<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6507526414871541481</id><updated>2024-11-08T23:54:04.805+07:00</updated><category term="Masalah Keluarga"/><category term="Emosi dan Pikiran"/><category term="Mengatasi Masalah Keluarga"/><category term="Penyebab Konflik Dalam Keluarga"/><title type='text'>Keluarga Kita</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6507526414871541481/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135486995087772114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6507526414871541481.post-8385589773267056702</id><published>2012-12-28T01:15:00.000+07:00</published><updated>2012-12-28T01:15:32.753+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Emosi dan Pikiran"/><title type='text'>Cara Menghadapi Emosi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoIh_jovgFiiRibsRrrW983hTLHt8RU93NQo02N6lE1WRc3rdlLzBt4W3WINXk4tng3T62yJuxb5zpnRk1w1eosArSiMeqMT3QGYFQXW-TZCpsoE-RUJyNFYeAuLeFLSubjw1hKi9eHu4/s1600/emoticon+mad.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;cara menghadapi emosi, amarah, cara mengatasi emosi&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoIh_jovgFiiRibsRrrW983hTLHt8RU93NQo02N6lE1WRc3rdlLzBt4W3WINXk4tng3T62yJuxb5zpnRk1w1eosArSiMeqMT3QGYFQXW-TZCpsoE-RUJyNFYeAuLeFLSubjw1hKi9eHu4/s1600/emoticon+mad.jpg&quot; title=&quot;Bagaimana Cara Menghadapi Emosi?&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Bagaimana cara menghadapi emosi?&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Emosi yang dimaksudkan disini adalah emosi amarah. Sebaiknya ditegaskan terlebih dahulu agar anda nanti mudah memahami penjelasannya. Mengingat emosi itu bermacam macam bentuknya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Sebelum tulisan ini membahas lebih jauh tentang &lt;b&gt;cara menghadapi emosi&lt;/b&gt;. Ada baiknya kita coba untuk mengenal dulu apa sebenarnya emosi itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Dari yang sering saya rasakan sendiri. Setiap merasa marah, jelas sekali terasa gejolaknya didada. Walaupun sebenarnya saya tidak yakin benar elemen tubuh yang mana yang merasakan hal itu. Bisa jadi karena saya tidak mendalami tentang ini secara keilmuan formil. Yang pasti perasaan emosi itu terasa menggumpal dibagian dada.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Kemudian lebih lanjut lagi. Banyak yang mengatakan bahwa emosi itu ada di hati. Ya kita setuju saja ya. Walaupun hati manusia sebenarnya&amp;nbsp; tidak terletak di bagian dada. Nah saya harap anda juga setuju saja dengan pernyataan tadi. Bahwa emosi itu ada di hati manusia. Dan untuk kenyataan bahwa perasaan emosi itu terasanya adalah pada bagian dada. Sebaiknya tidak perlu dipikirkan dulu. Itu hanya Allah S.W.T yang tau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Baiklah. Jadi sudah kita pahami bahwa emosi itu adalah gejolak perasaan yang terletak di hati dan kita rasakan di dada kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Bisakah perasaan emosi itu diatasi?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Nah, karena emosi letaknya ada di hati, maka emosi tidak bisa diatasi seketika itu juga saat sedang meluap luap. Untuk mengatasi emosi perlu perenungan yang cukup panjang memakan waktu dan pengalaman hidup. Istilah kerennya disebut dengan proses pendewasaan diri. Dan inilah &lt;b&gt;cara menghadapi emosi&lt;/b&gt; yang paling ampuh. Namun butuh waktu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Satu hal yang juga tak kalah pentingnya - sebagai pendamping dalam menghadapi emosi, yaitu apa yang sering kita tau dengan sebutan &quot;akal&quot;. Manusia oleh Allah S.W.T dilengkapi dengan 3 antena, yaitu akal, lalu hati, kemudian naluri. Inilah yang membedakan manusia dengan binatang. Binatang hanya memiliki naluri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Lalu bagaimana sebenarnya peran akal?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Akal menempati urutan pertama dari unsur unsur yang membedakan kita dengan binatang. Fungsi akal ialah sebagai penyeimbang atau moderator bagi hati dan naluri kita.