<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Blog Poenya eReS</title><description>it's all about me..about my self ajah..</description><managingEditor>noreply@blogger.com (eReS)</managingEditor><pubDate>Thu, 24 Oct 2024 19:58:03 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://poenya-eres.blogspot.com/</link><language>en-us</language><item><title>Jangan Katakan Ini Berkah Atau Musibah</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/09/jangan-katakan-ini-berkah-atau-musibah.html</link><category>Celotehan</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Tue, 14 Sep 2010 23:20:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-6669587853876945418</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiE28U6ioifBKP0HDfq17h0b2uWGa5FISjH3MVaH3MXcdvAgwT2FWQ0Oqn4otSyuKMlnpM9EujpKYEmiqFLNNBnEjc_6Ie0CPenE-0va4U3JnUBz78ah4sI2HZXzzHEeeVY4kJ6fQ1TclKq/s1600/berkah-musibah.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 326px; height: 434px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiE28U6ioifBKP0HDfq17h0b2uWGa5FISjH3MVaH3MXcdvAgwT2FWQ0Oqn4otSyuKMlnpM9EujpKYEmiqFLNNBnEjc_6Ie0CPenE-0va4U3JnUBz78ah4sI2HZXzzHEeeVY4kJ6fQ1TclKq/s320/berkah-musibah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516805362372164002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalian tahu bahwa ini adalah berkah atau musibah? Kalian hanya melihat sepotong saja. Kecuali kalau kalian sudah mengetahui seluruh cerita, bagaimana kalian dapat menilai? Kalian hanya membaca satu halaman dari sebuah buku. Dapatkah kalian menilai seluruh buku? Kalian hanya membaca satu kata dari sebuah ungkapan. Apakah kalian dapat mengerti seluruh ungkapan? Hidup ini begitu luas, namun kalian menilai seluruh hidup berdasarkan satu halaman atau satu kata. Yang kalian tahu hanyalah sepotong! Jangan katakan itu adalah berkah atau musibah. Tidak ada yang tahu. Saya sudah puas dengan apa yang saya tahu. Dan saya tidak terganggu karena apa yang saya tidak tahu. Tidak ada yang tahu apakah itu berkah atau musibah. Tidak ada yang cukup bijaksana untuk mengetahui. Hanya Allah yang tahu."&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5RqpCnKedh7nPdHxIk89zd3niqs3cgTUgdfXsm2ka5vDyLzgG7ZF6c_c8fOwmUtSI7Ke0FM6yIsc5BZX537GiISXvL4mSuY9149jOt5X6VEDlxH-RPLPHVDLcQg3OpnFEtI-4HVJOlT4U/s1600/Islamic+%2864%29.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 470px; height: 308px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5RqpCnKedh7nPdHxIk89zd3niqs3cgTUgdfXsm2ka5vDyLzgG7ZF6c_c8fOwmUtSI7Ke0FM6yIsc5BZX537GiISXvL4mSuY9149jOt5X6VEDlxH-RPLPHVDLcQg3OpnFEtI-4HVJOlT4U/s320/Islamic+%2864%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516808492352276914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiE28U6ioifBKP0HDfq17h0b2uWGa5FISjH3MVaH3MXcdvAgwT2FWQ0Oqn4otSyuKMlnpM9EujpKYEmiqFLNNBnEjc_6Ie0CPenE-0va4U3JnUBz78ah4sI2HZXzzHEeeVY4kJ6fQ1TclKq/s72-c/berkah-musibah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Doa Idul Fitri 1431H</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/09/doa-idul-fitri-1431h.html</link><category>renungan</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Sat, 11 Sep 2010 11:46:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-2224418468232320048</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUszFZopIYYn7dL1DMaRRglQtWYRbHJWHsAqV89ew0Yz05ifs7eT42d_Ps_QzZ7tX1jzB2DKX3CcJQs3tG98A2yjHaKviiWZwTv29O2hvcDTkia4Z9IvW7mSF6G6ETr_DZcL8rlYc2LxP2/s1600/thanks-02.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 504px; height: 377px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUszFZopIYYn7dL1DMaRRglQtWYRbHJWHsAqV89ew0Yz05ifs7eT42d_Ps_QzZ7tX1jzB2DKX3CcJQs3tG98A2yjHaKviiWZwTv29O2hvcDTkia4Z9IvW7mSF6G6ETr_DZcL8rlYc2LxP2/s320/thanks-02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515513773198978098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, untuk-Mulah segala pujian dan syukur kami, dari-Mulah semua kebaikan dan keutamaan dunia dan akhirat berasal, kami persembahkan seluruh pujian ini keharibaan-Mu sesuai dengan keagungan wajah-Mu yang mulia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sungguh kami telah menzalimi diri-diri kami, jika tidak karena rahmat dan ampunan-Mu niscaya kami pasti tergolong orang-orang yang merugi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Engkaulah yang mengetahui seluruh rahasia, melihat semua denyut nurani… Ya Allah, janganlah Engkau menyiksa kami karena dosa-dosa kami, janganlah Engkau pupuskan harapan kami pada-Mu karena dosa-dosa kami, janganlah Engkau mengusir kami dari lingkaran rahmat-Mu karena dosa-dosa kami…Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa-dosa kedua orang tua kami serta dosa-dosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam keimanan, dan janganlah Engkau menyimpan secuil pun rasa iri dan dendam kepada orang-orang yang beriman..Ya Allah, sungguh Engkau maha Lembut lagi Maha Penyayang…Ya Allah ampunilah dosa-dosa kaum muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup dari meeka maupun yang telah meninggal, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan (senantiasa) Mengabulkan semua doa-doa serta Memenuhi segala hajat manusia…&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, perbaikilah agama kami yang menjadi perisai kebaikan bagi segenap urusan kami…perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kami kelak kembali…perbaikilah dunia kami yang menjadi tempat penghidupan kami…Ya Allah, jadikanlah sisa hidup kami sebagai tambahan kebaikan bagi kami, dan jadikanlah kematian kami sebagai perpisahan yang menenangkan kami dari semua kejahatan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, berikanlah rasa takut yang akan menjauhkan kami dari kemaksiatan, ketaatan yang akan mengantar kami ke surga-Mu, keyakinan hati yang meringankan semua bencana dunia, karunialah kami dengan semua pendengaran, penglihatan dan kekuatan kami sepanjang hidup kami, jadikanlah pewaris itu dari kami, dan balaslah orang-orang yang telah menzalimi kami, dan tolonglah kami menghadapi musuh-musuh kami, janganlah Engkau letakkan musibah kami dari sisi agama kami, dan janglah Engkau jadikan dunia sebagai mimpi terbesar kami dan batas akhir dari segenap pengetahuan kami…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, hanya pada-Mulah kami mengadukan seluruh duka lara dan kesedihan kami, hanya pada-Mulah kami mengadukan segenap kelemahan tekad kami dan sedikitnya sarana dan daya kami…Ya Allah, Engkaulah Tuhan tempat mengadu orang-orang yang tidak berdaya dan terzalimi, maka gantilah rasa takut kami dengan rasa aman, gantilah kepengecutan kami dengan keberanian, gantilah kesedihan kami dengan harapan yang luas, angkatlah kami dari ketidakberdayaan dan bebaskanlah kami dari belenggu kezaliman seta tegarkanlah hati kami dalan menjalankan agama-Mu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sekarang mush-musuh kebenaran dan kemanusiaan serta orang-orang durjana itu telah menguasai kami, menggenggam semua simpul urusan kami, mereka berlaku tiran dan menzalimi kami, mereka membanggakan kekuatan mereka terhadap kami, sedang saudara-saudara dan pendukung-pendukung kami begitu sedikit, maka sekarang kami hanya berlari kembali pada-Mu karena kami percaya pada kekuatan dan daya seta pertolongan-Mu…maka kepada-Mulah kami mengadukan semua kezaliman ini…maka dengarkanlah pengaduan ini Ya Allah, maka dengarkanlah pengaduan ini Ya Allah, maka dengarkanlah pengaduan ini Ya Allah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, satukanlah hati kaum Muslimin seluruhnya dan jadikanlah mereka sebagai saudara-saudara yang saling mencintai dan mengasihi, janganlah ada dendan diantara mereka, janganlah ada perang diantara mereka, jadikanlah kekuatan mereka untuk menghadapi musuh-musuh mereka dan bukan untuk menghancurkan sesama mereka, jadikanlah kecerdasan, akal dan pengetahuan mereka untuk membangun diri-diri mereka dan bukan untuk saling menipu dan menghancurkan sesama mereka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, turunkanlah pertolongan-Mu kepada saudara-saudara kami yang sedang berjihad di jalan-Mu di seluruh belahan bumi-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, satukanlah langkah-langkah mereka, tepatkanlah sasaran dari peluru-peluru mereka, dan ceraiberaikanlah musuh-musuh mereka, serta turunkanlah bala tentara-Mu untuk menghancurkan mereka, jangan biarkan ada yang tersisa dari mereka tanpa Engkau hancurkan…Ya Allah, jadikanlah jihad saudara-saudara kami itu sebagai kesaksian kami atas seluruh manusia pada hari dimana kelak Engkau akan mengumpulkan kami…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kini telah tiba saatnya untuk memetik buah kebatilan ini, maka kirimlah dari langit kebenaran tangan-tangan yang akan memetiknya…Ya Allah, hapuskanlah dari mata umat manusia hijab yang menghalangi pandangan mereka menemukan kebenaran-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Sanggup melakakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kumpulkanlah kami bersama hamba-hamba-Mu dalam surga-Mu, bersama para Nabi, kaum shiddiqin, para syuhada dan orang-orang shaleh…Ya Allah kumpulkanlah kami bersama Nabi-Mu Muhammad saw, Abu Bakar, Umar Bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali Bin Abi Thalib serta seluruh sahabat Rasulullah saw, dalam surga-Mu dan berilah kami kesempatan melihat wajah-Mu di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, terimalah seluruh amal kami, ampunilah seluruh dosa kami, dan berilah kami kebaikan dunia dan akhiat serta lindungilah kami dari siksa neraka. Ya Allah, kepada-Mulah seluruh doa ini kami tengadahkan, dan hanya Engkaulah yang akan mengabulkan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Taqobbalallahu Minnaa Wa Minkum Wa Ja’alanallahu Wa Iyyakum Minal Aidin Wal Faizin"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUszFZopIYYn7dL1DMaRRglQtWYRbHJWHsAqV89ew0Yz05ifs7eT42d_Ps_QzZ7tX1jzB2DKX3CcJQs3tG98A2yjHaKviiWZwTv29O2hvcDTkia4Z9IvW7mSF6G6ETr_DZcL8rlYc2LxP2/s72-c/thanks-02.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Eid Mubarak Card</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/09/eid-mubarak-card.html</link><category>uncategories</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Sat, 11 Sep 2010 11:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-5351952909761967567</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg94F4qfDKDSZD8GOmLlcoi5g_pXGlzdv4_hmhB1tPPiVLaWczGFl_KqVU9LwVAZLARsQv3qsYXGd57ZXCWKOOJNdF-50yA6A6_UnZboYah4KDzWSYeFBBdQCVLEQYhVl1I0dA3LYUXND_3/s1600/idul+fitri-04.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg94F4qfDKDSZD8GOmLlcoi5g_pXGlzdv4_hmhB1tPPiVLaWczGFl_KqVU9LwVAZLARsQv3qsYXGd57ZXCWKOOJNdF-50yA6A6_UnZboYah4KDzWSYeFBBdQCVLEQYhVl1I0dA3LYUXND_3/s320/idul+fitri-04.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515505377629240290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicIA_HwH93wUmN85wbPJyfIo9D129DWhQ0-no57qDN0RdshMHns1K5SWSnfThuYzfxUYeH0KeBymgeVbpltoFKSiRi1_PWrXbUn80FnSsqUdkZCydh_ZQ69YovPwyKhsyjel32O9U3sj1L/s1600/idul+fitri-03.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicIA_HwH93wUmN85wbPJyfIo9D129DWhQ0-no57qDN0RdshMHns1K5SWSnfThuYzfxUYeH0KeBymgeVbpltoFKSiRi1_PWrXbUn80FnSsqUdkZCydh_ZQ69YovPwyKhsyjel32O9U3sj1L/s320/idul+fitri-03.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515505376016786578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWYIL9JfxPIdzIDdesCChGY4OGj54UhNeH5_F_HA8GInlA98VuhX5CTGLsGN14P_Gue8ytKhFnr2AM1WSl2Jm_NtUzzeB9tx85hWXr_L0c0aVvzDC2QFJh9ILJB1VTeG3qlEAYWVSlHcVK/s1600/idul+fitri-02.