<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8263326961582488848</id><updated>2024-11-05T19:10:38.961-08:00</updated><title type='text'>Piopio   </title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://piokita.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8263326961582488848/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://piokita.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15822465532214301017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8263326961582488848.post-6494257910649661649</id><published>2013-05-21T04:57:00.001-07:00</published><updated>2013-06-07T07:57:01.942-07:00</updated><title type='text'>Pemilihan Pelumas Buat Scorpio Z</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Pelumass adalah bahan penting bagi kendaraan bermotor. Memilih dan&lt;br /&gt;
menggunakan pelumas yang baik dan benar untuk kendaraan bermotor anda,&lt;br /&gt;
merupakan langkah tepat untuk merawat mesin dan peralatan kendaraan agar&lt;br /&gt;
tidak cepat rusak dan mencegah pemborosan.&lt;br /&gt;
Umum beranggapan bahwa fungsi utama oli hanyalah sebagai pelumas mesin.&lt;br /&gt;
Padahal oli memiliki fungsi lain yang tak kalah penting, yakni antara lain&lt;br /&gt;
sebagai; Pendingin, Pelindung dari Karat, Pembersih dan Penutup Celah pada&lt;br /&gt;
Dinding Mesin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Semua Fungsi tersebut adalah sangat erat berkaitan; sebagai Pelumas, Oli&lt;br /&gt;
akan membuat gesekan antar komponen di dalam mesin bergerak lebih halus,&lt;br /&gt;
sehingga memudahkan mesin untuk mencapai suhu kerja yang ideal. Selain itu&lt;br /&gt;
Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar yang&lt;br /&gt;
mencapai 1000-1600 derajat Celcius ke bagian lain mesin yang lebih dingin.&lt;span id=&quot;more-14&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dengan tingkat kekentalan yang disesuaikan dengan kapasitas volume maupun&lt;br /&gt;
kebutuhan mesin. Maka semakin kental oli, tingkat kebocoran akan semakin&lt;br /&gt;
kecil, namun disisi lain mengakibatkan bertambahnya beban kerja bagi pompa&lt;br /&gt;
oli.&lt;br /&gt;
Oleh sebab itu, peruntukkan bagi mesin kendaraan Baru (dan/atau relatif Baru&lt;br /&gt;
berumur dibawah 3 tahun) direkomendasikan untuk menggunakan oli dengan&lt;br /&gt;
tingkat kekentalan minimum SAE10W. Sebab seluruh komponen mesin baru (dengan&lt;br /&gt;
teknologi terakhir) memiliki lubang atau celah dinding yang sangat kecil,&lt;br /&gt;
sehingga akan sulit dimasuki oleh oli yang memiliki kekentalan tinggi.&lt;br /&gt;
Selain itu kandungan aditif dalam oli, akan membuat lapisan film pada&lt;br /&gt;
dinding silinder guna melindungi mesin pada saat start. Sekaligus mencegah&lt;br /&gt;
timbulnya karat, sekalipun kendaraan tidak dipergunakan dalam waktu yang&lt;br /&gt;
lama. Disamping itu pula kandungan aditif deterjen dalam pelumas berfungsi&lt;br /&gt;
sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar terbuang saat pergantian&lt;br /&gt;
oli.&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;size-medium wp-image-64 alignright&quot; src=&quot;http://scorpioz.files.wordpress.com/2008/03/sae-viscosity-oli-motor1.gif?w=300&amp;amp;h=228&quot; height=&quot;228&quot; title=&quot;sae-viscosity-oli-motor&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;SPESIFIKASI OLI&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Semakin banyaknya pilihan oli saat ini, tidak semestinya membuat bingung.&lt;br /&gt;
Ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan Acuan; antara lain, kenali&lt;br /&gt;
karakter kendaraan anda (spesifikasi mesin serta lingkungan dimana mayoritas&lt;br /&gt;
anda berkendara (suhu, kelembaban udara, debu, dsbnya.).&lt;br /&gt;
Tingkat kekentalan oli yang juga disebut “VISKOSITY-GRADE” adalah ukuran&lt;br /&gt;
kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu&lt;br /&gt;
menjadi prioritas terpenting dalam memilih Oli. Kode pengenal Oli adalah&lt;br /&gt;
berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive&lt;br /&gt;
Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukkan&lt;br /&gt;
tingkat kekentalan oli tersebut. SAE 40 atau SAE 15W-50, semakin besar angka&lt;br /&gt;
yang mengikuti Kode oli menandakan semakin kentalnya oli tersebut.&lt;br /&gt;
Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan&lt;br /&gt;
dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan&lt;br /&gt;
SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan&lt;br /&gt;
kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin&lt;br /&gt;
start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas&lt;br /&gt;
normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50&lt;br /&gt;
menurut standar SAE.&lt;br /&gt;
Mutu dari oli sendiri ditunjukkan oleh kode API (American Petroleum&lt;br /&gt;
Institute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. API: SL, kode&lt;br /&gt;
S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua&lt;br /&gt;
mununjukkan nilai mutu oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik&lt;br /&gt;
dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai dengan&lt;br /&gt;
kebutuhan mesin modern.&lt;br /&gt;
§ SF/SG/SH – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1980-1996)&lt;br /&gt;
§ SJ – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1996 – 2001)&lt;br /&gt;
§ SL – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2001 – 2004)&lt;br /&gt;
Perhatikan peruntukan pelumas, apakah digunaan untuk pelumas mesin bensin,&lt;br /&gt;
atau diesel (2 tak atau 4 tak), peralatan industri, dan sebagainya. Untuk&lt;br /&gt;
memilih kualitas pelumas yang cocok, kita dapat mengacu pada API Service&lt;br /&gt;
(American Petroleum Institute), JASO (Japan Automotive Standard&lt;br /&gt;
Association), ACEA (Association Des Constructeurs Europeens d’ Automobiles),&lt;br /&gt;
DIN (Deutsche Industrie Norm), dan lain-lain yaitu acuan untuk kerja&lt;br /&gt;
(performance) pelumas berdasarkan standar yang dikeluarkan oleh lembaga&lt;br /&gt;
independen industri pelumas international.&lt;br /&gt;
Semua oli baik mineral maupun synthetic sama-sama ada standar APInya. Oli&lt;br /&gt;
mineral biasanya dibuat dari hasil penyulingan sedangkan oli synthetic dari&lt;br /&gt;
hasil campuran kimia. Bahan oli synthectic biasanya PAO (PolyAlphaOlefin).&lt;br /&gt;
Jadi oli Mineral API SL kualitasnya tidak sama dengan oli Synthetic API SL.&lt;br /&gt;
Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin2 berteknologi terbaru (turbo,&lt;br /&gt;
supercharger, dohc, dsbnya) juga yang membutuhkan pelumasan yang lebih baik&lt;br /&gt;
(racing) dimana celah antar part/logam lebih kecil/sempit/presisi dimana&lt;br /&gt;
hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan mengalir sempurna. Oli synthetic&lt;br /&gt;
tidak disarankan untuk mesin yang berteknologi lama dimana celah antar part&lt;br /&gt;
biasanya sangat besar/renggang sehingga bila menggunakan oli synthetic&lt;br /&gt;
biasanya menjadi lebih boros karena oli ikut masuk keruang pembakaran dan&lt;br /&gt;
ikut terbakar sehingga oli cepat habis dan knalpot agak ngebul.&lt;br /&gt;
Berikut beberapa keunggulan oli synthetic dibandingkan oli mineral :&lt;br /&gt;
§ Lebih stabil pada temperatur tinggi&lt;br /&gt;
§ Mengontrol/Mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin&lt;br /&gt;
§ Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin&lt;br /&gt;
§ Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi gesekan antar&lt;br /&gt;
logam yang berakibat kerusakan mesin&lt;br /&gt;
§ Tahan terhadapan perubahan/oksidasi sehingga lebih tahan lama sehingga&lt;br /&gt;
lebih ekonomis dan efisien&lt;br /&gt;
§ Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih dingin&lt;br /&gt;
§ Mengandung detergen yang lebih baik untuk membersihkan mesin dari kerak&lt;br /&gt;
Jadi untuk mesin yang diproduksi tahun 2001 keatas disarankan sudah&lt;br /&gt;
menggunakan oli yang bertipe synthetic baik semi synthetic (campuran dengan&lt;br /&gt;
mineral oil) atau fully-synthetic.&lt;br /&gt;
Note: Kalau untuk pemakaian sehari-hari cukup yang semi synthetic.&lt;br /&gt;
Oli untuk motor sampai saat ini belum dapat informasinya yang sudah API SL.&lt;br /&gt;
Oli motor synthetic hampir semuanya baru SJ, kalo mineral mungkin baru&lt;br /&gt;
SG/SH.&lt;br /&gt;
Mineral Oil :&lt;br /&gt;
§ Sprinta 2000 : SAE 20W-50, API SG&lt;br /&gt;
§ Evalube 4T : SAE 20W-50, API SF&lt;br /&gt;
§ Mesran Super : SAE 20W-50, API SG&lt;br /&gt;
§ Enduro 4T : SAE 20W-50, API SG&lt;br /&gt;
§ Penzoil Motorcycle 4T : SAE 20W-50, API SF&lt;br /&gt;
Oli yang bagus (biasanya synthetic) mampu memberikan lapisan film tipis yang&lt;br /&gt;
pada komponen metal yang bergerak yang mana berguna untuk mengurangi gesekan&lt;br /&gt;
komponen metal sehingga suara mesin jadi lebih halus dan tarikan lebih&lt;br /&gt;
mantap.&lt;br /&gt;
Pada intinya milih oli hampir sama dengan milih bini (cocok2an) tapi ada&lt;br /&gt;
garis besarnya yang bisa di-ikuti :&lt;br /&gt;
§ Disarankan jangan menggunakan oli untuk mobil ke motor anda sebab ada&lt;br /&gt;
bahan di-oli mobil yang harus dikurangi bahkan dihilangkan tetapi di motor&lt;br /&gt;
harus agak banyak untuk meredam gesekan karena putaran mesin motor lebih&lt;br /&gt;
tinggi dan lebih berat kerjanya.&lt;br /&gt;
§ Motor tahun 2001 keatas disarankan menggunakan Oli API SG keatas misal API&lt;br /&gt;
SH/SJ atau SL. SAE bisa 20w50 atau 10w40. Usahakan yang Semi Sintetik karena&lt;br /&gt;
lebih licin sehingga bisa masuk kecelah2 metal mesin yang sempit dan tahan&lt;br /&gt;
oksidasi sehingga kualitas oli tidak gampang rusak dan mesin jadi lebih&lt;br /&gt;
bersih dan tentunya tarikan jadi lebih mantap.&lt;br /&gt;
Disarankan juga untuk menggunakan Pelumas yang memiliki dan mencantumkan&lt;br /&gt;
Nomor Pelumas Terdaftar Untuk melindungi kepentingan masyarakat atas mutu&lt;br /&gt;
pelumas yang beredar di dalam negeri pelumas sesuai dengan Keputusan Menteri&lt;br /&gt;
Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1693.K/34/MEM/2001 tanggal 22 Juni&lt;br /&gt;
2002. Pelumas yang memiliki NPT adalah pelumas yang telah memenuhi&lt;br /&gt;
