<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436</id><updated>2026-05-25T16:50:54.298+07:00</updated><category term="Notes"/><category term="My stories"/><category term="Know how"/><category term="Edisi Kabupaten Brebes"/><category term="Kultwit"/><category term="Poets"/><category term="My Songs"/><title type='text'>@coachDika</title><subtitle type='html'>Learning, reading, writing, coaching, designing, singing and speaking!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>97</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-2417400176681333028</id><published>2016-08-23T16:42:00.003+07:00</published><updated>2016-08-23T16:43:17.623+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Know how"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Notes"/><title type='text'>Cara Mudah Ganti Faskes Pertama BPJS Kesehatan</title><content type='html'>Satu pengalaman lagi yang cukup &#39;seksi&#39; untuk dibagi ke kalian semua. Kali ini tentang salah satu layanan milik Pemerintah yang seringkali bernada sumbang didengar. Iya, layanan itu bernama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Saya akan coba berbagi bagaimana &lt;a href=&quot;http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/08/cara-mudah-ganti-faskes-pertama-bpjs.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Mudah Ganti Faskes Pertama BPJS.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyRu8TDCmL05guUDCxYicIY9G_73bbYRhDugRO7CypFQgVfU1TpLUDFLi8kr0xd23oGqxSTwZuWOO91qly1l1qKwfYAeJjrW5y5Rlz-NxkiXxFzd904mIdovQsR1zfQpsMlJkaNON5KzOY/s1600/Logo-BPJS-Kesehatan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;189&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyRu8TDCmL05guUDCxYicIY9G_73bbYRhDugRO7CypFQgVfU1TpLUDFLi8kr0xd23oGqxSTwZuWOO91qly1l1qKwfYAeJjrW5y5Rlz-NxkiXxFzd904mIdovQsR1zfQpsMlJkaNON5KzOY/s320/Logo-BPJS-Kesehatan.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Bagi sebagian orang berpendapat layanan BPJS ini kurang fleksibel. Alasannya simpel, ianya harus menyertakan kolom faskes pertama, yaitu instansi pertama yang harus dituju sebagai tempat berobat pengguna layanan ini. Jadi kalau ingin berobat atau menggunakan layanan BPJS ya harus ke faskes pertama ini. Kalau ingin ke tempat lain, harus dapat rujukan dari faskes pertama ini. Itu pun harus satu daerah/Kabupaten/Kota. Nah bagaimana kalau mau berobat di daerah di luar area Kabupaten/Kota faskes pertama? Simak cerita&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/08/cara-mudah-ganti-faskes-pertama-bpjs.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Mudah Ganti Faskes Pertama BPJS&lt;/a&gt; berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konon saya dan istri berdomisili di Kabupaten X. Suatu saat istri saya hamil dan dia ingin melahirkan di kampung halaman, sebut saja Kabupaten Y. Saya termasuk salah satu pengguna layanan BPJS Kesehatan yang diberikan oleh kantor tempat saya bekerja. Karena saya dan istri berdomisili di Kabupaten X, maka faskes pertama yang saya gunakan untuk layanan ini juga berada di Kabupaten X. Alias kartu BPJS saya dan istri hanya berlaku untuk faskes pertama yang tertulis di kartu tersebut di Kabupaten X.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat usia kandungan mendekati 9 bulan, kami pun berniat untuk menggunakan jasa BPJS di Kabupaten Y, tempat asal kami. Layanan yang ingin kami dapatkan antara lain periksa kandungan dan layanan poned puskemas di Kabupaten Y. Nah, karena kurang fleksibel tadi, kartu BPJS kami tidak bisa langsung digunakan di layanan kesehatan di Kabupaten Y. Harusnya kalau sudah online, bisa berlaku di seluruh Indonesia kan? BPJS tidak!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jangan kawatir. Bukan tidak bisa sama sekali. Kesempatan itu masih ada! Kartu BPJS kita masih bisa digunakan di mana saja, di seluruh daerah di Indonesia. Caranya adalah dengan MENGGANTI FASKES PERTAMA kartu BPJS kita. &lt;a href=&quot;http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/08/cara-mudah-ganti-faskes-pertama-bpjs.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Begini Cara Mudah Ganti Faskes Pertama BPJS&lt;/a&gt; kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;ASUMSIKAN MUDAH! Jangan mempersulit diri. Bawa opini pikiran kita bahwa hal ini mudah untuk dilakukan. Ya, bener-bener gampang kok. Serius! Kalau memang pada perjalanannya dipersulit, berarti ada yang salah dengan aparatnya. Komplain saja!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;CUKUP BAWA KARTU BPJS DAN KTP! Tidak perlu bawa berkas-berkas yang ribet. Cukup bawa kartunya. Tapi jangan lupa, iuran bulanannya harus sudah dibayar ya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;DATANG KE KANTOR BPJS. Kantor BPJS yang mana? Kalau pada kasus saya, berarti bisa ke kantor di Kabupaten X atau di Kabupaten Y. Pengalaman kemarin, saya mengurusnya ke kantor BPJS Kabupaten Y.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;MINTA FORMULIR PINDAH FASKES dan NOMOR ANTRIAN. Sesampainya di kantor BPJS, segera cari bagian informasi atau penyedia formulir. Karena ada banyak formulir, bilang saja sama penyedia formulirnya &quot;Mau pindah faskes&quot;. Jangan lupa juga minta nomer antriannya. Kemudian isi formulirnya sesuai dengan yang kita inginkan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;SAATNYA KETEMU MBAK-MBAK atau MAS-MAS CUSTOMER SERVICE. Saat nomor antrian kita dipanggil, di situlah kita berbahagia. hehehe. Menunggu sekian banyak antrian! Setelah itu curhat saja sama CS-nya, dan, bimsalabim, dia akan mengabulkan apa yang kita inginkan! Tanyakan apa yang harus ditanyakan. Kalau bingung jangan diem aja! &lt;br /&gt;Pengalaman saya mengganti faskes saat bertemu CS, dia hanya menempelkan selembar kertas stiker kecil berwatermark BPJS di atas tulisan faskes pertama di kartu BPJS saya, kemudian menuliskan nama faskes pertama baru saya dengan tulisan tangan. Sesimpel itu! *cengoh* :O Saat saya tanya, &quot;Ini bisa berlaku mulai kapan mbak?&quot;. Mbaknya dengan wajah penuh keyakinan menjawab, &quot;Bisa hari ini juga mas!&quot; *makin cengoh*&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;CATATAN PENTING! Kartu BPJS yang sudah diganti faskesnya ini berlaku untuk seterusnya. Kalau kita ingin ganti faskes pertama lagi ke faskes awal atau faskes lain, kita harus nunggu 3 bulan setelah kita ganti faskes terakhir. Belum ada informasi batas maksimal berapa kali kita bisa ganti faskes. Jadi kita bisa ganti faskes sesuai kebutuhan kita seterusnya. *bahagia* :D&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div&gt;
Nah, begitu kira-kira &lt;a href=&quot;http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/08/cara-mudah-ganti-faskes-pertama-bpjs.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Mudah Ganti Faskes Pertama BPJS&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Kesehatan kita. Kalau ada yang mudah, ngapain dipersulit? Iya kan? Semoga bermanfaat ya. Dan tetap, yang paling penting adalah jaga kesehatan tubuh kita! ^_^&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/2417400176681333028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/08/cara-mudah-ganti-faskes-pertama-bpjs.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/2417400176681333028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/2417400176681333028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/08/cara-mudah-ganti-faskes-pertama-bpjs.html' title='Cara Mudah Ganti Faskes Pertama BPJS Kesehatan'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyRu8TDCmL05guUDCxYicIY9G_73bbYRhDugRO7CypFQgVfU1TpLUDFLi8kr0xd23oGqxSTwZuWOO91qly1l1qKwfYAeJjrW5y5Rlz-NxkiXxFzd904mIdovQsR1zfQpsMlJkaNON5KzOY/s72-c/Logo-BPJS-Kesehatan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-8578737231700633295</id><published>2016-04-27T08:43:00.002+07:00</published><updated>2016-04-27T08:43:53.835+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Know how"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Notes"/><title type='text'>#HI5TORY | Juara Lima Kali Beruntun Ala Juventus</title><content type='html'>Pertandingan AS Roma vs Napoli semalam jadi sebab para Juventini berbahagia hari ini. Pasalnya hasil tersebut memastikan Juventus juara Serie A di musim 2016/2017. Kekalahan Napoli membuat selisih poin dengan Juventus menjadi 12. Sementara sisa pertandingan musim ini menyisakan 3 &lt;i&gt;giornata&lt;/i&gt;, yang berarti Juve tak mungkin terkejar oleh rival terdekatnya di papan klasemen, Napoli.&amp;nbsp; &lt;i&gt;Hashtag&lt;/i&gt; #HI5TORY menjadi tema euforia kemenangan &lt;i&gt;Lavecchia Signora&lt;/i&gt; musim ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvcMAdkc8oXm3a6ooAj7lkopuoO8MqfB_iQPVCvEa-9i_vvrOu-7RHV5lmabLqI4BwC94j7xIl4fcyvEDLQsb_hHmW9zx7Rey3Ag39m4B8EbgsEVxphg5C0UNyC5-ymrpuGUrEwCdYtvVx/s1600/HI5TORY.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvcMAdkc8oXm3a6ooAj7lkopuoO8MqfB_iQPVCvEa-9i_vvrOu-7RHV5lmabLqI4BwC94j7xIl4fcyvEDLQsb_hHmW9zx7Rey3Ag39m4B8EbgsEVxphg5C0UNyC5-ymrpuGUrEwCdYtvVx/s640/HI5TORY.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kenapa aura juara Juventus musim ini begitu berbeda dengan musim-musim sebelumnya. Walaupun perayaannya (sepertinya) tidak semeriah musim-musim sebelumnya yang dirayakan setelah berakhirnya hasil tim lain, tapi tahun ini adalah tahun perolehan titel yang sangat spesial buat Juve. Alasannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, kehilangan pemain-pemain pilar seperti Pirlo, Tevez dan Vidal, membuat Juventus diragukan oleh banyak pihak untuk mempertahankan gelar juara serie A yang diraihnya musim lalu. Hal itu terbukti dengan hasil awal musim yang buruk. Tiga pertandingan pertama Juventus musim ini hanya menghasilkan 1 poin bagi tim yang bermarkas di J-Stadium ini. Hingga pekan ke-10, setelah kandas oleh Sassuolo, Juve hanya bisa bertengger di posisi 12 yang merupakan hasil dari 4 kali kalah, 3 kali seri, dan 3 kali menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun semuanya berubah sejak pekan ke-11. Derbi melawan Torino jadi titik balik Juventus. Kemenangan 2-1 di J-Stadium mengawali trek sempurna Juventus menuju juara. Hingga pekan ke-35 kemarin melawan Fiorentina, Si Nyonya Tua berhasil membukukan 24 kemenangan dan 1 kali seri, dalam 25 laga terakhirnya. Hal tersebut diamini dengan terseok-seoknya para tim rival macam Inter Milan, Roma dan Napoli. Tim terakhir menjadi tim yang paling kuat bersaing dengan Juventus menuju puncak klasemen. Tanggal 14 Februari saat Juve menaklukkan Napoli 1-0, menjadi pembuktian bahwa Juve belum habis sekaligus mengakuisisi puncak klasemen yang sebelumnya diduduki oleh rival terberatnya tersebut. Sampai pekan ke-35, disaat Juventus menang melawan Fiorentina 2-1, di hari berikutnya Napoli justru kalah melawan AS Roma di Olimpico Roma 1-0. Pekan yang menyempurnakan &lt;i&gt;come back&lt;/i&gt; luar biasa Juventus musim ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, titel musim ini adalah titel untuk kelima kalinya bagi Juve. Titel pertama diraih pada saat Conte masih jadi Allenatore untuk pertama kalinya di musim 2011/2012. Tiga tahun berturut-turut melatih Juve, Conte sapu bersih dengan mempersembahkan 3 titel juara Serie-A. Selanjutnya di tahun 2014 Max Allegri menggantikan Conte, yang kemudian hingga sekarang juga menyapu bersih titel 2 kali berturut-turut untuk Juventus. Pencapaian yang belum bisa diraih oleh tim di Serie-A di satu dekade terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, hashtag #HI5TORY ini juga bukan tanpa arti. Tagar ini mewakili prestasi Juventus musim ini. Sesuai dengan artinya &quot;history&quot; yang berarti &quot;sejarah&quot;, Juve memang selalu akrab dengan torehan-torehan sejarah setiap kali menjuarai titel serie-A. Musim ini Juve kembali menorehkan sejarah, yaitu tim pertama yang &lt;b&gt;menjuarai liga 5 kali berturut-turut&lt;/b&gt; sebanyak &lt;b&gt;dua kali&lt;/b&gt;. Setelah sebelumnya di musim 1930/1931 sampai musim 1934/1935, untuk kedua kalinya Juve menorehkan prestasi luar biasanya di musim 2011/2012 sampai 2015/2016. Selain itu, musim ini merupakan keberhasilan Juve menjuarai Serie-A yang ke 34. Hal yang belum pernah ditorehkan oleh tim mana pun di Italia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terakhir, kemenangan musim ini dibersamai dengan bersinarnya dua bintang muda Juve. Ialah Paulo Dybala dan Paul Pogba yang sukses menjadi amunisi serang Juve di lini depan. Paulo Dybala sukses menyarangkan 16 gol musim ini sebagai top scorer Juventus, dan peringkat ke-dua pencetak gol terbanyak di Serie-A setelah Higuain. Pembelian paling sukses yang dilakukan Marotta musim ini. Sementara Pogba, yang menjadi gelandang andalan Juventus, selalu jadi creator serangan di lini tengah. Keduanya berhasil membuat kolaborasi apik di musim 2015/2016 bagi Juve.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga di musim-musim berikutnya Juve makin ciamik dengan performa-performa pemain-pemain lama maupun pemain baru yang akan direkrut musim panas nanti. Tentunya dengan prestasi yang lebih tinggi dari sekedar juara Serie-A. Ya, melihat Il Capitano mengangkat trofi Liga Champion Eropa hal yang diidam-idamkan bagi para Juventini. Semoga ya.. Fino alla fine! Forza Juve!</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/8578737231700633295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/04/hi5tory-juara-lima-kali-beruntun-ala.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/8578737231700633295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/8578737231700633295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/04/hi5tory-juara-lima-kali-beruntun-ala.html' title='#HI5TORY | Juara Lima Kali Beruntun Ala Juventus'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvcMAdkc8oXm3a6ooAj7lkopuoO8MqfB_iQPVCvEa-9i_vvrOu-7RHV5lmabLqI4BwC94j7xIl4fcyvEDLQsb_hHmW9zx7Rey3Ag39m4B8EbgsEVxphg5C0UNyC5-ymrpuGUrEwCdYtvVx/s72-c/HI5TORY.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-8778184527432582159</id><published>2016-04-19T11:42:00.000+07:00</published><updated>2016-04-21T13:28:36.991+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Know how"/><title type='text'>Tips Aman Belanja ke Tanah Abang</title><content type='html'>Akhir pekan kemarin, tepatnya hari Ahad, saya dan istri diberi kesempatan buat jalan-jalan ke Jakarta (lagi). Secara biasanya kita (lebih tepatnya saya) disibukkan dengan agenda kantor masing-masing. Biarpun weekend tapi tetep ngantor. Ya itu resiko pekerjaan. Tapi pekan ini sungguh selo seselo-selonya. Jadilah istri ngajakin nengok Tanah Abang karena penasaran. Niatnya sih cuma pengen jalan-jalan dan belanja mukenah buat sendiri aja. Ujung-ujungnya kulakan barang jualan. Hehehe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha7VZhqYIkFVY5aH0Rt7_22oUVr5qWRIYB3GWHqvHn_ugXhpuQFnPjjD-YJJOXmlXuegUvx0FFuHT0ejtsAWZ2GWxkEJzb_QvXJYmDT9RGU98K_2ayWfT5h_-pskbcl-r_ON_q65hmXL7I/s1600/tanah_abang.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha7VZhqYIkFVY5aH0Rt7_22oUVr5qWRIYB3GWHqvHn_ugXhpuQFnPjjD-YJJOXmlXuegUvx0FFuHT0ejtsAWZ2GWxkEJzb_QvXJYmDT9RGU98K_2ayWfT5h_-pskbcl-r_ON_q65hmXL7I/s320/tanah_abang.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kali itu adalah pengalaman pertama kami ke Tanah Abang dari Bogor. Sebelumnya saya memang sudah pernah ke sana, tapi bareng rombongan teman-teman guru. Semuanya sudah di&lt;i&gt;setting&lt;/i&gt; oleh rekan-rekan panitia, jadi peserta mah tinggal duduk aja, tiba-tiba udah sampai sono aja. Nah, kalo kemarin beda. Saya harus mikir gimana caranya bisa nyampai di Tanah Abang dengan cukup nyaman. Tentunya dengan kombinasi kendaraan pribadi dan kendaraan umum yang terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sempat&lt;i&gt; browsing-browsing&lt;/i&gt; juga sih. Tapi belum ada saran yang lebih baik dari apa yang sudah saya rencanakan. Jadi aja saya pergi sesuai dengan rules yang sudah direncanakan, sepengetahuan saya. Dan setelah dijalani, memang cukup aman dan nyaman guys. Tentunya dengan trik-trik yang ciamik. Barangkali ini bisa jadi referensi buat yang baca ya. Berikut ini beberapa &lt;a href=&quot;http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/04/tips-belanja-ke-tanah-abang-jakarta.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tips Aman Belanja ke Tanah Abang Jakarta.&lt;/a&gt; Gak cuman aman, tapi nyaman dan hemat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Rencanakan dengan matang perjalanan Anda.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Mungkin analogi tersebut juga tepat untuk rencana anda buat hang out ke Tanah Abang. Beberapa hal yang harus direncanakan adalah seperti kapan mau pergi ke sana, dengan apa, jam berapa, dan mau ngapain aja. Itu akan memudahkan langkah anda menuju ke sana. Perhatikan juga beberapa asumsi resiko yang bisa saja terjadi. Seperti hujan, kondisi kendaraan pribadi (ban, lampu, rem dan lain-lainnya) jika menggunakan kendaraan pribadi. Jika semuanya sudah terrencana dengan baik, markiper (mari kita pergi)!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Naik commuter line aja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kendaraan yang murah meriah dan bebas dari kemacetan. Dari Bogor ke Tanah Abang cuma 5000 rupiah satu orang. PP cuma 10000. Bandingin kalau pake mobil atau motor pribadi, selain biaya bensin yang cukup menguras kantong, kemacetan juga jadi penghalang kita menuju ke sana. Sehingga cukup menguras tenaga dan waktu kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dari Bogor, disarankan naik dari stasiun Bogor. Pengalaman saya kemarin naik dari stasiun Bojong Gede gak dapet tempat duduk. Terpaksa berdiri untuk beberapa saat hingga akhirnya bisa duduk juga saat berhenti di stasiun Depok. Jika kita naik dari stasiun Bogor maka kemungkinan besar kita akan dapet tempat duduk dan bisa milih kita mau duduk dimana karena stasiun Bogor adalah stasiun pertama diberangkatkannya Commuterline jurusan Tanah Abang hingga Jatinegara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Sesampainya di stasiun Tanah Abang, siapkan mental!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika Anda belum pernah ke stasiun Tanah Abang, maka akan cukup kaget dengan ramainya stasiun tersebut di akhir pekan. Banyaknya orang yang ingin pergi ke pasar jadi alasan utama ramainya stasiun Tanah Abang. Segera cari penunjuk arah &quot;keluar&quot; dan ikuti saja petunjuk tersebut hingga Anda benar-benar sampai ke pintu keluar. Kalau bingung, tanya saja petugas stasiun yang baju biru-biru dongker berhelm putih&lt;br /&gt;