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Contoh, pernah dengar ungkapan &quot;hati boleh panas - namun kepala harus tetap dingin&quot;. Kalau ditelaah lagi, sebenarnya yang dimaksud &#39;kepala&#39; pada ungkapan tersebut ialah akal kita. Jadi kira kira begini tegasnya, anda boleh emosi, sebab emosi itu adalah perkara hati, namun redamlah gejolak emosi di hati anda menggunakan akal anda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Nah yang jadi persoalan sekarang ialah, itu bukan perkara mudah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Kita ini kebanyakan masih lebih sering menuruti apa maunya hati kita - gejolak emosi yang terasa di dada kita. Sehingga akal kita sering terkalahkan oleh emosi di hati kita itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Sampai sini setuju ya? Oke, lanjut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Jadi akal kita yang seharusnya menjadi filter bagi hati kita, melempem dan kurang maksimal perannya. Akal yang mestinya mampu menjadi senjata ampuh untuk meredam emosi, malah justru kalah oleh emosi itu sendiri dan akhirnya mendukung apa maunya emosi tadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Sekarang kita tau apa dan bagaimana sebenarnya emosi itu. Serta dimanakah letak emosi itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Cara menghadapi emosi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Seperti telah dipahami bersama, bahwa penyeimbang bagi emosi ialah akal kita. Akal yang berfungsi maksimal adalah &lt;a href=&quot;http://risalahkeluarga.blogspot.com/search/label/Emosi%20dan%20Pikiran&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;cara ampuh menghadapi emosi&lt;/a&gt;. Oleh karenanya kita harus memaksimalkan kerja akal. Bagaimana caranya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Gambaran tentang akal sederhana saja. Berikut ini adalah contohnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Anda bergaul dengan preman dan mempelajari ilmu kepremanan, maka niscaya akal anda akan memahami pola emosional orang yang berprofesi sebagai preman. Sebab itu adalah bagian dari kepribadian atau karakteristik seorang preman. Jadi sejauh mana akal anda akan berfungsi mengimbangi hati anda? Ya seperti seorang preman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Contoh lagi. Anda bergaul dengan para pemimpin yang diktator. Maka tanpa anda sadari akal anda akan menerima pelajaran, atau tepatnya semacam doktrin mengenai kapan dan bagaimana harusnya seorang diktator jadi emosional. Sehingga sejauh itulah akal anda akan mengawal hati anda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Ini contoh lagi. Misalnya anda bergaul dengan orang. Yang pekerjaan orang itu menuntutnya untuk memiliki ketenangan hati dan kejernihan pikiran. Misalnya saja seorang sales.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Salesman adalah sebuah pekerjaan yang tidak akan berhasil jika ditunggangi dengan hati yang emosional. Sebab katanya kalau sudah emosi yang berbicara, maka rejeki seorang salesman bisa hilang. Dikarenakan mentalnya mencair, semangatnya meluap. Sehingga malas untuk meneruskan berjualan. Biasanya karena susah dapat order, atau sedang sepi - kemudian yang terjadi berikutnya ialah emosi dalam hati berbicara dan mengambil alih peran akal. Padahal akalnya mengatakan bahwa dia masih harus mencoba terus menawarkan hingga jam lima sore bila perlu. Karena boleh jadi pada kunjungan yang berikut berikutnya order akan didapatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Itulah mengapa seorang salesman harus lebih memaksimalkan akalnya ketimbang emosinya. Dan jika anda bergaul dengan seorang salesman, maka akal anda juga sebenarnya sedang belajar. Yaitu mempelajari kapan dan bagaimana anda boleh emosi, tentunya berdasarkan ukuran seorang salesman.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Faktor lain yang bisa mempengaruhi akal&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Pengalaman hidup. Pengalaman hidup juga sangat berpengaruh terhadap kerja akal anda. Misalnya saja dalam hidup ini, anda telah berpengalaman mengalami &lt;a href=&quot;http://risalahkeluarga.blogspot.com/2012/12/pemicu-konflik-dalam-keluarga.