<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725</id><updated>2024-11-01T17:34:04.163+07:00</updated><category term="Kolom"/><category term="Berita"/><category term="Edukasi"/><category term="Komputer"/><category term="Properti"/><category term="Highlight"/><category term="Keluarga"/><category term="Kuliner"/><category term="Ekbis"/><category term="Fokus"/><category term="Khas"/><category term="Kiat Menulis"/><category term="Kriminalitas"/><category term="Seks"/><title type='text'>BerAt</title><subtitle type='html'>Berita-Artikel-Feature-Opini-Peristiwa</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-8977192862628245087</id><published>2009-06-13T14:53:00.001+07:00</published><updated>2009-06-13T14:55:00.976+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kolom"/><title type='text'>Memahami Skenario Pintar dan Licik</title><content type='html'>Karena panas yang menyengat, saya sempatkan mampir ke sebuah warung di pinggir jalan. Selepas parkir, teh botol menjadi pesanan saya pada pemilik warung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, bukan hanya saya, tapi ada beberapa orang lain yang juga sedang menghindari teriknya matahari. Seperti biasa, selain melepas dahaga, mereka sering kali melepas obrolan pada temannya mengenai pekerjaan yang dilakoni. Entah itu sekedar cerita tentang bosnya yang pelit atau mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Setengah menguping, saya mendengar, “pinter juga, luh. Kalo tau caranya kaya gini, kenapa ngga kasih tau dari dulu!” Sambil tersenyum, orang yang satunya membalas dengan nada berbangga, “kalo ngga gini, dari mana dapet tambahan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah melirik, saya pun melihat ada beberapa berkas yang sepertinya sedang mereka manipulasi. Entah itu nilainya atau peruntukkannya. Mereka mengutak-atik sampai hasilnya terbilang masuk akal dan bisa membanggakan atasannya. Plus, bisa mengantongi sedikit “uang panas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akh, mendapat “uang panas” di tengah matahari yang sedang panas. Menyebut pintar orang yang memanipulasi data. Harusnya, orang itu bukan disebut pintar, tapi licik. Bedanya memang tipis, sama-sama terbilang pandai, tapi orang licik menggunakan kepandaiannya untuk memutarbalikkan fakta, berbuat curang, dan berlaku culas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarnya interpretasi, membuat orang menisbikan arti dari kedua kata tersebut. Bahkan, sering tak tahu bedanya. Padahal, artikulasinya jelas berbeda arah dan sisi. Si Pintar dan Si Licik, sama-sama pandai dalam mencari solusi dari masalah yang dialaminya. Tapi, Si Pintar mencari jalan keluar dengan cara yang positif, sedangkan Si Licik pandai menemukan jalan keluar melalui cara yang negatif. Si Pintar menguntungkan orang lain, sedang Si Licik merugikan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada drama warung kopi di atas. Mendengar obrolan mereka, saya sendiri tidak heran, karena sekarang ini memang banyak orang yang merasa pandai padahal mereka itu licik. Mereka saja yang merasa pandai, tapi sebenarnya mereka itu adalah orang yang mudah menyerah, penakut, dan gampang kalah. Mudah menyerah mencari jalan dengan cara yang positif, penakut mencari uang yang halal, gampang kalah mencari solusi sesuai aturan berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka-mereka inilah yang senang “menggerogoti”, mencari jalan pintas, dan menghalalkan segala cara. Bangga dengan hasil kerjanya yang terlihat bagus, padahal kropos tanpa tulang. Senang “menjilat” orang lain di atas data yang mereka manipulasi sendiri, padahal itu artinya mereka berbohong pada diri sendiri. Berbohong sering kali menjadi kendaraan Si Licik dalam mengubah makna tersurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai menenggak satu botol teh dan rasa pegal di pinggang sudah hilang, saya pun beranjak dari warung tersebut. Ketika hendak membayar, saya melihat pedagangnya sedang menonton iklan calon presiden dan wakil di televisi 14 inchi miliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak, saya pun melempar pandangan ke iklan tersebut yang isinya hanya retorika mengajak masyarakat untuk memilih. Tentunya, dengan iming-iming yang dipaksakan mengikuti keinginan masyarakat. Berlagak menjadi “dewa penyelamat” di saat ada maunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari iklan kampanye politik tersebut, ada satu hal yang terus menjadi pertanyaan bagi saya. Kenapa mereka itu mendadak seperti orang paling pintar di negeri ini? Mengaku punya solusi memajukan negara yang katanya amburadul. Mengumbar data-data guna mendukung pernyataan-pernyataan yang mereka lontarkan. Bahkan, mereka pun tidak segan menjatuhkan kinerja dan menyalahkan lawan politiknya. Mereka ini siapa? Si Licik atau Si Pintar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, dalam dunia politik, apa saja bisa terjadi. Kamuflase Si Licik bisa saja tak terendus dan identitas Si Pintar pun bisa saja tak terungkap. Tapi, hal itu bisa diketahui kalau kita sebagai masyarakat punya keinginan untuk mencari tahu. Tidak mudah percaya retorika politik dan informasi satu arah yang memang bertujuan membentuk opini positif publik dari salah satu calon presiden dan wakil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar mengingatkan, menjelang Pilpres nanti, bersikaplah kritis terhadap apa yang diberikan berbagai media kampanye politik. Namun, kita juga tidak harus apatis atau malah menelan mentah-mentah konten yang disajikan. Bila begitu, dengan sendirinya kita pun akan tahu siapa yang memang pintar dan siapa yang licik. Siapa yang pantas memimpin dan siapa yang malah akan memukul mundur bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/8977192862628245087/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/06/memahami-skenario-pintar-dan-licik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/8977192862628245087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/8977192862628245087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/06/memahami-skenario-pintar-dan-licik.html' title='Memahami Skenario Pintar dan Licik'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-5431288251307739546</id><published>2009-06-13T14:47:00.001+07:00</published><updated>2009-06-13T14:49:58.426+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer"/><title type='text'>Zyrex - Wakatobi Mini 963</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ35hYsLlxCYQpdzq81iVuKIDXVocaHzf9rlD74luFL70ULjAsnncJ5HQiOS1OJdq6nRzieg1DsqwVcGNJwLBEiDdGBwXtZBN4UlT0D13nzw-5Pd3MAEjPkYuSAErNoh-p0lGGu0clWek/s1600-h/wakatobi+mini+963_807x570.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ35hYsLlxCYQpdzq81iVuKIDXVocaHzf9rlD74luFL70ULjAsnncJ5HQiOS1OJdq6nRzieg1DsqwVcGNJwLBEiDdGBwXtZBN4UlT0D13nzw-5Pd3MAEjPkYuSAErNoh-p0lGGu0clWek/s200/wakatobi+mini+963_807x570.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5346716223194971810&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Seperti Bee, Wakatobi Mini 963 adalah pelengkap lini produk dengan nama sama. Wakatobi yang sebelumnya hadir dalam bentuk notebook tablet 12.1 inch, kini memiliki “adik” Wakatobi Mini 963 berbentuk netbook tablet/convertible dengan ukuran layar touchscreen 8.9 inch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tablet pada umumnya, Wakatobi Mini 963 bisa dipakai sebagai netbook biasa (dengan layar dan keyboard) dan otomatis masuk mode tablet begitu layar mungilnya diputar dan dilipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Wakatobi Mini sebelumnya dirancang sebagai netbook untuk edukasi anak-anak dengan pengalaman interaktif terbaik. Tentunya, netbook ini hadir dengan berbagai aplikasi edukasi berbasis sentuhan (touch-optimized). Namun, melihat tidak adanya kategori netbook tablet/convertible di Indonesia, kini Zyrex memasarkan Wakatobi Mini bukan sebagai netbook tablet edukasi, tapi untuk pengguna umum yang membutuhkan fitur tablet/touchscreen dengan harga terjangkau untuk aplikasi bisnis atau awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netbook tablet/convertible pertama ini memiliki harga Rp 4.999.000. Seperti Bee 103G, untuk sementara hanya tersedia dalam jumlah terbatas di cabang-cabang Zyrex tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Fitur :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Ringan dengan form factor yang kecil dan kokoh, keyboard tahan air, tahan benturan, dan tahan debu dengan engsel yang sudah diperkuat.&lt;br /&gt;- Desain bagian depan dan belakang yang sleek dan trendi. Dengan desain batere khusus, baik dan mantap saat digunakan dalam mode tablet&lt;br /&gt;- Webcam yang bisa diputar 180 derajat dengan fungsai Live Framing, One Button Capture, Adjustable Resolution, Video Capture, dan sebagainya.&lt;br /&gt;- Touch Optimized Digital Writing/Drawing memungkinkan pengguna untuk menulis dan menggambar  menggunakan stylus yang disediakan. Dilengkapi dengan handwiriting recognition, on screen soft keyboard, dan kemampuan membaca pen-gesture (gerakan stylus) untuk fungsi penulisan tertentu.&lt;br /&gt;- Berbagai aplikasi edukasi dan umum yang dirancang khusus untuk digunakan dengan layar sentuh dan tampilan antar muka (user interface) yang sudah disederhanakan.&lt;br /&gt;- Aplikasi Quick Launcher yang dapat diaktifkan menggunakan hot button yang terdapat pada tepi layar. Menu dapat diatur sesuai dengan aplikasi yang paling sering dipakai.&lt;br /&gt;- Auto Screen Re-Orientation, kemampuan untuk berpindah orientasi (horizontal-vertikal) secara otomatis sesuai netbook, tanpa harus menekan tombol apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/5431288251307739546/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/06/zyrex-wakatobi-mini-963.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/5431288251307739546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/5431288251307739546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/06/zyrex-wakatobi-mini-963.html' title='Zyrex - Wakatobi Mini 963'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ35hYsLlxCYQpdzq81iVuKIDXVocaHzf9rlD74luFL70ULjAsnncJ5HQiOS1OJdq6nRzieg1DsqwVcGNJwLBEiDdGBwXtZBN4UlT0D13nzw-5Pd3MAEjPkYuSAErNoh-p0lGGu0clWek/s72-c/wakatobi+mini+963_807x570.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-5190898028214360443</id><published>2009-06-13T14:43:00.001+07:00</published><updated>2009-06-13T14:44:46.108+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer"/><title type='text'>Zyrex - Bee 103G</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB6ZLucAVOUbhkLaYy8FTm3iZV4grwC0T9OtWG2t-7fIywbNx_cathEYz-iOVPdgbQowW_v1eh1a73dkGSu4jdrABM8JVLR3mv32l7vvwu1c_izonhFrE2phPYEpgD6kfu_XoMkTMvn_4/s1600-h/bee+103G_807x570.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB6ZLucAVOUbhkLaYy8FTm3iZV4grwC0T9OtWG2t-7fIywbNx_cathEYz-iOVPdgbQowW_v1eh1a73dkGSu4jdrABM8JVLR3mv32l7vvwu1c_izonhFrE2phPYEpgD6kfu_XoMkTMvn_4/s200/bee+103G_807x570.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5346714913207924738&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Setelah sebelumnya hadir dengan Bee 106M dan Bee 106P yang berhasil meraih predikat netbook terbaik dari Majalah Infokomputer Maret lalu, kini hadir Bee 103G melengkapi jajaran netbook berkualitas Zyrex dengan nama Bee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bee 103G sudah dilengkapi dengan modem 3.5G atau lebih dikenal dengan HSDPA yang sudah built-in. Karena sudah dipersenjatai dengan Intel Atom, Bee 103G juga dapat terkoneksi ke dunia maya menggunakan jaringan WiFi sehinggan membebaskan pengguna untuk memilih tipe koneksi yang paling sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Profil pengguna Bee 103G adalah individu modern dengan mobilitas tinggi yang menginginkan kepraktisan dalam sehari-hari. Mereka ingin selalu dapat terkoneksi ke dunia maya, baik melalui hotspot WiFi atau HSDPA untuk urusan pekerjaan atau hiburan.&lt;br /&gt;Netbook terbaru Zyrex ini, dijual dengan harga Rp 5.499.000 dan untuk sementara hanya tersedia dalam jumlah terbatas di cabang-cabang Zyrex tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi Bee 103G :&lt;br /&gt;- Processor Intel Atom N270 dengan clockspeed 1.6 Ghz dan system bus 533 MHz dengan 512 KB Cache Memory&lt;br /&gt;- Chipset Intel 945GC, chipset hemat biaya dengan graphic controller terintegrasi, multiple I/O port ternasuk PCI Express dan USB, Intel High Definition (HD) Audio&lt;br /&gt;- Intel Graphic Media Accelarator 950, meningkatkan performa graphic yang memberikan visualisasi warna dan kejernihan gambar tanpa membutuhkan discrete graphic card&lt;br /&gt;- Operating System : Windows XP Home Edition&lt;br /&gt;- Monitor 10.2 inch&lt;br /&gt;- RAM  1GB (1 slot)&lt;br /&gt;- Hard disk 160 GB IDE&lt;br /&gt;- 3 port USB 2.0&lt;br /&gt;- Dimensi (P X L X T) : 259mm X 180mm X 26 – 35mm&lt;br /&gt;- Berat : 1,4 kg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/5190898028214360443/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/06/zyrex-bee-103g.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/5190898028214360443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/5190898028214360443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/06/zyrex-bee-103g.html' title='Zyrex - Bee 103G'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB6ZLucAVOUbhkLaYy8FTm3iZV4grwC0T9OtWG2t-7fIywbNx_cathEYz-iOVPdgbQowW_v1eh1a73dkGSu4jdrABM8JVLR3mv32l7vvwu1c_izonhFrE2phPYEpgD6kfu_XoMkTMvn_4/s72-c/bee+103G_807x570.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-1832188789142298490</id><published>2009-06-02T10:25:00.001+07:00</published><updated>2009-06-02T10:27:37.337+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kuliner"/><title type='text'>Sawasdee di Surganya Kuliner Thailand</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCPgOxk95C_0LbRE7uLr6Bysx8Qe2ASNsEDJtgA3mYr0Ksq0McE2k9jDtr7P7iVfAL6lv_LkO-7LCrbzlzadZ3c4Gv_o1_5zt66p59znxSomZoWUUDv8oFM2TDCXo2p3Erx65NqwJMEeU/s1600-h/Royal+Thai_350x262.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCPgOxk95C_0LbRE7uLr6Bysx8Qe2ASNsEDJtgA3mYr0Ksq0McE2k9jDtr7P7iVfAL6lv_LkO-7LCrbzlzadZ3c4Gv_o1_5zt66p59znxSomZoWUUDv8oFM2TDCXo2p3Erx65NqwJMEeU/s200/Royal+Thai_350x262.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5342566700411629314&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Thailand bukan hanya terkenal dengan Bangkok-nya yang kosmopolitan. Bukan pula karena Phuket dan Krabi yang memiliki pantai-pantai terbaik di dunia. Tapi, negeri Gajah Putih ini pun sangat populer dengan kekayaan kulinernya yang kental rasa rempah-rempah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliner Thailand tidak terlepas dari masyarakatnya yang terbilang “doyan makan”. Makanya, tidak heran bila di negeri seluas 510.000 kilometer ini banyak berdiri rumah makan. Dari kelas “jalanan” sampai restoran sekelas Royal Dragon yang menurut Guiness Book of Records merupakan restoran terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Hidangan khas Thailand seperti, Kai Ho Bai Toei (ayam bungkus daun), Thotman Plakrai atau Thotman Kung (ikan atau udang goreng ala Thai), berbagai jenis Yum (selada Thai), dan aneka jenis Tom yam (sup asam manis) merupakan beberapa menu yang patut dirasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta sendiri, tidak banyak dijumpai restoran yang menyediakan menu khas Thailand. Padahal, cita rasanya sangat spicy dan dekat dengan “lidah” orang Indonesia. Beruntung buat mereka yang tinggal di Tanjung Duren dan sekitarnya. Karena di Jalan Tanjung Duren Utara IV No. 227B, terdapat sebuah restoran otentik Thailand dengan nama Royal Thai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksotika kuliner Thailand memberikan inspirasi usaha bagi pemilik Royal Thai. Dia yang gemar berwisata kuliner ini membuka Royal Thai sekitar sebulan lalu. Menurutnya, restoran ini merupakan resto otentik yang rasa hidangannya tidak berbeda dengan yang ada di Thailand. “Rempah dan bumbunya kami impor langsung dari Thailand dan diolah secara khusus,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik resto ini sering berkelana mencari tempat-tempat makan yang enak. Dia suka sekali mencoba hidangan-hidangan “baru”, makanya Royal Thai pun dicitrakan sebagai tempat makan bagi para pengelana kuliner. “Food adventure start here”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Royal Thai dibuat identik dengan Istana Grand/Royal Palace, tapi restoran berkapasitas 40 orang ini bukanlah kategori tempat makan yang “mahal”. Pemiliknya sengaja membuat Royal Thai lebih familiar dengan semua kalangan. “Ngga mahal, ngga murah. Relatif terjangkaulah,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sawasdee&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sawasdee Ka adalah ucapan selamat datang berbahasa Thailand yang kerap dikatakan ketika Anda menginjakkan kaki di Royal Thai. Begitu juga ketika Anda pulang, ucapan Kop Kun Ka yang artinya terima kasih, akan terdengar di telinga Anda. Bahasa tersebut sengaja digunakan untuk menambah karakteristik restoran ini sebagai resto otentik Thailand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, Royal Thai tidak seratus persen seperti resto di Thailand yang pada umumnya bernuansa remang-remang dan gelap. Di sini kita akan menemukan suasana seperti resto kebanyakan di Jakarta. Bergaya minimalis dengan warna yang membuat kita nyaman dalam bersantap. “Konsepnya minimalis, tapi ringan. Tadinya mau dibuat dengan konsep tradisional, cuma takut terlihat mahal,” cerita pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan tempat duduk pun ada ragamnya. Bila kita senang duduk di sofa yang empuk, bisa memilih tempat yang bersandar dengan dinding. Buat Anda yang terbilang masih asing dengan menu khas Thailand, foto-foto di dinding bisa menjadi petunjuk. Semua foto yang dipajang merupakan menu-menu yang diunggulkan Royal Thai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cukup banyak menu otentik Thailand yang ditawarkan resto dengan simbol mahkota dan lotus ini. Di antara yang disodorkan Pemilik Royal Thai adalah Sop Tom Yam yang dibedakan dengan Sop Tom Yam Kung (isinya hanya udang galah) dan Sop Tom Yam Seafood (baso, ikan, cumi, kerang, udang, jamur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sop ini berbeda dengan yang biasa disajikan resto chinesse food kebanyakan. Bumbu dan rempah yang digunakan asli dari Thailand dengan kombinasi resep khas Royal Thai ditambah kaldu udang asli yang membuatnya lebih gurih. Rasanya sedikit asam dan pedas. Wangi rempahnya sangat khas sehingga menimbulkan kesan segar. Bumbu yang digunakan pun terbilang bercita rasa “berani”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyajiannya, sop yang ditempatkan dalam satu mangkok, dipadukan dengan daun seledri, bawang putih tumbuk, daun sereh, dan daun ketumbar. Hal yang istimewa adalah meski isinya berbagai seafood, tapi dijamin tidak ada bau atau rasa amis ketika disantap. “Biasanya sop ini dijadikan menu pembuka bagi masyarakat Thailand. Rasanya yang segar, menjadi pembangkit selera buat setiap orang,” ujar pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sapi Panggang Thailand&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencicipi menu pembuka yang rasanya membangkitkan selera, sekarang kita coba menu utama yang disediakan Royal Thai. Pemilik Royal Thai lebih merekomendasikan Sapi Panggang Thailand, Gurame Salad Mangga, Kepiting Kare, dan Kare Ijo untuk dicoba AdInfo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama menunggu, menu yang pertama keluar adalah Sapi Panggang Thailand. Daging sapi yang digunakan dalam menu ini adalah bagian khas dalam tanpa lemak atau biasa disebut tenderloin. Penyajiannya, daging panggang yang sudah dipotong-potong, disandingkan dengan daun selada dan daun ketumbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pemilik Royal Thai, cara pembuatannya tidaklah susah. Sebelum dipanggang, daging terlebih dahulu direndam dalam bumbu tertentu selama kurang lebih 3 jam. Setelah matang, lalu disajikan dalam piring yang kemudian disiram sambal. Sambal yang disiram segaris di atas daging, terbuat dari cabe ijo dan merah, jeruk nipis, serta bawang putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai rasanya, ada campuran manis, asam, dan pedas, dagingnya pun cukup empuk di dalam dan terasa kering di luarnya. Setiap gigitan daging panggang ini, sangat terasa gurihnya. Tidak rugi bila kita harus merogoh kocek Rp 36 ribu untuk satu porsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kare Hijau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kare Hijau merupakan menu berikut yang disodorkan pada AdInfo. Karena berkuah, Kare Ijo disajikan dalam sebuah mangkuk dan terlihat sangat menggiurkan. Saking nikmatnya, kata pemilik Royal Thai, ada salah satu pembeli yang tergila-gila dengan kuahnya. “Dia makan dan menyeruput kuahnya sampai tetes terakhir,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kare Hijau tidak lain adalah daging sapi atau daging ayam (tergantung pilihan) yang dimasak berkuah santan dengan campuran cabe hijau yang sudah dihaluskan. Selain daging, dalam satu porsinya, dicampur potongan terong, lenca, dan daun kemangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa yang paling menonjol dari menu ini adalah gurihnya yang terpadu dari daging dan kuah bersantan. Racikan bumbu rempah-rempahnya terasa sekali dan kental. Sehingga sayang bila tidak disantap habis sampai tetes terakhir. Menu seharga Rp 32 ribu ini sangat pas bila dimakan dengan nasi. Sama halnya dengan Sapi Panggang Thailand di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menu-menu yang telah dijabarkan, masih ada lagi menu favorit yang tidak boleh ketinggal untuk dicoba. Seperti telah disebutkan, ada Gurame Salad Mangga yang berupa gurame goreng krispi dengan mangga muda, atau Kepiting Kare yang dimasak dengan kare, santan, saos Thailand, dan telur. Menu kepiting ini disajikan berkuah dengan taburan daun bawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, bisa dicoba Singkong Thai yang direbus dan dihidangkan dengan santal kental. Rasanya manis dan gurih. Bisa pula Es Campur yang terbuat dari cendol khas Royal Thai, kelapa muda, dan “home made” merah delima. Atau langsung menenggak Thai Ice Tea yang berwarna oranye dengan campuran gula dan susu. Teh yang digunakan asli di datangkan dari negeri asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Anda yang ingin mencoba menu Royal Thai, berlaku diskon 20% untuk setiap pemesanan sampai akhir Mei 2009. Kemudian, setiap jumlah pembelian Rp 50 ribu, Anda bisa membeli Sop Tom Yum atau Pad Thai Noodle hanya seharga Rp 5000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping menu-menu di atas, resto yang dilengkapi free Wi-Fi ini juga menyediakan lunch set berupa, Nasi Cumi Goreng Tepung, Nasi Ayam Panggang Thai, Nasi Ayam Kemangi dan berbagai hidangan Kwee Tiau lengkap dengan minuman hanya seharga Rp 20 ribu. Anda ingin menikmati hidangan Thai, silahkan mencoba dan “Be a real food adventure” bersama Royal Thai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/1832188789142298490/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/06/sawasdee-di-surganya-kuliner-thailand.