Sesampainya di pintu keluar, jangan panik! Biasanya akan ada antrian panjang. Jangan kaget! Ya, itu antrian panjang untuk meng-&lt;i&gt;tap &lt;/i&gt;kartu THB commuterline supaya kita bisa keluar stasiun. Segera saja pilih barisan, dan berdiri antri di sana!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Persiapkan tiket pulang!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jangan terlalu terburu-buru untuk segera belanja. Rencanakan dulu perjalanan pulang anda. Jika memang akan menggunakan commuterline lagi untuk perjalanan pulang anda, sebelum keluar stasiun, segera cari loket tiket untuk mengisi ulang kartu THB anda untuk pulang. Biasanya antriannya tidak panjang. Paling cuma nunggu 2-4 orang di depan kita. Hal ini sangat bermanfaat guys! Karena di sore hari nanti ketika Anda pulang, kita gak perlu ngantri! Untuk tips ke-4 ini sangat &lt;i&gt;highly recommended&lt;/i&gt; untuk dilakukan! Jangan sampai lupa!.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Jalan kaki aja!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dari stasiun ke Pasar mending jalan kaki aja guys. Selain menghemat ongkos, kita bisa sekalian jalan-jalan ngliatin penjual-penjual kaki lima di sepanjang perjalanan ke pasar. Siapa tahu ada yang membuat kita tertarik untuk membelinya. Oh iya, pasar yang dimaksudkan itu pasar Tanah Abang blok A dan B ya. Arahnya kalau dari stasiun maka Anda harus ambil jalan ke kanan begitu keluar dari stasiun. Terus ikuti jalan raya dan berjalanlah di trotoar jalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Bawa bekal dari rumah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lamanya perjalanan akan cukup menguras energi kita. Bekal jadi penting di bagian ini. Daripada kita beli di pedagang asongan atau di toko-toko dekat pasar yang harganya tentu lebih mahal, mending kita siapkan saja dari rumah. Dari air minum sampai makan siang, mending kita siapin aja deh dari rumah. Lebih hemat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Siapkan uang secukupnya!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketika sampai di pasar, pastikan dompet kita sudah terisi uang yang ingin kita belanjakan sebelum keliling-keliling untuk berbelanja. Banyaknya toko dan besarnya bangunan pasar yang sampai 15 lantai akan membuat kita bingung. Sehingga ketika nemu produk yang cocok untuk kita beli, segera samperin aja penjualnya. Tidak usah repot-repot cari ATM dulu buat ngambil uang. Dan yang pasti, simpan dompet dan barang berharga lainnya di tempat yang benar-benar aman buat Anda dan masih dalam jangkauan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Pulanglah dengan bahagia!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setelah semua tujuan dari rencana kita tercapai, segeralah untuk pulang. Belanjaan yang kita bawa mungkin cukup memberatkan kita selama perjalanan pulang. Tapi itu tidak akan mengurangi kebahagiaan kita karena telah berhasil belanja dengan harga yang murah meriah. Sampai di stasiun kita akan disuguhi pemandangan antrian loket pembelian tiket. Sementara kita? Tiket sudah di tangan. Tinggal tap dan kita bisa langsung menunggu kereta. Have a nice trip guys! ^_^</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/8778184527432582159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/04/tips-aman-belanja-ke-tanah-abang-jakarta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/8778184527432582159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/8778184527432582159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/04/tips-aman-belanja-ke-tanah-abang-jakarta.html' title='Tips Aman Belanja ke Tanah Abang'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha7VZhqYIkFVY5aH0Rt7_22oUVr5qWRIYB3GWHqvHn_ugXhpuQFnPjjD-YJJOXmlXuegUvx0FFuHT0ejtsAWZ2GWxkEJzb_QvXJYmDT9RGU98K_2ayWfT5h_-pskbcl-r_ON_q65hmXL7I/s72-c/tanah_abang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-1651617250713025952</id><published>2016-04-15T09:45:00.002+07:00</published><updated>2016-04-15T09:55:14.280+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My stories"/><title type='text'>Empat Jalur Sutera # 2</title><content type='html'>Pagi-pagi korek-korekin arsip blogger, alhasil nemu tulisan bersejarah dari blog &lt;i&gt;an unidentified friendship genk called &lt;/i&gt;S.R.A.BI. Judulnya &lt;a href=&quot;http://srabi-enak.blogspot.co.id/2012/09/empat-jalur-sutera-1.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Empat Jalur Sutera #1&lt;/a&gt;. Dan, &lt;i&gt;now I&#39;m really missing you all guys&lt;/i&gt;! Tulisan ini lah mungkin yang merepresentasikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah berapa tahun sudah &lt;i&gt;our togetherness have been apart&lt;/i&gt;. Bukan karena kita sudah tak lagi ingin bersama, tapi ya, &lt;i&gt;coz the hardest part of this, is leaving you&lt;/i&gt; (My Chemical Romance). *apa sih gak jelas* Ya karena memang setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Dan &#39;demi masa depan kita&#39; barangkali adalah alasan yang paling tepat untuk mewakili kisah pahit di antara kita ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJsGvrMf3jTbFqnJW-KqDG-ZMbgTCtYmvbtu4JY47hqG1bHsCKaMvWLEL4BLOxj6mbHWVlmNX6mjbsGUuCz5Vd2h-GxBSAPnEVNoFrOHIu6Ly-Bs_cArpG41xvpVDnet7HFIgfxa0tJCrx/s1600/zhangqian-big15okt13.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJsGvrMf3jTbFqnJW-KqDG-ZMbgTCtYmvbtu4JY47hqG1bHsCKaMvWLEL4BLOxj6mbHWVlmNX6mjbsGUuCz5Vd2h-GxBSAPnEVNoFrOHIu6Ly-Bs_cArpG41xvpVDnet7HFIgfxa0tJCrx/s400/zhangqian-big15okt13.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Barangkali sekarang jalur sutera kita (S.R.A.BI) makin tampak 
perbedaannya. Babi yang sudah menemukan kandangnya yang nyaman, banyak 
pakannya, lumpurnya berlimpah dan bebas dari penjegal. Ayam yang mulai 
serius menikmati gaya hidup hutan belukar, menjauhi hiruk pikuk kandang 
para peternak, dan mencoba mencari tempat bertelor yang nyaman. Sapi 
yang &lt;i&gt;tambah sip ae&lt;/i&gt; dengan dunia digital, mencoba jadi programmer 
handal diantara spesiesnya, dan mungkin dia akan mulai menjajal menjual 
susu perah di &lt;i&gt;e-commerse&lt;/i&gt;. Terakhir, Rubah yang sekarang sudah 
menemukan tambatan hatinya sang rubah betina, sedang asik ngurusin dunia
 ke-Rubah-an dengan berbagai juntrungannya, dan sedang mencari savana terbaik untuk membuat sebuah kerajaan dunia hewan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh saya rindu bertanya kabar dari kalian bertiga guys. Rindu 
main bareng. Rindu sama kelakuan-kelakuan &lt;i&gt;non sense&lt;/i&gt; khas hewan-hewan 
aneh yang menjelma manusia super aneh. Rindu duduk bareng berjam-jam cuman buat 
bertukar ide gila. Rindu Babi yang hobi banget jadi bounty hunters. 
Rindu Sapi dengan pemikiran brutal bin pethuknya. Rindu Ayam dengan 
kelakuan sok manja dan kemayunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika tulisan Empat Jalur Sutera #1 dituliskan pada 21 September 2012, maka tulisan hari ini adalah kisah 3 tahun lebih selanjutnya. Entah apa saja, tapi yang pasti sangat banyak yang udah kita dapetin di sepanjang waktu itu ya guys. Beberapa kali juga kita kopdar, dan saya yang paling jarang kopdar dengan alasan jarak yang terlalu jauh. Tapi saya sangat bersyukur, setidaknya tiga kali kita bisa berkumpul dengan personil lengkap SRABI. Dan sumpah, dari tiga pertemuan itu guwe heran, kenapa kalian gak berubah sih. Cuma berubah casing doang. -_-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya masih ingat dengan obrolan produktif terakhir kita di sebuah rumah makan ternama di Bogor. Kita jadi bikin sekolah kan? Empat kepala kita guwe yakin sangat cukup untuk mewujudkan hal itu guys. Entah sekarang, dua, tiga, empat atau lima tahun lagi. Make it real!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A bunch thanks buat kesediaanya mengerti perasaan guweh. Tiga kali kita kopdar dengan susah payah guweh yang didatengin. Dan ini adalah foto terakhir kita guys, S.R.A.BI plus plus, dengan anggota baru kita. ^_^&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0eXAjwo3YEBYHZHWSZWMgydzgvdBbcfgxG8igSHH8fCiyfJflyUgQWC_vznZjvvJy80POSdNqoeH85xJW5Yf89-Bt0APuYtKopFq0UjgMKxva2JhlFzjFMI_nZG4eN49RcV37NkjiTTbs/s1600/IMG_2677.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0eXAjwo3YEBYHZHWSZWMgydzgvdBbcfgxG8igSHH8fCiyfJflyUgQWC_vznZjvvJy80POSdNqoeH85xJW5Yf89-Bt0APuYtKopFq0UjgMKxva2JhlFzjFMI_nZG4eN49RcV37NkjiTTbs/s640/IMG_2677.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Terakhir, yuk kopdar lagi. Bagi-bagi cerita dan ide gila lagi yuk. Pasti banyak cerita dari kalian. Tapi guwe datang berdua ya. hehehe. Biar begitu, guwe selalu berdoa semoga yang belum segera ditemuin sama betina-betina dan jantannya. Biar kopdar kita tambah rameeee.. :D hehehe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah, begitulah kita...&lt;br /&gt;
Tetap jadi yang tidak dikenal banyak orang..&lt;br /&gt;
Tetap jadi kita sendiri..&lt;br /&gt;
Tetap merasa kangen.. &lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;S.R.A.BI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/1651617250713025952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/04/empat-jalur-sutera-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/1651617250713025952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/1651617250713025952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/04/empat-jalur-sutera-2.html' title='Empat Jalur Sutera # 2'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJsGvrMf3jTbFqnJW-KqDG-ZMbgTCtYmvbtu4JY47hqG1bHsCKaMvWLEL4BLOxj6mbHWVlmNX6mjbsGUuCz5Vd2h-GxBSAPnEVNoFrOHIu6Ly-Bs_cArpG41xvpVDnet7HFIgfxa0tJCrx/s72-c/zhangqian-big15okt13.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-6036448941612205596</id><published>2016-04-12T14:23:00.002+07:00</published><updated>2016-04-26T08:31:35.780+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Know how"/><title type='text'>Kumpulan Soal UN SMP Matematika</title><content type='html'>Bulan-bulan ini lagi hangat-hangatnya UN ya. Setelah kemarin UN SMA, berikutnya siap-siap adik-adik kelas 9 SMP untuk menguji dirinya pantas lulus sekolah atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bawah ini coba saya share &lt;a href=&quot;http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/04/kumpulan-soal-un-smp-matematika-dan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kumpulan Soal UN Matematika SMP&lt;/a&gt;. Buat bahan belajar adik-adik ya. Lumayan buat nambah wawasan dan referensi model soal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifL0V5bmHBmYHC0iTqr4KdlT7VbWbxjLkYwsKVQyYgxcOGB6B0ztM5mCNxG0V-7ffkSaX-aOuTg2VslMySiO2VtzXUcpPMV217gYlFlUPi60NJ7EmIiFnozYYXaxl7Amt7_03RQoxcBeI-/s1600/Soalmtk1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifL0V5bmHBmYHC0iTqr4KdlT7VbWbxjLkYwsKVQyYgxcOGB6B0ztM5mCNxG0V-7ffkSaX-aOuTg2VslMySiO2VtzXUcpPMV217gYlFlUPi60NJ7EmIiFnozYYXaxl7Amt7_03RQoxcBeI-/s640/Soalmtk1.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir4K7vyx-IDSSe2O1jjJeiomjNSnHfF2-6utCI2NnISr6F8ChRwj-zPr8r-jwmx7dOSDQiUA6v8aWjWUr86xwoHiBfR1VLwO2GG7kjgNlccHKfAZPC6suvTFEIf-FNOrUhVwgt3VNYTTep/s1600/Soalmtk2.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir4K7vyx-IDSSe2O1jjJeiomjNSnHfF2-6utCI2NnISr6F8ChRwj-zPr8r-jwmx7dOSDQiUA6v8aWjWUr86xwoHiBfR1VLwO2GG7kjgNlccHKfAZPC6suvTFEIf-FNOrUhVwgt3VNYTTep/s640/Soalmtk2.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat ya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Download di sini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://www.dropbox.com/sh/iufqbhrezb2v3nf/AAAmyJFOPM5QTxKntxYKjeQIa?dl=0&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kumpulan Soal UN SMP Matematika&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/6036448941612205596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/04/kumpulan-soal-un-smp-matematika.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/6036448941612205596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/6036448941612205596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/04/kumpulan-soal-un-smp-matematika.html' title='Kumpulan Soal UN SMP Matematika'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifL0V5bmHBmYHC0iTqr4KdlT7VbWbxjLkYwsKVQyYgxcOGB6B0ztM5mCNxG0V-7ffkSaX-aOuTg2VslMySiO2VtzXUcpPMV217gYlFlUPi60NJ7EmIiFnozYYXaxl7Amt7_03RQoxcBeI-/s72-c/Soalmtk1.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-361813676654159659</id><published>2016-04-11T11:57:00.001+07:00</published><updated>2016-04-11T12:00:55.407+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My stories"/><title type='text'>Pulau Salissingan #2 (what a terrible voyage!)</title><content type='html'>Seperti janji saya pada postingan sebelumnya di &lt;a href=&quot;http://miftahrizkamuna.blogspot.co.id/2016/04/pulau-salissingan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pulau Salissingan&lt;/a&gt; , saya akan menceritakan betapa &lt;i&gt;hectic&lt;/i&gt;-nya perjalanan menuju pulau kecil dari Kepulauan Bala-balakang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menuju ke pulau tersebut, satu-satunya akses termudah adalah kita bertolak dari Kota Balikpapan. Di benak saya mengira akan ada kapal penumpang yang membawa saya menuju ke sana. Telisik punya telisik, setelah mendapatkan info dari beberapa narasumber, ternyata tidak ada transportasi umum yang rutin setiap waktu dari Balikpapan menuju ke Pulau Salissingan, baik itu kapal penumpang maupun speed boat. Barangkali karena sedikitnya frekuensi minat masyarakat yang akan melakukan perjalanan, sehingga tidak ada perusahaan transportasi yang membuka jalur pelayaran ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya alat transportasi menuju ke sana yang sering digunakan oleh penduduk setempat adalah, &lt;b&gt;kapal nelayan. &lt;/b&gt;Iya, kapal-kapal pembawa ikan. Kapal-kapal tersebut merupakan kapal yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan perseorangan untuk menangkap ikan yang berada di sekitar pulau di Kepulauan Bala-balakang. Ini loh salah satu penampakan kapalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY7Tfh2vvBQSZyLGaB1ArIezYuNGqCnJZAVa4qgZSKcmABR45fuvl8d9-Jhve5F3oVi5GjIG7YuDcZ390zUrZk8VjGAgJYgejT1qhTBkefRRD_uV_TI9rJoO3oq-cjCL7R5Y_LzLkn4x6U/s1600/Kapal+Salissingan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY7Tfh2vvBQSZyLGaB1ArIezYuNGqCnJZAVa4qgZSKcmABR45fuvl8d9-Jhve5F3oVi5GjIG7YuDcZ390zUrZk8VjGAgJYgejT1qhTBkefRRD_uV_TI9rJoO3oq-cjCL7R5Y_LzLkn4x6U/s640/Kapal+Salissingan.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kapal Nelayan ke Salissingan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Mustahil kita menuju ke Salissingan tanpa adanya kenalan pemilik kapal maupun nahkoda kapal. Ketika itu diantarlah saya oleh salah satu pemberi tugas ke rumah salah satu pemilik kapal. Namanya Bapak Bayu. Bapak Bayu itu semacam panggilan orang Bugis, yang berarti bapaknya anak yang bernama Bayu. Kalau nama aslinya saya lupa nanyain. hehehe. Beliau adalah seorang nelayan pemilik perusahaan penangkap ikan yang punya tempat tinggal di Balikpapan maupun di Pulau Salissingan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadwal kapal-kapal ke pulau juga beragam. Kalau Bapak Bayu seringnya berangkat dua kali seminggu, yaitu setiap Sabtu malam dan Selasa malam. Biasanya mereka mulai berlayar sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Jadwal akan berlaku jika cuacanya memungkinkan untuk berlayar. Kalau cuaca sedang tidak bersahabat, mereka rela menunda hingga tengah malam baru berangkat atau keesokan harinya baru berangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang beribu sayang, ketika itu saya gagal naik kapal Bapak Bayu. Cuaca buruk jadi salah satu alasannya. Saat itu awan setempat terlihat sangat gelap. Jadwal yang tadinya akan berangkat pukul 18.00, oleh Bapak Bayu sorenya dikonfirmasi kapal ditunda keberangkatannya. Beliau tidak mengatakan tepatnya jam berapa akan berangkat, tergantung kondisi cuaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat cerita kami ketiduran ketika menunggu konfirmasi keberangkatan oleh Bapak Bayu. Jam 2 dini hari saya terbangun dan melihat ada satu panggilan tak terjawab dari Bapak Bayu di HP saya. Kami bergegas menuju ke rumah Bapak Bayu yang jaraknya sekitar 30 menit dari tempat kami bermalam. Sesampainya di sana, tertinggal sudah. Kapal Bapak Bayu dan krunya berangkat sudah. :(&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba menggali informasi dari tetangga-tetangga dan keluarga Bapak Bayu, kami pun menemukan jalan lain menuju Salissingan. Kami akan berangkat bersama sepupu dari Bapak Bayu yang akan berlayar menggunakan kapal pak Linggar. Namun jadwalnya baru akan berangkat esok lusa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapal-kapal yang menuju Salissingan ini hanya bisa kita temui di barisan pelabuhan Kampung Baru Balikpapan. Pelabuhan ini juga merupakan pelabuhan tempat angkutan umum spead boat mangkal. Tapi nggak ada sepid yang jurusan Salissingan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxIdJMErGG7jWaWs-aZbvV-0p6safGh1iQvUeX5kjk_LE8eS3zt6rYkd4IcdiEuOtzT8ha67qIxhuf4U6fGVvDhRX7yFIuVa1vkUd5hQp90QaXrZJrQ2E63y-tA-Ezecd8Ewjnkit-7pok/s1600/Pelabuhan+kampung+baru.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;425&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxIdJMErGG7jWaWs-aZbvV-0p6safGh1iQvUeX5kjk_LE8eS3zt6rYkd4IcdiEuOtzT8ha67qIxhuf4U6fGVvDhRX7yFIuVa1vkUd5hQp90QaXrZJrQ2E63y-tA-Ezecd8Ewjnkit-7pok/s640/Pelabuhan+kampung+baru.