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 272px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWYIL9JfxPIdzIDdesCChGY4OGj54UhNeH5_F_HA8GInlA98VuhX5CTGLsGN14P_Gue8ytKhFnr2AM1WSl2Jm_NtUzzeB9tx85hWXr_L0c0aVvzDC2QFJh9ILJB1VTeG3qlEAYWVSlHcVK/s320/idul+fitri-02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515505364534787794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTG090V8KBaCro17j8aPsou-tsmOmu0wVayaKdcqitWmAJS3vNQIDJNvLyhHjbfg1WAHbXkw6f4wrqnJrDuC7kZwZu7Rd_BQ7u_hqUQ3np7el5rcJPTsjfr3KkAC5WnyreAbwkmPu38gzf/s1600/idul+fitri-01.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTG090V8KBaCro17j8aPsou-tsmOmu0wVayaKdcqitWmAJS3vNQIDJNvLyhHjbfg1WAHbXkw6f4wrqnJrDuC7kZwZu7Rd_BQ7u_hqUQ3np7el5rcJPTsjfr3KkAC5WnyreAbwkmPu38gzf/s320/idul+fitri-01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515505357102438178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg94F4qfDKDSZD8GOmLlcoi5g_pXGlzdv4_hmhB1tPPiVLaWczGFl_KqVU9LwVAZLARsQv3qsYXGd57ZXCWKOOJNdF-50yA6A6_UnZboYah4KDzWSYeFBBdQCVLEQYhVl1I0dA3LYUXND_3/s72-c/idul+fitri-04.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>S.T.U.P.I.D</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/08/stupid.html</link><category>Celotehan</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Fri, 27 Aug 2010 01:16:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-2175488600576810604</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxNCq-1t_oUHWxE6xIwSiciYIde9rf2_8Qt8-mi3SnZqXx1oL10IS24I8IR0ki5PWQUzGZbFUYt2nTQwGLoMgPrjC06l9mUIS-yfKaK3bzNidFezrW25wVBqBmka8qQdvchdj455Z9docC/s1600/stupid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 277px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxNCq-1t_oUHWxE6xIwSiciYIde9rf2_8Qt8-mi3SnZqXx1oL10IS24I8IR0ki5PWQUzGZbFUYt2nTQwGLoMgPrjC06l9mUIS-yfKaK3bzNidFezrW25wVBqBmka8qQdvchdj455Z9docC/s320/stupid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509784652776870642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang bodoh mencelamu&lt;br /&gt;Maka jawaban terbaik adalah diam&lt;br /&gt;Aku pernah diam dari celaan orang bodoh, namun ia menyangka&lt;br /&gt;Bahwa aku tak cakap menjawab, dan aku bukanlah orang yang cakap&lt;br /&gt;Seburuk-buruk manusia ialah bila mereka semua membuang kotoran dilubang mataku (mencelaku), dan mereka tidak akan bisa&lt;br /&gt;Aku tidak akan menjawab orang bodoh selama-lamanya&lt;br /&gt;Aku malu dengan orang yang menghardiknya, sungguh aku malu</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxNCq-1t_oUHWxE6xIwSiciYIde9rf2_8Qt8-mi3SnZqXx1oL10IS24I8IR0ki5PWQUzGZbFUYt2nTQwGLoMgPrjC06l9mUIS-yfKaK3bzNidFezrW25wVBqBmka8qQdvchdj455Z9docC/s72-c/stupid.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pelajaran Dalam Hidup</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/06/pelajaran-dalam-hidup.html</link><category>Celotehan</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Thu, 24 Jun 2010 17:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-7437204211348637895</guid><description>Begitu banyak yang hal-hal yang terjadi dan aku alami. Ketika itu adalah hal-hal terbaik untukku, tentu aku bersyukur atas semua itu. Tetapi ketika yang terjadi adalah hal-hal yang tidak menyenangkan terhadapku, sungguh aku tidak ingin menyesalinya dan ingin menjadikannya sebagai pelajaran dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hal-hal yang menyedihkan terjadi padaku, seperti saat dia berdusta padaku atau tidak menepati janjinya padaku atau dia tidak menghargai perhatian yang aku berikan. Aku tidak menyesalinya, karena kejadian itu telah mengajariku agar aku tidak berprilaku yang sama kepada orang lain dan tidak membuat sedih orang lain atas apa yang aku lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hal-hal yang menyakitkan terjadi padaku, seperti saat aku bertemu dengan dia dan ingin menyapanya, tapi dia pura-pura tidak melihatku. Atau ketika aku mencoba untuk menelepon atau mengirimkan sms kepadanya, tapi tidak ada jawaban atau balasan sms darinya. Aku tidak menyesalinya, karena kejadian itu telah mengajarkanku agar aku tidak berprasangka buruk dan selalu berpikiran positif bahwa mungkin saja memang dia tidak melihatku. Atau sesibuk apapun aku, sebisa mungkin untuk menjawab telepon atau sms yang masuk dan jika memang aku tidak bisa menjawabnya maka aku akan mengatakan bahwa aku belum bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat aku mencintai seseorang dengan tulus tapi dia tidak mencintaiku atau seseorang yang aku sayangi tiba-tiba memutuskan hubungannya denganku dan membuat hatiku merasa pupus. Aku tidak menyesalinya, karena kejadian itu telah mengajarkanku untuk selalu menerima rencana-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hal-hal yang mengecewakan terjadi padaku, seperti saat aku dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan, saat aku bersikap ramah namun terkadang dia bersikap sinis padaku atau pada saat aku butuh dia untuk berbagi cerita namun dia berusaha untuk menghindariku. Aku tidak menyesalinya, karena kejadian itu telah mengajarkanku untuk selalu membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan, untuk selalu bersikap ramah kepada siapapun, mau menjadi seseorang yang bisa diajak berbagi cerita serta mau mendengarkan keluh kesah teman-temanku dan membantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdFk2yfoDoY2gR7zJpm3A8DtVLifUxfByNO8inFj4fk42rmlWJfMHZWXG68Gp2Pi73hjAO_sKR-nZZW6XQf_O5Ppf8g8FPJG0JCLQr2vQLQva6AKcbPm65611cUeqcAwGTNnxjSSN1U7AX/s1600/life.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 232px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdFk2yfoDoY2gR7zJpm3A8DtVLifUxfByNO8inFj4fk42rmlWJfMHZWXG68Gp2Pi73hjAO_sKR-nZZW6XQf_O5Ppf8g8FPJG0JCLQr2vQLQva6AKcbPm65611cUeqcAwGTNnxjSSN1U7AX/s320/life.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486287326128257650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku percaya bahwa mungkin Tuhan memang menginginkan aku untuk bertemu orang dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum aku bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupanku dan aku harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdFk2yfoDoY2gR7zJpm3A8DtVLifUxfByNO8inFj4fk42rmlWJfMHZWXG68Gp2Pi73hjAO_sKR-nZZW6XQf_O5Ppf8g8FPJG0JCLQr2vQLQva6AKcbPm65611cUeqcAwGTNnxjSSN1U7AX/s72-c/life.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Renungan</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/06/renungan.html</link><category>renungan</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Wed, 16 Jun 2010 07:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-1995206230641509826</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcozzVTEcN0Q_TCLirCDgVhHROU99rjUsUuneVPG2DO6fi_yaPkJoQXhPhD2taLQilbMwduulGCiCIcr52Bdx1IsKUeFY0w9twSUdqSka90sM2FzuHmS5_7OfXoTUNJJkCA6z_JQ38KrIC/s1600/renungan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 249px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcozzVTEcN0Q_TCLirCDgVhHROU99rjUsUuneVPG2DO6fi_yaPkJoQXhPhD2taLQilbMwduulGCiCIcr52Bdx1IsKUeFY0w9twSUdqSka90sM2FzuHmS5_7OfXoTUNJJkCA6z_JQ38KrIC/s320/renungan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483157636096076098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Ya Bashir, Yang Maha Melihat, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui rahasiaku yang tersembunyi dan amal perbuatanku yang nyata, maka terimalah ratapanku. Engkau Maha Mengetahui keperluanku, maka kabulkanlah permohonanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Ya Rohman Ya Rohiim, Engkau telah menciptakan aku dari tiada menjadi ada. Kemudian Engkau kembalikan aku kepada-Mu. Daun-daun yang berguguran terjadi hanya karena kehendak-Mu, begitupun dengan kehidupanku, berjalan dan berputar sesuai dengan kehendak-Mu. Hari ini telah bertambah usia dalam hitunganku namun berkurang usiaku dalam hitungan-Mu, maka jadikanlah aku selalu khusyuk dan tawadhu dalam menerima hikmah dan berkah-Mu. Mantapkanlah aqidahku, sempurnakanlah ibadahku dan baguskanlah akhlakku. Jadikanlah aku benci pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat dan durhaka serta masukkan aku pada golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. Sesungguhnya aku bermohon kepada-Mu iman yang kekal, yang terus melekat dalam hatiku. Aku bermohon agar Engkau berikan pada diriku keyakinan yang sungguh-sungguh pada diri-Mu sehingga aku mampu mengetahui bahwa tiada sesuatu yang menimpaku selain dari yang Engkau tetapkan bagiku. Maka tolong jadikan aku rela terhadap apapun yang Engkau bagikan kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Ya Haadii Ya ‘Aliim, Yang Maha Pemberi Petunjuk Yang Maha Mengetahui, berikanlah kepadaku hidayah untuk berbuat baik dan menuntut ilmu, dan tetapkanlah aku pada kebaikan setelah Engkau berikan petunjuk kepadaku. Berilah aku kemampuan untuk berada dalam kebaikan dan kebenaran serta menjauhi apa-apa yang Engkau larang dan perbuatan sia-sia. Berilah aku ilmu yang bermanfaat bagi urusan akhiratku. Berilah aku ilmu yang bisa melancarkan urusan duniaku.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Ya Ghoffar, Ya Ghofuur, Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau. Kami bermohon agar Engkau hapuskan apa-apa yang Engkau ketahui dari dosaku. Ampunilah kesalahanku terhadap-Mu, dan bebaskanlah aku dari padanya. Hindarkanlah aku dari dosa terhadap sesama manusia, dan bebaskanlah aku berdua dari padanya. Janganlah Engkau biarkan di diriku suatu dosa pun kecuali Engkau ampunkan, tiada kesusahan dalam diriku kecuali Engkau lapangkan, tiada suatu hajat keperluan kecuali Engkau penuhi dan mudahkan. Mudahkanlah segenap urusanku dan lapangkanlah dadaku, terangilah hatiku dan sudahilah seluruh amal perbuatanku dengan amal yang sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah aku perbuat, serta keburukan-keburukan yang ditimbulkan darinya. Aku juga berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang bersembunyi di waktu malam dan siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bermohon kepada-Mu segala kebaikan, baik yang cepat maupun lambat dan berikanlah kepadaku rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segenap yang pengasih.&lt;br /&gt;Sesungguhnya aku mengakui segala nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku. Tolong cukupkanlah diriku dan keluargaku dengan harta dan rizki-Mu yang halal, hindarkan dan jauhkan aku dari segala yang haram. Puaskanlah aku dengan nikmat dan anugerah yang telah Engkau berikan, dan gantilah apa-apa yang hilang dan lepas dariku dengan kemurahan dan kebajikan dari-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Ya Wahhab, Yang Maha Penganugerah, aku bermohon kepada-Mu, cintakanlah aku pada iman dan peliharalah ia di hatiku. Kuatkanlah pundak dan kakiku dalam hijrah dan menjalankan islam secara kaffah, istiqomah dalam barisan-Mu, lidah dan hati yang selalu berdzikir kepada-Mu serta masukkanlah aku dalam golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Yang Maha Pengasih lebih dari segala yang pengasih, sesungguhnya Engkau adalah pelindung bagiku di dunia ini dan di akhirat nanti. Sebagaimana Engkau telah menunjuki aku untuk memilih Islam, maka tolong janganlah Engkau mencabutnya dari diri dan hatiku. Ya Allah Ya Waliyy, Yang Maha Melindungi, lindungilah kami dari murka-Mu dan siksa neraka. Berilah kepada aku khusnul khotimah, sudahilah amalanku dengan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin… Amin ya mujibassailin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcozzVTEcN0Q_TCLirCDgVhHROU99rjUsUuneVPG2DO6fi_yaPkJoQXhPhD2taLQilbMwduulGCiCIcr52Bdx1IsKUeFY0w9twSUdqSka90sM2FzuHmS5_7OfXoTUNJJkCA6z_JQ38KrIC/s72-c/renungan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dust in My Bed</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/06/dust-in-my-bed.html</link><category>puisi</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Wed, 9 Jun 2010 08:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-2960032483860425489</guid><description>Dust is my bed,&lt;br /&gt;embracing me,&lt;br /&gt;and it is my cover&lt;br /&gt;The sands are around me,&lt;br /&gt;engulfing me,&lt;br /&gt;even from behind me,&lt;br /&gt;And the tomb recounts the story of the darkness&lt;br /&gt;of my calamity&lt;br /&gt;And the light has destined&lt;br /&gt;that my pleasure is in meeting [Allah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dust is my bed, embracing me, and it is my cover&lt;br /&gt;The sands are around me, engulfing me, even from behind me,&lt;br /&gt;And the tomb recounts the story of the darkness of my calamity&lt;br /&gt;And the light has destined&lt;br /&gt;that my pleasure is in meeting [Allah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And where is my family's compassion?