persyaratan administratif dan teknis serta lulus uji laboraturium&lt;br /&gt;
terakreditasi yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal MIGAS. NPT dapat&lt;br /&gt;
diidentifikasikan dengan 12 digit huruf dan angka Contoh : DEPTAMBEN RI NPT&lt;br /&gt;
: AB25E4110199 atau DESDM RI NPT : AC66E1054104.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;MITOS&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Minimnya pengetahuan tentang perkembangan teknologi pelumas, menyebabkan&lt;br /&gt;
timbulnya banyak mitos di masyarakat. Sebagai contoh, saat mengganti oli&lt;br /&gt;
mesin … oli bekas berwarna hitam … sering dianggap oli berkualitas&lt;br /&gt;
buruk.&lt;br /&gt;
Padahal justru sebaliknya, perubahan warna oli menandakan bahwa oli telah&lt;br /&gt;
bekerja dengan baik sebagai pelarut kotoran. Selanjutnya kotoran akan&lt;br /&gt;
terbawa keluar pada saat pergantian oli dilakukan, karenanya dinding mesin&lt;br /&gt;
akan terbebas dari kerak.&lt;br /&gt;
Dilain pihak, apabila perubahan warna tersebut terjadi dalam kurun waktu&lt;br /&gt;
yang sangat dekat (terhitung sejak saat pergantian pertama), itu menandakan&lt;br /&gt;
kemungkinan adanya kerusakan komponen didalam mesin sehingga oli cepat&lt;br /&gt;
teroksidasi.&lt;br /&gt;
Kita jangan bingung2, pake aja oli yang bagus (mungkin harus 2-4 kali coba&lt;br /&gt;
baru dapet, kayak pacaran aja kalau cocok jadi bini).&lt;br /&gt;
Kalau dilihat dibuku petunjuk motor hampir tidak disebutkan merk oli dan&lt;br /&gt;
yang disebutkan hanya API SG 20w50 atau yang lebih baik. Jadi kalau anda&lt;br /&gt;
pakai oli yang lebih baik kenapa takut garansi batal?&lt;br /&gt;
Coba tanya ke staff AHASS hal ini, apa jawaban mereka?&lt;br /&gt;
Untuk mencoba oli baru bisa ikuti prosedur berikut :&lt;br /&gt;
§ Sebelum ganti oli, coba bersihkan saluran bahan bakar dan kerak yang&lt;br /&gt;
mungkin ada di mesin. Tidak usah bingung, bisa pakai carburator cleaner yang&lt;br /&gt;
dituang ke tangki misal merk STP. Lakukan tiga hari sebelum ganti oli dan&lt;br /&gt;
motor dipakai seperti biasa dan kalau bisa kecepatan agak tinggi, ini untuk&lt;br /&gt;
membersihkan saluran bahan bakar dan endapan karbon.&lt;br /&gt;
§ Ganti oli dengan oli baru yang sesuai (jangan lupa ada JASO MA) termasuk&lt;br /&gt;
filter olinya. Lakukan penggantian oli pada kondisi mesin panas agar oli&lt;br /&gt;
lama keluar semua.&lt;br /&gt;
§ Coba deh pakai selama seminggu ada perubahan yang enak gak? kalau nggak&lt;br /&gt;
berarti olinya tidak cocok. Perubahannya : – Suara mesin jadi lebih halus,&lt;br /&gt;
tarikan lebih ringan, tenaga lebih mantap.&lt;br /&gt;
Oli merk apapun kalau sudah mendapat sertifikasi API (SG/SH/SJ/SL) dan JASO&lt;br /&gt;
MA berarti oli itu sudah memenuhi standar baku yang cukup bagus dan memenuhi&lt;br /&gt;
semua unsur yang diperlukan oleh mesin. Masalahnya banyak oli di Indonesia&lt;br /&gt;
tidak ada ada sertifikasi tersebut. Coba lihat kemasan oli anda, kalau tidak&lt;br /&gt;
ada sertifikasi tersebut apakah anda rela mesin anda menderita sengsara dan&lt;br /&gt;
akhirnya turun mesin bahkan ganti mesin?&lt;br /&gt;
Berikut contoh Jenis-jenis Oli yang umum dipakai dan peredarannya mudah&lt;br /&gt;
didapat di bengkel-bengkel resmi penyalur oli:&lt;br /&gt;
Oli Repsol:&lt;br /&gt;
§ Repsol Moto Racing 4T 10W50 Semi Synthetic Oil&lt;br /&gt;
Sertifikasi: API SJ; JASO MA&lt;br /&gt;
§ Repsol Moto 4T 15W50 Mineral Oil&lt;br /&gt;
§ Repsol Moto Sintético 4T 10W40 Semi Synthetic Oil&lt;br /&gt;
Sertifikasi: API SG; JASO MA; Honda Specs.&lt;br /&gt;
Oli Shell 4T:&lt;br /&gt;
§ Shell Advance S4 SAE 10W-40, 15W-40, 20W-40, 20W-50, SAE 40 Mineral oil&lt;br /&gt;
Sertifikasi:&lt;br /&gt;
API SF; belum JASO MA menurut Shell Singapore&lt;br /&gt;
()&lt;br /&gt;
API SL; JASO MA menurut Shell USA&lt;br /&gt;
()&lt;br /&gt;
§ Shell Advance SX4 SAE 10W-40, 15W-40, 15W-50 20W-50 Mineral oil&lt;br /&gt;
§ Shell Advance VSX4 SAE 10W-40, 15W-50, 20W-40 Semi Synthetic oil&lt;br /&gt;
Sertifikasi: API SL – JASO MA&lt;br /&gt;
§ Shell Advance Ultra 4 SAE 10W-40, 15W-50 Synthetic oil&lt;br /&gt;
Sertifikasi:&lt;br /&gt;
API SG menurut Shell Singapore&lt;br /&gt;
API SL – JASO MA menurut Shell USA&lt;br /&gt;
Rasanya untuk produk oli import musti cek kemasannya sebab walaupun&lt;br /&gt;
kemasannya sama tapi sertifikasi beda. Jadi yang disana beli 35.000 kok&lt;br /&gt;
disini murah cuman 25.000 ternyata beda sertifikasi. Waspadalah…!&lt;br /&gt;
Oli Top1 :&lt;br /&gt;
§ SMO-MC SAE 20W-50 Semi Synthetic&lt;br /&gt;
Sertifikasi: API..??&lt;br /&gt;
§ EVOLUTION SAE 15W-50 Synthetic&lt;br /&gt;
Sertifikasi: API SL&lt;br /&gt;
Oli Esso ada 4 tipe :&lt;br /&gt;
§ Esso 4T 20W-40, 20W-50 (recommended for engine &amp;lt;50cc) Mineral Oil&lt;br /&gt;
Sertifikasi: API SF – JASO MA&lt;br /&gt;
§ Esso 4T Power 10W-40, 15W-40, 15W-50, 20W-50 Mineral Oil&lt;br /&gt;
Setifikasi: API SG – JASO MA&lt;br /&gt;
§ Esso 4T Pace 10W-40 Semi Synthetic Oil&lt;br /&gt;
Setifikasi: API SJ – JASO MA&lt;br /&gt;
§ Esso 4T Gold 10W-40, 15W-50 and 20W-50 Synthetic Oil&lt;br /&gt;
Setifikasi: API SJ, SH (15W-50) – JASO MA&lt;br /&gt;