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pelabuhan Kampung Baru&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Tiba saat kami untuk bertolak ke pulau. Saat itu kami menunggu di pelabuhan dari pukul 18.00. Akhirnya kapal baru berangkat pukul 22.00 waktu setempat. Di luar dugaan, penumpang yang akan berlayar ke pulau ternyata cukup banyak. Kecilnya dek kapal membuat cukup mustahil untuk ditempati orang sebanyak itu. Belum lagi barang-barang bawaan para penumpang yang jika dibandingkan banyaknya penumpang 1 banding 2. Beberapa penumpang pun terpaksa menggunakan bagian atap kapal sebagai tempat duduk selama perjalanan menuju pulau. Karena memprioritaskan ibu dan anak untuk duduk di dalam kapal, kami pun terpaksa untuk duduk di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sempat tidak percaya akan kenyataan ini. Ditambah sejumlah pertanyaan-pertanyaan di benak saya, &quot;Serius duduk di atas terus kayak gini?&quot;, &quot;ini kalau hujan gimana?&quot;, &quot;kalau ada sesuatu yang nyamber-nyamber di tengah laut gimana?&quot;. Akhirnya dengan meyakinkan diri semua akan baik-baik saja, dan dengan melihat orang lain juga banyak yang bernasib sama dengan saya, mantaplah hati saya untuk berangkat. Bon voyage!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembari ngobrol dengan para penumpang yang lain, saya lihat awan memang cukup cerah. Saat itu yang paling dikhawatirkan adalah hujan. Akan rempong sana sini kalau hujan turun. Tapi keadaan penumpang lain lagi-lagi membuat saya cukup tenang menghadapi resiko-resiko tersebut. Mereka aja kalem-kalem aja, buat apa saya kawatir, kan? Yang harus dipikirkan sekarang adalah gimana caranya saya bisa tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru satu jam berlayar rasanya sudah bosan melihat-lihat pemandangan malam laut Balikpapan. Isinya cuman kapal-kapal besar milik perusahaan-perusahaan minyak yang lagi mangkal. Saya pun berniat untuk segera tidur. Melihat sekitar tempat saya duduk, sepertinya memang cukup memungkinkan untuk berbaring. Dengan tas ransel saya sebagai bantal, jaket yang cukup tebal, saya pun tidur dengan cukup nyaman. Angin laut yang cukup membuat telinga saya dingin, saya antisipasi dengan menutupi kepala dengan handuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukul 3 dini hari saya pun terbangun, dan belum sedikit pun tanda-tanda akan sampai ke pulau nampak. Masih di tengah laut. Gelap. Hanya lampu kapal 5 watt yang menyinari sebagian badan kapal saja yang terlihat. Penumpang lain pun sepertinya masih nyenyak tidur. Hanya ada satu orang yang terbangun untuk sekedar minum air. Udara dingin semakin menusuk ke tubuh. Rasa ingin buang air kecil pun mulai muncul. Saya hanya duduk menatap sekitar kapal sampai bosen. Entah lah apa yang saat itu saya fikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgn1GdUOlHByLOt8LtwBv8opfUGPKZA81R7t10tGodhIYmSywlU0tXcAR0e-Rux6RCK1iFS8wlzgyUFs-9NVhGu1Y-Xi6ZtDG9-iw-MfuP3qg-ToS1bByGShMnJwhGJ2UFv8qongu2iH00e/s1600/kapal+pagi+hari.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;265&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgn1GdUOlHByLOt8LtwBv8opfUGPKZA81R7t10tGodhIYmSywlU0tXcAR0e-Rux6RCK1iFS8wlzgyUFs-9NVhGu1Y-Xi6ZtDG9-iw-MfuP3qg-ToS1bByGShMnJwhGJ2UFv8qongu2iH00e/s400/kapal+pagi+hari.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Penumpang Kapal Bangun Pagi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Pukul 5 pagi, saat mentari mulai memunculkan dirinya. Cakrawala mulai tampak, burung-burung berterbangan menambah hiasan indah pagi hari di tengah laut. Semua penumpang di atas kapal pun sudah membangunkan dirinya. Cukup membahagiakan sih. Setidaknya saya jadi ada teman untuk ngobrol. hehehe. Saat itu juga sudah mulai terlihat pulau kecil yang kalau kata teman ngobrol saya bernama pulau Kebun Durian. Entah kenapa namanya kek gitu, padahal nggak ada sama sekali pohon durennya. -_-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sempat mampir untuk ke pulau Kebun Durian, kemudian lanjut perjalanan, kekhawatiranku pun mulai tampak nyata. Awan mendung mulai menyelimuti langit di atas kapal, tanda akan segera jatuh air hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6Na0hMOPud_tRZAesgiWUBZtA-t9wsHjM7jvI8vOw_4VUIaivAbCx8jJpLPR_xD5-RLMtQrPvNkX4fIItIpI1jq50sDArKuqqtvRTAJbz5OQkyXFpAgeQuWVynOLvAenYlDBOBTMcCzWp/s1600/awan+mendung.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6Na0hMOPud_tRZAesgiWUBZtA-t9wsHjM7jvI8vOw_4VUIaivAbCx8jJpLPR_xD5-RLMtQrPvNkX4fIItIpI1jq50sDArKuqqtvRTAJbz5OQkyXFpAgeQuWVynOLvAenYlDBOBTMcCzWp/s640/awan+mendung.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Awan Mendung di Perjalanan ke Salissingan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Sempat rempong sana sini, kejadian yang tak terduga pun terjadi. Ibu-ibu penumpang yang duduk di samping saya yang ternyata mereka berkeluarga, segera memasang terpal yang mereka bentuk semacam tenda. Dengan modal tali yang melintang sepanjang atap kapal, mereka berteduh di bawah terpal tersebut. Kami pun ikut berteduh. Hujan yang diiringi dengan angin dan kecepatan kapal, membuat air tetap bisa menembus bagian pinggir &#39;tenda darurat&#39; di atas kapal sehingga yang berteduh di pinggiran tenda tetap basah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga hujan reda, pulau Salissingan pun mulai jelas menampakkan seluruh badannya. Beberapa penumpang mempersiapkan diri dan barang-barangnya untuk dibawa ke pulau. Penumpang yang berteduh segera keluar dari tendanya. Suasana mendung berubah ceria. Penantian panjang lebih dari 9 jam akan segera berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFH8x4pCRZnw31O05RBS3ycSUtIxRxZNFeRWs0Aq0jT44rxrx8DopE7KWHePrRvvOy_8ltGEol5fQU-njywfUaAvEKXTKKTAaqRIZqdYhFVtDryZ8-agNx_zriPrehO4_SePCbDeVQjxpC/s1600/pulau+salissingan+terlihat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFH8x4pCRZnw31O05RBS3ycSUtIxRxZNFeRWs0Aq0jT44rxrx8DopE7KWHePrRvvOy_8ltGEol5fQU-njywfUaAvEKXTKKTAaqRIZqdYhFVtDryZ8-agNx_zriPrehO4_SePCbDeVQjxpC/s640/pulau+salissingan+terlihat.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pulau Salissingan Terliha dari Kapal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Sekitar pukul 8 pagi, kapal pun&lt;i&gt; &lt;/i&gt;berhenti dan menurunkan jangkar&lt;i&gt; &lt;/i&gt;di area kurang lebih 300 meter dari bibir pantai. Selanjutnya para penumpang menggunakan perahu ketinting untuk mendarat menuju pulau. Cukup lama menunggu giliran kami naik ketinting karena saat itu hanya 2 perahu yang beroperasii dan setiap perahu hanya bisa mengangkut 3-4 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum mendarat, pose dulu lahh.. hehehe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_GIHCE8ZDq0MTQ0vZm-iDnJH5wxKHJMITwzc77Qeu6BFUPiSG2TE8_9ywq5DHtg3AgVcTh2L4XG2h5Q4SqCj2-8fsZa9TiKCiz2m-q1s47G9Ab_9Z4BGVNmXOxppqJrDc7FFtOBg42kwU/s1600/pose+dong.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_GIHCE8ZDq0MTQ0vZm-iDnJH5wxKHJMITwzc77Qeu6BFUPiSG2TE8_9ywq5DHtg3AgVcTh2L4XG2h5Q4SqCj2-8fsZa9TiKCiz2m-q1s47G9Ab_9Z4BGVNmXOxppqJrDc7FFtOBg42kwU/s640/pose+dong.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, itu dia guys perjalanan menuju pulau Salissingan. Ngeri? Nggak juga sih. Lamaaaa! Bikin bete kalau kita gak bisa menemukan kegiatan yang bisa menghilangkan kejenuhan kita. Terus yang bikin gak enak itu nahan buang air kecilnya itu. &amp;gt;,&amp;lt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini baru berangkatnya aja sih. Lebih nyeremin pulangnya. Ntar cerita lagi. Setelah ini cerita keunikan di dalem pulaunya dulu deh. Jaa naa..&amp;nbsp; </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/361813676654159659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/04/pulau-salissingan-2-what-terrible-voyage.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/361813676654159659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/361813676654159659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/04/pulau-salissingan-2-what-terrible-voyage.html' title='Pulau Salissingan #2 (what a terrible voyage!)'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY7Tfh2vvBQSZyLGaB1ArIezYuNGqCnJZAVa4qgZSKcmABR45fuvl8d9-Jhve5F3oVi5GjIG7YuDcZ390zUrZk8VjGAgJYgejT1qhTBkefRRD_uV_TI9rJoO3oq-cjCL7R5Y_LzLkn4x6U/s72-c/Kapal+Salissingan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-642926489596351614</id><published>2016-04-07T08:23:00.000+07:00</published><updated>2016-04-07T09:43:19.035+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My stories"/><title type='text'>Pulau Salissingan</title><content type='html'>Setelah Nunukan dan Kubu Raya, kali ini giliran dapet kesempatan buat blusukan ke Kabupaten Mamuju. Bukan blusukan deng tepatnya, tapi adventuring broh. Kan katanya &quot;My Trip, My Adventure&quot;. hehehe&lt;br /&gt;
Tapi ini bukan dalam rangka acara-acara TV swasta itu loh ya. Kali ini saya dapat tugas dari tempat saya bekerja untuk asesmen pulau ini dengan segala macam keberagaman isinya. Seru? Banget! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dengan Mamuju mungkin sudah biasa atau seenggaknya pernah denger lah ya. Yang ini gak biasa! Saya juga baru denger setelah mendapat tugas suci ini. Kala itu agak ngeri juga dengerin spoiler yang disampaikan si pemberi tugas akan pulau ini. Tapi tetep, maju aja! Tanggal 25 saya dan satu rekan saya resmi berangkat ke sana! Bon Voyage!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yap, namanya &lt;b&gt;Pulau Salissingan! &lt;/b&gt;Salah satu pulau dari kepulauan-kepulauan yang ada di Kabupaten Mamuju. Nih penampakannya.&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;425&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjABcnyS0jdrO7Ue-AZyTCOtIJhCcbMPPDeI_SnaQoB46l9fk1oYnpNKll_bHFGMKeaE9JB5X6zw_S2093JzExzmunzJ_drMlmBGXk9HLHqm8TDAvLmfnLsb-7kuzKw80JmCb4qaecvrOwA/s640/Pulau+Salissingan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pulau Salissingan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Pulau ini bener-bener gak terkenal loh. Sampai saya nanya sama orang Mamuju yang tinggal di pusat Kabupaten aja gak ngerti. Padahal kan masih satu Kabupaten? Harusnya kalau terkenal dia tau kan keberadaan pulau itu? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMLp4k9uv2LeEY5iRgBA7igtuHXt-NcqbVnJ9-XNWLJcQLWRy99VIt8tdDku9ugnemV9VRdvcYHAy41oxPRMk5_Q4GzB-X4WuFxLPqZ6w-5tbfi_1RN0OmmC5a3_Kiv9usmotrIpa3RrZJ/s1600/mamujukab.go.id.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;209&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMLp4k9uv2LeEY5iRgBA7igtuHXt-NcqbVnJ9-XNWLJcQLWRy99VIt8tdDku9ugnemV9VRdvcYHAy41oxPRMk5_Q4GzB-X4WuFxLPqZ6w-5tbfi_1RN0OmmC5a3_Kiv9usmotrIpa3RrZJ/s320/mamujukab.go.id.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Ternyata memang letak pulau ini jauh dari pusat peradaban Mamuju. Salissingan adalah pulau paling barat dari Kab. Mamuju. Berbatasan langsung dengan batas timur wilayah Kalimantan Timur. Pulau ini merupakan salah satu pulau dari Kepulauan Bala-balakang yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Mamuju. Justru pulau ini dekat dengan Kota Balikpapan. Tapi sedekat-dekatnya ya tetep jauh juga deng. -_-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara administratif pulau ini memang milik Kabupaten mamuju. Namun secara de facto, masyarakat pulau ini bergantung sama Balikpapan, pusat peradaban terdekat. Kebutuhan pokok orang pulau mereka dapatkan dari salah satu Kota di Kaltim ini. Ya, bukan kenapa-kenapa, satu-satunya alasan ya karena akses terdekatnya ke situ. Kalau dibandingkan ke Balikpapan dengan ke Mamuju perbandingan aksesnya 1:3 lah. Baik dari segi jarak, waktu dan biaya. Lagian kalau dari pulau menuju ke Mamuju, jalur terbaik dan teramannya juga memang harus lewat Balikpapan dulu deng. hehe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya saya akan cerita tentang perjalanan menuju ke sana ya. Karena pulaunya gak biasa, perjalanannya juga gak biasa dong ya. Don&#39;t miss it! :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/642926489596351614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/04/pulau-salissingan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/642926489596351614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/642926489596351614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/04/pulau-salissingan.html' title='Pulau Salissingan'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjABcnyS0jdrO7Ue-AZyTCOtIJhCcbMPPDeI_SnaQoB46l9fk1oYnpNKll_bHFGMKeaE9JB5X6zw_S2093JzExzmunzJ_drMlmBGXk9HLHqm8TDAvLmfnLsb-7kuzKw80JmCb4qaecvrOwA/s72-c/Pulau+Salissingan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-8255076439133928385</id><published>2016-04-06T16:37:00.001+07:00</published><updated>2016-04-07T08:24:26.825+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Notes"/><title type='text'>Ujian Itu Bernama Membaca</title><content type='html'>Hampir setahun nggak nulis itu rasanya gimanaa gitu ya. Bercita-cita ingin menerbitkan setidaknya satu buku, malah kenyataanya update tulisan di blog aja ogah-ogahan. Gimana sih? hehehe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi semua itu bukannya tanpa alasan. Mari kita analisis satu per satu beberapa penyebabnya. (lebih tepatnya alibi) hehe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, terakhir kalinya nulis di blog itu bulan Juni tahun lalu. Di mana bulan-bulan setelahnya merupakan agenda padat mempersiapkan hari pernikahan. *uhuuyyy*. Menyiapkan ini itu, pernak pernik, &lt;i&gt;tetek bengek, &lt;/i&gt;agar semuanya berlangsung seperti yang diinginkan. Yah, itu semua cukup menyita waktu dan kesibukan yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR3OYm61KsS25kbKdfCZbtACD7AmaA3seHeWFtNt4BwmWoiAothmcGae0PiSJfx-NNrviwWRvQ2XP13_VcRdeLUz7PAYPQZ1OeXA1_mrDJB9mxZgYHxwGfmnr3FWUfUMHhzZ_26DzDiZx4/s1600/book-stack.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;192&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR3OYm61KsS25kbKdfCZbtACD7AmaA3seHeWFtNt4BwmWoiAothmcGae0PiSJfx-NNrviwWRvQ2XP13_VcRdeLUz7PAYPQZ1OeXA1_mrDJB9mxZgYHxwGfmnr3FWUfUMHhzZ_26DzDiZx4/s320/book-stack.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kedua, saya akui memang akhir-akhir ini jarang baca buku dan diskusi produktif. Sudah hampir satu tahun, nyaris tidak ada satu pun buku yang khatam. Paling hanya dibaca beberapa bab saja, terus bosen, terus berhenti. Jadi saja informasi yang diperoleh tidak seutuhnya diserap dan dicerna oleh otak. Konsistensi membaca buku ini yang kemudian menjadi tantangan saya mulai dari sekarang sampai selanjutnya. Hahaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diskusi produktif yang jarang dilakukan juga membuat otak semakin kering akan ide dan gagasan. Kalau dulu hampir setiap minggu suka bikin diskusi ringan, tapi cukup produktif bareng temen-temen kalau pas lagi makan, atau ngobrol-ngobrol biasa. Tapi entah kenapa, semakin kesini semakin jarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari beberapa alasan di atas, mungkin sejatinya dua alasan terakhir yang paling menguatkan kenapa jadi males nulis. &lt;b&gt;Membaca dan diskusi&lt;/b&gt;! Menambah referensi argumen, memperkaya khazanah ide, itu semua tak akan bisa terwujud kalau kita jarang baca dan diskusi. Hampir tidak ada seorang penulis yang jarang membaca. Hampir tidak ada orang yang pintar berargumen kalau dia jarang diskusi. Keduanya terintegrasi dan saling menguatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Boleh jadi, tulisan ini terlihat kering, dan gak renyah sekali dibacanya, mungkin karena dua alasan di atas.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, baca, baca dan baca!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berharap tulisan ini mengawali semangat untuk konsisten menulis. Semoga istiqomah ya guys! :) </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/8255076439133928385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/04/ujian-itu-bernama-membaca.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/8255076439133928385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/8255076439133928385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2016/04/ujian-itu-bernama-membaca.html' title='Ujian Itu Bernama Membaca'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR3OYm61KsS25kbKdfCZbtACD7AmaA3seHeWFtNt4BwmWoiAothmcGae0PiSJfx-NNrviwWRvQ2XP13_VcRdeLUz7PAYPQZ1OeXA1_mrDJB9mxZgYHxwGfmnr3FWUfUMHhzZ_26DzDiZx4/s72-c/book-stack.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-1243031673303736187</id><published>2015-06-21T06:33:00.002+07:00</published><updated>2015-06-21T06:33:57.338+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Notes"/><title type='text'>Sepenggal Pelajaran dari Depapepe</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTmUkstHBI-o1klRjcGvaqln7wbDBBEOQqmo83UqmSZK0xwNffXSf-t2wf8euKiBx002hJyQMPmvkMOiAMUnGw6ylq1MZDjQ60cp0rvAxXDvI3oFNjudyin8U7LYarHZA3ZbDjGzkHx7P6/s1600/depapepe-10.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTmUkstHBI-o1klRjcGvaqln7wbDBBEOQqmo83UqmSZK0xwNffXSf-t2wf8euKiBx002hJyQMPmvkMOiAMUnGw6ylq1MZDjQ60cp0rvAxXDvI3oFNjudyin8U7LYarHZA3ZbDjGzkHx7P6/s320/depapepe-10.jpg&quot; width=&quot;271&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Berawal dari sebuah acara training di tempat saya belajar yang kemudian sering memutar instrumen-instrumen yang &lt;i&gt;easy listening &lt;/i&gt;dan bikin enjoy telinga. Memang dasar saya orang yang tipe audio banget sehingga mudah untuk jatuh cinta dengan sebuah lagu hanya dengan sekali atau dua kali putar. Seketika langsung saya kepoin lagu enak tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketemulah sebuah lagu berjudul, &quot;Ii hi datta ne&quot; yang dimainan oleh grup musik asal Jepang, Depapepe. Yap. Tau kan? Saat itu memang saya tidak merasa asing dengan nama grup tersebut. Semenjak itu saya jadi makin penasaran dengan grup band yang digawangi oleh dua orang gitaris keren itu. Lagu demi lagu saya cari. Dan ternyata memang keren-keren ya lagunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai kepo yang lain deh. Dari biografinya, discographynya, riwayat karirnya, sampai filosofi-filosofi lain tentang duo gitaris tersebut. Sampai pada akhirnya ada satu hal yang cukup menarik perhatian saya sehingga cukup terinspirasi dibuatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hal yang cukup inspiring tersebut adalah bagaimana mereka memberikan nama untuk grup mereka. Depapepe itu berasal dari dua kata dalam bahasa Jepang yang merupakan nama panggilan dari kedua personel tersebut. Miura &quot;Depa&quot; Takuya dan Tokuoka &quot;Pepe&quot; Yoshinari. Tau nggak gais, Deppa itu kalau di-bahasa Inggris-kan artinya &lt;i&gt;overbite&lt;/i&gt;, atau kalau dalam bahasa Indonesia berarti tonggos. Sedangkan Pepe itu diambil dari grup band si Tokuoka sebelumnya yang bernama Derupepe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWKGTgMuspQIwbfgrIgKSph2HQhzUGONSYdc3jHQDhko0nDCXscJOVBLI4tPn0tw94xtAfTHA4GbBQvsZ3zllv53I5fMmAaK6N0XPw8I1BBdt4G4lPQT3CUIsiFnGeXoTKZ9djPCmE49BC/s1600/datang-ke-indonesia-depapepe-bermodal-a-474a5b.