:20.585+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-19T15:21:20.585+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>ETIKA GURU</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="http://img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt; &lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Etika Guru&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;A. Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; beberapa istilah yang harus diterangkan dahulu maksudnya sebelum kita melanjutkan pembicaraan kita mengenai tajuk kertas ini. Pertama sekali adalah keguruan. Maksudnya pekerjaan sebagai guru. Jadi ia adalah salah satu kerja (profesion) sebagaimana halnya dengan kerja-kerja yang lain dalam masyarakat seperti akuntan, Dokter, konseling, kejuruteraan, perniagaan dan lain-lain sebagainya. Sebagai sebuah kerja keguruan, ia tunduk kepada pelbagai syarat yang dikenakan kepada kerja-kerja yang lain seperti kode etika dan sebagainya. Kedua kode etika adalah aturan-aturan yang disepakati bersama oleh ahli-ahli yang mengamalkan kerja tertentu seperti akuntan, Dokter, konseling dan sebagainya. Ketiga, nilai-nilai yang menyertai setiap kerja itu seperti memberi perkhidmatan yang sebaik-baiknya kepada pelanggan dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Ini semua adalah nilai. Keempat pengamalan, memang semua kerja mementingkan amalan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sebab setiap pemegang kerja itu dipanggil pengamal (practitioner) dalam bidang tertentu seperti akuntan, Dokter, konseling dan lain-lain. Tetapi sebelum sampai kepada amalan, nilai-nilai kerja itu harus dihayati (intemalized) lebih dahulu, ini yang membawa kita kepada aspek terakhir pada makalah, yaitu penghayatan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Kelima penghayatan, yaitu penghayatan nilai-nilai. Kalau ilmu seperti matematika, pengobatan dan lain-lain dipelajari, maka nilai-nilai seperti keikhlasan, kejujuran, dedikasi dan lain-lain itu dihayati. Kalau mau dipertegaskan lagi makalah ini sebenarnya diharapkan menjawab persoalan bagaimana cara membimbing guru-guru pendidikan Islam agar menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam etika keguruan itu. Oleh yang demikian marilah kita membicarakan dahulu di bawah ini apakah etika keguruan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;B. Maksud Mengajar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mengajar sebenarnya bermaksud menyampaikan ilmu pengetahuan maklumat, memberi galakan, membimbing, memberi dan meningkatkan kemahiran, meningkatkan keyakinan, menanam nilai-nilai murni dan luhur kepada para pelajar yang belum mengetahui. Ia bukan sekadar menyampaikan maklumat atau bahan pengajaran dalam sebuah kelas. lebih mendukacitakan lagi jika proses mengajar dianggap sekadar menyampai maklumat dan menghabiskan sukatan pelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Proses mengajar mempunyai konsep yang sangat luas, ia bertujuan untuk menjadikan seseorang individu itu lebih bertanggungjawab dan mampu menjana fikirannya untuk terus bahagia dan berjaya mengatasi cabaran yang akan dihadapai. Ini hanya akan dicapai sekiranya proses pengajaran dan pembelajaran yang dilakukan mencapai tahap pengajaran berkesan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;C. Siapa itu Guru?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Orang yang mengajar dikenali sebagai guru. Perkataan guru adalah hasil gabungan dua suku kata iaitu `Gur’ dan `Ru’.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dalam bahasa jawa, Gu diambil daripada perkataan gugu bermakna boleh dipercayai manakala Ru diambil daripada perkataan tiru yang bermaksud boleh diteladani atau dicontohi. Oleh itu, GURU bermaksud seorang yang boleh ditiru perkataannya, perbuatannya, tingkah lakunya, pakaiannya, amalannya dan boleh dipercayai bermaksud keamanahan yang dipertanggungjawabkan kepadanya untuk dilakukan dengan jujur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;D. Peranan dan Tugas Mengajar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Setiap guru seharusnya mengetahui peranan dan tugas mereka secara terperinci jika mereka ingin berusaha melakukan dan menghasilkan pengajaran yang berkesan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Di antara tugas seorang guru ialah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;menyampaikan ilmu pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;menyampaikan maklumat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;menyampai dan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;memberi kemahiran serta&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;memupuk nilai-nilai murni dan      luhur sebagaimana yang telah disebutkan di atas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Manakala peranan guru pula ialah sebagai pembimbing, pendidik, pembaharu, contoh dan teladan, pencari dan penyelidik, penasihat dan kaunselor, pencipta dan pereka, pencerita dan pelakon, penggalak dan perangsang, pengilham cita-cita, pengurus dan perancang, penilai, pemerhati, rakan dan kawan pelajar, doktor dan pengubat, penguat kuasa, pemberi petunjuk orang yang berwibawa dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jelas menunjukkan bahawa menjadi seorang guru merupakan satu tugas dan peranan yang agak berat. Sebenarnya, jika anda anggap tugas itu berat, maka beratlah ia. Jika anda terima ia sebagai satu cabaran dengan cara yang positif, maka mudahlah ia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;E. Pengertian Profesi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Profesi berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi: kegiatan “apa saja” dan “siapa saja” untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keah-lian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Jabatan Guru Sebagai Suatu Profesi. Jabatan guru dapat dikatakan sebuah profesi karena menjadi seorang guru dituntut suatu keahlian tertentu (mengajar, mengelola kelas, merancang pengajaran) dan dari pekerjaan ini seseorang dapat memiliki nafkah bagi kehidupan selanjutnya. Hal ini berlaku sama pada pekerjaan lain. Namun dalam perjalanan selanjutnya, mengapa profesi guru menjadi berbeda dari pekerjaan lain. Menurut artikel “The Limit of Teaching Proffesion,” profesi guru termasuk ke dalam profesi khusus selain dokter, penasihat hukum, pastur. Kekhususannya adalah bahwa hakekatnya terjadi dalam suatu bentuk pelayanan manusia atau masyarakat. Orang yang menjalankan profesi ini hendaknya menyadari bahwa ia hidup dari padanya, itu haknya; ia dan keluarganya harus hidup akan tetapi hakikat profesinya menuntut agar bukan nafkah hidup itulah yang menjadi motivasi utamanya, melainkan kesediaannya untuk melayani sesama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Di lain pihak profesi guru juga disebut sebagai profesi yang luhur. Dalam hal ini, perlu disadari bahwa seorang guru dalam melaksanakan profesinya dituntut adanya budi luhur dan akhlak yang tinggi. Mereka (guru) dalam keadaan darurat dianggap wajib juga membantu tanpa imbalan yang cocok. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Atau dengan kata lain hakikat profesi luhur adalah pengabdian kemanusiaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;F. Dua Prinsip Etika Profesi Luhur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tuntutan dasar etika profesi luhur yang pertama ialah agar profesi itu dijalankan tanpa pamrih. Dr. B. Kieser menuliskan: “Seluruh ilmu dan usahanya hanya demi kebaikan pasien/klien. Menurut keyakinan orang dan menurut aturan-aturan kelompok (profesi luhur), para profesional wajib membaktikan keahlinan mereka semata-mata kepada kepentingan yang mereka layani, tanpa menghitung untung ruginya sendiri. Sebaliknya, dalam semua etika profesi, cacat jiwa pokok dari seorang profe-sional ialah bahwa ia mengutamakan kepentingannya sendiri di atas kepentingan klien.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Yang kedua adalah bahwa para pelaksana profesi luhur ini harus memiliki pegangan atau pedoman yang ditaati dan diperlukan oleh para anggota profesi, agar kepercayaan para klien tidak disalahgunakan. Selanjutnya hal ini kita kenal sebagai kode etik. Mengingat fungsi dari kode etik itu, maka profesi luhur menuntut seseorang untuk menjalankan tugasnya dalam keadaan apapun tetap menjunjung tinggi tuntutan profesinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kesimpulannya adalah jabatan guru juga merupakan sebuah profesi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Namun demikian profesi ini tidak sama seperti profesi-profesi pada umumnya. Bahkan boleh dikatakan bahwa profesi guru adalah profesi khusus luhur. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya, bukan semata-mata segi materinya belaka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;G. Tuntutan Seorang Guru&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Di atas telah dijelaskan tentang mengapa profesi guru sebagai profesi khusus dan luhur. Berikut akan diuraikan tentang dua tuntutan yang harus dipilih dan dilaksanakan guru dalam upaya mendewasakan anak didik. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tuntutan itu adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mengembangkan visi anak didik tentang apa yang baik dan mengembangkan self esteem anak didik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mengembangkan potensi umum sehingga dapat bertingkah laku secara kritis terhadap pilihan-pilihan. Secara konkrit anak didik mampu mengambil keputusan untuk menentukan mana yang baik atau tidak baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Apabila seorang guru dalam kehidupan pekerjaannya menjadikan pokok satu sebagai tuntutan yang dipenuhi maka yang terjadi pada anak didik adalah suatu pengembangan konsep manusia terhadap apa yang baik dan bersifat eks-klusif. Maksudnya adalah bahwa konsep manusia terhadap apa yang baik hanya dikembangkan dari sudut pandang yang sudah ada pada diri siswa sehingga tak terakomodir konsep baik secara universal. Dalam hal ini, anak didik tidak diajarkan bahwa untuk mengerti akan apa yang baik tidak hanya bertitik tolak pada diri siswa sendiri tetapi perlu mengerti konsep ini dari orang lain atau lingkungan sehingga menutup kemung-kinan akan timbulnya visi bersama (kelompok) akan hal yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Berbeda dengan tujuan yang pertama, tujuan yang kedua lebih menekankan akan kemampuan dan peranan lingkungan dalam menentukan apa yang baik tidak hanya berdasarkan pada diri namun juga pada orang lain berikut akibatnya. Di lain pihak guru mempersiapkan anak didik untuk melaksanakan kebebasannya dalam mengembangkan visi apa yang baik secara konkrit dengan penuh rasa tanggung jawab di tengah kehidupan bermasyarakat sehingga pada akhirnya akan terbentuklah dalam diri anak sense of justice dan sense of good. Komitmen guru dalam mengajar guna pencapaian tujuan mengajar yang kedua lebih lanjut diuraikan bahwa guru harus memiliki loyalitas terhadap apa yang ditentukan oleh lembaga (sekolah). Sekolah selanjutnya akan mengatur guru, KBM dan siswa supaya mengalami proses belajar-mengajar yang berlangsung dengan baik dan supaya tidak terjadi penyalahgunaan jabatan. Namun demikian, sekolah juga perlu memberikan kebebasan bagi guru untuk mengembangkan, memvariasikan, kreativitas dalam merencanakan, membuat dan mengevaluasi sesuatu proses yang baik (guru mempunyai otonomi). &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hal ini menjadi perlu bagi seorang yang profesional dalam pekerjaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Masyarakat umum juga dapat membantu guru dalam proses kegiatan belajar mengajar. Hal ini dimungkinkan karena masyarakat ikut bertanggung jawab terhadap `proses’ anak didik. Ma-syarakat dapat mengajukan saran, kritik bagi lembaga (sekolah). Lembaga (sekolah) boleh saja mempertimbangkan atau menggunakan masukan dari masyarakat untuk mengembangkan pendidikan tetapi lembaga (sekolah) atau guru tidak boleh bertindak sesuai dengan kehendak masyarakat karena hal ini menyebabkan hilangnya profesionalitas guru dan otonomi lembaga (sekolah) atau guru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dengan demikian, pemahaman akan visi pekerjaan sesuai dengan etika moral profesi perlu dipahami agar tuntutan yang diberikan kepada guru bukan dianggap sebagai beban melainkan visi yang akan dicapai guru melalui pro-ses belajar mengajar. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Guru perlu diberikan otonomi untuk mengembangkan dan mencapai tuntutan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;H. Etika Keguruan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sebenarnya kode etika pada suatu kerja adalah sifat-sifat atau ciri-ciri vokasional, ilmiah dan aqidah yang harus dimiliki oleh seorang pengamal untuk sukses dalam kerjanya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Lebih ketara lagi ciri-ciri ini jelas pada kerja keguruan. Dari segi pandangan Islam, maka agar seorang muslim itu berhasil menjalankan tugas yang dipikulkan kepadanya oleh Allah S.W.T pertama sekali dalam masyarakat Islam dan seterusnya di dalam masyarakat antarabangsa maka haruslah guru itu memiliki sifat-sifat yang berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bahwa tujuan, tingkah laku dan pemikirannya mendapat bimbingan Tuhan (Rabbani), seperti disebutkan oleh surah Al-imran, ayat 79, “Tetapi jadilah kamu Rabbani (mendapat bimbingan Tuhan)”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bahwa ia mempunyai persiapan ilmiah, vokasional dan budaya menerusi ilmu-ilmu pengkhususannya seperti geografi, ilmu-ilmu keIslaman dan kebudayaan dunia dalam bidang pengkhususannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bahwa ia ikhlas dalam kerja-kerja kependidikan dan risalah Islamnya dengan tujuan mencari keredhaan Allah S.W.T dan mencari kebenaran serta melaksanakannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Memiliki kebolehan untuk mendekatkan maklumat-maklumat kepada pemikiran murid-murid dan ia bersabar untuk menghadapi masalah yang timbul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bahwa ia benar dalam hal yang didakwahkannya dan tanda kebenaran itu ialah tingkah lakunya sendiri, supaya dapat mempengaruhi jiwa murid-muridnya dan anggota-anggota masyarakat lainnya. Seperti makna sebuah hadith Nabi S.A.W, “Iman itu bukanlah berharap dan berhias tetapi meyakinkan dengan hati dan membuktikan dengan amal”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bahwa ia fleksibel dalam mempelbagaikan kaedah-kaedah pengajaran dengan menggunakan kaedah yang sesuai bagi suasana tertentu. Ini memerlukan bahawa guru dipersiapkan dari segi professional dan psikologikal yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bahwa ia memiliki sahsiah yang kuat dan sanggup membimbing murid-murid ke arah yang dikehendaki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;8.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bahwa ia sedar akan pengaruh-pengaruh dan trend-trend global yang dapat mempengaruhi generasi dan segi aqidah dan pemikiran mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;9.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bahawa ia bersifat adil terhadap murid-muridnya, tidak pilih kasih, ia mengutamakan yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Seperti makna firman Allah S.W.T dalam surah al Maidah ayat ke 8,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Janganlah kamu terpengaruh oleh keadaan suatu kaum sehinga kamu tidak adil. Berbuat adillah, sebab itulah yang lebih dekat kepada taqwa. Bertaqwalah kepada Allah, sebab Allah Maha Mengetahui apa yang kamu buat”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Inilah sifat-sifat terpenting yang patut dipunyai oleh seorang guru Muslim di atas mana proses penyediaan guru-guru itu harus dibina.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Buku-buku pendidikan telah juga memberikan ciri-ciri umum seorang guru, ciri-ciri itu tidak terkeluar dan sifat-sifat dan aspek-aspek berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tahap pencapaian ilmiah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pengetahuan umum dan keluasan      bacaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kecerdasan dan kecepatan berfikir&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Keseimbangan jiwa dan kestabilan      emosi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Optimisme dan entusiasme dalam      pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kekuatan sahsiah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Memelihara penampilan(mazhar)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Positif dan semangat optimisme&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Yakin bahawa ia mempunyai      risalah(message)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dari uraian di atas jelaslah bahawa seorang guru Muslim memiliki peranan bukan sahaja di dalam sekolah, tetapi juga diluarnya. Oleh yang demikian menyiapkannya juga harus untuk sekolah dan untuk luar sekolah. Maka haruslah penyiapan ini juga dipikul bersama oleh institusi-institusi penyiapan guru seperti fakulti-fakulti pendidikan dan maktab-maktab perguruan bersama-sama dengan masyarakat Islam sendiri, sehingga guru-guru yang dihasilkannya adalah guru yang soleh, membawa perbaikan (muslih), memberi dan mendapat petunjuk untuk menyiarkan risalah pendidikan Islam. Petunjuk (hidayah) Islam di dalam dan di luar adalah sebab tujuan pendidikan dalam Islam untuk membentuk generasi-generasi umat Islam yang memahami dan menyedari risalahnya dalam kehidupan dan melaksanakan risalah ini dengan sungguh-sungguh dan amanah dan juga menyedari bahawa mereka mempunyai kewajipan kepada Allah S.W.T dan mereka harus melaksanakan tugas itu dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Begitu juga mereka sedar bahawa mereka mempunyai tanggung jawab, maka mereka menghadapinya dengan sabar, hati-hati dan penuh prihatin. Begitu juga mereka sedar bahawa mereka mempunyai tanggungjawab terhadap masyarakatnya, maka mereka melaksanakannya dengan penuh tanggungjawab, amanah, professionalisme dan kecekalan. Dengan demikian umat Islam akan mencapai cita-citanya dalam kehidupan dengan penuh kemuliaan, kekuatan, ketenteraman dan kebanggaan. Sebab Allah S.W.T telah mewajibkan kepada diriNya sendiri dalam surah al-Nahl ayat ke 97,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;“la tidak akan mensia-siakan pahala orang-orang yang berbuat baik”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Setelah berpanjang lebar tentang kode etika keguruan dalam pandangan pendidikan Islam, marilah kita tutup bagian ini dengan suatu misal atau model yang menjamin bahwa bila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh ketekunan maka masyarakat akan hidup bahagia dan individu-individu dan kumpulan-kumpulan akan hidup dengan tenteram. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Model ini tergambar dalam firman Allah S.W.T yang bermaksud,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Katakanlah (wahai Muhammad) marilah aku bacakan apa yang dihararamkan kepadamu oleh Tuhanmu. Hendaklah berbuat baik kepada kedua ibu bapa. Janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut kemiskinan, sebab Kamilah yang memberi mereka dan kamu rezeki. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jangan kamu mendekati perkara-perkara buruk yang terang-terangan dan yang tersembunyi. Jangan kamu membunuh diri yang dihararamkan kamu membunuhnya kecuali dengan kebenaran, itulah wasiat Allah kepadamu, mudah-mudahan kamu berakal. Jangan kamu mendekati harta anak yatim kecuali untuk yang lebih baik sehinggalah ia dewasa. Sempumakanlah ukuran dan timbangan dengan adil. Allah tidak memberi beban seseorang kecuali yang disanggupinya. Jika kamu berkata, maka berbuat adillah walaupun kepada sanak saudara. Sempurnakanlah janjimu kepada Allah. Itulah pesanNya bagimu, mudah-mudahan kamu ingat. Sungguh inilah jalanKu yang lurus, maka ikutilah olehmu, jangan kamu ikut jalan-jalan lain nescaya kamu bercerai-berai dari jalanNya. Itulah pesanNya bagimu, mudah-mudahan kamu bertaqwa ”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ayat-ayat ini mengandungi sepuluh perakuan (wasaya) penting dalam kehidupan individu dan kumpulan-kumpulan Islam dan kemanusiaan. Ia merupakan perlembagaan Ilahi dalam pendidikan dan bimbingan akhlak dan sosial yang intinya adalah sebagai berikut;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Jangan mensyarikatkan Allah S.W.T.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Berbuat baik kepada ibu bapa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Jangan membunuh anak kerana takut      miskin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Jangan mendekati perkara-perkara      buruk.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Jangan membunuh manusia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Jangan mendekati harta anak-anak      yatim.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sempurnakanlah timbangan dan      ukuran dengan adil.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tidak boleh dibebani seseorang lebih      dari kemampuannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Berbuat adillah dalam berkata-kata      walaupun pada kaum kerabat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sempumakanlah janjimu dengan Allah      S.W.T.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Selepas uraian tentang kode etika dalam keguruan, marilah kita bahas tentang penghayatan dan pengamalan nilai. Masalah penghayatan (internalization) sesuatu perkara berlaku bukan hanya pada pendidikan agama saja tetapi pada aspek pendidikan, pendidikan pra-sekolah, pendidikan sekolah, pengajian tinggi, pendidikan latihan perguruan dan lain-lain. Sebab adalah terlalu dangkal kalau pendidikan itu hanya ditujukan untuk memperoleh ilmu (knowledge) dan ketrampilan (skill) saja tetapi yang lebih penting dari itu semua adalah penanaman sikap (attitude) yang positif pada diri pendidik terhadap hal yang menjadi tumpuan pendidikan. Pendidikan ilmu (knowledge) terutama yang berkenaan dengan fakta-fakta dan ketrampilan tidaklah terlalu rumit sebab tidak terlalu banyak melibatkan nilai-nilai. Tetapi sebaliknya pendidikan sikap di mana terlibat nilai-nilai yang biasanya berasal dari cara-cara pemasyarakatan yang diperoleh oleh kanak-kanak semasa kecil, apa lagi kalau objek pendidikan itu memang adalah nilai-nilai yang tidak dapat dinilai dengan betul atau salah tetapi dengan baik atau buruk, percaya atau tidak percaya, suka atau tidak suka dan lain-lain lagi. Dalam keadaan terakhir ini pendidikan tidak semudah dengan pendidikan fakta atau ketrampilan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pendidikan nilai-nilai, yang selanjutnya kalau diulang-ulang sebab diteguhkan akan berubah menjadi penghayatan nilai-nilai, mempunyai syarat-syarat yang berlainan dengan pendidikan fakta-fakta ketrampilan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Pertama sekali nilai itu mestilah mempunyai model. Yang berarti tempat di mana nilai itu melekat supaya dapat disaksikan bagaimana nilai-nilai itu beroperasi. Ambillah suatu nilai seperti kejujuran. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Nilai ini bersifat mujarrad(abstract), jadi tidak dapat diraba dengan pancaindera. Tidak dapat dilihat dengan mata, rupanya bagaimana. Tidak dapat dicium baunya, harum atau busuk dan sebagainya. Pendeknya, supaya nilai yang bernama kejujuran itu dapat disaksikan beroperasi maka ia harus melekat pada suatu model, seorang guru, seorang bapa, seorang kawan dan lain-lain. Kalau model tadi dapat mencerminkan nilai-nilai yang disebut, kejujuran itu pada dirinya, maka kejujuran itu boleh menjadi perangsang. Itu syarat pertama. Syarat yang kedua kalau kejujuran itu dapat menimbulkan peneguhan pada diri murid-murid maka ia akan dipelajari, ertinya diulang-ulang dan kemudian berubah menjadi penghayatan. Syarat kedua agak rumit sedikit, sebab selain daripada nilai kejujuran itu sendiri, juga model tempat kejujuran itu melekat diperlukan berfungsi bersama untuk menimbulkan peneguhan itu. Dengan kata-kata yang lebih sederhana, seorang guru atau ibu yang mengajarkan kejujuran kepada murid atau anaknya, haruslah ia sendiri lebih dahulu bersifat jujur, kalau tidak maka terjadi pertikaian antara perkataan dan perbuatan. Dalam keadaan terakhir ini, guru sebagai perangsang(stumulus) telah gagal sebagai model, sebab ia tidak akan memancing tingkahlaku kejujuran dan murid-muridnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Oleh sebab model tempat melekatnya nilai-nilai yang ingin diajarkan kepada murid-murid adalah manusia biasa, dengan pengertian dia mempunyai kekurangan-kekurangan, maka nilai-nilai yang akan diajarkan itu boleh menurun nilainya disebabkan oleh kekurangan-kekurangan yang ada pada model itu, malah ada kemungkinan anak didik mempelajari nilai sebaliknya. Jadi daripada jujur dia menjadi tidak jujur, jika pada model itu timbul sifat-sifat atau tingkah laku yang tidak meneguhkan kejujuran itu. Sebagai misal, ada murid-murid yang benci kepada matematik sebab ia tidak suka kepada guru yang mengajarkan matematik, kalau sikap ini dikembangkan, murid-murid boleh benci kepada semua yang berkaitan dengan matematik, seperti pelajaran sains misalnya. Oleh sebab itu dikehendaki dari guru-guru, terutama pada tingkat-tingkat sekolah dasar agar mereka melambangkan ciri kesempumaan dari segi jasmaniah dan rohaniah. Dengan kata lain syarat penghayatan nilai-nilai sangat bergantung pada peribadi model yang membawa nilai-nilai itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -30pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Semua guru, terlepas daripada mata pelajaran yang diajarkannya, adalah pengajar nilai-nilai tertentu. Sebab guru-guru sama ada sedar atau tidak, mempengaruhi murid-muridnya melalui kaedah-kaedah dan strategi-strategi pengajaran yang digunakan yang sebahagian besarnya termasuk dalam kawasan “kurikulum informal”. Sebagaimana setiap guru, apapun yang diajarkannya, adalah seorang guru bahasa maka setiap guru juga adalah seorang pengajar nilai-nilai. Bila seorang guru memuji seorang murid, maka ia meneguhkan sesuatu tingkahlaku. Bila guru menghukum seorang murid, maka ia menghukum tingkahlaku tertentu. Malah bila guru tidak mengacuhkan seorang murid, maka murid tersebut mungkin merasa bahawa guru tidak menyukai perbuatannya. Ini semua adalah nilai-nilai. Begitu juga dengan pendidikan agama, sebahagian, kalau tidak sebahagian besar, nilai-nilai agama itu sendiri tidak diajarkan oleh guru-guru agama di sekolah, tetapi oleh guru-guru matematik, geografi, sejarah dan lain-lain. Kalau mereka mencerminkan nilai-nilai Islam dalam cara berpakaian, bersopan-santun, beribadat atau dengan kata lain kalau amal mereka mencerminkan nilai-nilai Islam. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Malah sebaliknya, mungkin ada setengah-setengah guru-guru agama sendiri tidak menjadi perangsang nilai-nilai Islam itu, kalau tidak menjadi perangsang negatif yang boleh menimbulkan sifat anti-agama pada diri murid-murid, iaitu jika perangai mereka sehari-hari bertentangan dengan nilai-nilai Islam, walaupun mereka sendiri mengajarkan agama. Jadi jangankan menghayati agama, sebaliknya murid-murid semakin menjauhi kalau tidak membenci segala yang berbau agama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Inilah sebahagian syarat-syarat yang perlu wujud untuk penghayatan nilai-nilai. Oleh sebab pendidikan agama merupakan pendidikan ke arah nilai-nilai agama, maka orientasi pendidikan agama haruslah ditinjau kembali sesuai dengan tujuan tersebut. Pendidikan agama sekadar untuk lulus ujian mata pelajaran agama sudah lewat masanya. Orientasi sekarang adalah ke arah kemasyarakatan yang bermotivasi dan berdisiplin. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ini tidaklah mengesampingkan bahawa dalam pelajaran agama itu sendiri ada perkara-perkara yang bersifat fakta-fakta dan ketrampilan-ketrampilan. Maka pada yang terakhir ini juga berlaku kaedah pengajaran fakta-fakta dan ketrampilan. Tetapi memperlakukan semua pendidikan agama sebagai pengajaran fakta-fakta dan ketrampilan-ketrampilan saja adalah suatu kesalahan besar yang perlu diperbaiki dengan segera. Sebab kalau tidak maka suatu masa nanti akan timbul dalam masyarakat Islam sendiri ahli-ahli agama yang tidak menghayati ajaran agama atau orang-orang orientalis yang berdiam di negeri-negeri Timur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Pengamalan nilai-nilai adalah kelanjutan daripada penghayatan nilai. Nilai-nilai yang sungguh-sungguh dihayati akan tercermin dalam amalan sehari-sehari. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sebab penghayatan itu pun berperingkat-peringkat, mulai dari peringkat yang paling rendah sampai kepada peringkat tinggi, seperti tergambar pada gambarajah di bawah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Kelima : Peringkat Perwatakan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Keempat : Peringkat Organisasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ketiga : Peringkat Penilaian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kedua : Peringkat Gerak balas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pertama : Peringkat Penerimaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bila nilai-nilai itu dihayati sampai ke peringkat perwatakan maka ia sebati dengan sahsiah dan sukar untuk diubah dan sentiasa terpancar dalam amalan sehari-hari.Kesimpulan. Oleh sebab kode etika itu adalah nilai-nilai maka ia perlu dihayati dan diamalkan, bukan sekadar diketahui dan dihafalkan. Di situ juga telah dinyatakan perakuan yang sepuluh (al-Wisaya al-’Asyarah) tentang segala kerjanya seorang muslim yang tercantum dalam al-Quran (al-An’am: 151-153).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;I. Penutup&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Seandainya kita coba mengkaji lebih dalam akan arti/makna dari lagu tersebut, maka tampaklah sebuah gambaran keseharian seorang guru, dengan loyalitasnya, ketekunan serta pengor-banan dalam mendidik siswa untuk mencapai suatu proses perkembangan yang optimal. Namun, dibalik itu semua juga tersirat suatu dilema profesi ini dimana seringkali guru tidak menerima penghargaan ataupun perlakuan yang sebanding dengan apa yang telah dikorbankan. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai seorang guru apakah yang harus kita lakukan? Bagaimana pula sebaiknya kita menyikapi hal ini dengan lebih arif dan bijaksana? Karangan ini hanyalah sebuah tulisan dari pemikiran dan diskusi yang teoritis ini, namun de-ngan yang teoritis ini, penulis bisa berharap dapat memberikan masukan untuk merefleksikan kembali pilihan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jabatan guru merupakan jabatan Profesional, dan sebagai jabatan profesional, pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tertentu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kriteria jabatan profesional antara lain bahwa jabatan itu melibatkan kegiatan intelektual, mempunyai batang tubuh ilmu yang khusus, memerlukan persiapan lama untuk memangkunya, memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan, merupakan karier hidup dan keanggotaan yang permanen, menentukan baku perilakunya, mementingkan layanan, mempunyai organisasi profesional, dan mempunyai kode etik yang di taati oleh anggotanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Jabatan guru belum dapat memenuhi secara maksimal persyaratan itu, namun perkembangannya di tanah air menunjukkan arah untuk terpenuhinya persyaratan tersebut. Usaha untuk ini sangat tergantung kepada niat, perilaku dan komitmen dari guru sendiri dan organisasi yang berhubungan dengan itu, selain juga, oleh kebijaksanaan pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Soetjipto, Raflis Kosasi, 1999, “Profesi Keguruan”, Cetakan ke I, Jakarta, Penerbit Rineka Cipta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Suharsimi Arikunto, 1980 “Pengelolaan Kelas dan Siswa”, Cetakan ke II, Jakarta : Penerbit Rajawali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Suharsimi Arikunto, 1993, “Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi”, Cetakan ke II, Jakarta : Penerbit Rineka Cipta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, 1997, “Strategi Belajar Mengajar”, Cetakan ke I, Jakarta : Penerbit Rineka Cipta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Syaiful Bahri Djamarah, 2000, “Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif”, Cetakan ke I, Jakarta : Penerbit Rineka Cipta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-1162845752625304385?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DffP8Xq1MHVMlpuYRGAHVV4rxUM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DffP8Xq1MHVMlpuYRGAHVV4rxUM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DffP8Xq1MHVMlpuYRGAHVV4rxUM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DffP8Xq1MHVMlpuYRGAHVV4rxUM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/YEU2I3VL3FY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="related" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/b/post-preview?token=yvizqDABAAA.A2fx6qW0HRFUXOE1Q-4W6g.j6KBEWY65UHzxfX2vLtDfg&amp;postId=1162845752625304385&amp;type=POST" title="ETIKA GURU" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/1162845752625304385/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/06/etika-guru.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/1162845752625304385?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/1162845752625304385?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/YEU2I3VL3FY/etika-guru.html" title="ETIKA GURU" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/06/etika-guru.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D08CQXs6eyp7ImA9WhZQGE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-1557872679478463005</id><published>2011-04-26T23:37:00.000+07:00</published><updated>2011-04-26T23:37:40.513+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-26T23:37:40.513+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Asal Usul May Day</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;May Day&lt;/b&gt; lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Gerigi-gerigi panas mesin era industri membelalakkan mata kaum pekerja terhadap kondisi masyarakat. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis Barat. Amerika Serikat merupakan contoh konkrit. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, menuai amarah dan perlawanan dari kalangan kelas pekerja. Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi di 1806 oleh pekerja cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abad 19 juga menandakan sebuah momen penting kesadaran kelas pekerja dunia. Kongres Internasional Pertama [i], diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss, dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS: “Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres merubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.” Kaum revolusioner waktu itu menganggap bahwa tuntutan delapan jam sehari bukanlah tuntutan final, melainkan taktik untuk mengakselerasikan kesadaran kelas yang luas di antara kalangan kelas pekerja. Semenjak saat inilah, gerakan pekerja mulai menggemakan ide-ide mengenai solidaritas internasional. Di mana harapan akan sebuah dunia baru yang lebih baik mulai bersemi di setiap hati para kelas pekerja dunia yang beramai-ramai berseru: “Derita satu adalah derita yang dirasakan semua!” Kongres Jenewa merupakan titik berangkat transformasi visi dan strategi gerakan kelas pekerja di masa depan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tragedi Haymarket&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada April 1886, ratusan ribu kelas pekerja di AS yang berkeinginan kuat menghentikan dominasi kelas borjuis, bergabung dengan organisasi pekerja Knights of Labour. Perjuangan kelas masif menemukan momentum di Chicago, salah satu pusat pengorganisiran serikat-serikat pekerja AS yang cukup besar. Gerakan serikat pekerja di kota ini sangat dipengaruhi ide-ide International Workingsmen Association. Gerakan tersebut telah melakukan agitasi dan propaganda tanpa henti sebelum Mei untuk merealisasikan tuntutan ‘Delapan Jam Sehari.’ Menjelang 1 Mei, sekitar 50.000 pekerja telah melakukan pemogokan. Sekitar 30.000 pekerja bergabung dengan mereka di kemudian hari. Para pekerja turun ke jalan bersama anak-anak serta istri untuk meneriakkan tuntutan universal ‘Delapan Jam Sehari.’ Pemogokan ini membawa aktifitas industri di Chicago lumpuh dan membuat kelas borjuis panik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun tepat 3 Mei, pemerintah mengutus sejumlah polisi untuk meredam pemogokan pekerja di pabrik McCormick. Mereka menembak mati empat orang pekerja dan menciderai banyak orang. Gusar dengan tindakan kelas penguasa tersebut, sejumlah kaum anarkis yang dipimpin Albert Parsons dan August Spies–juga merupakan anggota aktif Knights of Labour–menyerukan kepada kelas pekerja agar mempersenjatai diri dan berpartisipasi di dalam demonstrasi keesokan hari. Pertemuan di hari berikut yang berlokasi di bunderan Haymarket itu, berjalan tanpa insiden. Karena cuaca buruk banyak partisipan aksi membubarkan diri dan kerumunan tersisa sekitar ratusan orang. Pada saat itulah, 180 polisi datang dan menyuruh pertemuan dibubarkan. Ketika pembicara terakhir hendak turun mimbar, menuruti peringatan polisi tersebut, sebuah bom meledak di barisan polisi. Satu orang terbunuh dan melukai 70 orang diantaranya. Polisi menyikapi ledakan bom tersebut dengan menembaki kerumunan pekerja yang berkumpul, menyebabkan satu orang terbunuh dan banyak yang terluka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun tidak jelas siapa yang melakukan pelemparan bom, media massa dan politisi borjuis mulai melemparkan tuduhan-tuduhan kabur bahwa ledakan tersebut merupakan ulah kaum sosialis dan anarkis. Mereka menyerukan ‘sebuah balas dendam yang pantas kepada kaum radikal.’ Setiap tempat pertemuan, sekretariat serikat pekerja, tempat cetak, serta rumah pribadi para aktifis diserang polisi. Setiap tokoh sosialis dan anarkis ditangkap. Bahkan individu-individu yang sama sekali tidak memahami apa itu sosialisme dan anarkisme, ditahan dan disiksa. Julius Grinnell, Jaksa Penuntut Umum kota tersebut, menyuruh kepolisian ‘melakukan penyergapan terlebih dahulu baru kemudian mempertimbangkan pelanggaran-pelanggaran hukumnya’. Delapan dari tokoh anarkis yang aktif di Chicago, dituntut dengan tuduhan pembunuhan terencana. Mereka adalah August Spies, Albert Parsons, Adolph Fischer, George Engel, Fielden, Michael Schwab, Louis Lingg dan Oscar Neebe.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengadilan spektakuler kedelapan anarkis tersebut adalah salah satu sejarah kebengisan lembaga peradilan AS yang sangat dipengaruhi kelas borjuis Chicago. Pada 21 Juni, 1886, tanpa ada bukti-bukti kuat yang dapat mengasosiasikan kedelapan anarkis dengan insiden tersebut (dari kedelapan orang, hanya satu yang hadir. Dan Ia berada di mimbar pembicara ketika insiden terjadi), pengadilan menjatuhi hukuman mati kepada para tertuduh. Pada 11 November, 1887, Albert Parsons, August Spies, Adolf Fischer, dan George Engel dihukum gantung. Louise Lingg menggantung dirinya di penjara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekitar 250.000 orang berkerumun mengiringi prosesi pemakaman Albert Parsons sambil mengekspresikan kekecewaan terhadap praktik korup pengadilan AS. Kampanye-kampanye untuk membebaskan mereka yang masih berada di dalam tahanan, terus berlangsung. Pada Juni, 1893, Gubernur Altgeld, yang membebaskan sisa tahanan peristiwa Haymarket, mengeluarkan pernyataan bahwa, ‘mereka yang telah dibebaskan, bukanlah karena mereka telah diampuni, melainkan karena mereka sama sekali tidak bersalah.’ Ia meneruskan klaim bahwa mereka yang telah dihukum gantung dan yang sekarang dibebaskan adalah korban dari ‘hakim-hakim serta para juri yang disuap.’ Tindakan ini mengakhiri karir politiknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi kaum revolusioner dan aktifis gerakan pekerja saat itu, tragedi Haymarket bukanlah sekadar sebuah drama perjuangan tuntunan ‘Delapan Jam Sehari’, tetapi sebuah harapan untuk memerjuangkan dunia baru yang lebih baik. Pada Kongres Internasional Kedua di Paris, 1889, 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur pekerja. Penetapan untuk memperingati para martir Haymarket di mana bendera merah menjadi simbol setiap tumpah darah kelas pekerja yang berjuang demi hak-haknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun begitu, komitmen Internasional Kedua kepada tradisi May Day diwarisi dengan semangat berbeda. Kaum Sosial Demokrat Jerman, elemen yang cukup berpengaruh di Organisasi Internasional Kedua, mengirim jutaan pekerja untuk mati di medan perang demi ‘Negara dan Bangsa.’ &amp;nbsp;Setelah dua Perang Dunia berlalu, May Day hanya menjadi tradisi usang, di mana serikat buruh dan partai Kiri memanfaatkan momentum tersebut demi kepentingan ideologis. Terutama di era Stalinis, di mana banyak dari organisasi anarkis dan gerakan pekerja radikal dibabat habis di bawah pemerintahan partai komunis.[ii] Hingga hari ini, tradisi May Day telah direduksi menjadi sekadar ‘Hari Buruh’, dan bukan lagi sebuah hari peringatan kelas pekerja atau proletar untuk menghapuskan kelas dan kapitalisme.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Redefinisi Proletariat Modern&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;May Day, sebagai sebuah sejarah perjuangan kelas, adalah bukti kesadaran kelas pekerja yang hadir sejak diawalinya industrialisasi di dalam masyarakat. Masyarakat terubah menjadi pabrik dengan mesin-mesin bising beserta divisi-divisi kerja, yang memisah-misahkan aktifitas dan kesadaran mereka sebagai kelas yang tersubordinat. Transformasi ini mendefinisikan bentuk dari kesadaran kelas yang terjadi pada waktu itu. Apabila May Day lahir dari radikalisasi kesadaran kelas pekerja di era industri, bagaimana menempatkannya dengan kesadaran kelas di era pascaindustri, di mana kelas itu sendiri telah semakin kabur?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah Perang Dunia II, banyak pemikir Marxis, terutama kalangan Mazhab Frankfurt [iii], tidak lagi melihat romantisisme perjuangan kelas era industri sebagai sesuatu yang relevan bagi sistem yang mereka namai sebagai ‘kapitalisme lanjut’. Mereka melihat perkembangan kapitalisme industrial menuju pascaindustrial melahirkan bentuk-bentuk lebih maju, kompleks, yang dapat mengintegrasikan setiap level aktifitas sosio-kultural masyarakat. Perkembangan ini bisa dilihat dari tumbuh pesatnya pabrik-pabrik pendidikan dan budaya teknokratik serta munculnya ideologi kekuasaan baru: kapitalisme birokratik. Kapitalisme lanjut, menurut mereka, telah berhasil merasionalisasi keterasingan masyarakat menjadi sesuatu yang normal. Peran-peran ini terutama dilakukan oleh kemajuan teknologi dan industri pendidikan—yang mencapai kulminasinya setelah Perang Dunia II—dengan menyuntikkan ideologi borjuis kepada pelajar, yang nantinya menjadi produk-produk intelektual kompeten bagi kepentingan kapitalisme. Proletariat pascaindustri tidak lagi terwujud sebagai kelas-kelas, dalam pengertian konsepsi Marxis mengenai konflik yang tak terdamaikan di antara kelas pekerja dan kelas pemodal. Kontradiksi kelas semacam ini, bagaimanapun, telah menguap. Di negara-negara komunis kelas pekerja menjadi bagian birokrasi negara dan menjadi hamba bagi ideologi kekuasaan tersebut. Sementara kelas pekerja di negara-negara kapitalisme Barat terintegrasi lebih jauh ke dalam budaya konsumtif. Kelas-kelas di dalam masyarakat sekarang, tidak lagi seperti kelas dalam bayangan Marx. Akan tetapi, sudah semakin terintegrasi dan melebur menjadi bagian inheren sistem kapitalistik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun begitu, para filsuf ini sama sekali tidak menawarkan sebuah praktik konkrit untuk menyikapi sistem kapitalistik yang sudah sedemikian menyeluruh. Pada sisi lain, Mazhab Frankfurt, tetap memberi kontribusi penting fondasi teori-praksis ilmiah bagi gerakan-gerakan yang lahir dari setiap keretakkan kapitalisme lanjut. Gerakan-gerakan yang lahir dari Mazhab Frankfurt sangat dikarakteristisasikan dengan wacana emansipatoris, partisipatif, dan nonhierarkis yang juga menjadi narasi utama Teori Kritis aliran Frankfurt. Mazhab Frankfurt sengaja bergelut di wilayah sosiologi, psikologi, teknologi, dan budaya untuk menyingkap setiap kepentingan yang melatarbelakangi kesadaran ‘palsu’ individual dan perannya di dalam masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah tahun 60an—di mana terjadi berbagai perjuangan dari berbagai ranah kultural, rasial, gender, seksual serta tumbuh pesatnya gerakan pelajar—hingga pada perlawanan kontemporer terhadap neoliberalisme yang terjadi di seluruh dunia, May Day bukan lagi menjadi momen perayaan aktifis serikat pekerja dan partai Kiri. Akan tetapi momentum tersebut, telah direnggut menjadi momentum kesadaran kelas baru yang tidak lagi berasosiasi dengan praksis-praksis usang marxisme-leninisme. Dan yang lebih mencorakkan gerakan proletariat modern terhadap penolakan politik kepartaian dan penghambaan ideologi. Pemikir-pemikir Marxis ‘antiotoritarian’[iv] seperti: Antonio Negri, John Holloway, Harry Cleaver, membuka ruang bagi definisi baru perjuangan kelas, menjadi inspirator bagi gerakan emansipasitoris proletariat modern. Bahkan para pemikir ini, seringkali mengabaikan konsepsi kesadaran kelas Marxis tradisional, yang dianggap terlalu ekonomik-politis deterministik, sehingga tidak dapat merefleksikan kebutuhan emansipasistik proletariat di era pascaindustri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Karena kami précaires: kami para pengangguran, kaum perempuan dan anak muda, orang-orang biasa, pekerja tidak tetap, kaum pelajar, buruh migran. Kami adalah ketidaktetapan yang fleksibel, dan bertahan hidup dari ketidaktetapan yang lahir dari lusinan kolektif di setiap kota-kota dan melalui jaringan trans-Eropa untuk membela hak-hak sosial bersama dan mengklaim hal baru….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami tidak memiliki kepercayaan terhadap mereka, yang berada di bawah naungan pemerintah, serikat-serikat, partai politik, ataupun institusi-institusi kultural, yang berpura-pura berbicara mengatasnamakan kami dan mengambil keputusan yang berhubungan dengan hidup kami. Sementara di saat bersamaan mengacuhkan tuntutan-tuntutan sosial dan merepresi praktik-praktik transformasi sosial.” &amp;nbsp;(Konfrensi Pers Jaringan May Day Eropa)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernyataan di atas memberi gambaran umum karakteristik kesadaran kelas baru era modern. Munculnya berbagai macam gerakan antiotoritarian yang bergelut di berbagai isu lingkungan, pelajar, homoseksual, indigenous, hak-hak perempuan dan imigran, pengangguran, pekerja tidak tetap, dan banyak lagi varian gerakan sosial, yang wacananya sentralnya adalah sebuah perlawanan menyeluruh terhadap kapitalisme neoliberal beserta aparatus negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Reclaim The Streets (RTS), yang berakar di Inggris, adalah gerakan lingkungan radikal yang mengambilalih jalan-jalan tersibuk pusat perkotaan—di dalam rentang waktu temporer–untuk mengangkat isu-isu penghapusan budaya kendaraan bermotor sambil berjoget ria dengan musik rave. Tidak jarang RTS melakukan kolaborasi bersama aksi pemogokan kelas pekerja. Tute Bianche, gerakan otonomis Italia, menduduki beberapa gedung kosong untuk dijadikan tempat koordinasi gerakan radikal antineoliberal sekaligus menjadikannya sarana ruang publik. Gerakan-gerakan pekerja seperti Wildcat Jerman, Federasi ClassWar, People’s Global Action, praktisi culture jammers[v] melawan budaya konsumtif, No Border Network, Zapatista, petani tanpa tanah di Brazil, Piqueterros Argentina, dan Mapuche di Chilli. Di Asia terdapat gerakan serikat pekerja radikal, Earth First di Davao, eks-pekerja PT DI dan Serikat Becak Jakarta di Indonesia, Intifada, Anarchist Against the Walls, dan gerakan homoseksual di Timur Tengah, adalah sekian dari beragamnya kesadaran kelas baru yang muncul di era pascaindustri. Sebuah kesadaran kelas tidak lagi digolongkan oleh definisi kelas-kelas sempit. Kesadaran kelas pascaindustri melihat diri sebagai subyek yang tersubordinasikan ke dalam sistem kapitalisme yang mengarah kepada kesadaran emansipatif demi mengambilalih kendali atas kehidupannya, di dalam relung aktifitas keseharian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Impuls perjuangan kelas May Day juga berasal dari bentuk kesadaran kelas serupa. Perjuangan kelas Haymarket dipengaruhi oleh semangat antiotoritarian radikal yang tidak menghamba pada kepentingan ideologi kekuasan tertentu. Relevansi May Day hari ini adalah untuk mengembalikan impuls kesadaran kelas yang sejati, yang selama ini telah dininabobokkan oleh kepentingan ideologi Kiri dan hasratnya untuk menyubordinasi, meniadakan otonomi. Untuk membawa kesadaran kelas kepada setiap level masyarakat yang termiskinkan tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga secara pemenuhan kualitas hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenang kata-kata August Spies, salah satu martir Haymarket, ketika sedang menantang militansi perjuangan kelas pekerja Chicago dengan berseru: “To Arms we call you, to arms!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Catatan Kaki:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[i] Kongres Internasional Pertama Jenewa, Swiss, merupakan awal manifestasi perjuangan kelas pekerja di seluruh dunia. Kongres dihadiri dan didominasi oleh kaum radikal dari berbagai variannya: sosialis, Marxis, mutualis, anarkis, serta berbagai organisasi serikat pekerja lain. Organisasi Internasional Pertama ini bernama International Workingsmen Association.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[ii] Hungaria 1956 adalah salah satu sekian bukti kebengisan Komunis Internasional di bawah bendera stalinis yang merepresi kehendak otonom dan swakelola kaum proletariat Hungaria yang menolak dominasi struktural partai komunis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[iii] Pemikir-pemikir Marxis Mazhab Frankfurt—seperti Adorno, Habermas, dan Fromm, dll.—cukup berbeda dengan para teoritisi Marxis tradisional. Dengan meninggalkan tema besar Marx yang melulu menekankan pada wilayah ekonomi dan konsep kelas, terutama distorsi yang dilakukan oleh Engels dan Lenin, mereka memusatkan analisa kapitalisme lanjut pada ranah-ranah lain, yang mereka yakini telah tersubordinasikan ke dalam satu sistem kompleks dan lebih maju .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[iv] Para pemikir tersebut menginspirasikan dan terinspirasi dari gerakan-gerakan kelas pekerja otonomis Italia serta Zapatista di Meksiko. Kelompok Tute Bianche, adalah salah satu organ otonomis yang terinspirasi buku Empire karya Michael Hardt dan Antonio Negri. Penolakan terhadap pemberhalaan kerja, swaorganisasi, internasionalisme, otonomi serta perlawanan terhadap neoliberalisme merupakan tema sentral pemikir-pemikir tersebut. Karena alasan ini mereka juga dikategorikan sebagai pembawa impuls antiotoritarian—selain anarkisme—di dalam gerakan antiglobalisasi kapital kontemporer.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[v] Culture Jammer adalah sebutan bagi aktifis-aktifis anti-korporat yang bergerak di bidang penghancuran ruang-ruang teknologi informasi kapitalisme. Aksi-aksi mereka berupa vandalisme terhadap media-media iklan korporasi seperti: papan iklan, televisi, serta ruang-ruang publik lainnya untuk dapat menyampaikan pesan budaya tandingan alternatif melawan budaya kapitalistis. Termasuk meredefinisi nilai-nilai manusia yang sejati yang mereka yakini telah diubah menjadi keinginan untuk mengkonsumsi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalle Lassn, Culture Jammer: The Uncooling America.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Michael Hardt, Antonio Negri, Empire, Harvard University Press.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dr. Akhyar Yusuf Lubis, Dekonstruksi Epistemologi modern: Dari Posmodernisme, Teori Kritis, Poskolonialisme, Hingga Cultural Studies, Pustaka Indonesia Satu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Affinitas, Marxis Otonomis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Howard Zinn, People’s History of &amp;nbsp;United States, New York: Harper &amp;amp; Row Publishers&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Emma Goldman, Living My Life Vol 1, Dover books.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Naomi Klein, No Logo, Verso.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Situs&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wikipedia, Free Encyclopedia, Haymarket Tragedy&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-1557872679478463005?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gCHgx0Lh7trweFZD2oUUbtXaeT0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gCHgx0Lh7trweFZD2oUUbtXaeT0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gCHgx0Lh7trweFZD2oUUbtXaeT0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gCHgx0Lh7trweFZD2oUUbtXaeT0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/nbi2i_KuWQE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/1557872679478463005/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/04/asal-usul-may-day.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/1557872679478463005?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/1557872679478463005?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/nbi2i_KuWQE/asal-usul-may-day.html" title="Asal Usul May Day" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/04/asal-usul-may-day.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYAQn86cCp7ImA9Wx9VFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-8972316148239932622</id><published>2011-01-31T18:09:00.000+07:00</published><updated>2011-01-31T18:09:03.118+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-31T18:09:03.118+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Kekuatan Langkah Pertama</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TUaYJtLdIfI/AAAAAAAAAJY/Pg9AxmXwG5U/s1600/anak-kecil.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TUaYJtLdIfI/AAAAAAAAAJY/Pg9AxmXwG5U/s320/anak-kecil.jpg" width="228" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Langkah pertama selalu diperlukan. Perjalanan 1.000 km selalu diawali dengan langkah pertama. Bisnis besar, karir yang cemerlang, dan kehidupan sukses lainnya diawali dengan langkah pertama. Atau saat Anda memasuki kehidupan yang baru, baik dalam bisnis, karir, keluarga, dan sebagainya, Anda akan melalui langkah pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa istimewanya langkah pertama? Langkah pertama itu berat. Seperti mobil atau sepeda motor, untuk mulai menggelinding harus menggunakan gigi satu karena memerlukan tenaga yang besar. Setelah berjalan, mobil bisa menggunakan gigi 2,3,4, dan 5. Langkah pertama juga adalah momentum. Kesulitan akan terjadi pada langkah pertama, dan itu adalah wajar. Namun, saat kita berhasil melalui langkah pertama, maka apa yang kita lakukan akan lebih lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah Pertama Tidak Berhasil&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Banyak orang yang mengalami kegagalan pada langkah pertama. Kegagalan ini adalah wajar. Namanya juga langkah pertama, berat dan kita masih meraba-raba. Langkah pertama memang seringkali begitu sulit sehingga banyak yang gagal. Namun, bukan masalah gagal atau tidaknya yang harus menjadi perhatian Anda, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana Anda menyikapi kegagalan tersebut.&lt;br /&gt;
Karena kegagalan di langkah pertama itu adalah sesuatu yang wajar, maka Anda tidak perlu kecewa, tidak perlu sedih, apalagi menyerah karena putus asa. Santai saja. Berpikirlah yang jernih untuk mencari jawaban agar Anda bisa melangkah dengan benar. Tariklah nafas untuk mencari dan mengumpulkan energi untuk memulai melangkahkan kaki. Cobalah lagi dengan cara yang berbeda setelah Anda mempelajari kesalahan sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah Pertama: Keluar Zona Nyaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saat Anda melakukan langkah pertama, artinya ada sedang berusaha keluar dari zona nyaman. Memang perpindahan zona selalu memerlukan energi lebih. Anda perlu energi lebih untuk mempelajari langkah-langkah yang harus Anda tempuh. Anda perlu energi sebab daya tarik zona nyaman begitu besar dan Anda harus lepas dari tarikan untuk kembali ke zona nyaman.&lt;br /&gt;
“Wah ternyata sulit, ini bukan untuk saya.”&lt;br /&gt;
“Saya tidak sanggup melakukan hal ini.”&lt;br /&gt;
“Saya memang tidak berbakat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata diatas adalah lagu lama Anda di zona nyaman. Jangan biarkan hati Anda menyanyikan lagu-lagu ini karena Anda akan terus terlena menikmati zona nyaman. Padahal, seperti dijelaskan dalam ebook gratis saya, bahwa zona nyaman itu adalah ilusi. Tidak ada kenyamanan sejati di zona nyaman.&lt;br /&gt;
Sekali Anda berhasil mengayunkan langkah pertama, artinya Anda sudah berada di zona zukses. Langkah selanjutnya akan lebih mudah. Yang Anda perlukan sekarang adalah cari tahu bagaimana cara melangkah dan kumpulkan energi untuk kekuatan langkah Anda. Ingat, langkah pertama adalah titik awal keberhasilan Anda. Jangan berhenti apalagi mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah Pertama Seorang Bayi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lihatlah seorang bayi yang sedang belajar berjalan. Dia mencoba berjalan, kemudian terjatuh. Mungkin dia nagis, tetapi dia berusaha lagi untuk mencoba melangkah dengan penuh keceriaan. Sampai akhirnya dia mampu berjalan dengan penuh suka cita.&lt;br /&gt;
Kita bisa meniru seorang bayi yang tidak pernah menyerah meski sulit untuk melangkah yang pertama. Karena kita tahu, ada keceriaan, kebahagiaan, dan keberhasilan setelah kita mampu melangkah yang pertama kali. Teruslah mencoba, teruslah melangkah meski Anda harus jatuh bangun. Belajarlah cara melangkah yang benar. Carilah bimbingan seperti seorang bayi yang dituntun oleh ibunya untuk melangkah.&lt;br /&gt;
Kadang, seorang ibu memperlihatkan mainan kesukaan bayinya agar mau mencoba untuk berjalan. Untuk merangsang dan menambah motivasi. Begitu juga, jika Anda merasa kehilangan motivasi, lihatlah dalam imajinasi Anda bahwa di depan ada sesuatu yang Anda inginkan. Lihatlah terus dan kejarlah dengan ceria dan penuh semangat agar langkah pertama Anda penuh energi.&lt;br /&gt;
Tidak berhasil pada langkah pertama itu wajar, yang penting teruslah mencoba untuk melangkah.(sumber:motivasi-islam.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-8972316148239932622?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9quZvT6CZtTnzyjNmhOXC86My6c/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9quZvT6CZtTnzyjNmhOXC86My6c/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9quZvT6CZtTnzyjNmhOXC86My6c/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9quZvT6CZtTnzyjNmhOXC86My6c/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/wF0gKz1HkiM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/8972316148239932622/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/01/kekuatan-langkah-pertama.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/8972316148239932622?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/8972316148239932622?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/wF0gKz1HkiM/kekuatan-langkah-pertama.html" title="Kekuatan Langkah Pertama" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TUaYJtLdIfI/AAAAAAAAAJY/Pg9AxmXwG5U/s72-c/anak-kecil.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/01/kekuatan-langkah-pertama.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcNQn05fip7ImA9Wx9XF0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-1290743045238208884</id><published>2011-01-11T23:08:00.000+07:00</published><updated>2011-01-11T23:08:13.326+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-11T23:08:13.326+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Biologi dan Metode Ilmiah</title><content type="html">&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;BIOLOGI DAN METODE ILMIAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list 18.0pt; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;I.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Biologi, Ilmu Pengetahuan Tentang Makhluk Hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Biologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Bios” yang berarti kehidupan dan “Logos” yang berarti ilmu. Jadi biologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentng kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;a.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Penggolongan Ilmu Pengetahuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Pengetahuan adalah segala sesuatu yang kita ketahui, tanpa menghiraukan dari mana datangnya pengetahuan tersebut. Pengetahuan dapat diperoleh dari berbagai sumber antara lain panca indera, pikiran, wahyu dan intuisi. Sedangkan ilmu pengetauan merupakan pengetahuan yang telah diuji kebenarannya melalui metode ilmiah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Pada dasarnya ilmu pengetahuan dapat dibagi menjadi dua golongan besar yaitu ilmu pengetahuan alam (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;the natural sciense&lt;/i&gt;) yang dibidang garapannya adalah alam dengan segala isinya termasuk hewan, tumbuhan, dan manusia ditinjau dari segi fisiknya dan ilmu pengetahuan sosial (the social sciences) yang bidang garapannya adalah tingkah laku menusia dalam bermasyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;b.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Cabang-cabang Biologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 5.4pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-insideh: .5pt solid windowtext; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 480;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr style="height: 21.7pt; mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;   &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; height: 21.7pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 198.4pt;" valign="top" width="265"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Cabang Biologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; height: 21.7pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 197.6pt;" valign="top" width="263"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Hal yang dipelajari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 179.2pt; mso-yfti-irow: 1; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;   &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; height: 179.2pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 198.4pt;" valign="top" width="265"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Botani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Zoologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Anrtopologi   Ragawi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Anatomi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Taksonomi/Sistematika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Morfologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Ekologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Genetika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Fisiologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Mikrobiologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Parasitologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Entomologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Sanitasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Farmakologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Palaentologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Mikologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Gizi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Biokimia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Etologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; height: 179.2pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 197.6pt;" valign="top" width="263"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Kehidupan   tunbuh-tumbuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Kehidupan   hewan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Fisik   Manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Susunan   tubuh makhluk hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Cara-cara   penggolongan makhluk hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Bentuk   luar makhluk hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Hubungan   timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Cara   pewarisan sifat-sifat keturunan yang diwariskan dari induk kepda turunannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Cara   kerja dan fungsi organ-organ dalam tubuh makhluk hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Makhluk   hidup yang berukuran kecil atau jasad renik atau mikroba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Makhluk   hidup yang hidup parasit pada makhluk hidup lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Serangga   atau insekta &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Cara   perawatan kesehatan melalui kebersihan lingkungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Khasiat   obat dan cara pembuatannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Kehidupan   yang lalu seperti yang ditunjukan oleh adanya fosil-fosil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Jamur   atau fungi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Makanan   dan manfaat bagi kesehatan tubuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Reaksi-reaksi   kimia dalam tubuh makhluk hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Kelakuan   hewan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 18.0pt 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;c.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Hubungan Antara Biologi dan Ilmu-Ilmu Lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level2 lfo2; tab-stops: list 18.0pt 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;a)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Hubungan antara biologi dan matematika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Matematika diperlukan sebagai alat untuk menafsirkan hasil penelitian-penelitian. Misalnya pada persilangan monohybrid (persilangan dengan satu sifat beda)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level2 lfo2; tab-stops: list 18.0pt 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;b)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Hubungan antara biologi dan fisika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Contoh: Proses penyerapan air dan zat hara yang terlarut dalamnya yang dilakukan oleh akar-akar tumbuhan berlangsung berdasarkan prinsip fisika yaitu prinsip difusi dan osmosis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level2 lfo2; tab-stops: list 18.0pt 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;c)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Hubungan antara biologi denga kimia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Hal ini terbukti bahwa dalam tubuh kita terkandung berbagai unsure-unsur kimia, diantaranya Hidrogen, Oksigen dan lain sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level2 lfo2; tab-stops: list 18.0pt 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;d)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Hubungan biologi dengan ekonomi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Hubungan biologi dengan ekonomi dapat terlihat jelas di bidang pertanian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level2 lfo2; tab-stops: list 18.0pt 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;e)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Penemuan-penemuan dalam bidang biologi yang bermanfaat bagi manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level2 lfo2; tab-stops: list 18.0pt 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;f)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Penemuan Vitamin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 5.4pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-insideh: .5pt solid windowtext; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-table-layout-alt: fixed; mso-yfti-tbllook: 480;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;   &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 84.0pt;" valign="top" width="112"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Vitamin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 150.0pt;" valign="top" width="200"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Akibat jika kekurangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 162.0pt;" valign="top" width="216"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Sumber&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;   &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 84.0pt;" valign="top" width="112"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Larutan   dalam lemak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;E&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;K&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Larutan   dalam air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Thiamin   (B1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Riboflavin   (B2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Niacin   (B3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Pyridoxin   (B6)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Cyanocobalamin   (B12)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Biotin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Asam   folic&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 150.0pt;" valign="top" width="200"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Rabun   senja, kulit kering dan keriput&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Rachitis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Pada   percobaan dengan tikus menyebabkan ketidak suburan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Gangguan   dalam proses pembekuan darah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Sariawan,   hubungan antar jaringan terganggu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Beri-beri,   gangguan mental, gangguan hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Katarak,   bibir pecah-pecah, gangguan pertumbuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Pellagra,   gangguan penerimaan rangsangan (iritabilita), gangguan kulit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Peradangan   kulit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Anemia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Peradangan   kulit dan mata, rambut rontok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Anemia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 162.0pt;" valign="top" width="216"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Buah   dan sayur-sayuran yang berwarna hijau atau kuning, minyak ikan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Hati,   kuning telur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Cahaya   matahari, hati, telur, minyak ikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Minyak   biji-bijian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Sayur-sayuran   yang berwarna hijau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Buah   jeruk, tomat, lada merah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Padi-padian,   kacang-kacangan, daging babi, ragi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Padi-padian,   telur, ragi, hati, susu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Daging,   padi-padian, kacang-kacangan, ragi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Ikan,   daging, padi-padian sayuran segar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Otak,   jantung, hati, daging&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Hati,   telur, sayuran segar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Sayur-sayuran,   hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; tab-stops: list 108.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level2 lfo2; tab-stops: list 18.0pt 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;g)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Penemuan hormon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level3 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Wingdings 2';"&gt;­&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Kelenjar hipofisis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Kelenjar ini terletak di dasar otak. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis antara lain smatotrofich hormon (hormon pertumbuhan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level3 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Wingdings 2';"&gt;­&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Kelenjar tiroid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Kelenjar ini terletak di daerah leher. Kelenjar tiroid mengahasilkan hormone thyroxin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level3 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Wingdings 2';"&gt;­&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Kelenjar paratiroid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Kelenjar ini terletak pada kelenjar tiroid. Klenjr paratiroid menghasilkan hormon parathormon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level2 lfo2; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;h)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Penemuan antibiotik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Beberapa contoh antibiotik yang dihasilkan dari beberapa jenis jamur antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level3 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Wingdings 2';"&gt;­&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Pencilin, yang dihasilkan dri jamur &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Pencilium notatum&lt;/i&gt; dan&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;penicillin chrysogenum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level3 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Wingdings 2';"&gt;­&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Streptomycin, di hasilkan dari jamur &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Streptomycetes sp.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level3 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Wingdings 2';"&gt;­&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Chloromycetin, di hasilkan dari jamur &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Chloromycetes sp.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level2 lfo2; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;i)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Penemuan dalam genetika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Genetika telah banyak memberi manfaat kepada manusia dalam banyak hal yang praktis misalnya dlam bidang pertanian dan peternakan telah dapat diperoleh berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang mempunyai sifat-sifat unggul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;II. Bagaimana &lt;st1:place w:st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; Ahli Biologi Bekerja?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;a.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Hasrat ingin tahu manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Munculnya ilmu pengetahuan berawal dari rasa kekaguman manusia terhadap jagad raya ini. Rasa ingin tahu tersebut muncul karena manusia dibekali oleh Tuhan kemampuan untuk berfikir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;b.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Pendekatan non ilmiah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Kebenaran yang diperoleh melalui pendekatan non ilmiah antara lain berasal dari akal sehat, penemuan secara kebetulan, penemuan secara coba-coba dan pendapat para ahli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;c.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Pendekatan ilmiah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Pendekatan ilmiah menuntut dilakukannya cara-cara atau langkah-lngkah tertentu dengan urutan tertentu untuk mencapai pengetahuan yang benar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;d.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Metode Ilmiah dalam Biologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Berikut ini akan diberikan contoh penggunaan metode ilmiah dalam biologi mengenai penelitian terhadap anggota gerak bebas pada mamalia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-list: l3 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Pengamatan atau observasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-list: l3 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;penyusunan hipotesis &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-list: l3 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;pengujian hopotesis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;e.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Sikap ilmiah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Menurut&amp;nbsp; Sund seperti dijelskan oleh Moh. Amin, Prawoto dan Siti Maryam (1980) sikap ilmiah (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;scientific attitudes&lt;/i&gt;) meliputi hasrat ingin tahu, redah hati, jujur objektif, kemauan untuk memper timbangkan data baru, pendekatan positif terhadap kegagalan, bersikap terbuka, teliti dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;f.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Produk Ilmiah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Suatu hipotesis yang diterima setelah diuji dengan menggunakan metode ilmiah merupakan produk ilmih dan akan menjadi bagian dari ilmu pengetahuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;g.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Metode ilmiah untuk masa depan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Pengetahuaan ilmiah tersebut akan dimanfaatkan dalam teknologi terapan dan penelitian ilmiah lebih lanjut untuk kepentingan manusia masa sekarang dan masa yang akan datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-1290743045238208884?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_FaMjs_TiMPBhenH0MNMqpCwhWQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_FaMjs_TiMPBhenH0MNMqpCwhWQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_FaMjs_TiMPBhenH0MNMqpCwhWQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_FaMjs_TiMPBhenH0MNMqpCwhWQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/6dFS_SR7y0E" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/1290743045238208884/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/01/biologi-dan-metode-ilmiah.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/1290743045238208884?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/1290743045238208884?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/6dFS_SR7y0E/biologi-dan-metode-ilmiah.html" title="Biologi dan Metode Ilmiah" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/01/biologi-dan-metode-ilmiah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkEHQns6fip7ImA9Wx9XEkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-2183853864034606404</id><published>2011-01-06T02:10:00.000+07:00</published><updated>2011-01-06T02:10:33.516+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-06T02:10:33.516+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Metode Pemecahan Masalah Dalam Penelitian Matematika</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengertian Matematika&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
James dan James (1976) dalam kamus matematikanya mengatakan matematika itu adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsep yang berhubungan lainnya dengan jumlah yang banyak. Kline (1973), mengatakan bahwa matematika itu bukan pengetahuan yang menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri. Untuk itu keberadaannya dapat membantu manusia dalam memahami dari mengetahui permasalahan sosial, ekonomi dan alam.Johnson dan Rising (1972), menyatakan bahwa matematika adalah bahasa, bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat, reperensinya dengan &lt;i&gt;symbol &lt;/i&gt;dan padat, lebih berupa pada bahasa symbol mengenai ide daripada mengenai bunyi. &lt;br /&gt;
Matematika adalah pengetahuan struktur yang terorganisasikan, sifat-sifat atau teori-teori itu dianut secara deduktif berdasarkan kepada unsur-unsur yang didefinisikan atau tidak,aksioma-aksioma, sifat-sifat atau teori-teori yang telah dibuktikan kebenarannya. Matematika adalah ilmu tentang pola, keteraturan pola atau ide. matematika adalah suatu seni, keindahannya terdapat pada keterurutan dan keharmonisannya.&lt;br /&gt;
Berdasarkan uraian diatas, dapat kita simpulkan bahwa matematika itu merupakan ilmu deduktif yang tidak menerima generalisasi yang didasarkan kepada generalisasi yang didasarkan kepada observasi (induktif) tetapi generalisasi yang didasarkan kepada pembuktian secara deduktif. Matematika itu disebut ratunya ilmu &lt;i&gt;(Mathematics is the Queen of&amp;nbsp; the Science)&lt;/i&gt; artinya bahwa matematika adalah bahasa yang tidak tergantung pada bidang studi lain yang menggunakan symbol dan istilah yang cermat yang disepakati secara universal sehingga mudah dipahami.&lt;br /&gt;
Matematika merupakan ilmu yang harus dipelajari karena matematika harus disampaikan disetiap jenjang pendidikan dan ilmu yang dapat menunjang terhadap ilmu lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemahaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemahaman mempunyai beberapa tingkatan kedalam arti yang berbeda. Menurut Driver (dalam Gusni, 2006 : 18) pemahaman adalah kemampuan untuk menjelaskan suatu situasi atau suatu tindakan. Menurut Usman dan Setiawati (Mahpudin, 2005 : 14) mengemukakan bahwa “Pemahaman didefinisikan sebagai kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan ajar yang dipelajari”. Bloom (Russeffendi 2006 : 221) mengemukakan tiga macam pemahaman, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pengubahan &lt;i&gt;(Translation)&lt;/i&gt; yaitu pemahaman yang berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menterjemahkan kalimat dalam soal menjadi bentuk kalimat lain, misalnya menyebutkan variabel-variabel yang diketahui dan ditanyakan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemberian arti &lt;i&gt;(Interpretasi)&lt;/i&gt; yaitu pemahaman yang berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menentukan konsep-konsep yang tepat untuk digunakan dalam menyelesaikan soal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembuatan ekstrapolasi &lt;i&gt;(Extrapolation)&lt;/i&gt; yaitu pemahaman yang berkaitan dengan kemampuan siswa menerapkan konsep dalam perhitungan matematis untuk menyelesaikan soal.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Michener (Hepsi, 2004 : 14) untuk memahami suatu objek secara mendalam seseorang harus mengetahui :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Objek itu sendiri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Relasinya dalam objek lain yang sejenis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Relasinya dengan objek lain yang tidak sejenis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Relasi dual dengan objek lainnya yang sejenis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Relasinya dengan objek dalam teori lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemahaman ini mengacu kepada kemampuan memahami makna materi. Menurut Polya (Mahpudin, 2003: 12) membedakan pemahaman kedalam empat jenis sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pemahaman mekanik adalah pemahaman yang dapat mengingat dan dapat menerapkan sesuatu secara rutin atau perhitungan sederhana.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemahaman Induktif&amp;nbsp; adalah pemahaman yang dapat mencobakan sesuatu dalam kasus sederhana dan tahu bahwa sesuatu itu berlaku dalam kasus serupa. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemahaman Rasional adalah Pemahaman yang dapat membuktikan kebenaran sesuatu. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemahaman Intuitif adalah pemahaman yang dapat memperkirakan kebenaran sesuatu sebelum menganalisis secara analitik.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemahaman sebagai proses yang terdiri dari 4 tahapan kemampuan :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pemahaman merupakan kemampuan untuk menerangkan dan menginterprestasi sesuatu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemahaman bukan sekedar mengetahui yang biasanya hanya terbatas kepada mengingat kembali pengalaman atau memproduksi apa yang pernah dipelajari.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemahaman lebih dari sekedar mengetahui karena pemahaman melibatkan proses mental dinamis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemahaman merupakan suatu proses bertahap yang masing-masing tahap mempunyai kemampuan tersendiri seperti menerjemahkan, menginterpretasikan, aplikasi,analisis,sintesis,dan evaluasi.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Klasifikasi pemahaman dalam penelitian ini menggunakan klasifikasi hasil belajar dengan skor kurang dari 50 % termasuk kategori kurang, kategori cukup untuk kriteria skor 50 % sampai 64 % dan kategori baik untuk kriteria skor 65 % atau lebih dari skor ideal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembelajaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang sebagai hasil dari pengalaman dan latihan. Perubahan sebagai hasil dari belajar dapat ditimbulkan dalam berbagai bentuk, seperti berubahnya pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, kecakapan serta kemampuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Kategori dalam belajar membagi menjadi empat pilar diantaranya : (1) belajar bagaimana belajar, (2) belajar berbuat (learning to do), (3) belajar hidup bersama secara harmonis (learning to life together) (4) belajar mengaktualisasikan diri (learning to be). Dalam suatu pembelajaran kata “belajar” tidak bisa lepas dengan kata “mengajar” yang mengatur dan mengorganisasikan lingkungan yang ada di sekitar siswa. Karena, dalam kegiatan belajar mengajar, anak adalah sebagai subjek dan sebagai objek dari kegiatan pengajaran. Karena itu, inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar anak didik dalam mencapai suatu tujuan pengajaran, yaitu untuk membentuk anak didik dalam suatu perkembangan tertentu. Inilah yang dimaksud kegiatan belajar mengajar sadar akan tujuan, dengan menempatkan anak sebagai pusat perhatian. (Syaiful dan aswan, 1994: 46).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Proses pembelajaran matematika, pada dasarnya bukanlah sekedar transfer gagasan dari guru kepada siswa, melainkan siswa harus dibangun untuk memperoleh suatu cara yang kuat dalam memandang masalah sehingga siswa aktif dalam proses pembelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Menurut Russefendi (sri, 2006: 8) mengemukakan : Suatu kelompok siswa dikatakan belajar secara aktif bila dalam kegiatan belajarnya ada mobilitas, misalnya tampak dari interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa; komunikasi yang terjadi tidak hanya satu arah dari guru ke siswa tapi dari banyak arah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Menurut Weirtheimer (Sri, 2006: 8) “ Pembelajaran seperti penerapan rumus cenderung menghilangkan kemampuan manusia dalam melihat struktur masalah secara utuh, padahal pemahaman akan struktur masalah merupakan pemikiran yang yang produktif. ” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Dengan hal tersebut, pemahaman merupakan kemampuan yang harus dibangun dalam diri siswa terutama dalam meningkatkan pemahaman dalam pembelajaran matematika. Untuk itu, dengan pemahaman ini dititik tolakan pada pembentukan masalah yang menuju sikap belajar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Matematika pada dasarnya adalah pemecahan masalah karena itu, matematika sebaiknya diajarkan melalui berbagai masalah yang ada disekitar siswa dengan memperhatikan usia dan pengalaman yang mungkin dimiliki siswa. Dengan demikian peningkatan kemampuan pemahaman dapat diterapkan dalam pembelajaran matematik melalui pemecahan masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemecahan Masalah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemecahan masalah terjemahan dari &lt;b&gt;“Problem Solving”. &lt;/b&gt;Pemecahan masalah adalah suatu proses mental dan intelektual dalam menemukan suatu masalah dan memecahkannya berdasarkan data dan informasi yang akurat, sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat. (Oemar Hamalik, 1994: 152)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum dapat mengerti apa yang dimaksud dengan pemecahan masalah, kita harus memahami dahulu kata masalah. Masalah dalam matematika adalah sesuatu persoalan yang ia sendiri mampu menyelesaikan tanpa menggunakan cara algoritma yang rutin. dan masalah pula dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan yang tidak sesuai dengan harapan yang kita inginkan, kemampuan untuk melakukan pemecahan masalah adalah ketrampilan yang dibutuhkan oleh hampir semua orang dalam setiap aspek kehidupannya. Jarang sekali seseorang tidak menghadapi masalah dalam kehidupannya sehari-hari dan suatu persoalan itu menjadi masalah bagi seseorang, pertama bila persoalan itu tidak dikenalnyam, maksudnya ialah siswa belum memiliki prosedur atau algoritma tertentu untuk menyelesaikannya. Kedua, siswa harus mampu menyelesaikannya, baik kesiapan mentalnya ataupun pengetahuan siapnya terlepas dari pada apakah akhirnya ia sampai atau tidak kepada jawabannya. Ketiga, sesuatu itu merupakan pemecahan masalah baginya, bila ia ada kemauan menyelesaikannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Seseorang akan melakukan atau menggunakan proses pemecahan masalah apabila seseorang tersebut menginginkan suatu tujuan tertentu, sementara tujuan itu tidak dijumpai atau harus dicari pada saat itu. Pemecahan masalah paling sedikit melibatkan proses berpikir dan seringkali harus dilakukan dengan penuh usaha. dalam pembelajaran matematika, masalah-masalah yang sering dihadapi siswa berupa soal-soal atau tugas-tugas yang harus diselesaikan siswa. Pemecahan masalah dalam hal ini adalah aturan atau urutan yang dilakukan siswa untuk memecahkan soal-soal atau tugas-tugas yang diberikan kepadanya. untuk memperoleh kemampuan dalam pemecahan masalah, siswa diharapkan memahami proses menyesaikan masalah tersebut dan menjadi terampil dalam memilih dan mengidentifikasi kondisi dan konsep yang relevan, mencari generalisasi, merumuskan rencana penyelesaian dan mengorganisasikan yang telah dimiliki sebelumnya. untuk menyelesaikan masalah ini ada beberapa prosedur, sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menyajikan masalah dalam bentuk yang lebih jelas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyatakan lagi masalahnya dalam bentuk operasional (merumuskan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; masalah).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyusun hipotesis-hipotesis alternatif dan prosedur kerja yang diperkirakan baik untuk dipergunakan dalam memecahkan masalah itu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan prosedur pemecahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memeriksa hasil pemecahan apakah hasil yang diperoleh itu benar, mungkin pula memilih pemecahan yang paling baik.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut polya (Mayasari, 2007 : 10-11) mengemukakan bahwa di dalam matematika terdapat dua macam masalah, yaitu masalah untuk menemukan dan masalah untuk membuktikan. Selanjutnya polya mengemukakan bahwa kegiatan-kegiatan yang diklasifikasikan sebagai pemecahan masalah di dalam matematika seperti : &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penyelesaian soal cerita dalam buku teks &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyelesaian soal-soal non rutin atau memecahkan teka-teki &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penerapan matematika dalam dunia nyata &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menciptakan dan meguji konjengtur matematika. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih lanjut polya mengemukakan bahwa 4 langkah yang dapat ditempuh dalam pemecahan masalah, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memahami masalah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Langkah ini penting dilakukan sebagai tahap awal dari pemecahan masalah agar siswa dengan mudah mencari penyelesaian suatu masalah yang diajukan siswa diharapkan dapat memahami kondisi soal atau masalah meliputi : mengenali soal, menganalisis soal dan menterjemahkan informasi yang diketahui dan ditanyakan pada soal tersebut. Menurut Polya (dalam Didin, 2006 : 12-14) pada soal yang perlu diperhatikan siswa dalam memahami masalah antara lain : Apakah yang tidak diketahui atau yang ditanyakan, data yang diberikan, bagaimana kondisi soal dan buatlah gambar atau notasi yang sesuai. &lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Membuat rencana pemecahan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Masalah perencanaan ini penting dilakukan karena pada saat siswa mampu membuat suatu hubungan dari data yang diketahui dan tidak diketahui maka siswa dapat menyelesaikannya dari pengetahuan yang diperoleh sebelumnya, pada tahap ini diharapkan dapat menggunakan persamaan atau aturan membuat rencana penyelesaian diantaranya : Pernahkah anda menemukan soal seperti ini sebelumnya, perhatikan apa yang ditanyakan, jika soal serupa, dapatkah pengalaman yang lama digunakan dalam masalah sekarang, andaikan soal yang baru belum dapat diselesaikan, coba pikirkan soal serupa untuk menyelesaikan soal baru.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Melakukan perhitungan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Langkah perhitungan ini siswa dapat terlihat paham atau tidak pahamnya terhadap masalah, disamping itu dapat melihat apakah siswa dapat menilai penyelesaian yang dibuatnya sudah benar atau belum, pada tahap ini siswa telah siap melakukan perhitungan dengan segala macam yang diperlukan termasuk rumus yang sesuai. Siswa harus dapat membentuk sistematika yang lebih baku dalam arti rumus-rumus yang digunakan merupakan rumus yang siap digunakan sesuai dengan apa yang ditanyakan soal sehingga dapat sesuai dengan rencana pemecahannya. Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan perhitungan diantaranya : Melaksanakan rencana pemecahan, Periksalah setiap langkah, apakah perhitungannya sudah benar, apakah siswa dapat membuktikan bahwa langkah yang dipilih sudah benar . &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memeriksa kembali hasil yang telah diperoleh. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Meneliti atau menelaah kembali setiap tahap yang telah dilakukan, dengan demikian kesalahan dan kekeliruan dalam penyelesaian soal dapat dihindari dan ditemukan sebelumnya. Hal ini perlu diperhatikan dalam memeriksa kembali hasil yang telah diperoleh, diantaranya : apakah siswa dapat memeriksa hasilnya, apakah siswa dapat memeriksa alasannya, apakah siswa dapat memperoleh hasil yang berbeda, apakah siswa dapat menggunakan hasil atau metode untuk masalah yang lainnya. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perbedaan waktu yang diperlukan untuk memecahkan masalah bergantung pada perbedaan individual yakni : &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Banyaknya aturan-aturan yang dikuasai&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecepatan untuk mengingat kembali aturan-aturan itu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecepatan atau kelancaran pelajar memikirkan hipotesis (kreativitas)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketajaman membedakan konsep-konsep,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memandang masalah itu sebagai suatu hal dalam kategori yang lebih umum dan dengan demikian membuktikan kebenaran jawabannya. (Nasution: 172).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemecahan masalah merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh siswa, bahkan dalam konsep kurikulum yang sudah diberlakukan. Tuntutan akan kemampuan pemecahan masalah dipertegas secara eksplisit dalam kurikulum tersebut yaitu sebagai kompetensi dasar yang harus dikembangkan dan diintegrasikan pada sejumlah materi yang sesuai.&lt;br /&gt;
Pandangan pemecahan masalah sebagai proses inti dan utama dalam kurikulum matematika, berarti dalam pembelajaran pemecahan masalah lebih mengutamakan proses dan strategi yang dilakukan siswa dalam menyelesaikannya daripada hanya sekedar hasil, sehingga keterampilan proses dan strategi dalam memecahkan masalah tersebut menjadi dasar dalam belajar matematika. Walaupun kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang tidak mudah dicapai, akan tetapi kepentingan dan kegunaannya maka kemampuan pemecahan masalah ini hendaknya diajarkan kepada siswa pada semua angkatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;E.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembelajaran Melalui Pendekatan Pemecahan Masalah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mengahadapi sejumlah pembelajaran, berbagai pesan yang terkandung dalam bahan ajar meningkatkan kemampuan pembelajar dan proses memperoleh pengalaman. Maka setiap guru memerlukan pengetahuan tentang pendekatan pembelajaran. Suatu prasyarat teknis untuk dapat mempelajarkan adalah bahwa seorang pembelajar (guru) sudah pernah bertindak belajar itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Proses pembelajaran melalui pendekatan pemecahan masalah di dalam kelas harus mengutamakan pada pamahaman siswa dengan cara memperkaya, memperdalam, dan memperluas siswa dalam pemecahan masalah. Karena pendekatan pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal-soal matematika dapat melatih kemampuan siswa. Pendekatan pemecahan masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Peran guru dalam pembelajaran ini hanya sebagai fasilitator artinya guru hanya memberikan pengarahan dan bimbingan kepada siswa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Soal atau persoalan bagi anak yang satu merupakan pemecahan masalah sedangkan bagi yang lain tidak, maka menjadi tugas guru untuk menyeleksi atau membuat soal-soal yang merupakan soal pemecahan masalah.&lt;br /&gt;
Pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika merupakan inti dalam pembelajaran matematika khususnya dalam memotivasi siswa. Sebagai mana dikemukakan oleh Mayer (dalam Edi, 2005). Bahwa National Council of Teacher of mathematics telah merekomendasikan bahwa pemecahan masalah merupakan fokus dari pelajaran matematika disekolah. Sedangakan Muncarno (dalam Edi, 2005). Menyatakan pembelajaran matematika yang dilaksanakan dengan langkah-langakah pemecahan masalah kepada siswa cenderung dapat memotivasi siswa dalam belajar. hal ini diperkuat oleh Russefendi (1980: 222).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengemukakan bahwa salah satu sebab siswa perlu dilatih menyelesaikan persoalan yang berupa pemecahan masalah adalah agar dapat menimbulkan keingin tahuan dan adanya motivasi serta menumbuhkan sifat kreatif.&lt;br /&gt;
pembelajaran pemecahan masalah akan menjadi hal yang sangat menentukan juga keberhasilan pendidikan matematika, sehingga pengintegrasian pemecahan masalah selama proses pembelajaran berlangsung hendaknya menjadi suatu keharusan. Siswa tidak akan tertarik untuk belajar memecahkan masalah jika ia tidak tertantang untuk mengerjakannya. Hal ini menunjukan pentingnya tantangan serta konteks yang ada pada suatu masalah untuk memotivasi para siswa. Para siswa akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk memecahkan suatu masalah yang diberikan gurunya jika mereka menerima tantangan yang ada pada masalah tersebut. &lt;br /&gt;
Pembelajaran pemecahan masalah atau belajar memecahkan masalah dijelaskan Cooney et al (dalam Fadjar) sebagai berikut : … the action by which a teacher encourages students to accept a challenging question and guides them in their resolution”. Hal ini menunjukan bahwa pembelajaran pemecahan masalah adalah suatu tindakan (action) yang dilakukan guru agar para siswanya termotivasi untuk menerima tantangan yang ada pada pertanyaan (soal) dan mengarahkan para siswa dalam proses pemecahannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Menggunakan pendekatan pembelajaran matematik, masalah dapat diberikan di awal kegiatan sebagai tantangan bagi para siswa. Dengan masalah ini, para siswa diberi kesempatan untuk mengeksplorasi atau menyelidiki, tentunya dengan pertanyaan-pertanyaan dari guru atau pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari para siswa sendiri dalam bentuk pemecahan masalah, sehingga teorema, rumus, dalil, pengertian maupun konsep baru dapat dimunculkan dari masalah yang dikemukakan pada awal kegiatan ini. Dengan cara ini, para siswa dilatih dan dibiasakan untuk belajar memecahkan masalah selama proses pembelajaran di kelas sedang berlangsung sedemikian sehingga pemahaman suatu konsep atau pengetahuan haruslah dibangun sendiri (dikontruksi) oleh siswa (pembelajar).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-2183853864034606404?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yLEzw-fzJcWgJFSx8pfn05km9CM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yLEzw-fzJcWgJFSx8pfn05km9CM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yLEzw-fzJcWgJFSx8pfn05km9CM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yLEzw-fzJcWgJFSx8pfn05km9CM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/7aO74AnC_5k" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/2183853864034606404/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/01/metode-pemecahan-masalah-dalam.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/2183853864034606404?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/2183853864034606404?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/7aO74AnC_5k/metode-pemecahan-masalah-dalam.html" title="Metode Pemecahan Masalah Dalam Penelitian Matematika" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/01/metode-pemecahan-masalah-dalam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE4HSX04fCp7ImA9Wx9XEUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-6281303544479058544</id><published>2011-01-05T01:48:00.000+07:00</published><updated>2011-01-05T01:48:58.334+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-05T01:48:58.334+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Etos Kerja Dengan Spirit Islam</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BANGSA INDONESIA dengan segala potensi yang dimilikinya seperti&lt;br /&gt;
jumlah penduduk yang besar, sumber daya alam yang melimpah, nilai-nilai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
relijius yang hidup, dan ideologi Pancasila yang mantap semestinya dapat menjadikan Indonesia pionir atau paling tidak dapat berdiri sejajar dengan dengan negar-negara maju dalam mensejahterakan kehidupan rakyatnya. Namun, potensi-potensi itu kurang diberdayakan secara maksimal dengan dukungan SDM (Sumber Daya Manusia) yang memiliki keterampilan dan etos kerja yang tinggi.Sehingga segala potensi tersebut belum mampu berkontribusi besar dalam mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlu dicatat, bahwa kemajuan sebuah bangsa seperti AS, Perancis, Jepang, China dan seterusnya, tidak terlepas dari tingginya keterampilan (penguasaaan iptek)dan etos kerja SDM-nya dalam mengelola segala potensi yang dimilikiinya. Efek domino dari SDM yang memiliki etos kerja dan penguasaan iptek yang tinggi secara otomatis akan meningkatkan pendapatan kaum pekerja/buruh sehingga kesejahteraan dan kemakmuran mereka dapat terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai bangsa relijius dengan predikat bangsa muslim terbesar dunia, semestinya Indonesia mampu mewujudkan cita-cita bangsa dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya yang sejahtera, makmur dan berkeadilan. Gabungan antara SDA yang melimpah dengan SDM yang memiliki keterampilan dan etos kerja tinggi serta dibumbui pemahaman kontekstual nilai-nilai moral ajaran agama (Islam) merupakan potensi luar biasa yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agama (baca: Islam) semestinya menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan etos kerja dan penguasaan iptek yang tinggi, sebagai pra syarat kemajuan sebuah bangsa. Karena disamping ajaran Islam mampu memberikan interpretasi atas berbagai persoalan kehidupan manusia, Islam juga dapat berfungsi sebagai pengawal kemajuan sebuah bangsa melalui nilai- nilai universal ajarannya. &lt;br /&gt;
ISLAM merupakan agama yang bersifat universal yang diturunkan oleh Allah SWT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kepada seluruh ummat manusia dalam rangka untuk mensejahterakan, memberikan kedamaian, menciptakan suasana sejuk dan harmonis bukan hanya di antara sesama ummat manusia tetapi juga bagi seluruh makhluk Allah yang hidup di muka bumi. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT dalam Al-Qur·an :´Dan Kami tidak akan mengutus kamu wahai&lt;br /&gt;
Muhammad kecuali untuk menjadi Rahmat bagi sekalian alamµ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Implementasi dari kehadiranAgama Islam sebagai Rahmat bagi sekalian alam ditunjukkan dengan ajaran-ajaran agama Islam baik yang bersumber dari Al-Qur·an maupun dari Hadits Rasulullah SAW yang mengajarkan tentang kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat secara seimbang. Hal ini tercermin dari Firman Allah SWT dalam Al-Qur·an :&lt;br /&gt;
Artinya :´Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkanAllah kepadamu kebahagiaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kampung akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi. Dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimanaAllah telah berbuat baik kepadamu, karena sesungguhnyaAllah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakanµ (Q.S. Al-Qashash:77)&lt;br /&gt;
Senada dengan Firman Allah SWT tersebut, adalah Hadits yang disampaikan oleh&lt;br /&gt;
Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;
Artinya :´Bekerjalah untuk kepentingan duniamu seolah-olah kamu hidup selama-lamanya.&lt;br /&gt;
Dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah kamu mati esok pagiµ.&lt;br /&gt;
Untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat secara seimbang agama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Islam mengajarkan agar ummatnya melakukan kerja keras baik dalam bentuk Ibadah maupun dalam bentuk Amal Shaleh. Ibadah adalah merupakan perintah-perintah yang harus dilakukan oleh ummat Islam yang berkaitan langsung dengan Allah SWT dan telah ditentukan secara terperinci tentang tata cara pelaksanaannya. Sedangkan Amal Sholeh adalah perbuatan- perbuatan baik yang dilakukan oleh ummat Islam, dimana perbuatan-perbuatan tersebut berdampak positif bagi diri yang bersangkutan, bagi masyarakat, bagi bangsa dan negara serta bagi agama Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerja keras atau dalam kata lain disebut dengan etos kerja adalah merupakan prasyarat mutlak untuk dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, sebab dengan etos kerja yang tinggi akan melahirkan produktifitas yang tinggi pula. Oleh karena itulah maka agama Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kerja keras dan etos kerja sebab hanya dengan itulah maka kebahagiaan di dunia dan di akhirat dapat diraih sekaligus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atas dasar hal-hal tersebut di atas, dapat ditarik benang hijau bahwa sesungguhnya antara penghayatan agama yang diwujudkan dalam bentuk iman yang sempurna, mempunyai hubungan timbal balik dengan etos kerja seseorang.Seseorang yang memiliki iman yang sempurna dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan memiliki etos kerja yang tinggi yang pada akhirnya meningkatkan produktifitas yang tinggi, baik dalam pekerjaan maupun dalam pelayanannya sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.&lt;br /&gt;
