<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872</atom:id><lastBuildDate>Sun, 04 Dec 2011 12:47:30 +0000</lastBuildDate><category>bioteknologi</category><category>nginggris</category><category>PTT</category><category>koleksi</category><category>yarsi</category><category>resensi</category><category>opini</category><category>keluarga</category><category>Tarbiyah</category><category>blog</category><category>klinik</category><category>kenangan</category><category>deskripsi</category><title>Catatan Harian Dokter Indra</title><description>Mencatat hari-hari, membangun mimpi</description><link>http://indrakus.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Indrakus)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>128</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/indrakus" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="blogspot/indrakus" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-2353483341163041670</guid><pubDate>Thu, 21 Apr 2011 15:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-21T22:10:04.855+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Cerita dari Laboratorium kultur sel</title><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; "&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Selama 7 bulan terakhir saya bekerja di dalam ruang steril bertekanan positif setiap hari.. dan ini adalah kisah yang dapat saya bagikan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Awalnya adalah sebuat kehormatan untuk bekerja di bidang yang tidak pernah terbayangkan selama 6 tahun pendidikan kedokteran ( yah mungkin pernah sesekali waktu kecil ). Kultur sel adalah bidang yang baru bagi saya, satu-satunya skill yang telah saya miliki adalah perhatian terhadap tehnik aseptik dan antiseptik. tehnik ini memegang peran yang amat penting dan ditegakkan dengan disiplin tinggi secara berlebihan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;jangan salah, saya tidak bekeja di lembaga riset, meski .. ya riset adalah yang saya lakukan setiap hari tapi saya lebih suka dengan kosa kata "coba". Kami betugas mencoba..mencoba dan mencoba, untuk itu kami perlu membaca ( dalam jumlah besar) setelah itu mulai menghabiskan uang (karena ini bidang yang mahal) dan berharap mendapat hasil yang baik segera (karena terkait pasar)&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Sel pertama yang menjadi objek percobaan saya adalah Keratinosit. khususnya basal keratinosit, saya menggunakan sampel foreskin yang banyak diproduksi di negri kita asal tahu kemana harus mencari ( makasi bang Mahdian! ). Saya ingat betapa gemetar tangan saya ketika untuk pertama kalinya menggunakan pipetor di dalam BSC ( Biological safety Cabinet). singkatnya ada terlalu banyak pengalaman pertama mulai dari menghitung pengenceran reagen dengan rumus C1*V1 = C2*V2, menggunakan inverted microscope, kamar hitung Nebauer, seeding.. dll. Sebut saja rupiah seharga laptop yang saya buang dalam proses learning by doing ini..untungnya bukan uang saya..&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Kultur sel primer.. itulah yang saya lakukan, dan unlucky me..sel primer pilihan saya bersumber dari kulit yang tidak mungkin didapat dalam keadaan steril (betapapun bersih kerja dokternya), jadi fase pertama harus saya lalui bermandi peluh akibat muncul kontaminan kecil yang berenang riang gembira didepan mikroskop. sampai akhirnya Birkenbach dan Lichti berbaik hati memberikan sedikit (tapi signifikan) saran tentang preparasi sampel. 10 menit hocus pocus dengan betadine dan alkohol...masalah selesai&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;saya tidak bermaksud bercerita langkah-langkah mengisolasi keratinosit dari kulit, untuk itu baiknya anda langsung datang ke lab kami. saya ingin berkata hanya rasa suka yang mendorong seseorang berjam-jam mengurung diri berteman sepi, selama berhari-hari mencoba mengatasi kendala seorang diri..bukan uang..juga bukan tesis (percaya deh) berbeda sekali dengan reluctancy yang saya idap setiap mau jaga IGD dulu...males sekali...tapi ini saya seperti eager beaver..can't wait to work..mudah sekali jatuh ke workholic&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;setelah berhasil isolasi dan menanam ternyata saya dapati pekerjaan ini bukan matematika..meski seluruh protokol diikuti tidak menjamin keberhasilan..derajat keberhasilan akan meningkat seiring tingginya pengalaman..tapi tingginya jam terbang secara keseluruhan bukan jaminan karena setiap sel punya karakter sendiri. Rupanya anda harus kenal dengan sifat dan karakter sel anda dalam berbagai kondisi...berapa rpm yang tepat untuk mendapat pelletnya, bagaimana penampilannya setelah pasasi, berapa cepat ia adherent pada dish anda, berapa intial seeding yang optimal, dan banyak detail lainnya..singkatnya anda harus optimasi atau kenalan dulu kira-kira begitu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;barulah saya mengerti mengapa riset itu tidak mudah, saya tidak akan memberi dana untuk orang yang baru akan mencoba untuk pertama kainya. saya akan periksa track recordnya dulu. maka menjadi penting bagi seseorang yang ingin sukses di bidang ini (dalam bayangan saya) adalah membangun kompetensi yang lengkap dari isolasi sampai verifikasi, mengasah nalurinya dengan jam terbang yang terkonsentrasi pada sedikit jenis sel. saya cukup beruntung menyaksikan seorang profesor dengan 30 tahun pengalaman mendemonstrasikan insightnya tentang kondisi kultur stem cel asal bone marrow yang digelutinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Ini memang jauh berbeda dari situasi ruang praktek sehari-hari, tapi tidak kalah seninya dengan ilmu kedokteran, tidak pusing dengan sertifikasi, izin dan risiko malpraktek. Bidang ini mahal  if only I have all the money needed, karena tidak, maka ada orang yang menunggu laporan anda...jadi tidak ada tempat untuk ceroboh dan santai terutama kalau tangan anda didalam BSC. latar belakang Dokter punya keunggulan karena anda dapat dengan relatif mudah melihat potensi aplikasi atau penyebab kegagalan, serta membawa pekerjaan lab ke horizon yang lebih luas hingga tidak mudah kehilangan motivasi.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;ini area yang potensial dan menarik,dan populer dimasyarakat sebagai keajaiban ilmu pengetahuan..tapi saya mendapati bertemu dengan orang-orang yang sama berulang-ulang menandakan sedikitnya orang yang berkecimpung di bidang ini...dan para praktisi muda yang saya temui sama-sama merasa meraba-raba jalan, sementara para petinggi sudah mengklaim berbagai keberhasilan. saya dapati di jakarta ini laboratorium sejenis tenyata berdekatan..kami di kemayoran..Kalbe di cempaka putih..makmal dan IHVCB di salemba dan Litbang di percetakan...semuanya dalam jarak 15-20 menit...mengherankan bagi saya bila tidak ada komunikasi antar lab di level praktisi lab...jadi saya membangun kesefahaman dengan litbang depkes antara sesama asisten, saling memberi masukan, motivasi, bantuan teknis, pinjaman bahan, kolaborasi karena bodoh sekali kita bila bekerja sendiri-sendiri ..karena ini pekerjaan sepi..&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Jadi mari kemari kawan jalan ini masih lengang, terlalu banyak yang perlu di eksplorasi, tidak ada orang yang mampu menguasai semuanya, satu jenis sel saja bisa menghabiskan umur seseorang...pekerjaan pionir selalu sulit, jadi ini pekerjaan bagi mereka yang ingin bekerja, mengatasi tantangan, bukan duduk santai menunggu setoran medrep..Menolong pasien mungkin memberikan kelegaan (uang dari pasien juga banyak memberi berbagai kelegaan yang lain) tapi mengisolasi sel,menanamnya dan merawatnya hingga tumbuh sungguh membahagiakan&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;berusaha menyembuhkan mungkin keren tapi berusaha menumbuhkan jauh lebih keren :)&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;wallahualam&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-2353483341163041670?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2011/04/cerita-dari-laboratorium-kultur-sel.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-1044427984124489026</guid><pubDate>Sun, 10 Oct 2010 18:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-11T01:35:54.108+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bioteknologi</category><title>Resep Selapis Keratinosit</title><description>&lt;table class="MsoTableGrid" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" style="border-collapse:collapse;border:none;mso-border-alt:solid black .5pt;  mso-border-themecolor:text1;mso-yfti-tbllook:1184;mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow:0;mso-yfti-firstrow:yes"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Reagen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-left:none;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Larutan alikuot&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-left:none;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Konsentrasi tujuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-left:none;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;50 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-left:none;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;100 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:1"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;DMEM/F12 3:1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1x&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1x&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Add 50 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Add 100ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:2"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;FBS ( di Inaktivasi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1x&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;5%&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;total&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;2,5 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;5 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:3"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hidrokortison&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;50 ug/ml &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;10 ug/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;10 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;20 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:4"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;ITS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;(1 mg/ml)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;10 ug/ ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;0,5 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:5"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Amphotericin B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;250 ug/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;2,5 ug/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;0,5 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:6"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pen-strep&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;5000 U pen-5 mg strep /ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;100 U P- 100 ug/ ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;2 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:7"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;L-glutamin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;200mM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;2 mM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;0,5 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:8"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;EGF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;50 ug/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;10 ng/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;10 ul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;20 ul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:9"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;KGF/FGF-7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;500 ng/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1 ng/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="tab-stops:47.7pt"&gt;100 ul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;200 ul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:10;mso-yfti-lastrow:yes"&gt;   &lt;td width="102" valign="top" style="width:76.3pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black .5pt;   mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;BPE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="104" valign="top" style="width:77.95pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;1 mg/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="155" valign="top" style="width:116.15pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;60 ug/ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;3 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="123" valign="top" style="width:92.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;   border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:   solid black .5pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black .5pt;   mso-border-left-themecolor:text1;mso-border-alt:solid black .5pt;mso-border-themecolor:   text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-1044427984124489026?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2010/10/resep-selapis-keratinosit.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-2220408659585325551</guid><pubDate>Wed, 01 Sep 2010 03:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-01T10:28:47.150+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kenangan</category><title>Nothing Smart</title><description>&lt;p&gt;Telah berlalu 3 bulan Juni, Juli dan Agustus sejak posting terakhir, tapi  rasanya sudah lebih banyak lagi waktu berlalu dibanding yang tercatat pada  kalender. Mungkinkah aktivitas seseorang dapat mempengaruhi waktu yang berlalu ?  semakin padat pekerjaan, semakin banyak yang telah dilakukan pada rentang waktu  tertentu menyebabkan waktu terasa berlalu lebih cepat? ataukan jenis  aktivitasnya ? aktivitas yang baru akan menyebabkan seseorang lupa waktu,  tentunya kita semua pernah merasakan kejenuhan akibat aktivitas yang  monoton.