<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7962231624429565255</id><updated>2024-10-24T00:40:33.312-07:00</updated><title type='text'>POPO - Telling</title><subtitle type='html'>Story telling like out of the box!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://popo-telling.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://popo-telling.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Syifa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02598894382429782675</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPWfb-_0SdzGh1UTVs9vAZ6hVDRESj-prQ9dDc43dCs3Cf8MnbvBGragGNTJ7z17Z8VxsuGvZaVFHO7YLMf-XzTumOtlOCYuCJDGBmgFlqu_UgLL6LBs2pdobtDVDlTQ/s220/3x4.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7962231624429565255.post-7201764213349631194</id><published>2011-06-13T15:28:00.000-07:00</published><updated>2011-06-14T02:41:27.699-07:00</updated><title type='text'>Membentuk Moral Anak dengan Mendongeng</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mendongeng atau story telling ternyata dapat dijadikan sebagai media membentuk kepribadian dan moralitas anak usia dini. Sebab, dari kegiatan mendongeng terdapat manfaat yang dapat dipetik oleh pendongeng (orangtua) beserta para pendengar (dalam hal ini adalah anak usia dini). Manfaat tersebut adalah, terjalinnya interaksi komunikasi harmonis antara oran gtua dengan anaknya di rumah, sehingga bisa menciptakan relasi yang akrab, terbuka, dan tanpa sekat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika hal itu terpelihara sampai sang buah hati menginjak remaja, tentunya komunikasi yang harmonis antara oran gtua dan anak akan menjadi modal penting dalam membentuk moral. Karena kebanyakan ketika mereka beranjak remaja atau dewasa, tidak mengingat ajaran-ajaran moral diakibatkan tidak adanya ruang komunikasi dialogis antara dirinya dengan orang tua sebagai “guru pertama” yang mestinya terus memberikan pengajaran moral. Jadi, titik terpenting dalam membentuk moral sang anak adalah lingkungan sekitar rumah, setelah itu lingkungan sekolah dan terakhir adalah lingkungan masyarakat sekitar.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun, ketika dilingkungan rumahnya sudah tidak nyaman, biasanya anak-anak akan memberontak di luar rumah (kalau tidak di sekolah, pasti di lingkungan masyarakat). Oleh karena itu, agar tidak terjadi hal seperti itu sudah sewajibnya orang tua membina interaksi komunikasi yang baik dengan sang buah hati supaya di masa mendatang ketika mereka memiliki masalah akan meminta jalan keluar kepada oran g tuanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Upaya preventif agar tidak terjadi pemberontakan dari sang buah hati terhadap tatanan moral yang berlaku, adalah dengan membudayakan kembali dongeng sebelum tidur. Tentu saja, kisah yang didongengkan itu harus berisi panduan hidup yang berbasis pada filsafat hidup dan nilai moral yang visioner dan positif bagi perkembangan hidupnya di masa depan. William Pakpahan mengatakan bahwa pengetahuan moral bisa diajarkan di rumah, caranya dengan membahas buku-buku dongeng, kitab suci, dan menceritakan kisah yang konstruktif bersama anak.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Mulailah mendongeng&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aktivitas mendongeng atau story telling memang telah jadi budaya di negeri kita selama ratusan tahun lamanya. Ini dibuktikan dengan adanya legenda, misalnya di tatar Sunda, kita mengenal Sasakala Situ Bagendit, Sasakala Tangkuban Parahu, sakdang kuya jeung sakadang monyet dan masih banyak lagi. Bukti tersebut mengindikasikan bahwa telah sejak dahulu kala, nenek moyang kita melakukan kegiatan mendongeng kepada anak-cucunya agar tertanam nilai moral sejak usia dini. Dan, biasanya dongeng yang lebih berpengaruh kepada anak-anak adalah kisah-kisah keteladanan yang berkaitan dengan dunia anak yang imajinatif.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Merrill Hermin dalam bukunya berjudul How to Plan a Program for Moral Education (1990) berpendapat bahwa bercerita atau mendongeng memungkinkan orang berbicara tanpa memaksakan pendapatnya kepada orang lain. Sebab setiap pendengar memiliki kebebasan untuk setuju atau tidak setuju dan akan berusaha menempatkan posisinya di mana ia mau dalam cerita itu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu, cerita atau dongeng bisa menjadi wahana untuk mengasah imajinasi dan alat pembuka bagi cakrawala pemahaman seorang anak. Ia akan belajar pada pengalaman-pengalaman sang tokoh dalam dongeng tersebut, setelah itu memilah mana yang dapat dijadikan panutan olehnya sehingga membentuknya menjadi moralitas yang dipegang sampai dewasa. Karena itulah, peran pendongeng atau oran g tua dalam menjelaskan atau merangkum seluruh kisah dalam cerita kepada anak-anak mesti menjadi seorang penjelas yang pasih. Alhasil, seorang anak akan mengerti intisari dari cerita yang didongengkan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka, agar tidak terjadi penanaman bibit moral yang paradoksal, orang tua selayaknya memberikan penafsiran secara rasional, konstruktif, dan tidak terjebak pada pengisahan yang klenik. Selain itu, sebaiknya kegiatan mendongeng juga dilakukan sebelum seorang anak hendak tidur, supaya sang anak bisa lebih menyerap materi cerita yang berisi keteladanan sang tokoh dalam cerita itu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Misalnya, ketika kita menceritakan sasakala Situ Bagendit, menyelipkan ajaran moral bahwa memberi kepada yang membutuhkan atau fakir miskin itu merupakan keniscayaan. Tujuannya agar seorang anak dapat membentuk kepribadiannya secara positif dan menentang kekikiran (kaceuditan) Nyi Endit sehingga menyebabkan ia dan kekayaannya ditenggelamkan oleh air.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pertanyaannya, sudahkah malam ini atau malam tadi kita membacakan dongeng yang berisi keteladanan kepada sang buah hati? Semoga saja kita memiliki dongeng sebelum tidur yang bermutu dan bisa membentuk moral anak kita. Amiin!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akhirul kalam, pengetahuan moral merupakan pangkal pokok dari sisi kemanusiaan kita. Maka, jangan biarkan kalau buah hati kita tergerus oleh arus budaya yang bisa membawa dirinya menjadi generasi yang kehilangan pribadi dan moral. Karena itulah, untuk mengokohkan kepribadian dan moral dalam diri anak-anak kita salah satu caranya adalah mendongengkan kisah-kisah yang berisi keteladanan, sehingga di masa mendatang mereka memiliki landasan untuk mengubah bangsa-negara ke arah yang lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;dikutip dari &lt;a href=&quot;http://sittaresmiyanti.wordpress.com/2008/02/14/membentuk-moral-anak-dengan-mendongeng/&quot;&gt;http://sittaresmiyanti.wordpress.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://popo-telling.blogspot.com/feeds/7201764213349631194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7962231624429565255/7201764213349631194?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/7201764213349631194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/7201764213349631194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://popo-telling.blogspot.com/2011/06/membentuk-moral-anak-dengan-mendongeng_13.html' title='Membentuk Moral Anak dengan Mendongeng'/><author><name>Syifa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02598894382429782675</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPWfb-_0SdzGh1UTVs9vAZ6hVDRESj-prQ9dDc43dCs3Cf8MnbvBGragGNTJ7z17Z8VxsuGvZaVFHO7YLMf-XzTumOtlOCYuCJDGBmgFlqu_UgLL6LBs2pdobtDVDlTQ/s220/3x4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7962231624429565255.post-4470399286620925495</id><published>2011-06-12T19:21:00.000-07:00</published><updated>2011-06-14T02:45:33.656-07:00</updated><title type='text'>Nyai Anteh sang Penunggu Bulan</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nyi Anteh Pada jaman dahulu kala di &lt;a href=&quot;http://dongeng.org/tag/jawa-barat&quot;&gt;Jawa Barat&lt;/a&gt; ada sebuah &lt;a href=&quot;http://dongeng.org/tag/kerajaan&quot;&gt;kerajaan&lt;/a&gt; bernama kerajaan Pakuan. Pakuan adalah kerajaan yang sangat subur dan memiliki panorama alam yang sangat indah. Rakyatnya pun hidup damai di bawah pimpinan raja yang &lt;a href=&quot;http://dongeng.org/tag/bijaksana&quot;&gt;bijaksana&lt;/a&gt;. Di dalam istana ada dua gadis remaja yang sama-sama jelita dan selalu kelihatan sangat rukun. Yang satu bernama Endahwarni dan yang satu lagi bernama Anteh. Raja dan Ratu sangat menyayangi keduanya, meski sebenarnya kedua gadis itu memiliki status sosial yang berbeda. Putri Endahwarni adalah calon pewaris kerajaan Pakuan, sedangkan Nyai Anteh adalah hanya anak seorang dayang kesayangan sang ratu. Karena Nyai Dadap, ibu Nyai Anteh sudah meninggal saat melahirkan Anteh, maka sejak saat itu Nyai Anteh dibesarkan bersama putri Endahwarni yang kebetulan juga baru lahir. Kini setelah Nyai Anteh menginjak remaja, dia pun diangkat menjadi dayang pribadi putri Endahwarni.