Hubungan timbal balik tersebut dapat dilihat dari tiga teori sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kedalaman penghayatan agama mendorong tumbuh suburnya etos kerja sehingga kehidupan perekonomian ummat berkembang maju, sebab agama Islam mengajarkan menolong yang lemah dengan cara membayar zakat, infaq dan shodaqah (ZIS). ZIS hanya dapat dibayarkan oleh yang memiliki kecukupan harta.Kecukupan harta hanya diperoleh orang yang memiliki etos kerja yang tinggi dan mau bekerja keras.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kehidupan ekonomi yang berkembang maju akan menimbulkan hasrat untuk mendalami ajaran agamanya, sebab dengan ekonomi yang lebih maju memberikan kesempatan beribadah yang lebih lapang, seperti menunaikan ibadah haji, membangun sarana dan prasarana yang lebih baik buat menempatkan diri melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penghayatan ajaran agama dengan etos kerja memiliki hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi yang tidak perlu dipersoaalkan mana yang paling dominan di antara keduanya. Kenyataan menunjukkan bahwa masyarakat yang berkecukupan, umumnya memiliki kehidupan beragama yang lebih baik, sebaliknya masyarakat yang tidak berkecukupan dan apalagi terbelakang akan sulit mengembangkan kehidupan beragamanya secara baik. Hal inilah yang disinyalir oleh Rasulullah SAW dalam salah satu Hadits :´Kemiskinan itu sangat dekat dengan kemiskinanµ. Sayidina Ali berujar : " Sekiranya kemiskinan itu berbentuk manusia maka saya akan membunuhnyaµ.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengingat betapa pentingnya etos kerja, kerja keras dan peningkatan produktifitas dalam semua sektor kehidupan, baik dalam kehidupan dunia maupun dalam kehidupan akhirat, ajaran agama Islam memiliki seperangkat nilai yang berkaitan dengan itu, antara lain adalah :&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bekerja keras adalah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap orang yang mengaku dirinya beriman kepada Allah SWT, hal ini dibuktikan dengan banyaknya perintah Allah dalam Al-Qur·an yang menyuruh untuk bekerja, seperti artinya bekerjalah, sampai- sampai Allah memerintahkan : ´Apabila kamu telah selesai melaksanakan ibadah sholat maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia dariAllah SWT&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak boleh menunda-nunda pekerjaan selama pekerjaan itu masih dapat dilaksanakan. Hal ini sesuai dengan Firman Allah :´Apabila kamu telah menyelesaikan suatu pekerjaan, maka bersegeralah untuk menyelesaikan pekerjaan yang lain dan kepada Tuhanmulah kamu berserah diri. Salah satu prasyarat untuk terhindarnya ummat manusia dari kerugian yang sangat besar adalah dengan bekerja yaitu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik yang dalam bahasa Al-Qur·an disebut dengan Amilusshalihat : Nabi Muhammad SAW memerintahkan dalam salah satu haditsNya, agar hari ini ummat Islam menanam buah-buahan dan atau tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat bagi manusia, sekalipun dia tahu bahwa besok itu qiamat akan datang. Bekerja secara produktif adalah merupakan ciri dan karakteristik seorang muslim yang terbaik sesuai dengan implementasi hadits Nabi, ´Tangan di atas (yang memberi) adalah jauh lebih baik daripada tangan di bawah (yang menerima). Oleh karena itulah pada hadits lain Nabi bersabda, : seseorang mencari kayu bakar dan dipikulkan di atas punggungnya, hal itu jauh lebih baik daripada ia meminta-meminta pada seseorang yang kadang-kadang diberi dan kadang-kadang ditolakµ. Bekerja disamakan dengan Jihad Fi Sabilillah. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi, : ´Kalau ia bekerja hendak menghidupkan anak-anaknya yang masih kecil, ia adalah jihad fi sabilillah. Kalau ia bekerja untuk membela kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, iapun disebut jihad fi sabilillah. Kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, ia adalah jihad fi sabilillah.µ&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agama Islam memandang bahwa sesungguhnya bekerja, memiliki etos kerja yang tinggi adalah merupakan ibadah dan atau bernilai ibadah di sisi Allah SWT.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
Atas dasar hal-hal tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa sesunggunya, etos kerja Islamy memberikan dorongan yang sangat besar terhadap ummatnya baik sebagai Pegawai Negeri, Wiraswasta, Petani dan Masyarakat pada umumnya untuk menciptakan produktifitas kerja sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. Dengan demikian maka&lt;br /&gt;
seseorang yang memiliki tingkat pemahaman keagamaan yang baik serta mengaktualisasikan kedalam kehidupan sehari-hari, maka yang bersangkutan dapat dipastikan memiliki etos kerja dan produktifitas yang tinggi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pemahaman demikian diharapkan kedepan relasi antara buruh dengan majikan atau pekerja dengan pengusaha yang selama ini sering menjadi persoalan dalam kaitan hubungan kerja, dapat terjalin dengan baik atas dasar saling membutuhkan.Dalam kaitan dengan ini pemerintah sebagai regulator dapat berperan lebih aktif lagi dengan membuat suatu aturan atau undang-undang yang didasari atas kesepakatan bersama dengan konsep keadilan. Islam melalui nilai-nilai moral universal ajaranya telah memberikan gambaran akan pentingnya manusia untuk bekerja dengan etos kerja yang tinggi dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya sekaligus menjalankan fungsinya sebagai khalifatullah fil ardhi (wakil Allah di muka bumi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peringatan hari buruh internasional 1 mei atau may day, seringkali dirayakan dengan demo besar-besaran hampir diseluruh tanah air bahkan dunia, namun sebenarnya, harus kita sadari bersama bahwa masing-masing pihak baik buruh maupun majikan (pekerja-pengusaha) memiliki tanggungjawab dalam menunaikan hak dan kewajibannya. Dalam pendekatan Islam, baik buruh maupun majikan sama-sama tidak diistemewakan.Keduanya tetap berkedudukan sebagai makhluk yang berkewajiban sekaligus berhak memperoleh rizki dari Allah SWT, sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing. Sebab yang ditekankan Islam kepada manusia adalah sikap ta'awun (tolong-menolong), tidak dirugikan juga tidak merugikan orang lain.Wallahu·alam bisawab&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[referensi:berbagai sumber]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-6281303544479058544?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vXq2BgSqGU5YOilbDsiBOvV4HP4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vXq2BgSqGU5YOilbDsiBOvV4HP4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vXq2BgSqGU5YOilbDsiBOvV4HP4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vXq2BgSqGU5YOilbDsiBOvV4HP4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/XbSMjrZiEM0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/6281303544479058544/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/01/etos-kerja-dengan-spirit-islam.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/6281303544479058544?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/6281303544479058544?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/XbSMjrZiEM0/etos-kerja-dengan-spirit-islam.html" title="Etos Kerja Dengan Spirit Islam" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/01/etos-kerja-dengan-spirit-islam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0UMQ386eSp7ImA9Wx9XEUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-8185690194894519291</id><published>2011-01-05T01:21:00.000+07:00</published><updated>2011-01-05T01:21:22.111+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-05T01:21:22.111+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Bekerja pun Itu Merupakan Ibadah</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bekerja bukan hanya kebutuhan, tapi juga kewajiban. Berpahala jika dilakukan, berdosa kalau ditinggalkan. Anas bin Malik meriwayatkan bahwa seorang lelaki dari kaum Anshar datang menghadap Rasulullah saw dan meminta sesuatu kepada beliau. Rasulullah saw bertanya, “Adakah sesuatu di rumahmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada, ya Rasulullah!” jawabnya, “Saya mempunyai sehelai kain tebal, yang sebagian kami gunakan untuk selimut dan sebagian kami jadikan alas tidur. Selain itu saya juga mempunyai sebuah mangkuk besar yang kami pakai untuk minum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bawalah kemari kedua barang itu,” sambung Rasulullah saw. Lelaki itu membawa barang miliknya dan menyerahkannya kepada Rasulullah. Setelah barang diterima, Rasulullah saw segera melelangnya. Kepada para sahabat yang hadir pada saat itu, beliau menawarkan pada siapa yang mau membeli. Salah seorang sahabat menawar kedua barang itu dengan harga satu dirham. Tetapi Rasulullah menawarkan lagi, barangkali ada yang sanggup membeli lebih dari satu dirham, “Dua atau tiga dirham?” tanya Rasulullah kepada para hadirin sampai dua kali. Inilah lelang pertama kali yang dilakukan Rasulullah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba salah seorang sahabat menyahut, “Saya beli keduanya dengan harga dua dirham.”&lt;br /&gt;
Rasulullah menyerahkan kedua barang itu kepada si pembeli dan menerima uangnya. Uang itu lalu diserahkan kepada lelaki Anshar tersebut, seraya berkata, “Belikan satu dirham untuk keperluanmu dan satu dirham lagi belikan sebuah kapak dan engkau kembali lagi ke sini.”&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian orang tersebut kembali menemui Rasulullah dengan membawa kapak. Rasulullah saw melengkapi kapak itu dengan membuatkan gagangnya terlebih dahulu, lantas berkata, “Pergilah mencari kayu bakar, lalu hasilnya kamu jual di pasar, dan jangan menemui aku sampai dua pekan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lelaki itu taat melaksanakan perintah Rasulullah. Setelah dua pekan berlalu ia menemui Rasulullah melaporkan hasil kerjanya. Lelaki itu menuturkan bahwa selama dua pekan ia berhasil mengumpulkan uang sepuluh dirham setelah sebagian dibelikan makanan dan pakaian. Mendengar penuturan lelaki Anshar itu, Rasulullah bersabda, “Pekerjaanmu ini lebih baik bagimu daripada kamu datang sebagai pengemis, yang akan membuat cacat di wajahmu kelak pada hari kiamat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah saw memberikan pelajaran menarik tentang pentingnya bekerja. Dalam Islam bekerja bukan sekadar memenuhi kebutuhan perut, tapi juga untuk memelihara harga diri dan martabat kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi. Karenanya, bekerja dalam Islam menempati posisi yang teramat mulia. Islam sangat menghargai orang yang bekerja dengan tangannya sendiri. Rasulullah saw pernah ditanya, “Pekerjaan apakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Pekerjaan terbaik adalah usaha seseorang dengan tangannya sendiri dan semua perjualbelian yang dianggap baik,” (HR Ahmad dan Baihaqi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedemikian tingginya penghargaan itu sehingga orang yang bersungguh-sungguh bekerja disejajarkan dengan mujahid fi sabilillah. Kerja tak hanya menghasilkan nafkah materi, tapi juga pahala, bahkan maghfirah dari Allah SWT. Rasulullah saw bersabda, “Jika ada seseorang yang keluar dari rumah untuk bekerja guna mengusahakan kehidupan anaknya yang masih kecil, maka ia telah berusaha di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk dirinya sendiri agar tidak sampai meminta-minta pada orang lain, itu pun di jalan Allah. Tetapi jika ia bekerja untuk berpamer atau bermegah-megahan, maka itulah ‘di jalan setan’ atau karena mengikuti jalan setan,” (HR Thabrani).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerja juga berkait dengan martabat manusia. Seorang yang telah bekerja dan bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya akan bertambah martabat dan kemuliannya. Sebaliknya, orang yang tidak bekerja alias menganggur, selain kehilangan martabat dan harga diri di hadapan dirinya sendiri, juga di hadapan orang lain. Jatuhnya harkat dan harga diri akan menjerumuskan manusia pada perbuatan hina. Tindakan mengemis, merupakan kehinaan, baik di sisi manusia maupun di sisi Allah SWT. Orang yang meminta-minta kepada sesama manusia tidak saja hina di dunia, tapi juga akan dihinakan Allah kelak di akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah saw bersabda, “Demi Allah, jika seseorang di antara kamu membawa tali dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar, kemudian dipikul ke pasar untuk dijual, dengan bekerja itu Allah mencukupi kebutuhanmu, itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain,” (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bekerja juga berkait dengan kesucian jiwa. Orang yang sibuk bekerja tidak akan ada waktu untuk bersantai-santai dan melakukan ghibah serta membincangkan orang lain. Ia akan menggunakan waktunya untuk meningkatkan kualitas kerja dan usaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu pentingnya arti bekerja, sehingga Islam menetapkannya sebagai suatu kewajiban. Setiap Muslim yang berkemampuan wajib hukumnya bekerja sesuai dengan bakat dan kemampuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Hanifah adalah seorang ulama besar yang sangat dihormati. Ilmunya luas dan muridnya banyak. Di tengah kesibukannya belajar dan mengajar, ia masih menyempatkan diri untuk bekerja sehingga tidak jelas apakah ia seorang pedagang yang ulama atau ulama yang pedagang. Baginya, berusaha itu suatu keharusan. Sedangkan berjuang, belajar dan mengajarkan ilmu itu juga kewajiban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentang nilai usaha ini, Islam tidak hanya bicara dalam tataran teori, tapi juga memberikan contohnya. Rasulullah saw adalah seorang pekerja. Para sahabat yang mengelilingi beliau juga adalah para pekerja. Delapan sahabat Rasulullah saw yang dijamin masuk surga adalah para saudagar yang kaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa orang yang bekerja itu mendapatkan pahala di sisi Allah SWT? Jawabannya sederhana, karena bekerja dalam konsep Islam merupakan kewajiban atau fardhu. Dalam kaidah fiqh, orang yang menjalankan kewajiban akan mendapatkan pahala, sedangkan mereka yang meninggalkannya akan terkena sanksi dosa. Tentang kewajiban bekerja, Rasulullah bersabda, “Mencari rezeki yang halal itu wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa dan sebagainya),” (HR ath-Thabrani dan al-Baihaqi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena bekerja merupakan kewajiban, maka tak heran jika Umar bin Khaththab pernah menghalau orang yang berada di masjid agar keluar untuk mencari nafkah. Umar tak suka melihat orang yang pada siang hari tetap asyik duduk di masjid, sementara sang mentari sudah terpancar bersinar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://mushahidah.blogspot.com/"&gt;Mushahidah&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-8185690194894519291?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qpEeO1h1jHr9iMqNGD1tXdWidps/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qpEeO1h1jHr9iMqNGD1tXdWidps/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qpEeO1h1jHr9iMqNGD1tXdWidps/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qpEeO1h1jHr9iMqNGD1tXdWidps/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/ZRfjAyX_FIk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/8185690194894519291/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/01/bekerja-pun-itu-merupakan-ibadah.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/8185690194894519291?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/8185690194894519291?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/ZRfjAyX_FIk/bekerja-pun-itu-merupakan-ibadah.html" title="Bekerja pun Itu Merupakan Ibadah" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/01/bekerja-pun-itu-merupakan-ibadah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YAQn8zcCp7ImA9Wx9XEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-2926620239209588039</id><published>2011-01-03T08:39:00.001+07:00</published><updated>2011-01-03T08:45:43.188+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-03T08:45:43.188+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Tupoksi Kepala Sekolah Dan Guru Dalam Pengelolaan Sekolah</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tupoksi Pengelolaan Sekolah &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;a. Kepala Sekolah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kepala Sekolah secara umum berfungsi sebagai&amp;nbsp; Edukator, Manager, Administrator, Supervisor, Lider, Inovator dan Motivator&amp;nbsp; (EMASLIM).&lt;br /&gt;
1).&amp;nbsp; Kepala Sekolah selaku pemimpin mepunyai tugas :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menyusun perencanaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengorganisasikan  kegiatan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengarahkan kegiatan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengkoordinasikan kegiatan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan kegiatan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan evaluasi terhadap kegiatan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menentukan kebijaksanaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengadakan rapat/ pertemuan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengambil keputusan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengatur proses belajar mengajar &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengatur administrasi :&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;blockquote&gt;a). Kantor&lt;br /&gt;
b). Siswa.&lt;br /&gt;
c). Pegawai &lt;br /&gt;
d). Perlengkapan &lt;br /&gt;
e). Keuangan&amp;nbsp; dan,&amp;nbsp; f ) Mengatur Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) &lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12.&amp;nbsp; Mengatur Hubungan Sekolah dengan Masyarakat dan dunia usaha&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
2).&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kepala Sekolah selaku administrator bertugas menyelenggarakan administrasi :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perencanaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengorganisasian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengarahan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengkoordinasian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengawasan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kurikulum&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kesiswaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kantor&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kepegawaian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perlengkapan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keuangan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perpustakaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Laboratorium&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;3).&amp;nbsp; Kepala Sekolah selaku supervisor bertugas menyelenggarakan supervisi mengenai : &lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kegiatan pembelajaran &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kegiatan bimbingan dan penyuluhan / bimbingan karir&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kegiatan ekstrakurikuler&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kegiatan ketatausahaan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kegiatan kerjasama dengan masyarakat dan dunia usaha dalam melaksanakan tugas Kepala Sekolah dapat mendelegasikan kepada Wakil-Wakil Kepala Sekolah &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;a href="http://gan.doubleclick.net/gan_click?lid=41000000032768198&amp;amp;pubid=21000000000324341"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://gan.doubleclick.net/gan_impression?lid=41000000032768198&amp;amp;pubid=21000000000324341" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;TUPOKSI GURU, WALI KELAS DAN KOORDINATOR&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;b&gt;D.&amp;nbsp; G u r u &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Guru bertanggungjawab kepada Kepala Sekolah, dan mempunyai tugas pokok dan bertanggung&amp;nbsp; jawab&amp;nbsp; melaksanakan proses belajar dan mengajar secara efektif dan efisien.&lt;br /&gt;
Tugas pokok dan fungsi guru adalah sebagai berikut : &lt;br /&gt;
a.&amp;nbsp; Membuat / menyusun Program Pembelajaran&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Program Tahunan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Program Semester&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyusun Silabus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyusun Rencana Pelaksanaan Pengajaran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menetapkan Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;b.            Melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.&lt;br /&gt;
c.             Menyusun alat penilaian dan melaksanakan penilaian hasil belajar &lt;br /&gt;
d.            Membuat dan mengisi daftar nilai siswa.&lt;br /&gt;
e.             Melaksanakan Analisis Hasil Belajar &lt;br /&gt;
f.              Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan.&lt;br /&gt;
g.             Melaksanakan kegiaan bimbingan siswa dalam proses belajar mengajar &lt;br /&gt;
h.             Membuat  atau menggunakan alat peraga dalam kegaiatan belajar mengajar &lt;br /&gt;
i.               Melakukan invosi serta kreatifitas yang menumbuhkan minat belajar siswa &lt;br /&gt;
j.              Mengikuti kegiatan MGMP secara berkesinambungan&lt;br /&gt;
k.            Mengkuti kegiatan pengembangan Kurikulum&lt;br /&gt;
l.               Melaksanakan tugas terentu di sekolah &lt;br /&gt;
m.           Melakukan pengembangan setiap bidang studi yang menjadi tanggungjawabnya&lt;br /&gt;
n.             Membuat Lembaran Kerja Siswa ( LKS ) &lt;br /&gt;
o.            Membuat catatan – catatan tentang kemajuan belajar siswa yang dibina &lt;br /&gt;
p.            Meneliti daftar hadar sebelum memulai melaksanakan kegiatan mengajar &lt;br /&gt;
q.            Melakukan /mengatur ruang kelas, ruang praktikum agar terjaga kebesihan dan keIndahan, keamanan , ketertiban serta kenyamanan  bagin setiap guru mengajar&lt;br /&gt;
r.              Disiplin waku mengajar agar target ketuntasan tercapai &lt;br /&gt;
s.             Mengumpulkan angka kredit untuk kenaikan pangkat &lt;br /&gt;
t.              Mematuhi kode etik profesional guru &lt;br /&gt;
u.             Disamping tugas pokok di atas, guru juga membantu Kepala Sekolah dalam urusan Penyelenggarakan  Pendidikan di Sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;E.&amp;nbsp; Wali Kelas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Wali Kelas adalah Guru yang membantu Kepala Sekolah untuk membimbing siswa dalam mewujudkan disiplin kelas, sebagai manajer dan motivator untuk membangkitkan gairah /minat siswa&amp;nbsp; untuk beprestasi di kelas. Tugas pokok dan fungsi wali kelas sebagai berikut : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.             Pengelola kelas &lt;br /&gt;
b.            Mengenal dan memahami situasi kelasnya.&lt;br /&gt;
c.             Menyelenggarakan  Administrasikan kelas meliputi :&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;1). Denah&amp;nbsp; tempat duduk siswa &lt;br /&gt;
2). Papan Absen siswa &lt;br /&gt;
3). Daftar Pelajaran di kelas&lt;br /&gt;
4). Daftar Piket Kelas,&lt;br /&gt;
5). Struktur Organisasi Pengurus Kelas&lt;br /&gt;
6). Tata Tertib siswa di kelas,&lt;br /&gt;
7). Buku Kemajuan Belajar. &lt;br /&gt;
8). Buku Mutasi Kelas.&lt;br /&gt;
9). Buku Peta Kelas &lt;br /&gt;
10) Buku Inventaris barang-barang di kelas &lt;br /&gt;
11) Buku Bimbingan kelas/ Kasus siswa &lt;br /&gt;
12) Buku Rapor &lt;br /&gt;
13) Buku Daftar Siswa Berprestai&amp;nbsp; di kelas&lt;/blockquote&gt;a. Memberikan motivasi kepada siswa agar belajar sungguh-sungguh baik di sekolah maupun di luar sekolah.&lt;br /&gt;
b.      Memantapkan siswa di kelasnya, dalam mel;aksanakan tatakrama, sopan santun, tata tertib  baik di sekolah  maupun di luar sekolah.&lt;br /&gt;
c.       Menangani / mengatasi hambatan dan gangguan terhadap kelancaran kegiatan kelas dan atau kegiatan sekolah pada umumnya.&lt;br /&gt;
d.      Mengerahkan siswa di kelasnya untuk mengikuti egiatan-kegiatan sekolah seperti &lt;br /&gt;
e.       Upacara Bendera, Ceramah, Pertandingan dan kegiatan lanilla.&lt;br /&gt;
f.        Membimbing siswa kelasnya dalam melaksanakan kegiatan Ekstrakurikuler (Peran serta kelas dalam hal  pengajuan calon pengurus OSIS, pemilihan ketua kelas, pemilihan siswa berprestasi, acara kelas, dll ).&lt;br /&gt;
g.       Melakukan Home Visit ( kujungan ke rumah / oang tua ) atau kelauarganya.&lt;br /&gt;
h.       Memberikan masukan dalam penentuan kenaikan kelas bagi  siswa di kelasnya.&lt;br /&gt;
i.         Mengisi / membagikan Buku Laporan Pendidikan (Rapor) kepada Wali siswa.&lt;br /&gt;
j.        Mengajukan saran dan usul kepada pimpinan sekolah mengenai siswa yang menjadi bimbingannya.&lt;br /&gt;
k.      Membuat Laporan tertulis secara rutin setiap bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;F. Koordinator- koordinator&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Koordinator Matemaika&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Koordinaor Matematika mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan Wakasek Urusan Kurikulum dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menyusun program kegiatan mata pelajaran Matematika dilengkapi dengan alat peraga dan bahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajukan usul dan saran pembagian tugas megajar mata kelompok mata pelajaran Matematika kepada bidang pelayanan pembelajaran melalui Wakasek Kurikulum.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengamanan sarana dan prasarana pembelajaran matematika.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merekrut siswa yang berpotensi dibidang matematika untuk dikoordinasikan dengan koordinator Peningkatan Prestasi Akademik &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan gairah siswa terhadap belajar dan atau penguasaan materi pelajaran matematika. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajukan saran dan usul secara tertulis atau lisan kepada pimpinan sekolah dalam rangka meningkatkan prestasi siswa dibidang matematika.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menggiatkan latihan untuk mengikuti lomba bidang studi matematika.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membuat laporan tertulis secara rutin tiap bulan baik tentang data maupun kegiatan dibidang pelajaran matematika. Koordinator IPA ( Fisika, Kimia dan Biologi ) &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;2. Koordinator IPA mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan Wakasek Kurikulum dalam kegiatan sebagai berikut : &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menyusun pembelajaran serta kegiatan Mata Pelajaran IPA (Fisika, Kimia dan Biologi) yang disertai dengan alat, bahan dan fasilitas yang diperlukan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajukan usul dan saran dalam pembagian tugas mengajar kelompok Mata Pelajaran IPA, kepada Bidang Pelayanan Pembelajaran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyusun Program Kegiatan Laboratorium IPA dilengkapi dengan bahan dan alat praktikumnya. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merekrut siswa yang berpotensi di bidang saint / IPA untuk dikoordinasikan dengan koordinator Peningkatan Prestasi Akademik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan pengamanan sarana dan prasarana yang ada di laboratorium.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan gairah siswa dalam belajar / penguasan materi pelajaran IPA melalui penelitian, percobaan / eksprimen di Laboratorium.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengatur dan membuat jadwal penggunaan laboratorium IPA.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajukan saran dan usul secara tertulis maupun lisan kepada pimpinan sekolah mengenai kondisi Laboratorium atau kepada yang didelegasikan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membuat Laporan tertulis secara rutin tentang keadaan alat dan bahan serta kegiatan-kegiatan praktek di Laboratorium. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;3.            Koordinator IPS (Ekonomi, Sosiologi, Kewarganegaraan, Sejarah dan Geografi) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Koordinator IPS mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan Wakasek &lt;br /&gt;
Kurikulum dalam kegiatan-kegiatan berikut : &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menyusun program kegiatan Mata Pelajaran IPS (Ekonomi, Akuntansi, Sosiologi, Kewarganegaraan , sejarah dan Geografi) dilengkapi dangan media dan fasilitas pembelajaran yang diperlukan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajukan saran / usul pembagian tugas mengajar kelompok mata pelajaran IPS Kepada ketua bidang pelayanan pembelajaran melalui wakasek urusan kuriKulum.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merekrut siswa yang berpotensi dibidang IPS untuk dikoordinasikan dengan koordinator Peningkatan Prestasi Akademik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyusun Program kegiatan penelitian IPS dilengkapi dengan alat, media, bahan-bahan Melakukan pengamanan sarana / peralatan serta media pembelajaran IPS. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan gairah siswa dalam belajar / penguasaan materi pelajaran IPS melalui kegiatan penelitian, percobaan dan eksprimen.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengatur pembagian jadwal pengunaan alat dan bahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajukan usul / saran kepada pimpinan sekolah mengenai  alat, media dan bahan kepada yang didelegas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membuat laporan tertulis secara rutin tentang data maupun kegiatan yang dilakukan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Koordinator Bahasa ( Bahasa Indonesia . Bahasa Inggris ) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Koordinaor Bahasa mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan &lt;br /&gt;
koordinasi dengan Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurkulum dalam Kegiatan-&lt;br /&gt;
kegiatan sebagai berikut : &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menyusun program kegiatan pengajaran bahasa yang dilengkapi dengan media alat-alat  bantu mengajar. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajukan usul dan saran pembagian tugas mengajar kelompok mata pelajaran bahasa kepada ketua bidang  pelayanan pembelajaran &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merekrut siswa yang berpotensi di bidang bahasa untuk dikoordinasikan dengan Koordinator Peningkatan Prestasi Akademik &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan pengamanan sarana dan prasarana yang ada &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkakan gairah belajar siswa / penguasaan materi pelajaran melalui kegiatan  dalam pembelajaran &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajukan usul dan saran kepada pimpinan sekolah, demi perbaikan proses Pembelajaran &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membuat Laporan tertulis secara berkala tentang kegiatan yang dilakukan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;            Koordinator Peningkatan Prestasi dan Akademik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Koordiator Peningkatan Prestasi Akademik mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah  dan berkoordinasi dengan Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum dalam kegiatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
a.             Menyusun Program Kerja Peningkatan Prestasi Akademik setiap tahunnya. &lt;br /&gt;
b.            Melaksanakan saringan siswa yang berprestasi dibidang MIPA dan IPS maupun  Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam kegiatan Olympiade, bekerjasama dengan guru mata pelajaran terkait.&lt;br /&gt;
c.             Meningkatkan gairah belajar siswa berhubungan dengan mata pelajaran, melalui Penelitian, percobaan / eksprimen baik di Laboratorium maupun di lapangan.&lt;br /&gt;
d.            Mengajukan saran dan usul secara lisan / tertulis kepada pimpinan sekolah atau kepada yang didelegasikan.&lt;br /&gt;
e.             Membuat laporan tertulis secara rurtin / tiap bulan tentang data dan kegiatan &lt;br /&gt;
6. Koordinator Perpustakaan dan Budaya Baca&lt;br /&gt;
Koordinator Perpustakaan dan Budaya Baca mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan berkoordinasi dengan Wakil Kepala Sekolah Urusan Ke-&lt;br /&gt;
siswaan dalam kegiatan&amp;nbsp; kegiatan sebagai berikut : &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menyusun Program kegiatan Perpustakaan dan Budaya Baca &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pengamanan sarana / peralatan yang ada di perpustakaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan gairah baca siswa serta kunjungan perpustakaan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyusun perencanaan pengadaan pengadaan buku  Perpustakaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan kegiatan pelayanan di perpustakaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan pemeliharaan dan perbaikan buku serta bahan pustaka.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan inventarisasi dan menata administrasi bahan perpustakaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajukan usul dan saran kepada pimpinan tentang sesuatu yang penting demi Pengembangan / peningkatan perpustakaan melalui yang didelegasikan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membuat laporan  tertulis secara rutin setiap bulan tentang perkembangan perpustakaan. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;7.&amp;nbsp; Koordinator Bimbingan dan Konseling.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Koordinator Bimbingan dan Konseling mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan berkoordinasi dengan Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan&amp;nbsp; dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penyusunan Program Kerja Bimbingan dan Konseling / bimbingan parir.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berkoordinasi dengan Wali Kelas dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi Siswa tentang kesulitan relajar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan pelayanan Konseling lepada siswa agar lebih meningkatkan prestasinya dalam belajar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberi Bimbingan Karir kepada siswa agar mereka mampun mengembangkan diri untuk dapat melanjutkan pendidikan secara tepat sesuai bakat dan minatnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan bantuan kapada siswa agar mereka paham terhadap dirinya dan lingkungannya serta pemecahan kesulitan yang mereka hadapi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan pertimbangan dan saran kepada siswa dalam memperoleh gambaran tentang lapangan pekerjaan yang sesuai pada masa depan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengadakan penilaian pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyusun statisik hasil penilaian bimbingan penyuluhan / bimbingan karir.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar praktik atau pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyusun Laporan Pelaksanaan Bimbingan Penyuluhan / Bimbingan Karir.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;8.            Koordinator  Keimanan dan Ketaqwaan  ( IMTAQ ) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Koordinator IMTAQ membantu bertugas membantu Kepala Sekolah dan berkoordinasi  dengan Wakasek Kesiswaan dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menyusun Progam Kerja Pembinaan Keimanan dan Ketaqwaan  Terhadap Tuhan Yang  Maha Esa sesuai dengan Agama dan Kepercayaannya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan dan mengawasi kegiatan pembinaan IMTAQ masingmasing Agama dan  Kepercayaannya &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengkoordinasikan pembagian tugas pengawasan dengan Wali Kelas &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan pengawasan terhadap sarana dan prasarana serta alat/ fasillitas yang ada&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan gairah anak dalam kegiatan Baca AL-QUR’AN bagi siswa Muslim dan Baca AL-KITAB  bagi siswa Kristen dan Katolik. Bagi siswa yang beragama Hindu Baca  Weda dan bagi siswa beragama Budha  baca  Tripitaka.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merencanakan pengadaan alat dan sarana serta prasarana Ibadat, seperti  Al-Qur’an, Al-Kitab. (Perjanjian Lama dan Baru) serta buku lain yang bernuansa pembinaan keagamaan           &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengabsensi siswa dalam mengikuti kegiatan-kegiatan bekerjasama seluruh pembina yang telibat &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajukan saran dan usul  kepada pimpinan  sekolah atau kepada yang didelegasikan mengenai hal-hal yang perlu perbaikan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membuat Lporan tertulis atas segala kegiatan yang telah dilaksanankan &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;9.            Koordinator Linkungan Hidup&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Koordinator Lingkungan Hidup mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan ber&lt;br /&gt;
koordinasi dengan Wakasek Urusan Sarana dan Prasrana Sekolah dalam kegiatan-kegiatn&amp;nbsp; sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bersama-sama Wakasek Urusan Sarana Prasarana Sekolah menyusun rencana kebutuhan sekolah. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menata administrasi inventarisasi dan pendayagunaan Sarana dan Prasarana Sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bersama-sama  Wakasek Urusan Sarana dan Prasarana mengatur kegiatan kebersihan, keamanan, keindahan,keteraturan, lingkungan sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bersama-sama Wakasek Urusan Sarana dan Prasarana Sekolah melakkan pemeriksaan /pengecekan barang-barang / alat/ mubeler  yang ada baik / rusak untuk dilaporkan  setiap bulannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan pemeriksaan rutin terhadap kebutuhan barang-barang ( barang habis pakai / tidak habis pakai ) serta peningkatan pengadministrasiannya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengkoordinasikan pengawasan dengan Wali Kelas terhadap barang di kelas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan pengamanan terhadap sarana dan prasarana sekolah pada umumnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyampaikan himbauan tertulis atau lisan kepada siswa untuk menjaga dan memelihara segala barang-barang milik negara. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajukan usul dan saran kepada pimpinan sekolah mengenai kegiatan pemeliharaan / perbaikan sarana / barang yang rusak atau pengadaan barang yang diperlukan mendesak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membuat laporan Inventarisasi barang setiap tiga bulan bekerjasama dengan staf  Tata Usaha Sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;10.&amp;nbsp; Koordinator Rumah Tangga.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Koordinator Rumah Tangga Sekolah mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan berkoordinasi dengan para wakil Kepala Sekolah dalam kegiatan&lt;br /&gt;