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;konflik dalam keluarga&lt;/a&gt; besar istri anda. Dan itu terjadi selama bertahun tahun ketika anda masih tinggal di kota tempat lahir istri anda. Yang notabene punya adat istiadat serta pola hidup yang berbeda dengan kota tempat kelahiran anda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Pengalaman mengalami konflik seperti itu, sebenarnya adalah sebuah proses menuju pendewasaan akal. Karena akal anda jadi tau hal hal lain diluar kebiasaan hidup anda selama ini di kota anda sendiri - dan akal anda mempelajari hal itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Apa yang berubah berikutnya? Anda akan merasakan, bahwa menghargai orang lain jauh lebih menyenangkan dibanding terus menerus menuntut untuk minta dihargai terlebih dahulu. Ego anda akan semakin menipis. Tergantikan dengan keinginan yang begitu besar untuk menyayangi, menghargai, mendengarkan, memandang orang lain didepan anda dengan senyuman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Dan dengan begitu pula, maka akal anda bisa menjadi &quot;matang&quot; karena memang digodog oleh hidup ini. Dan bukan &quot;matang&quot; karena kejemur usia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Bila akal anda sudah sedemikian rupa digodog oleh hidup. Maka niscaya fungsi akal anda akan menjadi maksimal setiap kali bertugas mengimbangi emosi hati. Bahkan berdasarkan pengalaman saya. Secara keseluruhan diri anda tidak akan lagi mudah tersinggung atau tersindir atau apalah semacam itu. Sebab akal anda sudah mampu menetralisir perasaan(hati) yang seperti itu. Akal anda akan mampu berfikir panjang berlipat lipat dibandingkan biasanya. Hingga emosi di hati anda akan sirna dengan mudahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Apa iya bisa seperti itu? Iya! Bisa! Mengapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Sebab jika akal anda sudah berada pada level tersebut. Maka akal anda akan memperlihatkan hal hal yang positif, dan hanya positif. Atau, akal anda akan memperlihatkan pada anda tentang visi kedepan yang jauh lebih penting untuk hidup anda. Dibandingkan bila anda hanya menguras energi untuk sekedar tersinggung atau cemburu atau marah atau tersindir dan sebagainya. Emosi anda akan terkontrol dengan manisnya. Suksespun sangat mungkin anda raih. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Bagaimana, anda siap untuk memaksimalkan kerja akal anda... Sebagai &lt;b&gt;cara menghadapi emosi&lt;/b&gt; anda? &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/feeds/8385589773267056702/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/2012/12/cara-menghadapi-emosi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6507526414871541481/posts/default/8385589773267056702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6507526414871541481/posts/default/8385589773267056702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/2012/12/cara-menghadapi-emosi.html' title='Cara Menghadapi Emosi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135486995087772114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoIh_jovgFiiRibsRrrW983hTLHt8RU93NQo02N6lE1WRc3rdlLzBt4W3WINXk4tng3T62yJuxb5zpnRk1w1eosArSiMeqMT3QGYFQXW-TZCpsoE-RUJyNFYeAuLeFLSubjw1hKi9eHu4/s72-c/emoticon+mad.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6507526414871541481.post-7645828341071037491</id><published>2012-12-26T20:28:00.001+07:00</published><updated>2012-12-26T20:30:28.418+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Masalah Keluarga"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penyebab Konflik Dalam Keluarga"/><title type='text'>Pemicu Konflik Dalam Keluarga</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf-oEbQ0ZnZhTFoa8wkkYX-7smydoi7v62ZFDun7cm3Y4ipZSHVgCrnymh_6XkvuomYvHmSqTzLT4H-Ej4wo9IUul6WFbImArFu8KKV_UZ1u77feQOiwNayX_1lcbpCzkmq7p4jEyKTkQ/s1600/konflik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;169&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf-oEbQ0ZnZhTFoa8wkkYX-7smydoi7v62ZFDun7cm3Y4ipZSHVgCrnymh_6XkvuomYvHmSqTzLT4H-Ej4wo9IUul6WFbImArFu8KKV_UZ1u77feQOiwNayX_1lcbpCzkmq7p4jEyKTkQ/s320/konflik.jpg&quot; title=&quot;Konflik Dalam Keluarga&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Konflik dalam keluarga.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Pemicu &lt;b&gt;konflik dalam keluarga,&lt;/b&gt; bisa jadi berupa banyak hal. Namun secara garis besar sebuah konflik biasanya bermuara dari masalah keluarga.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://risalahkeluarga.blogspot.com/2012/12/mengapa-terjadi-masalah-keluarga.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Masalah keluarga&lt;/a&gt; kebanyakan dipicu oleh perbedaan yang ada pada anggota keluarga itu sendiri. Misalnya saja perbedaan prinsip dan pola pikir. Setiap orang pastinya memiliki pola pikir dan prinsip atau pendirian yang sangat mungkin berbeda satu sama lain.