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Kau jangan memanggilku Gusti putri kalau sedang berdua denganku,” kata putri. “Bagiku kau tetap adik tercintaku. Tidak perduli satatusmu yang hanya seorang dayang. Ingat sejak bayi kita dibesarkan bersama, maka sampai kapan pun kita akan tetap bersaudara. Awas ya! Kalau lupa lagi kamu akan aku hukum!”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Baik Gust…..eh kakak!” jawab Nyai Anteh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Anteh, sebenarnya aku iri padamu,” kata putri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Ah, iri kenapa kak. Saya tidak punya sesuatu yang bisa membuat orang lain iri,” kata Anteh heran.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Apa kau tidak tahu bahwa kamu lebih cantik dariku. Jika kamu seorang putri, pasti sudah banyak &lt;a href=&quot;http://dongeng.org/tag/pangeran&quot;&gt;pangeran&lt;/a&gt; yang meminangmu,” ujar putri sambil tersenyum.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Ha ha ha.. kakak bisa saja. Mana bisa wajah jelek seperti ini dibilang cantik. Yang cantik tuh kak Endah, kemarin saja waktu pangeran dari kerajaan sebrang datang, dia sampai terpesona melihat kakak. Iya kan kak?” jawab Anteh dengan semangat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Ah kamu bisa saja. Itu karena waktu itu kau memilihkan baju yang cocok untukku. O ya kau buat di penjahit mana baju itu?” tanya putri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Eeee…itu…itu…saya yang jahit sendiri kak.” jawab Anteh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Benarkah? Wah aku tidak menyangka kau pandai menjahit. Kalau begitu lain kali kau harus membuatkan baju untukku lagi ya. Hmmmm…mungkin baju pengantinku?” seru putri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Aduh mana berani saya membuat baju untuk pernikahan kakak. Kalau jelek, saya pasti akan dimarahi rakyat,” kata Anteh ketakutan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Tidak akan gagal! Kemarin baju pesta saja bisa… jadi baju pengantin pun pasti bisa,” kata putri tegas.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Suatu malam ratu memanggil putri Endahwarni dan Nyai Anteh ke kamarnya. “Endah putriku, ada sesuatu yang ingin ibu bicarakan,” kata ratu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Ya ibu,” jawab putri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Endah, kau adalah anakku satu-satunya. Kelak kau akan menjadi ratu menggantikan ayahmu memimpin rakyat Pakuan,” ujar ratu. “Sesuai ketentuan keraton kau harus memiliki pendamping hidup sebelum bisa diangkat menjadi ratu.”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Maksud ibu, Endah harus segera menikah?” tanya putri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“ya nak, dan ibu juga ayahmu sudah berunding dan sepakat bahwa calon pendamping yang cocok untukmu adalah Anantakusuma, anak adipati dari kadipaten wetan. Dia pemuda yang baik dan terlebih lagi dia gagah dan tampan. Kau pasti akan bahagia bersamanya,” kata ratu. “Dan kau Anteh, tugasmu adalah menjaga dan menyediakan keperluan kakakmu supaya tidak terjadi apa-apa padanya.”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Baik gusti ratu,” jawab Anteh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Malam itu putri Endahwarni meminta Nyai Anteh untuk menemaninya. “Aku takut sekali Anteh,” kata putri dengan sedih. “Bagaimana aku bisa menikah dengan orang yang sama sekali tidak aku kenal. Bagaimana kalau dia tidak mencintaiku?”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Kakak jangan berpikiran buruk dulu,” hibur Anteh. “Saya yakin gusti Raja dan Ratu tidak akan sembarangan memilih jodoh buat kakak. Dan pemuda mana yang tidak akan jatuh hati melihat &lt;a href=&quot;http://dongeng.org/tag/kecantikan&quot;&gt;kecantikan&lt;/a&gt; kakak. Ah sudahlah, kakak tenang dan berdoa saja. Semoga semuanya berjalan lancar.”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Suatu pagi yang cerah, Anteh sedang mengumpulkan &lt;a href=&quot;http://dongeng.org/tag/bunga&quot;&gt;bunga&lt;/a&gt; melati untuk menghias sanggul putri Endahwarni. Anteh senang menyaksikan bunga-bunga yang bermekaran dan kupu-kupu saling berebut bunga. Dia mulai bersenandung dengan gembira. Suara Anteh yang merdu terbang tertiup angin melewati tembok istana. Saat itu seorang pemuda tampan sedang melintas di balik tembok taman istana. Dia tepesona mendengar suara yang begitu merdu. Ternyata pemuda itu adalah Anantakusuma. Dia sangat sakti, maka tembok istana yang begitu tinggi dengan mudah dilompatinya. Dia bersembunyi di balik gerumbulan bunga, dan tampaklah olehnya seorang gadis yang sangat cantik. Anantakusuma merasakan dadanya bergetar, “alangkah cantiknya dia, apakah dia putri Endahwarni calon istriku?” batinnya. Anantakusuma keluar dari persembunyiannya. Anteh terkejut ketika tiba-tiba di hadapannya muncul pemuda yang tidak dikenalnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Siapa tuan?” tanya Anteh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Aku Anantakusuma. Apakah kau…..” Belum sempat Anantakusuma bertanya seseorang memanggil Anteh. “Anteh!!! Cepat!!! Putri memanggilmu!” kata seorang dayang.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Ya. Saya segera datang. Maaf tuan saya harus pergi,” kata Anteh yang langsung lari meninggalkan Anantakusuma.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Dia ternyata bukan Endahwarni,” pikir Anantakusuma. “Dan aku jatuh &lt;a href=&quot;http://dongeng.org/tag/cinta&quot;&gt;cinta&lt;/a&gt;padanya. Aku ingin dialah yang jadi istriku.”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beberapa hari kemudian, di istana terlihat kesibukan yang lain daripada biasanya. Hari ini Adipati wetan akan datang bersama anaknya, Anantakusuma, untuk melamar putri Endahwarni secara resmi. Raja dan Ratu menjamu tamunya dengan sukacita. Putri Endahwarni juga tampak senang melihat calon suaminya yang sangat gagah dan tampan. Lain halnya dengan Anantakusuma yang terlihat tidak semangat. Dia kecewa karena ternyata bukan gadis impiannya yang akan dinikahinya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tibalah saat perjamuan. Anteh dan beberapa dayang istana lainnya masuk ke ruangan dengan membawa nampan-nampan berisi makanan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Silahkan mencicipi makanan istimewa istana ini,” kata Anteh dengan hormat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Terima &lt;a href=&quot;http://dongeng.org/tag/kasih&quot;&gt;kasih&lt;/a&gt; Anteh, silahkan langsung dicicipi,” kata Raja kepada para tamunya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anantakusuma tertegun melihat gadis impiannya kini ada di hadapannya. Kerongkongannya terasa kering dan matanya tak mau lepas dari Nyai Anteh yang saat itu sibuk mengatur hidangan. Kejadian itu tidak luput dari perhatian putri Endahwarni. Pahamlah ia bahwa calon suaminya telah menaruh hati pada gasis lain, dan gadis itu adalah Anteh. Putri Endahwarni merasa cemburu, kecewa dan sakit hati. Timbul dendam di hatinya pada Anteh. Dia merasa Antehlah yang bersalah sehinggga Anantakusuma tidak mencintainya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah perjamuan selesai dan putri kembali ke kamarnya, Anteh menemui sang putri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Bagaimana kak? Kakak senang kan sudah melihat calon suami kakak? Wah ternyata dia sangat tampan ya?” kata Anteh. Hati putri Endahwarni terasa terbakar mendengar kata-kata Anteh. Dia teringat kembali bagaimana Anantakusuma memandang Anteh dengan penuh cinta.