Caltex:&lt;br /&gt;
§ Caltex Revtex Fully Synthetic 4T SAE 10W40,&lt;br /&gt;
§ Caltex Revtex Semi-Synthetic 4T SAE 20W50,&lt;br /&gt;
§ Caltex Revtex Super 4T SAE 10W40, 20W40, 20W50,&lt;br /&gt;
Sertifikasi: API SG, JASO MA&lt;br /&gt;
§ Caltex Revtex Plus 4T SAE 25W-40,&lt;br /&gt;
§ Caltex Revtex 4T SAE 40,&lt;br /&gt;
Sertifikasi: API SF, JASO MA&lt;br /&gt;
Mobil 1:&lt;br /&gt;
§ Mobil Super 4T SAE 15W-50,&lt;br /&gt;
Seritifikasi: API SG, JASO MA&lt;br /&gt;
§ Mobil Extra 4T SAE 10W-40&lt;br /&gt;
§ Mobil Racing 4T SAE 15W-50&lt;br /&gt;
Sertifikasi: API SJ, JASO MA&lt;br /&gt;
OLI AGIP :&lt;br /&gt;
§ AGIP Super 4T MINERAL 15W-50&lt;br /&gt;
§ AGIP TEC 4T SEMI-SINT. 15W-50&lt;br /&gt;
§ AGIP Racing 4T SINT. 20W-50&lt;br /&gt;
§ Sertifikasi: API SJ&lt;br /&gt;
OLI MOTUL :&lt;br /&gt;
§ MOTUL 3000 4T MINERAL 20W-50&lt;br /&gt;
§ MOTUL 5100 Ester SEMI-SINT. 15W-50&lt;br /&gt;
§ MOTUL 300V competition SINT. 15W-50&lt;br /&gt;
Sertifikasi: API SG – JASO MA&lt;br /&gt;
Ternyata oli mineral gak cocok untuk motor baru, so yang pakai repsol moto&lt;br /&gt;
15W50 siap2 ganti aja Jangan Keliru Memilih Oli Mesin MINYAK pelumas atau&lt;br /&gt;
oli tidak akan terpisahkan dengan mesin kendaraan bermotor. Tanpa oli, mesin&lt;br /&gt;
rontok. Bila oli berkurang, komponen akan cepat aus akibat gesekan antara&lt;br /&gt;
kedua permukaan komponen. Karena itu, kelangsungan hidup mesin amat&lt;br /&gt;
dipengaruhi oleh oli. Makin besar kerja mesin, makin penting peran oli.&lt;br /&gt;
Hal serupa juga terjadi pada sepeda motor, terutama di kota-kota besar, di&lt;br /&gt;
mana lalu-lintas cenderung macet, ruwet, dan suhu kian panas. Mengingat&lt;br /&gt;
penting dan peranannya, oli menjadi ladang bisnis menggiurkan paling tidak&lt;br /&gt;
tiap 2.000 km sampai 5.000 km– oli harus diganti. Berbagai merek dan&lt;br /&gt;
jenis oli pun bermunculan di pasaran. Mulai dari oli biasa (konvensional)&lt;br /&gt;
yang disebut pelumas mineral, sampai oli sintetis dan semi sintetis.&lt;br /&gt;
Perbedaan ketiga jenis oli ini, bisa dilihat dari komponen dan unsur di&lt;br /&gt;
dalamnya. Pelumas konvensional, umumnya terdiri atas 90% minyak dasar (crude&lt;br /&gt;
oil), hasil penyulingan minyak bumi, ditambah 10% campuran bahan kimia&lt;br /&gt;
aditif guna meningkatkan kinerjanya. Bahan kimia yang dipakai sebagai&lt;br /&gt;
campuran biasanya detergen (pembersih), antioksidasi dan Index Viscosity&lt;br /&gt;
Imorover (campuran peningkat kekentalan). Penggabungan unsur-unsur itu&lt;br /&gt;
membentuk oli yang mampu melumasi mesin. Pelumas sintetis, sebagian besar&lt;br /&gt;
atau seluruhnya terdiri atas bahan-bahan aditif. Jumlahnya menentukan jenis&lt;br /&gt;
oli sintetisnya. Oli sintetis penuh (full synthetic oil) mengandung 100%&lt;br /&gt;
bahan aditif, yaitu minyak dasar bahan kimia yang bukan dihasilkan dari&lt;br /&gt;
penyulingan minyak bumi. Sedangkan oli semi sintetis pelumas yang dibuat&lt;br /&gt;
dengan menggunakan minyak dasar bahan kimia dicampur minyak mineral.&lt;br /&gt;
Mengingat proses pengolahannya tidak lagi mengandalkan minyak dasar, bahan&lt;br /&gt;
kimia yang banyak diaplikasi sebagai pengganti antara lain ester asam&lt;br /&gt;
berbasa dua, ester organo fosfat, ester-silikat, glicol-polialkilena,&lt;br /&gt;
silikon, klorida sert fluor hidrokarbon. Mengingat bahannya masih alami,&lt;br /&gt;
oli mineral amat cocok untuk motor motor lawas, seperti Honda C-70, Honda&lt;br /&gt;
C-90Z, Supercup, Astrea 800, Yamaha V-75, Suzuki Crystal, Binter Mercy, dan&lt;br /&gt;
sebagainya. Kelebihannya, oli tak mudah menguap saat mesin ada pada&lt;br /&gt;
temperatur ideal, sehingga jeroan yang sudah aus tidak bertambah parah.&lt;br /&gt;
Untuk mesin motor baru seperti Honda Supra, Karisma, Astrea Impressa, Yamaha&lt;br /&gt;
F1-Z, RX-King, RX-Z, Kawak Ninja, Yamaha Vega, Yupiter, Kawak Kaze, Suzuki&lt;br /&gt;
Shogun, dan sebagainya, bisa memakai oli semi-sintetis. Perpaduan unsur&lt;br /&gt;
mineral dan kimia, mampu menjaga kondisi mesin tetap prima, tanpa&lt;br /&gt;
meninggalkan kemampuan untuk melindungi komponen dalam mesin. Sedangkan&lt;br /&gt;
oli full synthetic sangat cocok dipakai pada motor balap yang mesinnya terus&lt;br /&gt;
menerus digeber pada putaran (rpm) tinggi. Oli ini mampu melumasi seluruh&lt;br /&gt;
bagian mesin sampai di sela-sela kecil sekalipun. Tingkat kekentalannya pun&lt;br /&gt;
stabil meski dalam kondisi ekstrem, dan mampu menjaga mesin meski pada suhu&lt;br /&gt;
tinggi. Klasifikasi oli sintetis tidak berbeda dengan oli biasa. Pelumas&lt;br /&gt;
sintetis mempunyai jenis klasifikasi tingkat kekentalan tunggal (single&lt;br /&gt;
grade), misalnya SAE 20, SAE 40 dan SAE 50. Ada juga jenis klasifikasi&lt;br /&gt;
tingkat kekentalan jamak (multigrade) antara lain SAE 15W-50 atau SAE&lt;br /&gt;
20W-50. Bahkan, pada aplikasi motor balap atau mesin berteknologi&lt;br /&gt;
mutakhir, tingkat kekentalannya sering dibuat sangat ekstrem, misalnya SAE&lt;br /&gt;
5W-50, SAE 10W-60. Mengingat oli sintetis memiliki banyak keunggulan dan&lt;br /&gt;
