<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6702669797526903360</id><updated>2015-01-18T17:00:48.955-08:00</updated><category term="peri bahasa"/><title type='text'>bugis world</title><subtitle type='html'>sejarah &amp;amp; latar belakang kaum bugis,peribahasa bugis,mutiara kata.....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dangduthitz.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6702669797526903360/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dangduthitz.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>emma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09277110547185945639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ptrcJ7NSMZ8/TFgrkAvsoXI/AAAAAAAAAFo/dua7sAhPgXI/S220/aminah+cute.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6702669797526903360.post-3048334377750011700</id><published>2010-01-05T16:42:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T18:04:33.738-08:00</updated><title type='text'>Adat Dan Kebudayaan Suku Bugis</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Adat Dan Kebudayaan Suku Bugis &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku Bugis atau &lt;i&gt;&lt;strong&gt;to Ugi&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;‘ adalah salah satu suku di antara sekian banyak suku di Indonesia. Mereka bermukim di Pulau Sulawesi bagian selatan. Namun dalam perkembangannya, saat ini komunitas Bugis telah menyebar luas ke seluruh Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;!-- &lt;i&gt;&lt;b&gt;SELENGKAPNYA&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; --&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran Suku Bugis di seluruh Tanah Air disebabkan oleh mata pencaharian orang–orang bugis zaman dahulu umumnya adalah nelayan dan pedagang. Sebagian dari mereka yang lebih suka merantau(&lt;strong&gt;&lt;i&gt;sompe&lt;/i&gt;‘)&lt;/strong&gt; adalah berdagang dan berusaha di negeri orang lain. Hal lain juga disebabkan adanya faktor historis orang-orang Bugis itu sendiri di masa lalu. &lt;br /&gt;Orang Bugis zaman dulu menganggap nenek moyang mereka adalah pribumi yang telah didatangi titisan langsung dari “dunia atas” yang “turun” (&lt;i&gt;&lt;strong&gt;manurung&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;) atau dari “dunia bawah” yang “naik” (&lt;i&gt;&lt;strong&gt;tompo&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;) untuk membawa norma dan aturan sosial ke bumi (&lt;b&gt;Pelras, The Bugis, 2006&lt;/b&gt;). &lt;br /&gt;Umumnya orang-orang Bugis sangat meyakini akan hal &lt;i&gt;to manurung&lt;/i&gt;, tidak terjadi banyak perbedaan pendapat tentang sejarah ini. Sehingga setiap orang yang merupakan etnik Bugis, tentu mengetahui asal-usul keberadaan komunitasnya. Kata “Bugis” berasal dari kata &lt;i&gt;to ugi&lt;/i&gt;, yang berarti orang Bugis. &lt;br /&gt;Penamaan &quot;&lt;b&gt;ugi&lt;/b&gt;&quot; merujuk pada raja pertama kerajaan Cina (bukan negara Cina, tapi yang terdapat di jazirah Sulawesi Selatan tepatnya Kecamatan Pammana &lt;b&gt;Kabupaten Wajo &lt;/b&gt;saat ini) yaitu La Sattumpugi. Ketika rakyat La Sattumpugi menamakan dirinya, mereka merujuk pada raja mereka. Mereka menjuluki dirinya sebagai To Ugi atau orang-orang/pengikut dari La Sattumpugi. La Sattumpugi adalah ayah dari &lt;b&gt;We‘ Cudai &lt;/b&gt;dan bersaudara dengan Batara Lattu‘, ayahanda dari &lt;b&gt;Sawerigading.&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Sawerigading sendiri adalah suami dari We‘ Cudai dan melahirkan beberapa anak, termasuk &lt;b&gt;La Galigo &lt;/b&gt;yang membuat karya sastra terbesar. Sawerigading Opunna Ware‘ (Yang Dipertuan Di Ware) adalah kisah yang tertuang dalam karya sastra La Galigo dalam tradisi masyarakat Bugis. Kisah Sawerigading juga dikenal dalam tradisi masyarakat Luwuk Banggai, Kaili, Gorontalo, dan beberapa tradisi lain di Sulawesi seperti Buton Peradaban awal orang–orang Bugis banyak dipengaruhi juga oleh kehidupan tokoh-tokohnya yang hidup di masa itu, dan diceritakan dalam karya sastra terbesar di dunia yang termuat di dalam La Galigo atau sure‘ galigo dengan jumlah kurang lebih &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;9000&lt;/span&gt; halaman folio dan juga tulisan yang berkaitan dengan silsilah keluarga bangsawan, daerah kerajaan, catatan harian, dan catatan lain baik yang berhubungan adat (&lt;i&gt;ade‘) &lt;/i&gt;dan kebudayaan–kebudayaan di masa itu yang tertuang