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Anteh, mulai saat ini kau tidak usah melayaniku. Aku juga tidak mau kau ada di dekatku. Aku tidak mau melihat wajahmu,” kata putri Endahwarni.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“A..apa kesalahanku kak? Kenapa kakak tiba-tiba marah begitu?” tanya Anteh kaget.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Pokoknya aku sebal melihat mukamu!” bentak putri. “Aku tidak mau kau dekat-dekat denganku lagi…Tidak! Aku tidak mau kau ada di istana ini. Kau harus pergi dari sini hari ini juga!”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Tapi kenapa kak? Setidaknya katakanlah apa kesalahanku?” tangis Anteh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Ah jangan banyak tanya. Kau sudah mengkianatiku. Karena kau Anantakusuma tidak mencintaiku. Dia mencintaimu. Aku tahu itu. Dan itu karena dia melihat kau yang lebih cantik dariku. Kau harus pergi dari sini Anteh, biar Anantakusuma bisa melupakanmu!” kata putri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Baiklah kak, aku akan pergi dari sini. Tapi kak, sungguh saya tidak pernah sedikitpun ingin mengkhianati kakak. Tolong sampaikan permohonan maaf dan terima kasih saya pada Gusti Raja dan Ratu.”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anteh beranjak pergi dari kamar putri Endahwarni menuju kamarnya lalu mulai mengemasi barang-barangnya. Kepada dayang lainnya dia berpesan untuk menjaga putri Endahwarni dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nyai Anteh berjalan keluar dari gerbang istana tanpa tahu apa yang harus dilakukannya di luar istana. Tapi dia memutuskan untuk pergi ke kampung halaman ibunya. Anteh belum pernah pergi kesana, tapi waktu itu beberapa dayang senior pernah menceritakannya. Ketika hari sudah hampir malam, Anteh tiba di kampung tempat ibunya dilahirkan. Ketika dia sedang termenung memikirkan apa yang harus dilakukan, tiba-tiba seorang laki-laki yang sudah berumur menegurnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Maaf nak, apakah anak bukan orang sini?” tanyanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Iya paman, saya baru datang!” kata Anteh ketakutan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Oh maaf bukan maksudku menakutimu, tapi wajahmu mengingatkanku pada seseorang. Wajahmu mirip sekali dengan kakakku Dadap,”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Dadap? Nama ibuku juga Dadap. Apakah kakak paman bekerja di istana sebagai dayang?” tanya Anteh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Ya….! Apakah….kau anaknya Dadap?” tanya paman itu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Betul paman!” jawab Anteh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Oh, kalau begitu kau adalah keponakanku. Aku adalah pamanmu Waru, adik ibumu,” kata paman Waru dengan mata berkaca-kaca.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Benarkah? Oh paman akhirnya aku menemukan keluarga ibuku!” kata Anteh dengan gembira.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Sedang apakah kau disini? Bukankah kau juga seorang dayang?” tanya paman Waru.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Ceritanya panjang paman. Tapi bolehkah saya minta ijin untuk tinggal di rumah paman. Saya tidak tahu harus kemana,” pinta Anteh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Tentu saja nak, kau adalah anakku juga. Tentu kau boleh tinggal di rumahku. Ayo kita pergi!” kata paman Waru.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejak saat itu Anteh tinggal di rumah pamannya di desa. Untuk membantu pamannya, Anteh menerima pesanan menjahit baju. Mula-mula Anteh menjahitkan baju-baju tetangga, lama-lama karena jahitannya yang bagus, orang-orang dari desa yang jauh pun ikut menjahitkan baju mereka kepada Anteh. Sehingga ia dan keluarga pamannya bisa hidup cukup dari hasilnya menjahit.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bertahun-tahun telah berlalu. Anteh kini sudah bersuami dan memiliki dua orang anak. Suatu hari di depan rumahnya berhenti sebuah kereta kencana dan banyak sekali pengawal yang menunggang kuda. Begitu pemilik kereta kencana itu melongokkan kepalanya, Anteh menjerit. Ternyata itu adalah putri Endahwarni. Putri Endahwarni turun dari kereta dan langsung menangis memeluk Anteh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Oh Anteh, sudah lama aku mecarimu! Kemana saja kau selama ni? Kenapa tidak sekalipun kau menghubungiku? Apakah aku benar-benar menyakiti hatimu? Maafkan aku Anteh. Waktu itu aku kalap, sehingga aku mengusirmu padahal kau tidak bersalah. Maafkan aku…” tangis putri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Gusti…jangan begitu. Seharusnya aku yang minta maaf karena telah membuatmu gusar,” kata Anteh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Tidak. Akulah yang bersalah. Untuk itu Anteh, kau harus ikut denganku kembali ke istana!” pinta putri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Tapi putri aku sekarang punya suami dan anak. Saya juga bekerja sebagai penjahit. Jika saya pergi, mereka akan kehilangan,” jawab Anteh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Suami dan anak-anakmu tentu saja harus kau bawa juga ke istana,” kata putri sambil tertawa. “Mengenai pekerjaanmu, kau akan kuangkat sebagai penjahit istana. Bagaimana? Kau tidak boleh menolak, ini perintah!”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akhirnya Anteh dan keluarganya pindah ke istana. Putri Endahwarni telah membuatkan sebuah rumah di pinggir taman untuk mereka tinggal. Namun Anteh selalu merasa tidak enak setiap bertemu dengan pangeran Anantakusuma, suami putri Endahwarni. Pangeran Anantakusuma ternyata tidak pernah melupakan gadis impiannya. Kembalinya Anteh telah membuat cintanya yang terkubur bangkit kembali. Mulanya pangeran Anantakusuma mencoba bertahan dengan tidak memperdulikan kehadiran Anteh. Namun semakin lama cintanya semakin menggelora.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hingga suatu malam pangeran Anantakusuma nekat pergi ke taman istana, siapa tahu dia bisa bertemu dengan Anteh. Benar saja. Dilihatnya Anteh sedang berada di beranda rumahnya, sedang bercanda dengan Candramawat, kucing kesayangannya sambil menikmati indahnya sinar &lt;a href=&quot;http://dongeng.org/tag/bulan&quot;&gt;bulan&lt;/a&gt; purnama. Meski kini sudah berumur, namun bagi pangeran Anantakusuma, Anteh masih secantik dulu saat pertama mereka bertemu. Perlahan-lahan didekatinya Anteh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Anteh!” tegurnya. Anteh terkejut. Dilihatnya pangeran Antakusuma berdiri di hadapannya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Pa..pangeran? kenapa pangeran kemari? Bagaimana kalau ada orang yang melihat?” tanya Anteh ketakutan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Aku tidak perduli. Yang penting aku bisa bersamamu. Anteh tahukah kau? Bahwa aku sangat mencintaimu. Sejak kita bertemu di taman hingga hari ini, aku tetap mencintaimu,” kata pangeran.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Pangeran, kau tidak boleh berkata seperti itu. Kau adalah suami putri Endahwarni. Dia adalah kakak yang sangat kucintai. Jika kau menyakitinya, itu sama saja kau menyakitiku,” kata Anteh sambil memeluk Candramawat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Aku tidak bisa… Aku tidak bisa melupakanmu! Kau harus menjadi milikku Anteh! Kemarilah biarkan aku memelukmu!” kata pangeran sambil berusaha memegang tangan Anteh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anteh mundur dengan ketakutan. “Sadarlah pangeran! Kau tidak boleh mengkhianati Gusti putri.”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun pangeran Ananta kusuma tetap mendekati Anteh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anteh yang ketakutan berusaha melarikan diri. Namun pangeran Anantakusuma tetap mengejarnya. “Oh Tuhan, tolonglah hambaMu ini!” doa Anteh, “Berilah hamba kekuatan untuk bisa lepas dari pangeran Anantakusuma. Hamba tahu dia sangat sakti. Karena itu tolonglah Hamba. Jangan biarkan dia menyakiti hamba dan kakak hamba!”