proses pembuatannya lebih rumit dibanding oli biasa, harganya pun relatif&lt;br /&gt;
mahal. Nah, untuk memilih oli yang pas, sesuaikan dengan kebutuhan mesin&lt;br /&gt;
motor Anda.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://piokita.blogspot.com/feeds/6494257910649661649/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://piokita.blogspot.com/2013/05/pemilihan-pelumas-buat-scorpio-z.html#comment-form' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8263326961582488848/posts/default/6494257910649661649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8263326961582488848/posts/default/6494257910649661649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://piokita.blogspot.com/2013/05/pemilihan-pelumas-buat-scorpio-z.html' title='Pemilihan Pelumas Buat Scorpio Z'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15822465532214301017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8263326961582488848.post-56628326723177961</id><published>2013-05-14T20:37:00.000-07:00</published><updated>2013-05-14T20:37:02.031-07:00</updated><title type='text'>Bore up Scorpio</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;h2 style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 11px; margin: 0px 0px 1em; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Bore up sampai 275cc&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;Kepengin mesin Yamaha Scorpio naik jadi 300 cc? Kapasitas silinder asli 225 cc harus didongkrak sekitar 75 cc lagi. Dan itu bisa dilakukan orang paham dan berani melakukan pembesaran. Tapi yang awam juga boleh ikutan dan minta panduan dari mekanik. Apalagi setelah baca tulisan ini, moga ngerti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiER4VyYjdubmY8wCt7fq0kRz_OWtRnX6ykKfmtiEjgvo5QiTRsXbcm2HgtZAyTB5GVjL-JbCpS7ufIwxU4EBncyP6RiBeCkNfgpx_YgTLChkhw4ir9rkVk7sC-8rjPhNmzBAmCnhxjhuc/s1600/crankcase-scorpio.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiER4VyYjdubmY8wCt7fq0kRz_OWtRnX6ykKfmtiEjgvo5QiTRsXbcm2HgtZAyTB5GVjL-JbCpS7ufIwxU4EBncyP6RiBeCkNfgpx_YgTLChkhw4ir9rkVk7sC-8rjPhNmzBAmCnhxjhuc/s1600/crankcase-scorpio.jpg&quot; height=&quot;153&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;Nah, belum lama Ari Supriyanto dari bengkel Protechnics berani melakukan ubahan itu. Diklaim pebengkel di Jl. Pahlawan, No. 1, Rempoa, Ciputat Tangerang ini katanya cara bikinnya termasuk mudah. “Maksud saya, tidak sampai geser 4 baut silinder. Apalagi takut kehabisan daging liner di crankcase setelah boring diganti ukuran lebih besar,” jelas Ari yang sudah dua kali bikin ubahan seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot; /&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;Kata Ari lagi, tidak terlalu berat kalau naiknya kapasitas jadi 275 cc. Pasang liner dari mobil diesel dan disumpal piston YZF250 diameter 77,5 mm di setang piston standar. Alhasil, kalau dihitung pakai rumus volume silinder, jadinya sekitar 273,4 cc dan dibulatkan jadi 275 cc.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot; /&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;more-496&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;“Pasang diameter piston 77,5 mm itu di Scorpio-Z idealnya pakai liner mobil diesel. Sebab selain material kuat, juga tahan temperatur tinggi. Apalagi sekarang media geseknya makin besar,” lanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;Mudahnya lagi, kepala piston rata bikin kompresi rendah. Juga memiliki pen piston berdiameter sama, yaitu 16&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;mm dengan standar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXhgzoULPt6QHRuXocl_ku0r-knorBxaEDnOYWqtibpPAEHg7ufE5uUPQltZALYdOwZHzuzlzXmTPxNHazJDCXLjYRWi5auA-beqyWDfZbDd8k2yyITLn_nNnU5TfM2vvksMZJ_zKPcoY/s1600/piston-yzf250.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXhgzoULPt6QHRuXocl_ku0r-knorBxaEDnOYWqtibpPAEHg7ufE5uUPQltZALYdOwZHzuzlzXmTPxNHazJDCXLjYRWi5auA-beqyWDfZbDd8k2yyITLn_nNnU5TfM2vvksMZJ_zKPcoY/s1600/piston-yzf250.jpg&quot; height=&quot;159&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;Hanya saja saat akan digandeng&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;&amp;nbsp;ke seta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;ng piston standar, bagian dalam badan piston atau tempat duduk setang dan pen piston atas perlu dipapas. Sekitar 2 mm kanan-kirinya.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;Setelah itu piston seharga Rp 1,8 juta berikut ring dapat dengan mudah masuk ke liner silinder blok. Tentu tanpa gangguan di bagian kruk as atau di sekitar kepala silinder.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;TETAP DISESUAIKAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjslerqNxwr_rj5rZvAdbItWjT0QGBbkSxewjjxiRS2252AcRuw7rerQCbDht4eREztXtuNvruYEMYa4blaCFzzorLBInsGfBs_LyxyUVSWsYVDEqfuBJxfievH0IiIsZwP6oFigPJbs7g/s1600/liner-diesel.