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/1832188789142298490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/1832188789142298490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/06/sawasdee-di-surganya-kuliner-thailand.html' title='Sawasdee di Surganya Kuliner Thailand'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCPgOxk95C_0LbRE7uLr6Bysx8Qe2ASNsEDJtgA3mYr0Ksq0McE2k9jDtr7P7iVfAL6lv_LkO-7LCrbzlzadZ3c4Gv_o1_5zt66p59znxSomZoWUUDv8oFM2TDCXo2p3Erx65NqwJMEeU/s72-c/Royal+Thai_350x262.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-1850722466393498371</id><published>2009-06-02T10:23:00.001+07:00</published><updated>2009-06-02T10:25:19.087+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khas"/><title type='text'>Menunggu Panas, Mengais Rezeki</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLBO-5g0D2fL3pC-3Ui1pATsQBlD9YiQVJKoDGMQ_Aoo3nxGilTYVNlNWjmKGeZz5RQ7uWNQQHgqbaXgIOMb79pY8xJTy1KL8d2ljSOjPHHoipBY0JlDfIzCD2Ar6DdUn4IjW3PTZXjxE/s1600-h/ok_397x298.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLBO-5g0D2fL3pC-3Ui1pATsQBlD9YiQVJKoDGMQ_Aoo3nxGilTYVNlNWjmKGeZz5RQ7uWNQQHgqbaXgIOMb79pY8xJTy1KL8d2ljSOjPHHoipBY0JlDfIzCD2Ar6DdUn4IjW3PTZXjxE/s200/ok_397x298.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5342566108312035218&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Panas matahari siang itu tidak sampai menusuk ubun-ubun kepala. Teriknya sedikit bersahabat bagi kebanyakan warga ibukota. Tapi, tidak bagi mereka para pengasin ikan di Muara Angke. Hanya dengan terik yang menyengat, rezeki mereka tersurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para pengasin, “berjemur” membalik ikan agar cepat kering adalah hal biasa. Tak kecuali bagi penarik gerobak yang membawa ikan dari pelelangan menuju tempat penjemuran ikan. Terik yang membuncah, bagi mereka, seakan sudah menjadi anugerah. Tak peduli walau badan harus menghitam.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Faktor cuaca yang panas, oleh kebanyakan pengasin ikan Muara Angke, adalah rahmat. Mafhum saja mengingat mereka masih mengandalkan sinar matahari sebagai media alami mengeringkan ikan. Cara tradisional seperti ini hampir menjadi jurus pamungkas para pengasin ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau panas sekali, waktu dua hari cukup untuk menjemur ikan. Tapi kalau cuaca mendung, apalagi hujan, perlu waktu berhari-hari agar kering. Kalau sudah begini, tidak ada cara lain kecuali menunggu terang,” kata H. Syarifuddin salah seorang pedagang ikan asin yang menjadi salah satu sesepuh di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara tradisional mengeringkan ikan seperti ini pernah dicarikan jalan keluarnya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Lewat pengurus Pengelola Hasil Perikanan Tradisional (PHPT), beberapa ahli diundang memberikan penyuluhan pada nelayan dan pengasin tentang cara mengolah ikan yang baik. Misalnya, jurus mengeringkan ikan lewat teknologi oven.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, rumusan penyuluh di atas kertas jauh dari realitas di lapangan. Cara ini pernah diujicobakan pada mereka, tapi tidak bertahan lama. Yang ada, oven yang semula digunakan sebagai pengering ikan, sekarang teronggok begitu saja tidak terpakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya, secara kuantitatif, mengeringkan dengan oven hanya cukup menampung 1 - 2 kuintal ikan saja. Lain halnya jika ikan dikeringkan di atas penjemuran yang bisa mencapai puluhan ton. Lagipula, ketika musim ikan tiba, tidak semua orang bisa menggunakan oven pengeringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi rasa, ikan asin yang dijemur di bawah sinar matahari lebih gurih dan nikmat. Jauh dibandingkan ikan yang dikeringkan dengan oven. “Ikan yang dioven tidak ada rasanya. Hanya menang kering,” kata H. Syarifuddin sesekali mengisap rokok kreteknya dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi pengolahan ikan asin Muara Angke yang berdiri tahun 1984, sejak awal diperuntukan untuk memfasilitasi para pengolah ikan agar produksinya bisa terkontrol kebersihannya. Berbagai jenis ikan asin, pindang, dan asap dihasilkan di sini. Beberapa toko banyak yang menjual ikan asin dalam partai besar maupun eceran. Di atas lahan seluas 4,5 hektar ini, para pedagang dan pengasin mencari banda untuk diri dan sanak saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para nelayan dan pengasin ikan di Muara Angke hidup di atas tanah pemerintah. Mereka harus mengeluarkan biaya sewa lahan sebagai tempat menjemur ikan. Antara tahun 1984 - 1999, para pengolah membayar sewa Rp 26.000/bulan. Namun, sejak tahun 2000 sampai sekarang sewanya dinaikkan menjadi Rp 50.000/bulan. Luas tiap unit 5 x 6 meter persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mendarat di Muara Angke, para nelayan dan pedagang ikan ini tinggal di Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara. Namun, pada 1990, mereka dipaksa angkat kaki karena di atas lahan yang mereka tinggali sekarang dibangun mega proyek pemerintah, Kawasan Briket Nusantara Marunda. Sebagian yang tidak tergusur tetap bertahan. Sedangkan yang tersisih harus pindah ke Muara Angke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Usaha Turunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Potensi ikan Muara Angke sungguh luar biasa. Menurut penuturan H. Syarifuddin, untuk pengasinan ikan, Muara Angke adalah tempatnya. Karena itu, Muara Angke menjadi terminal terakhir nelayan menjual hasil lautnya. Tak heran para nelayan Cilincing dan Marunda datang ke sini menjual hasil tangkapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi ikan asin Muara Angke antara 30-40 ton per hari. Terdiri atas berbagai jenis ikan, antara lain jambal, teri, cunang, cumi, pari dan tembang. Jumlah ini bisa bertambah ketika musim panen ikan yang jatuh Mei - Agustus. Tapi, memasuki 3 bulan di akhir tahun, jumlah ikan akan turun drastis. Selama tiga bulan ini, nyaris aktifitas menjemur ikan berhenti. Kalaupun ada, paling banyak 1 - 2 ton saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga ikan asin di sini tergantung dari jenis ikan dan musimnya. Musim seperti ini, harga per kilo ikan tenggiri sekitar Rp 45 ribu, jambal Rp 27 ribu, cumi Rp 30-35 ribu, tembang Rp 3 ribu dan ikan beesan (biasanya dipakai membuat pelet) Rp 1.500.&lt;br /&gt;Para nelayan ini bergabung dalam Koperasi Mina Jaya yang tidak menangani pemasaran dan produksi, melainkan hanya menyediakan fasilitas pengolahan secara kredit seperti, garam atau uang untuk membeli bahan baku dari nelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, posisi koperasi ini sekarang tidak sentral seperti dulu. Tidak semua pedagang ikan menggunakan jasa koperasi. Pasalnya, sekalipun tanpa meminjam kredit dari koperasi, para pedagang bisa meminjam cukup dengan menghutang dari pedagang lainnya. Model kedekatan dan kepercayaan satu sama lain adalah salah satu cara mendapat pinjaman yang berjalan selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada belasan pedagang ikan asin ada di sini. Kebanyakan datang dari daerah pantai utara Jawa. Tidak semuanya pedagang besar, banyak juga yang kecil. Pedagang seperti H. Syarifuddin, misalnya, hanya menjual ikan untuk pembeli lokal. Ada juga pedagang yang menjual ikannya sampai ke Lampung. Biasanya diangkut 2 - 3 truk sekali kirim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, pedagang seperti H. Syarifuddin mampu membesarkan keenam anaknya. Beberapa lulus di perguruan tinggi dan berdagang, bahkan ada yang menjadi polisi. Dengan kondisinya sekarang ini, dirinya masih mampu menggaji 5 karyawannya masing-masing Rp 1 juta. Gaji yang mereka terima sudah bersih, di luar makan dan rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang, kalau penjualan lagi bagus, para pengasin diberi uang jajan. Besaran gaji, biasanya naik sesuai musim ikan. Meski hanya sebagai pekerja pengasin, mereka selalu mendapat tunjangan hari raya dari majikannya, para pedagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Membedakan pedagang besar dengan kecil patokannya cukup mudah. Kalau ikannya dikirim sampai ke Lampung itu besar. Karena ikan yang dikirim bisa terangkut oleh dua sampai tiga truk sekali jalan,” ujar H. Syarifuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Lampung, pasokan ikan Muara Angke juga memenuhi pasar lokal seperti Bandung, Serang, Garut, dan sekitarnya. Ada juga yang diproduksi keluar pulau dan kebutuhan ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu, menjadi pedagang ikan asin cuma modal dengkul. Kalaupun ada itu hanya kepercayaan. Tapi, untuk sekarang, kepercayaan saja tidak cukup. Sekarang banyak hal sudah berubah. Perlu modal besar,” kenang kakek dengan 12 cucu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain modal dengkul, seperti yang dialami H. Syarifuddin, usaha pengasinan ikan adalah warisan turun temurun. Tidak sedikit pedagang sekarang adalah pewaris dari orang tuanya yang dulu menjadi pedagang ikan asin. Salah satunya adalah Hj. Eti, pewaris dan anak dari Hj. Uniah. Hj. Eti merupakan satu dari sekian pedagang besar yang biasa mengirimkan barangnya ke Lampung. Kini karyawannya mencapai belasan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penuturan warga kampung nelayan, nelayan, pengasin dan pedagang Muara Angke kebanyakan datang dari Indramayu. Khusus pedagang, mereka datang dari Kampung Parean, salah satu kampung nelayan di Indramayu. Ada juga yang datang dari Serang, Tangerang, Tegal, dan Pekalongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berdagang ikan, mereka juga berdagang garam yang dipakai untuk mengasinkan ikan. Barangnya mereka datangkan langsung dari Indramayu dan Cirebon. Awalnya, mereka mengambil dari koperasi. Namun, karena urusan pembayaran dan administrasi yang panjang, telah memaksa mereka mendatangkan garam dari kampung halamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, setelah digunakannya penyimpanan ikan di ruang pendingin (cold storage) keadaan berubah. Ruang pendingin ini dipakai mengawetkan ikan sehingga tekstur ikan terjaga dari kelayuan. Dengan pendingin, ikan atau cumi bisa bertahan 1 - 2 bulan.&lt;br /&gt;Bagi pedagang kecil, cara ini tidak bisa ditempuh karena terbatas modal. Hal ini juga yang menyebabkan pemasukan mereka menurun. Butuh modal besar untuk memasukkan ikan ke sana. Memang, ikan yang disimpan dengan pendingin hasilnya bagus. Untuk yang bermodal besar, tidak sulit menempuh jalur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi tersebut, kontribusi pemerintah dalam pengadaan ruang pendingin dengan harga terjangkau mampu menaikkan harga ikan para pedagang kecil. Sehingga secara ekonomi, mereka juga terangkat. Sebagai negara kepulauan, pemerintah sudah saatnya mencari jalan keluar agar produksi hasil laut tangkapan nelayan memiliki daya jual. Saat ini saja, produksi ikan asin dari Muara Angke belum bisa masuk pasar ritel modern. Sayang. Potensi yang begitu besar, belum tergarap maksimal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/1850722466393498371/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/06/menunggu-panas-mengais-rezeki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/1850722466393498371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/1850722466393498371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/06/menunggu-panas-mengais-rezeki.html' title='Menunggu Panas, Mengais Rezeki'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLBO-5g0D2fL3pC-3Ui1pATsQBlD9YiQVJKoDGMQ_Aoo3nxGilTYVNlNWjmKGeZz5RQ7uWNQQHgqbaXgIOMb79pY8xJTy1KL8d2ljSOjPHHoipBY0JlDfIzCD2Ar6DdUn4IjW3PTZXjxE/s72-c/ok_397x298.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-5310082952684664099</id><published>2009-06-02T10:20:00.002+07:00</published><updated>2009-06-02T10:23:12.260+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kuliner"/><title type='text'>Spesialis Iga Sapi Penyet Suroboyoan</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZGDn4eJaNFVOuh9WjgSkiYppj6IdPET7ovNxNo0TjMOqViboHTb76unBp2Yps4ZknFz9EtDLCqo-FIn9AMI9k2pEZLl0jMdTJSDMTpV0YPFeXCdA4P5WwsMji0F4UVmhI-mjzuZA3B-M/s1600-h/ok1_397x298.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZGDn4eJaNFVOuh9WjgSkiYppj6IdPET7ovNxNo0TjMOqViboHTb76unBp2Yps4ZknFz9EtDLCqo-FIn9AMI9k2pEZLl0jMdTJSDMTpV0YPFeXCdA4P5WwsMji0F4UVmhI-mjzuZA3B-M/s200/ok1_397x298.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5342565537485459922&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Sumpah iga ene enak banget!!! luarnya garing, dalamnya empuk! sambalnya mantab, plus taburan bawang goreng kering bikin tambah lengkap...”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggalan kalimat di atas bukan bikinan atau pesanan. Tapi, sebuah ekspresi, penghayatan beberapa orang yang menuliskan pengalamannya di blog setelah merasakan iga sapi penyet Warung Léko asli Surabaya yang berdiri 2006 silam ini.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Setelah sukses di Surabaya, Warung Léko kini memiliki beberapa cabang dan franchise yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Salah satunya di Jakarta yang bertempat di Rukan Cordoba Bukit Golf Mediteranian, Pantai Indah Kapuk. Meski hadir di tengah kawasan elit, kesederhanaan masih menjadi gambaran yang tidak bisa dipisahkan darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal berdiri, kesan sederhana itu nampak dari gaya warungan sebagai konsep yang diusung pemiliknya. Selain membuat akrab sesama pelanggan, suasana warungan lebih dekat di hati masyarakat kita. Tidak ada kesan glamour, eksklusif atau serba wah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja meja dan kursi panjangnya, mirip warteg, yang menandakan semua orang di sana sama. Tanpa status, pangkat, jabatan, duduk sama rata menikmati iga sapi penyet yang disajikan. Ada juga deretan kursi bertahta payung penahan panas di teras luar yang langsung berhadapan dengan jalan boulevard PIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pemilik Warung Léko PIK, konsep warungan sudah lekat dengan gaya hidup masyarakat. “Kalau iga sapi ada di restoran dan hotel itu sudah biasa. Tapi, kalau di warung, kan belum ada. Inilah yang menjadi ide kakak saya sejak awal, iga sapi penyetnya mengusung konsep warungan. Lagipula, iga sapi di tempat mewah, harganya jauh dari standar ekonomi masyarakat kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Léko sendiri dalam bahasa Jawa Suroboyoan berarti lahap. “Mas bisa lihat sendiri, orang yang makan di warung pasti memberi ekspresi tersendiri. Tanpa sungkan, mereka makan dengan lahap sesekali mengusap peluhnya yang jatuh karena saking nikmatnya. Sensasi ini yang kami hadirkan dari Warung Léko,” terang pria alumnus Universitas Petra Surabaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk komentar di atas, tak salah jika Warung Léko menghadirkan suasana warungan dengan menu spesial iga sapi penyet. Awalnya, saya heran mengapa iganya harus “penyet”? Setahu saya dipenyet berarti dipencet atau ditekan dari kedua sisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata keheranan saya tadi berujung pada pemahaman setelah pemiliknya menjelaskan bahwa istilah penyet merujuk pada cara mengolah sambalnya yang diulek di atas cowet atau cobek dari gerabah. Jadi, iga penyet maksudnya iga yang disajikan dengan sambal penyet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kepungan sambal instan kemasaan botol atau saset, sambal penyet setidaknya membawa kita kembali pada romantisme tradisi cara menyambal nenek moyang yang terlupakan. Dengan bahan terasi, cabai, dan garam yang dibuat secara manual di atas cobek, mengembalikan aroma khas yang lama hilang. Spesialnya lagi, bahan terasinya didatangkan langsung dari Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan iganya adalah iga sapi super dari pejantan lokal karena kualitas dagingnya baik dan sedikit lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Iganya Nendang!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan namanya, iga sapi penyet menjadi menu andalan khas Warung Léko. Sampai sekarang, Warung Léko tetap menyajikan iga sapi penyet sesuai pakemnya yaitu menggunakan piring dari gerabah atau tanah liat sebagai tempatnya. Di permukaan piring yang dilumuri sambal penyet tadi menjadi alas iga sapi dengan taburan bawang goreng di atasnya. Tak ketinggalan lalapan daun kol, kemangi dan mentimun menjadi teman setia sambal dan iga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu porsi iga penyet berisi tiga potong iga besar yang pastinya bakal membuat selera makan Anda menjadi-jadi. Pasalnya, olahan iga sapinya terasa empuk sekali. Hanya dengan dua sentuhan jari tangan kita, daging iga mudah terkelupas dari batang tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang membuat iga sapi penyet jadi dambaan adalah sambalnya yang terkenal pedas. Bisa dipastikan rasa pedas ini yang membuat orang lahap ketika menyantapnya. Namun, bagi yang tidak terbiasa dengan sambal pedas, tersedia sambal tomat.&lt;br /&gt;Rasa pedas ini memang dipertahankan sedari awal. Ada 4 macam sambal yang bisa disesuaikan dengan selera pelanggan yaitu, sambal tidak pedas, sedang, pedas, dan ekstra pedas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pemiliknya, pelanggan yang datang ke Warung Léko pasti mencari iga penyet. Tapi, banyak menu andalan lain yang tidak kalah dari iga penyet, sop iga misalnya. Karena disajikan di atas kompor, sop iga ini tetap hangat sehingga aroma kuah dagingnya tetap terasa sepanjang kita menikmatinya. Untuk menu sop iga, selalu ditemani sambal, suwiran daun bawang, dan jeruk nipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Warung Léko, ayam penyet, gurame penyet, otot penyet, untuk menyebut beberapa, adalah menu yang juga banyak dipesan selain iga penyet tentunya. Selain menu tadi, jangan Anda lewatkan cah kangkung yang ijo royo-royo dan cah toge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, untuk minuman, Warung Léko menyajikan menu pada umumnya seperti, kelapa ijo, es cincau susu, teh tubruk, es teh manis dan aneka jus. Ketika Adinfo menanyakan kenapa menu minuman tidak spesial seperti iganya, pemiliknya hanya menjawab, “Kalau ke Léko, yang dicari iganya bukan minumannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik rahasia cita rasa khas Warung Léko, adalah keistimewaan bumbunya yang didatangkan langsung dari Surabaya. Hal ini berlaku untuk semua Warung Léko di manapun. “Rahasia bumbu dipegang mamah saya. Saya sebagai anaknya sendiri tidak tahu,” terang pemiliknya memberi sedikit bocoran pada Adinfo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski baru dibuka 25 Maret lalu, Warung Léko yang juga akan hadir di wilayah Puri Kembangan , Jakarta Barat ini, sudah memiliki banyak pelanggan dari Pluit, Muara Karang, PIK dan sekitarnya. Pada hari-hari biasa, 150 kilogram iga sapi, atau setara dengan 400 porsi, bisa habis untuk memenuhi selera pelanggan yang datang. Sedangkan pada Sabtu dan Minggu, bisa habis sekitar 560 porsi. Seringkali, mereka yang mau menikmati iga sapi di akhir pekan harus buru-buru kalau tidak mau masuk waiting list.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pada menambah kebingungan tak berpangkal, silahkan datang dan rasakan sendiri menu Warung Léko yang buka dari pukul 11.00 - 10.00 malam. Selain bisa dinikmati di tempat, Warung Léko juga menerima pesan antar dengan minimum pemesanan 3 porsi iga penyet untuk wilayah Pluit dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/5310082952684664099/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/06/spesialis-iga-sapi-penyet-suroboyoan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/5310082952684664099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/5310082952684664099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/06/spesialis-iga-sapi-penyet-suroboyoan.html' title='Spesialis Iga Sapi Penyet Suroboyoan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZGDn4eJaNFVOuh9WjgSkiYppj6IdPET7ovNxNo0TjMOqViboHTb76unBp2Yps4ZknFz9EtDLCqo-FIn9AMI9k2pEZLl0jMdTJSDMTpV0YPFeXCdA4P5WwsMji0F4UVmhI-mjzuZA3B-M/s72-c/ok1_397x298.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-5880062059899295535</id><published>2009-06-02T10:19:00.000+07:00</published><updated>2009-06-02T10:20:19.656+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekbis"/><title type='text'>Inilah Kunci Sukses Pemilik Usaha</title><content type='html'>Seiring semakin banyaknya pemain bisnis dan tingginya tingkat kompetisi, seorang pengusaha tidak cukup hanya mengandalkan modal. Bila ingin mendapat lebih banyak keuntungan, mereka harus memiliki motivasi yang kuat dan strategi bisnis yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presentase kegagalan bisnis rata-rata sangat tinggi. Berkisar 80% lebih dalam 5 tahun pertama. Penyebabnya, bisa bermacam-macam dan sering kali para pengusaha harus menelan pil pahit kegagalan karena mereka “tidak belajar”.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tidak belajar? Ya, kebanyakan para pengusaha atau perusahaan tidak belajar bagaimana membuat rencana kerja, tidak belajar bagaimana membuat strategi bisnis untuk memenangkan kompetisi, dan tidak belajar bagaimana caranya agar perusahaan bisa mengarah pada tujuan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau para pengusaha sendiri seperti itu, bagaimana dengan karyawan-karyawannya? Mereka yang notabenenya berada dalam satu tim, harus pula memiliki rencana kerja, strategi bisnis, dan tujuan kerja yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Master Licence &amp; Coach Brian Tracy’s FocalPoint Coaching, Ellies Sutrisna, setiap orang atau setiap pengusaha itu memiliki jumlah waktu yang sama dalam keseharian. Tapi, kenapa ada orang yang lebih sukses dibanding lainnya? Itu karena mereka (orang sukses) benar-benar menggunakan waktunya dalam mengejar kesuksesan.