<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450</atom:id><lastBuildDate>Thu, 19 Dec 2024 03:25:05 +0000</lastBuildDate><category>Family</category><category>Resensi</category><category>Sudut Pandang</category><category>Memori</category><category>Renungan</category><category>Seputar Blog</category><category>Sport</category><category>Liburan</category><category>Sains Populer</category><category>Travel</category><title>:: Dunia Kubus Kecilku ::</title><description>tempat rehat aku yang lain ...</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-740371949853385055</guid><pubDate>Mon, 24 Sep 2012 01:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-26T20:18:37.714+08:00</atom:updated><title>Micro, Novel Crichton Yang Belum Selesai</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVQ1R3LctBILYW8N71Oc2d279XLpeLL6jjPkKB5-PgHNh_ATPges65oZgXMRUYVgXkUZmoimE3_JjiAnYjSaOVsYAhJNS5AuVfUTxl9bp8rchjD39VI4BB_wtfD85xmt4MMTh1vsngWsY/s1600/cover.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVQ1R3LctBILYW8N71Oc2d279XLpeLL6jjPkKB5-PgHNh_ATPges65oZgXMRUYVgXkUZmoimE3_JjiAnYjSaOVsYAhJNS5AuVfUTxl9bp8rchjD39VI4BB_wtfD85xmt4MMTh1vsngWsY/s320/cover.jpg&quot; width=&quot;252&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Selesai baca &quot;Micro&quot; karya Alm. Michael Crichton dan Richart Preston. Belum ada edisi Indo-nya. Ini karya belum selesai Michael Crichton yg ditemukan penerbit setelah beliau wafat thn 2008, lalu meminta Preston - penulis Ebola yg terkenal itu- utk merampungkannya.

&lt;br /&gt;
Bercerita ttg sekelompok ilmuan muda yg tepaksa mengalami translasi shg berukuran 12 milimtr karena disinari gelombang eletromagnetik berkekuatan 60 tesla!! dan harus berjuang mati2-an ditengah2 buasnya hutan-hujan di kepulauan Hawaii.

Sanggat menarik mengetahui bahwa dgn ukuran segitu ternyata gaya gesek udara menjadi dominan dan gravitasi bukanlah masalah bagi tubuh2 mungil itu . Sementara hewan2 kecil yg kita lihat lucu dan indah dalam dunia kita ini, berubah menjadi menakutkan dan mengerikan bagi mereka........</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2012/09/selesai-baca-micro-karya-alm.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVQ1R3LctBILYW8N71Oc2d279XLpeLL6jjPkKB5-PgHNh_ATPges65oZgXMRUYVgXkUZmoimE3_JjiAnYjSaOVsYAhJNS5AuVfUTxl9bp8rchjD39VI4BB_wtfD85xmt4MMTh1vsngWsY/s72-c/cover.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-80164323183709020</guid><pubDate>Fri, 01 May 2009 17:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-02T09:12:15.287+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sudut Pandang</category><title>Gaya Bahasa Politik yang Berkonotasi Perilaku Menyimpang</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfj1fqalwzaJCjDcmEX7tujfF4mWeB7FzjjRaYNYzthSFU55ZRHiNIqkBb79arnLVXsTL2DIirEJaqSNagelPpdzSQhbTgTiFoVZwTIe40TUrRj6uicYR5-MdMlQftyOJnc8EBMGnHDTs/s1600-h/pair240.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 263px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfj1fqalwzaJCjDcmEX7tujfF4mWeB7FzjjRaYNYzthSFU55ZRHiNIqkBb79arnLVXsTL2DIirEJaqSNagelPpdzSQhbTgTiFoVZwTIe40TUrRj6uicYR5-MdMlQftyOJnc8EBMGnHDTs/s320/pair240.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5330915729969866066&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kalau Ulil Abshar Abdalla dalam kolom bahasa merasa terganggu oleh istilah asing dalam musim pemilu ini (Kompas 1 Mei 2009), saya justru merasa risih mendengar dan membaca istilah yang digunakan oleh para politisi, pengamat politik, ataupun judul berita beserta isinya ketika menggambarkan dinamika hubungan antar parpol dalam menjalin koalisi di pemerintahan maupun di parlemen. Gaya bahasa yang dipakai bertabur dengan metafora yang sekilas berasosiasi dengan orientasi seksual suka sama lawan sejenis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak  judul berita sebuah portal online, “&lt;a href=&quot;http://indie.inilah.com/berita/politik/2009/04/22/100900/pd-jangan-urusi-sby-jk-kawin/&quot;&gt;PD Jangan Urusi SBY-JK Kawin!&lt;/a&gt;”(inilah.com 22/04/2009). Dan baru baru ini portal yang sama menulis judul yang cukup nakal sekaligus mengganggu: “&lt;a href=&quot;http://www.inilah.com/berita/politik/2009/05/01/103563/wiranto-jelaskan-alasan-nikahi-jk/&quot;&gt;Wiranto Jelaskan Alasan Nikahi JK&lt;/a&gt;”. Seakan tak mau ketinggalan, Detik sebagai portal terkemuka,  juga menggunakan kosa kata yang hampir sama, bahkan dengan ilustrasi gambar Sby dan JK dengan muka keduanya hampir bertemu. Bagaimana dengan para pelakunya sendiri? Ternyata setali tiga uang. Dalam acara talk show, baik itu politisi, pengamat, maupun pembawa acara tak luput menggunakan kosa kata sejenis seperti: &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;siap dipinang, kawin, sudah talak tiga, sudah pisah ranjang, seperti orang berpacaran, menjomblo, dll&lt;/span&gt;. Yang cukup menarik adalah statemen dari  Ganjar Pranowo kader PDIP dalam dialog di stasiun TV One, ketika menjelaskan progres koalisi enam partai dengan “..... semuanya sudah sepakat dengan komitmen yang disusun, tinggal menunggu ungkapan “&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;I love you saja&lt;/span&gt;”....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan koran yang cukup selektif dalam pemilihan kata seperti Kompas? Ternyata koran ini tak luput juga dari ‘kebiasaan” tersebut walaupun penggunaan kata-katanya  memakai tanda petik. Terbukti dalam beberapa judul beritanya menggunakan kata kata ‘&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;cerai&lt;/span&gt;’.‘&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;pisah ranjang&lt;/span&gt;’, dan ‘&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;gadis yang siap dilamar&lt;/span&gt;’. Tempo Interaktif yang saya anggap mewakili portal yang cukup ’intelek’ ternyata jauh sebelumnya saat pilpres 2004, telah menggunakan kosa kata sejenis dengan judul berita ”&lt;a href=&quot;http://www.tempointeraktif.com/share/?act=TmV3cw==&amp;type=UHJpbnQ=&amp;media=bmV3cw==&amp;y=JEdMT0JBTFNbeV0=&amp;m=JEdMT0JBTFNbbV0=&amp;d=JEdMT0JBTFNbZF0=&amp;id=NzIxNg==  &quot;&gt;Pengurus Golkar Meminang Hasyim Muzadi Sebagai Calon Presiden&lt;/a&gt;”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah kerisihan terhadap realitas di atas, saya teringat pemilihan kata ”peluru perak” yang dipilih Condoleezza Rice ketika menjelaskan situasi betapa mustahilnya mencegah serangan 11 September  2001. ”&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;There was no silver bullet that could have prevented the 11 September attacks&lt;/span&gt;.” Sungguh pilihan kata yang smart dan sekaligus menjadi rujukan yang pantas untuk bahan kutipan berita. Dengan sedikit pikiran nakal saya berandai-andai gaya bahasa yang dipakai oleh politisi kita  untuk mengekspresikan situasi di atas dengan konteks kekinian di Indonesia. ”Tak ada obat kuat mujarab yang dapat mencegah perceraian antara PD dan Golkar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai warga yang rindu akan atmosfir jauh dari suasana ”hanya kawin saja yang dipikirkan” saya menantikan lontaran-lontaran analogi atau ungkapan cerdas dari pelaku politik di Indonesia, sehingga gaungnya bisa teredengar beberapa tahun kedepan. Ataupun kalau tidak mampu, saya lebih sreg dengan istilah ”pecah kongsi” dari pada kata ”cerai’ atau ”pisah ranjang”. Dan di luar konteks ini, paling tidak sudah ada yang memulainya. Misalnya istilah ’tebar pesona’. Hanya tinggal meng-upgrade sedikit-sedikit biar kelihatan berbobot dan cerdas.</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2009/05/gaya-bahasa-politik-yang-ke-homo-homo.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfj1fqalwzaJCjDcmEX7tujfF4mWeB7FzjjRaYNYzthSFU55ZRHiNIqkBb79arnLVXsTL2DIirEJaqSNagelPpdzSQhbTgTiFoVZwTIe40TUrRj6uicYR5-MdMlQftyOJnc8EBMGnHDTs/s72-c/pair240.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-3643274342670692274</guid><pubDate>Tue, 02 Dec 2008 09:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-02T22:07:06.307+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sudut Pandang</category><title>Bukan Empat Mata Yang Empat Mata Banget</title><description>Apa yang saya ungkap pada &lt;a href=&#39;http://ilyasmak.blogspot.com/2008/11/tayangan-tv-stop-komplain-lakukan.html&#39;&gt;posting saya sebelumnya&lt;/a&gt; terbukti. Operator TV Tran7 bermain dengan menggunakan celah/kelemahan yang terdapat pada aturan main yang berlaku (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, disingkat P3 dan SPS), untuk menayangkan kembali sebuah program acara yang sebenarnya sudah dibekukan. Reinkarnasi program talk show “Empat Mata” yang dibekukan oleh KPI (Komisi Penyiran Indonesia), bangkit lagi dengan nama “Bukan Empat Mata”. Tak tanggung-tanggung, dekorasi panggung, format acara, host sampai dengan jam tayang  acara tersebut sama seperti pendahulunya yang sudah almarhum satu bulan yang lalu. Saya bertanya-tanya. Yang bukan Empat Mata, yang mana ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSViKHoM48m0EfQClvvZNW-Gu1ybFqLKP0LcDLFWZG8jkx-636CpP0-c9eO4E4H_A_4KdazegGQZYKJfaSf_Y4L9LxrK6GNOcMAtDG9lmy1idnI7MjHc_jYX2xCQdXm36u6syI9wscHE4/s1600-h/empat-mata.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 264px; height: 294px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSViKHoM48m0EfQClvvZNW-Gu1ybFqLKP0LcDLFWZG8jkx-636CpP0-c9eO4E4H_A_4KdazegGQZYKJfaSf_Y4L9LxrK6GNOcMAtDG9lmy1idnI7MjHc_jYX2xCQdXm36u6syI9wscHE4/s320/empat-mata.