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWKGTgMuspQIwbfgrIgKSph2HQhzUGONSYdc3jHQDhko0nDCXscJOVBLI4tPn0tw94xtAfTHA4GbBQvsZ3zllv53I5fMmAaK6N0XPw8I1BBdt4G4lPQT3CUIsiFnGeXoTKZ9djPCmE49BC/s320/datang-ke-indonesia-depapepe-bermodal-a-474a5b.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Yang jadi sorotan saya adalah si Depa itu. Memang secara tampilan kasat mata, dia ini (mohon maaf ya) terlihat giginya maju ke depan. Apalagi kalau sedang tampil membawakan musiknya sering melakukan pergerakan buka tutup mulutnya sesuai dengan irama lagunya. Yes! He looks so confidence! Seakan-akan dunia miliknya. Tak peduli bagaimana penampilannya, yang penting dia bisa menunjukkan skill dan kelebihannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi sebagian besar kita barangkali sering menyembunyikan sesuatu yang menurut kita tidak enak dipandang. Malu dengan kekurangan dalam hal tampilan, sehingga kadang dibuat minder olehnya. Tidak berani tampil dan segala macemnya. Mungkin kita perlu belajar dari si Depa. Alih-alih menyembunyikannya, dia malah mengatasnamakan grup bandnya dengan sesuatu yang mungkin menurut orang aneh. Bangga dengan kekurangannya. Ah, kekurangan itu hanya bahasa saya kali ya, bagi dia itu mungkin tidak pernah dianggap sebagai kekurangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBWM_vgAaCIxGfhZ4xvWU6Cgz_bEpCZa5ddEsdd7Nv0cEDf5Jgwn_wVq6jj03HbonCJ0x1tSKNjegtFUnAJcsbwAkGUjwfnvJojSQ4Dd9fLA-4kyd60bmKs5NuXf-YSse_Qw-IubccHcE2/s1600/Deppa+san.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBWM_vgAaCIxGfhZ4xvWU6Cgz_bEpCZa5ddEsdd7Nv0cEDf5Jgwn_wVq6jj03HbonCJ0x1tSKNjegtFUnAJcsbwAkGUjwfnvJojSQ4Dd9fLA-4kyd60bmKs5NuXf-YSse_Qw-IubccHcE2/s320/Deppa+san.jpg&quot; width=&quot;213&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Melupakan kekurangan, fokus pada kemampuan! Itu pelajaranya. Seringnya kita terlalu berlarut-larut pada kekurangan. Sehingga terkadang kita terhenti bahkan enggan untuk memaksimalkan potensi yang sebenarnya ada dalam diri kita. Boro-boro memaksimalkan, mencoba mencari potensi diri aja nggak. Kekurangan sejatinya bukanlah hal yang seharusnya menghentikan langkah kita. Apapun bentuknya. Semestinya ianya jadi pelajaran berharga bagi kita untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa jadi justru kekurangan tersebut lah yang menjadi sebuah nilai lebih bagi kita. Yap! Hari ini mas Depa telah membuktikannya. :) Arigatou na, Depa san!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat ya ^_^</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/1243031673303736187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/06/sepenggal-pelajaran-dari-depapepe.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/1243031673303736187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/1243031673303736187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/06/sepenggal-pelajaran-dari-depapepe.html' title='Sepenggal Pelajaran dari Depapepe'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTmUkstHBI-o1klRjcGvaqln7wbDBBEOQqmo83UqmSZK0xwNffXSf-t2wf8euKiBx002hJyQMPmvkMOiAMUnGw6ylq1MZDjQ60cp0rvAxXDvI3oFNjudyin8U7LYarHZA3ZbDjGzkHx7P6/s72-c/depapepe-10.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-1458534983720646731</id><published>2015-06-19T08:51:00.002+07:00</published><updated>2015-06-19T08:51:35.965+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Notes"/><title type='text'>Menyikapi Dinamika Kelompok</title><content type='html'>&quot;Aku ingin begini aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali.&quot; Hayoo, tau kutipan kalimat barusan gak? Hehehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, seratus buat ente. Itu adalah potongan lirik OST anime Doraemon yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Tapi di sini saya gak akan bahas doraemonnya ya. Gak ada yang baru dari Doraemon soalnya. Sudah tamat juga katanya. Lah terus apa hubungannya tulisan ini sama lagu di atas? Gak ada! Becanda, becanda. Hehe. Masa iya mencantumkan kutipan tanpa ada maksud apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMn8JIinUmYQohfz5g_Qaw4gBrKlUjFUcQ6JRqie44YZ8tRC1x4bMH6MFTsqNokaX9ZxkN0jbo7jm2k3cTG1zt9ZeG_-fpDkn3mXX4U86hup4y82iyElnIjUMzhQeU9j3mvR1pq5b-tsQH/s1600/Effecting-Organizational-Culture1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMn8JIinUmYQohfz5g_Qaw4gBrKlUjFUcQ6JRqie44YZ8tRC1x4bMH6MFTsqNokaX9ZxkN0jbo7jm2k3cTG1zt9ZeG_-fpDkn3mXX4U86hup4y82iyElnIjUMzhQeU9j3mvR1pq5b-tsQH/s320/Effecting-Organizational-Culture1.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Baru saja mendengar kejadian seperti pada kalimat bertanda kutip di atas dari tetangga sebelah. Kejadian biasa sih, tapi hebohnya nasional. Iya, nasional, se Indonesia! hehe Keren kan? Makanya saya tertarik untuk membahas tentang ini. Intinya, ada orang yang maunya begini, ada yang maunya begitu. Ada pihak yang gak mau ini, ada juga pihak yang gak mau itu. Semua serba berseberangan. Tapi yang menarik, mereka terhimpun dalam satu armada, satu payung, dan satu jenis, sama sama berjenis Homo Sapiens. Hehe. Terus apa sebenarnya masalah utamanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabnya, gak ada! Iya, gak ada! Gak ada masalah-masalah utamaan. Loh kok? Iya, yang begitu itu wajar terjadi. Sekali lagi, wajar. Iya, wajar! Terus?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, saya harus mengatakan bahwa dalam berkelompok yang namanya konflik itu sangat wajar terjadi. Kurang afdol rasanya berorganisasi tanpa hadirnya sebuah konflik. Baik konflik besar maupun kecil. Semakin banyak orang dalam kelompok tersebut, semakin besar pula peluang untuk terciptanya sebuah konflik. Dan tahukah anda, semakin besar sebuah konflik maka akan semakin kuat pula sebuah organisasi. Namun dengan catatan bahwa mereka harus mampu mencari solusi atas konflik tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu poin pertama yang harus clear di awal. Biasa saja dengan sebuah konflik. Nggak usah mendramatisir, nggak usah lebay. Karena kadang banyak orang menganggap bahwa konflik yang tiba-tiba terjadi dalam dirinya merupakan awal dari kehancurannya. Oh, no! Itu salah besar. Justru itu akan menguatkan kita, jika kita mampu menyelesaikannya. So, be indifferent with the conflict! Kalau kata Pemerintah Inggris, &quot;Keep Calm and Carry On&quot; aja guys!&amp;nbsp; :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Poin kedua? Nggak ada. Hehe. Yes! Saya hanya ingin menyampaikan bahwa jadilah orang yang dewasa dalam menghadapi konflik, terutama dalam sebuah kelompok. We A wa, Je A Er Jar, wajar. Jadi menyikapinya juga yang wajar-wajar saja. Tidak usah tersulut emosi. Tidak usah terlalu terbawa suasana. Cukup keep calm and solve this! Dan selalu biasakan untuk mengkonfirmasi permasalahan pada yang berwenang, alias tabayyun dulu bro. Sebelum ente-ente pada menjudge sesuatu yang hanya katanya katanya. :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat ya. ^_^&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/1458534983720646731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/06/menyikapi-dinamika-kelompok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/1458534983720646731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/1458534983720646731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/06/menyikapi-dinamika-kelompok.html' title='Menyikapi Dinamika Kelompok'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMn8JIinUmYQohfz5g_Qaw4gBrKlUjFUcQ6JRqie44YZ8tRC1x4bMH6MFTsqNokaX9ZxkN0jbo7jm2k3cTG1zt9ZeG_-fpDkn3mXX4U86hup4y82iyElnIjUMzhQeU9j3mvR1pq5b-tsQH/s72-c/Effecting-Organizational-Culture1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-2525448403297023712</id><published>2015-06-18T23:02:00.000+07:00</published><updated>2015-06-18T23:10:16.776+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Know how"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Notes"/><title type='text'>Pohon Menggaris</title><content type='html'>&lt;span id=&quot;goog_1236094752&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1236094753&quot;&gt;&lt;/span&gt;Salah satu objek yang nggak bisa saya lupakan dari Sebuku adalah sebuah jenis pohon satu ini. Entah nama resminya apa, tapi orang setempat menamainya dengan Pohon Menggaris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tahun berada di pedalaman Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, hampir setiap hari disuguhkan penampakan pohon ini. Kalau yang baru pertama melihatnya pasti akan berdecak kagum dibuatnya. Halah. Lebay bro. Eh, tapi ini serius ya. Sangkin menakjubkannya pohon ini. Kalau yang sudah sering mah biasa aja kali ya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pohon Menggaris ini adalah pohon tertinggi yang pernah saya jumpai selama saya jalan-jalan keliling Indonesia. Hehehe. Walaupun belum pernah saya ukur panjangnya sih, yang jelas pohon ini terlihat sangat berbeda jauh ukurannya dibanding dengan jenis-jenis pohon lain di sekelilingnya. Nih penampakannya.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ0S2qxCSbAMNj70eGm5aLRsmiD0htnx93YwuUA355iiclBaaYXSKuDBPPa7QefZUSTq3e3ZqHXAsjKadzBomK6eAFNqdp81MetJSNT8TIvJvKe82G4YJ_tCC-kSiR5BmIqZIsr4T-UCUn/s1600/Pohon+Menggaris.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ0S2qxCSbAMNj70eGm5aLRsmiD0htnx93YwuUA355iiclBaaYXSKuDBPPa7QefZUSTq3e3ZqHXAsjKadzBomK6eAFNqdp81MetJSNT8TIvJvKe82G4YJ_tCC-kSiR5BmIqZIsr4T-UCUn/s640/Pohon+Menggaris.jpg&quot; width=&quot;384&quot; /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
Bener kan? Hampir dua kali lipat tinggi pohon di sekitarnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
Pohon Menggaris ini batangnya berwarna putih keabuan. Diameternya lebih dari satu meter. Kalau kita menyusuri jalan dari Pembeliangan ke TulinOnsoi akan mendapati sebuah pohon ini di pinggir jalan dan menyaksikan sendiri betapa besarnya batang pohon yang memukau ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5-Ur_eqi3kwhVh5pwRDK7L0WsxCpximnTZCZO9ZKIVpPesVBRSwtB4pMXi61eUKSDZ5ud7dez9Q3Foxwy3SsE_7J2L1KuADBiOLld3RzwSR8UdwvjBy__VNfE80YlWqWACg9oPzTc7YUy/s1600/Pohon+Menggaris+Sebuku.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5-Ur_eqi3kwhVh5pwRDK7L0WsxCpximnTZCZO9ZKIVpPesVBRSwtB4pMXi61eUKSDZ5ud7dez9Q3Foxwy3SsE_7J2L1KuADBiOLld3RzwSR8UdwvjBy__VNfE80YlWqWACg9oPzTc7YUy/s400/Pohon+Menggaris+Sebuku.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Entah pohon ini berbuah atau tidak, tapi kata warga sekitar, pohon ini sering dimanfaatkan untuk memanen madu. Di bagian atas pohon biasanya terdapat sarang lebah yang cukup besar dan menghasilkan madu tentunya. Madu ini cukup terkenal di kalangan orang Sebuku dan sekitarnya maupun dari luar daerah ini. Kalau sempet mampir, jangan lupa beli madunya. Lumayan murah. Seliter cuman 150ribu. Tanya-tanya aja sama warga di Pembeliangan atau di Sembakung.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
Konon katanya pohon ini susah untuk ditebang. Pernah katanya ada yang mau mencoba menebang, tapi gergaji yang digunakan untuk menebang mendadak tumpul. Akhirnya banyak orang dalam Sebuku beranggapan pohon ini memang misterius. Mengandung unsur mistis di dalamnya. Katanya sih.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
Nah, yang lagi mampir ke daerah Sebuku dan sekitarnya coba gali info ini lebih dalam deh. Di mbah Google jarang banget infonya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
Semoga bermanfaat ya. ^_^&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/2525448403297023712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/06/pohon-menggaris.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/2525448403297023712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/2525448403297023712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/06/pohon-menggaris.html' title='Pohon Menggaris'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ0S2qxCSbAMNj70eGm5aLRsmiD0htnx93YwuUA355iiclBaaYXSKuDBPPa7QefZUSTq3e3ZqHXAsjKadzBomK6eAFNqdp81MetJSNT8TIvJvKe82G4YJ_tCC-kSiR5BmIqZIsr4T-UCUn/s72-c/Pohon+Menggaris.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-667427667819455064</id><published>2015-02-15T09:26:00.000+07:00</published><updated>2015-02-15T09:32:41.623+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Know how"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Notes"/><title type='text'>Wanita dan Perasaan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSrb9gfW_Ppt8fNjzsqyMvPf-i9LEaA1y09n33Ug6hwbbgT3LwMNbP0ivpKPvZv_4vUI_z7H880SYlgO47Em3YyiM6Daz0BM8ElEQrBNW08_bQBvwO8cH39gQOAEVO5f1xjtvOOYNqyIUC/s1600/hijab+pink.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSrb9gfW_Ppt8fNjzsqyMvPf-i9LEaA1y09n33Ug6hwbbgT3LwMNbP0ivpKPvZv_4vUI_z7H880SYlgO47Em3YyiM6Daz0BM8ElEQrBNW08_bQBvwO8cH39gQOAEVO5f1xjtvOOYNqyIUC/s1600/hijab+pink.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;221&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sebenarnya saya agak malu buat nulis ini. Saya selalu berfikir lebih dari satu kali ketika bikin tulisan yang temanya perempuan. Tapi rasanya ini penting untuk diketahui dan demi mengobati rasa penasaran saya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&quot;Gak peka banget sih...&quot;. Kalimat ini tidak jarang saya dengar belakangan ini dari orang-orang sekitar. Baik ditujukan ke saya atau ke teman yang lain. Tapi seringnya ke saya sih. Hehe. Dan hebatnya polanya sama, yang ngomong itu perempuan, yang dituju laki-laki. Hmmm. Lama-kelamaan bosen dan gatel juga dengerinnya. Apa memang sebegitu parah gak pekanya?&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Akhirnya saya coba-coba telusur jalan ceritanya. Introspeksi, muhasabah, sampai googling hanya untuk mencari sebabnya. Yak, sampai akhirnya saya memang percaya pada yang sering dilontarkan kebanyakan wanita, bahwa mereka mengaku sebagai insan yang lebih mengedepankan perasaan! Inilah sebabnya! Wow, sebegitu dahsyatnya kah perasaan seorang wanita sampai tega meng-nggak peka-in pria? Iya, tega banget. Mendapatkan pernyataan kayak gitu itu rasanya bagai dihujam ratusan jarum akupuntur. hehe.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Terus kok bisa ya yang dominan dari mereka itu perasaan? Kenapa? Semakin penasaran, googling lagi sekilas. &lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Akhirnya ketemu babeberapa pendapat yang cukup relevan dan masuk akal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;blockquote style=&quot;background-color: white; color: #444444; line-height: 20px; margin-bottom: 20px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Rasulullah Saw bersabda, &lt;i&gt;“Aku tidak melihat wanita yang kurang akalnya dan agamanya yang dapat menghilangkan kemauan keras lelaki yang tegas daripada seorang di antara kamu”&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Para wanita sahabat bertanya, “&lt;i&gt;Apa yang dimaksud dengan kekurangan agama kami dan akal kami, ya Rasulullah?&lt;/i&gt;” Beliau menjawab,&lt;em&gt;&amp;nbsp;“Bukankah kesaksian seorang wanita itu setengah kesaksian seorang laki laki’?&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Mereka menjawab, “Ya”.&lt;br /&gt;Beliau bersabda,&amp;nbsp;&lt;em&gt;“Itulah kekurangan akalnya dan bukankah bila haid wanita tidak melakukan shalat dan juga tidak berpuasa?”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Mereka menjawab: “Ya.” Rasululllah bersabda,&amp;nbsp;&lt;em&gt;“Itulah yang dimaksud kekurangan agamanya.”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(HR Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
Dari sabda Rasulullah di atas mungkin bisa sedikit mencerahkan bahwa memang dibandingkan laki-laki, wanita lebih jarang memikirkan sesuatu menggunakan akal atau logikanya. Alih-alih begitu, mereka memilih menggunakan perasaannya. Dalam persaksian, seorang wanita hanya berlaku setengah daripada seorang laki-laki. Jadi jika ingin wanita menjadi saksi, maka hadirkan seorang wanita yang lain sebagai saksinya.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 13px; line-height: 20px;&quot;&gt;“Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang orang lelaki di antaramu. Jika tidak ada dua orang lelaki, maka boleh seorang lelaki dan dua orang wanita dari saksi saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa, maka seorang lagi mengingatkannya.”&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 13px; line-height: 20px;&quot;&gt;&amp;nbsp;(QS. Al-Baqarah: 282).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