&lt;br /&gt;They sold my loyalty!&lt;br /&gt;And where are my groups of friends? They left my brotherhood!&lt;br /&gt;They left my brotherhood!&lt;br /&gt;And where is the bliss of money? It is behind me...&lt;br /&gt;And where is the glory of fame and compliments?&lt;br /&gt;This is my end; dust is my bed&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;And the beloved bade farewell to his love and cried my elegy&lt;br /&gt;And the tear flow dried after the crying&lt;br /&gt;And the vast universe shrank,&lt;br /&gt;narrowing my space,&lt;br /&gt;And the grave with my corpse has become&lt;br /&gt;my land and my sky&lt;br /&gt;That is my end; dust is my bed&lt;br /&gt;And fear fills my estrangement&lt;br /&gt;and sadness is my illness&lt;br /&gt;I hope for steadfastness, and, verily, it is&lt;br /&gt;-I swear- my remedy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And to the Lord I supplicate sincerely;&lt;br /&gt;You are my hope.&lt;br /&gt;Hoping- O Allah- for a Paradise&lt;br /&gt;that contains my bliss&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNzRrkrhkrCfscrm2ERy8cUpi7Sudqzt0ceYe07lL8Ir3gFrpoyNjS7I9mZDOVojGU5sWCIsYJPcY1I7yQTibTiI93xlDubRj76EjC93_PovfVYUJ0vusLqedgthCtONvHHx_Fs8Z7jcvx/s1600/HandDust.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNzRrkrhkrCfscrm2ERy8cUpi7Sudqzt0ceYe07lL8Ir3gFrpoyNjS7I9mZDOVojGU5sWCIsYJPcY1I7yQTibTiI93xlDubRj76EjC93_PovfVYUJ0vusLqedgthCtONvHHx_Fs8Z7jcvx/s320/HandDust.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480587825702456098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNzRrkrhkrCfscrm2ERy8cUpi7Sudqzt0ceYe07lL8Ir3gFrpoyNjS7I9mZDOVojGU5sWCIsYJPcY1I7yQTibTiI93xlDubRj76EjC93_PovfVYUJ0vusLqedgthCtONvHHx_Fs8Z7jcvx/s72-c/HandDust.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Surat Dari Gaza Untuk Umat Islam Di Indonesia</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/06/surat-dari-gaza-untuk-umat-islam-di.html</link><category>uncategories</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Fri, 4 Jun 2010 10:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-5831622355919962226</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2FsINBixYMkmwn8Gx_h1gKthihqTo5HWa8z7V9Mv6UaeQGruB1SsNYMvC5PWX04qq61QKAhUU9IIPm_AdwwrFSPTNCpEp8fB2gVzeZZxqkH0YMxyCxr4M8AQxDTQlKlmaQJIPSQ2KyC66/s1600/gaza-03.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 287px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2FsINBixYMkmwn8Gx_h1gKthihqTo5HWa8z7V9Mv6UaeQGruB1SsNYMvC5PWX04qq61QKAhUU9IIPm_AdwwrFSPTNCpEp8fB2gVzeZZxqkH0YMxyCxr4M8AQxDTQlKlmaQJIPSQ2KyC66/s320/gaza-03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478762060310809138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Untuk saudaraku di Indonesia,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama'ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wahai saudaraku di Indonesia,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah, pasti sangat indah dan mengagumkan yah?. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui Tentang negeri kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti para ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil, yah diatas mobil saudaraku!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2tahun lalu, namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah, itu yang kami dapat dari informasi televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA, Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan, atau got-got apalagi ditempat sampah? saudaraku! Mereka mati syahid, saudaraku! mati syahid, karena serangan roket tentara Israel!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyx0YI7J0d1ZraOVe_86Gc2bwObEAKxkHLaFbzU41eLUnqXLGPLG1iI2S-gyG-fFDX8D0EPy32b0cKggQpM7MUwWTle40D06I7iN7_bnepHCHLN1utGNdC1obdRBh_AF3OmniynFQxQXZ_/s1600/gaza-02.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyx0YI7J0d1ZraOVe_86Gc2bwObEAKxkHLaFbzU41eLUnqXLGPLG1iI2S-gyG-fFDX8D0EPy32b0cKggQpM7MUwWTle40D06I7iN7_bnepHCHLN1utGNdC1obdRBh_AF3OmniynFQxQXZ_/s320/gaza-02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478762354269769778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel, Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 desember (2009) kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wahai saudaraku di Indonesia,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena kalian sulit mencari rezki disana? apa negeri kalian sedang di blokade juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kalian ketahui, saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai Tata Usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Yah, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah, diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Perdana menteri kami, yaitu Ust Isma'il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wahai Saudaraku di Indonesia,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut, program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap, kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku. Satu jam, yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh, setelah itu kami harus terjun langsung ke lapanagn jihad, sesuai dengan tugas yang Telah diberikan kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau cuma satu jam saudaraku, tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti ta'aruf, tafahum dan takaful di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami, Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana Dengan kalian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al-qur'an, umurnya baru 10 tahun, saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al-quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma, yah di tempat itulah mereka belajar saudaraku, bunyi suara setoran hafalan al-quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wahai Saudaraku di Indonesia,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akhhuka…..Abdullah ( Gaza City ..1430 H)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjpe3lGSEwk8RBDUMkPBBaOw0jLQtV4hQ1gemIDtYygmwtTakjPOh-MXsP6RmmO_gyFCsP6G-XBQ2JeEAtfXEL0JpJGGHVNh1Xia_D9UPX-fiq-IfeA6Nu8B187KLVtYCpcViEkIBHnqcw/s1600/gaza.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 257px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjpe3lGSEwk8RBDUMkPBBaOw0jLQtV4hQ1gemIDtYygmwtTakjPOh-MXsP6RmmO_gyFCsP6G-XBQ2JeEAtfXEL0JpJGGHVNh1Xia_D9UPX-fiq-IfeA6Nu8B187KLVtYCpcViEkIBHnqcw/s320/gaza.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478762856255423874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;catatan catatan islami&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150181385370551&amp;amp;id=266825394015"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2FsINBixYMkmwn8Gx_h1gKthihqTo5HWa8z7V9Mv6UaeQGruB1SsNYMvC5PWX04qq61QKAhUU9IIPm_AdwwrFSPTNCpEp8fB2gVzeZZxqkH0YMxyCxr4M8AQxDTQlKlmaQJIPSQ2KyC66/s72-c/gaza-03.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>"Fabiayyi ala i rabbikuma tukadziban"</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/06/fabiayyi-ala-i-rabbikuma-tukadziban.html</link><category>renungan</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Thu, 3 Jun 2010 14:17:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-74377793781357372</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEits0mlu3SQG_0zRnqEnLyv0bE7oVW1Iko-EPwjO2iPIGOudyj6t94beOPxUQqH4yNQ_snWznWyYxw8qzlBzY7oTRi4bgUtqbkV2qiczqnDXjGeb2daEBOjKj7WNLVqPuKzaieaEw8gxSjn/s1600/syukur.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEits0mlu3SQG_0zRnqEnLyv0bE7oVW1Iko-EPwjO2iPIGOudyj6t94beOPxUQqH4yNQ_snWznWyYxw8qzlBzY7oTRi4bgUtqbkV2qiczqnDXjGeb2daEBOjKj7WNLVqPuKzaieaEw8gxSjn/s320/syukur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478445187985080578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Entah untuk keberapa kalinya pada sholat subuh berjamaah yang aku jalani pagi ini, imam membaca surah Ar-Rahman. Alasan utama mengapa imam memilih surah Ar-Rahman dalam bacaan sholat subuh, memang hanya imam itu sendiri yang tahu. Sedangkan untukku sendiri ada hal menarik dalam kandungan surah Ar-Rahman, yaitu pengulangan ayat yang berbunyi &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"fabiayyi ala i rabbikuma tukadziban"&lt;/span&gt; (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini di ulang berkali-kali, setelah Allah menguraikan beberapa nikmat yang dianugerahkan kepada kita, Allah bertanya: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, “dusta”. Di sadari atau tidak, aku seringkali mendustakan  nikmat-nikmat yang Allah telah berikan. “Dusta” bisa diartikan menyembunyikan kebenaran, dan aku sebagai manusia tahu dan sadar telah diberikan nikmat yang sangat besar oleh Allah. Tapi aku selalu berusaha menyembunyikan kebenarannya, aku mendustakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku lelap tertidur, nyawaku berada digenggaman tangan-Nya. Kemudian nyawa itu dikembalikan ketubuhku hingga kesadaran penuh aku rasakan, setiap nafas yang aku hirup hingga kemampuan kakiku melangkah ke masjid untuk memenuhi panggilan-Nya pagi itu. Subhanallah, sungguh nikmat luar biasa yang telah aku terima. Lantas, sudahkah aku bersyukur?. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Fabiayyi ala i rabbikuma tukadziban"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun kadang aku terlalu menyepelekan peranan Allah dalam kehidupanku sehari-hari. Aku menganggap bahwa uang yang aku dapat adalah hasil kerja kerasku sendiri. Gelar/ title yang aku dapat adalah usaha dari otakku. Kesuksesan dalam pekerjaan semata-mata karena kemampuan yang aku miliki. Astaghfirullah, sesungguhnya semua itu adalah nikmat yang Allah telah berikan kepadaku. &lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Fabiayyi ala i rabbikuma tukadziban" - "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS. at-Takatsur : 8)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimanakah aku harus mempertanggungjawabkan atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya kelak?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS. Ibrahim : 34)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sudah sepatutnyalah aku bersyukur pada-Nya. Dan ucapan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Alhamdulillah"&lt;/span&gt; merupakan bagian dari rasa syukurku pada-Mu ya Rabb. Jangan jadikan aku orang yang kuffur akan nikmat yang Engkau berikan. Dan janganlah Kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEits0mlu3SQG_0zRnqEnLyv0bE7oVW1Iko-EPwjO2iPIGOudyj6t94beOPxUQqH4yNQ_snWznWyYxw8qzlBzY7oTRi4bgUtqbkV2qiczqnDXjGeb2daEBOjKj7WNLVqPuKzaieaEw8gxSjn/s72-c/syukur.