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5275181081646118786&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Program tayangan yang diklaim sebagai sesuatu yang baru tersebut, mulai tayang sejak tanggal 1 Desember 2008  tadi malam. Mengambil thema &lt;i&gt;Welcome Back Mas Tukul&lt;/i&gt; pada edisi perdananya, program tersebut tampil nyaris sama dengan program Empat Mata. Hanya segment &lt;i&gt;current issue&lt;/i&gt; (mengangkat issue-issue  yang sedang berkembang di masyarakat) yang membedakannya sedikit dengan pendahulunya. Lalu apakah dengan hanya penambahan segment tersebut, Trans TV berhak menclaim program tersebut sebagai bukan “Empat Mata”? Lalu terbebas dari jerat penalti otoritas penyiaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita berbicara makna “bukan”, maka dalam semesta pembicaraan  bukan “Empat Mata” berarti sesuatu selain Empat Mata. Ia bisa berarti acara Goyang Dangdut, bisa jadi acara reality show, atau bisa juga sinetron dengan mas Tukul jadi pelakonnya. Apa lagi? Pokoknya bukan acara talks show yang mempunyai ciri-ciri acara nyaris sama dengan sebuah program yang pernah dibekukan sebulan yang lalu karena melanggar aturan main. Apalagi ditayangkan pada jam tayang yang sama, dan host serta pembantu host yang sama pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya saksikan tadi malam (ini bukan komplain lho) adalah suatu ejekan Trans 7 kepada KPI. Dan Trans TV merasa yakin dia aman, karena yang dibekukan oleh KPI adalah Empat Mata bukannya “Bukan Empat Mata”, tak peduli konten dan format yang terkandung didalamnya hampir sama. P3 dan SPS yang disusun oleh KPI tidak mengatur sampai sedetail itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini seperti analogi si Fulan yang memakai baju lain dari biasanya, lalu mengaku: “saya bukan Fulan lho”. Dan pernyataan itu harus kita setujui, hanya karena  kita tak punya definisi yang lengkap dan detail tentang siapa dan apa si Fulan itu. Walau secara kasat mata kita tahu bahwa ia adalah si Fulan, orang yang kita kenal dan hidup bersama kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well ... kembali ke laptop Bukan Empat Mata-nya mas Tukul. Semoga apa yang telah terjadi pada program Empat Mata, menjadi pelajaran bagi pengelolah acara, pembawa acara agar lebih santun, lebih cerdas serta tidak aneh-aneh dalam membawakan acaranya. Bukan sebaliknya, kerena adanya pembiaran terhadap kasus  ini dari regulator penyiaran, justru acara Bukan Empat Mata malah lebih aneh-aneh dan lebih vulgar. Kan kalau dicekal lagi oleh KPI, program bisa diganti namanya menjadi “Bukan Bukannya Empat Mata”. Yang bisa berarti Empat Mata.</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2008/12/bukan-empat-mata-yang-empat-mata-banget.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSViKHoM48m0EfQClvvZNW-Gu1ybFqLKP0LcDLFWZG8jkx-636CpP0-c9eO4E4H_A_4KdazegGQZYKJfaSf_Y4L9LxrK6GNOcMAtDG9lmy1idnI7MjHc_jYX2xCQdXm36u6syI9wscHE4/s72-c/empat-mata.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>7</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-5205515410462487121</guid><pubDate>Tue, 25 Nov 2008 07:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-25T16:12:36.567+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sudut Pandang</category><title>Tayangan TV: Stop Komplain, Lakukan Filter Sendiri</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVSYbb6s2sU8impaxs7-rDJGB23uJT4hmiVVBMdbwXXdFLf8lF7ylni0qZ8PVu1E4bYIS9-4-ANDcTlq1FCvJQ7RbTEHYqPAmFPtapNmC9tmXySHwYzJFYhjl2YTcyqz3uF162Ui3T0wY/s1600-h/kids+tv1.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 288px; height: 192px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVSYbb6s2sU8impaxs7-rDJGB23uJT4hmiVVBMdbwXXdFLf8lF7ylni0qZ8PVu1E4bYIS9-4-ANDcTlq1FCvJQ7RbTEHYqPAmFPtapNmC9tmXySHwYzJFYhjl2YTcyqz3uF162Ui3T0wY/s320/kids+tv1.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5272491568575410786&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Coba perhatikan dalam setahun berapa banyak surat pembaca yang memuat keluhan buruknya materi tayangan TV. Baru-baru ini saya membaca postingan sebuah blog yang isinya keprihatinan yang mendalam terhadap tayangan TV, terutama sinetronnya. Dan entah berapa banyak blog dan forum lain lagi yang  membahas hal senada: sinetron yang membodohi pemirsa; talk show/berita tv yang mengumbar kesadisan dan kevulgaran; atau infotainment yang mengupas tuntas kehidupan artis yang justru menjustifikasi kebobrokan dalam rumah tangga adalah hal yang lumrah. Namun sampai sejauh ini adakah komplain tadi mendorong perbaikan kwalitas tayang? Adakah keluhan tadi efektif mempressure regulator (dalam hal ini KPI) agar lebih tegas terhadap operator TV untuk taat aturan main? Jawab saya pribadi: kecuali acara empat mata yang  telah dibekukan, perubahan signifikan belum ada! Masih seperti dulu, kata penyanyi jadul Dian Pisesha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi berpendapat konten beberapa tayangan TV sekarang ini sudah tak layak tonton, tidak nalar dan cenderung menjeneralisasi suatu kasus dari sudut pandang tertentu saja, serta suka memblow-up suatu masalah. Tapi saya juga mahfum. Natur dunia televisi  non berbayar memang seperti itu. Investasi yang dikeluarkan harus segera kembali. Pemasukan satu satunya bagi mereka adalah dari iklan. Tayangan yang berpotensi menarik banyak iklan menjadi konsern utama fihak pengelolah. Dan fihak sponsor hanya mau memasang iklan jika &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;rating&lt;/span&gt; tayangan tinggi. Maka jadilah pameo : &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;rating is the king&lt;/span&gt;. Sebodoh amat jika tayangan tersebut berpengaruh buruk bagi masyarakat. Ini &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;pure&lt;/span&gt; bisnis ratusan milyar rupiah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan rating ini, menjadi suatu ironi. Format acara yang &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;rating&lt;/span&gt;-nya bagus, akan dicopas (&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;copy paste&lt;/span&gt;) oleh stasiun tv lainnya. Maka akan muncul program sejenis dan wajah dunia televisi menjadi homogen. Maka tidak ada bedanya program acara tv jaman waktu TVRI dulu dengan sekarang. Kalau dulu kita dipaksa nonton satu menu acara saja, tapi sekarang kita terpaksa mencicipi banyak menu tayangan  dengan cita rasa yang sama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kembali kepada persoalan konten tayangan yang buruk. Apakah tidak ada aturan main yang bisa dipakai untuk menilai suatu konten tayangan telah melanggar aturan atau tidak? Dan apakah pelanggaran terhadap aturan tersebut bisa dikenakan sanksi? Ada. Namanya P3-SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran – dan Standar Program Siaran) yang dikeluarkan oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Dan acara ”Empat Mata” yang dihost oleh Tukul sudah kena penalti. Lalu apakah fihak penyelenggara akan merasa jera dan rumah tangga kita menjadi lebih aman dari pengaruh buruk tayangan TV? Dialektika alam selalu terjadi. Percayalah fihak pengelolah jaringan tv akan selalu mencari celah/kelemahan regulasi. Dan tayangan-tayangan sampah tetap akan berseliweran dalam ruang rumah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, Bagaimana menyikapinya? Kalau saya yang ditanya, saya akan menjawab: perbanyak alternative tontonan yang berkwalitas di rumah. Kita selama ini dibuat tak berdaya, karena tak ada alternatif tontonan yang lebih baik. Ya itu tadi, karena kita hanya membayar murah (hanya bermodal pesawat tv saja) untuk sebuah hiburan dan informasi tak bermakna. Kalau kita mau sedikit bersusah menyisihkan budget untuk tayangan alternatif, banyak tersedia tv berbayar dengat paket acara yang jauh lebih baik dengan harga yang terjangkau. Kita mempunyai pilihan menentukan mana tayangan yang layak kita tonton dan memberikan pencerahan bagi kita. Dan yang paling penting lagi, kita tidak lagi menjadi siterperdaya yang duduk tak berdaya menerima bombardir pengaruh buruk dari luar melalui tayangan tv. &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;We are the decision maker!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah kita adalah teritorial kita. Kita punya wewenang  penuh mengaturnya. Gunakan wewenang itu dengan membuat kebijakan tayangan-tayangan apa saja yang boleh  masuk dalam wilayah teritorial kita. Jangan biarkan alam bawah sadar anak-anak kita disesaki timbunan spam informasi tayangan tak berguna. Jadi stop mengeluh. Lakukan filter sendiri.</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2008/11/tayangan-tv-stop-komplain-lakukan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVSYbb6s2sU8impaxs7-rDJGB23uJT4hmiVVBMdbwXXdFLf8lF7ylni0qZ8PVu1E4bYIS9-4-ANDcTlq1FCvJQ7RbTEHYqPAmFPtapNmC9tmXySHwYzJFYhjl2YTcyqz3uF162Ui3T0wY/s72-c/kids+tv1.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-6217800099065530206</guid><pubDate>Thu, 20 Nov 2008 03:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-25T16:13:10.618+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Seputar Blog</category><title>Blog Lama Dengan Muka Baru</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOpKj9ZKH_635kHxkKTtsYHGgKEAgh9YVxzxHimi3c3miIsCmXiGAqkcpQqzgQ_QOpFomJwf94Jci1AxhbqstjycKvHIIRw0P35bz_KpG6hHhBHag3_a7WvSeyinYX5JwwKhXPToR_c7s/s1600-h/tdy.png&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOpKj9ZKH_635kHxkKTtsYHGgKEAgh9YVxzxHimi3c3miIsCmXiGAqkcpQqzgQ_QOpFomJwf94Jci1AxhbqstjycKvHIIRw0P35bz_KpG6hHhBHag3_a7WvSeyinYX5JwwKhXPToR_c7s/s320/tdy.png&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5270576352950742354&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya bisa juga menggunakan design blog dari &lt;a href=&#39;http://woork.blogspot.com&#39;&gt;Woork - The Daily Inspired&lt;/a&gt; yang saya rombak total, sehingga sudah tak kelihatan lagi wajah aslinya. Tampilan yang saya pakai ini adalah hasil utak atik template Antonio Lupetti yang bergaya style magazine. Kastemisasi lay out, tampilan dan pewarnaan blog saya lakukan secara manual, karena template awal sangat miskin dengan widget.  Jadi saya harus bermain dengan kode HTML, kode CSS dan kode Blog secara penuh. Susahnya, saya awam dalam hal ini. Cara trial and error pun tak terelakkan. Untung dirumah pakai speedy yang membantu saya melakukan perubahan-perubahan  secara online. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian yang tersusah menurut saya, adalah menampilkan isi posting penuh pada halaman depan. Pada halaman depan template asli, posting hanya ditampilkan judulnya saja, sementara saya ingin isi posting ditampilkan penuh. Kode menampilkan isi posting &quot;.......&lt;code&gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;data:post.body/&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/code&gt;......&quot; saya dapatkan dari  sebuah situs, dan hanya perlu menginsertkan nya secara tepat ke barisan kode html. Tak mudah memang, sedikt saja ada kelebihan atau kekurangan tag maupun karakter, maka blogger tidak akan mau menyimpan hasil edit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untul menampilkan fitur-fitur lain seperti shout box, hit counter atau fitur sejenis yang menggunakan java script, saya siasati dengan membuat kode baru sehingga pada tata letak akan muncul bagian untuk membuat widget baru. Untuk diketahui saja, perintah untuk membuat widget baru tak ditemukan pada design awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua elemen penyusun blog seperti garis, list item, separator  menggunakan image yang tersimpan di blog Antonio Lucepi, sehingga kita juga harus membackup dan menyimpan image tadi di situs penyimpan gambar seperti picasa, flickr serta mengubah link-nya ketempat yang baru. Tindakan ini untuk antisipasi jika situs lama yang menyimpan image elemen blog tidak aktif lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagi rekan-rekan yang berminat menggunakan template design yang di release oleh antonio, tapi punya problem yang sama dengan saya silakan berbagi disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download template Magazine Style-nya Antonio Lucepi &lt;a href=&#39;http://www.box.net/shared/4cp44xzkga&#39;&gt;disini.