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bagaimana dengan antusiame dalam melakukan aktivitas ? waktu amat cepat  berlalu saat kita menghabiskannya melakukan hobi favorit ? lalu bagaimana dengan  waktu yang terasa berhenti saat kita bersama kekasih hati? oh saya tidak ingin  berbicara  serius tentang relativitas waktu hanya saja betapa mudah kita  dipermainkan oleh aktivitas dunia. waktu berjalan sebagaimana ia berjalan sejak  masa dimulai, stabil dan teratur….persepsi kita lah yang berubah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;kadang terasa kejutan saat kita menyadari betapa banyak yang telah dilakukan  dalam waktu yang pendek, betapa banyak yang dapat diselesaikan dalam waktu yang  sempit, tubuh kita meng-amini dengan kelelahan kronis yang dirasakan akibat  overexertion of mind. kadang kejutan juga menyergah saat sadar betapa sedikit  yang telah dicapai dalam rentang waktu yang panjang misalkan dalam aspek  ibadah…silaturahmi…lalu bagaimana dengan orang yang bekerja melakukan hal yang  sama berulang-ulang setiap hari sepanjang masa usia produktifnya ? apakah ia  telah melakukan banyak hal? ataukan ia telah menyia-nyiakan potensinya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;orang bilang hidup dan waktu yang dihabiskan dalam hidup ini akan bermakna  bila kita dapat bermanfaat untuk orang lain, tapi bagaimana dengan orang yang  menantang bahaya untuk merasa “hidup” seperti para pelaku extreme sport, harus  diakui kita akan lebih menghargai kehidupan saat mengalami near- death  experience, bahkan memicu suatu perubahan dalam hidup kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Variasi aktivitas diluar rutinitas juga mungkin menambah rasa “hidup” itu,  membuat waktu terasa lebih cepat berlalu, membuat takjub saat kita melihat ke  belakang atas apa yang telah kita lakukan, atas apa yang telah kita putuskan.  bagaimana dengan mereka yang beraktivitas untuk sekedar dapat menyambung hidup,  atau bekerja untuk mengikuti nafsu belanjanya, atau berusaha hidup  untuk dimanfaatkan orang lain atau menjalani keinginan orang lain tanpa  sadar..lalu bagaimana dengan mereka yang hidup menjalani mimpinya sendiri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;pada akhirnya saya hanya merasa betapa banyak yang telah dilakukan dalam  setahun ini dibanding tahun-tahun lain yang telah berlalu dalam hidup saya, tapi  juga sekaligus menyadari betapa timpangnya hidup yang saya jalani setahun ini  dan menyesal karena belum juga mendapatkan cara untuk meraih keseimbangan…saya  hanya berharap yang dibutuhkan hanyalah satu dosis antusiasme yang sama…tapi  kemana mencarinya ? lagi-lagi benak saya menjawab untuk mencarinya dalam satu  kata : efisiensi!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-2220408659585325551?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2010/09/nothing-smart.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-2820328913675665453</guid><pubDate>Thu, 20 May 2010 17:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-21T00:14:40.135+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">koleksi</category><title>A servant is...</title><description>To serve people takes dignity and intelligence&lt;div&gt;but remember they're only people with money&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;and although we serve them&lt;/div&gt;&lt;div&gt;we are not their servant&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;what we do...does not define who we are&lt;/div&gt;&lt;div&gt;what define us is..how well we rise after falling&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maid in Manhattan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-2820328913675665453?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2010/05/servant-is.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-4989527865814585251</guid><pubDate>Sat, 01 May 2010 07:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-01T14:17:51.173+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Identitas Kelompok dan Toleransi</title><description>&lt;p&gt;Ada satu hal yang menarik saat kita pelajari lebih dekat proses embriogenesis utamanya neurogenesis yaitu adanya konsep &lt;em&gt;Contact Inhibition&lt;/em&gt;. Secara in vivo ternyata ketika suatu jenis sel mengalami proliferasi memperbanyak dirinya sendiri sampai suatu saat mengalami kontak dengan sel lain yang juga sedang berproliferasi maka sel pada titik kontak akan berhenti berprolifersi dan mengalami diferensiasi menjadi jenis sel lainnya. Pada situasi in vitro hal ini juga diamati pada proses kultur sel. Pada &lt;em&gt;plate&lt;/em&gt; kultur sel akan berproliferasi membentuk koloni-koloni maka ketika koloni ini saling kontak maka peristiwa yang terjadi tergantung pada jenis sel. Bila koloni ini terdiri dari jenis sel yang sama yaitu memiliki jenis MHC (&lt;em&gt;Major Histocompatibility Complex&lt;/em&gt;) kelas I yang sama maka akan terjadi inhibisi perkembangan dengan kata lain mereka hidup bersama-sama, &lt;em&gt;co-exist&lt;/em&gt;. bila tenyata koloni ini memiliki MHC yang berbeda maka meski jenis selnya sama mereka akan berusaha saling meniadakan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hal ini mirip seperti yang terjadi pada interaksi antigen asing dan antibodi tubuh atau reaksi penolakan &lt;em&gt;host-graft&lt;/em&gt; atau penyakit auto-antibodi dimana tubuh mengenali suatu molekul sebagai benda asing karena ekspresi MHC yang berbeda. MHC memberikan suatu identitas unik bagi sel yang membedakan &lt;em&gt;self&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;non-self&lt;/em&gt;, ini juga berarti identitas unik bagi setiap individu katakanlah seperti suatu &lt;em&gt;single indentity number&lt;/em&gt; atau Nomor Induk Pegawai. Kelompok-kelompok homogen dalam masyarakat akan cenderung hidup damai namun adanya imigran asing seperti di negara-negara eropa dapat menyebabkan timbulnya sikap xenophobia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Xenograft yang dilakukan di laboratorium dimana jaringan asal manusia di transplantsikan pada mencit atau hewan coba lain dengan tujuan tertentu pasti akan menimbulkan reaksi penolakan. Sepertinya hukum ini berlaku universal sesuatu yang berbeda akan cenderung di tolak, lalu bagaimana dengan konsep toleransi yang didengung-dengungkan? Toleransi imunitas dapat terjadi pada sistem biologis terutama ketika daya tahan tubuh menurun atau dengan bantuan supresan dari luar tubuh, kedua hal ini berarti resipien atau masyarakat lokal harus melemah untuk bisa menerima perbedaan. Saya bukan anti toleransi dalam masyarakat, tapi menyatakan fakta bahwa masyarakat yang toleran sejatinya lemah dari sudut pandang kesatuan bangsa. Bangsa yang toleran cenderung mudah disusupi provokator yang membuat keonaran di tengah-tengah masyarakat atau cenderung permisif terhadap pengaruh budaya asing&amp;#160; atau malah tanpa sadar menempatkan agen asing di posisi-posisi kunci pemerintahan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ko-eksistensi ditengah keanekaragaman hanya dapat tercapai bila ada suatu bingkai atau kerangka berfikir yang disepakati seluruh komponen baik lokal maupun asing. bingkai bersama seperti MHC kelas I yang dimiliki setiap sel dalam tubuh individu sehingga ratusan jenis sel yang berbeda dapat hidup dan bekerja bersama-sama. Saya mengusulkan bingkai ini adalah aqidah islam, kaidah syariah dan muamalah yang diintrodusir dalam masyakarat, di aplikasi pada muslim dan non-muslim sesuai kaidah fiqih akan dapat menjadi kerangka bersama yang menjamin ko-eksistensi. Sepanjang sejarah hanya khilafah islam yang mampu menaungi perbedaan diantara bangsa-bangsa, Islam yang diaplikasikan dari tepian samudra atlantik di barat sampai pulau rempah-rempah di timur dan dari tepian sungai Oxus di Siberia sampai &lt;em&gt;Cape of Good Hope&lt;/em&gt; memungkinkan bangsa-bangsa hidup bersama dan dapat mempertahankan keunikan identitas mereka. Peperangan terjadi dalam proses perluasan wilayah dakwah karena adanya perbedaan kerangka berfikir yang dipakai, setelah mengalami integrasi maka bangsa-bangsa menjadi obyek dakwah dan harta serta jiwanya dilindungi dalam bingkai islam. Tanpa islam toleransi adalah konsep kosong tanpa perwujudan fakta&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bandingkan dengan Kekuasaan Roma sebelumnya tidak jauh berbeda yang menawarkan identitas sebagai &lt;em&gt;Roman Citizen&lt;/em&gt; sebagai bingkai pemersatu namun kerangka ini tidak mampu menampung harga diri suku-suku Galia dan Germania serta anak-anak Pharaoh sebaliknya mereka dengan mudah menyambut Islam dan dengan Al-Azhar menjadi benteng ilmu islam selama 1000 tahun. Bandingkan pula dengan ekspansi Genghiz yang dengan pasukan berkudanya keluar dari steppa Mongolia menyapu apapun yang berdiri kearah barat dan timur namun akhirnya melebur dalam Islam di Asia barat dan China di timur, karena tidak adanya bingkai yang kuat maka anak cucu Genghiz tercelup dalam peradaban yang lebih matang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Peradaban barat di era kita saat ini menggunakan platform demokrasi dan kebebasan sebagai bingkai, rule of law menjadi kerangka yang disepakati bersama dalam suatu proses pengambilan kebijakan, standar kebenaran dan moralitas menjadi relatif tergantung suara yang diperoleh. Menyerahkan kebijakan pada massa yang buta meski terkesan adil pada faktanya selalu dikendalikan oleh oligarki entah dinasti keluarga, partai, atau bisnis. Lobi politik yahudi di Amerika selalu berhasil mengendalikan kebijakan luar negeri sekehendak hatinya, tanpa perduli pendapat rakyat yang notabene juga disuapi informasi tak berimbang sehingga bagaikan buta terhadap situasi politik internasional.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hanya Islam yang dapat menjadi solusi keadilan, &lt;em&gt;Worldview&lt;/em&gt; Islam bila dipakai oleh muslim atau non-muslim dapat menjamin ko-eksistensi, memelihara keunikan bangsa-bangsa tanpa ada usaha penyeragaman dan peleburan, sekedar bersedia bernaung dibawah maqashid syariah maka harta dan jiwanya di jamin oleh kaum muslimin. Diantara muslim sendiri bukan tidak ada perbedaan, beda mazhab, suku, guru, sering menjadi alasan konfrontasi ini berarti kaum muslimin sendiri tidak memakai bingkai islam dalam interaksi mereka dengan muslim saudaranya. Bila bercermin pada sistem biologis, mereka ini berarti tidak lagi mampu mengekspresikan penanda islam dalam dirinya, terjadi downregulasi ekspresi gen yang menyebabkan mereka bagai orang asing di komunitasnya dan kerap memusuhi saudaranya sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pendidikan dan dakwah adalah satu-satunya jalan untuk mengembalikan profil ekspresi Islam yang tepat pada individu muslim bahkan sejatinya pada setiap mahluk Allah, Islam ada disana di antara rangkaian nukleotida genomnya, induksi dakwah dan hidayah niscaya mampu mengaktifkan gen tersebut sehingga individu tersebut mengalami perubahan fenotip sebagai Muslim dan menggunakan bingkai dan cara pandang islam menghadapi hari-harinya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;wallahualam&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-4989527865814585251?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2010/05/identitas-kelompok-dan-toleransi.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-4094489901968927371</guid><pubDate>Tue, 13 Apr 2010 06:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-13T13:09:50.720+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Induced Pluripotent Stem Cell</title><description>&lt;p&gt;Tahun 2006 di Universitas Kyoto Shinya Yamanaka dan rekan-rekannya menghasilkan terobosan di bidang sel punca dengan berhasil menginduksi fibroblas menjadi sel dengan karakter mirip sel punca embrional dengan menggunakan 4 faktor saja yaitu Oct3/4, Sox2, c-Myc dan Klf4.&amp;#160; Sudah lama para peneliti mencurigai serangkaian faktor transkripsi mampu menginduksi sel somatik yang telah terdiferensiasi menjadi sel punca dengan karakter pluripoten, namun yang mengejutkan adalah ternyata hanya dibutuhkan 4 faktor saja, bahkan saat ini beberapa grup berhasil dengan hanya satu faktor saja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Terobosan ini berarti sumber sel punca tidak melulu harus diambil dari zygot dan sel punca dewasa, yang pertama bermasalah secara etika, sementara yang kedua sulit diisolasi dan kuantitas yang minim. Sel iPS&amp;#160; di lain pihak, dapat berasal dari berbagai jenis sel yang ada pada tubuh dalam jumlah yang tidak terbatas dan nampaknya tidak ada masalah etika. Tekhnologi sel iPS ini memungkinkan dibuatnya sel punca untuk keperluan transplantasi yang &lt;em&gt;patient-spesific&lt;/em&gt; sehingga tidak timbul reaksi penolakan jaringan. Pluripoten berarti sel punca ini dapat didiferensiasi menjadi semua sel pada tubuh dari keturunan ketiga lapis embrional, ektoderm, mesoderm dan endoderm. Peluang penggunaan sel punca untuk terapi berbagai jenis penyakit semakin terbuka dan realistis.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Induksi sel somatik dengan overekspresi ke 4 faktor yamanaka awalnya menggunakan tehnik transfeksi gen dengan vektor retrovirus, saat ini telah dicoba menggunakan tehnik transduksi protein faktor transkripsi dan berbagai jenis &lt;em&gt;small molecule&lt;/em&gt; seperti asam valproat yang merupakan suatu Histon asetilase inhibitor. Tranfeksi gen menyebabkan integrasi genom virus pada genom sel target induksi, meski efisiensinya paling baik diantara tehnik lain, integrasi genom virus dapat menyebabkan aktivasi onkogen. Rendahnya efisiensi dan masih adanya risiko tumorigenesis menunjukkan tehnologi ini masih berada pada tahap awal.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Implikasi dari tekhnologi sel iPS ini adalah tidak perlu lagi di gunakan zygote atau darah tali pusat sebagai sumber sel punca karena hampir semua sel dalam tubuh yang kita bawa setiap hari dapat di induksi menjadi sel iPS. &lt;em&gt;Cordblood bank&lt;/em&gt; menjadi sesuatu yang irelevan dan lucu untuk sebagian orang yang memahami segi-segi kekurangan tehnik penyimpanan&amp;#160; sel dalam nitrogen cair, lebih lucu lagi adalah orang yang mau mengeluarkan uang untuk jasa yang ditawarkan bank darah&amp;#160; tali pusat ini. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Penelitian di bidang ini amat terbuka luas dan menjanjikan, masih banyak yang perlu di pelajari mulai dari mekanisme yang mendasari induksi sifat pluripoten sel somatik hingga tehnik transplantasi atau terapi sel yang perlu dikembangkan termasuk metoda atau &lt;em&gt;cocktail&lt;/em&gt; yang tepat untuk diferensiasi sel punca menjadi tipe sel yang diperlukan. uji efektivitas obat, skrining toksisitas, dan patomekanisme penyakit dapat langsung dilaksanakan dengan sel manusia tanpa perlu mengambil langsung dari subyek manusia. Paten yang dapat dihasilkan dari bidang ini amat banyak dan terlalu sayang untuk dilewatkan, 4 tahun berlalu sejak terobosan oleh Yamanaka dan&amp;#160; dunia penelitian sel punca saat ini berlomba-lomba mengembangkan tehnologi ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejauh pengetahuan penulis di Indonesia belum ada yang berhasil membuat sel iPS, meski ada grup peneliti di IPB kabarnya sedang bekerja kearah sana, hal ini cukup mengherankan karena dari segi kemampuan peneliti, peralatan yang dimiliki dan dana yang tersedia seharusnya tidak terlalu sulit. Peran umat islam dalam hal ini, seperti juga pada banyak bidang tekhnologi lain memang masih kurang bukan secara individual tapi terlebih secara ummah. Perhatian komunitas atau gerakan dakwah di bidang tekhnologi tinggi memang masih minim, padahal syumuliatul dakwah juga meliputi bidang-bidang ini&amp;#160; mungkin memang belum menjadi prioritas tapi juga tidak boleh abai begitu saja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aktivitas penelitian mencari obat dari suatu penyakit sejatinya adalah perwujudan dari keyakinan bahwa setiap penyakit dari Allah tentu telah disertakan obatnya, tinggal kita yang harus mencarinya dan mewujudkan janji tersebut. Selain diminta berjalan di muka bumi juga kita kan diminta untuk mentadaburi diri kita sendiri, tubuh yang diberikan Allah swt ini mengandung banyak hikmah yang nampak jelas secara kasat mata, tentunya masih banyak hikmah yang tersimpan di aras molekuler yang perlu disingkap dengan tehnik-tehnik biologi molekuler terkini. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Peneliti bukanlah profesi seperti klinisi atau atau guru yang memiliki pengaruh langsung atas manusia sehingga menjadi profesi ideal seorang da’i, namun bila diibaratkan 2 profesi terakhir adalah mujahid di garis depan yang berinteraksi langsung dengan obyek dakwah maka peneliti adalah bagai seseorang yang tinggal di belakang&amp;#160; untuk mengajarkan hikmah al-qur’an pada&amp;#160; masyarakat yang di era modern, itu terlaksana dengan pendidikan dan penelitian agar superioritas ummat tetap terjaga diantara bangsa-bangsa lain&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi kawan bidang ini memang sulit, tidak menarik buat sebagian, “kering” menurut sebagian yang lain, maka anda yang telah diberi kelebihan berupa kemampuan intelektual dan keikhlasan meniti jalan dakwah, amat&amp;#160; perlu mempertimbangkan bidang ini sebagai medan amal. Seraya merintis kompetensi ummat yang mampu menjamin superioritas ilmu pengetahuan dan tekhnologi diatas bangsa lain pada saatnya nanti terbentuk Khilafah alamiyah dan juga mereguk pahala para&amp;#160; Assabiqunal Awalun.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;wallahualam.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-4094489901968927371?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2010/04/induced-pluripotent-stem-cell.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-3748395293333131368</guid><pubDate>Mon, 22 Mar 2010 19:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-23T04:10:49.023+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Setiap Penyakit Ada Obatnya</title><description>"Tiap-tiap penyakit ada obatnya, apabila suatu obat mengenai penyakit, maka sembuhlah penyakit itu dengan Izin Allah swt " ( HR. Muslim)&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;demikian pernyataan Rasulullah seperti juga janjinya yang telah terbukti tentang jatuhnya konstantinopel...banyak diantara kita yang bertanya-tanya dan berharap-cemas siapa gerangan komandan pasukan yang mampu menaklukkan Roma kota berikutnya setelah penaklukan Muhammad Al-Fatih terhadap Konstantinopel. Entah adakah yang bertanya-tanya siapa yang akan merealisasikan hadist Rasul diatas, bahwa setiap penyakit ada obatnya, adakah diantara kita yang bersegera menyambut tantangan ini ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aktivitas penelitian untuk mencari obat suatu penyakit nyata adalah bagian dari tanggung jawab umat Islam. Tanggung jawab yang harus ditunaikan dengan keseriusan setara dengan upaya dakwah dibidang lainnya, sampai jelas benar kemahakuasaan Allah yang Menghidupkan dan Mematikan makhluknya bila telah tiba di penghujung usia. setelah itu terbukalah mata manusia, dan tidak ada lagi alasan kecuali beriman dengan sebenar-benar iman.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"ketika obat bertemu penyakit" tidaklah berbeda dengan ketika ligan bertemu reseptornya secara kompetitif dengan mekanisme Lock &amp;amp; Key, atau saat Sel T CD8 bertemu sel APC, atau Histon asetilase terhadap Histon H3K4. disana ada hukum sebab akibat yang bekerja terkadang terjadi secara kasat mata tapi lebih sering hanya dapat di pantau aktivitas dan hasilnya, dengan izin Allah terjadi mekanisme sunnatullah yang mungkin sekali belum pernah kita fikirkan kecuali kita mau mentadaburi diri kita sendiri dengan tekhnik-tekhnik biologi molekuler dan genetika terkini&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada tahun 2006 sekelompok peneliti di Universits Kyoto menemukan bahwa mereka dapat memprogram ulang sel dewasa yang telah terdiferensiasi menjadi sel punca yang mirip sekali dengan karakter sel punca embrional. Tekhnologi sel punca amat dibutuhkan untuk merealisasikan mimpi kedokteran regeneratif, terobosan telah dilakukan, problem etika dan reaksi penolakan host dapat dilewati. sekarang terbuka lapangan luas untuk mencari obat dan tehnik pengobatan yang saat ini masih mimpi, mengobati penyakit-penyakit genetika, familial, Diabetes, Stroke, Parkinson, dll. Mimpi itu saat ini terasa amat realistis, menemukan obat untuk setiap penyakit kecuali mungkin untuk Tua dan Kematian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dimana umat Islam dan khususnya para aktivits dakwah dalam perlombaan global ini, perlombaan yang sejatinya tidak lain adalah pembuktian bahwa tiap-tiap penyakit ada obatnya...dimana kita kalau hari ini masih mempercayai klaim tanpa bukti sahih, tidak peduli mekanisme kerja dan sebab-akibat, abai terhadap kriteria nilai thayyib zat yang dikonsumsi. Pengobatan ala Nabi bagi saya adalah ketika benar-benar suatu single compound bertemu dengan target molekulnya. Takdir kesembuhan adalah terpenuhinya sebab hingga tampak akibatnya, izin Allah tidak lain adalah sunnatullah-Nya yang menunggu untuk kita singkap dan pelajari rahasianya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagaimana mungkin kita tidak tergerak mengisolasi zat aktif dari berbagai obat herbal yang ada, dari jamu, ramuan, atau minyak-minyak itu ? mengisolasinya, mengkarakterisasinya, mencari target molekulnya, mengukur hasil reaksinya, memodifikasi dan seterusnya sampai didapatkan satu compound yang sahih farmakokinetik dan farmakodinamiknya...pasti tidak terfikir karena kacamatanya sudah terburu-buru menghitung nilai potensial pasar yang ada, pangkal masalahnya pada fikiran pendek&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;pekerjaan 10-20 tahun untuk menemukan satu obat terasa seperti perbuatan bodoh, kalau materi ukurannya, untuk apa bersusah payah kalau dalam 1-2 tahun saja bisa laku keras mendompleng ghirah, padahal efek samping tidak diketahui, dosis tidak standar, variasi genetik tidak dipertimbangkan, sterilitas dipertanyakan, potensi alergi tidak tahu, bahkan efek terapinya pun belum reproducible.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;jadi kawan maksud saya, ini ada ladang baru buat para aktivis yang keleleran, potensi besarnya tergerus materi setiap hari, ghirahnya melemah karena berkubang di kolam, kenapa tidak kirim dia untuk ribath ke perbatasan ilmu, agar berkesempatan mencicipi pahala para pioneer. Ladang ini masih liar bagi kita, asing alam dan adat kebiasaanya, unik kendaraan dan senjatanya, amat deras arus sungai dan debur ombaknya tapi bukankah untuk ini memang sebenarnya kita berdiri, berbaris dan beramal&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;wallahuallam&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-3748395293333131368?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2010/03/setiap-penyakit-ada-obatnya.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-7959669693864241284</guid><pubDate>Thu, 04 Feb 2010 05:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-04T12:07:50.191+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">keluarga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">klinik</category><title>Sampai Kapan Kita Terlena ?</title><description>&lt;p&gt;Apakah anda baca berita 2 hari ini ? “ Tiga Anak Balita di Tinggal di Kontrakan” di Kompas dan Media Indonesia hari ini dan kemarin. Miris sekali, setidak buat saya yang punya 2 anak balita pula di rumah. tiga bersaudara ini usia 3 tahun, 2 tahun dan bayi 9 bulan ditinggal oleh kedua orang tuanya selama minimal 4 hari.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kesaksian tetangga melihat pertama sang suami yang pergi, disusul oleh Istrinya beberapa hari kemudian, selang 4 hari tetangga/pemilik kontrakan semakin terusik dengan suara tangis anak-anak yang tidak kunjung berhenti maka dilihatnya pemandangan yang amat memilukan…ketiga bersaudara itu tergeletak lemas dikamar dalam rumah yang digembok dari luar, kulit pisang terlihat bekas dimakan ...luar biasa mengerikan bukan ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut berita sang suami memang pengangguran yang jarang pulang, sang istri pergi meninggalkan anak-anaknya untuk mencari suaminya dan mencari uang untuk tunggakan melunasi kontrakan, keluarga dalam himpitan ekonomi, dengan kepala keluarga yang tidak mampu memimpin dan mengambil tanggung jawab. Wajar saja bila istrinya mengalami &lt;em&gt;nervous breakdown&lt;/em&gt; dan mengambil keputusan yang salah dengan akibat trauma berat pada ketiga anaknya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tidak kalah memilukan juga pasien yang saya tempo hari, balita juga, dibawa oleh suami-istri. Pemeriksaan saya mengarah pada malnutrisi berat dan saya fikir harus dibawa ke poli anak untuk perawatan, jadi seperti biasa saya tanya apakah punya KTP DKI atau jaminan asuransi lain ? barulah muncul cerita lengkapnya, suami-istri ini usianya lebih cocok menjadi kakek dan nenek bocah tersebut, dan suatu hari kedua orang tua si anak seperti biasa berangkat kerja di pagi hari sambil menitipkan anak mereka, dan siapa sangka mereka tidak pernah kembali lagi meninggalkan anak mereka begitu saja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mengetahui kenyataan tersebut kedua sepuh ini menerima dengan ikhlas dan bersedia merawat anak tersebut dengan segala keterbatasan mereka, namun Pak RT tidak setuju, dan ini menimbulkan komplikasi, agar si anak dapat dirawat dengan jaminan askeskin, dia haruslah anggota dari keluarga tersebut, masuk dalam KK, namun pak RT sama sekali tidak kooperatif dan kini kita berfikir ulang untuk memasukkannya ke Rumah Sakit.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi apa pelajarannya ? tekanan ekonomi dan himpitan hidup yang dialami pasangan muda dengan anak bukan hal enteng. dibutuhkan rasa tanggung jawab yang luar biasa besar, ketangguhan mental, kesiapan menanggung lelah untuk menunaikan amanah keluarga yang diberikan Allah swt, itu mengapa kiranya menikah adalah setengah dari Dien.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dibutuhkan dua orang dan dua kepala untuk menghadapi semua tantangan itu, dan 4 bahu untuk menanggung bebannya, bahu-membahu, tolong-menolong, saling menguatkan, saling mengingatkan. tekadang tuntutan dunia modern mengharuskan kita melibatkan pihak lain khadimat, orang tua, tetangga yang bukan tanpa resiko, tapi beban amanah tetap ditangan kedua orang tua, suami-istri yang kelak ditanya dan dipertanggung-jawabkan di kampung akhirat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi apa pelajarannya ? menyiapkan diri dan bersiap siaga selalu menghadapi beban kehidupan mutlak adanya, menjadikan setiap peristiwa yang menerpa sebagai pelajaran yang menguatkan “ what doesn’t kill you only gonna make you stronger”. Tanggung jawab orang tua untuk mendewasakan anak-anaknya, menyiapkan bahu dan hati yang kuat. Tanggung jawab pemerintah juga untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas, bukan hanya untuk memenangkan olimpiade sains tapi untuk memenangkan kompetisi harian sepanjang usia, yang mampu mengambil manfaat dan memberi manfaat untuk kehidupan disekitarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pastinya ada korupsi dan atau penyalahgunaan wewenang di suatu masa, di suatu tempat yang berakibat, pasangan ini tidak mendapat pendidikan yang memadai dari keluarganya, dari sekolahnya, dan dari masyarakatnya hingga ketika mereka memcoba membina keluarga baru lah tersadar cinta saja tidak cukup.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bukan salah mereka karena tidak bertanggung jawab, bukan salah mereka saja bila tidak sanggup menafkahi keluarganya, bukan salah mereka melulu sampai menelantarkannya anaknya…tapi juga salah kita semua sebagai masyarakat, sebagai bangsa dan negara yang belum mampu menegakkan keadilan dan menyejahterakan anak-anak negeri ini. Mungkin sekarang saatnya kita berubah…terlambat memang, korban sudah berjatuhan, tapi masih lebih baik dari pada, terus menerus terlelap memimpikan dunia dengan perhiasannya yang gemerlap.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-7959669693864241284?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2010/02/sampai-kapan-kita-terlena.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-3496056552675025924</guid><pubDate>Mon, 11 Jan 2010 18:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-12T01:42:32.303+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Dokter Spesialis Kulit Arthalyta a.k.a Ayin</title><description>&lt;p&gt;Hari ini saya dongkol sekali, apa pasal ? bukan karena ujian perbaikan yang gagal hingga saya harus mengambil lagi mata kuliah pengantar biokimia semester depan bukan itu kawan tapi karena judul berita kompas hari ini di pojok kanan bawah :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Arthalyta Sedang Dirawat Wajahnya oleh Dokter Spesialis”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;pada harian lain dinyatakan sebagai dokter spesialis kulit sementara yang lain ada yang menyebut pengobatan gigi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;sebelum lanjut perlu saya beritahu bahwa pemberitaan di media perlu di sikapi dengan bijak karena di era ini tidak ada berita yang berimbang, pemberitaan berimbang dan cover both side sudah kadaluarsa. Ideologi yang dianut saat ini adalah keberpihakan, jadi selalu yang saya pegang adalah jangan mengambil keputusan atau pendirian semata atas informasi media semata, do your own research !!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pengistimewaan Ayin di Rutan Pondok Bambu rasanya tidak bisa dibantah lagi, ibarat hardisk, para petugas Lapas dan mungkin pejabat diatasnya&amp;#160; sudah pasti mengandung bad sector dan file-file yang corrupt. Sesuai judul, yang ingin saya bicarakan adalah keterlibatan seorang dokter spesialis kulit yang konon sedang memberikan perawatan kecantikan pada Ayin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;sejujurnya saya merasa ada yang salah dengan skenario diatas, mari kita telaah perlahan-lahan. disini ada seorang dokter spesialis memberikan terapi yang merupakan bagian dari kewenangannya ( ini masih dapat diperdebatkan sih ) pada pasien/klien yang kebetulan adalah seorang narapidana.