dalam Lontara‘. Tokoh–tokoh yang diceritakan dalam La Galigo, di antaranya ialah Sawerigading, We‘ Opu Sengngeng (&lt;b&gt;Ibu Sawerigading&lt;/b&gt;), We‘ Tenriabeng (&lt;b&gt;Ibu We‘ Cudai&lt;/b&gt;), We‘ Cudai (&lt;b&gt;Istri Sawerigading&lt;/b&gt;), dan La Galigo(Anak Sawerigading dan We‘ Cudai). &lt;br /&gt;Tokoh–tokoh inilah yang diceritakan dalam Sure‘ Galigo sebagai pembentukan awal peradaban Bugis pada umumnya. Sedangkan di dalam Lontara‘ itu berisi silsilah keluarga bangsawan dan keturunan–keturunannya, serta nasihat–nasihat bijak sebagai penuntun orang-orang bugis dalam mengarungi kehidupan ini. Isinya lebih cenderung pada pesan yang mengatur norma sosial, bagaimana berhubungan dengan sesama baik yang berlaku pada masyarakat setempat maupun bila orang Bugis pergi merantau di negeri orang. &lt;br /&gt;Konsep Ade‘ (&lt;i&gt;&lt;strong&gt;Adat&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;) dan Spiritualitas (&lt;i&gt;&lt;strong&gt;Agama&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;Konsep ade‘ (adat) merupakan tema sentral dalam teks–teks hukum dan sejarah orang Bugis. Namun, istilah ade‘ itu hanyalah pengganti istilah–istilah lama yang terdapat di dalam teks-teks zaman pra-Islam, kontrak-kontrak sosial, serta perjanjian yang berasal dari zaman itu. Masyarakat tradisional Bugis mengacu kepada konsep pang‘ade‘reng atau “adat istiadat”, berupa serangkaian norma yang terkait antara satu sama lain. &lt;br /&gt;Selain konsep ade‘ secara umum yang terdapat di dalam konsep pang‘ade‘reng, terdapat pula bicara (&lt;b&gt;norma hukum&lt;/b&gt;), rapang (&lt;i&gt;norma keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat&lt;/i&gt;), wari‘ (norma yang mengatur stratifikasi masyarakat), dan sara‘ (syariat Islam) (&lt;b&gt;Mattulada&lt;/b&gt;, &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Kebudayaan Bugis Makassar : 275-7; La Toa)&lt;/span&gt;. Tokoh-tokoh yang dikenal oleh masyarakat Bugis seperti Sawerigading, We‘ Cudai, La Galigo, We‘ Tenriabeng, We‘ Opu Sengngeng, dan lain-lain merupakan tokoh–tokoh yang hidup di zaman pra-Islam. &lt;br /&gt;Tokoh–tokoh tersebut diyakini memiliki hubungan yang sangat erat dengan dewa–dewa di kayangan. Bahkan diceritakan dalam La Galigo bahwa saudara kembar dari Sawerigading yaitu We‘ Tenriabeng menjadi penguasa di kayangan. Sehingga konsep ade‘ (adat) serta kontrak-kontrak sosial, serta spiritualitas yang terjadi di kala itu mengacu kepada kehidupan dewa-dewa yang diyakini. Adanya upacara-upacara penyajian kepada leluhur, sesaji pada penguasa laut, sesaji pada pohon yang dianggap keramat, dan kepada roh-roh setempat menunjukkan bahwa apa yang diyakini oleh masyarakat tradisional Bugis di masa itu memang masih menganut kepercayaan pendahulu-pendahulu mereka. &lt;br /&gt;Namun, setelah diterimanya Islam dalam masyarakat Bugis, banyak terjadi perubahan–perubahan terutama pada tingkat ade‘ (adat) dan spiritualitas. Upacara–upacara penyajian, kepercayaan akan roh-roh, pohon yang dikeramatkan hampir sebagian besar tidak lagi melaksanakannya karena bertentangan dengan pengamalan hukum Islam. Pengaruh Islam ini sangat kuat dalam budaya masyarakat bugis, bahkan turun-temurun orang–orang bugis hingga saat ini semua menganut agama Islam. &lt;br /&gt;Pengamalan ajaran Islam oleh mayoritas masyarakat Bugis menganut pada paham mazhab Syafi‘i, serta adat istiadat yang berlaku dan tidak bertentangan dengan syariat Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;(Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Suku_Bugis).</content><link rel="related" href="http://www.dangduthitz.blogspot.com" title="Adat Dan Kebudayaan Suku Bugis"/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dangduthitz.blogspot.com/feeds/3048334377750011700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dangduthitz.blogspot.com/2010/01/adat-dan-kebudayaan-suku-bugis-suku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6702669797526903360/posts/default/3048334377750011700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6702669797526903360/posts/default/3048334377750011700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dangduthitz.blogspot.com/2010/01/adat-dan-kebudayaan-suku-bugis-suku.html' title='Adat Dan Kebudayaan Suku Bugis'/><author><name>emma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09277110547185945639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ptrcJ7NSMZ8/TFgrkAvsoXI/AAAAAAAAAFo/dua7sAhPgXI/S220/aminah+cute.