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Itu bisa disebabkan oleh pengalaman hidup yang tidak sama antara satu orang dengan orang lainnya. Pengalaman hidup sangat mempengaruhi pola pikir dan kepribadian seseorang. Dan bila perbedaan tersebut dipertemukan, maka cepat atau lambat biasanya akan menjadi sebuah awal munculnya masalah keluarga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Nah itu bicara mengenai pemicu terjadinya &lt;b&gt;konflik dalam keluarga&lt;/b&gt;. Didalam konflik itu biasanya ada yang diributkan. Yang diributkan bisa banyak hal. Misal saja persoalan jatah(bisa jatah apa saja), lalu persoalan sikap atau watak, atau misalnya persoalan anak(persoalan anak umumnya masalah mendidik anak). Dan persoalan persoalan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Sebenarnya sebuah masalah bisa menjelma menjadi &lt;b&gt;konflik dalam keluarga&lt;/b&gt;, lebih dikarenakan faktor komunikasi dalam keluarga. Dan komunikasi itu ruuumiiitnya minta ampun. Sebab pemahaman setiap orang, termasuk bagaimana pola pikir setiap orang berikut wataknya itu berbeda beda. Ada orang yang kepribadiannya lebih menyenangi ketenangan dan situasi yang santai. Disisi lain mungkin salah satu anggota keluarga boleh jadi karena terbiasa dengan pekerjaan kantor yang ketat - serba harus perfect, sistem hirarkinya sangat kental bak rantai komando, sehingga membuatnya jadi tegas dan cenderung memiliki karakter seperti seorang pimpinan di rumah. Kemudian anggota keluarga yang satu lagi, berkepribadian bebas dan tak suka diintervensi urusannya. Nah ini rumit. He..he..he..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kondisi seperti ilustrasi diatas bisa dipastikan akan selalu dibumbui oleh perselisihan. Dan kalau kebetulan kondisi keluarga anda seperti itu. Saya sarankan sebagai resolusi bagi anda, sebaiknya milikilah karakter yang tenang. Tenang seperti tenangnya Pak SBY. Bicaranya tenang, bertingkah tenang, mau dicerca juga tenang. Serba tenang. Dengan jiwa dan kepribadian yang tenang, anda tidak akan mudah emosional. Sebab emosional terbukti mampu menurunkan IQ selama 15 menit. Dan itu buruk buat anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Jadi hindari terjadinya konflik dalam keluarga dengan menjadi pribadi yang tenang. Tenang itu indah - daripada ribut. Sementara yang lain sibuk dengan ego dan harga dirinya masing masing. Lebih baik anda tenang. Santai.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/feeds/7645828341071037491/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/2012/12/pemicu-konflik-dalam-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6507526414871541481/posts/default/7645828341071037491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6507526414871541481/posts/default/7645828341071037491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/2012/12/pemicu-konflik-dalam-keluarga.html' title='Pemicu Konflik Dalam Keluarga'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135486995087772114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf-oEbQ0ZnZhTFoa8wkkYX-7smydoi7v62ZFDun7cm3Y4ipZSHVgCrnymh_6XkvuomYvHmSqTzLT4H-Ej4wo9IUul6WFbImArFu8KKV_UZ1u77feQOiwNayX_1lcbpCzkmq7p4jEyKTkQ/s72-c/konflik.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6507526414871541481.post-6458400725295546109</id><published>2012-12-23T00:20:00.001+07:00</published><updated>2012-12-23T00:27:25.627+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Masalah Keluarga"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mengatasi Masalah Keluarga"/><title type='text'>Mengatasi Masalah Keluarga Kita</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcFMnews2dHK98V7TVE7WIdduneNzZAVj2YJ-rsLvd_88uWoQvRJuYpuHwpjt3XB6d2KcgAdYM9ASdlVXJX4HmqDOSlj8g1bgy3WH6cePCOHQOwGlWN2kIqg5DoPJZnQfAy_SkBiUI6Zw/s1600/Bertengkar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;masalah keluarga, masalah dalam keluarga, mengatasi masalah keluarga&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcFMnews2dHK98V7TVE7WIdduneNzZAVj2YJ-rsLvd_88uWoQvRJuYpuHwpjt3XB6d2KcgAdYM9ASdlVXJX4HmqDOSlj8g1bgy3WH6cePCOHQOwGlWN2kIqg5DoPJZnQfAy_SkBiUI6Zw/s1600/Bertengkar.jpg&quot; title=&quot;Mengatasi Masalah Dalam Keluarga&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Masalah dalam keluarga yang berujung pada&lt;br /&gt;
perang mulut serta konflik berkepanjangan. 
&lt;br /&gt;