&lt;br /&gt;“Mereka yang sukses sudah punya arahan dan tujuan yang jelas. Mereka sudah belajar dan menerima bimbingan bisnis yang tepat,” lanjut wanita lulusan University of Wollongong New South Wales, Australia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimbingan bisnis (business coaching) dari orang atau institusi yang tepat memang sangat diperlukan pribadi, pengusaha, atau karyawan dewasa ini. Bila tidak, mereka akan tergilas roda kompetisi yang semakin hari semakin ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama dari bimbingan bisnis tidak lain adalah peningkatan profit. Dengan bimbingan bisnis, para pengusaha atau perusahaan bisa menetapkan target yang akan dicapai dan memiliki “pegangan” untuk mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam program bimbingan bisnis seperti yang dilakukan Ellies Sutrisna dengan FocalPoint-nya, setiap orang akan dibimbing secara privat, istilahnya “one on one business coaching”. Hal tersebut dilakukan karena memang setiap orang atau perusahaan memiliki masalah dan solusi yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bimbingan bisnis untuk pengusaha rumah makan tentunya berbeda dengan pengusaha jasa antar barang,” ujar Ellies yang pernah menulis buku “5 Jurus Jitu Melejitkan Karir” dan “Tetap Nyaman Bekerja dengan Bos Temperamental”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FocalPoint&lt;br /&gt;Dalam mencari pembimbing usaha, tentunya para pebisnis harus memertimbangkan berbagai hal. Terutama mengenai materi yang diberikan dan kredibilitas coach-nya. FocalPoint sendiri merupakan perusahaan pelatihan dan pengembangan bisnis berskala internasional. Program-programnya sudah diriset lebih dari 25 tahun dan disusun oleh seorang bernama Brian Tracy di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brian Tracy sudah membuat sekitar 50 judul buku dan 300 materi audio video yang berkaitan dengan motivasi dan pengembangan bisnis. Konsultan bisnis dan pengembangan terbaik di dunia ini telah berpengalaman dalam membimbing perusahaan berskala internasional seperti, IBM, McDonald Douglas, Johson &amp; Johnson, The Million Dollar Round Table, dan ratusan perusahaan dalam Fortune 500 Companies. Setelah eksis di beberapa negara, FocalPoint melebarkan sayapnya di Indonesia sejak awal tahun 2009.&lt;br /&gt;FocalPoint akan membimbing para pemilik bisnis untuk mengerti dan mengimplementasikan konsep bisnis yang sudah terbukti. Sekaligus mengajarkan strategi dan taktik yang dijamin akan menghasilkan “return on investment” yang sangat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja bisa mengikuti program-program yang diselenggarakan FocalPoint. Baik pemilik usaha, maupun karyawan dalam satu perusahaan. “Sebenarnya, bimbingan bisnis ini bukan untuk semua orang, tapi hanya untuk mereka yang mau sukses,” ujar Ellies yang memulai karirnya di tahun 1989.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program yang diberikan FocalPoint terdiri dari beberapa area kunci yang berhubungan langsung dengan kesuksesan. Seperti, kepemimpinan, manajemen, delegasi, produktifitas, pertumbuhan, pengambilan keputusan, ekseskusi, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One on one business coaching&lt;br /&gt;Kalau ada yang bilang bisnis itu bisa dipelajari secara otodidak, hal tersebut bukanlah mustahil. Apalagi sekarang ini sudah banyak diterbitkan buku-buku dan CD pengembangan bisnis atau bisa pula mencarinya di internet. Bahan-bahan tersebut dapat langsung diterapkan dalam bisnis, tidak perlu bersusah payah mengikuti bimbingan, training atau workshop bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang betul hal tersebut bisa dipelajari dari berbagai media yang menjabarkan pengembangan bisnis. Tapi, menurut Ellies, dalam penerapannya, diperlukan disiplin, semangat, dan konsistensi yang tinggi. Bila hal itu tidak ada, mustahil kesuksesan bisa didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bila kita mengikuti program seperti yang diberikan FocalPoint, kami bisa mengontrol hasil yang didapat. Sekaligus memberikan arahan-arahan yang sekiranya bisa dimaksimalkan dalam meraih kesuksesan. “Setiap pertemuan, kita pasti akan memberikan penilaian, kontrol, dan pengarahan yang jitu dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan,” ucap Ellies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga bila pemilik bisnis memiliki masalah dengan usahanya. Misal saja, ketika diarahkan menggiatkan promosi, ternyata mereka tidak punya dana promosi. Apa yang harus mereka lakukan? Di sinilah peran FocalPoint untuk memberikan solusi dari masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami memiliki 21 cara mendapatkan uang untuk masalah tersebut. Kami juga akan memberi pengertian akan manfaat promosi itu sendiri. Hitungannya, bila kita mengeluarkan bujet promosi senilai Rp 2 juta, karena terus dipromosikan, profit akan meningkat jadi dua kali lipat. Apa mereka ngga mau?” jelas Ellies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping hal-hal tersebut, FocalPoint juga akan memberi motivasi buat setiap kliennya. Sekaligus memberikan keseimbangan antara kehidupan bisnis dan pribadi. “Sering kali, kondisi orang tidak stabil karena suatu peristiwa atau kondisi tertentu. Nah, di sinilah peran kita untuk memberikan motivasi agar ‘obor semangat’ mereka terus menyala,” jelas Ellies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam program bimbingan bisnis one on one business coaching yang diberikan FocalPoint, setiap orang akan dikontrak selama 1 tahun dengan jumlah pertemuan 1X dalam seminggu. Tapi, seperti yang telah disebutkan, tidak semua orang bisa mengikuti program ini, kecuali mereka yang memang ingin sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan ada evaluasi sebelum kontrak dan syarat seperti, harus memiliki keinginan untuk sukses dan komitmen untuk melaksanakan. Terutama masalah waktu dan penerapan rencana yang telah dibuat,” kata Ellies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100% Uang Kembali&lt;br /&gt;Mungkin ada pemilik bisnis yang meragukan program bimbingan yang ditawarkan FocalPoint. Buat apa mereka membayar sejumlah uang kalau tidak ada hasilnya nanti? Apakah FocalPoint mau peduli dan bertanggung jawab kalau pemilik bisnis tetap tidak bertambah profitnya setelah mengikuti program bimbingan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya percaya dengan metode dan sistim yang diberikan Bryan Tracy akan bermanfaat buat pemilik usaha. Bila pemilik bisnis tidak merasakan manfaatnya, investasi yang diberikan pada kami, akan dikembalikan 100%,” tegas Ellies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana cara mengukur keberhasilan pemilik usaha? Biasanya, ukuran keberhasilan dinilai dari rencana target profit yang akan didapat setelah mengikuti bimbingan bisnis. Bisa juga tujuan-tujuan lain di luar nilai finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, pemilik bisnis tidak bisa sembarangan dalam menentukan target profit tersebut. Harus dilihat kondisi perusahaan dan analisa beberapa hal seperti, laporan keuangan, histori perusahaan, dan sebagainya. Dari situ, baru bisa ditentukan target yang sekiranya pantas. “Kebanyakan, hanya menginginkan profitnya meningkat 100%,” kata Ellies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya sampai di situ, FocalPoint juga akan memantau perkembangan bisnis setiap kliennya. Termasuk, membantu klien ketika sedang menghadapi transaksi dagang atau perjanjian-perjanjian yang bersangkutan dengan bisnisnya. “Bila klien butuh bantuan, kami bersedia membantu melalui telepon,” ungkap Ellies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bimbingan bisnis, selain program-program yang tepat, pemilik bisnis pun harus memiliki komitmen yang kuat. Selai ada motif, mereka juga harus konsisten dalam melakukan aksinya. Dalam arti, pemilik usaha harus benar-benar melakukan apa yang diberikan dalam program bimbingan bisnis. Tanpa komitmen yang kuat, bimbingan bisnis ini tidak akan ada artinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/5880062059899295535/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/06/inilah-kunci-sukses-pemilik-usaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/5880062059899295535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/5880062059899295535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/06/inilah-kunci-sukses-pemilik-usaha.html' title='Inilah Kunci Sukses Pemilik Usaha'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-8940726234297102619</id><published>2009-04-23T10:47:00.001+07:00</published><updated>2009-04-23T10:49:27.416+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kiat Menulis"/><title type='text'>10 Langkah Menulis Surat Pembaca Yang Menembus Media</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Oleh : Budi Purnomo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis Surat Pembaca itu gampang, kata seorang penulis yang memang namanya sering terpampang di berbagai rubrik Surat Pembaca media cetak. Tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa menulis Surat pembaca itu sulit. Namun terlepas dari pro kontra tersebut, dibandingkan dengan karya tulis lainnya, menulis Surat Pembaca memang lebih gampang. Mudah-mudahan, Tips Sepuluh Langkah ini dapat menjadi obat bagi Anda yang masih merasa kesulitan menulis Surat Pembaca.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Langkah Pertama : Tentukan tema yang akan ditulis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana menulis artikel pada umumnya, menulis Surat Pembaca pun memerlukan tema yang jelas. Dengan tema yang jelas, diharapkan penulis akan konsentrasi dan fokus terhadap permasalahan yang berkaitan dengan tema. Entah itu memberikan solusi terbaik, menyampaikan pandangan pro dan kontra atau bahkan wacana alternative. Oleh karena itu pembuatan judul tetap harus memiligi daya tarik dan disesuaikan dengan isinya. Misalnya, kita akan menulis tentang lingkungan hidup, maka kita jangan ngelantur kemana-mana. Selain space tulisan yang terbatas, tulisan yang ngelantur sangat tidak produktif dan tidak enak dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Langkah Kedua : Tuangkan tulisan dengan bahasa yang jelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meskipun belum tentu merupakan suatu kesalahan, tetapi salah satu kelemahan para penulis adalah menonjolkan penulisan dengan menyisipkan bahasa-bahasa asing yang tidak perlu. Tujuannya (mungkin) agar terlihat intelek dan (terlihat) mengikuti perkembangan baru. Sebenarnya sih boleh-boleh saja. Tetapi untuk menulis Surat Pembaca tolong dipertimbangkan baik-baik. Bagaimana pun, menuangkan tulisan dengan bahasa yang lebih jelas dinilai lebih bagus. Penyebabnya, karena karakteristik penulisan Surat Pembaca yang harus singkat dan padat.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Langkah Ketiga : Jangan menulis terlalu panjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita jeli meneliti tulisan-tulisan Surat Pembaca yang ada di media cetak, baik itu suratkabar, tabloid, maupun majalah, paling panjang hanya memuat 3 s/d 5 paragraph/alenea. Rumus seperti ini sebaiknya jangan Anda tabrak. Mengapa ? tulisan yang panjang dan lebar hanya akan menambah pekerjaan redaksi yang sudah bertumpuk pekerjaan. Kalau Anda menjadi redaksinya pun, tentu akan lebih senang memilih tulisan atau artikel yang pas, sesuai dengan harapan, dan tidak berpanjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Langkah Keempat : Baca lagi, edit lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah tulisan selesai dibuat, sebaiknya jangan langsung dikirim ke media cetak. Cobalah diendapkan sebentar saja, lalu Anda cek sekali lagi. Apakah masih ada salah huruf atau salah kata ? Bahkan mungkin ada kalimat-kalimat yang dirangkai dari satu kalimat ke kalimat lain yang tidak nyambung ? Pastikan, semua tulisan yang Anda buat sempurna menurut versi Anda sendiri. Bila perlu, konfirmasikan lagi kepada senior Anda, apakah tulisan Anda ini sudah oke atau kurang ? Kalau Anda akan membacanya lagi, kemudian Anda edit lagi karena Anda kurang puas, lakukanlah dengan penuh perjuangan, sampai Anda benar-benar nyaman dengan tulisan yang Anda buat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Langkah Kelima : Buat surat pengantar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akan lebih sopan kalau dalam mengirimkan Surat Pembaca kita juga diberikan pengantar yang isinya bahwa surat yang terlampir adalah surat pembaca. Contoh isi surat pengantar secara ringkas adalah sebagai berikut : Bersama ini kami kirimkan tulisan berjudul : “ (tuliskan judulnya) ” untuk dimuat di Rubrik Surat Pembaca media cetak yang Bapak/Ibu pimpin. Semoga Surat Pembaca kami ini dapat dipublikasikan di media cetak Bapak/Ibu. Atas bantuan yang diberikan, kami menyampaikan terima kasih. Jangan lupa cantumkan Nama, Alamat, serta Nomor Telp/HP Anda yang gampang dihubungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Langkah Keenam : Jangan lupa lampirkan identitas diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita buka media cetak di halaman opini atau pun di bawah box susunan redaksi media massa, selalu dicantumkan informasi agar setiap pengirim Surat Pembaca melampirkan fotocopy identitas diri. Anda dituntut ketaatan untuk memenuhi ketentuan ini. Kalau KTP tidak ada, Anda bisa menggunakan Kartu SIM, Kartu Pelajar, atau kartu identitas yang lainnya. Yang penting, jangan melampirkan yang kartu identitas yang asli, cukup fotocopy-nya saja,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Langkah Ketujuh : Kirimkan kepada alamat redaksi media&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah semuanya siap, barulah Anda mengirimkan surat kepada redaksi yang mengasuh rubrik Surat Pembaca. Biasanya redaksi Surat Pembaca juga mengelola halaman Opini. Alamat Redaksi media cetak selalu dicantumkan di box susunan redaksi, masing-masing media. Untuk alamat redaksi yang lebih lengkap, Komunitas Penulis Surat Pembaca “JEJak” sudah menyediakannya secara gratis di http://infojejak. blogspot. com/2006/ 04/daftar- alamat-redaksi- media-cetak. html atau di http://alamatmedia. blogspot. com. Setelah itu, silahkan kirim tulisan Surat Pembaca Anda ke media cetak yang memiliki visi dan misi yang sama dengan contain atau materi Surat Pembaca yang Anda buat. Kalau Anda memiliki minat besar untuk menulis, biasanya dengan membaca media cetak (atau membaca Surat Pembaca yang dimuat di situ), Anda akan memiliki feeling bahwa tulisan-tulisan dengan visi dan misi tertentu maka potensi untuk dimuatnya sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Langkah Kedelapan : Monitoring pemuatan Surat Pembaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengirimkan Surat Pembaca ke redaksi media cetak, Anda tinggal menunggu pemuatan atau penerbitannya di media cetak yang kita kirim. Jangan berharap redaksi akan memberitahu Anda untuk pemuatan, karena mereka pun memiliki waktu yang terbatas dan dikejar dead line. Kalau punya uang, lebih baik Anda membeli media cetak tersebut untuk memonitor apakah Surat Pembaca kita sudah dimuat atau belum. Tetapi, kalau keuangan Anda terbatas, pinjam sebentar di agen media cetak atau tukang koran untuk ngintip rubrik Surat Pembaca, juga bisa Anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Langkah Kesembilan : Coba lagi, dan jangan putus asa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau tulisan Anda tidak dimuat, jangan berputus asa. Kesuksesan penulis-penulis hebat adalah karena tulisan-tulisannya pernah ditolak oleh penerbit. Anda coba lagi, baca lagi, belajar lagi dan kirim lagi. Pokoknya jangan ada istilah berputus asa, karena dengan demikian maka Anda pasti bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Langkah Kesepuluh : Dokumentasikan Surat Pembaca Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tulisan-tulisan Surat Pembaca yang telah dimuat di media massa, jangan dibuang. Buatlah dokumentasi yang rapi, suatu saat pasti akan berguna bagi karir dan kehidupan Anda. Memang benar, kegiatan menulis Surat pembaca bukan karena alasan uang, tidak ada honor dari penerbit apabila tulisan Anda dimuat di rubrik Surat Pembaca. Tetapi, kalau kita rutin menulis, maka kemampuan interlektualitas kita terasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tulisan Surat Pembaca sudah menumpuk, Anda bisa mendokumentasikanny a via blog pribadi,, dan kemudian ditawarkan kepada penerbit buku, siapa tahu ada yang berminat. Kalau jalannya mulus, Anda pun menjadi ngetop. Kata orang, ngetop adalah rejeki berupa benefit yang bisa mendatangkan profit. Mudah-mudahan, Anda termasuk keluarga besar penulis yang beruntung. Semoga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Sumber: Komunitas Penulis Surat Pembaca Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/8940726234297102619/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/04/10-langkah-menulis-surat-pembaca-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/8940726234297102619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/8940726234297102619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/04/10-langkah-menulis-surat-pembaca-yang.html' title='10 Langkah Menulis Surat Pembaca Yang Menembus Media'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-1760249356256328956</id><published>2009-02-17T16:03:00.001+07:00</published><updated>2009-02-17T16:06:02.804+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fokus"/><title type='text'>Melihat Keberadaan dan Peranan LBB</title><content type='html'>Banyak anak murid dan orang tua kuatir menjelang ujian nasional atau seleksi masuk perguruan tinggi. Sekolah terlanjur dicap masyarakat tidak bisa menjamin semua murid-muridnya lulus ujian. Meski bukan hal yang pasti, tapi banyak anak murid yang mencari solusi dengan mendaftar dan percaya pada Lembaga Bimbingan Belajar (LBB).&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya minat murid-murid sekolah, terutama yang duduk di kelas 3 SMP dan SMA, dalam mengikuti bimbingan belajar, membuat tumbuh subur LBB di berbagai wilayah, tak kecuali di komunitas Kebon Jeruk dan Kembangan. Mulai LBB waralaba dengan jaringan dan kurikulum yang terpadu, sampai dengan LBB rumahan yang lebih bersifat privat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya usaha pendidikan tersebut, tidak terlepas dari kesempatan yang muncul akibat pemerintah menaikan standar nilai kelulusan murid sekolah. Apalagi banyak murid yang dinyatakan tidak lulus karena belum memenuhi nilai yang ditetapkan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontan saja, LBB maju ke depan menawarkan “jalan pintas” dengan menawarkan latihan soal-soal ujian yang lebih praktis. LBB menggunakan soal-soal ujian tahun lalu untuk melatih muridnya. Bahkan, mereka pun mengeluarkan prediksi soal ujian yang akan keluar pada tahun berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, LBB berdiri karena supremasi perguruan tinggi negeri yang dikatakan memiliki kualitas lebih baik dan biayanya yang lebih murah. Oleh karena itu, masyarakat berlomba-lomba mendaftarkan diri dan berujung pada seleksi masuk yang ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena seleksi yang ketat inilah banyak pendiri LBB yang berinisiatif untuk mendirikan tempat pendidikan, khusus membahas soal-soal ujian. Sekaligus sebagai peluang bisnis pendidikan yang cukup menjanjikan. Bayangkan, orang tua siapa yang tidak ingin anaknya masuk perguruan tinggi negeri? Atau lulus dalam ujian nasional dan mendapat sekolah favorit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, banyak LBB yang tidak hanya membuka bimbingan belajar buat murid sekolah kelas 3 SMP atau SMA. LBB terus berkembang dan melebarkan sayap dengan membuka bimbingan belajar buat berbagai tingkatan kelas, bahkan untuk murid-murid TK. Isinya tetap membantu murid dalam mengerti pelajaran dan mendapat nilai baik di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi yang diberikan tidak berbeda dengan di sekolah. Dengan bantuan para pengajar LBB, murid sekolah dari berbagai jenjang pendidik tersebut dibantu menguasai dan menaikan nilai pelajaran di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan kurikulum yang digunakan, tidak berbeda jauh dengan yang dipakai sekolah. Bahkan LBB pun sudah menyiapkan beberapa kurikulum yang populer dipakai sekolah negeri maupun swasta dan sekolah bertaraf nasional plus. Dengan begitu, anak murid pun akan mendapat pelajaran yang tidak berbeda dengan pelajaran di sekolahnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, LBB pun menyediakan guru piket yang bersedia kapan saja sebagai tempat berkonsultasi. “Mereka bukan hanya belajar apa yang diajarkan di kelas saja, tapi juga bisa berkonsultasi seperti menanyakan pekerjaan rumah dari sekolah atau tentang apa saja yang menyangkut pelajaran. Kami tidak memungut biaya lagi, staf pengajar selalu siap membantu,” kata Marketing Teknos Duri Raya, Ryan Timiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik itu semua, dengan anak murid mengikuti LBB, berarti anak tidak memunyai banyak waktu luang untuk bersosialisasi dengan teman-temannya, menyegarkan pikiran, atau menuangkan hobi yang dimiliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan bermaksud menyudutkan LBB, tapi kalau melihat jam belajar anak di sekolah ditambah lagi belajar di LBB, maka praktis anak tidak memunyai waktu banyak. Mereka pun akan terlalu letih buat aktifitas lain. Apalagi kebanyakan materi LBB hanya mengasah logika dan kemampuan otak kiri. Dan berkutat pada pelajaran seperti Fisika, Kimia, Biologi, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, tidak ada waktu buat anak melatih otak kanannya yang berfungsi untuk mengasah imajinasi dan kreativitas. Kehidupan mereka pun menjadi monoton, pagi berangkat sekolah, siang dilanjutkan dengan bimbingan belajar. Kemudian mereka akan mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan sekolah pada malam harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Apa Perlu Belajar di Bimbel?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan di atas terus menyeruak ketika melihat anak-anak sekolah pergi di pagi hari dan pulang menjelang sore. Dengan begitu banyaknya waktu yang tersita setiap hari, apakah mereka juga harus belajar lagi di LBB? Apa sekolah tidak cukup memberikan mereka waktu untuk menguasai pelajaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karena sekolah tidak cukup memberikan materi pelajaran (tergantung dari sekolahnya), tapi banyak juga murid sekolah yang akan lebih yakin menghadapi UN atau ujian seleksi perguruan tinggi kalau sudah belajar di LBB. Apalagi di sana mereka akan diberikan soal-soal yang biasanya keluar dalam ujian yang akan ditempuh.