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6702669797526903360.post-6742504759111634560</id><published>2010-01-01T00:44:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T18:02:59.768-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="peri bahasa"/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Peri Bahasa Bugis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;1. &lt;strong&gt;Pura babbara&#39; sompekku, pura tangkisi&#39; golikku, ulebbirenni tellenngé Nato&#39;walié.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;(&lt;i&gt;Layarku sudah terkembang, kemudiku sudah terpasang, lebih baik tenggelam daripada kembali).&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- selengkapnya--&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;2. Le&#39;ba kusoronna biseangku, kucampa&#39;na sombalakku, tamassaile punna teai labuang &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Bila perahu telah kudorong,layar telah terkembang, takkan ku berpaling kalau bukan labuhan yang kutuju.)&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;3. &lt;b&gt;Ku alleangi tallanga na toalia (&lt;i&gt;Makassar&lt;/i&gt;) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Lebih baik tenggelam dari pada kembali)&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;background-color: cyan;&quot;&gt;Makna: Ketetapan hati kepada sebuah tujuan yang mulia dengan taruhan nyawa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;b&gt;Eja pi nikana doang (&lt;i&gt;Makassar&lt;/i&gt;) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Seseorang boleh dikenali berdasarkan kebolehannya atau perbuatannya)&lt;br /&gt;5. &lt;b&gt;Teai mangkasara&#39; punna bokona loko&#39; (&lt;i&gt;Makassar&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;) &lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Bukanlah orang Makassar kalau yang luka di belakang.)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kata2 semangat simbol keberanian agar tidak lari dari masalah apapun yang dihadapi. &lt;br /&gt;6. &lt;b&gt;Taro ada taro gau (&lt;i&gt;Bugis&lt;/i&gt;) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;( &lt;i&gt;Konsistensi perbuatan dengan apa yang telah dikatakan. )&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;b&gt;Ininnawa mitu denre sisappa, sipudoko, sirampe teppaja&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;(&lt;i&gt;Hanya budi baik yang akan saling mencari, saling menjaga, dalam kenangan tanpa akhirmya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dangduthitz.blogspot.com/feeds/6742504759111634560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dangduthitz.blogspot.com/2010/01/peri-bahasa-bugis-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6702669797526903360/posts/default/6742504759111634560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6702669797526903360/posts/default/6742504759111634560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dangduthitz.blogspot.com/2010/01/peri-bahasa-bugis-1.html' title=''/><author><name>emma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09277110547185945639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ptrcJ7NSMZ8/TFgrkAvsoXI/AAAAAAAAAFo/dua7sAhPgXI/S220/aminah+cute.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6702669797526903360.post-3960591038794449137</id><published>2009-11-28T07:34:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T00:25:30.717-08:00</updated><title type='text'>ADA-ADA PAPASENG (KATA2 NASIHAT)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;ADA ADA FAPPASENG&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Dua kuala sappo, unganna panasae,Sibawa belona kanukue&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Dua kujadikan pagar, bunga nangka, hiasan kuku.) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- selengkapnya --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Atutuiwi anngolona atimmu; aja&#39; muamminasaiyangngi ri ja&#39;e padammu rupa tau, nasaba&#39; mattentui iko matti&#39; nareweki ja&#39;na apa&#39; riturungenngi ritu gau&#39; madecennge riati maja&#39;e nade&#39;sa nariturungeng ati madecennge ri gau&#39; maja&#39;e. Naiya tau maja&#39; kaleng atie lettu&#39; rimonri ja&#39;na.