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tiba-tiba Anteh merasa ada kekuatan yang menarik tubuhnya ke atas. Dia mendongak dan dilihatnya sinar bulan menyelimutinya dan menariknya. Pangeran Anantakusuma hanya bisa terpana menyaksikan kepergian Anteh yang semakin lama semakin tinggi dan akhirnya hilang bersama sinar bulan yang tertutup awan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejak saat itu Nyai Anteh tinggal di bulan, sendirian dan hanya ditemani kucing kesayangannya. Dia tidak bisa kembali ke bumi karena takut pangeran Anantakusuma akan mengejarnya. Jika rindunya pada keluarganya sudah tak dapat ditahan, dia akan menenun kain untuk dijadikan tangga. Tapi sayang tenunannya tidak pernah selesai karena si kucing selalu merusaknya. Kini jika bulan purnama kita bisa melihat bayangan Nyai Anteh duduk menenun ditemani Candramawat. Begitulah kisah &lt;a href=&quot;http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/nyai-anteh-sang-penunggu-bulan.html&quot;&gt;Nyai Anteh sang penunggu bulan&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/nyai-anteh-sang-penunggu-bulan.html&quot;&gt;http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/nyai-anteh-sang-penunggu-bulan.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://popo-telling.blogspot.com/feeds/4470399286620925495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7962231624429565255/4470399286620925495?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/4470399286620925495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/4470399286620925495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://popo-telling.blogspot.com/2011/06/nyai-anteh-sang-penunggu-bulan.html' title='Nyai Anteh sang Penunggu Bulan'/><author><name>Syifa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02598894382429782675</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPWfb-_0SdzGh1UTVs9vAZ6hVDRESj-prQ9dDc43dCs3Cf8MnbvBGragGNTJ7z17Z8VxsuGvZaVFHO7YLMf-XzTumOtlOCYuCJDGBmgFlqu_UgLL6LBs2pdobtDVDlTQ/s220/3x4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7962231624429565255.post-824356565485667325</id><published>2011-06-12T19:05:00.000-07:00</published><updated>2011-06-14T02:47:39.874-07:00</updated><title type='text'>Seekor Anak Singa</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Alkisah, di sebuah &lt;a href=&quot;http://dongeng.org/tag/hutan&quot;&gt;hutan&lt;/a&gt;belantara ada seekor induk singa yang mati setelah melahirkan anaknya. Bayi singa yang lemah itu hidup tanpa perlindungan induknya. Beberapa waktu kemudian serombongan kambing datang melintasi tempat itu. Bayi singa itu menggerakgerakkan tubuhnya yang lemah. Seekor induk kambing tergerak hatinya. Ia merasa iba melihat anak singa yang lemah dan hidup sebatang kara. Dan terbitlah nalurinya untuk merawat dan melindungi bayi singa itu.Sang induk kambing lalu menghampiri bayi singa itu dan membelai dengan penuh kehangatan dan &lt;a href=&quot;http://dongeng.org/tag/kasih&quot;&gt;kasih&lt;/a&gt; sayang. Merasakan hangatnya kasih sayang seperti itu, sibayi singa tidak mau berpisah dengan sang induk kambing. Ia terus mengikuti ke mana saja induk kambing pergi. Jadilah ia bagian dari keluarga besar rombongan kambing itu. Hari berganti hari, dan anak singa tumbuh dan besar dalam asuhan induk kambing dan hidup dalam komunitas kambing. Ia menyusu, makan, minum, bermain bersama anak-anak kambing lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tingkah lakunya juga layaknya kambing. Bahkan anak singa yang mulai berani dan besar itu pun mengeluarkan suara layaknya kambing yaitu mengembik bukan mengaum! la merasa dirinya adalah kambing, tidak berbeda dengan kambing-kambing lainnya. Ia sama sekali tidak pernah merasa bahwa dirinya adalah seekor singa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Suatu hari, terjadi kegaduhan luar biasa. Seekor serigala buas masuk memburu kambing untuk dimangsa. Kambing-kambing berlarian panik. Semua ketakutan. Induk kambing yang juga ketakutan meminta anak singa itu untuk menghadapi serigala.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Kamu singa, cepat hadapi serigala itu! Cukup keluarkan aumanmu yang keras dan serigala itu pasti lari ketakutan!” Kata induk kambing pada anak singa yang sudah tampak besar dan kekar. tapi anak singa yang sejak kecil hidup di tengah-tengah komunitas kambing itu justru ikut ketakutan dan malah berlindung di balik tubuh induk kambing. Ia berteriak sekeras-kerasnya dan yang keluar dari mulutnya adalah suara embikan. Sama seperti kambing yang lain bukan auman. Anak singa itu tidak bisa berbuat apa-apa ketika salah satu anak kambing yang tak lain adalah &lt;a href=&quot;http://dongeng.org/tag/saudara&quot;&gt;saudara&lt;/a&gt; sesusuannya diterkam dan dibawa lari serigala.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Induk kambing sedih karena salah satu anaknya tewas dimakan serigala. Ia menatap anak singa dengan perasaan nanar dan marah, “Seharusnya kamu bisa membela kami! Seharusnya kamu bisa menyelamatkan saudaramu! Seharusnya bisa mengusir serigala yang  &lt;a href=&quot;http://dongeng.org/tag/jahat&quot;&gt;jahat&lt;/a&gt; itu!”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anak singa itu hanya bisa menunduk. Ia tidak paham dengan maksud perkataan induk kambing. Ia sendiri merasa takut pada serigala sebagaimana kambing-kambing lain. Anak singa itu merasa sangat sedih karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hari berikutnya serigala ganas itu datang lagi. Kembali memburu kambing-kambing untuk disantap. Kali ini induk kambing tertangkap dan telah dicengkeram oleh serigala. Semua kambing tidak ada yang berani menolong. Anak singa itu tidak kuasa melihat induk kambing yang telah ia anggap sebagai ibunya dicengkeram serigala. Dengan nekat ia lari dan menyeruduk serigala itu. Serigala kaget bukan kepalang melihat ada seekor singa di hadapannya. Ia melepaskan cengkeramannya. Serigala itu gemetar ketakutan! Nyalinya habis! Ia pasrah, ia merasa hari itu adalah akhir hidupnya!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan kemarahan yang luar biasa anak singa itu berteriak keras, “Emmbiiik!”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu ia mundur ke belakang. Mengambil ancang ancang untuk menyeruduk lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melihat tingkah anak singa itu, serigala yang ganas dan licik itu langsung tahu bahwa yang ada di hadapannya adalah singa yang bermental kambing. Tak ada bedanya dengan kambing. Seketika itu juga ketakutannya hilang. Ia menggeram marah dan siap memangsa kambing bertubuh singa itu! Atau singa bermental kambing itu!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat anak singa itu menerjang dengan menyerudukkan kepalanya layaknya kambing, sang serigala telah siap dengan kuda-kudanya yang kuat. Dengan sedikit berkelit, serigala itu merobek wajah anak singa itu dengan cakarnya. Anak singa itu terjerembab dan mengaduh, seperti kambing mengaduh. Sementara induk kambing menyaksikan peristiwa itu dengan rasa cemas yang luar biasa. Induk kambing itu heran, kenapa singa yang kekar itu kalah dengan serigala. Bukankah singa adalah raja hutan?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanpa memberi ampun sedikitpun serigala itu menyerang anak singa yang masih mengaduh itu. Serigala itu siap menghabisi nyawa anak singa itu. Di saat yang kritis itu, induk kambing yang tidak tega, dengan sekuat tenaga menerjang sang serigala. Sang serigala terpelanting. Anak singa bangun.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan pada saat itu, seekor singa dewasa muncul dengan auman yang dahsyat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semua kambing ketakutan dan merapat! Anak singa itu juga ikut takut dan ikut merapat. Sementara sang serigala langsung lari terbirit-birit. Saat singa dewasa hendak menerkam kawanan kambing itu, ia terkejut di tengah-tengah kawanan kambing itu ada &lt;a href=&quot;http://dongeng.org/dongeng/seekor-anak-singa.html&quot;&gt;seekor anak singa&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beberapa ekor kambing lari, yang lain langsung lari. Anak singa itu langsung ikut lari. Singa itu masih tertegun. Ia heran kenapa anak singa itu ikut lari mengikuti kambing? Ia mengejar anak singa itu dan berkata, “Hai kamu jangan lari! Kamu anak singa, bukan kambing! Aku takkan memangsa anak singa!