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjslerqNxwr_rj5rZvAdbItWjT0QGBbkSxewjjxiRS2252AcRuw7rerQCbDht4eREztXtuNvruYEMYa4blaCFzzorLBInsGfBs_LyxyUVSWsYVDEqfuBJxfievH0IiIsZwP6oFigPJbs7g/s1600/liner-diesel.jpg&quot; height=&quot;200&quot; width=&quot;150&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;&amp;nbsp;Meski diklaim mudah dipasang, Ari mengaku kalau ubahannya tetap melakukan perbaikan di bebarapa bagian. Seperti kepala silinder, diameter kubahnya kudu disesuaikan diameter piston. Lalu atur ulang kompresi lewat penambahan tebal paking atas dan memapas daging kubah agar mudah didapat perbandingannya.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;Lalu bagian kepala piston asli YZF250 yang ada 4 lubang klep dicustom untuk menghindari klep mentok saat naik-turun atau overlap. Tentu dibikin coakan baru itu mengikuti pola klep di kepala silinder Scorpio yang hanya 2 batang.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;Sedang di bagian silinder blok, hanya mengikuti bentuk semula. Karena tidak ada perubahan pada langkah atau stroke.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot; /&gt;&lt;b style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERLU DIPERHATIKAN&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;Coba deh lihat bentuk piston YZF250 yang berbadan ceper. Otomatis gerak naik-turun semakin cepat, ringan juga minim gesekan. Maka sebagai pengimbang, pelumasan dinding liner perlu ditilik ulang. Sebab kalau kurang pelumas di liner, piston rawan ngancing.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;&quot;&gt;Untuk menghidari seher atau piston ngunci, Ari minta tukang bubut melakukan proses ganti dan huning liner. “Saya punya 2 teman tukang bubut berbeda. Satu untuk ganti liner dan satunya lagi ngehun. Kebetulan sama-sama ahli soal itu, sehingga saya percaya mesin tidak ngejim lagi,” wanti Ari yang bilang kalau proses ini termasuk paling sakral.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://piokita.blogspot.com/feeds/56628326723177961/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://piokita.blogspot.com/2013/05/bore-up-scorpio.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8263326961582488848/posts/default/56628326723177961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8263326961582488848/posts/default/56628326723177961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://piokita.blogspot.com/2013/05/bore-up-scorpio.html' title='Bore up Scorpio'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15822465532214301017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiER4VyYjdubmY8wCt7fq0kRz_OWtRnX6ykKfmtiEjgvo5QiTRsXbcm2HgtZAyTB5GVjL-JbCpS7ufIwxU4EBncyP6RiBeCkNfgpx_YgTLChkhw4ir9rkVk7sC-8rjPhNmzBAmCnhxjhuc/s72-c/crankcase-scorpio.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8263326961582488848.post-6352550267872139904</id><published>2013-05-13T06:09:00.001-07:00</published><updated>2013-05-13T07:34:56.081-07:00</updated><title type='text'>Mesin Yamaha Scorpio Kasar</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Tips&#39;y mengurang suara kasar pada mesin scorpio&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
prosedur seperti biasa checking &amp;nbsp;ringan sekalian &amp;nbsp;service rutin berkala, bongkar Carburator &amp;amp; cleaning box air filter&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bersihkan endapan yang ada di mangkuk floatoing karburator, jika banyak endapan di &amp;nbsp;mangkuk &amp;nbsp;tersebut bisa ikut terhisap oleh spuyer (pilot jet – main jet) &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;selain &amp;nbsp;bisa mengikis &amp;nbsp;juga bisa membuat &amp;nbsp;salurat lubang2 nya &amp;nbsp;tersumbat,&lt;br /&gt;
oke &amp;nbsp;sekalian cleaning &amp;nbsp;pakai carb cleaner &amp;nbsp;sampai &amp;nbsp;bersih &amp;nbsp;di &amp;nbsp;bagian2 yang menyempit untuk karbu &amp;nbsp;standart scorpio &amp;nbsp;kalau dirasa tidak ada masalah &amp;nbsp;mending membran vakum &amp;nbsp;tidak usah &amp;nbsp;dibuka , cukup bersihkan saluran2 nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;sekalian &amp;nbsp;bersihkan &amp;nbsp;debu2 &amp;nbsp;yang membandel &amp;nbsp;pada busa air filter, bersihkan box filter yang biasanya ada sedikit cipratan &amp;amp; uap oli yang keluar dari oil breather engine.&lt;br /&gt;
lanjut check busi sekalian bersihkan jika masih bagus , &amp;nbsp;posisikan TMA (titik mati atas piston) dengan memutar nut &amp;nbsp;crank shaft dengan &amp;nbsp;kunci shock &amp;amp; ratched handle dari block sebelah kiri / block magnet, posisi top bisa dilihat dari lubang intip pada rotor magnet&lt;br /&gt;
setelah posisi piston &amp;nbsp;TMA tercapai (bisa juga &amp;nbsp;di &amp;nbsp;cek &amp;nbsp;via &amp;nbsp;lubang &amp;nbsp;busi, piston &amp;nbsp;sudah &amp;nbsp;mendekati lubang &amp;nbsp;dan berhenti stagnan di atas) kemudian &amp;nbsp;buka cover penyetel klep dengan &amp;nbsp;kunci pembuka cover *kunci no 24 ,&lt;br /&gt;
next persiapkan feeling yang good mood &amp;nbsp;untuk &amp;nbsp;melakukan setting valve&lt;br /&gt;