Bagaimana cara mengatasi masalah dalam keluarga?&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;Bukan Keluarga Kalau Tidak Ada Masalah Didalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Sebelum bicara lebih jauh mengenai bagaimana &lt;b&gt;mengatasi masalah dalam keluarga kita&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;.&amp;nbsp; &lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Tidak ada salahnya apabila kita coba ingat lagi bersama. Dalam rangka membangun kepercayaan diri sebagai salah satu anggota dalam keluarga anda. Anda harus tau, bahwa tidak ada yang namanya sebuah keluarga tanpa masalah didalamnya. Jadi anda tidak sendirian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Yang membedakan &lt;a href=&quot;http://risalahkeluarga.blogspot.com/2012/12/mengapa-terjadi-masalah-keluarga.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;masalah keluarga&lt;/a&gt;&amp;nbsp; anda dengan masalah yang dialami oleh keluarga lain, hanyalah level konfliknya. Parah atau tidak parah. Berikutnya adalah bagaimana para anggota keluarga menghadapinya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Sikap Dalam Menghadapi Masalah Keluarga. &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Bisa dipastikan, setiap orang punya sikap atau attitude yang berbeda saat dihadapkan pada sebuah masalah keluarga. Sikap seseorang dalam merespon masalah yang terjadi di keluarganya, akan berkaitan erat dengan bagaimana dia nanti mengatasi masalah dalam keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Acuh tak acuh.&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Kadang peduli dan ikut memberi suara, kadang tidak. Orang seperti ini biasanya punya agenda pribadi, atau visi pribadi. Entah itu terhadap keluarganya atau kehidupannya sendiri.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Melarikan diri.&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Melarikan diri disini bisa jadi tidak mau tau. Orang dengan tipe ini biasanya malas ribut. Lebih suka dengan ketenangan dan melakukan apa yang disukainya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp; Sebab disisi lain, dia merasa sudah cukup punya apa yang menjadi keinginan hidupnya. Sehingga dia lebih enjoy untuk menikmati hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Aktif.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Orang yang aktif urun rembuk atau ikut bersuara dalam setiap masalah yang terjadi di keluarganya. Biasanya dia ingin membuktikan sesuatu. Misalnya saja membuktikan bahwa dia adalah anggota keluarga yang peduli. Atau ingin menunjukkan bahwa dia punya pengaruh atau peran penting dalam keluarganya. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Oke ya. Kita sudah tau macam macam sikap orang dari caranya menghadapi sebuah &lt;a href=&quot;http://risalahkeluarga.blogspot.com/search/label/Masalah%20Keluarga&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;masalah keluarga&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Mengatasi Masalah Dalam Keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Dari ketiga sikap tersebut di atas. Menurut saya - berdasarkan pengalaman pribadi. Yang paling &quot;baik&quot; ialah orang yang mampu memiliki sikap ketiga tiganya. Mengapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&quot;Sebab jika sanggup menerapkan ketiga macam sikap tersebut, maka seseorang bisa dikatakan, atau dapat digolongkan sebagai orang yang mampu menempatkan diri.&quot; &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Jadi dia tau kapan harus acuh tak acuh, kapan waktunya melarikan diri, dan tau mengapa pada saat tertentu dia wajib menjadi anggota keluarga yang aktif ikut memecahkan masalah di keluarganya. Setiap sikap tentunya diikuti dengan prioritas, konsekwensi, serta parameter yang berbeda.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Nah ini penting. Menurut hemat saya, sebuah permasalahan dalam keluarga sering menjadi semakin pelik karena adanya anggota keluarga yang tidak tau harus memposisikan dirinya. Sehingga porsi masalah jadi melebar dan menjadikan dia sebagai salah satu yang tersoroti juga. Lebih runyam lagi yaitu menjelma pada polemik berkepanjangan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Jadi saat harusnya dia acuh tak acuh, dia malah ikutan ngasih komentar. Terus ketika waktunya berpaling atau melarikan diri, dia malah melakukan kebalikannya dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Baiklah ya. Sekarang kita tarik sebuah kesimpulan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&quot;Bagaimana mengatasi masalah dalam keluarga kita? Sebaiknya dimulai dulu dengan menyadari posisi dan tau menempatkan diri. Sebab ini menentukan bagaimana kita harus bersikap. Dan sikap yang tepat akan memberikan kontribusi positif dalam upaya mengatasi masalah yang ada dalam keluarga.