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun anak singa itu terus lari dan lari. Singa dewasa itu terus mengejar. Ia tidak jadi mengejar kawanan kambing, tapi malah mengejar anak singa. Akhirnya anak singa itu tertangkap. Anak singa itu ketakutan,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Jangan bunuh aku, ammpuun!”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Kau anak singa, bukan anak kambing. Aku tidak membunuh anak singa!”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan meronta-ronta anak singa itu berkata, “Tidak aku anak kambing! Tolong lepaskan aku!”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anak singa itu meronta dan berteriak keras. Suaranya bukan auman tapi suara embikan, persis seperti suara kambing.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sang singa dewasa heran bukan main. Bagaimana mungkin ada anak singa bersuara kambing dan bermental kambing. Dengan geram ia menyeret anak singa itu ke danau. Ia harus menunjukkan siapa sebenarnya anak singa itu. Begitu sampai di danau yang jernih airnya, ia meminta anak singa itu melihat bayangan dirinya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu membandingkan dengan singa dewasa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Begitu melihat bayangan dirinya, anak singa itu terkejut, “Oh, rupa dan bentukku sama dengan kamu. Sama dengan singa, si raja hutan!”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Ya, karena kamu sebenarnya anak singa. Bukan anak kambing!” Tegas singa dewasa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Jadi aku bukan kambing? Aku adalah seekor singa!”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Ya kamu adalah seekor singa, raja hutan yang berwibawa dan ditakuti oleh seluruh isi hutan! Ayo aku ajari bagaimana menjadi seekor raja hutan!” Kata sang singa dewasa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Singa dewasa lalu mengangkat kepalanya dengan penuh wibawa dan mengaum dengan keras. Anak singa itu lalu menirukan, dan mengaum dengan keras. Ya mengaum, menggetarkan seantero hutan. Tak jauh dari situ serigala ganas itu lari semakin kencang, ia ketakutan mendengar auman anak singa itu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anak singa itu kembali berteriak penuh kemenangan, “Aku adalah seekor singa! Raja hutan yang gagah perkasa!”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Singa dewasa tersenyum bahagia mendengarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dongeng.org/dongeng/seekor-anak-singa.html&quot;&gt;http://dongeng.org/dongeng/seekor-anak-singa.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://popo-telling.blogspot.com/feeds/824356565485667325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7962231624429565255/824356565485667325?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/824356565485667325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/824356565485667325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://popo-telling.blogspot.com/2011/06/seekor-anak-singa.html' title='Seekor Anak Singa'/><author><name>Syifa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02598894382429782675</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPWfb-_0SdzGh1UTVs9vAZ6hVDRESj-prQ9dDc43dCs3Cf8MnbvBGragGNTJ7z17Z8VxsuGvZaVFHO7YLMf-XzTumOtlOCYuCJDGBmgFlqu_UgLL6LBs2pdobtDVDlTQ/s220/3x4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7962231624429565255.post-4627193173634007524</id><published>2011-06-12T11:58:00.001-07:00</published><updated>2011-06-12T11:58:17.989-07:00</updated><title type='text'>Apa itu Dongeng??</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;&quot;&gt;&lt;b&gt;Dongeng&lt;/b&gt;&amp;nbsp;merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Terkadang kisah dongeng bisa membawa pendengarnya terhanyut ke dalam dunia fantasi, tergantung cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan. Kisah dongeng yang sering diangkat menjadi saduran dari kebanyakan sastrawan dan penerbit, lalu dimodifikasi menjadi dongeng modern. Salah satu dongeng yang sampai saat ini masih diminati anak-anak ialah kisah 1001 malam dengan tokohnya bernama Abunawas. Sekarang kisah asli dari dongeng tersebut hanya diambil sebagian-sebagian, kemudian dimodifikasi dan ditambah, bahkan ada yang diganti sehingga melenceng jauh dari kisah dongeng aslinya, kisah aslinya seakan telah ditelan zaman.Sedangkan cerita yang berisi tokoh para hewan disebut dengan fabel.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Dongeng&quot;&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Dongeng&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://popo-telling.blogspot.com/feeds/4627193173634007524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7962231624429565255/4627193173634007524?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/4627193173634007524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/4627193173634007524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://popo-telling.blogspot.com/2011/06/apa-itu-dongeng.html' title='Apa itu Dongeng??'/><author><name>Syifa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02598894382429782675</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPWfb-_0SdzGh1UTVs9vAZ6hVDRESj-prQ9dDc43dCs3Cf8MnbvBGragGNTJ7z17Z8VxsuGvZaVFHO7YLMf-XzTumOtlOCYuCJDGBmgFlqu_UgLL6LBs2pdobtDVDlTQ/s220/3x4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7962231624429565255.post-6338755869923754251</id><published>2011-06-08T21:52:00.001-07:00</published><updated>2011-06-12T19:30:33.117-07:00</updated><title type='text'>Membentuk Moral Anak dengan Mendongeng</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 27pt;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #a64d79; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Mendongeng atau&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;story telling&amp;nbsp;&lt;/i&gt;ternyata dapat dijadikan sebagai media membentuk kepribadian dan moralitas anak usia dini. Sebab, dari kegiatan mendongeng terdapat manfaat yang dapat dipetik oleh pendongeng (orangtua) beserta para pendengar (dalam hal ini adalah anak usia dini). Manfaat tersebut adalah, terjalinnya interaksi komunikasi harmonis antara oran gtua dengan anaknya di rumah, sehingga bisa menciptakan relasi yang akrab, terbuka, dan tanpa sekat.&lt;span id=&quot;more-10&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 27pt;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #a64d79; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Ketika hal itu terpelihara sampai sang buah hati menginjak remaja, tentunya komunikasi yang harmonis antara oran gtua dan anak akan menjadi modal penting dalam membentuk moral. Karena kebanyakan ketika mereka beranjak remaja atau dewasa, tidak mengingat ajaran-ajaran moral diakibatkan tidak adanya ruang komunikasi dialogis antara dirinya dengan orang tua sebagai “guru pertama” yang mestinya terus memberikan pengajaran moral. Jadi, titik terpenting dalam membentuk moral sang anak adalah lingkungan sekitar rumah, setelah itu lingkungan sekolah dan terakhir adalah lingkungan masyarakat sekitar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 27pt;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #a64d79; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Namun, ketika dilingkungan rumahnya sudah tidak nyaman, biasanya anak-anak akan memberontak di luar rumah (kalau tidak di sekolah, pasti di lingkungan masyarakat). Oleh karena itu, agar tidak terjadi hal seperti itu sudah sewajibnya orang tua membina interaksi komunikasi yang baik dengan sang buah hati supaya di masa mendatang ketika mereka memiliki masalah akan meminta jalan keluar kepada oran g tuanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 27pt;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #a64d79; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Upaya