sediakan &amp;nbsp;kunci no 10, &amp;nbsp;obeng (-) pendek &amp;amp; fuller gauge &amp;nbsp;untuk melakukan &amp;nbsp;setting valve , &amp;nbsp;nah &amp;nbsp;karena &amp;nbsp;rekan &amp;nbsp;WD &amp;nbsp;ini &amp;nbsp;minta &amp;nbsp;agar &amp;nbsp;di &amp;nbsp;setel &amp;nbsp;rapat &amp;nbsp;yo &amp;nbsp;wis &amp;nbsp;tak &amp;nbsp;setting &amp;nbsp;di &amp;nbsp;celah 0,09mm untuk valve in &amp;nbsp;&amp;amp; &amp;nbsp;0,1 mm untuk &amp;nbsp;valve &amp;nbsp;out &amp;nbsp;*clearence feeling sesuaikan &amp;nbsp;selera setel kendor apa setel span tentunya masih &amp;nbsp;di range aturan penyetelan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
nah &amp;nbsp;kasus &amp;nbsp;pada &amp;nbsp;si kalajengking &amp;nbsp;yang dikeluhkan &amp;nbsp;bersuara kasar ini &amp;nbsp;ternyata &amp;nbsp;saat &amp;nbsp;di &amp;nbsp;tap oli &amp;nbsp;mesinnya hitam &amp;nbsp;kental &amp;nbsp;bercampur &amp;nbsp;gram &amp;nbsp;gitu &amp;nbsp;dech.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 15.671875px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;klo udah &amp;nbsp;kaya gini coba&amp;nbsp; check&amp;nbsp; cartridge oil filter nya&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; membuka&amp;nbsp; 3&amp;nbsp; baut&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; kunci&amp;nbsp; – L – 5 dan biasa&#39;y pasti ada endapan&amp;nbsp; oli&amp;nbsp; bercampur&amp;nbsp; gram&amp;nbsp; ngumpul&amp;nbsp; di&amp;nbsp; area&amp;nbsp; ini&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11px;&quot;&gt;&amp;nbsp;bersihkan klo bisa. tpi lebih baik gati dengan yg baru. pke yang ori ya brroooooo..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://piokita.blogspot.com/feeds/6352550267872139904/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://piokita.blogspot.com/2013/05/mesin-yamaha-scorpio-kasar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8263326961582488848/posts/default/6352550267872139904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8263326961582488848/posts/default/6352550267872139904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://piokita.blogspot.com/2013/05/mesin-yamaha-scorpio-kasar.html' title='Mesin Yamaha Scorpio Kasar'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15822465532214301017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8263326961582488848.post-2656764249467239743</id><published>2013-05-13T03:16:00.002-07:00</published><updated>2013-05-15T20:45:05.939-07:00</updated><title type='text'>Masalah Pada Scorpio Z</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;background-color: white; color: black; font-family: inherit; text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; font-size: small; line-height: 24px;&quot;&gt;1. Mesin cepat panas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 24px;&quot;&gt;Kapasitas 225 cc motor ini memang menghasilkan performa yang bisa dibilang luar biasa dan tidak gampang haus (BBM). Artinya butuh asupan BBM yang kaya. Nah, jika asupan BBM nya miskin alias ke-irit-an akan menimbulkan mesin yang sangat cepat panas bahkan bisa sampai mogok, seperti yang saya alami beberapa hari lalu dan telah saya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://rideralam.wordpress.com/2011/05/26/mau-irit-malah-sulit/&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px;&quot; title=&quot;Mau Irit Malah Sulit!&quot;&gt;posting&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 24px;&quot;&gt;. Untuk mengatasi problem mesin cepat panas ini bisa dilakukan dengan setting karburator. Kalau main jet standar Scorpio ukurannya 110, maka bisa dinaikkan jadi 115 (nah ini saya tidak begitu paham, tapi tinggal bilang koq kalau ke bengkel) atau ada cara lain yaitu dengan main jet tetap standar tapi menaikkan pilot jetnya dari standar pabrik 17,5 menjadi 22,5 (nah kalau yang ini saya…juga kurang paham hehehe…) —-&amp;gt; belum saya lakukan untuk yang pertama ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 20px; margin-top: 20px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;2. Sokbreker Amblas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 20px; margin-top: 20px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;sepertinya setiap mendengar motor scorpio pasti pikiran bro-bro sekalian langsung menuju kalimat “ambles ga shok belakangnya?”. Sebenarnya scorpio series ini merupakan model sport touring, jadi memang didesign tinggi depan dan rendah belakang dengan asumsi ayunan motor optimal. Namun, sepertinya rangka bodi belakang kurang rigit sehingga mudah untuk ambles. Scorpio baru sudah bisa mengatasi “fitur” ambles ini, walaupun memang tidak nungging.