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Oke. Sekarang muncul sebuah pertanyaan baru. Kenapa sikap yang tepat punya peran penting dalam upaya penyelesaian sebuah masalah?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Jawabannya ialah, karena orang yang terlibat dalam sebuah masalah, umumnya memiliki watak dan karakter serta pengalaman hidup yang beda beda. Jadi dalam sebuah masalah, anda akan berhadapan dengan orang yang bisa saja kolot, bego, terlalu pintar, busuk, culas, sombong atau arogan, atau mungkin lemah lembut perasaannya, atau keras dan tegas dan seterusnya dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Kenapa memecahkan masalah keluarga harus dikait kaitkan dengan watak dan sifat orang? Begini, pada dasarnya hidup itu dibagun dengan, dan melalui KOMUNIKASI. Dengan adanya komunikasi hidup ini bisa berjalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Memecahkan Masalah Adalah Persoalan Komunikasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Begitu pula untuk mengatasi masalah dalam keluarga. Yang diperlukan ialah sebuah komunikasi yang tepat dan proporsional, sesuai pada tempatnya. Dan sesuai pada siapa komunikasi itu disampaikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Komunikasi yang tidak tepat baik itu sasarannya maupun kemasan bahasanya. Hanya akan memunculkan sebuah kesalahpahaman baru. Sehingga akhirnya masalah yang diharapkan bisa selesai, malah jadi runyam dan berkepanjangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Itulah mengapa anda harus tau dulu menempatkan diri anda. Artinya, dengan siapa anda berhadapan, apa posisi anda dalam masalah tersebut. Misalnya andaikata seumpama, anda adalah sorotan persoalannya. Maka anda harus tau dulu, dihadapan anda itu siapa. Orang tua, mertua, adik ipar, kakak ipar, atau adik kandung, atau mungkin sepupu. Lalu apakah mereka kolot, bego, arogan dan seterusnya tadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Nah, dengan komunikasi yang tepat sasaran dan dikemas sesuai posisi anda relatif terhadap siapa anda berhadapan....&amp;nbsp; Maka insya Allah masalah keluarga akan dapat diatasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Prinsip penting saat mengatasi masalah dalam keluarga ialah, never fight fire with fire. Jangan pernah hadapi api dengan api.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/feeds/6458400725295546109/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/2012/12/mengatasi-masalah-keluarga-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6507526414871541481/posts/default/6458400725295546109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6507526414871541481/posts/default/6458400725295546109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/2012/12/mengatasi-masalah-keluarga-kita.html' title='Mengatasi Masalah Keluarga Kita'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135486995087772114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcFMnews2dHK98V7TVE7WIdduneNzZAVj2YJ-rsLvd_88uWoQvRJuYpuHwpjt3XB6d2KcgAdYM9ASdlVXJX4HmqDOSlj8g1bgy3WH6cePCOHQOwGlWN2kIqg5DoPJZnQfAy_SkBiUI6Zw/s72-c/Bertengkar.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6507526414871541481.post-5593365605136504598</id><published>2012-12-20T23:00:00.000+07:00</published><updated>2012-12-20T23:44:24.270+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Masalah Keluarga"/><title type='text'>Mengapa Terjadi Masalah Keluarga?</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;Sejak jaman Nabi Adam a.s pun telah ada &lt;b&gt;masalah keluarga&lt;/b&gt;. Kalau saya tidak salah ingat, diriwayatkan bahwa terjadi perselisihan diantara putra Nabi Adam. Dan permasalahannya bahkan sampai meruncing hingga menjadi kasus pembunuhan paling pertama yang terjadi di muka bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;Mengapa terjadi &lt;b&gt;masalah keluarga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;?