&lt;/a&gt;</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2008/11/blog-lama-dengan-muka-baru.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOpKj9ZKH_635kHxkKTtsYHGgKEAgh9YVxzxHimi3c3miIsCmXiGAqkcpQqzgQ_QOpFomJwf94Jci1AxhbqstjycKvHIIRw0P35bz_KpG6hHhBHag3_a7WvSeyinYX5JwwKhXPToR_c7s/s72-c/tdy.png" height="72" width="72"/><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-7605350048311769150</guid><pubDate>Tue, 11 Nov 2008 04:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T20:58:54.731+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Family</category><title>Ups! Counter Umurku Bertambah Satu</title><description>Tak ada hari yang membuatku lebih kikuk selain hari ini. Annisa, anak sulungku yang memulainya duluan. Ketika saya keluar dari kamar mandi pagi ini, ia dengan malu malu memberikan kotak berisi kue kepadaku :&lt;br /&gt;“Selamat ulang tahun Pa ...” katanya tersipu-sipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akan berangkat ke kantor, hp berdering. Ada panggilan dari pak Uut, teman satu kantor.&lt;br /&gt;“Halo, posisi bapak ada dimana? Bisa ke kantor sekarang, Bos besar membutuhkan data data untuk presentasinya?” kata pak Uut terdengar renyah.&lt;br /&gt;“Data data seperti apa itu pak Uut?” tanyaku dengan perasaan heran.&lt;br /&gt;“Yah data data mengenai kelahiran bapak ...“ terdengar suara tertawa tertahan di ujung telepon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ups! ternyata counter umurku bertambah satu. siklus  spiral memulai hitungan awalnya lagi. Masih belum tahu apakah spiral menaik atau justru menurun. Masih ada rentang memperbaiki dan memberesi segala yang berantakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dikantor aku sibuk menerima ucapan selamat dari rekan-rekan. Serta membalas puluhan email notifikasi ucapan selamat dari rekan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life goes on. Time changes. And people changes ...</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2008/11/ups-counter-umurku-bertambah-satu.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-3958057999098629737</guid><pubDate>Sun, 09 Nov 2008 14:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-26T16:00:43.808+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Seputar Blog</category><title>Menyembunyikan Bar Navigasi Pada Halaman Blog</title><description>Saya bukan designer template seperti mas isnaini yang orang bima itu (bune haba mas Isnaini?). Bukan juga kang rohman yang suka mebagikan tip-tip seputar fitur blog. Saya newbie di dunia blog ini. Kali aja anda punya problem yang sama dengan saya. Dan saya mau berbagi. Karena berbagi itu indah kata  kang rohman... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama saya ingin menghilangkan tampilan bar navigasi pada halaman blog saya. Maksudnya agar tampilan blog sedikit lebih personal. Pada template yang disedikan oleh blogspot, bar navigasi sudah default. Jadi akan sia-sia kita menghapusnya dengan cara mencari tombol “hapus” pada edit halaman. Masalah terpecahkan ketika saya mencoba sebuah template yang ternyata tampilannya tidak ada bar navigasinya.. Setelah saya lihat pada kode htmlnya. Oh, ternyata harus ada perintah untuk menyembunyikan bar navigasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya silakan ikuti langkah di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seperti biasa Sign in di blogger&lt;br /&gt;2. Klik menu Layout&lt;br /&gt;3. Klik menu Edit HTML&lt;br /&gt;4. Jangan lupa back-up data, dengan mendownload template awal.&lt;br /&gt;5. Copy paste kode dibawah ini di atas kode: body {  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   ini kodenya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;  .navbar {&lt;br /&gt;     display:none;&lt;br /&gt;   }&lt;br /&gt;   * {&lt;br /&gt;   margin: 0;&lt;br /&gt;   padding: 0;&lt;br /&gt;     }&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;6. Save hasil perubahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bar navigasinya telah disembunyikan. Mudah-mudahan saya tidak dipenalti oleh blogspot karena menyarankan hal ini. Selamat mencoba</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2008/11/menyembunyikan-bar-navigasi-pada.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-1619948644374785711</guid><pubDate>Sat, 25 Oct 2008 14:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T20:59:45.300+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Resensi</category><title>Menakar Kemungkinan Adaptasi Film Sang Pemimpi</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5GZEejNiWIokZAjqAZK93zHQDDazfZGGxZx5FdP4TjtrIB4EIYCbrmrhYq1blud0qlHf3pZVguxBI-Fu0eyXLMxVIA6YFetCzWZnCx7K7bZs7m2abiQnlmackuJfEjzxV-na0YDr05Vc/s1600-h/sang+pemimpi+poster.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 212px; height: 320px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5GZEejNiWIokZAjqAZK93zHQDDazfZGGxZx5FdP4TjtrIB4EIYCbrmrhYq1blud0qlHf3pZVguxBI-Fu0eyXLMxVIA6YFetCzWZnCx7K7bZs7m2abiQnlmackuJfEjzxV-na0YDr05Vc/s320/sang+pemimpi+poster.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5261094842349827810&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Setelah laris manis dengan film Laskar Pelangi, Riri Reza akan membuat sekuel  lanjutannya. Sang Pemimpi the Movie! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan menurutku film ini nantinya akan lebih menggambarkan nuansa asli seperti versi novel nya dibandingkan dengan film terdahulu, yang kata sebagian orang visualisasinya dangkal dan tidak sedetail sebagaimana versi tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, belajar dari pengalaman membuat film Laskar Pelangi, Riri Reza telah mengalami proses kreatif bagaimana memvisualisasikan sebuah novel &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;best seller&lt;/span&gt; secara pas dan tepat kedalam media film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tokoh inti dalam cerita novel  tidak  sebanyak tokoh di Laskar Pelangi, hanya tokoh si Ikal, Arai dan Jimron. Tiga Sahabat yang petualangannya mengharu biru jalan cerita Sang Pemimpi. Tim Miles Production tampaknya akan lebih fokus dan nyaman menggarap ke tiga tokoh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, alur cerita Sang Pemimpi lebih linear, tidak meloncat-loncat lagi seperti cerita Laskar Pelangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir tetapi tidak menutup kemungkinan ada alasan lainnya.Unsur drama dalam cerita itu sudah mencukupi, sehingga adaptasi penambahan tokoh lain agar lebih dramatis tidak diperlukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, dan mungkin juga termasuk Anda, adalah penampilan sosok Bang Zaitun - Pimpinan Orkes Melayu Pasar Ikan. Mudah-mudahan Salman Aristo yang akan buat skenario ini film, bisa mengeksplore sang tokoh ini, tentunya lengkap dengan penampilan celana cutbrai, cincin batu akik besar di setiap jarinya, serta style bicaranya yang diakhiri dengan tawa hi…hi…hi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm. Tak sabar rasanya menunggu hadirnya film ini.</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2008/10/menakar-kemungkinan-adaptasi-film-sang.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5GZEejNiWIokZAjqAZK93zHQDDazfZGGxZx5FdP4TjtrIB4EIYCbrmrhYq1blud0qlHf3pZVguxBI-Fu0eyXLMxVIA6YFetCzWZnCx7K7bZs7m2abiQnlmackuJfEjzxV-na0YDr05Vc/s72-c/sang+pemimpi+poster.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-6918138394353645287</guid><pubDate>Thu, 23 Oct 2008 17:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T21:00:04.970+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Memori</category><title>Fragmen Buram dari Masa Lalu</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9GZEzwgavEfY9rQhe_-70tlTZLpiDlHGHxju0YFpiMgNJjQ9UKSjjXBuQBqlPEDMnGpGbW-8HPxYTO3lQDYF111EXDDtXGtg1cLQp4a-fvjznvKoDNQ7NY_Tk10rub2eEcMe7q8ez_S0/s1600-h/siluet+3.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9GZEzwgavEfY9rQhe_-70tlTZLpiDlHGHxju0YFpiMgNJjQ9UKSjjXBuQBqlPEDMnGpGbW-8HPxYTO3lQDYF111EXDDtXGtg1cLQp4a-fvjznvKoDNQ7NY_Tk10rub2eEcMe7q8ez_S0/s320/siluet+3.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5261027398424977266&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Cuaca panas sekali malam ini. Angin musim pancaroba yang masuk di sela-sela ventilasi berbisik samar. Anganku menerawang jauh kebelakang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekat waktu terlalu tebal, memburamkan visual memori dua puluh tiga tahun yang lalu. Aha! Engkau mungkin bergumam, hmm, terlalu lama untuk sepotong memori usang dan buram. Tapi aku tetap menggosok sekat itu, mencari sekelumit kisah untuk di kenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flash back bayangan masa lalu muncul acak dalam potongan tak utuh. Sia-sia sepertinya aku merekonstruksi frame demi frame moment itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang aku pernah membuat komitment dengan mas ?” katamu defensif waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan. Bukan sosok yang ini.Ini adalah fragment dari masa laluku tujuh belas tahun yang lalu. Dan bukan juga potongan mosaik yang satu ini, karena aku tak pernah mengenalnya menggunakan  syal tipis dan gaun coklat itu. Mosaik ini untuk episode lain. Aku ingin sebuah cerita tentang senandung daun cemara di tengah malam. Tentang gemerisik suara pasir terinjak kaki saat kita melangkah bersama. Tentang senyum anggunnya pada suatu sore, menyebarkan degup di dada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mosaik itu kini terpampang jelas. Sekelumit cerita anak SMA camping bersama di Pasir Panjang, Singkawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat malam. Apa kabarmu sekarang... &lt;br /&gt;Mungkin garis tipis halus dan samar menghiasi wajahmu yang tidak lagi muda. Seperti juga beberapa helai rambutku yang mulai kehilangan pigmennya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidurlah, dan jalani dunia seperti adanya. Aku tak hendak mengusik kenyamananmu. Juga tak hendak mengenalmu. Biarlah fragment ini untukku saja, dan akan kutaruh dalam lorong terjauh di alam bawah sadarku. Bersemayam dalam keabadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita masing-masing punya kehidupan.</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2008/10/fragmen-buram-dari-masa-lalu.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9GZEzwgavEfY9rQhe_-70tlTZLpiDlHGHxju0YFpiMgNJjQ9UKSjjXBuQBqlPEDMnGpGbW-8HPxYTO3lQDYF111EXDDtXGtg1cLQp4a-fvjznvKoDNQ7NY_Tk10rub2eEcMe7q8ez_S0/s72-c/siluet+3.