&lt;br /&gt;Di samping itu, mereka juga bisa menambah wawasan dan teman, bukan hanya di sekolah saja. Di situ, mereka bisa saling bertukar pikiran dan membahas berbagai tip dan trik cara cepat mengerjakan soal-soal ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pro dan kontra tentang pentingnya LBB masih menjadi pertanyaan. Terlebih lagi biaya pendidikan di LBB yang tidak terbilang murah. Buat mereka yang duduk di kelas 3 SMP atau SMA, misalnya. Biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua murid bisa berkisar antara 5 – 15 juta. Bagi yang orang tuanya punya duit banyak, hal itu mungkin tidak masalah, tapi bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki uang lebih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, di beberapa sekolah pun sudah menyediakan program pendalaman materi buat mereka yang akan mengikuti ujian. Dengan begitu, anak-anak sekolah tidak begitu perlu mengikuti LBB karena selain akan menyita tenaga dan waktu, mereka pun sebenarnya sudah mendapat pelajaran tambahan di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid sekolah yang memilih tidak ikut LBB, pun bisa belajar bersama dan membahas pelajaran dengan teman-teman. Untuk mengukur kemampuan, mereka bisa mengikuti beberapa try out yang banyak diselenggarakan. Atau membeli buku-buku soal ujian dan membahasnya bersama teman sekolah atau teman yang ikut LBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, itu semua tergantung dari individu masing-masing. Terkadang, ada individu yang belum punya rasa tanggung jawab dan keyakinan. Tidak terpicu belajar, bila harus belajar sendiri. Makanya, mereka memilih ikut LBB, dibanding harus belajar sendiri atau dengan teman-teman yang kebanyakan akan diisi dengan ngobrol atau hal lain yang bukan bersifat pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Sekolah Versus LBB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekolah dan LBB selayaknya memang saling mendukung dalam mengembangkan kemampuan murid dalam menguasai pelajaran sekolah. Sebenarnya, antara sekolah dan LBB memiliki orientasi yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah lebih bertujuan pada pengembangan siswa secara menyeluruh, termasuk mengembangkan kreativitas dan sikap siswa. Lain halnya dengan LBB yang lebih pada tujuan singkat seperti kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal dengan cepat dan benar. Tujuan utamanya adalah mengantar siswa lulus ujian atau mendapat perguruan tingggi negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena alasan tersebut, malah seharusnya sekolah dan LBB bisa saling membantu. Ibaratnya, sekolah memberikan pondasi, sedangkan LBB lebih pada  memberikan atap rumah dan finishing agar rumah terlihat bagus dan indah. Bukan hal yang baik bila masyarakat atau siswa sekolah hanya mengartikan pendidikan dengan lulus atau tidaknya dalam sebuah ujian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, layanan dan fasilitas LBB pun kerap menjadi perbandingan oleh masyarakat. Di samping perlengkapan belajar mengajar yang terbilang lengkap dan nyaman. LBB pun ada yang melengkapi dengan fasilitas konsuling dan sesi membangun motivasi siswa dalam belajar. Layanan tersebut disediakan gratis dan kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dilakukan Quantum Brain dengan memberikan pelayanan belajar di luar kelas yang betul-betul nyata (individu atau kelompok). Pelajaran tambahan tersebut diberikan gratis bagi siswa-siswi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Di samping itu, siswa Quantum Brain pun akan mendapat training secara berkala tentang ”motivation to win” dan ”skill of learning” melalui Motivation Training Plus (MTP) oleh pembicara dan motivator handal Mr. Sintong dan Mr. Pia,” kata Pimpinan Cabang Quantum Meruya, Oskar Purba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai di situ, bahkan ada LBB yang memberikan fasilitas untuk melihat bakat dan potensi anak. Melalui fasilitas tersebut, akan bisa terlihat kemampuan otak kiri dan kanan anak sehingga akan lebih mudah mengembangkan potensi dan bakat anak yang tepat ke depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang UN, banyak pula LBB yang menyelenggarakan pembelajaran intensif. Murid akan diberi materi-materi latihan soal agar mereka benar-benar siap menghadapi ujian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan Pimpinan Cabang Primagama Green Garden, Ika Kumala Furi, SE, dalam menghadapi UN 2009 nanti, akan dibuka program “Super Intensive UN 2009”. Di program tersebut, siswa akan dibekali simulasi, trik-trik jitu serta pembahasan soal-soal prediksi UN 2009 yang akurat. “Program telah dibuka mulai sekarang dengan biaya sebesar Rp 900 ribu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, entah karena sebab persaingan bisnis atau untuk memberikan kepercayaan pada masyarakat, ada pula LBB yang memberikan garansi lulus ujian atau perguruan tinggi negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, program jaminan ini sama dengan program bimbel lainnya, tapi jumlah muridnya saja yang dibatasi. Biasanya, tidak lebih dari 10 anak dalam satu kelas. Biayanya pun tentu lebih mahal, di atas Rp 10 jutaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, ada pula LBB yang membuka Kelas Super atau kelas buat murid yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Mereka akan dikumpulkan dalam satu kelas dengan materi pembelajaran yang sama, tapi dibahas lebih mendalam dan cenderung mendorong potensi anak. Tidak hanya teori, tapi juga meliputi aplikasi, pendalaman, dan pengembangan materi.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Bisnis Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa pun masalah dan alasannya, pendidikan sepatutnya tidak dijadikan ajang bisnis semata. Bila hal itu terjadi, bukan tidak mungkin pendidikan hanya akan dimiliki oleh mereka yang memunyai uang banyak. Sedang buat mereka yang hidup seadanya, akan mendapat pendidikan yang apa adanya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sendiri mahfum bahwa biaya operasional pendidikan dengan berbagai keperluan tidak bisa dibilang murah. Tapi selayaknya dihindari menjadikan pendidikan sebagai ”mesin pencari untung” belaka. Karena ketidakadilan dalam pendidikan membuat kualitas dan potensi masyarakat secara keseluruhan menjadi tidak merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi murid-murid yang menimba ilmu di LBB pun memiliki sisi positif. Mereka menjadi kaya ilmu dan pengetahuan karena belajar bukan hanya di sekolah saja. Sekaligus mereka bisa mencari teman dan tempat untuk berdiskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selayaknya, sekolah dan LBB tidaklah bersaing. Keduanya bisa dibilang saling mengisi kekurangan yang lowong di sistim pendidikan kita. Biar murid sekolah yang nantinya akan menjadi masyarakat Indonesia secara keseluruhan menjadi lebih baik dan mampu berkompetisi dalam dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/1760249356256328956/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/02/melihat-keberadaan-dan-peranan-lbb.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/1760249356256328956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/1760249356256328956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/02/melihat-keberadaan-dan-peranan-lbb.html' title='Melihat Keberadaan dan Peranan LBB'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-6887364681530090956</id><published>2009-02-17T15:50:00.000+07:00</published><updated>2009-02-17T15:51:32.788+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seks"/><title type='text'>Menjelaskan Seks Pada Anak</title><content type='html'>Risih juga memang kalau menjelaskan masalah seks sama anak kita. Soalnya, mereka dianggap masih kecil dan takut menirukan apa yang kita perbuat. Maklum saja, rasa ingin tahu anak yang tinggi mendorongnya memertanyakan segala hal yang dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tips yang bisa dijadikan alasan ketika anak menayakan perihal seks. Intinya, kita harus tetap memberikan informasi agar anak mengerti dan bersikap tenang dalam menghadapinya. &lt;br /&gt;Berikut tips seperti dikutip dari untukku.com tentang bagaimana menyampaikan rasa ingin tahu anak Anda mengenai seks:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bagaimana menjelaskan seks pada anak-anak?&lt;br /&gt;Berikan jawaban yang jujur dan jangan malu-malu. Berikan informasi yang diperlukan oleh anak saat itu. Misalnya anak berusia 3 tahun ingin tahu dari mana bayi berasal. Tidak perlu Anda jelaskan secara rinci tentang reproduksi. Cukup katakan, bayi tumbuh di suatu tempat khusus di dalam tubuh ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Apa yang harus Anda katakan saat anak melihat Anda sedang berhubungan intim?&lt;br /&gt;Cobalah bersikap tenang, jangan berlebihan. Bawa kembali si kecil ke kamar tidurnya. Jelaskan Anda berdua tidak sedang bertengkar, karena jika tidak diberitahu akan membuat kesalahpahaman pada si kecil. Katakan Anda sedang bermain dan menunjukkan kasih sayang satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Usia berapa anak harus diberikan pendidikan tentang seksual?&lt;br /&gt;Jangan terlalu terpatok waktu. Anak-anak belajar tentang seks sepanjang waktu dan melalui jawaban terhadap pertanyaan individual. Hindari merencanakan untuk memberitahu hal-hal tentang seksual karena tidak realistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Apa yang harus dilakukan jika menemukan anak Anda sedang bermain dokter-dokteran dan saling memperlihatkan genitalnya dengan temannya?&lt;br /&gt;Tetap tenang dan katakan kepada mereka bahwa “bagian pribadi” adalah hanya miliknya pribadi, dan mereka tidak boleh mengizinkan orang lain menyentuh bagian tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/6887364681530090956/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/02/menjelaskan-seks-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/6887364681530090956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/6887364681530090956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/02/menjelaskan-seks-pada-anak.html' title='Menjelaskan Seks Pada Anak'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-1329823118109855785</id><published>2009-02-17T15:44:00.001+07:00</published><updated>2009-02-17T15:46:00.588+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kolom"/><title type='text'>Aksesibilitas dan Kesempatan Politik Difabel</title><content type='html'>Semua orang layaknya memiliki kesempatan yang sama agar hak mereka dapat terpenuhi dengan sejati. Bukan dengan diskriminasi atau belas kasihan kesempatan itu diberikan, tapi dengan kesadaran penuh dan keakuan bahwa semua orang adalah sama pada dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Pemilu 2009 nanti, aksesibilitas para penyandang cacat atau kaum difabel (people with different ability) masih terus dipertanyakan implementasinya. Akankah mereka mendapat akses yang memadai dalam Pemilu nanti? Terbebaskah mereka dari kecurangan saat hari pencontrengan nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat (PPUA Penca) pun sudah mengusulkan kepada KPU pusat agar menyiapkan segala akses buat penyandang cacat. PPUA Perca yang didirikan tahun 2004 adalah kumpulan organisasi penyandang cacat di seluruh Indonesia. Tujuan awalnya adalah  membantu para penyandang cacat dalam pelaksanaan Pemilu 2004 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang normal, mungkin yang dipikirkan adalah siapa yang akan dipilih saat Pemilu nanti. Tapi, buat mereka yang difabel, selain pertanyaan di atas, ada hal yang lebih penting lagi. Mereka memikirkan bagaimana caranya memilih, bila bilik suara tak selebar kursi roda? Tidak adanya alat bantu dengar? Tidak tersedianya surat suara dalam huruf Braille? Atau bagaimana bisa ke TPS kalau jalannya terjal dan berbatu? Kalau saja aksesibilitas mereka tidak dipermudah, percuma saja mereka berpikir untuk memilih siapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tersedianya aksesibilitas yang memadai ini pun bisa memunculkan kecurangan dalam Pemilu. Biasanya, penyandang cacat yang tidak bisa mengakses bilik suara atau mereka yang tidak bisa melihat, akan diwakilkan oleh seseorang. Mereka akan ditanya, “mau pilih apa? Nanti akan dicobloskan”. Di sinilah biasanya akan terjadi rekayasa atau manipulasi dalam prakteknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, hal tersebut juga mengingkari asas Pemilu yang langsung, umum, bebas, dan rahasia. Para kaum difabel tidak bisa langsung memilih karena aksesnya yang tidak menunjang. Mereka juga tidak bisa merahasiakan pilihannya karena suaranya diwakilkan oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Pemilu 1999, masih ada penyandang cacat yang harus turun dari kursi rodanya menuju bilik suara. Itu karena kursi rodanya tidak bisa masuk bilik dan jalan menuju ke sana tak bisa dilewati kursi roda. Penyandang cacat fisik tersebut tidak mau kehilangan hak suaranya dan sudah memiliki kesadaran berpolitik. Makanya, dia mau bersusah payah merangkak ke bilik suara untuk mencoblos kertas suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya masalah aksesibilitas, tapi dalam hal ini, sosialisasi Pemilu 2009 pun dinilai masih belum cukup. Padahal ormas dan orsos penyandang cacat sudah tersebar di seluruh Indonesia. Kaum difabel perlu informasi tentang partai politik dan Caleg agar mereka tidak bingung memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja, informasi Pemilu buat penderita tuna rungu, mereka pada umumnya tidak bisa membaca dan hanya mengandalkan bahasa isyarat. Sampai sekarang ini, belum ada informasi yang menambahkan bahasa isyarat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan persepsi mengenai tanda centang yang disepakati dipakai dalam memilih nanti. Bisa saja kita mengandaikan centang dengan bentuk rumput yang biasa digambar anak-anak SD kelas 1. Tapi, buat mereka yang tuna netra atau tidak bisa melihat sejak kecil, mereka tidak tahu apa yang dinamakan dengan rumput. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, menurut Data Depsos jumlah penyandang cacat di Indonesia diprediksikan 3,11 persen dari total penduduk Indonesia atau sekitar 6 juta jiwa. Dari jumlah sekitar 6 juta jiwa tersebut, sekitar 3,6 juta di antaranya memiliki hak pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja pemerintah sudah memikirkan hal tersebut, KPU pun sudah berjanji pada PPUA Perca untuk mengakomodir tersedianya aksesibilitas memadai buat kaum difabel. Meski begitu, sekali lagi, implementasinya masih dipertanyakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah KPU mampu menyediakan aksesibilitas memadai buat kaum difabel yang tidak terkonsentrasi di satu tempat? Atau KPU dan masyarakat pada umumnya lebih memilih memarginalkan mereka, menyepelekan hak kaum difabel, dan diskriminatif ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat, kaum difabel tidak mau dirinya dibedakan dengan orang lain. Mereka lebih suka dianggap sama dan diberikan kesempatan untuk berusaha sendiri. Mereka pun tidak suka belas kasihan. Saat Pemilu nanti, mereka hanya butuh akses yang memudahkan dalam memilih dan pengakuan eksistensi kaum difabel. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/1329823118109855785/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/02/aksesibilitas-dan-kesempatan-politik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/1329823118109855785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/1329823118109855785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/02/aksesibilitas-dan-kesempatan-politik.html' title='Aksesibilitas dan Kesempatan Politik Difabel'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-9175683756049658269</id><published>2009-02-17T13:53:00.002+07:00</published><updated>2009-02-17T13:57:27.501+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keluarga"/><title type='text'>Mengenalkan Internet di Usia 2 - 12 Tahun</title><content type='html'>Ada nilai positif dan negatif dari penggunaan internet buat anak. Berikut ini adalah kiat mengenalkan Internet bagi anak-anak usia 2 hingga 12 tahun:&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Usia 2 s/d 4 tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam usia balita, anak yang memulai berinteraksi dengan komputer harus didampingi oleh orang tua atau orang dewasa. Ketika banyak aktifitas dan situs yang bersesuaian dengan usia balita ini, melakukan surfing bersama orang tua adalah hal yang terbaik. Hal tersebut bukan sekedar persoalan keselamatan anak, tetapi juga untuk meyakinkan bahwa anak tersebut bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan emosional antara sang anak dengan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak masuk usia ketiga, beberapa anak akan mendapatkan keuntungan jika mendapatkan lebih banyak kebebasan untuk melakukan eksplorasi, menemukan pengalaman baru dan belajar dari kesalahan yang dibuatnya sendiri. Hal tersebut bukan berarti mereka dibiarkan menggunakan Internet secara bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbaik adalah orang tua tetap memilihkan situs yang cocok untuk mereka kunjungi dan tidak membiarkan sang anak untuk keluar dari situs tersebut ketika masih menggunakan Internet. Kita pun tidak perlu terus-menerus berada di samping sang anak,, selama kita yakin bahwa dia berada di dalam sebuah situs yang aman, layak dan terpercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Usia 4 s/d 7 tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri. Meskipun demikian, peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi ketika anak menggunakan Internet. Dalam usia ini, orang tua harus mempertimbangkan untuk memberikan batasan-batasan situs yang boleh dikunjungi, berdasarkan pengamatan orang tua sebelumnya. Untuk mempermudah hal tersebut, maka orang tua bisa menyarankan kepada anaknya untuk menjadikan sebuah direktori atau search engine khusus anak-anak sebagai situs yang wajib dibuka saat pertama kali terhubung dengan Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak akan mendapatkan pengalaman yang positif jika berhasil meningkatkan penemuan-penemuan baru mereka di Internet. Inti permasalahan di sini bukanlah terpusat pada bagaimana menghindari situs-situs negatif, tetapi bagaimana caranya agar anak dapat tetap leluasa mengeksplorasi Internet dan mengunjungi sejumlah situs yang bermanfaat tanpa timbul rasa frustrasi atau ketidaknyamanan pada dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Usia 7 s/d 10 tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa ini, anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar keluarga mereka. Inilah saatnya dimana faktor pertemanan dan kelompok bermain memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan seorang anak. Pada usia ini pulalah anak mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak memang harus didorong untuk melakukan eksplorasi sendiri, meskipun tak berarti tanpa adanya partisipasi dari orang tua. Tempatkan komputer di ruang yang mudah di awasi, semisal di ruangan keluarga. Ini memungkinkan sang anak untuk bebas melakukan eksplorasi di Internet, tetapi dia tidak sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangkan pula untuk menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak. Pada masa ini, fokus orang tua bukanlah pada apa yang dikerjakannya di Internet, tetapi berapa lama dia menggunakan Internet. Pastikan bahwa waktu yang digunakannya untuk menggunakan komputer dan Internet tidaklah menyerap waktu yang seharusnya digunakan untuk variasi aktifitas lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah hal yang baik apabila anak-anak menghabiskan waktunya hanya untuk melakukan satu kegiatan saja, bahkan untuk hanya membaca buku ataupun menggunakan Internet sekalipun. Salah satu cara mencegah hal tersebut adalah dengan membatasi waktu online mereka, bisa dengan cara menggunakan aturan yang disepakati bersama atau dengan memasang software yang dapat membatasi waktu online. Penting pula diperhatikan bahwa saat mereka online, upayakan agar mereka mengunjungi berbagai macam situs, tidak sekedar satu-dua situs favorit mereka saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Usia 10 s/d 12 tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pra-remaja ini, anak yang membutuhkan lebih banyak pengalaman dan kebebasan. Inilah saat yang tepat untuk mengenalkan fungsi Internet untuk membantu tugas sekolah ataupun menemukan hal-hal yang berkaitan dengan hobi mereka. Perhatian orang tua tidak hanya pada apa yang mereka lihat di Internet, tetapi juga pada berapa lama mereka online. Tugas orang tua adalah membantu mengarahkan kebebasan mereka. Berikanlah batasan berapa lama mereka bisa mengggunakan Internet dan libatkan pula mereka pada kegiatan lain semisal olahraga, musik dan membaca buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 12 tahun, anak-anak mulai mengasah kemampuan dan nalar berpikir mereka sehingga mereka akan membentuk nilai dan norma sendiri yang dipengaruhi oleh nilai dan norma yang dianut oleh kelompok pertemanannya. Sebelumnya, norma keluargalah yang banyak berpengaruh. Pada usia ini, sangatlah penting untuk menekankan konsep kredibilitas. Anak-anak perlu memahami bahwa tidak semua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bermanfaat, sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai positif. &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;(ictwatch.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/9175683756049658269/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/02/mengenalkan-internet-di-usia-2-12-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/9175683756049658269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/9175683756049658269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/02/mengenalkan-internet-di-usia-2-12-tahun.html' title='Mengenalkan Internet di Usia 2 - 12 Tahun'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-7482048326600040586</id><published>2009-02-17T13:51:00.000+07:00</published><updated>2009-02-17T13:52:13.599+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Edukasi"/><title type='text'>Orang Tua dalam Perkembangan Anak</title><content type='html'>Membesarkan anak bukan perkara mudah. Banyak faktor yang memengaruhinya, terutama peran dan cara orang tua mendidik anak-anaknya di rumah.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Menjadi orang tua, menurut Vina Tan dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Sekolah Bukit Sion, harus tahu kelebihan yang dimiliki anak kalau ingin meningkatkan potensinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua dulu dan sekarang berbeda. Kalau dulu, orang tua masih memiliki waktu yang banyak untuk anak-anaknya, teknologi juga masih belum pesat seperti sekarang, dan minim pengaruh media massa. Berbeda dengan sekarang, orang tua memiliki waktu yang sempit buat anaknya karena tuntutan pekerjaan, teknologi juga sudah tinggi, dan pengaruh media begitu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vina menyarankan pada orang tua untuk menaruh perhatian lebih terhadap media massa. Dia mencontohkan komik, bahan bacaan bergambar ini banyak yang mengandung pornografi dan tidak cocok sebagai bahan bacaan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begitu juga dengan internet. Orang tua tidak perlu ahli, minimal mereka harus tahu yang namanya internet. Agar nantinya bisa mengawasi anaknya dalam menggunakan internet,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tidak berbeda dengan siaran televisi, sekarang ini banyak sinetron televisi yang secara langsung bisa diadaptasi oleh anak. “Kita harus bisa memberitahu anak, mana yang benar dan salah,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, ada pula siaran televisi yang membawa pengaruh positif. Sebut saja siaran pertandingan sepak bola yang banyak menggunakan taktik dan strategi. Di situ, anak bisa belajar dan menerapkannya dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua, masih menurut Vina, harus terus pula memupuk rasa ingin tahu. Perbanyak membaca untuk memerluas pengetahuan. Bila rasa ingin tahu orang tua tinggi, maka anak pun tidak akan berbeda. Rasa ingin tahu anak akan tumbuh dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, jaga dan kembangkan komunikasi antar anggota keluarga. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk membesarkan anak. Bila ada sesuatu yang salah, suami istri harus saling berkomunikasi. Jangan main diam-diaman. Lebih baik tanyakan langsung, apa yang menjadi masalah dan cari jalan keluarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami istri juga harus saling berterus terang. Hindari saling merahasiakan sesuatu. Misalnya, suami membeli sesuatu tanpa sepengetahuan istri. Karena membelinya bersama anak, suami bilang pada anaknya untuk tidak bilang-bilang sama ibunya. “Jangan ancam anak untuk merahasiakan sesuatu,’ kata Vina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Visi Orang Tua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Membesarkan anak tidak bisa begitu saja selesai setelah anak tumbuh dewasa. Anak harus diberi pendidikan formal maupun informal agar tumbuh menjadi pribadi yang matang dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar anak tumbuh karena pengaruh orang tuanya. Anak akan meniru apa yang dilakukan dan kebiasaan orang tuanya. Maka dari itu, agar anak memiliki rasa tanggung jawab, orang tua juga harus memiliki visi dalam kehidupan rumah tangganya. “Rencanakan visi ke depan keluarga. Mau apa dan bagaimana?” ujar Vina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkomunikasilah dengan anak dan berikan anak kepercayaan. Bicaralah dengan kata-kata positif dan berilah motivasi. Bila anak berbicara, dengarlah perkataanya dengan hati. Sama halnya ketika anak memiliki masalah, tanyakan masalah yang sedang membayangi si anak. “Dengan begitu, anak akan dipupuk untuk mandiri dan memunyai rasa tanggung jawab,” tutur Vina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tips emosional intelejen yang dipaparkan Vina. Di antaranya adalah, dari pada menyalahkan, lebih baik memberi encourage pada anak. Kemudian, dari pada memaafkan, lebih baik menjelaskan pada anak apa yang telah diperbuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari lahir, anak bagaikan selembar kertas putih yang bersih. Orang tua dan lingkungan di luar rumah adalah warna-warna yang akan menghiasi kertas putih tersebut. Sebisa mungkin, orang tua harus menjaga dan mendidik anak agar warnanya bernilai positif dan membantunya dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/7482048326600040586/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/02/orang-tua-dalam-perkembangan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/7482048326600040586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/7482048326600040586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/02/orang-tua-dalam-perkembangan-anak.html' title='Orang Tua dalam Perkembangan Anak'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-4711135726820451936</id><published>2009-02-17T13:48:00.000+07:00</published><updated>2009-02-17T13:50:17.703+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Edukasi"/><title type='text'>Bingung Pilih Jurusan di PT?</title><content type='html'>Saat ini Anda mungkin sedang bingung menentukan pilihan jurusan di Perguruan Tinggi. Beberapa yang lain mungkin sudah mendaftar ke perguruan tinggi, namun masih bertanya-tanya apakah pilihanku sudah tepat? Tulisan ini dimuat untuk Anda yang sedang resah mencari bidang studi atau karir yang cocok.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Memilih bidang studi di perguruan tinggi memang bukan hal mudah. Pertimbangannya banyak, dari faktor bakat, minat, nilai-nilai hidup, keuangan, kesempatan, bahkan keluarga. Namun satu hal yang penting dipertimbangkan adalah kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemukan karir atau bidang studi yang cocok adalah bagian yang penting dalam perjalanan hidup kita. Apabila kita tidak menemukan karir yang cocok, bisa memunculkan ketidakseimbangan dan keresahan jiwa. Tuhan menciptakan setiap manusia adalah unik adanya. Setiap manusia diciptakan dengan konstruk tertentu untuk suatu maksud tertentu. Oleh karena itu, penting bagi kita mengenali keunikan kepribadian diri, agar bisa memahami maksud Tuhan menciptakan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pendekatan yang bisa membantu kita memahami keunikan kepribadian diri adalah melalui teori kepribadian John Holland. Teorinya membagi manusia ke dalam 6 tipe kepribadian. Setiap tipe kepribadian cocok untuk suatu lingkungan/bidang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe Realistik. Ciri-ciri orang tipe Realistik adalah orang yang menyukai tugas-tugas bersifat teknis. Ia suka jenis pekerjaan yang memakai tenaga, koordinasi motorik dan keterampilan. Ia orang yang konkrit dan praktis. Orang realistik biasanya memiliki sifat-sifat, seperti tidak suka bertele-tele, langsung (to the point), menuntut kejelasan dan bukti-bukti nyata. Biasanya ia tidak terlalu memiliki kepedulian sosial dan kurang berempati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bersosialisasi, biasanya ia kurang luwes dan hangat. Ia senang dengan peran yang “jantan” atau macho. Kalau perempuan, biasanya ia tomboy, suka mengutak-atik benda-benda elektronik atau hal-hal yang sifatnya teknis. Tipe Realistik cocok untuk pekerja di bidang seperti: sipil, arsitektur, teknik, elektronik, perminyakan, mesin, pertanian, perkebunan, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe Konvensional. Ciri-ciri orang tipe Konvensional adalah orang yang menyukai tugas-tugas bersifat administratif. Ia suka jenis pekerjaan yang mementingkan keajegan, keteraturan, kerapihan dan ketertiban. Ia orang yang teliti, detail dan spesifik. Orang Konvensional biasanya memiliki sifat-sifat, seperti hati-hati, tertutup, pendiam, konsisten dan patuh. Ia biasanya orang yang teratur, terencana, tekun dan konservatif. Penampilannya rapih, sopan dan ramah. Biasanya ia kurang imajinatif dan kurang aktif dalam bergaul. Tipe ini cocok untuk pekerja di bidang akuntansi, auditing, sekretaris, finance, administrasi kantor, bank, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe Sosial. Ciri-ciri orang tipe Sosial adalah orang yang menyukai tugas-tugas berkaitan dengan mensejahterakan orang lain. Ia suka jenis pekerjaan yang mementingkan relasi dengan orang lain. Pembawaannya ramah, sopan, toleran, suka bergaul, dan fleksibel. Ia memedulikan masalah sosial, rohani, ingin melayani dan menolong orang lain. Hatinya mudah berbelas kasihan pada kesulitan orang lain. Ia juga suka kegiatan pendidikan dan sosial. Biasanya ia kurang tegas, terlalu kompromis dan menghindari konflik. Tipe Sosial cocok untuk pekerja di bidang pendidikan, administrasi sekolah, dosen, pekerja sosial, dokter, psikologi, konseling, perawat, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe Enterprising. Ciri-ciri orang tipe Enterprising adalah orang yang menyukai tugas-tugas berkaitan dengan mempersuasi atau mempengaruhi orang lain. Ia suka jenis pekerjaan di mana ia bisa tampil dan memimpin. Biasanya ia orang yang suka berkegiatan, aktif, energik, banyak bicara dan senang bergaul. Acapkali orangnya dominan, persuasif dan ingin menonjol. Biasanya ia kurang sabar, suka memaksakan kehendak dan cenderung ingin cepat-cepat. Akibatnya suka ceroboh dan kurang teliti. Tipe Enterprising cocok untuk pekerja di bidang penjualan, marketing, sales, personalia, wiraswasta, politik, hukum, public relations, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe Investigatif. Ciri-ciri orang tipe Investigatif adalah orang yang menyukai tugas-tugas berkaitan penyelidikan, penelitian atau penemuan ide-ide. Ia suka jenis pekerjaan yang menggunakan kekuatan fungsi-fungsi rasio atau intelektual. Orangnya cenderung abstrak, analitis dan kritis. Ia suka berpikir hal-hal yang sifatnya konseptual. Ia memiliki rasa ingin tahu yang besar, rasional dan suka yang rumit-rumit. Dalam bekerja ia hati-hati, mandiri, kadang radikal dan berorientasi pada kerja. Ia cenderung kurang mampu mengungkapkan perasaan secara verbal. Orangnya introvert, tertutup, biasanya pendiam dan kurang luwes dalam bergaul. Tipe Investigatif cocok untuk pekerja di bidang penelitian di dunia sains, misalnya kimia, fisika, matematik, biologi, teknisi laboratorium, pembuat program komputer, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe Artistik. Ciri-ciri orang tipe Artistik adalah orang yang menyukai tugas-tugas berkaitan dengan seni, imajinasi, keindahan, dan kebebasan berkreasi. Ia biasanya orang yang emosional, perasa, sensitif, tertutup dan idealis. Ia suka bebas berkreasi dan mengekspresikan dirinya. Biasanya ia suka berpenampilan berbeda dari orang-orang biasanya. Orangnya kreatif dan spontan. Ia tidak suka dikekang dan mudah bosan bila melakukan hal-hal yang monoton. Ia tidak suka kegiatan-kegiatan yang bersifat administratif. Ia cenderung kurang terencana dan kurang teratur cara kerjanya. Tipe Artistik cocok untuk pekerja di bidang seni, artis, desain, musik, editing, penulisan, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ke-enam tipe kepribadian tersebut di atas, manakah tipe kepribadian Anda? Ambillah waktu merenungkan kembali. Bertanyalah pada teman/saudara/orangtua, manakah kecenderungan kepribadian Anda? Kalau sudah menemukan tipe kepribadian yang cocok, cobalah sesuaikan dengan pilihan bidang studi yang telah dibuat, apakah sesuai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Hamizar, M. Si., Psi&lt;br /&gt;Kepala Pusat Konseling dan Pelatihan IPEKA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/4711135726820451936/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/02/bingung-pilih-jurusan-di-pt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/4711135726820451936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/4711135726820451936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/02/bingung-pilih-jurusan-di-pt.html' title='Bingung Pilih Jurusan di PT?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-329020829400933596</id><published>2009-02-02T12:32:00.000+07:00</published><updated>2009-02-02T12:38:20.033+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Properti"/><title type='text'>Coret Hitam Arsitektur Tionghoa di Jakarta</title><content type='html'>Budaya Tionghoa adalah budaya yang tak pernah putus selama 5000 tahun dibanding budaya unggul lainnya di dunia. Dari ranah kuliner sampai arsitektur properti, ditinggalkan nenek moyang bangsa tersebut sampai sekarang. &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Namun di tengah akulturasi budaya itu, ada budaya Tionghoa yang dipinggirkan. Bila mie dan bakpao masih sering dinikmati, lain halnya dengan arsitektur properti. Meski sarat akan sejarah, kini peninggalan arsitektur Tionghoa banyak yang tak terurus, bahkan lenyap ditelan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chandra Naya atau dulu disebut Gedung Sin Ming Hui, misalnya. Kini bangunan yang terletak di Jalan Gajah Mada No 188 tersebut sudah tidak seperti aslinya. Hanya tinggal bangunan utama. Itu pun sudah terhimpit gedung bertingkat, terjepit oleh jaman dan peradaban masyarakat modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan makam Souw Beng Kong, tempat peristirahat terakhir kapitan pertama Tionghoa tersebut pun benar-benar tersingkirkan. Sebelum dipugar, keberadaan makam yang berlokasi di Gang Taruna, Jalan Pangeran Jayakarta ini terhimpit rumah-rumah kumuh dan terlihat berantakan. Bahkan sudah berada sekitar 80cm di bawah permukaan tanah. Seakan makam tersebut tak ada artinya, padahal sejarah berkata lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan beberapa bangunan peninggalan berarsitektur Tionghoa lainnya yang berlokasi di Pasar Pagi, Mangga Dua, dan Senen. Di sana, banyak bangunan yang dirobohkan untuk pembangunan jalan tol, pertokoan, dan pusat perbelanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehancuran arsitektur Tionghoa, terutama di Jakarta, tidak terlepas dari masyarakatnya sendiri (termasuk mereka yang disebut dengan “Tionghoa peranakan”). Coba pikir, siapa para pemilik toko, pedagang, dan pemilik gedung yang ada di daerah Glodok, Mangga Dua, dan Pasar Pagi? Kebanyakan adalah mereka yang disebut dengan Tionghoa peranakan yang notabenenya adalah keturunan orang Tionghoa di masa lampau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kesempatan bisnis dan kepentingan finansial, mereka tidak peduli dengan faktor sejarah. Apalagi daerah tersebut memiliki potensi bisnis yang sangat besar di Jakarta. Sebut saja seperti Glodok yang memiliki perputaran uang milyaran rupiah per harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal orang-orang Tionghoa dikenal sangat menghormati leluhurnya. Mereka memiliki tradisi Ceng Beng yang tidak lain mengajarkan setiap individu untuk menghormati leluhur dan orang tua dengan mengunjungi kuburannya. Filosofinya, kita ada karena mereka, makanya kita tidak boleh melupakan jasa-jasa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan-bangunan tua khas Tionghoa yang terlihat usang, tapi memiliki nilai sejarah, banyak yang dirobohkan. Diganti dengan bangunan baru bergaya minimalis modern yang terlihat lebih sejalan dengan kepentingan bisnis. Mereka berlomba mengais rejeki di tempat yang seharusnya menjadi cagar budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur properti menurut Ark Djauhari Sumintardja, seorang pemerhati arsitektur Tionghoa, adalah wujud budaya yang mudah dikenal dan menjadi citra dan jati diri suatu lingkungan atau kota. Artinya, properti menjadi identitas masyarakat sekitar, bahkan sebuah kota seperti Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sekarang banyak properti Tionghoa di daerah Mangga Dua, Glodok, dan Pasar Baru dirobohkan, berarti hilang pula identitas masyarakat sekitar. Padahal, dari dulu sampai sekarang, banyak  masyarakat Tionghoa yang mendiami wilayah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Oto Amnesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya masyarakat, tapi kenyataan tesebut juga tidak terlepas dari pengaruh pemerintah yang berkuasa. Glodok, Pasar Pagi dan Mangga Dua, bukan daerah yang baru muncul kemarin sore. Ingat, pada masa orde baru, budaya Tionghoa tidak sebebas seperti sekarang ini. Baru pada pemerintahan Gus Dur, Barongsai dan perayaan Tahun Baru China tidak dikebiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, pada masa orde baru, budaya, termasuk peninggalan arsitektur Tionghoa, mungkin mengalami “pembersihan”. Tidak bisa dilindungi karena bertentangan dengan kebijakan penguasa. Siapa pun tidak bisa melindungi benda cagar budaya kalau pemerintah negaranya tidak sejalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan sekarang. Budaya Tionghoa mulai dilestarikan seperti budaya Indonesia lainnya. Sebut saja seperti Imlek atau Cap Go Meh, budaya ini malah banyak yang dikomersilkan. Berbagai sekolah, kelompok masyarakat, bahkan pusat perbelanjaan pun rutin memeringatinya tiap tahun. Begitu juga dengan bahasa Mandarin, banyak sekolah dan lembaga kursus yang menyediakan kelas khusus untuk memelajari bahasa tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kebijakan sudah berubah, sekarang faktor finansial menjadi masalah. Meski banyak para pemerhati sejarah dan arsitektur menuangkan pikirannya mencari jalan bagaimana melestarikan arsitektur Tionghoa, tapi alokasi biaya pemeliharaan dari pemerintah terbilang masih minim. Sedangkan bangunan-bangunan tersebut tidak sedikit meminta dana pemeliharaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilematis memang, tapi itu adalah kenyataan. Kalau dulu pemerintahnya tidak mendukung eksistensi budaya Tionghoa, sekarang uang yang menjadi masalah. Pemda Jakarta sendiri masih belum sepenuh hati melindungi arsitektur Tionghoa kuno yang merupakan warisan dari Abad 17 dan 18 ini. “Belum ada perlindungan yang memadai,” kata Djauhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak peninggalan bersejarah arsitektur properti Tionghoa di Jakarta. Kalau masyarakat mau, masih ada beberapa yang bisa diselamatkan di daerah Glodok. Semuanya tergantung masyarakat, mau dibawa ke mana peninggalan budaya bersejarah tersebut? Melindunginya dan membiarkan menjadi ekspresi identitas masyarakat Tionghoa atau meluluhlantahkannya dan membiarkan kita menderita oto amnesia, lupa diri atas sejarah kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/329020829400933596/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/02/coret-hitam-arsitektur-tionghoa-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/329020829400933596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/329020829400933596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/02/coret-hitam-arsitektur-tionghoa-di.html' title='Coret Hitam Arsitektur Tionghoa di Jakarta'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-1155919973156344334</id><published>2009-01-31T13:37:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T13:39:24.881+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kriminalitas"/><title type='text'>Lagi, Pabrik Shabu di Jakbar</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzfQkfnDyB-Luk2BfaEjqpxmpUyKqMsk5dV3QdF9Wf4SaYcZzAO_DpaGQzuo6W67PzufsCRAfWpD2Ua9wiz094hV_1RROTn8BlKqnE4__-i6V5k0VSSmBOmj5xfjA-GMZo3fVc7f3j64g/s1600-h/Sabu-SBY.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 194px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzfQkfnDyB-Luk2BfaEjqpxmpUyKqMsk5dV3QdF9Wf4SaYcZzAO_DpaGQzuo6W67PzufsCRAfWpD2Ua9wiz094hV_1RROTn8BlKqnE4__-i6V5k0VSSmBOmj5xfjA-GMZo3fVc7f3j64g/s200/Sabu-SBY.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5297343715472019602&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Terungkapnya kasus penggerebekan narkoba di Ruko Mutiara Taman Palem Blok A3 – 18, Cengkareng (29/1), semakin mengindikasikan bisnis narkoba kini semakin terang-terangan. Sebelumnya di tempat yang sama, penggerebekan juga pernah dilakukan kepolisian beberapa waktu silam. Akankah praktik seperti ini masih marak ke depan?&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah seringkali menjadi target operasi pihak berwajib, kawasan ruko Taman Palem ternyata masih menjadi tempat strategis sebagai pabrik sabu-sabu. Oleh beberapa orang, ruko ini menjadi tempat yang menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, pabrik sabu yang berkedok warnet itu berada di Ruko Mutiara Palem, Jalan Lingkar Luar Kamal Raya Blok A3 No 18, Jakarta Barat. Dalam penggerebakan yang berlangsung Kamis 29 Januari 2009, pihak kepolisian berhasil menangkap 6 orang tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang melihat ruko ini dipastikan akan terkecoh dan tidak menyangka tempat ini sebagai pabrik sabu. Apalagi di area sekitar sangat ramai oleh orang-orang yang belanja dan berkantor. Dalam pantauan Majalah Adinfo (30/1), nampak depan ruko terlihat biasa-biasa saja karena difungsikan sebagai warnet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kecurigaan mulai nampak ketika beberapa warga mengamini di warnet itu sering terjadi transaksi narkoba. Hal itu diperkuat dengan tulisan yang tertera di dinding menuju lantai dua, “yang tidak berkepentingan di larang masuk.” Apalagi tepat di bawah tangga ada dua orang penjaga yang selalu ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecurigaan ini juga diakui oleh salah seorang pelayan air minum isi ulang yang tidak mau disebutkan namanya. Menurut penuturannya kepada Majalah Adinfo, salah satu temannya seprofesi pernah kena semprot staff warnet ketika ingin mengantarkan air minum isi ulang ke lantai dua. Sontak temannya itu hanya meninggalkan air tadi di lantai satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peninjauan hari kedua di TKP, (30/1), beberapa petinggi negara dari presiden, menteri dan pejabat kepolisian nampak hadir menyaksikan lokasi pabrik sabu-sabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara mereka adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono, Wakapolda Brigjen Jasir Karwita, Direktur IV Narkoba Polda Metro Jaya Irjen Hari Montolalu dan Kapolres Jakbar Kombes Idham Aziz. Tampak pula Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Walikota Jakbar Djoko Ramadhan dan Pangdam Jaya Darpito Pudi Astungkoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peninjauannya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono nampak mengerutkan dahi terheran-heran melihat pabrik sabu-sabu yang letaknya di tengah pusat perbelanjaan. Ia tidak menyangka pabrik sabu-sabu dengan produksi besar-besaran ternyata hadir di tengah keramaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden juga menyisakan waktu menggelar jumpa pers menyoal keberadaan pabrik sabu tersebut. &quot;Saya tadi melihat tempat untuk pembuatan narkotika sabu-sabu. Di tempat ini. Di tempat yang sama sekali tidak terduga untuk membikin narkotika dan obat-obat terlarang. Beratnya total 75 kilogram. Kalau diuangkan mencapai Rp 120 miliar,&quot; ujar SBY yang ditemani beberapa menteri kabinet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY menambahkan, generasi muda bisa hancur karena narkoba. Oleh karena itu, negara, polisi dan semua aparat penegak hukum akan terus melakukan pemberantasan narkoba. Tidak lupa presiden SBY juga sangat berterima kasih atas kinerja kepolisian yang sigap meringkus para pelaku kejahatan narkotika dan obat-obatan terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/1155919973156344334/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/lagi-pabrik-shabu-di-jakbar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/1155919973156344334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/1155919973156344334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/lagi-pabrik-shabu-di-jakbar.html' title='Lagi, Pabrik Shabu di Jakbar'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzfQkfnDyB-Luk2BfaEjqpxmpUyKqMsk5dV3QdF9Wf4SaYcZzAO_DpaGQzuo6W67PzufsCRAfWpD2Ua9wiz094hV_1RROTn8BlKqnE4__-i6V5k0VSSmBOmj5xfjA-GMZo3fVc7f3j64g/s72-c/Sabu-SBY.