&amp;nbsp; &lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Melihat kenyataan yang tergambar dalam riwayat tadi, membuat saya sering menyimpulkan sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Dari awal sejarah manusia hidup di bumi, sebenarnya&amp;nbsp; Allah S.W.T telah memberikan sebuah petunjuk. Bahwasannya manusia adalah mahkluk yang akan selalu menjadi biang masalah. Dari mulai sejak lahir, kita ini sudah penyuguh masalah bagi orang tua kita - &lt;b&gt;keluarga&lt;/b&gt; kita. Ya walaupun mungkin disisi lain, kita saat masih bayi juga menjadi icon hiburan untuk keluarga. Nah ini adalah sebuah hal yang paling mendasar yang penting untuk diingat kembali.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Apakah bagi anda terdengar klise?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Klise atau bukan, kenyataan tersebut tidak mungkin disangkal juga kan? Jadi sebelum kita mulai menghitung hitung - &quot;ini salah si A - ini si B yang mulai lebih dulu - ih, &lt;a href=&quot;http://risalahkeluarga.blogspot.com/search/label/Masalah%20Keluarga&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;masalah keluarga&lt;/a&gt; ini disebabkan oleh si C yang egois&quot; dan seterusnya. Maka tidak ada salahnya jika sekarang melalui tulisan ini, saya mencoba untuk mengajak anda menyadari dan mengingat lagi. Sebuah sifat yang paling mendasar. Bahwa manusia itu dikodratkan sebagai pembuat masalah. Mau sekecil apapun masalah yang ditimbulkan, tetap saja sebuah masalah kan? Misalnya saja tidak sengaja menumpahkan air. Itu juga masalah lho.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Nah jika kemudian ada pertanyaan, mengapa terjadi masalah dalam keluarga? Ya petunjuk awalnya sederhana saja. Mungkin karena keluarga itu beranggotakan manusia. Seandainya beranggotakan para malaikat, mungkin akan beda ceritanya. Bukankah malaikat diciptakan tanpa nafsu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Manusia adalah biang masalah. &lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Ini jelas sekali. Dan tidak bisa dipungkiri. Jangan... Saya tegaskan sekali lagi, jangan... Sekali kali kita berpikir bahwa, kita adalah pihak yang benar - dalam setiap konflik dan perselisihan yang terjadi. Apapun itu. Berselisih dengan saudara, berselisih dengan orang tua, dengan ipar atau keluarga lainnya dan seterusnya. Kenapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Begini. Boleh saja kita berpikir kita adalah pihak yang benar. Namun dalam kebenaran menurut pikiran kita itu. Bisa saja terdapat sebuah kelemahan tersendiri yang tidak disadari. Dan kelemahan tersebut telah mengusik ketenangan pikiran atau hati orang lain. Mungkin anda bertanya tanya, kelemahan seperti apa yang dimaksudkan? Oke, teruskan membaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Bisa saja, anda merasa tidak pernah mengganggu orang lain. Mungkin anda pendiam. Mungkin anda seorang yang sopan dan santun. Mungkin anda seorang yang murah senyum. Dan lain sebagainya hal hal yang menurut anda adalah baik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Tapi dari sudut pandang orang lain, justru hal hal yang terlihat baik itulah yang mengganggu mereka. Apa mungkin seperti itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Anda kan tidak tau kondisi sebenarnya tentang orang lain. Misalnya saja adik ipar anda. Bagaimana pergaulannya, bagaimana perkerjaanya, bagaimana cara dia mencapai sukses, apa bacaan yang digemarinya, apa hobinya, bagaimana perspektifnya tentang sukses, dan seterusnya. Singkatnya, anda tidak mengenalnya sebegitu baik. Tidak semua hal tentang adik ipar anda - anda pahami seluk beluk detilnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Artinya apa? Ada satu atau dua celah yang terlewat dari perhatian anda. Dan mungkin itulah yang tidak singkron dengan kebaikan anda. Ingat ya, &quot;baik&quot; itu juga relatif lho. Menurut anda baik, belum tentu begitu menurut orang disekelilig anda. Dan itulah kelemahan yang saya maksudkan tadi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Mungkin anda seorang yang sopan dan santun. Tapi ternyata sopan dan santun saja tidak cukup. Misalnya lemah dalam kemampuan menahan diri. Nah lo... Pernahkah terpikir sampai kesana.