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-1593308910763898934</guid><pubDate>Thu, 23 Oct 2008 06:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T21:00:29.810+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sains Populer</category><title>Kloning Manusia - Realita Yang Hadir di Depan Mata</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXWJE_jwwjhEZcFLTqldQZEYD1QiJwgyPy7fBrwN1mC5nHakjC7MNQXIMnjr6P8P0LWLXtHxgQnKZ4BiPxg8vGUazep-SQc08WwywW0-LY9qXu3NswdwXJUq1pad2VO_6AmH18TvLwbb4/s1600-h/edu_russian_stemcell_150.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXWJE_jwwjhEZcFLTqldQZEYD1QiJwgyPy7fBrwN1mC5nHakjC7MNQXIMnjr6P8P0LWLXtHxgQnKZ4BiPxg8vGUazep-SQc08WwywW0-LY9qXu3NswdwXJUq1pad2VO_6AmH18TvLwbb4/s320/edu_russian_stemcell_150.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5260348377328487906&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Agak insomnia sedikit tadi malam. Saluran &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;BBC Knowledge&lt;/span&gt; yang mengulas tentang kloning manusia aku lahap sampai jam dua dini hari. Kalau nggak salah judulnya “ &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;How to Build A Human&lt;/span&gt;”. Hmm ... ternyata perkembangan bioteknologi yang akan mengubah sendi kehidupan kita  sudah ada di depan mata. Cerita &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;science fiction&lt;/span&gt; seperti dalam film “&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;The Island&lt;/span&gt;” sebentar lagi jadi realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari film dokumenter itu  tergambar jelas proses kloning manusia. Sel telur dari seorang wanita diambil dan dibuang intinya (nukleus), lalu tempatnya digantikan oleh inti dari sel seorang pria. Seperti kita ketahui bahwa dalam inti sel  manusia terdapat kromosom yang mengandung rantai DNA yang sangat terkenal itu. Dalam DNA inilah tersimpan semua informasi genetik seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pada proses di atas tidak ada percampuran antara sel telur dan sperma, maka yang terkandung dalam sel telur tersebut adalah kode genetis sepenuhnya dari pria tersebut. Langkah penting dalam proses kloning ini adalah menstimulasi sel  telur tersebut sehingga ia merasa seperti dibuahi , lalu ia akan menduplikasi diri menjadi beberapa sel. Sel sel yang menduplikasi ini kemudian berkembang menjadi embrio yang nantinya akan tumbuh menjadi manusia yang  sama dan sebangun dengan “saudara klon” tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah pada proses stimulasi inilah yang banyak gagalnya dan menjadi kendala  dalam riset kloning tersebut. Sel telur yang telah distimulasi disimpan dalam storage, lalu diamati esok harinya. Tak jarang ditemukan bahwa sel telur masih tetap satu dan proses kloningpun dianggap gagal. Dokter riset kloning harus terbiasa dengan kondisi seperti ini dan memulainya risetnya lagi dari awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya yang diperlukan dari proses kloning ini adalah jaringan sel batang (&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;stem cell&lt;/span&gt;). Sel  batang terbentuk ketika sel telur yang berhasil distimulasi dan memecah diri menjadi sekitar lima puluhan sel. Sel batang inilah cikal bakal dari organ pembentuk tubuh manusia. Ia bisa tumbuh menjadi apa saja yang ada pada tubuh manusia: otak, jantung, ginjal, tulang belakang, dsb. Dengan mengembangkan jaringan sel  batang ini maka sel manusia yang rusak dan menyebabkan penyakit dapat diganti dengan spare organ dari jaringan sel batang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya terletak pada etika moral dan agama. Embrio adalah cikal kehidupan. Apa kah dengan menghentikan pertumbuhan embrio itu kita sebagai umat manusia telah melangkah terlalu jauh mengambil porsi  Tuhan dalam menentukan hidup tidaknya suatu makhluk?  Bagaimana tanggapan Anda. Silakan sharing pandangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Mohon maaf jika ada kekeliruan dalam tulisan di atas.</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2008/10/kloning-manusia-dilema-antara-etika-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXWJE_jwwjhEZcFLTqldQZEYD1QiJwgyPy7fBrwN1mC5nHakjC7MNQXIMnjr6P8P0LWLXtHxgQnKZ4BiPxg8vGUazep-SQc08WwywW0-LY9qXu3NswdwXJUq1pad2VO_6AmH18TvLwbb4/s72-c/edu_russian_stemcell_150.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-6396288703701054417</guid><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 16:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T21:00:55.623+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Memori</category><title>Moment di Semesta Sana</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4Iq017YGWOC_epZVL1u1hEXwZoxefawnPAkuqhzaFq4OX62xBpY-tt8rxAtQiVmamxWrtmn4rI9mbhm4fhHO-IR8EoTYVviaff9aj0IV4iC7gSQvsM1mBlV2NTnmmy5E_ByraPuJ2BYw/s1600-h/Wash+your+sins.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4Iq017YGWOC_epZVL1u1hEXwZoxefawnPAkuqhzaFq4OX62xBpY-tt8rxAtQiVmamxWrtmn4rI9mbhm4fhHO-IR8EoTYVviaff9aj0IV4iC7gSQvsM1mBlV2NTnmmy5E_ByraPuJ2BYw/s320/Wash+your+sins.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5260018811501660034&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kadang aku bertanya, apakah momen masa lalu itu hanya sekedar segmen kejadian yang berlalu seiring berjalannya waktu, tapi tetap melekat kuat dalam memori mereka yang pernah menjalaninya? Atau sebenarnya &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;event&lt;/span&gt; itu eksist sampai sekarang dalam dunia semesta yang lain, dan kita hanya perlu mencari cara meloncat ke alam semesta yang merekam moment itu? Konon katanya, ditingkat kuantum, struktur ruang dan waktu tidak beraturan. Struktur yang bergelembung dan menyerupai busa sehingga disebut busa kuantum. Mungkin inilah jembatan antar alam semesta itu ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu … ingin aku meloncat dalam busa kuantum itu untuk hadir di moment saat kita pernah bersama, hanya untuk sekedar merasakan kehadiran sosokmu dua belas tahun lalu dalam perspektif kekinianku. Untuk menguji apakah dawai hati dari diriku dalam semesta sekarang ini masih bisa bergetar menyanyikan melodi indah seperti dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku dapat tawaran bekerja mas... “ katamu waktu itu semangat memuncahkan asa yang kesekian kalinya didalam sedan mungilku yang meluncur mengantarkan dirimu ke stasiun semut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meringis. Kali ini aku yakin bahwa inilah titik persimpangan perjalanan hidup antara aku dan dia. Toh aku tetap berkata, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Raihlah segala harap dan carilah jalan sukses yang kau yakini itu. Walaupun suatu saat sang waktu membuat kita menjadi sosok yang berbeda…aku sudah bahagia menjadi bagian sejarah dari perjalan hidupmu disuatu masa.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu kau menggeliat manja dibahuku seperti kucing anggora dan aku tetap diam menatap lurus ke jalan. Butiran-butiran gerimis sore itu menerpa kaca mobil lalu berpencar karena laju mobil, seolah memberi warning untuk bersiap-siap menjalani hari-hari berikutnya tanpa kehadiran sosok disampingku ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ... didalam dunia kita sekarang ini, dunia disaat aku sedang mengetik ini dan kau asik dengan rutinitas kerjamu di sana, kita benar-benar menjadi sosok yang asing seolah-seolah tidak pernah dipertautkan oleh waktu.</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2008/10/moment-di-semesta-sana_23.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4Iq017YGWOC_epZVL1u1hEXwZoxefawnPAkuqhzaFq4OX62xBpY-tt8rxAtQiVmamxWrtmn4rI9mbhm4fhHO-IR8EoTYVviaff9aj0IV4iC7gSQvsM1mBlV2NTnmmy5E_ByraPuJ2BYw/s72-c/Wash+your+sins.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-2136669890918925584</guid><pubDate>Mon, 25 Aug 2008 12:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T21:01:19.994+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sport</category><title>Indonesia Peringkat Pertama Olimpiade Beijing 2008 - Utak Atik Statistik</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIi4EUBya9J2DTA0Z2oooo9Dz8pUTNrXXK4CXtJK0c_qN8voh9xgEOC-njIh0SWNtQ2GrG25p-0Bwwmb5WGo6c-0Cqs6vn7Ijcq5Sv4uGzvsEOdI59wtfJIjPlRZuSPaewGO-drDBCoZQ/s1600-h/Markis-Hendra2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIi4EUBya9J2DTA0Z2oooo9Dz8pUTNrXXK4CXtJK0c_qN8voh9xgEOC-njIh0SWNtQ2GrG25p-0Bwwmb5WGo6c-0Cqs6vn7Ijcq5Sv4uGzvsEOdI59wtfJIjPlRZuSPaewGO-drDBCoZQ/s320/Markis-Hendra2.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5238429300132032658&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Sungguh menarik kalau kita melihat media di Amerika seperti New York Time, Yahoo, Houston Chronicles, CNN memuat daftar peringkat negara dalam perolehan medali di Olimpiade Beijing 2008. Disitu dimuat bahwa Amerika berada diurutan teratas mengalahkan China, walaupun dunia tahu bahwa yang menjadi juara umum adalah China dengan peolehan medali 51 emas, 21 perak dan 28 perunggu, sementara Amerika meraih 36 emas, 38 perak, 36 perunggu. Dalih media Amerika menempatkan negaranya diperingkat pertama, karena Amerika adalah negara dengan pengumpul medali terbanyak (medal count) yaitu sebanyak 110 medali, sementara China hanya bisa mengumpulkan 100 medali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumen lain yang dikemukakan oleh media tersebut adalah sumbangan setiap individu/athlet terhadap perolehan medali. Juara satu volley ball putra misalnya seharusnya dihitung enam medali emas karena ada enam athlet yang berlaga dalam game tersebut. Dengan perhitungan seperti ini Amerika akan berada pada peringkat pertama dalam perolehan medali emas, karena hampir semua pertandingan beregu kecuali sepak bola putra diborong oleh Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mahfum bahwa Amerika adalah negara adidaya yang terbiasa nomor satu dalam segala hal termasuk di bidang olahraga. Tapi konstelasi dunia berubah cepat dan dunia sedang menuju equilibrium  baru dengan munculnya kekuatan-kekuatan baru seperti China, India dsb, yang bergerak dengan akselerasi tinggi mengejar apa yang sudah dicapai oleh Paman Sam selama ini. Dan realita bahwa Amerika  tidak lagi terdepan dalam segala hal tidak mudah diterima dan sekaligus menyakitkan bagi masyarakat Amerika termasuk medianya sendiri. Jadi harus ada justifikasi lain dengan hitung-hitungan statistik yang mengungkapkan bahwa Amerika masih tetap nomor wahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia dengan jumlah penduduk 220 juta jiwa, yang sedang berjuang dari himpitan ekonomi yang tak kunjung selesai, toh masih berjaya mengumpulkan 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Menurut peringkat resmi olimpiade (IOC), Indonesia berada pada urutan 42 dari 87 negara yang memperoleh medali. Dengan anggaran olah raga dalam APBN 2008 sebesar Rp 800 milyar, berarti hanya tersedia Rp 3.636 /jiwa/thn untuk memajukan prestasi olah raga di Indonesia. Sungguh angka yang sangat kecil dibanding dengan negara lain di dunia. Namun dengan kondisi seperti itu, Indonesia masih bisa menyabet 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Jadi kalo peringkat Olimpiade dihitung berdasarkan hitungan anggaran olah raga perjiwa suatu negara terhadap prestasi yang dicapai dalam Olipiade, dipastikan Indonesia akan menduduki peringkat pertama. Jauh melampaui China dan Amerika. Boleh dong kita otak atik angka seperti Amerika yang menjustified dirinya sebagai pemenang Olimpiade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita boleh berbangga ternyata Indonesia peringkat satu di Olimpiade Beijing 2008. ..!! Jadi ....Ucapkan selamat untuk Indonesia.