Kedua, kaitannya dalam manajemen stres. Biasanya dalam kondisi inilah terlihat bedanya wanita dengan pria masalah perasaan dan emosional. Dalam tubuh manusia, ada yang namanya hormon oksitosin. Hormon ini terstimulus ketika manusia mendapatkan tekanan. Pada pria maupun wanita hormon ini berbeda cara kerjanya. Pada laki-laki, hormon testosteron akan mengurangi efek oksitosin. Sedangkan pada wanita, hormon esterogennya akan meningkatkan efek oksitosin. Lalu apa bedanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin meningkatnya efek oksitosin maka semakin meningkat perasaan tenang seseorang. Oleh karena itu, ketika ada permasalahan wanita lebih cenderung membicarakan dan mendiskusikannya dibandingkan laki-laki yang lebih mengekspresikannya dengan tindakan dan amarah. Jadi sangat wajar, ucapan-ucapan pernyataan macam di awal tulisan ini dilontarkan oleh seorang wanita sebagai ekspresi mengatasi permasalahan mereka. Wanita akan merasa lebih baik setelah mereka menyatakan tentang keadaan diri mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, saya bilang &quot;ohhhh...&quot; juga. Dua alasan di atas sepertinya cukup untuk memberikan pencerahan, kalau memang kaum hawa dominan perasaan seperti yang sering mereka akui. Hmmm..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya ya ya. Baiklah. Tapi satu hal yang mungkin jadi catatan adalah, sesungguhnya lelaki itu tidak se-nggak peka yang wanita bayangkan! Iya, bener, serius ini mah! Suara hati laki-laki! Hehe. Laki-laki itu bukannya gak punya perasaan. Sungguh laki-laki itu mengerti dengan permasalahan dan punya perasaan atas hal itu. Hanya saja kami jarang mengekspresikan secara visual. Ketika laki-laki diam atas permasalahan bukan berarti tidak peka. Tidak berreaksi bukan berarti cuek. Kadang kaum lelaki butuh ketenangan untuk memikirkan bagaimana mencari solusi dari sebuah permasalahan. Gitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXVzu0hoDqO7JTCo5nORQu1_1dllKC_RWccFGTX9pAZ_F_6jRKr9ndEHbEcJpGSwMryzYnZfBfv5JswOOeF4epSDLOPVRVbQvEQM1spnelkC47f2PNy-eUPzGNWOjLof7WYART2W-uRM6V/s1600/kata+kata+bijak+terbaru.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXVzu0hoDqO7JTCo5nORQu1_1dllKC_RWccFGTX9pAZ_F_6jRKr9ndEHbEcJpGSwMryzYnZfBfv5JswOOeF4epSDLOPVRVbQvEQM1spnelkC47f2PNy-eUPzGNWOjLof7WYART2W-uRM6V/s1600/kata+kata+bijak+terbaru.jpg&quot; height=&quot;150&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ya, siapapun kita, berjenis kelamin apapun kita, lebih baik damai aja ya. Bukankah berprasangka baik akan sesuatu jauh lebih baik jika kamu orang-orang yang beriman? Menjaga perkataan dan perbuatan atas orang lain juga sikap yang dicontohkan oleh Rasulullah bukan? Lantas kenapa tidak kita tauladani sikap beliau saja. Semoga bermanfaat. ^_^&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wallahu a&#39;lam bisshowab.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/667427667819455064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/02/wanita-dan-perasaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/667427667819455064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/667427667819455064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/02/wanita-dan-perasaan.html' title='Wanita dan Perasaan'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSrb9gfW_Ppt8fNjzsqyMvPf-i9LEaA1y09n33Ug6hwbbgT3LwMNbP0ivpKPvZv_4vUI_z7H880SYlgO47Em3YyiM6Daz0BM8ElEQrBNW08_bQBvwO8cH39gQOAEVO5f1xjtvOOYNqyIUC/s72-c/hijab+pink.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-5920586011825942296</id><published>2015-02-12T17:32:00.002+07:00</published><updated>2015-02-12T17:51:56.329+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Know how"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Notes"/><title type='text'>Learning by Gaming</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRoc8GbvEK55aEc1cmhyMg379zME-cRnr7b4awz0epD3OWABm2Ry4AhOiVAkRx_ynr6d_DhbEJ66FhQL05nSjAlQhGOrctUuBn3Gb8uEPylcnVMHCY9IzXWLxdWH7bCBrSbFhMpOG2dPsk/s1600/Risk-Your-Life-Logo_02.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRoc8GbvEK55aEc1cmhyMg379zME-cRnr7b4awz0epD3OWABm2Ry4AhOiVAkRx_ynr6d_DhbEJ66FhQL05nSjAlQhGOrctUuBn3Gb8uEPylcnVMHCY9IzXWLxdWH7bCBrSbFhMpOG2dPsk/s1600/Risk-Your-Life-Logo_02.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ada Harvest Moon, Winning Eleven, Final Fantasy, dan masih banyak yang lain. Tau kan itu nama-nama apa? Kalau yang seumuran sama saya pasti tau dong. Kalau nggak tau berarti masa kecilnya belum bahagia. Hehe. Ada lagi Ragnarok, Risk Your Life, Getamped, Ayo Dance, dan teman-temannya. Kalau ini masih gak tau juga? Sungguh, keterlaluan. Hehe.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Itu beberapa macam video game yang sempat ngehits di dua dekade terakhir ini. Nggak cuma di Indonesia, bahkan di Dunia. Keren kan? Jadi orang-orang yang pernah main game-game di atas itu termasuk keren.. Hehe. Malah narsis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke lah, jadi begini pemirsah, saya akan mengeluarkan statement bahwa &lt;b&gt;bermain game itu tak selamanya merugikan&lt;/b&gt;. Kenapa? Nanti saya jelaskan. Banyak orang tua, melarang anaknya bermain game dengan alasan yang sangat berragam. Ya gak bisa belajar lah, ya tambah bodoh lah, ya tambah malas lah, dan bla bla bla yang lainnya. Biasanya anak yang suka main game sering kena marah sama orang tuanya. &quot;Kamu ini, kerjaannya main terus!&quot;, &quot;Kerjaannya main aja, kapan belajarnya?!&quot;, begitu redaksi yang sering muncul dari orang tua ketika melihat anaknya main game. Entah apa modusnya. *maaf ya orang tua* :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bukannya saya tidak setuju bahwa main game gak ada ruginya ya. Saya agaknya sedikit setuju kalau main game itu juga punya nilai minus. Apalagi kalau itu dilakukan secara berlebihan dan diluar batas. Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik bukan? *ciyee bijak* :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bersemedi selama beberapa hari, ini lah beberapa manfaat dari main games yang saya temukan. Ini berdasarkan pengamatan oleh beberapa rekan dan pengalaman pribadi tentunya ya. Hehe. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sebagai &lt;b&gt;hiburan&lt;/b&gt;. Aktivitas sehari-hari yang monoton dan membuat otak berfikir keras sangat memungkinkan kita untuk boring, penat dan tidak bergairah. Salah satu untuk menghilangkan perasaan-perasaan tersebut dan melupakan sejenak rutinitas adalah dengan bermain video games. Serunya tantangan-tantangan yang diberikan oleh si games akan mengalihkan fikiran kita untuk tidak memikirkan lagi rutinitas yang menjemukan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengasah &lt;b&gt;logika dan insting&lt;/b&gt;. Bermain games kadang juga butuh insting. Tidak serta merta semua orang bisa bermain dengan baik. Kadang ada yang cukup sekali main langsung bisa naik ke level berikutnya. Ada yang sudah bermain berkali-kali&amp;nbsp;tetep&amp;nbsp;aja game over juga. Itu bergantung sama insting dan logika si pemain. Tapi dengan semakin sering bermain, akan semakin terasah insting dan logika kita. Kita akan semakin mudah membaca pola-pola yang ada pada games tersebut. Imbasnya, logika dan insting ini juga bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari kita dalam membaca pola-pola kehidupan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berfikir &lt;b&gt;sistematis. &lt;/b&gt;Ada beberapa &lt;i&gt;genre&lt;/i&gt; games yang sangat memerlukan pemikiran sistematis si pemainnya. Salah satunya game RPG (Role Played Game). Pada game RPG pemain dituntut untuk menyelesaikan sesuatu sebelum melakukan sesuatu yang lain. Semacam prasyarat. Lakukan A dulu sebelum melakukan B, begitu seterusnya. Tentu dengan kita terbiasa bermain game RPG ini cara berfikir kita akan semakin sistematis untuk diterapkan di aktivitas keseharian kita. :)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengasah &lt;b&gt;kreativitas&lt;/b&gt;. Imajinasi yang disajikan dalam sebuah games seringnya memang diluar akal kita. Ada orang bisa ngeluarin api, ada tongkat yang bisa ngeluarin es, ada pedang yang bisa berubah jadi naga, dan lain-lain. Ini tentu hanya ada di dunia hayalan. Tentu ini akan memicu si pemain untuk berfikir out of the box. Yap, dengan seringnya berfikir out of the box akan terpacu juga kreativitas kita. Semakin sering semakin terasah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pantang menyerah. &lt;/b&gt;Ketika sedang bermain game, kalau kita kalah, biasanya terpacu untuk main lagi. Penasaran dengan bagaimana rasanya menang. Penasaran bagaimana serunya cerita berikutnya. Ini kalau bisa dirasionalisasikan dalam kehidupan nyata keren banget. Kalau jatuh ya bangkit lagi. Kalau gagal, ya coba lagi. Fokus pada capaian.&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxeNm12KEg1SiBK26LEZkMwp94Bt1GBXjD1O5ViV9T7UvWxvCqiAOH2rDxNcEksGI9NlLmTGFYhYiBoqzfvlm-8VtZF3fu3zgU2RmgPywrTDh4jehiokeO0A5b4f-8hnEXl3JHa7ADRLSP/s1600/PES2014_MunU_Juventus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxeNm12KEg1SiBK26LEZkMwp94Bt1GBXjD1O5ViV9T7UvWxvCqiAOH2rDxNcEksGI9NlLmTGFYhYiBoqzfvlm-8VtZF3fu3zgU2RmgPywrTDh4jehiokeO0A5b4f-8hnEXl3JHa7ADRLSP/s1600/PES2014_MunU_Juventus.jpg&quot; height=&quot;180&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Silaturrahim&lt;/b&gt;. Nah, ini khusus untuk game online atau yang bermode multiplayer. Modus ini kalau dikonsep dengan baik, sangat efektif digunakan untuk saling bercengkerama, bercerita, bersendau gurau, berdiskusi, berkumpul bersama, bahkan berdiskusi tentang sesuatu.Terlebih lagi kalau kita bermain game online, kita bisa punya teman baru.Yang begini namanya mempererat silaturrahim bukan? &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Problem Solving&lt;/b&gt;. Saat bermain sebuah games kita disuruh bagaimana caranya memecahkan sebuah masalah tertentu. Bagaimana caranya kita bisa menuju ke sebuah tujuan dengan berbagai rintangan yang disajikan. Ini sangat bagus kalau kita biasakan. Beneran! Kebiasaan kayak begini akan memudahkan kita mendapatkan masalah di kehidupan nyata. Seakan-akan kita sudah terbiasa memecahkan masalah. Kita lebih mudah membaca pola permasalahan, berikut dengan penyelesaiannya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Nah, lumayan banyak kan pemirsah manfaatnya? Tapi itu versi saya loh ya. Hehe.. Learning by gaming. Belajar tidak selalu dari buku, tapi bisa dari bermain games. Bukan begitu? :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saran saya hanya, pandai-pandai sajalah mengambil hikmah dari sesuatu. Saya bukan menyarankan untuk banyak-banyak lah bermain game loh ya. Hanya ingin berpendapat bahwa persepsi buruk orang tentang game itu tidak selalu benar. Pintar-pintarlah mengambil manfaatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terakhir, bersudut pandanglah seluas-luasnya. Dengan begitu kita bisa melihat dunia itu memang tidak selebar daun kelor. Dengan begitu kita bisa berkacamata lensa, bukan berkacamata kuda. Dengan begitu pula kita bisa meneropong bintang dan membuktikan bahwa bintang ternyata tidak sekecil yang kita lihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat ya. ^_^&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/5920586011825942296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/02/learning-by-gaming.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/5920586011825942296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/5920586011825942296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/02/learning-by-gaming.html' title='Learning by Gaming'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRoc8GbvEK55aEc1cmhyMg379zME-cRnr7b4awz0epD3OWABm2Ry4AhOiVAkRx_ynr6d_DhbEJ66FhQL05nSjAlQhGOrctUuBn3Gb8uEPylcnVMHCY9IzXWLxdWH7bCBrSbFhMpOG2dPsk/s72-c/Risk-Your-Life-Logo_02.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-7735257922850680755</id><published>2015-02-06T14:01:00.002+07:00</published><updated>2015-02-06T16:04:41.159+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Notes"/><title type='text'>Menikmati Kesabaran</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxHR34LC0vrGx03KoZwk8DiNeqHbtnCpLTXAUNgl5i10NsY1lJ9XImTlYYw-bQoq7PE0pmlLnx2ke2oXkgBRBXdQFQ-748NdlDHTFHdNjfnzltfM0kAWr6BSFB-lKUKrUQj5-33vs8w2bq/s1600/smpai_kpn_q_menunggu.jpg_480_480_0_64000_0_1_0.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxHR34LC0vrGx03KoZwk8DiNeqHbtnCpLTXAUNgl5i10NsY1lJ9XImTlYYw-bQoq7PE0pmlLnx2ke2oXkgBRBXdQFQ-748NdlDHTFHdNjfnzltfM0kAWr6BSFB-lKUKrUQj5-33vs8w2bq/s1600/smpai_kpn_q_menunggu.jpg_480_480_0_64000_0_1_0.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&quot;Iman itu dibagi menjadi dua, separo dalam sabar, separo yang lain dalam syukur.&quot; - Muttafaq &#39;alaih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau orang mengatakan sabar itu ada batasnya, maka itu adalah salah besar. Iya. Gimana nggak coba. Kalau ada batasnya berarti si orang tersebut nggak sabaran namanya. Sepanjang apapun batasnya. Secara matematis hal tersebut berarti &quot;nggak sabar=sabar&quot;. Tentu hal ini kontradiktif. *apa sih* hehehe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi teringat kalimat dari mas Andi Hermawan, mantan ketua Himatika UGM senior saya waktu kuliah dulu. Beliau pernah bilang, &quot;Sabar itu ujungnya nikmat&quot;. Pada taraf ini saya sangat setuju. Dan hebatnya, sampai sekarang saya selalu terngiang dengan kutipan dari mas Andi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sabar yang bagaimana yang berujung nikmat? Ya sabar dengan sebenar-benarnya sabar. Bukan sabar yang abal-abal, dibuat-buat, dan hanya sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kamus saya, setidaknya seseorang itu harus senantiasa bersabar pada 3 hal.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Musibah&lt;/b&gt;. Baik itu musibah yang disebabkan gejala alam, atau musibah yang terjadi karena diri sendiri maupun orang lain. Gempa bumi, tanah longsor, rumah kebakaran, kecelakaan, dan musibah-musibah lain yang merugikan kita. Sejatinya semua itu atas kehendak Allah. Allah azza wajalla memberikan manusia musibah untuk membuat manusia tersebut naik satu level. Lebih tinggi, lebih kuat, dan lebih tahan terhadap ujian kehidupan, itulah hadiah bagi orang yang senantiasa bersabar dalam menghadapi musibah. Tak perlu banyak mengeluh, &lt;i&gt;just move on guys!&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Amarah&lt;/b&gt;. Ada syaitan yang selalu mengintai manusia di berbagai aktivitasnya. Ianya selalu membuat manusia tergoda untuk melakukan sifat-sifatnya. Bisikan-bisikan semunya sering membuat orang terlena dengan perangai buruk. Amarah adalah salah satunya. Ditengah-tengah kesibukan manusia akan urusan dunia, amarah sering muncul sebagai pelampiasan emosi. Marah karena pekerjaan yang membuat pusing. Marah karena kehidupannya terusik oleh orang lain. Marah karena anak terlalu rewel. Emosi itu wajar. Tapi melampiaskan emosi dengan marah-marah itu yang nggak wajar. Sungguh yang demikian adalah perbuatan syaitan. Sabar menahan amarah adalah satu-satunya solusi untuk hal ini. Bersabarlah hingga emosi kita mereda. InsyaAllah, itu akan jadi hal yang nikmat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Menunggu&lt;/b&gt;. Ini dia yang sering dialami oleh kita-kita. Katanya, menunggu adalah hal yang paling menjemukan. Iya benar, bagi yang tidak menikmatnya. Menunggu teman yang sudah janjian sebelumnya. Menunggu antrian panjang. Menunggu panggilan pekerjaan. Atau menunggu datangnya jodoh. #eaaaa. Kadang orang suka galau karena menunggu. Suka nggak sabaran, yang akhirnya menghalalkan segala cara. Astaghfirullah. Di saat-saat seperti ini sabar sangat berperan bagi kita. Ianya akan menjadi perisai bagi kita akan perbuatan-perbuatan yang tidak diridhoi Allah. Ianya akan menjadi penyejuk dalam masa-masa penantian tersebut. Hingga pada akhirnya, kita juga yang akan menikmati indahnya nikmat menunggu. Bukannya semua akan indah pada waktunya? Jadi, hiasilah masa-masa menunggu ini dengan hal-hal yang produktif saja. Sambil memantaskan diri, sambil mempersiapkan rencana untuk menikmati indahnya ujung penantian tersebut. Enak kan? :)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&amp;nbsp;Dan Allah pun berfirman, &quot;maka saling berwasiatlah dalam kebaikan, dan berwasiat dalam kesabaran&quot; (Al &#39;Ashr, ayat 3). Sabar itu gak perlu dibilangin kalau kita lagi sabar. Cukup dinikmati saja. Awalnya emang nyesek, lama-lama juga nikmat dan gak kerasa kalau kita lagi sabar. Dan yang pasti ujungnya nikmat. Iya, nikmat! :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, masih mau bilang sabar itu ada batasnya? Moga bermanfaat ya! :-)</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/7735257922850680755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/02/menikmati-kesabaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/7735257922850680755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/7735257922850680755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/02/menikmati-kesabaran.html' title='Menikmati Kesabaran'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxHR34LC0vrGx03KoZwk8DiNeqHbtnCpLTXAUNgl5i10NsY1lJ9XImTlYYw-bQoq7PE0pmlLnx2ke2oXkgBRBXdQFQ-748NdlDHTFHdNjfnzltfM0kAWr6BSFB-lKUKrUQj5-33vs8w2bq/s72-c/smpai_kpn_q_menunggu.jpg_480_480_0_64000_0_1_0.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-5916247373574104507</id><published>2015-01-25T07:37:00.000+07:00</published><updated>2015-01-25T07:37:00.060+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Know how"/><title type='text'>Bangkitkan Gairah Menulis, Caranya?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0LCzAEfX5eWXAzVme0YL6vlyyCyJ_7Kfnocf8QvqtloNk92U8_R8u8O-TFAXTGJBK4mF98nhode8G7ig3Qgv-2MvOgR4J-vpJyAom7JWUpKBLksq140skh8qDJzvcrq8lP7phX3wrt7GX/s1600/bolpoint.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0LCzAEfX5eWXAzVme0YL6vlyyCyJ_7Kfnocf8QvqtloNk92U8_R8u8O-TFAXTGJBK4mF98nhode8G7ig3Qgv-2MvOgR4J-vpJyAom7JWUpKBLksq140skh8qDJzvcrq8lP7phX3wrt7GX/s1600/bolpoint.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Bagi seseorang, menulis adalah hal yang gampang-gampang susah. Gampang karena sejatinya menulis itu ya tinggal menuangkan apa isi pikiran ke dalam rangkaian-rangkaian kalimat. Susah, karena,. . . Karena apa ya? Karena malas aja sih. Hehehe. Mood menulis seseorang bisa saja naik turun. Kalau kayak saya ini banyak turunnya. :D hehe. Kadang kita sangat tidak bergairah dalam menulis. Kadang juga kita tak punya ide apa yang akan ditulis. Atau, kita terlalu sibuk dengan aktifitas sehingga sulit sekali mencari waktu untuk sekedar menuliskan satu dua paragraf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlintas dalam pikiran saya, salah satu cara untuk &lt;b&gt;membangkitkan gairah menulis&lt;/b&gt; adalah dengan cara &lt;b&gt;membaca tulisan orang lain&lt;/b&gt;. Simpel kan? Iya, tapi nglakuinnya yang susah! Hehehe. Entah itu tulisan artikel pendek, artikel panjang, atau tulisan yang dikemas dalam sebuah buku. Atau jenis-jenis tulisan yang lain. Yang penting, baca, baca dan baca. (cara ngomongnya kayak Jokowi ya.. hehehe)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya ada beberapa alasan, kenapa dengan membaca tulisan orang, gairah menulis kita kembali muncul.