preventif agar tidak terjadi pemberontakan dari sang buah hati terhadap tatanan moral yang berlaku, adalah dengan membudayakan kembali dongeng sebelum tidur. Tentu saja, kisah yang didongengkan itu harus berisi panduan hidup yang berbasis pada filsafat hidup dan nilai moral yang visioner dan positif bagi perkembangan hidupnya di masa depan. William Pakpahan mengatakan bahwa pengetahuan moral bisa diajarkan di rumah, caranya dengan membahas buku-buku dongeng, kitab suci, dan menceritakan kisah yang konstruktif bersama anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #a64d79; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Mulailah mendongeng&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 27pt;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #a64d79; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Aktivitas mendongeng atau&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;story telling&amp;nbsp;&lt;/i&gt;memang telah jadi budaya di negeri kita selama ratusan tahun lamanya. Ini dibuktikan dengan adanya legenda, misalnya di tatar Sunda, kita mengenal&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Sasakala Situ Bagendit&lt;/i&gt;,&lt;i style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;&amp;nbsp;Sasakala Tangkuban Parahu&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;sakdang kuya jeung sakadang monyet&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dan masih banyak lagi. Bukti tersebut mengindikasikan bahwa telah sejak dahulu kala, nenek moyang kita melakukan kegiatan mendongeng kepada anak-cucunya agar tertanam nilai moral sejak usia dini. Dan, biasanya dongeng yang lebih berpengaruh kepada anak-anak adalah kisah-kisah keteladanan yang berkaitan dengan dunia anak yang imajinatif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 27pt;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #a64d79; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;Merrill Hermin dalam bukunya berjudul&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;How to Plan a Program for Moral Education&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(1990) berpendapat bahwa bercerita atau mendongeng memungkinkan orang berbicara tanpa memaksakan pendapatnya kepada orang lain. Sebab setiap pendengar memiliki kebebasan untuk setuju atau tidak setuju dan akan berusaha menempatkan posisinya di mana ia mau dalam cerita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 27pt;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #a64d79; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Selain itu, cerita atau dongeng bisa menjadi wahana untuk mengasah imajinasi dan alat pembuka bagi cakrawala pemahaman seorang anak. Ia akan belajar pada pengalaman-pengalaman sang tokoh dalam dongeng tersebut, setelah itu memilah mana yang dapat dijadikan panutan olehnya sehingga membentuknya menjadi moralitas yang dipegang sampai dewasa. Karena itulah, peran pendongeng atau oran g tua dalam menjelaskan atau merangkum seluruh kisah dalam cerita kepada anak-anak mesti menjadi seorang penjelas yang pasih. Alhasil, seorang anak akan mengerti intisari dari cerita yang didongengkan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 27pt;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #a64d79; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Maka, agar tidak terjadi penanaman bibit moral yang paradoksal, orang tua selayaknya memberikan penafsiran secara rasional, konstruktif, dan tidak terjebak pada pengisahan yang klenik. Selain itu, sebaiknya kegiatan mendongeng juga dilakukan sebelum seorang anak hendak tidur, supaya sang anak bisa lebih menyerap materi cerita yang berisi keteladanan sang tokoh dalam cerita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 27pt;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #a64d79; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Misalnya, ketika kita menceritakan&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;sasakala Situ Bagendit&lt;/i&gt;, menyelipkan ajaran moral bahwa memberi kepada yang membutuhkan atau fakir miskin itu merupakan keniscayaan. Tujuannya agar seorang anak dapat membentuk kepribadiannya secara positif dan menentang kekikiran (&lt;i style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;kaceuditan&lt;/i&gt;) Nyi Endit sehingga menyebabkan ia dan kekayaannya ditenggelamkan oleh air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 27pt;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #a64d79; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Pertanyaannya, sudahkah malam ini atau malam tadi kita membacakan dongeng yang berisi keteladanan kepada sang buah hati? Semoga saja kita memiliki dongeng sebelum tidur yang bermutu dan bisa membentuk moral anak kita. Amiin!&lt;span style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: &#39;Walter Turncoat&#39;; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 27pt;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #a64d79; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;Akhirul kalam&lt;/i&gt;, pengetahuan moral merupakan pangkal pokok dari sisi kemanusiaan kita. Maka, jangan biarkan kalau buah hati kita tergerus oleh arus budaya yang bisa membawa dirinya menjadi generasi yang kehilangan pribadi dan moral. Karena itulah, untuk mengokohkan kepribadian dan moral dalam diri anak-anak kita salah satu caranya adalah mendongengkan kisah-kisah yang berisi keteladanan, sehingga di masa mendatang mereka memiliki landasan untuk mengubah bangsa-negara ke arah yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Verdana, &#39;BitStream vera Sans&#39;, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: right; text-indent: 27pt;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #a64d79; font-size: xx-small;&quot;&gt;dikutip dari&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sittaresmiyanti.wordpress.com/2008/02/14/membentuk-moral-anak-dengan-mendongeng/&quot; style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;http://sittaresmiyanti.wordpress.com/&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(&lt;/span&gt;Harian Kompas Jawa Barat, Kamis, 28 Februari )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://popo-telling.blogspot.com/feeds/6338755869923754251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7962231624429565255/6338755869923754251?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/6338755869923754251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/6338755869923754251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://popo-telling.blogspot.com/2011/06/membentuk-moral-anak-dengan-mendongeng.html' title='Membentuk Moral Anak dengan Mendongeng'/><author><name>Syifa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02598894382429782675</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPWfb-_0SdzGh1UTVs9vAZ6hVDRESj-prQ9dDc43dCs3Cf8MnbvBGragGNTJ7z17Z8VxsuGvZaVFHO7YLMf-XzTumOtlOCYuCJDGBmgFlqu_UgLL6LBs2pdobtDVDlTQ/s220/3x4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7962231624429565255.post-4246734954368351670</id><published>2011-06-04T19:47:00.000-07:00</published><updated>2011-06-04T19:56:45.760-07:00</updated><title type='text'>Peringkat Pertama FAMS Competition - STIE Kesatuan Bogor 4 Juni 2011</title><content type='html'>&lt;div&gt;Terimakasih POPO ucapkan kepada semua rekan-rekan yang mendukung kegiatan&amp;nbsp;&lt;b&gt;FAMS Competition - STIE Kesatuan Bogor 4 Juni 2011&lt;/b&gt;&amp;nbsp;dan yang selalu men&lt;i&gt;support &lt;/i&gt;POPO di &lt;b&gt;POPO-Telling House of Cassava&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkat bantuan semua temen-temen POPO bisa mendapatkan peringkat pertama dalam&amp;nbsp;&lt;b&gt;FAMS Competition - STIE Kesatuan Bogor 4 Juni 2011 &lt;/b&gt;dengan menu andalan yang dilombakan yaitu&lt;b&gt; &quot;Singkong Goreng Bolognaise&quot; &lt;/b&gt;Hmppppppp Mannntaaaaappppp!!!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Waaahhhh.. senangnya POPO bisa eksis dan dikenal oleh mahasiswa STIE Kesatuan Bogor !!!!!! ^_^&#39;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Terimakasih untuk :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Charlotte dan Amy,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang udah mau bantuin ide gila POPO...