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 20px; margin-top: 20px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Untuk lebih menenangkan hati, daripada dikira ambles, si Pio saya akhirnya ditinggikan shok belakangnya. Tipe monoshok yang&lt;a href=&quot;http://rideralam.wordpress.com/2011/06/01/perawatan-monocross-scorpio/&quot; style=&quot;margin: 0px; padding: 0px;&quot; title=&quot;Perawatan Monocross Scorpio&quot;&gt;monocross&lt;/a&gt;&amp;nbsp;mengaplikasikan link sebagai “dudukan” shokbreker. Link ini terdiri dari arm relay (AR) dan connecting rod (CR). Jadi bisa dimodifikasi di dua part itu, boleh salah satunya atau dua-duanya. Setelah konsultasi dengan ahlinya, saya disarankan untuk mengganti CR yang lebih pendek (bukan yang panjang lho) untuk menaikkan posisi AR hingga shokbreker terangkat sekitar 5 cm dan tidak menyebabkan shok jadi keras (tidak merubah sudut dudukan shokbreker). Jika AR yang diganti, sudut kemiringan shokbreker akan berubah menjadi lebih tegak akibatnya akan membuat shok jadi keras. Oh..begitu toh..hehehe…Harga CR waktu saya beli via online adalah 275 rb, wuih mahal ya…iya agak mahal karena bahannya besi utuh bukan las-lasan. Demi keamanan mahal dikit gpp deh.. —–&amp;gt; sudah diaplikasikan ke si Pio saya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 20px; margin-top: 20px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;3. Knalpot Nembak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 20px; margin-top: 20px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ciri lain dari “kalajengking” ini adalah motor tembak, lho koq? hehehe…eits bukan dalam arti sebenarnya, motor nembak maksudnya knalpot scorpio nyaris selalu menghasilkan letupan-letupan saat menurunkan deru mesin seperti suara tembakan. Koq bisa ya? AIS lah yang bertanggungjawab menyebabkan terjadinya itu. Air Induction System berfungsi untuk menekan emisi gas buang, suatu sistem pembuangan hasil pembakaran mesin yang diklaim lebih ramah lingkungan yang diciptakan oleh Yamaha (PAIR pada Honda). AIS ini yang menyebabkan seperti ada kebocoran udara di knalpot sehingga nembak-nembak. Solusinya bisa dengan menutup lubang AIS menggunakan baut atau penyumbat lain. Lha trus bagaimana dengan kualitas emisi gas buangnya? ini saya belum nemu jawabannya bro, ada yang bisa bantu?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 20px; margin-top: 20px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ada cara lain selain menutup lubang AIS, Yakni dengan mengganti main jet standar (ukuran 110) dengan ukuran 115, serta menaikkan satu step setelan jarum skep (nah lho kalau dah teknis banget gini, alamat saya belum mengerti hehehe…awam)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Nah, itu ada tiga hal yang sering dialami oleh motor Scorpio series, termasuk si Pio saya. Semoga bermanfaat terutama buat saya sendiri dan buat bro-bro sekalian sesama penyemplak Scorpio. Salam scorpie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://piokita.blogspot.com/feeds/2656764249467239743/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://piokita.blogspot.com/2013/05/1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8263326961582488848/posts/default/2656764249467239743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8263326961582488848/posts/default/2656764249467239743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://piokita.blogspot.com/2013/05/1.html' title='Masalah Pada Scorpio Z'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15822465532214301017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8263326961582488848.post-7022631932768902280</id><published>2013-05-11T04:35:00.000-07:00</published><updated>2013-05-13T07:36:11.710-07:00</updated><title type='text'>Spesifikasi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Tipe mesin Yamaha Scorpio Z adalah 4 langkah.
    SOHC pendingin udara dengan diameter x langkah : 70 x 58 mm.
    Volume Silinder : 223 cm dan Perbandingan Kompresi : 9.5 : 1
    Susunan Silindernya Tunggal Tegak
    Jenis dan Sistem Pengapiannya DC-CDI.
    Kopling adalah Manual basah dengan Gigi Transmisi 5 kecepatan dan Pola Pengoperasian Gigi: 1-N-2-3-4-5.
    Rem depannya adalah cakram double piston sedangkan rem belakangnya tromol.
    Dimensi : PxLxT : 2020 x 770 x 1090 mm.
    Sistem Starter : Kick &amp;amp; Electric.
    Daya Maksimum : 19 PS/8.000 RPM
    Torsi Maksimum : 1.86 kgf.m/6.500 RPM.
    Kapasitas tangki bensinnya : 12 - 14 liter.

    Generasi Kedua : 12 liter.
    Generasi Ketiga : 13,5 liter.
    Generasi Keempat : 14 liter.
    Generasi&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Kelima : 13 liter. Kapasitas Oli mesin : 1400ml Tipe Karburator : MIKUNI BS30 x 1 Tipe Baterai : GM7B-4B Tipe Busi : NGK / DP8EA-9 Berat chassis/rangka adalah 125 kg dengan Tipe Double Cradle. Panjang x Lebar x Tinggi : 2025mm x 765mm x 1095mm. Jarak Sumbu Roda adalah 1295 mm dan jarak ke tanah 165 mm. Tinggi tempat duduk adalah 770 mm. Berat isi: 141kg. Knalpot: 5BP. Generasi pertama: 5BP2. Generasi kedua: 5BP Generasi ketiga: 5BP4 Generasi keempat: 5BP6 Generasi kelima: 5BP6&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://piokita.blogspot.com/feeds/7022631932768902280/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://piokita.blogspot.com/2013/05/spesifikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8263326961582488848/posts/default/7022631932768902280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8263326961582488848/posts/default/7022631932768902280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://piokita.blogspot.com/2013/05/spesifikasi.html' title='Spesifikasi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15822465532214301017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>