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ide-ide baru&lt;/b&gt; akan bermunculan. Setiap otak manusia punya pemikiran masing-masing. Orisinalitas ide dari tiap orang pun sangat berragam. Itu akan berimpact pada hasil olah kata dalam tulisan mereka. Produk-produk ini lah yang sejatinya dibutuhkan kita buat &quot;&lt;i&gt;memulung ide&lt;/i&gt;&quot;. Kalau kita bilang kehabisan ide, maka sungguh ide-ide itu sangat banyak berserakan di mana-mana. Tinggal memungutnya saja kan?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Wawasan&lt;/b&gt; kita bertambah. Dapat dipastikan bahwa kemampuan menulis seseorang berbanding lurus dengan banyaknya wawasan yang ia punya. Semakin luas wawasannya, semakin enak untuk menulis. Benar saja, kalau orang tanpa wawasan, apa juga yang mau ditulis? Kalau peribahasa bilang &quot;Buku adalah jendela dunia&quot;, maka membaca adalah teropong alam semesta. #tsahhh hehehe.. :D&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Stok diksi&lt;/b&gt; kita semakin banyak. Niat dan ide sudah ada, tapi kadang bingung untuk menuangkannya dalam kalimat-kalimat membentuk suatu paragraf. Dengan membaca, maka kita akan banyak menjumpai jenis-jenis kata-kata yang sering dipilih dalam sebuah kalimat tertentu. Rangkaian-rangkaian kata yang digunakan oleh tulisan yang kita baca akan menambah referensi kita dalam menuangkan ide. Semakin sering kita membaca maka semakin banyak variasi-variasi diksi yang bisa kita gunakan dalam tulisan kita. Tidak hanya itu, dengan semakin banyak membaca maka kita akan semakin tahu gaya-gaya tulisan orang dengan bermacam diksi yang mereka pakai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terakhir, ini yang paling penting. Faktor &lt;b&gt;kompetisi&lt;/b&gt;! Yes! Kalau dia bisa menulis begitu, kenapa kita gak bisa. Apalagi tulisan yang kita baca adalah tulisan orang-orang yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari. Jangan mau kalah sama dia dong! Ayo, nulis, nulis, nulis! *sambil naik turunin kepalan tangan ke atas bawah* hehehe.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Ya semoga alasannya cukup masuk akal. Setidaknya hipotesis bahwa &lt;i&gt;salah satu cara untuk membangkitkan gairah menulis adalah dengan cara membaca tulisan orang lain &lt;/i&gt;ini berlaku untuk saya. Semoga berlaku juga buat kalian yang baca. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Moga bermanfaat ya! Selamat mencoba! :)</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/5916247373574104507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/01/bangkitkan-gairah-menulis-caranya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/5916247373574104507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/5916247373574104507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/01/bangkitkan-gairah-menulis-caranya.html' title='Bangkitkan Gairah Menulis, Caranya?'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0LCzAEfX5eWXAzVme0YL6vlyyCyJ_7Kfnocf8QvqtloNk92U8_R8u8O-TFAXTGJBK4mF98nhode8G7ig3Qgv-2MvOgR4J-vpJyAom7JWUpKBLksq140skh8qDJzvcrq8lP7phX3wrt7GX/s72-c/bolpoint.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Bogor City, Bogor City, West Java, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.6 106.79999999999995</georss:point><georss:box>-6.852377 106.47727649999996 -6.347623 107.12272349999995</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-1989092799576569784</id><published>2015-01-24T07:22:00.000+07:00</published><updated>2015-01-24T07:37:11.605+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Notes"/><title type='text'>Jangan Sok Suci! Istiqomahlah dalam Kesucian!</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixBI4zQMyMvcrjlT6HlP0vgibJE0LRqA0FhDDY7_YawvgRkwG2nshFK2V_pXsRFd_JlmiNpqKEKGt_5l14RJAqs2Hft1jwtttBE0MPAK4K4ZI_kay9Haj1uJOqa-WJO8V_IW3EzqNYgKGL/s1600/look+down.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixBI4zQMyMvcrjlT6HlP0vgibJE0LRqA0FhDDY7_YawvgRkwG2nshFK2V_pXsRFd_JlmiNpqKEKGt_5l14RJAqs2Hft1jwtttBE0MPAK4K4ZI_kay9Haj1uJOqa-WJO8V_IW3EzqNYgKGL/s1600/look+down.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;225&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Lagi-lagi pagi-pagi sudah ditampar aja dengan tulisan-tulisan teman di blog sebelah. Efek dari ngepoin blog orang. Gapapa lah, ini namanya &quot;Kepo Produktif&quot;. hehehe. Jadi pengen nulis tentang ini, sebagai bahan introspeksi buat saya khususnya. Emang kudu banyak-banyak istighfar ya. *Astaghfirullahal&#39;adziim*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua tentang ujub. Penyakit hati ini sungguh sangat halus bersemayam di hati manusia. Kalau kita tidak jeli melihatnya, syaiton akan semakin membutakan hati kita. Na&#39;udzubillahi min dzaalik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya kutip hadistnya aja deh ya, &lt;i&gt;“Janganlah
 engkau tertipu dengan pujian orang lain yang menghampirimu. 
Sesungguhnya mereka yang memuji tidaklah mengetahui dirimu sendiri 
kecuali yang nampak saja bagi mereka. Sedangkan engkau sendiri yang 
mengetahui isi hatimu.&quot; “Barangsiapa yang begitu girang dengan pujian manusia, syaithon pun akan merasuk dalam hatinya.”( Iqozhul Himam Syarh Matn Al Hikam, Ibnu ‘Ajibah, hal. 159, Mawqi’ Al Qaroq, Asy Syamilah).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujub itu gak jauh-jauh dari istilah pujian. Orang yang ujub adalah orang yang gila akan pujian. Selalu mengharap banyak orang akan memujinya. Itu orientasi utama orang yang punya sikap ujub. Nah, kalau kita orientasinya udah kayak gitu, bahaya! Pasang alarm! Introspeksi! Lebih bahaya lagi, kalau ibadah jadi orientasi utamanya. Sungguh bahaya! Itu ujub tingkat dewa namanya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada si Fulan. Dia ahli ibadah. Amalan wajib dan sunnahnya gak pernah lewat. Namun ketika dia berbicara, seakan mengindikasikan bahwa dia yang paling benar. Lebih celaka lagi, keterangan yang dia berikan selalu mengungkit-ungkit tentang ibadah yang dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa kita simpulkan si Fulan di atas terjangkit ujub sughro (emang ada ya?). Hehehe. Tapi efek yang dihasilkan dari ujub &lt;i&gt;sughro&lt;/i&gt; ini bisa jadi sangat &lt;i&gt;kubro&lt;/i&gt;. Bisa jadi amalan yang dilakukannya sia-sia saja. Bisa jadi juga amalan yang istiqomah dibuatnya malah menjerumuskan ke jurang dosa. Na&#39;udzubillah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahasa kasarnya &quot;Sok Suci&quot;! Entah di jaman sekarang ada orang seperti si fulan itu atau tidak, WAllahu a&#39;lamu, yang jelas itu termasuk perbuatan dzolim. Iya, mendzolimi diri sendiri dengan perbuatan yang sia-sia. Mendzolimi diri dengan membiarkan syaithon masuk dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka ber-rendah hati-lah! Rendah hati adalah sebaik-baiknya sikap untuk setiap tindakan dan amalan yang kita lakukan. Kebaikan amalan yang kita lakukan, akan rusak jika kita salah menyikapinya. Sedikit saja salah, rusak susu sebelanga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak perlu menunjukkan kita itu &quot;benar&quot;, orang lain akan tau sendiri kok. Tak perlu menunjukkan kita itu orang yang &quot;Suci&quot;, cukuplah kita pada keistiqomahannya saja. Pendapat orang lain belakangan. Tak perlu khawatir akan tidak bisa beramar ma&#39;ruf. Bukankah Allah akan memberikan hidayah di saat dan kepada orang yang tepat dan sudah siap? Cukup tundukkan kepala, dan beristiqomahlah dalam kesucianmu! :)</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/1989092799576569784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/01/jangan-sok-suci-istiqomahlah-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/1989092799576569784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/1989092799576569784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/01/jangan-sok-suci-istiqomahlah-dalam.html' title='Jangan Sok Suci! Istiqomahlah dalam Kesucian!'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixBI4zQMyMvcrjlT6HlP0vgibJE0LRqA0FhDDY7_YawvgRkwG2nshFK2V_pXsRFd_JlmiNpqKEKGt_5l14RJAqs2Hft1jwtttBE0MPAK4K4ZI_kay9Haj1uJOqa-WJO8V_IW3EzqNYgKGL/s72-c/look+down.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-5524747442420668615</id><published>2015-01-10T09:41:00.003+07:00</published><updated>2015-01-10T10:04:35.996+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Notes"/><title type='text'>Kalau Sudah Nikah, So What?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgH5J4CsrBoQy-wKWCW6c7dsXoiz_67FpAln9MLIIDmHjfRH2Pgu2C-1tcZo44sC9DDThsgImMXp5hl2aqzpWrkQW0kNypLX-1zThfVwwr3EJiZxNknXYkZpci-wk8ZkGm_Vz84MPM1PvR/s1600/jangan+keseringan+nanya.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgH5J4CsrBoQy-wKWCW6c7dsXoiz_67FpAln9MLIIDmHjfRH2Pgu2C-1tcZo44sC9DDThsgImMXp5hl2aqzpWrkQW0kNypLX-1zThfVwwr3EJiZxNknXYkZpci-wk8ZkGm_Vz84MPM1PvR/s1600/jangan+keseringan+nanya.jpg&quot; height=&quot;200&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Rasa-rasanya akhir-akhir ini sering singgung menyinggu masalah pernikahan. Mulai dari sering ditanya &quot;kapan nikah?&quot; sampai dibully karena status jomblo. Padahal ini kan belum lebaran. Kok ya pertanyaan-pertanyaan sakti itu terus menghantui?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, mungkin ini efek pasca penempatan. Menahan-nahan diri untuk tidak menikah selama satu tahun penempatan, berimbas pada saling kejar setoran untuk berbondong-bondong nyari pasangan setelah selesai penempatan. Ada yang langsung menikah. Ada yang dengan segera melamar anak orang. Ada yang sudah melakukan pembidikan. Ada juga yang masih setia menunggu dengan pasrah jodohnya datang. Saya? Jangan tanya lagi deh, tunggu aja tanggal mainnya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ke-dua, berada di lingkungan yang mayoritas sudah tidak lajang lagi membuat obrolan yang ada selalu menjurus ke situ. Iya, situ. Gak jarang juga kalau sudah mengarah ke situ, ujung-ujungnya berakhir dengan pembulian. Ya ya ya, seneng-seneng aja di-&lt;i&gt;bully&lt;/i&gt;. Sambil memanjatkan do&#39;a, ya Allah segerakan lah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ke-tiga, memang karena sudah masanya. Usia yang sudah tak muda lagi, ditambah wajah yang sudah mulai banyak keriput-keriputnya, membuat orang yang melihatnya sepertinya akan selalu membatin &quot;ini orang kenapa gak nikah-nikah sih?&quot;. Tidak lama lagi berusia 25 tahun. &quot;Rasulullah aja menikah umur 25, kamu kapan?&quot;. Ah, sudah lah. Lagi-lagi berdo&#39;a, ya Allah, segerakanlah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukannya tidak nyaman dengan kondisi ini, tapi tiba-tiba saja saya berfikiran, &quot;Kalau sudah nikah, trus napa?&quot;. &quot;Apa urusan anda menanyakan saya kapan nikah? Apa untungnya buat anda, hah? hah?&quot; (ciyee, serem banget ngomongnya :D hahaha). Tenang aja, saya lagi gak marah kok. Cuman kayaknya, setiap orang yang ditanyain &quot;Kapan nikah?&quot; dalam hatinya mungkin akan ngegondok gitu. Iya kan? Syukur deh kalau gak. hehe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Emangnya kalau udah nikah, terus rumah tangga elu yang urusin?&quot;, &quot;Elu yang mau beliin rumah?&quot;. &quot;Elu yang mau nyariin nafkah?&quot;. &quot;Nggak kan? Yaudah!&quot;. Hehe. :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah jodoh ini emang sedikit banyak cukup menguras hati dan fikiran. Namanya manusia ya, sudah menjadi fitrahnya untuk berkeinginan mendapatkan pasangan hidupnya. Nah, dengan selalu melontarkan pertanyaan &quot;Kapan nikah?&quot; barangkali akan semaking menguras pikiran hati dan fikiran orang itu. Bagi orang kayak saya sih, santai aja. Orang masih muda dan ganteng juga (haiyahh). hahaha. :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau motivasi bertanya kayak gitu hanya untuk sekedar basa-basi, mending cari basa-basian yang lain aja deh. Apa lagi kalau maksudnya hanya untuk menertawakan. Nah, kalau mau buat becandaan, cari saat dan kalimat yang tepat untuk becandaannya. Ngapain sih nanya-nanya terus? Biar orangnya cepet nikah? Capek loh orang digituin terus. Lagian, orang yang belum nikah itu bukannya tidak mauBukankah lebih baik jika kita mendoakannya? Dijamin kalau didoain maka maunya ente biar orang itu cepet nikah akan semakin cepat terkabul, bukan gitu? Atau jangan-jangan ada maksud lain dibalik itu? Nah! :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WAllahu a&#39;lamu bisshowab.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/5524747442420668615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/01/kalau-sudah-nikah-so-what.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/5524747442420668615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/5524747442420668615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2015/01/kalau-sudah-nikah-so-what.html' title='Kalau Sudah Nikah, So What?'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgH5J4CsrBoQy-wKWCW6c7dsXoiz_67FpAln9MLIIDmHjfRH2Pgu2C-1tcZo44sC9DDThsgImMXp5hl2aqzpWrkQW0kNypLX-1zThfVwwr3EJiZxNknXYkZpci-wk8ZkGm_Vz84MPM1PvR/s72-c/jangan+keseringan+nanya.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-7659426568146894405</id><published>2014-07-19T21:31:00.001+07:00</published><updated>2014-07-19T21:31:37.628+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Notes"/><title type='text'>Relawan oh Relawan</title><content type='html'>&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Malam-malam dapat tamparan keras dari akun facebook tetangga yang membuat status tentang &#39;relawan&#39;. Ya, relawan, macam saya ini adalah seorang relawan kan? Jauh-jauh datang dari pulau jawa, hanya untuk mengajar, mendidik dan memimpin semua masyarakat di Sebuku, di tanah juang ini untuk mengangkat derajat mereka menjadi masyarakat yang berwawasan dunia. &lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Salah satu kutipan statusnya kurang lebih berisikan &quot;..mengharapkan imbalan pujian di koran dan sekedar kolom komentar? Ya tetap saja relawan...&quot; seperti jarum yang menghujam dalam ke ulung hati. Secara saya punya hobi pajang foto dan status di dinding facebook dan media sosial lainnya. Ya walaupun mungkin status tersebut bukan untuk saya, setidaknya saya juga merasakan hal yang sama. &lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Mari kita ambil hikmahnya. Bener juga statusnya, namanya relawan harus rela ngapa-ngapain dan diapa-apain! Mari kita lihat kenyataan di lapangan. &lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Pagi ke sekolah, siang menemani balita-balita di rumah dengan segenap perilakunya, sore bermain dengan murid-murid, maghrib mengajar ngaji, malam menemani anak yang datang ke rumah untuk belajar. Sering dengan aktifitas begitu memicu emosi untuk memuncak. Faktor capek, dan agresifitas anak yang super duper aktif. Gerutu dan keluhan kadang mengendap di hati seakan-akan ingin melampiaskan dengan perbuatan.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Mengajar di sekolah, jumpa dengan anak-anak yang nakal, berkebutuhan khusus, dan susah diatur. Menerangkan materi ini itu, tapi mereka belum faham juga. Siang, terik begitu menyengat kepala ketika berjalan dari sekolah ke rumah. &lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Sampai rumah disambut dengan agresifitas balita-balita yang sering merepotkan urusan pribadi. Rengekan-rengekan minta sesuatu tak jarang mereka perdengarkan. Pertanyaan-pertanyaan yang terus berulang-ulang juga acap kali harus kuladeni satu persatu.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Sore kadang harus kembali ke sekolah untuk bermain bersama murid-murid. Tak tanggung-tanggung, murid satu sekolah kadang saya dampingi untuk bermain sambil belajar bersama.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Selesai sholat maghrib, masjid kampung jadi tongkrongan sehari-hari. Mengajari anak-anak mengaji menjadi rutinitas setiap petang. Tak jarang anak yang tak lancar membaca. Bahkan sudah dibetulkan caranya, tetap saja salah ketik membaca kalimat berikutnya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Sepulang dari masjid, kembali disambut oleh adik-adik kecil yang suka nencari perhatian saya. Tidak lama biasanya juga datang anak-anak kelas 5 untuk belajar di rumah. Mengajar sambil digoda oleh ulah balita-balita agresif tentu bukan hal yang menyenangkan. Mengajarnya pun tidak efektif.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Belum lagi harus bersosialisasi dengan masyarakat di sini untuk pemberdayaan. Tentu tidak serta merta semua masyarakat menerima dengan baik. Ada yang cuek, ada yang agresif dan ada juga mungkin yang tidak suka.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Begitulah aktifitas relawan versi saya selama 1 bulan terakhir ini. Tentu bagi orang yang baru jadi relawan seperti saya hal tersebut bukanlah hal yang menyenangkan. Alih-alih menyenangkan, rutinitas tersebut tak jarang membuat emosi saya terbakar. &lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Yah, mungkin ini kali ya yang disebut dengan &quot;rela diapa-apain&quot;. Relawan harus tahan dengan itu semua. Relawan harus punya stok sabar tanpa batas. Iya, sabar! Biar sabar dan sholat yang akan jadi penolong para relawan ini. InsyaAllah, status &quot;relawan&quot; ini adalah kendaraan bagi kita untuk naik level. ^_^&lt;/p&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt; &lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy3AKqL-FYCVJ0fgKztp0hz4ZY2m6cYCqMS0Y80knDycPxpEjIY-OhyphenhyphenSBGWxFK-8lmpqe54o0G6ugTiJiYy0qOMF2EH9rgjl-7IhM4JrMyZ3LqmWx52ytm77pI-6qa1t7upF_YDD26UMBc/s1600/Persari_2.