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Tentang Sebuah Mobil Mewah</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/05/tentang-sebuah-mobil-mewah.html</link><category>Celotehan</category><category>renungan</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Mon, 31 May 2010 08:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-8359356391280039363</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFV5-nfGtuf5VMXD5ZsixE0P41oIlljT9kPGmU6m8dgOLKxDzGcHJ03HsBF22nqUVqSwum79OCUu5puALdQb5tpAeVpj3yX3q1spBLdR6YKQTYIv9LURLQLefA9C2uSYbsy5BG0sMsNx-R/s1600/MobilMewah.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 316px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFV5-nfGtuf5VMXD5ZsixE0P41oIlljT9kPGmU6m8dgOLKxDzGcHJ03HsBF22nqUVqSwum79OCUu5puALdQb5tpAeVpj3yX3q1spBLdR6YKQTYIv9LURLQLefA9C2uSYbsy5BG0sMsNx-R/s320/MobilMewah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477245037130772674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada malam hari menjelang tengah malam, aku bersama seorang sahabat asik duduk lesehan dipinggir jalan. Kami ngobrol ngalor ngidul nggak jelas sambil menikmati nasi kucing dan hangatnya susu jahe. Ditengah obrolan kami, tiba-tiba mata kami terganggu sorotan lampu sebuah mobil. Sebuah mobil mewah parkir tepat didepan kami duduk dan tidak lama kemudian pengemudinya turun dan berjalan entah kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Cuy, apa lo mau punya mobil mewah seperti itu?,"&lt;/span&gt; tanya sahabatku tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Menurut lo?. Cuma orang gila yang gak mau punya mobil mewah seperti itu,”&lt;/span&gt; jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Seandainya mobil itu milik lo, apa yang akan lo lakukan?. Apa lo bakal benar-benar menjaganya,”&lt;/span&gt; tanyanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tentu aja. Tiap hari bakal gua cuci supaya tetap keliatan bersih. Gua pasang sistem keamanan tercanggih biar tidak mudah dicuri. Mengemudikannya pun gua bakal hati-hati karena gua gak mau ada kecelakaan yang menimpa mobil gua. Bahkan tergores sedikit pun pasti akan bikin gua marah. Gua gak peduli berapa banyak uang dan energi yang harus gua keluarkan untuk membiayai semua itu,”&lt;/span&gt; ujarku.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Subhanallah. Cuy, seandainya mobil itu adalah Islam. Masihkah lo akan melakukan hal yang sama dengan apa yang akan lo lakukan untuk menjaga mobil mewah lo,”&lt;/span&gt; tanya sahabatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam dan tak mampu menjawab pertanyaan sahabatku itu. Sungguh perandaian yang membuat bibir ini mendadak bisu. Betapa tidak, begitu banyak orang yang telah membuat goresan-goresan pada Islam dari semua sisi. Tapi apakah aku dan muslim-muslim lainnya peduli?. Mungkin hanya sedikit yang peduli. Mengapa aku dan banyak muslim-muslim lain tidak peduli?. Itu karena aku dan mungkin banyak muslim-muslim lain belum menghabiskan kekayaan dan energi untuk kepentingan Islam, sehingga nilai itu belum mampu merasuk kedalam hatiku juga kedalam hati tiap-tiap muslim lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~eReS~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFV5-nfGtuf5VMXD5ZsixE0P41oIlljT9kPGmU6m8dgOLKxDzGcHJ03HsBF22nqUVqSwum79OCUu5puALdQb5tpAeVpj3yX3q1spBLdR6YKQTYIv9LURLQLefA9C2uSYbsy5BG0sMsNx-R/s72-c/MobilMewah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Nasihat Mbah: “Sholat Tepat Waktu”</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/05/nasihat-mbah-sholat-tepat-waktu.html</link><category>renungan</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Sat, 29 May 2010 22:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-3942475305945660317</guid><description>Kesendirianku berada diantara kolam-kolam tempat benih-benih lele dipelihara, aku sangat menikmati kesibukanku yang baru yaitu memberi makan benih-benih lele yang masih seukuran 2cm. Ahh, senangnya bisa merasakan kesibukan lain, lepas dari rutinitas kantor yang kadang menjemukan dan sumpeknya kota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah keasikanku itu, tanpa kusadari mbah kakung datang menghampiriku dan berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“le, dah waktunya ashar. Ndang sholat dulu”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“iya mbah, sebentar lagi. Belum puas rasanya kalau belum melihat sampai makanan-makanan itu habis dilahap,”&lt;/span&gt; ucapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makanan-makanan itu habis, aku pun segera mengambil air wudhu. Pada saat aku berjalan kearah kamar untuk sholat ashar, mataku melihat kearah jam. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Astaghfirullah, sudah jam setengah lima. Ternyata cukup lama juga ya aku berada di kolam ikan,”&lt;/span&gt;ucapku dalam batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas sholat ashar, aku mencari dimana gerangan mbah kakung berada. Nah itu dia, ternyata mbah kakung ada di pendopo sedang menikmati kopi dan roti sumbu (singkong). Aku berjalan menghampiri mbah kakung, dan kemudian duduk disampingnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Le, apa kamu di Jakarta setiap sholat selalu tidak tepat waktu?”&lt;/span&gt; tanya mbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kalau sholat maghrib dan isya insyaallah tepat waktu mbah, karena itu bertepatan jam pulang kantor. Jadi saya bisa mampir di masjid pinggir jalan untuk sholat jamaah. Sholat subuh pun insyaallah juga tepat waktu, karena biasanya sebelum subuh alarm saya sudah bunyi jadi saya juga bisa jamaah di masjid dekat rumah. Tapi kalau saya tidur larut malam, kadang saya tidak bisa mendengar bunyi alarm dan pastinya sholat subuh pun jadi telat,”&lt;/span&gt; jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Paling sering yang agak molor waktunya sih sholat dzuhur dan ashar mbah,”&lt;/span&gt; jawabku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kenapa?”&lt;/span&gt; tanya mbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kalau dzuhur biasanya masih banyak kerjaan yang tanggung untuk ditinggalkan dan setelah selesai pun saya biasanya makan siang dulu mbah, setelah itu baru sholat dzuhur. Kalau ashar biasanya banyak kerjaan yang harus saya selesaikan supaya saya pulang kantor tidak membawa beban pikiran kerjaan ke rumah karena kerjaan yang belum selesai. Setelah yakin semua selesai, baru saya sholat ashar,”&lt;/span&gt; jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Lantas, kalau kamu mau ke kamar mandi apa kamu juga menunggu sampai semua kerjaan kamu itu selesai?”&lt;/span&gt; tanya mbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ya nggak lah mbah, mana kuat kalau harus nahan. Jadi ya ke kamar mandi dulu trus lanjut kerja lagi,”&lt;/span&gt; jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Nah, kalau kamu ndak bisa nahan keinginan untuk ke kamar mandi. Kenapa alasan kesibukan yang kamu pakai untuk menunda-nunda sholat tepat waktu”&lt;/span&gt; kata mbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Le, sholat itu ada waktunya. Dan alangkah baiknya kalau kamu bisa mengerjakannya tepat waktu. Apa kalau kamu menunda-nunda waktu sholat, kamu  yakin masih sempat di kasih waktu oleh Gusti Allah untuk mengerjakan sholat yang kamu tunda waktunya. Bagaimana kalau waktu sholat yang kamu tunda itu adalah sholat kamu yang terakhir”&lt;/span&gt; kembali mbah berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bagus kalau kamu bisa mengerjakan sholat maghrib, isya dan subuh berjamaah di masjid. Tapi akan jauh lebih baik kalau kamu bisa mengerjakan sholat 5 waktu berjamaah di masjid. Kanjeng Nabi pernah mengancam akan membakar rumah-rumah yang ada penghuni laki-laki di dalamnya tetapi tidak mengerjakan sholat wajib di masjid. Karena sebaik-baiknya tempat sholat wajib untuk laki-laki adalah di masjid”&lt;/span&gt; tutur mbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“kamu ngerti maksud simbah toh le?”&lt;/span&gt; tanya mbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Insyaallah ngerti mbah, terimakasih sudah diingatkan,”&lt;/span&gt; kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ya wis, sekarang makan rotinya. Di Jakarta kamu jarang ketemu roti kayak gini toh. Habis makan, ndang mandi. Sebentar lagi masuk waktu maghrib. Sama-sama kita jamaah di masjid,”&lt;/span&gt; ucap mbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ya mbah,”&lt;/span&gt; kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun ikut menikmati roti sumbu bersama mbah kakung, dan setelah itu segera mandi dan bersiap-siap ke masjid untuk menunaikan sholat maghrib berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCnmHbWxnF0VOOsS-EBBtlJjLf-gb1eyBvVtG2a-HOpv_iThJm0Obkng3ej8YoIrEv0MYorzkSXBlYBMxiyn_ei07TI_z7u0xodU02ZBIPz6_zarCjwF6i3Te02k49QPrlI7py4y7lpOZQ/s1600/sholat.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 370px; height: 252px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCnmHbWxnF0VOOsS-EBBtlJjLf-gb1eyBvVtG2a-HOpv_iThJm0Obkng3ej8YoIrEv0MYorzkSXBlYBMxiyn_ei07TI_z7u0xodU02ZBIPz6_zarCjwF6i3Te02k49QPrlI7py4y7lpOZQ/s320/sholat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477023734867777634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS. Al Baqarah: 43)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam telah bersabda: &lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Aku berniat memerintahkan kaum muslimin untuk mendirikan shalat. Maka aku perintahkan seorang untuk menjadi imam dan shalat bersama. Kemudian aku berangkat dengan kaum muslimin yang membawa seikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak mau ikut shalat berjamaah, dan aku bakar rumah-rumah mereka”.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; (Al Bukhari-Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Seorang laki-laki buta datang kepada Nabi dan berkata: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai penuntun yang akan menuntunku ke Masjid. ”&lt;/span&gt; Maka dia minta keringanan untuk shalat dirumah, maka diberi keringanan. Lalu ia pergi, Beliau memanggilnya seraya berkata: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Apakah kamu mendengar adzan?". "Ya,"&lt;/span&gt; jawabnya. Nabi berkata:&lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Kalau begitu penuhilah (hadirilah)!”&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~eReS~~&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCnmHbWxnF0VOOsS-EBBtlJjLf-gb1eyBvVtG2a-HOpv_iThJm0Obkng3ej8YoIrEv0MYorzkSXBlYBMxiyn_ei07TI_z7u0xodU02ZBIPz6_zarCjwF6i3Te02k49QPrlI7py4y7lpOZQ/s72-c/sholat.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>"Just Take Care My Eyes Please"</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/05/just-take-care-my-eyes-please.html</link><category>oase</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Sat, 22 May 2010 11:19:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-4825828512834799272</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiX-HcOemJqcQFP1jZQp-sscv-8YqT8I3hVpFDfxMcKQT6PWZS-6qGDKou43HP2ywcEueLqb-XImepujbY1m3qziCvKowqz-9k4iv7tyKz7b0h3Sgdki_yuTFQ6gbdBhJCafpX59wTxaGyM/s1600/just+take+care+my+eyes.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 333px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiX-HcOemJqcQFP1jZQp-sscv-8YqT8I3hVpFDfxMcKQT6PWZS-6qGDKou43HP2ywcEueLqb-XImepujbY1m3qziCvKowqz-9k4iv7tyKz7b0h3Sgdki_yuTFQ6gbdBhJCafpX59wTxaGyM/s400/just+take+care+my+eyes.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473944488638430690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang gadis buta. Dan karena kebutaannya itu membuat dia membenci dirinya sendiri serta membenci semua orang, kecuali kekasihnya tercinta. Kekasih yang selalu setia dan selalu ada untuknya. Gadis itu mengatakan kalau seandainya dia bisa melihat, maka dia ingin sekali menikah dengan kekasihnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ada seseorang yang berbaik hati mendonasikan sepasang mata untuknya, sehingga gadis itu bisa melihat segalanya, termasuk kekasihya tercinta.