</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2008/08/indonesia-peringkat-pertama-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIi4EUBya9J2DTA0Z2oooo9Dz8pUTNrXXK4CXtJK0c_qN8voh9xgEOC-njIh0SWNtQ2GrG25p-0Bwwmb5WGo6c-0Cqs6vn7Ijcq5Sv4uGzvsEOdI59wtfJIjPlRZuSPaewGO-drDBCoZQ/s72-c/Markis-Hendra2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-214582951557762634</guid><pubDate>Wed, 12 Mar 2008 12:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T21:01:56.026+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Resensi</category><title>Ayat-Ayat Cinta - antara Novel dan Film</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyTDTJeQcdb2lx_-qH9sIEbzBBrm55AkTzNnGhPKhBA7Qw79SKdSl11fqv9mr9ja_Nq-CwOLhupJZwMYpC1mf5fqn9-r2wEATa-F8HmZbIqaXAkduEbzDIQFpRrqPAHLgr0TlDdxAcIJE/s1600-h/aac.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyTDTJeQcdb2lx_-qH9sIEbzBBrm55AkTzNnGhPKhBA7Qw79SKdSl11fqv9mr9ja_Nq-CwOLhupJZwMYpC1mf5fqn9-r2wEATa-F8HmZbIqaXAkduEbzDIQFpRrqPAHLgr0TlDdxAcIJE/s320/aac.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5176503878715074754&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Nonton juga akhirnya film &quot;Ayat ayat Cinta&quot; walaupun harus dicuekin istri sehari karena tidak mengajaknya ikut serta nonton film ini, ha..ha..ha.  Awalnya adalah provokasi teman wanita sekantor yang mempromosikan betapa hebat dan menyentuhnya novel besutan Habiburrahman El Shirazy ini, begitu juga dengan film-nya walaupun katanya tidak sehebat dari novelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku cukup bagus sih isi cerita novelnya, walaupun baru sempat membaca setengah jalan, karena keburu nonton versi film-nya.  Karakter tokoh dalam novel  cukup kuat. Deskripsi tentang suasana Mesir cukup memikat, sehingga saya seolah olah mengalami sendiri  kehidupan di sana. &lt;em&gt;Nasr City, Hadayek Elwan, Dokki &lt;/em&gt;menjadi tempat yang tak asing lagi seperti pernah hidup lama disana setelah membaca novel ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Pertama film dimulai, aku sudah siap kecewa bahwa film ini tidak bisa memvisualkan nuansa Mesir yang terkandung dalam  novel . Dan ternyata benar. Suasana di dalam metro –&lt;em&gt;mass rapid transportation &lt;/em&gt;kebanggaan pendududk Cairo – serta rute lokasi  tempat persinggahan metro yang tergambar dengan kuat dinovel misalnya, gagal diangkat dan divisualkan dengan baik pada film. Menonton adegan dalam metro  ini seperti menonton adegan teater panggung dengan properti  set statis, tidak merefleksikan suasana sebuah transportasi  massal kota Cairo dengan &lt;em&gt;mahatta&lt;/em&gt;-nya, yang seharusnya dipenuhi  wajah-wajah Arab, bukan muka Indonesia yang diarab-arabkan. Kelemahan dalam menampilkan setting dengan background Mesir hampir ditemui pada keseluruhan  film – terakhir baru aku tahu bahwa sang Sutradara-pun tidak puas karena shooting tidak bisa dilakukan di Mesir, melainkan di India. Pantas saja ada rada-rada nuansa Bollywood dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terasa mengganggu dalam film ini adalah dialog pemainnya. Sangat teatrikal sekali, terutama adegan  kejadian di dalam metro  dan adegan didalam penjara bawah tanah saat Fahri diingatkan oleh napi satu ruang tentang cerita nabi Yusuf As dengan Siti Zulaika - padahal sosok napi ini tidak ada dalam penggambaran di novel. Begitu juga adegan  saat Bahadur mencak-mencak marah mencari Nourah yang telah pergi. Sangat sinetron sekali…….!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tak adil rasanya jika sisi negative  saja yang diungkap dalam film &quot;Ayat Ayat Cinta&quot; ini. Ada juga hal-hal yang patut diacungi jempol. Keberhasilan film ini misalnya, dalam menarik penonton sungguh mencengangkan, dan diperkirakan akan menjadi trend baru dalam dunia perfileman Indonesia ditengah-tengah dominasi film ber&lt;em&gt;genre&lt;/em&gt; hantu dan cinta remaja. Improvisasi dengan mempertemukan Aisha dan Maria dalam kehidupan rumah tangga juga sering menimbulkan senyum kecil. Saya kira sosok Fahri yang diperankan oleh ……  dan sosok Maria yang dilakoni oleh Clarissa Puteri – baru tahu saya ada artis ini – sudah memadai  dalam film ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menambah perspektif lain dalam memvisualkan novel karya Kang Abik ini, ada baiknya juga diberi kesempatan kepada Sutradara berbakat lainnya- baik dari dalam negeri maupun dari luar – untuk mengerahkan segala imajinasinya tentang novel ini dan mengekspresikannya dalam frame by frame layar lebar. Tak sabar rasanya menanti film Ayat Ayat Cinta dalam versi lain.</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2008/03/ayat-ayat-cinta-antara-novel-dan-film.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyTDTJeQcdb2lx_-qH9sIEbzBBrm55AkTzNnGhPKhBA7Qw79SKdSl11fqv9mr9ja_Nq-CwOLhupJZwMYpC1mf5fqn9-r2wEATa-F8HmZbIqaXAkduEbzDIQFpRrqPAHLgr0TlDdxAcIJE/s72-c/aac.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-5485717940515873774</guid><pubDate>Wed, 05 Mar 2008 11:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T21:02:21.254+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Diskoneksi Antar Generasi</title><description>&lt;em&gt;&quot;Little by little, we lose our friends, we lose everything. We keep losing and losing, till we say, you know,&quot;what the hell am I living around here for? I got no reason to go on&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit demi sedikit, kita kehilangan sahabat-sahabat kita, kita kehilangan segala sesuatunya. Kehilangan dan terus kehilangan, sampai kita berkata &quot; untuk apalagi aku hidup disini? Aku tidak ada alasan untuk terus hidup.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dialog Pelatih tua dengan Rocky Balboa dalam &quot;Rocky V&quot;)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqbs6p4DV_CZ9TsEtBctYAnKl-ZDvSLA1XF1cqTfiQx9ySNcZUlm0TXDtmz8UkUr7TBZLHbfrnKiMwVOIcqCliNYM7jjnTY15XQUAkRdBNq58pBvJJT9NFNxCBa62IOEHIaf9_E7MXT6w/s1600-h/Closing+the+Window1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqbs6p4DV_CZ9TsEtBctYAnKl-ZDvSLA1XF1cqTfiQx9ySNcZUlm0TXDtmz8UkUr7TBZLHbfrnKiMwVOIcqCliNYM7jjnTY15XQUAkRdBNq58pBvJJT9NFNxCBa62IOEHIaf9_E7MXT6w/s320/Closing+the+Window1.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5259084152897915554&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kita hidup dalam dimensi ruang dan waktu yang sama dengan orang yang ada disekitar kita. Mereka hadir dan eksis dihadapan kita. Tapi apakah kita secara emosi berbagi &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;passion&lt;/span&gt; dengan mereka? Apakah &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;feel&lt;/span&gt; kita terhadap sesuatu, katakanlah musik- juga ditangkap dengan cita rasa yang sama oleh generasi jauh lebih muda dari kita? Lagu oldies 80-an hanya bisa diapresiasi dengan tepat oleh mereka yang masih remaja pada saat itu, dan akan dianggap aneh oleh remaja jaman sekarang yang terbiasa dengan  lagu sejenis band Samson, Ungu, The Rock, dll. Ketika kita hadir disekolah hanya untuk sekedar sebuah nostalgia SMA, kita akan dibuat kecewa karena nuansanya sudah beda walaupun gedungnya relatif sama. Dunia SMA yang dulu pernah kita miliki pergi entah kemana, digantikan dengan dunianya adik-adik kelas dengan perspektif pandangan mereka yang sama sekali berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita ingin berbagi &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;passion&lt;/span&gt; dengan mereka yang berbeda generasi, kita merasakan ada sesuatu yang &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;disconnected&lt;/span&gt;. Seperti  bunyi pantun:  Jaka sembung naik ojek.... Nggak nyambung, nggak konek!  Dan akhirnya merasa terasing ditengah-tengah hiruk pikuknya manusia disekitar kita. Saat itulah kita butuh mereka-mereka yang pada suatu masa pernah dekat dan bersinggungan dengan sejarah kehidupan kita,agar dapat berbagi &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;passion&lt;/span&gt;. Merasakan &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;feel&lt;/span&gt; dan emosi yang sama tak kala mempersepsikan lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya satu-persatu mereka meninggalkan kita. Kita merasakan ada bagian dalam diri kita yang turut pergi. Ada perasaan ditinggalkan dalam hal ini dan ingin melepaskan kepergian itu dengan cara terbaik yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen kehidupan paling dramatis tentang perasaan ditinggalkan ini, aku saksikan ketika sahabat-sahabat Pak Harto yang sama sama pernah menjabat sebagai kepala negara pada range waktu tahun 70 s/d 90an - Lee Kwan Yu, Mahathir Mohamammad, Fidel Ramos dan Sultan Bolkiah - mengantarkan kepergian Pak Harto ditempat peristirahatannya terakhir. Penghormatan untuk kepergian orang yang dihormati sekaligus untuk seorang sahabat yang dulu pernah berbagi manis pahitnya kekuasaan di lingkukngan ASEAN. Mereka yang ditinggalkan ini akan teralienasi dalam pemikiran masa lampau tentang konsep negara dan cara memerintah, semetara  dunia berubah cepat dengan demokratisasi, globalisasi, lingkungan hidup, hak asasi manusi dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu boleh berganti. Generasi demi generasi muncul mengantikan generasi yang telah pergi. Mereka menempati dunia realita yang sama. Namun mereka punya perspektifnya masing-masing dalam memandang dunianya.