&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Jagalah arah hatimu; jangan menghajatkan yang buruk kepada sesamamu manusia, sebab pasti engkau kelak akan menerima akibatnya, karena perbuatan baik terpengaruh oleh perbuatan buruk. Orang yang beritikad buruk akibatnya akan sampai pada keturunannya keburukan itu.) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;Makkedatopi Arung Bila, eppa tanrana tomadeceng kalawing ati, seuani, passu&#39;i ada napatuju, maduanna, matuoi ada nasitinaja, matellunna duppai ada napasau, maeppa&#39;na, moloi ada napadapi.&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Berkata pula &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Arung&lt;/span&gt;(bangsawan)Bila, ada empat tanda orang baik bawaan hatinya. Pertama,mengucapkan kata yang benar. Kedua, menyebutkan kata yang sewajarnya. Ketiga, menjawab dengan kata yang berwibawa. Keempat, melaksanakan kata dan mencapai sasarannya.) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Naiyya riasenge Funggawa,Maccai Na Malempu, Waraniwi Na Magetteng&lt;em&gt;( yang dikatakanemimpin adalah; orang yang Jujur,Berani dan Teguh dalam Pendirian&lt;/em&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Naiyya riasennge maradeka, tellumi pannessai: &lt;br /&gt;Seuani, tenrilawai ri olona. &lt;br /&gt;Maduanna, tenriangkai&#39; riada-adanna. &lt;br /&gt;Matellunna, tenri yatteanngi lao ma-niang, lao manorang, lao orai, lao alau,lao ri ase, lao ri awa.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Yang disebut merdeka (bebas) hanya tiga hal yang menentukannya: pertama, tidak dihalangi kehendaknya; kedua, tidak dilarang mengeluarkan pendapat;ketiga, Tidak dilarang ke Selatan, ke Utara, Ke Barat, ke Timur, ke atas dan ke bawah. Itulah hak-hak kebebasan. )&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Rusa taro arung, tenrusa taro ade,&lt;br /&gt;Rusa taro ade, tenrusa taro anang,&lt;br /&gt;Rusa taro anang, tenrusa taro tomaega.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Batal ketetapan raja, tidak batal ketetapan adat, Batal ketetapan adat, tidak batal ketetapan kaum, Batal ketetapan kaum, tidak batal ketetapan orang banyak)&lt;/em&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dangduthitz.blogspot.com/feeds/3960591038794449137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dangduthitz.blogspot.com/2009/11/ada-ada-papaseng-kata2-nasihat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6702669797526903360/posts/default/3960591038794449137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6702669797526903360/posts/default/3960591038794449137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dangduthitz.blogspot.com/2009/11/ada-ada-papaseng-kata2-nasihat.html' title='ADA-ADA PAPASENG (KATA2 NASIHAT)'/><author><name>emma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09277110547185945639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ptrcJ7NSMZ8/TFgrkAvsoXI/AAAAAAAAAFo/dua7sAhPgXI/S220/aminah+cute.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6702669797526903360.post-7650174552478213230</id><published>2009-11-12T18:08:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T18:10:43.905-08:00</updated><title type='text'>MUTIARA KATA BUGIS</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;MUTIARA KATA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sadda, mappabati Ada,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ada mappabati Gau, Gau mappabati Tau, Tau sipakatau&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mappaddupa Nasaba Engkai Siri’ta nennia Pessee ta, Nassibawai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wawang ati mapaccing, lempu, getteng, warani, reso, amaccangeng,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tenricau, maradeka nennia assimellereng&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Makkatenni Masse ri Panngaderengn na Mappasanre ri elo ullena&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alla Taala.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Maksudnya :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bunyi mewujudkan kata,Kata mewujudkan Perbuatan,Perbuatan Mewujudkan Manusia,Manusia Memanusiakan Manusia, Membuktikan di Dunia Realiti kerana&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kita Memiliki perasaan malu dan teladan ( pengaruh) disertai dengan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kesucian hati, kejujuran, keteguhan, keberanian, kegigihan dan ketekunan, kecerdasan minda,daya saing yang tinggi, kemerdekaan, Berpegang teguh pada adat dan tradisi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;serta bertawakal kepada Kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Toddo Puli Temmalara ri Wawang,Ati Mapaccinnge Nassibawai Alempureng. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Teguh tak Tergoyahkan pada Hati yang Suci-bersih disertai dengan Kejujuran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sirebba tannga tessirebba pasorong, Padaidi pada elo, sipatuo sipatakkong&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siwata menre, tessirui nonno.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kita saling mengulurkan tangan ketika hanyut,Kita saling menghidupkan karena kita seia sekata,Saling mengangkat dantak saling menjatuhkan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Berbeda pendapat,tetapi tidak menyebabkan persengketaan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Resopa natinulu kuae topa temmanginngi malomo naletei pammase Dewata&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;usaha yang gigih dan kerja keras disertai dengan ketekunan sering menjadi &lt;/em&gt;&lt;em&gt;titian rahmat Ilahi.&lt;/em&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dangduthitz.blogspot.com/feeds/7650174552478213230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dangduthitz.blogspot.com/2009/11/mutiara-kata-bugis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6702669797526903360/posts/default/7650174552478213230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6702669797526903360/posts/default/7650174552478213230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dangduthitz.blogspot.com/2009/11/mutiara-kata-bugis.html' title='MUTIARA KATA BUGIS'/><author><name>emma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09277110547185945639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ptrcJ7NSMZ8/TFgrkAvsoXI/AAAAAAAAAFo/dua7sAhPgXI/S220/aminah+cute.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6702669797526903360.post-6708173158171881313</id><published>2009-11-05T07:49:00.000-08:00</published><updated>2009-11-05T07:57:02.943-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Lontara&amp;nbsp;Bugis-Makassar&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class=&quot;entrytext&quot;&gt;&lt;div class=&quot;snap_preview&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Lontara Bugis-Makassar&lt;/strong&gt; merupakan sebuah huruf yang sakral bagi masyarakat bugis klasik. Itu dikarenakan epos la galigo di tulis menggunakan&lt;strong&gt; huruf lontara&lt;/strong&gt;. Huruf lontara tidak hanya digunakan oleh masyarakat bugis tetapi huruf lontara juga digunakan oleh masyarakat makassar dan masyarakat luwu. Yah dahulu kala para penyair-penyair bugis menuangkan fikiran dan hatinya di atas daun lontara dan dihiasi dengan huruf-huruf yang begitu cantik sehingga tersusun kata yang apik diatas daun lontara dan karya-karya itu bernama&lt;strong&gt; I La Galigo&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jujur sampai dengan sekarang masyarakat bugis – makassar sendiri banyak yang tidak memahami lontara. Mungkin ini salah salah satu ciri bahwa kebudayaan Bugis-Makassar sudah mulai di kikis oleh kebudayaan-kebudayaan barat yang bagaikan virus ganas menyebar di negara kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dangduthitz.blogspot.com/feeds/6708173158171881313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dangduthitz.blogspot.com/2009/10/lontara-lontara-bugis-makassar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6702669797526903360/posts/default/6708173158171881313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6702669797526903360/posts/default/6708173158171881313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dangduthitz.blogspot.com/2009/10/lontara-lontara-bugis-makassar.html' title=''/><author><name>emma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09277110547185945639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ptrcJ7NSMZ8/TFgrkAvsoXI/AAAAAAAAAFo/dua7sAhPgXI/S220/aminah+cute.