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Menahan diri banyak sekali contohnya. Dua diantaranya, menahan diri dalam kegemaran memberi, kemudian lainnya misalkan saja menahan diri untuk tidak mudah mengajukan pendapat. Sebab bisa jadi anda yang begitu mudah memberi atau mentraktir - tanpa disadari itulah kelemahan anda dimata orang lain. Lalu contoh menahan diri yang kedua - bisa saja bagi adik ipar anda, mudahnya anda ikutan angkat bicara dalam setiap obrolan keluarga, itu menjadi catatan tersendiri bagi adik ipar anda. Padahal mungkin itu hal yang baik menurut anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Wah, kok serumit itu. Ya memang rumit. Dan itulah mengapa tadi saya tegaskan. Jangan sekali kali beranggapan bahwa dalam setiap konflik yang terjadi, anda berpikir anda adalah pihak yang benar. Benar menurut anda, belum tentu bagi ukuran atau parameter orang lain juga &quot;benar&quot;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Kita manusia ini hanyalah MANUSIA saja. Bukan super manusia, bukan mighty manusia dan lain lain. Setiap diri kita ini adalah biangnya masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Anda merasa tidak ada masalah keluarga?&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Jangan senang dulu. Merasa tak ada masalah keluarga boleh boleh saja. Tapi ini ada kabar buruk buat anda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Bila kondisi seperti itu yang anda rasakan, bukan berarti anda adalah seorang yang sempurna. Anda tetap hanya seorang manusia biasa - biang masalah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Masalah keluarga akan selalu ada, hanya kadang tidak anda rasakan.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Apakah anda yakin benar sudah hapal sifat serta karakteristik setiap orang disekitar anda? Sehingga anda berani mengklaim tidak mempunyai masalah keluarga.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Ingat kata kata ini, masalah itu tak nampak karena memang belum terlihat. Bukannya tidak ada. Gesekan antara satu orang dengan orang lainnya pasti selalu ada. Tubrukan kepentingan pasti akan selalu terjadi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Lantas kenapa tidak ada letupan masalah dalam keluarga anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Kemungkinan terbesarnya adalah, orang orang disekitar anda telah mahfum dengan tabiat anda. Sehingga sangat bisa jadi, mereka malas untuk mengangkat masalah tersebut ke permukaan. Dan lebih memilih untuk diam - bahkan mungkin mulai menjaga jarak. Ada kemungkinan lain yang lebih bahaya, yaitu orang orang disekitar anda berusaha menahan diri, alias ngempet kata orang jawa - ini bom waktu! Bisa meletus kapan saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Jadi melalui tulisan ini, saya ingin mengajak. Mari kita sama sama introspeksi diri. Kita hanyalah manusia biasa. Dan kita adalah biang masalah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Itulah mengapa selalu saja terjadi atau minimal ada yang namanya masalah keluarga. Ini adalah hal paling mendasar dari keberadaan kita sebagai manusia biasa - penyuguh masalah. &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/feeds/5593365605136504598/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/2012/12/mengapa-terjadi-masalah-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6507526414871541481/posts/default/5593365605136504598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6507526414871541481/posts/default/5593365605136504598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/2012/12/mengapa-terjadi-masalah-keluarga.html' title='Mengapa Terjadi Masalah Keluarga?'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135486995087772114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6507526414871541481.post-1599360823846647844</id><published>2012-12-20T14:12:00.001+07:00</published><updated>2012-12-20T14:30:09.691+07:00</updated><title type='text'>Testing</title><content type='html'>Testing. Ini adalah postingan untuk percobaan. Artikel artikel dengan topik yang telah ditentukan sesuai kategori diatas, segera akan diterbitkan. Silahkan kunjungi lagi blog ini dalam beberapa hari lagi. Terima kasih.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/feeds/1599360823846647844/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/2012/12/testing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6507526414871541481/posts/default/1599360823846647844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6507526414871541481/posts/default/1599360823846647844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://risalahkeluarga.blogspot.com/2012/12/testing.html' title='Testing'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135486995087772114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>