&lt;br /&gt;Kekasih prianya itu bertanya padanya,&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"sekarang kau sudah bisa melihat, apakah  engkau mau menikahi denganku?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu sangat shock ketika tahu kekasih yang selama ini dicintainya itu ternyata juga buta, dan dia pun menolak untuk menikahi dengan kekasihnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berlinang air mata, kekasihnya itu lantas pergi, dan kemudian menulis sepucuk surat untuk gadis itu dan berpesan,&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"TOLONG JAGA MATA SAYA BAIK-BAIK....."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Beginilah manusia manakala status mereka berubah maka sifat mereka pun berubah. Hanya sedikit saja yang masih tetap mengingat apa, siapa dan bagaimana mereka hidup dahulunya, bahkan tetap mengingat siapa saja yang selalu setia menemaninya manakala mereka berada saat-saat sulit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiX-HcOemJqcQFP1jZQp-sscv-8YqT8I3hVpFDfxMcKQT6PWZS-6qGDKou43HP2ywcEueLqb-XImepujbY1m3qziCvKowqz-9k4iv7tyKz7b0h3Sgdki_yuTFQ6gbdBhJCafpX59wTxaGyM/s72-c/just+take+care+my+eyes.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ayah, bolehkah aku membeli 1 jam waktumu?</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/05/ayah-bolehkah-aku-membeli-1-jam-waktumu.html</link><category>renungan</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Fri, 21 May 2010 17:52:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-5150395064463514461</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibv9mkt8wZrMBgGXs3jozC5YxYrpHTF20F6xqaKbZnTcuJxkQBwmPH9juiXtqPB1AjnFcVQNhIr-acQPkV4jI8NSVpiqjwsglbbi5Q6EBAUWVtGw8zAM3YbANh06vQRYqv5KzVSi0xokWk/s1600/Father-Son.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 251px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibv9mkt8wZrMBgGXs3jozC5YxYrpHTF20F6xqaKbZnTcuJxkQBwmPH9juiXtqPB1AjnFcVQNhIr-acQPkV4jI8NSVpiqjwsglbbi5Q6EBAUWVtGw8zAM3YbANh06vQRYqv5KzVSi0xokWk/s200/Father-Son.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473674602253654098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria pulang ke rumah menjelang tengah malam sehabis kerja lembur di kantor. Masih tergurat di wajahnya rasa lelah dan kesal. Setiba di pintu, didapati anaknya yang berumur 5 tahun sedang menunggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ayah, bolehkah aku menanyakan sesuatu kepadamu?”&lt;/span&gt; sang anak bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ya, tentu, ada apa nak?”&lt;/span&gt; jawab sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ayah, berapa banyakkah uang yang ayah dapatkan selama 1 jam ayah bekerja?”&lt;/span&gt; kembali  tanya sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Itu bukan urusan kamu!, lagi pula kenapa kamu bertanya seperti itu?”&lt;/span&gt; kata sang ayah dengan nada sedikit meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Saya hanya ingin tahu ayah. Tolong beritahu saya berapa banyakkah uang yang ayah dapatkan selama 1 jam ayah bekerja?”&lt;/span&gt; rengek sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kamu bener mau tahu, ayah dibayar Rp40.000,- per jam”,&lt;/span&gt; kata sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Oh,”&lt;/span&gt; anak itu menjawab dan kemudian menundukkan kepalanya. Beberapa saat kemudian, kepalanya kepalanya kembali diangkat dan menatap kepada ayahnya seraya berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ayah, bolehkah aku meminjam Rp20.000,- kepadamu?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah menjadi sangat marah dan berkata,&lt;span style="font-style: italic;"&gt;”jadi kamu menanyakan berapa banyak uang yang ayah dapat selama ayah bekerja hanya untuk meminjam uang yang akan kamu pakai untuk jajan atau untuk membeli mainan tidak berguna. Lebih baik kamu lekas masuk kamar dan segera tidur. Janganlah menjadi anak yang hanya meikirkan kesenangannya sendiri. Ayah cukup lelah setelah bekerja keras setiap harinya dan tidak punya banyak waktu untuk menanggapi permainan tidak penting seperti itu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anak itu terdiam, kemudian pergi ke kamarnya dan menutup pintu. Pria itu kemudian duduk dan setelah beberapa lama ia baru menyadari kesalahannya. Bagaimana mungkin ia bisa begitu marah kepada anaknya hanya karena anaknya bertanya tentang berapa banyak uang yang ia dapatkan untuk bekerja. Pasti ada alasannya sehingga anaknya berani menanyakan hal tersebut padanya. Mungkin memang benar-benar ada yang ingin di belinya dengan uang Rp 20.000,- itu. Bukankah anaknya sangat jarang sekali meminta uang kepadanya. Pria itu kemudian bangkit , berjalan kearah kamar anaknya dan kemudian membuka pintu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Nak, apakah kamu sudah tidur?”&lt;/span&gt; tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Belum ayah, aku belum dapat memejamkan mata,”&lt;/span&gt; jawab sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ayah minta maaf padamu nak, mungkin ayah berkata terlalu keras padamu tadi. Hari ini adalah hari yang melelahkan untuk ayah, dan rasanya tidak adil kalau ayah harus menumpahkan kekesalan ayah padamu. Ini uang Rp20.000 yang kamu minta,”&lt;/span&gt; kata sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu kemudian bangun dan duduk dengan tegak serta wajahnya menjadi berseri-seri. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Terimakasih ayah!”&lt;/span&gt; kata sang anak setengah berteriak. Lalu ia membalikkan bantalnya dan mengambil lembaran-lembaran uang kusut yang ada di bawah bantal tersebut. Anak itu perlahan menghitung semua uang yang dimilikinya. Sang ayah yang melihat bahwa anaknya sudah mempunyai uang, kembali menjadi marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kamu sudah memiliki sejumlah uang, mengapa kamu masih menginginkannya lebih banyak lagi?”&lt;/span&gt; tanya sang ayah dengan sedikit menggerutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Karena uang yang aku miliki masihlah kurang, tapi sekarang uang yang aku miliki telah cukup,”&lt;/span&gt; jawab sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ayah, aku telah memiliki uang RP40.000,- sekarang... Ayah, bolehkah aku membeli 1 jam waktumu?”....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibv9mkt8wZrMBgGXs3jozC5YxYrpHTF20F6xqaKbZnTcuJxkQBwmPH9juiXtqPB1AjnFcVQNhIr-acQPkV4jI8NSVpiqjwsglbbi5Q6EBAUWVtGw8zAM3YbANh06vQRYqv5KzVSi0xokWk/s72-c/Father-Son.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Am I Thankful To Allah</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/05/am-i-thankful-to-allah.html</link><category>puisi</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Fri, 21 May 2010 08:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-4701561943188721625</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv__vcYnDwfrfd89ndF-wKNzcXYd-8BJ4hno_Jm7FVkhxfMzD6cpwd5mFWzKgc_R5JYlkyIkHEzM2KkNk2XmiaTlwLGKeRwSG_hlTXnbE70zGW80WPYnxo0zCC9YAZNnUGmCtXXQd5vlu6/s1600/allah.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 310px; height: 231px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv__vcYnDwfrfd89ndF-wKNzcXYd-8BJ4hno_Jm7FVkhxfMzD6cpwd5mFWzKgc_R5JYlkyIkHEzM2KkNk2XmiaTlwLGKeRwSG_hlTXnbE70zGW80WPYnxo0zCC9YAZNnUGmCtXXQd5vlu6/s200/allah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473525015609407506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Am I truly grateful for each breath that I take,&lt;br /&gt;For each and every moment that I am awake?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do I thank Allah for my restful sleep,&lt;br /&gt;And for the dreams that cause me to weep?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Am I honestly thankful to the Almighty One,&lt;br /&gt;For the early morning mist, the bright, rising sun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;During Fajr prayer, I use my soft prayer mat,&lt;br /&gt;As Allah’s servant, do I appreciate that?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Throughout the day, do I realize,&lt;br /&gt;That Allah, All knowing and the Most Wise,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gives me what I need and so much more&lt;br /&gt;And that I have so much to be grateful for?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The scent of fresh rain, a small child’s laugh,&lt;br /&gt;My sisters who choose to stand for Islam,&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Each piece of fruit, each glass of water,&lt;br /&gt;Brothers protecting their sons and their daughters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A grandmother’s love, a book of Hadith,&lt;br /&gt;The clothes that I wear, the food that I eat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The book that I should follow, the Holy Quran,&lt;br /&gt;Promoting the good and ending the wrong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So I must ask myself every beautiful day,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Am I truly grateful for each breath that I take,&lt;br /&gt;For each and every moment that I am awake?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do I thank Allah for my restful sleep,&lt;br /&gt;And for the dreams that cause me to weep?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://islamicpoems.blogspot.com/2005/10/am-i-thankful-to-allah.html"&gt;Sumber: islamicpoems&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv__vcYnDwfrfd89ndF-wKNzcXYd-8BJ4hno_Jm7FVkhxfMzD6cpwd5mFWzKgc_R5JYlkyIkHEzM2KkNk2XmiaTlwLGKeRwSG_hlTXnbE70zGW80WPYnxo0zCC9YAZNnUGmCtXXQd5vlu6/s72-c/allah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Karena Buta Yang Sesungguhnya Adalah Buta Hati</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/05/karena-buta-yang-sesungguhnya-adalah.html</link><category>cerita</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Thu, 20 May 2010 15:38:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-5198086300876353162</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtVPTr44jeqI84waVaTEU7q2GZgVoNwTliiVFq8GF3krxohHvkypQKvOBn08jU9e8leKXlXNHZ0FB9IAcMlU_lgAAj6v4-iwQuB8Wz00C0jBPit9nyLkMTWdOMUIUUX-WgvtK_bnCJvIbF/s1600/orang-buta.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 233px; height: 233px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtVPTr44jeqI84waVaTEU7q2GZgVoNwTliiVFq8GF3krxohHvkypQKvOBn08jU9e8leKXlXNHZ0FB9IAcMlU_lgAAj6v4-iwQuB8Wz00C0jBPit9nyLkMTWdOMUIUUX-WgvtK_bnCJvIbF/s200/orang-buta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473269435614926786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di sebuah kampung, hidup seorang laki-laki yang telah lama mengalami kebutaan. Ia hidup bahagia bersama istri yang mencintainya, seorang anak laki-laki yang berbakti serta seorang sahabat yang selalu setia menemaninya. Diantara sekian banyak kebahagiaan yang dirasakannya, hanya satu hal yang ia rasakan kurang yaitu kegelapan yang selalu menaungi hari-harinya. Ia selalu berdoa sekiranya ia mendapatkan kesempatan untuk dapat melihat kembali cahaya, sehingga ia dapat melihat bahagia yang dirasakannya dengan mata kepalanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu kesempatan, ada seorang dokter spesialis mata datang ke kampungnya. Mendengar berita tersebut, ia dengan suka cita mendatangi dokter mata tersebut dan meminta bantuannya agar mau mengobatinya agar matanya dapat kembali melihat. Setelah selesai memeriksa matanya, dokter kemudian memberikan obat tetes mata dan berpesan agar obat tetes mata itu digunakan secara teratur.