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;dari sudut klien yang memang prakondisinya sudah mendapat pengistimewaan kita bisa faham bila ia dapat mengabaikan pelayanan yang diberikan dokter Rutan setempat dan memilih berobat ke dokter lain sekehendak hatinya. dari sudut dokter kita perlu melihat regulasi yang terkait hak-hak napi serta UU praktik kedokteran, sebatas yang saya ketahui narapidana tentu sudah dijamin hak mendapat pelayanan kesehatannya dari dokter Rutan dengan biaya negara, meski saya rasa perawatan kecantikan tidak termasuk terapi yang dicover oleh anggaran Rutan. Saya juga ragu apakah perawatan kecantikan juga termasuk pelayanan rujukan, tapi kalau panggilan rumah memang dibolehkan dan merupakan praktik biasa pada kegiatan sehari-hari di klinik.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;katakanlah pelanggaran regulasi Rutan yang dilakukan klien sudah sesuai dengan prakondisi yang ada, katakanlah perawatan kecantikan memang kewenanganan yang bersangkutan, memenuhi panggilan ke Rutan juga dapat dimaklumi untuk seorang dokter tingkat sekunder/tersier, yang menjadi masalah adalah :&amp;#160; kenapa kok mau ? kenapa sejawat tersebut mau memberikan pelayanan pada seorang napi dengan prakondisi diatas ? bisa saja dijawab&amp;#160; dengan jawaban apologetik : “ ya iya lah pastinya kan dapet duit, siapa si yang gak mau” ; rekan sejawat PPDS saya menjawab : “namanya ada yang butuh pertolongan, ya dosa kalau gak ditolong”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;kedua jawaban ini saya rasa mewakili kedua titik ekstrem dari serangkaian spektrum jawaban. kita tidak tahu apa yang ada dalam kepala sejawat tersebut serta pertimbangan yang diambilnya dan kondisi alam perasaan, keuangan, dan keluarga yang melingkupinya hingga dapat memberikan penilaian yang adil. Saya tidak tahu itu semua jadi baiknya kita sampaikan saja diagnosis terburuk yang mungkin, agar dapat dilakukan pemeriksaan&amp;#160; penunjang untuk menyingkirkan atau malah memastikan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jangan sampai yang terjadi adalah berikut : praktik ini dapat terjadi karena kebiasaan dokter kita yang dengan mudah mengabaikan peraturan yang berlaku seperti pembatasan 3 tempat praktek, praktek tanpa SIP, tindakan diluar kewenangan, pengobatan tidak rasional dan overmedikasi, kolusi dengan farmasi, menjual surat sakit dan lain-lain dosa kedokteran yang kebanyakan bermuara pada uang, disini berlaku hukum ekonomi permintaan-penawaran, serta prinsip pemaksimalan keuntungan dengan ongkos produksi serendah mungkin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;dengan demikian telah terjadi moral hazard sedemikian rupa hingga tanpa sadar hubungan dokter-pasien telah berubah menjadi suatu hubungan bisnis, bila demikian yang terjadi pelayanan yang diberikan tidak beda dengan TV Plasma, AC, Karaoke set, Sofa kulit, dan lain-lain, bahkan pedagang elektronik jadi tampak lebih bermartabat daripada dokter, TV plasma yang dibeli tidak pernah diketahuinya akan ditaruh dimana, bahkan mungkin dia tidak tahu dibeli oleh siapa sebenarnya, tapi dokter itu jelas-jelas mengerti betul dengan siapa dia berhadapan dan melihat dengan ke kedua bola matanya dimana dan bagaimana kondisi ruangan tempatnya memberikan pelayanan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Adakah problema atau dilema etik dalam hal ini? adakah kaidah dasar bioetik yang dilanggar Justice ? Beneficience ? Autonomy? (satu lagi apa ya ?) saya tidak tahu pasti tapi nurani saya berkata ada yang salah disini, dan satu hal yang jelas bagi saya pada banyak situasi pelayanan kesehatan sudah jatuh menjadi barang mewah yang hanya dapat diakses&amp;#160; oleh sebagian kalangan menengah atas yang gagal untuk mengerti bahwa there are things that money can’t buy….&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-3496056552675025924?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2010/01/dokter-spesialis-kulit-arthalyta-aka.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-3343060427297814699</guid><pubDate>Fri, 11 Dec 2009 14:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-11T21:57:19.038+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">keluarga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kenangan</category><title>Namanya Ubaidillah</title><description>Namanya Ubaidillah, sewaktu kecil di masa liburan panjang tidak jarang ia mengantarku dan kakakku ke tempat favorit kami (gramedia) dengan berjalan kaki meski naik kendaraan akan jauh lebih cepat.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;bukan sekali dua pula ia muncul begitu saja di depan rumah kami membawa setandan pisang di pagi buta setelah perjalanan menggunakan kereta koboi meski bis biasa akan jauh lebih nyaman&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;satu momen yang tak pernah dapat kulupa adalah saat atas permintaan ia membawaku (berjalan kaki tentunya) menyusuri trotoar disamping pagar putih yang memanjang antara diponegoro-salemba, kami berhenti tepat didepan aesculap dan ia membopongku agar dapat menggengam jeruji pagarnya, kufikir-fikir sekarang itu mungkin momen yang paling tepat bagi Ubaidillah memanjatkan doa yang melesat ke langit dan baru terkabul bertahun kemudian&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ya bukan mustahil itulah yang sebenarnya terjadi meski tidak mungkin lagi sekarang aku mendapat konfirmasi, cermin kepribadiannya telah retak dan memori itu terkubur bersama bayangan dirinya, biarlah itu menjadi rahasia antara dirinya dan Tuhan, menjadi amalan soleh baginya yang terus mengalir.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;bertahun sudah aku mengamati dirinya dengan kacamata profesional, melihat belief yang berkembang menjadi waham, berusaha memahami ketakutan-ketakutannya, menyesali kesendirian hidupnya dan nasib yang memperlakukannya demikian kejam serta kebodohan yang mengungkung dirinya...hampir-hampir tidak ada yang dapat dilakukan kecuali satu hal yang sedang ku pertimbangkan matang-matang di belakang kepala&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;memulai terapi antipsikosis untuk Ubaidillah adik ibuku.....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-3343060427297814699?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2009/12/namanya-ubaidillah.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-6383492436685527926</guid><pubDate>Wed, 18 Nov 2009 22:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-19T05:38:48.152+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">koleksi</category><title>19/11/2009</title><description>Rumput tetangga memang selalu tampak lebih hijau...&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;menggenggam keyakinan memang luar biasa berat terutama bila semua orang berbalik dan memalingkan wajah...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;godaan kebendaan juga tidak kalah sulit apalagi saat ia dapat membuka banyak pintu kemudahan....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;dimana lagi mencari kawan sejalan, saat semua sudah mengambil jalan masing-masing...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;yang terbaik yang dapat dilakukan seorang adalah memperdalam keyakinan..mengingat lagi semua alasan..menyegarkan kembali cita-cita...dan mensyukuri tuntunan Allah selama ini&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;yang terbaik yang dapat difikirkan seorang adalah berharap jalan ini berujung kebaikan semata di dunia dan akhirat yang lebih penting serta menegur diri untuk merasa cukup dengan semuanya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;mengenggam keyakinan memang benar bagai menggenggam bara, kadang bimbang menyeruak, kalau bukan karena nasihat kawan tentu sudah lama bara terlepas&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;tapi bila tak ada kawan lagi, memang benar pada akhirnya hanya ada keterasingan, menjadi asing, aneh dan gila&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;terasing, sendiri, terlihat aneh dengan pilihan gilanya : siapa bisa menanggung ini kalau bukan seorang yang buta dan tuli atau seorang dengan keyakinan tinggi atau seorang dengan kepribadian dan karakter yang kuat&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;tanpa itu hanya akan semakin asing dalam keterasingannya, semakin gila dalam kegilaannya, hidup dalam kebimbangan abadi sampai memilih satu dari dua jalan : maju dengan mantap atau berbalik lari kebelakang&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-6383492436685527926?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2009/11/19112009.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-2431709707289857293</guid><pubDate>Thu, 22 Oct 2009 16:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-22T23:54:27.372+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Tepian Terra Incognita</title><description>&lt;p&gt;“Boldly go where no one has gone before…”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya rasa siapapun di generasi saya mengetahui &lt;em&gt;tagline&lt;/em&gt; Star Trek diatas, sama seperti generasi sebelumnya mengenal Darth Vader dari Star Wars. Sejak kecil saya selalu terkesima dengan bintang-bintang di langit malam dan angkasa luar, namun baru sekarang saya mengerti alasan dibaliknya. Setelah saya fikirkan belakangan ini, yang menjadi magnet sebenarnya adalah sebentuk kerinduan…kerinduan untuk berada di perbatasan terakhir dan memandang ke seberang penuh rasa ingin tahu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sekarang saya sadar perbatasan terakhir itu tidak melulu berarti angkasa luar, perbatasan itu ternyata juga dapat berarti batas wilayah yang diterangi cahaya pengetahuan. Ketika seseorang menggali lapisan-lapisan pengetahuan sampai pada pertanyaan yang belum terjawab, ia mengangkat kepalanya dan menyadari keganjilan bahwa tidak seorangpun di muka bumi memiliki jawabannya dan serta merta merasakan antusiasme puluhan orang&amp;#160; di berbagai negara yang sedang berlomba mencari jawabannya….&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selama ini saya belajar dengan anggapan bahwa ada lebih banyak pengetahuan, rincian dan detail yang memang bukan (belum) porsi saya untuk dipelajari, saya belajar dengan &lt;em&gt;notion &lt;/em&gt;bahwa setiap pertanyaan tentu telah ada jawabannya di berbagai textbook khusus atau jurnal terbaru, namun baru-baru ini saya dipaksa menggali sedalam-dalamnya sampai setiap artikel terbaru tidak lagi bisa memberikan jawaban, mentor saya mengatakan apa yang kita diskusikan belum pernah didiskusikan orang lain di tempat ini, dan sejauh inilah yang baru diketahui komunitas ilmiah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada saat itu seberkas perasaan ganjil menyelinap dalam hati. Inilah saya fikir rasanya berada di perbatasan terakhir dan memandang Terra Incognita ilmu pengetahuan manusia. sejenak kemudian saya menghela nafas mengingat berbagai keterbatasan material yang kita miliki untuk berpacu menjadi yang terdepan &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya teringat teman saya seorang PPDS bedah saraf menceritakan antusiasme yang dirasakan ketika melakukan prosedur operasi otak eksperimental pada pasien, berusaha menjangkau area dalam otak yang sebelumnya tidak terjangkau pisau bedah dengan menyadari setiap sayatan bisa berarti memotong memori masa kanak-kanak seseorang. Berada di perbatasan itu dengan pisau bedah ditangan menjadi magnet yang membuatnya bertahan belasan jam dikamar operasi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Itulah juga mungkin yang dirasakan Julius Caesar dan pasukannya saat memandang &lt;em&gt;the white cliff of Dover&lt;/em&gt;, dengan kemampuan militer yang tidak tertandingi tidak ada yang bisa menghalanginya memperluas cahaya peradaban yang dibawa pada Legioner.&amp;#160; Teman saya dengan pisau bedahnya, Caesar dan pasukannya, Picard dengan USS Enterprise-nya,semua memandang kegelapan dihadapan dengan jiwa petualang dan eksplorasi. Berada di tepian Terra Incognita bersiap dengan material dan mental untuk mengarunginya bagi saya adalah tanda superioritas.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bukan kebetulan bila Rasulullah saw meminta kita untuk terus menjaga perbatasan negeri-negeri Islam-Ribath, selalu dalam keadaan siap siaga berjihad dan membawa cahaya Islam kemanapun. Pastinya bukan kebetulan juga bila harus selalu ada yang tinggal di belakang untuk mengajar dan berdakwah pada masyarakat,&lt;em&gt; to nurture fresh mind&lt;/em&gt; , dan membimbing generasi baru menuju perbatasan ilmu dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab, menjamin superioritas peradaban.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi kawan bila sebagian besar masyarakat belum terbiasa merasakan sindroma antusiasme perbatasan, sebagai individu dan sebagai ummah, seperti antusiasme rakyat Amerika menanti petualangan Neil Amstrong dan rekan-rekannya,&amp;#160; ini berarti masih jauh perjalanan kita menjadi bangsa yang maju dengan peradaban yang superior. keterlaluan rasanya kalau kita sudah berpuas diri menenteng gadget dengan teknologi terbaru, atau mendulang uang dari penggunaan USG 4 dimensi, atau berbangga telah menerapkan protokol ADA terbaru, atau bahkan sekedar berhasil mendapatkan artikel dari PUBMED milik NIH&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;selamanya menjadi konsumen produk rekayasa ilmu pengetahuan, tanpa mengetahui mekanisme kerja, peluh ratusan peneliti dan berkah kerjasama komunitas ilmiah internasional untuk mewujudkan persepsi kemewahan, kecanggihan,dan berbagai hal yang memudahkan hidup dan kerja kita sehari-hari. tanpa sadar kembali menjadi bangsa jajahan di negeri sendiri karena peperangan tidak lagi di laksanakan di lembah-lembah atau di meja perundingan korporasi dan diplomasi tapi peperangan di langsungkan setiap hari di pusat-pusat penelitian terkemuka&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sungguh hina selamanya hidup dibawah bayang-bayang bangsa lain, bangsa yang demikian memahami kekuatan ilmu pengetahuan hingga pembelaannya untuk mengembalikan kredibilitas salah satu lembaga riset kecil miliknya dapat membuat geger publik di negeri “jajahannya”&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-2431709707289857293?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2009/10/tepian-terra-incognita.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-1329725115036617166</guid><pubDate>Fri, 25 Sep 2009 07:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-25T14:34:20.117+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">koleksi</category><title>Longing For Another Barbarossa</title><description>&lt;span class="Apple-style-span"   style="  line-height: 19px; font-family:sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;by Yahya Kemal Beyatli&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;depicted at the back of his statue at Barbaros Park Besiktas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Whence on the sea's horizon comes that roar?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Can it be Barbarossa now returning&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;From Tunis or Algiers or from the Isles?