&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Erni, Sisvana, Rina, Lastrid, Mas Adi, Mas Solihin, Om Rudi, Om Jhony, Om Senyum Udin&lt;/b&gt; (hehehe), kakak -kakak HIMA STIE Kesatuan, Pak Angga dan Pak Agus (Dewan Jurinya), dan semua yang udah beli &quot;Singkong Goreng Bolognaise&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;POPO berharap dapat melanjutkan kegiatan POPO dan dikenal oleh masyarakat luas yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau ada yang mau pesan &quot;Singkong Goreng Bolognaise&quot; bisa langsung e-mail ke expressmyart@gmail.com yahhhhhhhh.....!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oh iyaaaaa.... insyaallah jika diizinkan, rencana POPO selanjutnya adalah membuat community story telling bersama anak-anak pecinta dongeng. Mohon doanya yaaaaaa......!!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salam POPO-Telling .....&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://popo-telling.blogspot.com/feeds/4246734954368351670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7962231624429565255/4246734954368351670?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/4246734954368351670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/4246734954368351670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://popo-telling.blogspot.com/2011/06/peringkat-pertama-fams-competition-stie.html' title='Peringkat Pertama FAMS Competition - STIE Kesatuan Bogor 4 Juni 2011'/><author><name>Syifa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02598894382429782675</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPWfb-_0SdzGh1UTVs9vAZ6hVDRESj-prQ9dDc43dCs3Cf8MnbvBGragGNTJ7z17Z8VxsuGvZaVFHO7YLMf-XzTumOtlOCYuCJDGBmgFlqu_UgLL6LBs2pdobtDVDlTQ/s220/3x4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7962231624429565255.post-3636871726749547029</id><published>2011-06-02T05:49:00.000-07:00</published><updated>2011-06-14T03:00:13.944-07:00</updated><title type='text'>POPO-Telling at STIE Kesatuan Bogor</title><content type='html'>Hai... haii.... haiiiii...... Ada berita baru dari POPO lho.......!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nantikan kehadiran POPO-Telling di STIE Kesatuan Bogor tanggal 4 Juni 2011 pukul 09.00-15.00 wib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
POPO akan menyajikan makanan siap saji &quot;Singkong Goreng Bolognaise&quot;.&amp;nbsp;Dengan harga Rp 5.000,- saja per porsi kamu udah bisa menikmati sensasi rasa &quot;Singkong Goreng Bolognaise&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, kalau yang mau coba bisa dateng aja ke STIE Kesatuan Bogor, Jalan Ranggading, Suryakencana, Pasar Bogor....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terimakasih yah buat partisipasinya.........Ditunggu yaaaa kedatangannyaaaaaaaaa.......!!!!! ^_^&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami akan hadir :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
R. Syifa Dinur&lt;br /&gt;
Charlotte Octavia S&lt;br /&gt;
Amy Gultom&lt;br /&gt;
POPO</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://popo-telling.blogspot.com/feeds/3636871726749547029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7962231624429565255/3636871726749547029?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/3636871726749547029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/3636871726749547029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://popo-telling.blogspot.com/2011/06/popo-telling-at-stie-kesatuan-bogor.html' title='POPO-Telling at STIE Kesatuan Bogor'/><author><name>Syifa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02598894382429782675</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPWfb-_0SdzGh1UTVs9vAZ6hVDRESj-prQ9dDc43dCs3Cf8MnbvBGragGNTJ7z17Z8VxsuGvZaVFHO7YLMf-XzTumOtlOCYuCJDGBmgFlqu_UgLL6LBs2pdobtDVDlTQ/s220/3x4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7962231624429565255.post-8698859774284490544</id><published>2011-05-31T09:40:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T09:40:35.830-07:00</updated><title type='text'>Singkong Goreng Bolognaise</title><content type='html'>Hei.... heii.... Popo-Telling punya produk baru selain cerita... Apaaa yaaaaa????? hmmmmm... Penasaran.......???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Singkong Goreng Bolognaise&quot; produk makanan konvensional yang diolah menjadi produk bercitarasa dan tampilan modern. Patut dicoba !!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya nikmat, singkong juga menyehatkan lho...&lt;br /&gt;
Kalau coba produk kami yang satu ini, dijamin gak bakalan bisa bedain antara singkong dan spagetti... heheheeee . . Rasa bersaing deh pokoknya.... ^_^&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Singkong Goreng Bolognaise&quot; belum dijual dipasaran, jadi kalau mau coba harus pesan dulu. Untuk pemesanan bisa di email aja ke expressmyart@gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daerah Bogor bisa kita antar dengan minimal transaksi 50rb.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayoooooo siapa yang mau cobaaaaaaaaa??????????????????</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://popo-telling.blogspot.com/feeds/8698859774284490544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7962231624429565255/8698859774284490544?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/8698859774284490544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/8698859774284490544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://popo-telling.blogspot.com/2011/05/singkong-goreng-bolognaise.html' title='Singkong Goreng Bolognaise'/><author><name>Syifa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02598894382429782675</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPWfb-_0SdzGh1UTVs9vAZ6hVDRESj-prQ9dDc43dCs3Cf8MnbvBGragGNTJ7z17Z8VxsuGvZaVFHO7YLMf-XzTumOtlOCYuCJDGBmgFlqu_UgLL6LBs2pdobtDVDlTQ/s220/3x4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7962231624429565255.post-2879078583199526715</id><published>2011-05-29T11:14:00.000-07:00</published><updated>2011-06-14T03:03:39.309-07:00</updated><title type='text'>Dongeng Kenangan Masa Kecil</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dongeng ini punya kenangan sendiri buat saya.. karena dulu kakak saya selalu menceritakan dongeng sebelum saya tidur dan inilah salah satu dongeng yg membuat saya ga sanggup menahan air mata saya heheheee.......&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya bangga pada kakak saya R. Wianasari yang selalu bisa bercerita dan membuat tangisan saya tidak berhenti di masa kecil saya. You are my inspiration Sis!!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;CINDERELLA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di sebuah rumah, hiduplah seorang anak yang sangat cantik dan baik hati. Dia diberi nama Cinderela oleh kedua kakak tirinya. Kakak tiri Cindera itu sangat tidak suka dengan Cinderela. Tiap hari Cinderela selalu mendapatkan perlakuan yang kasar dari kedua kakak dan ibu trinya. Dia selalu disuruh mengerjakan semua pekerjaan rumah dan selalu dibentak-bentak.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hingga pada suatu hari, datanglah pegawai kerajaan ke rumah mereka. Pegawai kerajaan teresebut ternyata membawa undangan pesta dari sang raja. Kedua kakak dan ibu tiri Cinderala bersorak kegirangan. “Horeeee….. besok kita akan pergi ke Istana. Aku akan berdandan secantik mungkin, agar pangeran suka denganku”, teriak kedua kakak Cinderela. Mendengar teriakan kakak-kakaknya tersebut, lalu Cinderela meminta ijin pada ibu tirinya untuk ikut dalam pesta tersebut. Cinderela sangat sedih, karena ibu tiri dan kakak-kakak tirinya tidak mengijinkan dia ikut dalam acara itu. “Kamu mau pakai baju apa Cinderela? Apa kamu mau ke pesta dengan baju kumalmu itu?”, teriak kakaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akhirnya waktu pelaksanaan pesta sudah tiba, semuanya sudah berdandan dengan cantik dan sudah siap berangkat. Cinderela hanya bias memandangi kakak dan ibu tirinya. Dia sangat sedih sekali,karena tidak dapat ikut dalam pesta itu. Dia hanya bisa menangis di dalam kamar dan membayangkan meriahnya pesta tersebut. “Andaikan aku bisa ikut dalam pesta itu, pasti aku akan senang sekali”, gumam Cindera. Tidak berapa lama setelah Cinderela berkata, tiba-tiba ada suara dari belakangnya. “Janganlah engkau menangis Cinderela”. Mendengar suara itu, lalu Cinderela berbalik. Ternyata dia melihat ada seorang peri yang sedang tersenyum padanya. “Kamu pasti bisa dating ke pesta itu Cinderela”, kata peri itu. “Bagaimana caranya? Aku tidak punya baju pesta dan saudara-saudaraku juga sudah berangkat.”, tanya Cinderela pada peri itu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Tenanglah Cinderela, bawalah empat ekor tikus dan dua ekor kadal kepadaku&quot;, kata peri itu. Setelah semuanya dikumpulkan Cinderela, peri membawa tikus dan kadal tersebut ke kebun labu di halaman belakang. &quot;Sim salabim!