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-211459887012638899</id><published>2009-01-29T11:51:00.001+07:00</published><updated>2009-01-29T11:53:10.833+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Baca Email Tanpa Koneksi Internet</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3PZeHpm4-TEMA0zmqoA8QRQPkcbw1gyOutq5f35nCnf4-s5dqSBRzg44cn7kjnohaMxY-3zi2G7vxBX0agyy2IVO1FhovAL6z-c53eyOblsPwCXgqzWeXwBpbqKWLIpj9uEUYK-4ge5o/s1600-h/gmail.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3PZeHpm4-TEMA0zmqoA8QRQPkcbw1gyOutq5f35nCnf4-s5dqSBRzg44cn7kjnohaMxY-3zi2G7vxBX0agyy2IVO1FhovAL6z-c53eyOblsPwCXgqzWeXwBpbqKWLIpj9uEUYK-4ge5o/s200/gmail.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5296574174744785010&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Google baru saja meluncurkan feature baru yang memudahkan pemakainya membaca email tanpa koneksi internet. Tapi, untuk menggunakannya, kita harus lebih dulu menginstal beberapa aplikasi yang tersedia di Gmail.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikutip dari internet news.com (27/1), dengan feature terbaru ini, kita bisa membaca dan membalas email yang sebelumnya disimpan di dalam komputer. Kita pun bisa menggunakan fasilitas seperti starring dan menandai email-email penting yang perlu dibaca. Apa yang kita kerjakan (mengirim atau menerima email), baru akan terkirim setelah terkoneksi dengan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjalankan offline feature ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan:&lt;br /&gt;1. Masuk ke akun Gmail dan klik “Setting”&lt;br /&gt;2. Klik tabulasi “Labs” dan pilih “Enable” yang berada di samping “offline Gmail”&lt;br /&gt;3. Klik “Save Changes”&lt;br /&gt;4. Kemudian klik “offline link” yang berada di sebelah kanan atas (awal email), di sebelah “user name”, untuk proses sinkronisasi.&lt;br /&gt;5. Setelah itu akan ada perintah instalasi dan web browser restart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat di Indonesia, dengan feature offline ini, tentunya akan sangat membantu mereka yang memiliki akses internet terbatas. Tapi sayangnya, karena semua file email akan di simpan di satu komputer, maka kita hanya bisa membaca email di komputer tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/211459887012638899/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/baca-email-tanpa-koneksi-internet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/211459887012638899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/211459887012638899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/baca-email-tanpa-koneksi-internet.html' title='Baca Email Tanpa Koneksi Internet'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3PZeHpm4-TEMA0zmqoA8QRQPkcbw1gyOutq5f35nCnf4-s5dqSBRzg44cn7kjnohaMxY-3zi2G7vxBX0agyy2IVO1FhovAL6z-c53eyOblsPwCXgqzWeXwBpbqKWLIpj9uEUYK-4ge5o/s72-c/gmail.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-5736365314631726653</id><published>2009-01-28T09:42:00.001+07:00</published><updated>2009-01-28T09:44:26.008+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Ada UFO Saat Pelantikan Barack Obama?</title><content type='html'>Gambar menakjubkan hasil dari rekaman video ini menunjukkan penampakan UFO (unidentified flying object) saat berlangsung pelantikan Presiden AS Barack Obama di Washington, D.C pekan lalu. Tayangan video yang dipublikasikan jaringan online CNN dengan judul &#39;UFO at Inauguration of President Barack Hussein Obama&#39; telah mendapatkan perhatian khusus dari kalangan pengunduh saat muncul di internet.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tayangan video menunjukkan pembawa acara CNN Wolf Blitzer dan Anderson tengah membahas pidato bersejarah Obama sebelum sudut pengambilan gambar diarahkan ke Capitol, Washington D.C. The Sun melaporkan objek kecil berwarna gelap melintasi monumen Mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar ini menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan blogger. Beberapa di antaranya berspekulasi bahwa objek itu adalah seekor burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang meragukan penampakan itu sebagai seekor burung mengingat bentuknya datar dan tak terlihat kepakan sayap. Namun, salah satu pemberi komentar menulis: &quot;Secara pribadi, saya rasa alien turut bersukacita dengan masyarakat dunia dalam pelantikan Obama.&quot; (kompas.com) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/5736365314631726653/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/ada-ufo-saat-pelantikan-barack-obama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/5736365314631726653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/5736365314631726653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/ada-ufo-saat-pelantikan-barack-obama.html' title='Ada UFO Saat Pelantikan Barack Obama?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-2588439383632131208</id><published>2009-01-28T09:25:00.001+07:00</published><updated>2009-01-28T09:27:10.492+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer"/><title type='text'>Waspada, 9 Juta Komputer Sudah Terinfeksi Conficker</title><content type='html'>Seperti virus penyakit, virus komputer juga menyebar dengan cepat dari satu komputer ke komputer lainnya. Wabah yang tengah mengancam jutaan komputer di seluruh dunia sekarang adalah serangan yang disebut conficker.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Program berbahaya ini telah menginfeksi antara 6-9 juta komputer di seluruh dunia hanya dalam waktu 2 minggu. Kawasan yang terkena serangan paling tinggi adalah Asia dan Amerika Latin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data Symantec, China dan Argentina merupakan negara yang paling parah terkena serangan jenis worm ini. Conficker baru menyebar sekitar dua bulan lalu namun telah menimbulkan kepanikan yang begitu massif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir 29 persen komputer di China terinfeksi conficker. Sementara Argentina telah mencapai 11 persen. Selain itu, serangan ini juga cepat menyebar di Brazil dan Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kami tak melihat jumlah terinfeksi yang sebesar itu di tempat lainnya,&quot; ujar Alfred Huger, wakil presiden Symantec Security Response. Di AS, misalnya, komputer yang terinfeksi baru sekitar 1 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huger mengatakan worm ini memang didesain pembuatnya untuk menuliskan kode yang bekerja pada jaringan China dan Brazil sehingga kedua negara itulah yang sepertinya menjadi target serangan. Namun, versi terbarunya menyerang ke jaringan lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Saya kira pembajakan punya peran meski saya tidak tahu bagaimana pengaruhnya,&quot; ujar Huger. Negara di Asia dan Amerika Latin selama ini dikenal dengan tingkat pembajakan software yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengamat keamanan komputer saat ini masih meraba-raba apa yang akan dilakukan pembuat conficker setelah menginfeksi jutaan komputer di seluruh dunia. Yang pasti, komputer yang terinfeksi dapat diambil alih pembuat virus dari jarak jauh layaknya zombie. Jutaan komputer tersebut bakal menjadi jaringan botnet terbesar di dunia yang rawan dimanfaatkan untuk melakukan tindakan kriminal seperti pencurian data rahasia atau bahkan rekening bank. Dalam beberapa kasus, komputer yang terserang akan mengalami gangguan koneksi setiap kali terhubung ke internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Conficker yang juga disebut Downandup atau Kido menyerang dengan cara memanfaatkan celah kelemahan pada fitur Windows Service yang telah ditambal Microsoft bulan Oktober lalu. Namun, beberapa laporan mengatakan virus tersebut tidak mati meski patch telah dipasang. Conficker menginfeksi dengan cara menebak password admin di jaringan atau melalui USB flash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hati-hati terhadap serangan ini dan lebih waspada setiap kali melakukan tukar-menukar file. Update antivirus mutlak untuk mengantisipasi kemungkinan serangan. (kompas.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/2588439383632131208/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/waspada-9-juta-komputer-sudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/2588439383632131208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/2588439383632131208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/waspada-9-juta-komputer-sudah.html' title='Waspada, 9 Juta Komputer Sudah Terinfeksi Conficker'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-9138862950487622964</id><published>2009-01-23T11:01:00.000+07:00</published><updated>2009-01-23T11:02:31.580+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Properti"/><title type='text'>Properti Hunian dan Bisnis Jakarta Barat</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-size:180%;&quot;&gt;Masih Terus Bergeliat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan properti di Puri Indah dan sekitarnya masih akan terus berkembang di waktu mendatang. Apalagi daerah tersebut termasuk dalam wilayah pembangunan sentra primer baru Jakarta Barat.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah lahan di seputar Kantor Walikota Jakarta Barat telah disiapkan untuk pembangunan berbagai properti. Di Jakarta Barat, Sentra Primer Baru Barat (SPBB) atau Central Business District Jakarta Barat (CBD) di bangun di daerah Puri Indah dengan luas kurang lebih 134 hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan kawasan itu merupakan bagian dari rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2010, yang mengarahkan pertumbuhan pembangunan kota ke wilayah timur dan barat Jakarta. Upaya itu diharapkan akan membatasi pertumbuhan pengembangan kota ke arah selatan, yang merupakan wilayah resapan air bagi Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, baru 65% dari total luas lahan yang direncanakan, telah menjadi bagian dari kawasan SPB Barat. Sisanya masih berupa rumah-rumah penduduk yang lahannya belum dibebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, meskipun begitu, pembangunan properti di Jakarta Barat masih terbilang tertinggal dibandingkan belahan Jakarta lainnya, terutama dengan Jakarta Selatan yang pembangunan propertinya berkembang pesat. Begitu juga bila dibandingkan dengan Serpong atau Kelapa Gading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari segi jumlah, perkembangan properti di wilayah Puri Indah masih sangat jauh jika dibandingkan dengan Kelapa Gading atau Serpong. Pembangunan properti komersial memang ada, tapi biasa saja. Selain faktor harga yang tidak lebih baik dari kedua daerah tersebut, di sana pun masih banyak daerah yang belum tersentuh seperti daerah dekat outer ring road dan daerah Meruya yang masih banyak tanah-tanah kosong,” kata Ketua Dewan Pengurus Pusat AREBI, Tirta Setiawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, Puri Indah dan sekitarnya masih sangat berpotensi untuk terus berkembang dan daerahnya belum “mati”. Namun, progresnya tidak lebih baik di banding Serpong dan Kelapa gading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, menurut Principal Ray White Puri Indah, Ir Widiyanto, justru perkembangan properti di Puri Indah semakin tahun semakin baik. Harga propertinya pun dibilang terus merangkak naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa puncak (booming) industri properti di Indonesia diperkirakan akan terjadi 4 atau 5 tahun mendatang, menyusul stabilnya pemerintahan baru yang akan terbentuk pasca-pemilu 2009. Direktur Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit menilai, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menyerap produk-produk properti yang ada di pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesuai siklus, booming properti jatuh pada 2010-20012. Jadi belilah properti di saat soften seperti sekarang jangan saat booming,” ujarnya dalam sebuah seminar properti di Gading Serpong pertengan April lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geliat pengembang generasi baru yang memiliki inovasi bisnis lebih maju dibandingkan dengan para pendahulunya, juga akan memberikan warna baru pada industri properti nasional, dan Jakarta Barat khususnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam skala yang lebih kecil, Jakarta terus berbenah dan merias diri dengan berbagai pembangunan, termasuk pembangunan di sektor properti termasuk di komunitas ini.&lt;br /&gt;Sederet pengembang properti papan atas hadir di komunitas kita dengan menyediakan beraneka produk properti seperti rumah, ruko, atau apartemen. Para developer berlomba-lomba menghadirkan produk-produk properti pilihan untuk masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segmentasi yang terbagi-bagi, atau dengan menghadirkan beragam pilihan produk properti, masyarakat semakin memiliki kesempatan untuk mempunyai produk properti yang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan permintaan pasar, penyediaan produk properti tak lagi berkutat pada pembangunan produk hunian. Produk properti komersial seperti ruko dan pergudangan juga semakin dibutuhkan, seiring dengan makin meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan bisnis di kawasan ini. Panangian pun mengatakan, investasi produk properti yang paling tinggi untuk saat-saat ini adalah produk properti komersial dalam bentuk ruko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembang yang turut menyelam di bisnis properti pun tidak hanya pemain besar. Beberapa pengembang kecil dan menengah juga hadir meramaikan pasar properti kawasan ini. Bahkan, AdInfo juga menemukan pengembang perorangan yang ikut bersaing di bisnis properti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan memang terbuka luas di bisnis properti Jakarta Barat. Jika ada kemauan dan usaha, menjalankan bisnis properti akan menjadi suatu hal yang sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring pesatnya pembangunan properti di Jakarta Barat dan mulai padatnya para penghuni, kemacetan sepertinya telah membayangi kawasan ini. Di pagi hari atau saat jam kerja, kemacetan sering mewarnai jalan-jalan di sekitar Puri Indah, Kembangan, dan Kebon Jeruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dengan kemacetan tersebut, pembangunan properti di wilayah Jakarta Barat tetap marak dan tidak pernah sepi dari aktivitas pembangunan. Transaksi bisnis properti pun meningkat cukup signifikan, terutama karena lokasinya yang dinilai strategis yakni dekat dengan bandar udara internasional, jaringan jalan tol, pusat kegiatan bisnis, dan pusat perbelanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, buat para developer, ternyata tingkat kemacetan suatu wilayah justru menjadi pertanda baik buat bisnis properti. Artinya, kawasan tersebut bisa dibilang sudah berkembang karena sudah banyak masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di sana. Dengan begitu, harga tanah dan propertinya pun bukan tidak mungkin akan terus merangkak naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya di Kelapa Gading, dulu areal tersebut hanyalah tanah kosong yang belum digarap, tapi sekarang, di daerah tersebut tersebar berbagai produk properti seperti perumahan, ruko, apartemen, dan pusat perbelanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan kawasan Kembangan dan Kebon Jeruk, kabarnya, harga tanah di situ sudah mencapai Rp 5,5 juta per meter. Berbagai properti dari berbagai pengembang pun seperti berlomba-lomba menghias daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu mega proyek yang saat ini sedang dibangun di daerah ini adalah The St Moritz Penthouses and Residences. Proyek yang dirancang oleh DP Architects (Singapura) dan beberapa konsultan kelas internasional lainnya ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas ekslusif seluas 1 juta meter persegi (sekitar 150 kali ukuran lapangan bola). The St Moritz akan menjadi ikon baru di pusat Jakarta mencangkup pembangunan 17 gedung pencakar langit yang di antaranya adalah gedung 65 lantai yang akan menjadi gedung tertinggi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep fasilitas 11 in 1 akan dielaborasikan menjadi pembangunan shopping mall seluas 500.000 meter persegi, hotel bintang 5 dengan 500 kamar, convention centre seluas 6000 meter persegi, 1500 unit apatemen mewah, Rumah Sakit Siloam dengan akreditasi internasional JCI, sekolah swasta, kapel pernikahan, atraksi indoor Seaworld, sport country club, spa dan juga fasilitas helikopter untuk ke bandara.&lt;br /&gt;Dalam pembangunan proyek ini, turut terlibat pula arsitek taman terkenal di dunia, Bill Bensley. Di mana pada tahun 2007 lalu, Majalah TIME menempatkan Bill Bensley sebagai arsitek taman nomor satu di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulusan Harvard University ini telah merancang lebih dari 120 properti di kurang lebih 25 negara di dunia. Portofolio rancangannya antara lain, Four Seasons Hotel, Grand Hyatt, dan JW Marriott di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap pertama, proyek ini diharapkan selesai dalam waktu 3 tahun dengan target pembukaan pusat perbelanjaan pada tahun 2011. Diikuti dengan menara residensial dan fasilitas-fasilitas utamanya pada kuartal empat 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Daerah Berkembang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa sebab kenapa perkembangan properti begitu signifikan di daerah Kembangan dan Kebon Jeruk. Pertama, hal tersebut tidak terlepas dari perencanaan dan perkembangan tata kota yang berjalan lebih baik dibanding daerah lainnya di Jakarta.&lt;br /&gt;Apalagi kedua wilayah tersebut berdekatan dengan Kantor Walikota Jakarta Barat dan banyak terdapat sentra-sentra bisnis. Dengan begitu, bisa dibilang Kebon Jeruk dan Kembangan sebagai daerah yang “menjanjikan” dan merupakan “daerah baru” yan terus bertumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, terdapat ruas jalan tol yang memudahkan siapa saja yang tinggal dan beraktifitas di daerah tersebut untuk bergerak ke berbagai wilayah Jakarta. Belum lagi kedekatannya dengan Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjuk Priok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan kawasan ini dimulai sekitar tahun 1995, kala itu, Grup Ciputra mulai membangun mal dan perumahan. Master plan daerah ini pun memang disusun sebagai kawasan perumahan, bisnis, dengan segudang fasilitas sekolah, pusat perbelanjaan, kesehatan, hiburan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pun, Pemerintah DKI Jakarta lagi mengembangan Sentra Primer Kembangan seluas 120 hektar. Dimulai dengan pembangunan mega proyek The St Moritz Penthouses and Residences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat properti Panangian Simanungkalit menilai, kawasan Jakarta Barat berkembang secara fenomenal karena didukung oleh beberapa faktor. Pertama, seperti juga Kelapa Gading, kawasan Jakarta Barat banyak dihuni oleh etnis Cina yang beranggapan kawasan Jakarta Barat membawa peruntungan baik. Kedua, Jakarta Barat memiliki aksesibilitas yang bagus, infrastruktur yang lengkap serta berkembangnya perumahan-perumahan di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kelak jalan tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) jadi melalui Kebon Jeruk, maka Jakarta Barat akan semakin strategis. Ketika itulah wilayah ini akan menjadi kawasan yang paling strategis di Jakarta. Jarak tempuh ke Soekarno Hatta cukup 15 menit, ke Tanjung Priuk 30 menit dan ke kawasan Sudirman hanya 20 menit,” papar Panangian.&lt;br /&gt;Memang, PT Jasa Marga (Persero) tahun ini berencana merampungkan ruas tol Ulujami-Kebun Jeruk yang merupakan bagian dari ruas Seksi W2 Pondok Pinang-Kebon Jeruk junction sepanjang 11,17 kilometer. Yang telah selesai dibangun adalah Pondok Pinang-Veteran (2,7 km). Namun sayangnya ruas Veteran-Ulujami (1,3 km) masih tertunda pembangunannya. Jika itu beres, ruas lanjutannya yakni Ulujami-Kebun Jeruk sepanjang 7,17 kilometer akan bisa dirampungkan sesegera mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika JORR Seksi W2 tuntas, pintu keluarnya ada di Veteran, Ulujami dan Meruya, ketemu dengan ruas tol Jakarta-Tangerang. Kita sih ingin Seksi W2 selesai tahun ini,” ucap Zuhdi Saragih, Kepala Humas PT Jasa Marga (Persero).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, ke depan kawasan Jakarta Barat agaknya bakal menjadi primadona. Banyak faktor yang turut mendukung. Kawasan inipun relatif banyak yang bebas banjir. Kalaupun ada yang “menikmati” banjir di musim hujan, paling-paling di Kedoya, Taman Ratu, dan Green Garden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi secara umum wilayah Jakarta Barat tidak separah kawasan Kelapa Gading. Ditambah dengan pengembangan tata kota yang baik dan akses JORR, tak pelak Jakarta Barat akan semakin melaju pesat. Baik sebagai tempat tinggal atau investasi/bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Rusunami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semakin sempitnya wilayah dan bertambah banyaknya masyarakat yang butuh rumah tinggal, membuat pemerintah dan developer melakukan terobosan dengan membangun banyak Rusunami dan apartemen bersubsidi di wilayah Jabotabek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusunami sendiri adalah singkatan dari rumah susun sederhana milik yaitu bangunan bertingkat yang dibangun dalam satu lingkungan tempat hunian yang memiliki wc dan dapur. Baik menyatu dengan unit maupun bersifat publik dan diperoleh melalui kredit kepemilikan rumah dengan subsidi maupun tanpa subsidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta Barat sendiri terdapat beberapa rusunami yang sedang dibangun. Sebut saja seperti City Garden Cengkareng, City Park Cengkareng, Crown Eksekutif Daan Mogot, Menara Kebon Jeruk, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan proyek properti tersebut, masyarakat akan lebih mudah memiliki tempat tinggal. Harganya sendiri paling murah sekitar Rp 86 juta dan yang termahal kira-kira Rp 144 juta. Luas unit rusunami minimal 21 meter persegi dan maksimal 36 meter persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik maraknya pembangunan berbagai properti di Jakarta, khususnya Jakarta Barat, tentunya harus pula dipikirkan dampaknya. Sudah menjadi rahasia umum bila pembangunan perumahan atau produk properti sering dituding sebagai penyebab terjandinya banjir di satu wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan, developer dan masyarakat di sekitar lokasi properti yang dibangun dapat bekerja sama agar sama-sama tidak dirugikan. Karena pembangunan properti memang ditujukan untuk menjadi sarana masyarakat dan daerah dalam beraktifitas. Pun sebagai jawaban dari kebutuhan masyarakat, pelaku bisnis, dan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/9138862950487622964/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/properti-hunian-dan-bisnis-jakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/9138862950487622964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/9138862950487622964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/properti-hunian-dan-bisnis-jakarta.html' title='Properti Hunian dan Bisnis Jakarta Barat'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-4414659980454039920</id><published>2009-01-23T10:58:00.001+07:00</published><updated>2009-01-23T11:00:50.837+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Properti"/><title type='text'>Pilihan Properti Hunian Jakbar</title><content type='html'>Kebutuhan akan properti rumah tinggal masih cukup tinggi di tahun 2009 ini. Meski krisis global masih terus menggelinding, tapi beberapa developer masih terus menawarkan properti huniannya. Berikut beberapa properti hunian di wilayah Jakarta Barat yang bisa menjadi pilihan :&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Casa Jardin - The Garden Residence&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lahan seluas 38 Hektar, perumahan ini memiliki presentase pembagian area berupa bangunan 30 % dan area taman plus fasilitas umum sebesar 70 %. Dengan pembagian itu, Casa Jardin dikatakan merupakan perumahan yang mengedepankan lingkungan hijau dengan fasilitas mewah dan lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumahan yang memulai launching perdana September 2008 ini, pada waktu yang lalu sudah menjual 2 cluster perdananya, Catalya dan Evodia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cluster Catalya mempunyai luas bangunan sekitar 115-178 m² dengan luas tanah dari 90 m². Cluster ini memiliki 3 tipe rumah yang berbeda, masing-masing Pine tipe A/B, Oak tipe A/B, dan Maple tipe A/B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan cluster Evodia mempunyai luas bangunan satu rumah tinggal 290-460 m² dengan luas tanah sekitar 200 m². Berbeda dengan Catalya, Evodia didesain dengan 4 tipe rumah pilihan, Ebony A/B, Cypress A/B, Redwoods A/B, dan Magnolia A/B.