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Two hundred vessels ride upon the waves,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Coming from lands the rising Crescent lights:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;O blessed ships, from what seas are ye come?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-1329725115036617166?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2009/09/longing-for-another-barbarossa.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-1291520038411534956</guid><pubDate>Fri, 07 Aug 2009 07:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-07T14:33:30.621+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Mitokondria : Sebuah Kisah Cinta Abadi</title><description>&lt;p&gt;Tulisan ini seharusnya merupakan kisah tentang Ibu dan warisan kehidupan yang diberikannya, ini adalah kisah tentang Mitokondria. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya kira semua orang tahu dan pernah membaca Harry Potter dan bagaimana ia mendapat reputasi sebagai &lt;em&gt;the boy that survived&lt;/em&gt; , Voldermont tidak mampu menyentuh apalagi mencederainya karena perlindungan- menurut Dumbledore, &lt;em&gt;an ancient protective charm&lt;/em&gt; yaitu cinta seorang ibu. Pengorbanan ibu telah memberikan Harry perlindungan dari sihir hitam sampai mencapai usia baligh.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Masih mengenai Ibu, dalam Islam kita mengenal suatu hadist yang mengatakan bahwa syurga berada di telapak kaki ibu, mengindikasikan betapa terhormat posisi seorang ibu dalam kehidupan, ditambah lagi hadist lain yang mengatakan sampai tiga kali untuk kita menghormati ibu sebelum menghormati ayah kita, Ibu,ibu, ibu baru lah ayah.&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;Who should i give my love to, my respect, my honour to, who should i give good mind to, after Allah and Rasulullah comes your mother, who next ? your mother ? who next ? your mother and then your father.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;dalam cerita rakyat kita mengenal kisah Malinkundang yang kedurhakaannya telah menyakiti ibunya sendiri hingga terucaplah kutukan tersebut, dan si Malin berubah menjadi batu. Kasih ibu sepanjang jalan dan kini perkembangan ilmu pengetahuan telah mendapat bukti-bukti yang mendukungnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berkembang diantara para pakar biologi bahwa pada organisme multiselular, sel-sel diatur secara hirearkis dan karenanya terdapat sebuah entitas master, dipercayai bahwa entitas utama ini bukanlah inti sel seperti yang dipercayai sebelumnya namun tidak lain adalah &lt;em&gt;maternal mitochondrion &lt;/em&gt;yaitu mitokondria yang kini diketahui diwarisi secara maternal.&amp;#160; DNA Mitokondria ( mtDNA) diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya tanpa dipengaruhi atau dihalang-halangi oleh mekanisme seksual. sementara DNA inti (nDNA)tidak lain dari campuran antara DNA ibu dan ayah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mitokondria sebagai entitas utama dalam suatu sel adalah pengertian yang dapat dibandingkan dengan Revolusi Copernicus, organel intra sellular tidak lagi mengorbit di sekeliling Nukleus, tapi justru semua mengorbit disekeliling dan melayani kepentingan mitokondria maternal. Mitokondria berkuasa atas hidup dan matinya sebuah sel karena ia memiliki kontrol atas &lt;em&gt;programmed cell death&lt;/em&gt; ini mengapa sel manusia mendedikasikan lebih dari 100 gen inti untuk melayani mtDNA yang hanya mengkode 13 protein saja. 13 protein yang memiliki kontrol total atas proses produksi energi mitokondria yang mensuplai energi untuk sel hingga pada gilirannya memegang kunci atas hidup dan matinya sebuah sel, atau bahkan keseluruhan organisme tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketidakseimbangan fusi dan fisi mitokondria menyebabkan fragmentasi dan distiribusi abnormal sehingga suplai energi terganggu dan terjadi kerusakan sel bahkan berujung pada apoptosis dan degenerasi sel saraf seperti pada penyakit Parkinson, Alzheimer etc. mitokondria disisi lain adalah organel yang egois dia dapat berpindah dari satu sel yang sekarat menuju sel yang lebih sehat, ia juga tidak dapat dibentuk utuh dari nol melainkan harus memiliki sebagian struktur sebelumnya sebagai template.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;sebagai kesimpulan mitokondria diangkat sebagai entitas master karena memiliki kualitas berikut yang tidak dimiliki yang lain yaitu :&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;garis keturunan tidak terputus dari generasi sel ke generasi berikutnya &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;kontrol atas produksi energi &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;kemampuan untuk melintas antar sel dan bertahan hidup dari kematian sel &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;mengatur kematian sel &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;mitokondria mendapat manfaat terbanyak dari interaksi antara organel&amp;#160; dan mengeksploitasi secara efisien milieu disekitarnya. &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Jadi kawan adalah fakta yang sulit dibantah bahwa dalam setiap mitokondria dalam sel tubuh kita terkandung material genetik yang sama yang dimiliki oleh ibu kita dan ibu beliau, nenek kita, dan ibunya sebelumnya sampai ke ibu kita yang pertama Siti Hawa, warisan tanpa terputus dari ribuan generasi. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mungkin mata kita adalah milik ayah, kulit kita milik ibu, hidung kita milik nenek, dan postur kita milik kakek, semua yang tampak pada diri kita adalah hasil kontribusi banyak generasi kedua orang tua kita, namun energi yang menggerakkan kehidupan kita sehari-hari di produksi oleh satu saja, yaitu warisan dari ibu kita. Buatlah ia kecewa dan tersakiti hatinya, bukan tidak mungkin Allah berkehendak maka kutukannya akan mengalir menuju setiap mitokondria kita dan BUMM ! menjadi batu , kaku , tanpa energi, seperti robot yang yang dilepas baterainya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;dibalik setiap pemimpin yang sukses disitu ada istri dan ibu yang setia dan berbakat, dibalik setiap prestasi dan gerak langkah sehari-hari tersembunyi didalam tubuh berkah cinta ibu kita, warisan cintanya menjadi energi penggerak. Ibu, ibu, ibu dan barulah ayah, 3 dari 4 bagian, seperti juga mtDNA dan nDNA, 3 bagian ternyata milik ibu kita hanya satu bagian saja dari ayah. betapa banyak kita mendengar berita bahwa keikhlasan, ridha dan maaf dari seorang ibu telah membebaskan anaknya dari sakaratul maut yang berkepanjangan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi kawan ini adalah kisah cinta abadi seorang ibu pada anaknya tidak terputus meski ribuan generasi berlalu, Allah jadikan energi cinta itu bagian utama dari hidup kita, hormatilah maka surga ganjarannya, khianatilah maka jangan terkejut bila hidup dan mati kita berada pada ridha ibu, demikianlah Allah menempatkan posisi ibu diantara kehidupan dimuka bumi ini berbanggalah dan berbahagialah atas kehormatan yang Allah berikan pada Ibu !&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;Atas cinta yang tak pernah berhenti dari nadi&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;dan ketabahan menumbuhkan matahari&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;untuk semua yang kau tulis &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;yang kau ukir di dalam diriku&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;dan lekuk jiwa semesta&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;( kutipan dari Perempuan Berselendang Bintang, Abdurrahman Faiz )&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p align="left"&gt;Bahan Bacaan :&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;Agnati et al. Are maternal mitochondria the selfish entities that are masters of the cells of eukariotic multicellular organisms ? Communicative &amp;amp; Integrative Biology&amp;#160; 2009; 2:2; 194-200 &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;Wulandari DT. Evolusi mitokondria dan pemanfaatannya dalam penelusuran kekerabatan dan evolusi organisme. &lt;a href="http://www.coffe-cat.net"&gt;http://www.coffe-cat.net&lt;/a&gt; 2005&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-1291520038411534956?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2009/08/mitokondria-sebuah-kisah-cinta-abadi.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-4101352886261666055</guid><pubDate>Sat, 01 Aug 2009 16:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-02T00:54:54.610+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kenangan</category><title>Hari Ini : Sepuluh Tahun Yang Lalu</title><description>&lt;p&gt;Bila menganggap “Seleksi Nasional” ekuivalen dengan “Ujian” maka hari ini adalah tepat 1 dekade dari hari bersejarah itu [oh dear ! a decade already]. Sejujurnya optimisme itu tidak pernah benar-benar nyata, hanya antusiasme yang menggebu-gebu menanti hari besar tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada dasarnya peristiwa hari itu adalah kulminasi dari serangkaian kejadian sebelumnya, demikian bila kita melihatnya hari ini secara introspektif. Semuanya mungkin dimulai dari kontemplasi soliter di kamar kost-an saat itu, kamar terakhir dan terbaik&amp;#160; di Bandung- kota perantauan ku yang pertama. Saat itu sedang menimbang-nimbang dengan hati-hati sebuah keputusan yang sebenarnya sederhana : Bimbel yang mana ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ya. Bagi saya saat itu, persoalannya cukup rumit hingga saya perlu membuat analisis SWOT versi saya sendiri, tercatat rapih dalam Jurnal, premis culun macam “ si I dan Y akan bimbel di sana” serta argumen sejenis bernada romansa dan konyol. Pada akhirnya saya mengambil keputusan yang kompromistis sekaligus berani,&amp;#160; kompromistis karena saya mengikuti 2 Bimbel tapi tidak pada keseluruhan fragmen, karena pada fragmen akhir persiapan saya memilih untuk mengalienasikan diri dari dukungan peer dengan bergabung di Nurul Fikri [ ini promosi ya :) ]&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian langkah pertama saya menghadapi ujian terbesar yang pernah saya ikuti [literaly, karena ia diikuti puluhan ribu peserta], UMPTN waktu itu namanya. Menghadapinya saya bersikap praktis saja : “kalau tidak lulus ya ikut lagi tahun depan”. Jadi mengherankan sekali ketika kakak saya mendorong&amp;#160; untuk mengikuti ujian-ujian masuk lain, sehingga setengah terpaksa + menemani rekan-rekan saya mendaftar ke Politeknik Manufaktur, Olala ! lulus sih lulus tapi ngeri bayangin ospeknya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setelah banyak latihan dan eksperimen saya sampai&amp;#160; pada posisi yang melegakan sekaligus membingungkan, menghadap lah saya pada pembimbing saat itu. Saya harus memilih bidang lain dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi lagi, menghadap lah saya pada Ibu, dan ia memberikan dambaannya yang tertinggi untuk saya&amp;#160; coba capai, maka sejak itu fokus saya alihkan pada FKUI. &lt;em&gt;It’s a long shot, worth trying and&lt;/em&gt; &lt;em&gt;nothing to lose.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maka sampai kita pada hari itu. Biasanya saya akan memulai hari dengan 2 lap jogging yang diakhiri dengan sebungkus gorengan dan koran pagi di kamar, tapi dengan ansietas yang cukup membuat saya tak mampu memejam mata semalam, saya bersegera ke kios langganan untuk mendapat kecewa karena abangnya tidak menyiapkan eksemplar pesanan saya. Tidak sekali saya berfikir untuk bergabung bersama teman-teman semalam menunggu tengah malam, dan pengumuman resmi, jadi pagi itu dengan lunglai saya kembali ke kost-an menyesali keengganan semalam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kembali ke kamar saya terduduk lesu saat mendengar panggilan bapak kost mengajak saya melihat pengumuman bersama di bawah, spontan saya berdiri dan setengah berlari ke ruang makan, rupanya beliau sudah menemukan nama saya karena ia tersenyum menunjuk bagian tertentu dari ribuan daftar nama yang tercantum, kuperiksa nomornya benar, tapi kodenya menunjuk pada pilihan pertama ! mengerjap-ngerjap kodenya tidak berubah…ya tidak salah lagi, do’a ibu menjadi kenyataan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ingin berteriak dan melompat-lompat, tapi teman ku di sebrang meja masih mencari namanya, ia masih juga meneliti daftar tersebut, dan masih seperti itu saat di kamar aku menyetel kaset album Sherina yang pertama, volume maksimal dan aku menandak-nandak sendirian di kamar :) sampai puas, setelah bersujud aku keluar mencari telepon [belum jaman HP] untuk memberi kabar gembira pada keluarga. Itulah mengapa Sherina selalu menjadi penyanyi favorit ku&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hari ini adalah peringatan 1 dekade peristiwa besar tersebut dan aku masih mengingatnya sejelas matahari.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-4101352886261666055?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2009/08/hari-ini-sepuluh-tahun-yang-lalu.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-1244464952886534464</guid><pubDate>Fri, 31 Jul 2009 07:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-04T10:00:44.902+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">keluarga</category><title>Umar Update : Menolak Nenen</title><description>&lt;p&gt;Dehidrasi adalah hal pertama yang harus kita waspadai pada balita yang mengalami Diare. Saya tidak akan menjelaskan klasifikasi dan tingkatan Dehidrasi, tapi secara sederhana kita dapat melihat beberapa poin. Adalah hal yang lumrah bila bayi yang sedang sakit akan rewel, kita menyebutnya Iritable, tidurnya tidak nyenyak, gelisah dan mudah terbangun, ia juga akan lebih sering meminta di gendong untuk mendapat kenyamanan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bayi yang mengalami dehidrasi juga akan iritable, namun semakin berat dehidrasinya tentunya ia akan lemas karena kekurangan cairan, ia hanya bisa meretih. &lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SnKi5d-dHYI/AAAAAAAAAQQ/cE-xeCGmNHs/s1600-h/IMG_05314.jpg"&gt;&lt;img style="border-width: 0px; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" title="IMG_0531" alt="IMG_0531" src="http://lh6.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SnKi6-mInII/AAAAAAAAAQU/rpp_RgMHLJA/IMG_0531_thumb2.jpg?imgmax=800" align="right" border="0" width="184" height="244" /&gt;&lt;/a&gt;tanda lain yang bisa kita lihat adalah ubun-ubunnya yang menjadi cekung, tidak adanya air mata saat menangis dan bibir yang kering, tidak lagi “ngeces” dan kurangnya buang air kecil.