sebagai berikut : &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bersama-sama Wakasek Urusan Sarpra, menyusun rencana kebutuhan sarpra.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengadministrasikan pendayagunaan sarpra sekolah &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menelola Pembiayaan Rumah Tangga  Sekolah &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berperan aktif dalam kegiatan sekolah, khusus dalam pelayanan terhadap tamu sekolah. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meneriksa secara rutin terhadap sarana prasarana (barang habis pakai / tidak habis pakai) serta peningkatan pemeliharaan / penyimpanan dan penggunaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengkoordinasikan pengawasan dengan Wali Kelas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan pengamanan terhadap sarana dan prasarana sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajukan usul dan saran kepada pimpinan sekolah mengenai pemanfaatan / penggunaan  serta hal-hal lain demi kemajuan sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyusun Laporan tertulis secara berkala atas pelaksanaan kegiatan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;11. Pengelolaan Keuangan Sekolah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengelolaan Keuangan Sekolah Kepala Sekolah dibantu oleh Bendahara / pemegang Kas yang terdiri dari Bendahara Rutin sekolah dan Pembantu Bendahara Komite Sekolah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
a.&amp;nbsp; Bendahara Rutin / Pemegang Kas Pembantu betugas :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menerima Dana Rutin sekolah yang diajukan SPM oleh Kepala Sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyimpan Keuangan Sekolah di Rekening Sekolah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengeluarkan / membayar  harus berdasarkan persetujuan/diketahui Kepala Sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membayar Gaji guru dan pegawai setiap bulan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyetor / membayar Pajak  ( PPN dan  PPh.)  yang menjadi kewajiban&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menutup Buku Kas Umum  ( BKU ) setiap Akhir bulan diketahui Kepala Sekolah. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyusun / membuat Laporan Pertanggungjawaban ( SPJ ) setiap akhir bulan dengan diketahui Kepala Sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyimpan dan mengarsipkan semua surat-surat / kwitansi penegeluaran dengan rapi dan teratur&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengerjakan administrasi keuangan bedasarkan Kepmendagri No. 22 / 1983&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah tentang kegiatan penegelolaan keuangan sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyusun Laporan Tahunan pada akhir tahun Anggaran.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&amp;nbsp;b.&amp;nbsp; Pembantu Bendahara / Pemegang Kas Komite Sekolah bertugas sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menerima uang yang bersumber dari Komite Sekolah serta membukukannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyimpan keuangan Komite Sekolah di Rekening Sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengeluarkan / membayar harus ada persetujuan Komite Sekolah dan diketahui oleh Kepala Sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membayar insentif  guru dan pegawai dilakukan 3 ( tiga ) bulan sekali, kecuali Guru Tidak Tetap ( GTT ) dan Pegawai Tidak Tetap ( PTT) dibayar setiap akhir bulannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menutup Buku Kas setiap jenis penerimaan dan pengeluaran setiap akhir bulan diketahui oleh  Ketua Komite Sekolah dan Kepala Sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyusun Laporan Pertanggungjawaban kepada Komite Sekolah setiap 3 ( tiga ) bulan / triwulan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyimpan/ menata/ mengarsipkan semua surat-surat / kwitansi / tanda bukti Pengeluaran dengan rapi dan teratur.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengerjakan administrasi keuangan berdasarkan ketentuan dan petunjuk yang baku dan berlaku umum.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berkoordinasi dengan Komite Sekolah, Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah dalam pengelolaan keuangan Komite Sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyusun Laporan Tahunan pada akhir tahun anggaran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tata Usaha Sekolah &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tata Usaha Sekolah mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah yang meliputi Kegiatan sebagai berikut :&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menyusun Program Tata Usaha Sekolah &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengelola Administrasi Sekolah &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Administrasi perlengkapan / sarana prasarana sekolah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Administrasi Kesiswaan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Administrasi Kurikulum &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Administrasi Kepegawaian &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Administrasi Humas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Administrasi Ketatausahaan :  &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengagendakan Surat masuk / keluar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengetik surat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menggandakan surat-surat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengarsipkan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menata penomoran surat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merapikan file-file surat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengirim dan menerima surat-surat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;g.        Menyusun dan menyajikan data statistik sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;h.        Mengurus dokumen-dokumen sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;i.          Mengkoordinasikan dan melaksanakan 7 K di ruangan Kantor Sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;j.         Menyusun Laporan – laporan ketatausahaan sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-2926620239209588039?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/IN0b_lSfQistGCBDDUT9KBWzIA8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/IN0b_lSfQistGCBDDUT9KBWzIA8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/IN0b_lSfQistGCBDDUT9KBWzIA8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/IN0b_lSfQistGCBDDUT9KBWzIA8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/VMxse0PIpLM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/2926620239209588039/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/01/tupoksi-kepala-sekolah-dan-guru-dalam.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/2926620239209588039?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/2926620239209588039?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/VMxse0PIpLM/tupoksi-kepala-sekolah-dan-guru-dalam.html" title="Tupoksi Kepala Sekolah Dan Guru Dalam Pengelolaan Sekolah" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/01/tupoksi-kepala-sekolah-dan-guru-dalam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0IAR349eSp7ImA9Wx9XEE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-4161306659587809582</id><published>2011-01-03T00:35:00.001+07:00</published><updated>2011-01-03T06:05:46.061+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-03T06:05:46.061+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Dalam Matematika</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Study Teams Achievment Division)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Dalam Pembelajaran Matematika &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://gan.doubleclick.net/gan_click?lid=41000000034285313&amp;pubid=21000000000324341"&gt;&lt;img src="http://gan.doubleclick.net/gan_impression?lid=41000000034285313&amp;pubid=21000000000324341" border=0 alt="Year-End Sale at Abt"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pembelajaran Kooperatif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Model pembelajaran kooperatif belum banyak diterapkan dalam pendidikan di Indonesia, walaupun orang Indonesia sangat membanggakan sifat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Kebanyakan guru enggan menerapkan sistem kerjasama di dalam kelas karena beberapa alasan : alasan yang utama adalah kekhawatiran bahwa akan terjadi kekacauan di kelas dan siswa tidak dan siswa tidak belajar jika mereka di tempatkan dalam grup. Salah satu contohnya adalah dengan pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif ( CBSA ). CBSA merupakan suatu istilah (Sudjana : 1996), istilah lain yang bermakna dengan Student Active Learning ( SAL ).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Model Pembelajaran kooperatif adalah salah satu model pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif&amp;nbsp; bertukar pikiran dengan sesamanya dalam memahami suatu materi pembelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolabotratif. Belajar kooperatif menekankan pada kerjasama saling membantu dan berdiskusi bersama dalam menyelesaikan tugas- tugas yang di berikan.&lt;br /&gt;
Dari hasil penelitian yang dilakukan Hulten dan De Vries ( Listya : 2006 : 11 ) menunjukkan bahwa : “ Kerja kelompok membuat siswa bersemangat untuk belajar aktif untuk saling menampilkan diri atau berperan diantara teman sebayanya “.&lt;br /&gt;
Menurut Slavin ( Listya, 2006 : 11 ) : ‘ Pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok- kelompok&amp;nbsp; kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat orang sampai enam orang, dengan struktur kelompok yang heterogen ‘.&lt;br /&gt;
Menurut Parker ( Damayanti, 2002 : 3 ) dinyatakan bahwa :&lt;br /&gt;
‘ Pembelajaran kooperatif adalah lingkungan pembelajaran di kelas dimana siswa bekerja bersama-sama dalam kelompok kecil yang heterogen untuk mengerjakan tugas ‘.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menurut Johnson-Johnson ( Haryanto,&amp;nbsp; 2000 : 18 ) dinyatakan bahwa :&lt;br /&gt;
‘ Belajar&amp;nbsp; kooperatif adalah suatu model diskusi yang dibimbing oleh guru terdiri dari beberapa kelompok di dalam kelas, satu kelompok terdiri dari empat atau lima orang siswa’.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menurut Sunal dan Hans ( Listya, 2006 : 11 ) dinyatakan bahwa :&lt;br /&gt;
‘ Model pembelajaran Kooperatif yaitu suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi yang khusus di rancang untuk memberikan dorongan kepada peserta didik agar bekerjasama selama berlangsungnya proses pembelajaran’. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menurut Sutisna ( Listya : 2006 :12) menyatakan bahwa :&lt;br /&gt;
“ Model pembelajaran kooperatif memilki dampak yang lebih positif terhadap siswa yang rendah hasil belajarnya bila di bandingkan dengan cara Belajar Individual. Dari hasil observasi lapangan melalui wawancara terhadap subyek penelitian diperoleh temuan bahwa belajar melalui kerja kelompok sangat bermanfaaat bagi mereka karena dapat memecahakan masalah pelajaran bersama-sama, lebih mudah memahami pelajaran, terjadi tukar pikiran dengan teman dan muncul keberanian untuk berbicara “.&lt;br /&gt;
Menurut Johnson- Johnson ( Lie, 2006 : 7 ) menunjukkan bahwa “ Suasana belajar Coopertive Learning mengahasilkan prestasi yang lebih tinggi, hubungan yang lebih positif, dan penyesuaian psikologis yang lebih baik dari pada suasana belajar yang penuh dengan persaingan dan memisah-misahkan siswa “.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menurut Loning ( Listya, 2006 : 12 ) Menyatakan&amp;nbsp; bahwa keberhasilan model pembelajaran kooperatif ditentukan oleh 5 faktor, yakni :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Terciptanya&amp;nbsp; Interpedensi positif antar siswa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adanya hubungan harmonis siswa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terciptanya tukar pikiran yang di landasi pertanggung jawaban Individu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adanya siswa yang mempunyai kemampuan lebih dibandingkan siswa lainnya dalam setiap kelompok kecil.Adanya proses yang menunjang kegiatan kelompok&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tidak berbeda dengan Loning, Roger dan Johnson ( Lie, 2002 : 31 ) menyatakan bahwa : “ Tidak semua kerja kelompok bisa dianggap Coopertive Learning " .&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Untuk mencapai hasil yang maksimal, 5 unsur model pembelajaran gotong royong harus diterapkan seperti berikut, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Saling Ketergantungan Positif : Dalam pembelajaran kooperatif keberhasilan kelompok sangat tergantung dari usaha setiap anggotanya. Oleh karenanya, antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya saling membutuhkan. Setiap siswa bekerja demi tercapainya tujuan yang sama.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanggung jawab Perseorangan : Unsur ini merupakan akibat langsung dari unsur yang pertama. Setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik untuk kelompoknya. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tatap Muka : Setiap kelompok harus di berikan kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. Kegiatan Interaksi ini akan memberikan para siswa untuk dapat membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggotanya. Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan, memanfaatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan masing-masing. Setiap anggota kelompok mempunyai latar belakang pengalaman keluarga, sosial ekonomi yang berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini akan menjadi modal utama dalam proses saling memperkaya antar anggota kelompok. Para anggota kelompok perlu diberi kesempatan untuk saling mengenal dan menerima satu sama lain dalam kegiatan tatap muka dan interaksi personal. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Komunikasi Antar Anggota : Tidak setiap siswa mempunyai keahlian seperti ini. Keberhasilan suatu kelompok juga bergantung dari kemampuan mereka dalam mengutarakan pendapat dan kesediaan para anggoatanya untuk saling mengahrgai pendapat anggota yang lain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Evaluasi Proses Kelompok : Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk menevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerjasama mereka agar selanjutnya bisa bekerjasama lebih efektif.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menurut Slavin ( Yusuf, 2003 : 12 ) membagi pembelajaran kooperatif dalam beberapa tipe diantaranya adalah : Student Teams Achievement Division ( STAD ), Jigsaw, Team Assisted Individualization ( TAI ), dan Team Games Tournament ( TGT ). Pada dasarnya tipe-tipe dalam pembelajaran kooperatif adalah sama yaitu lebih mengutamakan kerja kelompok.&lt;br /&gt;
Secara garis besar tahap-tahap pembelajran&amp;nbsp; kooperatif tipe STAD yang diterapkan dalam penelitian ini adalah :&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tahap penyajian materi&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tahap Kerja kelompok&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tahap Tes individu&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tahap Perhitungan nilai perkembangan Individu&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tahap penghargaan kelompok &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://gan.doubleclick.net/gan_click?lid=41000000033574231&amp;pubid=21000000000324341"&gt;&lt;img src="http://gan.doubleclick.net/gan_impression?lid=41000000033574231&amp;pubid=21000000000324341" border=0 alt="Apples of Gold Jewelry - 45 Day Return Policy &amp;amp; Free Shipping!"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) dikembangkan oleh Robert Slavin dkk. Di Universitas John Hopkin dan merupakan tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan membantu dalam memahami suatu materi pelajaran.&lt;br /&gt;
Pembelajaran kooperatif tipe STAD&amp;nbsp; adalah salah satu model pembelajaran kooperatif&amp;nbsp; di mana siswa belajar dengan bantuan LKS secara berkelompok, berdiskusi guna memahami konsep-konsep menemukan hasil yang benar. Semua anggota dibagi tanggung jawab, semua siswa secara individu diberi tes yang akan berpengaruh terhadap evaluasi seluruh kelompok, sehingga untuk memperoleh suatu penghargaan, hasil belajar tiap kelompok tersebut di bandingkan.&lt;br /&gt;
Siswa dalam satu kelas dipecah menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 4-5 orang. Setiap Tim atau kelompok hendaknya memiliki anggota yang heterogen baik jenis kelamin ( laki-laki dan perempuan ) ras, etnik, maupun berbagai kemapuan ( tinggi, sedang, rendah ).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tiap&amp;nbsp; anggota tim menngunakan lembaran kerja akademik ( lembar kerja siswa ) dan kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar sesama anggota tim secara individual atau tim, tiap satu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; atau dua minggu diadakan evaluasi untuk mengetahui penguasaan mereka terhadap bahan akademik yang telah dipelajari. Tiap siswa dan tiap tim di beri skor atas penguasaanya terhadap bahan ajar, dan kepada siswa secara individu atau tim yang meraih prestasi tinggi atau memperoleh skor sempurna di beri penghargaan. Kadang-kadang beberapa atau semua tim memperoleh penghargaan jika mampu meraih suatu kriteria atau standar tertentu.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bila dibandingkan dengan pembelajaran model ceramah yang biasa di lakukan selama ini, siswa harus mengikuti cara belajar yang di pilih gurunya dengan penuh mempelajari urutan yang diterapkan gurunya bahkan kurang sekali mendapat kesempatan mengemukakan pendapat, pembelajaran secara kooperatif tipe STAD membuka peluang dan kesempatan siswa mengembangkan diri sesuai kemampuannya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menurut Slavin ( Rina, 2006 : 15 ): pembelajaran kooperatif tipe STAD ( Student Teams Achievement Division ) memiliki 5 komponen utama, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bahan pelajaran di sajikan oleh guru baik secara langsung ataupun melalui&amp;nbsp;&amp;nbsp; media pembelajaran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;Anggota kelompok terdiri dari 4-5 orang yang heterogen dari segi penampilan akademik, kelamin dan etnis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dilakukan tes Individual setelah beberapa kali siswa mengerjakan latihan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dilakukan penilaian terhadap nilai kemajuan individual&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Diberikan pengakuan terhadap tim berdasarkan kemajuan anggota kelompok&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sedangkan menurut Priest ( Rina, 2006 : 16 ), pembelajaran kooperatif tipe STAD memiliki 7 komponen utama yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kejelasan tujuan yang hendak di capai&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Persiapan pembelajaran termasuk di dalamnya pembentukan kelompok, presentasi tugas siswa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kepastian bahwa siswa telah memahami isi materi pelajaran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembentukan kelompok pada STAD terdiri dari siswa yang heterogen.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kuis individual yang di lakukan dalam rangka meyakinkan keberhasilan siswa dalam belajar dan sebagai indikator tanggung jawab siswa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemajuan nilai secara individual&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengakuan dan hadiah terhadap kelompok.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tahapan-tahapan yang di lalui dalm pembelajaran kooperatif tipe STAD, meliputi :&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tahap penyajian materi&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tahap kerja kelompok&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tahap tes individu&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tahap perhitungan nilai perkembangan individu&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tahap penghargaan kelompok&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;1. Tahap Penyajian Materi&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Guru menyajikan materi melalui metode ceramah, demonstrasi, ekspositori, atau membahas buku pelajaran matematika. Dalam tahap ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran khusus dan memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep yang akan dipelajari, agar siswa dapat menghubungkan apa yang telah dimiliki dengan yang di sampaikan oleh guru. Dalam hal ini, siswa harus benar-benar memperhatikan agar dapat mengerjakan soal-soal yang di berikan oleh guru. &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;2. Tahap Kegiatan Kelompok&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang dipelajari guna kerja kelompok. Guru menginformasikan bahwa LKS harus benar-benar di pahami bukan sekedar diisi dan diserahkan pada guru. LKS juga di gunakan sebagai keterampilan kooperatif siswa. Dalam hal ini, apabila di antara anggoata kelompok yang belum memahami maka teman sekelompoknya wajiib memberi penjelasan kembali karena guru hanya sekedar menjadi fasilitator yang memonitor kegiatan setiap kelompok. &lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;3. Tahap Tes Individu ( Hasil Belajar )&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tes&amp;nbsp; Individu atau hasil belajar ini dilakukan setelah kegiatan kelompok usai dan di kerjakan secara individu. Tes ini bertujuan supaya siswa dapat menunjukkan apa yang mereka pahami saat kegiatan kelompok berlangsung dan di sumbangkan sebagai nilai kelompok. &lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;4. Tahap Nilai Perkmbangan Individu&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Nilai tes di peroleh atas jawaban benar, setelah diperoleh nilai maka di hitung berdasarkan suatu aturan nilai yang di peroleh dapat menunjukkan keberhasilan dalam kelompoknya.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;5.Tahap Penghargaan Kelompok&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Penghargaan kelompok diberikan secara sederhana oleh peneliti atas dasar aktivitas dan jumlah siswa yang tuntas belajar. Bentuk penghargaannya sangat situsional. Peneliti ( Guru ) bisa memberikan point pada kelompok dengan aturan-aturan khusus ataupun dengan cara sederhana yang intinya kerja keras siswa beserta kelompoknya di hargai sekecil apapun hasilnya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Selain itu, terdapat beberapa keuntungan dalam penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD, Menurut Kagan ( Rina, 2006 : 20 ) menjelaskan tiga keuntungan, diantaranya :&lt;br /&gt;
a.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Semua siswa memiliki kesempatan untuk menerima hadiah stelah menyelesaikan suatu materi pelajaran.&lt;br /&gt;
b.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Siswa mempunyai kemungkinan untuk mencapai hasil belajar yang tinggi.&lt;br /&gt;
c.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Hadiah yang di berikan kepada kelompok dapat di gunakan untuk memberikan motivasi berprestasi pada semua siswa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;C.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pemahaman Matematika&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Pemahaman berasal dari kata dasar “ Paham “. Yang dalam kamus bahasa Indonesia ( W.J.S. Poerwadanmita, 1984 : 694, Susan : 2007 ) diartikan mengerti benar. Beberapa ahli mencoba mengungkapkan kata tersebut. &lt;br /&gt;
Menurut Peter W. Hewson dan Richard Thorles (Rina, 2006 : 20 ) : ‘ pemahaman adalah konsepsi yang bisa di cerna atau di pahami oleh siswa sehingga siswa mengerti apa yang dimaksudkan, mampu menemukan cara untuk mengungkapkan konsepsi tersebut, serta dapat mengeksplorasi kemungkinan yang terkait ‘.&lt;br /&gt;
Menurut Jhonson (Rina, 2006 : 12 ) mengemukakan bahwa : ‘ pemahaman terjadi jika orang mampu mengenali, menjelasakan, dan menginterpretasikan sesuatu atau masalah yang dihadapi ‘.&lt;br /&gt;
Selain itu, Menurut Syamsudin ( Rina, 2006 : 21 ) mengemukakan bahwa : ‘ pemahaman merupakan suatu tingkat proses hasil belajar yang indikatornya yaitu siswa dapat menjelaskan atau mendefinisikan suatu informasi dengan menggunakan kata-kata sendiri ‘.&lt;br /&gt;
Menurut Bloom (Rina, 2006 : 21 ) : ‘ pemahaman adalah kemapuan mengungkap pengertian-pengertian seperti mampu mengungkapkan suatu materi yang disajikan ke dalam bentuk yang di pahami, mampu memberikan interpretasi dan mampu mengklasifikasinnya ‘. Secara garis besar, pemahaman merupakan kemampuan seseoarang dalam mengemukakan atau menjelaskan sesuatu.&lt;br /&gt;
Tidaklah mudah memahami sesuatu, apalagi pemahaman matematika. School Mathematics Study Group Rina, 2006 : 21 ) merinci aspek pemahaman dalam prilaku : mengetahui konsep, hukum, prinsip, dan generalisasi matematika mengubah dari satu bentuk matematika ke bentuk matematika yang lainnya dan mampu mengikuti suatu penjelasan.&lt;br /&gt;
Menurut Polya (Rina, 2006 : 21 ) mengemukakan empat tingkat pemahaman suatu hukum yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pemahaman Mekanikal, diaman seseorang dapat mengingat dan menerapkan suatu hukum secara benar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemahaman Induktif, dimana seseoarang dapat mencobakan hukum itu dalam kasus sederhana dan yakin bahwa hukum itu berlaku dalam kasus yang serupa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemahaman Rasional, dimana seseorang dapat membuktikan bahwa hukum itu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemahaman Intuitif, dimana seseorang telah yakin akan kebenaran hukum itu tanpa ragu-ragu lagi.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Menurut Kell Patrick dan Fendell (Rina, 2006 : 22 ) mengemukakan bahwa Indikator pemahaman konsep anatara lain :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kemampuan menyatakan ulang konsep yang telah di pelajari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemampuan mengklasifikasikan obyek-obyek berdasarkan di penuhi atau tidaknya persyaratan yang membentuk konsep tersbut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemampuan menerapkan konsep secara algoritma. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemapuan memberikan contoh dan counter exampel dari konsep yang di pelajari.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai macam bentuk representasi matematika.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemampuan mengaitkan berbagai konsep (internal dan eksternal matematika).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Selain itu secara terperinci Bloom (Rina, 2006 : 22 ), mengemukakan bahwa jenjang kognitif tahap pemahaman&amp;nbsp; mencakup hal-hal berikut :&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pemahaman konsep&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pemahaman prinsip, atuaran dan generalisasi&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pemahaman terhadap struktur matematika&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kemapuan untuk membuat transformasi&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kemampuan untuk membaca dan menginterpretasikan masalah sosial atau data matematika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembuatan kategori jawaban yang digunakan adalah kriteria penilaian yang dikemukakan oleh Abraham (Astuti, 2007 : 29 ) yaitu penulis menganalisis dan membuat kategori jawaban dari seluruh hasil tes yang dikumpulkan untuk menentukan apakah siswa tersebut : Memahami konsep ( P ), Paham Sebagian ( PS ), Miskonsepsi Sebagian ( MS ), Miskonsepsi ( M ), atau siswa tersebut Tidak Paham ( TP ). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;D. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Terhadap Kemampuan Pemahaman.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah agar siswa memiliki kemampuan pemahaman tentang hubungan antara bagian-bagian matematika, menganalisis dan menarik kesimpulan (Karadinata, 2001: 17, Rina, 2006: 23). Tujuan tersebut dapat tercapai jika guru menerapkan suatu pembelajaran yang mendukung dan sesuai dengan hal tersebut.&lt;br /&gt;
Dalam hal ini pembelajaran kooperatif memiliki pengaruh yang sangat penting terhadap kemampuan pemahaman matematik, siswa&amp;nbsp; dapat memahami materi yang di berikan dengan cara bekerja kelompok, bertukar pikiran dan saling membantu diantara sesamanya.&lt;br /&gt;
Dengan demikian melalui kolaborasi yang baik antar anggota kelompok, siswa dapat memahami materi matematika dan dapat menyelesaiakan soal-soalnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;E.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Penelitian Yang Relevan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Berdasarkan kajian teori bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran biasa. Dengan pembelajaran tersebut tiap siswa berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing sehingga siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami materi pembelajaran yang telah di ajarakan. Pembelajaran kooperatif tipe STAD juga dapat mengurangi kecenderungan guru mendominasi kelas. Selain itu, dengan adanya penghargaan kelompok dalam pembelajaran kooperatif dapat memotivasi siswa dalam belajar, sehingga dengan adanya motivasi belajar di harapkan prestasi belajar siswa terus meningkat. Teori yang dikemukakan di atas ternyata sesuai dengan beberapa hasil penelitian berikut ini :&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Coheen, Dees, Webb ( Astuti, 2000 : 32 ), dalam penelitiannya mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif pada pengajaran matematika memperlihatkan indikasi bahwa keuntungan terbesar dari strategi belajar kooperatif terlihat ketika siswa menerapkan dalam tugas-tugas kompleks.&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ong Eng Tek (&amp;nbsp; Astuti, 2000 : 32 ), dalam penelitiannya membandingkan starategi belajar kooperatif tipe STAD dengan strategi belajar biasa dan memberikan hasil bahwa kelas yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD skor rata-ratanya postesnya 32,24 % lebih baik jika dibandingkan dengan kelas yang menggunakan pembelajaran biasa.&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sharon (&amp;nbsp; Astuti, 2000 : 34 ), dalam penelitiannya memperoleh hasil bahwa siswa dengan tingkat kemampuan tinggi, sedang maupun rendah sama-sama memperoleh keuntungan dalam pembelajaran kooperatif.&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Johar (&amp;nbsp; Suhena, 2001 : 25 ), dalam penelitiannya mengungkapakan bahwa penerapan strategi belajar kooperati dalam pembelajaran matematika di SMA ternyata dapat mengubah konsepsi siswa dari kategori rendah menjadi kategori tinggi.&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Mudair (&amp;nbsp; Suhena, 2001 : 25 ), dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa belajar dengan model kooperaif dapat meningkatakan hasil belajar siswa, dapat memudahkan dalam memahami suatu konsep yang dipelajarinya, dan siswa yang memperoleh nilai baik menunjukkan sikap positif pula.&lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Noormia ( Astuti, 2000 ), dalam penelitianya mengemukakan bahawa pembelajaran kooperatif tipe STAD memberi pengaruh positif terhadap aktivitas siswa dan peningkatan pemahaman serta perolehan pengetahuan baru disamping meningkatakan kepedulian antar anggotanya.&lt;br /&gt;
7.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Astuti ( 2000 : 91 ), dalam penelitiannya mengungkapakan bahawa siswa pada kelas yang pembelajarannya menggunakan kooperatif tipe STAD pada setiap aspek kemampuan pemecahan masalah mayoriatas berada pada kategori baik. Dari segi aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran dapat disimpulkan bahwa strategi belajar kooperatif dapat meningkatkan aktivitas siswa dan mengurangi kecenderungan guru untuk menyampaikan materi dengan ceramah.&lt;br /&gt;
8.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Karadinata ( 2001 : 151 ), dalam penelitiannya mengemukakan bahwa pemahaman matematik siswa memiliki kaitan yang signifikan dengan kemampuan anlaogi matematik siswa. Hal ini ditunjukkan bahwa hasil kemampuan analogi matematika yang baik dipengaruhi oleh pemahaman matematik. Selain itu, pemahaman dan kemampuan analogi matematika siswa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD mengalami peningkatan kualitas dari kualitas kurang menjadi cukup.&lt;br /&gt;
9.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Yusepa ( 2002 : 24 ), dalam penelitiannya mengemukakan bahwa hasil belajar siswa dalam aspek koneksi matematik yang menggunakan kooperatif lebih baik jika di bandingkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional dan secara umum siswa memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran kooperatif&lt;br /&gt;
10.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Aulia ( 2003 ), dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa pada pokok bahasan relasi, pemetaan, dan grafik dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD rata-rata skor siswa pada tiap tindakannya meningkat. Jadi, pembelajaran kooperatif tipe STAD ini dapat meningkatkan&amp;nbsp; prestasi belajar siswa.&lt;br /&gt;
11.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Masyrifah ( 2005 : 82 ), dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas siswa. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengurangi kecenderungan guru untuk mendominasi kelas.&amp;nbsp; ****&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk data yang lebih lengkapnya silahkan komen di blog ini :&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://gan.doubleclick.net/gan_click?lid=41000000034285313&amp;amp;pubid=21000000000324341"&gt;&lt;img alt="Year-End Sale at Abt" border="0" src="http://gan.doubleclick.net/gan_impression?lid=41000000034285313&amp;amp;pubid=21000000000324341" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-4161306659587809582?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AEvsesB7Sx7SJO3mHQAS8Sq6D-E/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AEvsesB7Sx7SJO3mHQAS8Sq6D-E/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AEvsesB7Sx7SJO3mHQAS8Sq6D-E/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AEvsesB7Sx7SJO3mHQAS8Sq6D-E/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/yHP3qts3XXg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/4161306659587809582/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/01/pembelajaran-kooperatif-tipe-stad-dalam.html#comment-form" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/4161306659587809582?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/4161306659587809582?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/yHP3qts3XXg/pembelajaran-kooperatif-tipe-stad-dalam.html" title="Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Dalam Matematika" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2011/01/pembelajaran-kooperatif-tipe-stad-dalam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEMGQXgzcCp7ImA9Wx9QFk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-3195512536591635005</id><published>2010-12-29T21:09:00.002+07:00</published><updated>2010-12-29T21:20:20.688+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-29T21:20:20.688+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita" /><title>Indonesia Menang, Malaysia Juara</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Gol yang dinanti lebih dari 200 juta penduduk Indonesia ke gawang Malaysia di final Piala AFF leg kedua akhirnya hadir di menit 71. Gol ini mengubah skor menjadi 1-1.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gol pertama tuan rumah di Stadion Gelora Bung Karno Senayan dicetak oleh M Nasuha. Ia menyambar bola muntah tendangan Ahmad Bustomi yang gagal diamankan dengan sempurna oleh kiper Malaysia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gol ini mampu menambah semangat pasukan Alfred Riedl yang sudah ketinggalan satu gol. Di menit 56, umpan panjang yang didapatkan oleh Mohd Safee bin Mohd Sali berhasil ia konfersikan menjadi gol dengan menjebol gawang Markus Horison.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indonesia harus bisa menang dengan selisih empat gol pada pertandingan ini. Pasalnya di leg pertama Gonzales dan kawan-kawan kalah 0-3.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat tertinggal 0-1, Riedl menarik keluar Irfan Bachdim dan Firman Utina. Ia memasukkan Bambang Pamungkas dan Eka Ramdani di menit 56 untuk menambah agresivitas permainan.&lt;br /&gt;