&lt;br /&gt;Semua cluster memiliki spesifikasi teknis dengan memerhatikan standar rumah mewah. Mulai dari pondasi bangunan hingga ground water tank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi perumahan ini cukup strategis dengan akses jalan segala arah. Bahkan dekat dengan pusat kota dan 4 akses jalan tol menuju Bandara Soekarno - Hatta, pelabuhan merak, tol dalam kota, dan JORR (Jakarta Outer Ring Road) yang sedang dikerjakan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas yang akn disediakan antara lain, club house, swimming pool, fitness center, jogging trek, dan children playground.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu akan tersedia pula Cluster Dianella yang memiliki 3 tipe rumah, Olive ukuran luas bangunan 105 m² dengan luas tanah 144 m², Agathis luas bangunan 135 m² dengan luas tanah 162 m², dan Mahogany dengan luas bangunan 175 m² dan luas tanah 200-250 m².&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga yang ditawarkan untuk cluster Dianella dari Rp 900 juta - 1,8 Milliar (harga tersebut disesuaikan dengan pergerakan kurs rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Casa Goya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Casa Goya Residence memiliki dua cluster terbaru yang sedang dipasarkan, Cluster Utara sebanyak 40 unit dan Cluster Boulevard sebanyak 17 unit. Selain itu, Casa Goya juga memiliki dua cluster lain yaitu, Casa Valencia sekitar 22 unit (sekarang tinggal 7 unit dengan kisaran harga Rp 1,5 milyar - Rp 3 milyar) dan Cluster Casablanca sebanyak 38 unit (sisa 11 unit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Presiden Direktur PT Bangun Investa Graha yang mengembangkan Casa Goya Residence, Hj Gloria Imam Soepardi, konsep utama perumahan ini mengedepankan pentingnya kualitas lingkungan yang sesungguhnya pada perumahan di kawasan padat.&lt;br /&gt;”Perjalanan panjang merintis kesetaraan hunian dan lingkungan bukan perkara gampang. Mulai master plan hingga pelaksanaan pembangunan membutuhkan waktu dan pemikiran matang,”paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumahan ini memiliki konsep Green landscape dan Environmental Friendly berupa lanskap yang sarat dengan aneka tanaman bunga dan jenis palm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan dari tiap cluster yang disediakan serta lingkungan sekitar yang penuh dengan aktifitas kota Jakarta, sudah sepantasnya menjadi pilihan. Orang pun menyebutnya sebagai Trend Setter untuk produk rumah menengah atas di kawasan Jakarta Barat. Lokasinya hanya berjarak satu kilometer dari Jalan S. Parman, Slipi. Dengan begitu, baik dari dan ke lokasi, aksesnya mudah terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kemudahan aksesibilitas tersebut, keunggulan lain yang ditawarkan adalah konsep desain bangunannya yang Limited Edition Designs, dan Limited Quantity. Tidak seperti konsep modern minimalis yang sifatnya sementara, Casa Goya Residence dibuat dengan konsep desain modern klasik yang lebih abadi. Tapi, sentuhan arsitektur klasiknya tidak begitu kental. Penataan ruang di Casa Goya dibuat berbeda pada tiap rumahnya. Ini merupakan perwujudan dari customized design.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Apartemen Kemanggisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek Apartemen dengan konsep Mix – Use akan meramaikan dunia properti di wilayah Barat Jakarta. Berdiri di lahan seluas kurang lebih 1 hektar, Apartemen Kemanggisan dibangun dengan jumlah unit sekitar 1100 unit. Dengan lokasinya yang berada di Kemanggisan, apartemen ini dinilai memiliki letak yang cukup strategis.&lt;br /&gt;Wilayah tersebut juga merupakan daerah padat hunian dengan berbagai sarana dan prasarana umum seperti sekolah, mall, dan berbagai kegiatan bisnis. Aksesnya cukup mudah dan strategis dan tidak terlalu jauh dengan Bandara Sukarno-Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkenalkan mulai Oktober 2008 lalu, apartemen ini dibangun dengan material seperti halnya material untuk high rise building. Finishing interiornya menggunakan dinding ruang gypsum, dinding antar unit sejenis bata ringan, cat dinding, lantai unit dengan keramik, plafon exposed di cat, dan jendela luar aluminium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apartemen Kemanggisan dilengkapi dengan fasilitas umum seperti, kolam renang, sport gym, food court, ATM centre, kios-kios, dan lainnya. Dalam rangka mensukseskan program pemerintah dalam membuat ”1000 Tower”, ditargetkan bangunan ini akan selesai paling lambat November 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe unit yang ditawarkan apartemen dengan dana pembangunan sekitar 200 milyar ini antara lain, Tipe 25 dengan harga Rp 144 juta dan Type 50 seharga Rp 288 juta. Target pembelinya adalah keluarga muda dan profesional muda yang mau bertempat tinggal di tengah kota. Sehingga memudahkan mereka melakukan aktivitas kerja dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Orchard Palace Residence&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orchard Palace Residence merupakan properti Rusunami atau apartemen murah bersubsidi yang berlokasi di Jalan Raya Daan Mogot. Apatemen ini dilengkapi dengan fasilitas memadai, baik untuk berolah raga, berbelanja, maupun untuk urusan makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas lahan seluas 5 hektar, Orchard Palace Residence akan pula membangun kolam renang berukuran olympic dengan model dan desain artistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Promotion Manager Orchard Palace Residence, Erliana Novianty, Orchard Palace Residence memiliki 4 tower yakni, Suntec, Somerset, Raffles dan Woodlands. Setiap towernya terdiri dari 1000 unit dengan tipe dan luas bangunan berbeda-beda (21 m2, 26, 5 m2 dan 35 m2). Setiap towernya, dilengkapi dengan 6 lift.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain fasilitas di atas, Orchard Palace Residence juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti, pasar modern, laundry, food market, pompa bensin, shop house, fitness aerobic, volley, badminton, dan keamanan 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan itu saja, transportasi di lokasi ini juga 24 jam, dekat terminal bis, Bandara Soekarno Hatta, dan pusat perbelanjaan Carrefour serta Hypermart,” ujarnya.&lt;br /&gt;Bicara soal harga, apartemen ini memberikan harga yang relatif terjangkau. Dari Rp 88 juta - Rp 144 juta per unitnya. Dengan harga tersebut, tidak heran jika saat ini Tower Suntec sudah terjual sekitar 80-90%.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Perumahan Puri Metropolitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puri Metropolitan memiliki kriteria sebagai hunian yang sangat berkelas. Perumahan yang berlokasi di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Cipondoh Tangerang ini merupakan salah satu contoh perumahan di Jakarta yang serius melakukan program penghijauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puri Metropolitan juga melengkapi kenyamanan setiap penghuninya dalam bidang keamanan. Dengan sistem pintu satu gerbang dan petugas keamanan yang selalu berpatroli setiap saat membuat perumahan ini menjadi sangat aman dan nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumahan ini menyediakan berbagai tipe rumah, mulai dari tipe kecil hingga tipe-tipe besar dengan luas bangunan dan tanah ratusan meter. Sebut saja, tipe Nirmala dengan luas bangunan 52 dan luas tanah 108, tipe Ixora luas bangunan 45 dan luas tanah 120, tipe Mandevila luas bangunan 86 dan luas tanah 160, tipe Salvia luas bangunan 81 dan luas tanah 135, tipe Plumeria luas bangunan 135 dan luas tanah 135 serta tipe Ficus dengan luas bangunan 89 dan luas tanah 160.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puri Metropolitan telah dilengkapi beragam fasilitas seperti kompleks ruko, food court dan club house yang menyediakan lapangan tenis dan basket. Ada juga sekolah unggulan Tunas Metropolitan (TK-SD), Sekolah First Step (play group-TK), dan kolam pemancingan. Bahkan, lapangan badminton dan kolam renang berukuran semi olympic (12 x 25 m) pun tersedia di perumahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;General Manager Puri Metropolitan, Tono Supartono menuturkan, selain fasilitas-fasiltas tersebut, akses baru yang akan tembus ke Jalan Tol Jakarta-Merak pun sedang diupayakan untuk segera direalisasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Taman Semanan Indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan dunia properti saat ini menunjukkan kegairahan yang cukup menggembirakan. Terlebih di daerah-daerah yang masih kurang pembangunan seperti pertokoan dan perkantoran. Melihat hal ini, Taman Semanan Indah pun ikut meramaikan perkembangan dunia properti di wilayah Jakarta Barat. Di mana pengembang ini menawarkan beberapa produk rumah tinggal dengan desain minimalis modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa produk yang ditawarakan adalah The Verona Park, Valencia, Harmony, Le Cristal, Puri Keluarga, Permata Asri, Fedora, New Cendana, Plaza de Lumina, Gelena dan Fluorite. Keselurahan produk properti yang ditawarkan mempunyai keunggulan masing-masing. Seperti Gelena dan Fluorite yang sangat disukai oleh masyarakat, produk ini merupakan tempat tinggal dengan desain minimalis modern yang membuat penghuninya terasa nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Manager Marketing, Taman Semanan Indah, Atik Riyanto, Gelena dan Fluorite memiliki beberapa varian yang tampak elegan dan menarik. Bukan itu saja, hunian ini dirancang dengan perpaduan antara lokasi dan desain modern yang penuh estetika. Bertempat di lokasi yang strategis, hunian ini bisa pula menjadi investasi yang sangat menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelena dan Fluorite bisa dikatakan strategis karena lokasinya yang dekat dengan JORR W1 (melintasi wilayah Puri Indah hingga Cengkareng). Gelena memiliki ukuran tipe berbeda (8 X 15 dan 6 X 15). Sedangkan Fluorite berukuran 5 X 15 dan 7 X 15. Saat ini, Gelena sudah habis terjual sedangkan Fluorite masih tersisa sekitar 60 % dari 38 unit yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Semanan Indah memberikan harga yang kompetitif. Bahkan untuk memperoleh hunian di Taman Semanan Indah pihaknya memberikan berbagai kemudahan. Salah satunya, harga yang tertera masih bisa diberi potongan hingga 10%. Sedangkan untuk kepemilikan KPR, Taman Semanan Indah telah bekerja sama dengan beberapa bank dalam penyaluran kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Grand Surya Apartment&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain apartemen yang harganya premium, pemerintah memiliki terobosan baru dengan memberikan subsidi dalam pembangunan apartemen di lokasi-lokasi tertentu. Dengan begitu, harganya pun akan terjangkau masyarakat. Terutama buat mereka yang berada di strata sosial menengah dengan pendapatan maksimal 4,5 juta/bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita melihat kawasan Pegadungan, Kalideres, di situ sedang dibangun 4 tower apartemen dengan nama Grand Surya Apartment. Apartemen yang lokasinya berdekatan dengan lokasi hunian yang sudah ramai (Taman Surya 5, Permata Palem, Citra 2) ini sebenarnya sudah dibangun sejak tahun 1998. Tapi, karena krisis moneter, pembangunannya dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, apartemen yang memiliki akses langsung ke Bandara Soekarno-Hatta dan Kota serta kemudahan pembayaran DP Rp 4.8 juta selama 6 bulan dan cicilan sebesar 1 jutaan melalu KPA BTN ini, mulai diteruskan pembangunannya dan akan selesai di awal 2009 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada pertanyaan kenapa bangunan yang sudah terbengkalai selama 10 tahun tersebut diteruskan kembali pembangunannya? Apakah nantinya tidak membahayakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Vice President KSO Surya Lestari Development, Ir. R Vincensius, saat ini memang banyak masyarakat yang ingin membeli unit apartemen meragukan kekuatan konstruksinya. Perlu diketahui, sebelum kami melanjutkan proyek ini, kami sudah melakukan uji kekuatan konstruksi. Hasilnya, konstruksi dinyatakan masih bagus dan direkomendasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes kekuatan konstruksi tersebut berada di bawah pengawasan PT Sinergi Pandu Dinamika sebagai konsultannya. “Ada dua tes yang dilakukan, coring dan hammer test. Keduanya dilakukan untuk mengetes kekuatan konstruksi dengan cara mengambil contoh beton di tempat-tempat tertentu,” kata Ir. R Vincensius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurutnya, bangunan ini sebenarnya ketika dihentikan sudah selesai dalam hal konstruksi. Semua lantai sudah selesai dibangun dan besi-besi tulang sudah terbungkus beton. Jadi, tidak ada alasan untuk meragukan kekuatannya. Apalagi bangunan beton sifatnya sama dengan batu yang umurnya bisa 100 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan kekuatan pondasinya. Tidak diragukan karena merupakan pondasi tiang pancang yang ditanam sampai tanah keras. “Kami juga sudah melakukan cek settlement untuk melihat kemiringan bangunan. Hasilnya, tidak ada kemiringan di bangunan apartemen ini,” ujar Ir. R Vincensius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, dalam kondisi sekarang, secara tidak langsung masyarakat sudah bisa melihat kekuatan pondasi dan konstruksi apartemen ini. “Misalnya untuk pondasi yang kekuatannya baru bisa diketahui 2 – 3 tahun mendatang. Apartemen ini sudah 10 tahun berdiri dan ketika dicek, ternyata pondasinya masih bagus,” jelas Ir. R Vincensius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grand Surya Apartment dibangun dengan 4 tower berbeda. Tower M dan K dibangun sebanyak 8 lantai. Sedangkan Tower J dan L didirikan 12 lantai. Setiap lantainya terdapat 16 unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali lantai terbawah yang digunakan sebagai kios, alokasi semua unit tersebut diperuntukkan buat tempat tinggal. Nantinya, di tengah-tengah di antara keempat tower tersebut akan dibangun pula ruang serba guna atau aula.&lt;br /&gt;Selain taman dan tempat parkir, Grand Surya Apartment yang dilanjutkan pembangunannya di bulan Juli tahun ini, juga dilengkapi dengan fasilitas lift.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap tower nantinya akan dilengkapi 2 unit lift berkecepatan 90 meter/menit. Lift jenis ini biasa digunakan buat apartemen-apartemen mewah,” ujar Ir. R Vincensius.&lt;br /&gt;Diharapkan pemilik unit apartemen di sini adalah mereka yang bermukim di kawasan sekitar. “Karena lokasinya dekat dengan Bandara Soekarno – Hatta, pilot atau pramugari juga menjadi target market apartemen ini,” kata Marketing Manager Grand Surya Apartment, Marthen Roe Roe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dekat dengan bandara, apartemen yang sekitar 70% sudah laku terjual ini, pun dikatakan startegis karena memiliki akses keluar-masuk ke wilayah Pluit, Tangerang, Grogol, dan Bandara Soekarno – Hatta. “Apartemen ini memiliki 4 akses keluar-masuk yang memudahkan penghuninya dalam beraktifitas. Belum lagi dekat dengan Jakarta Outer Ring Road yang rencananya akan selesai 2009 nanti,” ucap Marthen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat kepemilikan Grand Surya Apartment, sama dengan syarat yang ditetapkan apartemen bersubsidi lainnya. Di antaranya, belum pernah memiliki rumah, belum pernah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan penghasilan maksimal 4,5 jt/bulan.&lt;br /&gt;Sedangkan bunga yang ditawarkan sebesar 9,5% fix selama 4 tahun. Cara pembayaran dengan memberikan down payment sebesar 20% dan sisanya dibayarkan melalui KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) BTN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga 1 unit apartemen yang dikerjakan oleh PT Catur Bangun Mandiri (CBM) ini ditetapkan sebesar Rp 144 juta. “Semakin tinggi lantainya, harga unit pun akan lebih mahal. Tambahannya paling besar sekitar 10% dari harga jual,” jelas Marthen .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran setiap unit terbilang lebih luas dibanding unit di apartemen bersubsidi lainnya di Jakarta. Luasnya sekitar 36 M2/net. “Luas itu belum termasuk selasar. Kami hanya menghitung luas ruangannya saja,” kata Marthen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merebaknya apartemen bersubsidi tidak lepas dari harganya yang terbilang murah. Sebut saja seperti harga 1 unit apartemen di Grand Surya Apartment yang hanya sekitar Rp 144 juta. Tapi, menurut Ir. R Vincensius, apartemen bersubsidi, biar murah namun tidak murahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pikir saja, mana ada yang murah untuk bangunan bertingkat. Belum lagi kualitas lift atau pemadam kebakaran yang pada dasarnya sama dengan gedung bertingkat umumnya,” jelas Ir. R Vincensius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini pun, lanjutnya, spesifikasi bangunan tidak seperti flat. Kami menggunakan full plafond gypsum dan sanitari menggunakan Toto (bukan dengan embel-embel setara). Jaringan listrik berada di bawah tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya apartemen bersubsidi seperti ini sebenarnya berefek positif buat masyarakat, terutama buat yang berpendapatan menengah. Mereka bisa memiliki tempat tinggal di Jakarta yang sudah semakin sempit lahannya. Apalagi kebanyakan apartemen dibangun di lokasi strategis berdekatan dengan pusat kota. Asal saja, tidak disalahgunakan oleh orang-orang kaya yang ikut-ikutan berebut apartemen bersubsidi ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/4414659980454039920/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/pilihan-properti-hunian-jakbar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/4414659980454039920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/4414659980454039920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/pilihan-properti-hunian-jakbar.html' title='Pilihan Properti Hunian Jakbar'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-4841207547716390065</id><published>2009-01-16T16:21:00.000+07:00</published><updated>2009-01-16T16:22:24.201+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kolom"/><title type='text'>Banjir dan Masyarakatnya</title><content type='html'>Pertengahan Januari lalu, dua RW di Penjaringan Jakarta Utara sudah mulai terendam banjir akibat hujan. Sama halnya di Rawa Buaya, Cengkareng. Luapan Kali Mookevart memaksa warga mengungsi karena rumahnya dilanda banjir setinggi 1 meter.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Mulai bulan ini sampai dengan Maret 2009, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memerkirakan intensitas curah hujan akan cukup tinggi dan bisa menyebabkan beberapa daerah di Jakarta akan tergenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Pemprov Jakarta sudah melakukan tindakan preventif seperti, pengerukan beberapa kali yang mengalami pendangkalan, pembersihan sampah di beberapa muara, menyiagakan Satkorlak (Satuan Koordinator Pelaksana) sampai tingkat kelurahan, tapi sepertinya belum ada antisipasi jitu dalam menghadapi bencana tahunan tersebut.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta Barat (Cengkareng, Kalideres, dan Kebonjeruk) dan Jakarta Utara (Koja, Kelapa Gading, Pademangan, Penjaringan, dan Tanjungpriok) merupakan daerah langganan banjir. Tiap tahun, daerah tersebut pasti tergenang banjir. Sampai-sampai, masyarakat di sana menjadi terbiasa dengan apa yang diakibatkan banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara mengenai banjir, saya teringat dengan teman yang rumahnya di Duri Kosambi, Jakarta Barat. Setiap musim penghujan, dia selalu was-was dengan banjir. Tiap kali air sudah menggenangi jalan MHT di depan rumahnya, dia langsung mengemasi perabotan rumah, barang elektronik, surat-surat berharga, dan makanan secukupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu dia pindahkan ke lantai atas rumahnya yang dibuat seadanya. Tidak permanen seperti di komplek-komplek perumahan, yang penting bisa buat tidur dan tidak terkena hujan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hujan tak kunjung henti, dia bersama istrinya pun tidak lelap tertidur. Bersiaga kalau-kalau ada banjir kiriman yang biasanya datang mendadak. Lampu minyak dan lilin tidak lupa disiapkan, itu juga buat berjaga-jaga kalau listrik padam. &lt;br /&gt;Teman saya itu, sudah mendiami daerah tersebut dari tahun 90-an. Dia dan masyarakat di sekitarnya, sudah biasa dengan banjir yang rajin datang ke wilayahnya. Meski ada sedikit rasa takut, banjir dianggapnya sebagai hal yang biasa. Sampai dia berkata,“bukan Jakarta namanya, kalau ngga ada banjir!