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;pada kasus umar terlihat peningkatan iritabilitas dan mulai tadi malam menolak nenen lagi dari umminya, meski mencret dan muntahnya seharian kemarin hanya satu kali, dengan menolak nenen maka asupan cairan yang amat dibutuhkan menjadi terkendala. Demam sudah minimal maka pilihan kami hanya mencoba menggunakan botol dot, disuapi dengan sendok atau ke rumah sakit untuk akses intra vena.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;kami memutuskan untuk memerah ASInya dan menyuapi dengan sendok, meski payah dan menguras kesabaran, upaya ini terlihat berhasil, dengan perut terisi ASI iritabilitasnya menurun. seperti yang telah diperkirakan sebagai infeksi gastrointestinal, meski pada asutkultasi bising usus dalam batas normal, frekuensi flatus jelas meningkat, begitu pula sendawanya. sendawa yang berlebih bisa diiringi muntahan, sementara flatus bisa disusul mencret.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;pada umumnya kasus, orang tua akan kepayahan bila balitanya mulai muntah-muntah, makanan, susu, oralit, obat semua dikeluarkan lagi. pada tahap ini bila obat-obat anti emetik tidak berfungsi, atau tidak masuk sama sekali, input tidak ada, sementara output (mencret) jalan terus. pilihan satu-satunya adalah akses intravena di rumah sakit.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi kesimpulannya pada balita diare yang masih bisa makan minum, kita dapat bersandar pada oralit, namun pada balita diare yang tidak bisa mendapat input cairan sama sekali maka harus segera mendapat pertolongan di rumah sakit&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seperti yang selalu terjadi kasus Diare pada bayi always be a trying moment for the parent, for good reason too, begitu yang terjadi pada kami, tidak sekali kami berfikir untuk membawanya ke rumah sakit, bahkan DSA kami sudah memberikan surat rujukan sewaktu-waktu diperlukan. oya DSA kami memberikan antibiotik dan antijamur sekaligus, never take a risk anyway, especially dengan keluarga dokter :(&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;tapi pada akhirnya si kecil umar kembali nenen dengan umminya, dan frekuensi BAB cairnya semakin berkurang dan berkurang, jadi total kira-kira 1 minggu kondisinya kembali seperti sediakala. Alhamdulillah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-1244464952886534464?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2009/07/umar-update-menolak-nenen.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://lh6.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SnKi6-mInII/AAAAAAAAAQU/rpp_RgMHLJA/s72-c/IMG_0531_thumb2.jpg?imgmax=800" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-3675290216437456278</guid><pubDate>Mon, 20 Jul 2009 04:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-04T10:01:10.967+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">keluarga</category><title>Umar Sakit dan Batal ke Garut</title><description>&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmPuWG_UCnI/AAAAAAAAAQA/VfkHXEh2Y3I/IMG_05123.jpg?imgmax=800"&gt;&lt;img style="border-width: 0px; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" title="IMG_0512" alt="IMG_0512" src="http://lh3.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmPuakbF7wI/AAAAAAAAAQE/a0H5PokxFdQ/IMG_0512_thumb1.jpg?imgmax=800" align="right" border="0" width="184" height="244" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;p&gt;Pada periode liburan kali ini saya telah mengatur agar bagian kedua liburan diisi dengan   silaturahim ke rumah orang tua saya di Garut. ini juga adalah tantangan perjalanan yang cukup berat, Umar belum pernah naik bis dalam jangka waktu yang lama, sedikitnya dibutuhkan 4 jam perjalanan ke Garut, total di jalan sekitar 6 jam. Tanpa kenyamanan kendaraan pribadi kami belum pernah mengalami yang seperti ini dengan dua balita yang harus diawasi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karena itu kami merancang perjalanan ini serapih mungkin, membawa bagasi seefisien mungkin, dan tidak sekali ummi mengingatkan untuk membawa mainan anak-anak untuk diperjalanan, untunglah bagi caca dan umar itu bisa berarti hampir apa saja yang mudah ditemui sehari-hari.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bulan Juli-Agustus seperti yang sudah diperkirakan dan diberitahukan oleh orang tua kami, adalah bulan-bulan terdingin dalam setahun. hawa dingin di musim kemarau pada malam hari amat menggigit bahkan penduduk lokal pun segan mandi di pagi hari. Tapi fikir kami ini kesempatan yang baik untuk silaturahim menjelang Ramadhan, jalanan tidak terlalu padat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmPudjviy1I/AAAAAAAAAQI/tDhysW69cxo/s1600-h/IMG_05343.jpg"&gt;&lt;img style="border-width: 0px; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" title="IMG_0534" alt="IMG_0534" src="http://lh4.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmPufYI_PLI/AAAAAAAAAQM/QR3LhcvGkAg/IMG_0534_thumb1.jpg?imgmax=800" align="left" border="0" width="184" height="244" /&gt;&lt;/a&gt;Rencana tinggal rencana karena tenyata 12 jam sebelum keberangkatan Umar panas tinggi mendadak, diikuti dengan muntah dan diare. Ibarat MU kami pun membatalkan kunjungan dengan alasan keselamatan :) lagi pula mengingat udara dingin di sana bukannya satu balita yang sakit, sepulangnya dari Garut bisa jadi kami menghadapi 2 balita sakit sekaligus. Tentu saja orang tua kami kecewa, tapi pasti ada hikmahnya, mudah-mudahan lain waktu di beri kemudahan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;jadi sekarang dengan tanggal merah berturut-turut di hadapan adalah mimpi buruk orang tua karena pertolongan medis semakin sulit dijangkau, setidaknya, tidak ada DSA yang praktek di RS langganan kami dan Apotik kepercayaan kami pun tutup. terpaksa bikin resep sendiri deh. baiklah melihat gejalanya ini mengarah pada infeksi virus, melihat gejala tambahan seputar pencernaan tentu kemungkinan besar kami berhadapan dengan Rotavirus. Dehidrasi adalah ancaman utama, stamina orang tua akan di test pada saat-saat seperti ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;kami serahkan penanganan demam pada Sanmol drops dan Proris Suppositoria yang telah terbukti keandalannya pada Caca. Untuk menghindari ancaman dehidrasi kami menyandarkan pada oralit dan pedialit, mereka digunakan sesering mungkin sebagai campuran pada saat membuat bubur, dan minum obat. Sedangkan mengatasi gejala simtomatik kami buatkan puyer domperidon, papaverin dan ctm agar dapat tidur lebih nyenyak dan orang tuanya mendapat kesempatan istirahat. beruntung Umar masih menetek pada umminya hingga pasokan cairan tidak terlalu sulit, sebagai tambahan kami berikan suplementasi lacto B untuk dicampur pada buburnya.&lt;/p&gt;  &lt;table border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" width="506"&gt;&lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="80"&gt;         &lt;p align="center"&gt;Obat&lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;        &lt;td valign="top" width="80"&gt;         &lt;p align="center"&gt;Sediaan&lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;        &lt;td valign="top" width="93"&gt;         &lt;p align="center"&gt;Dosis anak&lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;        &lt;td valign="top" width="93"&gt;         &lt;p align="center"&gt;Golongan&lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;        &lt;td valign="top" width="158"&gt;         &lt;p align="center"&gt;ESO&lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="80"&gt;Domperidon&lt;/td&gt;        &lt;td valign="top" width="80"&gt;10 mg&lt;/td&gt;        &lt;td valign="top" width="93"&gt;o.25/kgbb/x&lt;/td&gt;        &lt;td valign="top" width="93"&gt;antiemetik&lt;/td&gt;        &lt;td valign="top" width="158"&gt;gejala ekstrapiramidal&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="80"&gt;Papaverin&lt;/td&gt;        &lt;td valign="top" width="80"&gt;40 mg&lt;/td&gt;        &lt;td valign="top" width="93"&gt;0.25/kgbb dalam dosis terbagi 4&lt;/td&gt;        &lt;td valign="top" width="93"&gt;antispasmodik&lt;/td&gt;        &lt;td valign="top" width="158"&gt; &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="80"&gt;CTM&lt;/td&gt;        &lt;td valign="top" width="80"&gt;4 mg&lt;/td&gt;        &lt;td valign="top" width="93"&gt;1/4 dosis dewasa&lt;/td&gt;        &lt;td valign="top" width="93"&gt;antialergi&lt;/td&gt;        &lt;td valign="top" width="158"&gt;mengantuk&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p&gt;Sebagai penunjang stamina umminya kami menggunakan Redoxon+Zinc yang lagi-lagi terbukti keampuhannya menghindarkan terkena sakit, atau sakit yang berkepanjangan. tidak lupa potensi penularan rotavirus juga perlu diwaspadai menyerang Caca dan kakak-kakak sepupu yang sering bermain kemari, Sisa muntahan umar diperlakukan dengan hati-hati begitu pula semua pakaian yang terkena dan lap yang digunakan dipisahkan dari cucian yang lain, alat-alat makan umar sudah otomatis terpisah dari yang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian mudah-mudahan niat kami   dihitung oleh Allah swt dan apa yang terjadi menjadi penebus dosa-dosa kami, mensucikan diri dihadapan Ramadhan yang menjelang.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-3675290216437456278?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2009/07/umar-sakit-dan-batal-ke-garut.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://lh3.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmPuakbF7wI/AAAAAAAAAQE/a0H5PokxFdQ/s72-c/IMG_0512_thumb1.jpg?imgmax=800" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-1983489602909424253</guid><pubDate>Sun, 19 Jul 2009 08:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-04T10:01:42.759+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">keluarga</category><title>Bertualang di Pusat Primata Schmutzer</title><description>&lt;p&gt;Akhirnya berhasil juga dapat cuti tahunan, mumpung belum yudisium ambil cuti 4 hari bertepatan dengan libur panjang. Kamis lalu kami sekeluarga dan mbahnya anak-anak memutuskan untuk mengunjungi Kebun Binatang Ragunan, tepatnya kita berniat mengunjungi kandang burung dan Pusat Primata Schmutzer. Setelah konsultasi dengan paman google dan catatan-catatan blogger, kami memutuskan untuk berangkat sepagi mungkin dan membatasi kunjungan kami pada 2 obyek diatas.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Perjalanan ini akan menjadi sesuatu yang baru terutama bagi kami, karena kita akan membawa 2 orang balita, Caca (2,5 thn) dan Umar ( 8 bulan ). Tentunya bukan hal sederhana membawa 2 orang balita jalan-jalan. kami berdebat apakah kita perlu membawa sepeda roda tiga atau tidak, tapi akhirnya Mbah memaksa untuk ikut supaya bisa membantu menggendong.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ragunan buka  jam 7  pagi, kami berlima ( Abi, Ummi, Mbah, Caca dan Umar ) tiba  jam 8 pagi, dengan taksi dari depok habis sekitarIDR 50.000. masuk ragunan dikenakan biaya IDR 13.500 ( 3 dewasa x 4000) + (3 x 500 ) asuransi. perlu diketahui tepatnya letak Pusat Primata Schmutzer belum kami ketahui dan tidak ada petunjuk jelas lokasi keberadaannya pada peta besar di depan pintu Utara tempat kami masuk. jadi kami putuskan untuk berjalan kearah unggas dan primata, tapi sebelum itu kami mengorganisir rombongan didepan kandang pelikan yanng cantik sekali, membuat caca tak henti menjeritkan komentar ketakjubannya. &lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLV2M9KIRI/AAAAAAAAAPA/SJEklW1TM4s/s1600-h/IMG_0599%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border: 0px none ; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" title="IMG_0599" alt="IMG_0599" src="http://lh5.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLV3TKJuRI/AAAAAAAAAPE/ykzH3XHKXwk/IMG_0599_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" align="left" border="0" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt;by the way memang paling enak ke ragunan di hari kerja dan pagi-pagi sekali saat belum panas.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;seperti yang telihat pada foto saya membawa ransel berisi perbekalan makan bayi, baju ganti, pampers dan makan siang kita semua. Mbah membawa ransel yang kedua berisi botol minum kami dan gendongan Umar, serta payung.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Umar dibawa dengan gendongan Beidi hingga umminya bebas menggunakan kedua tangan dan tampak siap menghadapi segala sesuatu :) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLV6x3PYEI/AAAAAAAAAPI/9UKKfJhtKSE/s1600-h/IMG_0596%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border: 0px none ; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" title="IMG_0596" alt="IMG_0596" src="http://lh5.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLV8SxxGJI/AAAAAAAAAPM/N6Tk64jFprY/IMG_0596_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" align="right" border="0" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pukul 09.30 kami sudah melihat kandang primata yang tidak terlalu terurus serta kandang elang-elang yang cantik itu, melihat mereka berburu tikus putih yang menurutku  berasal dari galur wistar ( mode : sok tau ), dan sumpah ! elang  jawa  yang langka itu memang tampak seperti orang  jawa lengkap dengan blangkonnya, sayang saking asyiknya melihat mereka menerkam tikus-tikus itu saya lupa mengambil foto.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;lalu kami berhenti sejenak supaya ummi bisa memberi makan umar jatah susu dan makan paginya, serta caca jatah biskuit dan sirupnya. sambil menunggu Umar makan kami bertiga mengunjungi kandang Mammalia kecil, dan cukup terheran melihat hewan bernama Binturong, serta tak kalah bingung melihat kelelawar jadi satu kandang dengan kancil, mungkin ada alasan tersendiri yang berhubungan dengan rantai makanan ?!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebenarnya saya sudah sangsi kita akan dapat menemukan pusat primata schmutzer, karena tidak ada tanda petunjuk arahnya. tapi baru saja saya berfikir begitu, terbaca oleh saya papan petunjuk yang relatif baru nampaknya, menunjukkan arah kekanan kami, melewati kandang beruang akhirnya kami sampai di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pusat_Primata_Schmutzer" target="_blank"&gt;Pusat Primata Schmutzer&lt;/a&gt; yang terkenal itu dan baru kemudian saya ketahui adalah Pusat Primata terbesar didunia seluas 3.5 Ha dengan tersisa 14 Ha yang belum di kembangkan. oya bayarnya IDR 5000/orang dewasa untuk masuk.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLWC-SxKbI/AAAAAAAAAPQ/AQqqiJm2-Io/s1600-h/IMG_0605%5B6%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border: 0px none ; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" title="IMG_0605" alt="IMG_0605" src="http://lh4.