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari menggunakan obat tetes mata itu secara teratur, mendadak ia dapat kembali melihat cahaya dan mendapati dirinya sedang berada diluar rumah. Tentu saja ia sangat gembira karena kedua matanya telah kembali normal. Dengan luapan rasa gembira ia berlari kedalam rumah dengan maksud untuk memberitahu kepada istrinya. Ketika ia membuka pintu satu kamar, ternyata didapati istrinya sedang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Kemudian ia membuka pintu kamar yang lain, dan ia didapati anak laki-lakinya sedang mencuri harta kekayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh pemandangan yang tidak dapat dipercayainya dan tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Ia kemudian melangkah mundur dan merasa menyesali akan sembuhnya kedua matanya. Ia kemudian mengambil paku dan membutakan kembali kedua matanya serta kembali pada kebahagiannya semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Renungan;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja musibah yang menimpa adalah sebuah kebaikan untuk kita, hanya saja kadang kita tidak peka untuk dapat menangkap hikmah dibalik musibah yang menimpa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.....”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Al-Baqarah : 216)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penyair berkata,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Musuh-musuhku mencelaku, padahal aib ada pada mereka.&lt;br /&gt;Bukan sebuah kehinaan kalau harus disebut buta.&lt;br /&gt;Jika seseorang hanya melihat keperwiraan dan ketakwaan,&lt;br /&gt;maka butanya 2 mata bukanlah kebutaan.&lt;br /&gt;Saya melihat dalam kebutaan ada pahala, simpanan dan penjagaan,&lt;br /&gt;dan aku mebutuhkan ketiganya”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qadha’ Allah pasti akan diberlakukan, baik kepada yang menolak atau yang menerima. Yang menerima akan mendapatkan pahala dan kebahagiaan, sedangkan yang menolak akan berdosa dan sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtVPTr44jeqI84waVaTEU7q2GZgVoNwTliiVFq8GF3krxohHvkypQKvOBn08jU9e8leKXlXNHZ0FB9IAcMlU_lgAAj6v4-iwQuB8Wz00C0jBPit9nyLkMTWdOMUIUUX-WgvtK_bnCJvIbF/s72-c/orang-buta.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Saat Kita Menangis</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/05/saat-kita-menangis.html</link><category>renungan</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Fri, 14 May 2010 16:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-9040193750289237477</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwHVytE-hStTY7aVSC3KMtdwbS_l0uZloSlsIqwMgJ4scBH8FUR7OJaEmhwarlaHwqNOv7aYIcF7vnO3QP-LJcqH4Mf4lDKCDbtFvraoBieaoYDCkELhPMItX4PRjskfJwZN698rPHMTXX/s1600/menangis.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 290px; height: 200px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwHVytE-hStTY7aVSC3KMtdwbS_l0uZloSlsIqwMgJ4scBH8FUR7OJaEmhwarlaHwqNOv7aYIcF7vnO3QP-LJcqH4Mf4lDKCDbtFvraoBieaoYDCkELhPMItX4PRjskfJwZN698rPHMTXX/s200/menangis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471062447274358562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seringkali, ketika sesuatu yang telah kita rencanakan dan harapkan tidak terjadi barulah kita mengingat Dia. Kita baru menyadari, jika Allah telah menentukan dan berkehendak maka kita tidak memiliki daya dan upaya untuk mencegahnya. Dan saat itulah kita baru menangis dan merasakan sesal atas apa yang terjadi. Namun, tatkala segala rencana dan harapan itu terwujud, masihkah kita ingat dan bersyukur kepada-Nya?..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis, sudah amat biasa kita lakukan manakala kita merasa harapan dan cita-cita kita berantakan, atau rencana dan tujuan yang ingin kita capai itu gagal serta segala kebuntuan yang dialami ketika segala daya upaya telah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik-titik air mata yang jatuh menetes seharusnyalah menyadarkan kita agar senantiasa mengingat-Nya. Dengan menangis, kita semestinya dapat membasahi kekeringan hati, melelehkan kerak kegersangan dan menghancurkan bongkah-bongkah keangkuhan dalam dada, hingga kita sadar bahwa kita tidaklah berhak untuk sombong serta menghadirkan kembali wajah Dia yang mengiringi setiap langkah kita selanjutnya. Semestinya pula, melelehkan air mata membuat hati tetap basah oleh ke-tawadlu-an, qona’ah, dan juga cinta terhadap sesama.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Air mata, menjadi penyadar bahwa apa pun yang kita upayakan semua tergantung pada-Nya. Tak ada yang patut disombongkan pada diri di hadapan sesama apalagi di hadapan Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata, akan mengantarkan kita pada kekhusyukan. Bersyukurlah bila masih bisa meneteskan air mata. Namun, air mata menjadi tak ada artinya jika setelah tetes terakhir, tak ada perubahan apa pun dalam langkah kita. Tak akan ada hikmahnya, bila kesombongan masih menjadi baju utama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS Al-Israa [17]: 109).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik-titik air mata yang jatuh dalam setiap tangisan kita termasuk emosi yg perlu kita keluarkan,untuk meringankan hati dan pikiran kala kita sedang sedih, kalut dan mungkin juga marah. Tapi tangisan kita akan menjadi suatu relaksasi yang tiada banding, manakala kita menangis dihadapan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita dari kesombongan dan keangkuhan diri”. Amin, Ya Mujibassailin…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Yang Maha Besar memberi kesempatan pada kita untuk mengenal diri, agar kita tidak tertipu dengan topeng duniawi. Mengenal diri adalah syarat untuk menjadi lebih baik. Karena tidak mungkin kita bisa memperbaiki orang lain, kalau kita tidak bisa memperbaiki diri, kalau kita tidak berani jujur terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwHVytE-hStTY7aVSC3KMtdwbS_l0uZloSlsIqwMgJ4scBH8FUR7OJaEmhwarlaHwqNOv7aYIcF7vnO3QP-LJcqH4Mf4lDKCDbtFvraoBieaoYDCkELhPMItX4PRjskfJwZN698rPHMTXX/s72-c/menangis.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jika dimatanya terpancar Kebeningan, Ketulusan dan keindahan siapa yg sanggup menolaknya?</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/05/jika-dimatanya-terpancar-kebeningan.html</link><category>renungan</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Thu, 13 May 2010 23:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-6421058678538010747</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY_O7k2O1pLcnkHuCIcxbv2GLyJ-Jhl2ilkRjqDy5D_vEcv56CPtVVejdOO-M5OoG3C0Umv3st8fnDA8NfsUaoQmc0U3LSNhFZuMkfkAz5XWwxsRj729T7bgkYeHcu6FalwFDSvRKS4q-d/s1600/bekerja.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 270px; height: 183px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY_O7k2O1pLcnkHuCIcxbv2GLyJ-Jhl2ilkRjqDy5D_vEcv56CPtVVejdOO-M5OoG3C0Umv3st8fnDA8NfsUaoQmc0U3LSNhFZuMkfkAz5XWwxsRj729T7bgkYeHcu6FalwFDSvRKS4q-d/s200/bekerja.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470797221798632994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bekerjalah dengan hati, maka hasilnya akan menyentuh hati. Hati yang ikhlas mempunyai kekuatan ruhiyah yang meluluhkan hati siapa saja yang disentuhnya. Menerapkan ikhlas adalah kontribusi besar untuk efisiensi dan efektifitas kerja, dan hasilnyapun luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;" jika dimatanya terpancar Kebeningan, Ketulusan dan keindahan siapa yg sanggup menolaknya?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa orang yang mencintai pekerjaannya etos kerjanya sangat hebat?. Karena dia bekerja dengan hati. Namun hanya hati yang ikhlas yang tetap stabil kinerjanya bahkan meningkat dan terus meningkat. hasilnya memuaskan dan menyentuh hati setiap orang bahkan orang yang tidak dikenalnya sekalipun, karena Allah berkuasa menebar energi ikhlasnya menyentuh setiap orang yang merasakan hasil kerjanya. Mata mungkin tidak melihatnya, tapi hati akan merasakan ketulusannya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hati yang cenderung pamrih dan penuh dengan itung-itungan matematika harus siap-siap menelan kecewa, ketika hasil kerjanya kurang disukai dan diminati bahkan menimbulkan bibit-bibit kepicikan dan arogan. Mungkin dia akan mendapatkan hasil kerjanya sesuai dengan apa yang diusahakannya tetapi tidak lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang ikhlas tidak hanya mendapatkan buah dari kerjanya namun lebih dari itu akan mendapatkan penghargaan setinggi-tingginya baik dari Allah dan manusia tanpa harus diminta, ditinggikan derajatnya dari kebanyakan orang tanpa menimbulkan tinggi hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang Ikhlas karirnya akan terus menanjak, kalau dia berbisnis akan membuahkan kesuksesan , kalau dia seorang marketing maka dia akan menjadi marketing yang handal karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;" jika dimatanya terpancar Kebeningan, Ketulusan dan keindahan siapa yg sanggup menolaknya?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Forum Tanya Jawab Agama Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY_O7k2O1pLcnkHuCIcxbv2GLyJ-Jhl2ilkRjqDy5D_vEcv56CPtVVejdOO-M5OoG3C0Umv3st8fnDA8NfsUaoQmc0U3LSNhFZuMkfkAz5XWwxsRj729T7bgkYeHcu6FalwFDSvRKS4q-d/s72-c/bekerja.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Senyum Yukkk......</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/05/tersenyumlah-pada-dunia.html</link><category>renungan</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Tue, 11 May 2010 23:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-238575255885616511</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrnvpmNflQmmXYmOMawPYj_-1gogabElG2qM1t2TdRoTud3sxs3ZYr4PoaxMlaI-jYXgxzwo_ra4iZNw7bIL7iFZcOJd3-9RIaDHFmu3vjQg1NASWOS-osX4Luwmh8gJowhm1l-Uqs_G79/s1600/senyum-ikhlas-mukminahmujahidah.files.wordpress.com.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 299px; height: 187px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrnvpmNflQmmXYmOMawPYj_-1gogabElG2qM1t2TdRoTud3sxs3ZYr4PoaxMlaI-jYXgxzwo_ra4iZNw7bIL7iFZcOJd3-9RIaDHFmu3vjQg1NASWOS-osX4Luwmh8gJowhm1l-Uqs_G79/s200/senyum-ikhlas-mukminahmujahidah.files.wordpress.com.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470054746200672482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Kata senyum adalah kata yang indah dan menarik hati, menyenangkan, dan menggembirakan. Senyum itu laksana obat bagi kesedihan dan pengaruhnya sangat kuat untuk membuat jiwa bergembira dan hati berbahagia. Manakala kita tersenyum, meskipun hati kita penuh dengan kesusahan maka berarti kita telah meringankan beban penderitaan kita sendiri dan membukakan pintu keluar dari kesedihan kita.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Rasulullah SAW sendiri senantiasa tersenyum dalam setiap perilakunya, baik ketika menahan marah atau bahkan ketika beliau berada di majelis peradilan sekalipun. Diriwayatkan dari Jabir dalam sahih Bukhari dan Muslim, berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.” &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Didalam bermasyarakat, senyum juga merupakan suatu keharusan. Pada saat kita tersenyum dihadapan orang lain, maka kita telah memberikan gambaran yang indah tentang hidup. Tapi manakala kita hadapi orang lain dengan wajah cemberut atau bermuram durja maka secara tidak langsung kita telah menyiksa mereka dengan penampakan kita yang keruh serta menyiratkan kesan tiada kasih sayang. Rasulullah SAW bersabda, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.”&lt;/span&gt; At Tirmidzi dalam sahihnya.