</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2008/03/diskoneksi-antar-generasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqbs6p4DV_CZ9TsEtBctYAnKl-ZDvSLA1XF1cqTfiQx9ySNcZUlm0TXDtmz8UkUr7TBZLHbfrnKiMwVOIcqCliNYM7jjnTY15XQUAkRdBNq58pBvJJT9NFNxCBa62IOEHIaf9_E7MXT6w/s72-c/Closing+the+Window1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-3603585053913302581</guid><pubDate>Sun, 02 Mar 2008 13:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T21:02:40.353+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Family</category><title>Special Sunday for Annisa</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaG0GnHeXt4w8D_U05_0HvpKCYdgCEBSuN-B0sMJe8U0b2joqn20QUexUr-VudQMXQV0OYgBlDyEb_TiaOnz80IRq9Iu-bsSfStcDgLHDXBGquP0X2iwRVnEILrOy6msNjY-S_jR94iNc/s1600-h/photo+annisa.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaG0GnHeXt4w8D_U05_0HvpKCYdgCEBSuN-B0sMJe8U0b2joqn20QUexUr-VudQMXQV0OYgBlDyEb_TiaOnz80IRq9Iu-bsSfStcDgLHDXBGquP0X2iwRVnEILrOy6msNjY-S_jR94iNc/s320/photo+annisa.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5173448159357390066&quot; /&gt;&lt;/a&gt;That was a special Sunday for Annisa, my nine years old daughter, because she got a set of school stuffs for winning on a drawing competition that was held on the anniversary of our employees union. Just as fifth winner indeed, but it means so much for her. Her mood suddenly changed that morning. She was more communicative with me and was to be more enthusiastic about her drawing and coloring skills that she has ever gotten from &lt;a href=&quot;http://www.globalart.com.my&quot;&gt;Global Art and Creativity&lt;/a&gt; - a drawing course franchise coming from Malaysia. She regained her self-confidence that day.</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2008/03/annisa-juara-lima-lomba-menggambar.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaG0GnHeXt4w8D_U05_0HvpKCYdgCEBSuN-B0sMJe8U0b2joqn20QUexUr-VudQMXQV0OYgBlDyEb_TiaOnz80IRq9Iu-bsSfStcDgLHDXBGquP0X2iwRVnEILrOy6msNjY-S_jR94iNc/s72-c/photo+annisa.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-3617774681786539646</guid><pubDate>Thu, 28 Feb 2008 16:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-02T12:09:13.240+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sport</category><title>:: Sepak Bola Yang Terdiskriminasi - US Soccer</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlZrsUrGebs6STrfWQwT-MnCD9I8ZmdrJ9yNp4ie7f3iPq1S-wPa9Ubc2flM8yNPfdUhBufRH1r-3kSB3I52Khb0wRkG5BmWRjVoCRud2f9jAMeLJrC_SIeRSoVfChWPYBznAA8nMmRNw/s1600-h/mls-.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlZrsUrGebs6STrfWQwT-MnCD9I8ZmdrJ9yNp4ie7f3iPq1S-wPa9Ubc2flM8yNPfdUhBufRH1r-3kSB3I52Khb0wRkG5BmWRjVoCRud2f9jAMeLJrC_SIeRSoVfChWPYBznAA8nMmRNw/s320/mls-.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5172069884411704882&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Melihat berita photo sport-nya Kompas kemarin tentang tour club sepak bola &lt;a href=&quot;http://la.galaxy.mlsnet.com&quot;&gt;Los Angeles Galaxy&lt;/a&gt; melawat ke tiga negara Asia - di Amrik di sebut soccer bukan football - memberikan suatu makna bahwa perlahan tapi pasti sepak bola yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai &quot;&lt;em&gt;the most beautiful games in the world&lt;/em&gt;&quot; - tapi di Amrik dipandang sebagai &quot;&lt;em&gt;the boring games&lt;/em&gt;&quot; - telah menapak track yang benar dalam memasuki kesadaran berfikir maistream rakyat Amerika untuk menjadi sebuah sport yang setara dengan &quot;the big four&quot;, setelah sekian lama terdiskriminasikan dalam dunia olah raga Amerika. Kehebohan yang paling mengundang perhatian masyarakat Amerika adalah ketika klub tersebut berhasil menggaet David Beckam untuk berlaga di &lt;a href=&quot;http://www.mlsnet.com&quot;&gt;MLS (Major League Soccer)&lt;/a&gt; - liganya Amerika Serikat - sehingga surat kabar bergengsi seperti &lt;a href=&quot;http://www.nytimes.com&quot;&gt;The New York Times &lt;/a&gt;memberikan porsi yang cukup besar dalam liputannya tentang kedatangan sang bintang sepak bola ini. Sesaat masyarakat di US mulai tersadar dari ke-ignorance-nya bahwa sepak bola telah datang dan tumbuh di tanah tempat dimana olahraga menjadi indutri bisnis milyaran dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan sepak bola Amerika adalah sebuah penantian panjang yang melelahkan serta sebuah pergulatan antara keputus-asaan, ketiadaan-harapan dengan sedikit keyakinan bahwa suatu saat nanti sepak bola akan diterima dan mendapat apresiasi yang layak sebagai-mana olah raga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan surat kabar Amerika selama ini, jangan harap ada headline tentang sepak bola pada section olah ragannya. Kalaupun ada hanya berita singkat beberapa paragraf saja. Demikian juga tayangan olah raga pada jaringan televisi sport nasional seperti ESPN, Fox dan sebagainya. Dari pada menayangkan pertandingan piala dunia, mending menayangkan ulang kejuaraan basket antar kampus atau lomba memancing. Dan lebih parah lagi, bahkan ada reporter atau pembawa acara yang kerjanya mengejek sepak bola - dikenal sebagai &quot;soccer basher&quot;. Sepak bola hampir tak tersentuh dan tidak mau dijamah, ia dianggap sebagai permainan asing yang tidak mewakili kultur dan tradisi Amerika. Olah raga yang dianggap representasi budaya Amerika adalah Americaan Footbal karena sarat dengan kekuatan fisik, Basket karena jumlah score-nya yang banyak, Baseball yang dianggap sebagai tradisi olah raga Amerika sejati, dan Ice Hockey yang butuh perlengkapan rumit seperti kostum khusus, stick, masker, helm dan tentu saja lapangan yang harus dilapisi es. Sangat Amerika ! Sementara sepak bola...? Forget it ! Itu hanyalah olah raga aneh dimana sekumpulan orang berlari-lari memperebutkan sebuah bola. Kenapa tidak dibagikan saja bolanya masing-masing kepada setiap orang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak alasan kenapa sepak bola tidak populer atau lebih tepat didiskriminasikan oleh pecinta olah raga Amerika. Selain alasan bahwa ia bukan tradisi Amerika,sepak bola dipandang tidak marketable, karena tidak adanya jedah untuk iklan dalam suatu tayangan sepak bola kecuali saat instirahat 15 menit. Ada juga yang beranggapan bahwa sepak bola minim score dan kadang kala berakhir imbang 0-0, sesuatu hal yang tak ada dalam kosa kata budaya Amerika. Disamping itu pengaruh rasa percaya diri yang tinggi Bangsa Amerika terhadap bangsa lain bahwa segala sesuatunya haruslah bersumber dari mereka, menjadikan sepak bola sebagai simbol kekalahan Amerika terhadap hegemoni produk budaya bangsa lain jika Amerika meng-adopsi sepak bola sebagai olah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun alasan yang tak kalah argumentatif adalah aroma persaingan bisnis antar cabang olah raga mapan yang telah menghasilkan banyak uang. Dengan masuknya sepak bola dalam kancah perbisnisan olah raga, dikhawatirkan pasar penonton dan fans akan terpecah walaupun tak dapat dipungkiri bahwa setiap olah raga ada pendukung setianya masing-masing. Tapi yang jelas ada pergeseran dan pengurangan market share terhadap olah raga mapan.Yang paling resisten terhadap kehadiran sepak bola adalah mereka yang berada dalam zona kenyamanan establish-nya Basket, American football, dan Baseball. Kolumnis olah raga dan presenter olahraga termasuk golongan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geliat sepak bola Amerika dimulai ketika Liga sepak bola amerika (MLS) dibentuk tahun 1996, dua tahun setelah Amerika menjadi tuan rumah penyelenggara Piala Dunia 1994. Alan Rothenberg sebagai salah satu inisiator terbentuknya MLS yang pada saat itu hanya diikuti oleh 10 klub. Setelah mengalami jatuh bangun -ada kelab yang dibubarkan, ada pula yang direlokasi ke kota lain disamping expansi klub baru - kini MLS telah beranggotakan 14 klub dan mempunyai 6 stadion khusus sepak bola (Soccer Specific Stadium) dan akan menyusul lagi Stadion baru lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah keempat belas klub yang berlaga di MLS :&lt;br /&gt;- Houston Dynamo&lt;br /&gt;- Los Angeles Galaxy&lt;br /&gt;- Colorado Rapids&lt;br /&gt;- DC United&lt;br /&gt;- Colombus Crew&lt;br /&gt;- New York Red Bull&lt;br /&gt;- Kansas City Wizards&lt;br /&gt;- New England Revolution&lt;br /&gt;- FC Dallas&lt;br /&gt;- Chicago Fire&lt;br /&gt;- Real Salt Lake&lt;br /&gt;- CD Chivas USA&lt;br /&gt;- Toronto FC&lt;br /&gt;- San Jose Earthquakes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berita dan milis komunitas sepak bola seperti big soccer yang sering kuikuti, terbentuknya MLS turut memberikan kontribusi penting bagi perkembangan sepak bola di Amerika. Puncaknya ketika AMerika Serikat lolos delapan besar pada putaran Piala Dunia 2002 di Jepang - Korsel, dimana sebagian pemainnya adalah pemain-pemaian MLS. Hanya tinggal masalah waktu sepak bola bukan lagi anak itik siburuk rupa, ia telah menjelma menjadi seekor angsa yang menawan mempersona masyarakat pencinta olah raga disana. Kita ucapkan selamat tinggal diskriminasi olah raga......</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2008/02/sepak-bola-yang-terdiskriminasi-us.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlZrsUrGebs6STrfWQwT-MnCD9I8ZmdrJ9yNp4ie7f3iPq1S-wPa9Ubc2flM8yNPfdUhBufRH1r-3kSB3I52Khb0wRkG5BmWRjVoCRud2f9jAMeLJrC_SIeRSoVfChWPYBznAA8nMmRNw/s72-c/mls-.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-2014168400869548473</guid><pubDate>Thu, 28 Feb 2008 03:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-06T11:36:05.073+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>:: ICT ....Its Enough !</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgedtXXJXNDnf4k2mzAi-llRWgN1qiesaOxStJL-QMBbMXd6-tIAJlUQQwiaZ_tY34wepdu-O-7FNYY28e12dmDJfhahorkp0PYU8Rzf2GhRZBB4u1fRyzZJSViw2S3NAIbZOGPVox-vc/s1600-h/aisiti.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgedtXXJXNDnf4k2mzAi-llRWgN1qiesaOxStJL-QMBbMXd6-tIAJlUQQwiaZ_tY34wepdu-O-7FNYY28e12dmDJfhahorkp0PYU8Rzf2GhRZBB4u1fRyzZJSViw2S3NAIbZOGPVox-vc/s320/aisiti.