Sementara itu,&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Indonesia Sesialis Runer up ?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Indonesia kembali gagal mewujudkan mimpinya untuk menjadi raja  sepakbola Asia Tenggara. Untuk kali keempat, pasukan 'Merah Putih' harus  puas jadi penghuni kursi &lt;i&gt;runner-up.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegagalan terakhir  terjadi akibat Indonesia kalah 2-4 dalam dua kali final AFF Suzuki Cup  2010 di tangan Malaysia. Kalah 0-3 di kandang lawan, pasukan Alfred  Riedl cuma bisa menang 2-1 di Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil ini mengakhiri  kiprah menjanjikan Indonesia yang selalu menang dalam tiga laga  penyisihan grup dan dua kali semifinal. Kekalahan yang terlalu telak di  Bukit Jalil gagal dibalas dengan setimpal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegagalan ini mengulangi apa yang terjadi pada tiga kali final yang berhasil dijejak Indonesia sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indonesia  pertama kali masuk final saat ajang ini masih bernama Piala Tiger tahun  2000. Saat itu, tim Indonesia berhasil melaju ke partai puncak namun di  sana mereka kalah 1-4 dari Thailand.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua tahun berselang,  Indonesia kembali maju ke final. Kali ini, kembali Thailand yang  menghentikan tim 'Garuda' dengan skor 4-2 di adu penalti setelah dalam  120 menit permainan berbagi skor 2-2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Final terakhir Indonesia  dijejak pada tahun 2004. Bermain dalam dua final secara kandang dan  tandang, dua kali pula Indonesia dibuat bertekuk lutut, masing-masing  dengan skor 1-3 dan 1-2 dari Singapura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun ini, Indonesia  menyimpan asa untuk mematahkan kutukan tiga final itu dengan tampil  meyakinkan hingga semifinal. Namun kekalahan 0-3 di kandang Malaysia  membuat kemenangan 2-1 di Jakarta menjadi tak cukup bermakna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://bola.vivanews.com/news/read/196517-indonesia-samakan-kedudukan--skor-1-1"&gt;http://bola.vivanews.com/news/read/196517-indonesia-samakan-kedudukan--skor-1-1&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/12/29/210213/1535493/76/indonesia-spesialis-runner-up?b99110270"&gt;http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/12/29/210213/1535493/76/indonesia-spesialis-runner-up?b99110270&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-3195512536591635005?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5Br0mxzlIVUxmnooOob3sivDODo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5Br0mxzlIVUxmnooOob3sivDODo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5Br0mxzlIVUxmnooOob3sivDODo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5Br0mxzlIVUxmnooOob3sivDODo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/gCNfw2rKiQM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/3195512536591635005/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/12/indonesia-menang-malaysia-juara.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/3195512536591635005?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/3195512536591635005?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/gCNfw2rKiQM/indonesia-menang-malaysia-juara.html" title="Indonesia Menang, Malaysia Juara" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/12/indonesia-menang-malaysia-juara.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8FRHs8eCp7ImA9Wx9QFk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-1380733428260822492</id><published>2010-12-29T13:40:00.000+07:00</published><updated>2010-12-29T13:40:15.570+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-29T13:40:15.570+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita" /><title>Hacker Indonesia Serang Situs Malaysia</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://image.tempointeraktif.com/?id=58489&amp;amp;width=490" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="182" src="http://image.tempointeraktif.com/?id=58489&amp;amp;width=490" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejumlah situs Malaysia diserang oleh para peretas Indonesia sejak kemarin. Situs-situs yang beralamat .my itu diserang oleh peretas yang mengaku bernama Kamtiez. Sampai pagi ini situs tersebut masih belum bisa dibuka, seperti situs Sony Music Malaysia yang beralamat http://www.sonymusic.com.my/images/a.txt.&lt;br /&gt;
Selain Sony, situs yang beralamat di&amp;nbsp; http://efurniture.com.my/ juga masih diretas. Saat Tempo mencoba pagi ini, dalam situs tersebut terpampang tulisan "hacked by kamtiez" dengan latar hitam. Task bar logo menjadi ikon bendera Indonesia yang berkibar-kibar.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Menurut Irvan Nasrun, praktisi internet dan jaringan, sejumlah situs Malaysia diretas akibat Indonesia ditekuk tiga gol tanpa balas di Stadion Bukit Jalil oleh Malaysia. Para peretas masih geram dengan kekalahan dan "kecurangan" Malaysia. "Mereka ini yang pernah meretas situs Malaysia saat perayaan kemerdekaan Malaysia tahun lalu," kata Irvan saat dihubungi Tempo, Selasa (28/12) pagi. &lt;br /&gt;
Pada 31 Agustus 2009, para peretas Indonesia menyerang 116 situs Malaysia tepat di hari Ulang Tahun Kemerdekaan Malaysia yang ke-52. Sebanyak 116 situs milik berbagai organisasi di Malaysia, mulai dari situs departemen pendidikan Malaysia sampai pariwisata berhasil diubah tampilannya oleh para peretas Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Berikut daftar situs Malaysia yang diretas sejak kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://directory.klang.net.my/&lt;br /&gt;
http://efurniture.com.my/&lt;br /&gt;
http://food-beverage.com.my/&lt;br /&gt;
http://k9.com.my/index.htm&lt;br /&gt;
http://blog.realestate.net.my/&lt;br /&gt;
http://www.verisance.com.my/manuals/index.htm&lt;br /&gt;
http://vmart.skymobile.com.my/osc/images/index.htm&lt;br /&gt;
http://galeri.seripekan.edu.my/&lt;br /&gt;
http://ari.uitm.edu.my/cache/&lt;br /&gt;
http://bin.my/cache/&lt;br /&gt;
http://www.sonymusic.com.my/images/a.txt&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber : &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2010/12/28/brk,20101228-302066,id.html"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2010/12/28/brk,20101228-302066,id.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-1380733428260822492?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XS9Q3mO7XFswKjYC53rG2BZNbOY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XS9Q3mO7XFswKjYC53rG2BZNbOY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XS9Q3mO7XFswKjYC53rG2BZNbOY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XS9Q3mO7XFswKjYC53rG2BZNbOY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/EHeZsVk18zE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/1380733428260822492/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/12/hacker-indonesia-serang-situs-malaysia.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/1380733428260822492?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/1380733428260822492?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/EHeZsVk18zE/hacker-indonesia-serang-situs-malaysia.html" title="Hacker Indonesia Serang Situs Malaysia" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/12/hacker-indonesia-serang-situs-malaysia.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0ACQnc7cSp7ImA9Wx9QEUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-415620406125907232</id><published>2010-12-24T05:02:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T05:02:43.909+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-24T05:02:43.909+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita" /><title>Hati-hati Dengan Ajakan Investasi via SMS</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta - Penipuan melalui pesan singkat (SMS) dengan cara mengajak untuk berinvestasi dilaporkan tengah marak akhir-akhir ini. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pun meminta agar masyarakat berhati-hati dengan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keterangannya, Jumat (23/12/2010), BRTI menjelaskan bahwa modus pengiriman ajakan investasi dari SMS merupakan perluasan penipuan yang sebelumnya dikirimkan melalui email.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BRTI dibantu dengan penyelenggara telekomunikasi pun berjanji akan membereskan masalah ini dengan melakukan pemblokiran. Agar aksi para pelaku tak semakin menggila. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Operator dan BRTI akan membantu pengguna telekomunikasi yang menerima penipuan seperti itu untuk dapat segera memblok nomor yang dimaksud," pungkas sang regulator telekomunikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
( &lt;b&gt;ash / rns&lt;/b&gt; ) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sumber : www.detik.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-415620406125907232?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DZA6Z9LXBuLcRoIeiwSn-H6kIbk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DZA6Z9LXBuLcRoIeiwSn-H6kIbk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DZA6Z9LXBuLcRoIeiwSn-H6kIbk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DZA6Z9LXBuLcRoIeiwSn-H6kIbk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/lU448RssfKs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/415620406125907232/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/12/hati-hati-dengan-ajakan-investasi-via.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/415620406125907232?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/415620406125907232?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/lU448RssfKs/hati-hati-dengan-ajakan-investasi-via.html" title="Hati-hati Dengan Ajakan Investasi via SMS" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/12/hati-hati-dengan-ajakan-investasi-via.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcEQn49cSp7ImA9Wx9QEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-8808742944441417273</id><published>2010-12-24T03:43:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T03:43:23.069+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-24T03:43:23.069+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita" /><title>11 Metode Ekstrim Pasukan Amerika Untuk Memaksa Musuh Bicara</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini adalah metode-metode yang sudah resmi dan sudah di ajarkan kepada personil US Military oleh SERE (US Military Training Program - Survival, Evasion, Resistance, Escape) terutama dalam menghadapi pelaku teror / gembong penjahat :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Isolation&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Caranya tersangka ditempatkan di ruang tersendiri tanpa bisa melakukan kontak apapun dengan orang lain. Dalam periode tertentu tersangka akan mengalami kegelisahan berat karena keinginan yang sangat kuat untuk berinteraksi dengan orang lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Sleep Deprivation&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dengan mencegah tersangka untuk tidur selama beberapa hari. Setelah beberapa hari tersangka akhirnya diperbolehkan tidur tapi segera dibangunkan lagi dan langsung di interograsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantan Perdana Menteri Israel Menachem Begin pernah mengalami ini pada saat dia ditahan KGB. Dia bilang,” Orang-orang terlihat seperti diselimuti kabut dan rasanya aku sudah mati. Kakiku gemetaran hebat dan satu, hanya satu keinginanku, tidur. Kelaparan dan kehausan tidak ada apa-apanya dibandingkan ini."&lt;br /&gt;
Selain menimbulkan halusinasi, sleep deprivation yang lebih dari 24 jam akan menimbulkan kegilaan sementara. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
3. Sensory Deprivation&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Metodenya dengan menempatkan tersangka di semacam tabung yang mengisolasi total semua rangsangan dari luar. Tabung tersebut diberi sebuah lubang kecil untuk tempat bernafas penghuninya. Pada percobaan yang dilakukan terhadap 17 orang subyek, hanya 6 orang yang bertahan sampai 36 jam. Yang lainnya mengalami kegelisahan berat dan kepanikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Stress Position&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tersangka dipaksa berdiri selama berjam-jam tanpa diberi pegangan apapun. Variasi lainnya selain berdiri, tahanan juga disuruh mengangkat lengannya. Metode ini pada penerapannya di lapangan berkembang menjadi semakin inovatif seperti mengikat tangan kebelakang lalu diikatkan lagi ke pergelangan kaki pada posisi “ditarik”. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
5. Sensory Bombardment&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Caranya dengan menyuruh tahanan berdiri menghadap tembok. Mata ditutup dan tangan diikat erat lalu tahanan akan dibombardir dengan sinar lampu sangat terang dan suara-suara keras sehingga mengakibatkan kekacauan indra tubuh akibat rangsangan yang berlebih, gangguan tidur dan konsentrasi. Salah seorang sumber di tahanan menyebutkan ada seorang tahanan yang “keras kepala” mengalami penyiksaan ini selama 7 hari non-stop. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Forced Nudity&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Metode ini banyak diterapkan tentara Amerika di Iraq saat menginterograsi tawanan perang. Prakteknya dengan menelanjangi tersangka di depan tahanan yang lain dan membiarkannya tetap bugil dalam jangka waktu yang lama. Akibatnya tersangka akan merasa malu luar biasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Sexual Humiliation&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini disesuaikan dengan budaya dan kepercayaan yang dianut oleh si tersangka. Cara-caranya seperti tersangka dipaksa melakukan adegan sex dengan sesama jenis, disuruh memakai pakaian wanita (unttk tersangka pria) lalu dipaksa menari striptease di depan personil wanita. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
8. Cultural Humiliation&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Seperti poin diatas cara ini juga disesuaikan dengan budaya setempat. Metode ini pada intinya memaksa tersangka melakukan sesuatu yang menurut pandangan tersangka merupakan sesuatu yang dilarang atau memalukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohnya bagi muslim dipaksa makan babi. Selain itu bisa juga dengan penghinaan-permainan verbal sampai tersangka merasa sangat terhina dan mematahkan semangatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Extreme Cold&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cara ini dulunya berasal dari China yang diterapkan kepada tahanan politik atau para aktivis keagamaan. Umumnya tahanan secara rutin tubuhnya diguyur air dingin dan dibiarkan berada di dalam atau di luar ruangan yang juga bersuhu rendah. Ada juga yang dipaksa berdiri ditengah hujan salju cuma mengenakan pakaian seadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode yang berlawanan adalah menggunakan panas yaitu dengan mengurung tahanan di semacam ruang sempit yang minim ventilasi dan bersuhu tinggi. Disebut juga “hot box”. Tersangka baru akan dikeluarkan setelah mau bekerjasama dengan interogatornya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Phobias&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Phobias digunakan untuk menimbulkan perasaan panik pada diri tersangka.&amp;nbsp; Contohnya kalo si tersangka takut dengan laba-laba maka selnya akan diisi penuh dengan laba-laba sampai tersangka tersebut mengalami rasa takut dan panik yang luar biasa. Pada tahap tersebut barulah interogasi dilaksanakan. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
11. Water Boarding&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Metode ini belakangan dilarang digunakan dalam US Military. Tapi tidak ada yang menjamin apakah aturan tersebut benar-benar dilaksanakan atau tidak.&amp;nbsp; Waterboarding dilakukan dengan mengikat tubuh tersangka erat-erat pada sebuah papan atau meja dengan posisi kaki lebih tinggi daripada kepala, lalu matanya ditutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian wajah tersangka disiram dengan air berulang kali dengan teknik tertentu. Secara psikologis tersangka akan merasa dirinya tenggelam dan timbul reaksi tersedak karena air yang diguyurkan ke wajahnya itu. Metode ini sangat efektif karena dalam percobaan yang dilakukan terhadap anggota CIA sendiri ternyata rata-rata mereka hanya bertahan selama 14 detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumbe&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;apakabardunia.com&lt;br /&gt;
www.strov.co.cc&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-8808742944441417273?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JjaVkapTe0cUaodznMImstMLeYc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JjaVkapTe0cUaodznMImstMLeYc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JjaVkapTe0cUaodznMImstMLeYc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JjaVkapTe0cUaodznMImstMLeYc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/r52gKcLlRAw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/8808742944441417273/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/12/11-metode-ekstrim-pasukan-amerika-untuk.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/8808742944441417273?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/8808742944441417273?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/r52gKcLlRAw/11-metode-ekstrim-pasukan-amerika-untuk.html" title="11 Metode Ekstrim Pasukan Amerika Untuk Memaksa Musuh Bicara" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/12/11-metode-ekstrim-pasukan-amerika-untuk.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE4ASXszfCp7ImA9WxFTE0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-3074354866811139039</id><published>2010-04-04T00:47:00.003+07:00</published><updated>2010-04-04T00:49:08.584+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-04T00:49:08.584+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita" /><title>Warga  Cianjur Selatan Diiming-Imingi Janji</title><content type="html">&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnazwa%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnazwa%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnazwa%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Font Definitions */
 @font-face
	{font-family:"Cambria Math";
	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
	mso-font-charset:0;
	mso-generic-font-family:roman;
	mso-font-pitch:variable;
	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
	{mso-style-unhide:no;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	margin:0in;
	margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman","serif";
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
p
	{mso-style-unhide:no;
	mso-margin-top-alt:auto;
	margin-right:0in;
	mso-margin-bottom-alt:auto;
	margin-left:0in;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman","serif";
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
.MsoChpDefault
	{mso-style-type:export-only;
	mso-default-props:yes;
	font-size:10.0pt;
	mso-ansi-font-size:10.0pt;
	mso-bidi-font-size:10.0pt;}
@page Section1
	{size:8.5in 11.0in;
	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;
	mso-header-margin:.5in;
	mso-footer-margin:.5in;
	mso-paper-source:0;}
div.Section1
	{page:Section1;}
--&gt;
&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/S7d_D2di_wI/AAAAAAAAAHc/fujT-R2a9jc/s1600/karikatur+kampanye.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/S7d_D2di_wI/AAAAAAAAAHc/fujT-R2a9jc/s320/karikatur+kampanye.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Jelang Pemilukada:&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Warga&amp;nbsp; Cianjur Selatan Diiming-Imingi Janji&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;CIANJUR, Parahyangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sejumlah simpatisan atau&amp;nbsp; kader&amp;nbsp;&amp;nbsp; tim sukses&amp;nbsp; dari sejumlah tokoh yang mengaku akan mencalonkan diri jadi Bupati atau Wakil Bupati Cianjur, saat ini sudah mulai menebar janji. Umumnya, janji mereka begitu manis dan tidak rasional jika dibandingkan dengan kondisi keuangan milik Pemkab Cianjur. Namun ironisnya, janji tersebut dianggap jurus jitu untuk memenangkan calon yang didukungnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Disebutkan sejumlah warga yang dihubungi Parahyangan, sasaran para pemberi janji,&amp;nbsp; yaitu warga di pedesaan yang&amp;nbsp; jauh ke pusat perkotaan. Salah satunya&amp;nbsp; di Desa Hegarmanah, Kecamatan&amp;nbsp; Takokak, ada&amp;nbsp;oknum yang mengaku tim sukses dari seorang&amp;nbsp; tokoh yang hendak mencalonkan bupati. Ia menjanjikan semua jalan akan ”herang” (dihotmiks-red), hidup tenang dan rumah tangga senang jika masyarakat memilih jagoannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;“Katanya&amp;nbsp; jalan di sini menuju jalan Cicalobak Sukabumi akan dihotmik. Sebenarnya tinggal menyambung saja sebab Sukabumi telah lebih dulu mengerjakannya.&amp;nbsp; Hidup akan tenang sebab akan ada program satu KK diberi modal Rp 10 juta,” ujarnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berbeda dengan di Hegarmanah, di Cidaun lebih ramai lagi karena ada salah satu tim sukses yang menjajikan Jayanti akan dibangun pelabuhan&amp;nbsp; internasional, dan akan dibangun terminal bus untuk jalur Jabar Selatan dalam kurun waktu&amp;nbsp; dua tahun program kerja, jika calon yang diusungnya menang jadi Bupati Cianjur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jika&amp;nbsp; calonnya menang akan segera membangun terminal bus dan pelabuhan bertaraf internasional, sehingga Cianjur Selatan lebih maju dan berkembang dari berbagai aspek pembangunan,” ujar Somantri, warga Cidaun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menanggapi mulai adanya perang janji tidak resmi dari sejumlah pendukung, banyak kalangan menilai sangat wajar sebagai tanda adanya dinamika politik yang mulai menggeliat&amp;nbsp; sebelum berlangsungnya Pilkada. Namun banyak tokoh masyarakat di sejumlah kecamatan meminta bahwa&amp;nbsp; masyarakat jangan sekali terpancing janji-janji yang belum pasti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;“Kami selalu menyarankan&amp;nbsp; agar masyarakat waspada jangan sampai terbuai janji manis, sebab saat ini kita benar-benar harus teliti dalam memilih pemimpin. Apa pun janjinya, namun lihatlah masalahnya secara jernih,” ujar Kepala Desa Hergarmanah, Kecamatan Takokak, Sudin Kosasih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Diakui Sudin, saat ini memang di desanya makin marak janji-janji tidak resmi dari para pendukung yang menjagokan&amp;nbsp; tokoh masyarakat Cianjur yang akan mencalonkan diri jadi Bupati Cianjur dalam Pilkada mendatang. &lt;b&gt;(wan)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-3074354866811139039?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rI31E0rU24jK6SLO-tEyvW9jmQA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rI31E0rU24jK6SLO-tEyvW9jmQA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rI31E0rU24jK6SLO-tEyvW9jmQA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rI31E0rU24jK6SLO-tEyvW9jmQA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/ewlBcU072S4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/3074354866811139039/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/04/warga-cianjur-selatan-diiming-imingi.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/3074354866811139039?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/3074354866811139039?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/ewlBcU072S4/warga-cianjur-selatan-diiming-imingi.html" title="Warga  Cianjur Selatan Diiming-Imingi Janji" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/S7d_D2di_wI/AAAAAAAAAHc/fujT-R2a9jc/s72-c/karikatur+kampanye.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/04/warga-cianjur-selatan-diiming-imingi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEQDQnc8eCp7ImA9WxFTE0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-5315961545505463867</id><published>2010-04-04T00:39:00.001+07:00</published><updated>2010-04-04T00:39:33.970+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-04T00:39:33.970+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita" /><title>Hanya 700 Km Jalan di Cianjur Layak Dilalui Kendaraan</title><content type="html">&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnazwa%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnazwa%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnazwa%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Font Definitions */
 @font-face
	{font-family:"Cambria Math";
	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
	mso-font-charset:0;
	mso-generic-font-family:roman;
	mso-font-pitch:variable;
	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
	{mso-style-unhide:no;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	margin:0in;
	margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman","serif";
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
p
	{mso-style-unhide:no;
	mso-margin-top-alt:auto;
	margin-right:0in;
	mso-margin-bottom-alt:auto;
	margin-left:0in;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman","serif";
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
.MsoChpDefault
	{mso-style-type:export-only;
	mso-default-props:yes;
	font-size:10.0pt;
	mso-ansi-font-size:10.0pt;
	mso-bidi-font-size:10.0pt;}
@page Section1
	{size:8.5in 11.0in;
	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;
	mso-header-margin:.5in;
	mso-footer-margin:.5in;
	mso-paper-source:0;}
div.Section1
	{page:Section1;}
--&gt;
&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hanya 700 Km Jalan di Cianjur Layak Dilalui Kendaraan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/S7d8zXZOV2I/AAAAAAAAAHU/s8zSZEnJj24/s1600/jalan-rusak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="http://1.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/S7d8zXZOV2I/AAAAAAAAAHU/s8zSZEnJj24/s400/jalan-rusak.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;CIANJUR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;, &lt;b&gt;Parahyangan &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dambaan masyarakat Cianjur di berbagai tempat untuk memiliki&amp;nbsp; infrastruktur jalan ke daerahnya yang benar-benar berkualitas baik, tampaknya tidak akan terealisasi semuanya. Pasalnya, anggaran yang dialokasikan Pemda yang sudah disetujui DPRD Cianjur, ternyata sangat minim jika dikaitkan dengan kebutuhan fisik di lapangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kenyataan itu dibenarkan Kepala Dinas Bina Marga Kab. Cianjur Baharudin Ali, saat dihubungi &lt;b&gt;Parahyangan&lt;/b&gt; belum lama ini. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;“Saat ini panjang ruas jalan di seluruh pelosok Kab. Cianjur&amp;nbsp; sekitar 1.200 kilometer. Namun yang&amp;nbsp; kondisinya mantap atau benar-benar layak dilalui kendaraan hanya sekitar 700 kilometer, sedangkan sisanya sudah saatnya diperbaiki,” kata Baharudin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Namun karena minimnya anggaran yang tersedia, maka konsekuensinya pada 2010 ini tidak semua ruas jalan rusak dapat kesempatan untuk perbaikan. Sebaliknya, pada saat yang sama, kerusakan jalan dipastikan&amp;nbsp; akan terus bertambah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Diakui Baharudin, untuk mengejar target peningkatan mutu jalan, pihaknya setelah berusaha keras memperjuangkan kenaikan alokasi anggaran pada tahun 2010. Namun hasilnya nihil. Dari ajuan sebesar Rp 140 miliar dalam APBD tahun anggaran 2010, hanya direalisasi Rp 10 milliar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;”Melalui APBD hanya terealisasi Rp 10 milliar ditambah bantuan pusat melalui dana&amp;nbsp; alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 8 milliar. Dana ini pun bukan hanya untuk jalan saja, melainkan termasuk di dalamnya untuk biaya operasional,”terangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Total anggaran sebesar Rp 18 miliar, menurut Baharudin tentu tidak akan mampu mencukupi kebutuhan perawatan dan peningkatan jalan rusak yang ada di berbagai pelosok Cianjur. ”Jika diasumsikan 1 kilometer membutuhkan&amp;nbsp; dana Rp 1 miliar untuk membangun jalan, dengan alokasi anggaran Rp 18 miliar berarti hanya 18 kilometer saja jalan yang memiliki kesempatan perbaikan tahun ini,”tegasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ungkapan senada disampaikan Sekretaris Dinas Bina Marga Kab. Cianjur Yoni Raleda. Menurut Yoni, merujuk pada Undang-Undang Nomor 38/2004 tentang jalan, sesuai dengan statusnya, Kabupaten Cianjur mengelola jalan hampir sepanjang 1.209,547 kilometer. Dari total ruas jalan tersebut, sepanjang 589,245 kilometer termasuk dalam kategori tidak mantap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Total ruas jalan mantap atau dalam kondisi bagus, lanjutnya tercatat&amp;nbsp; kurang lebih sepanjang 701,302 kilometer atau sebesar&amp;nbsp; 54,34 persen. Rinciannya, 342,34 kilometer. Atau 26,56 kilometer atau 27,81 persen termasuk kategori sedang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;”Sepanjang tahun 2009 ini berarti kita sudah melakukan peningkatan dan pemeliharaan&amp;nbsp; jalan kurang lebih sepanjang 701,302 kilometer,”tambahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Meski alokasi anggaran yang tersedia minim, Dinas Bina Marga Kab. Cianjur tetap terus berusaha meningkatkan pemeliharaan jalan, terutama sepanjang ruas jalan yang kondisi&amp;nbsp; rusak. Termasuk di dalamnya ruas jalan alternatif Ciseureuh–Arca yang berbatasan langsung dengan Kab. Bogor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;”Ruas jalan ini sangat penting karena merupakan jalur alternatif dalam mengatasi masalah kamacetan. Dengan panjangnya hampir mencapai 30 kilometer, saat ini kondisi cukup berat. Karena itu, upaya perbaikan yang dilakukan tidak cukup&amp;nbsp; hanya berupa peningkatan, akan tetapi juga pelebaran,”ujarnya.&lt;b&gt;(mee)&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Berita ini telah di terbitkan di :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;SKU Parahyangan, Edisi 29, Rabu 31 Maret 2010&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-5315961545505463867?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FGnemNct0RtIXZFNSr7pkGVmuIg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FGnemNct0RtIXZFNSr7pkGVmuIg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FGnemNct0RtIXZFNSr7pkGVmuIg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FGnemNct0RtIXZFNSr7pkGVmuIg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/mIAPeMhtE2w" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/5315961545505463867/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/04/hanya-700-km-jalan-di-cianjur-layak.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/5315961545505463867?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/5315961545505463867?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/mIAPeMhtE2w/hanya-700-km-jalan-di-cianjur-layak.html" title="Hanya 700 Km Jalan di Cianjur Layak Dilalui Kendaraan" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/S7d8zXZOV2I/AAAAAAAAAHU/s8zSZEnJj24/s72-c/jalan-rusak.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/04/hanya-700-km-jalan-di-cianjur-layak.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0QEQ3w6eyp7ImA9WxFTE0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-7138898173403244778</id><published>2010-04-04T00:21:00.001+07:00</published><updated>2010-04-04T00:21:42.213+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-04T00:21:42.213+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Pelaksanaan Ujian Nasional Perlu Dikaji Ulang</title><content type="html">&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnazwa%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnazwa%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnazwa%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Font Definitions */
 @font-face
	{font-family:"Cambria Math";
	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
	mso-font-charset:0;
	mso-generic-font-family:roman;
	mso-font-pitch:variable;
	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
	{mso-style-unhide:no;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	margin:0in;
	margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman","serif";
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
p
	{mso-style-unhide:no;
	mso-margin-top-alt:auto;
	margin-right:0in;
	mso-margin-bottom-alt:auto;
	margin-left:0in;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman","serif";
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
.MsoChpDefault
	{mso-style-type:export-only;
	mso-default-props:yes;
	font-size:10.0pt;
	mso-ansi-font-size:10.0pt;
	mso-bidi-font-size:10.0pt;}
@page Section1
	{size:8.5in 11.0in;
	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;
	mso-header-margin:.5in;
	mso-footer-margin:.5in;
	mso-paper-source:0;}
div.Section1
	{page:Section1;}
--&gt;