&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;Kita sebagai manusia pada dasarnya adalah mahluk yang suka tersenyum. Itu bila dalam diri kita tidak bercokol 3 penyakit, yaitu tamak, jahat dan egoisme yang akan selalu membuat wajah tampak kusut dan cemberut sehingga tidak mampu melihat keindahan dunia ini serta mengingkari setiap kebenaran yang ada karena tertutup oleh hati yang kotor. Bila sudah begitu, sama halnya kita menggunakan kacamata hitam untuk melihat dunia ini yang membuat segala sesuatunya menjadi gelap dan pekat.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Seorang penyair berkata;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"&lt;a href="http://poenya-eres.blogspot.com/2009/09/tersenyumlah.html"&gt;Tersenyumlah,&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;selama antara kau dan kematian&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ada jarak sejengkal,&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;setelah itu engkau tidak akan pernah tersenyum"&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a href="http://poenya-eres.blogspot.com/2009/09/tersenyumlah.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: georgia;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Crahmatse%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: georgia;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Crahmatse%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: georgia;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Crahmatse%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  Lantas, masihkah kita enggan untuk tersenyum. Menyunggingkan senyum dibibir yang lahir dari hati yang tulus dan ikhlas. Bukankah tidak ada ruginya bagi kita untuk tersenyum dan berbicara  dengan orang lain dengan bahasa yang manis dan lembut. Alangkah indahnya bibir kita bila bicara dengan bahasa senyum. Sungguh kita akan rugi, rugi dunia dan agama, ketika kita menahan senyuman, menahan sedekah ini, dengan selalu bermuka masam dan cemberut dalam kehidupan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Senyum tanda mesra&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;
&lt;br /&gt;Senyum tanda sayang&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Senyumlah sedekah yang paling mudah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;
&lt;br /&gt;Senyum di waktu susah tanda ketabahan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;
&lt;br /&gt;Senyuman itu tanda keimanan&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Senyumlah... ...&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Hati yang gundah terasa tenang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;
&lt;br /&gt;Bila melihat senyum diri kan tenang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;
&lt;br /&gt;Tapi senyumlah seikhlas hati&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;
&lt;br /&gt;Senyuman dari hati jatuh ke hati&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Senyumlah seperti Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;
&lt;br /&gt;Senyumnya bersinar dengan cahaya&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;
&lt;br /&gt;Senyumlah kita hanya kerana Allah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;
&lt;br /&gt;Itulah senyuman bersedekah &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;(Senyum – Raihan)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sungguh, kita sangat butuh pada senyuman, wajah selalu berseri, hati yang lapang, akhlak yang menawan, jiwa yang lembut dan pembawaan yang kalem dan tidak kasar.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrnvpmNflQmmXYmOMawPYj_-1gogabElG2qM1t2TdRoTud3sxs3ZYr4PoaxMlaI-jYXgxzwo_ra4iZNw7bIL7iFZcOJd3-9RIaDHFmu3vjQg1NASWOS-osX4Luwmh8gJowhm1l-Uqs_G79/s72-c/senyum-ikhlas-mukminahmujahidah.files.wordpress.com.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Chemistry</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/03/chemistry.html</link><category>uncategories</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Tue, 16 Mar 2010 23:23:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-4664695536215185772</guid><description>Saat kita tenggelam dalam penyesalan dan pengutukan diri, biasanya kita akan menjadi pribadi yang bodoh dan lupa diri. Lupa akan siapa sebenarnya yang berkuasa, kita ataukah Allah. Lupa bahwa sebenarnya siapa yang menggariskan kehidupan, kita ataukah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tau perasaan kita sesungguhnya kepada seseorang?&lt;br /&gt;Dihadapan orang yang kau cintai,&lt;br /&gt;Musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah&lt;br /&gt;Dihadapan orang yang kau sukai,&lt;br /&gt;Musim dingin tetap saja musim dingin, hanya suasananya lebih indah sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadapan orang yang kau cintai&lt;br /&gt;Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat&lt;br /&gt;Dihadapan orang yang kau sukai,&lt;br /&gt;Kau hanya merasa senang dan gembira saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai,&lt;br /&gt;Matamu berkaca-kaca&lt;br /&gt;Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai,&lt;br /&gt;Engkau hanya tersenyum saja&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dihadapan orang yang kau cintai,&lt;br /&gt;Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam&lt;br /&gt;Dihadapan orang yang kau sukai&lt;br /&gt;Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja.&lt;br /&gt;Jika orang yang kau cintai menangis, engkaupun akan ikut menangis disisinya&lt;br /&gt;Jika orang yang kau sukai menangis, engkau hanya menghibur saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan cinta itu dimulai dari mata sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,cukup dengan menutup telinga.&lt;br /&gt;Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai&lt;br /&gt;Cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan rasa sayang?&lt;br /&gt;Rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta&lt;br /&gt;Rasa yang tidak mudah berubah.&lt;br /&gt;Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.&lt;br /&gt;Cinta ingin memiliki, tetapi sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia….walaupun harus kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah.....????Hanya Anda yang tau....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja dia mencintai Allah SWT melebihi rasa sayang pada kekasihnya.&lt;br /&gt;Bila saja pujaan hatinya itu adalah sosok mukmin yang diridhai oleh-Nya.&lt;br /&gt;Dan andai saja gelora cintanya itu diungkapkan dengan mengikuti syariat-Nya yaitu bersegera membentuk keluarga sakinah, mawaddah, penuh rahmah dan amanah...&lt;br /&gt;Ah, betapa bahagianya dia di dunia dan akhirat...Alangkah indahnya Islam!&lt;br /&gt;Di dalamnya ada syariat yang mengatur bagaimana seharusnya manusia mengelola perasaan cintanya, sehingga menghasilkan cinta yang lebih dalam, lebih murni, dan lebih abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta seperti ini diilustrasikan dalam sebuah syair karya Ibnu Hasym, seorang ulama&lt;br /&gt;sekaligus pujangga dan ahli hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cinta itu bagaikan pohon,akarnya menghujam ke tanah dan pucuknya banyak buah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMPICcEvWwCL_7pKyWqHujmDh8A6vSBARcspaPflt66yQfFMxpKJY0obJr2jPA0hCoGqM7rwKg6vgHQzO1pxkgil0AyktfcVHhsxBwI9zwwlnTcmRsNzt0K5P5jUug0FaVfsBaG1uE82Vl/s1600-h/chemistry.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 280px; height: 235px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMPICcEvWwCL_7pKyWqHujmDh8A6vSBARcspaPflt66yQfFMxpKJY0obJr2jPA0hCoGqM7rwKg6vgHQzO1pxkgil0AyktfcVHhsxBwI9zwwlnTcmRsNzt0K5P5jUug0FaVfsBaG1uE82Vl/s200/chemistry.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449271872748985554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=322884426918"&gt;Catatan Aziz Setiawan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMPICcEvWwCL_7pKyWqHujmDh8A6vSBARcspaPflt66yQfFMxpKJY0obJr2jPA0hCoGqM7rwKg6vgHQzO1pxkgil0AyktfcVHhsxBwI9zwwlnTcmRsNzt0K5P5jUug0FaVfsBaG1uE82Vl/s72-c/chemistry.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cinta</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/02/cinta.html</link><category>uncategories</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Sun, 7 Feb 2010 23:34:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-3740458336454030296</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 153);" href="http://www.eramuslim.net/?buka=show_artikel&amp;amp;id=845"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://www.eramuslim.net&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bila Wanita Diibaratkan Seperti Ikan</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/01/bila-wanita-diibaratkan-seperti-ikan.html</link><category>jokes</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Tue, 5 Jan 2010 10:46:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-340709996153729918</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari pertama kerja di tahun 2010, tapi kok males ya mo langsung megang kerjaan. Apalagi ngeliat daftar tugas-tugas untuk dibuatkan detail drawing dan 3D imagenya. Mending iseng-iseng buka email dulu dan tentu saja fesbukan &lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" alt="sengihnampakgigi" title="sengihnampakgigi" /&gt;. Dari beberapa email yang masuk, ada satu email dari seorang teman yang cukup menggelitik. Email tentang penggambaran seorang wanita bila diibaratkan dengan berbagai jenis ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan Salmon; Ramping, indah, dagingnya pink muda &amp;amp; enak dimakan. Harganya relatif mahal karena masih diimport. Ini adalah type &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Wanita Karir”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan Sapu-sapu; Murah dan selalu menempel dikaca akuarium. Kalau sudah nempel, susah sekali lepasnya. Ini adalah type &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Wanita ABG/ SMU”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan Lele; Harganya murah dan bisa dimakan kapan saja. Tapi harus hati-hati karena ada patilnya. Ini adalah type &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Wanita Panggilan”&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ikan Arwana; Senangnya bolak balik di akuarium, sombong &amp;amp; angkuh karena tahu tubuhnya indah, lemah gemulai &amp;amp; bergaya. Memancing mata nakal yang melihatnya. So pasti harganya sangat mahal. Ini adalah type &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Wanita Peragawati/ Artis”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan Mas Koki; Lumayan mahal, indah bentuk, warna, dan lenggak-lenggoknya. Sayangnya hanya bisa dikagumi, tak bisa dimakan, karena hanya ikan hiasan. Ini adalah type &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Istri Orang Lain”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan Teri; Rasanya asin, murah, bentuk dan rasanya begitu2 saja. Selalu enak dimakan walau sedang tidak ada lauk yang lain. Ini adalah type &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Istri Kita Sendiri”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFs8FGnltuVGQyD7vJDPbb7syXMegSbRZJrSosjhx9ulKDvyWrfVYLOc8wTUC9bu6tn2YyzX7lI5FRrEjCjiFjGSsP79-uwmEq149KbW5PKwafq8n9RdggCFSEDN_5fAy69ptrrUBb2m7I/s1600-h/ikan+teri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 227px; height: 267px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFs8FGnltuVGQyD7vJDPbb7syXMegSbRZJrSosjhx9ulKDvyWrfVYLOc8wTUC9bu6tn2YyzX7lI5FRrEjCjiFjGSsP79-uwmEq149KbW5PKwafq8n9RdggCFSEDN_5fAy69ptrrUBb2m7I/s200/ikan+teri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423099375040622402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;So, let’s screem; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Hidup Ikan Teri”…..&lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/41.gif" alt="tepuktangan" title="tepuktangan" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFs8FGnltuVGQyD7vJDPbb7syXMegSbRZJrSosjhx9ulKDvyWrfVYLOc8wTUC9bu6tn2YyzX7lI5FRrEjCjiFjGSsP79-uwmEq149KbW5PKwafq8n9RdggCFSEDN_5fAy69ptrrUBb2m7I/s72-c/ikan+teri.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Di Awal Tahun 2010</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2010/01/di-awal-tahun-2010_03.html</link><category>renungan</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Sun, 3 Jan 2010 00:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-4341821531724823671</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini adalah hari ke-2 memasuki tahun 2010, lalu apa yang sudah aku capai di tahun 2009 kemarin?. Kalau aku bilang aku tidak mendapat apa-apa, berarti aku termasuk orang yang tidak bersyukur. Dan sungguh aku tidak mau termasuk kedalam golongan orang-orang yang tidak bersyukur. Besar kecil atau sedikit banyak apa yang aku dapat, maka sudah sepantasnyalah aku bersyukur atas itu semua, karena ada yang berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“bila tidak mampu mensyukuri yang sedikit, bagaimana bisa mensyukuri yang banyak”. &lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/68.gif" alt="takbole" title="takbole" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku &lt;a href="http://poenya-eres.blogspot.com/2009/11/syukuri-apa-yang-ada.html"&gt;bersyukur&lt;/a&gt; masih memiliki pekerjaan tetap, walaupun masih memiliki keinginan untuk kembali membangun usaha sendiri yang sempat gagal tahun lalu. Bersyukur masih bisa membayar hutang secara rutin setiap bulannya, walaupun target untuk bisa menutup salah satunya masih belum terlaksanana. Bersyukur masih diberikan kesehatan walau kadang sedih bila melihat kedua keponakanku sakit berganti-gantian. Bersukur karena mengenal seseorang yang telah membukakan mata hati dan fikiranku untuk senantiasa mencari bekal baik untuk dunia dan akhirat walau belum pernah bertemu muka dengannya secara langsung. Serta rasa syukur yang lainnya dan pastinya juga diikuti dengan kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“walau”&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“tapi”&lt;/span&gt;. Benar juga bila dikatakan bahwa manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah didapatkannya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Astaghfirullahal'adzim&lt;/span&gt; &lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/2.gif" alt="sedih" title="sedih" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya”.