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt; &lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy3AKqL-FYCVJ0fgKztp0hz4ZY2m6cYCqMS0Y80knDycPxpEjIY-OhyphenhyphenSBGWxFK-8lmpqe54o0G6ugTiJiYy0qOMF2EH9rgjl-7IhM4JrMyZ3LqmWx52ytm77pI-6qa1t7upF_YDD26UMBc/s640/Persari_2.JPG&quot;&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/7659426568146894405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2014/07/relawan-oh-relawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/7659426568146894405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/7659426568146894405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2014/07/relawan-oh-relawan.html' title='Relawan oh Relawan'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy3AKqL-FYCVJ0fgKztp0hz4ZY2m6cYCqMS0Y80knDycPxpEjIY-OhyphenhyphenSBGWxFK-8lmpqe54o0G6ugTiJiYy0qOMF2EH9rgjl-7IhM4JrMyZ3LqmWx52ytm77pI-6qa1t7upF_YDD26UMBc/s72-c/Persari_2.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-829397057638166249</id><published>2014-07-17T09:40:00.001+07:00</published><updated>2014-07-17T09:46:57.948+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Notes"/><title type='text'>Nikumb Menyindir Saya</title><content type='html'>&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Film Taare Zaamen Par, dibintangi oleh seorang Aamir Khan, bercerita tentang seorang siswa penderita diseleksia yang mendapatkan perlakuan sangat tidak mengenakkan oleh guru2 dan orangtuanya. Guru yang seharusnya memberikan motivasi dan mumbuhkan rasa percaya diri si anak, justru selalu merendahkan bahkan membunuh rasa percaya dirinya sebagai seorang siswa.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Singkat cerita, akhirnya si Ishaan, anak penderita diseleksia, menemukan guru sejatinya. Guru yang membangkitkan lagi rasa percaya dirinya. Guru yang benar2 mengajarkan bagaimana cara belajar yang tepat baginya. Namanya pak Nikumb.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Guru yang diperankan oleh Aamiir Khan ini adalah sosok guru yang dicintai oleh siswa2nya. Berbeda dengan guru2 yang lain yang cenderung dianggap oleh siswanya seperti monster yang menakutkan.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Beruntung Ishaan menemukan guru seperti pak Nikumb. Ia selalu menganggap bahwa setiap anak punya bakatnya masing2. Punya kemampuan yang unik dibanding dengan anak2 yang lain. Pak Nikumb selalu membebaskan anak2 untuk bereksplorasi, mencurahkan semua imajinasinya ketika pelajaran di kelasnya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Ketika seorang anak tidak bisa melakukan sesuatu, ia tidak langsung menjudge bahwa anak tersebut malas dan bodoh. Pasti ada sesuatu yang menghambatnya, membuatnya tidak bisa melakukan pekerjaan tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Di lain cerita, saya sebagai seorang guru merasa tersindir. Seakan2 bilang, &quot;Heh! Kamu itu guru loh. Sudah bisa kayak gitu belum?&quot;. Cukup menghujam memang ketika diri ini sadar bahwa kualitas saya sebagai guru belum sebrilian Pak Nikumb. &lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Sehingga muncul banyak pertanyaan buat saya. Sudahkah jadi guru yang dirindukan muridnya? Sudahkah membuat suasana belajar di kelas senyaman mungkin bagi siswa? Sudahkah mencoba memahami dan menemukan solusi untuk anak2 berkebutuhan khusus? Sudahkah sering berkomunikasi dan berdiskusi dengan orangtua murid atas masalahnya di kelas? Sudahkah menyayangi muridnya dengan setulus-tulusnya rasa sayang?&lt;br&gt;
Ah, terlalu banyak untuk dituliskan. Yang intinya, sudahkah Saya melakukan apa yang dilakukan Pak Nikumb?&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Semoga ini jadi bahan refleksi bagi seorang guru seperti saya yang katanya guru transformatif. Jadi cermin bahwa guru juga harus mengevaluasi kualitas dirinya. Refleksi bahwa guru tidak hanya melulu menjelaskan materi di depan kelas tanpa mempedulikan kondisi siswanya. &lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Sungguh saya tersindir sikapmu, Pak Nikumb!&lt;/p&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt; &lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSGNcho3ohxrgV_JHbmffmEm1kyhVFhKd5jEH80-wVFrOsX1I4whu5bZ0SqqHpqsNKqrbQrGS_G6uBqfquTCTzAx_RkXI_ETPhyphenhyphenOaE_inW5DKioCH1uJAViQtBZSmapeOAfAlAge3HO3C3/s1600/2014-07-17-10-43-51--146297873.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt; &lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSGNcho3ohxrgV_JHbmffmEm1kyhVFhKd5jEH80-wVFrOsX1I4whu5bZ0SqqHpqsNKqrbQrGS_G6uBqfquTCTzAx_RkXI_ETPhyphenhyphenOaE_inW5DKioCH1uJAViQtBZSmapeOAfAlAge3HO3C3/s640/2014-07-17-10-43-51--146297873.jpeg&quot;&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/829397057638166249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2014/07/nikumb-menyindir-saya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/829397057638166249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/829397057638166249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2014/07/nikumb-menyindir-saya.html' title='Nikumb Menyindir Saya'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSGNcho3ohxrgV_JHbmffmEm1kyhVFhKd5jEH80-wVFrOsX1I4whu5bZ0SqqHpqsNKqrbQrGS_G6uBqfquTCTzAx_RkXI_ETPhyphenhyphenOaE_inW5DKioCH1uJAViQtBZSmapeOAfAlAge3HO3C3/s72-c/2014-07-17-10-43-51--146297873.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-8196480013341026629</id><published>2014-02-16T07:01:00.001+07:00</published><updated>2014-02-16T07:03:24.233+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My stories"/><title type='text'>Ini Baru Penempatan!</title><content type='html'>&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Genap sudah 1 bulan saya berada di sini, di tempat pengabdian ini. Loh, kok cuman 1 bulan? Bukannya 3 bulan? Secara keseluruhan memang bener 3 bulan di Sebuku, tapi di Kalas ini, 30 hari saja memang. :)&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Yes, Kalas, a five letter word. Akhirnya saya dimutasi dari Pembeliangan ke kilo empat ini jauh lebih dini dari rencana awal. Awalnya saya direncanakan pindah ke kalas ini setelah 6 bulan di Pembeliangan. Tapi karena sebuah keadaan yang darurat, belum genap dua bulan dilemparlah sudah saya. &lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Lantas, emang berbeda kondisinya sama yang dulu? Jelas!&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Pertama, lokasinya yang semakin jauh saja dari peradaban. Kalau dari nunukan harus dua kali naik kendaraan air, naik sepid dan sampai pembeliangan harus naik perahu ketingting sekali ke Kalas. Dari kalas naik ojek lagi ke kilo empat. Semakin jauh dan tentunya ongkos menuju ke sana pun bertambah.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Kedua, kualitas sinyal HSDPA&amp;nbsp; berkurang. Walaupun memang disini juga mendapat sinyal indosat. Jadi aja berselancarnya tidak sekencang ketika di pembeliangan. &lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Ketiga, masalah air masih menjadi momok di sebuku ini. Di Kalas ini sumber air hanya dari hujan dan sumur. Ya, hanya dua itu saja. So, minum pun pakai air hujan, mandi pakai air sumur.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Terakhir, yang paling keren dan out of the box adalah tempat tinggal saya sekarang. Tinggal di rumah tak berdinding milik Pak Amrino bersama keluarganya merupakan sesuatu yang SubhanAllah buat saya. Hingga akhirnya saya dibuatkan bilik sederhana berdindingkan terpal dan beberapa papan. Tak berpintu dan tak berjendela. Setiap hari bangun dengan kondisi menggigil jika tidak menggunakan &quot;kostum&quot; khusus tidur. &lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Begitu pun semuanya harus saya syukuri. Sungguh begitu banyak alasan untuk bersyukur. Masyarakat sangat welcome dengan kedatangan saya di kalas ini. Bahkan ternyata yang membuat saya disegerakan pindah ke sini adalah atas permintaan mereka. Kemudian siswa-siswanya pun begitu bersemangat mendapatkan ilmu-ilmu baru dari saya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Generally, masyarakat Kalas ini sadar pendidikan. Mereka begitu peduli dengan masa depan, terutama untuk anak-anak mereka. Banyak orang bilang wajar, penduduk di sini semuanya adalah transmigran. Tepatnya orang Bugis yang tinggal di Kalimantan. &lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;This is the real &quot;Penempatan&quot;. Itu yang saya rasakan di sini. Setelah sebelumnya merasakan hidup di pembeliangan, saya rasa di sini lebih pantas sebagai tempat &quot;Penempatan&quot;. Akan lebih banyak kisah yang akan saya ukir, di sini, di tanah juang ini. InsyaAllah!&lt;/p&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt; &lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4lS0Hlgzz_tVQ8BKEXorHfGHsQISqSpcygR4cfCsm9lB1tZFIdoFeZzFqLZfq1MdGc4sQMasAmjTYdtp2IG0hUpbV5P-QMyD2ychRC85xN65yVHHHLAIRxQDcR8agofG987Lcnae3qHwe/s1600/20140212_170530.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt; &lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4lS0Hlgzz_tVQ8BKEXorHfGHsQISqSpcygR4cfCsm9lB1tZFIdoFeZzFqLZfq1MdGc4sQMasAmjTYdtp2IG0hUpbV5P-QMyD2ychRC85xN65yVHHHLAIRxQDcR8agofG987Lcnae3qHwe/s640/20140212_170530.jpg&quot;&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/8196480013341026629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2014/02/ini-baru-penempatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/8196480013341026629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/8196480013341026629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2014/02/ini-baru-penempatan.html' title='Ini Baru Penempatan!'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4lS0Hlgzz_tVQ8BKEXorHfGHsQISqSpcygR4cfCsm9lB1tZFIdoFeZzFqLZfq1MdGc4sQMasAmjTYdtp2IG0hUpbV5P-QMyD2ychRC85xN65yVHHHLAIRxQDcR8agofG987Lcnae3qHwe/s72-c/20140212_170530.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-5846492010145179709</id><published>2013-12-04T08:51:00.001+07:00</published><updated>2013-12-04T08:53:57.156+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My stories"/><title type='text'>This! Pengabdian!</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnwZNv0OG0SR8ZVZXNhK8TMmXStBCYbyaPOAuTlMcldkz5ZFWrBHbdF3s0HOJOxG1fdUdsYoHqXr_GXLaRH9PVZah-WHPQ2wO8a2eFhfYLIkQRLlz71GLGfT9_8mRhQ_EXF4dUzdy_7SyU/s1600/IMG_2219904944906.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;strike&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnwZNv0OG0SR8ZVZXNhK8TMmXStBCYbyaPOAuTlMcldkz5ZFWrBHbdF3s0HOJOxG1fdUdsYoHqXr_GXLaRH9PVZah-WHPQ2wO8a2eFhfYLIkQRLlz71GLGfT9_8mRhQ_EXF4dUzdy_7SyU/s320/IMG_2219904944906.jpeg&quot; width=&quot;192&quot; /&gt;&lt;/strike&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dua hari di nunukan yang subhanAllah banget. Sekali dayung benar2 4 pulau terlampaui. Mulai dari pulau Tarakan, Pulau Nunukan, Pulau Sebatik sampai Pulau besar Kalimantan. Yosh! Keliling Kepulauan Borneo dalam 2 hari, pertama kali seumur hidup!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq6XDGE92z6aGyWFiDvZSf-pxevrHmjL40JmwEkl_Jl0kDYfgzRLsQmEU0wmy5gQGS2lLzMlK-r-tCV6A6CybbZ7Cwy8Pf62FjDKO8Ihg9Utf8udjxS1c_xPkEJPqI7HhjsUJbaIXUXSjA/s1600/FB_IMG_13854258553077936.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq6XDGE92z6aGyWFiDvZSf-pxevrHmjL40JmwEkl_Jl0kDYfgzRLsQmEU0wmy5gQGS2lLzMlK-r-tCV6A6CybbZ7Cwy8Pf62FjDKO8Ihg9Utf8udjxS1c_xPkEJPqI7HhjsUJbaIXUXSjA/s320/FB_IMG_13854258553077936.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Lautan, sungai, hutan, rawa, sampai kebun sawit menjadi pemandangan yang sudah sangat mainstream selama perjalanan mendayung 4 pulau ini. Hingga akhirnya sampailah di tempat tinggal sementara selama setahun, dekat dermaga, Desa Pembeliangan, Kecamatan Sebuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di rumah pak Muhtarom tepatnya. Beliau adalah kepala sekolah Sd n sebuku 1, tempat saya mengajar nanti. Bangunanya tepat di samping sekolah. Di depannya ada lapangan voli milik sekolah. Beliau ternyata punya warung kecil yang menjual jajanan untuk anak sekolah yang setiap harinya diurusin sama istrinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Actually, di Pembeliangan ini daerahnya cukup ramai. Karena dekat dengan pusat transportasi antar pulau, dermaga. Pemukiman warga juga banyak di sini. Ada sekitar 500 kepala keluarga yang tinggal di desa pembeliangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konon hidup disini itu gampang2 susah. Gampangnya, karena saya tinggal dengan pak kepala sekolah. Hehehe. Susahnya, wah kalo ini mah gak usah ditanya lagi. Mari kita mulai dengan akses transportasinya. Krndaraan umum macam angkot apalagi taksi gak ada disini. Hanya ada ojek saja angkutan umum di sebuku ini. Kalau mau ke perkotaan harus naik speed boat menuju nunukan selama 3 jam.&amp;nbsp;Ongkosnya 200ribu sekali jalan. &amp;nbsp;Atau ke malinau pake ojek baru disambung pake damri dari onsoi selama 3 jam pula. Kalau yang opsi kedua ini lebih murah ongkosnya hanya sekitar 100ribu sekali jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lanjut susah berikutnya adalah biaya hidup di sini yang cukup memeras otak juga memeras kantong. Rata2 harga barang disini 2 kali lipat harga di jawa. Bensin di jawa cuman 6500 disini sampai 13000. Gorengan yang di jawa cuman 500 disini dijual 1000. Lebih parah lagi listriknya, kalau dijawa sebulan paling hanya 100-200ribu disini sampai 500ribu per bulan. Jadi gak usah ditanya lagi ya kalo masalah mahal-memahal harga barang dan makanan di sini mah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Susah terakhir nih, yaitu masalah fasilitas. Listrik di sini gak kayak di jawa yang selalu nyala 24 jam. Hanya dari jam 6 sore sampai jam 12 malam saja sudah listrik menyala disini. Baru kapasitas watt listriknya juga terbatas. Mungkin kurang dari 450 watt. Jadi tidak bisa kita seenak jidat colok sana sini barang-barang elektronik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air bersih juga sulit didapat di sini. Sumber air untuk MCK aja diperoleh dari air tadah hujan dan air rawa-rawa. Sebagian besar kamar mandi di sini menggunakan air rawa-rawa. Ya, mereka mandi dengan air itu. Airnya berwarna kekuning2an seperti banyak mengandung zat logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk air minum? Harus beli! Pilihannya dengan membeli air galon seharga kira2 20ribuan atau membeli air profil (tanki besar) seharga 150ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, begitulah sekilas kondisi di sini, Nunukan, North Borneo. Kalau bukan karena satu kata, pengabdian, tak lekang sudah saya di sini. Bukankah menyalakan lilin jauh lebih baik daripada sekedar mencerca kegelapan? Yes, sekarang lah saatnya. Think big, start small act now!</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/5846492010145179709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2013/12/this-pengabdian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/5846492010145179709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/5846492010145179709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2013/12/this-pengabdian.html' title='This! Pengabdian!'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnwZNv0OG0SR8ZVZXNhK8TMmXStBCYbyaPOAuTlMcldkz5ZFWrBHbdF3s0HOJOxG1fdUdsYoHqXr_GXLaRH9PVZah-WHPQ2wO8a2eFhfYLIkQRLlz71GLGfT9_8mRhQ_EXF4dUzdy_7SyU/s72-c/IMG_2219904944906.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-5409859616919706128</id><published>2013-08-23T00:55:00.000+07:00</published><updated>2013-08-23T20:11:13.261+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Notes"/><title type='text'>Pertanyaan-pertanyaan Sakti Lebaran</title><content type='html'>Bagi yang merayakan lebaran di kampung halaman pasti menjumpai banyak pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh sanak saudara kepada kita, yang terkadang pertanyaan itu bikin kita hampir bosen dengerinnya. Iya kan? Gimana nggak, hampir setiap orang yang tanya ketika silaturahim, nanyanya itu mulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa disebut &quot;pertanyaan-pertanyaan sakti&quot;? Karena nggak jarang juga diantara pertanyaan-pertanyaan tersebut ada pertanyaan yang begitu menohok kita. &lt;i&gt;Mak jleb jleb&lt;/i&gt; gimana gitu. Sakti kan? Apalagi bujang kayak saya gini. Sepetinya usia-usia sekarang ini adalah titik puncak kesaktian pertanyaan-pertanyaan tersebut. Makanya, kudu sedia stok jawaban yang ekstra sakti juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut akan saya sebutkan 3 besar &quot;pertanyaan sakti&quot; yang sering dilontarkan kepada saya menurut penelitian di lebaran tahun ini. Hahaha. Kurang kerjaan banget diteliti segala. =D&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8RRZsUlNEFVxvoE6BRAfQiHTHboi7N3J5-kUWh9vg_LMMROuMdXgtYpf-fUCN57rf4CNqfEFiSB2Wgr6g8Zy_bUjgiPte9JUdiBFQJ7N1SPvkALs0KYoSH-NYCA-cDvAbmHUnUrVSXxxF/s1600/kapan-nikah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8RRZsUlNEFVxvoE6BRAfQiHTHboi7N3J5-kUWh9vg_LMMROuMdXgtYpf-fUCN57rf4CNqfEFiSB2Wgr6g8Zy_bUjgiPte9JUdiBFQJ7N1SPvkALs0KYoSH-NYCA-cDvAbmHUnUrVSXxxF/s1600/kapan-nikah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kapan pulang?&lt;/b&gt;. Biasanya pertanyaan macam ini pun sudah muncul sebelum lebaran tiba. Atau ketika seorang teman atau saudara pertama kali berjumpa dengan kita setelah sekian lama. Kalau model pertanyaan seperti ini sangat mudah mencari jawabannya. Dan sepertinya pertanyaan model kayak begini adalah pilihan favorit bagi mereka sebagai bahan basa-basi untuk mengawali obrolan dengan kita.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Sekarang dimana?. &lt;/b&gt;Maksud dari pertanyaan ini adalah dimana kita merantau sebelum dan sesudah kita pulang kampung sekarang ini? Entah itu merantau untuk sekolah atau bekerja, yang pasti pertanyaan ini biasanya sepaket dengan pertanyaan di urutan pertama di atas. Biasanya yang pertanyaan pertama yang ditanyakan duluan. Pertanyaan ini juga relatif lebih mudah untuk dijawab. Agak susahnya itu jelasin secara rinci dimana kita merantau. Karena kadang orang sekali disebutkan dimana tempatnya, belum ngeh. Harus secara rinci. Apalagi sama orang yang bener-bener KEPO. Harus rinci serinci-rincinya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kapan nikah?. &lt;/b&gt;Ini pertanyaan yang mainstream banget, khususnya buat bujang-bujang nanggung kayak saya. Entah apa motivasinya untuk menanyakan hal itu, yang jelas pertanyaan model begini ini yang sering bikin &lt;i&gt;mak jleb jleb. &lt;/i&gt;Kalau emang untuk basa basi, saya rasa pertanyaan model ini sudah sangat keterlaluan alias nggak pada tempatnya bro. Ya, bukannya suudzon, tapi alangkah lebih baik kalau tau saudara atau temannya ini belum nikah, ya &lt;i&gt;mbok&lt;/i&gt; didoakan secepatnya aja. Mungkin itu akan jauh lebih baik.