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLWEJh9bjI/AAAAAAAAAPU/rhnCUa7Trrs/IMG_0605_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" align="left" border="0" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ummi dan umar yang telah berganti gendongan setelah makan tadi dan Caca menaiki replika full size Gorila sebelum kami masuk ke dalam. Luas sekali didalam beruntung kami sempat mengabadikan Gorila yang sedang berjemur atau mungkin sedang menanti lemparan makanan ?! entah sepertinya begitu, terlepas satpam yang baik tadi sudah menyita makanan kami termasuk biskuit dan susu indomilk Caca, untung dia tidak protes lama. kami masuk kedalam hanya berbekal satu botol sirup dingin segar mmm…hal menarik yang langsung jadi perhatian kami adalah adanya tempat minum publik yang seperti di film-film itu, meski norak kami bergantian mencobanya ( bodo amet apa kata orang :) ) dan ternyata cukup sulit, jilbab Caca sampe basah karena dia bersikeras mencoba lagi dan lagi.&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLWIt4GgpI/AAAAAAAAAPY/dEg75IJ5_xA/s1600-h/IMG_0608%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border: 0px none ; display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="IMG_0608" alt="IMG_0608" src="http://lh4.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLWJ4vGBXI/AAAAAAAAAPc/JLRcOyyoMjQ/IMG_0608_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" border="0" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt; Mudah saja menfoto Gorila ini karena dia ternyata bisa tetap diam seperti patung cukup lama untuk saya mengambil 2 foto sekaligus. Begitu juaga simpanse dibawah ini kami terpingkal-pingkal melihat dia melakukan gerakan kepala khas gesture daerah indonesia timur yang kalau di jakarta di anggap sebagai “ songong”, di rumah terfikir oleh kami mungkin dia juga meminta makanan. memang kalau kita riset sedikit di internet ternyata pengelolaan fasilitas ini telah diserahkan dari pihak swasta ke Pemda DKI dan ada beberapa blog yang mengeluhkan terjadinya berbagai pelanggaran peraturan, meski kami sendiri tidak mendapati hal-hal tersebut, semua nampak pada tempatnya dan meski jembatan gantung nampak sudah lapuk dan sudah tepat untuk ditutup agar tidak ada kecelakaan, tapi tentu kami juga bertanya-tanya maintenancenya gimana nih ?&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLWOABG_8I/AAAAAAAAAPg/t8l7jGC0ayI/s1600-h/IMG_0614%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border: 0px none ; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" title="IMG_0614" alt="IMG_0614" src="http://lh3.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLWPtt2j9I/AAAAAAAAAPk/TNhD6QQMDxQ/IMG_0614_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" align="right" border="0" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;tidak usah diceritakan bahwa kami juga agak merasa tersesat di terowongan orang utan yang seperti tidak berujung, beruntunga dua balita kami tidak menangis dan cukup menikmati, bahkan pada satu kesempatan kami melihat orang utan yang sedang mengisap jempolnya persis seperti Caca, dan sejak itu kami tidak pernah membiarkannya lupa bahwa hanya orang utan yang mengisap jempool dan bila ia tidak segera menginsafinya, bisa jadi berikutnya kami berkunjung Caca akan dititipkan bersama para orang utan dikandangnya. Caca tidak pernah takut dengan ancaman itu sejak hari pertama dan menurutnya orang utan lucu dan dia tidak keberatan dikandangin bersama mereka ;) dasar Caca !&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLWSAhe-NI/AAAAAAAAAPo/jV0xkOvvFu4/s1600-h/IMG_0613%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border: 0px none ; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" title="IMG_0613" alt="IMG_0613" src="http://lh6.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLWUlytxKI/AAAAAAAAAPs/buMXOg6k86Q/IMG_0613_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" align="left" border="0" width="184" height="244" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Jam 11.00 kami keluar dan makan siang masih dihalaman schmutzer dan me-refill botol minum kami&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLWZCq_h-I/AAAAAAAAAPw/Buq3HuQrehw/s1600-h/IMG_0618%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border: 0px none ; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" title="IMG_0618" alt="IMG_0618" src="http://lh4.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLWaU4Ez6I/AAAAAAAAAP0/I1q7tHcrUgk/IMG_0618_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" align="right" border="0" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt;. Mbah makan dengan nasi dan kentang teri kacang, caca minum susunya dan makan nugget dan kentang dengan abi dan umminya, umar yang baru bangun tidur cuma melihat kami sambil terkantuk kantuk di gendongan. Dalam perjalanan pulang menuju pintu utara kami menyempatkan mampir ke kandang gajah yang kebetulan berdiri di pinggir dekat sekali dengan pagar. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLWggW_62I/AAAAAAAAAP4/bD1CsHvSHgM/s1600-h/IMG_0621%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border: 0px none ; display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="IMG_0621" alt="IMG_0621" src="http://lh6.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLWiC7fNPI/AAAAAAAAAP8/6wzQ-xvOjg8/IMG_0621_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" border="0" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;begitulah petualangan kami selama setengah hari, sebelum pukul 13.00 kami telah kembali ke rumah. kapan-kapan kita kesana lagi yok !&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-1983489602909424253?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2009/07/bertualang-di-pusat-primata-schmutzer.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://lh5.ggpht.com/_eDbGHWlnKiY/SmLV3TKJuRI/AAAAAAAAAPE/ykzH3XHKXwk/s72-c/IMG_0599_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-6345592374248568347</guid><pubDate>Sat, 18 Jul 2009 18:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-19T01:05:22.616+07:00</atom:updated><title>Exploring Vista</title><description>&lt;p&gt;Indra sedang mengetes windows live writer, mengherankan ternyata dia berhubungan dengan blogging.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-6345592374248568347?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2009/07/exploring-vista.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-4506846953682841420</guid><pubDate>Sun, 14 Jun 2009 01:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-14T08:31:32.470+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">koleksi</category><title>Star Trek</title><description>Space the final frontier&lt;div&gt;These are the voyages of the starship Enterprise&lt;/div&gt;&lt;div&gt;The ongoing mission to explore strange new worlds &lt;/div&gt;&lt;div&gt;To seek out new life form and new civilizations&lt;/div&gt;&lt;div&gt;to boldly go where no one has gone before&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-4506846953682841420?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2009/06/star-trek.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-3578436856673986868</guid><pubDate>Thu, 28 May 2009 14:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-28T22:22:23.822+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tarbiyah</category><title>Memilih atau Tidak Memilih</title><description>Memilih atau tidak memilih itulah pertanyaan besar pekan-pekan ini sehubungan Pemilu Presiden. banyak yang menyatakan kekecewaan terhadap ke 3 pasangan kandidat, banyak juga kekecewaan terhadap partai-partai. Infomasi yang berseliweran dengan cepat, bertentangan satu dengan yang lain, komentar-komentar provokatif pengamat, silang pendapat di media menambah hiruk pikuk dunia politik yang sedang memanas, dan tentunya masyarakat yang peduli urusan politik, semakin bingung dan gamang menentukan pilihan...tapi hei ! hal itulah yang memang sedang di lancarkan oleh setiap tim sukses kandidat...mengoyahkan keyakinan kita dengan menebar berita busuk , mengeksplotasi setiap celah kelemahan kandidat lawan&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;nah kalau anda bertanya, bagaimana dengan saya ? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Percayalah kawan saya sama sekali tidak bingung, saya tahu dan mengerti sekali tidak setiap pemberitaan tersebut sesuai dengan kenyataan terkadang terjadi misinformasi, perbedaan persepsi , daya tangkap, dan kaca mata cara pandang terhadap persoalan. sederhananya apapun yang kita lihat di TV atau di Koran, tidak sepantasnya serta merta dijadikan dasar perubahan keyakinan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seperti yang setiap muslim tahu..manakala datang berita jelek tentang saudara kita -apalagi berasal dari sumber yang tidak otoritatif- maka selayaknya kita tabayyun langsung, bila keadaan tidak memungkinkan maka berprasangka baiklah, tokh ia saudara seiman juga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berkenaan langsung dengan kegamangan dan kebingungan yang melanda banyak orang ini..saya tegaskan bahwa jama'ah dakwah ini telah mengambil posisi melalui forum majelis syuro untuk ber musyarokah dengan salah satu kandidat, dan karenanya bila keputusan syuro telah tetap, maka ia mengikat kita semua untuk mengikutinya sesuai &lt;a href="http://www.pks.or.id/v2/index.php?op=isi&amp;amp;id=7424"&gt;bayanat&lt;/a&gt; yang ada. pertanyaannya apakah keputusan ini tepat atau tidak ? banyak kepala tentu banyak pendapat, namun saya memilih untuk meyerahkan pilihan saya pada keputusan yang ada, sebagai suatu ijtihad. Ijtihad yang diambil oleh forum yang memang berwenang, dan di isi oleh generasi terbaik yang kita miliki.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bila waktu membuktikan keputusan tersebut benar maka 2 pahala tercatat, bila ternyata salah maka 1 pahala tercatat, transaksi yang bagus bukan ? sebaliknya bila kita memilih berdasarkan pengamatan pribadi yang terbatas lagi dipenuhi hawa nafsu, melalui perantara media yang seringkali bias dan berpihak tentu besar kemungkinannaya kita akan merugi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sama saja untuk yang terfikir Golput, sementara fatwa majelis ulama telah menyatakan haram, ketiga kandidat adalah muslim, yang memiliki kapasitas dan pengalaman, tidak ada alasan untuk menolak memberikan suara. kalaupun ternyata memberikan suara kita itu salah tokh tetap ada pahala tercatat karena kita mengikuti fatwa, transaksi yang aman bukan ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi kawan masalahnya sederhana saja sebenarnya.. pertama adakah kepercayaan kita terhadap jama'ah dakwah ini utuh atau tidak? percayakah kita bahwa para qiyadah adalah generasi yang lebih baik dari kita pribadi dan karenanya layak mengemban amanah kepemimpinan dan menjadi wali atas urusan-urusan kita ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kedua bila premis pertama telah selesai maka berikutnya adalah maukah kita melepaskan ego intelektual kita, berhenti membanggakan ketajaman analisa kita, merobek baju kesombongan yang kita pakai seraya memberikan kepercayaan dan prasangka yang baik pada pemimpin kita yang dengan rendah hati kita akui memang adalah generasi yang lebih baik dari kita di mata Allah swt.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 15px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;The wise is not the one who differentiates good from bad. It is the one who differentiates the best out of two good choices, and the worst out of two bad choices&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 15px; "&gt; -Amru ibn Ash Ra.-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-3578436856673986868?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2009/05/memilih-atau-tidak-memilih.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-8667019290784208559</guid><pubDate>Fri, 01 May 2009 07:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-01T15:30:53.028+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">resensi</category><title>Emperor :A Novel Of Julius Caesar</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.conniggulden.com/wp-content/uploads/2007/04/emp1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 200px;" src="http://www.conniggulden.com/wp-content/uploads/2007/04/emp1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya selesai juga membaca rangkaian seri Emperor dari &lt;a href="http://www.conniggulden.com/"&gt;Conn Iggulden&lt;/a&gt;. dimulai dari sekitar tahun 2006, diperkenalkan oleh kakak The Gates Of Rome, buku pertama dari seri Emperor. Ini adalah Novel bergenre Novel Sejarah mengenai perjalanan hidup Gaius Julius Caesar dan sahabatnya Marcus Brutus.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cerita dimulai dari saat mereka kecil dan besar bersama di Caesar's Estate dibawah bimbingan sang Ayah, Si Budak Tubruk dan gladiator-pahlawan &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Renius. kisah ini membawa kita pada peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah Kota Roma : Kisah &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gaius_Marius"&gt;Consul Marius&lt;/a&gt; dan Primigenia-nya serta seteru abadinya &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lucius_Cornelius_Sulla"&gt;Cornelius Sulla&lt;/a&gt;, Pemberontakan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spartacus"&gt;Spartacus&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mithridates_VI_of_Pontus"&gt;Mithridates&lt;/a&gt;, Triumvirate Pompey-Crassus-Caesar, Penaklukan Gaul dan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vercingetorix"&gt;Vercingetorix&lt;/a&gt;. Ekspedisi ke Briton, Pertempuran terakhir di Pharsalus, dan tentu saja petualangan Caesar &lt;/div&gt;&lt;div&gt;dan kawan-kawannya serta 2 legiun di Alexandria bersama Cleopatra.&lt;/div&gt;&lt;img src="http://www.conniggulden.com/wp-content/uploads/2007/04/emp2.jpg" style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 199px;" border="0" alt="" /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Emperor juga memberikan kita &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;insight&lt;/span&gt; ke dalam budaya kota Roma yang menjadi pusat dunia saat itu, pengetahuan mengenai kehidupan para veteran legioner serta aksi mereka di medan pertempuran. Intril politik di senat termasuk juga kisah pengkhianatan Marcus Brutus dan pembunuhan Gaius sahabat lamanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;bagi mereka yang terpesona dengan bagian awal dari film Gladiator, maksud saya adalah saat terjadi peperangan dengan suku-suku Germania,&lt;/div&gt;&lt;div&gt; serta aksi para Extraordinarii-pasukan berkuda &lt;/div&gt;&lt;img src="http://www.conniggulden.com/wp-content/uploads/2007/04/emp3.