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS. An-Nahl: 83)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Okelah, tahun 2009 telah lewat. Lalu apa yang ingin aku raih ditahun 2010 ini? &lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/39.gif" alt="fikir" title="fikir" /&gt;. Harta?. Itu pastinya &lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/64.gif" alt="duit" title="duit" /&gt;. Karier?. Tentunya, tapi kalau boleh memilih maka aku lebih suka memiliki usaha sendiri &lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/1.gif" alt="senyum" title="senyum" /&gt;. Jodoh?. Why not, bila Allah masih mengijinkan dan memberikan aku jodoh untuk kedua kalinya didunia ini &lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/5.gif" alt="senyumkenyit" title="senyumkenyit" /&gt;. Tapi diantara semuanya, adakah yang lebih penting ingin aku raih?. Pastinya ada, yaitu memperdalam ilmu agama. Dan semoga untuk yang satu ini Allah senantiasa mempermudah langkahku untuk mendapatkannya, karena malu juga rasanya kalau aku mengaku beragama Islam tapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“GAPIS”&lt;/span&gt; alias &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Gagap Islam”&lt;/span&gt;.&lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/68.gif" alt="takbole" title="takbole" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS. Al-A'raaf: 179)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diawal tahun 2010 ini, aku mencoba untuk memulai dengan niat yang baik dan pastinya Allah juga akan memberikan yang terbaik untukku. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Amin Allahumma amin&lt;/span&gt; &lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/63.gif" alt="doa" title="doa" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ya Allah baguskan agamaku karena ia peganganku, baikan duniakau karena ia tempat kehidupanku, baikan akhiratku karena ia tempat kembaliku. Dan jadikan kehidupan ini kebaikan bagiku, dan jadikan kematian itu sebagai tempat penghapus segala keburukan”&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Syukuri Apa Yang Ada</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2009/11/syukuri-apa-yang-ada.html</link><category>oase</category><category>renungan</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Tue, 24 Nov 2009 17:53:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-533140716264469269</guid><description>Suatu hari datanglah seorang pemuda kepada seorang bijak, dandanannya rapi dan elegan. Sekilas terlihat ia seperti kaum executive muda. Setelah masuk ke rumah iapun berbicara dengan tenang dan tertata. Setelah berbasa-basi sebentar iapun mulai mengutarakan maksud sebenarnya ia datang ke orang bijak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bisnis yang saja jalani bertahun-tahun, tiba-tiba akan ambruk dalam waktu beberapa bulan ini pak ?” cerita si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenapa ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Banyak faktor, penyebabnya namun secara umum terjadi salah manajemen.” jawab singkat si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dandanan masih perlente gini, penampilan tenang...wah..wah...”, celoteh orang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jangan begitu pak.....di tengah arah kebangkrutan ini, saya mulai membenahi semua divisi perusahaan saya, namun sampai dengan saat ini belum ada tanda – tanda yang signifikan untuk merubah keadaan.” si pemuda mulai bercerita.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”Berapa kira – kira kerugian kamu, bila perusahaanmu gulung tikar ?” balik orang bijak bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kira – kira kurang lebih lima milyar pak, ini sudah saya hitung semua asset saya yang ada saya jual.”, jawab si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Begini...kamu bilang semua asset yang kamu jual tidak bisa menutup semua kerugian yang menimpamu, bahkan masih defisit lima milyar ? tanya orang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Betul pak.” jawab si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekarang mari kita lihat, seandainya kamu punya mata saya tukar dengan satu milyar kamu mau tidak ?” tanya orang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah...yang benar saja pak, ya tidak akan mau pak.” jawab si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Baik...kalo tangan kamu saya tukar dihargai satu milyar ?” tanya orang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jelas saja, ga pak.” jawab si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oke...sekarang kalo gini, kamu lihat orang gila ....., seandainya otak kamu saya tukar dengan sepuluh milyar, kamu mau ?” tanya orang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan tersebut, si pemuda mulai mengetahui arah pertanyaan orang bijak.&lt;br /&gt;”Jelas saja, saya tidak mau pak. Kalau boleh saya simpulkan berarti dalam diri saya masih bernilai lebih dari sepuluh milyar pak, jauh lebih tinggi dari kerugian yang kemungkinan saya derita.” jawab si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya..., kamu bilang semua aset kamu jual tidak bisa menutupi semua kerugianmu, padahal Allah jelas – jelas memberimu begitu banyak, namun penglihatanmu seolah buta. Orientasimu hanya materi dunia semata, sedangkan nikmat yang begitu besar tidak bisa kamu lihat. Itulah mengapa dalam Al Qur’an Surat Saba : 13, Allah berfirman,&lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur”&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; jawab orang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban orang bijak tersebut, pemuda itupun agak termenung sejenak, ia mulai memikirkan kata – kata terakhir yang terucap dari orang bijak tersebut. Dalam hati kecilnya iapun membenarkan yang dikatakannya. Ia menemukan kata kunciya, ”bersyukur...syukuri apa yang ada...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/syukuri-apa-yang-ada.htm"&gt;www.eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Download Murotal Al-Qur’an</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2009/11/download-murotal-al-quran.html</link><category>download</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Thu, 19 Nov 2009 16:08:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-242211313175234028</guid><description>Berikut ini adalah list murotal Al-Qur’an (30 juz) yang bisa di download gratis. Setelah di download, ya didengarkan dong. Mudah-mudahan dengan mendengarkannya, Allah SWT akan mencatatnya sebagai amal kebaikan yang akan mendatangkan pahala. Syukur-syukur kalau sekalian dengan membuka terjemahannya, jadi kita bisa benar-benar paham isinya dan bisa mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Surah 1 – Surah 10&lt;/span&gt;, via &lt;a href="http://www.easy-share.com/1908477489/QS_1-10.rar"&gt;easy share&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/7464552/QS_1-10.rar"&gt;ziddu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Surah 11 – Surah 20&lt;/span&gt;, via &lt;a href="http://www.easy-share.com/1908477493/QS_11-20.rar"&gt;easy share&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/7464547/QS_11-20.rar"&gt;ziddu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Surah 21 – Surah 30&lt;/span&gt;, via &lt;a href="http://www.easy-share.com/1908477494/QS_21-30.rar"&gt;easy share&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/7464546/QS_21-30.rar"&gt;ziddu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Surah 31 – Surah 40&lt;/span&gt;, via &lt;a href="http://www.easy-share.com/1908477499/QS_31-40.rar"&gt;easy share&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/7464549/QS_31-40.rar"&gt;ziddu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Surah 41 – Surah 50&lt;/span&gt;, via &lt;a href="http://www.easy-share.com/1908477502/QS_41-50.rar"&gt;easy share&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/7464550/QS_41-50.rar"&gt;ziddu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Surah 51 – Surah 60&lt;/span&gt;, via &lt;a href="http://www.easy-share.com/1908477504/QS_51-60.rar"&gt;easy share&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/7464551/QS_51-60.rar"&gt;ziddu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Surah 61 – Surah 70&lt;/span&gt;, via &lt;a href="http://www.easy-share.com/1908477507/QS_61-70.rar"&gt;easy share&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/7464548/QS_61-70.rar"&gt;ziddu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Surah 71 – Surah 80&lt;/span&gt;, via &lt;a href="http://www.easy-share.com/1908477508/QS_71-80.rar"&gt;easy share&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/7464482/QS_71-80.rar"&gt;ziddu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. Surah 81 – Surah 90&lt;/span&gt;, via &lt;a href="http://www.easy-share.com/1908477510/QS_81-90.rar"&gt;easy share&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/7450948/QS_81-90.rar"&gt;ziddu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. Surah 91 – Surah 114&lt;/span&gt;, via &lt;a href="http://www.easy-share.com/1908477511/QS_91-114.rar"&gt;easy share&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/7450925/QS_91-114.rar"&gt;ziddu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semua file dalam format amr, jadi filenya tidak terlalu besar. Tapi bila mau dirubah menjadi format mp3 dan belum punya converternya, bisa di download &lt;a href="http://www.easy-share.com/1908477708/amrtomp3converter_setup.exe"&gt;di sini&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7464662/amrtomp3converter_setup.rar.html"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>"Seandainya..........."</title><link>http://poenya-eres.blogspot.com/2009/11/seandainya.html</link><category>renungan</category><author>noreply@blogger.com (eReS)</author><pubDate>Mon, 9 Nov 2009 12:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2949600303895744970.post-2613136145061218151</guid><description>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Setiap dari kita pasti pernah tertimpa &lt;a href="http://poenya-eres.blogspot.com/2009/10/musibah-itu-kembali-melanda.html"&gt;musibah&lt;/a&gt; atau tidak mendapati sesuatu sesuai dengan keinginan. Begitupun dengan aku, dan tanpa disadari seringkali aku mengucapkan kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“seandainya….”,  “seandainya….” dan “seandainya…”&lt;/span&gt;. Dan tanpa pernah aku sadari, kata pengandaian itu telah membuat terbukanya pintu amalan syaitan dan menjerumuskan aku kedalam penyesalan, kesedihan dan tidak mau menerima kenyataan. Astagfirullah.&lt;img class="emoticon" src="http://wolverinex02.googlepages.com/icon_sad.gif" alt="sad" title="sad" height="15" width="15" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosululloh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shollallohu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; bersabda, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersemangatlah untuk meraih segala hal yang bermanfaat bagimu. Mintalah pertolongan Alloh dan jangan lemah. Apabila engkau tertimpa sesuatu (yang tidak menyenangkan) janganlah berkata, " Seandainya aku dulu berbuat begini niscaya akan menjadi begini dan begitu". Akan tetapi katakanlah, "QaddarAllohu wa maa syaa’a fa’ala, Alloh telah mentakdirkan, terserah apa yang diputuskan-Nya Karena perkataan seandainya dapat membuka celah perbuatan syaitan.”&lt;/span&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“amalan syetan”&lt;/span&gt; dalam sabda Nabi adalah apa yang dia campakkan ke dalam hati manusia berupa menyesalan dan kesedihan, karena syetan amat menyukai hal itu. Allah berfirman : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Sesungguhnya bisik-bisik itu hanyalah dari syetan untuk membuat sedih orang-orang yang beriman, dan dia tidak akan membahayakan sedikitpun kecuali dengan izin Allah.”&lt;/span&gt; (QS. Al Mujadilah : 10), sehingga dalam tidurpun syetan suka memperlihatkan mimpi-mimpi yang menakutkan untuk mengeruhkan kejernihan pikiran manusia dan mengganggu pikirannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika &lt;a href="http://poenya-eres.blogspot.com/2009/10/musibah-itu-kembali-melanda.html"&gt;musibah&lt;/a&gt; itu datang atau ketika aku mendapatkan sesuatu yang tidak aku inginkan, maka seharusnya aku mengatakan : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“QaddarAllohu wa maa syaa’a fa’ala”.&lt;/span&gt; Ini adalah taqdir Allah dan apa saja yang Dia kehendaki pasti Dia laksanakan. Maksudnya adalah bahwa yang terjadi ini adalah taqdir Allah dan bukan tanggungjawabku. Adapun tanggungjawabku adalah berusaha melakukan apa yang saya lihat bermanfaat sebagaimana yang diperintahkan kepadaku. Dan ini adalah sikap taslim/ pasrah yang sempurna kepada ketentuan Allah dan apabila telah melakukan apa yang diperintahkan sesuai dengan syariat maka dia tidak boleh dicela dan urusannya diserahkan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insyaallah setelah ini aku bisa menjadi seseorang yang ridha menjadikan Allah sebagai Tuhanku dan berkata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“semua yang terjadi padaku adalah ketetapan Allah dan taqdir-Nya dan hal tersebut pasti terjadi.”&lt;/span&gt; Maka insyaalah akan tenanglah hati ini, lapanglah dada ini serta ikhlas dalam menerima segala kenyataan hidup…Amiinnn…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>