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8RRZsUlNEFVxvoE6BRAfQiHTHboi7N3J5-kUWh9vg_LMMROuMdXgtYpf-fUCN57rf4CNqfEFiSB2Wgr6g8Zy_bUjgiPte9JUdiBFQJ7N1SPvkALs0KYoSH-NYCA-cDvAbmHUnUrVSXxxF/s1600/kapan-nikah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8RRZsUlNEFVxvoE6BRAfQiHTHboi7N3J5-kUWh9vg_LMMROuMdXgtYpf-fUCN57rf4CNqfEFiSB2Wgr6g8Zy_bUjgiPte9JUdiBFQJ7N1SPvkALs0KYoSH-NYCA-cDvAbmHUnUrVSXxxF/s320/kapan-nikah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Saya rasa nggak cuman saya yang pernah dapet tiga pertanyaan di atas. Hampir bisa dipastikan pertanyaan-pertanyaan di atas hadir setiap tahun. Ya kecuali yang ke-3, pertanyaan itu akan hilang sendirinya jika yang ditanya sudah menemukan solusinya, menikah. Ya, M.E.N.I.K.A.H! Tapi ketika satu solusi untuk menghindari pertanyaan sakti tersebut sudah ketemu, dimungkinkan muncul masalah pertanyaan baru. Begitulah hidup, pertanyaannya nggak habis-habis. -_-&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kalau saya sih, anggap aja itu candaan. Solusinya, dicandain balik aja. Ntar juga yang ngasih pertanyaan kena juga &lt;i&gt;mak jleb jleb-&lt;/i&gt;nya. Hehehe. Yang ini juga becanda ding. =P&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/5409859616919706128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2013/08/pertanyaan-pertanyaan-sakti-lebaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/5409859616919706128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/5409859616919706128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2013/08/pertanyaan-pertanyaan-sakti-lebaran.html' title='Pertanyaan-pertanyaan Sakti Lebaran'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8RRZsUlNEFVxvoE6BRAfQiHTHboi7N3J5-kUWh9vg_LMMROuMdXgtYpf-fUCN57rf4CNqfEFiSB2Wgr6g8Zy_bUjgiPte9JUdiBFQJ7N1SPvkALs0KYoSH-NYCA-cDvAbmHUnUrVSXxxF/s72-c/kapan-nikah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-3956208206856200850</id><published>2013-08-05T09:41:00.000+07:00</published><updated>2013-08-05T09:41:58.973+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Notes"/><title type='text'>Let&#39;s say, &quot;That&#39;s our duty&quot; not &quot;That&#39;s your duty&quot;</title><content type='html'>Indonesia banyak masalah? Dari dulu juga udah gitu. Mau diapa-apakan juga tetap saja masalah akan selalu muncul. Selesai masalah ini, muncul masalah itu. Selesai masalah itu, muncul masalah baru yang lain. Begitu seterusnya. Ya, &lt;i&gt;sunnatullahnya &lt;/i&gt;emang begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah politik, pendidikan, kriminalitas, sosial, dan sebagainya, banyak terjadi di Indonesia di satu dekade akhir ini. Apalagi hobi media yang suka mengheboh-hebohkan permasalahan, semakin membuat masalah-masalah tersebut semakin muncul di permukaan. Sehingga, masyarakat jauh lebih banyak tau tentang berita-berita yang mengandung masalah, daripada non masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh saja, masalah korupsi sapi yang beredar akhir-akhir ini. Pedagang sayur pasti tau masalah itu. Tapi coba tanyakan si penjual sayur tersebut, tau gak Indonesia pernah meraih medali emas di Olimpiade Matematika Internasional? Atau, tau gak kemarin Ahsan dan Hendra meraih medali emas di ajang Sudirman Cup? Saya ragu-ragu kalau mereka tau semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kata Pak Anies Baswedan, itu adalah efek dari sindrom &lt;i&gt;Collective Pessimism&lt;/i&gt;, alias pesimis berjamaah yang melanda di Indonesia akhir-akhir ini. &quot;Pesimis kok berjama&#39;ah?&quot;. Tilik saja mulai tayangan televisi yang lebih banyak sinetronnya daripada tayangan yang berkualitas, tayangan berita yang lebih banyak kasus kerusuhan daripada berita prestasi-prestasi anak negeri, hingga tayangan &lt;i&gt;infotainment &lt;/i&gt;yang selalu menyuguhkan kisah sedih selebritis dan lain sebagainya yang hampir kesemuanya beraromakan negatif. Hingga efeknya, pola pikir masyarakat pun ikut-ikutan jadi pesimis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini tentu menjadi sesuatu yang sangat tidak kita -masyarakat Indonesia- inginkan. Berkutat dengan pesimisme berarti sama dengan mempertahankan, bahkan memperburuk keterpurukan. Siapa coba yang ingin dirinya semakin terpuruk? Dan merubah 180 derajat keadaan tersebut adalah jadi solusi terbaiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxPzXFmcsP8agqxp3zkHIl4hw4Grfb0eKq9CkHXDo7eCUdwE_tSmAKNDagSYsBGYmGkcnz3JAjfBGKTT-flZo2p_45-DpDpOM2SGXoYbrrQj-DeRSs-6R-eI3Tti_9R5DkfJffTpV36wwM/s1600/our+duty.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;71&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxPzXFmcsP8agqxp3zkHIl4hw4Grfb0eKq9CkHXDo7eCUdwE_tSmAKNDagSYsBGYmGkcnz3JAjfBGKTT-flZo2p_45-DpDpOM2SGXoYbrrQj-DeRSs-6R-eI3Tti_9R5DkfJffTpV36wwM/s200/our+duty.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tentunya untuk melakukan perubahan tersebut butuh dukungan penuh dari seluruh masyarakat. Karena pemerintah bukanlah malaikat yang bisa membalikkan keadaan negaranya begitu saja. Butuh dukungan rakyatnya. Jangan katakan &quot;That&#39;s your duty!&quot;, tapi katakan lah &quot;That&#39;s our duty!&quot;. Masalah pendidikan, ekonomi, dan sebagainya bukan masalah pemerintah, tapi itu masalah kita, masalah masyarakat Indonesia. Jadi kalau ingin masalahnya selesai, ya kita harus ikut turun tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyelesaikan masalah tersebut pun memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh terobosan-terobosan dan usaha yang ekstra dari segenap masyarakat Indonesia. Masalah moral misalnya. Tidak bisa pemerintah hanya membuat peraturan-peraturan yang mengatur tentang moral-moral bagi rakyatnya, tapi juga butuh dukungan masyarakat untuk menerapkan dan istiqomah terhadap moral-moral tersebut. Masalah pendidikan juga, tidak bisa pemerintah hanya memperbaharui kurikulum begitu saja. Tapi juga butuh peran masyarakat untuk memahami dan menerapkan pentingnya kurikulum tersebut sebagai landasan dalam proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya lagi-lagi, &quot;That&#39;s our duty, guys!&quot;. Siapapun kita, itu masalah kita! Dan pastikan kita berada pada jalur yang benar terhadap permasalahan tersebut. Mengubah Indonesia itu ibarat mengubah arah kemudi kapal tengker yang panjangnya 1 kilometer. Ketika kemudi tersebut kita belokkan, kapal tidak serta merta langsung membelokkan diri, mungkin butuh 3-5 kilometer dulu baru bisa berupah arahnya. Tidak seperti kapal boat yang ketika dibelokkan arahnya, langsung kapalnya belok ke arah yang diinginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, pastikan kita mengubah arah kemudi ke arah yang benar. Mungkin 20 atau 30 tahun lagi kita atau mungkin anak kita yang akan merasakan efek dari perubahan arah kemudi tersebut. Istiqomah dengan perubahan, dan komitmen dengan niat &quot;hijrah&quot; yang kita inginkan jadi kunci utama. Sudah lah, mengeluh itu tidak akan mengubah keadaan, justru sebaliknya. Jadi? Ingin jadi bagian dari sejarah perubahan bangsa Indonesia? Jawabannya ada pada diri kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat ya.. ^_^</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/3956208206856200850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2013/08/lets-say-thats-our-duty-not-thats-your.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/3956208206856200850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/3956208206856200850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2013/08/lets-say-thats-our-duty-not-thats-your.html' title='Let&#39;s say, &quot;That&#39;s our duty&quot; not &quot;That&#39;s your duty&quot;'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxPzXFmcsP8agqxp3zkHIl4hw4Grfb0eKq9CkHXDo7eCUdwE_tSmAKNDagSYsBGYmGkcnz3JAjfBGKTT-flZo2p_45-DpDpOM2SGXoYbrrQj-DeRSs-6R-eI3Tti_9R5DkfJffTpV36wwM/s72-c/our+duty.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-3626257676252951613</id><published>2013-07-29T23:46:00.001+07:00</published><updated>2013-07-29T23:59:19.514+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Know how"/><title type='text'>Sajojo Sajojo</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://i1.ytimg.com/vi/dW5oQrWZSA8/mqdefault.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;179&quot; src=&quot;http://i1.ytimg.com/vi/dW5oQrWZSA8/mqdefault.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Yup, salah satu judul lagu daerah Papua yang ngetren dengan tarian khasnya. Banyak versi yang dinyanyikan oleh berbagai penyanyi. Terus, kenapa Sajojo?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir-akhir ini semenjak ice breaking di kelas yang diiringi lagu Sajojo, entah kenapa rating Sajojo di mata teman-teman angkatan V melonjak drastis. Ditandai dengan seringnya dilantunkan lirik &quot;Sajojo, sajojo. . .&quot;, dan diputarnya mp3 Sajojo, lagu yang khas dengan jogetannya itu makin gak asing di telinga kita. Ya, sampai-sampai dipraktekin juga jogetannya dengan sedikit modifikasi. Hahaha. Nih kalau mau liat videonya. =D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/photo.php?v=486710981415245&quot;&gt;https://www.facebook.com/photo.php?v=486710981415245&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penasaran, googling dah tentang Sajojo ini. Sayang infonya sedikit. Yang banyak cuman posting tentang liriknya aja. Kurang lebih liriknya begini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Sajojo Sajojo&lt;br /&gt;
yumbo ramko isa bapa&lt;br /&gt;
rasa muna-muna-muna keke&lt;br /&gt;
sa muna-muna-muna keke.&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Sajojo Sajojo&lt;br /&gt;
yumbo ramko isa bapa&lt;br /&gt;
rasa muna-muna-muna keke&lt;br /&gt;
sa muna-muna-muna keke.&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
ku serai kusase rai-rai-rai-rai-rai&lt;br /&gt;
ku serai kusase rai-rai-rai-rai-rai&lt;br /&gt;
yunamko nikimye kiosore kiyasa, sore&lt;br /&gt;
yunamko nikimye kiosore kiyasa, sore&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Konon, lagu Sajojo ini adalah lagu orang-orang &quot;utara&quot;, menurut orang Fakfak. Maksudnya &quot;utara&quot; adalah di daerah Papua bagian utara sana, yaitu Sorong dan Biak atau sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk liriknya, belum bisa dipastikan apa terjemahannya. Hanya saja lagu Sajojo ini katanya menceritakan tentang seorang gadis yang sangat disayang bapak dan ibunya. Tidak hanya itu, gadis tersebut juga dambaan bagi para pemuda di sekitarnya. Sehingga banyak orang-orang yang menginginkan untuk dapat berjalan-jalan bersamanya. Ya, cukup match juga sih kalau dicocokin sama gestur tariannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, begitu lah kira-kira. Semoga menambah khazanah kita tentang budaya Indonesia ya. ^_^&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&#39;allowfullscreen&#39; webkitallowfullscreen=&#39;webkitallowfullscreen&#39; mozallowfullscreen=&#39;mozallowfullscreen&#39; width=&#39;320&#39; height=&#39;266&#39; src=&#39;https://www.youtube.com/embed/kNyhh4TQgmU?feature=player_embedded&#39; frameborder=&#39;0&#39;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/3626257676252951613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2013/07/sajojo-sajojo.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/3626257676252951613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/3626257676252951613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2013/07/sajojo-sajojo.html' title='Sajojo Sajojo'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821591521795340436.post-8987729211789959506</id><published>2013-07-29T13:15:00.002+07:00</published><updated>2013-07-29T14:27:18.411+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kultwit"/><title type='text'>Memantaskan Diri Itu . . .</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxLWN0Mgdy3yzQcriLVFbg6VNE3pinB2T06Qpyqm2-uybA3RrljOepmyZUXl0-Bt2vqNWFjYCHtVGtxRmwnp1Baywu6P2OX7V70wBl3EdusnrnmS_R-qqa4o_NoXeYxK-FmMHANCd7GNz9/s1600/memantaskan+diri.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxLWN0Mgdy3yzQcriLVFbg6VNE3pinB2T06Qpyqm2-uybA3RrljOepmyZUXl0-Bt2vqNWFjYCHtVGtxRmwnp1Baywu6P2OX7V70wBl3EdusnrnmS_R-qqa4o_NoXeYxK-FmMHANCd7GNz9/s200/memantaskan+diri.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Verdana, arial, helvetica, clean, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Kalau biasanya postingan dengan label kultwit itu menampilkan kuliah tweet orang, kali ini edisi perdana yang ditampilkan adalah kultwit saya sendiri. Hehehe. Dari judulnya bisa ditebak lah mau ngebahas apa. Intinya, jangan merasa pantas, sebelum memantaskan diri. ^_^ Cekidot nih.&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Verdana, arial, helvetica, clean, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0 0 0 40px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Memantaskan diri itu penting! Bahkan lebih penting dari mencari jodoh!&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0 0 0 40px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Memantaskan diri dalam hal apapun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Itu pentingnya sama kayak makan pas lagi laper banget!&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0 0 0 40px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Misal yg lagi kuliah nih. Kok ujian nilainya segitu2 terus. Padahal pengennya yang lebih tinggi. Nah, emang ente pantes dapet nilai tinggi?&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0 0 0 40px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Kenyataannya, kuliah bolosan, tiap malem nongkrong, dikos begadang mulu. Tapi mintanya nilainya A semua. Ya kagak pantes!&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0 0 0 40px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Misal lagi nih, yang lagi buka usaha. Kok omsetnya segitu2 terus? Gak balik2 modal pula. Padahal pengennya laba gede.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0 0 0 40px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Nah, masalahnya pantes gak usaha ente buat dapetin laba gede?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Kalo cuman diem aja, gak nyari2 ilmu tentang gedein laba, ya kagak pantes!&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0 0 0 40px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Misal lagi nih, yang lagi nyari jodoh. *cieee* =D&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Mintanya jodohnya yg solehah/soleh, rajin, pinter, pandai mmbahagiakan suami/istri. Tapi..&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0 0 0 40px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Tapi sendirinya, mencoba menjadi orang yang sholeh/sholehah aja kagak. Cuek sama orang lain juga, tmbh lg suka males2an. Ya kagak pantes!&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0 0 0 40px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Misal lagi nih, yang lg pada jadi karyawan/staff. Pengennya naik gaji mulu. Ngebet naik jabatan juga. Tapi...&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0 0 0 40px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Tapi tiap masuk krja telat, krjanya males2an pulak, dan gak pernah brdiskusi dengan rekan kerja, tp minta naik gaji terus. Kagak pantes woi!&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0 0 0 40px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Contoh terakhir nih, misal buat akhi2 sama ukhti2 yg lg pd usaha hafalin Qur&#39;an. Kok hafalannya segitu2 aja. Padahal pengenya setaun 1 juz.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0 0 0 40px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Kenyataanya, jarang muroja&#39;ah, suka nunda2 buat ngapalin dan menyia2kan waktu luang, padahal targetnya muluk2. Ya kagak pantes akh/ukh!&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0 0 0 40px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Dan pada akhirnya, semuanya bisa kita raih, asalkan kita pantas buat meraihnya! | Pantas gimana? | Ya pantesin aja! Gitu aja kok nanya! -_-&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0 0 0 40px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif; font-size: 13px;&quot;&gt;Ibarat mau prosesi wisuda, tapi ente pakenya pakaian mau main bola. Pantes gak? You know lah..&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Nah, gimana? Makjleb ya? #SiapaSuruh baca. =P &lt;br /&gt;Semoga bermanfaat ya. ^_^&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0 0 0 40px; padding: 0px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;balloon_module&quot; id=&quot;tweet_id_153281641_347293577136709632&quot; style=&quot;float: left; margin: 0px; min-height: 1px; padding: 0px; position: relative;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/feeds/8987729211789959506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2013/07/memantaskan-diri-itu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/8987729211789959506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821591521795340436/posts/default/8987729211789959506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahrizkamuna.blogspot.com/2013/07/memantaskan-diri-itu.html' title='Memantaskan Diri Itu . . .'/><author><name>Miftah Rizkamuna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10168024105594305881</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxLWN0Mgdy3yzQcriLVFbg6VNE3pinB2T06Qpyqm2-uybA3RrljOepmyZUXl0-Bt2vqNWFjYCHtVGtxRmwnp1Baywu6P2OX7V70wBl3EdusnrnmS_R-qqa4o_NoXeYxK-FmMHANCd7GNz9/s72-c/memantaskan+diri.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>