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6702669797526903360.post-850442349959264994</id><published>2009-10-28T23:56:00.000-07:00</published><updated>2009-11-05T07:57:02.943-08:00</updated><title type='text'>penempatan awal suku bugis di Sabah</title><content type='html'>Suku Kaum Bugis &lt;br /&gt;Suku kaum Bugis merupakan salah satu etnik yang terdapat di dalam kelompok ras berbilang bangsa di negeri Sabah. Kebanyakan suku kaum ini telah menetap di pantai Timur Sabah iaitu di daerah Tawau, Semporna, Kunak dan Lahad Datu,termasuk W.P.Labuan (Pulau Labuan )Dari aspek sosial, suku kaum ini lebih terkenal dengan kerabat pangkat diraja (keturunan bangsawan), mementingkan soal status individu dan persaudaraan sesama keluarga. Dari segi perkahwinan,suku kaum ini lebih suka menjalinkan perkahwinan dengan keluarga terdekat dan perceraian pula merupakan hubungan sosial yang amat tidak disukai oleh suku kaum ini kerana ia meruntuhkan hubungan kekeluargaan dan bertentangan dengan nilai-nilai agama.Pada dasarnya, suku kaum ini kebanyakannya beragama Islam Dari segi aspek budaya, suku kaum Bugis menggunakan dialek sendiri dikenali sebagai &#39;Bahasa Ugi&#39; dan mempunyai tulisan huruf Bugis yang dipanggil ‘aksara’ Bugis &lt;em&gt;(LONTARA).&lt;/em&gt; Aksara ini telah wujud sejak abad ke-12 lagi sewaktu melebarnya pengaruh Hindu di Kepulauan Indonesia.&lt;br /&gt;Sejarah kedatangan suku kaum Bugis di Sabah (Tawau khususnya) berkaitan dengan sejarah penerokaan Tawau. Adalah dipercayai suku kaum ini telah meninggalkan Kepulauan Sulawesi menuju ke Pulau Jawa, Sumatera, Semenanjung Malaysia, Kalimantan dan Borneo sejak abad ke-16 lagi. Tahun 1840 dijadikan sebagai fakta kukuh untuk menyatakan tempat permulaan penerokaan Tawau oleh suku kaum Bugis. Penempatan awal oleh suku kaum Bugis ini bermula di kawasan yang dikenali sebagai Ranggu. Ini bermakna suku kaum Bugis sudah pun menerokai kawasan Tawau dan menjadikan Ranggu sebagai salah satu destinasi untuk berulang-alik ke Indonesia menjadi pedagang dan membawa masuk pekerja buruh ke ladang-ladang milik kerajaan British ketika itu. Apapun, Ranggu diasaskan oleh nenek Penghulu K.K. Salim di Kampung Sungai Imam, Bombalai. Kemudian seorang lagi bangsa Bugis dari kerabat diraja Bone bernama&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;background-color: #eeeeee; color: #999999;&quot;&gt;PETA SENON&lt;/span&gt;&amp;nbsp;menetap di Sungai Imam, Bombalai. Usaha mereka ketika itu adalah sebagai &lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;upahan kepada Kerajaan Sulu untuk menghapuskan sebanyak mungkin lanun-lanun yang bergerak di perairan Laut Sulu, Borneo. Kemudian,beberapa kawasan baru terus diterokai oleh suku kaum Bugis dan kawasan yang termasuk dalam tapak pembangunan Bandar Tawau. &lt;br /&gt;Antara suku kaum Bugis yang terlibat dalam penerokaan bandar Tawau ialah &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Puang Ado, Daeng Mappata, Wak Neke, Wak Gempe dan Haji Osman. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &#39;Times New Roman&#39;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;shapetype coordsize=&quot;21600,21600&quot; filled=&quot;f&quot; id=&quot;_x0000_t75&quot; o:preferrelative=&quot;t&quot; o:spt=&quot;75&quot; path=&quot;m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe&quot; stroked=&quot;f&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;stroke joinstyle=&quot;miter&quot;&gt;&lt;/stroke&gt;&lt;formulas&gt;&lt;f eqn=&quot;if lineDrawn pixelLineWidth 0&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;sum @0 1 0&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;sum 0 0 @1&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @2 1 2&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelWidth&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelHeight&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;sum @0 0 1&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @6 1 2&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelWidth&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;sum @8 21600 0&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelHeight&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;sum @10 21600 0&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;/formulas&gt;&lt;path gradientshapeok=&quot;t&quot; o:connecttype=&quot;rect&quot; o:extrusionok=&quot;f&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;lock aspectratio=&quot;t&quot; v:ext=&quot;edit&quot;&gt;&lt;/lock&gt;&lt;/shapetype&gt;&lt;shape alt=&quot;&quot; id=&quot;_x0000_i1025&quot; style=&quot;height: 137.25pt; width: 323.25pt;&quot; type=&quot;#_x0000_t75&quot;&gt;&lt;imagedata