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar perkataaan itu, saya jadi berpikir, kenapa Jakarta sangat lekat dengan banjir? Mulai kapan banjir selalu mewarnai Jakarta tiap tahunnya? Dan kenapa pemerintah provinsi tidak bisa mencegah dan mengantisipasi banjir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu adalah pertanyaan biasa. Tapi dari pertanyaan biasa itu, saya yakin, tidak satu orang pun yang bisa menjawabnya dengan solusi realistis dan konkrit. Kenapa? Karena banjir bukan lagi hanya masalah masyarakat yang buang sampah sembarangan di Kali Mookevart, tidak lagi hanya masalah developer yang membangun properti di wilayah serapan air, atau bukan hanya tidak becusnya pemerintah dalam mengatur tata kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir sudah menjadi masalah kompleks yang tidak hanya memerlukan jawaban, tapi juga komitmen yang jelas, tegas, dan berkesinambungan dari berbagai pihak. Baik dari pemerintah, masyarakat, maupun pihak swasta dan pelaku bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Reaksi Cepat Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari pada saling menyalahkan dan menuntut siapa yang paling bertanggung jawab, ada baiknya masyarakat melakukan apa yang dilakukan teman saya di atas. Bersiap menghadapi banjir untuk meminimalisir kerugian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah mengumpulkan surat-surat berharga, memikirkan akan diletakkan di mana barang-barang elektronik bila banjir datang, menyiapkan alat penerangan darurat (lilin, lampu minyak, petromaks, generator), atau memisahkan pakaian dan makanan seadanya jika banjir memaksa kita untuk mengungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian buat mereka yang wilayahnya bebas banjir, kalau boleh menyarankan, bisa mulai merencanakan pembentukan posko-posko bantuan. Posko tersebut bisa didirikan di rumah-rumah dengan memberdayakan anak-anak muda setempat. Mereka bisa mengumpulkan bantuan dari warga atau pelaku bisnis yang berlokasi di wilayah mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika banjir sudah meluas, dapur umum menjadi bantuan yang paling dibutuhkan. Karena biasanya wilayah yang terkena banjir, tidak memiliki lahan untuk mendirikan dapur umum. Masyarakat lebih membutuhkan hal yang praktis ketika banjir. Buatlah nasi bungkus dengan lauk pauk yang bisa dibagikan ke pos-pos pengungsian atau langsung ke wilayah terkena banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menghadapi bencana banjir, terutama buat yang tinggal di daerah rawan banjir, masyarakat harus pro aktif dalam mengantisipasinya. Memersiapkan segala sesuatunya bila memang terjadi banjir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan reaksi cepat dari masyarakat (yang tidak terkena banjir). Koordinasi warga setingkat RT dalam mengumpulkan bantuan tidak akan begitu sulit. Sehingga bantuan dalam berbagai bentuk bisa terkumpul dan disalurkan dengan cepat. Lain halnya dengan pemerintah yang sering telat mengucurkan bantuan. Entah karena birokrasi atau pendistribusiannya yang “macet”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/4841207547716390065/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/banjir-dan-masyarakatnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/4841207547716390065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/4841207547716390065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/banjir-dan-masyarakatnya.html' title='Banjir dan Masyarakatnya'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-3614084473759074667</id><published>2009-01-16T16:19:00.001+07:00</published><updated>2009-01-16T16:21:06.366+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kolom"/><title type='text'>Politik (Bukan) Ilmu Pasti</title><content type='html'>Tidak berapa lama lagi, Pemilu 2009 akan dimulai. Sebanyak 44 partai politik ambil bagian dalam “pesta demokrasi” kali ini. Kemudian ada sekitar 560 kursi anggota DPR yang terbagi dalam 77 daerah pemilihan akan diperebutkan calon-calon anggota legislatif.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, menghadapi perhelatan tersebut, baik partai politik (Parpol) maupun calon anggota legislatif (Caleg), keduanya “setali tiga uang” berlomba-lomba merebut hati rakyat. Kalau ada partai yang punya dana besar, mereka akan rajin mengiklankan diri di berbagai media massa. Begitu juga dengan Caleg, mereka tidak malu lagi foto-fotonya dipampang di jalan-jalan. Tujuannya adalah agar masyarakat kenal dan mau memilih mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masa kampanye, keduanya akan rajin berkunjung ke berbagai tempat, terutama di kantong-kantong suara mereka. Bukan rahasia lagi kalau dalam kunjungan tersebut, mereka pun akan menebar visi misi, sedikit memberi pesta, dan tidak lupa memberi janji-janji politis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rakyat yang berdomisili di tengah kota sampai mereka yang bermukim di ujung pulau akan mereka datangi. Mereka tidak peduli dengan kumuhnya daerah Muara Baru yang sering diterjang banjir rob, misalnya, atau panasnya sengatan matahari dan keletihan yang mereka rasakan. Mereka mengejar mesin suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bilakah Parpol mendapat suara dan Caleg tersebut terpilih, akankan mereka tetap berlomba mengunjungi masyarakat pemilihnya? Masihkan mereka rela bersimbah keringat dan datang ke lorong-lorong daerah kumuh sekedar mengucapkan terima kasih karena telah memilih mereka? Mereka hanya mengejar mesin suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa tidak ada satu pun dari masyarakat kalangan bawah yang dikunjungi anggota dewan pusat atau daerah setelah terpilih (kompas.com). Meski penelitian yang dilakukan Kalyanamitra ini dikhususkan untuk politisi perempuan, tapi sepertinya tidak jauh berbeda dengan politisi laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini sudah menjadi rahasia umum dan belum ada perbaikan dari tahun ke tahun. Jangankan mengunjungi konstituen mereka, wong pada masa sidang II pada 24 November – 19 Desember 2008 lalu saja, anggota dewan yang selalu hadir mengikuti rapat paripurna hanya 116 orang dari 550 anggota dewan (Kompas, 10/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadiri rapat paripurna yang sudah menjadi kewajibannya dan sebagai representasi dari rakyat saja, mereka sering mangkir, apalagi harus turun ke bawah. Tapi katanya, ketidakhadiran mereka justru untuk mengunjungi konstituen di daerah-daerah. Lho, bukannya kesempatan itu bisa didapat ketika masa reses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kacang dan Kulitnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita masih ingat dengan pameo “kacang lupa pada kulitnya” yang sering diartikan dengan orang yang lupa dengan orang lain yang berjasa terhadap kesuksesan dirinya. Kacang akan melupakan kulitnya setelah biji kacang dituai dan mempunyai nilai ekonomis. Kulit kacang akan dicampakkan dan dibuang begitu saja. Padahal karena kulitnya, kacang bisa tumbuh, terlindungi sinar matahari dan hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak baik adanya bila pameo tersebut terus melekat pada anggota dewan. Masyarakat yang diibaratkan dengan “kulit” sering dikecewakan oleh “kacang” yang diartikan dengan anggota dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih buruk lagi kalau ditambah dengan kiasan “ada udang di balik batu”. Seperti halnya ketika menjelang Pemilu seperti sekarang ini, banyak partai dan Caleg yang mengubar janji politis karena ada maunya. Terpilih menjadi anggota legislatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi anggota legislatif yang notabene adalah wakil rakyat, bukanlah pekerjaan mudah. Dalam kajian Islam, seorang Amirul Mukminin, Umar Ibn Abdul Aziz, malah menangis ketika menerima jabatan menjadi seorang pemimpin di tanah Arab. Dia menganggapnya sebagai ujian dan langsung teringat pada orang-orang miskin, ibu-ibu yang janda, orang yang punya anak banyak, rezekinya sedikit, dan orang-orang dalam tawanan. Umar Ibn Abdul Aziz tahu kalau kelak dia akan diminta pertanggungjawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengunjungi konstituante dengan tujuan mengetahui bagaimana kondisi dan apa saja permasalahan di masyarakat, juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab anggota legislatif kepada pemilihnya. Dengan begitu, masyarakat tidak merasa dilupakan, malah merasa mendapat media aspirasi langsung, bukan hanya melihat anggota legislatif ketika bersidang membuat peraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya bila setiap anggota legislatif, pertama, memiliki agenda tetap untuk membaur dengan masyarakat. Mengatur waktu mengunjungi masyarakat tiap kelurahan di daerah pemilihannya. Di situ, bersama dengan masyarakat, bisa memecahkan masalah yang ada dengan lebih kongkrit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dalam kunjungannya, membuat rencana-rencana yang realistis dalam pengembangan wilayah dan masyarakat. Tidak melulu berkutat pada hal-hal yang teoritis. Apalagi rencana-rencana yang nantinya bakal terbentur pada masalah birokrasi yang tidak efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, meski sudah dialokasikan, anggota legislatif mau membantu secara langsung bila di daerah pemilihannya, terjadi bencana alam, banyak masyarakat miskin, terserang wabah penyakit, banyak anak yang tidak mampu bersekolah, misalnya. Dengan begitu, anggota legislatif tidak akan dianggap melupakan konstituennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seperti yang dikatakan Otto von Bismarck (1815–1898), “Politics is not an exact science” (Politik bukanlah ilmu pasti). Artinya, apa yang terjadi sekarang, apa yang dijanjikan, apa yang direncanakan, bisa saja berubah karena politik bukanlah ilmu pasti. Berharaplah agar politisi kita akan berubah ke arah yang lebih baik, tidak melupakan masyarakatnya, tidak berkhianat dan amanah, tidak menggerogoti uang negara, dan tidak berkolusi jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/3614084473759074667/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/politik-bukan-ilmu-pasti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/3614084473759074667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/3614084473759074667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/politik-bukan-ilmu-pasti.html' title='Politik (Bukan) Ilmu Pasti'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-6538970380787248247</id><published>2009-01-16T16:16:00.001+07:00</published><updated>2009-01-16T16:18:39.944+07:00</updated><title type='text'>Cara Lain Pelajari Sejarah</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjw5CNPO9qCTIKiJUkm0LGoAHLcGsVTZjKFw9ipBTjsAWHJuqi7k9PAOL-cxHKRTyPRGJIGNQr_xtO-9FeLmcQlMZ49bCro4QazRM9QARXvwK0gxS_mZzQg51lb2OODJZKrMCj4JSY50jo/s1600-h/IMG_3001.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjw5CNPO9qCTIKiJUkm0LGoAHLcGsVTZjKFw9ipBTjsAWHJuqi7k9PAOL-cxHKRTyPRGJIGNQr_xtO-9FeLmcQlMZ49bCro4QazRM9QARXvwK0gxS_mZzQg51lb2OODJZKrMCj4JSY50jo/s200/IMG_3001.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5291818492214178962&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Bila sekolah dulu, mungkin pelajaran Sejarah sering dibilang sebagai pelajaran yang membosankan. Murid-murid lebih banyak mengantuk dari pada memerhatikan guru yang sedang menerangkan keberadaan kerajaan Sriwijaya di Indonesia, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kalau hanya dipejari di dalam kelas atau hanya membacanya di buku, sejarah memang cukup membosankan. Kita hanya bisa membayangkan, tanpa tahu bagaimana bentuk nyata dari sejarah tersebut. Lain halnya, bila kita tergabung dalam Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia atau disingkat KPSBI-HISTORIA yang memiliki konsep “rekreatif, edukatif dan menghibur” dalam mengembangkan pola pikir masyarakat terhadap sejarah dan budaya. Dengan konsep tersebut, akan tercipta suasana menyenangkan dan membekas di hati siapa saja yang mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau biasanya banyak yang membenci dan menganggap sejarah itu membosankan, garing, ngebetein, bikin ngantuk dan seribu ejekan lain, maka dengan bergabung di dalam komunitas ini, mereka akan menemukan tempat di mana mempelajari dan mencintai sejarah dan budaya itu tanpa paksaan dan apa adanya. Kondisi demikianlah yang dikenal sebagai kesadaran sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang kami lakukan adalah bagaimana membuat sejarah menjadi menarik dan menyenangkan. Sehingga pada akhirnya orang dengan mudah mendapatkan pelajaran dari pengetahuan tentang suatu peristiwa sejarah,” kata Ketua Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia (Komunitas Historia), Asep Kambali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, Komunitas Historia didirikan karena keprihatinan beberapa mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta (UNJ) –dahulu IKIP Jakarta dan mahasiswa jurusan sejarah Universitas Indonesia (UI) terhadap kondisi masyarakat yang enggan mempelajari sejarah dan budaya bangsa. Banyak di antara masyarakat yang tidak peduli dengan potensi sejarah dan budaya yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan dibentuknya Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia atau dengan Asep Kambali sebagai ketua di hasilkan pada forum rapat di UNJ Rawamangun pada 22 Maret 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Humas Historia, Bondet, hubungan baik yang dibina Komunitas Historia dengan berbagai pihak, terutama yang terkait dengan pendidikan, pariwisata, sejarah dan museum, akhirnya membawa Asep dan Komunitas Historia menjadi mitra utama berbagai pengelola bangunan tua di Jakarta, seperti Museum Sejarah Jakarta, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Kantor Pos Jakarta Taman Fatahillah, Musuem Juang 45, Café Batavia, Xpose Cafe, Cafe Galangan, Museum Bahari, Museum Kebangkitan Nasional dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Historia memiliki visi membangun kesadaran sejarah dan budaya masyarakat Indonesia yang pada akhirnya kesatuan dalam perbedaan atau Nasionalisme sebagai visi terakhir dari Komunitas Historia akan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Komunitas ini ada karena satu kegelisahan. Sejarah kok membosankan? Orang juga cenderung meninggalkan sejarah, enggan belajar dari pengalaman sejarah,” ucap Asep.&lt;br /&gt;Asep juga menambahkan bahwa Komunitas Historia mengacu pada tiga hal penting dalam misinya guna mewujudkan setiap program komunitasnya. Pertama, bahwa kegiatan Komunitas Historia itu harus bersifat rekreasi-langsung atau mengalami. Karena dengan proses mengalami sejarah akan mudah dicerna dan diingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kegiatan Komunitas Historia harus mendidik. Hal ini mengingat bahwa sejarah dan budaya tentunya banyak mengandung unsur pengetahuan dan hikmah yang harus disampaikan secara edukatif. Agar mereka mendapat kemampuan kognisi dan afeksi sehingga memunculkan jiwa yang kritis terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, unsur lain yang harus ada dalam mempelajari sejarah dan budaya yang diterapkan Komunitas Historia adalah dengan menambahkan unsur hiburan atau entertainment di dalamnya. Ini akan menambah suasana jadi menyenangkan dan menggairahkan bagi siapa saja yang terlibat dalam program Komunitas Historia. Seperti dengan heritages games dan menonton film ”tempo doeloe” di museum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Komunitas Historia&lt;br /&gt; Ada beberapa program Komunitas Historia yang bisa diikuti oleh mereka yang ingin mempelajari sejarah dengan cara menyenangkan dan sambil rekreasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;1.Jakarta Trail&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Program ini dimulai sejak awal 2005 sampai sekarang. Kegiatan JakartaTrail sebelumnya bernama Wisata Kampung Tua –Museum Sejarah Jakarta yang digelar sejak tahun 2002 – 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta Trail merupakan kegiatan jalan-jalan santai di siang atau sore hari untuk menelusuri jejak warisan sejarah dan budaya yang terdapat di Kota Tua Jakarta dan sekitarnya, atau tempat-tempat yang dinilai memiliki warisan sejarah dan budaya di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan ini terdapat banyak sekali situs bersejarah dan berbagai macam bangunan tua dari masa kolonial Belanda. Melalui kegiatan ini, diharapkan sejarah dan budaya Jakarta akan terkuak dan pesona serta potensi sejarah dan budaya sebagai aset pembelajaran dan pariwisata sejarah semakin dapat diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti sesungguhnya kegiatan ini adalah ingin memberitahukan, ”ini loh bangunan tua peninggalan masa lalu bangsa kita yang seharusnya kita jaga dan kita pelihara demi generasi mendatang”. Dengan strategi menyentuh human interest dan emotional sense peserta, kegiatan JakartaTrail ini menjadi lebih berbobot ketimbang jalan-jalan biasa. Karena sehabis mengikuti tour ini, diharapkan akan tumbuh kesadaran sejarah berupa koginsi dan afeksi terhadap bangunan-bangunan bersejarah di Kota Tua Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;2. Wisata Malam Kota Tua Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan lain yang tak kalah menarik adalah Wisata Malam Kota Tua Jakarta, yaitu sebuah upaya penelusuran bangunan cagar budaya di Kota Tua Jakarta yang dilakukan pada malam hari. Kegiatan ini pada dasarnya ingin memberikan pengalaman berbeda dari Jakarta Trail yang diselengarakan pada siang hingga sore hari. Suasana malam memang terasa berbeda ketimbang siang hari. Selain malam relatif lebih teduh, bangunan-bangunan tua peninggalan kolonial itu jika dipandang malam hari terasa lebih eksotis dan menarik bagi mereka yang hobi footograpi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisata Malam Kota Tua Jakarta tidak jauh berbeda proses pelakasnaanya. Hanya saja bedanya dilakukan pada malam hari. Tujuannya pun sama, setidaknya para peserta dan masyarakat Jakarta sadar bahwa Kota Tua Jakarta, baik di siang maupun malam hari, tetap saja menyenangkan dan bermanfaat edukasi dan rekreasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;3. Wisata Bahari: Historical Island Adventure&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wisata Bahari sebenarnya program penjelajahan laut menguak jejak Kolonial di Teluk Jakarta. Karena Teluk Jakarta adalah gerbang awal masuknya para penjelajah dunia ke Sunda Kalapa. Selain menelusuri pulau-pulau bersejarah di kawasan Kepulauan Seribu, kegatan ini diharapakan dapat mengembangkan kecintaan terhadap bahari dan situs bersejarah di Kepulauan Seribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Wisata Bahari ini diakhir dengan bakar-bakar ikan dan makan malam bersama di pinggir pantai yang ditemani hangatnya api unggun. Keesokan harinya, peserta diajak berkeliling Pulau Onrust yang dilihat semalam. Banyak peserta yang terkagum-kagum melihat berserakannya situs-situs sejarah dan arkeologi yang berantakan dan tak terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping kegiatan-kegiatan tersebut, Komunitas Historia juga memiliki kegiatan lain yang menarik. Seperti, diskusi, bedah buku, talkshow dan seminar, bakti sosial, Historia Members Gathering, dan Jaringan Komunikasi Komunitas Historia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa tahun terakhir, anggota Komunitas Historia terus bertambah. Tercatat jumlah anggota per Juni 2008 berjumlah hampir 2700-an anggota. Bertambahnya anggota di satu sisi dapat menjadi keunggulan, tapi di sisi lain dapat juga menjadi ancaman bagi Komunitas Historia itu sendiri. Anggota yang banyak dapat menjadi keunggulan jika pengelolaannya ditangani dengan baik. Begitu pula sebaliknya, jika ditangani secara tidak serius maka akan menjadi ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan sistem keanggotaan yang tidak mengikat, komunitas ini benar-benar menjadi wadah bagi pencinta sejarah dan budaya. Maka itu, anggotanya bisa datang dan pergi. Mereka yang memang cinta sejarah, akan setia dan bertahan. Kalau pun tidak terlalu cinta, bisa juga tetap bergabung, sekadar menambah teman…,” tutup Asep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/6538970380787248247/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/cara-lain-pelajari-sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/6538970380787248247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/6538970380787248247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/cara-lain-pelajari-sejarah.html' title='Cara Lain Pelajari Sejarah'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjw5CNPO9qCTIKiJUkm0LGoAHLcGsVTZjKFw9ipBTjsAWHJuqi7k9PAOL-cxHKRTyPRGJIGNQr_xtO-9FeLmcQlMZ49bCro4QazRM9QARXvwK0gxS_mZzQg51lb2OODJZKrMCj4JSY50jo/s72-c/IMG_3001.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8487207122210799725.post-2200267534214146792</id><published>2009-01-12T15:58:00.001+07:00</published><updated>2009-01-12T15:58:59.719+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Turunkan Tarif</title><content type='html'>Menyusul turunnya harga BBM, transportasi angkutan umum diharapkan juga menurunkan tarifnya. Seperti dikutip dari Kompas.com, Organisasi Pengendara Angkutan Darat (Organda) harus menurunkan tarif angkutan umum menyusul turunnya harga BBM. Hal tersebut disampaikan pengamat ekonomi Cides, Umar Djuoro, di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Jakarta, Senin (12/1).&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&quot;Organda seharusnya menyesuaikan turunkan tarif karena tidak ada hal yang mendesak lainnya,&quot; kata Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menilai, penurunan tarif angkutan umum akan memberi dampak yang luas bagi perekonomian. Dengan turunnya harga BBM, Organda tidak memiliki alasan untuk tidak menurunkan tarif angkutan. &quot;Biaya produksi kan turun. Kalau masalahnya di suku cadang kan ada insentif dari pemerintah,&quot; tutur Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bambang Soesantono mengatakan, penurunan harga BBM akan memicu turunnya tarif angkutan umum hingga 10 persen. &quot;Bisa turun lebih dari 5 persen. Mungkin bisa 10 persen,&quot; kata Bambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia memaparkan, penurunan tarif taksi akan menemui kendala di daerah. Pasalnya, untuk angkutan umum terutama darat, kewenangan antar kota antar provinsi menjadi kewenangan pusat, atau gubernur dan wali kota. &quot;Jadi di sini kita hanya bisa mengimbau untuk turunkan 10 persen, untuk di pusat sudah diumumkan, untuk yang di daerah kita minta pemda lakukan kajian,&quot; tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaartikel.blogspot.com/feeds/2200267534214146792/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/turunkan-tarif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/2200267534214146792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8487207122210799725/posts/default/2200267534214146792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaartikel.blogspot.com/2009/01/turunkan-tarif.html' title='Turunkan Tarif'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>