&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/S7d4zri5xxI/AAAAAAAAAHM/Ckt2O6lVY_M/s1600/salman+helmi+%282007%29.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/S7d4zri5xxI/AAAAAAAAAHM/Ckt2O6lVY_M/s320/salman+helmi+%282007%29.jpg" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Pelaksanaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;b&gt;Ujian Nasional Perlu Dikaji Ulang&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Oleh: Salman Helmi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;BEBERAPA&lt;/b&gt; hari lalu, seluruh siswa-siswi SMA/SMK dan MA baik negeri maupun swasta melaksanakan Ujian Nasional (UN). Tujuan UN tersebut yakni menghasilkan generasi muda yang lebih baik dalam bidang akademik. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Namun pertanyaan mendasar, apakah hanya dengan jalan melaksanakan UN generasi muda kita akan lebih maju?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Niat pemerintah hendak meningkatkan kualitas SDM dengan cara menggelar UN, kenyataan di lapangan cukup menggetarkan hati, perasaan, dan pikiran seluruh siswa-siswi yang mengikuti UN tersebut di seluruh tanah air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Bagaimana mungkin tidak menegangkan? Menimba ilmu selama tiga tahun&amp;nbsp; dari kelas satu hingga kelas tiga sekarang, kelulusannya ditentukan hanya dengan enam mata pelajaran yang dilaksanakan selama lima hari yakni ketika UN berlangsung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada pengumuman hasil UN tahun kemarin, tidak sedikit siswa yang tidak lulus sehingga mereka banyak yang&amp;nbsp; stress, dan mereka sangat terpukul atas hasil UN tersebut. Mereka harus menanggung rasa malu karena tidak lulus, sedangkan teman-temannya tersenyum lebar karena lulus UN.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Melihat tujuan pendidikan kita yang direalisasikan dengan pelaksanaan Ujian Nasional, hal itu ironis sekali. Pada &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;satu sisi pemerintah menyetandarkan tingkat kelulusan dengan pengawasan super ketat oleh aparat keamanan ketika UN berlangsung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sedangkan pemantauan proses kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah yang ada di negera ini minim sekali. Hal itu tentunya menunjukan pemerintah hanya mementingkan hasil pendidikan yang baik tanpa memperhatikan proses pembelajaran tersebut dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Banyak kalangan berpendapat, pendidikan di negara kita masih diskriminatif dan belum merata. Misalnya antara sekolah di Jakarta dengan sekolah di Papua, tentu tidak akan sama, baik dari segi kualitas guru maupun fasilitas yang dimiliki sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hingga saat ini, pemerintah cukup tegas dan ketat dalam menerapkan sistem UN, meskipun hasil keputusan Mahkamah Agung beberapa bulan lalu menyatakan UN bisa dilaksanakan asalkan tidak melanggar hak asasi manusia, yakni ketika standar UN diterapkan di seluruh sekolah, maka fasilitas dan kualitas yang didapatkan siswa pun harus sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akan tetapi kenyataan di lapangan sangat jauh berbeda dengan apa yang diharapkan. Pemerintah berdalih UN tetap dilaksanakan karena pembangunan insfrastruktur pendidikan terus dilakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Semestinya pemerintah harus sadar diri akan tujuan sebenarnya dalam pendidikan yang disesuaikan dengan keadaan yang ada, sehingga tidak ada yang dirugikan dalam proses menuju kualitas pendidikan yang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apabila pemerintah memaksakan kehendak melaksanakan UN, maka dapat dipastikan pendidikan tidak akan mengalami kemajuan yang cukup berarti di negeri ini. Pasalnya, meski pemerintah melakukan kebijakan UN dengan niat yang baik, akan tetapi kalau tidak memperhatikan aspek lainnya seperti proses pendidikan selama tiga tahun bahkan sejak pendidikan di tingkat TK, maka&amp;nbsp; berbagai kalangan hanya akan berusaha mencapai nilai standar UN dengan cara apa pun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kita semua tahu banyak dalam proses mengerjakan UN tidak murni hasil kerja siswa ketika duduk di meja ujian, akan tetapi hasil&amp;nbsp; mencontek dengan bantuan &amp;nbsp;berbagai pihak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak sedikit para guru di sekolahnya membantu mengerjakan tes UN tersebut untuk anak didiknya. Para guru&amp;nbsp; tentunya lebih&amp;nbsp; tahu kemampuan&amp;nbsp; anak didiknya ketimbang pemerintah, sehingga dengan rasa kasihan para guru membantu siswa yang sedang melakukan UN tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akhirnya, ada sebagian guru di berbagai sekolah yang ditangkap aparat keamanan dan mempidanakannya hanya karena mereka membantu mengerjakan UN, agar hasil UN siswa baik sehingga mereka (siswa) dapat melanjutkan studinya atau pun bekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pendidikan semestinya tidak diukur dengan kemampuan siswa dalam mengerjakan UN, akan tetapi pendidikan harus memberikan kemampuan terhadap siswa yang lebih luas lagi seperti sikap, daya pikir hingga daya juangnya dalam mencari ilmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan kata lain, tingkat kelulusan siswa harus ditentukan dengan kepribadian, kemampuan, dan sikap dari mulai kelas satu hingga kelas tiga. Selain itu, standar kelulusan harus diserahkan kepada daerah bersangkutan bahkan sekolah bersangkutan yang tentunya lebih tahu akan pendidikan yang tepat guna sesuai dengan letak geografis daerahnya serta agama dan budayanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Selain itu, agar hasil pendidikan kita semakin baik, maka seharusnya pemerintah menyediakan fasiltas pendidikan yang&amp;nbsp; baik seperti gedungnya, alat peraga pembelajaran, buku sumber yang mendunia, dan sebagainya. Dan yang tidak kalah pentingnya lagi, kesejahteraan para tenaga pendidik kita harus lebih ditingkatkan sehingga para guru dapat lebih fokus terhadap profesinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan pendidikan yang lebih memperhatikan proses belajar yang hanya tidak terpaku pada nilai yang tinggi, &amp;nbsp;maka tidak mustahil generasi bangsa ini kelak akan menjadi sosok-sosok seperti Habibie.&amp;nbsp;Semoga! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;(Penulis adalah wartawan SKU Parahyangan)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-7138898173403244778?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X-ODDaAN3fXpnrFDeLoIT-p1SA4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X-ODDaAN3fXpnrFDeLoIT-p1SA4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X-ODDaAN3fXpnrFDeLoIT-p1SA4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X-ODDaAN3fXpnrFDeLoIT-p1SA4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/LDZDoR6fVEQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/7138898173403244778/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/04/pelaksanaan-ujian-nasional-perlu-dikaji.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/7138898173403244778?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/7138898173403244778?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/LDZDoR6fVEQ/pelaksanaan-ujian-nasional-perlu-dikaji.html" title="Pelaksanaan Ujian Nasional Perlu Dikaji Ulang" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/S7d4zri5xxI/AAAAAAAAAHM/Ckt2O6lVY_M/s72-c/salman+helmi+%282007%29.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/04/pelaksanaan-ujian-nasional-perlu-dikaji.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQFQno8cSp7ImA9WxFTE0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-2803977013566353267</id><published>2010-04-04T00:05:00.000+07:00</published><updated>2010-04-04T00:05:13.479+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-04T00:05:13.479+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita" /><title>Istri-Istri Nabi Muhammad SAW</title><content type="html">&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnazwa%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnazwa%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnazwa%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Font Definitions */
 @font-face
	{font-family:"Cambria Math";
	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
	mso-font-charset:1;
	mso-generic-font-family:roman;
	mso-font-format:other;
	mso-font-pitch:variable;
	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
	{mso-style-unhide:no;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	margin:0in;
	margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman","serif";
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:IN;
	mso-fareast-language:IN;}
.MsoChpDefault
	{mso-style-type:export-only;
	mso-default-props:yes;
	font-size:10.0pt;
	mso-ansi-font-size:10.0pt;
	mso-bidi-font-size:10.0pt;}
@page Section1
	{size:595.3pt 841.9pt;
	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;
	mso-header-margin:.5in;
	mso-footer-margin:.5in;
	mso-paper-source:0;}
div.Section1
	{page:Section1;}
--&gt;
&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;BAB XVII . ISTERI-ISTERI NABI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Haekal mengulas isteri-isteri Nabi Muhammad saw., terutama kepada Zainab, sebagai jawaban dari tuduhan kaum orientalis mengenai perkawinan nabi dengan Zainab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Teriakan Orientalis tentang Zainab bt. Jahsy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;SEMENTARA peristiwa-peristiwa dalam dua bagian di atas itu terjadi, Muhammad kawin dengan Zainab bt. Khuzaima, kemudian kawin dengan Umm Salama bt. Abi Umayya bin'l-Mughira, selanjutnya kawin lagi dengan Zainab bt. Jahsy setelah dicerai oleh Zaid b. Haritha. Zaid inilah yang telah diangkat sebagai anak oleh Muhammad setelah dibebaskan sebagai budak sejak ia dibelikan oleh Yasar untuk Khadijah. Di sinilah kaum Orientalis dan misi-misi penginjil itu kemudian berteriak keras-keras: Lihat! Muhammad sudah berubah. Tadinya, ketika ia masih di Mekah sebagai pengajar yang hidup sederhana, yang dapat menahan diri dan mengajarkan tauhid, sangat menjauhi nafsu hidup duniawi, sekarang ia sudah menjadi orang yang diburu syahwat, air liurnya mengalir bila melihat wanita. Tidak cukup tiga orang isteri saja dalam rumah, bahkan ia kawin lagi dengan tiga orang wanita seperti yang disebutkan di atas. Sesudah itu mengawini tiga orang wanita lagi, selain Raihana. Tidak cukup kawin dengan wanita-wanita yang tidak bersuami, bahkan ia jatuh cinta kepada Zainab bt. Jahsy yang masih terikat sebagai isteri Zaid b. Haritha bekas budaknya. Soalnya tidak lain karena ia pernah singgah di rumah Zaid ketika ia sedang tidak ada di tempat itu, lalu ia disambut oleh Zainab. Tatkala itu ia sedang mengenakan pakaian yang memperlihatkan kecantikannya, dan kecantikan ini sangat mempengaruhi hatinya. Waktu itu ia berkata "Maha suci Ia yang telah dapat membalikkan hati manusia!" Kata-kata ini diulanginya lagi ketika ia meninggalkan tempat itu. Zainab mendengar kata-kata itu dan ia melihat api cinta itu bersinar dari matanya. Zainab merasa bangga terhadap dirinya dan apa yang didengarnya itu diberitahukannya kepada Zaid. Langsung waktu itu juga Zaid menemui Nabi dan mengatakan bahwa ia bersedia menceraikannya. Lalu kata Nabi kepadanya: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Jaga baik-baik isterimu, jangan diceraikan. Hendaklah engkau takut kepada Allah." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tetapi pergaulan Zainab dengan Zaid sudah tidak baik iagi. Kemudian ia dicerai. Muhammad menahan diri tidak segera mengawininya sekalipun hatinya gelisah. Ketika itu firman Tuhan datang: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Ingat, tatkala engkau berkata kepada orang yang telah diberi karunia oleh Allah dan engkau pun telah pula berbudi kepadanya: Jagalah baik-baik isterimu. Hendaklah engkau takut kepada Allah. Dan engkau menyembunyikan sesuatu di dalam hatimu apa yang oleh Tuhan sudah diterangkan. Engkau takut kepada manusia, padahal seharusnya Allah yang lebih patut kautakuti. Maka setelah Zaid meluluskan kehendak wanita itu, Kami kawinkan dia dengan engkau, supaya kelak tidak menjadi alangan bagi orang-orang beriman kawin dengan (bekas) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, bilamana kehendak mereka (wanita-wanita) itu sudah diluluskan. Perintah Allah itu mesti dilaksanakan." (Qur'an, 33:37) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika itulah wanita itu dikawininya. Dengan perkawinan ini semarak cinta berahi dan api asmaranya yang menyala-nyala dapat dipadamkan. Nabi apa itu!? Bagaimana ia membenarkan hal itu buat dirinya sedang buat orang lain tidak?! Bagaimana ia tidak tunduk kepada undang-undang yang katanya diturunkan Tuhan kepadanya?! Bagaimana pula "harem" ini diciptakan, yang mengingatkan orang pada raja-raja yang hidup mewah-mewah, bukan pada para nabi yang saleh dan memperbaiki kehidupan umat?! Selanjutnya bagaimana pula ia menyerah kepada kekuasaan cinta dalam hubungannya dengan Zainab sehingga ia menghubungi Zaid bekas budaknya supaya menceraikannya, kemudian ia tampil mengawininya! Hal semacam ini pada zaman jahiliah dilarang, tapi nabinya orang Islam ini membolehkan, karena mau menuruti kehendak nafsunya, mau memenuhi dorongan cintanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Zainab menurut gambaran kaum Orientalis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bilamana kaum Orientalis dan para misi penginjil bicara mengenai masalah ini dalam sejarah Muhammad, maka mereka membiarkan khayal mereka itu bebas tak terkendalikan lagi; sehingga ada diantara mereka itu yang menggambarkan Zainab - ketika terlihat oleh Nabi - dalam keadaan setengah telanjang atau hampir telanjang, dengan rambutnya yang hitam panjang lepas terurai sampai menjamah tubuhnya yang lembut gemulai, yang akan dapat menterjemahkan segala arti cinta berahi. Yang lain lagi menyebutkan, bahwa ketika ia membuka pintu rumah Zaid, angin menghembus menguakkan tabir kamar Zainab. Ketika itu ia sedang telentang di tempat tidur dengan mengenakan baju tidur. Pemandangan ini sangat menggetarkan jantung laki-laki yang gila perempuan dengan kecantikannya itu. Ia menyembunyikan perasaan hatinya meskipun sebenarnya ia tidak dapat tahan lama demikian! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gambaran yang diciptakan oleh khayal demikian itu banyak sekali. Akan kita jumpai ini dalam karya-karya Muir, Dermenghem, Washington Irving, Lammens dan yang lain, baik mereka ini para Orientalis atau misi-misi penginjil. Dan yang sungguh disayangkan lagi karena dalam membuat cerita-cerita itu, semua mereka memang mengambil sumbernya dari kitab-kitab sejarah Nabi dan tidak sedikit pula dari hadis. Kemudian dengan apa yang mereka gambarkan itu, mereka membangun istana-istana gading dari khayal mereka sendiri tentang Muhammad serta hubungannya dengan wanita. Alasan mereka ialah karena isterinya banyak, yang sampai sembilan orang menurut pendapat yang lebih tepat, atau lebih dari itu menurut sumber-sumber lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Orang-orang besar tidak tunduk kepada undang-undang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebenarnya dapat saja kita membantah semua kata-kata mereka itu dengan ucapan: Anggaplah semua itu benar, tetapi dengan itu apa pula kiranya yang akan dapat mendiskreditkan kebesaran Muhammad atau kenabian dan kerasulannya. Undang-undang yang biasanya berlaku pada umum, tidak mempan terhadap orang-orang besar, lebih-lebih terhadap para rasul dan nabi. Bukankah ketika Musa a.s. melihat perselisihan dua orang, yang seorang dari golongannya sendiri, dan yang seorang lagi dari pihak musuhnya, ditinjunya orang yang dari pihak musuh itu hingga menemui ajalnya, padahal pembunuhan demikian itu dilarang, baik dalam perang atau pun setengah perang? Ini berarti melanggar undang-undang. Jadi Musa tidak tunduk kepada undang-undang, tapi juga tidak berarti ini dapat mendiskreditkan kenabian atau kerasulannya, bahkan mengurangi kebesarannyapun juga tidak. Dan dalam hal Isa, dalam menyalahi undang-undang lebih besar lagi dari masalah Muhammad, dari para nabi dan para rasul semuanya. Dan soalnya tidak hanya terbatas pada besarnya kekuatan dan keinginan saja, bahkan kelahiran dan kehidupannya pun sudah melanggar undang-undang dan kodrat alam. Di hadapan ibunya malaikat muncul sebagai manusia yang sempurna, yang akan mengantarkan seorang anak yang suci bersih kepadanya. Wanita itu keheranan, sambil berkata: "Bagaimana aku akan beroleh seorang putera, padahal aku belum disentuh seorang manusia, juga aku bukan seorang pelacur." Malaikat berkata, bahwa Tuhan menghendaki supaya ia menjadi pertanda bagi umat manusia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah terasa sakit hendak melahirkan, ia berkata: "Aduhai, coba sebelum ini aku mati saja, maka aku akan hilang dilupakan orang." Lalu datang suara memanggilnya dari bawah: "Jangan berdukacita, Tuhan telah mengalirkan sebatang anak sungai di bawahmu." Dibawanya anak itu kepada keluarganya. Mereka pun berkata: "Maryam, engkau datang membawa masalah besar. Dalam buaiannya itu (usia semuda itu) Isa berkata kepada mereka: "Aku adalah hamba Allah É" dan seterusnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Betapapun orang-orang Yahudi menolak semua ini, dan oleh mereka Isa dinasabkan kepada Yusuf an-Najjar (Yusuf anak Heli), sebagian sarjana semacam Renan sampai sekarang pun memang menganggapnya demikian. Kebesaran Isa, kenabiannya dan kerasulannya serta penyimpangannya dari hukum dan kodrat alam adalah suatu pertanda mujizat Tuhan kepadanya. Tapi anehnya, misi-misi penginjil Kristen itu minta orang supaya percaya kepada hal-hal yang di luar hukum alam mengenai diri Yesus, sementara mengenai diri Muhammad mereka sudah menjatuhkan hukuman sendiri. Padahal apa yang dilakukannya tidak seberapa dan tidak lebih karena Muhammad memang terlalu tinggi untuk dapat tunduk kepada undang-undang masyarakat yang berlaku terhadap setiap orang besar, terhadap raja-raja, kepala-kepala negara yang pada umumnya sudah didahului oleh undang-undang dasar sehingga membuat mereka tak dapat diganggu-gugat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penggambaran Orientalis yang keliru&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebenarnya dapat saja kita membantah semua kata-kata mereka itu dengan jawaban yang sudah tentu akan menjatuhkan semua argumen misi-misi penginjil dan orang-orang Orientalis yang juga mau ikut cara-cara mereka itu. Tetapi dalam hal ini kita lalu memperkosa sejarah dan memperkosa kebesaran Muhammad dan kerasulannya. Dia bukanlah orang seperti yang mereka gambarkan: orang yang pikirannya dipengaruhi oleh hawa nafsu. Tak ada isterinya itu yang dikawininya hanya karena ia terdorong oleh syahwat atau nafsu berahi saja. Kalaupun ada beberapa penulis Muslim pada zaman-zaman tertentu dengan sesuka hati berkata demikian dan mengemukakan alasan itu kepada lawan-lawan Islam dengan niat baik, soalnya ialah karena tradisi yang berlaku telah membawa mereka kepada pengertian materi. Mereka ingin menggambarkan Muhammad itu besar dalam segalanya, juga besar dalam kehidupan hawa nafsu. Sudah tentu ini suatu penggambaran yang salah sama sekali. Sejarah hidup Muhammad sama sekali tak dapat menerima ini, dan seluruh hidup pribadinya pun dengan sendirinya sudah menolak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sampai usia 50 tahun hanya beristerikan Khadijah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ia kawin dengan Khadijah dalam usia duapuluh tiga tahun, usia muda-remaja, dengan perawakan yang indah dan paras muka yang begitu tampan, gagah dan tegap. Namun sungguhpun begitu Khadijah adalah tetap isteri satu-satunya, selama duapuluh delapan tahun, sampai melampaui usia limapuluhan. Padahal masalah poligami ialah masalah yang umum sekali di kalangan masyarakat Arab waktu itu. Di samping itu Muhammad pun bebas kawin dengan Khadijah atau dengan yang lain, dalam hal ia dengan isterinya tidak beroleh anak laki-laki yang hidup, sedang anak perempuan pada waktu itu dikubur hidup-hidup dan yang dapat dianggap sebagai keturunan pengganti hanyalah anak laki-laki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Muhammad hidup hanya dengan Khadijah selama tujuh belas tahun sebelum kerasulannya dan sebelas tahun sesudah itu; dan dalam pada itu pun sama sekali tak terlintas dalam pikirannya ia ingin kawin lagi dengan wanita lain. Baik pada masa Khadijah masih hidup, atau pun pada waktu ia belum kawin dengan Khadijah, belum pernah terdengar bahwa ia termasuk orang yang mudah tergoda oleh kecantikan wanita-wanita yang pada waktu itu justeru wanita-wanita belum tertutup. Bahkan mereka itu suka memamerkan diri dan memamerkan segala macam perhiasan, yang kemudian dilarang oleh Islam. Sudah tentu tidak wajar sekali apabila akan kita lihat, sesudah lampau limapuluh tahun, mendadak sontak ia berubah demikian rupa sehingga begitu ia melihat Zainab bint Jahsy - padahal waktu itu isterinya sudah lima orang diantaranya Aisyah yang selalu dicintainya - tiba-tiba ia tertarik sampai ia hanyut siang-malam memikirkannya. Juga tidak wajar sekali apabila kita lihat, sesudah lampau limapuluh tahun usianya, yang selama lima tahun sudah beristerikan lebih dari tujuh orang, dan dalam tujuh tahun sembilan orang isteri. Semuanya itu, motifnya hanya karena dia terdorong oleh nafsu kepada wanita, sehingga ada beberapa penulis Muslim - dan juga penulis-penulis Barat mengikuti jejaknya - melukiskannya sedemikian rupa, demikian merendahkan yang bagi seorang materialis sekalipun sudah tidak layak, apalagi buat orang besar, yang ajarannya dapat mengubah dunia dan mengubah jalannya roda sejarah, dan masih selalu akan mengubah dunia sekali lagi, dan akan mengubah jalannya roda sejarah sekali lagi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hanya Khadijah yang membawa keturunan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apabila ini suatu hal yang aneh dan tidak wajar, maka akan jadi aneh juga kita melihat bahwa perkawinan Muhammad dengan Khadijah telah memberikan keturunan, laki-laki dan perempuan, sampai sebelum ia mencapai usia limapuluh tahun, dan bahwa Maria melahirkan Ibrahim sesudah Muhammad berusia enampuluh tahun dan hanya dari yang dua orang ini sajalah yang membawa keturunan. Padahal isteri-isteri itu ada yang dalam usia muda, yang akan dapat juga hamil dan melahirkan, baik dari pihak suami atau pihak isteri, dan ada yang sudah cukup usia, sudah lebih dari tigapuluh tahun umurnya, dan sebelum itu pun pernah pula punya anak. Bagaimana pula gejala aneh dalam hidup Nabi ini ditafsirkan, suatu gejala yang tidak tunduk kepada undang-undang yang biasa, yang sekaligus terhadap kesembilan wanita itu?! Sebagai manusia, sudah tentu jiwa Muhammad cenderung sekali ingin beroleh seorang putera, sekalipun - dalam kedudukannya sebagai nabi dan rasul - dari segi rohani ia sudah menjadi bapa seluruh umat Muslimin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perkawinan Sauda bt. Zam'a&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kemudian peristiwa-peristiwa sejarah serta logikanya juga menjadi saksi yang jujur mendustakan cerita misi-misi penginjil dan para Orientalis itu sehubungan dengan poligami Nabi. Seperti kita sebutkan tadi, selama 28 tahun ia hanya beristerikan Khadijah seorang, tiada yang lain. Setelah Khadijah wafat, ia kawin dengan Sauda bint Zam'a, janda Sakran b. 'Amr b. 'Abd Syams. Tidak ada suatu sumber yang menyebutkan, bahwa Sauda adalah seorang wanita yang cantik, atau berharta atau mempunyai kedudukan yang akan memberi pengaruh karena hasrat duniawi dalam perkawinannya itu. Melainkan soalnya ialah, Sauda adalah isteri orang yang termasuk mula-mula dalam lslam, termasuk orang-orang yang dalam membela agama, turut memikul pelbagai macam penderitaan, turut berhijrah ke Abisinia setelah dianjurkan Nabi hijrah ke seberang lautan itu. Sauda juga sudah Islam dan ikut hijrah bersama-sama, ia juga turut sengsara, turut menderita. Kalau sesudah itu Muhammad kemudian mengawininya untuk memberikan perlindungan hidup dan untuk memberikan tempat setarap dengan Umm'l-Mu'minin, maka hal ini patut sekali dipuji dan patut mendapat penghargaan yang tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Adapun Aisyah dan Hafsha adalah puteri-puteri dua orang pembantu dekatnya, Abu Bakr dan Umar. Segi inilah yang membuat Muhammad mengikatkan diri dengan kedua orang itu dengan ikatan semenda perkawinan dengan puteri-puteri mereka. Sama juga halnya ia mengikatkan diri dengan Usman dan Ali dengan jalan mengawinkan kedua puterinya kepada mereka. Kalaupun benar kata orang mengenai Aisyah serta kecintaan Muhammad kepadanya itu, maka cinta itu timbul sesudah perkawinan, bukan ketika kawin. Gadis itu dipinangnya kepada orangtuanya tatkala ia berusia sembilan tahun dan dibiarkannya dua tahun sebelum perkawinan dilangsungkan. Logika tidak akan menerima kiranya, bahwa dia sudah mencintainya dalam usia yang masih begitu kecil. Hal ini diperkuat lagi oleh perkawinannya dengan Hafsha bt. Umar yang juga bukan karena dorongan cinta berahi, dengan ayahnya sendiri sebagai saksi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Sungguh," kata Umar, "tatkala kami dalam zaman jahiliah, wanita-wanita tidak lagi kami hargai. Baru setelah Tuhan memberikan ketentuan tentang mereka dan memberikan pula hak kepada mereka." Dan katanya lagi: "Ketika saya sedang dalam suatu urusan tiba-tiba isteri saya berkata: 'Coba kau berbuat begini atau begitu." Jawab saya: "Ada urusan apa engkau disini, dan perlu apa engkau dengan urusanku!" Dia pun membalas: "Aneh sekali engkau Umar. Engkau tidak mau ditentang, padahal puterimu menentang Rasulullah s.a.w. sehingga ia gusar sepanjang hari." Kata Umar selanjutnya: "Kuambil mantelku, lalu aku keluar, pergi menemui Hafsha. "Anakku," kataku kepadanya. "Engkau menentang Rasulullah s.a.w. sampai ia merasa gusar sepanjang hari?!" Hafsha menjawab: "Memang kami menentangnya." "Engkau harus tahu," kataku. "Kuperingatkan engkau akan siksaan Tuhan serta kemurkaan RasulNya. Anakku, engkau jangan teperdaya oleh kecintaan orang yang telah terpesona oleh kecantikannya sendiri dengan kecintaan Rasulullah s.a.w." Katanya lagi: "Engkau sudah mengetahui, Rasulullah tidak mencintaimu, dan kalau tidak karena aku engkau tentu sudah diceraikan." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kita sudah melihat bukan, bahwa Muhammad mengawini Aisyah atau mengawini Hafsha bukan karena cintanya atau karena suatu dorongan berahi, tapi karena hendak memperkukuh tali masyarakat Islam yang baru tumbuh dalam diri dua orang pembantu dekatnya itu. Sama halnya ketika ia kawin dengan Sauda, maksudnya supaya pejuang-pejuang Muslimin itu mengetahui, bahwa kalau mereka gugur untuk agama Allah, isteri-isteri dan anak-anak mereka tidak akan dibiarkan hidup sengsara dalam kemiskinan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perkawinannya dengah Zainab bt. Khuzaima dan dengan Umm Salama mempertegas lagi hal itu. Zainab adalah isteri 'Ubaida bin'l-Harith bin'l-Muttalib yang telah mati syahid, gugur dalam perang Badr. Dia tidak cantik, hanya terkenal karena kebaikan hatinya dan suka menolong orang, sampai ia diberi gelar Umm'l-Masakin (Ibu orang-orang miskin). Umurnya pun sudah tidak muda lagi. Hanya setahun dua saja sesudah itu ia pun meninggal. Sesudah Khadijah dialah satu-satunya isteri Nabi yang telah wafat mendahuluinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sedang Umm Salama sudah banyak anaknya sebagai isteri Abu Salama, seperti sudah disebutkan di atas, bahwa dalam perang Uhud ia menderita luka-luka, kemudian sembuh kembali. Oleh Nabi ia diserahi pimpinan untuk menghadapi Banu Asad yang berhasil di kucar-kacirkan dan ia kembali ke Medinah dengan membawa rampasan perang. Tetapi bekas lukanya di Uhud itu terbuka dan kembali mengucurkan darah yang dideritanya terus sampai meninggalnya. Ketika sudah di atas ranjang kematiannya, Nabi juga hadir dan terus mendampinginya sambil mendoakan untuk kebaikannya, sampai ia wafat. Empat bulan setelah kematiannya itu Muhammad meminta tangan Umm Salama. Tetapi wanita ini menolak dengan lemah lembut karena ia sudah banyak anak dan sudah tidak muda lagi. Hanya dalam pada itu akhirnya sampai juga ia mengawini dan dia sendiri yang bertindak menguruskan dan memelihara anak-anaknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penelitian sejarah dan kesimpulannya Cerita Zainab bt. Jahsy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Adakah sesudah ini semua para misi penginjil dan Orientalis itu masih akan mendakwakan, bahwa karena kecantikan Umm Salama itulah maka Muhammad terdorong hendak mengawininya? Kalau hanya karena itu saja, masih banyak gadis-gadis kaum Muhajirin dan Anshar yang lain, yang jauh lebih cantik, lebih muda, lebih kaya dan bersemarak, dan tidak pula ia akan dibebani dengan anak-anaknya. Akan tetapi sebaliknya, ia mengawininya itu karena pertimbangan yang luhur itu juga, sama halnya dengan perkawinannya dengan Zainab bt. Khuzaima, yang membuat kaum Muslimin bahkan makin cinta kepadanya dan membuat mereka lebih-lebih lagi memandangnya sebagai Nabi dan Rasul Allah. Di samping itu mereka semua memang sudah menganggapnya sebagai ayah mereka. Ayah bagi segenap orang miskin, orang yang tertekan, orang lemah, orang yang sengsara dan tak berdaya. Ayah bagi setiap orang yang kehilangan ayah, yang gugur membela agama Allah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari apa yang sudah diuraikan di atas, apakah yang dapat disimpulkan oleh penelitian sejarah yang murni? Yang dapat disimpulkan ialah bahwa Muhammad menganjurkan orang beristeri satu dalam kehidupan biasa. Ia menganjurkan cara demikian seperti contoh yang sudah diberikannya selama masa Khadijah. Untuk itu firman Tuhan dalam Qur'an menyebutkan: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Dan kalau kamu kuatir takkan dapat berlaku lurus terhadap anak-anak yatim itu, maka kawinilah wanita-wanita yang kamu sukai: dua, tiga dan (sampai) empat. Tetapi kalau kamu kuatir takkan dapat berlaku adil, hendaklah seorang saja atau yang sudah ada menjadi milik kamu." (Qur'an, 4:3) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Dan (itu pun) tidak akan kamu dapat berlaku adil terhadap wanita, betapa kamu sendiri menginginkan itu. Sebab itu, janganlah kamu terlalu condong kepada yang seorang, lalu kamu biarkan dia terkatung-katung." (Qur'an, 4:129) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ayat-ayat ini turun pada akhir-akhir tahun kedelapan Hijrah, setelah Nabi kawin dengan semua isterinya, maksudnya untuk membatasi jumlah isteri itu sampai empat orang, sementara sebelum turun ayat tersebut pembatasan tidak ada. Ini juga yang telah menggugurkan kata-kata orang: Muhammad membolehkan buat dirinya sendiri dan melarang buat orang lain. Kemudian turun ayat yang memperkuat diutamakannya isteri satu dan menganjurkan demikian karena dikuatirkan takkan berlaku adil dengan ditekankan bahwa berlaku adil itu tidak akan disanggupi. Hanya saja dalam keadaan kehidupan masyarakat yang dikecualikan ia melihat suatu kemungkinan yang mendesak perlunya kawin sampai empat dengan syarat berlaku adil. Dia telah melakukan itu dengan contoh yang diberikannya ketika kaum Muslimin terlibat dalam peperangan dan banyak di antara mereka itu yang gugur dan mati syahid. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tolonglah sebutkan! Pada waktu peperangan sedang berkecamuk, panyakit menular berjangkit dan pemberontakan berkobar merenggut ribuan bahkan jutaan umat manusia, dapatkah orang memastikan, bahwa membatasi pada isteri satu itu lebih baik dan poligami yang dibolehkan dengan jalan kekecualian itu? Dapatkah orang-orang Eropa - pada waktu ini, setelah selesai Perang Dunia - mengatakan bahwa sistem monogami itu sistem yang paling tepat dalam praktek, karena mereka memang sudah mengatakan bahwa sistem itu tepat sekali dalam undang-undang? Bukankah tirnbulnya kekacauan ekonomi dan sosial setelah perang disebabkan oleh tidak adanya kerjasama yang teratur antara pria dan wanita dalam perkawinan, suatu kerjasama yang kiranya sedikit banyak akan dapat membawa keseimbangan ekonomi? Saya tidak bermaksud dengan ini hendak membuat suatu keputusan hukum. Saya serahkan soal ini kepada ahli-ahli pikir, kepada pihak penguasa untuk memikirkan dan merencanakannya, dengan catatan selalu, bahwa bilamana keadaan hidup sudah kembali biasa, maka yang paling baik dapat menjamin kebahagiaan masyarakat ialah membatasi laki-laki hanya pada satu isteri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sehubungan dengan cerita tentang Zainab bt. Jahsy serta apa yang ditambah-tambahkan oleh beberapa orang ahli hadis, oleh kaum Orientalis dan misi-misi penginjil dengan bermacam-macam tabir khayal sehingga ia dijadikan sebuah cerita roman percintaan, sejarah yang sebenarnya dapat mencatat, bahwa teladan yang diberikan oleh Muhammad dan patut dibanggakan, dan sebagai contoh iman yang sempurna, ialah bahwa dia telah menerapkan bunyi hadis yang maksudnya: Iman seseorang belum sempurna sebelum ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.1 Dirinya telah dijadikan contoh pertama manakala ia melaksanakan suatu hukum yang pada dasarnya hendak menghapus tradisi dan segala adat-istiadat jahiliah, dan yang sekaligus dengan itu ia menetapkan peraturan baru, yang diturunkan Tuhan sebagai bimbingan dan rahmat buat semesta alam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kekeluargaan Muhammad dengan Zainab - Melamarnya untuk Zaid dan penolakan Zainab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Untuk menghapuskan semua cerita mereka yang kita baca itu dari dasarnya, cukup kalau kita sebutkan, bahwa Zainab bt. Jahsy ini adalah puteri Umaima bt. Abd'l-Muttalib, bibi Rasulullah a.s. Ia dibesarkan di bawah asuhannya sendiri dan dengan bantuannya pula. Maka dengan demikian ia sudah seperti puterinya atau seperti adiknya sendiri. Ia sudah mengenal Zainab dan mengetahui benar apakah dia cantik atau tidak, sebelum ia dikawinkan dengan Zaid. Ia sudah melihatnya sejak dari mula pertumbuhannya, sebagai bayi yang masih merangkak hingga menjelang gadis remaja dan dewasa, dan dia juga yang melamarnya buat Zaid bekas budaknya itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jadi, kalau orang sudah mengetahui semua ini, maka hancurlah segala macam khayal dan cerita-cerita yang menyebutkan bahwa dia pernah kerumah Zaid dan orang ini tidak di rumah, lalu dilihatnya Zainab, ia terpesona sekali melihat begitu cantik, sampai ia berkata: "Maha suci Tuhan, Yang telah membalikkan hati manusia!" Atau juga ketika ia membuka pintu rumah Zaid, kebetulan angin bertiup menguakkan tirai kamar Zainab, lalu dilihatnya wanita itu dengan gaunnya sedang berbaring - seolah-olah seperti Madame Recamier - mendadak sontak hatinya berubah. Lupa ia kepada Sauda, Aisyah, Hafsha, Zainab bt. Khuzaima dan Umm Salama. Juga Khadijah sudah dilupakannya, yang seperti kata Aisyah, bahwa dirinya tidak pernah cemburu terhadap isteri-isteri Nabi seperti terhadap Khadijah ketika disebut-sebut. Kalau perasaan cinta itu sedikit banyak sudah terlintas dalam hati, tentu ia akan melamar kepada keluarganya untuk dirinya, bukan untuk Zaid. Dengan melihat hubungan Zainab dengan Muhammad ini serta gambaran yang kita kemukakan di atas, maka segala macam cerita khayal yang dibawa orang itu, sudah tidak lagi dapat dipertahankan dan ternyata samasekali memang tidak mempunyai dasar yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terpaksa menerima&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan apakah yang ialah dicatat oleh sejarah? Sejarah mencatat bahwa Muhammad telah melamar Zainab anak bibinya itu buat Zaid bekas budaknya. Abdullah b. Jahsy saudara Zainab menolak, kalau saudara perempuannya sebagai orang dari suku Quraisy dan keluarga Hasyim pula, di samping itu semua ia masih sepupu Rasul dari pihak ibu akan berada di bawah seorang budak belian yang dibeli oleh Khadijah lalu dimerdekakan oleh Muhammad. Hal ini dianggap sebagai suatu aib besar buat Zainab. Dan memang benar sekali hal ini di kalangan Arab ketika itu merupakan suatu aib yang besar sekali. Memang tidak ada gadis-gadis kaum bangsawan yang terhormat akan kawin dengan bekas-bekas budak sekalipun yang sudah dimerdekakan. Tetapi Muhammad justeru ingin menghilangkan segala macam pertimbangan yang masih berkuasa dalam jiwa mereka hanya atas dasar ashabia (fanatisma) itu. Ia ingin supaya orang mengerti bahwa orang Arab tidak lebih tinggi dari yang bukan Arab, kecuali dengan takwa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Bahwa orang yang paling mulia di antara kamu dalam pandangan Tuhan ialah orang yang lebih bertakwa." (Qur'an, 49:13) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sungguhpun begitu ia merasa tidak perlu memaksa wanita lain untuk itu di luar keluarganya. Biarlah Zainab bt. Jahsy, sepupunya sendiri itu juga yang menanggung, yang karena telah meninggalkan tradisi dan menghancurkan adat-lembaga Arab, menjadi sasaran buah mulut orang tentang dirinya, suatu hal yang memang tidak ingin didengarnya. Juga biarlah Zaid, bekas budaknya yang dijadikannya anak angkat, dan yang menurut hukum adat dan tradisi Arab orang yang berhak menerima waris sama seperti anak-anaknya sendiri itu, dia juga yang mengawininya. Maka dia pun bersedia berkorban, karena sudah ditentukan oleh Tuhan bagi anak-anak angkat yang sudah dijadikan anaknya itu. Biarlah Muhammad memperlihatkan desakannya itu supaya Zainab dan saudaranya Abdullah b. Jahsy juga mau menerima Zaid sebagai suami. Dan untuk itu biarlah firman Tuhan juga yang datang: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Bagi laki-laki dan wanita yang beriman, bilamana Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketentuan, mereka tidak boleh mengambil kemauan sendiri dalam urusan mereka itu. Dan barangsiapa tidak mematuhi Allah dan RasulNya, mereka telah melakukan kesesatan yang nyata sekali." (Qur'an, 33:36) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah turun ayat ini tak ada jalan lain buat Abdullah dan Zainab saudaranya, selain harus tunduk menerima. "Kami menerima, Rasulullah," kata mereka. Lalu Zaid dikawinkan kepada Zainab setelah mas-kawinnya oleh Nabi disampaikan. Dan sesudah Zainab menjadi isteri, ternyata ia tidak mudah dikendalikan dan tidak mau tunduk. Malah ia banyak mengganggu Zaid. Ia membanggakan diri kepadanya dari segi keturunan dan bahwa dia katanya tidak mau ditundukkan oleh seorang budak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Zaid mengadukan Zainab dan perceraian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sikap Zainab yang tidak baik kepadanya itu tidak jarang oleh Zaid diadukan kepada Nabi, dan bukan sekali saja ia meminta ijin kepadanya hendak menceraikannya. Tetapi Nabi menjawabnya: "Jaga baik-baik isterimu, jangan diceraikan. Hendaklah engkau takut kepada Allah." Tetapi Zaid tidak tahan lama-lama bergaul dengan Zainab serta sikapnya yang angkuh kepadanya itu. Lalu diceraikannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hukum pengaduan dalam Islam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kehendak Tuhan juga kiranya yang mau menghapuskan melekatnya hubungan anak angkat dengan keluarga bersangkutan dan asal-usul keluarga itu, yang selama itu menjadi anutan masyarakat Arab, juga pemberian segala hak anak kandung kepada anak angkat, segala pelaksanaan hukum termasuk hukum waris dan nasab, dan supaya anak