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5171877637380568514&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Lebih dua dekade ini kita dibuat tercengang mengamati betapa pesatnya perkembangan ICT (Informasi, Computer and dan telekomunikasi), mulai dari semakin merakyatnya penggunaan gadged/device berbasis ICT seperti HP, notebook sampai dengan penggunaan utilitas online yang mepengaruhi gerak denyut kehidupan kita sehari sehari. Kita tak bisa lagi membayangkan bagaimana kehidupan tanpa adanya sistem bank online, reservasi online atau dalam hal sepele bagaiamana rasanaya dikesepian kita dimalam hari tidak ada informasi yang kita dapatkan karena tak ada sumber informasi yang namanya internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ekponensial ICT kedepannya lebih tak dapat terbayangkan lagi. Mungkin dalam satu dasarwarsa kedepan tubuh manusia sudah tertanam chip multi fungsi, baik itu sebagai identitas pribadi,atau sebagai account yang menandai seberapa banyak deposit kita di bank sampai dengan fungsinya sebagai GPS yang menandai setiap gerak gerik kita dimuka bumi. Setiap momentum kejadian dimuka dimuka bumi terekam dengan apik, karena setiap jengkal jarak terpasang webcam dalam bentuknya yang lain dari kamera konvensional sekarang ini, sehingga kejahatan di masa lampau dapat segera terlacak dan ditentukan siapa pelakuknya. Robotisasi yang ditrigger semakin canggihnya dunia komputer mungkin lebih canggih lagi, dan penggambaran film futuristik tentang robot yang mempunya inteligensi artifisial layaknya seperti manusia mungkin hanya tinggal waktu saja. Singkat kata kita telah di jejali hiruk pikuknya kehidupan yang didorong semakin canggihnya perkembangan ICT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah semua kecanggihan itu membuat hidup kita sekarang ini menjadi lebih nyaman dan mudah ? Sebagian mungkin ya. Namun sebagian lagi mungkin terlalu berlebihan dan terlalu maju melampaui waktunya. Ibarat memiliki hp dilengkapi  bermacam macam fasilitas fitur sementara yang kita butuhkan hanyalah untuk voice dan sms saja. Suatu perkembangan yang baik adalah perkembangan yang proporsional dimana segmen yang lain juga ikut tumbuh dan berkembang dengan irama dan kecepatan yang relative sama. Namun dengan perkembangan teknologi sekarang ini ? Rasa rasanya hanya ICT saja yang mendominasi perkembangan dunia ini. Ada kepincangan di sini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sekarang ini, dimana penetrasi hp, komputer telah begitu meluas dikalangan masyarakat sehingga komunikasi dan informasi menjadi murah dan sangat accessible bagi masyarakat, tapi disisi lain hidup kita disesaki oleh hal hal mendasarseperti semakin mahalnya BBM, listrik dan ancaman kelangkaan pangan, yang sebenarnya lebih disebabkan ketertinggalan kita sebagai umat manusia dalam mengembangkan teknologi yang berkaitan dengan energi alternatif dan teknologi pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perkembangan teknologi energi sepesat seperti perkembangan ICT, mungkin tidak ada lagi tiang tiang PLN ditepi jalan yang membuat pemandangan kota menjadi semrawut, karena disetiap rumah sudah punya sistem energinya sendiri dengan ditemukannnya teknologi penyimpanan energi listrik volume besar dalam batere sehingga dapat dipakai sebulan walaupun watt yang terpakai cukup besar. Atau teknologi konversi energi sudah sedemikian maju, sehingga transportasi tidak membutuhkan lagi bahan bakar fosil, karena mesin penggeraknya sudah menggunakan teknologi yang dapat mengkonversi energi dari medan magnet yang berlimpah ruah di alam ini menjadi energi kinetis, seperti analogi kapal layar konvensional yang menggunakan energi angin untuk mengaruhi samudera nan luas. Bukankan hal ini akan memberikan sumbangan nyata terhadap kesejahteraan dan kenyamanan manusia dibandingkan dengan misalnya sebentar lagi bahwa keyboard yang kita pakai akan digantikan dengan perintah suara untuk mengoperasikan komputer?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Say enough for ICT !</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2008/02/ict-its-enough.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgedtXXJXNDnf4k2mzAi-llRWgN1qiesaOxStJL-QMBbMXd6-tIAJlUQQwiaZ_tY34wepdu-O-7FNYY28e12dmDJfhahorkp0PYU8Rzf2GhRZBB4u1fRyzZJSViw2S3NAIbZOGPVox-vc/s72-c/aisiti.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-4354022079781976128</guid><pubDate>Thu, 26 Jul 2007 17:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-05T08:03:39.235+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Resensi</category><title>:: Tentang Tetralogi Andrea Hirata</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDWAKfPNRt6H-eyqZmEFlioQ3A-do0RK9HMFqXRmvRsLT2vDaaxRe7-T1zO1tczQlzJnBL9FVMMVB79Pe7JCE9_jm4rNJeoFeeuv7VnqxCjh5XYLHp2Q7kI915bOfafzbA_rTC-5vK0ZY/s1600-h/tetralogi.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDWAKfPNRt6H-eyqZmEFlioQ3A-do0RK9HMFqXRmvRsLT2vDaaxRe7-T1zO1tczQlzJnBL9FVMMVB79Pe7JCE9_jm4rNJeoFeeuv7VnqxCjh5XYLHp2Q7kI915bOfafzbA_rTC-5vK0ZY/s320/tetralogi.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5171965160224126418&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kelar sudah baca novel Edensor karya Andrea Hirata. Menurutku buku ketiga dari tetralogi-nya Andrea Hirata bagus, namun lebih dasyat buku keduanya, Sang Pemimpi. Dalam “Sang pemimpi, aku dibuat hanyut dalam alur ceritanya. Mataku berkaca kaca membaca kisah mengharukan, lalu kemudian tertawa terpingkal-pingkal membaca humor cerdas dan tak terduga. Dalam Edensor, yang dapat membuatku tersenyum lebar hanya bagian ketika Arai mengucapkan “Aaammmiiinnn...mmmiiinnn” secara tidak tuma’nina ketika ia menjadi ma’mum shalat Jum’at yang diimami Oruzgan disebuah masjid di Austria (mozaik 38: 16 tahun Tuhan Menunggu, hal 243). Selebihnya, metafora yang ditampilkan sudah bisa ditebak kemana arahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalanku dengan karya Andrea Hirata berawal dari door prize yang kudapat ketika acara liburan bareng teman sekantor dan keluarga di Malino. Ternyata isinya sebuah novel berjudul Sang Pemimpi. Membaca novel tersebut beberapa halaman saja, telah membuat aku terpikat. Dan segera menuntaskan membacanya. Kemudian aku cari buku pertamanya : Laskar Pelangi. Lalu buku ketiganya.... Edensor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bagian yang aku suka di buku ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;What we do in life, echoes in eternity..!! Setiap peristiwan di jagad raya ini adalah potongan-potongan mozaik. Terserak di sana sini, tersebar dalam rentang waktu dan ruang-ruang. Namun, perlahan-lahan mozaik-mozaik itu akan bersatu membentuk sosok dan membangun siapa dirimu dewasa nanti. Lalu apa pun yang kau kerjakan dalam hidup ini, akan bergema dalam keabadian.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya bercerita Andrea sebagai orang yang besar dalam kultur masyarakat yang suka bercerita, tak pelak lagi, pasti akan memesona pembacanya. Ia pandai memilih kata dan mengolahnya, sehingga pembaca terpaku dan tak beranjak di depan novel sampai cerita selesai. Namun bagiku yang juga tumbuh dan besar dalam kultur melayu Pontianak, ada sesuatu yang yang tak asing baik dari gaya berceritanya, atau pun sosok tokoh yang ditampilkan seperti bang Zaitun, Minar, serta Mak Birah. Perumpamaan yang digunakan, hiperbolis dalam mendiskripsi kejadian yang sebenarnya biasa saja sehingga menarik dan memberikan inspirasi, mengingatkanku pada sosok bang Yadi ( dimana ia sekarang ? ) yang dulu pernah kukenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;..... Waktu itu dik, abang ikut kapal..... Abang mencoba memancing pakai tali plastik jemuran dan umpannya dari tali rapia. Abang ikat tali pancing tersebut pada buritan kapal. Lalu seekor hiu yang sangat besar memakan umpan tersebut. Besar sekali ikan itu. Saking besarnya hiu tersebut sampai-sampai kapal tidak bisa bergerak maju. Jadinya abang dimarahi oleh nahkoda.....&lt;/span&gt;”. He..he..he penuh hiperbolisme nggak gaya bercerita bang Yadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut pemikiranku mengenai tetralogi tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya pertemuan kebetulan dengan seseorang dan tempat yang ada hubungan historis kita dimasa lalu. Itu bisa saja terjadi. Bahkan sering terjadi malah, hanya saja kita lupa atau tidak mengetahuinya. Karena ada berjuta-juta mozaik hinggap dan pergi dalam kehidupan kita. Bahwa fragmen kecil- Andrea menyebutnya mozaik- kita dimasa lalu, linking dengan kejadian selanjutnya dimasa datang, probabilitasnya sangat tinggi. Orang asing yang duduk disamping kita di bis, sangat mungkin pernah muncul dalam segmen kita dimasa lampau. Dalam konteks itulah mungkin Andrea menghubung-hubungkan pertemuanya dengan Oruzgan, Andrea Galliano, Daria Werbowy, orang Samia bahkan tempat yang bernama Edensor, kemungkinan besar pernah bersinggungan dengan kehidupannya dimasa lampau. Jadi tinggal memberinya justifikasi cerita awal saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa cerita segmen kehidupan si Ikal kuliah di UI tak diceritakan detail ? Keputusan ini mungkin diambil Andrea dengan pertimbangan, selain memang hanya rutinitas biasa saja, juga segmen kehidupan kuliah tersebut tidak bisa dihiperbolisasi dan dibumbui agar menarik. Akan banyak orang yang mempertanyakan kejanggalan dan ketidak-sesuaian nantinya, jika ia melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kejanggalan menurutku mengenai tempat, nama serta peristiwa- selain yang pernah diulas oleh pak Jacob dan di blog lain- seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Nama sekolah SMA Bukan Main, jelas bukan nama sekolah sebenarnya.&lt;br /&gt;- Nama teman-teman kuliah Ikal waktu di Sorbone (Virginia Sue Townsend, Naomi Stanfield, Katya Kristanaema, dsb) tak ditemukan person seperti yang didiskripsikan itu dalam belantara dunia internet. Padahal internet adalah keseharian orang yang berpendidikan seperti ini. Jadi aku simpulkan nama nama tersebut bukan nama sebenarnya.&lt;br /&gt;- Searching nama “Njoo Xian Ling” di paman google. Tak ditemukan data yang berhubungan dengan nama lengkap Aling, kecuali kalau kita ketik Xian Ling.&lt;br /&gt;- Masuk Pusdikhub AD Cimahi, setelah lulus menjadi pegawai Pos. Setahuku pada era tersebut Pusdikhub tak pernah menggembleng calon karyawan Pos. Jadi aku simpulkan ini adalah pengalamannya ketika masuk menjadi pegawai Telkom.&lt;br /&gt;- Cerita minar tentang pemilihan Bupati dalam Pilkada. Dalam kalkulasiku, saat Ikal masih di SMA adalah pada masa sebelum reformasi tahun 1998 terjadi. Pemilihan bupati secara langsung baru ada setelah diberlakukan otonomi daerah tahun 2001. Jadi kupikir bagian si Minar berceloteh ini hanya penyedap saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulanku mengenai ketiga buku tersebut adalah memoar pribadi Adrea yang diberi warna warni, atau cerita fiksi si Ikal yang diinspirasi dari pengalaman pribadi. Namun terlepas dari itu semua, aku masih tersalut-salut pada Adrea Hirata, dan tak sabar menunggu buku ke-empatnya, Maryamah Karvop. Mungkin akan bercerita tentang Nurmi, gadis kecil pemain biola anak Cik Maryamah.</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2007/07/tentang-tetralogi-andrea-hirata.