src=&quot;file:///C:\DOCUME~1\user\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg&quot; u1:href=&quot;http://www.sabah.org.my/bm/daerah/daerah/twu/tawau/images/aksara.jpg&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &#39;Times New Roman&#39;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;shapetype coordsize=&quot;21600,21600&quot; filled=&quot;f&quot; id=&quot;_x0000_t75&quot; o:preferrelative=&quot;t&quot; o:spt=&quot;75&quot; path=&quot;m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe&quot; stroked=&quot;f&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;stroke joinstyle=&quot;miter&quot;&gt;&lt;/stroke&gt;&lt;formulas&gt;&lt;f eqn=&quot;if lineDrawn pixelLineWidth 0&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;sum @0 1 0&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;sum 0 0 @1&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @2 1 2&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelWidth&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelHeight&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;sum @0 0 1&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @6 1 2&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelWidth&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;sum @8 21600 0&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelHeight&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;sum @10 21600 0&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;/formulas&gt;&lt;path gradientshapeok=&quot;t&quot; o:connecttype=&quot;rect&quot; o:extrusionok=&quot;f&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;lock aspectratio=&quot;t&quot; v:ext=&quot;edit&quot;&gt;&lt;/lock&gt;&lt;/shapetype&gt;&lt;shape alt=&quot;&quot; id=&quot;_x0000_i1025&quot; style=&quot;height: 137.25pt; width: 323.25pt;&quot; type=&quot;#_x0000_t75&quot;&gt;&lt;imagedata src=&quot;file:///C:\DOCUME~1\user\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg&quot; u1:href=&quot;http://www.sabah.org.my/bm/daerah/daerah/twu/tawau/images/aksara.jpg&quot;&gt;&lt;/imagedata&gt;&lt;/shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/imagedata&gt;&lt;/shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &#39;Times New Roman&#39;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;shapetype coordsize=&quot;21600,21600&quot; filled=&quot;f&quot; id=&quot;_x0000_t75&quot; o:preferrelative=&quot;t&quot; o:spt=&quot;75&quot; path=&quot;m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe&quot; stroked=&quot;f&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;stroke joinstyle=&quot;miter&quot;&gt;&lt;/stroke&gt;&lt;formulas&gt;&lt;f eqn=&quot;if lineDrawn pixelLineWidth 0&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;sum @0 1 0&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;sum 0 0 @1&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @2 1 2&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelWidth&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelHeight&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;sum @0 0 1&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @6 1 2&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelWidth&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;sum @8 21600 0&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelHeight&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;f eqn=&quot;sum @10 21600 0&quot;&gt;&lt;/f&gt;&lt;/formulas&gt;&lt;path gradientshapeok=&quot;t&quot; o:connecttype=&quot;rect&quot; o:extrusionok=&quot;f&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;lock aspectratio=&quot;t&quot; v:ext=&quot;edit&quot;&gt;&lt;/lock&gt;&lt;/shapetype&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dangduthitz.blogspot.com/feeds/850442349959264994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dangduthitz.blogspot.com/2009/10/penempatan-awal-suku-bugis-di-sabah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6702669797526903360/posts/default/850442349959264994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6702669797526903360/posts/default/850442349959264994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dangduthitz.blogspot.com/2009/10/penempatan-awal-suku-bugis-di-sabah.html' title='penempatan awal suku bugis di Sabah'/><author><name>emma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09277110547185945639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ptrcJ7NSMZ8/TFgrkAvsoXI/AAAAAAAAAFo/dua7sAhPgXI/S220/aminah+cute.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>