angkat dan pengikut itu hanya mempunyai hak sebagai pengikut dan sebagai saudara seagama. Demikian firman Tuhan turun: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Dan tiada pula Ia menjadikan anak-anak angkat kamu menjadi anak-anak kamu. Itu hanya kata-kata kamu dengan mulut kamu saja. Tuhan mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan yang benar." (Qur'an, 33:4) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bagaimana Muhammad kawin dengan Zainab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ini berarti bahwa anak angkat boleh kawin dengan bekas isteri bapa angkatnya, dan bapa boleh kawin dengan bekas isteri anak angkatnya. Tetapi bagaimana caranya melaksanakan ini? Siapa pula dari kalangan Arab yang dapat membongkar adat-istiadat yang sudah turun-temurun itu. Muhammad sendiri kendatipun dengan kemauannya yang sudah begitu keras dan memahami benar arti perintah Tuhan itu, masih merasa kurang mampu melaksanakan ketentuan itu dengan jalan mengawini Zainab setelah diceraikan oleh Zaid, masih terlintas dalam pikirannya apa yang kira-kira akan dikatakan orang, karena dia telah mendobrak adat lapuk yang sudah berurat berakar dalam jiwa masyarakat Arab itu. Itulah yang dikehendaki Tuhan dalam firmanNya: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Dan engkau menyembunyikan sesuatu dalam hatimu yang oleh Tuhan sudah diterangkan. Engkau takut kepada manusia padahal hanya Allah yang lebih patut kautakuti." (Qur'an, 33:37) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akan tetapi Muhammad adalah suri-teladan dalam segala hal, yang oleh Tuhan telah diperintahkan dan telah dibebankan kepadanya supaya disampaikan kepada umat manusia. Tidak takut ia apa yang akan dikatakan orang dalam hal perkawinannya dengan isteri bekas budaknya itu. Takut kepada manusia tak ada artinya dibandingkan dengan takutnya kepada Tuhan dalam melaksanakan segala perintahNya. Biarlah dia kawin saja dengan Zainab supaya menjadi teladan akan apa yang telah dihapuskan Tuhan mengenai hak-hak yang sudah ditentukan dalam hal bapa angkat dan anak angkat itu. Dalam hal inilah firman Tuhan itu turun: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Maka setelah Zaid meluluskan kehendak wanita itu, Kami kawinkan dia dengan engkau, supaya kelak tidak menjadi alangan bagi orang-orang beriman kawin dengan (bekas) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, bilamana kehendak mereka (wanita-wanita) itu sudah diluluskan. Perintah Allah itu mesti dilaksanakan." (Qur'an, 33:37) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Inilah peristiwa sejarah yang sebenarnya sehubungan dengan soal Zainab bt. Jahsy serta perkawinannya dengan Muhammad. Dia adalah puteri bibinya, sudah dilihatnya dan sudah diketahuinya sampai berapa jauh kecantikannya sebelum dikawinkan dengan Zaid, dan dia pula yang melamarnya buat Zaid, juga dia melihatnya setelah perkawinannya dengan Zaid, karena pada waktu itu bertutup muka belum lagi dikenal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bagaimana pendapat kaum Orientalis tentang cerita Zainab bt. Jahsy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sungguhpun begitu dari pihak Zainab sendiri, sesuai dengan ketentuan hubungan kekeluargaan dari satu segi, dan sebagai isteri Zaid anak angkatnya dari segi lain, Zainab menghubungi dia karena beberapa hal dalam urusannya sendiri dan juga karena seringnya Zaid mengadukan halnya itu. Semua ketentuan hukum itu sudah diturunkan. Lalu diperkuat lagi dengan peristiwa perkawinan Zaid dengan Zainab serta kemudian perceraiannya, lalu perkawinan Muhammad dengan dia sesudah itu. Semua ketentuan hukum ini, yang mengangkat martabat orang yang dimerdekakan ke tingkat orang merdeka yang terhormat, dan yang menghapuskan hak anak-anak angkat dengan jalan praktek yang tidak dapat dikaburkan atau ditafsir-tafsirkan lagi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sesudah semua itu, masih adakah pengaruh cerita-cerita yang selalu diulang-ulang oleh pihak Orientalis dan oleh misi-misi penginjil, oleh Muir, Irving, Sprenger, Well, Dermenghem, Lammens dan yang lain, yang suka menulis sejarah hidup Muhammad? Ya, kadang ini adalah napsu misi penginjilan yang secara terang-terangan, kadang cara misi penginjilan atas nama ilmu pengetahuan. Adanya permusuhan lama terhadap Islam adalah permusuhan yang sudah berurat berakar dalam jiwa mereka, sejak terjadinya serentetan perang Salib dahulu. Itulah yang mengilhami mereka semua dalam menulis, yang dalam menghadapi soal perkawinan, khususnya perkawinan Muhammad dengan Zainab bt. Jahsy, membuat mereka sampai nmemperkosa sejarah, mereka mencari cerita-cerita yang paling lemah sekalipun asal dapat dimasukkan dan dihubung-hubungkan kepadanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Andaikata apa yang mereka katakan itu memang benar, tentu saja kita pun masih akan dapat menolaknya dengan mengatakan, bahwa kebesaran itu tidak tunduk kepada undang-undang. Bahwa sebelum itu, Musa, Isa dan Yunus, mereka itu berada di atas hukum alam, diatas ketentuan-ketentuan masyarakat yang berlaku. Ada yang karena kelahirannya, ada pula yang dalam masa kehidupannya, tapi itu tidak sampai mendiskreditkan kebesaran mereka. Sebaliknya Muhammad, ia telah meletakkan ketentuan-ketentuan masyarakat yang sebaik-baiknya dengan wahyu Tuhan, dan dilaksanakan atas perintah Tuhan, yang dalam hal ini merupakan contoh yang tinggi sekali, sebagai teladan yang sangat baik dalam melaksanakan apa yang telah diperintahkan Tuhan itu. Ataukah barangkali yang dikehendaki oleh misi-misi penginjil itu supaya ia menceraikan isteri-isterinya dan jangan lebih dari empat orang saja seperti yang kemudian disyariatkan kepada kaum Muslimin, setelah perkawinannya dengan mereka semua itu? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Muhammad menjunjung tinggi kedudukan wanita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Adakah juga pada waktu itu ia akan selamat dari kritik mereka? Sebenarnya hubungan Muhammad dengan isteri-isterinya itu adalah hubungan yang sungguh terhormat dan agung, seperti sudah kita lihat seperlunya dalam keterangan Umar bin'l-Khattab yang sudah kita sebutkan; dan contoh semacam itu akan banyak kita jumpai dalam beberapa bagian buku ini. Semua itu akan menjadi contoh yang berbicara sendiri, bahwa belum ada orang yang dapat menghormati wanita seperti yang pernah diberikan oleh Muhammad, belum ada orang yang dapat mengangkat martabat wanita ketempat yang layak seperti yang dilakukan oleh Muhammad itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Catatan kaki: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1 Harfiah: Seseorang dari kamu tidak beriman sebelum ia menyukai buat saudaranya apa yang disukai buat dirinya sendiri. Terjemahan di atas didasarkan kepada komentar Nuruddin as-Sindi sebagai anotasi pada Shahih Al-Bukhari 1/12 (A).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9284832/jarahHidupMuhammadBABXVIIIstri-istriNabi-%20Muha.doc.html%20"&gt;http://www.ziddu.com/download/9284832/jarahHidupMuhammadBABXVIIIstri-istriNabi- Muha.doc.html &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-2803977013566353267?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qUy58Zfnk5Snx_KN_KFM8mkh44Q/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qUy58Zfnk5Snx_KN_KFM8mkh44Q/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qUy58Zfnk5Snx_KN_KFM8mkh44Q/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qUy58Zfnk5Snx_KN_KFM8mkh44Q/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/9_uuMjc5x1M" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="related" href="http://feeds.feedburner.com/DaruZones" title="Istri-Istri Nabi Muhammad SAW" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/2803977013566353267/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/04/istri-istri-nabi-muhammad-saw.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/2803977013566353267?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/2803977013566353267?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/9_uuMjc5x1M/istri-istri-nabi-muhammad-saw.html" title="Istri-Istri Nabi Muhammad SAW" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/04/istri-istri-nabi-muhammad-saw.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4FR38-cCp7ImA9WxBXEUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-4208679474076452453</id><published>2010-01-22T22:22:00.000+07:00</published><updated>2010-01-22T22:25:16.158+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-22T22:25:16.158+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita" /><title>Begini Cara Penjahat Mengintip Kartu ATM Anda !</title><content type="html">&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/S1nDTTvyOtI/AAAAAAAAAGo/DSHbHXhLExc/s1600-h/atm-doubles-cash.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 238px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/S1nDTTvyOtI/AAAAAAAAAGo/DSHbHXhLExc/s320/atm-doubles-cash.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429585562257472210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa tips yang mungkin dapat menambah kewaspadaan Anda :&lt;br /&gt;Perhatikan kondisi ATM yang akan dipakai, para penjahat ini jarang beraksi di ATM-ATM yang berada dicakupan Bank karena biasanya ada satpam maupun kamera yang siap untuk merekam setiap gerak-gerik di lokasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila memang dalam kondisi ramai, lihat-lihat juga ke arah sekeliling Anda, pastikan tidak ada hal yang mencurigakan, baik itu benda maupun manusia. Itulah juga maksud dibuatnya kaca cembung kecil untuk melihat ke arah belakang yang di taruh pada mesin-mesin ATM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat akan menekan PIN, pastikan jari Anda terlindungi dari sisi-sisi yang diperkirakan bisa terlihat. Satu tangan menekan tombol dan tangan lain untuk menutupi. Beberapa Bank sudah membuat penutup pada bagian tombol PIN ATM untuk mencegah konsumennya lupa melakukan hal tersebut. Beberapa Bank juga telah membuat alat khusus pada slot masukan kartu ATM Anda sehingga mungkin mempersulit alat untuk skimming pada ATM-ATM yang sudah diprotect tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa memasukkan password yang salah, sebelum memasukkan password benar untuk mengecoh bila dikuatirkan ada Keypad palsu yang digunakan untuk merekam dan juga dapat mengecoh kamera pengintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila terjadi masalah seperti kartu Anda "tertelan" di mesin ATM, JANGAN PANIK. Bila ada orang asing yang menganjurkan Anda untuk memasukkan password JANGAN DILAKUKAN, cobalah untuk menekan tombol cancel / batal dan bila kartu masih belum keluar datangi lokasi terdekat Bank Anda &amp; selalu siap dengan menyimpan nomer operator / call center dari Bank Anda pada notes ataupun handphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dibeberapa kasus ada yang sengaja menempelkan nomer palsu pada badan ATM yang ternyata adalah nomer telpon palsu (sindikat dari penjahat tersebut). Harap untuk rutin mengganti PIN ATM Anda. Periksa saldo tabungan Anda setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mulai sekarang tidak usah terlalu kiatir sekali untuk bertransaksi melalui mesin ATM, yang penting tetap teliti dan waspada dengan kejanggalan-kejanggalan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;www.kaskus.us&lt;br /&gt;http://www.apakabardunia.com/post/teknologi/begini-cara-penjahat-mengintip-kartu-atm-anda&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-4208679474076452453?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SZm57PFyBRCAmjmTfnNOJSMPRx8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SZm57PFyBRCAmjmTfnNOJSMPRx8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SZm57PFyBRCAmjmTfnNOJSMPRx8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SZm57PFyBRCAmjmTfnNOJSMPRx8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/U2PwUO2Jjb0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="related" href="http://www.apakabardunia.com/post/teknologi/begini-cara-penjahat-mengintip-kartu-atm-anda" title="Begini Cara Penjahat Mengintip Kartu ATM Anda !" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/4208679474076452453/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/01/begini-cara-penjahat-mengintip-kartu.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/4208679474076452453?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/4208679474076452453?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/U2PwUO2Jjb0/begini-cara-penjahat-mengintip-kartu.html" title="Begini Cara Penjahat Mengintip Kartu ATM Anda !" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/S1nDTTvyOtI/AAAAAAAAAGo/DSHbHXhLExc/s72-c/atm-doubles-cash.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/01/begini-cara-penjahat-mengintip-kartu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQAR3s_eSp7ImA9WxBXEUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-1985118417807629549</id><published>2010-01-22T21:56:00.000+07:00</published><updated>2010-01-22T21:59:06.541+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-22T21:59:06.541+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita" /><title>Reboisasi Perhutani Cianjur</title><content type="html">CIANJUR,&lt;strong&gt;Parahyangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan reboisasi untuk tahun 2008 sekarang ini direncanakan seluas 2.985,09 hektar dengan jumlah bibit yang akan ditanam sebanyak 2.651.515 batang, sehingga pada tahun 2009 dan seterusnya perhutani KPH Cianjur bebas tanah kosong dan dalam rangka menyongsong perhutani Hijau 2010.&lt;br /&gt;Hal itu diungkapkan ADM Perum Perhutani Cianjur, Ir John Novarly, M.For.Sci melalui Humas Perutani Sumarna, saat ditemui Parahyangan di ruang kerjanya, Senin (28/04) lalu.”Penyelenggaraan kegiatan penanaman pada tahun 2008 telah dilaksanakan secara serentak di KPH Cianjur,”kata Sumarna.&lt;br /&gt;Dikatakan Sumarna, kegiatan penanaman tersebut dilaksanakan di petak 86d seluas 5,58 hektar, RPH Cikondang BPKH Cianjur secara administratif masuk wilayah Desa Sukadana Kecamatan Campaka, Cianjur Selatan.&lt;br /&gt;Penaman yang dilaksanakan secara serentak tersebut dihadiri oleh unsur Muspida, Ketua DPRD, pemerhati lingkungan, Kepala SKPD dan Keluraga Besar Rimbawan KPH Cianjur.&lt;br /&gt;“Sedangkan jumlah bibit yang ditanam dipetak itu, yakni sebanyak 4.650 batang yang bibitnya berasal dari Perum Perhutani KPH Cianjur,”jelasnya.&lt;br /&gt;Sekaitan dengan itu Sumarna juga menyatakan luas wilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) kabupaten Cianjur berdasarkan hasil pemetaan tahun 2006/2007, seluas 69.339,10 hektar.&lt;br /&gt;“Dari jumlah luas tersebut, sesuai fungsinya terdiri dari hutan produksi seluas 45.033,47 hektar sedangkan hutan lindung seluas 24.305,63 hektar,”kata Sumarna.&lt;br /&gt;Perum perhutani KPH Cianjur, lanjut Sumarna, dalam tahun 2007 terdapat sharing kayu perkakas untuk LMDH Rp 540 juta lebih, kayu bakar 4.679 SM senilai Rp 254,7 juta dan sharing non kayu Rp 47 juta.&lt;br /&gt;“Selain itu dana pinjaman Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dari tahun 1991-2007 senilai Rp 1 Miliar lebih, sedangkan hasil panen tumpangsari berupa padi, jagung dan kacang tanah senilai Rp 305 juta,”tuturnya.&lt;br /&gt;Dari berbagai kegiatan tersebut banyak menyerap tenaga kerja yakni sebanyak 50.472 orang, sehingga total Kontribusi Perum Perhutani pada LMDH tahun 2007 sebesar Rp 2,1 miliar.&lt;br /&gt;“Sedangkan kantribusi pada negara sebesar Rp 6,09 miliar yang terdiri dari Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) Rp 5,2 miliar dan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 841 juta,” kata Sumarna.&lt;br /&gt;Menyangkut kondisi tanah kosong, dijelaskan Sumarnam pada awal 2008 seluas 2.666 hektar yang akan direboisasi seluruhnya pada tahun 2008 dengan jenis jati plus perhutani (JPP), jati, pinus, pulai, mindi dan rimba campur.&lt;br /&gt;“Tanah kosong tersebut diluar tanah kosong yang sampai saat ini masih dipersengketakan oleh masyarakat seluas 1.417 hektar yang dalam penanganannya memerlukan peran aktif dari berbagai pihak,”tandas Sumarna. Mie&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-1985118417807629549?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8zsXBMq7QVxHFjwicTjBPkjV_J0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8zsXBMq7QVxHFjwicTjBPkjV_J0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8zsXBMq7QVxHFjwicTjBPkjV_J0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8zsXBMq7QVxHFjwicTjBPkjV_J0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/fHSur1869GU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/1985118417807629549/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/01/reboisasi-perhutani-cianjur.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/1985118417807629549?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/1985118417807629549?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/fHSur1869GU/reboisasi-perhutani-cianjur.html" title="Reboisasi Perhutani Cianjur" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2010/01/reboisasi-perhutani-cianjur.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUIGR3s-eyp7ImA9WxJSE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-6427668786677229125</id><published>2009-05-03T23:16:00.000+07:00</published><updated>2009-05-03T23:18:46.553+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-03T23:18:46.553+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Tips Mengurangi Efek Radiasi Komputer</title><content type="html">&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/Sf3DlbCDmnI/AAAAAAAAAFs/uBXK80eKPsw/s1600-h/Leaving+Work+Now.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/Sf3DlbCDmnI/AAAAAAAAAFs/uBXK80eKPsw/s320/Leaving+Work+Now.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331632581555493490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Mengurangi Efek Radiasi Komputer &lt;br /&gt;Buat temen2 yang suka lama2 di depan komputer, mesti hati2 ya !!! &lt;br /&gt;Berikut ini ada beberapa tips untuk mengurangi efek radiasi komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jaga jarak komputer dengan mata Anda, minimal 50 cm.&lt;br /&gt;2. Atur posisi monitor, sehingga atas monitor sejajar dengan mata Anda.&lt;br /&gt;3. Atur pencahayaan sehingga tidak ada pantulan cahaya yang menyilaukan.&lt;br /&gt;4. Berkediplah lebih sering untuk menjaga mata agar tidak kering (minimal 5 menit sekali).&lt;br /&gt;5. Gunakan filter monitor yang bagus untuk mengurangi radiasi.&lt;br /&gt;6. Sekali-kali menolehlah ke arah pandangan yang jauh untuk mengendurkan ketegangan di mata. &lt;br /&gt;7. Setiap 2 - 3 jam, beristirahatlah sekitar 5 menit untuk mencegah keletihan mata dan juga badan dari radiasi (misalnya, pergi ke kamar kecil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disari dari intimedia)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-6427668786677229125?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3vFpo-HlmXaJPjgVkz2ns_CUNtI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3vFpo-HlmXaJPjgVkz2ns_CUNtI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3vFpo-HlmXaJPjgVkz2ns_CUNtI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3vFpo-HlmXaJPjgVkz2ns_CUNtI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/dshQ30MnMwQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="related" href="http://feeds2.feedburner.com/DaruZones" title="Tips Mengurangi Efek Radiasi Komputer" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/6427668786677229125/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2009/05/tips-mengurangi-efek-radiasi-komputer.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/6427668786677229125?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/6427668786677229125?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/dshQ30MnMwQ/tips-mengurangi-efek-radiasi-komputer.html" title="Tips Mengurangi Efek Radiasi Komputer" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/Sf3DlbCDmnI/AAAAAAAAAFs/uBXK80eKPsw/s72-c/Leaving+Work+Now.gif" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2009/05/tips-mengurangi-efek-radiasi-komputer.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUQAQHg8cSp7ImA9WxJSE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-4247179369843846063</id><published>2009-05-03T23:05:00.000+07:00</published><updated>2009-05-03T23:15:41.679+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-03T23:15:41.679+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Hmm...Menikah atau Kuliah Ya ?!</title><content type="html">Tulisan ini merupakan tulisan teman yang ada di Jepang (Curhat+Dakwah)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hmm...Menikah atau Kuliah Ya? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah di kala kuliah enak gak ya? Setelah capek, berkutat dengan buku-buku, 'killer'-nya dosen, tugas-tugas yang gak bosan menanti, tampang kita yang kucel banget, tapi saat di rumah bisa seger lagi lho. Kebayang, ada istri yang menanti, anak yang ribut cerita-cerita, lalu makan bareng, wah...uenak tenan!!!&lt;br /&gt;Tapi ada juga yang sebaliknya, nah lho! Udah capek di kampus, pulang-pulang ke rumah, rumah laksana kapal pecah, anak-anak pada berantem, nangis, wah...kaya' ginian sepet nih. Belum lagi saat tibanya masa ujian semester, wuaah, hiks...hiks...jadi ingin nangis. Perasaan, kok nikah malah jadi sengsara ya.&lt;br /&gt;Jadi idealnya gimana dong? Nyelesaikan kuliah dulu, baru menikah, atau sambil kuliah juga menikah. Ada lho yang berhasil, dalam artian 'berani menikah' dan prestasi tetap dapat diraih. Tapi ya...itu, ada pula yang sebaliknya. Gedubrak! Jadi bingung deh! Masalahnya cinta tak kenal waktu lho, ia hadir begitu saja, gak peduli dengan status 'aku masih anak sekolah!' &lt;br /&gt;Ada pula contoh kasus lain, aktifis dakwah kampus, karena 'dipanas-panasin' ama sesama aktifis, berani menikah, prestasi kuliah pun bagus, namun futur di jalan dakwah. Lainnya, belum berani menikah dengan alasan menikah akan mengganggu kuliah dan aktifitas dakwah. Hmm...bingung ya. Duh...cinta...cinta, kok gak tau sih kalau saya masih kuliah! Nikoniko* [smiles]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah yang disayang Allah Subhanahu wa Ta'ala...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah-masalah diatas bukan hanya terjadi pada antum saja lho, banyak banget kasus seperti ini. Karena itu dalam Islam kita kenal istilah Fiqih Muwazanah, atau fiqih untuk membuat pertimbangan-pertimbangan praktis. Atau kerennya sih, kaedah fiqih ini bisa untuk membuat pertimbangan-pertimbangan praktis. Misalnya nih, mana dulu yang penting sih antara menikah saat masih kuliah atau setelah selesai kuliah baru menikah. Atau lagi, berdakwah melalui cara menikah atau lebih mudah berdakwah dengan tidak menikah terlebih dahulu. &lt;br /&gt;Buat 'kalangan atas', kaidah fiqih ini sering digunakan juga di kalangan aktifis dakwah yang hendak menikah lagi [ta'addud atau poligami]. Pertimbangan mereka sih memang udah beda, mereka mikirnya dengan alasan dakwah perlu menambah seseorang atau lebih gak ya, di samping seorang istri yang udah jadi pendampingnya. Nyambung gak? Kalau gak nyambung di-EGP-in aja, karena ini 'pembicaraan kalangan atas', lha 1 aja belum ada, udah bicara ta'addud. he...he...&lt;br /&gt;Wah...akhwat bisa sensitif nih! Kalem...kalem...Tausyiah ini baru membahas tentang menikah sambil kuliah kok, belum ta'addud-ta'addud-an. Ntar kalau masing-masing udah punya 1, baru deh. Glek!&lt;br /&gt;Terkait dengan masalah di atas, kita lihat yuk, bagaimana Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah [juz 2 hal. 12-15, Darul Fikri, tahun 1412 H/1992 M] menjelaskan tentang menikah ini.&lt;br /&gt;Dari buku tersebut, kita bisa membuat khulashah [rangkuman] dari pandangan ulama diatas, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. MENIKAH HUKUMNYA WAJIB &lt;br /&gt;Artinya, jika dilakukan menjadikan Allah Subhanahu wa Ta'ala ridho, dan pelakunya mendapatkan pahala, dan jika tidak dilakukan menjadikan Allah Subhanahu wa Ta'ala murka dan yang meninggalkannya mendapatkan dosa. Nah, kapan menikah menjadi perbuatan wajib? Yaitu, apabila memenuhi hal-hal berikut ini: - Dirinya telah memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis. - Nafsu dan jiwanya telah menggelora. - Terancam atau khawatir terjerumus dalam perzinahan.&lt;br /&gt;2. MENIKAH HUKUMNYA SUNNAT &lt;br /&gt;Bisa sunnat juga lho, artinya jika dilakukan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak mendapatkan dosa. Menikah menjadi perbuatan sunnat, jika kondisinya adalah sebagai berikut: - Dirinya telah memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis. - Nafsu dan jiwanya telah menggelora. - Tidak ada kekhawatiran dalam dirinya [atau merasa aman] dari perzinahan.&lt;br /&gt;3. MENIKAH HUKUMNYA HARAM &lt;br /&gt;Wuah...menikah kok hukumnya haram ya? Iya, yaitu jika kondisinya adalah: - Tidak memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis. - Nafsu dan jiwanya sudah menggelora.&lt;br /&gt;Kalau emang kondisinya kaya' gini, maka yang mestinya dilakukan adalah hendaklah dia memperbanyak berpuasa dan menyiapkan diri untuk memiliki dua kemampuan di atas, serta menjaga kesucian dirinya.&lt;br /&gt;4. MENIKAH HUKUMNYA MAKRUH &lt;br /&gt;Menikah juga ada yang makruh ya? Yup! Yaitu apabila kondisinya adalah: - Tidak memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis. - Nafsu dan jiwanya sudah menggelora. - Pihak wanitanya menerima kondisi ini.&lt;br /&gt;5. MENIKAH HUKUMNYA MUBAH ATAU JAIZ ATAU BOLEH &lt;br /&gt;Maksudnya, jika kondisi seseorang biasa-biasa saja, tidak ada kondisi yang mewajibkan atau mensunnatkan, dan tidak ada pula kondisi yang mengharamkan atau memakruhkan.&lt;br /&gt;Nah...sekarang udah tahu-kan, bahwa dalam fiqih Islam, hukum pernikahan ada yang wajib, sunnah, makruh, haram, dan mubah. Ini sesuai dengan keadaan yang bersangkutan lho, artinya tiap orang bisa beda-beda kan. &lt;br /&gt;Sekarang coba merenung deh, atau berdiri depan cermin, kira-kira yang di cermin itu pada posisi mana ya. Hmm...mikir-mikir!&lt;br /&gt;Kalau udah mikir, lalu kesimpulannya bahwa posisi sekarang adalah posisi kedua, maka menurut Ustadz Musyaffa A. Rahim, Lc ada 1 lagi pertimbangan yang harus dilakukan. Wuah...ribet banget sih mau nikah aja! Gak kok, menurut beliau pertimbangan apabila antum pada posisi kedua, yaitu apakah dengan menikah nanti, kuliah akan terganggu atau terhenti?&lt;br /&gt;Kalau menikah akan mengganggu kuliah, dalam artian gangguan serius seperti cuti, apalagi sampai terhenti, maka menikah saat sekarang ini tidaklah masuk kategori sunnat [kedua], namun sebaliknya, yaitu makruh [keempat]. Karena menurut beliau lagi, menuntut ilmu hukumnya wajib, sementara menikah pada kondisi seperti diatas 'hanyalah' sunnat. &lt;br /&gt;Gimana kalau dalam perhitungan, menikah gak akan menjadi gangguan serius terhadap perkuliahan, bahkan akan menjadi faktor kesuksesan, maka menikah pada kondisi ini paling tidak hukumnya adalah sunnat, bahkan bisa menjadi wajib lho, wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam hal ini, jika udah mikir-mikir sebenarnya sih ada pada posisi makruh [keempat], namun ada akhwat yang mengajak menikah, ehm...ehm...bahkan akhwat itu ngasih jaminan untuk tidak mengganggu perkuliahan, malah mau bantu-bantu, iih...ureshii* [senang banget], maka kondisi makruh bisa jadi sunnat. Sebab faktor yang memakruhkannya telah hilang dengan adanya jaminan itu. &lt;br /&gt;Namun lagi-lagi Ustadz Musyaffa menyarankan kepada para ikhwan untuk berpegang pada sifat rujulah [kejantanan], jadi bukan mengandalkan atau menyandarkan diri pada jaminan pihak akhwat. Bukan gak percaya pada jaminan akhwat lho, namun demi menjaga sifat rujulah tersebut. Iya dong, ikhwan itu kan calon 'qowwam'-nya akhwat dan jundi-jundinya di keluarga! Jadi tunjukkan tuh sifat rujulah!&lt;br /&gt;Kalau udah pada posisi sunnat, maka segera diskusikan dengan orang tua, agar ada tafahum dalam hal ini, jadi kamu puas orangtua pun qana'ah dengan keputusan menikah. Sama-sama puas, gichuu.&lt;br /&gt;Jadi buruan merenung, mikir...mikir...kalau udah pada posisi emang harus menikah, jangan 'mbulet' lho, pake' alasan sana-sini. Karena kalau sebenarnya udah dalam posisi sehat dan mampu, dan belum menikah maka kata Rasulullah SAW, Ia adalah termasuk teman setan, atau mungkin termasuk golongan pendeta Nasrani, karena sunnah kami adalah menikah. Orang yang paling buruk diantara kamu adalah mereka yang membujang. Orang mati yang paling hina di antara kamu adalah orang yang membujang. [HR Ibnu Atsir dan Ibnu Majah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeeerem kan! Makanya jangan pake 'mbulet-mbuletan!' &lt;br /&gt;Bukankah dengan menikah, mereka akan disejajarkan Rasulullah SAW dengan mujahid fii sabilillah yang dijanjikan akan mendapat pertolongannya! Karena kata beliau, tiga golongan yang menjadi keharusan Allah untuk membantu mereka adalah orang yang menikah untuk memelihara kesucian diri, budak yang hendak membayar kemerdekaan dirinya, dan orang-orang yang berperang di jalan Allah. [HR Ahmad, Turmudzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah]&lt;br /&gt;Tuh...subhanallah ya, nunggu apa lagi! Kalau udah siap lahir bathin, ikrarkan cinta dengan menikah!&lt;br /&gt;Selamat berjuang akhi, jangan takut mengambil keputusan kalau udah siap [walaupun antum masih kuliah], karena akhwat lebih memilih para ikhwan yang berani mengajaknya menikah untuk bersama mengharapkan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta'ala, daripada yang suka 'mbulet-mbuletan!' &lt;br /&gt;Doa ana dan istri untuk kemudahan antum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bi showab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Department of Control Engineering and Science&lt;br /&gt;Faculty of Computer Science and Systems Engineering&lt;br /&gt;Kyushu Institute of Technology-Japan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-4247179369843846063?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5jgSXT3Jqxmr-9DTbhaSc82OT_M/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5jgSXT3Jqxmr-9DTbhaSc82OT_M/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5jgSXT3Jqxmr-9DTbhaSc82OT_M/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5jgSXT3Jqxmr-9DTbhaSc82OT_M/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/Cpm5t3SX9Qw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="related" href="http://feeds2.feedburner.com/feedburner/JSDW?format=sigpro" title="&lt;strong&gt;Hmm...Menikah atau Kuliah Ya ?!&lt;/strong&gt;" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/4247179369843846063/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2009/05/hmmmenikah-atau-kuliah-ya.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/4247179369843846063?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/4247179369843846063?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/Cpm5t3SX9Qw/hmmmenikah-atau-kuliah-ya.html" title="&lt;strong&gt;Hmm...Menikah atau Kuliah Ya ?!&lt;/strong&gt;" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2009/05/hmmmenikah-atau-kuliah-ya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEAEQ344fip7ImA9WxJSE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-2844587422650300235</id><published>2009-05-03T22:58:00.000+07:00</published><updated>2009-05-03T23:05:02.036+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-03T23:05:02.036+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="poem" /><title>IMPLIKASI CINTA</title><content type="html">&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/Sf3AU5C-8tI/AAAAAAAAAFk/Kmqx6qednJI/s1600-h/052.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 217px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/Sf3AU5C-8tI/AAAAAAAAAFk/Kmqx6qednJI/s320/052.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331628999019786962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;IMPLIKASI CINTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sebuah persamaan kuadrat cinta&lt;br /&gt;Mengalirkan arus tegangan dalam diri&lt;br /&gt;Sekejap terhenyak dari tidur kanopi&lt;br /&gt;Air membasahi&lt;br /&gt;Basah mengairi : Hutan hujan tropisssss&lt;br /&gt;Ketika sebuah irisan hati sebuah kerucut&lt;br /&gt;Menciptakan empat pasukan garis lengkung&lt;br /&gt;Serentak terjawab dari lelap leguminoceae&lt;br /&gt;Cinta mereduksi&lt;br /&gt;Reduksi mencintai : Larutan asam rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika bertanya, apakah aku ini gila?&lt;br /&gt;Kurasa tidak, ini cinta&lt;br /&gt;Seperti halnya Agnes Monica&lt;br /&gt;Bilang saja bila kau mau&lt;br /&gt;Integral saja bila kau suka&lt;br /&gt;Akhir cerita aku diterima oleh cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki mencintai wanita&lt;br /&gt;Aku mencintai wanita &lt;br /&gt;Maka, aku adalah laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika alunan nada stasioner&lt;br /&gt;Menghantarkan bara api cinta&lt;br /&gt;Semerbak bunga pukul dua puluh empat&lt;br /&gt;Aku tidur&lt;br /&gt;Meniduri aku : Impresi kehidupan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-2844587422650300235?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XsLI691z9KAchtx9usXgW0fShfw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XsLI691z9KAchtx9usXgW0fShfw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XsLI691z9KAchtx9usXgW0fShfw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XsLI691z9KAchtx9usXgW0fShfw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/X1OrX2v5jZs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="related" href="http://www.lookeys.com/images/user/AB/Big_orange_online_word_processor.gif" title="&lt;strong&gt;IMPLIKASI CINTA&lt;/strong&gt;" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/2844587422650300235/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2009/05/implikasi-cinta.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/2844587422650300235?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/2844587422650300235?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/X1OrX2v5jZs/implikasi-cinta.html" title="&lt;strong&gt;IMPLIKASI CINTA&lt;/strong&gt;" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/Sf3AU5C-8tI/AAAAAAAAAFk/Kmqx6qednJI/s72-c/052.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2009/05/implikasi-cinta.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D08CRH4yeCp7ImA9WxJSE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2919060513877479395.post-8432241269738322499</id><published>2009-05-03T22:47:00.000+07:00</published><updated>2009-05-03T22:51:05.090+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-03T22:51:05.090+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Program download dari india</title><content type="html">&lt;a href="http://www.lookeys.com?affi=120"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.lookeys.com/images/user/AB/Small_blue_freedownload.gif" border=0&gt;&lt;/a&gt; Programing Download buatan India silahkan mencoba !&lt;br /&gt;yang pasti ini adalah salah satu afiliate software dari india, jadi silahkan di klik ya ! liat2 dulu ga pa2 ko !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-9659253301851377";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 300x250, dibuat 10/12/23 */
google_ad_slot = "7281329746";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2919060513877479395-8432241269738322499?l=kangdarukanti11januari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GP4cLnpddL4zYbQHyzD3dZdufoc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GP4cLnpddL4zYbQHyzD3dZdufoc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GP4cLnpddL4zYbQHyzD3dZdufoc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GP4cLnpddL4zYbQHyzD3dZdufoc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/fcZmK/~4/_83_4MYNSYI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="related" href="http://www.lookeys.com?affi=120" title="Program download dari india" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/feeds/8432241269738322499/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2009/05/program-download-dari-india.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/8432241269738322499?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2919060513877479395/posts/default/8432241269738322499?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/fcZmK/~3/_83_4MYNSYI/program-download-dari-india.html" title="Program download dari india" /><author><name>Dian Ade Rusmaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05486809867863637828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="25" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_4aUASyF0xZY/TSErNFufQ3I/AAAAAAAAAI0/lrDWNykvnb8/S220/Dian%2BA%2BRusmaya_profil%2Bblog.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kangdarukanti11januari.blogspot.com/2009/05/program-download-dari-india.html</feedburner:origLink></entry></feed>