&quot; sambil menebar sihirnya, terjadilah suatu keajaiban. Tikus-tikus berubah menjadi empat ekor kuda, serta kadal-kadal berubah menjadi dua orang sais. Cinderela pun disulap menjadi Putri yang sangat cantik, dengan memakai gaun yang sangat indah dan sepatu kaca.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Cinderela, pengaruh sihir ini akan lenyap setelah lonceng pukul dua belas malam, jadi lamu harus pulang sebelum pukul dua belas”,kata peri itu. &quot;Ya ibu peri. Terimakasih&quot;, jawab Cinderela. Setelah semuanya sudah siap, kereta kuda emas segera berangkat membawa Cinderela menuju istana. Setelah tiba di istana, ia langsung masuk ke aula istana. Begitu masuk, pandangan semua yang hadir tertuju pada Cinderela. Mereka sangat kagum dengan kecantikan Cinderela. &quot;Cantik sekali putri itu! Putri dari negara mana ya ?&quot; Tanya mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akhirnya sang Pangeran datang menghampiri Cinderela. &quot;Putri yang cantik, maukah Anda menari dengan saya ?&quot; katanya. &quot;Ya…,&quot; kata Cinderela sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Mereka menari berdua dalam irama yang pelan. Ibu dan kedua kakak Cinderela yang berada di situ tidak menyangka kalau putrid yang cantik itu adalah Cinderela. Pangeran terus berdansa dengan Cinderela. &quot;Orang seperti andalah yang saya idamkan selama ini,&quot; kata sang Pangeran.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena terlalu senag dan menikmati pesta itu, Cinderela lupa akan waktu. Jam mulai berdentang 12 kali. &quot;Maaf Pangeran saya harus segera pulang..,&quot;. Cinderela menarik tangannya dari genggaman pangeran dan segera berlari ke luar Istana. Di tengah jalan, Cinderela terjatuh dan sepatunya terlepas sebelah, tapi Cinderela tidak memperdulikannya, ia terus berlari. Pangeran mengejar Cinderela, tetapi ia kehilangan jejak Cinderela. Di tengah anak tangga, ada sebuah sepatu kaca kepunyaan Cinderela. Pangeran mengambil sepatu itu. &quot;Aku akan mencarimu,&quot; katanya bertekad dalam hati. Meskipun Cinderela kembali menjadi gadis yang penuh berpakaian tidak bagus lagi, ia amat bahagia karena bisa pergi pesta.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Esok harinya, para pengawal yang dikirim Pangeran datang ke rumah-rumah yang ada anak gadisnya di seluruh pelosok negeri untuk mencocokkan sepatu kaca dengan kaki mereka, tetapi tidak ada yang cocok. Sampai akhirnya para pengawal tiba di rumah Cinderela. &quot;Kami mencari gadis yang kakinya cocok dengan sepatu kaca ini,&quot; kata para pengawal. Kedua kakak Cinderela mencoba sepatu tersebut, tapi kaki mereka terlalu besar. Mereka tetap memaksa kakinya dimasukkan ke sepatu kaca sampai lecet. Pada saat itu, pengawal melihat Cinderela. &quot;Hai kamu, cobalah sepatu ini,&quot; katanya. Ibu tiri Cinderela menjadi marah,&quot; tidak akan cocok dengan anak ini!&quot;. Kemudian Cinderela menjulurkan kakinya. Ternyata sepatu tersebut sangat cocok. &quot;Ah! Andalah Putri itu,&quot; seru pengawal gembira. &quot;Iya akulah wanita yang dicari pangeran”,kata Cinderela. “Selamat Cinderela!” Mendengar kata itu, Cinderela lalu menoleh kebelakang, dan dilihatnya ibu peri sudah berada di belakangnya. &quot;Mulai sekarang hiduplah berbahagia dengan Pangeran di istana. Sim salabim!.,&quot; katanya peri tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Begitu peri membaca mantranya, Cinderela berubah menjadi seorang Putri yang memakai gaun yang sangat bagus. &quot;Pengaruh sihir ini tidak akan hilang sampai kapanpun Cinderela”, kata sang peri. Cinderela kemudian dibawa oleh pengawal istana untuk bertemu dengan sang pangeran. Sesampainya di Istana, Pangeran sangat senang sekali,dan menyambut kedatangan Cinderela. Akhirnya Cinderela menikah dengan Pangeran dan hidup berbahagia di dalam Istana.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://popo-telling.blogspot.com/feeds/2879078583199526715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7962231624429565255/2879078583199526715?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/2879078583199526715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/2879078583199526715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://popo-telling.blogspot.com/2011/05/dongeng-kenangan-masa-kecil.html' title='Dongeng Kenangan Masa Kecil'/><author><name>Syifa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02598894382429782675</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPWfb-_0SdzGh1UTVs9vAZ6hVDRESj-prQ9dDc43dCs3Cf8MnbvBGragGNTJ7z17Z8VxsuGvZaVFHO7YLMf-XzTumOtlOCYuCJDGBmgFlqu_UgLL6LBs2pdobtDVDlTQ/s220/3x4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7962231624429565255.post-4230963167913331219</id><published>2011-05-29T10:48:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T10:48:01.252-07:00</updated><title type='text'>Definisi Dongeng dan Jenisnya</title><content type='html'>Definisi Dongeng &lt;br /&gt;
Dongeng adalah cerita sederhana yang tidak benar-benar terjadi, misalnya kejadian-kejadian aneh di jaman dahulu. Dongeng berfungsi menyampaikan ajaran moral dan juga menghibur. Dongeng termasuk cerita tradisional. Cerita tradisional adalah cerita yang&amp;nbsp;disampaikan secara turun temurun. Suatu cerita tradisional dapat disebarkan secara luas&amp;nbsp;ke berbagai tempat. Kemudian, cerita itu disesuaikan dengan kondisi daerah setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Dongeng juga termasuk cerita fiktif atau cerita imajinatif. Dongeng menyimpan moral value apa yang menjadi pesan dongeng tersebut. Dan ini menjadi daya tarik bagi orang tua dalam pembelajaran kepada anaknya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dongeng dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, antara lain yaitu:&lt;br /&gt;
1. Fabel (cerita binatang) seperti : cerita Si Kancil, Kera dan Kura, dan lain – lain &lt;br /&gt;
2. Cerita jenaka (cerita yang lucu): contoh: ‘Si Kabayan’, ‘Lebai Malang’ dan lain – lain &lt;br /&gt;
3. Legenda (cerita berkaitan dengan asal – usul tempat) contoh: ‘Tangkupan Perahu’, Roro Mendut’, ‘Danau Toba’ dan lain sebagainya &lt;br /&gt;
4. Mite (cerita dewa – dewi, makhluk halus, dan hal – hal goib) contohnya: ‘Nyi Roro Kidul’, ‘Roro Jonggrang’ dan lain sebagainya &lt;br /&gt;
5. Sage (cerita dongeng yang mengandung unsur sejarah) contoh: ‘Tutur Tinular’, ‘Paraton’ dan lain sebagainnya &lt;br /&gt;
6. Parabel (cerita yang berisi unsur pedidikan atau keagamaan) contoh: ‘Damarwulan’, ‘cerita sepasang selop putih’ dan lain sebagainnya&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://popo-telling.blogspot.com/feeds/4230963167913331219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/7962231624429565255/4230963167913331219?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/4230963167913331219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7962231624429565255/posts/default/4230963167913331219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://popo-telling.blogspot.com/2011/05/definisi-dongeng-dan-jenisnya.html' title='Definisi Dongeng dan Jenisnya'/><author><name>Syifa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02598894382429782675</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPWfb-_0SdzGh1UTVs9vAZ6hVDRESj-prQ9dDc43dCs3Cf8MnbvBGragGNTJ7z17Z8VxsuGvZaVFHO7YLMf-XzTumOtlOCYuCJDGBmgFlqu_UgLL6LBs2pdobtDVDlTQ/s220/3x4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>