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDWAKfPNRt6H-eyqZmEFlioQ3A-do0RK9HMFqXRmvRsLT2vDaaxRe7-T1zO1tczQlzJnBL9FVMMVB79Pe7JCE9_jm4rNJeoFeeuv7VnqxCjh5XYLHp2Q7kI915bOfafzbA_rTC-5vK0ZY/s72-c/tetralogi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-1655835106051009791</guid><pubDate>Tue, 10 Jul 2007 18:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-05T08:04:16.534+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Travel</category><title>:: Flobamora</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5qqCCTFfm8GnZO1vMJArGI77kRh5kij7-pCP1Bk3EIzbi65sDXWbu_ceXIDm205m6U_HntoJc7VxsZyhlUZSZqHr_ryyRSc-A88YsC7kINUQJ9BZkzGXm3ls6Khq0InVXgpOzsySaGiE/s1600-h/kelimutu.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5qqCCTFfm8GnZO1vMJArGI77kRh5kij7-pCP1Bk3EIzbi65sDXWbu_ceXIDm205m6U_HntoJc7VxsZyhlUZSZqHr_ryyRSc-A88YsC7kINUQJ9BZkzGXm3ls6Khq0InVXgpOzsySaGiE/s320/kelimutu.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5171972861100488226&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Flobamora….! Apa yang terbayang dalam otak Anda ketika mendengar kata tersebut. Seperti kosa kata dalam kamus Inggeris, menurut Linda, isteriku. Namun menurutku sendiri setelah memejam mata dan membayangkan kata tersebut, yang terlintas samar samar dibenakku adalah pengarang komik romance tahun 1970-an. Florence ! Terbesit juga dalam otak ini, aroma suatu tempat nan eksotis di mediterian. Entah dimana. Mungkin ada sebagian dari Anda , mengasosiakan kata tersebut dengan kata Flora, seperti acara TVRI jaman dahulu sebelum ada TV swasta. Yaitu Flora dan Fauna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalanku dengan kata tersebut, dimulai ketika aku ditugaskan ke NTT. Waktu itu aku masih bertugas di Sumbawa Besar, NTB. Karena kedua provinsi tersebut saling bertetangga, dan jaman dahulu keduanya termasuk dalam gugusan pulau propinsi nusa penida, maka aku ingin memulai kepindahanku ke Kupang melewati jalan darat menggunakan sedan pribadiku, menempuh rute trans Flores. Lalu dari Larantuka, Flores Timur, aku akan menyebrang ke Pulau Timor.&lt;br /&gt;Bukan perjalanan mudah ternyata. Bisa dikatakan perjalanan tersebut seperti perlombaan mobil off road, dan entah berapa kali chasis bawah mobilku menghantam jalan yang berlobang dan bergelombang. Dimulai saat perjalanan 8 jam meyembrang selat sape melintasi pulau Komodo, aku sampai di Labuhan Bajo, sebuah kota wisata di ujung barat pulau Flores. Selanjutnya setelah berkendara kurang lebih dua jam, aku tiba di Ruteng, sebuah kota kecil yang dingin. Lalu berturut-turut aku melintasi kota Bajawa, Ende, Maumere dan terakhir, paling timur ujung pulau Flores, aku tiba di kota Larantuka. Dari sini diperlukan waktu 11 jam menggunakan Ferry untuk sampai ke Kupang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9oSdiKNQzpYtONEJAk4W7QyCXiYN62IJ5qijFwfFGWV1jp288M9EFiXvI9E9kqd7TM7kvaBJKVdEWNPmremONfLp6rWQAVXAm87YieTWO8SUtqwtKXJZUAia1WV75ERXf9_jOarWDO3M/s1600-h/bis+flores.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9oSdiKNQzpYtONEJAk4W7QyCXiYN62IJ5qijFwfFGWV1jp288M9EFiXvI9E9kqd7TM7kvaBJKVdEWNPmremONfLp6rWQAVXAm87YieTWO8SUtqwtKXJZUAia1WV75ERXf9_jOarWDO3M/s320/bis+flores.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5171972470258464274&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Ada suatu lokasi menarik antara kabupaten Ende dan kapupaten Sikka. Desa Moni namanya. Banyak berdiri cottage-cottage tempat peristirahatan. Dan tak jauh dari desa ini terdapat panorama alam yang tak boleh anda lewatkan. Gunung kelimutu dengan danau tiga warnanya yang terkenal itu! Berada dipuncak gunung, ketiga danau tersebut bagaikan cangkir-cangkir raksasa yang masing-masing berisikan air coca-cola, es cendol elizabeth berwarna hijau muda serta air perasan lumut berwarna hijau tua pekat. Sebuah fenomena alam yang mengagumkan. Mungkin ketiga warna tersebut disebabkan oleh pantulan dari flankton yang berbeda pada tiga telaga tersebut.&lt;br /&gt;Kembali ke laptop, eh ..maksudku ke awal tulisan ini. Ternyata Flobamora adalah suatu akronim. Singkatan dari Flores, Sumba, Timor serta Alor. Empat pulau utama di NTT. Selain empat pulau itu, ada pula pulau kecil lainnya seperti pulau Rote, Sabu, Solor, Lomblen, dan lain-lain. Nama Flobamora juga digunakan untuk nama sebuah mall satu-satunya di Kupang.</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2007/07/flobamora_10.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5qqCCTFfm8GnZO1vMJArGI77kRh5kij7-pCP1Bk3EIzbi65sDXWbu_ceXIDm205m6U_HntoJc7VxsZyhlUZSZqHr_ryyRSc-A88YsC7kINUQJ9BZkzGXm3ls6Khq0InVXgpOzsySaGiE/s72-c/kelimutu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-2997479082758327690</guid><pubDate>Sun, 08 Jul 2007 16:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-05T08:02:59.862+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Family</category><title>:: Logika Rayhan dan Annisa</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDcyPGJNH2KB1ZNIKmRQxk8Ds_x2r9DYhOUvlmo36VcUp09J9Ku6VxnHdmxsvbAC0cPMi74aFau_hDc-c7BXHfdi1Cruifg3iXv0a1kaKLn1RWYyQ8rgBkowqfuoqclHuyBIrFvNGpaho/s1600-h/rayhan.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDcyPGJNH2KB1ZNIKmRQxk8Ds_x2r9DYhOUvlmo36VcUp09J9Ku6VxnHdmxsvbAC0cPMi74aFau_hDc-c7BXHfdi1Cruifg3iXv0a1kaKLn1RWYyQ8rgBkowqfuoqclHuyBIrFvNGpaho/s320/rayhan.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5171970580472854002&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Aku dan Linda – istriku – tersenyum tak kala mendengar permintaan Rayhan putraku yang berumur 4 tahun lebih. Ia ingin memakai kostum batman plus topengnya besok jika bermain dengan temannya dihalaman depan rumah. Rupanya Oma, tetangga di depan rumah, telah memarahi Rayhan tadi pagi karena kecerewetan dan kebandelannya saat ia bermain bersama cucunya yang umurnya jauh lebih tua dari Rayhan. Karena dimarahi, putraku itu menjadi takut ketemu dengan Oma lagi. Dengan memakai topeng Batman, dia pikir Oma tidak mengenali lagi wajahnya, sehingga ia dapat dengan bebas bermain dan berlari di jalan depan rumah. Suatu logika berfikir khas anak-anak, dan kadangkala tak terduga.Tadinya kami fikir dia akan sembuyi-sembunyi bermain jika ada Oma….. Ternyata solusinya cukup pakai topeng saja. Beres!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSv1K5rkxr-Q0JOCgjZtjYR1xaXuXtCtYz4Yc3Vwb2DvDlxJZjIdTc8o69SqzNAfGNClht_Alfe-J6ht_HaGteoxON2ggiYoaW7jmCvCV6gdLBgAtsNwcwirym2W1b4qbL1SeIuxq7tYg/s1600-h/annisa.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSv1K5rkxr-Q0JOCgjZtjYR1xaXuXtCtYz4Yc3Vwb2DvDlxJZjIdTc8o69SqzNAfGNClht_Alfe-J6ht_HaGteoxON2ggiYoaW7jmCvCV6gdLBgAtsNwcwirym2W1b4qbL1SeIuxq7tYg/s320/annisa.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5171970855350760962&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Lain Rayhan, lain pula Annisa – kakaknya – yang usianya lebih tiga tahun dari Rayhan. Waktu itu Annisa masih berumur empat tahun lebih, dan Rayhan 1,5 tahun. Mereka lagi minum susu berdua pada suatu pagi. Segera setelah itu sang kakak minta agar mamanya menambahkan lagi susu kepada adiknya, Rayhan. Wah cukup perhatian juga kakaknya ini, fikir kami. Dan memang seharusnya begitulah perilaku seorang kakak terhadap adik kecilnya. Mengayomi.... ! But.... nanti dulu. Setelah mendengar pembicaraan kedua anak kami tersebut lebih lanjut, ternyata mereka lagi lomba minum susu, siapa cepat menghabiskan susu dalam gelas, dia menang. Dan sang kakak, khawatir takut didahului adiknya. Oaalaahhh ..! tak pikir sayang adik.</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2007/07/aku-dan-linda-istriku-tersenyum-tak.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDcyPGJNH2KB1ZNIKmRQxk8Ds_x2r9DYhOUvlmo36VcUp09J9Ku6VxnHdmxsvbAC0cPMi74aFau_hDc-c7BXHfdi1Cruifg3iXv0a1kaKLn1RWYyQ8rgBkowqfuoqclHuyBIrFvNGpaho/s72-c/rayhan.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2726389078292492450.post-2662614674556840189</guid><pubDate>Fri, 06 Jul 2007 15:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-25T16:15:14.099+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Family</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Liburan</category><title>:: Malino</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVoRb42ioQTlifyD9T89YgBEjHzTaXrgTcoZJ8BMLcClpNv8M9PMyYMEg9RWt81vPmwOQEIbIsjuEq-GLnFJke4pl9e7BlwpGbL_PmBQkBdgWQpvFMPr304ePVsWRTvJ7-BlLVVXY-16I/s1600-h/malino2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVoRb42ioQTlifyD9T89YgBEjHzTaXrgTcoZJ8BMLcClpNv8M9PMyYMEg9RWt81vPmwOQEIbIsjuEq-GLnFJke4pl9e7BlwpGbL_PmBQkBdgWQpvFMPr304ePVsWRTvJ7-BlLVVXY-16I/s320/malino2.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5171967904708228578&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya jadi juga ke Malino, setelah beberapa kali tertunda. Sebelumnya beberapa temen mengusulkan tempat tujuan rerkeasi lainnya yang ada di Sulsel, seperti bantimurung, Pulau Kayangan. Untungnya Malino yang kepilih, karena kami sekeluarga belum pernah kesana. Ternyata sulit juga menyatukan keinginan banyak rekan mengenai objek wisata yang akan dipilih. Waktu juga tadinya jadi kendala. Ada beberapa teman tidak bisa ikut serta karena ada urusan dinas dan keluraga, sehingga rencana di-reschedule mencari hari yang cocok dimana setiap orang dapat terlibat. Maka saat awal liburan sekolah adalah moment yang tepat untuk melaksanakan hajatan tesebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup enjoy juga rupanya kumpul bareng rekan-rekan and family di suatu tempat yang dingin seperti Malino. Rasa bosan saat perjalanan selama dua jam lebih, melewati jalan berkelok-kelok dan berlubang segera terobati ketika tiba di lokasi. Apalagi disana ada kesempatan untuk melampiaskan hobby teriak berkaraoke sampai jam 01.00 malam bareng lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Malino-nya sendiri tidak beda dengan tempat-tempat dingin lainnya di nusantara. Bagi Anda yang berasal dari Jawa Barat dan kangen akan suasana dingin Lembang, cobalah pergi ke Malino, maka rasa rindu itu akan sedikit terobati. Ada jajaran pohon pinus disepanjang jalan, ada pondok kecil yang memajang jenis anggrek dan tanaman hias lainnya untuk dijual.Didepan jalan masuk menuju taman hutan pinus berjejer toko-toko semi permanen menawarkan panganan kecil, jagung bakar, ketan bakar, serta minuman hangat sarabba (maaf kalau salah ucap) - semacam bandrek - pengusir rasa dingin yang menusuk tulang. Yang cukup menghibur pula adalah wisata kudanya, memungkinkan kita menelusuri lereng menembus kawasan hutan pinus di atas seekor kuda yang mungkin sudah muak melakukannya entah berapa ratus kali..... hi...hi...hi... Dan aku sendiri melakukannya dua kali putaran.</description><link>http://ilyasmak.blogspot.com/2007/07/malino.html</link><author>noreply@blogger.com (Ilyas Mak)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVoRb42ioQTlifyD9T89YgBEjHzTaXrgTcoZJ8BMLcClpNv8M9PMyYMEg9RWt81vPmwOQEIbIsjuEq-GLnFJke4pl9e7BlwpGbL_PmBQkBdgWQpvFMPr304ePVsWRTvJ7-BlLVVXY-16I/s72-c/malino2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item></channel></rss>