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 198px;" border="0" alt="" /&gt;&lt;div&gt;pasti juga akan menyukai aksi pertempuran-pertempuran dalam buku ini, bagaimana para legioner melakukan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Forced March&lt;/span&gt; melintasi semenanjung italia mengejar para budak pemberontak Spartacus, serta bagaimana aksi gerilya Caesar dan pasukannya menghadapi ratusan ribu yunani dibawah pimpinan Mithridates dan tentu saja menyaksikan pertempuran bersejarah Pharsalus antara Caesar dan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pompey"&gt;Pompey&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ini adalah kisah terutama tentang kharisma seorang jendral besar pada zamannya, keadilan dan kasih sayangnya terhadap pasukannya dibalas dengan kesetiaan tanpa batas dan berbuah kemenangan dan kehormatan tanpa banding sebelumnya-kecuali Alexander yang agung. Jendral yang mampu memenangkan hati pasukannya sebelum memenangkan pertempuran sebenarnya. ini adalah kisah seorang Imperator yang mengakhiri Republik Roma dan memberi jalan pada Kekaisaran Romawi di bawah Kaisar Augustus atau Oktavianus seorang kerabat jauh dan jendral Legiun Kelima.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kesimpulannya seri ini amat direkomendasikan namun perhatikan waktu yang anda miliki karena sekali memulai sulit sekali membiarkan buku ini tertutup lagi, selamat membaca ! &lt;/div&gt;&lt;div&gt;ROMA VICTOR !!&lt;/div&gt;&lt;img src="http://www.conniggulden.com/wp-content/uploads/2007/04/emp4.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 200px;" border="0" alt="" /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-8667019290784208559?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2009/05/emperor-novel-of-julius-caesar.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>7</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-780973878233235044</guid><pubDate>Sun, 26 Apr 2009 15:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-28T15:15:08.534+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">klinik</category><title>Komplikasi Domestik Reumatik</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eDbGHWlnKiY/SfR7Qj0mxGI/AAAAAAAAANE/RT8BuOgi3vg/s1600-h/IMG_0071.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eDbGHWlnKiY/SfR7Qj0mxGI/AAAAAAAAANE/RT8BuOgi3vg/s320/IMG_0071.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329019783510148194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Reumatik adalah salah satu penyakit yang bikin saya mati kutu..bagaimana ya..sebenarnya dulu waktu stase IPD, giliran bagian reumatologi itu salah satu yang menyenangkan..itu kalau memeriksa dengkul ama tumit nenek-nenek termasuk mengasyikkan. Anyway kali ini saya mau bercerita tentang Ibu M.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ibu M 50 tahun adalah contoh klasik pasien saya yang menderita reumatik dan menderita karenanya, maksud saya penyakit ini membawanya pada masalah lain. 2 tahun terakhir ini Ibu M cukup rutin berkunjung ke ruang praktek saya hingga kami sudah saling mengenal dengan baik. Penyakit reumatiknya sebenarnya begitu-begitu saja, seharusnya dia sudah meminta pertolongan spesialistik sejak lama namun terkendala masalah dana, masalah klasik pasien saya ( baca tulisan saya sebelumnya &lt;a href="http://indrakus.blogspot.com/2008/04/rastinah-dan-rasingkem.html"&gt;Rastinah dan Rasingkem&lt;/a&gt; )&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;jadi obat yang saya berikan itu-itu saja dengan saran terapi non-farmakologis yang saya tahu tidak akan dia laksanakan. satu-satunya saran saya yang dia sepakati adalah agar seperlunya saja meminum obat tersebut, mengingat efek sampingnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;tapi bukan penyakitnya yang ingin saya bicarakan tetapi akibat dari penyakit ini terhadap dirinya dan keluarganya yang membuatnya datang pada saya siang itu dengan wajah yang lain dari biasanya. sebelum masuk lebih dalam saya mengambil risiko sedikit menyerempet hak kerahasiaan pasien karena ini adalah kedua kalinya saya berada dalam situasi ini dan kekhawatiran lama saya nampaknya memang fakta yang ada di masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ibu M mempergunakan saya siang itu sebagai "exit valve" atas kegundahan hatinya, selama 15 menit dia memperlakukan telinga saya bagai jendela untuk melepaskan kekesalan yang menumpuk dalam dada, kekesalan terhadap suaminya..siapa lagi ?! pertanyaan utamanya adalah ia ingin mengetahui apakah dirinya ini-&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;menurut pengamatan saya&lt;/span&gt;- stress atau gila? adakah tanda-tanda kearah sana? tentu ini bukan pertanyaan biasa fikir saya dalam hati. maka mulailah saya dengan serangkaian pertanyaan psikiatri untuk mengetahui duduk persoalannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;awalnya ia mengatakan bahwa ia mudah marah terhadap cucu-cucunya, ( kasus : nenek merawat cucu, karena si ibu jadi TKW di Arab) tapi tidak lama waktu dibutuhkan untuk mengetahui bahwa suaminya lah yang menjadi biang keladinya ( kasus : suami pengangguran yang mengandalkan hasil keringat istrinya ) bertahun-tahun cerita dia bahwa kondisi ini ditelannya karena ia masih sanggup berusaha dan mendapat penghasilan sendiri. tapi seperti yang sudah kita ketahui reumatiknya akhir-akhir ini membuatnya menjadi amat terbatas, nyeri dan kekakuan sendi itu memaksanya melupakan kegesitan dan semangat muda yang pernah dimiliki&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;jadi lambat laun ia semakin mengharapkan agar suaminya berubah dan mengambil tanggung jawab mencari nafkah sebagaimana layaknya lelaki sejati. kebebalan dan sifat keras kepala suaminya inilah yang membuat wajah Kartini modern ini begitu muram didepan saya. Jadi kita lihat suatu penyakit yang datang telah membuat keluarga ini jatuh dalam krisis, sampai-sampai penopangnya, tempat anggota yang lain bersandar, terlihat kesulitan menghadapi krisis ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ini adalah kasus untuk seorang dokter keluarga. dalam pendidikan dulu saya juga pernah mendapati keluarga lain dengan penyakit lain ( TBC ) berkubang dalam situasi yang serupa, saat itu dan sekarang kesimpulan saya tetap sama, tidak banyak yang kita ( dokter ) dapat lakukan selain berusaha agar penyakit ini tidak terlalu memberatinya, namun agar ia dapat menyesuaikan hidupnya dan keluarganya berdampingan dengan penyakit ini memerlukan campur tangan yang lain. siapa yang sanggup menasehati suaminya? siapa yang dapat mencarikan pemecahan masalah ekonominya ? siapa yang dapat melindungi para cucu dan menjamin tumbuh kembang mereka ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;psikolog, konsultan keluarga, petugas sosial, orang tua asuh, pelayanan spesialistik, perlindungan anak....semuanya ada fikir saya tapi terpisah-pisah dan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;inaccesible&lt;/span&gt; untuk profil pasien saya yang datang dari kaum marginal, kaum miskin kota. Yang saya butuhkan adalah ketika menghadapi kasus seperti ini kita dapat menanganinya secara terpadu, multidisiplin. tim yang mudah diakses, dan mengenal lapangan serta tentunya memiliki perhatian yang sepenuhnya profesional.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-780973878233235044?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2009/04/reumatik-dan-krisis-keluarga.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_eDbGHWlnKiY/SfR7Qj0mxGI/AAAAAAAAANE/RT8BuOgi3vg/s72-c/IMG_0071.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-3383826429284767294</guid><pubDate>Wed, 15 Apr 2009 08:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-15T16:19:35.553+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">yarsi</category><title>Kebaikan Pada Akhirnya Akan Menang</title><description>saya selalu percaya bahwa cara terbaik mendapatkan ilmu adalah dengan membaca langsung dari sumbernya, menuliskan apa yang kita dapat, dan mendiskusikannya dengan teman seperjalanan. maka dari itu saya percaya bahwa sistem pendidikan saat ini (kedokteran) sudah berada pada jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sistem yang student centered dan evidence based, sistem yang dipenuhi proses diskusi, belajar mandiri, pembuatan laporan, sistem yang memungkinkan kita menemukan "AHA" secara mandiri, sistem yang memungkinkan kita membuat konstruk ilmu dalam kepala kita dengan cara yang paling personal dan unik milik kita sendiri adalah pengejawantahan dari keyakinan saya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berangkat dari keyakinan tersebut dengan semangat saya mengkampanyekannnya pada setiap orang yang saya temui (mahasiswa) namun apa lacur...antusiasme saya seringkali tidak bersambut. saya terfikir kasus yang sama juga terjadi tapi pada bidang lain, maksud saya adalah demokrasi. sejatinya kita tentu memilih wakil dan pemimpin yang terbaik, yang dapat dipercaya dan mampu mengemban amanah, tapi kenyataannya masyarakat kita banyak yang memilih seseorang hanya karena dijanjikan uang atau seseorang dipilih karena ketampanannya, atau karena dorongan peer-group dan banyak alasan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;intinya adalah seringkali kebenaran itu tertutupi oleh hal-hal lain, seringkali dikalahkan demi tujuan jangka pendek, dan tidak ambil pusing bagaimana jangka panjangnya. saya pernah membaca masyarakat kita adalah masyarakat yang berfikiran pendek, dan pelupa...ya negara lain sibuk berinvestasi di sektor riset dan pendidikan yang hasilnya mungkin baru terlihat ketika generasi berganti. sementara semua orang tahu betapa menjadi seorang peneliti di negri ini berarti hidup sederhana dan kesepian, minim perhatian dan sorotan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam kasus saya maka kebenaran itu pun tertutupi oleh mental pikiran pendek itu, ini cerita lama, siapa sih yang tidak mau dapat nilai bagus, siapa sih yang ingin IPK-nya hancur?, tugas selesai alakadarnya, yang penting saat ujian nanti.  saya rasa kita semua ( saya sendiri ) juga berfikir seperti itu dulu, namun kesadaran memang datang belakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya rasa kita semua tahu keberhasilan, kesuksesan, keuntungan yang didapat dari hasil kerja yang semu, atau dari kecurangan, pada akhirnya akan kembali pada kita sendiri dimasa depan atau di akhirat nanti. banyak yang bertanya-tanya mengapa orang-orang yang jahat atau licik selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan, sementara orang-0rang yang tulus, dan lurus mendapat banyak kesulitan dan tantangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini salah satu pertanyaan dasar dalam kehidupan, saya hanya berharap agar segelintir orang yang tersisa meneguhkan keyakinan mereka akan janji Allah, kebaikan pada akhirnya akan menang dan Allah bersama orang-orang yang beriman dan teguh dalam keimanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga Allah menguatkan hati kita dan menunjuki kepada jalan yang lurus sepanjang sisa hidup kita. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-3383826429284767294?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2009/04/kebaikan-pada-akhirnya-akan-menang.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8617263271669393872.post-4530547733702203016</guid><pubDate>Mon, 13 Apr 2009 07:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-13T14:38:26.838+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">resensi</category><title>Sam Kok dan Tere-Liye</title><description>2 pekan terakhir ini banyak liburan panjang di akhir pekan, akhirnya berkesempatan juga ke Gramedia setelah...berapa ya? mungkin ada 4-5 bulan tidak disambangi. Terus terang Gramedia di Depok agak mengecewakan..bagaimanapun Gramedia Matraman tetap lebih baik, nevertheless, kita pulang dengan 2 buku yang potensial, pertama Karya terakhir Tere-Liye : Rembulan Tenggelam di Wajah mu dan Sam Kok yang tulis ulang oleh penulis indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat bingung juga ada banyak jenis buku bertema "tiga kerajaan" ini dan indra penasaran sekali ingin membaca cerita lengkapnya, sebenarnya sudah lama sekali terpapar dengan kisah 3 bersaudara Liu Bei, Zhang Fei dan Guan Yu pertama sekali dulu waktu SMU sering memainkan Game Dos Sam Kok dari Koei, lalu tentu saja komik Legenda Naga yang ternyata sekarang mulai dari nomor 1 lagi entah kenapa? meski ceritanya tetap nyambung, dan yang terakhir tentu saja "Red Cliff " yang luar biasa, pantas saja di game dulu kalau kita dapat Kong Ming maka seakan tidak terkalahkan meski jumlah pasukan lebih sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin membuat resensi buku Sam Kok ini cuma belum sempat aja, dan tidak bisa luar kepala karena terlalu banyak detail yang perlu diperhatikan, membaca buku ini seperti membaca cerita sejarah tapi tanpa disibukkan dengan tanggal dan tahun, ada banyak kisah kepahlawanan dan heroisme yang tidak terlalu didramatisir, maklum karena ia berusaha merangkum kisah dari sejak 3 orang hebat bersumpah untuk bersaudara sampai 3 kerajaan sama kuat berdiri menopang kestabilan di daratan china.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kali ini sempat membuat resensi atau apalah namanya dari buku tere-liye yang baru, berikut adalah tulisan yang telah dipublikasi sebelumnya di facebook :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tere-liye dalam bukunya yang terakhir Rembulan Tenggelam Di Wajahmu membawa kita mengarungi 60 tahun kehidupan Ray dengan 5 pertanyaan yang terlalu sering kita temui dalam kehidupan setiap manusia bahkan kehidupan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kisah klasik drama kehidupan Ray disajikan dengan apik dan indah, gaya flashback membuat rasa ingin tahu memaksa kita lekat dalam setiap lembaran cerita. kisah sederhana yang memancing air mata mengembang. hikmah yang kita semua sudah mafhum disampaikan ulang secara...memikat mengundang introspeksi diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tere-liye konsisten dengan kalimat-kalimat berkelas koleksi, daya magis sebuah do'a yang tulus, serta keadilan kehidupan. kisah ini seputar 5 pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa kita dilahirkan disini, di besarkan disini, tidakkah kita dapat memilih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah hidup ini adil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa takdir menyakitkan itu harus terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa setelah sejauh ini semuanya tetap terasa kosong, terasa hampa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa takdir sakit itu mungungkung kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dijawab tuntas dan menyentuh oleh Orang yang berwajah menyenangkan dengan sebuah perjalanan kilas balik selama 60 tahun, jawaban ditunjukkan dengan meyingkap garis kehidupan yang terjalin satu sama lain bagai bola raksasa takdir yang berputar sesuai hukum sebab-akibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitulah berikutnya adalah tulisan tentang Sam Kok mudah-mudahan sempat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8617263271669393872-4530547733702203016?l=indrakus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://indrakus.blogspot.com/2009/04/sam-kok-dan-tere-liye.html</link><author>noreply@blogger.com (Indrakus)</author><thr:total>2</thr:total></item></channel></rss>

